ASMONOWATI (53, Keloid Akut), Bu Asmonowati usia 52 tahun tinggal di Dusun Ajung Krajan RT 02 RW 14, Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember Jawa Timur. Dalam kesehariannya berprofesi sebagai penjahit. Wanita yang berstatus janda ini memiliki satu orang putra yang baru saja menyelesaikan sekolah SMA. Semenjak beberapa tahun silam Bu Asmonowati menderita gangguan lapisan kulit di dadanya. Secara visual di identifikasi sebagai keloid. Penyakit ini awalnya dianggap penyakit kulit biasa namun seiring berjalannya waktu keloid nya meluas dan terasa nyeri, sampai-sampai jika penyakitnya kambuh kesulitan bernafaspun dia alami. Setelah Kurir Sedakah Rombongan Jember bersillaturahmi ke Rumah beliau, Jadwal pemeriksaanpun dibuat. Bu Asmonowati dibawa ke R.S Soebandi untuk melakukan pemeriksaan, diagnosa awal, terapi obat dan kemudian dilakukan operasi pengangkatan lapisan kulit di area dada. Sedekah Rombongan memberikan santuna kepada Bu Asmonowati untuk Pembelian Rutin Obat dan Salep di Luar BPJS dan Santunan Tunai. Santunan Sebelumnya masuk dirombongan 1118

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 5 April 2018
Kurir: @Awwaludin_yudha @viandwiprayugo @Budaili

u Asmonowati menderita gangguan lapisan kulit di dadanya


SIGIT SUNARSO, (22, Patah Tulang) Alamat Dusun Gumuk Limo RT/RW 023/018, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa TImur. Awal mulanya Sigit sehat, namun pada bulan Mei tahun 2017 Sigit mengalami kecelakaan ketika akan berangkat kerja yang mengakibatkan patah Tulang pada kaki bagian paha kiri. Kemudian dalam penanganannya Sigit menjalani operasi dan pemasang mangkok tulang paha pada bagian kaki yang patah. Dirumah beliau tinggal bersama Ibu dan saudaranya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Sigit yang memang membutuhkan bantuan selama proses penyembuhan dan rawat jalan. Saat ini Sigit sudah terdaftar sebagai anggota KIS-PBI Mandiri Kelas 3 yang telah di urus dengan Kurir Sedekah Rombongan. Dan Kurir pun mendampingi Sigit selama rawat jalan dengan memberikan bantuan pembayaran BPJS setiap bulan. Semoga kondisi Sigit semakin membaik dan diberi kesembuhan seperti diakala, Amiin. Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumya masuk dirombongan 1090

Jumlah Santunan : Rp. 520.000,-
Tanggal : Januari 2018, Februari 2018, Maret 2018, 9 April 2018
Kurir : @Awwaludin_yudha @viandwiprayugo @isroil @edikpurwanto

Sigit mengalami patah tulang pada kaki bagian paha kiri


LISNAWATI INDAH, (45, Stroke) Alamat Dusun Krajan RT/RW 001/002, Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Bu Wati, demikian biasa dipanggil tetangga sekitar, adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita Stroke. Sudah 2 Tahun ini bu Wati tidak bisa bicara dan beraktifitas normal karena mengalami Stroke. Sempat dirawat di rumah sakit kemudian disarankan pulang untuk melanjutkan proses obat jalan. Bu Wati tidak memiliki Bpjs sehingga untuk biaya berobat dirasa sangat memberatkan. Sehari-hari bu Wati hanya terbaring lemas di tempat tidurnya dan tidak mampu bekerja lagi. Ibu Wati adalah seorang janda yang memiliki dua seorang anak, anak yang pertama bekerja sebagai penjaga toko dan anak yang kedua masih duduk di bangku sekolah SMA. Kondisi perekonomian keluarga Ibu Wati pun serba kekurangan. Informasi mengenai bu Wait diperoleh dari tetangga sekitar yang masih perduli dengan kondisi keluarga bu Wait. Santunan dua bulan sekali pun telah disampaikan dan digunakan untuk biaya kebutuhan bu Wati. Rasa terimakasih disampaikan untuk bantun yang telah beliau terima, semoga beliau segera sembuh dan pulih seperti sedia kala sehingga bisa beraktifitas seperti biasa. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1118

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2018
Kurir : @awwaludin_yuda @viandwiprayugo Isroil

Bu Wati mengalami Stroke


HASAN BASRI, (58, Tunanetra) Alamat Dusun Krajan A 002/002, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Bapak Hasan biasa ia panggil, bapak Hasan adalah seorang Dhuafa yang hidup seorang diri dan memiliki keterbelakangan fisik yaitu Tunanetra. Keseharian bapak Hasan menjaga Mushola Al-Barokah dan seorang Muadzin di Mushola tersebut. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi tempat tinggal bapak Hasan dan bersilahturahmi dan pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu bapak Hasan. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk pembelian sembako untuk kebutuhan makan sehari-hari. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi bapak Hasan. Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1118

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2018
Kurir : @Awwaludin_yuda @viandwiprayugo @isroil

Pak Hasan seorang tuna netra


AMI MISNAYA (66, Dhuafa) Alamat Jl. Al Ikhlas Dusun Krajan RT/RW 001/005, Desa Langkap, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ibu Misnaya adalah seorang Dhuafa yang hidup sebatang kara yang makan sehari-harinya serba kekurangan, dan beliau sering dibantu oleh tetangganya untuk makan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Ibu Misnaya bahwa beliau memerlukan bantuan. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal Ibu Misnaya. Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Misnaya. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari untuk Ibu Misnaya. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat dan semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh AllahSubhanahuwata’ala. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1113

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2018
Kurir : @Awwaludin_yuda @viandwiprayugo @isroil

Bantuan tunai


DELLA FEBRIANTI, (10, TB TULANG), Dusun Gumuk Gebang RT/RW 032/023, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Bapak Saedi (35) memiliki 2 anak dan ini menjadi beban yang berat bagi beliau dengan satu anak yang sakit ini. Bapak Saedi bekerja sebagai buruh serabutan dan penghasilan yang tidak pasti, sedangkan ibu Siti Fatimah (25) bekerja sebagai ibu rumah tangga. Adik Della sudah mengalami sakit sejak 2 tahun yang lalu. dan sejak saat itu Della mengalami pertumbuhan yang tidak normal, badan mengecil, dan akhirnya mengalami kelumpuhan. Setelah didiagnosa, ternyata adik Della mengalami penyakit TB tulang. Ini merupakan ujian yang berat bagi keluarga ini. Keluarga ini tinggal satu rumah dengan nenek Della. Dan karena sakit ini, adik Della sudah tidak bisa melanjutkan sekolahnya sejak 8 bulan yang lalu, dan ini sungguh memprihatinkan mengingat semangat adik Della yang ingin sembuh dan dapat melanjutkan sekolah kembali. Latar belakang adik Della dari lingkungan sungguh membuat iba, sehingga lingkungan tetangga sekitar sering memberikan bantuan saat pergi ke puskesmas terdekat. Dengan keadaan ini, adik Della sangat memerlukan perawatan rutin, kontrol ke rumah sakit terdekat, dalam hal ini ke rumah sakit Dr Soebandi Jember. Santunan yang diberikan sebesar nominal di bawah ini digunakan untuk pembelian Susu Pediasure agar perkembangan adik Della semakin membaik. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpah ganda oleh dariNya. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 788.750,-
Tanggal : 22 Maret 2018 dan 23 April 2018
Kurir : @awwaludin_yuda @viandwiprayugo @edikpurwanto

Della mengalami penyakit TB tulang


MTSR MALANG (AB 9044 WK, Biaya Operasional Bulan Februari 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil yang dikendarai oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk beraktivitas seperti mengantar / menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang, mensurvei pasien yang akan dijadikan pasien dampingan dan bahkan menyampaikan santunan titipan yang diberikan dari Sedekaholics. Dengan nomor hotline 0818-0808-8001 yang tertera di badan mobil ambulance MTSR ini diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat langsung menghubungi MTSR ini. Pada bulan ini pengeluaran yang dialokasikan untuk kebutuhan operasional MTSR Malang ialah untuk membeli pulsa, bahan bakar, biaya untuk parkir kendaraan, cuci ambulan, biaya pemeliharaan dan perbaikan. Bantuan bulan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1123. Semoga MTSR semakin bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi para Sedekaholics. Aamiiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.209.000,-
Tanggal : 31 Februari 2018
Kurir : @FaizFaeruz Andy Rofik @SiscaDwi

Biaya Operasional Bulan Februari 2018


MTSR MALANG (N 1208 CJ, Biaya Operasional Bulan Februari 2018). Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “move” pun cepat dan padat sekali. Kebutuhan antar pasien tak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Untuk mendukung performa mobil agar tetap dalam kondisi baik, maka bulan ini keperluan MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) yang diperlukan antara lain untuk membeli pulsa, bahan bakar, biaya untuk parkir kendaraan, konsumsi kurir saat move ke luar kota dan service rutin setiap bulannya. Laporan keuangan MTSR pada bulan sebelumnya telah masuk di nomor rombongan 1123. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dan ibadah yang kita lakukan dengan sebaik-baiknya pembalasan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.930.500,-
Tanggal : 31 Februari 2018
Kurir : @FaizFaeruz Andy Rofik @SiscaDwi

Biaya operasional bulan Februari 2018


MTSR MALANG (L 1533 MF, Operasional Februari 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobil luxio hitam yang dimiliki Sedekah Rombongan Malang ini telah hilir mudik mengantar jemput pasien dari rumah ke rumah sakit, untuk survey pasien baru, menyampaikan santunan di area Malang, tak jarang digunakan untuk estafet pasien ke kota lainnya. Perawatan serta kebersihan terus dilakukan oleh para kurir agar tetap bisa memberikan kenyamanan saat digunakan. Dengan adanya MTSR baru ini diharapkan lebih bisa membantu masyarakat dan pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang yang berada di Kota Kediri, Blitar dan Tulungagung. Pada bulan ini pengeluaran yang dialokasikan untuk kebutuhan operasional MTSR Malang ialah untuk membeli bahan bakar, dan biaya servis rutin setiap bulannya. Bantuan untuk MTSR sebelumnya masuk rombongan nomor 1123. Semoga para Sedekaholics diberikan kelancaran untuk segala urusan yang dijalani. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.189.000,-
Tanggal : 31 Februari 2018
Kurir: @FaizFaeruz @KatinoRianto Fatir @SiscaDwi

