Rombongan 1117

Banyak sedekah, bikin hidup lebih berkah.
Posted by on March 7, 2018

WASLAM BIN KISMAREJA (49, Patah Tulang Kaki + Lumpuh). Alamat : RT 4/2, Desa Sigaluh, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Waslam mengalami patah tulang kaki sejak tahun 2010. Saat itu beliau terjatuh dari pohon cengkeh. Saat itu juga beliau dibawa ke Rumah Sakit (RS) Siaga Medika, kemudian menjalani operasi. Namun sampai saat ini beliau belum dapat berjalan seperti sedia kala (lumpuh), sehingga belum dapat beraktivitas normal dan bekerja kembali. Hal tersebut berdampak pada penghasilan keluarga. Kini Bapak Waslam hanya dapat berbaring di tempat tidur, sehingga istrinya, Yatini (47) yang bekerja mencari nafkah untuk keluarga mereka. Ibu Yatini bekerja sebagai buruh mengepak buah salak. Penghasilan keluarga yang kecil sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Bapak Waslam dibantu jaminan kesehatan berupa Jaminan Kesehatan Daerah (jamkesda). Namun beliau masih kesulitan untuk berobat dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Waslam sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya berobat dan kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga beliau segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Januari 2018
Kurir : @ddeean Santo @paulsyifa

Bapak Waslam mengalami patah tulang kaki


TUJI BIN NAMIKARTA (46, Patah Tulang Kaki Kanan). Alamat : Dukuh Sipete, RT 1/6, Desa Madukara, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada tanggal 14 Januari 2018, Bapak Tuji pergi kebun untuk memetik buah kelapa. Naas beliau terpleset sehingga jatuh dan patah kaki sebelah kanan yang menyebabkannya harus segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjarnegara. Setelah menjalani tindakan rontgen, diberi obat, beliau kemudian pulang kerumah. Awalnya, Bapak Tuji berniat akan melanjutkan ke pegobatan alternatif, namaun keadaan kaki kanannya semakin membengkak. Akhirya, keluarga Bapak Tuji sepakat membawa beliau ke Rumah Sakit (RS) Siaga Medika dengan ambulans Puskesmas Madukara. Operasi dilakukan pada hari Senin, 16 Januari 2018. Saat ini beliau dalam masa pemulihan dan masih merasa sakit di bagian kaki kanannya. Sebelum sakit, Bapak Tuji bekerja sebagai petani kontrak yg penghasilannya tidak seberapa. Istrinya, Suprihatini (37) adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama ketiga anaknya yang masih bersekolah. Bapak Tuji tidak terdaftar dalam jaminan kesehatan apapun. Hal tersebut mebuat beliau kesulitan membayar biaya operasi dan pengobatannya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Tuji sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya pengobatannya. Semoga Bapak Tuji segera sembuh dan dapat beraktivitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Januari 2018
Kurir : @ddeean Santo @paulsyifa

Pak Tuji menderita patah kaki sebelah kanan


TUSMINI BINTI SANWARDI (59, Vertigo + Maag + Darah Tinggi). Alamat : RT 8/2, Desa Pingit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada awal bulan September 2017, Ibu Tusmini mengalami demam, mual dan sakit kepala. Beliau lalu dibawa ke Puskesmas Rakit dan menjalani rawat inap selama 5 hari. Dokter Puskesmas mendiagnosis Ibu Tusmini menderita darah tinggi, vertigo dan maag kronis. Sebulan setelah menjalani rawat inap, sakit yang diderita Ibu Tusmini kambuh lagi sehingga beliau harus dibawa ke puskesmas dan kembali menjalani rawat inap selama 3 hari. Kondisi Ibu Tusmini saat ini masih lemah. Suaminya, Sutaryanto (65) bekerja sebagai penyadap nira. Penghasilannya yang kecil membuat Bapak Sutaryanto kesulitan memenuhi biaya akomodasi berobat dan biaya kebutuhan sehari-hari. Selama berobat Ibu Tusmini dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Tusmini dan keluarga. Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi berobat dan biaya kehidupan sehari-hari. Semoga dapat bermanfaat dan Ibu Tusmini dapat kembali sehat serta beraktifitas seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Januari 2018
Kurir : @ddeean Wiwid @firdhanelis

Ibu Tusmini menderita darah tinggi, vertigo dan maag kronis


SARTI BINTI NARYANTO (28, Lemah Jantung + Maag Kronis). Alamat : RT 9/3, Desa Pingit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada bulan Agustus 2017, Ibu Sarti tiba-tiba pingsan. Beliau segera dibawa ke Puskesmas Rakit dan menjalani rawat inap selama 3 hari. Dokter mendiagnosis Ibu Sarti menderita maag kronis dan lemah jantung. Dua bulan kemudian sakit yang diderita Ibu Sarti kambuh lagi. Badan beliau terasa lemas, nafas terasa sesak dan keluar keringat dingin. Ibu Sarti segera dibawa ke Puskesmas dan kembali menjalani rawat inap selama 5 hari. Dokter Puskesmas menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Margono Soekarjo tetapi beliau menolak karena khawatir masalah biaya. Saat ini Ibu Sarti menjalani pengobatan rutin ke dokter Puskesmas. Kedua orang tuanya, Naryanto (50) dan Riah (53) bekerja sebagai buruh tani. Sementara itu suaminya, Ngudiono (32) bekerja sebagai buruh serabutan. Penghasilannya yang kecil membuat suami dan keluarga Sarti kesulitan membiayai keperluan akomodasi dan transportasi untuk berobat ke RSUD Dr Margono Soekarjo serta membiayai kebutuhan sehari-hari. Selama berobat Ibu Sarti dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sarti dan keluarga. Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi dan transportasi berobat Ibu Sarti serta biaya kehidupan sehari-hari. Semoga dapat bermanfaat dan Ibu Sarti dapat kembali sehat serta beraktifitas seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Januari 2018
Kurir : @ddeean Wiwid @firdhanelis

Ibu Sarti menderita maag kronis dan lemah jantung


SAWINEM BINTI SUMARDI (60, Stroke). Alamat : RT 4/4, Desa Pingit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada bulan Agustus 2017, di salah satu rumah dikejutkan oleh teriakan yang tidak jelas, yang ternyata berasal dari Ibu Sawinem. Para tetangga yang mendengar teriakan segera mendatangi dan menemukan Ibu Sawinem sudah terbaring di lantai rumah dengan kondisi kesulitan menggerakkan tubuhnya. Oleh tetangga, Ibu Sawinem dibawa ke Puskesmas Rakit, tetapi dokter menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Banjarnegara. Ibu Sawinem tinggal seorang diri sehingga tetangga tidak dapat membawanya ke rumah sakit. Sambil menunggu keluarga pulang dari Sumatra, Ibu Sawinem tetap dirawat di puskesmas. 4 hari kemudian salah seorang keluarga datang dan membawa Ibu Sawinem ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara. Dokter yang memeriksa mendiagnosis stroke dan Ibu Sawinem dirawat selama 10 hari. Kondisi sekarang Ibu Sawinem hanya terbaring di tempat tidur dan dirawat oleh saudaranya. Ibu Sawinem seorang janda tua hidup sendiri, tidak mempunyai suami dan anak dan tidak mempunyai penghasilan membuat Ibu Sawinem kesulitan biaya hidup sehari-hari. Selama berobat Ibu Sawinem dibantu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sawinem. Santunan disampaikan untuk biaya kebutuhan sehari-hari. Semoga dapat bermanfaat dan Ibu Sawinem dapat sehat serta beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 15 Januari 2018
Kurir : @deeaan Wiwid Rahayu

Ibu Sawinem menderita stroke


TRI HARYADI (10, Glomerulonefritis Akut Pasca Streptokokus). Alamat: RT 5/2, Desa Kecila, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Satu tahun yang lalu, seluruh tubuh Dik Tri membengkak. Berat badannya juga mengalami peningkatan yang tidak wajar. Selain itu, Dik Tri merasakan nyeri di pinggang kanan dan air seni berbusa berwarna kemerah-merahan. Dik Tri kemudian diperiksakan ke Puskesmas Kemranjen I, dan diberi obat jalan. Namun, kondisi Dik Tri tidak kunjung membaik. Akhrinya Dik Tri dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Dik Tri menjalani rawat inap selama satu pekan. Dari hasil penelusuran dokter, Dik Tri didiagnosis menderita glomerulonefritis akut pasca streptokokus (GNAPS) atau proses penyakit peradangan yang melibatkan sistem imun dan terutama mengenai glomerulus ginjal dengan penyebab spesifik adalah streptokokus. Setelah satu pekan menjalani rawat inap, kondisi Dik Tri membaik dan diperbolehkan pulang. Dik Tri harus menjalani kontrol rutin setiap dua pekan sekali di RSUD Banyumas. Dik Tri merupakan putra pasangan Bapak Windiarto (49) dan Ibu Muslimah (46). Bapak Windiarto bekerja sebagai buruh tani sedangkan Ibu Muslimah di rumah mengurus rumah tangga. Kondisi ekonomi yang tidak terlalu baik, membuat Bapak Windiarto mengalami kesulitan terkait biaya hidup sehari-hari dan biaya transportasi ke rumah sakit untuk kontrol rutin Dik Tri. Untuk biaya pengobatan Dik Tri dibantu dengan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Tri sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya sehari-hari dan biaya transportasi ke rumah sakit. Semoga Dik Tri segera diberi kesembuhan dan dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Januari 2018
Kurir : @ddeeean Lasminah @misterrmoo

Tri didiagnosis menderita glomerulonefritis akut pasca streptokokus


MARYATI BINTI MADSHOLIHIN (60, Tetanus + Diabetes). Alamat: RT 2/6, Desa Petarangan, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Maryati menginjak paku selagi mencari kayu bakar di kebun. Selang 2 hari kemudian, kakinya membengkak dan bernanah. Ibu Maryati kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Manunggal. Lalu dilakukan tindakan operasi. Hasilnya cukup baik. Namun, selang satu pekan kemudian, lukanya kembali membengkak dan bernanah. Bahkan Ibu Maryati sempat demam tinggi. Ibu Maryati masuk RSU Medika Lestari dan langsung menjalani operasi kedua. Dari hasil pemeriksaan dokter, kadar gula Ibu Maryati mencapai 570. Beliau dinyatakan mengidap diabetes dan dianjurkan kontrol rutin sepekan sekali. Saat ini, kondisi Ibu Maryati masih sering pusing, lemas, berat badan menurun dan bekas operasi masih basah. Ibu Maryati hidup sendiri setelah suaminya meniggal dunia beberapa tahun yang lalu. Kondisi perekonomian Ibu Maryati cukup memprihatinkan, karena tidak memiliki pekerjaan dan usia beliau sudah cukup lanjut. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ibu Maryati cukup kesulitan. Apalagi ditambah dengan sakit yang Ibu Maryati derita. Biaya pengobatan Ibu Wartini dibantu dengan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Maryati sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya sehari-hari. Semoga Ibu Maryati selalu diberi kesabaran dan tetap semangat ikhtiar menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Januari 2018
Kurir : @ddeeean Lasminah @misterrmoo

