Rombongan 875

Jika anda berani bersedekah dalam jumlah yang besar, sebaiknya anda bersiap-siap mendapatkan reseki dalam jumlah yang besar.
Posted by on August 10, 2016

KIRANA DERMAWAN (11 bulan, TUMOR GANAS). Alamat : Kedondong RT 06 RW 03, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kirana. anak dari pasangan Sugeng Prayitno (32) dan Lanjar Tri Mulyani (29) ini memiliki benjolan pada kaki kanannya sejak lahir. Pak Sugeng dan istrinya kemudian segera memeriksakan Dik Kirana ke RSUD Margono. Dari hasil pemeriksaan, Dik Kirana didiagnosa menderita tumor ganas dan harus diamputasi. Mendengar hal tersebut Pak Sugeng lalu membawa Kirana berobat ke RS Sardjito. Sekarang setiap setengah bulan sekali, Dik Kirana harus menjalani kemoterapi di RS Sardjito Yogyakarta. Alhamdulillaah, pengobatan Dik Kirana terbantu oleh BPJS  yang dimilikinya. Namun biaya operasional untuk kemoterapi ke RS Sardjito dan selama tinggal di Yogyakarta menjadi kendala bagi keluarga Pak Sugeng. Pak Sugeng yang seorang penjual bakso keliling yang sesekali berjualan burung dara di pasar merasakan kesulitan untuk mengatasi kendala tersebut. Penghasilan dari berjualan bakso dan burung dara yang tidak seberapa harus diatur dengan baik oleh Bu Lanjar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan ketiga anaknya yang masih kecil, belum lagi biaya operasional untuk pengobatan Dik Kirana. Mengetahui hal tersebut kurir #SedekahRombongan yang berkunjung ke kediaman Pak Sugeng segera mengajukan bantuan untuk Dik Kirana. Santunan dari #Sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya operasional kemoterapi Dik Kirana. Semoga sakit Dik Kirana segera diangkat sehingga Dik Kirana dapat tumbuh dengan baik menjadi penyejuk hati orang tuanya.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal: 19 April 2016
Kurir: @dddeean, @mentarii, @paulsyifa

Kirana menderita TUMOR GANAS

Kirana menderita TUMOR GANAS


NOOR ADILA KHAYLA SYAKIRA (5, Atresia Ani) atau biasa dipanggil Adila ini merupakan pasien dampingan SR Malang sejak Juli 2016. Berlamat di jalan. Tlogo agung 45H, Malang, Jawa Timur. Adila kini tinggal bersama bapaknya, Bapak Fuad Lathif dan Ibu Putri (bukan ibu kandung), sementara ibu kandungnya bekerja di Tangerang setelah cerai dengan ayahnya. Meski Ibu Putri bukan ibu kandung dan orang tuanya baru menikah 27 Mei kemarin, Adila sangat sayang pada ibu nya ini. Atresia Ani telah diidap Adila sejak kecil, bahkan juga sudah dioperasi melalui tahap-tahap pembuatan pembuangan seperti, operasi di perut dan operasi anus buatan. Namun karena jarang sekali diajarkan untuk buang air besar (pup) dengan benar, maka terjadi lagi penumpukan kotoran. Untuk pup harus dirangsang pakai obat namanya flat enema yang diminum dalam dosis tinggi karena dosis rendah sudah tidak bereaksi lagi. Perut Adila pun membesar, dan dokter menyarankan agar dioperasi secepatnya karena dikhawatirkan elastisitas usus tidak bisa membendung banyaknya kotoran yang tertimbun selama 2 tahun. Keterbatasan biaya karena gaji ayahnya sebagai pengurus pondok pesantren yang tak seberapa menjadikan niat untuk operasi pun maju mundur. Sebenarnya ayahnya berpendidikan S1 Filsafat UI dan sempat juga melanjutkan di S2 tapi harus berhenti, karena terbatasnya biaya, sementara ibu Putri ialah lulusan S1 IPB. AKhirnya Adila bertemu dengan SR Malang, dan setelah diperiksakan ternyata tulang ekor Adila tidak terbentuk sempurna. Sementara kotoran masih menumpuk di usus besar, bahkan muatannya hingga 4x ukuran normal. Tindakan operasi Adila akan dilakukan 3 tahap yaitu : colostomi, pembentukan anus, dan penutupan lubang colostomi. Jangka waktu operasi pertama menuju operasi kedua ialah 8 buln — 1 tahun, tindakan colostomi ini dinilai yang paling cepat untuk masalah kotoran yang telah menumpuk 2 tahun. 26 Juli kemarin Adila telah menjalani tahap kedua pengeluaran kotoran dari perutnya, meski belum bisa bersih sepenuhnya, bahkan masih tersisa banyak, sehingga belum bisa periksa usus. Bulan ini bantuan dialokasikan untuk spooling, kontrol, membeli obat serta biaya transportasi. Semoga Adila dipermudah untuk sembuh, aamiin

Jumlah Bantuan : Rp 2.302.599
Tanggal : 28 Juli 2016
Kurir : @FaizFaeruz @AfiatBuchori

Noor menderita Atresia Ani

Noor menderita Atresia Ani


SUPIATI BINTI ROFIK (46th, Ca Serviks). Alamat : Desa Sekar Putih RT 19 RW 05, Jalan KH Ali Bondowoso, Jawa Timur. Bu Supiati merupakan pasien dampingan #SRMalang. IBu Supiati adalah seorang ibu rumah tangga. Ibu Supiati mengalami sakit pada awal januari tahun 2013. Awal mula sakitnya yaitu terjadi di bagian pinggang yang terasa nyeri terus menerus, sering mual, nafsu makan berkurang dan disertai panas dingin di bagian tubuh Bu Supiati. Mengetahui kondisi tersebut Bu Supiati segera memeriksakan ke rumah sakit terdekat. Setelah di cek lab kemudian diketahui jika beliau didiagnosa Ca. Serviks. Sakit yang dirasakan selama ini belum seberapa dengan tingkat beban yang ditanggung keluarga Bu supiati.Suami Ibu Supiati bapak Nur Ali yang berusia 50 tahun keseharian beliau hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan Rp 500.000,- per bulan. Dengan Penghasilan tersebut ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan pendidikan 3 orang anaknya. Anak yang pertama bernama Moch Ari Sofianto yang masih duduk di bangku SMA berumur (16th) anak kedua beliau bernama Anita Arfaini juga sekarang duduk di bangku SMA berumur (15th) dan anak ketiga beliau bernama Agung Hendra yang masih duduk di bangku SD berumur (10th). Beliau sekeluarga sempat mengalami putus asa dalam usahanya untuk berobat. Karena tidak memiliki biaya dan biaya nya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-sehari. Alhamdulilah dengan izin Allah kurir #SedekahRombongan dipertemukan. Saat ini Bu supiati menjalani kontrol rutin Paspmer setiap 3 bulan sekali di RSSA. Hasil kontrol bulan ini menunjukkan keadaan normal sesuai pengobatan, kontrol lagi bulan September.   Ucapan terimakasih disampaikan keluarga Bu Supiati kepada kurir #SedekahRombongan dan para #sedekahholic.Alhamdulillah sedekahmu tersampaikan hari ini semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban keluarga Ibu Supiati dan semoga Ibu Supiati lekas sembuh. Aminn

