INSIAH BINTI JAMAL, (18, Mata Rabun) Alamat Jl. Jumat Lingk Karang Mluo RT/RW 002/006, Desa Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Insiah biasa ia sapa, awal mula sakit saat mata terasa pusing disiang hari. Pusing yang dirasa dan ditambah pandangan yang sering kabur membuat khawatir Insiah. Dicemaskan terkena Retinoblastoma pada saat itu. Karena pusing secara terus menerus dan disertai mata yang sering kabur. Setelah diperiksakan ke klinik dokter terdekat rabun biasa dan tidak ada masalah khusus seperti yang di khawatirkan beliau. Kata dokter mata rabun yang diderita Insiah bawaan dari lahir dan hanya memerlukan kaca mata khusus saja untuk membantu pengobatan beliau. Mata yang sering kabur saat melihat jarak jauh membuat Insiah kesulitan jika akan melintasi jalan yang diseberang jalan untuk berangkat sekolah. Insiah anak dari pasangan Ibu Nurhayati (38) yang berprofesi sebagai Ibu rumah tangga dan Bapak Jamal (59) yang bekerja sebagai buruh tani biasa penghasilan tersebut hanya cukup mereka gunakan untuk makan dan kebutuhan sehari-hari saja. Kendala yang dihadapi Insiah tidak mempunyai ongkos untuk pergi kerumah sakit dan pembuatan kaca untuk mata Insiah. Insiah mengungkapkan kesedihan kepada kurir Sedekah Rombogan yang ditemui dirumahnya pada saat itu. Kurir Sedekah Rombongan langsung menyampaikan titipan langit untuk membantu Insiah untuk pembuatan Kaca mata. Ucapan trimakasih disampaikan keluarga Insiah kepada Sedekaholics dan kurir Sedekah Rombongan. Semoga pengeliahatan Insiah segera pulih dengan memakai kaca mata dan tidak menghalangi beliau saat bersekolah.

Jumlah Santunan : Rp. 1.100.000,-
Tanggal : 27 Februari 2018 dan 5 Maret 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @imamhariyadi

Bantuan untuk pembuatan kaca mata


SUKARDI BIN DEMI, (68, Stroke) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/003, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Bapak Sukardi begitu beliau disapa, bermula 3 tahun yang lalu tiba-tiba Bapak Sukardi mengalami kekakuan di tangan dan kaki kirinya. Kemudian dibawa ke Klinik terdekat, dokter di klinik mengatakan jika Bapak Sukardi menderita Stroke. Karena keterbatasan biaya Bapak Sukardi tidak memeriksakan dirinya ke dokter, Bapak Sukardi cukup memeriksakan diri ke klinik terdekat. Sehari-hari Bapak Sukardi bekerja serabutan, sekarang saat kondisinya sedang sakit seperti ini Bapak Sukardi tidak bisa berbuat banyak. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sukardi dengan warga sekitar yang sangat peduli dengan derita yang dialami bapak Sukardi. Kembali bantuan lanjutan untuk biaya kebutuhan sehari hari Bapak Sukardi. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Bapak Sukardi dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Maret 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bapak Sukardi menderita stroke


SUWARNI NIKET, (56, Dhuafa) Alamat Dusun Krajan, Desa Gumelar, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ibu Niket adalah seorang Dhuafa yang hidup sebatang kara yang makan sehari-harinya serba kekurangan dan memiliki kekurangan fisik, Keseharianya pun hanya pencari kayu bakar dan beliau sering dibantu oleh tetangganya untuk makan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Ibu Niket bahwa beliau memerlukan bantuan. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal Ibu Niket. Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Niket. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari untuk Ibu Niket. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat dan semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh AllahSubhanahuwata’ala. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1102

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Maret 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bantuan tunai


SENIMAN BINTI SUDARMO, (49,Dhuafa) Alamat Dusun Gumuk Bago RT/RW 001/001, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Seniman adalah seorang duafa yang hidup sebatang kara yang memiliki keterbelakangan mental / memiliki kelainan sejak lahir, dan juga tidak memiliki sanak family. Kesehariannya pun hanya dibantu oleh tetangga sekitar untuk makan sehari harinya. Warga sekitar menginformasikan bahwa bapak Seniman memerlukan bantuan karena dari keluarga tidak mampu atau dhuafa. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi ketempat tinggal beliau dan bersilahturahmi. Dan pada saat itu juga Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu bapak Seniman. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk kebutuhan sehari harinya. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi bapak Seniman. Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1102

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Maret 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bantuan tunai


