Rombongan 1127

Satu sedekah yang tulus sama dengan seribu langkah menuju Surga
Posted by on April 12, 2018

LULUK ASVIA (6, Jantung Bocor). Alamat: Semanggi Rt 01/ 10 Kelurahan Pasar Kliwon, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta, Jawa Tengah. Putri kedua dari Ibu Leni Suntari (32) dan Bapak Muryanto (37). Adik Luluk ini anak yang pemalu memiliki senyum yang manis. Tetapi, diusia yang baru menginjak umur 6 tahun, Adik Luluk yang pemalu di vonis memiliki kelainan jantung dengan hasil Echo menunjukan ada lubang di katup jantung sebesar 0,6mm. Keluarga adik Luluk mengetahui penyakit ini sejak 2 tahun yang lalu tepat saat ulang tahun yang ke- 4, berawal dari adik Luluk panas demam tinggi, kemudian dibawa ke klinik umum, saat pemeriksaan tersebut adik Luluk hanya di berikan obat demam biasa, 1 minggu kemudian belum ada tanda tanda sembuh. Masih demam tinggi, akhirnya Ibu Leni membawa adik Luluk ke rumah sakit Kustati dengan BPJS Mandiri, dilakukan pemeriksaan dokter umum, saat itu juga, dokter tersebut menyarankan untuk langsung di bawa ke Rumah Sakit Dr Moewardi Solo ( RSDM) untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pada saat pemeriksaan terakhir tanggal 27 Maret 2018 dari Dokter memberikan rujukan untuk segera di bawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo , kondisi saat ini adik Luluk sering mengalami memar-memar ( kebiru – biruan) dan Banyak berkeringat. Bu Leni diminta untuk segera membawa adik Luluk ke Jakarta. Bu Leni mendengar anjuran tersebut mengalami shok, karena tidak memiliki biaya. Saat ini bapak Muryanto hanya bekerja sebagai buruh serabutan dan ibu Leni sendiri bekerja sebagai pembantu rumah tangga yang penghasilanya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian. Apalagi di Jakarta beliau tidak memiliki sanak keluarga yang bisa memberi tumpangan. Sedekah Rombongan mendapatkan info kemudian melakukan survai. Alhamdulillah SR dapat menyampaikan bantuan dari Sedekaholic kepada Adik Luluk dan keluarga untuk biaya akomodasi berangkat dan penginapan di Jakarta. Rencana adik Luluk ke Jakarta naik Bus 02 April 2018 untuk kontrol. Keluarga Adik Luluk mengucapkan banyak terimakasih dan memohon doa mudah-mudahan pengobatan Adik Luluk Lancar.. Amiin.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal: 02 April 2018
Kurir: @mawan @anissetya60 @agustin

Adik Luluk memiliki kelainan jantung


MOCHAMAD FIKRAM HAKIM ( 11, Ossifying fibroma) Alamat : Jl. Perum Graha Sejahtera 2 No.52 Mojosongo. Boyolali. Jawa Tengah. Mochamad Fikram anak pertama dari Ibu Farida (39) dan Bapak Iban (40) sudah lama meninggalkan Dik Fikram ketika dia di vonis sakit, saat itu berumur 8 bulan. Ibu Farida menjadi tulang punggung keluarga, beliau berkerja disebuah salon kecantikan di Jakarta, saat ini Dik Fikram di rawat oleh tante nya di Boyolali. Setiap bulan nya ibu fikram selalu mengirimkan uang untuk biaya hidup Dik Fikram disini, ketika jadwal operasi tiba Dik Fikram langsung berangkat ke jakarta untuk melakukan operasi yang ke-4 nya di bulan April 2018, biaya hidup di Jakarta yang membuat ibu Fikram kualahan saat berada di rumah sakit. Kronologi awal sakit Dik Fikram bermula dari di gigit serangga dibagian matanya, Dik Fikram lalu di bawa ke klinik oleh ibunya , dari hasil pemeriksaan di bagian mata hanya bengkak biasa, ketika di sekolah dia mulai merasakan lemas dan sakit di bagian kepalanya. Ketika sedang bermain tiba-tiba Dik Fikram langsung ngedrop, lalu keluarga membawanya ke dokter umum faskes BPJS, dari hasil pemeriksaan ternyata terdapat tumor Ossifying Fibroma yaitu tumor rahang yang bersifat jinak. Dokter menyarankan untuk segera di tangani dan dirujuklah pasien ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. Bulan Februari 2016 dilaksanakannya operasi pertama dan operasi kedua pada bulan November 2016 ketika selesai operasi selang 3 hari pasien kontrol, tanpa disangka tumor nya yang jinak itu berkembang begitu cepat tumbuhnya, dokter tidak menduga begitu cepat perkembangannya karena penyakit Dik Fikram termasuk tumor jinak yang lambat berkembangnya yaitu Ossifying fibroma. Dokter terus berusaha yang terbaik untuk pasien. Operasi ke tiga di Bulan April 2017 Alhamdulillah mendapatakan perkembangan yang membaik, tumor nya perlahan mengecil akan tetapi untuk bernapas pasien sangat sulit, karena tulang di hidungnya sudah tidak ada. Karena semangat nya Dik Fikram yang sangat tinggi untuk sembuh, kadang dia membutuh motivasi dari seorang Ayah, dia selalu menanyakan keberadaan ayah kepada ibunya, Ibu Farida hanya bisa terdiam dan menangis, Bulan April 2018 akan dilaksanakannya operasi yang ke-4. Pengambilan tumor dan perbaikan saluran pernapasanya. Alhamdulilah kurir sedekah rombongan di pertemukan dengan dik fikram dan keluarga, santunan dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi berobat saat berada di Jakarta. Keluarga dik Fikram menyampaikan terimakasih atas santunan yang di berikan dan meminta doa segera diberi kesembuhan, tak lupa juga mendo’akan para kurir dan sedekaholics semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

Jumlah bantuan : Rp. 2.000.000
Tanggal : 1 April 2018
Kurir : @Mawan @Anissetyya @Agustin @Kuncoro @Welly @Aji

Fikram menderita tumor Ossifying Fibroma yaitu tumor rahang yang bersifat jinak


MAULANA PUTRA (2, Busung Lapar + TBC Paru). Alamat: Desa Kedunglo, RT 11/2, Kelurahan Kedungrawan, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Semenjak bayi penyakit yang beruntun menimpa Maulana sehingga membuat ia harus bertahan di kondisinya yang sekarang. Ketika Maulana berusia 15 bulan, orang tua Maulana melihat pertumbuhan Maulana tidak seperti balita pada umunya. Ia terlihat sangat kurus dan tidak aktif seperti balita-balita lainnya. Maulana juga mengalami batuk-batuk yang tidak kunjung sembuh. Ketika dibawa ke bidan desa, ternyata berat badan Maulana turun 2 kg dalam kurun waktu 1 bulan dan didiagnosa oleh bu bidan menderita busung lapar. Karena berat badan Maulana turun secara drastis, bu bidan menyarankan untuk membawa Maulana ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata Maulana didiagnosa menderita Tuberculosis (TBC) Paru. Kini, kondisi Maulana sangat lemah sehingga masih mendapatkan perawatan yang intensif. Tidak hanya itu saja perjuangan Maulana, selama menjalani perawatan, ibu Maulana, Dinda Kumara Putri meninggal dunia pada tanggal 5 Juli 2017. Dan hanya berselang 7 hari setelah ibu Maulana meninggal, ayah Maulana, Bambang Iswanto juga meninggalkan rumah . Sebelumnya, mereka tinggal di rumah kakak ibu Maulana di Surabaya selama pengobatan Maulana. Kini, Maulana diasuh oleh neneknya yang sebenarnya juga harus kembali ke Samarinda untuk bekerja. Selama menjalani pengobatan, Maulana menggunakan Rekomenadsi Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin (RJKMM). Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk Maulana, transportasi, dan kebutuhan hidup selama di rumah sakit. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan keluarga Maulana. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang digunakan untuk pemenuhan nutrisi Maulana, transportasi dan akomodasi. Keluarga yang mendampingi Maulanan merasa sangat terbantu dan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang diberikan melalui Sedekah Rombongan.
Bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2018
Kurir : Mira @mzboz1027 @Laksmiwaty @nurrypay

