RAHAYU NOVA WULANDARI (1, Susp Bronkuspnemoni). Alamat : Dusun Wuni, RT 1/2, Desa Giricahyo Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Pada awalnya Dik Rahayu sering nangis dan rewel, tidak seperti bayi pada umumnya. Pada hari Minggu, tanggal 11 Maret 2018 sekitar jam 12.00 siang Dik Rahayu mengalami kejang dan nafas cepat. Oleh orangtuanya ia segera dibawa ke bidan desa, kemudian dirujuk ke RS Panembahan Senopati, Bantul, diantar mengunakan mobil polisi Polsek Purwosari. Dua hari kemudian, Kurir Sedekah Rombongan menjenguk Dik Rahayu di rumah sakit. Dari pemeriksaan yang dilakukan dokter mendiagnosa susp. Bronkuspnemoni. Penyakit ini biasa disebabkan karena infeksi yang menyebabkan peradangan pada paru-paru. Saat itu Dik Rahayu masih dalam pantauan dokter. Badannya masih lemas dan nafas cepat. Ayahnya, Puniran (51) dan ibunya, Putri Rahayu (21) mendampingi sang buah hati. Bapak Puniran yang semula bekerja sebagai buruh harian lepas, tak lagi bekerja demi menjaga putrinya. Pengeluaran sehari-hari terus bergulir, sementara tak ada penghasilan sama sekali. Terlebih, dik Rahayu tidak memiliki jaminan kesehatan apapun untuk membantu biaya pengobatan. Kurir Sedekah Rombongan sangat merasakan kesulitan keluarga ini. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan akomodasi Dik Rahayu. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Dik Rahayu, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 15 Maret 2018
Kurir : @saptuari @aji_kristanto Tubiyanto @atinlelyas

Rahayu mende susp. bronkuspnemonirita


WARTINEM BINTI MINTONO (42, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Semanu Tengah, RT 3/37, Kelurahan Semanu, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Sebelum sakit Bu Wartinem bekerja sebagai pedagang baju keliling. Sementara itu, suaminya bekerja sebagai kenek truk pasir. . Sebagai pedagang keliling, Bu Wartinem memiliki kebiasaan minum minuman berenergi dingin untuk menjaga staminanya, ternyata kebiasaannya tersebut berakibat sangat fatal untuk kesehatannya. Pada awal tahun 2015, Bu Wartinem divonis dokter terkena gagal ginjal dan sejak tahun lalu diharuskan untuk melakukan cuci darah dua kali seminggu di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Semenjak sakit, Bu Wartinem tidak bisa bekerja lagi. Sejak itu kondisi BU Wartinem sering menurun. Ia pernah menjalani rawat inap di RSUD Wonosari, Gunungkidul. Bu Wartinem merupakan ibu dari tiga anak. Dulu, ia bisa membantu suaminya untuk menghidupi keluarga, tetapi lama-kelamaan kondisinya tidak stabil. Beberapa waktu lalu, Kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar, Bu Wartinem dirawat kembali di RSUP Dr. Sardjito untuk perbaikan kondisinya. Amanah sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk membantu meringankan biaya akomodasi selama di rumah sakit. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bu Wartinem, Aamiin. Keluarga Bu Wartinem sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Bantuan sebelumnya telah disampaikan dan terdapat pada laporan Rombongan 1000.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 April 2018
Kurir : @saptuari @aji_kristanto @sunnahku @jemi_gigi @anjezmou @atinlelyas

Bu Wartinem terkena gagal ginjal


SAFRUDIN (36, ODGJ). Alamat: Gambiran RT 11, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul, Yogyakarta. Panti Hafara merupakan lembaga sosial yang kerap bersinergi dengan SR. Mereka memilih fokus pada penanganan anak-anak terlantar dan orang dengan gangguan jiwa. Jumlah orang yang mereka rehabilitasi saat ini mencapai 50 orang. Jumlah ini selalu bertambah setiap harinya, membuat kebutuhan Panti Hafara semakin bertambah setiap harinya. Salah satu pasien bernama Safruddin, yang dikirim oleh SR Pati. Ia menjalani serangkaian proses rehabilitasi di Panti Hafara. Berbagai metode mulai dari medis hingga spiritual dilakoninya untuk segera sembuh dari gangguan jiwa. Namun kini kodisinya semakin membaik. Ia sudah dapat diajak berkomunikasi dan melakoni aktivitas dengan baik. Sehubungan dengan itu, SR mencoba mensupport kebutuhan pengobatan Udin melalui Panti Hafara. Titipan langit sebesar dua juta rupiah disampaikan pada tanggal 10 April 2018. Dengan dirawat di Panti Hafara, semoga kesehatan jiwa dan raga Udin dapat pulih kembali, sehingga dapat bersosialisasi sebagai manusia normal di lingkungannya. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 1121.

Jumlah Bantunan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 10 April 2018
Kurir : @Saptuari @Boyadisakti @atinlelyas

Safrudin menderita gangguan jiwa


AHMAD SYAIFUL (1, Komplikasi). Alamat : Adiwerna, RT 27/4, Adiwerna, Adiwerna, Tegal, Jawa Tengah. Sejak lahir satu bulan lalu Dik Ahmad memiliki kelainan dalam fungsi organ. Tanggal 27 Maret 2018, Dik Ahmad diperiksakan ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Saat itu kondisinya tidak stabil, justru cenderung menurun. Ia menjalani pemeriksaan di poli jantung terpadu, patologi klinik, dan sempat menjalani operasi. Pascaoperasi kondisinya semakin menurun, ia yang semula rawat inap di bangsal perawatan dipindah ke Ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit) yaitu runag perawatan intensif untuk anak. Ayahnya, Mukhamad Supriyadi bekerja sebagai buruh, sementara ibunya Tri Handayani ialah seorang ibu rumah tangga. Ibu Handayani inilah yang selalu mendampingi Dik Ahmad di rumah sakit. Sementara ayahnya lebih banyak di Tegal untuk bekerja. Pasalnya, meskipun memiliki jaminan kesehatan JKN Kelas III, biaya akomodasi selama di rumah sakit juga cukup menjadi kendala bagi keluarga ini. Tanggal 20 April lalu, Dik Ahmad menyelesaikan perjuangannya. Allah SWT telah memanggilnya berpulang. Santunan duka ini disampaikan untuk membantu meringankan biaya transportasi dan pemulasaran jenazah. Ibu Handayani sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 April 2018
Kurir : @saptuari @kissherry @Rizkyaditya4 @atinlelyas

Dik Ahmad memiliki kelainan dalam fungsi organ


ABDULLAH ANIS SYUKURILLAH (28, ODGJ). Alamat : Gambiran RT 11, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul, Yogyakarta. Panti Hafara merupakan lembaga sosial yang kerap bersinergi dengan SR. Mereka memilih fokus pada penanganan anak-anak terlantar dan orang dengan gangguan jiwa. Jumlah orang yang mereka rehabilitasi saat ini mencapai 50 orang. Seiring waktu jumlah ini akan terus bertambah. Seorang pasien bernama Abdullah Anis Syukurillah memerlukan bantuan biaya, karena harus menjalani serangkaian pengobatan yang cukup banyak. Ia tidak saja dirawat secara secara medis, namun juga dirawat secara spiritual. Kini perkembangannya menunjukkan hal yang positif. Semoga tak lama lagi ia bisa sembuh dari gangguan jiwa, sehingga bisa kembali beraktivitas layaknya manusia normal. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 1127.

Jumlah Bantunan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @Saptuari @Boyadisakti @atinlelyas

Abdullah menderita gangguan jiwa


PONDOK PESANTREN AL ANWAR (Bantuan Pengobatan Santri). Alamat: Bolon, Palbapang, Bantul, DIY. Kehidupan sebagai santri, selain mengaji di pondok, biasanya juga menghadiri majelis-majelis atau undangan hajatan lainnya yang diselenggarakan baik di dalam maupun di luar kota. Inilah khidmat yang dilakukan seorang santri. Namun perjalanan untuk menghadiri majelis atau undangan hajatan tersebut kadang menghadapi cobaan. Belum lama ini, rombongan santri Ponpes Al-Anwar mengalami kecelakaan di daerah Temanggung saat pulang dari memenuhi undangan hajatan nikah salah seorang santri yang diselenggarakan di Pekalongan. Mobil yang mereka tumpangi menabrak sebuah pohon. 8 anak menjadi korban. Ada yang mengalami patah tulang, cedera saraf, dan ada pula yang hanya lecet-lecet saja. Namun Alhamdulillah tidak ada korban meninggal dunia. Para korban ini dilarikan ke beberapa rumah sakit terdekat yang ada di sekitar Temanggung. Biaya pengobatan yang dibebankan ada Ponpes Al-Anwar tidaklah sedikit, karena rata-rata para santri ini belum memiliki jaminan kesehatan. Mendengar kabar tersebut, SR menyampaikan titipan langit sebesar sepuluh juta rupiah untuk membantu mengurangi beban biaya pengobatan santri Ponpes Al-Anwar. Santunan sebelumnya pada Ponpes Al-Anwar pernah dilakukan dan dapat dilihat di rombongan 1113. Semoga saja titipan langit tersebut dapat membantu proses penyembuhan para santri Ponpes Al-Anwar.

Jumlah Bantuan : Rp. 10.000.000,-
Tanggal : 21 April 2018
Kurir : @Saptuari @Boyadisakti @atinlelyas

Bantuan pengobatan santri


PONDOK PESANTREN AL ANWAR (Bantuan Pengobatan Santri). Alamat: Bolon, Palbapang, Bantul, DIY. Proses Penyembuhan Santri Al-Anwar yang mengalami kecelakaan di Temanggung ternyata masih terus berjalan. Beberapa santri ternyata memiliki cedera yang cukup parah. Sehingga pengobatan harus terus dilakukan dan biaya yang dikeluarkan juga semakin banyak. Beberapa santri juga terpaksan dirujuk ke rumah sakit yang lebih mumpuni agar proses pengobatannya menjadi lebih lancar dan membuahkan hasil. Rata-rata dari mereka tidak memiliki jaminan kesehatan dan memerlukan uluran tangan dari berbagai pihak. Sedekah Rombongan kembali memberikan titipan langit sebesar satu juta empat puluh satu ribu rupiah kepada Ponpes Al-Anwar. Santunan sebelumnya pada Ponpes Al-Anwar pernah dilakukan dan dapat dilihat di rombongan 1113. Semoga saja Titipan langit dari para sedekaholic dapat membantu meringankan beban biaya, sekaligus membantu proses penyembuhan para santri Ponpes Al-Anwar, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.041.000,-
Tanggal : 24 April 2018
Kurir : @Saptuari @Boyadisakti @atinlelyas

Bantuan pengobatan santri


PONDOK PESANTREN AL ANWAR (Bantuan Pengobatan Santri). Alamat : Bolon, Palbapang, Bantul, DIY. Proses pengobatan Santri Al-Anwar yang mengalami kecelakaan terus berlanjut. Meski begitu, satu persatu santri sudah mulai sembuh dan menjalani pengobatan rawat jalan di rumah mereka masing-masing. Tapi ada beberapa santri yang masih dirawat dan bahkan dirujuk ke rumah sakit yang lebih mumpuni untuk melakulan pengobatan dan perawatan. Salah satu santri yang cukup parah dan perlu dirawat intensif adalah Nene. Semula Nene dirawat di RSUD Temanggung, kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Sekarang Nene dirawat di ruang ICU RS Sarjito Yogyakarta untuk menjalani perawatan yang lebih intensif. Bantuan ini diberikan untuk biaya administrasi dan ambulans dari Temanggung ke Yogyakarta. Santunan sebelumnya pernah dilakukan dan dapat dilihat pada rombongan 1113. Semoga titipan langit ini dapat menjadi jalan kesembuhan santri Ponpes Al Anwar, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 690.625,-
Tanggal : 24 April 2018
Kurir : @Saptuari @Boyadisakti @atinlelyas

Bantuan pengobatan santri


RSSR SURABAYA (Kebutuhan RSSR). Alamat: Jalan Kalidami 1 No. 18, RT 9/1, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Surabaya ini difungsikan sebagai tempat singgah untuk para pasien dhuafa di luar kota Surabaya agar lebih mudah untuk melakukan pengobatan di rumah sakit di Surabaya, utamanya RSUD Dr. Soetomo. Mengingat RSUD Dr. Soetomo merupakan Rumah Sakit rujukan Indonesia Timur, maka banyak pasien Sedekah Rombongan Surabaya yang berasal dari luar kota, sehingga dengan adanya RSSR sangat membantu para pasien dhuafa dalam melakukan pengobatan ke Surabaya. Bantuan dana dari sedekaholics kali ini dipergunakan untuk Kebutuhan RSSR. Bantuan untuk RSSR Surabaya sebelumnya tercatat dalam rombongan 1062. Kurir dan para pasien Sedekah Rombongan Surabaya mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekaholic. Semoga RSSR Surabaya dapat terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit dan tidak kesulitan jika membutuhkan tempat untuk tinggal selama pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp 3.850.250,-
Tanggal : 22 Januari 2018
Kurir : BambangBKY

