Rombongan 1132

Dengan sedekah bahagia bertambah
Posted by on May 7, 2018

SRI RUMPIYANI (61, Rematik + Hipertensi). Alamat: RT 1/3, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Sri mengalami kejang otot pada kakinya selama enam tahun terakhir. Kakinya sulit digerakkan dan terasa sakit ketika berjalan. Lalu beliau berobat ke puskesmas Patikraja. Dokter mendiagnosis beliau menderita rematik dan darah tinggi. Kondisi beliau saat ini sudah cukup membaik. Penyakitnya sudah jarang kambuh lagi. Namun kehidupannya cukup sulit. Karena untuk makan dan menghidupi kedua anaknya yang bernama Novi (16) dan Krisna (24) Ibu Sri hanya mengandalkan penghasilannya dari berjualan rongsok. Novi yang merupakan anak bungsunya terpaksa harus putus sekolah tidak dapat melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Atas (SMA). Krisna yang merupakan anak sulung dari Ibu Sri dan almarhum Bapak Sudiyono kesulitan mencari pekerjaan karena putus sekolah dan hanya dapat menyelesaikan pendidikan sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP) saja tiga tahun yang lalu. Setiap pagi Ibu Sri harus menyisiri jalan mencari barang bekas untuk dijual kepada tukang rongsok. Penghasilannya dari berjualan rongsok adalah sebesar Rp 3.000,- sampai dengan Rp. 5.000,- per hari. Sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan penghasilannya tersebut. Selama berobat Ibu Sri dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Ibu Sri dipertemukan dengan tim sedekah rombongan. Santunan disampaikan untuk membantu meringankan biaya berobat dan kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga bermanfaat.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 14 Maret 2018
Kurir: @ddeean Asih @firdhanelis

Bu Sri menderita rematik dan darah tinggi


WARSITEM MADHADI (74, Pembengkakan Jantung + Radang Lambung). Alamat : RT 2/3, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Warsitem mengalami pembekakan kaki sejak tanggal 14 Februari 2015. Pada tanggal yang sama, beliau melakukan rontgen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Diagnosis dokter menyatakan bahwa beliau mengalami pembengkakan pada jantung. Selain itu, Ibu Warsitem juga menderita radang lambung. Setiap kali makanan masuk ke dalam perut akan terasa sakit. Wanita yang terbilang sudah memasuki usia senja ini tinggal bersama tiga orang anaknya, seorang menantu dan dua cucunya di rumah yang sederhana. Dua anak laki-lakinya menderita penyakit sejak usia muda dan sampai sekarang belum menikah. Anak perempuannya menjadi tulang punggung keluarga dan harus menafkahi seluruh keluarga dari warung kecilnya, sementara suaminya bekerja sebagai tukang rongsok. Selama ini pengobatan Ibu Warsitem dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun Ibu Warsitem dan keluarga kesulitan memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah Ibu Warsitem dan keluarga dipertemukan dengan Sedekah Rombongan. Santunan disampaikan untuk membantu membiayai kebutuhan hidup sehari-hari beliau dan keluarga. Sebelumnya, Ibu Warsitem terdaftar sebagai pasien dampingan dengan nomor rombongan 1121. Semoga Ibu Warsitem beserta keluarga dilimpahkan kesehatan dan dilancarkan rezeki oleh Allah.

Jumlah bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal : 14 Maret 2018
Kurir : @ddeean Asih @firdhanelis

Ibu Warsitem juga menderita radang lambung dan pembengkakan jantung


TURYAN BIN SANPARTA (54, Gangguan Tulang Belakang + Pernapasan + Pencernaan). Alamat : RT 1/3, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sudah lima tahun ini Bapak Turyan berhenti bekerja sebagai pembajak sawah atau tukang traktor. Pada awal tahun 2013, beliau sering mengalami sakit kepala dan pandangan yang berkunang-kunang. Bapak Turyan hanya memeriksakan sakitnya ke puskesmas terdekat. Beliau selalu mendapati tensi darahnya rendah. Pinggangnya juga sering merasakan sakit. Pak Turyan sering mengeluhkan sesak di dada. Saran dari dokter beliau harus mengkonsumsi makanan bergizi dan suplemen. Namun, Bapak Turyan tidak memiliki biaya untuk membelinya. Bapak Turyan juga menderita komplikasi gangguan pencernaan, maag kronis dan asam lambung yang membuat beliau sering tidak dapat tidur pada malam hari. Beliau juga sering merasakan tubuhnya sangat lemas sehingga tidak dapat bekerja dengan baik sebagai buruh serabutan. Terkadang beliau bekerja di sawah menggarap sawah orang lain. Kadang menunggu ada orang lain yang membutuhkan tenaganya. Selama berobat Bapak Turyan dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau kesulitan memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah Bapak Turyan dipertemukan dengan tim sedekah rombongan. Santunan disampaikan untuk meringankan biaya kehidupan sehari-hari dan bantuan pengobatan. Semoga bermanfaat.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 14 Maret 2018
Kurir: @ddeean Asih @firdhanelis

Bapak Turyan juga menderita komplikasi gangguan pencernaan, maag kronis dan asam lambung


SANASWAN BIN MUKHAYAT (76, Varises). Alamat : RT 1/2, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa tengah. Bapak Sanaswan sejak tiga tahun lalu mengalami sakit pada kedua kakinya. Kakinya sulit digerakkan sehingga beliau juga tidak dapat berjalan dengan normal dan harus menggunakan tongkat atau dituntun istrinya. Bapak Sanaswan lalu memeriksakan diri ke dokter dan oleh dokter diduga menderita penyakit varises yang menyebabkan Bapak Sanaswan tidak dapat beraktivitas dengan normal. Beliau tidak pernah lagi berobat karena tidak memiliki biaya akomodasi untuk periksa ke rumah sakit. Bapak Sanaswan dan istri tinggal di rumah sederhana. Awalnya rumah yang ditempatinya hanya terbuat dari bambu untuk dindingnya. Sedangkan lantainya masih beralaskan tanah. Bersyukur dua tahun lalu ada bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki rumah Bapak Sanaswan. Kondisi rumahnya sekarang sudah cukup baik. Dinding rumah beliau sudah terbuat dari batu bata. Saat ini Bapak Sanaswan sudah tidak mampu bekerja. Biaya hidup sehari-hari hanya mengandalkan dari penghasilan istrinya, Satinem (63) yang bekerja sebagai buruh tani di sawah. Penghasilan yang kurang mencukupi menjadi kendala untuk kebutuhan hidup beliau dan istri. Bapak Sanaswan memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Bapak Sanaswan dan istri dipertemukan dengan Sedekah Rombingan. Santunan disampaikan untuk meringankan biaya kebutuhan hidup Bapak Sanaswan dan biaya berobat. Semoga bermanfaat.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 14 Maret 2018
Kurir: @ddeean Asih @firdhanelis

Pak Sanaswan menderita penyakit varises


NAPEN MUSTAREJA (80, Patah Tulang). Alamat: RT 1/2, Desa Kedungrandu. Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar empat tahun lalu, Ibu Napen jatuh terpeleset saat mengangkat jemuran yang menyebabkan kakinya sulit digerakkan. Beberapa bulan berikutnya beliau terjatuh di kamar mandi megakibatkan patah tulang di bagian panggul kanan, kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Siaga Medika Banyumas untuk melakukan rontgen. Hasil rontgen menyatakan bahwa Ibu Napen mengalami patah tulang. Pihak rumah sakit dengan cekatan mengambil tindakan operasi. Ibu Napen harus menjalani rawat inap selama lima hari di RSU Siaga Medika Banyumas pasca operasi. Selama sakit Ibu Napen dirawat oleh anak perempuannya, Karsiwen (50) yang kesehariannya berjualan telur asin di Pasar Patikraja. Ibu Napen sudah tidak dapat berjalan dan menggerakkan tubuhnya dengan baik. Selama ini beliau juga tidak pernah lagi melakukan kontrol ke rumah sakit karena terhalang biaya untuk akomodasi ke rumah sakit. Beliau melakukan aktivitasnya sekarang dengan berbaring di ranjang. Pendengaran dan penglihatannya sudah tidak lagi berfungsi normal. Selama berobat Ibu Napen dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau kesulitan memenuhi biaya hidup. Alhamdulillah keluarga Ibu Napen dipertemukan dengan tim sedekah rombongan. Bantuan disampaikan untuk membantu memenuhi biaya hidup berupa pembelian pampers dan pemenuh kebutuhan gizi serta suplemen. Semoga Ibu Napen dapat menjalani kehidupan senjanya dengan lapang, serta bantuan yang disampaikan disampaikan dapat bermanfaat bagi Ibu Napen dan keluarga.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 14 Maret 2018
Kurir: @ddeean Asih @firdhanelis

Ibu Napen mengalami patah tulang


KAMIN MOH NADHIR (60, Stroke + Lumpuh ). Alamat : RT 2/3, Desa Grujugan, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang dialami Bapak Kamin bermula 3 tahun yang lalu. Beliau terjatuh di halaman rumahnya. Hal tersebut mengakibatkan beliau menderita stroke serta lumpuh. Bapak Kamin pun segera dibawa ke puskesmas. Pihak puskesmas merujuk beliau untuk berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Kini badan beliau masih terasa lemas, sulit untuk bicara, lumpuh dan sampai sekarang hanya terbaring di tempat tidur. Bapak Kamin dijadwalkan menjalani kontrol rutin setiap satu bulan sekali. Beliau sudah tidak bekerja. Istrinya, Sunarti (51) bekerja sebagai pedagang tempe keliling. Penghasilan keluarga yang masih kecil sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selama pengobatan, beliau dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Kamin sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga santunan tersebut dapat bermanfaat dan beliau segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Maret 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @paulsyifa

Pak Kawan menderita stroke serta lumpuh


MISLAM BINTI RESA MAMAD (77, Vertigo + Darah Tinggi). Alamat : RT 2/2, Desa Nusaori Nusawungu, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Pada awal bulan September 2017, Bapak Mislam mengalami demam, mual dan sakit kepala hebat. Beliau lalu dibawa ke Puskesmas Nusawungu dan menjalani rawat inap selama 3 hari. Dokter mendiagnosis Bapak Mislam menderita darah tinggi dan vertigo. Empat bulan setelah menjalani rawat inap, sakit yang diderita Bapak Mislam kambuh lagi sehingga beliau harus dibawa ke puskesmas dan kembali menjalani rawat inap selama 5 hari. Kondisi Bapak Mislam saat ini masih sering pusing lemas.Bapak Mislam hidup sebatang kara. Bapaknya, Resa Mamad meninggal 3 tahun yang lalu. Ibunya, Nasem juga sdh meninggal 2 tahun yang lalu. Keadaan tersebut membuat Bapak Mislam tetep bekerja sebagai pencari keong di sawah untuk dijual, meskipun beliau masih sering sakit-sakitan. Penghasilannya yang kecil membuat Bapak Mislam kesulitan memenuhi biaya kebutuhan sehari-hari. Selama berobat Bapak Mislam dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau masih kesulitan biaya kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Mislam. Santunan disampaikan untuk biaya kehidupan sehari-hari. Semoga dapat bermanfaat dan Bapak Mislam dapat kembali sehat serta beraktifitas seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Maret 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @paulsyifa