FAIZ HABIBI, (13, Leukimia) Alamat Dusun Curahrejo RT/RW 004/026, Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Kurang lebih satu tahun yang lalu pertumbuhan fisik Faiz tidak terlihat bagus, hal ini terjadi setelah Faiz mengalami demam. Badannya terlihat semakin kurus dan bagian perutnya membesar. Selain itu, gusi Faiz juga sering mengeluarkan darah. Juga badannya yang sering terasa gatal-gatal. Kondisi Faiz tersebut membuat kedua orang tuanya merasa trenyuh. Selama satu tahun ini kondisi Faiz tidak jauh berubah menjadi lebih baik. Terkadang Faiz juga merasakan sakit di bagian persendian paha, sehingga dia sering merasakan kesakitan jika harus berjalan. Bahkan karena kondisi Faiz yang seperti itu, membuatnya sempat menjalani perawatan di RSUD Dr. Soebandi Jember. Dengan kondisi perekonomian keluarga Faiz yang belum bisa dibilang berkecukupan, Supriyanto (53), ayah Faiz yang sehari-harinya berprofesi sebagai buruh serabutan tidak bisa berharap banyak. Untuk menghidupi keluarganya saja tidak terlalu mudah, apalagi jika harus memberikan fasilitas kesehatan yang cukup untuk membantu proses penyembuhan Faiz. Mufidah (43), ibu Faiz yang sehari-harinya menjadi ibu rumah tangga pun tidak bisa berharap banyak mengenai proses penyembuhan yang harus dijalani anaknya. Keseharian Mufidah selain harus mengurus segala keperluan rumah tangga keluarganya juga harus secara intensif mendampingin Faiz, membuatnya tidak bisa membantu banyak dalam mencari penghasilan tambahan untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Faiz memiliki jaminan berupa JKN-KIS PBI yang meringankan beban dalam pembiayaan dalam berobat di rumah sakit, akan tetapi pembelian obat atau check lab yang tak tercover oleh JKN-KIS PBI yang dimilikinya membuat kedua orang tuanya kebingungan dalam kondisi perekonomian yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Bantuan awal pun disampaikan oleh Kurir Sedekah Rombongan kepada adik Faiz untuk membantu biaya Check Lab dan Akomodasi selama dirumah sakit. Insya Allah segala bentuk bantuan dari Sedekaholics yang telah tersampaikan melaui perpanjangan tangan kurir-kurir Sedekah Rombongan mampu membantu dan meringankan beban yang tengah dipikul adik Faiz dan keluarganya. Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aamin.

Jumlah Santunan : Rp. 980.000,-
Tanggal : 8 Maret 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @isroil

Faiz menderita leukimia


BAMBANG HARIYANTO, (51, Fraktur di Kepala) Alamat Dusun Krajan RT/RW 001/006, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Bapak Bambang adalah seorang Mlijo atau penjual sayur keliling di desanya, Pada tahun 2012 Bapak Bambang mengalami kecelakaan ringan waktu berjualan sayur keliling di desanya, yang entah bagaimana kronologi nya tak ada orang yang tau sampai pada tetangga menemukan Bapak Bambang tergeletak di pinggir jalan dan langsung dilarikan ke RSUD Balung Jember. Dan setelah dilakukan pemeriksaan dokter ternyata Bapak bambang mengalami pendarahan pada otak nya dan sesudah itu langsung dilarikan ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Bapak Bambang memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri Kelas III. tetapi Bapak bambang kebingungan dengan transportasi untuk kontrol dan pembelian obat yang tidak di tanggung oleh BPJS. Alhamdulillah setelah Kurir Sedekah Rombongan mendengar info dari warga sekitar dan mendatangi tempat tinggal bapak Bambang, bapak Bambang menjadi pasien Dampingan Sedekah Rombongan. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk membantu bapak Bambang. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk pembayaran BPJS setiap bulan dan Akomodasi pasca operasi. Keluarga dan Bapak Bambang sangat berterimakasih kepada Sedekah Rombongan. sangat bersyukur dan berterima kasih atas diberikannya bantuan tersebut. Bapak Bambang sangat Berharap semoga setelah menjalani pengobatan ini dapat pulih kembali seperti sedia kala. Aamin.

Jumlah Santunan : Rp. 625.500,-
Tanggal : 20 November 2017, 10 Januari 2018, 28 Februari 2018, 7 Maret 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @isroil

