JANUAR DAFFA MAULANA (3, Ichtyosis Lamelar). Alamat : Dsn. Gunung Mas RT02/1, Kec. Manyaran, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Daffa begitu biasa dipanggil memang menderita kelainan kulit ini sejak lahir serta sempat menghambat tumbuh kembang dan psikologisnya. Penyebabnya kelainan kromosum yang membuat Daffa tak memiliki pori-pori sehingga dia pun tak bisa berkeringat. Lahir premature di usia 6 bualan kandungan juga membuat Daffa mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Sampai saat ini Daffa masih rutin chek up ke poli kulit dan kelamin RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Bulan ini konsidi Daffa lebih baik dari bulan lalu dimana kulitnya ada yang tak bisa mengelupas yang mengakibatkan kulit semakin kaku dan terasa keras serta kering. Untuk perawatan kulitnya, tetap disarankan lebih banyak dalam penggunaan cream khusus vasline noroid cream, olive oil serta sering mandi tanpa sabun. Tak hanya itu, Daffa juga harus mandi susu murni paling tidak seminngu sekali. Terapi kulit untuk kasus seperti Daffa ini memang hanya menjaga kelembaban kulit saja. Untuk proses tumbuh kembangnya saat ini, kondisi Daffa mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik. Baik kemampuan fisik maupun verbalnya. Syaraf motoriknya juga berfungsi dengan normal. Daffa juga semakin aktif. Daffa adalah putra pertama pasangan Bapak Yulianto Pambudi dan Ibu Rahning Puspitasari. Saat ini ayahnya Daffa bekerja sebagai buruh pabrik demi membiayai pengobatan Daffa. Daffa memang pengguna BPJS MANDIRI, akan tetapi sebagian besar obat belum tercover oleh jaminan kesehatan. Belum lagi untuk perawatan khusus kulit Daffa sehari-hari membutuhkan biaya yang tak sedikit. Semakin bertambahnya usia, semakin besar pula tubuhnya artinya kebutuhan untuk perawatan kulit juga semakin bertambah. Dalam satu bulan Daffa membutuhkan cream pelembab paling sedikit 4 pot. Saat ini cream pelembab ini memang sudah tercover BPJS, hanya saja BPJS hanya mengcover 1 pot saja, itu artinya kekurangan kebutuhan cream Daffa harus dibeli dengan biaya umum. Padahal untuk 1 pot cream saja harganya mencapai 150.000 rupiah. Belum lagi untuk kebutuhan susunya. Daffa yang sebelum ditangani #Sedekah Rombongan sempat terhenti pengobatannya, merasa sangat terbantu setelah menjadi pesien dampingan #Sedekah Rombongan. Sampai saat ini kita tetap mendampingi pengobatan serta kontrol rutinnya. Semoga ke depan upaya ini semakin memberikan progress yang positip untuk kesembuhan sakit yang di alaminya.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Mei 2018
Kurir : @Mawan@Nonis@dodo

Daffa menderita kelainan kulit


SURADI BIN SONO KARTO (33, TB Tulang). Alamat : Dsn. Jarum RT 02/01, Ds. Sidoharjo, Kec. Sidoharjo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Suradi, begitu beliau biasa dipanggil sudah satu tahun lebih merasakan sakit di punggungnya. Awalnya dihiraukan saja. Tak hanya itu saja, Pak Suradi sering batuk yang tak kunjung sembuh dan sering kambuh. Belakangan di ketahui bahwa Pak Suradi menderita TBC. Untuk pengobatan rutin dilakukan di RSUD WONOGIRI. Karena tak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun terpaksa biaya berobat memakai biaya umum. Sementara pengobatan TBC tetap berjalan, sakit di punggungnya juga semakin terasa sakit. Pak Suradi mulai kesakitan aktifitas. Dokter meminta dilakukan pengobatan juga untuk tulangnya, akan tetapi niat itu di urungkan dikarenakan tak ada biaya. Kini Pak Suradi sudah memiliki BPJS Mandiri dengan total 5 anggota keluarga, meskipun begitu Pak Suradi masih membutuhkan biaya akomodasi untuk berobat ke RS. Apalagi saat ini RS tempat Pak Suradi berobat justru semakin jauh. Diagnose terakhir ternyata Pak Suradi menderita TB Tulang dan harus dirujuk ke RS.Orthopedi Surakarta. Pak Suradi langsung sudah menjalani serangkaian test mulai test lab, rongent thorax sampai MRI. Hasilnya masih ditemukan adanya cairan menggenangi tulang. TB Tulang juga mulai menggerogoti tulang dengan ditemukannya beberapa bagian tulang yang berlubang terutama bagian punggung. Tim dokter memutuskan fokus menghilangkan cairan diparu- paru sambil tetap minum obat paru. Dari hasil observasi selam minum obat paru, bulan ini tim dokter pulmologi menyatakan bahwa tb di paru-paru sudah dinyatakan sembuh. Setelah bulan lalu menjalani MRI bulan depan dijadwalkan jalani USG dan bahkan direncanakan operasi lanjutan pada bulan Mei, ternyata operasi ditunda karena harus menjalani CT SCAN dulu,dan hasilnya akan dikonsulkan ke dokter. Alhasil bulan ini Pak Suradi kembali harus bolak-balik ke RS. Sementara menunngu jadwal operasi, Pak Suradi tetap diharuskan meneruskan pengobatan parunya. Pak Suradi adalah tulang punggung keluarga. Istrinya Ibu hanyalah ibu rumah tangga biasa yang merawat tiga orang anak. Demi menghidupi keluarga, apalagi membiayai 2 anaknya yang sudah duduk di bangku sekolah lanjutan pertama, dalam keadaan sakit Pak Suradi tetap bekerja sebagai office boy di sebuah BMT dekat rumahnya. Tapi kini Pak Suradi tak mapu lagi bekerja pasca jalani operasi untuk menjaga kondisinya. Kesulitan ekonomi juga yang membuat Pak Suradi berat membayar iuran BPJS. Selama KIS belum jadi untuk sementara #SR mengcover iuran BPJS tiap bulannya. Buatnya membayar BPJS dengan jumlah 5 anggota keluarga tidaklah ringan. Bantuan yang di berikan #SR dirasa sangat membantu pengobatan Pak Suradi. Kini Pak Suradi dapat melanjudkan pengobatannya, dan semoga segera membaik.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Mei 2018
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Pak Suradi menderita TBC


RENGGA PUTRA PRATAMA (1, Jantung). Alamat Dsn. Sumberwatu RT 001/005, Ds. Sumberharjo, Kec. Eromoko, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Putra pertama pasangan muda bernama Pak Mulyadi (30) dan Ibu Martini (32), sepintas memang seperti anak yang sehat yang lucu dan menggemaskan. Rengga begitu balita ini biasa disapa ternyata memiliki kelainan pada jantungnya. Jantung merupakan salah satu organ penting didalam tubuh manusia. Tidak berfungsinya kerja organ ini, pasti membuat fungsi organ yang lain menjadi terganggu. Bayi berusia 10 bulan ini ternyata hanya memiliki satu bilik dan satu serambi, padahal normalnya manusia memiliki jantung dengan 2 bilik dan dua serambi. Malangnya kelainan ini baru terdeteksi saat Rengga sudah berusia 6 bulan. Padahal sebenarnya kelainan itu sejak baru lahir. Semua karena ketidak pahaman orang tua dan keluarga atas kondisi Rengga. Sejak lahir bayi Rengga selalu membiru kulitnya apabila dalam keadaan menangis,kecapaian serta kedinginan. Kondisi seperti ini tak kunjung membaik justru semakin parah. Awalnya dibawa berobat ke salah satu RS. Anak di Wonogiri, pihak RS sempat kaget kenapa baru diusia 6 bulan baru dibawa berobat, mengingat kondisi jantung memang perlu penangan serius. Merasa tak mampu menangani kasus ini, pihak RS merujuk ke RSUD Wonogiri. Reaksi sama dengan RS sebelumnya kembali menanyakan hal yang sama. Hal serupa dilakukan oleh tim dokter di RSUD Wonogiri bahwa mereka tak mampu menangani karena tak adanya fasilitas medis sekaligus tim medis untuk kasus Rengga ini. Akhirnya Rengga dirujuk ke RSD.Moewardi Surakarta. Dari catatan medisnya, jantung bocah ini mengalami kebocoran yang ukurannya besar. Sehingga antara kanan dan kiri seolah tidak dipisahkan sekat. Jadi secara fungsional tinggal satu serambi dan satu bilik. Darah bersih dan darah kotor tercampur. Perkembangan Rengga dalam hal tumbuh kembangnya juga terganggu. Saat ini Rengga dan orang tuanya memang terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri, tapi ayah Rengga, yaitu Pak Mulyadi yang hanya petani ini mengaku kesulitan biaya. Bagaimana tidak? Perjalanan dari rumah menuju ke rumah sakit membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jarak antara rumah sampai RS Dr Moewardi di Solo hampir 60 kilo meter. Menempuhnya menggunakan bus atau sepeda motor jelas tidak mungkin karena membawa anak kecil menderita penyakit semacam itu. Kadang dipinjami tetangga. Tapi kadang juga harus merental mobil Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu, baru rentalnya, belum bayar sopir serta biaya makan karena biasanya untuk chek up ke RS sampai selesai memang hampir seharian. Untuk bulan ini memang hanya sekali chek up ke RS, tapi tak menutup kemungkinan juga di waktu mendatang bisa lebih dari sekali dalam sebulan ke RS. Pak Mulyadi hanya petani biasa dengan penghasilan pas-pasan. Bulan ini Alhamdulillah, kondisi Rengga cukup stabil, tak mengalami penurunan kondisi. Tapi untuk progress kedepannya dokter tetap meminta Rengga dirujuk ke Jakarta untuk jalani operasi jantungnya. Artinya bakal membutuhkan biaya yang lebih banyak lagi. Tapi sampai saat ini belum dijalani mengingat pihak keluarga yang belum siap. Kini Rengga jadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, semoga bantuan yang diberikan bisa meringankan beban keluarga Rengga, dan kondisi Rengga bisa lebih baik lagi.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Mei 2018
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Dodo