Bapak Mislam menderita darah tinggi dan vertigo


SIMRACH BINTI MADSUPUAN (72, Stroke + Lumpuh). Alamat : RT 1/1, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2013 yang lalu, saat Ibu Simrach pulang dari Mushola menjalankan sholat teraweh, beliau terjatuh di kamar mandi karena merasa kepalanya pusing dan berputar, sehingga sempoyongan saat berjalan. Ibu Simrach kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Medika Lestari dan dirawat inap selama 12 hari. Dokter mendiagnosis Ibu Simrach menderita stroke yang mengakibatkan beberapa syaraf di kaki dan tangannya terganggu sehingga beliau lumpuh dan lemas. Beliau dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas, namun sampai saat ini belum tertangani karena terkendala masalah ekonomi. Kini Ibu Simracah masih sering merasa pusing, lemas dan masih lumpuh. Suaminya, Kartem sudah meninggal 7 tahun yang lalu, sehingga sekarang Ibu Simrach hidup sendiri di rumah yang sangat sederhana. Kehidupan sehari-hari dibantu oleh adiknya, Kasman (50) yang bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya kecil. Ibu Simprach tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Mereka sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Simrach dan keluarganya sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga santunan dari sedekaholics dapat bermanfaat dan Ibu Simprach dapat segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Maret 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @paulsyifa

Ibu Simrach menderita stroke


SAWITEM BIN TIRTAYASA (90, Patah Tulang Kaki Kanan + Lumpuh). Alamat : RT 1/5, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Sawitem mengalami patah tulang kaki sejak tahun 2013. Saat itu beliau terjatuh di kamar mandi. Saat itu juga beliau dibawa ke Rumah Sakit (RS) PKU Gombong, dan dirawat inap selama 3 hari. Beliau pun dianjurkan untuk menjalani operasi. Namun karena faktor usia sudah lanjut, Ibu Sawitem tidak mau untuk dioperasi. Sehingga, beliau dianjurkan untuk kontrol setiap bulan sekali. Namun hanya empat kali beliau manjalani kontrol kemudian berhenti karena kendala ekonomi. Sampai saat ini keadaan Ibu Sawitem lumpuh total dan kaki tulang kanannya membengkok. Suaminya, Mustareja sudah meninggal 4 tahun yang lalu. Sekarang Ibu Sawitem hidup bersama anaknya, Payun (41) yang juga menderita gangguan jiwa. Biaya kehidupan sehari-hari mereka dibantu anaknya yang bekerja sebagai penderes nira. Penghasilan keluarga yang kecil sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Ibu Sawitem dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau masih kesulitan biaya kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sawitem sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya berobat dan kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga beliau segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Maret 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @paulsyifa

Ibu Sawitem mengalami patah tulang kaki


SATINEM BINTI MADNGUMAR (71, Katarak + Rematik). Alamat : RT 1/4, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sakit yang diderita Ibu Satinem bermula 5 tahun lalu. Beliau merasakan badannya pegal linu dan lutut terasa nyeri. Ibu Satinem kemudian dibawa berobat ke Mantri Warsun, didiagnosis rematik dan diberi obat jalan. Namun tujuh bulan yang lalu kambuh lagi. Beliau merasa pusing, mata berkunang-kunang sampai pingsan. Ibu Satinem langsung dilarikan ke puskesmas dan menjalani rawat inap selama tiga hari. Dokter mendiagnosis, Ibu Satinem menderita katarak dan rematik. Sampai saat ini, beliau masih merasakan sakit pada matanya dan pengelihatannya kurang jelas. Untuk berjalan pun beliau harus dibantu dengan tongkat. Suaminya, Samudin Kastani (80) bekerja sebagai buruh serabutan. Setiap hari Bapak Samudin mencari daun cengkeh dan kayu bakar untuk dijual. Penghasilannya yang masih kecil sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selama ini pengobatan Ibu Satinem dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau masih kesulitan memenuhi biaya kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Satinem. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan Ibu Satinem dapat sehat kembali seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Maret 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @paulsyifa

Ibu Satinem menderita katarak dan rematik


NOVA ELIZA (4, Gagguan Tumbuh Kembang +Jantung bocor ). Alamat : RT 3/5, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Nova terlahir normal namun sejak berusia 5 bulan sampai saat ini tumbuh kembangnya melambat tidak seperti anak-anak seusianya. Sekitar dua tahun yang lalu Nova menderita badan lemas pucat, sesak nafas, batuk dan panas. Ia dibawa berobat ke puskesmas dan oleh pihak puskesmas disarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Nova langsung ditangani oleh dr. Hartono, Sp.A dan didiagnosis menderita gangguan pertumbuhan dan perkembangan serta jantung bocor. Kaki Nova kaku dan kecil. Ia dianjurkan untuk menjalani fisioterapi dan terapi wicara setiap setengah bulan sekali. Kondisinya saat ini tuna rungu, kaki lututnya mengecil, pucat, lemas dan kesulitan bicara. Nova adalah anak kedua dari pasangan Wasito(42) dan Sarisah (36). Bapak Wasito bekerja sebagai buruh lepas, sedangkan Ibu Sarisah adalah seorang ibu rumah tangga. Biaya pengobatan Nova dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI Kelas III. Namun Nova dan keluarga masih kesulitan untuk biaya kebutuhan hidup sehari-hari, transportasi ke rumah sakit dan membayar iuran BPJS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nova sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari, akomodasi dan transportasi ke RSUD Banyumas, serta membayar iuran BPJS. Semoga dapat bermanfaat dan Nova segera diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Maret 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @paulsyifa

Nova menderita gangguan pertumbuhan dan perkembangan serta jantung bocor


SUTIWEN BINTI MUHAMMAD SUHADI (60, Hipertensi + Vertigo). Alamat : RT 1/4, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang dialami Ibu Sutiwen bermula pada awal bulan Januari 2017. Beliau sering mengalami pusing dan sakit kepala yang sangat hebat. Badannya lemas, pandangan berkunang –kunang dan berputar. Suatu hari beliau pernah terjatuh di kamar mandi dan tidak sadarkan diri. Rasa sakit yang dialaminya tersebut sempat sembuh, namun sebulan kemudian kembali kambuh. Beliau lalu dibawa berobat ke Puskesmas Kemranjen dan menjalani rawat inap selama 11 hari. Dokter mendiagnosis Ibu Sutiwen mengidap hipertensi dan vertigo sehingga harus menjalani kontrol rutin setiap satu pekan sekali. Ibu Sutiwen sudah tidak bekerja. Suaminya Muhamad Suhadi, sudah meninggal dua tahun yang lalu, dan saat ini beliau hidup bersama anaknya, Thohirin (25) yang bekerja sebagai penebang kayu. Penghasilan Thohirin sebagai penebang kayu kecil dan tidak menentu. Biaya pengobatan Ibu Sutiwen dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun masih terkendala masalah biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sutiwen sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga santunan dapat bermanfaat dan beliau segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Maret 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @firdhanelis

Ibu Sutiwen mengidap hipertensi dan vertigo


WANTIYEM BINTI MUHAMMAD (86, Stroke). Alamat : RT 1/1, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Wantiyem pada tahun 2013 yang lalu pernah terjatuh setelah bangun dari tidur dan tidak sadarkan diri. Beliau merasa kepalanya pusing dan berputar-putar sehingga sempoyongan saat berjalan. Ibu Wantiyem kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Medika Lestari dan dirawat inap selama 12 hari. Dokter mendiagnosis Ibu Wantiyem menderita stroke yang mengakibatkan beberapa syaraf di kaki, tangan, dan mata terganggu sehingga beliau lumpuh dan buta kedua matanya. Beliau lalu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas, namun sampai saat ini belum tertangani karena terkendala masalah ekonomi. Kini Ibu Wantiyem masih sering merasa pusing, tidak dapat melihat dan masih lumpuh. Suaminya, Madsirad, sudah meninggal 5 tahun yang lalu, sehingga saat ini Ibu Wantiyem hidup sendiri di rumah yang sangat sederhana. Biaya kehidupan sehari -hari beliau dibantu oleh anaknya, Badi (46), yang bekerja sebagai buruh penderes nira. Penghasilan Badi sangat kecil sehingga membuat Ibu Wantiyem kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Ibu Wantiyem dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun, mereka sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Wantiyem dan keluarganya sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga santunan dari sedekaholics dapat bermanfaat dan Ibu Wantiyem dapat segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Maret 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @firdhanelis

Ibu Wantiyem menderita stroke


SOLIYAH BINTI SANMARJA (78, Patah Tulang Paha Kanan + TB Paru). Alamat : RT 2/1, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Soliyah mengalami patah tulang paha kanan sejak bulan November tahun 2016. Saat itu beliau terjatuh setelah menjalankan sholat subuh di mushola karena beliau merasakan pusing berputar-putar dan seketika badannya lemas, tidak dapat berjalan. Saat itu juga beliau dibawa ke Rumah Sakit (RS) Medika Lestari Buntu dan menjalani rawat inap selama 3 hari. Ibu Soliyah didiagnosis dokter mengalami patah tulang paha kanan dan infeksi paru (TB). Beliau dianjurkan untuk menjalani operasi tulang paha kanan. Namun karena faktor usia sudah lanjut,pasien tidak mau untuk di operasi. Selain itu Ibu Soliyah juga dianjurkan untuk kontrol setiap bulan sekali. Namun beliau hanya sempat menjalani kontrol sebanyak 2 kali dan berhenti karena kendala ekonomi. Kondisi Ibu Soliyah sampai saat ini lumpuh total dan kaki tulang paha kananya membengkak. Beliau jiga menderita batuk yang tidak kunjung sembuh. Suaminya, Saelani Sodikin (87), yang bekerja sebagai petani juga sering sakit-sakitan. Keadaan tersebut membuat Bapak Saelani kesulitan memenuhi kebutuhan sehari -hari. Kehidupan sehari hari kadang di bantu anaknya yg bekerja sebagai penderes nira. Penghasilan keluarga yang kecil sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Ibu Soliyah dibantu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Soliyah sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya berobat dan kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga beliau segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Maret 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @firdhanelis

Ibu Soliyah mengalami patah tulang paha kanan dan infeksi paru (TB)


