Rombongan 1120

Satu sedekah yang tulus sama dengan seribu langkah menuju Surga
Posted by on March 21, 2018

TRIYONO BIN FULAN (75, Dhuafa). Alamat : Jl. KH A. Dahlan Belakang18 RT 004 RW 012 Purworejo, Kec Purworejo, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Pak Triyono saat ini hidup sebatang kara, tidak tahu sejak kapan beliau hidup sebatang kara. Kabarnya Pak Triyono mempunyai seorang anak, namun keberadaan anaknya tidak diketahui. Sangat sulit menggali informasi dari Pak Triyono, karena kondisinya yang sudah renta sehingga sulit untuk diajak berkomunikasi. Dengan hidup sebatangkara diusia senja, membuat kesehetannya tidak tertangani dengan baik. Saat ini beliau hanya bisa mengandalkan bantuan uluran tangan dari warga sekitar, yang rela memberikan bantuan berupa apapun untuk menunjang kehidupan Pak Triyono. Seperti saat ini, ketika beliau sakit, ada warga sekitar yang membantu Pak Triyono untuk berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. Mendengar adanya orang tua yang hidup sebatang kara di tengah kota, menggelitik hati kurir-kurir Sedekah Rombongan. Bantuan pun disampaikan kepada Pak Triyono untuk biaya pengobatannya. Semoga bantuan dari sedekaholik yang telah disampaikan kepada Pak Triyono melalui tangan-tangan kurir Sedekah Rombongan mampu memberikan rasa hangatnya keluarga kepada Pak Triyono yang hidup sebatang kara. Semoga terus ada warga sekitar yang turut membantu menjaga dan merawat Pak Triyono, yang membuat Pak Triyono tetap merasakan hangatnya mempunyai keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 4 Januari 2018
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Yuni

Bantuan tunai


ONI SUPATMOKO BIN FULAN (43, Lengan atas bengkak). Alamat : Awang-awang RT 001 RW 002, Brenggong, Kec Purworejo, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Sekitar satu bulan yang lalu, Pak Oni merasakan sakit pada bagian lengannya dan menjalar sampai ke dada. Karena rasa nyeri yang sangat mengganggu, kemudian Pak Oni memeriksakan kondisi kesehatannya di Puskesmas Cangkrep Purworejo. Pak Oni sempat menjalani rawat inap selama dua hari di Puskesmas Cangkrep, kemudian memperoleh rujukan penangan kesehatan lebih lanjut di RS Islam Purworejo. Pak Oni menjalani operasi di RSI, karena menurut dokter yang menangani permasalah Pak Oni mengatakan bahwa lengan atas Pak Oni terdapat darah dan nanah sehingga harus disedot dan dikeluarkan dari lengan Pak Oni. Di RSI ini Pak Oni menjalani perawatan selama kurang lebih tiga belas hari. Setelah pulang dari RSI, Pak Oni sempat melakukan sekali kontrol kesehatan, namun sakit dan rasa nyeri yang dulu pernah dirasakan Pak Oni sebelum menjalani operasi kembali dirasakannya. Dengan keluhan yang sama, yaitu rasa nyeri yang sangat mengganggu di bagian lengan atas dan menjalar hingga ke bagian dada. Selama dua hari setelah merasakan rasa nyeri yang dating kembali tersebut, Pak Oni muntah-muntah ketika beliau makan. Istri Pak Oni, Zaelunah (42), yang kegiatan sehari-harinya sebagai ibu rumah tangga, tidak tega melihat suaminya yang muntah-muntah jika diberi asupan makanan. Bu Zaelunah juga sangat merasakan penderitaan yang tengah dialami suaminya. Dengan tidak adanya jaminan kesehatan apapun, membuat Pak Oni dan keluarga sangat merasakan besarnya biaya pengobatan yang harus dikeluarkan untuk memperoleh kesembuhan seperti sedia kala. Kurir Sedekah Rombongan yang mendengar kabar Pak Oni, segera bergerak cepat untuk memberikan bantuan awal guna membantu biaya akomodasi Pak Oni selama menjalani pengobatan. Kurir-kurir Sedekah Rombongan sangat merasakan kesulitan yang tengah dihadapi Pak Oni sekeluarga. Segala bentuk bantuan dari sedekaholik yang telah disampaikan kepada Pak Oni, insya Allah sangat membantu perjalanan Pak Oni untuk kembali menemukan kesehatan seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 4 Januari 2018
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Yuni Krishna

Pak Oni mengalami lengan atas bengkak


SUPRIHADI BIN ALM. KARSOYUDO (60, Sakit Jantung). Alamat : Dusun Jurutengah RT 002 RW 005, Desa banyuurip, Kec. Banyuurip, Kab. Purworejo Prov. Jawa Tengah. Kurang lebih dua bulan yang lalu Pak Suprihadi merasakan nyeri di bagian dada sebelah kiri. Beliau tidak melakukan pengecekan kesehatan karena keadaan perekonomiannya yang tidak memungkinkan Pak Suprihadi mengeluarkan biaya untuk berobat. Kemudian dua minggu yang lalu, Pak Suprihadi diantarkan Pak Kadus untuk berobat ke Puskesmas. Setelah melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas, Pak Suprihadi memperoleh rujukan penanganan kesehatan lebih lanjut ke RSUD Tjitrowardojo Purworejo. Di RSUD Tjitrowardojo, Pak Suprihadi sempat dirawat di bagian IGD dan kemudian masuk ke ICU karena kondisi kesehatan beliau yang perlu penanganan intensif. Pak Suprihadi tidak berkeluarga, beliau hanya hidup berdua dengan adiknya yang lumpuh. Semenjak merasakan nyeri di bagian dada sebelah kiri, Pak Suprihadi tidak bisa bekerja sebagai buruh tani seperti biasanya. Beliau menjadi tulang punggung keluarga, karena hanya beliau yang bisa bekerja mencari nafkah, sedangkan adiknya terbaring lunglai karena lumpuh. Dengan kondisi perekonimian Pak Suprihadi yang jauh dibawah kecukupan, beliau tidak memeiliki jaminan kesehatan apapun untuk membantu biaya pengobatan sakit yang dideritanya. Mengetahui kesulitan yang tengah dihadapi Pak Suprihadi, kurir-kurir Sedekah Rombongan segera memberikan bantuan awal guna membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari Pak Suprihadi dan adiknya. Kurir-kurir Sedekah Rombongan sangat merasakan betapa sulitnya permasalahan yang tengah dihadapi Pak Suprihadi. Insya Allah segenap bantuan dari sedekaholik yang telah disampaikan kepada Pak Suprihadi oleh kurir-kurir #sedekahrombongan mampu meringankan beban yang tengah dipikul Pak Suprihadi.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2018
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Yuni Sigit

Pak Suprihadi menderita sakit jantung


ALLINA KRISTY PUTRI BINTI LEO PRATAMA (1, Kelainan Jantung Bawaan). Alamat : Gang Dieng RT 002 RW 003, Kel. Wero, Kec. Gombong, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Allina merupakan anak kedua dari dua bersaudara, kakak perempuannya berusia lima tahun. Semasa dalam kandungan, ketika dilakukan usg tidak terlihat terlihat adanya kelainan pada janin Allina. Karena proses kelahiran secara normal tidak menunjukkan adanya kemajuan, akhirnya dilakukan tindakan operasi Sectio Caesaria di RS Palang Biru Gombong. Karena kondisi jantung Allina yang lemah, saat lahir seluruh tubuh Allina terlihat biru dan kemudian Allina dirawat di ruang observasi. Selama perawatan tersebut, kondisi Allina tidak menunjukkan perkembangan positif, apabila oksigen dilepaskan maka badan Allina akan kembali membiru. Kemudian dilakukan rontgen yang menunjukkan hasil ada kelainan bentuk jantung, dan Allina memperoleh rujukan penanganan kesehatan lebih lanjut di RSUP Sardjito Yogyakarta malam itu juga, pada tanggal 29 Maret 2017 pukul 23.00 WIB. Di RS Sardjito Allina menjalani perawatan selama sebulan lebih. Setelah diperbolehkan pulang, tenaga medis menyarankan untuk selalu sedia oksgen dan alat saturasi oksigen di rumah, tetapi karena mahal dan tidak punya biaya untuk membeli perlengkapan tersebut akhirnya pihak keluarga belum bisa menyediakan di rumah. Saat itu Allina belum memiliki jaminan kesehatan apapun, kemudian setelah pulang dari RS Sardjito pihak keluarga baru mendaftarkan jaminan keehetan ke bpjs. Allina diharuskan kontrol setiap bulan, namun kondisinya belum juga menunjukkan perubahan yang berarti. Saat umur Alina memasuki tujuh bulan, Allina memperoleh rujukan ke RSCM Jakarta. Di sana dilakukan cek laboratorium, rontgen, kemudian dijadawalkan untuk operasi pada tanggal 28 November 2017, tapi tanggal 26 November 2017 kondisi Allina tiba-tiba drop dan langsung di bawa ke RS Palang Biru Gombong yang langsung dirujuk ke RS Sardjito. Sehari perawatan di RS Sardjito, kondisi Allina mulai membaik dan langsung berangkat ke RSCM untuk menjalani operasi pada tanggal 2 Desember 2017 (mundur empat hari dari jadwal sebelumnya). Allina pulang dari RSCM pada tanggal 25 Desember 2017. Untuk kontrol paska operasi dirujuk balik ke RSUP Sardjito, Allina seharusnya melakukan kontrol kesehatan pada tanggal 8 Januari 2018, tetapi karena belum ada biaya ke RS Sardjito akhirnya Allina belum berangkat kontrol. Pada tanggal 14 Januari 2018 kurir-kurir Sedekah Rombongan menjenguk Allina sekaligus menyampaikan bantuan dari sedekaholik, sehingga Allina bias melakukan control di RS Sardjito pada tanggal 15 Januari 2018. Insya Allah segala bentuk bantuan dari sedekaholik yang disampaikan kepada pihak keluarga Allina melalui perpanjangan tangan kurir-kurir Sedekah Rombongan, mampu menemani dan mengantarkan Allina untuk menggapai kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 15 Januari 2018
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Tuti

Allina mengalami kelainan bentuk jantung


RASIMIN BIN SUMERI (37, Kanker Anus). Alamat : Desa Tugu RT 002 RW 004, Kec. Buayan , Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Sejak awal tahun 2016 Pak Rasimin mulai merasa kesulitan ketika beliau ingin buang air besar. Semanjak itu, bab Pak Rasimin sering bercampur dengan darah. Kondisi yang tidak nyaman itu membuat pak Rasimin memeriksakan kondisi kesehatannya di Puskesmas Piyungan, Yogyakarta. Pada bulan Maret 2016 hingga Juni 2016, pak Rasimin merantau ke Sulawesi, namun karena kondisi bab nya yang masih terasa susah dan nyeri serta bercampur dengan darah, membuat pak Rasimin keluar-masuk rumah sakit untuk memeriksakan dan mengobati rasa tidak nyamannya itu. Sampai akhirnya beliau menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Medika Center Sulawesi dan disana dokter menyarankan pak Rasimin untuk menjalani endoskopi (pemeriksaan menggunakan alat khusus untuk melihat kondisi usus pak Rasimin). Namun karena terkendala BPJS, akhirnya pak Rasimin pulang ke Magelang dan menjalani pemeriksaan endoskopi di RSUD Magelang. Hasil pemeriksaan ini menunjukkan bahwa pak Rasimin positif menderita kanker anus sehingga beliau memperoleh rujukan penangan kesehetan lebih lanjut ke RS Panti Rapih Yogyakarta. Di RS Panti Rapih, pak Rasimin menjalani operasi Kolostomi, selang tiga bulan kemudian beliau menjalani kemoterapi 21 hari sekali sebanyak 12 kali terapi, kemudian dilanjutkan dengan radioterapi sebanyak 36 kali di RSUD Margono Soekarjo. Isrowiyah (30), istri pak Rasimin yang sehari-harinya berprofesi sebagai penyuluh pertanian, sangatlah merasakan sakit yang dialami suami tercintanya itu. Dengan segenap usaha dan doa tengah dia lakukan untuk membantu meringankan rasa sakit yang tengah dialami suaminya, serta untuk membantu suaminya dalam memperoleh kembali kesehatan seperti dulu. Selama menjalani pengobatan, pak Rasimin menggunakan jaminan kesehatan BPJS mandiri. Saat ini pak Rasimin tinggal dirumah orang tuanya dengan kondisi lemah dan terlihat pucat, beliau lebih banyak berbaring karena kesulitan untuk posisi duduk itupun harus dengan bantuan orang lain. Mengetahui kesulitan yang tengah dialami pak Rasimin, kurir-kurir Sedekah Rombongan segera memberikan bantuan awal yang bisa digunakan untuk membantu memenuhi keperluan sehari-hari pak Rasimin. Insya Allah segala bentuk bantuan dari sedekaholik yang telah disampaikan kepada pak Rasimin melalui perpanjangan tangan kurir-kurir Sedekah Rombongan mampu memberikan harapan besar bagi pak Rasimin untuk terus berjuang menggapai kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 11 Januari 2018
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Tuti Fella

Pak Rasimin positif menderita kanker anus


MARYADI BIN ALM. SASTROMIHARJO (60, TB Paru Kategori II) . Alamat Desa Banjarsari Rt 03 Rw 04 Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen. Istri Ibu Wasinah (57). Awal mula sakit yang diderita Pak Maryadi adalah batuk yang terus menerus sampai e tahun lamanya. Pak Maryadi juga sebelumnya sebagai pasien TB kategori 1 yang sudah dinyatakan sembuh, Pak Maryadi mengatakan bahwa sebelum sakit TB dirinya tidak pernah terserang penyakit lainnya. Kondisi saat ini Pak Maryadi mulai merasakan efek samping obat-obatan yaitu terasa pusing seakan mau pingsan, mual, dan tidak nafsu makan. Pak Maryadi bahkan sempat dibawa ke PKU Gombong pada 29 oktober 2017 karena kondisi lemah dan pusing yang terasa sangat. Selain itu, kondisi ekonomi keluarga Pak Maryadi sangat memprihatinkan, beliau hanya mendapat uang jika ada tetangga yang membutuhkan tenaganya. Sedangkan istrinya dari penghasilan berjualan jajanan anak anak sangat minim. Bahkam terkadang warung kecilnya tutup karena tidak bisa membeli jajanan untuk dijual lagi. Kondisi bapak tidak bisa kerja dikarenaka masih sakit dan perlu banyak istirahat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000, –
Tanggal : 19 Januari 2018
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Ojah

Pak Maryadi menderita TB kategori 2


RASIMIN BIN SUMERI (37, Kanker Anus). Alamat : Desa Tugu RT 002 RW 004, Kec. Buayan , Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Sejak awal tahun 2016 Pak Rasimin mulai merasa kesulitan ketika beliau ingin buang air besar. Semanjak itu, bab Pak Rasimin sering bercampur dengan darah. Kondisi yang tidak nyaman itu membuat pak Rasimin memeriksakan kondisi kesehatannya di Puskesmas Piyungan, Yogyakarta. Pada bulan Maret 2016 hingga Juni 2016, pak Rasimin merantau ke Sulawesi, namun karena kondisi bab nya yang masih terasa susah dan nyeri serta bercampur dengan darah, membuat pak Rasimin keluar-masuk rumah sakit untuk memeriksakan dan mengobati rasa tidak nyamannya itu. Sampai akhirnya beliau menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Medika Center Sulawesi dan disana dokter menyarankan pak Rasimin untuk menjalani endoskopi (pemeriksaan menggunakan alat khusus untuk melihat kondisi usus pak Rasimin). Namun karena terkendala BPJS, akhirnya pak Rasimin pulang ke Magelang dan menjalani pemeriksaan endoskopi di RSUD Magelang. Hasil pemeriksaan ini menunjukkan bahwa pak Rasimin positif menderita kanker anus sehingga beliau memperoleh rujukan penangan kesehetan lebih lanjut ke RS Panti Rapih Yogyakarta. Di RS Panti Rapih, pak Rasimin menjalani operasi Kolostomi, selang tiga bulan kemudian beliau menjalani kemoterapi 21 hari sekali sebanyak 12 kali terapi, kemudian dilanjutkan dengan radioterapi sebanyak 36 kali di RSUD Margono Soekarjo. Isrowiyah (30), istri pak Rasimin yang sehari-harinya berprofesi sebagai penyuluh pertanian, sangatlah merasakan sakit yang dialami suami tercintanya itu. Dengan segenap usaha dan doa tengah dia lakukan untuk membantu meringankan rasa sakit yang tengah dialami suaminya, serta untuk membantu suaminya dalam memperoleh kembali kesehatan seperti dulu. Selama menjalani pengobatan, pak Rasimin menggunakan jaminan kesehatan BPJS mandiri. Saat ini pak Rasimin tinggal dirumah orang tuanya dengan kondisi lemah dan terlihat pucat, beliau lebih banyak berbaring karena kesulitan untuk posisi duduk itupun harus dengan bantuan orang lain. Mengetahui kesulitan yang tengah dialami pak Rasimin, kurir-kurir Sedekah Rombongan segera memberikan bantuan awal yang bisa digunakan untuk membantu memenuhi keperluan sehari-hari pak Rasimin. Insya Allah segala bentuk bantuan dari sedekaholik yang telah disampaikan kepada pak Rasimin melalui perpanjangan tangan kurir-kurir Sedekah Rombongan mampu memberikan harapan besar bagi pak Rasimin untuk terus berjuang menggapai kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000,-
Tanggal : 26 Januari 2018
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Tuti Fella

Pak Rasimin positif menderita kanker anus


KASTILAH BINTI NGAWIN (60, Gangguan Saluran Kencing). Alamat : Dusun Karang Asem RT 2 RW 1 Tanggeran Sruweng, Kebumen. Ibu Kastinah mengalami sakit sejak Desember 20O4. Sakit yang di derita masih belum kunjung sembuh. Beliau juga sering keluar masuk rumah sakit. Dahulu yang membiayai bu Kastinah anaknya yang sukses berdagang di Jakarta, tetapi saat ini kondisi anak yang membiayai sedang bangkrut dan untuk biaya berobat di tidak punya. Anak yang lain hanya buruh harian lepas dan untuk membiyai keluarganya sendiri bisa dikatakan kurang, sedangkan pasien tidak mempunyai asuransi kesehatan BPJS. Untuk berobat saja tidak punya biaya sehingga walaupun sakit hanya dirumah saja. Saat ini pasien sering mengeluarkan darah atau pendarahan seperti kondisi orang kalau keguguran. Karena tidak mempunyai biaya beliau hanya berdiam diri di rumah. Kecuali kalau ada orang yang menjenguk ke rumah memberikan uang bu Kastinah, baru beliau berobat. Beliau sangat membutuhkan biaya untuk berobat dan makan sehari hari hari. Pasien tersebut dulu sering opname keluar masuk rumah sakit. Kondisi terkini pasien lemas dan nafsu makan berkurang. Kadang kalau gerak terus mengeluarkan darah. Oleh sebab itu beliau disarakan istirahat di tempat tidur saja oleh dokter. Apapun minta di bantu oleh anak yang rumahnya dekat. Kendala yang dihadapi transportasi dari rumah ke dokter dan juga untuk periksa. Apabila pendarahan yang kadang keluar seketika serta Biaya Hidup sehari hari. Alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan mendengar informasi langsung bersilaturahmi ke rumahnya. Santunan yang diberikan untuk meringankan biaya hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000, –
Tanggal : 12 Januari 2018
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto Tuti Ojah

