SUTIK BINTI SUBUWET, (49, Kanker Thyroid) Alamat Jl. Cangkring 21E, RT 005/RW 002, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. mulai 2012 ada benjolan di leher karena dianggap benjolan biasa sehingga oleh beliau dibiarkan. karena semakin membesar diperiksakanlah ke Puskesmas setempat dan dirujuk ke malang. bolak balik malang sampai tiga kali diantar oleh Ambulan Puskesmas tidak ada tindakan lanjutan karena kamar penuh. karena semakin membesar benjolan itu akhirnya atas inisiatif sendiri berangkat lah beliau berobat di RS WALUYO JATI Kraksaan Kabupaten Probolinggo dilakukan operasi 2013 akhir. Selang berapa bulan kemudian bulan Februari 2014 ada benjolan lain yang tumbuh di leher depan yang dinyatakan dokter kanker Thyroid. dalam rentang 2014 dilakukanlah operasi di RSU Moh shaleh kota Probolinggo sebanyak 2 kali dan yang terakhir menyebabkan benjolan semakin besar dan akhirnya dirujuk ke RSSA malang. 5 kali ke RSSA malang tidak ada tindakan sama sekali karena alasan tidak adanya kamar. Ibu Sutik memiliki Jaminan kesehatan berupan JKN-KIS PBI yang meringankan beban keluarganya dalam berobat ke rumah sakit. Tetapi Ibu Sutik kesusahan dengan transportasi bolak balik ke RS dan pembelian obat yang tak tercover oleh KIS PBI. Kurir Sedekah Rombongan merasa kesulitan ibu Sutik, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para Sedekaholics untuk memberikan Santunan. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Biaya Transportasi dan Biaya Pengobatan dan Perawatan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Sutik dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1121

Jumlah Santunan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 April 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @firmanyusnizar @viandwiprayugo @fahmi

Bu Sutik menderita kanker thyroid


AHMAD HASAN ABDILLAH, (9, Atresi ani). Alamat Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Adik Hasan menderita sakit Atresi ani. Atresia ani adalah salah satu jenis cacat atau kelainan sejak lahir. Pada kondisi ini, perkembangan janin mengalami gangguan sehingga bentuk rektum (bagian akhir usus besar) sampai lubang anus umumnya tidak sempurna. Ketidak normalan Hasan tak memiliki anus Hasan segera dirujuk ke Rumah Sakit Paru- Paru Jember untuk dilakukan tindakan operasi pembuatan stoma. Hasan menderita atresia ani menjalani operasi pembuatan anus pada usia 5 bulan. Akhirnya setelah menunggu selama 8 – 9 tahun lebih Hasan bisa menjalani operasi pembuatan lubang anus di dubur. Bulan ini telah jalani serangkaian test akhirnya tim Dokter rumah sakit Paru – Paru Jember memutuskan dilakukan tindakan operasi pembuatan lubang anus di dubur. Operasi berjalan lancar dan saat ini Hasan menjalani perawatan pasca operasi. kondisi ekonomi untuk kebutuhan sehari hari yang memang benar-benar miskin membuat orang tua Hasan hanya bisa pasrah. Bapak Wakik bapaknya si adek Hasan hanyalah seorang buruh tani dengan pendapatan yang sangat minim dan itupun tidak menentu. Pendapatannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bisa dibayangkan dengan kehidupan mereka di tambah lokasi yang jauh di pelosok desa, serta tak ada akses kendaraaan umum membuat mereka tak mampu melanjutkan pengobatan. Atas dampingan Sedekah Rombongan Hasan dapat melanjutkan pengobatannya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Hasan, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi selama di rumah sakit Paru – Paru Jember, pembayaran Iuran BPJS, Akomodasi selema dirumah sakit dan pembelian obat diluar cover BPJS pasien Hasan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Hasan dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1125

Jumlah Santunan : Rp. 544.000,-
Tanggal : 25 APril 2018
Kurir : @awwaludin_yuda @viandwiprayugo @edikpurwanto

Adik Hasan menderita sakit Atresi ani


HALIMATUS ZAHRO, (20, Tumor Ovarium) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/006, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Halimatus Zahro merasakan sakit pada bagian perut pada awal Oktober 2017. Karena sakitnya berlanjut, maka dibawalah berobat ke puskesmas. Dan diagnosa awal Dokter puskesmas menyatakan bahwa Halima mengalami Asites sehingga menyebabkan perutnya terasa kembung dan terasa sakit. Setelah beberapa hari pengobatan dan tidak ada perubahan yang signifikan, Halima akhirnya memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Dr. Soebandi Jember. Setelah beberapa kali berobat jalan, dokter mendiagnosa kedua kalinya bahwa Halima terkena Tumor Ovarium. Karena keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan, pengobatanpun berhenti, sampai akhirnya Halima hanya di beri jamu tradisional daerah dan obat-obatan. Warga sekitar menginformasikan bahwa Halima memerlukan bantuan untuk mendampingi selama berobat. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal Halima bahwa beliau benar benar dari keluarga tidak mampu. Selang satu hari setelah rujukan dan persyaratan selesai Kurir Sedekah Rombongan langsung mengevakuasi ke Rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan dan pengobatan lanjutan karena sakit yang dialami Halima cukup serius atau berbahaya bagi dirinya. Setelah pemeriksaan kedua kalinya di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, Halima langsung dijadwalkan oleh Dokter untuk di Operasi. Setelah itu Halima hanya menjalani Kontrol rutin. Halima memiliki Jaminan kesehatan KIS ( Kartu Indonesia Sehat ) yang meringankan beban keluarga selama Halima berobat. Setelah itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Halima, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk pembelian obat yang tidak tercover oleh BPJS dan Akomodasi pasca Operasi. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Halima dan semoga penyakit yang dialaminya dapat pulih kembali seperti beliau masih sehat, Aamin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 April 2018
Kurir : @awwaludin_yuda @viandwiprayugo @isrol

Halima terkena tumor ovarium


LAILI WAHYUNI, (37, Ca Mamae) Alamat Dusun Rambutan RT/RW 001/004, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Laili Wahyuni merasakan benjolan pada payudara sebelah kiri sejak satu tahun yang lalu dan itu tidak dirasa membahayakan karena tidak terasa sakit dan tidak membesar. Setelah 4 bulan berlalu, pada payudara sebelah kiri muncul benjolann namun benjolan di bagian kiri tersebut justru lebih cepat membesar dalam waktu 4 Bulan. Karena kendala biaya dan keadaan ekonomi yang juga terbatas, Laili hanya mengobati sakitnya dengan pengobatan tradisional tanpa memeriksakan ke dokter. Hasil pengobatan tidak signifikan dan benjolan terus membesar hingga akhirnya mulai menimbulkan rasa sakit dan nyeri yang hebat. Laili langsung dibawa ke salah satu rumah sakit RSUD Dr. Soebandi Jember. Untuk pemeriksaan awal Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan bahwa sel kanker sudah mulai menyebar ke kelenjar getah bening, sehingga menyebabkan nyeri hebat pada beberapa bagian tubuh. Ibu Laili memiliki jaminan kesehatan berupa JKN – KIS NON PBI Kelas III yang dapat meringankan beban keluarganya untuk pengobatannya. Suami Laili, Bapak Samsul Arifin (45) bekerja sebagai Kuli Bangunan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Sedekah Rombongan merasa kesulitan mereka santunan awal di berikan yang dipergunakan untuk Pembayaran BPJS setiap bulan, Akomodasi selama di rumah sakit, dan biaya administrasi Pasien Laili. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Laili dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic, Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1113

Jumlah Santunan : Rp. 623.000,-
Tanggal : 8 Februari 2018, 13 Maret 2018, 24 April 2018
Kurir : @awwaludin_yuda @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bu Laily menderita ca mamae


TUKIYAT BIN SUPARJO (57, Stroke). Alamat : Kalangan 1, RT 2/8, Ngipak, Karangmojo, Gunungkidul, DIY. Sebelumnya Pak Tukiyat tidak menunjukkan tanda-tanda sakit apapun. Tetapi tiba-tiba badannya lemas. Oleh istrinya, Waginem (58) langsung diperiksakan ke klinik terdekat. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, kemudian Pak Tukiyat dirujuk ke rumah sakit yang memiliki perlengkapan lebih memadai. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk, Pak Tukiyat masih lemas dan hanya berbaring. Ia juga menggunakan selang NGT untuk membantu asupan makanan. Sejak Pak Tukiyat sakit, praktis kepala keluarga ini tidak bisa menopang perekonomian. Maka sang istrilah yang mengambil alih. Bu Waginem bekerja sebagai petani untuk setidaknya bertahan hidup. Penghasilannya tak seberapa, ia merasa kesulitan untuk biaya akomodasi selama di rumah sakit, walaupun untuk biaya pengobatan suaminya sudah ditanggung oleh pemerintah melalui program jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk meringankan beban keluarga ini. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Pak Tukiyat, Aamiin. Pak Tukiyat dan Bu Waginem sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 April 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas @sunnahku Sajdah

Pak Tukiyat menderita stroke


MTSR JOGJA (AB 9032 WK, Operasional Bulan Maret 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) ialah kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses survei pasien, menyampaikan santunan, dan antar-jemput pasien dari rumah ke rumah sakit. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan wilayah Jogja diberi amanah lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 9032 WK ini ialah salah satu MTSR yang dioperasionalkan sebagai ambulans transport. MTSR ini mengcover wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Biaya bulan ini ialah biaya administrasi pajak tahunan dan pembelian bahan bakar selama bulan Februari hingga pertengahan bulan Maret 2018. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya terdapat pada laporan rombongan 1121. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics Sedekah Rombongan.­

Jumlah Bantuan : Rp. 2.319.783,-
Tanggal : 31 Maret 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Maret 2018


MTSR JOGJA (AB 1617 FN, Operasional Bulan Maret 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses pendampingan pasien dhuafa. Kegiatannya antara lain survei target pasien, penyampaian santunan, dan pendampingan dari rumah ke rumah sakit/rumah singgah atau sebaliknya. Selain itu, MTSR juga sering digunakan untuk menyampaikan amanah dari sedekaholics untuk pondok/panti asuhan dan tempat ibadah. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 1617 FN inilah MTSR yang disebut mobil penumpang. Meski disebut mobil penumpang, wilayah operasional MTSR ini pun sama dengan yang lain, yaitu mengcover wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, selalu dilakukan perawatan rutin bagi masing-masing MTSR. Bantuan ini digunakan untuk biaya servis rutin dan pembelian bahan bakar selama bulan Februari 2018 hingga pertengahan bulan Maret 2018. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya terdapat pada rombongan 1122. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.719.782,-
Tanggal : 31 Maret 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Maret 2018


MTSR JOGJA (AB 1583 VT, Operasional Bulan Maret 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR ini juga digunakan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk transportasi menuju rumah target pasien (survey pasien) dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka atau mengantar ke pemakaman. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap atau ambulan yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Masyarakat yang membutuhkan ambulans transport ini bisa menghubungi nomor hotline 081906800900. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans transport Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta utamanya wilayah Kabupaten Gunungkidul. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya servis rutin, pembayaran administrasi surat uji mutu ambulans, dan pembelian bahan bakar selama bulan Februari hingga pertengahan bulan Maret 2018. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 1122.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.919.782,-
Tanggal : 31 Maret 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Maret 2018


