HIKMAWATI BINTI SAIMAN (5,Cerebral Palsy). Alamat: RT. 6/3, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Hikma merupakan putri pasangan dari Pak Saiman (36) yang bekerja sebagai buruh tani dan Ibu Rayem (26) seorang ibu rumah tangga. Hikma sendiri mengalami cacat bawaan sejak lahir. Pada waktu umur 1 tahun dik Hikma dibawa ke RSUD Purworejo untuk pengobatan. Pada awalnya dipasang Gips pada kedua kakinya selama 4 bulan, kemudian dilepas untuk dilakukan Operasi. Namun sampai awal tahun 2015 tidak ada perubahan. Setelah Operasi dik Hikma kontrol setiap 2 minggu sekali. Karena keadaan ekonomi yang kurang mapan akhirnya pengobatan dihentikan. Tahun 2015 sedekah rombongan dipertemukan dengan keluarga dik hikma, saat itu pula dik Hikma menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan dan dapat melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Dr. Soeharso Solo. Selama didampingi #SedekahRombongan Hikma sudah menjalani beberapa perawatan dan pengobatan hingga tahun 2018 Alhamdulillah dik Hikma sudah dapat berjalan meskipun masih tertatih-tatih. Meskipun sudah bisa berjalan dik Hikma tetap harus menjalani kontrol rutin. Kurir #SedekahRombongan Solo kembali menyampaikan santunan yang ke-12 kepada keluarga Hikma untuk biaya pembuatan sepatu AFO. Sebelumnya santunan kepada Hikma telah masuk rombongan 1098. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aaamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 26 April 2018
Kurir: @mawan @anissetya60 @wellyanto

Hikma menderita celebral palsy


RONANDI FARADE WAHYUNANTA (15, Diare persisten + Blastomy + Skoliosis+ Megakolon + Gizi buruk Dan Co litis ) Alamat: Jln.Kyai mojo, Semanggi, Pasar Kliwon, RT 03/23 Surakarta, Jawa Tengah. Dik Ronan sapaanya, memiliki adik bernama Bima Rafli (8) merupakan anak dari Ibu Sucitriwinarsi (35) dan Bapak Trigunandi (36) berkerja sebagai buruh serabutan. Ibu Suci melahirkan ronan secara parematur 8 bulan. Diusianya 1 tahun dik ronan sudah sempat merambat tembok untuk berdiri, kejadiaan awal, ketika Ibu Suci menggendongnya, Dik Ronan lalu terjatuh dari gendongan tersebut. Saat di periksa ke dokter. Dik ronan dirongsen dan dilihat dari hasil kaki kirinya ternyata patah. Saat kejadiaan itu perkembangan dia terhambat dari hari ke hari, badannya semangkin mengecil sampai akhirnya, Ibu Suci membawanya ke RSDM Moewardi Solo, saat di periksa ternyata Dik Ronan memiliki gejala di usus buntu nya terdapat tumor yg mengakibatkan pembesaran pada usus besar nya (Megakolon). Perutnya membesar karena ronan susah sekali untuk BAB. Selama masa pegobatan keluaraga mengunakan umum mulai dari terapi dan kontrol di rumah sakit habis semua biaya untuk pengobatan Dik Ronan. Pada akhirnya orang tua nya membuat BPJS Kesehatan, Bulan Maret 2017 dilakukan operasi pemasangan stoma dalam proses pemulihan sampai 40 hari Dik Ronan rawat inap di RSDM. Pada Bulan Mei 2017 Dia kembali kontrol. Saat dokter memeriksa dibagian paru-parunya Dik Ronan, ternyata terdapat infeksi paru- paru dan adanya (Skoliosis) melengkungnya tulang belakang kesamping secara tidak normal yang mengakibatkan jantungnya berpindah ke tengah dada. Bulan Juli 2017 dilakukan operasi penutupan stoma. Setelah operasi dia selalu mengalami diare. perkembang skoliosis nya semakin membesar dan akan di lakukan tindakan lebih lanjut dari dokter, orang tua ronan bulan ini ingin mencari rujukan di karenakan diare yang tak kunjung sembuh, pihak puskesmas memberikan rujukan pasien ke RS Indrayati Solo Baru. Semoga Allah memberikan ronan jalan kesembuhan. Alhamdulilah kurir sedekah rombongan di pertemukan dengan dik ronan dan keluarga, santunan Ke-3 dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi berobat. Keluarga dik Ronan menyampaikan terimakasih atas santunan yang di berikan dan meminta doa segera diberi kesembuhan, tak lupa juga mendo’akan para kurir dan sedekaholics semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

Jumlah bantuan : Rp.500.000
Tanggal : 27 April 2018
Kurir : @Mawan @Anissetyya @Aji

Ronan menderita diare persisten + blastomy + skoliosis+ megakolon + gizi buruk dan co litis


WAHYUDI BIN SUKARMIN ( 28, Tumor Scrotum ) Alamat : Jl. Arifin RT 02/02 Tegalrejo. Kepatihan Kulon. Jebres. Surakarta. Jawa Tengah. Wahyudi kelahiran Jakarta, memiliki adik bernama Julian Dwi (19). Merupakan anak dari Ibu Imah (53) dan Bapak Sukarmin (54) 6 tahun yang lalu keduanya telah lama berpulang ke rahmatullah, dibawa lah sang adik dari jakarta oleh budeh nya ke wonogiri, waktu itu mas wahyudi masih berkerja di jakarta sebagai buruh gondola membersihkan gedung-gedung pencakar langit, karena sering bergelantungan, yang langsung menekan dan menarik keras bagian area bawah pingang, menyebabkan beliau sakit hernia. Beliau mengganggap biasa penyakit tersebut karena saat muncul benjolan dia hanya mengurutnya saja, saat berganti tukang urut mulai lah parah penyakitnya, dia memberikan kabar ini kepada sang adik. Lalu di bawahlah beliau ke wonogiri untuk melakukan pengobatan, ketika di periksa di rumah sakit daerah Wonogiri ternyata terdapat tumor, dari pihak rumah sakit memberi rujukan ke Rumah Sakit Moewardi (RSDM) solo untuk pengobatan lebih lanjut. Saat di rongsen dan di USG terdapat Tumor di Scrotum nya, bernama Seminoma testis. dokter menyarankan untuk menjalankan kemoterapi 4 siklus, hampir 1 setengah tahun pengobatan kemoterapi di RSDM berjalan dengan baik, selesai 4 siklus pada bulan November 2017. saat kembali kontrol setelah paska kemoterapi, dokter menyarankan untuk melanjutkan kembali program kemoterapi nya agar sisa-sisa tumor yang ada hilang. Tetapi dokter juga memberi saran jika pasien tidak kuat untuk melanjutkan sebaiknya kemoterapi di tunda karena obat kemonya terlalu keras itu bisa beresiko jika sih pasien tidak kuat dengan tubuhnya. Pengobatan beliau berhenti hampir 3 bulan pengobatan, Mas Wahyudi beraktifitas layaknya orang biasanya, paska kemoterapi badan mulai membaik bahkan bertambah berat badan nya seperti orang sehat kembali. January 2018 pertengahan penyakitnya kembali menyerang benjolan hilang terkadang juga muncul kembali, terdapat luka kecil di bawah bagian testis nya tersebut, dalam jarak waktu yang begitu cepat lukanya berkembang begitu pesat dan mulai membesar. pendarahan pun tidak bisa di hindarkan, banyak sekali darah yang keluar di bagian luka tersebut. Lalu para kurir langsung bersiaga, membawa mas wahyudi ke IGD PKU surakarta yang pada saat itu beliau berada di Rumah Singgah SR. Dilakukan operasi selang 1 hari itu juga, ternyata setelah melakukan cek dan rongsen tumor nya kembali membesar. program kemoterapi pun harus di laksanakn. Jika ingin pulih dari lukanya tersebut. Saat ini kemoterapi 4 siklus dengan obat yang berbeda di RS PKU Surakarta. Mas Wahyudi sempat tidak bisa berjalan karena setiap kali berjalan jarak jauh selalu mengalami pendarahan, setiap kali ingin melakukan kemoterapi beliau selalu transfusi darah, saat ini alhamdulilah kondisi beliau perlahan membaik. Kemoterapi pertama sudah dia lalui, dan tumor nya mulai kembali mengecil. Alhamdulilah kurir sedekah rombongan di pertemukan dengan Mas Wahyudi dan Keluarga, santunan dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan, medikasi luka dan kehidupan sehari-hari. Keluarga Mas Wahyudi menyampaikan banyak terimakasih atas santunan yang di berikan dan meminta doa segera diberi kesembuhan, tak lupa juga mendo’akan para kurir dan sedekaholics semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

Jumlah bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 25 April 2018
Kurir : @Mawan @Anissetyya @Welly @Aji