SAINEM BINTI SANTATAJA (78, TB Paru). Alamat : RT 2/1, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada awal tahun 2014, Ibu Sainem mengalami batuk, muntah darah dan sesak nafas. Kemudian beliau seketika dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas dan dirawat inap selama 5 hari. Dokter RSUD Banyumas, dr. Haedar, mendiagnosis Ibu Sainem mengalami TB dan infeksi paru-paru dan menganjurkan kontrol setiap bulan sebanyak 6 kali. Pada bulan Januari tahun 2018, sakit yang diderita Ibu Sainem kambuh lagi. Beliau menderita batuk disertai darah, pusing, lemas dan kedua kakinya mulai membengkak. Beliau langsung dibawa ke Puskesmas Kemranjen dan menjalani rawat inap selama 3 hari. Namun kondisi beliau tidak kunjung membaik. Batuknya semakin parah, kedua kakinya semakin membengkak, dan badan semakin kurus. Lalu beliau dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Medika Lestari Buntu. Suaminya, Sanawi, meninggal 4 bulan yang lalu. Saat ini beliau tinggal seorang diri. Kehidupan sehari-hari Ibu Sainem dibantu oleh anaknya, Solihin (34), yang bekerja sebagai buruh bangunan. Penghasilannya sangat kecil. Biaya pengobatan Ibu Sainem dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau masih kesulitan memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sainem sehingga dapat menyampaikan santunan untuk biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga beliau segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Maret 2018.
Kurir : @ddeean Lasminah @firdhanelis

Ibu Sainem mengalami TB dan infeksi paru-paru


SAONAH BINTI DULAHMUKRI (71, Maag Kronis + Asam Lambung). Alamat : RT 7/1, Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada awal bulan September 2017, Ibu Saonah merasakan kesemutan pada lidahnya, demam, mual, badan pegal-pegal, dan sakit kepala. Beliau lalu dibawa ke Puskesmas Sumpiuh dan menjalani rawat inap selama 5 hari. Dokter Puskesmas mendiagnosis Ibu Saonah menderita maag kronis dan asam lambung. Sebulan setelah menjalani rawat inap, sakit yang diderita Ibu Saonah kambuh lagi sehingga beliau harus dibawa ke Rumah Sakit (RS) NU Sumpiuh dan kembali menjalani rawat inap selama 3 hari. Kondisi Ibu Saonah saat ini masih lemah. Suaminya, Karsono (74), yang bekerja sebagai petani juga sering sakit-sakitan. Penghasilannya sebagai petani yang kecil membuat Bapak Karsono kesulitan memenuhi biaya akomodasi berobat Ibu Saonah dan biaya kebutuhan sehari-hari. Selama berobat Ibu Saonah dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI Kelas 3. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Saonah dan keluarga. Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi berobat dan biaya kehidupan sehari-hari. Semoga dapat bermanfaat dan Ibu Saonah dapat kembali sehat serta beraktifitas seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Maret 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @firdhanelis

Ibu Saonah menderita maag kronis dan asam lambung


QUEENKALLA NATHANIA JIHATIDAH (3, Kelainan Jantung + Rubella). Alamat : RT 5/1, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dik Queen sering mengalami sakit. Dokter mendiagosis Dik Queen menderita flek paru. Ia pun menjalani pengobatan rutin selama 6 bulan. Namun ia masih sering sakit. Orang tuanya mencoba memeriksakan Queen ke dokter lain dan diketahui bahwa ia menderita kelainan jantung. Ia pun dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas, kemudian dirujuk kembali ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sardjito, Yogyakarta. Setelah diperiksa ternyata Dik Queen juga menderita IgG aktif rubella. Ia pun menjalani keteter tiga kali dan akhirya menjalani pebedahan jantung tanggal 23 Maret 2018 lalu di RSUP Sarjito Yogyakarta. Kini ia sudah pindah ke ruang observasi, setelah di ICU selama tiga hari. Saat ini ia masih kesulitan berbicara dan sering sesak nafas. Ayahnya, Hafidah Mastur Apriyono (32), bekerja sebagai karyawan swasta, sedangkan ibunya, Puji Benia Tining (26), adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga yang kecil sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Dik Queen dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI. Namun pengobatannya terkendala biaya akomodasi ke rumah sakit dan biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Queen sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama opname di RSUP Sardjito serta biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Santunan sebelumnya sudah pernah di berikan dan terdapat di Rombongan 1093. Semoga pengobatan Dik Queen berjalan lancar dan ia segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 26 Maret 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @firdhanelis

Queen menderita kelainan jantung


WARSINAH BINTI KARYABESARI (81, Miom + Katarak). Alamat : RT 2/1, Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar 1 tahun yang lalu pengelihatan Ibu Warsinah mulai buram. Mata sebelah kanan tidak bisa melihat, sedangkan mata sebelah kiri remang-remang. Ibu Warsinah pernah diperiksakan sekali satu tahun yang lalu ke puskesmas dan dirujuk ke rumah sakit. Akan tetapi bersamaan dengan itu beliau menderita sakit tumor miom. Pada awal bulan Desember 2017 sakit Warsinah kambuh lagi. Beliau merasakan sesak nafas dan kembali memeriksakan diri ke puskesmas lalu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Oleh dokter Ibu Warsinah didiagnosis ada benjolan di rahim, dan dijadwalkan untuk operasi pada tanggal 7 Januari 2018. Namun Ibu Warsinah belum bisa menjalani operasi karena faktor usia. Suaminya, Bapak Warsidi, meninggal 6 tahun yang lalu. eliau saat ini hidup sendiri. Untuk kebutuhan makan sehari-hari dibantu oleh anaknya. Biaya pengobatan Ibu Warsinah dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Ibu Warsinah kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan transportasi untuk berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Warsinah dan keluarganya sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari sehingga dapat meringankan beban keluarga. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan Ibu Warsinah bisa menjalani oprasi untuk menjemput kesembuhan dan segera sehat seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Maret 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @firdhanelis

Ibu Warsinah menderita sakit tumor miom dan katarak


ANA SETYAWATI (12, Tumor Tulang). Alamat : RT 2/8, Desa Bobotsari, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga. Pada awal Februari Ana sering merasakan lelah dan nyeri pada kaki kanannya hingga sulit berjalan. Lalu pada tanggal 12 Maret 2018 dilakukan CT Scan dan menurut dokter dr. Gunawan Santosa, Ana didiagnosis menderita tumor tulang sehingga harus segera dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Orthopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta. Namun, karena terkendala biaya akomodasi mengakibatkan Anna tidak segera dibawa ke RS Soeharso. Ana adalah putri dari pasangan Bapak Sukiman (60) dan Ibu Jumini (62). Bapak Sukiman yang bekerja sebagai buruh sedangkan Ibu Jumini memiliki usaha warung makan kecil. Penghasilan mereka yang kecil tidak mencukupi untuk membiayai keperluan akomodasi Ana selama pengobatan di RS Orthopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta. Selama berobat Ana dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah orang tua Ana dipertemukan dengan relawan sedekah rombongan dan mendapatkan santunan untuk biaya akomodasi selama pengobatan di RS Orthopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta. Semoga dapat bermanfaat dan Ana dapat kembali sehat seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 18 Maret 2018
Kurir : @ddeean Didik @firdhanelis

Ana menderita tumor tulang


DESNIAN NUR UMAIRAH (4, Down Syndrome). Alamat : RT 3/1, Desa Dagan, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga. Sejak lahir ukuran lingkar kepala Desnian tidak normal. Pada usia 4 hari, Desnian menjalani pemeriksaan MSCT-Scan dan didiagnosis dokter menderita down syndrome. Hal serupa juga dialami oleh kakak Desnian yang berumur 9 tahun. Menurut dokter hal tersebut diakibatkan karena ayah Desnian yang menderita toksoplasma. Saat ayahnya masih hidup, Desnian rutin menjalani terapi di Rumah Sakit (RS) Harapan Ibu Purbalingga. Namun 2 tahun yang lalu ayahnya meninggal dunia, Desnian tidak lagi menjalani terapi rutin karena kendala biaya akomodasi. Bahkan untuk kehidupan sehari-hari mereka bergantung kepada keluarga Ibu Desnian. Desnian adalah putri dari pasangan Bapak Nursin (almarhum) dan Ibu Sumiati (45t). Selama berobat Desnian dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun terkendala masalah biaya akomodasi selama menjalani terapi. Alhamdulillah sedekah rombongan dipertemukan dengan keluarga Desnian sehingga bisa menyampaikan santunan untuk biaya akomodasi selama terapi di RS Harapan Ibu. Semoga Desnian dapat kembali sehat seperti sedia kala.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 16 Maret 2018
Kurir : @ddeean Didik @firdhanelis

Desnian menderita down syndrome


SUNIMAH KARSO (63, Hipertensi). Alamat : RT 2/1, Desa Pekauman, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada 5 tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2012 , Ibu Sunimah sering mengalami pusing. Beliau hanya beli obat warung untuk meredakan pusingnya. Ibu Sunimah bahkan pernah merasa pusing sampai tak sadarkan diri sehingga keluarga beliau membawanya ke Puskesmas Madukara 1. Setelah diperiksa beliau memang memiliki riwayat sakit hipertensi dan oleh dokter dianjurkan untuk menjalani opname di Puskesmas agar tekanan darahnya dapat dikontrol setiap waktu. Selain itu beliau juga disarankan untuk kontrol jika pusingnya kambuh. Ibu Sunimah adalah seorang janda yang setiap harinya berjualan bubur untuk memperoleh penghasilan. Namun sakit pusingnya yang sering kambuh membuat aktivitas berjualan beliau menjadi terhambat. Ibu Sunimah sering tidak berjualan saat pusingnya kambuh. Selama berobat beliau dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Beliau kesulilan memenuhi biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Ibu Sunimah sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu keperluan biaya hidup sehari-hari. Semoga santunan dapat bermanfaat dan Ibu Sunimah dapat diberi kesembuhan seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 18 Maret 2018
Kurir : @ddeean Suratno @firdhanelis

Bu Sunimah menderita hipertensi


SUHEDI BIN ISTADI (58, Kanker Tulang). Alamat : RT 2/3, Desa Gunungiana, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sejak setahun yang lalu Bapak Suhedi merasaka seluruh badannya sakit. Beliau lalu dibawa ke Puskesmas oleh anaknya dan dari pihak Puskesmas disarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjarnegara. Bapak Suhedi didiagnosis menderita kanker tulang. Pihak RSUD Banjarnegara lalu menyarankan beliau untuk dirujuk ke RSUD Dr. Margono Soekarjo dan dari RSUD Dr. Margono beliau dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Sardjito Yogyakarta. Dokter di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta menyarankan agar Bapak Suhedi diamputasi dan akhirnya tangan kanannya diamputasi. Dalam benak Bapak Suhedi setelah tangan kanannya diamputasi maka akan sembuh penyakitnya tapi ternyata, bahkan saat ini setiap 2 pekan sekali beliau masih harus menjalani kemoterapi ke RSUP dr. Sardjito Yogyakarta. Sejak bsakit beliau tidak bekerja sehingga tidak memiliki penghasilan. Selama berobat Bapak Suhedi dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Saat ini beliau kesulitan untuk biaya akomodasi berobat dan biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Suhedi sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi berobat dan biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga santunan dapat bermanfaat dan Bapak Suhedi dapat diberi kesembuhan seperti sediakala.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 27 Maret 2018
Kurir: @ddeean Suratno @firdhanelis