Bu Maryati menderita tetanus + diabetes


WARTINI BINTI WANGSAWITANA (46, Kanker Payudara Kiri + Liver). Alamat: RT 4/8, Desa Adisana, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada bulan Januari 2016, ditemukan benjolan pada payudara kiri Ibu Wartini. Atas kondisi tersebut, Ibu Wartini diperiksakan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Medika Lestari, Buntu. Ibu Wartini menjalani rawat inap selama satu pekan, kemudian menjalani operasi pertama tanggal 22 Februari 2016. Pascaoperasi pertama, kondisi Ibu Wartini membaik dan hanya dianjurkan untuk kontrol rutin sebulan sekali. Akan tetapi, 2 bulan kemudian kondisi Ibu Wartini menurun dan dianjurkan operasi tahap ke 2 pada tanggal 5 April 2016 di RSU Medika Lestari. Perawatan Ibu Wartini dilanjutkan dengan menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali di RSU Dadi Keluarga, Purwokerto. Setelah menjalani kemoterapi, kondisi Ibu Wartini tidak kunjung membaik. Bahkan pada saat kontrol terakhir, Ibu Wartini didiagnosis mengalami komplikasi liver. Pada tanggal 17 Januari 2018, perjuangan Ibu Wartini untuk menjemput kesembuhan, berakhir. Ibu Wartini dipanggil Sang Khalik. Ibu Wartini adalah istri dari Bapak Sansuhadi (58) yang bekerja sebagai pedagang asongan. Kondisi ekonomi keluarga Bapak Sansuhadi yang tidak terlalu menggembirakan, ditambah dengan kondisi sakitnya Ibu Wartini membuat Bapak Sansuhadi merasa kesulitan terutama dalam hal biaya transportasi ke rumah sakit untuk kontrol. Biaya pengobatan Ibu Wartini dibantu dengan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi ke kediaman Ibu Wartini untuk mengucapkan bela sungkawa dan menyampaikan santunan kematian dari sedekaholics. Semoga Ibu Wartini mendapat tempat terbaik di sisiNya dan keluarga yang ditinggalkan selalu diberi kesabaran dan ketabahan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Januari 2018
Kurir : @ddeeean Lasminah @misterrmoo

Ibu Wartini didiagnosis mengalami komplikasi liver


BAMBANG SULISTIYONO (63, Bantuan Renovasi Rumah). Alamat : Karang Kedawung, RT 3/2, Desa Karang Kedawung, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Pada tanggal 1 Januari 2018, terjadi angin kencang dan hujan besar di wilayah Sokarja. Peristiwa tersebut juga mengenai rumah Bapak Bambang. Bagian depan hingga tengah rumah beliau yang semula sudah keropos pun ambruk terkena angin kencang. Bagian rumah yang lain masih berdiri, namun kondisinya yang keropos juga mengkhawatirkan karena dapat ambruk sewaktu-waktu. Hal tersebut sangat meresahkan Bapak Bambang dan keluarga. Mereka ingin segera memperbaiki rumahnya namun terkendala masalah ekonomi. Bapak Bambang berprofesi sebagai penjual opak, sedangkan istrinya, Chotiyah (62) adalah seorang ibu rumah tangga. Dalam sehari, rata-rata keuntungan Bapak Bambang hanya sebesar Rp 30.000,-. Penghasilan yang kecil sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga tidak ada simpanan untuk biaya renovasi rumah. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Bambang sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya renovasi rumahnya. Semoga rumah beliau dapat segera diperbaiki sehingga keluarga Bapak Bambang dapat tinggal dengan nyaman dan aman.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.566.000,-
Tanggal : 7 Februari 2018
Kurir : @ddeean Yunanto @paulsyifa

Bantuan renovasi rumah


MOHAMMAD YUSUF (1, Penyempitan usus). Alamat : Dusun Jatisari RT 03/09, Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Dik Yusuf mengalami penyempitan usus. Sejak setelah lahir Dik Yusuf mengalami kesulitan buang air besar. Pada usia 4 bulan, perutnya mulai kembung dan membesar, sehingga orangtua dik Yusuf memutuskan untuk memeriksakan kesehatan anaknya ke RSI Attin Husada Ngawi. Dokter yang menangani Dik Yusuf berinisiatif untuk merujuk ke Rsud Dr. Moewardi Solo. Namun orangtua Dik Yusuf mengalami kesulitan untuk biaya akomodasi, sehingga mengurungkan merujuk pengobatan anaknya ke Solo dan memutuskan untuk memeriksakan anaknya ke Rsud dr. Soeroto Ngawi. Berdasarkan pemeriksaan dokter, Dik Yusuf didiagnosa mengalami penyempitan usus dan harus menjalani operasi colostomy. Namun karena umur dan berat badan yang kurang, Dik Yusuf baru menjalani operasi pada 24 Januari 2018 di usia 11 bulan. Setelah dilakukan operasi colostomy, keadaan Dik Yusuf berangsur membaik namun membutuhkan perawatan yang lebih untuk keadaanya, terlebih Dik Yusuf mengalami berat badan dibawah normal untuk anak seusianya. Selama enam bulan pasca operasi, Dik Yusuf harus kontrol rutin setiap minggu ke Rsud dr. Soeroto Ngawi. Orangtua Dik Yusuf yaitu Bapak Khoirul Anam (29) sehari-hari mendapatkan penghasilan dari berjualan kopi dan gorengan di warung kopi miliknya dengan penghasilan tidak menentu. Namun selama anak pertamanya sakit, terpaksa tidak berjualan lagi. Sementara istrinya, yaitu Bu Siti (24) hanya sebagai ibu rumah tangga. Keluarga beliau tergolong keluarga yang tidak mampu, sehingga mendapatkan Kartu Indonesia Sehat untuk berobat. Meskipun demikian, orangtua dik yusuf mengalami kesulitan untuk biaya selama menjalani pengobatan. Sedekah Rombongan menyampaikan titipan bantuan lepas dari para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 dan digunakan untuk biaya pengobatan dik Yusuf. Kedua orang tua dik Yusuf sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga dik Yusuf segera sembuh dan hidup normal seperti teman-teman seusianya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Februari 2018
Kurir @ErvinSurvive @Gabela @Jeans_Oswolf @Mirsa_DP @Rubianto

Yusuf didiagnosa mengalami penyempitan usus dan harus menjalani operasi colostomy


SUKINEM BINTI SURADI (75, Stroke). Alamat : Dusun Kagean RT 1/1, Desa Baron, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Sukinem, demikian biasa dipanggil tetangga sekitar, adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita stroke selama satu tahun terakhir. Berawal dari jatuh dan engsel lengan kiri nya bergeser dan disertai dengan stroke pada badan bagian kanan. Seharus nya ada tindakan operasi tetapi bu Sukinem tidak mau karena takut. Suaminya yaitu pak Sadirun (72) malah meninggalkan istrinya 5 bulan yang lalu saat menderita sakit. Saat ini bu Sukinem dirawat oleh salah satu anak nya yang kondisi perekonomian nya juga terbatas. Bu Sukinem membutuhkan biaya untuk kebutuhan sehari-hari terutama pampers. Informasi mengenai bu Sukinem diperoleh dari tetangga sekitar yang masih perduli dengan kondisi keluarga bu Sukinem. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000 pun telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat bu Sukinem dan pembelian pampers. Rasa terimakasih disampaikan untuk bantuan yang telah beliau terima, semoga beliau segera sembuh dan pulih seperti sedia kala sehingga bisa beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Rubianto @Mirsa_DP

Bu Sukinem menderita stroke


SADINEM BINTI SADIYO (57, syaraf terjepit + Ambein). Alamat : Dusun Gangging RT 4/1, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Dinem, demikian beliau disapa oleh keluarga dan lingkungan nya adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita sakit syaraf terjepit dan ambein. Sakit yang dialami beliau sudah berlangsung 3 tahun, dan hanya memeriksakan ke Mantri kesehatan padahal bu Dinem mempunyai jaminan kesehatan yaitu Kis. Kondisi saat ini bu Dinem berjalan membungkuk dan menggunakan bantuan tongkat. Suaminya yaitu bapak Suparni (30) yang bekerja sebagai tenaga honorer kebersihan di salah satu SMP di Magetan, sangat merasa kesulitan membiayai keperluan istrinya untuk berobat. Informasi mengenai bu Dinem diperoleh dari salah satu tetangga Rssr Magetan. Saat disurvey, bu Dinem mengatakan kalau beliau takut melakukan pengobatan lanjutan karena matrinya mengatakan jika butuh tindakan operasi kalau melanjutkan pengobatan. Akhir nya santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000,- telah diserahkan dan digunakan untuk membeli obat pereda nyeri serta untuk kebutuhan sehari -hari. Pak Parni dan bu Dinem mengucapkan terimaksih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga bu Dinem bisa segera sembuh dan beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Vendi_Vero

Bu Sadinem menderita syaraf terjepit + ambein


THOYIB BIN MARIMUN ( 62, Asam Urat + Gejala Ginjal. Alamat : Dukuh Alas Malang RT 16/3, Desa Banjarpanjang, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Thoyip demikian biasa dipanggil, seorang kepala keluarga yang menderita sakit dalam 2 tahun terakhir. Pak Thoyib sakit asam urat yang mengharuskan beliau untuk kontrol ke rumah sakit sebulan sekali. Pada pemeriksaan terakhir asam urat sudah disertai dengan penyakit lain yaitu gejala gagal ginjal. Sebelum sakit pak Thiyib bekerja serabutan sedang kan istri nya yaitu bu Marsi (55) bekerja memelihara beberapa hewan ternak. Dengan kondisi ini otomatis bu Marsi merasa kesulitan untuk biaya berobat. Informasi mengenai pak Thoyip diperoleh dari salah satu tetangga yang masih perduli dengan kondisi pak Thoyip. Santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat. Pak Thoyip dan bu Marsi merasa sangat terharu dan mengucapkan tetimakasih atas bantuan yang telah disampikan. Semoga pak Thoyip segera sembuh dan beraktfita seperti buasanya. Amin.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Vendi_Vero

Pak Thoyib menderita asam urat + gejala ginjal


WARNIATI BINTI SADIRIN (45, Ca Cervix). Alamat : Jalan Timor nomer 63, Tawanganom Magetan Jawa Timur. Bu Warni, demikian beliau biasa dipanggil adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita sakit Ca Cervix. Sakit nya ini baru ketahuan 3 bulan lalu setelah memeriksakan diri ke Rsau. Lanud Iswahyudi Magetan. Setelah beberapa kali menjalani pemeriksaan bu Warni dirujuk ke Rs. dr. Oen Kandang Sapi Solo. Kondisi ini membuat bu Warni bingung karena tidak memiliki biaya untuk berobat. Bu Warni sendiri bekerja dengan membuka warung kecil-kecilan sedangkan suami nya yaitu pak Abdul Latif (65) yang bekerja sebagai tukang pembuatan gigi yang lebih sering sepi order daripada ramainya. Sementara itu bu Warni sedang dalam proses membuat BPJS mandiri dan menunggu bisa aktif digunakan. Informasi mengenai bu Warni diperoleh dari ibu nya salah satu kurir SR Magetan. Bantuan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat. Pak Latif dan bu Warni sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Warni segera sembuh dan dapat bekerja seperti biasa Amin.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Vendi_Vero