MTSR JOGJA (AB 1473 RT, Operasional Bulan Maret 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) atau biasa dikenal dengan ambulans transport ini difungsikan sebagai kendaraan operasional yang mensupport pengabdian Sedekah Rombongan kepada dhuafa pada khususnya dan masyarakat umum. Saat ini, Sedekah Rombongan wilayah Jogja memiliki lima unit mobil tanggap, yakni empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Kendaraan ini juga biasa digunakan untuk mendukung kurir Sedekah Rombongan saat survei pasien, proses santunan dan pendampingan pasien, juga menjemput dan mengantar pasien dari rumah ke rumah sakit atau sebaliknya, dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Selain itu, MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline MTSR 081906800900. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya servis rutin, biaya administrasi uji mutu ambulans, dan pembelian bahan bakar selama bulan Februari 2018 hingga pertengahan bulan Maret 2018. Pelaporan MTSR Jogja sebelumnya dilaporkan di Rombongan 1122. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.174.782-
Tanggal : 31 Maret 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Maret 2018


MTSR JOGJA (AB 9043 WK, Operasional Bulan Maret 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR diperuntukkan utamanya untuk pasien dhuafa, sebagai fasilitas pendukung proses menjemput kesembuhan. Selain untuk pasien dampingan Sedekah Rombongan, masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Sedekah Rombongan Jogja memiliki lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. Tiga diantaranya dioperasionalkan di area Yogyakarta, dan dua ambulans difokuskan untuk mengcover wilayah Kabupaten Gunungkidul. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta dan sekitarnya. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvei calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya servis rutin dan biaya pembelian bahan bakar selama bulan Februari 2018 hingga pertengahan bulan Maret 2018. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 1122. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics Sedekah Rombongan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.374.782,-
Tanggal : 31 Maret 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Maret 2018


MTSR JOGJA (AB 1070 RJ, Operasional Bulan Maret 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. Beberapa waktu lalu, seorang sedekaholics menyedekahkan mobilnya untuk dijadikan MTSR. Saat ini mobil ber-merk APV warna putih ini telah beroperasi di Kabupaten Kulon Progo, DIY. MTSR ini diperuntukkan utamanya untuk pasien dhuafa, sebagai fasilitas pendukung proses menjemput kesembuhan. Selain untuk pasien dampingan Sedekah Rombongan, masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Meski masih bisa dibilang baru beroperasi, tetapi tidak menyurutkan semangat kurir-kurir Sedekah Rombongan untuk memaksimalkan penggunaan MTSR ini. MTSR juga digunakan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvei calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Hingga sekarang MTSR ini masih perlu melakukan set-up dari mobil pribadi ke ambulans transport demi kenyamanan pasien. Bantuan ini digunakan untuk branding dan servis, juga pembelian bahan bakar selama bulan Februari 2018 hingga pertengahan bulan Maret 2018. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 1122. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics Sedekah Rombongan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.035.782
Tanggal : 31 Maret 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Maret 2018


RSSR JOGJA (Operasional Bulan Maret 2018). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno, RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. RSSR Jogja merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara para pasien dampingan Sedekah Rombongan. RSSR Jogja ini makin dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang berasal dari golongan tidak mampu. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja. RSSR ini dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Selain sebagai tempat transit pasien, RSSR Jogja juga digunakan sebagai kantor administrasi pusat yang membantu kinerja Sedekah Rombongan secara nasional. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya operasional bulan Maret 2018 yang meliputi biaya administrasi perkantoran, biaya telekomunikasi, pembelian perlengkapan RSSR, dan biaya listrik/air/internet. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan 1122. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.250.675,-
Tanggal : 31 Maret 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Maret 2018


RSSR JOGJA (Bantuan Biaya Makan dan Obat Pasien Maret 2018). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. Rumah Singgah Sedekah Rombongan merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pasien-pasien tersebut sedang melakukan pengobatan rawat jalan di rumah sakit rujukan di Yogyakarta, seperti RSUP dr. Sardjito, RS Panti Rapih, dan RSPAU dr. Hardjolukito. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Kemudian pasien yang telah selesai berobat diantarkan kembali ke rumah masing-masing. RSSR ini dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Setiap hari, rata-rata RSSR Jogja dihuni oleh 10-17 pasien beserta pendamping pasien. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja, misalnya Purworejo, Purwokerto, Kuningan, Temanggung. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya konsumsi dan katering pasien, biaya pembelian suplemen pasien, pembelian obat-obatan untuk pasien, dan biaya pembelian kasa steril, verban, alkohol untuk perawatan luka pasien. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan 1122. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 16.817.070,-
Tanggal : 31 Maret 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR

Bantuan biaya makan dan obat pasien Maret 2018


ALKHALIFI ZIKRI HAMIZAN (4, Hydrocephalus). Alamat : Kp. Link Kuncung RT 2, Desa Sumur Pecung, Kec. Serang, Kota Serang, Prov. Banten. Balita ini biasa dipanggil Alif, ia adalah anak pertama dari Alpian (28) dan Siti Herawati (28). Sejak tahun 2015 tepatnya saat berusia 10 bulan, Alif mengalami Hidrosefalus atau adanya kelebihan cairan pada kepalanya dan Hydrocele atau penumpukan cairan pada selaput yang melindungi testisnya. Tumbuh kembang Allif terhambat, Alif mulanya bisa duduk kini sudah tidak bisa, jika dipaksakan ia akan menangis dan mengedan karena alat kelaminnya membesar. Orang tua Alif yang merasa khawatir segera membawanya ke RS Siloam Tangerang berbekal JKN – KIS kelas III yang dimiliki. Alif pun diketahui mengalami Hidrosefalus dan akhirnya ia menjalani operasi penanaman selang permanen di kepalanya. Saat ini Alif menjalani terapi belajar jalan, penyakit Hydrocele yang dialaminya belum bisa ditangani karena fokus untuk belajar jalan dulu. Keluarga Alif sangat mengharapkan bantuan karena mereka kesulitan setiap jadwal kontrol tiba, maklum saja ayahnya hanya mengandalkan penghasilan sebagai ojek online yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Alif juga membutuhkan asupan gizi yang baik untuk menunjang kesembuhannya. Alif dan orang tuanya tinggal bersama neneknya di rumah yang sangat sederhana. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari Sedekah Rombongan untuk biaya operasional rawat jalan. Semoga Alif bisa sehat lagi dan tumbuh kembangnya baik seperti anak yang lainnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal Bantuan : 10 Desember 2017
Kurir : @nurmanMlana Emay @ririn_restu

Alif mengalami hidrosefalus


SITI HANA KUMALASARI (24, Tumor Tulang GCT). Alamat : Kp. Terahan, RT 1/1, Ds. Sukasari, Kec. Tunjungteja, Kab. Serang, Prov. Banten. Hana mengidap tumor tulang sejak berusia 17 tahun. Awalnya ada benjolan kecil di kakinya, namun lama – kelamaan semakin membesar. Hana akhirnya dibawa ke rumah sakit terdekat, setelah dilakukan pemeriksaan dokter mendiagnosis ia mengalami GCT (Giant Cell Tumor) atau tumor jinak yang menghancurkan tulang. Pada tahun 2013, Hana menjalani operasi di kakinya yang membuat sebagian dagingnya harus diangkat. Tak lama kemudian kakinya mengecil dan bengkok sehingga ia tidak bisa berjalan dengan normal dan harus menggunakan tongkat. Setelah beberapa bulan rutin menjalani rawat jalan, Hana sempat tak pernah lagi berobat karena ketiadaan biaya transportasi meski ia telah memiliki JKN – KIS kelas III. Jarak yang cukup jauh dari rumah ke RSCM Jakarta membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sakit yang dialami Hana kini kambuh lagi, kakinya mulai membesar, namun ia hanya bisa pasrah terbaring di rumah tanpa berobat. Suaminya, Irwansyah (35), hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Sakit yang dialami Hana membuatnya tak dapat maksimal mengurus anak satu – satunya yang masih balita. Hana pun kini tinggal bersama neneknya yang selama 8 tahun mengalami stroke, sedangkan orang tuanya sudah meninggal dunia sejak ia kecil. Alhamdulillah setelah dibantu Sedekah Rombongan Hana dapat kembali berobat. Hana menjalani pemeriksaan di Poli Bedah RSCM Jakarta. Mulanya Hana dan keluarga khawatir jika kakinya akan diamputasi, namun alhamdulillah dokter menyatakan hanya perlu dioperasi saja. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional rawat jalan ke RSCM. Sebelumnya Hana dibantu pada rombongan 1066.

Jumlah Bantuan : Rp500.000,-
Tanggal : 17 Desember 2017
Kurir : @nurmanmlana Emay @ririn_restu

Siti menderita mengalami GCT


MUHAMMAD NUR CHOLIK (18, TB Tulang). Alamat : Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, RT 6/5, Kota Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. Putra dari Bapak Suratno (40), dan Ibu Nurkhayati Sulistiowati (37) ini menderita TB tulang sejak 7 bulan yang lalu. Mulanya ia batuk terus – menerus selama dua bulan namun setelah diperiksakan kondisi paru – parunya baik. Selain batuk, Cholik juga mengalami kesulitan berjalan dan setelah menjalani berbagai pemeriksaan medis akhirnya ia didiagnosis menderita TB Tulang. Lama – kelamaan kondisi Cholik semakin memburuk diawali dengan kebalnya kaki hingga akhirnya ia mengalami kelumpuhan. Orang tua Cholik berupaya untuk pengobatan anaknya dan membawanya ke Jakarta agar mendapat penanganan yang lebih maksimal. Didampingi ibunya dan menumpang tinggal di rumah keluarga di Jakarta, Cholik berikhtiar untuk pengobatannya. Kondisi Cholik semakin menurun hingga sempat dibawa ke UGD RS Fatmawati Jakarta. Saat itu ia belum memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga biaya pengobatan harus ditanggung orang tuanya. Lebih dari dua minggu Cholik dirawat dan belasan juta rupiah harus dibayarkan orang tuanya. Penghasilan Bapak Suratno sebagai pembuat batako dan Ibu Nurkhayati yang sudah meninggalkan pekerjaannya sebagai buruh jahit tak mampu melunasi biaya pengobatan Cholik. Simpanan untuk berobat telah semua dikeluarkan namun masih saja menyisakan tagihan lebih dari 9 juta rupiah yang akhirnya harus dicicil setiap bulannya. Akhirnya orang tua Cholik berusaha membuat JKN – KIS, namun karena keterbatasan informasi bahwa meski Cholik beridentitas luar daerah ia dapat membuat KIS di Jakarta, ia dan ibunya kembali ke Banjarnegara untuk membuat KIS di sana. Selama tiga bulan Cholik hanya dirawat di rumah dan tidak pernah lagi berobat karena belum memiliki jaminan kesehatan. Akhirnya KIS mandiri kelas III dimiliki Cholik dan ia kembali melanjutkan pengobatannya di Jakarta. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguknya, Cholik sudah dirawat di RS Fatmawati selama dua bulan. Ia sudah menjalani biopsi untuk mengetahui apa yang menyebabkan kelumpuhannya. Hasil biopsi menunjukkan Choliknegatif mengidap kanker, dokter masih terus mengobservasi kondisi Cholik hingga ada perkembangan diagnosis pastinya. Setelah menjalani rawat inap cukup lama, Cholik diperbolehkan pulang dan diharuskan menjalani rawat jalan. Cholik telah menjalani operasi pemasangan pen dan masih harus rutin berobat ke poli ortopedi untuk mengecek perkembangan tulangnya pasca operasi dan ke poli paru untuk cek rutin sakit TB Parunya. Kondisi saat ini, Cholik sudah berhenti minum obat parunya atas petunjuk dari dokter. Dokter menyatakan masih ada harapan untuk Cholik dapat berjalan, namun membutuhkan pengobatan yang cukup lama. Dokter Ortopedi akan mengajukan tindakan operasi pada kakinya agar tidak terlalu kaku. Cholik yang selama ini hanya dapat terbaring, membuat pantatnya terdapat luka (decubitus) dan harus selalu dibersihkan. Cholik masih melakukan kontrol rutin ke RS Fatmawati dan harus menjalani pemeriksaan darah dan rontgen yang harus diserahkan ke dokter ortopedinya. Bantuan diberikan untuk membantu operasional Cholik berobat dan menjalani serangkaian pemeriksaan. Sebelumnya Cholik telah dibantu dalam rombongan 1103.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 27 Desember 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Cholik menderita TB tulang


