Rombongan 1125

Orang yang Bersedekah Mendapatkan Ampunan dan Pahala yang Besar
Posted by on April 7, 2018

KATIYEM BINTI JAIMAN (59, Asictes). Alamat : Desa kare, RT 6/1, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Katiyem adalah seorang ibu yang mengalami sakit asictes (perut semakin membesar) sudah lama . Karena keterbatasan ekonomi maka kondisi tersebut tidak pernah diperiksakan. Bu Katiyem hidup dengan anaknya yang tidak mempunyai pekerjaan tetap. Anaknya yang berpendidikan kurang sehingga untuk bekerja sehari – hari mengalami kesulitan. Dan anaknya tersebut sekarang sudah berkeluarga sendiri. Sungguh kasihan melihat keluarga tersebut. Sejak lama bu Katiyem ingin memeriksakan sakitnya, namun karena keterbatasan biaya, sehingga hanya pasrah. Pada saat Sedekah Rombongan berkunjung ke rumahnya, bu Katiyem kelihatan kasihan sekali. Dengan kondisi pakaian yang dikenakan seadanya dengan kondisi perut yang semakin membesar . Bu Katiyem hanya bisa duduk di teras. Bu Katiyem.memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dirasakan keluarga tersebut. Bantuan kelimapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima santunan dan masuk pada rombongan 1007, 1054, 1094 dan 1116. Bu Katiyem sangat senang dan berterimakasih sekali kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan .

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Maret 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Bu Katiyem mengalami sakit asictes


GEMI BINTI SADELI (34, Ca Mamae) Alamat : Dusun Kayang, RT 17/3, Desa Bader, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Gemi biasa dipanggil tetangga sekitar. Gemi adalah seorang ibu rumah tangga. Beliau mempunyai satu anak perempuan dan suaminya bekerja di Bogor sebagai buruh pabrik. Awal mula sakit pada awal bulan September 2017. Beliau 2 kali oprasi di Rsud. Dolopo kemudian dirujuk ke Rsup Dr. Moewardi Solo untuk proses kemoterapi. Dalam proses berobat beliau ditemani kakak kandungnya dan sempat menginap 2 kali di teras Rsup Dr. Moewardi karena menanti hasil laboratorium esok hari dengan alas tidur seadanya. Saat ini beliau mempunyai jaminan kesehatan KIS. Beliau kesulitan perjalanan berobat ke Rsup. Dr. Moewardi Solo dan biaya kost waktu proses kemoterapi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Gemi. Dan Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Gemi. Bantuan ketigapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat bu Gemi, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1107 dan 1116. Beliau dan keluarga mengucapkan terimakasih kepada sedekaolics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan karena telah membantu berikhtiar menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Maret 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Bu Gemi menderita ca mamae


NUR CHOLIS (51, Gagal Ginjal). Alamat : Desa Banaran, RT 13/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Nur adalah seorang bapak yang mengalami penyakit gagal ginjal. Pak Nur dulunya seorang buruh tani. Pak Nur memiliki 1 orang anak yang sudah menikah. Sementara istrinya seorang ibu rumah tangga. Selain gagal ginjal, sebelumnya juga terkena diabet, yang akhirnya salah satu kakinya harus diamputasi. Pak Nur memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Seminggu 2 kali harus menjalani cuci darah di Rsud. Soedono Madiun. Pak Nur merasa sangat kesulitan untuk biaya akomodasi yang harus dijalaninya di setiap hari Selasa dan Jumat. Sebelum bertemu Sedekah Rombongan, setiap cuci darah pak Nur dibonceng sepeda motor oleh istrinya. Walau kadang hujan turun, demi suaminya, tetap berangkat. Belum lagi, bila sewaktu-waktu sesak nafasnya kambuh saat di rumah, maka istrinya menyediakan tabung oksigen. Belum lama pak Nur harus dilarikan ke IGD karena kondisi menurun. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi Pak Nur. Bantuan yang ke delapan pun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya pak Nur, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 990, 1018, 1039, 1087, 1094, 1107 dan 1116. Pak Nur selama mengikuti anjuran dari dokter tentang ukuran minum dan makannya, alhamdulillah kondisinya stabil. Tak lupa Pak Nur mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga para sedekaholics dan semua kurir Sedekah Rombongan mendapatkan balasan atas semua kebaikannya, begitu doa keluarga pak Nur.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Maret 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi09

Pak Nur mengalami penyakit gagal ginjal


RATRI NOPIDHIAN WIDHI (34, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Ngrobyong, RT 13/1, Desa Purworejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mas Pipit adalah seorang bapak muda yang sejak tahun 2015 mengalami penyakit gagal ginjal. Mas Pipit adalah dulunya seorang karyawan swasta di sebuah pabrik. Mas Pipit memiliki 1 orang anak, dan saat ini istrinya hamil anak kedua. Sementara istrinya seorang ibu rumah tangga. Mas Pipit memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Seminggu 2 kali harus menjalani cuci darah di RSUD Sudono Madiun. Mas Pipit merasa sangat kesulitan untuk biaya akomodasi yang harus dijalaninya, yaitu rutin setiap hari Selasa dan Jumat. Sebelum bertemu Sedekah Rombongan, setiap cuci darah minta tolong teman untuk dibonceng sepeda motor. Karena kondisi seperti itu, maka istrinya pulang ke orang tuanya di Lampung. Dan bila sewaktu-waktu sesak nafasnya kambuh saat di rumah, maka istrinya menyediakan obat untung mengurangi sesaknya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi Mas Pipit. Bantuan ke delapan pun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya mas Pipit, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 990, 1018, 1033, 1087, 1094, 1107 dan 1116. Semakin hari kondisi mas Pipit semakin bugar badannya dan terasa lebih sehat. Tak lupa mas Pipit mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga para sedekaholics dan semua kurir Sedekah Rombongan mendapatkan balasan atas semua kebaikannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Maret 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi09

Mas Pipit mengalami penyakit gagal ginjal


MUHAMAD ASWURI (34, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Mruwak, Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Aswuri, begitu disapa oleh tetangganya. Kebetulan pak Aswuri ini bekerja sebagai tukang selep keliling. Sebenarnya sudah 3 tahun periksa ke Rumah Sakit, namun hanya diberi obat. Tidak tahu kalau ternyata sakit gagal ginjal. Selama itu juga kadang beliau merasa tidak cocok saat minum obat kemudian mengkonsumsi obat bebas bila tidak punya biaya untuk periksa. Sekarang beliau menjalani hemodialisa atau cuci darah 1x dalam 1 minggu. Pak Aswuri memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Aswuri dan keluarga. Bantuan ke tujuh pun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1033, 1054, 1083, 1094,1107 dan 1116. Pak Aswuri masih melakukan hd dan kontrol rutin di RS Sudono Pak Aswuri sangat gembira dan sangat berterimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Maret 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Pak Aswuri mengalami gagal ginjal


NAYLA MUAZARA ALYA FITRI (3, Hidrosipalus). Alamat : RT 17/6, Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Nayla adalah seorang anak berusia 3 tahun. Sejak 3 bulan Naila mengalami susah buang air besar yang akhirnya harus menjalani operasi di Rssa Malang untuk mengeluarkan ususnya. Hampir kurang lebih 1,5 tahun Nayla Bab lewat usus yg dikeluarkan dibagian perutnya. Hingga usianya genap 2 tahun Naila menjalani operasi lagi untuk memasukkan ususnya. Selama ini Nayla dibantu sebuah yayasan Anak di Kota Malang, Sayangnya saat ini Nayla sudah dilepas dan tidak memberikan bantuan lagi terhadap Nayla karena dirasa sudah cukup. Padahal saat ini kondisi Nayla belum bisa dikatakan sembuh, karena setelah beberapa kali kontrol ke RSSA Nayla diminta CTScan dan hasilnya Nayla didiagnosa Hidrocepalus. Walaupun sebenarnya Nayla memiliki jaminan kesehatan BPJS kelas 3, namun karena keterbatasan ekonomi, akhirnya Nayla diajak orang tuanya pulang ke Madiun dan tidak melanjutkan pengobatan. Sedangkan Rumah yg ditempati di madiun ini sebenarnya milik paman dari ayah Nayla, Namun di Madiun suaminya bisa bekerja serabutan dan ibu Nayla berjualan Cemol di depan rumahnya. Saat bertemu dengan Sedekah Rombongan, semua berkas pengobatan Nayla masih di Malang. Karena selain KK nya berdomisili Malang, orang tua Nayla berencana suatu saat punya rejeki atau ada yang memberikan bantuan, akan mengajak Nayla untuk berobat lagi ke RSSA. Sedekah Rombongan memahami kondisi orang tua Nayla. Saat ini Nayla menjalani therapy rutin di Rumah Sakit Soedono Madiun, dan alhamdulillah Nayla sudah mulai ada peningkatan perkembangan, otot – ototnya mulai kuat, apabila tengkurap maka sudah mulai bisa mengangkat kepalanya. Santunan kelimapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat Nayla, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan ke 971, 1069, 1107 dan 1116. Orang tua Nayla sangat berterimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Maret 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi09

Nayla didiagnosa hidrocepalus


DANIS ALDHIAN FAEZA (6, Leukemia). Alamat : Jl. Lapangan, RT 1/6, Desa Banaran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Dek Danis, di usia yang masih belia, menderita sakit leukemia. Sementara ibunya Danis tuna rungu, namun tetap semangat bekerja demi dua orang anaknya yang masih kecil. Danis yang masih sekolah TK mempunyai adik perempuan usia 3 tahun. Ibunya Danis bekerja apabila ada tetangga yang memanggilnya untuk membantu mencuci, seterika dan membersihkan rumah. Kadang juga ke SLB Kebonsari untuk membantu menjahit, sehingga mendapatkan tambahan penghasilan. Kondisi Danis awalnya badannya panas, biasanya kalau dipeiksakan ke mantri kesehatan sudah sembuh. Ini sampai 3 hari tidak sembuh-sembuh. Akhirnya diperiksakan ke puskesmas. Dan disuruh membawa ke Rsud. Soedono. Dari Rsud. Soedono dirujuk ke Rsup Soetomo Surabaya, sampai sekarang masih rutin kontrol dan kemo di Rsup. Soetomo. Dan perkiraan bisa sampai 3 bulanan untuk proses awal pengobatan Danis. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga dek Danis. Bantuan ke lima pun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat dek Danis, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1083, 1094, 1107 dan 1116. Dek Danis jadwal kontrolnya masih sering/padat dan juga masih sering ranap. Pamannya dek Danis, atas nama keluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Maret 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi09

Danis menderita sakit leukemia


AJENG SUKMA AYU (7, Syaraf). Alamat : Dukuh Genting, RT 1/1, Desa Menang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Adik Ajeng terlahir premature sehingga setelah lahir dilakukan oven/pemanasan. Namun tdak diketahui penyebabnya setelah beberapa bulan kemudian saraf gerak kaki dan sebagian tangan tidak berfungsi sehingga kaki tidak bisa digerakkan dan bentuknya bengkok. Tulang belakangpun juga bentuknya bengkok kelihatan membungkuk. Sejak usia – 3 tahun Adik Ajeng memakai kursi roda. Bantuan dari dinas sosial. Namun meskipun begitu Adik Ajeng tetap semangat bersekolah. Waktu anak – anak seusianya masuk TK, dia tidak ketinggalan ikut sekolah meskipun mamakai kursi roda dengan didorong ibunya setiap berangkat sekolah dan pulang. Akan tetapi sampai saat ini dia belum bisa melanjutkan ke SD karena keterbatasan kemampuan fisiknya. Terpaksa saat ini dia masih diikutkan di TK. Adik Ajeng kurang lebih sejak satu tahun terakhir dilakukan teraphi secara rutin oleh ayahnya ke RSUD Harjono Ponorogo. Namun karena perkembangsnnya lambat oleh dokter disarankan dirujuk ke Solo (Rsud. Moewardi). Dan bulan Oktober 2017 kemarin meskipun dengan uang seadanya dan harus menumpang tetangga yang kebetulan kontrol ke Solo, adik Ajeng bisa kontrol ke Solo didampingi ayahnya. Kemudian kontrol yang kedua bersama ayahnya diantar temannya ke Solo dengan uang seadanya. Dan sesuai hasil kontrol dan konsultasi diputuskan untuk kontrol dan teraphi di RSU khusus tulang Harsoyo Solo. Menurut diagnosa dokter, Adik Ajeng mash mempunyai harapan besar sembuh jika telaten dan rutin teraphi. Dek Ajeng memiliki jaminan kesehetan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami dek Ajeng dan orang tuanya. Bantuan kelimapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1083, 1094, 1107 dan 1116. Puji syukur dan bahagia dirasakan oleh bapaknya dek Ajeng. Tidak lupa ucapan terimakasih disampaikan kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 28 Maret 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati -@Dedik1914

Ajeng menderita sakit saraf


MAZMUR EKA PUTRA (6, Epilepsi+ GDD). Alamat : Jl.Bali Gg.XI/19 Rt.33/6 Kelurahan Kartoharjo, Kota Madiun, Provinsi Jawa Timur. Dek Mazmur biasa dipanggil demikian. Dek Mazmur menderita Global Delay Development dan juga Epilepsi. Ayahnya yang juga memiliki kelainan pada punggungnya, hanya bisa bekerja sebagai tukang jahit, itupun tidak selalu ada yang menjahitkan pada beliau. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, Istrinya terpaksa memulung barang bekas dan menjualnya pada pengepul. Mereka hidup di sebuah gubuk kecil berukuran 3m x 4m dan itupun bukan hak miliknya karena hanya disuruh menempati karena kasihan. Dek Mazmur melakukan Rehab Medik setiap hari Rabu. Dan beberapa bulan yang lalu dek Mazmur dirujuk ke RSDM Solo, namun tidak dilaksanakan karena keterbatasan biaya. Dek Mazmur memiliki jaminan fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami kedua orang tua dek Mazmur. Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat dek Mazmur, dengan harapan agar dek Mazmur bisa tumbuh dan berkembang seperti anak-anak seusianya. Atas nama dek Mazmur, bapaknya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholic yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan untuk melanjutkan pengobatan demi menjemput kesembuhannya.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000.-
Tanggal : 28 Maret 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Dek Mazmur menderita global delay development dan juga epilepsi


LUSIANA BINTI AGOES SOEBOLO (46, Leucomia). Alamat: Jl.Merbabu nomer 22 Pangongangan, Kota Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Lusi adalah seorang ibu rumah tangga. Meskipun beliau bukan termasuk orang berada, namun Bu Lusi selalu memanfaatkan waktu luangnya sebagai kader kemasyarakatan. Beberapa bulan yang lalu bu Lusi menderita sakit parah. Setelah diperiksakan ternyata beliau terkena Leukomia dan harus dirujuk ke RS. Saiful Anwar Malang. Bu Lusi mengalami kesulitan biaya karena selama beliau sakit dan tidak mampu bekerja, Bu lusi hanya menumpang di rumah saudaranya. Bahkan untuk akomodasi ke Malang pun beliau harus menyewa kendaraan yang cukup mahal bagi beliau yang hanya hidup seorang diri. Karena pertimbangan tertentu sekarang bu Lusi rujukannya pindah di RSDM Solo.
Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Lusi. Bantuan keduapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat bu Lusi, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1116. Terimakasih tak terhingga disampaikan oleh Bu Lusi, atas bantuan dari Sedekaholics yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan sehingga dapat membantu bu Lusi untuk melanjutkan pengobatan demi kesembuhannya.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000.-
Tanggal : 28 Maret 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Bu Lusi terkena leukomia


NIRWASITA BINTI KATENI (9, Liver). Alamat : Purworejo Wetan, RT 36/4, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Sita panggilan akrab sehari hari, Sita adalah pelajar kelas 2 SD, dalam dua bulan terakhir ini Sita mengalami sakit perutnya membesar. Sita pernah dibawa keluarganya ke RSUD Dolopo namun karena keterbatasan biaya dan belum punya BPJS Sita dibawa pulang. Untuk ke sekolah sehari – hari Sita sering di antar pamannya yang kebetulan satu rumah dengannya. Saat ini Sita tinggal bersama kakek dan neneknya, untuk keperluan sehari – hari Sita di tanggung nenek nya yang bekerja sebagai tukang pijat, karena bapak ibu nya sudah berpisah dan ayahnya yang bekerja serabutan terpaksa menitipkan Sita kepada neneknya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Sita, dan Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi Sita saat ini. Bantuan keduapun disampaikan kepada Sita, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1116, untuk biaya akomodasi berobat. Keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan sehingga bisa membantu berikhtiar menjemput kesembuhan bagi Sita.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Maret 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Siti menderita liver