Rengga memiliki kelainan pada jantungnya


NGADIYEM BINTI MULYADI (54, Pembengkakan thyroid). Alamat Dsn. Bulu RT 02/06, Ds. Jendi, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibu Ngadiyem , wanita paruh baya ini sudah 3 tahun menderita pembengkakan kelenjar thyroid. Ibu Ngadiyem termasuk dhuafa karena saat ini bersama suaminya pak Tukino tinggal menumpang dirumah salah seorang adiknya. Artinya pasangan suami istri ini tak memiliki tempat tinggal. Mereka berdua memang memiliki seorang anak, akan tetapi kondisinya pun tak jauh berbeda dengan orang tuanya dan saat ini merantau diluar kota. Tiga tahun yang lalu awalnya Ibu Ngadiyem menemukan ada benjolan dilehernya. Ketiadaan biaya membuat beliau membiarkan penyakit itu tanpa pengobatan hingga akhirnya sampai saat ini semakin membesar. Keinginan untuk mengobati penyakitnya dan bisa sembuh seperti sedia kala sangatlah besar, tapi lagi-lagi semua terbentur biaya, apalagi Bu Ngadiyem ini tak memiliki jaminan kesehatan apapun. Bu Ngadiyem yang kesehariannya bekerja membantu adiknya berjualan di pasar serta suaminya yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan tentulah merasa tak mampu untuk membiayai pengobatan yang kemungkinan besar dilakukan tindakan operasi. Akhirnya tim yang awalnya mendapat laporan dari perangkat desa setempat segera menindak lanjuti, serta bergerak membantu mengurus pembuatan BPJS. Untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan awal ke RSUD Wonogiri. Saat ini masih dilakukan berbagai test penunjang untuk pemantapan diagnosa. Bulan ini Ibu Ngadiyem sempat mengalami penurunan kondisi, dimana beliau merasakan nyeri di dada,bahkan sempat dilarikan ke IGD. Berhubung kondisi Ibu Ngadiyem tak masuk kriteria kegawat daruratan BPJS, maka terpaksa biaca di cover secara umum. Dan untuk memantau kondisinya, pasien diminta chek up rutin seminggu dua kali. Karena tensi tak juga turun, sempat dikonsulkan bisakah pengobatan tanpa operasi? Ternyata dokter specialis bedah tetap menyarankan tindakan operasi karena jika lewat konsumsi obat tak bisa mengecilkan pembengkakan. Semoga saja dengan bantuan dari sedekahoic, Bu Ngadiyem dapat menjemput kesembuhannya. Bantuan bulan ini diberikan untuk biaya akomodasi ke RS serta biaya perawatan dan penanganan di IGD.

Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 23 Mei 2018
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Maria

Ibu Ngadiyem menderita pembengkakan kelenjar thyroid


REEALINO YUANZAH (2, kelainan jantung+kelainan fisik). Alamat Dsn. Dologan RT 03/03, Ds. Watusomo, Kec. Slogohimo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Balita ini biasa dipanggil Lino sejak lahir memang terdeteksi menderita kelainan jantung, kelainan fisik berupa mata salah satu membesar, kelainan di salah satu telinga serta tak adanya testis di alat kelaminnya. Penyebabnya karena ketidaktahuan ibunya bahwa sedang hamil saat menjalani operasi usus buntu. Efek dari obat bius pada saat penanganan operasi ibunya membuat janin mengalami masalah perkembangan. Sampai usia dua tahun inipun tumbuh kembang Lino sangatlah lambat. Jika anak seusianya sudah bisa berjalan ahkan berlari, Lino masih tergolek lemah, jangankan berjalan dudukpun belum kuat. Sejak lahir hidup Lino tak lepas dari pengobatan ke RS. Saat ini Lino merupakan pasien rawat jalan di RSD.Moewardi Surakarta. Berangkat sebelum subuh sampai rumah selepas isya’ sudah jadi rutinitas tiap kali kontrol ke RS. Jauhnya jarak tempuh ke RS tentulah jadi salah satu kendala. Belum lagi jarak dari desa tempat Lino tinggal sampai jalan raya juga jauh dan tak ada akses kendaraan umum. Bahkan dalam perjalananpun harus melintasi hutan yang cukup luas. Bisa dibayangkan betapa pelosoknya tempat tinggal Lino. Untuk sampai ke jalan raya mereka harus menyewa mobil tetangga, untuk kemudian disambung naik bus umum. Naik bus umum terpaksa jadi pilihan karena jika menyewa mobil sampai ke Solo sudah pasti membutuhkan biaya lebih banyak apalagi dalam jangka waktu seharian. Biaya sewa tentulah mahal dan mereka tak mampu untuk biaya itu. Tak cukup 500 ribu untuk sekali kontrol. Lino adalah putra kedua dari pasangan Bapak Sular dan Ibu Ratmi. Keseharian orang tua Lino bekerja serabutan. Ayahnya merantau ke Jakarta bekerja sebagai buruh bangunan dan ibunya sebagai buruh cuci. Sampai saat ini keluarga Lino pun masih menumpang di rumah neneknya Lino. Keluarga Lino memang peserta BPJS Mandiri, yang menjadi kendala tak hanya biaya akomodasi tapi juga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mengingat keluarga Lino juga masih membiayai sekolah kakaknya Lino. Akhirnya bulan Mei ini tim dokter memutuskan untuk melakukan tindakan operasi pemasangan ring di jantung Lino. Operasi berjalan lebih dari 4 jam, dan alhamdulillah lancar tanpa ada kendala apapun. Kini Lino jalani perawatan pasca operasi, dan tetap melakukan chek up rutin.Dari hasil pemeriksaan selama ini di RSD.Moewardi Surakarta, Lino disarankan menjalai operasi di Jakarta. Lagi-lagi karena ketiadaan biaya, sampai sekarang Lino masih bertahan menjalani pengobatan di RSD.Moewardi Surakarta. Kini Lino menjadi pasien dampingan #SRWonogiri. Sedekaholic bantu Lino untuk sembuh, harapan kita Lino dapat disembuhkan dan bisa tumbuh seperti anak seusianya.

Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 11 Mei 2018
Kurir : @mawan,@nonis,@dodo

Lino menderita kelainan jantung


KATNI JARTO (44, Rhabdomyosarcoma). Alamat : Dsn. Temon Lor RT 02/05, Ds. Temon, Kec. Baturetno ,Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Sekitar bulan Juni 2014 ini Bu Katni mulai merasakan nyeri pada paha sebelah kanan. Awalnya hanya benjolan kecil sebesar bisul,tapi lama-lama bertambah besar. Tapi lama-kelamaan benjolan itu semakin besar dan semakin sakit. Keluarga Bu Katni khawatir dan membawa ke sebuah RS swasta di Wonogiri. Di RS.Marga Husada inilah Bu Katni diminta segera menjalani tindakan operasi. Diagnosa sementara waktu itu tumor di paha kanan. Pasca operasi,dua bulan kemudian benjolan itu muncul lagi dengan kondisi lebih besar dari sebelumnya bahkan bisa dibilang pertumbuhan benjolan itu begitu cepat dan lebih terasa sakit. Akhirnya pihak RS Marga Husada segera merujuk ke RSD.Moewardi Solo. Tim Dokter juga segera mengambil tindakan cepat dengan melakukan serangkaian test pendukung untuk operasi. Dari hasil PA yang dilakukan pada saat operasi,pasien menderita Pleomorphic Rhabdomyosarcoma, penyakit kanker ganas yang menyerang jaringan lunak seperti otot dan biasanya menyerang di bagian leher, kaki, paha. Dokterpun sudah menjelaskan bahwa Bu Katni menderita kanker ganas level 3. Pasca operasi dan luka dinyatakan sembuh, Tim dokter akhirnya memutuskan melakukan tindakan kemoterapi. Saat ini Bu Katni sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Dan dinyatakan selesai jalani kemoterapi. Meskipun sudah tak menjalani kemoterapi serta tak mengkonsumsi obat kemoterapi, Bu Katni harus tetap jalani chek up rutin tiap bulan untuk memantau perkembangannya. Bulan ini Bu Katni mengalami masalah atas kondisinya dikarenakan terjadi infeksi di telapak kakinya dan hal ini bisa mempengaruhi proses kesembuhanya. Alhamdulillah infeksi dapat tertangani. Keluarga ini memang tergolong tidak mampu. Pak Jarto, suami Bu Katni bermata pencaharian sebagai tenaga serabutan dengan jadwalkan di minggu yang berbeda pendapatan yang tak menentu. Terkadang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja mereka masih kekurangan ditambah lagi biaya sekolah anak mereka. Melihat kondisi yang seperti ini tak lantas membuat Bu Katni tinggal diam. Sebisa mungkin beliau membantu meringankan beban keluarga dengan bekerja sebagai buruh tani. Keluarga ini memang terdaftar sebagai peserta KIS. Tapi mengingat biaya ke RS memang tak sedikit untuk sekali jalan, tentunya biaya ini bukanlah biaya yang ringan. Saat ini Bu Katni menjadi pasien dampingan #SR. Dan bantuan sedekaholic tentulah sangat meringankan beliau. Bu Katni merasa benar-benar terbantu untuk biaya berobat selama ini.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Mei 2018
Kurir :@Mawan,@Nonis,@Runi

Bu Katni menderita pleomorphic rhabdomyosarcoma


ESTU PUTRA(3,Retino Blastoma). Alamat Dsn.Blimbing RT 003/004, Ds.Kopen, Kec. Jatipurno, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Estu ,balita berusia 3 tahun ini sebenarnya anak yang lincah,aktif. Putra kedua pasangan Bapak Katiyo dan Ibu Nuryati ini waktu lahir normal seperti bayi kebanyakan. Tumbuh kembangnya juga optimal, bahkan belum genap berusia satu tahun , Estu sudah bisa berjalan. Masalah mulai muncul saat Estu berusia 9 bulan, saat itu mata kanan Estu mulai muncul bercak putih dan lama kelamaan warna bola mata Estu berubah seperti mata kucing. Pada saat itu kedua orang tua Estu sudah mulai berikhtiar memperjuangkan kesembuhan Estu. Tak hanya di RS Wonogiri saja, tapi ke Solo bahkan dirujuk ke Jogja pun sudah dijalani. Hanya saja karena terbentur biaya, pengobatan Estu tak pernah tuntas, bahkan pada waktu itu sampai belum diketahui penyakit Estu yang sesungguhnya dikarenakan terhentinya pengobatan.kondisi seperti ini dibiarkan saja hingga Estu berusia hampir 3 tahun atau sekitar 2 bulan yang lalu. Dimana kondisi Estu semakin parah, mata membengkak sampai ke muka,bahkan Estu tak bisa melihat lagi. Panik dengan kondisi Estu yang semakin memburuk, akhirnya dengan keterbatasan biaya orang tua Estu nekat membawa Estu ke RSUD Wonogiri. Dan hari itu diminta untuk dirujuk ke RS yang mempunyai fasilitas medis yang dibutuhkan Estu. Atas saran tim dokter, Estu akhirnya dirujuk ke RS.Dr Kariyadi Semarang. Waktu itu hanya dengan mengendarai sepeda motor, orang tua Estu nekat membawa Estu ke Semarang. Syukur alhamdulillah di RS.Kariyadi Semarang Estu segera ditangani. Serangkaian test segera dilakukan, dan hasinya Estu menderita Retino Blastoma atau tumor bola mata. Estu terancam kehilangan penglihatannya. Bisa dibayangkan hancurnya perasaan orang tua Estu mengetahui penyakit yang di idap putranya. Balita yang harusnya bisa bermain ,berlari-larian dengan teman seusianya hanya bisa berdiam diri dirumah, berjalan pun dengan meraba-raba tembok agar tak terjatuh. Mendengar kisah Estu ini, ada salah satu warga yang meminta bantuan ke SR Wonogiri. Tim segera melakukan survey, dan memang kondisi Estu sangatlah layak di bantu. Tinggal bersama kedua orang tua dan kakak perempuannya, Estu tinggal di sebuah rumah mungil. Ayahnya seorang penjahit keliling,sementara ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga. Estu memang sudah memiliki BPJS, akan tetapi beban yang dirasa cukup berat adalah biaya akomodasinya. Beruntung selama pengobatan di Semarang, Estu bisa menumpang di rumah saudaranya dan ke betulan rumahnya dekat dari RS. Estu masih anak-anak, masa depannya masih cukup panjang, layak diperjuangkan. Dan kini untuk meringankan beban keluarganya, Estu di bantu SR dan menjadi pasien dampingan SR Wonogiri. Semoga saja Estu bisa kembali melanjudkan pengobatan, dan bisa mendapat kesembuhannya. Bantuan bulan ini di berikan kepada Estu untuk biaya akomodasi berobat ke Semarang.

