SUPINAH BINTI TIRTOREJO (71, Katarak).Alamat : Dusun Gosong RT 4/1, Desa Durenan, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Supinah di usianya yang sudah renta, menderita Katarak sudah cukup lama. Mbah Supinah tinggal bersama suaminya bernama mbah Suwarto yang berumur 76 tahun, yang pekerjaanya sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak seberapa. Dengan kondisi ekonomi yang serba pas – pasan, jauh dari angan – angan untuk bisa berobat, karena untuk bisa makan sehari – hari saja, rasanya sulit. Walau sebenarnya mbah Supinah mempunyai keinginan untuk sembuh tapi karena keterbatasan biaya mbah Supinah tidak mampu untuk berobat ataupun operasi matanya. Sebenarny mbah Supinah memiliki fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3. Pada saat Sedekah Rombongan bertemu dengn mbah Supinah, suaminya baru pulang dari sawah mencari rumput untuk dijual ke tetangganya yang memiliki sapi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami mbah Supinah dan suami. Bantuan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat mbah Supinah. Tak lupa mbah Supinah mengucapkan banyak terimakasih kepada para sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Maret 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik

Mbah Supinah menderita katarak sudah cukup lama.


KARNI BINTI TOKROMO (82, Biaya hidup).Alamat : Dusun Badur, RT 38/12, Desa Winong, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Karni biasa di panggil mbah Lotrok sekarang sudah berumur 82 tahun, pekerjaan sehari harinya mencari kayu bakar dan mencari rumput di hutan, mbah Lotrok tinggal bersama anaknya yang mengalami keterbelakangan mental. Mbah lotrok hanya mengharapkan pemberian tetangga dan saudara-saudaranya karena sudah tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari harinya. Namun demikian, mbah Lotrok kadang harus dengan semangat untyk pergi ke ladang mencari rumput demi sesuap nasi. Karena semenjak suaminya meninggal dunia, mbah Lotrok harus bisa tetap bertahan hidup dengan anaknya yang sakit. Anaknya karena keterbelakangan mental, jadi mbah Lotrok lah yang harus menafkahi walau dengan keadaan yang serba kekurangan. Anaknya tidak pernah diperiksakan ke mana – mana, karena keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan untuk itu. Belum lagi kondisi rumah yang sangat tidak layak huni sebenarnya, namun apa daya, tetap itulah yang dimiliki mbah Lotrok. Pada saat Sedekah Rombongan bertemu mbah Lotrok, mbah Lotrok baru pulang dari mencari rumput. Mbah Lotrok sangat berharap agar anaknya bisa sembuh lagi sehingga bisa membantu mencari nafkaf. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami mbah Lotrok dan anaknya. Bantuan lepaspun disampaikn untuk kebutuhan hidup sehari – hari. Tak lupa mbah Lotrok mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Maret 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik

Bantuan biaya untuk kebutuhan hidup sehari – hari


MAIMIN BIN SARKUN (65, BPH/Kanker Prosetat). Alamat : Desa Bantengan, RT 24/4, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Maimin, begitu biasa dipanggil oleh tetangganya, tinggal sebatang kara di rumahnya yang berukuran lumayan kecil. Sebenarnya pak Maimin memiliki seorang anak, namun sudah sejak lama tidak pulang entah ke mana. Pak Maimin menderita sakit prosetat sejak tahun 2016. Dan sebagai seorang buruh tani, dengan susah payah dan segala usaha, tetap berusaha berobat demi kesembuhan yang diharapkan, walau harus sering mencari pinjaman uang untuk bisa membayar orang lain untuk mengantarkan dia berobat. Selama ini pak Maimin kontrol ke Rsud. Soedono sampai akhirnya sekarang mendapatkan jadwal operasi, tinggal menunggu panggilan operasi. Pak Maimin mengeluh, nanti kalau mendapatkan panggilan untuk operasi, bagaimana bisa membayar orang yang bisa menungguinya. Padahal sekarang sudah tidak mempunyai apa – apa lagi. Pak Maimin memiliki fasilitas jaminan kesehatan berupa KIS. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi pak Maimin. Bantuan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat, sehingga beliau bisa menjalani operasi dan sehat kembali, dan bisa beraktifitas seperti sedia kala. Tidak lupa pak Maimin mengucapkan banyak terimakasih kepada para sedekaholics atas bantuan yang telah diaampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Maret 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik

Pak Maimin menderita sakit prosetat


PONDOK PESANTREN AL- MUBAROK (Bantuan pembangunan). Alamat : Desa Pagotan RT 12/6, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pondok Pesantren Al-Mubarok ini di pimpin oleh seorang tokoh pemuka Agama di Wilayah Madiun Selatan, yaitu Bapak Khoirudin Pondok pesantren tersebut menampung para santri dan santriwati dari keluarga yang kurang mampu, yatim/piatu/yatim piatu. Semakin lama pondok pesantren tersebut semakin banyak peminatnya. Namun demikian pondok pesantren yang bangunannya hanya terbuat dari bambu itu pun tak mampu menampung santri yang semakin banyak. Beliau berharap dapat mendirikan pondok pesantren yang dindingnya permanen. Selain dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi mereka yang benar- benar serius menuntut ilmu agama, perbaikan pondok pesantren tersebut diharapkan dapat meminimalisir masalah kesehatan yang menjangkit para santrinya. Beliau sangat berharap agar pondok pesantren Al-Mubarok bisa memfasilitasi para santri dengan lebih maksimal. Pemimpin pondokpun memutuskan untuk merombak bangunan pondok demi para samtrinya. Setelah berjalannya waktu, pembangunan pondok tersebut berhenti dikarenakan sudah tidak adanya dana untuk meneruskannya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami oleh pimpinan pondok tersebut. Bantuan lepaspun disampaikan untuk membantu melanjutkan pembangunan pondok tersebut. Ungkapan syukur dan terimakasih disampaikan oleh pimpinan pondok kepada para sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Maret 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @DeniAsri

Bantuan pembangunan


SHOLIKUN BIN ARIS (24, Lumpuh). Alamat : Dusun Bedingin RT. 5/4, Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Sholikun terlahir dengan kondisi cacat lumpuh, sehari hari hanya bisa berbaring di tempat tidur. Tidak bisa duduk ataupun merangsek menuju suatu tempat (ngesot). Hanya tangannya yang bisa digerakkan. Kedua orangtuanya bekerja sebagai buruh tani dan kondisi ekonominya benar benar memprihatinkan. Rumah yang ditempati dalam keadaan rusak parah gentingnya disana sini bocor sehingga lantainya becek, dindingnya yang terbuat dari bambu juga sudah lapuk. Didalamnya nyaris tidak ada perabot atau benda yang berharga. Kesehariannya Sholikun terlihat kurang terawat. Pakaian yang dikenakan hanya celana dan kain sarung yang sudah lusuh, badannya kotor jarang dimandikan. Apabila ada yang menyuruh bekerja bapak ibunya di ladang/ sawah ia sendirian di rumah, kedua orangtuanya menyiapkan sekedar makan minum di dipan bambu yang dijadikan tempat tidurnya tanpa alas tanpa bantal. Pada tahun ini oleh pihak pemerintah desa rumahnya diusulkan untuk mendapat bantuan bedah rumah. Semoga rencana ini terkabul dan Sholikun dapat menempati rumah yang layak. Bapak ibunya sangat berterima kasih atas bantuan sedekaholic melalui sedekah rombongan. Semoga dilancarkan rezeki dan segala urusannya oleh Allah SWT.

JumlahBantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Maret 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Sumiyati @DwiSulasno

Sholikun terlahir dengan kondisi cacat lumpuh


SRIANITA BINTI SUKIMIN (34, Myoma) Alamat : Dusun Waru Kulon RT. 10/ 2 Desa Milangasri, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Srianita pernah menjalani operasi myoma sekitar tahun 2011 lalu dengan biaya mandiri karena tidak punya kartu jaminan kesehatan. Sekarang sakitnya kambuh lagi dan oleh dokter dianjurkan untuk operasi. Sampai saat ini belum dilakukan karena keterbatasan ekonominya. Beberapa waktu yang lalu bu Sri mengalami sakit kepala hebat dan sempat tidak sadar, akhirnya menjalani rawat inap di Rsud. Sayidiman Magetan, yang kemudian dirujuk ke Rsud. Soedono Madiun. Berdasarkan pemeriksaan dokter dinyatakan ada pendarahan di otak dan harus dioperasi. Setelah dioperasi dan dirawat beberapa hari akhirnya diperbolehkan dibawa pulang. Biaya untuk operasi didapatkan dari kepedulian sanak familinya. Ada yang menjual kambing dan berhutang untuk patungan membiayainya. Semenjak sakit suaminya tidak dapat bekerja lagi sebagai penjual bubur, karena harus merawat istri dan kedua anaknya yang masih kecil. Kondisinya sekarang sudah berangsur membaik dan masih menjalani kontrol ke Rsud. Soedono Madiun dengan biaya yang tidak sedikit. Baik untuk carter kendaraan dan biaya periksa di paviliun merpati. Bu Srianita dan suaminya sangat berterima kasih atas bantuan sedekaholic melalui Sedekah Rombongan yang telah memberi bantuan. Semoga Allah melimpahkan rezeki yang barokah kepada sedekaholic semuanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 23 Maret 2018.
Kurir : @ErvinSurvive @Sumiyati @DwiSulasno

Bu Srianita menderita myoma


RUMINI BINTI SUROTO (42, Duafa cacat tubuh) Alamat : Dusun Wonokerto Desa Karanggupito RT 2/1, Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Bu Rumini seorang janda dengan 2 orang anak, yang besar duduk di kelas 2 SMP yang kecil baru kelas 3 SD. Tinggal di rumah orangtuanya yang juga janda dan usianya sudah sangat renta. Rumah yang ditinggali berdinding bambu berlantaikan tanah. Pekerjaannya mencari rumput untuk dua kambing peliharaannya (bantuan dari pemprov). Waktu senggangnya digunakan untuk mencari daun cengkeh kering. Setelah terkumpul baru dijual dengan harga seribu lima ratus rupiah perkilonya. Hasil penjualannya digunakan untuk makan dan uang saku sekolah kedua anaknya, dan tentunya sangat timpang dan tidak cukup. Untuk memenuhi kebutuhan lainnya terkadang mendapat bantuan dari tetangganya. Walaupun tangan kanannya cacat ia sangat cekatan dalam bekerja dengan tangan kirinya dan tidak pernah meminta minta. Bu Rumini sangat berterima kasih atas bantuan dari sedekaholic yang diterimanya. Semoga amal baiknya mendapatkan balasan berlipat dari Allah SWT.

JumlahBantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Maret 2018.
Kurir : @ErvinSurvive @Sumiyati @DwiSulasno

Bu Rumini seorang dhuafa cacat tangan


OSSY MARDHIANTI (13, Tumor Tulang). Alamat : Ds. Tunggul Rejo RT.02 / RW.01 Kec. Kendal, Kab. Kendal, Jawa Tengah. September 2017 lutut kaki Ossy sebelah kiri mengalami pembengkakkan dan sakit. Semakin lama lutut Ossy semakin membengkak hingga tidak bisa berkalan, di sertai dengan badan yang semakin kurus dan nafsu makan yang menurun. Keluarga membawa Ossy berobat dengan fasilitas BPJS KIS di RSUD Kendal. Karena keterbatasan peralatan medis dokter memberikan rujukan Ossy untuk melanjutkan pengobatan di RSUD Dr. Moewardi, Solo. Ayah Ossy , Bapak Sutomo (36) tidak memiliki pekerjaan tetap dan Ibu Ossy telah lama meningglkan Ossy sehingga kini Ossy di rawat oleh ayah dan neneknya. Melihat beban keluarga yang berat ketika Ossy harus menjalani perawatan di Solo karena keterbatasan biaya kurir Sedekah Rombongan Kendal memutuskan untuk memberi dampingan kepada Ossy. Setiap 2 minggu sekali Ossy melakukan kontrol dan kemoterapi di RSUD Dr. Moewardi, Solo. Saat ini Ossy telah menjalani siklus kemoterapi yang ke 6. Kemoterapi terakhir. Sebelumnya kondisinya sempat menurun. Yang mengharuskan transfusi 5 kantong di rumah sakit Kendal. Santunan ke 4 disampekan untuk akomodasi biaya selama perawatan di Solo. Ossy dan ayahnya mengucapkan terima kasih kepada #sedekaholic atas bantuan yang diberikan.Santunan sebelumnya masuk rombongan 1115.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 22 Maret 2018
Kurir : @mawan @anissetya60 @wellyanto

Ossy menderita tumor tulang


SUMADI BIN HARTO PAWIRO (43, Patah Tulang) Alamat: Widoro Rejo RT 1/ RW 4, Bakalan, Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah. Pak Madi begitu sapaannya sehari-hari adalah Suami dari ibu Anik Tri Handayani (36) dan ayah dari ketiga anaknya yakni yang pertama Afifta (15), yang kedua Adina (14) dan yang ketiga Subhna (4). Pak Madi sehari-hari bekerja sebagai penjual buah, biasanya Pak Madi membeli buah yang masih di pohon kemudian beliau sendiri yang memanen lalu dijual ke penjual buah. Kurang lebih 4 bulan yang lalu Pak Sumadi jatuh dari atap rumah saat memanen buah. Kejadian tersebut mengakibatkan patah pada tulang belakang Pak Madi, dan gangguan pada syaraf otak hingga mengakibatkan penglihatan Pak Madi menjadi ganda. Setelah kejadian Pak Madi langsung dilarikan ke RSUD Sukoharjo dan sempat tidak sadarkan diri selama 3 hari diruang ICU. Tindakan pengobatan pada patah tulang Pak Sumadi hanya di gips saja, saat akan dilakukan operasi Pak Madi menolak dengan pertimbangan reriko yang akan terjadi jika dilakukan operasi. Setelah kondisi membaik pengobatan selanjutnya Pak Sumadi dirujuk ke RS. Dr. Soeharso Solo karena berkaitan dengan pengobatan tulang punggung Pak Madi. Jarak rumah dengan rumah sakit yang jauh ini menjadi kendala pak Madi, mengingat sejak Pak Madi sakit tidak ada penghasilan yang masuk, untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya beliau mengandalkan pinjaman uang ke tetangga dan Saudara. Setelah beberapa kali kontrol dan konsul ke dokter syaraf di RSO dan dilakukan CT Scan dikepala, hasil pemeriksaan terdapat cairan di kepala. Untuk penanganan lebih lanjut pak Madi dirujuk ke RS Dr. Muwardi Surakarta. 20 Maret 2018 pak Madi kontrol di RSDM dan oleh tim dokter RSDM beliau dianjurkan rawat inap untuk persiapan operasi pemasangan selang untuk mengeluarkan cairan. 22 Maret 2018 pak Madi operasi, menghabiskan waktu 8 jam Alhamdulillah operasi berjalan lancar. #Sedekahrombongan menyampaikan santunan kedua dari sedekaholic untuk biaya akomodasi saat Rawat inap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama di rumah sakit. Santunan sebelumnya masuk rombongan 1099. Pak Madi dan keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan dan mendo’a kan semoga sedekaholic dan kurir #SR selalu dalam lindungan Allah SWT serta meminta do’a supaya Pak Madi segera diberi kesembuhan dan bisa melakukan aktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 22 Maret 2018
Kurir : @Mawan , @anissetya60, @welly @roscahdra

Pak Madi menderita patah pada tulang belakang


NABBITA ANUGERAH MUKTI (6, Kelainan Tulang Kaki). Alamat: Pangen, Juru Tengah RT 002/005, Kel. Pangen, Kec. Purworejo, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Nabbita merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Solo sejak 2013 silam. Tinggal bersama Ibunya, Dwi (36) Nabbita sejak lahir telah mengalami kelainan pada tulang kakinya. Sang ayah meninggalkannya dan tidak diketahui keberadaannya hingga kini ibu Dwi pun berjuang sendiri untuk dapat memenuhi kebutuhan harian dan berobat Nabbita. Sehari-hari beliau bekerja sebagai penjaga toko dengan penghasilan Rp. 800.000,-/bulan. Alhamdulillah kini kondisi Nabbita semakin membaik setelah menjalani serangkaian pengobatan untuk dapat memperbaiki struktur kakinya. Namun dikarenakan kelainan pada syaraf kakinya yang mengakibatkan struktur kaki masih dapat berubah-ubah seiring masa pertumbuhan sehingga diharuskan terapi setiap bulan sekali di Rumah Sakit dr. Soeharso (RSO) agar struktur kaki tidak berubah-ubah. Nabbita yang kini usianya sudah menginjak 6 Tahun dan sedang aktifnya belajar serta membutuhkan dampingan orang tua,menjadikan Bu Dwi tidak bisa bekerja lagi seperti biasanya. Kini untuk mencukupi kebutuhan hidup, Bu Dwi mengandalkan hasil berjualan makanan setiap hari minggu. Santunan ke-18 kembali disampaikan oleh kurir #Sedekah Rombongan untuk biaya transportasi Nabita ketika terapi dari Purworejo ke RS. Dr. Soeharso Solo, Santunan sebelumnya tercantum dalam rombongan 1116. Keluarga Nabbita mengucapkan terimakasih serta mendoakan agar segala amal kita diterima serta dibalas oleh Allah SWT dan mengharakan do’a agar Nabita segera sembuh dan dapat bermain kembali. Aaamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 28 Maret 2018
Kurir : @mawan @anissetya60 @welliyanto

Nabbita sejak lahir telah mengalami kelainan pada tulang kakinya


ARTI BINTI RASIMIN (65, Diabetes). Alamat : RT 3/1, Desa Kaliwungu, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2011 Ibu Arti mulai merasakan kakinya cepat lelah dan terus menerus merasakan pegal. Lalu pada tahun 2013 tumbuh benjolan dan benjolan tersebut pecah sehingga beliau dibawa berobat ke Rumah Sakit (RS) Emanuel Klampok. Ibu Arti menjalani pemeriksaan laboratorium di rumah sakit tersebut dan diketahui bahwa beliau menderita diabetes. Pada tanggal 20 Januari 2018 yang lalu Ibu Arti berobat di RS Islam Banjarnegara dan harus menjalani opname selama satu pekan. Selanjutnya beliau harus menjalani berobat jalan sebanyak 13 kali kontrol ke RS Islam Banjarnegara. Kondisi beliau saat ini sering merasa pusing dan pengelihatan matanya kurang jelas. Ibu Arti adalah istri dari Bapak Meri (73) yang bekerja sebagai buruh. Penghasilan Bapak Meri sebagai buruh sangat kecil. Selama berobat Ibu Arti dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau kesulitan memenuhi biaya akomodasi berobat dan kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Arti sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu keperluan biaya akomodasi berobat dan kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga Ibu Arti selalu diberi kesabaran dan tetap semangat ikhtiar menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Februari 2018
Kurir : @ddeean Kang Imam @firdhanelis

Bu Arti menderita diabetes


SUMARNO BIN RADI KRAMA (57, Lumpuh). Alamat : RT 2/6, Desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Sumarno adalah seorang penderes nira. Tahun 2013 lalu beliau terjatuh dari pohon kelapa setinggi 13 meter saat sedang menderes nira kelapa. Dalam kondisi sangat lemah beliau lalu dibawa ke Rumah Sakit (RS) Emanuel Klampok, namun harus dirujuk ke RS Siaga Medika Banyumas. Bapak Sumarno merasakan badannya dari pangkal paha sampai kaki mati rasa. Kemudian beliau dibawa pulang dan dilakukan berobat alternatif dengan dipijat ke Desa Kali Growong, Kecamatan Madukara. Hingga saat ini pangkal paha sampai kakinya masih mati rasa/lumpuh bahkan ketika buang air kecil pun tidak terasa. Sekitar 2 tahun ini Bapak Sumarno sudah tidak berobat lagi. Beliau hanya beli obat ke apotek yaitu paracetamol untuk pereda rasa sakit pada pangkal pahanya saat kambuh. Kondisi beliau saat ini hanya bisa berbaring dan duduk di kursi roda. Sejak sakit Bapak Sumarno sudah tidak dapat bekerja lagi. Istrinya, Karsem (54) bekerja membuat keranjang pandang dari anyaman bambu. Pengasilan dari pekerjaannya tersebut sangat kecil. Selama berobat Bapak Sumarno dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI Kelas III. Beliau kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari karena dengan kondisi kesehatannya saat ini beliau yang merupakan tulang punggung keluarga tidak dapat bekerja lagi. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sumarno sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu keperluan biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga Bapak Sumarno selalu diberi kesabaran dan tetap semangat ikhtiar menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Februari 2018
Kurir : @ddeean Kang Imam @firdhanelis

