Sebuah surat menyapa kami kemarin pagi, Masya Allah… dik Fia, nasibmu yang malang.. ternyata dia ada diruangan sebelah Rara di instalasi Luka bakar RS Sarjito Jogja. Sudah 3 bulan Fia (5,5 tahun) terbaring di sana, hampir seluruh badannya terbakar karena terkena kembang api, saat bermain dengan kawan-kawannya 11 September lalu. Surat dari Mas Yudi, ayahnya yang bekerja sebagai montir diforward Mas Cahyadi kordinator Peduli berbagi disampaikan kepada kami untuk Membantu Fia.. biaya Fia sudah mencapai 150juta..

Fia yang malang... sudah hampir 3 bulan terbaring di rumah Sakit

Bagian pundak Fia yang masih luka belum kering

80% tubuh Fia terbakar dalam kejadian itu...

Fia seperti Rara yang sering menangis menahan perih di seluruh tubuh

Jari tangan Fia pun turut terbakar, api yang 7 menit membakar tubuhnya..

—————————————

Kepada YTH.
Gerakan Peduli Berbagi

cc to #SedekahRombongan

Saya yang bertanda tangan di bawah ini,

Nama                              : Roy Yudi Wicaksono

Tempat, tanggal lahir : Yogyakarta, 25 April 1978

Alamat                            : Prawirodirjan GM 2 / 1244 RT 43 RW 13 Yogyakarta, 55121

Nomor telepon             : 0878 38 37 5858

bermaksud mengajukan surat permohonan bantuan dana. Surat permohonan ini kami buat karena kami membutuhkan uluran tangan / bantuan dana untuk membayar biaya perawatan dan pengobatan anak kami yang sejak tanggal 11 September 2011 sampai dengan saat ini masih dalam perawatan intensif di ICU Unit Luka Bakar RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Penanganan dan perawatan yang selama ini telah dijalani sudah menghabiskan biaya dan obat (tagihan) dalam jumlah yang sangat besar bagi ukuran kami.

Anak kami yang bernama Yuerdina Nur Aliffia Wicaksono (Fia), usia 5,5 tahun,  menjalani perawatan intensif di  ICU Unit Luka Bakar RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta disebabkan karena pada tanggal 11 September 2011 pukul 18.30 WIB terkena percikan kembang api kawat ketika sedang bermain bersama teman-teman yang lebih besar usianya. Percikan api tersebut mengenai pakaian Fia yang terbuat dari bahan nylon dan berfuring yang mengakibatkan sekujur tubuhnya terbakar. Pada saat kejadian tersebut, saya sedang mandi, dan istri saya istirahat pasca operasi Abses Mamae, sehingga pada saat anak kami terbakar tidak ada orang dewasa di sekitarnya, sampai saya sendiri yang mengetahui dari teriakannya bahwa anak saya tengah terbakar, dan ditinggal lari teman-temannya yang ketakutan. Perkiraan saya, anak saya terbakar selama kurang lebih 7 menit. Pukul 19.00 WIB Fia langsung kami bawa ke Rumah Sakit terdekat, diberi penanganan pertama dan dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito pada pukul 20.00 WIB.

Mulai dari saat itulah anak kami dirawat secara intensif, yang sebenarnya juga  merupakan awal dari  beban berat lahir dan batin kami sebagai orang tua. Ketika pikiran, batin dan hati kami sudah habis melihat kondisi anak kami, beban biaya penebusan resep yang diberikan dokter dan harus dibayarkan secara tunai ternyata sangat mahal sampai dengan jumlah yang bagi kami tidak terhingga. Bahkan untuk pengadaan obat yang hanya bisa diperoleh dengan pembayaran tunai, kami harus mencari hutang kesana kemari, dengan kondisi saya yang bekerja sebagai montir bengkel motor yang dibayar upah harian lepas dan sejak awal Mei jarang bisa masuk kerja karena istri saya mengalami keguguran anak ke-3 dan berselang 1 bulan saya terkena gangguan batu ginjal disambung pada akhir bulan Agustus 2011 dengan operasi Abses Mamae yang harus dijalani istri saya. Entah sampai kapan kami harus begini, karena sampai dengan saat ini pun, Fia masih terbaring kesakitan di ruang ICU dengan ancaman serangan infeksi yang bisa datang setiap saat dan tiba-tiba. Belum lagi kami harus memikirkan tagihan pengobatan dan biaya perawatan rumah sakit yang semakin bertambah dan menumpuk dari hari ke hari dalam jumlah yang sangat-sangat besar. Sampai dengan saat ini, tagihan terakhir yang saya cek berjumlah diatas 150 juta rupiah dan obat yang sudah saya beli dengan cara cash sampai dengan saat ini berjumlah lebih dari 30 juta rupiah.

Berikut ini data lengkap anak kami Fia :

Nama                              : Yuerdina Nur Aliffia Wicaksono (Fia)

Tempat, tanggal lahir  : Yogyakarta, 21 April 2006

Sekolah                           : TK Besar Aisyiah Suryo Condro Yogyakarta

 Alamat                            : Prawirodirjan GM 2 / 1244 RT 43 RW 1 Yogyakarta, 55121

Kami tinggal di Prawirodirjan GM 2 / 1083 RT 36 RW 11 Yogyakarta (rumah kakek saya) karena kamar kami di rumah Prawirodirjan GM 2 / 1244 RT 43 RW 13 Yogyakarta (rumah orang tua saya) sedang dalam proses pembangunan dan belum selesai sampai saat ini.

Demikian surat permohonan ini saya buat. Besar harapan dan doa saya untuk bisa mendapatkan bantuan dana untuk membayar biaya pengobatan dan perawatan anak kami Fia di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Terima kasih.

——————-

Bantuan sudah datang dari beberapa pihak termasuk dari pemkot Jogja, namun belum mencukupi untuk pembayaran 150juta biaya Fia yang saat ini terus berjalan. Mas Yudi juga mengajukan beberapa bantuan kepada pihak lain agar bisa meringankan biaya perawatan Fia. #SedekahRombongan untuk tahap 1 menyampaikan bantuan Rp. 10.000.000 yang berikan kepada Mas Yudi langsung di wakili oleh @karmanMove..

Bantuan Rp. 10 juta disampaikan langsung kepada mas Yudi dari #SedekahRombongan

——————————————————————-

kami juga membantu Asri Wahyuni yang mengalami luka kaki yang tidak kunjung sembuh, dia tinggal dengan ibunya yang mengandalkan uang pensiunan dari bapaknya yang sudah meninggal. Rp.1.000.000 dari  #SedekahRombongan untuk mengobati kakinya. Asri minta fotonya tidak ditampilkan. hanya kondisi lukanya.

Luka Kaki Asri akibat sakit gula

Jumlah Bantuan Rombongan ini : Rp. 11.000.000

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 41 ROMBONGAN
Rp. 321.381.450