Santunan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 6 Mei 2018
Kurir :@Mawan,@Nonis,@Sunarno

Estu menderita retino blastoma


MTSR WONOGIRI ( AD9061PR, Operasional Mei 2018 ). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan 1 (MTSR 1) saat ini hampir setiap hari selalu bergerak, selain untuk mendampingi pasien yang rutin untuk kontrol pengobatan mereka juga kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. MTSR ini sekarang sudah berganti plat nomer kendaraan dari yang awalnya B1732KHZ berubah menjadi AD9061PR. MTSR ini menjadi armada ujung tombak pergerakan #SRWonogiri. Roda MTSR berputar sejauh puluhan bahkan ratusan kilometer disetiap pergerakannya. Medan yang ditempuhpun tak semudah jalanan kota. Alhamdulillah, semakin banyak yang terbantu dengan bergeraknya MTSR ini, walaupun harus naik turun pegunungan, keluar masuk pelosok desa. Semua pelayanan yang dihandle oleh ambulan ini tidak dipungut biaya alias gratis. Untuk diketahui bahwa dalam penanganan pasien dalam progress pendampingan setiap harinya membutuhkan semangat para kurir. Berangkat sehabis subuh pulang malam adalah hal biasa mereka jalani demi mengantar pasien berobat ke RS. Hal ini tak bisa dipungkiri bahwa keberadaan mobil ambulan sangat berperan. Masyarakat sekitar pergerakan MTSR ini pun kerap menggunakan jasa mobil ambulan SR. Untuk kebutuhan operasional bulan Mei 2018 ini sebagaimana laporan berikut antara lain biaya operasional seperti bbm..

Operasional : Rp 1.100.000,-
Tanggal : 31 Mei 2018
Kurir : @mawan,all tim

Biaya operasional Mei 2018


MTSR WONOGIRI (AD9218KH, Operasional Mei 2018 ). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan yang biasa disebut MTSR, merupakan MTSR 2 dimana menjadi kendaraan kedua yang sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk kebutuhan pendampingan pasien maupun survey lokasi sasaran. Saat ini, keberadaan MTSR di Wonogiri belum bisa menampung semua kebutuhan warga yang cukup banyak, apalagi pasca berkurangnya kendaraan satu mobil yang saat ini tidak lagi kita fungsikan sebagaimana biasanya karena berpindahnya armada tersebut untuk fungsi lain. Bagaimanapun, sedekah rombongan tetap berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi siapa saja yang membutuhkan, utamanya dhuafa atau warga kurang mampu. Fungsi peran armada untuk tujuan survey lokasi atau sasaran dampingan pasien, kebencanaan, koordinasi wilayah dalam rangka kelancaran pergerakan sedekah rombongan di soloraya, akhirnya sebagian tugas oper handle dengan armada ini. Dalam sebulan, membutuhkan biaya operasional yang kita anggarkan dari anggaran yang tersedia secara keseluruhan. Walau, terkadang momen khusus atau kondisi – kondisi tertentu menyebabkan adanya kurang lebih penganggaran yang semuanya adalah untuk kelancaran pergerakan sedekah rombongan. Bulan ini biaya operasional antara lain, operasional bahan bakar . Laporan operasional sebagaimana kami terangkan di informasi ini sekaligus sebagai salah satu bentuk tanggung jawab pelaporan pergerakan sedekah rombongan.

Operasional : Rp 1.580.000,-
Tanggal : 31 Mei 2018
Kurir : @mawan, all tim

Biaya operasional Mei 2018


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN ( Operasional, Mei 2018 ). Lokasi Dsn Klampisan RT 01/03, Ds. Kaliancar, Kec.Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Alhamdulillah, semakin banyak dan berkembangnya pergerakan sedekah rombongan di Wonogiri dan semakin banyak pula warga tak mampu yang terhandle, terwujudlah Rumah Singgah Sedekah Rombongan Wonogiri (RSSR) sebagai tempat untuk merawat serta menangani pasien dampingan sedekah rombongan di Wonogiri dan sekitarnya. Rumah Singgah ini merupakan salah satu prasarana dalam melengkapi kebutuhan pergerakan sedekah rombongan. Selain sebagai tempat para pasien untuk transit ( singgah ) juga memberikan efisiensi dan efektifitas bagi pasien dalam menjalani pengobatan selama menjadi dampingan kami. Segala kebutuhan RSSR dan pengelola, menjadi tanggung jawab kami demi kelangsungan serta kelancaran penyembuhan para pasien dampingan. Semoga dengan prasarana tersebut semakin memudahkan penanganan pasien dampingan sedekah rombongan, dan semakin banyak pula warga tak mampu yang terbantu dengan pergerakan sedekah rombongan ini. Adapun pengeluaran RSSR bulan ini untuk keperluhan kebutuhan di RSSR serta pengecatan tembok.

Operasional : Rp 685.673,-
Tanggal : 31 Mei 2018
Kurir :@mawan, all tim

Biaya operasional Mei 2018


SULASIH BINTI MUKAWI (38 Tahun, Kista Ovarium). Alamat : Desa Ngurenrejo RT.05/02 Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Ibu Sulasih terlahir dengan kondisi tidak sempurna, kedua kaki Ibu Sulasih kecil dan tidak bisa berjalan normal seperti pada umumnya. Ibu Sulasih pada Bulan September 2017 merasakan sakit pada tubuhnya, ia tidak bisa menstruasi selama 3 bulan lamanya. Kondisi ekonomi yang sulit membuat Ibu Sulasih tidak memeriksakan keadaannya. Namun lama-kelamaan Ibu Sulasih sudah tidak kuat menahan sakit dan akhirnya memeriksakan diri ke dokter dan oleh dokter dirujuk ke rumah sakit daerah. Ibu Sulasih dinyatakan menderita kista dan sudah beberapa kali melakukan pemeriksaan di RSU Soewondo dan Fastabiq namun pengobatan hanya dilakukan melalui pemberian obat dan tidak ada tindakan operasi untuk pengangkatan Kista dan akhirnya Ibu Sulasih dirujuk ke RSUP Dr.Kariadi untuk pengangkatan Kista. Kondisi Ibu Sulasih semakin kurus dan sudah 1 bulan tidak bisa melakukan aktifitas berkeliling kampung dengan sepeda motor yang modifikasi roda 3 untuk mencari dagangan ayam untuk dijual di beberapa pasar pada keesokan harinya. Walaupun Ibu Sulasih mengalami difabilitas namun ia menjadi tulang punggung bagi keluarganya, karena Ibu Jasirah (65 tahun) Ibu kandung Ibu Sulasih sudah terlalu sepuh untuk bekerja dan kakak kandung Ibu Sulasih yang mengalami gangguan jiwa jadi tidak bisa untuk bekerja. Walaupun Ibu Sulasih mempunyai BPJS KIS namun Ibu Sulasih mengalami kesulitan dalam hal transportasi dan biaya sehari-hari selama berobat di Semarang. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan Ibu Sulasih dan bersedia membantu dan meringankan beban Ibu Sulasih dengan memfasilitasi rumah singgah, transportasi dan biaya akomodasi selama menjalani pengobatan di Semarang. Saat ini Ibu Sulasih sedang menunggu panggilan ranap untuk tindakan operasi kista yang ia derita.

Jumlah Santunan : Rp.700.000,-
Tanggal : 29 Maret 2018
Kurir : @indrades Leni

Bu Sulasih menderita kista ovarium


MOHAMMAD KENZO JAYENDRA (6 Bulan, Pendarahan Otak). Alamat : Desa Sridadi RT.02/02 Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Adik Kenzo terlahir normal dan tidak kekurangan suatu apapun, namun setelah dilakukan pemijatan oleh dukun bayi di daerah rumahnya, Dik Kenzo justru mengalami masalah pada kesehatannya. Ia secara terus menerus menangis dan rewel. Ibu Masudah (27 tahun) dan Bp Agus Hadi Hartono (29 Tahun) merasa cemas karena buah hatinya terus menerus menangis tiap saat dan rewel. Kemudian mereka mambawa Dik Kenzo ke RSU Dr. R. Soetrasno dan pihak rumah sakit memberikan rujukan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah melakukan pemeriksaan ternyata Dik Kenzo mengalami pendarahan pada otaknya, dokter menyarankan operasi dan dilakukan ketika usia Dik Kenzo menginjak 1 bulan. Bp Rudi Hartono (29 Tahun) ayah Dik Kenzo yang dahulu bekerja sebagai buruh serabutan dan sekarang tidak bekerja karena harus menemani Dik Kenzo berobat mengalami kesulitan untuk biaya transportasi, biaya sehari-hari selama berobat di Semarang. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Dik Kenzo, sehingga bisa membantu biaya transportasi, dan biaya akomodasi sehari-hari Dik Kenzo selama menjalani pengobatan di RSUP Dr.Kariadi Semarang.

Jumlah Santunan : Rp 507.000,-
Tanggal : 15 Maret 2018
Kurir : @indrades Leni

Dik Kenzo mengalami pendarahan pada otak


KUSMIYAH BINTI SUKAERI (38 Tahun, Maligna Meoplasma Of Rectum). Alamat : Dusun Kali Balik RT 006/005 Desa Kalirejo Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Ibu Kusmiyah sakit sejak 17 Desember 2016, ia berobat ke dokter terdekat dan terindikasi terkena typus dan maagh. Namun setelah berobat tidak kunjung membaik sampai Bulan Mei 2017, dan ditambah kesulitan untuk buang air besar selama satu bulan dan terkadang buang air besar disertai darah. Kemudian Ibu Kusmiyah dibawa berobat ke puskesmas dan dirujuk ke RSUD Dr.H Soewondo Kendal. Di RSUD Kendal Ibu Kusmiyah menjalani operasi Laparotomy, setelah operasi kondisi Ibu Kusmiyah belum membaik dan kesulitan buang air besar masih dialaminya. Bulan September 2017 dilakukan operasi kedua yaitu operasi coloctomy (pembuatan lubang anus diperut). Pada Bulan Desember Ibu Kusmiyah dirujuk ke RSUP Dr.Kariadi karena ditemukan tumor ganas di daerah anus. Namun Ibu Kusmiyah bersama suaminya yaitu Bp. Jamil (42 tahun) merasa kebingungan untuk biaya transportasi dan biaya sehari-hari selama menjalani pengobatan di RSUP Dr.Kariadi. Suami Ibu Kusmiyah yang bekerja sebagai tenaga serabutan tidak mempunyai penghasilan yang tetap dan sekarang ini Bp Jamil juga menemani Ibu Kusmiyah selama menjalani pengobatan di RSUP Dr.Kariadi dan membuat ia tidak bekerja lagi. Kurir Sedekah Rombongan Kendal merasa iba dan ikut merasakan kesulitan yang dialami Ibu Kusmiyah, oleh sebab itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari sedekahholics dengan mendampingi Ibu Kusmiyah selama menjalani pengobatan di RSUP Dr.Kariadi dan membantu biaya kehidupan sehari-hari mereka.

