JOKO WISESA (28, Gagal Ginjal). Alamat : RT 5/1, Desa Mlewong, Kecamatan Cinanas, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar tahun 2015, Joko tiba-tiba terjatuh saat sedang bekerja mengelas besi. Sejak saat itu, beliau sering sakit-sakitan dan akhirnya keluar dari pekerjaannya. Joko sempat memeriksakan diri ke rumah sakit di Bumiayu, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Dokter mendiagnosis beliau mengalami gagal ginjal sehingga harus melakukan cuci darah 2 kali setiap pekan. Beliau sering mengalami sesak nafas, mual muntah dan lemas. Beliau tinggal bersama ibunya, Karsem (72) yang bekerja sebagai buruh serabutan. Penghasilan keluarga yang kecil dan tidak menentu sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Biaya pengobatan Joko dibantu jaminan kesehatan berupa Jamkesda. Namun pengobatannya terkendala biaya transportasi ke rumah sakit dan penginapan selama di Banyumas. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Joko sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi, transportasi dan hidup sehari-hari selama beliau menjalani pengobatan di rumah sakit. Namun Alloh berkehendak lain, tanggal 16 Maret 2018 Joko meninggal dunia di rumah sakit saat menjalani cuci darah. Joko merupakan pasien dampingan yang tercatat dalam nomor rombongan 1112. Semoga beliau meninggal dengan husnul khatimah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 Maret 2018
Kurir : @arfanesia Yunanto @firdhanelis

Joko mengalami gagal ginjal

 


TUSLIMIN BIN SAMSURI (34, Asam Lambung). Alamat : RT 8/5, Desa Pingit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada awal tahun 2016, Bapak Tuslimin merasa perut terasa perih, mual, sesak nafas, dan detak jantung berdebar kencang. Beliau lalu dibawa ke Rumah Sakit (RS) Emanuel Klampok Banjarnegara dan menjalani rawat inap selama 7 hari. Dokter mendiagnosis Bapak Tuslimin menderita asam lambung akut. Setelah 1 bulan pulang dari rumah sakit, beliau merasakan sakitnya kambuh lagi. Bapak Tuslimin segera dibawa ke Puskesmas Rakit dan menjalani rawat inap selama 3 hari. Setelah menjalani rawat inap beliau rutin kontrol ke dokter. Saat ini kondisi Bapak Tuslimin masih lemas dan belum dapat beraktivitas. Selama berobat beliau dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun terkendala masalah biaya kontrol berobat dan kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah sedekah rombongan dipertemukan dengan Bapak Tuslimin sehingga dapat menyampaikan santunan untuk biaya kontrol berobat dan kehidupan sehari-hari. Semoga beliau dapat kembali sehat seperti sedia kala.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Maret 2018
Kurir : @ddeean Wiwid @firdhanelis

Bapak Tuslimin menderita asam lambung akut


ARIF MUSTAKIM (44, Bedah Rumah). Alamat : RT 4/3, Desa Ciberung, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Arif adalah seorang kepala rumah tangga yang berprofesi sebagai sopir. Rumah yang ditinggali Bapak Arif belum mempunyai kamar mandi. Pada Waktu Itu Bapak Arif bercerita kepada salah satu kurir Sedekah Rombongan bahwa beliau membutuhkan bantuan. Selang 2 bulan Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke rumah Bapak Arif dan melihat bahwa tempat tinggal Bapak Arif tidak mempunyai kamar mandi. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Bapak Arif. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk pembelian property membuat kamar mandi. Semoga santunan bedah Rumah Bapak Arif berjalan dengan lancar dan santunan yang diberikan Sedekaholics mandapatkan ganti berlipat ganda dari Allah SWT. Amin

Jumlah Santunan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 12 Maret 2018
Kurir : @ddeean Khaerul @firdhanelis

Bantuan untuk pembelian property membuat kamar mandi


MUHAMMAD MAESOR (14 , Rheumatic Heart Disease). Alamat : Dusun Bodren RT 1/1 Desa Gunung Gempol, Kec. Jumo, Kab Temanggung, Prov. Jateng. Muhammad adalah putra yang terlahir dari pasangan Saiful dan Wahyuni yang didiagnosis Rheumatic Heart Disease atau Jantung Rematik, pada bulan Desember 2017 dia mengalami badan mudah lemas, disertai nyeri dada, juga kebiruan pada anggota tubuh. Orangtuanya membawa periksa ke Puskesmas, kemudian di sarankan untuk berobat ke RSUD Temanggung, setelah beberapa hari opname di RSUD Temanggung, Muhammad didiagnosis Jantung Rhematik ,maka dari pihak RSU menyarankan untuk Rujuk ke RSU Karyadi Semarang. Tanggal 28 Desember 2017 dirawat di RSU Karyadi, setelah beberapa hari opname kondisi Muhammad tambah membaik akan tetapi masih merasa lemas jika untuk aktifitas berlebih, selanjutnya diperbolehkan pulang dan disarankan untuk kontrol sebulan sekali. Kondisi sekarang Muhammad tidak sekolah atau putus sekolah di kelas 2 SMP karena ketidakmampuan fisiknya karena jika kelelahan mudah lemas , juga ketidakmampuan perekonomian orang tuanya yang harus menafkahi 2 adik muhammad. Anak ke 4 atau adik dari muhammad yang berumur 1 tahun juga sempat mengalami gangguan usus muntir dan diharuskan untuk Operasi di RSU Temanggung. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim dan menyampaikan santunan dimana santunan itu digunakan untuk biaya traspor dan berobat ke RS Karyadi Semarang. Keluarga mengucapkan terimakasih dan semoga Muhammad segera diberi kesembuhan dan bisa melanjutkan cita citanya. Aaaammiin

Jumlah bantuan : 1.000.000
Tanggal : 7 April 2018
Kurir : @faturrozaq82,Swastiko,Wahyu_sulistyo

Muhammad didiagnosis Rheumatic Heart Disease


SOLICHIN BIN SUMO (58,Lumpuh) . Alamat : Desa Plawangan RT 2/1 Kec.Candiroto. Kab Temanggung. Prov. Jawa Tengah. Awal derita Pak Sol sekitar 3 tahun yang lalu.saat itu dirasakan mengalami nyeri di kedua lututnya sampai telapak kaki, padahal sebelumnya beliau tidak pernah mengalami sakit yg berat, beliau sejak muda bekerja di Jakarta sebagai buruh bangunan, sampai dengan menikah, beliau mulai merasakan nyeri pada kedua kakinya, sehingga di Jakarta berobat di salah satu Rumah Sakit dan didiagnosa gangguan Asam Urat yang tinggi. Namun permasalahan tidak berhenti disitu, setiap makan obat kondisi nyeri kaki hilang akan tetapi jika obat habis merasa nyeri lagi. Karena belum mengalami perubahan memaksa beliau untuk pulang kekampung halaman. Sampai dirumah gejala sakit Pak Sol masih berlanjut sehingga Pak Sol harus opname di RSUD Temanggung hingga 5x dengan gejala Asam Urat yang tinggi. Semakin lama kaki Pak Sol tidak hanya nyeri tapi juga mengalami kelemahan pada kedua kakinya sehingga tidak bisa berjalan dan menggunakan alat bantu untuk jalan harus menggunakan Kruk. Untuk keperluan sehari2 seperti nafkah keluarga, Pak sol dibantu oleh anak yang pertama dan kadang istri Pak Sol membantu untuk mencari nafkah, karena kondisi kaki yg lemah sehingga tidak memungkinkan untuk Pak Sol mencari nafkah. Saat ini beliau hanya bisa dirumah saja dan setiap minggunya harus kontrol dan memgkonsumsi obat. Keluarga hanya bisa psrah atas keadaan ini karena memang tidak mempunyai biaya lagi sehingga kontrol kadang tidak dilakukan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim dan dapat memberikan santunan dari Sedekahholics dimana santunan itu digunakan untuk biaya transportasi kontrol ke RSUD Temanggung. Pak Sol menyampaikan terimakasih sebanyak- banyaknya atas santuan yang diberikan dari sedekaholic semoga bermanfaat dan segera diberi kesembuhan

Jumlah bantuan : 1.000.000,-
Tanggal : 7 April 2018
Kurir : @faturrozaq82,Swastiko,Wahyu_sulistyo

Pak Sol mengalami lumpuh


JENGGO BINTI TOMIN ( 47, Tulang keropos) Alamat : Lunggotono Rt 04 Rw 03.Ds Candisari Kec. Bansari Kab.Temanggung Jawa Tengah Ibu Jenggo telah menderita sakit terutama kakinya sejak sekitar 2 tahun yang lalu,berawal dari kejadian beliau terjatuh saat menuju ladang untuk kerja buruh tani ditetangganya. Pada awalnya pihak keluarga telah membawanya ke sangkal putung atau pijat tradisional namun tidak kunjung sembuh. Oleh keluarga berencana berobat ke Rumah Sakit,karena dikwatirkan menghabiskan biaya banyak kalau dibawa ke Rumah Sakit maka pihak keluarga memutuskan berobat ke puskesmas dan dinyatakan mengidap tulang keropos. Namun seiring berjalannya waktu kondisinya makin masih belum bisa berjalan seperti sedia kala,hingga akhirnya keluarga hanya pasrah terkadang sesekali kalau ada rezeki di bawa ke tukang pijat. Suwardi (45 th) adalah suami dari ibu jenggo,yang keseharianya bertani terkadang juga buruh tani di tetangganya. Mereka hidup sederhana yang jauh dari cukup. Kehidupan keluarga ibu jenggo yang sakit, secara otomatis kurang diperhatikan apalagi masih menanggung 2 anak yang masih duduk di bangku SMA dan SMP. Karena terkendala biaya ibu Jenggo dan keluarga enggan untuk ke RS walaupun sudah punya jaminan kesehatan bantuan Pemerintah.Terakhir ibu Jenggo kontrol ke Rumah sakit bulan maret akhir itupun itupun atas jasa tetangga dan perangkat desa setempat. Saat kami menjenguk dirumahnya,kondisi beliau lemas dalam dan tidak bisa jalan karena salah satu kaki agak kecil dan tidak bisa beraktifitas. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan menyampaikan amanah dari sedekah holick kepada keluarga ibu Jenggo untuk meringankan beban agar digunakan untuk biaya transport kontrol dan berobat serta kebutuhan sehari hari. Pihak keluarga juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan mudah-mudahan menjadi amal ibadah serta menjadi jalan kesembuhanya ibu Jenggo. Aamiin

Jumlah bantuan: Rp.1.500.000,-
Tanggal : 04 april 2018
Kurir : @fathurrozaq82,swastiko,huri

Bu Jenggo mengidap tulang keropos


ABDUL ROZAK, (7, Ginjal Bocor) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/004, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Abdul Rozak, biasa dipanggil Rozak. Adik Rozak mengalami sakit sejak umur 2 tahun yang di deritanya tidak mengalami kesakitan karena umur adik Rozak masih kecil. Dan setelah umur 4 tahun adik Rozak mengalami sesak nafas, Air Urin bebusa, dan tidak memiliki tenaga untuk beraktivitas. Karena adik Abdul Rozak memiliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS PBI, Abdul Rozak langsung dibawa ke Puskesmas terdekat oleh keluarganya untuk mengetahui sakit yang dideritanya, dan Dokter Puskesmas menyatakan bahwa Adik Rozak mengalami Ginjal Bocor dan Dokter Puskesmas menyarankan Adik Rozak dirujuk ke Poli Bedah RSUD Dr. Soebandi Jember untuk mengetahui diagnosa lebih lanjut. Setelah itu sesampai di RSUD Dr.Soebandi Jember Adik Rozak menjalanin cek Lab dan Dokter menyatakan Adik Rozak mengalami Ginjal Bocor. Adik Rozak sudah bolak balik Opname atau Rawat inap di RSUD Dr. Soebandi Jember karena kondisinya sering ngedrop. Adik Rozak adalah anak dari pasang Bapak Achmad Ariyadi (41) dan Ibu Siti Muslika (38), Bapak Achmad Ariyadi ini bekerja sebagai penarik tukang becak di Desanya yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari keluarganya. Keluarga Adik Abdul Rozak membutuhkan bantuan dan dampingan selama adik Rozak berobat karena keluarga dari kurang mampu. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan infomasi dari salah satu tetangga bahwa adik Rozak memerlukan bantuan karena selama penebusan Obat di Luar BPJS tidak mampu untuk membelinya dan Transport bolak balik ke RSUD Dr. Soebandi Jember ke rumahnya. Selang 7 bulan Adik Rozak dirujuk ke Dr. Soetomo Surabaya karena kondisi yang dialaminya cukup serius. Dan Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Rozak. Santunan yang diberikan untuk Biaya Transportasi dan Biaya pengobatan dan perawatan pasien. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Adik Rozak dan Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala, Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1119

