BERBAGI KEBAHAGIAAN DENGAN MEREKA YANG DISAYANGI RASULULLAH. Tepat sehari sebelum Hari Raya Iedul Fitri, hari Rabu Tanggal 7 Agustus 2013, #SedekahRobongan bekerja sama dengan Pondok Pesantren Gentur, Desa Rancapaku, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, menggelar acara bertajuk “Berbagi Kebahagiaan Dengan Mereka Yang Disayangi Rasulullah” yang berwujud pemberian bingkisan kue-kue dan sembako kepada 45 orang anak Yatim Piatu, Kaum Jompo, dan Janda Tua. Sungguh suatu kebahagiaan yang tak terkira, dapat melihat mereka tersenyum ceria menyambut hari kemenagan, Iedul Fitri, walaupun santunan yang diberikan tidaklah seberapa, namun bagi mereka cukup membahagiakan. Acara ini diisi dengan tausiyah menjelang buka puasa hari terakhir dari Pimpinan Pondok Pesantren Gentur, Bapak Budi Ali Muchsin, S. Ag, M. Ag. #SedekahRombongan menyampaikan santunan kepada anak yatim piatu, jompo, dan janda tua, yang dipergunakan untuk biaya pembelian kue-kue dan sembako.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem
Tanggal : 7 Agustus 2013

Bingkisan kue-kue dan sembako kepada 45 orang anak Yatim Piatu, Kaum Jompo, dan Janda Tua

Bingkisan kue-kue dan sembako kepada 45 orang anak Yatim Piatu, Kaum Jompo, dan Janda Tua


———————————————————–

ENDANG SUHERMAN (48), Alamat: Kp. Semulagung RT 2/1, Ds. Rancapaku, Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya. Perusahaan tempat Pak Endang bekerja di Jakarta, sekitar 2 tahun yang lalu mem-PHK-nya. Uang pesangon yang tidak seberapa, habis untuk berobat. Ia pun pulang ke kampung halamannya di Tasikmalaya, karena dengan kondisi penyakitnya yang seperti itu, ia sudah tidak bisa bekerja lagi. Dari bulan Agustus-Oktober tahun 2011, selama 2 bulan Pa Endang dirawat di RSUD Tasikmalaya, didampingi dengan setia oleh istrinya ibu Yuyun (45), ibu rumah tangga yang sekarang harus berganti peran menjadi tulang punggung keluarga. Dengan bekal seadanya setahun kemudian Pak Endang pernah juga diperiksakan kondisinya ke RSUD, namun tidak sempat dirawat inap karena ketiadaan biaya. Sampai saat ini Pak Endang hanya berbaring di rumah dan hanya sesekali berobat ke Mantri Kesehatan. Kondisi ini semakin memperburuk kondisi penyakit Pak Endang, bengkak di tangannya semakin membesar, bahkan beberapa minggu yang lalu sempat mengalami kritis sampai kehilangan kesadaran selama beberapa hari. #SedekahRombongan membantu pengurusan fasilitas jaminan kesehatan dan menyampaikan santunan untuk membantu Pak Endang melanjutkan pengobatan penyakitnya yang sudah sekian lama terhenti. Ia pun dibawa ke RSUD, dan karena kondisinya cukup mengkhawatirkan langsung masuk IGD, dan akhirnya dikharuskan menjalani rawa inap. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk bekal dan keperluan selama dirawat, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 412.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem via @pitungcilik
Tanggal : 3 Agustus 2013

Pak Endang, bengkak di tangannya semakin membesar

Pak Endang, bengkak di tangannya semakin membesar

———————————————————–

RENI MULYANI (27), Alamat: Cieunteung RT 3/5 , Kel. Argasari, Kec. Cihideung, Kota Tasik. Ibu muda dari seorang anak yang selalu ditinggal suaminya, Wawan Setiawan (32), untuk bekerja sebagai tukang service AC di Jakarta ini, saat ini terpuruk menderita penyakit yang cukup berat. Berawal dari kejadian tabrakan 4 tahun lalu, yang menyebabkan ia mengalami pendarahan dari hidung dan mulutnya, sejak itu kesehatannya kerap terganggu. Setelah berobat ke RSUD Tasikmalaya dengan bantuan fasilitas Jamkesmas, akhirnya diketahui bahwa Bu Reni diduga menderita tumor di saluran pernafasannya. Ia sudah tidak bisa bernafas melalui hidungnya karena sudah tersumbat tumor, sehingga pernafasan dilakukan melalui mulut. Selain itu juga ia seringkali mimisan, keluar darah dari hidungnya. Melihat kondisi Bu Reni yang memprihatinkan ini #SedekahRombongan segera mengevakuasi Bu Reni ke RSHS Bandung. Saat ini ia sudah berada di RSSR Bandung untuk menjalani serangkaian pemeriksaan dan pengobatan awal, sekarang sedang menunggu jadwal operasi/kemoterafi. Bu Reni yang sementara ini tinggal di RSSR Bandung, sempat mengalami kritis pada Tanggal 27 Juni 2013 malam, alhamdulillah Kurir #SR Bandung segera tanggap membawanya ke IGD RSHS dan Bu Reni pun sekarang telah melewati masa kritisnya. Tanggal 3 Agustus 2013 ia menjalani operasi, alhamdulillah operasinya berhasil dan Tanggal 6 agustus diperbolehkan pulang. Setelah sebelumnya dibantu melalui Rombongan 421, #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk biaya transportasi dan bekal selama perawatan di RSHS,