Jumlah Santuan : Rp 800.000,-
Tanggal : 28 Maret 2018
Kurir : @indrades Leni

Bu Kusmiyah menderita maligna meoplasma of rectum


YULIANTI BINTI SUDIRAH (19 Tahun, Hydrochepalus). Alamat : Jl.Hangtuah No.12 Gang Cucut Rt.05/Rw. 08 Kelurahan Tegal Sari Kota Tegal, Jawa Tengah. Yulianti seorang pelajar SMP Kelas 1 (Kejar Paket) menderita hydrochepalus sejak tahun 2013. Awalnya ia mengalami sakit kepala yang kadang muncul dan kadang hilang disertai dengan demam. Ia sudah diperiksakan ke Puskesmas Tegal namun tidak kunjung membaik dan akhirnya dianjurkan untuk opname di RSI Harapan Anda dan dirawat selama 3 hari, karena hanya demam dan dokter menganggap itu hanya demam biasa akhirnya Yulianti diperbolehkan pulang. Namun jelang beberapa waktu, Yulainti mengalami kejang-kejang dan dibawa ke RS Kardinah, dokter yang menangani akhirnya melakukan program CT Scan dan terindikasi bahwa Yulianti menderita Hydrochepalus. Dokter dari RS Kardinah melakukan operasi pemasangan selang di kepala Yulianti untuk mengeluarkan cairan di kepala agar kepala Yulianti tidak semakin membesar. Setelah melakukan operasi, dokter merujuk Yulianti ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melakukan pemeriksaan selanjutnya. Ibu Toipah (46 Tahun) selaku ibu dari Yuianti merasa kebingungan karena harus memeriksakan anaknya di Semarang, ia yang hanya sebagai ibu rumah tangga dan Bp Sudirah (43 Tahun) yang bekerja sebagai buruh serabutan tidak mempunyai cukup biaya untuk menjalani kehidupan selama di Semarang. Alhamdulillah kurir #Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Yulianti dan memberikan bantuan transportasi, rumah singgah, dan kebutuhan lain selama menjalani pengobatan di Semarang.

Jumlah Santuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 29 Maret 2018
Kurir : @indrades Leni

Yulianti menderita hydrochepalus


DESVIA SALSABILA (2,6 Tahun, Tumor Punggung). Alamat : Jl. Sinanggul Rt.25 / Rw. 05 Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dik Salsa begitu ia di panggil, ia menderita sakit sejak lahir. Terdapat benjolan tepat di punggungnya. Ia sudah menjalani pengobatan di RSU Kartini dan di diagnosa terkena Benign Neoplasm Of Pelvic Bones, Sacrum adn Coccyx. Setelah beberapa kali menjalani pengobatan di RSU Kartini, Dik Salsa di rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melakukan tindakan operasi pengangkatan tumor yang ada di punggungnya. Sholekhan ( 44 Tahun) bekerja sebagai tukang kayu dan Susanti (31 Tahun) yang hanya ibu rumah tangga, selaku orangtua Dik Salsa merasa kebingungan karena tidak mempunyai biaya yang cukup untuk menjalani kehidupan sehari-hari selama menjalani pengobatan di Semarang. Kurir #Sedekah Rombongan memahami dan ikut merasakan kesulitan yang dialami oleh keluarga Dik Salsa dan akhirnya diputuskan untuk mendampingi Dik Salsa selama menjalani pengobatan di Semarang dengan menyediakan rumah singgah, transportasi dan biaya akomodasi selama di Semarang. Saat ini Dik Salsa sudah menjalani operasi pengangkatan tumor dan menjalani terapi agar Dik Salsa bisa berdiri dan berjalan seperti batita se usianya.

Jumlah Bantuan : Rp 600.000,-
Tanggal : 08 Maret 2018
Kurir : @indrades Leni

Desvia di diagnosa terkena benign neoplasm of pelvic bones, sacrum and coccyx


MASRIPAH BINTI MUSLAM (36, Batu saluran Kemih Bawah). Alamat : Desa Tengki RT. 01/ RW. 03 Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Pertengahan tahun 2016 Mba Musripah mengalami kecelakaan kendaraan yang menyebabkan teman yang setu kendaraan dengan beliau meninggal dunia. Alhamdulillah Allah masih memberikan keselamatan kepada Mba Masripah, meskipun sempat mengalami koma di ICU RSUD Brebes. Selama perawatan secara intensif Mba Masripah menjalani operasi tulang bagian tangan dan perut yang terbentur keras. November 2016 kondisi Mba Masripah tidak kunjung membaik, tim dokter melakukan pemeriksaan kembali dengan diagnosa Acute Haemorraghic Gastritis (perdarahan pada lambung) akhirnya dilakukan operasi ke 2 di bagian perut dan dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi, Semarang. Samoai saat ini ba Masripah masih mengalami sakit di bagian perutnya, keterbatasan biaya membuat beliau tidak bisa segera memeriksakan kondisinya kembali. Mba Masripah belum menikah, beliau adalah tulang punggung keluarga, pkerjaannya sebagai seorang pramusaji di warung makan daerah tempat tinggalnya hanya cukup untu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ayah Mba Masripah telah meninggal dunia dan Ibunya, Saimah (68) sudah terlalu tua untuk membantu biaya pengobatan Mba Masripah. Saat ini Mba Masripah telah menjalani operasi ke 3 dengan diagnosa akhir Batu saluran Kemih Bawah. Dengan fasilitas kesehatan KIS beliau berharap besar dapat melanjutkan pengobatannya dan dapat kembali beraktifitas seperti biasa. Santunan awal di berikan untuk biaya akomodasi selama rawat inap di RSUP DR. Kariadi Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Maret 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Bu Masripah diagnosa akhir batu saluran kemih bawah


INDRI DWI SALFIA GUSTINA (21, Kanker Ovarium). Alamat :Tembok luwung RT 23/05 Adiwerna, Tegal, Jawa Tengah. Sejak tahun 2016 Indri sering merasakan nyeri perut saat haid hingga menganggu aktifitasnya. Indri dan keluarga menilai hal tersebut wajar dan normal sehigga tidak di lakukan tindakan medis. Dalam rentang waktu kurang lebih 6 bulan, mulai terlihat perut Indri yang semakin membesar. Pada 23 Mei 2017, Indri merasakan sakit perut yang luar biasa ketika haid, tetangga Indri menyarankan untuk berobat ke klinik bersalin untuk diperiksakan oleh dokter kandungan dan di USG. Saat di USG ternyata ada benjolan keras dalam rahim (kista ovarium) sebesar telur. Segeralah dokter menyarankan untuk rujuk ke RSUD Soesilo. Sesampainya disana, dokter kandungan menyarankan untuk operasi pengangkatan kista dan keluarga menyetujui. Akhirnya 24 Mei 2017 dilaksanakan operasi di RSUD Soesilo Slawi untuk pengambilan kista dalam rahim Indri. Setelah operasi, hasil dari laboratorium PA (patologi anatomi) kista yang diambil dari rahim Indri adalah jenis kista ganas, saat itu dokter menyarankan untuk dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk tindakan lebih lanjut. Indri dan keluarga merasakan kesulitan ketika harus menjalani pengobatan di Semarang karena masalah ekonomi, Indri sendiri bekerja sebagai buruh di pabrik Sosro dan Orang tuanya Bpk. Agus Salim (52) Sebagai buruh harian lepas dan Ibu Luthfiyah (50) sebagai Ibu rumah tangga sehingga penghasilan mereka hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 08 Maret 2018
Kurir : @indrades Leni

Indri menderita kanker ovarium


MAYLINDA WIDIANI (21, Kanker Kelenjar Tiroid). Alamat: Desa Jagalan, RT 2/4, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang, Prov. Jawa Tengah. Maylinda, biasa ia dipanggil. Pada april 2015 lalu, Maylinda merasakan ada benjolan sebesar jakun lelaki di bawah telinganya. Kemudian Maylinda dibawa orang tuanya ke RSUD Keraton Pekalongan untuk dilakukan pemeriksaan. Dokter menyarankan agar Maylinda melakukan operasi pengambilan sampel pada benjolan.Setelah dioperasi, hasilnya Maylinda positif menderita kanker kelenjar tiroid. Selang satu bulan, Maylinda kembali melakukan operasi penggangkatan sel kanker. Dua bulan pasca operasi, Maylinda kembali mengeluhkan sakit pada bagian leher karena benjolan tersebut muncul lagi dan semakin besar. Setelah itu Maylinda dibawa ke RSUD Keraton Pekalongan untuk pemeriksaan ulang. Dokter langsung merujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang agar Maylinda mendapat penanganan lebih maksimal. Maylinda telah menjalani beberapa tindakan medis untuk penanganan kanker kenejar tiroid. Alhamdulillah kondisi Maylinda semakin membaik. Ayah Maylinda yaitu Pak Yanto (60) bekerja sebagai buruh harian lepas merasa kesulitan dengan besarnya biaya transportasi pulang pergi yang harus disiapkan untuk berobat ke Semarang. Hal tersebut membuat Pak Yanto memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Maylinda. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover JKN-KIS PBI yang dimiliki. Atas ijin Allah pada bulan Agustus 2015 kurir #SedekahRombongan bertemu dengan Maylinda dan sepakat untuk mendampingi. Saat ini Maylinda sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Santuanan disampaikan untuk biaya akomodasi selama di Semarang.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal :14 Maret 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Maylinda positif menderita kanker kelenjar tiroid.