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 April 2018
Kurir : @awwaludin_yuda @viandwiprayugo @isrol

Adik Rozak mengalami Ginjal Bocor


SITI MUAWANAH, (35, Tumor Otak) Alamat Dusun Krajan RT/RW 001/004, Desa Nogosari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Awal mulanya, Ibu Muawanah merasakan pusing yang luar biasa. Karena keluhan tersebut, akhirnya ibu Muawanah memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Dokter setempat menyatakan bahwa ibu Muawanah hanya memerlukan istirahat yang cukup dan disarankan untuk tidak terlalu banyak pikiran. Satu bulan kemudian, ibu Muawanah mengeluh pusing kembali. Beliau juga pernah jatuh pingsan sehingga dilarikan lagi ke Puskesmas. Ketika sadar, kondisi mata ibu Muawanah memerah. Ibu Muawanah juga mengeluhkan sakit di bagian tangan beliau. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, ibu Muawanah dirujuk ke RS Balung Jember untuk menjalani pemeriksaan lebih lengkap. Dari RS Balung Jember, ibu Muawanah dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Di RSUD Dr. Soebandi Jember, ibu Muawanah telah menjalani pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Dari hasil pemeriksaan, ibu Muawanah mederita Tumor Otak sehingga dokter menyarankan untuk rutin menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soebandi Jember setiap satu bulan sekali. Kini, ibu Muawanah sering mengalami kejang, demam, dan gemetaran. Keadaan bibir beliau juga menjadi miring sehingga sulit untuk berbicara, terkadang bisa merespon dan terkadang tidak bisa. Ibu Muawanah hanya bisa terdiam di rumah karena matanya sudah tidak begitu normal. Suami ibu Muawanah, Abu Bakar (41) bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak menentukan, yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari bagi keluarganya. Ibu Muawanah adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai dua seorang anak dan tinggal bersama dengan suami di sebuah rumah yang berdinding kayu. Selama pengobatan, ibu Muawanah menggunakan fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas III. Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi, nutrisi makanan, dan biaya obat yang berada di luar BPJS. Kisah hidup ibu Muawanah telah menyapa hati Sedekah Rombongan. Alhamdulillah, bantuan dari para sedekaholic yang disalurkan melalui Kurir Sedekah Rombongan telah sampai. Bantuan yang diberikan dipergunakan untuk pembayaran Iuran BPJS setiap bulan, pembelian obat yang tak tercover BPJS dan Akomodasi selama di rumah sakit. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Muawanah dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aminn. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1088

Jumlah Santunan : Rp. 818.000,-
Tanggal : Januari 2018, Februari 2018, Maret 2018, 22 April 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Ibu Muawanah menderita tumor otak


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1272 SR + F 6185 BM, Biaya Operasional April 2018 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) dan Motor Tempur Sedekah Rombongan ini, terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, dan bahkan mengirim pasien ke Malang maupun Surabaya. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Tap Oli, Biaya Kendaraan, Service MTSR dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari para donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1125

Jumlah santunan: Rp.4.533.000,-
Tanggal: 25 April 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @budiali

Biaya operasional April 2018


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1831 QE, Biaya Operasional April 2018 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, dan bahkan mengirim pasien ke Malang maupun Surabaya. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Tap Oli, Service, dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari para donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1125

Jumlah santunan: Rp.4.353.000,-
Tanggal: 26 April 2018
Kurir : @viandwiprayugo @edikpurwanto @awwaludin_yudha

Biaya operasional April 2018


MARSYAH AMANDA PUTRI, (1, Penyakit Jantung Bawaan) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/003, Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Marsyah Amanda Putri adalah Bayi yang lahir pada tanggal 25 Mei 2016 dari Ibu Listiani (32) mengalami Penyakit Jantung Bawaan sejak lahir yang mengakibatkan pernafasannya terganggu sesak nafas dan munculnya warna biru pada beberapa tempat, mulai dari bayi yang terlihat lebih biru saat menangis, mulai dari kuku, bibir serta lidah. Hal ini akan terjadi lagi saat bayi menggunakan banyak tenaganya, seperti menyejan saat buang air besar, menyusui dan melakukan beberapa hal yang menguras tenaga. Adik Marsyah ini dirawat di rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk pemulihan kondisinya yang melemah. Adik Marsyah memiliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI untuk meringankan beban keluarganya untuk berobat dan Alhamdulillah kondisi Adik Marsyah saat ini semakin membaik. Sastrawan Dwi Saputra (38) Ayah Adik Marsyah ini bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilannya tidak menentukan, hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke tempat tinggal Adik Marsyah untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Adik Marsyah yang memerlukan pengobatan lanjutan. Santunan yang diberikan untuk BPJS setiap Bulan, Akomodasi biaya Transport dan pembelian Obat-obatan yang tidak di tanggung di luar BPJS. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1113

Jumlah Santunan : Rp. 625.750,-
Tanggal : 21 Maret 2018, 15 April 2018
Kurir : @Awwaludin_yuda @viandwiprayugo @Edikpurwanto

Marsyah mengalami penyakit jantung bawaan sejak lahir


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Sembako Pasien RSSR April 2018 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk pasien dampingan di Rumah Singgah dan keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, yaitu selama bulan April 2018. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 1127

Jumlah Santunan : Rp. 1.216.000,-
Tanggal : 26 April 2018
kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @agungganong

Biaya sembako pasien RSSR April 2018


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Operasional RSSR April 2018 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan seperti ATK, Pembayaran Pajak Bumi Rumah Singgah, pembayaran Speedy, Hotline, Biaya Air / PDAM, Ekspedisi Berkas Dll. yaitu selama bulan Maret 2018. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 1125

Jumlah Santunan : Rp. 3.219.225,-
Tanggal : 26 April 2018
kurir : @Awwwaludin_yudha @viandwiprayugo @agungganong

Biaya operasional RSSR April 2018


SUNARTI BINTI ARTAYU (52, Kanker Serviks). Alamat : Krajan II RT 001 RW. 000, Desa Palalangan, Kec. Cermee, Kab. Bondowoso, Prov. Jawa Timur. Sejak 7 bulan yang lalu ibu Sunarti menderita penyakit ini. Gejala awal timbulnya penyakit ini adalah ibu Sunarti mengalami keputihan yang berlebihan dan berbau, karena khawatir dengan kondisi saat itu ibu Sunarti memeriksakan kondisinya ke dua rumah sakit, yaitu ke RSU Koesnadi Bondowoso dan RS. Elizabeth Situbondo. Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan diketahui bahwa Ibu Sunarti mengidap penyakit other benign neoplasm of cervix uteri atau biasa disebut kanker serviks dan mengharuskan ia di rujuk ke RS. Saiful Anwar. Sampai sejauh ini pengobatan yang dilakukan Ibu Sunarti sudah pada tahap 5 kali kemo yang dilakukan di RS. Saiful Anwar Malang. Sebelum bertemu dengan SR, Beliau bersama suaminya, Niman (58) berangkat menggunakan transportasi umum. Namun karena terkendala biaya, pengobatannya sering terlambat. Saat di jenguk kurir Sedekah Rombongan, Suaminya yang pekerjaannya seorang pedagang sesekali meneteskan air mata ketika berbicara tentang perjuangannya saat berada di Malang. Saat ini ibu Sunarti menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa KIS (Kartu Indonesia Sehat). Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit, Biaya Transportasi dan obat-obatan yang tidak masuk dalam tanggungan KIS. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi ibu Sunarti dan Terima Kasih kepada Para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aamin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1097

Jumlah Bantuan : Rp. 657.500,-
Tanggal : Desember 2017, Januari 2018, Februari 2018, 29 Maret 2018
Kurir : @Awwaludin_yudha @viandwiprayugo

Ibu Sunarti mengidap penyakit other benign neoplasm of cervix uteri


BASIR BIN LIMAN, (50, Kanker Thyroid) Alamat Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. mulai 2016 ada benjolan di leher karena dianggap benjolan biasa sehingga oleh beliau dibiarkan. karena semakin membesar diperiksakanlah ke Puskesmas setempat dan dirujuk ke RS Swasta di Bondowoso. bolak balik sampai tiga kali tidak ada tindakan lanjutan. karena semakin membesar benjolan itu akhirnya atas inisiatif sendiri berangkat lah beliau berobat ke RSUD Dr. Koesnadi Bondowoso, dilakukan operasi. Selang beberapa bulan kemudian benjolan lain yang tumbuh di leher depan yang dinyatakan dokter kanker Thyroid. menyebabkan benjolan semakin besar dan akhirnya dirujuk ke RSSA malang. Bapak Basir memiliki Jaminan kesehatan berupan KIS ( Kartu Indonesia Sehat ) yang meringankan beban keluarganya dalam berobat ke rumah sakit. Tetapi Bapak Basir kesusahan dengan transportasi bolak balik ke RS dan pembelian obat yang tak tercover oleh KIS. Kurir Sedekah Rombongan merasa kesulitan Bapak Basir, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para Sedekaholics untuk memberikan Santunan. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Biaya Transportasi dan Biaya Pengobatan dan Perawatan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Bapak Basir dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 900.000,-
Tanggal : 27 Februari 2018, 21 Maret 2018, 12 April 2018
Kurir : @awwaludin_yuda @viandwiprayugo

Pak Basir menderita kanker Thyroid


SUKARLIK, (44, TB TULANG) Alamat Dusun Gumuk Bago RT 029 RW 005, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula sakit pada pukul 10.00 WIB Ibu Sukarlik mengalami kecelakaan kerja di sawah, yang sedang mengalamai jatuh atau terpleset di pinggir sawah sehingga Ibu Sukarlik jatuh dan kesakitan di pinggul sebelah kiri. Setelah itu Ibu Sukarlik pulang dan memanggil dukun pijat kerumahnya dan keadaan semakin membaik dan selama 3 bulan selama Ibu Sukarlik mengalami sakit di pinggulnya Ibu Sukarlik pun rutin ke dukun pijat dan akhirnya beliau sakitnya semakin tambah parah, sehingga jalannya tidak normal dan jalan pun memakai alat bantu jalan berupa tongkat kayu yang dibuat oleh Suaminya sendiri. Setelah itu Ibu Sukarlik dilarikan ke klinik untuk menjalani Trapi dan penyakit yang dialaminya semakin parah sehingga tidak bisa berjalan. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi dari warga sekitar bahwa Ibu Sukarlik memerlukan bantuan untuk dampingan selama berobat dan Keluarga Ibu Sukarlik adalah keluarga kurang mampu dan pada akhirnya Kurir Sedekah Rombongan membantu yang sedang mengalami kesusahan untuk masalah pembiayaan dalam berobat dan pembelian Obat-obat an yang dibutuhkan Ibu Sukarlik. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal Ibu Sukarlik dan setelah itu Kurir Sedekah Rombongan mengevakuasi Ibu Sukarlik ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut dan di diagnosa Dokter bahwa Ibu Sukarlik mengalami TB Tulang dan oleh pihak rumah sakit Ibu Sukarlik untuk segera di Operasi supaya penyakit yang di alami Ibu Sukarlik segera di tangani lebih lanjut. Ibu Sukarlik tinggal bersama Suamianya Bapak Hanafi (47) yang bekerja sebagai Buruh tani yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hariNya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Sukarlik. Santunan yang diberikan untuk pembayaran Iuran BPJS setiap bulan, Uang Saku dan Pembelian Obat diluar BPJS. semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Sukarlik dan mendapatkan kesembuhan seperti beliau masih sehat Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1093