Bapak bambang mengalami pendarahan pada otak nya


ABDUL ROZAK, (7, Ginjal Bocor) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/004, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Abdul Rozak, biasa dipanggil Rozak. Adik Rozak mengalami sakit sejak umur 2 tahun yang di deritanya tidak mengalami kesakitan karena umur adik Rozak masih kecil. Dan setelah umur 4 tahun adik Rozak mengalami sesak nafas, Air Urin bebusa, dan tidak memiliki tenaga untuk beraktivitas. Karena adik Abdul Rozak memiliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS PBI, Abdul Rozak langsung dibawa ke Puskesmas terdekat oleh keluarganya untuk mengetahui sakit yang dideritanya, dan Dokter Puskesmas menyatakan bahwa Adik Rozak mengalami Ginjal Bocor dan Dokter Puskesmas menyarankan Adik Rozak dirujuk ke Poli Bedah RSUD Dr. Soebandi Jember untuk mengetahui diagnosa lebih lanjut. Setelah itu sesampai di RSUD Dr.Soebandi Jember Adik Rozak menjalanin cek Lab dan Dokter menyatakan Adik Rozak mengalami Ginjal Bocor. Adik Rozak sudah bolak balik Opname atau Rawat inap di RSUD Dr. Soebandi Jember karena kondisinya sering ngedrop. Adik Rozak adalah anak dari pasang Bapak Achmad Ariyadi (41) dan Ibu Siti Muslika (38), Bapak Achmad Ariyadi ini bekerja sebagai penarik tukang becak di Desanya yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari keluarganya. Keluarga Adik Abdul Rozak membutuhkan bantuan dan dampingan selama adik Rozak berobat karena keluarga dari kurang mampu. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan infomasi dari salah satu tetangga bahwa adik Rozak memerlukan bantuan karena selama penebusan Obat di Luar BPJS tidak mampu untuk membelinya dan Transport bolak balik ke RSUD Dr. Soebandi Jember ke rumahnya. Selang 7 bulan Adik Rozak dirujuk ke Dr. Soetomo Surabaya karena kondisi yang dialaminya cukup serius. Dan Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Rozak. Santunan yang diberikan untuk Biaya Transportasi dan Biaya pengobatan dan perawatan pasien. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Adik Rozak dan Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala, Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1108

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Februari 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @isroil

Rizak menderita ginjal bocor


INDRA MALIK SEPTIANSYAH, (1, Penyakit Jantung Bawakan) Alamat Dusun Krajan Lor RT/RW 001/011, Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pada usai tiga bulan, jari tangan Adik Indra terlihat kebiru-biruan. Kondisi tersebut berlanjut hingga pada usia ke enam bulan, seorang bidan desa menyarankan keluarga untuk memeriksakan kondisi Adik Indra ke rumah sakit. Akhirnya keluarga membawa Adik Indra ke Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember. Dari hasil pemeriksaan dokter di RS Dr. Soebandi Jember, Adik Indra dinyatakan mengidap Penyakit Jantung Bawaan (PJB) dan disarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Akan tetapi, karena belum mempunyai jaminan kesehatan, dan merasa keberatan dalam akomodasi di rumah sakit dan transportasi ke Surabaya akhirnya pengobatan tidak di lanjutkan. Saat ini, kondisi jari tangan adik Indra masih tampak kebiruan dan perkembangan fisiknya mengalami melemah. Adik Indra adalah anak dari pasangan Ibu Nunik Hasanah (32) yang berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga dan Bapak Heriyanto (32) yang bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari bagi keluarga kecilnya. Saat ini orang tua adik Indra sangat membutuhkan biaya untuk pengobatan ke RS Dr. Soetomo Surabaya serta akomodasi di Rumah sakit. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Adik Indra dan keluarga. Kami pun ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Adik Indra dan keluarga. Kurir Sedekah Rombongan langsung memeriksakan lagi ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk meminta rujukan ke RS Dr. Soetomo Surabaya untuk pengobatan lebih lajut. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para Sedekaholics untuk membantu adik Indra dan Keluarga. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Biaya Akomodasi di rumah sakit, pembayaran BPJS setiap bulan dan pembelian Susu untuk adek Indra. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Indra dan Keluarga. Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi bersama, Semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aamin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1108

Jumlah Santunan : Rp. 1.109.000,-
Tanggal : 10 Februari 2018 dan 12 Maret 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Indra dinyatakan mengidap Penyakit jantung bawaan


M RESA BAHTIAR, (2, Meningnokel) Alamat Jl. YOS Sudarso Link Gempal RT/RW 002/015, Desa Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Adik Resa yang masih berumur 2 tahun ini menderita Sakit Meningnokel sejak baru melahirkan. Adik Resa ini anak Kedua dari pasangan Bapak Sarkawi (65) yang bekerja sebagai buruh tani dan Ibu Fatimah (39) sebagai ibu rumah tangga, keluarga tersebut tergolong orang tidak mampu yang layak untuk dibantu. Salah satu Kurir Sedekah Rombongan mendengar informasi dari salah satu perangkat desa bahwa ada salah satu warganya yang membutuhkan pertolongan. Akhirnya Kurir Sedekah Rombongan mendatangi rumahnya dan bersilahturahmi ke tempat tinggal adik Resa. Adik Resa memiliki Jaminan Kesehatan berupa JKN – KIS NON PBI Kelas III yang meringankan beban keluarganya dalam berobat. Kurir Sedekah Rombongan langsung membawanya ke Puskesmas terdekat untuk pengobatan dan lanjut dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk pengobatan lebih lanjut. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Resa, Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi biaya perawatan selama di Rumah Sakit dan Pembayaran BPJS Setiap Bulan. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpah ganda oleh dariNya. Aminn. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1088