Maulana didiagnosa menderita tuberculosis (TBC) paru


NATASYA RIDZKIA RAMADHANI ( 3th, jantung bocor ) alamat : dusun prasung RT.010 RW . 004 kec. Buduran, kabupaten Sidoarjo, provinsi Jawa timur. Tasya panggilan akrabnya anak dari bapak jadi (34) dan ibu ikrimiya (30) ketika usia 7bl kondisi fisik nya menurun. Saat di periksa ke puskesmas terindikasi gisi buruk dan keadaan semakin hari semakin memburuk.Lalu Tasya di larikan ke RSUD Sidoarjo oleh keluarganya , tubuh nya semakin lama semakin membiru , dokter pun melakukan pemeriksaan lebih lanjut, setelah pemeriksaan di lakukan dokter pun menyatakan Tasya memiliki penyakit jantung bocor. dan harus rutin berobat , selama berobat Natasha menggunakan kartu BPJS, kondisi terkini natasya semakin membaik, Natasha dan keluarga tinggal bersama nenek dan saudara saudara lainnya dalam satu rumah, Alhamdulillah Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Natasha dan di lakukan pendampingan selama masa penyembuhan. di mulai dari perbaikan gizi dan rutin kontrol serta berobat. Orang tua natasya mengucapkan banyak sekali terima kasih kepada Kurir sedekah rombongan dan para sedekaholic yang telah membantu proses penyembuhan natasya. Bantuan sebelumnya tercatat di Rombongan 1114

Jumlah bantuan : Rp. 639.000
Tanggal : 20 Maret 2018
Kurir : Mira @mzboz1027 @nurrypay

Tasya memiliki penyakit jantung bocor


ANANG JUMHANA (67, Kecelakaan Lalu Lintas). Alamat : Kp. Palinggihan, RT 7/4, Desa Palinggihan, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mang Anang, akrab kami memanggil bapak tiga orang anak ini. Ia mengalami musibah, yakni ditabrak motor dan terpental sangat jauh hingga mengakibatkan pendarahan di bagian kepalanya. Dengan segera warga sekitar membawanya ke klinik terdekat, namun karena keterbatasan alat ia pun dirujuk ke Rumah Sakit Daerah. Dari RSUD Mang Anang dirujuk kembali ke RSHS Bandung, karena bagian kepalanya ada yang retak dan harus segera menjalani operasi. Berbekal BPJS Mang Anang pun dibawa ke Bandung. Mang Anang merupakan tukang jualan peyek keliling, ia biasa menjualnya peyeknya Rp. 1.000,- perbungkus. Peyek tersebut dibuat oleh istrinya, hasilnya tak seberapa baru cukup untuk biaya sehari-hari. Olehnya ia sangat membutuhkan biaya selama menjalani perawatan di RSHS Bandung, Alhamdulillah dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan Mang Anang dan istrinya. Kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk Mang Anang.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Januari 2018
Kurir : @mardisay @ula_awwal Kiki Zakiyah

Anang mengalami pendarahan di bagian kepala karena kecelakaan


AHMAD MARWAN TRIAWAN (9, Patah Tulang Kaki). Alamat : Kp. Jawa, RT 8/4, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Marwan –akrab kami memanggil siswa kelas 3 Sekolah Dasar ini–, setiap pulang sekolah biasanya Marwan dijemput oleh ayah atau ibunya. Namun hari itu karena satu dan lain hal orangtuanya tidak bisa menjemput, Marwaan pun pulang sendiri. Naas saat menyebrang jalan Marwan tertabrak mobil yang melaju kecing hingga kakinya masuk bagian belakang mobil dan terlindas. Marwan segera dibawa ke Rumah Sakit, ia mengalami patah tulang kaki. Namun untuk meminimalisir biaya saat itu orangtuanya membawa Marwan ke pengobatan tradisional. Proses pengobatannya masih panjang, ia masih harus beberapa kali pulang pergi ke klinik patah tulang tersebut. Ayahnya merupakan seorang pedagang roti, penghasilannya pun tak seberapa dengan tanggungan satu istri dan tiga orang anak. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Marwan dan keluarganya, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk proses pengobatan Marwan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Januari 2018
Kurir : @mardisay @ula_awwal Kiki Zakiyah

Ahmad mengalami patah tulang kaki


MARDI BIN KONI (36, Gangguan Jiwa). Alamat : Kp. Ciwareng, RT 5/3, Desa Gunung Karung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mang Mardi, sapaan akrab kami kepada laki-laki berumur 36 tahun ini. Ia mengalami gangguan jiwa sejak umur 25, tidak diketahui pasti apa penyebabnya, namun tingkah lakunya sering sekali meresahkan warga sekitar, hingga keluarganya harus tega memasung Mang Mardi dalam sebuah ruangan. Tidak ada tindakan lain yang bisa dilakukan keluarganya, selain memasung Mang Mardi, karena hal tersebut tidak memerlukan biaya yang banyak. Kemarin saat kami melakukan survey ke kediamannya, Mang Mardi telah dikeluarkan dari ruangan pasung, menurut keluarganya kini Mang Mardi mulai sembuh, meski belum secara total. Besar keinginan keluarganya untuk membawa Mang Mardi ke Rumah Sakit khusus untuk penderita gangguan jiwa, mereka masih punya harapan bahwa Mardi akan sembuh total. Selama ini yang merawat dan membiayai Mardi adalah kerabatnya yang bernama Edin, Edin bekerja sebagai buruh tani yang memiliki penghasilan Rp. 40.000-, setiap harinya, itupun jika sedang ada yang memakai jasanya. Edin pun memiliki keluarga yang menjadi prioritas untuk ia penuhi kebutuhan hidupnya, maka dari itu Edin sangat membutuhkan uluran bantuan dari para donator untuk membiayai pengobatan Mardi. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Mang Mardi, kami dititipi bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan Mang Mardi. Doakan bersama, semoga Allah segera menyembuhkan Mang Mardi. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 900.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 14 Januari 2018
Kurir : @mardisay @ula_awwal @asep_za

Mardi mengalami gangguan jiwa


EROS BINTI HALIMAH (47, Tumor di Payudara). Alamat : Kp. Cidahu, RT 3/2, Desa Gunungkarung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bi Eros, akrab kami memanggilnya, ia merasakan adanya benjolan kecil di bagian payudaranya. Selama beberapa minggu ia megabaikan benjolan tersebut, dan hanya diobati menggunakan obat kampung seadanya. Seiring berjalannya waktu, benjolannya semakin membesar, ia pun mulai khawatir dengan adanya benjolan tersebut. Ia kemudian dibawa untuk melakukan pemeriksaan ke Puskesmas dengan hasil yang mengharuskan ia menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bayu Asih. Namun karena kendala biaya, ia pun sempat menunda kepergiannya tersebut menuju RS. Beberapa lama kemudian kondisi Bi Eros semakin memburuk, ia nampak lelah dan kesakitan. Akhirnya sang suami yakni Pak Herman (50) yang merupakan seorang buruh tani, memberanikan diri untuk meminjam uang kepada majikannya. Bi Eros pun berangkat ke RSBA menggunakan dana pinjaman. Akses transportasi yang jauh membuat ongkos menuju ke RS sangatlah besar, ia harus mengeluarkan uang sekitar Rp. 600.000,- untuk satu kali menyewa mobil dari rumahnya ke RS. Hal tersebut sangatlah berat bagi Pak Herman yang merupakan seorang buruh tani dengan penghasilan yang tak seberapa. Belum lagi saat ini Bi Eros masih harus menjalani kontrol pengobatan ke RS, tentunya akan banyak biaya yang diperlukan Bi Eros untuk akomodasi ikhtiar pengobatan penyakitnya. Alhamdulillah kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Bi Eros, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholic untuk meringankan biaya akomodasi pengobatan Bi Eros menuju Rumah Sakit. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 988.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 11 Januari 2018
Kurir : @mardisay @ula_awwal @asepza_

Bu Eros menderita tumor payudara


AAM AMINAH (51, Gangguan Liver). Alamat : Kp. Sampalan, RT 21/ 1, Desa Pasir Jambu, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Tiga tahun lalu Bu Aam ditinggal suaminya meninggal dunia, dari suaminya tersebut Bu Aam dikaruniai dua orang anak laki-laki. Setelah suaminya meninggal, Bu Aam lah yang kemudian menjadi tulang punggung keluarganya, ia menjadi buruh kebun dengan penghasilan berkisar Rp. 30.000-35.000,-/hari. Namun 2 tahun ini Bu Aam sering sekali sakit-sakitan, fisiknya sudah tidak memungkinkan untuk bekerja. Akhirnya anak lelakinya yang pertama menggantikan posisi Bu Aam sebagai tulang punggung keluarga, dengan resiko anaknya tersebut harus putus sekolah. Sebelumnya Bu Aam didiagnosa mengidap asma dan hipetensi oleh tim medis di puskesmas tempat ia berobat, namun pada pertengahan September kemarin diagnosa tim medis bertambah, Bu Aam didiagnosa mengidap gangguan liver dan dirujuk untuk melakukan pemeriksaan juga pengobatan di RSUD Bayu Asih. Lagi-lagi karena kendala biaya, Bu Aam pun belum bisa berangkat ke RSUD Bayu Asih. Selama ini anak Bu Aam sebatas hanya bisa membiayai untuk kebutuhan sehari-sehari keluarganya tersebut. Bersyukur kami kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Aam, Insyaallah keinginannya untuk memeriksakan penyakitnya ke RSUD Bayu Asih akan segera terwujud. Kami kurir Sedekah Rombongan telah dititipi bantuan dari sedekaholics untuk biaya pengobatan Bu Aam, mari doakan bersama agar Allah mempermudah ikhtiar Bu Aam menuju kesembuhan. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 900.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Januari 2018
Kurir : @mardisay @ula_awwal @asep_za