Biaya kebutuhan RSSR


MISRENI BINTI SAMIN (37, Tumor Mata) Alamat : Jalan Tirta Mulya RT 08/06, Kecamatan Tanah Bumbu, Kota Banjarmasin, Propinsi Kalimantan Selatan. Bu Misreni mulai merasakan sakit pada tahun 2010. Setiap kali mengendarai sepeda motor, mata sebelah kanan selalu perih dan mengeluarkan air mata. Karena merasa terganggu dengan keadaan seperti itu, Akhirnya bu Reni memeriksakan dirinya di Puskesmas terdekat. Lalu oleh pihak Puskesmas dirujuk ke rumah sakit terdekat karena keterbatasan peralan medis. Di rumah sakit, dilakukanlah CT Scan dan diketahui bahwa bu Misreni menderita tumor mata. Bu Misreni adalah seorang petani padi dan pemetik teh di kebun. Pendapatan sehari-hari beliau kadang hanya cukup untuk makan. Bu Misreni memiliki seorang anak perempuan yang masih sekolah & seoarng anak lelaki yang sekarang menemaninya berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Pihak rumah sakit merekomendasikan bu Misreni untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo karena peralatan yang lebih lengkap. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Misreni. Bantunan telah diberikan untuk biaya akomodasi transportasi selama pengobatan dan membayar biaya-biaya obat diluar Jamkesmas. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 967. Bu Misreni telah melakukan operasi. Selanjutnya Bu Misreni dijadwalkan untuk kontrol rutin paska operasi. Pada bulan ini Bu Misreni masih menjalani pengobatan dan kontrol rutin untuk proses kesembuhannya. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1108. Semoga bu Misreni bisa segera sembuh total dan kembali ditengah-tengah keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 23 Januari 2018
Kurir : BambangBKY Taufik

Bu Misreni menderita tumor mata


HARTINI ASROFI (43, Kanker Payudara). Alamat: Jalan Candi Lontar Tengah RT 8/11, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Bu Hartini sebenarnya sudah mulai mengalami berbagai keluhan sakit pada tahun 2015. Namun karena menganggap hanya sakit biasa, penyakit serius yang kini menimpa beliau baru terdiagnosa pada tahun 2017. Awal mulanya, bu Hartini mendapati adanya benjolan di area payudara. Karena benjolan tersebut kecil dan tidak terasa sakit, bu Hartini pun tidak melakukan tindakan apapun dan menganggap benjolan akan hilang dengan sendirinya. Semakin lama, benjolan pada payudara bu Hartini semakin membesar dan mulai terasa nyeri. Akhirnya beliau memutuskan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, bu Hartini dirujuk ke RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap pada bulan Maret 2017. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Hartini didiagnosa menderita kanker payudara. Dokter kembali merujuk bu Hartini ke RSUD Dr. Soetomo untuk melakukan pemeriksaan laboratorium. Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, bu Hartini menjalani kemoterapi dan penyinaran. Kini, Bu Hartini masih sering mengeluh nyeri ketika menjalani kontrol rutin dan kemoterapi. Bu Hartini adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Asrofi (37) bekerja sebagai karyawan swasta di Pabrik Kayu. Mereka memiliki 2 anak yang masih duduk di bangku TK dan SD. Rumah yang beliau tinggali selama ini adalah rumah milik kedua orangtuanya. Selama menjalani pengobatan, bu Hartini menggunakan jaminan kesehatan BPJS Kelas III. Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan di luar BPJS dan transportasi ketika ke Surabaya. Selama ini, Bu Hartini diantar tetangga beliau ketika melakukan kontrol rutin ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Namun, apabila tetangga Bu Hartini sedang berhalangan sehingga tidak dapat mengantar Bu Hartini, Bu Hartini akhirnya didampingi oleh suami beliau. Ketika suami Bu Hartini mendampingi Bu Hartini untuk kontrol rutin, suami bu Hartini tidak dapat bekerja sehingga tidak memperoleh penghasilan. Alhamdulillah, bantuan pun telah diterima oleh pihak keluarga berupa bantuan biaya pengobatan transportasi. Semoga bu Hartini dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Bulan ini Bu Hartini masih menjalani pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1107.

Jumlah Bantuan : Rp 690.000,-
Tanggal : 24 Januari 2018
Kurir : BambangBKY Taufik

Bu Hartini menderita benjolan di area payudara


HARI SETIO WIBOWO (55, Tumor Otak Kiri). Alamat: Dusun Tambakrejo, RT 1/4, Desa Sumberagung Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pak Hari sudah sakit sejak bulan Agustus 2017. Awal mulanya beliau sering mengeluh pusing dan lemas. Beliau juga sering pucat dan linglung hingga pandangannya sering kosong. Keluarga juga melihat Pak Hari sering berhalusinasi hingga sering berbicara sendiri. gejala-gejala tersebut bisa memakan hingga 7 kali dalam kurun waktu 12 jam. Karena semakin parah, akhirnya Pak Hari memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskemas, Pak Hari dirujuk ke RSUD Jember untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lengkap. Di RSUD Jember, Pak Hari menjalani pemeriksaan CT scan dan pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Hari didiagnosa menderita tumor otak kiri. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa letak tumor tersebut terlalu dalam sehingga tidak memungkinkan dilakukan tindakan operasi karena akan berpotensi mengganggu saraf yang lain. Sehingga dilakukan pengobatan dalam bentuk penyinaran saja. Karena peralatan di RSUD Jember belum begitu lengkap untuk penyinaran, akhirnya Pak Hari dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo. Kondisi Pak Hari kini masih lemas, pusing, dan penglihatan kabur. Pak Hari adalah seorang petani. Istri beliau, Istriasih (47) juga merupakan buruh tani. Mereka memiliki satu orang anak. Selama menjalani pengobatan, Pak Hari menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS Kelas III. Walaupun demikian, Pak Hari masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan di luar fasilitas BPJS. Saat mengetahui kondisi Pak Hari, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya pengobatan. Namun di tengah menjalani pengobatan, kondisi Pak Hari semakin menurun dan pada tanggal 16 Februari 2018 beliau menghembuskan napas untuk terakhir kalinya. Semoga amal perbuatan beliau semasa hidup diterima di sisi-Nya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 510.000,-
Tanggal : 23 Februari 2018
Kurir : BambangBKY

Pak Hari didiagnosa menderita tumor otak kiri


SUSANTO BIN JAMALUDDIN (53, Tumor Femoralis). Alamat: Desa Lumutan, RT 29/7, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Pak Susanto sudah sakit sejak tahun 2002. Awal mulanya, beliau mendapati adanya benjolan di paha. Karena dianggap hanya benjolan biasa dan akan hilang dengan sendirinya, beliau tidak melakukan tindakan apapun. Semakin lama, benjolan tersebut semakin membesar. Pak Susanto akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, Pak Susanto dirujuk ke RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Susanto didiagnosa menderita Tumor Femoralis. Dokter langsung memberikan tindakan operasi untuk pengangkatan tumor tersebut. Setelah selesai dilakukan operasi, Pak Susanto kembali menjalani aktivitas seperti sedia kala. Seiring berjalannya waktu, tumor Pak Susanto muncul kembali. Belakangan ini Pak Susanto mendapati adanya benjolan lagi di sekitar paha dan betis. Awalnya tidak dirasa, namun semakin lama benjolan tersebut terasa nyeri. Dokter menyarankan agar Pak Susanto menjalani operasi lanjutan untuk pengangkatan tumor tersebut. Pak Susanto bekerja sebagai kuli bangunan. Istri Pak Susanto, Saniye (47) adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka memiliki satu orang anak. Selama menjalani pengobatan, Pak Susanto menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS PBI. Walaupun demikian, beliau masih mengalami kesulitan mengenai transportasi dan biaya akomodasi beliau. Saat mengetahui kondisi Pak Susanto, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya transportasi dan biaya akomodasi. Bulan ini Pak Susanto masih menjalani pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1122. Semoga Pak Susanto dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 660.000,-
Tanggal : 23 Februari 2018
Kurir : Bambang BKY Taufik

Pak Susanto menderita tumor femoralis


YULIATI ARIFIN (38, Gagal Ginjal Kronis). Alamat: Desa Jonggol, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur. Bu Yuliati merasakan sakit baru-baru ini, tepatnya pada awal bulan Oktober 2017. Beliau mengeluh sakit di bagian perut, mual, dan sangat mudah mengalami kelelahan. Bu Yuliati juga sering mengalami sesak napas dan bengkak pada bagian kaki. Karena bu Yuliati saat itu sedang hamil 3 bulan, akhirnya beliau mulai khawatir akan kondisi beliau dan bayi yang ada di dalam kandungan beliau. Bu Yuliati pun memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, Bu Yuliati langsung dirujuk ke RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Yuliati didiagnosa menderita Gagal Ginjal Kronis. Bu Yuliati pun menjalani rawat inap selama satu minggu dan dilakukan transfusi darah sebanyak 4 kantong. Namun baru 2 kantong Bu Yuliati mengeluh tidak memiliki cukup biaya untuk transfusi darah selanjutnya. Akhirnya beliau pun mengingkan untuk kembali pulang. Bu Yuliati adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Arifin (40) bekerja serabutan. Saat ini Bu Yuliati sedang mengandung anak pertama mereka. Selama menjalani pengobatan, Bu Yuliati menggunakan biaya pribadi karena belum memiliki jaminan kesehatan. Akhirnya keluarga juga mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan. Saat mengetahui kondisi Bu Yuliati, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya pengobatan Bu Yuliati. Bulan ini Bu Yuliati masih menjalani pengobatan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1121. Semoga Bu Yuliati dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 800.000,-
Tanggal : 24 Januari 2018
Kurir : BambangBKY Ayu

Bu Yuliati didiagnosa menderita gagal ginjal kronis


AGUS WANTO (42, Patah Tulang Pinggul). Alamat: Desa Warungdowo, RT 2/6, Kelurahan Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Nasib nahas menimpa pak Agus lantaran kini beliau hanya dapat berbaring karena kecelakaan yang menimpa beliau pada bulan Juni 2017. Suatu ketika, sesaat setelah pulang kerja di Jalan Raya Malang-Surabaya beliau mengalami kecelakaan lalulintas. Motor yang dikendarai pak Agus ditabrak bis dari belakang dan beliau terlindas ban bis bagian depan. Warga yang melihatnya langsung menolong pak Agus dan membawa beliau ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan pertolongan. Kecelakaan yang menimpa pak Agus membuat saluran kencing beliau robek. Tidak hanya itu, pak Agus mengalami patah tulang pinggul yang membuat beliau belum dapat duduk dan masih terbaring di tempat tidur. Sebelum terjadi kecelakaan, pak Agus bekerja sebagai kuli bangunan di Surabaya. Istri beliau, Arini (40) adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka dikarunia dua orang anak. Selama menjalani pengobatan, pak Agus menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan di luar fasilitas KIS, transportasi, dan tempat tinggal ketika di Surabaya. Pada saat melakukan pengobatan di Pasuruan, keluarga akhirnya meminjam dana kepada tetangga sekitar hingga mencapai 3 juta rupiah karena tidak memiliki simpanan. Maklum saja, upah yang didapat pak Agus hanya dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang digunakan untuk biaya pengobatan dan transportasi. Semakin hari perkembangan Pak Agus semakin membaik. Beliau sudah dapat berjalan namun harus tetap menjalani kontrol rutin dan memakai walker. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1122.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 23 Maret 2018
Kurir :BambangBKY Ayu

Pak Agus mengalami patah tulang pinggul


ALIKA MAHARANI (7, Osteogenesis Imperfecta). Alamat: Jalan Veteran, RT 29/7, Desa Dabasah, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Di usia yang masih belia, Alika harus berdiam diri di rumah dan tidak dapat melakukan aktivitas seperti yang dilakukan oleh teman-temannya. Ketika usia Alika masih 16 bulan di mana ia masih aktif belajar berjalan, Alika terpeleset dan membuat paha kirinya membengkak. Orang tua Alika membawa Alika ke pengobatan Sangkal Putung tedekat. Pihak Sangkal Putung menyatakan paha kiri Alika mengalami patah tulang. Alhasil setelah tiga bulan menjalani pengobatan di Sangkal Putung, Alika dinyatakan sembuh. Dua tahun kemudian, Alika bermain dengan teman sebayanya. Tiba-tiba Alika terjatuh dan membuat paha kirinya kembali membengkak. Orangtua Alika membawa Alika ke pengobatan Sangkal Putung lagi. Pihak Sangkal Putung menyatakan paha kiri Alika mengalami patah tulang. Posisi patah tulang yang kedua ini berada di bawah patah tulang yang pertama. Setelah menjalani pengobatan selama beberapa waktu di Sangkal Putung, Alika bisa berjalan lagi namun tidak senormal biasanya. Alika hanya bisa berjalan dengan posisi kakinya yang membengkok. Hingga usia 5 tahun, Alika masih merasa kesulitan untuk berjalan sehingga ia kembali terjatuh. Karena sudah yang ketiga kalinya Alika terjatuh, kedua orangtuanya mebawa Alika ke RS Bhayangkara Jember untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Alika didiagnosa menderita Osteogenesis Imperfecta. Dari RS Bhayangkara Jember, Alika dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan pengobatan yang lebih lengkap. Ayah Alika, Nafa ‘i Retwanto (48) bekerja sebagai karyawan Koperasi Simpan Pinjam dan ibunya, Haril (45) sebagai ibu rumah tangga. Alika mempunyai dua saudara. Kakak pertamanya sudah menikah dan bekerja sebagai penjaga di salah satu Supermarket di Bondowoso. Kakak kedua Alika kuliah dengan jalur beasiswa di Universitas Terbuka Bondowoso. Alika sudah mempunyai fasilitas kesehatan BPJS. Walaupun demikian, Dengan kebutuhan hidup yang semakin tinggi keluarga Alika mengalami kesulitan untuk membiayai pengobatan Alika di luar fasilitas BPJS dan biaya transportasinya untuk berobat. Alika kecil masih belum bisa berjalan hingga sekarang. Tim Sedekah Rombongan yang mendengar kisah pilu Alika merasakan kesedihan yang mendalam. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Tim Sedekah Rombongan telah sampai. Alhamdulillah, bantuan awal pun diberikan dan digunakan untuk biaya pengobatan dan biaya transportasi. Bulan ini aLIKA masih menjalani pemeriksaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1088.