Bu Warni menderita sakit Ca Cervix


TITIN MARTININGSIH (47, Gagal Ginjal). Alamat : Jalan Salak RT 3/2, Kelurahan Selosari, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Titin, demikian sapaan akrab ibu rumah tangga yang harus menjalani cuci darah sejak setengah tahun terakhir. Berawal dari bulan September 2016, bu Titin harus menjalani operasi Myom. Pasca operasi tekanan darah bu Titin cenderung tinggi sampai satu tahun setelah operasi bu Titin dinyatakan mengalami gagal ginjal. Awal nya bu Titin menjalani cuci darah sebulan sekali, kemudian 3 minggu sekali, 2 minggu sekali dan saat ini harus menjalani hamodialisa seminggu sekali. Beruntung bu Titin memiliki jaminan Kis sehingga proses Hemodialisa dapat dicover pembiayaan nya. Suaminya yaitu pak Agus Purnomo (50) bekerja sebagai Juru parkir sehingga penghasilan nya hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari dan biaya sekolah anak nya yang duduk di bangku klas 8 SLTP. Informasi mengenai bu Titin diperoleh dari salah satu tetangga yang perduli dengan kondisi keluarga bu Titin. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi hemodialisa. Pak Agus Purnomo dan Bu Titin sangat terharu dan mengucapkan banyak terimakasih atas santunan yang telah disampaikan. Semoga berbalas beribu kebaikan untuk para Sedekaholic yang telah membantu melalui Sedekah Rombongan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Vendi_Vero @Kinanti

Titin dinyatakan mengalami gagal ginjal


KANDIM BIN ABDUL SOMAD (53, Diabet). Alamat : Desa Dadapan RT 1/1, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Propinsi Jawa Timur. Pak Kandim adalah seorang kepala keluarga yang menderita sakit diabet selama 7 tahun. Dalam 3 bulan terakhir kondisi nya memburuk dengan adanya luka di kaki yang selalu basah. Medikasi luka harus dilakukan di puskesmas seminggu dua kali. Kontrol rutin sebulan sekali ke Rsud. Soeroto Ngawi. Dalam 3 bulan terakhir harus rawat inap di Rsud. Soeroto sebanyak dua kali. Istri nya yaitu bu Kasirotun (35) adalah seorang ibu rumah tangga yang tentu merasa kesulitan dengan biaya pengobatan pak Kandim walaupun sudah memiliki jaminan kesehatan Kis. Informasi mengenai pak Kandim diperoleh dari istrinya yang mendatangi rumah singgah Sedekah Rombongan Magetan. Istri nya tau tentang Sedekah Rombongan dari salah satu pasien Dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Bantuan lepas sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya pengobatan pak Kandim. Pasutri ini sangat terharu dan mengucapkan banyak terimakasih atas santunan yang telah disampaikan, semoga bisa meringankan beban keluarga ini dan semoga pak Kandim segera sembuh. Amin

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Vendi_Vero @Sekar_Tinah

Pak Kandim menderita sakit diabet


ROBINGATUN BINTI AMAT SARMUN ( 53, Ca Cervix). Alamat : Desa Balepanjang RT 4/6, Kwcamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Bu Atun demikian beliau dipanggil adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita Ca Cervix mulai 6 bulan yang lalu. Bu Atun berobat ke Rsud. dr. Soeroto Ngawi kemudian dirujuk ke Rs Oen Kandang Sapi Surakarta menggunakan fasitas Kis. Dalam proses berobat beliau di dampingi oleh suaminya yaitu pak Warsito (56) yang bekerja sebagai buruh tani. Setelah beberapa saat berobat dan dirasakan belum ada perubahan maka bu Atun menutuskan untuk berhenti berobat medis dan berganti dengan pengobatan alternatif. Informasi mengenai bu Atun diperoleh dari salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Setelah melakukan survey maka santunan lepas diserahkan pada bu Atun sebesar Rp. 1.000.000,- dan digunakan untuk melanjutkan pengobatan. Bu Atun dan suami sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan dari para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga bu Atun segera sembuh dan pulih kembali sehingga bisa melakukan aktifitas seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Vendi_ Vero @Sekar_Tinah

Bu Atun menderita Ca Cervix


ASRORI BIN SADIKAN (19, patah tulang kaki). Alamat : Dusun Manden RT 5/2, Desa Sidorejo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Asrori adalah seorang pemuda 19 tahun yang bekerja serabutan. Dia adalah anak bungsu dari 4 bersaudara. Ayah kandung nya sudah meninggal saat Asrori masih kecil dan ibunya yaitu Bu Paris (54) bekerja sebagai buruh tani. Tanggal 29 Januari 2018, Asrosri mengalami kecelakaan jatuh dari pohon kelapa yang menyebabkan tulang kakinya patah. Asrori langsung dilarikan ke RS Karima Utama Solo dan dilakukan tindakan operasi dengan fasilitas jaminan Kis. Saat kurir Sedekah Rombongan survey berdasarkan informasi yang masuk di Rumah Singgah SR Magetan, kondisi Asrori sudah membaik. Asrori membutuhkan bantuan untuk biaya transportasi kontrol ke Solo. Dan santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000,- telah disampaikan dan akan digunakan untuk biaya transportasi kontrol ke Rsku Solo. Asrori dan bu Paris, ibunya sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan dari para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga Asrori segera bisa pulih dan dapat bekerja seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Vendi_ Vero @Sekar_Tinah

Asrori menderita tulang kakinya patah


ANDIK ISDIANTO, (27, remuk tulang kaki karena kecelakaan). Alamat : Desa Plosotinil RT 5/3 Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Andik mengalami kecelakaan 2 tahun lalu, saat akan berangkat kerja di suatu Expo dengan di boncengkan teman nya. Kecelakaan beruntun terjadi dan Andik mengalami luka yang cukup serius, tulang lutut nya hilang sepanjang 6 cm. Saat itu Andik langsung dilarikan ke Rsud Sayidiman Magetan, dan setelah beberapa hari dirawat harus dirujuk ke Rsu Suharso/ Orthopedi Solo, dilakukan operasi dengan jaminan Bpjs. Setelah proses operasi, Andik hanya mampu melakukan kontrol dua kali, setelah itu berhenti berobat karena sudah tidak punya biaya lagi. Orang tua Andik yaitu Pak Suyono (45) bekerja sebagai buruh tani dan ibunya yaitu Bu Asmirah (46), seorang ibu rumah tangga, jadi sangat keberatan untuk biaya pengobatan Andik. Beruntung saat kontrol kedua, Andik bertemu dengan Nuryadi yang merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan sehingga Nuryadi menyampaikan tentang kondisi Andik pada salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Setelah melalui proses survey, Andik menjadi salah satu pasien dampingan dan bisa melanjutkan proses pengobatan kembali. Saat ini Andik sedang menjalani pengobatan dengan pemakaian Ilizarof (alat untuk terapi penumbuhan tulang) mulai Januari 2017 sampai Desember 2017. Santunan keenam titipan para Sedekaholic sebesar Rp 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan, setelah sebelum nya masuk rombongan 929, 949, 1007, 1058 dan 1080. Andik dan keluarga mengucapkan terimakasih yang tak terhingga atas semua bantuan dan pendampingan yang telah dilakukan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000
Tanggal : 17 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Vendi_Vero @Sekar_Tinah

Andik mengalami remuk tulang kaki karena kecelakaan


KINI BINTI WAHYO, ( 39, jantung lemah, kelenjar Thyroid). Alamat : Dusun Papringan, RT.02/04 Desa Getasanyar, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Ibu Kini memiliki fasilitas kesehatan berupa Jamkesmas. Beliau memiliki tanggungan 2 orang anak, kelas 5 Sekolah Dasar, Balita 5 tahun gizi buruk sedangkan anaknya yg tertua berumur 18 tahun dan bekerja menjadi pembantu di rumah makan. Suami Ibu Kini yaitu bapak Sunu (53 tahun) bekerja sebagai penjual cilok keliling yang penghasilannya bahkan tidak mencukupi untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Bu Kini mengalami sakit benjolan di leher sejak 11 tahun yang lalu sampai-sampai untuk berbicara tidak jelas bahkan untuk bernafas kadang mengalami kesulitan. Sedekah Rombongan bertemu dengan Bu Kini berdasarkan Informasi dari warga sekitar. Proses pengobatan di mulai di RS Dr. Sayidiman Magetan dua tahun yang lalu, tetapi karena keterbatasan peralatan terpaksa harus dirujuk ke RS Dr. Moewardi Solo. Santunan ke 9 titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan untuk biaya akomodasi selama pengobatan setelah sebelumnya masuk pada rombongan 632, 774, 785, 891, 949, 1023, 1054 dan 1066. Keluarga Bu Kini merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000,-
Tanggal : 16 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Vendi_Vero

Bu Kini menderita jantung lemah, kelenjar Thyroid


WINDARTI BINTI KASNI (17, Tumor otak). Alamat : RT 02/01 Dusun Genggong Desa Randugede Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Windarti belum sempat tamat SD saat 2013 divonis kena tumor otak. Hal yang ia rasakan yaitu sering pusing dan sempoyangan. Dia sempat dioperasi di Rsud Soedono pada bulan Juni 2013 dan kondisi membaik, dia sudah bisa berjalan dan bersepeda seperti teman-teman sebayanya. Namun keadaan kurang beruntung menghampirinya lagi pada bulan Agustus 2014 dia mengalami drop lagi, oleh pihak medis dia diminta operasi tapi terbentur dengan masalah biaya operasional, saat itu dia hanya bisa berbaring lemah di kasur lusuh, berbicara hanya beberapa patah kata saja. Ayahnya, yaitu Pak Kasni (45) ingin melanjutkan pengobatan, namun apa daya beliau hanyalah seorang buruh tani yang pendapatannya hanya 800 ribu perbulan sedangkan sang Ibu, yaitu bu Lasmini (39) sebagai ibu rumah tangga sehingga sangat kesulitan untuk biaya operasional maupun biaya pengobatan Windarti ini. Dulu kalau kontrol ke Madiun bisa naik ojek tetapi sekarang kondisinya sangat lemah, dia hanya bisa berbaring saja dan untuk berobat perlu carter mobil sedangkan kedua orangtuanya tidak sanggup untuk membayar. Mereka membutuhkan bantuan untuk meringankan beban yang dialami Windarti dan keluarga. Alhamdulillah keluarga Pak Kasni dipertemukan dengan Sedekah Rombongan berdasarkan informasi dari salah satu kurir. Setelah proses operasi dan kontrol rutin, kondisi Windarti sudah membaik, bisa bicara, mendengar bahkan berjalan normal. Setelah beberapa saat berjalan ternyata tumor di kepala Windarti tumbuh lagi sehingga dokter menyarankan tindakan sinar. Akhir nya Windarti dirujuk ke Rsud Moewardi Solo dan menjalani rangkaian sinar sebanyak 30 kali. Selanjutnya tumor di kepala Windarti dinyatakan hilang tetapi harus tetap menjalani kontrol tiap bulan sekali. Santunan kesebelas sebesar Rp 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 745, 764, 788, 866, 880, 897, 935, 990, 1052 dan 1066. Pak Kasni mengucapkan terima kasih atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan selama ini.