Jumlah bantuan: Rp 515.000
Tanggal: 5 Agustus 2016
Kurir: @FaizFaeruz @tica_fajaria

Ibu supiati menderita  Ca Serviks

Ibu supiati menderita Ca Serviks


Pros Ekawati (35, Ca Mata) yang beralamat di Jl. Kalibener gang 2 RT. 4 RW.2 Kelurahan Kranji Purwokerto Timur, Banyumas, Jawa Tengah ini tepatnya menderita kanker di mata sebelah kiri stadium 4, Ibu Pros sudah menderita penyakit ini sejak 4 tahun yang lalu dan harus menjalankan serangkaian pemeriksaan di RS. Sardjito Yogyakarta, Ibu Pros memiliki tanggungan 3 anak yang membutuhkan biaya tidak sedikit sehingga Ibu Pros mengalami kesulitan untuk melakukan pengobatan tersebut. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Pros tersebut sehingga akhirnya tim dari Sedekah Rombongan dapat membantu dengan memberikan biaya transportasi dan penginapan di rumah singgah selama menjalani pemeriksaan di Yogyakarta.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000
Tanggal : 13 April 2016
Kurir ; @arfanesia, @nanang, @tommy

Ibu pros menderita Ca Mata

Ibu pros menderita Ca Mata


Pros Ekawati (35, Ca Mata) yang beralamat di Jl. Kalibener gang 2 RT. 4 RW.2 Kelurahan Kranji Purwokerto Timur, Banyumas, Jawa Tengah ini tepatnya menderita kanker di mata sebelah kiri stadium 4, Ibu Pros sudah menderita penyakit ini sejak 4 tahun yang lalu dan harus menjalankan serangkaian pemeriksaan di RS. Sardjito Yogyakarta, Ibu Pros memiliki tanggungan 3 anak yang membutuhkan biaya tidak sedikit sehingga Ibu Pros mengalami kesulitan untuk melakukan pengobatan tersebut. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Pros tersebut sehingga akhirnya tim dari Sedekah Rombongan dapat membantu dengan memberikan biaya transportasi dan penginapan di rumah singgah selama menjalani pemeriksaan di Yogyakarta.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000
Tanggal : 4 April 2016
Kurir ; @arfanesia, @nanang

Ibu pros menderita Ca Mata

Ibu pros menderita Ca Mata


Pros Ekawati (35, Ca Mata) yang beralamat di Jl. Kalibener gang 2 RT. 4 RW.2 Kelurahan Kranji Purwokerto Timur, Banyumas, Jawa Tengah ini tepatnya menderita kanker di mata sebelah kiri stadium 4, Ibu Pros sudah menderita penyakit ini sejak 4 tahun yang lalu dan harus menjalankan serangkaian pemeriksaan di RS. Sardjito Yogyakarta, Ibu Pros memiliki tanggungan 3 anak yang membutuhkan biaya tidak sedikit sehingga Ibu Pros mengalami kesulitan untuk melakukan pengobatan tersebut. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Pros tersebut sehingga akhirnya tim dari Sedekah Rombongan dapat membantu dengan memberikan biaya transportasi dan penginapan di rumah singgah selama menjalani pemeriksaan di Yogyakarta.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000
Tanggal : 25 April 2016
Kurir ; @arfanesia, @nanang, @tommy

Ibu pros menderita Ca Mata

Ibu pros menderita Ca Mata


SLAMET AHMAD (35, KAKI PALSU). Alamat: Jl. Wisata Payau No. 12 RT 03 RW 06 Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Anak dari Pak Sarkam (57) dan Bu Satinah (56) ini  memiliki kelainan pada kaki kirinya. Sejak lahir, kaki kiri Slamet tumbuh tidak normal. Ukuran kaki kirinya lebih kecil dari kaki kanannya dan tidak berkembang sebagaimana mestinya. Kondisi ini menyebabkan aktifitas sehari-hari Slamet terhambat, terutama untuk berjalan. Pada tahun 2004, Slamet mendapatkan bantuan kaki palsu dari YAKKUM. Setelah hampir 12 tahun dipakai oleh Slamet, kaki palsu tersebut kini dalam kondisi tidak layak pakai. Slamet yang sudah tidak merasa nyaman lagi dengan kaki palsunya, mencoba menghubungi kurir #SedekahRombongan dan menceritakan kesulitan yang dihadapinya untuk membuat kaki palsunya kembali nyaman dipakai. Slamet yang seorang penjaga toko berpenghasilan kecil tidak memiliki simpanan uang yang cukup untuk membeli kaki palsu baru. Mendengar cerita Slamet, kurir #SedekahRombongan segera merencanakan pembuatan kaki palsu baru untuk Slamet. Bantuan dari #Sedekaholics pun disampaikan untuk memenuhi kebutuhan pembuatan kaki palsu tersebut. Semoga dengan ‘kaki’ yang baru, Slamet dapat beraktifitas dengan nyaman dan lebih produktif lagi.