Jumlah Santunan : Rp.543.000,-
Tanggal : Februari 2018, Maret 2018, 9 April 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil @edikpurwanto

Ibu Sukarlik mengalami TB Tulang


SUMIYATI BINTI SAIMUN, (49 Kanker Serviks) Alamat Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Empat bulan yang lalu ibu Sumiyati mengalami penyakit yang diderita saat ini. Gejala awal timbulnya penyakit ini adalah ibu Sumiyati mengalami keputihan yang berlebihan dan berbau, karena khawatir dengan kondisi saat itu ibu Sumiyati dua bulan memeriksaan diri ke RS Bhayangkara, dan melakukan USG. Dari hasil pemeriksaan ibu Sumiyati terdiagnosa mengidap penyakit Kanker Serviks semakin lama penyakitnya semakin parah. Karena waktu itu ibu Sumiyati dan keluarga tidak sanggup untuk membayar biaya pengobatan. Suami ibu Sumiyati, Muksin (44) yang sehari- harinya bekerja sebagai seorang pedagang merasa kesulitan untuk mencari nafkah karena harus mendampingi sang istri. Sesekali suami ibu Sumiyati mengungkapkan kesedihan ketika dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Saat ini ibu Sumiyati menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri Kelas III. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit dan obat-obatan yang tidak masuk dalam tanggungan BPJS. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Sumiyati dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic, Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 900.000,-
Tanggal : Oktober 2017, November 2017, Februari 2018, Maret 2018, 13 April 2018
Kurir : @awwaludin_yuda @viandwiprayugo

Ibu Sumiyati terdiagnosa mengidap penyakit Kanker Serviks


WAHYUNINGSIH BINTI MUHTAMSIL (47, Tumor Otak). Alamat : Desa Mrangen kidul RT 1/2, Kec.Bansari Kab.Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Wahyuningsih adalah seorang ibu dari 1 anak dan 1 cucu namun tidak tingal serumah, hidup dengan suami Udi Temen (55, petani). Kehidupan yang layaknya petani, keluarga ini juga petani walaupun ladangnya sedikit. Berawal dari sering sakit kepala sebelum tahun 2017, Ibu Wahyuningsih tidak menyangka bahwa yang di alaminya adalah penyakit tumor otak. Keadaan ini diketahui disaat Ibu Wahyuningsih periksa dan rawat inap di RSUD Temanggung pertengahan tahun 2017. Saat itu Dokter menyarankan ibu Wahyuningsih menjalani operasi ke RS Sarjito Yogyakarta atau RS Karyadi Semarang, namun karena besarnya biaya operasi dan tidak punya jaminan kesehatan maka keluarga menangguhkan saran dari dokter tersebut. Kondisinya setelah pulang dari RSUD Temanggung makin memburuk ketika dari 3 bulan yang lalu ibu penyakitnya menjalar dan Wahyuningsih tidak bisa melihat. Alhamdulillah BPJS yang ditunggu sudah jadi 2 minggu yang lalu,sehingga bisa digunakan untuk berobat ke Rumah Sakit DR.Sardjito Yogyakarta,namun masih ada kendala biaya transport,sehingga belum bisa dilakukan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim dan menyampaikan amanah dari Sedekaholick yang digunakan untuk biaya transport ke RS Sardito Yogyakarta dan ini merupakan bantuan yang ke-2,yang mana bantuan pertama tergabung dalam rombongan 1120. Pihak keluarga juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang diberikan,dan mendo’akan smoga mendapat ganjaran dari Alloh SWT,aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 04 April 2018
Kurir : @fathurrozaq82, Swastiko,Huri

Ibu Wahyuningsih menderita penyakit tumor otak


MUCHSON BIN MUHISYAM ( 62 , Stroke )Alamat : Dusun Ngaglik Rt 03 Rw Desa. Mandisari Kec. Parakan Kab. Temanggung, Prov.Jawa Tengah . Muchson atau pak Son adalah ayah dari 2 orang anak, dan mempunyai seorang istri yang bernama Heni Kusmiwati (alm), awalnya kehidupan ekonomi keluarga P.Son berjalan lancar meski tidak lebih dari cukup, karena istrinya bekerja sebagai penjaga toko di Pasar Ngadirejo, sementara Pak Son bekerja sebagai buruh serabutan. Keadaan ekonomi mulai terguncang ketika istri nya yang menderita diabetes dinyatakan gagal ginjal pada 12 Februari 2017 dan harus cuci darah seminggu sekali, praktis pak son tidak ada pemasukan yang berarti karena harus menjaga dan mengantar istrinya berobat. 4 bulan bulan berlalu, setelah istrinya dinyatakan gagal ginjal yaitu pada tanggal 28 Juni 2017 atau bertepatan dengan hari ketiga lebaran Idul Fitri, Pak Son terjatuh dari tempat tidur ketika akan bangun untuk melaksanakan sholat subuh jamaah di masjid, hari sebelumnya memang mengeluhkan kecapekan karena banyak tamu lebaran dan merasakan hampir seluruh badan kesemutan, akibat dari jatuh tersebut pak Son menderita luka sobek di kaki dan separo badan sebelah kiri tidak bisa digerakkan, oleh keluarga di bawa ke RSK Ngesti Waluyo Parakan dengan menggunakan kartu BPJS mandiri untuk kelas 3 dan diopname selama seminggu. Setelah pulang dari RSK, Pak Son menjalani terapi setiap hari Senin dan Kamis selama beberapa bulan, namun tidak ada kemajuan, meski begitu semangat untuk sembuh tetap besar ditambah dengah ikhtiar berupa pijat atau tusuk jarum yang tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan. Tanggal 22 Desember 2017 istri Pak Son , ibu Heni meninggal dunia, membuat Pak Son terguncang, sedih dan putus asa, hal inilah yang menyebabkan Pak Son menjadi tidak semangat untuk sembuh apalagi ditambah dengan keadaan ekonomi yang tidak menentu, anak dan menantu hanya ibu rumah tangga biasa dan buruh, sementara penyakitnya tidak kunjung sembuh malah kaki menjadi bengkak, dengan dukungan kesembuhan dari keluarga , maka pak Son dibawa berobat ke dokter spesialis syaraf, dan membutuhkan biaya minimal untuk biaya berobat dan transport, dan Alhamdulillah mulai ada kemajuan . Saat kurir Sedekah Rombongan bertandang ke rumahnya keadaan Pak Son separo badan sebelah kiri tidak bisa digerakkan,dan tidak bisa beraktifitas. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan amanah dari Sedekaholick agar digunakan untuk biaya transport kontrol ke Rumah Sakit dan kehidupan sehari-hari. Pihak keluarga berterima kasih dan mendo’akan mudah-mudahan para kurir dapat ganjaran dari Alloh,aamiin.

Jumlah bantuan :Rp. 1.500.000,
Tanggal: 4 April 2018
Kurir:@fathurrrozaq82,Swastiko,huri

Pak Son menderita stroke


YATMIN BIN SARTO (72, Stroke). Alamat : Dusun Krajan Wetan RT 04 RW 01 Desa Giyono Kecamatan Jumo Kabupaten Temanggung Propinsi Jawa Tengah. Yatmin adalah seorang kepala keluarga dengan istri bernama Rumini (55) yang setiap harinya bekerja sebagai buruh cuci. Pak Yatmin dulunya bekerja sebagai buruh tani dengan upah tak seberaba hanya bisa buat makan tiap harinya, Untuk beli lauk daging atau ikan pun enggak sanggup. Selama pak Yatmin sakit maka istrinyalah yang selama ini menggantikannya untuk mencari nafkah, Setiap harinya satu atau dua tetangganya meminta bantuan untuk mencucikan baju dengan upah 10 ribu per cucian itupun masih harus disterika dengan setrika jaman dahulu yang masih pakai arang untuk pemanasnya. Pak Yatmin mengalami Stroke sejak bulan Juni 2017, berawal dari bangun tidur dan saat itu merasakan kakinya tidak bergerak. Sejak saat itu pak Yatmin tidak lagi mampu untuk berjalan dengan topangan dua kakinya dan Keduannya tidak bisa digerakan Bahkan hingga saat ini kedua kakinya mengalami pelepuhan. Ia hanya terbaring di tempat tidur dan tak bisa kemana-mana, Yang lebih memprihatinkan lagi keluarganya tidak mampu membiayai berobat ke Puskesmas sekalipun. Alhamdulillah Sedekah Rombongan siang itu bisa bersilahturohmi dan memberikan bantuan dari sedekaholic guna untuk biaya transport dan beli obat. Keluarga pak Yatmin sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 4 April 2018
Kurir : @Fathurrozaq82, Swastiko, @M_ilyam17

Pak Yatmin mengalami stroke


NAJUA SHIHAB BINTI JUMAWAL (2, Hydrocepalus). Alamat : Dukuh Kalibang RT 002 RW 005 Desa Kaliwungu, Kec. Bruno, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Sejak usia dua bulan sudah nampak kelainan pada pertumbuhan dik Najua. Semakin hari kondisi dik Najua menunjukkan kondisi yang terus menurun dan muncul kelainan bentuk pada bagian kepalanya. Kondisi dik Najua dikonsultasikan ke Puskesmas, hasil pemeriksaan di Puskesmas dik Najua diberikan rujukan untuk penangan lebih lanjut di RS Tjitrowardojo Purworejo. Setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Tjitrowardojo, dik Najua kembali memperoleh rujukan untuk penanganan kesehatannya di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Hingga hari ini, dik Najua masih menjalani rawat jalan dan harus rutin melakukan kontrol kesehatan ke RSUP Dr. Sardjito. Selama menjalani pemeriksaan kesehatan dimulai dari Puskesmas, RSUD Tjitrowardojo, dan juga RSUP Dr. Sardjito menggunakan fasilitas kesehatan KIS-BPJS Kelas 3 (Mandiri). Ayah dik Najua, Jumawal (37), dan ibu dik Najua, Musliah (30), telah bercerai, namun ayah dik Najua masih terus membiayai angsuran BPJS Dik Najua. Bu Musliah tidak bekerja karena harus selalu menunggui dan merawat dik Najua, kadang juga bergantian dengan nenek dik Najua. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, mengandalkan penghasilan yang diperoleh kakeknya dik Najua. Mendengar kondisi dik Najua dan keadaan keluarga yang serba tidak berkecukupan, kurir-kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang ke 3 untuk membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari dik Najua dan keluarga. Insya Allah segala bentuk bantuan dari sedekaholik yang telah disampaikan melalui perpanjangan tangan kurir Sedekah Rombongan mampu meringankan beban yang dipikul dik Najua dan keluarga. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 1104 dan 1120

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 17 Februari 2018
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Ozzy

