MAULANA PUTRA (2, Busung Lapar + TBC Paru). Alamat: Desa Kedunglo, RT 11/2, Kelurahan Kedungrawan, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Semenjak bayi penyakit yang beruntun menimpa Maulana sehingga membuat ia harus bertahan di kondisinya yang sekarang. Ketika Maulana berusia 15 bulan, orang tua Maulana melihat pertumbuhan Maulana tidak seperti balita pada umunya. Ia terlihat sangat kurus dan tidak aktif seperti balita-balita lainnya. Maulana juga mengalami batuk-batuk yang tidak kunjung sembuh. Ketika dibawa ke bidan desa, ternyata berat badan Maulana turun 2 kg dalam kurun waktu 1 bulan dan didiagnosa oleh bu bidan menderita busung lapar. Karena berat badan Maulana turun secara drastis, bu bidan menyarankan untuk membawa Maulana ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata Maulana didiagnosa menderita Tuberculosis (TBC) Paru. Kini, kondisi Maulana sangat lemah sehingga masih mendapatkan perawatan yang intensif. Tidak hanya itu saja perjuangan Maulana, selama menjalani perawatan, ibu Maulana, Dinda Kumara Putri meninggal dunia pada tanggal 5 Juli 2017. Dan hanya berselang 7 hari setelah ibu Maulana meninggal, ayah Maulana, Bambang Iswanto juga meninggalkan rumah . Sebelumnya, mereka tinggal di rumah kakak ibu Maulana di Surabaya selama pengobatan Maulana. Kini, Maulana diasuh oleh neneknya yang sebenarnya juga harus kembali ke Samarinda untuk bekerja. Selama menjalani pengobatan, Maulana menggunakan Rekomenadsi Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin (RJKMM). Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk Maulana, transportasi, dan kebutuhan hidup selama di rumah sakit. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan keluarga Maulana. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang digunakan untuk pemenuhan nutrisi Maulana, transportasi dan akomodasi. Keluarga yang mendampingi Maulanan merasa sangat terbantu dan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang diberikan melalui Sedekah Rombongan.
Bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 1127

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 04 Mei 2018
Kurir : Mira @mzboz1027 @nurrypay

Maulana didiagnosa menderita tuberculosis (TBC) paru


NATASYA RIDZKIA RAMADHANI ( 3th, jantung bocor ) alamat : dusun prasung RT.010 RW . 004 kec. Buduran, kabupaten Sidoarjo, provinsi Jawa timur. Tasya panggilan akrabnya anak dari bapak jadi (34) dan ibu ikrimiya (30) ketika usia 7bl kondisi fisik nya menurun. Saat di periksa ke puskesmas terindikasi gisi buruk dan keadaan semakin hari semakin memburuk.Lalu Tasya di larikan ke RSUD Sidoarjo oleh keluarganya , tubuh nya semakin lama semakin membiru , dokter pun melakukan pemeriksaan lebih lanjut, setelah pemeriksaan di lakukan dokter pun menyatakan Tasya memiliki penyakit jantung bocor. dan harus rutin berobat , selama berobat Natasha menggunakan kartu BPJS, kondisi terkini natasya semakin membaik, Natasha dan keluarga tinggal bersama nenek dan saudara saudara lainnya dalam satu rumah, Alhamdulillah Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Natasha dan di lakukan pendampingan selama masa penyembuhan. di mulai dari perbaikan gizi dan rutin kontrol serta berobat. Orang tua natasya mengucapkan banyak sekali terima kasih kepada Kurir sedekah rombongan dan para sedekaholic yang telah membantu proses penyembuhan natasya. Bantuan sebelumnya tercatat di Rombongan 1127

Jumlah bantuan : Rp. 639.000
Tanggal : 5 maret 2018
Kurir : Mira @mzboz1027 @nurrypay

Tasya memiliki penyakit jantung bocor


ZAHIRA BINTI ZAINURI ( 2, Atresia Biliaer ). Alamat : Jl. Kalijaten No 87 , RT 16/3 .Kec.Taman , Kab.Sidoarjo . Prov. Jawa Timur. Adek Zahira anak tunggal dari ibu Aliah Syamlan (43) dan bapak Zainuri lahir pada tanggal 27 Januari 2016 lalu secara Caesar dan mengalami cacat bawaan (tanpa anus). Saat usia 0-3 bulan kesehatan nya berjalan normal namun saat menginjak usia 4bl ada keanehan terjadi, semua berawal ketika adek Zahira ke susahan BAB dan merasakan sakit yang luar biasa , lalu dibawa ke Rs dan akan di lakukan inject microlax pada anus nya dari situ baru di ketahui bahwa anus adek Zahira menutup sepenuhnya ,kondisi terkini adek Zahira sudah melakukan operasi pertama nya pada usia 5bl,operasi kedua pada usia 9bl dan saat ini sedang menunggu untuk operasi pembuatan anus Di RS.Dr.Soetomo , ibu adek Zahira bekerja sebagai penjual gorengan dan ayah nya meninggal 3bln yang lalu karena TB Kelenjar, saat ini mereka tinggal bersama paman yang bekerja serabutan. Sedekah Rombongan telah bersilaturahmi dengan keluarga adek Zahira dan Kurir Sedekah Rombongan telah menyampaikan titipan para sedekaholic untuk membantu adek Zahira. Santunan telah di sampaikan untuk biaya berobat dan pembelian susu. Semoga santunan yang di berikan kepada Adek Zahira bermanfaat. Terima kasih kepada Sedekaholic telah berbagi untuk membantu sesama, semoga Allah melimpahkan rejeki para sedekaholic. Aamiin. Bantuan sebelum nya tercatat pada Rombongan 1114

Jumlah Bantuan : Rp 716.000
Tanggal : 19 Maret 2018
Kurir : Mira Rizky @mzboz1027 @nurrypay

Zahira menderita atresia biliaer


UMI HANIK ( 50, patah tulang kaki ) alamat : dusun ponokawan RT 007, RW 003 , kelurahan ponokawan , kec. Krian . Kab. Sidoarjo . Umi Hanik sebelum mengalami kecelakaan adalah seorang pekerja borongan. 3th lalu umi Hanik mengalami kecelakaan lalu lintas sehingga membuatnya tidak bisa berjalan. Umi Hanik telah melakukan pengobatan di RSUD Sidoarjo dengan 2x operasi pada bagian kaki nya (tumit). Karena pada operasi pertama gagal dan ganti dokter (tetap di RSUD Sidoarjo) . Alhamdulillah keadaan terkini luka paha dan pundak mulai sembuh , namun keluhan masih ada pada kaki seperti di tusuk tusuk. Umi Anik Anak dari almarhum bapak mukmin ini melakukan pengobatan menggunakan kartu berobat Kis dan tinggal bersama kakaknya. Selama ini umi Hanik adalah tulang punggung keluarga karena kakak nya berjualan di pasar dengan pendapatan yang tidak menentu. Biaya untuk berobat yang tidak di cover Kis di ambil dari tabungan dan menjual apa saja yang di punya , dan bantuan 10jt dari penabrak. Untuk saat ini tabungan habis dan pendapatan satu satunya dari kakaknya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan di pertemukan dengan umi Hanik dan mendapatkan bantuan untuk biaya pengobatan. Tanggal 28 Desember 2017 umi Hanik melakukan operasi pelepasan pen pada bagian tumit nya. Umi Hanik dan keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang di berikan oleh sedekaholic. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1120

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 15 Maret 2018
Kurir : Mira Tantri @mzboz1027 @nurrypay

Bu Umi menderita patah tulang kaki


Nadira Khanza Afwina Putri (1.5bl, Atresia Ani) alamat : Dsn. kalongan . Ds Japanan . Kec. Gudo. Kab. Jombang. Provinsi Jawa Timur.Berawal dari 4hari pasca lahir. Anak dari bapak Mujiwari (40) dan ibu Khusnul (26) ini di ketahui menderita Atresia Ani ( tidak memiliki lubang anus) Nadira pernah di periksa ke RSUD Jombang dan hanya foto rontgent tanpa ada penjelasan. Setelah di periksa lebih lanjut ternyata pasien tidak memiliki lubang anus, dikarenakan saat buang air besar , kotorannya keluar dari saluran kencing. Dan akhirnya dokter meminta untuk rontgent lebih dalam, namun orang tua Nadira menolak karena ketiadaan biaya. Orang tua nya pun juga sudah meminjam uang untuk biaya pengobatan adik Nadira, karena tidak memiliki kartu berobat jadi pasien berobat mandiri. Alhamdulillah Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Adek Nadira dan orang tuanya, di putus kan untuk di dampingi dalam proses pengobatan. Dan Tanggal 25 February 2018 adik Nadira menjalani operasi yang pertama di RSAL Surabaya. Keluarga mengucapkan terimakasih sebanyak banyak nya atas bantuan yang diberikan para sedekaholic, semoga Allah membalas dengan beribu kebaikan. Bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 1120

Jumlah Bantuan : Rp. 17.903.500
Tanggal : 25 Maret 2018
Kurir : Mira Maxila @mzboz1027 @nurrypay

Nadira menderita atresia ani


SUKARTI BIN KATIMEN (81, LUMPUH KAKI ) alamat : bungurasih RT 12, RW 01 ,kec. Waru kab. Sidoarjo. Provinsi. Jawa timur. Bu Sukarti hidup bersama anak dan dua orang cucu nya. 4 tahun lalu, beliau jatuh dengan posisi duduk, setelah itu di pijat kan dan berobat ke puskesmas menggunakan kiss PBI. Semenjak jatuh Bu Sukarti tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya, hanya bisa duduk dan tidur di atas tempat tidur nya. Untuk BaB dan buang air kecil di gendong oleh anak nya. Istri dari almarhum pak Anwar tidak pernah berobat ke rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan dengan beliau, dan di putuskan untuk di berikan bantuan agar bisa berobat kembali. Semoga Bu Sukarti bisa beraktivitas seperti sedia kala.Bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 1120