Jumlah Santunan : Rp. 580.000,-
Tanggal : 27 Februari 2018 dan 1 Maret 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @viandwiprayugo @Isroil

Adik Resa menderita meningnoke


MTSR WONOGIRI ( AD9061PR, Operasional Februari 2018 ). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan 1 (MTSR 1) saat ini hampir setiap hari selalu bergerak, selain untuk mendampingi pasien yang rutin untuk kontrol pengobatan mereka juga kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. MTSR ini sekarang sudah berganti plat nomer kendaraan dari yang awalnya B1732KHZ berubah menjadi AD9061PR. MTSR ini menjadi armada ujung tombak pergerakan #SRWonogiri. Roda MTSR berputar sejauh puluhan bahkan ratusan kilometer disetiap pergerakannya. Medan yang ditempuhpun tak semudah jalanan kota. Alhamdulillah, semakin banyak yang terbantu dengan bergeraknya MTSR ini, walaupun harus naik turun pegunungan, keluar masuk pelosok desa. Semua pelayanan yang dihandle oleh ambulan ini tidak dipungut biaya alias gratis. Untuk diketahui bahwa dalam penanganan pasien dalam progress pendampingan setiap harinya membutuhkan semangat para kurir. Berangkat sehabis subuh pulang malam adalah hal biasa mereka jalani demi mengantar pasien berobat ke RS. Hal ini tak bisa dipungkiri bahwa keberadaan mobil ambulan sangat berperan. Masyarakat sekitar pergerakan MTSR ini pun kerap menggunakan jasa mobil ambulan SR. Untuk kebutuhan operasional bulan Februari ini sebagaimana laporan berikut antara lain biaya operasional dan perawatan rutin serta insentif driver.

Operasional : Rp 2.600.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @mawan,all tim

Biaya operasional dan perawatan rutin serta insentif driver.


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN ( Operasional, Februari 2018 ). Lokasi Dsn Klampisan RT 01/03, Ds. Kaliancar, Kec.Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Alhamdulillah, semakin banyak dan berkembangnya pergerakan sedekah rombongan di Wonogiri dan semakin banyak pula warga tak mampu yang terhandle, terwujudlah Rumah Singgah Sedekah Rombongan Wonogiri (RSSR) sebagai tempat untuk merawat serta menangani pasien dampingan sedekah rombongan di Wonogiri dan sekitarnya. Rumah Singgah ini merupakan salah satu prasarana dalam melengkapi kebutuhan pergerakan sedekah rombongan. Selain sebagai tempat para pasien untuk transit ( singgah ) juga memberikan efisiensi dan efektifitas bagi pasien dalam menjalani pengobatan selama menjadi dampingan kami. Segala kebutuhan RSSR dan pengelola, menjadi tanggung jawab kami demi kelangsungan serta kelancaran penyembuhan para pasien dampingan. Semoga dengan prasarana tersebut semakin memudahkan penanganan pasien dampingan sedekah rombongan, dan semakin banyak pula warga tak mampu yang terbantu dengan pergerakan sedekah rombongan ini. Adapun pengeluaran RSSR bulan ini selain untuk keperluhan kebutuhan di RSSR juga untuk memperbaiki tembok bagian depan RSSR yang sudah lapuk.

Operasional : Rp 1.625.760,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir :@mawan, all tim

Biaya kebutuhan di RSSR juga untuk Bmemperbaiki tembok bagian depan RSSR yang sudah lapuk.


MTSR WONOGIRI (AD9218KH, Operasional Februari 2018 ). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan yang biasa disebut MTSR, merupakan MTSR 2 dimana menjadi kendaraan kedua yang sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk kebutuhan pendampingan pasien maupun survey lokasi sasaran. Saat ini, keberadaan MTSR di Wonogiri belum bisa menampung semua kebutuhan warga yang cukup banyak, apalagi pasca berkurangnya kendaraan satu mobil yang saat ini tidak lagi kita fungsikan sebagaimana biasanya karena berpindahnya armada tersebut untuk fungsi lain. Bagaimanapun, sedekah rombongan tetap berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi siapa saja yang membutuhkan, utamanya dhuafa atau warga kurang mampu. Fungsi peran armada untuk tujuan survey lokasi atau sasaran dampingan pasien, kebencanaan, koordinasi wilayah dalam rangka kelancaran pergerakan sedekah rombongan di soloraya, akhirnya sebagian tugas oper handle dengan armada ini. Dalam sebulan, membutuhkan biaya operasional yang kita anggarkan dari anggaran yang tersedia secara keseluruhan. Walau, terkadang momen khusus atau kondisi – kondisi tertentu menyebabkan adanya kurang lebih penganggaran yang semuanya adalah untuk kelancaran pergerakan sedekah rombongan. Pun juga dalam hal insentif driver yang telah kita bebankan agar tugas berjalan dengan baik dan menyeluruh. Bulan ini biaya operasional antara lain, operasional bahan bakar , biaya pemeliharaan dan perbaikan serta insentif driver. Laporan operasional sebagaimana kami terangkan di informasi ini sekaligus sebagai salah satu bentuk tanggung jawab pelaporan pergerakan sedekah rombongan.