Najua menderita hydrocepalus


WIDIANINGSIH BINTI FULAN (39, Operasi Caecar). Alamat : Gg. Yos Sudarso RT 005 RW 004, Kel. Kliwonan, Kec. Kutoarjo, Kab. Purworejo. Bu Widianingsih telah mempunyai dua orang buah hati dan sekarang tengah dianugerahi untuk bisa kembali memperoleh buah hati yang ketiga. Namun ada yang kurang pas pada kehamilan anak yang ketiga ini, padahal usia anak kedua Bu Widianingsih masih menginajak usia lima bulan. Saat merasakan kehamilan yang ketiga ini, bu Widianingsih rajin memeriksakan kondisi kesehatannya di puskesmas Kutoarjo. Setelah kandungan bu Widianingsih sudah menginjak usia sembilan bulan dan sudah mendekati HPL, dokter menyarankan bu Widianingsih untuk menjalani operasi Caesar untuk proses kelahiran anak ketiganya tersebut. Pak Darwanto (40), suami bu Widianingsih yang sehari-hari berjualan di warung kecilnya untuk mencari nafkah bagi keluarganya, merasakan benar apa yang akan dihadapinya, pembiayaan yang tidak sedikit untuk melakukan operasi Caesar. Dengan kondisi perekonomian yang belum bisa dibilang berkecukupan, pastilah amat berat jika dihadapkan dengan pembiayaan kelahiran bayi ketiga mereka. Melihat kesulitan yang tengah dihadapi Bu Widianingsih dan keluarga, kurir #sedekahrombongan segera memberikan bantuan awal kepada bu Widianingsih. Insya Allah segala bentuk bantuan dari #sedekaholik yang telah disampaikan kepada keluarga bu Widianingsih melalui perpanjangan tangan kurir #sedekahrombongan, mampu meringankan beban yang tengah dipikul bu Widianingsih beserta keluarga. Insya Allah amanah baru yang dikaruniakan kepada bu Widianingsih dan keluarga berupa anak ketiga, mampu meningkatkan rasa cinta bu Widianingsih dan keluarga kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Februari 2018
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Rafiq Fendy

Biaya operasi caesar


EKO NUR PRASETYAWAN BIN SARDI (14, Tumor rongga dada). Alamat : Kaliharjo RT 001 RW 004, Kec. Kaligesing, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Sudah sebulan ini Eko mengeluhkan rasa sesak di bagian dadanya, batuk-batuk, bagian pipi yang membengkak, rasa sakit di bagian perut yang kian menjalar hingga ke daerah kaki. Dengan keluhan seperti itu, akhirnya Eko mendapatkan penangan medis di ruang anak RSUD Tjitro Wardojo Purworejo. Setelah menjalani beberapa proses pemeriksaan di RSUD Tjitro Wardojo, Eko mendapatkan rujukan penangan kesehatan di RS Sardjito Yogyakarta. Tetapi kembali lagi karena permasalahan pembiayaaan, akhirnya Eko pulang terlebih dahulu dari RSUD Tjitro Wardojo dan tidak langsung menjalani pengobatan ke RS Sardjito. Setelah dua hari menjalani perawatan mandiri di rumah, Eko kembali merasakan sesak di bagian dadanya. Akhirnya karena pengetahuan medis yang dirasa kurang, untuk menangani sendiri permasalahan kesehatan Eko, pihak keluarga kembali membawa Eko untuk menjalani pengobatan di RSUD Tjitro Wardojo. Kembali RSUD Tjitro Wardojo memberikan rujukan penangan kesehatan Eko ke RS Sardjito dan dokter menyarankan supaya Eko segera dibawa ke RS Sardjito agar bisa segera memperoleh penangan medis pada sakit yang tengah dihadapi Eko. Biaya adalah salah satu permasalahan yang muncul ketika harus membawa Eko ke RS Sardjito untuk memperoleh pengobatan lebih lanjut. Dengan tidak adanya jaminan kesehatan yang dimiliki Eko, membuat kedua orang tuanya terus terbayang-bayang besarnya biaya yang akan dikeluarkan untuk kembali memperoleh kesehatan Eko. Melihat kondisi keuangan dan keinginan Eko untuk sembuh, membuat kurir-kurir #sedekahrombongan tidak bisa berpangku tangan. Segera kurir-kurir #sedekahrombongan menyalurkan bantuan dari #sedekaholik untuk membantu pembiayaan pengobatan Eko, juga untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Insya Allah segala bentuk bantuan yang telah tersalurkan untuk Eko, menjadi amalan yang tak ternilai harganya. Serta mampu menemani dan mengantarkan Eko untuk kembali memperoleh kesehatan seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 6 Februari 2018
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Mila Didit Krishna

Eko menderita tumor rongga dada


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN 1 Dan 2 (MTSR 1 dan 2) PURWOREJO (Beli Alat Steril MTSR). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan Purworejo digunakan untuk mendukung kelancaran gerakan Sedekah Rombongan. Diantaranya untuk penyampaian santunan dari para sedekaholics lewat para kurir Sedekah Rombongan Purworejo kepada keluarga dhuafa, pasien yang berada di wilayah Purworejo dan sekitarnya. Bahkan sampai wilayah Kebumen. Disamping itu terkadang digunakan masyarakat dalam mengantar jenazah ke tempat peristirahatan yang terakhir. MTSR juga diperlukan dalam merujuk pasien ke luar wilayah Purworejo, baik Magelang, Purwokerto maupun Jogjakarta. Pada bulan Februari 2018 SR Purworejo membeli alat Steril MTSR. Alat ini digunakan secara periodik supaya di dalam ruangan MTSR selalu terjaga dari bakteri-bakteri yang menular. Semoga alat ini dapat bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp 1.200.000,-
Tanggal : 10 Februari 2018
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto All Kurir

Beli alat steril MTSR


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN 2 AB 9058 WK (MTSR 2) PURWOREJO (BELI BAN). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan Purworejo digunakan untuk mendukung kelancaran gerakan Sedekah Rombongan. Diantaranya untuk penyampaian santunan dari para sedekaholics lewat para kurir Sedekah Rombongan Purworejo kepada keluarga dhuafa, pasien yang berada di wilayah Purworejo dan sekitarnya. Bahkan sampai wilayah Kebumen. Disamping itu terkadang digunakan masyarakat dalam mengantar jenazah ke tempat peristirahatan yang terakhir. MTSR juga diperlukan dalam merujuk pasien ke luar wilayah Purworejo, baik Magelang, Purwokerto maupun Jogjakarta. Pada bulan Februari 2018 biaya yang digunakan untuk pembelian ban luar, spooring dan balancing

Jumlah Bantuan : Rp. 1.850.000,-
Tanggal : 20 Februari 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto All Kurir

Pembelian ban luar


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN 1 Dan 2 (MTSR 1 dan 2) PURWOREJO (Biaya Operasional). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan Purworejo digunakan untuk mendukung kelancaran gerakan Sedekah Rombongan. Diantaranya untuk penyampaian santunan dari para sedekaholics lewat para kurir Sedekah Rombongan Purworejo kepada keluarga dhuafa, pasien yang berada di wilayah Purworejo dan sekitarnya. Bahkan sampai wilayah Kebumen. Disamping itu terkadang digunakan masyarakat dalam mengantar jenazah ke tempat peristirahatan yang terakhir. MTSR juga diperlukan dalam merujuk pasien ke luar wilayah Purworejo, baik Magelang, Purwokerto maupun Jogjakarta. Pada bulan Februari 2017 biaya yang digunakan untuk pembelian bahan bakar dan pemeliharaan MTSR .

Jumlah Bantuan : Rp. 5.450.000,-
Tanggal : 26 Februari 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto All Kurir

Biaya operasional


RIZKI CAHAYA SAPUTRA (4, Leukemia). Alamat : Dusun Sogaten, RT 17/2, Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rizky adalah seorang balita yang mengalami penyakit leukemia. Awalnya Rizky tidak bisa berjalan, sering jatuh, sehingga oleh kedua orang tuanya dibawa ke sangkal putung, yang katanya tidak apa-apa. Tapi kondisi badannya panas terus dan tidak turun – turun. Sampai selama 2 minggu dan badan Rizky semakin kurus dan pucat. Rizky dibawa ke Klinik Yepa Kaibon, dan pada saat itu hb hanya 3. Sehingga tranfusi ke Rsup. dr. Soedono Madiun. Setelah dilakukan cek laboratorium, Rizky juga diindikasi ada pembengkaan hati dan limpa. Dari Rumah Sakit Soedono dirujuk ke Solo. Rizky juga mengalami mimisan. Dan menurut jadwal seminggu sekali ke Solo. Rizky memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi kedua orang tuanya, yang harus naik bis umum untuk berobat Rizky ke RSDM Solo. Bapaknya Rizky yang bekerja serabutan dan tidak tentu penghasilannya, juga ibunya yang sekarang berjualan es jus di depan rumahnya demi bisa membiayai Rizky. Bantuan kesebelaspun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya Rizky, yang sebelumnya telah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 970, 981, 1018, 1033, 1054, 1083, 1094, 1107, 1121, dan 1125. Dek Riski juga masih rutin kontrol ke RSDM. Tak lupa ibunya Rizky mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 18 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Rizky mengalami penyakit leukemia


LUSIANA BIN AGOES SOEBOLO (45, Leukemia). Alamat: Jl.Merbabu no.22 Pangongangan, Kota Madiun. Bu Lusi adalah seorang ibu rumah tangga. Meskipun beliau bukan termasuk orang berada, namun Bu Lusi selalu memanfaatkan waktu luangnya sebagai kader kemasyarakatan. Beberapa bulan yang lalu bu lusi menderita sakit parah. Setelah diperiksakan ternyata beliau terkena Leukomia dan harus dirujuk ke RS. Saiful Anwar Malang. Bu Lusi mengalami kesulitan biaya karena selama beliau sakit dan tidak mampu bekerja, Bu lusi hanya menumpang di rumah saudaranya. Bahkan untuk akomodasi ke Malang pun beliau harus menyewa kendaraan yang cukup mahal bagi beliau yang hanya hidup seorang diri. Karena pertimbangan tertentu sekarang bu Lusi rujukannya pindah di RSDM Solo. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Lusi. Bantuan ketigapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat bu Lusi, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1116 dan 1125. Tidak lama setelah menerima bantuan, bu Lusi meninggal dunia dengan tenang pada saat masa pengobatan di Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang. Semoga arwah bu Lusi diterima Allah SWT dan diampuni segala dosanya. Tak lupa keluarga mengucapkan terimakasih tak terhingga, atas bantuan dari Sedekaholics yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan selama ini.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000.-
Tanggal : 18 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Bu Lusi terkena leukomia


ELMA NURHAMIDAH (46, Kanker Rahang). Alamat : Jl. Melati 13A, Kecamatan Bangunsari, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Ibu Elma memiliki satu anak. Sejak tujuh bulan yang lalu ibu Elma Nurhamidah, merasakan nyeri pada rahang bawah sebelah kanan. Setelah diperiksakan ke RSUD dr. Hardjono Ponorogo, diketahui ada pembengkakan pada rahangnya. Kemudian diminta untuk melakukan CT scan 3D. Karena suaminya, bpk. Imam Mustakim bekerja sebagai cleaning service di sebuah rumah makan yang gajinya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan, apalagi istrinya sudah tidak mampu lagi bekerja maka sampai kini ibu Elma Nurhamidah belum melakukan CT scan 3D sebagai pijakan penentuan operasi bedah ke RSU AURI Madiun. Ketika kurir Sedekah Rombongan datang ke rumahnya, beliau menceritakan tentang kesulitan dan upaya penyembuhan penyakitnya. Belum lagi anak semata wayangnya yang juga menderita sakit gangguan kejiwaan. Bu Elma memiliki fasilitas kesehatan berupa KIS. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Elma sekeluarga. Bantuan keduapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat bu Elma, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1124. Ungkapan syukur dan gembira sekali disampaikan bu Elma kepada sedekaolic atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan sehingga dapat membantu meringankan beban penderitaan yang dialami oleh keluarga Ibu Elma.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Bu Elma menderita pembengkakan pada rahang