Jumlah Bantuan : Rp 500. 000,-
Tanggal : 17 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Vendi_Vero

Windarti divonis kena tumor otak


AJI PANGESTU BIN DAMIN, (11, Katup Jantung). Alamat : Jalan Kelud No. 378 RT 6/1 Dukuh Kauman Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Dik Aji mengalami sakit yang menurut hasil diagnosa dokter adalah penyakit katup jantung. Awal mula sakit Dik Aji ini adalah sesak di dada, pusing dan seluruh badan terasa lemas. Kemudian Dik Aji ini dibawa ke RSUD dr.Sayidiman Magetan pada hari Senin tanggal 30 Maret 2015. Karena harus diperiksa dan cek darah, akhirnya Dik Aji diharuskan menginap selama 1 minggu. Hasil diagnosa dokter Dik Aji ini mengalami penyakit katup jantung, dan oleh dokter disarankan untuk dirujuk ke RSU dr.Soedono Madiun untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik. Setelah dibawa ke RSUD Madiun, dokter menyarankan untuk dirujuk ke RSUD Moewardi Solo. Dik Aji ini masih sekolah kelas 5 SD. Bapak Dik Aji bernama Pak Damin (49) yang bekerja sebagai buruh di industri kulit. Penghasilan Pak Damin sebulan hanya sekitar Rp.1.000.000,- yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak-anak. Sedangkan ibunya, Bu Rusmiyati (50) sebagai ibu rumah tangga. Dik Aji adalah 2 bersaudara, kakaknya bernama Dwi. Dwi berusia 15 tahun kelas 3 SMP. Untungnya keluarga ini sudah memiliki Jamkesmas. Keluarga Dik Aji merasa senang bisa bertemu dengan Sedekah Rombongan. Informasi mengenai Dik Aji ini didapat dari salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Keluarga Dik Aji berharap Sedekah Rombongan bisa membantu untuk biaya pengobatan Dik Aji. Bantuan dana yang kedelapan dari para sedekaholic sebesar Rp 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi selama pengobatan dan kontrol rutin setelah sebelum nya masuk rombongan 701, 800, 833, 897, 990, 1052 dan 1066. Keluarga Pak Damin mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 17 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Vendi_Vero @Kinanti_Awe

Dik Aji mengalami penyakit katup jantung


SURATMI BINTI SINUNG (55, Ca Nasofaring). Alamat : RT 25/2 Dusun Dokingkin, Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Ratmi sudah satu tahun terakhir menderita sakit Ca Nasofaring. Awal nya berobat di Rsud. Sayidiman Magetan, setelah itu dirujuk ke Rsud. Soedono Madiun. Akhirnya bu Ratmi dirujuk ke Rsud. Moewardi Solo dan dilakukan operasi pada bulan Juli 2017. Saat itu bu Ratmi belum punya Bpjs dan tidak ada yang mengarahkan sehingga pengobatan menggunakan biaya umum sehingga menghabiskan cukup banyak biaya. Suaminya yaitu pak Suparni (62) bekerja sebagai buruh tani sangat merasa berat untuk membiayai pengobatan bu Ratmi, sehingga setelah kontrol 4 kali pengobatan dihentikan karena kehabisan biaya. Pada bulan Desember 2017, penyakit bu Ratmi kambuh dan lebih parah dari sebelum nya. Informasi mengenai bu Ratmi diperoleh dari suami nya yang mendatangi rumah salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Bu Ratmi akhir nya masuk menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan pada tanggal 1 Januari 2018. Saat ini beliau kembali menjalani pengobatan di Rsdm Solo dengan plan pengobatan kemoterapi rutin. Bantuan keduapun disampaikan sebesar Rp. 500.000,- dan digunakan untuk akomodasi Rawat inap dan kontrol rutin setelah sebelumnya menerima bantuan dan masuk dalam rombongan 1107. Bu Ratmi sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Ratmi segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500. 000,-
Tanggal : 27 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama

Bu Ratmi menderita sakit Ca Nasofaring


NURYADI BIN SUPARMIN ( 31, tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja) Alamat : RT 1/3 Dusun Basri, Kelurahan Sidorejo Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Bang Nurcarik, biasa Nuryadi di panggil, namun pagilan Nurcarik ternyata tidak seperti yang kita pikirkan yang artinya Nur sekretaris desa. Nur hanya bekerja sebagai kuli batu di pertambangan batu di sekitar desanya. Suatu hari Nur punya niatan membangun rumah dan mencari batu sendiri di sela-sela pekerjaanya sebagai kuli batu. Namun, mala petaka menimpanya ketika ia berniat memecah batu untuk rumahnya. Batu tersebut bukan nya pecah namun jatuh dan menimpa kaki kanan nya hingga mengakibatkan tulang besar kakinya hilang 10 cm. Kejadian itu menimpanya sekitar tiga tahun yang lalu, penanganan operasi pertama di lakukan di RSUD Mojosongo dengan biaya umum. Karena sudah kehabisan biaya, akhirnya Nur mendaftarkan diri ke BPJS mandiri dan selanjutnya di rujuk ke RSUD dr Suharso/Ortopedi Solo. Sekali lagi Nur kembali memiliki kendala biaya transportasi, karena tidak ada pemasukan sama sekali dan istrinya seorang ibu rumah tangga dan mempunyai 2 tanggungan anak usia sekolah. Akhirnya keluarga Nur mencari informasi tentang Sedekah Rombongan yang pernah membantu tetangganya berobat dan di lanjutkan mendatangi RSSR Magetan untuk mengajukan bantuan. Nur akhirnya menjadi pasien dampingan #SR Magetan. Operasi ke lima Nuryadi dilakukan Oktober 2016 sedangkan operasi lanjutan dilakukan tanggal 2 November 2016. Operasi terakhir dilakukan pada tanggal 13 Oktober 2017. Pada bulan Januari 2018 dilakukan operasi untuk pelepasan pen pada kaki nya. Titipan santunan kelimabelas dari sedekahholic sebesar Rp 850.000 telah disampaikan dan digunakan untuk akomodasi kontrol, pembayaran Bpjs Mandiri serta biaya medikasi yang harus dilakukan setiap hari, setelah sebelum nya masuk rombongan 785, 798, 846, 853, 874, 909, 929, 976, 1007, 1052 1069, 1083, 1091 dan 1107. Nuryadi sekeluarga mengucapkan terimakasih atas segala bantuan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 850.000,-
Tanggal : 25 Februari 2018
Kurir : @Ervinsurvive @Mirsa_DP @Jeans_Oswolf @Sular_Khan

Pak Nur mengalami tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja


KASMI BINTI SAKERAN (41, Ca Mamae + Myom). Alamat : Dusun Ngasem RT 2/1, Desa Banjarejo, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Kasmi adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita sakit Ca Mamae dan Myom selama satu tahun terakhir. Pertama kali bu Kasmi berobat ke dokter umum, selanjutnya dirujuk ke Rsud. Soedono Madiun. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa bu Kasmi menderita Ca Mamae dan Myom sehingga harus dirujuk ke Rsud. Moewardi Solo. Bu Kasmi mulai berobat ke Rsdm Solo bulan Mei 2017 dan operasi dilaksanakan tanggal 13 September 2017. Sebelum operasi sudah dilakukan kemoterapi sebanyak 3 kali. Jahitan bekas operasi sedikit mengalami kegagalan sampai harus 2 kali dilakukan perbaikan baik di Rsud. Magetan maupun di Rsdm Solo. Bu Kasmi tidak memiliki anak, dan suaminya sudah tidak memperdulikan dia lagi sehingga sering kali bu Kasmi harus berangkat berobat sendiri walau kadang didampingi kakak nya atau ibu mertua nya yang masih sangat perduli dengan bu Kasmi. Informasi tentang bu Kasmi diperoleh dari salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Setelah melalui proses Survey, bu Kasmi masuk menjadi salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan mulai Senin, 30 Oktober 2017. Saat ini direncanakan proses kemoterapi suntik sebulan sekali. Santunan keempat titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi kontrol dan pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 1083, 1094 dan 1107. Bu Kasmi sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Kasmi segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti sebelumnya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Rubianto @Mirsa_DP

Bu Kasmi menderita sakit Ca Mamae dan Myom


YUNI PURWANINGSIH (42, Ca Mamae). Alamat : Jalan Kelud RT. 4/1 Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Yuni adalah seorang ibu dari 3 anak yang sehari-hari bekerja di warung kopi milik nya. Bulan Juni tahun 2015 Bu Yuni merasakan ada benjolan di payudara nya sebelah kanan tetapi tidak begitu dihiraukan. Pengobatan hanya dilakukan dengan mengkonsumsi obat alternatif karena terkendala keterbatasan biaya. Penghasilan bu Yuni di warung dan Suaminya yaitu Bapak Supriyanto (42 tahun) yang berjualan mie ayam keliling hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari dan biaya sekolah 3 orang anak nya.Tetapi setelah hampir dua tahun penyakit nya semakin parah akhirnya Bu Yuni periksa ke dokter dan diharuskan melakukan check lab. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa harus segera dilakukan operasi untuk pengangkatan payudara kanan nya. Mulai tgl 20 Maret 2017 Bu Yuni menjadi pasien dampingan SR Magetan dengan melakukan pemeriksaan awal ke Rsup. Soedono Madiun untuk selanjutnya di rujuk ke Rsup. Moewardi Solo dengan menggunakan jaminan Bpjs Mandiri kelas 2. Setelah melalui rangkaian pemeriksaan yang meliputi rotgen, Usg, rotgen punggung dan check lab akhirnya operasi dilaksanakan hari Jum’at, 31 Maret 2017 dan Alhamdulillah berjalan lancar. Terapi sinar telah dilakukan sebanyak 10 kali untuk punggung dan sinar 24 kali untuk ca Mamae. Saat ini bu Yuni menjalani proses kemoterapi yang direncanakan sebanyak 6 kali. Santunan ke sepuluh titipan dari para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 986, 1023, 1032, 1043, 1058, 1069, 1083, 1094 dan 1107. Pak Supriyanto dan Bu Yuni mengucapkan terimakasih atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan, semoga menjadi berkah untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Dedik

Bu Yuni menderita ca mamae


WIDJI ALWIJIANTO (45, Ca Thyroid). Alamat : Dusun Godekan RT. 8/4 Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Widji, seorang lelaki berusia 45 harus terbaring lemah di atas kasur. Terdapat benjolan dilehernya sebelah kanan sebesar bola. Dulunya ia bekerja sebagai pencari pasir disungai dekat rumahnya. Ayah dari 2 orang anak ini kemudian merasakan keanehan pada lehernya, dan dibawa ke Rsud. Soedono Madiun. Hasil diagnosis dokter menyatakan bahwa pak Widji menderita Ca Thyroid, dan menganjurkan untuk melakukan kemoterapi di Rsud. Moewardi Solo. Namun karena terbatasnya biaya akhirnya pak Wijdi tidak melakukan apa yang telah disarankan dokter. Mendapat informasi dari keluarga disekitar tempat tinggal pak Wijdi, kurir Sedekah Rombonganpun melakukan survey. Pak Wijdi mulai didampingi SR tanggal 22-5-2017. Setelah mendapat rujukan dari Rumah sakit. dr Oen Solo selanjutnya berobat ke Rsup. Moewardi Solo. Operasi pertama dilaksanakam Senin, 29-5-2017 dan berjalan dengan lancar. Saat ini sedang menjalani rangkaian pengobatan untuk dilakukan operasi kedua yang rencananya dilaksanakan tanggal 6-9-2017. Santunan kesembilan titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp 500.000 dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat serta rawat inap setelah sebelum nya masuk dalam rombongan 1023 1030, 1044, 1059, 1069, 1083, 1091 dan 1107. Pak Widji sangat berterimakasih atas bantuan yang telah sedekaholic berikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk pak Widji, dan semoga segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Kinanti_Awe @Vendi_Vero