SUWARNI BIN IS DUGEL (42, Kanker otak) Alamat : Dusun Krajan, RT 10/5, Desa Grobogan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Warni biasa di panggil sehari – hari, beliau menderita gangguan syaraf sejak 2010 namun baru bulan Februari 2017 beliau drop dan di vonis kanker otak. Beliau menjalani oprasi di Rsup dr Soedono Madiun sebanyak 2 kali setelah itu pada bulan Maret 2017 beliau di rujuk ke Rsup Dr Moewardi untuk menjalani kemoteraphy, setelah kemoteraphy selesai beliau menunggu proses operasi yang ke tiga di Rsup Dr Moewardi Solo. Beliau mempunyai 2 anak perempuan masih sekolah semua, sebelum sakit beliau adalah tulang punggung keluarga, namun saat ini kondisi beliau tidak dapat berjalan dan sangat lemah dan mengharuskan istrinya yang bekerja sebagai buruh tani/serabutan. Saat ini beliau kesulitan biaya transportasi ke Rsup Moewardi Solo dan untuk kos saat proses kemoterapi. Saat ini beliau mempunyai jaminan kesehatan KIS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Suwarni. Bantuan ketigapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1107 dan 1116. Beliau dan keluarga mengucapkan terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan sehingga bisa membantu berikhtiar menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Maret 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik

Bu Suwarni menderita kanker otak


RIZKI CAHAYA SAPUTRA (4, Leukemia). Alamat : Dusun Sogaten, RT 17/2, Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rizky adalah seorang balita yang mengalami penyakit leukemia. Awalnya Rizky tidak bisa berjalan, sering jatuh, sehingga oleh kedua orang tuanya dibawa ke sangkal putung, yang katanya tidak apa-apa. Tapi kondisi badannya panas terus dan tidak turun – turun. Sampai selama 2 minggu dan badan Rizky semakin kurus dan pucat. Rizky dibawa ke Klinik Yepa Kaibon, dan pada saat itu hb hanya 3. Sehingga tranfusi ke Soedono Madiun. Setelah dilakukan cek laboratorium, Rizky juga diindikasi ada pembengkaan hati dan limpa. Dari Rumah Sakit Soedono dirujuk ke Solo. Rizky juga mengalami mimisan. Dan menurut jadwal seminggu sekali ke Solo. Sakit leukimia yang dideritanya dirujuk berobat ke RSDM Solo, jatah kemo 111x. Tiap 10 hari kemo. Rizky memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi kedua orang tuanya, yang harus naik bis umum untuk berobat Rizky ke RSDM Solo. Bapaknya Rizky yang bekerja serabutan dan tidak tentu penghasilannya, juga ibunya yang sekarang berjualan es jus di depan rumahnya demi bisa membiayai Rizky. Bantuan kesepuluhpun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya Rizky, yang sebelumnya telah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 970, 981, 1018, 1033, 1054, 1083, 1094, 1107, dan 1121. Dek Riski juga masih rutin kontrol ke RSDM. Tak lupa ibunya Rizky mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Maret 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi09

Rizky mengalami penyakit leukemia


AJIJAH BINTI RAHMIN (42, Tumor otak ). Alamat : Dusun Gandu, RT 8/3, Desa Matesih, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Ajijah adalah seorang ibu rumah tangga. Ibu dari satu anak ini tiba- tiba sering merasakan pusing dan tidak pernah periksa. Dan suatu hari karena sudah tidak tahan dengan sakitnya, bu Ajijah memeriksakan sakitnya dan ternyata diagnosanya tumor otak stadium 4 dan belum pernah operasi. Meski sudah pernah menjalani kemo, namun terhambat biaya akomodasi untuk perjalanan ke Rumah Sakit. Bu Ajijah mempunyai fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami oleh mbak Ajijah. Alhamdulillah bu Ajijah mendapatkan bantuan keempat dari Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1033, 1107 dan 1116. Sehingga sekarang bu Ajijah sudah mulai dilakukan sinar secara rutin. Bu Ajijah mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui team Sedekah Rombongan, sehingga bisa membantu pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 760.000,-
Tanggal : 30 Maret 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi09

Bu Ajijah menderita tumor otak stadium 4


MUSOFA HAMDAN (15, Shepinabifida). Alamat : Dusun Baliboto, RT 42/4, Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Hamdan, begitulah nama seorang anak putra dari Ibu Ayib. Di usianya yg ke 15 tahun ini seharusnya dia masih bisa merasakan indahnya bersekolah dan bertemu teman-temannya. Seharusnya Hamdan sekarang kelas 8 SLTP, namun karena penyakit yang dideritanya kini ia harus berhenti sekolah dan hanya bisa terdiam di rumah. Shepinabifida ialah penyakit benjolan di tulang ekor akibat keluarnya bagian sumsum tulang belakang. Penyakit ini diderita sejak kecil, yang hingga sekarang merambat pada ginjal dan jantungnya. Ibunya yang bekerja sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi Ibu Ayib masih mempunyai tanggungan 2 anaknya. Kini Ibu Ayib harus berjuang menghidupi keluarganya seorang diri menjadi single parent. Sementara Hamdan masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang salah satu kakinya untuk berjalan tidak bisa sempurna seperti biasanya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Hamdan. Saat ini Hamdan menggunakan fasilitas KIS. Dengan keadaan tersebut, Hamdan yang sebelumnya sudah menerima santunan dan masuk pada rombongan 897, 959, 976, 989, 1018, 1039, 1083, 1094, 1107 dan 1116. Kali ini Hamdan kembali menerima santunan yang ke sebelas untuk biaya pengobatan. Sedekah Rombongan selalu memberi semangat untuk Hamdan untuk bisa berjuang melawan sakit yang dideritanya. Dan alhamdulillah setelah sekian lama dengan sabar dan telaten secara rutin berobat, maka tahun ajaran baru 2017/2018 ini dek hamdan sudah bisa masuk sekolah lagi, namun masih masih tetep rutin kontrol. Kondisi terakhir dek Hamdan selain kontrol rutin ke rumah sakit Sudono Madiun, juga dirujuk ke rumah sakit dr. Sutomo Surabaya . Semoga Hamdan diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat meraih cita – citanya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 30 Maret 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi09

Musofa menderita shepinabifida


ROKHIMIN BIN SLAMET (38, Tulang Belakang). Alamat : Desa Prambon, RT 9/2, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Rokhim adalah seorang kepala rumah tangga yang dahulu berkerja untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari anak dan istrinya, namun sekarang harus terbaring sakit dan akhirnya sekarang istrinya yang harus bekerja keras membanting tulang untuk mncukupi kebutuhan sehari – hari. Istrinya pak Rokhim bekerja sebagai penjaga kantin sebuah sekolahan di kecamatan Dagangan yang sekarang menjadi tulang punggung keluarga. Sakit pak Rokhim bermula sekitar 2 tahun yang lalu menderita gangguan di tulang belakang, pernah berobat ke Rsud. Dolopo (fisio trapi) hampir 1 tahun. Alhamdulillh bisa berjalan tetapi jalannya membungkuk. Sebenarnya beliau mau melanjutkan berobat, karena kendala biaya walaupun mempunyai BPJS kelas 3 namun sampai sekarang beliau tidak pernah konsultasi ke dokter lagi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Rokhim sekeluarga. Santunan keempatpun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi berobat pak Rokhim, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1094, 1107 dan 1116. Selain menjalani terapi rutin, pak Rokhimin juga disarankan untuk memakai korset khusus untuk terapi sakitnya tersebut. Beliau merasa senang sekali, bersyukur, dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Maret 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbbalfahmi09

Pak Rokhimin menderita gangguan di tulang belakang


MUHAMMAD RIFAI (12, Jantung Bocor). Alamat: Desa Putat, RT 4/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rifai, begitulah nama seorang anak desa yang begitu kurus tubuhnya. Di usianya yg ke 12 tahun ini Sekarang kelas 6 SD. Sejak kecil Rifai sudah menderita kelainan jantung. yang hingga sekarang masih belum mendapatkan kesembuhan. Ibunya yang bekerja sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi bapaknya juga seorang buruh tani. Sementara Rifai masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang kalau untuk berjalan sampai 15 meter saja sudah merasa lelah dan sesak nafasnya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Rifai. Hanya kalau Rifai ada keluhan batuk pilek baru dibawa ke puskesmas pembantu di desanya. Tidak memeriksakan kondisi sakit jantungnya. Karena sewaktu usia 3 tahun, menurut dokter, Rifai harus dirujuk ke Surabaya. Saat ini Rifai menggunakan fasilitas BPJS kas 3. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami ibunya Rifai, bantuan keenampun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Rifai, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1056, 1083, 1094, 1107, dan 1116. Sampai saat ini Rifai masih rutin kontrol ke RS Sutomo Surabaya. Ibunya Rifai tak terasa meneteskan air mata karena terharu anaknya mendapatkan bantuan. Ucapan terimakasih disampaikan kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Rifai diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat melanjutkan sekolah yang lebih tinggi lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 711.500,-
Tanggal : 14 Maret 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi09

Rifai menderita kelainan jantung


MTSR MADIUN (AD 9383 PR, Biaya Operasional Maret 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soedono, RSUD Dolopo, Rumah Sakit Umum (RSU) Aisyiyah Ponorogo serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Moewardi dan juga RSUP. Dr. Soetomo. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, biaya pemeliharaan dan perbaikan, konsumsi dan jasa driver. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1116.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.126.500,-
Tanggal : 31 Maret 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati Allcrew

Biaya operasional Maret 2018


KOMARUDIN BIN SANWIRAJI (73, Hernia). Alamat : RT 2/5, Desa Agraria, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Lima tahun yang lalu Bapak Komarudin merasakan sakit di bawah perut, kepala panas dan sakit. Kemudian beliau dibawa berobat ke Puskesmas Bantarsari. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa Bapak Komarudin didiagnosis menderita hernia. Setelah menjalani pengobatan selama 5 tahun di Puskesmas Bantarsari tidak ada perubahan apapun. Sampai saat ini kondisi kondisi Bapak Komarudin sering mangalami sakit di bawah perut. Istrinya, Ibu Sukiyah (71), adalah seorang Ibu rumah tangga. Bapak Komarudin tidak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun sehingga beliau tidak menjalani pengobatan lagi. Karena Tidak Mempunyai Jaminan Apapun Komarudin Harus Tidak Menjalankan Pengobatan Lagi. Namun penghasilan pak komarudin yang kecil dan tidak menentu, sangat sulit untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Komarudin sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan Pak Komarudin dapat melanjutkan pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Februari 2018
Kurir : @ddeean Khaerul @firdhanelis

Bapak Komarudin didiagnosis menderita hernia


WAHINI BINTI SURYADI (45, Tumor Usus). Alamat : RT 3/4, Dukuh Banjarsari, Desa Sukoharjo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Wahini menderita tumor usus. Beliau berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Beliau disarankan untuk menjalani operasi. Ibu Wahini sudah menjalani operasi dan diharuskan menjalani kontrol rutin setiap pekan ke RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Ibu Wahini adalah seorang janda. Selama berobat beliau dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI Kelas III. Ibu Wahini kesulitan memenuhi biaya berobat dan kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Wahini sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu keperluan biaya berobat rutin dan kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga santunan dapat bermanfaat dan Ibu Wahini diberikan kesembuhan seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Februari 2018
Kurir : @ddeean @santoprihatmoko @firdhanelis

Ibu Wahini menderita tumor usus


SAWON MADSOMADI BIN SANPARDI (67, Asam Urat + Liver ). Alamat : RT 4/1, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Sawon satu bulan yang lalu terjatuh di dapur selepas bangun tidur dan beliau spontan tidak dapat duduk serta berjalan. Bapak Sawon segera dilarikan ke puskesmas kemranjen dan menjalani rawat inap selama 3 hari. Beliau dianjurkan kontrol sepekan sekali namum beliau hanya dipijat ke tukang urut. Kondisinya sempat membaik, tapi setengah bulan kemudian tiba-tiba kaki dan lutut Bapak Sawon terasa nyeri serta perut sakit dan keras. Beliau dibawa berobat ke bidan setempat, namun tidak kunjung membaik. Perutnya semakin membesar, keras dan tidak bisa buang air besar. Selain itu nafsu makannya berkurang, lumpuh, bicara pun pelo. Bapak Sawon langsug dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas dan menjalani rawat inap lima hari. Hasil diagnosis dokter RSUD Banyumas menyatakan Bapak Sawon menderita asam urat dan komplikasi liver. Istrinya Sanikem (53) adalah seorang ibu rumah tangga yang membantu mencari penghasilan dengan mencari daun cengkeh untuk di jual. Biaya pengobatan Bapak Sawon dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI ke. Namun kondisi kesehatan Bapak Sawon semenjak pulang dari RSUD Banyumas sangat menurun sehingga Bapak Sawon tidak bisa bertahan dan meninggal dunia. Bapak Sawon akhirnya meninggal dunia pada hari Minggu, 4 Februari 2018 Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bapak Sawon rahimahullah sehingga dapat menyampaikan santunan kepada istrinya Ibu Sanikem dan disaksikan oleh Bapak Kepala Desa Karanggintung untuk membantu biaya kehidupan sehari-harinya. Semoga santunan dapat bermanfaat dan berkah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Februari 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @firdhanelis

Bapak Sawon menderita asam urat dan komplikasi liver


SUHARTI BINTI SAKIDIN (60th, Jompo + Disabilitas). Alamat: RT 3/1, Desa Pelangkapan, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Suharti terlahir normal namun pada usia 8 bulan, beliau mengalami demam tinggi dan kejang. Keluarga lalu membawa Ibu Harti ke Puskesmas, beliau diberi obat dan menjalani rawat jalan. Pertumbuhan Ibu Harti mengalami keterlambatan. Beliau baru dapat berjalan saat Ia berusia 9 tahun dan hingga saat ini Ibu Harti tidak dapat bicara. Beliau belum pernah menikah. Lima tahun yang lalu, ibunya, Saliyem, meninggal dunia dan selang dua tahun kemudian bapaknya, Sakidin, juga meninggal dunia. Ibu Suharti sekarang hidup sebatang kara dengan keterbatasannya namun beliau pantang menyerah. Ibu Suharti mencari nafkah sendiri dengan mengambil buah mengkudu dan daun pisang di kebun tetangganya untuk dijual. Terkadang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari beliau dibantu oleh tetangga sekitarnya. Sekitar 1 bulan yang lalu, Ibu Suharti mengalami demam tinggi dan kejang. Beliau lalu dilarikan ke puskesmas dan menjalani berobat jalan. Oleh dokter puskesmas didiagnosis mengidap epilepsi dan disabilitas permanen bawaan sejak lahir. Saat ini, beliau masih sering merasakan pusing di kepalanya. Biaya pengobatan Ibu Suharti dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI kelas III. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Suharti sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Semoga santunan dapat bermanfaat dan berkah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Februari 2018
Kurir : @ddeeean Lasminah @firdhanelis

Bantuan untuk membantu biaya hidup sehari-hari

—-
SITI NUR (37, Kanker Mulut). Alamat : RT 3/2, Desa Pasinggangan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Januari 2017 Ibu Siti divonis kanker mulut oleh dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Beliau disarankan untuk menjalani kemoterapi sebanyak 36 kali di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Saat ini Ibu Siti masih menjalani rangkaian kemoterapi tersebut. Suaminya, Muhammad Ansori (45) adalah seorang karyawan pembuat roti. Pasangan ini memiliki 3 anak yang masih kecil. penhasilannya yang kecil hanya mampu untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. bahkan Bapak Ansori sempat izin tidak bekerja selama beberapa hari karena harus mengantar dan merawat Ibu Siti yang sedang sakit. Biaya oengobatan Ibu Siti dibantu jaminan kesehatan beripa JKN-KIS Non PBI Kelas II yang dibayarkan oleh pemilik took roti tempat Bapak Ansori bekerja. Pengobatan Ibu Siti masih terkendala biaya kebutuhan hidup sehari-hari dan transportasi saat menjalani terapi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto yang caraknya cukup jauh dari tempat tinggalnya. Alhamdulillah, atas ijin Allah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Kasmiarto sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi ke rumah sakit dan kebutuhan hidup sehari-hari. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 1095. Kini Ibu Siti masih menjalani kemoterapinya. Semoga beliau segera diberi kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Maret 2018
Kurir : @ddeean @olipe_oile @firdhanelis

Ibu Siti divonis kanker mulut


KENI BINTI ATMOREJO (83, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : RT 1/1, Desa Gembongan, Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Keni adalah seorang janda. Beliau memiliki seorang anak asuh yang bekerja di Jakarta. Saat ini Ibu Keni tinggal berdua dengan seorang cucunya yang bernama Akbar yang masih bersekolah di Madrasah Tsanawiyah (MTS) kelas 3. Biaya kebutuhan hidup sehari-hari beliau dibantu oleh anaknya. Beliau diberikan uang sebesar Rp. 200.000,- setiap bulannya. Ibu Keni memiliki kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Beliau kesulitan memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Keni sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga santunan dapat bermanfaat dan berkah bagi Ibu Keni sekeluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Februari 2018
Kurir : @ddeean @santoprihatmoko @firdhanelis

