Rombongan 1129

Orang yang Bersedekah Mendapatkan Ampunan dan Pahala yang Besar
Posted by on April 22, 2018

RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN ( Operasional, Maret 2018 ). Lokasi Dsn Klampisan RT 01/03, Ds. Kaliancar, Kec.Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Alhamdulillah, semakin banyak dan berkembangnya pergerakan sedekah rombongan di Wonogiri dan semakin banyak pula warga tak mampu yang terhandle, terwujudlah Rumah Singgah Sedekah Rombongan Wonogiri (RSSR) sebagai tempat untuk merawat serta menangani pasien dampingan sedekah rombongan di Wonogiri dan sekitarnya. Rumah Singgah ini merupakan salah satu prasarana dalam melengkapi kebutuhan pergerakan sedekah rombongan. Selain sebagai tempat para pasien untuk transit ( singgah ) juga memberikan efisiensi dan efektifitas bagi pasien dalam menjalani pengobatan selama menjadi dampingan kami. Segala kebutuhan RSSR dan pengelola, menjadi tanggung jawab kami demi kelangsungan serta kelancaran penyembuhan para pasien dampingan. Semoga dengan prasarana tersebut semakin memudahkan penanganan pasien dampingan sedekah rombongan, dan semakin banyak pula warga tak mampu yang terbantu dengan pergerakan sedekah rombongan ini. Adapun pengeluaran RSSR bulan ini untuk keperluhan kebutuhan di RSSR.

Operasional : Rp 639.150,-
Tanggal : 31 Maret 2018
Kurir :@mawan, all tim

Biaya Operasional


IBRAHIM FATIH PAMUNGKAS (2, Paru-paru + Gangguan Tumbuh Kembang). Alamat: Dsn. Brangkalan, RT 01/09, Ds. Jaten, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibrahim begitu balita ini dipanggil, lahir pada tanggal 19 September 2015. Putra ketiga pasangan Bapak Suranto dan Ibu Ike Desi ini mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Diusia hampir 2 tahun Ibrahim belum bisa tumbuh seperti anak seusianya. Dia baru bisa tengkurap dan terlentang saja ditempat tidur. Jangankan berjalan, duduk sendiripun dia belum kuat. Berat badan pun dibawah berat badan rujukan normal. Akibatnya Ibrahim masuk kategori anak dengan kondisi kurang gizi mengarah ke gizi buruk. Tak hanya itu, Ibrahim juga bermasalah dengan paru-parunya. Sebulan sekali Ibrahim rutin chek up sekaligus mengambil resep obat karena obat paru harus diminum setiap hari. Sementara untuk tumbuh kembangnya disarankan jalani fisioterapi rutin dua kali dalam satu minggu. Saat ini Ibrahim menjalani pengobatan di poli anak dan poli fisioterapi medik RSUD Wonogiri. sedikit demi sedikit fatih mulai mengalami perkembangan. Setelah rutin jalani fisioterapi Fatih mulai menunjukkan perkembangan yang cukup bagus,tak hanya bisa duduk sendiri, tapi juga merangkak. Fatih juga mulai jalani terapi wicara dan mulai bisa mengucap sepatah kata. Bulan ini perkembangan tak begitu baik karena HB Fatih sering turun, akibatnya kondisi anak juga lemah. Selain itu Fatih dianjurkan mengkonsumsi vitamin sebagai penambah suplement makanan, hanya saja tak tercover biaya BPJS. Ibrahim dan keluarganya saat ini memang terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri kelas 3. Tapi karena keterbatasan ekonomi, membuat keluarga Ibrahim kesulitan membayar iuran BPJS untuk tiap bulannya. Bapak Suranto, ayah Ibrahim hanyalah seorang buruh serabutan, dengan pendapatan yang tak menentu. Belum lagi membiayai sekolah kedua kakak Ibrahim. Ibunya juga hanya Ibu Rumah Tangga tak bekerja hanya mengurus keluarga terutama Ibrahim yang kemana-mana memang harus di gendong. Bahkan untuk tempat tinggal, keluarga ini masih menumpang, diminta menempati rumah salah satu keluarganya yang kebetulan kosong tidak dihuni. Untuk pengobatan rutin ke RS memang hanya mengandalkan naik kendaraan umum, itupun terkadang tak ada biaya yang akhirnya membuat Ibrahim tak bisa rutin jalani fisioterapi. Berkat informasi yang diberikan oleh salah satu perangkat desa, akhirnya dipertemukan dengan tim #SRWonogiri. Semoga saja setelah dibantu Sedekah Rombongan, pengobatan Ibrahim dapat berlanjut tanpa ada kendala lagi, berharap Ibrahim kondisinya jadi lebih baik, bisa tumbuh normal seperti anak seusianya. Bantuan diberikan tak hanya untuk biaya akomodasi ke RS,tapi juga untuk pembayaran BPJS, pembelian vitamin juga susu untuk memenuhi kebutuhan gizinya.

Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 8 Maret 2018
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Maria

Ibrahim mengalami kurang gizi mengarah ke gizi buruk


Siti Aminah (45, Kista) Alamat: Jl. KH. Nawawi km 03 RT10/02 Sinanggul Mlonggo Jepara. Sakit yang beliau rasakan sudah 4th yang lalu, namun beliau tidak berobat secara serius karena tidak punya biaya sehingga meyakinkan diri tidak apa-apa. Disisi lain, beliau juga takut jika ternyata sakitnya berbahaya. Beliau masih bekerja dan beraktivitas seperti biasanya, hingga 2018 ini beliau merasakan perutnya semakin besar dan sakit. Akhirnya beliau memberanikan untuk periksa ke RSUD setempat. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sakit yg selama ini beliau rasakan adalah akibat benjolan di dalam perut dan mendesak organ lain. Sementara ini diagnosa sementara adalah kista. Kondisinya yang telah melekat ke usus menyebabkan Bu Siti hanya mampu makan bubur atau nasi dalam jumlah kecil. Kini beliau telah menjalani persiapan untuk operasi di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan diberikan untuk membantu biaya akomodasi pengobatan dari Jepara ke Semarang.

Jumlah: 500.000,-
Tanggal: 13 februari 2018
Kurir: @robbyadiarta @restirianii @akuokawai

Bu Siti menderita kista


RIZWAN AZHAR WIBOWO (3, Tumor Mata). Alamat : Dukuh Sintru, RT 06 / RW 07. Kandang Mas, Dawe, Kudus, Jawa Tengah. Rizwan, anak tunggal dari pasangan Tarmuji (36) dan Anit Awati (28) sekitar 8 bulan yang lalu telah merasakan sakit pada bagian matanya. Tiba-tiba tumbuh benjolan pada mata kanannya dan benjolan tersebut semakin membesar. Sakit yang dideritanya itu membuat kondisi badan Rizwan lemah. Benjolan pada matanya juga kian membesar hingga hampir sebesar genggaman tangan bayi. Rizwan telah terdaftar pada BPJS Kelas 3. Orang tua Rizwan baru mengetahui bahwa Rizwan menderita penyakit tumor mata setelah dilakukan pemeriksaan. Rizwan pernah menjalani kemoterapi sebanyak 2 kali, yang mana efek dari kemoterapi tersebut membuat kondisi badan Rizwan semakin melemah dan nafsu makan semakin berkurang hingga Rizwan tidak berselera untuk makan. Sang Ayah yang bekerja sebagai Buruh mengungkapkan kesulitan yang ada. Keluarga tidak memiliki cukup biaya dan tidak memiliki transportasi yang baik untuk berobat ke RSUP Kariadi Semarang. Selama ini Sang Ayah dan putranya selalu berangkat subuh ke RSUP Kariadi Semarang dengan naik motor supaya mendapatkan nomor antrean untuk berobat. Saat ini Rizwan menjalani pengobatan dengan rawat jalan di RSUP Kariadi Semarang. Kondisi Rizwan sudah semakin membaik setelah kembali menjalani perawatan dengan kemoterapi. Benjolan pada matanya sudah mulai mengecil dan nafsu makannya sudah berangsur normal kembali. Team Sedekah Rombongan merasakan kesulitan dari keluarga Bapak Tarmuji. Dengan ini santunan kedua kembali disampaikan kepada Sang Ibunda untuk biaya akomodasi dan pengobatan Rizwan ke RSUP Kariadi Semarang. Semoga kondisi kesehatan Rizwan bisa sepenuhnya kembali membaik dan bisa beraktivitas kembali seperti anak kecil pada seusianya.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2018
Kurir: @robbyadiarta Wibowo Wahyu @akuokawai

Rizwan menderita penyakit tumor mata


SRI SUTIAH (49, Kanker Payudara). Alamat : Dukuh Kramat RT 03 / RW 01. Ngembal Kulon, Kec. Jati. Kab,Kudus. Jawa Tengah. Ibu Sri Sutiah merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Kudus yang semenjak enam bulan lalu telah menderita penyakit kanker payudara. Beliau sudah pernah mendapatkan pengobatan dan telah memiliki KIS PBI (Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran). Sang Suami, Bapak Supriyadi yang bekerja sebagai perangkat desa dan Ibu Sri Sutiah telah dikaruniai tiga orang anak. Saat ini perawatan kemoterapi untuk menangani penyakit kanker yang diderita telah dilakukan di RS Ken Saras Semarang. Namun kemoterapi belum bisa dilakukan dengan rutin dan baru dilakukan 1 kali karena kadar gula darah Beliau tinggi. Perawatan kemoterapi akan kembali dilanjutkan setelah kadar gula Beliau kembali normal. Karena keterbatasan biaya yang ada, Beliau membutuhkan bantuan untuk biaya pengobatan di RS Ken Saras Semarang. Team Sedekah Rombongan dapat merasakan kesulitan mereka. Dengan ini bantuan kedua dari Team Sedekah Rombongan telah disampaikan kepada beliau untuk biaya akomodasi dan pengobatan di RS Ken Saras. Semoga perawatan dapat segera kembali dilakukan supaya penyakit kanker payudara yang diderita beliau dapat segera diatasi dan kondisi kesehatan beliau kembali membaik.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 10 Februari 2018
Kurir: @robbyadiarta Wibowo Andrey @akuokawai

Bu Sri menderita penyakit kanker payudara


RINA KARTININGSIH (44, Liver). Alamat : Ds. Purwosari RT 03 / RW 06. Kec. Kota, Kab. Kudus, Kudus, Jawa Tengah. Ibu Rina merupakan pasien dampingan tim sedekah rombongan Kudus. Beliau telah mengalami sakit pada bagian perutnya sejak delapan bulan yang lalu. Kondisi pada bagian perut beliau semakin membesar hingga sulit berjalan dan pada akhirnya setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa beliau menderita penyakit liver. Kondisinya pada waktu tersebut kurang terawat karena tidak adanya suami. Beliau juga hidup seorang diri dirumahnya. Ibu Rina tidak dirujuk ke RSUP Kariadi karena tidak memiliki kelengkapan data identitas yaitu Kartu Keluarga. Beliau tidak memiliki jaminkesehatan seperti BPJS dan jaminan kesehatan lainnya karena tidak memiliki KK sebagai syarat pembuatan BPJS. Saat ini Beliau telah mendapatkan pengobatan untuk penyakit yang dideritanya di RSUD Loekmonohadi Kudus. Kesehatan Beliau sudah mulai membaik. Kondisi perut sudah mulai mengecil dan konsumsi obat dengan dosis yang tidak banyak seperti dulu lagi namun tetap sesuai dengan anjuran Dokter. Karena keterbatasan biaya, Ibu Rina membutuhkan bantuan biaya pengobatan untuk tetap dilakukan kontrol setiap satu bulan sekali di RSUD Loekmonohadi Kudus. Dengan ini bantuan kedua dari Team Sedekah Rombongan Kudus telah disampaikan pada beliau untuk biaya kontrol rutin di RSUD Loekmonohadi Kudus. Semoga penyakit liver yang diderita dapat segera disembuhkan dan kondisi kesehatan Beliau dapat semakin membaik kembali.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 02 Februari 2018
Kurir: @robbyadiarta Wibowo @akuokawai

Bu Rina menderita penyakit liver


RIZAL AZZAHIR MUMTAS (4, TBC + Penurunan Daya Tahan Tubuh). Alamat: RT 1/2, Desa Dresi Wetan, Kec. Kaliori, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Memang sejak kecil Rizal Azzahir Mumtas bin Deni Indrianto sudah sakit-sakitan, pernah operasi tumor juga diketiak waktu usia 2 th. Sejak saat itulah sering sekali keluar masuk rumah sakit dengan diagnosa awal adalah TBC dan oleh pihak dokter di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang memberikan rujukan untuk berobat ke RSUP dr. Kariadi Semarang. Pengobatan sudah dijalani hampir 2 th. Selain itu sudah pernah didatangi dari pihak RSUP dr Kariadi Semarang untuk mengecek kondisi tempat tinggal, pola hidup sehari-hari dan lain-lain. Namun kondisi Rizal bukan tambah membaik tapi malah tambah memburuk sampai si anak lumpuh total. Akhirnya dari pihak rumah sakit menganjurkan untuk di uji laborat dan ternyata hasil laborat menyatakan bahwa Rizal positif HIV. Dari hasil tersebut, pihak rumah sakit juga meminta ibu dari Rizal yaitu Nur Azizah (33 th) juga cek laborat dan hasilnya positif HIV juga. Beban yang di derita janda ini semakin berat, setelah suaminya meninggal dunia. Kebetulan ibu modin (yang biasa mengurusi jenazah perempuan) di Desa Dresi Wetan adalah temen dekat kurir Sedekah Rombongan Rembang bercerita tentang hal tersebut. Sedekah Rombongan mendengar cerita tadi segera tergugah untuk survey ke rumah orang tua Rizal dan survey ditindaklanjuti untuk diajukan ke Sedekah Rombongan. Alhamdulillah Tahun 2017 sedekah rombongan dipertemukan dengan keluarga dik Rizal, saat itu pula dik Rizal menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan dapat melanjutkan pengobatan di RSDK. Selama didampingi Sedekah Rombongan Rizal sudah menjalani beberapa perawatan dan pengobatan hingga sekarang. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan kepada keluarga Rizal untuk biaya transport dan kontrol. Sebelumnya santunan kepada Rizal telah masuk rombongan 1098. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 06 Februari 2018
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo Anik @akuokawai