Jumlah bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 15 Maret 2018
Kurir : Mira Sunarmi @mzboz1027 @nurrypay

Bu Sukarti menderita lumpuh kaki


NAPSIANI BINTI ABDULLAH (60, DIABETES DM) Alamat : jalan Rame RT 21, RW 10. kel. pilang. kec. wonoayu. kab . sidoarjo. Provinsi Jawa Timur. Bu Napsiani sebatang kara , tnggal di sebuah rumah gubuk yang sudah di renovasi oleh pemerintah setempat. Sakitnya berawal dari 10 tahun lalu, beliau mengidap kencing manis dan berobat ke dokter terdekat tidak sampai ke rumah sakit karena keterbatasan biaya dan transportasi yang mahal. berobat pun ke dokter hanya sekali setelah itu pasien meminum obat yang di beri dokter setiap hari hingga puluhan tahun tidak lagi kontrol, itu yang mengakibatkan pendengaran pasien berkurang . Pasien memiliki kartu BPJS, selama ini untuk kehidupannya sehari-hari dapat pemberian tetangga, jika tetangga tidak memberi beliau juga tidak makan, alhamdulillah team Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan dengan Bu Napsiani dan di putuskan untuk di berikan santunan agar bisa kembali berikhtiar menjemput sehat. Terima kasih kepada sedekaholoc yang telah membantu meringankan beban para dhuafa, semoga kebaikan sedekaholig di catat dan di balas oleh Allah SWT.
Bantuan sebelum nya tercatat pada rombongan 1120

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 20 Maret 2018
Kurir : Mira Risky @mzboz1027 @nurrypa

Bu Napsiani mengidap kencing manis


DALIO BIN JOYO SENTONO (84, Prostat + Hipertensi + Katarak + Bronchitis). Alamat : Dusun Pundungsari, Desa Pundungsari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Dalio menderita sakit prostat lebih dari sepuluh tahun lamanya. Selain itu, ia juga menderita sakit jantung bawaan. Selama sakit bertahun-tahun ini Pak Dalio sama sekali belum pernah periksa ke dokter. Istri Pak Dalio sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, sementara beberapa bulan lalu putranya pun meninggal dunia. Pak Dalio menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan sudah lebih dari tiga tahun terakhir. Pak Dalio pun telah menjalani berbagai pemeriksaan di RSUP Dr. Sardjito. Sekitar dua tahun lalu, ia menjalani operasi prostat. Alhamdulillah operasinya berjalan lancar. Kondisinya semakin bugar. Sebelum sakit, ia bekerja sebagai buruh tani untuk menyambung kehidupannya. Sementara saat ini untuk kebutuhan sehari-hari, Pak Dalio dibantu oleh tetangga-tetangganya. Pak Dalio menjalani kontrol rutin setiap sebulan sekali di RSUP Dr. Sardjito. Akhir Juli 2017 lalu, Pak Dalio mengeluh penglihatannya terganggu. Setelah periksa ke poli mata RSUP Dr. Sardjito, diketahui Pak Dalio menderita katarak. Awal bulan Agustus 2017 Pak Dalio menjalani operasi katarak mata kanannya. Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar dan Pak Dalio bisa melihat dengan jelas kembali. Selama pengobatan ini Pak Dalio menggunakan fasilitas Jamkesmas. Sejak diketahui menderita bronchitis, kondisi kesehatan Pak Dalio sering menurun. Ia sempat opname di RS Nur Hidayah, Bantul lalu diperbolehkan pulang. Belum ada satu bulan, kondisinya menurun kembali dan rawat inap RSUD Wonosari. Laporan santunan sebelumnya terdapat dalam Rombongan 1130. Semoga bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Pak Dalio, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 April 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas @sunnahku

Pak Dalio menderita sakit prostat


RAFA AJI SAPUTRA (1, Jantung Bocor). Alamat : Gebang, RT 8/3, Kalitekuk, Semin, Gunungkidul, DIY. Dik Rafa lahir dalam kondisi jantung bocor. Pada saat lahir harus opname di RSUD Wonosari selama 10 hari dikarenakan sang ibu, Agustina Purnamasari (18) menderita sakit cacar. Selanjutnya Rafa pernah dibawa ke RSUD untuk dilakukan pemeriksaan namun diminta untuk melanjutkan pengobatan ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Setelah dilakukan pemeriksaan di RSUP Dr. Sardjito, ternyata kebocoran jantung mencapai 15mm. Lalu Pihak RSUP Dr. Sardjito memutuskan untuk merujuk ke rumah sakit di Jakarta. Dik Rafa tinggal bersama kakeknya yang juga sakit stroke ringan, sementara ibunya tidak bekerja karena harus mengurus Rafa dan ayahnya. Untuk kehidupan sehari-hari mereka mengandalkan pemberian dari saudara atau tetangga. Selain itu, Dik Rafa tidak mendapatkan asupan ASI, sehingga hanya diberikan susu formula dan makanan pendamping dari puskesmas. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk, dik Rafa terlihat sangat aktif dan lincah. Tetapi nafasnya masih sengal. Ia juga kesulitan untuk tengkurap seperti bayi seusianya. Alhamdulillah, Dik Rafa sudah mendapat rujukan untuk pemeriksaan ke RS dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Selama pemeriksaan, Dik Rafa menggunakan fasilitas BPJS dari pemerintah. Bantuan ini diberikan untuk biaya transportasi dan akomodasi dik Rafa ke Jakarta. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Dik Rafa. Keluarga Dik Rafa sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 507.500,-
Tanggal : 18 April 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas

Rafa menderita jantung bocor


RAFA AJI SAPUTRA (1, Jantung Bocor + Infeksi Paru-Paru). Alamat : Gebang, RT 8/3, Kalitekuk, Semin, Gunungkidul, DIY. Dik Rafa lahir dalam kondisi jantung bocor. Pada saat lahir harus opname di RSUD Wonosari selama 10 hari dikarenakan sang ibu, Agustina Purnamasari (18) menderita sakit cacar. Selanjutnya Rafa pernah dibawa ke RSUD untuk dilakukan pemeriksaan namun diminta untuk melanjutkan pengobatan ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Setelah dilakukan pemeriksaan di RSUP Dr. Sardjito, ternyata kebocoran jantung mencapai 15mm. Lalu Pihak RSUP Dr. Sardjito memutuskan untuk merujuk ke rumah sakit di Jakarta. Dik Rafa tinggal bersama kakeknya yang juga sakit stroke ringan, sementara ibunya tidak bekerja karena harus mengurus Rafa dan ayahnya. Untuk kehidupan sehari-hari mereka mengandalkan pemberian dari saudara atau tetangga. Selain itu, Dik Rafa tidak mendapatkan asupan ASI, sehingga hanya diberikan susu formula dan makanan pendamping dari puskesmas. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk, dik Rafa terlihat sangat aktif dan lincah. Tetapi nafasnya masih sengal. Ia juga kesulitan untuk tengkurap seperti bayi seusianya. Alhamdulillah, Dik Rafa sudah melakukan pemeriksaan ke RS dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Dari pemeriksaan tersebut, diketahui pula bahwa Dik Rafa menderita infeksi paru-paru. Saat ini dik Rafa sedang menjalani rawat inap untuk memulihkan kondisi. Rencananya, ia akan menjalani pemeriksaan jantung setelah kondisinya stabil. Selama pemeriksaan, Dik Rafa menggunakan fasilitas BPJS dari pemerintah. Bantuan ini diberikan untuk biaya akomodasi selama Dik Rafa di Jakarta. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Dik Rafa. Keluarga Dik Rafa sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas Anasa

Dik Rafa lahir dalam kondisi jantung bocor dan infeksi paru


ISTIYANI BINTI ADI WIYONO (48, HNP Lumbal). Alamat : Gelaran 1, RT 5/15, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, DIY. Sekitar tahun 2009 atau 2010, Mak Is, biasa ia disapa, pernah jatuh dalam kondisi duduk. Saat itu Mak Is sedang membawa barang dagangan di gendongan dan dua tangannya menjinjing barang. Jarak rumah ke warungnya memang tak lebih 500m, saat itu pula Mak Is juga tidak merasa sakit. Setelah itu aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga sekaligus pedagang juga berjalan normal. Januari 2018 lalu, tanda-tanda sakitnya muncul. Saat hendak merebus air, ia merasakan nyeri di pinggul hingga kaki. Setelah diperiksakan ke dokter klinik tidak ada perubahan kondisi. Akhirnya ia periksa ke RS Panti Rahayu, Gunungkidul. Kemudian ia dirujuk untuk pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) ke RS Panti Rapih, Yogyakarta. Dari hasil pemeriksaan ini diketahui Mak Is menderita HNP Lumbal, yaitu penonjolan inti bantalan tulang belakang sehingga menekan syaraf. Akibatnya, pasien sering merasa sakit, kesemutan, dan kelemahan pada anggota gerak. Selama pemeriksaan di rumah sakit, ia memanfaatkan fasilitas Kartu Indonesia sehat (KIS). Saat ini, Mak Is masih menjalani fisioterapi di RS Panti Rahayu dan terapi di chiropraktik Sentolo, Kulon Progo. Alhamdulillah, ia yang semula kesulitan berjalan sekarang sudah bisa beraktivitas ringan. Mak Is tinggal bersama 3 anaknya, sementara suaminya, Sumarno, telah meninggal dunia sejak tahun 2005. Sejak saati itu ia menjadi tumpuan keluarga. Bantuan ini diberikan untuk membantu biaya selama terapi di Kulon Progo. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Mak Is. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Mak Is, Aamiin. Mak Is dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 17 April 2018
Kurir : @kissherry @atinlelyas @sunnahku