Pak Sumarno menderita lumpuh


ABI ARDIANSYAH SAPUTRA BIN SATIRUN (2, Anemia Akut + Transfusi darah) Alamat : RT 4/2, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Abi lahir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas melalui proses operasi caesar. Perkembangan dan pertumbuhan Abi sejak lahir normal dan sehat namun saat usia 10 bulan perkembangan dan pertumbuhannya mulai tindak normal. Abi sering mengalami demam, lemas dan nafsu makannya berkurang. Akhirnya kedua orang tua Abi membawanya berobat ke bidan desa dan keadaanya pun membaik. Saat usia 12 bulan,Abi kembali sering menderita demam, kondisi badannya lemah, pucat, dan kakinya mulai mengecil. Pada usia tersebut seharusnya Abi sdh bisa berjalan. Karena kondisi tersebut Abi di sarankan untuk berobat ke Puskesmas. Setelah mengonsumsi obat dari puskesmas kondisi Abi membaik namun hal tersebut tidak bertahan lama. Abi kambuh lagi bahkan semakin memburuk. Ia kemudian dibawa berobat kembali ke puskesmas dan menjalani tes laboratorium. Hasil tes menyatakan Abi didiagnosis mederita Anemia akut. Abi lalu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas dan harus melakukan transfusi darah. Ayahnya, Satirun (42) yang bekerja sebagai petani tidak memiliki cukup biaya untuk pengobatan Abi. Selain itu Abi dulu belum memiliki kartu jaminan kesehatan. Alhamdulillah 3 bulan yang lalu kartu jaminan kesehatannya sudah jadi sehingga biaya pengobatan Abi kontrol rutin setiap bulan sekali di bantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS-PBI. Namun masih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan biaya sehari hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Abi dan keluarga, sehingga dapat kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 1040. Kini Abi masih menjalani kontrol rutin ke RSUD Banyumas setiap bulan. Semoga Abi segera diberi kesembuhan dan pengobatan Abi berjalan lancar.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Februari2018
Kurir : @ddeean Lasminah @firdhanelis

Abi didiagnosis mederita Anemia akut


DARYANTO BIN DAN SURADI (50, Jantung). Alamat : RT 2/1, Desa Karanganyar, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar bulan September 2017 Bapak Daryanto memeriksakan diri di tempat praktek dr. Harjanto dan diketahui menderita penyakit jantung. Beliau kemudian di rujuk ke Rumah Sakit (RS) Islam Banjarnegara. Bapak Daryanto menjalani pengobatan sampai 4 kali di RS Islam Banjarnegara. Namun karena kondisi kesehatan beliau tidak mengalami perubahan, Bapak Daryanto dibawa berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas dan menjalani opname selama 18 hari. Setelah pulang dari rumah sakit pengobatan beliau dilanjutkan dengan berobat jalan setiap sebulan sekali di RSUD Banyumas. Kondisi Bapak Daryanto saat ini tidak dapat bepergian jauh karena nafasnya sesak. Kondisi kesehatannya yang belum membaik membuatnya kesulitan untuk bekerja. Sementara itu, Juariyah (48), istrinya adalah seorang ibu rumah tangga. Selama berobat Bapak Daryanto dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI Kelas III. Beliau kesulitan memebuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Daryanto sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu keperluan biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga Bapak Daryanto selalu diberi kesabaran dan tetap semangat ikhtiar menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Februari 2018
Kurir : @ddeean Kang Imam Turiman @firdhanelis

Pak Daryanto menderita penyakit jantung


MUSAKINGAH BINTI SANWIRYA (62, Stroke). Alamat : RT 1/4, Desa Krandegan, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada 15 Agustus 2016, Ibu Musakingah mengalami lupa ingatan, tidak mengingat siapapun. Namun sang anak mengira beliau sudah pikun. Sepekan kemudian tangan dan kaki kanan beliau tidak dapat digerakkan dan bicaranya pelo. Saat itu ingatan beliau kembali meski tidak mampu mengingat sepenuhnya. Lalu anak beliau membawanya berobat ke dr. Budi. Oleh dr. Budi Ibu Musakingan didiagnosis menderita stroke. Keluarga beliau mengupayakan pengobatan ke beberapa tempat namun karena kesulitan biaya pengobatan tersebut dihentikan. Saat ini beliau hanya diberi obat berupa jamu-jamu Jawa. Kondisi Ibu Musakingah saat ini mulai membaik, kaki dan tangan kanan beliau sudah mulai dapat digerakkan meskipun bicaranya masih pelo. Selama berobat Ibu Musakingah tidak dibantu jaminan kesehatan kerena tidak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun. beliau kesulitan memenuhi biaya kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Musakingah sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu keperluan biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga Ibu Musakingah selalu diberi kesabaran dan tetap semangat ikhtiar menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Februari 2018
Kurir : @ddeean Kang Imam Turiman @firdhanelis

Ibu Musakingan didiagnosis menderita stroke


RUSMANTO BIN KUSMENI (60, Asam Lambung + Hipertensi + Asam Urat + Ginjal). Alamat : RT 1/1, Desa Karang Reja, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Rusmanto sudah 3 tahun mengeluhkan sakit ginjal. Selain itu beliau juga menderita sakit asam urat, darah tinggi dan asam lambung. Bapak Rusmanto sudah berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga sebanyak 2 kali. Dokter di rumah sakit tersebut menyatakan kepada Bapak Rusmanto untuk menjalani cuci darah. Namun karena ketebatasan biaya beliau mengurangkan niat untuk menjalani cuci darah. Kondisi saat ini dengan sakit ginjal dan komplikasi yang dirasa oleh Bapak Rusmanto adalah badan sakit, tidak nafsu makan, dan pusing. Sebelum sakit Bapak Rusmanto bekerja sebagai menjadi tukang batu. Namun karena kondisi kesehatannya saat ini beliau tidak dapat bekerja dan berimbas pada sulitnya memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Beliau dibantu untuk biaya oleh anaknya yang bekerja di pabrik bulu mata Kota Purbalingga. Selama berobat Bapak Rusmanto dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, atas ijin Allah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Rusmanto sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari. Semoga beliau segera diberi kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @ddeean @santoprihatmoko Khaerul @firdhanelis

Pak Rusmanto menderita sakit asam urat, darah tinggi dan asam lambung


KASMIARTO BIN MURYANI (65, Saraf Kejepit). Alamat : RT 1/1, Desa Karang Reja, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Kasmiarto sudah 5 tahun menderita sakit saraf kejepit. Beliau merasakan telapak kakinya sakit dan panas, serta pinggangnya sakit dan kaku sehingga tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Beliau pernah mengupayakan pengobatan ke puskesmas dan pengobatan alternatif ke Kyai. Saat karena kondisi kesehatannya yang belum membaik Bapak Kasmiarto yang berprofesi sebagai tukang jahit belum dapat kembali bekerja. Selama sakit beliau dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Beliau kesulitan memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, atas ijin Allah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Kasmiarto sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari. Semoga beliau segera diberi kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @ddeean @santoprihatmoko Khaerul @firdhanelis

Bapak Kasmiarto sudah 5 tahun menderita sakit saraf kejepit


SANTOSO BIN KHOIRIL HUDA (43, Asam Urat + Ambeien). Alamat : RT 3/4, Desa Karangnangka, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Santoso menderita asam urat sejak tahun 1988. Awalnya beliau merasakan sakit dan pegal pada kakinya. Beliau mengupayakan pengobatan melalui terapi pijat dan rutin berobat ke puskesmas jika sakitnya kambuh. Beberapa waktu lalu beliau berobat dan menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum (RSU) Nirmala Purbalingga. Beliau didiagnosis menderita ambeien dan diharuskan untuk menjalani operasi. Kondisi Bapak Santoso saat ini masih belum dapat berjalan. Sebelum sakit beliau bekerja sebagai kuli bangunan namun karena kondisi kesehatannya beliau tidak dapat bekerja lagi. Istrinya, Tumiah (41), bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Penghasilannya sangat kecil. Selama berobat Bapak Santoso dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Beliau kesulitan memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, atas ijin Allah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Santoso sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari. Semoga beliau segera diberi kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Februari 2018
Kurir : @ddeean Khaerul @firdhanelis

Bapak Santoso menderita asam urat


SAWITANA TUBI (73, Katarak). Alamat : RT 3/3, Desa Karanganyar, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sakit yang diderita Bapak Sawitana bermula 6 tahun lalu saat mata beliau kelilipan dan beliau sering mengucek matanya dengan tangan. Sampai saat Bapak Sawitana masih merasakan sakit pada matanya dan pengelihatannya kurang jelas. Beliau belum pernah berobat ke puskesmas mauun rumah sakit karena keterbatasan biaya. Padahal Bapak Sawitana memiliki kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Bapak Sawitana dan istrinya saat ini sudah tidak dapat bekerja. Mereka kesulitan memenuhi biaya kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah sedekah rombongan dipertemukan dengan Bapak Sawitana. Santunan di sampaikan untuk biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga dapat bermanfaat dan Bapak Sawitana dapat sehat kembali seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Februari 2018
Kurir: @ddeean Suratno @firdhanelis

Pak Sawitana menderita katarak


NAPSUDI BIN KARSIDI (64, Maag + Hipertensi). Alamat : RT 4/4, Desa Pingit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada awal bulan Oktober 2017 sepulang menyadap nira kelapa Bapak Napsudi merasa lemas dan berkeringat dingin. Beliau lalu dibawa ke Puskesmas Rakit dan menjalani rawat inap selama 5 hari. Dokter puskesmas mendiagnosis pasien menderita maag kronis dan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Sebulan setelah pulang dari puskesmas sakit yang diderita Bapak Napsudi kambuh lagi dengan gejala yang sama. Beliau dibawa berobat kembali ke puskesmas Mandiraja dan menjalani rawat inap selama 3 hari. Bapak Napsudi bekerja menyadap nira. Sejak sakit kurang lebih 4 bulan beliau tidak dapat bekerja mencari nafkah untuk keluarganya. Istrinya, Saini (60) adalah seorang ibu rumah tangga. Selama sakit Bapak Napsudi dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau kesulitan memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Napsudi sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu keperluan biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga santunan dapat bermanfaat dan Bapak Napsudi diberikan kesembuhan seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Februari 2018
Kurir : @ddeean Wiwid @firdhanelis

