Rombongan 874

Pancinglah reseki dengan sedekah semaksimal mungkin. Kemudian sedekahkan reseki hasil pancingan tadi untuk memancing reseki yang jauh lebih melimpah.
Posted by on August 8, 2016

SUMARWAN (48 Tahun, Gagal Ginjal). Pak Sumarwan tinggal di Jl. Tawes 1 No. 4 Minomartani, Ngaglik, Sleman, DIY. Pak Sumarwan menderita sakit ginjal sejak tahun 2012 silam. Saat itu, tiba-tiba ia mengalami demam, ia pun segera dilarikan ke rumah sakit. Setelah melalui proses pemeriksaan, Pak Sumarwan divonis menderita sakit ginjal. Padahal, sebelumnya ia sehat-sehat saja dan tidak ada tanda-tanda terkena sakit ginjal. Pak Sumarwan kemudian disarankan menjalani rawat inap di sebuah rumah sakit di Jogjakarta. Sejak saat itu, ia diwajibkan melakukan cuci darah satu minggu dua kali. Pak Sumarwan menggunakan dana pribadi untuk berobat, di rumah sakit yang berbeda-beda. Ya, kala itu ia memang sering berpindah-pindah rumah sakit. Akhirnya, Pak Sumarwan mendapat bantuan dari pemerintah berupa jaminan kesehatan daerah untuk meringankan biaya cuci darah. Namun Jamkesda tidak dapat mengcover biaya obat-obatan tertentu, yang harganya cukup mahal. Saat melakukan cuci darah beberapa waktu yang lalu, sepertinya ada kesalahan dalam prosedur cuci darah. Karena setelah cuci darah, Pak Samarwan mengalami bengkak pada lengan kirinya. Berdasarkan keterangan perawat, bengkak tersebut akan sembuh dengan sendirinya setelah dua atau tiga hari kemudian. Namun setelah tiga bulan berlalu, bengkak itu tak kunjung sembuh. Saat malam hari pun, bengkak tersebut terasa panas, dan seperti ditusuk-tusuk jarum. Saat ini, Pak Sumarwan tidak lagi bisa bekerja, karena kondisinya yang lemah. Ia hanya kuat berjalan kaki beberapa meter saja, setelah itu cepat laleh. Sebelum sakit, ia bekerja sebagai tukang ojek, penghasilan hariannya tak menentu. Lilani jati, istrinya, bekerja sebagai staff perpustakaan sekolah, penghasilannya hanya beberapa ratus ribu per bulan. Sang istri kini  menjadi tulang punggung keluarga yang menafkahi anggota keluarga. Pasangan ini masih memiliki tanggungan tiga orang anak, satu diantaranya akan masuk sekolah menengah pertama, dua lainnya masih duduk di bangku sekolah dasar. Setiap berobat, istrinya, atau terkadang kakaknya, yang mengantarkannya ke rumah sakit. Pal Sumarwan dan keluarganya sangat membutuhkan bantuan untuk berobat karena penghasilan keluarga ini sangat pas-pasan, mereka pun belum membayar biaya sekolah anaknya yang tertunggak. Alhamdulillah, Allah menuntun langkah Kurir #SedekahRombongan untuk bertemu dengan Pak Sumarwan dan keluarganya. Saat bersilaturahmi, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic sebesar satu juta rupiah. Bantuan ini akan digunakan untuk membiayai pengobatan yang tak tercover jaminan kesehatan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban Pak Sumarwan dan keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Juli 2016
Kurir : : @KissHerry @Ekow_St @anggubi

Pak sumarwan menderita Gagal Ginjal

Pak sumarwan menderita Gagal Ginjal


JIHAN ANAZU MUNTAZ (2 Tahun, Megacolon). Jihan tinggal bersama kedua orang tuanya di Pedukuhan Purworejo RT.03 Kelurahan Wonolelo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, DIY. Jihan merupakan putri pasangan Bapak Aditya Surya Lukita (25 Tahun), yang berprofesi sebagai satpam di sebuah perumahan, dan Ibu Yuliani Binti Sarindi (25 Tahun), yang keberja sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga ini cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Adik Jihan mengalami kelainan usus sejak lahir, yaitu penyempitan usus. Hal itu membuatnya tidak bisa buang air besar lewat anus. Saat bayi, keluarganya membanya ke RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta untuk menjalani operasi pembuatan saluran buang air besar atau kolostomi. Saat itu, operasi berjalan lancar dan setelah rawat inap selama sembilan belas hari, adik kecil ini diperbolehkan pulang. Dua tahun kemudian, Adik Jihan kembali menjalani operasi untuk mengembalikan saluran buang air besar melalui anus. Operasi kali ini hasilnya kurang maksimal karena setelah itu perut bocah ini menjadi kembung. Adik Jihan kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, karena ternyata terjadi pelengketan usus. Saran dokter harus dilakukan operasi kembali untuk memotong bagian usus yang lengket, yaitu sekitar 10 cm. Kondisi pasien saat ini dalam masa pemulihan kesehatan. Jaminan kesehatan Adik Jihan sudah tercover oleh BPJS. Namun demikian, keluarga ini terkendala biaya-biaya di luar jaminan seperti obat di luar jaminan serta akomodasi dan transportasi, bahkan keluarga ini masih mempunyai tanggungan kepada pihak lain yang jumlahnya tidak bisa dibilang sedikit. Adik Jihan dan keluarganya sangat memerlukan bantuan dari #Sedekaholic. Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini, lantas segera menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic untuk biaya berobat yang tak tercover jaminan kesehatan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga ini. Semoga Adik Jihan tumbuh menjadi wanita yang pintar dan bermanfaat bagi sesama ummat. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Juli 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER, @JemiRikab, @RizkyAditya4, @Anjesmou, Alda K. Yudha

Jihan menderita Megacolon

Jihan menderita Megacolon


BILQIS INDAH SETYOWATI (7 Tahun, Tumor Otak). Bilqis merupakan putri dari Bapak Jumadi Bin Sugiyo (34 Tahun) dan Ibu Nanik Setyowati (29 Tahun). Keluarga ini tercatat sebagai warga Desa Suryakarta RT.09/RW.03 Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Kumilir Iring, Provinsi Lampung. Keluarga ini adalah salah satu peserta program transmigrasi dari pemerintah, mereka berasal dari Sleman, DIY. Keluarga ini mencoba peruntungan di pulau lain utuk mengubah nasib mereka. Bilqis, yang sekarang duduk di bangku sekolah dasar, terdiagnosa menderita tumor otak. Awal mula penyakit ini menyerang dirinya, ia merasakan pusing, mual, dan penglihatannya kabur. Itu terjadi kira-kira bulan Juni tahun 2015 lalu. Orang tuanya kemudian membawanya ke RS Mata Sriwijaya Eye Centre Palembang. Namun di sana tidak keluar diagnosa dari dokter. Karena belum ada perubahan orang tuanya membawanya ke RS Caritas Blitang. Dari sana kemudian dirujuk ke RS Caritas Palembang. Bilqis saat itu Cmengkonsumsi obat syaraf yang diberiken oleh RS Caritas Blitang. Rencana pengobatan ke RS Caritas Blitang gagal terus karena adanya kabut asap. Akhirnya orang tuanya membawanya ke kampung halaman mereka dan memeriksakannya di RS Bethesda Yogyakarta. Di rumah sakit ini langsung dilakukanMagnetic Resonance Imaging (MRI). Bilqis dijadwalkan untuk berobat rutin setiap sebulan sekali. Sambi menunggau jadwal pengobatan dan tindakan selanjutnya, keluarga ini mengurus jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS. Selama pengobatan keluarga ini tinggal menumpang di rumah kerabat mereka yang beralamat di RT.03/RW.49 Catur Harjo, Sleman, DIY. #SedekahRombongan, sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan sedekah, turut berempati akan kondisi yang dialami oleh Bilqis. Kurir #SedekahRombongan kemudian bersilaturahmi sembari menyampaikan titipan dari #Sedekaholic berupa uang tunai sebesar satu juta rupiah. Bantuan ini akan digunakan untuk berobat dan biaya akomodasi. Bilqis dan keluarganya menucapkan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Juli 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER, @JemiRikab

Bilqis menderita Tumor Otak

Bilqis menderita Tumor Otak


PONILAH BINTI KARSOSEMITO (71 Tahun, Bronkitis dan Jantung Bengkak). Nenek Ponilah tinggal rumah tuanya di Klendrekan, Banjarsari, Samigaluh, Kulon Progo, DIY. Nenek Ponilah tinggal bersama anak dan cucunya yang sehari-hari merawatnya dengan penuh kasih sayang. Pada usianya yang sudah senja, Nenek Ponirah masih harus bekerja sebagai petani. Namun, ia hanya bisa bekerja sekedarnya saja karena cepat lelah dan sudah tidak kuat lagi untuk bekerja seperti biasanya… Saat ini, Nenek Ponilah dicurigai menderita sakit bronkitis dan jantung bengkak. Pada waktu yang bersamaan, anak dan cucunya yang merawatnya juga tengah sakit. Nenek Ponilah kini kerap merasakan sesak nafas, nafsu makannya berkurang, badannya pun menjadi lemas. Berbekal jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS, ia berobat ke rumah sakit terdekat, yaitu RSU Panti Baktiningsih, Klepu, Sendang Mulyo, Minggir, Sleman, DIY. Setelah beberapa hari rawat inap, belum ada perkembangan yang signifikan. Akhirnya setelah kondisinya membaik, Nenek Ponilah diperbolehkan untuk rawat jalan. Alhamdulillah, Allah mendekatkan Kurir #SedekahRombongan dengan Nenek Ponilah dan keluarganya. Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan titipan dari #Sedekaholic kepada Nenek Ponilah dan keluarganya. Mereka sangat senang menerima bantuan ini karena dengan bantuan ini mereka dapat melanjutkan pengobatan sang nenek. Bantuan ini akan digunakan untuk  membeli obat dan membiayai kontrol rutin. Keluarga Nenek Ponilah juga sangat berterima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Mereka senantiasa mendoakan agar #Sedekaholic diberikan keberkahan oleh Tuhan YME.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 5 Juli 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER, @JemiRikab