Jumlah Bantuan : Rp 666.000,-
Tanggal : 24 Maret 2018
Kurir : BambangBKY Farid

Alika didiagnosa menderita osteogenesis imperfecta


ASWANI NI’MAD (47, Kanker Serviks). Alamat: Dusun Gunung Malang RT 15/2, Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Bu Aswani sakit sejak bulan Maret 2017. Awal mulanya beliau sering mengeluh nyeri perut. Karena kesibukan bu Aswani sebagai ibu rumah tangga, beliau mengesampingkan nyeri tersebut dan menganggap sakit perut biasa yang dapat mereda seiring berjalannya waktu. Semakin lama, nyeri perut beliau semakin sering. Perubahan siklus menstruasi tanpa diketahui penyebabnya juga dialami oleh beliau. Ketika bu Aswani mulai merasakan keganjalan pada gejala-gejala tersebut, beliau akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, bu Aswani dirujuk ke RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata bu Aswani didiagnosa menderita kanker serviks dan diharuskan segera menjalani operasi. Setelah operasi, keadaan bu Uswani kini terkadang masih mengalami nyeri perut. Bu Aswani juga mendapati adanya benjolan di sekitar leher sehingga mengalami kesulitan dalam bernapas. Bu Aswani adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Ni’mad (53) bekerja sebagai petani. Mereka memiliki satu anak. Selama menjalani pengobatan, bu Aswani menggunakan biaya pribadi sehingga selama ini merasa mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan. Beliau belum memiliki jaminan kesehatan. Selain biaya pengobatan, bu Aswani juga mengalami kesulitan transportasi dan akomodasi selama berada di Rumah Sakit. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang digunakan untuk biaya pengobatan dan transportasi. Selain itu, beliau juga dibantu pembuatan Jaminan Kesehatan berupa BPJS Kelas III. Bulan ini Bu Aswani masih menjalani proses kemoterapi. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1120.

Jumlah Bantuan : Rp 870.000,-
Tanggal : 25 Maret 2018
Kurir : BambangBKY, Taufik

Bu Aswani didiagnosa menderita kanker serviks


BEDJOE ARYO SAPUTRO (2, Kelainan Jantung) Alamat: Dusun Larangan, RT 12/4, Desa Krengceng, Kec. Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Saat lahir dik Bedjo terlihat normal seperti bayi pada umumnya. Sejak usia 2 bulan dik Bedjo mulai memiliki masalah di pernafasannya. Setiap dik Bejdo menangis kuat, seluruh badannya akan membiru dan nafasnya terengah-engah. Setelah diperiksakan di Rumah Sakit PHC Perak Surabaya, dokter mendiagnosa terdapat masalah pada jantung dik Bedjo, kemudian dokter merujuk dik Bedjo ke RSUD Dr. Soetomo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter menyarankan dik Bedjo untuk melakukan kontrol rutin ke Poli Anak. Meskipun dik Bedjo memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun karena keterbatasan biaya transportasi dan biaya hidup selama berobat di Surabaya, orang tua dik Bedjo hampir putus asa untuk melanjutkan proses pengobatan anaknya. Riadi (42) ayah dik Bedjo seorang tukang bangunan yang hanya mendapatkan penghasilan ketika ada pekerjaan. Sedangkan Suparni (40) ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan dik Bedjo. Melihat semangatnya yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu dik Bedjo. Saat ini dik Bedjo rutin melakukan kontrol di Poli Jantung Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya kebutuhan nutrisi dan obat yang tak tercover BPJS. Beberapa Minggu yang lalu Bedjo menjalani operasi perbaikan jantung. Namun setelah menjalani operasi kondisinya sering drop. Bulan ini Bedjo masih menjalani pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1120.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 25 Maret 2018
Kurir : BambangBKY

Bedjo menderita kelainan jantung


BUNAMI ABDULLAH (48, Kanker Serviks). Alamat: Desa Pejaten RT.20/6, Kecamatan Bondowoso Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Bu Nami sudah merasakan gejala sakit sejak bulan Oktober 2018. Awal mulanya beliau mengeluh nyeri di bagian alat kelamin. Semakin lama nyeri tersebut tetap tidak kunjung sembuh. Akhirnya Bu Nami memutuskan untuk memeriksakan diri ke Poli Kandungan RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso. Karena keterbatasan peralatan di RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso, Bu Nami dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Bersadarkan hasil pemeriksaan, Bu Nami didiagnosa menderita kanker serviks. Kondisi terkini Bu Nami masih lemas dan sakit pada bagian organ intim. Bu Nami bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Suami beliau, Abdullah sudah lama meninggal dunia. Beliau tidak dikaruniai seorang anak. Selama menjalani pengobatan, Bu Nami menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS Kelas III. Walaupun demikian, Bu Nami masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi dan akomodasi saat menjalani pengobatan. Saat mengetahui kondisi Bu Nami, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya mengenai biaya transportasi dan akomodasi. Semoga Bu Nami dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Bulan ini Bu Nami masih menjalani pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1120.

Jumlah Bantuan : Rp 1.773.900,-
Tanggal : 25 Maret 2018
Kurir : BambangBKY, Farid

Bu Nami didiagnosa menderita kanker serviks


DIARDO BRIGITA WIRYAWAN (6, Postop Kloaka). Alamat: Perumahan Kramat 1 blok M-8, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Diardo adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Sejak awal kelahirannya dik Diardo sudah terdeteksi adanya daging tumbuh pada saluran anusnya, sehingga pada usia 2 bulan dik Diardo harus melakukan operasi pembuatan anus di perut sebelah kiri. Genap usia 10 bulan dilakukan operasi kedua yaitu pengangkatan daging tumbuh yang ada di dalam anusnya. Semua operasi ini dilakukan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menggunakan SKTM karena rumah sakit di Jember saat itu tidak mampu menangani dik Diardo. Beberapa waktu kemudian penggunaan SKTM untuk pengobatan dihapuskan oleh pemerintah dan keluarga dik Diardo beralih membuat BPJS agar pengobatan dik Diardo dapat terus berjalan. Selama proses pengobatan biaya yang dikeluarkan yaitu untuk transportasi dari Jember ke Surabaya tidaklah murah, sehingga mau tidak mau orang tua dik Diardo harus mencari pinjaman agar proses pengobatan dapat terus berjalan. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan dipertemukan dengan dik Diardo dan keluarga, sehingga berkesempatan membantu membiayai proses pengobatannya. Saat ini dik Diardo disarankan dokter untuk melakukan suntik hormon satu kali setiap bulannya sebelum dilakukan proses operasi selanjutnya. Santunan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 915. Keluarga merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Diardo masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan. Pada bulan ini Diardo masih menjalani pengobatan untuk proses kesembuhannya. Semoga kondisi dik Diardo semakin hari semakin baik sehingga memudahkan proses pengobatan yang masih harus dijalani selanjutnya. Bulan ini Diardo masih menjalani pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1120.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 25 Maret 2018
Kurir : BambangBKY, Dita

Diardo menderita postop kloaka


FARICHAH BINTI MUHAINI (41, Lumpuh Total). Alamat: Desa Gunung Anyar tambak 1 No 67 RT 2/1, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Bu Farichah sudah sakit sejak tahun 2012. Awal mulanya, Bu Farichah mendapati lututnya bengkong dengan sendirinya saat bangun tidur dan hendak melaksanakan ibadah sholat subuh. Karena khawatir, akhirnya beliau memeriksakan diri ke RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Farichah didiagnosa menderita lumpuh. Beliau pernah menjalani pengobatan rutin di RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya selama tiga kali namun berhenti karena keterbatasan biaya. Kini Bu Farichah benar-benar sudah tidak dapat berjalan karena sudah lumpuh total. Beliau bergantung dengan mengandalkan kursi roda untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Bu Farichah adalah seorang ibu rumah tangga. Beliau sudah bercerai. Bu Farichah tinggal bersama tiga orang anaknya. Anak pertama belum bekerja dan lulusan SMP dengan paket B. anak kedua saat ini masih menjalani paket B dan belum membayar. Sedangkan anak ketiga masih bersekolah dan memiliki tunggakan daftar ulang sebesar Rp 150.000,- dan raport sebesar Rp 85.000,-. Untuk makan sehari-hari hanya dapat mengandalkan bantuan dari tetangga sekitar. Untuk sarapan, Bu Farichah mendapatkan jatah 1 kotak nasi oleh pemerintah. Saat menjalani pengobatan tempo dulu, Bu Farichah menggunakan biaya pribadi karena belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Saat mengetahui kondisi Bu Farichah, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya pengobatan. Selain itu juga dibantu dalam pembuatan kartu jaminan kesehatan. Bulan ini Bu Farichah masih menjalani pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1122. Semoga Bu Farichah dapat segera sembuh dan dapat bekerja untuk membiayai hidup keluarga dan anak-anaknya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 870.000,-
Tanggal : 25 Maret 2018
Kurir : BambangBKY, Farid

Bu Farichah didiagnosa menderita lumpuh


IMAM WAHYUDI (50, Kanker Lidah). Alamat: Jalan Jum’at RT 3/6, Dusun Karangmulyo, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pak Imam sudah sakit sejak bulan April 2017 lalu. Awal mulanya, Pak Imam mengeluh sering sakit tenggorokan yang berlangsung terus-menerus. Beliau mendapatii adanya bercak berwarna merah dan sariawan yang tidak kunjung sembuh. Hal-hal seperti itu membuat Pak Imam kesulitan saat menelan. Karena sempat ada perdarahan tanpa sebab pada lidah beliau, akhirnya beliau memutuskan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, Pak Imam lalu dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Imam didiagnosa menderita kanker lidah. Untuk mendapatkan pengobatan yang maksimal, akhirnya Pak Imam dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Kini, beliau masih kesulitan untuk berbicara dan menelan. Pak Imam adalah seorang wiraswasta. Istri beliau, Yuhanik (39) bekerja sebagai petani. Anak Pak Imam sudah menikah sehingga sudah tidak memiliki tanggungan. Selama menjalani pengobatan, beliau menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, Pak Imam masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan di luar fasilitas KIS. Saat mengetahui kondisi Pak Imam, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya pengobatan. Semoga Pak Imam dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Bulan ini Pak Imam masih menjalani pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1122.

Jumlah Bantuan : Rp 1.160.600,-
Tanggal : 26 Maret 2018
Kurir : BambangBKY, Farid

Pak Imam didiagnosa menderita kanker lidah


KENZO JULIAN (1, Hydrosephalus). Alamat: Jalan Dukuh Kupang Barat 1 Gang Buntu 3 Nomer 39, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Kenzo kecil harus menahan semua keluhan sakitnya semenjak ia lahir. Selama ini, ia hanya dapat menangis karena masih belum bisa mengeluh bagian mana yang sakit. Semenjak Kenzo lahir, kepala Kenzo sudah sedikit membesar dari ukuran kepala bayi pada umumnya. Selain itu, Kenzo juga terlihat sangat lemas dan selalu rewel. Karena disangka hanya rewel seperti bayi-bayi yang lain, orangtua Kenzo tidak mencemaskan hal tersebut. Hingga suatu ketika, Kenzo sedang menjalani kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) bersama ibunya. Salah satu ibu kader di kegiatan tersebut mengamati Kenzo dan menasehati ibu Kenzo agar anaknya segera diperiksa ke Puskesmas atau Rumah Sakit karena kepala Kenzo yang semakin terlihat membesar. Akhirnya kedua orangtua Kenzo pun membawa Kenzo ke RSUS Dr. M. Soewandhie Surabaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Kenzo didiagnosa menderita Hydrosephalus. Kini, Kenzo sedang menjalani pengobatan karena kepala Kenzo semakin membesar karena berisi cairan. Ayah Kenzo, Rizki (18) dan ibunya, Rodilah (17) belum bekerja. Kenzo tinggal bersama dengan ibu, nenek, kakek, dan pamannya. Selama ini, nenek Kenzo bekerja untuk menghidupi keluarga besar mereka sebagai seorang buruh swasta karena kakek Kenzo juga sakit-sakitan sehingga sudah tidak dapat bekerja lagi. Sedangkan ayah Kenzo pulang ke rumah ibunya karena belum bisa memberikan nafkah. Selama menjalani pengobatan, Kenzo menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk mengurangi biaya pengobatan. Karena SKTM tersebut berlaku 2 bulan saja, kini bantuan sedang dilakukan untuk pembuatan BPJS. Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan di luar fasilitas SKTM. Alhamdulillah, bantuan pun telah diterima oleh pihak keluarga berupa bantuan biaya pengobatan. Bulan ini Kenzo masih menjalani pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1122.

