Rombongan 873

Jika bumerang selalu kembali begitu anda melemparnya, maka sedekah selalu kembali dengan jumlah lebih besar jika anda melemparkannya.
Posted by on August 4, 2016

HALIMAH BINTI RABUN (56, Diabetes Militus). Alamat : Kp. Muaragembong RT. 3/3, Desa Pantai Sederhana, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sudah hampir 12 tahun Bu Halimah menderita diabetes yang awalnya luka kecil sekarang semakin melebar pada jari kaki kanan. Rasa takut yang membuat Bu Halimah sela ini bertahan dengan sakitnya, karena takut diamputasi. Dengan bantuan keluarga yang membujuknya, akhirnya Bu Halimah mau menjalani amputasi jari kaki di RS. Ridhoka Salma dengan Kartu BPJS PBI. Bukan hanya itu, keadan ekonomi mereka pun ikut menjadi factor yang menghalangi keinginan berobat. Suami Bu Halimah, Pak Abdul Rohim (60) seorang nelayan yang penghasilannya tidak memadai. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi selama ia menjalani kontrol di RS. Ridhoka Salma. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 871.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Nah Jaronah

Ibu halimah menderita Diabetes Militus

Ibu halimah menderita Diabetes Militus

RENDRA MITRA (8, Leukimia). Alamat: Jln. Budi Mulya RT. 11/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Rendra bocah kecil yang saat ini duduk dibangku Sekolah Dasar ini telah mengidap Leukimia sejak tujuh bulan lalu. Karena penyakit yang diderita ini, Rendra harus berobat rutin ke rumah sakit, dengan bekal seadanya orangtua Rendra mencoba membawa Rendra ke RSCM dengan memanfaatkan fasilitas KJS. Ayahnya Nana (29) sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek motor dan ibunya Ita (26) ibu rumah tangga, terpaksa meninggalkan pekerjaanya sementara menunggu buah hatinya berobat di RSCM. Keluarga dengan jumlah tanggungan tiga orang anak ini merasa keberatan untuk biaya transportasi bolak-balik berobat ke RSCM, mengingat untuk makan sehari-hari saja mereka kesulitan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan kepada Rendra Mitra untuk biaya transportasi selama rawat jalan di RSCM Jakarta setelah santunan sebelumnya masuk di Rombongan 859. Kini Rendra masih harus menjalani kontrol rutin di RSCM. Semoga pengobatan yang ditempuh Rendra dilancarkan dan diberikan kesembuhan oleh Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 30 Juli 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan

Rendra menderita Leukimia

Rendra menderita Leukimia

————

SUNARMI SUTRISNO (47, Stroma Nodosa). Alamat: Jl. H. Hasan Rt. 13/8 No. 33 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Ibu Sunarmi, begitulah beliau sering disapa oleh warga sekitar. Pada awal 2013 lalu, di leher ibu Sunarmi muncul benjolan sebesar kelereng. Oleh keluarga, ibu Sunarmi diperiksakan ke dokter spesialis THT. Dari dokter belum ada tindakan lanjutan, dan benjolan itu semakin lama semakin membesar. Karena khawatir, pihak keluarga membawa ibu Sunarmi dibawa ke Puskesmas Budhi Asih Cawang. Di Puskesmas, Ibu Sunarmi dilakukan pemeriksaan USG dan hasilnya dokter mengatakan jika ibu Sunarmi menderita Stoma Nodusa. Tapi karena keterbatasan alat, ibu Sunarmi dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Di RSCM, merujuk dari hasil USG dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan biopsi. Biopsi sudah dilakukan 2 kali pada bulan Juli dan Oktober 2015. Ibu Sunarmi sempat menghentikan pengobatannya karena BPJS yang tidak aktif, tapi alhamdulillah kini Bu Sunarmi bisa melanjutnya pengobatannya lagi meski tidak rutin. Karena kadang biaya untuk ke rumah sakit tidak ada. Sehari-hari Ibu Sunarmi adalah seorang ibu rumah tangga yang sesekali bekerja sebagai buruh cuci pakaian disekitaran tempat tinggalnya. Sedangkan suaminya, bapak Sutrisno (56) bekerja sebagai tukang ojek pangkalan di depan pengadilan negeri Jakarta Timur. Sebagai tukang ojek, penghasilan yang diterima bapak Sutrisno tidak menentu. Sehingga penghasilan yang diterimapun tidak cukup untuk membayar segala kebutuhannya mulai dari bayar kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan biaya anak sekolah. Jadi Ibu Sunarmi harus bisa merelakan untuk tidak melanjutkan pengobatannya. Alhamdulillah, #KurirSR kembali dipertemukan dengan keluarga ibu Sunarmi, bantuan lanjutan untuk biaya transport selama masa pengobatan kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 859. Semoga proses pengobatan yang dijalani Ibu Sunarmi diberikan kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 30 Juli 2016
Kurir: @ddsyaefudin @endangnumik @anasaramadhan

Ibu sunarmi menderita Stroma Nodosa

Ibu sunarmi menderita Stroma Nodosa

———-

ANDINI ESTY OKTAVIANI (4, Tumor Hidung). Alamat: Kp. Pasirandu RT. 10/5 Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru,  Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Andini, begitu gadis kecil ini disapa. Sejak 6 bulan yang lalu harus berteman dengan rumah sakit, berawal saat Andini dinyatakan menderita Tumor Hidung oleh dokter. Sejak saat itu Andini terus menjalani kontrol rutin ke RS Dharmais, dalam seminggu Andini beserta orang tuanya bisa 2x datang untuk kontrol. Orang tua  Andini Bapak Aan (35) bekerja sebagai montir disalah satu bengkel motor didekat kontrakannya, sementara ibu Dian (27) adalah seorang ibu rumah tangga. Seminggu 2x harus bolak balik ke rumah sakit ditambah dengan penghasilan yang tidak menentu membuat orang tua Andini bingung, padahal mereka ingin melihat anaknya bisa sembuh. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Andini dan menyampaikan bantuan kembali untuk biaya akomodasi ke RS Dharmais Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 863. Saat ini pengobatan yang tengah dijalani Andini adalah kemoterapi. Mohon doa dari rekan-rekan semoga Andini kecil lekas diberi jalan untutk kesembuhannya. Aamiin

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 Juli 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @untaririri @retta_rizky

Andini menderita Tumor Hidung

Andini menderita Tumor Hidung

————

WIWIK WARIS WIYANTI (54, Nasofaring). Alamat: Cipinang Kebembem RT. 1/10 No. 74 Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur. Bu Wiwik seorang Janda dengan 2 orang anak, saat ini tinggal dengan ibu dan adiknya. Dulu Ibu Wiwik bekerja sebagai tukang rias pengantin namun sekarang sudah tidak bisa lagi karena menderita Kanker Nasofaring. Awal mula diketahui ada penyakit ini Ibu Wiwik mengalami pendarahan dihidung selama 3 bulan sejak bulan Mei 2014 tidak sembuh-sembuh. Akhirnya berobat ke bagian Onkologi RSUP Persahabatan dilakukan biopsi dan terdeteksi kanker Nasofairing stadium 4. Ibu Wiwik tidak menyangka jika beliau diberi ujian seberat ini. Tapi Alhamdulillah, meskipun begitu Ibu wiwik terus semangat untuk berobat dan menjalani beberapa proses pengobatan. Ibu Wiwik telah menyelesaikan proses kemoterapi. Kini Bu Wiwik tinggal menjalani kontrol rutin ke Poli Onkologi di RSUP Persahabatan. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 859. Semoga segala proses pengobatan yang dijalani Ibu Wiwik, akan membawanya pada kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan

Ibu wiwik menderita Nasofaring

Ibu wiwik menderita Nasofaring

————

MAHIRA ASLA FAZILAH (1, Atresiabillier). Alamat: Jl. Lumba-lumba 2 RT. 1/11 Kelurahan Jati, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Mahira Asla Fazilah sejak lahir sudah menderita  Atresiabillier (kondisi bawaan /kongenital di mana terjadi penyumbatan pada tuba (saluran) yang membawa cairan empedu dari hati ke kandung empedu. Atresia bilier terjadi ketika saluran empedu di dalam atau di luar hati tidak berkembang secara normal. Gejala awal yang tampak pada Mahira, anak pertama dari bapak Adutta Tri Anugrah (38) dan ibu Mesinah (30) ini kondisi tubuhnya menguning dan disertai kondisi perut yang membuncit. Pengobatan pertama sudah dilakukannya pada puskesmas terdekat, dari puskesmas kemudian dirujuk ke RS Kartika Pulo Mas Jakarta Timur. Saat ini Mahira sedang menjalani pengobatan rawat jalan di RSCM Jakarta. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu pengobatan Mahira namun kondisi rawat jalan yang panjang membuat bapak Adutta Tri Anugrah yang berprofesi sebagai karyawan swasta ini merasa terbebani dengan biaya transportasi selama pengobatan Mahira. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dan memahami kesulitan bapak Adutta dan keluarganya. Bantuan lanjutan untuk biaya kos disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 859. Saat ini Mahira rutin menjalani rawat jalan di RSCM pasca tindakan transplantasi hati bulan Februari lalu. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan juga untuk kesembuhan Mahira.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @harjie_anis

Mahira menderita Atresiabillier

Mahira menderita Atresiabillier

————-

RIZA SAPUTRI (16, Sinoviosarkoma). Alamat : Ds. Teluk Kandai RT. 1/1, Kelurahan Teluk Kandai, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Gadis manis yang akrab disapa Riza ini adalah siswi kelas 2 SMP yang telah cuti selama 6 bulan karena harus menjalani proses pengobatan yang panjang. Bermula pada bulan Juli 2015 silam, di paha sebelah kanan Riza terdapat benjolan sebesar telur ayam, beberapa bulan sebelumnya sudah ada tapi Riza tidak berani mengatakan kepada orang tuanya. Sejak saat itu, orang tua Riza membawa Riza berobat ke RS. San Sani, tapi pihak dokter tidak mengetahui diagnosa pasti dari sakit yang diderita Riza. Tidak puas berobat di rumah sakit tersebut, orang tua Riza kemudian membawa Riza berobat ke RS. Eka Hospital, disana dokter mengatakan jika Riza menderita Tumor Jinak, tapi karena keterbatasan alat akhirnya pihak rumah sakit merujuk Riza ke RS. Arifin Ahmad Pekan Baru. Di RS. Arifin Ahmad, Riza langsung dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Pada bulan November 2015, Riza bersama dengan kedua orangtuanya berangkat ke Jakarta untuk berikhtiar mencari kesembuhan. Di RSCM Riza langsung mendapat penanganan medis, setelah menjalani beberapa pemeriksaan, bulan Desember 2015, Riza dilakukan tindakan biopsi dan dari hasil biopsi tersebut dokter mengatakan jika Riza menderita Sinoviosarkoma. Setelah dilakukan tindakan biopsi, benjolan di paha Riza sempat membesar. Selama ini pengobatan yang dijalani adalah pemberian kemoterapi. Nanti untuk tindak lanjutnya akan dilakukan tindakan pengangkatan tumornya jika respon pemberian terapi posistif. Hampir Selama 9 bulan Riza dan kedua orang tuanya berada di Jakarta untuk menjalani pengobatan tentu bukan menjadi hal yang mudah. Sebelum ke Jakarta ayah Riza, bapak Syafrizal (43) adalah seorang petani kebun dan ibunya, ibu Santi (38) sehari- hari menjadi ibu rumah tangga biasa. selama di Jakarta bapak Syafrizal tidak bisa berkebun lagi, untuk kebutuhan sehari-hari selama di Jakarta harus berhemat. Alhamdulillah Kurir #SR dipertemukan dengan keluarga ini dan kembali menyampaikan bantuan untuk kebutuhan selama di rumah sakit, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 861. Saat ini Riza menjalani rajan jalan dua kali seminggu di Poli Bedah Anak di RSCM Kiara. Riza dan keluarganya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan. Riza juga meminta doa dari #SahabatSR semoga jalan dia untuk mencari kesembuhan diberi kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000, –
Tanggal : 31 Juli  2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @cahyani_eka @untaririri

Riza menderita Sinoviosarkoma

Riza menderita Sinoviosarkoma

———–

EVA SURYATI (34, Tumor Mata). Alamat: Jl. Budimulia RT. 4/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Satu tahun pasca musibah kecelakaan berlalu lintas menggunakan sepeda motor yang mengakibatkan Ibu Eva mengalami benturan pada kepala dan pelipis kanannya. Kini mata kanan ibu Eva  sering mengeluarkan cairan dan pandangannya kabur. Bapak Denny Eka Sagita (35) suami dari ibu Eva yang memang tidak mempunyai pekerjaan tetap, tidak bisa berbuat banyak untuk membantu istrinya menjalani pengobatan ke rumah sakit.  Ibu Eva, sehari-harinya bekerja sebagai tukang urut keliling, mulai menjalani pengobatannya satu bulan yang lalu di RS Tarakan Jakarta. Dari hasil pemeriksaan dokter, ibu Eva Suryati menderita sakit Meningitis dan Retinaglauma. Berobat dengan fasilitas BPJS yang sudah dimilikinya sangat membantu dalam proses pengobatan,  namun biaya transportasi menjadi kendala untuk ibu Eva. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan ibu yang sedang kesulitan ini. Bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 840. Saat ini ibu Eva sedang menunggu jadwal operasi matanya di RSCM Jakarta. Semoga pengobatannya dilancarkan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik @harji_anis @untaririri