Bapak Suhedi didiagnosis menderita kanker tulang


SUPARTO BIN AMAD MUKSIN (58, Asam Lambung + Ginjal + Katarak ). Alamat : RT 3/3, Desa Penambongan, Kecamatan Purbalingga , Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Tiga belas tahun yang lalu Bapak Suparto mengalami nyeri di perut. Kemudian beliau berobat ke Puskesmas setempat dan didiagnosis menderita asam lambung. Namun hari demi hari perut beliau semakin terasa sakit dan tidak mengalami perubahan yang baik. Lalu pihak keluarga membawa beliau ke Puskesmas. Pihak Puskesmas menyarankan beliau untuk dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Harapan Ibu Purbalingga. Setelah menjalani pemeriksaan Bapak Suparto didiagnosis menderita sakit ginjal. Dokter menyarankan beliau untuk dioperasi namun pihak keluarga menolak dan beralih ke pengobatan herbal. Selang beberapa tahun Bapak Suparto merasakan pandangannya mulai kabur. Lalu keluarga membawanya ke Puskesmas Purbalingga dan disarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Harapan Ibu Purbalingga. Keluarga mengikuti saran dari puskesmas untuk membawa Bapak Suparto ke RS Harapan Ibu dan di sana beliau harus menjalani operasi katarak. Namun operasinya gagal. Kondisi Bapak Suparto saat ini tidak bisa melihat. Selama berobat beliau dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau kesulitan memenuhi kebutuhan biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Bapak Suparto sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu kebutuhan biaya hidup sehari-hari. Semoga santunan dapat bermanfaat dan Bapak Suparto diberi kesembuhan seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 01 April 2018
Kurir: @ddeean Khaerul @firdhanelis

Pak Suparto menderita asam lambung


SUNEDIN BIN SUNARWI (53t, TB Paru). Alamat : RT 03/03, Desa Serayu Larangan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar tahun 2017 saat Bapak Sunedin bekerja di Kota Jakarta beliau terserang batuk dan mengeluarkan bercak darah. Kemudian beliau pergi membeli obat batuk di warung, tetapi tidak kunjung sembuh dan kondisi badan beliau mulai kurus. Lalu Beliau memutuskan untuk pulang ke Desa Serayu Larangan. Setelah tiba di kampung halaman beliau berobat ke Puskesmas Serayu Larangan. Setelah menjalani cek dahak di laboratorium beliau dinyatakan positif 3 TB Paru dan harus menjalani pengobatan rutin. Selama sakit Bapak Sunedin tidak dapat bekerja. Sementara itu, Tarminah (58), istri Bapak Sunedin, adalah seorang ibu rumah tangga. Selama berobat Bapak Sunedin dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau kesulitan memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sunedin dan keluarga. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga dapat bermanfaat dan Bapak Sunedin dapat kembali sehat serta beraktifitas seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Maret 2018
Kurir : @ddeean Zulfikar @firdhanelis

Pak Sunedin dinyatakan positif 3 TB Paru


SUTARI BINTI AMAD MARTAREDJA (59, Kanker Vagina). Alamat : RT 01/13, Dusun Sawangan, Desa Tajug, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2017 yang lalu Ibu Sutari mengalami gejala stroke ringan dan dibawa berobat ke Puskesmas setempat. Kemudian beliau dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Purbalingga. Hari demi hari kondisi Ibu Sutari mulai membaik. Kemudian pihak keluarga membawa beliau pulang ke rumah. Namun setelah beberapa bulan di rumah, Ibu Sutari mengalami pendarahan di vagina dan perut beliau terasa sakit. Kemudian pihak keluarga membawa beliau ke Puskesmas dan disarankan untuk dirujuk ke RSUD Purbalingga. Ibu Sutari didiagnosis menderita kanker vagina. Lalu Ibu Sutari dirujuk Ke RSUD Dr. Margono Soekarjo dan disarankan untuk menjalani kemoterapi. Setelah beberapa kali menjalani kemoterapi kesehatan Ibu Sutari menurun dan keluarga segera membawa beliau ke Rumah Sakit (RS) Pku Muhammadiyah Bobotsari untuk pemulihan. Selang Beberapa bulan kemudian Ibu Sutari kembali dibawa ke RSUD Dr. Margono Soekarjo dan dokter menjadwalkan untuk terapi sinar. Saat masa terapi sinar kondisi Ibu Sutari menurun sehingga harus menjalani rawat inap selama beberapa hari. Namun Allah berkehendak lain, Ibu Sutari telah dipanggil menghadap Yang Maha Kuasa. Selama berobat Ibu Sutari dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan di pertemukan dengan keluarga Ibu Sutari sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu keperluan biaya pemakaman Ibu Sutari. Semoga amal dan ibadah Ibu Sutari diterima di sisi Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 03 April 2018
Kurir: @ddeean Khaerul @firdhanelis

Ibu Sutari didiagnosis menderita kanker vagina


RONIYEM BINTI MANASTRA (83, Stroke + Vertigo). Alamat : RT 2/8, Desa Adisana, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang diderita Ibu Roniyem bermula sejak 3 tahun yang lalu. Beliau merasa kepalanya pusing, muntah, dingin dan menggigil sehingga sempoyongan saat berjalan. Hal tersebut membuat beliau terjatuh di kamar mandi. Ibu Roniyem kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Medika Lestari dan dirawat inap selama 12 hari. Dokter mendiagnosis Ibu Roniyem menderita vertigo dan stroke yang mengakibatkan beberapa syaraf di kaki dan tangannya terganggu sehingga beliau lumpuh dan lemas. Beliau dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas, namun sampai saat ini belum tertangani karena terkendala masalah ekonomi. Kini Ibu Roniyah masih sering merasa pusing, lemas dan masih lumpuh. Beliau hidup bersama anaknya, Tukiah (65), yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Penghasilannya sangat kecil. Sementara itu, suaminya, Sanliyas, sudah meninggal 6 tahun yang lalu. Biaya pengobatan Ibu Roniyem dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun, beliau sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Roniyem dan keluarganya sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga santunan dari sedekaholics dapat bermanfaat dan Ibu Roniyem dapat segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Maret 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @firdhanelis

Ibu Roniyem menderita vertigo dan stroke


SITEM BINTI MADKASMIN (78, Stroke+ Diabetes). Alamat : RT 3/9, Desa Adisana, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada akhir tahun 2016, Ibu Sitem mulai merasakan kakinya cepat lelah dan terus menerus buang air kecil serta lemas. Lalu pada tahun 2017, Ibu Sitem terjatuh di dapur dan segera dibawa ke Puskesmas. Beliau harus menjalani rawat inap selama 3 hari dan didiagnosis menderita stroke dan diabetes. Dua bulan yang lalu tumbuh benjolan dan kudis di kaki beliau. Benjolan tersebut pecah sehingga beliau harus dibawa berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Ibu Sitem menjalani pemeriksaan laboratorium di rumah sakit tersebut dan diketahui bahwa beliau menderita diabetes herpes, hipertensi, dan tulang pinggang naik. Selanjutnya beliau harus menjalani kontrol sebanyak 2 kali dalam di RSUD Banyumas. Kondisi beliau saat ini sering merasa pusing, pengelihatan mulai berkurang, lumpuh dan luka basah. Suaminya, Sanrusman Mislam (77), yang bekerja sebagai buruh juga sering sakit-sakitan. Penghasilan Bapak Sanrusman sebagai buruh sangat kecil. Selama berobat Ibu Sitem dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS NON PBI Kelas III. Namun beliau kesulitan memenuhi biaya akomodasi berobat dan kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sitem sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu keperluan biaya akomodasi berobat dan kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga Ibu Sitem selalu diberi kesabaran dan tetap semangat ikhtiar menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 19 Maret 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @firdhanelis

Bu Sitem menderita diabetes herpes, hipertensi, dan tulang pinggang naik.


SAINAH BINTI CUNDUK (92, Stroke + Lumpuh). Alamat : RT 2/8, Desa Adisana, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Saniah pada tahun 2016 yang lalu terjatuh di halaman rumahnya saat beliau pulang dari Mushola selepas menjalankan sholat subuh. Beliau merasa kepalanya pusing dan berputar sehingga sempoyongan saat berjalan. Ibu Saniah kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Medika Lestari dan dirawat inap selama 12 hari. Dokter mendiagnosis Ibu Saniyah menderita stroke yang mengakibatkan beberapa syaraf di kaki dan tangannya terganggu sehingga beliau lumpuh total dan lemas. Lalu beliau dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas, namun sampai saat ini belum tertangani karena terkendala masalah ekonomi. Kini Ibu Saniah masih sering merasa pusing, lemas dan masih lumpuh. Beliau hidup sebatang kara. Suaminya, Sanmurta, sudah meninggal 5 tahun yang lalu, sehingga saat ini Ibu Sainah hidup sendiri di rumahnya yang sangat sederhana. Kehidupan sehari-hari beliau dibantu oleh adiknya, Sandireja (65), yang bekerja sebagai buruh penyadap karet dengan penghasilan yang kecil. Biaya pengobatan Ibu Saniah ditanggung sendiri karena beliau tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Beliau juga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Saniah dan keluarganya sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga santunan dari sedekaholics dapat bermanfaat dan Ibu Saniah dapat segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Maret 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @firdhanelis

Ibu Saniyah menderita stroke


WARSUDI BIN WIRA ATMAJA (62, Patah Tulang). Alamat : RT 3/1, Desa Sindang, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada pertengahan bulan Februari 2018 Bapak Warsudi jatuh di sungai setelah memetik kelapa dan mengalami patah tulang lengan kiri. Bapak Warsudi langsung berobat ke bidan. Setelah itu dilanjutkan dengan pijat urut oleh dukun urut. Sampai dua pekan kemudian, tetangga beliau melaporkan ke bidan desa di Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) dan segera ditindaklanjuti oleh bidan. Bidan desa segera berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas dan dokter segera memeriksa Bapak Warsudi. Instruksi dokter Puskesmas agar Bapak Warsudi segera dibawa ke rumah sakit karena kondisinya makin melemah dan tidak dapat beraktifitas. Tetapi keluarga tidak bisa mengantar dan menemani karena terkendala biaya dan keluarga yang merawat Bapak Warsudi kurang normal. Bapak Warsudi tinggal bersama kakak perempuannya, Rampen (64), yang menderita gangguan mental. Kebutuhan sehari-hari dipenuhi seadanya oleh kakaknya dengan bekerja membantu panen di sawah milik tetangga. Pada tanggal 7 Maret 2018, saat sedang dikoordinasikan terkait pendampingan, penjemputan dan perawatan di ruang rumah sakit, bidan desa mendapat kabar bahwa Bapak Warsudi meninggal dunia. Bapak Warsudi tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah sedekah rombongan dipertemukan dengan tetangga Bapak Warsudi sehingga dapat menyampaikan santunan kematian dari sedekaholic. Semoga santunan tersebut dapat bermanfaat untuk mengurus biaya pemakaman jenazah Bapak Warsudi serta keluarga yang ditinggalkan diberi keikhlasan dan kesabaran.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Maret 2018
Kurir : @ddeean Rahayu @firdhanelis

Pak Warsudi mengalami patah tulang lengan kiri


MTSR PURWOKERTO (AB 9046 WK, Biaya Operasional Maret 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo, RSUD Banyumas, Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, RSU Wiradadi Keluarga dan sebagian rumah sakit di Kabupaten Purbalingga serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Karyadi. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap) dan Brebes. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, ganti ban,gaji sopir dan Operasional. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1090.