Jumlah Bantuan :Rp 500.000,-
Tanggal : 24 Maret 2018
Kurir : BambangBKY, Khoiriyah

Kenzo didiagnosa menderita hydrosephalus


MUHAMMAD RAFA AZKA SATRIA (2, Hydrocephalus). Alamat: Dusun Kedungsuko RT 3/30, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Muhammad Rafa Azka Satria, atau yang biasa dipanggil Rafa adalah anak ketiga dari ibu Ika. Ketika bu Ika sedang hamil 10 bulan, bu Ika tiba-tiba mengalami keluhan nyeri di area perut beliau. Awalnya bu Ika tidak menghiraukan rasa nyeri tersebut. Namun saat mendapati adanya perdarahan yang tidak sedikit dan terus-menerus, akhirnya keluarga membawa bu Ika ke Puskesmas terdekat. Bidan setempat memberikan arahan untuk merujuk bu Ika ke RSUD Balung Jember karena kondisi bu Ika yang sudah darurat dan butuh penanganan yang tepat. Di RSUD Balung Jember, bu Ika segera dibawa ke tempat persalinan. Selama 30 menit, bu Ika melahirkan bayi kembar. Selang 3 hari pasca melahirkan, dokter sudah berusaha sekuat tenaga untuk memberikan perawatan secara intensif kepada kedua bayi tersebut. Namun salah satu bayi tersebut meninggal dunia di RSUD Balung Jember. Akhirnya bayi yang masih tetap bertahan mendapatkan perawatan selama 26 hari di RSUD Balung Jember. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bayi bu Ika yang kemudian bernama Rafa tersebut didiagnosa menderita hydrocepalus. Dokter kemudian merujuk bayi bu Ika ke RSUD Dr. Soebandi Jember karena peralatan di RSUD Balung Jember kurang memadai. Di RSUD Dr. Soebandi Jember, Rafa mendapatkan perawatan selama satu bulan. Karena kondisi Rafa berangsur membaik, akhirnya Rafa diperbolehkan untuk pulang dan menjalani rawat jalan saja. Beberapa waktu berlalu, keluarga tidak mampu untuk membawa Rafa kembali untuk menjalani rawat jalan hingga akhirnya memutuskan untuk tidak melakukan kontrol rutin. Semakin lama, kondisi Rafa semakin menurun. Keluarga khawatir karena tidak ada biaya untuk pengobatan Rafa. Ayah Rafa, Kukuh Hariyadi (31) bekerja sebagai tukang tambal ban. Sedangkan ibunya, Ika Fatmawati adalah seorang ibu rumah tangga. Selama menjalani pengobatan, Rafa menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS Kelas III. Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan dalam. Saat Sedekah Rombongan mendatangi keluarga Rafa, kedua orangtua Rafa begitu iba melihat kondisi anak ketiganya. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya pengobatan di luar BPJS, transportasi, dan biaya hidup selama mendampingi pengobatan Rafa. Rafa akhirnya dirujuk ke RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Dari RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, rafa dirujuk kembali ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk dapat menjalani pengobatan yang lebih lengkap. Pada bulan ini Rafa masih menjalani pengobatan untuk proses kesembuhannya. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1108. Semoga Rafa dapat segera sembuh dan dapat tumbuh menjadi anak yang sholeh. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 528.800,-
Tanggal : 26 Maret 2018
Kurir : BambangBKY Ayu

Rafa didiagnosa menderita Hydrosephalus


MUNAWIR BIN WASIMIN (46, Gloukoma) Alamat : Dsn, Wringin Tengah, RT 2/6, Kelurahan. Wringin, Kec. Wringin, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Bapak Munawir di diagnosis menderita Gloukoma dengan keadaan yang sudah parah kedua matanya sudah tidak bisa melihat lagi, dengan kondisi yang seperti itu, beliau disarankan untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Dengan kondisi mata yang seperti itu, beliau tetap berusaha mencari nafkah. Beliau adalah seorang pembuat tape di kampungnya. Bu Sanimah (44) istrinya, adalah seorang ibu rumah tangga. Pendapatan yang diperoleh pak Munawir tidak menentu. Terkadang penghasilan dari menjual tape tidak cukup untuk biaya sehari hari beliau. Biaya transportasi yang mahal dan biaya hidup yang tidak murah membuat pak Munawir sempat menunda keberangkatannya. Mendengar hal itu kurir Sedekah Rombongan segera mendatangi rumah beliau dan mulai melakukan survey. Setelah dirasa cukup dan layak untuk dibantu, kami segera membawa pak Munawir ke Surabaya. Pak Munawir dan istri adalah pasangan suami istri yang taat beribadah. Terbukti pada saat berada di rumah singgah, ibadah sholat lima waktu tidak pernah mereka tinggalkan begitupun dengan sholat sunah seperti sholat dhuha dan sholat tahajud. Alhamdulillah, kami kurir Sedekah Rombongan bersyukur dipertemukan oleh keluarga pak Munawir. Belum seminggu menjalani perawatan di dokter Soetomo, mata sebelah kiri beliau sudah dioperasi dan digantikan oleh bola mata palsu. Saat ini pak Munawir menunggu pendonor mata untuk menggantikan mata sebelah kanan beliau. Harapan beliau dapat melihat dengan normal dan jelas kembali, tentu juga adalah harapan dari kami, kurir yang mendampingi beliau. Saat ini beliau sudah mendapatkan donor untuk mata kanan, namun beliau masih harus menunggu jadwal operasi dikarenakan ketersediaan ruangan operasi yang terbatas. Sembari menunggu jadwal operasi, beliau tetap melakukan kontrol rutin sebulan sekali agar kondisinya tetap stabil. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya tercatat di rombongan 1120. Pak Munawir dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Maret 2018
Kurir : BambangBKY

Bapak Munawir di diagnosis menderita gloukoma


NURHOSNA BIN MUSAKKI (46, Tumor Mata). Alamat : Desa Dawuhan RT 1/2, Kec. Batu, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Sejak awal September 2014 lalu, muncul benjolan pada mata Bu Nurhosna, kemudian Bu Nurhosna memeriksakan dirinya di RSUD Bondowoso dan didiagnosa mengalami penyumbatan pada saluran air mata sebelah kanannya. Semakin hari benjolanpada mata kanan Bu Nurhosna semaikin bertambah besar. Sehingga pada akhirnya beliau dirujuk untuk berorat ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Namun karena keterbatasan biayatransportasi ke Surabaya beliau hampir putus asa untuk tidak melanjutkan pengobatannya. Bu Nurhosna seorang ibu rumah tangga dengan tanggungan 2 orang anak. Beruntung kami Sedekah Rombongan bertemu dengan beliau. Bantuan dari sedekaholics yang disampaikan melalui Sedekah Rombongan membantu biaya pengobatan, transpotasi serta membantu membuatkan BPJS untuk Bu Nurhosna. Bantuan kembali disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya berobat & transportasi. Sebelumnya bantuan untuk Bu Nurhosna masuk dalam rombongan 1108. Saat ini Bu Nurhosna masih rutin setiap satu bulan sekali datang ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk kontrol dan mengikuti jadwal kemoterapi. Pihak keluarga merasa sangat terbantu dan bersyukur atas bantuan yang disampaikan. Bulan ini Bu Nurhosna masih menjalani pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1122.

Jumlah Bantuan : Rp 548.000,-
Tanggal : 25 Maret 2018
Kurir : BambangBKY

Bu Nurhonsa menderita tumor mata


SLAMET RIADI (52, Nyeri Pangkal Paha). Alamat: Jalan Ratna 1 Nomer 27, RT 8/1, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa timur. Dua tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2016 bulan Maret Pak Slamet mengalami insiden terjatuh dari mobil. Karena biaya yang minim akhirnya Pak Slamet hanya melakukan pengobatan ke tukang pijat dan pengobatan alternatif lainnya. Beberapa kali pergi ke tukang pinjat namun tetap tidak ada hasil. Beliau masih mengeluh nyeri di bagian kaki. Berselang dua bulan setelah berhenti dari pengobatan di tukang pijat, Pak Slamet meminjam uang ke tetangga sekitar untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, beliau dirujuk ke RSI Jemursari Surabaya untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Setelah beberapa kali menjalani terapi, Pak Slamet menghentikan terapi karena keterbatasan biaya. Dengan kondisi kaki yang masih pincang, Pak Slamet kembali memaksakan diri untuk kembali bekerja. Pada tanggal 04 Oktober 2017, Pak Slamet sedang memindah mesin berat dan tiba-tiba sakit hingga tidak bisa berjalan. Akhirnya Pak Slamet dibawa ke Polikninik, dan opname selama satu hari. Karena tidak ada perubahan Pak Slamet dirujuk ke RSUD Bangil. Di RSUD Bangil Pak Slamet menjalani pemeriksaan darah dan rongten. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Slamet didiagnosa menderita nyeri pangkal paha dan harus segera dilakukan tindakan operasi. Karena tidak memiliki biaya, akhirnya Pak Slamet memutuskan untuk pulang. Kondisi Pak Slamet sekarang tidak bisa jalan. Sedangkan selangkangan terasa sakit bila berjalan. Pak Slamet bekerja sebagai seorang supir dengan penghasilan dua juta tiap bulan. Sedangkan istri beliau, Endang Astutik (49) bekerja sebagai penjual es. Mereka memiliki tanggungan dua orang anak. Selama menjalani pengobatan, Pak Slamet menggunakan biaya pribadi karena belum memiliki jaminan kesehatan. Tunggakan tagihan berubat pun sudah mencapai Rp 450.000,- sehingga beliau memutuskan untuk mengentikan pengobatan. Walaupun demikian, Pak Slamet masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan di luar fasilitas KIS. Saat mengetahui kondisi Pak Slamet, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya pengobatan. Selain itu juga dibantu dalam pembuatan kartu jaminan kesehatan. Bulan ini Pak Slamet masih menjalani pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1122. Semoga Pak Slamet dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.100.000,-
Tanggal : 25 Maret 2018
Kurir : BambangBKY

Pak Slamet didiagnosa menderita nyeri pangkal paha


SONI ISRA ISTAIN (31, Tumor Mata). Alamat : Dusun Sumber, RT 1/12, Kel. Sugihan, Kec. Jatirogo, Kab. Tuban, Provinsi Jawa Timur. Pada awal tahun 2016, di bagian kelopak mata Pak Soni terdapat benjolan kecil seperti di gigit nyamuk. Karena dianggap benjolan biasa, ia tidak menghiraukan benjolan tersebut. Namun seiring bertambahnya usia, benjolan tersebut semakin membesar dan menutupi sebagian kelopak mata sebelah kanan dan hampir merembet ke pipi. Akhirnya Pak Sonimemeriksakan dirinya ke Puskesmas Jatirogo, Tuban. Dari hasil diagnosa sementara dokter di Puskesmas, diketahui bahwa Pak Soni menderita tumor mata. Pihak Puskesmas merujuk Pak Soni ke RSUD Tuban. Namun karena peralatan dirasa kurang memadai, pihak rumah sakit merujuk pak Soni ke Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Ramelan Surabaya. Ayah pak Soni seorang tukang kayu serabutan yang sehari-harinya belum tentu mendapat penghasilan. Pak Soni sempat menunda keberangkatannya ke Surabaya karena tidak adanya biaya transportasi dan berobat. Beliau sempat berjualan es kelapa muda di sekitaran terminal Jatirogo, Tuban. Hal tersebut dilakukan supaya dapat membantu meringankan beban ayahnya. Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Soni. Bantuan dari sedekaholics telah kami sampaikan. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya transportasi dan biaya berobat. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1122. Beliau bisa melakukan kontrol lagi ketika dirasa ada keluhan pada sakitnya. Pak Soni dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih banyak atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp 600.000,-
Tanggal : 25 Maret 2018
Kurir : BambangBKY Farid

Pak Soni menderita tumor mata


RSSR SEMARANG (Operasional Bulan Februari). Alamat : Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jl. Kedungjati No.4 RT 01/ RW 07, Randusari, (Kompleks PJKA) Semarang Selatan, Jawa Tenga. RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Laporan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan Februari 2018 berupa perlengkapan pasien dan kebutuhan operasional pasien seperti Sembako, perlengkapan Obat-obatan, perlengkapan sehari-hari, dll.

Jumlah Bantuan : Rp 7.964.005,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Februari


MTSR SEMARANG (AA 8683 TB, Biaya Operasional Bulan Februari). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim Sedekah Rombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura Jawa Tengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim Sedekah Rombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan Sedekah Rombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Februari 2018.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.408.000
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Februari


MTSR SEMARANG (H 8690 QF, Biaya Operasional Bulan Februari). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk service mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Februari 2018.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.822.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Februari


MTSR SEMARANG (G 9221 GC, Biaya Operasional Bulan Februari). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim Sedekah Rombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura Jawa Tengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim Sedekah Rombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan Sedekah Rombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Februari 2018.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.913.778,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Februari


ABDEE SUSANTO (39, Luka Bakar). Alamat : Desa Rama Gunawan, RT 5/8, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Awalnya Pak Abdee berniat merebus jagung, ketika sudah matang dan akan diangkat, dari regulator gas terdengar bunyi. Kemudian Pak Abdee mencoba mematikan gas 3kg-nya. Tetapi sesaat setelah mendekat ke kompor tiba-tiba api menyambar gas. Kemudian Pak Abdee terkempung api, dan seketika pintu menutup. Pak Abdee mencoba memecahkan kaca namun tidak bisa. Istri Pak Abdee lari untuk membuka pintu dapur dan mencoba memadamkan api namun kondisi Pak Abdee telah terbakar. Pak Abdee langsung dibawa ke bidan terdekat, namun tidak sanggup lalu dibawa ke klinik terdekat dan mendapatkan pertolongan pertama. Kemudian Pak Abdee dirujuk ke RS Ahmad Yani (RSAY) Metro. Tetapi dirujuk kembali ke RS Abdul Moeloek (RSAM). Sesampainya di RSAM dan dilakukan pemeriksaan awal luka tidak sampai ke bagian dalam. Dan keluarga, terutama istrinya, Dwi Winiarti Handayani (36) kebingungan karena jaminan kesehatan KIS Mandiri Kelas III yang menunggak lebih dari setahun, tidak bisa digunakan. Sedangkan penghasilan Pak Abdee sebagai buruh serabutan yang penghasilannya hanya cukup untuk sehari hari, sedangkan istrinya seorang ibu rumah tangga. Tak adanya tabungan menambah bingung untuk biaya rumah sakit. Oleh karenanya, Tim kurir Sedekah Rombongan Lampung bergerak bekerjasama dengan RSAY untuk memindahkan perawatan Pak Abdee. Titipan sedekaholics pun disampaikan guna pelunasan biaya rumah sakit. Semoga Pak Abdee Lekas sembuh.