Wahyudi menderita tumor di scrotum


RAKA AJI WIBAWA (2,5, Jantung Bocor ). Alamat : Dusun Delok, RT 2/7, Desa Gesing, Kec. Kandangan, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Raka adalah anak pertama yang terlahir dari pasangan Bapak Waluyo (34, Buruh Tani) dan Ibu Romiyati (23, Ibu rumah tangga). Raka lahir setelah 8 bulan dikandungan dan lahir di RSUD Temanggung. Setelah lahir Dokter yang menangani ada hal yang tidak lazim, itu diketahui setelah badannya terlihat kehitam hitaman dan dengan nafas yang tidak teratur, Dokter segera memberikan pertolongan dengan menggunakan Oksigen, Dokter segera melakukan pemeriksaan secara intensif dan diketahui hasilnya ada kelainan di jantungnya yang di diagnose mengalami jantung bocor. Kedua orang tuanya mendengar hal tersebut merasa kaget dan khawatir sehingga diputuskan selama hampir 3 bulan dirawat di RSUD Temanggung. Dokter pun menyarankan untuk membawa ke RS yang mempunyai peralatan yang lebih lengkap. Akhirnya dengan di bantu kurir Sedekah Rombongan Raka bisa menjalani perawatan di RS Kariadi semarang dan menjadi pasien dampingan di RSSR Semarang. Saat ini Raka masih harus menjalani kontrol rutin dan mengkonsumsi makanan dan susu agar kondisi dan berat badanya segera naik. Alhamdulillah Sedekah Rombongan kembali memberikan santunan dari para sedekahholics yang digunakan untuk membeli susu untuk membantu pertumbuhan badannya .ini merupakan santuan ketiga dan santunan kedua masuk di Rombongan 1106 dan santunan pertama masuk di Rombongan 1045. Keluarga mengucapkan terimakasih kepada Sedekah Rombongan yang telah membantunya, semoga Raka segera sembuh dan bisa melanjutkan cita citanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 732.300,-
Tanggal : 24 Februari 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Raka mengalami jantung bocor


SYAHILLA ANABEL ANMAT (2, Kelainan Alat Reproduksi). Alamat : Dk.Ngalapan, RT. 07/ RW.m01, Ds. Jakenan, Kec. Jakenan, Kab. Pati. Saat berusi 17 bulan keluarga Dik Syahilla berencana akan mengkhitan, akan tetapi ketika bidan melihat kondisi vagina Dik Syahilla merasakan kejanggalan karena tidak sama seperti bayi pada layaknya. Dik Syahilla tidak memiliki jalan vagina untuk bereproduksi. Untuk mendapatkan diagnosa yang tepat akhirnya pihak keluarga sepakat membawa Dik Syahilla berobat supaya memiliki organ reproduksi yang normal seperti layaknya wanita seharusnya. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang di alami oleh pihak keluarga karena Syahilla telah lama di tinggal ayahnya (Mochammad Supriyanto, 30 ) tanpa kabar dan Ibunya (Ani Budi Lestari, 22) bekerja sebagai seorang buruh pabrik serabutan tidak memiliki banyak biaya untuk pengobatan. Bantuan awal di berikan untuk membantu biaya akomodasi selama menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1106.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Februari 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Syahila menderita kelainan alat reproduksi


SLAMET GENDARI (42, Ca Serviks). Alamat Dususn Krajan, RT.01/RW.01, Desa Kuripan , Kec. Subah Kab. Batang, Provinsi Jawa Tengah. Pertengahan tahun 2016 Ibu Slamet Gendari merasakan nyeri pada bagian rahim, kemudian memeriksakan praktik ke dokter umum di sekitar rumahnya, dan disarankan untuk melanjutkan pemeriksaan ke dokter spesialis, sayangnya Ibu Slamet tidak melanjutkan saran dokter karena keterbatasan biaya. Sekitar bulan Maret tahun 2017 Ibu Slamet mengalami pendarahan dan langsung melakukan pemeriksaan ke RSUD Batang. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dokter mendiagnosa Ibu Slamet menderita Ca cervix stadium 3B , dan disarankan untuk rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani pemeriksaan rutin dan kemoterapi. Suami Ibu Slamet, Wajianto (44 th) bekerja sebagai seorang Buruh serabutan dan Ibu Slamet sendiri sebagai IRT tidak memiliki banyak biaya untuk akomodasi dan tempat tinggal selama melangsungkan pengobatan di Semarang, selama ini Ibu Slamet melangsungkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan bantuan kepala desa setempat menggunakan jaminan kesehatan Kartu Indonesia sehat (KIS). Pada tanggal 30 Mei 2017 kurir Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Ibu Slamet, dan setelah melalu berbagai pertimbangan kurir sepakat untuk memberi dampingan kepada Ibu Slamet selama menjalani pengobatan. Saat ini Ibu Slamet sedang menjalani rangkaian program penyinaran yang sudah mulai dilaksanakan di bulan Agustus. Bantuan Di tunjukkan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1106.

Jumlah Bantuan : Rp 685.500,-
Tanggal : 23 Februari 2018
Kurir : @Indrades Hadi Leni

Ibu Slamet menderita Ca cervix stadium 3B


RUSMINI BINTI SURADI (57, Kanker Serviks). Alamat : Desa Pasucen RT:2 RW:1, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Bu Rusmini sering mengeluh sakit pada perut bagian bawah selama 3 bulan, tapi tidak terlalu menghiraukannya karena dianggap hanya sakit biasa dan masih bisa dipakai untuk bekerja. Bu Rusmini sempat di rawat di RS Fastabiq Pati dan sempat menjalani operasi kuret, kemudian setelah kondisi membaik disarankan untuk dirujuk ke RS Kariadi. Menurut hasil observasi dokter, cancer sudah pada stadium 3. Suami Bu Rusmin, Bapak Kuminto sebelumnya bekerja sebagai buruh tebu, saat ini beliau sudah tidak bekerja karena terjatuh dari atas truk ketika sedang bekerja yang menyebabkan syaraf tulang belakangnya terjepit dan kebengkokan pada tulang belakangnya. Putra kedua Bu Rusmini bekerja sebagai buruh harian lepas di pabrik kacang terpaksa harus menjadi tulang punggung keluarga karena putra pertamanya telah menikah. Santunan di berikan untuk membantu biaya akomodasi Bu Rusmini selama menjalani program pengobtaan di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam Rombongan 1106

Jumlah Bantuan : Rp. 1.045.300,-
Tanggal : 23 Februari 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Bu Rusmini menderita Ca cervix stadium 3B


YULI HIDAYATI (40, Kanker Usus). Alamat : Jalan Durian Gang Anggur 2 No. 12, RT 4/6, Kel. Kraton, Kec. Tegal Barat, Kab. Tegal , Prov. Jawa Tengah. Pada bulan Juli 2016. Bu Yuli mengalami susah BAB yang di sertai keluar darah dan terasa sakit. Keluarga pernah membawa Bu Yuli ke Klinik setempat diagnosa awal terkena ambeien, akan tetapi kondisi Bu Yuli mulai mengkhawatirkan ketika badan semakin lemas dan di sertai pendarahan yang tidak kunjung berhenti. Akhirnya di bawa ke RSUD Kardinah Tegal. Dokter mendiagnosa bahwa Bu Yuli menderita kanker usus. Kemudian dokter merujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mendapat perawatan lebih intensif. Bu Yuli merasa keberatan karena tidak ada biaya untuk pulang pergi ke Semarang. Bu Yuli yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga dan suami Bu Yuli bekerja sebagai buruh jahit tidak memiliki banyak simpanan untuk baiya transportasi. Bu Yuli juga masih memiliki tanggungan 4 anak yang masih sekolah. Saat ini Bu Yuli telah memiliki jaminan kesehatan yaitu JKN – KIS Mandiri Kelas III. Alhamdulillah atas ijin Allah, pada pertengahan oktober 2016 kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Yuli. Bu Yuli kemudian dibawa ke Semarang untuk menjalani pengobatan lanjutan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah menjalani serangkaian tindakan medis, Bu Yuli menjalani operasi saluran anus. Alhamdulillah kondisi Bu Yuli semakin membaik, kini Bu Yuli sudah melakukan kemoterapi pasca operasi. Santunan di tujukan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1106.