RAHADEAN TIRTA RELA (14, Infeksi). Alamat : Jl. Gajah Mada Gg. Ketepeng RT 4/1, Kelurahan Manguharjo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rahadean adalah siswa SMP di sebuah sekolah negeri di kota Madiun. Rahadean ikut khitan massal yang diadakan oleh sebuah Rumah Sakit. Beberapa bulan setelah khitan, ternyata terjadi infeksi pada kelaminnya. Orang tuanya yang bekerja sebagai tukang jahit dan ibunya berjualan krupuk keliling, tidak sanggup untuk mengobatkan Rahadean. Karena biaya yang ditargetkan dokter untuk operasi adalah 10 juta, sedangkan mereka hanya mempunyai jamkesta yang tidak mampu mengcover semuanya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami Rahadean beserta kedua orang tuanya. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk keperluan biaya berobat Rahadean. Orang tua Rahadean sangat senang dan bersyukur sekali. Tak lupa ucapan terimakasih yang sebanyak – banyaknya disampaikan kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan semoga Rahadean bisa pulih seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Rahadean mengalami infeksi pada kelaminnya setelah khitan


AJENG SUKMA AYU (7, Syaraf). Alamat : Dukuh Genting, RT 1/1, Desa Menang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Adik Ajeng terlahir premature sehingga setelah lahir dilakukan oven/pemanasan. Namun tdak diketahui penyebabnya setelah beberapa bulan kemudian saraf gerak kaki dan sebagian tangan tidak berfungsi sehingga kaki tidak bisa digerakkan dan bentuknya bengkok. Tulang belakangpun juga bentuknya bengkok kelihatan membungkuk. Sejak usia – 3 tahun Adik Ajeng memakai kursi roda. Bantuan dari dinas sosial. Namun meskipun begitu Adik Ajeng tetap semangat bersekolah. Waktu anak – anak seusianya masuk TK, dia tidak ketinggalan ikut sekolah meskipun mamakai kursi roda dengan didorong ibunya setiap berangkat sekolah dan pulang. Akan tetapi sampai saat ini dia belum bisa melanjutkn ke SD karena keterbatasan kemampuan fisiknya. Terpaksa saat ini dia masih diikutkan di TK. Adik Ajeng kurang lebih sejak satu tahun terakhir dilakukan teraphi secara rutin oleh ayahnya ke RSUD Harjono Ponorogo. Namun karena perkembangsnnya lambat oleh dokter disarankan dirujuk ke Solo (Rsup. Moewardi). Dan bulan Oktober 2017 kemarin meskipun dengan uang seadanya dan harus menumpang tetangga yang kebetulan kontrol ke Solo, adik Ajeng bisa kontrol ke Solo didampingi ayahnya. Kemudian kontrol yang kedua bersama ayahnya diantar temannya ke Solo dengan uang seadanya. Dan sesuai hasil kontrol dan konsultasi diputuskan untuk kontrol dan teraphi di RSU khusus tulang Harsoyo Solo. Menurut diagnosa dokter, Adik Ajeng mash mempunyai harapan besar sembuh jika telaten dan rutin teraphi. Dek Ajeng memiliki jaminan kesehetan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami dek Ajeng dan orang tuanya. Bantuan keenampun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1083, 1094, 1107, 1116 dan 1125. Puji syukur dan bahagia dirasakan oleh bapaknya dek Ajeng. Tidak lupa ucapan terimakasih disampaikan kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 900.000,-
Tanggal : 25 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Ajeng menderita saraf


MAZMUR EKA PUTRA (6, Epilepsi+ GDD). Alamat : Jl.Bali Gg.XI/19 Rt.33/6 Kelurahan Kartoharjo, Kota Madiun. Dek Mazmur biasa dipanggil demikian. Dek mazmur menderita Global Delay Development dan juga Epilepsi. Ayahnya yang juga memiliki kelainan pada punggungnya, hanya bisa bekerja sebagai tukang jahit, itupun tidak selalu ada yang menjahitkan pada beliau. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, Istrinya terpaksa memulung barang bekas dan menjualnya pada pengepul. Mereka hidup di sebuah gubuk kecil berukuran 3m x 4m dan itupun bukan hak miliknya karena hanya disuruh menempati karena kasihan. Dek Mazmur melakukan Rehab Medik setiap hari Rabu. Dan beberapa bulan yang lalu dek Mazmur dirujuk ke RSDM Solo, namun tidak dilaksanakan karena keterbatasan biaya. Dek Mazmur memiliki jaminan fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami kedua orang tua dek Mazmur. Bantuan keduapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat dek Mazmur, dengan harapan agar dek Mazmur bisa tumbuh dan berkembang seperti anak-anak seusianya, yang sebelumnya telah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1125. Atas nama dek Mazmur, bapaknya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholic yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan untuk melanjutkan pengobatan demi menjemput kesembuhannya.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000.-
Tanggal : 25 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Dek mazmur menderita Global delay development dan juga epilepsi


MUHAMMAD RIFAI (12, Jantung Bocor). Alamat: Desa Putat, RT 4/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rifai, begitulah nama seorang anak desa yang begitu kurus tubuhnya. Di usianya yg ke 12 tahun ini Sekarang kelas 6 SD. Sejak kecil Rifai sudah menderita kelainan jantung. yang hingga sekarang masih belum mendapatkan kesembuhan. Ibunya yang bekerja sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi bapaknya juga seorang buruh tani. Sementara Rifai masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang kalau untuk berjalan sampai 15 meter saja sudah merasa lelah dan sesak nafasnya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Rifai. Hanya kalau Rifai ada keluhan batuk pilek baru dibawa ke puskesmas pembantu di desanya. Tidak memeriksakan kondisi sakit jantungnya. Karena sewaktu usia 3 tahun, menurut dokter, Rifai harus dirujuk ke Surabaya. Saat ini Rifai menggunakan fasilitas BPJS kas 3. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami ibunya Rifai, bantuan ketujuhpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Rifai, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1056, 1083, 1094, 1107, 1116 dan 1125. Sampai saat ini Rifai masih rutin kontrol ke RS Sutomo Surabaya. Ibunya Rifai tak terasa meneteskan air mata karena terharu anaknya mendapatkan bantuan. Sebenarnya dek Rifai ingin segera bisa melanjutkan sekolah lagi ke SLTP, harapannya dalam waktu dekat ini dek Rifai bisa lekas menjalani operasi sehingga nanti di tahun pelajaran baru semoga sudah bisa sekolah. Ucapan terimakasih disampaikan kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Rifai diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat melanjutkan sekolah yang lebih tinggi lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500. 000,-
Tanggal : 25 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Rifai sudah menderita kelainan jantung


ENDANG SUSILOWATI (37, Lumpuh). Alamat : Dusun Gulingan, RT 18/7, Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbak Endang biasa di panggil oleh tetangganya, beliau seorang ibu rumah tangga dengan suami yang bekerja serabutan. Mbak Endang telah lumpuh sejak tahun 2000, awal mula lumpuh mbak Endang mengikuti ekstra kulikuler pencak silat di sekolahnya, usai latihan mbak Endang merasakan sakit di punggungnya. Setelah di periksa, mbak Endang dirujuk ke RS di Jebres Solo. Di sana di operasi diambil sumsum tulang belakangnya, menurut pemeriksaan dokter ada virus di sumsum tulang belakangnya. Namun karena keterbatasan biaya akhirnya mbak Endang memutuskan untuk pulang dan sampai sekarang tidak pernah berobat lagi. Saat ini mbak Endang mempunyai jaminan kesehatan KIS. Untuk aktivitas sehari – hari di atas kursi roda mulai mencuci, masak dan lain – lain, bahkan waktu masak kaki nya ketumpahan kuah panas pun tidak merasakan sakit, mungkin karena syaraf kedua kakinya sudah tidak berfungsi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami mbak Endang. Bantuan keduapun disampaikan untuk akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1087. Mbak Endang senang sekali dan semakin semangat ingin berikhtiar menjemput kesembuhannya. Dan baru saja mbak Endang menjalani operasi. Tidak lupa mbak Endang mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedelah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Mbak Endang telah lumpuh sejak tahun 2000


NIRWASITA BINTI KATENI (9, Liver). Alamat : Purworejo Wetan, RT 36/4, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Sita panggilan akrab sehari hari, Sita adalah pelajar kelas 2 SD, dalam dua bulan terakhir ini Sita mengalami sakit perutnya membesar. Sita pernah dibawa keluarganya ke RSUD Dolopo namun karena keterbatasan biaya dan belum punya BPJS Sita dibawa pulang. Untuk ke sekolah sehari – hari Sita sering di antar pamannya yang kebetulan satu rumah dengannya. Saat ini Sita tinggal bersama kakek dan neneknya, untuk keperluan sehari – hari Sita di tanggung nenek nya yang bekerja sebagai tukang pijat, karna bapak ibu nya sudah berpisah dan ayahnya yang bekerja serabutan terpaksa menitipkan Sita kepada neneknya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Sita, dan Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi Sita saat ini. Bantuan ketigapun disampaikan kepada Sita, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1116 dan 1125, untuk biaya akomodasi berobat. Keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan sehingga bisa membantu berikhtiar menjemput kesembuhan bagi Sita.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Sita menderita liver


ROKHIMIN BIN SLAMET (38, Tulang Belakang). Alamat : Desa Prambon, RT 9/2, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Rokhim adalah seorng kepala rumah tangga yang dahulu berkerja untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari anak dan istrinya, namun sekarang harus terbaring sakit dan akhirnya sekarang istrinya yang harus bekerja keras membanting tulang untuk mncukupi kebutuhn sehari – hari. Istrinya pak Rokhim bekerja sebagai penjaga kantin sebuah sekolahan di kecamatan Dagangan yang sekarang menjadi tulang punggung keluarga. Sakit pak Rokhim bermula sekitar 2 tahun yang lalu menderita gangguan di tulang belakang, pernah berobat ke RSUD Dolopo (fisio trapi) hampir 1 tahun. Alhamdulillh bisa berjalan tetapi jalannya membungkuk. Sebenarnya beliau mau melanjutkan berobat, karena kendala biaya walaupun mempunyai BPJS kelas 3 namun sampai sekarang beliau tidak pernah konsultasi ke dokter lagi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Rokhim sekeluarga. Santunan kelimapun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi berobat pak Rokhim, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1094, 1107, 1116 dan 1125. Selain menjalani terapi rutin, pak Rokhimin juga diaarankan untuk memakai korset khusus untuk terapi sakitnya tersebut. Dan alhamdulillah sekarang sudah mendapatkat korset untuk terapi yang selalu dipakainya setiap saat. Beliau merasa senang sekali, bersyukur, dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbbalFahmi09

Pak Rokhimin menderita gangguan di tulang belakang


KATIYEM BINTI JAIMAN (59, Asictes). Alamat : Desa Kare, RT 6/1, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Katiyem adalah seorang ibu yang mengalami sakit asictes (perut semakin membesar) sudah lama. Karena keterbatasan ekonomi maka kondisi tersebut tidak pernah diperiksakan. Bu Katiyem hidup dengan anaknya yang tidak mempunyai pekerjaan tetap. Anaknya yang berpendidikan kurang sehingga untuk bekerja sehari – hari mengalami kesulitan. Dan anaknya tersebut sekarang sudah berkeluarga sendiri. Sungguh kasihan melihat keluarga tersebut. Sejak lama bu Katiyem ingin memeriksakan sakitnya, namun karena keterbatasan biaya, sehingga hanya pasrah. Pada saat Sedekah Rombongan berkunjung ke rumahnya, bu Katiyem kelihatan kasihan sekali. Dengan kondisi pakaian yang dikenakan seadanya dengan kondisi perut yang semakin membesar. Bu Katiyem hanya bisa duduk di teras. Bu Katiyem memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dirasakan keluarga tersebut. Bantuan keenampun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima santunan dan masuk pada rombongan 1007, 1054, 1094, 1116 dan 1125. Bu Katiyem sangat senang dan berterimakasih sekali kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan .

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Bu Katiyem mengalami sakit asictes


SALAMUN BIN SHOLIKAN (60, Leukemia). Alamat : Desa Sidorejo, RT 6/3, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Salamun, adalah seorang bapak yang semenjak bulan Januari sudah mulai merasakan sakit. Pada bulan Puasa Ramadhan tahun kemarin, masih bisa untuk kerja di sawah. Juga sudah pernah diperiksakan. Sampai habis lebaran, suatu hari terasa seperti masuk angin. Dan perut lama kelamaan semakin membesar dan keras. Hasil periksanya, didiagnosa kebanyakan darah putih. Setelah diberi obat maka terasa sudah sembuh. Namun kambuh lagi 3 bulan terakhir. Pak Salamun dan istrinya, walau dengan perjuangan yang cukup besar, istrinya tetap berusaha rutin untuk kontrol. Untuk setiap kontrol ke Rumah Sakit, istri pak Salamun harus mnyiapkan biaya untuk menyewa mobil, bensin, dan sopirnya. Biasanya sekali berobat harus menyiapkan uang sampai 400 ribu rupiah. Walau memiliki BPJS kelas 3, namun istri pak Salamun sangat keberatan dan kerepotan untuk membiayai suaminya. Sebenarnya istri pak Salamun memiliki warung di rumahnya. Namun sekarang sering tutup karena merawat suaminya agar bisa sembuh lagi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga pak Salamun. Bantuan kedelapanpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat pak Salamun, yang sebelumnya telah menerima santunan dan masuk pada rombongan 1018, 1079, 1083, 1094, 1107, 1116, dan 1124. Pak Salamun merasakan banyak sekali perubahan setelah melakukan kontrol rutin. Dan sedikit demi sedikit mulai beraktifitas. Ucapan syukur dan terimakasih tidak lupa disampaikan kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada pak Salamun.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 April 2018
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Pak Salamun didiagnosa kebanyakan darah putih


MUSOFA HAMDAN (15, Shepinabifida). Alamat : Dusun Baliboto, RT 42/4, Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Hamdan, begitulah nama seorang anak putra dari Ibu Ayib. Di usianya yg ke 15 tahun ini seharusnya dia masih bisa merasakan indahnya bersekolah dan bertemu teman-temannya. Seharusnya Hamdan sekarang kelas 8 SLTP, namun karena penyakit yang dideritanya kini ia harus berhenti sekolah dan hanya bisa terdiam di rumah. Shepinabifida ialah penyakit benjolan di tulang ekor akibat keluarnya bagian sumsum tulang belakang. Penyakit ini diderita sejak kecil, yang hingga sekarang merambat pada ginjal dan jantungnya. Ibunya yang bekerja sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi Ibu Ayib masih mempunyai tanggungan 2 anaknya. Kini Ibu Ayib harus berjuang menghidupi keluarganya seorang diri menjadi single parent. Sementara Hamdan masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang salah satu kakinya untuk berjalan tidak bisa sempurna seperti biasanya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Hamdan. Saat ini Hamdan menggunakan fasilitas KIS. Dengan keadaan tersebut, Hamdan yang sebelumnya sudah menerima santunan dan masuk pada rombongan 897, 959, 976, 989, 1018, 1039, 1083, 1094, 1107, 1116 dan 1125. Kali ini Hamdan kembali menerima santunan yang ke dua belas untuk biaya pengobatan. Sedekah Rombongan selalu memberi semangat untuk Hamdan untuk bisa berjuang melawan sakit yang dideritanya. Dan alhamdulillah setelah sekian lama dengan sabar dan telaten secara rutin berobat, maka tahun ajaran baru 2017/2018 ini dek hamdan sudah bisa masuk sekolah lagi, namun masih masih tetep rutin kontrol. Kondisi terakhir dek Hamdan selain kontrol rutin ke rumah sakit Sudono Madiun, juga dirujuk ke rumah sakit dr. Sutomo Surabaya . Semoga Hamdan diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat meraih cita – citanya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Pak Musofa menderita shepinabifida


NUR CHOLIS (51, Gagal Ginjal). Alamat : Desa Banaran, RT 13/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Nur adalah seorang bapak yang mengalami penyakit gagal ginjal. Pak Nur adalah dulunya seoran buruh tani. Pak Nur memiliki 1 orang anak yang sudah menikah. Sementara istrinya seorang ibu rumah tangga. Selain gagal ginjal, sebelumnya juga terkena diabet, yang akhirnya salah satu kakinya harus diamputasi. Pak Nur memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Seminggu 2 kali harus menjalani cuci darah di RSUD Sudono Madiun. Pak Nur merasa sangat kesulitan untuk biaya akomodasi yang harus dijalaninya di setiap hari Selasa dan Jumat. Sebelum bertemu Sedekah Rombongan, setiap cuci darah pak Nur dibonceng sepeda motor oleh istrinya. Walau kadang hujan turun, demi suaminya, tetap berangkat. Belum lagi, bila sewaktu-waktu sesak nafasnya kambuh saat di rumah, maka istrinya menyediakan tabung oksigen. Belum lama pak Nur harus dilarikan ke IGD karena kondisi menurun. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi Pak Nur. Bantuan yang ke sembilan pun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya pak Nur, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 990, 1018, 1039, 1087, 1094,1107, 1116, dan 1125. Pak Nur selama mengikuti anjuran dari dokter tentang ukuran minum dan makannya, alhamdulillah kondisinya stabil. Tak lupa Pak Nur mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga para sedekaholics dan semua kurir Sedekah Rombongan mendapatkan balasan atas semua kebaikannya, begitu doa keluarga pak Nur.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Pak Nur mengalami penyakit gagal ginjal


RATRI NOPIDHIAN WIDHI (34, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Ngrobyong, RT 13/1, Desa Purworejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mas Pipit adalah seorang bapak muda yang sejak tahun 2015 mengalami penyakit gagal ginjal. Mas Pipit adalah dulunya seorang karyawan swasta di sebuah pabrik. Mas Pipit memiliki 1 orang anak, dan saat ini istrinya hamil anak kedua. Sementara istrinya seorang ibu rumah tangga. Mas Pipit memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Seminggu 2 kali harus menjalani cuci darah di RSUD Sudono Madiun. Mas Pipit merasa sangat kesulitan untuk biaya akomodasi yang harus dijalaninya, yaitu rutin setiap hari Selasa dan Jumat. Sebelum bertemu Sedekah Rombongan, setiap cuci darah minta tolong teman untuk dibonceng sepeda motor. Karena kondisi seperti itu, maka istrinya pulang ke orang tuanya di Lampung. Dan bila sewaktu-waktu sesak nafasnya kambuh saat di rumah, maka istrinya menyediakan obat untung mengurangi sesaknya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi Mas Pipit. Bantuan ke sembilan pun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya mas Pipit, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 990, 1018, 1033, 1087, 1094, 1107, 1116 dan 1125. Semakin hari kondisi mas Pipit semakin bugar badannya dan terasa lebih sehat. Tak lupa mas Pipit mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga para sedekaholics dan semua kurir Sedekah Rombongan mendapatkan balasan atas semua kebaikannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Mas Pipit mengalami penyakit gagal ginjal


MUHAMAD ASWURI (34, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Mruwak, Desa Banjarsari wetan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Aswuri, begitu disapa oleh tetangganya. Kebetulan pak Aswuri ini bekerja sebagai tukang selep keliling. Sebenarnya sudah 3 tahun periksa ke Rumah Sakit, namun hanya diberi obat. Tidak tahu kalau ternyata sakit gagal ginjal. Selama itu juga kadang beliau merasa tidak cocok saat minum obat kemudian mengkonsumsi obat bebas bila tidak punya biaya untuk periksa. Sekarang beliau menjalani hemodialisa atau cuci darah 3x dalam 1 minggu. Pak Aswuri memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Aswuri dan keluarga. Bantuan ke delapan pun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1033, 1054, 1083, 1094,1107, 1116 dan 1125. Pak Aswuri masih melakukan hd dan kontrol rutin di RS Sudono Pak Aswuri sangat gembira dan sangat berterimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Pak Aswuri menderita sakit gagal ginjal


NAYLA MUAZARA ALYA FITRI (3, Hydrocepalus). Alamat : RT 17/6, Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Nayla adalah seorang anak berusia 3 tahun. Sejak 3 bulan Naila mengalami susah buang air besar yang akhirnya harus menjalani operasi di RSSA untuk mengeluarkan ususnya. Hampir kurang lebih 1,5 tahun Nayla Bab lewat usus yg dikeluarkan dibagian perutnya. Hingga usianya genap 2 tahun Naila menjalani operasi lagi untuk memasukkan ususnya. Selama ini Nayla dibantu sebuah yayasan Anak di Kota Malang, Sayangnya saat ini Nayla sudah dilepas dan tidak memberikan bantuan lagi terhadap Nayla karena dirasa sudah cukup. Padahal saat ini kondisi Nayla belum bisa dikatakan sembuh, karena setelah beberapa kali kontrol ke RSSA Nayla diminta CTScan dan hasilnya Nayla didiagnosa Hydrocepalus. Walaupun sebenarnya Nayla memiliki jaminan kesehatan BPJS kelas 3, namun karena keterbatasan ekonomi, akhirnya Nayla diajak orang tuanya pulang ke Madiun dan tidak melanjutkan pengobatan. Sedangkan Rumah yg ditempati diMadiun ini sebenarnya milik paman dari ayah Nayla, Namun di Madiun suaminya bisa bekerja serabutan dan ibu Nayla berjualan Cemol di depan rumahnya. Saat bertemu dengan Sedekah Rombongan, semua berkas pengobatan Nayla masih di Malang. Karena selain KK nya berdomisili Malang, orang tua Nayla berencana suatu saat punya rejeki atau ada yang memberikan bantuan, akan mengajak Nayla untuk berobat lagi ke RSSA. Sedekah Rombongan memahami kondisi orang tua Nayla. Saat ini Nayla menjalani therapy rutin di Rumah Sakit Soedono Madiun, dan Alhamdulillah Nayla sudah mulai ada peningkatan perkembangan, otot – ototnya mulai kuat, apabila tengkurap maka sudah mulai bisa mengangkat kepalanya. Santunan keenampun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat Nayla, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan ke 971, 1069, 1107, 1116 dan 1125. Orang tua Nayla sangat berterimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Nayla didiagnosa hydrocepalus


MUDJIATI BINTI MARYO MARNI (53, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Bangunsari, Desa Sukosari, RT 4/1, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Bu Mudji biasa dipanggil oleh tetangga demikian, adalah seorang ibu dengan 2 orang anak. Bu Mudji telah berpisah dengan suaminya 22 tahun yang lalu. Untuk kebutuhan sehari – hari, bu Mudji bekerja sebagai buruh cuci di sebuah keluarga di daerah Caruban kabupaten Madiun. Bu Mudji menderita sakit sejak 2011 dan operasi pada tahun 2013 di RS Aisiyah Ponorogo dan menjalani Kemo 3 kali di RS Aisyah Ponorogo. Bu Mudji menggunakan Jamkesmas, awal 2014 Jamkesmas berganti KIS akhirnya di rujuk ke RSUP dr Sutomo Surabaya. Untuk saat ini beliau kesulitan biaya untuk ongkos ke Surabaya dan biaya kos selama menjalani pengobatan di sana. Bu Mudji memiliki keinginan sembuh yang tinggi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Mudji. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Mudji. Bantuan keenampun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada rombongan 1083, 1094, 1107, 1116, dan 1124. Beliau dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan yang telah membantu untuk berikhtiar menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Bu Mudji menderita kanker payudara