Pak Widji menderita ca thyroid


SARIYEM BINTI SARDI (55, Ca Mamae). Alamat : Dusun Nglemi RT/RW : 05/05 Desa Turi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan Jawa Timur. Bu Sariyem adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita Ca Mamae sejak satu tahun terakhir tetapi sakitnya disembunyikan dari keluarga dan baru ketahuan 5 bulan lalu (bulan Mei 2017). Bu Sariyem mulai berobat ke Rsud. Soedono Madiun sejak awal Agustus 2017. Dari rangkaian pemeriksaan yang dilakukan, bu Sariyem dinyatakan menderita Ca Mamae dan langsung di rujuk ke Rsdm Solo. Bu Sariyem mulai melakukan pengobatan di Rsdm Solo sejak pertengahan Agustus 2017. Biaya transportasi dan akomodasi dirasa sangat berat walaupun sudah berobat menggunakan fasilitas Bpjs kelas 3. Suaminya yaitu Bapak Sukiman (58 tahun) bekerja sebagai buruh tani yang penghasilan nya tidak menentu. Informasi mengenai bu Sariyem diperoleh dari salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Setelah melakukan survey, bu Sariyem masuk menjadi pasien dampingan mulai tanggal 24-8-2017. Saat ini bu Sariyem menjalani proses kontrol rutin dan kemoterapi di Rsdm Solo. Kondisinya beberapa kali menurun dan mengharuskan untuk ranap inap. Batuk-batuk terus dialami bu Sariyem karena kemungkinan kanker telah menjalar sampai paru-paru. Setelah hampir setengah tahun dalam dampingan SR dan segala ikhtiar telah dilakukan, Allah berkehendak lain, hari senin 19-2-2018 bu Sariyem meninggal dunia saat dirawat di Rsup. Moewardi Solo. Semoga semua amal kebaikan beliau diterima di sisi Allah dan keluarga yang tinggalkan diberikan ketabahan. Amin. Bantuan keenam telah disampaikan sebesar Rp. 1.000.000 dan digunakan untuk, biaya akomodasi ranap dan santunan kematian setelah sebelum nya masuk rombongan 1054, 1069, 1083 dan 1094 dan 1107. Rasa terimakasih disampaikan oleh keluarga Bu Sariyem atas bantuan yang telah disampaikan selama ini. Dan menjadi catatan kebaikan untuk semua pihak yg telah membantu pendampingan bu Sariyem selama ini. Amin

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 25 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mirsa_DP @Jeans_Oswolf @Rubianto

Bu Sariyem menderita ca mamae


SUDARSI BINTI MARTO SIRMAN (43, Ca Mamae). Alamat : Dukuh Mbiroto RT 2/2, Desa Garon, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Darsi demikian beliau biasa dipanggil adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita Ca Mamae kurang lebih setahun yang lalu. Penyakit ini ditandai dengan ada nya benjolan pada payudara tetapi karena tidak timbul rasa sakit maka bu Sudarsi membiarkan nya saja. Baru setelah setahun timbul rasa sakit maka bu Sudarsi mencoba periksa ke Rsud. Sayidiman Magetan dan dinyatakan perlu tindakan operasi. Suami bu Sudarsi yaitu pak Muhamad Shokib (59) cukup panik takut biaya yang dibutuhkan tinggi sedangkan keluarga ini belum memiliki Bpjs. Pak Sokib sendiri bekerja dengan beternak kelinci dan ayam serta menjual nya ke pasar, wajar beliau kebingungan dengan biaya operasi untuk istrinya. Akhirnya dengan saran keluarga pak Shokib mendaftarkan Bpjs. Setelah Bojs aktif, maka bu Darsi melanjutkan pengobatan dan operasi telah dilaksanakan pada awal bulan Desember 2017. Saat ini beliau melakukan pengobatan lanjutan dengan kontrol rutin di Rsud. Sayidiman Magetan. Informasi mengenai bu Sudarsi diperoleh dari salah satu teman kurir Sedekah Rombongan Magetan. Santunan ketiga titipan para Sedekaholic pun telah disampaikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan untuk biaya berobat lanjutan setelah sebelum nya masuk Rombongan 1090 dan 1107. Rasa terimakasih disampaikan untuk bantuan yang telah diterima. Semoga bu Sudarsi bisa sembuh dan beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Dedik

Bu Darsi menderita ca mamae


SULOPO BIN WIR SUNGKONO (62, Tumor Orbita). Alamat : Jalan Salak RT. 01/ 01 Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Beliau seorang laki laki berusia 62 tahun, Sulopo namanya. Pekerjaan sehari harinya adalah seorang pemilik warung kopi. Gejala penyakit nya sudah ia rasakan sejak 3 tahun yang lalu. Namun baru Maret 2017 terjadi pembengkakan di daerah mata kiri. Pak Sulopo memutuskan berobat ke Surabaya April lalu, dan dokter mendiagnosa bahwa Pak Sulopo menderita Tumor Orbita / Tumor ganas. Pak Sulopo berobat ke Rsup. dr. Soetomo Surabaya dengan menggunakan jaminan KIS kelas 3. Dari informasi sekitar tempat tinggal Pak Sulopo, kurir Sedekah Rombongan melakukan Survei dan akhirnya beliau menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan dan Sedekah Rombongan Surabaya. Saat ini beliau menjalani kontrol rutin dan kemoterapi di Rsup. Soetomo Surabaya. Santunan kesembilan titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi transportasi dan pengobatan selama di Surabaya setelah sebelum nya masuk rombongan 1007, 1030, 1032, 1054, 1066, 1069, 1091 dan 1107. Pak Sulopo sangat berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat, dan semoga penyakit yang di derita pak Sulopo segera mendapat kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Bambang_BKY @Jeans_Oswolf @Vendi_Vero

Pak Sulopo menderita tumor orbita


PRASULISTYANINGTYAS BINTI SATYO (38, Gagal ginjal). Alamat : Desa Sambirobyong RT 3/2, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Tyas, demikian ibu dua orang anak ini biasa disapa menderita gagal ginjal. Pada bulan Oktober 2017 bu Tyas mengalami sakit punggung dan tidak nafsu makan dan karena terus berlanjut maka bu Tyas berobat ke Rsud. Pangkalan Maospati Magetan. Berikutnya saat pulang kampung di Solo, bu Tyas harus menjalani Rawat inap di RS. Panti Waloya selama seminggu di ICU dan dilakukan cuci darah sekali karena ternyata ginjal bu Tyas mengalami penurunan fungsi. Empat hari setelah pulang dari ranap kembali merasa sesak dan pusing sehingga harus dilarikan ke RS. Panti Waloya lagi dan langsung di lakukan hemodialisa. Saat ini bu Tyas harus menjalani hemodialisa rutin setiap hari Rabu dan Sabtu di Rsu. Oen Kandang Sapi. Suami nya yaitu pak Gito (36) bekerja di bengkel, harus tetap bekerja dan mengurus 2 anak nya yang masih kecil dan ibu dari pak Gito yang juga dalam kondisi sakit. Saat ini bu Tyas menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Solo karena hemodialisa dilakukan di Rumah Sakit area Solo. Bantuan kedua sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk membeli obat diluar tanggungan Bpjs setelah sebelumnya masuk dalam rombongan 1090. Bu Tyas sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Tyas bisa sembuh dan dapat beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Vendi_Vero

Bu Tyas menderita gagal ginjal


MESNAN BIN SUROREJO (65, Ca Nasopharing). Alamat : RT 20/02 Desa Kedung Putri, Kecamatan Paron , Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Pak Mesnan adalah seorang bapak yang menderita Ca Nashoparing, berawal dari satu tahun ysng lalu telinga nya selalu berdenging dan lama-lama tumbuh benjolan. Pertama kali Pak Mesnan periksa ke poli THT Rsud. Soeroto Ngawi dengan didampingi anak nya yang bernama Rita. Dari hasil pemeriksaan, pak Mesnan dinyatakan menderita Ca Nashoparing dan dirujuk ke Rsud. Moewardi Solo pada bulan Mei 2016 dan kemo pertama dilaksanakan bulan Januari 2017. Rangkaian pengobatan yang panjang sangat memberatkan pak Mesnan walaupun sudah menggunakan Bpjs klas 3. Biaya untuk transportasi dan akomodasi yang cukup memberatkan karena Pak Mesnan sejak sakit sudah tidak bisa bekerja lagi, sedangkan istrinya (Sumiyem, 59) berkerja sebagai buruh tani yang penghasilan nya tidak menentu. Informasi mengenai pak Mesnan diperoleh dari salah satu pasien dampingan Sedelah Rombongan Magetan. Pak Mesnan masuk jadi pasien dampingan Sedekah Rombongan mulai 24-7-2017. Pak Mesnan baru selesai menjalani rangkaian sinar sebanyak 30 kali dan saat ini melakukan kontrol rutin ke Rsud. Moewardi Solo. Santunan kelima sebesar Rp. 500.000 pun disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi kontrol di Rsdm Solo, setelah sebelum nya masuk rombongan 1052,1069, 1083 dan 1094. Pak Mesnan mengucapkan terima kasih atas semua bantuan yang telah disampaikan. Semoga beliau bisa sembuh dan beraktifitas seperti biasanya. Amin

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Mirsa_DP @Rubianto @Gabela_AW

Pak Mesnan dinyatakan menderita ca nashoparing


SENO BIN SUPANI (38, gagal ginjal) Alamat : Dusun Jelok RT. 04/01, Desa Sukowidi Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Propinsi Jawa Timur. Sebagai kepala rumah tangga Pak Seno bekerja giat sebagai tukang sayur keliling. Pekerjaan ini ditekuni semenjak berumah tangga sampai mempunyai anak kembar dua. Dari hasil kerja kerasnya bisa membuat rumah dan memiliki tabungan. Setelah selesai membangun rumah Pak Seno mulai merasakan sakit yang dinyatakan dokter sebagai sakit diabet/gula. Pernah keluar masuk /dirawat di Rsud. Sayidiman Magetan mulai tahun 2013 dengan menggunakan fasilitas layanan BPJS. Sekarang kondisi kesehatannya sangat lemah, bahkan sejak 8 bulan terakhir harus melakukan cuci darah dua kali seminggu ke Rsud. Sayidiman Magetan. Penghasilan keluarga tidak ada sama sekali, untuk makan dan berobat mengandalkan bantuan dari sanak kerabat dan tetangga. Sedangkan istrinya tidak dapat bekerja karena merawat anaknya kembar yang baru kelas 3 SD dan merawat suaminya yang sakit. Berdasarkan hasil survey akhir nya Pak Seno menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Santunan kesembilan titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan sebagai biaya akomodasi pengobatan setelah sebelumnya masuk dalam rombongan 1007, 1030, 1043, 1058, 1069, 1083, 1094 dan 1107. Pak Seno sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga berbalas kebaikan untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf

Pak Seno menderita gagal ginjal


AGUS SUYONO (47, patah tulang kaki karena kecelakaan). Alamat : Dusun Godeg RT 1/1, Desa Selopanggung, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Agus, demikian bapak 2 orang anak ini biasa disapa mengalami kecelakaan pada bulan 20 Juli 2017. Saat kecelakaan terjadi langsung dilarikan ke Rsud. Sayidiman Magetan dan selanjutnya dirujuk ke Rsi Madiun. Saat itu pak Agus belum memiliki Bpjs maka untuk biaya operasi dengan biaya umum sekitar 15 Juta rupiah. Karena kehabisan biaya maka istrinya yaitu bu Hendri Septiani (35) mendaftarkan Bpjs Mandiri. Walaupun sudah mempunyai Bpjs, tetapi biaya operasional untuk pengobatan dirasa masih sangat memberatkan istrinya. Biaya sewa mobil untuk kontrol ke Rsud. Soedono Madiun tiap 2 minggu sekali, obat diluar bpjs dan biaya medikasi luka setiap hari sangatlah berat. Bu Hendri yang bekerja sebagai guru Honorer di SD dengan penghasilan nya tentu tidak mampu menanggung semua biaya tersebut. Informasi mengenai pak Agus diterima dari ibu salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Sejak tanggal 12 Desember 2017 pak Agus menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Santunan ketiga pun disampaikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan untuk akomidasi rawat inap dan pembelian obat diluar Bpjs setelah sebelum nya dibantu dan masuk pada Rombongan 1091 dan 1107. Bu Hendri sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga pak Agus segera sembuh dan beraktifitas seperti sebelumnya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Vendi_Vero