Rizal positif HIV


RUMINAH BINTI MORO (84, Tuna Rungu). Alamat : Desa Bogoharjo, RT. 4/1, Kec. Kaliori, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Mbah Minah biasa dipanggil dalam kesehariannya. Beliau adalah seorang janda dengan satu anak. Diusia yang semakin tua beliau harus mempertahankan hidup dengan bekerja sebagai pencari kayu bakar. Namun pada tahun 2011 silam beliau merasakan sakit sesak napas, hal ini kemungkinan disebabkan oleh pola hidupnya yang tidur dilantai, lalu oleh anaknya diperiksakan ke Puskesmas setempat dan dirujuk ke RSUD dr. R. Soetrasno Rembang hingga akhirnya dirawat hingga diperbolehkan untuk pulang. Namun setelah pulang ke rumah dan saat sakit kambuh, Mbah Ruminah sulit sekali untuk diajak berobat sampai sekarang tidak pernah tersentuh oleh medis, kalau badannya sakit dibiarkan saja sampai sembuh dengan sendirinya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Mbah Minah, Langkah selanjutnya Kurir Sedekah Rombongan melakukan survey yang datanya dikirim ke Sedekah Rombongan pusat sebagai bahan pertimbangan. Alhamdulillah bantuanpun diberikan untuk membantu meringankan kesulitan yang dialami oleh Mbah Minah. Semoga Allah segera mengangkat penyakit beliau sehingga bisa beraktifitas kembali. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 03 Februari 2018
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo anik @akuokawai

Mbah Minah seorang tuna rungu


SAGINAH BINTI SAKIYO (72, asam urat). Alamat : Ds. Bogoharjo, RT. 3/1, kec. Kaliori, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Mbah Saginah yang biasa dipanggil dalam kesehariannya. Beliau adalah seorang janda yang bekerja sebagai buruh penjemur ikan didaerahnya, dengan upah antara Rp. 15.000,- hingga Rp. 25.000,-. Namun sekitar 4 tahun yang lalu beliau mengeluh pada kaki yang sering mengalami nyeri hebat disertai kesemutan hingga mengakibatkan beliau susah untuk beraktifitas, namun dalam kondisi demikian beliau tetap memaksakan untuk bekerja demi menyambung hidup. Selama ini hanya berobat di puskesmas dan membeli obat di warung-warung jika sakit, karena kendala masalah ekonomi sehingga pengobatan tidak bisa berjalan dengan maksimal. Alhamdulillah Allah mempertemukan keluarga Mbah Saginah dengan Sedekah Rombongan. dan Sedekah Rombongan bisa merasakan kesulitan yang dialami Mbah Saginah. Langkah selanjutnya Kurir Sedekah Rombongan melakukan survey yang datanya dikirim ke Sedekah Rombongan pusat sebagai bahan pertimbangan. Alhamdulillah bantuanpun diberikan untuk membantu meringankan kesulitan yang dialami oleh Mbah Saginah. Semoga Allah segera mengangkat penyakit beliau sehingga bisa beraktifitas kembali. Mbah Saginah bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 03 Februari 2018
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo Anik @akuokawai

Mbah minah menderita asam urat


MINAH BINTI USMAN (61, Hipertensi dan Diabetes). Alamat : Ds. Sumberjo RT 1/8, Kec. Rembang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Ibu Minah biasa dipanggil dalam kesehariannya, beliau adalah seorang ibu dengan satu anak yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh cucian. Namun sejak setahun yang lalu saat beliau bekerja ikut orang sebagai pembantu rumah tangga, tiba-tiba merasakan pusing hingga mengakibatkan beliau tidak sadarkan diri, melihat kejadian itu pihak majikan segera memberitahu keluarga dan bersama-sama dibawa ke RSUD SOETRASNO untuk mendapatkan perawatan, setelah satu minggu dirawat dan mulai membaik akhirnya di ijinkan pulang, setelah peristiwa itu beliau tidak bisa bekerja ke majikannya lagi karena ternyata sudah ada pengganti, akhirnya beliau meminjam uang sama koperasi untuk berjualan dagangan lumpia yang dijual per@ Rp. 400,- sehari jika habis mendapat uang kurang lebih Rp. 50.000,- dengan keuntungan antara Rp. 7.000,- hingga Rp. 10.000,-. Sampai sekarang beliau masih sakit namun tidak dirasakan karena keterbatasan biaya hingga badannya semakin kurus. Beliau seorang janda yang mencari penghasilan sendiri dengan segala keterbatasannya. Sudah satu minggu ini beliau tidak jualan karena kondisi badan yang semakin melemah. Beliau berharap bisa segera sembuh biar bisa bekerja lagi. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Ibu Minah. Alhamdulillah bantuanpun telah disampaikan dan diterima oleh Ibu Minah. Bantuan tersebut digunakan untuk akomodasi Ibu Minah selama berobat di RSUD SOETRASNO Rembang. Semoga Ibu Minah diberi kemudahan dalam berikhtiar mendapat kesembuhan atas sakit yang beliau alami. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 07 Februari 2018
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai

Bu Minah menderita hipertensi dan diabetes


SATIMIN BIN KASMITO ( 78, Usus Buntu). Alamat : Ds. Sumberjo, RT. 5/3, Kec. Rembang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Pak Min biasa dalam kesehariannya dipanggil, seorang kepala rumah tangga yang dikenal sebagai tukang jahit dikampungnya. Namun saat ini beliau belum bisa bekerja lagi akibat sakit yang dideritanya. Bermula saat sekitar 2 tahun yang lalu beliau mengalami sakit pada perut, namun karena keterbatasan ekonomi, rasa sakit itu tidak dirasakan. Hingga sampai setahun kemudian kondisinya semakin memburuk dan akhirnya diantar oleh pihak keluarga ke Puskesmas dan dirujuk ke RSUD SOETRASNO untuk segera dilakukan operasi pada usus buntu, alhamdulillah proses berjalan dengan lancar, namun saat ini bekas dari operasi tersebut membuat Pak Satimin tidak bisa bekerja dengan efektif, hanya menerima jahitan yang ringan, disamping itu juga karena kondisi penglihatan yang sudah semakin kabur. Untuk kebutuhan sehari-hari beliau berharap pertolongan Allah lewat orang-orang yang peduli, biasanya untuk makan beliau membeli bubur di pasar dengan harga Rp. 4.000 untuk dimakan 2 kali pagi dan malam, terkadang juga makan dari makanan hajatan para tetangga yang memiliki hajat. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Bapak Satimin. Alhamdulillah bantuan telah disampaikan dan diterima oleh Bapak Satimin. Bantuan tersebut digunakan untuk akomodasi Bapak Satimin selama berobat di Rembang. Semoga Bapak Satimin segera sembuh dan diberikan sisa umur yang bermanfaat. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Februari 2018
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai

Mbah satimin menderita usus buntu


WARAS BINTI KASMAN (91, Dhuafa). Alamat : Ds. Sumberjo, RT 5/3, kec. Rembang, kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Mbah Waras biasa dipanggil dalam kesehariannya, beliau dikenal sebagai seorang yang selalu bekerja keras dan mandiri dimasa mudanya, namun diusianya yang semakin senja, beliau bertahan hidup dengan belas kasihan tetangga, karena suami dan orang tuanya sudah meninggal. karena keterbatasan ekonomi, beliau dibantu tetangga, namun saat ini karena tetangga yang biasanya membantu juga mengalami ujian ekonomi sehingga beliau tidak bisa dibantu seperti dulu, kini untuk kesehariannya mengharapkan belas kasihan, untuk penyakit yang dihadapi seperti biasa adalah tulang dan penglihatan, beliau berharap mendapat bantuan untuk menyambung hidupnya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Mbah Waras. Alhamdulillah bantuan telah disampaikan dan diterima oleh Mbah Waras. Bantuan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Semoga Mbah Waras selalu sehat dan diberikan sisa umur yang bermanfaat. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Februari 2018
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai

Bantuan tunai


ANANDA PUTRA AGENG MAULANA (3, Faringitis kronik). Alamat : Desa Sendangcoyo, RT.03 RW.02, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Ananda, biasa ia dipanggil adalah anak kedua dari pasangan suami istri Siswoto ( 39) dan Kundayani (28). Gejala penyakitnya berawal pada usia 6 bulan setelah mulai mendapatkan makanan pendamping ASI, setiap diberikan makanan berupa bubur ananda pasti muntah. Seolah-olah makanan tidak bisa masuk ke saluran pencernaan. Berat badan relatif turun karena hanya mendapatkan asupan dari ASI dan susu formula. Kondisi fisiknya mulai menurun sering panas tinggi dan keluar masuk rumah sakit untuk opname. Pada saat itu biaya mandiri karena belum mempunyai asuransi kesehatan karena masih dalam proses pengajuan di desa. Separuh dari rumahnya dikontrakkan untuk biaya tambahan perawatan ananda. Ayah dari ananda hanya pekerja serabutan dan ibunya hanya ibu rumah tangga sehingga penghasilannya hanya cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Orangtua ananda mulai mengkhawatirkan keadaan ananda ketika tidur saluran pernafasannya seperti terganggu. Akhirnya ayah Ananda memeriksakan kembali ke Rumah Sakit Umum Daerah Rembang. Dokter spesialis anak menganjurkan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Kariadi karena perlu tindakan operasi. Dari hasil pemeriksaan dokter didapatkan hasil faringitis kronik dan terdapat pembesaran kelanjar limfe yang mendesak tonsil sehingga ananda susah menelan makanan. Ayah Ananda, Siswoto (39) dan ibunya, Kundayani (28) mengungkapkan kesedihan dan kebingungan saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat dan saudara di Semarang, karena Ananda perlu dilakukan beberapa pemeriksakan yang memerlukan waktu 2-3 hari. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit. Semoga Ananda kesehatannya kembali pulih, sehingga dapat tumbuh dengan normal.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 02 Februari 2018
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai Edi

Ananda menderita faringitis kronik dan terdapat pembesaran kelanjar limfe


MUHAMMAD SUTAJI (25, Lumpuh separuh badan). Alamat : Ds. Karas Gede RT. 3/1, Kecamatan Lasem, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Sutaji biasa dipanggil dalam kesehariannya, ia berprofesi sebagai kernet truck Semarang Surabaya. Dan pada saat mobilnya mendapatkan trayek muatan di semarang beliau mengalami kecelakaan. Sutaji jatuh dari atas truk ketika menutup barang muatan, Setelah itu korban dilarikan ke Rumah Sakit Tugu Semarang. Setelah ditangani selama semalam dirumah sakit tersebut pihak keluarga meminta dirawat ke rumah sakit RSUD Rembang dengan alasan tidak ada biaya untuk disana dan kakak korban sendirian menunggui pasien karena memang tidak ada saudara selain kakaknya, Sehingga pihak keluarga memutuskan untuk dirujuk dan dirawat di RSUD Rembang selama seminggu tidak ada perubahan. Pada akhirnya durujuk ke rumah sakit ortopedi Surakarta. Setelah diperiksa di Surakarta akhirnya dibawa pulang tanpa hasil dan ada agenda jadwal kontrol ke rumah sakit ortopedi Surakarta ditunda karena keluarga tidak ada biaya dan keluarga yang mendampingi kesana pun hanya kakaknya, Sedangkan kakaknya masih punya anak kecil dan tidak bisa ditinggal akhirnya keluarga tidak berangkat. Saat ini Ia hanya bisa terbaring diatas tempat tidur karena badan lumpuh separuh. Buang air kecil pun pakai bantuan selang. Dan setiap bab pun pasien tak merasakan apa-apa, Dengan kondisi hidup hanya dirumah bersama bapak kandung dan ibu sudah meninggal. Mendengar cerita dari tetangga pasien kurir #SR pun segera mengklarifikasi berita tersebut dan setelah sampai di rumah pasien ternyata benar adanya. Setelah melihat langsung keadaan pasien memang benar benar membutuhkan bantuan maka kurir #SR pun mengajukan pasien tersebut ke Sedekah Rombongan. Dan Alhamdulillah Sedekah Rombongan membantu kebutuhan pengobatan dan operasional. Semoga pasien Sutaji segera diberi kesembuhan dan keluarga diberi kesabaran. Aamiin.

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Februari 2018
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai Edi

Sutaji badan lumpuh separuh


PURMINAH BINTI SAIBUN (38, Kanker Otak) Alamat : RT 002, RW 001, Ds. Sumberejo, Kec. Pamotan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Wanita bernama Purminah binti Saibun ini hidup sebagai pedagang kebutuhan harian di Pasar Pamotan. Cerita deritanya bermula pada tahun 2013-an, Purminah ditinggal pergi suaminya yang bernama Supriyaduri. Lelaki asli Pamotan yang menikahi wanita asli Pati ini pergi tanpa kabar dan tanpa pernah menafkahi. Bahkan sebelumnya, wanita yang kerja di sebagai bakulan di Pasar Pamotan ini sering kali dimintai uang oleh suaminya. Akhirnya untuk menafkahi keluarga yaitu kedua anaknya, Purminah kerja keras. Namun mulai tahun 2015 merasakan sakit tak tertahankan di kepalanya. Saat ini Purminah dalam proses perceraian namun akta cerai belum keluar. Setelah merasa kepalanya sering pusing, Purminahmemeriksakan diri ke Puskesmas Pamotan. Kemudian dirujuk ke RSUD dr. R. Soetrasno, Rembang. Dan berlanjut di rujuk ke RSUP dr. Kariadi Semarang. Tanggal 24 Agustus 2017 hasilnya dinyatakan kanker otak dan harus opname. Tgl. 30 Agustus 2017 operasi kanker otak. Kemudian sempat kontrol 3 kali ke Semarang. Berangkat dari Pamotan jam 02.00 dan kemudian pulang sampai Lasem lagi jam 24.00. Pertama sewa mobil, namun karena tidak punya uang untuk kontrol berikutnya naik bis diantar iparnya dengan penuh sesak dan macet akhirnya pulang malah “awak lara kabeh”. Setelah kontrol ketiga dan diputuskan opname serta kemo lewat obat antibiotik cair (6 botol) kemudian dokter menyarankan tidak boleh ada aktivitas lagi. Anaknya yang pertama kerja di pabrik botol dengan gaji hanya Rp. 38.000/hr. Selama ini tidak pernah dapat bantuan karena rumah dianggap besar padahal tinggalan mantan mertua. Saat ini, anak sulung Purminah lulus SMA dan sudah kerja serta adiknya kelas 5 SD (11 th). Mbak Purminah ingin pulang ke Pati karena khawatir suatu ketika diusir mantan suaminya jika pulang. Namun ditahan oleh mertuanya yang masih sayang dan kasihan. Selama ini iparnya yang perempuan selalu menemani jika kontrol ke Semarang. Purminah sering merasakan pusing dan sakit luar biasa sehingga tak bisa pergi dari tempat tidur. Dia tak mampu beraktivitas seperti biasanya. Dia ewuh pekewuh dengan pihak keluarga mantan suaminya jika terus merepotkan. Saat ini istirahat total 3 bln di rumah. Beliau sangat bingung untuk menanggung biaya akomodasi yang ditanggung saat pemeriksaan ke Semarang, transportasi dan juga biaya keseharian untuk anaknya yang masih kecil. Alhamdulilah atas informasi dari Mas Mulat kepada kurir #SR Rembang, keberadaan beliau segera disurvey pada tgl. 29 September 2017. Alhamdulillah Allah mempertemukan Sedekah Rombongan kepada Bu Purminah, Bantuanpun diberikan untuk biaya pengobatan. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 1070