DENNI GANDARIA (46, TB Paru). Alamat : Jalan Gandaria Tengah, RT 1/10, Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Pak Denni selama dirawat di RS Fatmawati tidak ada satu pun keluarga yang mendampingi, ia hidup sebatang kara di Jakarta. Pak Denni hanya ditemani oleh rekan kerjanya yang sama-sama berprofesi sebagai tukang asongan di terminal Blok M, Jakarta Selatan. Pak Denni mengidap TB Paru. Awalnya Pak Denni merasakan sesak di dada, namun kondisi tersebut hanya diabaikannya. Beberapa hari kemudian, kondisinya semakin parah. Tubuh Pak Denni yang semakin kurus tidak mendapat asupan makanan apa – apa selama beberapa hari karena selalu dimuntahkan. Pak Denni pun merasakan sesak napas hebat dan akhirnya oleh rekan-rekannya dibawa ke RSUD terdekat yang kemudian merujuknya ke RS Fatmawati Jakarta. Pak Denni menjalani perawatan di RS Fatmawati Jakarta sebagai pasien umum karena ia tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, bahkan berkas kependudukannya juga tidak lengkap sehingga sulit didaftarkan sebagai peserta BPJS. Pak Denni sudah diperbolehkan pulang, namun ia harus membayar tagihan rumah sakit jutaan rupiah. Teman – teman Pak Denni sudah berusaha mengumpukan uang, namun hanya terkumpul ratusan ribu. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan bantuan untuk membayar tagihan rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 27 Desember 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Pak Denni mengidap TB Paru


ALI MUDIN (42, DHuafa). Alamat : Jalan Hardiwinangun Ciujung, RT 2/1, Kelurahan Muara Ciujung, Kecamatan Rangkas Bitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Pak Ali rela meninggalkan keluarganya di kampung demi mencari pekerjaan di Jakarta. Ia kini tinggal di Lenteng Agung, Jakarta Selatan namun belum memiliki tempat tinggal tetap. Pekerjaan pun belum didapatkannya, ia bekerja serabutan itu pun jika ada yang membutuhkan jasanya. Pak Ali ingin sekali pulang kampung untuk melihat keluarganya, terlebih lagi sang istri, Irna (37) kini sedang hamil 8 bulan. Keinginannya belum bisa terpenuhi karena ia tidak memiliki uang untuk ongkos dan biaya kontrol ke dokter kandungan. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan agar bisa pulang ke Rangkas serta membantu operasional ke dokter kandungan untuk istrinya.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 8 Januari 2018
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bantuan tunai


NARSIAH BINTI ALWI (42, Katarak + TB paru). Alamat : RT 4/3, Desa Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Ibu Narsiah bekerja dengan gigih tanpa mengenal lelah demi menghidupi kedua anaknya, Fadli (9) dan Rima (14). Sejak suaminya meninggal 5 tahun lalu, Ibu Narsiah seorang diri menjadi tulang punggung keluarga. Ibu Narsiah sehari – harinya bekerja sebagai tenaga kebersihan taman di sebuah perumahan dengan penghasilan sebesar 1 juta rupiah per bulan. Meskipun uang yang didapat tak bisa mencukupi seluruh kebutuhan keluarganya, Ibu Narsiah tetap bersyukur karena memiliki penghasilan tetap. Tak jarang Ibu Narsiah harus meminjam uang untuk membiayai kebutuhan sekolah anak – anaknya dan membayar kontrakan, karena penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari – hari. Agar mendapatkan penghasilan tambahan, terkadang sepulang bekerja Ibu Narsiah menyambi mengumpulkan barang bekas untuk dijual. Ironisnya, sejak 4 bulan terakhir ini Ibu Narsiah tidak lagi dapat bekerja dan harus beristirahat di rumah karena kondisi kesehatannya yang kian memburuk. Mata Ibu Narsiah tak dapat melihat jelas, dan tubuhnya semakin kurus karena mengidap TB Paru. Simpanan uang hasil pinjaman hampir habis untuk menutupi biaya hidup, karena itulah Ibu Narsiah pasrah dalam pengobatannya. Beruntung Ibu Narsiah mendapat JKN – KIS PBI yang menanggung biaya pengobatannya, namun tetap saja ia kebingungan untuk biaya transportasi dan kebutuhan keluarganya. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapat informasi terkait Ibu Narsiah segera menjenguknya dan menyampaikan bantuan untuk berobat dan kebutuhan sehari – hari. Ibu Narsiah dan kedua anaknya menangis haru saat Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan, mereka sangat bersyukur karena saat itu sedang kebingungan mencari pinjaman uang untuk berobat Ibu Narsiah keesokan harinya. Semoga Ibu Narsiah segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 8 Januari 2018
Kurir : @NurmanMlana Usman @ririn_restu

Bu Narsiah mengidap TB Paru dan katarak


RASITI BINTI TARIDIN (25, Retensio Plasenta). Alamat : Jalan Bratasena, RT 6/5, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Ibu Rasiti bekerja sehari – hari sebagai pemulung, begitu juga suaminya, Bapak Surwadi (36). Pada tanggal 16 Desember 2017, saat melahirkan anak keduanya Ibu Rasiti mengalami retensio plasenta atau tidak lahirnya plasenta (plasenta tidak keluar) 30 menit setelah bayinya dilahirkan. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan terjadi pendarahan dan infeksi. Saat itu Ibu Rasiti dirawat di Puskesmas Pamulang dan akhirnya dirujuk ke RSUD Tangerang Selatan. Setelah mendapat penanganan, alhamdulillah kondisi Ibu Rasiti semakin membaik hingga diperbolehkan pulang. Ibu Rasiti yang tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, juga tidak memiliki KTP Tangerang Selatan sehingga tidak bisa mendapatkan pelayanan pengobatan gratis dan masuk sebagai pasien umum. Ibu Rasiti diharuskan membayar biaya rumah sakit, namun ia dan suaminya sama sekali tidak memiliki uang. Penghasilan yang didapat dari hasil memulung jauh dari cukup bahkan tidak bisa disisihkan untuk biaya persalinan. Meski diperbolehkan pulang, Ibu Rasiti menunggak biaya pengobatan sebesar Rp.750.000,- yang harus segera dibayarkan. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga Ibu Rasiti, santunan lepas pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan kebutuhan sehari – hari. Semoga bantuan yang disampaikan bisa bermanfaat untuk Ibu Rasiti dan keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 9 Januari 2018
Kurir : @NurmanMlana Alvin @ririn_restu

Ibu Rasiti mengalami retensio plasenta


DIMAS DWI NUGROHO (14, Kanker Otot + Celebral Palsy). Alamat : Jalan H. Salim, Gang Bidan, RT 9/6, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Sudah belasan tahun anak dari pasangan Agus Budi Saputro (41) yang bekerja sebagai petugas keamanan dan Nurjanah (39) yang seorang ibu rumah tangga ini menderita kanker otot dan celebral palsy. Kanker ototnya sudah tidak dapat diobati setelah menjalani dua kali protokol kemoterapi karena berdampak buruk pada sakit celebral palsy yang dideritanya. Ia akan kejang – kejang bahkan hingga tak sadarkan diri setelah menjalani kemoterapi. Beberapa bulan terakhir ini, Dimas sering masuk keluar rumah sakit akibat batuk yang tak kunjung henti dan membuat kondisinya semakin lemas. Kini ia sering mengalami sesak napas dan harus menggunakan tabung oksigen. Ia tak boleh putus minum obat sedangkan penghasilan ayahnya tak cukup untuk membeli obat yang tidak dicover BPJS. Kondisi Dimas sering menurun sehingga harus berulang kali menjalani rawat inap. Awal Januari 2018 Dimas kembali dirawat di RSAB Harapan Kita, kantong cairan lambungnya bercampur dengan darah. Dimas juga merasakan sesak napas sehingga kebutuhan oksigennya ditambah dari 5 liter menjadi 10 liter. Pada Senin, 8 Januari 2018, Dimas akan menjalani operasi gastrotomi, yakni pembuatan lubang dan pemasangan selang di perut untuk memasukkan obat dan susu karena ia sudah tidak bisa lagi meminum obat dan susu lewat mulut. Menurut dokter sel kanker Dimas juga sudah menjalar ke organ tubuh lainnya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk kebutuhan selama Dimas dirawat dan obat yang tidak ditanggung BPJS. Sebelumnya Dimas dibantu pada rombongan 1103.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Januari 2018
Kurir : @nurmanmlana Alvin @ririn_restu

Dimas menderita kanker otot dan celebral palsy


ADITYA PRIA RAMADHAN (10, Leukimia). Alamat : Kp. Parigi, RT 2/11, Ds. Sukabakti, Kec. Curug, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Sejak usia 3 tahun, Aditya didiagnosis mengalami leukimia. Ayahnya, Gunadi.Aditya, terpaksa harus menjual harta bendanya untuk menutupi biaya pengobatan. Bahkan usaha Pak Gunadi pun gulung tikar karena modal usaha habis untuk membiayai pengobatan Aditya di RSCM Jakarta. Sekarang Pak Gunadi bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak pasti. Ia dan keluarga kecilnya pun kini tinggal di rumah sang nenek karena sudah tidak mampu membayar sewa kontrakan. Kesulitan ekonomi juga membuat Pak Gunadi tidak bisa membayar iuran JKN – KIS Aditya selama 11 bulan dan pengobatan Aditya terpaksa terhenti. Kondisi Aditya pun semakin memburuk karena tidak menjalani pengobatan. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan untuk pembayaran iuran JKN – KIS Aditya dan santunan tunai untuk operasional berobat dan membeli peralatan sekolah seperti sepatu karena sepatu lamanya sudah tidak layak pakai. Semoga Aditya bisa segera pulih dan kembali bersekolah lagi serta bermain bersama teman-temannya.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Januari 2018
Kurir : @nurmanmlana Fitria @ririn_restu

Aditya didiagnosis mengalami leukimia


SAMSIAH BINTI SANDRA (45, Infeksi lambung/maag akut. Alamat : Kampung Sanim RT 1/6, Desa Juhut, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Ibu Samsiah sudah 2 bulan terakhir terbaring lemah tidak mampu bekerja. Ia adalah seorang janda dengan 9 anak, 7 diantaranya masih bersekolah. Sebelum sakit, keseharian Ibu Samsiah adalah sebagai buruh tani dengan penghasilan tidak tentu. Sejak bulan November, Ibu Samsiah mengeluh sakit pada lambungnya. Kondisi tersebut membuat ia sulit makan, dan jika ada makanan yang masuk sering ia muntahkan. Ibu Samsiah hanya bisa terbaring lemas dengan berat badan yang terus menurun. Awal Desember Ibu Samsiah berobat di mantri kesehatan terdekat, ia sempat diinfus di rumahnya. Kerbatasan biaya dan jauhnya rumah ke RSUD setempat membuat Ibu Samsiah belum pernah berobat secara medis walaupun telah memilliki JKN – KIS kelas III. Kurir Sedekah Rombongan menjenguk Ibu Samsiah di rumahnya dan menyampaikan bantuan untuk operasional ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal :10 Januari 2018
Kurir :@nurmanMlana @acik_endro_wicaksono @ririn_restu