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem via @abahSPwijaya
Tanggal : 6 Agustus 2013.

Ibu Reni mengalami pendarahan dari hidung dan mulutnya

Ibu Reni mengalami pendarahan dari hidung dan mulutnya

———————————————————–

OMBAH (55), Kp. Cicadas RT 2/2 Desa Tawangbanteng Kec. Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya. Janda tua malang yang asalnya buruh tani ini sekarang tidak bisa bekerja lagi karena sakit. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia mengandalkan belas kasihan tetangga dan pemberian/kiriman anaknya yang juga hidupnya pas-pasan, karena mereka rata-rata hanya buruh serabutan. Biarpun ia tidak memiliki tanggungan, karena justru dia yang menjadi beban tanggungan anaknya, Bu Ombah tetap saja menjalani hari-harinya dengan kesulitan. Ia mencoba untuk mengakrabi penderitaan hidup dan selalu tetap bersyukur dengan apa yang dialaminya selama ini. Namun penyakit maag kronisyang mengakibatkan terjadinya pembengkakan pada lambungnya, membuat ibu tangguh ini sebulan terakhir hanya bisa berbaring di tempat tidur. Walaupun memiliki fasilitas Jamkesmas , namun ia hanya bisa berobat ke Pukesmas, itu pun dengan bantuan tetangganya. Rujukan untuk ke RSUD sudah ada, tapi belum bisa juga brangkat karena tidak ada biaya untuk transportasi. Ia harus menyarter mobil karena kondisinya tidak memungkinkan jika harus naik sepeda motor atau angkutan umum. #SedekahRombongan memahami kesulitan Bu Ombah dan mencoba untuk membahagiakannya dengan menyampaikan santunan untuk biaya pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem via Ade Buser
Tanggal : 4 Agustus 2013.

Ibu Ombah mengandalkan belas kasihan tetangga dan pemberian/kiriman anaknya yang juga hidupnya pas-pasan

Ibu Ombah mengandalkan belas kasihan tetangga dan pemberian/kiriman anaknya yang juga hidupnya pas-pasan

———————————————————–

RINA (38), Kp. Kubang Salawe RT 8/7 Desa Tawangbanteng Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya. Suami Bu Rina, Sutisna (40), adalah bapak dari 5 orang anak yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cangkul di sawah dengan penghasilan 20-25 ribu/hari ini, itu pun tidak setiap hari ia dapat pekerjaan tersebut. Bu Rina, dengan berbekal kartu Jamkesmas, pada Tanggal 4 Agustus melahirkan anak keenamnya di RSUD Tasikmalaya secara caesar. Pasca melahirkan kondisinya memburuk, HB 5, sehingga sangat membutuhkan transfusi darah gol B 3 labu. Saat itu stok darah di PMI Tasik sedang kosong, sehingga harus mencari donor darah. #SedekahRombongan membantu mencarikan donor darah dan mendampingi pengurusannya ke PMI Tasikmalaya. Sungguh berat beban keluarga sangat miskin dengan tanggungan anak cukup banyak ini, karena mereka berangkat ke RSUD hanya berbekal kartu Jamkesmas dan nekat, tanpa memiliki bekal yang cukup untuk biaya sehari-hari dan transportasi. Usia bayi Bu Rna tidak bisa bertahan lama, hanya 2 hari menghirup udara, akhirnya meninggal di RSUD. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk biaya sehari-hari dan transportasi selama perawatan di RSUD,

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem via @roeslysatiman
Tanggal : 5 Agustus 2013.