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 01 Februari 2018
Kurir : @arif pandowo, Achmad Rif’an, Edi Santoso @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai

Bu Purminah menderita kanker otak


SUPAT BINTI YANTO (44, Glukoma, infeksi saluran kencing dan batu ginjal). Alamat : Desa Sendang Coyo RT. 01/ 02, Kec. Lasem, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Bu Supat biasa dipanggil dalam kesehariannya. Beliau adalah seorang ibu rumah tangga, saat ini beliau mengalami sakit yang dirasakan sudah 3 tahun yang lalu cuma tidak terlalu diperhatikan. Tapi setelah itu mata terasa sakit dan pedes ketika tertiup angin. Hingga akhirnya bulan agustus kemarin diperiksakan dan dirujuk ke RSUD Rembang. Lalu dirujuk ke Rumah Sakit sultan Agung Semarang akan tetapi setelah diperiksa di Sultan agung lalu dirujuk untuk diobati di Rsud R Soetrasno Rembang saja, Dan kondisi saat ini masih terasa sakit. Pasien terkendala di biaya operasional dan pengobatan karena satu bulan sekali pasien kontrol di RSUD Rembang. Mendengar informasi tersebut kurir #SR Rembang langsung survei tempat dimana pasien berada. Setelah diklarifikasi oleh kurir Sedekah rombongan ternya benar adanya dengan pertimbangan tetangga sekitar, Kemudian melihat kejelasan informasi tersebut hingga akhirnya di ajukan ke sedekah rombongan dan bantuanpun diberikan untuk membantu kebutuhan operasional dan pengobatan pasien atas nama supat sebagai dampingan #SR. Semoga Bu supat segera diberi kesembuhan atas sakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai Edi

Bu Supat menderita glukoma, infeksi saluran kencing dan batu ginjal


DEBY RICHI REGARANDRA (17, Pembengkakan Sumsum Tulang Belakang). Alamat : Desa Babagan, RT. 11/4, Kec. Lasem, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Andra seorang pelajar yang biasa dipanggil dalam kesehariannya. Ia adalah pelajar yang rajin belajar, namun saat ini tidak bisa melanjutkan aktifitasnya dengan normal karena sakit yang ia derita. Sakit berawal saat main bola bersama dengan teman-temannya ditahun 2014 terjatuh sampai lumpuh hingga akhirnya tidak melanjutkan pendidikan sekolahnya. Sudah pernah berobat di RSUD Soetrisno Rembang, Mitra Bangsa Pati, Mardirahayu Kudus Dan Ini semua biaya sendiri, Tapi tidak ada perubahan Hingga akhirnya harta bendanya habis untuk berobat. Melihat kondisi Andra tidak ada perubahan pihak keluarga berhenti memeriksakan pasien ke rumah sakit lagi karena sudah tidak ada biaya, dan saat ini hanya mengandalkan terapi herbal di daerah dadapan Alhamdulillah dengan ditelateni terapi ini sudah ada perubahan walaupun masih terbaring ditempat tidur dan akan tetapi sudah bisa menggerakan jempol kaki dan kadang sesekali bisa duduk. Kendala keluarga saat ini memang biaya operasiol pada saat kontrol dan pengobatan, karena setiap kontrol butuh mobil untuk mengantar ketempat pengobatan. Melihat keadaan seperti ini kurir #SR langsung survei ke rumah pasien dan memang benar keadaannya sebagaimana cerita tersebut. Kemudian kurir #SR menindak lanjuti untuk diajukan ke sedekah rombongan. Alhamdulillah team kurir membantu memutuskan untuk membantu kebutuhan pengobatan pasien Andra sebagai dampingan #SR Kita semua berharap pasien Debby cepat dibetikan kesembuhan dan keluarga diberi kekuatan dan kesabaran. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai Edi

Deby menderita pembengkakan sumsum tulang belakang


GIAT AGUS SALIM (15, Patah tulang) Alamat : Desa Pasar Banggi, Rt 1/3, Kec. Rembang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Seorang pemuda yang masih duduk di sekolah menengah pertama ini harus tegar dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah. Peristiwa ini terjadi ketika Dik Giat mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan salah satu kakinya di amputasi. Kecelakaan ini terjadi ketika Dik Giat dan teman-temannya sedang mengendarai sepeda motor, mereka pun bercanda satu sama lain di jalanan raya. Kemudian, seorang temannya itu menarik Dik Giat dari belakang, sehingga Dik Giat pun jatuh dari motor. Sebuah truk tronton yang bermuatan kosong tepat berada di belakangnya, ban truk tronton itu seketika melindas kaki Dik Giat. Dik Giat pun dilarikan di rumah sakit daerah Jepara, dari rumah sakit daerah Jepara di rujuk ke RSI Sultan Agung Semarang. Akan tetapi, dengan melihat kondisi keluarganya Dik Giat dimana Ayahnya yaitu Heri Sugiarto (47) bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya Surjanah Wati (34) hanya menjadi ibu rumah tangga. Sedangkan Dik Giat memiliki 3 saudara yaitu Shafitri Aulia Firdaus (9), Muhammad Akmal Satrio (8), Sadam Husen (4) yang sedang membutuhkan biaya untuk sekolah. Akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Dik Giat di RSI Sultan Agung Semarang. Dik Giat hanya memperoleh pengobatan seadanya kurang lebih 7 bulan lamanya. Pada awal Maret 2016, kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Dik Giat. Atas beberapa pertimbangan, tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Dik Giat. Kemudian Dik Giat dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSI Sultan Agung Semarang. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, pihak RSI Sultan Agung Semarang menyarankan untuk mengamputasi salah satu kaki Dik Giat yang terlindas karena mengalami pembusukan. Setelah menjalani amputasi kaki, ternyata Dik Giat mengalami masalah pada saluran kandung kemih. Dik Giat pun dilarikan lagi di rumah sakit daerah Jepara, kemudian dirujuk di RSI Sultan Agung semarang. Dari pihak RSI Sultan Agung semarang, menyarankan untuk di rujuk di RS. Orthopedi Solo. Setelah menjalani pemeriksaan di RS. Orthopedi Solo ternyata dokter menyatakan tidak ada masalah dengan kaki pasca amputasi. Namun memang terjadi masalah pada kandung kemih Dik Giat, sehingga Dik Giat dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melanjutkan pengobatan. Saat ini Dik Giat telah menjalankan operasi bedah plastik sebanyak 2 kali pada saluran kandung kemihnya dan kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Alhamdulillah kini kondisi kesehatannya semakin membaik. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Dik Giat dan keluarga selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya masuk kedalam rombongan 1099.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Februari 2018
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo diyah afi nurlaeli @akuokawai

Giat menderita patah tulang


KASMIRAN BIN KASBUN (57, Kaki Amputasi) Alamat: Rt. 07/04, Desa Tawangrejo, Kec. Sarang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Kasmiran bin Kasbun awalnya adalah seorang nelayan yang berlayar di jauh-jauh. Beliau mengalami sakit di kaki kirinya, pada awalnya sakit yang dirasakan tidak di indahkan. Tiga tahun yang lalu sakit itu mulai terasa tambah parah. Merasa sakit yang mendalam beliau dibawa ke puskesmas. Dari puskesmas diagnosa harus di lalukan Amputasi. Namun keadaan yang kurang mampu beliau dan keluarga mencari program Amputasi Gratis. Hingga akhirnya Amputasi di RSUD KELET Jepara (Gratis). Setelah dari RSUD KELET setiap kontrol beliau kesulitan keuangan untuk kontrol ke Jepara, hingga lebih memilih kontrol ke RSUD Rembang yang lebih dekat. Setelah kondisinya membaik beliau hanya kontrol di Puskesmas Sarang setiap sebulan sekali. Namun keinginan beliau untuk bisa kembali berjalan normal seperti orang biasa membuat keluarga tergerak membuat alat bantu dengan bambu. Melihat perjuangan masyarakatnya yang sangat ingin punya kaki palsu perangkat desa Tawangrejo bercerita kepada kurir Sedekah Rombongan. Langsung saja saat itu juga tanggal 09 November 2017 kurir Sedekah Rombongan melakukan survey ke rumah Bp. Kasmiran. Beliau tinggal di rumah sederhana berlantai tanah, berdekatan dengan kandang sapi. Sejak sakit tersebut beliau tidak bekerja seperti sedia kala. Sedekah Rombongan melakukan pendampingan kepada Bp. Kasmiran yang membutuhkan kaki palsu. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan kepada keluarga Bapak Kasmiran untuk pembelian kaki palsu yang sebelumnya telah masuk rombongan 1098. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 9 Februari 2017
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo Eka Aldi @akuokawai

Bantuan kaki palsu


NUR KHASANAH (39, Hepatitis B) Alamat : Desa Cabean Kidul RT 1/1, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Sukidah hidup sebatangkara karena ayah dan ibunya sudah meninggal dunia. Seorang guru wiyata bakti yang setiap harinya menjadi tulang punggung keluarga. Janda beranak satu ini bernama Bu Nur Khasanah. Penyakit amandelnya menjadi ujian tersendiri karena sebagai pendidik. Sehingga setelah periiksa di RSUD dr R Sutrasno Rembang diberikan rujukan ke RSUP dr. Kariadi Semarang pada bulan Juli 2017. Justru itulah awal beliau mengetahui bahwa diagnosa dokter menyatakan Bu Nur Khasanah menderita Hepatitis B. Karena pendapatan keluarga sangat minim hanya untuk kebutuhan harian, maka setiap kali kontrol ke Semarang selalu meminjam kepada saudara-saudaranya. Agar beban berkurang dan dengan tenaga yang “ringkih” beliau naik transportasi umum. Setiap bulan untuk kontrol di Semarang selalu mengeluarkan biaya 1 juta, yaitu 4 kali pada hari Selasa. Alhamdulillah pada bulan September bertemu dengan kurir #SR Rembang. Setelah dilakukan survey dan pendataan akhirnya diputuskan tim kurir sebagai pasien dampingan. Santunan sebelumnya masuk kedalam rombongan 1098

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 05 Februari 2018
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo Farida @akuokawai

Bu Nur Khasanah menderita Hepatitis B


KHAIZUN NIAM (24, Amputasi kaki dan Luka Dekubitus). Alamat : Ds. Klapan lor Sidomulyo, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Niam biasa dalam kesehariannya dipanggil, seorang anak yang sekaligus menjadi tulang punggung keluarga, pada empat bulan yang lalu mengalami kecelakaan tunggal yang mengharuskan khaizunniam rela untuk diambil tindakan amputasi kaki kiri sampai batas lutut. Dan patah bambu pangkal paha bagian kanan. Setelah proses amputasi dan perawatan di RS Karawang selama 9 hari dan atas permintaan keluarga dirujuk ke RSUD Soetrasno Rembang selama 20 hari. selama 20 hari dirawat dilakukan tindakan pembuatan saluran BAB diperut karena anus mengalami kerusakan. Sedangkan pengobatan patah tulang menunggu luka dekubitus kering. Selanjutnya dilakukan berobat jalan oleh mantri Ali Ghufron membersihkan luka dan merawat luka 4 hari 1kali. Dan keluarga melakukan pengobatan pijat sangkal putung 4 hari kali. Alhamdulillah biidznillah perkembangan mulai terlihat, luka dekubitus sudah mulai mengecil dan tinggal 2 titik luka. Dan rasa sakit dipangkal paha (bagian patah bambu) mulai hilang serta kaki sudah bisa digerakkan. Untuk kedepanya dibutuhkan cekup & rongent di RSUD Soetrasno Rembang untuk mengetahui kondisi patah tulang dan tindakan selanjutnya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapi oleh Mas Niam, dan alhamdulillah Sedekah Rombongan diberi kesempatan untuk menyampaikan amanah dari sedekah holic untuk meringankan ujian yang dialami Mas Niam. Dan sebelumnya sudah mendapat santunan yang masuk kedalam rombongan 1906. Semoga beliau cepat diberi kesehatan serta ketabahan, kekuatan dan kesabaran bagi keluarga Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 29 Januari 2018
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo Eka Aldi @akuokawai Ahmad Fatoni Putri RM

Niam menderita amputasi kaki dan luka dekubitus


WIWIK WIDYAWATI (51, Diabetes Mellitus dan Katarak). Alamat : Desa Pamotan, RT 3/6, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Wiwik bekerja sebagai penjual lauk di pasar. Wiwik adalah penopang kebutuhan sehari-hari keluarga karena suaminya Mokhamad Hariyadi, (58) sudah tidak bekerja. Wiwik sudah tidak bisa bekerja untuk menopang kebutuhan keluarganya sejak ditanyatakan positif Diabetes dan terdapat luka di kakinya yang mengharuskan untuk amputasi satu jari kaki agar tidak semakin menyebar di bagian tubuh lainnya. Setelah satu tahun menjalani operasi, ia menjalani rawat jalan di RSUD Soetrasno Rembang. Pada tanggal 8 September 2017 ia kontrol di RSUD Soetrasno Rembang, dalam pemeriksaannya ia didiagnosa menderita penyakit katarak di kedua bola matanya dan disarankan untuk segera operasi ke RSUD Semarang. Tetapi, karena keterbatasan biaya dan transportasi Wiwik belum bersedia dirujuk. Wiwik hidup bersama ayahnya (Rebiyanto) yang berprofesi sebagai nelayan dan ibunya (Paini) yang hanya sebagai ibu rumah tangga, ia juga memiliki seorang anak yang masih sekolah. Sejak sakit hingga sekarang ia hanya menjalani rawat jalan di RSUD Soetrasno Rembang. Meskipun sudah memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS, namun ia masih tetap keberatan membiayai biaya pengobatan dan transportasi ke RSUD Semarang karena kondisi perekonomian keluarga memang sangat memprihatinkan, sudah tidak ada lagi yang bisa bekerja dan ia juga tidak memiliki asset yang bisa diperjualbelikan. Wiwik sangat berkeinginan kuat untuk sembuh agar kondisi keluarga bisa kembali normal dan ia bisa beraktivitas kembali sebagai ibu rumah tangga sekaligus membantu menopang kebutuhan sehari-hari keluarga dan tidak membebani orang-orang disekitarnya.Pihak keluarga sangat mengharapkan kesembuhan Wiwik. Pada bulan September 2017, kurir Sedekah Rombongan Rembang bertemu dengan keluarga Wiwik, setelah melalui proses pendataan dan survei, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Wiwik sampai bisa sembuh. Biaya pengobatan dan transportasi untuk antar jemput ke RSUD Semarang sudah ditanggung oleh pihak SR. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan. Santunan sebelumnya masuk ke dalam rombongan 1099. Semoga Ibu Wiwik diberi kemudahan dalam berikhtiar mendapat kesembuhan atas sakit yang beliau alami. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : 500.000,-
Tanggal : 11 Februari 2018
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo Diyah @akuokawai