Jumlah Bantuan: Rp. 10.000.000,-
Tanggal : 9 Mei 2018
Kurir : @saesarraya @sayasepti @xkurniawatix

Pak Abde menderita luka bakar


BANJIR METRO (Bantuan Korban Bencana). Alamat : RT 28/6, Kelurahan Tejo Agung, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro. Musim penghujan tahun 2018 ini Kota Metro mendapatkan intensitas curah hujan yang tinggi dengan kurun waktu yang cukup lama, oleh karenanya debit air sungai yang mengaliri Kota Metro meningkat. Puncaknya hujan yang turun pada tanggal 22 Februari 2018 yang hampir seharian menyebabkan banjir mulai berdatangan pada pukul 02.00 WIB diberbagai daerah di Kota Metro, terutama daerah yang terdekat dengan aliran sungai. Banjir cukup parah menggenangi RT 28 RW 06 Kelurahan Iringmulyo, dimana semua rumah warganya yang berjumlah 40 KK terendam banjir. Banjir yang datang tiba-tiba membuat warga tidak siaga. Hampir semua peralatan rumah tangga terendam oleh banjir. Selang beberapa hari, tepatnya 26 Februari 2018, daerah ini kembali terendam banjir, kali ini lebih tinggi dari sebelumnya. Sedangkan warga saat itu mulai berbenah. Jarak yang cukup dekat menyebabkan warga tidak bisa melakukan kegiatan rutin dan bekerja. Selain itu warga harus berbenah rumah 2 kali sehingga hampir seluruh warga kelelahan. Bahan pokok yang tersedia telah terendam banjir, dan kegiatan bekerja pun belum dimulai karena kelelahan. Oleh karena itu tim kurir Sedekah Rombongan lampung segera bergerak menyampaikan titipan sedekaholics berupa sembako yang dibagi merata kepada warga. Warga berterima kasih pada sedekaholics dan Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan: Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 2 Maret 2018
Kurir : @saesarraya @sayasepti Dinda @xkurniawatix

Bantuan korban bencana


IHYA RAMADHANI (14, Truncus Arteriosus). Alamat : Jl. Domba No. 47, RT 11/4, Kelurahan Hadimulyo Timur, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung. Ihya merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Ihya sudah didiagnosis Truncus Arteriosus atau lebih dikenal sebagai Sakit jantung yang langka sejak berusia 3 tahun. Dan sudah 7 tahun terakhir Ihya menjalani pengobatan rutin di RS Harapan Kita. Sampai saat ini Ihya harus minum obat secara rutin. Diperlukan tindakan operasi pada jantungnya, tetapi sampai saat ini Ihya belum mendapatkan jadwal operasi. Karena masih harus terus dipantau kondisinya. Kondisi Ihya terus menurun, tidak lagi dapat berjalan jauh. Ketika letih tubuh Ihya akan membiru dan pucat. Kondisinya saat ini membuat Ihya sering kali meninggalkan sekolahnya untuk sekedar beristirahat di rumah. Orang tua Ihya, Haryya Sakti (45) yang bekerja sebagai tukang servis elektronik dengan penghasilannya tak tentu, dan istrinya, Kusni Darty (44) yang berjualan nasi uduk saat pagi hari tidak mencukupi biaya transport untuk terus menerus berobat. Selama berobat ke RS Harapan Kita, Ihya hanya ditemani sang ibu dan fasilitas jaminan kesehatan berupa Jamkesmas. Saat ini Ihya menjalani kontrol di RS Harapan Kita sebulan sekali. Dan pada Maret 2018 telah dijadwalkan untuk operasi pemasangan kateter yang keempat kalinya. Bantuan kembali disampaikan untuk biaya transportasi ke RS harapan Kita. Bantuan terakhir tercatat dalam rombongan 1101.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 7 Desember 2017
Kurir : @saesarraya @sayasepti Dinda @xkurniawatix

Ihya didiagnosis truncus arteriosus


KAYLA ALMIRA FAREN (4, Tetralogy of Fallot). Alamat : Dusun II, RT 1/1, Desa Kedaton II, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Sekitar bulan April 2014 ketika Kayla berumur 4 bulan, pada saat dimandikan tiba-tiba kulitnya berubah jadi kebiruan. Kemudian Kayla juga mengalami batuk, dan sesak napas. Karena khawatir melihat keadaan Kayla langsung dibawa ke dokter spesialis anak. Mendapatkan diagnosa ISPA (Insfeksi Saluran Pernafasan Akut). Dan disarankan untuk berobat rutin selama 6 bulan. Setelah selesai pengobatan tapi tidak ada perubahan maka dibawa ke Rumah Sakit Mardi Waluyo. Dan didiagnosa Tetralogy of Fallot (TOF) atau dikenal dengan kebocoran jantung. Setelah dilakukan echocardiografi diketahui letak kebocoran ada pada serambi. Akhirnya Kayla harus dirujuk ke RS Harapan Kita Jakarta. Orangtua Kayla, Tata Boim (28) dan Yuli Arta (23) sering meninggalkan pekerjaannya sebagai petani untuk mendampingi pengobatan putrinya. Sehingga tidak ada lagi pemasukan tetap. Kayla menjadi dampingan Sedekah Rombongan Lampung. Kayla berobat menggunakan Jaminan Kesehatan KIS Mandiri Kelas III. Saat ini Kayla masih sering batuk, lemas, bibir kering dan terkadang sebagian tubuh membiru. Dan melakukan terapi obat selama 3 bulan sembari menunggu jadwal operasi. Untuk itu kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali menyampaikan titipan sedekaholics untuk biaya transport ke RS Harapan Kita. Bantuan terakhir masuk dalam rombongan 1101.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Desember 2017
Kurir : @saesaraya @sayasepti @sigitrudianto2 @xkurniawatix

Kayla menderita kebocoran jantung


SANIYEM BINTI SENO (64, Ca Servixs). Alamat : Dusun VII, RT 21/7, Kelurahan Bumi Jawa, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Ibu Saniyem telah menderita sakit sejak tahun 2014. Dimulai dengan adanya nyeri di perut hingga berlanjut dengan serangkaian pemeriksaan dan didiagnosis kanker di bagian serviks atau dalam istilah medis dikenal dengan ca servixs. Ibu Saniyem pun telah melakukan pengobatan sampai RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Ibu Saniyem juga telah melakukan serangkaian proses kemo. Setahun berselang kondisi Ibu Saniyem berangsur membaik dan diperbolehkan pulang ke Lampung. Tetapi beberapa bulan belakangan tubuh Ibu saniyem terus mengurus, hingga berat hanya 30 kg. Dan terasa nyeri di tempat yang dulu. Ibu Saniyem pun memeriksakan diri ke RS Mardiwaluyo Metro dan didapati penyakit yang lama yaitu ca servixs tumbuh kembali. Ibu Saniyem kemudian dirujuk ke RS Abdul Moeloek. Tetapi sesampai disana Ibu saniyem hanya bisa melakukan cek up dan tidak bisa masuk ke proses pengobatan selanjutnya karena berat badan yang kurang memadai. Selama dalam pengobatan sang suami, Sugeng Riadi (67) setia mendampingi Ibu Saniyem dan dengan terpaksa meninggalkan pekerjaannya sebagai buruh tani, meski dengan resiko tak memiliki pemasukan meskipun memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS KIS Mandiri Kelas III. Karena itu lah keterangan dokter terakhir membuatnya lemas. Sedang untuk transport berobat sampai ke Bandar Lampung saja dia sudah kesulitan apalagi untuk memenuhi suplemen Ibu Saniyem agar bisa melanjutkan pengobatannya. Tim kurir Sedekah Rombongan Lampung pun segera bergerak untuk menyampaikan titipan sedekaholics kepada Ibu Saniyem, guna membantu biaya transportasi dan suplemen. Semoga Ibu Saniyem segera dapat melanjutkan pengobatannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Desember 2017
Kurir : @saesarraya @sayasepti @xkurniawatix

Bu Saniyem menderita ca servixs


RAKA AJI WIBAWA (3 Tahun, Jantung Bocor ). Alamat : Dusun Delok, RT 2/7, Desa Gesing, Kec. Kandangan, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Raka adalah anak pertama yang terlahir dari pasangan Bapak Waluyo (34, Buruh Tani) dan Ibu Romiyati (23, Ibu rumah tangga). Raka lahir setelah 8 bulan dikandungan dan lahir di RSUD Temanggung. Setelah lahir Dokter yang menangani ada hal yang tidak lazim, itu diketahui setelah badannya terlihat kehitam hitaman dan dengan nafas yang tidak teratur, Dokter segera memberikan pertolongan dengan menggunakan Oksigen, Dokter segera melakukan pemeriksaan secara intensif dan diketahui hasilnya ada kelainan di jantungnya yang di diagnose mengalami jantung bocor. Kedua orang tuanya mendengar hal tersebut merasa kaget dan khawatir sehingga diputuskan selama hampir 3 bulan dirawat di RSUD Temanggung. Dokter pun menyarankan untuk membawa ke RS yang mempunyai peralatan yang lebih lengkap. Akhirnya dengan di bantu kurir Sedekah Rombongan Raka bisa menjalani perawatan di RS Kariadi semarang dan menjadi pasien dampingan di RSSR Semarang. Saat ini Raka masih harus menjalani kontrol rutin dan mengkonsumsi makanan dan susu agar kondisi dan berat badanya segera naik. Alhamdulillah Sedekah Rombongan kembali memberikan santunan dari para sedekahholics yang digunakan untuk membeli susu untuk membantu pertumbuhan badannya. Saat ini Raka sudah menjalani pengobatan atau kontrol 3 bulan sekali. Semoga Raka cepat sembuh dan bisa bermain seperti teman-teman seusianya dengan kondisi tubuh yang sehat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Maret 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Raka mengalami jantung bocor


SYAHILLA ANABEL ANMAT (2, Kelainan Alat Reproduksi). Alamat : Dk.Ngalapan, RT. 07/ RW.m01, Ds. Jakenan, Kec. Jakenan, Kab. Pati. Saat berusi 17 bulan keluarga Dik Syahilla berencana akan mengkhitan, akan tetapi ketika bidan melihat kondisi vagina Dik Syahilla merasakan kejanggalan karena tidak sama seperti bayi pada layaknya. Dik Syahilla tidak memiliki jalan vagina untuk bereproduksi. Untuk mendapatkan diagnosa yang tepat akhirnya pihak keluarga sepakat membawa Dik Syahilla berobat supaya memiliki organ reproduksi yang normal seperti layaknya wanita seharusnya. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang di alami oleh pihak keluarga karena Syahilla telah lama di tinggal ayahnya (Mochammad Supriyanto, 30 ) tanpa kabar dan Ibunya (Ani Budi Lestari, 22) bekerja sebagai seorang buruh pabrik serabutan tidak memiliki banyak biaya untuk pengobatan. Bantuan awal di berikan untuk membantu biaya akomodasi selama menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kondisi Dik Syahilla saat ini sudah mengalami perkembangan yang baik, ia sudah mempunyai lubang vagina seperti wanita pada umumnya. Saat ini kondisi Dik Syahilla sudah semakin membaik dan ia dianjurkan dokter untuk menjalani pemeriksaan rutin selama 6 bulan sekali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Maret 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Syahila mengalami kelainan alat reproduksi


SRI MULYANI (3, Atresia Ani) Alamat Ds sigentong RT 002 RW 001, Kec. Warureja, Kab Tegal, Provinsi : Jawa Tengah. Dik Sri Mulyani lahir pada bulan maret tahun 2014, sejak lahir Dik Sri menderita Atresia Ani. Pada usia 7 hari sempat dioperasi pembuatan anus sementara di RSUD Soesilo, Slawi, Tegal. RSUD Soesilo, Slawi memberikan rujukan untuk operasi pembuatan anus permanen di RSUD Dr. Kariadi Semarang, orang tua Dik Sri Ibu Tarini (45) bekerja sebagai buruh serabutan dan Ayahnya Alm. Toto Mubarok telah berpulang terlebih dahulu ke Rahmatullah. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang di alami oleh Ibu Tarini dan sepakat meberi dampingan kepada Dik Sri. Saat ini Dik sri sedang menunggu antrian operasi pembuatan anus permanen di RSUD Dr. Kariadi Semarang. Semoga operasi kali ini yang akan dijalani oleh Dik Sri bisa berjalan dengan lancar dan bisa berfungsi seperti pada umumnya. Santunan di berikan untuk membantu biaya akomodasi selama pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 21 Maret 2018
Kurir : @Indrades Hadi Leni

Sri menderita atresia ani


SLAMET GENDARI (42, Ca Serviks). Alamat Dususn Krajan, RT.01/RW.01, Desa Kuripan , Kec. Subah Kab. Batang, Provinsi Jawa Tengah. Pertengahan tahun 2016 Ibu Slamet Gendari merasakan nyeri pada bagian rahim, kemudian memeriksakan praktik ke dokter umum di sekitar rumahnya, dan disarankan untuk melanjutkan pemeriksaan ke dokter spesialis, sayangnya Ibu Slamet tidak melanjutkan saran dokter karena keterbatasan biaya. Sekitar bulan Maret tahun 2017 Ibu Slamet mengalami pendarahan dan langsung melakukan pemeriksaan ke RSUD Batang. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dokter mendiagnosa Ibu Slamet menderita Ca cervix stadium 3B , dan disarankan untuk rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani pemeriksaan rutin dan kemoterapi. Suami Ibu Slamet, Wajianto (44 th) bekerja sebagai seorang Buruh serabutan dan Ibu Slamet sendiri sebagai IRT tidak memiliki banyak biaya untuk akomodasi dan tempat tinggal selama melangsungkan pengobatan di Semarang, selama ini Ibu Slamet melangsungkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan bantuan kepala desa setempat menggunakan jaminan kesehatan Kartu Indonesia sehat (KIS). Pada tanggal 30 Mei 2017 kurir Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Ibu Slamet, dan setelah melalu berbagai pertimbangan kurir sepakat untuk memberi dampingan kepada Ibu Slamet selama menjalani pengobatan. Saat ini kondisi Ibu Slamet mengalami penurunan, itu disebabkan karena penyakit ginjal yang juga ia alami. Semoga Ibu Slamet bisa menjalani cobaan ini semua dan semoga secepatnya diberikan kesembuhan oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp 848.000,-
Tanggal : 28 Maret 2018
Kurir : @Indrades Hadi Leni