Ibu ponilah menderita Bronkitis dan Jantung Bengkak

Ibu ponilah menderita Bronkitis dan Jantung Bengkak


SEMI BINTI PAWIROARJO (75 Tahun, Diabetes & Kebutaan). Nenek Semi tercatat sebagai warga Pedukuhan Jambu, Sintukan RT.01/RW.01 Wukirsari, Cangkringan, Sleman, DIY. Nenek Semi tinggal berdua saja bersama suaminya, Sumorejo Bin Kromodiryo (96 Tahun). Pasangan ini tidak memiliki anak. Sehari-harinya, Kakek Sumorejo berdagang pisang di seputaran Jl. Kaliurang Km. 14, Sleman, DIY. Hasil berjualannya hanya untuk sekedar ndudut nyowo (menyambung hidup). Keluarga ini tidak memiliki rumah, mereka tinggal menumpang di rumah tetangganya, Pak Jono. Rumah Pak Jono berada di Pedukuhan Jomblangan, RT.02 Wukirsari, Cangkringan, Sleman, DIY. Keluarga ini sama sekali tidak memiliki jaminan kesehatan, baik swasta maupun pemerintah. Mereka hanya memiliki KK dan KTP. Nenek Semi mengalami kebutaan akibat terkena abu vulkanik erupsi Gunung Merapi Tahun 2010 lalu. Saat itu, pasangan yang usianya tak muda lagi ini masih tinggal di sebuah kios di Kompleks Terminal Pasar Pakem, Sleman, DIY, dengan status hak guna bangunan karena berdiri di atas tanah kas desa. Setelah kiosnya digusur, keluarga ini tidak punya tempat tinggal tetap. Hingga akhirnya ada warga yang bersedia memberikan tumpangan tempat tinggal gratis. Setelah itu terjadilah erupsi, hujan abu dan batu. Nenek Semi tidak ingat kejadiannya dengan jelas. Ia hanya ingat semua warga disuruh naik truk dan diangkut ke Stadion Maguwoharjo. Mata Nenek Semi terkena abu vulkanik, dalam keadaan panik sang nenek ‘mengucek’ mata yang mengakibatkan penglihatannya menjadi kabur, makin lama makin kabur, dan akhirnya menjadi tak mampu melihat sama sekali. Selama ini, Nenek Semi sering berobat ke puskesmas terdekat, ia pernah mau dioperasi dalam program operasi mata gratis. Tetapi operasi urung dilakukan karena kadar gula darahnya tinggi, sampai sekarang pun kadar gula darahnya tidak stabil. Kondisi ekonomi keluarga ini begitu memprihatinkan, untuk makan sehari-hari terkadang dibantu oleh para tetangga. Saat ini, kadar gulanya tidak stabil, sering berobat ke puskesmas, sekali berobat membutuhkan biaya Rp. 40.000,- hingga Rp. 80.000,-. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dapat berkunjung dan bersilaturahmi, sekaligus menyampaikan bantuan tunai sebesar Rp. 1.000.000,-. Bantuan ini akan digunakan untuk berobat, semoga bantuan tunai ini dapat sedikit meringankan kehidupan mereka.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Juli 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER, @JemiRikab, @IneJuine

Nek semi menderita Diabetes & Kebutaan

Nek semi menderita Diabetes & Kebutaan


SITI MAIMUDAH (51 Tahun, Diabetes Komplikasi). Siti Maimudah tinggal di Sidoharjo RT.07 Kelurahan Imogiri, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY. Ia tinggal bersama suaminya, Ponidi (49 tahun), yang bekerja sebagai buruh parkir di Pasar Imogiri, Bantul. Penghasilan sang suami tidaklah begitu besar, rata-rata hanya tiga puluh ribu atau tiga puluh lima ribu per hari. Keluarga ini masih memiliki tiga orang anak, dua diantaranya masih menjadi tanggungan mereka. Anak pertama sudah menikah dan ikut dengan sang suami. Anak kedua bekerja sebagai buruh serabutan, sementara akan ketiga masih duduk di bangku sekolah menengah perta kelas sembilan. Sejak tahun 2001, Bu Siti terkena penyakit diabetes. Ia jarang berobat karena tidak punya biaya. Lama kelamaan penyakitnya tersebut menyebabkan sakit komplikasi. Matanya tidak bisa melihat, kakinya tidak bisa menapak, lambung dan ginjalnya pun tak terelak kena imbasnya juga. Beberapa kali kondisinya sempat merutun dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sebelum sakit, Bu Siti bekerja sebagai buruh, ia berjualan sayur keliling. Namun itu sudah lima belas tahun yang lalu. Kondisinya saat ini hanya bisa berbaring di tempat tidurnya. Kedua matanya sudah mulai bisa melihat lagi walaupun samar-samar. Bu Siti pernah minta dioperasi matanya, namun rencana itu urung dilakukan lantaran tak tersedianya biaya meski ia memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah, KIS dan Jamkesmas. Kehidupannya kini bergantung sepenuhnya pada sang suami dan anak. Mandi, makan, minum, dibantu oleh suami dan anaknya. Bu Sitidan keluarganya membutuhkan uluran tangan para #Sedekaholic untuk membantu meringankan beban kehidupan mereka. Keluarga ini berasal dari keluarga sederhana, dan sekarang pun membutuhkan biaya baik untuk pengobatan rutin. Ia harus kontrol setiap 2 minggu sekali dengan rujukan dari puskesmas setempat. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk membantu meringankan beban kehidupan mereka. Saat bersilaturahmi, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan kepada Bu Siti. Semoga dengan ini dapat memberikan semangat beliau untuk tetap ikhtiar menghadapi sakitnya dan tetap berusaha mencari kesembuhan atas sakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 2 Agustus 2016
Kurir : @KissHerry @Ekow_St  @RizkyAditya4 @RofiqSILVER @imbams

Ibu siti menderita Diabetes Komplikasi

Ibu siti menderita Diabetes Komplikasi


PANTI ASUHAN DARUL QOLBI beralamat di dusun Prigen Widodomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta, berdiri di atas tanah seluas 400 mtr dengan luas bangunan 8 x 12 mtr, letaknya cukup terpencil, kurang lebih 8 KM dari Gunung Merapi. Panti asuhan ini berdiri sejak tahun 2013 dibawah asuhan Mas Priyanggono alias Abdurahman. Saat pertama kali berjumpa dengan sosok Pengasuh, kami cukup tercengang dengan penampilan beliau, dengan badan penuh dengan lukisan permanen (baca : Tato ) . Dibalik penampilan yang cukup eksentrik, Mas Pri ini bertekad untuk membesarkan Panti Asuhan sendiri dengan dibantu Istrinya sebagai wujud pertaubatan beliau. Alhamdulillah Tim POPIMAS #SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan) pada tanggal 3 Agustus 2016 menyampaikan bantuan dari para sedekaholics untuk renovasi panti dan  sembako senilai Rp. 2.400.000,-

Jumlah Bantuan : Rp. 2.400.000,-
Tanggal Penyerahan : 3 Agustus 2016
Kurir :  @kissherry @ekow_st

Bantuan untuk renovasi panti dan  sembako

Bantuan untuk renovasi panti dan sembako


WARNATA (48 thn, Biaya kepulangan jenazah). Alamat: Jl. Klasegun, RT/RW 06/03 Desa Klasegun, Kecamatan Segun, Kabupaten Sorong, Propinsi Papua Barat. Pak Warnata penderita penyakit Kanker hati asal Sorong yang meninggal di rumah sakit Makassar. #sedekahrombongan membantu biaya kepulangan jenazah untuk kembali ke Sorong karena keluarganya tidak mampu. Sebelumnya, Pak Warnata adalah seorang Petani daerah transmigrasi Kampung Segun. Untuk berobat, Pak Warnata harus pergi menyeberang ke Kota Sorong. Segun sendiri bertempat di sebuah pulau di Kabupaten Sorong, dimana pulau ini tidak mempunyai fasilitas kesehatan, bahkan puskesmas pun tidak ada. Akibatnya semua warga Segun harus mengakses rumah sakit yang ada di Kota Sorong jika sakit parah. Info mengenai kondisi Pak Warnata didapat saat beliau sedang berobat di RSUD Sorong. Saat itu keluarganya Pak Warnata menghubungi kurir #sedekahrombongan Sorong, lalu Pak Warnata segera mendapat pendampingan serta sempat menginap di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Sorong. Kondisi Kanker hati Pak Warnata sudah kian memburuk. Dokter menyatakan bahwa kankernya sudah menyebar sampai melekat di daging. Pihak medis di Sorong pun angkat tangan karena tidak bisa operasi di Sorong. Kemudian, Pak Warnata dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Sudiro Husodo Makassar, dan berangkat menggunakan dana pinjaman dari warga. Saat tiba di Makassar tanggal 10 Juni 2016, Pak Warnata dan keluarga disambut kurir #sedekahrombongan Makassar kemudian didampingi sampai kepulangan jenazah pada 3 hari kemudian. Kurir membantu pembelian tiket dan menyertai sampai check in di Bandara. Dana digunakan untuk membiayai kepulangan jenazah Pak Warnata ke Sorong dan pengeluaran selama perawatan di rumah sakit.