Jumlah Bantuan : Rp.734.200,-
Tanggal : 23 Februari 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Bu Yuli menderita kanker usus


MELI SOFIATUN (45, Kista). Alamat : Jalan Salak no 2, RT.01 RW.02, Kelurahan Pekauman, Tegal Barat, Kab.Tegal, Jawa Tengah. Ibu Meli telah merasakan sakit perut sejak tahun 2014. Tahun 2016 Bu Meli merasakan sakit pada perutnya semakin bertambah, sehingga keluarga memutuskan untuk melakukan pengobatan. Di ketahui, penyakit yang di derita bu Meli adalah Kista. Agustus 2017 bu Meli menjalani operasi pengangkatan kista. Setelah menjalani operasi Bu Meli masih merasakan kembali sakit pada perutnya dan dokter merujuk bu Meli untuk pemeriksaan lebih lanjut ke RSUP dr Kariadi Semarang. Hasil dari Kariadi menunjukkan Kista yang berada di rahim Bu Meli telah mengalami pelekatan denga organ pencernaan bu Meli. Saat ini bu Meli sedang menunggu panggilan dari pihak Kariadi untuk melaksanakan operasi pengangkatan kista sekaligus rahim. Suami Bu Meli, Akhi Afianto (50) adalah seorang penjual jilbab keliling dengan penghasilan yang cukup untuk sehari-hari dan masih memiliki tanggungan seorang anak yang masih bersekolah di bangku SMA. Santunan di berikan kepada bu Meli untuk membantu biaya akomodasi selama masa pengobatan di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1106.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Februari 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Bu Meli menderita kista


TARONO BIN CARIDI (36, Ca Nasofaring). Alamat: Wiyoro Wetan RT. 004 RW. 005 Kec. Ulujami, Kab. Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Awal tahun 2017 Pak Tarono merasakan keanehan pada pendengarannya dengan sering berdenging tanpa sebab, 3 bulan kemudian di seratai dengan migrain yang tidak tertahankan. Pak Tarono memutuskan untuk berobat ke RSU Keraton Pekalongan, di RSU Keraton menjalani rawat inap selama 10 hari dengan program pemeriksaan biopsi, dan melakukan scan untuk mendeteksi penyakit yang sesungguhnya di derita Pak Tarono. Setelah menjaani rawat inap dokter menyarankan untuk melakukan rawat jalan selama 2 minggu. Selama melakukan rawat jalan tidak ada perkembangan hingga di putuskan rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Selama 12 hari di Semarang Pak Tarono menjalani semua kontrol yang di sarankan oleh pihak RSUP Dr. Kariadi yaitu cek THT dan seluruh organ vital. Hasil diagnosa penyakit Pak Tarono yaitu Ca Nasofaring. Pak Tarono bekerja sebagai pedagang kerupuk dengan penghasilan yang cukup untuk biaya makan sehari-hari dan Istrinya Sumiyati (37) sebagai Ibu Rumah Tangga dengan 2 orang anak yang masih balita merasakan kesulitan untuk melanjutkan pengobatan. Selama pengobatan di Semarang Pak Tarono di temani adik iparnya menginap di salah satu penginapan dengan biaya 50.000/ hari untuk 2 orang dan fasilitas jaminanan kesehatan KIS. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dirasakan oleh bapak Tarono dan memutuskan untuk memberi dampingan kepada beliau. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1106.

Jumlah Bantuan : Rp 783.900,-
Tanggal : 20 Februari 2018
Kurir : @Indrades Hadi Leni

Pak Tarono menderita ca nasofaring


RASMINI BINTI WISAD (48, Kanker Payudara). Alamat : Ds. Balamoa RT 4/ 6 , Kec pangkah, Kab. Tegal, Jawa tengah. Juni 2017 Bu Rasmini di rawat di RSUD Slawi pasca menjalani 2 kali operasi pengangkatan kanker di payudara. Saat ini Bu Rasmini melanjutkan pengobatan program kemoterapi di RSUP Dr. Kariadi Seamarang. Seluruh proses pengobatan Bu Rasmini menggunakan fasilitas BPJS KIS meskipun tidak di kenakan biaya Bu Rasmini mengalami kesulitan jika harus menjalani pengobatan di Semarang karena terbatasnya akomodasi, suami Bu Rasmini, Supardi, adalah seorang Nayaga (penabuh gamelan) dengan penghasilan yang tidak menentu. Kurir SR Tegal tergerak untuk membantu beliau menjemput kesembuhan dan memutuskan untuk memberikan dampingan. Santunan awal di sampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan pembelian susu suplemen pasien pasca kemoterapi.

Jumlah Bantuan : Rp 890.900,-
Tanggal : 21 Februari 2018
Kurir : @Indrades Hadi Leni

Bu Rasmini menderita ca mamae


KHANATUN INDRIYANA (22, Thyrioditis). Alamat : Desa Balamoa, RT. 02/ RW. 03, Kec. Pangkah, Kab. Tegal, Jawa Tengah. Pertama kali mengalami gejala sakit pada Mei 2015 dengan diagnosa gondok atau pembengkakkan pada kelenjar tiroid dan di sarankan untuk melakukan operasi. Indri hanya mampu berobat jalan karena masalah biaya. Tubuh Indri terus mengalami penurunan, mudah sakit dan lemah sehingga pada Juni 2017 di bawa oleh pihak keluarga ke RS Dr. Soesila Slawi untuk mendapatkan penanganan dan dilakukan operasi tahap pertama. Setelah operasi tahap pertama selesai Indri di rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Penghasilan Indri sebagai PRT dan kedua orang tuanya buruh serabutan membuat Indri merasa kesulitan ketika menjalani pengobatan di Semarang. Kurir Sedekah Rombongan Tegal di pertemukan dengan Indri di tengah-tengah usaha Indri memperjuangkan kesembuhannya dan memutuskan untuk memberi pendampingan selama Indri berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1106.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 23 Februari 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Indri menderita pembengkakkan pada kelenjar tiroid


SRI WIDIYAWATI (23, Pembengkakan Jantung. Alamat : Ds Sirangkang RT. 012 / RW. 003, Kec. Petarukan, Kab. Pemalang, Provinsi Jawa tengah. Agustus 2016 Sri mengalami demam tinggi, setelah menjalani pemeriksaan dokter menyebutkan Sri menderita sakit Typoid. Setahun berlalu tanpa menunjukkan penyakit kembali, hingga pada Agustus 2017 Sri mengalami gatal-gatal di telapak tangan dan pipi di sertai rasa panas, bintik kemerahan, sesak nafas, pusing dan lemas. Berat badan Sri terus menurun secara drastis, Sri di bawa ke Rumah Sakit terdekat dan dokter memberi rujukan ke RSUP dr. Kariadi Semarang untuk mendapat penanganan yang lebih maksimal karena jantung Sri telah mengalami pembengkakan. Saat ini Sri telah menjalani kontrol rutin di RSUP dr. Kariadi Semarang. Suami Sri, Bapak Wagito (28) bekerja sebagai karyawan di sebuah rumah makan dengan tanggungan seorang anak balita merasakan kesulitan dalam pengobatan sang istri meskipun telah di bantu dengan fasilitas kesehatan KIS, terlebih saat ini Sri hanya bisa berbaring di tempat tidur. Santunan sebelumnya terdapat dalam rombongan 1106.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 09 Februari 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Sri menderita sakit typoid


OSSY MARDHIANTI (13, Tumor Tulang). Alamat : Ds. Tunggul Rejo RT.02 / RW.01 Kec. Kendal, Kab. Kendal, Jawa Tengah. September 2017 lutut kaki Ossy sebelah kiri mengalami pembengkakkan dan sakit. Semakin lama lutut Ossy semakin membengkak hingga tidak bisa berkalan, di sertai dengan badan yang semakin kurus dan nafsu makan yang menurun. Keluarga membawa Ossy berobat dengan fasilitas BPJS KIS di RSUD Kendal. Karena keterbatasan peralatan medis dokter memberikan rujukan Ossy untuk melanjutkan pengobatan di RSUD Dr. Moewardi, Solo. Ayah Ossy , Bapak Sutomo (36) tidak memiliki pekerjaan tetap dan Ibu Ossy telah lama meninggalkan Ossy sehingga kini Ossy di rawat oleh ayah dan neneknya. Kurir Sedekah Rombongan Kendal merasakan beban yang berat ketika Ossy harus menjalani perawatan di Solo karena keterbatasan biaya dan memutuskan untuk memberi dampingan kepada Ossy. Saat ini setiap 2 minggu sekali Ossy melakukan kontrol dan kemoterapi di RSUD Dr. Moewardi, Solo. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terdapat di dalam Rombongan 1106.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 13 Februari 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Ossy menderita tumor tulang


KHAIRUNNISSAK BINTI ADJIRIN, (32, Ca Nasofaring). Alamat : Dk. Tarub RT.003/RW.007 Ds. Subah, Kec. Subah, Kab. Batang, Provinsi Jawa Tengah. April 2017 Ibu Khairunnissak merasakan sakit di bagian hidungnya, keluarga memustuskan berobat dipoli syaraf RS Kalisari Kab. Batang. Hasil scan menunjukkan adanya benjolan di belakang hidung Ibu Khairunnissak dan di duga adalah kanker, hingga akhirnya di putuskan untuk rawat inap oleh tim dokter dan menjalani evaluasi lebih lanjut oleh dokter spesialis THT. Dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh tim dokter di putuskan untuk rujuk ke Rumah Sakit Bedan, Pekalongan agar mendapat penanganan yang lebih maksimal. Setelah menjalani pemriksaan di Rumah Sakit Bedan, Ibu Khairunnissak kembali di rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani program kemoterapi. Rino Setyoko (36) Suami Ibu Khairunnissak bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Khairunnissak sendiri sebelum sakit bekerja sebagai guru honorer di desanya dengan jumlah tanggung 2 orang anak yang masih bersekolah merasa kesulitan menjalani pengobatan yang dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan perawatan luka selama program kemoterapi dan pemulihan.Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1098.