Jumlah Bantuan : Rp. 8.818.406,-
Tanggal : 12 April 2018
Kurir : @ddeean Khaerul

Biaya operasional Maret 2018


RSSR PURWOKERTO (Bantuan Operasional Maret Tahun 2018). Alamat : Jl Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Pemalang, Purworejo, Pangandaran, dll yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk operasional bulanan RSSR seperti pembayaran listrik, PAM, hotline, dan lain sebagainya. Bantuan untuk RSSR sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1125. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.410.082
Tanggal 31 Maret 2018
Kurir : @ddeean @menttariii @all kurir

Biaya operasional Maret 2018


RSSR PURWOKERTO (Sembako Pasien Bulan Maret Tahun 2018). Alamat : Jl Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Pemalang, Purworejo, Pangandaran, dll yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk kebutuhan makan bulanan pasien yang menginap di RSSR. Bantuan untuk sembako pasien sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1109. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp 1.239.000
Tanggal 31 Maret 2018
Kurir : @arfanesia @menttariii & all kurir

Biaya sembako pasien bulan Maret Tahun 2018


JANUAR DAFFA MAULANA (3, Ichtyosis Lamelar). Alamat : Dsn. Gunung Mas RT02/1, Kec. Manyaran, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Daffa begitu biasa dipanggil memang menderita kelainan kulit ini sejak lahir serta sempat menghambat tumbuh kembang dan psikologisnya. Penyebabnya kelainan kromosum yang membuat Daffa tak memiliki pori-pori sehingga dia pun tak bisa berkeringat. Lahir premature di usia 6 bualan kandungan juga membuat Daffa mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Sampai saat ini Daffa masih rutin chek up ke poli kulit dan kelamin RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Bulan ini konsidi Daffa lebih baik dari bulan lalu dimana kulitnya ada yang tak bisa mengelupas yang mengakibatkan kulit semakin kaku dan terasa keras serta kering. Untuk perawatan kulitnya, tetap disarankan lebih banyak dalam penggunaan cream khusus vasline noroid cream, olive oil serta sering mandi tanpa sabun. Tak hanya itu, Daffa juga harus mandi susu murni paling tidak seminngu sekali. Terapi kulit untuk kasus seperti Daffa ini memang hanya menjaga kelembaban kulit saja. Untuk proses tumbuh kembangnya saat ini, kondisi Daffa mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik. Baik kemampuan fisik maupun verbalnya. Syaraf motoriknya juga berfungsi dengan normal. Daffa adalah putra pertama pasangan Bapak Yulianto Pambudi dan Ibu Rahning Puspitasari. Saat ini ayahnya Daffa bekerja sebagai buruh pabrik demi membiayai pengobatan Daffa. Daffa memang pengguna BPJS MANDIRI, akan tetapi sebagian besar obat belum tercover oleh jaminan kesehatan. Belum lagi untuk perawatan khusus kulit Daffa sehari-hari membutuhkan biaya yang tak sedikit. Semakin bertambahnya usia, semakin besar pula tubuhnya artinya kebutuhan untuk perawatan kulit juga semakin bertambah. Dalam satu bulan Daffa membutuhkan cream pelembab paling sedikit 4 pot. Saat ini cream pelembab ini memang sudah tercover BPJS, hanya saja BPJS hanya mengcover 1 pot saja, itu artinya kekurangan kebutuhan cream Daffa harus dibeli dengan biaya umum. Padahal untuk 1 pot cream saja harganya mencapai 150.000 rupiah. Belum lagi untuk kebutuhan susunya. Daffa yang sebelum ditangani #Sedekah Rombongan sempat terhenti pengobatannya, merasa sangat terbantu setelah menjadi pesien dampingan #Sedekah Rombongan. Sampai saat ini kita tetap mendampingi pengobatan serta kontrol rutinnya. Semoga ke depan upaya ini semakin memberikan progress yang positip untuk kesembuhan sakit yang di alaminya.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 April 2018
Kurir : @Mawan@Nonis@dodo

Daffa menderita kelainan kulit ini


FARID ABDULLAH( 2, Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik). Alamat : Dsn. Tahunan RT 02/06, Ds. Sambirejo, Kec.Jatisrono, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Farid begitu nama panggilannya, menderita beberapa kelainan, diantaranya kebocora jantung, sidaktil, bengkoknya pergelangan tangan kanan, serta tak memiliki daun telinga sebelah kanan. Bayi malang ini juga terlahir tanpa memiliki lubang anus (Atresia Ani). Dua hari setelah dilahirkan Farid dirujuk ke RS Dr Moewardi Surakarta untuk menjalani operasi pembuatan stoma, atau saluran pembuangan sementara di perut sebelah kiri. Sementara untuk jantungnya, untuk saat ini Farid menjalani terapi obat jantung diiringi fisioterapi untuk membantu tumbuh kembangnya. Pada saat operasi pertama kali yaitu pembuatan stoma, Farid memakai biaya umum mengingat belum memiliki fasilitas kesehatan apapun. Kini Farid adalah peserta BPJS MANDIRI. Empat bulan pasca operasi pembuatan stoma Farid menjalani operasi pembuatan anus. Normalnya satu tahun setelah operasi pembuatan anus, harusnya sudah dilakukan penutupan stoma dan bisa BAB lewat anus. Tapi Farid belum bisa menjalani operasi lanjutan karena kondisi jantung tidak memungkinkan. Begitu juga jika akan dilakukan tindakan operasi jantung diharuskan tak ada luka yang masih terbuka. Sementara sampai saat ini masih ada stoma karena belum dilakukan penyambungan usus keanus serta penutupan stoma. Untuk itulah saat ini tetap difokuskan dalam penanganan kondisi anusnya. Farid masih tetap chek up rutin ke poli kardio anak. Setelah bulan-bulan sebelumnya mengalami penurunan kondisi jantungnya, bulan ini jantung kembali stabil kondisinya. Bahkan mulai bulan ini Farid mulai menjalani fisioterapi dua kali dalam seminggu. Sayangnya jadwal poli anak dan poli bedah anak bukan di hari yang sama artinya dalam seminggu kadang Farid harus ke RS dua kali bahkan lebih dalam seminggu. Untuk masalah jantungnya Farid Untuk biaya akomodasi sudah barang tentu mereka tak mampu. Sebagai seorang terapis, Ayah Farid, Bapak Suharwin hanya bisa bekerja jika ada orang yang membutuhkan saja, tak setiap hari ada yang melakukan terapi. Sementara Ibunya Farid, Ibu Yessy hanyalah ibu rumah tangga saja. Merekapun tinggal masih menumpang di rumah kakek dan neneknya Farid. Bantu Farid memperjuangkan kesembuhannya. Keluarga Farid tak mengharap Farid memiliki fisik normal. Mereka hanya ingin Farid sehat seperti anak pada umumnya. Semoga saja Farid tak menemukan banyak kendala untuk proses pengobatannya nanti.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 April 2018
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Farid menderita kebocoran jantung, sidaktil, bengkoknya pergelangan tangan kanan, serta tak memiliki daun telinga sebelah kanan


SURADI BIN SONO KARTO (33, TB Tulang). Alamat : Dsn. Jarum RT 02/01, Ds. Sidoharjo, Kec. Sidoharjo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Suradi, begitu beliau biasa dipanggil sudah satu tahun lebih merasakan sakit di punggungnya. Awalnya dihiraukan saja. Tak hanya itu saja, Pak Suradi sering batuk yang tak kunjung sembuh dan sering kambuh. Belakangan di ketahui bahwa Pak Suradi menderita TBC. Untuk pengobatan rutin dilakukan di RSUD WONOGIRI. Karena tak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun terpaksa biaya berobat memakai biaya umum. Sementara pengobatan TBC tetap berjalan, sakit di punggungnya juga semakin terasa sakit. Pak Suradi mulai kesakitan aktifitas. Dokter meminta dilakukan pengobatan juga untuk tulangnya, akan tetapi niat itu di urungkan dikarenakan tak ada biaya. Kini Pak Suradi sudah memiliki BPJS Mandiri dengan total 5 anggota keluarga, meskipun begitu Pak Suradi masih membutuhkan biaya akomodasi untuk berobat ke RS. Apalagi saat ini RS tempat Pak Suradi berobat justru semakin jauh. Diagnose terakhir ternyata Pak Suradi menderita TB Tulang dan harus dirujuk ke RS.Orthopedi Surakarta. Pak Suradi langsung sudah menjalani serangkaian test mulai test lab, rongent thorax sampai MRI. Hasilnya masih ditemukan adanya cairan menggenangi tulang. TB Tulang juga mulai menggerogoti tulang dengan ditemukannya beberapa bagian tulang yang berlubang terutama bagian punggung. Tim dokter memutuskan fokus menghilangkan cairan diparu- paru sambil tetap minum obat paru. Dari hasil observasi selam minum obat paru, bulan ini tim dokter pulmologi menyatakan bahwa tb di paru-paru sudah dinyatakan sembuh. Setelah bulan lalu menjalani MRI bulan depan dijadwalkan jalani USG ulang, dari hasil serangkaian test itu akan diputuskan apakah perlu operasi lanjutan atau tidak, tetapi besar kemungkinan akan menjalani operasi ulang. Dan ternyata benar Pak Suradi harus melakukan operasi lanjutan. Rencananya operasi akan dilakukan sekitar tanggal 22 Mei 2018. Sementara menunngu jadwal operasi, Pak Suradi tetap diharuskan meneruskan pengobatan parunya. Pak Suradi adalah tulang punggung keluarga. Istrinya Ibu hanyalah ibu rumah tangga biasa yang merawat tiga orang anak. Demi menghidupi keluarga, apalagi membiayai 2 anaknya yang sudah duduk di bangku sekolah lanjutan pertama, dalam keadaan sakit Pak Suradi tetap bekerja sebagai office boy di sebuah BMT dekat rumahnya. Tapi kini Pak Suradi tak mapu lagi bekerja pasca jalani operasi untuk menjaga kondisinya. Kesulitan ekonomi juga yang membuat Pak Suradi berat membayar iuran BPJS. Selama KIS belum jadi untuk sementara #SR mengcover iuran BPJS tiap bulannya. Buatnya membayar BPJS dengan jumlah 5 anggota keluarga tidaklah ringan. Bantuan yang di berikan #SR dirasa sangat membantu pengobatan Pak Suradi. Kini Pak Suradi dapat melanjudkan pengobatannya, dan semoga segera membaik.

Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 April 2018
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Pak Suradi menderita TB Tulang


WARSI BINTI KROMOREJO (46, Tumor Mata). Alamat : Dsn. Siraman RT 002/003, Ds. Gambiranom, Kec. Baturetno, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Bu Warsi adalah seorang dhuafa serta berstatus dengan dengan 3 orang anak. Tinggal disebuah rumah berdinding kayu beralas tanah, Bu Warsi menjalani hari-harinya bersama 3 orang anaknya dalam keadaan yang serba kekurangan. Belum lagi untuk membiayai sekolah anak-anaknya, penghasilan sebagai buruh serabutan tentulah tidak cukup. Karena kondisi inilah Bu Warsi yang sebenarnya sudah lama merasakan sakit akibat benjolan di mata kiri memilih mengabaikan sakitnya dan lebih memilih memikirkan kelangsungan hidup keluarganya. Menghidupi keluarga seorang diri tentulah tak mudah dan perlu perjuangan yang keras. Tak heran jika sakitnya dibiarkan saja, karena Bu Warsi sadar biaya berobat tentulah tidak sedikit. Untuk kehidupan sehari-hari saja susah apalagi untuk biaya berobat. Keluarga Bu Warsi memang peserta Jamkesmas, tapi yang jadi pemikiran Bu Warsi bagaimana dengan biaya akomodasinya. Bagaimanapun ke RS tentulah membutuhkan biaya karena pasti tak hanya sekali dua kali ke RS. Belum lagi jarak dari rumah ke RS sangatlah jauh lebih dari 80 km, harus berangkat subuh jika mau periksa ke RS. Terbayang juga dalam fikirannya siapa yang akan mengurus anak-anaknya jika beliau dirawat di RS. Akhirnya ada salah satu kurir #SRWonogiri yang mengetahui langsung kondisi Bu Warsi segera melakukan survey, karena memang layak dibantu, tim pun segera bergerak. Tim segera membawa Bu Warsi ke RSUD Wonogiri, dan ternyata memang harus segera di rujuk ke poli mata RSD.Moewardi Surakarta. Di RS rujukan inipun ternyata segera diminta menjalani serangkaian test, karena Bu Warsi disarankan untuk segera menjalani operasi. Operasi sudah berhasil dilakukan, akan tetapi masih ditemukan benjolan baru serta pembengkakan. Bahkan akhirnya dilakukan operasi ulang. Setelah sempat mengalami masalah dengan KIS, akhirnya tim bisa mengurus pengaktifan kembali KIS Ibu Warsi, meskipun untuk melanjudkan pengobatan harus mengurus surat rujukan lagi. Dan bulan ini Bu Warsi bisa melanjudkan pengobatannya lagi. Tertundanya pengobatan membuat benjolan di mata bu Warsi muncul kembali. Akhirnya untuk ketiga kalinya Bu Warsi harus menjalani operasi ulang untuk menganggkat benjolan di mata yang bahkan juga menyebar ke dahinya. Saat ini kondisi Bu Warsi tak lebih baik dari sebelumnya, bahkan tim dokter kembali meminta Bu Warsi untuk menjalankanoperasi lanjutan karena ternyata benjolan di matanya tumbuh kembali. Sedekaholic, berkat uluran tangan anda semua, Bu Warsi yang sudah bertahun-tahun menahan sakit akhirnya dapat menjalani pengobatan untuk kesembuhannya. Semoga beliau dapat sembuh total dan dapat kembali mengurus keluarga dan anak-anaknya.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 April 2018
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Runi,@Dodo

Bu Warsi menderita tumor mata


SOKARTO BIN SOIKROMO (67, Tumor Kulit). Alamat Dsn. Jaban RT 002/004, Kel. Wuryantoro, Kec. Wuryantoro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Sokarto begitu beliau dipanggil, tak pernah mengira bahwa benjolan kecil dibawah mata sebelah kanan delapan tahun yang lalu itu kini melebar dan menutup seluruh bagian mata kanannya. Alhasil saat ini mata kanannya tak bisa melihat. Pak Sokarto saat ini tinggal bersama istrinya, Ibu Wasinem, 67 disebuah rumah model tradisional jawa yang lapuk dimakan usia. Terlihat, rumah yang sebagaian besar bangunannya terbuat dari kayu itu sudah miring. Awalnya Pak Sokarto bermata pencaharian sebagai petani dan menghabiskan waktu dengan beraktifitas di sawah. Tapi semenjak sebuah daging tumbuh melebar dipipinya hingga menutupi mata kanannya, aktivitas itu total ditinggalkannya. Dulu saat benjolan itu masih kecil dan dibiarkan saja. Selang beberapa lama benjolan itu pecah dan disarankan menjalani tindakan operasi di sebuah RS Swasta di Wonogiri. Karena pada waktu itu tak memiliki fasilitas jaminan kesehatan apapun, terpaksa biaya dicover dengan biaya umum. Saat operasi itu, Pak Sokarto terpaksa menjual satu ekor sapi peliharaannya untuk biaya operasi. Operasipun berjalan lancar, namun tidak lama setelah itu daging tumbuh semakin banyak dan lebih besar dari sebelumnya. Tak hanya pengobatan medis, segala macam obat herbal sudah dicoba, tapi tidak sembuh-sembuh juga. Seingat Pak Sokarto, lima tahun lalu dirinya juga menjalani operasi yang kedua di RSD.Moewardi Surakarta. Lagi-lagi karena belum punya fasilitas Jaminan Kesehatan, operasi yang kedua ini, satu ekor sapi lagi dijualnya sebagai biaya operasi. Sudah habis-habisan, kini tinggal dua ekor kambing, yang dipelihara untuk jaga-jaga kalau ada apa-apa. Dan semenjak operasi kedua, dirinya sudah tidak lagi menjalani pengobatan karena tidak mempunyai biaya lagi. Hingga akhirnya tumor itu tumbuh semakin besar menutupi mata kanannya. Karena sakitnya itu, Pak Sokarto lebih banyak menutup diri dirumah, dirinya merasa minder jika harus bergaul dengan tetangga. Pak Sokarto juga sudah tidak bertani lagi, karena dirinya takut nantinya lumpur-lumpur akan memperparah penyakitnya itu. Keinginan untuk sembuh begitu kuat dalam diri beliau, namun ketiadaan biaya membuatnya tidak bisa berobat.Sementara Ibu Wasinem,istrinya juga hanya bisa pasrah, berjalanpun Wasinen harus menggunakan tongkat untuk menyangga tubuhnya akibat kecelakaan yang dialaminya sekitar dua tahun yang lalu. Sedangkan anak-anaknya, kebanyakan juga hanya buruh tani yang juga dalam kondisi kekurangan. Atas rekomendasi Bapak Camat Wuryantoro ,akhirnya pihak keluarga terhubung dengan tim #SR. Melihat kondisi Pak Sokarto yang semakin memprihatinkan, Tim dibantu perangkat kecamatan dan desa bergerak cepat mengurus segala keperluan, termasuk membuatkan BPJS. Setelah semua berkas yang diperlukan lengkap, Pak Sokarto segera dibawa ke RSUD Wonogiri, untuk selanjudnya dirujuk ke RSD.Moewardi Surakarta. Jarak tempuh puluhan kilometer tak menyurutkan semangat Pak Sokarto berobat menjemput kesembuhan. Setelah dua bulan hampir 20 kali bolak-balik ke RS, akhirnya Pak Sokarto bisa jalani operasi pengangkatan tumor kulit di sekitar matanya. Operasi tak hanya dilakukan satu kali. Seperti kita ketahui sebelumnya, ada 3 dokter specialist yang menangani operasi Pak Sokarto. Selain operasi pengangkatan jaringan tumor, juga operasi mata dan untuk tahap terakhir dilakukan operasi penambalan kulit. Saat ini Pak Sokarto masih dirawat di RS mengingat rangkaian operasi yang dijalani. Bulan ini Pak Sokarto kembali jalani operasi penambalan untuk yang ketiga kalinya, artinya dalam tiga bulan terakhir ini beliau sudah menjalani lima kali operasi. Saat ini Pak Sokarto kembali jalani rawat inap dengan pantauan ketat dari tiga dokter specialis. Harapan kita hasil dari beberapa rangkaian operasi ini hasilnya sesuai seperti yang diharapkan. Akhirnya akhir bulan ini Pak Sokarto diperbolehkan pulang, meski begitu Pak Sokarto harus rutin seminggu 2 kali menjalani chek up untuk memantau luka pasca operasi sekaligus medikasi. Tak hanya itu, selama dirumah juga harus rutin melakukan medikasi di klinik terdekat, dan kebetulan klinik tersebut tak bekerja sama dengan BPJS, maka untuk biaya medikasi dibayar secara umum. Seharusnya Pak Sokarto disarankan menjalani operasi lanjutan, tapi mengingat kondisi luka yang belum seperti yang diharapkan, operasi ditunda pelaksanaannya. Saat ini kondisi luka operasi Pak Sokarto semakin membaik, hingga akhirnya akan dilakukan operasi lanjutan. Kemungkinan besar operasi lanjutan akan dilakukan bulan Mei 2018. Semoga saja dengan bantuan dari para sedekaholic, Pak Sokarto dapat menjemput kesembuhannya. Karena atas uluran tangan para sedekaholic saat ini Pak Sokarto dapat melanjutkan pengobtannya lagi. Bantuan bulan ini diberikan untuk biaya akomodasi, pembayaran BPJS serta biaya perlengkapan medikasi.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 April 2018
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Dodo