Mak Is menderita HNP lumbal


DEVITA CAHYANINGRUM (18, Lupus). Alamat : Dusun Menggoro, Sawah Lor, RT 9/8, Desa Banyusoco, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Awalnya, Devita merasakan penglihatannya mulai kabur, disusul kakinya lemas dan sulit untuk berjalan, hingga akhirnya ia pun lumpuh total. Kini ia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Untuk menegakkan badannya, ia membutuhkan bantuan dari orang lain. Kedua orang tuanya sangat ingin mengobati putrinya itu, namun apa daya mereka menghadapi masalah ekonomi. Meski telah memiliki jaminan kesehatan BPJS dari pemerintah, namun keluarga ini masih terkendala biaya transportasi yang terbilang mahal, belum lagi biaya hidup sehari-hari. Remaja putri berusia tujuh belas tahun ini adalah putri pasangan Bapak Agung Dwi Purnama (43) dan Ibu Ester Purwanti (40). Kondisinya saat ini begitu memprihatinkan, ia mengalami gangguan autoimun yang menyebabkan tubuhnya terasa lemas. Penghasilan kedua orang tuanya hanya bisa untuk hidup pas-pasan. Sang ayah bekerja sebagai sopir, sementara ibunya bekerja sebagai ibu rumah tangga sembari merawat putrinya yang sakit. Sebelumnya, Devita sudah pernah menjalani pengobatan, puluhan juta dihabiskan untuk berobat namun belum membuahkan hasil, kondisinya pun belum ada kemajuan. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan dan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban mereka. Saat ini Devita menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Jogja. Amanah dana dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Devita. Bantuan ini digunakan untuk pembelian susu dan obat yang tidak tercover. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terlapor di Rombongan 1130. Keluarga ini menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan. Semoga ikhtiar yang selama ini dijalankan membuahkan hasil yang manis, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 963.630,-
Tanggal: 24 April 2018
Kurir : @KissHerry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR

Devita menderita lumpuh


MARYANTO BIN SULINO (41, Ulkus Kronis). Alamat : Dusun Bohol, RT 8/3, Desa Bohol, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Semasa kelas 2 SD Pak Maryanto sering belajar di balai-balai dengan penerangan lampu minyak tanah. Di suatu malam saat menggeser lampunya, minyak tumpah dan mengenai muka dan tangan sebelah kanannya. Bapak Maryanto memerlukan waktu dua tahun untuk menyembuhkan luka bakarnya, dan tetap meninggalkan cacat permanen. Kemudian bulan Agustus 2016 lalu, ia merasa gatal-gatal di lengan kanan. Awalnya ia mengira hanya gatal-gatal biasa, tetapi sudah diberi salep tetap tidak sembuh. Ia pun memeriksakan diri ke puskesmas. Lagi-lagi, belum ada perubahan kondisi yang signifikan. Pihak puskesmas pun membuat rujukan untuk berobat ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Bulan Maret 2017, ia dirujuk kembali untuk pengobatan ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Tetapi karena ketiadaan biaya Pak Maryanto memilih untuk tidak melanjutkan pengobatan. Pihak keluarga memutuskan menjual tanah untuk bekal biaya pengobatan. Lima bulan kemudian, Pak Maryanto melanjutkan pengobatan. Ia mendapat perawatan di poliklinik, kemudian menunggu panggilan kamar. Sebelum mendapat panggilan untuk rawat inap, kondisinya semakin menurun. Pihak keluarga segera membawanya ke RSPAU dr. Hardjolukito. Alhamdulillah, saat ini Pak Maryanto mendapat perawatan medis dan menjalani jadwal kemoterapi. Pak Maryanto juga menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Setiap kontrol rutin Pak Maryanto selalu mandiri, karena istrinya, Wiyarni (31) bekerja sebagai petani sekaligus mengurus dua putra yang masih SD dan balita. Alhamdulillah, selama pengobatan ini, Pak Maryanto mendapat keringanan biaya dari fasilitas BPJS PBI. Amanah sedekaholics ini dipergunakan untuk biaya pembelian obat untuk perawatan luka. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terlapor pada Rombongan 1112. Mari kita doakan semoga Pak Maryanto lekas mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 16 April 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR

Pak Maryanto menderita ulkus kronis


FEBRIANTO BIN KABIRAN (19, Ambeien). Alamat : Dusun Kutogiri, RT 44/21, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Febrianto ialah anak kedua dari Bapak Kabiran. Setelah lulus sekolah di MAN Wates, Febrianto ikut saudaranya bekerja di Bekasi. Belum ada satu tahun di Bekasi febrianto mengalami sakit. Setiap buang air besar ia selalu merasa sakit dan sering disertai pendarahan. Karena sakitnya tak kunjung sembuh, Febrianto memutuskan pulang ke kampung untuk berobat. Kemudian Febrianto d bawa ke puskesmas kecamatan dan diberi obat jalan. Sampai 3 kali periksa ke puskesmas Febrianto tak kunjung sembuh, bahkan masih merasakan sakit saat buang air besar. Karena dari pihak puskesmas tidak memberikan rujukan ke rumah sakit, akhirnya Febrianto melanjutkan pengobatan alternatif di daerah Bantul. Febriyanto telah melakukan 4 kali terapi, tetapi belum sembuh juga. Sejak itu sampai sekarang Febrianto tidak bisa bekerja karena tidak tahan saat sakitnya kambuh. Ayah Febrianto, Kabiran (58) mengungkapkan kesedihannya dan penyesalan saat dijenguk kurir sedekah Rombongan. Bapak Kabiran adalah seorang petani yang tidak punya pengalaman baca-tulis sehingga tidak dapat mengantar anaknya untuk berobat. Padahal Bapak Kabiran ingin sekali membawa anaknya ke RSUD Wates berharap anaknya bisa sembuh seperti sedia kala. Di lain sisi, Bapak Kabiran juga tidak punya biaya untuk operasional pengobatan. Alhamdulillah, melalui sedekaholics Febrianto dapat menjalani operasi di RSUD Wates. Bantuan ini diberikan untuk membantu biaya akomodasi selama perawatan di rumah sakit. Semoga Febrianto segera mendapat kesembuhan sehinga dapat bekerja dan membantu orang tuanya yang sudah tua. Febrianto dan keluarga sangat berterima kasih atas bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan. Santunan sebelumnya telah diberikan dan dilaporkan pada Rombongan 1112.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 April 2018
Kurir : @kissherry Endro @atinlelyas Triyatmoko

Febrianto menderita ambeien


ETIK MARSININGSIH (32, Kanker Payudara). Alamat : Jl. Kyai Legi, Tegal Tandan, RT 22, Banguntapan, Banguntapan, Bantul, DIY. Bu Etik merasakan gejala sakit sejak tahun 2016. Di bulan Desember 2016 ia menjalani biopsi, kemudian dilakukan operasi pengangkatan kanker di RSPAU dr. Hardjolukito. Pascaoperasi Bu Etik juga menjalani 6x jadwal kemoterapi. Selain itu Bu Etik juga rutin menjalani kontrol rawat jalan ke rumah sakit. Dari pemeriksaan berikutnya diketahui kanker telah metastase ke tulang pangkal kanan. Ia pun menjalani kemoterapi untuk tulang sebanyak 12x. saat kurir Sedekah Rombongan menjenguk, Bu Etik bercerita telah menjalani kemoterapi ke-9 untuk tulang. Kemoterapi ini dilakukan setiap selang 21 hari. Bulan Februari lalu Bu Etik juga menjalani operasi pengangkatan sendi pangkal kaki kanan. Saat ini Bu Etik berjalan dengan alat bantu. Suaminya, Didik Purwanto (36) diberhentikan dari tempat kerjanya semula, sehingga saat ini bekerja serabutan di sekitar rumah sekaligus merawat istrinya. Semula, pengobatan Bu Etik memanfaatkan BPJS dari tempat kerja suaminya, tetapi sekarang mereka tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Pak Didik sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas bantuannya ini. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bu Etik, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 17 April 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas @satyaluke

Bu Etik menderita kanker payudara


JENY OKTAVIA SAPUTRI (6, Leukemia). Alamat : Dusun Tugu, RT 3/6, Desa Ngunut, Kecamatan Badar, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Jeny menderita leukemia sejak tahun 2013. Saat itu, ia menjalani operasi di RSUD Dr. Harjono S Ponorogo, Jawa Timur karena mengalami penyumbatan darah. Alhamdulillah, berkat operasi tersebut penyakitnya dapat diangkat meski harus menghabiskan biaya lebih dari tiga puluh juta rupiah. Pada bulan Februari 2014, kondisi kesehatan Jeny memburuk kembali. Ia kemudian dirujuk untuk berobat ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Setelah menjalani serangkaian cek, Jeny didiagnosa menderita leukemia atau kanker darah. Jeny kemudian dijadwalkan menjalani kemoterapi. Pihak keluarga merasa kebingungan dalam membiayai pengobatan putri mereka terlebih kondisi ekonomi mereka kurang mampu. Ayah Jeny, Heri Budi Prasetyo (31) bekerja sebagai wiraswasta dan Murdaningsih (29) sebagai ibu rumah tangga sekaligus merawat buah hatinya di rumah. Keduanya sangat berterimakasih kepada kurir Sedekah Rombongan yang bersilaturahmi sembari menyalurkan bantuan. Pasalnya, meskipun menggunakan fasilitas jaminan kesehatan, BPJS kelas III, orangtua Jeny masih merasa berat menanggung biaya transpotasi Pacitan-Yogyakarta. Setiap tiga minggu sekali Jeny menjalani pemeriksaan rutin di RSUP Dr. Sardjito dan tinggal sementara di RSSR Jogja. Kondisinya mulai stabil dan bisa bersekolah kembali. Tetapi beberapa bulan lalu sepulang sekolah ia demam. Kondisinya menurun, lalu dibawa ke rumah sakit setempat kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Semakin lama kondisi Jeny memburuk. Hingga Allah memanggilnya berpulang. Selain mengantarkan jenazah ke rumah duka, Kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan santunan duka dari sedekaholics. Orangtua Jeny sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas bantuan selama ini. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1087.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 April 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Cahyo