Jumlah Bantuan : Rp. 783.900,-
Tanggal : 20 Februari 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Nisa menderita ca nasofaring


SUMIATI BINTI DARUN (39, Tumor Perut). Alamat : Dk. Mojo, RT.01/RW.04, Kel. Pungangan, Kec. Limpung, Kab.Batang, Jawa Tengah. Awal tahun 2017 Ibu Sumiati merasakan sakit pada perut hingga menembus ke punggungnya, sakit yang beliau rasakan semaikn hari semakin tidak mereda bahkan bertambah sakit sehingga pihak keluarga sepakat membawa ke Rumah Sakit untuk berobat. Ibu Sumiati langsung mendapatkan penanganan dari dokter untuk rawat inap karena kondisinya yang semakin lemah. Ibu Sumiati tak kunjung membaik hingga akhirnya di rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan jaminan kesehatan BPJS KIS, untuk mendapat perawatan yang lebih intensif. Bapak Juniato (40) suami Ibu Sumiati sebagai buruh bengkel merasa kesulitan ketika menemani selama pengobatan di Semarang. Santunan awal di berikan untuk membantu biaya akompdasi selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1106.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Desember 2017
Kurir : @indrades Hadi Leni

Bu Sumiyati menderita tumor perut


MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO (6, Hydrocephalus + Kelainan Struktur Wajah). Alamat : Ds. Godong, RT 003/ 001, Kec. Wonopringgo, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengan. Dik Maghfiroh sudah mengalami kelainan terutama pada struktur wajah dan tempurung kepalanya sejah lahir. Beberapa hari setelah kelahiran Dik Maghfiroh langsung dibawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang atas rujukan rumah sakit daerah setempat. Kurang lebih sekitar satu bulan Dik Maghfiroh dirawat secara intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ayah Maghfiroh yaitu Bapak Yunan Purnomo (45) sebagai buruh serabutan dan Ibu Nur Alfiana (42) sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan yang tidak menentu membuat Bapak Purnomo kesulitan biaya transportasi pulang pergi ke Semarang. Meskipun semua biaya pengobatan sudah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Pada awal 2014 tim kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Maghfiroh. Kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Maghfiroh. Saat ini Maghfiroh sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Mohon doanya semoga Maghfiroh lekas sembuh. Santunan disampaikan untuk membeli susu dan membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1106.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.271.300,-
Tanggal : 27 Februari 2018
Kurir : @indrades @auliarahman04 Hadi Leni

Dik Maghfiroh menderita kelainan struktur wajah dan hydrocepallus


AGESTHA PANDU PRASETYA (2, Nephrotic Syndroms). Alamat : RT 1/1, Desa Samudra, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dik Gestha, begitu ia biasa disapa, menderita Nephrotic Syndroms yang merupakan kondisi dimana terjadi kerusakan pada ginjal yang ditandai dengan banyaknya jumlah protein dalam urin, tingginya kadar lemak dan kolesterol dalam darah, rendahnya kadar albumin dalam darah, serta terjadinya pembengkakan di kaki, mata kaki, atau kadang di tangan atau wajah. Awal Juli 2017, tubuh Dik Gestha bengkak dan terlihat sangat gemuk. Kemudian keluarga membawa Dik Gestha memeriksakan diri ke Rumah Sakit (RS) Dedijaya Brebes dan menjalani rawat inap selama 5 hari. September 2017, Dik Gestha kembali dirawat di RS Dedijaya karena kondisinya yang terus menurun dan lemah. Awal Desember 2017, Dik Gestha dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Margono Soekarjo karena lemas, tidak mau makan dan kehilangan bayak cairan tubuh. Dik Gestha menjalani rawat inap selama 10 hari di RS Margono dan di diagnosa menderita Nephrotic Syndrome serta harus di rujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Karyadi semarang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Priyono (29), ayah Dik Gestha bekerja sebagai buruh harian lepas yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, sedangkan Siti Tutiana (23), ibu Dik Gestha adalah seorang ibu rumah tangga. Pengobatan Dik Gestha terbantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III yang dimilikinya. Namun pengobatan Dik Gestha terkendala oleh akomodasi serta biaya hidup sehari-hari selama menjalani pemeriksaan di RSUP Karyadi. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Gestha sehingga dapat menyampaikan satunan untuk biaya akomodasi selama kontrol di RSUP Karyadi dan bantuan biaya kehidupan sehari-hari. Semoga Dik Gestha segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.553.400.,-
Tanggal : 27 Februari 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Dik Gestha menderita nephrotic syndroms


WIWIK WIDYAWATI (51 Tahun, Diabetes Melitus + Katarak + Tumor Anus). Alamat : Desa Pamotan, RT/03/06 Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang. Ibu wiwik Widywati awalnya terkena diabetes melitus, beliau sudah memeriksakan keadaannya di puskesmas terdekat dan diberikan obat oleh pihak puskesmas. Selama menjalani pengobatan Ibu Wiwik mengalami kesulitan di penglihatannya, kemudian beliau memeriksakan kembali kondisinya dan oleh dokter dinyatakan terkena Katarak dan harus menjalani operasi di RSI Sultan Agung Tetapi karena keterbatasan biaya Ibu Wiwik tidak mengindahkan perkataan doter dan hanya mendiamkan kondisinya. Ibu Wiwik menjalani kehidupan sehari-hari dengan penglihatan yang sudah tidak jelas lagi, namun ada masalah yang timbul dan mengganggu kesehatan Ibu Wiwik lagi yaitu kesulitan buang air besar dan terkadang sampai mengeluarkan darah. Ibu Wiwik memeriksakan kembali kondisinya ke Puskesmas terdekat dan diberikan obat ambeien. Setelah meminum obat yang diberikan, kondisi Ibu Wiwik tidak kunjung membaik dan semakin lemah. Akhirnya Ibu Wiwik kembali diperiksakan kembali ke Puskesmas dan dirujuk ke RSI Sultan Agung. Setelah menjalani pengobatan di RSI Sultan Agung Ibu Wiwik dinyatakan bahwa ada Tumor di Anusnya. Ibu Wiwik menjalani operasi pembuatan lubang colostomy. Ibu Wiwik yang dahulu bekerja sebagai pedagang lauk, merasa kebingungan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari selama menjalani pengobatan di Semarang karena ia menjadi tulang punggung keluarga dan selama beliau sakit tidak ada pemasukan sama sekali. Suami Ibu Wiwik tidak bekerja membuat beban keluarganya semakin bertambah. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Ibu Wiwik dan menyampaikan bantuan untuk mendampingi proses pengobatan Ibu Wiwik selama di Semarang dan membantunya untuk biaya transportasi.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 15 Februari 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Bu Wiwik menderita diabetes melitus + katarak + tumor anus


PURWATININGSIH BINTI SUDRI (54, Tumor Rahim). Alamat : Desa Selapura, RT.001/ RW.003, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Juni 2017 Ibu Purwatiningsih mengalami sakit di perut di sertai perut yang semakin membesar, hasil periksa ke bidan desa tidak menghasilkan kesembuhkan, bidan desa mendiagnosa hanya kembung biasa, sedangkan Ibu Purwatiningsih masih terus merasakan sakit pada perutnya. Ibu Purwatiningsih kembali memeriksan ke dokter umum, dokter menyarankan untuk dirujuk ke rumah sakit dr. Soesilo, Slawi, dan terdiagnosa tumor perut. Dalam kurun waktu 2 bulan terakhir ini, pertumbuhan tumor di perut Ibu Purwatiningsih sangatlah cepat. Sehingga dokter menyarankan agar segera di rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Meskipun menggunakan jaminan kesehatan KIS, Wahidin (56) Ibu Purwatiningsih bekerja sebagai pedang beras kecil-kecilan, dan Ibu Purwatiningsih sendiri sebagai Ibu Rumah tangga merasa kesulitan menjalani pengobatan RSUP Dr. Kariadi Semarang terkait biaya akomodasi dan penginapan selama program pengobatan berlansung. Alhamdulillah Ibu Purwatiningsih sudah dinyatakan sembuh oleh dokter.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 09 Februari 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Bu Purwati terdiagnosa tumor perut