Jumlah bantuan: Rp.10.000.000,-
Tanggal: 12 Juni 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamani, Ismawan, Tince

Bantuan Biaya kepulangan jenazah

Bantuan Biaya kepulangan jenazah


ALDO (15 thn, Gizi kurang). Alamat : Jl. Cumi-cumi, RT/RW 05/02, Kabupaten Sorong, Propinsi Papua Barat. Aldo didiagnosa dokter menderita gizi kurang dan anemia. Aldo sehari-hari diasuh neneknya, karena ibunya Aldo yang masih sangat muda harus melanjutkan sekolah. Aldo bersama neneknya tinggal menumpang di rumah kerabat. Pekerjaan neneknya Aldo sebagai petani. Setiap hari Aldo di ajak nenek ke kebun untuk menanam singkong dan sayuran. Hasil kebunnya sebagian besar digunakan untuk konsumsi harian. Karena kondisi ekonomi keluarganya serba kekurangan, hal ini berdampak pada pola makan Aldo yang tidak teratur dan kurang memenuhi gizi. Sempat suatu waktu Aldo dirawat di rumah sakit, dan Aldo berobat dengan mengunakan kartu BPJS. Namun Aldo terpaksa pulang bersama neneknya sehubungan kehabisan dana. Kurir #sedekahrombongan mendengar kondisi dari seorang relawan didekat rumahnya Aldo. Setelah berdiskusi dengan neneknya dan relawan pendamping, bantuan awal disampaikan untuk kebutuhan makanan bergizi. Sebagian bantuan diberikan berupa makanan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 Juli 2016
Kurir: @bratamanggala via Yuyanti

Aldo menderita Gizi kurang

Aldo menderita Gizi kurang


SRI ASTUTI (42 Thn, Kanker kandungan) Alamat: Jl. Prajurit No, Kabupaten Merauke, Propinsi Papua. Bu Sri didagnosa menderita kanker kandungan sejak tahun 2004. Sejalan kondisi penyakitnya yang semakin memburuk, Bu Sri sempat menjalani operasi di RSUD Jayapura pada tahun 2011. Namun 6 bulan paska operasi, gejala penyakitnya muncul lagi. Bu Sri dan suaminya, Pak Eka, tinggal di rumah yang tanahnya masih milik orang lain. Pak Eka sehari-hari bekerja sebagai penjual air bersih keliling dengan menggunakan gerobak. Penghasilannya berjualan air hanya cukup untuk makan harian. Jadi saat Bu Sri sakit, Pak Eka sangat bingung mencari biaya tambahan. Bahkan saat Bu Sri membutuhkan pampers saja untuk digunakan sehari-hari, Pak Eka kesulitan. Bu Sri kemudian pergi lagi ke rumah sakit dan dirujuk ke rumah sakit di Jayapura atau di Jogja untuk menjalani operasi. Bu Sri sebenarnya sangat ingin menjalani operasi, namun tidak punya biaya untuk berangkat ke Jayapura atau Jogja. Karena pertimbangannya, selain mempunyai BPJS, akan banyak biaya lainnya yang harus disiapkan.Santunan diserahkan oleh kurir #sedekahrombongan Merauke untuk biaya kebutuhan membeli pampers dan biaya untuk pengobatan Bu Sri lainnya.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 1 Agustus 2016
Kurir: @bratamanggala via Sunarso

Ibu sri menderita Kanker kandungan

Ibu sri menderita Kanker kandungan


RSSR SEMARANG (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Di Semarang sejak Agustus 2014 kami mengontrak rumah di Jl. Pleburan 6 No.7 Semarang untuk digunakan sebagai tempat tinggal pasien sambil mereka berobat di Rumah Sakit sekitar Semarang. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah misalnya ada pasien #SedekahRombongan yang berasal dari luar kota Semarang, biasanya dari wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Pekalongan, Pati, Jepara, Purwodadi, Rembang, dsb yang harus menjalani pengobatan di Semarang selama berbulan-bulan dan hanya perlu masuk Rumah Sakit seminggu sekali misalnya untuk kemoterapi, kontrol rutin, atau proses pengobatan yang lain tidak perlu bolak balik ke rumahnya dan bisa menempati Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR). Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan Mei 2016.

Jumlah Bantuan: Rp 13.321.580,-
Tanggal: 31 Mei 2016
Kurir: @indrades All Kurir Semarang

bantuan untuk kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain

bantuan untuk kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain


MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) dengan Nomor Polisi H 8690 QF, adalah mobil ambulance operasional tim #SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang riwa riwi digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulance MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Mei 2016.

Jumlah Bantuan: Rp 7.842.211,-
Tanggal: 31 Mei 2016
Kurir: @indrades All Kurir Semarang

Bantuan  untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain

Bantuan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain


ERIK ESADA (18 thn, tumor otak). Adalah seorang remaja yang tinggal di dusun krajan rw 04 Sidorejo, Umbulsari, Jember, Jawa timur. Merupakan putra dari Bapak Candra Hadi Iswanto (66 thn). Berasal dari keluarga kurang mampu yang tinggal di rumah bambu dan triplek dan menumpang di tanah milik gereja. Kondisi ini sungguh memprihatinkan mengingat penyakit yang diderita Erik yang tergolong penyakit urgen dan berat. Hal ini juga pernah menimbulkan warga sekitar sempat menggalang sumbangan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit jember dan surabaya. Sebelum ditemukan tim sedekah rombongan jember, Erik telah mengalami operasi 2 kali. Benjolan di kepala terus membesar dan sering membuat Erik kejang. Kondisi ini mengharuskan Erik untuk melakukan kontrol rutin ke rumah sakit dr Soebandi Jember. Kondisi pasca operasi yang sering mengalami perembesan luka mengharuskan perawatan intensif dengan kasa tertentu dan salep tertentu yang tidak murah dan tidak dicover oleh BPJS kesehatan. Santunan yang diberikan senilai dibawah ini digunakan untuk bantunan perawatan Erik dan pembelian kasa, salep,dan kemoterapi  selama dalam masa perawatan di rumah sakit soebandi jember.

Jumlah santunan: Rp. 4.690.000,-
Tanggal : 31 Juli 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto , @viandwiprayugo

Erik menderita tumor otak

Erik menderita tumor otak


RAFFA ADITYA PRATAMA (1,5th, Hydrocephalus). Alamat : Jalan Sumber Urip, RT 019 RW 10, Dusun Krajang, Desa Sumber Urip, Lumajang, Jawa Timur. Awal mula sakit mulai lahir ada benjolan dibelakang kepala bagian atas. Kemudian periksa ke bidan terkedat dan sama bidan di rujuk ke Rumah Sakit Hartoyo Lumajang. Namun, dari rumah sakit Hartoyo dirujuk ke RSSA Malang karena peralatan medis yang lebih lengkap. Saat periksa ke dokter syaraf perkiraan Hydrocephalus. Setelah di CT-SCAN ternyata hasilnya positif Hydrocephalus. Kepala mulai membesar saat Raffa menginjak umur 1 minggu. Makin hari makin dirasa kedua orangtuanya kalau kepala anaknya semakin membesar. Namun, dari pihak rumah sakit belum ada penanganan khusus hanya timbang dan ukur tinggi badan saja. Setelah berumur 5 bulanan Raffa baru mendapat penanganan dan menentukan jadwal oprasi. Raffa memiliki jaminan kesehatan yaitu BPJS. Padahal waktu itu Raffa harus mendapat penanganan cepat karena kepala yang semaikin membesar seperti 2 kepala manusia disertai kejang-kejang dan badan terasa panas sekali. Setelah diselediki dan ditelusuri ternyata ada kesalahan dibagian pendaftaran. Rofik ayah Raffa bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan Rp 30.000,- sampai Rp 50.000,- per hari. Penghasilan tersebut hanya cukup untuk mereka makan dan kebutuhan sehari-hari saja. Sumsila istri beliau hanya menjadi ibu rumah tangga biasa. Kendala yang dihadapi keluarga saat ini adalah tidak mempunyai tempat tinggal, terkadang tidur didepan rumah sakit demi menunggu daftar kontrol selanjutnya. Karena biaya transport Malang-Lumajang yang mahal, membuat keluarga ini rela menunggu di rumah sakit. Alhamdulilah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga. Roffik (38th) ayah Raffa mengungkapkan kesedihan kepada kurir  #SedekahRombongan saat ditemui di rumah sakit. Kondisi Raffa saat ini sebenarnya baik, hanya saja bagian selangnya di perut kelihatan sampai ada nanahnya, sehingga pada 27 Juli kontrol ke RSSA Malang. Hasil laboratorium menunjukkan bahwa Raffa terkena infeksi, badannya panas, karena luka pada bagian nanah tersebut semakin mengkhawatirkan maka tim dokter memutuskan untuk operasi pengambilan selang Raffa. Tapi hasil laboratorium yang semua rata-rata dibawah standar, maka operasi Raffa ditunda, dan Raffa pun selanjutnya rawat luka serta perbaikan KU. Pencabutan selang dilakukan setelah keadaan normal, sementara pemasangan kembali selangnya dilihat setelah 3 bulan, jika luka sudah kering. Semoga kondisi Dek Rafa semakin membaik.