RENITA ALDA KUSUMA (16 Tahun, Kanker Mata). Alamat : Jl.Penjawi N0.317 Kaborongan Pati, Jawa Tengah. Alda begitu ia dipanggil, seorang siswi SMA yang saat ini menderita Kanker Mata. Alda mulai merasakan keanehan pada matanya sejak usia 2 tahun, mulanya ada daging tumbuh pada kelopak mata kemudian ia dibawa ke dokter dan dokter mendiagnosa bahwa ada tumor jinak pada matanya. Diusia ke 5 tahun Alda menjalani operasi pengangkatan tumor yang ada dimatanya, namun pada tahun berikutnya tumor itu tumbuh lagi pada mata yang sama. Alda kembali diperiksakan kembali ke dokter namun belum ada tindakan apapun sampai seluruh kelopak mata kanan Alda tertutup oleh tumor tersebut dan Alda mengalami kesulitan untuk melihat. Setelah di periksakan di RSUP Dr.Kariadi Alda akan menjalani tindakan operasi lanjutan. Bp.Bambang Sukrisno (51) yang bekerja sebagai tenaga honorer Puskesmas merasa kebingungan karena tidak mempunyai biaya untuk membiayai operasi lanjutan yang akan dijalani buah hatinya. Alhamdulillah kurir #Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Alda sehingga dapat membantu meringankan beban keluarga ini.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 28 Maret 2018
Kurir : @indrades Leni

Bu Renita menderita kanker mata


WARNI MACANAN (55, Ca Serviks) Alamat : Dusun Macanan RT 1 RW 2, Desa Macanan, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Tahun 2017 tepatnya setelah lebaran, bu Warni mengalami pendarahan hebat dan nyeri di perut bagian bawah serta di pantatnya. Oleh anaknya, bu warni dibawa ke IGD RSUD Karanganyar untuk diperiksakan. Oleh dokter dinyatakan sakit kanker serviks dan bu Warni harus menjalani kontrol rutin di RSUD Karanganyar. Setelah sekian lama menjalani kontrol dan tidak ada perkembangan akhirnya bu Warni dirujuk ke RSUD dr. Moewardi. Dari RSUD dr. Moewardi bu warni dianjurkan untuk menjalani sinar atau radioterapi, namun karena alat sinar di RSDM terbatas dan harus mengantri panjang akhirnya bu warni dirujuk ke RS Kariadi Semarang. Tanggal 2 Januari bu Warni dijadwalkan untuk kontrol terlebih dahulu di RS Kariadi sebelum menjalani sinar. Bu Warni tinggal di rumah bersama suami dan salah satu anaknya, kondisi suaminya saat ini sedang sakit stroke sehingga tidak mampu bekerja, dan hanya tinggal anaknya lah yang menjadi kepala keluarga, namun anaknya tidak dapat lagi bekerja karena harus menemani bu Warni dalam menjalani pengobatan. Akhirnya saat ini tidak ada yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga bu Warni. Bu Warni sangat ingin sembuh dari sakitnya, namun bu Warni terkendala biaya transportasi serta akomodasi selama berobat di Semarang, saat ini hanya mengandalkan uluran tangan dafi saudara dan tetangganya, Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan bu Warni, santunan awal diberikan untuk membantu biaya transportasi menuju ke Semarang. Bu Warni dan keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga amal kebaikan kurir #SedekahRombongan dapat diterima oleh Allah. Saat ini Bu Warni sedang melakukan program sinar dalam sebagai salah satu proses penyembuhan yang harus beliau jalani.

Jumlah Bantuan : Rp 1.100.000,-
Tanggal : 29 Maret 2018
Kurir : @indrades Leni

Bu Warni sakit kanker serviks


RSSR SEMARANG (Operasional Bulan Maret). Alamat : Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jl. Kedungjati No.4 RT 01/ RW 07, Randusari, (Kompleks PJKA) Semarang Selatan, Jawa Tenga. RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Laporan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan Maret 2018 berupa perlengkapan pasien dan kebutuhan operasional pasien seperti Sembako, perlengkapan Obat-obatan, perlengkapan sehari-hari, dll.

Jumlah Bantuan : Rp 7.925.755,-
Tanggal : 31 Maret 2018
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya oerasional Bulan Maret 2018


MTSR SEMARANG (AA 8683 TB, Biaya Operasional Bulan Februari). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim Sedekah Rombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura Jawa Tengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim Sedekah Rombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan Sedekah Rombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Maret 2018.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.896.950,-
Tanggal : 31 Maret 2018
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Februari 2018


MTSR SEMARANG (H 8690 QF, Biaya Operasional Bulan Februari). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk service mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Maret 2018.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.635.000,-
Tanggal : 31 Maret 2018
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Februari 2018


MTSR SEMARANG (G 9221 GC, Biaya Operasional Bulan Februari). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim Sedekah Rombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura Jawa Tengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim Sedekah Rombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan Sedekah Rombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Maret 2018

Jumlah Bantuan : Rp. 3.498.000
Tanggal : 31 Maret 2018
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Februari 2018


ALMH. ALIFATIN BINTI SAIMIN (51, Kanker Ovarium). Alamat : Dusun Joho RT 6/2, Desa Joho, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Pada satu tahun yang lalu, Ibu Alifatin didiagnosa mempunyai kanker ovarium oleh dokter dan di rujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Di RSSA Malang Ibu Alifatin menjalankan kemo terapi sudah 2 kali dan beliau sering merasa berdebar-debar di dadanya. Setelah Ibu Alifatin meminta pulang tanpa menjalani jadwal kemo, pada tanggal 17 April 2018 kami mendapatkan kabar bahwa beliau telah meninggal dunia. Keluarga merasa sangat kehilangan atas kepergian beliau, namun keluarga telah ikhlas menerima kehendak Allah SWT. Sedekah Rombongan berbelasungkawa dan ikut merasakan kesedihan yang dialami keluarga Ibu Alifatin. Keluarga Ibu Alifatin mengucapkan terimakasih dan meminta maaf, santunan pun disampaikan untuk kebutuhan setelah Ibu Alifatin meninggal dunia. Bantuan sebelumnya telah tercacat dalam nomor rombongan 1139. Keluarga Ibu Alifatin sekali lagi mengucapkan terimakasih dan semoga Sedekah Rombongan semakin banyak memberi manfaat kepada semua orang yang membutuhkan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 17 April 2018
Kurir : @FaizFaeruz @KatinoRianto @SiscaDwi

Ibu Alifatin didiagnosa mempunyai kanker ovarium


SITI MUAWANAH, (35, Tumor Otak) Alamat Dusun Krajan RT/RW 001/004, Desa Nogosari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Awal mulanya, Ibu Muawanah merasakan pusing yang luar biasa. Karena keluhan tersebut, akhirnya ibu Muawanah memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Dokter setempat menyatakan bahwa ibu Muawanah hanya memerlukan istirahat yang cukup dan disarankan untuk tidak terlalu banyak pikiran. Satu bulan kemudian, ibu Muawanah mengeluh pusing kembali. Beliau juga pernah jatuh pingsan sehingga dilarikan lagi ke Puskesmas. Ketika sadar, kondisi mata ibu Muawanah memerah. Ibu Muawanah juga mengeluhkan sakit di bagian tangan beliau. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, ibu Muawanah dirujuk ke RS Balung Jember untuk menjalani pemeriksaan lebih lengkap. Dari RS Balung Jember, ibu Muawanah dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Di RSUD Dr. Soebandi Jember, ibu Muawanah telah menjalani pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Dari hasil pemeriksaan, ibu Muawanah mederita Tumor Otak sehingga dokter menyarankan untuk rutin menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soebandi Jember setiap satu bulan sekali. Kini, ibu Muawanah sering mengalami kejang, demam, dan gemetaran. Keadaan bibir beliau juga menjadi miring sehingga sulit untuk berbicara, terkadang bisa merespon dan terkadang tidak bisa. Ibu Muawanah hanya bisa terdiam di rumah karena matanya sudah tidak begitu normal. Suami ibu Muawanah, Abu Bakar (41) bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak menentukan, yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari bagi keluarganya. Ibu Muawanah adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai dua seorang anak dan tinggal bersama dengan suami di sebuah rumah yang berdinding kayu. Selama pengobatan, ibu Muawanah menggunakan fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas III. Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi, nutrisi makanan, dan biaya obat yang berada di luar BPJS. Kisah hidup ibu Muawanah telah menyapa hati Sedekah Rombongan. Alhamdulillah, bantuan dari para sedekaholic yang disalurkan melalui Kurir Sedekah Rombongan telah sampai. Bantuan yang diberikan dipergunakan untuk pembayaran Iuran BPJS setiap bulan, pembelian obat yang tak tercover BPJS dan Akomodasi selama di rumah sakit. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Muawanah dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aminn. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1133

Jumlah Santunan : Rp. 524.500,-
Tanggal : 30 Mei 2018
Kurir : @Awwaludin_yuda @viandwiprayugo @edikpurwanto

Ibu Muawanah menderita tumor otak


ERNI BINTI BUSARI, (31, Patah Tulang) Alamat Dusun Campuran RT/RW 004/007, Desa Borongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Pada bulan April 2018, saat akan pulang setelah berjualan di Pasar, Ibu Erni jatuh terpeleset. Tangan sebelah kanannya bengkak dan sakit. Setelah jatuh Ibu Erni periksa ke puskesmas dan oleh dokter dirujuk ke rumah sakit. Tetapi Ibu Erni tidak ke rumah sakit karena takut operasi dan khawatir mengenai biaya perawatan. Setelah itu Ibu Erni berobat alternatif tapi masih belum ada perubahan dan masih sakit. Pada awal bulan Mei 2018 tangan Ibu erni semakin membengkak dan terasa sakit di bawalah lagi ke Puskesmas, Dokter menyarankan untuk periksa ke rumah sakit dengan menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Ibu Erni mengikuti saran tersebut dan periksa ke Rumah Sakit Umum Daerah Probolinggo. Kondisi Ibu Erni saat ini sakit di tangan kanan sudah berkurang dan mulai dapat bergerak dikit demi sedikit. Suaminya, Bapak Sunardi (38) bekerja sebagai buruh serabutan. Penghasilannya yang kecil membuat Bapak Sunardi kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga meskipun dalam kondisi sakit, Ibu Erni harus berjualan kue di pasar untuk membantu sang suaminya. Selama berobat di RSUD Probolinggo Ibu Erni dibantu SKTM. Beliau tidak memiliki kartu jaminan kesehatan manapun. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Erni dan keluarga. Santunan diberikan untuk biaya kehidupan sehari-hari. Semoga dapat bermanfaat dan Ibu Erni dapat kembali sehat serta beraktifitas seperti sedia kala, Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Mei 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @firman_yusnizar