MUHAMMAD PRIMANDA JAYADI (23, Kanker Usus). Alamat : Desa Banjiran RT.07/02 Kecamatan Warung Asem, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah. Muhammad Primanda Jayadi atau lebih akrab disapa Ananda oleh dokter dinyatakan menderita Kanker Usus sejak tahun 2017. Saat itu tepatnya Bulan November 2016, Ananda mengalami sakit perut dan diperiksakan ke Dokter terdekat dan mendiagnosa Ananda terkena kram perut. Setelah beberapa waktu sakit perut yang dialami Ananda kembali dirasakan dan merasakan sakit perut yang luar biasa. Pihak keluarga kembali memeriksakan Ananda ke Rumah Sakit Kali Sari dan setelah melakukan pengecekan PA, Ananda didiagnosa terkena Tumor diusus dan harus segera dioperasi. Agustus 2017, Ananda melakukan operasi demi kesembuhannya, namun pada Bulan Oktober 2017 Ananda kembali merasakan sakit pada perutnya, dan kembali dilakukan pemeriksaan dan ternyata Ananda terkena Kanker Usus stadium lanjut. Dokter menyarankan untuk melakukan kemoterapi namun pihak keluarga menolak dengan alasan karena mahalnya biaya hidup dan biaya akomodasi di Semarang. Kemudian pihak keluarga mencoba untuk melakukan pengobatan alternatif namun tidak mengalami banyak perubahan yang berarti. Kondisi Ananda yang semakin melemah pada awal Bulan Desember membuat pihak keluarga kembali memeriksakan Ananda ke RSUD Kraton dan dilakukan kemoterapi. Muhammad Bintoro (53 tahun) selaku ayah kandung dari Ananda yang bekerja sebagai tenaga serabutan senantiasa menemani anaknya selama menjalani pemeriksaan di RSUP Dr.Kariadi, hingga ia rela meninggalkan pekerjaannya demi sang anak dan ia hanya mengandalkan uluran bantuan dari sanak saudara. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluaga ini dan menyampaikan santunan dari Sedekahholics untuk biaya sehari-hari dan biaya akomodasi ketika berada di Semarang. Orang tua Prima mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yan telah diberikan. Kini Prima masih menjalani rawat inap di RSUP Dr.Kariadi untuk proses penyembuhannya, mohon doa dari rekan-rekan untuk kesembuhan Ananda.

Jumlah Bantuan : Rp 541.950,-
Tanggal : 26 Februari 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Ananda menderita kanker usus sejak tahun 2017


NGATWATI BINTI SARBAN (35 Tahun, Tumor Otak). Alamat : Desa Sumber 03/02 Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Ibu Ngatwati menderita sakit Tumor semenjak 2 tahun yang lalu. Mulanya Ibu Ngatwati menderita TBC dan sudah menjalani pengobatan rutin selama 6 bulan. Ibu Ngatwati dinyatakan sembuh dan bebas dari TBC, namun selang 6 bulan berjalan Ibu Ngatwati mengalami muntah-muntah dan sakit kepala yang berkepanjangan. Setelah diperiksakan kembali, ternyata Ibu Ngatwati mengidap penyakit Tumor Otak dan tak lama setelah itu Ibu Ngatwati menjalani operasi untuk mengangkat tumor yang ada di otaknya di RSUP Dr.Kariadi Semarang. Saat ini Ibu Ngatwati masih menjalani masa pengobatan secara rutin yaitu program sinar. Meskipun menggunakan BPJS Ibu Ngatwati dan Bp. Munthosir (Suami Ibu Ngatwati) merasa kesulitan dalam hal biaya. Bp Munthosir (36 Tahun) yang bekerja sebagai petani dan mempunyai pendapatan yang tidak menentu merasa kesulitan selama menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang terkait biaya akomodasi dan penginapan selama program pengobatan berlansung. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga ini dan bisa meringankan beban Ibu Ngatwati dan Bp Munthosir dengan memberikan bantuan untuk biaya akomodasi selama menjalani pengobatan di Semarang.

Jumlah Santunan : Rp 641.950,-
Tanggal : 26 Februari 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Ibu Ngatwati mengidap penyakit tumor otak


ANANDA PUTRA AGENG MAULANA (3 Tahun, Tonsilitis Kronik). Alamat : Jl.Sendangcoyo RT.03/02 Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Ananda Putra Ageng Maulana atau lebih akrab disapa Dik Anan mengalami sakit sejak usianya 6 bulan, saat itu Dik Anan mulai berlatih untuk makan namun ia tidak bisa makan makanan yang bertekstur. Ia hanya bisa makan makanan yang bertekstur cair seperti susu dan air putih. Ketika ia belajar untuk makan makanan yang bertekstur, ia selalu tersedak. Selain itu Dik Anan juga sering mengalami demam dan sering keluar masuk Rumah Sakit Daerah Rembang dari usia 6 bulan sampai saat ini. Dokter membuat rujukan agar Dik Anan berobat di RSUP Dr.Kariadi dan setelah dilakukan pemeriksaaan di RSUP Dr.Kariadi ternyata ada pembesaran limfe yang mendesak tonsil hingga menutupi saluran makan dan pernafasan Dik Anan. Orang tua Dik Anan yaitu Bp.Siswoto (39 tahun) yang bekerja sebagai buruh bangunan dan Ibu Kundayani (28 tahun) yang hanya sebagai Ibu Rumah Tangga mengalami kesulitan untuk biaya akomodasi seperti tempat singgah dan operasional selama di RSUP Dr.Kariadi, karena Dik Anan harus menjalani cek laborat dan operasi beberapa kali. Ibu Kundayani dan Dik Anan pernah tidur di emperan masjid dan kehujanan karena tidak mampu membayar tempat singgah untuk bermalam dan beristirahat ketika melakukan pengobatan di RSUP Dr.Kariadi. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan keluarga Dik Anan untuk memberikan bantuan dan keringanan biaya selama Dik Anan melakukan pengobatan di RSUP Dr.Kariadi.

Jumlah Santunan : Rp.638.300,-
Tanggal : 24 Februari 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Anan menderita pembesaran limfe yang mendesak tonsil


UMIYATUN BINTI ALM.AHMAD URIP (57 Tahun, Darah Tinggi + Tumor Telinga). Alamat : Desa Sidomulyo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Ibu Umiyatun sakit sejak Desember 2017, mulanya Ibu Umiyatun merasakan gatal pada telinganya kemudian Ibu Umiyatun menggunakan bulu ayam untuk menghilangkan rasa gatalnya. Namun dari telinga Ibu Umiyatun mengeluarkan darah, kejadian itu tidak terlalu dihiraukan Ibu Umiyatun karena darah tersebut sudah tidak keluar. Setelah beberapa hari telinga Ibu Umiyatun kembali mengeluarkan darah dengan volume yang lebih banyak. Kemudian Ibu Umiyatun memeriksakan keadaannya ke Puskesmas terdekat dan dokter mengindikasi bahwa ada tumor di telinga Ibu Umiyatun serta Hipertensi (darah tinggi) yang juga ia derita. Setelah dari Puskesmas keadaan Ibu Umiyatun tak kunjung membaik dan justru semakin lemah, akhirnya Ibu Umiyatun dibawa ke RSUD SOETRASNO dan di rujuk ke RSUP Dr.Kariadi Semarang. Ibu Umiyatun yang seorang Ibu Rumah Tangga merasa kebingungan untuk biaya selama berobat di Semarang, karena Bp. Warimin (62 tahun) suami Ibu Umiyatun yang bekerja sebagai petani juga sedang sakit dan tidak mempunyai bekal untuk menjalani hidup selama di Semarang. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan Ibu Umiyatun dan membantu beliau untuk memberikan tempat singgah dan biaya akomodasi selama menjalani pengobatan di Semarang.

Jumlah Santunan : Rp. 1.800.700,-
Tanggal : 21 Februari 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Bu Umi menderita darah tinggi + tumor telinga


SULASIH BINTI MUKAWI (38 Tahun, Kista Ovarium). Alamat : Desa Ngurenrejo RT.05/02 Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Ibu Sulasih terlahir dengan kondisi tidak sempurna, kedua kaki Ibu Sulasih kecil dan tidak bisa berjalan normal seperti pada umumnya. Ibu Sulasih pada Bulan September 2017 merasakan sakit pada tubuhnya, ia tidak bisa menstruasi selama 3 bulan lamanya. Kondisi ekonomi yang sulit membuat Ibu Sulasih tidak memeriksakan keadaannya. Namun lama-kelamaan Ibu Sulasih sudah tidak kuat menahan sakit dan akhirnya memeriksakan diri ke dokter dan oleh dokter dirujuk ke rumah sakit daerah. Ibu Sulasih dinyatakan menderita kista dan sudah beberapa kali melakukan pemeriksaan di RSU Soewondo dan Fastabiq namun pengobatan hanya dilakukan melalui pemberian obat dan tidak ada tindakan operasi untuk pengangkatan Kista dan akhirnya Ibu Sulasih dirujuk ke RSUP Dr.Kariadi untuk pengangkatan Kista. Kondisi Ibu Sulasih semakin kurus dan sudah 1 bulan tidak bisa melakukan aktifitas berkeliling kampung dengan sepeda motor yang modifikasi roda 3 untuk mencari dagangan ayam untuk dijual di beberapa pasar pada keesokan harinya. Walaupun Ibu Sulasih mengalami difabilitas namun ia menjadi tulang punggung bagi keluarganya, karena Ibu Jasirah (65 tahun) Ibu kandung Ibu Sulasih sudah terlalu sepuh untuk bekerja dan kakak kandung Ibu Sulasih yang mengalami gangguan jiwa jadi tidak bisa untuk bekerja. Walaupun Ibu Sulasih mempunyai BPJS KIS namun Ibu Sulasih mengalami kesulitan dalam hal transportasi dan biaya sehari-hari selama berobat di Semarang. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan Ibu Sulasih dan bersedia membantu dan meringankan beban Ibu Sulasih dengan memfasilitasi rumah singgah, transportasi dan biaya akomodasi selama menjalani pengobatan di Semarang.