Ibu Slamet menderita Ca cervix stadium 3B


RUSMINI BINTI SURADI (57, Kanker Serviks). Alamat : Desa Pasucen RT:2 RW:1, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Bu Rusmini sering mengeluh sakit pada perut bagian bawah selama 3 bulan, tapi tidak terlalu menghiraukannya karena dianggap hanya sakit biasa dan masih bisa dipakai untuk bekerja. Bu Rusmini sempat di rawat di RS Fastabiq Pati dan sempat menjalani operasi kuret, kemudian setelah kondisi membaik disarankan untuk dirujuk ke RS Kariadi. Menurut hasil observasi dokter, cancer sudah pada stadium 3. Suami Bu Rusmin, Bapak Kuminto sebelumnya bekerja sebagai buruh tebu, saat ini beliau sudah tidak bekerja karena terjatuh dari atas truk ketika sedang bekerja yang menyebabkan syaraf tulang belakangnya terjepit dan kebengkokan pada tulang belakangnya. Putra kedua Bu Rusmini tidak bekerja karena kontrak kerjanya sudah habis dan saat ini ia menemani Bu Rusmini selama menjalani pengobatan di Semarang. Santunan di berikan untuk membantu biaya akomodasi Bu Rusmini selama menjalani program pengobatan di Semarang

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 16 Maret 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Bu Rusmini menderita Ca cervix stadium 3


YULI HIDAYATI (40, Kanker Usus). Alamat : Jalan Durian Gang Anggur 2 No. 12, RT 4/6, Kel. Kraton, Kec. Tegal Barat, Kab. Tegal , Prov. Jawa Tengah. Pada bulan Juli 2016. Bu Yuli mengalami susah BAB yang di sertai keluar darah dan terasa sakit. Keluarga pernah membawa Bu Yuli ke Klinik setempat diagnosa awal terkena ambeien, akan tetapi kondisi Bu Yuli mulai mengkhawatirkan ketika badan semakin lemas dan di sertai pendarahan yang tidak kunjung berhenti. Akhirnya di bawa ke RSUD Kardinah Tegal. Dokter mendiagnosa bahwa Bu Yuli menderita kanker usus. Kemudian dokter merujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mendapat perawatan lebih intensif. Bu Yuli merasa keberatan karena tidak ada biaya untuk pulang pergi ke Semarang. Bu Yuli yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga dan suami Bu Yuli bekerja sebagai buruh jahit tidak memiliki banyak simpanan untuk biaya transportasi. Bu Yuli juga masih memiliki tanggungan 4 anak yang masih sekolah. Saat ini Bu Yuli telah memiliki jaminan kesehatan yaitu JKN – KIS Mandiri Kelas III. Alhamdulillah atas ijin Allah, pada pertengahan oktober 2016 kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Yuli. Bu Yuli kemudian dibawa ke Semarang untuk menjalani pengobatan lanjutan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah menjalani operasi, Ibu Yuli saat ini menjalani program sinar yang akan di lakukan setiap hari selama 25 kali berturut-turut.

Jumlah Bantuan : Rp.704.500,-
Tanggal : 29 Maret 2018
Kurir : @indrades @Eka Leni

Bu Yuli menderita kanker usus


MELI SOFIATUN (45, Kista). Alamat : Jalan Salak no 2, RT.01 RW.02, Kelurahan Pekauman, Tegal Barat, Kab.Tegal, Jawa Tengah. Ibu Meli telah merasakan sakit perut sejak tahun 2014. Tahun 2016 Bu Meli merasakan sakit pada perutnya semakin bertambah, sehingga keluarga memutuskan untuk melakukan pengobatan. Di ketahui, penyakit yang di derita bu Meli adalah Kista. Agustus 2017 bu Meli menjalani operasi pengangkatan kista. Setelah menjalani operasi Bu Meli masih merasakan kembali sakit pada perutnya dan dokter merujuk bu Meli untuk pemeriksaan lebih lanjut ke RSUP dr Kariadi Semarang. Hasil dari Kariadi menunjukkan Kista yang berada di rahim Bu Meli telah mengalami pelekatan denga organ pencernaan bu Meli. Saat ini bu Meli sedang menunggu panggilan dari pihak Kariadi untuk melaksanakan operasi pengangkatan kista sekaligus rahim. Suami Bu Meli, Akhi Afianto (50) adalah seorang penjual jilbab keliling dengan penghasilan yang cukup untuk sehari-hari dan masih memiliki tanggungan seorang anak yang masih bersekolah di bangku SMA. Saat ini Ibu Meli sudah menjalani operasi pengangkatan rahim, semua itu dilakukan untuk kesembuhan dan kesehatan Ibu Meli.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Maret 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Bu Meli menderita Kista


TARONO BIN CARIDI (36, Ca Nasofaring). Alamat: Wiyoro Wetan RT. 004 RW. 005 Kec. Ulujami, Kab. Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Awal tahun 2017 Pak Tarono merasakan keanehan pada pendengarannya dengan sering berdenging tanpa sebab, 3 bulan kemudian di seratai dengan migrain yang tidak tertahankan. Pak Tarono memutuskan untuk berobat ke RSU Keraton Pekalongan, di RSU Keraton menjalani rawat inap selama 10 hari dengan program pemeriksaan biopsi, dan melakukan scan untuk mendeteksi penyakit yang sesungguhnya di derita Pak Tarono. Setelah menjaani rawat inap dokter menyarankan untuk melakukan rawat jalan selama 2 minggu. Selama melakukan rawat jalan tidak ada perkembangan hingga di putuskan rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Selama 12 hari di Semarang Pak Tarono menjalani semua kontrol yang di sarankan oleh pihak RSUP Dr. Kariadi yaitu cek THT dan seluruh organ vital. Hasil diagnosa penyakit Pak Tarono yaitu Ca Nasofaring. Pak Tarono bekerja sebagai pedagang kerupuk dengan penghasilan yang cukup untuk biaya makan sehari-hari dan Istrinya Sumiyati (37) sebagai Ibu Rumah Tangga dengan 2 orang anak yang masih balita merasakan kesulitan untuk melanjutkan pengobatan. Selama pengobatan di Semarang Pak Tarono di temani adik iparnya menginap di salah satu penginapan dengan biaya 50.000/ hari untuk 2 orang dan fasilitas jaminanan kesehatan KIS. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dirasakan oleh bapak Tarono dan memutuskan untuk memberi dampingan kepada beliau.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 21 Maret 2018
Kurir : @Indrades Hadi Leni

Pak Tarono menderita ca nasofaring


RASMINI BINTI WISAD (48, Kanker Payudara). Alamat : Ds. Balamoa RT 4/ 6 , Kec pangkah, Kab. Tegal, Jawa tengah. Juni 2017 Bu Rasmini di rawat di RSUD Slawi pasca menjalani 2 kali operasi pengangkatan kanker di payudara. Saat ini Bu Rasmini melanjutkan pengobatan program kemoterapi di RSUP Dr. Kariadi Seamarang. Seluruh proses pengobatan Bu Rasmini menggunakan fasilitas BPJS KIS meskipun tidak di kenakan biaya Bu Rasmini mengalami kesulitan jika harus menjalani pengobatan di Semarang karena terbatasnya akomodasi, suami Bu Rasmini, Supardi, adalah seorang Nayaga (penabuh gamelan) dengan penghasilan yang tidak menentu. Kurir SR Tegal tergerak untuk membantu beliau menjemput kesembuhan dan memutuskan untuk memberikan dampingan. Santunan awal di sampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan pembelian susu suplemen pasien pasca kemoterapi. Saat ini Ibu Rasmini dalam keadaan yang lebih baik, menjalani pemeriksaan rutin yang telah dijadwalkan oleh pihak rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 700.000,-
Tanggal : 21 Maret 2018
Kurir : @Indrades Hadi Leni

Bu Rasmini menderita kanker payudara


KHANATUN INDRIYANA (22, Thyrioditis). Alamat : Desa Balamoa, RT. 02/ RW. 03, Kec. Pangkah, Kab. Tegal, Jawa Tengah. Pertama kali mengalami gejala sakit pada Mei 2015 dengan diagnosa gondok atau pembengkakkan pada kelenjar tiroid dan di sarankan untuk melakukan operasi. Indri hanya mampu berobat jalan karena masalah biaya. Tubuh Indri terus mengalami penurunan, mudah sakit dan lemah sehingga pada Juni 2017 di bawa oleh pihak keluarga ke RS Dr. Soesila Slawi untuk mendapatkan penanganan dan dilakukan operasi tahap pertama. Setelah operasi tahap pertama selesai Indri di rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Penghasilan Indri sebagai PRT dan kedua orang tuanya buruh serabutan membuat Indri merasa kesulitan ketika menjalani pengobatan di Semarang. Kurir Sedekah Rombongan Tegal di pertemukan dengan Indri di tengah-tengah usaha Indri memperjuangkan kesembuhannya dan memutuskan untuk memberi pendampingan selama Indri berobat. Saat ini Indri telah selesai menjalani sinar yang dilakukan sebanyak 33 kali dan akan menjalani program sunik nuklir.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Maret 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Indri menderita pembengkakkan pada kelenjar tiroid


SRI WIDIYAWATI (23, Pembengkakan Jantung. Alamat : Ds Sirangkang RT. 012 / RW. 003, Kec. Petarukan, Kab. Pemalang, Provinsi Jawa tengah. Agustus 2016 Sri mengalami demam tinggi, setelah menjalani pemeriksaan dokter menyebutkan Sri menderita sakit Typoid. Setahun berlalu tanpa menunjukkan penyakit kembali, hingga pada Agustus 2017 Sri mengalami gatal-gatal di telapak tangan dan pipi di sertai rasa panas, bintik kemerahan, sesak nafas, pusing dan lemas. Berat badan Sri terus menurun secara drastis, Sri di bawa ke Rumah Sakit terdekat dan dokter memberi rujukan ke RSUP dr. Kariadi Semarang untuk mendapat penanganan yang lebih maksimal karena jantung Sri telah mengalami pembengkakan. Saat ini Sri telah menjalani kontrol rutin di RSUP dr. Kariadi Semarang. Suami Sri, Bapak Wagito (28) bekerja sebagai karyawan di sebuah rumah makan dengan tanggungan seorang anak balita merasakan kesulitan dalam pengobatan sang istri meskipun telah di bantu dengan fasilitas kesehatan KIS, terlebih saat ini Sri hanya bisa berbaring di tempat tidur. Kondisi Sri saat ini lemah dan menjalani pemeriksaan rutin satu bulan sekali yang telah di jadwalkan oleh Doker.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 07 Maret 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Sri menderita sakit typoid


SUMIATI BINTI DARUN (39, Tumor Perut). Alamat : Dk. Mojo, RT.01/RW.04, Kel. Pungangan, Kec. Limpung, Kab.Batang, Jawa Tengah. Awal tahun 2017 Ibu Sumiati merasakan sakit pada perut hingga menembus ke punggungnya, sakit yang beliau rasakan semaikn hari semakin tidak mereda bahkan bertambah sakit sehingga pihak keluarga sepakat membawa ke Rumah Sakit untuk berobat. Ibu Sumiati langsung mendapatkan penanganan dari dokter untuk rawat inap karena kondisinya yang semakin lemah. Ibu Sumiati tak kunjung membaik hingga akhirnya di rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan jaminan kesehatan BPJS KIS, untuk mendapat perawatan yang lebih intensif. Bapak Juniato (40) suami Ibu Sumiati sebagai buruh bengkel merasa kesulitan ketika menemani selama pengobatan di Semarang. Santunan awal di berikan untuk membantu biaya akompdasi selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 29 Maret 2018
Kurir : @indrades Bram Leni

Bu Sumiati menderita tumor perut


AGESTHA PANDU PRASETYA (2,5 Nephrotic Syndroms). Alamat : RT 1/1, Desa Samudra, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dik Gestha, begitu ia biasa disapa, menderita Nephrotic Syndroms yang merupakan kondisi dimana terjadi kerusakan pada ginjal yang ditandai dengan banyaknya jumlah protein dalam urin, tingginya kadar lemak dan kolesterol dalam darah, rendahnya kadar albumin dalam darah, serta terjadinya pembengkakan di kaki, mata kaki, atau kadang di tangan atau wajah. Awal Juli 2017, tubuh Dik Gestha bengkak dan terlihat sangat gemuk. Kemudian keluarga membawa Dik Gestha memeriksakan diri ke Rumah Sakit (RS) Dedijaya Brebes dan menjalani rawat inap selama 5 hari. September 2017, Dik Gestha kembali dirawat di RS Dedijaya karena kondisinya yang terus menurun dan lemah. Awal Desember 2017, Dik Gestha dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Margono Soekarjo karena lemas, tidak mau makan dan kehilangan bayak cairan tubuh. Dik Gestha menjalani rawat inap selama 10 hari di RS Margono dan di diagnosa menderita Nephrotic Syndrome serta harus di rujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Karyadi semarang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Priyono (29), ayah Dik Gestha bekerja sebagai buruh harian lepas yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, sedangkan Siti Tutiana (23), ibu Dik Gestha adalah seorang ibu rumah tangga. Pengobatan Dik Gestha terbantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III yang dimilikinya. Namun pengobatan Dik Gestha terkendala oleh akomodasi serta biaya hidup sehari-hari selama menjalani pemeriksaan di RSUP Karyadi. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Gestha sehingga dapat menyampaikan satunan untuk biaya akomodasi selama kontrol di RSUP Karyadi dan bantuan biaya kehidupan sehari-hari. Saat ini Dik Getha sedang melakukan program kemoterapi sebagai proses penyembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.123.000.,-
Tanggal : 29 Maret 2018
Kurir : @indrades @Bram Leni

Dik Gestha menderita nephrotic syndroms


ANANDA PUTRA AGENG MAULANA (3 Tahun, Tonsilitis Kronik). Alamat : Jl.Sendangcoyo RT.03/02 Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Ananda Putra Ageng Maulana atau lebih akrab disapa Dik Anan mengalami sakit sejak usianya 6 bulan, saat itu Dik Anan mulai berlatih untuk makan namun ia tidak bisa makan makanan yang bertekstur. Ia hanya bisa makan makanan yang bertekstur cair seperti susu dan air putih. Ketika ia belajar untuk makan makanan yang bertekstur, ia selalu tersedak. Selain itu Dik Anan juga sering mengalami demam dan sering keluar masuk Rumah Sakit Daerah Rembang dari usia 6 bulan sampai saat ini. Dokter membuat rujukan agar Dik Anan berobat di RSUP Dr.Kariadi dan setelah dilakukan pemeriksaaan di RSUP Dr.Kariadi ternyata ada pembesaran limfe yang mendesak tonsil hingga menutupi saluran makan dan pernafasan Dik Anan. Orang tua Dik Anan yaitu Bp.Siswoto (39 tahun) yang bekerja sebagai buruh bangunan dan Ibu Kundayani (28 tahun) yang hanya sebagai Ibu Rumah Tangga mengalami kesulitan untuk biaya akomodasi seperti tempat singgah dan operasional selama di RSUP Dr.Kariadi, karena Dik Anan harus menjalani cek laborat dan operasi beberapa kali. Ibu Kundayani dan Dik Anan pernah tidur di emperan masjid dan kehujanan karena tidak mampu membayar tempat singgah untuk bermalam dan beristirahat ketika melakukan pengobatan di RSUP Dr.Kariadi. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan keluarga Dik Anan untuk memberikan bantuan dan keringanan biaya selama Dik Anan melakukan pengobatan di RSUP Dr.Kariadi. Saat ini Dik Anan sudah menjalani khitan yang dianjurkan oleh dokter agar Dik Anan terhindar dari penyakit infeksi saluran kencing yang sempat ia derita.

