Rombongan 872

Kekuatan dari sedekah begitu ajaib, sehingga akal sehat tak mampu menangkap sebab-akibat dari sedekah.
Posted by on August 4, 2016

SANTUNAN LEBARAN UNTUK ANAK YATIM & DHUAFA KABUPATEN PELALAWAN (58 Amplop Santunan). Ramadhan telah memasuki penghujung waktu, pertanda hari kemenangan akan tiba. Sebagian besar umat muslim berlomba-lomba untuk memperoleh berkah ramadhan di sepuluh hari terakhir yang ada, mereka juga mempersiapkan kebutuhan pokok lain untuk menyambut hari kemenangan – baik berupa makanan dan pakaian. Namun, tidak semua dapat merasakan nikmatnya perayaan kemenangan ramadhan. Sebagian masyarakat yang tergolong dhuafa juga anak-anak yatim, khususnya di wilayah Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau, justru merasakan kesedihan karena kondisi hidup mereka yang masih serba terbatas sehingga tidak dapat menikmati indahnya hari kemenangan. #SedekahRombongan sangat memahami kondisi mereka, melalui dana zakat dan sedekah yang diterima dari para #Sedekaholics, kita buatkan program nasional serentak “Berbagi Parsel Lebaran” untuk mereka.  Mulai Papua hingga ke Aceh, Kurir #SR menyampaikan amanah para Sedekaholics. Di Riau sendiri, alhamdulillah #SedekahRombongan untuk ketiga kalinya mengadakan acara Buka Bersama Anak Yatim dan Dhuafa dengan mengundang total 58 anak yatim dan dhuafa yang ada di wilayah Ukui dan sekitarnya. Acara buka bersama ini bertempat di Mushola di daerah Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau. Dalam acara buka bersama ini, #SedekahRombongan juga memberikan amplop santunan kepada 58 anak yatim dan dhuafa tersebut. Semoga santunan lebaran yang diberikan kepada para dhuafa serta anak-anak yatim dapat menambah keceriaan Ramadhan ini. Serta para #Sedekaholics semoga Allah gantikan dengan rezeki halal yang luas, kesehatan dan kesejahteraan dalam keluarganya. Ramadhan adalah Bulan Berbagi, sebagai mana janji Allah :  Segala kebaikan yang dilakukan saat Ramadhan, Allah akan berikan pahalanya berlipat-lipat banyaknya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 11.600.000,-
Tanggal: 1 Juli 2016
Kurir: @arfanesia @nhpita @aansiswanto10 @agunglabay @uldharma

santunan lebaran

santunan lebaran


EKA AYU JUNIATI (15) & DWI ULMI KHALSUM (12) (Bantuan Sekolah). Alamat : Jl. Keluarga RT. 1/7, Dusun Rawa Badak, Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau. Eka dan Dwi adalah kakak beradik anak pasangan dari Agus Subiyanto (40) dan Herlinawati Sirait (32). Sejak ayah mereka meninggalkan rumah begitu saja dan tidak ada kabarnya, hingga kini ibu dan neneknya yang sudah janda yang mengurus Eka, Dwi dan tiga saudaranya. Sudah 3 bulan ini, Ibu Herlinawati bekerja sebagai TKW di negeri seberang untuk menghidupi keluarga namun belum mengirimkan penghasilannya. Sedangkan sang nenek bercocok tanam sayur-mayur di belakang rumah untuk dijual dan memenuhi kebutuhan makan mereka sehari-hari. Namun terkadang saat sayuran hendak dipanen, sering dicuri orang. Bila tidak ada sayur yang bisa dijual, neneknya menjual sayuran dari orang lain agar mereka bisa makan. Ayah mereka pergi meninggalkan keluarga dan tidak pernah memberi nafkah anak-anaknya. Sehari-hari keluarga ini sangat sulit kehidupannya. Sebelumnya rumah nenek Siti Maryam sangat tidak layak huni, baru beberapa bulan ini diusahakan Pak RT untuk mendapatkan program bedah rumah dari pemerintah setempat. Dengan berbekal Surat Keterangan Miskin, keluarga ini berusaha membayar uang pendaftaran sekolah untuk Eka yang akan masuk SMA dan Dwi yang akan masuk SMP. Namun tetap terkendala karena mereka sama sekali tidak memiliki uang meskipun sudah berutang sana-sini. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini sehingga dapat memberikan bantuan dana untuk Eka dan Dwi dalam pembayaran uang pendaftaran sekolah mereka. Semoga dengan adanya bantuan dari #SedekahRombongan mereka dapat kembali melanjutkan pendidikan mereka hingga selesai. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 3.300.000,-
Tanggal : 29 Juni 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @srikurniati142 @ririn_restu

Bantuan biaya Sekolah

Bantuan biaya Sekolah


MUHAMMAD HIDAYAH (2 Bulan, Bibir Sumbing). Alamat : Simpang KUD KM 8 Sebanga, Kelurahan Batin Batuah, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau. Ahmad, biasa ia dipanggil, lahir pada 27 Mei 2016 dari pasangan Juliadi (38) yang bekerja sebagai pendodos sawit dan Sri Mulyani (31) seorang ibu rumah tangga. Ahmad lahir normal di RSUD Mandau dengan kondisi bibir sumbing tanpa langit-langit dan berat badan 2,7 kg. Ahmad tidak bisa menyusu langsung dari ibunya, sehingga harus memakai dot khusus untuk minum ASI. Menurut dokter yang merawatnya, dr. Aryuni SpA, bayi Ahmad bisa dioperasi pada usia 3 bulan atau pada saat berat badannya 6 kg, dengan tahap pertama operasi pemasangan plat kemudian dilanjutkan dengan operasi bibir sumbing. Keluarga Ahmad menggunakan Jamkesda untuk berobat, namun untuk pembelian dot khusus mereka tidak memiliki uang untuk menebusnya karena tidak ditanggung Jamkesda. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan memberikan santunan untuk membantu pembelian dot khusus untuk Ahmad. Semoga Ahmad segera dapat menjalani operasi bibir sumbingnya sehingga ia dapat berkembang normal seperti anak-anak lainnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Juni 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita Novi Hamdani @ririn_restu

Ahmad menderita Bibir Sumbin

Ahmad menderita Bibir Sumbin


SITI SAMIN (89, Maag Kronis). Alamat : Jl. Asrama Tribrata Ujung Lingkar Duri KM 17, Kelurahan Pematang Pudu, Kabupaten Bengkalis, Riau. Ibu Siti merasakan nyeri kepala hingga ia tidak bisa beraktivitas selama 2 minggu lebih. Ia tidak bisa makan karena setiap makan perutnya terasa sebah, ulu hatinya terasa sakit dan napasnya tersengal-sengal. Semua aktivitas Buang Air Besar (BAB) dan Buang Air Kecil (BAK) dilakukan di tempat tidur. Sejak suaminya meninggal dunia, ia hidup menumpang di rumah kosong milik saudara jauh dan tinggal bersama warga Sakai lainnya di rumah tersebut. Ia sempat memeriksakan diri ke dokter dan diagnosa maag kronis. Saat ini kondisinya semakin memburuk, perutnya nyeri terus menerus, matanya kabur dan kakinya sudah mulai terasa kaku. Kurir #SedekahRombongan berkunjung ke kediaman Ibu Siti dan memberikan bantuan untuk biaya makan sehari-hari dan biaya transportasi berobat. Semoga bantuan dari #SedekahRombongan dapat meringankan beban hidup Ibu Siti dan ia lekas sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Juli 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @eniepalupi Nurul Yuli @ririn_restu

Ibu siti menderita Maag Kronis

Ibu siti menderita Maag Kronis


TRI NUGROHO NANANG WISNU (26, Dislok Acetabulum & Patah Tulang Jari Tangan) beralamat di Putat RT 06/Rw 05, Keyongan, Nogosari, Boyolali, Jawa Tengah. Pemuda periang ini Sering di panggil Tori. Beliau pemuda yang aktif di berbagai organisasi baik di sekitar rumah maupun kegiatan sosial lainya. Beliau termasuk salah satu kurir Sedekah rombongan yang bergabung semenjak tahun 2014. Sabtu, 2 Juli 2016 ketika beliau dalam perjalanan menuju Sragen untuk menghadiri acara buka bersama dengan anak yatim di daerah Sragen. Motor yang dinaiki tertabrak mobil, beliau yang berboncengan dengan adik sepupunnya terjatuh dan dilarikkan ke RS Gemolong. Karena keterbatasan sarana di RS tersebut kemudian beliau di rujuk ke RS Karima Utama. Disana dilakukan pemeriksaan dan  persiapan operasi, malamnya beliau di operasi bagian pangakal paha kanan, lutut dan tangan Kanan. Setelah 3 hari perawatan beliau di perkenanankan pulang, beliau harus tetap menjalani perawatan dan latihah berkelanjutan di rumah. Saat ini kakinya masih di traksi 3 Kg dan sedang latihan berjalan menggunakan Kruk. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan dari #sedekahholics guna meringankan biaya operasi serta biaya kontrol rutin beliau. Mas Tori dan Keluarga mengucapkan banyak terimakasih. Semoga kemudahan, dan keselamatan menyertai kita semua. Aamiin.

Jumlah santunan : Rp.20.000.000
Tanggal : 19 Juli 2016
Kurir :@mawan @aisyahnka

Tri menderita Dislok Acetabulum & Patah Tulang Jari Tangan

Tri menderita Dislok Acetabulum & Patah Tulang Jari Tangan


DESI WULANSARI (14, Kanker Epidermoid Muricula) Pasien dampingan #SRsolo sejak Juni 2015 lalu ini merupakan putri ketiga dari pasangan Bapak Suradi dan Ibu Yatun ini tinggal di RT 01 RW 04 Dusun Krajan, Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. bulan Juni 2015 lalu, Desi mulai menjalani pengobatan di RS. Dr. Moewardi Solo, setelah melakukan berbagai macam tes laboratorium dan observasi oleh tim dokter, pada 19 Agustus 2015 Desi menjalani operasi. Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Tim dokter menyatakan bila Desi perlu melakukan operasi kembali di bagian depan telinga. Awal Maret 2016 dilakukan CT Scan untuk mengetahui kondisi pra operasi. Setelah dilakukan operasi, kondisi desi membaik, dan menunggu pemeriksaan selanjutnya untuk mengetahui perkembangan penyakitnya. Santunan ke-5 untuk Desi kembali disampaikan oleh #KurirSR  untuk biaya akomodasi kontrol dari Pacitan menuju Solo. Sebelumnya santunan untuk Desi masuk dalam rombongan 816. Pihak keluarga merasa sangat senang dan bersyukur atas santunan yang disampaikan. Semoga Desi segera diberikan kesembuhan. Aamiiin.

Tanggal: 20 Juli 2016
Jumlah Santunan : Rp500.000,-
Kurir: @Mawan  @Aisyahnka @ciciiii

Desy menderita Kanker Epidermoid Muricula

Desy menderita Kanker Epidermoid Muricula


SUTARSO BIN WIDODO (37,  Hepatitis dan Tumor Paru-Paru) Bertempat tinggal di Kebak RT 01/03, Kebakkramat, Karanganyar, Jawa Tengah. Bapak Tarso yang kesehariannya bekerja sebagai karyawan swasta dengan penghasilan Rp. 1.400.000,- ini terdeteksi hepatitis dan tumor paru sejak bulan November 2015 ketika opname di RSUD Karanganyar.Beliau kemudian menjalani operasi pada hari Rabu, 20 Januari 2016 di RS. Moewardi dan diperbolehkan pulang pada 27 Januari 2016. Namun, biaya untuk operasi sangatlah besar sejumlah Rp. 60.000.000; karena mendesak, istri beliau pun akhirnya meminjam kepada Bank yang mengharuskan menyicil per bulan sebesar Rp. 1.800.000; Dengan besar hutang yang dimiliki dan masih memiliki tanggungan 2 orang anak yang masih kecil. Keluarga kesulitan dan kebingungan untuk melunasi hutang dan mencukupi kebutuhan hidup. Terlebih rumah yang ditempati bukanlah rumah milik sendiri melainkan milik om beliau. Istri beliau Ibu Kristina bekerja sebagai guru honorer TK yang juga masih kurang untuk mencukupi kebutuhan. Selama hampir 5 bulan menjadi pasien dampingan #SRsolo kondisi beliau kini berangsur sembuh. Kurir kemudian menyampaikan santunan terakhir, dimana santunan sebelumnya terdapat dalam rombongan 805. Santunan yang ada rencananya digunakan untuk meringankan kebutuhan harian. Pak Sutarso dan keluarga mengucapkan banyak terimakasih serta mendoakan agar amal kita diterima dan dibalas oleh Allah SWT. Aaamiin.