Bu Aam didiagnosa mengidap gangguan liver


ENTIN BINTI KASTOLANI (41, Tumor Abdomen). Alamat: Kampung Sipapanting RT 5/1, Desa Mekarjaya Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Entin diduga menderita kista ovarium sejak awal tahun 2016. Gejala awalnya ia kerap mengalami sakit di bagian perut. Ia kerap merasakan sakit perut tetapi rasa sakitnya timbul dari organ-organ lain, seperti usus kecil, usus besar, hati, kandung empedu, dan pankreas. Seiring perjalanan waktu, perutnya terus membesar. Ia juga sulit makan dan tidur. Berbekal Jamkesmas, berbagai upaya medis dilakukan keluarga Bu Eti untuk menyembuhkan penyakitnya, tetapi perutnya terus membesar seiring perkembangan waktu. “Kami sudah berupaya sampai rumah sakit di daerah. Anak saya harus diperiksakan ke RSHS Bandung tetapi kami tak sanggup membiayainya,” kata ibunya yang setia mendampingi janda satu anak itu. Seperti yang juga dituturkan adiknya, keluarga Bu Eti telah memeriksakannya ke Puskesmas, RSUD Singaparna dan RSUD Kota Tasikmalaya. Di RSUD Singaparna ia pernah mendapatkan tindakan pengeluaran cairan di perutnya (melalui selang), dan sempat dirawat dua minggu. Cerita duka Bu Entin dan keluarga dhuafa ini sampai kepada #SR melalui informasi keluarga pasien yang pernah didampingi berobat oleh kurir #SR. Ibu Entin amat layak dibaantu. Ia termsuk janda yang lemah secara ekonomi, juga fisik. Penyakit yang dideritanya sangat serius dan perlu penanganan berkelanjutan. Almarhum suaminya, Pak Syahrudin, tak banyak meninggalkan warisan harta untuk melanjutkan kehidupan; ia hanya buruh harian dengan penghasilan tak menentu. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dapat bersilaturahmi dengan Bu Entin di rumah orangtuanya. Karena rujukan dari RSUD Tasikmalaya untuk berobat ke RSHS Bandung sudah disiapkan, malam itu juga ia diantar MTSR Bandung berobaat ke Kota Kembang dan beristirahat di RSSR Bandung. Di rumah singgah ia sempat menurun drastis kondisinya, sehingga segera diperiksakan ke IGD RSHS Bandung. Alhamdulillah malam itu juga ia mendapatkan ruangan untuk rawat inap. Pada 3 November 2016, Bu Entin menjalani operasi dan dirawat inap sampai 9 Desember 2016. Setelah melewati masa pemulihan, ia kemudian diperolehkan pulang sementara, sebelum menjalani kemoterapi yang akan dilaksanakan mulai pertengahan bulan Desember 2016. Ibu Entin tidak langsung pulang ke kampung halamannya; ia memilih tinggal di RSSR Bandung. Pada pertengahan Desember 2016 HB-nya menurun drasatis. Ia kemudian diperiksakan kembali ke RSSR Bandung. Karena janda dhuafa ini masih memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar secara medis sampai ia sembuh, pada 15 Desember 2016 sedekaholics #SR memberinya bantuan lanjutan. Begitu juga pada 16 Januari 2107 #SR memberinya bantuan di RSSR Bandung setelah ia selesai menjalani kemo terapi yang pertema. Alhamdulillah kondisinya semakin mambaaik; harapan tuk sembuh semakin terbuka. Pada awal Februari 2017 Bu Entin dan ibunya datang lagi ke RSHS Bandung, menggunakan angkutan umum (travel), untuk menjalani kemo terapi ke-2 dari 6 kali terapi yang dijadwalkan. Ia sempat dirawat inap di Ruang Almanda RSHS ditemani ibunya. Perkembangannya amat mengembirakan, tetapi ia masih harus menlanjutkan terapinya. Karena itu, pada awal Maret 2017 ia daang lagi ke RSHS Bandung sekaligus kontrol. Sebelum menjalani kemo terapi ke-3 dari 6 kali kemo yang direncanakan, ia sempat 5 hari dirawat. Ibu Entin dan ibunya masih membutuhkan bantuan untuk terus berikhtiar. Sampai saat ini ia telah menjalani kemoterapi yang ke-4. Karena jadwal kemoterapi lanjutannya masih lama (pertenghan Mei 2017), Ibu Entin pulang dulu ke kampung halamannya di kaki gunung Galunggung. Pada Desember 2017 Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk warga dhuafa ini. Bantuan disampikan di RSHS Bandung untuk biaya transportasi dan akomodasi kemoterapi di RSHS Bandung. Pada 18 Januari 2018 Ibu Entin harus menjalani tindakan pengambilan cairan, karena paru-paru dan jantungnya sudah terendam. Selama perawatan ia didampingi oleh kurir-kurir Sedekah Rombongan Bandung. Alhamdulillah, dengan empati dari sedekaholik, Sedekah Rombongan kembali memberi bantuan kepada warga dhuafa ini. Bantuan yang sangat diperlukan ini digunakan untuk biaya obat, pampers dan biaya sehari-hari selama dirawat di RSHS Bandung. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1100.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Januari 2018
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @mustikanoverita @lisdamojang

Bu Entin menderita tumor abdomen


PRINCESS WIDA RASYID (1, Jantung Bocor). Alamat : Kp. Srengseng RT 4/2, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak lahir, Princess memang sudah ada kelainan, terkadang sekujur tubuh berwarna biru, nafas terlihat sesak. Pada tanggal 20 Maret 2017, Princess dievakuasi ke RSUD Kabupaten Bekasi karena kondisinya mengkhawatirkan. Princess memiliki kartu BPJS Kesehatan Mandiri kelas 3, namun masih atas nama bayi dan harus dirubah ke nama saat ini. Kartu BPJS Princess beserta orang tua dan kakaknya ternyata memiliki tunggakan yang harus dibayar. Ayahnya, Pak Suherman (41) hanya seorang buruh serabutan, sedangkan ibunya, Bu Halimah (40) ibu rumah tangga. Saat ini Princess menjalani pemeriksaan rutin ke RS Harapan Kita Jakarta setiap minggu 2 kali, hari Selasa dan Kamis. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RS Harapaan Kita Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1079.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 April 2018
Kurir : @SuharnaYana @aaiyom @mardisay

Princess menderita jantung bocor


FIKRI BIN MADRUDIN (8, Hemophilia). Alamat: Kp. Pulo Kukun RT 2/6, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Awal gejala penyakitnya yaitu seluruh badan Fikri tampak membiru dan pucat. Setelah diagnosis dokter ditegakkan bahwa ia mengalami hemophilia, Fikri harus menjalani pengobatan seumur hidup. Fikri dijadwalkan kontrol teratur 1 bulan sekali ke RS. Hasan Sadikin Bandung. Tujuannya adalah kondisi fisiknya tetap fit, kuat dan tidak melemah. Empat tahun terakhir mereka sering pulang-pergi Bekasi-Bandung untuk pengobatan Fikri. Ayahnya, Pak Madrudin (36) adalah seorang buruh serabutan, sedangkan ibunya, Ibu Engkar (32) ibu rumah tangga. Fikri mengalami gejala hemophilia sejak usia 9 bulan. Kemiskinan mereka menjadi kendala dalam masalah biaya, sehingga ada kalanya ibunda Fikri hanya membawa berobat saat kondisi Fikri memburuk. Alhamdulillah kurir #SR dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk membayar tunggakan BPJS dan bekal berobat ke RS Hasan Sadikin Bandung. Bantuan sebelumnya sudah masuk di Rombongan 1025.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 April 2018
Kurir : @SuharnaYana @aaiyom