Jeny didiagnosa menderita leukemia atau kanker darah


SENIWATY ISMAIL (35, Bantuan Persalinan). Alamat : Pager, RT 3/1, Logandeng, Playen, Gunungkidul, DIY. April lalu Ibu Seniwaty hendak menjalani persalinan putra keenamnya. Rencananya persalinan akan dilakukan di bidan terdekat. Tetapi bayi belum kunjung lahir, sehingga bidan merujuk untuk persalinan ke RSUD Wonosari. Suamina, Wahyono (34), saat ini diamanahi merintis pondok mengaji di Gunungkidul. Keluarga ini tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, pun untuk kehidupan sehari-hari saja harus berhemat dan sederhana. Alhamdulillah proses persalinan dilakukan di RSUD dan berjalan lancar. Hanya saja, Pak Wahyono kebingungan dengan biaya tunggakan di rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu kesulitan yang dihadapi keluarga ini. Pak Wahyono dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 19 April 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas @sunnahku Sajdah

Bantuan biaya persalinan


WALDIAH BINTI JUMALI (57, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Dusun Jomblangan, RT 4/31 NO 55, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bu Waldiah menderita sakit kanker payudara sejak bulan Agustus 2016. Awalnya Bu Waldiah hanya merasakan badan pegal-pegal dan nyeri di tangan. Setelah periksa ke rumah sakit, dokter menyarankan untuk segera dioperasi karena penyakitnya akut. Alhamdulillah operasi pengangkatan kanker payudara kiri Bu Waldiah sudah dilaksanakan dan berjalan lancar. Selama pengobatan ini Bu Waldiah sangat bersyukur karena mendapatkan keringanan dengan fasilitas jaminan kesehatan BPJS Mandiri. Tetapi sebenarnya Bu Waldiah merasa kesulitan untuk membayar iuran BPJS setiap bulannya. Sementara untuk obat yang tidak tercover BPJS dan biaya akomodasi selama di rumah sakit Bu Waldiah berhutang di kelompok arisan. Bu Waldiah pun harus menyewa mobil untuk transportasi ke rumah sakit, karena Bu Waldiah tidak bisa duduk terlalu lama. Suaminya, Bapak Paiman (62) bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan tidak menentu. Bu Waldiah terus bersemangat menjalani kontrol rutin setiap 10 hari sekali. Tetapi semakin hari kondisinya tidak stabil dan cenderung menurun. Tidak berselang lama, Kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar duka dari keluarga. Selain bertakziah, Kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan santunan duka untuk meringankan beban keluarga. Keluarga Bu Waldiah sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas bantuannya selama ini. Santunan sebelumnya telah diberikan dan dilaporkan pada Rombongan 1108.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 24 April 2018
Kurir : @saptuari @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas Priyo

Bu Waldiah menderita sakit kanker payudara


ZARIN PUTRI (1, Bronkopneumonia). Alamat : Dusun Jati, RT 1/6, Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dik Zarin lahir empat bulan lalu, tepatnya tanggal 7 Desember 2017. Pada awalnya Dik Zarin sering nangis, rewel, dan sering demam. Kemudian tanggal 18 Maret 2018, Dik Zarin diperiksakan ke puskesmas. Dari pemeriksaan tersebut, dokter lalu merujuk untuk pemeriksaan lanjutan ke RSU Rahma Husada, Bantul. Saat itu Dik Zarin disarankan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit. Sebelumnya, keluarga ini tinggal di Semarang, sementara administrasi kependudukan belum sempat diurus, termasuk belum bisa mengurus pembuatan jaminan kesehatan. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk, Dik Zarin masih terlihat lemas. Ayahnya, Widodo (36) bekerja sebagai buruh harian lepas dan ibunya, Margianti (27) seorang ibu rumah tangga. Keduanya setia mendampingi pengobatan anaknya di rumah sakit. Bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama perawatan Dik Zarin di rumah sakit. Keluarga Dik Zarin sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Dik Zarin, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Maret 2018
Kurir : @saptuari @aji_kristanto @atinlelyas

Zarin menderita bronkopneumonia


MTSR JOGJA (AB 9043 WK, Operasional Bulan April 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR diperuntukkan utamanya untuk pasien dhuafa, sebagai fasilitas pendukung proses menjemput kesembuhan. Selain untuk pasien dampingan Sedekah Rombongan, masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Sedekah Rombongan Jogja memiliki lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. Tiga diantaranya dioperasionalkan di area Yogyakarta, dan dua ambulans difokuskan untuk mengcover wilayah Kabupaten Gunungkidul. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta dan sekitarnya. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvei calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Maret hingga pertengahan bulan April 2018. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 1131. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics Sedekah Rombongan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.325.800,-
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan April 2018


MTSR JOGJA (AB 1617 FN, Operasional Bulan April 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses pendampingan pasien dhuafa. Kegiatannya antara lain survei target pasien, penyampaian santunan, dan pendampingan dari rumah ke rumah sakit/rumah singgah atau sebaliknya. Selain itu, MTSR juga sering digunakan untuk menyampaikan amanah dari sedekaholics untuk pondok/panti asuhan dan tempat ibadah. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 1617 FN inilah MTSR yang disebut mobil penumpang. Meski disebut mobil penumpang, wilayah operasional MTSR ini pun sama dengan yang lain, yaitu mengcover wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Bantuan ini digunakan untuk biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Maret hingga pertengahan bulan April 2018. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya terdapat pada rombongan 1131. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.325.800,-
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan April 2018


MTSR JOGJA (AB 1473 RT, Operasional Bulan April 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) atau biasa dikenal dengan ambulans transport ini difungsikan sebagai kendaraan operasional yang mensupport pengabdian Sedekah Rombongan kepada dhuafa pada khususnya dan masyarakat umum. Saat ini, Sedekah Rombongan wilayah Jogja memiliki lima unit mobil tanggap, yakni empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Kendaraan ini juga biasa digunakan untuk mendukung kurir Sedekah Rombongan saat survei pasien, proses santunan dan pendampingan pasien, juga menjemput dan mengantar pasien dari rumah ke rumah sakit atau sebaliknya, dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Selain itu, MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline MTSR 081906800900. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya pembayaran pajak tahunan dan pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Maret hingga pertengahan bulan April 2018. Pelaporan MTSR Jogja sebelumnya dilaporkan di Rombongan 1131. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.511.600-
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan April 2018


MTSR JOGJA (AB 1583 VT, Operasional Bulan April 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR ini juga digunakan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk transportasi menuju rumah target pasien (survey pasien) dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka atau mengantar ke pemakaman. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap atau ambulan yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Masyarakat yang membutuhkan ambulans transport ini bisa menghubungi nomor hotline 081906800900. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans transport Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta utamanya wilayah Kabupaten Gunungkidul. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Maret hingga pertengahan bulan April 2018. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 1131.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.325.800,-
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan April 2018


MTSR JOGJA (AB 9032 WK, Operasional Bulan April 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) ialah kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses survei pasien, menyampaikan santunan, dan antar-jemput pasien dari rumah ke rumah sakit. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan wilayah Jogja diberi amanah lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 9032 WK ini ialah salah satu MTSR yang dioperasionalkan sebagai ambulans transport. MTSR ini mengcover wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Biaya bulan ini ialah biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Maret hingga pertengahan bulan April 2018. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya terdapat pada laporan Rombongan 1131. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics Sedekah Rombongan.­

Jumlah Bantuan : Rp. 2.345.800,-
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan April 2018


RSSR JOGJA (Operasional Bulan April 2018). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno, RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. RSSR Jogja merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara para pasien dampingan Sedekah Rombongan. RSSR Jogja ini makin dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang berasal dari golongan tidak mampu. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja. RSSR ini dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Selain sebagai tempat transit pasien, RSSR Jogja juga digunakan sebagai kantor administrasi pusat yang membantu kinerja Sedekah Rombongan secara nasional. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya operasional bulan April 2018 yang meliputi biaya administrasi perkantoran, biaya telekomunikasi, pembelian perlengkapan RSSR, dan biaya listrik/air/internet. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan 1131. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.659.359,-
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan April 2018


RSSR JOGJA (Bantuan Biaya Makan dan Obat Pasien April 2018). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. Rumah Singgah Sedekah Rombongan merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pasien-pasien tersebut sedang melakukan pengobatan rawat jalan di rumah sakit rujukan di Yogyakarta, seperti RSUP dr. Sardjito, RS Panti Rapih, dan RSPAU dr. Hardjolukito. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Kemudian pasien yang telah selesai berobat diantarkan kembali ke rumah masing-masing. RSSR ini dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Setiap hari, rata-rata RSSR Jogja dihuni oleh 10-17 pasien beserta pendamping pasien. Pasien yang singgah di RSSR Jogja berasal dari wilayah DIY, tetapi ada juga yang berasal dari luar Kota Jogja, misalnya Purworejo, Purwokerto, Kuningan, Temanggung. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya konsumsi dan katering pasien, biaya pembelian suplemen pasien, pembelian obat-obatan untuk pasien, dan biaya pembelian kasa steril, verban, alkohol untuk perawatan luka pasien. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan 1131. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 12.545.086,-
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR

Bantuan biaya makan dan obat pasien April 2018


MTSR MALANG (AB 9044 WK, Biaya Operasional Bulan Maret 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil yang dikendarai oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk beraktivitas seperti mengantar / menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang, mensurvei pasien yang akan dijadikan pasien dampingan dan bahkan menyampaikan santunan titipan yang diberikan dari Sedekaholics. Dengan nomor hotline 0818-0808-8001 yang tertera di badan mobil ambulance MTSR ini diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat langsung menghubungi MTSR ini. Pada bulan ini pengeluaran yang dialokasikan untuk kebutuhan operasional MTSR Malang ialah untuk membeli pulsa, bahan bakar, biaya untuk parkir kendaraan, uang konsumsi kurir saat move, cuci ambulan, label, biaya pemeliharaan dan perbaikan. Bantuan bulan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1130. Semoga MTSR semakin bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi para Sedekaholics. Aamiiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.066.400,-
Tanggal : 31 Maret 2018
Kurir : @FaizFaeruz Andy Rofik @SiscaDwi

Biaya operasional bulan Maret 2018


MTSR MALANG (L 1533 MF, Operasional Maret 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobil luxio hitam yang dimiliki Sedekah Rombongan Malang ini telah hilir mudik mengantar jemput pasien dari rumah ke rumah sakit, untuk survey pasien baru, menyampaikan santunan di area Malang, tak jarang digunakan untuk estafet pasien ke kota lainnya. Perawatan serta kebersihan terus dilakukan oleh para kurir agar tetap bisa memberikan kenyamanan saat digunakan. Dengan adanya MTSR baru ini diharapkan lebih bisa membantu masyarakat dan pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang yang berada di Kota Kediri, Blitar dan Tulungagung. Pada bulan ini pengeluaran yang dialokasikan untuk kebutuhan operasional MTSR Malang ialah untuk membeli bahan bakar, biaya pencabutan berkas dan biaya servis rutin setiap bulannya. Bantuan untuk MTSR sebelumnya masuk rombongan nomor 1130. Semoga para Sedekaholics diberikan kelancaran untuk segala urusan yang dijalani. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.400.000,-
Tanggal : 31 Maret 2018
Kurir: @FaizFaeruz @KatinoRianto Fatir @SiscaDwi

Biaya operasional bulan Maret 2018


MTSR MALANG (N 1208 CJ, Biaya Operasional Bulan Maret 2018). Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “move” pun cepat dan padat sekali. Kebutuhan antar pasien tak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Untuk mendukung performa mobil agar tetap dalam kondisi baik, maka bulan ini keperluan MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) yang diperlukan antara lain untuk membeli pulsa, bahan bakar, biaya untuk parkir kendaraan, konsumsi kurir saat move ke luar kota, cuci ambulance, label, kaca depan ambulan, kaca film dan service rutin setiap bulannya. Laporan keuangan MTSR pada bulan sebelumnya telah masuk di nomor rombongan 1130. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dan ibadah yang kita lakukan dengan sebaik-baiknya pembalasan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 8.637.800,-
Tanggal : 31 Maret 2018
Kurir : @FaizFaeruz Andy Rofik @SiscaDwi

Biaya operasional bulan Maret 2018


RSSR MALANG (Sembako Pasien RSSR Bulan Maret 2018). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk membeli bahan pokok dan sekunder seperti lauk pauk, sayur-sayuran, telur, buah-buahan, kebutuhan bumbu dapur, air minum, gula, kopi, teh, susu peptamen dan bahan bakar memasak. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1130. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.027.700,-
Tanggal : 31 Maret 2018
Kurir: @FaizFaeruz Rinda @SiscaDwi

Biaya sembako pasien RSSR bulan Maret 2018


RSSR MALANG (Biaya Operasional RSSR Bulan Maret 2018). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk biaya listrik, air bersih, obat-obatan, membeli kebutuhan ATK, membeli kresek untuk tempat sampah dan biaya administrasi. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1130. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.896.000,-
Tanggal : 31 Maret 2018
Kurir: @FaizFaeruz Rinda @SiscaDwi

Biaya operasional bulan Maret 2018


RSSR MALANG (Pembelian Inventaris RSSR Bulan Maret 2018). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, selain menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Untuk melengkapi kebutuhan RSSR dalam kenyamanan istirahat untuk pasien dampingan yang semakin banyak berdatangan. Kurir Sedekah Rombongan Malang pun menggunakan bantuan yang telah diberikan para Sedekaholics untuk membeli tool box yang terdiri dari peralatan yang digunakan untuk memperbaiki RSSR dan MTSR. Peralatan tersebut terdiri dari obeng, palu, tang, gergaji, kunci T dan lainnya. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1130. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 765.500,-
Tanggal : 31 Maret 2018
Kurir: @FaizFaeruz Rinda @SiscaDwi

Pembelian inventaris RSSR bulan Maret 2018


ANANDA GANIEZ CALLIEZYA PUTRI SULARTO (4 , Acute Lymphoblastic Leukemia). Alamat : Dusun Towo, RT 2/5 , Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Adik Ganies biasa dipanggil demikian oleh keluarganya. Ganies mulai dari November 2016 sudah sering sakit-sakitan dan sudah berobat ke RSUD dr. Darsono Pacitan, karena belum menemukan diagnosa penyakit kemudian di rujuk ke Rsup. dr. Sadjito Yogyakarta. Setelah melalui diagnosa cukup lama sekitar 3 bulan kemudian di ketahui menderita penyakit acute lymphoblastic leukemia. Dek Ganies memilik fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami ananda Ganies. Santunan keempat sebesar Rp 500.000,- pun di sampaikan dan digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat. Bantuan sebelumya telah disampaikan dan tercatat di nomer rombongan 1109, 1117 dan 1126. Alhamdulilah adik Ganiez telah rutin kembali berobat kemoterapi. Orang tua merasa senang sekali, bersyukur, dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @EdiSutaro @RestySucia

Ganies menderita penyakit acute lymphoblastic leukemia


SENEN BIN KATIMAN (58, Gejala Prostat). Alamat : Dukuh Kebondalem, Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Mbah Senen hanya hidup dengan anaknya Endrik, sebagai pekerja serabutan. Beliau mengalami sakit gejala prostat, mbah Senen yang sampai sekarang hanya mengkonsumsi obat herbal untuk mengurangi rasa sakit yang kerap menyerang ketika bekerja agak berat atau kecapekan. Ingin sekali mbah Senen bisa melakukan pengobatan lagi dan bisa sehat kembali melakukan aktivitas yang lainnya, sehingga bisa mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Walaupun mbah Senen memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3, namun untuk biaya berobat sakitnya rasanya berat sekali, sementara untuk bertahan agar dapur bisa mengepul setiap hari, anaknya harus bekerja seadanya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami. bantuan kedua sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan setelah sebelumya tercatat di nomer rombongan 1121 dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat . Keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan karena sudah dinyatakan sembuh setelah melakukan operasi pengangkatan batu ginjal.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @EdiSutarto @HaryaBaskara @Marto

Mbah Senen mengalami sakit gejala prostat


KHOFIFAH AULIA UTAMI (16, Radang Kaki Kiri). Alamat : Desa Tahunan, RT 4/2, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa timur. Dialah Khofifah Aulia Utami, merupakan salah satu siswa Madrasah Stanawiyah Al falah, anak pertama dari pasangan Bapak Sutrisno (39), dan ibu Suratun (36). Pada awalnya lahir dengan kondisi normal, namun pada usia 3 bulan, Allah SWT telah menguji Khofifah Aulia Utami sakit, awalnya bermula dari badan Khofifah Aulia Utami yang panas dan seketika itu kaki kiri Aulia tidak dapat diluruskan, kemudian Aulia hanya dibawa ke bidan setempat. Orang tua Aulia tidak menyadari bahwa ternyata kaki kiri Aulia mengalami kelainan. Sampai usia Aulia 7 Tahun, barulah Aulia dibawa ke Rumah Sakit Umum Soedono Madiun, disana Aulia diberi Gip sekaligus di rongsen dengan diagnosa radang tulang dan disana dirawat 1 bulan dan hanya diberi obat jalan. Hingga saat ini Aulia merasakan kaki kirinya ngilu, nyeri dan meskipun dengan kondisi kaki yang harus menggunakan egrang disetiap harinya, tidak menyurutkan semangat Aulia untuk belajar dan berusaha, serta mempunyai cita cita yang sangat mulia yakni ingin menjadi penjahit yang profesional. Alhamdullillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Khofifah sehingga dapat menyampaikan santunan awal sebesar Rp. 500.000,- untuk bisa membantu adik Aulia untuk melanjutkan pemeriksaan dan pengobatan kaki kirinya agar dapat kembali sehat, dan kembali bisa jalan normal dan beraktivitas seperti sedia kala. keluarga Khofifah mengucapkan banyak terimakasih atas bantun yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @EdiSutarto @RestySucia @Hanif @Sukma