Jumlah Santunan: Rp 1.500.000
Tanggal: 24 Juni 2016
Kurir: @mawan, @aisyahnka, @kowi_solo

Pak sutarso menderita Hepatitis dan Tumor Paru-Paru

Pak sutarso menderita Hepatitis dan Tumor Paru-Paru


NUR NIATI (38) Lumpuh dan Luka Decubitus, warga Jl. Perintis Kemerdekaan Gg. Jati RT.3 RW.4 Watesalit Kab. Batang, Jawa Tengah. Beliau menderita lumpuh karena mengalami kecelakaan sejak sekitar satu tahun yang lalu. Kecelakaan tersebut membuat fungsi syaraf beliau terganggu dan akhirnya banyak anggota tubuh beliau tidak  dapat digerakkan dengan normal. Ibu dari 2 orang putra dan istri dari Bapak Kahono yang sehari-hari bekerja sebagai buruh pabrik ini juga hanya bias berbaring di tempat tidur selama berbulan-bulan hingga terbentuknya luka “decubitus” pada pinggang belakang beliau. Untuk pengobatan, beliau menjalani pengobatan di RSUD Kalisari Kab. Batang dan RSUP Dr. Kariadi Semarang. Santunan ini ditujukan untuk membantu biaya akomodasi pengobatan beliau.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 26 April 2016
Kurir: @indrades @colourish_ Rifki

Ibu nur menderita Lumpuh dan Luka Decubitus

Ibu nur menderita Lumpuh dan Luka Decubitus


RSSR SEMARANG (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Di Semarang sejak Agustus 2014 kami mengontrak rumah di Jl. Pleburan 6 No.7 Semarang untuk digunakan sebagai tempat tinggal pasien sambil mereka berobat di Rumah Sakit sekitar Semarang. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah misalnya ada pasien #SedekahRombongan yang berasal dari luar kota Semarang, biasanya dari wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Pekalongan, Pati, Jepara, Purwodadi, Rembang, dsb yang harus menjalani pengobatan di Semarang selama berbulan-bulan dan hanya perlu masuk Rumah Sakit seminggu sekali misalnya untuk kemoterapi, kontrol rutin, atau proses pengobatan yang lain tidak perlu bolak balik ke rumahnya dan bisa menempati Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR). Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan April 2016.

Jumlah Bantuan: Rp 12.872.499,-
Tanggal: 31 April 2016
Kurir: @indrades All Kurir Semarang

Bantuan operasional

Bantuan operasional


MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) dengan Nomor Polisi H 8690 QF, adalah mobil ambulance operasional tim #SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang riwa riwi digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulance MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan April 2016.

Jumlah Bantuan: Rp 7.753.621,-
Tanggal: 30 April 2016
Kurir: @indrades All Kurir Semarang

Bantuan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR

Bantuan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR


MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) dengan Nomor Polisi AD 9716 DL, adalah mobil ambulance operasional tim #SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura Jawa Tengah dari Brebes hingga Semarang dan terpusat di Pekalongan Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang riwa riwi digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulance MTSR di Pekalongan ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan April 2016.

Jumlah Bantuan: Rp 7.573.455,-
Tanggal: 31 April 2016
Kurir: @indrades All Kurir Semarang

Bantuan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR

Bantuan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR


DJOKO PRAMUDJO, (75TH, SIROSIS) Beralamat Jalan Mundu gang V No 53 RT 002 RW 011, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember.
Berkerja sehari-hari sebagai pedagang Mie Ayam keliling di desanya. Kini dengan kondisi sakitnya tidak bisa lagi melakukan pekerjaanya itu. Awal mula diperiksa ke puskesmas terdekat karena mengalami susah BAB dan mengalami kesakitan di bagian perutnya saat beraktifitas.
Dengan kondisi perekonomian yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan pengobatan Pak Djoko hanya terbaring lemah diranjangnya. Dalam kesehariannya Pak Djoko dirawat oleh putranya bernama Mas Dodik yang berprofesi sebagai pegawai serabutan. Semenjak Bapaknya mengalami sakit praktis Mas Dodik tidak lagi bekerja dan fokus merawat bapaknya.
Ketika tim #SRjember mendapatkan informasi tentang Pak Djoko kondisi beliau sangatlah lemah dan harus segera mendapatkan tindakan medis. Tak lama para #kurirSR #SRjember membawa beliau ke Instalasi Gawat Darurat R.S Dr. Soebandi Jember. Akhirnya Pak Djoko harus menjalani rawat inap dan perawatan yang cukup intensive.
Kami menyampaikan titipan para sedekaholics berupa uang Rp. 3.300.000,-  untuk  membantu biaya perawatan dan biaya pengobatan selama dirawat di rumah sakit. Semoga santunan dari sedekaholics menjadi catatan amal baik dan diberi balasan berlimpah ganda dari ALLAH AZZA WA ZALLA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 3.300.000,-
Tanggal : 17 JUNI 2016
Kurir : @Yudhoari , @gredyanto , @irviyandwiprayugo

Pak djoko menderita SIROSIS

Pak djoko menderita SIROSIS


Whaqiah (46th, Kista Ovarium) Alamat Dusun Krajan Barat RT/RW:001/002 Desa Jelbuk Kecamatan jelbuk Kabupaten Jember. Ibu Whaqiah adalah seorang Janda yang memiliki seorang dua  anak. Ibu Whaqiah ini berkerja sebagai penjaga Rumah Singgah SRjember.
Awal mula sakit, Ibu Whaqi mengalami kesakitan pada perutnya saat telat datang bulan. Dan Bu Whaqi dirujuk ke rumah sakit dr.soebandi untuk pemeriksaan saat kesakitan dibagian perutnya. Bu Whaqi di diagnosa ternyata mengalami penyakit Kista Ovarium dan tim SedekahRombongan menitipkan Santunan para sedekaholics yang disampaikan dipergunakan untuk akomodasi pasca operasi dan obat-obattan lainnya selama perawatan di Rumah Sakit Dr.soebandi. Semoga Bu Whaqiah segera diberikan jalan kesembuhan dan kontribusi para sedekaholic mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp.3.000.000,-
Tanggal : 27 Mei 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto , @irviyandwiprayugo

Ibu whaqiyah menderita Kista Ovarium

Ibu whaqiyah menderita Kista Ovarium


MUHAMMAD HAVIV (9 TAHUN, TB TULANG). adalah seorang anak dari pasangan Bapak Sukriyanto (34 thn) dan Ibu Neny (32 thn) yang tinggal di Desa Pondok, RT 14 RW 04 Klabang, Kabupaten Bondowoso Jawa Timur. Bapak Sukriyanto memiliki 3 anak dan ini menjadi beban yang berat bagi beliau dengan satu anak yang sakit ini. Bapak Sukriyanto bekerja sebagai buruh serabutan dan penghasilan yang tidak pasti, sedangkan Ibu Neny bekerja sebagai Ibu Rumah tangga. Adik Muhammad Haviv sudah mengalami sakit sejak 1 tahun yang lalu, dan pernah mengalami operasi usus buntu. Dan sejak saat itu Haviv mengalami pertumbuhan yang tidak normal, badan mengecil, dan akhirnya mengalami kelumpuhan. Setelah didiagnosa, ternyata Adik Haviv mengalami penyakit TB tulang. Ini merupakan ujian yang berat bagi keluarga ini. Keluarga ini tinggal satu rumah dengan nenek Muhamad Haviv. Dan karena sakit ini, Adik Haviv sudah tidak bisa melanjutkan sekolahnya sejak 8 bulan yang lalu, dan ini sungguh memprihatinkan mengingat semangat Adik Haviv yang ingin sembuh dan dapat melanjutkan sekolah kembali. Latar belakang adik Haviv dari lingkungan sungguh membuat iba, sehingga lingkungan tetangga sekitar sering memberikan bantuan saat pergi ke puskesmas terdekat. Dengan keadaan ini, Adik Haviv sangat memerlukan perawatan rutin, kontrol ke rumah sakit terdekat, dalam hal ini ke rumah sakit Dr kusnadi Bondowoso. Santunan yang diberikan sebesar nominal di bawah ini digunakan untuk biaya rumah sakit dr koesnadi bondowoso dengan fasilitas umum.

Jumlah santunan: Rp. 2.280.000,-
Tanggal: 20 April 2016, 16 Mei 2016, 22 Juni 2016 (Akumulasi)
kurir: @yudhoari , @gredyanto , @irviyandwiprayugo

Haviv menderita TB TULANG

Haviv menderita TB TULANG


RSSR PURWOKERTO (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Di Purwokerto sejak Januari 2015 mengontrak rumah di Jl. Penatusan Gang 1 No. 5 Purwokerto Wetan untuk digunakan sebagai tempat tinggal pasien sambil mereka berobat di rumah dakit sekitar Purwokerto. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah misalnya ada pasien #SedekahRombongan yang berasal dari luar kota Purwokerto, biasanya dari wilayah Barlingmasca (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap) dan Ciamis yang harus menjalani pengobatan di Purwokerto dan Banyumas selama berbulan-bulan dan hanya perlu masuk rumah sakit seminggu sekali misalnya untuk kemoterapi, kontrol rutin, atau proses pengobatan yang lain tidak perlu bolak balik ke rumahnya dan bisa menempati Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR). Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Purwokerto selama bulan Juni 2016.

Listrik : 127.000
Hotline : 90.000
Konsumsi : 1.748.500

Jumlah Bantuan : Rp 1.965.500,-
Tanggal : 30 Juni 20166
Kurir : @olipe_oile

bantuan untuk listrik, konsumsi dan hotline

bantuan untuk listrik, konsumsi dan hotline


PARSEL LEBARAN DHUAFA, JANDA, & YATIM PIATU (100 Paket Sembako). Ramadhan telah memasuki penghujung waktu, pertanda hari kemenangan akan tiba. Sebagian besar umat muslim berlomba-lomba untuk memperoleh berkah ramadhan di sepuluh hari terakhir yang ada, mereka juga mempersiapkan kebutuhan pokok lain untuk menyambut hari kemenangan – baik berupa makanan dan pakaian.
Namun, tidak semua dapat merasakan nikmatnya perayaan kemenangan ramadhan, seperti yang dialami para dhuafa, janda, & yatim piatu di Banyumas khususnya di Desa Gunung Lurah, Desa Kalisari, Desa Sokawera, Pasir Kidul, Kalibogor, Pangebatan, Karangpucung, Purwokerto Timur, & Maos.
#SedekahRombongan sangat merasakan kesedihan mereka, melalui dana zakat dan sedekah yang diterima dari para #Sedekaholics, kita buatkan program nasional serentak “Berbagi Parsel Lebaran” untuk mereka.  Mulai Papua hingga ke Aceh, Kurir #SR menyampaikan amanah para Sedekaholics, semoga parsel yang diberikan pada para dhuafa, janda, dan yatim piatu dapat menambah keceriaan Ramadhan ini.
Serta para #Sedekaholics semoga Allah gantikan dengan rezeki halal yang luas, kesehatan dan kesejahteraan dalam keluarganya.
Ramadhan adalah Bulan Berbagi, sebagai mana janji Allah :  Segala kebaikan yang dilakukan saat Ramadhan, Allah akan berikan pahalanya berlipat-lipat banyaknya… Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 10.000,000,-
Tanggal: 25-26 Juni 2016
Kurir: @arfanesia, @olipe_oile @paulsyifa, yunanto, ikhwan, dian, mentari

Bantuan 100 Paket Sembako

Bantuan 100 Paket Sembako


AISAH BINTI FACHRUR ROZI MISPAN (3TH, CONGINETAL HEREDITARY ENDHOTELIAL DESTROPHY). Alamat: Desa Gentawangi RT 02 RW 03 Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Putri dari pasangan Pak Fachrur (49) dan Bu Tarsuti (43) ini adalah anak kembar tiga yang lahir prematur dengan berat 11 ons. Setelah lahir, Dik Aisah sempat dirawat di inkubator selma 46 hari. Seminggu setelah kelahirannya, mata Dik Aisah merah dan sering mengeluarkan kotoran mata berwarna putih. Pak Fachrur lantas memeriksakan mata Dik Aisah ke RSUD Margono. Melihat kondisi mata dan gangguan penglihatan yang diderita Dik Aisah sejak lahir, dokter mata di RSUD Margono tidak berani melakukan tindakan medis. Mendengar hal tersebut, Pak Fachrur kemudian mencari rumah sakit lain. Pada tanggal 19 Juli 2016, Dik Aisah berobat ke poli mata RSUD Ajibarang. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa kornea dan iris mata Dik Aisah sudah rusak, kemungkinan kerusakan terjadi sejak lahir atau mungkin sejak dalam kandungan. Dengan kata lain, dokter menyatakan mata Dik Aisah sudah tidak dapat diobati, kecuali dengan cangkok kornea dan iris. Hasil pemeriksaan di RSUD Ajibarang tersebut sama dengan pemeriksaan di RSUD Margono. Keluarga Pak Fachrur adalah keluarga sederhana. Pak Fachrur dan istrinya adalah pasangan buruh tani yang berpenghasilan kecil. Keduanya harus bekerja keras dan mengolah hasil kerjanya dengan baik agar dapat mencukupi kebutuhan ke delapan anaknya yang masih bersekolah. Saat ini, kondisi mata Dik Aisah masih dapat merespon cahaya namun terkadang pandangannya dapat kabur sewaktu-waktu. Tim #SedekahRombongan yang mengetahui hal ini memberikan santunan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Dik Aisah serta meringankan beban dan kesedihan keluarga Pak Fachrur.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal 22 April 2016
Kurir: Yunanto, Tomi Gyanovan,
@dddeean, @paulsyifa