Operasional : Rp 3.050.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @mawan, all tim

Biaya operasional bahan bakar , biaya pemeliharaan dan perbaikan serta insentif driver.


AHMAD FIKRIYANTO (15, Epilepsi + Polio + Lumpuh Layu). Alamat: RT 1/2, Desa Adisana, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ahmad terlahir normal. Pada usia 12 bulan, ia menangis satu hari satu malam tiada berhenti mengalami demam tinggi dan kejang. Keluarga lalu membawa Ahmad ke puskesmas. Ahmad diberi obat dan menjalani rawat jalan. Pertumbuhan Ahmad mengalami keterlambatan dan tidak normal seperti anak pada umumnya. Pada usia 4 tahun, Ahmad kambuh lagi, demam dan kejang. Ia langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas dan dirawat inap selama 1 bulan. Dari hasil pemeriksaan, Dokter Hartono mendiagnosis Ahmad menderita epilepsi, polio, dan lumpuh layu, kemudian dianjurkan kemoterapi setiap satu bulan sekali. Pada saat Ahmad berusia 6 tahun, dokter RSUD Banyumas mendiagnosis Ahmad menderita lumpuh layu permanen dan semakin layu. Hal tersebut membuat keluarga memutuskan berhenti untuk kemoterapi. Ahmad merupakan anak dari pasangan Bapak Mistam (45) dan Ibu Mayang Sari (41). Bapak Mistam bekerja sebagai wiraswasta, sedangkan Ibu Mayang Sari menjadi ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga yang kecil sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Ahmad mengalami kesulitan karena ia tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ahmad sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Semoga Ahmad selalu diberi kesabaran dan tetap semangat ikhtiar menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Februari 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @paulsyifa

Ahmad menderita epilepsi, polio, dan lumpuh layu


TUKINI BINTI DULHASAN (58, Tetanus + Flek Paru-Paru + Asam Urat). Alamat : RT 2/8, Desa Adisana, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2014, Ibu Tukini mengalami batuk, muntah darah dan sesak nafas. Kemudian langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas dan dirawat inap selama 10 hari. Dr Haedar mendiagnosis Ibu Tukini mengalami infeksi paru-paru dan menganjurkan kontrol setiap bulan sebanyak enam kali. Namun pada bulan Desember tahun 2017, saat Ibu Tukini mencari rumput terkena daun yang beracun pada bagian kakinya sebelah kiri. Kaki Ibu Tukini membengkak, melepuh, dan akhirnya pecah dan menjadi luka basah. Beliau langsung diperiksa ke Dr Anggy Buntu dan diberi obat jalan. Namun tidak kunjung membaik. Lukanya semakin membengkak dan di bagian tengah mulai ada daging tumbuh dan bernanah. Kemudian beliau langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Medika Lestari Buntu dan didiagnosis terkena tetanus, flek paru dan hipertensi. Ibu Tukini langsung dirujuk ke RSUD Banyumas. Setelah beberapa hari, lukanya mulai membaik dianjurkan untuk kontrol sebulan sekali. Suaminya, Samingan Madarjo Pangseng (70) bekerja sebagai buruh serabutan. Beliau juga sakit sakitan. Penghasilan keluarga yang semula kecil, kini semakin berkurang. Biaya pengobatan Ibu Tukini dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau masih kesulitan biaya kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Tukini sehingga dapat menyampaikan santunan untuk biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga beliau segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Februari 2018.
Kurir : @ddeean Lasminah @paulsyifa