Pak Napsudi menderita maag kronis dan hipertensi atau tekanan darah tinggi


SUWITO NASIR (60, Lemah Jantung). Alamat : RT 4/4, Desa Pingit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada awal bulan Juli 2017 sepulang bekerja sebagai tukang bangunan Bapak Suwito mandi. Setelah mandi beliau merasa pusing dan sesak nafas. Bepak Suwito lalu dibawa berobat ke dokter praktek. Oleh dokter beliau disarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara dan dirawat inap selama 3 hari. Setelah menjalani berbagai perawatan dokter mendiagnosis Bapak Suwito menderita lemah jantung. Kondisi beliau saat ini masi lemah dan belum bisa melakukan aktivitas apapun termasuk bekerja. Selain itu beliau juga masih harus menjalani kontrol rutin ke rumah sakit. Istrinya, Poniah (57), bekerja sebagai buruh tani. Penghasilannya tersebut sangat kecil. Selama berobat Bapak Suwito dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI Kelas III. Namun beliau kesulitan memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Suwito sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu keperluan biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga santunan dapat bermanfaat dan Bapak Suwito diberikan kesembuhan seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Februari 2018
Kurir : @ddeean Wiwid @firdhanelis

Bapak Suwito menderita lemah jantung


MAKIYAH BINTI WAJIYAN (74, Flek Paru-Paru + Katarak). Alamat : RT 3/1, Desa Kradenan, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Makiyah 5 bulan lalu mengeluhkan dadanya pegal, sesak nafas, kepala pusing dan pandangannya berkunang-kunang. Beliau segera dibawa ke puskesmas. Oleh pihak puskesmas beliau disarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Purbowangi Gombong. Beliau didiagnosis menderita katarak dan langsung menjalani operasi mata untuk menghilangkan kataraknya. Setelah operasi kondisi pengelihatannya mulai membaik. Namun 2 bulan lalu sakit beliau kambuh, dada sebelah kiri terasa nyeri, pegal, kepala pusing dan batuk berdahak disertai darah. Ibu Makiyah langsung dibawa berobat ke dr. Heri dan dianjurkan untuk menjalani kontrol rutin ke puskesmas setiap 2 pekan sekali. Dari hasil pemeriksaan di puskesmas Ibu Makiyah didiagnosis menderita flek paru-paru. Kemudian beliau disarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas dan dianjurkan untuk menjalani kontrol rutin sebanyak 6 kali. Kondisi Ibu Makiyah saat ini masih merasakan pusing, lemas dan batuk berdahak yang kadang disertai darah. Selama berobat beliau dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau kesulitan memenuhi biaya kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah, atas ijin Allah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Makiyah sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari. Semoga beliau segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Februari 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @firdhanelis

Bu Makiyah menderita katarak dan flek paru


RISKA BAROROH (15, Bibir Sumbing + Epilepsi). Alamat : RT 1/3, Desa Karangsalam, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Riska terlahir cacat dengan bibir sumbing, tidak dapat berbicara, dan baru dapat berjalan diusia 9 tahun. Beberapa waktu lalu ia menjalani operasi bibir sumbing gratis di Rumah Sakit (RS) Wijayakusuma (DKT) Purwokerto. Kondisinya pasca operasi sudah membaik. Selain itu Riska diketahui menderita epilepsi. Riska tinggal bersama Jamal Khafidin Sukar (57), ayahnya, yang bekerja sebagai buruh. Ibunya sudah meninggal 7 bulan yang lalu karena penyakit liver. Setiap hari saat ayahnya harus bekerja, Riska hanya tinggal sendiri di rumah. Ia belum pernah sekolah sejak kecil. saat melihat teman-temannya bersekolah ia menangis karena ingin sekolah juga dan meminta kepada ayahnya untuk dibelikan peralatan sekolah. Kondisinya saat ini ketika berjalan pincang, berbicara masih belum jelas, serta sakit epilepsinya masih sering kambuh dan tiba-tiba kejang disertai mulut berbusa. Riska tidak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun. Penghasilan ayahnya yang bekerja sebagai buruh sangat kecil sehingga kesulitan untuk memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, atas ijin Allah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Riska sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari. Semoga santunan dapat bermanfaat dan Riska segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Februari 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @firdhanelis

Riska terlahir cacat dengan bibir sumbing, tidak dapat berbicara, dan baru dapat berjalan diusia 9 tahun


MUHAMAD MUHAERI TUGIRAN (52, Kanker Nasofaring + Kelenjar Getah Bening). Alamat : RT 1/12, Desa Sekarmayang, Kelurahan Bulupayung, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Setahun yang lalu Bapak Tugiran mengalami flu, demam, dan keluar darah dari hidung. Beliau segera dibawa berobat ke puskesmas dan oleh pihak puskesmas beliau dirujuk ke dokter spesialis THT. Bapak Tugiran lalu menjalani berobat jalan. Namun sakit yang beliau rasakan kambuh lagi. Bapak Tugiran langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap dan menjalani opname selama 5 hari. Tetapi setelah menjalani opname kondisi kesehatan beliau tidak mengalami perubahan yang membaik. Bapak Tugiran lalu dirujuk ke RSUD Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dan menjalani opname selama 7 hari. beliau didiagnosis menderita Nasopharingeal Carcinoma (NPC) atau kanker nasofaring oleh dr. Sekti Joko Islamanto, Sp. THT dan dianjurkan untuk kontrol sebanyak 7 kali dan menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Pada tanggal 6 Maret 2017 lalu beliau menjalani terapi sinar. Kondisi Bapak Tugiran saat ini terdapat benjolan di leher sebelah kiri, lemas, mual, pusing, nyeri tenggorokan, dan pendengarannya menurun. Karena kondisi kesehatannya tersebut beliau tidak dapat bekerja mencari nafkah. Istrinya, Mutmanatun (45), adalah seorang ibu rumah tangga. Selama berobat beliau dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI Kelas III. Beliau kesulitan memenuhi biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, atas ijin Allah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Tugiran sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari. Semoga beliau segera diberi kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Februari 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @firdhanelis

Pak Tugiran menderita nNasopharingeal carcinoma


PUTRI NOVIANTI (12, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : RT 3/1, Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Dik Putri adalah seorang anak piatu. Ibu kandungnya meninggal saat Dik Putri berusia 3 tahun. Sejak berusia 2 tahun, ibu Dik Putri sering sakit-sakitan. Semenjak itu Dik Putri sudah dirawat oleh kakak neneknya. Setelah ibunya meninggal ia dirawat kakek neneknya yaitu Bapak Ahmad (68) dan Ibu Sripinah (60) sampai saat ini. Dik Putri hidup seadanya dirawat oleh Bapak Ahmad dan Ibu Sripinah yang sudah lansia dan bekerja sebagai buruh tani. Bapak kandung Dik Putri tinggal di Jakarta, sudah menikah dan mempunya anak lagi. Serta pekerjaannya serabutan sehingga tidak bisa membantu biaya hidup sehari-hari. Dik Putri yang sekarang duduk di kelas 5 Sekolah Dasar (SD), membutuhkan pendampingan untuk sekolah dan mengembangkan bakat serta ketrampilannya. Dik Putri mempunyai kartu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Dik Putri kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Putri dan keluarga yang merawatnya sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari sehingga dapat meringankan beban keluarga. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan berkah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Februari 2018
Kurir : @ddeean Rahayu

Bantuan biaya hidup


SINAH BINTI MUSTARI (47, Katarak). Alamat : RT 1/7, Dusun Karangtengah, Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar 25 tahun yang lalu penglihatan Ibu Sinah mulai buram. Mata sebelah kanan tidak bisa melihat, sedangkan mata sebelah kiri remang-remang. Ibu Sinah pernah diperiksakan sekali satu tahun yang lalu ke puskesmas dan dirujuk ke rumah sakit. Akan tetapi bersamaan dengan beliau menderita sakit tifus, sehingga belum jadi ke rumah sakit. Pada awal bulan Desember 2017 kembali memeriksakan diri ke puskesmas dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Purbalingga. Oleh dokter spesialis mata Ibu Sinah didiagnosis katarak dan dijadwalkan untuk operasi pada tanggal 7 Januari 2018. Saat ini Ibu Sinah sudah dioperasi mata sebelah kiri dan penglihatannya membaik. Biaya pengobatan Ibu Sinah dengan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Ibu Sinah kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan transportasi untuk berobat. Suaminya, Bapak Yuswiri (53) juga tidak bisa bekerja karena mengalami stroke. Untuk kebutuhan makan sehari-hari dibantu oleh anaknya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sinah dan keluarganya sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari sehingga dapat meringankan beban keluarga. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan penglihatan Ibu Sinah segera sehat seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Februari 2018
Kurir : @ddeean Rahayu

Ibu Sinah didiagnosis katarak


RIZKI ABDULLAH (4, Lumpuh Virus CMV). Alamat : RT 7/3, Desa Karangturi, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada saat lahir, kondisi tubuh Rizki normal, sehat dan tidak ada kelainan. Saat usia 9 bulan, ia mengalami panas tinggi. Kedua orang tuanya langsung membawanya ke rumah sakit. Dokter mendiagnosis Dik Rizki terserang virus CMV yang mengakibatkan lumpuh. Rizki kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Namun karena biaya pengobatan yang mahal, kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan, dan Rizki belum memiliki jaminan kesehatan apapun, maka Rizki dibawa pulang kembali. Setelah itu, kedua orang tuanya mengusahakan kesembuhan Rizki dengan pengobatan herbal, namun setelah satu tahun kondisinya belum ada perkembangan. Kini Rizki masih belum bisa beraktivitas dengan normal dan lumpuh. Kondisinya sekarang masih belum ada perkembangan. Fisioterapi yang dilakukan rutin di RSUD dr. Margono Soekarjo Purwokerto tidak dilanjutkan karena ibunya hamil, tidak bisa mengantar Rizki kontrol, sehingga hanya periksa ke dokter saraf di Purbalingga. Ayahnya, Okin Mustofa (35) bekerja sebagai sopir, sedangkan ibunya, Rohmanti (31) adalah ibu rumah tangga dan sedang hamil besar menunggu kelahiran anak ketiga. Penghasilan mereka yang kecil hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, hampir tidak ada sisa untuk disimpan. Biaya pengobatan Rizki dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Kedua orang tuanya masih kesulitan untuk biaya membelikan susu Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Rizki dan keluarganya sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari dan membelikan susu. Rizki pernah dibantu Sedekah Rombongan 1016. Semoga Rizki segera diberi kesembuhan dan tumbuh dengan sehat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 23 Februari 2018
Kurir : @ddeean Rahayu