Pak Agus menderita patah tulang kaki karena kecelakaan


SULARTINI BINTI MASIM (30, Paraplegia). Alamat : Dusun Jeruk Gulung RT 1/5, Desa Patalan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Bu Tini demikian adalah sebutan akrab untuk bu Sulartini, seorang ibu rumah tangga dengan 2 anak yang menderita sakit paraplegia, yaitu suatu penyakit yang ditandai dengan menurunnya fungsi syaraf motorik sehingga menimbulkan kelumpuhan. Sakit itu berawal saat bu Tini masih bekerja di Jakarta, tiba-tiba jatuh pada saat bekerja. Pasca kecelakaan jatuh, bu Tini sering mengalami pusing dan jalan nya menjadi sempoyongan. Akhirnya bu Tini pulang kampung dan berobat ke Rsud. Soeroto Ngawi. Sakit nya bukan bertambah baik tetapi setelah lebaran, bu Tini malah tidak bisa berjalan sama sekali. Setelah beberapa lama tidak berobat, pada bulan Januari bu Tini dibawa berobat ke Rsud. Soedono Madiun. Beberapa kali pemeriksaan akhirnya bu Tini dirujuk ke Rsud. Moewardi Solo. Saat itu pak Sudarto (40) suaminya yang bekerja sebagai butuh serabutan merasa kebingungan karena tidak mempunyai uang untuk melanjutkan pengobatan ke Solo. Penghasilan nya setiap hari hanya cukup untuk biaya hidup dan sekolah kedua anaknya. Pak Sudarto mendapatkan informasi mengenai Sedekah Rombongan dari salah seorang pasien dampingan SR Magetan. Setelah disurvey, akhirnya bu Tini menjadi pasien dampingan SR Magetan mulai 29-1-2018. Pengobatan dilanjutkan ke Rsud. Moewardi Solo, dan setelah pemeriksaan intensif selama seminggu pihak Rsud. Moewardi angkat tangan dan mengembalikan rujukan nya ke Rsud. Soedono Madiun untuk melakukan terapi rutin yang dijadwalkan 12 kaki terapi. Santunan awal titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 800.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat dan terapi. Pak Sudarto dan Bu Tini sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas santunan yang telah disampaikan, semoga masih ada harapan kesembuhan untuk bu Tini, Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 22 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama

Bu Tini menderita sakit paraplegia


SRI WAHYUNI BINTI AMAT MIMBAR (46, Ca Mamae). Alamat : Jalan Salak RT 9/2, Desa Gulun. Bu Yuni demikian biasa dipanggil adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita sakit Ca Mamae mulai tahun 2016. Berawal pada bulan September tahun 2016, merasakan ada benjolan di daerah dada kanan bawah, apabila dipegang tidak sakit, lalu di periksakan ke puskesmas setempat. Berikutnya bu Yuni dirujuk ke Rsau. Iswahyudi Maospati, dilakukan pemeriksaan Lab dan pemeriksaan lanjutan, kemudian tanggal 2 Januari 2017 dilakukan Operasi pengangkatan benjolan dan payudara. Usai operasi menjalani kontrol rutin 2 bulan. Berikutnya dirujuk ke RS Haji Sukolilo untuk dilakukan Kemoterapi. Setelah kemo 6 kali, dirujuk lagi ke Rsup Dr. Sutomo untuk terapi sinar sebanyak 25 kali, dimulai tanggal 22 Januari 2018. Pengobatan yang panjang sangat memberatkan pak Katino (53) yaitu suami bu Yuni yang bekerja sebagai butuh tani. Walaupun bu Yuni menggunakan jaminan KIS untuk proses pengobatan, tetapi biaya akomodasi transport dirasa cukup memberatkan. Informasi mengenai bu Yuni diperoleh dari salah satu kurir Sedekah Rombongan yang bertemu bu Yuni saat berobat di Rsup. dr. Soetomo Surabaya. Selanjutnya bu Yuni masuk menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan mulai 29 Januari 2018. Santunan awal sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat selama di Surabaya. Bu Yuni sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan tang telah disampaikan. Semoga bu Yuni segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Bambang_Bky

Bu Yuni menderita sakit ca mamae


MTSR 1 MAGETAN (AE 8066 NE, Biaya Operasional Februari 2018). Mobil APV tahun 2008 dengan nomor polisi AE 8066 NE. adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Magetan dengan interior ambulance standart untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Magetan sejak 19 April 2015 yang lalu. Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan untuk menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Magetan seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng Gunung Lawu dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan Februari 2018 sebesar Rp 2.367.000,- di gunakan untuk pembelian BBM, pembelian Aki dan Jasa driver. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic MTSR 1 Magetan dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit. Sebelumnya laporan keuangan MTSR AE 8066 NE masuk pada rombongan 1107.

Jumlah Bantuan : Rp 2.367.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Februari 2018


MTSR 2 MAGETAN (AE 1495 KG, Biaya Operasional Februari 2018). Pada tanggal 12 Agustus 2016 Sedekah Rombongan wilayah Magetan kembali mendapat amanah dari warga setempat berupa satu unit mobil Luxio tahun 2012 yang di pergunakan sebagai MTSR di wilayah Magetan dan sekitarnya. Mobil standart penumpang tersebut di pergunakan untuk mempermudah bergerakan Kurir Sedekah Rombongan Di wilayah Magetan untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholic dan mengantar pasien dampingan ke Solo, Yogya, Surabaya maupun Malang. Mtsr 2 digunakan juga Untuk mengoptimalkan mobilitas MTSR di Kota Kabupaten Magetan yang juga mengcover wilayah Kabupaten Ngawi dan sekitarnya. Kebutuhan BBM Servis rutin dan biaya Operasional pastinya sangat di butuhkan. Bantuan kali ini pada bulan Februari 2018 sebesar Rp 3.673.000,- di alokasikan untuk biaya pembelian BBM, Biaya bengkel, pembelian 2 buah ban, biaya cuci mtsr, pembelian dop lampu depan serta jasa driver. Laporan keuangan Operasional MTSR AE 1495 KG sebelumnya masuk pada rombongan 1107.

Jumlah Bantuan : Rp 3.673.000
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Februari 2018


RSSR MAGETAN (Sembako pasien bulan Februari 2018). Alamat : Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo. Kebutuhan pokok yang diperlukan antara lain : Beras, sayur, Gula, kopi, susu, minyak, detergen, lauk-pauk dan lain- lain. Alhamdulillah berkat sedekaholics, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi di bulan ini dan tersampaikan untuk pasien dampingan yang berada di RSSR. Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan konsumsi pasien selama bulan Februari 2018. Laporan sebelum nya masuk rombongan 1107.

Jumlah Santunan : Rp 742.000-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Sembako pasien bulan Februari 2018


RSSR MAGETAN (Biaya operasional Rssr Magetan bulan Februari 2018). Rssr adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. RSSR hadir di Magetan sejak bulan Oktober 2015. Kami mengontrak rumah di Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan selama 2,5 tahun setelah 1 tahun sebelum nya berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomer 25 Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo. Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan rekening air, listrik, telpon, internet, kebersihan dan prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan Magetan selama bulan Februarii 2018 setelah sebelum nya masuk rombongan 1107.

Jumlah Santunan : Rp 1.613,650,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Rssr Magetan bulan Februari 2018


ANANDA GANIEZ CALLIEZYA PUTRI SULARTO (4 , Acute Lymphoblastic Leukemia). Alamat : Dusun Towo, RT 2/5 , Desa Kebonagung , Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Adik Ganies biasa dipanggil demikian oleh keluarganya. Ganies mulai dari November 2016 sudah sering sakit-sakitan dan sudah berobat ke RSUD dr. Darsono Pacitan, karena belum menemukan diagnosa penyakit kemudian di rujuk ke RS Dr Sadjito Yogyakarta. Setelah melalui diagnosa cukup lama sekitar 3 bulan kemudian di ketahui menderita penyakit acute lymphoblastic leukemia. Dek Ganies memilik fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami ananda Ganies. Santunan keduapun di sampaikan untuk membantu biaya akomodasi berobat adik Ganiez ke RSUD dr Sardjito Yogyakarta setelah sebelum nya menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1109. Alhamdulilah adik Ganiez telah rutin kembali berobat kemoterapi. Orang tua merasa senang sekali, bersyukur, dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 15 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @EdiSutaro @RestySucia

Ganies menderita penyakit acute lymphoblastic leukemia


BINTANG ZHAFRAN MEYFIAN MUKTI (2, Tetralogi Off Fallot + Omphalochel) Alamat: Ngemplak Rejosari RT 4/15, Kel. Gilingan, Kec. Banjarsari , Kab. Surakarta, Prov. Jawa Tengah. Dik Bintang begitu sapaannya. Dik Bintang merupakan anak pertama dari Bapak Chandra M (27) dan Ibu Evi N (26). Dik Bintang menderita Jantung Bocor. Terdapat lubang pada sekat jantung akibat kelainan struktur jantung. Penyakit jantung bocor merupakan penyakit bawaan sejak lahir. Dengan jaminan kesehatan (KIS) yang di milikinya Dik Bintang menjalani pemeriksaan di RS. Dr Moewardi setelah di diagnosa TOF kemudian dirujuk ke RS. Jakarta Heart Center untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tanggal 21 Maret 2018 dik Bintang akan menjalani Operasi di RS Jakarta Heart Center. Biaya kebutuhan sehari hari di Jakarta sangatlah mahal, membuat orang tua dik Bintang bingung. Ayah dik Bintang bekerja sebagai buruh pabrik dengan penghasilan kurang lebih Rp. 1. 000.000,-/ bulan yang hanya cukup untuk mambayar kontrakan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ibu Evi memulai usahanya dengan jualan online, namun selama dik Bintang ke Jakarta nantinya olshopnya harus terhenti. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Bintang dan keluarga, Santunan ke-5 dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya kos dan kebutuhan sehari hari selama dik Bintang di Jakarta. Santunan sebelumnya masuk rombongan 1111 Dik Bintang dan keluarga menyampaikan terimakasih atas santunan yang diberikan dan meminta doa semoga segera diberi kesembuhan, tak lupa juga mendo’akan para kurir dan sedekaholics semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @Mawan @Anissetya @Welly @Aji