Bu Samsiah menderita infeksi lambung/maag akut


MAEMUNAH BINTI BANID (73, Diabetes). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 3/2, Desa Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Bi Mun, biasa ia disapa adalah seorang wanita yang ulet dan setia, setelah suaminya meninggal ia tidak mau menikah lagi. Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolah kelima anaknya, Bi Mun rela berjuang keras berdagang keliling menjual bubur di pagi hari dan es cendol di siang hari. Hal itu Bi Mun jalani dengan sabar tanpa mengeluh sekalipun, tapi sejak 3 tahun lalu ia tidak bisa lagi berjualan akibat luka borok pada kaki yang dideritanya. Awalnya Bi Mun sering mengalami sakit kepala yang membuatnya tidak mampu berjualan seperti biasa. Bi Mun lalu merasakan gatal yang tak tertahankan pada kaki kanannya, luka tersebut ia garuk hingga terluka dan membengkak yang kemudian berlubang dan mengeluarkan nanah. Menurut dokter di Pukesmas, Bi Mun mempunyai riwayat diabetes sehingga lukanya tak kunjung kering dan sembuh. Dokter pun menyarankan Bi Mun berobat ke rumah sakit tetapi karena ketiadaan biaya ia memilih pengobatan alternatif. Sudah sekian lama berobat tapi penyakit Bi Mun tak kunjung membaik dan ia hanya bisa pasrah menerima nasibnya. Bi Mun hanya tinggal dengan seorang anaknya yang belum menikah, keempat anaknya yang sudah berkeluarga tinggal jauh darinya. Untuk berobat dan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, Bi Mun hanya mengandalkan pekerjaan anaknya sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang sangat kecil dan juga dari pemberian orang lain yang merasa iba dengan kondisinya. Bi Mun masih berobat rutin di Klinik Rajeg, Tangerang. Luka di kaki kanannya sudah kering namun muncul luka di kaki kirinya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan biaya pengobatan dan perawatan rawat jalan. Sebelumnya Bi Mun telah dibantu dalam rombongan 1104.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Januari 2018
Kurir : @nurmanmlana @mistaaja @ririn_restu

Bi Mun menderita diabetes


MASBUN BIN ADAM (72, Pembengkakkan Prostat). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 3/2, Ds. Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Abah Masbun kerap orang – orang memanggilnya, di usianya yang sudah semakin tua ia masih semanggat dan sanggup bekerja sebagai buruh bangunan yang membutuhkan tenaga dan fisik yang kuat. Sayangnya beberapa bulan terakhir Abah Masbun tidak bisa bekerja lagi karena prostatnya mengalami pembesaran. Dua tahun silam Abah Masbun mulai terkena prostat, setiap hari ia harus mondar – mandir puluhan kali ke kamar mandi. Dua bulan terakhir Abah Masbun harus dibawa ke RSUD Tangerang karena tidak bisa buang air kecil. Setelah dilakukan pemeriksaan dokter menyarankan Abah Masbun untuk dioperasi. Setelah satu minggu menjalani rawat inap, Abah Masbun akhirnya dioperasi. Alhamdulillah Abah Masbun sudah mempunyai JKN – KIS kelas III, sehingga biaya pengobatan dan operasinya ditanggung BPJS. Abah dianjurkan kontrol setiap bulanya, namun ia kebingungan setiap jadwal kontrol tiba karena ia terkadang tidak mempunyai uang untuk biaya transportasi berobatnya. Abah juga mengalami cedera pada kakinya karena luka bakar, sehingga semakin membuatnya tidak bisa bekerja lagi dan hanya dapat menghabiskan waktunya di rumah. Istrinya yang kini menjadi pengganti tulang punggung keluarga sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tak seberapa. Anak – anak Abah Masbun pun tak dapat membantu banyak karena juga dalam kondisi kesulitan ekonomi. Abah Masbun masih berobat rutin di Poliklinik Bedah RSUD Balaraja Tangerang. Kondisi prostatnya semakin membaik, luka bakar di kakinya pun sebagian sudah mengering. Abah Masbun tidak diperbolehkan beraktivitas berat, dan proses pemulihannya membutuhkan waktu yang cukup lama dan ia masih harus berobat jalan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan biaya pengobatan dan perawatan untuk rawat jalan. Sebelumnya Abah Masbun dibantu dalam Rombongan 1104.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Januari 2018
Kurir :@nurmanmlana @mistaaja @ririn_restu

Abah Masbun mulai terkena prostat


PENGKI BINTI JASIH (49, Susp. Gastritis + Gangguan Ginjal). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 2/2, Ds. Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Pengki adalah seorang ibu rumah tangga yang ulet dan rajin. Sehari – harinya Ibu Pengki berjualan es campur dan jajanan anak-anak untuk membantu suaminya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Suami Ibu Pengki bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasil yang tak menentu. Enam bulan lalu, Ibu Pengki tidak bisa berjualan lagi karena sakit yang dideritanya. Awal mulanya saat Ibu Pengki sedang berjualan, ia jatuh pingsan karena menahan sakit yang tak terhingga di bagian perut dan ulu hatinya. Setelah diperiksa dokter di klinik terdekat dan dilihat dari hasil rongtennya ternyata ada gangguan pada lambung, empedu dan ginjalnya. Dokter pun menyarankan Ibu Pengki berobat ke rumah sakit. Untunglah Ibu Pengki mempunyai Jamkesmas sehingga untuk biaya pengobatannya bisa terpenuhi, namun ia kerap kebingungan mencari uang untuk transportasi ke RSUD Tangerang. Jarak dari rumahnya ke rumah sakit cukup jauh, terkadang ia harus meminjam uang pada tetangganya agar bisa berobat. Kondisi Ibu Pengki belum banyak peningkatan, ia masih sering merasa lemah. Ibu Pengki disarankan menjalani pemeriksaan CT-Scan dan hasilnya positif di dalam rahimnya terdapat kista. Dokter belum memutuskan Ibu Pengki harus menjalani operasi atau tidak. Ibu Pengki harus menjalani serangkaian pemeriksaan medis lainnya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk kebutuhan transportasi dan akomodasi berobat. Sebelumnya Ibu Pengki telah dibantu dalam Rombongan 1104.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Januari 2018
Kurir: @nurmanmlana @mistaaja @ririn_restu

Pengki menderita susp. gastritis + gangguan ginjal


MARWAN BIN SALID (55, Pembengkakkan Prostat). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 2/2, Ds. Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Abah Marwan Sudah dua hari dirawat di RSUD Tangerang pasca menjalani operasi. Kamis, 26 Oktober 2017, tepatnya jam 10 pagi, Abah Marwan menjalani operasi karena terkena pembengkakkan prostat. Hal ini terpaksa dilakukan karena kondisi Abah terus menurun. Dalam sehari Abah Marwan bisa berpuluh kali bolak – balik ke kamar mandi. Puncaknya dua minggu yang lalu, Abah Marwan sama sekali tidak bisa buang air kecil, sehingga ia sangat menderita dan kesakitan. Keluarga dibantu tetangga kemudian membawa Abah Marwan ke RSUD Balaraja dan akhirnya menjalani operasi. Pasca operasi Abah Marwan dianjurkan kontrol setiap tiga hari sekali untuk mengganti selang yang dipasang sebagai alat pembuangan urine sementara. Selama ini Abah Marwan tidak harus mengeluarkan biaya untuk berobat, karena semuanya ditanggung JKN – KIS kelas III yang dimilikinya. Meski begitu, Abah Marwan dan keluarga tetap kebingungan untuk kebutuhan rawat jalan nantinya. Abah Marwan membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk biaya transportasi karena jarak rumahnya ke RSUD cukup jauh. Abah Marwan harus menjalani sekali lagi rawat jalan ke poli bedah RSUD Balaraja untuk perawatan luka pasca operasi. Alhamdulillah lukanya sudah mengering, tapi belum sembuh total. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan biaya pengobatan dan perawatan untuk rawat jalan. Sebelumnya Abah Marwan dibantu dalam Rombongan 1104. Semoga penyakitnya segera disembuhkan oleh Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Januari 2018
Kurir :@nurmanmlana @mistaaja @ririn_restu

Abah Marwan menjalani operasi karena terkena pembengkakkan prostat.


MAMID BIN NURJEN (43, TB Paru). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 2/2, Ds. Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Pria yang biasa disapa Kang Mamid ini adalah seorang pekerja keras yang penuh semangat. Berbagai pekerjaan sudah pernah ia jalani demi menyambung hidup, mulai jadi petani, buruh bangunan, kurir kue risol sampai tukang jahit. Kini Kang Mamid tidak bisa bekerja dengan maksimal sejak penyakit TB Paru diidapnya, yang membuatnya lemah tidak bisa bekerja terlalu keras, karena jika lelah sedikit saja kondisinya memburuk. Kang Mamid akan mengalami batuk yang tidak kunjungbhenti disertai dengan sesak napas. Awalnya ketika ia masih bekerja sebagai kurir kue risol, ia mengalami batuk yang tak kunjung sembuh. Sudah berulang kali istrinya, Ibu Sartiyah, memintanya untuk berhenti merokok tapi tak pernah digubris. Barulah setelah batuknya semakin parah dan suaranya menghilang, Kang Mamid mulai mengurangi kebiasaan buruknya itu. Setelah memeriksakan diri ke dokter di klinik ia diminta oleh dokter untuk berhenti merokok dan minum obat, jika belum sembuh juga dokter menyarankan untuk melakukan rongten karena dikhawatirkan ia terkena TBC paru. Setelah obatnya habis dan penyakit batuknya tak kunjung sembuh, Kang Mamid mulai merasa takut dan khawatir kalau dia memang terkena penyakit TBC. Esoknya ia pergi ke klinik untuk melakukan rongten dan setelah dilakukan tes dahak diketahui ternyata ia memang positif terkena TBC dan harus melakukan kontrol serta rutin minum obat selama kurang lebih 6 bulan. Kang Mamid hanya bisa termenung sedih memikirkan nasib dirinya tapi ia tetap bersabar dan berharap semoga Allah segera menyembuhkan dan menghilangkan penyakitnya. Kang Mamid semakin sedih dan bingung memikirkan nasib anak dan istrinya, bagaimana ia akan bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, dan biaya sekolah anak-anaknya. Kang Mamid sadar bahwa semua ini adalah ujian dari Allah untuknya sehingga ia harus sabar dan ikhlas menerimanya. Untunglah ia masih memiliki mesin jahit yang masih bisa digunakan untuk menerima pesanan jahitan, meskipun tidak setiap hari tetapi ada saja tetangga yang datang untuk memakai jasanya. Penghasilan yang didapat dari menjahit alhamdulillah dapat menutupi kebutuhan rumah tangganya. Beruntung Kang Mamid memiliki istri yang setia dan juga pekerja keras, sudah dua bulan ini, selain merawat Kang Mamid Ibu Sartiyah juga berusaha bekerja sebagai buruh cuci gosok di rumah tetangganya. Kurir Sedekah Rombongan pun merasakan kesulitan yang dialami Kang Mamid dan memberikan bantuan biaya pengobatan dan perawatan untuk rawat jalan. Mudah-mudahan bantuan tersebut bisa meringankan beban hidup Kang Mamid sekeluarga dan penyakitnya segera disembuhkan oleh Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Januari 2018
Kurir : @nurmanmlana @mistaaja @ririn_restu