Jumlah Santunan : Rp.500.000,-
Tanggal : 14 Februari 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Bu Sulasih menderita kista ovarium


MUZAYANAH BINTI BADRUDIN (40 Tahun, Kanker Payudara). Alamat : Jl.Asem Tiga, Gang Manis No.8 RT.03/04 Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal. Ibu Muzayanah di diagnosa dokter mengidap kanker payudara sejak Oktober 2015. Sempat melakukan operasi pengangkatan payudara di RS.Kardinah namun dirujuk ke RSUP Dr.Kariadi Semarang karena sudah menjalar dan harus melakukan operasi ulang sekaligus pengangkatan getah bening. Pasca operasi seharusnya dilakukan kemoterapi namun karena keterbatasan biaya selama 8 bulan tidak melakukan kemoterapi. Kemudian dilanjutkan kemoterapi dan berakhir pada November 2017, setelah itu dilakukan pengobatan selanjutnya yaitu radioterapi di poli jantung dan ternyata kanker sudah menjalar ke payudara sebelahnya. Akhirnya Desember 2017 dilakukan kemoterapi kembali selama enam kali dan saat ini sudah melaksanakan kemoterapi yang kedua. Beberpa pengobatan yang sudah dilakukan Ibu Muzayanah mengharuskan beliau untuk berhenti bekerja sebagai buruh cuci seperti dahulu yang ia lakukan dan berfokus pada kesembuhannya. Ibu Muzayanah yang sudah tidak mempunyai suami merasa kebingungan karena harus menghidupi putra semata wayangnya yang berusia 9 tahun. Kurir Sedekah Rombongan Tegal merasakan kesulitan yang dialami Ibu Muzayanah dan membantu meringankan beban beliau dengan mendampingi Ibu Muzayanah selama berobat di RSUP Dr.Kariadi Semarang dan memberikan biaya akomodasi sehari-hari selama di Semarang.

Jumlah santunan : Rp 500.000,-
Tanggal : 26 Februari 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Ibu Muzayanah di diagnosa dokter mengidap kanker payudara


KUSMIYAH BINTI SUKAERI (38 Tahun, Maligna Meoplasma Of Rectum). Alamat : Dusun Kali Balik RT 006/005 Desa Kalirejo Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Ibu Kusmiyah sakit sejak 17 Desember 2016, ia berobat ke dokter terdekat dan terindikasi terkena typus dan maagh. Namun setelah berobat tidak kunjung membaik sampai Bulan Mei 2017, dan ditambah kesulitan untuk buang air besar selama satu bulan dan terkadang buang air besar disertai darah. Kemudian Ibu Kusmiyah dibawa berobat ke puskesmas dan dirujuk ke RSUD Dr.H Soewondo Kendal. Di RSUD Kendal Ibu Kusmiyah menjalani operasi Laparotomy, setelah operasi kondisi Ibu Kusmiyah belum membaik dan kesulitan buang air besar masih dialaminya. Bulan September 2017 dilakukan operasi kedua yaitu operasi coloctomy (pembuatan lubang anus diperut). Pada Bulan Desember Ibu Kusmiyah dirujuk ke RSUP Dr.Kariadi karena ditemukan tumor ganas di daerah anus. Namun Ibu Kusmiyah bersama suaminya yaitu Bp. Jamil (42 tahun) merasa kebingungan untuk biaya transportasi dan biaya sehari-hari selama menjalani pengobatan di RSUP Dr.Kariadi. Suami Ibu Kusmiyah yang bekerja sebagai tenaga serabutan tidak mempunyai penghasilan yang tetap dan sekarang ini Bp Jamil juga menemani Ibu Kusmiyah selama menjalani pengobatan di RSUP Dr.Kariadi dan membuat ia tidak bekerja lagi. Kurir Sedekah Rombongan Kendal merasa iba dan ikut merasakan kesulitan yang dialami Ibu Kusmiyah, oleh sebab itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari sedekahholics dengan mendampingi Ibu Kusmiyah selama menjalani pengobatan di RSUP Dr.Kariadi dan membantu biaya kehidupan sehari-hari mereka.

Jumlah Santuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @indrades Ria Hadi Leni

tumor ganas di daerah anus


LA RUDINI (23 Tahu, TBC). Alamat: Dusun Parigi, Desa Wambongi, RT.02/02 Kecamatan Batuatas Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Utara. La Rudini pemuda asal Sulawesi Utara yang sedang merantau di Semarang untuk mencari pekerjaan ini dinyatakan oleh dokter terkena Tuberkulosis. Oktober 2016 ia batuk secara terus menerus sampai Bulan November kemudian diputuskan berobat ke klinik dan diberi obat oleh dokter yang memeriksanya. Batuk terasa mendingan namun itu hanya efek sementara setelah beberapa saat minum obat yang diberikan dokter, jika tidak meminum obat tersebut batuk kembali menyerang. La Rudini kemudian memeriksakan kembali keadaannya ke klinik yang sama namun dengan dokter yang berbeda, diberikan obat lagi oleh dokter tersebut namun batuk tidak kunjung sembuh. Akhirnya ia memeriksakan keadaannya ke RSI Sultan Agung pada 18 Desember 2018, setelah menjalani beberapa bulan pengobatan batuknya tidak kunjung sembuh dan semakin parah hingga keluar darah ketika ia batuk. La Rudini kembali memeriksakan kondisinya ke RSI Sultan Agung dan dirujuk ke RSUP Dr.Kariadi untuk menjalani pemeriksaan dahak dan hasilnya menunjukkan bahwa ia terkena TBC positif 3. Ia dianjurkan untuk menjalani rawat inap di RSUP Dr.Kariadi, dan menjalani pengobatan disana. La Rudini merasa kebingungan karena ia hanya sendirian di Semarang dan tidak mempunyai cukup biaya untuk membayar pengobatan selama di rumah sakit. Melihat kondisinya yang seperti ini akhirnya Sedekah Rombongan Semarang memberikan santunan lepas untuk biaya berobat selama menjalani pengobatan di RSUP Dr.Kariadi Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000,-
Tanggal : 12 Februari 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

La Rudini menderita TBC


NGATINI BINTI AMIR (37, Tumor Dagu). Alamat : Dusun Ngaliyan RT 03/13 Kel. Kalongan, Kec. Ungaran Timur, Kab. Semarang, Prov. Jawa Tengah. Sepuluh tahun yang lalu, sekitar tahun 2004, Bu Ngatini awalnya memiliki keluhan sakit gigi, kemudian muncul benjolan kecil di area dagunya. Benjolan tersebut semakin lama semakin membesar. Saat itu, Bu Ngatini diantar periksa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang oleh tetangganya yang bekerja sebagai perawat di RSUP Dr. Kariadi. Bu Ngatini divonis terkena tumor dagu jinak oleh dokter dan harus dilakukan operasi. Menurut dokter meskipun tumor tersebut jinak namun apabila tidak diambil maka semakin lama akan semakin besar dan akan mengganggu kegiatan sehari-hari Bu Ngatini. Namun karena jarak dari rumah beliau menuju RSUP Dr. Kariadi Semarang yang cukup jauh, terlebih dengan kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan sampai sekarang belum dilakukan operasi pengangkatan tumor padahal tumor dagunya sudah sangat besar. Bu Ngatini bekerja di sebuah perumahan sebagai buruh bagian merawat taman. Suami Bu Ngatini, Pak Kuat dahulu bekerja sebagai kernet truk di Sumatra namun sekarang hanya bekerja serabutan di rumah. Bu Ngatini masih mempunyai tanggungan 2 anak yang masih kecil dan bapak mertua yang sudah lansia. Saat ini Bu Ngatini sudah memiliki fasilitas BPJS PBI Kelas III yang dibuatkan oleh perangkat desa setempat. Karena faktor kurangnya pengetahuan sehingga Bu Ngatini memerlukan pendampingan dalam proses pengobatan. Serta dibutuhkan banyak biaya transportasi mengingat jarak rumah dengan RSUP Dr. kariadi sangat jauh. Tanggal 27 Januari 2016 Tim #SedekahRombongan bertemu dengan Bu Ngatini, setelah melakukan obrolan panjang akhirnya tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Bu Ngatini. Pada tanggal 4 Februari 2016, atas rujukan dari RSUD Ungaran, Bu Ngatini melakukan kontrol pertama di RS Tugu Semarang dengan dampingan tim #SedekahRombongan di Poli Onkologi. Karena kondisi tumornya yang sudah sangat besar dan sudah menyerang rahang, dokter menyarankan untuk segera dilakukan operasi dengan resiko Bu Ngatini akan kehilangan semua gigi bagian bawahnya sebab rahang bawah harus diganti dengan pen. Dan Bu Ngatini bersedia dengan resiko tersebut. Karena keterbatasan alat di RS Tugu, Bu Ngatini dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang.Alhamdulillah, tanggal 28 April 2016, Bu Ngatini menjalani operasi pengangkatan tumor di RSUP Dr. Kariadi Semrang. Operasi berjalan dengan lancar dan saat ini Bu Ngatini sedang dalam masa pemulihan pasca operasi di RSDK. Selang bantu makan sudah dilepas tanggal 25 Mei 2016. Alhamdulilah saat ini, Bu Ngatini sudah bisa menutup mulutnya dengan sempurna dan memakan makanan biasa yang teksturnya lunak. Tanggal 16 Desember 2016, Bu Ngatini menjalani operasi untuk menyempurnakan jahitan di pipi sebelah kiri. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar dan saat ini sudah diperbolehkan pulang dari RSUP Dr. Kariadi dan melakukan pengobatan rawat jalan. Bu Ngatini melakukan kontrol rutin satu bulan sekali. Alhmadulillah, kondisi Bu Ngatini semakin membaik, luka jahitan sudah menutup dengan sempurna, dan kondisi pipi Bu Ngatini juga sudah tidak membengkak sehingga saat ini, Bu Ngatini hanya menjalankan kontrol tiga bulan sekali. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama Bu Ngatini menjalani pengobatan di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Februari 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Bu Ngatini divonis terkena tumor dagu jinak