Bu Wiwik menderita penyakit katarak


DEVI INTANI (13, Difabel). Alamat : Desa Sambong, RT. 1/2, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Devi biasa dipanggil dalam kesehariannya, ia adalah seorang anak dari pasangan Bapak Sukatmin dan Ibu Kiswati. Sebelumnya Devi terlahir normal, namun sejak usia 3 tahun panas hebat dan terus sakit-sakitan, lalu oleh pihak keluarga dibawa periksa ke Puskesmas, namun hinga kini belum bisa berjalan. Karena badannya besar, ibunya sangat kesusahan saat mau membawanya ke kamar mandi atau ke manapun. Sebenarnya Dek Devi suka sekali melihat orang-orang dan sangat senang saat di rumah neneknya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami oleh keluarga dek Devi, Alhamdulillah bantuanpun diberikan untuk pembelian kursi roda dek Devi, semoga memberi manfaat untuk kesembuhan dek Devi. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.100.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo Khumaidah @akuokawai

Bantuan kursi roda


ENES MURYITNO (44, Penurunan Daya Tahan Tubuh). Alamat: Desa Karas, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Enes Muryitno telah lama meninggalkan kampung halaman merantau ke Bogor. Saat kembali ke kampung halaman dalam kondisi lemah dan karena warga mendengar bahwa ia terkena HIV tidak ada satupun familinya yang mau menerima, bahkan warga sekitarpun menolak kehadirannya mulai sejak di Puskesmas lalu ke RSUD SOETRASNO dan kembali ke Puskesmas lagi tidak ada satupun warga yang menjenguk, kecuali Kepala Desanya. Mendapati informasi tersebut kurir Sedekah Rombongan segera mensurvey kondisi beliau. Saat ini Pak Enes di tempatkan di ruang kosong sebelah Balai Desa Karas Sedan. Karena kondisinya semakin melemah akhirnya beliau dirujuk ke RSUD SOETRASNO untuk mendapatkan pertolongan, Namun Allah lebih sayang sama beliau hingga akhirnya pada tanggal 22 Januari 2018 beliau dipanggil oleh Allah, Sedekah Rombongan kembali menyampakain bantuan yang sebelumnya masuk dalam rombongan 1099. Sedekah Rombongan turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Enes Muryitno, semoga beliau Husnul Khotimah. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 23 Januari 2018
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai Khumaidah

Pak Enes menderita penurunan daya tahan tubuh


DEVI INDRA ALDIFA (3, Penurunan Daya Tahan Tubuh). Alamat: Desa Candi Mulyo Dusun Mbelik, RT 2/2, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Devi adalah putri dari ibu Khomariah (alm). Saat ini, Devi dirawat oleh neneknya karena ibunya sudah meninggal satu bulan yang lalu lantaran terserang penyakit penurunan daya tahan tubuh dan ayahnya tidak diketahui keberadaannya, Ibunya sudah bercerai dari ayahnya sejak Devi di dalam kandungan. Devi terdeteksi penyakitpenurunan Daya Tahan Tubuh sejak satu bulan yang lalu. Pengobatan yang dijalaninya hanya menggunakan obat herbal karena keterbatasan biaya. Beberapa hari terakhir Devi susah makan dan batuk-batuk, hal tersebut membuat neneknya semakin khawatir terhadap kesehatan cucunya (Devi). Meskipun Devi sudah memiliki kartu BPJS, pihak keluarga masih merasa bingung bagaimana langkah untuk penyembuhan Devi, setelah ibunya meninggal sebulan yang lalu karena penyakit penurunan daa tahan tubuh, kini mereka bingung harus bagaimana, karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja susah, apalagi kalau ditambah dengan biaya pengobatan dan perawatan rutin, neneknya bingung dengan apa untuk membeli obat dan mencukupi asupan gizi cucu semata wayangnya. Pihak keluarga sangat berharap ada pihak yang bersedia membantu dan mengarahkan upaya untuk membantu kesembuhan Devi. Pada bulan Januari 2017, kurir Sedekah Rombongan Rembang bertemu dengan keluarga Devi, setelah melalui proses pendataan dan klarifikasi, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Devi sampai bisa sembuh. Kurir Sedekah Rombongan Rembang bertemu dengan keluarga Devi, setelah melalui proses pendataan dan klarifikasi, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Devi sampai bisa sembuh. Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke Semarang sudah ditanggung oleh pihak SR. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 1099.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Januari 2018
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo, Khumaidah @akuokawai

Devi menderita penurunan daya tahan tubuh


HUSSIN MAHMUD (43, Patah Tulang + Mata Buta). Alamat: Desa Narukan, Rt 03/02, Kec. Kragan, Kab. Rembang, Prov. Jawa tengah. Pak Hussin Mahmud biasa dipanggil dalam kesehariannya, beliau bekerja sebagai sopir. Musibah yang dialaminya terjadi satu tahun silam, saat beliau mendapat orderan untuk mengambil box bayi milik tetangganya di Pancur. Saat baru sampai setengah jalan tiba-tiba ada mobil yang menghantam mobil yang dikendarainya, dari kejadian itu, nyawa beliau hampir melayang, seluruh wajahnya rusak, bola matanya hilang satu, wajahnya dioperasi plastik agar bisa membentuk wajah lagi dan kakinya harus di operasi agar tersambung lagi. Beliau adalah tulang punggung keluarga, akan tetapi akibat peristiwa kecelakaan tersebut, beliau tidak dapat lagi bekerja, bahkan untuk terus dapat berobat saja beliau bingung, istrinya, Ibu Munsyarifah mencoba mengambil alih tanggung jawab dengan berjualan kue keliling agar bisa bertahan hidup, bahkan salah satu anak Pak Husin ada yang mengungsi ikut familinya demi meringankan beban. Hingga Sedekah Rombongan mendapat informasi tentang kondisi pak hussin yang sangat butuh untuk dibantu agar bisa tetap berobat, kurir Sedekah Rombongan segera meluncur untuk croscek dan survey. Setelah mengetahui kronologi cerita dan kondisi Pak Husin akhirnya, beliau diajukan untuk menjadi penerima manfaat dari Sedekah Rombongan. Alhamdulillah bantuanpun diberikan untuk membantu meringankan kesulitan yang dialami oleh Bapak Hussin. Semoga Allah segera mengangkat penyakit beliau sehingga bisa beraktifitas kembali untuk mencari nafkah sebagaimana mestinya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 Januari 2018
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai Khumaidah

Pak Hussin menderita patah tulang + mata buta


MUHAMMAD KHOIRON (31, Jantung). Alamat : Ds. Kumbo, RT. 9/5, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Khoiron biasa dipanggil dalam kesehariannya, ia adalah anak dari pasangan Bapak Ahmad dan Ibu Sa’diyah. Dalam kesehariannya beliau bekerja sebagai petani dikampungnya. Namun sejak tahun 2013 Mas Khoiron dioperasi pergantian katub jantung diganti dengan logam. Sejak saat itu beliau tidak bisa lagi mengangkat beban terlalu berat, bahkan bisa dikatakan tidak bisa bekerja berat, tiap bulan harus kontrol ke Karyadi. Jarak semarang dan Rumahnya yang lumayan jauh membuat beliau menjadi kendala. Alhamdulillah bantuanpun diberikan untuk biaya akomodasi kontrol. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir Sedekah Rombongan dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 30 Januari 2018
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai Khumaidah

Pak Khoiron menderita jantung


KHUMAIDAH BINTI NGATMAN (44, Kanker Payudara). Alamat : Desa Sendang Waru RT. 2/1, Kec. Kragan, Kab. Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Idah biasa dipanggil dalam kesehariannya, beliau adalah anak dari pasangan Alm. Bapak Ngatman dengan Almh. Ibu Darsup. Kesehariannya Bu Idah bekerja sebagai guru Madrasah honorer. Namun sejak satu tahun yang lalu, awalnya ada benjolan terasa di payudara beliau, ahirnya karena khawatir Bu khumaidah memeriksakannya ke Puskesmas. lalu di beri rujukan ke RSUD Soetrasno Rembang. Setelah melalui beberapa pemeriksaan, beliau di rujuk ke RS Sultan Agung. Suami Bu khumaidah hanya bekerja sebagai guru honorer dimadrsah dengan honor 450.000 tiap bulan sedangkan beliau juga harus menanggung kebutuhan anaknya yang masih kecil, meskipun bpjsnya ada, biaya makan dan transport ke semarang sungguh sangat berat bagi keluarga ini. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Ibu Khumaidah. Alhamdulillah bantuanpun diberikan untuk biaya akomodasi kontrol. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir Sedekah Rombongan dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 Januari 2018
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai Khumaidah

Bu idah menderita kanker payudara


KUSAERI BIN AKRIM (55, Tumor). Alamat : DS. Pandangan Kulon, RT. 10/5, Kec. Kragan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Kusaeri biasa dipanggil dalam kesehariannya, beliau adalah anak dari pasangan Bapak Akrim dan Ibu Kaspi. Beliau bekerja sebagai tukang becak dalam kesehariannya. Namun sejak setahun terakhir ini Pak Kusairi merasakan sakit luar biasa, setelah dibawa ke RSUD Soetrasno Rembang, beliau di diagnosa tumor ganas yang harus segera di operasi. Pak kusaeri merupakan tulang punggung keluarga dan penghasilan sebagai tukang becak tidak memungkinkan beliau menabung banyak maka saat sakit seperti ini mereka mengalami kesulitan ekonomi, bahkan untuk biaya transportasi dan makan mereka meminjam. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Pak kusaeri. Alhamdulillah bantuanpun diberikan untuk biaya akomodasi kontrol. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir Sedekah Rombongan dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 29 Januari 2018
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai Khumaidah

Pak Kusaeri di diagnosa tumor ganas


LASMINI BINTI KASPIYO (60, Lumpuh) Alamat: Ds. Gandrirojo RT 3/4), Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Sudah lebih dari sepuluh tahun Mbah Lasmini ini bekerja sebagai buruh yang merantau. Bukannya kesejahteraan sosial yang diperoleh namun pulang ke desa tanpa membawa sesuatupun. Karena komunikasi sudah sulit, sukar untuk melacak keberadaan keluarganya. Atas belas kasihan orang akhirnya bisa mendirikan gubuk, tak layak disebut rumah sebagai tempat untuk tinggal. Beliau mulai repot dan tidak bisa jalan sejak satu tahun terahir ini. Saat ini beliau ditempatkan di tempat yang sangat memprihatinkan, dekat kandang kambing yang sangat bau. Di gubuk itu tidak ada kasur dan tidak ada apapun kecuali bale kecil untuk tidur sekaligus makan dan aktivitas lainnya. Kondisinya memburuk karena sudah tidak bisa melakukan aktivitas lain disebabkan lumpuh. Untuk makannya beliau menunggu tetangga yang kasihan dan gantian memberi. Mbah Lasmini tidak mempunyai identitas apapun, baik Kartu Tanda Penduduk KK, tentu kartu jaminan kesehatan dan lain-lain juga sama sekali tidak ada. Selimut untuk tidur pun hanya satu-satunya, pakaian seadanya. Tidak adanya sanak saudara dan hanya tetangga yang masih kasihan saja yang mengurusnya. Benar-benar hidup sebatang kara. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan Rembang menjumpai beliau dan setelah survey maupun pendataan kemudian atas initiative kurir berombongan iuran membuatkan tempat tidur layak, membelikan kasur, sembako dan juga meminta ijin pemilik tanah agar diperkenankan untuk memperbaiki lantai dengan plesterisasi. Setelah data kita sampaikan ke tim kurir, alhamdulillah Mbah Lasmini mendapatkan santunan dari Sedekah Rombongan untuk membantu mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 1069

Jumlah santunan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 30 Januari 2018
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo Khumaidah @akuokawai

Bu Lasmini menderita lumpuh


LELES BIN WAHID (42, Kusta). Alamat: Desa Mojosari, Rt. 05/01, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Bapak leles hidup sebatangkara, tiada anak istri .Beliau hidup dalam kekurangan, dulu beliau masih bisa kerja menjadi kuli untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tapi sejak lima tahun terahir ini penyakit silih berganti menghampirinya. kini kondisinya makin memprihatinkan, kusta yang menggerogoti tubuhnya membuat beliau tak berdaya dan tidak bisa lagi bekerja bahkan sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya serba kekurangan. Puskesmas setempat rutin memberikan pengobatan pada Pak Leles. kondisi sakit dan hidup sebatang kara serta tidak bisa bekerja membuat banyak tetangga iba. Berdasarkan info dari puskesmas kurir Sedekah Rombongan datang bersilaturrahmi ke tempat Pak Leles. Setelah itu melaporkan kondisi Pak Leles dan alhamdulillah Sedekah Rombongan berkenan membantu Pak Leles. Beliau mendapatkan santunan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan sebellumnya masuk dalam rombongan 1099

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 Januari 2018
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai Khumaidah

Pak Leles menderita kusta


MAHMUDI BIN DAKI (37 th, Cacat Kedua Tangan). Alamat : Desa Sidomulyo RT. 001 RW. 001 Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Pak Mahmudi sudah menderita cacat sejak dua tahun yang lalu. Cacat di kedua tangan Pak Mahmudi berawal dari kejadian tersengat listrik pada saat membenarkan kabel yang rusak. Kejadian tersebut mengakibatkan tangan Pak Mahmudi mengalami luka dan akhirnya cacat pada kedua tangannya. Pak Mahmudi sudah tidak memiliki keluarga, kedua orang tuanya sudah meninggal dunia. Sejak ia tersengat listrik hingga saat ini hanya pernah menjalani pengobatan satu kali di RSUD Dr. Soetrasno Rembang, setelah itu tidak pernah dilakukan pengobatan lagi sehingga kondisi tangannya semakin parah dan sedikit demi sedikit tangannya mengelupas atau istilahnya gripisi. Kondisi tersebut membuat Pak Mahmudi tidak bisa melakukan kegiatan sehari-harinya secara normal sehingga ia tidak bisa bekerja untuk mencari nafkah. Meskipun sudah memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS, Pak Mahmudi tetap tidak mampu berobat ke rumah sakit secara rutin karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja belum tercukupi apalagi jika harus membayar biaya transportasi dan pengobatan kedua tangannya. Pak Mahmudi sangat bertekad kuat untuk sembuh agar bisa beraktivitas normal kembali dan tidak membebani orang-orang disekitarnya. Pada saat kurir #SR Rembang bertemu langsung dengan Pak Mahmudi, kurir merasa sangat prihatin dan ikut merasakan kesedihan yang dialami Pak Mahmudi. Setelah melalui proses pendataan dan survei, Sedekah Rombongan memutuskan untuk mendampingi pengobatan Pak Mahmudi sampai sembuh. Biaya kontrol dan operasional selama pengobatan untuk antar jemput ke RSUD Dr. Kariadi Semarang sudah ditanggung oleh pihak SR. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000.,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo Khumaidah @akuokawai