Eva menderita Tumor Mata

Eva menderita Tumor Mata

———-

HADI ANDRIANSYAH (13, Varises Esofagus) Alamat: Kampung Gelam Timur RT. 4/3 Kelurahan Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten. Hadi anak kedua dari pasangan bapak Sawaludin (47) seorang buruh dengan penghasilan tak menentu dan ibu Marmi (47) yang sehari-hari jualan makanan ringan. Hadi, sudah 3 tahun ini menderita sakit Varises Esofagus. Keluhan yang sering dirasakan Hadi adalah mengalami muntah darah dan diikuti dengan perut yang semakin lama semakin membesar. Karena khawatir orang tua Hadi membawa Hadi ke Puskesmas terdekat, tapi pihak Puskesmas menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUD Tangerang. Dari hasil pemeriksaan yang dijalani Hadi, dokter mengatakan jika Hadi menderita Varises Esofagus. Dan lagi, karena keterbatasan alat pihak dokter menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Saat itu Hadi masih menunggunakan biaya umum, sehingga orang tua Hadi sempat kewalahan dengan biaya rumah sakit yang terus membengkak. Karena alasan tidak ada biaya, pengobatan yang dijalani Hadi pun sempat tertunda selama setahun dan kondisi ini cukup menambah buruk kondisi Hadi. Badannya makin kurus dan perutnya kian membesar, dengan berat hati orang tua Hadi akhirnya memutuskan membawa Hadi ke Jakarta dan mulai melanjutkan pengobatan. Awal ke RSCM Hadi langsung dirawat untuk bisa dilakukan tindakan Endoscopy. Ditengah kebingungan orang tua Hadi menjalani hidup di Jakarta, Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini, sekaligus menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya hidup selama menjalani pengobatan di Jakarta. Setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 864. Kini Hadi sedang menjalani kontrol rutin di RSCM Jakarta setiap seminggu sekali. Semoga serangkaian pengobatan yang dijalani Hadi nantinya akan membawa kepada kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 Juli 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @untaririri

hadi menderita Varises Esofagus

hadi menderita Varises Esofagus

———-

FATAHIAH BINTI ECIM (10, Kelainan Genentik). Alamat: Jl. Warakas 1, RT. 13/1, Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta. Ipat biasa Fatahiah dipanggil, gadis manis dari pasangan bapak Ecim (38) dan Ibu Linah (38). Ipat, sudah lama menderita Kelainan Genetik dimana hampir seluruh badannya ditumbuhi rambut. Bahkan pernah tahun 2011, banyak media sosial yang beramai-ramai untuk menyampaikan berita tentang kondisi Ipat dan mencarikan bantuan, tapi semua itu tidak berlangsung lama. Setelah Ipat selesai menjalani operasi yang pertama semuanya terhenti dan dengan terpaksa orang tua Ipat pun juga menghentikan pengobatan Ipat karena ketiadaan biaya. Orang tua Ipat, bapak Ecim hanya bekerja sebagai penambal ban di pinggir jalan kampung dan ibu Linah sebagai buruh cuci dan setrika di kampungnya. Ipat kadang merasa rendah diri, karena merasa berbeda dengan teman-teman sebayanya. Disaat yang lain sedang asyik menikmati masa sekolahnya, Ipat hanya bisa menepi dirumahnya. Orang tua Ipat sangat berharap Ipat bisa sembuh. Kemarin kurir @SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi ke RS Koja setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 798. Semoga Ipat terus bisa melanjutkan pengobatannya dan diberi jalan untuk sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @harji_anis @untaririri

Ipat menderita Kelainan Genentik

Ipat menderita Kelainan Genentik

———–

MTSR JAKARTA (B 1409 SZJ, Biaya Modifikasi). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan atau lebih dikenal dengan MTSR adalah kendaraan yang setiap hari wara-wiri dipakai oleh kurir #SedekahRombongan untuk mensurvey, menjemput dan mengantar para dhuafa sakit. Saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya baik oleh pasien dampingan #SedekahRombongan maupun masyarakat sekitar. Jakarta sebagai pusat rujukan dari pasien-pasien daerah tentu harus didukung dengan fasilitas yang mumpuni. Alhamdulillah, bulan kemarin #SedekahRombongan telah mengupayakan untuk modifikasi MTSR dengan penggantian dan penambahan beberapa komponen agar menjadi ambulance yang selayaknya. Beberapa komponen yang ditambahkan yaitu : Stretcher, Tabung Oksigen, Kotak P3K, Tabung Pemadam Kebakaran, Gantungan Infus, Lampu Penerang, Jok Dokter dan Jok Perawat. Semoga dengan tampilan MTSR yang lebih lengkap, akan semakin banyak dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan.

Jumlah Bantuan: Rp. 17.000.000,-
Tanggal: 27 Juli 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @untaririri via Asep AKBP

Biaya Modifikasi

Biaya Modifikasi

———-

ENI NURAENI (21, Bells Palsy/ Kelainan pada Syaraf Wajah). Alamat: Kp. Babakan Girang RT. 1/1, Kelurahan Hegar Manah, Kecamatan Pangarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Eni Nuraeni adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan Bapak Husen (43) dan Ibu Yoyoh (39), yang sudah 4 tahun terakhir ini menderita Bells Palsy atau Kelainan pada Syaraf Wajah. Gejala awalnya Eni rasakan saat duduk dibangku kelas 2 SMP, Eni sering mengalami demam tinggi dan nyeri di rahang hingga telinga serta kejang pada mata, bibir dan hidungnya, biasanya menyerang saat Eni capek dan lelah. Kondisi ini mengakibatkan kegiatan sekolah Eni terganggu, pasca lulus SMP Eni terpaksa tidak melanjutkan pendidikannya ke bangku SMA karena sakit yang diderita Eni. Upaya pengobatan  dilakukan mulai dari alternatif hingga medis, semua dilakukan Bapak Husen demi putri tercintanya. Bapak Husen, sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Tapi semenjak pengobatan Eni dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo dari RSUD Adji Dharmo Lebak Banten, Bapak Husen tidak lagi bisa bertani lagi sehingga tidak ada biaya lagi. Alhamdulillah, kini setelah Eni menjadi pasien dampingan #SR dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta, Bapak Husen tidak lagi harus standby menunggu Eni di Jakarta dan bisa kembali bertani di kampung. Kurir  #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 858 untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani pengobatan di Jakarta. Kini Eni masih terus menjalani kontrol rutin di RSCM. Mohon doa terbaik untuk Eni, semoga proses pengobatan yang dilakukan diberi kemudahan dan lekas mendapat kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 1 Agustus 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan @untaririri

Eni menderita Bells Palsy/ Kelainan pada Syaraf Wajah

Eni menderita Bells Palsy/ Kelainan pada Syaraf Wajah

————

MUGNI BIN SUDIA (68, Maag Kronis). Alamat: Kampung Pasantren RT. 9/4, Desa Palinggihan, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Pak Mugni adalah seorang buruh serabutan, tinggal di rumah kontrakan bersama istri dan anak-anaknya. Pak Mugni mempunyai tujuh orang anak (6 laki-laki dan 1 perempuan). Ketiga anaknya sudah menikah, dan yang empat orang lagi masih usia sekolah. Sejak tiga bulan yang lalu Pak Mugni sering merasakan sakit dibagian perut yang sangat luar biasa. Keluarganya mengira penyakit kembung biasa. Namun makin hari malah semakin parah kondisinya. Pada awal bulan Juli 2016, seminggu setelah lebaran, Pak Mugni dibawa ke Rumah Sakit Bayu Asih. Dari hasil pemeriksaan dokter Pak Mugni mempunyai penyakit maag yang sudah lama diderita. Karena kondisinya sudah sangat lemah Pak Mugni harus rawat inap. Untuk biaya rumah sakit Pak Mugni menggunakan Jaminan Kesehatan Purwakarta Istimewa. Setelah dua minggu dirawat, keadaan Pak Mugni cukup membaik, dan pihak rumah sakit sudah mengizinkan pulang. Namun kesehatannya harus terus dikontrol, dan disarankan kontrol dua minggu sekali. Kini Pak Mugni hanya terbaring lemah. Karena tidak ada biaya, pihak keluarga merasa kebingungan, untuk biaya sehari-hari saja mereka sering kewalahan. Pak Mugni hanya bisa pasrah pada keadaan. Pada saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan, Pak Mugni sedang terbaring lemah dan mengeluhkan sakitnya. #SedekahRombongan sangat merasakan kesulitan mereka, bantuan awalcpun disampaikan untuk biaya berobat jalan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta. Semoga Pak Mugni bisa memeriksakan kesehatannya dan keadaannya segera membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 26 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @lilis.maemunah

Bu mugni menderita Maag Kronis

Bu mugni menderita Maag Kronis

———-

MIMIN AMINAH (54, Sinusitis). Alamat: Kampung Pangkalan RT. 2/1, Desa Palinggihan, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Ibu Nyai biasa ia dipanggil, adalah seorang janda, tinggal di rumah milik sendiri bersama anaknya. Ibu Nyai mempunyai tiga orang anak (2 laki-laki dan 1 perempuan). Sejak sebelas tahun ditinggalkan suaminya Ibu Nyai menghidupi anak-anaknya dengan berjualan bubur ayam. Sejak satu tahun yang lalu Ibu Nyai sering merasakan pusing dan flu yang dibarengi rasa sakit dibagian dahi. Ibu Nyai sering memeriksakan kesehatannya ke Puskesmas terdekat, hasil pemeriksaan dokter Ibu Nyai terkena alergi, peradangan pada bagian hidung. Setelah berobat pun Bu Nyai masih belum merasa sembuh dari flunya sampai sekarang. Setiap kontrol ke Puskesmas, dokter menyarankan agar Ibu Nyai untuk CT scan ke dokter THT. Namun terkendala tidak ada biaya. Ibu Nyai hanya mengobatinya dengan pengobatan alternatif, yaitu dengan gurah. Sudah beberapa kali diobati (gurah), namun masih belum merasakan sembuh sampai saat ini. Ibu Nyai hanya bisa pasrah pada keadaan. Pada saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan, Ibu Nyai sedang duduk, mengeluhkan sakitnya. #SedekahRombongan sangat merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk biaya berobat ke RSUD Bayu Asih Purwakarta. Semoga Ibu Nyai bisa memeriksakan kesehatannya dan keadaannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @lilis.maemunah

Ibu mimin menderita Sinusitis

Ibu mimin menderita Sinusitis

————-

ACAH BINTI MUHTAR (75, Stroke). Alamat : Kampung Pangkalan RT. 3/2, Desa Palinggihan, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Mak Acah adalah seorang ibu rumah tangga, tinggal di rumah milik sendiri bersama suaminya Bahim (85) dan tidak bekerja. Mak Acah mempunyai enam orang anak (2 laki-laki dan 4 orang perempuan). Sejak enam tahun yang lalu Mak Acah sering merasakan pusing dan sakit yang luar biasa di bagian kepala. Mak Acah sering memeriksakan kesehatannya ke Puskesmas terdekat, hasil pemeriksaan dokter Mak Acah menderita penyakit hipertensi. Mak Acah pernah dirawat di Rumah Sakit Bayu Asih karena kondisinya sudah sangat lemah selama dua minggu. Namun kondisinya malah semakin parah, Mak Acah mengalami stroke, tubuhnya kaku dan sudah tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Karena tidak ada biaya, Mak Acah sudah tidak pernah diperiksa lagi kesehatannya. Mak Acah dirawat rumah. Suami dan anak-anaknya saja yang bergantian merawatnya. Untuk biaya sehari-hari Mak Acah dan Pak Bahim hanya mengandalkan dari anak-anaknya, keempat anak perempuannya adalah pedagang kecil. Mereka hanya bisa pasrah pada keadaan. Pada saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan, Mak Acah sedang duduk lemah, suaminya menangis dan mengeluhkan penyakit istrinya yang sudah lama tak kunjung sembuh. #SedekahRombongan sangat merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk biaya berobat jalan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta. Semoga Mak Acah bisa memeriksakan kesehatannya dan keadaannya segera membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @lilis.maemunah

Ibu acah menderita Stroke

Ibu acah menderita Stroke

———-

ANETI BINTI SUTIM (67, Bronchitis). Alamat : Kampung Cipancur RT. 12/6, Desa Mekarsari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Mak Anet biasa ia dipanggil, adalah seorang ibu rumah tangga, tinggal di rumah milik sendiri bersama suami dan anaknya. Mak Anet mempunyai tiga orang anak (2 laki-laki dan 1 perempuan). Suaminya Nuhdi (78) adalah seorang kuli tani. Sejak tiga tahun yang lalu Mak Anet sering merasa sesak pada bagian dada. Mak Anet sering memeriksakan kesehatannya ke Puskesmas terdekat, hasil pemeriksaan dokter Mak Anet terkena penyakit bronkitis, dan harus menjalani pengobatan secara rutin selama enam bulan. Mak Anet menjalani pengobatan tersebut hingga tuntas. Namun Mak Anet belum merasakan sembuh, dan penyakitnya masih sering kambuh. Mak Anet pernah dirawat di Rumah Sakit Bayu Asih selama lima belas hari. Kondisi Mak Anet semakin hari semakin lemah. Karena tidak ada biaya, Mak Anet sudah tidak pernah memeriksakan kesehatannya lagi. Mak Anet hanya bisa pasrah pada keadaan. Pada saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan, Mak Anet sedang duduk, dan mengeluhkan sakitnya. #SedekahRombongan sangat merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk biaya transportasi berobat jalan ke rumah sakit. Semoga Mak Anet bisa memeriksakan kesehatannya dan keadaannya segera membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @lilis.maemunah

Ibu aneti menderita Bronchitis

Ibu aneti menderita Bronchitis

——–

MUHAMMAD RAHMAN SATYA, (8 Bulan, Holopronsenchepaly). Alamat: Jl. Ahmad Yani No. 29 RT.8/3, Keluarahan Cipaisan, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Bayi mungil yang lahir secara Caesar di RSBA Asri ini, adalah putra pertama dari pasangan Mujiyono (30) dan Sri Rahayu (37). Sejak umur 8 bulan dalam kandungan Ibunya, Satya telah diprediksi memiliki kelainan pada otaknya, ia mengidap penyakit Holopronsenchepaly yakni suatu kelainan otak sejak dalam kandungan, dimana otak besar tidak berpisah atau tidak terbagi dua. Biasanya kelainan ini disertai dengan gangguan pembentukan jaringan otak (agenesis serebri) dan hidrosefalus. Ia pun sempat dibawa ke RSHS untuk dilakukan tindakan pemeriksaan, namun karena ruangan penuh dan tidak segera ditangani, akhirnya orangtuanya kembali membawa Satya pulang ke Purwakarta. Tak berhenti sampai disitu, Mujiyono dan Sri pun kembali berikhtiar dengan membawa Satya ke RSUD Karawang, dokter spesialis bedah menuturkan bahwa Satya baru bisa dilakukan tindakan operasi setelah berat badannya mencapai 5 Kg, akhirnya Satya kembali dibawa pulang ke rumah. Setelah badannya mencapai 5 Kg, Ia pun kemudian dibawa ke RSHS Bandung, selama 33 hari Satya berada di ruang perawatan RS tersebut. Namun, paru-paru Satya mengalami gangguan, maka hingga saat ini dokter pun belum melakukan tindakan apapun, ia kembali dibawa ke rumah, dengan harapan bisa sembuh dengan jalan yang tak disangka-sangka. Alhamdulillah, kami #kurirSR dipertemukan dengan keluarga Satya di ruang RS Siloam saat itu, kami mengantarkan titipan bantuan dari para Sedekaholic untuk membantu meringankan biaya akomodasi Satya selama di RS Siloam. Bantuan sebelumnya telah disalurkan dan tercatat pada rombongan 835 dan 853. Semoga Dik Satya segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @fentifatimah