Fikri mengalami hemophilia


KOYAH BINTI ODIH (36, Tumor Payudara). Alamat : Kp. Gamprit RT 2/3, Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Waktu itu, sekitar bulan Januari 2015, tumbuh benjolan di payudara sebelah kanan yang semakin membesar. Dengan berbekal Kartu BPJS Ketenagakerjaan yang ia miliki dari tempat suaminya bekerja, Bu Koyah memeriksakan penyakitnya di sebuah rumah sakit swasta di Cikarang. Setelah menjalani beberapa tahapan pemeriksaan, benjolan di payudara tersebut diangkat. Setelah 2 bulan pasca operasi, suami Bu Koyah, Pak Rohadi (38) di PHK dari tempatnya bekerja sehingga premi BPJS nya tidak dibayarkan dan dan tidak dapat digunakan lagi. Selama 1 tahun lebih Bu Koyah tidak berobat lagi, hingga bekas operasi tumbuh benjolan dan luka. Mereka sempat mengajukan permohonan perubahan status kartu BPJS Perusahaan menjadi BPJS Mandiri, namun karena ketidakpahaman itulah upaya mereka pun tidak dilanjutkan. Berkat bantuan Kurir Sedekah Rombongan, BPJS Bu Koyah sudah menjadi BPJS Mandiri sehingga ia bisa melanjutkan proses pengobatan. Sejak tanggal 1 Agustus 2017, Bu Koya menjalani pemeriksaan dan penyinaran yang dilakukan hampir setiap hari selama 1 bulan. Oleh karena itu, Bu Koyah berinisiatif untuk tinggal di rumah kontrakan yang dekat dengan rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat dan bekal selama menjalani pemeriksaan di RS Persahabatan. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1101.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 April 2018
Kurir : @SuharnaYana @aaiyom @mardisay

Bu Koyah menderita tumor payudara


AZIZ DEBIA AROBI (22, Diabetes Melitus dengan riwayat koma diabetikum). Alamat: Kp. Pamahan RT 4/1, Desa Sukamantri, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Aziz menderita Diabetes Melitus (DM) tipe I ini sudah cukup lama, yaitu sekitar 8 tahun. Selama itu pula ia diharuskan untuk berobat rutin di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Bahkan menurut dokter, pengobatan ini harus dijalani Aziz seumur hidup. Aziz kini tinggal bersama ibunya, Ibu Winih (42), yang sehari-harinya sebagai buruh serabutan di sawah milik tetangga. Pekerjaan itu dilakukan ibunya, semenjak ayahnya, Pak Maja meninggal 6 tahun yang lalu. Karena penyakit Diabetes Melitus yang ia derita tipe tergantung insulin (IDDM), maka selama masa pengobatan Aziz harus menyuntik sendiri dengan alat suntik Novorapid FlexPen beberapa saat setelah ia makan. Obat yang didapat dari rumah sakit hanya cukup untuk 1 bulan dan ia harus kembali sebelum obat habis. Aziz pernah punya pengalaman kehabisan obat, sehingga ia sempat mengalami koma. Saat ini Aziz masih rutin menjalani beberapa kali pemeriksaan ke Poli Endokrin untuk memeriksakan kakinya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjut untuk biaya akomodasi ke RSCM Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1061. Semoga Allah memudahkan segala urusan Aziz agar ia tetap semangat menjalani kehidupan ini. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 April 2018
Kurir : @suharnayana @aaiyom @mardisay

Aziz menderita Diabetes Melitus (DM) tipe I


ARIEF HUSEIN (38, TB Paru). Alamat : Kp. Ceger Gg. Najil Dalam No. 20 RT 4/3, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Tanggal 4 Juni 2017, awalnya Pak Arief positif terjangkit DBD dan dirawat selama 4 hari di RS Hermina Galaxy Bekasi. Setelah keluar dari RS Hermina Galaxy trombositnya normal tetapi HB nya rendah. Dengan kondisi seperti ini Pak Arief tetap bekerja, namun karena kondisi tidak kunjung membaik akhirnya setelah hari raya Idul Fitri 1438 H Pak Arief dirujuk ke RS Ananda Bekasi dengan keadaan HB rendah dan feses berwarna hitam (didiagnosa ada luka di usus). Setelah pengobatan rawat jalan selama seminggu di RS Ananda, Pak Arief dirujuk ke RSCM Jakarta, kemudian masuk IGD selama 2 hari. Setelah itu Pak Arief dirawat selama 2 minggu di ruang isolasi dengan diagnosa TB Luar, peradangan di lambung dan masalah imunitas. Hingga saat ini Pak Arief masih rutin menjalani kontrol ke rumah sakit. Pak Arief memiliki kartu BPJS Kesehatan Mandiri dan masih bisa digunakan. Saat ini mereka sangat kesulitan ekonomi karena Pak Arief sebagai kepala keluarga sudah tidak dapat bekerja lagi. Sedangkan istrinya Bu Marni (21) sedang hamil 7 bulan. Selama menjalani pemeriksaan kontrol rutin ke rumah sakit, Pak Arif harus membeli obat yang tidak tercover BPJS. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk pembelian obat. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1102.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 April 2018
Kurir : @SuharnaYana @aaiyom Sasa

Arief menderita TB luar, peradangan di lambung dan masalah imunitas


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Sembako Pasien RSSR Maret 2018 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk pasien dampingan di Rumah Singgah dan keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, yaitu selama bulan Maret 2018. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 1118

Jumlah Santunan : Rp. 960.500,-
Tanggal : 30 Maret 2018
kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @agungganong

Biaya sembako pasien RSSR Maret 2018


DEVITA CAHYANINGRUM (17, Lupus). Alamat : Dusun Menggoro, Sawah Lor, RT 9/8, Desa Banyusoco, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Awalnya, Devita merasakan penglihatannya mulai kabur, disusul kakinya lemas dan sulit untuk berjalan, hingga akhirnya ia pun lumpuh total. Kini ia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Untuk menegakkan badannya, ia membutuhkan bantuan dari orang lain. Kedua orang tuanya sangat ingin mengobati putrinya itu, namun apa daya mereka menghadapi masalah ekonomi. Meski telah memiliki jaminan kesehatan BPJS dari pemerintah, namun keluarga ini masih terkendala biaya transportasi yang terbilang mahal, belum lagi biaya hidup sehari-hari. Remaja putri berusia tujuh belas tahun ini adalah putri pasangan Bapak Agung Dwi Purnama (43) dan Ibu Ester Purwanti (40). Kondisinya saat ini begitu memprihatinkan, ia mengalami gangguan autoimun yang menyebabkan tubuhnya terasa lemas. Penghasilan kedua orang tuanya hanya bisa untuk hidup pas-pasan. Sang ayah bekerja sebagai sopir, sementara ibunya bekerja sebagai ibu rumah tangga sembari merawat putrinya yang sakit. Sebelumnya, Devita sudah pernah menjalani pengobatan, puluhan juta dihabiskan untuk berobat namun belum membuahkan hasil, kondisinya pun belum ada kemajuan. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan dan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban mereka. Saat ini Devita menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Jogja. Amanah dana dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Devita. Bantuan ini digunakan untuk pembelian obat yang tidak tercover. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terlapor di Rombongan 1110. Keluarga ini menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan. Semoga ikhtiar yang selama ini dijalankan membuahkan hal yang manis, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 946.500,-
Tanggal: 24 Februari 2018
Kurir : @KissHerry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR

Devita mengalami gangguan autoimun


GALIH ARDHY PRATAMA (20, Kanker Lidah). Alamat : Pedukuhan Ngunut Lor, RT 17/1, Desa Ngunut, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada bulan Juni 2017, Galih merasa sakit di sekitar tenggorokan atau pangkal lidah. Ayahnya segera mengantar periksa ku puskesmas terdekat. Kemudian ia mendapat rujukan berobat ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Beberapa hari kemudian diperiksakan ke poliklinik THT RSUD Wonosari. Setelah dilakukan pemeriksaan, tim medis mendiagnosa Galih Ardhy Pratama menderita kanker lidah. Ia dirujuk kembali ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta untuk menjalani tindakan medis lebih lanjut. Dokter menyarankan untuk dilakukan kemoterapi terlebih dahulu sebelum tindakan operasi. Saat dijenguk oleh Kurir Sedekah Rombongan, Galih belum bisa makan melalui mulut sampai bekas operasi pada pangkal lehernya sembuh. Sementara ini, ia masih menggunakan alat bantu makan. Galih Ardhy Pratama merupakan anak piatu yang sudah ditinggal ibunya meninggal dunia sejak kecil. Ayahnya, Sunardi (48) berkerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tidak menentu. Tetapi sejak Galih sakit, ayahnya tidak bekerja lagi. Saat ini Galih menjadi mahasiswa di perguruan tinggi negeri dengan beasiswa Bidik Misi. Selama pengobatannya, Galih memanfaatkan jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Galih dan ayahnya selalu bersemangat menjemput kesembuhan. Tapi ketetapan Allah telah ditentukan. Beberapa waktu lalu, Kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar duka dari keluarganya. Selain bertakziah, kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah dari sedekaholics untuk meringankan beban ayah Galih. Keluarga Galih sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga amal ibadah Galih diterima di sisi Allah SWT, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 26 Maret 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas @sunnahku