Ibu Tukini mengalami infeksi paru-paru


TUMINI BINTI SANTARJA (63, Kanker Serviks). Alamat : RT 1/3, Desa Kaliwungu, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada bulan Mei 2017 Ibu Tumini merasakan pinggangnya sakit, kemudian periksa ke Puskesmas 1 Mandiraja dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjarnegara dan menjalani rawat inap. Pada pertengahan bulan Oktober 2017 Ibu Tumini merasakan sakit lagi selama 3 hari, kemudian dari RSUD Banjarnegara lalu dirujuk ke RSUD Banyumas dan diopname selama 3 hari dan dokter mendiagnosis sakit kanker serviks. Karena beberapa pertimbangan keluarga Ibu Tumini menjalani terapi tradisional pada bulan Desember 2017 sampai dengan Januari 2018 lalu tetapi belum menunjukkan perkembangan yang betarti. Saat berobat di RSUD Banyumas Bu Tumini sebetulnya sudah disarankan dilakukan Kemoterapi di RSUD Margono Sukarjo Purwokerto tapi belum terlaksana. Kondisi Ibu Tumini saat ini badan tambah lemah,serta dari pinggang ke bawah selalu kesakitan. Ibu Tumini seorang janda sehingga kesulitan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari. Selama berobat dibantu jaminan kesehata berupa JKN KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Tumini. Santunan disampaikan untuk biaya kehidupan sehari-hari. Semoga dapat bermanfaat dan Ibu Tumini dapat kembali sehat serta dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 16 Februari 2018
Kurir : @ddeean @KangImam Rahayu

Bu Tumini sakit kanker serviks


KARSONO BIN MADREJA (75, Stroke + Tevopaveri). Alamat : RT 7/1, Jalan Bale Desa, Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada awal bulan Januari 2017, Bapak Karsono mengalami demam, mual dan sakit kepala. Beliau lalu dibawa ke Rumah Sakit (RS) PKU Gombong dan menjalani rawat inap selama 6 hari. Dokter RS PKU Gombong, dr.Bambag Sri dan dr. Dyatmoko.Sp.s. mendiagnosis Bapak Karsono menderita stroke total dan vertigo. Sebulan setelah menjalani rawat inap, sakit yang diderita Bapak Karsono kambuh lagi sehingga beliau harus dibawa ke RS PKU Gombong lagi dan kembali menjalani rawat inap selama 3 hari. Kondisi beliau saat ini masih lemah dan lumpuh. Istrinya Saonah (71), bekerja sebagai ibu rumah tangga juga sakit-sakitan. Penghasilannya yang kecil membuat Bapak Karsono kesulitan memenuhi biaya kebutuhan sehari-hari. Selama berobat Bapak Karsono dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Karsono dan keluarga. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari. Semoga dapat bermanfaat dan Bapak Karsono dapat kembali sehat serta beraktifitas seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Februari 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @paulsyifa

Bapak Karsono menderita stroke total dan vertigo


HARMUDIN BIN MADSUNGEB (42, Epilepsi + Lumpuh + Bisu). Alamat : RT 5/1, Desa Karanggedang, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Harmudin pada usia 16 tahun ,terjatuh dari sepeda. Kepalanya terbentur aspal. Keluarga beliau lalu membawa Bapak Harmudin ke puskesmas. Bapak Harmudin diberi obat dan menjalani rawat jalan. Beberapa tahun kemudian, Bapak Harmudin kambuh lagi. Beliau mengalami demam tiggi, pusing, kejang dan tidak dapat bicara. Beliau lalu dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas dan menjalani rawat inap selama 5 hari. Oleh dokter rumah sakit, Bapak Harmudin didiagnosis mengidap epilepsi akut dan harus menjalani kontrol rutin 1 bulan sekali. Saat ini, beliau masih sering merasakan pusing di kepalanya dan kejang, lumpuh, dan bisu. Beliau hanya dapat terbaring di tempat tidur. Bapak Harmudin merupakan anak dari pasangan Bapak Madsungeb (Almarhum) meninggal 4 tahun yang lalu dan Ibu Tumi (73), seorang ibu rumah tangga yang bekerja serabutan. Mereka sangat kesulitan untuk biaya kehidupan sehari-hari. Bapak Harmudin tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Harmudin sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari. Semoga Bapak Harmudin selalu diberi kesabaran dan tetap semangat ikhtiar menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Februari 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @paulsyifa

Bapak Harmudin didiagnosis mengidap epilepsi akut


TPQ AL HUDA (Pembelian Lemari Etalase). Alamat : RT 5/8, Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Akhir tahun 2017 terbentuk Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) Al Huda di Kelurahan Arcawinangun yang dipelopori oleh Asih Isnaeni. TPQ Al Huda ini didirikan dengan tujuan untuk meramaikan masjid dengan kegiatan yang bermanfaat dan untuk mengenalkan anak-anak pada Al Quran sedini mungkin. Sampai saat ini jumlah siswa TPQ ada sekitar 52 anak dengan total pengajar 10 orang yang didominasi oleh mahasiswa. TPQ Al Huda yang terbilang masih baru, sudah berjalan dengan cukup baik. Al Quran, Iqra, dan buku bacaan sudah lumayan banyak dan semua didapat dari para donatur. Namun masih terkendala tempat penyimpanannya, sehingga membutuhkan etalase atau lemari. Alhamdulillah kurir sedekah rombongan dipertemukan dengan pengurus TPQ Al Huda sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekahholic untuk membantu pengadaan lemari etalase yang dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan. Semoga TPQ Al Huda semakin baik dimata Allah untuk mencetak generasi pecinta Quran