Ibu aisah menderita CONGINETAL HEREDITARY ENDHOTELIAL DESTROPHY

Ibu aisah menderita CONGINETAL HEREDITARY ENDHOTELIAL DESTROPHY


PARSEL LEBARAN DHUAFA, JANDA, & YATIM PIATU (100 Paket Sembako). Ramadhan telah memasuki penghujung waktu, pertanda hari kemenangan akan tiba. Sebagian besar umat muslim berlomba-lomba untuk memperoleh berkah ramadhan di sepuluh hari terakhir yang ada, mereka juga mempersiapkan kebutuhan pokok lain untuk menyambut hari kemenangan – baik berupa makanan dan pakaian.
Namun, tidak semua dapat merasakan nikmatnya perayaan kemenangan ramadhan, seperti yang dialami para dhuafa, janda, & yatim piatu di Purbalingga khususnya di Desa Mangunegara, Desa Pakuncen, Desa Karangnangka, Desa Gandasuli, Desa Karangturi, Desa Pengalusan, Desa Karangjambe, Desa Manduraga.
#SedekahRombongan sangat merasakan kesedihan mereka, melalui dana zakat dan sedekah yang diterima dari para #Sedekaholics, kita buatkan program nasional serentak “Berbagi Parsel Lebaran” untuk mereka.  Mulai Papua hingga ke Aceh, Kurir #SR menyampaikan amanah para Sedekaholics, semoga parsel yang diberikan pada para dhuafa, janda, dan yatim piatu dapat menambah keceriaan Ramadhan ini.
Serta para #Sedekaholics semoga Allah gantikan dengan rezeki halal yang luas, kesehatan dan kesejahteraan dalam keluarganya.
Ramadhan adalah Bulan Berbagi, sebagai mana janji Allah :  Segala kebaikan yang dilakukan saat Ramadhan, Allah akan berikan pahalanya berlipat-lipat banyaknya… Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 10.000,000,-
Tanggal: 25-27 Juni 2016
Kurir: @arfanesia, Cahyo Triyoko, Rahayu Puji A, Didik

Bantuan 100 Paket Sembako

Bantuan 100 Paket Sembako


HENDRAWATI BINTI JASMAN (alm) Jl. Al-furqon no 73 kebun dahri provinsi bengkulu.(27thn, KURET) Setelah menikah pada bulan febuari yang lalu setelah dua bulan mbak hendrawati alhamdulillah di kabarkan hamil oleh bidan setelah melakukan periksa, berjalan seminggu mbak hendrawati melakukan usg ke dokter kandungan hasilnya embrionya masih kecil di suruh kontrol lagi bulan depan, Pada tanggal 19-05-2016 pada sore hari mbak hendrawati menggalami pendarahan, dan di bawa ke rumah sakit . Setelah di lakukan pemeriksaan dan USG ternyata janinnya tidak berkembang. Di sarankan oleh dokter untuk kuret membersihkan darah kotor yang ada di rahim mbak hendrawati. mbak hendrawati binggung untuk biaya tindakan kuret sedangkan mbak hendrawati dan suami masih menggangur . alhamdulillah sr membantu meringgankan untuk biaya kuret. kami menyampaikan santunan dari sedekahholic sebesar Rp. 2.000.000. Semoga bantuan bisa membantu untuk biaya kuret dan bermanfaat

Santunan : Rp. 2.000.000
Tanggal   : 21 Mei 2016
Kurir : @arfanesia, @Aldimeifi

Bantuan untuk meringgankan biaya kuret

Bantuan untuk meringgankan biaya kuret


Almh. LATIFA NURUL QALBU, (4 bulan, Hidrosefalus). Alamat : Desa Siabun Jaya RT 11 RW 04, Kel. Riak Siabun, Kec. Sukaraja, Kab. Seluma, Prop. Bengkulu.
Sejak dua bulan terakhir penyakit Latifa baru di ketahui lantaran di kepalanya mangalami pembesaran, warga setempat melihat ada yang aneh dalam pertumbuhan latifa, sehingga pak Kades setempat memberani kan diri untuk membawanya ke  RS. M. YUNUS Bengkulu. Meskipun kedua orang tuanya tidak mempunyai kartu BPJS dan kartu jaminan kesehatan yang lainnya, kedua orang tuanya berusaha agar penyakit yang diderita tidak semakin parah. Setelah beberapa hari di rawat di RS. M. Yunus diketahui Latifa menderita hidrosepalus. Pihak rumah sakit menyarankan untuk dirujuk ke Jakarta atau Palembang serta menyarankan untuk membuat BPJS dulu. Setelah diketahui penyakitnya Latifa, kedua orang tuanya pun kebingguangan dan sedih karena tidak mempunyai uang untuk pengobatan Latifa dan membuat BPJS. Akhirnya pak Kades berinisiatif mengekspos kondisi Latifa ke koran lokal di Bengkulu, ternyata ada beberapa sumbangan yang masuk dan itu semua dipergunakan untuk membuat BPJS serta bekal saat pengobatan lanjutan nantinya. Pihak keluarga memutuskan untuk meminta surat rujukan dari RS. M. YUNUS  ke RS. Moh. HUSEN Palembang. Alhamdulillah tim #SR di kota Bengkulu dipertemukan dengan Latifa dan siap membantu untuk melanjutkan pengobatan di Palembang. Lalu kami tim #SR kota Palembang melanjutkan estafet dalam membantu pengobatan Latifa. Tim #SR kota Palembang melakukan survey ulang tanggal 11 Maret 2016. Menurut informasi dari pihak RS. Moh. Husein, Latifa dijadwalkan untuk operasi tanggal 16 Maret 2016. Pada tanggal yang sama saat Latifa dioperasi, kami menyampaikan santunan sebesar Rp. 800.000,- yang bisa dipergunakan untuk biaya akomodasi dan keperluan sehari-hari. Namun, saat penyerahan ini kondisi Latifa masih belum melewati masa kritis pasca operasi. Semoga Latifa diberikan kekuatan untuk melewati ini semua dan bantuan ini bisa meringgankan beban orang tuanya saat berada di rumah sakit. Pada tanggal 20 maret 2016 dek latifa melakuka operasi, setelah melakukan operasi kondisi memburuk dan meninggal dunia pada sore hari pukul 17.00 wib. setelah itu jenazah LATIFA  NURUL QALBU, mau di bawa pulang ke bengkulu, dengan biaya ambulance Rp. 3.000.000. alhamdulillah untuk meringgankan biaya ambulance , kami menyampaikan santunan yang ke 2 dari sedekahholic sebesar Rp. 2.000.000. Semoga bisa membantu dan bermanfaat.

Santunan : Rp. 2.000.000.-
Tanggal   : 22 Maret 2016
Kurir       : @arfanesia @aldimeifi

Alm latifa menderita Hidrosefalus

Alm latifa menderita Hidrosefalus


SUMIRAH BINTI ACHMAD HAMBARI (55th, TUMOR MANDIBULA). Alamat : Desa Karangsari RT 03 RW 03 Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Awalnya, istri Alm Achmad Hambari ini menderita sakit gigi. Namun setelah sembuh timbul gatal pada pipi kiri bagian dalam dan akhirnya timbul bengkak. Setelah diperiksakan ke dokter, Bu Sumirah didiagnosa menderita tumor mandibula (pipi). Selain itu beliau juga merasakan sakit di kakinya yang membuat beliau susah berjalan. Sehingga aktifitasnya terhambat. Bu Sumirah tidak dapat langsung berobat saat itu juga karena terkendala biaya berobat dan kartu jamkesmas yang bermasalah. Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, beliau hanya dapat mengandalkan uang pensiunan suaminya, sedangkan tanggungan anaknya ada dua orang. Alhamdulillah sekarang kartu jamkesmas beliau sudah dapat digunakan dan saat ini Bu Sumirah sedang menjalani kemoterapi secara rutin setiap 3 minggu sekali di RSUD Margono. Santunan diberikan tim #SedekahRombongan untuk membantu biaya operasional selama pengobatan dan biaya hidup sehari-hari. Semoga Bu Sumirah segera diangkat sakitnya agar dapat sehat dan beraktifitas seperti sediakala.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal 23 April 2016
Kurir: @kaaimaa, @mentarii, @paulsyifa

Ibu sumirah menderita TUMOR MANDIBULA

Ibu sumirah menderita TUMOR MANDIBULA


RAHMAN ALFARIZI (13th, RHABDOMYOSARKOMA-HIGH RISK GROUP). Alamat : Rejasari RT 04 RW 01 Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Putra dari Pak Abdul Kholik (55) memiliki benjolan di belakang telinga sejak 2 tahun yang lalu. Ia juga sering merasa pusing, mual dan panas. Pak Abdul dan istrinya membawa Rahman ke RSU Margono untuk diperiksa dan dari sana dirujuk ke RSU Sardjito Yogyakarta. Dari hasil pemeriksaan di RSU Sardjito diketahui Rahman mengalami Rhabdomyosarkoma-High Risk Group yang termasuk kategori kanker resiko tinggi. Mengetahui hal tersebut, pengobatan Rahman segera dilakukan dengan chemotherapy dan penyinaran di RSUP Dr. Sardjito. Alhamdulillah BPJS yang dimilikinya dapat membantu biaya pengobatan, namun untuk biaya akomodasi dan transportasi antar Purwokerto-Yogyakarta harus dipikirkan lagi oleh Pak Abdul. Pak Abdul adalah seorang tukang jahit yang penghasilannya tidak menentu, sedangkan istrinya adalah seorang ibu rumah tangga. Selama ini biaya akomodasi dan transportasi Purwokerto-Yogyakarta dibantu oleh pihak RT yang mengumpulkan dana dari donatur, namun dana saat ini hampir habis sedangkan pengobatan chemotherapy masih harus dijalani 13 kali lagi. Saat ini mata sebelah kiri Rahman sudah tidak dapat melihat, benjolan sudah tumbuh di leher sebelah kiri dan kanan serta paha sebelah kanan. Bantuan #Sedekaholics disampaikan untuk mengatasi masalah biaya akomodasi dantransportasi selama pengobatan Rahman. Semoga pengobatan Rahman dapat berjalan dengan lancar sehingga penyakitnya dapat segera diangkat dan Rahman dapat sehat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000,-
Tanggal : 20 April 2016
Kurir : @arfanesia, Yunanto, @paulsyifa

Rahman menderita RHABDOMYOSARKOMA-HIGH RISK GROUP

Rahman menderita RHABDOMYOSARKOMA-HIGH RISK GROUP


(ALM) SURADI BANYUMAS (49th, CA COLON). Alamat Sokaraja Kulon RT 02 RW 02 Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sakit yang diderita oleh suami Luhdiah (41th) ini sudah dirasakannya sejak tahun 2013. Awalnya Alm. Suradi merasakan sakit yang luar biasa di daerah perut dan mengeluarkan darah saat buang air besar. Setelah diperiksa di RS Wiradadi, dokter mendiagnosa Alm. Suradi menderita kanker usus. Sejak saat itu, Alm. Suradi telah melakukan 13 kali operasi untuk membuang kotoran-kotoran di dalam ususnya dan kemoterapi untuk menghilangkan sel kanker di ususnya. Selama sakit, Alm. Suradi hanya bisa beraktifitas di tempat tidur karena kesulitan untuk berjalan. Praktis selama itu pula almarhum berhenti bekerja. Hingga akhirnya pada tanggal 4 Juli 2016, almarhum dipanggil Yang Maha Kuasa kembali ke sisiNya. Santunan kembali diberikan kepada keluarga Alm. Suradi untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Sebelumnya Pak Suradi sudah dibantu tim #SedekahRombongan dan laporannya ada di web www.sedekahrombongan.com  masuk dalam rombongan 809 DAN … Semoga Almarhum mendapatkan tempat terbaik disisi-Nya dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal 18 Juli 2016
Kurir : @arfanesia, @dddeean, @paulsyifa