Pak Mahmudi sudah menderita cacat di kedua tangan


MAZIYYAH HASANAH (2 th, Pengecilan Kepala). Alamat : Desa Pacing RT. 006 RW. 002 Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Maziyyah adalah balita yang menderita pengecilan di bagian kepalanya, kondisi tidak normal ini sudah terjadi sejak ia dilahirkan, pada saat dilahirkan pertumbuhannya sudah tidak normal. Pertumbuhannya tidak seperti bayi yang normal, Maziyyah mengalami pertumbuhan yang lambat terutama di bagian kepalanya, semakin bertambah usinya tidak mengalami pertumbuhan di bagian kepalanya justru mengalami pengecilan. Maziyyah hidup bersama ayahnya Basuni (35 th) yang berprofesi sebagai buruh tani dan ibunya Maftuhah (28 th) yang hanya sebagai pengurus rumah tangga. Sejak ia dilahirkan dan kedua orang tuanya menyadari jika anaknya mengalami pertumbuhan yang tidak normal, Maziyyah hanya melakukan pengobatan medis satu kali di RSUD Dr. Karyadi Semarang. Pengobatan selanjutnya hanya dilakukan secara mandiri dan seadanya di rumah dikarenakan terkendala biaya rumah sakit dan akomodasi. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan ekonomi kedua orangtuanya, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja belum tercukupi apalagi jika harus membayar biaya transportasi dan pengobatan putrinya. Kondisi Maziyyah saat ini sangat memprihatinkan, ia sering menangis karena kesakitan di bagian kepalanya. Kedua orang tuanya sangat bertekad kuat agar putri semata wayangnya bisa sembuh dan tumbuh normal. Pada saat kurir #SR Rembang bertemu langsung dengan keluarga dan melihat kondisi Maziyyah, kurir merasa sangat prihatin dan ikut merasakan kesedihan yang dialami kedua orangtuanya. Setelah melalui proses pendataan dan survei, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Maziyyah sampai bisa sembuh. Biaya kontrol dan operasional selama pengobatan untuk antar jemput ke RSUD Dr. Kariadi Semarang sudah ditanggung oleh pihak SR. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000.,-
Tanggal : 22 Januari 2018
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo Khumaidah @akuokawai

Maziyyah menderita pengecilan di bagian kepala


MUHAMMAD ARKA SYAHREZA (1, Hydrocephalus). Alamat: Desa Sidorejo, RT 3/3, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Arka bin Candra sejak lahir telah di diagnosa Hydrocephalus. Sejak itu adik bayi ini sering sekali demam dan pada akhir Oktober 2017 ini Arka badannya panas tinggi serta menangis terus tiada henti. Oleh kedua orangtuanya segera di bawa ke Puskesmas Kec. Sedan dan oleh dokter anak disarankan agar di bawa ke RS KSH Pati untuk pemeriksaan lanjutan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan Rembang menjumpai keluarga ini untuk dilakukan survey dan pendataan pada tanggal 3 November 2017. Hasil keputusan tim kurir menyatakan bahwa perlu santunan pendampingan pada putra seorang kuli bangunan ini. Keluarga yang membutuhkan bantuan transportasi dan dampingan dalam pengobatan semoga bisa terealisasi dan adik Arka segera sembuh. Alhamdulillah bantuanpun diberikan untuk membantu meringankan kesulitan yang dialami oleh Dek Arka. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 1099

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 30 Januari 2018
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai Khumaidah

Arka di diagnosa hydrocephalus


RAIHANA YASMINA FAIHA (3, Tuna Rungu dan Pengecilan Kepala). Alamat: Desa Kenongo, Rt. 003/001, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Raihana Putri adalah pasangan dari Bapak Nur Salim dan Ibu Dariyanik lahir dengan kondisi yang tidak seperti umumnya bayi normal. Sejak awal di diagnosa tuna rungu sehingga pertumbuhannya tidak seperti anak-anak lainnya. Bapaknya yang hanya seorang kuli dan kadang sebagai kernet angkutan tidak mampu membawanya pergi berobat. Meskipun mempunyai kartu jaminan kesehatan dari pemerintah namun untuk transportasi ke RSUD dr R. Soetrasno maupun ke Semarang sangat berat. Pada bulan Oktober keluarga Raihana di beri informasi dari bidan desa tentang Sedekah Rombongan. Alhamdulillah setelah di pertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan Rembang, akhirnya dilakukan survey dan juga pendataan. Alhamdulillah Raihana bisa dapat santunan pendampingan dari Sedekah Rombongan. Saat ini Raihana masih kontrol di RSUP dr Kariadi Semarang karena selain tuna rungu juga di temukan penyakit di kepalanya yang mengakibatkan si adik manis ini susah tidur serta pertumbuhan kepala terhambat. Semoga hasil pendampingan nantinya dapat meringankan beban keluarga dan Raihana bisa sehat. Alhamdulillah bantuan selanjutnya diberikan untuk pembelian alat bantu dengar. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 1099.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.800.000,-
Tanggal : 29 Januari 2018
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai Khumaidah

Raihana di diagnosa tuna rungu


WARNI BINTI DASMO (80 th, Dhuafa Terlantar). Alamat : Dusun Sendang, Desa Gandrirojo RT. 002 RW. 005, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Mbah warni adalah manula yang hidup sebatangkara karena sudah tidak ada sanak keluarga dan saudara yang merawatnya. Kedua orang tuanya sudah lama meninggal dunia dan sebenarnya mbah Warni memiliki seorang putra semata wayang yang pergi merantau namun sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya. Di usianya yang sudah tua mbah Warni hidup sebatangkara di sebuah rumah kecil yang sudah tidak layak huni atau bisa disebut dengan gubug reot yang didalamnya hanya terdapat ranjang kayu tanpa kasur dan dikelilingi dengan bilik-bilik bambu yang sudah hancur dimakan rayap. Kondisi mbah Warni saat ini sangat memprihatinkan, sehari-harinya hanya bisa terbaring di atas ranjang kayu tanpa kasur, untuk makan, minum dan kebutuhan sehari-harinya ia menunggu belas kasihan dari para tetangganya. Para tetangganya seringkali mengeluhkan dan kasihan melihat kondisi mbah Warni, terutama Bu Mahmudah yang sering mengurus mbah Warni. Bu Mahmudah berharap ada pihak yang berkenan merawat dan memperhatikan kesejahteraan mbah Warni di usia senjanya. Setidaknya agar mbah Warni bisa merasakan kecukupan kehidupan sehari-harinya di usia senja. Kondisi mbah Warni tersampaikan kepada salah satu kurir SR melalui salah satu tetangganya. Pada saat kurir #SR Rembang bertemu langsung dengan mbah Warni, kurir merasa sangat prihatin dan ikut merasakan kesengsaraan yang dialami mbah Warni. Dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dan jauh dari kata sejahtera mbah Warni menyambut tim kurir dengan senyum khasnya. Setelah melalui proses pendataan dan survei, Sedekah Rombongan memutuskan untuk memberikan santunan kepada mbah Warni agar dipergunakan untuk menunjang kebutuhan sehari-harinya.

Jumlah bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 26 Januari 2018
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai Khumaidah

Bu Warni seorang dhuafa


HARTONO BIN SADJIMIN (64 th, Kaki patah dan sesak di ulu hati ). Alamat : Gg. Palen No. 29 RT 001 RW 003 Desa Sawahan Kec Rembang Kab Rembang Prov Jawa Tengah. Sekitar 3 tahun yang lalu Bp. Hartono bin Sadjimin ini mengalami kecelakaan, sedang membonceng sepeda motor ditabrak truck yang mengakibatkan kaki patah. Operasi pemasangan pen di kaki dilakukan di salah satu RS di Solo dan sejak itu beliau tidak bisa beraktivitas. Anaknya yang baru lulus SMA akhirnya membantu buka warung kopi di depan rumah. Sudah seharusnya pen diambil dua tahun lalu, namun karena biaya yang tidak ada sehingga sampai tiga tahun ini masih ada dikaki suami Bu Sumiyati ini. Saat ini sudah sekitar sebulan, Pak Hartono juga merasakan sakit di ulu hati. Jika makan walau sedikit sudah tidak kuat alias terasa sesak. Akhirnya periksa ke Dr. Edi specialis penyakit dalam dan hasil diagnosanya adalah ada cairan yang masuk ginjal. Sedangkan pen di kaki belum diambil rencana akan diambil secepatnya. Biaya hidup dan biaya operasional saat kontrol dan pengobatan ini masih menjadi kendala. Saat itu kurir #SR Rembang mendapatkan info dan segera survey tgl. 9 Oktober 2017. Walaupun kondisi demikian, Pak Hartono membantu putranya jualan kopi dan menerima kurir untuk pendataan. Alhamdulillah tim kurir kemudian memutuskan untuk dilakukan pendampingan. Santunan diserahkan pada medio bulan Oktober 2017. Alhamdulillah sangat membantu pasien untuk biaya operasional pengobatan dan operasi pengambilan 2 pen di kaki yang patah. Setelah operasi beliau tidak bisa beraktivitas seperti biasanya karena untuk jalan masih sakit sehingga membutuhkan kruk. Untuk itulah hasil kesepakatan team kurir diserahkan kembali santunan kepada beliau berupa biaya operasional kontrol dan pembelian kruk pada Januari 2018. Rencana pada bulan Maret dilakukan operasi pengambilan kembali 2 pen yang tersisa. Semoga beliau segera diberikan nikmat oleh Allah berupa kesehatan seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 21 Januari 2018
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai cah mbelah

Pak Hartono menderita kaki patah dan sesak di ulu hati


NGATWATI BINTI SARBAN (35, kanker otak). Alamat :Desa Sumber RT 003 RW 002, Kec. Sumber Kab. Rembang Prov. Jawa Tengah. Sosok wanita petani yang hidup sederhana di Desa Sumber ini pada awalnya sekitar awal 2016 merasa sering sesak nafas dan sakit kepala. Akhirnya Bu Ngatwati diantar keluarga untuk berobat di Puskesmas Sumber. Hasil diagnosa dokter dinyatakan menderita penyakit TBC. Beberapa waktu kemudian dirujuk untuk ke RSUD dr. R. Soetrasno Rembang karena 6 bulan sakit kepala disertai muntah-muntah dan hasilnya dari diagnosa dokter adalah tumor otak sehingga direkomendasikan untuk rujukan ke RSUP dr. Kariadi Semarang. Setelah itu dengan segala keterbatasan, istri Munthosir ini ditemani suami ke Semarang menggunakan angkutan umum. Alhasil dari ikhtiar dioperasi ternyata tumor di otak itu dr kanker paru-paru yang sudah menjalar ke otak. Selama tahun 2017 itulah Bu Ngatwati selalu kontrol dengan menggunakan bus dan ekonominya otomatis menemui kendala berat karena suami tak bisa bekerja. Karena keluarga membutuhkan biaya akomodasi dan juga transportasi saat kontrol maka oleh kurir #SedekahRombongan Rembang segera disurvey dan dilakukan pendataan sehingga diputuskan oleh team kurir untuk diberikan santunan dengan pendampingan. Alhamdulillah saat ini kondisi pasien semakin membaik. Semoga Allah mengangkat penyakitnya dan memberikan kesembuhan agar bisa semakin banyak mengingatNya.

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 07 Februari 2018
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai Achmad Rifan

Bu Ngatwati menderita kanker otak


RUSMINI BINTI YASIR (52, Batu Empedu + Syaraf Terjepit). Alamat : Dukuh Ngablak RT 3/1 Kel. Magersari, Kec. Rembang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Rusmini adalah wanita tangguh yang membantu suaminya mencari nafkah. Di saat terik mentari yang membuat kulitnya semakin menghitam karena sebagai kuli pemadak di tambak garam tradisional. Itulah keseharian wanita berputra 4 ini. Awal tahun 2015 silam, suaminya Yandi meninggal dunia. Dan sejak itulah Mbak Rus menjadi tulang punggung keluarga. Dua anaknya telah berkeluarga namun saat itu dua anaknya yang masih SD membutuhkan gizi cukup untuk tumbuh kembangnya. Karena bekerja terlalu keras di daerah tambak dan cuaca panas kota Rembang yang tinggi membuat daya tahan tubuhnya menurun. Akhir November 2015 (setelah 100 hari wafatnya ssang suami), beliau merasakan sakit kembung pada perutnya. Seperti biasa cukup diobati dengan PROMAG dari beli di warung. Badannya terasa lemas sehingga meminta anaknya untuk beli Tolak Angin dan dilanjutkan kerokan. Sehari berikutnya badan masih lemah sehingga tidak bekerja, namun malamnya tiba-tiba mual dan muntah. Pagi harinya, anaknya melihat bekas muntahan berupa gumpalan-gumpalan darah merah menghitam. Dan hari itu Mbak Rusmini masih muntah darah bahkan juga berak darah. Anak-anak ketakutan, kemudian anak ke-3 segera berlari memanggil mantri kesehatan yang jaraknya dari rumah sekitar 150 m. Segera oleh mantri direkomendasikan untuk dibawa ke IGD RSUD dr. R. Soetrasno Rembang. Setelah di USG dinyatakan terkena batu empedu dan harus dioperasi. Pasien stress berat dan tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi serta bingung siapa nanti yang menunggu. Pasien masih muntah darah, transfusi menghabiskan 7 botol darah. Melihat kondisi demikian maka operasi tidak bisa dilakukan. Sampai hari ke-17 belum bisa dilakukan operasi karena fikiran pasien labil. Dan hari ke-18, Mbak Rus dimotivasi oleh sesama pasien di sebelahnya agar tenang menghadapi operasi. Hal tersebut membuatnya semangat dan normal sehingga siap dioperasi. Sayangnya, ketika keluarga menanyakan batu empedu hasil operasi pihak rumah sakit menjawab tidak ada. Lubang operasi belum menutup dan selalu mengeluarkan cairan yang banyak. Atas arahan pihak rumah sakit pasien diberikan pilihan untuk rujuk ke Semarang untuk sedot lemak atau dirawat mantri kesehatan setempat. Keluarga memutuskan rawat di rumah karena bingung kalau dirujuk ke Semarang dan biaya tidak ada untuk operasional. Apalagi anak-anak masih SD gak tega dirumah berdua. Sedang dua anak lainnya berkeluarga di luar kota Rembang. Perawatan berlangsung sampai 1 bulan baru kering membuat pasien hampir putus asa, karena takut tidak bisa sembuh/kering. Setelah itu setiap perutnya sakit cukup diberikan obat pereda nyeri dan kembung seperti resep dokter. Terus berlangsung sampai 2 tahun dan dampaknya kini adalah pinggulnya sakit serta membuat jalannya terpincang-pincang. Kondisi kaki menjadi mengecil dan juga bengkok. Pengobatan kadang dilakukan ke dr. Teguh Panca Muchlis, dan dinyatakan syaraf kakinya terjepit dan nyeri abdomen. Pada tanggal 9 Oktober 2017 pasien saat bekerja sebagai buruh kupas tebu hijau (bahan baku es tebu) bertemu kurir #SR Rembang. Setelah banyak bercerita tentang kisah awal mula sakit hingga saat ini, akhirnya Mbak Rusmini diajukan sebagai pasien dampingan. Pada tanggal 14 Oktober 2017 diserahkan santunan untuk operasional kontrol atau rawat jalan di RSUD dr R. Soetrasno Rembang dan dr. Nur Khotib. Sebulan 2 kali sampai pada bulan Desember 2017. Kondisi hasil operasi batu empedu sudah tidak ada masalah. Pasien akhirnya bisa bekerja kembali. Namun karena sering hipertensi dan kolesterol tinggi, saat kurir pendamping selesai RAKORKAB dihubungi jika pasien kambuh kaki bengkak. Akhirnya dibezuk oleh kurir termasuk dr. Esti Nursofiati melakukan home visit. Mbak Rus yang sementara berhenti bekerja ini perlu kontrol lagi dan perawatan. Alhamdulillah, sebelumnya beliau mendapat santunan yang masuk dalam rombongan 1069, Alhamdulillah Sedekah Rombongan berkesempatan menyampaikan amanah dari sedekah holic kepada Mbak Rus untuk santunan kedua sebagai biaya rawat jalan. Semoga Allah mengangkat penyakitnya dan bisa beraktivitas kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo, Achmad Rif’an @akuokawai