Jumlah bantuan : Rp 2.750.000,-
Tanggal : 30 April 2016
Kurir : @arfanesia, @dddeean, @mentarii, @paulsyifa

Bantuan KAKI PALSU

Bantuan KAKI PALSU


KRISDIYANTO CILACAP (39, Post Amputasi) yang beralamat di dusun Kotabaru RT. 2 RW.10 Desa Kutasari, Cipari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Pada Tahun 2007 Krisdiyanto terkena penyakit yang menyerang pembuluh darah arteri pada kedua kakinya ini akhirnya harus amputasi kedua kakinya, Sedekah Romobongan pernah membantu kaki palsu untuk Bapak Krisdiyanto, seiring berjalannya waktu Bapak Krisdiyanto mengalami kesakitan lagi dan akhirnya dari RS. dirujuk ke RS. Orthopedi Solo, bantuanpun diberikan untuk biaya transportasi ke Solo. Semoga Bapak Krisdiyanto segera diberi kesembuhan untuk mengurangi rasa sakitnya.

Jumlah santunan : 500.000
Tanggal : 20 April 2016
Kurir : @arfanesia, Nanang

Bantuan biaya Post Amputasi

Bantuan biaya Post Amputasi


KRISDIYANTO CILACAP (39, Post Amputasi) yang beralamat di dusun Kotabaru RT. 2 RW.10 Desa Kutasari, Cipari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Pada Tahun 2007 Krisdiyanto terkena penyakit yang menyerang pembuluh darah arteri pada kedua kakinya ini akhirnya harus amputasi kedua kakinya, Sedekah Romobongan pernah membantu kaki palsu untuk Bapak Krisdiyanto, seiring berjalannya waktu Bapak Krisdiyanto mengalami kesakitan lagi dan akhirnya dari RS. Margono Banyumas dirujuk ke RS. Hasan Sadikin Bandung, bantuanpun diberikan untuk biaya transportasi dan akomodasi ke Bandung. Semoga Bapak Krisdiyanto segera diberi kesembuhan untuk mengurangi rasa sakitnya.

Jumlah santunan : 1.000.000
Tanggal : 7 Juni 2016
Kurir : @arfanesia, Cucu Cuand

Bantuan biaya Post Amputasi

Bantuan biaya Post Amputasi


RSSR Purwokerto (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) adalah rumah singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan yang berasal dari luar kota, untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Di Purwokerto, sejak bulan Januari 2015 mengontrak rumah di Jalan Penatusan Gg. 1 No.5 RT 01 / RW 02, Kelurahan Purwokerto Wetan. RSSR ini digunakan sebagai tempat tinggal sementara para pasien, sambil mereka berobat di RS sekitar Banyumas. Pasien dampingan yang menempati rumah singgah biasanya berasal dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, serta Ciamis, mereka harus menjalani terapi serta pengobatan selama berbulan-bulan. Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan makan pasien, serta kebutuhan sarana dan prasarana RSSR Purwokerto selama bulan Juli.

Jumlah : Rp. 1.292.000
Tanggal : 31 Juli 2016
Kurir : @olipe_oile

Bantuan operasional ntuk kebutuhan makan pasien, serta kebutuhan sarana dan prasarana RSSR Purwokerto selama bulan Juli.

Bantuan operasional ntuk kebutuhan makan pasien, serta kebutuhan sarana dan prasarana RSSR Purwokerto selama bulan Juli.


MTSR Purwokerto (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan). Mobil dengan nomor polisi AB 1664 TA ini biasa digunakan untuk membantu kelancaran pasien dampingan berobat. Penggunaan mobil MTSR ini sangat bermanfaat, terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap), dan Brebes. Dengan makin seringnya mobilitas, kebutuhan untuk BBM pun makin banyak untuk mengantar dan menjemput pasien kontrol, mensurvey, menyampaikan santunan, atau mengantar jenazah. Penggunaan anggaran bulan juni ini untuk operasional mtsr seperti bahan bakar,  cuci mobil, perawatan, dsb.

Jumlah : Rp 2.900.000
Tanggal : 30 Juni 2016
Kurir : @arfanesia, Nanang dan all kurir Purwokerto

Bantuan  operasional mtsr seperti bahan bakar,  cuci mobil, perawatan

Bantuan operasional mtsr seperti bahan bakar, cuci mobil, perawatan


Kasiyem binti Kromo Irono  (62, Leukemia) Alamat: Girinyono, Sendangsari, Pengasih, Kulon Progo, DIY. Kasiyem adalah istri dari Soma (65) yang sehari-hari bekerja sebagai petani. Sejak beberapa tahun ini merasa perut membesar keras tetapi tidak sakit, sehingga Kasiyem merasa tidak perlu berobat dan tetap bekerja serabutan sebagai buruh tani. Namun kurang lebih satu tahun kemudian  Kasiyem merasa batuk tidak sembuh sembuh, badan terasa lemah lalu periksa mulai dari Puskesmas di rujuk ke RSUD Wates dan dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito dengan pembesaran Limpa. Di RSUP Dr. Sardjito diperiksa dibagian hematology dengan BMP 2 kali dan berobat rutin setiap 2 minggu sekali cek darah dan mendapat obat oral. Pada saat hb drop Kasiyem mendapatkan transfusi. Sejak saat itulah Kasiyem tidak dapat bekerja sebagai buruh karena kondisi nya tidak bisa bekerja berat karena mudah lelah. Kasiyem mempunyai Jamkesmas namun mempunyai kesulitan saat ini untuk biaya perawatan dirinya dan biaya ke RSUP Dr. Sardjito setiap 2 minggu. Biaya untuk ke RSUP Dr. S
ardjito selama ini diperoleh dari tabungan yang tidak seberapa, ditambah bantuan dari tetangga yang menjenguk. Keluarga  Bersyukur Kurir #Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga Kasiyem untuk menyampaikan amanat para sedekaholiks yaitu untuk memberikan santunan yang dapat digunakan untuk biaya berobat ke RSUP Dr. Sardjito

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 3 Juli 2016
Nama kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Lilik