Galih menderita kanker lida


TAGIHAN RS NUR HIDAYAH (Biaya Pengobatan dan Perawatan). Alamat : Jalan Imogiri Timur KM 11,5, Trimulyo, Jetis, Bantul, DIY. Sejak awal berdiri hingga menapaki tahun ke tujuh, Sedekah Rombongan selalu berusaha bekerja sama dengan rumah sakit-rumah sakit terdekat dan rumah sakit rujukan. Hal ini diupayakan untuk meningkatkan pelayanan kepada kaum dhuafa dan masyarakat pada umumnya. Salah satu kerjasama ini dijalin dengan RS Nur Hidayah yang berada di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Sejak awal berdiri, ketika Sedekah Rombongan masih sebagai gerakan sedekah jalanan, hingga sekarang bertransformasi menuju gerakan sosial yang profesional, RS Nur Hidayah beserta segenap jajaran dan karyawan selalu mendukung gerakan ini. RS Nur Hidayah selalu memberikan pelayanan terbaik untuk pasien-pasien Sedekah Rombongan, termasuk mengizinkan menunda pengurusan administrasi. Hal ini sangat memudahkan Kurir Sedekah Rombongan, selain itu, pasien-pasien dapat tertangani lebih cepat. Kemudian setiap satu periode, Kurir Sedekah Rombongan bertugas melakukan pengecekan tagihan administrasi bagi pasien-pasien Sedekah Rombongan yang telah berobat. Bantuan ini disampaikan untuk membayar tagihan RS Nur Hidayah dari periode Mei 2017 hingga Februari 2018. Semoga jalinan kerjasama ini semakin erat, dan terima kasih sedekaholics telah menjadi jalan kesembuhan bagi pasien-pasien Sedekah Rombongan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kebaikan dan keberkahan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.673.531,-
Tanggal : 8 Februari 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas

Biaya pengobatan dan perawatan


YENI NUR WIJAYANTI (35, Tiroid + Pembengkakan Otak). Alamat : Dusun Demangan Wonodoro, Desa Mulyodadi, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, DIY. Pada tahun 2003 Ibu Yeni pernah menjalani operasi pengangkatan kelenjar tiroid. Tiroid adalah kelenjar yang terletak pada bagian depan leher. Selang waktu berselang, saat ini Bu Yeni menderita pembengkakan otak. Suaminya, Cicuk Budi Susanto (42), yang semula bekerja sebagai buruh bangunan harus berhenti bekerja. Pak Cicuk harus mendampingi istri setiap waktu karena Bu Yeni setiap aktivitasnya harus dibantu. Bu Yeni seringkali jatuh pingsan dan mengeluhkan kepala sering pusing. Saat ini Bu Yeni menjalani kontrol rutin di RSUD Panembahan Senopati, Bantul, juga dijadwalkan untuk terapi rutin disana. Dengan kondisi seperti ini Pak Cicuk tidak bisa meninggalkan istrinya untuk bekerja. Yang bisa dilakukan saat ini, di rumah Pak Cicuk mencoba membuat kandang ayam yang ia titipkan di tetangga. Meskipun memiliki jaminan kesehatan BPJS, tetapi ada obat di luar jaminan kesehatan yang terkadang harus dibeli sehingga pengeluaran yang biasanya untuk makan harus digunakan untuk menebus obat. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah dari sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi selama berobat dan biaya kehidupan sehari-hari. Semoga bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan ini dapat menjadi jalan kesembuhan bagi Bu Yeni, Aamiin. Pak Cicuk dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Februari 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas @keliqer

Bu Yeni menderita pembengkakan otak dan tiroid


RINI SARIATI (53, Tulang Belakang Bengkok). Alamat : Randusari Sambisari, RT 5/3, Purwomartani, Kalasan, Sleman, DIY. Pada bulan Mei lalu, saat bepergian dengan suaminya, tiba-tiba Ibu Rini mengalami sakit pada bagian kaki kiri. Oleh suaminya, ia segera diperiksakan ke rumah sakit terdekat. Setelah dilakukan pemeriksaan rontgen diketahui tulang belakang mengalami bengkok. Suaminya, Andi Surya Putra (56), sehari-hari berjualan kue keliling untuk menutupi kebutuhan hidup. Ia pun setia merawat sang istri, terlebih saat ini aktivitas Bu Rini sangat terbatas. Selama pengobatan Bu Rini, Alhamdulillah keluarga ini terbantu dengan fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Saat bersilaturahim menjenguk Bu Rini, Kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu meringankan beban keluarga ini. Bantuan ini diberikan untuk biaya akomodasi selama pengobatan di rumah sakit dan biaya hidup sehari-hari. Keluarga Bu Rini sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bu Rini, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Februari 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas @fahmisq Mamat

Bu Rini menderita tulang belakang bengkok


RUBIYEM BINTI PRAWIRO TUMIN (50, Pengapuran Tulang). Alamat : Bulak, RT 23/12, Tuksono, Sentolo, Kulon Progo, DIY. Bu Rubiyem sudah sakit sejak beberapa tahun lalu. Karena keterbatasan biaya, ia tidak selalu menjalani pengobatan ke rumah sakit. Bu Rubiyem lebih banyak dirawat di rumah, tentu dengan perawatan seadanya. Saat ini Bu Rubiyem hanya bisa berbaring, semisal ingin duduk ia harus dibantu oleh orang lain. Suaminya, Sumaryanto Al Parjan (51), bekerja sebagai buruh di kebun tetangga. Kalau siang hari, ketika suami dan anaknya bekerja, praktis Bu Rubiyem hanya sendirian di rumah. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk nampak Bu Rubiyem sulit menggerakkan anggota tubuh, tubuhnya juga gemeteran, dan mengeluh sesak nafas. Kadang-kadang, Bu Rubiyem diperiksakan ke dokter klinik. Meski menggunakan fasilitas Jamkesmas, tetapi tidak semua obat bisa dicover oleh jaminan kesehatan yang ia miliki. Obat yang semestinya diminum rutin pun, kadang tidak ditebusnya. Selain biaya pengobatan, biaya transportasi pun menjadi kendala bagi keluarga ini. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga ini. Amanah sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk membantu Bu Rubiyem melanjutkan pengobatan. Semoga dengan bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bu Rubiyem, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Februari 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas Endro

Bu Rubiyem menderita pengapuran tulang


RSSR JOGJA (Perbaikan Instalasi RPU HT). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno, RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, DIY. Di usianya yang menginjak enam tahun, Gerakan Sosial Sedekah Rombongan semakin bertransformasi menjadi sebuah organisasi yang lebih profesional. Selama itu pula, Sedekah Rombongan telah menyalurkan dana bantuan dari sedekaholics kepada ribuan dhuafa dan pondok/panti/rumah ibadah yang membutuhkan. Kini Sedekah Rombangan diamanahi 14 rumah singgah yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia. Semakin hari Sedekah Rombongan pun semakin berusaha untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Begitu pun, Sedekah Rombongan di wilayah Yogyakarta selalu melakukan perbaikan-perbaikan demi kenyamanan masyarakat. Salah satunya ialah perbaikan instalasi Radio Pancar Ulang (RPU) Handy Talky (HT). RPU HT ini terletak di Semoyo Pandeyan, Srimulyo, Piyungan, Bantul, DIY. Fungsinya untuk memperlancar komunikasi via radio HT utamanya digunakan oleh kurir driver saat bertugas dan perawat. Perbaikan ini meliputi pemasangan aki untuk saklar otomatis RPU HT tersebut. Terima kasih sedekaholics, berkat sedekahmu kami bisa mengoptimalkan pelayanan terhada dhuafa dan masyarakat pada umumnya. Semoga Allah SWT memberikan balasan terbaik kepada sedekaholics Sedekah Rombongan, Aamiin. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya terdapat pada Rombongan 1121.