Biaya operasional bulan Februari 2018


RSSR MALANG (Sembako Pasien RSSR Bulan Februari 2018). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk membeli bahan pokok dan sekunder seperti lauk pauk, sayur-sayuran, telur, buah-buahan, kebutuhan bumbu dapur, air minum, gula, kopi, teh, susu peptamen dan bahan bakar memasak. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1123. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.617.200,-
Tanggal : 31 Februari 2018
Kurir: @FaizFaeruz Rinda @SiscaDwi

Biaya sembako pasien RSSR bulan Februari 2018


RSSR MALANG (Biaya Operasional RSSR Bulan Februari 2018). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk biaya listrik, air bersih, obat-obatan, membeli kebutuhan ATK, membeli kresek untuk tempat sampah dan biaya administrasi. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1123. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 10.577.383,-
Tanggal : 31 Februari 2018
Kurir: @FaizFaeruz Rinda @SiscaDwi

Biaya operasional bulan Februari 2018


RSSR MALANG (Pembelian Inventaris RSSR Bulan Februari 2018). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, selain menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Untuk melengkapi kebutuhan RSSR dalam kenyamanan istirahat untuk pasien dampingan yang semakin banyak berdatangan. Kurir Sedekah Rombongan Malang pun menggunakan bantuan yang telah diberikan para Sedekaholics untuk membeli lemari baju, flasdiks dan keperluan kantor lainnya. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1123. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.811.500,-
Tanggal : 31 Februari 2018
Kurir: @FaizFaeruz Rinda @SiscaDwi

Pembelian inventaris RSSR bulan Februari 2018


BAKSOS MALANG (Pelayanan Kesehatan: Medical Cek-Up, Tensi Gula Darah , Asam Urat dan Pengobatan Gratis). Alamat : Ponkesdes Dusun Mucangan, RT 1/5, Desa Kalipucang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Dalam rangka mengenalkan dunia medis kepada masyarakat, Sedekah Rombongan Malang dan tim panitia kurir pasuruan mengadakan sebuah acara pelayanan kesehatan gratis yaitu medical cek-up, tensi gula darah, asam urat dan kolestrol untuk warga desa Kalipucang. Acara ini dihadiri oleh 200 peserta warga desa Kalipucang yang melibatkan 6 perawat, 3 apoteker dan seorang dokter. Acara bakti sosial ini berjalan dengan lancar dan hasil yang diperoleh diketahui mayoritas Desa Kalipucang memiliki kesehatan yang baik tapi ada juga yang mempunyai diabetes, hipertensi, asam urat dan ada beberapa orang yang memiliki benjolan di tubuhnya. Dokter menyarankan untuk memeriksakan lebih lanjut di rumah sakit tetapi warga tidak mau karena menganggapnya baik-baik saja dan selama ini tidak ada keluhan yang dirasakan. Sedekah Rombongan mengadakan acara ini bermaksud untuk mengenalkan dunia medis kepada warga Desa Kalipucang karena warga disana kebanyakan masih belum mengenal dan percaya dunia medis sehingga perlu dilakukan sosialisasi lagi. Semoga kegiatan seperti ini semakin banyak dan meluaskan gerak Sedekah Rombongan Malang, sehingga semakin banyak masyarakat yang akan terbantu. Aamiinn.

Jumlah Bantuan : Rp. 789.500,-
Tanggal : 24 Februari 2018
Kurir : @FaizFaeruz Lutfi Faris Panca @SiscaDwi

Biaya baksos malang


SUKIRDI BIN SOMOWIYONO (76, Stroke). Alamat: Dusun Sumoroto, Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Bapak Sukirdi mengalami stroke dan tidak bisa berjalan sekitar 2 tahun ini. Selama itu Bapak Sukirdi hanya bisa beraktivitas di tempat tidur. Saat ini Bapak Sukirdi tinggal berdua dengan istrinya, Sudarmi (76) yang juga sakit. Bila hendak ke kamar mandi, Bapak Sukirdi meminta bantuan anaknya yang tinggal dekat dengan rumahnya. Bapak Sukirdi sebenarnya harus menjalani pengobatan rutin di rumah sakit, tetapi apa daya. Biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit tidaklah murah bagi keluarga ini. Selain itu, Bapak Sukirdi juga tidak memiliki fasilitas kesehatan apapun. Biaya hidup dan biaya pengobatan ini semua ditanggung oleh anaknya. Bapak Sukirdi ingin memiliki penghasilan sendiri minimal untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Ia tidak ingin berlama-lama merepotkan keluarga anaknya yang juga berpenghasilan tak seberapa. Tapi sayang, kondisi Bapak Sukirdi memang tidak memungkinkan untuk bekerja kembali. Kurir Sedekah Rombongan sangat merasakan kesulitan keluarga ini. Amanah sedekaholics disampaikan untuk meringankan beban Bapak Sukirdi dan keluarga. Bapak Sukirdi sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas kebaikannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Maret 2018
Kurir : @kissherry Endro @atinlelyas Amin

Bapak Sukirdi mengalami stroke


MARTIYAH BINTI KARIYO (76, Stroke). Alamat : Dusun Madigondo, Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, D.I.Yogyakarta. Ibu Martiyah hampir empat tahun nyeri di persendian yang luar biasa sakit karena terlalu lama juga terserang stroke. Selain pengobatan rutin, Bu Martiyah juga pernah menjalani terapi suntik dengan biaya yang cukup mahal di dokter syaraf Dr.dr. Cempaka Thursina, Sp.Sy. Selama itu Bu Martiyah dirawat oleh suaminya, Bapak Daris. Sekitar setahun yang lalu, Bapak Daris meninggal dunia akibat sakit. Awalnya Bapak Daris berniat hendak ke toilet lalu jatuh yang mengakibatkan tulang ekornya patah. Hingga sekarang Bu Martiyah belum bisa berjalan. Ia hanya di rumah saja, maklum, untuk beraktivitas Bu Martiyah harus dibantu oleh orang lain. Saat ini, Bu Martiyah tinggal bersama anaknya. Selama pengobatan ini, Bu Martiyah mendapat fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Meskipun begitu, biaya transportasi dan kehidupan sehari-hari Bu Martiyah masih merasa kesulitan. Alhamdulillah Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga ini. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk meringankan beban Bu Martiyah. Bu Martiyah dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Maret 2018
Kurir : @kissherry Endro @atinlelyas Amin

Ibu Martiyah terserang stroke.


SUTIYAH BINTI ALM KARYODIRYO (78, Bantuan Tunai).Alamat : Kidulan, RT 23/12, Salamrejo, Sentolo, Kulonprogo, DIY. Mbok Yah, biasa ia dipanggil adalah seorang nenek yang sudah pikun dan lemah sehingga ia tidak bekerja. Puluhan tahun merantau ke ibukota tak kunjung nasibnya berubah. Di Jakarta pula sudah hampir sepuluh tahun lebih suaminya telah tiada. Belum usai kesedihan masih membekas di hatinya, anak semata wayangnya pun ikut mendahuluinya. Sang buah hati meninggal dunia karena suatu penyakit. Mengingat kondisi dan usia, Mbok Yah memutuskan pulang kampung ke Kulon Progo. Di sebuah gubuk kecil, ia tinggal bersama kakaknya yang juga sudah berusia lebih dari 80 tahun. Tak berselang lama, kakak Mbok Yah juga tutup usia. Kini Mbok Yah hidup sebatang kara. Terkadang sesekali anak dari kakaknya menyempatkan menengok. Alhamdulillah, tetangganya berkenan mengurus makan sehari-hari Mbok Yah. Semisal sakit, Mbok Yah hanya bisa merintih tanpa tahu berobat kemana dan dengan siapa ia dirawat. Atas kebaikan dan koordinasi tetangga dan RT setempat, mereka sepakat bergantian memberi santunan dan perawatan. Saat bersilaturahim, Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Mbok Yah. Santunan ini diberikan untuk membantu biaya hidup Mbok Yah. Mbok Yah sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Maret 2018
Kurir : @kissherry Endro @atinlelyas Jatmiko

Bantuan tunai


SAERAH BINTI ALM SONO DIKROMO (70, Tumor Mukosa Mulut). Alamat : Ponces, RT 48/23, Ponces – Purwosari, Girimulyo, Kulonprogo, DIY. Pada tahun 2016, Mbah Saerah menjalani operasi karena ada benjolan di mulut. Mbah Saerah adalah janda yang selama ini tinggal sendirian sementara ketiga anaknya sudah berkeluarga dan tinggal jauh di luar kota. sedangkan mereka sama-sama berkeadaan kurang mampu. Sehari-harinya Mbah Saerah pergi ke hutan / kebun tetangga untuk mencari kayu untuk memasak dan sayuran yang bisa dimakan. Kadang tetangga yang iba memberi bantuan beras atau gabah hasil panen. Jika sehari mendapat daun singkong saja, maka hanya itu yang dimakan seharian. Prinsipnya yang penting tidak kelaparan sudah cukup, jadi nutrisi yang seharusnya seimbang tidak dipedulikan. Dalam pengobatan ini Mbah Saerah memanfaatkan fasilitas kesehatan Jamkesmas, juga dukungan dari masyarakat setempat. Saat menjalani rawat inap dulu, putrinya pulang untuk merawat Mbah Saerah di rumah sakit. Pun keadaannya juga kekurangan, hingga pernah tidak sanggup beli makan saat menunggui opname. Sedangkan suami putrinya tersebut juga sakit stroke di Jakarta, terpaksa ditinggal sementara. Pada tahun 2018 benjolan tumbuh kembali dan setelah biopsi pada tanggal 14 Maret 2018 dokter mendiagnosis kanker ganas. Selama ini Mbah Saerah dan keluarga harus mengeluarkan uang Rp 50.000-100.000 untuk biaya akomodasi setiap kontrol, hal ini dirasakan berat oleh keluarga. Alhamdulillah Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan Mbah Saerah. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics Sedekah Rombongan untuk meringankan beban Mbah Saerah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Maret 2018
Kurir : @kissherry Endro @atinlelyas Aida