Ibu Rina Pasca melahirkan kondisinya memburuk, HB 5

Ibu Rina Pasca melahirkan kondisinya memburuk, HB 5

———————————————————–

RAMADHANI (5 hari), Kp. Daracana RT 30/8, Deas Cikuya, Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya. Bayi malang ini lahir di Puskesmas Culamega dengan kondisi yang tidak normal, ususnya berada di luar. Melihat kondisi bayi seperti itu, Puskesmas segera merujuknya ke RSUD Tasikmalaya. Hanya 2 jam berada di RSUD, bayi Ramadhani langsung dirujuk ke RSHS Bandung. Dengan berbekal fasilitas jaminan Jamkesda dan bekal seadanya, ayah bayi Ramadhani, Hendrayanto (32), seorang Guru Honorer yang memiliki tanggungan 2 orang ini, segera membawanya ke RSHS, sedangkan ibu bayi, Intan Royani (19) tetap dirawat di RSUD Tasikmalaya sampai kondisinya stabil. Kurir #SR Tasikmalaya segera berkoordinasi dengan Kurir #SR Bandung, sehingga setibanya di Bandung, bayi Ramadani bisa langsung didampingi sepenuhnya dan sesegera mungkin mendapatkan tindakan medis. #SedekahRombongan merajut jalinan tali cinta kasih dengan bayi Ramadhani melalui penyampaian santunan untuk keperluan biaya bekal dan transportasi selama dirawat di RSHS.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem via @abahSPwijaya
Tanggal : 5 Agustus 2013.

Adik Ramadhani lahir di Puskesmas Culamega dengan kondisi yang tidak normal, ususnya berada di luar

Adik Ramadhani lahir di Puskesmas Culamega dengan kondisi yang tidak normal, ususnya berada di luar

———————————————————–

DELA (8), alamat: Kp. Ranjeng RT.2/5, Desa Bungursari, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya. Putri dari Bapak Jajak (54), Buruh tani, tukang mencangkul di sawah dan Ibu: Empat, ini mengalami luka bakar yang cukup berat di hampir sekujur tubuhnya. Gadis kecil malang ini sudah sekitar sepuluh bulan terbaring di tempat tidur dan tidak dapat bersekolah. Penghasilan Pak Jajak, yang memiliki tanggungan 4 orang anak ini, hanya sekitar 20-30 ribu rupiah per hari, itu pun tidak setiap hari ia dapatkan, karena kadang dapat pekerjaan kadang tidak. Luka bakar tingkat 3 yang dialami Dik Dela diderita ketika ia tersiram thinner ketika sedang bermain masak-masakan dengan temannya dan tersulut api yang kemudian membakar badannya. Ia sempat dirawat di RSUD Tasikmalaya selama 5 hari, namun terpaksa dibawa pulang sebelum pengobatannya selesai, karena meskipun memiliki fasilitas Jamkesmas, mereka tidak mempunyai biaya untuk transport dan bekal selama Dik Dela dirawat. Waktu itu ayahnya tidak bisa bekerja karena harus menunggui Dik Dela di Rumah Sakit. Hampir setaun Dela terbaring di rumahnya, di atas ubin dengan hanya beralaskan tikar dan kain sarung yang ditumpuk-tumpuk berselimutkan kain gorden. Alhamdulillah…ada sedekaholic yang tergugah melihat kondisi Dik Dela yang sangat menyedihkan ini, dan memberikan santunan untuk membeli karpet, kasur, bantal dan obat-obatan untuk Dik Dela. Setelah santunan sebelumnya masuk di Rombongan 418, Kembali #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu pengobatan dan biaya pembelian peralatan tidur agar lebih bersih, sehat dan nyaman.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem
Tanggal: 5 Agustus 2013

Adik Dela mengalami luka bakar yang cukup berat di hampir sekujur tubuhnya

Adik Dela mengalami luka bakar yang cukup berat di hampir sekujur tubuhnya

———————————————————–

Almh. Bu.Sri Yuliani usia 57th alamat Randubelang RT 5 Bangunharjo Sewon Bantul Yk Pek: Sebelum Sakit Guru Sekolah Swasta, Bersuamikan Bp.Nisby(58th Pek: Wartawan MP)serta Ibu 4 Anak. Berawal sejak 2th lalu menderita sakit Stroke saat ini kondisi mulai membaik masih Fisiotherapy di RS.Bethesda Yk bersamaan 1th yg lalu Payudara Ibu.Nisby ada benjolan stlh semakin lama membengkak Des.2012 dinyatakan CA-Mamae .Seminggu yang lalu terjadi Pendarahan dan harus Opname di RS.Bethesda selama seminggu perbaikan KU ,hari senin ijin pulang atas permintaan keluarga karena CA-Mamae sudah metatase sampai Paru-Paru (Stadium 4) .Bu Nisby tinggal di rumah papan yg sudah lapuk alias tidak layak huni.ini adalah bantuan untuk pelunasan biaya RS Bu Nisby.