Kang Mamid menderita TB Paru


SAIMUN BIN SATIMIN (75, TB Paru). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 2/2, Ds. Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Mang Imun, biasa ia dipanggil, adalah seorang suami yang rajin dan ulet. Sehari – harinya Mang Imun pergi ke sawah bekerja sebagai buruh tani, sepulangnya dari sawah ia tidak pernah duduk menganggur berpangku tangan ada saja yang ia kerjakan. Meskipun usianya sudah uzur ditambah dengan penyakit yang dialaminnya, bapak enam orang anak ini tetap bersemangat melakukan pekerjaan yang bisa ia kerjakan di rumah, seperti menyapu, menyiangi rumput halaman sampai membuat bale-bale dari bambu. Tetapi sejak setahun yang lalu Mang Imun mengalami batuk yang tak kunjung sembuh. Badannya pun semakin kurus dan lemah. Jika bekerja terlalu keras sedikit saja maka kondisi kesehatannya akan langsung turun, hal ini menyebabkan ia tidak bisa bekerja di sawah lagi. Untunglah ada sang istri, Ibu Risah, yang menggantikannya ke sawah sebagai buruh tani. Karena khawatir dengan kondisi Mang Imun, oleh anaknya ia dibawa ke klinik di dekat desanya. Ketika diperiksa oleh dokter Mang Imun disarankan untuk melakukan rongten dan tes dahak agar nanti bisa diketahui ia positif terkena TBC atau tidak. Tetapi karena belum mempunyai biaya dan tidak mau merepotkan anak – anaknya, saran dokter tersebut belum juga dilakukannya. Barulah setelah dipaksa oleh anak-anaknya yang mengumpulkan uang, akhirnya Mang Imun menjalani rontgen dan tes dahak, setelah diperiksa oleh dokter hasilnya ternyata ia positif terkena TBC paru dan harus berobat jalan selama kurang lebih enam bulan. Kurir Sedekah Rombongan pun merasakan kesulitan yang dialami Mang Imun sekeluarga dan memberikan bantuan biaya pengobatan dan perawatan untuk rawat jalan rutin. Semoga Mang Imun segera disembuhkan dan diangkat penyakitnya oleh Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Januari 2018
Kurir : @nurmanmlana @mistaaja @ririn_restu

Mang Imun positif terkena TBC paru


ASWATI BINTI SAREM (57, Syaraf Kejepit). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 2/2, Ds. Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Aswati sudah dua bulan ini tidak bisa berjualan seperti biasanya. Dua kakinya lemah tidak bisa dibawa berjalan jauh, baru beberapa langkah saja ia sudah terjatuh karena kakinya lemas dan terasa berat tak bisa digerakkan. Hal ini bermula setelah ia terpeleset dan jatuh ketika sedang manjajakan dagangannya. Ibu dari tiga orang anak ini memang sudah lama berjualan nasi uduk dan gorengan, biasanya ia berkeliling menjajakan dagangannya pada pagi hari. Pekerjaan ini ia lakukan sejak dua tahun lalu semenjak ia bercerai dengan suaminya, untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai sekolah ketiga anaknya. Tetapi setelah ia terjatuh dua bulan lalu ia tidak bisa lagi berjualan, kata dokter ada beberapa urat syarafnya yang terganggu. Oleh dokter ia disarankan untuk melakukan CT – Scan seluruh tubuh agar bisa dideteksi bagian urat syaraf mana yang terganggu. Beruntung teh Wati mempunyai JKN – KIS jadi biaya pengobatannya bisa dicover BPJS dan sejak satu bulan lalu ia sudah berobat ke RSUD Balaraja dan harus melakukan kontrol setiap dua minggu sekali. Ibu Aswati mengalami kendala untuk berobat karena ia tidak memiliki uang untuk transportasi ke rumah sakit, apalagi jika ada obat yang tidak ditanggung. Kurir Sedekah Rombongan pun merasakan kesulitan yang dialami oleh Ibu Aswati dan keluarganya dengan memberikan bantuan biaya pengobatan dan perawatan untuk rawat jalan. Semoga Allah SWT segera mengangkat penyakitnya Ibu Aswati sehingga ia bisa berjualan lagi seperti biasanya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Januari 2018
Kurir : @nurmanmlana @mistaaja @ririn_restu

Bu Aswati menderita syaraf kejepit


SUDIN BIN SAIMUN (65, Bronchitis). Alamat : Kp. Tari Kolot, RT 4/0, Ds. Kaliasin, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Mang Sudin biasa ia dipanggil, adalah seorang yang rajin dan ulet. Setiap harinya dari pagi sampai sore hari Mang Sudin bekerja menjadi buruh tani dan mengolah sawah yang dipercayakan kepadanya. Malam harinya ia bekerja sambilan sebagai tukang ojek di Balaraja, tak jarang sampai membuatnya begadang jika sepi pelanggan. Kelelahan mencari uang dari pagi hingga malam membuat Mang Sudin kini sering sakit – sakitan. Ia kerap mengeluh sesak napas, namun tak pernah dikonsultasikan ke dokter. Selain karena ketiadaan biaya, Mang Sudin juga tidak menerima jaminan kesehatan dari pemerintah walaupun keadaan perekonomian keluarganya sangat kurang. Hingga akhirnya Mang Sudin mengalami sesak napas yang begitu hebat bahkan hingga ia tidak bisa bicara. Istri dan anak – anaknya yang merasa khawatir dengan kondisi Mang Sudin, segera membawanya ke klinik terdekat. Keluarga tidak berani membawa Mang Sudin ke rumah sakit besar karena tidak memiliki jaminan kesehatan. Setelah ditangani dokter dan dilakukan tindakan penguapan, kondisi Mang Sudin agak membaik. Mang Sudin selanjutnya menjalani pemeriksaan rontgen dan hasilnya ia dinyatakan mengidap bronchitis. Dokter menyarankan Mang Sudin kontrol rutin setiap sebulan sekali, namun ia dan keluarga mulai kebingungan jika harus mengeluarkan uang untuk berobat setiap bulannya, karena untuk makan sehari hari saja sangat kesulitan. Alhamdulillah Mang Sudin sudah dapat berobat di Poliklinik Paru Klinik Benda Medika. Mang Sudin masih sering merasakan sesak napas, namun belum perlu dirujuk ke rumah sakit besar. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan biaya pengobatan dan perawatan untuk rawat jalan. Sebelumnya Mang Sudin telah dibantu dalam Rombongan 1075.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 11 Januari 2018
Kurir :@nurmanmlana @mistaaja @ririn_restu

Pak Sudin menderita bronchitis


SITI BINTI KUSEN (46, Kanker Payudara). Alamat : Kp. Batung, RT 3/5, Ds. Cinangka, Kec.Cinangka, Kab. Serang, Prov. Banten. Bu Siti adalah seorang ibu rumah tangga dengan 3 anak dan 1 cucu. Beberapa bulan terakhir Bu Siti merasakan ada benjolan di payudara kirinya. Benjolan tersebut dari hari ke hari semakin mengeras dan terasa sakit. Bu Siti yang merasa khawatir akhirnya memeriksakan diri ke dokter terdekat, dan ia dirujuk ke RSUD dr. Drajat Prawiranegara Serang. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di RSUD, Bu Siti akhirnya dioperasi untuk pengambilan sampel benjolannya agar dapat diketahui penyakit apa yang dialaminya. Selama pengobatan Bu Siti menggunakan JKN – KIS kelas III, tetapi untuk transportasi dan akomodasi berobat ia sangat membutuhkan bantuan. Suami Bu Siti, bekerja sebagai buruh tani lepas dengan penghasilan yang sangat kecil dan tidak menentu, ia tidak mampu memenuhi kebutuhan pengobatan istrinya. Setelah menunggu beberapa minggu, hasil laboratorium menunjukkan bahwa Bu Siti positif mengidap kanker payudara dan ia dirujuk ke rumah sakit khusus kanker RS Dharmais Jakarta. Keluarga sangat ingin membawa Bu Siti ke Jakarta, namun tidak ada simpanan uang. Alhamdulillah setelah mendapatkan bantuan dari Sedekah Rombongan, Bu Siti dapat berobat ke RS Dharmais Jakarta. Bu Siti telah menjalani operasi di RS Dharmais pada 5 Januari 2018. Seluruh biaya operasi ditanggung oleh BPJS, tetapi untuk biaya transportasi dan akomodasi yang mendampingi terasa berat bagi keluarga. Sebelum dioperasi Bu Siti melakukan beberapa pengecekan di payudaranya dan mengaharuskan beberapa kali bolak – balik ke RS Dharmais. Setelah dioperasi pun Bu Siti harus menjalani rawat jalan. Bu Siti ke RS Darmais didampingi anak pertama dan menantunya karena suaminya harus bekerja menjadi petani serabutan guna memenuhi kebutuhan keluarga. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan biaya pengobatan dan perawatan untuk rawat jalan pasca operasi. Sebelumnya Bu Siti telah dibantu dalam Rombongan 1103. Bu Siti dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih pada sedekahholic yang telah membantu meringankan beban kebutuhan pengobatannya.Semoga bu Siti segera pulih kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 11 Januari 2018
Kurir : @nurmanMlana Irma @ririn_restu

Bu Siti positif mengidap kanker payudara


MUHAMMAD RAMADHAN (4, Susp. Polio). Alamat : Jalan Pandawa, RT 9/9, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. anak yang mempunyai panggilan Ramadhan ini berbeda dengan anak seusianya. Ramadhan mengalami kesulitan berjalan, kedua kakinya tidak bisa menopang badannya untuk tegap berdiri. Anak dari pasangan Dulhair (45) dan Neneng Hasanah (41) ini tidak menjalani pengobatan dengan tuntas. Hal ini dikarenakan kedua orang tua Ramadhan tidak mempunyai uang serta seluruh keluarganya belum terdaftar sebagai peserta BPJS. Ramadhan hanya mendapatkan perawatan di Puskesmas saja, itupun jika ia sakit. Pak Dulhair bekerja sebagai juru parkir dan Bu Neneng hanya sebagai ibu rumah tangga. Belum lagi Pak Dulhair harus mencukupi kebutuhan ketiga anak lainnya. Pendapatannya masih belum mampu untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan biaya pengobatan dan perawatan untuk biaya kontrol awal dan membantu pengurusan surat pindah karena berkas kependudukan keluarga Pak Dulhair saat ini masih beralamat di Jakarta. Pengurusan berkas tersebut berguna untuk pembuatan JKN – KIS Ramadhan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 12 Januari 2018
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Ramadhan menderita polio