Mbah saerah menderita tumor mukosa mulut


JIHAN FATIN (3, Atresia Bilier + Sirosis). Alamat : Dusun Wiyono, RT 4/2, Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Jihan adalah salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan dari Kabupaten Magelang. Jihan dilahirkan dalam keadaan seluruh tubuh berwarna kuning. Saat usia dua bulan, ia mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun. Orang tuanya kemudian membawanya ke bidan, lalu dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut ke RSU Tidar, Kota Magelang, Jawa Tengah. Dokter mendiagnosa balita ini menderita atresia bilier atau tidak adanya saluran empedu dari hati. Jihan kemudian dirujuk untuk melakukan pengobatan rutin ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Jihan pernah mengalami koma selama dua bulan yang disertai demam tinggi dan kejang hingga memengaruhi fungsi syaraf mata. Kesulitan ekonomi juga dirasakan kedua orang tuanya terutama biaya transportasi dan akomodasi dari Magelang ke Yogyakarta. Dulu, setiap berobat orangtua Jihan selalu menyewa mobil. Harga sewa mobil dari Magelang-Jogja-Magelang tak bisa terbilang murah bagi keluarga ini. Selain itu mereka juga kesulitan untuk membeli obat dan susu peptamen, susu khusus untuk nutrisi anak penderita atresia bilier. Ayah Jihan, A. Mujib (37) bekerja sebagai karyawan swasta sementara ibunya, Etik (30) seorang ibu rumah tangga. Selama pengobatan Jihan menggunakan fasilitas kesehatan dari pemerintah, BPJS. Jihan sudah menjalani perawatan rutin di RSUP Dr. Sardjito selama dua tahun lebih. Saat ini Jihan kontrol rutin sebulan sekali di RSUP Dr. Sardjito. Bantuan ini dipergunakan untuk pembelian 6 kaleng susu peptamen junior dan pembelian obat yang tidak tercover BPJS. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga Jihan dan menjadi jalan kesembuhannya, Aamiin. Pelaporan bantuan sebelumnya terdapat dalam rombongan 1121.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.763.728,-
Tanggal : 29 Maret 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Jihan menderita atresia bilier


DEVITA CAHYANINGRUM (17, Lupus). Alamat : Dusun Menggoro, Sawah Lor, RT 9/8, Desa Banyusoco, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Awalnya, Devita merasakan penglihatannya mulai kabur, disusul kakinya lemas dan sulit untuk berjalan, hingga akhirnya ia pun lumpuh total. Kini ia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Untuk menegakkan badannya, ia membutuhkan bantuan dari orang lain. Kedua orang tuanya sangat ingin mengobati putrinya itu, namun apa daya mereka menghadapi masalah ekonomi. Meski telah memiliki jaminan kesehatan BPJS dari pemerintah, namun keluarga ini masih terkendala biaya transportasi yang terbilang mahal, belum lagi biaya hidup sehari-hari. Remaja putri berusia tujuh belas tahun ini adalah putri pasangan Bapak Agung Dwi Purnama (43) dan Ibu Ester Purwanti (40). Kondisinya saat ini begitu memprihatinkan, ia mengalami gangguan autoimun yang menyebabkan tubuhnya terasa lemas. Penghasilan kedua orang tuanya hanya bisa untuk hidup pas-pasan. Sang ayah bekerja sebagai sopir, sementara ibunya bekerja sebagai ibu rumah tangga sembari merawat putrinya yang sakit. Sebelumnya, Devita sudah pernah menjalani pengobatan, puluhan juta dihabiskan untuk berobat namun belum membuahkan hasil, kondisinya pun belum ada kemajuan. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan dan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban mereka. Saat ini Devita menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Jogja. Amanah dana dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Devita. Bantuan ini digunakan untuk pembelian susu dan obat yang tidak tercover. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terlapor di Rombongan 1127. Keluarga ini menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan. Semoga ikhtiar yang selama ini dijalankan membuahkan hasil yang manis, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 948.170,-
Tanggal: 23 Maret 2018
Kurir : @KissHerry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR

Devita mengalami lumpuh


RAMTO BIN MARTODINAMA (39, Luka Bakar + Post Amputasi Kedua Kaki dan Tangan Kiri). Alamat : Dusun Dukuh, RT 7/4, Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Pada tanggal 9 Juni 2017 mengalami kecelakaan kerja. Pak Ramto jatuh dari ketinggian 9 meter saat memperbaiki instalasi listrik di lokasi kerjanya. Beliau mendapat pertolongan pertama di RSI Klaten kemudian selang beberapa jam dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Di RSUP Dr. Sardjito, tim dokter melakukan tindakan amputasi pada kedua kaki dan tangan kirinya. Selain itu juga menambal daun telinga yang bolong. Alhamdulilah setelah rawat inap selama 2 bulan Pak Ramto diperbolehkan pulang, namun harus kontrol rutin untuk pemulihan. Tetapi kondisi Pak Ramto tidak memungkinkan untuk kontrol ke rumah sakit karena luka bakar yang belum pulih dan tidak mampu terkena cahaya matahari. Keluarga pun memutuskan mengundang perawat dari RSUP Dr. Sardjito ke rumahnya. Jadwal kontrol rutinnya sebanyak 12 kali. Pada hari Senin Tanggal 9 Oktober 2017 kemarin sudah dilakukan kontrol yang ke-9. Biaya tiap kali kontrol dan obatnya Rp. 1.500.000 – Rp. 2.400.000. Pak Ramto sebelumnya bekerja sebagai buruh harian lepas di sub kontraktor bagian kelistrikan. Kecelakaan terjadi saat membangun sebuah pabrik di daerah Dlimas, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten. Beliau menanggung 3 orang anggota keluarga yaitu seorang istri dan 2 anak yang masih berusia 5 dan 3 tahun. Demi kesembuhannya diperkirakan masih harus 2-3 kali kontrol lagi. Semakin hari Pak Ramto semakin ingin beraktivitas seperti biasa kembali. Untuk membantu memudahkan aktivitas ini, Kurir Sedekah Rombongan berinisiatif untuk menghadiahkan tangan palsu kepada Pak Ramto. Pak Ramto sangat bahagia, juga mengucapkan terima kasih banyak kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 1063. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Pak Ramto, Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.700.000,-
Tanggal: 11 Maret 2018
Kurir : @kissherry @RofiqSILVER @atinlelyas Yudi

Pak Ramto menderita luka bakar + post amputasi kedua kaki dan tangan kiri


DALIO BIN JOYO SENTONO (84, Prostat + Hipertensi + Katarak + Bronchitis). Alamat : Dusun Pundungsari, Desa Pundungsari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Dalio menderita sakit prostat lebih dari sepuluh tahun lamanya. Selain itu, ia juga menderita sakit jantung bawaan. Selama sakit bertahun-tahun ini Pak Dalio sama sekali belum pernah periksa ke dokter. Istri Pak Dalio sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, sementara beberapa bulan lalu putranya pun meninggal dunia. Pak Dalio menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan sudah lebih dari tiga tahun terakhir. Pak Dalio pun telah menjalani berbagai pemeriksaan di RSUP Dr. Sardjito. Sekitar dua tahun lalu, ia menjalani operasi prostat. Alhamdulillah operasinya berjalan lancar. Kondisinya semakin bugar. Sebelum sakit, ia bekerja sebagai buruh tani untuk menyambung kehidupannya. Sementara saat ini untuk kebutuhan sehari-hari, Pak Dalio dibantu oleh tetangga-tetangganya. Pak Dalio menjalani kontrol rutin setiap sebulan sekali di RSUP Dr. Sardjito. Akhir Juli 2017 lalu, Pak Dalio mengeluh penglihatannya terganggu. Setelah periksa ke poli mata RSUP Dr. Sardjito, diketahui Pak Dalio menderita katarak. Awal bulan Agustus 2017 Pak Dalio menjalani operasi katarak mata kanannya. Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar dan Pak Dalio bisa melihat dengan jelas kembali. Selama pengobatan ini Pak Dalio menggunakan fasilitas Jamkesmas. Dalam pemeriksaan rutin beberapa waktu lalu, diketahui pula Pak Dalio menderita bronchitis. Ia pun sempat opname di RS Nur Hidayah, Bantul. Bantuan ini digunakan untuk biaya kebutuhan sehari-hari dan akomodasi selama berobat. Laporan santunan sebelumnya terdapat dalam Rombongan 1121. Semoga bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Pak Dalio, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 956.550,-
Tanggal : 19 Maret 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR

Pak Dalio menderita sakit prostat


RUBIYATI BINTI ALM DARNO (56, Kanker Rahim). Alamat : Bulu, RT 4/2, Wahyuharjo, Lendah, Kulon Progo, DIY. Rubiyati atau biasa dikenal Bu Menuk sudah 3 tahun menderita sakit kanker rahim. Sakit yang selama ini diabaikan Bu Menuk itu kini semakin membesar, puncaknya, satu tahun yang lalu saat Bu Menuk bekerja mengeringkan padi. Saat itu Bu Menuk jatuh pingsan dan langsung dibawa ke Puskesmas Lendah. Dari puskesmas ia dirujuk ke RSUD Wates dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kemudian Bu Menuk dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Dokter yang menangani menyarankan untuk segera melakukan tindakan operasi. Tetapi, Bu Menuk menolak karena alasan kondisi ekonomi keluarga. Selain itu, ia takut bila pascaoperasi kondisinya menurun. Maka Bu Menuk pun memilih pengobatan rawat jalan di RS Permata. Walaupun dalam keadaan sakit ini, Bu Menuk tetep bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup. Suaminya, Sastro Dimejo (62) mengungkapkan kesedihan saat dijenguk Kurir Sedekah Rombongan. Saat ini biyaya pengobatan di dapat dari hasil bekerja sebagai buruh harian mengeringkan padi milik tetangganya. Sementara, keluarga ini juga tidak memiliki rumah, hanya menempati rumah milik tetangganya. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun di sampaikan untuk membantu biyaya pengobatan selama rawat jalan. Bu Menuk sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas bantuannya. Semoga Bu Menuk segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 2 Maret 2018
Kurir : @kissherry Endro @atinlelyas Apriyanto