Jumlah Bantuan : Rp.14.650.000,-
Kurir : @KarmanMove via @kdunk_dkdunk
Tanggal : 10/8/2013

Almh. Ibu Sri menderita sakit Stroke

Almh. Ibu Sri menderita sakit Stroke

———————————————————–

Bu Tumiyem 58tahun beralamat di Selo Timur, Hargorejo,Kokap,KulonProgo, pedagang sayuran di pasar, menderita kanker payudara, sejak 2010, 2011 pernah di bawa ke RS Sarjito oleh calon bupati wkatu itu dan tdk ada kelanjutan, kanker memburuk sejak 2011 pertengahan, kami membawa segera Bu Tumiyem ke RS di Jogja untuk segera mendapat penanganan. Bu Tumiyem harus menjalani kemoterapi dan penyinaran , terapi panjang yang sudah dijalani ini akhirnya minggu kemarin Bu Tumiyem menjalani pengangkatan tumor payudara, selanjutnya rangkaian kemoterapi sisa akan dijalani, segera berlanjut Bu Tumiyem diberi energi lebih oleh Allah….Bantuan ini untuk biaya radioterapi

Jumlah Bantuan : Rp.7.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @rofiqsilver
Tanggal : 7/8/2013

Bu Tumiyem menjalani pengangkatan tumor payudara

Bu Tumiyem menjalani pengangkatan tumor payudara

———————————————————–

Ponidi umur 45 thun alamat prapak wetan sd mulyo minggir sleman , menderita sakit udah 45 hari dirawat di rs pasar rebo jakarta selama 21hari, Pak Ponidi menderita sakit komplikasi jantung ginjal, karena biaya tdk ada keluarga membawa pulang ke Jogja dan berpasrah untuk merawat dirumah•

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @nggimoets
Tanggal : 11/8/2013

Pak Ponidi menderita sakit komplikasi jantung ginjal

Pak Ponidi menderita sakit komplikasi jantung ginjal

———————————————————–

Bu Winarning (36th) warga Dukuh Rajegan I, Kelurahan Randu RT.04/RW.06, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah menderita kanker Epidemid Vulva. Kami bertemu Bu Winarning sejak 5 November 2012 dan mulai saat itu juga kami mendampingi Bu Winarning selama rawat inap di RS.Kariadi Semarang.

Sehari-harinya Bu Winarning bekerja sebagai buruh pembuat emping dan suaminya bekerja mencari kayu bakar. Dalam ikhtiar penyembuhan Bu Winarning dilakukan beberapa kali penyinaran.

Sejak beberapa minggu lalu Bu Winarning kembali rawat inap di Rumah Sakit Kariadi untuk perawatan lanjutan, kondisi Bu Winarning drop, perutnya membesar, dan membutuhkan transfusi darah. Akhirnya pada 4 Agustus 2013 Bu Winarning meninggal dunia di RS. Kariadi Semarang. Bantuan ini ditujukan untuk operasional di Rumah Sakit dan santunan pemakaman.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000,-
Bantuan via @KarmanMove @Saptuari @indra07des @aprilysf @robbyadiarta @bayudeje
Santunan Pemakaman: Rp 1.500.000 via @KarmanMove @indra07des @aprilysf
Santunan di RS: Rp 500.000 via @Saptuari @robbyadiarta @bayudeje
Tanggal : 4 Agustus 2013

Almh. Ibu Winarning menderita kanker Epidemid Vulva

Almh. Ibu Winarning menderita kanker Epidemid Vulva

———————————————————–

Kami mendapat kabar mengenai Adi Winoto (13 tahun) pertama kali dari sebuah portal berita yang memuat berita tentang Adi. Putra dari pasangan Bapak Radi (47 tahun) yang bekerja sebagai buruh tani/serabutan dan ibu Elia Astuti (39 tahun) yang seorang ibu rumah tangga tersebut menderita Kanker Tulang sejak 8 bulan lalu. Kami segera menemui Adi di rumahnya yang beralamat di Desa Harjosari No. 32, RT 3/RT 4. Kecamatan Suradadi. Kabupaten Tegal.

Sekitar dua minggu lalu kami membawa Dik Adi ke RS. Orthopedi Solo dan tim dokter di sana menyarankan bahwa kaki Dik Adi harus segera diamputasi agar Kankernya tidak menyebar namun hal ini belum bisa diterima keluarganya dan Dik Adi menangis tidak mau diamputasi juga meminta untuk pulang kembali ke Tegal. Akhirnya benar terjadi, Dik Adi meninggal dunia 3 Agustus 2013 di rumahnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Kurir @KarmanMove via @indra07des , @indrawans dan @AWEntrepreneur
Tanggal : 4 Agustus 2013

Alm. Adi menderita Kanker Tulang

Alm. Adi menderita Kanker Tulang

—————————————————————————-

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 30,650,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 429 ROMBONGAN

Rp. 13,588,164,154,-