Jumlah Santunan : Rp.547.600,-
Tanggal : 29 Maret 2018
Kurir : @indrades Leni

Anan mengalami pembesaran limfe yang mendesak tonsil


UMIYATUN BINTI ALM.AHMAD URIP (57 Tahun, Darah Tinggi + Tumor Telinga). Alamat : Desa Sidomulyo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Ibu Umiyatun sakit sejak Desember 2017, mulanya Ibu Umiyatun merasakan gatal pada telinganya kemudian Ibu Umiyatun menggunakan bulu ayam untuk menghilangkan rasa gatalnya. Namun dari telinga Ibu Umiyatun mengeluarkan darah, kejadian itu tidak terlalu dihiraukan Ibu Umiyatun karena darah tersebut sudah tidak keluar. Setelah beberapa hari telinga Ibu Umiyatun kembali mengeluarkan darah dengan volume yang lebih banyak. Kemudian Ibu Umiyatun memeriksakan keadaannya ke Puskesmas terdekat dan dokter mengindikasi bahwa ada tumor di telinga Ibu Umiyatun serta Hipertensi (darah tinggi) yang juga ia derita. Setelah dari Puskesmas keadaan Ibu Umiyatun tak kunjung membaik dan justru semakin lemah, akhirnya Ibu Umiyatun dibawa ke RSUD SOETRASNO dan di rujuk ke RSUP Dr.Kariadi Semarang. Ibu Umiyatun yang seorang Ibu Rumah Tangga merasa kebingungan untuk biaya selama berobat di Semarang, karena Bp. Warimin (62 tahun) suami Ibu Umiyatun yang bekerja sebagai petani juga sedang sakit dan tidak mempunyai bekal untuk menjalani hidup selama di Semarang. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan Ibu Umiyatun dan membantu beliau untuk memberikan tempat singgah dan biaya akomodasi selama menjalani pengobatan di Semarang. Bu Umiyatun saat ini akan menjalani program sinar yang akan dilakukan selama 33 kali berturut-turut.

Jumlah Santunan : Rp. 532.000,-
Tanggal : 29 Maret 2018
Kurir : @indrades Leni

Bu Umiyatun menderita darah tinggi + tumor telinga


NAVELA HESTI ANGGEREINI (17, Kanker). ALAMAT: Kampung Kiringan Tegal, Rt 6 Rw 3, Keluarahan Tidar Utara, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Navela Hesti Anggraeini, orang biasa menyapanya Ela, putri dari pasangan suami istri Bapak Totok Sugiarto (47) dan ibu Ambarwati (43), keluarga kecil ini hidup disebuah rumah sederhana. di usia dek Ela saat ini harusnya dia masih duduk disekolah menikmati bangku pendidikan, akan tetapi karena kondisi keluarga yang bisa dikatakan hanya cukup untuk memenuhi hidup sehari -hari bahkan dia masih mempunyai adek yg masih kecil, tergeraklah hatinya untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya dengan bekerja dan berhenti sekolah. Akan tetapi niatan dek Ela untuk membantu keluarganya harus tertunda saat ini. Hal ini terjadi pada bulan November 2017 saat itu dek Ela baru saja bekerja mendapat musibah yaitu terjatuh yang mengakibatkan lututnya memar. Pihak kelurga membawanya ke tukang urut karena mengira itu hanya memar biasa dan keseleo. Tapi bukanya sembuh kaki dek Ela malah semakin membengkak. Melihat kondisi yg seperti ini, pihak kelurga memutuskan untuk membawa Dek Ela ke puskesmas dan harus melanjutkan pemeriksaan di RSUD Tidar Magelang. Hasil dari dokter yang menangani sangat mencengangkan. Dek Ela didiagnosis menderita Kanker tulang lutut dan dokter memberikan rujukan ke RS Moewardi Solo. Kondisi dek Ela saat ini pun sungguh memprihatinkan hanya bisa berbaring bahkan jalan pun sudah tidak bisa. Rasa prihatin melihat kondisi keluarga ini pun itu pun di rasakan oleh tetangga sekitar. Kini dek Ela menjalani pengobatan di RSUD Dr Moewardi Solo (RSDM). Teman-teman #SedekahRombongan dapat merasakan kesulitan keluarga dek Ela Alhamdulilah #SedekahRombongan dapat membantu biaya untuk pengobatan dengan memberikan santunan ke dua untuk akomodasi selama rawat inap di RSDM. semoga dek Ela lekas sembuh seperti layaknya teman-temanya Pihak keluarga dek Ela mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman #SedekahRombongan dan para donatur yang tidak bisa di sebutkan, yang telah menyalurkan sedekahnya melalui #SedekahRombongan atas bantun yang diberikan melalui #SedekahRombongan semoga para kurir dan donatur selalu di berikan kesehatan, keselamatan, dan kesuksesan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Mei 2018
Kurir : @Mawan, @Anissetya60

Ela didiagnosis menderita kanker tulang lutut


NUR ALIYAH (31, kanker servik). Alamat: Babad RT 005/004, Kel. Manang, Kec. Grogol, Kab. Sukoharjo, Prov. Jawa Tengah. Ibu Nur sapaan beliau merupakan single parent yang memiliki dua orang anak Arfa (7) dan Zahran (5). Sebelum sakit beliau bekerja sebagai salah satu SPG perusahaan roti. Ibu nur tinggal dirumah kos dengan ukuran 5X2 bersama dengan anaknya. Saat ini ibu Nur didiagnosa sakit kanker servik. Sakit ibu nur sudah dirasakan sejak 2016. Dan selama ini ibu nur sudah menjalani operasi pengangkatan rahim dan kemoterapi di RS. PKU. Setelah sempat sembuh, ibu nur kembali bekerja untuk menghidupi kedua anaknya sebagai SPG. Hingga akhirnya pada bulan november 2017 ibu nur mengalami pendarahan dan langsung diperiksakan di RS. PKU yang kemudian oleh dokter PKU dirujuk ke RS. Dr. Moewardi Surakarta. Setelah menjalani perawatan inap selama 1 minggu, ibu nur dipulangkan dan siharuskan kontrol rutin. Setelah menjalani pengobatan kemoterapi oleh tim dokter disarankan untuk melakukan pengobatan radiologi (sinar) secepatnya dan dirujuk ke RSUP. Kariasi Semarang. Untuk pembiayaan pengobatan ibu nur menggunakan jamkes BPJS kelas 3. Karena keterbatasan biaya untuk menghidupi keluarga dan pengobatan beliau sempat putus asa. Selama sakit sejak november 2017 beliau tidak bekerja. Dan selalu menerima uluran tetangga sekitar. Saat inipun beliau sudah menunggak kamar kos selama 3 bulan. Alhamdulillah sedekah rombongan dipertemukan dengan ibu nur sehingga bisa membantu dalam pengobatan. Saat ini beliau sedang perbaikan kondisi fikik di RS. Dr Moewarsi. Kurir #sedekahrombongan solo menyampaikan santunan yang ke 1 untuk membantu pembayaran rumah kos. Keluarga ibu Nur mengucapkan terimakasih serta mendoakan agar segala amal kita diterima serta dibalas oleh Allah SWT dan mengharakan do’a agar ibu nur segera sembuh dan dapat beraktifitas kembali. Aaamiin.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000
Tanggal: 05 Mei 2018
Kurir : @mawan @anissetya60 @wellyanto

Ibu Nur didiagnosa sakit kanker servik


SUTIKAH BINTI KARDIMAN, (73, Komplikasi Jantung + Paru + Lambung ) Alamat Dusun Krajan RT/RW 012/003, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Sutikah mengalami sakit selama 7 bulan terakhir, Ibu Sutikah tinggal sendiri dirumhanya karena suaminya telah dipanggil oleh yang maha kuasa selama kurang lebih 5 tahun yang lalu. Ibu Sutikah merasakan kesakitan terus menerus dibagian perutnya dan ususnya, karena kondisi Ibu Sutikah tergolong orang tidak mampu di desanya dan tidak mempunyai biaya berobat kerumah sakit. Ibu Sutikah tidak bekerja, setiap harinya menunggu uluran tangan para tetangganya untuk makan setiap hari selang dua hari ada salah satu tetangganya memberikan informasi kepada salah satu kurir Sedekah Rombongan, bahwa ada pasien yang membutuhkan pertolongan. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi ke tempat tinggal Ibu Sutikah dan bersilahturahmi. Ternyata Ibu Sutikah sudah melemah dan kritis, dan oleh Kurir Sedekah Rombongan langsung dilarikan ke UGD Dr. Soebandi Jember. Setelah menjalani rawat inap kurang lebih satu minggu di RS Dr. Soebandi Jember. Akhirnya Ibu Sutikah dipanggil lebih dulu oleh yang maha kuasa. Mudah-mudahan Almarhuma Ibu Sutikah mendapatkan tempat yang layak disisiNya Aaminn. Kurir Sedekah Rombongan memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggal, Santunan yang diberikan sebagai santunan kematian untuk pembiayaan tahlilan dan sebagainya.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Mei 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bu Sutikah menderita komplikasi jantung + paru + lambung


BUDI HARTONO (41, Leukimia). Alamat : Dusun Jurangsapi, RT 54/18, Desa Jurangsapi, Kecamatan Yapen, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Pada awalnya Bapak Budi sering mengeluh kalau sakit perut, dan badannya menjadi lemas dan tidak punya tenaga lagi. Pihak keluarga yang mengetahui akan hal tersebut berinisiatif membawa beliau ke RS Bhayangkara Bondowoso. Setelah dilakukannya pemeriksaan, Bapak Budi akhirnya didiagnosis oleh dokter sakit Leukimia atau kanker darah. Pihak dokter menyarankan untuk merujuk Bapak Budi dirawat di RS Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk penanganan yang lebih intensif. Bapak Budi yang telah melakukan pengobatan berupa kemo terapi sebanyak 6 kali mulai merasakan perubahan pada tubuhnya. Bapak Budi telah menjalani kontrol dan mengambil obat-obatan setiap sebulan sekali. Akan tetapi pada bulan ini, kadar sel darah putih beliau terlalu tinggi sehingga kondisi badan beliau sangat lemas. Bapak Budi pun akhirnya menjalani rawat inap di RSSA untuk beberapa hari, hingga sel darah putih beliau normal kembali. Bapak Budi tinggal bersama Istri dan kedua anaknya yang masih kecil. Beliau bekerja sebagai buruh bangunan, sedangkan istri beliau hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Pendapatan dari Bapak Budi hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi beliau sangat bersyukur dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III sangat membantu proses pengobatan. Akan tetapi beliau masih mengalami kendala saat akan kontrol ke Malang. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan Jember dipertemukan dengan Bapak Budi dan santunan yang diberikan kepada Bapak Budi dipergunakan untuk biaya transportasi, dan Biaya Pengobatan dan Perawatan Pasien. Bapak Budi dan keluarga sangat berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan Sedekah Rombongan dan Sedekaholics. Semoga Bapak Budi akan selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalani pengobatan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : Oktober 2017, November 2017, Januari 2018, Februari 2018, 27 Maret 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo

Bapak Budi menderita sakit leukimia


SAHWANI BINTI ASJONO (46, Kanker Serviks). Alamat: RT 12/4, Desa Kalitapen, Kecamatan Tapen, Kota Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Ibu Sahwani mulai menderita kanker serviks atau kanker pada leher rahim sejak April 2016. Penyakit ini pun memerlukan tindakan cepat sehingga beliau dan keluarga memutuskan untuk melakukan operasi. Operasi berjalan lancar dan berhasil di Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso. Pasca operasi, keadaan kesehatan bu Sahwani membaik, dan pihak dokter menyarankan agar Ibu Sahwani dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang agar mendapatkan penanganan dan perawatan yang lebih optimal. Setelah operasi, Ibu Sahwani perlu melakukan kemo di RSSA. Pada awal bulan ini, Ibu Sahwani mendapatkan kabar dari dokter untuk simulator dan Ibu Sahwani dijadwalkan untuk melakukan sinar 25 kali. Pada bulan ini, Ibu Sahwani telah menjalani rencana sinar beliau sebnayak 25 kali dan beliau direncanakan lagi oleh dokter untuk melakukan sinar dalam sebanyak 4 kali. Untuk saat ini beliau telah menjalani snar dalam yang ke 3. Jauhnya jarak dari Bondowoso ke Malang tentu menyulitkan keadaan ekonomi bu Sahwani sekeluarga untuk mencari transportasi, belum lagi biaya obat-obatan dan penginapan untuk keluarga beliau. Apalagi pekerjaan suami beliau, Misnawi (42) sebagai kuli bangunan dengan penghasilan tak tentu. Ibu Sahwani memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau, sehingga bisa membantu mengurangi beban keluarga bu Sahwani. Untuk bulan ini bantuan yang diberikan Sedekah Rombongan digunakan beliau untuk biaya transportasi pulang pergi Bondowoso-Malang, iuran BPJS dan Uang Saku. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Sahwani dan Terima Kasih Kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1073