Bantuan untuk membantu biaya hidup sehari-hari


YUSUF BIN MISKAM (42, Gangguan Pengelihatan). Alamat : RT 2/1, Desa Sigaluh, Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Yusuf pertama kali menjalani operasi katarak pada tahun 1995 di Purwonegoro, Banjarnegara. Operasi kedua dilakukan pada tahun 2000 di Cirebon. Mata sebelah kiri Bapak Yusuf tidak dapat melihat dan sebelah kanan +14 sehingga menyebabkannya tidak dapat melihat denga jelas. Bapak Yusuf tinggal bersama ibuny. Dengan kondisi mata tidak dapat berfungsi dengan normal saat ini Bapak Yusuf berprofesi sebagai tukang pijat tuna netra berijazah. Penghasilannya sebagai tukang pijat tidak menentu. Meski mengalami keterbatasan dlm melihat Bapak Yusuf tetap bersemangat mencari nafkah untuk biaya kebutuhan hidup sehari-hari. selama berobat Bapak Yusuf dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Beliau kesulitan memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Yusuf sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu keperluan biaya berobat rutin dan kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga santunan dapat bermanfaat dan Bapak Yusuf diberikan kesembuhan seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Februari 2018
Kurir : @ddeean @santoprihatmoko @firdhanelis

Pak Yusuf seorang tuna netra


ICE MURTI RAHAYU (42, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : RT 2/4, Desa Gumingsir, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Saat usia balita Ibu Yayuk jatuh saat digendong oleh kakanya sehingga mengakibatkan kejang-kejang serta patah tangan sebelah kiri. Kejadian tersebut menyebabkan kondisi tangannya tidak bisa normal kembali. Selain itu juga berkibat pada otaknya yang tidak dapat berfungsi dengan baik. Ibu Yayuk terkadang mendadak kejang-kejang lalu hilang ingatan. Ibu Yayuk yang mengalami disabilitas fisik dan mental, saat ini tinggal bersama adiknya menempati rumah yang sangat sederhana di atas tanah milik kantor gedung juang 45 Kabupaten Banjarnegara. Seorang pengurus yang merasa iba member mereka tempt tinggal sekaligus memberi amanah untuk merawat gedung tersebut. Ibu Yayuk memiliki kartu jaminan kesehatan beripa JKN-KIS PBI. Beliau kesulitan memenuhi biaya berobat dan kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Yayuk sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu keperluan biaya berobat rutin dan kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga santunan dapat bermanfaat dan Ibu Yayuk diberikan kesembuhan seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Februari 2018
Kurir : @ddeean @santoprihatmoko @firdhanelis

Bantuan untuk membantu biaya hidup sehari-hari


SRIZAHROTUN BINTI IMAM SUWARNO (63, Stroke). Alamat : RT 1/1, Desa Gembongan, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Sri sudah 3 tahun menderita stroke. Beliau perna berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hj. Ana Lasmanah Purbalingga. Kodisi Ibu Sri sudah mengalami perubahan yang baik meskipun belum sepenuhnya sembuh. Setelah rutin menjalani kontrol, Ibu Sri sudah dapat berjalan dengan tertatih. Sebelumnya beliau hanya bisa berbaring dan duduk. Ibu Sri adalah seorang janda tinggal serumah dengan Wien (40), putrinya. Wien bekerja mengasuh 2 orang anak tetangganya yang kedua orang tuanya sibuk bekerja. Penghasilannya sebesar Rp. 500.000,- per bulan. Selama berobat Ibu Sri dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau kesulitan memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sri sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga santunan dapat bermanfaat dan Ibu Sri diberikan kesembuhan seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Februari 2018
Kurir : @ddeean @santoprihatmoko @firdhanelis

Ibu Sri sudah 3 tahun menderita stroke


JEPRIONO BIN SURAHMAN (27, Infeksi Usus Dua Belas Jari + Asam Lambung). Alamat : RT 3/1, Desa Sigaluh, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Jepriono menderita infeksi usus dua belas jari dan asam lambung kronis. Beliau sidah 6 bulan didiagnosis menderita penyakit tersebut. Bapak Jepriono pernah mengupayakan pengobatan ke puskesmas setempat. Kemudian beliau dirujuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjarnegara. Kondisinya saat ini sering batuk, jika badan terasa dingin sampai menggigil, lemas, letih dan badannya kurus. Karena kondisi kesehatannya yang belum membaik beliau tidak dapat bekerja. Sementara itu, istrinya, Nur Faidah (22), adalah seorang ibu rumah tangga. Selama berobat Bapak Jepriono dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Setelah mengupayakan pengobatan dan berjuang melawan penyakitnya pada 9 Februari 2018 malam Bapak Jepriono meninggal dunia. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bapak Jepriono untuk memberikan santunan kepada anak beliau Rifki Ade Pratama dan biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga santunan dapat bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Februari 2018
Kurir : @ddeean @santoprihatmoko @firdhanelis

Bapak Jepriono menderita infeksi usus dua belas jari dan asam lambung kronis


HADI WASLAM (46, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : RT 2/2, Dusun Wanatirta, Desa Badakarya, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Hadi adalah seorang duda. Beliau tinggal bersama dua anak perempuannya. Bapak Hadi bekerja sebagai buruh pencari pasir untuk menghidupi kedua putrinya. Istri beliau sudah lama meninggal. Penghasilannya sebagai pencari pasir sangat kecil. Beliau memiliki hutang sebesar Rp. 2.700.000,- karena penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi biaya kebutuhan hidp sehari-hari. Bapak Hadi tidak memiliki kartu jaminan kesehatan.
Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bapak Hadi sehingga santunan dapat disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan hidp sehari-hari. Semoga santunan dapat bermanfaat dan berkah bagi Bapak Hadi dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @ddeean @santoprihatmoko @firdhanelis

Bantuan untuk membantu biaya hidup sehari-hari


BANIYAH BINTI AHMAD NURYO (70, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : RT 3/2, Desa Pekandang, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Baniyah sudah 3 tahun terkahir tidak lagi dapat melihat. Beliau mengalami kebutaan. Ibu Baniyah hidup bersama dengan anak, cucu dan menantunya. Menantunya bekerja sebagai pencari rumput. Biaya kebutuhan hidup sehari-hari mereka berasal dari pengasilan yang diperolah oleh menantunya. Ibu Baniyah tidak memiliki kartu jaminan kesehatan. Beliau kesulitan memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Baniyah dan keluarga sehingga santunan dapat disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga santunan dapat bermanfaat dan berkah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @ddeean @santoprihatmoko @firdhanelis

Bantuan untuk membantu biaya hidup sehari-hari


CHANIFAH BINTI AMAD MIARJO (47, Kanker Serviks). Alamat : RT 1/5, Desa Pingit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada pertengahan bulan September 2017 Ibu Chanifah mengalami pendarahan. Kemudian beliau segera dibawa berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara. Ibu Chanifah menjalani rawat inap selama 4 hari di rumah sakit tersebut dan didiagnosis menderita kanker serviks. Kondisi beliau saat ini masih lemah dan hanya berbaring di tempat tidur. Selama berobat Ibu Chanifah dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Beliau kesulitan memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Chanifah sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga santunan dapat bermanfaat dan Ibu Chanifah diberikan kesembuhan seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Februari 2018
Kurir : @ddeean Wiwid @firdhanelis

Ibu Chanifah menderita kanker serviks


NASIEM BINTI TASMIARJA (56, Asam Urat + Maag). Alamat : RT 6/4, Desa Pingit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada pertengahan bulan Juli 2017 tangan kanan Ibu Nasiem sulit untuk memegang sesuatu dan terasa nyeri. Awalnya untuk meredakan sakit yang dirasa Ibu Nasiem hanya memakan obat warung akan tetapi sakit beliau tak kunjung sembuh. Pada akhir bulan September beliau juga mengeluh perutnya perih dan mual. Lalu beliau berobat ke dokter praktek. Dokter mendiagnosis Ibu Nasiem menderita sakit asam urat dan maag. Beliau disarannkan untuk berobat rutin. Kondisi Ibu Nasiem saat ini masih lemah dan tangan kanannya masih sulit untuk menggenggam atau memegang sesuatu sehingga beliau belum bisa beraktivitas seperti biasa. Selama berobat beliau dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Beliau kesulitan memenuhi biaya kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Nasiem sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu keperluan biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga santunan dapat bermanfaat dan Ibu Nasiem diberikan kesembuhan seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Februari 2018
Kurir : @ddeean Wiwid @firdhanelis

Ibu Nasiem menderita sakit asam urat dan maag


RSSR PURWOKERTO (Sembako Pasien Bulan februari Tahun 2018). Alamat : Jl Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Pemalang, Purworejo, Pangandaran, dll yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk kebutuhan makan bulanan pasien yang menginap di RSSR. Bantuan untuk sembako pasien sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1109. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp 1.440.450
Tanggal 28 Februari 2018
Kurir : @arfanesia @menttariii & all kurir

Sembako Pasien Bulan februari Tahun 2018


RSSR PURWOKERTO (Bantuan Operasional Februari Tahun 2018). Alamat : Jl Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Pemalang, Purworejo, Pangandaran, dll yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk operasional bulanan RSSR seperti pembayaran listrik, PAM, Pembelian ATK dan lain sebagainya. Bantuan untuk RSSR sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1109. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.609.829
Tanggal 28 Februari 2018
Kurir : @ddeean @menttariii @all kurir

Bantuan operasional Februari Tahun 2018


RSSR PURWOKERTO (Pembuatan Kamar Februari Tahun 2018). Alamat : Jl Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Pemalang, Purworejo, Pangandaran, dll yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Mengingat semakin banyaknya pasien yang menginap di RSSR maka kurir sedekah rombongan berinisiatif membuat kamar tambahan yang berada di ruang tengah RSSR. Skat kamar memakai tripleks atau biasa disebut kayu lapis sejenis papan pabrikan yang terdiri dari lapisan kayu (veneer kayu). Yang menghabiskan biaya Rp. 766.000 sudah termasuk membayar tukang. Semoga dengan adanya tambahan kamar RSSR Purwokerto dapat menmpung lebih banyak pasien dhuafa dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 766.000
Tanggal 28 Februari 2018
Kurir : @ddeean @menttariii @all kurir

Pembuatan kamar Februari tahun 2018


YULIANTO BIN NASIR (37, Gagal Ginjal + Paru-Paru + Jantung Bengkak). Alamat : Jalan Kulon, RT 1/3, Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Yulianto mengalami gejala sesak nafas, batuk, jantung berdebar-debar dan cepat lelah sejak tahun 2014. Bapak Yulianto kemudian diperiksa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau mengalami gagal ginjal, komplikasi pada paru-paru dan jantung bengkak. Sejak saat itu Bapak Yulianto harus menjalani cuci darah rutin yaitu dua kali sepekan. Disamping itu, untuk mengatasi batuk dan sesak nafasnya ia harus menggunakan tabung oksigen yang dalam sehari dapat menghabiskan hampir 2 tabung oksigen. Sejak sakit, Bapak Yulianto tidak dapat bekerja. Istrinya yang berjualan batagor tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk biaya berobatnya. Sedangkan kedua anaknya masih bersekolah di TK dan SD. Biaya pengobatan Bapak Yulianto dibantu jaminan kesehatan berupa Jamkesmas yang dimilikinya. Namun biaya membeli tabung oksigen dan beberapa obat tidak termasuk dalam tanggungan jamkesmas, sehingga Bapak Yulianto harus mencari dana untuk membeli tabung oksigen dan obat tersebut, serta untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau. Sedekah Rombongan kembali memberikan santunan untuk biaya hidup sehari-hari. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat di rombongan 1097. Saat ini kondisi Bapak Yulianto masih lemah, batuk-batuk, sesak nafas dan masih harus cuci darah rutin setiap dua kali seminggu serta memerlukan oksigen untuk membantu pernafasan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Februari 2018
Kurir : @ddeean Yunanto @paulsyifa

Pak Yulianto mengalami gagal ginjal, komplikasi pada paru-paru dan jantung bengkak


SATIMAN BIN SAJUM (55, Gagal Ginjal). Alamat : RT 2/4, Desa Kalisube, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang dialami Bapak Satiman berawal sejak lebih dari 2 tahun lalu. Beliau sering pingsan dan mudah lelah. Merasa tidak sanggup lagi, akhirnya beliau keluar dari tempat kerjanya. Setelah memeriksakan diri di rumah sakit, Bapak Satiman didiagnosis menderita gagal ginjal. Dokter menyarankan agar beliau menjalani cuci darah rutin setiap pekan 2 kali. Istrinya, Ibu Parsini (50) bekerja dengan berjualan kecil-kecilan untuk menggantikan Bapak Satiman mencari nafkah. Penghasilan keluarganya yang kecil hanya dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Bapak Satiman selama ini dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Pengobatannya terkendala biaya transportasi dan biaya hidup sehari-hari selama pengobatan di rumah sakit, serta biaya obat yang tidak ditanggung BPJS. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Bapak Satiman sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1097. Kini Bapak Satiman masih sering merasa sesak nafas dan mudah merasa lelah. Semoga Bapak Satiman segera diberi kesembuhan dan dapat beraktifitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Februari 2018
Kurir : @ddeean Yunanto @paulsyifa

Bapak Satiman didiagnosis menderita gagal ginjal


EDI SUPRAPTO (46, Ca. Nasofaring). Alamat : Jalan A. Yani, RT 01/01, Desa Dasabah, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Pada awal tahun 2016 Bapak Edi merasakan sakit ditenggorokannya tetapi beliau abaikan dan tidak diperiksakan ke dokter. Setelah dua bulan berlalu rasa sakitnya semakin parah dan akhinya diperiksakan ke dokter. Selain rasa sakit di tenggorokan Bapak Edi juga mengalami penurunan pengelihatan. Dokter mengarahkan untuk memeriksakan ke dokter saraf. Pada bulan Juli 2016 Bapak edi memeriksakan ke dokter saraf dan melalukan pengobatan sesuai anjuran dokter. Suatu hari tiba-tiba muncul benjolan kecil pada leher Bapak Edi dan semakin lama semakin membesar. Pada tahun 2017 Bapak Edi memeriksakan ke RSUD Bondowoso dan dokter mendiagnosa Ca. Nasofaring. Bapak Edi dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan fasilitas pengobatan yang lebih lengkap. Pada bulan ini Bapak Edi menjalankan jadwal kemoterapi yang ke 2 dan kontrol rutin. Bapak Edi bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil dan istrinya, Ibu Septin (25) hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Bapak Edi memiliki jaminan kesehatan BPJS kelas II yang sangat membantu biya pengobatan beliau. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau, bantuan pun disampaikan untuk biaya transportasi dan juga suplemen seperti susu, peptamen. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada nomor rombongan 1123. Semoga Bapak Edi segera diberikan kesehatan agar dapat bekerja kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @FaizFaeruz Rofik @SiscaDwi

Bapak Edi mendiagnosa ca. nasofaring


MAHDI BIN TUR (59, Kanker Kulit). Alamat : Dusun Wonosroyo Barat, RT 26/6, Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Pada 2 tahun yang lalu, Bapak Mahdi yang kala itu bekerja mengalami kecelakaan kerja. Batu yang beliau hancurkan serpihannya mengenai tahi lalat di hidung beliau. Karena tidak dirasa parah, beliau hanya mengobatinya di Puskesmas terdekat. Setelah beberapa minggu, kejadian kecelakaan kerja itu terulang kembali dan mengakibatkan luka beliau semakin parah. Karena diketahui luka beliau semakin parah, beliau pun diberika surat rujukan ke Rumah Sakit Dr. H. Koesnadi. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter pun mendiagnosis beliau mengalami kanker kulit. Beliau pun akhirnya mendapatkan perawatan rawat luka pada hidung beliau. Setelah menjalani perawatan, Bapak Mahdi pun diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. Akan tetapi setelah beberapa bulan, luka beliau semakin parah, Mengetahui akan hal tersebut, keluarga pun membawa beliau ke rumah sakit lagi dan beliau pun diberikan surat rujukan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Bulan ini beliau menjalankan rawat luka pasca operasi, kontrol dan dokter menyatakan bahwa Bapak Mahdi tidak perlu melakukan operasi lagi karena perkembangan setelah operasi sudah baik, beliau hanya perlu kontrol rutin saja. Bapak Mahdi tinggal bersama istri beliau Ibu Suwarnik (54) yang setiap harinya sebagai ibu rumah tangga biasa. Pendapatan Bapak Mahdi sebagai buruh menghancurkan batu memiliki penghasilan yang sangat sedikit. Jaminan kesehatan berupa KIS yang dimiliki sangat membantu dalam biaya berobat. Akan tetapi beliau sangat terkendala akan biaya transportasi ke Malang dan kebutuhan hidup di Malang sangat tidak sedikit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Mahdi. Bantuan pada bulan ini pun telah diberikan kepada untuk biaya transportasi pulang pergi Bondowoso-Malang, membeli obat dan perbaikan keadaan umum. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada nomor rombongan 1123. Semoga Bapak Mahdi lekas diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 604.900,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @FaizFaeruz Rofik @SiscaDwi