Jumlah bantuan: Rp 933.000
Tanggal: 31 Juli 2016
Kurir: @FaizFaeruz @hayyudc

Raffa menderita Hydrocephalus

Raffa menderita Hydrocephalus


SITI AMINA (64th, Ca Serviks). Bertempat tinggal di Jalan Kh Agus Salim Pelindungan, Bondowoso, Jawa Timur. Ibu Amina biasa beliau dipanggil merupakan penderita kanker serviks sejak tahun 2014. Awal mula sakit yang diderita beliau di tandai dengan pendarahan secera terus- menerus, mengetahui hal seperti ibu Amina langsung membawanya kerumah sakit Dr. Kusnaidi untuk mencegah pendarahan yang beliau alami. Kemudian beliau di lab dan diketahui jika beliau mengidap kanker serviks, setelah itu beliau dirujuk ke RS Saiful Anwar untuk menjalani pengobatan selanjutnya yaitu kemoterapi dan sinar. Abdul Bahra (70th) suami beliu bekerja sebagai buruhan tani biasa dengan penghasilan tidak menentu. Dengan keterbasan biaya tersebut membuat pengobatan Ibu Amina. Alhamdulilah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Amina dan menyampaikan santunan sebesar Rp 550.000,- untuk biaya transportasi serta uang saku Ibu Amina. Setelah kontrol pada akhir bulan kemarin, sekarang bu Amina bisa kembali pulang ke kampung halamannya. Ucapan terimakasih disampaikan kepada #SedekahHoliq dan kurir #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan. Semoga bantuan ini dapat meringankan dan membantu proses pengobatan Ibu Amina dan beliau segera diberi kesembuhan Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp 550.000
Tanggal : 4 Agustus 2016
Kurir : @FaizFaeruz @Tica_Fajaria

Ibu siti menderita Ca Serviks

Ibu siti menderita Ca Serviks


ERNI BIN NARDI (24, Gagal Ginjal). Alamat: Dusun Jember RT 05/03,.Desa Kampung Baru, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang Jawa Timur. Erni dan suamimya, Ortha Melando (27), telah berumah tangga selama 5 tahun. Selama itu, pasangan tersebut belum dikaruniai keturunan. Untuk segera mendapatkan anak, salah satu usaha yang dilakukan oleh Erni adalah dengan mengkonsumsi jamu. Sayangnya usaha tersebut malah menjadikan Erni terkena penyakit. Sekitar 10 bulan yang lalu, tensi Erni sempat menyentuh angka 200. Setelah diperiksakan ke rumah sakit, Erni dinyatakan gagal ginjal. Sampai saat ini, Erni telah melakukan penyinaran sebanyak 52 kali dan rawat inap sebanyak 17 kali. Suaminya, Ortha, terpaksa resign dari pekerjaannya sebagai karyawan sebuah BPR untuk merawat Erni. Karena tidak memiliki pekerjaan, pasangan ini dan keluarganga pelan-pelan mulai menjual segala harta bendanya untuk biaya pengobatan Erni. Beruntung biaya pengobatan Erni yang rutin kontrol di RS Saiful Anwar Malang tiap tanggal 1 ini banyak terbantu dengan Fasilitas Kesehatan BPJS. Namun untuk obat-obatan dan biaya transport Jombang-Malang, Erni dan Ortha harus menanggungnya sendiri. Apalagi sekarang Ortha sudah pindah ke Jakarta untuk merantau. Sehingga Erni cukup kesulitan untuk mengambil cairan cuci darah. Melihat hal tersebut kurir sedekahrombongan tanggap memberikan bantuan kepada Erni. Semoga bantuan dari #Sedekahholics bisa meringankan beban Erni dan Ortha.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2016
Kurir : @FaisFaeruz @nay_munaa

Ibu erni menderita Gagal Ginjal

Ibu erni menderita Gagal Ginjal


Farida Binti Suyanto (52, kanker payudara), tinggal di RT 04/RW 03, Desa Gedang Sewu, Kecamatan Pare, Kota Kediri. Sejak Juni 2016 bu Farida terdaftar menjadi pasien Sedekah Rombongan Malang, sakit beliau ditandai dengan benjolan kecil di dada, karena keadaan semakin mengkhawatirkan, beliau mendapat rujukan dari RS Pare tempat biasanya beliau berobat, untuk menuju RSSA Malang pada bulan Mei. Sampai saat ini Bu Farida sudah menjalani 8 kali kemo. Ayah beliau ialah alm Bapak Suyanto, sementara ibu beliau alm Bu Suparti. Beliau memiliki 2 anak, putra dan putri yang sekarang duduk di bangku SMA. Sekarang beliau tinggal dengan anaknya yang putra, sementara suami beliau telah meninggal sejak 1996. Pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang gajinya tak seberapa banyak, menyulitkan beliau untuk memenuhi kebutuhan berobat terutama dalam biaya transportasi Kediri-Malang dan sebaliknya serta biaya tempat menginap sewaktu di Malang. Kabarnya bu Farida sudah tidak kemo lagi, karena Alhamdulillah kankernya sudah hilang. Sementara beberapa hari lalu telah cek USG abdomen dan mamae. Bantuan kali ini disalurkan untuk uang saku dan biaya transportasi beliau. Semoga Bu farida lebih terbantu dan segera sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 30 Juli  2016
Kurir : @FaizFaeruz @AfiatBuchori

Ibu farida menderita kanker payudara

Ibu farida menderita kanker payudara


FERA FERNANDA, (4th, Tumor Bibir Atas) ). Merupakan pasien dampingan #SRMalang sejak awal bulan Agustus 2015. Ia tinggal bersama ibunya Komsatun (41th) Di Cakruk RT 03 RW 04 Kepuharjo  Kecamatan Nyantru , Kabupaten TulungAgung , Jawa Timur. Tidak sama seperti anak kecil lainnya pada umumnya, sejak lahir diantara bibir dan hidung terdapat tumor sebesar telor ayam. kemudian fera dirujuk ke rumah sakit Surabaya. Namun, sewaktu akan dioperasi fera terkendala oleh Fasilitas Jamkesda yang pada saat itu  tidak bisa digunakan dan membuat fera tidak dapat dioperasi. Fera sejak lahir hanya tinggal bersama ibunya (Komsatun, 41th) yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tak seberapa sekitar 25.000,- perhari . kondisi fera saat ini alhamdulilah membaik dan kontrol jika ada keluhan minimal 6 bulan sekali. Jika 6 bulan kedepan kondisi bibir vera tidak membesar insyaallah bisa dilakukan tindakan oprasi untuk pembuatan bibir. Santunan senilai Rp 700.000 ini digunakan untuk uang saku, biaya bpjs, serta biaya tranportasi. Keluarga merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan. Semoga Dek Vera segera diberi kesembuhan oleh yang maha kuasa. Amiin..

Jumlah bantuan: Rp 700.000,-
Tanggal:  2 Agustus 2016
Kurir : @FaizFaeruz @AfiatBuchori

Fera menderita Tumor Bibir Atas

Fera menderita Tumor Bibir Atas


SINEM BINTI NOYO DIKROMO (93 tahun, Katarak). Alamat : RT 5 RW 3 Dusun Daleman Desa Ngariboyo Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan Jawa Timur. Mbah Sinem sudah sangat renta, berusia 93 tahun, sudah lama mengalami katarak dan tinggal di rumah yang kurang layak. Mbah Sinem tinggal dengan anak satu satu nya yaitu Agus (50 tahun) bekerja serabutan, kadang bekerja sebagai kuli bangunan, kadang mencari ikan di sungai untuk dijual ke pasar. Dengan kondisi ini pendapatan yang diterima tidak menentu, bahkan kadang untuk kebutuhan makan pun keluarga ini mengalami kesulitan. Pak Agus mempunyai tanggungan 3 orang, istri dan anak nya yang masih sekolah kelas 2 Smk dan mbah Sinem. Kurir mendapatkan informasi tentang keluarga ini berdasarkan informasi penduduk sekitar. Sedekah Rombongan hadir meringankan beban keluarga ini dengan menyampaikan santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp 1.000.000 yang akan digunakan untuk berobat mbah Sinem dan untuk kebutuhan sehari-hari. Pak Agus sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas santunan yang telah disampaikan. Semoga membawa berkan, Amin.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Rabu, 20 Juli 2016
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf

Ibu sinem menderita Katarak

Ibu sinem menderita Katarak


MAILAH BINTI SOMO PARIN (60 Tahun, stroke). Alamat : RT 1 RW 2 Dukuh Dadapan Desa Bangsri Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan Jawa Timur. Ibu Mailah mengalami stroke 3 tahun lalu. Setelah menjalani terapi kondisi nya telah berangsur membaik walau tidak bisa pulih seperti semula. Sebulan lalu Bu Mailah jatuh di depan rumah saat akan berangkat sholat Subuh di masjid dan beliau kembali mengalami stroke. Kondisi saat ini hanya bisa berbaring dan duduk saja, aktifitas sehari-hari harus dibantu orang lain. Suami Ibu Mailah yaitu Bapak Harjo Pardi (65 tahun) bekerja sebagai butuh tani tidak mempunyai cukup biaya untuk membawa Ibu Mailah berobat ataupun menjalani terapi. Mereka juga tidak mempunyai anak sehingga semua tanggung jawab keluarga harus di tangan bapak Harjo Pardi. Sedekah Rombongan hadir meringankan beban keluarga ini dengan menyampaikan santunan lepas titipan para Sedekaholic sejumlah Rp 1.000.000 yang akan digunakan untuk kebutuhan biaya terapi. Bapak Harjo Pardi sangat bersyukur dan berterimakasih atas santunan yang telah disampaikan dan sangat bermanfaat untuk keluarga mereka, semoga Ibu Mailah bisa segera pulih seperti sebelum nya. Amin.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Kamis, 28 Juli 2016
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @RonyPratama @SonyRohman

Ibu mailah menderita stroke

Ibu mailah menderita stroke


SUMIYEM BINTI KARSO SIRIN (55 tahun, kedua kaki patah karena kecelakaan). Alamat : RT 3 RW 1 Dusun Basri Desa Sidorejo Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Setahun lalu Ibu Sumiyem mengalami kecelakaan tertabrak truk saat pulang dari menghadiri hajatan saudara nya. Kedua kaki nya remuk dan harus dirawat di Rs Ortopedi solo beberapa minggu. Si penabrak hanya memberikan santunan Rp 5.000.000 dan ditinggalkan pergi. Ibu Sumiyem mempunyai jaminan kesehatan Bpjs tetapi untuk biaya transport dari Ngawi ke Solo dan akomodasi di rumah sakit sangat memberat kan keluarga, apalagi jadwal kontrol nya sangat sering mengingat luka yang dialami oleh Ibu Sumiyem. Sedangkan suami nya yaitu Bapak Kasiman (58 tahun) hanya bekerja serabutan sehingga hasil nya tidak menentu. Bu Sumiyem mempunyai 2 anak, yang pertama sudah meninggal karena sakit gagal ginjal. Yang kedua yaitu Mardi (27 tahun) sudah berkeluarga dan kerja di sebuah restoran. Untuk proses berobat, Mardi ini lah yang selalu menjadi pendamping ibu nya. Karena keterbatasan biaya operasi pelepasan pen belum bisa dilakukan sampai akhir nya dipertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan dan sudah 2 bulan terakhir menjadi pasien dampingan. Santunan pertama titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp 1.000.000 dan digunakan untuk biaya akomodasi rawat inap pelepasan pen di kaki kanan. Untuk pelepasan pen kaki sebelah kiri masih menunggu jadwal dari Rso Solo. Proses kontrol juga terus dilakukan sampai bu Sumiyem kembali sehat. Keluarga Pak Kasiman sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas segala bantuan dan pendampingan kepada Ibu Sumiyem selama ini. Semoga menjadi catatan amal terbaik bagi semua pihak yang telah membantu.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Selasa, 26 Juli 2016
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @RonyPratama

Ibu sumiyem menderita kedua kaki patah karena kecelakaa

Ibu sumiyem menderita kedua kaki patah karena kecelakaa


NURYADI BIN SUPARMIN ( 29 tahun, tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja) Alamat : RT 1 RW 3 Dusun Basri Kelurahan Sidorejo Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Bang Nurcarik, biasa Nuryadi di panggil, namun, pagilan Nurcarik ternyata tidak seperti yang kita pikirkan yang artinya Nur sekretaris desa. Nur hanya bekerja sebagai kuli batu di pertambangan batu di sekitar desanya. Suatu hari Nur punya niatan membangun rumah dan mencari batu sendiri di sela-sela pekerjaanya sebagai kuli batu. Namun, mala petaka menimpanya ketika ia berniat memecah batu untuk rumahnya. Batu tersebut bukan nya pecah namun jatuh dan menimpa kaki kanan nya hingga mengakibatkan tulang besar kakinya hilang 10 cm. Kejadian itu menimpanya sekitar setahun yang lalu, penanganan operasi pertama di lakukan di RSUD Mojosongo dengan biaya umum. Karena sudah kehabisan biaya, akhirnya Nur mendaftarkan diri ke BPJS mandiri dan selanjutnya di rujuk ke RSUD dr Suharso/Ortopedi Solo. Sekali lagi Nur kembali memiliki kendala biaya transportasi, karena tidak ada pemasukan sama sekali dan istrinya hanya ibu rumah tangga dan mempunyai 2 tanggungan anak usia sekolah. Akhirnya keluarga Nur mencari informasi tentang Sedekah Rombongan yang pernah membantu tetangganya berobat dan di lanjutkan mendatangi RSSR Magetan untuk mengajukan bantuan. Nur akhirnya menjadi pasien dampingan #SR Magetan. Operasi ke empat Nur di lakukan tanggal 20 Januari 2016. Titipan santunan kelima dari sedekahholic sebesar Rp 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi kontrol setelah sebelum nya masuk rombongan 846.Nuryadi sekeluarga mengucapkan terimakasih atas segala bantuan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000
Tanggal : Kamis, 28 Juli 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @RonyPratama

Nurhadi menderita tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja

Nurhadi menderita tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja


SUMARSIH BINTI SURATMAN ( 45 tahun, stroke). Alamat : Kelurahan Wates RT 02 RW 03 Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Bu Sumarsih adalah seorang janda dengan 3 anak yang masih memerlukan biaya pendidikan dan kebutuhan lain nya. Namun, 8 tahun yang lalu Ibu Sumarsih mengalami stroke dan tidak mampu lagi melakukan pekerjaan nya sebagai pembantu rumah tangga di rumah seorang ketua RT desa setempat. Akhirnya semua kebutuhan keluarga dan biaya sekolah anak hanya di tanggung Suprapto (suami) yang hanya bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Namun, cobaan Tuhan belum berhenti sampai di sini. Suami ibu Sumarsih meninggal pada akhir 2015 karena sakit komplikasi. Bu Sumarsih pun semakin sedih karena satu satunya penopang ekonomi keluarga telah tiada. Saat ini penghasilan keluarga bu Sumarsih hanya mengandalkan dari anak pertama yang sudah putus sekolah yang hanya bekerja serabutan dan dari pemberian sodara ibu Sumarsih. Alhamdulillah bantuan dari Sedekaholic melalui #Sedekah Rombongan di sampaikan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp 500.000 yang akan di gunakan anak pertama beliau sebagai modal usaha berjualan sayur keliling. Keluarga Ibu Sumarsih mengucapkan banyak terimakasi kepada para Sedekaholic karena anaknya sekarang mempunyai pekerjaan tetap dari bantuan yang di berikan.

Jumlah santunan : Rp 500.000
Tanggal : Sabtu, 23 Juli 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Ronypratama

Ibu sumarsih menderita stroke

Ibu sumarsih menderita stroke


MAINAH BINTI SASTRO SOMAN (50 tahun, syaraf tulang belakang terjepit). Alamat : Dusun Panjang RT 06 RW 01 Kelurahan Pacalan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Bu Mainah, begitu tetangga memanggilnya. Ibu berusia 50 tahun ini menderita kelumpuhan di kedua kakinya sejak bulan April 2012 yg di akibatkan dari sebuah pohon tumbang yang menimpa dapur ibu Mainah. Pada tahun yang sama bu Mainah menjalani operasi di Rumah Sakit Karima Utama Solo dengan dampingan Sedekah Rombongan. Akibat peristiwa itu saat ini Ibu Mainah harus bertahan di kursi roda melakukan aktivitas memasak, mencuci dan lain sebagainya. Namun saat bulan Ramadan kemarin ibu Mainah terjatuh karena velg dari kursi roda yang di gunakan lebih dari 4 tahun patah. Beliau sangat sedih karana kursi yang di gunakan untuk melakukan aktifitas dan membantu suaminya yaitu Pak Mingun (55 tahun) yang hanya bekerja sebagai buruh tani dan memilihara sapi milik tetangga dengan penghasilan tidak menentu sehingga belum mampu membelikan ibu Mainah kursi roda yang baru. Alhamdulilah bantuan dari Sedekaholic di sampaikan dalam bentuk kursi roda untuk meringankan beban ibu Mainah dan aktivitas keseharian beliau dan juga uang tunai untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Pak Mingun mengucapkan terimakasih yang tak terhingga atas santuan dari para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.500.000
Tanggal : Sabtu, 23 Juli 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Ronypratama