Jumlah Bantuan : Rp. 805.000,-
Tanggal : November 2017, Desember 2017, Januari 2018, Februari 2018, Maret 2018, 18 April 2018
Kurir : @Awwaludin_yudha @viandwiprayugo

Ibu Sahwani mulai menderita kanker serviks


SUKARDI BIN DEMI, (68, Stroke) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/003, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Bapak Sukardi begitu beliau disapa, bermula 3 tahun yang lalu tiba-tiba Bapak Sukardi mengalami kekakuan di tangan dan kaki kirinya. Kemudian dibawa ke Klinik terdekat, dokter di klinik mengatakan jika Bapak Sukardi menderita Stroke. Karena keterbatasan biaya Bapak Sukardi tidak memeriksakan dirinya ke dokter, Bapak Sukardi cukup memeriksakan diri ke klinik terdekat. Sehari-hari Bapak Sukardi bekerja serabutan, sekarang saat kondisinya sedang sakit seperti ini Bapak Sukardi tidak bisa berbuat banyak. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sukardi dengan warga sekitar yang sangat peduli dengan derita yang dialami bapak Sukardi. Kembali bantuan lanjutan untuk biaya kebutuhan sehari hari Bapak Sukardi. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Bapak Sukardi dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1119

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Mei 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bapak Sukardi menderita stroke


SUWARNI NIKET, (56, Dhuafa) Alamat Dusun Krajan, Desa Gumelar, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ibu Niket adalah seorang Dhuafa yang hidup sebatang kara yang makan sehari-harinya serba kekurangan dan memiliki kekurangan fisik, Keseharianya pun hanya pencari kayu bakar dan beliau sering dibantu oleh tetangganya untuk makan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Ibu Niket bahwa beliau memerlukan bantuan. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal Ibu Niket. Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Niket. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari untuk Ibu Niket. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat dan semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh AllahSubhanahuwata’ala. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1119

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Mei 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bantuan tunai


LUSIANI BINTI SIKAN, (49, Kanker Serviks) Alamat Jl. Darmawangsa Dusun Gudangrejo RT/RW 003/025, Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula sakit Ibu Lusiani ini sering mengalami keputihan dan tiba-tiba pendarahan langsung di bawa ke puskesmas terdekat untuk mengetahui sakitnya yang dialami Ibu Lusiani. Setelah Ibu Lusiani diperiksa diagnosa mengalami Kanker Serviks dan oleh pihak Dokter disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Selang satu hari Ibu Lusiani di evakuasi ke Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut dan oleh Dokter Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember disarankan untuk di rujuk ke RSUD Dr. Saiful Anwar untuk perawatan lebih lanjut dan Ibu Lusiani memiliki Jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Ibu Lusiani ini seorang janda yang tinggal di Polsek Rambipuji Rumah bekas tahanan. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari perangkat desa Rambipuji bahwa Ibu Lusiani memerlukan dampingan karena dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal yang di tinggali Ibu Lusiani untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Lusiani. Santunan yang diberikan untuk Akomadasi dan Uang Transport ke Malang. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Lusiani dan Semoga santunan yang diberikan para Sedekaholics mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1121

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 April 2018 dan 21 Mei 2018
Kurir : @Awwaludin_yuda @viandwiprayugo @Isroil

Ibu Lusiani diperiksa diagnosa mengalami kanker serviks


SUTIK BINTI SUBUWET, (49, Kanker Thyroid) Alamat Jl. Cangkring 21E, RT 005/RW 002, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. mulai 2012 ada benjolan di leher karena dianggap benjolan biasa sehingga oleh beliau dibiarkan. karena semakin membesar diperiksakanlah ke Puskesmas setempat dan dirujuk ke malang. bolak balik malang sampai tiga kali diantar oleh Ambulan Puskesmas tidak ada tindakan lanjutan karena kamar penuh. karena semakin membesar benjolan itu akhirnya atas inisiatif sendiri berangkat lah beliau berobat di RS WALUYO JATI Kraksaan Kabupaten Probolinggo dilakukan operasi 2013 akhir. Selang berapa bulan kemudian bulan Februari 2014 ada benjolan lain yang tumbuh di leher depan yang dinyatakan dokter kanker Thyroid. dalam rentang 2014 dilakukanlah operasi di RSU Moh shaleh kota Probolinggo sebanyak 2 kali dan yang terakhir menyebabkan benjolan semakin besar dan akhirnya dirujuk ke RSSA malang. 5 kali ke RSSA malang tidak ada tindakan sama sekali karena alasan tidak adanya kamar. Ibu Sutik memiliki Jaminan kesehatan berupan JKN-KIS PBI yang meringankan beban keluarganya dalam berobat ke rumah sakit. Tetapi Ibu Sutik kesusahan dengan transportasi bolak balik ke RS dan pembelian obat yang tak tercover oleh KIS PBI. Kurir Sedekah Rombongan merasa kesulitan ibu Sutik, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para Sedekaholics untuk memberikan Santunan. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Biaya Transportasi dan Biaya Pengobatan dan Perawatan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Sutik dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1131

Jumlah Santunan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 22 Mei 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @firmanyusnizar @viandwiprayugo @fahmi

Bu Sutik menderita kanker thyroid


MOHAMMAD NUR GHUFRON, (42, Tumor Testis) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/001, Desa Tangsil Kulon, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Riwayat penyakit Pak Ghufron berawal sejak setahun belakangan ini, yaitu saat testis mengalami bengkak. Awalnya ia tidak terlalu merasakan sehingga dibiarkan saja. Namun satu bulan terakhir ini Pak Ghufron tidak bisa BAB dan testisnya semakin bengkak. Padahal dalam kesehariannya, ia tetap makan seperti biasa dan perutnya tidak membesar. Awalnya dokter mendiagnosa bahwa Pak Ghufron menderita penyakit usus buntu, namun setelah pemeriksaan lebih lanjut merujuk dari hasil laboratorium, EKG dan rontgen, ternyata ia menderita suspek tumor testis. Atas diagnosa tersebut, ia harus dirujuk dari RSUD Dr. Koesnadi Bondowoso ke RSUD Dr. Soebandi Jember agar dapat ditangani secara lebih intensif. Sebelum beliau sakit Pak Ghufron bekerja sebagai buruh harian lepas yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari bagi keluarganya, dan Istrinya ibu Holilah (38) adalah seorang ibu rumah tangga. Biaya pengobatan Pak Ghufron dikenai biaya umum, karena JKN-KIS NON PBI kelas 3 yang ia miliki baru dibayar tunggakannya dan belum bisa digunakan saat itu. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Ghufron dan dapat merasakan kesulitan yang dihadapi Pak Ghufron dan keluarga. Santunan pun kemudian disampaikan untuk membayar biaya tunggakan JKN – KIS NON PBI Kelas III, pembelian obat di luar tanggungan BPJS, Biaya Transportasi dan biaya pengobatan pasien. Alhamdulillah, kondisi Pak Ghufron mulai membaik. Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1088

Jumlah Santunan : Rp. 912.000,-
Tanggal : Desember 2017, Januari 2018, Februari 2018, Maret 2018, April 2018, 16 Mei 2018
Kurir : @Awwaludin_yuda @viandwiprayugo

Pak Ghufron menderita suspek tumor testis


BAYI NY. NUR AZIZAH, (1 Penyakit Jantung Bawakan) Alamat Dusun Kebonsari RT/RW 004/009, Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Bayi Ny Nur Azizah adalah anak kedua dari pasangan Bapak Zhaman Nuri (48) dan Ibu Nur Azizah(26), yang lahir di RSUD Balung Jember dengan keadaan Normal. Setelah dua bulan berlalu Bayi Ny Nur Azizah mengalami muncul seperti bibir berwarna biru, lidah berwarna biru dan juga sesak pada pernapasan. Lalu oleh pihak keluarga Bayi Ny Nur Azizah di bawa ke Puskesmas terdekat untuk mengetahui penyakit yang dialaminya. Setelah sampai di Puskesmas, Bayi Ny Nur Azizah di periksa dan oleh pihak Dokter menyatakan bahwa mengalami kelainan pada Jantungnya memerlukan rujukan ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Karena orang tua Bayi Ny Nur Azizah tidak memiliki biaya dan tidak memiliki Jaminan apapun akhirnya dirawat di rumahnya. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari warga sekitar bahwa Bayi Ny Nur Azizah memerlukan bantuan karena dari keluarga kurang mampu. Orang tua Bayi Ny Nur Azizah bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi ke tempat tinggal keluarga Bayi Ny Nur Azizah dan bersilahturahmi. Karena Bayi Ny Nur Azizah tidak memiliki jaminan apapun, Kurir Sedekah Rombongan mengurus Jaminan kesehatan berupa SPM ( Surat Pernyataan Miskin ) yang meringankan beban pembiayaan selama di rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan langsung meminta rujukan dari Puskesmas ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan setelah tiba di RSUD Dr. Soebandi Jember By Ny Nur Azizah di periksa dan disarankan untuk opname untuk perbaikan kondisi. Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu keluarga Bayi Ny Nur Azizah. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi selama di Rumah Sakit. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi keluarga Bayi Ny Nur Azizah dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic, Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Maret 2018
Kurir : @awwaludin_yuda @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bayi Ny. Azizah menderita kelainan pada Jantung


SENIMAN BINTI SUDARMO, (49,Dhuafa) Alamat Dusun Gumuk Bago RT/RW 001/001, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Seniman adalah seorang duafa yang hidup sebatang kara yang memiliki keterbelakangan mental / memiliki kelainan sejak lahir, dan juga tidak memiliki sanak family. Kesehariannya pun hanya dibantu oleh tetangga sekitar untuk makan sehari harinya. Warga sekitar menginformasikan bahwa bapak Seniman memerlukan bantuan karena dari keluarga tidak mampu atau dhuafa. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi ketempat tinggal beliau dan bersilahturahmi. Dan pada saat itu juga Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu bapak Seniman. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk kebutuhan sehari harinya. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi bapak Seniman. Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1119

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Mei 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bantuan tunai

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 RAHAYU NOVA WULANDARI 1,500,000
2 WARTINEM BINTI MINTONO 1,000,000
3 SAFRUDIN 2,000,000
4 AHMAD SYAIFUL 1,000,000
5 ABDULLAH ANIS SYUKURILLAH 2,000,000
6 PONDOK PESANTREN AL ANWAR 10,000,000
7 PONDOK PESANTREN AL ANWAR 1,041,000
8 PONDOK PESANTREN AL ANWAR 690,625
9 RSSR SURABAYA 3,850,250
10 MISRENI BINTI SAMIN 500,000
11 HARTINI ASROFI 690,000
12 HARI SETIO WIBOWO 510,000
13 SUSANTO BIN JAMALUDDIN 660,000
14 YULIATI ARIFIN 800,000
15 AGUS WANTO 500,000
16 ALIKA MAHARANI 666,000
17 ASWANI NI’MAD 870,000
18 BEDJOE ARYO SAPUTRO 500,000
19 BUNAMI ABDULLAH 1,773,900
20 DIARDO BRIGITA WIRYAWAN 1,000,000
21 FARICHAH BINTI MUHAINI 870,000
22 IMAM WAHYUDI 1,160,600
23 KENZO JULIAN 500,000
24 MUHAMMAD RAFA AZKA SATRIA 528,800
25 MUNAWIR BIN WASIMIN 500,000
26 NURHOSNA BIN MUSAKKI 548,000
27 SLAMET RIADI 1,100,000
28 SONI ISRA ISTAIN 600,000
29 RSSR SEMARANG 7,964,005
30 MTSR SEMARANG 3,408,000
31 MTSR SEMARANG 4,822,000
32 MTSR SEMARANG 2,913,778
33 ABDEE SUSANTO 10,000,000
34 BANJIR METRO 3,000,000
35 IHYA RAMADHANI 1,500,000
36 KAYLA ALMIRA FAREN 1,000,000
37 SANIYEM BINTI SENO 1,000,000
38 RAKA AJI WIBAWA 500,000
39 SYAHILLA ANABEL ANMAT 500,000
40 SRI MULYANI 500,000
41 SLAMET GENDARI 848,000
42 RUSMINI BINTI SURADI 600,000
43 YULI HIDAYATI 704,500
44 MELI SOFIATUN 500,000
45 TARONO BIN CARIDI 500,000
46 RASMINI BINTI WISAD 700,000
47 KHANATUN INDRIYANA 500,000
48 SRI WIDIYAWATI 500,000
49 SUMIATI BINTI DARUN 800,000
50 AGESTHA PANDU PRASETYA 1,123,000
51 ANANDA PUTRA AGENG MAULANA 547,600
52 UMIYATUN BINTI ALM.AHMAD URIP 532,000
53 NAVELA HESTI ANGGEREINI 500,000
54 NUR ALIYAH 1,000,000
55 SUTIKAH BINTI KARDIMAN 1,000,000
56 BUDI HARTONO 800,000
57 SAHWANI BINTI ASJONO 805,000
58 SUKARDI BIN DEMI 500,000
59 SUWARNI NIKET 500,000
60 LUSIANI BINTI SIKAN 500,000
61 SUTIK BINTI SUBUWET 750,000
62 MOHAMMAD NUR GHUFRON 912,000
63 BAYI NY. NUR AZIZAH 500,000
64 SENIMAN BINTI SUDARMO 500,000
Total 90,589,058

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 90,589,058,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1138 ROMBONGAN

Rp. 61,491,207,300,-