ALM. SUWARNI BIN IS DUGEL (45, Kanker otak). Alamat : Dusun Krajan, RT 10/5, Desa Grobogan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Warni biasa di panggil sehari – hari, beliau menderita gangguan syaraf sejak 2010 namun baru bulan Februari 2017 beliau drop dan di vonis kanker otak. Beliau menjalani operasi di Rsup. dr Soedono Madiun sebanyak 2 kali setelah itu pada bulan Maret 2017 beliau di rujuk ke Rsup. Dr Moewardi untuk menjalani kemoteraphy, setelah kemoteraphy selesai beliau menunggu proses operasi yang ke tiga di Rsup. dr Moewardi Solo. Beliau mempunyai 2 anak perempuan masih sekolah semua, sebelum sakit beliau adalah tulang punggung keluarga, namun saat ini kondisi beliau tidak dapat berjalan dan sangat lemah dan mengharuskan istrinya yang bekerja sebagai buruh tani/serabutan. Saat ini beliau kesulitan biaya transportasi ke RSUP Moewardi Solo dan untuk kos saat proses kemoterapi. Saat ini beliau mempunyai jaminan kesehatan KIS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Suwarni. Setelah menjalani pendampingan pengobatan kurang lebih empat bulan, ternyata Allah berkehendak lain, pak Suwarni meninggal dunia di awal bulan April 2018. Santunan kematian disampaikan, yang sebelumnya sudah menerima bantuan untuk biaya akomodasi berobat dan masuk pada rombongan 1107, 1116, dan 1125. Semoga arwah pak Suwarni diterima Allah SWT dan diampuni semua dosanya, serta keluarga yang ditinggal selalu ikhlas dan sabar.mengucapkan terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan selama ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @DeniAsri4

Alm Suwarni menderita gangguan syaraf


RISMA ADITYA (1, Kelainan usus). Alamat : Dusun Pondok, RT 53/17, Desa Dolopo, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Dek Risma adalah seorang bayi yang malang karena di usianya yang belum genap satu tahun, dek Risma menderita kelainan usus sehingga perutnya membesar. Orang tua dek Risma yang hidup sebagai buruh tani merasa sangat tidak mampu untuk melakukan pengobatan terhadap anaknya. Karena sehari – harinya kedua orang tua dek Risma hidup serba pas – pasan. Setelah diperiksakan, dek Risma dirujuk ke Surabaya. Orang tua dek Risma sangat kebingungan karena tidak memiliki biaya untuk ke Surabaya. Walaupun memiliki BPJS kalas 3, namun tetap saja merasa berat untuk berangkat. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami orang tua dek Risma. Santunan lepas sebesar Rp 1.000.000,- telaj disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat dek Risma. Orang tua dek Risma senang sekali dan mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan sehingga meringankan beban derita ananda Risma Aditya .

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi

Risma menderita kelainan usus sehingga perutnya membesar


NAJWA ASINTA (6, Epilepsi). Alamat : Desa Sumberejo, RT 10/5, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Dek Najwa adalah seorang anak belia yang mengalami sakit epilepsi sejak satu tahun terakhir. Awalnya dek Najwa mengalami kejang – kejang, sehingga bapaknya ketakutan, dan dibawa ke Rumah Sakit. Akhirnya dek Najwa harus rawat inap karena penyakitnya tersebut. Hal demikian sudah terulang sampai 4 kali rawat inap karena kambuh. Sementara bapaknya yang bekerja sebagai buruh tadi merasa sangat berat untuk biaya anak semata wayangnya tersebut yang harus keluar masuk rumah sakit. Untuk bisa bertahan hidup sehari – hari saja, bapaknya harus membanting tulang karena selain ada anaknya, juga harus menghidupi ibunya (nenek dek Najwa). Bapaknya bisa bekerja kalau ada tetangganya yang menyuruhnya membantu pekerjaan di sawah. Kadang mencangkul, memotong padi, atau bila ada tetangga membangun rumah, bisa menjadi kuli. Sudah setahun yang lalu dek Najwa ditinggal oleh ibunya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami dek Najwa beserta bapaknya. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat dek Najwa. Bapaknya merasa terharu dan bersyukur. Tidak lupa bapaknya dek Najwa mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan sehingga dek Najwa bisa berobat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Najwa mengalami sakit epilepsi


GEMI BINTI SADELI (34, Kanker payudara).Alamat : Dusun Kayang, RT 17/3, Desa Bader, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Gemi biasa dipanggil tetangga sekitar. Gemi adalah seorang ibu rumah tangga. Beliau mempunyai satu anak perempuan dan suaminya bekerja di Bogor sebagai buruh pabrik. Awal mula sakit pada awal bulan September 2017. Beliau 2 kali oprasi di Rsud. Dolopo kemudian dirujuk ke Rsup. Dr. Moewardi Solo untuk proses kemoterapi. Dalam proses berobat beliau ditemani kakak kandungnya dan sempat menginap 2 kali di teras Rsup Dr. Moewardi karena menanti hasil laboratorium esok hari dengan alas tidur seadanya. Saat ini beliau mempunyai jaminan kesehatan KIS. Beliau kesulitan perjalanan berobat ke Rsup Dr. Moewardi Solo dan biaya kost waktu proses kemoterapi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Gemi. Dan Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Gemi. Bantuan keempatpun disampaikan sebesar Rp 500.000,- dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat bu Gemi, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1107, 1116, dan 1125. Beliau dan keluarga mengucapkan terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikn oleh Sedekah Rombongan karena telah membantu berikhtiar menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Bu Gemi menderita kanker payudara


AJIJAH BINTI RAHMIN (42, Tumor Otak ). Alamat : Dsn. Gandu, RT 8/3, Desa Matesih, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Ajijah adalah seorang ibu rumah tangga. Ibu dari satu anak ini tiba- tiba sering merasakan pusing dan tidak pernah periksa. Dan suatu hari karena sudah tidak tahan dengan sakitnya, bu Ajijah memeriksakan sakitnya dan ternyata diagnosanya tumor otak stadium 4 dan belum pernah operasi. Meski sudah pernah menjalani kemo, namun terhambat biaya akodasi untuk perjalanan ke Rumah Sakit. Bu Ajijah mempunyai fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami oleh bu Ajijah. Alhamdulillah bu Ajijah mendapatkan bantuan kelima sebesar Rp. 500.000,- dari Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1033, 1107, 1116, dan 1125. Sehingga sekarang bu Ajijah sudah mulai dilakukan sinar secara rutin, dan alhamdulillah sudah ada perkembangan yang baik, badan nampak lebih segar dari sebelumnya dan lebih ceria. Bu Ajijah mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui team Sedekah Rombongan, sehingga bisa membantu pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Bu Ajijah menderita tumor otak stadium 4


MTSR MADIUN (AD 9383 PR, Biaya Operasional bulan April 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soedono, RSUD Dolopo, Rumah Sakit Umum (RSU) Aisyiyah Ponorogo serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Moewardi dan juga RSUP. Dr. Soetomo. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, biaya pemeliharaan dan perbaikan, konsumsi dan jasa driver. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1125

Jumlah Bantuan : Rp. 5.020.963,-
Tanggal : 30 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati & Allcrew

Biaya operasional bulan April 2018


SUKINI BIN ARJO (64, Gangguan Jiwa). Alamat : RT. 11/4, Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Sukini adalah seorang Dhuafa. Selain Beliau menderita gangguan jiwa, Beliau hidup sebatangkara. Untuk makan setiap harinya diberi oleh tetangganya secara bergantian. Dulu beliau pernah dirawat di RSJ Solo setelah dinyatakan sembuh karena faktor usia pulang ke Madiun. Hidup sebatang kara sampai sekarang dengan bantuan sembako dari kelurahan yang tak bisa digunakan untuk hidup setiap bulan. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami mbah Sukini. Santunan lepas sebesar Rp. 750.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya hidup sehingga meringankan beban hidup beliau. Atas nama bu Sukini, pak RT mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09 @Dedik

Mbah Sukini seorang Dhuafa dan menderita gangguan jiwa


LASEMI BINTI MUSTARAM (59, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Sangen, RT 5/2, Desa Sangen, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Lasemi adalah sosok seorang wanita yang mempunyai semangat tinggi untuk sembuh, beliau tinggal bersama suami yg bekerja serabutan dan anak laki-lakinya yg berprofesi sebagai penjual krupuk bandung dengan dua orang anak. Perihal penyakit kanker payudara yang dialami, bermula dari awal tahun 2016 dirasa ada benjolan kecil yang diabaikan karena tidak terasa apa-apa tetapi lama kelamaan benjolan membesar, setelah diperiksa baru diketahui bahwa benjolan tersebut adalah kanker, setelah menjalani pemeriksaan pada bulan Januari 2017 diputuskan untuk menjalani operasi tahap pertama dan dilanjutkan operasi kedua pada bulan Februari. Untuk saat ini beliau rutin kontrol ke Rsu Moewardi Solo, dengan keadaan perekonomian yang pas pasan beliau harus mengumpulkan uang untuk ke Solo naek bis dan kadang harus menginap untuk menunggu hasil kontrol. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Lasemi. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat bu Lasemi. Harapan Ibu Lasemi untuk sembuh dari sakit yang menjadi momok banyak wanita tersebut, semoga bisa tercapai. Bu Lasemi mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 April 2018
Kurir : @ErvinWurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09 @Benypoer

Bu Lasemi menderita kanker payudara


WORO SUGIARTO (15, Dhuafa). Alamat : Jl.Kasuari RT 26/8, Kecamatan Nambangan Kidul, Kota Madiun, Provinsi Jawa Timur. Woro biasa dipanggil demikian oleh teman- temanya. Woro yang baru duduk di bangku SMP dan bersekolah disebuah MTS swasta di kota Madiun, Woro ini tergolong anak yang rajin dan pintar. Namun lagi- lagi terkendala oleh biaya sekolah yang membuatnya enggan bersekolah dan minder. Ayahnya yang bekerja sebagai tukang becak dan ibunya yang bekerja serabutan, kadang pemulung dan kadang bersih bersih dirumah tetangga demi mendapatkan sesuap nasi. Rumah tak berukuran dan tak layak huni bahkan tak layak disebut rumah mereka tinggali bertiga. Rumah mereka berdiri di sepetak lahan di atas sungai, itupun lahan milik tanggul pemerintah Kota Madiun yang diberikan untuk ditinggali sementara secara cuma-cuma. Tembok rumahnya tidak permanen hanya tertutup banner bekas dan lantai dari anyaman bambu untuk menutupi sungai dibawahnya. Sesekali Woro enggan untuk berangkat ke sekolah. Karena belum membayar beberapa iuran atau buku- buku yang harus dipelajarinya namun tak mampu dibeli. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami Woro dan keluarga. Santunan lepas sebesar Rp. 2.000.000,- telah disampaikan agar Woro mampu melanjutkan sekolahnya dengan baik dan tidak minder lagi karena belum membayar beberapa tunggakan iuran sekolah. Woro dan kedua orang tuanya merasa senang sekali dan bersyukur. Tidak lupa ucapan terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp.2.000.000,-
Tanggal : 21 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09 @DeniAsri

Bantuan pembayaran tunggakan iuran sekolah


SUYADI BIN MARDJO (62, Katarak). Alamat : Desa Geger, RT 15/2, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur.
Mbah Yadi, biasa dipanggil demikian oleh tetangganya, tinggal dengan istrinya yang juga sakit – sakitan. Mbah Yadi mengalami sakit mata sudah beberapa bulan lalu dan setelah diperiksakan, ternyata katarak. Sehingga menyebabkan tidak mampu lagi bekerja untuk memenuhi kebutuhan keduanya. Selama ini ibu Yadi menggantungkan belas kasihan dari tetangganya. Mbah Yadi memiliki jaminan kesehatan berupa KIS. Namun demikian tetap saja mbah Yadi tidak mampu untuk melanjutkan berobat karena tidak ada biaya untuk ke rumah sakit. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami mbah Yadi. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan fan digunakan untuk biaya berobat mbah Yadi. Mbah Yadi sangat bersyukur dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan sehingga dapat meringankan beban hidupnya, agar bisa melanjutkan proses berobat matanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Pak Suyadi menderita katarak