Khofifah menderita radang tulang


RIZKY ARIWIBOWO (21, Flex Paru-Paru). Alamat : Dusun Druju RT 2/2 , Desa Donorojo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Propinsi Jawa Timur. Rizki Aribowo merupakan anak dari pasangan Bapak Darta (70), dan ibu Suti (53). Ia merupakan anak terakhir dari 6 bersaudara. Setelah lulus dari sekolah pada tahun 2014, Rizki memutuskan untuk bekerja mengais rejeki ke Jakarta. Ia mendapatkan pekerjaan sebagai pelayan di Rumah Makan. Awal keberangkatan ke Jakarta dengan kondisi sehat dan tidak memiliki keluhan maupun riwayat sakit apapun. bahkan ia masih sering pulang untuk sekedar bertemu dengan orang tuanya. Namun tepatnya bulan september Tahun 2017 saudara Rizki pulang ke desa dengan kondisi sakit yang di deritanya sekarang ini yaitu flek paru – paru. Keluarga sudah berinisiatif untuk memeriksakan ke rumah sakit. Tepatnya bulan Desember 2017 kemarin Rizki harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pacitan Selama 5 hari. Dan yang dilakukannya sekarang adalah harus sering kontrol ke Rumah Sakit setiap 2 minggu sekali. Dan yang perlu menjadi perhatian adalah, keluarga Saudara Rizki merupakan keluarga yang tidak mampu. Rumah yang di tempat oleh 6 orang tersebut merupakan bantuan dari Koramil keluarga inipun juga termasuk keluarga yang mendapatkan bantuan beras rastra dari pemerintah yang datangnya tiap 1 bulan sekali. Bahkan untuk makanpun keluarga ini harus kerja membanting tulang dengan bertani maupun dengan membuka usaha mie ayam di pinggir jalan. Bantuan kedua sebesar Rp 500.000,- setelah sebelumya tercatat di nomer rombongan 1126 disampaikan untuk biaya berobat dan dan trasportasi. Dan tidak lupa keluarga Bapak Darta mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @EdiSutaro @Jemi

Rizky menderita flek paru – paru


ABAS IMAMI (20, Komplikasi Gagal ginjal + Saraf + Paru-Paru basah). Alamat : Dusun Sinoman Kidul RT 2/6 , Desa Klepu , Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa timur. Abas Imami merupakan putra dari pasangan Bapak Riyanto (61), dan ibu Giyah (52). Setelah lulus dari SMP Abas Imami memutuskan untuk bekerja mengais rejeki ke Solo. Ia mendapatkan pekerjaan sebagai pelayan di Restoran. Awal keberangkatan ke Solo dengan kondisi sehat dan tidak memiliki keluhan sakit apapun. Namun tahun 2015 Abas Imami sakit dan harus opname selama 2 minggu di PKU Muhammadiyah Solo. Dengan Kondisi badannya bengkak semua. Setelah sakit tersebut akhirnya Abas Imami tidak melanjutkan kerja dan langsung pulang ke desa dengan kondisi sakit yang di deritanya yaitu gagal ginjal. Selama 3 tahun mulai dari tahun 2015 sampai sekarang, keluarga sudah berinisiatif untuk memeriksakan ke rumah sakit. Abas Imami harus bolak balik ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dengan penyakit yang di derita nya. Sekarang bahkan penyakit yang di derita nya komplikasi. Mulai dari saraf, paru paru basah dan penyakit lainnya. Dan yang dilakukannya sekarang adalah ia harus sering kontrol ke Rumah Sakit setiap 2 minggu sekali untuk cuci darah dan 1 Bulan sekali untuk sarafnya. Dan yang perlu menjadi perhatian adalah, keluarga Abas Imami merupakan keluarga yang tidak mampu. Dengan kondisi rumah yang tidak layak huni dan harus ditempati 6 orang di dalamnya. Selain itu untuk merawat sakitnya Abas Imami, keluarganya sudah berusaha semaksimal mungkin. Mulai dari menjual kayu, menjual hewan ternak dan tanah yang di milikinya untuk penyembuhan anaknya. Bahkan sekarangpun masih memiliki beberapa hutang yang harus ditanggung untuk biaya transportasi Abas Imami waktu akan kontrol ke Rumah Sakit Pacitan. Alhamdullillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan nya, sehingga dapat menyampaikan santunan awal untuk bisa membantu Abas untuk melanjutkan Pengobatan cuci darah dan penyakit saraf serta paru-paru basah yang di derita nya, sehingga dapat kembali sehat dan kembali bisa beraktifitas seperti sediakala. Bantuan awalpun disampaikan sebesar Rp. 500.000,- dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat. Kedua Orang tuanya sangat terharu dan mengucapkan terimakasih kepada sedekahholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan. Semoga Abas bisa segera sembuh, Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @EdiSutaro @Jemi

Abas menderita komplikasi gagal ginjal + saraf + paru-paru basah


ALINA MIKHAILA AHENDRA (4 Bulan, Kelainan jantung). Alamat Dusun Jangkrik RT 02/06 Desa Hadiluwih, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Propinsi Jawa Timur. Adik Alina putri dari bapak Anta Ahendra mengalami kelainan sejak lahir yaitu jantungnya yang kurang normal, karena dilahirkan secara prematur sehingga kesehatannya agak kurang baik. Pertama di deteksi oleh Rsud. dr Darsono kemudian di rujuk ke Rsup. dr Sardjito Yogyakarta. Sudah 2 kali adik Alina harus menempuh perjalan dari Pacitan ke Yogyakata untuk berobat dengan diagnosa kelainan katup jantung yg belum sempurna. Karena harus rutin berobat orang tua dari adik Alina Bapak Ahendra sebagai pekerja serabutan tapi harus berusaha memberikan waktu untuk mengatar anak sedangkan ibu adik Alina sebagai ibu rumah tangga yang otomatis tidak mempunyai penghasilan. Saat ini adik Alina tinggal di rumah kakek neneknya karena Bapak Ahendra dan ibu Ria adalah keluarga baru. Bantuan awal titipan para Sedekaholic pun disampaikan sebesar Rp. 500.000,- dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat. Keluarga sangat terharu dan mengucapkan terimakasih banyak kepada Sedekah Rombongan yang telah membantu untuk usaha kesembuhan adek Alina Mikhaila Ahendra.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @EdiSutaro @Baskara

Ahendra mengalami kelainan jantung


SUROTO BIN SAIDI (56, Infeksi saluran kencing). Alamat : Dusun Kebondalem RT 1/4, Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Bapak Suroto sakit Infeksi saluran kencing yang sudah di alami semenjak 3-4 tahun yang lalu dan belum ada pengobatan sama sekali karena sangat minimnya biaya bahkan untuk kebutuhan sehari-hari saja sangat kekurangan karena pekerjaan sebagai butuh kasar dan petani. Jarak dari rumah ke RSUD cukup lumayan sehingga membutuhkan biaya akomodasi sehingga Pak Suroto mengesampingkan kesehatan dan sakit yang di rasankanya. Alhamdullillah keluarga dapat dipertemukan dengan Sedekah Rombongan berdasarkan informasi dari tetangga sekitar yang masih perduli dengan kondisi keluarga pak Suroto. Bantuan awalpun disampaikan sebesar Rp. 500.000,- dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat. Semoga bantusn ini dapat bermanfaat dan dapat membantu keluarga pak Suroto. Ucapan Terimakasih dari pihak keluarga untuk Sedekahholic yang telah memberikan bantuan melalui Sedekah Rombongan. Semoga berbalas rejeki yang berlipat serta diberikan selalu nikmat kesehatan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 30 April 2018
Kurir :@ErvinSurvive @EdiSutaro @Rinanto

Bapak Suroto sakit infeksi saluran kencing


SUMARSIH BINTI SUMODIJOYO (69, Duafa). Alamat RT 01/10, Dusun Jajar, Desa Donorojo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Penyakit yang di derita nya ini berawal dari kegelisahan pada waktu cucunya saat maghrib belum pulang dari bermain. Mbah Sunarsih sangat khawatir sampai mengakibatkan beliau sakit stroke. Dari Tahun 2005 sampai sekarang Mbah Sumarsih tergolek lemah di ranjang kayu yang sudah usang dengan kondisi kamar yang sempit dan pengap. Mbah Sumarsih sudah sering bolak balik masuk Rumah Sakit. Namun kondisi tetap seperti semula tidak ada perubahan. Beliaunya menempati rumah yang sudah reyot bersama anak perempuannya. Kondisi Rumahnya yang masih berlantai tanah memperlihatkan bahwa kondisi keluarga ini sangat miskin. Untuk bisa makan, anak perempuannya bekerja serabut yang penting bisa menghasilkan uang utk biaya makan di hari itu. Bahkan kadang untuk makan sehari hari dan kebutuhannya saja hanya tetangga sekitar yang memberikan bantuan untuk makan, kehidupan yang serba kekurangan dan bahkan sangat kekurangan untuk biaya hidup sehari-harinya. Alhamdullillah bu Sumarsih dapat dipertemukan dengan Sedekah Rombongan untuk menyampaikan santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000,- supaya bisa membantu mencykupi kebutuhan pokok sehari-hari mbah Sumarsih dan anak perempuannya. Keluarga Ibu Sumarsih mengucapkan terimakasih banyak kepada Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @EdiSutaro @Jemi

Bantuan tunai


DWI SUTARNO (24 Tahun, lumpuh dan sulit bicara). Alamat Kebon, RT 2/5, Desa Donorojo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Dialah Dwi Sutarto, merupakan anak dari pasangan suami istri bapak Sujarmin (57 Tahun) Ibu Kartini. Warga Dusun Kebon, Desa Donorojo, Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan. Pada awalnya ketika baru lahir kondisi bayinya normal akan tetapi setelah umur 7 bulan menderita sakit panas, kemudian di bawa ke bidan yg ada Di Donorojo di mintakan obat akhirnya panasnya sembuh akan tetapi kondisi badanya lemes, dia akhirnya Dwi di Urut ke salah satu dukun bayi yang ada di dusun sebelah, akan tetapi sampai usia 2 tahun kondisi Dwi Sutarto ini masih lemas, ahirnya kondisinya sampai saat ini lumpuh. Sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah untuk biaya pengobatan. Akhirnya Dwi Sutarto tidak mengenyam pendidikan ke sekolah karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk belajar di sekolah. Dengan kondisi saudara Dwi Sutarto yang sangat memprihatinkan tersebut. Bantuan lepas sebesar Rp. 1.000.000,- telah disampaikan oleh kurir Sedekah Rombongan supaya bisa membantu meringankan penyakit yang di derita saat ini dan agar bisa menempuh pendidikan yang lebih baik. Keluarga sangat berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @EdiSutaro @Jemi