Alm pak suradi menderita CA COLON

Alm pak suradi menderita CA COLON


SURADI BANYUMAS (49th, CA COLON). Alamat Sokaraja Kulon RT 02 RW 02 Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sakit yang diderita oleh suami Luhdiah (41th) ini sudah dirasakannya sejak tahun 2013. Awalnya Pak Suradi merasakan sakit yang luar biasa di daerah perut dan mengeluarkan darah saat buang air besar. Setelah diperiksa di RS Wiradadi, dokter mendiagnosa Pak Suradi menderita kanker usus. Sejak saat itu hingga kini, Pak Suradi telah melakukan 13 kali operasi untuk membuang kotoran-kotoran di dalam ususnya dan kemoterapi untuk menghilangkan sel kanker di ususnya. Saat ini Pak Suradi hanya bisa beraktifitas di tempat tidur karena kesulitan untuk berjalan. Meski biaya pengobatan Pak Suradi sudah terbantu oleh jamkesmas, keluarga merasa kesulitan untuk memenuhi biaya operasional ke RS Wiradadi dan kebutuhan sehari-hari. Karena semenjak Pak Suradi sakit, beliau lantas berhenti bekerja. Sebelumnya Pak Suradi sudah dibantu tim #SedekahRombongan dan laporannya ada di web www.sedekahrombongan.com  masuk dalam rombongan 809. Kali ini bantuan kembali diberikan untuk Pak Suradi untuk kelancaran pengobatan beliau.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal 19 Juni 2016
Kurir : @arfanesia,@dddeean, @paulsyifa

pak suradi menderita CA COLON

pak suradi menderita CA COLON


PANTI ASUHAN AN NADHIF SENON (BIAYA SEKOLAH ANAK ASUH). Alamat : Desa Senon, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Pada awal bulan Juni 2016, pemimpin panti asuhan ini meninggal dunia. Disamping merasa sedih kehilangan pemimpinnya, penghuni panti asuhan juga merasakan kebingungan karena selama ini pemimpin pantilah yang bergerak kesana kemari mencari dana untuk menghidupi panti asuhan. Semenjak beliau meninggal belum ada orang yang dapat mencarikan dana untuk kebutuhan panti asuhan. Sementara ada beberapa anak asuh yang belum membayar SPP dan daftar ulang, yaitu : Saski S (Farmasi kelas XI, HKTI Klampok), Abdul M (TMPI kelas XI, HKTI Klampok) dan Agus Sidik (Ponpes Tunas Ilmu). Berikut ini adalah rincian biaya yang dibutuhkan ketiga anak asuh tersebut:
– Saski S : Rp 371.000,-
– Abdul M: Rp 251.000,-
– Agus Sidik : Rp 250.000,-
Santunan dari #Sedekaholics disampaikan untuk pembayaran biaya sekolah ketiga anak asuh tersebut. Semoga Panti Asuhan An Nadhif Senon dapat segera menemukan jalan keluar untuk pengadaan dana panti asuhan.

Jumlah bantuan : Rp 875.000,-
Tanggal : 27 Juni 2016
Kurir: @arfanesia,@Olipe-olie, Vera, @paulsyifa

BIAYA SEKOLAH ANAK ASUH

Bantuan BIAYA SEKOLAH ANAK ASUH


KHOMSINI BINTI TUHONO (42th, DIABETES MILITUS dan KOMPLIKASI). Alamat Desa Dermaji RT 02 RW 03 Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Istri dari Tuhono Ahmad Sobirin (30) ini sudah lama mengidap diabetes Militus (gula) disertai komplikasi lain. Setengah tahun terakhir Bu Khomsini sering merasa sakit pada kakinya saat berjalan sehingga aktifitas beliau terhambat. Selain itu, Bu Khomsini juga sering menderita sesak nafas. Sayangnya Bu Khomsini tidak memiliki jaminan kesehatan apapun yang dapat membantu selama pengobatannya. Selama ini Bu Khomsini hanya  berobat ke puskesmas (bila ada uang) karena terkendala biaya untuk berobat ke dokter spesialis (RSUD). Penghasilan Pak Tuhono dari bengkel tambal ban yang tidak menentu dan tidak seberapa hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sekari-hari, hampir tidak ada uang tersisa untuk biaya pengobatan istrinya. Mengetahui hal tersebut tim #SedekahRombongan memberikan santunan untuk membantu biaya transportasi, pemeriksaan dan pengobatan Bu Khomsini. Semoga pengobatan Bu Khomsini berjalan dengan lancar dan segera diberikan kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti sediakala.

Jumlah bantuan : Rp 750.000,-
Tanggal : 20 Juni 2016
Kurir : @arfanesia, @olipe_oile, Wiji, @paulsyifa

Pak komsini menderita DIABETES MILITUS dan KOMPLIKASI

Pak komsini menderita DIABETES MILITUS dan KOMPLIKASI


YASMUDI BANYUMAS (79th, CA COLON). Alamat : Jl. Broto Siswoyo RT 06 RW 03 Linggasari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Suami dari Bu Siki (69) ini menderita batuk menahun. Selama ini Pak Yasmudi hanya berobat ke mantri desa dan belum pernah berobat ke dokter spesialis. 4 bulan yang lalu batuk Pak Yasmudi semakin parah dan mulai mengeluarkan darah. Kondisi tubuh Pak Yasmudi kini ditumbuhi bejolan, hampir di seluruh tubuh terutama pada badan dan punggungnya. Pak Yasmudi adalah seorang buruh tani yang penghasilannya tidak seberapa, untuk kebutuhan hidup sehari-hari saja sulit. Lima dari enam orang anaknya yang sudah berkeluarga dan tidak tinggal serumah lagi pun hidupnya pas-pasan, tidak jauh berbeda dengan ornag tuanya. Faktor ekonomi menjadi kendala utama dalam pengobatan Pak Yasmudi. Meski pengobatan dapat dibantu oleh BPJS yang dimiliki Pak Yasmudi, namun biaya transportasi ke rumah sakit dan kebutuhan sehari-hari selama di rumah sakit menjadi kendala bagi beliau. Tim #SedekahRombongan yang mengetahui hal tersebut segera bergerak untuk membantu pengobatan Pak Yasmudi. Sejak seminggu yang lalu, Pak Yasmudi dirawat di RSUD Margono untuk pengobatan lebih lanjut. Dari hasil pemerikasaan Hb Pak Yasmudi hanya 2,5 dan sudah dilakukan transfusi sehingga sekarang Hb-nya sudah mencapai 9,9. Dari hasil rontgen juga diketahui ada TB Paru. Sampai saat ini Pak Yasmudi juga telah melakukan pemeriksaan colonoscopy.  Santunan dari #Sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari selama di rumah sakit. Semoga pengobatan Pak Yasmudi diberi kelancaran dan segera diangkat penyakitnya sehingga beliau dapat sehat kembali.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 17 April 2016
Kurir : @arfanesia, @olipe_oile, dewi, @paulsyifa

Pak yasmudi menderita CA COLON

Pak yasmudi menderita CA COLON


CANTIK NUR CAHAYA (6,5th,  CP SPASTIK QUADRIPLEGIA). Alamat : Desa Dukuh Waluh RT 01 RW 03 Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Anak angkat dari pasangan Suswati dan Sarwoko ini lahir prematur (7 bulan). Pada usia 2 bulan, Dik Cantik mengalami kejang-kejang yang mengakibatkan Dik Cantik mengalami gangguan di saraf motorik. Setelah diperiksakan ke dokter, Dik Cantik divonis menderita cp spastik quadriplegia yang menyebabkan kaki dan tangannya kaku sehingga sulit digerakkan. Jangankan untuk berjalan atau berdiri, untuk merangkak saja masih belum mampu. Pada umurnya yang  sudah 6,5 tahun ini Dik Cantik baru dapat duduk sebentar. Ia  juga masih sering mengalami kejang pada malam hari. Saat ini Dik Cantik sedang menjalani fisioterapi secara rutin di sebuah klinik di dekat rumahnya. Perlahan ada perkembangan pada kondisi Dik Cantik meski tangan dan kaki kirinya masih kaku. Pak Sarwoko seorang guru ngaji yang penghasilannya tidak seberapa. Jangankan untuk biaya pengobatan Dik Cantik ke dokter spesialis, untuk biaya hidup sehari-hari saja masih kesulitan. Bantuan diberikan tim #SedekahRombongan untuk biaya berobat ke dokter spesialis, fisioterapi dan kehidupan sehari-hari.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 23 April 2016
Kurir: @arfanesia, @kaaimaa, @paulsyifa

Cantik menderita CP SPASTIK QUADRIPLEGIA

Cantik menderita CP SPASTIK QUADRIPLEGIA


Aris Bobotsari (37th, SYARAF dan HYDROCEPALLUS) alamat desa Pakuncen RT5 RW 2 kec Bobotsari, Kab. Purbalingga, Jawa Tengah. Suami dari Ibu Mahyatun (32th) ini adalah seorang tukang becak dengan dua orang anak. Sakit yang diderita Pak Aris sudah dialaminya selama sejak November 2015. Bermula pada saat menarik becak dengan membawa muatan lalu terjatuh, sejak itulah beliau merasakan sakit, sering kejang bahkan tidak terasa buang air kecil ketika berdiri. Selama dua minggu pak Aris pernah dirawat di RSUD Goeteng Purbalingga dan dilanjutkan rawat jalan. Meski masih sakit, sebagai tulang punggung keluarga dan orang tua pak Aris tetap menarik becak untuk biaya hidup sehari-hari dan melunasi utang saat sakit. Namun, sejak bulan awal Maret 2016 kondisi sakit pak Aris semakin parah. Setiap hari hanya tiduran dan tidak bisa duduk sehingga dirawat inap di RS Margono. Pada awal Juni 2016 pak Aris diiagnosa lebih lanjut ternyata di kepala pak Aris banyak cairan / hydrocepallus sehingga harus dioperasi. Pada tanggal 20 Juni akhirnya p. Aris dioperasi dan kini sudah membaik, bisa duduk dan beraktifitas meski belum normal.
Pak Aris adalah penerima JAMKESMAS, sehingga untuk biaya pengobatan beliau tidak menjadi masalah. Pak Aris merupakan pasien dampingan #SR, sebelumnya sudah diberi santunan Rp 1.500.000,-.
Bantuan yang kedua sebesar Rp 500.000,- disampaikan untuk membantu akomodasi saat operasi. Semoga pengobatan pak Aris berjalan lancar dan kesehatannya segera pulih.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 25 April 2016
Kurir : @arfanesia, Didik Suprayogi

Pak aris menderita SYARAF dan HYDROCEPALLUS

Pak aris menderita SYARAF dan HYDROCEPALLUS


Kuswati Purbalingga (60 th, bedah rumah) Alamat DESA PENGALUSAN RT 003 RW 001 Kec. MREBET Kab. Purbalingga, Jawa Tengah. Pada tanggal 6 April 2016 siang pkl 11 terjadi kebakaran rumah ibu Kuswati. Bermula saat ibu Kuswati memasak di pawon / tungku kayu bakar, saat ditinggal sebentar api menyambar tabung gas 3kg di sebelahnya sehingga terjadi ledakan dan membakar rumah dan seisinya. Kini hanya tinggal baju yang melekat di badannya, mukenah yang selalu dipakai shalat berjamaah di musholla pun ikut terbakar. Kini ibu Kuswati tinggal menumpang di rumah tetangga. Ibu Kuswati sudah tidak punya apa-apa lagi, baju dan alat masak pun sudah terbakar semua. Kepedulian muncul dari para tetangga, sehingga para tetangga dan ketua RT setempat berembuk untuk membangun kembali rumah ibu Kuswati. Dalam rapat RT tersebut beberapa warga ada yang siap membantu bambu dan pohon kelapa untuk bahan bangunan serta tenaga untuk pengerjaan pembangunan rumah. Namun, masih ada kendala yaitu dana untuk pembelian material yang lain. Akhirnya salah satu warga mengusulkan untuk meminta bantuan #SR. setelah tim #SR dihubungi akhirnya warga mengadakan rapat kembali untuk mengajukan bahan material yang masih belum ada. Setelah dikalkulasi, warga bersama tim surbey #SR bersepakat mengajukan Rp 7.000.000,- untuk pembelian semen, seng, batako.