Bu Kastinah mengalami gangguan saluran kencing


NAJUA SHIHAB BINTI JUMAWAL (2, Hydrocepalus). Alamat : Dukuh Kalibang RT 002 RW 005 Desa Kaliwungu, Kec. Bruno, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Sejak usia dua bulan sudah nampak kelainan pada pertumbuhan dik Najua. Semakin hari kondisi dik Najua menunjukkan kondisi yang terus menurun dan muncul kelainan bentuk pada bagian kepalanya. Kondisi dik Najua dikonsultasikan ke Puskesmas, hasil pemeriksaan di Puskesmas dik Najua diberikan rujukan untuk penangan lebih lanjut di RS Tjitrowardojo Purworejo. Setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Tjitrowardojo, dik Najua kembali memperoleh rujukan untuk penanganan kesehatannya di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Hingga hari ini, dik Najua masih menjalani rawat jalan dan harus rutin melakukan kontrol kesehatan ke RSUP Dr. Sardjito. Selama menjalani pemeriksaan kesehatan dimulai dari Puskesmas, RSUD Tjitrowardojo, dan juga RSUP Dr. Sardjito menggunakan fasilitas kesehatan KIS-BPJS Kelas 3 (Mandiri). Ayah dik Najua, Jumawal (37), dan ibu dik Najua, Musliah (30), telah bercerai, namun ayah dik Najua masih terus membiayai angsuran BPJS Dik Najua. Bu Musliah tidak bekerja karena harus selalu menunggui dan merawat dik Najua, kadang juga bergantian dengan nenek dik Najua. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, mengandalkan penghasilan yang diperoleh kakeknya dik Najua. Mendengar kondisi dik Najua dan keadaan keluarga yang serba tidak berkecukupan, kurir-kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan awal untuk membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari dik Najua dan keluarga. Insya Allah segala bentuk bantuan dari sedekaholik yang telah disampaikan melalui perpanjangan tangan kurir Sedekah Rombongan mampu meringankan beban yang dipikul dik Najua dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 24 Januari 2018
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Ozzy

Najua menderita hydrocepalus


AFIAT SUTRISNI BIN ALM. PONIJO (17, Suspect TBC). Alamat : Dusun Kliwonan, RT 1 RW 1, Desa Kliwonan, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Perempuan kelahiran 17 tahun silam ini, merupakan anak perempuan dari pasangan Alm. Bapak Ponijo dan Ibu sukirni yang tidak lain tidak bukan Affiat juga adik kandung dari Hantaria Kagunani yang juga menderita Suspect Tbc. Affiat kini tinggal di Bangku Sekolah Menengah Kejuruan Kelas 2 di salah satu Sekolah Menengah di daerah Purworejo. Sama Seperti kakaknya, Affiat juga menderita Suspect Tb. Awal mula mungkin karena penyakit tersebut menular melalui pernafasan dan udara dirumah yang tidak memungkinkan, awal puasa Affiat merasa lemas terus menerus di sekolah juga sering sakit. Batuk yang sudah lama dan tak kunjung sembuh. Diperiksakan di RSUD Tjitrowardojo dan di diagnosa terkena tbc. Affiat sudah menjalani Pengobatan TBC selama kurang lebih 3 bulan. Kondisinya sendiri sekarang masih lemas dan disertai batuk. Dengan kondisi seperti ini, keluarga Affiat juga menceritakan keadaan Affiat sama seperti sang kakak Hantaria. Sembari berdagang Ibu Sukirni merawat kedua putrinya yang sakit, karena semenjak suaminya meninggal beliau harus merawat dan mendidik anak anaknya sendiri dan banting tulang untuk kelangsungan hidupnya dan keluarganya. Untung saja biaya pengobatan kedua putrinya sudah ditanggung oleh KIS (Kartu Indonesia Sehat) yang di kelola oleh BPJS, jadi beban Ibu Sukirni sedikit berkurang karena untuk biaya pengobatan sendiri apabila tidak ada KIS sudah menghabiskan biaya yang banyak. Pada akhir bulan Nobember 2017 lalu, santunan juga diberikan untuk Affiat untuk perbaikan Gizi Affiat sehari hari, harapannya agar Affiat juga di beri kesembuhan dan dapat melanjutkan aktifitas seperti teman teman sebayanya.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 30 Januari 2018
Kurir : @Faturrozaq Sudiarto Krisna

Afiat menderita suspect TBC


PRIHATIN INDRIYANI BINTI ALM. MUNASIR NOTO SUMARTO (45, Ca Mamae). Alamat Desa Brengkelan jln veteran Rt 001/006, Purworejo. Awal mula beliau sakit, sejak bulan November 2015, beliau merasakan apabila untuk buang air kecil sakit dan paha membengkak waktu itu hanya diobati dengan obat pencahar namun tidak ada perubahan. Lalu beliau beralih ke pengobatan alternatif, Ibu Indriyani hingga saat ini belum mendapatkan therapist medis karena terkendala dalam hal biaya. Segala upaya pengobatan sudah di jalani oleh Ibu Indriyani namun kondisi beliau masih belum bisa membaik. Kondisi Ibu Indriyani sekarang masih lemah. BP Bawono merupakan suami dari Ibu Indriyani, beliau bekerja sebagai buruh serabutan apapun beliau kerjakan untuk menopang kebutuhan keluarganya, apalagi istrinya sendiri belum memiliki jaminan kesehatan. Suatu hari keluarga Ibu Indriyani dpertemukan oleh kurir Sedekah Rombongan wilayah Purworejo, Keluarga menceritakan tentang kejadian yang di alami oleh Ibu Indriyani. Setelah koordinasi dengan Koordinator Sedekah Rombongan Wilayah Purworejo, akhirnya santunan awal diberikan untuk Ibu Indriyani. Keperluan akomodasi beliau selama di Rumah Sakit di bantu oleh SR Purworejo. Keluarga mengucapkan terimaksih untuk rekan rekan yang sudah membantu Ibu Indriyani selama proses pengobatan. Harapan keluarga dan Kurir SR pun sama yaitu Semoga Ibu Indriyani lekas sembuh dari penyakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000, –
Tanggal : 22 Januari 2018
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto Bayu

Bu Indriyani menderita ca mamae


DIAN ROSYANI BINTI MANISBRAN (20, Kanker Kelenjar). Gadis kelahiran 20 tahun yang lalu ini bertempat tinggal di Dk. Dampit rt 2 rw 3, Ds. Donorojo, Kec. Sempor, Kab. Kebumen, Prop. Jateng. Putri dari pasangan Manisbran (51 th) dan Sukaryati (46 th) awalnya gadis itu tumbuh normal seperti teman teman sebayanya, tapi Dian Mengalami sakit tenggorokan dan sakit pada bagian leher sekitar 1 tahun yang lalu, pada bulan November 2016 Dian dirawat di RSU Purbowangi Gombong dan beberapa hari dirawat kemudian pulang dengan kondisi yang sudah membaik, pada bulan Agustus 2017 Dian sakit kambuh lagi dan dirawat di RSU PKU Muh Gombong, kemudian pulang dengan kondisi membaik juga, bulan Desember 2017 lalu kambuh lagi dan timbul benjolan di leher sebelah kiri kemudian Dian dirawat di RS Palang Biru Gombong, dari hasil pemeriksaan pasien di diagnosa Ca Coli dan di rujuk ke RSUD Margono Purwokerto tp karena masih takut dan belum siap akhirnya Dian minta pulang kerumah dulu. Di rumah, Dian menggunakan pengobatan alternatif tapi kondisi tambah memburuk benjolan pun tambah besar dan badan sering panas akhirnya di putuskan untuk berangkat periksa ke RS Margono Purwokerto tanggal 11 Jan 2018. Kondisi Dian sekarang mulai membaik dan dia juga rajin melakukan proses kemoterapi dan radioterapi di RS Margono Purwokerto. Dian putri pertama dari Pak Misbran , dian juga miliki 2 adik. Pak Misbran bekerja sebagai petani, dan Istrinya tidak bekerja namun untuk membantu perekonomian bekerja beliau juga ikut membantu suaminya. Pertengahan bulan ini, Dian dan keluarga di pertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan Purwokerto. Dian dan keluarga menceritakan semua yang sudah di alami oleh Dian, Kurir pun terketuk hatinya untuk membantu Dian karena keinginannya untuk sembuh sangatlah besar apalagi Dian juga harapan satu satunya keluarga agar bisa membantu kedua orang tua dan adik adiknya. Beberapa Hari kemudian, Kurir Sedekah Rombongan berkunjung kembali ke Rumah Dian, memberi kabar bahwa mulai hari itu Dian menjadi salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Purwokerto, tidak hanya itu saja Kurir pun memberikan Santunan awal untuk Dian agar dapat di gunakan untuk meringankan beban sehari hari keluarga. Dian dan Keluarga pun mengucapkan syukur atas bantuan yang di berikan , semoga Dian diberikan kesembuhan seperti doa doa yang selalu Dian dan Keluarga panjatkan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 12 Januari 2018
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto Tuti Dian

Dian di diagnosa Ca Coli


HAYYU WAHYUNINGTIAS BIN AHMAD RIYANTO (17, Kebocoran Ginjal), Alamat : Desa Jabres RT 2 RW 2 Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Hayyu diketahui sakit sejak umur 3 tahun (semenjak tahun 2003), awalnya lemes, sering pingsan dan muka pucat. Oleh ke dua orang tua Hayyu, bapak Ahmad Riyanto (44) pekerjaan sehari-hari hanya buruh bangunan dan ibu Tri Ariyani (38) hanya ibu rumah tangga diperiksakan ke dokter spesialis anak. Dokter spesialis anak yang memeriksakan Hayyu dinyatakan ada kebocoran ginjal dan disarankan ke RSUP Sardjito Yogyakarta tapi tidak ada biaya jadi hanya berobat rutin ke rumah sakit di sekitar Kebumen, pada tahun 2006 setelah ada program Askeskin pasien menggunakan kartu askeskin untuk mondok di RSUD Kebumen, mulai tanggal 9 Juli 2015 rutin kontrol di RSUP Sardjito Yogyakarta sampe sekarang. Hampir setiap bulan dirawat karena kondisi menurun. Pada bulan Januari 2016 pasien terpasang CAPD, saat ini Hayyu kontrol rutin ke RSUD Sardjito Yogyakarta sebulan sekali. Until kontrol-kontrol Hayyu memiliki kartu Bpjs, kendala yang dihadapi biaya obat yang tidak tercover bpjs setiap bulan sekitar Rp. 700.000,-. Alhamdulilah Kurir Sedekah Rombongan mendengar informasi tersebut dan bersilaturahmi ke rumahnya. Santunan dari sedekacholicpun diberikan untuk menebus biaya obat yang tidak dicover jaminan kesehatan. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 969, 1052 dan 1069

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 14 Januari 2018
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto Tuti Krisna

Hayyu mengalami kebocoran ginjal


JAMINGATUL FATA BIN MUKHOLIS (2, Hidrocepallus), Alamat : Dusun Surodadi, RT 1/3, Desa Puspo, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Dek Jamingatul Fata atau Fata, merupakan anak pertama pasangan Mukholis (23 Tahun) dan Kongidah (23 Tahun). Dek Fata terdiagnosa menderita hidrocepallus, kepalanya mulai membesar saat usianya menginjak dua minggu. Kedua orang tuanya memiliki jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS), tetapi tentu dek Fata tidak tidak punya KIS. Karena keluarga ini membutuhkan jaminan kesehatan untuk berobat sang anak maka orang tuanya segera mendaftarkannya ke BPJS Non PBI Kelas 3. Dek Fata sudah pernah diperiksa di Rumah Sakit Dr. Tjitro Wardojo Purworejo, namun dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Pihak keluarga ingin sekali membawa dek Fata berobat ke rumah sakit rujukan tersebut namun mereka terkendala biaya, baik akomodasi maupun transportasi. Pak Mukholis bekerja sebagai buruh tani, sementara Bu Kongidah merupakan ibu rumah tangga. Selama berobat dek Fata dan keluarganya singgah di RSSR Yogyakarta. Setiap berobat dek Fata selalu didampingi oleh kedua orangtuanya. Praktis, ayahnya tak lagi bisa bekerja di ladang. Hal ini membuat ayahnya memilih membuat kerajinan dari bambu untuk menyambung kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah, semangat ikhtiar ayah dek Fata mendapat sorotan dari salah seorang sedekaholics Sedekah Rombongan dan menyalurkan bantuan untuk modal usahanya tersebut. Harapannya, usaha kerajinan bambu ini dapat berkembang terus sehingga mampu menopang perekonomian keluarga ini. Sementara, perkembangan kesehatan dek Fata pun semakin membaik. Saat ini ia menjalani kontrol rutin dan fisioterapi di RSUP Dr. Sardjito. Dek Fata sudah bisa tengkurap sendiri, mengangkat kepala, dan bertambah nafsu makannya. Mari kita berdoa bersama untuk dek fata semoga segera diberikan kesembuhan, mudah-mudahan ia tumbuh sebagai anak yang cerdas dan senantiasa berbakti kepada kedua orang tuanya. Aamiin. Sebelumnya, santunan kepada dek Fata ini sudah dilaporkan di Rombongan 969 dan 1059

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 12 Januari 2018
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto Ozzy

Dek Fata terdiagnosa menderita hidrocepallus


SLAMET BUDIWARSO BIN ALM. HADI PERWIRA (63, stroke). Alamat : RT 002 RW 010,Desa Kradenan, Kec. Banyuurip, Kab. Purworejo , Prov. Jawa Tengah. Kurang lebih empat tahun yang lalu pak Slamet terjatuh dari motornya yang kemudian menyebabkan pak Slamet lumpuh. Setelah kejadian tersebut, pak Slamet melakukan pengobatan alternatif, perkembangan dari pengobatan alternative selama enam bulan, akhirnya pak Slamet kembali bisa berjalan. Setelah bisa berjalan, beliau kembali bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Namun tak disangka, pak Slamet kembali tejatuh ketika beliau sedang bekerja memasang tenda di alun-alun Purworejo. Setelah terjatuh untuk kedua kalianya ini, pak Slamet kembali mengalami kelumpuhan hingga saat ini. Semenjak kejadian jatuh yang pertama hingga jatuh yang kedua kalinya, pak Slamet lebih memilih menggunakan pengobatan alternatif ketimbang memeriksakan kondisi kesehatannya di Rumah Sakit ataupun fasilitas kesehatan yang lain, beliau beranggapan jika harus dirawat di rumah sakit, nantinya pak Slamet harus menjalani rawat inap sendiri karena tidak ada keluarga yang menemani dan menjaga beliau di rumah sakit. Pak Slamet memiliki tiga orang anak, dimana anak pertama dan anak keduanya telah berkeluarga. Sedangkan anak ketiga pak Slamet mengalamai keterbelakangan mental dan saat ini masih bersekolah di SLB Muhammadiyah Purworejo. Bu Suharti (57), istri pak Slamet yang sehari-harinya bekerja sebagai pemulung, tidak bisa memberikan penjagaan ekstra kepada suaminya, dikarekan bu Suharti juga harus memberikan perhatian khusus kepada anak ketiganya, selain itu bu Suharti juga harus bekerja mencari nafkah untuk mencukupi kehidupan keluarganya menggantikan tugas pak Slamet yang saat ini kondisinya tidak memungkinkan untuk berjuang mencari nafkah untuk keluarga. Sebenarnya pak Slamet mempunyai jaminan kesehatan berupa KIS, namun beliau masih belum mau untuk menjalani perawatan di rumah sakit. Dengan kondisi yang lemas dan sering pusing, membuat perkembangan kesehatan pak Slamet belum bisa dikatakan membaik. Setelah mendengar dan melihat kondisi pak Slamet, kurir-kurir Sedekah Rombongan segera menyalurkan bantuan dari sedekaholik untuk membantu keperluan sehari-hari pak Slamet. Insya Allah segala bentuk bantuan dari sedekaholik yang telah disampaikan melalui perantara kurir Sedekah Rombongan kepada pak Slamet, mampu menggugah hati pak Slamet untuk mau menjalani pengobatan di rumah sakit. Dan juga mampu menemani serta mengantarkan pak Slamet untuk kembali merasakan kesehatan yang dulu pernah dianugrahkan Tuhan YME kepada pak Slamet.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 28 Januari 2018
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Krishna Aminah

Pak Slamet mengalami kelumpuhan


MUHAMMAD KHOIRUL ANAM BIN NURNGAINI (12, Tallasemia). Alamat : Dukuh Kalibang RT 002 RW 005, Desa Kaliwungu, Kec. Bruno, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Sejak usia dik Anam mencapai lima tahun, mulai terlihat adanya kelainan pada pertumbuhannya. Dik Anam terlihat lesu dan lemas, pernah diduga dik Anam mengidap anemia yang menjurus ke arah leukemia namun belum ada tindakan medis untuk menangani kondisi kesehatan dik Anam dikarenakan permasalahan biaya pengobatan yang harus disiapkan. Namun semakin hari, kondisi kesehatan dik Anam semakin tidak membaik dan terlihat memerlukan segera adanya penangan medis. Dan akhirnya dik Anam memperoleh rujukan pengobatan lebih lanjut di RSUD Tjitrowardojo Purworejo pada usianya yang ke sepuluh. Selama menjalan pengobatan di RS Tjitrowardojo, dik Anam harus menjalani transfusi darah sebulan sekali, dan minimal dik Anam memerlukan tiga kantong darah golongan AB. Hingga hari ini dik Anam masih harus terus menjalani transfusi darah disetiap bulannya. Dengan menggunakan fasilitas kesehatan BPJS Mandiri kelas 3, pihak keluarga merasa sedikit terbantukan untuk masalah penanganan medis dik Anam. Saat ini kedua orang tua dik Anam telah bercerai. Walaupun telah bercerai namun Pak Nurngaini (31), ayah dik Anam, masih memikirkan dan membantu pengobatan untuk anaknya, dengan terus membayarkan angsuran BPJS dik Anam setiap bulannya. Sedangkan ibu Musliah (30), ibunda dik Anam, tidak bisa membagi waktu antara bekerja dan merawat dik Anam, karena dik Anak membutuhkan perhatian ekstra. Setiap harinya Bu Musliah bergantian dengan ibunya untuk merawat dik Anam. Dengan kondisi terkini yang sangat lemah, bu Musliah tidak mempunyai pilihan lain untuk terus berjaga menemani dik Anam, dan tidak bisa nyambi bekerja dan meninggalkan dik Anam seorang diri. Melihat kondisi dik Anam yang memptihatikan, membuat trenyuh kurir-kurir Sedekah Rombongan. Sesegera mungkin kurir-kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan awal untuk membantu proses pengobatan dik Anam. Insya Allah semua bantuan dari sedekaholik yang telah disampaikan kepada keluarga dik Anam memberoleh limpahan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa, dan juga mampu menemani serta mengantarkan dik Anam untuk mempeoleh kesembuhan dan kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 12 Januari 2018
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Ozzy Wiwit

Dik Anam mengidap anemia yang menjurus ke arah leukemia


DWIFA CHOIRUNNISA AZZAHRA BINTI SYAIFUL FAHRUZI (5, Sakit jantung bawaan dan downsyndrome). Alamat : RT 002 RW 003, Desa Mudal, Kec. Purworejo, Kab. Purworejo , Prov Jawa Tengah. Ketika kandungan Bu Dwi Fibriyani (39), ibunda dik Zahra, berusia tiga bulan, beliau mengalami pendarahan. Setelah diperiksakan, disarankan untuk melakukan kiret karena detak jantung janin dalam kandungan Bu Dwi sangat lemah. Informasi dari dokter, jika janin tersebut dipertahankan kemungkinan besar jika janin tersebut telah lahir, tidak bisa seperti anak normal. Ternyata setelah dilahirkan dengan selamat, dik Zahra tidak sama dengan bayi yang baru lahir lainnya. Terdeteksi adanya kelainan pada jantung dik Zahra. Ketika dik Zahra berusia empat tahun, dik Zahra sudah dipasang katetirasasi jantung. Selain itu, dik Zahra juga terlihat mengalami downzyndrome. Untuk penanganan masalah downsyndrome ini, ayah dan ibu dik Zahra melakukan terapi okupasi, fisioterapi, dan juga terapi perilaku yang sudah sering dilaksanakan setiap hari selasa. Untuk kontrol kelainan jantung dik Zahra, biasanya dilakukan sebulan sekali, ketika obat yang harus dikonsumsi dik Zahra akan habis. Setelah rutin menjalani terapi setiap minggunya, dik Zahra menunjukkan perkembangan yang cukup baik, dik Zahra sudah mulai bisa berjalan sejak setahun yang lalu. Selama ini pihak keluarga menggunakan jaminan kesehatan BPJS mandiri untuk menunjang biaya pengobatan dik Zahra. Pak Syaiful Fahruzi (43), ayah dik Zahra yang berprofesi sebagai penjaga malam dan tukang kebun SMK TI Kartika Cendekia, sangat prihatin dengan kondisi kesehatan putri tercintanya itu. Dwi Febriyani (39), ibunda dik Zahra yang bekerja sebagai guru Yayan TK ABA 3 Mudal, juga merasakan hal yang sama dengan Pak Syaiful. Melihat kondisi dik Zahra kurir-kurir Sedekah Rombongan segera menyampaikan bantuan awal dari dana titipan sedekaholik, langsung kepada keluarga dik Zahra. Insya Allah bantuan dari Sedekaholik yang telah diterima keluarga dik Zahra melalui perpanjangan tangan kurir-kurir Sedekah Rombongan, mampu menemani dan mengantarkan dik Zahra hingga memperoleh kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000
Tanggal : 18 Januari 2018
Kurir : @faturrozaq Sudiarto Krishna

Dik Zahra mengalami downzyndrome dan bocor jantung


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN 1 Dan 2 (MTSR 1 dan 2) PURWOREJO (Biaya Operasional). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan Purworejo digunakan untuk mendukung kelancaran gerakan Sedekah Rombongan. Diantaranya untuk penyampaian santunan dari para sedekaholics lewat para kurir Sedekah Rombongan Purworejo kepada keluarga dhuafa, pasien yang berada di wilayah Purworejo dan sekitarnya. Bahkan sampai wilayah Kebumen. Disamping itu terkadang digunakan masyarakat dalam mengantar jenazah ke tempat peristirahatan yang terakhir. MTSR juga diperlukan dalam merujuk pasien ke luar wilayah Purworejo, baik Magelang, Purwokerto maupun Jogjakarta. Pada bulan Januari 2018 biaya yang digunakan untuk pembelian bahan bakar dan pemeliharaan MTSR antara lain :
– Service, cuci MTSR dan beli ban dalam : Rp 645.000,-
– Operasional BBM Rp. 4.855.000,-

Jumlah Bantuan : Rp. 5.500.000,-
Tanggal : 30 Januari 2018
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto All Kurir

Biaya operasional


ASWANI NI’MAD (47, Kanker Serviks). Alamat: Dusun Gunung Malang RT 15/2, Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Bu Aswani sakit sejak bulan Maret 2017. Awal mulanya beliau sering mengeluh nyeri perut. Karena kesibukan bu Aswani sebagai ibu rumah tangga, beliau mengesampingkan nyeri tersebut dan menganggap sakit perut biasa yang dapat mereda seiring berjalannya waktu. Semakin lama, nyeri perut beliau semakin sering. Perubahan siklus menstruasi tanpa diketahui penyebabnya juga dialami oleh beliau. Ketika bu Aswani mulai merasakan keganjalan pada gejala-gejala tersebut, beliau akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, bu Aswani dirujuk ke RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata bu Aswani didiagnosa menderita kanker serviks dan diharuskan segera menjalani operasi. Setelah operasi, keadaan bu Uswani kini terkadang masih mengalami nyeri perut. Bu Aswani juga mendapati adanya benjolan di sekitar leher sehingga mengalami kesulitan dalam bernapas. Bu Aswani adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Ni’mad (53) bekerja sebagai petani. Mereka memiliki satu anak. Selama menjalani pengobatan, bu Aswani menggunakan biaya pribadi sehingga selama ini merasa mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan. Beliau belum memiliki jaminan kesehatan. Selain biaya pengobatan, bu Aswani juga mengalami kesulitan transportasi dan akomodasi selama berada di Rumah Sakit. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang digunakan untuk biaya pengobatan dan transportasi. Selain itu, beliau juga dibantu pembuatan Jaminan Kesehatan berupa BPJS Kelas III. Bulan ini Bu Aswani masih menjalani proses kemoterapi. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1061.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 24 Januari 2018
Kurir : BambangBKY, Taufik

Bu Aswani didiagnosa menderita kanker serviks


BEDJOE ARYO SAPUTRO (2, Kelainan Jantung) Alamat: Dusun Larangan, RT 12/4, Desa Krengceng, Kec. Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Saat lahir dik Bedjo terlihat normal seperti bayi pada umumnya. Sejak usia 2 bulan dik Bedjo mulai memiliki masalah di pernafasannya. Setiap dik Bejdo menangis kuat, seluruh badannya akan membiru dan nafasnya terengah-engah. Setelah diperiksakan di Rumah Sakit PHC Perak Surabaya, dokter mendiagnosa terdapat masalah pada jantung dik Bedjo, kemudian dokter merujuk dik Bedjo ke RSUD Dr. Soetomo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter menyarankan dik Bedjo untuk melakukan kontrol rutin ke Poli Anak. Meskipun dik Bedjo memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun karena keterbatasan biaya transportasi dan biaya hidup selama berobat di Surabaya, orang tua dik Bedjo hampir putus asa untuk melanjutkan proses pengobatan anaknya. Riadi (42) ayah dik Bedjo seorang tukang bangunan yang hanya mendapatkan penghasilan ketika ada pekerjaan. Sedangkan Suparni (40) ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan dik Bedjo. Melihat semangatnya yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu dik Bedjo. Saat ini dik Bedjo rutin melakukan kontrol di Poli Jantung Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya kebutuhan nutrisi dan obat yang tak tercover BPJS. Beberapa Minggu yang lalu Bedjo menjalani operasi perbaikan jantung. Namun setelah menjalani operasi kondisinya sering drop. Bulan ini Bedjo masih menjalani pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1108.

Jumlah Bantuan : Rp 610.000,-
Tanggal : 23 Januari 2018
Kurir : BambangBKY

Bedjo mengalami kelainan jantung


BUNAMI ABDULLAH (48, Kanker Serviks). Alamat: Desa Pejaten RT.20/6, Kecamatan Bondowoso Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Bu Nami sudah merasakan gejala sakit sejak bulan Oktober 2018. Awal mulanya beliau mengeluh nyeri di bagian alat kelamin. Semakin lama nyeri tersebut tetap tidak kunjung sembuh. Akhirnya Bu Nami memutuskan untuk memeriksakan diri ke Poli Kandungan RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso. Karena keterbatasan peralatan di RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso, Bu Nami dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Bersadarkan hasil pemeriksaan, Bu Nami didiagnosa menderita kanker serviks. Kondisi terkini Bu Nami masih lemas dan sakit pada bagian organ intim. Bu Nami bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Suami beliau, Abdullah sudah lama meninggal dunia. Beliau tidak dikaruniai seorang anak. Selama menjalani pengobatan, Bu Nami menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS Kelas III. Walaupun demikian, Bu Nami masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi dan akomodasi saat menjalani pengobatan. Saat mengetahui kondisi Bu Nami, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya mengenai biaya transportasi dan akomodasi. Semoga Bu Nami dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 570.000,-
Tanggal : 23 Januari 2018
Kurir : BambangBKY, Silvya

Bu Nami didiagnosa menderita kanker serviks.


DIARDO BRIGITA WIRYAWAN (6, Postop Kloaka). Alamat: Perumahan Kramat 1 blok M-8, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Diardo adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Sejak awal kelahirannya dik Diardo sudah terdeteksi adanya daging tumbuh pada saluran anusnya, sehingga pada usia 2 bulan dik Diardo harus melakukan operasi pembuatan anus di perut sebelah kiri. Genap usia 10 bulan dilakukan operasi kedua yaitu pengangkatan daging tumbuh yang ada di dalam anusnya. Semua operasi ini dilakukan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menggunakan SKTM karena rumah sakit di Jember saat itu tidak mampu menangani dik Diardo. Beberapa waktu kemudian penggunaan SKTM untuk pengobatan dihapuskan oleh pemerintah dan keluarga dik Diardo beralih membuat BPJS agar pengobatan dik Diardo dapat terus berjalan. Selama proses pengobatan biaya yang dikeluarkan yaitu untuk transportasi dari Jember ke Surabaya tidaklah murah, sehingga mau tidak mau orang tua dik Diardo harus mencari pinjaman agar proses pengobatan dapat terus berjalan. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan dipertemukan dengan dik Diardo dan keluarga, sehingga berkesempatan membantu membiayai proses pengobatannya. Saat ini dik Diardo disarankan dokter untuk melakukan suntik hormon satu kali setiap bulannya sebelum dilakukan proses operasi selanjutnya. Santunan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 915. Keluarga merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Diardo masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan. Pada bulan ini Diardo masih menjalani pengobatan untuk proses kesembuhannya. Semoga kondisi dik Diardo semakin hari semakin baik sehingga memudahkan proses pengobatan yang masih harus dijalani selanjutnya. Bulan ini Diardo masih menjalani pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1107.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000,-
Tanggal : 24 Januari 2018
Kurir : BambangBKY Gita

Dik Diardo sudah terdeteksi adanya daging tumbuh pada saluran anusnya


FARICHAH BINTI MUHAINI (41, Lumpuh Total). Alamat: Desa Gunung Anyar tambak 1 No 67 RT 2/1, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Bu Farichah sudah sakit sejak tahun 2012. Awal mulanya, Bu Farichah mendapati lututnya bengkong dengan sendirinya saat bangun tidur dan hendak melaksanakan ibadah sholat subuh. Karena khawatir, akhirnya beliau memeriksakan diri ke RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Farichah didiagnosa menderita lumpuh. Beliau pernah menjalani pengobatan rutin di RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya selama tiga kali namun berhenti karena keterbatasan biaya. Kini Bu Farichah benar-benar sudah tidak dapat berjalan karena sudah lumpuh total. Beliau bergantung dengan mengandalkan kursi roda untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Bu Farichah adalah seorang ibu rumah tangga. Beliau sudah bercerai. Bu Farichah tinggal bersama tiga orang anaknya. Anak pertama belum bekerja dan lulusan SMP dengan paket B. anak kedua saat ini masih menjalani paket B dan belum membayar. Sedangkan anak ketiga masih bersekolah dan memiliki tunggakan daftar ulang sebesar Rp 150.000,- dan raport sebesar Rp 85.000,-. Untuk makan sehari-hari hanya dapat mengandalkan bantuan dari tetangga sekitar. Untuk sarapan, Bu Farichah mendapatkan jatah 1 kotak nasi oleh pemerintah. Saat menjalani pengobatan tempo dulu, Bu Farichah menggunakan biaya pribadi karena belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Saat mengetahui kondisi Bu Farichah, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya pengobatan. Selain itu juga dibantu dalam pembuatan kartu jaminan kesehatan. Semoga Bu Farichah dapat segera sembuh dan dapat bekerja untuk membiayai hidup keluarga dan anak-anaknya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.512.000,-
Tanggal : 26 Januari 2018
Kurir : BambangBKY, Ayu

Bu Farichah didiagnosa menderita lumpuh


IMAM WAHYUDI (50, Kanker Lidah). Alamat: Jalan Jum’at RT 3/6, Dusun Karangmulyo, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pak Imam sudah sakit sejak bulan April 2017 lalu. Awal mulanya, Pak Imam mengeluh sering sakit tenggorokan yang berlangsung terus-menerus. Beliau mendapatii adanya bercak berwarna merah dan sariawan yang tidak kunjung sembuh. Hal-hal seperti itu membuat Pak Imam kesulitan saat menelan. Karena sempat ada perdarahan tanpa sebab pada lidah beliau, akhirnya beliau memutuskan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, Pak Imam lalu dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Imam didiagnosa menderita kanker lidah. Untuk mendapatkan pengobatan yang maksimal, akhirnya Pak Imam dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Kini, beliau masih kesulitan untuk berbicara dan menelan. Pak Imam adalah seorang wiraswasta. Istri beliau, Yuhanik (39) bekerja sebagai petani. Anak Pak Imam sudah menikah sehingga sudah tidak memiliki tanggungan. Selama menjalani pengobatan, beliau menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, Pak Imam masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan di luar fasilitas KIS. Saat mengetahui kondisi Pak Imam, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya pengobatan. Semoga Pak Imam dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Bulan ini Pak Imam masih menjalani pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1108.

Jumlah Bantuan : Rp 508.200,-
Tanggal : 23 Januari 2018
Kurir : BambangBKY, Gita

Pak Imam didiagnosa menderita kanker lidah


INDRA MALIK SEPTIANSYAH (1, Jantung Bocor). Alamat: Dusun Krajan Lor RT 1/11, Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Indra yang kala itu baru saja lahir dan masih belum diberi nama harus merasakan penderitaan yang luar biasa. Sejak lahir ia sering megalami panas dan sesak napas. Tubuhnya yang mungil membuat ia semakin rentan sakit. Karena khawatir, kedua orangtua Indra langsung membawa Indra ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, Indra langsung dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Indra didiagnosa menderita jantung bocor. Untuk mendapatkan pengobatan yang maksimal, akhirnya Indra dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Kini, beliau masih kesulitan untuk bernapas dan masih sering demam. Ayah Indra, Heriyanto (40) adalah tukang las. Sedangkan ibunya, Nunik Hasanah (39) adalah seorang ibu rumah tangga. Indra adalah anak kedua. Selama menjalani pengobatan, Indra menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri dengan nomer BPJS yang belum diketahui karena baru saja lahir. Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan Indra. Ayah Indra merasa tidak mampu untuk membiayai pengobatan Indra. Penghasilan dari hasil jerih payahnya bekerja sebagai tukang las hanya cukup untuk makan sehari-hari. Saat mengetahui kondisi Indra, Sedekah Rombongan segera membantu Indra. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya pengobatan. Semoga Indra dapat segera sembuh dan dapat menjadi anak yang sehat. Bulan ini Indra masih menjalani pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1108.

Jumlah Bantuan : Rp 800.000,-
Tanggal : 23 Januari 2018
Kurir : BambangBKY

Indra didiagnosa menderita jantung bocor


KENZO JULIAN (1, Hydrosephalus). Alamat: Jalan Dukuh Kupang Barat 1 Gang Buntu 3 Nomer 39, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Kenzo kecil harus menahan semua keluhan sakitnya semenjak ia lahir. Selama ini, ia hanya dapat menangis karena masih belum bisa mengeluh bagian mana yang sakit. Semenjak Kenzo lahir, kepala Kenzo sudah sedikit membesar dari ukuran kepala bayi pada umumnya. Selain itu, Kenzo juga terlihat sangat lemas dan selalu rewel. Karena disangka hanya rewel seperti bayi-bayi yang lain, orangtua Kenzo tidak mencemaskan hal tersebut. Hingga suatu ketika, Kenzo sedang menjalani kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) bersama ibunya. Salah satu ibu kader di kegiatan tersebut mengamati Kenzo dan menasehati ibu Kenzo agar anaknya segera diperiksa ke Puskesmas atau Rumah Sakit karena kepala Kenzo yang semakin terlihat membesar. Akhirnya kedua orangtua Kenzo pun membawa Kenzo ke RSUS Dr. M. Soewandhie Surabaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Kenzo didiagnosa menderita Hydrosephalus. Kini, Kenzo sedang menjalani pengobatan karena kepala Kenzo semakin membesar karena berisi cairan. Ayah Kenzo, Rizki (18) dan ibunya, Rodilah (17) belum bekerja. Kenzo tinggal bersama dengan ibu, nenek, kakek, dan pamannya. Selama ini, nenek Kenzo bekerja untuk menghidupi keluarga besar mereka sebagai seorang buruh swasta karena kakek Kenzo juga sakit-sakitan sehingga sudah tidak dapat bekerja lagi. Sedangkan ayah Kenzo pulang ke rumah ibunya karena belum bisa memberikan nafkah. Selama menjalani pengobatan, Kenzo menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk mengurangi biaya pengobatan. Karena SKTM tersebut berlaku 2 bulan saja, kini bantuan sedang dilakukan untuk pembuatan BPJS. Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan di luar fasilitas SKTM. Alhamdulillah, bantuan pun telah diterima oleh pihak keluarga berupa bantuan biaya pengobatan. Bulan ini Kenzo masih menjalani pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1107.

Jumlah Bantuan :Rp 500.000,-
Tanggal : 23 Januari 2018
Kurir : BambangBKY, Khoiriyah

Kenzo didiagnosa menderita Hydrosephalus


KUSBUDININGSIH USUF (40, Kanker Payudara). Alamat: Pengkol RT 2/4, Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Sekitar awal tahun 2016, bu Kus sudah merasakan adanya benjolan kecil di sekitar payudara beliau sebelah kanan. Karena mengira benjolan tersebut akibat gigitan serangga, beliau mengabaikan benjolan tersebut dan berasumsi akan hilang dengan sendirinya. Semakin lama, benjolan yang awalnya hanya seperti benjolan akibat gigitan serangga tersebut semakin membesar sehingga membuat bu Kus kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari. Pada bulan April 2017, bu Kus akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, bu Kus dirujuk ke RSUD Nganjuk untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang lebih akurat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Kus didiagnosa menderita Kanker Payudara stadium 3. Untuk mendapatkan pengobatan yang lebih maksimal, bu Kus dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bu Kus adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Usuf (49) bekerja sebagai buruh serabutan service elektro. Mereka belum dikaruniai seorang anak. Selama menjalani pengobatan, bu Kus menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, bu Kus masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi dan tempat tinggal ketika di Surabaya. Alhamdulillah, bantuan pun telah diterima bu Kus berupa bantuan biaya transportasi. Bulan ini Bu Kus masih menjalani pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1108.

Jumlah Bantuan : Rp 569.200,-
Tanggal : 23 Januari 2018
Kurir : BambangBKY Gita

Bu Kus didiagnosa menderita Kanker Payudara stadium 3


LAMINEM SUROSO (75, Kanker Hidung). Alamat: Jalan Tmg Irosroyo RT 2/6, Desa Pace Wetan, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Nenek Laminem sudah bertahan dari sakit yang beliau derita sejak tahun 1997. Dua puluh tahun perjalanan yang beliau tempuh dengan keluhan sakit yang luar biasa, tidak mematahkan semangat nenek Laminem untuk sembuh dari sakitnya. Sakit yang beliau derita ini berawal dari seringnya nenek Laminem mengalami mimisan. Selain itu, beliau mengeluh sering mengalami sesak napas dan selalu pusing. Semakin lama, nenek Laminem melihat adanya perubahan pada wajah beliau. Hidungnya semakin membengkak. Karena khawatir, akhirnya beliau memutuskan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, nenek Laminem langsung dirujuk ke RSUD Nganjuk. Di RSUD Nganjuk, selama masa pengobatan nenek Laminem sudah mendapatkan tindakan operasi sebanyak 5 kali. Hingga kini, pengobatan yang beliau tempuh belum dapat menyembuhkan penyakit yang beliau derita. Wajah nenek Laminem sudah rusak, penyakit yang menggerogoti nenek Laminem ini sudah merembet ke bagian mata. Akhirnya beliau dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif. Kini, beliau harus menjalani pengobatan rawat jalan 1 minggu sekali yaitu kontrol di bagian poli kulit RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Suami mbah Laminem, Suroso sudah meninggal dunia. Mbah Laminem tinggal bersama satu-satunya anak beliau yang bekerja sebagai buruh cuci pakaian. Selama menjalani pengobatan, mbah Laminem menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan di luar fasilitas KIS, akomodasi, dan biaya hidup ketika di Surabaya. Alhamdulillah, bantuan pun telah diterima oleh pihak keluarga berupa bantuan biaya pengobatan. Bulan ini nenek Laminem masih menjalani pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1108.

Jumlah Bantuan: Rp 590.000,-
Tanggal : 24 Januari 2018
Kurir : BambangBKY Silvya

Bu Laminem menderita kanker hidung


MOHAMAD BIMA ADI (15, Kelainan Ginjal). Alamat: Jalan Ogan 1 No 24, Dusun Durenan, Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Bima biasa ia dipanggil, adalah pelajar kelas VIII Sekolah Menengah Pertama di Pare, Kediri. Pada awal September 2015 Bima sering mengeluh cepat lelah, sering merasa lemas dan sering mengalami demam. Karena itu orang tuanya memeriksakan Bima ke Puskesmas. Awal bulan November 2015 Bima mengalami demam lagi dan diikuti kejang sehingga membuat orang tuanya panik, Kemudian Bima langsung diperiksakan ke Rumah Sakit Amelia di Pare, Kediri. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Rumah Sakit, Bima diagnosa menderita kelainan ginjal. Bima sempat opname beberapa hari, dan akhirnya dokter memberi rujukan ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Namun karena keterbatasan biaya, keluarga berencana menunda keberangkatan ke Surabaya. Ayah Bima, Heru Widodo (42) bekerja sebagai pedagang asongan dan ibunya, Winarti (40) adalah seorang ibu rumah tangga yang juga hanya membantu suaminya berdagang untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang jumlah tanggungannya 4 orang. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bima, dan saat itu juga kurir Sedekah Rombongan langsung menjemput Bima dan keluarga pendamping untuk di antar ke Surabaya serta Bima dibuatkan jaminan kesehatan BPJS kelas 3. Proses berobat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya terbilang lancar. Bantuan sudah diberikan dan dipergunakan untuk biaya pengobatan serta transportasi ke Surabaya. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1053. Pada bulan ini Bima masih menjalani pengobatan untuk proses kesembuhannya. Bima dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga kesehatan Bima segera membaik dan bisa melanjutkan sekolah demi menggapai cita-cita.

Jumlah Bantuan : Rp 679.000,-
Tanggal : 23 Januari 2018
Kurir : BambangBKY

Bima diagnosa menderita kelainan ginjal


MUNAWIR BIN WASIMIN (46, Gloukoma) Alamat : Dsn, Wringin Tengah, RT 2/6, Kelurahan. Wringin, Kec. Wringin, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Bapak Munawir di diagnosis menderita Gloukoma dengan keadaan yang sudah parah kedua matanya sudah tidak bisa melihat lagi, dengan kondisi yang seperti itu, beliau disarankan untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Dengan kondisi mata yang seperti itu, beliau tetap berusaha mencari nafkah. Beliau adalah seorang pembuat tape di kampungnya. Bu Sanimah (44) istrinya, adalah seorang ibu rumah tangga. Pendapatan yang diperoleh pak Munawir tidak menentu. Terkadang penghasilan dari menjual tape tidak cukup untuk biaya sehari hari beliau. Biaya transportasi yang mahal dan biaya hidup yang tidak murah membuat pak Munawir sempat menunda keberangkatannya. Mendengar hal itu kurir Sedekah Rombongan segera mendatangi rumah beliau dan mulai melakukan survey. Setelah dirasa cukup dan layak untuk dibantu, kami segera membawa pak Munawir ke Surabaya. Pak Munawir dan istri adalah pasangan suami istri yang taat beribadah. Terbukti pada saat berada di rumah singgah, ibadah sholat lima waktu tidak pernah mereka tinggalkan begitupun dengan sholat sunah seperti sholat dhuha dan sholat tahajud. Alhamdulillah, kami kurir Sedekah Rombongan bersyukur dipertemukan oleh keluarga pak Munawir. Belum seminggu menjalani perawatan di dokter Soetomo, mata sebelah kiri beliau sudah dioperasi dan digantikan oleh bola mata palsu. Saat ini pak Munawir menunggu pendonor mata untuk menggantikan mata sebelah kanan beliau. Harapan beliau dapat melihat dengan normal dan jelas kembali, tentu juga adalah harapan dari kami, kurir yang mendampingi beliau. Saat ini beliau sudah mendapatkan donor untuk mata kanan, namun beliau masih harus menunggu jadwal operasi dikarenakan ketersediaan ruangan operasi yang terbatas. Sembari menunggu jadwal operasi, beliau tetap melakukan kontrol rutin sebulan sekali agar kondisinya tetap stabil. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya tercatat di rombongan 1054. Pak Munawir dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 511.000,-
Tanggal : 27 Januari 2018
Kurir : BambangBKY

Bapak Munawir di diagnosis menderita gloukoma


SLAMET RIADI (52, Nyeri Pangkal Paha). Alamat: Jalan Ratna 1 Nomer 27, RT 8/1, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa timur. Dua tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2016 bulan Maret Pak Slamet mengalami insiden terjatuh dari mobil. Karena biaya yang minim akhirnya Pak Slamet hanya melakukan pengobatan ke tukang pijat dan pengobatan alternatif lainnya. Beberapa kali pergi ke tukang pinjat namun tetap tidak ada hasil. Beliau masih mengeluh nyeri di bagian kaki. Berselang dua bulan setelah berhenti dari pengobatan di tukang pijat, Pak Slamet meminjam uang ke tetangga sekitar untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, beliau dirujuk ke RSI Jemursari Surabaya untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Setelah beberapa kali menjalani terapi, Pak Slamet menghentikan terapi karena keterbatasan biaya. Dengan kondisi kaki yang masih pincang, Pak Slamet kembali memaksakan diri untuk kembali bekerja. Pada tanggal 04 Oktober 2017, Pak Slamet sedang memindah mesin berat dan tiba-tiba sakit hingga tidak bisa berjalan. Akhirnya Pak Slamet dibawa ke Polikninik, dan opname selama satu hari. Karena tidak ada perubahan Pak Slamet dirujuk ke RSUD Bangil. Di RSUD Bangil Pak Slamet menjalani pemeriksaan darah dan rongten. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Slamet didiagnosa menderita .. dan harus segera dilakukan tindakan operasi. Karena tidak memiliki biaya, akhirnya Pak Slamet memutuskan untuk pulang. Kondisi Pak Slamet sekarang tidak bisa jalan. Sedangkan selangkangan terasa sakit bila berjalan. Pak Slamet bekerja sebagai seorang supir dengan penghasilan dua juta tiap bulan. Sedangkan istri beliau, Endang Astutik (49) bekerja sebagai penjual es. Mereka memiliki tanggungan dua orang anak. Selama menjalani pengobatan, Pak Slamet menggunakan biaya pribadi karena belum memiliki jaminan kesehatan. Tunggakan tagihan berubat pun sudah mencapai Rp 450.000,- sehingga beliau memutuskan untuk mengentikan pengobatan. Walaupun demikian, Pak Slamet masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan di luar fasilitas KIS. Saat mengetahui kondisi Pak Slamet, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya pengobatan. Selain itu juga dibantu dalam pembuatan kartu jaminan kesehatan. Semoga Pak Slamet dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 600.000,-
Tanggal : 24 Januari 2018
Kurir : BambangBKY Sutomo

Pak Slamet menderita nyeri pangkal paha


SUCI RAMADANI​ (3, Kelumpuhan Saraf Otak) Alamat : Jl. Dukuh Kupang Barat 1 Buntu 3 Blok II no 58, RT 8/4, Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya, Jawa Timur. Dik Suci begitu dia biasa dipanggil oleh kedua orang tuanya. Terlahir sehat dan normal, namun saat usia 1,3 tahun tubuh Dik Suci tiba-tiba sakit panas dan kejang-kejang. Kemudian Dik Suci lumpuh karena penyakitnya menyerang pada sistem sarafnya. Hasil CT-Scan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menunjukkan bahwa terdapat cairan di otak dan sewaktu-waktu bisa mengakibatkan pembengkakan kepala (Kepala Dik Suci membesar). Pada saat itu ibunda dik Suci tidak mau dilakukan tindakan medis berupa operasi, melainkan memilih untuk melakukan pengobatan alternatif. Alhamdulillah pengobatan alternatif tersebut membuahkan hasil. Dik Suci mulai bisa bergerak, merespon, ukuran kepalanya normal kembali, namun Dik Suci masih belum bisa duduk. Ketika bertemu dengan Sedekah Rombongan Surabaya, keluarga sudah kehabisan biaya untuk pengobatan Dik Suci, yang ahirnya pengobatannya pun terhenti. Keluarga sangat ingin untuk melakukan pemeriksaan CT-Scan kembali untuk mengetahui keadaan cairan yang ada di kepala Dik Suci dan ingin melanjutkan pengobatan melalui jalur medis. Saat ini ikhtiar berobat Dik Suci adalah melakukan kontrol rutin 2 kali seminggu di Rumah Sakit William Booth, Surabaya. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 1062. Dik Suci dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan. Bismillah, semoga dengan ikhtiar bersama-sama penyakit Dik Suci bisa segera diobati dan balita mungil ini bisa tumbuh dengan sehat dan normal seperti balita lainnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 553.500,-
Tanggal : 23 Januari 2018
Kurir : BambangBKY Khoiriyah

Suci mengalami kelumpuhan saraf otak


SUHARNANIK SUMARYONO (55, Tumor Rahim). Alamat: Jalan Letjen S. Parman Gang Mayor, RT 3/1, Kecamatan Badean, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Bu Suharnanik sakit sejak tahun 2016. Saat itu Bu Nanik mendapati perioder menstruasi yang berlangsung lebih dari seminggu. Beliau juga mengeluh sering mengalami nyeri pada perut. Suatu ketika, Bu Nanik akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, Bu Nanik dirujuk ke RS Citra Husada untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Nanik didiagnosa menderita Lilomyoma of uterus, unspecified atau yang biasa disebut tumor rahim. Bu Nanik akhirnya dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bu Nanik adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Sumaryono (61) bekerja sebagai juru parkir di dekat rumah mereka. Mereka memiliki 2 orang anak yang sudah menikah. Selama menjalani pengobatan, Bu Nanik menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, beliau masih mengalami kesulitan mengenai transportasi ketika kontrol rutin ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan akomodasi. Saat mengetahui kondisi Bu Nanik, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya pengobatan Bu Nanik dan transportasi. Pada bulan ini Bu Nanik masih menjalani pengobatan untuk proses kesembuhannya. Semoga Bu Nanik dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 949.900,-
Tanggal : 24 Januari 2018
Kurir : BambangBKY Ayu

Bu Nanik didiagnosa menderita Lilomyoma of uterus


MUHTAROM BIN HARJO WINANGUN (60, Jantung Koroner). Alamat : Dusun Klodran satu , RT 1/2, Desa Ngemplak, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Propinsi Jawa Tengah. Pak Tarom adalah seorang kepada keluarga yang mempunyai 3 orang anak serta seorang istri yang bernama Djuwariyah ( 55 ). Istrinya bekerja sebagai petani, waktu luang banyak dimanfatkan untuk menjaga cucunya yang sering ditinggal bekerja oleh kedua orangtuanya. Awal mula pak Tarom merasakan sakitnya ketika ia pergi ke ladang untuk mencari rumput , saat mengambil rumput, Pak Tarom merasakan sesak di dada dan memutuskan pulang untuk memeriksakan kondisinya ke Puskesmas Tepusen. Namun pihak Puskesmas menyarankan dirujuk ke rumah sakit dan selanjutnya pak Tarom dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Temanggung hingga akhirnya Pak Tarom selama 15 hari dirawat di Rumah Sakit. Sudah setengah tahun terakhir ini Pak Tarom harus rutin kontrol karena Dokter mendiagnosa jantung koroner. Walaupun biaya pengobatan Pak Tarom ditanggung Kartu Indonesia Sehat yang dimilikinya, ia masih harus mengeluarkan banyak biaya untuk transportasi dan berobat. Jarak rumah Pak Tarom ke rumah sakit cukup jauh, sangat jarang ada kendaraan umum melewati daerah rumahnya sehingga harus menyewa mobil atau ojek. Penghasilan istri Pak Tarom yang tak menentu hanya cukup untuk makan sehari – hari, sedangkan anaknya juga dalam kondisi sulit. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim dan menyerahkan bantuan dari sedekaholic guna biaya berobat dan transport ke rumah sakit, Pak Tarom mengucapkan terimakasih kepada Sedekah Rombongan . Semoga Sedekah Rombongan semakin banyak memberikan manfaat kepada semua orang yang membutuhkan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 2 Maret 2018
Kurir : @Fathurrozaq82, Swastiko, @M_Ilyam17

Pak Taron menderita jantung koroner


PARDIYONO BIN MERTO PAWIRO (63, Stroke) Alamat : Dusun Limbangan RT 1/3, Desa Giyono Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, Propinsi Jawa Tengah. Pak Pardiyono adalah seorang kepala keluarga yang dahulu bekerja sebagai buruh, penghasilannya pun cukup untuk kebutuhan sehari hari. Pak Pardiyono mengalami stroke sudah dua tahun . Awal mula ia jatuh saat akan pergi ke sawah untuk bekerja. Waktu itu para petani yang melihatnya langsung melarikan Pak Pardiyono ke Puskesmas Ngadirejo dan mendapatkan pertolongan pertama sebelum selanjutnya dirujuk ke RSK Ngesti Waluyo Parakan, dan Pak Pardiyono dirawat inap selama satu minggu. setelah itu Dokter memperbolehkan bisa pulang karena kondisi makin membaik. Hingga sampai saat ini pak Pardiono harus kontrol berobat ke Puskesmas Jumo karena tidak ada biaya lagi untuk berobat ke rumah sakit. Sekarang Pak Pardiyono kondisinya hanya terbaring di tempat tidur, kadang kadang setiap pagi dibawa keluar untuk mendapat sinar matahari. Alhamdulilah kurir #SedekahRombongan dengan ditemani warga setempat telah menyalurkan bantuan dari Sedekahholics untuk biaya kontrol dan transport ke Puskesmas. Pak Pardiyono dan keluarga sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 2 Maret 2018
Kurir : @Fathurrozaq82, Swastiko, Hajar Herya Kurniawan

Pak Pardiyono mengalami stroke


SENADI BIN SUMARDI (72, Bantuan Tunai Dhuafa ). Alamat: Dusun Muncar Kulon RT 1/4 , Desa Muncar, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Pak Senadi biasa dipanggil setiap harinya adalah seorang kepala rumah tangga yang setiap harinya bekerja sebagai buruh dan mempunyai tanggungan satu anak yang mengalami keterbelakangan mental. Pak Senadi hanya tinggal bertiga dengan istri dan anaknya dalam rumah pagar bambu yang berukuran kurang lebih 5X7 meter saja. Jika hari itu ada yang membutuhkan tenaganya, Pak Senadi bisa bekerja di ladang milik orang dengan upah seikhlasnya. Semangat Pak Senadi dalam mencari rezeki tidak surut, setiap sore ia mencarikan rumput untuk pakan kambing tetangganya yang merasa kasihan pada keluarga Pak Senadi dengan perjanjian jika nanti kambing beranak bisa dibagi dua dengan pemiliknya, Kehidupan keluarga ini sangat serba kekurangan, mereka tinggal dengan kondisi tidak memiliki mck, air dan listrik (untuk sementara listrik minta tetangga untuk mengaliri satu lampu). Istrinya Tuminem (64) membantu suaminya dengan menjadi buruh rumah tangga, Namun penghasilan keduanya belum cukup untuk membiayai kehidupan mereka yang sangat kekurangan. Pak Senadi tak pernah berhenti berharap dan berdoa untuk keluarganya. Alhamdullilah #sedekahRombongan dengan ditemani Pak Kadus setempat telah menyalurkan titipan dari #sedekaholic untuk biaya hidup sehari hari Pak Senadi. Pak Senadi sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Maret 2018
Kurir : @Fathurrozaq82, Swastiko, Hajar Herya Kurniawan

Bantuan tunai


ZULFA AFIFATUL ISNAINI (4, Gangguan Pendengaran). Alamat : Krajan RT 1/3 Desa Ngipik , Kec.Pringsurat, Kab.Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Zulfa, begitulah orang biasa memanggil, Dia adalah anak ke dua dari 2 bersaudara putri dari Bapak Abidin Sani. Semenjak usia 3 tahun Zulfa mengalami gangguan pendengaran. Bapak Abidin Sani dan keluarga sudah memiliki jaminan kesehatan PBI jkn namun ternyata anak yang terakhir Zulfa yang mengalami gangguan pendengaran dan sering sakit sakitan tidak masuk ke dalam tunjangan tersebut sehingga jika berobat masih membayar. Ketika kurir Sedekah Rombongan menyapa kerumah Zulfa nampak muram karena dia tidak bisa mendengar apa-apa, mungkin dia akan mengatakan “ duniaku hampa”. Bapak Abidin dan keluarga juga menyiratkan kesedihanya yang mendalam ketika kurir Sedekah Rombongan berkunjung ke rumahnya. Sebenarnya mereka masih ingin membawa Zulfa ke Rumah sakit agar pendengarananya bisa pulih seperti sediakala, tapi apa daya, mereka tidak mempunyai biaya untuk biaya berobat ke rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan keluarga Zulfa dan dapat memberikan bantuan untuk biaya pengobatan Zulfa. Keluarga terharu karena mendapat perhatian dan bantuan ini dan berharap mereka bisa segera memeriksakan lagi Zulfa ke Rumah Sakit Umum Temanggung. Keluarga sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan .

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal: 2 Maret 2018
Kurir : @Fathurrozaq82, Swastiko @mahendrayudhia

Zulfa mengalami gangguan pendengaran


ERVIN PURWITO ( 67, Cacat Kaki). Alamat : Tuksongo RT. 1/1 Desa Nglorog, Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Ervin Purwito menderita Patah Kaki pada kaki kirinya setelah mengalami kecelakanaan hebat 2 tahun lalu. Setelah dirawat secara medis mengingat lukanya parah maka oleh Dokter diputuskan untuk diamputasi. Bapak Ervin tetap ingin melakukan aktivitas meskipun dengan satu kaki. Beliau memiliki keinginan keras untuk tetap bekerja dan membantu perekoniman keluarga dengan bekerja dikebun yang ia miliki meskipun tidak luas, dengan memakai krek di berangkat dan pulang dari kebunnya .Meskipun keluarga melarang namun itu semata mata dilakukan sebagai tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Namun yang menjadi kendala adalah krek yang dipakai sudah tidak layak dipakai bahkan kurang bermanfaat karena terkadang ketika melewati jalan yang terjal akan kesulitan. Saat pertama kali Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi ke rumahnya beliau berkeinginan untuk mempunyai kaki palsu yang bisa untuk meopang dalam beliau berkerja. Alhamdulillah Silaturahmi Kurir Sedekah Rombongan yang kedua kalinya dengan memberikan bantuan dari para Sedekahholics dimana bantuan itu digunakan untuk membuat kaki palsu. Pak Ervin sangat terharu dan bersyukur atas bantuan ini. Beliau berharap agar bantuan ini bisa bermanfaat dan bisa digunakan untukbekerja kembali untuk mencari nafkah untuk anak dan istrinya.

Jumlah Bantuan: Rp 1.500.000,-
Tanggal : 2 Maret 2018
Kurir : @Fathurrozaq82, Swastiko @mahendrayudhia

Ervin Purwito menderita patah kaki pada kaki kiri


ROMSIYAH BINTI NGATONO (40, Kanker Servik ). Alamat : Dusun Ngebong RT 3/8, Desa Pingit, Kec. Pringsurat, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Ibu Romsiyah adalah seorang Janda dan mempunyai 2 orang anak yang yang sudah berkeluarga. Derita Ibu Romsiyah dimulai sejak 9 bulan yang lalu di mana dia mengidap Kanker serviks setelah dilakukan pemeriksaan di Rumah sakit Ken Saras Semarang. Ibu Romsiyah memiliki Kartu KIS sehingga biaya perawatan gratis. Kontrol dilakukan setiap hari Rabu, mengingat keluarga termasuk kurang mampu maka selama ini transportasi ke RS Ken Saras dibantu oleh tetangga yang begitu peduli kepada ibu Romsiyah .Yang menjadi permasalahan adalah ibu Romsiyah masih juga kebingungan dikarenakan mereka mereka harus keluar ongkos transport yang tidak sedikit untuk kontrol dan kemoterapi DI RS Ken Saras Ambarawa, mengingat suaminya sudah meninggal sehingga sangat kesulitan jika harus membiayai transportasi seminggu sekali. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Ibu Romsiyah dengan memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang digunakan untuk biaya Transportasi ke Rumah Sakit. Keluarga mengucapkan terimakasih kepada Sedekah Rombongan yang telah membantunya.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 2 Maret 2018
Kurir : @Fathurrozaq82, Swastiko @mahendrayudhia

Romsiyah mengidap Kanker serviks


SRI ISMAWATI (36, Reumatic Artitris). Alamat Kampung Sumberan Selatan RT 4/3 Kelurahan Wonosobo Barat, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Prov Jateng. Ismawati kecil adalah anak yang lincah dan periang seperti anak lain pada umumnya.Isma tidak sempat merasakan pelukan hangat sang ayah, karena sejak lahir Isma sudah ditinggal pergi oleh ayahnya. Isma tumbuh menjadi anak yang mandiri dan cerdas di bidang akademik dan selalu mendapat peringkat di sekolahnya. Akan tetapi perlahan keceriaan Isma mulai pudar, karena rasa sakit di persendiaya semakin terasa menyiksa. Rasa linu itu dirasakan sejak Isma berusia 14 tahun,saat itu belum begitu mengganggu aktifitanya. Baru ketika memasuki SMA rasa sakit itu semakin menjadi sehingga akfitas sekolahnya sering terganggu. Kegiatan Isma sehari-hari jadi terbatas karena semua persendian terasa sangat sakit dan linu yang membuatnya sering tidak masuk sekolah.Pada saat itu, Ismawati pernah di periksakan ke RSI Wonosobo 3 kali, hasilnya menyatakan tulang rawan Isma mengalami peradangan dan harus di rujuk ke Rumah Sakit Kariadi Semarang untuk pemeriksaan lebih lanjut, tetapi rujukan dari RSI Wonosobo tersebut tidak di lakukan oleh keluarga Isma karena tidak mempunyai biaya dan saat itu belum mempunyai Jaminan Kesehatan/BPJS .Ibu Ismawati, Sri Rochasriyah (58) hanyalah ibu rumah tangga yang tidak punya penghasilan. Umurnya yang sudah beranjak senja membuatnya sudah tidak kuat lagi untuk bekerja keras yg banyak mengeluarkan tenaga. Mulai bulan Mei 2017 sampai Sekarang Ismawati sudah tidak bisa berjalan sendiri karena saking sakitnya dan hanya bisa terbaring di tempat tidurnya. Semua kegiatanya harus di bantu ibunya, mulai dari makan, buang air . Sri Rochasriyah harus selalu di rumah menunggui Isma, sehingga kebutuhan sehari -hari sangat tergantung dari uluran tangan tetangga dan saudara-saudaranya. Sebenarnya Isma ingin sekali di periksakan ke rumah sakit rujukan agar penyakitnya bisa terobati, tapi apa daya kondisi ekonomi yang memaksa mereka mengurungkan niatnya untuk berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan mengetahui permasalahan tersebut dan memberikan bantuan transport untuk pengobatan Isma. Isma dan ibunya berlinang air mata ketika dikunjungi Sedekah Rombongan di rumah sempitnya. Mereka hanya bisa mendoakan agar para pemberi bantuan mendapatkan limpahan rizqi untuk membantu yang lain.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 3 Maret 2018
Kurir : @fathurrozaq82,swastiko,Tri.P

Bu Sri menderita reumatic artitris


SUYITNO BIN TOHAR (41, Korban Kecelakaan). Alamat Dusun Wonoyoso RT 2/1 Desa Mojosari, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jateng. Suyitno mengalami kecelakaan tahun 2014, ketika itu Suyitno sedang pulang dari kerjanya sore hari dalam kondisi hujan. Suyitno naik sepeda motor dan bertabrakan dengan mobil pick up dari arah depan. Akibat dari kecelakaan tersebut, kaki kanan Suyitno patah di 3 titik dan harus menjalani operasi pemasangan pen. Selama 12 hari Suyitno menjalani perawatan secara intensiv di RS Ortophaedi Banyumas.Tiga titik tulang di kaki kanan Suyitno yang patah harus disambung dengan pen agar tulang Suyitno bisa menyatu lagi. Setelah pulang dari RS Ortophaedi Banyumas Jawa Tengah, Suyitno masih harus bolak-balik rumah sakit Ortophaedi Banyumas selama 4 bulan untuk mengontrol kondisi Pen yg tertanam dalam kakinya.Kondisi kaki Suyitno semakin membaik dan berangsur pulih walaupun masih belum bisa berjalan sendiri. Perlahan Suyitno mulai belajar jalan dengan bantuan alat penyangga tubuh kruck, tapi naas Suyitno terpeleset di kamar mandi sehingga kakinya terkilir lagi. Suyitno diperiksakan lagi ke RSUD Wonosobo dan di rujuk ke RS Ortophaedi Solo karena ada tulang yang dulu patah, retak lagi.Keluarga Suyitno tidak langsung menindak lanjuti rujukan dari RSUD Wonosobo karena terkendala biaya. Selama 4 tahun Suyitno tergeletak tak berdaya karena kecelakaan, secara otomatis tidak ada pemasukan untuk menghidupi keluarganya. Istri Suyitno, Honimah (36) berusaha mencari nafkah dengan menjadi tukang cuci dan setrika di rumah tetangganya agar bisa bertahan hidup.Tetangga Suyitno juga ada kalanya memberi bantuan untuk makan anak dan istrinya. Kehidupan mereka sangat memprihatinkan, hanya sekedar makan saja mereka kesusahan apalagi untuk biaya operasi pemasangan Pen lagi, mereka sudah pasrah.Suyitno dan Honimah sangat terharu dan meneteskan air mata ketika di kunjungi #Sedekah Rombongan untuk memberikan bantuan dari para Sedekaholick. Bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya transpot dan keperluan selama Suyitno menjalani perawatanuntuk pasang pen rujukan di RS Ortophaedy Solo, Jateng.Keluarga tersebut hanya bisa berdoa agar Sedekah Rombongan tetap berjalan untuk membantu orang sakit dari kalangan kurang mampu.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 03 Maret 2018
Kurir : @fathurrozaq82,swastiko,Tri.P,

Pak Suyitno mengalami kecelakaan


SULISTYO BIN RUKUN (27 , Paru paru basah). Alamat : Dusun Sawit RT 2/3, Desa Bansari , Kec. Bansari, Kab. Temanggung Prov. Jawa Tengah. Pada awalnya Sulityo merasakan sesak nafas sakit perut dan batuk-batuk sejak dua bulan yang lalu, dan mau periksa ke rumah sakit namun tidak ada biaya dan belum mempunyai BPJS. Karena keadaan ekonami dan pekerjaanya hanya seorang buruh maka Sulistyo dan keluarganya hanya mampu periksa kesehatan ke Puskesmas terdekat. Meskipun arahan dari Dokter menyarankan untuk di bawa ke rumah sakit, selang satu minggu kemudian Sulistyo baru mendapatkan kartu KIS, setelah itu baru bisa periksa kesehatan ke RSUD Temanggung untuk cek dandilakukan rawat jalan tidak disarankan untuk rawat inap,namun setelah dirumah 3 hari kondisi Sulistyo semakin memburuk dan di larikan ke RSUD Temanggung kembali dan dirawat selama lima hari. Setelah di perbolehkan pulang saran dari Dokter untuk kontrol satu minggu sekali. Namun, anjura Dokter itu tidak dihiraukan mengingat untuk biaya transportasi sangat mahal terlebih Sulistyo sebagai tulang punggung keluarga praktis tidak dapat bekerja dan kebutuhan keluarga terbengkelai, sementara ia masih memiliki tanggungan menghidupi anak istri dan ibu kandungnya. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi ke rumahnya, kondisinya lemas-sesak nafas dan sulit buat berjalan. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan amanah untuk meringankan beban keluarga ini. Dan santunan ini digunakan untuk biaya kontrol dan transportasi. Keluarga Sulisyo mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Sedekah Rombongan dan dari keluarga turut mendoakan semoga menjadi amal kebaikan bagi Sedekahholics dan menjadi jalan kesembuhan bagi Sulistyo . Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 3 Maret 2018
Kurir: @fathurrozaq82,swastiko, Basyir

Sulistyo menderita paru paru basah


WAGE BINTI SUMARSONO (52, Lemah Jantung). Alamat : Desa Mranggen kidul Rt 5/2 , kec. Bansari, Kab. Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Gejala awal Ibu Wage dari pikiran yang tidak menentu dan akhirnya sering sakit- sakitan. Oleh suaminya di periksakan ke Puskesmas, namun Dokter menyarankan untuk di bawa ke rumah sakit hingga akhirnya dibawa ke RSK Ngesti Waluyo Parakan untuk di rawat sampai dua kali dikarenakan kondisi kesehatan belum juga membaik. Karena kondisi ekonomi keluarga Ibu Wage yang kurang mampu maka suaminya menempuh untuk berobat ke pengobatan alternatif, selama pengobatan tersebut keluarga tidak melihat perkembangan yang signifikan justru kondisi penyakitnya semakin parah. Kondisi tersebut ditambah tidak punya jaminan kesehatan BPJS. Suaminya. Maryono Awit ( 55 Th) berprofesi sebagai petani, akan tetapi selama istrinya menderita sakit P. Maryono Awit tidak dapat bekerja selayaknya petani sementara ia pun masih mempunyai tanggungan anak. Saat bersilaturahmi Ibu Wage dirumahnya kondisinya lemas dan berbaring-sesak nafas- kurus dan tidak dapat beraktifitas. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan amanah untuk meringankan beban keluarga ini. Dan santunan ini digunakan untuk biaya berobat untuk pembelian obat di Puskesmas. Keluarga Ibu Wage mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Sedekah Rombongan dan dari keluarga turut mendoakan semoga menjadi amal kebaikan bagi Sedekahholics Sedekah Rombongan dan menjadi jalan kesembuhan bagi Ibu Wage Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 3 Maret 2018
Kurir : @fathurrozaq82,swastiko, Basyir

Pak Wage menderita lemah jantung


INDI RAHMA S (7, Lumpuh). Alamat : Dusun Butuh 3/5, Desa Tanggulanom, Kec. Selopampang, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Intan dalah anak pertama dari pasangan Bapak Kodir (40, petani ) dengan Ibu Siti Khomsyah (38, ibu rumah tangga ). Indi dilahirkan dengan normal, tidak ada tanda tanda yang sangat signifikan. Derita ini dimulai saat Indi berusia 6 bulan dimana saat itu panas dan disertai kejang kejang. Kedua orang tuanya segera membawa ke bidan setempat dan diberikan obat. Setelah panasnya turun tidak terjadi hal hal yang menghawatirkan lagi, namun Indi kecil sampai berusia 2 tahun berbeda dengan bayi lainnya yang sudah bisa berjalan dan berbicara. Orang tuanya kembal membawa ke Puskesmas dan disarankan untuk membawa ke RSUD Temanggung. Hasil analisa Dokter diketahui Indi mengalami gangguan pada syarafnya sehiingga disarankan untuk dilakukan terapi secara rutin. Orang tua Indi merasa sangat berat jika harus melakukan terapi meskipun pengobatannya sudah memiliki Jaminan Kesehatan KIS PBI namun untuk biaya transportasi dan biaya berobatnya sangatlah besar sehingga sampai saat ini dilakukan terapi jika mempunyai biaya saja. Saat ini Indi hanya bisa tidur dkamarnya saja, keluarganya hanya bisa pasrah atas keadaan ini. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim dan menyampaikan amanah untuk memberikan bantuan dimana bantuan itu digunakan untuk biaya berobat dan control terapi ke RSUD Temanggung. Bantuan diterimakan oleh Ayahnya. Keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan semoga bisa segera melakukan terapi lagi dan semoga menjadi jalan kesembuhannya,aamiin

Jumlah bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 3 Maret 2018
Kurir :@ fathurrozaq82, Swastiko

Indi menderita lumpuh


NGADIYEM BINTI TO PAWIRO (70, Patah Kaki Kanan). Alamat : Dusun Rejosari RT 3/3, Desa Selopampang, Kec. Selopampang, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Mbah Yem begitu disapa adalah Ibub rumah tangga yang bersuamikan Mbah Slamet (71) dan memunyai 3 orang anak yang sudah berumah tangga dan tidak tinggal satu rumah dengannya. Awal derita Mbah Yem sekitar 1 tahun yang lalu dimana saat itu rutinitas beliau jualan dipasar Selopampang. Saat hendak berangkat ke pasar beliau terjatuh sewaktu dibonceng kendaraan. Mengetahui hal itu orang yang berada disekitar segera membawa ke Puskesmas setempat, namun segera diberikan rujukan ke RSUD Temanggung. Setelah ditangani dan diperiksa Dokter diketahui kaki kanannya mengalami patah sehingga diharuskan dilakukan operasi. Setelah dinyatakan sembuh oleh Dokter Mbah Yem diperbolehkan pulang dan harus menjalani rawat jalan dan terapi untuk memulihkan kondisinya. Meskipun pengobatan menggunakan Jaminan Kesehatan KIS PBI namun Mbah Yem hanya berangkat 2 kali, ini dikarenakan keluarga Mbah Yem tidak mempunyai biaya untuk transportasi dan akomodasi selama control di RSUD Temanggung. Suaminya yang sudah tidak bisa bekerja hanya bisa pasrah atas keadaan ini. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim dan menyampaikan amanah untuk memberikan bantuan dimana bantuan itu digunakan untuk biaya control dan terapi ke RSUD Temanggung. Keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan semoga bisa segera melakukan terapi lagi dan semoga menjadi jalan kesembuhannya,aamiin

Jumlah bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 3 Maret 2018
Kurir :@ fathurrozaq82, Swastiko

Mbah ngadiyem kaki kanannya mengalami patah


BASORI BIN AHMADI (35, Korban Kebakaran). Alamat : Dusun Legoksari RT 1/3, Desa Gambasan, Kec. Selopampang, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Basori adalah seorang pemuda yang sangat ulet dalam bekerja. Meskipun belum menikah dirinya sangat tekun dalam bekerja, seperti yang dilakukan setiap harinya bekerja di sebuah pabrik di Temanggung. Awal mula kejadian adalah sekitar 2 tahun yang lalu. Seperti biasa Basori berangkat kerja setiap paginya karena dia salah satu bagian penting pemegang mesin open. Saat bekerja tidak ada tanda tanda mencurigakan didalam mesinnya, selang beberapa saat mesin itu meledak dan terbakar. Basori yang tugasnya mengerjakan itu langsung terkena dibagian tangan dan kakinya. Mengetahui hal itu pihak perusahaan segera membawa Basori ke RSUD Temanggung untuk mendapatkan perawatan, namun pihak RSUD Temanggung segera merujuk ke RS Sarjito Yogyakarta yang memiliki alat lebih lengkap. Saat itu juga dibawa ke RS Sarjito Yogyakarta dan dilakukan rawat inap hampir selama 4 bulan. Setelah dilakukan operasi pertama, Basori sudah diperbolehkan pulang untuk mempersiapkan operasi yang kedua. Selama menunggu operasi yang kedua Basori diwajibkan untuk control ke RSUD Temanggung karena sudah mendapatkan memo untuk ke RSUD Temanggung. Meskipun biaya berobatnya menggunakan Jaminan Kesehatan KIS PBI, namun untuk biaya transportasinya sangatlah besar sehingga kadang untuk kontrolnya tidak sesuai pada waktu yang telah di tetapkan. Saat ini Basori hanya bisa dirumah dan masih menunggu untuk operasi selanjutnya. Untuk makan masih harus di suapi karena tangannya masih belum maksimal untuk digunakan. Keluarganya yang hanya petani sangat kesulitan biaya untuk control dan berobat ke RSUD Temanggung. . Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim dan menyampaikan amanah untuk memberikan bantuan dimana bantuan itu digunakan untuk biaya control ke RSUD Temanggung sambil menunggu jadwal operasi tahap selanjutnya. Keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan semoga bisa segera melakukan kontrol dan semoga menjadi jalan kesembuhannya,aamiin

Jumlah bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 3 Maret 2018
Kurir :@ fathurrozaq82, Swastiko

Pak Basori korban kebakaran


YUYINAH BINTI HARJO (60, Stroke). Alamat :, Desa Kebonagung RT 1/2, Kec. Selopampang, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Mbah Nil begitu disapa adalah janda yang tinggal hanya dengan anak satu satunya. Awalnya Mbah Nil bekerja di sebuah penggilingan padi di Desanya. Awal kejadiannya adasaat itu seperti biasa Mbah Nil bekerja di penggilingan padi saat bekerja beliau terpelest dan jatuh. Mengetahui hal itu orang orang disekitar segera membawanya pulang da n segera membawa ke RSUD Temanggung. Setelah menjalani rawat inap selam 5 hari Dokter menyimpulkan jikan Mbah Nil mengalami stroke sehingga harus dilakukan perawatan secara rutin. Perawatan yang dilakukan pasca dirawat adalah dengan control rutin ke RSUD Temanggung dilakukan denga menggunakan Jaminan Kesehatan KIS PBI JKN. Namun keluarga yang mendampingi Mbah Nil untuk berobat sangatlah kesulitan karena tidak mempunyai kursi roda yang membantunya dirumah atau waktu melakukan terapi . Anak Mbah Nil Muhidin (40) adalah seorang petani sehingga sangatlah kesulitan untuk membelian sebuah kursi roda . . Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim dan menyampaikan amanah dari para Sedekahholics untuk memberikan bantuan dimana bantuan itu digunakan untuk pembelian sebuah kursi roda. Keluarga sangat terharu mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan semoga bisa bermanfaat dan Mbah Nil segera diberikan kesembuhan.

Jumlah bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 3 Maret 2018
Kurir :@ fathurrozaq82, Swastiko

Mbah Nil mengalami stroke


HAUFAL HADZA FIKRI (1 ,kolostomi). Alamat : Karangsari RT 1/1, Kec.Ngadirjo, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Bayi mungil Haufal kami pangil, yang masih digendongan ini,adalah anak ke-2 dari pasangan Bapak Sulistyo (30 ) dengan ibu Yuliyanti (30 ). Bayi malang yang terlahir dengan mengidap penyakit gangguan penyempitan dibagian usus ini, ketika BAB harus menggunakan alat bantu. Kondisi yang seperti ini, orang tuanya mau tidak mau harus mengupayakan penjagaan dan pengobatan yang rutin,segala cara dilakukan untuk sibuah hati,kontrol bidan Puskesmas dan RSUD Temanggung menjadi rutinitas. Sulistyo, sang ayah adalah pekerja buruh yang penghasilanya pas-pasan sementara Yuliyanti adalah ibu rumah tangga yang menjaga dan mengasuh 2 anak buah hati mereka, kebutuhan keluarga Sulistyo jauh dari yang diharapkan, apalagi Haufal harus konsumsi obat tiap hari, dan kebutuhan sehari-hari juga makin banyak. Saat kami bersilaturahim ke rumahnya kondisi Haufal masih seperti saat pertama kami datang namun Haufal disarankan untuk operasi setelah menginjak umur 6 bulan ke RSUD Temanggung. Alhamdulillah Sedekah Rombongan menyampaikan amanah untuk meringankan beban keluarga ini dan santunan ini digunakan untuk biaya berobat dan kontrol ke RSUD Temanggung. Keluarga Bapak Sulistyo mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan,dan semoga menjadi jalan kesembuhan bagi Haufal ,aamiin

Jumlah bantuan : Rp.1. 000.000,-
Tanggal : 03 maret 2018
Kurir :@ fathurrozaq82,Swastiko,Huri

Haufal mengidap penyakit gangguan penyempitan dibagian usus


INTAN LARAS KARINA (1, Saraf tulang belakang). Alamat : Dusun Ngadi Gunung, RT 5/5, Desa Tuksari Kec. Kledung, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Intan adalah anak pertama dari pasangan Bapak Sukardi (32 ) dengan ibu Rina Dwi (21 ). Bayi yang terlahir dengan mengidap penyakit saraf tulang belakang ini, belum bisa apa-apa, kedua kaki kaku dan belum bisa melihat. Bermula dari kondisi Intan yang kejang dan panas 5 bulan yang lalu, orang tuanya membawanya Intan ke PKD Desa Tuksari, baru diketahui bahwa intan kurang cairan,Bidan Desa menyarankan untuk dibawa ke RS, Intan akhirnya dibawa ke RSUD Temanggung, 9 hari Intan di ICU, orang tuanya mau tidak mau harus mengupayakan pengobatan dengan segala cara dilakukan untuk sibuah hati.Karena tidak punya Jaminan kesehatan, keluarga memutuskan pulang dan untuk selanjutnya bisa rawat jalan atau terapi. Namun dirumah makin hari belum ada perkembang yang signifikan. Ibunya Intan hanya bisa psarah mengingat suaminya tidak lagi bersamanya sehingga tinggal serumah dengan orang tuanya yang sehari-harinya seorang petani,kebutuhan ibu Rina hanya mengandalan pemberian orang tua,apalagi Intan harus kontrol atau perlu pengobatan dan penanganan yang serius dan harus ke RS. Saat ini Ibu Rina hanya bisa pasrah karena memang tidak ada biaya unuk control ke RSUD Temanggung . Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim dan menyampaikan amanah untuk memberikan bantuan dimana bantuan itu digunakan untuk biaya berobat dan control ke RSUD Temanggung. Keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan,dan semoga menjadi jalan kesembuhan,aamiin

Jumlah bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 03 maret 2018
Kurir :@ fathurrozaq82, Swastiko, Huri

Intan mengalami sakit saraf tulang belakang


SUPIYAH BINTI PAWIRO (65, pengapuran). Alamat : Kauman RT 1/1, Kec. Ngadirejo Kab.Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Mbah Piyah begitu disapa adalah seorang janda yang hidup seorang diri dan tinggal di rumah yang sudah tidak layak untuk dihuni, beliau sudah tidak bisa beraktifitas dan tidak bisa berbuat apa-apa selayaknya orang lain pada umumnya. Kondisi kesehatan yang sering sakit-sakitan mulai satu tahun yang lalu ditambah jalannya yang merangkak. Beliau hanya bisa mengandalkan uluran tangan dari tetangga. Bulan november 2017 lalu beliau dirawat di Puskesmas Ngadirejo selama 6 hari,ternyata beliau mengudap penyakit pengapuran. Oleh Dokter Mbah Piyah disarankan berobat ke RSUD Temanggung, Meski mempunyai Jaminan Kesehatan KIS, namun biaya transportasi dan akomodasi sangatlah besar sehingga hanya dilakukan rawat jalan di Puskesmas Ngadirejo. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya, kondisi Mbah piyah terlihat lemas dan berjalan dengan merangkak. Alhamdulillah Sedekah Rombongan bisa menyerahkan titipan dari Sedekaholick guna membantu meringankan beban hidup dan bisa berobat. Mbah Piyah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang diberikan,dan berdo’a smoga bisa menjadi jalan untuk kesembuhan dan kehidupan yang lebih baik, serta mendapatkan ganjaran yang setimpal dari Alloh kepada pihak-pihak yang telah membantu,aamiin.

Jumlah bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 03 maret 2018
Kurir : @fathurrozaq82,Swastiko,Huri

Bu Supiyah mengalami pengapuran


ALM RUKIYO BIN SISWOYO ( 56 , Santunan kematian). Alamat : Desa Mrangen kidul rt 05 rw 01 Kec.Bansari Kab.Temanggung Prov. Jawa Tengah. Rukiyo adalah suami yang sangat rajin. Beliau seorang sopir angkutan yang sampai saat ini masih bertahan mengingat beliau adalah merupakan tulang punggung keluarga dan hidup dengan istri serta kedua anak yang masih kecil. Namun semenjak sekitar 6 bulan yang lalu, aktifitas kegiatan sehari-harinya terhenti dikarenakan beliau menderita penyakit strok. Oleh keluarganya Rukiyo telah dibawa ke RSK Ngesti Waluyo parakan selama 4 kali, namun belum ada perubahan yang signifikan. Bulan Februari 2018 adalah terakhir kalinya Rukiyo dirawat inap di RSK Ngesti Waluyo. Meskipun pengobatan menggunakan Jaminan Kesehatan KIS PBI namun untuk biaya trasportasi dan akomodasi sangatlah besar. Menjalani perawatan di RSK Ngesti Waluyo kondisi Rukiyo semakin memburuk sehinggakeluarga hanya bisa pasrah akan keadaan ini. Selas 21 pebruari 2018, Allah berkehendak lain. Rukiyo dipanggil menghadap sang ilahi dan keluarga sudah mengikhlaskannya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim dan ikut mengucapkan bela sungkawa serta memberikan amanah dari Sedekahholics yang digunakan untuk santunan kematian Keluarga menyampaikan juga terima kasih yang sebesar-besarnya dan meminta maaf jika Pak Rukiyo mempunyai kesalahan . Semoga Pak Rukiyo diterima amal ibadahnya dan diberikan husnul khotimah. Aamiinn…

Jumlah bantuan: Rp.500.000
Tanggal : 03 februari 2018
Kurir : @fathurrozaq82, Swastiko,Huri

Santunan kematian


WAHYUNINGSIH BINTI MUHTAMSIL (47, Tumor Otak). Alamat : Desa Mrangen kidul RT 1/2, Kec.Bansari Kab.Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Wahyuningsih adalah seorang ibu dari 1 anak dan 1 cucu namun tidak tingal serumah, hidup dengan suami Udi Temen (55, petani). Kehidupan yang layaknya petani, keluarga ini juga petani walaupun ladangnya sedikit. Berawal dari sering sakit kepala sebelum tahun 2017, Ibu Wahyuningsih tidak menyangka bahwa yang di alaminya adalah penyakit tumor otak. Keadaan ini diketahui disaat Ibu Wahyuningsih periksa dan rawat inap di RSUD Temanggung pertengahan tahun 2017. Saat itu Dokter menyarankan ibu Wahyuningsih menjalani operasi ke RS Sarjito Yogyakarta atau RS Karyadi Semarang, namun karena besarnya biaya operasi dan tidak punya jaminan kesehatan maka keluarga menangguhkan saran dari dokter tersebut. Kondisinya setelah pulang dari RSUD Temanggung makin memburuk ketika dari 3 bulan yang lalu ibu penyakitnya menjalar dan Wahyuningsih tidak bisa melihat. Saat ini Ibu Wahyuningsih sedang menunggu aktifnya BPJS yang baru diajukan untuk segera bisa ditangani di RS Sarjito. Sembari menunggu Ibu Wahyuningsih harus control rutin ke RSUD Temanggung, namun karena kondisi ekonomi inilah kkontrol rutin tidak bisa dilakukan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim dan menyampaikan amanah dari Sedekaholick yang digunakan untuk biaya control rutin ke RSUD Temanggung. Pihak keluarga juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang diberikan,dan mendo’akan smoga mendapat ganjaran dari Alloh SWT,aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 03 maret 2018
Kurir : @fathurrozaq82, Swastiko, Nasihin

Bu Wahyuningsih menderita penyakit tumor otak


TUMIYEM BINTI SUMO SUTAR (51, gula dan ginjal). Alamat : Mrangen Kidul Rt 06 Rw 02 Kec. Bansari Kab.Temanggung , Prov. Jawa Tengah . Sebenarnya sejak 9 tahun yang lalu ibu Tumiyem telah menderita sakit-sakitan, awalnya dikiranya penyakit yang biasa-biasa saja. Namun seiring berjalannya waktu makin lama kondisinya makin memburuk,hingga akhirnya keluarga memutuskan untuk membawa berobat ke RSK Ngesti Waluyo Parakan. Tidak disangka Ibu Tumiyem divonis telah mengidap penyakit gula dan ginjal,dan selama bertahun-tahun dibiarkan. Karena terkendala biaya dan belum punya Jaminan kesehatan Ibu Tumiyem akhirnya pulang dari RS dengan harapan melakukan rawal jalan,dan melakukan kontrol kesehatan satu bulan sekali ke RSK Ngesti Waluyo, namun lagi-lagi biaya yang menjadi kendala dan akhirnya berhenti kontrol sementara sakitnya belum juga sembuh. Suaminya Pargino (57 ), bekerja sebagai buruh tani yang kadang ada kerjaan terkadang tidak ada sehingga sangat kesulitan biaya untuk membantu kesehatan istrinya. Saat menjenguk Ibu Timiyem dirumahnya, kondisi beliau lemas, panas dan tidak bisa beraktifitas. Alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan amanah dari Sedekahholick kepada keluarga Ibu Tumiyem untuk meringankan beban agar digunakan untuk biaya kontrol dan berobat. Pihak keluarga juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan mudah-mudahan menjadi amal ibadah serta menjadi jalan kesembuhanya Ibu Tumiyem. Aamiin

Jumlah bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal : 3 maret 2018
Kurir : @fathurrozaq82, Swastiko, Nasihin

Ibu Tumiyem divonis telah mengidap penyakit gula dan ginjal


JUMIATUN BINTI SUNAR (46,Kanker Payudara).Alamat : Lempuyang 3/1 Kec.Candiroto. Kab Temanggung. Prov Jateng. Beliau biasa di panggil Bu Tun, begitulah anak-anak TK memanggilnya karena beliau sebagai guru wiyata bakti di TK Islam didaerahnya. Suaminya bekerja sebagai buruh tani untuk menghidupi ketiga anaknya. Pada 2013 beliau didiagnosa oleh Dokter ada benjolan di payudara, sehingga disarankan dan dilakukan operasi untuk mengangkat benjolan tersebut. Setelah diperiksa Laboratorium maka disimpulkan bahwa benjolan tersebut termasuk Jaringan Kanker. 3 minggu setelah operasi disarankan untuk dilakukan Kemoterapi sebanyak 8x di RS Sarjito Yogyakarta tiap 3minggu sekali, setelah Kemoterapi 8x selesai Dokter menyarankan kontrol rutin tiap 6 bulan sekali. Pada tahun 2015 ternyata timbul benjolan lagi dipayudara yg sudah dioperasi maka Dokter menyarankan operasi untuk yang ke-2x nya, setelah dilakukan operasi, Dokter menyarankan Kemoterapi selama 8x. Ternyata setelah 2x operasi dan 16x kemoterapi benjolan tumbuh lagi sehingga beliau dianjurkan operasi lagi pada Desember 2016 dan melakukan Kemoterapi 8x. 2 tahun berselang setelah Operasi dan Kemoterapi, bulan Desember 2017 setelah kontrol rutin per 6 bulan Hasil USG Abdomen menunjukan ada benjolan di Hati yang kemungkinan terjadi metastase Kanker payudara ke daerah hati, maka Dokter menyarankan Kemoterapi 8x. Saat Kurir Sedekah Rombongan ke rumahnya, kondisi tubuh beliau mulai lemah,nafsu makan juga menurun dan hanya beraktifitas didalam rumah saja. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat memberikan amanah dari Sedekahhilic Untuk Ibu Tun dimana bantuan ini digunakan untuk biaya berobat dan kontrol ke RSUD Temanggung. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan ini. Semoga Ibu Tun segera diberi jalan kesembuhan. Keluarga mendoakan juga InsyaAllah Sedekah Rombongan selalu beristiqomah dalam perjuangannya.

Jumlah bantuan : 1.500.000
Tanggal : 6 Maret 2018
Kurir : @faturozaq82, Swastiko @wahyusulistyo

Bu Jumiyatun menderita kanker payudara


KIRYONO Bin DJOYO SUMITRO ( 53 , Lumpuh ) Alamat : Dayakan Rt 04 Rw 05 Kel. Kranggan , Kec. Kranggan, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Semenjak 3 tahun yang lalu Bapak Kiryono telah menderita sakit sakitan ,awalnya hanya nyeri biasa biasa saja . Namun seiring berjalannya waktu lama laannya kondisi semakin memburuk kakinya susah di gerakkan , hingga akhirnya keluarga memutuskan untuk berobat ke Pukesmas maupun Ke RSUD Temanggung, Namun pengobatannya tersebut tidak membuahkan hasil, tidak membuat Pak Kiryono bisa jalan namun kaki tetep saja masih lumpuh, Selama hampir 3 tahun lebih Bapak Kiryono sudah tidak lagi berobat karena kendala pada biaya pengobatan, karena Jaminan Kesehatan dari pemerintah baru saja turun, untuk saat ini Bapak Kiryono melakukan periksakan di Pukesmas untuk terapi di lakukan setiap minggu sekali ,dan sakitnya sampai saat ini juga belum juga sembuh .Sementara itu istrinya Ibu Demi (51 ), kesehariannya bekerja sebagai Buruh Rumah Tangga, hasilnya tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari hari apalagi untuk biaya pengobatan secara rutin , Keluarga hanya bisa pasrah akan keadaan ini . Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahimdan menyampaikan amanah dari Sedekahholick dimana bantuan ini digunakan untuk biaya berobat dan terapi. Pihak Keluarga juga mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar besarnya dan mudah mudahan menjadi amal ibadah serta menjadi jalan kesembuhan Bapak Kiryono..Aamiin

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Maret 2018
Kurir : @ fathurrozaq82 , Swastiko,Pangesti Ari

Pak kiryono menderita lumpuh


ALIA SALSABILA ARIFA, (18, Distorfi Kornea). Alamat Dusun Legok RT04 RW04 Desa Sukoharjo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Alia Salsabila Arifa atau sering di panggil Sasa, adalah anak pertama dari pasangan Arif Susilo (37) dan Amalia Syukurs (38). Sasa anak yang rajin dan cerdas, sehingga selalu mendapatkan peringkat 3 besar di kelasnya. Saat Sasa berusia 10 tahun, di Desa Sukoharjo terjadi wabah penyakit mata/belek yang menimpa sebagian besar anak-anak di desa tersebut, termasuk Sasa. Mendapati anaknya terkena sakit mata, orang tua Sasa segera membawa anaknya ke dokter umum di RSUD Wonosobo, agar penyakit anaknya segera tertangani.Saat itu oleh dokter yang memeriksa hanya diberi obat tetes karena dianggap sakit mata biasa. Sebulan berlalu mata Sasa masih terasa nyeri malah cenderung bertambah parah sehingga pandangan matanya mulai berkurang. Orang tua Sasa lalu membawa anaknya ke dokter spesialis mata agar lebih jelas penyakitnya. Usaha itu dilakukan sampai Sasa duduk di kelas I SMA. Menurut dokter mata yang memeriksa, Sasa terkena infeksi sehingga hanya cukup dengan obat tetes biasa saja. Kondisi Sasa tidak semakin membaik, tapi justru semakin memburuk. Jarak Pandang mulai berkurang dan mata terasa sakit yang tak tertahankan. Saat ini jarak pandang mata Sasa hanya sekitar 3 meter dan fungsi mata hanya 15%. Jika sakitnya kambuh, Sasa sering tidak masuk sekolah.Penyakit Sasa baru diketahui setelah periksa di RS dr Sardjito Jogja 1 tahun yg lalu. Sasa terkena Distorfi Kornea, matanya tidak bisa memproduksi sendiri air mata secara alami, sehingga harus dilakukan pencangkokan jika menginginkan matanya kembali normal. Sasa mendapat antrian nomer 105 di RS dr.Sardjito Jogja, tetapi sampai sekarang belum ada kepastian untuk operasinya, karena belum ada panggilan. Selama menunggu kabar dari Jogja, keluarga membawa Sasa ke RS Cicendo Bandung untuk memastikan penyakitnya. Hasilnya sama, Amalia harus menjalani operasi cangkok mata agar bisa melihat kembali.. Arif Susilo (37) ayah Sasa merasa sangat berat dengan biaya yang besar itu, karena dirinya hanya sebagai pekerja serabutan yang tidak menentu hasilnya. Kedua orang tua Sasa sangat berharap ada bantuan yang bisa membantu meringankan biaya operasi cangkok mata bagi anaknya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim untuk memberikan bantuan yang digunakan untuk biaya berobat dan transportasi .Keluarga Sasa sangat berterima kasih kepada Sedekah Rombongan yang sudah memberikan bantuan transport kepada anaknya sehingga Sasa masih bisa diperiksakan ke RS Cicendo Bandung sambil menunggu ada keajaiban yang datang sehingga mata Sasa bisa dioperasi dan berfungsi normal kembali.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 03 Maret 2018
Kurir : @fathurrozaq82,Swastiko,Tri.P

Alia menderita distorfi kornea


MAURA DWI AZAHRA (1.5 , Hepatitis B ) Alamat : Ds. Bohar . Jalan Mangunsari RT 02/ RW 01. Kec. Wage . kel. Taman . kab. Sidoarjo . prov. Jawa Timur. Maura anak ke dua dari bapak Suwanto (35) dan ibu Musawaroh (41) berawal dari Maura merasakan nyeri pada bagian perut nya , tidak mau minum asi, badannya semakin kurus dan bola matanya menguning pada usia 2bulan . Oleh ibu nya adek maura di bawa ke bidan setempat dan setelah dari bidan , Maura dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo. Ayah Maura bekerja sebagai kuli bangunan dengan dengan gaji kisaran 480.000/minggu itu pun jika ada yang membutuhkan tenaganya. Sedangkan ibu Maura seorang ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Maura dan keluarga tidak memiliki rumah, mereka tnggal Bersama kakeknya. Kakak Maura sudah bersekolah kelas 1 SMA dan itu juga di biayai sang kakek. Selama di Rsud Soetomo biaya pengobatan Maura di tanggung kartu BPJS kelas 3. Hanya saja untuk biaya transportasi dan MRS mereka masih kesulitan, tidak jarang mereka mencari pinjaman tetangga dan saudara. Alhamdulillah Sedekah Rombongan mendengar kisah pilu mereka dan memutuskan untuk mendampingi hingga Maura kembali sehat. Terima kasih kepada sedekaholic atas bantuannya, semoga Allah membalas kebaikan para sedekaholic semua.
Bantuan sebelum nya tercatat pada Rombongan 1114

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000
Tanggal : 28 februari 2018
Kurir : Mira @mzboz1027 @nurrypay

Maura menderita hepatitis B


LILIANA MAULIDA (13, Tumor Mata). Alamat: Desa Karang Tanjunget, RT 7/2, Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Liliana mengalami masalah mata sejak bayi. Dari lahir hingga berumur satu tahun matanya selalu mengeluarkan lendir. Kedua orang tuanya membawa Liliana ke Rumah Sakit Bangil Pasuruan. Disana ia diberi obat tetes mata. Ketika berumur lima tahun, saat Liliana bermain saat hujan dan matanya terkena debu. Ia lalu mengusap matanya hingga memerah. Kedua orang tuanya membawa Liliana ke Puskesmas Porong karena khawatir dan juga diberi obat tetes mata. Mata Liliana tidak berangsur membaik, namun terjadi pembengkakan di kedua matanya. Liliana dirujuk ke Rumah Sakit di daerah Malang namun tidak ada hasil yang baik dan dirujuk lagi ke RSUD yang lain juga hanya diberi obat tetes mata. Alhasil Liliana dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo namun lagi-lagi juga hanya obat tetes mata yang diberi. Ketika sudah berusaha mencari banyak alternatif dengan tetap memberikan obat tetes mata untuk dikonsumsi oleh Liliana, ada bintik-bintik di dekat bulu mata hingga Liliana dirujuk ke rumah sakit dan opname. Ayah Liliana, Bapak Muhlasin (34) bekerja sebagai karyawan swasta sedangkan ibunya, Arti Sri Dewi (31) sebagai ibu rumah tangga. Walaupun Liliana sudah mempunyai jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS), keluarga masih kesulitan untuk mendapatkan biaya untuk berobat yang tidak dicover KIS. Liliana semakin kesakitan tatkala matanya ketika matanya terasa semakin sakit, muncul sakit kepala yang mengikutinya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Liliana. Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan dan dipergunakan untuk mencukupi biaya akomodasi selama berobat. Semoga Liliana segera mendapatkan kesembuhan. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1114.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 18 fEBRUARI 2018
Kurir : Mira Fadlan @mzboz1027 @Nurrypay

Liliana menderita tumor mata


UMI HANIK ( 50, patah tulang kaki ) alamat : dusun ponokawan RT 007, RW 003 , kelurahan ponokawan , kec. Krian . Kab. Sidoarjo . Umi Hanik sebelum mengalami kecelakaan adalah seorang pekerja borongan. 3th lalu umi Hanik mengalami kecelakaan lalu lintas sehingga membuatnya tidak bisa berjalan. Umi Hanik telah melakukan pengobatan di RSUD Sidoarjo dengan 2x operasi pada bagian kaki nya (tumit). Karena pada operasi pertama gagal dan ganti dokter (tetap di RSUD Sidoarjo) . Alhamdulillah keadaan terkini luka paha dan pundak mulai sembuh , namun keluhan masih ada pada kaki seperti di tusuk tusuk. Umi Anik Anak dari almarhum bapak mukmin ini melakukan pengobatan menggunakan kartu berobat Kis dan tinggal bersama kakaknya. Selama ini umi Hanik adalah tulang punggung keluarga karena kakak nya berjualan di pasar dengan pendapatan yang tidak menentu. Biaya untuk berobat yang tidak di cover Kis di ambil dari tabungan dan menjual apa saja yang di punya , dan bantuan 10jt dari penabrak. Untuk saat ini tabungan habis dan pendapatan satu satunya dari kakaknya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan di pertemukan dengan umi Hanik dan mendapatkan bantuan untuk biaya pengobatan. Tanggal 28 Desember 2017 umi Hanik melakukan operasi pelepasan pen pada bagian tumit nya. Umi Hanik dan keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang di berikan oleh sedekaholic. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1114

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 4 FEBRUARI 2018
Kurir : Mira Tantri @mzboz1027 @nurrypay

Umi hanik menderita patah tulang kaki


NATASYA RIDZKIA RAMADHANI ( 3th, jantung bocor ) alamat : dusun prasung RT.010 RW . 004 kec. Buduran, kabupaten Sidoarjo, provinsi Jawa timur. Tasya panggilan akrabnya anak dari bapak jadi (34) dan ibu ikrimiya (30) ketika usia 7bl kondisi fisik nya menurun. Saat di periksa ke puskesmas terindikasi gisi buruk dan keadaan semakin hari semakin memburuk.Lalu Tasya di larikan ke RSUD Sidoarjo oleh keluarganya , tubuh nya semakin lama semakin membiru , dokter pun melakukan pemeriksaan lebih lanjut, setelah pemeriksaan di lakukan dokter pun menyatakan Tasya memiliki penyakit jantung bocor. dan harus rutin berobat , selama berobat Natasha menggunakan kartu BPJS, kondisi terkini natasya semakin membaik, Natasha dan keluarga tinggal bersama nenek dan saudara saudara lainnya dalam satu rumah, Alhamdulillah Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Natasha dan di lakukan pendampingan selama masa penyembuhan. di mulai dari perbaikan gizi dan rutin kontrol serta berobat. Orang tua natasya mengucapkan banyak sekali terima kasih kepada Kurir sedekah rombongan dan para sedekaholic yang telah membantu proses penyembuhan natasya. Bantuan sebelumnya tercatat di Rombongan 1114

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 20 FEBRUARI 2018
Kurir : Mira @mzboz1027 @nurrypay

Tasya memiliki penyakit jantung bocor


SUKARTI BIN KATIMEN (81, LUMPUH KAKI ) alamat : bungurasih RT 12, RW 01 ,kec. Waru kab. Sidoarjo. Provinsi. Jawa timur. Bu Sukarti hidup bersama anak dan dua orang cucu nya. 4 tahun lalu, beliau jatuh dengan posisi duduk, setelah itu di pijat kan dan berobat ke puskesmas menggunakan kiss PBI. Semenjak jatuh Bu Sukarti tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya, hanya bisa duduk dan tidur di atas tempat tidur nya. Untuk BaB dan buang air kecil di gendong oleh anak nya. Istri dari almarhum pak Anwar tidak pernah berobat ke rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan dengan beliau, dan di putuskan untuk di berikan bantuan agar bisa berobat kembali. Semoga Bu Sukarti bisa beraktivitas seperti sedia kala.Bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 1098

Jumlah bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 15 Februari 2018
Kurir : Mira Sunarmi @mzboz1027 @nurrypay

Bu Sukarti menderita lumpuh kaki


MAULANA PUTRA (2, Busung Lapar + TBC Paru). Alamat: Desa Kedunglo, RT 11/2, Kelurahan Kedungrawan, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Semenjak bayi penyakit yang beruntun menimpa Maulana sehingga membuat ia harus bertahan di kondisinya yang sekarang. Ketika Maulana berusia 15 bulan, orang tua Maulana melihat pertumbuhan Maulana tidak seperti balita pada umunya. Ia terlihat sangat kurus dan tidak aktif seperti balita-balita lainnya. Maulana juga mengalami batuk-batuk yang tidak kunjung sembuh. Ketika dibawa ke bidan desa, ternyata berat badan Maulana turun 2 kg dalam kurun waktu 1 bulan dan didiagnosa oleh bu bidan menderita busung lapar. Karena berat badan Maulana turun secara drastis, bu bidan menyarankan untuk membawa Maulana ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata Maulana didiagnosa menderita Tuberculosis (TBC) Paru. Kini, kondisi Maulana sangat lemah sehingga masih mendapatkan perawatan yang intensif. Tidak hanya itu saja perjuangan Maulana, selama menjalani perawatan, ibu Maulana, Dinda Kumara Putri meninggal dunia pada tanggal 5 Juli 2017. Dan hanya berselang 7 hari setelah ibu Maulana meninggal, ayah Maulana, Bambang Iswanto juga meninggalkan rumah . Sebelumnya, mereka tinggal di rumah kakak ibu Maulana di Surabaya selama pengobatan Maulana. Kini, Maulana diasuh oleh neneknya yang sebenarnya juga harus kembali ke Samarinda untuk bekerja. Selama menjalani pengobatan, Maulana menggunakan Rekomenadsi Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin (RJKMM). Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk Maulana, transportasi, dan kebutuhan hidup selama di rumah sakit. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan keluarga Maulana. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang digunakan untuk pemenuhan nutrisi Maulana, transportasi dan akomodasi. Keluarga yang mendampingi Maulanan merasa sangat terbantu dan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang diberikan melalui Sedekah Rombongan.
Bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 1114

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 FEBRUARI 2018
Kurir : Mira @mzboz1027 @Laksmiwaty @nurrypay

Maulana didiagnosa menderita Tuberculosis (TBC) Paru dan busung lapar


MA’ARIF BIN AWALUDIN (49, Tumor Paru + Kelenjar Tiroid). Alamat: Perumahan Pejaya Anugrah, Blok ZA20, RT 8/2, Desa Kramat Jegu, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Pak Ma’arif sudah sakit sejal April 2017. Awal mulanya beliau mengeluh sakit kepala. Beliau menganggap keluhan tersebut adalah sakit kepala biasa sehingga beliau mengkonsumsi obat generik yang beliau beli di toko obat. Setelah meminum obat sakit kepala dan sakitnya reda, pak Ma’arif kembali mengeluh sakit kepala. Semakin lama, keluhan tersebut tidak mereda sehingga beliau memutuskan untuk memeriksakan diri. Pak Ma’arif adalah penduduk asli dari kota Mataram, NTB sehingga saat itu beliau memeriksakan diri ke Puskesmas Selong, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Di Puskesmas, pak Ma’arif dirujuk ke RSUD Kota Mataram untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pak Ma’arif didiagnosa menderita Tumor di bahu dan di paru-paru. Dokter menyatakan bahwa tumor yang ada di paru-paru pak Ma’arif sudah terlalu besar sehingga apabila dilakukan tindakan operasi maka risiko kematian akan menjadi besar. Dokter akhirnya memutuskan untuk merujuk pak Ma’arif ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani kemoterapi. Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, pak Arif diharuskan untuk melakukan perawatan kembali pada tanggal 30 Agustus 2017. Namun, pada saat itu kondisi pak Ma’arif sudah terlalu lemas dan khawatir untuk perjalanan ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya terlalu lama sehingga keluarga membawa pak Ma’arif ke RS Siti Khodijah Sepanjang. Sesampainya pak Ma’arif di RS Siti Khodijah, ternyata peralatan untuk kemoterapi kurang lengkap. Dokter di RS Siti Khodijah kemudian menyarankan untuk membawa pak Ma’arif ke RSU Anwar Medika, Sidoarjo. Ternyata dokter mendiagnosa bahwa pak Ma’arif juga mengalami penyakit tiroid. Kini dokter masih menunggu kondisi pak Ma’arif membaik, setelah itu beliau dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk menjalani kemoterapi. Berat badan pak Ma’arif sempat menurun drastis. Pak Ma’arif adalah seorang guru mengaji di daerah tempat tinggal beliau. Sedangkan istri beliau, Nawati (42) adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka memiliki satu orang anak. Selama menjalani pengobatan, pak Ma’arif menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan di luar BPJS dan transportasi ketika berobat , saat ini alhamdulillah beliau sudah melakukan kemo ke enam di RS. Semen Gresik dan keadaannya semakin membaik, suaranya yang semula mengilang secara perlahan kembali. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari para sedekaholic. Namun Allah berkehendak lain, 2 minggu yang lalu pak Maarif minta di pulangkan ke Lombok karena kesehatannya yang semakin memburuk, setelah sampai di Lombok pak Maarif menjalani pengobatan seperti biasanya. Hanya saja kondisi semakin menurun dan pak Maarif menghembuskan nafas terakhirnya setelah sholat subuh. para kurir Sedekah Rombongan turut berduka cita atas meninggalnya almarhum, semoga amal ibadah beliau di terima Allah SWT dan keluarga yang di tinggalkan di beri kesabaran serta ketabahan. Bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 1109

Jumlah Bantuan : Rp. 2.100.000,-
Tanggal :20 februari 2018
Kurir : Mira Sunarmi @mzboz1027 @nurrypay

Pak Ma’arif didiagnosa menderita Tumor di bahu dan di paru-paru


SITI MU’ALIMAH (43, Kanker Payudara). Alamat: Dusun Jabaran, RT 3/1, Desa Kedungpari, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Sejak tahun 2016 ibu Siti sudah mengeluh sakit di bagian payudara. Namun karena kesibukan sebagai ibu rumah tangga ibu Siti mengesampingkan keluhan tersebut. Beliau menganggap keluhan tersebut akan sembuh dengan sendirinya. Semakin lama, selain keluhan sakit yang beliau alami, ibu Siti juga mendapati benjolan di payudara beliau. Hingga tahun berlalu ibu Siti tidak kunjung memeriksakan diri. Sampai pada Februari 2017, benjolan tersebut semakin membesar. Ibu Siti akhirnya memeriksakan diri ke dokter umum terdekat. Dari dokter umum, ibu Siti dirujuk ke Rumah Sakit Kristen Mojowarno Jombang untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Di RS Kristen Mojowarno Jombang ibu Siti telah melakukan serangkaian tes laboratorium dan USG. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Siti didiagnosa menderita kanker payudara stadium IV. Dari RS Kristen Mojowarno Jombang ibu Siti dirujuk lagi ke RSUD Jombang. Dari RSUD Jombang ibu Siti diarahkan ke Rumah Sakit di Surabaya untuk melakukan kemoterapi. Namun karena tidak ada biaya transportasi ke rumah sakit, ibu Siti masih belum melakukan kemoterapi. Kondisi terkini benjolan tersebut semakin membesar. Terkadang keluar darah dan hanya diberi obat tradisional. Suami ibu Siti, Khusen sudah meninggal. Sedangkan ibu Siti adalah seorang ibu rumah tangga. Beliau tinggal bersama ibunya, Ma’muah (78). Selama ini, ibu Siti menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS untuk biaya pengobatan. Walaupun demikian, ibu Siti masih mengalami kesulitan untuk biaya obat-obatan yang tidak dijangkau BPJS dan biaya transportasi. Sudah tidak ada pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan ibu Siti. Saat ini, biaya untuk kebutuhan sehari-hari sementara dibantu oleh sanak saudara. Mendengar hal ini, Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami oleh ibu Siti. Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan dari para sedekaholics. Bantuan telah diberikan dan digunakan sebagai biaya pengobatan dan biaya transportasi. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1109

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :7 februari 2018
Kurir : Mira @mzboz1027 @Nurrypay

Ibu Siti didiagnosa menderita kanker payudara stadium IV


SHELIA SETYA PUTRI ( 14, Infeksi saluran kemih dan usus buntu). Alamat : lingk. Jetisan RT 1/1 Jetisan Walitelon, Kec Temanggung, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Awalnya Shelia hanya sering merasakan mual dan nyeri perut, kemudian diberikan obat penghilang rasa nyeri dan kemudian sembuh akan tetapi gejala sering sekali timbul sehingga mengganggi aktivitasnya sehari -hari disekolah maupun dirumah. Oleh sang ayah shelia dibawa ke RSUD Temanggung dan disarankan untuk opname, keluarga setuju untuk di opname pagi harinya si ayah yg seorang satpam diberi tahu bahwa di anak belum tercantum dalam daftar penerima BPJS yg difasilitasi dari RSUD Temanggung, namun karena sudah tidak tega melihat anaknya sering kesakitan akhirnya kluarga memutuskam untuk tetap dirawat di RSUD Temanggung. Dari hasil usg didapatkan bahwa shelia mengalami radang usus buntu Dokter menyarankan untuk di operasi, tetapi krn terkendala biaya akhirnya keluarga menolak untuk dilakukan operasi, akhirnya Dokter melakukan terapi obat dulu dan keadaan Shelia membaik dan diperbolehkan pulang setelah opname selama 5 hari. Saat pembayaran tagihan membengkak dan diluar batas kemampuan kluarga sehingga meminjam ke salah satu tetangga. Saat ini kondisi Sheila sudah berangsur angsur membaik dan sudah bisa untuk sekolah meski perlahan. Namun orang tuanya masih mempunyai tanggungan untuk melunasi hutang kepada tetangganya dan Sheila masih harus control rutin.. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi dan mengerti akan keadaanya dan memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang digunakan untuk biaya control dan biaya operasi . Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan ini dan semoga Sheila segera diberikan kesembuhan.

Jumlah bantuan : 1.000.000
Tanggal : 2 maret 2018
Kurir : :@ fathurrozaq82, Swastiko, Ika Widyasari

Shelia mengalami radang usus buntu


ALM MARSAID BIN DJUWAHIR (82, Santunan Kematian). Alamat Danurejo gang 8 RT 3/8 Desa Danurejo, Kec. Kedu, Kab. Temanggung . Prov. Jawa Tengah. Mbah Said begitu panggilannya, Awal derita Mbah Said adalah sekitar awal tahun 2018 yaitu dengan merasakan mual tidak nafsu makan namun hl itu tidak dirasakan dan masih bisa melakukan aktivitas ibadah sebagai imam dan guru mengaji di Desanya. Namun kondisi tersebut semakin lemah sehinggatidak bilsa melakukan aktifitas seperti biasanya. Berbekal kartu KIS PBI JKN keluarga mebawa Mbah Said ke Puskesmas Kedu, setelah mendapatkan perawatan Mbah Said diperbolehkan pulang dan di beri obat, namun kondisi tidak membaik, semakim lemah dan sudah tidak mampu berjalan jauh, sehingga keluarga membawa Mbah Said ke Puskesmas lagi diberi obat dan jika tidak membaik disarankan untuk memeriksakan ke RSUD Temanggung. Tanggal 25 Januari dibawa ke RSU opname selama 5 hari. Hasil Analisa Dokter mengatakan ada luka di bagian dalam perutnya sehingga harus berhati hati dalam melakukan aktifitas dan pola makannya. Setelah dinyatakan membaik, Mbah Said diperbolehkan pulang dan harus melakukan kontrolsecara rutin. Kontrol 1 kali dilakukan dan keadaanya masih lemah meski sudah bisa berjalan sendiri. Malam hari tanggal 17/2/2018 keadaan Mbah Said memburuk sampai akhirnya Alloh berkehendak lain dan Mbah Said dipanggil oleh Alloh SWT. Keluarga merasakehilangan sosok yang sangat mulia ini, namun keluarga sudah mengikhlaskannya . Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim dan ikut berbela sungkawa atas kepergian Mbah Said serta memberikan amanah dari Sedekahholic yaitu berupa santunan kematian. Keluarga mengucapkan terimaksih atas santunan ini dan meminta maaf atas kesalahan Mbah Said , dan meminta doanya agar Mbah Said meninggal dalam keadaan husnul Khitimah. Aaminn

Jumlah bantuan : 1.000.000
Tanggal : 4 Maret 2018
Kurir :@ fathurrozaq82, Swastiko, Ika Widyasari

Santunan kematian


SARTINI BINTI YOSO MARJONO (37, Osteosarcoma Femur Sin) Alamat: Randu Kuning RT 09/01, Kel. Glintang, Kec. Simo, Kab. Boyolali, Prov. Jawa Tengah. Ibu Sartini sapaan beliau merupakan ibu dari dua orang anak, Liana (15) dan Cindy (10). Sebelum sakit, beliau merupakan seorang karyawati di pabrik konfeksi daerah Butuh, Boyolali, Beliau sudah bekerja di sana kurang lebih 16 tahun. Ibu Surtini tinggal di rumah bersama Suami bapak Agus Mustofa (37) kedua anak dan orang tua. Saat ini Ibu Sartini mengalami sakit di Kaki kiri bagian Paha. Sakit dirasakan kurang lebih 6 bulan. Awalnya terasa nyeri saat digunakana beraktifitas, Beliau mengira sakit asam urat yanga akan sembuh setelah minum obat yang di beli di apotik. Namun, karena nyeri tidak berkurang beliau kemudian berobat di klinik terdekat, disana di beri obat pengurang rasa Sakit dan vitamin otot. Setelah obat habis kaki ibu Sartini tidak kunjung sembuh keluhan bertambah menjadi bengkak kemudian oleh dokter di Rujuk berobat ke RS DR Soeharso/ Ortopedi Solo disana ibu Sartini dianjurkan kontrol rutin dan diberikan obat nyeri. Oleh Dokter di RS Ortopedi disarankan melakukan pemeriksaan Patologi Anotomi. Kontrol berikutnya Dokter memberitahukan hasilnya pemeriksaan PA diketahui Osteosarkoma bu Sartini di anjurkan berobat ke RS DR Moewardi karena fasilitasnya lebih lengkap. Di RS Dr moewardi bu Sartini dilakukan pemeriksaan ulang kemudian dianjurkan kemoterapi. Untuk Pembiayaan pengobatan ibu Sartini menggunakan Jaminan Kesehatan BPJS mandiri kelas 2. Karena keterbatasan biaya beliau tidak bisa melanjutkan pengobatan. Beliau seharusnya kemoterapi tanggal 12 Februari 2018. Pak Agus Suami bu Sartini bekerja sebagai buruh tani yang penghasilanya tidak menentu hanya cukup untun kebutuhan keseharian. Untuk biaya sekolah saja mengandalkan gaji bu Sartini di pabrik. Namun saat ini terpaksa berhenti karena sakit. Pak Agus bercerita tidak bisa membawa bu Sartini berobat karena tidak memiliki biaya untuk menyewa mobil, selama ini beliau menggunakan Sepeda motor saat berobat. Selain itu karena saat ini kaki bu Sartini sudah semakin membengkak, dan beliau tidak kuat perjalanan jauh dengan Sepeda motor. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan ibu Surtini sehingga bisa membantu melanjutkan pengobatan ke RS Dr. Moewardi Surakarta. Santunan dari sedekaholic disampekan untuk membantu kebutuhan harian selama pengobatan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 12 Maret 2018
Kurir : @mawan @anissetya @shofawa @yuli @welyanto

Bu Sartini menderita osteosarkoma


Nadira Khanza Afwina Putri (1.5bl, Atresia Ani) alamat : Dsn. kalongan . Ds Japanan . Kec. Gudo. Kab. Jombang. Provinsi Jawa Timur.Berawal dari 4hari pasca lahir. Anak dari bapak Mujiwari (40) dan ibu Khusnul (26) ini di ketahui menderita Atresia Ani ( tidak memiliki lubang anus) Nadira pernah di periksa ke RSUD Jombang dan hanya foto rontgent tanpa ada penjelasan. Setelah di periksa lebih lanjut ternyata pasien tidak memiliki lubang anus, dikarenakan saat buang air besar , kotorannya keluar dari saluran kencing. Dan akhirnya dokter meminta untuk rontgent lebih dalam, namun orang tua Nadira menolak karena ketiadaan biaya. Orang tua nya pun juga sudah meminjam uang untuk biaya pengobatan adik Nadira, karena tidak memiliki kartu berobat jadi pasien berobat mandiri. Alhamdulillah Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Adek Nadira dan orang tuanya, di putus kan untuk di dampingi dalam proses pengobatan. Dan Tanggal 25 February 2018 adik Nadira menjalani operasi yang pertama di RSAL Surabaya. Keluarga mengucapkan terimakasih sebanyak banyak nya atas bantuan yang diberikan para sedekaholic, semoga Allah membalas dengan beribu kebaikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 25 February 2018
Kurir : Mira Maxila @mzboz1027 @nurrypay

Nadira menderita Atresia Ani


SUGIARTATI BINTI RIDZUAN (42, kanker ovarium) alamat : jalan candi sayang, RT 04. RW 01. Kec. Candi. Kab. Sidoarjo. Provinsi Jawa timur. Bu Tati 5th lalu di diagnosa kista sebesar 30cm. Saat itu beliau berobat ke RSUD Sidoarjo menggunakan kartu sehat BPJS . Bu Tati tidak menikah, selama ini beliau tinggal bersama adik dan adik iparnya. Dan akhirnya Bu sugiartati di rujuk ke Soetomo, selama ini beliau berobat di temani saudara saudara nya, rutin periksa, namun satu tahun terakhir Bu sugiartati berhenti berobat,dikarena kan ketiadaannya biaya untuk transportasi dan akomodasi. Setiap pagi menjelang Bu Sugiartati keluar rumah berjalan-jalan tanpa tujuan dengan harapan bisa mengalihkan rasa sakit pada perutnya yang semakin membesar. Alhamdulillah Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan dengan Bu sugiartati dan keluarga, setelah melewati proses survey akhirnya Sedekah Rombongan memutuskan untuk mendampingi dari pelunasan tunggakan BPJS, mengurus surat rujukan kembali ke RS.Soetomo . Keluarga mengucapkan banyak terimakasih telah membantu Bu sugiartati, semoga Allah yang membalas kebaikan sedekaholic.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 27 February 2018
Kurir : Mira @mzboz1027 @nurrypay

Bu Sugiharti menderita kanker ovarium


NAPSIANI BINTI ABDULLAH (60, DIABETES DM) Alamat : jalan Rame RT 21, RW 10. kel. pilang. kec. wonoayu. kab . sidoarjo. Provinsi Jawa Timur. Bu Napsiani sebatang kara , tnggal di sebuah rumah gubuk yang sudah di renovasi oleh pemerintah setempat. Sakitnya berawal dari 10 tahun lalu, beliau mengidap kencing manis dan berobat ke dokter terdekat tidak sampai ke rumah sakit karena keterbatasan biaya dan transportasi yang mahal. berobat pun ke dokter hanya sekali setelah itu pasien meminum obat yang di beri dokter setiap hari hingga puluhan tahun tidak lagi kontrol, itu yang mengakibatkan pendengaran pasien berkurang . Pasien memiliki kartu BPJS, selama ini untuk kehidupannya sehari-hari dapat pemberian tetangga, jika tetangga tidak memberi beliau juga tidak makan, alhamdulillah team Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan dengan Bu Napsiani dan di putuskan untuk di berikan santunan agar bisa kembali berikhtiar menjemput sehat. Terima kasih kepada sedekaholoc yang telah membantu meringankan beban para dhuafa, semoga kebaikan sedekaholig di catat dan di balas oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 20 February 2018
Kurir : Mira Risky @mzboz1027 @nurrypay

Bu Napsiani mengidap kencing manis

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 TRIYONO BIN FULAN 500,000
2 ONI SUPATMOKO BIN FULAN 1,000,000
3 SUPRIHADI BIN ALM. KARSOYUDO 500,000
4 ALLINA KRISTY PUTRI BINTI LEO PRATAMA 500,000
5 RASIMIN BIN SUMERI 500,000
6 MARYADI BIN ALM. SASTROMIHARJO 500,000
7 RASIMIN BIN SUMERI 2,000,000
8 KASTILAH BINTI NGAWIN 500,000
9 NAJUA SHIHAB BINTI JUMAWAL 500,000
10 AFIAT SUTRISNI BIN ALM. PONIJO 500,000
11 PRIHATIN INDRIYANI BINTI ALM. MUNASIR NOTO SUMARTO 500,000
12 DIAN ROSYANI BINTI MANISBRAN 500,000
13 HAYYU WAHYUNINGTIAS BIN AHMAD RIYANTO 500,000
14 HAYYU WAHYUNINGTIAS BIN AHMAD RIYANTO 1,000,000
15 JAMINGATUL FATA BIN MUKHOLIS 500,000
16 SLAMET BUDIWARSO BIN ALM. HADI PERWIRA 500,000
17 MUHAMMAD KHOIRUL ANAM BIN NURNGAINI 500,000
18 DWIFA CHOIRUNNISA AZZAHRA BINTI SYAIFUL FAHRUZI 500,000
19 MTSR 1 dan 2 PURWOREJO 5,500,000
20 ASWANI NI’MAD 500,000
21 BEDJOE ARYO SAPUTRO 610,000
22 BUNAMI ABDULLAH 570,000
23 DIARDO BRIGITA WIRYAWAN 750,000
24 FARICHAH BINTI MUHAINI 1,512,000
25 IMAM WAHYUDI 508,200
26 INDRA MALIK SEPTIANSYAH 800,000
27 KENZO JULIAN 500,000
28 KUSBUDININGSIH USUF 569,200
29 LAMINEM SUROSO 590,000
30 MOHAMAD BIMA ADI 679,000
31 MUNAWIR BIN WASIMIN 511,000
32 SLAMET RIADI 600,000
33 SUCI RAMADANI 553,500
34 SUHARNANIK SUMARYONO 949,900
35 MUHTAROM BIN HARJO WINANGUN 1,500,000
36 PARDIYONO BIN MERTO PAWIRO 1,000,000
37 SENADI BIN SUMARDI 1,000,000
38 ZULFA AFIFATUL ISNAINI 1,000,000
39 ERVIN PURWITO 1,500,000
40 ROMSIYAH BINTI NGATONO 1,000,000
41 SRI ISMAWATI 1,500,000
42 SUYITNO BIN TOHAR 1,500,000
43 SULISTYO BIN RUKUN 500,000
44 WAGE BINTI SUMARSONO 500,000
45 INDI RAHMA S 1,000,000
46 NGADIYEM BINTI TO PAWIRO 1,000,000
47 BASORI BIN AHMADI 1,000,000
48 YUYINAH BINTI HARJO 1,000,000
49 HAUFAL HADZA FIKRI 1,000,000
50 INTAN LARAS KARINA 1,000,000
51 SUPIYAH BINTI PAWIRO 1,000,000
52 ALM RUKIYO BIN SISWOYO 500,000
53 WAHYUNINGSIH BINTI MUHTAMSIL 500,000
54 TUMIYEM BINTI SUMO SUTAR 500,000
55 JUMIATUN BINTI SUNAR 1,500,000
56 KIRYONO Bin DJOYO SUMITRO 1,000,000
57 ALIA SALSABILA ARIFA 1,500,000
58 MAURA DWI AZAHRA 700,000
59 LILIANA MAULIDA 600,000
60 UMI HANIK 500,000
61 NATASYA RIDZKIA RAMADHANI 500,000
62 SUKARTI BIN KATIMEN 500,000
63 MAULANA PUTRA 500,000
64 MA’ARIF BIN AWALUDIN 2,100,000
65 SITI MU’ALIMAH 500,000
66 SHELIA SETYA PUTRI 1,000,000
67 ALM MARSAID BIN DJUWAHIR 1,000,000
68 SARTINI BINTI YOSO MARJONO 500,000
69 Nadira Khanza Afwina Putri 500,000
70 SUGIARTATI BINTI RIDZUAN 500,000
71 NAPSIANI BINTI ABDULLAH 500,000
Total 60,602,800

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 60,602,800,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1120 ROMBONGAN

Rp. 60,289,433,481,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.