MOHAMMAD KENZO JAYENDRA (6 Bulan, Pendarahan Otak). Alamat : Desa Sridadi RT.02/02 Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Adik Kenzo terlahir normal dan tidak kekurangan suatu apapun, namun setelah dilakukan pemijatan oleh dukun bayi di daerah rumahnya, Dik Kenzo justru mengalami masalah pada kesehatannya. Ia secara terus menerus menangis dan rewel. Ibu Masudah (27 tahun) dan Bp Agus Hadi Hartono (29 Tahun) merasa cemas karena buah hatinya terus menerus menangis tiap saat dan rewel. Kemudian mereka mambawa Dik Kenzo ke RSU Dr. R. Soetrasno dan pihak rumah sakit memberikan rujukan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah melakukan pemeriksaan ternyata Dik Kenzo mengalami pendarahan pada otaknya, dokter menyarankan operasi dan dilakukan ketika usia Dik Kenzo menginjak 1 bulan. Bp Rudi Hartono (29 Tahun) ayah Dik Kenzo yang dahulu bekerja sebagai buruh serabutan dan sekarang tidak bekerja karena harus menemani Dik Kenzo berobat mengalami kesulitan untuk biaya transportasi, biaya sehari-hari selama berobat di Semarang. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Dik Kenzo, sehingga bisa membantu biaya transportasi, dan biaya akomodasi sehari-hari Dik Kenzo selama menjalani pengobatan di RSUP Dr.Kariadi Semarang.

Jumlah Santunan : Rp 500.000,-
Tanggal : 24 Februari 2018
Kurir : @indrades Hadi Leni

Dik Kenzo mengalami pendarahan pada otaknya


SLAMET RIYADI (11, Patah Tulang + Epilepsi). Alamat : RT 7/1, Desa Ketanda, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Saat Dik Slamet berusia 5 bulan, ia mengalami demam tinggi dan kejang-kejang. Ia pun dibawa ke Puskesmas Sumpiuh. Keadaannya membaik, namun dokter menyarankan agar Dik Slamet diperiksakan ke dokter spesialis anak. Dokter mendiagnosis ia menderita epilepsi. Kondisi tubuhnya semakin membaik namun badannya tidak ada perkembangan dan badannya semakin lemah. Tangan dan kakinya mengecil dan sampai sekarang belum bisa bicara dan berjalan. Dua bulan yang lalu ia kembali mengalami kejang dan langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Siaga Medika Banyumas. Hasil pemeriksaan menunjukan bahwa ada tulangnya yang patah, sehingga ia harus menjalani operasi. Dik Slamet dianjurkan untuk menjalani kontrol setiap 2 pekan sekali. Kini kondisi badan Dik Slamet masih lumpuh, tidak bisa bicara serta tangan dan kakinya mengecil. Ayahnya, Dariyo (40) bekerja sebagai buruh, sedangkan ibunya, Suswanti (37) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga yang kecil sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Dik Slamet dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Namun pengobatannya masih terkendala biaya akomodasi selama kontrol ke rumah sakit. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Slamet sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi selama kontrol di RS Siaga Medika dan biaya kehidupan sehari-harinya. Santunan sebelumnya terdapat dalam Rombongan 1093. Kini Dik Slamet menjalani kontrol setengah bulan sekali ke RS Siaga Medika, fisioterapi epilepsi dan tulang. Semoga Dik Slamet segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :27 April 2018.
Kurir : @ddeean Lasminah Rahayu

Slamet menderita epilepsi


RATEM BINTI MURJANI (72, Tuna Netra + Tuna Rungu). Alamat : RT 02/04, Desa Gununggiana, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sejak usia 5 tahun Ibu Ratem sudah mengalami tuli tapi sayangnya tidak diperiksakan. Pada umur 20 tahun Ibu Ratem mengalami kebutaan dan baru di periksa sekitar 5 tahun yang lalu oleh tetangga yang mengajak periksa di Puskesmas Madukara. Oleh dokter puskesmas, Ibu Ratem dirujuk ke rumah sakit karena penyakitnya yang sudah terlalu lama tidak diperiksakan sehingga bertambah parah. Namun Ibu Ratem tidak mau karena sudah tua paling kalau sakit beli obat. Ibu Ratem hidup sendirian karena tidak menikah. Dan kedua orang tua sudah meninggal sedangkan saudara tinggal di tempat lain. Untuk beraktivitas harus minta bantuan tetangga. Ibu Ratem memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun terkendal biaya untuk akomodasi dan biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Ratem sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic untuk biaya kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000,-
Tanggal : 26 April 2018
Kurir : @ddeean Suratno Rahayu

Ibu Ratem mengalami kebutaan


SEPTO ARI RUDIANTORO BIN ARIS PURWANTO (21, Lumpuh). Alamat : RT 01/02, Desa Merden, Kecamatan Purwanegoro, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Tiga tahun yang lalu tepatnya tahun 2014 Septo mengalami kejang dan rasa sakit pada sekujur badanya. Waktu itu hanya diperiksakan ke mantri kesehatan. Oleh mantri sebenarnya disuruh untuk dibawa ke rumah sakit tetapi oleh ibunya tidak dibawa ke rumah sakit. Selanjutnya dibawa ke pengobatan alternatif sampai sekarang. Sampai saat ini penyakit Septo lebih parah dan harus memakai bantuan orang lain atau tongkat untuk berjalan. Seringkali jaruh bila berjalan. Septo mempunyai jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun terkendala biaya untuk akomodasi ke rumah sakit dan biaya hidup sehari-hari. Ayahnya Bapak Aris Purwanto sudah bercerai dengan ibunya dan tidak memberikan nafkah. Ibunya, Ibu Risem (43) bekerja sebagai asisten rumah tangga yang penghasilannya tidak mencukupi untuk hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Septo sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic. Semoga Dik Septo lekas diberikan kesehatan dan dapat berjalan dengan normal.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2018
Kurir : @ddeean Suratno Rahayu

Pak Septo menderita lumpuh


ROHYATI NASIM (44, Kanker Payudara Kanan). Alamat : RT 4/1, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang dirasakan Ibu Rohyati bermula dari seluruh dada hingga punggung yang terasa linu dan nyeri. Beliau sempat berobat ke puskesmas kemudian dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Orthopaedi dan RS Banyumas, namun juga belum ada perkembangan. Semakin lama, payudara kanan Ibu Rohyati mulai membesar, sehingga beliau diperiksakan ke RS Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau menderita kanker payudara sebelah kanan yang sudah menyebar hingga ke tulang rusuk. Beliau pun dijadwalkan menjalani operasi pada 17 Mei 2017. Alhamdulillah operasi berjalan lancar.Namun pada awal Januari 2018, payudara pasca operasi ada benjolan lagi sehingga pada 26 Februari 2018 beliau harus dioperasi lagi. Sepekan kemudian operasi ketiga dilakukan untuk penambalan payudara dari daging pahanya. Suaminya, Nasim (47) bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak tetap. Penghasilannya tersebut sulit mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Menjelang Ibu Rohyati dioperasi, Bapak Nasim pergi ke Bandung untuk bekerja mencari tambahan biaya pengobatan istrinya. Ibu Rohyati pun sementara harus tinggal berdua dengan putranya yang masih kelas 5 SD. Biaya pengobatan Ibu Rohyati dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI, namun masih kesulitan biaya akomodasi selama kontrol di rumah sakit. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan Ibu Rohyati sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya hidup sehari-hari dan akomodasi selama kontrol di RS Dadi Keluarga. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 1078. Kini Ibu Rohyati masih menjalani kontrol rutin di RS Dadi Keluarga Purwokerto. Semoga Ibu Rohyati selalu diberi kesabaran dan tetep semangat menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2018
Kurir : Lasminah @firdhanelis