KARWI BIN UDING (77, Infeksi Kulit/ Susp. Dermatitis). Alamat : Kp. Kosambi 1 RT 3/3, Desa Karang Suraga, Kec. Cinangka, Kab. Serang, Prov. Banten. Pak Karwi adalah kakek 77 tahun yang mempunyai keterbatasan dalam berkomunikasi, ia adalah seorang tuna wicara. Kegiatan sehari-harinya membuat jala ikan, itu pun jika ada yang memesan, sedangkan istrinya berkeliling berjalan kaki menyusuri kampung – kampung menjual sayuran titipan tetangga. Beberapa tahun yang lalu setelah kakinya digigit ular, kulit Pak Karwi mengalami gatal dan timbul noda-noda hitam. Beberapa Bulan terakhir ini kakinya mengalami kesulitan dalam berjalan. Setelah dilakukan pengobatan ke berbagai dokter dan mantri setempat tidak membuahkan hasil yang signifikan. Pak Karwi dan keluarga berencana membawa lagi ke dokter spesialis kulit, tetapi dengan keterbatasan pengetahuan dan dana untuk biaya transportasi, maka rencana tersebut akhirnya urung dilaksanakan. Istrinya yang biasa dipanggil dengan Mbok, bertemu dengan kurir Sedekah Rombongan dan menceritakan permasalahannya. Kurir segera menindaklanjuti masalah yang dihadapi Pak Karwi, atas laporan tersebut dan menyampaikan santunan dari para donatur di Sedekah Rombongan. Pak Karwi dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih pada sedekahholic yang telah membantu meringankan beban biaya pengobatan dan perawatan ke dokter spesialis kulit. Semoga pak Karwi segera pulih kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Januari 2018
Kurir : @nurmanmlana Irma @ririn_restu

Pak Karwi mengalami gatal dan timbul noda-noda hitam


SURONO BIN ATMOREJO (45, HNP + Paraplegia Spastik). Alamat : Cipete Utara, RT 2/3, Kelurahan Cipete Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Awal mula pertemuan Kurir Sedekah Rombongan dengan Pak Surono adalah saat ia dirawat inap di RS Fatmawati yang telah dijalaninya selama 5 bulan. Pak Surono mengidap penyakit HNP atau Saraf Kejepit di bagian saraf utamanya. Awalnya Pak Surono terjatuh dari gedung lantai 2 saat bekerja sebagai buruh bangunan. Pak Surono dibawa ke UGD RS Fatmawati oleh rekan-rekannya pada 26 Maret 2016. Keesokannya, Pak Surono dipindahkan ke ruang Highcare selama 2 minggu, kondisinya membaik sehingga dipindahkan ke ruang perawatan di Gedung Soelarto. Pada 28 Mei 2016, Pak Surono mendapatkan tindakan operasi di bagian leher karena pada bagian toraknya ada yang patah, selain itu untuk mengatasi saraf kejepit di bagian saraf utamanya yakni saraf penggerak. Pasca operasi Pak Surono menjalani terapi di Poli Rehabmedik untuk melatih kemandiriannya dalam beraktivitas nantinya. Istri Pak Surono, Sucianingsih (42), dengan setia selalu mendampinginya. Saat Pak Surono dirawat hingga lebih dari 5 bulan, istrinya ikut tinggal di rumah sakit sehingga pada saat itu mereka tidak memiliki tempat tinggal karena tak mampu membayar sewa kontrakan. Kondisi tersebut bahkan membuat anaknya yang berusia 6 bulan dititipkan ke pedagang minuman mengingat di usia tersebut sangat rentan terserang virus jika berada di rumah sakit. Pak Surono selama ini berobat menggunakan KIS yang dibiayai Pemda Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan kembali bertemu dengan Pak Surono setelah dihubungi Bu Sucianingsih. Kurir pun mengunjungi Pak Surono yang kini hanya dapat terbaring di kasur usang miliknya. Berdasarkan cerita dari Bu Sucianingsih, Pak Surono sudah tidak lagi dapat berobat. Untuk melanjutkan pengobatan, Pak Surono harus memperbaharui rujukannya mulai dari Puskesmas. Kondisinya yang tidak dapat berjalan membuat ia tidak dapat berobat ke Puskesmas, sang istri pun kesulitan karena tak memiliki uang untuk transportasi berobat dan jika pun ada kondisi Pak Surono sulit dipindahkan karena merasa kesakitan. Karena terus berbaring dalam waktu yang cukup lama, membuat bokong Pak Surono terluka. Luka tersebut harus rutin dibersihkan, namun Bu Sucianingsing tak selalu memiliki uang untuk membeli cairan pembersih yang dibutuhkan. Semenjak Pak Surono sakit, Bu Sucianingsih yang menggantikannya mencari nafkah. Bu Sucianingsih berjualan makanan ringan di depan kontrakannya, hasil yang didapat berusaha ia cukupkan untuk kebutuhan sehari – hari. Pak Surono dan Bu Sucianingsih beserta ketiga anaknya terpaksa tinggal seadanya di kontrakan 1 kamar berukuran 3 x 3 meter. Kondisi tempat tinggal yang sangat sempit dan pengap tentunya tak baik bagi kesehatan Pak Surono, terlebih lagi ia memiliki anak yang masih berusia balita. Pak Surono saat ini menempati kontrakan yang baru dengan biaya yang lebih murah, namun kondisinya tak jauh berbeda dengan kontarakan sebelumnya. Bu Sucianingsih merasa berat untuk membayar kontrakan sebelumnya, sehingga ia mencari kontrakan yang lebih murah. Belum lagi ia harus memenuhi kebutuhan Pak Surono. Alhamdulillah kini Pak Surono dapat kembali berobat sebulan sekali dengan didampingi sang istri yang selalu setia. Kondisi Pak Surono masih belum banyak peningkatan, ia hanya dapat terbaring di tempat tidurnya dengan tubuh yang semakin mengurus. Pak Surono juga mengalami paraplegia spastik dimana otot – otot tubuh pada bagian yang lumpuh dalam kondisi kaku, mengalami kejang – kejang, dan pergerakannya tidak bisa dikontrol. Kaki Pak Surono sering bergerak tanpa ia sadari. Bapak Surono dan istri masih mengalami kesulitan untuk membayar kontrakan karena anak mereka belum juga mendapat pekerjaan. Kondisi Pak Surono pun belum banyak perubahan, ia masih mengalami decubitus pada bokongnya dan masih harus menjalani kontrol rutin dan terapi. Santunan tunai untuk membayar sewa kontrakan baru dan bantuan biaya pengobatan dan perawatan untuk rawat jalan disampaikan kurir Sedekah Rombongan. Pak Surono pindah dari tempat yang lama karena kontrakan tersebut dalam kondisi bocor dan tidak juga diperbaiki pemilik rumh. Sebelumnya Pak Surono dibantu pada rombongan 1103.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.300.000,-
Tanggal : 15 Januari 2018
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Pak Surono mengalami paraplegia spastik


AHMAD SOFIAN (10, Cedera Mata akibat Tertusuk Lidi). Alamat : Kp. Kalanganyar, RT 10/2, Desa Dalembalar, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Ahmad Sofian adalah putra dari pasangan Atang Suprianto dan Aminah. Ahmad Sofian mengalami kecelakaan saat bermain bersama temannya, bola matanya tidak sengaja tertusuk lidi dan ia segera dibawa ke rumah sakit. Saat itu, mata Ahmad Sofian mengalami kemerahan, terasa nyeri dan ia penglihatannya terganggu. Ahamd Sofian akhirnya menjalani operasi pada matanya, namun menurut dokter ia harus kembali menjalani operai yang kedua. Dokter RSUD Pandeglang merujuk Ahmad Sofan ke RSUP Banten. Ahmad Sofian belum juga menjalani saran dokter karena Pak Atang tidak memiliki uang. Penghasilan Pak Atang sebagai tukang ojek dan buruh serabutan hanya cukup untuk makan sehari – hari, itu pun tak menentu. Ahmad Sofian juga belum memiliki JKN – KIS. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk membantu pembuatan JKN – KIS dan operasional berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :16 Januari 2018
Kurir :@nurmanmlana @acik_endro_wicaksono @ririn_restu

Ahmad menderita cedera mata akibat tertusuk lidi


SUKRI BIN KARIJAN (75, Tumor Leher) Alamat : Kp. Canggoang, RT 4/4, Kec. Karang Tanjung, Kab. Pandeglang, Prov. Banten. Bapak Sukri mengalami tumor di lehernya yang membuatnya sulit berbicara. Mulanya tumbuh benjolan kecil namun kondisinya terus membesar hingga seukuran bola kasti. Bapak Sukri dianjurkan untuk menjalani operasi di RSUP Banten, namun ia terkendala biaya transportasi untuk berobat jalan sebelum operasi meski telah menggunakan JKN – KIS. Bapak Sukri sudah tidak dapat lagi bekerja dan kini hanya menghabiskan hari – harinya di rumah anaknya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk biaya pengobatan dan perawatan rawat jalan Bapak Sukri ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Januari 2018
Kurir : @nurmanmlana Acik @ririn_restu

Pak Sukri menderita tumor leher


PRADIPTA NABHAN (1, Meningitis + Hidrosefalus + Gizi Buruk). Alamat : Puri Delta Kiara, No. 13, Desa Ciruas, Kecamatan Ciruas, Kota Serang, Provinsi Banten. Pradipta diketahui mengalami sakit hidrosefalus dan meningitis sejak usia 8 bulan dari hasil pengobatannya di RSUD Drajat Serang. Selain menjlani pengobatan secara medis, Pradipta juga melakukan pengobatanalternatif. Selama perawatan di RSUD Drajat adik Pradipta sudah disarankan untuk dilakukan pemasangan selang dan dirujuk ke RSCM Jakarta, akan tetapi pihak keluarga belum siap karena tidak ada biaya. Pradipta juga mengalami gizi buruk, tubuknya sangat kururs. Alhamdulillah Pradipta akhirnya dapat menjalani pengobatan di RSCM Jakarta. Pradipta pun telah melakukan operasi di RSCM Jakarta dan hasilnya lingkar kepalanya sedikit menyusut namun terdapat indikasi lain dari hasil pemeriksaan yaitu kurang baiknya saluran pencernaan. Hal tersebut membuat Pradipta belum bisa menelan makanan apapun dan hanya mendapat asupan gizi dari susu khusus yang disalurkan menggunakan selang melalui hidung. Ayah Pradipta, Bapak Eri saat ini bekerja sebagai Office Boy di salah satu kampus di Kota Serang, penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Bapak Eri harus membawa Pradipta kontrol ke RSCM 1-2 kali dalam 1 minggu. Selama ini Bapak Eri hanya mengandalkan biaya akomodasi dari uang pribadi dan bantuan dari warga setempat, ia sangat mengharapkan ada bantuan lain untuk tambahan biaya berobat. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan bantuan biaya pengobatan dan perawatan untuk rawat jalan ke RSCM Jakarta.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Januari 2018
Kurir : @nurmanmlana Alpian @ririn_restu

Pradipta mengalami sakit hidrosefalus , gizi buruk dan meningitis


SITI OKTAVIANI (22, TB Spondilitis). Alamat : Jalan Lebak Bulus 3, RT 2/2, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Mulanya Siti merasakan sakit pada kaki kirinya, namun ia abaikan hingga kondisinya semakin memburuk. Napsu makan Siti berkurang dan berat badannya terus menurun. Kondisi yang semakin memburuk membuat Siti dibawa oleh temannya ke UGD RS Fatmawati Jakarta. Siti hidup seorang diri di Jakarta, sehingga tidak ada sanak keluarga yang menemani. Siti mengeluh sakit pada punggungnya, ia pun mengeluh sesak napas. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, Siti diidagnosis mengalami TB Spondilitis atau TB Tulang belakang. Sebelumnya Siti dirawat di ruang perawatan biasa, namun karena kondisinya terus menurun ia dirawat di ruang Highcare. Tak lama setelah Kurir menyampaikan bantuan, Siti meninggal dunia. Semoga alamrhumah diterima amal ibadahnya oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 18 Januari 2018
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Siti diidagnosis mengalami TB spondilitis atau TB tulang belakang