Ibu kasiyem menderita  Leukemia

Ibu kasiyem menderita Leukemia


ABID SAHRUL RAMADHAN (20, Soft Tissue Tumor). Alamat : RT. 2/3, Desa Sei Keruh, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Pada tahun 2000 Abid merasakan ada benjolan kecil di pelvis sebelah kanan. Awalnya Abid tidak begitu menghiraukan benjolan itu, tapi lama kelamaan benjolan itu kian membesar. Keluarga belum membawanya ke rumah sakitkarena ketiadaan biaya. Baru pada tahun 2013, saat benjolan itu kian membesar, keluarga membawa Abid ke RSUD Raden Mataher. Tapi karena keterbatasan alat, akhirnya pihak RSUD menyarankan agar Abid dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan hasilnya Abid menderita Tumor Pelvis Dextra dan menjalani operasi pertamanya di tahun 2013. Dua tahun berselang, tepatnya pada September 2015 Abid sering merasakan nyeri di lutut kanannya dan kemudian mengalami pembengkakan yang semakin hari semakin membesar. Karena khawatir kejadian sebelumnya terulang, orang tua Abid membawanya ke RSUD Sultan Taha Tebo, yang kemudian di rujuk ke RSUD Raden Mataher sampai akhirnya dirujuk lagi ke RSCM. Empat bulan Abid di Jakarta dan menjalani beberapa pemeriksaan. Hasil pemeriksaan menunjukkan jika tumor tersebut adalah metastase dari tumor sebelumnya, dokter mengatakan jika Abid menderita Soft Tissue Tumor. Abid menjalani operasi pada 14 Januari 2016 dan selama 11 jam ia berjuang di meja operasi. Setelah sadar Abid harus menerima kenyataan bahwa kini kakinya tinggal satu, karena kaki kanannya telah diamputasi. Orang tua Abid, Qosasi (65 tahun) sudah tidak lagi bekerja dan Kustiawani (43 tahun) adalah seorang buruh di kebun sawit dengan penghasilan Rp. 49.000,- per hari dan hanya bekerja seminggu 3 kali. Setelah dilakukan operasi Abid rutin melakukan kontrol ulang ke RS Raden Mattaher Jambi setiap 2 minggu sekali, dan oleh dokter Abid disarankan untuk menggunakan kaki palsu di Jakarta. Akhirnya pada Mei 2016, Abid berangkat kembali ke Jakarta untuk melakukan proses pemasangan kaki palsu. Proses pemasangan kaki palsu telah dilakukan dan saat ini Abid menggunakan kaki palsu dalam kesehariannya. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membiayai akomodasi perjalanan pulang dari Jakarta kembali ke Jambi. Sebelumnya Abid dibantu pada rombongan 809 dan pada 27 Mei 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500. 000,-
Tanggal : 8 Juni 2016
Kurir: @arfanesia @shintatantri

Abid menderita Soft Tissue Tumor

Abid menderita Soft Tissue Tumor


MEGA RISMA (12 THN, colonthree emotikon). Adalah seorang anak gadis dari pasangan ibu Samsiyah (43 tahun) dan alharhum Bapak Hawi (53 thn), yang tinggal di alamat Desa Koncer Kidul, RT 16 RW 6, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso Jawa timur.  Berasal  dari keluarga yang kurang mampu ditambah pula dengan adanya penyakit yang diderita Adik Mega ini semakin layak untuk mendapatkan bantuan.
Adik Mega sudah sejak 2 bulan yang mengalami sakit yang didiagnosa awal sebagai usus buntu. Tetapi karena infeksi parah yang terjadi pada ususnya, dokter melakukan anatomi usus Adik Mega dan hasilnya buruk dan banyak terdapat banyak benjolan didalamnya. Saat benjolan usus ini meletus, akan akan terjadi kebocoran pada ususnya. Sehingga selama 2 bulan tersebut Adik Risma tidak bisa BAB secara normal sehingga badannya menjadi sangat kurus. Kondisi ini terjadi karena tubuhnya tidak bisa menyerap sari makanan dengan baik dan karena kebocoran saluran usus.
Setelah ayahnya meninggal, praktis ibunya saja yang menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangga, tetapi karena kondisi sakit Adik Mega ini, maka ibunya juga tidak bekerja karena harus mendampingi Mega. Kakak Mega yang pertama baru saja lulus SMK sehingga masih belum mendapatkan pekerjaan, sedangkan kakak keduanya masih duduk di bangku SMA. Mega juga mempunyai seorang adik yang masih duduk di bangku sekolah dasar, kelas 6 SD.
Santunan yang diberikan di bawah ini digunakan untuk Pembelian Susu, Kantong Colostomi dan Obat-obatan. Semoga sedekah para sedekaholic dalam membantu kesembuhan Mega mendapatkan balasan berlipat ganda dariNYA dan dimudahkan jalan rejekinya Aamiin

Jumlah santunan: Rp. 2.200.000,-
Tanggal: 13 Juni 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto

Mega menderita colonthree emotikon

Mega menderita colonthree emotikon


POPI SANTUNAN MUSHOLA (Santunan Karpet dan Cat untuk Mushola). Mushola AL-Ikhlas terletak Dusun Beruh RT 022 RW 005, Desa Pecalongan, Kecamatan Telogosari, Kabupaten Bondowoso. Ada sekitar 40 Kepala Keluarga yang bermukim di sekitar Mushola ini dan menggunakan Mushola ini sebagai tempat beribadah dan sebagai tempat untuk belajar Anak-anak disekitar mengaji. Mushola ini memiliki lebih dari 20-30 orang jamaah yang terdiri dari berbagai kalangan dan latar belakang, jumlah jamaah Mushola ini juga terus bertambah dari tahun ke tahun. Dan Mushola Al-Ikhlas ini sudah tidak layak di lihat karena cat yang sudah puluhan tahun tidak pernah di perbarui dan karpet sudah memulai kotor dan rusak di bagian pinggir-pinggir karpet. #SedekahRombongan turut berpartisipasi dalam proses renovasi Mushola tersebut dengan menyampaikan titipan #Sedekaholic. Tim #SedekahRomongan bersilaturahmi ke Mushola Al-Ikhlas, dan dalam kesempatan tersebut Tim #SedekahRombongan menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic yang diterima oleh pengurus Mushola untuk mewakili masyarakat muslim di sana. Bantuan yang diberikan berupa barang yaitu Karpet dan Cat senilai Rp. 1.100.000,-. Semoga santunan Mushola Al-Ikhlas berjalan dengan lancar dan warga masyarakat sekitarnya semakin memakmurkan Mushola ini. Amin….