Bu Erni menderita patah tulang


ROSIDATUL HASANIAH, (10, Unspecified Hydronephrosis) Alamat Curahdami RT/RW 011/003, Desa Curahdami, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Rosidatul mengalami sering kesakitan selama tiga bulan dan diperutnya semakin membesar, oleh keluarga hanya di bawa ke dukun pijat. Setelah itu ada salah satu tetangganya yang peduli ke Adik Rosidatul, lalu dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mengetahui penyakit yang dialaminya diagnosa awal Dokter menyatakan bahwa adik Rosidatul mengalami asites. Lalu dokter menyarankan keluarganya adik Rosidatul segera di rujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perawatan dan pengobatan lanjutan. Adik Rosidatul memiliki Jaminan Kesehatan berupa JKN KIS PBI yang pembiayaannya di tanggung oleh pemerintah selama masa pengobatan di rumah sakit. Adik Rosidatul anak dari Pasangan Ibu Nurmini (46) yang berprofesi sebagai Ibu Rumah tangga dan Bapak Sadran (49) yang bekerja sebagai buruh harian lepas yang penghasilannya tidak menentu, hanya cukup untuk kebutuhan sehari harinya. Dan ada salah satu warga sekitar menginformasikan kepada Kurir Sedekah Rombongan bahwa Adik Rosidatul memerlukan bantuan dampingan selama pengobatan karena dari keluarga kurang mampu. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturah ke tempat tinggal adik Rosidatul sesudah itu langsung mengevakuasi adik Rosidatul ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Setelah pemeriksaan diagnosa Dokter menyatakan bahwa adik Rosidatul mengalami Unspecified Hydronephorosis, Unspecified Hydronephorosis adalah merupakan proses penggelembungan atau pembengkakan ginjal akibat urin yang menumpuk di ginjal. Hal ini disebabkan oleh terdapatnya halangan sebagian atau penuh atas aliran urin pada bagian ujung atas ureter atau saluran yang akan membawa urin dari ginjal ke kandung kemih. setelah pengobatan di RSUD Dr. Soebandi Jember Adik Rosidatul semakin membaik, namun Allah berkehendak lain. Setelah sembilan bulan dalam masa dampingan Sedekah Rombongan, adik Rosidatul berpulang menghadap sang Ilahi. semoga keluarga yang ditinggal kan di beri kesabaran dan ketabahan. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 April 2018
Kurir : @awwaludin_yuda @viandwiprayugo

Rosidatul mengalami unspecified hydronephorosis


EDI SUPRAPTO (46, Ca. Nasofaring). Alamat : Jalan A. Yani, RT 01/01, Desa Dasabah, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Pada awal tahun 2016 Bapak Edi merasakan sakit ditenggorokannya tetapi beliau abaikan dan tidak diperiksakan ke dokter. Setelah dua bulan berlalu rasa sakitnya semakin parah dan akhinya diperiksakan ke dokter. Selain rasa sakit di tenggorokan Bapak Edi juga mengalami penurunan pengelihatan. Dokter mengarahkan untuk memeriksakan ke dokter saraf. Pada bulan Juli 2016 Bapak edi memeriksakan ke dokter saraf dan melalukan pengobatan sesuai anjuran dokter. Suatu hari tiba-tiba muncul benjolan kecil pada leher Bapak Edi dan semakin lama semakin membesar. Pada tahun 2017 Bapak Edi memeriksakan ke RSUD Bondowoso dan dokter mendiagnosa Ca. Nasofaring. Bapak Edi dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan fasilitas pengobatan yang lebih lengkap. Bapak Edi bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil dan istrinya, Ibu Septin (25) hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Bapak Edi memiliki jaminan kesehatan BPJS kelas II yang sangat membantu biya pengobatan beliau. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau, bantuan pun disampaikan untuk biaya transportasi dan juga suplemen seperti susu, peptamen. Semoga Bapak Edi segera diberikan kesehatan agar dapat bekerja kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.250.000
Tanggal : Januari 2018, Februari 2018, Maret 2018, April 2018, 29 Mei 2018
Kurir : @awwaludin_yuda @viandwiprayugo

Bapak Edi didiagnosa ca. nasofaring


BAKTI SOSIAL SR BONDOWOSO BERSAMA KOMUNITAS RELAWAN MUDA BONDOWOSO (RMB). Pada pagi menjelang siang di Mushola Dusun Luduk, Desa Petung, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso. Terasa berbeda dengan hari-hari biasanya. Warga Dusun Luduk Desa Petung pun banyak yang menghadiri acara Baksos RMB , Pemeriksaan Gratis yang dimulai dari jam 10.00 – selesai. Dan Sedekah Rombongan Bondowoso memberikan Santunan Karpet, Al – Qur’an, tatakan Al – Qur’an untuk Satu-satunya Mushola di dusun Luduk tersebut. Tepat pukul 10.00 para peserta dan keluarga sudah memenuhi halaman Mushola Dusun Luduk Desa Petung Kabupaten Bondowoso. Suasana hangat terpancar dari senyum manis dan candaan para peserta. Tim panitia dari Bakti sosial RMB juga sudah mulai menyiapkan perlengkapan untuk suksesnya acara ini. Acara diawali dengan Bacaan Basmallah dan rasa syukur kepada ALLAH SWT atas segala karunia dan rahmat yang diberikan. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan lokal ketua panitia RMB dan sambutan dari Korwil Sedekah Rombongan Bondowoso selaku Kurir Sedekah Rombongan Bondowoso yang disambut dengan meriah dan senyuman manis. Jam menunjukkan pukul 10.30. Ketua panitia RMB mengajak para peserta dan orang tua untuk melakukan Pemeriksaan Gratis, setelah beberapa jam yang berlalu, kegiatan hari itu diakhiri dengan acara ramah tamah beserta pemberian Karpet dan Al-Qur’an Untuk Mushola Dusun Luduk. Santunan yang disampaikan dipergunakan untuk mensupport acara Bakti Sosial berupa pembelian Karpet, Al – Qur’an, tatakan Al – Qur’an dan akomodasi lainnya. Semoga kontrobusi para sedekaholic kepada masyarakat Dusun Luduk menjadi amal baik dihadapanNYA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 24 April 2018
Kurir : @awwaludin_yuda @viandwiprayugo

Santunan berupa pembelian karpet, Al – Qur’an, tatakan Al – Qur’an dan akomodasi lainnya


SANTUNAN ANAK YATIM BUNGA BANGSA BONDOWOSO yang berlokasi di Desa Kejawan, Kecamatan Grujukan, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Merupakan bantuan untuk Santunan anak Yatim di usia belajar tingkat SD (Sekolah Dasar) bagi Anak-anak yang kurang mampu. Kurir Sedekah Rombongan menerima informasi bahwa ada anak Yatim dengan latar belakang dari keluarga kurang mampu/duafa. Dan Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk memberikan santunan Anak Yatim yang latar belakang dari keluarga kurang mampu atau Dhuafa yang diwakili oleh pengurus anak yatim Bunga Bangsa Bondowoso. Semoga santunan yang di berikan bermanfaat bagi Anak Yatim Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi anak-anak Yatim dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Mei 2018
Kurir : @Awwaludin_yuda @viandwiprayugo

Bantuan tunai


ALI SUGIONO, (63, Glukoma) Alamat Dusun Krajan 2 RT 007/RW 002, Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. sudah 20 tahun mengalami gejala titanus di mata kanan, prediksi dokter Hermanto Probolinggo tidak ada sebab. awal terasa saat beliau kerja bangunan tiba – tiba mata kanan tidak kelihatan. sempat di lakukan chek up 3 kali dibiayai oleh adiknya sampai saat ini mata kiri juga tidak dapat melihat (samar – semar). dokter mendagnosis beliau mendera glukoma. Ia sudah tidak bisa bekerja. Selama sakit bapak Ali berobat alterantif namun tidak ada perubahan apapun. Sebelum sakit. Bapak Ali bekerja sebagai kuli bangunan untuk menghidupi keluarganya. Namun sejak sakit, penghasilan keluarga berkurang dan mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bapak Ali terdaftar dalam jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun, proses pengobatannya masih terkendala biaya akomodasi ke rumah sakit dan biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Ali sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu kehidupan sehari-hari Bapak Ali dan keluarganya. Semoga Bapak Ali segera diberi kesembuhan dan dapat beraktifitas seperti sedia kala, Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Mei 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @firman_yusnizar @viandwiprayugo

Pak Ali menderita glukoma


AHMAD HASAN ABDILLAH, (9, Atresi ani). Alamat Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Adik Hasan menderita sakit Atresi ani. Atresia ani adalah salah satu jenis cacat atau kelainan sejak lahir. Pada kondisi ini, perkembangan janin mengalami gangguan sehingga bentuk rektum (bagian akhir usus besar) sampai lubang anus umumnya tidak sempurna. Ketidak normalan Hasan tak memiliki anus Hasan segera dirujuk ke Rumah Sakit Paru- Paru Jember untuk dilakukan tindakan operasi pembuatan stoma. Hasan menderita atresia ani menjalani operasi pembuatan anus pada usia 5 bulan. Akhirnya setelah menunggu selama 8 – 9 tahun lebih Hasan bisa menjalani operasi pembuatan lubang anus di dubur. Bulan ini telah jalani serangkaian test akhirnya tim Dokter rumah sakit Paru – Paru Jember memutuskan dilakukan tindakan operasi pembuatan lubang anus di dubur. Operasi berjalan lancar dan saat ini Hasan menjalani perawatan pasca operasi. kondisi ekonomi untuk kebutuhan sehari hari yang memang benar-benar miskin membuat orang tua Hasan hanya bisa pasrah. Bapak Wakik bapaknya si adek Hasan hanyalah seorang buruh tani dengan pendapatan yang sangat minim dan itupun tidak menentu. Pendapatannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bisa dibayangkan dengan kehidupan mereka di tambah lokasi yang jauh di pelosok desa, serta tak ada akses kendaraaan umum membuat mereka tak mampu melanjutkan pengobatan. Atas dampingan Sedekah Rombongan Hasan dapat melanjutkan pengobatannya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Hasan, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi selama di rumah sakit Paru – Paru Jember, pembayaran Iuran BPJS, Akomodasi selema dirumah sakit dan pembelian obat diluar cover BPJS pasien Hasan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Hasan dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1131

Jumlah Santunan : Rp. 580.500,-
Tanggal : 24 Mei 2018
Kurir : @awwaludin_yuda @viandwiprayugo @edikpurwanto

Adik Hasan menderita sakit atresi ani


HERA MANI SARI PAMUNGKAS, (24, Kista Ovarium) Alamat Jl. Kali Tengah RT/RW 001/004, Desa Patemon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Sudah tiga bulan Hera mengalami sakit di perut terus menerus, sehingga menganggu aktifitasnya. Hera dan keluarga menilai hal tersebut wajar dan normal sehingga tidak di lakukan tindakan medis. Dalam rentang waktu kurang lebih tiga bulan, mulai terlihat perut Hera yang semakin membesar. Hera merasakan sakit perut yang luar biasa ketika haid, tetangga Hera menyarankan untuk berobat ke klinik terdekat untuk diperiksakan oleh dokter kandungan dan di USG. Saat di USG ternyata ada benjolan keras dalam rahim ( Kista Ovarium ) sebesar telur. Segeralah dokter menyarankan untuk rujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Sesampainya disana, dokter kandungan menyarankan untuk operasi pengangkatan kista dan keluarga menyetujui. Akhirnya oleh Dokter RSUD Dr. Soebandi Jember, Hera dijadwalkan untuk Operasi tanggal 20 Maret 2018 untuk pengambilan kista dalam rahim Hera. Hera memiliki Jaminan berupa JKN – KIS PBI yang meringankan beban pengobatan selama dirumah sakit, tetapi keluarga kebingungan dalam transportasi dari rumah untuk menuju kerumah sakit yang sangat jauh dan pembelian obat yang tidak di tanggung oleh BPJS. Sedekah Rombongan mendengar info dari warga sekitar bahwa Hera memerlukan bantuan dalam dampingan selama pengobatan. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk membantu Hera. Santunan yang diberikan dipergunakan Biaya Pengobatan dan Perawatan Pasien selama di rumah sakit. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Hera dan semoga segera sembuh seperti sediakala, Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Maret 2018, 1 Juni 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @isroil