Bu Menuk menderita sakit kanker rahim


TRI WIDODO (30, Patah Tulang Belakang + Lumpuh). Alamat : Dusun Gunung Rawas, RT 57/28, Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bapak Tri Widodo mengalami kecelakaan kerja saat memperbaiki lift. Ia terjatuh dari lantai 4 dengan posisi duduk. Saat itu juga Bapak Tri segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Dokter yang memeriksa menyatakan ada gangguan dengan syaraf tulang belakang akibat kecelakaan kerja tersebut. Selain itu, Bapak Tri dinyatakan tidak dapat berjalan kembali. Bapak Tri sudah menjalani operasi di RS Bethesda, Yogyakarta. Setelah menjalani operasi, semestinya Bapak Tri tetap menjalani kontrol rutin hingga kondisinya stabil. Tetapi orangtuanya masih terkendala biaya untuk transportasi dan operasional selama pengobatan di rumah sakit. Sementara Bapak Tri harus selalu kontrol rutin ke dokter spesialis syaraf. Ayahnya, Tugimin (57) bekerja sebagai petani, sementara ibunya, Pariyem (57) tidak memiliki pekerjaan tetap. Selama dua tahun ini, orangtuanya yang merawat Bapak Tri. Alhamdulillah, selama pengobatan Bapak Tri memanfaatkan fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Tetapi untuk menutupi kebutuhan selama pengobatan, keluarga ini mesti berhutang ke tetangga ataupun saudara. Saat bersilaturahim ke rumahnya, Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan beban keluarga ini. Alhamdulillah, setelah dua kali terapi Bapak Tri sudah menunjukkan perkembangan positif. Semoga Bapak Tri segera mendapatkan kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti biasa kembali, Aamiin. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 1071.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Maret 2018
Kurir : @kissherry Endro @atinlelyas Gilang

Pak Tri menderita patah tulang belakang + lumpuh


BRILIAN SASKIA QIYAMULAILA (16, Lumpuh). Alamat : Dusun Jetis, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, D.I.Yogyakarta. Dik Saskia sejak kecil tumbuh normal. Namun setelah 3 tahun ia tidak bisa berjalan, kemudian diketahui ternyata ia lumpuh. Menurut ibunya, Heni Suherni (35), pada tahun 2003 Dik Saskia terkena sakit malaria. Kemungkinan sakit inilah permulaan ia menjadi lumpuh hingga sekarang. Sejak umur 1 tahun, Dik Saskia hanya dirawat oleh ibunya saja, karena ayahnya merantau ke Sumatera dan jarang mengirim kabar. Saat ini Dik Saskia tinggal dengan kakeknya. Sehari-hari, Bu Heni sudah sibuk mengurus rumah tangga dan sang buah hati yang sudah menginjak usia remaja ini. Sementara untuk kehidupan sehari-hari, keluarga ini hanya bisa hidup serba sederhana, karena tak ada sumber penghasilan. Bu Heni ingin sekali membawa Dik Saskia berobat lebih lanjut. Tetapi, apa daya, biaya transportasi dan akomodasinya jauh dari jangkauannya, meskipun pengobatannya sudah tercover dengan aminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Amanah dari sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk membantu meringankan beban keluarga ini. Bu Heni dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Maret 2018
Kurir : @kissherry Endro @atinlelyas Amin

Saskia terkena sakit malaria


MUKINAH BINTI NOTOPAWIRO (45, Cacat Fisik). Alamat : Dusun Nungkep, Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, D.I.Yogyakarta. Saat masih kecil Bu Mukinah pernah jatuh yang mengakibatkan ia tidak bisa berjalan normal kembali. Selain itu, sekitar tahun 2000, Bu Mukinah pernah menderita malaria, yang memang menjadi penyakit endemik saat itu. Saat ini Bu Mukinah tinggal bersama kakaknya, sementara kedua orang tuanya sudah meninggal dunia. Dengan kondisi seperti ini Bu Mukinah tidak bisa bekerja dan menggantungkan kehidupan kepada sang kakak. Sehari-hari, ia tidur di lantai karena kerepotan bila naik ke tempat tidur. Bu Mukinah memiliki jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS), tetapi masih terkendala biaya operasional dan akomodasi untuk melanjutkan pengobatan. Amanah dari sedekaholics Sedekah Rombongan disampaikan saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim. Bantuan ini diberikan untuk membantu biaya hidup dan operasional pengobatan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga Bu Mukinah. Bu Mukinah sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Maret 2018
Kurir : @kissherry Endro @atinlelyas Amin

Bu Mursinah menderita cacat fisik


NGATINAH BINTI MARTODIKORO (81, Stroke). Alamat : Dusun Kanoman 1, Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, D.I.Yogyakarta. Awalnya Mbah Ngatinah jatuh di depan rumah karena menabrak kayu kecil yang melintang di depan pintu. Sejak itu Mbah Ngatinah tidak bisa berjalan, kemudian menjadi sakit stroke. Praktis, Mbah Ngatinah lama tidak beraktivitas. Mbah Ngatinah hanya bisa memaksa diri bergerak ke kamar mandi saja, itupun dengan merangkak. Lama-kelamaan daerah pantatnya terluka dan muncul bau yang menyengat. Alhamdulillah, setelah rutin berobat, lukanya sudah sembuh. Saat kontrol rutin ini, Mbah Ngatinah dibonceng dengan motor oleh anaknya yang berprofresi sebagai tukang ojek. Selama pengobatan ini, Mbah Ngatinah sangat terbantu dengan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sehari-hari, Mbah Ngatinah tinggal di rumah sendiri. Sejak sakit, ia tak bisa bekerja seperti dulu. Sementara untuk makan dan minum, anaknya yang tinggal cukup dekat dengan rumahnya yang mengantar. Ingin melanjutkan berobat, tapi apa daya, anak yang menanggung kehidupannya pun tak bisa berbuat banyak. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim sangat terasa kesulitan-kesulitan Mbah Ngatinah. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk meringankan beban Mbah Ngatinah. Mbah Ngatinah sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Maret 2018
Kurir : @kissherry Endro @atinlelyas Amin

Mbah Ngatinah tidak bisa berjalan, kemudian menjadi sakit stroke


SODIKIN BIN TOWAB (39, ODGJ). Alamat : Dusun Madigondo, RT 24/9, Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, D.I.Yogyakarta. Sejak umur kurang lebih 20 tahun Bapak Sodikin menunjukkan tanda-tanda gangguan mental. Saat ini ia sudah berkeluarga dan memiliki satu orang putri. Putrinya, Etik Sularni (14) sudah duduk di tingkat SMP. Kadang, Bapak Sodikin bisa bekerja serabutan untuk mencukup kehidupan keluarganya, tetapi hal ini tidak menentu mengingat kondisinya seperti itu. Sementara biaya hidup sehari-hari termasuk pendidikan anaknya harus dipenuhi. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim dan menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan beban keluarga ini. Bapak Sodikin dan istrinya, Juwarni (40) sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Maret 2018
Kurir : @kissherry Endro @atinlelyas Amin

Bapak Sodikin mengalami tanda-tanda gangguan mental


PANIYO BIN SURAJI (64, Patah Tulang Kaki). Alamat : Dusun Sentolo Lor, RT 18, Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Paniyo adalah seorang buruh harian di unit sampah yang bertugas sebagai pengumpul dan pemilah sampah. Namun pada tanggal 22 September 2017 lalu Paniyo mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kakinya mengalami patah tulang. Ia sudah mencoba berobat ke pengobatan alternative Sangkal Putung namun tulang masih belum kembali seperti semula. Saat ini ia hanya bisa membantu memilah sampah. Paniyo (64) merupakan tulang punggung keluarga, di usianya yang sekarang Paniyo harus membiayai dua anaknya yaitu Eka Wahyu (19) dan Wisnu Wahyu (17) yang masih sekolah, sementara istrinya sudah meninggal tahun 2002 silam. Paniyo mengungkapkan kesedihan dan penyesalan saat dijenguk Kurir Sedekah Rombongan. Maklum saja karena kaki Paniyo belum bisa sembuh untuk kembali beraktivitas untuk mencari nafkah keluarganya. Saat ini Paniyo juga mengkonsumsi obat penghilang rasa nyeri yang di belinya di apotik yang tidak termasuk dalam tanggungan BPJS. Paniyo memiliki jaminan kesehatan KIS dan terus bersemangat untuk sembuh. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Paniyo. Semoga Paniyo segera bisa sembuh sehingga dapat beraktivitas seperti biasa, Aamiin. Paniyo juga mengucapakan terima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Maret 2018
Kurir : @kissherry Endro @atinlelyas Gilang

Paniyo mengalami patah tulang


ROJI BIN EDY SUTRISNO (39, Bantuan Bedah Rumah). Alamat : Dusun Nlgambur, RT 1/1, Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Bapak Roji dan keluarga tinggal di perbukitan Samigaluh, Kulon Progo. Di daerah ini memang rawan terjadi tanah longsor. Awal Februari lalu, terjadi hujan selama tiga hari berturut-turut hingga mengakibatkan longsor yang menimpa rumah Bapak Roji. Kejadian ini terjadi kurang lebih pukul 21.00 WIB pada tanggal 8 Februari 2018. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, tetapi rumahnya tertimpa longsoran tanah dan 1 sepeda motor tertimbun. Saat Kurir Sedekah Rombongan tiba di lokasi bencana, keadaan sudah terkondisikan, tetapi rumah-rumah belum diperbaiki. Sementara Bapak Roji sendiri juga berusaha memperbaiki rumahnya dengan ala kadarnya, terutama di bagian depan yang rusak parah. Sehari-hari Bapak Roji bekerja sebagai petani. Penghasilannya yang tak seberapa, belum mampu memperbaiki rumahnya hingga layak huni kembali. Alhamdulillah, amanah sedekaholics Sedekah Rombongan tersampaikan untuk meringankan beban Bapak Roji. Warga sekitar pun membantu Bapak Roji dengan kerja bakti. Pemerintah desa setempat pun turut membantu perbaikan rumah Bapak Roji. Bapak Roji dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Maret 2018
Kurir : @kissherry Endro @atinlelyas Amin