Jumlah Santunan : Rp.1.100.000,-
Tanggal : 29 Juni 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto

Santunan Karpet dan Cat untuk Mushola

Santunan Karpet dan Cat untuk Mushola


POPI JEMBER. SANTUNAN SEPEDA UNTUK ANAK YATIM PIATU. Santunan diberikan untuk pembelian sepeda pancal. Hal ini sangat dibutuhkan bagi mereka mengingat jarak sekolahan yang cukup jauh dari rumah tinggal mereka. Tim survey sedekah rombongan mendata anak yatim yang membutuhkan bantuan mereka. Lokasi yang cukup masuk ke pedalaman menyulitkan bagi tim sedekah rombongan untuk menyalurkan bantuan ini.
Jumlah Santunan Sepeda Pancal Untuk Anak Yatim ini Mengeluarkan Dana Rp. 980.000,- .
Dan Berikut Daftar Anak-anak Penerima Tiga Buah Santunan Sepeda Pancal :

Rifah Mah Yeti
Ber Alamat Dusun Krajan Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember.

Anurul Haq
Ber Alamat Dusun Krajan Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember.

Semoga Santunan yang di berikan Bermanfaat Bagi Anak-anak Yatim Piatu

Jumlah Santunan : Rp. 980.000,-
Tanggal Santunan: 1 Juni 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto, @viandwiprayugo

Santunan untuk pembelian sepeda pancal

Santunan untuk pembelian sepeda pancal


DEWI AYU JELITA (3, Hydrocepalus). Alamat: Jl. P. Hidayat Gang Rukun RT. 4/1 Kelurahan Sebatung, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Dik Dewi adalah putri kedua dari pasangan bapak Akhmad Aryadi (39) dan ibu Siti Hadijah (32). Tiga tahun yang lalu, Dik Dewi terlahir normal layaknya bayi pada umumnya. Tapi dua minggu kemudian, kepala Dik Dewi terlihat membesar. Saat itu orang tua Dik Dewi belum begitu menghiraukan, karena tidak ada keluhan lain yang dirasakan Dik Dewi. Sebulan berlalu, kepalanya semakin membesar dan orang tua Dik Dewi memutuskan untuk membawa Dik Dewi berobat ke bidan terdekat. Dari Bidan dirujuk ke RSUD, dari RSUD diketahui jika Dik Dewi menderita Hydrocepalus dan harus dilakukan operasi pemasangan VP Shunt untuk membantu mengeluarkan cairan didalam kepalanya. Saat itu orang tua Dik Dewi tidak langsung memberikan jawaban atas tawaran dokter ini. Keterbatasan ekonomi menjadi salah satu alasan saat itu, sampai akhirnya saat usia Dik Dewi menginjak 1 tahun kepalanya semakin membesar. Dengan bantuan warga sekitar Dik Dewi dan orang tuanya berangkat ke Jakarta untuk melanjutkan proses pengobatannya. Di RSCM, Dik Dewi dilakukan pemasangan VP Shunt. Alhamdulillah, kondisinya stabil dan selang beberapa minggu Dik Dewi diperbolehkan pulang. Kembali ke kampung halaman dan berharap kondisi putrinya terus membaik itulah harapan ibu Khadijah, tapi tak selamanya yang terjadi sesuai harapan. Beberapa bulan berselang, Dik Dewi sering demam dan pernah sampai kejang. Karena khawatir orang tua Dik Dewi dibawa ke RS terdekat, dari pihak dolter menyarankan supaya Dik Dewi dibawa lagi ke Jakarta. Lagi-lagi orang tua Dik Dewi harus berpikir keras untuk bekal ke Jakarta, alhamdulillah saat itu dari Pemerintah Daerah memberikan bantuan biaya akomodasi. Tim dokter RSCM mengatakan jika selang VP Shunt yang terpasang terinfeksi, sehingga menyebabkan demam. Sebulan hidup di Jakarta dengan bekal seadanya, rasa ingin menyerah sudah bergelayut dibenak ibu Khadijah. Alhamdulillah, ditengah semangatnya yang mulai lemah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan  Khadijah dan menyampaikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama menjalani perawatan di RSCM. Semoga segala ikhtiar yang sedang dilakukan Dik Dewi dan orang tuanya akan memberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 31 Juli 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @untaririri

Dewi menderita  Hydrocepalus

Dewi menderita Hydrocepalus


JOHANES BIN JONI (87, Gagal Jantung). Alamat: Jl. Salak No. 44 RT. 7/2 Kelurahan Guntur, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Pak Johan, begitu disapa sudah cukup lama menderita Gagal Jantung dan beberapa bulan ini sering mengeluh sesak nafas meskipun tidak melakukan aktivitas, sehingga Pak Johan tidak bisa lepas dari oksigen. Saat dirawat seperti sekarang ini mungkin tidak menjadi masalah karena di rumah sakit sudah ada oksigen yang bisa dipakai. Kemarin  dokter sudah mengizinkan Pak Johan untuk pulang karena sudah tidak ada rencana tindakan medis lagi, tapi dengan catatan Pak Johan tidak bisa lepas dari oksigen. Ibu Neneng (67), seorang ibu yang setia merawat Pak Johan bingung saat dokter berkata seperti itu. Sehari-hari ibu Neneng sudah tidak bekerja lagi sehingga tidak tau harus membeli tabung oksigen dengan apa. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan ibu Neneng dan memberikan bantuan untuk membeli tabung oksigen portable supaya Pak Johan bisa pulang sesuai saran dokter. Terima kasih diucapkan oleh ibu Neneng atas bantuan yang diberikan oleh #Sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @harji_anis @untaririri

Pak johanes menderita Gagal Jantung

Pak johanes menderita Gagal Jantung


RSSR JAKARTA, atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta terletak di sekitar RSCM Jakarta tepatnya di Jl. Kenari II Inspeksi Kali Ciliwung, RT. 4/4 No. 15 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen Jakarta Pusat. RSSR berfungsi sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Seperti Ibukota atau Kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Solo, Semarang, Bandung, Malang dan kota lainnya. Di Jakarta khususnya dekat wilayah RSCM kita mengontrak tiga rumah untuk pasien rawat jalan, yang menjadi perhatian kita sehari-hari. Berkaitan dengan operasional makan dan kebutuhan sehari-hari RRSR menyediakan beras, sembako dan kebutuhan alat mandi serta air dan listrik untuk 3 rumah singgah dan beberapa kamar kos yang kita sewa. Saat ini pasien yang ada di 3 RSSR berjumlah 23 orang pasien ditambah keluarga yang mendampingi. Bantuan ini disampaikan untuk keperluan Logistik, Operasional bulan Juli 2016 di RSSR Jakarta. Semoga pasien-pasien yang sedang berjuang kesembuhan diberi kelancaran dalam proses pengobatannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 14.500.000,-
Tanggal: 5 Juli 2016
Kurir: @ddsyaefudin @endangnumik @harji_anies @untaririri