ARIP BIN DADANG (54, Kanker Mulut). Alamat : Kp. Kadu Jawer, RT 1/4, Kec. Pagelaran, Kab. Pandeglang, Prov. Banten. Sudah sangat lama Pak Arip mengidap penyakit tumor di mulut. Mulanya timbul bejolan di sekitar dagunya, lama – kelamaan benjolan tersebut semakin besar hingga seperti sekarang. Keseharian Pak Arip adalah buruh serabutan, ia sudah lama tidak bisa mencari nafkah untuk keluarganya. Pak Arip tinggal bersama dengan anak – anaknya yang kondisi ekonominya juga sangat sulit. Pak Arip berobat di RSUD Pandeglang, namun kini ia dirujuk ke RSCM Jakarta. Pak Arip urung dibawa ke RSCM Jakarta karena keluarga tidak memiliki uang untuk biaya transportasi dan akomodasi ke Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk Biaya transportasi dan akomodasi rawat jalan ke RSCM.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Januari 2018
Kurir : @nurmanmlana Acik Titin @ririn_restu

Pak Arip mengidap penyakit tumor di mulut


MASNAIAH BINTI SARTO (17, Hepatitis). Alamat : Kp. Pasir Menteng RT 1/7, Desa Umbul Tanjung, Kec. Cinangka, Kab. Serang, Prov. Banten. Masnaiah adalah siswi kelas XII SMK. Beberapa minggu terakhir ia tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah seperti biasa karena badannya terasa lemah dan ia mudah lelah saat beraktivitas. Setelah diperiksa di klinik terdekat, diketahui bahwa Masnaiah mengalami gejala hepatitis. Kulit, mata bahkan sampai air seni Masnaiah berwarna kuning pekat. Dokter menyarankan Masnaiah menjalani pemeriksakan darah di laboratorium agar lebih jelas dan pasti penyakit apa yang dideritanya. Karena tidak memiliki jaminan kesehatan, maka keluarga harus mencari biaya berobat sendiri selain biaya transportasi ke rumah sakit. Ayah Masnaiah yang hanya bekerja buruh harian lepas, merasa kesulitan mencari biaya yang tidak sedikit. Maka untuk sementara Masnaiah dirawat dirumah, sambil keluarga mencari biaya. Temannya mengetahui masalah yang dihadapi keluarga Masnaiah dan memberitahuakan kepada kurir sedekah rombongan. Setelah melakukan survey akhirnya pasien Masnaiah bisa mendapatkan santunan dari para donatur Sedekah Rombongan untuk biaya berobat ke rumah sakit sambil pengurusan JKN – KIS. Mansaniah dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih pada sedekahholic yang telah membantu meringankan beban untuk kebutuhan transportasi dan biaya berobat. Semoga Masnaiah segera pulih kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Januari 2018
Kurir : @nurmanmlana Irma @ririn_restu

Masnaiah mengalami gejala hepatitis


IMAN BIN ELIH (44, TB Paru). Alamat : Kp. Pabuaran RT 1/2, Ds. Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Sungguh malang nasib Mang Iman, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Bagaimana tidak, Ia yang sedari kecil mengalami kebutaan kini mengalami sakit TB Paru. Mang Iman yang sehari-harinya menjadi muadzin di masjid ini sungguh sangat penyabar dan qona’ah dalam hidupnya. Meskipun hidupnya serba kekurangan, tinggalnya pun hanya di gubug bambu tapi tak pernah sekalipun ia mengeluh akan penderitaan hidupnya. Begitu pula istrinya, Bi Rukmini, tak pernah sekalipun ia mengeluh dan menyesali keadaan hidup yang dijalaninya bersama sang suami. Ketika Mang Iman sedang sakit, istrinya lah yang setia menemani dan mendampingi. Awalnya Mang Iman terserang batuk yang tak kunjung sembuh, setelah dua bulan batuknya semakin parah sehingga Bi Rukmini mengajak suaminya untuk berobat ke Puskesmas. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter dan tes dahak, diketahui bahwa Mang Iman terkena TB Paru. Untung saja kondisinya belum parah dan Mang Iman diharuskan minum obat secara rutin selama 6 bulan. Kurir Sedekah Rombongan pun merasakan kesusahan yang dialami oleh Mang Iman dan keluarganya. Bantuan awal pun diberikan untuk biaya transportasi berobat. Semoga bantuan tersebut bisa sedikit meringankan beban kesulitan Mang Iman sekeluarga dan mudah-mudahan penyakitnya segera diangkat oleh Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2018
Kurir : @nurmanmlana @mistaaja @ririn_restu

Pak Iman mengalami sakit TB Paru


NURKAYAT BINTI NURKASAN (43, Batu Ginjal + Kista). Alamat : Kp. Dukuh, RT 2/4, Ds. Pasir, Kec. Kronjo, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Nur biasa ia dipanggil, adalah seorang buruh yang bekerja di salah satu pabrik swasta di daerah Kaupaten. Tangerang. Sudah sejak 5 tahun lalu Ibu Nur bekerja untuk membantu meringankan beban suaminya, Bapak Ahmad, yang mencari nafkah sebagai tukang ojek. Penghasilan yang didapat Bapak Ahmad jauh dari cukup, sehingga Ibu Nur merasa perlu mencari tambahan penghasilan keluarga. Tapi, sudah dua bulan ibu dari 2 anak ini tidak bisa bekerja karena sakit di bagian perutnya. Karena merasa kasihan dengan kondisi kesehatan istrinya, Bapak Ahmad membawa Ibu Nur ke RS. Sari Asih. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, tes darah di laboratorium, dan pemeriksaan radiologi, diketahui bahwa Ibu Nur mengidap batu ginjal dan kista, sehingga harus rutin berobat dan kontrol ke rumah sakit. Bapak Ahmad dan Ibu Nur sangat bingung darimana bisa mendapatkan uang untuk biaya berobat, meskipun JKN – KIS telah dimiliki, tapi tidak semua biaya pengobatan dicover oleh BPJS. Terkadang ada obat yang harus dibeli dan harganya cukup mahal, belum lagi untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dalami oleh Ibu Nur dan memberikan bantuan awal untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Semoga penyakit Ibu Nur segera disembuhkan oleh Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2018
Kurir : @nurmanmlana @mistaaja @ririn_restu

Ibu Nur mengidap batu ginjal dan kista


ICIH BINTI ARSIMAN (70, Diabetes). Alamat : Kp. Kongsi, RT 2/1, Ds.Buniayu Kec. Sukamulya Kab. Tangerang-Banten. Ma Icih biasa ia dipanggil tinggal seorang diri. Suaminya sudah lama meninggal, anak-anaknya sudah menikah semuanya dan tinggal dengan keluarganya masing-masing. Meskipun hidup sendiri tapi Ma Icih tak pernah bersedih. Ia selalu ceria dan di usianya yang sudah tidak muda lagi ia masih kuat bekerja. Untuk memenuhi kehidupan hidupnya ia bekerja sebagai buruh di usaha rumahan milik tetangganya sebagai pengrajin walingi atau membuat bungkus kopi. Ia tidak mau menggantungkan hidupnya dari pemberian anak – anaknya yang hidupnya juga sangat sulit. Meskipun hasilnya hanya cukup untuk makan, Mak Icih sangat bersyukur masih bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Tapi semenjak sakit dua bulan lalu, Mak Icih tidak bisa lagi bekerja, badannya terasa ngilu semua sukar untuk digerakkan. Kedua kakinya terasa sakit dan membengkak. Oleh anaknya Mak Icih dibawa berobat ke Klinik Benda Medika dan setelah diperiksa dokter ia dinyatakan terkena diabetes dan harus berobat jalan. Kurir Sedekah Rombongan pun merasakan kesulitan yang dialami Mak Icih dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya transportasi berobat. Semoga bantuan tersebut bisa meringankan beban Mak Icih dan semoga penyakitnya segera diangkat oleh Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2018
Kurir : @nurmanmlana @mistaaja @ririn_restu

Mak Icih terkena diabetes


DESI SUPIYANTI (8, Thalasemia). Alamat : Kp. Benda kebon, RT 1/5, Ds. Benda, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Desi Supiyanti adalah putri kedua dari pasangan Encep dan Supianah. Terlihat Desi nampak sehat seperti anak-anak pada umumnya, namun jika diperhatikan secara jelas perutnya membuncit dan badanya sangat kurus. Sejak 4 tahun lalu Desi didiagnosis dokter menderita Thalasemia atau kelainan darah dimana tubuh tidak cukup memproduksi hemoglobin sehingga kadarnya sedikit. Desi harus melakukan cuci darah dan transfusi minimal 1 bulan sekali, bahkan usianya dinyatakan dokter hanya bisa bertahan sampai umur dua puluh tahun. Beruntung Pak Encep yang bekerja sebagai karyawan honorer beserta keluarga telah memiliki KIS sehingga biaya pengobatan Desi bisa terpenuhi. Jarak tempuh dari rumah ke rumah sakit cukup jauh, membuat Pak Encep harus memiliki uang untuk transportasi berobat anaknya. Terkadang Pak Encep kerepotan untuk biaya transportasi karena dalam sebulan Desi bisa 2 – 3 kali berobat. Pak Encep dan keluarga hanya bisa pasrah dan berdoa semoga Allah SWT mengangkat dan menyembuhkan penyakit Desi. Kondisi Desi belum banyak mengalami perubahan, ia masih harus menjalani transfusi darah rutin yang tidak tahu pasti sampai kapan harus ia lakukan. Sekilas Desi seperti anak yang sehat, hanya saja tumbuh kembangnya tidak seperti anak seusianya. Tubuhnya terlihat sangat kurus. Jika Desi tidak transfusi darah dan minum obat secara rutin, penyakitnya akan kambuh dan kondisinya sangat menurun. Desi masih menjalani rawat jalan rutin di RSUD Balaraja Tangerang untuk menjalani transfusi. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi berobat jalan dan transfusi darah rutin. Sebelumnya Desi telah dibantu dalam Rombongan 1104.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Januari 2018
Kurir : @nurmanmlana @mistaaja@ririn_restu

Desi menderita Thalasemia atau kelainan darah


ROMDONI BIN ENDI (12, Kanker Tulang). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 2/2, Ds. Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Putra sulung pasangan Bapak Endi dan Ibu Aminah ini kondisinya sangat memprihatinkan, tulang kaki dan tangan Romdoni mengecil; ia juga tidak bisa bicara karena pendengarannya terganggu. Kesehariannya Doni lalui hanya di tempat tidur, agar tidak bosan orang tuanya terkadang menggendongnya keluar dan membaringkannya di balai bambu di depan rumahnya. Kondisi ini telah berlangsung sejak 12 tahun lalu, awalnya Doni terserang demam dan panas tinggi yang disertai kejang-kejang. Orang tua Doni kemudian membawanya berobat ke klinik terdekat tetapi penyakit tak juga sembuh, justru ia semakin sering mengalami kejang. Penglihatan mata Doni pun mengalami gangguan, ia mengalami mata juling. Akhirnya Doni dibawa ke rumah sakit, dan setelah diperiksa dokter menyatakan ia mengalami kanker tulang. Keadaan ekonomi keluarga Doni yang kekurangan, serta jauhnya jarak ke rumah sakit membuat orang tua Doni tidak sanggup untuk melanjutkan pengobatan Doni. Akhirnya mereka pun hanya membawa Doni berobat ke pengobatan alternatif, dan kini mereka hanya bisa pasrah dan sangat sedih dengan keadaan Doni. Setelah mendapatkan bantuan awal dari Sedekah Rombongan, Doni akhirnya dibawa ke klinik terdekat. Doni disarankan untuk kontrol setiap dua minggu sekali. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk operasional berobat. Sebelumnya Doni telah dibantu dalam Rombongan 1104.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Januari 2018
Kurir : @nurmanmlana @mistaaja @ririn_restu