Dwi menderita lumpuh dan sulit bicara


SLAMET RIYADI (50, lumpuh). Alamat Dusun Jajar RT 1/10, Desa Donorojo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Pada awalnya beliau dalam kondisi segar bugar bisa beraktifitas seperti biasa. Kesehariannya bekerja sebagai karyawan di Perusahaan di Wilayah Jakarta. Namun nasib buruk menimpanya pada saat beliau akan berangkat bekerja, Bapak Slamet mendapat musibah jatuh dari sepeda yang dikendarainya. Kecelakaan tersebut terjadi pada tahun 2011. Setelah kejadian tersebut akhirnya bapak Slamet berhenti dari kerjanya, karena beliau lumpuh akibat dari kecelakaan yang menimpanya. Aktifitasnya setiap hari setelah kecelakaan tersebut, bapak Slamet hanya bisa beraktifitas dengan ngesot. Bahkan untuk beraktifitas yang lebih, beliau dibantu dengan kursi roda yang sudah usang. Berawal dari situlah akhirnya hanya istri yang harus membanting tulang menghidupi keluarganya. Akhirnya pada tahun 2016, Bapak Slamet sekeluarga lebih memilih kembali ke kampung halaman tepatnya di dusun Jajar Desa Donorojo. Sekarang yang menjadi tulang punggung menghidupi keluarganya adalah sang istri yang harus bekerja sebagai pelayan toko. Selain untuk mencukupi kehidupan sehari-harinya, hasil yang di dapatkan Istrinya juga digunakan untuk biaya sekolah anaknya. Dengan kondisi yang di derita nya Bapak Slamet hanya bisa pasrah. Bahkan rumah yang ditempatinya sekarang tergolong rumah yang tidak layak huni. Informasi mengenai pak Slamet dipetoleh dari tetangga sekitar yang masih perduli dengan kondisi beliau. Santunan lepad sebesar Rp. 1.000.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat dan keperluan sehari-hari. Pak Slamet sangat senang sekali, bersyukur dan mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekahholic atas bantuanyang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan. Semoga pak Slamet bisa sembuh dan beraktifitas seperti biasanya lagi. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @EdiSutaro @Jemi

Pak Slamet menderita lumpuh


SULAIMAH BINTI AHMAD SARKAM (70, Nyeri sendi & tensi tinggi). Alamat : Dusun Nglorok RT. 6/3 Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Semenjak 2 tahun yang lalu bu Imah merasakan sakit nyeri pada sendi dan pinggang, setelah diperiksakan dinyatakan sakit asam urat dan asam lambung. Juga sering mengalami sakit kepala, yang ternyata akibat tensinya tinggi. Keadaan ini membuat bu Imah tidak bisa lagi bekerja membantu mencari nafkah suaminya sebagai buruh tani. Rumah yang ditinggali kecil berlantaikan tanah namun nampak bersih. Didalam rumah tidak ada perabot rumah tangga yang berharga. Kondisi kesehatan suaminya juga sudah sangat menurun, sering mengalami sakit sesak napas. Sekarang sudah tidak dapat lagi bekerja sehingga unfuk kebutuhan hidup sehari hari hanya bergantung pada pemberian kedua anaknya dan terkadang bantuan dari tetangganya. Keadaan ekonomi anaknya juga pas-pasan. Untuk sekedar makan minum dan biaya berobat sangat memprihatinkan. Informasi mengenai bu Imah diperoleh dari tetangga sekitar yang perduli dengan kondisi bu Imah. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000,- pun telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat. Bu Imah sangat berterima kasih atas bantuan yang didapatnya dari para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan dan mendoakan semoga mendapat imbalan dari Yang Maha Kuasa berlipat ganda. Amin

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Sumiyati @Dwi_Sulasno

Bu Sulaimah menderita sakit asam urat dan asam lambung


MUHARI BIN KATUBI (60, Stroke). Alamat : Dusun Bedingin RT. 5/4 Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Sudah jatuh tertimpa tangga, pepatah ini hampir pas untuk menggambarkan apa yang dialami pak Muhari. Betapa tidak semenjak sakit stroke sekitar 3 tahun yang lalu mengakibatkan beliau menderita dan tidak mampu bekerja lagi, istrinya bukan merawatnya sepenuh hati namun malah minta cerai. Bahasa Jawanya ngemohi/menolak hidup bersama dengan suaminya. Semenjak itu pak Muhari dirawat adiknya yang juga sudah menjanda. Rumah yang ditinggali milik adiknya berlantaikan tanah berdinding bambu, tidak ada perabot yang berharga sama sekali. Kehidupan yang dilalui dengan kesederhanan dan kepasrahan. Untuk makan sehari hari dari penjualan ayam yang dipelihara adiknya. Sedang untuk pengobatan tidak pernah dilakukan karena keadaan yang sangat memprihatinkan. Informasi mengenai pak Muhari diperoleh dari tetangga sekitar yang masih perduli dengan kondisinya. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000,- pun telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. Pak Muhari sangat berterima kasih atas pemberian para sedekaholic dan mendoakan semoga Allah SWT melapangkan rezekinya dan mendapat imbalan di Yaumil akhir. Amin

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Sumiyati @Dwi_Sulasno

Pak Muhari menderita sakit stroke


SANEM BINTI SARIP (60, Nyeri sendi & darah tinggi). Alamat : Dusun Watugong RT. 5/1 Desa Ploso, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Bu Sanem menjanda kurang lebih 3 tahun yang lalu setelah suaminya meninggal. Kehidupannya biasa saja dan bisa dikatakan dalam kondisi pas pasan. Setiap hari apabila sedang tidak kambuh sakitnya membantu mencarikan rumput kambingnya. Kambing tersebut di dapat dari bantuan pemerintah provinsi Jatim beberapa waktu yang lalu. Di rumahnya yang berlantaikan tanah berdinding papan kayu dan papan kalsiboard tersebut dia tinggal dengan salah satu anaknya yang sudah berkeluarga dan telah mempunyai cucu. Kebutuhan sehari hari dicukupi dari penghasilan menantunya laki laki yang bekerja sebagai penunggu tempat bilyar. Terkadang mendapat bantuan dari anaknya yang lain. Bu Sanem sangat berterima kasih atas bantuan yang diterimanya, dan mendoakan semoga Allah SWT melipatkan gandakan balasan para donatur Sedekah Rombongan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Sumiyati @Dwi_Sulasno

Bu Sanem menderita nyeri sendi & darah tinggi


KANDIM BIN ABDUL SOMAD (53, Diabet). Alamat : Desa Dadapan RT 1/1, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Propinsi Jawa Timur. Pak Kandim adalah seorang kepala keluarga yang menderita sakit diabet selama 7 tahun. Dalam 3 bulan terakhir kondisi nya memburuk dengan adanya luka di kaki yang selalu basah. Medikasi luka harus dilakukan di puskesmas seminggu dua kali. Kontrol rutin sebulan sekali ke Rsud. Soeroto Ngawi. Dalam 3 bulan terakhir harus rawat inap di Rsud. Soeroto sebanyak dua kali. Istri nya yaitu bu Kasirotun (35) adalah seorang ibu rumah tangga yang tentu merasa kesulitan dengan biaya pengobatan pak Kandim walaupun sudah memiliki jaminan kesehatan Kis. Informasi mengenai pak Kandim diperoleh dari istrinya yang mendatangi rumah singgah Sedekah Rombongan Magetan. Istri nya tau tentang Sedekah Rombongan dari salah satu pasien Dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Bantuan lepas sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya pengobatan pak Kandim. Pasutri ini sangat terharu dan mengucapkan banyak terimakasih atas santunan yang telah disampaikan, semoga bisa meringankan beban keluarga ini dan semoga pak Kandim segera sembuh. Amin

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Sumiyati @Dwi_Sulasno

Pak Kandim menderita sakit diabetes


IMAM HARIYADI, (48, Jantung Koroner) Alamat RT/RW 002/001, Desa Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Bapak Imam adalah seorang wiraswasta yang sering membantu dhuafa dan menjadi Kurir Aktif di Sedekah Rombongan. Bapak Imam mengidap penyakit Jantung Koroner sejak tiga bulan yang lalu, Tetapi oleh Bapak imam baru terasa seminggu yang lalu saat mendampingi pasien Sedekah Rombongan. Tiba tiba bapak Imam jatuh pingsan di depan teras puskesmas, lalu oleh Dokter puskesmas dirujuk ke UGD Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah diperiksa Dokter menyatakan bahwa bapak Imam mengidap Jantung Koroner, yang harus membutuhkan istirahat total dan pengobatan di Ruang ICCU selama lima hari karena bapak Imam sangat merasa lemas. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk membantu bapak Imam. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Biaya Pengobatan dan Perawatan Pasien. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat dan diberi kesembuhan seperti sediakala supaya dapat beraktivitas membantu pasien Sedekah Rombongan, Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 April 2018
Kurir : @awwaludin_yuda @viandwiprayugo @agungganong

