Rombongan 1121

Bersedekahlah maka seribu kebaikan akan datang kepadamu
Posted by on March 27, 2018

SANURJI BIN KARYA (75, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : RT 1/3, Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa tengah. Bapak Sanurji adalah seorang dhuafa yang usianya sudah terbilang senja. Hingga saat ini beliau masih bekerja serabutan di sawah. Dengan penghasilannya yang kecil, beliau sangat kesulitan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya. Bapak Sanurji mempunyai seorang istri bernama Nartem (65) yang sering sakit-sakitan. Biaya untuk makan sehari-hari terkadang mereka hutang kepada tetangga. Hutang tersebut baru dilunasi setelah beliau menerima hasi panen. Bapak Sanurji juga tinggal bersama anak laki-lakinya yang bekerja serabutan sebagai tukang rongsok. Anak beliau putus sekolah dan hanya lulus dari SMP. Ia tidak dapat melanjutkan pendidikannya karena tidak memiliki biaya. Bapak Sanurji tidak memiliki jaminan kesehatan manapun. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sanurji dan keluarga sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Februari 2018
Kurir : @ddeean Asih @paulsyifa

Bantuan biaya hidup


NARSITEM ACHMAD KUSAERI (73, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Jalan Masjid, RT 5/2, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Narsitem tinggal di rumah berukuran kecil bersama cucu perempuannya yang menderita gangguan jiwa sejak kecil. Sang cucu merupakan seorang yatim piatu. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana yang berdinding kayu dan anyaman bambu. Sekitar lima tahun lalu, rumah yang ditinggalinya akhirnya roboh karena sudah keropos dimakan usia. Sekarang beliau dan cucunya menumpang pada anaknya yang masih hidup. Ia bekerja sebagai buruh harian. Ibu Narsitem tidak memiliki kartu jaminan kesehatan manapun. Beliau sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya hidup sehari-hari sehingga diharapkan dapat meringankan beban hidup keluarga Ibu Narsitem. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Februari 2018
Kurir : @ddeean Asih @paulsyifa

Bantuan biaya hidup


UMINAH BINTI MADSANA (72, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Jalan Mbulu, RT 5/3, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Suminah tinggal bersama lima anggota keluarganya yaitu anak, menantu dan cucunya. Beliau tinggal di rumah yang sangat sederhana. Kondisi rumahnya cukup memprihatinkan. Dindingnya terbuat dari pagar bambu. Atapnya menggunakan genting yang sudah rapuh dimakan usia. Dalam memenuhi biaya hidup sehari-hari Ibu Suminah hanya mengandalkan dari penghasilan anak-anaknya yang tidak pasti. Mereka hanya bekerja sebagai buruh serabutan berpenghasilan kecil. Ibu Suminah tidak memiliki kartu jaminan kesehatan manapun. Ibu Suminah dan keluarga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Suminah dan keluarganya sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari sehingga dapat meringankan beban keluarga. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan berkah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Februari 2018
Kurir : @ddeean Asih @paulsyifa

Bantuan biaya hidup


WARSITEM MADHADI (74, Pembengkakan Jantung + Radang Lambung). Alamat: RT 2/3, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Warsitem mengalami pembekakan kaki pada tanggal 14 Februari 2015. Pada tanggal yang sama, beliau melakukan rontgen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Diagnosis dokter menyatakan bahwa beliau mengalami pembengkakan pada jantung. Selain itu, Ibu Warsitem juga menderita radang lambung. Setiap kali makanan masuk ke dalam perut akan terasa sakit. Wanita yang terbilang sudah memasuki usia senja ini tinggal bersama tiga orang anak, seorang menantu dan dua cucunya di rumah yang sederhana. Dua anak laki-lakinya menderita penyakit sejak usia muda dan sampai sekarang belum menikah. Anak perempuannya menjadi tulang punggung keluarga dan harus menafkahi seluruh keluarga dari warung kecilnya, sementara suaminya bekerja sebagai tukang rongsok. Selama ini pengobatan Ibu Warsitem dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun Ibu Warsitem dan keluarga kesulitan memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah Ibu Warsitem dan keluarga dipertemukan dengan Sedekah Rombongan. Santunan disampaikan untuk membantu membiayai kebutuhan hidup sehari-hari beliau dan keluarga. Semoga Ibu Warsitem beserta keluarga dilimpahkan kesehatan dan dilancarkan rezeki oleh Allah.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Februari 2018
Kurir : @ddeean Asih @firdhanelis

Ibu Warsitem mengalami pembengkakan pada jantung dan radang lambung


SAPADI SAYAT (83, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Jalan Lapangan, RT 5/4, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar tiga tahun Bapak Sapadi begitu panggilannya, sudah tidak lagi bekerja sebagai buruh serabutan. Mengingat usianya yang semakin sepuh, beliau sekarang banyak melakukan aktivitas di rumah. Bapak Sapadi tinggal di rumah yang sangat sederhana bersama istrinya yang bekerja sebagai buruh tani. Karena saat ini beliau sudah tidak lagi bekerja maka seluruh biaya kebutuhan hidup sehari-hari mengandalkan dari penghasilan istrinya. Penghasilan istrinya sebagai buruh tani sangat kecil. Bapak Sapadi tidak memiliki kartu jaminan kesehatan manapun. Bapak Sapadi dan istrinya kesulitan memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sapadi dan keluarga sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari sehingga dapat meringankan beban keluarga. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan berkah.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Februari 2018
Kurir : @ddeean Asih @firdhanelis

Bantuan biaya hidup


SUMINI SANWIDI (84, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : RT 4/3, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Sumini sudah tidak mampu lagi bekerja. Beliau tinggal bersama anaknya beserta menantu dan dua cucunya di rumah yang sederhana. Anaknya yang menjadi tulang punggung keluarga bekerja sebagai tukang kayu. Penghasilan yang kecil membuatnya kesulitan memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Sejak dua bulan lalu anaknya tidak dapat bekerja lagi karena mengalami kecelakaan kerja. Sementara Ibu Sumini sendiri sering sakit-sakitan. Ibu Sumini tidak memiliki kartu jaminan kesehatan berupa manapun. Beliau sekeluarga kesulitan memenuhi biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sumini sekeluarga sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan mengurangi beban ekonomi keluarga.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Februari 2018
Kurir : @ddeean Asih @firdhanelis

Bantuan biaya hidup


RISTAM BIN NAMARTA (67, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : RT 1/2, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada tanggal 16 Januari 2015, mata Bapak Ristam terkena debu saat membangun rumah tetangga. Pada hari itu juga beliau segera dibawa ke Rumah Sakit (RS) Wijayakusuma Purwokerto. Mata kanan Bapak Ristam dinyatakan sudah tidak berfungsi karena infeksi dan pihak RS tidak mampu menangani. Kondisi mata kanan beliau saat ini tidak dapat melihat. Beliau sudah tidak mampu lagi bekerja. Biaya kebutuhan hidup sehari-hari Bapak Ristam saat ini bergantung pada anak-anaknya. Bapak Ristam tidak memiliki kartu jaminan kesehatan manapun. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Ristam dan keluarga sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan diberikan untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan Bapak Ristam serta keluarga diberikan kelancaran rezeki oleh Allah.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 17 Februari 2018
Kurir : @ddeean Asih @firdhanelis

Bantuan biaya hidup


SATEM DUL GHONI (75, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: RT 1/2, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Satem adalah seorang dhuafa yang biaya hidupnya ditanggung oleh anaknya. Anaknya bekerja sebagai pedagang baju keliling. Aktivitas sehari-hari Ibu Satem hanya berdiam diri di rumah. Beliau sudah tidak bisa berjalan dengan posisi badan tegak, beliau berjalan dengan membungkuk. Pendengaran Ibu Satem sudah tidak dapat berfungsi dengan baik. Penghasilan anaknya dari berdagang baju keliling kurang mencukupi biaya kebutuhan hidup sehari-hari Ibu Satem dan keluarga. Ibu Satem tidak memiliki kartujaminan kesehatan manapun. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Satem dan keluarga sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan agar dapat membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga dapat bermanfaat dan Ibu Satem seta keluarga dilancarkan rezekinya oleh Allah.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Februari 2018
Kurir : @ddeean Asih @firdhanelis

Bantuan biaya hidup


TUMIRAH BINTI SUDARJI (31, Difabel Acute Flacyd Paralisis). Alamat : RT 1/5, Desa Selaganggeng, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Tumirah terlahir normal dan bisa berjalan tetapi dengan menjijit. Setelah berusia 8 tahun ia mulai tidak bisa berdiri dan berjalan dengan berjongkok. Tumirah belum pernah diperiksakan ke rumah sakit. Pada awal bulan Januari 2018 ada tetangga yang menyarankan untuk mengikuti pelatihan keterampilan dibantu oleh Dinas Sosial Kabupaten Purbalingga. Dan untuk persayaratannya perlu keterangan dari puskesmas. Untuk menindaklanjuti, tim puskesmas mengunjungi Tumirah melakukan beberapa pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan Tumirah didiagnosis menderita difabel acute flacyd paralisis. Saat ini ia sedang mengikuti pelatihan keterampilan di Panti Rehabilitasi Dr Suharso Solo selama 6 bulan. Untuk biaya kebutuhan hidup sehari – hari Tumirah bekerja membuat bulu mata di rumah dengan hasil seminggu sekitar Rp. 50.000. Penghasilan tersebut tidak cukup untuk membiayai kebutuhan hidupnya sehari-hari. Tumirah memiliki kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Tumirah. Santunan disampaikan untuk biaya kebutuhan sehari-hari. Semoga dapat bermanfaat dan Tumirah dapat mempunyai keterampilan agar mandiri.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Februari 2018
Kurir : @deeaan Rahayu

Bu Tumirah didiagnosis menderita difabel acute flacyd paralisis


RAGIL BIN SUDARJI (31, Difabel Acute Flacyd Paralisis). Alamat : RT 1/5, Desa Selaganggeng, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada saat lahir, Ragil lahir normal dan tumbuh seperti anak anak yang lain. Saat berjalan juga normal meskipun dengan menjijit. Setelah dikhitan, sekitar usia 10 tahun ia mulai tidak bisa berdiri dan berjalan juga dengan berjongkok. Ragil belum pernah diperiksakan ke rumah sakit. Kondisi seperti ini sama dengan kakaknya, Tumirah (31). Pada awal bulan Januari 2018 ada tetangga yang menyarankan untuk mengikuti pelatihan keterampilan dibantu oleh Dinas Sosial Kabupaten Purbalingga. Dan untuk persayaratannya perlu keterangan dari puskesmas. Untuk menindaklanjuti, tim puskesmas mengunjungi Ragil melakukan beberapa pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan Ragil didiagnosis menderita difabel acute flacyd paralisis. Saat ini Ragil sedang mengikuti pelatihan keterampilan di Panti Rehabilitasi Dr Suharso Solo selama 6 bulan. Untuk biaya sehari – hari Ragil bekerja membuat bulu mata di rumah dengan hasil seminggu sekitar Rp. 50.000. Penghasilan tersebut tidak cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-hari. Kartu jaminan kesehatan yang dimiliki yaitu JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ragil. Santunan disampaikan untuk biaya kebutuhan sehari-hari. Semoga dapat bermanfaat dan Ragil dapat mempunyai keterampilan agar mandiri.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Februari 2018
Kurir : @deeaan Rahayu

Ragil didiagnosis menderita difabel acute flacyd paralisis


NENAH BINTI ARSAMEJA (55, Patah Tulang Tangan Kanan). Alamat : RT 2/1, Desa Selaganggeng, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada bulan Oktober 2017, saat akan pulang setelah berjualan di Pasar Bobotsari, Ibu Nenah jatuh terpeleset. Tangan sebelah kanannya bengkak dan sakit. Setelah jatuh Ibu Nenah periksa ke puskesmas dan oleh dokter dirujuk ke rumah sakit. Tetapi Ibu Nenah tidak ke rumah sakit karena takut operasi dan khawatir mengenai biaya perawatan. Setelah itu Ibu Nenah berobat alternatif tapi masih belum ada perubahan dan masih sakit. Pada akhir bulan Januari 2018 Ibu Nenah mengikuti posyandu Lansia di desanya. Kebetulan kegiatan diisi oleh Kepala Puskesmas yang menjadi kurir Sedekah Rombongan dan menyarankan untuk periksa ke rumah sakit dengan menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Ibu Nenah mengikuti saran tersebut dan periksa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Purbalingga. Kondisi Ibu Nenah saat ini sakit sudah berkurang dan mulai dapat bergerak dan mengangkat benda-benda. Suaminya, Bapak Salimi (57) bekerja sebagai buruh. Penghasilannya yang kecil membuat Bapak Salimi kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga meskipun dalam kondisi sakit, Ibu Nenah harus berjualan kulit melinjo untuk membantu. Selama berobat di RSUD Purbalingga Ibu Nenah dibantu SKTM. Beliau tidak memiliki kartu jaminan kesehatan manapun. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Nenah dan keluarga. Santunan diberikan untuk biaya kehidupan sehari-hari dan keperluan membuat Kartu Indonesia Sehat (KIS). Semoga dapat bermanfaat dan Ibu Nenah dapat kembali sehat serta beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Februari 2018
Kurir : @ddeean Rahayu

Bu Nenah menderita patah tulang tangan kanan


ROPIDIN BIN ABDUL SOMAD (58, Nyeri Tulang Belakang). Alamat : RT 4/3, Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada awal bulan Januari 2018, sepulang dari mengojek dengan kondisi tidak tidur semalam dan basah kehujanan, Bapak Ropidin merasakan sakit pada bagian pundak. Bapak Ropidin selanjutnya merasakan sakit pada bagian punggung. Beliau segera dibawa ke puskesmas untuk periksa. Tetapi karena belum ada perubahan dan sakit bertambah, pada saat periksa lagi ke puskesmas Bapak Ropidin dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Purbalingga dan berobat jalan. Beberapa hari kemudian Bapak Ropidin tidak dapat duduk dan berjalan bahkan merasakan nyeri saat memiringkan badan. Bapak Ropidin belum memeriksakan diri lagi. Sebelum sakit, Bapak Ropidin bekerja sebagai tukang ojek namun sampai saat ini belum dapat beraktivitas. Istrinya, Ibu Turiyah (60) membantu ekonomi keluarga dengan bekerja sebagai buruh tani. Bapak Ropidin tidak memiliki kartu jaminan kesehatan manapun. Selama pengobatan beliau dibantu Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) atas informasi dari kurir Sedekah Rombongan dan dibantu prosesnya oleh perangkat desa setempat. Akan tetapi mereka kesulitan memenuhi biaya kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan denagn Bapak Ropidin sehingga dapat membantu menyampaikan santunan untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Semoga Bapak Ropidin segera diberi kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 14 Februari 2018
Kurir : @ddeean Rahayu

Pak Ropidin menderita nyeri tulang belakang


MOHAMMAD ROBI HAMDANI (8, Cerebral Palsy). Alamat : RT 1/3, Desa Cipete, Kecamatan, Cilongok, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sejak usia 1 tahun 5 bulan sulit buang air besar dan tubuh Dik Robi sulit digerakkan. Keluarga membawa Dik Robi ke poli anak dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto. Hasil pemeriksaan menunjukkan Dik Robi menderita gizi buruk karena perkembangan tubuhnya yang lambat. Usia 2 tahun Dik Robi belum bisa berjalan kemudian keluarga kembali memeriksakan Dik Robi ke poli syaraf RSMS. Dik Robi di diagnosis Cerebral Palsy. Dokter Spesialis Syaraf menyarankan Dik Robi menjalani Fisioterapi sebanyak 150 kali untuk menguatkan tulang kaki dan tulang punggungnya. Namun setelah 76 kali, terapi dihentikan karena terkendala biaya akomodasi. Usia 7 tahun Dik Robi kembali melanjutkan terapi di RSUD Ajibarang. Dik Robi adalah putra dari Bapak Sadiman (54) dan Ibu Rofingah (41). Bapak Sadiman bekerja sebagai pelayan toko sedangkan ibu Rofingah adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga mereka hanya mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Dik Robi dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN KIS-PBI. Namun, proses pengobatannya terkendala biaya akomodasi dan operasional selama kontrol dan pembuatan alat bantu jalan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Robi sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya pembuatan alat bantu jalan. Kini kondisi Dik Robi sudah mulai bisa duduk sendiri serta berdiri dan sedang menjalani terapi rutin di RSUD Ajibarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Februari 2018
Kurir : @ddeean @firdhanelis

Dik Robi di diagnosis cerebral palsy


RETVI ARSANTI (18, Jantung Bocor). Alamat : RT 3/3, Desa Pekunden, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sejak kecil, Retvi Arsanti atau akrab dipanggil Retvi, didiagnosis mengalami Ventricular Septal Defect tipe Double Commited Subarterial (VSD DCSA) atau kebocoran jantung yang terletak di perempatan jantung. Hal tersebut pertama kali teidentifikasa saat Retvi berusia 7 bulan. Dokter umum yang memeriksa Retvi menyatakan ada suara gemuruh di jantungnya. Retvi pun dirujuk ke dokter spesialis jantung. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Retvi menderita jantung bocor. Ia pun menjalani pengobatan selama 1 tahun. Alhamdulillah kondisi Retvi membaik. Namun setelah beranjak remaja, dada Retvi sering sakit, sesak nafas dan pusing. Awalnya ia diperiksakan di Rumah Sakit (RS) Banyumas, kemudian dirujuk ke RS Sardjito Yogyakarta. Dokter pun menyatakan bahwa Retvi harus segera diobati dan ditangani oleh beberapa dokter spesialis bedah. Retvi adalah putri dari almarhum Purwoko dan Dwi Nugrahayu (49). Ibunya bekerja sebagai buruh cuci di lingkungan rumahnya. Penghasilan keluarga mereka hanya mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Retvi dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JAMKESMAS yang dimilikinya. Namun, proses pengobatannya terkendala biaya akomodasi dan operasional selama kontrol. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Retvi sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi dan operasional selama kontrol. Laporan santunan sebelumnya terdapat pada rombongan 1036. Kini kondisi Retvi sudah membaik dan sedang menjalani kontrol rutin di RS Banyumas.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Februari 2018
Kurir : @ddeean @paulsyifa

Retvi menderita jantung bocor


AHSAN ABDUL KARIM (2, Jantung Bocor). Alamat : RT 6/2 Desa Lambur, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada usia 8 bulan, Ahsan mengalami sesak nafas, batuk, dan panas tinggi kemudian oleh kedua orang tuanya diperiksakan ke dokter lalu sembuh. Namun saat ia berusia 1 tahun, Ahsan mengalami kejang-kejang. Ia pun diperiksakan ke dokter dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa ia mengalami kelainan jantung. Ia dirujuk untuk melanjutkan pengobatan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sarjito Yogyakarta. Hasil dari pemeriksaan di RSUP Dr. Sardjito menyatakan bahwa Ahsan mengalami jantung bocor dan harus segera dioprasi. Selama ini Ahsan hanya menjalani rawat jalan dengan biaya seadanya. Saat ini Ahsan masih menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Sardjito dan sedang menunggu hasil pemeriksaan untuk kepastian pengobatan lebih lanjut. Badannya kurus, mudah lelah dan sering sesak napas. Ahsan adalah putra dari pasangan Bapak Karmin (54) dan Ibu Tumini (39). Bapak Karmin bekerja sebagai buruh harian lepas, sedangkan Ibu tumini adalah seorang ibu rumah tangga. Biaya pengobatan Ahsan dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun penghasilan orang tua yang kecil dan tidak menentu, sangat sulit untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, serta biaya akomodasi dan transportasi saat Ahsan berobat. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ahsan sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan Ahsan dapat melanjutkan pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Februari 2018
Kurir : @ddeean Khaerul Zulfikar @firdhanelis

Ahsan mengalami kelainan jantung


MOH. SODIK AMIN (40, Gangguan Jiwa). Alamat : RT 2/5 Desa Agraria, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Pada 10 tahun yang lalu, Bapak Sodik mengalami kejadian di sengat lebah saat sedang memanjat pohon. Kemudian oleh kedua orang tuanya diperiksakan ke puskesmas. Namun kondisi Bapak Sodik tak kunjung membaik. Bapak Sodik sering mengamuk dan diam. Beliau kemudian dibawa ke Puskesmas lagi dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa ia mengalami gangguan jiwa. Setelah menjalani pengobatan selama dua kali di RSUD Banyumas, beliau dirujuk untuk melanjutkan pengobatan ke RS Magelang selama satu kali. Sampai saat ini kondisi Bapak Sodik belum ada perubahan. Beliau masih sering tertawa sendiri dan bicara sendiri. Bapak Sodik adalah putra dari pasangan Bapak Komarudin (73) dan Ibu Sukiyah (71). Bapak Komarudin bekerja sebagai petani, sedangkan Ibu Sukiyah adalah seorang ibu rumah tangga. Biaya pengobatan Bapak Sodik dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun penghasilan orang tua yang kecil dan tidak menentu, sangat sulit untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sodik sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan Bapak Sodik dapat melanjutkan pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Februari 2018
Kurir : @ddeean Khaerul @firdhanelis

Pak Sodik mengalami gangguan jiwa


MTSR PURWOKERTO (AB 9046 WK, Biaya Operasional Januari 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo, RSUD Banyumas, Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, RSU Wiradadi Keluarga dan sebagian rumah sakit di Kabupaten Purbalingga serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Karyadi. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap) dan Brebes. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, tune up, ganti oli, ganti spark plug, ganti kaca belakang, press body belakang dan gaji sopir. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1090.

Jumlah Bantuan : Rp. 8.759.823,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @ddeean Khaerul

Biaya operasional Januari 2018


SANTORI BIN SANMURTI (68, Lumpuh). Alamat : RT 02/02, Desa Serayu Larangan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar tahun 1989, Bapak Santori sedang berjalan memikul batu lalu tiba-tiba beliau merasakan sakit pada tangannya. Beliau lalu dibawa ke manteri dan menjalani rawat jalan selama 3 bulan. Kemudian beliau mencoba menjalani pengobatan herbal selama 1 bulan. Namun kondisi Bapak Santori belum mengalami perubahan. Sejak 4 tahun lalu beliau menderita lumpuh. Beliau dibawa ke Puskesmas Mrebet untuk minta rujukan dan disarankan di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Purbalingga. Bapak Santori menjalani perawatan rutin setiap 1 bulan sekali. Kondisi Bapak Santori saat ini tidak bisa berjalan dan tangan kiri tidak bisa digerakan. Ratni (55), istri Bapak Santori, adalah ibu rumah tangga dan bekerja membuat anyaman bambu. Penghasilannya yang kecil membuat beliau kesulitan memenuhi biaya kebutuhan sehari-hari. Selama berobat Bapak Santori dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Santori dan keluarga. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari. Semoga dapat bermanfaat dan Bapak Santori dapat kembali sehat serta beraktifitas seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Februari 2018
Kurir : @ddeean khaerul @firdhanelis

Pak Santori menderita lumpuh


MUSHOLLA AT TAQWA (Bantuan Pembangun). Alamat: RT 7/2, Desa Pingit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Mushola At-Taqwa dibangun pada tahun 1985 oleh masyarakat di atas tanah wakaf seluas 120 m2 dengan luas bangunan 40m2. Jamaah di Mushola At-Taqwa berasal dari 2 rukun tetangga (RT) yaitu RT 7 dan 8. Selain untuk tempat ibadah sholat jamaah 5 waktu, musholla ini juga berfungsi sebagai tempat pengajian dan tempat pembelajaran Al Qur’an bagi anak-anak di dua RT tersebut. Seiring perjalanan waktu, Musholla At-Taqwa dianggap tidak lagi memadai karena selain ukurannya kecil dan kondisi bangunan yang sudah rapuh termakan usia, sehingga masyarakat berinisiatif untuk membongkar total Mushola At-Taqwa dan membangun kembali di tempat yang sama dengan ukuran yang lebih besar dari semula (9m × 10 m). Sumber pendanaan utama berasal dari iuran sukarela masyarakat. Saat ini, proses pembangunan Musholla At-Taqwa sudah mencapai 40% dari total keseluruhan. Bangunan tembok sudah hampir selesai, namun karena hanya mengandalkan iuran sukarela, maka proses renovasi tersebut menjadi lambat. Untuk aktifitas keagamaan yang biasanya dilaksanakan di musholla tersebut, sementara ditempatkan di rumah salah satu warga. Alhamdulillah pengurus musholla dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan. Pengurus musholla pun menceritakan kesulitan yang dihadapinya. Bantuan dari sedekaholics disalurkan untuk membantu pembuatan rangka atap dan lantai Musholla At-Taqwa. Semoga pembangunan Musholla At-Taqwa dapat segera diselesaikan sehingga jamaah dapat beribadah dengan khusyu’ dan nyaman.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.000.000,-
Tanggal : 30 Januari 2018
Kurir : @ddeean Wiwid @misterrmoo

Bantuan pembangunan


LUSIANI BINTI SIKAN, (49, Kanker Serviks) Alamat Jl. Darmawangsa Dusun Gudangrejo RT/RW 003/025, Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula sakit Ibu Lusiani ini sering mengalami keputihan dan tiba-tiba pendarahan langsung di bawa ke puskesmas terdekat untuk mengetahui sakitnya yang dialami Ibu Lusiani. Setelah Ibu Lusiani diperiksa diagnosa mengalami Kanker Serviks dan oleh pihak Dokter disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Selang satu hari Ibu Lusiani di evakuasi ke Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut dan oleh Dokter Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember disarankan untuk di rujuk ke RSUD Dr. Saiful Anwar untuk perawatan lebih lanjut dan Ibu Lusiani memiliki Jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Ibu Lusiani ini seorang janda yang tinggal di Polsek Rambipuji Rumah bekas tahanan. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari perangkat desa Rambipuji bahwa Ibu Lusiani memerlukan dampingan karena dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal yang di tinggali Ibu Lusiani untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Lusiani. Santunan yang diberikan untuk Akomadasi dan Uang Transport ke Malang. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Lusiani dan Semoga santunan yang diberikan para Sedekaholics mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1108

Jumlah Santunan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 15 Februari 2018 dan 16 Maret 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @Isroil

Bu Lusiani mengalami kanker serviks


NINIK HUNAINAH, (52, Kanker Endometrum) Alamat Dusun Jaringan RT 009/RW 003, Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. sekitar 2014 Ibu Ninik mengalami keputihan yang terus menerus selama beberapa bulan sekitar 6 bulanan kemudian ada rasa nyeri di perut beliau. akhirnya dibawalah ke RSUD Tongas karena keterbatasan alat dirujuk lagi ke RSUD Moh Saleh Probolinggo. Dari hasil pemeriksaan Dokter Ibu Ninik terdiagnosa ada kanker di perut beliau yang kemudian dirujuk ke RSSA malang dan oleh dokter dinyatakan Kanker Endometrium. Pengobatan yang dilakukan Ibu Ninik sudah kemo sekali tanggal 20 November 2017 dan dilanjut kemo ke 2 Tanggal 19 Desember 2017. Ibu Ninik Memiliki jaminan kesehatan berupa JKN – KIS NON PBI Kelas III yang meringankan beban keluarganya dalam berobat di RS. tetapi ibu Ninik merasa kesulitan dalam biaya transportasi dan biaya hidup saat berobat ke RSSA Malang. Ibu Ninik tinggal bersama sang Suami Bapak Sarun (47) yang bekerja sebagai Nelayan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari. Kurir Sedekah Rombongan menyatakan Ibu Ninik termasuk dampingan Sedekah Rombongan karena dari keluarga yang membutuhkan. Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Ninik. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Biaya Transportasi Pasien ke Malang dan Uang Saku saat berada di RSSA Malang. Ibu Ninik mengucapkan banyak Terima Kasih kepada Sedekah Rombongan dan para Sedekaholics yang telah membantu. Semoga mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1118

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Maret 2018
Kurir : @yudhoari @fahmi @viandwiprayugo @firmanyusnizar

Ibu Ninik terdiagnosa kanker endometrium


SUTIK BINTI SUBUWET, (49, Kanker Thyroid) Alamat Jl. Cangkring 21E, RT 005/RW 002, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. mulai 2012 ada benjolan di leher karena dianggap benjolan biasa sehingga oleh beliau dibiarkan. karena semakin membesar diperiksakanlah ke Puskesmas setempat dan dirujuk ke malang. bolak balik malang sampai tiga kali diantar oleh Ambulan Puskesmas tidak ada tindakan lanjutan karena kamar penuh. karena semakin membesar benjolan itu akhirnya atas inisiatif sendiri berangkat lah beliau berobat di RS WALUYO JATI Kraksaan Kabupaten Probolinggo dilakukan operasi 2013 akhir. Selang berapa bulan kemudian bulan Februari 2014 ada benjolan lain yang tumbuh di leher depan yang dinyatakan dokter kanker Thyroid. dalam rentang 2014 dilakukanlah operasi di RSU Moh shaleh kota Probolinggo sebanyak 2 kali dan yang terakhir menyebabkan benjolan semakin besar dan akhirnya dirujuk ke RSSA malang. 5 kali ke RSSA malang tidak ada tindakan sama sekali karena alasan tidak adanya kamar. Ibu Sutik memiliki Jaminan kesehatan berupan JKN-KIS PBI yang meringankan beban keluarganya dalam berobat ke rumah sakit. Tetapi Ibu Sutik kesusahan dengan transportasi bolak balik ke RS dan pembelian obat yang tak tercover oleh KIS PBI. Kurir Sedekah Rombongan merasa kesulitan ibu Sutik, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para Sedekaholics untuk memberikan Santunan. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Biaya Transportasi dan Biaya Pengobatan dan Perawatan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Sutik dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1118

Jumlah Santunan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 14 Maret 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @firmanyusnizar @viandwiprayugo @fahmi

Bu Sutik menderita kanker thyroid


SUCIK AISYAH, (40, Tumor Maxila) Alamat Jl. Mangga RT/RW 004/002, Desa Sumber Wetan Kecamatan Kedupok, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Sejak satu tahun yang lalu ibu Sucik telah menderita penyakit ini. Sebenarnya beliau telah membawa penyakitnya ini untuk dilakukan pemeriksaan ke rumah sakit Dr. Moh Saleh Probolinggo pada bulan maret 2014. Namun, karena keterbatasan dana dan keadaan ekonomi yang cukup memprihatinkan, perawatan penyakitnya ini terpaksa tidak dilanjutkan. Ibu Sucik ini memang berasal dari kaluarga miskin/duafa yang sangat layak untuk mendapatkan bantuan. Akhirnya Kurir Sedekah Rombongan menemukan ibu Sucik dan mendampingi beliau untuk melanjutkan perawatan yang telah terhenti tersebut. Setelah melanjutkan pemeriksaan di RSUD Dr. Moh Saleh Probolinggo Ibu Sucik dirujuk ke Dr. Soetomo Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut, karena penyakit yang dialaminya tergolong Ganas. Kondisi Ibu Sucik saat ini susah makan karena semakin membesar hingga menutup mulut dan matanya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Sucik. Namun Allah berkehendak lain. Setelah tujuh bulan dalam masa dampingan Sedekah Rombongan, Ibu Sucik Aisyah berpulang menghadap sang Ilahi. semoga keluarga yang ditinggal kan di beri kesabaran dan ketabahan. Aamin. Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic.

Jumlah Santunan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 14 Maret 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @firmanyusnizar @fahmi

Bu sucik menderita tumor maxila


HERA MANI SARI PAMUNGKAS, (24, Kista Ovarium) Alamat Jl. Kali Tengah RT/RW 001/004, Desa Patemon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Sudah tiga bulan Hera mengalami sakit di perut terus menerus, sehingga menganggu aktifitasnya. Hera dan keluarga menilai hal tersebut wajar dan normal sehingga tidak di lakukan tindakan medis. Dalam rentang waktu kurang lebih tiga bulan, mulai terlihat perut Hera yang semakin membesar. Hera merasakan sakit perut yang luar biasa ketika haid, tetangga Hera menyarankan untuk berobat ke klinik terdekat untuk diperiksakan oleh dokter kandungan dan di USG. Saat di USG ternyata ada benjolan keras dalam rahim ( Kista Ovarium ) sebesar telur. Segeralah dokter menyarankan untuk rujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Sesampainya disana, dokter kandungan menyarankan untuk operasi pengangkatan kista dan keluarga menyetujui. Akhirnya oleh Dokter RSUD Dr. Soebandi Jember, Hera dijadwalkan untuk Operasi tanggal 20 Maret 2018 untuk pengambilan kista dalam rahim Hera. Hera memiliki Jaminan berupa JKN – KIS PBI yang meringankan beban pengobatan selama dirumah sakit, tetapi keluarga kebingungan dalam transportasi dari rumah untuk menuju kerumah sakit yang sangat jauh dan pembelian obat yang tidak di tanggung oleh BPJS. Sedekah Rombongan mendengar info dari warga sekitar bahwa Hera memerlukan bantuan dalam dampingan selama pengobatan. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk membantu Hera. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Check Lab yang tidak di tanggung oleh BPJS. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Hera dan semoga segera sembuh seperti sediakala, Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 514.800,-
Tanggal : 13 Februari 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @isroil

Hera menderita kista ovarium


SUSWENI BINTI SUPARDI, (52, Sroke) Alamat Jl. Melaway Dusun Krajan RT/RW 001/005, Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ibu Sus, demikian biasa dipanggil tetangga sekitar, adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita Stroke. Sudah tiga Tahun ini bu Sus tidak bisa bicara dan beraktifitas normal karena mengalami Stroke. Sempat dirawat di rumah sakit kemudian disarankan pulang untuk melanjutkan proses obat jalan. Bu Sus tidak memiliki Bpjs sehingga untuk biaya berobat dirasa sangat memberatkan. Sehari-hari bu Sus hanya terbaring lemas di tempat tidurnya dan tidak mampu bekerja lagi. Ibu Sus adalah seorang janda yang memiliki dua seorang anak, anak yang pertama sudah ber keluarga dan anak yang kedua bekerja sebagai buruh lepas yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan keluarga Ibu Sus. Kondisi perekonomian keluarga Ibu Sus pun serba kekurangan. Informasi mengenai bu Sus diperoleh dari tetangga sekitar yang masih perduli dengan kondisi keluarga bu Sus. Santunan dua bulan sekali pun telah disampaikan dan digunakan untuk biaya kebutuhan bu Sus. Rasa terimakasih disampaikan untuk bantuan yang telah beliau terima, semoga beliau segera sembuh dan pulih seperti sedia kala sehingga bisa beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Maret 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @isroil

Ibu Sus menderita stroke


MUHAMMAD RENO ABDULLAH, (1, Meningnokel + Hydrocephalus) Alamat Dusun Sidomulyo RT/RW 001/006, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyu Putih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Muhammad Reno Abdullah bayi dari pasangan Bapak Abdullah (30) dan Ibu Sukartini (24) yang terlahir pada tanggal 8 Maret 2017 mengalami sakit Meningnokel + Hydrocephalus saat baru lahir di Puskesmas Banyu Putih. Setelah Bayi Reno dirawat di Puskemas selama lima hari, lalu dirujuk ke RSUD Abdoer Rahem Situbondo untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan ternyata Bayi Reno tidak dapat di tangani di RSUD Abdoer Rahem disebabkan alat medis tidak lengkap. Lalu Bayi Reno di rujuk ke Dr. Soebandi Jember untuk melanjutkan pengobatan. Bayi Reno berbekal Jaminan kesehatan JKN-KIS PBI yang meringankan beban keluarganya selama pengobatan Bayi Reno. Bapak Abdullah (30) bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi dari teman Kurir Sedekah Rombongan bahwa Bayi Reno membutuhkan bantuan karena kesulitan Biaya dan Transport dari Situbondo ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Kurir Sedekah Rombongan langsung mensurvey dan Bayi Reno benar-benar dari keluarga tidak mampu. Selang satu hari adik Reno di Evakuasi dengan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan ke RSUD Dr. Soebandi Jember dan pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Bayi Reno. Santunan yang diberikan dipergunakan Biaya Transportasi dan Akomodasi selama dirumah sakit. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Bayi Reno dan Semoga Santunan yang diberikan dari para Sedekaholics mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh DariNya. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1118

Jumlah Santunan : Rp. 550.000,-
Tanggal : 20 Februari 2018 dan 13 Maret 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil

Reno mengalami sakit meningnokel + hydrocephalus


SATUMA BINTI SABAR, (45, Tumor Otak) Alamat Dusun Bayeman Tengah RT/RW 016/004, Desa Bayeman, Kecamatan Tangan, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Ibu Satuma mengalami sakit sudah sejak satu tahun yang lalu, akan tetapi pengobatan hanya di lakukan di Puskesmas terdekat. Setelah di bulan November 2017 Ibu Satuma mengalami drop dan oleh keluarganya di larikan ke Rumah Sakit Tongas Probolinggo. kata dokter di kepalanya tumbuh sesuatu dan di sarankan untuk ke Poli syaraf dan bedah syaraf karena Dokternya tidak ada akhirnya di rujuk ke RSSA Malang. Ibu Satuma dilakukan CT Scan hasilnya ada Tumor di Otak. Kondisi Terkini Ibu Satuma kadang sering lupa, lemas, bicara kacau, kaki mengalami kelumpuhan. Ibu Satuma tinggal bersama suaminya Bapak Gangsar (53) yang bekerja sebagai buruh yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari untuk keluarganya, dan Ibu Satuma memiliki Jaminan berupa BPJS Mandiri kelas III untuk meringankan beban keluarga dalam berobat di rumah sakit. Akan tetapi Ibu Satuma dan suaminya kebingungan untuk biaya Transportasi yang sangat jauh untuk kontrol ke RS dan pembelian Obat yang tidak di tanggung oleh BPJS. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Satuma sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu Transportasi ke RSSA Malang dan Akomodasi selama di rumah sakit. Semoga Ibu Satuma selalu diberi kesabaran dan tetap semangat ikhtiar menjemput kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Maret 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @firmanyusnizar @fahmi

Ibu Satuma menderita tumor di otak


SADIYAH BINTI MAJAYA (53, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : RT 3/4, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Sadiyah jatuh di kamar mandi saat bekerja sebagai pembantu rumah tangga pada pertengahan tahun 2013. Kejadian tersebut mengakibatkan kaki beliau tidak dapat berjalan. Badan beliau juga sulit digerakkan. Beliau tidak memiliki sanak saudara. Ayah dan ibunya sudah lama meninggal dunia. Beliau tidak menikah sehingga tidak memiliki keturunan. Ibu Sadiyah tinggal seorang diri di sebuah gubuk kecil yang hampir roboh, di atas tanah yang bukan miliknya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari beliau dibantu oleh tetangganya. Ibu Sadiyah belum pernah memeriksakan diri ke puskesmas maupun rumah sakit karena tidak memiliki kartu jaminan kesehatan. Beliau kesulitan memenuhi biaya kebutuhan sehari-hari karena sudah tidak dapat bekerja lagi dengan kondisinya saat ini. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sadiyah sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan Ibu Sadiyah diberi kekuatan oleh Allah dalam menjalani hidup.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Februari 2018
Kurir : @ddeean Asih @firdhanelis

Bantuan biaya hidup


ROKHIMIN BIN SLAMET (38, Tulang Belakang). Alamat : Desa Prambon, RT 9/2, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Rokhim adalah seorang kepala rumah tangga yang dahulu berkerja untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari anak dan istrinya, namun sekarang harus terbaring sakit dan akhirnya sekarang istrinya yang harus bekerja keras membanting tulang untuk mncukupi kebutuhn sehari – hari. Istrinya pak Rokhim bekerja sebagai penjaga kantin sebuah sekolahan di kecamatan Dagangan yang sekarng menjadi tulang punggung keluarga. Sakit pak Rokhim bermula sekitar 2 tahun yang lalu menderita ganguan di tulang belakang, pernah berobat ke Rsud. Dolopo Madiun (fisio trapi) hampir 1 tahun. Alhamdulillh bisa berjalan tetapi jalannya membungkuk. Sebenarnya beliau mau melanjutkan berobat, karena kendala biaya walaupun mempunyai BPJS kelas 3 namun sampai sekarang beliau tidak pernah konsultasi ke dokter lagi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Rokhim sekeluarga. Santunan ketigapun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi berobat pak Rokhim, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1094 dan 1107. Selain menjalani terapi rutin, pak Rokhimin juga diaarankan untuk memakai korset khusus untuk terapi sakitnya tersebut. Beliau merasa senang sekali, bersyukur, dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @iqbbalfahmi

Pak Rokhim menderita ganguan di tulang belakang


RIZKI CAHAYA SAPUTRA (4, Leukemia). Alamat : Dusun Sogaten, RT 17/2, Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rizki adalah seorang balita yang mengalami penyakit leukemia. Awalnya Rizki tidak bisa berjalan, sering jatuh, sehingga oleh kedua orang tuanya dibawa ke sangkal putung, yang katanya tidak apa-apa. Tapi kondisi badannya panas terus dan tidak turun – turun. Sampai selama 2 minggu dan badan Rizki semakin kurus dan pucat. Rizki dibawa ke Klinik Yepa Kaibon, dan pada saat itu hb hanya 3. Sehingga tranfusi ke Soedono Madiun. Setelah dilakukan cek laboratorium, Rizki juga diindikasi ada pembengkaan hati dan limpa. Dari Rumah Sakit Soedono dirujuk ke Solo. Rizky juga mengalami mimisan. Sakit leukimia yang dideritanya mengharuskan Rizki dirujuk dan berobat ke RSDM Solo, jatah kemo 111x. Tiap 10 hari kemo. Rizky memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi kedua orang tuanya, yang harus naik bis umum untuk berobat Rizki ke RSDM Solo. Bapaknya Rizki yang bekerja serabutan dan tidak tentu penghasilannya, juga ibunya yang sekarang berjualan es jus di depan rumahnya demi bisa membiayai Rizki. Bantuan ke sembilan pun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya Rizki, yang sebelumnya telah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 970, 981, 1018, 1033, 1054, 1083, 1094 dan 1107. Dek Riski juga masih rutin kontrol ke RSDM. Tak lupa ibunya Rizky mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik

Rizki mengalami penyakit leukemia


SENEN BIN KATIMAN (58, Gejala Prostat). Alamat : Dukuh Kebondalem, Desa Hadiqarno, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Mbah Senen hanya hidup dengan anaknya Endrik, sebagai pekerja serabutan. Beliau mengalami sakit gejala prostat, mbah Senen yang sampai sekarang hanya mengkonsumsi obat herbal untuk mengurangi rasa sakit yang kerap menyerang ketika bekerja agak berat atau kecapekan. Ingin sekali mbah Senen bisa melakukan pengobatan lagi dan bisa sehat kembali melakukan aktivitas yang lainnya, sehingga bisa mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Walaupun mbah Senen memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3, namun untuk biaya berobat sakitnya rasanya berat sekali, sementara untuk bertahan agar dapur bisa mengepul setiap hari, anaknya harus bekerja seadanya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami. bantuan awalpun sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat. Keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Edisutaro @HaryaBaskara @Martono

Mbah Senen mengalami sakit gejala prostat


YULIATI ARIFIN (38, Gagal Ginjal Kronis). Alamat: Desa Jonggol, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur. Bu Yuliati merasakan sakit baru-baru ini, tepatnya pada awal bulan Oktober 2017. Beliau mengeluh sakit di bagian perut, mual, dan sangat mudah mengalami kelelahan. Bu Yuliati juga sering mengalami sesak napas dan bengkak pada bagian kaki. Karena bu Yuliati saat itu sedang hamil 3 bulan, akhirnya beliau mulai khawatir akan kondisi beliau dan bayi yang ada di dalam kandungan beliau. Bu Yuliati pun memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, Bu Yuliati langsung dirujuk ke RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Yuliati didiagnosa menderita Gagal Ginjal Kronis. Bu Yuliati pun menjalani rawat inap selama satu minggu dan dilakukan transfusi darah sebanyak 4 kantong. Namun baru 2 kantong Bu Yuliati mengeluh tidak memiliki cukup biaya untuk transfusi darah selanjutnya. Akhirnya beliau pun mengingkan untuk kembali pulang. Bu Yuliati adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Arifin (40) bekerja serabutan. Saat ini Bu Yuliati sedang mengandung anak pertama mereka. Selama menjalani pengobatan, Bu Yuliati menggunakan biaya pribadi karena belum memiliki jaminan kesehatan. Akhirnya keluarga juga mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan. Saat mengetahui kondisi Bu Yuliati, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya pengobatan Bu Yuliati. Semoga Bu Yuliati dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 800.000,-
Tanggal : 24 Januari 2018
Kurir : BambangBKY Farid

Bu Yuliati didiagnosa menderita Gagal Ginjal Kronis


SUPINAH MIDA (58, Katarak + Glaukoma). Alamat: Jalan Jambangan Baru Gang V No. 11, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Sekitar tahun 2000, Bu Supinah mengeluh sakit di daerah mata. Selama beberapa waktu Bu Supinah hanya membiarkan keluhan sakit di daerah matanya karena menganggap akan sembuh dengan sendirinya. Pada akhirnya penglihatan mata sebelah kanan menjadi kurang jelas sehingga tidak mampu melihat atau membaca objek di sekitar Bu Supinah. Sedangkan mata bagian kiri sudah benar-benar tidak bisa melihat. Bu Supinah pun dilarikan ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Supinah didiagnosa menderita Katarak dan Glaukoma. Pada tahun 2005 beliau akhirnya menjalani operasi glaukoma di RSUD Dr. Soetomo Surabaya dengan biaya pribadi. Suami Bu Supinah sudah meninggal. Sehari-harinya Bu Supinah bekerja sebagai pedagang kaki lima. Beliau tinggal seorang diri di sebuah kos dengan atap dan penyangga yang hampir runtuh. Kini, Bu Supinah memiliki kartu jaminan kesehatan berupa KIS (Kartu Indonesia Sehat). Walaupun demikian, Bu Supinah masih mengalami kesulitan untuk membiayai pengobatan yang biayanya di luar fasilitas KIS. Alhamdulillah, Tim Sedekah Rombongan telah sampai dan menjawab doa Bu Supinah. Tim Sedekah Rombongan berhasil menyalurkan bantuan dari para sedekaholics kepada Bu Supinah. Bantuan pertama telah diberikan dan digunakan sebagai pengobatan dan biaya transportasi. Bulan ini Bu Supinah masih menjalani pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1005. Semoga Bu Supinah bisa segera sembuh dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Amin.

Jumlah Bantuan :Rp 500.000,-
Tanggal :24 Januari 2018
Kurir :BambangBKY Ayu

Bu Supinah didiagnosa menderita katarak dan glaukoma


RUSMINI RUSLAN (56, Kanker Serviks). Alamat: Desa Bujel RT 6/1, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Bu Rusmini sudah sakit sejak Mei 2017. Awal mulanya beliau mengeluh sakit perut. Karena dikira hanya sakit perut biasa, Bu Rusmini mengira sakit perut tersebut akan sembuh dengan sendirinya. Suatu ketika, Bu Rusmini mendapati beliau tidak kunjung mengalami haid seperti bulan-bulan sebelumnya. Selama satu bulan menanti, akhirnya Bu Rusmini memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Rusmini didiagnosa menderita Kanker Serviks. Dokter menyarankan agar Bu Rusmini menjalani pengobatan di tempat asal beliau dan fokus untuk penyembuhan. Akhirnya Bu Rusmini dirujuk ke RSUD Gambiran Kota Kediri. Dari RSUD Gambiran Kota Kediri, Bu Rusmini dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani pengobatan yang lebih lanjut. Beliau menjalani terapi penyinaran radioterapi untuk mengangkat sel-sel kanker. Sebelum sakit, Bu Rusmini bekerja sebagai baby sitter di Jakarta. Ketika sudah beberapa minggu menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, suami beliau, Wagiran tiba-tiba meninggal dunia. Akhirnya pengobatan beliau pun tertunda. Bu Rusmini memiliki satu orang anak yang sudah berkeluarga. Selama menjalani pengobatan, Bu Rusmini menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, Bu Rusmini masih mengalami kesulitan mengenai biaya transport dan rumah singgah ketika melakukan kontrol rutin ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Saat mengetahui kondisi Bu Rusmini, Sedekah Rombongan merasakan kesedihan yang dialami beliau. Beliau harus berjuang untuk sembuh ketika suami beliau meninggal. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya pengobatan dan transportasi. Bulan ini Bu Rusmini masih menjalani pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1108. Semoga Bu Rusmini dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti seda kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 620.000,-
Tanggal : 23 Januari 2018
Kurir : BambangBKY, Gita

Bu Rusmini didiagnosa menderita kanker serviks


MARSYAH AMANDA PUTRI (1, Penyakit Jantung Bawaan). Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/003, Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Marsyah Amanda Putri adalah Bayi yang lahir pada tanggal 25 Mei 2016 dari Ibu Listiani (32) mengalami Penyakit Jantung Bawaan sejak lahir yang mengakibatkan pernafasannya terganggu sesak nafas dan munculnya warna biru pada beberapa tempat, mulai dari bayi yang terlihat lebih biru saat menangis, mulai dari kuku, bibir serta lidah. Hal ini akan terjadi lagi saat bayi menggunakan banyak tenaganya, seperti menyejan saat buang air besar, menyusui dan melakukan beberapa hal yang menguras tenaga. Adik Marsyah ini dirawat di rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk pemulihan kondisinya yang melemah. Adik Marsyah memiliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI untuk meringankan beban keluarganya untuk berobat dan Alhamdulillah kondisi Adik Marsyah saat ini semakin membaik. Sastrawan Dwi Saputra (38) Ayah Adik Marsyah ini bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilannya tidak menentukan, hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke tempat tinggal Adik Marsyah untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Adik Marsyah yang memerlukan pengobatan lanjutan. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi biaya Transport dan pembelian Obat-obatan berupa Sirup yang di tanggung di luar BPJS. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya Amin. Pada bulan ini Marsyah masih menjalani pengobatan untuk proses kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp 748.734,-
Tanggal : 23 Januari 2018
Kurir : BambangBKY Ayu

Marsyah mengalami penyakit jantung bawaan sejak lahir


MTSR SURABAYA (L 1182 E, Biaya Operasional Oktober 2017). Pada tahun 2015, Sedekah Rombongan dihubungi oleh salah satu pengusaha di Surabaya dan mengabarkan bahwa beliau akan menyedekahkan satu buah unit mobil untuk dijadikan ambulan. Lalu mobil tersebut langsung diberikan kepada kami. Mobil ini selanjutnya kami gunakan sebagai Mobil tanggap Sedekah rombongan (MTSR) wilayah Surabaya yang berfungsi mengantar jemput para pasien Sedekah Rombongan dari Rumah Singgah Sedekah Rombongan Surabaya ke rumah sakit di Surabaya utamanya RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Selain itu, MTSR juga sering mengantar jemput para pasien yang berada di luar kota Surabaya untuk melakukan pengobatan di rumah sakit Surabaya. Dengan adanya Mobilitas MTSR di wilayah Surabaya dan sekitarnya, kebutuhan untuk bensin, tol, servis dan biaya operasional lainnya pun dibutuhkan agar mobilitas MTSR dalam hal mengantar pasien Sedekah Rombongan di wilayah Surabaya dan sekitarnya dapat berjalan optimal. Biaya operasional kali ini digunakan untuk biaya service rutin, gaji driver, biaya bahan bakar, dan biaya tol. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya tercatat pada rombongan 1062. Semoga MTSR bisa terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 2.857.000,-
Tanggal : 22 Januari 2018
Kurir : BambangBKY Taufik Martino

Biaya operasional oktober 2017


UMI SYAIDAH (41, Rhematik Akut). Alamat : Rejosari, RT 1/14, Jogotirto, Berbah, Sleman, DIY. Ketika usia 17 tahun, tiba-tiba kaki Umi Syaidah lemas, kaku, dan kesulitan berjalan. Setelah diperiksakan ke dokter ia didiagnosa menderita rhematik. Sudah sekian lama berobat tetapi belum ada tanda-tanda progress kesembuhan. Justru kondisinya semakin lemah. Ia hanya bisa berbaring dan beraktivitas di tempat tidur. Kaki, tangan, dan jari-jarinya kaku. Saat ini ia tinggal bersama ibunya, Ngatini (61). Selain berobat medis, Bu Umi juga mengonsumsi obat herbal, tetapi belum sembuh juga. Setelah melakukan pemeriksaan di RSUP Dr. Sardjito, dokter menyarankan untuk terapi dengan suntik obat. Sayangnya, terapi ini tidak dicover oleh BPJS. Sementara 1x suntikan kira-kira Rp 400.000. Bu Umi sangat merasa keberatan karena ada 10 sendi yang harus disuntik. Dokter juga memberi gambaran untuk terapi suntik ini idealnya dilakukan setiap 1 minggu sekali. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan kepada keluaraga Bu Umi. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu meringankan beban keluarga ini. Bu Umi dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Februari 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas

Umi Syaidah didiagnosa menderita rhematik


SUMARDIYONO BIN ALM WOSODIRAN (46, Kelainan Darah). Alamat : Gagan, RT 2/5, Pengkol, Nglipar, Gunungkidul, DIY. Awal sakit Bapak Sumardiyono didiagnosa menderita usus buntu. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, dokter mendiagnosa ada permasalahan di lambungnya. Tetapi lama-kelamaan kondisi Bapak Sumardiyono melemah. Pemeriksaan lanjutan pun dilakukan. Hasil pemeriksaan menunjukkan Bapak Sumardiyono menderita kelainan darah. Sekitar dua tahun terakhir ini, ia tak lagi beraktivitas. Tulang punggung keluarga pun berganti kepada sang istri, Sumiyati (42). Tetapi apa daya, Bu Sumiyati lebih banyak di rumah untuk merawat suaminya. Untuk kehidupan sehari-hari dan biaya operasional pengobatan Bapak Sumardiyono mengandalkan pemberian anaknya, juga meminjam ke tetangga. Alhamdulillah, Bapak Sumardiyono memiliki dua anak yang telah bekerja dan berkeluarga sehingga bisa meringankan sedikit beban keluarga, sementara dua anak lagi masih berusia sekolah. Selama pengobatan ini, Bapak Sumardiyono terbantu dengan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk di RSUD Wonosari, Bapak Sumardiyono masih lemas tak berdaya. Setelah kondisinya stabil, Bapak Sumardiyono akan dirujuk ke RSUP dr. Sardjito, Yogyakarta untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Bapak Sumardiyono selama pengobatan. Keluarga Bapak Sumardiyono sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Februari 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas @sunnahku Indo

Bapak Sumardiyono menderita kelainan darah


DALIO BIN JOYO SENTONO (84, Prostat + Hipertensi + Katarak). Alamat : Dusun Pundungsari, Desa Pundungsari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Dalio menderita sakit prostat lebih dari sepuluh tahun lamanya. Selain itu, ia juga menderita sakit jantung bawaan. Selama sakit bertahun-tahun ini Pak Dalio sama sekali belum pernah periksa ke dokter. Istri Pak Dalio sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, sementara kedua anaknya tidak tinggal satu rumah. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Pak Dalio. Ia pun menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Wilayah Jogja. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan di RSUP Dr. Sardjito, Pak Dalio dapat menjalani operasi prostat sekitar dua tahun lalu. Alhamdulillah operasinya berjalan lancar. Saat ini kondisinya semakin bugar. Sebelum sakit, ia bekerja sebagai buruh tani untuk menyambung kehidupannya. Sementara saat ini untuk kebutuhan sehari-hari, Pak Dalio dibantu oleh tetangga-tetangganya. Pak Dalio menjalani kontrol rutin setiap bulan sekali di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Akhir Juli 2017 lalu, Pak Dalio mengeluh penglihatannya terganggu. Setelah periksa ke poli mata RSUP Dr. Sardjito, diketahui Pak Dalio menderita katarak. Awal bulan Agustus 2017 Pak Dalio menjalani operasi katarak mata kanannya. Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar dan Pak Dalio bisa melihat dengan jelas kembali. Selama pengobatan Pak Dalio menggunakan fasilitas Jamkesmas. Bantuan ini digunakan untuk pembelian obat yang tidak tercover, akomodasi selama berobat, dan biaya kebutuhan sehari-hari. Laporan santunan sebelumnya terdapat dalam Rombongan 1110. Pak Dalio menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Pak Dalio, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 651.650,-
Tanggal : 2 Februari 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR

Pak Dalio menderita sakit prostat, katarak


JIHAN FATIN (3, Atresia Bilier + Sirosis). Alamat : Dusun Wiyono, RT 4/2, Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Jihan adalah salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan dari Kabupaten Magelang. Jihan dilahirkan dalam keadaan seluruh tubuh berwarna kuning. Saat usia dua bulan, ia mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun. Orang tuanya kemudian membawanya ke bidan, lalu dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut ke RSU Tidar, Kota Magelang, Jawa Tengah. Dokter mendiagnosa balita ini menderita atresia bilier atau tidak adanya saluran empedu dari hati. Jihan kemudian dirujuk untuk melakukan pengobatan rutin ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Jihan pernah mengalami koma selama dua bulan yang disertai demam tinggi dan kejang hingga memengaruhi fungsi syaraf mata. Kesulitan ekonomi juga dirasakan kedua orang tuanya terutama biaya transportasi dan akomodasi dari Magelang ke Yogyakarta. Dulu, setiap berobat orangtua Jihan selalu menyewa mobil. Harga sewa mobil dari Magelang-Jogja-Magelang tak bisa terbilang murah bagi keluarga ini. Selain itu mereka juga kesulitan untuk membeli obat dan susu peptamen, susu khusus untuk nutrisi anak penderita atresia bilier. Ayah Jihan, A. Mujib (37) bekerja sebagai karyawan swasta sementara ibunya, Etik (30) seorang ibu rumah tangga. Selama pengobatan Jihan menggunakan fasilitas kesehatan dari pemerintah, BPJS. Jihan sudah menjalani perawatan rutin di RSUP Dr. Sardjito selama dua tahun lebih. Saat ini Jihan kontrol rutin sebulan sekali di RSUP Dr. Sardjito. Bantuan ini dipergunakan untuk pembelian 6 kaleng susu peptamen junior dan pembelian obat yang tidak tercover BPJS. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga Jihan dan menjadi jalan kesembuhannya, Aamiin. Pelaporan bantuan sebelumnya terdapat dalam rombongan 1110.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.921.950,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Jihan menderita atresia bilier dan sirosis


SAFRUDIN (36, ODGJ). Alamat : Gambiran RT 11, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Panti Hafara merupakan lembaga sosial yang kerap bersinergi dengan Sedekah Rombongan. Panti Hafara ialah lembaga sosial yang memilih fokus pada penanganan anak-anak terlantar dan orang dengan gangguan jiwa. Jumlah orang yang mereka rehabilitasi saat ini mencapai 50 orang. Jumlah ini selalu bertambah setiap harinya, membuat kebutuhan Panti Hafara semakin bertambah setiap harinya. Salah satu pasiennya bernama Safruddin, yang dikirim oleh Kurir Sedekah Rombongan wilayah Pati. Safrudin atau biasa dipanggil Udin ini menjalani serangkaian proses rehabilitasi di Panti Hafara. Berbagai metode mulai dari medis hingga spiritual dilakoninya untuk segera sembuh dari gangguan jiwa. Sehubungan dengan itu, Sedekah Rombongan mencoba mensupport kebutuhan pengobatan Udin melalui Panti Hafara. Titipan dari sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan pada tanggal 21 Februari 2018. Dengan menjalani rehabilitasi di Panti Hafara, semoga kesehatan jiwa dan raga Udin dapat pulih kembali, sehingga dapat bersosialisasi sebagai manusia normal di lingkungannya.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000,-
Tanggal : 21 Februari 2018
Kurir : @Saptuari @Boyadisakti @atinlelyas

Pak Udin mengalami gangguan jiwa


MANGUNATUN KHARIYAH (14, Lupus). Alamat : Kalijoyo, RT 5/1, Aliyan, Kebumen, Jawa Tengah. Mangunatun adalah seorang anak pelajar di Sekolah Menengah Pertama di Kebumen, namun ia tidak bisa masuk sekolah karena sakit. Mangunatun sakit sejak setahun yang lalu, ia mengalami pusing dan batuk bahkan sampai pingsan. Orang tua Mangunatun membawa ke rumah sakit di Kebumen dan sempat dirawat di ruang ICU. Setelah beberapa saat dirawat di RSUD Kebumen, kondisi Mangunantun mulai membaik, bahkan sudah bisa masuk sekolah. Pada bulan November lalu, kondisi Mangunatun menurun kembali, lantas ia dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Jogja. Setelah melewati beberapa uji medis, dokter mendiagnosa ia sakit lupus. Senin kemarin Mangunatun rawat inap kembali. Ia hanya bisa berbaring, bahkan untuk duduk saja ia tidak sanggup. Saat Kurir Sedekah Rombongan, Alhamdulillah, kondisi Mangunatun sudah mulai membaik sudah bisa duduk, namun masih harus mengikuti rangkaian pengobatan lagi. Mangunatun merupakan anak ke 4 dari 7 bersaudara dari pasangan Suparman (67) dan Nuryati (42). Bapak Suparman merupakan seorang buruh tani, ia bekerja apabila tetangga ada yang panen. Begitu juga Ibu Nuryati, ia bekerja sebagai buruh tani dan mengurus anak-anaknya. Pasangan ini mempunyai 7 orang anak, anak pertama baru lulus SMA dan bekerja di Jakarta. Anak nomer 3 sempat mengalami kecelakaan dan mengalami patah kaki saat menjenguk adeknya di RSUD Kebumen, sementara anak bungsunya masih seusia TK. Selama pengobatan ini Mangunatun memanfaatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mangunatun untuk memberikan santunan dari sedekaholics. Santunan ini digunakan untuk membantu biaya akomodasi selama di rumah sakit. Mari kita doakan semoga penyakit Mangunatun bisa lekas membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 12 Maret 2018
Kurir : @Saptuari @faisal_rabidi @anjesmou @heru @suro @atinlelyas

Mangunatun mengalami sakit lupus


SADINEM BINTI ALM SOMOREJO (77, Stroke). Alamat : Kalangan 1, RT 2/8, Ngipak, Karangmojo, Gunungkidul, DIY. Beliau biasa dipanggil Mbah Sadinem. Sejak dua tahun lalu ia menderita stroke. Sejak itu pula ia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Ia tak lagi menjalani pengobatan. Selain kesulitan biaya, Mbah Sadinem hanya tinggal sendirian. Orangtua dan suaminya telah meninggal. Sementara ketiga anaknya bekerja di perantauan. Mbah Sadinem memiliki jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS), tetapi biaya operasional selama pengobatan sangat berat untuk Mbah Sadinem, terlebih ia hanya mengandalkan kiriman dari anak-anaknya atau pinjaman dari kelompok arisan RT. Saat ini, untuk mengurus Mbah Sadinem, tetangganya datang bergantian secara sukarela. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk, Mbah Sadinem hanya berbaring saja. Tubuhnya kurus dan lemah. Kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu biaya hidup Mbah Sadinem juga biaya pengobatan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban Mbah Sadinem, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Februari 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas @sunnahku Puji

Mbah sadinem menderita stroke


JIMAH BIN SOMEJO (62, Infeksi Paru-Paru). Alamat : Donotirto, RT 3, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Awalnya Mbah Jimah didiagnosa mengidap sakit jantung setelah periksa ke puskesmas setempat. Mbah Jimah ingin berobat ke rumah sakit yang lebih memadai, tetapi keterbatasan biaya dan tenaga sehingga hanya bisa berobat di puskesmas yang lebih dekat dari rumahnya. Mbah Jimah tinggal berdua dengan istrinya, sementara anaknya tidak bisa membantu banyak karena kondisi ekonominya juga lemah. Selama empat bulan terakhir Mbah Jimah sering batuk, sesak nafas, dan nyeri di samping dada. Ssetelah diperiksakan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping oleh tetangganya, diketahui ternyata Mbah Jimah mengidap penyakit infeksi paru-paru. Karena kondisi Mbah Jimah semakin lama semakin membutuhkan bantuan hingga ada tetangga dari Mbah Jimah yang memberikan informasi ke Sedekah Rombongan. Selain menjenguk Mbah Jimah, Kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi berobat ke rumah sakit. Semoga bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan bisa menjadi jalan kesembuhan Mbah Jimah sehingga Mbah Jimah bisa melakukan aktivitas seperti dulu lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Februari 2018
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @atinlelyas @bbbintanggg

Mbah Jimah mengidap penyakit infeksi paru-paru


WIRYONO BIN SODIKO (70, Katarak). Alamat : Sambirejo, RT 2/5, Sidorejo, Ponjong, Gunungkidul, DIY. Sejak tahun 2015 Pak Wiryono tidak bisa melihat dengan jelas. Awal mulanya penglihatannya kabur, lama-kelamaan ia tidak bisa melihat sama sekali. Mungkin penyebabnya adalah saat muda ia selalu bekerja di bawah terik matahari langsung tanpa menggunakan pelindung mata. Selain itu, faktor usia juga memengaruhi, karena usia yang mulai renta memang riskan terkena penyakit katarak. Ketika Kurir Sedekah Rombongan menyambangi kediamannya, Pak Wiryono berkata ia ingin sekali dapat melihat kembali, bermain bersama anak dan cucu, dan menghabiskan masa tua seperti orang-orang lainnya. Selain itu, Pak Wiryo tidak ingin merepotkan mereka semua karena keterbatasan penglihatannya. Kondisinya saat ini tidak bisa melihat, tapi jika ada cahaya terang ia dapat melihatnya samar-samar. Selama ini, Pak Wiryo hanya beraktivitas di rumah dan tidak bekerja. Jika berjalan di dalam rumah tetap harus ada pendamping jika tidak ia bisa menabrak benda-benda di sekelilingnya. Saat ini ia membutuhkan biaya untuk operasi katarak, Pak Wiryo selama ini tidak memiliki jaminan kesehatan baik dari pemerintah maupun swasta. Selain itu, Pak Wiryo juga membutuhkan biaya akomodasi berobat dan biaya akomodasi untuk mengurus jaminan kesehatan. Alhamdulillah, Februari 2018 lalu Pak Wiryo telah menjalani operasi katarak di RS Nur Hidayah, Bantul. Berkat sedekahmu, sedekaholics Sedekah Rombongan Pak Wiryo dapat beraktivitas seperti dulu kembali. Pak Wiryo dan keluarganya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Santunan sebelumnya telah disampaikan dan terlapor pada Rombongan 1063.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.352.852,-
Tanggal : 8 Februari 2018
Kurir : @KissHerry @rofiqSILVER @atinlelyas @sunnahku

Pak Wiryono terkena penyakit katarak


BRIYAN ANANTA PUTRA (6, Amandel). Alamat : Dusun Bulurejo, RT 1/5, Desa Tambakromo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak setahun yang lalu Dik Briyan mengeluh sakit ketika menelan makanan. Awalnya ia terkena demam, lalu muncul benjolan di leher dalam/rahang. Oleh keluarganya, Dik Briyan segera dibawa periksa ke dokter terdekat. Dik Briyan tinggal bersama neneknya. Kedua orangtua Dik Briyan bekerja ke luar kota dan tidak pernah memberi kabar. Untuk kehidupan sehari-hari, Dik Briyan juga diasuh oleh budenya. Beberapa kali Dik Briyan diperiksakan ke dokter dengan biaya sendiri. Selain dari keluarga, biaya berobat dicukupkan dengan berhutang kepada tetangga. Pihak keluarga berniat untuk mengurus jaminan kesehatan, tetapi sayang, masih terkendala administrasi kependudukan. Sementara itu, kondisi Dik Briyan semakin kurus dan sering demam. Dokter menyarankan untuk melakukan tindakan operasi amandelnya. Alhamdulillah, Februari lalu Dik Briyan telah menjalani operasi di RS Nur Hidayah, Bantul. Operasinya berjalan lancar. Setelah melakukan 1 kali kontrol, dik Briyan sudah dinyatakan sembuh. Saat ini Dik Briyan sudah bisa bersekolah dan beraktivitas seperti dulu kembali. Bantuan dari sedekaholics ini digunakan untuk biaya operasi dan perawatan selama di rumah sakit. Keluarga Dik Briyan sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Santunan untuk Dik Briyan sebelumnya sudah disampaikan dan terlapor di Rombongan 1106.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.516.200,-
Tanggal : 8 Februari 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas @Sunnahku

Brian menderita amandel


LAILY NURLATIVAH (4, Leukimia). Alamat : Dusun Sucen, RT 1/4, Desa Triharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, DIY. Laily Nurlativah pada mulanya sering mengalami demam. Pada saat demamnya beberapa hari tidak turun dia diperiksakan ke puskesmas terdekat. Pihak pukesmas merujuknya ke RSUD Sleman. Setelah dilakukan tindakan oleh tim dokter di RSUD Sleman, Dik Laily didiagnosa menderita leukimia. Kemudia ia dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Ia pun telah beberapa kali menjalani rawat inap di RSUP Dr. Sardjito. Adik Laily merupakan anak dari Bapak Budi Nurcahyo (31) yang bekerja sebagai pekerja harian di SPBU dan Ibu Fitriyani Lestariningsih(26) beliau fokus mengurus rumahtangga. Keluarga ini tinggal di rumah neneknya, belum mempunyai rumah sendiri. Ayahnya yang berpenghasilan tidak menentu merasa berat untuk menutupi biaya pengobatan buah hatinya. Dokter menyarankan Laily memerlukan tempat yang tenang untuk menjaga kesehatannya agar stabil. Untuk mensiasati ini orang tua Laily mengajaknya tinggal di kos saat ada uang, namun jika tidak uang maka mereka kembali ke rumah neneknya. Tanggal 30 Januari 2018, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan Allah dengan Laily dan keluarganya yang saat ini masih opname di RSUP Dr. Sardjito untuk menjalani perawatan. Sedekaholics menitipkan sedekah kepadanya untuk membantu meringankan biaya pengobatan Laily. Orangtua Laily sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Cepat sembuh Laily, kamu sangat istimewa, Nak.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @kissherry @RofiqSilver @Sigit_tejo @Jemigigi @atinlelyas

Dik Laily didiagnosa menderita leukimia


SUTARJI BIN PAWIROTIRTO (56, Syaraf Kejepit). Alamat : Dusun Jomblangan, RT 14, Desa Banjarsari, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo, DIY. Pada waktu masih SMA Bapak Sutarji adalah seorang pemain bola voli. Saat bermain voli ia mengalami jatuh dan keseleo. Setelah dipijat urut dan diperiksakan ke dokter sakit itu telah sembuh. Setelah lulus SMA beliau berdagang soto ke Bekasi. Sebelumnya sempat bekerja di sebuah pabrik namun beliau lebih suka berdagang. Setelah beberapa bulan menjual soto yang tadinya hanya buka pagi sampai siang ditingkatkan menjadi buka pagi sampai malam. Di suatu waktu, saat Bapak Sutarji mengangkat panci pinggangnya tiba-tiba sakit dan tak kuat untuk membawa beban lagi. Setelah diperiksakan ke dokter ternyata bapak Sutarji mengalami syaraf kejepit. Menurut dokter syaraf kejepit ini sebenarnya sudah terjadi dalam waktu lama, hanya selama ini belum terasa sakit. Diawal masa pengobatan Bapak Sutarji masih berdagang hingga sakitnya makin parah dan terjadi kelumpuhan. Tahun 2009 dilakukan operasi operasi syaraf kejepit namun belum membuahkan hasil. Ditambah lagi kelumpuhannya mengakibatkan ia juga menderita ambeien karena hanya bisa duduk. Pada tahun 2011 dilakukan operasi ambeien. Kedua biaya operasi tersebut dibayar sendiri karena waktu itu tidak mempunyai jaminan kesehatan. Saat ini dari pantat ke bawah setengah mati rasa. Untuk berjalan beliau dibuatkan papan oleh tetangganya. Dengan alat bantu papan yang diberi roda kecil inilah Bapak Sutarji bisa beraktivitas. Dalam kondisi ini Pak Sutarji masih bekerja memunggut daun cengkeh untuk dijual pada penyuling minyak atsiri. Sedang istirnya adalah seorang petani yang tidak memiliki penghasilan tetap. Beliau masih aktif menjalani pengobatan dokter dan terapi alternatif. Saat bersilaturahim, Kurir Sedekah rombongan menyampaikan titipan dari sedekaholics untuk membantu meringankan biaya pengobatan dan akomodasi Pak Sutarji. Bapak Sutarji sangat berterima kasih atas kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 28 Februari 2018
Kurir : @kissherry @RofiqSilver @panggihjuni @Rahmat_mamat@Jemigigi @atinlelyas

Bapak Sutarji mengalami syaraf kejepit


DILLA AULIA PUTRI (17, Lupus). Alamat : Dusun Kenalan Nglaren, RT 4, Desa Potorono, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, DIY. Dilla Aulia Putri sering mengalami demam dan keluar masuk rumah sakit sejak kecil. Pada tahun 2011 Dilla mengalami demam tinggi. Setelah dilakukan cek laboratorium di RSUD, adik Dilla didiagnosa sakit Lupus. Lalu dokter yang memeriksa Dilla merujuk pasien ke RSUP Dr. Sardjito untuk pengobatan lebih lanjut. Sejak saat itu Dilla sering keluar masuk rumah sakit. Ia telah beberapa kali melakukan cuci darah (haemodialisa) dan tranfusi darah. Alhamdulilah saat ini ginjalnya sudah sudah dinyatakan normal dan tidak perlu tranfusi lagi, walau masih dirawat di RSUP Dr Sardjito untuk melanjutkan protokol yang telah dijadwalkan dari dokter. Ayah Dilla, Nofandi (42) seorang supir truk yang pekerjaannya terhambat karena harus merawat dan mendampingi pengobatan Dilla. Sementara istrinya ialah ibu rumah tangga. Keluarga ini mengalami kendala ekonomi untuk biaya pengobatan Dilla, walau telah memiliki BPJS namun tidak semua obat dapat tercover BPJS. Harta benda milik keluarga ini telah terjual untuk biaya pengobatan Dilla selama ini. Tanggal 8 Februari 2018 Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dilla dan keluarganya. Sedekah Rombongan sebagai organisasi sosial turut andil untuk meringankan beban pengobatan Dilla. Sedekah Rombongan menyampaikan amanah dari sedekaholics untuk biaya berobat Dilla. Semoga Adik Dilla segera sembuh dan meneruskan cita-citanya, Aamiin. Keluarga Dilla sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 22 Februari 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @Jemigigi @Sigit_tejo @panggihjuni @atinlelyas

Dilla didiagnosa sakit lupus


ERNA TUSTIYANTI (43, Lupus). Alamat : Jetak Sendangtirto, Berbah, Sleman, DIY. Bu Erna ini tinggal bersama ibunya yang sudah lanjut usia dan seorang kakak yang bekerja sebagai buruh tani di desanya, sedangkan kakaknya yang lain merantau bekerja sebagai buruh pabrik yang membantu membayar iuran BPJS guna pengobatan ibu Erna ini. Awalnya saat masih duduk di sekolah dasar jika melakukan aktivitas berlebih atau terlalu lelah, beliau selalu menderita sariawan. Kemudian pada saat masuk kelas 2 SMP, Bu Erna sempat mengalami demam tinggi dan diperiksakan ke RS Dharma Yogyakarta. Setelah menjalani pemeriksaan laboratorium, dokter mendiagnosa Bu Erna menderita lupus. Kemudian dokter memberi rujukan untuk pengobatan lebih lanjut ke RSUP Dr. Sardjito. Dikarenakan kendala transportasi dan jarak yang cukup jauh antara rumah dan rumah sakit, akhirnya dokter menyarankan untuk melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit terdekat dengan rumahnya. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau dan menyampaikan amanah sedekaholics berupa bantuan guna membeli obat yang tidak tercover oleh BPJS tersebut. Mari kita doakan agar Bu Erna diberikan kemudahan saat menjemput kesembuhan beliau, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 20 Februari 2018
Kurir : @kissherry @RofiqSilver @Sigit_saja@Tya_nurlaila @dwiahel @JemiGigi @atinlelyas

Bu Erna menderita lupus


RHIMA SULISTRIANINGRUM (41, Batu Ginjal). Alamat : Maesan Wetan, RT 6/3, Wahyuharjo, Lendah, Kulonprogo, DIY. Sebelum Bu Rhima sakit, suaminya, Bapak Muh Nugroho (52) juga mengalami sakit dan harus menjalani operasi. Sejak saat itu Bu Rhima bekerja serabutan untuk menghidupi keluarganya. Terlebih saat itu anaknya juga mengalami fraktur tangan dan harus segera dilakukan operasi. Keluarga ini pun segera mengurus pembuatan BPJS Mandiri. Di awal-awal, Bu Rhima masih bisa membayar iuran bulanan, tetapi lama-kelamaan ia merasa sangat kesulitan. Meski telah bekerja keras dari tukang ojek hingga buruh cuci, penghasilannya tak menentu itu, kadang hanya cukup untuk hidup sehari-hari saja. Di satu waktu, Bu Rhima jatuh sakit. Dari pemeriksaan dokter, diketahui Bu Rhima menderita batu ginjal. Praktis, roda ekonomi keluarga ini goyah. Tidak ada lagi yang bekerja, tetapi kebutuhan sehari-hari tetap ada. Bu Rhima harus segera mendapat tindakan operasi, tetapi urung dibawa ke rumah sakit karena tunggakan iuran BPJS yang cukup besar. . Sehingga membuat keluarga ini mencari pinjaman ke tetangga untuk bisa segera membayar dan mempergunakan bpjs nya. Alhamdulilah, keberuntungan masih memihak keluarga ini, ada tetangga yang baik hati, mau meminjamkan uang untuk membayar iuran bpjs yang belum terbayar, namun tidak bisa meminjamkan untuk jangka waktu lama, karena yang meminjamkan uang tersebut sebenarnya juga sedang membutuhkan uangnya. Setelah pelunasan tunggakan BPJS, akhirnya ibu Rhima Sulistrianingrum langsung bisa segera dioperasi. Alhamdulillah operasi Bu Rhima berjalan lancar. Amanah sedekaholics Sedekah Rombongan ini disampaikan untuk mengganti uang pinjaman pembayaran iuran BPJS tersebut. Keluarga Bu Rhima sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga keluarga Bu Rhima dikaruniai kesehatan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 3.000.000,-
Tanggal : 20 Februari 2018
Kurir : @kissherry @Rofiq_Silver @JemiGigi @atinlelyas

Bu Rhima menderita batu ginjal


BAYI NY. ERNI ARIYANTI (4 hari, Kelainan Lubang Tempat Usus). Alamat : Plakaran, Gilang, RT 2, Mantup, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada tanggal 3 Februari telah lahir bayi dari seorang ibu yaitu ibu Erni Ariyanti di rumah sakit Bethesda Yogyakarta dengan jalan operasi caesar. Namun keadaan bayi tersebut memgalami kelainan yaitu pada organ yang seharusnya untuk tempat usus, tidak ada lubangnya, sehingga organ usus tidak pada tempat yang seharusnya. Akhirnya menimbulkan tekanan ke paru–paru dan menyebabkan sesak nafas. Pada tanggal 6 Februari orang tua bayi meminta pulang membawa bayinya dengan APS. Sampai di rumah bayinya memgalami sesak nafas, kemudian dibawa kerumah sakit. Namun Tuhan berkehendak lain, pada tanggal 7 Februari 2018 bayi ibu Erni Ariyanti meninggal dunia. Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi ke rumah ibu Erni Ariyanti, untuk menyampaikan santunan uang duka. Semoga bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan ini dapat meringankan beban keluarga ini.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal : 8 Februari 2018
Kurir: @kissherry @rofiqSILVER @sigit_tejo @JemiGigi @atinlelyas

Bayi Bu erni menderita kelainan lubang tempat usus


AZAHRA FEBRIYANTI (6, Penyempitan Saluran Kencing + Gangguan Ginjal). Alamat : Jogodipan, RT 2/10, Gemblegan, Kalikotes, Klaten, Jawa Tengah. Dua tahun lalu, Dik Azahra pernah menjalani operasi katup saluran kencing pada bagian kiri. Akhir Desember 2017, Dik Azahra jatuh sakit kembali dan akhirnya dirawat di RSUP Soeradji Tirtonegoro, Klaten selama satu pekan. Dik Azahra lalu dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Setelah beberapa kali periksa di RSUP Dr. Sardjito, Kamis, 19 Januari 2018, Dik Azahra mulai dirawat disana. Kamis, 25 Januari 2018, seminggu setelah dirawat, dia mulai mendapat penanganan operasi pemotongan ginjal dan penyempitan pada saluran kencing. Operasi harus dilakukan karena di bagian kanan terdapat dua ginjal, dan salah satunya tidak berfungsi normal karena terjadi pembengkakan. Dik Azahra memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS), sehingga dalam berobat, orang tua Dik Azahra cukup merasa terbantu. Kini Dik Azahra masih dalam masa pemulihan pascaoperasi tersebut dan dirawat di Ruang Cendana 4, Kamar No. 9 di RSUP dr. Sardjito. Ayah Dik Azahra, Wakhid Fauzi Febriyanto (34) dahulu bekerja di bagian kebersihan PPTQ Ibnu Abbas Klaten. Tapi sekitar 7 bulan ini, beliau tidak dapat bekerja dikarenakan sakitnya kambuh kembali. Praktis secara ekonomi tidak ada pemasukan, karena istri beliau, Agustin Muji Rahayu (26) juga tidak bekerja. Kendala yang dihadapi keluarga Dik Azahra adalah kesulitan biaya sehari-hari, karena orang tuanya tidak ada yang bekerja selama dia dirawat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga ini. Amanah dari sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk membantu meringankan keluarga ini. Keluarga Dik Azahra sangat berterima kasih atas kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 5 Februari 2018
Kurir : @Kisshery @rofiqSILVER @putri @yudi_jamur @atinlelyas

Azzahra menderita penyempitan saluran kencing + gangguan ginjal


DALGIYANTO (48, Tumor Otak). Alamat : Minggiran, RT 2, Imogiri, Imogiri, Bantul, DIY. Pak Dalgiyanto memiliki riwayat sakit kepala sejak lama, pada saat usianya sekitar 10 tahun kepalanya pernah tertimpa buah kelapa. Beberapa tahun lalu ia juga pernah mengalami kecelakaan di seputaran Jl. Imogiri Timur, Bantul, DIY. Ia pun memeriksakan diri ke RSU PKU Muhammadiyah Bantul dengan menggunakan fasilitas jaminan kesehatan dari pemerintah, Jamkesmas. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut diketahui ada tumor di otak kecil, yang letaknya di belakang telinga kiri. Pak Dalgiyanto kemudian dirujuk ke RSPAU dr. S. Hardjolukito, Yogyakarta. Ia pun disarankan untuk berobat secara rutin setiap satu minggu atau paling lambat dua minggu sekali. Pak Dalgiyanto kemudian disarankan untuk menjalani operasi pengangkatan tumor tetapi karena tumor berada di percabangan antara syaraf telinga dan otak, tindakan operasi ini dinilai sulit. Ia juga harus berkonsultasi ke poli bedah syaraf. Setiap kali periksa ada obat yang tidak ditanggung oleh jaminan. Rata-rata satu kali berobat ia mengeluarkan uang sebanyak empat ratus lima puluh ribu rupiah. Sampai saat ini Pak Dalgiyanto masih melakukan kontrol secara rutin. Pak Dalgiyanto memiliki kendala keterbatasan biaya dalam upaya menjemput kesembuhannya. Sebelumnya Pak Dalgiyanto bekerja sebagai pedagang rujak es krim yang biasa berjualan di dekat Kantor Kecamatan Imogiri. Bu Ngadinem (39), istrinya, membantu suaminya dengan berdagang keliling rujak es krim untuk memperluas jangkauan konsumennya. Keluarga ini mempunyai tanggungan tiga orang anak dan satu lansia yang sedang sakit. Anak pertamanya sudah lulus SMA, dua anak lainnya masing-masing duduk di bangku SMP dan SD. Alhamdulillah Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga ini. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu pengobatan Pak Dalgiyanto. Santunan sebelumnya telah diberikan dan terdapat pada Rombongan 866. Pak Dalgiyanto sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.750.000,-
Tanggal : 2 Februari 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas Ilham

Pak Dalgiyanto menderita tumor di otak kecil


INDAH SRI RAHAYU (12, Leukemia + Gizi Buruk). Alamat : Desa Kempyang, RT 6/3, Karanganyar Purwonegoro, Banjarnegara, Jawa Tengah. Sekitar dua setangah tahun yang lalu, Dik Indah mengalami panas, pucat, dan kulitnya berubah menjadi kuning. Pada saat itu juga ia dibawa oleh kedua orangtuanya berobat ke RSUD setempat. Saat itu Dik Indah didiagnosa menderita demam berdarah, lalu dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, diketahui bahwa Dik Indah menderita leukemia. Dik Indah dahulunya gemuk mirip ibunya namun sekarang menjadi kurus karena kurang gizi. Indah berasal dari Banjarnegara dan sudah lama menginap di Rumah Singgah di Jogja bersama ayahnya, Admin (37) dan ibunya, Maryati (35). Aktivitas Dik Indah terbatas. Untuk bergerak ia harus dibantu orang lain. Saat ini ia sudah menyelesaikan jadwal kemoterapi, tetapi masih melanjutkan perawatan intensif di rumah sakit untuk meningkatkan gizinya. Untuk asupan makan saat ini belum bisa dan hanya dibantu lewat infus. Alhamdulillah selama pengobatan ini Dik Indah dapat memanfaatkan fasilitas Jamkesmas. Tetapi untuk biaya operasional selama di rumah sakit, keluarga ini sangat membutuhkan uluran tangan. Amanah sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk membantu meringankan beban keluarga ini. Pak Admin mengucapkan terima kasih kepada sedekaholics SedekahRombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Dik Indah, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 2 Februari 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas @satyaluke

Dik Indah menderita leukemia dan gizi buruk


RSSR JOGJA (Operasional Bulan Februari 2018). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno, RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. RSSR Jogja merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara para pasien dampingan Sedekah Rombongan. RSSR Jogja ini makin dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang berasal dari golongan tidak mampu. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja. RSSR ini dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Selain sebagai tempat transit pasien, RSSR Jogja juga digunakan sebagai kantor administrasi pusat yang membantu kinerja Sedekah Rombongan secara nasional. Santunan ini dipergunakan untuk biaya operasional bulan Februari 2018 yang meliputi biaya administrasi perkantoran, biaya telekomunikasi, pembelian perlengkapan RSSR, dan biaya listrik/air/internet. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan 1114. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.668.752,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Februari 2018


RSSR JOGJA (Bantuan Biaya Makan dan Obat Pasien Februari 2018). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. Rumah Singgah Sedekah Rombongan merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pasien-pasien tersebut sedang melakukan pengobatan rawat jalan di rumah sakit rujukan di Yogyakarta, seperti RSUP dr. Sardjito, RS Panti Rapih, dan RSPAU dr. Hardjolukito. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Kemudian pasien yang telah selesai berobat diantarkan kembali ke rumah masing-masing. RSSR ini dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Setiap hari, rata-rata RSSR Jogja dihuni oleh 10-17 pasien beserta pendamping pasien. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja, misalnya Purworejo, Purwokerto, Kuningan, Temanggung. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya konsumsi dan katering pasien, biaya pembelian suplemen pasien, pembelian obat-obatan untuk pasien, dan biaya pembelian kasa steril, verban, alkohol untuk perawatan luka pasien. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan 1114. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 12.559.453,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR

Bantuan biaya makan dan obat pasien Februari 2018


MTSR JOGJA (AB 9032 WK, Operasional Bulan Februari 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) ialah kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses survei pasien, menyampaikan santunan, dan antar-jemput pasien dari rumah ke rumah sakit. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan wilayah Jogja diberi amanah lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 9032 WK ini ialah salah satu MTSR yang dioperasionalkan sebagai ambulans transport. MTSR ini mengcover wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Biaya bulan ini ialah biaya administrasi pajak tahunan dan pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Januari hingga akhir bulan Januari 2018. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya terdapat pada laporan rombongan 1114. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics Sedekah Rombongan.­

Jumlah Bantuan : Rp. 2.918.900,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Februari 2018

REKAPITULASI BANTUAN

 

No Nama Jumlah Bantuan
1 SANURJI BIN KARYA 1,000,000
2 NARSITEM ACHMAD KUSAERI 1,000,000
3 UMINAH BINTI MADSANA 1,000,000
4 WARSITEM MADHADI 1,000,000
5 SAPADI SAYAT 1,000,000
6 SUMINI SANWIDI 1,000,000
7 RISTAM BIN NAMARTA 1,000,000
8 SATEM DUL GHONI 1,000,000
9 TUMIRAH BINTI SUDARJI 500,000
10 RAGIL BIN SUDARJI 500,000
11 NENAH BINTI ARSAMEJA 1,000,000
12 ROPIDIN BIN ABDUL SOMAD 1,000,000
13 MOHAMMAD ROBI HAMDANI 1,000,000
14 RETVI ARSANTI 500,000
15 AHSAN ABDUL KARIM 1,000,000
16 MOH. SODIK AMIN 1,000,000
17 MTSR PURWOKERTO 8,759,823
18 SANTORI BIN SANMURTI 1,000,000
19 MUSHOLLA AT TAQWA 4,000,000
20 LUSIANI BINTI SIKAN 800,000
21 NINIK HUNAINAH 500,000
22 SUTIK BINTI SUBUWET 750,000
23 SUCIK AISYAH 1,500,000
24 HERA MANI SARI PAMUNGKAS 514,800
25 SUSWENI BINTI SUPARDI 500,000
26 MUHAMMAD RENO ABDULLAH 550,000
27 SATUMA BINTI SABAR 500,000
28 SADIYAH BINTI MAJAYA 1,000,000
29 ROKHIMIN BIN SLAMET 500,000
30 RIZKI CAHAYA SAPUTRA 500,000
31 SENEN BIN KATIMAN 500,000
32 YULIATI ARIFIN 800,000
33 SUPINAH MIDA 500,000
34 RUSMINI RUSLAN 620,000
35 MARSYAH AMANDA PUTRI 748,734
36 MTSR SURABAYA 2,857,000
37 UMI SYAIDAH 1,000,000
38 SUMARDIYONO BIN ALM WOSODIRAN 1,000,000
39 DALIO BIN JOYO SENTONO 651,650
40 JIHAN FATIN 1,921,950
41 SAFRUDIN 2,000,000
42 MANGUNATUN KHARIYAH 1,500,000
43 SADINEM BINTI ALM SOMOREJO 1,000,000
44 JIMAH BIN SOMEJO 1,000,000
45 WIRYONO BIN SODIKO 6,352,852
46 BRIYAN ANANTA PUTRA 2,516,200
47 LAILY NURLATIVAH 1,000,000
48 SUTARJI BIN PAWIROTIRTO 1,000,000
49 DILLA AULIA PUTRI 2,000,000
50 ERNA TUSTIYANTI 1,500,000
51 RHIMA SULISTRIANINGRUM 3,000,000
52 BAYI NY. ERNI ARIYANTI 1,000,000
53 AZAHRA FEBRIYANTI 1,500,000
54 DALGIYANTO 1,750,000
55 INDAH SRI RAHAYU 1,250,000
56 RSSR JOGJA 2,668,752
57 RSSR JOGJA 12,559,453
58 MTSR JOGJA 2,918,900
Total 92,990,114

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 92,990,114,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1121 ROMBONGAN

Rp. 60,382,423,595,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.