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 26 Februari 2018
Kurir : @ddeean @menttariii @firdhanelis

Bantuan pengadaan lemari etalase


SUDARSO BIN KARTAJA (62, Stroke). Alamat : Jalan Nyi Meleng, RT 4/1, Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar 1 tahun lalu sepulang dari pengajian Bapak Sudarso mengeluh sakit kepala dan keesokan harinya badan sebelah kanan terasa kaku. Beliau segera dibawa ke Rumah Sakit (RS) Sinar Kasih dan menjalani opname selama 6 hari. Namun karena keterbatasan alat di RS tersebut Bapak Sudarso dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo. Dokter mengatakan Bapak Sudarso mengalami gejala stroke. Kondisi beliau saat ini masih belum normal namun sudah mulai dapat berjalan. Sebelum sakit Bapak Sudarso bekerja sebagai buruh harian lepas namun sampai saat ini belum dapat bekerja kembali. Istrinya, Wari (56) membantu ekonomi keluarga dengan berjualan rujak. Selama pengobatan Pak Sudarso dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun mereka mengalami kesulitan memenuhi biaya kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah, atas ijin Allah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sudarso sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya hidup sehari-hari. semoga Bapak Sudarso segera diberi kesembuhan dan dapat kembali beraktifitas.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Februari 2018
Kurir : @ddeean @menttariii @firdhanelis

Bapak Sudarso mengalami gejala stroke


CAHYA AJI PRATAMA (6, Jantung Bocor). Alamat : RT 6/2, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Saat baru berusia 1 bulan, Dik Cahya menderita batuk yang tak kunjung sembuh lalu orang tuanya membawa ke puskesmas. Pihak puskesmas merujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Allam Medica Bumiayu. Setelah menjalani opname 2 pekan, Dik Cahya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito untuk dilakukan tes darah. Setelah dilakukan tes darah, Dik Cahya positif didiagnosis menderita jantung bocor. Ia lalu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Cipto Mangunkusomo Jakarta. Saat ini Dik Cahya sedang menunggu hasil keputusan dokter akan dioperasi atau tidak. Kondisi Dik Cahya saat ini masih belum ada perubahan yang berarti. Ayahnya, Taufik (32) bekerja sebagai buruh harian lepas dan ibunya, Rohmi Artiyani (22) mengurus rumah tangga. Orang tua Dik Cahya bukan tergolong keluarga mampu. Selama pengobatan Dik Cahya dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Penghasilan orang tuanya yang kecil membuat mereka kesulitan biaya kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah, atas ijin Allah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Cahya sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Semoga Dik Cahya segera diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Februari 2018
Kurir : @ddeean @menttariii @firdhanelis

Dik Cahya positif didiagnosis menderita jantung bocor


SAKUR BIN MADSAERI (44, Retak Kaki Kiri). Alamat : RT 6/1, Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Tanggal 14 Desember Bapak Sakur terjatuh dari atap rumah ketika sedang bekerja memperbaiki rumah tetangganya. Beliau langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Sinar Kasih namun pihak RS tersebut merujuk beliau ke RS Orthopaedi. Ketika diperiksa ternyata kaki kiri beliau mengalami keretakan dan segera dilakukan tindakan. Pengobatan tersebut menghabiskan biaya sekitar 6 juta hanya dalam satu hari. Kondisi Bapak Sakur sampai saat ini sudah cukup membaik namun masih belum kuat untuk bekerja. Bapak Sakur mempunyai 2 orang anak yang masih menjadi tanggungannya, yaitu Endah Cahyowati (13) dan Akifa Naila (4). Sementara istrinya, Nuryati (31) berusaha membantu ekonomi keluarga dengan membuka warung yang dimodali oleh temannya. Saat kecelakaan itu terjadi, Bapak Sakur yang bekerja sebagai buruh harian lepas tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun, namun saat ini sudah mendaftar jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III untuk keperluannya kontrol setiap bulan. Namun karena belum dapat kembali bekerja, beliau kesulitan memenuhi biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, atas ijin Allah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sakur sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya hidup sehari-hari. semoga beliau segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Februari 2018
Kurir : @ddeean @menttariii meikusuma @firdhanelis