Rahman menderita Holopronsenchepaly

Rahman menderita Holopronsenchepaly

———–

DANI SOLIHIN (34, Gangguan Jiwa). Kampung Rancasuni RT.3/1, Desa Sukamanah, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Mang Dani –begitu panggilan akrabnya– adalah putra tunggal ibu Anah (60). Ayahnya telah meninggal dunia beberapa tahun silam. Ia mengalami gangguan jiwa sejak tahun 2008. Selama beberapa tahun ini ia rutin menjalani pengobatan di Rumah Sakit Jiwa Marjueki Mahdi Bogor Jawa Barat . Sebulan sekali keluarganya harus mencari biaya untuk ongkos berobat ke Bogor. Beruntung warga sekitar kerap membantunya, secara patungan. Berdasarkan informasi yang kami peroleh, setiap kepala keluarga di sekitar rumahnya berdonasi Rp.5.000,- per bulan untuk membiayai pengobatan Mang Dani. Uang tersebut bukan hanya digunakan untuk keperluan akomodasi menuju RSJ Bogor, melainkan juga untuk biaya hidup Mang Dani dan ibunya yang kini lumpuh, terbaring, teronghok di pembaringan. Akan tetapi, sejak April 2016, simpati masyarakat terhadapnya mulai berkurang. Mungkin itu disebabkan oleh perilaku Mang Dani yang kadang tiba-tiba mengamuk dan memecahkan kaca bangunan fasilitas umum di desanya. Karena itu, ibunya mulai kebingungan mencari dana untuk biaya transportasi-akomodasi berobat Mang Dani. Padahal, mereka ingin sekali terus berobat sampai sembuh. Dengan izin Allah Swt, kabar tentang ujian hidup dan harapan mereka akhirnya sampai kepada kurir #SR di Purwakarta sehingga dapat dipertemukan dengan keluarga dhuafa ini. Alhamdulillah, dengan empati sedeksholics #SR, pada kunjung kedua kalinya kurir #SR dapat menyalurkan bantuan dari para sedekaholic untuk Mang Dani yang digunakan untuk ongkos sewa mobil dari Purwakarta menuju RSJ Bogor yang mencapai Rp. 400.000 untuk satu kali pemberangkatan. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 838 dan 869, semoga membawa berkah untuk kesembuhan Mang Dani sehingga ia bisa merawat ibunya yang sakit dengan baik.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 27 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal

Pak dani menderita Gangguan Jiwa

Pak dani menderita Gangguan Jiwa

———–

TRIYONO SAPUTRA (60, TB Paru). Alamat:  Jl. Baru RT. 15/7, Kelurahan Purwamekar, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Triyono, bapak yang sudah sepuh ini, dahulunya merupakan seorang pelaut. Pada tahun 1995 ia berhenti bekerja. Pak Triyono dan keluarga memutuskan untuk pulang kampung ke Purwakarta pada tahun 2008, sejak ia mulai sakit dan tidak mampu lagi untuk mencari nafkah. Dengan rasa malu, istrinya Euis (53) memberanikan diri menjadi seorang pengamen di daerah Subang, demi memenuhi kebutuhan keluarga. Kota Subang dipilih agar anak bungsunya yang  putus sekolah tidak mengetahui aktivitasnya tersebut. Pak Triyono setiap harinya hanya bisa terbaring lemah di kamar rumahnya, menunggu istrinya pulang mengamen. Ya, Pak Triyono sejak lama telah menderita penyakit TB Paru, namun tidak  pernah kontrol ke rumah sakit karena jaminan kesehatannya belum dibayar selama 7 bulan, sehingga tidak dapat digunakan. Kabarnya ia rutin memeriksakan diri ke Dr. Hoirudin dengan biaya sekitar 70.000-150.000 setiap kali periksa. Kali kedua kami kurir #SR menyampaikan titipan para sedekaholic untuknya, kami menyarankan Pak Triyono segera melunasi tunggakan jaminan kesehatannya, agar kedepannya bisa memudahkan Pak Triyono untuk melakukan pengobatan. Semoga Allah memberi kesehatan dan kemudahan urusan Pak Triyono, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @fentifatimah

Pak triyono menderita TB Paru

Pak triyono menderita TB Paru

———–

DENIS ARYA PAMUNGKAS (24, Kelainan Tulang). Alamat : Kp. Wangunsari RT. 22/6, Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Denis, seorang pemuda yang kini bekerja serabutan di desanya, kadang berjualan donat produksi ibunya, kadang juga menjadi penjaga counter HP. Ia mampu bekerja saat kesehatannya stabil, karena seringnya tulang kaki dan tangannya berubah posisi dan sulit digerakan. Saat sedang kambuh ia tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Sudah lama ia ingin memeriksakan dirinya ke Rumah Sakit besar yang memiliki peralatan lengkap untuk mendiagnosa penyakitnya, namun karena keterbatasan biaya hingga saat ini ia baru mampu memeriksakan diri ke Puskesmas setempat. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Denis. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekholic untuk biaya transportasi ke Rumah Sakit, juga untuk biaya sehari-hari. Semoga Denis segera Allah sembuhkan.

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin , @ula_awwal

Denis menderita Kelainan Tulang

Denis menderita Kelainan Tulang

————-

IDANG SULAEMAN, (68, TB Paru). Alamat: Kp. Cijati RT. 12/1, Desa Cijati, Kecamatan Mainiis, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Pak Idang adalah seorang petani sayuran kecil-kecilan dengan lahan 400 meter persegi. Ia biasanya menanam sosin, terong, jagung dan lainnya tergantung musim dan perkiraan harga, terkadang ia juga membeli sirsak dari masyrakat untuk dijual lagi ke tengkulak dan keuntungannya pun hanyalah sedikit. Sudah hampir 4 bulan Pa Idang mengalami gangguan pada penglihatan dan merasa sering sesak napas. Setelah beberapa minggu akhirnya Pa Idang mau memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat, dokter mendiagosa bahwa gula darah Pa Idang sangat tinggi dan itu berakibat terganggu pada penglihatan, dokter menyarankan agar Pa Idang dirujuk ke RSBA atau Siloam tetapi Pa Idang tidak mau dengan alasan tidak mempunyai biaya. Beberapa minggu kemudian kondisi Pa Idang semakin memburuk, penglihatannya semakin kabur dan tidak bisa tidur karena merasa sesak dan meriang. Setelah melihat kondisi seperti itu anak –anak Pa Idang membujuknya untuk berobat ke RSBA atau SILOAM tapi tetap saja tidak mau. Bersyukur info tersebut samapai kepada Kurir #sedekahRombongan dari anaknya dan menceritakan kondisi Pa Idang yang sudah memprihatinkan. Akhirnya setelah dibujuk Pak Idang mau berobat ke RSBA dan harus rawat inap dengan jaminan BPJS namun karna penuh Pa Idang dirujuk kembali ke RS Siloam dan langsung menjalani rawat inap dengan diagnosa TB Paru. Kami merasakan kesulitan mereka dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi selama rawat inap di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep.za

Pak idang menderita TB Paru

Pak idang menderita TB Paru

———–

IDAH ROSIDAH (76, Asma). Alamat: Kp. Cidahu RT. 1/1, Desa Gunung Karung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Ma Idah sapaan akrab kami, ia tinggal di rumah yang sangat sederhana, terbuat dari kayu dan berdinding bilik, berlantaikan tanah dan bambu bersama satu anaknya dan tiga cucunya. Anaknya Bu Iam (51) adalah janda yang sudah cukup tua dan tidak punya penghasilan tetap. Sudah satu tahun lebih Ma Idah tidak bisa pergi kemana-mana akibat penyakit asma dan kekurangan gizi. maklum saja Bu Iam sebagai anakpun tidak bisa mancari nafkah, hanya mengharapkan belas kasihan para tetangga. Ma idah pernah dibawa ke RSBA tiga bulan yang lalu dengan bantuan uang perelek dan santunan para tetangga, dirawat selama satu minggu. Dari semenjak itu Ma Idah tidak ada perubahan karena setelah pulang ke rumah Ma Idah jarang membeli obat atau kontrol lagi ke dokter, hanya kalau sesekali ada yang memberi santunan terkadang dibelikan obat yang sama ketika dulu waktu pulang dari RSBA. Bersyukur Kurir #SedekahRombongan bisa mengunjuni langsung ke rumahnya Ma Idah dan melihat kondisinya yang sudah menghawatirkan. Bantuan awal pun tersampaikan untuk meringankan biaya berobat jalan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta. Semoga Allah menyembuhkan penyakit Ma Idah agar ia bisa beraktifitas seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep.za

Ibu idah menderita Asma

Ibu idah menderita Asma

————-

IJAH KOMARIAH, (56, Maag Kronis). Alamat: Kp. Cidahu RT. 17/5, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.Wa Ijah sapaan akrabnya, istri dari Rosidi (57) ini bekerja sebagai pembantu rumah tangga atau pengasuh anak, ia pernah pernah bekerja di Jakarta, Bekasi, dan Purwakarta. Semua itu ia lakukan untuk membantu meringankan beban suaminya yang hanya sebagai buruh harian lepas. Wa Ijah tetap melakukan pekerjaannya walaupun kedua anaknya sudah berumahtangga, maklum anak-anaknya tidak bisa membantu banyak terhadap Wa Ijah, karena mereka juga tinggal cukup jauh dan pekerjaan mereka pun hanya sebagai buruh bangunan. Semakin hari Wa Ijah menyadari kalau kondisi tubuhnya sudah tidak sekuat dulu lagi, waktu terkahir kerja di Purwakarya ia sering sakit, pusing dan muntah-muntah. Sesekali ia berobat ke Puskesmas terdekat dengan majikannya, dokter mendiagnosa maagnya sudah kronis yang bisa membuat penyakitnya komplikasi ke organ yang lain. Setelah sering sakit, akhirnya Wa Ijah memutuskan untuk tidak bekerja jauh dari rumah. Setelah diam dirumah Wa Ijah merasa tidak membantu suaminya, akhirnya ia mencoba untuk mencari pekerjaan disekitar rumah tempat tinggalnya. Tidak lama kemudian Wa Ijah mendapatkan pekerjaan dari tetangganya sebagai pengasuh anak, kira-kira jarak dari rumahnya lima ratus meter, waktunya dari pagi sampai jam tujuh malam. Namun stelah satu bulan kondisi Wa Ijah kembali memburuk sehingga Pak Rosidi mendatangi majikannya untuk menyampaikan kalau Wa Ijah tidak akan bekerja lagi. Setelah beberapa hari Wa Ijah sering muntah dan merasa pusing hingga akhirnya dengan bantuan tetangga Wa Ijah dibawa ke Puskesmas untuk berobatdan harus dirujuk ke RSBA untuk rawat inap karena sudah dehidrasi dan tidak masuk makanan apapun. Dengan jaminan jampis akhirnya Wa Ijah menjalani rawat inap namun masih kebingungan dengan biaya sehari-sehari dan obat yang tidak tercover. Dengan izin Allah Kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Wa Ijah dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi selama rawat inap di RSBA Purwakarta. Semoga kesehatan Wa Ijah segera membaik. Amiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep.za

Bu ijah menderita Maag Kronis

Bu ijah menderita Maag Kronis

————

ENTO SUHERMAN (56, Stroke). Alamat: Kp. Babakan Gudang RT.4/2, Desa Babakansari, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Pak Ento sapaan akrab di kampungnya. Awalnya ia bekerja sebagai supir truk, namun empat tahun yang lalu ketika akan pergi shalat jum’at tiba-tiba ia jauh di bak mandi karena seluruh tubuhnya tidak bisa digerakan. Pa Ento langsung dibawa ke rumah sakit dan menjalani rawat inap. Dokter mendiagnosa bahwa Pak Ento mengalami struk ringan dan harus menjalani therapy. Setelah pulang tubuh sebelah kanan Pa Ento tidak bisa digerakan dan ia harus berjalan dengan dibantu tubuh yang sebelahnya lagi. Ia ingin sekali terus menjalani therapy agar ia bisa kembali bekerja mencari nafkah untuk istri dan anak-anaknya yang masih bersekolah namun karena kendala biaya ia harus mengurungkan niatnya dan pasrah dengan penyakitnya saat ini. Istrinya Bu Aisah (52) membantu mencari nafkah dengan berjualan kecil-kecilan didepan rumahnya, namun penghasilannya tidak menentu dan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja. Ketika Kurir #SedekahRombongan mengunjungi rumahnya dan mendengarkan kesulitan mereka untuk berobat, bantuan awal pun tersampaiakan untuk meringanan biaya berobat jalan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta. Semoga kesehatan Pak Ento segera pulih kembali agar ia bisa beraktifitas seperti biasanya. Amiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @ukhti_fuzi

Pak ento menderita Stroke

Pak ento menderita Stroke

——–

UTING MAEMUNAH, (68, Reumatik Akut & Buta). Alamat: Kp. Palinggihan RT. 7/4, Desa Palinggihan, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Ma Uting sapaan akrab kami, ia tinggal seorang diri dirumahnya yang bilik dan tidak layak huni, kesehariaannya ia hanya membutuhkan belas kasihan tetangga dan cucu-cucunya. Sudah lama Ma Uting mengalami reumatik akut, kemana-mana ia hanya bisa merangkak karena kakinya sudah tidak kuat berdiri, matanya yang sebelah kiri sudah tidak bisa melihat lagi dan sebelahnya lagi sudah tidak bisa melihat dengan jelas. Ketika penyakitnya kambuh ia selalu merintih kesakitan namun tidak bisa pergi berobat karena kendala biaya, ia hanya bisa menyuruh sesorang yang mengunjunginya untuk membelikan obat warung. Ketika Kurir #SedekahRombongan mengunjungi rumahnya, ia sedang merintih kesakitan dan hanya bisa terbaring lemah di kamarnya. Ia ingin sekali pergi berobat untuk meringankan rasa sakit penyakitnya. Kami merasakan keuslitan Ma Uting dan menyampaikan bantuan awal dan membantu beliau berobat ke rumah sakit. Rasa terima kasih dan doa beliau utarakan kepada sedekaholics yang berkenan membantunya sehingga beliau bisa berobat. Semoga keberkahan bersama para sedekaholics dan kesehatan Ma Uting bisa pulih kembali. Amiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @ukhti_fuzi

Bu uting menderita Reumatik Akut & Buta

Bu uting menderita Reumatik Akut & Buta

——–

NANANG HULAEMI (55, Liver). Alamat: Kp. Cibolang RT. 18/1, Desa Sempur, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Pak Nanang sapaan akrabnya, kesehariannya ia bekerja sebagai buruh harian lepas, namun sudah lima tahun ia mengidap penyakit liver yang membuatnya tidak bisa mencari nafkah lagi. Bu Rojanah (49) hanya bisa mengandalkan anak-anaknya dan itupun masih jauh dari cukup. Selain merawat Pa Nanang yang sudah terbaring lemas  Bu Rojanah juga harus membawa anaknya Wawan (29) yang mengalami gangguan jiwa ke RSUD Bayu Asih Purwakarta. Sesekali berobat Bu Rojanah harus menebus obat yang cukup mahal sehingga ia harus meminjam uang ke tetangga dekatnya. Tanggal 25 Juli Pak Nanang mengalami muntah darah yang tak kunjung berhenti sehingga langsung dibawa ke RS Siloam dan mejalani rawat inap. Kondisinya sudah sangat menghawatirkan sampai dokter tidak sanggup dan harus dirujuk ke RSHS Bandung. Namun karena kendala biaya Pa Nanang terus bertahan di Siloam. Kurir #SedekahRombongan mengajukan bantuan awal untuk biaya akomodasi rumah sakit. Namun Allah lebih sayang kepada Pak Nanang dan meninggal dunia pada hari Jum’at 29 Juli di RS Siloam Purwakarta. Bantuan awal disampaikan untuk meringankan biaya rumah sakit dan pemakaman Pak Nanang. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa Pak Nanang dan menempatkannya di syurgaNya. Amiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @ukhti_fuzi

Pak nanang menderita Liver

Pak nanang menderita Liver

———-

MULKI SULAEMAN, (4, Febrile Convulsions). Alamat: Kp. Ciserang RT.7/2, Desa Gandamekar, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Dik Mulki adalah anak pertama dari pasangan Pak Riki (30) dan Bu Ai (24). Berawal bulan Mei Dik Mulki mengalami demam tinggi sampai kejang-kejang. Bu Ai langsung membawanya ke Pukesmas terdekat dan hanya mendapatkan obat penurun panas. Namun sakitnya Dik Mulki tak kunjung sembuh malah kejang-kejangnya semakin sering, sampai akhirnya Dik Mulki langsung dibawa ke RSUD Bayu asih untuk menjalani rawat inap. Bersyukur setelah beberapa hari rawat inap, kejang-kejang Dik Mulki semakin berkurang dan demamnya menurun. Meskipun sudah menggunakan Jaminan Jampis, Pak Riki yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan kebingunan dengan biaya sehari-hari selama di rumah sakit yang saat itu ia sudah meminjam uang kepada teman-temannya, hingga akhirnya dik Mulki harus pulang paksa dan menjalani pengobatan selanjutnya dirumah saja namun tetap harus kontrol selama lima belas bulan berturut-turut agar kejang-kejang tersebut terhidar pada kerusakan otak. Dengan izin Allah info tersebut sampai kepada Kurir #SedekahRombongan  dan bantuan awal dari #sedekaholics pun tersampaikan yang tercatat dalam rombongan 860. Selain berobat ke dokter spesialis syaraf Dik Mulki juga harus berobat jalan ke dokter spesialis tulang sehingga harus bolak balik dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, kami mengerti kesulitan mereka dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk meringankan biaya kontrol Dik Mulki ke RSUD Bayu Asih Purwakarta. Semonga kesembuhan Dik Mulki segera pulih kembali agar ia bisa berkatifitas seperti biasanya. Amiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @ukhti_fuzi

Mulki menderita Febrile Convulsions

Mulki menderita Febrile Convulsions

———

MUHAMAD DENIS FEBRIAN, (4, Hemofilia A Berat) Alamat: Kp.Nanggeleng RT.4/2, Desa. Depok Kec. Darangdan, Kab.Purwakarta, Jawa Barat. Dimas begitu ia disapa, ketika berumur satu tahun, bibir atas bagian dalam Denis tertusuk bolpen. Darah yang mengucur terus keluar dan tidak bisa berhenti. Denis segera dibawa ke RS. Amira dan dokter mendiagnosa Denis mengidap HEMOFILIA tipe A yaitu suatu kelainan pada sistem pembekuan darah. Penderitanya akan berdarah lebih lama dan kehilangan darah lebih banyak. Pada kejadian tersebut darah mengucur dari jam 5 sore sampai jam 2 malam. Gejala lain yang sering terjadi pada Denis yaitu demam tinggi, kaki, lutut, sikut, pinggul, bengkak dan biru lebam seperti memar  Selanjutnya Denis dirujuk ke RSHS Bandung. Penanganan selanjutnya setiap bulan Denis diberikan injeksi pada lutut kiri dan kanan. Biaya yang harus dikeluarkan setiap injeksi lebih dari 8 juta rupiah. Alhamdulillah biaya injeksi setiap bulan ditanggung oleh jaminan BPJS tapi tidak bisa menutup biaya injeksi penyakit bawaan sehingga ayahnya Pak Oman (39) harus meminjam kemana-mana setiap anaknya harus menjalani kontrol ke RSHS, maklum saja Pak Oman hanya bekerja sebagai pesuruh di sebuah pabrik yang penghasilannya hanya cukup untuk menghidupi istri dan kedua anaknya. Bersyukur Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Denis, ibunya Ai (33) menceritakan kebingugannya membawa Denis yang sudah kesakitan harus mendapatkan injeksi setiap bualannya di RSHS, jika terlambat tubuhnya akan penuh dengan memar, namun tidak mempunyai biaya dan pinjaman uang. Bantuan lanjutan pun tersampaikan dari #Sedekaholics yang sebelumnya masuk dalam rombongan 831 dan 850. Bantuan tersebut untuk biaya transportasi-akomodasi berobat jalan Denis ke RSHS Bandung. Semoga Allah memberi kesembuhan, kelancaran dan kesabaran untuk Denis. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal@ukhti_fuzi

Denis menderita Hemofilia A Berat

Denis menderita Hemofilia A Berat

———

OMASIH BINTI OTIP (59, Tumor Basis Lidah). Alamat: Kp. Cipeucang RT.1/1, Desa Gandasoli, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Baarat. Bu Omsih biasa dipanggil di kampungnya, ia adalah seorang janda dan tinggal bersama anaknya Rini (20). Gejalanya beawal tahun 2015, Bu Omsih merasakan sakit tenggorokan, ia pun memeriksakan diri ke klinik Granita dan dokter mengatakan hanya radang tenggorokan. Namun beberapa bulan kemudian lidahnya membesar menutupi mulut, sehingga Bu omsih tidak bisa menelan dan berbicara. Bu Omsih langsung dirujuk ke beberapa rumah sakit, namun penuh dan akhirnya dirawat di RS Asri Purwakarta dengan jamnan BPJS. Ia pun harus dirujuk ke RSHS karena keterbatasan alat dan kondisinya semakin memburuk. Bulan Februari 2016 Bu Omsih harus dirawat ke RSHS Bandung dan menjalani tindakan biopsi untuk mengetahui tumornya jinak atau ganas. Setelah boleh pulang Bu Omsih harus berobat jalan untuk menjalani beberapa cek lab setiap 2 minggu sekali. Namun keluarga kebingungan karena posisnya yang cukup jauh jadi biaya transportasinya juga cukup mahal. Maklumnya saja Rini bekerja sebagai guru honorer di sebuah PAUD yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Rini dan anak-anaknya sudah habis-habisan untuk terus berusaha membawa ibunya tetap berobat. Bersyukur info tersebut sampai kepada Kurir #SedekahRombongan dan mendengarkan kesedihan mereka bahwa Tumor yang diderita Bu Omsih ganas, tanggal 4 Agustus harus menjalani laser selama 25 kali. Kami pun merasakan kesulitan mereka dan menyampaikan bantuan lanjutan Sedekaholics untuk biaya berobat jalan ke RSHS Bandung. Bantuan sebelumnya tercatat dalam rombongan 840 Semoga kesembuhan bersama Bu Omsih dan selalu diberi kelancaran selama berobat jalan. Amiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @ukhti_fuzi

Ibu omasih menderita Tumor Basis Lidah

Ibu omasih menderita Tumor Basis Lidah

———-

LUSI BINTI MANSUR, (14, Lupus). Alamat: Kp.Cidahu RT.16/5, Desa Tegal Datar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Usi biasa dipanggil adalah seorang siswi MTs. Al-Mutaalimin Maniis-Purwakarta, anak bungsu dari 4 bersaudara pasangan Mansur (almarhum) dan Nirat (45). Awalnya 6 bulan yang lalu Usi kerap muntah-muntah dan pusing sehingga dibawa ke puskesmas terdekat dan dokter hanya mendiagnosa penyakit Maag. Beberapa hari kemudian Usi sama sekali tidak ada perkembangan justru penyakitnya semakin bertmbah seperti gatal-gatal yang membuat kulit seluruh tubuhnya memerah. Bu Nirat merasa sangat hawatir terhadap anaknya karena terus mengeluh pusing dan gatal-gatal, ia ingin sekali membawa anaknya diperiksa ke rumah sakit namun karena kendala biaya Usi hanya dibawa saja ke puskesmas. Sampai akhirnya Pak RW setempat membantu Usi ke RSUD Bayu Asih dengan menggunakan uang perelek. Dokter mendiagnosa Usi mempunyai penyakit Lupus dimana penyakit ini bisa merusak 15 organ dalam tubuh dan harus terus berobat supaya kekebalan tubuhnya tetap normal, sampai saat ini penyakit lupus tidak ada obatnya, namun Usi terus berikhtiar berobat supaya penyakitnya tidak kunjung bertambah. Saat itu Usi harus dirawat selama 10 hari di rumah sakit tersebut, untuk kebutuhan selama di rumah sakit Bu Nirat harus menjual anting miliknya dan anak-anaknya serta mencari pinjaman ke tetangga dekatnya, maklum saja Bu Nirat hanya bekerja sebagai pesuruh yang penghasilannya jauh dari cukup untuk membiayai anak-anaknya. Dengan izin Allah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Usi yang belum menjalani kontrol karena tidak punya biaya, tubuhnya kembali memerah karena sensitif terhadap sinar matahari. Kami memahami kesulitan mereka dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi-akomodasi ke RSUD Bayu Asih Purwakarta, bantuan sebelumnya tercatat dalam rombongan 853. Semoga Usi segera mendapatkan kesembuhan agar ia bisa bersekolah seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep.za

Lusi menderita Lupus

Lusi menderita Lupus

———-

RUSMAYANAH BINTI IBRAHIM, (49, Gegar Otak, Gangguan Pendengaran & Syaraf Mata). Alamat: Kp. Pasirpeuteuy, RT.17/6, Desa Cibogogirang, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Bermula saat Bu Rus –biasa ia akrab dipanggil- duduk di bangku kelas 2 SMP saat itu, sepulang sekolah ia mengalami pemukulan pada bagian kepalanya oleh orang yang tidak dikenal hingga ia pun tak sadarkan diri dan harus menjalani rawat inap selama sepekan di Rumah Sakit. Dokter mendiagnosa bahwa Bu Rus mengalami gegar otak stadium 2, sejak itu ikhtiar pengobatan terus dilakukan oleh kedua orangtuanya yakni Ibu Maripah (Alm) dan Bapak Ibrahim (Alm). Namun, selang setahun dari peristiwa tersebut, Ayahnya Bu Rus meninggal dunia, kemudian disusul di tahun kedua Ibunya yang juga meninggal dunia. Saat itu Bu Rus pun harus tinggal bersama saudaranya di Cianjur, selama kurang lebih 8 tahun ia tinggal dan dirawat oleh saudaranya disana. Kondisi Bu Rus semakin memburuk, hingga saat ini penglihatan dan pendengarannya mulai terganggu, tidak banyak yang bisa dilakukan oleh Bu Rus, ia hanya bisa terbaring lemah di kasur rumahnya. Alhamdulillah kami kurir #SR pun dipertemukan dengan keluarga Bu Rus, kami menyampaikan titipan bantuan dari para Sedekaholic #SR. setelah beberapa kali konrol ke spesialis THT dengan jaminan jampis Bu Rus harus membeli alat bantu pendengaran, kami pun menyampaikan bantuan lanjutan yang akan digunakan untuk biaya pembelian alat bantu pendengaran. Bantuan sebelumnya tercatat dalam rombongan 838. Semoga Bu Rus kembali sehat sebagaimana biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah @ukhti_fuzi

Bu rus menderita Gegar Otak, Gangguan Pendengaran & Syaraf Mata

Bu rus menderita Gegar Otak, Gangguan Pendengaran & Syaraf Mata

———

Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, yaitu selama bulan JUNI 2016. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb
Jumlah Santunan : Rp. 10.235.000,-
Tanggal : 30 Juni 2016

 

Biaya operasional

Biaya operasional

———-

MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER. keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo  dan Banyuwangi. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Akomodasi Driver Ambulance, Akomodasi Service Ambulance MTSR, Cuci Ambulance MTSR dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari pada donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin…

Jumlah santunan: Rp.5.445.000,-
Tanggal: 29 Juni 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto , @viandwiprayugo

Bantuan biaya untuk Bahan Bakar, Akomodasi Driver Ambulance, Akomodasi Service Ambulance MTSR, Cuci Ambulance MTSR

Bantuan biaya untuk Bahan Bakar, Akomodasi Driver Ambulance, Akomodasi Service Ambulance MTSR, Cuci Ambulance MTSR

——–

MUHAMMAD AQIL (13th, Keterbatasan Fisik). beralamat di Desa Patuk Sukolilo, RT 28 RW 11, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Aqil merupakan anak pertama dari Bapak Arifin (37th) dan Ibu Yulia Ulfa (29th). Sejak lahir Aqil sudah menderita keterbatasan fisik yaitu tumbuh kembang lambat dan sampai saat ini Aqil masih belum bisa berjalan. Dengan keterbatasan fisik yang ia miliki membuat ia sering mendapat ejekan dari temen-temennya. Sampai suatu hari Aqil pernah mencoba bunuh diri dengan meminum detergent namun usahanya digagalkan lantaran diketahui oleh orang tuanya. Di sisi lain, ia mempunyai bakat yang tidak biasa dimiliki anak lain sepantarannya. Ia merupakan hafidz Qur’an asal Wajak, bahkan Aqil pernah berprestasi dengan mendapatkan juara 1 lomba adzan di sekolahnya. Kurir yang datang pada saat itu mencoba memberi semangat ditambah dengan dorongan dari kerabat dan orang tua agar Aqil tetap bersemangat meskipun mempunyai kekurangan. Tentu anak seperti Aqil harus dipertahankan sebagai motivasi kita bahwa tentu ada kelebihan dalam setiap manusia. Aqil sekarang tetap rutin fisioterapi di YPAC Malang. Pada akhir Juli ini Aqil terjadwalkan kontrol kembali, bantuan pun tersalurkan untuk uang saku dan biaya transportasi dari rumah Aqil di Wajak menuju YPAC Malang. Pihak keluarga sangat  bersyukur atas santunan yang diberikan semoga bakat dan kondisi Aqil tambah lebih baik. Amiiin..

Jumlah bantuan: Rp 500.000
Tanggal  : 28 Juli 2016
Kurir: @FaizFaeruz @tica_fajaria

Bantuan biaya transport untuk pengobatan

Bantuan biaya transport untuk pengobatan

———–

UMI ROSITA (24 tahun, Tuberculosis) tinggal di jalan Sebuku no 25, Bunulrejo, Malang. Mbak Umi merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang sejak Juli 2016, yang merupakan anak dari Bapak Khamim dan Ibu Solikha. Satu tahun lalu terdapat benjolan yang pada ahirnya keluar nanah, benjolan tersebut dibiarkan sampai mbak Umi merasa selalu batuk-batuk, dan keringat dingin. Akhirnya dirujuk untuk foto thorax yang hasilnya menunjukkan mbak Umi mengidap Tuberculosis. Sebenarnya sudah berobat kurang lebih 3 bulan, dan selama itu pula minum obat dari RST serta diberi salep untuk menyembuhkan luka di leher. Obat dan salep itulah yang diandalkan Mbak Umi agar bisa segera sembuh. Alhamdulillah sekarang sudah progress membaik. Setidaknya, terlihat perbedaan berat badan saat kondisinya sakit, berat badan Mbak Umi hanya 28 kg, tapi sekarang sudah naik 3 kg. Akan tetapi lukanya masih bernanah, dokter bilang kemungkinan 6 bulan bisa sembuh, tentu ini waktu yang tidak sebentar. Orang tua Mbak Umi hanya berpenghasilan dari hasil jualan buah di depan rumah, yang tentu hasilnya tidak menentu. Selain itu, kondisi rumah yang rawan debu menjadi penyebab batuk-batuknya. SedekahRombongan yang bertemu dengan keluarga ini pun menyalurkan santunan senilai Rp 1.000.000 untuk mendukung upaya mbak Umi berobat. Semoga dengannya mbak Umi dan keluarga terbantu.

Jumlah : Rp 1.000.000
Tanggal : 24 Juli 2016
Kurir : @FaizFaeruz @hayyudc

Mbak umi menderita Tuberculosis

Mbak umi menderita Tuberculosis

———-

KASIANI BINTI NITIGIMAN (43th, Kanker Serviks). Merupakan pasien dampingan #SRMalang sejak awal bulan Agustus. Saat ini beliau bersama suaminya Bapak Lil Aswardi (45th) tinggal di rumah singgah atau RSSR Malang yang bertempat di Jalan Serayu No. 07 Malang. Beliau mempunyai 2 orang anak bernama Edwin (19th) dan Anirahayu (11th). Sebelum sang istri sakit Bapak Lil bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan tidak menentu. Bu Kasiani merasakan sakit sejak bagian pinggang beliau terasa nyeri terus menerus, sering mual, nafsu makan berkurang dan disertai panas dingin. Setelah di USG ditemukanlah kista dan jarak satu minggu kemudian Bu Kasiai menjalani operasi pengangkatan kista di RSUD Palembang. Kista tersebut kemudian di P.A dan dinyatakan masih ada penyakit yang tertinggal di tubuhnya. Kemudian beliau disarankan untuk menjalani pengobatan selanjutnya yaitu kemotrapi di RS Palembang. Namun, beliau mengurungkan niatnya karena disarankan pihak keluarga untuk menjalani kemoterapi di Malang. Saat ini hasil lab beliau menunjukkan kondisi yang bagus, beliau akan kontrol kembali bulan September untuk ct-scan. Santunan kembali kurir sampaikan kepada beliau untuk uang saku senilai Rp 550.000 untuk uang saku dan membeli susu. Keluarga merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan dan mendoakan keberkahan untuk #SahabatSR serta kurir. Semoga Bu Kasiani dapat segera sembuh Amin..

Jumlah Bantuan : Rp 550.000
Tanggal : 30 Juli 2016
Kurir : @FaizFaeruz @Tica_Fajaria

Ibu kasiani menderita Kanker Serviks

Ibu kasiani menderita Kanker Serviks

———–

SITI AMINA (64th, Ca Serviks). Bertempat tinggal di Jalan Kh Agus Salim Pelindungan, Bondowoso, Jawa Timur. Ibu Amina biasa beliau dipanggil merupakan penderita kanker serviks sejak tahun 2014. Awal mula sakit yang diderita beliau di tandai dengan pendarahan secera terus- menerus, mengetahui hal seperti ibu Amina langsung membawanya kerumah sakit Dr. Kusnaidi untuk mencegah pendarahan yang beliau alami. Kemudian beliau di lab dan diketahui jika beliau mengidap kanker serviks, setelah itu beliau dirujuk ke RS Saiful Anwar untuk menjalani pengobatan selanjutnya yaitu kemoterapi dan sinar. Abdul Bahra (70th) suami beliu bekerja sebagai buruhan tani biasa dengan penghasilan tidak menentu. Dengan keterbasan biaya tersebut membuat pengobatan Ibu Amina. Alhamdulilah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Amina dan menyampaikan santunan sebesar Rp 500.000,- untuk biaya transportasi serta uang saku Ibu Amina. 30 Juli ini, Bu Amina juga ada jadwal kontrol. Ucapan terimakasih disampaikan kepada #SedekahHoliq dan kurir #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan. Semoga bantuan ini dapat meringankan dan membantu proses pengobatan Ibu Amina dan beliau segera diberi kesembuhan Amiin.
Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 30 Juli 2016
Kurir : @FaizFaeruz @Tica_Fajaria

Ibu siti menderita Ca Serviks

Ibu siti menderita Ca Serviks

———-

SRI RAHAYU, (40, kanker payudara). Merupakan pasien dampingan #SRMalang sejak bulan Agustus. Saat ini beliau tinggal bersama suaminya Pak Edi (45th) dan satu anaknya bernama Hilal (12th) di jalan Tawangsari RT 05 RW 05, Ds. Gempolan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri,  Jawa Timur. Sehari-hari Pak Edy bekerja sebagai penjual buah keliling dengan penghasilan antara 20rb sampai 30rb. Dan ibu Sri hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Awal mula sakit tahun 2014  lalu beliau saat merasakan sakit dipayudara dan lambat laun semakin membesar sampai akhirnya menimbulkan luka. Keluarga yang mengetahui kondisi tersebut akhirnya membawanya ke RS.Amelia namun pihak rumah sakit menolak untuk menangani akhirnya dibawa kebhayangkara dan dilakukan operasi tanpa melihat biaya untuk penanganan tersebut. Sampai pihak rumah sakit membolehkan pulang dan keluarga harus melunasi biaya sampai Rp. 15.600.000 keluarga tidak mampu menebus biaya tersebut dan pasien ditahan untuk tetap tinggal di rumah sakit sampai bisa melunasi. Bulan ini Bu Sri sebenarnya waktu untuk kemo, tetapi harus diundur karena Hemoglobin beliau rendah. Jadi pada 11 Agustus untuk kontrol selanjutnya. Santunan ke-10 kembali kurir sampaikan kepada beliau untuk biaya transportasi Kediri-Malang, dan uang saku. Keluarga merasa bersyukur atas santunan yang diberikan semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban yang ditanggung saat ini.

Jumlah bantuan : Rp 1.030.000
Tanggal : 30 Juli 2016
Kurir: @FaizFaeruz  @Tica_Fajaria

Ibu sri menderita kanker payudara

Ibu sri menderita kanker payudara

———-

JIHAN FATIN (14 Bulan, Atresia Bilier & Sirosis). Jihan merupakan anak ketiga dari A. Mujib (37 Tahun) dan Etik (30 Tahun). Keluarga ini tinggal di Wiyono RT.04/RW.02 Grabag, Kec. Grabag, Kab. Magelang, Jawa Tengah. Jihan dilahirkan dalam keadaan seluruh tubuh berwarna kuning. Saat usianya dua bulan, bayi mungil ini mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun. Orang tuanya kemudian membawanya ke sebuah tempat praktek bidan, dari sana dirujuk ke RSU Tidar Kota Magelang. Berdasarkan observasi, dokter mendiagnosa menderita atresia bilier atau kelainan fungsi hati. Jihan kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dokter mendiagnosa menderita sirosis atau kerusakan hati. Pengobatan untuk penyakit ini yaitu dapat ditempuh dengan cara cangkok hati dengan estimasi biaya 1?1,5M. Jihan memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS. Meski memiliki jaminan kesehatan, namun tidak bisa dimaksimalkan karena maksimal mengcover 250 juta rupiah. Jihan pernah mengalami koma selama dua bulan dan demam tinggi & kejang sampai memengaruhi fungsi syaraf mata. Bagian punggungnya pun mengalami decubitus karena terlalu lama berbaring. Kesulitan ekonomi juga dirasakan kedua orang tuanya terutama biaya transportasi dan akomodasi dari Grabag ke Yogyakarta. Setiap berobat mereka menyewa mobil yang harga sewanya mahal. Selain itu mereka juga kesulitan untuk pembelian obat dan susu pregistimil. Ayahnya, bekerja sebagai karyawan swasta, sementara ibunya bekerja sebagai ibu rumah tangga. Alhamdulillah, melalui salah satu tokoh masyarakat, Kurir #SedekahRombongan dapat bertemu dengan Jihan dan keluarganya. Melalui persetujuan dua belah pihak, akhirnya Jihan menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Setiap dua minggu sekali Jihan diantar Mobil Tanggap #SedekahRombongan ke Jogja untuk kontrol rutin ke RSUP Dr. Sardjito. Bantuan dari #SahabatSR ini dipergunakan untuk pembelian 6 kaleng susu pregistimil dan pembelian obat yang tidak dicover BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp 2.019.814
Tanggal : 27 Juli 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Jihan menderita Atresia Bilier & Sirosis

Jihan menderita Atresia Bilier & Sirosis

————

RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN JOGJA 1 DAN 2 (Biaya  Operasional, Medikasi, dan Konsumsi). #RSSR Jogja 1 beralamat di Dusun Mantup, Baturetno RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. Sementara #RSSR Jogja 2 berada 500 meter sebelah selatan RSSR 1, tepatnya di Dusun Bumen, Baturetno, RT 07, Jalan Wonosari Km. 7, Bantul, DIY. #RSSR Jogja 1 dan 2 merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara bagi para pasien dampingan #SedekahRombongan. #RSSR Jogja 1 dan 2 kian dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan #SedekahRombongan yang sedang melakukan rawat jalan dan berasal dari golongan tidak mampu atau dhuafa. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum dibawa berobat ke rumah sakit, setelah selesai berobat dipulangkan kembali ke rumah masing-masing. Pasien yang singgah di #RSSR Jogja 1 dan 2 mayoritas berasal dari luar Kota Jogja. #RSSR ada karena tuntutan kebutuhan dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. #RSSR dibangun dan dikelola dari dana sedekah #SahabatSR yang menitipkannya melalui #SedekahRombongan. Selama Bulan Juli 2016, #RSSR Jogja 1 dan 2 membutuhkan biaya sebesar Rp 12.690.161. Biaya ini meliputi biaya administrasi, biaya operasional, biaya konsumsi dan biaya medikasi. Biaya operasional terdiri dari biaya listrik dan air, administrasi/perkantoran, serta keperluan lain di #RSSR. Biaya konsumsi meliputi biaya logistik untuk menunjang gizi pasien dampingan #SedekahRombongan. Biaya medikasi terdiri dari kebutuhan perawat dan pembelian alat dan obat-obatan. RSSR Jogja 1 dan 2 juga digunakan sebagai kantor administrasi pusat yang membantu kinerja #SedekahRombongan secara nasional. Sedekah dari #SahabatSR sangat membantu dan menunjang kebutuhan Tim #SedekahRombongan dalam menyantuni dan melayani para dhuafa. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi #SahabatSR. Mudah-mudahan kedermawanan #SahabatSR dibalas dengan berkah di dunia dan di akhirat. Aamiin.
Berikut rincian pengeluaran RSSR Jogja 1&2 :
Biaya operasional : 3.536.959
Biaya pengiriman majalah TembusLangit : 3.054.224
Medikasi : 3.973.978
Konsumsi : 2.125.000

Jumlah bantuan : Rp 12.690.161
Tanggal : 31 Juli 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya Operasional, Medikasi, dan Konsumsi

Biaya Operasional, Medikasi, dan Konsumsi

———-

MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN JOGJA RAYA (Biaya Operasional dan Pembelian Bahan Bakar). #MTSR merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan #SedekahRombongan. #MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. #SedekahRombongan Jogja Raya kini mempunyai tiga unit mobil tanggap, dua diantaranya adalah mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. Tiga unit #MTSR ini mengcover wilayah Kota Jogja dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menelepon ke nomor hotline 081906800900. Alhamdulillah, keberadaan MTSR telah memberikan banyak manfaat kepada masyarakat dan kaum dhuafa yang membutuhkan.  Setiap hari, #MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. #MTSR juga dipakai wara-wiri oleh para Kurir #SedekahRombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, #MTSR kerap digunakan untuk mengangkut jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Semakin hari pergerakan #MTSR semakin tinggi, maka tak heran pengeluarannya pun juga tinggi. Selama Bulan Juli 2016, #MTSR Jogja Raya membutuhkan biaya sebesar Rp 9.482.500. Biaya ini meliputi biaya pembelian bahan bakar dan biaya perawatan operasional lainnya yang meliputi biaya servis, tuneup, ganti oli, ganti ban, dan cuci mobil. Sedekah dari #SahabatSR sangat membantu dan menunjang kebutuhan Tim #SedekahRombongan dalam menyantuni dan melayani para dhuafa. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi #SahabatSR. Mudah-mudahan kedermawanan #SahabatSR dibalas dengan berkah di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 9.482.500
Tanggal : 31 Juli 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya Operasional dan Pembelian Bahan Bakar

Biaya Operasional dan Pembelian Bahan Bakar

———

HANNA AZZAHRA (5 Tahun, Leukimia). Hanna adalah anak ke kedua dari dua bersaudara pasangan Anom Suwelo (36 Tahun) dan Nur Asiah (32 Tahun). Keluarga kecil ini tinggal di Tumiyang RT. 01/RW.01 Tumiyang, Kebasen, Banyumas, Jawa Tengah. Ayah Hanna bekerja sebagai pedagang di ibu kota, sebelum anaknya mengalami sakit. Kini Ayah Hanna bekerja sebagai buruh proyek di kampung halamannya. Sementara Ibu Hanna dahulu merupakan seorang perajin batik rumahan, kini Ibu Hanna menjadi ibu rumah tangga yang fokus mengurus anak-anaknya. Hanna mempunyai kakak laki-laki berusia 14 tahun yang kini tengah duduk di bangku sekolah menengah pertama. Hanna terdiagnosa menderita kanker darah/leukimia saat usianya tiga setengah tahun. Gejala awal yang Hanna alami hampir sama dengan penderita leukimia lain, wajah pucat dan kelopak mata dalam berwarna putih. Hanna juga cepat lelah meski kegiatannya hanya bermain-main layaknya anak-anak biasa. Kondisi ini berlangsung selama lebih dari dua minggu. Hanna juga sering mengalami demam selama lebih dari satu bulan, orang tuanya hanya memberikan obat penurun panas. Orang tua Hanna kemudian membawa Hanna berobat ke puskesmas karena khawatir akan keadaan anaknya yang mengalami demam yang tak kunjung reda dalam waktu yang lama. Setelah diperiksa, Hanna langsung dirujuk ke RSUD Banyumas, Jawa Tengah. Sesampainya di sana, Hana menjalani serangkaian cek laboratorium dan transfusi darah karena hanya mempunyai kadar hemoglobin yang rendah. Setelah satu bulan menjalani pengobatan dan tidak ada peningkatan kadar hemoglobin, ia kembali dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Setelah melalui serangkaian observasi diketahui bocah mungil ini menderita kanker darah/leukimia. Hanna kemudian menjalani pengobatan secara mandiri, orang tuanya sudah banyak mengeluarkan banyak biaya demi kesembuhan buah hati mereka. Saat berada dalam kondisi pas-pasan mereka dipertemukan dengan #SedekahRombongan. Kurir #SedekahRombongan dengan sigap melakukan survey dan memutuskan akan mendampingi proses pengobatan Hanna. Hanna pun menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan Wilayah Jogjakarta dan dapat melanjutkan pengobatannya ?yang harus terus dilakukan selama dua tahun lamanya. Hanna harus menjalani protokol kemoterapi yang berupa minum obat setiap hari dan melakukan kemoterapi di rumah sakit setiap tiga minggu sekali. Setahun berselag, kondisi Hanna semakin membaik. Ia termasuk pasien aktif di RSSR Jogja. Tapi pertengahan Juli lalu, Hana mengalami demam tinggi. Ibu dan pamannya langsung berinisiatif membawanya ke RSUP Dr. Sardjito. Satu malam Hanna opname di rumah sakit. Keesokan harinya ia bermain seperti biasa kembali. Santunan ini diberikan kepada Hanna untuk transportasi dari rumah ke rumah sakit. Tanggal 3 Agustus 2016 Hanna akan menjalani rangkaian kemoterapinya kembali.  Orang tua Hanna sangat berterima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan selama ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 560.000
Tanggal : 26 Juli 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Hanna menderita Leukimia

Hanna menderita Leukimia

———–

MUHAMMAD ARZAHER ADITYA (6 Bulan, Tumor Perut). Alamat : Jl. S. Parman Hulu Asam RT. 4/5, Teluk Belitung Kecamatan Merbau, Kepulauan Meranti, Riau. Bayi Arzaher lahir dari pasangan Sukri (46) dan Wan Masdyar (40). Pak Sukri bekerja sebagai buruh serabutan sedangkan Ibu Wan adalah seorang ibu rumah tangga. Keluarga ini sehari-harinya hidup dalam kondisi yang terbatas dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Riwayat penyakit Arzaher berawal saat ia berumur 4 bulan, di bagian perut sebelah kiri teraba benjolan. Kemudian oleh ibunya, Arzaher diberikan obat tradisional namun tidak kunjung sembuh. Akhirnya orang tuanya membawa Arzaher ke RS Selat Panjang dan setelah dilakukan cek darah, diduga ada tumor di dalam perutnya. Untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut, RS Selat Panjang merujuk bayi Arzaher ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Di RSUD Pekanbaru, kondisi bayi Arzaher menurun dan menjalani transfusi darah sebanyak 3 kantong hingga kondisinya stabil. Namun operasi harus ditunda karena dokternya keluar kota selama seminggu. Hingga sebulan kemudian operasi belum dapat dilakukan karena jadwal dokter masih padat. Akhirnya Arzaher diputuskan untuk pindah berobat di RS Shafira atas kesepakatan keluarga. Alhamdulillah operasi pengangkatan tumor berjalan lancar hingga ia dapat kembali pulang ke rumahnya di Kepulauan Meranti dalam kondisi yang membaik. Meskipun demikian, ia harus menjalani kontrol pasca operasi sehingga dibutuhkan biaya transportasi untuk bisa kembali ke Pekanbaru. Kondisi keluarga yang sulit membuat keberangkatannya ke Pekanbaru tertunda karena tidak ada biaya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Arzaher dan memberikan bantuan biaya transportasi tersebut. Semoga Arzaher selalu sehat dan tumbuh kembang secara normal hingga seterusnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Juli 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita Rizky Kurnia @ririn_restu

Arzaher menderita Tumor Perut

Arzaher menderita Tumor Perut

———-

IDRIS BIN YASRIADI (23, Gangguan Jiwa). Alamat : Desa Banjar Jalan Sadewa RT. 3/1, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Sebelum Idris diantar pulang ke rumahnya di Desa Banjar Pelalawan, dokter yang menangani Idris mengatakan bahwa kondisi Idris tidak bisa pulih 100% sehingga harus rutin minum obat setiap hari dan kontrol ke RSJ Tampan Pekanbaru setiap bulan. #SedekahRombongan memberikan bantuan biaya transportasi kepada Idris untuk bisa berangkat ke Pekanbaru. Menjelang kontrol pertama Idris awal Mei kemarin, kondisi Idris mulai menurun. Ia tidak bisa lagi diajak berbicara seperti saat kurir #SRRiau mengantarnya pulang dulu, terkadang mengamuk di rumah, tetapi ayahnya tidak lagi mengikat tangan dan kaki Idris seperti sebelumnya. Melihat kondisi Idris yang demikian, dokter mengatakan kemungkinan besar Idris tidak minum obatnya dengan teratur. Sehingga dokter memutuskan untuk merawat inap Idris kembali di RSJ Tampan Pekanbaru. Alhamdulillah pada pertengahan Juli 2016, pihak RSJ mengabari #SedekahRombongan bahwa Idris sudah membaik kondisinya dan sudah dapat dibawa pulang ke rumahnya kembali. #SedekahRombongan memberikan bantuan biaya transportasi untuk kepulangan Idris ke Pelalawan, Riau. Sebelumnya Idris telah dibantu pada rombongan 851.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Juli 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @aansiswanto10 @ririn_restu

Idris menderita Gangguan Jiwa

Idris menderita Gangguan Jiwa

———-

NURBAYANI HADI (56, Komplikasi Diabetes). Alamat : Dusun 1 Melati RT. 2/2, Desa Sukaramai, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Ibu Nurbayani tinggal bersama suaminya, Abdul Hadi (65), yang bekerja sebagai penjual sate keliling. Riwayat penyakit Ibu Nurbayani sudah berlangsung lama yaitu sejak 12 tahun yang lalu. Awalnya Ibu Nurbayani mengalami infeksi pada kakinya, lalu ia dibawa ke rumah sakit dan akhirnya dilakukan tindakan operasi. Pasca operasi akhirnya diketahui bahwa sakit yang diderita Ibu Nurbayani adalah komplikasi darah tinggi, gula darah, asam urat dan lemah jantung. Ibu Nurbayani sudah dua kali dirawat menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu di RSUD Bangkinang dan RSUD Pekanbaru. Saat kurir #SedekahRombongan menjenguk Ibu Nurbayani yang sedang dirawat di RS Thabrani, kondisinya sudah mulai stabil. #SedekahRombongan memberikan bantuan biaya akomodasi keluarga Ibu Nurbayani selama di rumah sakit. Semoga Ibu Nurbayani segera diberikan kesembuhan dari segala penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juni 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @asynulzumarti @mursyidafw @ririn_restu

Ibu nur menderita Komplikasi Diabetes

Ibu nur menderita Komplikasi Diabetes

————

NURBAYINAH BINTI ALWI (18, Patah Tulang). Alamat : Desa Banjar Panjang RT. 5/2, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Pada Sabtu sore, 29 April 2016, Nurbayinah dan adiknya membeli pulsa. Saat perjalanan pulang, Nurbayinah ditabrak motor di perempatan jalan. Ia terluka parah dan mengalami patah kaki hingga ke bagian paha. Pihak keluarga tidak bisa meminta pertanggungjawaban dari pihak penabrak karena yang menabrak juga berasal dari keluarga tidak mampu. Akhirnya Nurbayinah dirawat di RSUD Selasih Pelalawan hingga dilakukan tindakan operasi untuk patah tulang paha kirinya. Ayah Nurbayinah, M. Alwi (58), bekerja sebagai buruh lepas saat panen sawit sedangkan ibunya, Wartini (49), adalah seorang ibu rumah tangga. Untuk pengobatannya, Nurbayinah menggunakan Jamkesda sehingga tidak dikenakan biaya rawat inap di rumah sakit namun tetap saja mereka mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari selama Nurbayinah dirawat. Kondisi ini menambah beban hidup mereka yang sudah sangat sulit. Saat kurir #SedekahRombongan berkunjung ke RSUD Selasih, Nurbayinah masih terbaring lemah pasca operasi pemasangan pen yang dijalaninya. #SedekahRombongan memberikan santunan biaya akomodasi selama Nurbayinah dirawat di rumah sakit. Semoga Nurbayinah cepat sembuh dan sehat seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Juni 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @aansiswanto10 @ririn_restu

Ibu nur menderita Patah Tulang

Ibu nur menderita Patah Tulang

———-

JELITA BINTI DETILUS (5 Bulan, Unspecified Spina Bifida/Pembengkakan di Bawah Anus). Alamat : Dusun Muaro Siabu RT. 3/6 Siabu Salo, Kabupaten Kampar, Riau. Jelita lahir pada 29 Februari 2016 dari pasangan Detilus Waruwu (35) dan Muliani Zai (27). Saat ia baru lahir, terlihat adanya benjolan di bawah anusnya. Kemudian Jelita dibawa ke RSUD Kampar namun dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk diobservasi lebih lanjut. Dokter RSUD Arifin Achmad menyatakan bahwa Jelita menderita  Unspecified Spina Bifida/pembengkakan di bawah anus yang semakin lama bisa semakin membesar. Selain itu, dokter juga mendiagnosa adanya kelainan pada usus. Meskipun Jelita menggunakan BPJS kelas 3 untuk menjalani pengobatannya, namun kehidupan keluarganya yang serba terbatas menyulitkan mereka untuk membiayai akomodasi mereka selama Jelita di RS. Kurir #SedekahRombongan mendapatkan info tentang Jelita dari Kepala Pengaduan RSUD Arifin Achmad bahwa kondisi Jelita dan keluarganya terlunta-lunta di RSUD karena tidak bisa makan dan tidak ada tempat tinggal selama mereka berobat jalan di Pekanbaru. Akhirnya #SedekahRombongan membawa Jelita ke RSSR dan mereka tinggal di sana sambil menunggu jadwal operasi Jelita. Alhamdulillah Jelita akhirnya menjalani operasi pada pembengkakan anusnya. #SedekahRombongan memberikan bantuan biaya akomodasi selama Jelita dirawat inap di RSUD Arifin Achmad selama menjalani operasi. Semoga Jelita kembali sehat dan dapat tumbuh kembang dengan normal. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juni 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @asynulzumarti @ririn_restu

Jelita menderita Unspecified Spina Bifida/Pembengkakan di Bawah Anus

Jelita menderita Unspecified Spina Bifida/Pembengkakan di Bawah Anus

———-

MISWANDI RIAU (40, Dhuafa). Alamat : Jl. Adi Sucipto RT. 3/2, Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau. Pak Miswandi sehari-hari bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Istrinya, Sri Rahayu (35), adalah seorang ibu rumah tangga. Suatu hari ia mendatangi RSSR Riau dan meminta beras serta bahan makanan karena sudah beberapa hari ia dan keluarganya belum makan. Akhirnya kurir #SedekahRombongan mendatangi rumah kontrakannya dan menanyakan ke beberapa tetangganya tentang keadaaan keluarga Pak Miswandi. Menurut mereka, kondisi keluarga Pak Miswandi memang memprihatinkan karena mereka tak jarang meminta makanan kepada para tetangga bila Pak Miswandi tidak mendapatkan penghasilan sama sekali untuk keluarganya. Selain tunggakan biaya sewa kontrakan yang belum terbayar, keluarga ini juga memiliki beberapa utang yang belum dapat diselesaikan karena ketiadaan uang. #SedekahRombongan memberikan bantuan tunai berupa bahan makanan dan sembako kepada keluarga Pak Miswandi. Semoga dengan bantuan ini, mereka dapat terbantu untuk biaya kehidupannya sehari-hari. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Juli 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @uldharma @ririn_restu

Bantuan tunai untuk biaya kehidupannya sehari-hari

Bantuan tunai untuk biaya kehidupannya sehari-hari

———-

NI KADEK RAHAYU (6) dan I PUTU ERIK SANJAYA (12)  (Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Jalan Mirah Cempaka No. 1, Kota Denpasar, Propinsi Bali. NI Kadek Rahayu dan I Putu Erik Sanjaya adalah anak-anak cerdas yang terlahir dari orang tua yang difabel. Ayah dan Ibu mereka tidak bisa melihat sejak lahir dan bekerja sebagai tukang pijat. Mereka berasal dari Kabupaten Karangasem dan merantau ke Denpasar, Bali. Mereka tingal di sebuah kos dengan biaya sewa Rp400.000,- per bulan. Kadek Rahayu baru masuk SD sedangkan Putu Erik naik kelas 6 SD. Mereka membutuhkan biaya sekolah untuk membayar buku dan seragam namun orang tua mereka tak bisa memenuhinya karena usaha pijat yang dijalani sedang sepi. Bersyukur Kurir #sedekah Rombongan bertemu dengan mereka dan dapat membantu meringankan beban mereka dengan memberikan bantuan untuk pembayaran kebutuhan sekolah. Semoga anak-anak ini kelak  menjadi anak yang  hebat dan sukses.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 28 Juni 2016
Kurir : @arfanesia @tuniknata via Mang Srinadi

Bantuan Biaya Sekolah

Bantuan Biaya Sekolah

———–

MAKRUF BIN YANOM (46, Kanker pada Tangan). Alamat : Dusun Manggal, Pemenang Barat, Lombok Utara. orang tua ayah bernama yannom  usia  80 th dan ibu Maryam usia 70 th Bapak Makruf bekerja sbelumnya sebagai sopir truk pengangkut barang dengan upah 1,5 juta rupiah per bulan. Ia memiliki istri dan tiga orang anak yang salah satunya sudah menikah. Bapak Makruf tidak dapat bekerja lagi karena menderita kanker pada tangannya sejak tahun 2014. Ia sudah berobat di RSU Mataram Lombok dan dua kali menjalani operasi. Walaupun sudah berobat, belum juga menunjukkan kesembuhan dan justru semakin memburuk kondisinya. Kankernya menyebar hingga menyebabkan luka terbuka dan membusuk. Ia dirujuk ke RSUP Sanglah Bali untuk menjalani kemoterapi dan ditangani lebih tepat. Di Bali Pak Makruf mengotrak kamar kos dengan biaya sewa Rp900.000 per bulan. Ia sudah tinggal di Bali lebih dari tiga bulan dan menunggak pembayaran sewa kos. Pak Makruf kehabisan uang sehingga kesulitan untuk membayar kos bahkan untuk makan sehari – hari. Selama ini ia hidup dari belas kasihan keluarga dan kerabat. Bersyukur Pak Makruf bertemu dengan kurir  #SedekahRombongan yang memberikan bantuan untuk pembayaran tunggakan kost dan biaya hisup sehari – hari. Semoga dengan bantuan #SedekahRombongan bisa meringankan beban Pak Makruf dan ia dapat segera sembuh dan bisa kembali lagi ke kampung halamannya.

Jumlah Bantuan : Rp 2.700.000
Tanggal :12 juni 2016
Kurir : @arfanesia @tuniknata via Rasyid

Pak makhruf menderita Kanker pada Tangan

Pak makhruf menderita Kanker pada Tangan

———

SITI MAISAROH (37, Post Operasi Caesar atas Indikasi Pre Eklamsi Berat/PEB). Alamat : Jln. HP. Kusuma RT.18, Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi, Propinsi Jambi. Kehamilan Ibu Siti kali ini merupakan kehamilan ketiganya. Selama hamil Ibu Siti beberapa kali memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Koni, Kota Jambi. Sampai dengan usia kehamilan menjelang persalinan, saat memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Koni diketahui bahwa tekanan darah Ibu Siti meningkat, sehingga disarankan untuk melakukan persalinan di RSUD Abdul Manap. Setibanya di RSUD Abdul Manap, diputuskan Ibu Siti harus segera menjalani persalinan dengan operasi caesar, dengan pertimbangan untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayinya. Saat kurir #SedekahRombongan mengunjungi Ibu Siti di RSUD Abdul Manap, terlihat kesedihan yang tersimpan pada wajahnya dan keluarganya mengingat biaya operasi caesar tidaklah sedikit, sedangkan BPJS yang disiapkan untuk persalinan belum aktif. Saat dikunjungi kurir #SedekahRombongan, Ibu Siti sudah diperbolehkan pulang, namun masih ada tunggakan rumah sakit sejumlah Rp. 5.712.000,-. Tunggakan ini terasa berat, dikarenakan suaminya, Herman Hadi (39), yang bekerja sebagai buruh bangunan, serta merupakan satu-satunya tulang punggung keluarga hanya berpenghasilan Rp.500.000,- -Rp.700.000,- per dua minggu itupun jika ada borongan kerja. Bantuan diberikan kepada Ibu Siti untuk membantu pembayaran tunggakan rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 27 Juni 2016
Kurir : @arfanesia@Shintatantri

Ibu siti menderita Post Operasi Caesar atas Indikasi Pre Eklamsi Berat/PEB

Ibu siti menderita Post Operasi Caesar atas Indikasi Pre Eklamsi Berat/PEB

———–

KHAIRIL AMRI (5, Abses Otak dan Jantung Bocor). Alamat : Desa Jembatan Mas, RT.9/1, Kec. Pemayung, Kab. Batanghari, Propinsi Jambi. Khairil dilahirkan pada 30 Januari 2011 dengan kondisi badan membiru. Orangtuanya tidak menyangka jika Khairil mengidap penyakit jantung bawaan. Pada usia 9 bulan, barulah diketahui bahwa Khairil mengalami jantung bocor. Khairil pun mengalami keterlambatan perkembangan, karena ia hanya bisa duduk. Ia direncanakan operasi jantung pada usia 3 tahun. Setelah genap usianya 3 tahun, Khairil  dijadwalkan untuk operasi di RS Harapan Kita Jakarta dengan bantuan Dinas Kesehatan Batanghari. Akan tetapi, operasi yang telah direncanakan tidak jadi dilakukan dikarenakan pada saat itu Khairil belum memiliki jaminan kesehatan dan keluarga memilih untuk pulang ke Jambi dahulu. Akhirnya operasi pun ditunda dan Khairil pulang ke Jambi dengan kondisi badan masih membiru. Sejak pulang ke Jambi Khairil hanya melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit terdekat, mengingat biaya yang digunakan untuk operasi tidaklah sedikit. Namun, kondisi kesehatan Khairil terus menurun dan puncaknya sekitar Maret 2016 ia mengalami demam sekitar 1 bulan disertai tangan dan kaki kiri tidak bisa digerakan, serta terkadang tangannya bergerak tanpa bisa dikendalikan. Bermodalkan BPJS Kelas III, orang tuanya membawa Khairil ke RSUD H. Abdoel Madjid Batoe (HAMBA) Batanghari. Melihat kondisi Khairil yang lemah, oleh tim medis RS HAMBA Khairi di rujuk ke RS Raden Mattaher Jambi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan CT Scan di RS Raden Matahher Jambi, diketahuilah Khairil juga mengidap Abses Otak. Oleh tim medis RS Raden Matahher Jambi, Khairil disarankan untuk dilakukan operasi Abses Otak di RSCM Jakarta. Saat dikunjungi kurir #SedekahRombongan, Ibu Khairil, Aina Ananda (25), menceritakan Abses Otaknya harus segera dilakukan tindakan, namun kondisi Khairil yang tidak stabil dimana ia membutuhkan oksigen, mengakibatkan pemberangkatan ke Jakarta tertunda. Pada akhir Juni 2016, perlahan kondisi Khairil mulai stabil dan dokter yang menangani menyarankan untuk segera berangkat ke Jakarta. Akhirnya, dengan didampingi oleh dokter, pada 4 Juli 2016 Khairil berangkat ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Ayah Khairil, Ridwan (27), menafkahi istri dan dua anaknya dari bekerja sebagai pemangkas rambut yang penghasilannya sekitar Rp. 50.000 – Rp. 80.000 per hari. Kurir #sedekahrombongan memberikan bantuan untuk biaya akomodasi pemberangkatan Khairil dan dokter pendamping.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.800.000,-
Tanggal : 4 Juli 2016
Kurir : @arfanesia @Shintatantri @EmhadiUsman

Khairil menderita Abses Otak dan Jantung Bocor

Khairil menderita Abses Otak dan Jantung Bocor

———–

SITI MAISAROH (37, Post Operasi Caesar atas Indikasi Pre Eklamsi Berat/PEB). Alamat : Jln. HP. Kusuma RT.18, Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi, Propinsi Jambi. Kehamilan Ibu Siti kali ini merupakan kehamilan ketiganya. Selama hamil Ibu Siti beberapa kali memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Koni, Kota Jambi. Sampai dengan usia kehamilan menjelang persalinan, saat memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Koni diketahui bahwa tekanan darah Ibu Siti meningkat, sehingga disarankan untuk melakukan persalinan di RSUD Abdul Manap. Setibanya di RSUD Abdul Manap, diputuskan Ibu Siti harus segera menjalani persalinan dengan operasi caesar, dengan pertimbangan untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayinya. Saat kurir #SedekahRombongan mengunjungi Ibu Siti di RSUD Abdul Manap, terlihat kesedihan yang tersimpan pada wajahnya dan keluarganya mengingat biaya operasi caesar tidaklah sedikit, sedangkan BPJS yang disiapkan untuk persalinan belum aktif. Saat dikunjungi kurir #SedekahRombongan, Ibu Siti sudah diperbolehkan pulang, namun masih ada tunggakan rumah sakit sejumlah Rp. 5.712.000,-. Tunggakan ini terasa berat, dikarenakan suaminya, Herman Hadi (39), yang bekerja sebagai buruh bangunan, serta merupakan satu-satunya tulang punggung keluarga hanya berpenghasilan Rp.500.000,- -Rp.700.000,- per dua minggu itupun jika ada borongan kerja. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membantu pembayaran tunggakan rumah sakit, setelah sebelumnya dibantu pada 27 Juni 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Juli 2016
Kurir : @arfanesia@Shintatantri

Ibu siti menderita Post Operasi Caesar atas Indikasi Pre Eklamsi Berat/PEB

Ibu siti menderita Post Operasi Caesar atas Indikasi Pre Eklamsi Berat/PEB

————

JOKO SUSILO (55, korban kebakaran) Alamat : Depok, Panjatan, Kulon Progo, DIY. Joko Susilo bekerja sebagai tani dan membuka warung kecil kecilan, menempel di rumah saudaranya Darto. Pada tanggal 25 Juni 2016 rumah Darto terjadi konsleting yang mengakibatkan kebakaran seluruh rumahnya serta warung sekaligus tempat tinggal Joko Susilo beserta anak dan istrinya. Seluruh warung terbakar. Joko Susilo memerlukan bantuan untuk memulai membangun dan membeli barang dagangan kembali untuk warungnya. Keluarga Joko.Susilo  bersyukur Kurir #Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga Joko Susilo untuk menyampaikan amanat para sedekaholiks yaitu memberikan santunan yang dapat digunakan untuk modal berdagang kembali dan membangun rumah kembali.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 3 Juli 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Lilik

Bantuan tunai untuk modal berdagang kembali dan membangun rumah kembali.

Bantuan tunai untuk modal berdagang kembali dan membangun rumah kembali.

———-

ZAINAL ABIDIN (45, Ca Rectioverectum). Alamat : Bojong VII, Panjatan, Kulon Progo, DIY. Bapak Zainal Abidin mengalami sakit sejak 8 bulan yg lalu. Awalnya berobat di puskesmas karena nyeri perut dan tidak bisa duduk, akhirnya setelah di opname di RSUD Wates dirujuk di RS Panti Rapih untuk operasi colostomi dan kemoterapi. Kondisi seperti ini membuatnya tidak bisa bekerja. Hingga saat ini sudah 5 kali menjalani kemoterapi. Dan masih kurang 1 kali kemo. Bapak Zainal Abidin mempunyai 3 orang anak umur 18th, 10 th dan 7 tahun (putra terkecil kondisi buta dan skolah di SLB). Istrinya yang sebagai ibu rumah tangga hingga kini belum bisa menggantikan bekerja karena kondisi anak terakhir dan suami yang belum memungkinkan untuk ditinggal.
Bersyukur kurir #Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dg keluarga bapak Zainal Abidin untuk menyampaikan amanat para sedekaholiks yaitu memberikan santunan yang dapat digunakan untuk biaya perawatan.

Jumlah bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 4 juli 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Titin Dwijayanti

Pak zainal menderita Ca Rectioverectum

Pak zainal menderita Ca Rectioverectum

———-

SITI HIDAYAH (47,  Komplikasi dan Diabetes Mellitus).Alamat : Bojong IX, Panjatan, Kulon Progo, DIY. Ibu Siti mengalami sakit asam urat sejak th 2009 awalnya berobat herbal tapi tidak ada perbaikan kemudian berobat di Puskesmas Panjatan 2 dan baru diketahui ada sakit Diabetes Mellitus. Ibu Siti juga telah menjalani perawatan 2 bulan di RS Rizki Amalia Medika dan salah satu jari kaki harus diamputasi. Biaya perawatan menggunakan BPJS. Saat ini ibu siti harus menjalani perawatan dirumah karena sekujur badan timbul bintik berair putih yang menyebabkan semua sendi kaku. Suami ibu siti bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Ibu Siti mempunyai 1 orang anak umur 16 tahun, Bersyukur kurir #Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga ibu Siti untuk menyampaikan amanat para sedekaholiks yaitu memberikan santunan yang dapat digunakan untuk biaya perawatan.

Jumlah bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 4 juli 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Titin Dwijayanti.

Siti menderita Komplikasi dan Diabetes Mellitus

Siti menderita Komplikasi dan Diabetes Mellitus

———

SYAKIRINA AFANDI (7 Bulan,  Bibir Sumbing, Tidak Ada Langit-langit dan Gusi). Alamat : Penggung RT. 75/RW. 22, Hargorejo, Kokap, Kulon Progo, DIY. Syakirina adalah anak dari Bapak Umar afandi (42) dan Ibu Santi (33). Syakirina sejak lahir sudah bibir sumbing dan hal ini menyulitkannya makan sehingga berat badannya tidak ideal. Sejak beberapa bulan lalu sudah menjalani operasi di RS Panti Rapih Jogja. Keluarga kesulitan biaya pengobatan dan operasional karena sejak operasi pertama kerja sang ayah sebagai buruh tani tidak optimal dan sebagai keluarga sederhana tentunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pas-pasan.Bersyukur kurir #Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga Syakirina untuk menyampaikan amanat para sedekaholiks yaitu memberikan santunan yang dapat digunakan untuk biaya perawatan.

Jumlah bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 10 juli 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Widiarto

Syakira menderita Bibir Sumbing, Tidak Ada Langit-langit dan Gusi

Syakira menderita Bibir Sumbing, Tidak Ada Langit-langit dan Gusi

——–

AGUS ROHYAN (39, Ca Hati). Alamat : Tambak RT.12/RW. 06, Triharjo, Kokap, Kulon Progo, DIY.Bapak Agus Rohyan adalah suami dan ayah dari satu anak yang berprofesi sebagai buruh bangunan, sejak satu minggu sebelum puasa telah sakit dengan gejala sakit ulu hati, dan badan sangat lemas, beberapa kali pingsan, kemudian periksa di puskesmas Kokap dan dirujukke rsud wates, dan dirujuk ke RSUP Dr. Sarjito. Diagnosanya sakit kanker hati. Rawat jalan sejak tanggal 3 Juni 2016 di RSUP Dr. Sarjito. Selanjutnya pengobatan rawat inap sejak 13 Juni 2016 dan sudah dilakukan pengobatan dan laparoskopy radioterapi. Pengobatan lanjutan tanggal 5 Juli 2016 untuk laparoscopy radioterapi ulang setiap 2 minggu dan evaluasi. Bersyukur kurir #Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga Bapak Agus Rohyan untuk menyampaikan amanat para sedekaholiks yaitu memberikan santunan yang dapat digunakan untuk biaya perawatan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 juli 2016
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Arief

Pak agus menderita Ca Hati

Pak agus menderita Ca Hati

———

PARSEL LEBARAN PASIEN DAMPINGAN & DHUAFA SR Purworejo (200 Paket Sembako). Ramadhan telah memasuki penghujung waktu, pertanda hari kemenangan akan tiba. Sebagian besar umat muslim berlomba-lomba untuk memperoleh berkah ramadhan di sepuluh hari terakhir yang ada, mereka juga mempersiapkan kebutuhan pokok lain untuk menyambut hari kemenangan – baik berupa makanan dan pakaian. Namun, tidak semua dapat merasakan nikmatnya perayaan kemenangan ramadhan, seperti yang dialami pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di seluruh Indonesia khususnya di Purworejo dan Kebumen. Berbulan-bulan mereka lalui untuk kesembuhannya hingga sampai bulan penuh keberkahan ini mereka masih ihtiar berobat. Pulang pergi ke Rumah Sakit, rawat inap dan berbagai pengobatan lainnya membuat mereka urung merayakan hari kemenangan. Tidak terkecuali para korban bencana tanah longsor yang baru saja terjadi di Purworejo pada tanggal 18 Juni 2016, yang masih dirawat di RSUD Tjitro Wardojo Purworejo juga mengalami hal yang sama . #SedekahRombongan sangat merasakan kesedihan mereka, melalui dana zakat dan sedekah yang diterima dari para #Sedekaholics, kita buatkan program nasional serentak “Berbagi Parsel Lebaran” untuk mereka.  Mulai Papua hingga ke Aceh, Kurir #SR menyampaikan amanah para Sedekaholics, semoga parsel yang diberikan pada para pasien dhuafa dan keluarganya dapat menambah keceriaan Ramadhan ini. Serta para #Sedekaholics semoga Allah gantikan dengan rezeki halal yang luas, kesehatan dan kesejahteraan dalam keluarganya. Ramadhan adalah Bulan Berbagi, sebagai mana janji Allah :  Segala kebaikan yang dilakukan saat Ramadhan, Allah akan berikan pahalanya berlipat-lipat banyaknya… Aaamiin..

Jumlah Bantuan Total : Rp.20.000.000,-
Tanggal : 26 Juni 2016
Kurir : @MarjunulNP, Toto Sudiarto dan semua kurir

Bantuan 200 Paket Sembako

Bantuan 200 Paket Sembako

———

PARSEL LEBARAN PASIEN DAMPINGAN & DHUAFA SR Magelang (35 Paket Sembako). Ramadhan telah memasuki penghujung waktu, pertanda hari kemenangan akan tiba. Sebagian besar umat muslim berlomba-lomba untuk memperoleh berkah ramadhan di sepuluh hari terakhir yang ada, mereka juga mempersiapkan kebutuhan pokok lain untuk menyambut hari kemenangan – baik berupa makanan dan pakaian. Namun, tidak semua dapat merasakan nikmatnya perayaan kemenangan ramadhan, seperti yang dialami pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di wilayah Kabupaten Magelang Kota Magelang dan Kabupaten Temanggung.Berbulan-bulan mereka lalui untuk kesembuhannya hingga sampai bulan penuh keberkahan ini mereka masih ihtiar berobat. Pulang pergi ke Rumah Sakit, rawat inap dan berbagai pengobatan lainnya membuat mereka urung merayakan hari kemenangan.
#SedekahRombongan sangat merasakan kesedihan mereka, melalui dana zakat dan sedekah yang diterima dari para #Sedekaholics, kita buatkan program nasional serentak “Berbagi Parsel Lebaran” untuk mereka.  Mulai Papua hingga ke Aceh, Kurir #SR menyampaikan amanah para Sedekaholics, semoga parsel yang diberikan pada para pasien dhuafa dan keluarganya dapat menambah keceriaan Ramadhan ini. Serta para #Sedekaholics semoga Allah gantikan dengan rezeki halal yang luas, kesehatan dan kesejahteraan dalam keluarganya. Ramadhan adalah Bulan Berbagi, sebagai mana janji Allah :  Segala kebaikan yang dilakukan saat Ramadhan, Allah akan berikan pahalanya berlipat-lipat banyaknya… Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000,000,-
Tanggal: 2 Juli 2016
Kurir: @MarjunulNP @fathurrozaq82 all kurir magelang temanggung

Bantuan 35 paket sembako

Bantuan 35 paket sembako

———-

ABID SAHRUL RAMADHAN (20, Soft Tissue Tumor). Alamat : RT. 2/3, Desa Sei Keruh, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Pada tahun 2000 Abid merasakan ada benjolan kecil di pelvis sebelah kanan. Awalnya Abid tidak begitu menghiraukan benjolan itu, tapi lama kelamaan benjolan itu kian membesar. Keluarga belum membawanya ke rumah sakit karena ketiadaan biaya. Baru pada tahun 2013, saat benjolan itu kian membesar, keluarga membawa Abid ke RSUD Raden Mataher. Tapi karena keterbatasan alat, akhirnya pihak RSUD menyarankan agar Abid dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan hasilnya Abid menderita Tumor Pelvis Dextra dan menjalani operasi pertamanya di tahun 2013. Dua tahun berselang, tepatnya pada September 2015 Abid sering merasakan nyeri di lutut kanannya dan kemudian mengalami pembengkakan yang semakin hari semakin membesar. Karena khawatir kejadian sebelumnya terulang, orang tua Abid membawanya ke RSUD Sultan Taha Tebo, yang kemudian di rujuk ke RSUD Raden Mataher sampai akhirnya dirujuk lagi ke RSCM. Empat bulan Abid di Jakarta dan menjalani beberapa pemeriksaan. Hasil pemeriksaan menunjukkan jika tumor tersebut adalah metastase dari tumor sebelumnya, dokter mengatakan jika Abid menderita Soft Tissue Tumor. Abid menjalani operasi pada 14 Januari 2016 dan selama 11 jam ia berjuang di meja operasi. Setelah sadar Abid harus menerima kenyataan bahwa kini kakinya tinggal satu, karena kaki kanannya telah diamputasi. Orang tua Abid, Qosasi (65 tahun) sudah tidak lagi bekerja dan Kustiawani (43 tahun) adalah seorang buruh di kebun sawit dengan penghasilan Rp. 49.000,- per hari dan hanya bekerja seminggu 3 kali. Setelah dilakukan operasi Abid rutin melakukan kontrol ulang ke RS Raden Mattaher Jambi setiap 2 minggu sekali, dan oleh dokter Abid disarankan untuk menggunakan kaki palsu di Jakarta. Akhirnya pada Mei 2016, Abid berangkat kembali ke Jakarta untuk melakukan proses pemasangan kaki palsu. Bantuan diberikan untuk membiayai akomodasi perjalanan dari Jambi ke Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 27 Mei 2016
Kurir: @arfanesia @shintatantri

Abid menderita Soft Tissue Tumor

Abid menderita Soft Tissue Tumor

————

PARSEL LEBARAN #SRABI (SR Jambi Berbagi di Ramadhan Fitri) (Kota Jambi, 11 Sembako; 11 Santunan; 8 Alat Tulis; 5 Seragam Sekolah). Ramadhan adalah bulan benuh keberkahan, dimana sebagian besar umat muslim berlomba-lomba dalam kebaikan untuk memperoleh berkah ramadhan terlebih pada sepuluh hari terakhir. Namun, tidak semua dapat merasakan nikmatnya perayaan ramadhan, pasalnya beberapa kebutuhan pokok melunjak naik dan diikuti mulainya tahun ajaran baru bagi anak sekolah yang tentunya membutuhkan beberapa persiapan. Alhamdulliah pada ramadhan kali ini #SedekahRombongan dipercaya untuk menyampaikan parsel lebaran dari Sabang hingga ke Merauke. Kurir #SR diseluruh Indonesia menyambut gembira amanah yang dititipkan oleh para #sedekaholics. Begitu pula dengan #SedekahRombongan Jambi yang pada tahun ini menyalurkan parsel lebaran berupa 11 sembako, 11 santunan, 8 alat tulis dan 5 seragam sekolah kepada anak yatim/piatu, janda dan duafa. Kegiatan ini kami lakukan dalam satu hari berkeliling menyampaikan parcel lebaran sekitaran kota Jambi. Diakhir kegiatan, kami mengadakan buka bersama dan penyerahan 10 paket Al-Qur’an dengan salah satu Panti Asuhan Tafidz Qur’an yang ada di Jambi. Harapan kami, parsel yang diberikan dapat menambah keceriaan Ramadhan tahun ini dalam menyambut hari raya Idul Fitri. Semoga Allah gantikan dengan rezeki halal yang luas, kesehatan dan kesejahteraan dalam keluarganya bagi para #Sedekaholics. Ramadhan adalah Bulan Berbagi, sebagai mana janji Allah : “Segala kebaikan yang dilakukan saat Ramadhan, Allah akan berikan pahalanya berlipat-lipat banyaknya”. Semoga Ramadhan ini menjadi momen terbaik kita dalam mendekatkan diri pada Allah. Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.000.000,-
Tanggal : 26 Juni 2016
Kurir : @arfanesia @Shintatantri

Bantuan parsel lebaran

Bantuan parsel lebaran

————-

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Pasien Jumlah Bantuan
1 HALIMAH BINTI RABUN 500,000
2 RENDRA MITRA 500,000
3 SUNARMI SUTRISNO 500,000
4 ANDINI ESTY OKTAVIANI 500,000
5 WIWIK WARIS WIYANTI 500,000
6 MAHIRA ASLA FAZILAH 1,000,000
7 RIZA SAPUTRI 500,000
8 EVA SURYATI 500,000
9 HADI ANDRIANSYAH 500,000
10 FATAHIAH BINTI ECIM 500,000
11 MTSR JAKARTA 17,000,000
12 ENI NURAENI 500,000
13 MUGNI BIN SUDIA 750,000
14 MIMIN AMINAH 500,000
15 ACAH BINTI MUHTAR 500,000
16 ANETI BINTI SUTIM 500,000
17 MUHAMMAD RAHMAN SATYA 750,000
18 DANI SOLIHIN 500,000
19 TRIYONO SAPUTRA 500,000
20 DENIS ARYA PAMUNGKAS 500,000
21 IDANG SULAEMAN 500,000
22 IDAH ROSIDAH 500,000
23 IJAH KOMARIAH 500,000
24 ENTO SUHERMAN 500,000
25 UTING MAEMUNAH 500,000
26 NANANG HULAEMI 1,000,000
27 MULKI SULAEMAN 500,000
28 MUHAMAD DENIS FEBRIAN 500,000
29 OMASIH BINTI OTIP 500,000
30 LUSI BINTI MANSUR 500,000
31 RUSMAYANAH BINTI IBRAHIM 500,000
32 RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER 10,235,000
33 MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER 5,445,000
34 MUHAMMAD AQIL 500,000
35 UMI ROSITA 1,000,000
36 KASIANI BINTI NITIGIMAN 550,000
37 SITI AMINA 500,000
38 SRI RAHAYU 1,030,000
39 JIHAN FATIN 2,019,814
40 RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN JOGJA 1 DAN 2 12,690,161
41 MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN JOGJA RAYA 9,482,500
42 HANNA AZZAHRA 560,000
43 MUHAMMAD ARZAHER ADITYA 500,000
44 IDRIS BIN YASRIADI 500,000
45 NURBAYANI HADI 500,000
46 NURBAYINAH BINTI ALWI 500,000
47 JELITA BINTI DETILUS 500,000
48 MISWANDI RIAU 500,000
49 NI KADEK RAHAYU 1,000,000
50 MAKRUF BIN YANOM 2,700,000
51 SITI MAISAROH 3,000,000
52 KHAIRIL AMRI 3,800,000
53 SITI MAISAROH 1,000,000
54 JOKO SUSILO 1,000,000
55 ZAINAL ABIDIN 1,000,000
56 SITI HIDAYAH 1,000,000
57 SYAKIRINA AFANDI 1,000,000
58 AGUS ROHYAN 1,000,000
59 PARSEL LEBARAN PASIEN DAMPINGAN & DHUAFA SR Purworejo 20,000,000
60 PARSEL LEBARAN PASIEN DAMPINGAN & DHUAFA SR Magelang 5,000,000
61 ABID SAHRUL RAMADHAN 1,500,000
62 PARSEL LEBARAN #SRABI 6,000,000
Total 129,512,475

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 129,512,475,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 873 ROMBONGAN

Rp. 40,026,156,943,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


One Response to Rombongan 873

  1. Melly

    Subhanallah, semoga tim SR semakin kuat dan hebat untuk menolong sesama