Dik Bintang menderita jantung bocor


JANUAR DAFFA MAULANA (3, Ichtyosis Lamelar). Alamat : Dsn. Gunung Mas RT02/1, Kec. Manyaran, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Daffa begitu biasa dipanggil memang menderita kelainan kulit ini sejak lahir serta sempat menghambat tumbuh kembang dan psikologisnya. Penyebabnya kelainan kromosum yang membuat Daffa tak memiliki pori-pori sehingga dia pun tak bisa berkeringat. Lahir premature di usia 6 bualan kandungan juga membuat Daffa mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Sampai saat ini Daffa masih rutin chek up ke poli kulit dan kelamin RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Bulan ini konsidi Daffa secara umum dinyatakan cukup stabil. Untuk perawatan kulitnya, tetap disarankan penggunaan cream khusus vasline noroid cream, olive oil serta sering mandi tanpa sabun. Tak hanya itu, Daffa juga harus mandi susu murni paling tidak seminngu sekali. Terapi kulit untuk kasus seperti Daffa ini memang hanya menjaga kelembaban kulit saja. Untuk proses tumbuh kembangnya saat ini, kondisi Daffa mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik. Baik kemampuan fisik maupun verbalnya. Syaraf motoriknya juga berfungsi dengan normal. Daffa adalah putra pertama pasangan Bapak Yulianto Pambudi dan Ibu Rahning Puspitasari. Saat ini ayahnya Daffa bekerja sebagai buruh pabrik demi membiayai pengobatan Daffa. Daffa memang pengguna BPJS MANDIRI, akan tetapi sebagian besar obat belum tercover oleh jaminan kesehatan. Belum lagi untuk perawatan khusus kulit Daffa sehari-hari membutuhkan biaya yang tak sedikit. Semakin bertambahnya usia, semakin besar pula tubuhnya artinya kebutuhan untuk perawatan kulit juga semakin bertambah. Dalam satu bulan Daffa membutuhkan cream pelembab paling sedikit 4 pot. Saat ini cream pelembab ini memang sudah tercover BPJS, hanya saja BPJS hanya mengcover 1 pot saja, itu artinya kekurangan kebutuhan cream Daffa harus dibeli dengan biaya umum. Padahal untuk 1 pot cream saja harganya mencapai 150.000 rupiah. Belum lagi untuk kebutuhan susunya. Daffa yang sebelum ditangani #Sedekah Rombongan sempat terhenti pengobatannya, merasa sangat terbantu setelah menjadi pesien dampingan #Sedekah Rombongan. Sampai saat ini kita tetap mendampingi pengobatan serta kontrol rutinnya. Semoga ke depan upaya ini semakin memberikan progress yang positip untuk kesembuhan sakit yang di alaminya.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Februari 2018
Kurir : @Mawan@Nonis@dodo

Daffa menderita kelainan kulit ini sejak lahir


FARID ABDULLAH( 2, Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik). Alamat : Dsn. Tahunan RT 02/06, Ds. Sambirejo, Kec.Jatisrono, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Farid begitu nama panggilannya, menderita beberapa kelainan, diantaranya kebocora jantung, sidaktil, bengkoknya pergelangan tangan kanan, serta tak memiliki daun telinga sebelah kanan. Bayi malang ini juga terlahir tanpa memiliki lubang anus (Atresia Ani). Dua hari setelah dilahirkan Farid dirujuk ke RS Dr Moewardi Surakarta untuk menjalani operasi pembuatan stoma, atau saluran pembuangan sementara di perut sebelah kiri. Sementara untuk jantungnya, untuk saat ini Farid menjalani terapi obat jantung diiringi fisioterapi untuk membantu tumbuh kembangnya. Pada saat operasi pertama kali yaitu pembuatan stoma, Farid memakai biaya umum mengingat belum memiliki fasilitas kesehatan apapun. Kini Farid adalah peserta BPJS MANDIRI. Empat bulan pasca operasi pembuatan stoma Farid menjalani operasi pembuatan anus. Normalnya satu tahun setelah operasi pembuatan anus, harusnya sudah dilakukan penutupan stoma dan bisa BAB lewat anus. Tapi Farid belum bisa menjalani operasi lanjutan karena kondisi jantung tidak memungkinkan. Hampir setiap bulan Farid mengalami penurunan kondisi, bulan ini Farid kembali menjalani rawat inap karena terjadi masalah dengan buang air kecilnya. Farid merasa kesakitan tiap kali buang air kecil. . Bahkan BB Farid tinggal 5 kg jauh dari nilai rujukan batas normal minimal. Farid masih tetap chek up rutin ke poli kardio anak. Setelah bulan-bulan sebelumnya mengalami penurunan kondisi jantungnya, bulan ini jantung kembali stabil kondisinya. Bahkan mulai bulan ini Farid mulai menjalani fisioterapi dua kali dalam seminngu. Sayangnya jadwal poli anak dan poli bedah anak bukan di hari yang sama artinya dalam seminggu kadang Farid harus ke RS dua kali dalam seminggu. Untuk biaya akomodasi sudah barang tentu mereka tak mampu. Sebagai seorang terapis, Ayah Farid, Bapak Suharwin hanya bisa bekerja jika ada orang yang membutuhkan saja, tak setiap hari ada yang melakukan terapi. Sementara Ibunya Farid, Ibu Yessy hanyalah ibu rumah tangga saja. Merekapun tinggal masih menumpang di rumah kakek dan neneknya Farid. Bantu Farid memperjuangkan kesembuhannya. Keluarga Farid tak mengharap Farid memiliki fisik normal. Mereka hanya ingin Farid sehat seperti anak pada umumnya. Semoga saja Farid tak menemukan banyak kendala untuk proses pengobatannya nanti.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Februari 2018
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Farid menderita atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik


DALIMIN BIN TARMO SUTARYO ( 62 , Tumor Pipi ). Alamat : Dsn Suwondo, RT 01/09, Ds. Gumiwang, Kec. Wuryantoro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Dalimin ini merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan yang juga sudah berjalan cukup lama. Pak Dalimin awalnya menderita tumor pipi selama hampir 11 tahun. Awalnya tim Dokter bedah onkologi tak berani melakukan pengangkatan tumor secara langsung. Akhirnya diputuskan dilakukan tindakan kemoterapi terlebih dahulu sebanyak 3 kali. Seleasi menjalani 3 kali kemoterapi akhirnya tumor berhasil diangkat dengan resiko yang cukup besar. Pasca Operasi Dalimin sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6, dilanjudkan kemoterapi obat serta radioterapi. Pak Dalimin saat ini sudah dinyatakan selesai jalani radioterapi. Untuk tindakan selanjudnya Pak Dalimin diminta lagi jalani serangkaian test, seperti USG,CT Scand, juga rongent. Hasil dari semua test dikonsulkan ke 5 dokter specialis, dan diputuskan untuk melanjutkan pengobatan dengan minum obat selama 3 bulan dulu. Artinya tiap bulan Pak Dalimin harus tetap rutin jalani kontrol sekaligus mengambil resep obat setiap dua minggu sekali. Setelah tiga bulan jalani terapi obat, bulan ini sesuai jadwal Pak Dalimin jalani USG untuk observasi,hasilnya cukup bagus sehingga dokter memutuskan melanjudkan terapi obat untuk 6 bulan lagi. Setelah 6 bulan jalani terapi obat, akhirnya dilakukan observasi, dan hasilnya cukup menggembirakan karen Pak Dalimin dinyatakan selesai pengobatannya. Setelah kurang lebih 3 tahun berobat akhirnya Pak Dalimin dinyatakan sembuh. Keluarga Pak Dalimin saat ini peserta BPJS MANDIRI. Meskipun begitu mereka masih kesulitan untuk biaya akomodasi dan medikasi. Bantuan dari #SedekahRombongan sangatlah meringankan keluarga Pak Dalimin. Dan sekarang Pak Dalimin tak perlu berobat lagi artinya Pak Dalimin berhasil mendapatkan kesembuhannya. Rasa syukur tak terhingga serta ucapan terima kasih kepada Sedekah Rombongan serta para Sedekaholic yang sudah membantu Pak Dalinin.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Februari 2018
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Pak Dalimin menderita tumor pipi


SURADI BIN SONO KARTO (33, TB Tulang). Alamat : Dsn. Jarum RT 02/01, Ds. Sidoharjo, Kec. Sidoharjo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Suradi, begitu beliau biasa dipanggil sudah satu tahun lebih merasakan sakit di punggungnya. Awalnya dihiraukan saja. Tak hanya itu saja, Pak Suradi sering batuk yang tak kunjung sembuh dan sering kambuh. Belakangan di ketahui bahwa Pak Suradi menderita TBC. Untuk pengobatan rutin dilakukan di RSUD WONOGIRI. Karena tak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun terpaksa biaya berobat memakai biaya umum. Sementara pengobatan TBC tetap berjalan, sakit di punggungnya juga semakin terasa sakit. Pak Suradi mulai kesakitan aktifitas. Dokter meminta dilakukan pengobatan juga untuk tulangnya, akan tetapi niat itu di urungkan dikarenakan tak ada biaya. Kini Pak Suradi sudah memiliki BPJS Mandiri dengan total 5 anggota keluarga, meskipun begitu Pak Suradi masih membutuhkan biaya akomodasi untuk berobat ke RS. Apalagi saat ini RS tempat Pak Suradi berobat justru semakin jauh. Diagnose terakhir ternyata Pak Suradi menderita TB Tulang dan harus dirujuk ke RS.Orthopedi Surakarta. Pak Suradi langsung sudah menjalani serangkaian test mulai test lab, rongent thorax sampai MRI. Hasilnya masih ditemukan adanya cairan menggenangi tulang. TB Tulang juga mulai menggerogoti tulang dengan ditemukannya beberapa bagian tulang yang berlubang terutama bagian punggung. Tim dokter memutuskan fokus menghilangkan cairan diparu- paru sambil tetap minum obat paru. Dari hasil observasi selam minum obat paru, bulan ini tim dokter pulmologi menyatakan bahwa tb di paru-paru sudah dinyatakan sembuh. Setelah bulan lalu menjalani MRI bulan depan dijadwalkan jalani USG ulang, dari hasil serangkaian testbitu akan diputuskan apakah perlu operasi lanjutan atau tidak, tetapi besar kemungkinan akan menjalani operasi ulang. Pak Suradi adalah tulang punggung keluarga. Istrinya Ibu hanyalah ibu rumah tangga biasa yang merawat tiga orang anak. Demi menghidupi keluarga, apalagi membiayai 2 anaknya yang sudah duduk di bangku sekolah lanjutan pertama, dalam keadaan sakit Pak Suradi tetap bekerja sebagai office boy di sebuah BMT dekat rumahnya. Tapi kini Pak Suradi tak mapu lagi bekerja pasca jalani operasi untuk menjaga kondisinya. Kesulitan ekonomi juga yang membuat Pak Suradi berat membayar iuran BPJS. Selama KIS belum jadi untuk sementara #SR mengcover iuran BPJS tiap bulannya. Buatnya membayar BPJS dengan jumlah 5 anggota keluarga tidaklah ringan. Bantuan yang di berikan #SR dirasa sangat membantu pengobatan Pak Suradi. Kini Pak Suradi dapat melanjudkan pengobatannya, dan semoga segera membaik.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Februari 2018
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Pak Suradi menderita TBC