Pak Mahdi mengalami kanker kulit


NINIK HUNAINAH (52, Kanker Endometrium) Alamat : Dusun Jaringan, RT 09/03, Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kababupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2014 Ibu Ninik mengalami keputihan dan merasakan nyeri di bagian perutnya. Lalu Ibu Ninik memeriksakannya ke RSUD Tongas kemudian dirujuk ke RSUD dr. Mohamad Saleh Probolinggo dikarenakan keterbatasan alat pengobatan. Ibu Ninik didiagnosa menderita kanker di perut oleh dokter. Ibu Ninik dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang oleh dokter untuk penanganan lebih lanjut dan baru diketahui bahwa Ibu Ninik menderita kanker endometrium. Ibu Ninik sudah menjalani kemo terapi dan pada bulan Januari menjalani kontrol rutin dan dokter merencanakan untuk dilakukan operasi. Suami Ibu Ninik, Bapak Misnali (55) adalah seorang kuli serabutan yang penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III sangat membantu dalam pengobatan. Akan tetapi biaya hidup selama pengobatan di Malang dan transportasi Malang-Probolinggo sangat membebani keluarga untuk menjalani pengobatan kembali. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dialami, bantuan disampaikan untuk uang saku, transportasi, biaya BPJS dan biaya pengobatan dirumah sakit lainnya yang tidak termasuk tanggungan jaminan kesehatan. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada nomor rombongan 1123. Semoga kondisi Ibu Ninik akan segera membaik dan diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @FaizFaeruz Rofik @SiscaDwi

Ibu Ninik didiagnosa menderita kanker di perut


AHMAD HASAN ABDILLAH, (9, Atresi ani). Alamat Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Adik Hasan menderita sakit Atresi ani. Atresia ani adalah salah satu jenis cacat atau kelainan sejak lahir. Pada kondisi ini, perkembangan janin mengalami gangguan sehingga bentuk rektum (bagian akhir usus besar) sampai lubang anus umumnya tidak sempurna. Ketidak normalan Hasan tak memiliki anus Hasan segera dirujuk ke Rumah Sakit Paru- Paru Jember untuk dilakukan tindakan operasi pembuatan stoma. Hasan menderita atresia ani menjalani operasi pembuatan anus pada usia 5 bulan. Akhirnya setelah menunggu selama 8 – 9 tahun lebih Hasan bisa menjalani operasi pembuatan lubang anus di dubur. Bulan ini telah jalani serangkaian test akhirnya tim Dokter rumah sakit Paru – Paru Jember memutuskan dilakukan tindakan operasi pembuatan lubang anus di dubur. Operasi berjalan lancar dan saat ini Hasan menjalani perawatan pasca operasi. kondisi ekonomi untuk kebutuhan sehari hari yang memang benar-benar miskin membuat orang tua Hasan hanya bisa pasrah. Bapak Wakik bapaknya si adek Hasan hanyalah seorang buruh tani dengan pendapatan yang sangat minim dan itupun tidak menentu. Pendapatannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bisa dibayangkan dengan kehidupan mereka di tambah lokasi yang jauh di pelosok desa, serta tak ada akses kendaraaan umum membuat mereka tak mampu melanjutkan pengobatan. Atas dampingan Sedekah Rombongan Hasan dapat melanjutkan pengobatannya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Hasan, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi selama di rumah sakit Paru – Paru Jember, pembayaran Iuran BPJS, Akomodasi selema dirumah sakit dan pembelian obat diluar cover BPJS pasien Hasan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Hasan dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1118

Jumlah Santunan : Rp. 615.000,-
Tanggal : 28 Maret 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil @agungganong

Adik Hasan menderita sakit atresi ani


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Operasional RSSR Maret 2018 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan seperti ATK, Pembayaran Pajak Bumi Rumah Singgah, pembayaran Speedy, Hotline, Biaya Air / PDAM, Ekspedisi Berkas Dll. yaitu selama bulan Maret 2018. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 1118

Jumlah Santunan : Rp. 2.479.352,-
Tanggal : 26 Maret 2018
kurir : @Awwwaludin_yudha @viandwiprayugo @agungganong

Biaya operasional RSSR Maret 2018


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1831 QE, Biaya Operasional Maret 2018 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, dan bahkan mengirim pasien ke Malang maupun Surabaya. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Tap Oli, Service, dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari para donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1118

Jumlah santunan: Rp.4.800.000,-
Tanggal: 30 Maret 2018
Kurir : @viandwiprayugo @edikpurwanto @awwaludin_yudha

Biaya operasional Maret 2018


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1272 SR + F 6185 BM, Biaya Operasional Maret 2018 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) dan Motor Tempur Sedekah Rombongan ini, terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, dan bahkan mengirim pasien ke Malang maupun Surabaya. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Tap Oli, Biaya Kendaraan, Service MTSR dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari para donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1118

Jumlah santunan: Rp.6.825.000,-
Tanggal: 30 Maret 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @edikpurwanto @budiali

Biaya operasional Maret 2018


LUTFIYATUN NASIFAH, (40, Clef Lip Unilateral) Alamat Dusun Laji Kidul RT/RW 006/020, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Lutfiyatun menderita Bibir Sumbing dan langit langit terpisah sejak lahir. Lutfiyatun pernah berobat di RSUD Dr. Soebandi Jember dan harus menjalani Operasi tetapi keluarga Lutfiyatun keterbatasan biaya, Akhirnya Lutfiyatun tidak melanjutkan pengobatannya hingga saat ini. Satu bulan akhirnya ini Lutfiyatun sering kesakitan di langit langit atas. Lutfiyatun tinggal bersama sang suami, yaitu Bapak Muhammad Nur (34) yang bekerja sebagai buruh serabutan dan penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan Lutfiyatun di pelosok desa yaitu di Kaliwining dan Kurir Sedekah Rombongan menawarkan kepada Lutfiyatun untuk berobatan dan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengembalikan bibir Sumbing yang dialami Lutfiyatun. Dan Lutfiyatun setuju untuk perawatan lebih lanjut. Kurir Sedekah Rombongan langsung membawanya ke rumah sakit Paru Jember untuk perawatan lebih lanjut dan menjalani Operasi. Dan Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Lutfiyatun. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi Pasca Operasi dan pembayaran biaya Operasi. Semoga santunan yang diberikan kepada Lutfiyatun berguna bagi dirinya. Dan Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 7.170.496,-
Tanggal : 26 Maret 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @agungganong

Ibu Lutfiyatun menderita Bibir Sumbing dan langit langit terpisah sejak lahir


JANUAR DAFFA MAULANA (3, Ichtyosis Lamelar). Alamat : Dsn. Gunung Mas RT02/1, Kec. Manyaran, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Daffa begitu biasa dipanggil memang menderita kelainan kulit ini sejak lahir serta sempat menghambat tumbuh kembang dan psikologisnya. Penyebabnya kelainan kromosum yang membuat Daffa tak memiliki pori-pori sehingga dia pun tak bisa berkeringat. Lahir premature di usia 6 bualan kandungan juga membuat Daffa mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Sampai saat ini Daffa masih rutin chek up ke poli kulit dan kelamin RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Bulan ini konsidi Daffa sedikit mengalami masalah dikarenakan ada bagian kulit yang tak bisa mengelupas yang membuat kulit terasa kaku bahkan Daffa kesakitan untuk sekedar berjalan saja. Itu artinya jika kulit bisa mengelupas itu justru lebih baik daripada tak bisa terkelupas. Dan salah satu penyebabnya karena kondisi kulit yang terlalu kering, sehingga membutuhkan lebih banyak pelembab.. Untuk perawatan kulitnya, tetap disarankan penggunaan cream khusus vasline noroid cream, olive oil serta sering mandi tanpa sabun. Tak hanya itu, Daffa juga harus mandi susu murni paling tidak seminngu sekali. Terapi kulit untuk kasus seperti Daffa ini memang hanya menjaga kelembaban kulit saja. Untuk proses tumbuh kembangnya saat ini, kondisi Daffa mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik. Baik kemampuan fisik maupun verbalnya. Syaraf motoriknya juga berfungsi dengan normal. Daffa adalah putra pertama pasangan Bapak Yulianto Pambudi dan Ibu Rahning Puspitasari. Saat ini ayahnya Daffa bekerja sebagai buruh pabrik demi membiayai pengobatan Daffa. Daffa memang pengguna BPJS MANDIRI, akan tetapi sebagian besar obat belum tercover oleh jaminan kesehatan. Belum lagi untuk perawatan khusus kulit Daffa sehari-hari membutuhkan biaya yang tak sedikit. Semakin bertambahnya usia, semakin besar pula tubuhnya artinya kebutuhan untuk perawatan kulit juga semakin bertambah. Dalam satu bulan Daffa membutuhkan cream pelembab paling sedikit 4 pot. Saat ini cream pelembab ini memang sudah tercover BPJS, hanya saja BPJS hanya mengcover 1 pot saja, itu artinya kekurangan kebutuhan cream Daffa harus dibeli dengan biaya umum. Padahal untuk 1 pot cream saja harganya mencapai 150.000 rupiah. Belum lagi untuk kebutuhan susunya. Daffa yang sebelum ditangani #Sedekah Rombongan sempat terhenti pengobatannya, merasa sangat terbantu setelah menjadi pesien dampingan #Sedekah Rombongan. Sampai saat ini kita tetap mendampingi pengobatan serta kontrol rutinnya. Semoga ke depan upaya ini semakin memberikan progress yang positip untuk kesembuhan sakit yang di alaminya.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Maret 2018
Kurir : @Mawan@Nonis@dodo

janu Daffa menderita kelainan kulit ini sejak lahir


FARID ABDULLAH( 2, Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik). Alamat : Dsn. Tahunan RT 02/06, Ds. Sambirejo, Kec.Jatisrono, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Farid begitu nama panggilannya, menderita beberapa kelainan, diantaranya kebocora jantung, sidaktil, bengkoknya pergelangan tangan kanan, serta tak memiliki daun telinga sebelah kanan. Bayi malang ini juga terlahir tanpa memiliki lubang anus (Atresia Ani). Dua hari setelah dilahirkan Farid dirujuk ke RS Dr Moewardi Surakarta untuk menjalani operasi pembuatan stoma, atau saluran pembuangan sementara di perut sebelah kiri. Sementara untuk jantungnya, untuk saat ini Farid menjalani terapi obat jantung diiringi fisioterapi untuk membantu tumbuh kembangnya. Pada saat operasi pertama kali yaitu pembuatan stoma, Farid memakai biaya umum mengingat belum memiliki fasilitas kesehatan apapun. Kini Farid adalah peserta BPJS MANDIRI. Empat bulan pasca operasi pembuatan stoma Farid menjalani operasi pembuatan anus. Normalnya satu tahun setelah operasi pembuatan anus, harusnya sudah dilakukan penutupan stoma dan bisa BAB lewat anus. Tapi Farid belum bisa menjalani operasi lanjutan karena kondisi jantung tidak memungkinkan. Hampir setiap bulan Farid mengalami penurunan kondisi, bulan ini Farid kembali menjalani rawat inap karena terjadi masalah dengan buang air kecilnya. Farid merasa kesakitan tiap kali buang air kecil. . Bahkan BB Farid tinggal 5 kg jauh dari nilai rujukan batas normal minimal. Farid masih tetap chek up rutin ke poli kardio anak. Setelah bulan-bulan sebelumnya mengalami penurunan kondisi jantungnya, bulan ini jantung kembali stabil kondisinya. Bahkan mulai bulan ini Farid mulai menjalani fisioterapi dua kali dalam seminggu. Sayangnya jadwal poli anak dan poli bedah anak bukan di hari yang sama artinya dalam seminggu kadang Farid harus ke RS dua kali bahkan lebih dalam seminggu. Untuk masalah jantungnya Farid Untuk biaya akomodasi sudah barang tentu mereka tak mampu. Sebagai seorang terapis, Ayah Farid, Bapak Suharwin hanya bisa bekerja jika ada orang yang membutuhkan saja, tak setiap hari ada yang melakukan terapi. Sementara Ibunya Farid, Ibu Yessy hanyalah ibu rumah tangga saja. Merekapun tinggal masih menumpang di rumah kakek dan neneknya Farid. Bantu Farid memperjuangkan kesembuhannya. Keluarga Farid tak mengharap Farid memiliki fisik normal. Mereka hanya ingin Farid sehat seperti anak pada umumnya. Semoga saja Farid tak menemukan banyak kendala untuk proses pengobatannya nanti.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Maret 2018
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Farid menderita atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik


SURADI BIN SONO KARTO (33, TB Tulang). Alamat : Dsn. Jarum RT 02/01, Ds. Sidoharjo, Kec. Sidoharjo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Suradi, begitu beliau biasa dipanggil sudah satu tahun lebih merasakan sakit di punggungnya. Awalnya dihiraukan saja. Tak hanya itu saja, Pak Suradi sering batuk yang tak kunjung sembuh dan sering kambuh. Belakangan di ketahui bahwa Pak Suradi menderita TBC. Untuk pengobatan rutin dilakukan di RSUD WONOGIRI. Karena tak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun terpaksa biaya berobat memakai biaya umum. Sementara pengobatan TBC tetap berjalan, sakit di punggungnya juga semakin terasa sakit. Pak Suradi mulai kesakitan aktifitas. Dokter meminta dilakukan pengobatan juga untuk tulangnya, akan tetapi niat itu di urungkan dikarenakan tak ada biaya. Kini Pak Suradi sudah memiliki BPJS Mandiri dengan total 5 anggota keluarga, meskipun begitu Pak Suradi masih membutuhkan biaya akomodasi untuk berobat ke RS. Apalagi saat ini RS tempat Pak Suradi berobat justru semakin jauh. Diagnose terakhir ternyata Pak Suradi menderita TB Tulang dan harus dirujuk ke RS.Orthopedi Surakarta. Pak Suradi langsung sudah menjalani serangkaian test mulai test lab, rongent thorax sampai MRI. Hasilnya masih ditemukan adanya cairan menggenangi tulang. TB Tulang juga mulai menggerogoti tulang dengan ditemukannya beberapa bagian tulang yang berlubang terutama bagian punggung. Tim dokter memutuskan fokus menghilangkan cairan diparu- paru sambil tetap minum obat paru. Dari hasil observasi selam minum obat paru, bulan ini tim dokter pulmologi menyatakan bahwa tb di paru-paru sudah dinyatakan sembuh. Setelah bulan lalu menjalani MRI bulan depan dijadwalkan jalani USG ulang, dari hasil serangkaian testbitu akan diputuskan apakah perlu operasi lanjutan atau tidak, tetapi besar kemungkinan akan menjalani operasi ulang. Dan ternyata benar Pak Suradi harus melakukan operasi lanjutan. Selama menunggu jadwal operasi, Pak Suradi tetap harus rutin chek up dan minum obat parunya. Pak Suradi adalah tulang punggung keluarga. Istrinya Ibu hanyalah ibu rumah tangga biasa yang merawat tiga orang anak. Demi menghidupi keluarga, apalagi membiayai 2 anaknya yang sudah duduk di bangku sekolah lanjutan pertama, dalam keadaan sakit Pak Suradi tetap bekerja sebagai office boy di sebuah BMT dekat rumahnya. Tapi kini Pak Suradi tak mapu lagi bekerja pasca jalani operasi untuk menjaga kondisinya. Kesulitan ekonomi juga yang membuat Pak Suradi berat membayar iuran BPJS. Selama KIS belum jadi untuk sementara #SR mengcover iuran BPJS tiap bulannya. Buatnya membayar BPJS dengan jumlah 5 anggota keluarga tidaklah ringan. Bantuan yang di berikan #SR dirasa sangat membantu pengobatan Pak Suradi. Kini Pak Suradi dapat melanjudkan pengobatannya, dan semoga segera membaik.

Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 29 Maret 2018
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Pak Suradi menderita TBC


WARSI BINTI KROMOREJO (46, Tumor Mata). Alamat : Dsn. Siraman RT 002/003, Ds. Gambiranom, Kec. Baturetno, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Bu Warsi adalah seorang dhuafa serta berstatus dengan dengan 3 orang anak. Tinggal disebuah rumah berdinding kayu beralas tanah, Bu Warsi menjalani hari-harinya bersama 3 orang anaknya dalam keadaan yang serba kekurangan. Belum lagi untuk membiayai sekolah anak-anaknya, penghasilan sebagai buruh serabutan tentulah tidak cukup. Karena kondisi inilah Bu Warsi yang sebenarnya sudah lama merasakan sakit akibat benjolan di mata kiri memilih mengabaikan sakitnya dan lebih memilih memikirkan kelangsungan hidup keluarganya. Menghidupi keluarga seorang diri tentulah tak mudah dan perlu perjuangan yang keras. Tak heran jika sakitnya dibiarkan saja, karena Bu Warsi sadar biaya berobat tentulah tidak sedikit. Untuk kehidupan sehari-hari saja susah apalagi untuk biaya berobat. Keluarga Bu Warsi memang peserta Jamkesmas, tapi yang jadi pemikiran Bu Warsi bagaimana dengan biaya akomodasinya. Bagaimanapun ke RS tentulah membutuhkan biaya karena pasti tak hanya sekali dua kali ke RS. Belum lagi jarak dari rumah ke RS sangatlah jauh lebih dari 80 km, harus berangkat subuh jika mau periksa ke RS. Terbayang juga dalam fikirannya siapa yang akan mengurus anak-anaknya jika beliau dirawat di RS. Akhirnya ada salah satu kurir #SRWonogiri yang mengetahui langsung kondisi Bu Warsi segera melakukan survey, karena memang layak dibantu, tim pun segera bergerak. Tim segera membawa Bu Warsi ke RSUD Wonogiri, dan ternyata memang harus segera di rujuk ke poli mata RSD.Moewardi Surakarta. Di RS rujukan inipun ternyata segera diminta menjalani serangkaian test, karena Bu Warsi disarankan untuk segera menjalani operasi. Operasi sudah berhasil dilakukan, akan tetapi masih ditemukan benjolan baru serta pembengkakan. Bahkan akhirnya dilakukan operasi ulang. Setelah sempat mengalami masalah dengan KIS, akhirnya tim bisa mengurus pengaktifan kembali KIS Ibu Warsi, meskipun untuk melanjudkan pengobatan harus mengurus surat rujukan lagi. Dan bulan ini Bu Warsi bisa melanjudkan pengobatannya lagi. Tertundanya pengobatan membuat benjolan di mata bu Warsi muncul kembali. Akhirnya untuk ketiga kalinya Bu Warsi harus menjalani operasi ulang untuk menganggkat benjolan di mata yang bahkan juga menyebar ke dahinya. Sekitar satu minggu menjalani rawat inap untuk operasi, dilanjudkan chek up rutin seminggu sekali untuk perawatan sekaligus medikasi luka operasinya. Bulan ini karena Bu Warsi merasakan ada keluhan dimatanya, terpaksa chek up ke RS lebih awal dari jadwal yang ditentukan. Sedekaholic, berkat uluran tangan anda semua, Bu Warsi yang sudah bertahun-tahun menahan sakit akhirnya dapat menjalani pengobatan untuk kesembuhannya. Semoga beliau dapat sembuh total dan dapat kembali mengurus keluarga dan anak-anaknya.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Maret 2018
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Runi,@Dodo

Bu Warsi menderita tumor mata


SOKARTO BIN SOIKROMO (67, Tumor Kulit). Alamat Dsn. Jaban RT 002/004, Kel. Wuryantoro, Kec. Wuryantoro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Sokarto begitu beliau dipanggil, tak pernah mengira bahwa benjolan kecil dibawah mata sebelah kanan delapan tahun yang lalu itu kini melebar dan menutup seluruh bagian mata kanannya. Alhasil saat ini mata kanannya tak bisa melihat. Pak Sokarto saat ini tinggal bersama istrinya, Ibu Wasinem, 67 disebuah rumah model tradisional jawa yang lapuk dimakan usia. Terlihat, rumah yang sebagaian besar bangunannya terbuat dari kayu itu sudah miring. Awalnya Pak Sokarto bermata pencaharian sebagai petani dan menghabiskan waktu dengan beraktifitas di sawah. Tapi semenjak sebuah daging tumbuh melebar dipipinya hingga menutupi mata kanannya, aktivitas itu total ditinggalkannya. Dulu saat benjolan itu masih kecil dan dibiarkan saja. Selang beberapa lama benjolan itu pecah dan disarankan menjalani tindakan operasi di sebuah RS Swasta di Wonogiri. Karena pada waktu itu tak memiliki fasilitas jaminan kesehatan apapun, terpaksa biaya dicover dengan biaya umum. Saat operasi itu, Pak Sokarto terpaksa menjual satu ekor sapi peliharaannya untuk biaya operasi. Operasipun berjalan lancar, namun tidak lama setelah itu daging tumbuh semakin banyak dan lebih besar dari sebelumnya. Tak hanya pengobatan medis, segala macam obat herbal sudah dicoba, tapi tidak sembuh-sembuh juga. Seingat Pak Sokarto, lima tahun lalu dirinya juga menjalani operasi yang kedua di RSD.Moewardi Surakarta. Lagi-lagi karena belum punya fasilitas Jaminan Kesehatan, operasi yang kedua ini, satu ekor sapi lagi dijualnya sebagai biaya operasi. Sudah habis-habisan, kini tinggal dua ekor kambing, yang dipelihara untuk jaga-jaga kalau ada apa-apa. Dan semenjak operasi kedua, dirinya sudah tidak lagi menjalani pengobatan karena tidak mempunyai biaya lagi. Hingga akhirnya tumor itu tumbuh semakin besar menutupi mata kanannya. Karena sakitnya itu, Pak Sokarto lebih banyak menutup diri dirumah, dirinya merasa minder jika harus bergaul dengan tetangga. Pak Sokarto juga sudah tidak bertani lagi, karena dirinya takut nantinya lumpur-lumpur akan memperparah penyakitnya itu. Keinginan untuk sembuh begitu kuat dalam diri beliau, namun ketiadaan biaya membuatnya tidak bisa berobat.Sementara Ibu Wasinem,istrinya juga hanya bisa pasrah, berjalanpun Wasinen harus menggunakan tongkat untuk menyangga tubuhnya akibat kecelakaan yang dialaminya sekitar dua tahun yang lalu. Sedangkan anak-anaknya, kebanyakan juga hanya buruh tani yang juga dalam kondisi kekurangan. Atas rekomendasi Bapak Camat Wuryantoro ,akhirnya pihak keluarga terhubung dengan tim #SR. Melihat kondisi Pak Sokarto yang semakin memprihatinkan, Tim dibantu perangkat kecamatan dan desa bergerak cepat mengurus segala keperluan, termasuk membuatkan BPJS. Setelah semua berkas yang diperlukan lengkap, Pak Sokarto segera dibawa ke RSUD Wonogiri, untuk selanjudnya dirujuk ke RSD.Moewardi Surakarta. Jarak tempuh puluhan kilometer tak menyurutkan semangat Pak Sokarto berobat menjemput kesembuhan. Setelah dua bulan hampir 20 kali bolak-balik ke RS, akhirnya Pak Sokarto bisa jalani operasi pengangkatan tumor kulit di sekitar matanya. Operasi tak hanya dilakukan satu kali. Seperti kita ketahui sebelumnya, ada 3 dokter specialist yang menangani operasi Pak Sokarto. Selain operasi pengangkatan jaringan tumor, juga operasi mata dan untuk tahap terakhir dilakukan operasi penambalan kulit. Saat ini Pak Sokarto masih dirawat di RS mengingat rangkaian operasi yang dijalani. Bulan ini Pak Sokarto kembali jalani operasi penambalan untuk yang ketiga kalinya, artinya dalam tiga bulan terakhir ini beliau sudah menjalani lima kali operasi. Saat ini Pak Sokarto kembali jalani rawat inap dengan pantauan ketat dari tiga dokter specialis. Harapan kita hasil dari beberapa rangkaian operasi ini hasilnya sesuai seperti yang diharapkan. Akhirnya akhir bulan ini Pak Sokarto diperbolehkan pulang, meski begitu Pak Sokarto harus rutin seminggu 2 kali menjalani chek up untuk memantau luka pasca operasi sekaligus medikasi. Tak hanya itu, selama dirumah juga harus rutin melakukan medikasi di klinik terdekat, dan kebetulan klinik tersebut tak bekerja sama dengan BPJS, maka untuk biaya medikasi dibayar secara umum. Seharusnya Pak Sokarto disarankan menjalani operasi lanjutan, tapi mengingat kondisi luka yang belum seperti yang diharapkan, operasi ditunda pelaksanaannya. Sampai saat ini luka operasi masih mengggeluarkan cairan dan belum bisa kering total. Untuk itu tim dokter menyarankan selama dirumah tetap dilakukan medikasi oleh paramedis, artinya medikasi tak hanya dilakukan di RS saja. Dan benar saja setelah rutin dilakukan medikasi oleh tim paramedis selama dirumah, kondisi luka Pak Sokarto mulai membaik. Semoga saja dengan bantuan dari para sedekaholic, Pak Sokarto dapat menjemput kesembuhannya. Karena atas uluran tangan para sedekaholic saat ini Pak Sokarto dapat melanjutkan pengobtannya lagi. Bantuan bulan ini diberikan untuk biaya akomodasi, pembayaran BPJS serta biaya perlengkapan medikasi.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 27 Maret 2018
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Dodo

Pak Sukarto menderita tumor kulit


RENGGA PUTRA PRATAMA (1, Jantung). Alamat Dsn. Sumberwatu RT 001/005, Ds. Sumberharjo, Kec. Eromoko, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Putra pertama pasangan muda bernama Pak Mulyadi (30) dan Ibu Martini (32), sepintas memang seperti anak yang sehat yang lucu dan menggemaskan. Rengga begitu balita ini biasa disapa ternyata memiliki kelainan pada jantungnya. Jantung merupakan salah satu organ penting didalam tubuh manusia. Tidak berfungsinya kerja organ ini, pasti membuat fungsi organ yang lain menjadi terganggu. Bayi berusia 10 bulan ini ternyata hanya memiliki satu bilik dan satu serambi, padahal normalnya manusia memiliki jantung dengan 2 bilik dan dua serambi. Malangnya kelainan ini baru terdeteksi saat Rengga sudah berusia 6 bulan. Padahal sebenarnya kelainan itu sejak baru lahir. Semua karena ketidak pahaman orang tua dan keluarga atas kondisi Rengga. Sejak lahir bayi Rengga selalu membiru kulitnya apabila dalam keadaan menangis,kecapaian serta kedinginan. Kondisi seperti ini tak kunjung membaik justru semakin parah. Awalnya dibawa berobat ke salah satu RS. Anak di Wonogiri, pihak RS sempat kaget kenapa baru diusia 6 bulan baru dibawa berobat, mengingat kondisi jantung memang perlu penangan serius. Merasa tak mampu menangani kasus ini, pihak RS merujuk ke RSUD Wonogiri. Reaksi sama dengan RS sebelumnya kembali menanyakan hal yang sama. Hal serupa dilakukan oleh tim dokter di RSUD Wonogiri bahwa mereka tak mampu menangani karena tak adanya fasilitas medis sekaligus tim medis untuk kasus Rengga ini. Akhirnya Rengga dirujuk ke RSD.Moewardi Surakarta. Dari catatan medisnya, jantung bocah ini mengalami kebocoran yang ukurannya besar. Sehingga antara kanan dan kiri seolah tidak dipisahkan sekat. Jadi secara fungsional tinggal satu serambi dan satu bilik. Darah bersih dan darah kotor tercampur. Perkembangan Rengga dalam hal tumbuh kembangnya juga terganggu. Saat ini Rengga dan orang tuanya memang terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri, tapi ayah Rengga, yaitu Pak Mulyadi yang hanya petani ini mengaku kesulitan biaya. Bagaimana tidak? Perjalanan dari rumah menuju ke rumah sakit membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jarak antara rumah sampai RS Dr Moewardi di Solo hampir 60 kilo meter. Menempuhnya menggunakan bus atau sepeda motor jelas tidak mungkin karena membawa anak kecil menderita penyakit semacam itu. Kadang dipinjami tetangga. Tapi kadang juga harus merental mobil Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu, baru rentalnya, belum bayar sopir serta biaya makan karena biasanya untuk chek up ke RS sampai selesai memang hampir seharian. Untuk bulan ini memang hanya sekali chek up ke RS, tapi tak menutup kemungkinan juga di waktu mendatang bisa lebih dari sekali dalam sebulan ke RS. Pak Mulyadi hanya petani biasa dengan penghasilan pas-pasan. Bulan ini kondisinya kembali tak stabil dimana Rengga kembali mengalami demam tinggi bahkan penurunan berat badan. Bahkan sempat dibawa ke dokter specialis anak yang terdekat. Dokterpun tetap meminta Rengga dirujuk ke Jakarta untuk jalani operasi jantungnya. Artinya bakal membutuhkan biaya yang lebih banyak lagi. Tapi sampai saat ini belum dijalani mengingat pihak keluarga yang belum siap. Kini Rengga jadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, semoga bantuan yang diberikan bisa meringankan beban keluarga Rengga, dan kondisi Rengga bisa lebih baik lagi.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Maret 2018
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Dodo

Rengga menderita jantung


NGADIYEM BINTI MULYADI (54, Pembengkakan thyroid). Alamat Dsn. Bulu RT 02/06, Ds. Jendi, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibu Ngadiyem , wanita paruh baya ini sudah 3 tahun menderita pembengkakan kelenjar thyroid. Ibu Ngadiyem termasuk dhuafa karena saat ini bersama suaminya pak Tukino tinggal menumpang dirumah salah seorang adiknya. Artinya pasangan suami istri ini tak memiliki tempat tinggal. Mereka berdua memang memiliki seorang anak, akan tetapi kondisinya pun tak jauh berbeda dengan orang tuanya dan saat ini merantau diluar kota. Tiga tahun yang lalu awalnya Ibu Ngadiyem menemukan ada benjolan dilehernya. Ketiadaan biaya membuat beliau membiarkan penyakit itu tanpa pengobatan hingga akhirnya sampai saat ini semakin membesar. Keinginan untuk mengobati penyakitnya dan bisa sembuh seperti sedia kala sangatlah besar, tapi lagi-lagi semua terbentur biaya, apalagi Bu Ngadiyem ini tak memiliki jaminan kesehatan apapun. Bu Ngadiyem yang kesehariannya bekerja membantu adiknya berjualan di pasar serta suaminya yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan tentulah merasa tak mampu untuk membiayai pengobatan yang kemungkinan besar dilakukan tindakan operasi. Akhirnya tim yang awalnya mendapat laporan dari perangkat desa setempat segera menindak lanjuti, serta bergerak membantu mengurus pembuatan BPJS. Untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan awal ke RSUD Wonogiri. Saat ini masih dilakukan berbagai test penunjang untuk pemantapan diagnosa. Bulan ini Bu Ngadiyem kembali melakukan serangkaian test, hanya saja test untuk tyroidnya tidak tercover BPJS dan harus dilakukan di lab luar RSUD. Selain itu dari hasil test jantung dan tekanan darah tak terlalu bagus juga. Bulan ini kondisi tak berbeda jauh dengan bulan lalu, tekanan darah selalu diatas 200, dan rencananya akan dirujuk juga ke poli kardio. Kedepannya kita belum tahu apakah Bu Ngadiyem harus dirujuk ke Solo ataukah cukup ditangani di RSUD Wonogiri saja. Dan lagi-lagi bulan ini kondisi p[asien masih tetap sama seperti bulan lalu, dimana tensi darah selalu diatas 200. Dan untuk memantau kondisinya, pasien diminta chek up rutin seminggu dua kali. Semoga saja dengan bantuan dari sedekahoic, Bu Ngadiyem dapat menjemput kesembuhannya. Bantuan bulan ini diberikan untuk biaya akomodasi ke RS serta biaya test laboratorium.

Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 9 Maret 2018
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Maria

Bu Ngadiyem menderita pembengkakan kelenjar thyroid


REEALINO YUANZAH (2, kelainan jantung+kelainan fisik). Alamat Dsn. Dologan RT 03/03, Ds. Watusomo, Kec. Slogohimo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Balita ini biasa dipanggil Lino sejak lahir memang terdeteksi menderita kelainan jantung, kelainan fisik berupa mata salah satu membesar, kelainan di salah satu telinga serta tak adanya testis di alat kelaminnya. Penyebabnya karena ketidaktahuan ibunya bahwa sedang hamil saat menjalani operasi usus buntu. Efek dari obat bius pada saat penanganan operasi ibunya membuat janin mengalami masalah perkembangan. Sampai usia dua tahun inipun tumbuh kembang Lino sangatlah lambat. Jika anak seusianya sudah bisa berjalan ahkan berlari, Lino masih tergolek lemah, jangankan berjalan dudukpun belum kuat. Sejak lahir hidup Lino tak lepas dari pengobatan ke RS. Saat ini Lino merupakan pasien rawat jalan di RSD.Moewardi Surakarta. Berangkat sebelum subuh sampai rumah selepas isya’ sudah jadi rutinitas tiap kali kontrol ke RS. Jauhnya jarak tempuh ke RS tentulah jadi salah satu kendala. Belum lagi jarak dari desa tempat Lino tinggal sampai jalan raya juga jauh dan tak ada akses kendaraan umum. Bahkan dalam perjalananpun harus melintasi hutan yang cukup luas. Bisa dibayangkan betapa pelosoknya tempat tinggal Lino. Untuk sampai ke jalan raya mereka harus menyewa mobil tetangga, untuk kemudian disambung naik bus umum. Naik bus umum terpaksa jadi pilihan karena jika menyewa mobil sampai ke Solo sudah pasti membutuhkan biaya lebih banyak apalagi dalam jangka waktu seharian. Biaya sewa tentulah mahal dan mereka tak mampu untuk biaya itu. Tak cukup 500 ribu untuk sekali kontrol. Lino adalah putra kedua dari pasangan Bapak Sular dan Ibu Ratmi. Keseharian orang tua Lino bekerja serabutan. Ayahnya merantau ke Jakarta bekerja sebagai buruh bangunan dan ibunya sebagai buruh cuci. Sampai saat ini keluarga Lino pun masih menumpang di rumah neneknya Lino. Keluarga Lino memang peserta BPJS Mandiri, yang menjadi kendala tak hanya biaya akomodasi tapi juga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mengingat keluarga Lino juga masih membiayai sekolah kakaknya Lino. Untuk kondisi bualn ini, cukup stabil artinya tak menjalani rawat inap diluar jadwal kontrol rutin. Dan selain itu bulan ini Reealino menjalani test exco rutin seperti biasanya. Dari hasil pemeriksaan selama ini di RSD.Moewardi Surakarta, Lino disarankan menjalai operasi di Jakarta. Lagi-lagi karena ketiadaan biaya, sampai sekarang Lino masih bertahan menjalani pengobatan di RSD.Moewardi Surakarta. Kini Lino menjadi pasien dampingan #SRWonogiri. Sedekaholic bantu Lino untuk sembuh, harapan kita Lino dapat disembuhkan dan bisa tumbuh seperti anak seusianya.

Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 21 Maret 2018
Kurir : @mawan,@nonis,@dodo

Lino menderita kelainan jantung, kelainan fisik


KATNI JARTO (44, Rhabdomyosarcoma). Alamat : Dsn. Temon Lor RT 02/05, Ds. Temon, Kec. Baturetno ,Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Sekitar bulan Juni 2014 ini Bu Katni mulai merasakan nyeri pada paha sebelah kanan. Awalnya hanya benjolan kecil sebesar bisul,tapi lama-lama bertambah besar. Tapi lama-kelamaan benjolan itu semakin besar dan semakin sakit. Keluarga Bu Katni khawatir dan membawa ke sebuah RS swasta di Wonogiri. Di RS.Marga Husada inilah Bu Katni diminta segera menjalani tindakan operasi. Diagnosa sementara waktu itu tumor di paha kanan. Pasca operasi,dua bulan kemudian benjolan itu muncul lagi dengan kondisi lebih besar dari sebelumnya bahkan bisa dibilang pertumbuhan benjolan itu begitu cepat dan lebih terasa sakit. Akhirnya pihak RS Marga Husada segera merujuk ke RSD.Moewardi Solo. Tim Dokter juga segera mengambil tindakan cepat dengan melakukan serangkaian test pendukung untuk operasi. Dari hasil PA yang dilakukan pada saat operasi,pasien menderita Pleomorphic Rhabdomyosarcoma, penyakit kanker ganas yang menyerang jaringan lunak seperti otot dan biasanya menyerang di bagian leher, kaki, paha. Dokterpun sudah menjelaskan bahwa Bu Katni menderita kanker ganas level 3. Pasca operasi dan luka dinyatakan sembuh, Tim dokter akhirnya memutuskan melakukan tindakan kemoterapi. Saat ini Bu Katni sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Dan dinyatakan selesai jalani kemoterapi. Meskipun sudah tak menjalani kemoterapi serta tak mengkonsumsi obat kemoterapi, Bu Katni harus tetap jalani chek up rutin tiap bulan untuk memantau perkembangannya. Bulan ini Bu Katni hanya diminta sekali saja chek up ke poli onkologi. Dan seperti rencana bulan kemarin,maka bulan ini dilakukan tindakan rongent dan usg. Untuk konsul hasilnya akan dilakukan bulan depan bersamaan dengan kontrol rutin. Keluarga ini memang tergolong tidak mampu. Pak Jarto, suami Bu Katni bermata pencaharian sebagai tenaga serabutan dengan jadwalkan di minggu yang berbeda pendapatan yang tak menentu. Terkadang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja mereka masih kekurangan ditambah lagi biaya sekolah anak mereka. Melihat kondisi yang seperti ini tak lantas membuat Bu Katni tinggal diam. Sebisa mungkin beliau membantu meringankan beban keluarga dengan bekerja sebagai buruh tani. Keluarga ini memang terdaftar sebagai peserta KIS. Tapi mengingat biaya ke RS memang tak sedikit untuk sekali jalan, tentunya biaya ini bukanlah biaya yang ringan. Saat ini Bu Katni menjadi pasien dampingan #SR. Dan bantuan sedekaholic tentulah sangat meringankan beliau. Bu Katni merasa benar-benar terbantu untuk biaya berobat selama ini.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Maret 2018
Kurir :@Mawan,@Nonis,@Runi

Bu Katni menderita pleomorphic rhabdomyosarcoma


NURANI UTAMI ( 33, Pembengkakan bola mata). Alamat : Dsn. Sukoroyom RT 001/003, Ds. Pucanganom, Kec. Giritontro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibu Nurani, begitu biasanya dipanggil oleh warga sekitarnya, adalah seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya bekerja sebagai tenaga serabutan. Sementara suaminya bapak Heriyanto juga tak jauh berbeda, keduanya memiliki pekerjaan tak tetap dengan penghasilan yang tak menentu pastinya. Mempunyai dua anak perempuan yang sulung duduk dibangku sekolah menengah pertama, sementara si bungsu masih balita berusia 2 tahun. Sudah barang tentu kebutuhan hidup mereka cukuplah besar, tak seimbang dengan penghasilan mereka. Itulah sebabnya Ibu Nurani rela menunda pengobatannya demi mengutamakan kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Ibu Nurani sebenarnya sudah mulai merasakn ada masalah dengan penglihatannya sejak dua tahun lalu. Awalnya pembengkakan juga belumsebesar sekarang ini. Sempat berobat ke sebuah klinik mata dan bahkan sempat ada perubahan, pembengkakan berkurang, kemerahan di bola mata juga berkurang. Namun karena mulai terkendala biaya, pengobatan jadi terhenti. Hingga akhirnya terjadi pembengkakan lagi bahkan lebih besar dari sebelumnya dan mulai tak bisa membaca huruf yang berukuran kecil. Info soal kondisi Ibu Nurani inipun akhirnya sampai ke tim Sedekah Rombongan. Tim segera melakukan survey, melihat kondisi kehidupan sehari-hariyang memang memprihatinkan, tinggal dirumah berdinding kayu beralas tanah, sudah selayaknya Ibu Nurani di bantu Sedekah Rombongan. Saat tim memberi tahu bahwa Ibu Nurani akan di bantu Sedekah Rombongan tampak semangat yang luar biasa dari Ibu Nurani untuk berikhtiar demi kesembuhannya. Belum sampai kita arahkan untuk mengurus surat rujukan , ternyata atas inisiatif sendiri beliau mengurus surat rujukan. Dan dari RSUD Wonogiri Ibu Nurani dirujuk ke RSUP. Dr Sardjito Yogyakarta. Kini Ibu Nurani jadi pasien dampingan tim #SRWonogiri dan #SRJogja. Setelah menjalani serangkaian test, akhirnya pada pertengahan bulan ini Ibu Nurani menjalani operasi. Sekitar satu minggu menjalani rawat inap operasi, akhirnya pasien diperbolehkan pulang dan harus kontrol seminggu sekali. Ibu Nurani saat ini tercatat sebagai peserta BPJS Mandiri, namun begitu kendala utama yang dihadapi adalah biaya untuk akomodasinya. Apalagi jarak tempuh Wonogiri Jogja cukuplah jauh. Dan berkat bantuan Sedekah Rombongan Ibu Nurani bisa memulai pengobatannya. Semoga saja semua dimudahkan dan Ibu Nurani dapat memperjuangkan pengobatannya.

Santunan : Rp 500.000,-
Tanggal : 18 Maret 2018
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Dodo

Bu Nurani pembengkakan bola mata


MAHMUD NH BIN NURCHOLIS ( 54, Bantuan Tunai ). Alamat : Dsn.Kaloran RT01/5, Kel. Giritrito, Kec. Wonogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Bapak Mahmud mempunyai anak 4 orang dari istri bernama Ibu Maryam ( 47 tahun ). Kesehariannya, Mahmud bekerja sebagai pedagang keliling parfum di sekitar Kabupaten Wonogiri. Istri nya membutuhkan biaya rumah sakit untuk proses persalinan anak terakhir, namun saat itu beliau belum punya biaya sehingga menggunakan Jaminan Kesehatan ( BPJS ). Akan tetapi, ada tunggakan yang harus di bayarkan terlebih dahulu sebelum BPJS tersebut aktif kembali. Hal ini menjadi beban tersendiri di saat kondisi seperti itu, beliau belum mempunyai dana untuk membayar tunggakannya. Kemudian, beliau menemui kurir Sedekah Rombongan dan menceritakan kronologisnya. Adapun jumlah tunggakan yang harus di cukupi sebesar Rp. 1,6 juta dan 200 ribu sisanya untuk biaya akomodasi beliau. Melihat kondisi keluarga Bapak mahmud yang memang membutuhkan bantuan, Sedekah Rombongan pun berupaya meringankan serta membantu beban beliau. Semoga bantuan ini meringankan dan bisa mencukupi serta melunasi tunggakan tersebut, sehingga urusan administrasi untuk pembiayaan persalinan istri bisa diselesaikan dengan baik.

Bantuan : Rp. 1.800.000,-
Tanggal : 27 Maret 2018
Kurir : @Nonis@Dodo@Iwankawul

Bantuan tunai


SURIP ANDIYANTI (33, Gagal ginjal). Alamat : Dsn. Sembukan RT 002/003, Ds. Sembukan, Kec. Sidoharjo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Bu Surip adalah seorang ibu muda berusia 33 tahun, ibu dari seorang anak berusia 10 tahun. Suaminya bernama Bapak Saidi. Diusiannya yang masih terhitung muda sangat disayangkan Bu Surip harus menggantungkan hidupnya pada pengobatan cuci darah akibat sakit gagal ginjal yang dideritanya. Sakit ini sudah dia derita selama kurang lebih dua tahun belakangan ini. keseharian Bu Surip hanya bisa tergolek lemah. Akibat penyakitnya ini membuat Bu Surip tidak bisa menjalankan aktifitas sebagaimana mestinya. Selain itu Bu Surip harus menjalani cuci darah sebanyak dua kali dalam satu minggu. Suaminya yang awalnya bekerja serabutan, akhhirnyapun tak bisa lagi rutin bekerja karena harus merawat Ibu Surip ini. Bu Surip ini sudah memiliki BPJS , hanya saja memang masih terkerdala transportasi. Melihat kondisi Ibu Surip ini, salah satu perangkat desa menemui tim Sedekah Rombongan untuk menginformasikan keadaan Ibu Surip. Tim pun keesok harinya segera melakukan survey, melihat kondisinya Ibu Surip pantas menerima bantuan dari Sedekah Rombongan. Santunan tunai diberikan sekedar untuk meringankan beban beliau sekeluarga. Semoga keluarga Ibu Surip sabar dan tabah menjalani cobaan ini, dan semoga saja bantuan dari Sedekah rombongan bermanfaat untuk keluarga Ibu Surip.

Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 21 Maret 2018
Kurir : @Nonis,@narno@dodo

Pak Surip menderita gagal ginjal


KAMIRAH BINTI MENTOKROMO (80, Patah Tulang). Alamat : Dsn. Sindon RT 003/005, Kel. Kayuloko, Kec. Sidoharjo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Bu Kamirah adalah seorang janda, dhuafa yang sudah lanjut usia. Hidup sebatang kara, tak memiliki tempat tinggal dan hanya menumpang disebuah rumah kecil milik keponakannya karena beliau memang tak dikaruniai anak. Keseharian beliau hanya dirumah saja mengingat usianya yang sudah renta, dirawat oleh keponakannya, serta mencukupi kebutuhan hidup dari belas kasih saudara dan tetangga sekitarnya. Malangnya beliau yang memang tak tegak lagi berjalan dan mengandalkan tumpuan sebuah tongkat, beberapa waktu lalu terpeleset jatuh yang berakibat patah tulang kakinya. Oleh warga sekitar Bu Kamirah segera dilarikan ke Rumah Sakit, dana diperoleh dari kesadaran warga sekitar yang berinisiatif mengumpulkan dana untuk pengobatan beliau. Dan untuk menambah dana yang terkumpul warga ada yang berinisiatif meminta bantuan pada Sedekah Rombongan. Kebetulan salah satu kurir memang masih satu dusun sehingga tak perlu waktu lama segera mendatangi rumah beliau, terlebih kurir tersebut memang sudah tauhu kehidupan sehari-hari Bu Kamirah. Dan memang Bu Kamirah sangat layak mendapatkan bantuan dari Sedekah Rombongan. Bantuan tunai diberikan kepada Bu Kamirah untuk bisa sedikit meringankan beban hidupnya. Semoga bantuan yang di berikan bisa bermanfaat untuk meringankan biaya pengobatannya.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Maret 2018
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Dodo,@Narno

Bu Kamirah menderita patah tulang


MTSR WONOGIRI ( AD9061PR, Operasional Maret 2018 ). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan 1 (MTSR 1) saat ini hampir setiap hari selalu bergerak, selain untuk mendampingi pasien yang rutin untuk kontrol pengobatan mereka juga kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. MTSR ini sekarang sudah berganti plat nomer kendaraan dari yang awalnya B1732KHZ berubah menjadi AD9061PR. MTSR ini menjadi armada ujung tombak pergerakan #SRWonogiri. Roda MTSR berputar sejauh puluhan bahkan ratusan kilometer disetiap pergerakannya. Medan yang ditempuhpun tak semudah jalanan kota. Alhamdulillah, semakin banyak yang terbantu dengan bergeraknya MTSR ini, walaupun harus naik turun pegunungan, keluar masuk pelosok desa. Semua pelayanan yang dihandle oleh ambulan ini tidak dipungut biaya alias gratis. Untuk diketahui bahwa dalam penanganan pasien dalam progress pendampingan setiap harinya membutuhkan semangat para kurir. Berangkat sehabis subuh pulang malam adalah hal biasa mereka jalani demi mengantar pasien berobat ke RS. Hal ini tak bisa dipungkiri bahwa keberadaan mobil ambulan sangat berperan. Masyarakat sekitar pergerakan MTSR ini pun kerap menggunakan jasa mobil ambulan SR. Untuk kebutuhan operasional bulan Februari ini sebagaimana laporan berikut antara lain biaya operasional seperti bbm, perawatan rutin dan pembelian ban.

Operasional : Rp 2.096.000,-
Tanggal : 31 Maret 2018
Kurir : @mawan,all tim

Biaya operasional Maret 2018


SALEHA BINTI BRANGSAH HASAN (52, Kanker Payudara). Alamat : Jalan Bengkalis Indah, RT 1/2, Desa Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Sudah sekitar 4 tahun yang lalu Bu Saleha menderita penyakit kanker payudara. Awalnya terasa ada benjolan di bagian payudaranya, lalu ia pergi berobat ke dokter dan setelah dilakukan pemeriksaan ia didiagnosa menderita kanker payudara stadium lanjut. Hingga kini, Bu Saleha masih terus berobat dan akhirnya dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan lebih intensif. Saat ini Bu Saleha masih menjalani rawat inap yang alhamdulillah seluruh biaya pengobatannya ditanggung JKN-KIS sehingga gratis. Namun karena keterbatasan ekonomi, ia tetap mengalami kendala dalam biaya akomodasi untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga yang mendampinginya selama dirawat di RSUD. Apalagi sejak suaminya meninggalkannya dalam kondisi sakit, ia tidak memiliki penghasilan apapun untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Saleha dan santunan pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi berobat. Semoga bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban Bu Saleha dan keluarganya. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1035.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @nhpita Supriadi @rini_syafrin

Bu Saleha menderita penyakit kanker payudara


ARA ZAQULL (12, Tumor Esofagus Gastro Duodenum). Alamat : Simpang Badak, RT 1/1, Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Pada tahun 2013 yang lalu, terjadi peristiwa penganiayaan pada keluarga Pak Rajiman dan juga pada Ara karena persoalan sengketa lahan. Akibat dari penganiayaan tersebut, Ara menderita penggumpalan darah hingga menyebabkan terjadinya tumor di dalam perut Ara. Ara sempat melakukan pemeriksaan atas penyakitnya tersebut di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru hingga akhirnya dirujuk ke RSCM Jakarta. Saat dirujuk pertama kali di RSCM, dokter menyimpulkan penyakit yang dialami Araadalah tumor duodenitis kronik dan dokter menyarankan Ara untuk minum susu 2000ml/hari atau setara dengan 30 kaleng @400gram untuk satu bulan. Kondisi Ara saat ini hanya mampu mendapatkan asupan makan yang masuk melalui alat bantu berupa lubang buatan di perut saja, sehingga zat gizi yang masuk ke dalam tubuh Ara menjadi kurang. Ara adalah anak dari pasangan Bapak Rajiman (48) yang bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Mariyatun (47) seorang ibu rumah tangga. Ara memiliki Jamkesda untuk membantu menjalani pengobatannya selama ini, namun ia tetap mengalami kendala untuk pembelian susu yang ia sangat butuhkan untuk asupan makanannya sehari-hari. Selain itu keluarga sering terkendala oleh biaya transportasi berobat dari rumah ke kota, karena jaraknya yang cukup jauh. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ara dan bantuan disampaikan untuk biaya pembelian susu dan biaya transportasi selama ia menjalani pengobatan. Semoga kondisi kesehatan Arasemakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1077.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 8 Januari 2018
Kurir : @nhpita Lendriani Tri

Ara menderita tumor duodenitis kronik


NUR AISYAH (7, Epilepsi). Alamat : Dusun Karang Sari, Desa Sari Makmur, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Tepat pada bulan Februari 2016, Aisyah mendadak mengalami kejang – kejang dan ia langsung dibawa ke RS Efarina Etaham Pangkalan Kerinci. Di sana ia dirawat selama 5 hari hingga kondisinya membaik dan akhirnya diperbolehkan untuk pulang. Namun setelah beberapa bulan kemudian, pada bulan November 2016 Aisyah kembali mengalami kejang – kejang yang lebih parah. Keluarga membawa Aisyah ke RSUD Selasih Pangkalan Kerinci, dan dari hasil pemeriksaan dokter ia didiagnosa mengidap penyakit epilepsi. Aisyah harus menjalani kontrol rutin dan mengonsumsi obat selama 2 tahun tanpa terputus. Jika pengobatan terhenti sekali, maka ia harus mengulang pengobatan dari awal. Aisyah tinggal bersama kedua orang tuanya yaitu Pak Syafrizal (30) yang berkerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Bita Marlia (31) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Selama pengobatannya, Aisyah ditanggung oleh JKN-KIS PBI namun keluarga tetap masih terkendala dengan dana untuk biaya akomodasi dan transportasi selama kontrol berobat. Bulan Oktober 2017 Aisyah tepat satu tahun mendapatkan pengobatan epilepsinya secara rutin. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Aisyah dan bantuan biaya akomodasi dan transportasi disampaikan kepada keluarga. Peluang kesembuhan Aisyah sangat besar jika pengobatan dilakukan secara rutin, semoga dengan bantuan ini ia bisa segera sembuh total dari penyakitnya. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1110.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 14 Februari 2018
Kurir : Murda @nhpita Siswanto Septi Tati Putri

Aisyah mengidap penyakit epilepsi


ARFA YOLANAEDA (33, Osteoma). Alamat : Desa Beringin Makmur, RT 1/5, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Awal penyakit Arfa bermula saat 11 bulan yang lalu ia mengalami sakit dan pusing berkepanjangan pada benjolan di kepala sebelah kanannya. Suaminya lalu membawa Arfa ke puskesmas terdekat dan dokter langsung merujuknya ke RS Evarina Pelalawan. Namun karena keterbatasan alat di RS Evarina, dokter kembali membuat rujukan lanjutan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Setelah dilakukan pemeriksaan, Arfa didiagnosa menderita Osteoma dan harus rutin menjalani kontrol untuk memantau penyakitnya. Namun karena keterbatasan biaya, keluarga urung membawanya untuk kontrol rutin dan hanya melakukan sekali konsultasi saja. Kondisi benjolan di kepalanya saat ini semakin besar, sering berdenyut jika kecapean dan daya ingatnya pun mulai menurun. Arfa adalah seorang ibu rumah tangga sedangkan suaminya, Andi, bekerja sebagai buruh panen serabutan dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari. Arfa terdaftar sebagai peserta JKN-KIS Mandiri kelas 3, meskipun begitu cicilan untuk pembayaran BPJS sudah tidak dibayar sejak bulan April 2017 karena ketiadaan biaya. Selain itu, keluarga tidak memiliki dana untuk memenuhi biaya akomodasi dan transportasi jika dirawat inap. Alhamdulillah Arfa dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu melunasi cicilan BPJS serta biaya akomodasi dan transportasi berobat. Kita doakan agar Arfa dapat lekas sembuh dan bisa beraktifitas seperti sediakala. Amiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1110.

Jumpah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Februari 2018
Kurir : Murda @nhpita Siswanto Benny Henny @rilloyudha

Arfa didiagnosa menderita Osteoma


FADILLATUL ZIKRA (16, Thalasemia Minor). Alamat : Dusun Kampung Godang, RT 1/2, Desa Pulau Lawas, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Pada saat Zikra berumur 9 tahun tiba-tiba ia mengalami demam berkepanjangan. Orang tuanya segera membawa Zikra ke bidan namun ia tak kunjung sembuh. Kemudian bidan merujuknya ke RSUD Bangkinang dan ia menjalani pemeriksaan DBD namun hasilnya negatif meskipun dokter menemukan kelainan pada hasil darahnya. Akhirnya dokter merujuk Zikra ke RSUD Arifin Achmad untuk melakukan pemeriksaan darah lebih lanjut dan hasil cek darah menunjukkan bahwa ia positif menderita Thalasemia Minor sehingga ia harus menjalani transfusi rutin agar kondisi kesehatannya tetap stabil. Sudah 4 bulan ini Zikra tidak menjalani transfusi darah karena keterbatasan biaya untuk berobat, sehingga kondisinya lemah dan pucat pasi karena ia tidak punya selera untuk makan. Ayah Zikra, Pak Ismet (48), tidak memiliki pekerjaan sehingga perekonomian keluarga bergantung penuh dari penghasilan ibunya, Ibu Nursiah (40), yang bekerja sebagai tukang setrika dari rumah ke rumah. Alhamdulillah Zikra sudah terdaftar sebagai peserta JKN KIS PBI, namun ia masih membutuhkan bantuan dana untuk transportasi dan akomodasi selama berobat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Alhamdulillah Zikra dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan amanah sedekaholics disampaikan untuk membantu keluarga. Semoga Zikra diberikan kesembuhan dari penyakitnya dan sehat seperti sediakala. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1077.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @nhpita Asynul Fathudin

Zikra menderita thalasemia minor


M. RUSDY AL MUBAROK (11, Suspek Thalasemia). Alamat : Dusun Kampung Godang, RT 1/2, Desa Pulau Lawas, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Rusdy adalah anak ke 3 dari 4 bersaudara dan sejak ia berumur 10 tahun sering mengalami demam. Orang tuanya sering bolak-balik membawanya ke RSUD Bangkinang hingga akhirnya dokter menyarankan agar Rusdy menjalani cek darah Thalasemia karena kondisinya tersebut. Namun ternyata RSUD Bangkinang tidak menanggung pembayaran untuk pemeriksaan darah Thalasemia karena tidak ditanggung oleh Jamkesda. Keterbatasan biaya yang dialami keluarga Rusdy mengurungkan niat untuk melanjutkan pemeriksaan penyakit Rusdy. Keluarga hanya bisa menduga-duga kalau ia menderita thalasemia karena kakak Rusdy juga menderita penyakit tersebut. Ayah Rusdy, Pak Ismet (48), sehari-harinya tidak mempunyai pekerjaan tetap, sehingga keluarga hanya bisa berharap penghasilan keluarga dari Ibu Nursiah (40), ibu Rusdy, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang setrika baju dari rumah ke rumah. Alhamdulillah Rusdysekeluarga terdaftar sebagai peserta JKN KIS PBI untuk biaya pengobatannya, namun ia masih membutuhkan bantuan dana untuk biaya transportasi dan akomodasi ke RSUD Arifin Achmad di Pekanbaru. Alhamdulillah Rusdy dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan amanah sedekaholics dapat disampaikan untuk membantu Rusdy. Mudah-mudahan kesehatan Rusdy segera membaik dan ia dapat kembali beraktifitas normal seperti anak-anak seusianya. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1077.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : Murda @nhpita Asynul Fathudin

Rusdy menderita thalasemia


EMI ROHYANI (45, Gangguan Ginjal Kronis). Alamat : Dusun Agung Mulyo, RT 1/2, Desa Sari Makmur, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Awal mula sakit Bu Emi berawal pada tanggal 1 September 2017 saat ia merasakan mual, pusing dan badannya sangat lemas. Kemudian ia memeriksakan kondisinya ke dokter umum di puskesmas namun tidak kunjung membaik. Kondisinya yang semakin menurun akhirnya membuat Bu Emi harus dirawat inap di RSUD Selasih di Pangkalan Kerinci selama 5 hari. Akhirnya ia diperbolehkan untuk pulang dan harus banyak istirahat karena kondisinya belum membaik secara signifikan. Setelah beristirahat di rumah, ia harus pasrah saat harus kembali dirawat inap di RS Efarina pada tanggal 29 September 2017 karena badannya semakin lemah dengan hasil uji kadar ureumnya yang sangat tinggi, yang mengakibatkan penurunan fungsi ginjal. Dokter menyarankan agar Bu Emi dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru agar ia mendapatkan pengobatan yang lebih intensif. Pak Dul Hamid (51) suami dari Bu Emi adalah pekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya pun masih sering mengalami kendala. Alhamdulillah Bu Emi terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sehingga biaya pengobatannya ditanggung, namun demikian keluarga masih mengalami kesulitan dalam biaya transportasi dan akomodasi selama Bu Emi dirawat inap. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Emi dan dapat menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu kesulitan yang dihadapi Bu Emi. Kita doakan agar kondisi Bu Emi segera membaik dan sehat seperti sediakala. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1110.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Februari 2018
Kurir : Murda @nhpita Siswanto Tati Septy Rini

Bu Emy menderita gangguan ginjal kronis


ARIFIN AHMAD (1, Usus di Luar Perut). Alamat : Kampung Damai HTI, Desa Suka Ramai, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Bayi Arifin lahir pada tanggal 20 Februari 2017 di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan kondisi usus yang berada di luar perut. Arifin adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara dari pasangan Rusdian Saputra (34) yang bekerja sebagai buruh pemanen sawit dengan penghasilan yang tidak menentu dan Suprapti (33) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Dengan kondisinya yang memprihatinkan, Arifin harus menjalani beberapa kali operasi ke depannya agar kondisi ususnya bisa normal kembali. Saat ini ia masih dirawat di ruang Neonatus RSUD Arifin Achmad Pekanbaru setelah menjalani operasi keduanya. Operasi pertama telah dilakukan tidak lama setelah ia lahir dengan status pasien umum karena saat itu keluarga belum memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga keluarga menunggak biaya RS untuk biaya kelahiran dan biaya operasi Arifin. Alhamdulillah saat ini keluarga telah memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI sehingga biaya pengobatan Arifin telah ditanggung pemerintah. Namun keluarga tetap terkendala dengan biaya akomodasi sehari-hari selama mereka menunggu Arifinyang masih dirawat di RSUD. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Arifin dan dapat menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarga di RS serta membayarkan cicilan biaya RS selama Arifin dirawat dengan status pasien umum. Semoga bantuan Sedekah Rombongan yang diberikan dapat meringankan keluarga dan Arifin segera diberikan kesembuhan sempurna dari penyakitnya. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1122.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Februari 2018
Kurir : Murda Slamet Otri @hermanwaesyah

Arifin terlahir dengan kondisi usus yang berada di luar perut


KHAIRUL ASBIH (1, Gagal Hati). Alamat: Dusun IV Suka Maju, RT 2/2, Kelurahan Kapau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Saat baru lahir bayi Asbih sudah terlihat menguning, akan tetapi keluarga menduga hal itu masih normal dan bukan merupakan gejala penyakit. Namun pada umur 3 hari, kulit bayi Asbih semakin menguning dan lama kelamaan perutnya juga ikut membesar. Kemudian keluarga membawa Asbih ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil diagnosa dokter menunjukkan Asbih mengidap penyakit gagal hati dan satu-satunya harapan agar ia dapat bertahan hidup adalah tindakan transplantasi hati. Selama melakukan pengobatan, Asbih terkendala dengan biaya pengobatan selama dirawat inap karena ia terdaftar sebagai pasien umum yang tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Asbih adalah anak dari pasangan Winarto (29) yang bekerja sebagai petani dan Eka Agustina (25) yang merupakan seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Asbih dan bantuan awal telah disampaikan untuk membayar cicilan pertama tagihan biaya di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru pada tanggal 21 April 2017. Namun ternyata takdir Allah berkata lain, pada tanggal 23 April 2017 Asbih berpulang ke Rahmatullah saat masih dirawat di RSUD. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini. Aamiin. Hingga kini, Sedekah Rombongan masih membantu pembayaran cicilan biaya perawatan almarhum Asbih di RSUD AA hingga lunas nanti. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1122.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 25 Februari 2018
Kurir : Murda Slamet @asynulzumarti Lita

Asbih mengidap penyakit gagal hati


IMAM KAYADI (11, Patah Tangan Kiri). Alamat : Desa Jumrah, RT 10/5, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Suatu sore saat Imam bermain bersama kawan-kawannya, ia terpeleset ketika sedang memanjat pohon manggis sehingga tangannya tidak bisa digerakkan sama sekali. Saat itu juga orang tuanya membawa ke puskesmas terdekat namun pihak puskesmas tidak sanggup menangani kondisi Imam sehingga ia dirujuk ke RSUD Bagansiapi-api. Namun dokter di RSUD Bagansiapi-api sedang berhalangan hadir sehingga ia dirujuk lanjutan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Imamlangsung dibawa ke bagian Radiologi untuk rontgen dan dokter mendiagnosanya mengalami patah tulang di tangan kiri dan tangan kanan mengalami retak. Saat kurir Sedekah Rombongan menjumpai Imam dan keluarganya di RS, kondisi Imam masih belum bisa bergerak aktif karena ia baru saja selesai dioperasi. Selama dirawat di RSUD, Imam terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Ayah Imam, Aswan (36), bekerja sebagai buruh tani sawit di perkebunan orang, sedangkan ibunya, Mella (28) adalah seorang ibu rumah tangga. Untuk biaya makan sehari-hari di RSUD keluarga mendapatkan bantuan dari keluarga mereka. Keluarga mengalami kesulitan untuk membayar biaya RS Imam selama ia dirawat karena penghasilan ayah Imam hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga ini sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga ini dan menyampaikan bantuan untuk pembayaran RS Imam di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga kondisi Imam semakin membaik dan ia dapat beraktivitas seperti sediakala. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1122.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Februari 2018
Kurir : Murda @nhpita @rusdiyantik @hermanwaesyah

Imam mengalami patah tulang di tangan kiri dan tangan kanan mengalami retak


KHAMDANI BIN MUKMIN (56, Epilepsi). Alamat : Desa Pematang Tinggi, RT 4/2, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sekitar 1 tahun yang lalu Pak Khamdani mengalami kejang-kejang hingga akhirnya pingsan saat sedang menjalankan sholat jum’at. Ia kemudian dibawa ke puskesmas dan langsung dirujuk ke RSUD Selasih. Hasil diagnosa dokter di RSUD berdasarkan hasil CT Scan menyatakan bahwa Pak Khamdani mengidap penyakit epilepsi. Dokter menganjurkan agar ia menjalani kontrol berobat jalan dan mengonsumsi obat selama 2 tahun secara rutin. Dua bulan belakangan ini, dokter menganjurkan agar ia melakukan kontrol seminggu sekali untuk memantau perkembangan penyakitnya. Namun Pak Khamdani terkendala dengan biaya transportasi berobat karena untuk pergi berobat saja ia harus menyediakan dana sebesar Rp. 300.000,- mengingat jauhnya jarak dari rumahnya ke RS. Penghasilannya sebagai buruh serabutan tidak menentu dan hanya terbatas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya saja. Alhamdulillah Pak Khamdani dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan bantuan yang disampaikan dapat ia gunakan untuk biaya akomodasi dan transportasi. Semoga bantuan tersebut dapat meringankan biaya berobat dan Pak Khamdani diberi kesembuhan oleh Allah Subhanawata’ala. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1110.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Februari 2018
Kurir : Murda Siswanto Zakiah Yayuk Warsito Faiko @rini_syafrin

Pak Khamdani mengidap penyakit epilepsi


MTSR RIAU (BM 1509 SR, Biaya Operasional Februari 2018). Sejak April 2016, alhamdulillah Sedekah Rombongan Riau dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan membantu dhuafa yang sakit dan tidak mampu ke rumah sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Riau. Hingga kini, keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR Riau maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Selama bulan Februari 2018 telah dikeluarkan kebutuhan biaya operasional MTSR Riau yang digunakan untuk membeli BBM premium, membayar biaya transportasi pasien saat MTSR sedang menjemput pasien lain, menjemput pasien di luar kota Pekanbaru dan membayar biaya servis rutin MTSR. Insyaa Allah, hingga ke depannya MTSR Riau akan semakin dirasakan manfaatnya oleh pasien dhuafa khususnya di wilayah Pekanbaru serta kota lainnya di Provinsi Riau, aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1122.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.051.000 ,-
Tanggal : 1 April 2018
Kurir : Murda Slamet @sulistyaone dan seluruh kurir Riau

Biaya operasional Februari 2018


RSSR RIAU (Operasional RSSR Februari 2018). Alamat : Jalan Kutilang Sakti, Perum Griya Kutilang Asri, Blok A 4, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Sejak Februari 2016 lalu, Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Riau menjadi tempat bernaung pasien rujukan dari luar kota Pekanbaru yang membutuhkan tempat tinggal selama mereka berobat jalan di Pekanbaru. Mereka adalah pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan Riau yang berdomisili di berbagai kabupaten yang ada di penjuru Riau, antara lain : Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Kuansing dan Dumai. Alhamdulillah RSSR Riau dapat memudahkan pendampingan pasien dhuafa yang sedang ikhtiar berobat di rumah sakit rujukan utama di Riau yakni RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Selama bulan Februari 2018 telah dikeluarkan kebutuhan operasional RSSR yang digunakan untuk biaya operasional sehari-hari diantaranya untuk pembayaran listrik, biaya kebersihan, biaya keamanan dan biaya operasional lainnya. Semoga para pasien yang sedang berjuang untuk kesembuhan diberi kelancaran dalam pengobatannya, aamiin. Bantuan untuk operasional RSSR Riau sebelumnya masuk dalam Rombongan 1122.