Jumlah bantuan : Rp 7.000.000,-
Tanggal : 24 April 2016
Kurir : @arfanesia, Didik

Bantuan bedah rumah

Bantuan bedah rumah


STEFANI PARMONAH (72th, CA MAMMAE). Alamat : Desa Bantarsoka RT 05 RW 02 Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Pada tahun 2015, Nenek Stefani sudah divonis menderita kanker payudara. Pada tahun tersebut, Beliau menjalani operasi pengangkatan kanker pada payudaranya. Hingga saat ini Nenek Stefani rutin melakukan kontrol ke RSUD Margono untuk kesembuhannya. Selain kanker, Nenek Stefani juga menderita stroke. Bagian tubuh (tangan dan kaki) sebelah kanan sudah tidak dapat digerakkan. Dalam kesehariannya, Nenek Stefani hanya dapat berbaring di rumah tanpa bisa melakukan aktifitas apapun. Nenek Stefani hanya tinggal bersama suaminya, Muslih (62) yang hingga saat ini tetap setia mendampingi  istri tercintanya. Sedangkan keenam anaknya sudah hidup mandiri, tidak tinggal bersama lagi. Praktis segala urusan keseharian Nenek Stefani dari makan sampai ke kamar mandi ditangani oleh Pak Muslih. Pak Muslih adalah seorang petugas kebersihan kota yang penghasilannya tidak seberapa.  Biaya pengobatan Nenek Stefani terbantu oleh jaminan kesehatan (BPJS) yang dimilikinya. Namun Pak Muslih masih kesulitan untuk memenuhi  biaya kontrol dan kebutuhan sehari Nenek Stefani (pampers, dll). Kurir #SedekahRombongan yang berkunjung ke rumah Pak Muslih dan Nenek Stefani merasakan kesulitan yang dihadapi pasangan renta ini. Santunan dari #Sedekaholics diberikan untuk membantu biaya kontrol dan kebutuhan sehari-hari Nenek Stefani.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 29 Juni 2016
Kurir : @arfanesia, @Olipe_oile, Vera, @paulsyifa

Ibu stefani menderita CA MAMMAE

Ibu stefani menderita CA MAMMAE


Suhrim Pemalang (65 Tahun, typhus) Alamat : Dukuh Bulu RT 005 RW 002 Desa Belik Kec. Belik Kab. Pemalang, Jawa Tengah. Suami dari ibu Kariyah (50 Tahun) adalah seorang buruh tani dan penggaduh ternak. Bapak Suhrim menderita sakit typhus, pada awalnya bpk Suhrim sakit perut, demam dan terasa pusing. Demamnya semakin lama semakin tinggi di malam hari. Nafsu makan juga berkurang sehingga bpk Suhrim dibawa periksa ke RS. Setelah diperiksa bpk Suhrim di haruskan opname selama 5 hari di RSM Rodiyah Achid. Setelah pulang dari rawat inap pertengahan juni 2016 sakit typhus bapak Suhrim kambuh lagi sehingga melakukan rawat inap selama tiga hari. Meski punya BPJS, bpk Suhrim tidak memiliki biaya untuk akomodasi ke RS sehingga harus utang ke tetangga. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama rawat inap. Semoga bpk Suhrim cepat sembuh sehingga bisa bekerja lagi.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000
Tanggal : 26 April 2016
Kurir : @arfanesia, DidikS

Pak suhrim menderita typhus

Pak suhrim menderita typhus


KINAH BINTI ALM. NATAM (72th, CA MAMMAE). Alamat : Desa Cirahap RT 01 RW 02 Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Nek Kinah mulai merasakan sakit pada bulan Februari lalu. Anak sulungnya langsung membawa Nek Kinah ke RSUD Margono untuk berobat. Dari sana, Nek Kinah dirujuk ke RS Sardjito. Dari hasil pemeriksaan, dokter memvonis Nek Kinah menderita kanker payudara. Pada bulan Maret, Nek Kinah mulai melakukan terapi sinar di RS Sardjito. Namun karena keluarga merasa kesulitan masalah biaya, jarak dan waktu selama terapi di RS Sardjito maka mulai bulan Mei terapi dilanjutkan di RSUD Margono. Hingga saat ini Nek Kinah masih rutin melakukan terapi sinar di RSUD Margono. Alhamdulillah biaya pengobatan Nek Kinah terbantu oleh jaminan kesehatan (BPJS) yang dimilikinya. Nek Kinah yang tidak memiliki penghasilan hanya dapat mengandalkan anak sulungnya untuk memenuhi biaya transportasi selama proses pengobatan dan kebutuhan sehari-harinya.  Anak sulungnya yang berpenghasilan tidak seberapa harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dan pengobatan ibunda tercintanya. Santunan disampaikan kurir #SedekahRombongan untuk meringankan beban keluarga Nek Kinah.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 30 Juni 2016
Kurir : @arfanesia, @Olipe_oile, @paulsyifa

Bu Kinah menderita CA MAMMAE

Bu Kinah menderita CA MAMMAE


KURYATI BINTI JOKO PURWANTO (23TH, EKLAMSIA). Alamat : Kutowangi RT 06 RW 08 Kelurahan Kalierang Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Pada tanggal 26 Juni 2016 pukul 16.00, Kuryati yang sedang hamil 38 minggu mengalami eklamsia (kejang). Suami Kuryati, Joko Purwanto (27) segera membawa istrinya ke RS Muhammadiyah Bumiayu. Dalam kondisi itu, pihak RS Bumiayu menyatakan tidak sanggup menangani Kuryati. Maka pihak rumah sakit segera merujuk ke RSU Margono. sekitar pukul 19.00, Kuryati sampai di RSU Margono. Karena Kuryati mengalami eklamsia, persalinan tidak boleh dilakukan secara normal dimana satu-satunya jalan adalah dengan operasi cito sebab ditakutkan sewaktu-waktu bisa terjadi kejang susulan. Apabila hal tersebut terjadi, kondisinya dapat semakin memburuk bahkan dapat terjadi kematian pada bayi maupun ibu. Selain itu, golden periodnya adalah dalam 6 jam bayi harus lahir sehingga harus segera dilakukan tindakan operasi (Sectio Cesaria). Namun dalam kondisi yang kritis ini, Joko menolak dilakukan operasi. Alasannya adalah biaya. Kuryati tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, sedangkan Jamkesda untuk Kabupaten Brebes tidak bekerjasama dengan RSU Margono.Biaya persalinan dengan operasi mencapai Rp 6.700.000,- belum lagi biaya rujukan dari RS Bumiayu ke RSU Margono.  Joko hanyalah seorang buruh tani yang penghasilannya tidak seberapa. Joko merasa tidak sanggup untuk membayar biaya persalinan tersebut. Kurir #SedekahRombongan dan pihak rumah sakit yang sedang berada di lokasi dan mendapati kejadian ini kemudian memberikan pemahaman dan keyakinan kepada pihak keluarga agar tindakan operasi dapat segera dilakukan mengingat kondisi Kuryati dan bayinya yang semakin kritis. Akhirnya pihak keluarga setuju untuk dilakukan tindakan operasi. Alhamdulillah operasi berjalan lancar, Kuryati dan bayinya dalam kondisi sehat. Biaya persalinan Kuryati dapat ditangani dengan bantuan pihak keluarga dan #SedekahRombongan.

Jumlah bantuan : Rp 3.000.000,-
Tanggal : 30 Juni 2016
Kurir : @arfanesia, Tomy, @paulsyifa

Ibu kuryati menderita EKLAMSIA

Ibu kuryati menderita EKLAMSIA


KUSMIATUN BINTI SUDIRJO (36th, ). Alamat : Tamansari RT 04 RW 05 Desa Tamansari Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. SekitarCONGESTIVE HEART FAILURE 3 tahun yang lalu, Mbak Kusmiatun merasakan dada sesak, berdebar dan lemas. Keluarga kemudian memeriksakan ke RSU Margono. Dari hasil pemeriksaan diketahui Mbak Kusmiatun menderita gangguan jantung yaitu Congestive Heart Failure. Dokter menyarankan tindakan operasi untuk pengobatannya, namun karena keterbatasan biaya operasi belum dapat dilakukan. Sampai saat ini Mbak Kusmiatun masih sering mengalami sesak nafas, jantung berdebar dan mudah lelah. Mbak Kusmiatun hanya melakukan kontrol dan berobat jalan di RSU Margono dan RSI Purwokerto ketika sakitnya kambuh dan tidak kuat menahan sakitnya lagi. Mbak Kusmiatun adalah seorang janda dengan dua orang anak. Sebelum sakit, Mbak Kusmiatun bekerja sebagai asisten rumah tangga yang penghasilannya hanya dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari bersama kedua anaknya sehingga hampir tidak ada tabungan untuk biaya berobat. Orang tua Mbak Kusmiatun, Pak Sudirjo (70) dan Bu Nasipah (60) adalah pasangan buruh tani. Dengan penghasilan yang kecil dan di usianya yang sudah tak muda lagi, Pak Sudirjo dan Bu Nasipah masih berusaha mengobati dan menghidupi putrinya yang sakit dan kedua cucunya yang masih kecil. Tim #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk biaya hidup keluarga dan merencanakan pendampingan untuk pengobatan Mbak Kusmiatun (rujuk ke Jogja/Semarang).

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 9 April 2016
Kurir : @arfanesia, Yunanto, @paulsyifa

Ibu kusmiatun menderita CONGESTIVE HEART FAILURE

Ibu kusmiatun menderita CONGESTIVE HEART FAILURE


YULIANTO BIN NASIR ATMOWIJOYO (37th, GAGAL GINJAL, KOMPLIKASI PARU-PARU DAN JANTUNG BENGKAK). Alamat : Jl. Kulon RT 01 RW 03 Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Putra dari Pak Nasir (65) dan Bu Sarinah (58) mengalami gejala sesak nafas, batuk, jantung berdebar-debar dan cepat lelah sejak 2 tahun lalu. Keluarga kemudian memeriksakan Mas Yulianto ke RSU Banyumas. Dari hasil pemeriksaan diketahui Mas Yulianto mengalami gagal ginjal dan komplikasi pada paru-paru dan jantung bengkak. Sejak saat itu Mas Yulianto harus menjalani cuci darah rutin yaitu seminggu dua kali. Disamping itu, untuk mengatasi batuk dan sesak nafasnya ia harus menghirup oksigen yang dalam sehari dapat menghabiskan hampir 2 tabung oksigen. Saat ini kondisi Mas Yulianto masih lemah, batuk-batuk, sesak nafas dan masih harus cuci darah rutin setiap dua kali seminggu serta memerlukan oksigen untuk membantu pernafasan.  Biaya pengobatan dapat dibantu jamkesmas yang dimiliki Mas Yulianto, namun masih ada biaya yang belum dapat dipenuhinya, seperti biaya untuk membeli oksigen yang dapat menghabiskan 10 tabung perminggu (harga Rp 40.000,- per tabung). Sejak sakit, Mas Yulianto tidak dapat bekerja. Istrinya yang berjualan batagor tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk biaya berobat. Penghasilan dari berjualan batagor harus diaturnya untuk keperluan sehari-hari bersama suami dan kedua anaknya yang masih sekolah TK dan SD. Untuk membantu kesulitan yang dialami Mas Yulianto, tim #SedekahRombongan memberikan santunan dampingan untuk membeli oksigen sebulan sebanyak 40 tabung.

Jumlah bantuan : Rp 1.600.000,-
Tanggal : 4 April 2016
Kurir : @arfanesia, Yunanto, @paulsyifa

pak yulianto menderita GAGAL GINJAL, KOMPLIKASI PARU-PARU DAN JANTUNG BENGKAK

pak yulianto menderita GAGAL GINJAL, KOMPLIKASI PARU-PARU DAN JANTUNG BENGKAK


RAMA FABIAN PURWANEGARA (11th, PEMBENGKAKAN SYARAF MATA). Alamat : Jl. Lensanpura RT 06 RW 01 Desa Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Dik Rama mengalami sakit mata kurang lebih 1 tahun yang lalu. Dik Rama mengeluhkan matanya yang sakit dan penglihatannya yang kabur. Kedua orang tua Dik Rama segera memeriksakannya ke balai pengobatan mata di Jl. Kamandaka Purwokerto. Dari hasil pemeriksaan dokter menyampaikan bahwa Dik Rama mengalami pembengkakan syaraf mata. Dokter juga menyampaikan bahwa untuk kasus Dik Rama dapat diobati dengan terapi secara rutin. Hingga saat ini Dik Rama masih rutin melakukan terapi di balai pengobatan mata tersebut. Alhamdulillah kini mata kanan Dik Rama sudah dapat melihat dengan normal, tinggal mata kirinya yang masih belum bisa melihat dengan jelas. Penghasilan ayah Dik Rama (Tn. Suhendar, 37th) hanya cukup untuk makan dan biaya sekolah. Keluarga Dik Rama masih tinggal bersama kakeknya, Tn. Abdul Aziz seorang porter angkut barang di terminal Purwokerto yang penghasilan hariannya sekitar 30-50 ribu. Dik Rama adalah pasien dampingan #SedekahRombongan yang sebelumnya sudah mendapat bantuan dan laporannya sudah ada di www.sedekahrombongan.com masuk dalam rombongan 789 dan 830. Santunan dari #Sedekaholics kembali disampaikan untuk biaya perpanjangan BPJS.

Jumlah Bantuan: Rp 700.000,-
Tanggal : 14 Juli 2016
Kurir : @arfanesia, @ddeaan, @paulsyifa

Rama menderita PEMBENGKAKAN SYARAF MATA

Rama menderita PEMBENGKAKAN SYARAF MATA


FAUZAN ALDLU HERMAWAN (12th,BIAYA SEKOLAH). Alamat : Jl. Pahlawan Gg 1 RT 01 RW 01 No.61 Kelurahan Kedungwuluh, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Ferdi Darmawan, ayah dari Dik Fauzan saat ini sedang kebingungan karena satu-satunya tempat usahanya berjualan kopi, nasi bungkus dan gorengan ala kadarnya akan digusur karena berada di depan bangunan yang akan segera dipakai pemiliknya. Penghasilan Pak Ferdi dari berjualan yang tidak seberapa tersebut kini harus terhenti. Tidak ada tabungan yang dapat mencukupi biaya masuk sekolah kedua orang anaknya. Tahun ini Dik Fauzan harus melanjutkan sekolahnya ke SMP dan adiknya, Fatimah juga akan mulai masuk sekolah. Pak Ferdi harus berusaha keras untuk memenuhi biaya sekolah kedua orang anaknya, sedangkan saat ini beliau belum mendapatkan pekerjaan lain yang dapat memberikan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Tim #SedekahRombongan yang mengetahui kesulitan yang dialami Pak Ferdi membantu pembayaran biaya masuk SMP Dik Fauzan dengan santunan dari #Sedekaholics. Semoga Dik Fauzan dapat belajar dengan tekun dan baik di sekolah barunya serta dapat membanggakan kedua orang tuanya.

Jumlah bantuan : Rp 1.830.000,-
Tanggal : 8 Juli 2016
Kurir : @arfanesia, Yunanto, @paulsyifa

Bantuan biaya sekolah

Bantuan biaya sekolah


FATIMAH ISNA FAUZIA (8th, BIAYA SEKOLAH). Alamat: Jl. Pahlawan Gg 1 RT 01 RW 01 No.61 Kelurahan Kedungwuluh, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Ayah Dik Fatimah, Ferdi Darmawan saat ini sedang kebingungan karena satu-satunya tempat usahanya berjualan kopi, nasi bungkus dan gorengan ala kadarnya akan digusur karena berada di depan bangunan yang akan segera dipakai pemiliknya. Penghasilan Pak Ferdi dari berjualan yang tidak seberapa itu sekarang terhenti. Tidak ada tabungan yang mencukupi biaya masuk sekolah kedua orang anaknya. Dik Fatimah menderita Down Syndrome yang membuatnya tidak dapat bersekolah di sekolah biasa dan harus masuk ke SLB. Sedangkan kakaknya, Fauzan mulai masuk SMP. Sampai saat ini Dik Fatimah masih menjalani terapi (fisiotherapy) rutin di klinik anak RSU Margono karena belum bisa berbicara dengan lancar. Alhamdulillah biaya terapi Dik Fatimah dapat dibantu dengan jamkesda yang dimilikinya. Untuk membantu kesulitan yang dialami Pak Ferdi dan keluarganya maka santunan diberikan oleh tim #SedekahRombongan untuk biaya masuk SLB Dik Fatimah. Semoga terapi yang dijalani Dik Fatimah berjalan lancar sehingga dapat belajar dengan baik di sekolah.

Jumlah bantuan : Rp 1.170.000,-
Tanggal : 20 Juli 2016
Kurir : @arfanesia, Yunanto, @paulsyifa

Bantuan biaya sekolah

Bantuan biaya sekolah


Rusyati Purbalingga (59 th, infeksi luka di mata) Alamat: Cipaku rt 01/01, kec. mrebet  kab. purbalingga, Jawa Tengah. Istri dari bpk Ikhwani (62 th) pada tahun 2011 jatuh dari motor terdapat luka di bagian mata sehingga terjadi infeksi, lukanya  bertambah parah dengan keluar darah yang cukup banyak shg mata hampir buta. Tindakan pengobatan sdh dilakukan ibu Rusyati dengan berobat  ke rsud purbalingga, namun karena terkendala biaya dan belum memiliki BPJS akhirnya tidak meneruskan pengobatannya. Ibu Rusyati yang pekerjaan sehari-harinya bertani karena suaminya sudah tidak kuat bekerja diakibatkan kondisi kesehatannya menurun hanya bisa memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Tim #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk pembuatan BPJS dan akomodasi selama pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 9 April 2016
Kurir : @arfanesia, Didik

Ibu rusyati menderita infeksi luka di mata

Ibu rusyati menderita infeksi luka di mata


ALM. SULHADI (53th, CA COLLI). Alamat : Dusun Serayu Karanganyar, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Gejala sakit yang dirasakan Pak Sulhadi dimulai sejak Mei 2015. Gejala yang muncul diantaranya batuk, nyeri pada dada dan perut sakit sampai tidak dapat bersuara, serta muncul bejolan di leher. Kemudian dilakukan operasi pada Oktober 2015, muncul lagi benjolan pada tulang belikat kiri dan dioperasi pada Desember 2015. Setelah operasi tersebut, Alm.  Sulhadi merasakan benjolan di perut semakin membesar, mengeras dan sakit. Sejak Rabu 2 Maret 2016 Alm. Sulhadi dirawat di RSUD Margono dengan bantuan tim #SedekahRombongan. Laporan bantuan dari #SedekahRombongan untuk Alm. Sulhadi sebelumnya sudah ada di web www.sedekahrombongan.com dalam Rombongan 814. Semenjak dirawat,  Alm. Sulhadi selalu mengeluh kesakitan yang teramat sangat dan minta pulang ke rumah, sehingga pada Sabtu 5 Maret 2016 Almarhum dipulangkan atas permintaan sendiri. Pada tanggal 9 April 2016, tim #SedekahRombongan mendapat kabar dari keluarga bahwa pada hari itu Almarhum telah berpulang ke sisiNya. Alm. Sulhadi meninggalkan seorang istri yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan anak yang masih bersekolah. Santunan diberikan #SedekahRombongan untuk meringankan beban keluarga. Semoga Almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisiNya dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 26 April 2016
Kurir : @arfanesia, Rahayu, @paulsyifa

Pak sulhadi menderita CA COLLI

Pak sulhadi menderita CA COLLI


KAKEK SURATIN (73 Tahun, Dhuafa). Kakek Suratin merupakan warga Dusun Kernen RT.07/RW.03 Kelurahan Ngunut, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, DIY. Kakek Suratin, yang mempunyai nama alias ‘mbah gruduk’ ini merupakan seorang duda jompo yang tinggal sendirian. Istrinya sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu. Sementara dua anaknya pergi merantau ke ibu kota. Hidup sendiri artinya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari pun harus diusahakan sendiri. Kakek Suratin di usianya yang sudah senja tetap semangat mencari nafkah dengan berjualan kecil-kecilan di rumahnya yang sederhana. Ia dagang kebutuhan sehari-hari seperti teh, gula, kopi, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Selasa, 26 Juli 2016 lalu, Kakek Suratin diuji dengan bencana alam. Sekitar pukul sepuluh pagi, rumah satu-satunya, harta yang selama ini ia jaga, roboh diterjang angin. Atap, dinding bambu, dan semua bagian rumah rata dengan tanah. Masih beruntuk sang kakek tak berada di dalam rumah pada saat kejadian. Sejak saat itu, Kakek Suratin tak punya rumah lagi, mata pencaharian satu-satunya pun turut musnah. Setelah itu ia tinggal di sebuah tenda dari dinas sosial setempat. Satu hari setelah kejadian, kondisi kakek malang ini terdengar oleh #SedekahRombongan lewat seorang informan yang mengabarkan kejadian nahas tersebut. Kurir #SedekahRombongan segera mendatangi dan melalukan survei lapangan, dilanjutkan koordinasi dengan pamong desa dan masyarakat setempat. Kurir kemudian mendata bahan meterial yang dibutuhkan untuk membangun kembali rumah Kakek Suratin. Kamis, 28 Juli 2016, Kurir #SedekahRombongan mengantar bahan material untuk membangun rumah, seperti kayu, batu, pasir, semen, batako, dan lain sebagainya. Bantuan yang diberikan senilai lima belas juta rupiah. Minggu, 31 Juli 2016, Kakek Suratin dan warga setempat mulai membangun kembali rumah kakek tua ini, mereka  gotong royong dan bahu-membahu demi terwujudnya rumah baru untuk Kakek Suratin. Semoga rumah ini cepat selesai supaya sang kakek segera menempati rumah barunya. Kakek Suratin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada #SedekahRombongan. Terima kasih #Sedekaholic, berkat bantuanmu, Kakek Suratin memiliki tempat berlindung lagi…

Jumlah Bantuan : Rp. 15.000.000,-
Tanggal : 28 Juli 2016
Kurir : @Saptuari @Aji_Kristanto

Bantuan renovasi rumah

Bantuan renovasi rumah


PARSEL LEBARAN PASIEN DAMPINGAN & DHUAFA (40 Paket Sembako). Ramadhan telah memasuki penghujung waktu, pertanda hari kemenangan akan tiba. Sebagian besar umat muslim berlomba-lomba untuk memperoleh berkah ramadhan di sepuluh hari terakhir yang ada, mereka juga mempersiapkan kebutuhan pokok lain untuk menyambut hari kemenangan – baik berupa makanan dan pakaian.
Namun, tidak semua dapat merasakan nikmatnya perayaan kemenangan ramadhan, seperti yang dialami pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan wilayah Sulawesi.
Berbulan-bulan mereka lalui untuk kesembuhannya hingga sampai bulan penuh keberkahan ini mereka masih ihtiar berobat. Pulang pergi ke Rumah Sakit, rawat inap dan berbagai pengobatan lainnya membuat mereka urung merayakan hari kemenangan.
#Sedekah Rombongan sangat merasakan kesedihan mereka, melalui dana zakat dan sedekah yang diterima dari para #Sedekaholics, Alhamdulillah 40 Parsel Lebaran” telah kami salurkan kepada para dhuafa dan pasien dampingan di kabupaten donggala Sulawesi tengah. semoga parsel yang diberikan pada para pasien dhuafa dan keluarganya dapat menambah keceriaan Ramadhan ini.
Serta para #Sedekaholics semoga Allah gantikan dengan rezeki halal yang luas, kesehatan dan kesejahteraan dalam keluarganya.
Ramadhan adalah Bulan Berbagi, sebagai mana janji Allah :  Segala kebaikan yang dilakukan saat Ramadhan, Allah akan berikan pahalanya berlipat-lipat banyaknya… Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.500,000,-
Tanggal: 30Juni 2016
Kurir: @areefy_dip

Bantuan 40 Paket Sembako

Bantuan 40 Paket Sembako


DJOKO PRAMUDJO, (75TH, SIROSIS) Beralamat Jalan Mundu gang V No 53 RT 002 RW 011, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember.
Berkerja sehari-hari sebagai pedagang Mie Ayam keliling di desanya. Kini dengan kondisi sakitnya tidak bisa lagi melakukan pekerjaanya itu. Awal mula diperiksa ke puskesmas terdekat karena mengalami susah BAB dan mengalami kesakitan di bagian perutnya saat beraktifitas.
Dengan kondisi perekonomian yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan pengobatan Pak Djoko hanya terbaring lemah diranjangnya. Dalam kesehariannya Pak Djoko dirawat oleh putranya bernama Mas Dodik yang berprofesi sebagai pegawai serabutan. Semenjak Bapaknya mengalami sakit praktis Mas Dodik tidak lagi bekerja dan fokus merawat bapaknya.
Ketika tim #SRjember mendapatkan informasi tentang Pak Djoko kondisi beliau sangatlah lemah dan harus segera mendapatkan tindakan medis. Tak lama para #kurirSR #SRjember membawa beliau ke Instalasi Gawat Darurat R.S Dr. Soebandi Jember. Akhirnya Pak Djoko harus menjalani rawat inap dan perawatan yang cukup intensive.
Kami menyampaikan titipan para sedekaholics berupa uang Rp.2.950.000,-  untuk  membantu Akomodasi pembayaran administrasi di Rumah Sakit Dr.Soebandi dan Santunan kematian alm Bapak Djoko. Semoga santunan dari sedekaholics menjadi catatan amal baik dan diberi balasan berlimpah ganda dari ALLAH AZZA WA ZALLA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 2.950.000,-
Tanggal : 30 JUNI 2016
Kurir : @Yudhoari , @gredyanto , @viandwiprayugo

Pak djoko menderita SIROSIS

Pak djoko menderita SIROSIS


MUHAMMAD HAVIV (9 TAHUN, TB TULANG). adalah seorang anak dari pasangan Bapak Sukriyanto (34 thn) dan Ibu Neny (32 thn) yang tinggal di Desa Pondok, RT 14 RW 04 Klabang, Kabupaten Bondowoso Jawa Timur. Bapak Sukriyanto memiliki 3 anak dan ini menjadi beban yang berat bagi beliau dengan satu anak yang sakit ini. Bapak Sukriyanto bekerja sebagai buruh serabutan dan penghasilan yang tidak pasti, sedangkan Ibu Neny bekerja sebagai Ibu Rumah tangga. Adik Muhammad Haviv sudah mengalami sakit sejak 1 tahun yang lalu, dan pernah mengalami operasi usus buntu. Dan sejak saat itu Haviv mengalami pertumbuhan yang tidak normal, badan mengecil, dan akhirnya mengalami kelumpuhan. Setelah didiagnosa, ternyata Adik Haviv mengalami penyakit TB tulang. Ini merupakan ujian yang berat bagi keluarga ini. Keluarga ini tinggal satu rumah dengan nenek Muhamad Haviv. Dan karena sakit ini, Adik Haviv sudah tidak bisa melanjutkan sekolahnya sejak 8 bulan yang lalu, dan ini sungguh memprihatinkan mengingat semangat Adik Haviv yang ingin sembuh dan dapat melanjutkan sekolah kembali. Latar belakang adik Haviv dari lingkungan sungguh membuat iba, sehingga lingkungan tetangga sekitar sering memberikan bantuan saat pergi ke puskesmas terdekat. Dengan keadaan ini, Adik Haviv sangat memerlukan perawatan rutin, kontrol ke rumah sakit terdekat, dalam hal ini ke rumah sakit Dr kusnadi Bondowoso. Santunan yang diberikan sebesar nominal di bawah ini digunakan untuk biaya rumah sakit dr koesnadi bondowoso dengan fasilitas umum.

Jumlah santunan: Rp. 2.550.000,-
Tanggal: 26 JULI 2016
kurir: @yudhoari , @gredyanto , @viandwiprayugo

Haviv menderita TB TULANG

Haviv menderita TB TULANG


MUHAMMAD KURNIAWAN, (11 Bulan, Mata Terkena Lem), Alamat : Kampung Loji, Rt. 02/04, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Awan biasa kami memanggil merupakan anak kedua dari pasangan Rofik (35) dan Umiyati (26), saat itu sedang asik bermain bersama nenek dan kakaknya yang sedang membuat prakarya tugas dari sekolah, ketika kakaknya sedang mengelem prakarya yang dia buat tiba – tiba lem yang sedang di pegang kakak nya dirampas oleh Awan, sang kakak yang kaget sontak mempertahankan lem yang dia pegang agar tidak dirampas oleh Awan. ketika kejadian itu tanpa sadar lem yang sedang dipegang kakaknya menyemprot ke mata Awan, kakak nya yang kaget langsung berteriak dan Awan langsung dibawa oleh neneknya ke RSUD Kota Bogor untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Karena Awan belum dibuatkan BPJS maka biaya pengobatan di UGD RSUD Kota Bogor pun menggunakan biaya umum. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan bertemu dengan Awan ketika di UGD RSUD Kota Bogor, Pak Rofik bercerita bahwa sedang kebingungan untuk membayar biaya pengobatan Awan di RSUD karena Pak Rofik hanya bekerja sebagai tukang parkir di Pasar Anyar Bogor. Bantuan awal pun di sampaikan untuk membantu Awan membayar biaya perawatan di RSUD Kota Bogor.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Kurniawan mengalami Mata Terkena Lem

Kurniawan mengalami Mata Terkena Lem


SUHAEMI BINTI RACHMAT, (63, Liver) Alamat : Kp. Bojong Neros, Rt. 05/13, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Bu  Emi biasa kami memanggil sudah sejak setahun lalu mengidap penyakit liver yang membuat Bu Emi tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Bu Herawati yang merupakan anak Bu Emi juga beberapa bulan ini di diagnosa oleh dokter mengidap demam tulang yang membuat Bu Herawati juga tidak bisa merawat Bu Emi. Kini Bu Herawati dan Bu Emi di rawat oleh Putri yang merupakan anak dari Bu Herawati dan cucu dari Bu Emi. Anak luar biasa itu merawat Ibu dan Neneknya dengan penuh kesabaran dengan harapan suatu saat Ibu dan Neneknya dapat sembuh seperti biasanya. Bu Emi tidak bisa menjalani pengobatan di RS karena adanya tunggakan BPJS yang ia punya, sedangkan untuk Bu Herawati dan Putri belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Bu Emi dan Bu Herawati hanya bisa terbaring di tempat tidur dan tidak bisa melakukan aktivitas yang terlalu berat karena akan menyebabkan kondisi badan mereka manjadi drop. Alhamdulillah Kurir #SedekahRombongan di pertemukan oleh Bu Emi dan keluarga, Bantuan awal pun di sampaikan untuk Bu Emi dan Bu Herawati yang di pergunakan untuk membayar tunggakan BPJS Bu Emi dan untuk membuat BPJS baru untuk Bu Herawati dan Putri. Semoga Allah memberikan kekuatan dan kesabaran untuk Putri dalam merawat Ibu dan Neneknya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Bu suhaemi menderita Liver

Bu suhaemi menderita Liver


FATIMAH BINTI SUHADI, (70, Tumor Kepala) Alamat : Kampung Kedung Badak, Rt. 01/07, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Nek Fatimah sapaan akrab kami, sekitar 5 tahun lalu muncul benjolan kecil tepat di atas kepalanya, karena    merasa akan sembuh dengan sendiri nya  benjolan itu pun di biarkan begitu saja. Namun lama kelamaan benjolan tersebut membesar hingga sebesar kepalan tangan orang dewasa dan Nek Fatimah sering merasakan sakit dan kram di sekitar benjolan tersebut. Akhirnya karna merasa khawatir akan kondisi kesehatan Nek Fatimah anaknya Nek Fatimah berusaha membujuk Nek Fatimah agar mau berobat ke RSUD Kota Bogor namun Nek Fatimah masih ada perasaan takut untuk berobat ke Rumah Sakit walaupun untuk berobat sudah di cover oleh KIS. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan mendapatkan kesempatan untuk turut serta membantu proses pengobatan Nek Fatimah mulai dari meminta rujukan ke Puskesmas, Kontrol Di RSUD hingga penjadwalan operasi pengangkatan tumor. Jika tidak ada halangan Nek Fatimah akan di operasi pada bulan September 2016 nanti. Bantuan awal pun di sampaikan kepada Nek Fatimah untuk akomodasi control sebelum proses operasi serta untuk kebutuhan sehari – hari Nek Fatimah. Mari sama – sama kita doakan agar Nek Fatimah diberikan kesehatan sampai proses operasi nanti. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Ibu fatimah menderita Tumor Kepala

Ibu fatimah menderita Tumor Kepala


MTSR BANDUNG (B 2641 BF, Biaya Operasional). Sejak bulan Mei 2014, #SedekahRombongan Bandung dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan papa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten Bandung yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat, tentu saja MTSR harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan sejak Februari 2015 intensitas penggunaan MTSR Bandung (B 1629 SZF) semakin tinggi. Selain antar-jemput pasien atau jenazah di sekitar Bandung Raya, mobil ambulance ini juga hampir setiap hari bergerak sampai ke pelosok desa di kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Memperhatikan betapa banyaknya warga dhuafa sakit yang  membutuhkan ambulance, Alhamdulillah pada awal Mei 2016  Sedekaholics #SR mempercayakan lagi satu unit mobil ambulance (AVP, B 2641 BF) untuk dikelola #SR Bandung Raya. Ambulance yang kerap dipanggil Mr. Black ini tentu harus tampil prima. Selain penggantian pelumas dan servis rutin, ketersediaan bahan bakar menjadi keharusan agar MTSR Bandung senantiasa laik dan layak jalan. Alhamdulillah sedekaholics #SedekahRombongan memahami tuntutan tersebut dan telah membayarkan biaya pembelian bahan bakar masa penggunaan 8 Juni 2016 sampai dengan 29 Juli 2016. Insya Allah, MTSR Bandung II ini akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bandung dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para Sedekaholics #SR dibalas Allah Swt dengan berkah dan jannah di dunia dan akhirat. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 857.

Jumlah Bantuan: Rp. 5.500.000,-
Tangggal: 29 Juli 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Biaya Operasional

Biaya Operasional


MTSR BANDUNG RAYA, (B 1629 SZF, Biaya Operasional). Sejak bulan Mei tahun 2014, #SedekahRombongan Bandung dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan papa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten Bandung Raya dan sekitarnya yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat, tentu saja MTSR harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR Bandung Raya sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Sejak Februari 2015 intensitas penggunaan MTSR Bandung semakin tinggi. Maka selain ketersediaan bahan bakar, perawatan dan servis rutin, kesiapan dan kesigapan supir, kelengkapan MTSR Bandung Raya sebagai ambulance pun dipandang penting untuk dipersiapkan demi peningkatan pelayanan #SR terhadap kebutuhan warga dhuafa sajit yang sedang berobat. Alhamdulillah para donatur #SedekahRombongan memahami tuntutan tersebut dan telah membayarkan biaya modifikasi MTSR Bandung Raya (B 1629 SZF) pada bulan Juli 2016. Adapun instalasi aksesoris ambulance MTSR Bandung Raya (B 1629 SZF) yang merupakan bantuan/sedekah dari para dermawan adalah (1) Schetcer; (2) Tabung Oksigen; (3) Kotak P3K; (4) Tabung Pemadam Api; (5) Gantungan Infus; (6) Lampu, (7) Jok Dokter; dan (8) Jok Perawat. Jazaakumullaah aktsara wa ahsanal jazaa-i. Insya Allah, MTSR Bandung Raya (B 1629 SZF) akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bandung Raya dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat.

Jumlah Bantuan: Rp. 17.000.000,-
Tangggal: 25 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Biaya Operasional

Biaya Operasional


HILMIN BIN MAHMUDIN (1 Bulan. Diagnosa : Penyempitan Lubang Anus & Panjang Usus tidak Normal). Alamat : Blok Cikadu RT.3/1 Desa Sidawangi, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Hilmin terlahir dari pasangan muda yang baru menikah awal Januari 2016 lalu, Imas Masnuah (26) dan Mahmudin (30). Mereka termasuk keluarga dhuafa yang layak dibantu. Mudin –demikian bapaknya biasa disapa- adalah seorang pedagang kaki lima di sebuah pasar di Bekasi, sekaligus kuli angkut. Ibunya, Imas, hanya mendampingi suaminya mengurus rumah tangga. Pada usianya yang terbilang masih dini, bayi mungil ini didiagnosa mengalami kelainan : penyempitan lubang anus dan panjang usus yang tidak normal. “Di awal pernikahan, kami langsung dianugerahi kehamilan. Pada bulan Ramadhan kemarin usianya memasuki enam bulan. Menjelang Lebaran 1437 H., kami mudik ke Cirebon menggunakan Angkutan Umum. Selama perjalanan itulah istri saya merasakan sakit yang hebat di perutnya. Sesampainya di Cirebon, ia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Permata. Tidak seperti yang dibayangkan, ternyata sakitnya itu kontraksi menjelang kehamilan dan ternyata bayinya terlahir kembar: keduanya laki-laki. Namun, karena prematur, berat badan mereka sangat minim, hanya 1,6 kilogram. Kakaknya Hilmin meninggal setelah 18 jam di ruang inkubasi. Sementara Hilmin alhamdulillah bertahan hidup hingga saat ini,” cerita ayahnya. Kurir #SR dipertemukan dengan keluarga ini oleh Dokter Lina yang peduli dengan kesulitan keluarga Hilmin. Saat itu pasien dan keluarga membutuhkan biaya yang cukup besar, sedangkan kondisi ekonomi mereka terbilang tidak mampu. Dengan mengoptimalkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari desa setempat, dan kebijakan rumah sakit, akhirnya biaya pengobatan sang ibu, total Rp.32.000.000,- (tiga puluh dua juta rupiah), bisa ditanggulangi. Masalah belum selesai, Hilmin sangat lambat dalam proses pencernaan hingga terlambat mengeluarkan feses dan urine. Berdasarkan diagnosa tim dokter, Hilmin mengalami penyempitan pada lubang anus atau panjang usus yang tidak normal. Penangananya kemudian dirujuk ke dokter ahli di Rumah Sakit Gunungjati Kota Cirebon. Selama proses ini hingga pasien kembali ke sumah sakit, alhamdulillah, kurir #SR bisa mendampingi keluarga dhuafa ini. Bisa jadi karena terlahir prematur, fungsi pencernaan Hilmin menjadi tidak normal. Akibatnya, Hilmin sangat kesulitan saat melakukan buang air besar dan buang air kecil. Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan di Rumah Sakit Permata, Kabupaten Cirebon, Hilmin didiagnosa mengalami penyempitan pada lubang anus atau panjang usus yang tidak normal. Dari RS tersebut, Hilmin dirujuk penangananya ke dokter ahli di Rumah Sakit Gunungjati, Kota Cirebon. Bersyukur kurir #SR berkesempatan dipertemukan dengan keluarga dhuafa yang tabah ini, ikutnmendampingi mereka dan bisa.menyampaikan bantuan awal untuk Hilmin yang digunakan untuk biaya transport-akomodasi check-up. Pemeriksaan selanjutnya akan dilakukan tiga bulan ke depan dan check-up ke poliklinik dilakukan setiap minggu.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 29 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @heninuraini @ahmadshaleh  @makhrusyusela