Bu Rusmini menderita batu empedu


SUHARTONO BIN RAKIDJO (58, saraf terjepit). Alamat : Gg. Kulit 32 A RT. 1/3, Desa Sawahan, Kec. Rembang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Suhartono, seorang pekerja yang terkenal telaten dan rajin. Pekerjaan yang digeluti 5 tahun yang lalu sebagai tukang service barang-barang elektronik cukup untuk membiayai kehidupan keluarganya. Namun kemudian pada tahun 2011, suami Sumari ini merasakan sakit pada kakinya, sulit digerakkan dan lama-lama mengecil. Walaupun demikian dia berusaha tetap melayani konsumen. Pihak keluarga berupaya untuk mengobati dengan herbal, sayangnya belum optimal. Pengobatan secara medis pernah dilakukan karena pasien kekurangan biaya operasional. Untuk membantu agar tidak merepotkan istrinya yang menjadi buruh cuci pada tetangga-tetangganya, Suhartono bin Rakidjo ini kreatif bikin sendiri alat dengan diberi roda kecil sebagai sarana dia duduk agar mudah bergeser. Kondisi kaki lumpuh. Awalnya sampai 2012 masih bisa digunakan untuk melayani service alat elektronik namun sejak 2016 untuk bekerja sudah sulit bahkan kini tahun 2017 sudah tidak melayani konsumen. Kondisi demikian ini kemudian dilihat oleh kurir #SR Rembang dan dilakukan survey pada tanggal 5 Oktober 2017. Oleh tim kurir diputuskan untuk dilakukan santunan pendampingan pada bulan November 2017. Alhamdulillah dana tersebut dapat membantu keluarga dalam membiayai operasional pengobatan (terapi oleh dr. Yudi) dan kontrol di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang. Pada awal bulan Januari 2018 dirujuk untuk ke RSUP dr Kariadi Semarang. Saat diminta untuk operasi, pasien bersedia dan siap namun pihak keluarga tidak ada yang berani bertanggungjawab. Sehingga dianjurkan untuk melakukan terapi di RSUP dr Kariadi pada bulan April mendatang. Sebagai biaya operasional pengobatan sampai bulan April maka team kurir memberikan santunan kembali kepada beliau. Semoga Allah segera meringankan bebannya dengan diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 06 Februari 2018
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo, Achmad Rif’an @akuokawai

Pak Suhartono menderita saraf terjepit


RAKIJAN BIN SUNIMAN (65, Katarak dan Hernia). Alamat : Ds. Sridadi Ngampo, Rt 2/3, Kec. Rembang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Pak Rakijan biasa dipanggil dalam kesehariannya, beliau adalah tulang pungung keluarga yang kesehariannya bekerja disawah menggarap tanah milik juragannya. Pada usia yang semakian senja penglihatan beliau mulai berkurang, dan saat diperiksakan ke Puskesmas dinyatakan bahwa beliau mengalami sakit katarak dan hernia. Keluarga bingung karena tidak memiliki biaya untuk berobat jika dirujuk keluar daerah. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Pak Rakijan. Setelah disurvey akhirnya sedekah Rombongan memebrikan bantuan untuk biaya beribat Bapak Rakijan. Keluarga menyampaikan terima kasih kepada sedekah Holic dan kurir atas kebaikannya. Semoga Allah memberi kemudahan dalam ikhtiar Pak Rakijan untuk mendapatkan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Februari 2018
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo Rozaq @akuokawai

Pak Rakijan mengalami sakit katarak dan hernia


PRIYADI BIN RAKIBAN (23, Jatuh dari pohon dan infeksi tulang belakang). Alamat: DS. Wonokerto, Rt. 02/06, Kec. Sale, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Yadi biasa dipanggil dalam kesehariannya, beliau merupakan putra dari Bapak Rakiban dan Ibu Roni. Beliau adalah tulang punggung keluarga, Mas Priyadi tinggal bersama ibunya yang berusia 60 tahun, pekerjaan ibunya hanya buruh tani yang tidak pasti penghasilannya, sedangkan Mas Priyadi sendiri sebelumnya kerja serabutan. Tapi nasib naas menimpa Mas Priyadi, beliau jatuh dari pohon jati sehingga mengalami cidera, sempat dioprasi di Semarang sekitar 9 bulan yang lalu dan beberapa saat setelah operasi ada sedikit kemajuan, tapi beberapa bulan terakhir ini muncul luka infeksi di area paha dan pantat yang membuat Mas Priyadi hanya bisa berbaring lemah menahan sakit. Hal tersebut dipicu karena kondisi ekonomi yang relatif kurang mampu. Untuk kebutuhan makan minum dan hajat dibantu Ibu serta tetangga. Kurir Sedekah Rombongan yang mengetahui kondisi Mas Priyadi langsung membawa ke RSUD untuk mendapatkan penanganan, Dokter sudah berupaya memberikan yang terbaik, namun Allah berkehendak lain, akhirnya pada tanggal 23 Februari Mas Priyadi menghembuskan nafas terakhir. Namun ini semua adalah kehendak dari Allah SWT sehingga keluarga pun mengikhlaskan kepergian Mas Priyadi. Mas Priyadi adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan yang sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1099. Sedekah Rombongan bersilaturahim dan ikut berbelasungkawa, keluarga mengucapkan terimakasih dan meminta maaf. Kurir sedekah Rombongan pun tak lupa memberikan santunan yang dipergunakan untuk kebutuhan pemakaman. Keluarga sekali lagi mengucapkan terimakasih semoga Sedekah Rombongan semakin banyak memberikan manfaat kepada semua orang yang membutuhkan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 24 Februari 2018
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo, Achmad Rifan @akuokawai

Mas Priyadi mengalami luka infeksi di area paha dan pantat


MU’IDATUL KHUSNA (10, Patah Tulang). Alamat : Ds. Karas, RT. 2/2, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Dek Datul, demikian nama panggilan yang akrab untuk sebutan di kampung halamannya. Beliau adalah anak ke 5 dari pasangan Alm. Bapak Muhlasin dan Ibu Sarmi yang kesehariannya bekerja sebagai buruh pasang payet baju demi memenuhi kebutuhan ke 6 anaknya. Hari itu saat hendak menuju ke pasar Dek Muidatul mengalami kecelakaan yang mengakibatkan luka serius pada kakinya hingga harus dioperasi, hal itu mengakibatkan Ibu Sarmi merasa sedih karena mengingat biaya untuk penyembuhan anaknya yang cukup besar, sedangkan untuk biaya hidup sehari-hari yang hanya pas-pasan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Dek Datul, dan amanah dari sedekah Holic disampaikan kepada Dek Datul untuk membantu meringankan biaya akomodasi selama perawatan. Pihak keluarga merasa bersyukur dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada sedekah Holic dan Kurir Sedekah Rombongan. Semoga Allah memberi kemudahan Dek Datul dalam melakukan ikhtiar untuk mendapat kesembuhan atas sakit yang beliau alami. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 januari 2018
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo, Khumaidah @akuokawai

Datul menderita patah tulang


MUNI’AH BINTI SARMADI (55, Hipertensi). Alamat : Ds.kenongo RT. 1/2, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Bu Muni’ah biasa dipanggil dalam kesehariannya. Beliau adalah Ibu yang menanggung tiga orang cucu dari anaknya yang kini tiada diketahui keberadaannya. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari beliau bekerja membuat sapu kelapa yang dijual ke pasar. Sejak 5 tahun yang lalu sehabis pulang dari pasar tiba-tiba beliau merasakan pusing hebat hingga mengakibatkan jatuh pingsan. Sejak kejadian itu kondisi kesehatan Bu Mu’niah mulai mudah sakit, sehingga ekonominya mengalami kesulitan. Selama ini pengobatan yang dilakukan adalah kontrol rutin ke Puskesmas setempat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Mu’niah, dan amanah dari sedekah Holic disampaikan kepada Bu Mu’niah untuk membantu meringankan biaya akomodasi selama perawatan. Pihak keluarga merasa bersyukur dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada sedekah Holic dan Sedekah Rombongan. Semoga Allah memberi kemudahan Bu Mu’niah dalam melakukan ikhtiar untuk mendapat kesembuhan atas sakit yang beliau alami. Aamiin.

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 januari 2018
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo, Khumaidah @akuokawai

Bu Muniah menderita hipertensi


NAFSIAH BINTI NAFSIR (47, Stroke). Alamat : Ds. Gandri Rojo, RT. 4/1, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Bu Nafsiah biasa akrab dipanggil dalam kesehariannya. Beliau adalah ibu rumah tangga yang kesehariannya membuat kue srabi untuk dijual di dekat perempatan kampungnya setiap pagi hingga siang. Sudah hampir 7 tahunan sejak di ceraikan suaminya, Bu Nafsiah mengalami sakit-sakitan hingga membuat beliau menderita stroke dan kondisi jiwanya menjadi labil. Selama ini pengobatan yang dilakukan adalah kontrol rutin ke Puskesmas setempat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Nafsiah, dan amanah dari sedekah Holic disampaikan kepada Bu Nafsiah untuk membantu meringankan biaya akomodasi selama perawatan. Pihak keluarga merasa bersyukur dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada sedekah Holic dan Sedekah Rombongan. Semoga Allah memberi kemudahan Bu Nafsiah dalam melakukan ikhtiar untuk mendapat kesembuhan atas sakit yang beliau alami. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 januari 2018
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo, Khumaidah @akuokawai

Bu Nafisah menderita stroke dan kondisi jiwanya menjadi labil


PANGAT BIN BIYO (52, Syaraf Kejepit). Alamat : Ds. Kaliombo, Kec. Sulang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Pak Pangat biasa dipanggil dalam kesehariannya, beliau hidup sebatangkara yang tidak memiliki keluarga. Namun kini beliau mengalami sakit yang sudah 3 tahunan, Dulu akibat saat kerja jadi kuli bangunan di bogor jatuh dari ketinggian 3.6 meter sehingga mengakibatkan lama kelamaan tangan beliau kena saraf kejepit. Awalnya satu tangan sebelah kanan, namun lama kelamaan jadi kedua tangan yang tidak bisa digerakkan sama sekali. Sudah berupaya ke pijat tradisional dan puskesmas, namun belum ada kemajuannya. Hingga saat ini beliau hanya bisa dirumah saja karena tidak memungkinkan lagi untuk bekerja. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Pangat, dan amanah dari sedekah Holic disampaikan kepada Pak Pangat untuk membantu meringankan biaya akomodasi selama perawatan. Pak Pangat merasa bersyukur dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada sedekah Holic dan Sedekah Rombongan. Semoga Allah memberi kemudahan Pak Pangat dalam melakukan ikhtiar untuk mendapat kesembuhan atas sakit yang beliau alami. Aamiin.

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 04 Februari 2018
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo Youhan @akuokawai

Pak Pangat menderita syaraf terjepit


ROFIATUN BINTI NANDAR (62, Stroke). Alamat : Ds. Mojosari, RT. 5/1, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Mbah Rofiatun biasa dipanggil dalam kesehariannya. Beliau adalah seorang Ibu yang memiliki anak dengan derita Psikotic sudah cukup lama. Sudah 2 tahun terahir ini Mbah Rofiatun terpaksa jalan dengan bantuan tongkat kayu. Selama ini pengobatan yang dilakukan adalah kontrol rutin ke Puskesmas setempat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Mbah Rofiatun, dan amanah dari sedekah Holic disampaikan kepada Mbah Rofiatun untuk membantu meringankan biaya kebutuhan sehari-hari. Pihak keluarga merasa bersyukur dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada sedekah Holic dan Sedekah Rombongan. Semoga Allah memberi kekuatan dan keihlasan Mbah Rofiatun dalam menghadapi ujian yang Allah berikan. Aamiin.