Dik Rizki terserang virus CMV yang mengakibatkan lumpuh


SUEB BIN ASIM (49, Gangguan Saraf Kepala). Alamat: RT 2/3, Desa Pengalusan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada awal tahun 2016 saat bekerja Bapak Sueb jatuh dari kontainer ke selokan di jalan tol. Saat itu tidak ada yang mengetahui kejadian tersebut. Sampai pagi hari Bapak Sueb bangun dan berjalan dengan luka berdarah di kepala selama 3 hari dan disangka orang gila. Bapak Sueb kehilangan ingatannya dan baru ingat jalan pulang ke rumah saudaranya. Lukanya tidak dirawat hanya dioles obat salep. Ingatan Bapak Sueb terganggu sampai 2 tahun dan tidak pulang ke rumah istrinya. Bahkan saat anaknya sakit (Roliana, 11, dampingan SR) pun beliau tidak tahu. Awal bulan Januari 2018 Bapak Sueb ingat dan bisa pulang ke rumah. Kondisinya saat ini sering sakit kepala dan kesemutan. Juga sering emosi tidak sadar bahkan memukul istrinya. Sampai saat ini Bapak Sueb baru memeriksakan diri ke Puskesmas. Bapak Sueb mempunyai jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Bapak Sueb kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan sekolah dua anak, istrinya, Ibu Janiyah (32) bekerja sebagai buruh bulu mata palsu. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sueb dan keluarganya sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari sehingga dapat meringankan beban keluarga. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan berkah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @ddeean Rahayu

Pak Sueb menderita gangguan saraf kepala


SARTINAH BINTI MURJAWI TANA (95, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: RT 5/2, Desa Gembong, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Sartini tinggal bersama anak dan cucunya. Beliau tinggal di rumah cucunya yang sedang dalam proses pembangunan namun terpaksa ditempati karena tidak ada tempat lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Ibu Sartinah membantu berjualan susu kedelai dan mendoan. Anaknya bekerja sebagai buruh serabutan berpenghasilan kecil dan memiliki tanggungan anak banyak. Kondisi saat ini Ibu Sartinah sering pusing. Lalu diperiksakan ke bidan dan dinyatakan tekanan darahnya tinggi. Bila pusing biasanya hanya membeli obat warung. Ibu Sartinah mempunyai jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Ibu Sartinah kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sartinah dan keluarganya sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari sehingga dapat meringankan beban keluarga. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan berkah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Februari 2018
Kurir : @ddeean Rahayu

Bantuan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari


RETNO BINTI HUDARIS (60, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : RT 5/3, Desa Gembong, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Retno adalah seorang janda yang tinggal bersama seorang anak dan adik laki-lakinya. Beliau tinggal di rumah peninggalan orang tua yang telah wafat. Dahulu ayahnya adalah seorang pegawai yang mempunyai 11 anak. Namun anak-anaknya tidak bersekolah tinggi dan tidak semuanya bekerja. Ibu Retno juga tidak bekerja, dan sering pusing. Lalu beliau memediksakan diri ke poliklinik desa setempat dan dinyatakan hipertensi. Biaya kebutuhan sehari – hari hanya mengandalkan upah adik laki laki yang bernama Bapak Gunarso (55), sebagai muadzin masjid desa dengan honor 75.000 tiap 3 pekan. Ibu Retno mempunyai jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Retno dan keluarganya sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari sehingga dapat meringankan beban keluarga. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan berkah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Februari 2018
Kurir : @ddeean Rahayu

Bantuan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari


SARAH BINTI MISDAR (12, Leukemia). Alamat : RT 3/1, Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada awal tahun 2014 Sarah sering merasa pusing dan lemas. Kemudian ia diperiksakan ke puskesmas kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Purbalingga. Sarah didiagnosis dokter menderita kanker darah setelah beberapa kali dirawat. Kemudian ia dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pendidikan (RSUP) dr Sardjito dan mendapat pengobatan selama 55 kali. Beberapa kali dalam masa perawatan Sarah mengalami panas dan kejang kemudian drop. Sarah dibawa lagi ke RSUP dr Sardjito dan menjalani pengobatan diulangi dari awal dengan suntik tulang belakang sebanyak 25 kali. Sampai bulan Januari 2018 kondisinya sering kejang kemudian opname di RSUP dr Sardjito dan meninggal dunia pada tanggal 24 Januari 2018. Selama Sarah sakit, bapaknya, Misdar (55) yang selama ini bekerja sebagai buruh serabutan tidak dapat bekerja. Begitu pula ibunya, Saimah (44) yang biasanya berjualan makanan tidak dapat berjualan lagi. Kondisi ini membuat Bapak Misdar kesulitan memenuhi biaya akomodasi berobat dan biaya kebutuhan sehari-hari. Selama berobat Sarah dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI dan untuk transportasi kontrol ke RSUP dr. Sardjito dibantu organisasi sosial seperti Baznas dan Relawan Purbalingga Peduli (RPP). Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Sarah dan keluarganya sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk santunan kematian sehingga dapat meringankan beban keluarga. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan berkah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Februari 2018
Kurir : @ddeean Rahayu

Sarah didiagnosis dokter menderita kanker darah


ROBINGAH BINTI MARTO (72, Buta). Alamat : RT 2/1, Kelurahan Purbalingga Kidul, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar 20 tahun yang lalu, Ibu Robingah mengalami sakit cacar kemudian dioles lendir keong tetapi terkena mata sampai bola mata keluar dan dirawat di rumah sakit. Pengelihatan yang awalnya jelas lama kelamaan tidak dapat melihat. Sekitar 4 tahun yang lalu Ibu Robingah tidak dapat melihat sama sekali. Ibu Robingah tinggal bersama 2 anggota keluarganya. Bersama anak perempuan dan cucunya, beliau tinggal di rumah sederhana. Biaya hidup sehari-hari mengandalkan hasil jualan rames anak perempuannya, yang tidak tentu berjualan karena terkendala modal dan hasilnya pun tidak seberapa. Terkadang mendapat kiriman dari anak laki-laki yang bekerja di luar kota, tetapi juga tidak rutin. Ibu Robingah mempunyai jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Ibu Robingah kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Robingah dan keluarganya sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari sehingga dapat meringankan beban keluarga. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan berkah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Februari 2018
Kurir : @ddeean Rahayu

Ibu Robingah tidak dapat melihat sama sekali


BAYU SETIAJI (7, Cerebral Palsy + Epilepsi + Lumpuh). Alamat : RT 4/4, Desa Kejawar, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bayu terlahir normal namun sejak berusia 3 bulan sampai saat ini tumbuh kembangnya melambat tidak seperti anak-anak seusianya. Sekitar dua tahun yang lalu Bayu menderita batuk dan panas. Ia dibawa berobat ke puskesmas dan oleh pihak puskesmas disarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Bayu langsung ditangani oleh dr. Hartono, Sp.A dan didiagnosis menderita cerebral palsy, epilepsy, dan lumpuh layu. Kaki Bayu kaku dan ia dianjurkan untuk menjalani fisioterapi dan terapi wicara setiap sepekan sekali. Kondisinya saat ini lumpuh, kakinya kaku dan mengecil, serta kesulitan berbicara. Bayu tinggal bersama ibunya, Badriyah (43) yang adalah seorang ibu rumah tangga. Selama berobat Bayu dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun Bayu dan keluarga kesulitan untuk biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah sedekah rombongan dipertemukan dengan Bayu. Santunan disampaikan untuk biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga dapat bermanfaat dan Bayu segera dibarikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Februari 2018
Kurir: @ddeean Lasminah @firdhanelis

Bayu menderita cerebral palsy, epilepsy, dan lumpuh layu


ALIYA ROHMAH BINTI FADLI (1, Asma + Atresia Ani). Alamat : Kelurahan Dabung, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Sejak lahir adek Aliya sudah tidak mempunyai anus, dan mengidap penyakit asma. Orang tuanya sudah memeriksakan adek Aliya ke Puskesmas. Ketika usia 3 bulan adek Aliya dibawa ke RSUD untuk dioperasi, karena usianya masih 3 bulan maka adek Aliya tidak di operasi. Usia 5 bulan di bawa lagi ke RSUD, akan tetapi untuk kedua kalinya adek Aliya ditolak operasi karena asmanya parah. Ayahnya (Fadli, 39) bekerja sebagai sopir sedangkan ibunya (Iis, 36) hanya ibu rumah tangga. Sejak itu adek Aliya tidak lagi di bawa ke RSUD karena terkendala biaya dan tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Aliya menderita asma yang parah dan perutnya membuncit, kesulitan saat buang air besar. Selama ini buang air besar dari kemaluannya (vagina). Kamis, tgl 7 September kurir #SedekahRombongan menemui ibu Aliya dengan maksud ingin mengetahui kondisi dan keinginan untuk berobat demi kesembuhan Aliya. Tekat keluarga dan keinginan agar Aliya sembuh sangat besar dan senang saat kurir Sedekah Rombongan menyampaikan kabar bahwa Aliya bisa dioperasi di RSUD Bangkalan. Kondisi Aliya saat ini penyakit ashmanya kambuh dan badannya panas. Santunan sebelumnya diberikan untuk pengobatan dan kebutuhan sehari-hari Aliya dan masuk dalam rombongan 1089. Harapan kami semoga bantuan yang diberikan dapat membantu Aliya pulih dan bisa BAB dengan lancar nantinya. Amiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2018
Kurir : @vanmadura Roni Wulan