Bu Rohayati menderita kanker payudara sebelah kanan


MUHAMAD FATHUR HIDAYAT (16, Epilepsi + Penyumbatan Pembuluh Darah di Otak). Alamat : RT 3/4, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Saat Fathur berusia 4 tahun, ia mengalami demam tinggi dan menggigil. Orang tuanya membawa Fathur ke puskesmas terdekat. Kemudian ia dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas dan didiagnosis terkena malaria. Selang waktu 8 tahun, ia kembali mengalami demam tinggi, menggigil hingga kejang-kejang dan keluar busa dari mulutnya. Ia pun segera dilarikan ke RSUD Banyumas dan dirawat inap selama 12 hari dengan diagnosis menderita malaria yang sudah sampai ke otak. Dokter menyarankan agar ia menjalani kontrol rutin setiap bulan. Namun 8 bulan yang lalu, ia kembali kejang-kejang saat membonceng sepeda motor bersama temannya. Setelah diperiksakan di RSUD Banyumas, diketahui ada pendarahan di otaknya. Ia pun dirawat inap selama 7 hari dan harus menjalani kontrol rutin setiap sebulan sekali. Setiap bulan ia harus menebus obat dengan harga yang cukup mahal karena jika tidak mengkonsumsi obat, ia akan kejang-kejang kembali. Ayahnya, Setiyoso sudah meninggal, sedangkan ibunya, Suratmi (43) adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Fathur juga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Sehingga ia sangat kesulitan untuk menebus obat dan biaya transportasi ke rumah sakit. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Fathur sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya obat, transportasi ke rumah sakit dan kebutuhan hidup sehari-hari. Santunan sebelumnya sudah di sampaikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 1093. Kini Fathur masih menjalani pengobatan kontrol setiap satu bulan sekali ke RSUD Banyumas. Semoga Fathur segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 April 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @paulsyifa

Fathur didiagnosis terkena malaria


RASIMAN BIN KASAN (62, Glaukoma). Alamat : RT 3/5, Desa Selaganggeng, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2016, Bapak Rasiman mulai mengalami gangguan penglihatan. Kedua matanya buram sehingga tidak dapat melihat dengan jelas dan terasa perih. Saat itu Bapak Rasiman belum pernah memeriksakan ke rumah sakit karena tidak ada yang mengantar dan keluarga tidak ada yang mendampingi. Kemudian dengan bantuan Pendamping Keluarga Harapan (PKH) pada tanggal 13 Februari 2018, Bapak Rasiman periksa ke puskesmas dan dirujuk ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter spesialis mata, Bapak Rasiman didiagnosis menderita glaukoma namun tidak dapat dioperasi karena sudah parah dan terlambat penanganannya sehingga hanya diberikan obat. Sejak sakit, beliau tidak bekerja. Istrinya, Ibu Saryati (50) hanya bekerja sebagai asisten rumah tangga. Selama berobat Bapak Rasiman dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Bapak Rasiman kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan transport untuk kontrol ke rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Rasiman sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari dan biaya kontrol. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan berkah.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000,-
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @ddeean Khaerul Rahayu

Bapak Rasiman didiagnosis menderita glaukoma


SAKHURI BIN MURJI (58, Lumpuh). Alamat : RT 1/7, Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar 4 tahun yang lalu Bapak Sakhuri jatuh dari pohon kelapa saat bekerja sebagai penderes, kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Siaga Medika Banyumas dan dioperasi pasang pen. Setelah itu, beliau tidak pernah kontrol karena kesulitan biaya transportasi dan akomodasinya. Pada awal bulan Oktober 2017, Bapak Sakhuri tidak bisa BAB, perutnya sakit dan membesar. Istrinya, Ibu Masinah (55) menyampaikan ke bidan petugas pustu, yang kemudian dikonsultasikan ke puskesmas dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga kemudian dirawat inap. Sepulangnya dilanjutkan kontrol fisioterapi. Sampai saat ini Bapak Sakhuri masih belum bisa berjalan (lumpuh). Untuk memenuhi biaya kebutuhan sehari hari, Bapak Sakhuri dibantu oleh anaknya yang penderes. Ibu Masinah juga tidak bekerja. Selama berobat Bapak Sakhuri dibantu jaminan kesehatan berupa JKN KIS PBI. Namun beliau masih kesulitan biaya saat kontrol untuk fisioterapi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sakhuri dan keluarga sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic. Bantuan disampaikan untuk biaya kebutuhan sehari hari dan biaya kontrol fisioterapi. Semoga Bapak Sakhuri segera sehat dan dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Mei 2018
Kurir : @ddeean Khaerul Rahayu

Pak Sakhuri menderita lumpuh


MUSHOLA NURUL IMAN, (Bantuan Perlengkapan Masjid). Alamat : RT3/4, Desa Karanggintung , Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Mushola Nurul Iman di bangun pada tahun 2016 oleh masarakat RT 3/4 Karanggintung dan bantuan dari AMF (Asosiasi Muslim Asia) di atas tanah 80m2 dengan luas bangunan 6×6. Mushola Nurul Iman selain sebagai tempat beribadah dan tempat anak-anak belajar Al-Qur’an juga sebagai tempat mengaji warga di wilayah RT 2, 3 , dan 4. Selain untuk sholat berjamaah juga untuk pengajian setiap malam Minggu ke dua. Mushola ini memiliki sekitar 30-40 santri. Jamaahnya terdiri dari berbagai kalangan dan latar belakang, jumlah jamaah mushola ini juga terus bertambah. Mushola Nurul Iman ini mengalami kendala, dikarenakan kekurangan perlengkapan seperti horen toa, etalase kaca dan white board. Takmir Mushola Nurul Iman, Bapak Tuyan (40) menceritakan keadaan tersebut kepada kurir Sedekah Rombongan. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk pembelian horen toa, etalase kaca, dan white board untuk Mushola Nurul Iman. Semoga santunan untuk pembelian perlengkapan Mushola Nurul Iman dapat bermanfaat dan berkah sehingga warga masyarakat sekitarnya semakin memakmurkan mushola tersebut.

Jumlah Santunan : Rp. 1.666.000,-
Tanggal : 2 Mei 2018
Kurir : Lasminah @firdhanelis

Bantuan perlengkapan masjid

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 HIKMAWATI BINTI SAIMAN 1,000,000
2 RONANDI FARADE WAHYUNANTA 500,000
3 WAHYUDI BIN SUKARMIN 500,000
4 RAKA AJI WIBAWA 732,300
5 SYAHILLA ANABEL ANMAT 500,000
6 SLAMET GENDARI 685,500
7 RUSMINI BINTI SURADI 1,045,300
8 YULI HIDAYATI 734,200
9 MELI SOFIATUN 500,000
10 TARONO BIN CARIDI 783,900
11 RASMINI BINTI WISAD 890,900
12 KHANATUN INDRIYANA 700,000
13 SRI WIDIYAWATI 1,000,000
14 OSSY MARDHIANTI 500,000
15 KHAIRUNNISSAK BINTI ADJIRIN 783,900
16 SUMIATI BINTI DARUN 500,000
17 MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO 1,271,300
18 AGESTHA PANDU PRASETYA 1,553,400
19 WIWIK WIDYAWATI 500,000
20 PURWATININGSIH BINTI SUDRI 1,000,000
21 MUHAMMAD PRIMANDA JAYADI 541,950
22 NGATWATI BINTI SARBAN 641,950
23 ANANDA PUTRA AGENG MAULANA 638,300
24 UMIYATUN BINTI ALM.AHMAD URIP 1,800,700
25 SULASIH BINTI MUKAWI 500,000
26 MUZAYANAH BINTI BADRUDIN 500,000
27 KUSMIYAH BINTI SUKAERI 500,000
28 LA RUDINI 2,000,000
29 NGATINI BINTI AMIR 1,000,000
30 MOHAMMAD KENZO JAYENDRA 500,000
31 SLAMET RIYADI 500,000
32 RATEM BINTI MURJANI 750,000
33 SEPTO ARI RUDIANTORO BIN ARIS PURWANTO 500,000
34 ROHYATI NASIM 500,000
35 MUHAMAD FATHUR HIDAYAT 500,000
36 RASIMAN BIN KASAN 750,000
37 SAKHURI BIN MURJI 500,000
38 MUSHOLA NURUL IMAN 1,666,000
Total 29,969,600

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 29,969,600,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1137 ROMBONGAN

Rp. 61,400,618,242,-