SUYEK BINTI KASADIMEJO (73, Duafa sebatangkara). Alamat : Desa Jatisari, RT 25/6, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Suyek adalah seorang nenek yang hidup sebatang kara di sebuah rumah yang berukuran kecil sekali. Di usianya yang sudah tua, mbah Suyek hanya bisa mengandalkan bantuan dan belas kasihan tetangga dekatnya. Karena mbah Suyek sehari – hari sudah tidak bisa ke mana-mana. Jadi lebih banyak di atas tempat tidur. Sudah lama suaminya meninggal dunia dan tidak dikaruniai anak. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi dan penderitaan yang dialami mbah Suyek. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000,- disampaikan untuk biaya hidup mbah Suyek. Mbah Suyek mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan. Mbah Suyek merasa senang sekali karena mendapatkan bantuan untuk membantu biaya hidup sehari – harinya. Semoga semua kurir Sedekah Rombongan diberikan kesehatan dan umur yang panjang dan berkah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi09 @Erikavi

Bantuan biaya hidup sehari – hari


DEWI PUDJI WINARNI (56, Ca Servix). Alamat : Jl. Mojopahit No. 46, Kelurahan Winongo, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Dewi hidup berdua di rumah dengan ibunya di alamat tersebut, dulu berkerja sebagai wiraswasta untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari, sekarang semenjak sakit maka tidak dapat bekerja lagi sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari – hari. Ibu Dewi menderita sakit sejak dua tahun silam. Awalnya beliau periksa ke RSDU Sogaten, kemudian dirujuk ke RSUP Soedono. Karena hasil pemeriksaan dinyatakan bahwa Bu Dewi mengidap sakit Ca Servik, maka dirujuk ke RSDM Solo. Sebenarnya Bu Dewi memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3, namun sangatlah tidak memungkinkan untuk menjalani pengobatan di luar kota karena biaya yang tidak dimilikinya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami Bu Dewi. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat beliau. Bu Dewi sangat senang, bersyukur, dan mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 April 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi09

Bu Dewi mengidap sakit ca servik


MEGA AULIA (3, Hydrocephalus + Cerebral Palsy + Epilepsi) Alamat: Wirengan, RT 1/4, Baluwarti, Pasar Kliwon, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah. Dik Mega, putri ke-4 pasangan Bapak Agus S. (44) dan Ibu Murtini (32) ini sejak lahir tidak bisa merespon seperti bayi normal lain, hingga berusia 4 bulan, ia masih tidak bisa tengkurap dan hanya berbaring. Ibunya kemudian membawanya berobat ke RS Kustati disana diketahui bila ia menderita hydrocephalus dan harus segera dilakukan operasi pasang selang untuk mengurangi cairan. Namun, karena saat itu Dik Mega belum memiliki bpjs dan biaya operasi sangat mahal, keluarga pun menunda operasi dan mengupayakan agar ia memperoleh bpjs. Setelah menabung, bpjs mandiri pun diperoleh oleh keluarga Dik Mega. Selanjutnya pada usia 7 bulan ia menjalani operasi. Pengobatan belum selesai karena ternyata Dik Mega sering mengalami kejang. Observasi lanjutan pun dilakukan dan diketahui bila Dik Mega juga menderita cerebral palsy dan epilepsi. Setiap 2 minggu sekali ia rutin menjalani terapi. Namun karena bpjs yang dimiliki Dik Mega adalah bpjs mandiri, semakin hari sang ibu dan ayah semakin kesulitan untuk membayar angsuran perbulan, karena penghasilam ayah sebagai buruh di bengkel sebesar Rp. 50.000,-/minggu. Alhamdulillah ada pihak yang membantu dengan mengupayakan bpjs dari pemerintah untuk Dik Mega. Dik Mega kemudian melanjutkan pengobatan di RS. PKU Muhammadiyah karena harus menjalani terapi, kontrol syaraf dan kontrol rutin perkembangan gizi. Setahun lalu, Dik Mega pernah dibantu oleh lembaga sosial di Solo untuk akomodasi berobat dan membeli susu serta popok, namun bantuan berhenti karena sudah 6 bulan berjalan. Kini Dik Mega masih harus menjalani terapi rutin di RS. PKU. Setiap kontrol sang ibu harus berjalan kaki dari rumah karena tidak ada kendaraan. Kondisi Dik Mega yang membutuhkan banyak keperluan membuat keuangan keluarga menipis. Terlebih, keluarga Dik Mega masih harus membayar kontrakan Rp. 1.500.000,-/tahun dan listrik Rp. 50.000,/bulan. Belum lagi biaya ketiga kakak Dik Mega, Ocha meriantani (13), Lovina Kiara P. (8), Arsya Adi Candra (5) untuk sekolah. Pihak keluarga berharap bisa memperoleh bantuan untuk membeli susu, popok, tissu, serta obat yang tidak tercover bpjs untuk Dik Mega. Tanggal 31 Agustus 2017 Dik Mega kejang-kejang dan langsung dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Solo. Tanggal 1 September 2017 dilakukan cek urin dan diketahui bahwa Dik Mega mengalami Infeksi saluran kencing. Saat ini dek Mega masih harus menjalani terapi rutin 3 kali selama seminggu di RS PKU Muhammadiyah Solo dan 1 kali seminggu di YPAC Solo. Kurir #sedekahrombongan kembali menyampaikan santunan ke- 7 untuk membantu biaya akomodasi, transportasi terapi dan pembelian susu. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 1115. Keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga amal kebaikan Sedekaholic diterima oleh Allah SWT.

Jumlah bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 26 April 2018
Kurir : @mawan @anissetya

Dik Mega menderita hydrocepalus,cerebral palsy dan epilepsi


ZENA NUR ZULAIKA (5, Infeksi Paru+ Jantung Bocor+ Megacolon + Cerebral Palsy+Bibir Sumbing) Alamat: Dusun Wonorejo RT 2/2, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta Provinsi Jawa Tengah. Zena begitu panggilan gadis kecil ini. Lahir dengan caesar, keadaan Zena kala itu normal seperti bayi sehat lainnya. Namun, masuk usia 5 bulan, ASI yang ia minum selalu keluar dari hidung, berat badannya pun tidak normal sampai saat ini memasuki usia 5tahun, ia hanya memiliki berat 8kg. Menurut dokter hal tersebut dikarenakan adanya kelainan pada megacolon yang menyebabkan nutrisi tidak dapat terserap dengan baik serta sulitnya BAB. Sehingga selang NGT selalu terpasang di hidung hingga lambung untuk memberikan asupan nutrisi. Perkembangannya pun melambat karena ia juga mengalami Cerebral Palsy. Putri pasangan Bapak Supriyanto (39) yang bekerja sebagai cleaning service dengan penghasilan Rp. 1.700.000/bulan dan Ibu Rulin Aristiana (28) sebagai ibu rumah tangga ini rencananya oleh tim dokter akan dilakukan operasi megacolon terlebih dahulu agar nutrisi dapat tercerna dan BAB kembali lancar menggunakan Jamkesmas/ KIS dari pemerintah. Namun, pengobatan yang panjang disertai tanggungan orang tua yang banyak menyebabkan ia sempat terkendala untuk berobat. Ia tinggal dengan kakek, nenek dan 1 keluarga lain dalam 1 rumah. Saat ini Zena rutin menjalani terapi di RS Kasih Ibu Surakarta. Tanggal 29 January 2018 dek zena konsultasi ke RS. Dr Moewardi untuk operasi penutupan colestomy, oleh dokter sementara disarankan untuk tetap memakai colestomy dan kontrol rutin setiap 1 bln sekali di RS. Dr Moewardi. Kurir #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan ke – 7 untuk biaya akomodasi berobat, terapi dan pembelian kebutuhan susu dik zena. Keluarga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang diterima, santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 1115 semoga amal kebaikan sedekaholics dan kurir diterima Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 April 2018
Kurir: @mawan @anissetya60 @welliyanto

Zena mengalami infeksi paru+ jantung bocor+ megacolon + cerebral palsy+bibir sumbing

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 JOKO WISESA 750,000
2 TUSLIMIN BIN SAMSURI 500,000
3 ARIF MUSTAKIM 5,000,000
4 MUHAMMAD MAESOR 1,000,000
5 SOLICHIN BIN SUMO 1,000,000
6 JENGGO BINTI TOMIN 1,500,000
7 ABDUL ROZAK 1,000,000
8 SITI MUAWANAH 818,000
9 MTSR JEMBER 4,533,000
10 MTSR JEMBER 4,353,000
11 MARSYAH AMANDA PUTRI 625,750
12 RSSR JEMBER 1,216,000
13 RSSR JEMBER 3,219,225
14 SUNARTI BINTI ARTAYU 657,500
15 BASIR BIN LIMAN 900,000
16 SUKARLIK 543,000
17 SUMIYATI BINTI SAIMUN 900,000
18 WAHYUNINGSIH BINTI MUHTAMSIL 1,000,000
19 MUCHSON BIN MUHISYAM 1,500,000
20 YATMIN BIN SARTO 1,000,000
21 NAJUA SHIHAB BINTI JUMAWAL 500,000
22 WIDIANINGSIH BINTI FULAN 500,000
23 EKO NUR PRASETYAWAN BIN SARDI 500,000
24 MTSR 1 dan 2 PURWOREJO 1,200,000
25 MTSR 1 dan 2 PURWOREJO 1,850,000
26 MTSR 1 dan 2 PURWOREJO 5,450,000
27 RIZKI CAHAYA SAPUTRA 700,000
28 LUSIANA BIN AGOES SOEBOLO 500,000
29 ELMA NURHAMIDAH 500,000
30 RAHADEAN TIRTA RELA 1,000,000
31 AJENG SUKMA AYU 900,000
32 MAZMUR EKA PUTRA 500,000
33 MUHAMMAD RIFAI 500,000
34 ENDANG SUSILOWATI 500,000
35 NIRWASITA BINTI KATENI 500,000
36 ROKHIMIN BIN SLAMET 500,000
37 KATIYEM BINTI JAIMAN 500,000
38 SALAMUN BIN SHOLIKAN 500,000
39 MUSOFA HAMDAN 750,000
40 NUR CHOLIS 500,000
41 RATRI NOPIDHIAN WIDHI 500,000
42 MUHAMAD ASWURI 500,000
43 NAYLA MUAZARA ALYA FITRI 500,000
44 MUDJIATI BINTI MARYO MARNI 500,000
45 ALM. SUWARNI BIN IS DUGEL 1,000,000
46 RISMA ADITYA 1,000,000
47 NAJWA ASINTA 1,000,000
48 GEMI BINTI SADELI 500,000
49 AJIJAH BINTI RAHMIN 500,000
50 MTSR MADIUN 5,020,963
51 SUKINI BIN ARJO 750,000
52 LASEMI BINTI MUSTARAM 1,000,000
53 WORO SUGIARTO 2,000,000
54 SUYADI BIN MARDJO 1,000,000
55 SUYEK BINTI KASADIMEJO 1,000,000
56 DEWI PUDJI WINARNI 500,000
57 MEGA AULIA 500,000
58 ZENA NUR ZULAIKA 500,000
Total 68,636,438

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 68,636,438,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1133 ROMBONGAN

Rp. 61,171,016,133,-