Bantuan bedah rumah


SUPRAPTI BINTI WIRYO SUWITO (46, Ca Mamae Dextra). Alamat : Dusun Sawah Lor, Desa Banyusoco, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Sudah dua tahun Bu Suprapti menderita kanker payudara. Awalnya hanya berupa benjolan kecil saja, namun lama kelamaan ukurannya semakin membesar. Bu Suprapti kemudian memeriksakannya ke poliklinik umum dan langsung dirujuk ke RSPAU dr. S. Hardjolukito di Yogyakarta. Oleh dokter dirujuk lagi ke RSUP Dr. Sardjito dan disarankan untuk menjalani kemoterapi. Jadwal kemoterapinya sudah selesai. Bu Suprapti pun sudah menjalani operasi mastektomi (pengangkatan payudara) sebelah kanan di RS Panti Rapih, Yogyakarta. Suaminya, Bapak Yanto, bekerja sebagai pekebun, sementara ia sendiri, dulu, bekerja sebagai pedagang makanan. Hasil kerja dan usaha mereka cukup digunakan untuk membiayai hidup sehari-hari. Bu Suprapti kemudian menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Jogja dan segera melanjutkan proses pengobatannya. Selama pengobatan Bu Suprapti menggunakan fasilitas BPJS Mandiri Kelas III. Saat ini kondisi kesehatannya semakin membaik. Bu Suprapti dijadwalkan 30x sinar di RS Moewardi Solo. Alhamdulillah, pengobatan di Solo sudah selesai. Bu Suprapti kembali kontrol rutin di RS Panti Rapih, Yogyakarta. Dari pantauan kondisi kesehatannya, kanker yang ia derita bermetastase ke tulang. Saat ini Bu Suprapti beraktivitas di kursi roda. Meski begitu ia dan suami tetap bersemangat berobat. Bantuan ini digunakan untuk biaya pemeriksaan rutin, pembelian obat yang tidak tercover, dan pembelian susu suplemen. Laporan santunan sebelumnya terdapat pada rombongan 1093. Semoga Bu Suprapti segera memeroleh kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 525.200,-
Tanggal : 20 Maret 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Bu Suprapti menderita kanker payudara


SUMARDIYONO BIN ALM WOSODIRAN (46, Kelainan Darah). Alamat : Gagan, RT 2/5, Pengkol, Nglipar, Gunungkidul, DIY. Awal sakit Bapak Sumardiyono didiagnosa menderita usus buntu. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, dokter mendiagnosa ada permasalahan di lambungnya. Tetapi lama-kelamaan kondisi Bapak Sumardiyono melemah. Pemeriksaan lanjutan pun dilakukan. Hasil pemeriksaan menunjukkan Bapak Sumardiyono menderita kelainan darah. Sekitar dua tahun terakhir ini, ia tak lagi beraktivitas. Tulang punggung keluarga pun berganti kepada sang istri, Sumiyati (42). Tetapi apa daya, Bu Sumiyati lebih banyak di rumah untuk merawat suaminya. Untuk kehidupan sehari-hari dan biaya operasional pengobatan Bapak Sumardiyono mengandalkan pemberian anaknya, juga meminjam ke tetangga. Alhamdulillah, Bapak Sumardiyono memiliki dua anak yang telah bekerja dan berkeluarga sehingga bisa meringankan sedikit beban keluarga, sementara dua anak lagi masih berusia sekolah. Selama pengobatan ini, Bapak Sumardiyono terbantu dengan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk di RSUD Wonosari, Bapak Sumardiyono masih lemas tak berdaya. Setelah kondisinya stabil, Bapak Sumardiyono akan dirujuk ke RSUP dr. Sardjito, Yogyakarta untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Tapi belum sempat dirujuk ke Yogyakarta kondisi Bapak Sumardiyono semakin menurun. Ia juga menjalani beberapa kali transfusi darah di RSUD Wonosari. Perjuangan Bapak Sumardiyono pun berhenti seiring takdir Allah SWT. Kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar duka dari keluarga. Selain bertakziah, kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan santunan duka. Keluarga Bapak Sumardiyono sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas bantuannya selama ini. Laporan santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 1121.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 8 Maret 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas @sunnahku

Bapak Sumardiyono didiagnosa kelainan darah


MUHAMMAD HAFIDHUL HIDAYAT (12, DMD). Alamat : Cageran, RT 2/1, Tamanmartani Kalasan, Sleman, DIY. Empat tahun lalu, Hafid merasa kesulitan berdiri, terlebih dari posisi duduk langsung berdiri. Lama-kelamaan ia kesulitan berjalan, tidak bisa berlasri maupun melompat. Pada awalnya di periksa di klinik dekat rumah, lalu dapt info untuk berobat alternatif, setelah beberapa kali dan beberapa tempat pengobatan alternatif, di rasa hasilnya tidak ada perkembangan sama sekali, kemudian melanjutkan pengobatan medis di RSU. Dr. Suradji Klaten. Kemudian hafid dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Hafid menjalani terapi setiap seminggu sekali. Dari pemeriksaan dokter diketahui bahwa Hafid menderita DMD, gangguan resesif X-linked dalam bentuk distrofi otot dan menyebabkan degenerasi otot. Keluarga sempat dijelaskan bahwa penyakit langka ini belum ada obatnya, tetapi mereka tetap bersemangat demi kesembuhan sang putra. Hafid adalah putra ke-3 dari 4 bersaudara pasangan Heni Setiawan (45) dan Siti Mardliyah (35). Keduanya ialah guru mengaji di lingkungan tempat tinggalnya. Hafid mendapat bantuan suntik stem cell di salah satu klinik di Solo. Saat ini Hafid belum bisa berjalan, tetapi tidak mengurungkan semangatnya. Santunan ini diberikan untuk biaya vaksin yang dijalani beberapa waktu lalu. Semoga Hafid segera memeroleh kesembuhan, Aamiin. Laporan mengenai santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 890.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Maret 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR Jogja

Hafid menderita DMD


SRI HARYATI (46, Tumor Usus Besar + Tumor Liver). Alamat : Jl Panjaitan No 68 RT 42/12, Suryodiningratan, Mantrijeron, Kota Jogja, DIY. Sekitar bulan Januari lalu Ibu Sri Haryati diperiksakan ke RS PKU Muhammadiyah. Selama satu minggu menjalani rawat inap, pemeriksaan ini fokus kepada usus besar. Ternyata ada usus yang seperti terpelintir. Kemudian Bu haryati dirujuk ke RS Panti Rapih karena keterbatasan alat di rumah sakit sebelumnya. Dari RS Panti Rapih dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito untuk pemeriksaan lebih lanjut dengan teropong. Dari hasil pemeriksaan ini diketahui bahwa tumor usus besar yang diderita sudah menyebar ke liver. Februari lalu seharusnya Bu Haryati menjalani operasi, tetapi diurungkan karena biaya yang terlampau mahal. Semisal pun menggunakan jaminan kesehatan, perkiraan biaya yang tidak tercover masih terbilang besar bagi keluarga ini. Suaminya, Nurul Imron (48) bekerja sebagai tukang kebun di SD dekat rumahnya. Penghasilannya hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari saja, sementara tak ada pemasukan lain bagi keluarga ini. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan beban keluarga ini. Bantuan ini diberikan untuk membantu biaya akomodasi selama pengobatan di rumah sakit. Bu Haryati dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Maret 2018
Kurir : @kissherry @RofiqSILVER @atinlelyas @satyaluke

Bu Sri menderita tumor usus besar + tumor liver


DIFSA SAPUTRI (1, Kaki Gajah). Alamat : Dusun Bendorejo, RT 6/15, Desa Semanu, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Difsa lahir pada tanggal 8 Desember 2017 melalui operasi caesar dikarenakan posisi bayi belum sempurna dan ibunya, Marsih (39) menderita penyakit tekanan darah tinggi. Difsa lahir di RSUD Wonosari, Gunungkidul dan dikarenakan ada kelainan di kaki kirinya maka oleh pihak rumah sakit dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Namun karena keterbatasan biaya untuk mencukupi kebutuhan saat mendampingi pengobatan di rumah sakit maka pada tgl 20 Desember kedua orangtuanya memutuskan untuk pulang dari rumah sakit (APS). Meski begitu, sebetulnya ayahnya, Hadi Supono (48) ingin sekali mengusahakan kesembuhan buat anaknya. Dengan berbekal jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS), mereka berniat untuk membawa sang buah hati berobat kembali. Tetapi biaya akomodasi dan biaya hidup sehari-hari masih menjadi kendala bagi keluarga ini. Bapak Hadi sebelumnya bekerja sebagai buruh serabutan, sementara Ibu Marsih ialah ibu rumah tangga. Saat ini, hamper-hampir Bapak Hadi tidak bisa bekerja secara optimal karena harus merawat anaknya. Amanah sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk membantu meringankan beban keluarga ini. Bapak Hadi sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Difsa, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Maret 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas @sunnahku Tri

Difsa menderita kaki gajah


RAFKA ADRIAN PUTRA (2, Bronkopnemonia). Alamat : Gambiran UH V/143, RT 34/9, Umbulharjo, Pandean, Yogyakarta, DIY. Sejak umur dua bulan Rafka diketahui menderita bronkopnemonia yaitu peradangan dinding bronkiolus yang disebabkan oleh infeksi. Saat itu ia diperiksakan ke puskesmas lalu dirujuk ke RS Pratama dan sempat menjalani rawat inap. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata leukositnya tinggi dan terdapat infeksi paru-paru. Kemudian ia dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah. Ia juga sempat dirawat inap disana untuk perbaikan kondisi. Alhamdulillah, infeksi pada paru-parunya sudah sembuh, tetapi fleknya belum. Saat ini ia sering batuk, pilek, demam yang tidak kunjung sembuh. Kadang, ia batuk-batuk sampai muntah. Ayahnya, Bayu Eko Saputro (39) bekerja sebagai tukang parkir, sementara ibunya, Wijiati (36) ialah ibu rumah tangga. Sekarang ini Rafka belum berobat kembali. Dulu, pengobatannya memakai Jamkesda, tetapi saat ini belum mengurus pendaftaran BPJS. Selain itu, biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit terasa sangat mahal bagi kedua orangtua ini. Bila dipaksa naik motor dengan jarak ke rumah sakit yang juga cukup jauh, mereka mengkhawatirkan kondisi Rafka. Saat ini muncul semacam kelenjar di lehernya. Ia pun sering berkeringat walaupun cuaca dingin. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga ini. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi pengobatan Rafka. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Rafka, Aamiin. Orangtua Rafka sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Maret 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas @satyaluke