Bapak Imam mengidap penyakit jantung koroner


RAKA LEAN NUGRAHA (5, Batu Ureter + Batu Uretra). Alamat: Desa Benteng Rendah, RT. 002, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi. Ketika berumur 1 tahun Raka mengalami kencing darah, sulit buang air kecil dan pembengkakan seluluruh tubuh disertai demam tinggi. Saat itu, Raka langsung dibawa ke RSUD Hamba Kabupaten Batanghari oleh orangtuanya, setelah dilakukan pemeriksaan hasilnya terdapat batu pada ginjal Raka, maka dilakukanlah operasi untuk mengambil batu yang menyumbat saluran kencingnya. Setelah operasi dilakukan, kondisi raka pun membaik dan raka menjalani rawat jalan selama 8 bulan, namun pada bulan ke 9 pada tahun 2015, Raka kembali mengalami kencing darah dan dibawa ke Rumah Sakit DKT Jambi. Raka dirawat di sana selama 4 hari dengan diagnosa infeksi ginjal dan disarankan rawat jalan di praktek dokter yang menanganinya. Namun, sejak bulan ke 7 pengobatan Raka terhenti karena terkendala biaya. Pada tahun 2018, Raka kembali mengalami kencing darah (hematuria) untuk ketiga kalinya dan juga pembengkakan seluruh tubuh serta sakit perut. Kemudian, Raka kembali dibawa ke Rumah Sakit DKT Jambi. Setelah 2 hari perawatan di sana, Raka pun di pindahkan ke RSUD Raden Mattaher jambi oleh keluarganya untuk melanjutkan pengobatan. Setelah dilakukan pemeriksaan USG dan CT Scan didapatkan hasil batu pada ureter dan uretra Raka, kemudian dilakukan operasi untuk mengelurkan 6 buah batu tersebut. Selanjutnya Raka diperbolehkan pulang dan melakukan rawat jalan. Orang tua Raka, Muhammad saleh (44) adalah buruh harian lepas di kebun sawit dan ibunya Erni (38) adalah ibu rumah tangga. Mereka menceritakan kesulitannya untuk biaya pengobatan dan membawa Raka kontrol ke RSUD Raden Mattaher jambi dikarenakan penghasilan Bapak yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja. Bapak Saleh memiliki 3 orang anak, Anak pertama beliau (kakak Raka) memiliki penyakit Lupus yang setiap bulannya harus melakukan pengobatan. Sedangkan anak keduanya seorang pelajar SMP. Alhamdulillah Kurir sedekah rombongan dipertemukan dengan Raka dan keluarganya. Kurir sedekah rombongan merasakan kesulitan yang dihadapi keluarga raka. Santunan diberikan kepada Raka untuk biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan di RSUD Raden Mattaher serta akomodasi dan biaya rawat jalannya. Semoga pengobatan yang yang dijalani Raka diberikan kelancaran dan lekas mendapat kesembuhan. Aamiin…

Jumlah santunan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 29 Januari 2018
Kurir : @saptuari @shintatantri @Fadol_s @limzki_99

Raka mengalami kencing darah


SANTI DESPI PUTRA (42, Tumor). Alamat : Desa Salam Buku, RT. 4, Kecamatan Merangin, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Pada saat ibu Santi berusia 8 tahun, kepalanya terhempas ke batu dan tak bernafas selama dua jam. Ibu Santi langsung dibawa ke tukang urut perut karena menduga perutnya yang luka sehingga susah bernafas. Dua tahun berlalu, Ibu Santi merasakan ada daging tumbuh di kepala bagian belakang, namun tidak dibawa berobat karena tidak merasakan sakit. Tepat 3 tahun yang lalu, Ibu Santi merasakan nyeri pada bagian daging tumbuh di kepala belakangnya, beliaupun khawatir dan langsung berobat ke padang dengan uang hasil jual rumah. Tiga bulan proses kontrol pengobatan berjalan dengan diagnosa tumor di kepala. Ketika tumor semakin membesar beliau tidak melanjutkan proses pengobatan lagi dikarenakan kehabisan biaya. Ibu Santi (42) adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai 5 orang anak dan suaminya pak Despi Putra (43) adalah seorang buruh angkut pasar. Penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari saja, namun jika digunakan untuk biaya pengobatan tidaklah cukup meski Ibu Santi memiliki JKS KIS karena beliau memiliki tanggungan 4 orang anak yang masih bersekolah. Alhamdulillah, berkat izin Allah sedekah rombongan Jambi dipertemukan dengan keluarga. Kurirpun merasakan kesulitan mereka, santunan lepas disampaikan untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari dan pengobatan jika nyeri terasa kembali. Saat ini, Ibu santi sangat ingin dioperasi tetapi apa daya beliau mempunyai anak yang masih kecil-kecil sehingga teramat susah untuk menjalani proses kontrol yang harus bolak-balik jauh ke kota. Semoga Ibu Santi segera bisa pulih kembali seperti sedia kala. Aamiin…

Jumlah bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 25 Januari 2017
Kurir : @saptuari @shintatantri @aswirdiyandi @limzki_99

Bu Santi diagnosa tumor di kepala


RAHMA OKTA BERINA (13, Penyempitan Usus). Alamat : Desa Salam Buku, RT. 2 Kecamatan Batang Masumai, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Sejak lahir Rahma buang air besarnya normal, namun ketika berumur 11 bulan perutnya membesar lalu dibawa ke RSUD Bangko. Dokter mengatakan ada penyempitan usus karena dihimpit tumor dan harus segera dioperasi untuk memindahkan saluran buang air besarnya ke sebelah kiri perut. Operasi pun dilakukan, tetapi tumornya tidak diangkat karena pada saat itu kondisi Rahma tidak memungkinkan. Sebulan setelah operasi, perut Rahma kembali membesar. Ibunya memberikan susu kuda liar hingga 7 botol dan alhamdulillah perutnya tidak membesar lagi hingga sekarang. Kondisi Rahma saat ini bisa beraktivitas seperti biasa, namun saluran buang air besar yang berada di sebelah kiri perut sangat mengganggu kesehariannya. Pihak medis RSUD Bangko menyarankan agar Rahma dioperasi kembali untuk memindahkan saluran buang air besarnya ke posisi normal, ia pun dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi. Ayah tirinya, Yusrianto (36), bekerja sebagai tukang bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu, sedangkan ibunya, Marilam (44), hanya ibu rumah tangga. Mereka mengalami kesulitan untuk biaya transportasi serta proses rujukan ke RSUD Raden Mattaher Jambi karena untuk mencukupi kehidupan sehari-hari saja masih sangat sulit. Alhamdulillah berkat izin Allah, kurir Sedekah Rombongan Jambi dipertemukan dengan keluarga ini. Santunan awal pun disampaikan untuk biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit. Setelah melakukan dua kali Rontgen dokter menyarankan untuk lebih dahulu membersihkan kotoran yang telah menumpuk dan menjadikan Rahma Okta Berina pasien dampingan Sedekah Rombongan. Santunan kembali disampaikan untuk biaya Transportasi dan Akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1081. Semoga Allah perkenankan Rahma bisa memiliki saluran pembuangan normal dan ia bisa beraktivitas kembali dengan nyaman.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Januari 2018
Kurir : @saptuari @shintatantri @fadol_s @limzki_99

Rahma menderita penyempitan usus

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MAULANA PUTRA 500,000
2 NATASYA RIDZKIA RAMADHANI 639,000
3 ZAHIRA BINTI ZAINURI 716,000
4 UMI HANIK 500,000
5 Nadira Khanza Afwina Putri 17,903,500
6 SUKARTI BIN KATIMEN 500,000
7 NAPSIANI BINTI ABDULLAH 500,000
8 DALIO BIN JOYO SENTONO 500,000
9 RAFA AJI SAPUTRA 507,500
10 RAFA AJI SAPUTRA 1,000,000
11 ISTIYANI BINTI ADI WIYONO 3,000,000
12 DEVITA CAHYANINGRUM 963,630
13 MARYANTO BIN SULINO 1,250,000
14 FEBRIANTO BIN KABIRAN 1,000,000
15 ETIK MARSININGSIH 2,000,000
16 JENY OKTAVIA SAPUTRI 1,000,000
17 SENIWATY ISMAIL 2,000,000
18 WALDIAH BINTI JUMALI 1,500,000
19 ZARIN PUTRI 1,000,000
20 MTSR JOGJA 2,341,800
21 MTSR JOGJA 2,325,800
22 MTSR JOGJA 4,511,600
23 MTSR JOGJA 2,325,800
24 MTSR JOGJA 2,345,800
25 RSSR JOGJA 2,659,359
26 RSSR JOGJA 12,545,086
27 MTSR MALANG 2,066,400
28 MTSR MALANG 3,400,000
29 MTSR MALANG 8,637,800
30 RSSR MALANG 6,027,700
31 RSSR MALANG 4,896,000
32 RSSR MALANG 765,500
33 ANANDA GANIEZ CALLIEZYA PUTRI SULARTO 500,000
34 SENEN BIN KATIMAN 500,000
35 KHOFIFAH AULIA UTAMI 500,000
36 RIZKY ARIWIBOWO 500,000
37 ABAS IMAMI 500,000
38 ALINA MIKHAILA AHENDRA 500,000
39 SUROTO BIN SAIDI 500,000
40 SUMARSIH BINTI SUMODIJOYO 1,000,000
41 DWI SUTARNO 1,000,000
42 SLAMET RIYADI 1,000,000
43 SULAIMAH BINTI AHMAD SARKAM 1,000,000
44 MUHARI BIN KATUBI 1,000,000
45 SANEM BINTI SARIP 1,000,000
46 KANDIM BIN ABDUL SOMAD 100,000
47 IMAM HARIYADI 500,000
48 RAKA LEAN NUGRAHA 1,500,000
49 SANTI DESPI PUTRA 750,000
50 RAHMA OKTA BERINA 1,000,000
Total 105,178,275

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 105,178,275,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rekapitulasi Bantuan ROMBONGAN

Rp. 61,323,238,958,-