Ibu mainah menderita syaraf tulang belakang terjepit

Ibu mainah menderita syaraf tulang belakang terjepit


ANJALI ROMADHONI (15 tahun, patah tangan dan kaki kiri karena kecelakaan). Alamat : RT 50 RW 4 Dusun Krobok Desa Pacalan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Anjali adalah seorang siswi kelas 3 SMP dan mengalami kecelakaan pada hari Sabtu, 30 Juli 2016 yang mengakibatkan patah tulang tangan dan kaki sebelah kiri. Saat ditemukan kurir Sedekah Rombongan, Anjali masih dirawat di ruangan Rod Rsud Soedono Madiun karen kondisi nya masih belum stabil. Anjali mempunyai jaminan kesehatan Bpjs, akan tetapi biaya akomodasi dan transportasi dirasa masih memberatkan keluarga nya. Bapak nya yaitu Pak Jarno (53 tahun) bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilan nya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Sedangkan ibunya yaitu Jumiati (49 tahun) adalah seorang ibu rumah tangga yang otomatis tidak punya penghasilan. Tiga bulan yang lalu pasutri ini telah kehilangan anak nya pertamanya karena meninggal dunia dan sekarang anak kedua nya mengalami sakit serius karena kecelakaan. Beban keluarga Pak Jarno sungguh sangat berat. Sedekah Rombongan hadir untuk meringankan beban keluarga ini dengan menyampaikan santunan titipan para Sedekaholic sebesar Rp 1.000.000 dan digunakan untuk biaya rawat inap Anjali selama sakit di Rsud Soedono Madiun. Keluarga Pak Jarno sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas santunan yang telah disampaikan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Selasa, 2 Agustus 2016
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @RonyPratama

Anjali menderita patah tangan dan kaki kiri karena kecelakaan

Anjali menderita patah tangan dan kaki kiri karena kecelakaan


ALDI ARIF MUHAMAD FIRDAUS (15 tahun, infeksi saluran pencernakan). Alamat : RT 4 RW 1 Dukuh Sengon Desa Sendangagung Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Sejak kecil Aldi sudah sering sakit-sakitan dan keluar masuk rumah sakit sampai menganggu proses belajar di Sekolah. Terakhir Aldi harus dirawat di Rsud Soedono Madiun dan harus di rujuk ke Rsud Moewardi Solo karena sakit infeksi saluran cerna yang di derita nya. Aldi mempunyai jaminan kesehatan Bpjs dari pemerintah tetapi keluarga nya masih keberatan untuk biaya akomodasi ranap di rsu dan biaya transportasi. Bapak nya yaitu Pak Topo (48 tahun) bekerja sebagai buruh tani yang penghasilan nya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Sedangkan ibu nya yaitu Ibu Silah (43 tahun) bekerja menganyam bambu yang hasil nya tidak seberapa. Pasutri ini mempunyai 3 anak yang semua usia sekolah. Sedekah Rombongan hadir untuk meringankan beban keluarga ini dengan menyampaikan santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp 1.000.000 dan digunakan untuk biaya akomodasi dan transportasi selama di rawat di Rsud Moewardi Solo. Pak Topo sekeluarga menyampaikan terimakasih yang tak terhingga kepada para Sedekaholic yang telah menyampaikan santunan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Jum’at, 29 Juli 2016
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @SonyRohman

Aldi menderita  infeksi saluran pencernakan

Aldi menderita infeksi saluran pencernakan


SUPRAPTO BIN ABDUL KARIM (58 tahun, Tuna Netra. Alamat : RT 5 RW 2 Dukuh Sawahan Desa Dagangan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun Jawa Timur. Pak Suprapto adalah seorang pekerja swasta, Namun sejak tahun 2001 mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kedua matanya tidak dapat melihat lagi. Istrinya sejak tahun 2003 setelah melahirkan putra keduanya, juga mengalami gangguan syaraf mata, sehingga bu Aning juga mengalami kebutaan. Karena mereka hanya bekerja sebagai tukang pijat dan hasilnya untuk membiayai sekolah anaknya, maka pak Suprapto dan bu Aning kekurangan biaya untuk menjalani pengobatan. Info tentang keadaan Pak Suprapto didapat dari salah satu kurir SR Madiun. Alhamdulillah Pak Suprapto mendapatkan bantuan lepas sebesar Rp.1.000.000  untuk biaya berobat dan membeli sarana pijat syaraf dirumahnya. Pak Prapto dan istri bersyukur dan senang sekali juga tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada Sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Minggu, 24 Juli 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bantuan untuk biaya berobat dan membeli sarana pijat syaraf dirumahnya

Bantuan untuk biaya berobat dan membeli sarana pijat syaraf dirumahnya


TOYEM BINTI WOSO (78 tahun, dhuafa) SUPIYAH BINTI KASIM (72 tahun, dhuafa). Alamat : Desa Sirapan RT 03 RW 01 Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun Jawa Timur.  Dua orang nenek hidup serumah dengan kondisi yang memprihatinkan. Bagaimana tidak. Keduanya sudah tua dan tidak sanggup lagi bekerja, namun keduanya setiap hari masih harus memikirkan bagaimana agar dapurnya bisa mengepul asap. Mbah Supiyah adalah besan (orangtua dari menantu) dari mbah Toyem.  Karena kesibukan anak mereka untuk bekerja di luar Jawa maka dua ibu dari anak mereka disatukan agar saling ada temannya. Kondisi rumahnya pun sebenarnya kurang layak huni. Namun kedua nenek itu tetap tinggal di rumah tersebut. Pada saat bertemu dengan Sedekah Rombongan, mbah Piyah menceritakan kondisi kedua ibu itu yang memprihatinkan. Untuk makan sehari – hari kedua nenek tersebut sering diberi oleh tetangganya yang peduli pada mereka. Alhamdulillah mbah Toyem dan mbah Piyah mendapatkan santunan lepas sebesar Rp.1.000.000  untuk meringankan biaya hidup mereka. Kedua nenek tersebut senang sekali, bersyukur dan tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada Sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan . Mereka mendoakan semoga diberi rezeki yang melimpah dan berkah. Amin.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Minggu, 24 Juli 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bantuan untuk meringankan biaya hidup

Bantuan untuk meringankan biaya hidup


PONIJAN BIN TUMIJO (74, Lumpuh). Alamat : RT 20 RW 10 Dukuh Karanganyar  Desa Sumberejo Kecamatan Geger Kabupaten  Madiun Jawa Timur. Pak Ponijan adalah seorang buruh tani yang mempunyai 2 orang anak. Kedua anaknya masih berusia sekolah. Namun dengan keadaan Pak Tumijan yang tidak mampu, membuat 2 putranya tidak bersekolah lagi. Pak Tumijan sejak 2 tahun yang lalu mengalami sakit, dan tidak diperiksakan karena tidak mempunyai biaya untuk berobat. Sehingga pak Tumijan saat ini dalam keadaan lumpuh. Istrinya yang sudah tua pun harus bekerja buruh tani di sawah milik tetangganya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Info tentang pak Tumijan didapat dari teman salah satu kurir SR Madiun. Alhamdulillah pak Tumijan mendapatkan santunan lepas sebesar Rp.1.000.000 untuk biaya berobat dan membantu kebutuhan sehari-hari. Pak Tumijan yang sudah sulit bicara menangis tersedu-sedu menerimanya. Anaknya atas nama pak Tumijan mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh sedekah rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Minggu, 24 Juli 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

pak ponijan menderita Lumpuh

pak ponijan menderita Lumpuh


ANISA BINTI JASIMIN (6,5 tahun, Hydrosefalus). Alamat : Desa Sogo RT 6 RW 3 kecamatan Balerejo kabupaten Madiun Jawa Timur. Anisa yang kini berusia 6,5 tahun hanya bisa tergolek lemah di kasur usang di dalam rumah yang sangat sederhana yang hanya berlantai tanah. Anisa kecil yang menderita hydrosefalus semenjak usia 4 bulan hanya tinggal bersama ibunya dan kakaknya di rumah kecil yg beralamat di RT 06 RW 03, Dusun Tanjungsari, Desa Sogo, Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun Jawa Timur. Tak pernah tahu sampai kapan Anisa harus selalu hidup dalam gendongan ibunya yang serba kekurangan dan ketidakcukupan. Ibu kasmiatun hanya bisa bercerita dengan cucuran air mata. Ketika bertemu dengan team Sedekah Rombongan, ditanya di mana bapaknya? Sang bapak depresi dan mengalami tekanan jiwa, sehingga berubah menjadi gila, dan pergi dari rumah dan tak tahu di mana keberadaannya. Anisa sudah pernah dioperasi waktu usia 10 bulan dan sampai sekarang sudah terpasang selang untuk membuang cairan dari kepalanya. Namun kondisi sampai saat ini hanya tergolek seperti bayi, bicara belum bisa, apalagi untuk berjalan. Informasi tentang Anisa diperoleh dari salah satu kurir Madiun. Alhamdulillah Anisa mendapatkan santunan lepas sebesar Rp.1.500.000 untuk biaya berobat. Ibunya merasa senang sekali dan bersyukur. Tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.500.000
Tanggal : Minggu, 24 Juli 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Anisa menderita Hydrosefalus

Anisa menderita Hydrosefalus


PARSEL LEBARAN PASIEN DAMPINGAN & DHUAFA SR Kulonprogo (25 Paket Sembako). 10 hari terakhir Ramadhan telah datang, umat muslim berlomba-lomba untuk memperoleh laitul qadr di sepuluh hari terakhir yang ada dengan menghidupkan iktikaf, dan pertanda juga hari kemenangan menjelang, tidak lupa sebagai bekal di hari fitri mereka juga mempersiapkan kebutuhan pokok lain untuk menyambut hari kemenangan – baik berupa makanan dan pakaian.
Namun, tidak semua dapat merasakan nikmatnya perayaan kemenangan di hari fitri, seperti yang dialami pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di wilayah Kabupaten Kulon Progo.
Sebagian darinya, Ramadhan mereka lalui dengan ikhtiar berobat untuk kesembuhannya hingga sampai penghujung bulan keberkahan masih berobat. Pulang pergi ke Rumah Sakit, rawat inap dan berbagai pengobatan lainnya. Dan sebagian yang lain adalah para dhuafa, untuk membeli sembako di hari fitri pun masih kurang.
#SedekahRombongan ikut merasakan kesedihan mereka, melalui dana zakat dan sedekah yang diamanahkan dari para #Sedekaholics, kita buatkan program nasional serentak “Berbagi Parsel Lebaran” untuk mereka.  Mulai Papua hingga ke Aceh, Kurir #SR menyampaikan amanah para Sedekaholics, semoga parsel yang diberikan pada para pasien dhuafa dan keluarganya dapat menambah keceriaan dan kekhusyukan ibadah Ramadhan ini.
Serta para #Sedekaholics semoga Allah gantikan dengan rezeki halal yang luas, berkah, kesehatan dan kesejahteraan dalam keluarganya.
Ramadhan adalah Bulan Berbagi, sebagai mana janji Allah :  Segala kebaikan yang dilakukan saat Ramadhan, Allah akan berikan pahalanya berlipat-lipat banyaknya… Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500,000,-
Tanggal: 3 Juli 2016
Kurir: @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, all kurir Kulon Progo

Bantuan 25 Paket Sembako

Bantuan 25 Paket Sembako


Giyat bin Mulyo Utomo (35,  Kecelakaan Kerja).Alamat : Ngajaran RT.01, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, DIY.
Bapak Giyat adalah suami dari Ibu Ari Suryani (35) dan ayah dari Mufidah Khairunnisa (7), bekerja wiraswasta tukang kayu. Merintis usaha kecil-kecilan tentunya dengan penghasilan tidak menentu dan tinggal di rumah yang sederhana bahkan tidak memiliki tempat mck sehingga harus numpang mck di masjid. Mei 2016, Bapak Giyat mengalami kecelakaan kerja dimana jari tangan terpotong setengah salah satu mesin. Karena terbatas biaya, periksa dan operasi minor di Puskesmas Bambanglipuro. Alhamdulillah sekarang tetap bekerja walau tidak seoptimal dulu, dan istri juga sedikit banyak berjuang sebagai guru Paud. Bersyukur kurir #Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga Bapak Giyat untuk menyampaikan amanat para sedekaholiks yaitu memberikan santunan yang dapat digunakan untuk biaya perawatan.

Jumlah bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 4 juli 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto

Pak giyat mengalami kecelakaan kerja

Pak giyat mengalami kecelakaan kerja


Jumianingsih binti Giman (44, Ca Usus) Alamat lengkap : Tanggulangin  RT.030/RW.011, Tanjungharjo, Nanggulan, Kulon Progo, DIY. Ibu Jumianingsih bekerja sebagai petani/berkebun. Beliau memiliki suami bernama Sugiman yang bekerja sebagai buruh. Memiliki 3 orang anak, yang sudah bekerja satu. Akan tetapi yang satu itu dalam waktu 2 bulan lagi akan diphk. Sedangkan dua anak yang lain masih sekolah kelas 6 SD dan 3 SMP.
Riwayat Sakit beliau dimulai dari mual-mual tapi tidak bisa muntah, kentut tidak keluar, perut membesar, baru kelihatan 1 bulan ini. Indikasi dari CT Scan adalah tumor usus. Ibu Jumianingsih dibawa ke RS. PKU Muhammadiyah Gamping untuk CT Scan. Kemudian baru dibawa ke ICU rumah sakit UGM untuk operasi. Biaya CT Scan biaya pribadi sekitar 3 jutaan. Untuk biaya rumah sakit ditanggung oleh BPJS. Kondisi saat ini sudah dibawa pulang. Saluran pengeluaran masih melalui perut. Akan dilakukan operasi kembali untuk mengembalikan posisi saluran pengeluaran di anus, 3 bulan lagi. Alhamdulillah #sedekahrombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga Ibu Jumianingsih untuk menyampaikan amanah dari sedekaholics bantuan biaya pengobatan.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Juli 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Yanarti

Ibu jumi menderita Ca Usus

Ibu jumi menderita Ca Usus


Sukardi bin Sastro Utomo (47, Penggumpalan Darah di Kepala/Kecelakaan Bapak kemudian Anak) Alamat : Tanjung Gunung, Tanjungharjo, Nanggulan, Kulon Progo, DIY. Bapak Sukardi mempunyai istri bernama Seniyem (37 tahun) yang bekerja sebagai Ibu rumah tangga. Istrinya juga mempunyai penyakit sinusitis (biasanya sesak napas, matanya bengkak) dan saraf kejepit (pinggang). Sudah pernah operasi di RSUD Wates 2x, Tapi disarankan lagi untuk operasi tidak diizinkan dokter, karena ada saraf kejepit. Sampai saat ini masih kontrol di RSUD Wates. Bapak Sukardi memiliki 3 tanggungan:
anak:
a. Kelas 2 SMP (ikut pakdhe di wonosari)
b. Maya 3 SMK
c. Agung 2 STM
Anak yang bernama Agung baru saja mengalami kecelakaan, tangannya patah, dan sampai saat ini masih digips tangannya. Kecelakaan yang terjadi pada bulan Maret 2016 menyebabkan penggumpalan darah di kepala juga mempunyai riwayat sakit maag kronis (sering telat makan), akibatnya harus dirawat di rumah sakit. Pipis masih diselang, sering lupa, tidak bisa jalan. Pada saat itu tidak sadarkan diri, darah keluar dari hidung. Penggumpalan darah di kepala dianalisa dari hasil CT Scan di PKU Muhammadiyah Gamping. Pengobatan yang harus dilakukan dengan 2 cara Obat dan Operasi. Saat ini pengobatan dilakukan dengan minum obat, supaya hilang dulu gumpalan darahnya. Kalau tidak hilang harus dioperasi. Sampai saat ini masih terus kontrol menggunakan BPJS. Biaya kecelakaan yang ditanggung Jasa Raharja 10 juta. Padahal biaya sekitar 15 juta an. Kondisi terkini Bapak Sukardi berprofesi sebagai penjual leker. Karena kecelakaan itu beliau tidak lagi bekerja. Saat ini sudah bisa jalan pelan-pelan.
Sehingga beliau sebagai orangtua tidak bekerja karena kecelakaan padahal butuh biaya untuk sekolah anaknya. Bersyukur #SedekahRombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga Bapak Sukardi dimana beliau dan anaknya mengalami kecelakaan yang berbeda waktu, untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholics santunan biaya pengobatan.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Juli 2016.
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Yanarti

Pak sukardi menderita Penggumpalan Darah di Kepala/Kecelakaan Bapak kemudian Anak

Pak sukardi menderita Penggumpalan Darah di Kepala/Kecelakaan Bapak kemudian Anak


Sugirah binti wongso taruno (57, Dhuafa dengan 2 Anak Cacat Lumpuh). Alamat : Dsn 2 RT.05/RW. 04, Karangwuni, Wates, Kulon Progo, DIY.Sugirah adalah orangtua tunggal dari dua anak yang cacat lumpuh.
a. Muhammad Slamet (37). Saat umur 17 bulan pernah mau bisa berjalan, kemudian panas dan kejang dan akhirnya tidak bisa berjalan sampai sekarang, hanya bisa merangkak. Kursi rodapun  sudah rusak.
b. Hidayat (35), sejak lahir sampai sudah tidak bisa berjalan. 8 tahun lalu pernah sakit Typoid sehingga sampai sekarang tidak bisa bangun dan hanya berbaring.
Sedang bu Sugirah sendiri sudah 6 tahun menderita hipertensi dan tergantung insulin dimana tiap bulan kontrol ke RSUD Wates. Sekarang bdkerjapun tidak optimal, satu sisi harus memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bersyukur kurir #Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga Bu Sugirah untuk menyampaikan amanat para sedekaholiks yaitu memberikan santunan yang dapat digunakan untuk biaya perawatan maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Jumlah bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 4 juli 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Arief

Bu sugirah seorang  Dhuafa dengan 2 Anak Cacat Lumpuh

Bu sugirah seorang Dhuafa dengan 2 Anak Cacat Lumpuh


SIPON BINTI NGALIMAN (57 tahun, Stroke dan gangguan ginjal). Alamat :  Desa Slambur RT 3 RW 2 Kecamatan Geger Kabupaten Madiun Jawa Timur. Mbah Sipon adalah janda yang hidup dengan seorang anaknya perempuan kelas 6 SD. Bu Sipon menderita Diabet sejak 2 tahun yang lalu dan sudah berpengaruh ke matanya yang sekarang kabur untuk melihat. Bu Sipon pernah periksa ke puskesmas dan diberi obat. Sekarang sudah lama tidak ke puskesmas karena tidak ada yang mengurusi. Suaminya sudah lama meninggal dan tidak dikaruniai anak, sehingga mengasuh anak orang lain yang sekarang kelas 6 SD bernama Nur. Nur termasuk anak yang pandai dan menyadari dengan kondisi ibunya yang sudah tua dan sakit –  sakitan. Ke sekolah naik sepeda yang seadanya (kecil sekali kalau untuk ukuran anak kelas 6 dan onderdil banyak yang sudak rusak. Namun Nur tetap semangat. Waktu bertemu dengan Sedekah Rombongan, Nur mengutarakan kalau ingin melanjutkan ke SMP dan ingin memiliki sepeda baru untuk nanti sekolah SMP. Kondisi terakhir mbah Sipon setelah ranap di RSUD Dolopo hampir 2 minggu masih tergolek lemah karena terkena stroke dan gangguan ginjal. Jadi untuk menelan makanan sudah tidak bisa, bicara juga tidak mampu. Informasi tentang mbah Sipon diperoleh dari salah satu kurir Madiun. Santunan kedua titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp 1.000.000 untuk biaya berobat setelah sebelum nya masuk rombongan 841. Semoga mbah Sipon segera diberi kesembuhan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Selasa, 2 Agustus 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Ibu sipon menderita  Stroke dan gangguan ginjal

Ibu sipon menderita Stroke dan gangguan ginjal


SUWARSI BINTI AHMAD REBO ( 52 tahun, pergelangan kaki dan tangan patah karena kecelakaan). Alamat : Desa Purworejo Kecamatan Geger Kabupaten Madiun Jawa Timur. Bu Warsi biasa dipanggil adalah seorang guru sukwan di TK yang sudah lama sekali masa kerjanya (37 tahun) namun karena memang  nasib atau bagaimana sampai sekarang tidak/belum menjadi PNS. Akan tetapi, walau tetap sukwan namun semangatnya luar biasa dalam mendidik anak-anak walau dengan honor yang tidak tentu dan seadanya dari siswanya. Suaminya yang bekerja di pabrik gula hanya pada saat giling saja. Kebetulan Ibu Warsi tidak dikaruniai anak sehingga mengadopsi anak saudaranya yang sekarang kelas 8 SMP. Selasa malam, 19 Juli 2016 musibah menimpa Ibu Warsi. Ketika dibonceng suaminya sepulang dari membelikan buku anaknya untuk sekolah,  naas nasib Ibu Warsi. Rok yang dipakainya masuk ruji motor akhirnya Ibu Warsi terseret sampai beberapa meter dan kondisi langsung tidak sadar seketika di lokasi kecelakaan. Ibu Warsi langsung dilarikan ke Rsud Soedono Madiun dan sampai keesokan harinya kondisi masih koma. Keesokan  harinya dilakukan operasi. Alhamdulillah Ibu Warsi diberi kelancaran dalam operasi. Setelah menjalani operasi Ibu Warsi sudah sadar, namun kondisi fisiknya masih terkulai lemas. Informasi tentang Ibu Warsi diperoleh dari salah satu kurir Madiun. Alhamdulillah Ibu Warsi mendapatkan santunan lepas sebesar Rp 1.000.000 sehingga bisa  digunakan untuk biaya berobat. Ibu Warsi terharu sekali sampai – sampai meneteskan air mata. Tidak lupa Ibu Warsi mengucapkan banyak terima kasih kepada pars Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan. Ibu Warsi mendoakan semoga diberi kelancaran dan kemudahan dalam segala kebaikan. Amin.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Selasa, 2 Agustus 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Ibu suwarsi mengalami pergelangan kaki dan tangan patah karena kecelakaan

Ibu suwarsi mengalami pergelangan kaki dan tangan patah karena kecelakaan


FADIR BIN IROKASMIN (74 tahun, Lumpuh). Alamat : Desa Gandul RT 8 RW 1 Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun Jawa Timur. Mbah Fadir biasa dipanggil begitu adalah seorang kakek yang mengalami kelumpuhan. Keluarganya yang keseharian tidak mempunyai pekerjaan dan kehidupan sehari-hari ditopang dari anaknya namun karena faktor ekonomi anaknya yang sederhana juga . Jadi kehidupan sehari-hari Mbah Fadir dan istri sering dari belas kasihan  tetangga sekitar.  Kondisi kesehatan Mbah Fadir sendiri mengalami kelumpuhan dan untuk meminta apapun Mbah Fadir dengan memukul tongkatnya di tempat tidur (misal minta makan, atau buang air kecil). Dan Mbah Tarinem  istrinya 71 tahun  yang dulunya tukang masak bila ada tetangganya yang hajatan. Namun karena faktor usia sekarang tidak mempunyai pekerjaan tetap. Dan tidak mampu untuk kerja berat. Informasi tentang mbah Fadir diperoleh dari salah satu kurir Madiun. Alhamdulillah mbah Fadir  memperoleh santunan lepas sebesar Rp.1.000.000 sehingga bisa digunakan untuk berobat dan membantu kebutuhan sehari-hari. Mbah Fadir merasa senang sekali dan mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Rabu, 3 Agustus 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Pak fadir menderita Lumpuh

Pak fadir menderita Lumpuh


ALM. SUTRISNO BIN ATMO JAIMUN. Alamat : RT 16 RW 04 Desa Jatisari Kecamatan Geger Kabupaten Madiun Jawa Timur. Pak Sutrisno seorang pekerja swasta, sejak 2 tahun yang lalu beliau sudah tidak dapat bekerja lagi karena sakit parah. Istrinya harus banting tulang untuk mencukupi kebutuhan keluarganya dan biaya sekolah 2 orang putranya. Pada Tahun 2015 pak Sutrisno sudah pernah dibawa berobat disebuah RS dan diagnosa dokter menyatakan bahwa pak Sutrisno sakit kanker dan menjalani pemeriksaan lanjut. Namun karena tidak ada biaya akhirnya pak Sutrisno tidak melanjutkan berobat ke dokter namun ke alternatif dan di diagnosa pembengkakan jantung & Hb dibawah normal. Kondisi pak Sutrisno memburuk lagi, setelah ranap di Rsud Soedono kondisinya masih tetap belum membaik, sampai akhirnya suatu malam pak Tris merasakan sesak nafasnya dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit lagi. Ternyata pak Tris kena kanker paru – paru.  Senin malam  jam 24.11 WIB istrinya telepon bahwa pak Tris meninggal dunia. Semoga arwahnya ditempatkan disisi Allah dan keluarganya diberi kesabaran. Santunan kematian titipan para Sedekaholic sebesar Rp 1.500.000 untuk keluarga Pak Sutrisno telah disampaikan setelah sebelum nya masuk rombongan 858. Bu Sutrisno sebagai istri menyampaikan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas santunan dampingan selama ini dan meminta  maaf apabila ada kesalahan pak Sutrisno (almarhum) selama ini kepada semuanya khususnya para kurir Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.500.000
Tanggal : Senin, 1 Agustus 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Santunan kematian

Santunan kematian


Sagi bin Karto Diarjo  (65, Bedah Rumah Korban Banjir) Alamat : Seling, Kebon Rejo, Temon, Kulon Progo, DIY. Sagi mempunyai istri Suharinah (60). Sagi bekerja sebagai petani dan masih mempunyai tanggungan 1 anak berumur 30 tahun. Pada tanggal 18 Juni 2016 pada saat hujan deras, tanggul jebol, air sungai menghanyutkan rumah semi permanen milik Sagi dan menyisakan tembok bagian belakang. Saat ini Sagi menumpang dirumah peninggalan orang tua dan belum bisa membangun rumah kembali untuk ditempati bersama anak istrinya. Keluarga bersyukur Kurir #Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga Sagi untuk menyampaikan amanat para sedekaholiks yaitu memberikan santunan yang dapat digunakan untuk membeli barang rumah yang rusak dan untuk membangun rumah.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 juli 2016
Nama Kurir : @MajunulNP, Mochammmad Yudan  Febrianto, Lilik

Bantuan Bedah Rumah Korban Banjir

Bantuan Bedah Rumah Korban Banjir

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Sumarwan 1,000,000
2 Jihan 1,000,000
3 Bilqis 1,000,000
4 Ponilah 1,500,000
5 Semi 1,000,000
6 Siti 1,000,000
7 PA Darul Qolbi 2,400,000
8 Warnata 10,000,000
9 Aldo 500,000
10 SRI ASTUTI 1,000,000
11 RSSR SEMARANG 13,321,580
12 MTSR Semarang 78,422,111
13 Erik 4,690,000
14 Raffa 933,000
15 Siti Amina 550,000
16 Erni 1,500,000
17 Farida 500,000
18 Fera 700,000
19 Sinem 1,000,000
20 Mailah 1,000,000
21 Sumiyem 1,000,000
22 Nuryadi 500,000
23 Sumarsih 500,000
24 Mainah 1,500,000
25 Anjali 1,000,000
26 Aldi 1,000,000
27 Suprapto 1,000,000
28 Toyem 1,000,000
29 Ponijan 1,000,000
30 Anisa 1,500,000
31 Parsel Lebaran 2,500,000
32 Giyat bin Mulyo Utomo 1,000,000
33 Jumianingsih binti Giman 1,000,000
34 Sukardi bin Sastro Utomo 1,000,000
35 Sugirah binti wongso taruno 500,000
36 Sipon 1,000,000
37 Suwarsi 1,000,000
38 Fadir 1,000,000
39 ALM. SUTRISNO 1,500,000
40 Sagi 1,000,000
Total 144,516,691

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 144,516,691,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 874 ROMBONGAN

Rp. 40,170,673,634,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.