Aliya tidak mempunyai anus, dan mengidap penyakit asma


VINA AFIDATUS SHOFA (6, lahir tanpa anus). Alamat : Dusun Panyaleh, RT 2/3, Desa Klompang Timur Kec. Pakong, Kab. Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Adik Vina yang memiliki kelainan pada tubuhnya yaitu tidak memiliki lubang anus saat ini sudah layaknya anak normal lainnya yaitu bisa buang air besar melalui anus. Selain itu juga adik Vina sudah tidak usah kontrol ke rumah sakit , hanya apabila ada masalah serta kondisi yang membuat adik Vina drop mengharuskan kembali lagi kontrol. Fasilitas kesehatan yang digunakan selama pengobatan menggunakan Kartu Indonesia Pintar (KIS). Sedekah Rombongan memberi bantuan berupa uang untuk uang saku kontrol ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan kebutuhan sehari-hari nya. Perkembangan dek Vina yang sudah jauh lebih baik ini merupakan kebahagiaan yang tak terkira bagi keluarga dan kurir Sedekah Rombongan. Terimakasih Sedekaholic yang telah membantu proses pengobatan dek Vina selama ini. Semoga menjadi amal jariyah bagi para Sedekaholic. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 14 Januari 2018
Kurir : @vanmadura Monir

Vina tidak memiliki lubang anus


PANTI AN-NIDHOMIYAH . Alamat : Jalan Stadion Gg 2 No 25, Kecamatan Barurambat Kota, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Panti ini telah lama dibangun dan saat ini dikelola oleh generasi ketiga , yaitu oleh KH. Moh. Aliyulhaq. Total 66 anak yg tinggal di dalam panti asuhan An-Nidhomiyah. Anak-anak gratis tinggal di dalam panti dan mendapatkan fasilitas penginapan, makan 2-3 sehari, disekolahkan sampai ke jenjang perkuliahan, mendapat pakaian layak pakai dan perlindungan. Bantuan yang Sedekah Rombongan salurkan untuk keperluan membeli beras dan kebutuhan pokok panti asuhan. Panti asuhan ini tidak memiliki donatur tetap sehingga untuk kebutuhan operasional panti, pihak pengurus harus mencari bantuan untuk kebutuhan sehari-hari. Pengasuh panti Aliyulhaq, MS mengatakan sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terimakasih selama ini Sedekah Rombongan sangat membantu operasional kebutuhan panti. Semoga bantuan ini juga menjadi amal jariyah bagi Sedekaholic. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 25 Februari 2018
Kurir : @vanmadura @rwahyuagung @hafnirosania

Biaya operasional kebutuhan panti


MOH. RIZAL FAUZI (8, Sindroma Nefrotik). Alamat : Dusun Barat, Desa Tlangoh, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Propinsi Jawa Timur. Moh. Rizal berasal dari keluarga yang tergolong tidak mampu. Bapaknya adalah seorang pemulung yang berpenghasilan kurang lebih seratus ribu per minggu, sedangkan ibunya baru mendapatkan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga dengan penghasilan satu juta rupiah per bulan. Moh. Rizal tinggal dengan kedua orang tua dan kedua orang kakaknya. Keterbatasan biaya hidup menyebabkan Moh. Rizal sering mengkonsumsi makanan tidak sehat sehingga mengakibatkan mengalami Gejala Ginjal (Sindroma Nefrotik) dan harus dilarikan ke Rumah Sakit. Ketika opname di rumah sakit, keluarga tidak memiliki biaya untuk menebus biaya rumah sakit karena belum memiliki BPJS/KIS. Tiga hari setelah menjalani opname di rumah sakit swasta, dengan terpaksa harus keluar dan tidak bisa melanjutkan pengobatannya karena tidak memiliki biaya. Pada bulan Februari 2018, berita tentang Moh. Rizal sampai kepada Sedekah Rombongan Pamekasan. Kami pun saat itu langsung menjenguk untuk mengetahui keadaannya. Moh.Rizal seharusnya harus terus menjalani pengobatan tetapi karena terbatasnya biaya rumah sakit, maka Sedekah Rombongan menyarankan untuk dipindahkan dari rumah sakit swasta ke rumah sakit umum daerah (RSUD) agar tidak menghabiskan banyak biaya. Selama perawatan Moh. Rizal, Kurir Sedekah Rombongan membantu mengurus pembuatan BPJSnya. Dibulan yang sama, Moh. Rizal masih menjalani rawat inap di RSUD Pamekasan dan diagnosa terakhir oleh dokter yaitu ginjal bocor. Bantuan yang disalurkan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya Rumah Sakit serta BPJSnya selama 3 bulan kedepan. Semoga proses pengobatan Moh. Rizal selanjutnya tidak menemui kendala yang berarti sehingga ia bisa sehat kembali. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 2.600.000
Tanggal : 13 Februari 2018
Kurir : @vanmadura @ndra_sky Indra, Teguh

Rizal menderita sindroma nefrotik


MUHAMMAD RIYAN (8 bulan, Gizi Buruk). Alamat : Dusun Beringin, Desa Angsanah, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Propinsi Jawa Timur. Muhammad Riyan berasal dari keluarga sangat tidak mampu dan tinggal di rumah yang terlihat seperti sebuah gubuk bukanlah rumah tembok seperti kebanyakan. Bayi berusia delapan bulan ini tinggal bersama delapan orang anggota keluarganya yang lain. Muhammad Riyan mengalami gizi buruk sejak ditinggal oleh ibunya yang bekerja ke luar kota, dimana seharusnya di usia tersebut seorang bayi tidak boleh ditinggal oleh ibunya (dalam masa menyusui) yang mengakibatkan Muhammad Riyan tidak tercukupi kebutuhan gizinya. Saat ini kondisi Muhammad Riyan memburuk dan sulit makan. Penanganan dari puskesmas setempat masih terus diusahakan walaupun pemberian bantuan dari puskesmas masih belum diputuskan namun terus diusahakan. Ketika kurir Sedekah Rombongan mengunjungi Muhammad Riyan, kondisinya terlihat tidak baik dengan badan lemas dan kurus tidak seperti kondisi bayi seusianya. Pada Februari 2018, kurir Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan dari para Sedekaholic pada Muhammad Riyan didampingi oleh Bidan Desa setempat, dengan harapan santunan tersebut terealisasi dengan baik untuk dibelikan makanan bayi guna memperbaiki gizi Muhammad Riyan. Semoga dek Riyan bisa segera membaik dan bisa tumbuh kembang selayaknya bayi seumurannya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 23 Februari 2018
Kurir : @vanmadura @ndra_sky Indra

Riyan mengalami gizi buruk


MOH IBROHIM (4, Lumpuh Polio ). Alamat : Dusun Selatan, Desa Bulangan Barat, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Kejadian awal adalah saat Ibu Miska sedang hamil anak ke 3 di usia kehamilan 38 minggu. Saat itu Ibu Miska mengalami kontraksi seperti akan melahirkan. Ibu Miska datang ke Polindes dan hasil pemeriksaan ternyata sudah pembukaan 2 cm, efficement 25%, ketuban utuh, hodge 4, presentasi bokong. Saat itu beliau dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamekasan dan saat dalam perjalanan di rujuk ke rumah sakit, beliau mengalami ketuban pecah. Saat sampai dirumah sakit proses persalinan sudah mengalami pembukaan lengkap. Beliau terus mengalami kontraksi dan kaki yang ternyata keluar terlebih dahulu menyusul bokong si bayi tersebut sesuai dengan diagnosa awal (sungsang) diikuti dengan keluarnya badan bayi. Ketika sampai leher, kepala bayi tidak bisa keluar dan memerlukan tenaga ekstra dari penolong dan kekuatan mengejan ibu. Selang berapa menit setelahnya si bayi lahir secara normal, namun kondisi sang bayi saat itu tidak bisa bernafas spontan, disertai warna kulit yang membiru. Saat itu penanganan dari tim medis sudah maksimal sehingga bayi mulai bernafas. Namun si bayi opname selama 12 hari di RSUD. Suami yang bekerja sebagai petani hanya bekerja saat musiman tiba. Saat ini Adik Ibrohim yang berusia 4 tahun mengalami kelumpuhan (tidak bisa berjalan). Fasilitas kesehatan tidak ada, sehingga beliau urung untuk membawa Moh. Ibrahim untuk berobat. Sehingga faktor inilah yang membuat keluarga Ibu Miska butuh uluran tangan. Sedekah Rombongan memberikan bantuan berupa uang santunan sikat lepas guna menunjang perbaikan gizi serta kebutuhan ananda Moh Ibrohim.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
tanggal : 27 Februari 2018
Kurir : @vanmadura teguh

Ibrohim mengalami kelumpuhan


LUSI LUTFIYANTI (16, TBC Tulang). Alamat : Desa Branta Pesisir, Dusun Mayang, RT 13/07, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Propinsi Jawa Timur. Pertama kali yang dirasakan Adik Lusi yaitu sakit punggung, kemudian diperiksa dan hasil pemerikaaan menyatakan punggungnya bengkok. Sejak saat itu, Adik Lusi sering demam dan pusing dan berlanjut pada tubuh bagian bawahnya mengalami kelumpuhan (tidak bisa berjalan). Keluarga memeriksakan Adik Lusi dan hasil diagnosa dokter, Adik Lusi memiliki penyakit TBC Tulang. Saat ini, Adik Lusi masih mengalami kelumpuhan sudah sekitar satu tahun tidak bisa berjalan, demam dan pusing tidak terasa lagi. Keluarga telah menghabiskan biaya sekitar lima ratus ribu rupiah hasil dari menjual simpanan perhiasan orang tuanya yang ketika itu belum memiliki BPJS/KIS untuk biaya berobat Adik Lusi. Pada saat Kurir Sedekah Rombongan pertama kali mengunjungi Adik Lusi, dia telah dibantu oleh Tim Penanggulangan TBC Nasional dan akan mendapatkan bantuan hingga sembuh. Pada bulan Desember 2017, pihak keluarga menghubungi Sedekah Rombongan Pamekasan dan mengatakan bahwa Adik Lusi membutuhkan kursi roda untuk aktifitasnya. Pada bulan Februari, Sedekah rombongan mewujudkan keinginan Adik Lusi dengan membelikan dan mengantarkan sebuah kursi roda untuknya. Semoga kursi roda ini bisa dimanfaatkan adik Lusi untuk mempermudah aktifitasnya. Terimakasih Sedekaholic yang telah turut membantu pergerakan Sedekah Rombongan membantu mereka yang membutuhkan termasuk adik Lusi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.100.000
Tanggal : 25 Februari 2018
Kurir : @vanmadura, Indra, Munir