Pak Doni mengalami kanker tulang


NIJAR BIN WAHYUDI (2, TB Paru + Pembengkakkan Limpa). Alamat : Kp. Rancailat, RT 2/1, Ds. Rancailat, Kec. Kresek, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Nijar adalah anak pertama dari pasangan Wahyudi dan Hayaroh. Sungguh malang nasib Nijar, baru beberapa bulan dilahirkan ia sudah menjadi anak yatim. Ironisnya ayah Nijar meninggal dikarenakan penyakit yang sekarang diderita Nijar yaitu TB paru. Setelah suaminya meninggal, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan anaknya, Ibu Hayaroh bekerja sebagai buruh harian lepas di sebuah pabrik di wilayah Sukamulya, Tangerang. Untunglah ia masih tinggal bersama kedua orang tuanya sehingga Nijar bisa dijaga oleh kakek dan neneknya. Ketika lahir bayi Nijar dalam kondisi sehat, namun setelah berusia enam bulan ia mulai terkena TB paru. Awalnya Nijar terserang panas tinggi, badannya demam. Ibunya pun membawa Nijar berobat ke klinik terdekat. Setelah beberapa hari panas Nijar tak turun juga, Ibu Hayaroh akhirnya membawanya ke klinik di Kecamatan Kronjo, karena belum adanya JKN – KIS ia tidak berani membawa anaknya berobat ke rumah sakit. Dokter menyarankan Nijar untuk dirongten, dan setelah dicek hasilnya ternyata Nijar terkena TB paru dan pembengkakan limpa. Saat ini Nijar harus berobat dua kali seminggu selama enam bulan secara terus – menerus agar penyakitnya segera sembuh. Alhamdulillah Nijar telah memiliki JKN – KIS kelas III yang dapat meringankan biaya berobatnya. Penanganan penyakit Nijar adalah ia harus menjalani terapi tuberkolosis dan meminum obat yang dapat melemahkan bakteri penyebab TB. Jika terapi tidak dilakukan akan berakibat fatal pada kesehatan Nijar, bahkan bisa menyebabkan kematian. Orang tua Nijar harus memastikan obat diminum secara teratur dan menjaga gizi Nijar dengan baik. Selain itu, mereka juga harus memerhatikan kondisi lingkungan rumah harus terus bersih dan jauh dari polusi terutama asap rokok. Nijar masih harus rutin berobat di RSUD Balaraja Tangerang, sebelumnya ia sempat mengalami sakit cacar. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan biaya transportasi dan akomodasi berobat Nijar. Sebelumnya Nijar telah dibantu dalam Rombongan 1104.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Januari 2018
Kurir : @nurmanmlana @mistaaja @ririn_restu

Nijar menderita TB paru


KISUT BIN MUGENI (20, Gangguan Kandung Kemih dan Lambung). Alamat : Kp. Rancailat, RT 2/3, Ds. Rancailat, Kec. Kresek, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Pria yang biasa disapa Kang Kisut ini sangat rajin dan ulet, meskipun kondisi badannya lemah ia tetap berusaha mengais rezeki dengan mengumpulkan barang bekas dan rongsokan yang hasil penjualannya pun hanya cukup untuk makan. Memang kondisi tubuh Kang Kisut tidak memungkinkan untuk berjalan jauh dan bekerja berat, jalannya pun sangat lamban. Kondisi Kang Kisut bermula sejak tahun 2002 saat ia berusia 6 tahun. Ketika itu Kang Kisut sedang bermain peran dengan anak tetangganya sebagai sepasang suami istri, namun tak disangka orang tua temannya tersebut tidak terima dan disangka ia hendak memerkosa, padahal mana mungkin hal tersebut dilakukan oleh anak usia 6 tahun. Tanpa pikir panjang ayah temannya itu menghajar dan memukuli Kang Kisut tanpa ampun, tidak hanya itu saja bahkan ia pun menginjak-menginjak perut dan kemaluan Kang Kisut. Tragis memang kisah kehidupan Kang Kisut, akibat dari kelalaian dan kesalahan orang tua dapat berakibat fatal pada masa depan anak. Hingga sekarang Kang Kisut menderita karena penganiayaan tersebut, selain tidak bisa berjalan normal dan bekerja berat, ia juga selalu kesakitan jika buang air. Menurut Kang Kisut dulu ibunya pernah membawanya berobat ke RSU Kota Tangerang tapi tidak diteruskan karena keterbatasan biaya. Orang tua Kang Kisut bercerai sejak ia berumur 3 tahun, akhirnya yang mencari nafkah hanya ibunya yang bekerja serabutan sebagai buruh tani. Kini kang Kisut hanya mampu berobat di klinik setempat yang tidak terlalu jauh dengan rumahnya, itupun jarang sekali. Jika sedang kambuh, ketika hendak buang air kecil sakitnya tidak tertahankan sehingga Kang Kisut harus rutin berobat minimal 1 bulan sekali. Kang Kisut sudah harus dirujuk ke RSU untuk mengetahui pasti sakit yang dialaminya, namun tidak dapat ia lakukan karena tidak memiliki uang untuk ongkos berobat. Alhamdulillah setelah mendapatkan bantuan dari Sedekah Rombonngan Kang Kisut sudah mulai memeriksakan kondisinya ke rumah sakit. Kini ia masih menjalani rawat jalan dan kondisinya membaik namun belum diketahui tindakan apa yang akan dijalaninya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk operasional berobat. Sebelumnya Kang Kisut telah dibantu dalam Rombongan 1104.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Januari 2018
Kurir : @nurmanmlana @mistaaja @ririn_restu

Kang kisut menderita gangguan kandung kemih dan lambung


AGUS BIN MALIKI (44, Infeksi Pada Kaki + TB Paru). Alamat : Kampung Buaran RT 3/3, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Bang Ugrug begitu panggilan akrabnya. Suami dari ibu misnah (38) yang tinggal di sebuah kontrakan kecil yang sangat jauh dari kata layak. . Bang Ugrug adalah seorang suami yang gigih tanpa mengenal lelah. Dari pagi hari kebiasaanya berprofesi sebagai buruh cangkul di tanah orang. Terkadang ia mengurus sawah orang hingga panen dan hasil dari padi yang di tanamnya ia mendapat bagian dari yang punya sawah.Bu Misnah ikut membantu mencari nafkah sebagai pemulung. Tapi ia bersyukur hingga saat ini ia setia mendampingi. Sudah 2 bulan ini agus tak dapat beraktivitas karena kakinya luka parah akibat tertusuk benda tajam yang membuatnya infeksi ditambah dengan penyakit paru parunya yang kian memburuk. Untuk berjalan saja saat ini ia harus menahan rasa sakit. Kini hanya Bu Misnah yang menjadi tulang punggung keluarga. Bu Misnah harus membanting tulang secara ekstra untuk memenuhi kebutuhan keluarga serta membantu membeli obat-obatan Bang Ugrug. Bantuan dari donatur Sedekah Rombongan digunakan untuk biaya perobatan agus ke RSUD Tangerang Selatan serta kebutuhan sehari-hari. Semoga Bang Ugrug segera diberikan kesembuhan dan dapat beraktivtas seperti biasa

Jumlah bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 25 Januari 2018
Kurir : @nurmanmlana usman @ririnrestu

Bang ugrug menderita infeksi pada kaki + TB paru


RENI ARIYANTI (22, Usus Buntu Perforasi). Alamat : Jalan Puspitek, RT2/3, Kelurahan Setu, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Prov. Banten. Reni lebih dari 1 minggu dirawat di RS Fatmawati Jakarta. Reni terkena usus buntu perforasi atau usus buntunya sudah pecah akibat nanah yang sudah menumpuk, membanjiri rongga perut dengan materi-materi yang sudah terinfeksi. Usus buntu yang telah mengalami perforasi sangat berbahaya yang mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan darurat. Awalnya Reni hanya mengeluhkan sakit perut biasa, tapi hanya dirasakannya saja. Keesokannya rasa sakit yang dialaminya tidak kunjung mereda melainkan semakin parah. Oleh kerabatnya, Reni dibawa ke klinik dan kemudian dilarikan ke rumah sakit swasta. Karena keterbatasan alat, Reni dirujuk ke UGD RS Fatmawati Jakarta. Reni sangat beruntung segera dibawa ke rumah sakit, mengingat penyakit yang dideritanya terbilang sudah sangat parah. Apabila telat penanganan bisa berakibat fatal. Reni selama dirawat menggunakan jaminan umum, hal ini dikarenakan ia belum mempunyai JKN – KIS. Reni yang dibantu kerabatnya membuat permohonan keringanan ke rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapat informasi terkait Reni segera menjenguknya dan menyampaikan bantuan lepas untuk membantu biaya pengobatan di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 29 Januari 2018
Kurir : @nurmanmlana @ririnrestu

Reni terkena usus buntu perforasi

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SUTIK BINTI SUBUWET 750,000
2 AHMAD HASAN ABDILLAH 544,000
3 HALIMATUS ZAHRO 500,000
4 LAILI WAHYUNI 623,000
5 TUKIYAT BIN SUPARJO 1,000,000
6 MTSR JOGJA 2,319,783
7 MTSR JOGJA 2,719,782
8 MTSR JOGJA 4,919,782
9 MTSR JOGJA 5,174,782
10 MTSR JOGJA 6,374,782
11 MTSR JOGJA 4,035,782
12 RSSR JOGJA 2,250,675
13 RSSR JOGJA 16,817,070
14 ALKHALIFI ZIKRI HAMIZAN 500,000
15 SITI HANA KUMALASARI 500,000
16 MUHAMMAD NUR CHOLIK 1,200,000
17 DENNI GANDARIA 1,000,000
18 ALI MUDIN 500,000
19 NARSIAH BINTI ALWI 1,000,000
20 RASITI BINTI TARIDIN 1,000,000
21 DIMAS DWI NUGROHO 1,000,000
22 ADITYA PRIA RAMADHAN 1,000,000
23 SAMSIAH BINTI SANDRA 500,000
24 MAEMUNAH BINTI BANID 500,000
25 MASBUN BIN ADAM 500,000
26 PENGKI BINTI JASIH 500,000
27 MARWAN BIN SALID 500,000
28 MAMID BIN NURJEN 500,000
29 SAIMUN BIN SATIMIN 500,000
30 ASWATI BINTI SAREM 500,000
31 SUDIN BIN SAIMUN 500,000
32 SITI BINTI KUSEN 500,000
33 MUHAMMAD RAMADHAN 1,000,000
34 KARWI BIN UDING 500,000
35 SURONO BIN ATMOREJO 1,300,000
36 AHMAD SOFIAN 500,000
37 SUKRI BIN KARIJAN 500,000
38 PRADIPTA NABHAN 500,000
39 SITI OKTAVIANI 1,000,000
40 ARIP BIN DADANG 500,000
41 MASNAIAH BINTI SARTO 500,000
42 IMAN BIN ELIH 500,000
43 NURKAYAT BINTI NURKASAN 500,000
44 ICIH BINTI ARSIMAN 500,000
45 DESI SUPIYANTI 500,000
46 ROMDONI BIN ENDI 500,000
47 NIJAR BIN WAHYUDI 500,000
48 KISUT BIN MUGENI 500,000
49 AGUS BIN MALIKI 100,000
50 RENI ARIYANTI 1,000,000
Total 71,629,438

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 71,629,438,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1131 ROMBONGAN

Rp. 61,052,662,207,-