Hera menderita kista ovarium


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1272 SR + F 6185 BM, Biaya Operasional Mei 2018 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) dan Motor Tempur Sedekah Rombongan ini, terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, dan bahkan mengirim pasien ke Malang maupun Surabaya. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Tap Oli, Biaya Kendaraan, Service MTSR dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari para donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1133

Jumlah santunan: Rp. 2.975.000,-
Tanggal: 31 Mei 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @budiali

Biaya Operasional


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1831 QE, Biaya Operasional Mei 2018 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, dan bahkan mengirim pasien ke Malang maupun Surabaya. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Tap Oli, Service, dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari para donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1133

Jumlah santunan: Rp.2.767.000,-
Tanggal: 26 Mei 2018
Kurir : @viandwiprayugo @edikpurwanto @awwaludin_yudha

Biaya operasional Mei 2018


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Operasional RSSR Mei 2018 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan seperti ATK, Pembayaran Pajak Bumi Rumah Singgah, pembayaran Speedy, Hotline, Biaya Air / PDAM, Ekspedisi Berkas Dll. yaitu selama bulan Mei 2018. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 1133

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.666,-
Tanggal : 31 Mei 2018
kurir : @Awwwaludin_yudha @viandwiprayugo @agungganong

Biaya operasional Mei 2018


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Sembako Pasien RSSR Mei 2018 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk pasien dampingan di Rumah Singgah dan keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, yaitu selama bulan Mei 2018. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 1133

Jumlah Santunan : Rp. 847.700,-
Tanggal : 29 Mei 2018
kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @agungganong

Biaya sembako pasien RSSR Mei 2018


SAMIN BINTI MURNI (57, Retak Tulang Tangan Kanan + Saraf Kejepit + ISPA). Alamat : RT 4/2, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada awal bulan Maret 2018, Bapak Samin mengalami kecelakaan jatuh dari pohon kelapa setinggi 15 meter saat menderes nira di belakang rumahnya. Bapak Samin jatuh dengan posisi telungkup dan tidak sadarkan diri. Badan sebelah kanan memar dan hitam. Bapak Samin langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Medika Lestari Buntu dan menjalani rawat inap selama lima hari. Dokter mendiagnosis retak tulang tangan kanan dan saraf kejepit. Bapak Samin harus menjalani kontrol satu pekan sekali, namun tidak kunjung membaik dan merasakan nyeri pada tulang tangan kanannya. Selain itu juga merasakan nyeri ulu hati dan cepat kenyang serta sesak nafas. Selanjutnya Bapak Samin dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Dokter mendiagnosis Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) dan saraf kejepit. Dokter menganjurkan agar beliau menjalani kontrol setiap sebulan sekali. Tetapi kesulitan karena istrinya, Ibu Payem (58) hanya bekerja buruh mencari kayu bakar dan daun cengkeh. Penghasilan Ibu Payem sebagai buruh sangat kecil. Ibu Payem juga kesulitan berjalan karena pincang sejak lahir. Untuk pengobatan Bapak Samin dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau masih kesulitan memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Samin sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga santunan dapat bermanfaat dan beliau segera diberi kesembuhan .

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 28 April 2018
Kurir : @ddeean Lasminah Rahayu

Pak Samin menderita ISPA dan saraf kejepit


SARIPAH BINTI MAJIDI (60, Diabetes Situritis). Alamat : RT 1/1, Desa Kecila, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada awal bulan November 2017 Ibu Saripah mulai merasakan badan pegal, pusing, dan kedua telapak tangan kaku serta cepat lelah. Ibu Saripah dibawa berobat ke Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. Ibu Saripah menjalani rawat inap selama 14 hari. Dari hasil pemeriksaan laboratorium diketahui bahwa beliau menderita diabetes situritis. Pada Januari 2018 yang lalu kaki Ibu Saripah bengkak dan ada benjolan di telapak kaki bernanah. Ibu Saripah langsung berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas dan harus menjalani rawat inap selama satu pekan. Selanjutnya beliau harus menjalani operasi kecil pada benjolan di telapak kaki kanannya. Dokter menginstruksikan kontrol dua pekan sekali. Kondisi beliau saat ini sering merasa pusing dan lemas, pengelihatan matanya mulai kurang jelas. Suaminya, Bapak Samidin (66) hanya bekerja sebagai buruh dan penghasilannya sangat kecil. Selama berobat Ibu Saripah dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau kesulitan memenuhi biaya akomodasi berobat dan kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Saripah sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu keperluan biaya akomodasi berobat dan kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga Ibu Saripah selalu diberi kesabaran dan tetap semangat ikhtiar menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 28 April 2018
Kurir : @ddeean Lasminah Rahayu

Bu Saripah menderita diabetes situritis


TUKIMAN BIN TRAMIARJA (65, Diabetes). Alamat : RT 1/7, Desa Petarungan, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Tukiman menderita penyakit diabetes mulai tahun 2016. Dua bulan yang lalu, kaki kanannya tersiram air panas dan beliau segera dibawa ke puskesmas. Beliau kemudian dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Medika Lestari dan menjalani operasi pengambilan kulit. Setelah pulang ke rumah, keadaan kakinya memburuk sehingga beliau dibawa ke RS Medika Lestari kembali. Karena keadaan kaki yang sudah membusuk, dokter menyatakan bahwa jari kaki Bapak Tukiman harus diamputasi. Setelah diamputasi jarinya, keadaan beliau semakin memburuk. Beliau dirujuk RS Siaga Medika dan menjalani amputasi hingga tumitnya. Dokter menganjurkan agar beliau menjalani kontrol rutin setiap setengah bulan sekali. Kini keadaan kakinya masih membusuk dan tubuhnya demam. Kondisi Bapak Tukiman semakin memburuk, sampai akhirya pada 15 April 2018, beliau menghebuskan nafas terakhirnya. Istrinya, Losinah (55) adalah seorang ibu rumah tangga. Biaya pengobatan Bapak Tukiman dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Pengobatan beliau terkendala biaya akomodasi selama kontrol ke rumah sakit dan biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga yang di tinggalkan. Santunan sebelumnya sudah di sampaikan dan laporannya terdapat dalam Rombongan 1093. Semoga almarhum Bapak Tukiman mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 April 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @yaswi_rd

Bapak Tukiman menderita penyakit diabetes


YANTINI BINTI SUMADI (20, Gangguan Syaraf Mata). Alamat : RT 4/1, Desa Bandingan, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Yantini dulu bekerja sebagai buruh pembuat bulu mata, pada awal bulan Juli 2017 pasien sering merasa matanya pegal, akan tetapi karena keterbatasan ekonomi pasien tidak menghiraukan keluhannya, yang akhirnya pada bulan Agustus mata pasien terasa semakin pegal dan pandangan matanya kabur yang akhirnya pasien berobat ke dokter praktek di Mandiraja. Dokter mendiagnosis pasien mengalami gangguan syaraf mata dan disarankan untuk berobat ke dokter spesialis mata. Akan tetapi karena kondisi ekonomi yang serba kekurangan dan tidak punya jaminan kesehatan maka Yatini belum pernah berobat ke dokter spesialis mata. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Yantini sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya pembuatan kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI Kelas III, biaya transportasi, dan biaya berobat ke dokter spesialis mata. Semoga beliau dapat sembuh seperti sediakala .

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 21 April 2018
Kurir : @ddeean wiwid @yaswi_rd

Bu Yantini mengalami gangguan syaraf mata


MAULANA AZMI KHASNI (3, Tidak Mempunyai Anus). Alamat : RT 6/2, Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Sejak lahir, Maulana tidak memiliki anus dan kesulitan untuk buang air besar. Kemudian Maulana dibawa ke Rumah Sakit (RS) Dr. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga dan diberi lubang di perutnya. Namun, Maulana belum bisa di operasi dikarenakan kondisi pertumbuhan badan yang kurang. Saat ini kondisi Maulana sudah membaik dan pada 18 April 2018 sudah melakukan operasi pemasangan ring di RS Dr. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Maulana adalah putra dari pasangan Bapak Vandi Iswanti (40) dan Ibu Watini (37). Bapak Vandi bekerja sebagai buruh, sedangkan Ibu Watini adalah seorang ibu rumah tangga. Biaya pengobatan Maulana dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun penghasilan orang tua Maulana yang kecil dan tidak menentu, membuat mereka kesulitan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Maulana sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari dan pembelian ring. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan Maulana dapat melanjutkan pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 1 Mei 2018
Kurir : @ddeean Khaerul @yaswi_rd

Maulana tidak memiliki anus dan kesulitan untuk buang air besar


ATIK MAKHFIROH (3, Cerebral Palsy). Alamat : RT 6/1, Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Atik terlahir prematur dan mengalami gizi buruk. Hingga usia 3 tahun ia belum dapat berjalan. Keluarga membawa Atik untuk periksa ke Puskesmas Cilongok 2. Kemudian Atik dirujuk ke Poli Anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ajibarang dan didiagnosis mengalami Cerebral Palsy. Dokter Spesialis Anak menyarankan untuk fisioterapi sebanyak 2 kali dalam satu pekan untuk menguatkan tulang belakang dan tulang kaki Atik. Ayahnya, Bapak Karjo (49) bekerja sebagai buruh harian lepas sedangkan ibunya, Kusmiati (39) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga Bapak Karjo hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Biaya pengobatan Atik terbantu jaminan kesehatan berupa JKN KIS-PBI. Namun pengobatan Atik terkendala oleh akomodasi fisioterapi ke RSUD Ajibarang. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Atik sehingga dapat memberikan santunan dari Sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi selama menjalani fisioterapi. Semoga Atik bisa segera berjalan dan melanjutkan pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Mei 2018
Kurir : @ddeean @yaswi_rd

Atik mengalami cerebral palsy


HADI TUSMIN BIN SUDIRMO (54, Ganguan Jiwa). Alamat : RT 9/5, Desa Pingit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada awal tahun 2016, Bapak Hadi Tusmin mengalami depresi akibat cabe yang di tanam di tanah sewaannya gagal panen. Pak Hadi Tusmin sering melamun dan sering marah-marah. Karena faktor SDM keluarga yang sangat rendah, Pak Hadi Tusmin tidak dibawa berobat oleh keluarganya, lama-kelamaan kondisi beliau semakin parah. Pada suatu hari Pak Hadi Tusmin mengamuk dan membanting semua perabot di rumahnya, bahkan sampai membacok tetangganya. Kemudian Pak Hadi Tusmin di bawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banyumas dan di rawat selama 15 hari. Kondisi Pak Hadi Tusmin saat ini masih sering kambuh dan harus rutin kontrol ke RSJ Banyumas. Selama berobat, beliau dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun terkendala masalah biaya kontrol berobat dan kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah sedekah rombongan dipertemukan dengan Bapak Hadi Tusmin sehingga dapat menyampaikan santunan untuk biaya kontrol berobat dan kehidupan sehari-hari. Semoga beliau dapat kembali sehat seperti sedia kala.