Lusi memiliki penyakit TBC Tulang


SITI ROKAYYAH (21, Ibu Hamil KEK (kekurangan energi kalori). Alamat : Dusun Utara, Desa Bulangan Barat, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Ibu Siti panggilan akrabnya tinggal di suatu desa pedalaman yang tergolong pelosok. Ibu Siti diketahui mengalami Gizi Buruk atau istilah medis (KEK ) oleh bidan desa setempat pada saat usia kehamilan 12 minggu. Hal ini diketahui dengan pemeriksaan lingkar lengan (LILA) oleh bidan desa, karena pada umumnya LILA Pada ibu hamil ini minimal 23,5 untuk ukuran ibu hamil yang normal, tapi ibu Siti pada kehamilan 12 minggu berat badannya menurun dan LILA-nya 20. Sayangnya, Ibu Siti masih belum terdata ke pusat untuk mendapatkan program bagi ibu hamil yang kurang gizi ini karena kehamilan Ibu Siti ini adalah kehamilan yang pertama dan masih diproses yang pasti memerlukan waktu yang lama. Riwayat penyakit maag juga juga menjadi faktor yang menyebabkan Ibu Siti sering mual dan merasakan nyeri di hulu hati. Suami Ibu Siti tidak bisa berbuat banyak akan hal ini karena pekerjaannya hanya buruh lepas . Fasilitas Kesehatan yang digunakan tidak punya. Sedekah Rombongan memberikan bantuan berupa uang guna menunjang perbaikan gizi Ibu Siti. Semoga Bu Siti bisa segera normal sehingga perkembangan janin nya tidak terganggu. Terimakasih Sedekaholic yang telat turut membantu, semoga menjadi amal jariyah bagi para Sedekaholic. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Februari 2018
Kurir : @vanmadura teguh

Ibu Siti mengalami Gizi Buruk


HASANAH BINTI MARNOTO (70, Asma ) Alamat : Dusun Lunas, RT 1/1, Desa Branta Paseser, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Propinsi Jawa Timur. Ibu Hasanah adalah wanita lanjut usia yang saat ini hidup bersama anaknya. Anaknya yang meneruskan profesi almarhum bapaknya menjadi seorang nelayan. Ibu Hasanah memiliki riwayat asma sejak usianya masih muda. Hingga saat ini penyakit asma itu sering kambuh saat kondisi cuaca dingin ( hujan ) dan terkena debu. Saat kambuh, beliau sering memeriksakan dan membeli obat ke Puskesmas Tlanakan. Ibu Hasanah saat ini sudah tidak bisa bekerja dan semua kebutuhan dibantu oleh sang anak yang menjadi seorang nelayan. Karena tidak bisa lagi bekerja diusianya yang telah lanjut, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun beliau sering kekurangan. Karena anaknya juga memiliki keluarga yang harus dicukupi kebutuhannya. Beliau tinggal sendiri dirumah sederhanya. Sehingga untuk pergi ke puskesmas, beliau harus menunggu anaknya datang. Fasilitas kesehatan yang digunakan tidak ada. Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan berupa uang untuk membeli obat dan kebutuhan hidup beliau.

Jumlah Bantuan : Ro. 500.000,-
tanggal : 27 Februari 2018
Kurir : @vanmadura Teguh

Ibu Hasanah menderita asma


RUSMI BINTI PUNASER (51, Kanker Payudara ). Alamat: Dusun Utara, Desa Bulangan Barat, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Propinsi Jawa Timur. Pertama kali diketahui terdapat benjolan pada payudara adalah saat Ibu Rusmi mandi dan beliau menyadari ada benjolan kecil di bagian payudara sebelah kiri. Namun saat itu tidak disertai rasa sakit hanya saja beliau resah sehingga Ibu Rusmi memeriksakan dirinya ke salah satu dokter spesialis bedah di Pamekasan. Hasil pemeriksaan tersebut, dokter menyarankan untuk dilakukan operasi. Namun beliau takut karena keterbatasan biaya. Ibu Rusmi menderita benjolan tersebut telah berjalan satu tahun hingga saat ini. Pekerjaan sehari hari ibu dua orang anak ini menjual rujak dan suami sebagai petani yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari saja. Hingga saat ini perasaan Ibu Rusmi masih waswas untuk sampai pemeriksaan lanjut ke Rumah Sakit Umum. Sehingga sampai saat ini Ibu Rusmi hanya mengkonsumsi obat pereda nyeri. Fasilitas kesehatan yang digunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sedekah Rombongan memberikan bantuan berupa uang santunan lepas untuk pembelian obat nyeri.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
tanggal : 27 Februari 2018
Kurir : @vanmadura Teguh Indra

Bu Rusmi menderita kanker payudara


JASIYAH BINTI SAMAWI (29, Ibu Hamil Gizi Buruk (KEK ) ) Alamat: Dusun Bajur, Desa Potoan Daja, Kec Palengaan, Kab. Jawa Timur, Propinsi Jawa Timur. Ibu Jasiyah adalah ibu hamil penderita gizi buruk di saat kehamilan anak pertama. Ibu Jasiyah diketahui mengalami Gizi Buruk atau istilah medis (KEK ) oleh bidan desa setempat pada saat usia kehamilan 6 minggu. Hal ini diketahui dengan pemeriksaan lingkar lengan (LILA) oleh bidan desa karena pada umumnya LILA pada ibu hamil minimal 23,5 cm untuk ukuran ibu hamil yang normal, tapi Ibu Jasiyah pada kehamilan 6 Minggu berat badannya menurun dan LILA nya 22 cm. Sayangnya Ibu Jasiyah masih belum terdata ke pusat untuk mendapatkan program bagi ibu hamil yang kurang gizi ini. Karena kehamilan ibu jasiyah ini adalah kehamilan yang pertama. Suami bu Jasiyah tidak bisa berbuat banyak akan hal ini karena sudah kurang lebih delapan bulan suami Ibu Jasiyah mengalami kebutaan. Ibu Jasiyah pun harus berjuang seorang diri untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Fasilitas Kesehatan yang digunakan tidak ada. Sedekah Rombongan memberi uang santunan sikat lepas berupa uang untuk kebutuhan perbaikan Gizi Ibu Hamil dan pemeriksaan ke dokter spesialis kandungan. Semoga kondisi Bu Jasiyah segera membaik agar kandungannya dapat berkembang sehat dan normal.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
tanggal : 27 Februari 2018
Kurir : @vanmadura Teguh Setiawan P

Ibu Jasiyah adalah ibu hamil penderita gizi buruk


JUSAIRIYAH BINTI BASRUN. (32, Osteosarkoma). Alamat : Desa Pejagan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi JawaTimur. Bu Jusairiyah sejak SD sering mengalami nyilu pada daerah pinggul. Tahun 2012 nyilu tersebut beralih ke daerah paha dan kemudian bengkak. Kurangnya pengetahuan tentang sakitnya ini, akhirnya Bu Jusairiyah mencari pengobatan alternatif, namun bengkak justru semakin besar hingga tahun 2017. Bu Jusairiyah pernah dibawa keluarganya untuk melakukan pemeriksaan sekitar 2 tahun yang lalu ke Puskesmas kemudian di rujuk oleh dr.ainul, S.pOT ke RSUD Bangkalan poli bedah. Bu Jusairiyah terdiagnosis Osteosarkoma (kanker tulang). Keseharian bu Jusairiyah hanya bisa berbaring di kamar karena keterbatasan bergerak akibat benjolan besar yang berada di paha kanannya. Beliau memiliki 2 orang anak sementara suaminya pergi merantau ke Malaysia dan sudah tidak memberi nafkah lahir dan batin selama 8 bulan. Jadi beliau hidup bergantung dengan orang tuanya dengan penghasilan bapak Basrun yaitu bapak kandung ibu Jusairiyah sebagai sopir material sebesar 45.000/hari. Kurir Sedekah Rombongan terketuk hati untuk membantu ujian mereka dengan memberi bantuan awal seperti pengurusan administrasi pembuatan kartu BPJS. Perkembangan bu Jusairiyah saat ini menjalani rawat inap di RSUD dr.Soetomo Surabaya tanggal 22 januari 2018 untuk dilakukan biopsi ke 2 pengambilan sampel penyakit dan harus ditranfusi darah karena HB nya 7. Hasil dari biopsi, tim dokter menyatakan bahwa kaki bu Jusairiyah harus di amputasi. Pihak keluarga masih melakukan diskusi untuk mengambil keputusan. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 1110 untuk keperluan transportasi dan biaya pengobatan. Semoga ibu Jusairiyah di berikan kemudahan dan kelancaran untuk kesembuhan oleh Allah SWT . Aamiin

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Tanggal: 19 Maret 2018
Kurir : @vanmadura Rizka Ainul Pradana Zamroni Nuris Wulan

Bu Jusairiyah terdiagnosis osteosarkoma


JATIMA BINTI DAHLAN (33, Ca Mamae). Alamat : Dusun Jagul, Desa Togubang, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Bermula ketika bulan Februari 2017, Ibu Jatima merasakan adanya benjolan di payudara kanannya, akan tetapi pada saat itu ibu Jatima tidak mau memeriksakan benjolannya dikarenakan benjolannya tersebut masih kecil dan tidak terasa sakit. Setelah dibiarkan beberapa bulan, benjolan di payudara kanannya semakin membesar dan terasa sakit, pada akhirnya Ibu Jatima mau memeriksakan benjolan tersebut dengan melakukan biopsi dan hasilnya Ibu Jatima divonis kanker payudara kanan dan kankernya sudah menjalar ke ketiak, Ibu Jatima memiliki KIS PBI, Ibu Jatima melakukan pemeriksaan bertahap dan Operasi di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan Rabu 23 Agustus 2017, Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan tumor sudah terangkat. Keseharian Ibu Jatima yaitu Ibu Rumah Tangga yang mempunyai 1 anak kelas 4 SD, sementara itu suami beliau bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilannya tidak menentu terkadang menganggur jika tidak ada pekerjaan pembangunan. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, dan bantuan awal pun disalurkan langsung kepada Ibu Jatima dan keluarganya. Setelah melakukan operasi pengangkatan kanker payudara kirinya di RS Bangkalan, bu Jatima melakukan kontrol 2 kali dan melakukan kemoterapi untuk pertama kalinya pada tanggal 7 November 2017 di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Saat ini bu Jatima telah melakukan kemoterapi terakhir yang ke 6 dan konfisi saat ini Alhamdulillah tampak sehat dan stabil. Selanjutnya beliau akan menjalani proses sinar. Santunan sebelumnya pernah diberikan dan masuk dalam rombongan 1110 untuk biaya transportasi dan biaya keperluan selama kemoterapi. Semoga Ibu Jatima diberikan kesembuhan oleh Allah SWT dengan diangkat penyakitnya dan segera kembali beraktivitas. Aamiinn