Rafka diketahui menderita bronkopnemonia


PUTRA BIMA SENA (1, Jantung Bocor + Gizi Buruk). Alamat : Balong Kidul, Potorono, Banguntapan, Bantul, DIY. Putra sejak lahir menderita jantung bocor dan radang paru-paru, ditambah dengan gizi buruk. Putra pernah rawat inap di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, setelah dua belas hari opname baru diizinkan pulang. Lanjut satu kali kontrol, tetapi kondisinya semakin memprihatinkan sehingga dokter memaksanya rawat inap kembali hingga saat ini. Putra memiliki Jaminan Kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS), namun keluarga ini kekurangan biaya untuk biaya transportasi dan akomodasi sehari-hari. Karena lamanya waktu rawat inap, tabungan keluarga ini semakin menipis karena digunakan untuk membiayai keperluan yang berhubungan dengan pengobatan sang anak. Putra Bima Sena merupakan anak pasangan Pak Ibnu (47) dan Bu Ani Fatmawati (35). Keluarga ini berasal dari kalangan sederhana. Pak Ibnu sehari-harinya bekerja sebagai tenaga cleaning service di sebuah perusahaan yang tak begitu besar. Sementara itu, Bu Ani bekerja sebagai ibu rumah tangga yang merawat anak semata wayangnya yang sering sakit-sakitan. Selain itu, Putra juga membutuhkan susu khusus untuk menambah nutrisi, sementara harganya tidak terjangkau oleh Pak Ibnu. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi pengobatan dan pembelian susu khusus untuk Putra. Laporan santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 1046. Keluarga ini menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Semoga Putra segera diberikan kesehatan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Maret 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas Suparno

Putra menderita jantung bocor dan radang paru-paru, ditambah dengan gizi buruk


THOMAS KRISTIANTO BUDI (49, Diabetes + Hipertensi + Ginjal). Alamat : Sebelah Gang Soka, Citran, Jagalan, Yogyakarta, DIY. Bulan Februari lalu Bapak Budi mulai menderita stroke. Awalnya ia memang memiliki riwayat penyakit hipertensi dan diabetes kurang lebih setahun terakhir. Selain itu, Bapak Budi juga sakit ginjal yang mengakibatkan ia memutuskan keluar dari pekerjaannya sebagai karyawan setahun yang lalu. Saat ini, tubuh bagian kiri mulai sulit digerakkan, sementara kadar gula darahnya masih naik-turun. Setiap satu bulan sekali Bapak Budi kontrol rutin ke RS Hidayatullah untuk pengobatan stroke (penyumbatan darah). Bapak Budi tinggal bersama dua anak perempuannya setelah bercerai. Dari proses pengobatan ini, lama-kelamaan tabungannya selama bekerja dulu pun menipis. Sementara tidak semua obat bisa dicover jaminan kesehatan BPJS. Selain itu, Bapak Budi juga harus menjalani pengobatan satu-persatu untuk sakit ia derita. Ia pernah menjalani satu kali haemodialisa (cuci darah) lalu diberikan obat penurun karetin. Pengobatan untuk diabetes dan stroke pun masih terus berjalan. Kurir Sedekah Rombongan dapat merasakan kesulitan Bapak Budi. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya hidup dan pengobatan Bapak Budi. Semoga Bapak Budi segera mendapatkan kesembuhan, Aamiin. Bapak Budi sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 19 Maret 2018
Kurir : @kissherry @RofiqSILVER @atinlelyas @satyaluke

Pak budi menderita diabetes + hipertensi + ginjal


MUHAMMAD FAUZAN RISWANDI (15, Kaki Letter O). Alamat : Dusun Semoyan, RT 1 No.12, Desa Singosaren, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Remaja lima belas tahun ini terlahir dengan kaki normal, akan tetapi seiring pertumbuhannya ia mengalami kelainan pada tulang kakinya. Ia mengalami kondisi genu varum atau kaki berbentuk O, akibatnya ia mengalami kesulitan berjalan. Sampai kelas enam sekolah dasar ia berjalan menggunakan bantuan tongkat penyangga. Fauzan lahir di tengah keluarga yang serba terbatas secara ekonomi. Kedua orang tuanya ingin sekali mengobati anaknya tetapi mereka tidak punya biaya dan tidak punya jaminan kesehatan dari pemerintah. Pak Wardani, ayahnya, tulang punggung keluarga yang bekerja sebagai pedagang kecil dan membantu membersihkan lingkungan sebuah masjid di kawasan Kotagede Yogyakarta. Sementara Bu Wulan, ibunya, seorang ibu rumah tangga yang kini juga tengah sakit. Kakinya kian melemah dan yang menyebabkan sang ibu tak bisa beraktifitas penuh. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Fauzan dan keluarganya, Sedekah Rombongan kemudian menyampaikan titipan langit yang digunakan untuk mendaftar jaminan kesehatan, BPJS. Setelah itu, atas kesepakatan bersama, Fauzan menjadi Pasien Dampingan Sedekah Rombongan wilayah Jogja dan mulai menjalani proses pengobatannya. Proses pengobatannya dilakukan secara bertahap, yang pertama pengobatan kaki kanan terlebih dahulu. Operasi pertamanya adalah operasi taylor spatial yaitu pemasangan alat di kaki kanannya. Tahap ini sudah terlewati, operasi ketiga dijalankan dan kini alat tersebut dipindahkan di kaki kiri. Alat ini harus terpasang di kaki kirinya selama beberapa bulan. Perjalanan pengobatannya masih panjang, mudah-mudahan keluarga ini senantiasa diberikan kesabaran selama proses pengobatan sang anak. Kembali, sedekaholics melalui Sedekah Rombongan menyampaikan titipan langit untuk membiayai pengobatannya. Fauzan dan keluarganya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics dan Sedekah Rombongan. Santunan sebelumnya telah diberikan dan terlapor pada Rombongan 1059.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Maret 2018
Kurir : @KissHerry @rofiqSILVER @atinlelyas

Pak Fauzan mengalami kondisi genu varum atau kaki berbentuk O


MUHAMMAD FIRZAN (1, Ginjal Bocor). Alamat : Dusun Tegalurung, RT 3, Kelurahan Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Muhammad Firzan adalah pasien balita yang mengalami penyakit yang umumnya diderita oleh orang dewasa yaitu penyakit ginjal bocor atau SNK (Syndrom Nefrotik Kongintal). Penyakit yang diderita Dik Firzan ini termasuk penyakit bawaan sejak lahir, tetapi penyakit ini diketahui diderita Dik Firzan setelah usianya dua bulan. Organ ginjal Dik Firzan mengalami kelainan dan tidak mampu membuang racun dalam tubuhnya. Selain itu, diketahui juga Dik Firzan menderita penyakit komplikasi. Kondisi ginjalnya terus mengalami penurunan, saat ini menjadi stadium 4. Dik Firzan membutuhkan suntikan untuk meningkatkan HB sementara biaya kebutuhan ini tidak dicover oleh BPJS yang ia miliki. Dik Firzan tinggal bersama ayahnya Ook Hafila (36) dan ibunya Rahmini Indarsih (35). Ayahnya bekerja sebagai buruh di pabrik, sementara ibunya sebagai ibu rumah tangga sekaligus merawat sang putra. Penghasilan keluarga yang tidak menentu, hanya bisa mencukupi kebutuhan makan sehari-hari. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya, Ayah Dik Firzan bercerita ia tidak mampu membeli obat untuk kebutuhan anaknya. Sementara, bila Dik Firzan tidak meminum obat kondisinya akan menurun dan rawat inap di rumah sakit. Saat ini dek Firzan berusia 1,5 tahun. Orangtuanya sangat menjaga agar HB-nya tidak turun supaya ia tidak sering rawat inap di rumah sakit. Dik Firzan sempat dirujuk untuk pengobatan ke Semarang. Alhamdulillah, saat ini Dik Firzan sudah melanjutkan pengobatan di Jogja. Santunan sebelumnya untuk Dik Firzan terdapat dalam pelaporan di Rombongan 1110. Beberapa waktu lalu Kurir Sedekah Rombongan menjenguk Dik Firzan sekaligus menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan biaya pengobatan serta transportasi dan akomodasi Dik Firzan selama berobat. Semoga bantuan sedekaholics Sedekah Rombongan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Dik Firzan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Maret2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas @satyaluke

Muhammad Firzan mengalami penyakit ginjal bocor atau SNK


DALGIYANTO (48, Tumor Otak). Alamat : Minggiran, RT 2, Imogiri, Imogiri, Bantul, DIY. Pak Dalgiyanto memiliki riwayat sakit kepala sejak lama, pada saat usianya sekitar 10 tahun kepalanya pernah tertimpa buah kelapa. Beberapa tahun lalu ia juga pernah mengalami kecelakaan di seputaran Jl. Imogiri Timur, Bantul, DIY. Ia pun memeriksakan diri ke RSU PKU Muhammadiyah Bantul dengan menggunakan fasilitas jaminan kesehatan dari pemerintah, Jamkesmas. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut diketahui ada tumor di otak kecil, yang letaknya di belakang telinga kiri. Pak Dalgiyanto kemudian dirujuk ke RSPAU dr. S. Hardjolukito, Yogyakarta. Ia pun disarankan untuk berobat secara rutin setiap satu minggu atau paling lambat dua minggu sekali. Pak Dalgiyanto kemudian disarankan untuk menjalani operasi pengangkatan tumor tetapi karena tumor berada di percabangan antara syaraf telinga dan otak, tindakan operasi ini dinilai sulit. Ia juga harus berkonsultasi ke poli bedah syaraf. Setiap kali periksa ada obat yang tidak ditanggung oleh jaminan. Rata-rata satu kali berobat ia mengeluarkan uang sebanyak empat ratus lima puluh ribu rupiah. Sampai saat ini Pak Dalgiyanto masih melakukan kontrol secara rutin. Pak Dalgiyanto memiliki kendala keterbatasan biaya dalam upaya menjemput kesembuhannya. Sebelumnya Pak Dalgiyanto bekerja sebagai pedagang rujak es krim yang biasa berjualan di dekat Kantor Kecamatan Imogiri. Bu Ngadinem (39), istrinya, membantu suaminya dengan berdagang keliling rujak es krim untuk memperluas jangkauan konsumennya. Keluarga ini mempunyai tanggungan tiga orang anak dan satu lansia yang sedang sakit. Anak pertamanya sudah lulus SMA, dua anak lainnya masing-masing duduk di bangku SMP dan SD. Alhamdulillah Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga ini. Melalui dana sedekaholics, Kurir Sedekah Rombongan mendampingi pengobatan Pak Dalgiyanto. Tapi takdir berkata lain. Awal maret lalu keluarga memberikan kabar duka. Kurir pun turut bertaksiah sekaligus menyampaikan santunan duka dari sedekaholics. Semoga amal kebaikan Pak Dalgiyanto diterima di sisiNya, Aamiin. Santunan sebelumnya telah diberikan dan terdapat pada Rombongan 1121.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Maret 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas Ilham

Pak Dalgiyono menderita tumor di otak kecil


ANGGITA ZAHIRA SHOLIKHATUNNISA (1, Mikrosepalus + Suspec Jantung Bocor). Alamat : Dusun Klegen, RT 12/7, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Pada saat usia 8 bulan Anggita belum bisa duduk, belum bisa respon terhadap panggilan, dan berat badan anak tidak naik sesuai KMS. Oleh orangtuanya ia dibawa ke puskesmas lalu diberi rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut ke poli anak RSUD Wates. Dari sana diberi rujukan ke RSUP Dr. Sardjito. Kemudian dilakukan pemeriksaan seperti BERRA, THT, ct-scan, rekam jantung, dan cek darah. Hasil test berra menunjukkan ia kurang pendengaran di telinga kiri dan akan dilakukan tes lagi setelah 6 bulan. Sementara itu, dari pemeriksaan jantung diketahui ada lubang sebesar jarum. Rekam jantung akan dilakukan kembali setelah 1 tahun. Saat ini, ia harus menjalani fisioteraspi selama 2x seminggu. Tetapi karena keterbatasan keadaan dan dana orangtua membawa fisioterapi hanya 1x seminggu, setiap hari Rabu. Ayahnya, Poniran (37) sehari-hari berjualan es degan, sementara ibunya, Maryati (33) ialah ibu rumah tangga. Jarak rumah ke rumah sakit memang cukup jauh. Bapak Poniran biasanya berhenti berjualan ketika jadwal kontrol/fisioterapi sang anak. Alhamdulillah, selama pengobatan ini biaya pengobatan sudah tercover dengan jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Bantuan ini diberikan untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi pengobatan Anggita ke Yogyakarta. Bapak Poniran sekeluarga sangat mengucapkan terima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga Anggita segera mendapatkan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 22 Maret 2018
Kurir : @kissherry Endro @atinlelyas Asih

Anggita menderita mikrosepalus + suspec jantung Bocor


MUHAMMAD AGASTA RAJENDRA PUTRA (1, Hidrosepalus). Alamat : Krapyak Kulon, RT 4, Panjangrejo, Pundong, Bantul, DIY. Agasta, biasa ia dipanggil orangtuanya. Beberapa bulan yang lalu saat umur 4 bulan, Agasta diperiksakan ke RSUD Wates. Awalnya orangtua Agasta curiga dengan ukuran kepala Agasta tetapi pada saat pertama dokter bilang bahwa kepalanya masih dalam ukuran normal. Namun pada saat umur 7 bulan periksa kembali ke RSUD Wates saat itu dokter mulai curiga kepala Agasta kelihatan lebih besar dari ukuran kepala bayi seusianya. Lalu dari RSUD Wates dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Kemudian dilakukan pemeriksaan ct-scan dan pengobatan rawat jalan. Setelah itu karena belum ada tindakan lalu dipindah ke PKU Muhammadiyah Jogja. Di PKU Muhammadiyah juga telah dilakukan operasi pemasangan selang. Pascaoperasi Agasta masih menjalani kontrol rutin. Ayah Agasta, Ilham Rohmadi (41) yang saat ini tidak tahu dimana keberadaannya, dan Ibunya, Prastiwi (29) mengungkapkan kesedihan dan penyesalan saat dijenguk Kurir Sedekah Rombongan. Maklum saja Prastiwi yang saat ini ditinggal pergi suaminya tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat dan fasilitas kartu BPJS Kesehatan yang dimiliki BPJS Mandiri. Prastiwi yang hanya sendiri mengais rejeki dan menafkahi 3 orang anaknya dengan bekerja di pabrik, dan saat ditinggal bekerja Agasta dititipkan ke neneknya untuk merawat, sementara saat ini Prastiwi sudah banyak ijin bekerja demi merawat Agasta. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit. Prastiwi dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga Agasta kesehatannya kembali pulih, sehingga ia dapat beraktivitas seperti anak-anak yang lain.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Maret 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas Endro Gilang

Agasta menderita hidrosepalus


RAFA AJI SAPUTRA (1, Jantung Bocor + Kelainan Paru-Paru). Alamat : Gebang, RT 8/3, Kalitekuk, Semin, Gunungkidul, DIY. Rafa lahir dalam kondisi jantung bocor. Pada saat lahir harus menjalani rawat inap di RSUD selama 10 hari dikarenakan sang ibu menderita sakit cacar. Rafa pernah dibawa ke RSUD untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, kemudian dirujuk untuk pengobatan ke RSUP Dr. Sardjito. Kemudian oleh sang ibu dibawa ke sardjito untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dikarenakan kebocoran jantung mencapai 15mm maka RSUP Dr. Sardjito tidak berani untuk melakukan tindakan. Lalu dokter yang memeriksa merujuk pasien ke RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Ibunya, Agustina Purnamasari (18) tidak bekerja, sementara ayahnya tidak diketahui keberadaannya. Saat ini Rafa tinggal bersama kakeknya yang juga sakit stroke ringan. Rafa tidak mendapatkan asupan ASI, hanya diberikan susu formula, yang sekarang ditambah dengan makanan pendamping ASI dari puskesmas. Selain itu, Rafa juga mengalami kelainan paru-paru. Awalnya ia hanya batuk-batuk, tetapi belum ada penelusuran lebih lanjut. Saat ini nafasnya sering tersengkal-sengkal. Amanah sedekaholics Sedekah Rombongan disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan pembelian susu untuk Rafa. Semoga Rafa segera diberi kesembuhan, Aamiin. Keluarga Rafa sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 April 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas @sunnahku Dicky

Rafa menderita jantung bocor + kelainan paru-paru


JOKO SANTOSA (26, Kanker Nasofaring). Alamat : Dusun Kalibenda, RT 1/3, Desa Kalibenda, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sebelum terdiagnosa menderita kanker nasofaring, pemuda lulusan SMK ini bekerja sebagai karyawan swasta. Semenjak sakit, Joko keluar dari pekerjaannya, kemudian menjalani pengobatan di RS. Emanuel Banjarnegara, Jawa Tengah. Meski sudah berobat selama beberapa minggu tidak tampak perkembangan signifikan pada kesehatan Joko. Akhirnya Joko dirujuk ke rumah sakit yang memiliki sarana dan prasarana yang lengkap. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Joko dan ibunya. Sejak itu, Joko menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. Di awal datang di RSSR Jogja, kondisinya sangat lemah. Saat itu Joko langsung dibawa ke IGD RSUP Dr. Sardjito. Setelah menjalani perawatan kurang lebih satu tahun, Joko, yang sebelumnya terbatas geraknya di atas kursi roda, saat ini sudah dapat berjalan kembali. Untuk biaya pengobatan, Joko memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah yaitu BPJS Mandiri Kelas III. Joko telah menjalani serangkaian jadwal kemoterapi. Saat ini Joko masih menjalani kontrol rutin dan serangkaian kemoterapi lanjutan di RSUP Dr. Sardjito. Beberapa waktu lalu Joko menjalani rawat inap untuk kemoterapi. Selanjutnya Joko juga dijadwalkan menjalani biopsi kembali, karena muncul benjolan-benjolan kecil di sekitar leher. Saat pemeriksaan ini Joko disarankan untuk rawat inap di rumah sakit. Bantuan ini disampaikan untuk biaya pemeriksaan dokter, cek laboratorium, pembelian obat dan susu pasien. Pelaporan bantuan sebelumnya terdapat pada rombongan 1112. Joko dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Joko, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 606.200,-
Tanggal : 25 Maret 2018
Kurir : @KissHerry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR Jogja