Jumlah santunan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 28 januari 2018
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo, Khumaidah @akuokawai

Mbah rofiatun menderita stroke


RUSMINI BINTI SUKARDI (38, musibah kebakaran). Alamat : Dukuh Doyok, Desa Jatihadi, RT 1/1, Kec. Sumber, Kab. Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Bu Rusmini ketika itu sedang pergi kepasar untuk berbelanja. Saat hendak pulang, dia terkejut ketika mendapat kabar bahwa rumahnya mengalami kebakaran, sesampai dirumah beliau melihat api dari tetesan kabel yang langsung membakar bagian atas. Api dengan begitu cepat membakar bagian atas rumah yang terbuat dari bahan terpal dan tripleks. Melihat kejadian itu, dia sontak langsung berteriak histeris, bersama warga mencoba memadamkan api namun sulit dipadamkan, hingga datang bantuan satu mobil pemadam kebakaran. Atas kejadian itu, Bu Rusmini mengalami depresi yang cukup berat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Rusmini, dan amanah dari sedekah Holic disampaikan kepada Bu Rusmini untuk membantu meringankan beban Bu Rusmini. Pihak keluarga merasa bersyukur dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada sedekah Holic dan Sedekah Rombongan. Semoga Allah memberi kekuatan atas ujian yang beliau alami. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 28 januari 2018
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo, Khumaidah @akuokawai

Bantuan pasca rumah kebakaran


SALAMAH BINTI DASMURI (56 , Dhuafa + Asma). Alamat :Ds. Gandrirojo, RT. ¾, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Bu Salamah biasa akrab dipanggil dalam kesehariannya. Beliau hidup sendiri dan untuk meyambung hidup menjual nasi dikampungnya. Sejak tahun 2010 suami Bu Salamah yang merantau di Malaysia meninggal. Dan entah di tipu tetangganya yang sama-sama biasa kerja di Malaysia atau memang bener-bener digunakan untuk membiayai kepulangan jenasah suami Bu Salamah, Bu Salamah harus kehilangan rumah dan sawah peninggalan alm suami nya. Ahirnya sekarang Bu Salamah dibuatkan tempat tinggal oleh para tetangga di atas tanah masjid. kehidupan sulit dihadapi Bu Salamah karena harus membayar hutang alm. suaminya. Beliau sering sekali sesak nafas akut, namun untuk ke RSUD jarak dan biaya menjadi kendala. Selama ini pengobatan yang dilakukan adalah kontrol rutin ke Puskesmas setempat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Salamah, dan amanah dari sedekah Holic disampaikan kepada Bu Salamah untuk membantu meringankan biaya akomodasi selama perawatan. Pihak keluarga merasa bersyukur dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada sedekah Holic dan Sedekah Rombongan. Semoga Allah memberi kemudahan Bu Salamah dalam melakukan ikhtiar untuk mendapat kesembuhan atas sakit yang beliau alami. Aamiin.

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Februari 2018
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo, Khumaidah @akuokawai

Bantuan tunai


SYAHRUL RAHMAWAN (4, Tuna Rungu + Gizi Buruk). Alamat : Ds. Candimulyo, RT 1/5, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Syahrul biasa disapa dalam kesehariannya, adalah putra dari pasangan Bapak Kusen (44) dan Ibu Kumiyati (33). Pada usianya yang masih muda, Syahrul harus mendapat ujian yaitu tuna rungu sejak lahir, dan pada 2 tahun ini tubuhnya semakin kurus dan setelah diperiksakan di Puskesmas setempat, sedan ia juga menderita gizi buruk. Saat ini kondisi Syahrul susah tidur dan badannya juga lemah. Dengan kondisi hidup yang pas-pasan membuat Pak Kusen hanya bisa membawa buah hatinya ke puskesmas terdekat saja. karena untuk ke RSUD karena jaraknya jauh di butuhkan transport yang tidak sedikit, apalagi bolak balik. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Dek Syahrul, dan amanah dari sedekah Holic disampaikan kepada Dek Syahrul untuk membantu meringankan biaya akomodasi selama perawatan. Pihak keluarga merasa bersyukur dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada sedekah Holic dan Kurir Sedekah Rombongan. Semoga Allah memberi kemudahan Dek Syahrul dalam melakukan ikhtiar untuk mendapat kesembuhan atas sakit yang beliau alami. Aamiin.

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 januari 2018
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo, Khumaidah @akuokawai

Syahrul menderita gizi buruk dan tuna rungu


UMIYATUN BINTI AHMAD (57, Hipertensi). Alamat : Desa Sidomulyo, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Bu Umiyatun biasa dipanggil dalam kesehariannya, beliau bekerja sebagai petani yang kesehariannya disawah. Namun saat ini beliau sudah tidak bisa ke sawah lagi, hal ini bermula sejak 10 hari yang lalu, Pertama kali telinga beliau terasa gatal sekali, lalu beliau mencari bulu ayam di pakai kilinan, namun malah dari telinga keluar darah, di pakai sholat beberapa waktu sembuh, lalu tiba-tiba keluar lagi darahnya makin deras. Pernah dibawa ke Puskesmas, info dari dokter Puskesmas indikasinya seperti tumor, terakhir bidan desa meriksa tensi darah tinggi, akhirnya dirujuk ke RSUD SOETRASNO karena kondisi yang sudah lemas. Saat ini suami Bu Umiyatun juga sakit, sehingga keluarga bingung dan khawatir biaya di Rumah Sakit dan transportasinya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Umiyatun, dan amanah dari sedekah Holic disampaikan kepada Bu Umiyatun untuk membantu meringankan biaya akomodasi selama perawatan. Pihak keluarga merasa bersyukur dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada sedekah Holic dan Kurir Sedekah Rombongan. Semoga Allah memberi kemudahan Bu Umiyatun dalam melakukan ikhtiar untuk mendapat kesembuhan atas sakit yang beliau alami. Aamiin.

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 januari 2018
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo, Khumaidah @akuokawai

Bu Umiyatun menderita hipertensi


YASRINI BINTI SAIBAN (26, Tumor Usus). Alamat : Desa Bogorame, RT 2/2, Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Yasrini biasa dipanggil dalam kesehariannya, beliau adalah anak dari pasangan Bapak Saiban (58) dan Ibu Timun Mas (51). Pada usianya yang masih muda, beliau diberikan ujian yaitu sakit Tumor usus, hal itu bermula sejak 4 tahun silam. Dulu sudah diperiksakan tapi tidak ada diagnosa yang pasti dan baru ketahuan penyakitnya setelah di RS. Karyadi, hingga akhirnya sudah operasi 2 kali tapi belum maksimal. Saat ini masih ada penyakit yang didalam dan masih nunggu keputusan dari dokter. Kondisi ekonomi yang pas-pasan membuat keluarga bingung dan khawatir biaya di Rumah Sakit dan transportasinya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Yasrini, dan amanah dari sedekah Holic disampaikan kepada Yasrini untuk membantu meringankan biaya akomodasi selama perawatan. Pihak keluarga merasa bersyukur dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada sedekah Holic dan Kurir Sedekah Rombongan. Semoga Allah memberi kemudahan Yasrini dalam melakukan ikhtiar untuk mendapat kesembuhan atas sakit yang beliau alami. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 04 Febuari 2018
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Youhan salsabila @akuokawai

Yasrini sakit tumor usus


RASIDI PANUT (56, Post Stroke). Alamat : RT 9/5, Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada tanggal 7 Maret 2017, Bapak Panut tiba tiba lemas dan tidak bisa berjalan. Beliau kemudian diperiksakan ke dokter dan didiagnosis mengalami gejala stroke. Karena kondisi keluarganya, Bapak Panut tidak dirawat di rumah sakit tapi berobat alternatif. Beberapa kali terapi Bapak Panut bisa berjalan meski masih kesulitan. Meski demikian beliau terpaksa harus berjalan keliling kampung untuk berjualan keranjang sampah untuk menghidupi keluarganya. Anaknya empat, tiga orang masih sekolah. Kehidupannya lebih sulit semenjak istrinya, Ibu Jumirah meninggal dunia 6 tahun silam, beberapa bulan semenjak anak bungsunya lahir. Untuk biaya susu dan perawatan bayi, dipenuhi oleh anak pertamanya, Jatmiko (20) yang bekerja di Apotik. Beberapa tahun kemudian Jatmiko diajak bekerja di sebuah pabrik namun naas terkena PHK karena pengurangan karyawan. Anak kedua, Arsena (16) bersekolah di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2 Bojongsari, dan sering biaya SPP dibantu ibu gurunya. Anak ketiga, Antrinah (15) bersekolah di Madrasah Tsanawiyah (MTS) Bojongsari. Anak terakhir, Jatminah (6) bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Banjaran. Kendala yang dihadapi adalah biaya kebutuhan sehari hari serta biaya sekolah tiga anaknya. Bapak Panut juga mempunyai tanggungan hutang di warung untuk membeli sembako. Apabila tidak berjualan, Bapak Panut kesulitan untuk memberi makan keluarga nya. Bapak Panut mempunyai jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Panut dan keluarganya sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari sehingga dapat meringankan beban keluarga. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan berkah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Maret 2018
Kurir : @ddeean Rahayu @paulsyifa

Pak Panut mengalami gejala stroke


AANG SANTOSA (24, Amputasi Kaki Kanan + Kiri). Alamat : RT 4/4, Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada tanggal 23 November 2017 saat bekerja di Bekasi sebagai buruh bangunan, Aang kesetrum listrik saat mau memasang pagar aluminium. Saat itu ia terjatuh dan terlempar sejauh 1 m. Terdapat luka bakar parah pada tangan kiri, dada sebelah kiri sampai perut, serta kedua kaki dan tangan. Aang dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Karya Medika 2 Tambun Kota Bekasi. Delapan hari kemudian kedua kaki dilakukan amputasi karena luka yang dalam. Aang dirawat selama 21 hari. Karena biaya dan keluarga yang merawat, Aang dipindah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga dan dirawat selama 8 hari. Setelah kembali ke rumah, kedua kaki pasca amputasi dan luka bakar masih dirawat oleh perawat rumah sakit. Saat ini kedua kakinya mulai membaik dan diperlukan kaki palsu. Ayahnya, Imam Suparjo (46) hanya bekerja sebagai buruh bangunan. Sedangkan istrinya, Retnowati (19) tidak bekerja karena baru saja mengalami keguguran dan saat ini merawat suami. Selama berobat Aang dibantu Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Aang kesulitan untuk biaya pembuatan kaki palsu karena tidak dapat bekerja. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Aang dan keluarganya sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk biaya pembuatan kaki palsu. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan Aang dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 25 Maret 2018
Kurir : @ddeean Listiani Rahayu @paulsyifa

Bantuan kaki palsu


EMI HARDIYAH (49, Hipertensi). Alamat : RT 1/4, Desa Selaganggeng, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada bulan November 2016, suami İbu Emi yaitu Bapak Saryono meninggal dunia. Sejak saat itu, Ibu Emi yang merasa kehilangan menjadi sering sakit-sakitan. Ibu Emi kemudian memeriksakan diri ke puskesmas dan dari hasil pemeriksaan tekanan darah yang tinggi. dokter mendiagnosis beliau menderita hipertensi. Kondisi yang semula ada suami sebagai kepala rumah tangga dan memberikan nafkah, kini tidak ada lagi. Ibu Emi yang sebelumnya hanya sebagai ibu rumah tangga, berusaha mencari pekerjaan dan menjadi asisten rumah tangga di Jakarta. Namun tidak bertahan lama karena sering sakit dan mempunyai cucu yang baru lahir. Beliau akhirnya pulang ke rumah. Ibu Emi mempunyai jaminan kesehatan berupa JKN-KIS non PBI kelas III. Namun sejak suami meninggal, Ibu Emi tidak dapat membayar tunggakan BPJS dari bulan November 2016 sampai bulan Maret 2018. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari juga kesulitan, dan dibantu oleh anaknya yang bekerja di pom bensin. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Emi dan keluarganya sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membayar tunggakan BPJS dan membantu biaya kebutuhan sehari-hari sehingga dapat meringankan beban keluarga. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan berkah.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 23 Maret 2018
Kurir : @ddeean Rahayu @paulsyifa

Bu Emi menderita hipertensi


UTI ANNISA FARDANI (7, Tumor Kaki Kanan). Alamat : RT 4/2, Dusun Pakuncen, Desa Pakuncen, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Sejak usia 5 tahun, Uti sering megalami demam. Pada 1 Maret 2016, terdapat benjolan di lutut belakang kaki sebelah kanan. Kedua orang tuanya memeriksakan Uti ke dokter. Dokter menganjurkan untuk dilakukan USG. Setelah USG, dokter mendiagnosis Uti menderita tumor yang berupa benjolan di kaki kanan yaitu terdapat cairan 7ml. Dokter menyarankan agar Uti segera dioperasi karena meski tumor jinak, namun berpotensi membesar dan kelamaan susah untuk digerakkan dan duduk. Namun keluarga berinisiatif melakukan pengobatan alternatif untuk pengobatan Uti. Pada awal Februari 2018, tumor semakin membesar dan kaki susah digerakkan sehingga kedua orangtua Uti membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Goetheng dan diminta untuk segera menjalani operasi. Namun karena kendala biaya mengakibatkan operasi belum dilaksanakan. Uti adalah putri kedua dari Bapak Makmurudin (36) dan Ibu Surtini (32). Penghasilan Bapak Makmurudin sebagai buruh di pasar bobotsari hanya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Biaya pengobatan Uti dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Namun, Uti masih kesulitan biaya untuk akomodasi saat ia menjalani operasi pengangkatan tumornya. Alhamdulillah orang tua Uti dipertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan sehingga bisa menyampaikan santunan untuk akomodasi selama Uti dioperasi di RSUD Goetheng Purbalingga.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 16 Maret 2018
Kurir : @ddeean Didik @paulsyifa

Uti menderita tumor yang berupa benjolan di kaki kanan


MUAISAH BINTI YUGIANTO (2, Hydrocephalus). Alamat : RT 2/3, Desa Pengalusan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Sejak usia 8 bulan di dalam kandungan, Aisah sudah didiagnosis menderita hydrocephalus. Berawal ketika ibunya memeriksakan kandungannya ke Puskesmas Serayularangan dan bidan. Beliau direkomendasikan untuk melakukan USG ke rumah sakit karena didiagnosis ada kelainan pada janin. Setelah dilakukan USG di Rumah Sakit (RS) Ummu Hani, diketahui lingkar kepala janin 25 cm dan diagnosis hydrocephalus. Lalu diambil tindakan operasi sesar. Setelah lahir, kepala Aisah membesar. Pada usia 1 bulan, lingkar kepala Aisah sudah 65 cm. Ia pun menjalani operasi pemasangan selang di kepala. Kemudian setiap dua pekan sekali, Aisah menjalani terapi di Rumah Sakit Umum Daerah) RSUD Goetheng Purbalingga dan kontrol di RSUD Margono setiap 6 bulan sekali. Namun, karena terkendala biaya sehingga tidak mampu membayar iuran jaminan kesehatan ke BPJS selama 7 bulan, mengakibatkan Aisah berhenti terapi dan kontrol. Aisah adalah putri Bapak Yugianto (35) dan Ibu Mihanti (33). Bapak Yugi bekerja sebagai buruh bangunan di Jakarta dan Ibu Mihanti bekerja sebagai buruh bulu mata palsu di rumah. Penghasilan mereka yang kecil hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga tidak bisa membayar iuran BPJS. Aisah memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan orang tua Aisah sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu membayar iuran BPJS yang tertunggak. Kini Aisah dapat menjalani terapi kembali dan dijadwalkan kontrol pada bulan September 2018.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 15 Maret 2018
Kurir : @ddeean Didik @paulsyifa