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 14 Maret 2018
Kurir : @vanmadura Ainul Wulan

Ibu Jatima divonis kanker payudara kanan


MOHDHOR AHMAD (20, Hernia). Alamat : Dusun Batulabang, RW 1/1, Desa Akkor, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Propinsi Jawa Timur. Penyakit yang diderita oleh Mohdor Ahmad dimulai semenjak dia kecil. Kedua orang tua Mohdor mengatakan bahwa anaknya memiliki penyakit hernia saat masih bayi. Ketidakpahaman tentang penyakit hernia inilah yang menyebabkan orang tua Mohdor tidak pernah membawa mohdor ke Rumah Sakit atau ke Puskesmas hingga saat ini . Saat usianya menginjak 20 tahun, penyakit hernia yang berada di sebelah kiri semakin membesar. Anak kedua dari pasangan Ibu Norhayati dan Bapak Ahmadi ini selama mengidap penyakit hernia masih bisa melakukan kegiatan sehari-hari seperti anak normal lainnya, seperti bermain dan bersekolah. Saat ini Modhor kelas 3 Madrasah Aliyah sekaligus mondok di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Pamekasan. Hingga suatu ketika pada saat Modhor mulai kesakitan selama di pondok pesantren, dia di ijinkan pulang oleh pengasuh pondok tersebut sampai kondisi Modhor membaik. Pekerjaan orang tua Modhor sebagai buruh tani serta menjaga hewan ternak orang lain merasa kesulitan biaya serta ada rasa takut untuk membawa Modhor periksa ke Rumah Sakit. Hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab penyakit Modhor memasuki fase yang lebih parah karena tidak mendapatkan penanganan sedari dini hingga merasakan nyeri yang parah. Kurir Sedekah Rombongan membujuk orang tua Modhor untuk segera mendapat penanganan medis yang tepat agar penyakit yang diderita tidak lebih parah. Akan tetapi, ujian kelulusan (UNAS) yang sebentar lagi akan diadakan terpaksa menjadi bahan pertimbangan Mohdor untuk melakukan pengobatan karena takut mengganggu aktifitas belajar serta proses ujian yang akan diadakan sebentar lagi. Fasilitas kesehatan yang digunakan Kartu Indonesia Sehat ( KIS ). Sedekah Rombongan telah memberikan saran untuk berobat medis namun dari pihak keluarga masih belum siap.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 maret 2018
Kurir : @vanmadura Monir Indra Teguh

Modhor memiliki penyakit hernia


ELMA NURHAMIDAH (46, Kanker Rahang). Alamat : Jl. Melati 13A, Kecamatan Bangunsari, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Ibu Elma memiliki satu anak. Sejak tujuh bulan yang lalu ibu Elma Nurhamidah, merasakan nyeri pada rahang bawah sebelah kanan. Setelah diperiksakan ke Rsud dr. Hardjono Ponorogo, diketahui ada pembengkakan pada rahangnya. Kemudian diminta untuk melakukan CT scan 3D. Karena suaminya, bpk. Imam Mustakim bekerja sebagai cleaning service di sebuah rumah makan yang gajinya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan, apalagi istrinya sudah tidak mampu lagi bekerja maka sampai kini ibu Elma Nurhamidah belum melakukan CT scan 3D sebagai pijakan penentuan operasi bedah ke Rsu Auri Madiun. Ketika kurir Sedekah Rombongan datang ke rumahnya, beliau menceritakan tentang kesulitan dan upaya penyembuhan penyakitnya. Belum lagi anak semata wayangnya yang juga menderita sakit gangguan kejiwaan. Bu Elma memiliki fasilitas kesehatan berupa KIS. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Elma sekeluarga. Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat bu Elma. Ungkapan syukur dan gembira sekali disampaikan bu Elma kepada sedekaolic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan sehingga dapat membantu meringankan beban penderitaan yang dialami oleh keluarga Ibu Elma.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Maret 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Bu Elma menderita kanker rahang


MUDJIATI BINTI MARYO MARNI (53, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Bangunsari, Desa Sukosari, RT 4/1, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Bu Mudji biasa dipanggil oleh tetangga demikian, adalah seorang ibu dengan 2 orang anak. Bu mudji telah berpisah dengan suaminya 22 tahun yang lalu. Untuk kebutuhan sehari – hari, bu Mudji bekerja sebagai buruh cuci di sebuah keluarga di daerah Caruban kabupaten Madiun. Bu Mudji menderita sakit sejak 2011 dan operasi pada tahun 2013 di RS Aisiyah Ponorogo dan menjalani Kemo 3 kali di RS Aisyah Ponorogo. Bu Mudji menggunakan Jamkesmas, awal 2014 Jamkesmas berganti KIS akhirnya di rujuk ke Rsup. dr Soetomo Surabaya. Untuk saat ini beliau kesulitan biaya untuk ongkos ke Surabaya dan biaya kos selama menjalani pengobatan di sana. Bu Mudji memiliki keinginan sembuh yang tinggi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Mudji. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Mudji. Bantuan kelimapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada rombongan 1083, 1094, 1107, dan 1116. Beliau dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan yang telah membantu untuk berikhtiar menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Maret 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Bu Mudjiati menderita kanker payudara


SALAMUN BIN SHOLIKAN (60, Leukemia). Alamat : Desa Sidorejo, RT 6/3, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Salamun, adalah seorang bapak yang semenjak bulan Januari sudah mulai merasakan sakit. Pada bulan Puasa Ramadhan tahun kemarin, masih bisa untuk kerja di sawah. Juga sudah pernah diperiksakan. Sampai habis lebaran, suatu hari terasa seperti masuk angin. Dan perut lama kelamaan semakin membesar dan keras. Hasil periksanya, didiagnosa kebanyakan darah putih. Setelah diberi obat maka terasa sudah sembuh. Namun kambuh lagi 3 bulan terakhir. Pak Salamun dan istrinya, walau dengan perjuangan yang cukup besar, istrinya tetap berusaha rutin untuk kontrol. Untuk setiap kontrol ke Rumah Sakit, istri pak Salamun harus menyiapkan biaya untuk menyewa mobil, bensin, dan sopirnya. Biasanya sekali berobat harus menyiapkan uang sampai 400 ribu rupiah. Walau memiliki BPJS kelas 3, namun istri pak Salamun sangat keberatan dan kerepotan untuk membiayai suaminya. Sebenarnya istri pak Salamun memiliki warung di rumahnya. Namun sekarang sering tutup karena merawat suaminya agar bisa sembuh lagi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga pak Salamun. Bantuan ketujuhpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat pak Salamun, yang sebelumnya telah menerima santunan dan masuk pada rombongan 1018, 1079, 1083, 1094, 1107 dan 1116. Pak Salamun merasakan banyak sekali perubahan setelah melakukan kontrol rutin. Dan sedikit demi sedikit mulai beraktifitas. Ucapan syukur dan terimakasih tidak lupa disampaikan kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui SedekahRombongan kepada pak Salamun.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Maret 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Pak Salamun menderita leukimia

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SUPINAH BINTI TIRTOREJO 1,000,000
2 KARNI BINTI TOKROMO 1,000,000
3 MAIMIN BIN SARKUN 1,000,000
4 PONDOK PESANTREN AL- MUBAROK 1,000,000
5 SHOLIKUN BIN ARIS 1,000,000
6 SRIANITA BINTI SUKIMIN 1,500,000
7 RUMINI BINTI SUROTO 1,000,000
8 OSSY MARDHIANTI 500,000
9 SUMADI BIN HARTO PAWIRO 500,000
10 NABBITA ANUGERAH MUKTI 500,000
11 ARTI BINTI RASIMIN 500,000
12 SUMARNO BIN RADI KRAMA 1,000,000
13 ABI ARDIANSYAH SAPUTRA BIN SATIRUN 500,000
14 DARYANTO BIN DAN SURADI 1,000,000
15 MUSAKINGAH BINTI SANWIRYA 1,000,000
16 RUSMANTO BIN KUSMENI 1,000,000
17 KASMIARTO BIN MURYANI 1,000,000
18 SANTOSO BIN KHOIRIL HUDA 1,000,000
19 SAWITANA TUBI 1,000,000
20 NAPSUDI BIN KARSIDI 1,000,000
21 SUWITO NASIR 500,000
22 MAKIYAH BINTI WAJIYAN 1,000,000
23 RISKA BAROROH 1,000,000
24 MUHAMAD MUHAERI TUGIRAN 1,000,000
25 VINA AFIDATUS SHOFA 500,000
26 SINAH BINTI MUSTARI 1,000,000
27 RIZKI ABDULLAH 1,000,000
28 SUEB BIN ASIM 1,000,000
29 SARTINAH BINTI MURJAWI TANA 500,000
30 RETNO BINTI HUDARIS 1,000,000
31 SARAH BINTI MISDAR 1,000,000
32 ROBINGAH BINTI MARTO 1,000,000
33 BAYU SETIAJI 1,000,000
34 ALIYA ROHMAH BINTI FADLI 500,000
35 VINA AFIDATUS SHOFA 750,000
36 PANTI AN-NIDHOMIYAH 1,500,000
37 MOH. RIZAL FAUZI 2,600,000
38 MUHAMMAD RIYAN 1,500,000
39 MOH IBROHIM 500,000
40 LUSI LUTFIYANTI 1,100,000
41 SITI ROKAYYAH 500,000
42 HASANAH BINTI MARNOTO 500,000
43 RUSMI BINTI PUNASER 500,000
44 JASIYAH BINTI SAMAWI 500,000
45 JUSAIRIYAH BINTI BASRUN 500,000
46 JATIMA BINTI DAHLAN 500,000
47 MOHDHOR AHMAD 500,000
48 ELMA NURHAMIDAH 500,000
49 MUDJIATI BINTI MARYO MARNI 500,000
50 SALAMUN BIN SHOLIKAN 500,000
Total 42,950,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 42,950,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1124 ROMBONGAN

Rp. 60,579,392,557,-