Pak Sakur menderita kaki kiri mengalami keretakan


SINTA MARYATI (12, Kanker Nasofaring). Alamat : RT 17/2, Dusun Mulyasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Sejak 2 tahun lalu Dik Sinta sering mengeluh sakit kepala dan pegal pada bagian leher, lambat laun bagian bawah telinganya tumbuh benjolan. Lalu diperiksakan di Rumah Sakit (RS) Banjarpatroman dan opname selama 2 minggu namun keadaanya tak kunjung membaik. Karena keterbatasan alat medis di RS tersebut, Dik Sinta lalu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Margono Soekarjo. Setelah diambil sampel darah baru diketahui bahwa Dik Sinta menderita kanker Nasofaring yang induknya ada pada belakang rongga hidung. Dokter memutuskan untuk melakukan tindakan operasi, sampai saat ini Dik Sinta telah menjalani operasi sebanyak dua kali, kontrol enam kali, kemoterapi 6 kali pada tahun 2017. Dan pada akhir Januari 2018 Dik Sinta mulai menjalani terapi sinar. Selama berobat ia ditemani oleh kakeknya dan teman dari almarhum ayahnya. Kondisi Dik Sinta saat ini sudah mulai membaik, benjolannya sudah tidak terlalu besar namun masih sering mengeluh sakit kepala. Ayahnya, Kusworo Bin Hadi Munarto sudah meninggal dunia 3 tahun lalu. Sebelum meninggal beliau bekerja sebagai buruh, sedangkan ibunya, Siti Patimah (38) terpaksa bekerja di ibu kota demi mencukupi kebutuhan keluarganya dikampung. Penghasilan yang tidak besar membuatnya kesulitan membiayai kebutuhan sehari-hari. Selama pengobatan Dik Sinta dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, atas ijin Allah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Sinta sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Semoga Dik Sinta segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Februari 2018
Kurir : @ddeean @menttariii @firdhanelis

Dik Sinta menderita kanker Nasofaring


WARSINEM SARIPAN (70, Katarak + Glukoma + Tumor). Alamat : RT 1/3, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada tanggal 2 April 2007, Ibu Warsinem mengalami migraine yang tidak biasa dan penglihatannya tidak jelas. Oleh keluarganya beliau segera dilarikan ke balai pengobatan mata Purwokerto. Di sana beliau dinyatakan menderita katarak. Pada akhir tahun 2008, pasien dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo. Ibu Warsinem didiagnosis menderita katarak dan glukoma namun pihak rumah sakit tidak dapat melakukan tindakan operasi. Pada akhir tahun 2009, tumbuh tumor di mata sebelah kanan beliau sehingga harus melakukan tindakan pelepasan biji bola mata. Operasi dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas pada hari itu. Kondisi Ibu Warsinem saat ini, kedua mata beliau tidak dapat melihat. Suaminya, Saripan (73) sudah tidak bekerja dan sering sakit-sakitan. Untuk melakukan aktivitas sehari-hari beliau dibantu oleh anaknya. Selama pengobatan ibu Warsinem dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau kesulitan memenuhi biaya kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dpertemukan dengan Ibu Warsinem sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan diberikan kepada Ibu Warsinem dan keluarga untuk memenuhi biaya kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat dan beliau dapat kembali sehat.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 17 Februari 2018
Kurir : @ddeean Asih @firdhanelis

Ibu Warsinem didiagnosis menderita katarak dan glukoma

REKAPITULASI BANTUAN

 

No Nama Jumlah Bantuan
1 INSIAH BINTI JAMAL 1,100,000
2 SUKARDI BIN DEMI 500,000
3 SUWARNI NIKET 500,000
4 SENIMAN BINTI SUDARMO 500,000
5 FAIZ HABIBI 980,000
6 BAMBANG HARIYANTO 625,500
7 ABDUL ROZAK 500,000
8 INDRA MALIK SEPTIANSYAH 1,109,000
9 M RESA BAHTIAR 580,000
10 MTSR WONOGIRI 2,600,000
11 RSSR WONOGIRI 1,625,760
12 MTSR WONOGIRI 3,050,000
13 AHMAD FIKRIYANTO 1,000,000
14 TUKINI BINTI DULHASAN 1,000,000
15 TUMINI BINTI SANTARJA 1,000,000
16 KARSONO BIN MADREJA 1,000,000
17 HARMUDIN BIN MADSUNGEB 1,000,000
18 TPQ AL HUDA 1,500,000
19 SUDARSO BIN KARTAJA 1,000,000
20 CAHYA AJI PRATAMA 1,000,000
21 SAKUR BIN MADSAERI 1,000,000
22 SINTA MARYATI 1,000,000
23 WARSINEM SARIPAN 1,000,000
Total 25,170,260

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 25,170,260,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1119 ROMBONGAN

Rp. 60,228,830,681,-