Aisah sudah didiagnosis menderita hydrocephalus


SARTI BINTI YASTIBI (65, Retak Tulang Lutut). Alamat : Desa Kedungrandu, RT 1/2, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Tahun 2015, Ibu Sarti dan cucunya terjatuh di pinggir saluran irigasi sawah. Naas lututnya menghantam sebuah batu saat akan menolong cucunya yang hampir jatuh ke dalam saluran irigasi. Kemudian keluarga membawa Ibu Sarti ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit (RS) Margono Soekarjo Purwokerto. Ibu Sarti didiagnosis mengalami retak tulang lutut. Dokter spesialis orthopedi menyarankan agar beliau menjalani operasi. Namun Ibu Sarti merasa takut dan juga terkendala biaya selama pengobatannya. Hingga saat ini Ibu Sarti masih rutin melakukan fisioterapi di RS Margono. Ibu Sarti hidup seorang diri di rumah yang sangat sempit. Suami beliau, Bapak Tasikun sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Biaya pengobatan Ibu Sarti dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun pengobatan beliau masih terkendala biaya kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sarti. Santunan dari sedekaholics diberikan sebagai bantuan biaya hidup sehari-hari dan untuk akomodasi biaya rawat jalan. Ibu Sarti merupakan pasien dampingan yang tercatat dalam rombongan 1114. Kini beliau masih menjalani kontrol rutin di RS Tentara Wijayakusuma Purwokerto. Semoga Ibu Sarti diberi kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Maret 2018
Kurir : @ddeean Asih @paulsyifa

Ibu Sarti didiagnosis mengalami retak tulang lutut


KARSEM DANURI (76, Stroke). Alamat : RT 2/2, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada tanggal 7 Desember 2016, Ibu Karsem jatuh pingsan di mushola dekat rumah usai melaksanakan shalat zuhur. Tiba-tiba, sekujur tubuhnya tidak dapat digerakkan. Oleh keluarganya beliau langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas pada hari yang sama. Dari hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosis Ibu Karsem mengalami stroke. Beliau melakukan rawat inap selama 18 hari di RSUD Banyumas. Karena keterbatasan biaya untuk akomodasi berobat, sekarang beliau sudah tidak melakukan kontrol pemeriksaan ke rumah sakit. Sekarang beliau hanya mampu terbaring di kamarnya. Beliau tidak dapat melakukan aktivitas sebagaimana mestinya. Ingatan beliau juga sudah tidak berfungsi dengan baik, sehingga tidak dapat mengenal orang-orang di sekitarnya. Terlebih lagi hal yang paling menyedihkan adalah beliau sudah lupa bagaimana caranya shalat. Suaminya, Bapak Danuri sudah meninggal dunia. Anak-anak dan kerabatnya hanya dapat membantu semampunya. Selama ini pengobatan Ibu Karsem dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN- KIS PBI. Namun beliau masih kesulitan biaya untuk akomodasi selama kontrol. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Karsem, sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk meringankan biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga bantuan tersebut bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 14 Maret 2018
Kurir: @ddeean Asih @paulsyifa

Ibu Karsem mengalami stroke


CAKAM SAMSURI (68, Gangguan Pernapasan). Alamat : RT 4/3, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar tahun 2007 lalu, Bapak Cakam mengalami batuk kering sampai mengeluarkan bercak darah disertai sesak nafas. Beliau langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Wisna Husada Notog untuk melakukan rontgen. Namun dokter menyatakan paru-paru beliau normal. Saat dibawa berpergian jauh, sesak nafasnya sering kambuh. Selama ini beliau hanya melakukan rawat jalan di puskesmas. Pada tahun 2003 silam, anak laki-lakinya yang bernama Rasman (29) mengalami gangguan jiwa. Menyebabkan keluarga Bapak Cakam harus bolak balik membawanya ke rumah sakit jiwa. Bapak Cakam dalam kesehariannya hanya sebagai buruh serabutan. Terkadang sebagai buruh bangunan, tidak jarang pula beliau bekerja di sawah orang bersama istrinya sebagai buruh tani untuk menyambung hidup. Harta bendanya hampir habis untuk pengobatan anaknya. Biaya pengobatan Bapak Cakam dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau masih kesulitan biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Cakam sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan diberikan untuk biaya berobat dan mengurangi sedikit beban Bapak Cakam dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 15 Maret 2018
Kurir : @ddeean Asih @paulsyifa

Pak Cakam menderita gangguan pernapasan


YASTORI BIN SANSUARI (85, Gangguan Jiwa). Alamat : RT 4/3, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Yastori mengalami gangguan jiwa sejak tahun 2000. Beliau sudah berukang kali dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banyumas. Pada tahun 2008 beliau sempat sembuh. Namun tiga tahun berikutnya Bapak Yastori mengalami sakit gangguan jiwa kembali. Keluarga tidak mampu membawanya kembali ke rumah sakit karena keterbatasan biaya untuk akomodasi. Kini beliau tidak mengenal siapa-siapa, sering berbicara sendiri, menari-nari dan berjalan tanpa tujuan. Bapak Yastori tinggal bersama istrinya, Satiah(73) dan seorang cucu perempuan Rica (19). Kehidupan mereka sehari-hari cukup memprihatinkan. Mereka tinggal di sebuah rumah tua yang sudah kurang layak. Dinding rumahnya terbuat dari papan kayu yang sudah keropos dimakan usia. Lantainya terbuat dari pasir dan semen yang tidak rata. Biaya untuk makan dan kebutuhan hidupnya sehari-hari hanya mengandalkan anaknya, Sariwen (40) yang bekerja di luar negeri. Itu pun tidak rutin mendapatkan kiriman uang. Selama ini pengobatan beliau dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau masih kesulitan biaya akomodasi untuk kontrol ke rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Yastori, sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya hidup Bapak Yastori dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Maret 2018
Kurir : @ddeean Asih @paulsyifa

Bapak Yastori mengalami gangguan jiwa sejak tahun 2000


SUPRIYANTO BIN ASAN (63, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : RT 2/4, Desa Madukara, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Propinsi Jawa Tengah. Kehidupan Bapak Supriyanto sejak dulu tergolong miskin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja kesulitan. Bapak Supriyanto mempunyai dua orang anak. Memang sebelum anak-anaknya menikah, beliau dibantu anak-anaknya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sekarang kondisinya sudah berbeda, jadi Bapak Supriyanto harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Beliau bekerja sebagai buruh serabutan dan pencari rumput untuk makan kambing.Seebagai buruh mencari rumput pak supriyanto hanya mendapatkan bayaran 4 s/d 5 bulan setelah kambingnya dijual dan itu pun dari bagi hasil keuntungan. Mulai bulan Januari kemarin, Bapak Supriyanto sudah tidak memelihara kambing lagi karena kambingnya sudah diambil oleh pemiliknya. Hal tersebut membuat beliau jadi bingung karena kesulitan memikirkan untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Supriyanto sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu keperluan kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga santunan tersebut dapat bermafaat bagi Bapak Supriyanto dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 16 Maret 2018
Kurir : @ddeean Suratno @paulsyifa

Bantuan tunai


SITI MUNAWAROH (33, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : RT 4/3, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas. Provinsi Jawa Tengah. Ibu Siti tinggal di sebuah rumah yang sederhana. Lantainya belum menggunakan keramik dan dindingnya hanya terbuat dari batu bata. Sedangkan jendelanya hanya terbuat dari bambu karena tidak memiliki biaya untuk membeli kaca jendela. Beliau memiliki tiga orang anak masih kecil dan membutuhkan biaya sekolah. Anak pertama bernama Miftah (12) masih sekolah kelas VI Sekolah Dasar (SD), Anak kedua Anwar (8) kelas II SD, dan Umam (2). Beliau dan keluarga tinggal di pelosok desa yang jauh dari perkotaan. Suami dari Ibu Siti, Narsito (38) bekerja sebagai buruh serabutan. Mata pencaharian dan penghasilannya tidak menentu. Terkadang sebagai buruh tani di sawah. Kadang ikut di pembangunan. Bapak Narsito hanya lulus dari Sekolah Menengah Pertama, sehingga kesulitan mencari pekerjaan tetap. Untuk makan sehari-hari beliau mengandalkan hasil sayuran/tumbuh-tumbuhan yang hidup di sekitar rumah. Sesekali Ibu Siti membantu packing Cotton buds milik tetangganya yang jaraknya sekitar tiga kilometer untuk membantu mencukupi biaya hidupnya sehari-hari. Ibu Siti tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Beliau kesulitan memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah Ibu Siti dipertemukan denga tim sedekah rombongan. Santunan yang disampaikan untuk mengurangi beban hidup beliau dan keluarga. Semoga santunan yang diberikaan berkah dan bermanfaat.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 15 Maret 2018
Kurir: @ddeean Asih @firdhanelis

Bantuan tunai


SARWONO BIN AMAD MUKSIN (73, Patah Tulang Kaki Kanan). Alamat : RT 2/4, Desa Madukara, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Propinsi Jawa Tengah. Pada satu tahun yang lalu tepatnya bulan Januari 2017, Bapak Sarwono hendak mengambil wudhu untuk sholat dzuhur ke kamar mandi. Sesampai di kamar mandi, Bapak Sarwono tergelincir dan kesulitan untuk berdiri. Keluarga membawanya ke Puskesmas Madukara dan disarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Siaga Medika. Akhirnya keluarga juga mengikuti saran dari puskesmas. Setelah dari puskesmas, Bapak Sarwono akhirnya dibawa ke RS Siaga Medika dan disana harus menjalani operasi kaki kanannya. Setelah operasi, beliau disarankan untuk kontrol rutin ke RS Siaga Medika. Hingga saat ini, jika Bapak Sarwono merasa nyeri di kakinya, maka ia langsung dibawa ke RS Siaga Medika. Beliau juga masih berjalan dengan bantuan kruk. Selama berobat, beliau dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau masih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sarwono sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu keperluan hidup sehari-harinya. Semoga santunan ini dapat bermanfaat dan Bapak Sarwono segera diberi kesembuhan seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Maret 2018
Kurir : @ddeean Suratno @paulsyifa

Pak Sarwono menderita patah tulang kaki kanan


SUNIMAH KARSO (63, Hipertensi). Alamat : RT 2/1, Desa Pekauman, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada 5 tahun 2012 lalu, Ibu Sunimah sering mengalami pusing. Beliau hanya membeli obat warung untuk mengobati pusingnya. Ibu Sunimah bahkan pernah merasa pusing sampai tidak sadarkan diri sehingga keluarganya membawa beliau ke Puskesman Madukara 1. Setelah diperiksa oleh dokter beliau memang memiliki riwayat sakit hipertensi dan dokter menganjurkan untuk opname di Puskesmas agar tekanan darah beliau dapat dikontrol setiap waktu. Selain itu beliau juga disarankan untuk kontrol sewaktu-waktu jika merasakan pusing. Ibu Sunimah adalah seorang janda yang tiap harinya berjualan bubur. Namun sakit yang diderita cukup menghambat aktivitas beliau. Ketika pusingnya sedang kambuh beliau sering tidak berjualan sehingga beliau tidak mendapatkan penghasilan. Selama berobat Ibu Sunimah dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau kesulitan memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Ibu Sunimah sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu keperluan biaya hidup sehari-hari. Semoga santunan dapat bermanfaat dan Ibu Sunimah dapat diberi kesembuhan seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 18 maret 2018
Kurir : @ddeean Suratno @firdhanelis

Bu Sunimah sakit hipertensi


REKAPITULASI BANTUAN

 

No Nama Jumlah Bantuan
1 RSSR Wonogiri 639,150
2 IBRAHIM FATIH PAMUNGKAS 1,000,000
3 Siti Aminah 500,000
4 RIZWAN AZHAR WIBOWO 500,000
5 SRI SUTIAH 500,000
6 RINA KARTININGSIH 500,000
7 RIZAL AZZAHIR MUMTAS 750,000
8 RUMINAH BINTI MORO 500,000
9 SAGINAH BINTI SAKIYO 500,000
10 MINAH BINTI USMAN 500,000
11 SATIMIN BIN KASMITO 500,000
12 WARAS BINTI KASMAN 500,000
13 ANANDA PUTRA AGENG MAULANA 500,000
14 MUHAMMAD SUTAJI 500,000
15 PURMINAH BINTI SAIBUN 500,000
16 SUPAT BINTI YANTO 500,000
17 DEBY RICHI REGARANDRA 500,000
18 GIAT AGUS SALIM 1,000,000
19 KASMIRAN BIN KASBUN 2,000,000
20 NUR KHASANAH 1,500,000
21 KHAIZUN NIAM 500,000
22 WIWIK WIDYAWATI 500,000
23 DEVI INTANI 1,100,000
24 ENES MURYITNO 1,000,000
25 DEVI INDRA ALDIFA 500,000
26 HUSSIN MAHMUD 500,000
27 MUHAMMAD KHOIRON 500,000
28 KHUMAIDAH BINTI NGATMAN 500,000
29 KUSAERI BIN AKRIM 500,000
30 LASMINI BINTI KASPIYO 750,000
31 LELES BIN WAHID 500,000
32 MAHMUDI BIN DAKI 500,000
33 MAZIYYAH HASANAH 500,000
34 MUHAMMAD ARKA SYAHREZA 500,000
35 RAIHANA YASMINA FAIHA 4,800,000
36 WARNI BINTI DASMO 750,000
37 HARTONO BIN SADJIMIN 750,000
38 NGATWATI BINTI SARBAN 500,000
39 RUSMINI BINTI YASIR 500,000
40 SUHARTONO BIN RAKIDJO 500,000
41 RAKIJAN BIN SUNIMAN 500,000
42 PRIYADI BIN RAKIBAN 750,000
43 MU’IDATUL KHUSNA 500,000
44 MUNI’AH BINTI SARMADI 500,000
45 NAFSIAH BINTI NAFSIR 500,000
46 PANGAT BIN BIYO 500,000
47 ROFIATUN BINTI NANDAR 750,000
48 RUSMINI BINTI SUKARDI 2,000,000
49 SALAMAH BINTI DASMURI 500,000
50 SYAHRUL RAHMAWAN 500,000
51 UMIYATUN BINTI AHMAD 500,000
52 YASRINI BINTI SAIBAN 500,000
53 RASIDI PANUT 1,000,000
54 AANG SANTOSA 5,000,000
55 EMI HARDIYAH 2,000,000
56 UTI ANNISA FARDANI 1,000,000
57 MUAISAH BINTI YUGIANTO 1,000,000
58 SARTI BINTI YASTIBI 500,000
59 KARSEM DANURI 1,000,000
60 CAKAM SAMSURI 1,000,000
61 YASTORI BIN SANSUARI 1,000,000
62 SUPRIYANTO BIN ASAN 1,000,000
63 SITI MUNAWAROH 1,000,000
64 SARWONO BIN AMAD MUKSIN 1,000,000
65 UNIMAH KARSO 1,000,000
Total 55,539,150

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 55,539,150,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1129 ROMBONGAN

Rp. 60,909,100,138,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.