Jumlah Bantuan : RP. 750.000,-
Tanggal : 15 Februari 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas @angga_ubi Endrajaya

Biaya perbaikan instalasi RPU HT


WARGA PURWOSARI GUNUNGKIDUL (Bantuan Sarana Air). Alamat : Padukuhan Nglegok, Desa Giritirto, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Padukuhan Nglegok, Desa Giritirto, Kecamatan Purwosari adalah suatu pedukuhan dengan keadaan geografis berbukit-bukit. Padukuhan Nglegok ini dihuni oleh 83 KK. Sumber air di daerah tersebut sebenarnya dapat mencukupi kebutuhan warga, tetapi sayangnya pompa air yang dimiliki warga sudah tidak layak. Debit air yang dialirkan pun tidak maksimal karena hal tersebut. Memang, selama ini dengan bantuan pompa air inilah bak-bak penampungan warga diisi lalu air dialirkan ke rumah-rumah penduduk untuk kebutuhan sehari-hari. Karena suplai air mengecil, setidaknya warga baru bisa mendapat air setelah 2-3 hari. Mengingat kondisi ini, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu meringankan kesulitan warga Padukuhan Nglegok. Alhamdulillah, warga antusias melakukan kerja bakti untuk memasang pompa air yang baru. Tak berselang 1 minggu air bersih untuk warga Nglegok mengalir lancar. Warga Padukuhan Nglegok sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan mendapat balasan dari Allah SWT, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 15.000.000,-
Tanggal : 23 Februari 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas Tubiyanto

Bantuan sarana air


YENI NURVITA SUPRATIWI (26, Patah Tulang Belakang). Alamat : Gunung Kacangan, Sumberwungu, Tepus, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Yeni menikah dengan Endra Riawan, pada tahun 2012 silam. Usai menikah mereka meninggalkan dusun mereka dan hijrah ke Jogja. Mereka bekerja di sana, Riawan di sebuah kios fotokopi, Yeni di bagian administrasi sebuah kantor. Ayah Yeni, Pak Handoyo, adalah buruh di pabrik gamping, sementara Ibunya, Sulastri berjualan di warung di depan rumahnya. Suatu hari sepulang keja, di depan gerbang pintu keluar tiba-tiba pintu besi menimpa dirinya. Yeni kemudian segera dilarikan ke rumah sakit, ia pun menjalani operasi di RSO Dr. Soeharso Surakarta, dan menghabiskan biaya puluhan juta rupiah. Dokter menyarankan pengobatan jangka panjang dan menjalani terapi akupuntur dan fisioterapi rutin setiap minggu. Namun, karena ia tak memiliki biaya dan ketiadaan transportasi terpaksa pengobatannya dihentikan. Selang beberapa bulan setelah menjalani operasi, muncul luka di tubuh bagian belakang. Ia pun sempat diperiksakan di sebuah rumah sakit tak jauh dari tempat tinggalnya. Lukanya sembuh, namun kondisinya masih lumpuh. Karena keterbatasan dana, keluarganya memutuskan untuk menempuh pengobatan alternatif. Sedekah Rombongan dihubungi oleh salah satu tetangganya, Yeni pun menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Jogja Raya dan melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. Yeni bahkan pernah dibawa ke terapi pijat di Pandeglang, Banten. Sudah 4 tahun berlalu, badan yang lumpuh itu belum sembuh juga. Bahkan ke kamar mandi pun Yeni harus digendong. Suami Yeni masih bekerja di Jogja, hanya dua minggu sekali mereka bertemu, sementara orangtua Yeni yang merawatnya di rumah. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan sedekahmu, bantuan ini diwujudkan dalam bentuk 1 botol Suplemen Makanan Purtier Placenta. Suplemen ini merupakan nutrisi yang sangat berkhasiat karena akan meregenerasi sel-sel tubuh sehingga sangat mendukung pengobatan yang tengah dijalani oleh Yeni. Yeni dan keluarganya sangat gembira dan bersyukur kepada Allah SWT. Mereka pun tak henti mengucap terima kasih sembari berdoa untuk sedekaholics dan Sedekah Rombongan agar selalu dilimpahkan keberkahan oleh Allah SWT. Aamiin. Santunan sebelumnya telah diberikan dan terlapor di Rombongan 1106.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 28 Desember 2017
Kurir : @saptuari @Aji_Kristanto @atinlelyas

Yeni menderita patah tulang belakang


ABDULLAH ANIS SYUKURILLAH (28, Gangguan Jiwa). Alamat: Gambiran, RT 11, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul, DIY. Panti Hafara merupakan lembaga sosial yang kerap bersinergi dengan Sedekah Rombongan. Mereka memilih fokus pada penanganan anak-anak terlantar dan orang dengan gangguan jiwa. Jumlah orang yang mereka rehabilitasi saat ini mencapai 50 orang. Seiring waktu, jumlah ini akan terus bertambah. Satu pasien yang dirawat disana bernama Abdullah Anis Syukurillah (Anis). Serangkaian terapi spiritual dan medis dari dokter menjadi “menu” nya sehari-hari. Biaya yang dikeluarkan untuk hal ini tidak lah sedikit. Sehubungan dengan itu, Sedekah Rombongan mencoba mensupport kebutuhan pengobatan Anis melalui Panti Hafara sebesar dua juta lima ratus ribu rupiah. Kini perkembangan Anis menunjukkan hal yang positif. Semoga tak lama lagi ia bisa sembuh dari gangguan jiwa, sehingga bisa kembali beraktivitas layaknya manusia normal. Santunan sebelumnya telah diberikan dan terlapor pada Rombongan 1086.

Jumlah Santunan: Rp. 2.500.000,-
Tanggal: 9 Maret 2018
Kurir: @Saptuari @Boyadisakti @atinlelyas

Abdullah menderita gangguan jiwa


KOMUNITAS SATU HATI BERBAGI (Bantuan Pembelian Obat). Alamat : Wonorejo, Kelurahan Sadonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Komunitas Satu Hati Berbagi (SHB) merupakan komunitas atau organisasi nirlaba yang bersifat sosial dan kemanusiaan di bidang kesehatan dalam upaya sosialisasi dan pendampingan. Komunitas ini berdiri pada tahun 2015 berawal dari keprihatinan Anik Sulistyowati atau biasa dipanggil Verro, yang juga merupakan seorang pejuang kanker. Komunitas Satu Hati Berbagi memiliki dua program yaitu bantuan pemberian obat ketika obat tidak ditanggung BPJS atau tidak disediakan oleh rumah sakit dan juga program konseling dan pendampingan. Konseling dan pendampingan diberikan kepada pasien dengan tujuan meringankan beban psikologis pasien selama menjalani pengobatan. Selain itu, Komunitas Satu Hati Berbagi juga memberikan edukasi melalui dan menghibur pasien dengan membagikan bingkisan atau hadiah kepada pasien. Ada juga Fun Therapy atau refreshing yang bertujuan untuk mengajak kanker anak-anak melupakan sejenak sakitnya. Komunitas Satu Hati Berbagi juga melakukan home visit kepada pasiennya yang harus bed rest total di rumah. Saat ini ada 40 pasien dampingan Komunitas Satu Hati Berbagi dengan jumlah relawan 20 orang. Sedekah Rombongan yang juga bergerak di bidang kesehatan turut bersinergi dengan Komunitas Satu Hati Berbagi. Salah satunya dengan menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu Komunitas Satu Hati Berbagi menyediakan obat-obat khusus untuk penderita kanker. Di lain sisi, kebutuhan obat bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan pun sering dibantu oleh Komunitas Satu Hati Berbagi tersebut. Semoga jalinan sinergi ini semakin kuat, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 14 Maret 2018
Kurir : @saptuari Ari @atinlelyas

Bantuan pembelian obat


SUPRAPTINI BINTI HARTONO PAIJO (46, Miom Rahim). Alamat : Ngawu RT 3/1, Ngawu, Playen, Gunungkidul, DIY. Awalnya Bu Supraptini tidak merasakan gejala sakit. Tetapi ia curiga dengan siklus menstruasi yang tidak seperti biasanya. Saat itu darah menstruasinya lebih banyak dari siklus sebelum-sebelumnya. Selain itu Bu Supraptini merasa ada perubahan di kulitnya, menjadi lebih pucat. Ia memeriksakan diri ke puskesmas lalu dirujuk ke poli kulit RSUD Wonosari. Dari pemeriksaan ini, dokter tidak menemukan kelainan kulit. Lalu, Bu Supraptini dirujuk ke poli kandungan. Setelah dilakukan pemeriksaan USG, diketahui bahwa ada miom di dalam rahimnya. Miom ini yang menyebabkan siklus menstruasinya berbeda. Dokter pun menyarankan untuk segera dilakukan tindakan operasi. Saat itu, Bu Supraptini juga mengalami penurunan HB hingga 6,5. Ia menjalani transfuse sebanyak 5 kantong terlebih dahulu sebelum dilakukan operasi. Alhamdulillah operasinya berjalan lancar. Suaminya, Paidi bin Suwiryo (46) dulunya bekerja sebagai sopir odong-odong, tetapi sejak menderita gagal ginjal ia harus menjaga daya tahan tubuhnya. Penghasilan keluarga hanya ditopang oleh anak semata wayangnya. Alhamdulillah, selama pengobatan ini Bu Supraptini memanfaatkan fasilitas kesehatan Jamkesmas. Bantuan ini diberikan untuk membantu biaya akomodasi selama Bu Supraptini dirawat di rumah sakit. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bu Supraptini, Aamiin. Keluarga Bu Supraptini sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Februari 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas @sunnahku