Jumlah bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 April 2018
Kurir : @ddeean Wiwid @yaswi_rd

Bapak Hadi Tusmin mengalami depresi


AZALIA ANASTASYA KHALISA PUTRI (4, Flek Paru-paru). Alamat : RT 4/2, Desa Pakuncen, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Tasya, selama 1 tahun merasakan dada sebelah kiri terasa nyeri, pegal, kepala pusing dan batuk berdahak disertai darah. Tasya langsung dibawa berobat ke bidan desa dan dianjurkan untuk menjalani kontrol rutin ke puskesmas setiap 2 pekan sekali. Dari hasil pemeriksaan di puskesmas, Tasya didiagnosis menderita flek paru-paru. Kemudian ia disarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga dan dianjurkan untuk menjalani pengobatan sebanyak 6 kali. Kondisi Tasya saat ini masih merasakan pusing, lemas dan batuk berdahak yang kadang disertai darah. Selama berobat, ia menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS NON PBI Kelas III. Namun Tasya mengalami kesulitan dalam hal akomodasi selama berobat. Alhamdulillah, atas izin Allah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan orang tua Tasya sehingga dapat menyampaikan santunan untuk akomodasi berobat. Semoga Tasya segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 April 2018
Kurir : @ddeean Didik @yaswi_rd

Tasya didiagnosis menderita flek paru-paru


SELFIANA BINTI NARSIDI (16, Gangguan Pengelihatan). Alamat : RT 09/5, Desa Pingit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada awal bulan Januari 2018 mata Selfiana mulai merasa pegal dan sering keluar air matanya setiap membaca buku, lama kelamaan sering merasa pusing dan pandangan mata Selfiana tidak jelas untuk membaca buku maupun melihat tulisan di papan tulis saat sekolah. Karena kondisi ekonomi orang tua Selfiana yang serba kekurangan, ia belum pernah berobat dan tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah sedekah rombongan dipertemukan dengan Selfiana sehingga dapat menyampaikan santunan untuk biaya berobat dan beli kacamata sambung. Semoga beliau dapat kembali sehat seperti sedia kala.

Jumlah bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 April 2018
Kurir : @ddeean Wiwid @yaswi_rd

Selfiana menderita gangguan pengelihatan


SITEM BINTI ASANMARJA (74, Kanker mulut). Alamat : RT 5/1 Desa Merden, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada pertengahan tahun 2017, Ibu Sitem mulai merasakan ada yang aneh pada mulutnya, yaitu ada daging yang tumbuh dan sakit, kemudian diperiksakan di Pembina Kesehatan Umum (PKU) Muhammadiyah Merden dan didiagnosis terkena kanker mulut. Dikarenakan tidak adanya biaya, maka tindak lanjut untuk pengobatan pun terkendala yang akhirnya diobati dengan obat-obatan dari Puskesmas 2 Purwanegara. Sampai akhirnya kanker pun lambat laun mulai menggerogoti mulutnya, sehingga untuk makan dan minum pun sangat kesusahan. Dimasa tuanya Ibu Sitem harus hidup sebatang kara karena tidak mempunyai keturunan. Sehari-hari hidupnya harus menumpang di rumah keponakan. Atas inisiatif beberapa relawan kemanusiaan lintas organisasi di desa Merden, dan semangat untuk berobat dari Ibu Sitem yang tinggi, maka awal bulan April Ibu Sitem dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito Yogyakarta untuk mendapatkan perawatan yang komprehensif demi kesembuhannya dengan tindakan operasi. Selama berobat beliau dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun takdir berkata lain, Pada 06 April 2018 tepat pukul 02.00 wib, Ibu Sitem menghembuskan nafas terakhirnya. Selamat jalan Ibu Sitem, setidaknya keinginan beliau untuk mengobati penyakitnya sudah kesampaian. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga almarhumah Ibu Sitem dan dapat menyampaikan santunan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan dan semoga beliau diterima di sisiNya.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @ddeean Kang Imam @yaswi_rd

Bu Sitem didiagnosis terkena kanker mulut


RIDHO IHSANI (10, Tumor Otak). Alamat : RT 5/2 Karang Wringin, Desa Baleraksa, Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga , Provinsi Jawa Tengah. Sejak usia 8 tahun Dik Ridho Ihsani mengalami kesulitan berjalan tangan lemas mata kabur dan sering mengeluh pusing. Awalnya diperiksakan ke dokter umum dan oleh dokter dirujuk ke Poli Anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Oleh dokter RSUD dirujuk ke poli saraf Rumah Sakit (RS) Margono Soekarjo yang kemudian dilakukan CT Scan. Hasilnya menunjukan Dik Ridho Ihsani mengidap Tumor Otak. Pada bulan Oktober 2017, Dik Ridho Ihsani menjalani operasi pemasangan selang. Dilanjutkan pada bulan Desember 2017 Dik Ridho Ihsani menjalani operasi pengambilan tumor. Namun kondisi Dik Ridho Ihsani hari Minggu lalu memburuk sehingga harus di bawa ke RS Margono Soekarjo. Pada tanggal 15 Mei 2018 Dik Ridho Ihsani menjalani operasi kembali. Biaya pengobatan Ridho Ihsani dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI tetapi kartunya hilang. Bapaknya, Sukhyat (39) bekerja sebagai buruh. Sedangkan ibunya, Jumiyah (35) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan orang tua yang kecil dan tidak menentu menyebabkan kesulitan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Ridho Ihsani sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan Dik Ridho Ihsani dapat melanjutkan pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 April 2018
Kurir : @ddeean Khaerul Rahayu

Dik Ridho Ihsani mengidap tumor otak


PELATIHAN PENANGGULANGAN PENDERITA GAWAT DARURAT UNTUK UMUM (Bantuan Pelatihan untuk Kurir #SR). Sedekah Rombongan ialah organisasi nirlaba yang fokus dalam pendampingan pengobatan dhuafa sakit. Hingga saat ini, pasien dampingan SR wilayah DIY telah mencapai angka 100 pasien dan terus bertambah setiap harinya. Alhamdulillah, jumlah relawan yang bergabung pun terus bertambah. Selain itu, untuk memudahkan pergerakan, Sedekah Rombongan juga memiliki beberapa unit mobil ambulans transport. Dalam menjalankan tugasnya, seringkali para relawan SR harus menghadapi kondisi-kondisi yang berhubungan langsung dengan kondisi kedaruratan hingga kegawatan, seperti keharusan mendampingi pengobatan pasien dampingan, memberikan bantuan transportasi ambulance pada pasien kecelakaan Lalu Lintas (KLL), bahkan terlibat dalam proses penanggulangan bencana bersama dengan organisasi sosial lainnya. Sementara itu, sebagian besar Kurir Sedekah Rombongan merupakan orang yang awam di bidang kesehatan atau belum memiliki pengetahuan dasar mengenai kegawat daruratan. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan merasa perlu mengadakan pelatihan PPGD ini, yang diadakan pada tanggal 25 Maret 2018. Dalam pelatihan ini diberikan materi tentang pengoperasioan ambulans di jalan raya oleh Satlantas Polres Gunungkidul, pelatihan dari PMI Kab. Gunungkidul, dan materi dari Nursing Club Centre (NCC) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Selain diwajibkan bagi Kurir Sedekah Rombongan, kegiatan ini juga diikuti oleh organisasi sosial lain, utamanya yang juga menyediakan fasilitas ambulans gratis untuk masyarakat. Alhamdulillah kegiatan ini dapat berjalan lancar atas dukungan dari sedekaholics Sedekah Rombongan. Harapannya dari kegiatan ini, Kurir Sedekah Rombongan dapat semakin maksimal dalam melayani dhuafa dan masyarakat pada umumnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.286.000,-
Tanggal : 31 Maret 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas @anggaubi Arum

Bantuan pelatihan untuk kurir #SR

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 JANUAR DAFFA MAULANA 500,000
2 SURADI BIN SONO KARTO 1,000,000
3 RENGGA PUTRA PRATAMA 500,000
4 NGADIYEM BINTI MULYADI 1,000,000
5 REEALINO YUANZAH 1,000,000
6 KATNI JARTO 500,000
7 ESTU PUTRA 1,000,000
8 MTSR WONOGIRI 1,100,000
9 MTSR WONOGIRI 1,580,000
10 RSSR WONOGIRI 685,673
11 SULASIH BINTI MUKAWI 700,000
12 MOHAMMAD KENZO JAYENDRA 507,000
13 KUSMIYAH BINTI SUKAERI 800,000
14 YULIANTI BINTI SUDIRAH 500,000
15 DESVIA SALSABILA 600,000
16 MASRIPAH BINTI MUSLAM 500,000
17 INDRI DWI SALFIA GUSTINA 500,000
18 MAYLINDA WIDIANI 500,000
19 RENITA ALDA KUSUMA 500,000
20 WARNI MACANAN 1,100,000
21 RSSR SEMARANG 7,925,755
22 MTSR SEMARANG 2,896,950
23 MTSR SEMARANG 2,635,000
24 MTSR SEMARANG 3,498,000
25 ALMH. ALIFATIN BINTI SAIMIN 1,000,000
26 SITI MUAWANAH 524,500
27 ERNI BINTI BUSARI 500,000
28 ROSIDATUL HASANIAH 1,000,000
29 EDI SUPRAPTO 1,250,000
30 BAKTI SOSIAL SR BONDOWOSO 2,000,000
31 SANTUNAN ANAK YATIM BUNGA BANGSA BONDOWOSO 500,000
32 ALI SUGIONO 1,000,000
33 AHMAD HASAN ABDILLAH 580,500
34 HERA MANI SARI PAMUNGKAS 500,000
35 MTSR JEMBER 2,975,000
36 MTSR JEMBER 2,767,000
37 RSSR JEMBER 1,000,666
38 RSSR JEMBER 847,700
39 SAMIN BINTI MURNI 750,000
40 SARIPAH BINTI MAJIDI 750,000
41 TUKIMAN BIN TRAMIARJA 500,000
42 YANTINI BINTI SUMADI 750,000
43 MAULANA AZMI KHASNI 1,500,000
44 ATIK MAKHFIROH 500,000
45 HADI TUSMIN BIN SUDIRMO 750,000
46 AZALIA ANASTASYA KHALISA PUTRI 750,000
47 SELFIANA BINTI NARSIDI 750,000
48 SITEM BINTI ASANMARJA 500,000
49 RIDHO IHSANI 500,000
50 PELATIHAN PENANGGULANGAN PENDERITA GAWAT DARURA 2,286,000
Total 58,759,744

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 58,759,744,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1140 ROMBONGAN

Rp. 61,609,345,200,-