Jumlah Bantuan : Rp. 905.900,-
Tanggal : 1 April 2018
Kurir : Murda Slamet @nhpita @hermanwaesyah

Biaya operasional Februari 2018


RSSR RIAU (Operasional Pasien RSSR Februari 2018). Rumah singgah pasien Sedekah Rombongan Riau beralamat Jalan Kutilang Sakti, Perum Griya Kutilang Asri, Blok A 4, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Lokasi rumah para pasien dhuafa dampingan yang jauh dari rumah singgah dan proses pengobatan pasien yang harus rutin bolak-balik ke rumah sakit sangat terbantu dengan adanya Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Riau di Pekanbaru. Di RSSR para pasien dapat tinggal sementara selama mereka masih dalam ikhtiar pengobatannya. Alhamdulillah dengan bantuan dari sedekaholics, kebutuhan sembako dan makan pasien selama tinggal di RSSR dapat terpenuhi dengan baik. Semoga titipan amanah para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan berkah berlimpah tercurah selalu kepada seluruh sedekaholics. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1122.

Jumlah Santunan : Rp. 1.651.800,-
Tanggal : 1 April 2018
Kurir : Murda Slamet @nhpita @hermanwaesyah dan seluruh kurir SR Riau

Biaya operasional Februari 2018


ASMAUL HUSNA (19, Magh + Thypus). Alamat : Suka Maju, Desa Ngaso, RT 3/2, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Saat berkunjung ke Sumatra Utara dua tahun yang lalu, Husna pernah berobat menjalani pengobatan di RS di daerah Medan karena terkena penyakit tipus. Namun pengobatan tersebut tidak tuntas karena keluarga terkendala biaya sehingga akhirnya keluarga membawa pulang Husna ke Ujung Batu dan alhamdulillah kondisinya berangsur membaik. Namun beberapa minggu terakhir kondisi Husna memburuk hingga keluarga membawanya ke RSUD Rokan Hulu dan ia akhirnya dirawat inap. Dokter mendiagnosanya dengan penyakit magh dan tipus. Selama dirawat, Husna hanya mendapat asupan gizi dari botol infus saja karena apapun yang dimakan selalu dimuntahkan, sehingga badannya semakin lama semakin mengurus. Kondisinya saat ini masih sering muntah-muntah dan ulu hatinya sering terasa nyeri. Sehari-hari Husna hanya tinggal bersama ibunya karena orang tuanya sudah lama berpisah. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keluarga hanya mengandalkan pendapatan ibunya yang tidak seberapa dari bekerja serabutan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Husna dan bantuan digunakan untuk biaya akomodasi berobat ke RSUD Rohul. Semoga bantuan tersebut dapat membantu keluarga dan Husna segera diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Februari 2018
Kurir : Murda Slamet Aji @hermansyah @robyparm @rini_syafrin

Husna menderita magh dan typus


TRY ALFIAN BR DAMANIK (18, Patah Kaki Kanan + Tangan Kanan). Alamat : Dusun III Handayani, RT 2/1, Desa Sukaramai, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Pada tanggal 20 Januari 2018, Tia mengalami kecelakaan saat ia berangkat sekolah dengan mengendarai motornya. Akibat peristiwa tabrakan tersebut, Tia mengalami patah tulang di bagian kaki kanan dan tangan kanan. Warga sekitar segera membawanya ke puskemas terdekat. Setelah menerima perawatan kurang lebih setengah jam, ia dirujuk ke RS Santa Maria untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut. Di RS Santa Maria, Tia menjalani operasi pemasangan pen pada kaki kanannya. Sedangkan tangan kanannya belum dioperasi karena terkendala biaya karena keluarga belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Ayah Tia, Pak Ismed, bekerja sebagai pedagang dan Ibu Tia, Martina, sesekali ikut membantu suaminya berjualan. Saat kurir Sedekah Rombongan menemui keluarga Tia, total biaya pengobatan di RS Santa Maria sudah mencapai Rp.20.000.000,- karena Tia berobat sebagai pasien umum dan BPJS masih dalam pengurusan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Tia dan santunan pun disampaikan untuk membantu pembayaran biaya pengobatan Tia di RS Santa Maria. Semoga Tia segera pulih dari kondisinya dan ia dapat bersekolah seperti sediakala, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : Murda Slamet @hermanwaesyah @rilloyudha

Tia mengalami patah tulang di bagian kaki kanan dan tangan kanan


WALUYO BIN MARTOYO (38, Patah Tulang Di Pangkal Paha). Alamat : RT 3/2, Desa Seresam, Blok E, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Tiga bulan yang lalu Pak Waluyo mengalami kecelakaan jatuh dari gedung saat bekerja sebagai kuli bangunan di sebuah sekolah. Pada saat itu ia hanya dibawa berobat alternatif karena tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Namun setelah dua bulan kondisinya tidak kunjung membaik, sehingga keluarga memutuskan untuk membawa Pak Waluyo berobat ke RS Awal Bros di Pekanbaru. Ia menjalani pemeriksaan rontgen dan dokter menyatakan ia mengalami patah tulang. Oleh dokter ia disarankan untuk menjalani operasi, namun ia takut dengan proses operasi sehingga dokter hanya memberi obat seharga Rp 480.000,00 untuk sebulan ke depan. Hingga kini Pak Waluyo melakukan ikhtiar dengan berobat secara alternatif dibarengi dengan mengonsumsi obat dokter. Kondisi kaki Pak Waluyo saat ini belum sepenuhnya membaik dan sehari-harinya menggunakan tongkat untuk mobilisasi. Pak Waluyo adalah suami dari Bu Afit Khairunnisa (29) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga yang saat ini juga sedang hamil 8 bulan. Pak Waluyo tidak memiliki jaminan kesehatan untuk membantu biaya pengobatannya dan terkendala biaya transportasi dan akomodasi saat berobat ke RS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Waluyo, dan santunan yang disampaikan digunakan untuk pembelian obat dan biaya persalinan istri Pak Waluyo. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.300.000,-
Tanggal : 15 Februari 2018
Kurir : Murda @nhpita Reni @rizkyqurniazary

Pak Waluyo mengalami patah tulang


RACKEL IBRA SETIAWAN (Dhuafa, 13). Alamat : Jalan Nenas, Gg. Rahmat, RT 1/4, Kelurahan Kampung Tengah, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Rackel, begitu ia biasa dipanggil, adalah salah seorang siswa di SMPN 17 Pekanbaru yang saat ini duduk di kelas 7. Menjadi seorang siswa baru di SMP, Rackel memiliki kendala terkait pembayaran biaya baju seragam sekolahnya. Kondisi perekonomian keluarganya yang terbatas tidak memungkinkan untuk dapat membayar uang seragam. Rackel adalah anak dari pasangan Pak Edi Darpin (59) yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tak menentu dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian dan pembayaran sewa rumah. Sedangkan Bu Emrawati (50) bekerja sebagai tukang setrika keliling dan mengasuh anak, yang penghasilannya juga masih minim. Rackel memiliki 2 orang saudara yang juga masih menjadi tanggungan orang tuanya, yakni dua abang Rackel yang saat ini duduk dikelas 2 dan 3 SMP. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Rackel, dan santunan untuk pembayaran biaya tunggakan seragam sekolah disampaikan kepada Rackel. Semoga Rackel selalu bersemangat menggapai cita-citanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 25 Februari 2018
Kurir : Murda Slamet @hermanwaesyah @rizkyqurniazary

Bantuan biaya sekolah


FEBBY DEA ADIVA (1, Hydrocepalus + Meningokel). Alamat : Jalan Pagar, RT 1/6, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Febby adalah anak dari Bapak Amirudin (32) yang bekerja sebagai seorang buruh serabutan dan Ibu Eva (24) seorang ibu rumah tangga. Febby terlahir dalam keadaan normal dengan bantuan seorang bidan, namun orang tuanya merasa ada kondisi yang tidak normal pada anaknya yaitu adanya benjolan lunak di bagian belakang kepala. Orang tua Febby membawanya berobat ke RSUD Mandau, dan hasil dari konsultasi dengan dokter menganjurkan agar Febby dirawat inap selama 4 hari sambil menunggu surat rujukan berobat lanjutan ke RSUD Pekanbaru. Pada tanggal 1 Marer 2017, Febby dirujuk ke RSUD Pekanbaru dan langsung dirawat di NICU. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa Febby menderita meningokel yang membuatnya harus dipasangkan selang di kepala karena adanya cairan di dalam kepala. Setelah dirawat selama 24 hari, ia diperbolehkan pulang dan melanjutkan pengobatannya di rumah, namun sayangnya selang tersebut sempat beberapa kali macet dan ia harus bolak-balik menjalani operasi penggantian selang. Pada usia 3 bulan, kepala Febby membesar sehingga orang tua kembali membawanya berobat ke RSUD Pekanbaru. Setelah diperiksa di dokter spesialis anak, Febby didiagnosa menderita hidrosepalus. Hingga kini, keluarga masih menunggu tindakan lanjutan dari dokter yang menangani Febby. Kondisi kepalanya saat ini sudah membesar dengan diameter 47 cm dan ia masih menunggu jadwal operasi. Alhamdulillah, keluarga Febby memiliki jaminan kesehatan sehingga pengobatan Febby ditanggung BPJS. Namun keluarga masih terkendala dengan biaya akomodasi dan transportasi berobat karena keterbatasan ekonomi keluarga. Setiap melakukan kontrol berobat, keluarga harus menempuh perjalanan yang cukup jauh yaitu dari kota Duri ke Pekanbaru. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Febby dan amanah sedekaholics disampaikan kepada keluarga untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi berobat. Semoga Febby segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin ya Allah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Februari 2018
Kurir : Murda Slamet @hermanwaesyah Antik

Febby menderita meningokel


SATIFAH BINTI SENO (55, Ambeien + Anemia). Alamat : Desa Sari Makmur, RT 2/4, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pada awal bulan Januari 2017 Bu Satifah merasakan sakit jika ingin buang air besar hingga kadang mengeluarkan darah. Namun faktor keterbatasan biaya membuat dirinya tidak memeriksakan diri ke RS dan hanya minum obat yang ia beli di apotek meskipun rasa sakit yang dirasakannya semakin parah dan darah yang keluar semakin banyak. Hingga akhirnya pada awal tahun 2018, Bu Satifah tidak kuat lagi dan berobat ke dokter di daerah Ukui. Dokter mendiagnosa Bu Satifah menderita ambeien kronis dan menganjurkan agar ia dirawat inap di RS. Pada hari Selasa tanggal 6 Februari, Bu Satifah dibawa ke Puskesmas Ukui lalu dirujuk ke RSUD Selasih Kerinci dan langsung dirawat inap. Selama dirawat di RSUD, ia menjalani tranfusi darah sebanyak 4 kantong karena HB-nya rendah sehingga mengalami kekurangan darah akibat perdarahan saat BAB. Hasil diagnosa sementara Bu Satifah menderita ambeien disertai anemia sehingga harus dirawat hingga kondisinya membaik. Suami Bu Satifah, Pak Mukhammad Ma’ ruf, (59), bekerja sebagai buruh di kebun sawit dengan penghasilan yang tidak menentu. Walaupun keluarga sudah memiliki Jamkesda yang dapat menjamin biaya pengobatan Bu Satifah, namun keluarga tetap terkendala biaya akomodasi dan transportasi selama Bu Satifah dirawat karena suaminya tidak dapat bekerja selama menungguinya di RS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Satifah dan amanah dari sedekaholics pun disampaikan kepada keluarga untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi. Semoga Bu Satifah lekas sembuh dan dapat beraktivitas seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Febuari 2018
Kurir: Murda @nhpita Tati @ranitw1

Bu Satifah menderita ambeien kronis

MTSR WONOGIRI (AD9218KH, Operasional Maret 2018 ). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan yang biasa disebut MTSR, merupakan MTSR 2 dimana menjadi kendaraan kedua yang sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk kebutuhan pendampingan pasien maupun survey lokasi sasaran. Saat ini, keberadaan MTSR di Wonogiri belum bisa menampung semua kebutuhan warga yang cukup banyak, apalagi pasca berkurangnya kendaraan satu mobil yang saat ini tidak lagi kita fungsikan sebagaimana biasanya karena berpindahnya armada tersebut untuk fungsi lain. Bagaimanapun, sedekah rombongan tetap berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi siapa saja yang membutuhkan, utamanya dhuafa atau warga kurang mampu. Fungsi peran armada untuk tujuan survey lokasi atau sasaran dampingan pasien, kebencanaan, koordinasi wilayah dalam rangka kelancaran pergerakan sedekah rombongan di soloraya, akhirnya sebagian tugas oper handle dengan armada ini. Dalam sebulan, membutuhkan biaya operasional yang kita anggarkan dari anggaran yang tersedia secara keseluruhan. Walau, terkadang momen khusus atau kondisi – kondisi tertentu menyebabkan adanya kurang lebih penganggaran yang semuanya adalah untuk kelancaran pergerakan sedekah rombongan. Bulan ini biaya operasional antara lain, operasional bahan bakar , biaya pemeliharaan dan perbaikan seperti mengganti ban serta oli mesin. Laporan operasional sebagaimana kami terangkan di informasi ini sekaligus sebagai salah satu bentuk tanggung jawab pelaporan pergerakan sedekah rombongan.

Operasional      : Rp 2.984.000,-
Tanggal            : 31 Maret  2018
Kurir                 : @mawan, all tim

Biaya operasional Maret 2018

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 KATIYEM BINTI JAIMAN 500,000
2 GEMI BINTI SADELI 500,000
3 NUR CHOLIS 500,000
4 RATRI NOPIDHIAN WIDHI 500,000
5 MUHAMAD ASWURI 500,000
6 NAYLA MUAZARA ALYA FITRI 500,000
7 DANIS ALDHIAN FAEZA 1,000,000
8 AJENG SUKMA AYU 800,000
9 MAZMUR EKA PUTRA 500,000
10 LUSIANA BINTI AGOES SOEBOLO 500,000
11 NIRWASITA BINTI KATENI 500,000
12 SUWARNI BIN IS DUGEL 500,000
13 RIZKI CAHAYA SAPUTRA 500,000
14 AJIJAH BINTI RAHMIN 760,000
15 MUSOFA HAMDAN 700,000
16 ROKHIMIN BIN SLAMET 500,000
17 MUHAMMAD RIFAI 711,500
18 MTSR MADIUN 5,126,500
19 KOMARUDIN BIN SANWIRAJI 1,000,000
20 WAHINI BINTI SURYADI 1,000,000
21 SAWON MADSOMADI BIN SANPARDI 1,000,000
22 SUHARTI BINTI SAKIDIN 1,000,000
23 SITI NUR 500,000
24 KENI BINTI ATMOREJO 1,000,000
25 YUSUF BIN MISKAM 1,000,000
26 ICE MURTI RAHAYU 1,000,000
27 SRIZAHROTUN BINTI IMAM SUWARNO 100,000
28 JEPRIONO BIN SURAHMAN 1,000,000
29 HADI WASLAM 1,000,000
30 BANIYAH BINTI AHMAD NURYO 1,000,000
31 CHANIFAH BINTI AMAD MIARJO 1,000,000
32 NASIEM BINTI TASMIARJA 1,000,000
33 RSSR PURWOKERTO 1,440,450
34 RSSR PURWOKERTO 1,609,829
35 RSSR PURWOKERTO 766,000
36 YULIANTO BIN NASIR 500,000
37 SATIMAN BIN SAJUM 500,000
38 EDI SUPRAPTO 500,000
39 MAHDI BIN TUR 604,900
40 NINIK HUNAINAH 500,000
41 AHMAD HASAN ABDILLAH 615,000
42 RSSR JEMBER 2,479,352
43 MTSR JEMBER 4,800,000
44 MTSR JEMBER 6,825,000
45 LUTFIYATUN NASIFAH 7,170,496
46 JANUAR DAFFA MAULANA 500,000
47 FARID ABDULLAH 1,000,000
48 SURADI BIN SONO KARTO 750,000
49 WARSI BINTI KROMOREJO 500,000
50 SOKARTO BIN SOIKROMO 1,500,000
51 RENGGA PUTRA PRATAMA 500,000
52 NGADIYEM BINTI MULYADI 1,000,000
53 REEALINO YUANZAH 1,000,000
54 KATNI JARTO 500,000
55 NURANI UTAMI 500,000
56 MAHMUD NH BIN NURCHOLIS 1,800,000
57 SURIP ANDIYANTI 1,000,000
58 KAMIRAH BINTI MENTOKROMO 1,000,000
59 MTSR WONOGIRI 2,096,000
60 SALEHA BINTI BRANGSAH HASAN 750,000
61 ARA ZAQULL 600,000
62 NUR AISYAH 500,000
63 ARFA YOLANAEDA 500,000
64 FADILLATUL ZIKRA 500,000
65 M. RUSDY AL MUBAROK 500,000
66 EMI ROHYANI 500,000
67 ARIFIN AHMAD 1,000,000
68 KHAIRUL ASBIH 1,000,000
69 IMAM KAYADI 1,000,000
70 KHAMDANI BIN MUKMIN 500,000
71 MTSR RIAU 30,510,000
72 RSSR RIAU 9,059,000
73 RSSR RIAU 1,651,800
74 ASMAUL HUSNA 500,000
75 TRY ALFIAN BR DAMANIK 1,000,000
76 WALUYO BIN MARTOYO 1,300,000
77 RACKEL IBRA SETIAWAN 800,000
78 FEBBY DEA ADIVA 500,000
79 SATIFAH BINTI SENO 500,000
80 MTSR WONOGIRI 2,984,000
Total 125,809,827

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 125,809,827,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1125 ROMBONGAN

Rp. 60,705,202,384,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.