Bu Supraptini menderita miom


MTSR JOGJA (Pembelian HP Hotline). Di usianya yang menginjak enam tahun, Gerakan Sosial Sedekah Rombongan semakin bertransformasi menjadi sebuah organisasi yang lebih profesional. Selama itu pula, Sedekah Rombongan telah menyalurkan dana bantuan dari sedekaholics kepada ribuan dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan lainnya. Kini Sedekah Rombangan telah memiliki 14 rumah singgah yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia. Hal ini diwujudkan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Untuk kemudahan komunikasi dari masyarakat umum ke Sedekah Rombongan, Sedekah Rombongan menyediakan 1 buah hp hotline dengan nomor 081906800900. Bagi masyarakat yang memerlukan ambulans atau informasi mengenai Sedekah Rombongan bisa langsung menghubungi nomor hotline tersebut. Semoga dengan adanya alat komunikasi khusus untuk hotline ini pelayanan kepada masyarakat semakin optimal dan maksimal. Terima kasih, sedekaholics yang mempercayakan Sedekah Rombongan untuk mengelola amanah ini. Semoga Allah SWT membalas sedekaholics dengan kebaikan dan keberkahan selalu, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.100.000,-
Tanggal : 21 Februari 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas @angga_ubi

Pembelian HP Hotline


MUHAMMAD BIN BUSMAN (0 bulan, Meninggal dunia), Alamat JL. Abd. Muis (lonti) Kel. Baru, Kec. Baolan, Kab. Tolitoli Provinsi Sulawesi Tengah. Pada tanggal 5 Maret 2018 pukul 09.00 pagi Ibu Rizki yang sdh memasuki usia kehamilan 9 bulan dan mulai merasakan sakit perut masuk ke Puskesmas Kota yg berada di kelurahan Panasakan, Kecamatan Baolan. Dikarenakan ada kondisi kelainan dalmm perut si ibu maka pihak puskesmas kota merujuk ke RSU Mokopido pada hari yg sama sekitar pukul 17.30 wita. Selanjutnya sekitar pukul 20.00 pihak RS Mokopido mencoba melakukan persalinan dengan cara normal, dan alhamdulillah bayi Muhammad lahir tapi tidak beberapa lama bayinya dikabarkan meninggal dunia akibat keracunan. Kemudian pihak keluarga hendak pulang kembali ke rumah untuk memakamkan bayi Muhammad, namun dikarenakan belum memiliki biaya pelunasan selama proses persalinan dan proses pengurusan BPJS belum rampung, maka pihak rumah sakit masih belum mengizinkan bayi Muhammad untuk dipulangkan. Bayi Muhammad merupakan anak dari Bapak Busman (21) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh pengangkut sayur dan ibu bernama Rizki Oktavina (18) yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga. Sampai saat ini kedua orang tua belum memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk apapun.
Sedekah rombongan segera bergerak menuju rumah sakit setelah memperoleh informasi tersebut. Dan alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya rumah sakit bagi kedua orang tua almarhum bayi Muhammad.

Jumlah bantuan : Rp. 2.640.000, –
Tanggal : 20 Maret 2018
Kurir : Rasyid via Rudy

Bantuan biaya pelunasan selama proses persalinan


STIEN TAIRAS (51, Kanker Serviks Stadium III ). Alamat JL.Tanjumbulu Ampana Kota Kecamatan Ampana Kabupaten Tojo Una-Una Propinsi Sulawesi Tengah. Awalnya 2 tahun yang lalu (sekitar tahun 2016) Stien Tairas pernah mengalami pendarahan saat haid selama 1 minggu lamanya dan sempat dirawat di RS Ampana. Setelah keluar dari rumah sakit sempat pula menjalani pengobatan Herbal (Ramuan dan kapsul Obat Herbal) tetapi tidak ada perubahan dan masih sering sakit. Hingga kemudian pada bulan desember 2017 mengalami Pendarahan lagi sampai HB Turun diangka 8, pihak keluarga masih melakukan pengobatan tradisional dan perawatan di rumah. Namun pada tanggal 28 Februari 2018 ibu Stien Tairas mengalami sakit di bagian pinggang sampai bagian bawah perut, karena sakitnya sudah sering dan sudah tidak tertahan lagi, maka pihak keluarga membawanya ke RS Ampana dan langsung dirujuk ke RS Undata di Palu. Dari Hasil pemeriksaan di RS Undata Palu menunjukan bahwa Stien Tairas mengidap kanker Serviks Stadium III, yang kemudian disarankan untuk Rujuk ke RS Siloam Makassar. Setelah keluar dari RS undata Palu pihak keluarga belum memberangkatkan Stien Tairas ke Makassar karena terkendala biaya. Ibu Stien Tairas merupakan istri dari Bapak Nurdin (53) yang saat ini sudah tidak bekerja lagi karena mengalami stroke (lumpuh). Ibu Stien Tairas memiliki jaminan kesehatan BPJS kelas 3.
Sedekah rombongan segera bergerak menuju kediaman Ibu Stien Tairas setelah memperoleh informasi tersebut. Dan Alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna melakukan pendampingan hingga proses pengobatan selanjutnya bagi ibu Stien Tairas.

Jumlah bantuan : Rp. 7.700.000, –
Tanggal : 20 Maret 2018
Kurir : Rasyid@Taty Rahmawati

Ibu Stien Tairas mengidap kanker Serviks Stadium III


ADINDA MAULIDYA PUTRI (2, Gizi Buruk ). Alamat Kawatuna Kecamatan Palu Selatan Kota Palu Propinsi Sulawesi Tengah. Awalnya Sekitar 2 Minggu yang lalu adik Adinda mengalami demam disertai flu dan batuk, disertai dengan kondisi mulut luka-luka seperti sariawan. Kemudian kedua orang tuan Adinda sempat memeriksanakan adik Adinda ke puskesmas terdekat (Kawatuna) dan diberi obat. Setelah seminggu konsumsi obat dari Puskesmas tiba-tiba adik Adinda mengalami diaere dan dirawat 3 hari dirumah. Namun karena tidak ada perubahan terhadap kondisi Adik Dinda maka pada hari Selasa (13/2/2018) dilarikan ke Rumsah Sakit Umum Undata Palu untuk mendapat perawatan dan pengobatan lebih lanjut. Adinda Maulidya merupakan anaka dari Bapak Rismayanto (26) yang sehari-hari bekerja sebagai petani dan ibu bernama Ardianti (34) yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga. Hingga saat ini Adinda Maulidya belum memiliki jamnina kesehatan dalam bentuk apapun.
Sedekah rombongan segera bergerak setelah memperoleh informasi tersebut. Dan alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera manyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya berobat bagi adik Adinda.

Jumlah bantuan : Rp. 3.000.000, –
Tanggal : 20 Maret 2018
Kurir : Rasyid @Taty Rahmawaty

Adinda menderita gizi buruk


IDRIS BIN KACONG (57, Sesak Nafas ), Alamat JL. Trans Sulawesi Dusun VI Sambua Desa Ogotua Kecamatan Dampal Utara Kabupaten Tolitoli Propinsi Sulawesi Tengah. Awalnya sekitar tahun 2007 bapak Idris mengalami sakit pada bagian dada dan susah bernafas, yang oleh keluarga menyatakan bahwa bapak Idris memiliki kebiasaan pulang terlalu malam dari kebun dan sering mandi pada malam hari. Akibat kondisi tersebut menyebabkan pak Idris terus mengalami penurunan kondisi tubuh dan hanya dirawat di rumah dengan seadanya. Bapak Idris sehari-hari bekerja sebagai petani kebun dan hingga saat ini belum memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk apapun.
Sedekah rombongan segera bergerak menuju kediaman bapak Idris setelah memperoleh informasi tersebut. Dan Alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan beban hidup bagi bapak Idris.