Pak Joko menderita kanker nasofaring


KATIRAH BINTI TRIMOREJO (57, Asma + Hipertensi + Stroke). Alamat : Nglebak, RT 5/2, Katongan, Nglipar, Gunungkidul, DIY. Ibu Katirah mengalami sakit hipertensi kurang lebih sudah 15 tahun dan sakit asma sudah 10 tahun. Ibu Katirah jarang berobat. Bila ada keluhan pusing atau sesak nafas baru berobat ke Puskesmas Pembantu Nglebak. Selama 4 bulan ini Ibu Katirah sering mengeluh kesemutan, pusing, kaki bila untuk jalan kadang terasa ingin jatuh, tetapi tidak diperiksakan karena hanya menduga faktor lelah pada umumnya. Pada tanggal 8 Februari 2017 pada jam 04.00 wib mengeluh pusing lalu tak sadarkan diri. Sekitar pukul 09.00 WIB dibangunkan suami karena diduga tidur. Ternyata Ibu Katirah sudah tidak bisa berkomunikasi. Tangannya lemas, bagian kiri mulut sudah tidak simetris. Saat itu Ibu Katirah sudah buang air di tempat. Lalu ia dibawa ke RS PKU Muhamadiyah Wonosari. Dari hasil pemeriksaan diketahui Ibu Katirah mengalami stroke. Kemudian ia dirujuk ke RS Bethesda, Yogyakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dilakukan ct-scan, diketahui bahwa ada penyumbatan pembuluh darah di otaknya. Ibu Katirah kontrol rutin setiap 1 minggu sekali. Karena keterbatasan akomodasi biaya, pihak keluarga kontrol ke RS PKU Muhamadiyah Wonosari termasuk melakukan fisioterapi 2x seminggu. Suaminya, Suraji (57) sangat merasa terbantu dengan fasilitas jaminan BPJS. Pasalnya, penghasilannya sebagai buruh serabutan hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari secara sederhana, sementara mereka sudah tidak memiliki barang berharga lagi untuk dijual. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami keluarga ini. Amanah dari sedekaholics pun diberikan untuk membantu biaya terapi dan akomodasi selama pengobatan Ibu Katirah. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Ibu Katirah. Keluarga Ibu Katirah sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 April 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas @sunnahku Nur

Bu Katirah menderita asma + hipertensi + stroke


RANTI BINTI ALM TRIMO PAWIRO (60, Kanker Payudara). Alamat : Temon, RT 1/22, Pendowoharjo, Sleman, DIY. Sekitar 7 bulan yang lalu Ibu Ranti merasa nyeri di bagian dada, tetapi karena cuma dianggap sakit biasa beliau tidak memeriksakan kesehatannya ke dokter. Sampai akhirnya sekitar bulan Januari lalu beliau sudah tidak kuat menahan rasa sakitnya, kemudian dibawa ke puskesmas. Karena puskesmas tidak bisa menangani penyakitnya selanjutnya beliau dirujuk di RS Puri Husada, Sleman. Disana beliau dilakukan tindakan operasi untuk yang pertama. Dan hari Jum’at, 2 Februari lalu beliau dioperasi kembali di RSUD Wirosaban. Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar. Pascaoperasi kedua ini Ibu Ranti merasakan kondisinya jauh lebih baik. Selama pengobatan ini pula, beliau memanfaatkan jaminan kesehatan BPJS. Ibu Ranti masih harus menjalani kontrol rutin ke rumah sakit. Tetapi biaya transportasinya masih terkendala, karena biaya sewa mobil tidak bisa dibilang murah untuknya. Suaminya, Mijo Utomo sudah meninggal dunia, kedua orangtuanya pun telah meninggal dunia. Amanah sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk meringankan beban Ibu Ranti. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan baginya, Aamiin. Ibu Ranti sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Maret 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas Galih

Bu ranti menderita kanker payudara


SAMIJAN BIN ATMOREJO (62, Syaraf Kejepit + Stroke). Alamat : Kamal Kulon, RT 2/9, Margomulyo, Seyegan, Sleman, DIY. Pada awalnya Bapak Samijan mengalami kecelakaan terpeleset dan jatuh kemudian diperiksakan ke dokter. Dari hasil pemeriksaan, Bapak Samijan menderita gejala stroke dan syaraf kejepit. Berbagai upaya sudah diusahan untuk kesembuhan Bapak Samijan baik medis maupun alternative. Beberapa kali kesehatannya menurun sehingga selalu berobat rutin ke rumah sakit. Kondisi beliau jika kesehatannya sedang stabil bisa berjalan pelan-pelan dengan menggunakan alat bantu. Namun saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk kondisinya sedang menurun dan harus menjalani rawat inap di RSA UGM Yogyakarta. Ekonomi keluarga ini termasuk memprihatinkan, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, dan biaya pengobatan, istri bapak Samijan yaitu Ibu Samiyatun yang mencari nafkah dengan berjalan es cincau bersama menantunya yang difabel, dan dibantu anaknya yang bekerja sebagai buruh bangunan harian lepas, yang tidak menentu pekerjaan dan pendapatannya. Alhamdulillah, selama pengobatan ini keluarga Bapak Samijan sangat terbantu dengan fasilitas jaminan kesehatan BPJS. Tetapi biaya operasional dan akomodasi di rumah sakit masih menjadi kendala. Amanah sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk meringankan beban keluarga ini. Bapak Samijan dan keluarga sangat berterima kasih. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bapak Samijan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Maret 2018
Kurir : @kissherry @RofiqSILVER @atinlelyas @jemigigi

Bapak Samijan menderita gejala stroke dan syaraf kejepit


SURYANTI BINTI SUKINO (42, Bantuan Tunai). Alamat : Gedongan, RT 5/2, Purbayan, Kotagede, Kodya Jogja, D.I Yogyakarta. Bu Suryanti setiap pagi biasanya berkeliling kota Yogyakarta naik sepeda untuk mencari rosok di sepanjang jalan. Hal ini dilakukan Bu Suryanti untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Suaminya, Bapak Muhammad Daud Karim semula bekerja sebagai tukang bangunan. Tetapi sejak setahun lalu sedang pulang ke kampung halaman di NAD untuk menunggu ibundanya yang sedang sakit. Praktis, sementara ini Ibu Suryanti mencari kebutuhan keluarga sendiri untuk menghidupi 4 putra putrinya ini. Bu Suryanti berasal dari Ngrejek Kulon, Gombang, Gunungkidul. Di Kotagede, Yogyakarta Ibu Suryanti menempati sebuah kamar kos sederhana berukuran 2,5 m yang dihuni 5 orang. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan untuk ikut membantu meringankan beban Ibu Suryanti dan keluarga. Santunan sebelumnya pernah diberikan dan terdapat pada laporan Rombongan 999.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Maret 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas

Bantuan tunai


YULI WIBOWO (44, ODGJ). Alamat : Gambiran, RT 11, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul, DIY. Panti Hafara merupakan lembaga sosial yang kerap bersinergi dengan Sedekah Rombongan. Mereka memilih fokus pada penanganan anak-anak terlantar dan orang dengan gangguan jiwa. Jumlah orang yang mereka rehabilitasi saat ini mencapai 50 orang. Seorang pasien gangguan jiwa yang rumahnya tak jauh dari RSSR Jogja, Yuli Wibowo, kini masih dalam perawatan Panti Hafara. Setiap hari ia menjalani pengobatan medis dan terapi jiwa. Perawatan ini terus berlanjut hingga Yuli sembuh dan bisa beradaptasi kembali ke masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan pengobatannya, diperlukan biaya yang tidak sedikit. Maka dari itu Sedekah Rombongan mencoba melakukan support dengan menyampaikan amanah sedekaholics melalui Panti Hafara tersebut. Dengan dirawat di Panti Hafara, semoga kesehatan jiwa dan raga Yuli dapat pulih kembali, sehingga tidak meresahkan warga sekitar tempat tinggalnya. Santunan sebelumnya telah diberikan dan terlapor pada Rombongan 1108.

Jumlah Bantunan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 21 Maret 2018
Kurir: @Saptuari @Boyadisakti @atinlelyas

Yuli mengalami gangguan jiwa

REKAPITULASI BANTUAN

 

No Nama Jumlah Bantuan
1 ASMONOWATI 500,000
2 SIGIT SUNARSO 520,000
3 LISNAWATI INDAH 500,000
4 HASAN BASRI 500,000
5 AMI MISNAYA 500,000
6 DELLA FEBRIANTI 788,750
7 MTSR MALANG 5,209,000
8 MTSR MALANG 3,930,500
9 MTSR MALANG 3,189,000
10 RSSR MALANG 4,617,200
11 RSSR MALANG 10,577,383
12 RSSR MALANG 1,811,500
13 BAKSOS MALANG 789,500
14 SUKIRDI BIN SOMOWIYONO 1,000,000
15 MARTIYAH BINTI KARIYO 1,000,000
16 SUTIYAH BINTI ALM KARYODIRYO 1,000,000
17 SAERAH BINTI ALM SONO DIKROMO 1,000,000
18 JIHAN FATIN 1,763,728
19 DEVITA CAHYANINGRUM 948,170
20 RAMTO BIN MARTODINAMA 1,700,000
21 DALIO BIN JOYO SENTONO 956,500
22 RUBIYATI BINTI ALM DARNO 1,500,000
23 TRI WIDODO 1,000,000
24 BRILIAN SASKIA QIYAMULAILA 500,000
25 MUKINAH BINTI NOTOPAWIRO 1,000,000
26 NGATINAH BINTI MARTODIKORO 1,000,000
27 SODIKIN BIN TOWAB 1,000,000
28 PANIYO BIN SURAJI 1,000,000
29 ROJI BIN EDY SUTRISNO 1,000,000
30 SUPRAPTI BINTI WIRYO SUWITO 525,200
31 SUMARDIYONO BIN ALM WOSODIRAN 1,500,000
32 MUHAMMAD HAFIDHUL HIDAYAT 500,000
33 SRI HARYATI 1,000,000
34 DIFSA SAPUTRI 1,000,000
35 RAFKA ADRIAN PUTRA 1,000,000
36 PUTRA BIMA SENA 1,000,000
37 THOMAS KRISTIANTO BUDI 1,500,000
38 MUHAMMAD FAUZAN RISWANDI 1,000,000
39 MUHAMMAD FIRZAN 1,000,000
40 DALGIYANTO 1,000,000
41 ANGGITA ZAHIRA SHOLIKHATUNNISA 1,500,000
42 MUHAMMAD AGASTA RAJENDRA PUTRA 1,000,000
43 RAFA AJI SAPUTRA 1,000,000
44 JOKO SANTOSA 606,200
45 KATIRAH BINTI TRIMOREJO 1,000,000
46 RANTI BINTI ALM TRIMO PAWIRO 1,000,000
47 SAMIJAN BIN ATMOREJO 1,000,000
48 SURYANTI BINTI SUKINO 1,000,000
49 YULI WIBOWO 2,000,000
Total 71,932,631

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 71,932,631,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1130 ROMBONGAN

Rp. 60,981,032,769,-