Bantuan operasional untuk keperluan Logistik, Operasional bulan Juli 2016

Bantuan operasional untuk keperluan Logistik, Operasional bulan Juli 2016


EEN SARIPIDIN (59, suspek : asam urat dan hipertensi). Alamat: RT.8/3 Kelurahan Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bu Een tak menyangka di hari tuanya harus menjalani kehidupan yang berat : sakit dalam kesendirian dan kemiskinan. Belum lama ini, suaminya dipanggil ke Hadirat Allah SWT. Sepeninggal suaminya, tak ada keluarga dekat yang menemaninya padahal ia kini tak sehat lagi. Anaknya tak sudah berkeluarga dan tinggal di daerah lain. Cukup lama janda tua ini menderita sakit asam urat dan hipertensi. Akibatnya, ruang gerak Bu Een menjadi terbatas. Untuk sekadar menghidupi dirinya, ia kerap mengandalkan bantuan warga sekitar. Dia tinggal di sebuah rumah kontrakan sangat sederhana, yang sudah tiga bulan ini tak terbayar uang sewanya; pemilik kontrakan telah memberinya peringatan untuk keluar jika ia tidak bisa bayar. Kisah pedih kesulitan hidup janda tua sebatang kara yang hidup miskin dan sakit ini akhirnya sampai beritanya kepada kurir #SR di Bandung berdasarkan informasi dari beberapa pemuda relawan. Bersyukur kurir #SR dapat bersilaturahmi dengan mereka. Bu Een memang sangat memerlukan uluran tangan para dermawan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholic, kurir #SR Bandung dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa untuk Ibu Een yang berupa uang. Bantuan yang penyampaiannya disaksikan tokoh masyarakat ini digunakan untuk biaya berobat dan biaya sehari-hari Ibu Een. Semoga bantuan ini akan membantu meringankan beban hidup Bu Een.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Ibu een menderita suspek : asam urat dan hipertensi

Ibu een menderita suspek : asam urat dan hipertensi


RUKAIYAH BINTI ISMAIL, (62, Suspect Endophthalmitis Oculi Dextra). Alamat : Jln. Bandara Sultan Iskandar Muda KM 14,5 Dusun Sempurna Desa Cot Karieng, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Penyakit Ibu Rukaiyah terjadi sejak tahun 2010, saat itu Ibu Rukaiyah yang bekerja sebagai petani mengeluh mata kanannya tiba-tiba mengalami kemerahan dan perih seperti kemasukan benda asing saat bekerja di kebun. Beberapa hari kemudian dirinya sering mengeluh matanya terasa perih dan mengeluarkan banyak air mata hingga membuat pandangannya kabur. Beberapa bulan kemudian pandangan itu hanya tinggal setitik cahaya disertai dengan keluar lendir dari kedua matanya. Saat itu ibu Rukaiyah hanya memeriksakan dirinya ke dokter yang dekat dengan tempat tinggalnya. Dokter mengatakan jika ibu Rukaiyah menderita peradangan berat pada bola mata kanan yang dapat menyebabkan kebutaan pada mata kanannya atau dalam bahasa medis dikenal dengan penyakit Endopthalmitis occuli dextra. Kemudian dokter menyarankan untuk menjalani operasi, namun dari hasil pemeriksaan dokter, kemungkinan mata kanannya untuk melihat lagi cukup sulit. Dikarenakan biaya operasi yang cukup mahal dan Ibu Rukaiyah tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan sama sekali, akhirnya saat ini beliau hanya menjalani pengobatan alternatif dan pengobatan di dokter setempat. Alhamdulillah saat ini kondisi mata kanan ibu Rukaiyah telah membaik tidak lagi terasa perih, tidak lagi mengeluarkan air mata dan lendir, tapi ibu Rukaiyah juga mempunyai keinginan suatu saat nanti dapat melihat kembali dunia ini dan bisa bekerja lagi. Sementara suaminya, Bapak Abdullah Idris (66 tahun) juga sudah tidak dapat bekerja karena kondisinya yang lemah. Alhamdulillah ditengah semangat ibu Rukaiyah untuk bisa sembuh, dirinya dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan. Bantuan yang disalurkan melalui kurir #Sedekahrombongan digunakan untuk biaya pengobatan. Saat ini juga beliau sedang menunggu aktivasi kartu BPJS yang sedang diurus. Ibu Rukaiyah menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan, semoga ini bisa menjadi jalan untuk kesembuhannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 Juli 2016
Kurir: @dedesyaefudin @pratiwi

Ibu rukaiah menderita Suspect Endophthalmitis Oculi Dextra

Ibu rukaiah menderita Suspect Endophthalmitis Oculi Dextra


BAYI NY. APRI ROHI (1 Bulan, Berat Badan Kurang). Bayi Ny. Apri Rohi (23 Tahun) yang belum sempat diberi nama ini lahir dengan berat badan sangat kurang, yaitu hanya seberat 1,7 kg saja. Ny. Apri Rohi tercatat sebagai warga Tuksongo RT.04/RW.03 Purworejo, Jawa Tengah. Sehari-harinya ia bekerja sebagai asisten rumah tangga untuk menghidupi dirinya dan keluarganya. Satu bulan yang lalu, ia melahirkan bayi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Ternyata bayinya lahir dengan berat badan yang kurang, karena kondisinya tersebut si bayi langsung dirawat secara intensif. Kondisi si bayi pun berangsur membaik, berat badannya pun semakin hari semakin bertambah. Ketika Kurir #SedekahRombongan menjenguk si bayi, berat badannya sudah mencapai 2,4 kg. Sang ibu juga terpaksa rawat inap di rumah sakit karena mengalami gangguan fungsi jantung pasca melahirkan. Setelah kondisi keduanya membaik, ibu dan bayinya diperbolehkan pulang. Namun ternyata mereka tidak diperkenankan meninggalkan rumah sakit karena belum melunasi biaya rumah sakit sebesar 9,7 juta rupiah. Sang ibu memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah, Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sementara sang bayi tidak/belum memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga biaya yang dikeluarkan oleh si bayi tidak ter-cover, alias menggunakan biaya umum. Apri Rohi dan bayinya kemudian mendapat bantuan dari perawat yang meyakinkan pihak rumah sakit agar memperbolehkan mereka pulang . Sang ibu dan bayinya akhirnya diperbolehkan pulang dengan membayar DP sebesar lima ratus ribu rupiah. Selanjutnya, sisa tagihan rumah sakit dapat dicicil selama enam bulan, alhamdulillah… Lagi-lagi, mereka mendapatkan rejeki yang tak disangka-sangka, para perawat di rumah sakit tersebut patungan untuk membantu mereka. Dana yang terkumpul mencapai tiga jutaan, sehingga biaya yang masih terhutang sebesar enam juta rupiah. Meski banyak terbantu, Apri Rohi dan keluarganya merasa bingung bagaimana cara melunasi tagihan rumah sakit yang tersisa. Terlebih, pihak keluarga juga masih mempunyai tanggungan dengan pihak lain. Apri Rohi kini sangat membutuhkan uluran tangan dari para pecinta sedekah untuk melunasi tagihan rumah sakit, karena ia berasal dari kalangan kurang mampu. Penghasilan sehari-hari juga terbilang pas-pasan, kehidupannya sedang sulit. Alhamdulillah, Allah menuntun langkah Kurir #SedekahRombongan hingga akhirnya bertemu dengan Apri Rohi dan keluarganya. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan kemudian menyampaikan bantuan tunai sebesar dua juta rupiah untuk membantu kesulitan yang dialami oleh Apri Rohi. Ia sangat bersyukur dan berterimakasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 2 Juli 2016
Kurir : @KissHerry @Ekow_st @nuliwsaputri

Bayi ny apri menderita Berat Badan Kurang

Bayi ny apri menderita Berat Badan Kurang


PANTI ASUHAN AN-NUR beralamat di Berjo, Sumberharjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Panti Asuhan ini memiliki 30 santri putri.  Usia para santri mulai tingkat Sekolah dasar hingga Sekolah menengah atas dan sebagai pengasuhnya adalah Bapak Muhtarom. Semua biaya operasionl panti asuhan baik untuk biaya pendidikan maupun biaya kebutuhan harian berasal dari para donatur. Untuk ikut membantu kebutuhan rutin sembako Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #sedekahrombongan ) menyampaikan bantuan dari sedekaholic berupa sembako senilai Rp. 1.000.000 yang diwujudkan dalam bentuk: beras, mie instant, gula pasir, teh, susu, minyak goreng, bumbu dapur, perlengkapan mandi dan cuci serta pembalut wanita.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 12 Februari 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st  @widjiyono

Bantuan sembako

Bantuan sembako


PONPES DAN PANTI ASUHAN YATIM PIATU DHU’AFA AL – MUJIIB beralamat di Pondok Suruh, Bimomrtani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Panti Asuhan dan pondok Pesantren yang diasuh oleh ustadz Gunarto ini mengasuh 55 anak asuh yatim-piatu dan dhuafa, putra dan putri. Dengan 55 santri yang tinggal di asrama, kebutuhan untuk bahan pangan seperti kebutuhan sembako, sepenuhnya di topang dari para donatur yang sifatnya insidentil, sehingga kebutuhan sembako setiap bulan kadang tidak bisa terpenuhi. Untuk ikut membantu kebutuhan tersebut , Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan ) menyampaikan bantuan dari sedekaholic senilai Rp. 1.000.000 yang diwujudkan berupa: beras, mie instant , gula pasir, teh, susu, minyak goreng, bumbu dapur, kecap, perlengkapan mandi, perlengkapan mencuci dan pembalut wanita.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 12 Februari 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st  @widjiyono

Bantuan sembako

Bantuan sembako


PANTI ASUHAN YATIM DAN DHUAFA BAITURRAHMAN yang di asuh oleh Mas Ipin dan istrinya ini beralamat di Sabrangan, Gumul, Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah. Saat ini panti asuhan Baiturrahman mengasuh 20 santri yatim-piatu dan dhuafa, putra dan putri. Dengan 20 santri yang tinggal di asrama, kebutuhan bahan pokok atau sembako, sepenuhnya di topang dari para donatur yang sifatnya insidentil, sehingga kebutuhan sembako kadang tidak bisa terpenuhi. Untuk ikut membatu kebutuhan tersebut , Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan ) menyampikan batuan dari sedekaholic senilai Rp. 1.000.000 yang di wujudkan dalam bentuk sembako berupa: mie instant , gula pasir, beras, teh, minyak goreng, kecap, bumbu dapur, perlengkapan mandi dan cuci serta pembalut wanita.

Jumlah Batuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 12 Februari 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st  @widjiyono

Bantuan sembako

Bantuan sembako


PONDOK PESANTREN BAITUS SALAM  yang di asuh oleh  Ustadz Zainudin,beralamat di Pusmalang, Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta saat ini menampung 20 santri  yatim-piatu dan dhuafa putra dan putri. Dengan 20 santri yang tinggal di asrama, kebutuhan untuk bahan pangan seperti sembako, sepenuhnya di topang dari para donatur yang sifatnya insidentil, sehingga kebutuhan kadang tidak bisa terpenuhi. Untuk kebutuhan tersebut , Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan ) menyampaikan bantuan senilai Rp. 1.000.000 yang di wujudkan sembako berupa , beras, gula pasir, teh, susu, minyak goreng, mie instant, perlengkapan mandi, perlengkapan cuci, kecap, bumbu dapur dan pembalut wanita.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 12 Februari 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st  @widjiyono

Bantuan sembako dan perlengkapan cuci

Bantuan sembako dan perlengkapan cuci


PONDOK PESANTREN KI AGENG GRIBIG beralamat di Jl. Raya Jatinom, Klaten, Jawa Tengah. Pondok Pesantren ini memiliki 15 santri putra dan putri. Usia para santri mulai tingkat Sekolah Menengah Pertama hingga Sekolah menengah atas dan sebagai pengasuhnya adalah Ustadz Anas. Semua biaya operasional pondok baik itu untuk biaya pendidikan maupun biaya kebutuhan harian berasal dari para donatur dan yayasan. Untuk ikut membantu kebutuhan rutin sembako Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #sedekahrombongan ) menyampaikan bantuan dari sedekaholic berupa sembako senilai Rp. 1.000.000 yang diwujudkan dalam bentuk: beras, gula pasir, minyak goreng, perlengkapan mandi, perlengkapan cuci, bumbu dapur dan pembalut wanita.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal Penyerahan : 12 Februari 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st  @widjiyono

Bantuan sembako dan perlengkapan mandi, cuci

Bantuan sembako dan perlengkapan mandi, cuci


PANTI ASUHAN YAPITU  beralamat di Wanujoyo, Srimartani, Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Panti asuhan putra ini memiliki 53 santri putra dan putri. Usia para santri adalah sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas. Sebagai pengasuh sekaligus pendirinya adalah Bapak H. Sholeh dan semua biaya operasional panti asuhan baik untuk biaya pendidikan maupun biaya kebutuhan harian berasal dari para donatur. Untuk ikut membantu kebutuhan  panti asuhan, Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #sedekahrombongan ) menyampaikan bantuan dari sedekaholic berupa uang tunai sebesar Rp. 1.000.000 yang diterima oleh bapak H. Sholeh yang akan dipergunakan untuk membeli perlengkapan sarana untuk panti asuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal Penyerahan : 7 Maret 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st  @widjiyono

Bantuan sembako dan perlengkapan mandi, cuci

Bantuan sembako dan perlengkapan mandi, cuci


PUJI ASTUTI (35 Tahun, Patah Tulang). Puji Astuti tinggal di Dusun Kranggan RT.01/RW.14 Wringin Putih, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Bu Puji tinggal di sebuah rumah mungil, sedikit kumuh, yang berdiri dari bahan batako. Bu Puji tinggal bersama tiga anak laki-lakinya yang masih kecil-kecil, dan ibunya yang sudah sepuh, sementara suaminya pergi meninggalkannya tanpa sebab beberapa tahun lalu. Sejak saat itu, ia berjuang sendirian, penghasilannya dari berdagang. Bu Puji membuka warung angringan, ia berjualan tak jauh dari rumahnya, warung angkringan inilah yang menjadi ladang rejekinya. Penghasilannya tidak bisa dibilang banyak, hanya cukup untuk hidup sehari-hari dan membiayai sekolah anak-anaknya. Selebihnya, mereka hidup sederhana. Awal Bulan Agustus 2016 lalu, Bu Puji mengalami musibah. Saat mempersiapkan dagangan di warung, ia mengambil teko yang berada di ketinggian. Bu Puji memanjat kursi plastik, namun ia malah terpeleset dan mengakibatkan tulang tangang kirinya patah. Seorang tetangganya menghubungi #SR Magelang untuk meminta pertolongan. Tanpa menunggu lama, Kurir #SR Magelang segera menyambangi rumahnya dan membawanya ke RSUD Tidar Magelang, Jawa Tengah. Dari sana kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Kurir #SR Magelang membawa Bu Puji ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Kurir #SR Jogja, bekerja sama dengan Kurir #SR Magelang mendampingi pengobatan Bu Puji. Beberapa tahun yang lalu, Bu Puji juga pernah mengalami patah tulang kaki dan pengobatannya dilakukan di RSU Nur Hidayah Bantul DIY. Saat itu, ia juga menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Setelah melalui pemeriksaan, dokter menyarankan untuk melakukan operasi, namun untuk pertolongan pertama bisa di-gips terlebih dahulu. Bu Puji sangat memerlukan bantuan #Sedekaholic, kondisi ekonomi keluarganya pas-pasan. Untuk biaya sehari-hari saja kadang masih kekurangan. Belum lagi, jaminan kesehatan dari pemerintah tak bisa digunakan karena tak pernah dibayar sejak tahun 2014 silam. Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan titipan langit yang dipergunakan untuk membantu biaya pemasangan gips. Alhamdulillah, setelah gips terpasang, Bu Puji pun diijinkan pulang tanpa rawat inap terlebih dahulu. Kurir #SedekahRombongan lalu mengantarkannya sampai rumah menggunakan MTSR. Bu Puji dan keluarga besarnya mengucapkan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan. Semoga Bu Puji segera diberikan kesembuhan agar dapat segera berjualan kembali. Sebelumnya Bu Puji telah masuk pada rombongan 762 dan 579.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.175.000,-­
Tanggal : 4 Agustus 2016
Kurir : @KissHerry @Ekow_St @rizkyaditya4 @RofiqSILVER @SintaMurtinaa

Ibu puji menderita Patah Tulang

Ibu puji menderita Patah Tulang

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Kirana 1,000,000
2 Noor 2,302,599
3 Supiati 515,000
4 Pros Ekawati 500,000
5 Pros Ekawati 500,000
6 Pros Ekawati 500,000
7 Slamet 2,750,000
8 Krisdayanto 500,000
9 Krisdayanto 1,000,000
10 RSSR Purwokerto 1,292,000
11 MTSR Purwokerto 2,900,000
12 Kasiyem 1,000,000
13 Abid 1,500,000
14 MEGA RISMA 2,200,000
15 POPI SANTUNAN MUSHOLA 1,100,000
16 POPI JEMBER 980,000
17 Dewi 1,000,000
18 Johanes 1,000,000
19 RSSR Jakarta 14,500,000
20 Een 500,000
21 Rukaiah 500,000
22 BAYI NY. APRI ROHI 2,000,000
23 PANTI ASUHAN AN-NUR 1,000,000
24 Panti Asuhan AL – MUJIIB 1,000,000
25 Panti Asuhan BAITURRAHMAN 1,000,000
26 Panti Asuhan Baitus Salam 1,000,000
27 PONDOK PESANTREN KI AGENG GRIBIG 1,000,000
28 PANTI ASUHAN YAPITU 1,000,000
29 PUJI ASTUTI 2,175,000
Total 48,214,599

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 48,214,599,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 875 ROMBONGAN

Rp. 40,218,888,233,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.