Jumlah bantuan : Rp.3.000.000, –
Tanggal : 20 Maret 2018
Kurir : Rasyid @Rudy

Idris mengalami sesak napas


ISMAIL BIN ABD. MUIN (13, Leukimia ), Alamat Jl. Bandar Udara Desa Ginunggung Kecamatan Bailan Kabupaten Toli Toli Propinsi Sulawesi Tengah. Awalnya Adik Ismail mengalami sakit demam dan tidak bersekolah beberapa hari lamanya. Pihak keluarga menganggap Adik Ismail hanya mengalami demam dan sakit biasa. Namun lama kelamaan kondisi kesehatan adik Ismail terus mengamalmi pernurunan, hingga kemudian pihak keluarga membawa ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil diagnosa dokter bahwa adik Ismail menderita penyakit Leukimia dan disarankan untuk dirawat di rumah sakit. Namun dikarenakan terkendala biaya maka pihak keluarga membawa adik Ismail pulang ke rumah. Adik Ismail merupakan anak Yatim dari Bapak Abd Muin (Almarhum) dan Ibu bernama bernama Asma Mahmud (52) yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga. Adik Ismail belum memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk apapun juga.
Sedekah rombongan segera bergerak menuju kediaman Adik Ismail setelah memperoleh infromasi tersebut. Namun ternyata Allah SWT bekehendak lain adik Ismail telah meninggal dunia. Kurir sedekah rombongan tetap meneyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan beban duka bagi keluarga adik Ismail.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000 –
Tanggal : 20 Maret 2018
Kurir : Rasyid @Rudy

Ismail menderita penyakit Leukimia


PAKITA BIN DANSUMARA (82, Pembengkakan Jantung, Paru Paru, dan Pembengkakan di Perut). Alamat Desa Koromatantu Kec. Petasia Kab. Morowali Utara Propinsi Sulawesi Tengah. Awalnya bapak Pakita (sekitar masih berumur 48 tahun) yang berprofesi sebagai petani mengalami kecelakaan kerja dimana bagian tangan kiri sampai bahu terjepit pohon kayu besar yang menyebabkan remuk dan cacat permanen. Sejak saat itu perjuangan menghidupi istri dan membesarkan 6 (enam) orang anaknya dilalui dengan hanya ditopang dengan satu tangan kanan saja dalam menafkahi keluarga. Kemudian ditahun 2008 Istri Bapak Pakita meninggal dunia. Sepuluh tahun terakhir kebutuhan hidup hanya diperoleh dari bantuan keluarga apa adanya. Hingga saati ini kesehatan bapak Pakita terus mengalami penurunan dimana setiap ada rasa sakit pada bagian tubuhnya selalu disertai rasa nyeri pada bagian tangan kiri yang sdh cacat tersebut. Beberapa kali bapak Pakita dibawa ke Puskesmas dan dibuatkan resep rawat jalan. Hingga pada puncaknya bulan Juli 2017 diusianya yang sudah 81 tahun merasakan sakit disekujur tubuhnya. Atas saran dokter maka bapak Pakita di rawat inap di Puskesmas tersebut dengan diagnosa pembengkakan Jantung dan ada benjolan dibagian perut serta gangguan pada paru paru. Kemudian bapak Pakita Dirujuk lagi ke RS Kabupaten guna menjalani rawat inap selama sepuluh (10) hari dan diteruskan rawat jalan. Adapun jaminan kesehatan yang dimiliki oleh Bapak Pakita adalah BPJS.
Sedekah rombongan segera bergerak menuju kediaman Bapak Pakita setelah memperoleh informasi tersebut. Dan Alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya berobat bagi bapak Pakita.

Jumlah bantuan : Rp. 3.860.000, –
Tanggal : 20 Maret 2018
Kurir : Rasyid @Jattman

Pak Pakita menderita pembengkakan jantung, paru paru, dan pembengkakan di perut


WAHYUDIN (9 Bulan , Suspensi Marbili + Sekunder Infeksi + Diare + Resah ). Alamat Desa Talangi Kecamatan Paleleh Kabupaten Buol Propinsi Sulawesi Tengah. Adik Wahyudin semenjak lahir sudah tidak bersama kedua orang tuanya sehingga adik Wahyudin dirawat dan dibesarkan oleh kakek dan neneknya. Awalnya Kondisi adik Wahyudin sama seperti bayi pada umumnya, namun kemudian ada indikasi sakit yang tidak biasanya dan ini dialami sejak adik Wahyudin berumur 6 bulan. Dari diagnosa puskesmas bahwa adik Wahyudin menderita penyakit Supensi Marbili, Sekunder Infeksi, dan diare sehingga menyebabkan kondisi adik Wahyudin terus menghawatirkan dan perlu penanganan lebih lanjut. Kondisi terkini sejak di rujuk ke rumah sakit Kabupaten adik wahyudin masuk ke ruang oparasi pada pukul 13.00. adik Wahyudin selama ini hidup bersama Kakek bernama Rauf Lamakka (68) yang bekerja sebagai petani dan nenek bernama Hadija Basi (59) yang sehari-hari sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT). Adik wahyudin saat ini belum memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk apapun.
Sedekah rombongan segera bergerak menemui keluarga adik Wahyudin setelah memperoleh informasi tersebut. Namun ternyata Allah berkehendak lain Adik Wahyudin meninggal dunia setelah menjalani operasi. kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya berobat dan perawatan selama ini serta santunan duka bagi keluarga almarhum adik Wahyudin.

Jumlah bantuan : Rp. 2.000.000, –
Tanggal : 20 Maret 2018
Kurir : Rasyid @Rudy

Wahyudin menderita penyakit supensi marbili, sekunder infeksi dan diare


LIANA (31, Sakit Perut ). Alamat Dusun 1 Balamba Desa Ogowele Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli Utara Propinsi Sulawesi Tengah. Awalnya Ibu Liana mengalami sakit perut biasa yang di obati hanya dengan pakai minyak gosok. Selama 6 bulan kemudian sakit perut tersebut tiba-tiba muncul kembali dan terus berlangsung tidak berhenti, yang lebih sakit dirasakan menurut ibu Liana memasuki 2 bulan terakhir ini yang sakitnya agak intens datang, dan apabila sakitnya datang kondisi lemah tidak bisa berbuat apa-apa, suaminya pun tidak dapat berbuat banyak karena jarak dari Desa ke Ibu Kota Kabuapten sangat jauh. Ibu Liana memiliki suami bernama Kasmudin (46) yang sehari-hari bekerja sebagai petani. Adapun jaminan kesehatan yang dimiliki ibu Liana adalah Kartu Indonesia Sehat (KIS).Sedekah rombongan segera bergerak menemui ibu Liana setelah memperoleh informasi tersebut. Alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekeholic guna membantu meringankan biaya berobat bagi ibu Liana.

Jumlah bantuan : Rp. 2.400.000, –
Tanggal : 20 Maret 2018
Kurir : Rasyid @Rudi

Ibu Liana mengalami nyeri perut

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 LULUK ASVIA 1,500,000
2 MOCHAMAD FIKRAM HAKIM 2,000,000
3 MAULANA PUTRA 500,000
4 NATASYA RIDZKIA RAMADHANI 639,000
5 ANANG JUMHANA 1,000,000
6 AHMAD MARWAN TRIAWAN 500,000
7 MARDI BIN KONI 750,000
8 EROS BINTI HALIMAH 750,000
9 AAM AMINAH 500,000
10 ENTIN BINTI KASTOLANI 1,000,000
11 PRINCESS WIDA RASYID 500,000
12 FIKRI BIN MADRUDIN 500,000
13 KOYAH BINTI ODIH 500,000
14 AZIZ DEBIA AROBI 500,000
15 ARIEF HUSEIN 1,000,000
16 RSSR JEMBER 960,500
17 DEVITA CAHYANINGRUM 946,500
18 GALIH ARDHY PRATAMA 1,500,000
19 TAGIHAN RS NUR HIDAYAH 3,673,531
20 YENI NUR WIJAYANTI 1,000,000
21 RINI SARIATI 1,000,000
22 RUBIYEM BINTI PRAWIRO TUMIN 1,000,000
23 RSSR JOGJA 750,000
24 WARGA PURWOSARI GUNUNGKIDUL 15,000,000
25 YENI NURVITA SUPRATIWI 5,000,000
26 ABDULLAH ANIS SYUKURILLAH 2,500,000
27 KOMUNITAS SATU HATI BERBAGI 2,000,000
28 SUPRAPTINI BINTI HARTONO PAIJO 1,000,000
29 MTSR JOGJA 1,100,000
30 MUHAMMAD BIN BUSMAN 2,640,000
31 STIEN TAIRAS 7,700,000
32 ADINDA MAULIDYA PUTRI 3,000,000
33 IDRIS BIN KACONG 3,000,000
34 ISMAIL BIN ABD. MUIN 1,500,000
35 PAKITA BIN DANSUMARA 3,860,000
36 WAHYUDIN 2,000,000
37 LIANA 2,400,000
Total 75,669,531

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 75,669,531,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1127 ROMBONGAN

Rp. 60,803,291,248,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *