MTSR JOGJA (AB 1617 FN, Operasional Bulan Februari 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses pendampingan pasien dhuafa. Kegiatannya antara lain survei target pasien, penyampaian santunan, dan pendampingan dari rumah ke rumah sakit/rumah singgah atau sebaliknya. Selain itu, MTSR juga sering digunakan untuk menyampaikan amanah dari sedekaholics untuk pondok/panti asuhan dan tempat ibadah. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 1617 FN inilah MTSR yang disebut mobil penumpang. Meski disebut mobil penumpang, wilayah operasional MTSR ini pun sama dengan yang lain, yaitu mengcover wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, selalu dilakukan perawatan rutin bagi masing-masing MTSR. Bantuan ini digunakan untuk biaya servis rutin dan pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Januari 2018 hingga akhir bulan Januari 2018. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya terdapat pada rombongan 1114. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.708.600,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Februari 2018


MTSR JOGJA (AB 1583 VT, Operasional Bulan Februari 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR yang semula bernomor polisi AB 1185 JC ini telah resmi balik nama pemilik atas nama Sedekah Rombongan. MTSR ini juga digunakan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvei calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka atau ke pemakaman. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap atau ambulan yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Masyarakat yang membutuhkan ambulans transport ini bisa menghubungi nomor hotline 081906800900. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans transport Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta utamanya wilayah Kabupaten Gunungkidul. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya servis rutin dan pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Januari 2018 hingga akhir bulan Januari 2018. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 1114.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.353.600,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Februari 2018


MTSR JOGJA (AB 1473 RT, Operasional Bulan Februari 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) atau biasa dikenal dengan ambulans transport ini difungsikan sebagai kendaraan operasional yang mensupport pengabdian Sedekah Rombongan kepada dhuafa pada khususnya dan masyarakat umum. Saat ini, Sedekah Rombongan wilayah Jogja memiliki lima unit mobil tanggap, yakni empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Kendaraan ini juga biasa digunakan untuk mendukung kurir Sedekah Rombongan saat survei pasien, proses santunan dan pendampingan pasien, juga menjemput dan mengantar pasien dari rumah ke rumah sakit atau sebaliknya, dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Selain itu, MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline MTSR 081906800900. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya servis rutin, penggantian kaca film, dan pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Januari 2018 hingga akhir bulan Januari 2018. Pelaporan MTSR Jogja sebelumnya dilaporkan di Rombongan 1114. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.554.600-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Februari 2018


MTSR JOGJA (AB 9043 WK, Operasional Bulan Februari 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR diperuntukkan utamanya untuk pasien dhuafa, sebagai fasilitas pendukung proses menjemput kesembuhan. Selain untuk pasien dampingan Sedekah Rombongan, masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Sedekah Rombongan Jogja memiliki lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. Tiga diantaranya dioperasionalkan di area Yogyakarta, dan dua ambulans difokuskan untuk mengcover wilayah Kabupaten Gunungkidul. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta dan sekitarnya. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvei calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya servis lightbar dan biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Januari 2018 hingga akhir bulan Januari 2018. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 1114. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics Sedekah Rombongan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.053.600,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Februari 2018


ELPA KURNIAWATI (40, Kanker Rahim). Alamat : Jalan Utama Rumbai, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Pada bulan November 2015, Bu Elpa mengalami pendarahan dan memeriksakan dirinya ke RS Zainab. Dokter melakukan USG namun tidak disarankan tindakan lanjutan dan tidak diberikan obat apapun. Kondisi perdarahan tersebut kembali berulang pada bulan Februari 2017, sehingga Bu Elpa kembali mengecek kondisi kesehatannya di RS Islam Ibnu Sina dan setelah dilakukan pemeriksaan intensif ia dinyatakan positif menderita kanker rahim. Kemudian ia dirujuk berobat ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dan dirawat inap selama 15 hari. Setelah dilakukan biopsi, akhirnya ia diperbolehkan untuk beristirahat di rumah. Namun ternyata keesokan harinya Bu Elpa mengalami pendarahan lagi sehingga ia kembali dirawat inap di RSUD. Hingga kini, Bu Elpa sudah menjalani pengobatan kemoterapi 6 kali dan sinar 27 kali. Dokter di RSUD menyarankan ia melanjutkan pengobatan ke RSCM Jakarta untuk melakukan radioterapi lanjutan. Bu Elpa adalah istri dari Pak Mursal (55) yang bekerja sebagai karyawan di PT RGM. Meskipun keluarga telah ditanggung BPJS kelas 2 dari kantor Pak Mursal, namun kondisi ekonomi yang masih terbatas membuat Bu Elpa belum bisa melakukan pengobatan lanjutan ke RSCM Jakarta. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Elpa, dan bantuan dari sedekaholics pun disampaikan kepada keluarga untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi Bu Elpa selama berobat di Jakarta. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga dan Bu Elpa segera diberi kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 29 Januari 2018
Kurir : @nhpita Murda @ristyyyani @rizkyqurniazary

Bu Elpa menderita kanker rahim


ALBERT AMDA (48, Rematik). Alamat : Jl. Air Hitam, Kelurahan Bina Widya, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Sekitar 5 bulan yang lalu, saat Pak Albert pergi mencari barang bekas & ketika sedang membawa barang bekas, ia merasakan sakit di bagian kaki dan menyebabkan rasa nyeri yang luar biasa. Karena keterbatasan biaya dan ketiadaan jaminan kesehatan apapun, selama kurang lebih selama sebulan Pak Albert tidak pernah memeriksakan nyeri pada kakinya. Ia tidak lagi memiliki tanda pengenal karena rusak saat rumahnya kebocoran. Rumah yang ia tinggali saat ini hanya menumpang di lahan milik pemerintah dan terbuat dari triplek. Untuk penggunaan dan MCK, ia menumpang dari tetangga dan dikenakan pembayaran sebesar Rp. 50.000,-. Karena tidak tahan dengan rasa sakit pada kakinya, akhirnya ia berinisiatif meminta rekomendasi dari Lurah Bina Widya agar bisa berobat. Akhirnya pihak kelurahan Bina Widya mengeluarkan surat keterangan domisili dan SKTM untuk berobat di puskesmas. Pak Albert pun kemudian berobat ke puskesmas dan dokter mendiagnosa jika Pak Albert menderita rematik. Untuk mengurangi nyeri, dokter memberi obat untuk dikonsumsi dan beliau diminta kontrol setiap minggu. Setelah beberapa kali kontrol, kondisinya tidak juga membaik sehingga dokter pun menyarankan Pak Albert berobat ke RSUD Pekanbaru. Untuk berobat ke RSUD, Pak Albert juga disarankan mengurus Jamkesda agar memudahkannya ketika berobat. Terkendala masalah biaya, mengingat pekerjaan Pak Albert hanya mencari barang bekas dan juga tanda pengenal yang tidak lengkap beliau urung mengurus jamkesda. Saat ini kondisi Pak Albert sudah sulit berjalan karena nyeri yang dirasakannya. Pak Albert tidak terdaftar sebagai peserta jaminan kesehatan apapun dan membutuhkan biaya untuk pengurusan administrasi kependudukan dan jaminan kesehatan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Albert dan santunan pun disampaikan untuk membantu biaya pengurusan kependudukan dan pengobatan. Semoga Pak Albert dapat segera sembuh dan kembali beraktivitas seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 26 Januari 2018
Kurir : @nhpita Murda @hermanwaesyah @riridarjuno @rilloyudha

Pak Albert menderita reumatik


AFIF KHOLAF RAUF (1, Gangguan Leukosit). Alamat : Jalan H. M. Nur/Abadi No. 6, RT 6/5, Kelurahan Limbung, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Saat masih dalam kandungan, Bayi Afif dalam keadaan sehat dan tidak mengalami masalah apapun. Akan tetapi saat hari lahirnya telah tiba, Bayi Afif belum juga keluar hingga air ketuban ibunya sudah menjadi hijau. Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, dokter menyarankan agar proses persalinan dilakukan secara caesar. Dan akhirnya alhamdulillah Bayi Afif lahir di RS Bina Kasih dalam kondisi sehat dan normal. Setelah 3 hari berada di RS, Bayi Afif dinyatakan boleh dibawa pulang. Sebelum pulang, dokter melakukan pemeriksaan terakhir untuk mengecek keadaannya. Ternyata setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mengatakan Bayi Afif menguning dan demam sehingga perlu dilakukan perawatan lebih lanjut. Bayi Afif akhirnya harus terlebih dahulu menjalani penyinaran agar kadar bilirubinnya normal. Namun karena di RS tersebut tidak tersedia alatnya, dokter menyarankan agar ia dirujuk ke RS lain. Orang tua sempat membawanya ke RSUD Arifin Achmad tetapi kamarnya sedang penuh sehingga ia langsung dibawa ke RSIA Eria Bunda. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, dokter menduga bahwa Bayi Afif terkena bakteri ketika masih berada di dalam kandungan sehingga saat ia lahir kadar leukositnya juga meningkat. Bayi Afif juga sempat kejang dan demam. Kondisinya sempat dalam pengawasan observasi selama beberapa hari untuk memastikan kadar bilirubinnya beranjak normal sebelum ia diperbolehkan pulang ke rumah. Bayi Afif adalah anak pertama dari pasangan Pak Abdul Rauf (26) yang bekerja sebagai guru honorer di sekolah swasta dan Bu Arrabiyah Awaliyah (25) seorang ibu rumah tangga. Jaminan kesehatan Bayi Afif sedang dilakukan pengurusan sehingga ia masih terdaftar sebagai pasien umum dan terkendala dengan biaya akomodasi selama dirawat di rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bayi Afif, dan santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama ia dirawat di RS. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Januari 2018
Kurir : @nhpita Murda @rizkyqurniazary

Alif menderita gangguan leukosit


SITI RAMLAH (47, Stroke). Alamat : Jl Dahlia, Desa Pinggir, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Suatu hari Ibu Ramlah jatuh di kamar mandi hingga mengakibatkan ia tidak bisa menggerakkan badannya sama sekali. Tetangga di sekitar rumahnya membawa Ibu Ramlah RSUD Mandau di Duri. Dokter di RSUD mendiagnosanya dengan penyakit stroke sehubungan dengan riwayat penyakit hipertensi yang telah lama ia derita. Hingga kini, ia masih belum dapat berjalan dan hanya bisa berbaring saja. Ibu Ramlah belum memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga saat kurir Sedekah Rombongan menemuinya di RSUD tempat ia dirawat, ia terdaftar sebagai pasien umum kelas 3. Ibu Ramlah tinggal bersama suaminya, Pak Risnan bin Rijo (57), yang tidak memiliki pekerjaan sehingga keluarga mengalami kesulitan untuk membayar tagihan biaya perawatan Ibu Ramlah di RSUD. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Ramlah dan amanah sedekaholics pun diberikan kepada keluarga untuk membantu pembayaran RS Ibu Ramlah. Semoga bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga dan Ibu Ramlah segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.887.851,-
Tanggal : 22 Januari 2018
Kurir : @nhpita Supriadi Putri

Bu Siti menderita penyakit stroke


IMAM KAYADI (11, Patah Tangan Kiri). Alamat : Desa Jumrah, RT 10/5, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Suatu sore saat Imam bermain bersama kawan-kawannya, ia terpeleset ketika sedang memanjat pohon manggis sehingga tangannya tidak bisa digerakkan sama sekali. Saat itu juga orang tuanya membawa ke puskesmas terdekat namun pihak puskesmas tidak sanggup menangani kondisi Imam sehingga ia dirujuk ke RSUD Bagansiapi-api. Namun dokter di RSUD Bagansiapi-api sedang berhalangan hadir sehingga ia dirujuk lanjutan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Imamlangsung dibawa ke bagian Radiologi untuk rontgen dan dokter mendiagnosanya mengalami patah tulang di tangan kiri dan tangan kanan mengalami retak. Saat kurir Sedekah Rombongan menjumpai Imam dan keluarganya di RS, kondisi Imam masih belum bisa bergerak aktif karena ia baru saja selesai dioperasi. Selama dirawat di RSUD, Imam terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Ayah Imam, Aswan (36), bekerja sebagai buruh tani sawit di perkebunan orang, sedangkan ibunya, Mella (28) adalah seorang ibu rumah tangga. Untuk biaya makan sehari-hari di RSUD keluarga mendapatkan bantuan dari keluarga mereka. Keluarga mengalami kesulitan untuk membayar biaya RS Imam selama ia dirawat karena penghasilan ayah Imam hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga ini sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga ini dan menyampaikan bantuan untuk pembayaran RS Imam di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga kondisi Imam semakin membaik dan ia dapat beraktivitas seperti sediakala. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1110.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Januari 2018
Kurir : @nhpita Murda @rusdiyantik @hermanwaesyah

Imam mengalami patah tulang di tangan kiri dan tangan kanan mengalami retak


ARIFIN AHMAD (1, Usus di Luar Perut). Alamat : Kampung Damai HTI, Desa Suka Ramai, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Bayi Arifin lahir pada tanggal 20 Februari 2017 di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan kondisi usus yang berada di luar perut. Arifin adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara dari pasangan Rusdian Saputra (34) yang bekerja sebagai buruh pemanen sawit dengan penghasilan yang tidak menentu dan Suprapti (33) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Dengan kondisinya yang memprihatinkan, Arifin harus menjalani beberapa kali operasi ke depannya agar kondisi ususnya bisa normal kembali. Saat ini ia masih dirawat di ruang Neonatus RSUD Arifin Achmad Pekanbaru setelah menjalani operasi keduanya. Operasi pertama telah dilakukan tidak lama setelah ia lahir dengan status pasien umum karena saat itu keluarga belum memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga keluarga menunggak biaya RS untuk biaya kelahiran dan biaya operasi Arifin. Alhamdulillah saat ini keluarga telah memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI sehingga biaya pengobatan Arifin telah ditanggung pemerintah. Namun keluarga tetap terkendala dengan biaya akomodasi sehari-hari selama mereka menunggu Arifinyang masih dirawat di RSUD. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Arifin dan dapat menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarga di RS serta membayarkan cicilan biaya RS selama Arifin dirawat dengan status pasien umum. Semoga bantuan Sedekah Rombongan yang diberikan dapat meringankan keluarga dan Arifin segera diberikan kesembuhan sempurna dari penyakitnya. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1110.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Januari 2018
Kurir : @nhpita Otri @hermanwaesyah

Arifin terlahir dengan kondisi usus yang berada di luar perut


KHAIRUL ASBIH (1, Gagal Hati). Alamat: Dusun IV Suka Maju, RT 2/2, Kelurahan Kapau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Saat baru lahir bayi Asbih sudah terlihat menguning, akan tetapi keluarga menduga hal itu masih normal dan bukan merupakan gejala penyakit. Namun pada umur 3 hari, kulit bayi Asbih semakin menguning dan lama kelamaan perutnya juga ikut membesar. Kemudian keluarga membawa Asbih ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil diagnosa dokter menunjukkan Asbih mengidap penyakit gagal hati dan satu-satunya harapan agar ia dapat bertahan hidup adalah tindakan transplantasi hati. Selama melakukan pengobatan, Asbih terkendala dengan biaya pengobatan selama dirawat inap karena ia terdaftar sebagai pasien umum yang tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Asbih adalah anak dari pasangan Winarto (29) yang bekerja sebagai petani dan Eka Agustina (25) yang merupakan seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Asbih dan bantuan awal telah disampaikan untuk membayar cicilan pertama tagihan biaya di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru pada tanggal 21 April 2017. Namun ternyata takdir Allah berkata lain, pada tanggal 23 April 2017 Asbih berpulang ke Rahmatullah saat masih dirawat di RSUD. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini. Aamiin. Hingga kini, Sedekah Rombongan masih membantu pembayaran cicilan biaya perawatan almarhum Asbih di RSUD AA hingga lunas nanti. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1110.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 26 Januari 2018
Kurir : @nhpita @asynulzumarti Lita

Asbih mengidap penyakit gagal hati


SUMANTRI BIN SAHRO (12, Epilepsi). Alamat : Bukit Lembah Subur, RT 14/03, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sumantri tumbuh layaknya anak laki-laki normal seperti teman sebayanya. Meskipun demikian, penyakit epilepsi yang dideritanya sejak usia 4 tahun terkadang membuatnya tidak bisa terlalu banyak beraktivitas. Jika kelelahan ia bisa mengalami kejang-kejang hingga keluar busa dari mulutnya. Sumantri pernah dirawat di RSUD Evarina selama 2 hari dan dokter mendiagnosanya dengan penyakit radang otak karena epilepsinya yang sudah kronis. Ia masih harus berobat rutin agar penyakitnya bisa terpantau dengan baik namun karena terkendala biaya, pengobatannya tidak dilanjutkan. Hingga suatu saat, ia kembali mengalami kejang-kejang dan dokter menganjurkan agar ia dibawa ke RS Santa Maria dan menjalani CT Scan. Dokter menyarankan agar Adi rutin kontrol berobat selama 1 bulan sekali selama 3 bulan untuk melihat perkembangan pernyakitnya. Namun akhirnya keluarga terpaksa tidak melanjutkan pengobatan karena terkendala faktor biaya. Meskipun pengobatan Sumantri sudah ditanggung KIS, namun keluarga tidak memiliki dana untuk transportasi dan akomodasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Sumantri dan bantuan dari sedekaholics pun disampaikan kepada keluarga. Semoga Sumantri segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1091.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Januari 2018
Kurir : @nhpita Siswanto Dwi @rini_syafrin

Sumantri penyakit radang otak karena epilepsinya yang sudah kronis


RSSR RIAU (Operasional Pasien RSSR Januari 2018). Rumah singgah pasien Sedekah Rombongan Riau beralamat Jalan Kutilang Sakti, Perum Griya Kutilang Asri, Blok A 4, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Lokasi rumah para pasien dhuafa dampingan yang jauh dari rumah singgah dan proses pengobatan pasien yang harus rutin bolak-balik ke rumah sakit sangat terbantu dengan adanya Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Riau di Pekanbaru. Di RSSR para pasien dapat tinggal sementara selama mereka masih dalam ikhtiar pengobatannya. Alhamdulillah dengan bantuan dari sedekaholics, kebutuhan sembako dan makan pasien selama tinggal di RSSR dapat terpenuhi dengan baik. Semoga titipan amanah para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan berkah berlimpah tercurah selalu kepada seluruh sedekaholics. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1110.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.190.000,-
Tanggal : 23 Maret 2018
Kurir : @nhpita Murda @hermanwaesyah dan seluruh kurir SR Riau

Biaya operasional Pasien RSSR Januari 2018


MTSR RIAU (BM 1509 SR, Biaya Operasional Januari 2018). Sejak April 2016, alhamdulillah Sedekah Rombongan Riau dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan membantu dhuafa yang sakit dan tidak mampu ke rumah sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Riau. Hingga kini, keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR Riau maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Selama bulan Januari 2018 telah dikeluarkan kebutuhan biaya operasional MTSR Riau yang digunakan untuk membeli BBM premium, membayar biaya transportasi pasien saat MTSR sedang menjemput pasien lain, menjemput pasien di luar kota Pekanbaru dan membayar biaya servis rutin MTSR. Insyaa Allah, hingga ke depannya MTSR Riau akan semakin dirasakan manfaatnya oleh pasien dhuafa khususnya di wilayah Pekanbaru serta kota lainnya di Provinsi Riau, aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1110.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.648.700,-
Tanggal : 23 Maret 2018
Kurir : @nhpita Murda @sulistyaone dan seluruh kurir Riau

Biaya operasional Januari 2018


RSSR RIAU (Operasional RSSR Januari 2018). Alamat : Jalan Kutilang Sakti, Perum Griya Kutilang Asri, Blok A 4, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Sejak Februari 2016 lalu, Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Riau menjadi tempat bernaung pasien rujukan dari luar kota Pekanbaru yang membutuhkan tempat tinggal selama mereka berobat jalan di Pekanbaru. Mereka adalah pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan Riau yang berdomisili di berbagai kabupaten yang ada di penjuru Riau, antara lain : Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Kuansing dan Dumai. Alhamdulillah RSSR Riau dapat memudahkan pendampingan pasien dhuafa yang sedang ikhtiar berobat di rumah sakit rujukan utama di Riau yakni RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Selama bulan Januari 2018 telah dikeluarkan kebutuhan operasional RSSR yang digunakan untuk biaya operasional sehari-hari diantaranya untuk pembayaran listrik, biaya kebersihan, biaya keamanan dan biaya operasional lainnya. Semoga para pasien yang sedang berjuang untuk kesembuhan diberi kelancaran dalam pengobatannya, aamiin. Bantuan untuk operasional RSSR Riau sebelumnya masuk dalam Rombongan 1110.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.122.000,-
Tanggal : 23 Maret 2018
Kurir : @nhpita Murda @hermanwaesyah dan seluruh kurir Riau

Biaya operasional Januari 2018


SITI MUKAROMAH (53, Mioma). Alamat : Dusun Palmasari, Desa Pematang Tinggi, RT 4/2, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sekitar awal bulan September 2017, Bu Siti merasakan sakit di bagian perutnya hingga terasa mengeras. Namun beliau menganggap sakit pada perutnya hanya sakit datang bulan biasa hingga mengabaikan rasa sakitnya tersebut. Namun hingga seminggu sakit perutnya tidak kunjung sembuh, dan akhirnya beliau memeriksakan diri ke bidan desa. Bidan mendiagnosa sakit perut yang dirasakan Bu Siti karena beliau sudah memasuki masa menopause. Tetapi rasa sakit yang dirasakannya malah semakin parah hingga akhirnya mengeluarkan darah. Kondisi perekonomian keluarga yang terbatas membuat Bu Siti hanya mengandalkan pengobatan dari bidan desa dan obat-obatan alternatif. Setelah dua bulan berjalan, beliau merasakan nyeri dengan kondisi pendarahan terus menerus hingga kondisi kesehatannya terus menurun. Keluarga segera membawa beliau ke Puskesmas Kecamatan namun pihak Puskesmas pun sudah tidak sanggup lagi menangani sehingga dianjurkan untuk dibawa ke RSUD Selasih di Pangkalan Kerinci. Keluarga Bu Siti belum memiliki jaminan kesehatan apapun karena identitas KTP dan KK pun masih terdaftar sebagai warga Kediri. Kondisi tersebut membuat pihak keluarga urung membawa Bu Siti berobat ke RSUD karena ketiadaan biaya untuk berobat sebagai pasien umum. Melihat kondisi beliau yang terus memburuk, para tetangga berinisiatif untuk membawanya ke RS Medicare Sorek untuk dirawat inap. Dokter kemudian mendiagnosa Bu Siti menderita mioma dan beliau menjalani transfusi darah sebanyak 6 kantong. Setelah dirawat selama 2 hari, Bu Siti dibawa pulang paksa oleh pihak keluarga karena faktor ketiadaan biaya. Biaya yang dikeluarkan selama beliau dirawat di RS merupakan uang pinjaman dari para tetangganya. Hingga kini kondisi beliau masih mengalami perdarahan terus menerus disertai dengan nyeri pada perutnya. Bu Siti adalah istri dari Pak Supiyono (53) yang bekerja sebagai buruh kebun kelapa sawit. Keluarga masih belum mempunyai jaminan kesehatan dan saat ini masih dalam proses pengurusan surat pindah domisili dari Kediri, Jawa Timur ke Pelalawan, Riau. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Siti, dan santunan disampaikan untuk membantu biaya pengurusan Jamkesda serta biaya akomodasi dan transportasi pengobatan. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga dan Bu Siti segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1. 000.000,-
Tanggal : 27 Januari 2018
Kurir : @nhpita Kholiq @rizkyqurniazary

Bu Siti menderita mioma


PESOK BINTI PANGKO (63, Tumor di Pinggang). Alamat : Rantau Langsat, RT 06/02, Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Sekitar 4 tahun yang lalu saat Nek Pesok sedang berladang, tiba-tiba beliau terkena gigitan kutu babi di bagian pinggangnya hingga menimbulkan bengkak sebesar jari jempol manusia. Awalnya keluarga menyangka bengkak tersebut hanya sebatas gigitan serangga saja, namun anehnya bengkak itu tidak juga kunjung hilang. Akhirnya keluarga membawa beliau berobat alternatif, namun tetap saja hingga 3 bulan kemudian bengkaknya tidak sembuh. Akhirnya pada tahun 2017 keluarga membawa Nek Pesok berobat ke RSUD Batang Rebah Rengat dan setelah diperiksa dokter menyatakan bahwa bengkak yang diderita beliau sudah menjadi tumor. Dokter menyarankan Nek Pesok agar dirujuk ke RSUD Pekanbaru agar mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Saat ini kondisi beliau sudah tidak bisa melihat dan tumor di bagian pinggangnya sudah mengganggu aktivitasnya sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nek Pesok dan amanah dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya akomodasi beliau selama berobat di Pekanbaru Semoga bantuan ini bermanfaat dan kondisi Nek Pesok semakin membaik. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Januari 2018
Kurir : @nhpita @rini_syafrin @hermanwaesyah @ririn

Pak pesok menderita tumor di pinggang


RINI EKA PUTRI (20, Dhuafa). Alamat : Jalan Unggas Ujung, Perumahan Bumi Simpang Tiga Blok G1 No. 14, RT 2/1, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Rini merupakan mahasiswa di salah satu Universitas di Riau dan sudah terdaftar dalam program Uang Kuliah Tunggal atau bisa disebut UKT. Namun sayangnya keputusan kampus untuk UKT Rini cukup tinggi dan tidak sesuai dengan kemampuan keluarga. Jumlah UKT sebesar Rp. 2.150.000,- sebelumnya sudah disepakati akan dijamin oleh pihak kerabat dari keluarga Rini namun ternyata tidak terlaksana. Dengan kondisi ayah Rini yang tidak memiliki pekerjaan tetap sejak 2015 dan ibunya yang telah meninggal dunia, perekonomian keluarga sungguh sulit. Penghasilan sehari-hari keluarga hanya dapat mengandalkan pendapatan dari kedai kecil di rumah, yang per harinya memperoleh 30 ribu – 50 ribu bahkan kadang tidak ada sama sekali bila tidak ada barang yang terjual. Ayah Rini, Refri Candra Syam (49), sehari-harinya kadang bekerja serabutan bila ada tetangga yang memerlukan bantuannya. Kadang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Pak Refri terpaksa harus meminjam uang kepada teman-temannya karena sulitnya memperoleh penghasilan. Lembaga mahasiswa di kampus sudah berupaya membuat program penurunan atau revisi UKT kepada mahasiswa yang tidak sesuai datanya dalam hal golongan kemampuan keluarga. Namun, hingga kini usaha tersebut belum berhasil karena nama Rini tidak masuk dalam daftar nama mahasiswa yang mendapatkan penurunan revisi UKT. Rini dan ayahnya sudah berusaha mencari pinjaman untuk membayar UKT namun tidak membuahkan hasil. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Rini dan amanah sedekaholics disampaikan kepada Rini untuk pembayaran UKT. Semoga Rini tetap semangat menuntut ilmu dan dapat menggapai cita-citanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.150.000,-
Tanggal : 29 Januari 2017
Kurir : @nhphita Murda @robyparm Kurkur @ranitw1

Beasiswa kuliah


AHMAD BIN ASRIL (1, Athresia Ani). Alamat : Dusun 2, RT 13/06, Desa Makteduh, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Provinsi Riau. Ahmad lahir pada tanggal 12 Juni 2017 di rumahnya dengan bantuan bidan desa. Saat itulah keluarga baru mengetahui Ahmad mempunyai kelainan pada anggota tubuhnya yaitu tidak memiliki anus. Keluarga membawanya ke puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan kemudian Ahmad dirujuk oleh dokter puskesmas ke RSUD Selasih Pangkalan Kerinci. Namun di RSUD Selasih dokter menyarankan agar ia dirujuk lagi ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. PIhak dokter di RSUD Pekanbaru kemudian melakukan tindakan kolostomi pada dinding perut bagian kiri sebagai saluran pembuangan BAB sementara. Alhamdulillah setelah dirawat selama 1 minggu, Ahmad diperbolehkan pulang. Ia harus menjalani operasi definitif PSA setelah 12 kali kontrol, agar definisi otot-otot daerah analnya lebih teridentifikasi. Namun operasi yang sudah dijadwalkan pada tanggal 6 Februari 2017 batal dilakukan karena dari hasil rontgen ditemukan adanya cairan dalam paru-paru Ahmad sehingga harus dilakukan penyedotan cairan secepatnya. Alhamdulillah kini cairan di paru-parunya mulai berkurang dan dokter menyatakan ia bisa melakukan pengobatan rawat jalan. Saat ini kondisi Ahmad masih sering mengalami demam, berat badannya menurun, sering flu dan kadang mengalami kejang-kejang. Ia masih harus menjalani kontrol dua kali dalam seminggu di RSUD Pekanbaru hingga kondisinya memenuhi syarat untuk dilakukan operasi lanjutan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ahmad dan menjadikannya sebagai pasien dampingan SR Riau. Santunan awal disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi selama ia menjalani pengobatan. Semoga bantuan tersebut bermanfaat bagi keluarga dan Ahmad segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Januari 2018
Kurir : @nhpita Siswanto @rini_syafrin

Ahmad menderita athresia ani


ANDRIAN BINTI AFRIANDI (47, Pembengkakan Dinding Rahim). Alamat : Jalan Bukit Raya, Blok C No 36, RT 02/14, Kecamatan Tenayan Raya, Kelurahan Kulim, Provinsi Riau. Pada tahun 2017 Bu Ani merasakan nyeri pada perutnya namun awalnya ia mengabaikan saja karena dianggap sakit perut biasa. Namun rasa sakitnya semakin menjadi seiring dengan waktu, hingga akhirnya ia memutuskan berobat ke puskesmas dan mengonsumsi obat dari dokter puskesmas untuk mengurangi rasa sakitnya tersebut. Tetapi ternyata obat yang dikonsumsinya tidak membuat kondisinya membaik dan ia mulai mengalami perdarahan terus menerus hingga lebaran. Bu Ani kembali berobat ke puskesmas dan ia dirujuk ke RS Petala Bumi dan didiagnosa mengalami pembengkakan pada dinding rahimnya. Namun ia tidak dapat melanjutkan pengobatannya di RS karena masih memiliki tunggakan BPJS yang belum dibayar dan hanya mengonsumsi obat dari puskesmas saja. Kondisinya saat ini masih sering mengalami perdarahan dan sudah banyak berbaring karena perutnya membesar dan terasa nyeri kalau ia bergerak. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Ani dan amanah sedekaholics disampaikan kepada keluarga untuk membantu pembayaran tunggakan BPJS agar ia bisa kembali berobat di RS. Semoga kondisi Bu Ani segera membaik dan ia sembuh dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Januari 2018
Kurir : @nhpita Asynul @ranitw1 Roby @fitriwulandari @rini_syafrin

Andrian mengalami pembengkakan pada dinding rahimnya


SUSANTO BIN JAMALUDDIN (53, Tumor Femoralis). Alamat: Desa Lumutan, RT 29/7, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Pak Susanto sudah sakit sejak tahun 2002. Awal mulanya, beliau mendapati adanya benjolan di paha. Karena dianggap hanya benjolan biasa dan akan hilang dengan sendirinya, beliau tidak melakukan tindakan apapun. Semakin lama, benjolan tersebut semakin membesar. Pak Susanto akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, Pak Susanto dirujuk ke RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Susanto didiagnosa menderita Tumor Femoralis. Dokter langsung memberikan tindakan operasi untuk pengangkatan tumor tersebut. Setelah selesai dilakukan operasi, Pak Susanto kembali menjalani aktivitas seperti sedia kala. Seiring berjalannya waktu, tumor Pak Susanto muncul kembali. Belakangan ini Pak Susanto mendapati adanya benjolan lagi di sekitar paha dan betis. Awalnya tidak dirasa, namun semakin lama benjolan tersebut terasa nyeri. Dokter menyarankan agar Pak Susanto menjalani operasi lanjutan untuk pengangkatan tumor tersebut. Pak Susanto bekerja sebagai kuli bangunan. Istri Pak Susanto, Saniye (47) adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka memiliki satu orang anak. Selama menjalani pengobatan, Pak Susanto menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS PBI. Walaupun demikian, beliau masih mengalami kesulitan mengenai transportasi dan biaya akomodasi beliau. Saat mengetahui kondisi Pak Susanto, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya transportasi dan biaya akomodasi. Bulan ini Pak Susanto masih menjalani pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1108. Semoga Pak Susanto dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 740.000,-
Tanggal : 23 Januari 2018
Kurir : Bambang BKY Gita

Pak Susanto didiagnosa menderita Tumor Femoralis


AGUS WANTO (42, Patah Tulang Pinggul). Alamat: Desa Warungdowo, RT 2/6, Kelurahan Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Nasib nahas menimpa pak Agus lantaran kini beliau hanya dapat berbaring karena kecelakaan yang menimpa beliau pada bulan Juni 2017. Suatu ketika, sesaat setelah pulang kerja di Jalan Raya Malang-Surabaya beliau mengalami kecelakaan lalulintas. Motor yang dikendarai pak Agus ditabrak bis dari belakang dan beliau terlindas ban bis bagian depan. Warga yang melihatnya langsung menolong pak Agus dan membawa beliau ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan pertolongan. Kecelakaan yang menimpa pak Agus membuat saluran kencing beliau robek. Tidak hanya itu, pak Agus mengalami patah tulang pinggul yang membuat beliau belum dapat duduk dan masih terbaring di tempat tidur. Sebelum terjadi kecelakaan, pak Agus bekerja sebagai kuli bangunan di Surabaya. Istri beliau, Arini (40) adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka dikarunia dua orang anak. Selama menjalani pengobatan, pak Agus menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan di luar fasilitas KIS, transportasi, dan tempat tinggal ketika di Surabaya. Pada saat melakukan pengobatan di Pasuruan, keluarga akhirnya meminjam dana kepada tetangga sekitar hingga mencapai 3 juta rupiah karena tidak memiliki simpanan. Maklum saja, upah yang didapat pak Agus hanya dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang digunakan untuk biaya pengobatan dan transportasi. Semakin hari perkembangan Pak Agus semakin membaik. Beliau sudah dapat berjalan namun harus tetap menjalani kontrol rutin dan memakai walker. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1108.

Jumlah Bantuan : Rp 698.500,-
Tanggal :23 Februari 2018
Kurir :BambangBKY

Pak Agus mengalami patah tulang pinggul


DEDI SETYO PAMBUDI (25, Kanker Nasofaring). Alamat: Desa Tegalagung, RT 2/1, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Pak Dedi sudah sakit sejak pertengahan tahun 2016. Awal mulanya beliau sering mengalami kesulitan bernapas. Karena hanya dikira kelelahan beliau tidak melakukan tindakan apa-apa. semakin lama, pak Dedi sering mengalami sakit kepala. Beliau juga mengeluh nyeri di bagian wajah, hingga terlihat adanya pembengkakan di bagian pipi. Karena merasa khawatir, akhirnya pak Dedi memutuskan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, pak Dedi dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksan, Pak Dedi didiagnosa menderita Kanker Nasofaring. Kini, Pak Dedi sudah mulai tidak dapat mengkonsumsi makanan lewat mulut karena wajah beliau sudah mengalami pembengkakan yang sangat besar. Selain itu, pak Dedi mengeluh tidak dapat melihat dengan jelas. Orangtua pak Dedi, Libun (50) bekerja sebagai karyawan Toko. Sedangkan ibunya, Sundari (49) adalah seorang ibu rumah tangga. Pak Dedi belum memiliki pekerjaan. Selama menjalani pengobatan, beliau menggunakan fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Namun, walaupun demikian pak Dedi masih mengalami kesulitan mengenai transport, biaya pengobatan di luar fasilitas BPJS, dan hunian ketika beliau berada di Surabaya. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang digunakan untuk biaya pengobatan dan transportasi. Semakin hari perkembangan Pak Dedi semakin membaik.Namun tetap saja beliau masih menjalani proses sinar secara rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1108.

Jumlah Bantuan : Rp 520.000,-
Tanggal : 23 Januari 2018
Kurir : BambangBKY Ayu

Pak Dedi didiagnosa menderita Kanker Nasofaring


FARICHAH BINTI MUHAINI (41, Lumpuh Total). Alamat: Desa Gunung Anyar tambak 1 No 67 RT 2/1, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Bu Farichah sudah sakit sejak tahun 2012. Awal mulanya, Bu Farichah mendapati lututnya bengkong dengan sendirinya saat bangun tidur dan hendak melaksanakan ibadah sholat subuh. Karena khawatir, akhirnya beliau memeriksakan diri ke RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Farichah didiagnosa menderita lumpuh. Beliau pernah menjalani pengobatan rutin di RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya selama tiga kali namun berhenti karena keterbatasan biaya. Kini Bu Farichah benar-benar sudah tidak dapat berjalan karena sudah lumpuh total. Beliau bergantung dengan mengandalkan kursi roda untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Bu Farichah adalah seorang ibu rumah tangga. Beliau sudah bercerai. Bu Farichah tinggal bersama tiga orang anaknya. Anak pertama belum bekerja dan lulusan SMP dengan paket B. anak kedua saat ini masih menjalani paket B dan belum membayar. Sedangkan anak ketiga masih bersekolah dan memiliki tunggakan daftar ulang sebesar Rp 150.000,- dan raport sebesar Rp 85.000,-. Untuk makan sehari-hari hanya dapat mengandalkan bantuan dari tetangga sekitar. Untuk sarapan, Bu Farichah mendapatkan jatah 1 kotak nasi oleh pemerintah. Saat menjalani pengobatan tempo dulu, Bu Farichah menggunakan biaya pribadi karena belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Saat mengetahui kondisi Bu Farichah, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya pengobatan. Selain itu juga dibantu dalam pembuatan kartu jaminan kesehatan. Bulan ini Bu Farichah masih menjalani pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1120. Semoga Bu Farichah dapat segera sembuh dan dapat bekerja untuk membiayai hidup keluarga dan anak-anaknya. Amin.

Jumlah Bantuan: Rp 690.000,-
Tanggal : 26 Januari 2018
Kurir : BambangBKY, Ayu

Bu Farichah didiagnosa menderita lumpuh


IMAM WAHYUDI (50, Kanker Lidah). Alamat: Jalan Jum’at RT 3/6, Dusun Karangmulyo, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pak Imam sudah sakit sejak bulan April 2017 lalu. Awal mulanya, Pak Imam mengeluh sering sakit tenggorokan yang berlangsung terus-menerus. Beliau mendapatii adanya bercak berwarna merah dan sariawan yang tidak kunjung sembuh. Hal-hal seperti itu membuat Pak Imam kesulitan saat menelan. Karena sempat ada perdarahan tanpa sebab pada lidah beliau, akhirnya beliau memutuskan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, Pak Imam lalu dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Imam didiagnosa menderita kanker lidah. Untuk mendapatkan pengobatan yang maksimal, akhirnya Pak Imam dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Kini, beliau masih kesulitan untuk berbicara dan menelan. Pak Imam adalah seorang wiraswasta. Istri beliau, Yuhanik (39) bekerja sebagai petani. Anak Pak Imam sudah menikah sehingga sudah tidak memiliki tanggungan. Selama menjalani pengobatan, beliau menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, Pak Imam masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan di luar fasilitas KIS. Saat mengetahui kondisi Pak Imam, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya pengobatan. Semoga Pak Imam dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Bulan ini Pak Imam masih menjalani pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1120.

Jumlah Bantuan : Rp 589.200,-
Tanggal : 23 Januari 2018
Kurir : BambangBKY, Silvya

Pak Imam didiagnosa menderita kanker lidah


KENZO JULIAN (1, Hydrosephalus). Alamat: Jalan Dukuh Kupang Barat 1 Gang Buntu 3 Nomer 39, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Kenzo kecil harus menahan semua keluhan sakitnya semenjak ia lahir. Selama ini, ia hanya dapat menangis karena masih belum bisa mengeluh bagian mana yang sakit. Semenjak Kenzo lahir, kepala Kenzo sudah sedikit membesar dari ukuran kepala bayi pada umumnya. Selain itu, Kenzo juga terlihat sangat lemas dan selalu rewel. Karena disangka hanya rewel seperti bayi-bayi yang lain, orangtua Kenzo tidak mencemaskan hal tersebut. Hingga suatu ketika, Kenzo sedang menjalani kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) bersama ibunya. Salah satu ibu kader di kegiatan tersebut mengamati Kenzo dan menasehati ibu Kenzo agar anaknya segera diperiksa ke Puskesmas atau Rumah Sakit karena kepala Kenzo yang semakin terlihat membesar. Akhirnya kedua orangtua Kenzo pun membawa Kenzo ke RSUS Dr. M. Soewandhie Surabaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Kenzo didiagnosa menderita Hydrosephalus. Kini, Kenzo sedang menjalani pengobatan karena kepala Kenzo semakin membesar karena berisi cairan. Ayah Kenzo, Rizki (18) dan ibunya, Rodilah (17) belum bekerja. Kenzo tinggal bersama dengan ibu, nenek, kakek, dan pamannya. Selama ini, nenek Kenzo bekerja untuk menghidupi keluarga besar mereka sebagai seorang buruh swasta karena kakek Kenzo juga sakit-sakitan sehingga sudah tidak dapat bekerja lagi. Sedangkan ayah Kenzo pulang ke rumah ibunya karena belum bisa memberikan nafkah. Selama menjalani pengobatan, Kenzo menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk mengurangi biaya pengobatan. Karena SKTM tersebut berlaku 2 bulan saja, kini bantuan sedang dilakukan untuk pembuatan BPJS. Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan di luar fasilitas SKTM. Alhamdulillah, bantuan pun telah diterima oleh pihak keluarga berupa bantuan biaya pengobatan. Bulan ini Kenzo masih menjalani pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1120.

Jumlah Bantuan :Rp 500.000,-
Tanggal : 23 Januari 2018
Kurir : BambangBKY, Khoiriyah

Kenzo didiagnosa menderita hydrosephalus


NURHOSNA BIN MUSAKKI (46, Tumor Mata). Alamat : Desa Dawuhan RT 1/2, Kec. Batu, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Sejak awal September 2014 lalu, muncul benjolan pada mata Bu Nurhosna, kemudian Bu Nurhosna memeriksakan dirinya di RSUD Bondowoso dan didiagnosa mengalami penyumbatan pada saluran air mata sebelah kanannya. Semakin hari benjolanpada mata kanan Bu Nurhosna semaikin bertambah besar. Sehingga pada akhirnya beliau dirujuk untuk berorat ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Namun karena keterbatasan biayatransportasi ke Surabaya beliau hampir putus asa untuk tidak melanjutkan pengobatannya. Bu Nurhosna seorang ibu rumah tangga dengan tanggungan 2 orang anak. Beruntung kami Sedekah Rombongan bertemu dengan beliau. Bantuan dari sedekaholics yang disampaikan melalui Sedekah Rombongan membantu biaya pengobatan, transpotasi serta membantu membuatkan BPJS untuk Bu Nurhosna. Bantuan kembali disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya berobat & transportasi. Sebelumnya bantuan untuk Bu Nurhosna masuk dalam rombongan 1108. Saat ini Bu Nurhosna masih rutin setiap satu bulan sekali datang ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk kontrol dan mengikuti jadwal kemoterapi. Pihak keluarga merasa sangat terbantu dan bersyukur atas bantuan yang disampaikan. Semoga pengobatan Bu Nurhosna bisa segera selesai dan dokter menyatakan sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 604.000,-
Tanggal : 23 Februari 2018
Kurir : BambangBKY Ayu

Bu Nurhonsa mengalami penyumbatan pada saluran air mata sebelah kanannya


SUCI RAMADANI​ (3, Kelumpuhan Saraf Otak) Alamat : Jl. Dukuh Kupang Barat 1 Buntu 3 Blok II no 58, RT 8/4, Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya, Jawa Timur. Dik Suci begitu dia biasa dipanggil oleh kedua orang tuanya. Terlahir sehat dan normal, namun saat usia 1,3 tahun tubuh Dik Suci tiba-tiba sakit panas dan kejang-kejang. Kemudian Dik Suci lumpuh karena penyakitnya menyerang pada sistem sarafnya. Hasil CT-Scan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menunjukkan bahwa terdapat cairan di otak dan sewaktu-waktu bisa mengakibatkan pembengkakan kepala (Kepala Dik Suci membesar). Pada saat itu ibunda dik Suci tidak mau dilakukan tindakan medis berupa operasi, melainkan memilih untuk melakukan pengobatan alternatif. Alhamdulillah pengobatan alternatif tersebut membuahkan hasil. Dik Suci mulai bisa bergerak, merespon, ukuran kepalanya normal kembali, namun Dik Suci masih belum bisa duduk. Ketika bertemu dengan Sedekah Rombongan Surabaya, keluarga sudah kehabisan biaya untuk pengobatan Dik Suci, yang ahirnya pengobatannya pun terhenti. Keluarga sangat ingin untuk melakukan pemeriksaan CT-Scan kembali untuk mengetahui keadaan cairan yang ada di kepala Dik Suci dan ingin melanjutkan pengobatan melalui jalur medis. Saat ini ikhtiar berobat Dik Suci adalah melakukan kontrol rutin 2 kali seminggu di Rumah Sakit William Booth, Surabaya. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 1120. Dik Suci dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan. Bismillah, semoga dengan ikhtiar bersama-sama penyakit Dik Suci bisa segera diobati dan balita mungil ini bisa tumbuh dengan sehat dan normal seperti balita lainnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 553.500,-
Tanggal : 23 Januari 2018
Kurir :BambangBKY Khoiriyah

Dik Suci lumpuh karena penyakitnya menyerang pada sistem sarafnya


TUTIK HANDAYANI (18, Cacat). Alamat: Jalan Uranggantung Krajan 1, Desa Uranggantung, RT 2/6, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Tutik sudah cacat sejak lahir. Karena keterbatasan yang ia miliki, Tutik pun tidak pernah keluar rumah hingga usianya 17 tahun. Suatu hari Tutik merasa sudah terlalu bosan karena hanya tinggal di rumah saja dan ingin bersekolah. Keluarga pun menghendaki keinginan anaknya dan membawa Tutik ke RSUD Dr. Haryoto Lumajang. Dokter mendiagnosa bahwa Tutik harus dioperasi untuk menyembuhkan cacatnya. Dari RSUD Dr. Haryoto Lumajang, Tutik dirujuk ke RS Unair pada bulan Agustus 2016. Selama hampir satu tahun Tutik dirawat di RS Unair untuk menjalani pengobatan. Hingga kini, Tutik sudah menjalani operasi selama tiga kali, yaitu operasi pada bagian mata, rahang, dan hidung. Sedangkan untuk operasi pada bagian tubuh Tutik juga akan segera dilaksanakan. Ayah kandung Tutik, Ahmad Syaiful sudah meninggal dunia. Sedangkan ibunya, Fatmawati (39) bekerja sebagai penjual di sebuah Sekolah Dasar dan kini sudah menikah lagi dengan seorang yang bekerja sebagai buruh tani. Selama menjalani pengobatan, Tutik menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS PBI. Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan untuk biaya kehidupan sehari-hari ketika berada di Surabaya. Alhamdulillah, bantuan pun telah diterima oleh pihak keluarga berupa santunan tambahan. Semoga Tutik dapat segera sembuh dan dapat bersekolah seperti teman sebayanya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000,-
Tanggal : 23 Februari 2018
Kurir : BambangBKY Silvya

Tutik sudah cacat sejak lahir


KUSRIN BIN MOHAMMAD JAMJURI (41, Patah Tulang Sum-Sum Belakang + Postlaminektomy). Alamat : RT 2/1, Desa Grujugan, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Kusrin mengalami patah tulang sum-sum belakang sejak februari 2018 lalu. Saat itu beliau terjatuh dari pohon manggis. Beliau segera dibawa ke Rumah Sakit (RS) Siaga Medika dan menjalani operasi. Namun sampai saat ini beliau belum dapat berjalan seperti sediakala, sehingga belum dapat beraktivitas normal dan bekerja kembali. Hal tersebut berdampak pada penghasilan keluarga. Kini Bapak Kusrin hanya dapat berbaring di tempat tidur, sehingga istrinya, Fatiah (40) yang harus bekerja mencari nafkah untuk keluarga mereka. Ibu Fatiyah bekerja sebagai buruh tandur. Penghasilan keluarga yang kecil sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Selama berobat Bapak Kusrin tidak dibantu jaminan kesehatan karena beliau tidak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun. Bapak Kusrin kesulitan untuk memenuhi biaya berobat dan kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Kusrin sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu kebutuhan hidup sehari-hari dan kursi roda. Semoga beliau segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 20 Februari 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @firdhanelis

Bapak Kusrin mengalami patah tulang sum-sum belakang


SAENI BIN RANA SEMITA (80, Vertigo). Alamat : RT 2/1, Desa Plangkapan, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang dialami Bapak Saeni bermula pada awal bulan Januari 2017. Beliau mengalami pusing dan sakit kepala yang sangat hebat. Badannya lemas, pandangan berkunang-kunang dan berputar. Rasa sakit yang dialaminya tersebut sempat sembuh, namun sebulan kemudian kembali kambuh. Beliau dibawa berobat ke Puskesmas Tambak dan menjalani rawat inap selama sebelas hari. Dokter mendiagnosis Bapak Saeni mengalami vertigo sehingga harus menjalani kontrol rutin setiap dua pekan sekali. Beliau sudah tidak bekerja dan sekarang hidup sebatang kara. Tasmiyah, istri beliau, sudah meninggal satu tahun yang lalu. Selama berobat beliau dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun masih terkendala masalah biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Saeni sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga beliau segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Februari 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @firdhanelis

Bapak Saeni mengalami vertigo sehingga


ASMINI BINTI KARYA BESARI (55, Kanker Payudara Kiri). Alamat : RT 1/2, Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Asmini merasakan sakit, nyeri, dan pegal pada payudara kirinya sejak awal tahun 2013. Beliau pun berobat ke dokter dan sempat membaik. Namun 3 bulan kemudian, sakitnya kambuh lagi. Beliau pun dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Ibu Asmini menderita kanker payudara kiri dan harus segera dioperasi. Beliau lalu menjalani operasi dan setelah dioperasi beliau melanjutkan pengobatan dengan kemoterapi di RSUD Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Pada tahun 2015, kembali tumbuh benjolan di tempat yang dahulu dioperasi, di payudara kanan, serta di bawah ketiak. Ibu Asmini mulai merasakan sesak nafas dan tangan kirinya mulai membengkak besar. Benjolan tersebut sudah menyebar dan sudah pecah sehingga menyebabkan luka basah dan berbau tidak sedap. Ibu Asmini pun mengeluhkan pegal, perih dan sakit di sekujur tubuhnya. Ibu Asmini adalah istri dari Alm. Suli. Sejak suaminya meninggal, beliau hidup bersama ibunya yang sudah jompo. Terkadang saat malam hari Ibu Asmini ditemani oleh kakak beliau. Sementara itu untuk biaya kehidupan sehari-hari beliau dibantu oleh anaknya yang bekerja sebagai buruh lepas. Penghasilan anaknya sebagai buruh lepas sangat kecil. Selama berobat beliau dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III yang dimilikinya. Namun beliau kesulitan memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Asmini sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya kehidupan kehidupan sehari- hari. Semoga santunan dapat bermanfaat dan Ibu Asmini segera di berikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Februari 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @firdhanelis

Ibu Asmini menderita kanker payudara kiri


PAINEM BINTI WONGSO REJO (77, Patah Tulang Pinggang). Alamat : RT 3/1, Desa Pelangkapan, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Delapan belas tahun yang lalu, Ibu Painem bersama suaminya Bapak Kapandi (78) mengalami kecelakaan saat pulang dari sawah. Sewaktu masih sehat mereka bekerja sebagai buruh tandur. Suatu hari mereka mengalami kecelakaan saat pulang dari sawah dengan berboncengan sepeda. Sepeda yang mereka tumpangi oleng karena menginjak krikil sehingga Bapak Kapandi kehilangan kendali dan terjatuh. Sepeda tersebut menjatuhi badan Ibu Painem sehingga beliau mengalami patah tulang pinggang dan harus menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Namun Ibu Painem tidak mau sehingga keluarga memutuskan untuk menjalani pengobatan alternatif. Beliau dibawa berobat ke Sangkal Putung, Gombong dan keadaannya mulai membaik. Namun, 5 bulan yang lalu beliau terjatuh di kamar mandi yang mengakibatkan tulang pinggangnya membengkok. Beliau pun dibawa berobat ke Rumah Sakit (RS) Purbowangi Gombong dan didiagnosis patah tulang pinggang permanen. Faktor usia yang sudah lanjut membuat dokter menganjurkan agar beliau menjalani kontrol setiap sebulan sekali di RS Purbowangi. Namun Ibu Painem tidak menjalani kontrol rutin karena beliau sudah berusia lanjut dan suaminya mulai sering sakit-sakitan. Saat ini beliau masih merasakan pusing, nyeri di bagian tulang pinggang, kaki kanan yang mulai menghitam, serta jalannya agak pincang di bantu tongkat dan membungkuk. Ibu Painem dan suaminya sudah tidak dapat bekerja sehingga untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari dibantu oleh anaknya yang bekerja sebagai buruh bangunan dan juga tetangga sekitar. Biaya pengobatan Ibu Painem dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau masih kesulitan memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Painem sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga santunan dapat bermanfaat dan beliau segera diberi kesembuhan .

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Februari 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @firdhanelis

Mbah Painem didiagnosis patah tulang pinggang permanen


MANISAH BINTI SANGUSMAN (51, Asam Urat + Vertigo). Alamat : RT 5/1, Desa Karanggedang, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang dialami Ibu Manisah bermula pada awal tahun 2017. Beliau mengalami pusing dan sakit kepala yang sangat hebat. Badannya lemas, sulit untuk berdiri serta lututnya terasa nyeri, linu, dan kesemutan. Beliau merasakan dadanya sesak dan perutnya terasa begah. Rasa sakit yang dialaminya tersebut sempat sembuh, namun sebulan kemudian kembali kambuh. Lalu beliau dibawa berobat ke Puskesmas Sumpiuh. Dokter mendiagnosis Ibu Manisah mengalami vertigo dan lututnya terkena asam urat sehingga harus menjalani kontrol rutin setiap dua pekan sekali. Beliau sudah tidak bekerja dan hidup sebatang kara di rumah petak kecil yang sangat sederhana. Beliau belum pernah menikah. Dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari beliau dibantu kakaknya yang bekerja sebagai buruh tandur dan juga tetangga sekitar. Kedua orang tua Ibu Manisah sudah meninggal. Selama berobat beliau dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun Ibu Manisah kesulitan memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Manisah sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga santunan dapat bermanfaat dan beliau segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Februari 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @firdhanelis

Ibu Manisah mengalami vertigo dan lututnya terkena asam urat


WATIYEM BINTI SANPAWIRO (68, Asam urat). Alamat : RT 1/1, Desa Pelangkapan, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang dialami Ibu Watiyem bermula pada 4 bulan yang lalu. Beliau mengalami pusing dan sakit kepala yang sangat hebat. Badannya lemas, sulit untuk berdiri, serta kedua lututnya terasa nyeri, linu dan kesemutan. Dadanya terasa sesak serta perutnya terasa perih dan mual. Beliau segera berobat ke Puskesmas Sumpiuh dan menjalani berobat jalan. Rasa sakit yang dialaminya tersebut sempat sembuh, namun sebulan kemudian kembali kambuh hingga sekarang berjalan pincang dibantu dengan tongkat. Karena Sakit nyeri di kedua lututnya tidak kunjung sembuh beliau kembali dibawa berobat ke Puskesmas Sumpiuh. Dokter mendiagnosis Ibu Watiyem menderita asam urat akut sehingga harus menjalani kontrol rutin setiap satu pekan sekali. Beliau sudah tidak bekerja. Diusia yang sudah lanjut, beliau tinggal dirumah yang sangat sederhana bersama cucunya Daris (17) yang masih sekolah STM kelas dua. Sepulang sekolah Daris bekerja di bengkel tetangganya untuk membantu neneknya memenuhi biaya kehidupan sehari-hari. selain itu beliau juga dibantu anaknya yang bekerja sebagai buruh bangunan. Penghasilan sebagai buruh bangunan sangat kecil. Kedua orang tua Ibu Watiyem sudah meninggal 10 tahun yang lalu. Biaya pengobatan beliau dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau sangat kesulitan untuk biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Watiyem sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga santunan dapat bermanfaat dan beliau segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Februari 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @firdhanelis

Watiyem menderita asam urat akut


SUPIYEM BINTI DANA BASARI (83, Stroke + Badan Lumpuh Sebelah Kanan). Alamat : RT 1/5, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen. Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang dialami Ibu Supiyem bermula 4 tahun yang lalu. Beliau terjatuh di dapur dan menderita stroke serta separuh badan sebelah kanan beliau mengalami kelumpuhan. Ibu Supiyem segera dibawa ke Puskesmas. Namun pihak puskesmas merujuk beliau untuk berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Badan beliau lemas, sulit untuk bicara, lumpuh dan sampai sekarang hanya terbaring di tempat tidur. Ibu Supiyem seharusnya menjalani kontrol rutin setiap satu bulan sekali. Beliau sudah tidak bekerja dan suaminya, Sanmurdi Dikun, sudah meninggal 4 bulan yang lalu. Sekarang Ibu Supiyem tinggal dirumah anaknya, Sukram, yang bekerja sebagai buruh penderes nira. Selama pengobatan beliau menggunakan biaya mandiri dan tidak dibantu jaminan kesehatan karena tidak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun. Selain itu beliau juga kesulitan memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Supiyem sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga santunan dapat bermanfaat dan beliau segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Februari 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @firdhanelis

Ibu Supiyem menderita stroke serta separuh badan sebelah kanan beliau mengalami kelumpuhan


SUDIARJO BIN MURYASA (81, Jantung + Bronchitis). Alamat : RT 2/3, Desa Karangnangka, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Tahun 2015 awalnya Bapak Sudiarjo menderita mual dan sesak kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga sampai 4 kali dan didiagnosis menderita sakit lambung dan paru-paru. Pada tahun 2016 sakit Bapak Sudiarjo kembali kambuh sehingga dibawa ke Rumah Sakit (RS) Harapan Ibu Purbalingga. Beliau didiagnosis penyakit jantung dan bronchitis. Hingga saat ini sudah berkali-kali Bapak Sudiarjo dirawat di rumah sakit. Karena kondisi kesehatannya tersebut Bapak Sudiarjo saat ini hanya terbaring di rumah dan tidak dapat bekerja. Sebelum sakit beliau bekerja sebagi petani. Penghasilannya sebagai petani sangat kecil. Biaya pengobatan Papak Sudiarjo dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau kesulitan memenuhi biaya kehidupan sehari-hari karena sudah tidak dapat bekerja. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sudiarjo sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga santunan dapat bermanfaat dan Bapak Sudiarjo segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Februari 2018
Kurir : @ddeean Didik @firdhanelis

Bu Sudiarjo menderita sakit lambung dan paru-paru


DAYEM BINTI MARTAMA (76, Patah Tulang). Alamat : RT 1/8, Desa Danaraja, Kecamatan Purwonegoro, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Tiga tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2015 di bulan Januari, Ibu Dayem sehabis bangun tidur jam 4 pagi menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu untuk persiapan sholat subuh. Tiba-tiba saat baru masuk kamar mandi, belum sempat berwudhu Ibu Dayem terpeleset dan jatuh. Pada saat itu beliau ditolong oleh cucunya yang bernama Teguh dan pagi itu juga langsung dibawa ke Puskesmas Purwanegoro. Pihak Puskesmas menyarankan beliau untuk dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Siaga Medika Banyumas. Tapi karena cucunya khawatir biaya pengobatan akan besar Ibu Dayem tidak jadi dibawa ke RSU Siaga Medika dan hanya diperiksakan ke perawat apabila merasa nyeri. Padahal Ibu Dayem memiliki kartu jaminan kesehatan. Saat ini kondisi Ibu Dayem masih belum bisa berjalan dan harus bantuan orang lain. Sebelum sakit Ibu Dayem bekerja berjualan kopi bubuk namun karena kondisi kesehatannya beliau tidak lagi dapat bekerja. Ibu Dayem tinggal bersama cucunya yang bekerja sebagai buruh bangunan serabutan. Penghasilannya sebagai buruh bangunan serabutan sangat kecil. Selama berobat Ibu Dayem dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau kesulitan memenuhi biaya kebituhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah sedekah rombongan dipertemukan dengan Ibu Dayem. Santunan di sampaikan untuk biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga dapat bermanfaat dan Ibu Dayem dapat sehat kembali.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Februari 2018
Kurir: @ddeean Suratno @firdhanelis

Bu Dayem menderita patah tulang


MOHAMMAD HABIBI S(7, Retinoblastoma). Alamat : Dusun Balung Kopi, RT 1/5, Desa Balung Kidul, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pada Bulan Maret 2017, diketahui terdapat benjolan kecil pada kelopak mata kanan Habibi. Karena dirasa biasa dan tidak terasa sakit, benjolan tersebut dibiarkan saja. Seiring berjalannya waktu, benjolan yang awalnya kecil menjadi semakin membesar. Habibi pun segera dibawa untuk periksa ke rumah sakit. Dokter pun langsung mendiagnosis retinoblastoma atau kanker mata karena benjolan yang sudah membesar dan mengeluarkan darah. Habibi pun diberikan surat rujukan untuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk pengobatan yang lebih lengkap. Untuk bulan ini, Habibi telah menjalani beberapa pemeriksaan dan telah direncanakan untuk kemo terapi. Pada Bulan Agustus ini, Habibi telah menjalai jadwal kemo terapi yang ke 4 dan ke 5. Ayah Habibi, Bapak Saiful Arifin (31) bekerja sebagai buruh tani hanya mampu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-harinya dengan upah yang diterima. Sedangkan ibu Habibi, Ibu Sunama (39) hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Habibi sangat terbatu akan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI dalam berobat. Akan tetapi, keluarga sangat terbeban akan biaya transportasi dan kebutuhan hidup saat menjalani pengobatan di Malang. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan telah dipertemukan dengan Habibi dan bantuan pun diberikan untuk biaya transportasi, dan Pembelian Obat. Semoga Habibi diberikan kelancaran dalam menjalani pengobatan dan diberi kesembuhan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 715.938,-
Tanggal : 31 Januari 2018 dan 2 Februari 2018
Kurir : @Awwaludin_yudha @viandwiprayugo @edikpurwanto

Habibi didiagnosis retinoblastoma atau kanker mata


MUHAMMAD HAVIV (10, TB TULANG). adalah seorang anak dari pasangan bapak sukriyanto (34) dan ibu neny (32) yang tinggal di desa pondok, 014/004 Klabang, Kabupaten Bondowoso jawa timur. Bapak sukriyanto memiliki 3 anak dan ini menjadi beban yang berat bagi beliau dengan satu anak yang sakit ini. Bapak sukriyanto bekerja sebagai buruh serabutan dan penghasilan yang tidak pasti, sedangkan ibu neny bekerja sebagai ibu rumah tangga. Adik muhammad haviv sudah mengalami sakit sejak 1 tahun yang lalu, dan pernah mengalami operasi usus buntu. dan sejak saat itu Haviv mengalami pertumbuhan yang tidak normal, badan mengecil, dan akhirnya mengalami kelumpuhan. Setelah didiagnosa, ternyata adik Haviv mengalami penyakit TB tulang. Ini merupakan ujian yang berat bagi keluarga ini. Keluarga ini tinggal satu rumah dengan nenek muhamad haviv. Dan karena sakit ini, adik Haviv sudah tidak bisa melanjutkan sekolahnya sejak 8 bulan yang lalu, dan ini sungguh memprihatinkan mengingat semangat adik Haviv yang ingin sembuh dan dapat melanjutkan sekolah kembali. Latar belakang adik Haviv dari lingkungan sungguh membuat iba, sehingga lingkungan tetangga sekitar sering memberikan bantuan saat pergi ke puskesmas terdekat. Dengan keadaan ini, adik Haviv sangat memerlukan perawatan rutin, kontrol ke rumah sakit terdekat, dalam hal ini ke rumah sakit Dr kusnadi Bondowoso. Santunan yang diberikan sebesar nominal di bawah ini digunakan untuk pembelian Obat-obatan di luar BPJS, Denda BPJS. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpah ganda oleh dariNya. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1080

Jumlah santunan: Rp. 1.586.028,-
Tanggal: 15 Desember 2017, 14 Januari 2018, 2 Februari 2018, 22 Maret 2018
kurir: @viandwiprayugo @awwaludin_yudha

Haviv mengalami penyakit TB tulang


DENY ANDRIYANI CHRISTYANNINGSIH, (32, Ca Nasofaring) Alamat Dusun Wadaan RT/RW 005/001, Desa Kalipepe, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Ibu Deny yang merupakan seorang janda dari 1 orang anak ini sudah menderita sakit di bagian lehernya sejak satu tahun yang lalu. Awal mulanya beliau sering mengalami kesulitan bernapas. Karena hanya dikira kelelahan beliau tidak melakukan tindakan apa-apa. Semakin lama, Ibu Deny sering mengalami sakit kepala. Beliau juga mengeluh nyeri di bagian wajah, hingga terlihat adanya pembengkakan di bagian pipi. Karena merasa khawatir, akhirnya ibu Deny memutuskan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, Ibu Deny dirujuk ke Rumah sakit Umum Lumajang untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksan, Ibu Deny terdiagnosa menderita Kanker Nasofaring. Kini, Ibu Deny sudah mulai tidak dapat mengkonsumsi makanan lewat mulut karena wajah beliau sudah mengalami pembengkakan yang besar. Selain itu, Ibu Deny mengeluh tidak dapat melihat dengan jelas. Akhirnya oleh dokter dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk pengobatan lebih lanjut. Sebelum Ibu Deny mengalami sakit, beliau bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari bagi keluarganya kecilnya. Selama menjalani pengobatan, beliau menggunakan jaminan kesehatan berupa SPM (Surat Pernyataan Miskin). namun Allah berkehendak lain. Setelah tiga bulan dalam masa dampingan Sedekah Rombongan, Ibu Deny berpulang menghadap sang Ilahi. semoga keluarga yang ditinggal kan di beri kesabaran dan ketabahan. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Maret 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @isroil

Ibu Deny terdiagnosa menderita kanker nasofaring


MI’AN BIN MISNU, ( 73, Katarak) Alamat Dusun Gumuk Gebang RT/RW 008/020, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Sejak satu tahun lalu, ia yang biasa disapa Bapak Mi’an ini tidak dapat bekerja karena matanya tidak bisa melihat dengan jelas. Awal mulanya Bapak Mi’an merasakan pedih di matanya, hari demi hari rasa sakit tersebut tak kunjung sembuh, matanya justru sering berair. Bapak Mi’an pernah sekali berobat dan diduga mengalami katarak dan harus dioperasi. Bapak Mi’an tidak pernah berobat lagi karena ketiadaan biaya. Sejak Bapak Mi’an susah melihat, yang menjadi tulang punggung keluarganya kini adalah istrinya. Istrinya bekerja sebagai buruh cuci serabutan dengan penghasilan yang tak seberapa, untuk makan pun terkadang mereka kesusahan. Kurir Sedekah Rombongan mendengar informasi dari warga sekitar bahwa bapak Mi’an memerlukan bantuan dalam berobat karena berasal dari keluarga tidak mampu. Alhamdulillah Bapak Mi’an telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Usai pemeriksaan di RSUD Dr. Soebandi Jember bapak Mi’an dijadwalkan untuk menjalani operasi pada mata kirinya. Bapak Mi’an memiliki jaminan kesehatan berupa JKN – KIS PBI. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu bapak Mi’an. Santunan yang diberikan di pergunakan untuk pembelian obat resep dokter dan Akomodasi pasca operasi. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi bapak Mi’an dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aamin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Maret 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bapak Mi’an mengalami katarak


SAFA ROTUL MUKARROMAH (7, patah tulang dan pergelangan bengkok pada kaki sebelah kiri). Alamat : kembang RT/RW 034/04, Desa kembang. Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso. Provinsi Jawa Timur, Prov. Jawa Timur. Sejak berusia 1 tahun Safa mengalami patah tulang pada kakinya, hal ini diakibatkan karena kecelakaan lalu lintas. Pernah dirawat di RSUD Situbondo dan RS Bayangkara Bondowoso. Saat ini kondisi Safa kaki bagian bawahnya bengkok ke arah belakang. Ayahnya Absar (47) yang pekerjaan sehari-harinya sebagai buruh tani dan ibunya Tahwati (34) mengaku bahwa tidak mampu membiayai pengobatan safa sehingga pengobatannya tidak dilanjutkan. Saat ini Safa menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka akhirnya adik Safa menjadi Pasien Dampingan Sedekah Rombongan, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari Sedekaholics untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit, Pembayaran BPJS, Pembelian Obat yang tidak masuk dalam tanggungan BPJS dan Akomodasi pasca Operasi. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Safa dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesame, Semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1097

Jumlah Bantuan : Rp. 694.000,-
Tanggal : 22 Februari 2018 dan 26 Maret 2018
Kurir : @awwaludin_yuda @viandwiprayugo

Safa mengalami patah tulang pada kakinya


MOCHAMMAD FADIL (10, Hemiplegia). Alamat: Dusun Krajan RT 10/02, Desa Pasarejo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Sekitar bulan Oktober tahun 2017 Fadil merasakan beberapa gejala yang membuat dirinya kini harus berjuang melawan sakit yang ia derita. Awal mulanya, ia sering mengalami lemas tiba-tiba. Gejalanya mirip seperti mati rasa, kesemutan, dan kehilangan sensasi pada salah satu tubuh Fadil. Ia sering mendapati tubuhnya lumppuh tiba-tiba. Karena khawatir, Fadil akhirnya dibawa ke Puskesmas untuk memeriksakan diri. Di Puskesmas, Fadil dirujuk ke RS Bhayangkara Bondowoso untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Karena keterbatasan peralatan di RS Bhayangkara Bondowoso, Fadil kembali dirujuk ke RSD Dr. Soebandi Jember dan menjalani pemeriksaan di Poli Orthopedi. Fadil kembali dirujuk yaitu ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya di bagian Poli Orthopedi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Fadil didiagnosa menderita Hemiplegia. Kini, tubuhnya sering mengalami lemas dan terkadang lumpuh tiba-tiba di kedua kakinya. Ayah Fadil, Muslim (32) adalah seorang pedagang. Sedangkan ibunya, Ernawati (28) adalah seorang ibu rumah tangga. Fadil adalah anak kedua dari dua bersaudara. Selama menjalani pengobatan, Fadil menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi dan akomodasi. Saat mengetahui kondisi Fadil, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi. Semoga Fadil dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 682.000,-
Tanggal : 23 Februari 2018
Kurir : BambangBKY Farid

Fadil didiagnosa menderita hemiplegia


SLAMET RIADI (52, Nyeri Pangkal Paha). Alamat: Jalan Ratna 1 Nomer 27, RT 8/1, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa timur. Dua tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2016 bulan Maret Pak Slamet mengalami insiden terjatuh dari mobil. Karena biaya yang minim akhirnya Pak Slamet hanya melakukan pengobatan ke tukang pijat dan pengobatan alternatif lainnya. Beberapa kali pergi ke tukang pinjat namun tetap tidak ada hasil. Beliau masih mengeluh nyeri di bagian kaki. Berselang dua bulan setelah berhenti dari pengobatan di tukang pijat, Pak Slamet meminjam uang ke tetangga sekitar untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, beliau dirujuk ke RSI Jemursari Surabaya untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Setelah beberapa kali menjalani terapi, Pak Slamet menghentikan terapi karena keterbatasan biaya. Dengan kondisi kaki yang masih pincang, Pak Slamet kembali memaksakan diri untuk kembali bekerja. Pada tanggal 04 Oktober 2017, Pak Slamet sedang memindah mesin berat dan tiba-tiba sakit hingga tidak bisa berjalan. Akhirnya Pak Slamet dibawa ke Polikninik, dan opname selama satu hari. Karena tidak ada perubahan Pak Slamet dirujuk ke RSUD Bangil. Di RSUD Bangil Pak Slamet menjalani pemeriksaan darah dan rongten. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Slamet didiagnosa menderita .. dan harus segera dilakukan tindakan operasi. Karena tidak memiliki biaya, akhirnya Pak Slamet memutuskan untuk pulang. Kondisi Pak Slamet sekarang tidak bisa jalan. Sedangkan selangkangan terasa sakit bila berjalan. Pak Slamet bekerja sebagai seorang supir dengan penghasilan dua juta tiap bulan. Sedangkan istri beliau, Endang Astutik (49) bekerja sebagai penjual es. Mereka memiliki tanggungan dua orang anak. Selama menjalani pengobatan, Pak Slamet menggunakan biaya pribadi karena belum memiliki jaminan kesehatan. Tunggakan tagihan berubat pun sudah mencapai Rp 450.000,- sehingga beliau memutuskan untuk mengentikan pengobatan. Walaupun demikian, Pak Slamet masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan di luar fasilitas KIS. Saat mengetahui kondisi Pak Slamet, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya pengobatan. Selain itu juga dibantu dalam pembuatan kartu jaminan kesehatan. Bulan ini Pak Slamet masih menjalani pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1120. Semoga Pak Slamet dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 600.000,-
Tanggal : 24 Januari 2018
Kurir : BambangBKY Sutomo

Pak Slamet menderita nyeri pangkal paha


SONI ISRA ISTAIN (31, Tumor Mata). Alamat : Dusun Sumber, RT 1/12, Kel. Sugihan, Kec. Jatirogo, Kab. Tuban, Provinsi Jawa Timur. Pada awal tahun 2016, di bagian kelopak mata Pak Soni terdapat benjolan kecil seperti di gigit nyamuk. Karena dianggap benjolan biasa, ia tidak menghiraukan benjolan tersebut. Namun seiring bertambahnya usia, benjolan tersebut semakin membesar dan menutupi sebagian kelopak mata sebelah kanan dan hampir merembet ke pipi. Akhirnya Pak Sonimemeriksakan dirinya ke Puskesmas Jatirogo, Tuban. Dari hasil diagnosa sementara dokter di Puskesmas, diketahui bahwa Pak Soni menderita tumor mata. Pihak Puskesmas merujuk Pak Soni ke RSUD Tuban. Namun karena peralatan dirasa kurang memadai, pihak rumah sakit merujuk pak Soni ke Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Ramelan Surabaya. Ayah pak Soni seorang tukang kayu serabutan yang sehari-harinya belum tentu mendapat penghasilan. Pak Soni sempat menunda keberangkatannya ke Surabaya karena tidak adanya biaya transportasi dan berobat. Beliau sempat berjualan es kelapa muda di sekitaran terminal Jatirogo, Tuban. Hal tersebut dilakukan supaya dapat membantu meringankan beban ayahnya. Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Soni. Bantuan dari sedekaholics telah kami sampaikan. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya transportasi dan biaya berobat. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1108. Saat ini Pak Soni sudah dinyatakan sembuh. Beliau bisa melakukan kontrol lagi ketika dirasa ada keluhan pada sakitnya. Pak Soni dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih banyak atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 23 Februari 2018
Kurir : BambangBKY

Pak Soni menderita tumor mata


YATINA BINTI MISANI (50, Thyrotoxicosis). Alamat: Desa Nogosari RT 8/2, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2016, Bu Yatina mengeluh sakit di bagian leher. Beliau mendapati adanya benjolan besar di bagian leher. Karena benjolan tersebut, Bu Yatina menjadi kesulitan bernapas. Suara beliau juga menjadi berat karena tertahan. Bu Yatina menjadi kehilangan nafsu makan karena mengalami kesulitan dalam menelan makanan. Akhirnya beliau memeriksakan diri ke Puskesmas. Karena tidak ada biaya untuk kelanjutan pemeriksaan, akhirnya Bu Yatina menjalani pengobatan secara alternatif. Di tahun 2017, Bu Yatina dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Yatina didiagnosa menderita thyrotoxicosis. Kini, benjolan di leher Bu Yatina masih ada. Beliau masih menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soetomo. Bu Yatina bekerja sebagai buruh tani. Suami beliau sudah lama meninggal dunia. Bu Yatina juga tidak memiliki tanggungan anak. Selama menjalani pengobatan, Bu Yanita menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS PBI. Walaupun demikian, Bu Yatina masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi dan akomodasi. Saat mengetahui kondisi Bu Yatina, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi. Semoga kondisi Bu Yatina semakin membaik dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 887.200,-
Tanggal : 23 Februari 2018
Kurir : BambangBKY Suparno

Bu Yatina didiagnosa menderita thyrotoxicosis


MASLAKAH TUSALIMAH (10, saraf da kista dibibir) Dusun Pule, Rt 1 Rw 7, Kelurahan Danurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Pasangan suami istri Bapak Marjoko ( 37 ) dan Ibu Sri Lestari (34) sangat senang mempunyai seorang anak. Anak mereka tersebut diberi nama Maslakah Tusalimah. Mereka sering memanggilnya dek imah. Tetapi kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama karena adek imah menderita sakit dan hanya bisa terlentang dikasurnya. Mereka tidak menyangka bahwa anaknya akan sakit seperti ini, karena dek imah lahir dengan keadaan normal dan berkembang seperti anak – anak lainya selama 1-2 berjalan. Namun, berselang satu tahun ada keanehan pada perkembangan dek imah, bayi biasanya sudah bisa tengkurap pada usia 1 tahun, tetapi dek imah hanya bisa telentang saja. Usia 5 tahun dek Imah sempat dirawat di RSUD Muntilan selama 6 hari. Setelah itu dirujuk ke RSJ UNTUK menjalani terapi di RSJ, namun tak lama berselang bibir dek imah keluar darah. pIhak keluarga membawa dek Imah ke RSUD Tidar Kota Magelang. Dari RSUD Tidar pun meminta pihak keluarga untuk membawa rujukan ke RSUP Sardjito. Berat badan dek imah kala itu hanya 25 kg. Pemeriksaan yang dijalani di Sardjito adalah pemeriksaan gigi yang sering keluar nanah dan darah. Namun saat ini kondisi bibir dek imah sudah mulai membaik. Meskipun demikian dokter tetap menyarankan untuk pemeriksaan rutin terhadap kondisi dek imah yang selama ini dia jalani yaitu meliputi terapi fisioterapi di RSJ dan bedah mulut di Sardjito. Meskipun sudh perah menjalani terapi fisioterapi namun kondisi dek imah masih saja terlentang. Sudah lama pihak keluarga ingin sekali dek imah menjalani pemeriksaan rutin, namun karena keterbatasan biaya dan ekonomi saat in karena ibu Lestari hanya ibu rumah tangga dan mencari rosok. Sedangkan bapak yang semestinya sebagai tulang punggung keluarga juga tidak bisa berbuat apa apa dikarenakan juga kondisinya yang sakit jantung dan juga harus melakukan pemeriksaan rutin. Kondisi adek imah saat ini masih lemas tak berdaya,jaminan kesehatanpun keluarga adek Imah hanya memiliki KIS dan mengalami kesulitan ekonomi biaya untuk pengobatan adek imah.Teman-teman #SedekahRombongan dapat merasakan kesulitan keluarga adek imah Alhamdulilah #SedekahRombongan dapat membantu biaya untuk pengobatan dengan memberikan santunan semoga adek imah lekas sembuh seperti layaknya teman-temanya Pihak keluarga adek imah mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman #SedekahRombongan dan para donatur yang tidak bisa di sebutkan, yang telah menyalurkan sedekahnya melalui #SedekahRombongan atas bantun yang diberikan melalui #SedekahRombongan semoga para kurir dan donatur selalu di berikan kesehatan, keselamatan, dan kesuksesan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 2 Maret 2018
Kurir : @fathurrozaq82, Ardo Limar, Agus Santoso

Maskalah menderita saraf da kista dibibir


ALIF RIZKI SYAFATIR (12, Leukimia). Alamat : Gang Merak 1, No 27, RT 3/6, Jalan Raya Pak kasih, Desa Mariana, Kecamatan Pontianak, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Tahun 2015 menjadi awal mula gejala sakit yang dialami Alif hingga kini, saat itu Alif mengalami demam beberapa hari. Setelah menjalani perawatan di rumah, sakitnya tak kunjung sembuh hingga akhirnya ia dibawa ke RSUD Kota Pontianak dan dinyatakan mengalami tifus. Seminggu menjalani perawatan di rumah sakit Alif diperbolehkan pulang, namun seminggu berada di rumah dan kembali sekolah, ia kembali mengalami demam tinggi yang disertai mimisan. Orang tua Alif merasa khawatir dan kembali membawa anaknya ke RSUD Kota Pontianak, namun karena keterbatasan alat dokter merujuk ke RSUD Dr. Soedarso. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, diketahui Alif mengidap leukimia dan harus segera dirujuk ke RS Dharmais Jakarta. Berbekal pinjaman uang dari sanak keluarga, dibawalah Alif ke Jakarta dan sempat menjalani pengobatan selama kurang lebih 3 bulan. Besarnya biaya hidup selama di Jakarta dan pengobatan Alif yang cukup lama, membuat orang tua Alif membawanya kembali pulang ke Pontianak karena tidak lagi mempunyai uang. Ayah Alif, Bapak Alimaya hanya bekerja sebagai kuli panggul di pelabuhan dengan penghasilan yang sangat kecil, sedangkan ibunya, Nur Cahyani, tidak bekerja. Selama berobat Alif menggunakan JKN – KIS kelas III. Alif sempat menjalani perawatan kembali di RSUD Dr. Soedarso karena kondisinya yang tidak stabil. Alhamdulillah Alif dapat kembali menjalani pengobatan di RS Dharmais Jakarta selama beberapa bulan, dan setelah itu kembali ke Pontianak. Setelah beberapa minggu di Pontianak Alif mengalami pendarahan sehingga langsung dilarikan ke RSUD Dr. Soedarso. Setelah menjalani perawatan di RSUD, Alif meninggal dunia. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan tunai untuk santunan duka. Semoga Amal ibadah Alif diterima Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Sebelumnya Alif telah dibantu dalam Rombongan 1086.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 7 Februari 2018
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @rayska197 @ririn_estu

Alif menderita leukimia


RUSMAYANI DARATSEKIP (48, Tumor Caput Pankreas). Alamat : Jalan HOS Cokroaminoto, Gang Palem Dalam, RT 2/6, Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Rusmayani adalah seorang ibu rumah tangga dengan 4 orang anak, suaminya bekerja menjadi buruh bangunan. Pada Maret 2017, Rusmayani sering merasakan mual disertai badan mengigil dan panas dingin. Awal pengobatan Ibu Rusmayani dibawa ke Puskesmas, namun karena tidak ada perkembangan ia dibawa ke dokter umum dan dinyatakan mengalami sakit maag dan tifus. Kondisi Ibu Rusmayani semakin memburuk, akhirnya ia dibawa ke RSUD Dr. Sudarso Kota Pontianak dan diarahkan ke dokter spesialis penyakit dalam. Diagnosis awal setelah Ibu Rusmayani menjalani USG adalah ada batu empedu. Semakin hari kondisinya terus memburuk dimana seluruh badannya berwarna kuning dengan kulit dan kuku hitam gosong. Akhirnya Ibu Rusmayani kembali dirawat di RSUD Dr. Sudarso, namun ia kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta. Pada April 2017, dengan menjual harta benda yang ada Ibu Rusmayani berangkat ke Jakarta bersama suami dan sudah tinggal selama hampir 3 bulan. Setelah melewati serangkaian pemeriksaan lengkap di RSCM, Ibu Rusmayani didiagnosis mengalami tumor caput pankreas dan harus segera dilakukan operasi. Karena kehabisan biaya hidup di Jakarta maka operasi pengangkatan tumor belum dilakukan. Pada awal Juli 2017, Rusmayani dibawa pulang ke Pontianak dan dirawat di rumah tanpa ada tindakan medis. Pada pertengahan September 2017 karena kondisinya yang semakin mengkhawatirkan, berbekal dana seadanya Ibu Rusmayani berangkat lagi ke Jakarta untuk menjalani operasi. Ibu Rusmayani sudah kembali ke Pontianak dan sempat menjalani rawat inap di RSUD Dr. Soedarso. Operasi yang dilakukan di Jakarta hanya bisa membuang batu empedu dan tumornya tidak bisa diangkat karena ada di dekat hati dan pembuluh darah. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan untuk biaya hidup, operasional di rumah sakit, dan pembelian suplemen. Sebelumnya Ibu Rusmayani telah dibantu dalam Rombongan 1101.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 24 Februari 2018
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 Meta Nuryani @rayska197 @ririn_restu

Ibu Rusmayani didiagnosis mengalami tumor caput pankreas


TIMAH BINTI M. ASNAN (33, Tumor Kelenjar Teroid). Alamat : Jalan Ampera, RT 5/3, Kelurahan Twi Mentibar, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Timah sejak sekitar 10 tahun yang lalu sudah tidak bisa melihat namun tidak diketahui penyebabnya. Pihak keluarga sudah melakukan pemeriksaan satu kali di Puskesmas Kecamatan Pemangkat, namun tidak dilanjutkan karena ketidaktahuan keluarga bagaimana alur prosedur pengobatan lanjutan ke rumah sakit. Kondisi yang dialami Timah berlangsung bertahun – tahun tanpa mendapat penanganan. Sekitar bulan Oktober 2016, kondisi Timah mulai melemah. Ia hanya dapat berbaring di tempat tidurnya dengan kondisi lehernya terdapat benjolan besar. Hingga bulan Januari 2017, berat badan Timah menurun hingga tubuhnya sangat kurus dengan mata yang tidak bisa melihat. Berkat pertolongan warga, Timah diperiksakan ke salah satu rumah sakit di Singkawang. Dokter menyatakan Timah mengalami tumor kelenjar tiroid. Sejak Januari 2017, Timah menjalani rawat jalan selama 1 tahun. Ia dibantu oleh warga baik saat konsultasi maupun mengambil obat-obatan. Perawatan dan pengobatan Timah menggunakan JKN – KIS PBI. Kondisi ekonomi keluarga Timah sangat terbatas, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari dan nutrisi Timah sangat sulit. Sejak ayahnya meninggal, ibu Timah, Nursali (54), yang menjadi tulang punggung keluarga dengan menjadi petani. Kondisi Timah sekarang badannya terlihat berisi. Ia pun sudah bisa duduk dan berpindah tempat, meski dengan menggeser tubuhnya secara perlahan-lahan, yang mana sebelumnya ia hanya bisa terbaring di kasur lantaran kondisinya yang lemah. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, nutrisi, dan pengobatan Timah. Sebelumnya Timah telah dibantu dalam Rombongan 1031.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.268.000,-
Tanggal : 24 Februari 2018
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 have @ferian_syah12

Timah mengalami tumor kelenjar tiroid


SRI WAHYUNI (36, Kanker Ovarium). Alamat : Jalan Tekam, Perum Permata Seruni, Blok B2, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Sri tinggal bersama kedua orang tuanya, Bapak Suhatril (67) dan Ibu Masiharti (60), di kontrakan yang sangat sederhana. Anak kedua dari empat bersaudara ini mulai merasakan sakit pada tahun 2007 saat berusia 26 tahun. Saat itu Sri didagnosis ada kista di rahimnya, namun karena ketiadaan biaya ia tidak dapat berobat dengan maksimal. Selama 10 tahun, Sri hanya menjalani pengobatan seadanya. Pada Juli 2017, Sri mengalami susah bernapas pada saat berbaring. Kondisi ini membuatnya harus mencari posisi tidur yang tepat agar bisa bernapas dengan nyaman. Setelah kondisinya tak kunjung membaik, Bapak Suhartil membawanya ke RSU Soedarso Pontianak, dari hasil pemeriksaan dinyatakan ia mengalami kanker ovarium dan harus segera dilakukan operasi. Sebelum dilakukan operasi, harus dilakukan penyedotan cairan di paru-paru/organ dalam lainnya. Biaya penyedotan ditanggung BPJS, namun keluarga kesulitan biaya untuk transportasi berobat ke rumah sakit. Terlebih lagi Bapak Suhartil yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga dengan berdagang tidak bisa mencari uang karena harus mendampingi Sri berobat. Ibu Masiharti kondisinya sudah sangat sepuh tidak bisa mendampingi anaknya. Kondisi Sri Wahyuni sudah membaik pasca dilakukan operasi pengangkatan kanker, namun dinyatakan masih ada akar kankernya dan dokter menyarankan untuk dilakukan kemoterapi sebagai penanganan lanjutan. Ibu belum siap secara mental untuk menjalani kemoterapi sehingga terlebih dahulu berikhtiar dengan pengobatan herbal. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan biaya pengobatan dan perawatan untuk untuk membayar cicilan tunggakan rumah sakit pasca pengangkatan tumor di perut. Sebelumnya Ibu Sri pernah dibantu dalam Rombongan 1105.

Jumlah Bantuan : Rp.3.000.000,-
Tanggal : 22 Februari 2018
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 Lilik @rayska197 @ririn_restu

Ibu Sri mengalami kanker ovarium


ROSNELLY BINTI HAMZAH (38, Kanker Payudara). Alamat : Jln. Sungai Sapiah, No. 49, Simpang Bawah Asam, RT 4/2, Kelurahan Sungai Sapiah, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Awal mula sakit yang dialami Ibu Rosnelly adalah saat ia menyusi anaknya yang ke-3. Ibu Rosnelly merasakan payudara sebelah kanannya bengkak dan nyeri. Pada November 2016, Ibu Rosnelly memeriksakan diri ke Puskesmas Belimbing dan dari hasil pemeriksaan dokter ia didagnosis mengalami kanker payudara. Dokter pun merujuknya ke dokter spesialis di rumah sakit namun tidak segera ia lakukan karena tidak memiliki biaya. Ibu Rosnelly mencoba mengurus JKN – KIS PBI agar ia dapat berobat, namun belum berhasil. Ibu Rosnelly akhirnya tidak dapat berobat secara medis karena tidak memiliki uang dan jaminan kesehatan. Suami Ibu Rosnelly, Bapak Novidal (42), tidak memiliki penghasilan tetap karena usaha tambal ban yang dijalaninya terhenti sejak istrinya sakit. Akhirnya Ibu Rosnelly hanya dapat berobat dengan pengobatan tradisional. Pada Februari 2017, benjolan di payudara Ibu Rosnelly pecah mengeluarkan cairan darah dan nanah. Kondisinya pun semakin menurun, ia mengalami bengkak dari bahu kanan hingga ke jari – jari tangannya. Saat mengerakkan tangan kanan, Ibu Rosnelly merasakan nyeri yang sangat hebat di payudaranya. Alhamdulillah dengan izin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Rosnelly dan suaminya. Setelah dibantu Sedekah Rombongan, Ibu Rosnelly dapat berobat dengan KIS Mandiri kelas III yang kini telah dimilikinya. Ibu Rosnelly akhirnya menjalani operasi pada Juli 2017 dan menjalani kemoterapi di RS Ibnu Sina Padang. Kondisi Ibu Rosnelley sering menurun sehingga beberapa kali sempat tidak bisa menjalani kemoterapi, hal ini sering disebabkan karena kadar HB-nya rendah dan harus menjalani transfusi. Kondisi Ibu Rosnelly sempat memburuk hingga dibawa ke rumah sakit dan hampir diopname, namun malam harinya ia diperkenankan pulang. Payudara Ibu Rosnelly mengeluarkan cairan seperti nanah dan berbau busuk. Ibu Rosnelly sudah menjalani 8 kali kemoterapi dari 9 kali kemoterapi yang disarankan dokter. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk membayar iuran BPJS, transportasi berobat, pembelian perban, dan pemenuhan asupan gizi persiapan kemo. Sebelumnya Ibu Rosnelly telah dibantu pada Rombongan 1101.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Februari 2018
Kurir : @arfanesia @eldaritarosman @ririn_restu

Ibu Rosnelly mengalami kanker payudara


BURHAN BIN SUHERMAN (65, Stroke). Alamat : Jalan Seberang Padang Utara, RT 3/2, Kelurahan Seberang Padang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat. Sekitar awal tahun 2015, pada malam hari tiba – tiba Pak Burhan muntah – muntah dan tubuh bagian kiri hingga kakinya tidak bias digerakkan sama sekali. Istrinya, Ibu Sumarni, saat itu hanya bisa membawanya ke tukang urut karena tidak karena tidak memiliki uang dan jaminan kesehatan apapun. Sebelumnya Pak Burhan bekerja sebagai buruh harian lepas. Pada tahun 2016 atas informasi dari warga setempat, akhirnya Pak Burhan mendapatkan JKN – KIS PBI dari Pemerintah daerah Kota Padang. Meski sudah mempunyai JKN – KIS, Pak Burhan tetap tidak bisa rutin berobat ke rumah sakit untuk kontrol dan fisioterapi stroke seperti yang dianjrkan dokter. Ketiadaan biaya untuk bolak – balik ke rumah sakit menjadi kendala utama, karena untuk berobat Pak Burhan tidak bisa berjalan atau naik motor dan harus menyewa mobil yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kondisi ini sangat berat bagi Ibu Sumarni yang saat mencari nafkah seorang diri sebagai buruh cuci di 4 rumah dengan penghasilan Rp550.000 per bulan. Akhir Oktober 2017 lalu, Pak Burhan mendapat bantuan kursi roda yang dpaat membantu aktivitasnya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan biaya pengobatan dan perawatan untuk kontrol dan fisioterapi. Sebelumnya Pak Burhan dibantu dalam Rombongan 1105.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 21 Februari 2018
Kurir : @arfanesia @eldaritarosman @ririn_restu

Pak Burhan mengalami stroke

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MTSR JOGJA 2,708,600
2 MTSR JOGJA 3,353,600
3 MTSR JOGJA 4,554,600
4 MTSR JOGJA 3,053,600
5 ELPA KURNIAWATI 1,000,000
6 ALBERT AMDA 750,000
7 AFIF KHOLAF RAUF 500,000
8 SITI RAMLAH 1,887,851
9 IMAM KAYADI 1,000,000
10 ARIFIN AHMAD 1,000,000
11 KHAIRUL ASBIH 1,000,000
12 SUMANTRI BIN SAHRO 500,000
13 RSSR RIAU 1,190,000
14 MTSR RIAU 1,648,700
15 RSSR RIAU 1,122,000
16 SITI MUKAROMAH 1,000,000
17 PESOK BINTI PANGKO 1,000,000
18 RINI EKA PUTRI 1,150,000
19 AHMAD BIN ASRIL 500,000
20 ANDRIAN BINTI AFRIANDI 1,000,000
21 SUSANTO BIN JAMALUDDIN 740,000
22 AGUS WANTO 698,500
23 DEDI SETYO PAMBUDI 520,000
24 FARICHAH BINTI MUHAINI 690,000
25 IMAM WAHYUDI 589,200
26 KENZO JULIAN 500,000
27 NURHOSNA BIN MUSAKKI 604,000
28 SUCI RAMADANI 553,500
29 TUTIK HANDAYANI 2,000,000
30 KUSRIN BIN MOHAMMAD JAMJURI 1,500,000
31 SAENI BIN RANA SEMITA 1,000,000
32 ASMINI BINTI KARYA BESARI 1,000,000
33 PAINEM BINTI WONGSO REJO 1,000,000
34 MANISAH BINTI SANGUSMAN 1,000,000
35 WATIYEM BINTI SANPAWIRO 1,000,000
36 SUPIYEM BINTI DANA BASARI 1,000,000
37 SUDIARJO BIN MURYASA 1,000,000
38 DAYEM BINTI MARTAMA 1,000,000
39 MOHAMMAD HABIBI S 715,938
40 MUHAMMAD HAVIV 1,586,028
41 DENY ANDRIYANI CHRISTYANNINGSIH 1,000,000
42 MI’AN BIN MISNU 500,000
43 SAFA ROTUL MUKARROMAH 694,000
44 MOCHAMMAD FADIL 682,000
45 SLAMET RIADI 600,000
46 SONI ISRA ISTAIN 500,000
47 YATINA BINTI MISANI 887,200
48 MASLAKAH TUSALIMAH 1,500,000
49 ALIF RIZKI SYAFATIR 1,000,000
50 RUSMAYANI DARATSEKIP 1,500,000
51 TIMAH BINTI M. ASNAN 1,268,000
52 SRI WAHYUNI 3,000,000
53 ROSNELLY BINTI HAMZAH 1,000,000
54 BURHAN BIN SUHERMAN 7,500,000
Total 70,247,317

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 70,247,317,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1121 ROMBONGAN

Rp. 60,452,670,912,-