Hilmin menderita Penyempitan Lubang Anus & Panjang Usus tidak Normal

Hilmin menderita Penyempitan Lubang Anus & Panjang Usus tidak Normal


NURHAYATI (44, Kista Ovarium). Alamat: Blok Wuni I, Desa Dawuan, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sudah berbulan-bulan, Ibu Nur –sapaan akrabnya– menderita penyakit kista ovarium. Awalnya, tiga bulan lalu, dia sering merasakan sakit di bagian pinggang. Beberapa kali dibawa ke dokter, ia merasa lebih baik setelah minum obat yang diberikan. Namun, karena rasa sakitnya muncul kembali, ia akhirnya dibawa periksa ke Puskesmas terdekat. Dokter di Puskesmas menyarankan agar Ibu Nur menjalani test USG dan merekomendasikannya untuk menjalani operasi. Akan tetapi, Ibu Nur memilih menunda tindakan operasi tersebut karena ia mengaku dirinya masih bisa bertahan. Beberapa bulan kemudian, perutnya kian membesar dan terus membesar. Pencernaan pun mulai terganggu. Ia mulai merasakan sulit BAK dan BAB. Ibu Nur pun kembali dibawa ke dokter. Dokter praktek mendiagnosa bahwa Ibu Nur menderita kista ovarium dan harus segera dilakukan tindakan medis. Akhirnya ia menjalani pemeriksaan di laboratorium. Proses pemeriksaan dan hasil cek laboratorium yang memakan waktu lama, menyebabkan kondisi Ibu Nur semakin kritis. Ibu Nur terbaring lemah di tempat tidur, wajah dan tangannya sangat kurus, seperti tulang yang hanya berbalut kulit tipis. Bagian perutnya membesar, kakinya bengkak. Dia hanya bisa menatap ke atas dan sesekali menengok kanan dan kiri dengan lemah. Meskipun demikian,  dari tatap matanya, masih sangat terlihat semangat untuk bertahan hidup dan berjuang melewati semua sakit yang diderita. Cobaan yang dialami Ibu Nur ini, dengan izin Allah Swt, akhirnya sampai kepada kurir #SedekahRombongan, yang segera mengunjungi Ibu Nur di rumahnya. Menurut pihak keluarga, ia pernah dirujuk ke RSHS Bandung, namun harus menunggu jadwal sekitar tujuh bulan atau lebih. Alhasil, keluarga memutuskan untuk merawat Ibu Nur di rumah. Karena kondisi Ibu Nur yang kian kritis, kurir #SR mencoba membantunya mencarikan rumah sakit. Setelah survey ke beberapa rumah sakit, akhirnya RS. Budi Luhur Cirebon bersedia menangani penyakit Ibu Nur dengan biaya yang cukup besar. Untuk biaya pengobatan, keluarga dhuafa ini mengaku sangat kesulitan. Penghasilan Bapak Mulya (48) yang hanya bekerja sebagai buruh di pabrik rotan tak mencukupi untuk biaya pengobatan sang istri. Atas wujud kepedulian dan empati, alhamdulillah sedekaholics  #SR pun memberikan santunan awal untuk IbU Nur yang digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan. Semoga Allah senantiasa memberi ketabahan, kekuatan iman, kesabaran serta rasa nikmat yang dicurahkan dengan berbagai cara kepada Ibu Nur dan keluarganya. Amiin yaa Robbal ‘alamin..

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 29 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @heninuraini @makhrusyusela

Ibu nurhayati menderita Kista Ovarium

Ibu nurhayati menderita Kista Ovarium


ENTIN NANANG (40, Diabetes Mellitus).  Alamat : Gang H. Emod RT.8/3 Kelurahan Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ibu Entin tinggal bersama suami dan dua anaknya di rumah kontrakan sederhana di wilayah timur Kota Bandung. Suaminya, Endang Nanang (43), dikenal warga sebagai kuli bangunan yang bekerja harian tidak tetap dengan penghasilan kecil yang juga tidak menentu. Seperti pengakuannya pada kurir Kota Bandung, keluarga dhuafa ini merasakan betapa sulitnya kehidupan ekonomi mereka, terlebih setelah Ibu Entin menderita sakit cukup lama, sejak tahun 2015. Tak mudah membesarkan dua anak dalam keadaan miskin dan diuji Allah Swt dengan penyakit. Selama ini upaya pengobatan sudah dilakuka  dengan bantuan keluarga dan warga secara gotong royong. Menggunakan Surat Keterangan Miskin (SKM) Kota Bandung, pengobatannya bahkan pernah dilakukan di beberapa RSUD di Kota Kembang ini. Berdasarkan hasil pemeriksaan waktu itu ia didiagnosa menderita diabetes akut. Kini pada tangan dan kakinya banyak luka borok yang tak terobati dan terawat. Karena tidak ada biaya, sayang sekali, pengobatannya kerap tertunda. Cerita duka dhuafa ini akhirnya sampai kepada kurir #SR di Bandung atas informasi dari warga yang tergabung dalam organisasi Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kelurahan Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung. Berempati atas apa yang dialami Ibu Entin dan keluarganya, alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa dari sedekaholics untuk keluarga dhuafa ini. Bantuan yang diterima langsung ole Ibu Entin ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 29 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @zaenabsusaniza

Ibu entin menderita Diabetes Mellitus

Ibu entin menderita Diabetes Mellitus


NONENG ROKAYAH (41. Kanker Payudara). Alamat : Kampung Cipangkalo RT.3/2, Desa Karya Bakti, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Ibu rumah tangga ini sehari-hari biasa dipanggil Yayah. Ibu Yayah tak mengira di usianya kini harus merasakan betapa berat dan melelahkannya berobat dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya sejak ia didiagnosa mengidap kanker payudara. Pada awal tahun 2016, didampingi suaminya, Pak Usman (41), ia harus meninggalkan kedua anaknya di kampung (wilayah Cianjur selatan) untuk memulai pemeriksaan di RSHS Bandung berdasarkan surat rujukan dari rumah sakit daerah. Sebelum ikhtiar di Kota Kembang, ibu dua anak ini lama berobat (keluar-masuk) ke Puskesmas bahkan RSUD Cianjur di daerah Sayang. Selama berobat di Bandung, ia pernah mengontrak kamar saat masih punya biaya lebih. Ia juga kerap tinggal di sekitar emperan RSHS Bandung setelah kehabisan bekal. Harta benda tak seberapa yang sempat mereka miliki, akhirnya  terjual habis digunakan untuk bertahan hidup dan biaya berobat. Suaminya, yang hanya penjual es lilin, tak bisa berbuat banyak untuk meningkatkan pendapatan. Hanya itulah kemampuan yang ia bisa usahakan. “Jangankan untuk berobat; untuk menutupi kebutuhan hidup kedua anak pun, kami kerap merasakan kesulitan, banting tulang. Rumah sederhana yang kami tempati  ini adalah rumah orang tua,” aku suaminya. Meskipun terus-menerus diuji Allah Swt dengan kemiskinan dan penyakit, keluarga dhuafa ini tampak bersemangat untuk terus berupaya menjalankan perintah Allah swt. Kabar tentang kesulitan dan harapan Bu Yayah sekeluarga akhirnya sampai kepada #SedekahRombongan atas informasi dari keluarga pasien dampingan #SR yang bertemu mereka di RSHS Bandung. Bersyukur kurir #SR bisa segera mengajaknya tinggal di RSSR Bandung. Sampai saat ini hampir dua bulan Ibu Yayah dan suaminya tinggal di rumah singgah sementara para pasien SR itu. Tampaknya mereka semakin bersemangat. Berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir, Ibu Noneng Rokayah harus menjalani terapi sinar setiap hari selama tiga 30 hari. Berempati atas apa yang mereka alami, sedekaholics #SR juga memberinya bantuan awal untuk Ibu Yayah yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 29 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Ibu noneng menderita Kanker Payudara

Ibu noneng menderita Kanker Payudara


SANUSI BIN KARIM (54, Stroke). Alamat : Kp. Srengseng RT. 3/2, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Gejala penyakit yang dialami Pak Sanusi berawal 3 tahun yang lalu. Saat itu Pak Sanusi masih bekerja sebagai penjual mie ayam keliling. Ketika ia sedang mendorong gerobaknya,  tiba-tiba Pak Sanusi terjatuh dan tidak sadarkan diri. Warga sekitar yang melihatnya segera menolong dan langsung membawanya ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Pak Sanusi kemudian dirujuk ke RSUD Kabupaten Bekasi dengan kartu jaminan Jamkesmas untuk penanganan lebih lanjut. Ia dinyatakan menderita stroke dan kelemahan pada bagian tubuh sebelah kanan sehingga harus menjalani rawat inap selama 1 minggu sebelum akhirnya diperbolehkan pulang. Setelah pulang, Pak Sanusi seharusnya menjalani kontrol rutin, namun karena ketiadaan biaya hal tersebut tidak dilakukan. Pada tanggal 2 November 2015, kondisi fisik Pak Sanusi menurun sehingga harus dibawa ke  RS. Bakti Husada Bekasi. Pak Sanusi kembali menjalani perawatan di rumah sakit ini selama 4 hari. Pak  Sanusi dan keluarganya cukup kesulitan untuk memenuhi biaya transport dan akomodasi selama di rumah sakit sehingga keluarga ini  layak dibantu. Istri Pak Sanusi, Bu Nasiah (45) selama ini yang mencari nafkah menggantikan suaminya dengan berjualan kue keliling setiap pagi. Akhir bulan Maret 2016 Pak Sanusi drop dan langsung dilarikan ke RS.Bakti Husada Cikarang. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi selama menjalani kontrol di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 818. Semoga Pak Sanusi dan keluarganya diberi kesabaran menghadapi cobaan ini. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Pak sanusi menderita Stroke

Pak sanusi menderita Stroke


BASTIAN ARDIANSYAH (16, Fraktur Clavicula). Alamat : Kp. Gaga RT. 5/2, Desa Sukamantri, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sekitar awal bulan Mei 2016, Bastian terjatuh dari sepeda motor dan sempat menjalani perawatan di RS. Anissa Cikarang selama 10 hari. Namun setelah ia pulang dari rumah sakit, ia merasakan sakit di samping leher sebelah kanan. Setelah dirontgen, ternyata ada bagian tulang yang patah. Dengan berbekal kartu KIS PBI, Bastian menjalani serangkaian pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi. Sayangnya mereka kesulitan untuk ongkos berobat ke rumah sakit sehingga perlu dibantu. Ayahnya, Pak Tuan (48) hanya seorang buruh serabutan sedangkan Ibunya, Bu Sumiyati (45) ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi ke rumah sakit kontrol setelah menjalani operasi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 861.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bastian menderita Fraktur Clavicula

Bastian menderita Fraktur Clavicula


NOVITA LUKMAN (26, TB. Milier dan Radang Otak). Alamat : Kp. Sepatan RT. 3/1, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kotamadya Bekasi, Jawa Barat. Sudah 3 tahun lamanya Bu Novita menjalani pengobatan rutin di RSUD Kota Bekasi. Namun, Bu Novita menjalani perawatan di RSUD Kota Bekasi sejak tanggal 12 Juli 2016, karena kondisinya yang ngedrop dan tidak sadarkan diri, ia langsung dilarikan ke IGD RSUD Kota Bekasi. Hingga saat santunan diberikan, kondisi Bu Novita sudah berangsur membaik. Ia menjalani pengobatan dengan menggunakan Jaminan BPJS, namun adakalanya BPJS tidak dapat mengcover obat yang dibutuhkan, sehingga harus menggunakan biaya umum. Suami Bu Novita, Pak Lukman (26) hanya seorang buruh pabrik dengan gaji yang tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan obat tersebut sehingga mereka merasa kesulitan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk membeli obat yang tidak tercover oleh BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom

Novita menderita TB. Milier dan Radang Otak

Novita menderita TB. Milier dan Radang Otak

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Santunan lebaran kab pelalawan 11,600,000
2 Eka Ayu 3,300,000
3 MUHAMMAD HIDAYAH 1,000,000
4 Siti 1,000,000
5 Tri 20,000,000
6 Desi 500,000
7 Sutarso 1,500,000
8 Nur 1,000,000
9 RSSR Semarang 12,872,499
10 MTSR Semarang 7,753,621
11 MTSR Semarang 7,573,455
12 Djoko 3,300,000
13 Whaqiah 3,000,000
14 MUHAMMAD HAVIV 2,280,000
15 RSSR Purwokerto 1,965,500
16 Parsel lebaran 10,000,000
17 Aisah 1,000,000
18 Parsel lebaran 10,000,000
19 Hendrawati 2,000,000
20 Latifa 2,000,000
21 Sumirah 1,000,000
22 Rahman 750,000
23 Alm Suradi 1,000,000
24 Suradi 1,000,000
25 PANTI ASUHAN AN NADHIF SENON 875,000
26 KHOMSINI 750,000
27 Yasmudi 1,000,000
28 Cantik 1,000,000
29 Aris 500,000
30 Kuswati 7,000,000
31 Stefani 1,000,000
32 Suhrim 750,000
33 Kinah 500,000
34 Kuryati 3,000,000
35 Kusmiatun 1,000,000
36 Yulianto 1,600,000
37 Rama 700,000
38 Fauzan 1,830,000
39 Fatimah 1,170,000
40 Rusyati 1,000,000
41 Alm Sulhadi 1,000,000
42 Kakek Suratun 15,000,000
43 Parsel lebaran 4,500,000
44 Djoko 2,950,000
45 MUHAMMAD HAVIV 2,550,000
46 MUHAMMAD KURNIAWAN 500,000
47 Suhaemi 1,000,000
48 Fatimah 500,000
49 MTSR Bandung 5,500,000
50 Mtsr bandung Raya 17,000,000
51 Hilmin 500,000
52 Nurhayati 500,000
53 Entin 500,000
54 Noneng 1,000,000
55 Sanusi 1,000,000
56 Bastian 500,000
57 Novita 500,000
Total 186,070,075

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 186,070,075,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 872 ROMBONGAN

Rp. 39,896,644,468,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.