Pak Sokarto menderita tumor kulit


RENGGA PUTRA PRATAMA (1, Jantung). Alamat Dsn. Sumberwatu RT 001/005, Ds. Sumberharjo, Kec. Eromoko, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Putra pertama pasangan muda bernama Pak Mulyadi (30) dan Ibu Martini (32), sepintas memang seperti anak yang sehat yang lucu dan menggemaskan. Rengga begitu balita ini biasa disapa ternyata memiliki kelainan pada jantungnya. Jantung merupakan salah satu organ penting didalam tubuh manusia. Tidak berfungsinya kerja organ ini, pasti membuat fungsi organ yang lain menjadi terganggu. Bayi berusia 10 bulan ini ternyata hanya memiliki satu bilik dan satu serambi, padahal normalnya manusia memiliki jantung dengan 2 bilik dan dua serambi. Malangnya kelainan ini baru terdeteksi saat Rengga sudah berusia 6 bulan. Padahal sebenarnya kelainan itu sejak baru lahir. Semua karena ketidak pahaman orang tua dan keluarga atas kondisi Rengga. Sejak lahir bayi Rengga selalu membiru kulitnya apabila dalam keadaan menangis,kecapaian serta kedinginan. Kondisi seperti ini tak kunjung membaik justru semakin parah. Awalnya dibawa berobat ke salah satu RS. Anak di Wonogiri, pihak RS sempat kaget kenapa baru diusia 6 bulan baru dibawa berobat, mengingat kondisi jantung memang perlu penangan serius. Merasa tak mampu menangani kasus ini, pihak RS merujuk ke RSUD Wonogiri. Reaksi sama dengan RS sebelumnya kembali menanyakan hal yang sama. Hal serupa dilakukan oleh tim dokter di RSUD Wonogiri bahwa mereka tak mampu menangani karena tak adanya fasilitas medis sekaligus tim medis untuk kasus Rengga ini. Akhirnya Rengga dirujuk ke RSD.Moewardi Surakarta. Dari catatan medisnya, jantung bocah ini mengalami kebocoran yang ukurannya besar. Sehingga antara kanan dan kiri seolah tidak dipisahkan sekat. Jadi secara fungsional tinggal satu serambi dan satu bilik. Darah bersih dan darah kotor tercampur. Perkembangan Rengga dalam hal tumbuh kembangnya juga terganggu. Saat ini Rengga dan orang tuanya memang terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri, tapi ayah Rengga, yaitu Pak Mulyadi yang hanya petani ini mengaku kesulitan biaya. Bagaimana tidak? Perjalanan dari rumah menuju ke rumah sakit membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jarak antara rumah sampai RS Dr Moewardi di Solo hampir 60 kilo meter. Menempuhnya menggunakan bus atau sepeda motor jelas tidak mungkin karena membawa anak kecil menderita penyakit semacam itu. Kadang dipinjami tetangga. Tapi kadang juga harus merental mobil Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu, baru rentalnya, belum bayar sopir serta biaya makan karena biasanya untuk chek up ke RS sampai selesai memang hampir seharian. Untuk bulan ini memang hanya sekali chek up ke RS, tapi tak menutup kemungkinan juga di waktu mendatang bisa lebih dari sekali dalam sebulan ke RS. Pak Mulyadi hanya petani biasa dengan penghasilan pas-pasan. Bulan ini kondisinya kembali tak stabil dimana Rengga kembali mengalami demam tinggi bahkan penurunan berat badan. Bahkan sempat dibawa ke dokter specialis anak yang terdekat. Dokterpun tetap meminta Rengga dirujuk ke Jakarta untuk jalani operasi jantungnya. Artinya bakal membutuhkan biaya yang lebih banyak lagi. Tapi sampai saat ini belum dijalani mengingat pihak keluarga yang belum siap. Kini Rengga jadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, semoga bantuan yang diberikan bisa meringankan beban keluarga Rengga, dan kondisi Rengga bisa lebih baik lagi.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 April 2018
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Dodo

Rengga memiliki kelainan pada jantungnya


REEALINO YUANZAH (2, kelainan jantung+kelainan fisik). Alamat Dsn. Dologan RT 03/03, Ds. Watusomo, Kec. Slogohimo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Balita ini biasa dipanggil Lino sejak lahir memang terdeteksi menderita kelainan jantung, kelainan fisik berupa mata salah satu membesar, kelainan di salah satu telinga serta tak adanya testis di alat kelaminnya. Penyebabnya karena ketidaktahuan ibunya bahwa sedang hamil saat menjalani operasi usus buntu. Efek dari obat bius pada saat penanganan operasi ibunya membuat janin mengalami masalah perkembangan. Sampai usia dua tahun inipun tumbuh kembang Lino sangatlah lambat. Jika anak seusianya sudah bisa berjalan ahkan berlari, Lino masih tergolek lemah, jangankan berjalan dudukpun belum kuat. Sejak lahir hidup Lino tak lepas dari pengobatan ke RS. Saat ini Lino merupakan pasien rawat jalan di RSD.Moewardi Surakarta. Berangkat sebelum subuh sampai rumah selepas isya’ sudah jadi rutinitas tiap kali kontrol ke RS. Jauhnya jarak tempuh ke RS tentulah jadi salah satu kendala. Belum lagi jarak dari desa tempat Lino tinggal sampai jalan raya juga jauh dan tak ada akses kendaraan umum. Bahkan dalam perjalananpun harus melintasi hutan yang cukup luas. Bisa dibayangkan betapa pelosoknya tempat tinggal Lino. Untuk sampai ke jalan raya mereka harus menyewa mobil tetangga, untuk kemudian disambung naik bus umum. Naik bus umum terpaksa jadi pilihan karena jika menyewa mobil sampai ke Solo sudah pasti membutuhkan biaya lebih banyak apalagi dalam jangka waktu seharian. Biaya sewa tentulah mahal dan mereka tak mampu untuk biaya itu. Tak cukup 500 ribu untuk sekali kontrol. Lino adalah putra kedua dari pasangan Bapak Sular dan Ibu Ratmi. Keseharian orang tua Lino bekerja serabutan. Ayahnya merantau ke Jakarta bekerja sebagai buruh bangunan dan ibunya sebagai buruh cuci. Sampai saat ini keluarga Lino pun masih menumpang di rumah neneknya Lino. Keluarga Lino memang peserta BPJS Mandiri, yang menjadi kendala tak hanya biaya akomodasi tapi juga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mengingat keluarga Lino juga masih membiayai sekolah kakaknya Lino. Untuk bulan ini kondisi Lino kembali mengalami penurunan dimana Lino mengalami sakit sariawan penuh disekitar mulut dan lidahya, yang membuat Lino kesakitan meski sekedar memasukkan minuman kedalam mulutnya. Dari hasil pemeriksaan selama ini di RSD.Moewardi Surakarta, Lino disarankan menjalai operasi di Jakarta. Lagi-lagi karena ketiadaan biaya, sampai sekarang Lino masih bertahan menjalani pengobatan di RSD.Moewardi Surakarta. Kini Lino menjadi pasien dampingan #SRWonogiri. Sedekaholic bantu Lino untuk sembuh, harapan kita Lino dapat disembuhkan dan bisa tumbuh seperti anak seusianya.

Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 20 April 2018
Kurir : @mawan,@nonis,@dodo

Lino menderita kelainan jantung, kelainan fisik


NURANI UTAMI ( 33, Pembengkakan bola mata). Alamat : Dsn. Sukoroyom RT 001/003, Ds. Pucanganom, Kec. Giritontro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibu Nurani, begitu biasanya dipanggil oleh warga sekitarnya, adalah seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya bekerja sebagai tenaga serabutan. Sementara suaminya bapak Heriyanto juga tak jauh berbeda, keduanya memiliki pekerjaan tak tetap dengan penghasilan yang tak menentu pastinya. Mempunyai dua anak perempuan yang sulung duduk dibangku sekolah menengah pertama, sementara si bungsu masih balita berusia 2 tahun. Sudah barang tentu kebutuhan hidup mereka cukuplah besar, tak seimbang dengan penghasilan mereka. Itulah sebabnya Ibu Nurani rela menunda pengobatannya demi mengutamakan kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Ibu Nurani sebenarnya sudah mulai merasakn ada masalah dengan penglihatannya sejak dua tahun lalu. Awalnya pembengkakan juga belumsebesar sekarang ini. Sempat berobat ke sebuah klinik mata dan bahkan sempat ada perubahan, pembengkakan berkurang, kemerahan di bola mata juga berkurang. Namun karena mulai terkendala biaya, pengobatan jadi terhenti. Hingga akhirnya terjadi pembengkakan lagi bahkan lebih besar dari sebelumnya dan mulai tak bisa membaca huruf yang berukuran kecil. Info soal kondisi Ibu Nurani inipun akhirnya sampai ke tim Sedekah Rombongan. Tim segera melakukan survey, melihat kondisi kehidupan sehari-hariyang memang memprihatinkan, tinggal dirumah berdinding kayu beralas tanah, sudah selayaknya Ibu Nurani di bantu Sedekah Rombongan. Saat tim memberi tahu bahwa Ibu Nurani akan di bantu Sedekah Rombongan tampak semangat yang luar biasa dari Ibu Nurani untuk berikhtiar demi kesembuhannya. Belum sampai kita arahkan untuk mengurus surat rujukan , ternyata atas inisiatif sendiri beliau mengurus surat rujukan. Dan dari RSUD Wonogiri Ibu Nurani dirujuk ke RSUP. Dr Sardjito Yogyakarta. Kini Ibu Nurani jadi pasien dampingan tim #SRWonogiri dan #SRJogja. Setelah bulan kemarin berhasil menjalani operasi, akhirnya terbaca bahwa hasil PA sementara menunjukkan ketidak ganasan pada penyakit Bu Nurani. Tapi entah kenapa tim dokter justru meragukan hasil PA nya. Alhasil Bu Nurani kembali diminta jalani test PA ulang, yang hasilnya baru akan keluar bulan depan. Ibu Nurani saat ini tercatat sebagai peserta BPJS Mandiri, namun begitu kendala utama yang dihadapi adalah biaya untuk akomodasinya. Apalagi jarak tempuh Wonogiri Jogja cukuplah jauh. Dan berkat bantuan Sedekah Rombongan Ibu Nurani bisa memulai pengobatannya. Semoga saja semua dimudahkan dan Ibu Nurani dapat memperjuangkan pengobatannya.

Santunan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 24 April 2018
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Dodo

Bu Nurani menderita pembengkakan bola mata


TUKINAH DARDI.(60, Stroke). Alamat: Dsn.Bulu RT 003/006, Kel.Jendi, Kec.Selogiri, Kab.WonogirI, Prov.Jawa Tengah. Ibu Tukinah hidup bersama suami, kehidupan beliau serba kekurangan dan sangat memprihatinkan, bahkan ibu Tukinah Dhuafa yang sedang mengalami sakit stroke. Beliau hidup dan tinggal di rumah yang tidak layak huni. Beliau di karunia anak,namun anak beliau tinggal di rantau. Kehidupan anaknya juga serba kekurangan sehingga anak tidak mampu untuk membiayai pengobatan ibunya. Keseharian beliau hanya di rumah dan sudah tidak bisa beraktifitas bahkan bisa di bilang beliau dudukpun sudah tidak bisa. Ibu Tukinah pernah di rawat di rumah sakit dan untuk biaya rumah sakit beliau mengharap belas kasihan dari saudara dan para tetangga. Untuk kebutuhan sehari hari beliau di bantu oleh warga setempat, karena suami ibu Tukinah juga sudah tidak bisa bekerja dan dalam kondisi yang sakit juga. Ibu Tukinah di rawat oleh suaminya.karena biaya rumah sakit juga banyak maka untuk menambah dana yang sudah terkumpul warga ada yang berinisiatif untuk meminta bantuan kepada Sedekah Rombongan. Kebetulan salah satu kurir tinggalnya masih satu Dusun dengan beliau. Sehingga tidak perlu lama maka mendatangi rumah beliau. Terlebih kurir tersebut sudah tahu tentang kehidupan ibu tukinah sehari hari bersama suaminya. Memang ibu Tukinah sangat layak untuk mendapatkan bantuan dari Sedekah Rombongan. Bantuan tunai dari Sedekah Rombongan diberikan kepada ibu Tukinah untuk membantu meringankan beban hidupnya .Semoga bantuan yang diberikan bisa bermanfaat untuk meringankan biaya pengobatanya.

Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 20 April 2018
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Maria

Bu Tukinah menderita stroke


IBRAHIM FATIH PAMUNGKAS (2, Paru-paru + Gangguan Tumbuh Kembang). Alamat: Dsn. Brangkalan, RT 01/09, Ds. Jaten, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibrahim begitu balita ini dipanggil, lahir pada tanggal 19 September 2015. Putra ketiga pasangan Bapak Suranto dan Ibu Ike Desi ini mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Diusia hampir 2 tahun Ibrahim belum bisa tumbuh seperti anak seusianya. Dia baru bisa tengkurap dan terlentang saja ditempat tidur. Jangankan berjalan, duduk sendiripun dia belum kuat. Berat badan pun dibawah berat badan rujukan normal. Akibatnya Ibrahim masuk kategori anak dengan kondisi kurang gizi mengarah ke gizi buruk. Tak hanya itu, Ibrahim juga bermasalah dengan paru-parunya. Sebulan sekali Ibrahim rutin chek up sekaligus mengambil resep obat karena obat paru harus diminum setiap hari. Sementara untuk tumbuh kembangnya disarankan jalani fisioterapi rutin dua kali dalam satu minggu. Saat ini Ibrahim menjalani pengobatan di poli anak dan poli fisioterapi medik RSUD Wonogiri. sedikit demi sedikit fatih mulai mengalami perkembangan. Setelah rutin jalani fisioterapi Fatih mulai menunjukkan perkembangan yang cukup bagus,tak hanya bisa duduk sendiri, tapi juga merangkak. Fatih juga mulai jalani terapi wicara dan mulai bisa mengucap sepatah kata. Bulan ini perkembangan tak begitu baik karena HB Fatih sering turun, akibatnya kondisi anak juga lemah. Selain itu Fatih dianjurkan mengkonsumsi vitamin sebagai penambah suplement makanan, hanya saja tak tercover biaya BPJS. Ibrahim dan keluarganya saat ini memang terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri kelas 3. Tapi karena keterbatasan ekonomi, membuat keluarga Ibrahim kesulitan membayar iuran BPJS untuk tiap bulannya. Bapak Suranto, ayah Ibrahim hanyalah seorang buruh serabutan, dengan pendapatan yang tak menentu. Belum lagi membiayai sekolah kedua kakak Ibrahim. Ibunya juga hanya Ibu Rumah Tangga tak bekerja hanya mengurus keluarga terutama Ibrahim yang kemana-mana memang harus di gendong. Bahkan untuk tempat tinggal, keluarga ini masih menumpang, diminta menempati rumah salah satu keluarganya yang kebetulan kosong tidak dihuni. Untuk pengobatan rutin ke RS memang hanya mengandalkan naik kendaraan umum, itupun terkadang tak ada biaya yang akhirnya membuat Ibrahim tak bisa rutin jalani fisioterapi. Berkat informasi yang diberikan oleh salah satu perangkat desa, akhirnya dipertemukan dengan tim #SRWonogiri. Semoga saja setelah dibantu Sedekah Rombongan, pengobatan Ibrahim dapat berlanjut tanpa ada kendala lagi, berharap Ibrahim kondisinya jadi lebih baik, bisa tumbuh normal seperti anak seusianya. Bantuan diberikan tak hanya untuk biaya akomodasi ke RS,tapi juga untuk pembayaran BPJS, pembelian vitamin juga susu untuk memenuhi kebutuhan gizinya.

Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 12 April 2018
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Maria

Ibrahim mengakami gangguan paru-paru + gangguan tumbuh kembang


TPQ SANTRI JATIKUWUNG BANGKIT (Pembagian santunan untuk anak yatim piatu). Alamat: Masjid Usman Bin Affan Desa Ngledok, Kel. Jatikuwung, Kec. Gondangrejo, Kab. Karanganyar, Prov. Jawa Tengah. TPQ Santri Jatikuwung Bangkit merupakan kegiatan Forum Komunikasi Islam (FOKSI) Jatikuwung yang di ketuai oleh Mas Jamaludin (22) suatu instansi keagamaan islam se-Jatikuwung. Dalam rangka mempererat ukhuwah dan menjalin silahturahmi santri TPQ. Foksi desa Jatikuwung akan mengadakan kegiatan Santri Jatikuwung Bangkit Yang dilaksanakan Hari: Ahad, 29 April 2018, Waktu: 07.30 s/d selesai, Tempat: Gor Bulutangkis Kelurahan Jatikuwung di hadiri 250 santri dari 12 TPQ yang tersebar di Jatikuwung. Maka Foksi Jatikuwung dan Sedekah Rombongan bersinergi melaksanakan kegiatan tersebut, untuk meningkatkan ketaqwaan santriwan santriwati sekelurahan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan sebagai pendukung acara dengan kegiatan ini, SR memberikan bantuan berupa Cek Tensi Darah, Demo Cara Cuci Tangan Yang Baik dan Benar, Membagikan Doorprize dan Santunan Anak Yatim. Yang InsyaAllah akan berdampak positif bagi santriwan dan santriwati TPQ. Panitia mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang diberikan, semoga kegiatan ini berkah untuk semuanya. Aamiin…

Jumlah Bantuan: Rp. 2.500.000,-
Tanggal: 29 April 2018
Kurir: @Mawan @Anissetya60 @Shofawa @Cahyani @Aji @Agustin @Yuli

Pembagian santunan untuk anak yatim piatu


MUNING LASMIYATI (41, Kelenjar Tiroid). Alamat : Jalan Arsantaka, RT 1/3, Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Semenjak masih remaja pada leher Ibu Muning terdapat benjolan namun dibiarkan begitu saja. Setelah menikah baru memeriksakan diri ke dokter dan disarankan untuk tidak mempunyai anak terlebih dahulu karena akan berpengaruh pada benjolannya. Tanpa mengindahkan saran dari dokter tersebut Ibu Muning tetap ingin mempunyai anak, dan benar semenjak kelahiran anaknya yaitu pada tahun 2000 benjolan tersebut semakin membesar, terus membesar sampai kelahiran anak ketiganya pada tahun 2008. Pada bulan Februari 2018 ini Ibu Muning diopname di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Margono Soekarjo dan dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi namun Ibu Muning masih belum siap. Kondisinya sampai saat ini sudah mulai membaik, namun benjolan besar yang ada pada lehernya cukup mengganggu aktifitasnya. Kehidupan Ibu Muning bisa dibilang pas-pasan, beliau mempunyai 5 orang anak. Suaminya, Saryono (49), bekerja sebagai supir pribadi di Jakarta. Selama pengobatan Ibu Muning dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau kesulitan memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, atas ijin Allah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Muning sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga santunan dapat bermanfaat dan Ibu Muning segera diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Maret 2018
Kurir : @ddeean @menttariii @firdhanelis

Bu Muning menderita kelenjar tiroid

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SRI RUMPIYANI 1,000,000
2 WARSITEM MADHADI 750,000
3 TURYAN BIN SANPARTA 1,000,000
4 SANASWAN BIN MUKHAYAT 1,000,000
5 NAPEN MUSTAREJA 1,000,000
6 KAMIN MOH NADHIR 1,000,000
7 MISLAM BINTI RESA MAMAD 1,000,000
8 SIMRACH BINTI MADSUPUAN 1,000,000
9 SAWITEM BIN TIRTAYASA 1,000,000
10 SATINEM BINTI MADNGUMAR 1,000,000
11 NOVA ELIZA 500,000
12 SUTIWEN BINTI MUHAMMAD SUHADI 1,000,000
13 WANTIYEM BINTI MUHAMMAD 1,000,000
14 SOLIYAH BINTI SANMARJA 1,000,000
15 SAINEM BINTI SANTATAJA 1,000,000
16 SAONAH BINTI DULAHMUKRI 1,000,000
17 QUEENKALLA NATHANIA JIHATIDAH 750,000
18 WARSINAH BINTI KARYABESARI 1,000,000
19 ANA SETYAWATI 500,000
20 DESNIAN NUR UMAIRAH 1,000,000
21 SUNIMAH KARSO 1,000,000
22 SUHEDI BIN ISTADI 500,000
23 SUPARTO BIN AMAD MUKSIN 1,000,000
24 SUNEDIN BIN SUNARWI 1,000,000
25 SUTARI BINTI AMAD MARTAREDJA 1,000,000
26 RONIYEM BINTI MANASTRA 1,000,000
27 SITEM BINTI MADKASMIN 1,000,000
28 SAINAH BINTI CUNDUK 1,000,000
29 WARSUDI BIN WIRA ATMAJA 1,000,000
30 MTSR PURWOKERTO 8,818,406
31 RSSR PURWOKERTO 1,410,082
32 RSSR PURWOKERTO 1,239,000
33 JANUAR DAFFA MAULANA 500,000
34 FARID ABDULLAH 1,000,000
35 SURADI BIN SONO KARTO 750,000
36 WARSI BINTI KROMOREJO 500,000
37 SOKARTO BIN SOIKROMO 1,000,000
38 RENGGA PUTRA PRATAMA 500,000
39 REEALINO YUANZAH 1,000,000
40 NURANI UTAMI 1,000,000
41 TUKINAH DARDI 1,000,000
42 IBRAHIM FATIH PAMUNGKAS 1,000,000
43 TPQ SANTRI JATIKUWUNG BANGKIT 2,500,000
44 MUNING LASMIYATI 500,000
Total 49,717,488

 

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 49,717,488,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1132 ROMBONGAN

Rp. 61,102,379,695,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


2 Responses to Rombongan 1132

  1. Peny

    Sangat Menginspirasi Mas…

    Semoga terus Istiqomah, Aamiin.

  2. Peny

    Sangat Menginspirasi Mas…Semoga terus Istiqomah, Aamiin.

    Yuk Hijrah – Kisah Orang Orang Yang Telah Hijrah Dan Kisah Para Nabi Dan Rosul