IBRAHIM FATIH PAMUNGKAS (2, Paru-paru + Gangguan Tumbuh Kembang). Alamat: Dsn. Brangkalan, RT 01/09, Ds. Jaten, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibrahim begitu balita ini dipanggil, lahir pada tanggal 19 September 2015. Putra ketiga pasangan Bapak Suranto dan Ibu Ike Desi ini mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Diusia hampir 2 tahun Ibrahim belum bisa tumbuh seperti anak seusianya. Dia baru bisa tengkurap dan terlentang saja ditempat tidur. Jangankan berjalan, duduk sendiripun dia belum kuat. Berat badan pun dibawah berat badan rujukan normal. Akibatnya Ibrahim masuk kategori anak dengan kondisi kurang gizi mengarah ke gizi buruk. Tak hanya itu, Ibrahim juga bermasalah dengan paru-parunya. Sebulan sekali Ibrahim rutin chek up sekaligus mengambil resep obat karena obat paru harus diminum setiap hari. Sementara untuk tumbuh kembangnya disarankan jalani fisioterapi rutin dua kali dalam satu minggu. Saat ini Ibrahim menjalani pengobatan di poli anak dan poli fisioterapi medik RSUD Wonogiri. sedikit demi sedikit fatih mulai mengalami perkembangan. Setelah rutin jalani fisioterapi Fatih mulai menunjukkan perkembangan yang cukup bagus,tak hanya bisa duduk sendiri, tapi juga merangkak. Fatih juga mulai jalani terapi wicara dan mulai bisa mengucap sepatah kata. Bulan ini perkembangan tak begitu baik karena HB Fatih sering turun, akibatnya kondisi anak juga lemah. Selain itu Fatih dianjurkan mengkonsumsi vitamin sebagai penambah suplement makanan, hanya saja tak tercover biaya BPJS. Ibrahim dan keluarganya saat ini memang terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri kelas 3. Tapi karena keterbatasan ekonomi, membuat keluarga Ibrahim kesulitan membayar iuran BPJS untuk tiap bulannya. Bapak Suranto, ayah Ibrahim hanyalah seorang buruh serabutan, dengan pendapatan yang tak menentu. Belum lagi membiayai sekolah kedua kakak Ibrahim. Ibunya juga hanya Ibu Rumah Tangga tak bekerja hanya mengurus keluarga terutama Ibrahim yang kemana-mana memang harus di gendong. Bahkan untuk tempat tinggal, keluarga ini masih menumpang, diminta menempati rumah salah satu keluarganya yang kebetulan kosong tidak dihuni. Untuk pengobatan rutin ke RS memang hanya mengandalkan naik kendaraan umum, itupun terkadang tak ada biaya yang akhirnya membuat Ibrahim tak bisa rutin jalani fisioterapi. Berkat informasi yang diberikan oleh salah satu perangkat desa, akhirnya dipertemukan dengan tim #SRWonogiri. Semoga saja setelah dibantu Sedekah Rombongan, pengobatan Ibrahim dapat berlanjut tanpa ada kendala lagi, berharap Ibrahim kondisinya jadi lebih baik, bisa tumbuh normal seperti anak seusianya. Bantuan diberikan tak hanya untuk biaya akomodasi ke RS,tapi juga untuk pembayaran BPJS, pembelian vitamin juga susu untuk memenuhi kebutuhan gizinya.

Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 21 Februari 2018
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Maria

Ibrahim menderita paru-paru + gangguan tumbuh kembang


TINI BINTI NGATMAN ( 57, Tumor Mata). Alamat : Dsn. Bulu, RT 003/006, Ds. Jendi, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibu Tini yang saat ini tinggal berdua saja dengan suaminya Pak Sugiyanto beberapa bulan terakhir ini mengeluh sakit di mata sebelah kanan atas. Awalnya hanya merasakan gatal dan perih seperti terkena iritasi saja. Dan sempat dihiraukan saja karena terkadang sakit itu hilang dengan sendirinya. Akan tetapi lama- kelamaan sakit itu sering kambuh dan baru sembuh dalam waktu yang lebih lama. Hingga akhirnya mata semakin perih dan tak kunjung sembuh.Atas saran beberapa tetangganya, Ibu Tini diminta memeriksakan matanya ke Dokter specialis mata. Oleh dokter specialis mata Ibu Tini disarankan untuk melanjudkan pemeriksaan ke RSUD Wonogiri. Ternyata diketahui ada benjolan semacam tumor kecil didalam mata sebelah kanan atas. Karena sering di ucek akhirnya terjadi luka yang mengakibatkan infeksi. Berhubung tak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun, terpaksa semua biaya dicover secara umum. Kondisi keterbatasan ekonomi membuat Ibu Tini tak bisa melanjutkan pengobatan yang berakibat semakin parah infeksi yang dideritanya. Ibu Tini dan suaminya ini memang tergolong keluarga yang tak mampu. Untuk mencukupi kehidupan sehari-hari mereka bekerja serabutan sebagai buruh tani. Akibat sakit yang diderita ini juga membuat Ibu Tini tak lagi bekerja. Akhirnya beberapa tetangganya menghubungi salah seorang kurir #SRWonogiri untuk meminta bantuan. Tim segera bergerak melakukan survey dan memutuskan membantu Ibu Tini. Langkah pertama segera dibuatkan BPJS kelas 3. Setelah BPJS bisa digunakan Ibu Tini segera dibawa ke RSUD untuk melanjudkan pengobatan yang sempat tertunda. Kini Ibu Tini jadi pasien dampingan #SRWonogiri. Setelah sempat menjalani operasi, berlanjud pengobatan ke poli syaraf dan terapi medik, akhirnya bulan ini tim dokter menyatakan bahwa Bu Tini sudah selesai pengobatannya. Berkat bantuan para sedekaholic Ibu Tini akhirnya dapat menjemput kesembuhanya. Ucapan syukur dan terima kasih beliau sampaikan kepada Sedekah Rombongan yang sudah membantu kesembuhannya.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Februari 2018
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Maria

Bu Tini menderita tumor mata


WARSI BINTI KROMOREJO (46, Tumor Mata). Alamat : Dsn. Siraman RT 002/003, Ds. Gambiranom, Kec. Baturetno, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Bu Warsi adalah seorang dhuafa serta berstatus dengan dengan 3 orang anak. Tinggal disebuah rumah berdinding kayu beralas tanah, Bu Warsi menjalani hari-harinya bersama 3 orang anaknya dalam keadaan yang serba kekurangan. Belum lagi untuk membiayai sekolah anak-anaknya, penghasilan sebagai buruh serabutan tentulah tidak cukup. Karena kondisi inilah Bu Warsi yang sebenarnya sudah lama merasakan sakit akibat benjolan di mata kiri memilih mengabaikan sakitnya dan lebih memilih memikirkan kelangsungan hidup keluarganya. Menghidupi keluarga seorang diri tentulah tak mudah dan perlu perjuangan yang keras. Tak heran jika sakitnya dibiarkan saja, karena Bu Warsi sadar biaya berobat tentulah tidak sedikit. Untuk kehidupan sehari-hari saja susah apalagi untuk biaya berobat. Keluarga Bu Warsi memang peserta Jamkesmas, tapi yang jadi pemikiran Bu Warsi bagaimana dengan biaya akomodasinya. Bagaimanapun ke RS tentulah membutuhkan biaya karena pasti tak hanya sekali dua kali ke RS. Belum lagi jarak dari rumah ke RS sangatlah jauh lebih dari 80 km, harus berangkat subuh jika mau periksa ke RS. Terbayang juga dalam fikirannya siapa yang akan mengurus anak-anaknya jika beliau dirawat di RS. Akhirnya ada salah satu kurir #SRWonogiri yang mengetahui langsung kondisi Bu Warsi segera melakukan survey, karena memang layak dibantu, tim pun segera bergerak. Tim segera membawa Bu Warsi ke RSUD Wonogiri, dan ternyata memang harus segera di rujuk ke poli mata RSD.Moewardi Surakarta. Di RS rujukan inipun ternyata segera diminta menjalani serangkaian test, karena Bu Warsi disarankan untuk segera menjalani operasi. Operasi sudah berhasil dilakukan, akan tetapi masih ditemukan benjolan baru serta pembengkakan. Bahkan akhirnya dilakukan operasi ulang. Setelah sempat mengalami masalah dengan KIS, akhirnya tim bisa mengurus pengaktifan kembali KIS Ibu Warsi, meskipun untuk melanjudkan pengobatan harus mengurus surat rujukan lagi. Dan bulan ini Bu Warsi bisa melanjudkan pengobatannya lagi. Tertundanya pengobatan membuat benjolan di mata bu Warsi muncul kembali. Akhirnya untuk ketiga kalinya Bu Warsi harus menjalani operasi ulang untuk menganggkat benjolan di mata yang bahkan juga menyebar ke dahinya. Sekitar satu minggu menjalani rawat inap untuk operasi, dilanjudkan chek up rutin seminggu sekali untuk perawatan sekaligus medikasi luka operasinya. Sedekaholic, berkat uluran tangan anda semua, Bu Warsi yang sudah bertahun-tahun menahan sakit akhirnya dapat menjalani pengobatan untuk kesembuhannya. Semoga beliau dapat sembuh total dan dapat kembali mengurus keluarga dan anak-anaknya.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Februari 2018
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Runi,@Dodo

Bu Warsi menderita tumor mata


SOKARTO BIN SOIKROMO (67, Tumor Kulit). Alamat Dsn. Jaban RT 002/004, Kel. Wuryantoro, Kec. Wuryantoro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Sokarto begitu beliau dipanggil, tak pernah mengira bahwa benjolan kecil dibawah mata sebelah kanan delapan tahun yang lalu itu kini melebar dan menutup seluruh bagian mata kanannya. Alhasil saat ini mata kanannya tak bisa melihat. Pak Sokarto saat ini tinggal bersama istrinya, Ibu Wasinem, 67 disebuah rumah model tradisional jawa yang lapuk dimakan usia. Terlihat, rumah yang sebagaian besar bangunannya terbuat dari kayu itu sudah miring. Awalnya Pak Sokarto bermata pencaharian sebagai petani dan menghabiskan waktu dengan beraktifitas di sawah. Tapi semenjak sebuah daging tumbuh melebar dipipinya hingga menutupi mata kanannya, aktivitas itu total ditinggalkannya. Dulu saat benjolan itu masih kecil dan dibiarkan saja. Selang beberapa lama benjolan itu pecah dan disarankan menjalani tindakan operasi di sebuah RS Swasta di Wonogiri. Karena pada waktu itu tak memiliki fasilitas jaminan kesehatan apapun, terpaksa biaya dicover dengan biaya umum. Saat operasi itu, Pak Sokarto terpaksa menjual satu ekor sapi peliharaannya untuk biaya operasi. Operasipun berjalan lancar, namun tidak lama setelah itu daging tumbuh semakin banyak dan lebih besar dari sebelumnya. Tak hanya pengobatan medis, segala macam obat herbal sudah dicoba, tapi tidak sembuh-sembuh juga. Seingat Pak Sokarto, lima tahun lalu dirinya juga menjalani operasi yang kedua di RSD.Moewardi Surakarta. Lagi-lagi karena belum punya fasilitas Jaminan Kesehatan, operasi yang kedua ini, satu ekor sapi lagi dijualnya sebagai biaya operasi. Sudah habis-habisan, kini tinggal dua ekor kambing, yang dipelihara untuk jaga-jaga kalau ada apa-apa. Dan semenjak operasi kedua, dirinya sudah tidak lagi menjalani pengobatan karena tidak mempunyai biaya lagi. Hingga akhirnya tumor itu tumbuh semakin besar menutupi mata kanannya. Karena sakitnya itu, Pak Sokarto lebih banyak menutup diri dirumah, dirinya merasa minder jika harus bergaul dengan tetangga. Pak Sokarto juga sudah tidak bertani lagi, karena dirinya takut nantinya lumpur-lumpur akan memperparah penyakitnya itu. Keinginan untuk sembuh begitu kuat dalam diri beliau, namun ketiadaan biaya membuatnya tidak bisa berobat.Sementara Ibu Wasinem,istrinya juga hanya bisa pasrah, berjalanpun Wasinen harus menggunakan tongkat untuk menyangga tubuhnya akibat kecelakaan yang dialaminya sekitar dua tahun yang lalu. Sedangkan anak-anaknya, kebanyakan juga hanya buruh tani yang juga dalam kondisi kekurangan. Atas rekomendasi Bapak Camat Wuryantoro ,akhirnya pihak keluarga terhubung dengan tim #SR. Melihat kondisi Pak Sokarto yang semakin memprihatinkan, Tim dibantu perangkat kecamatan dan desa bergerak cepat mengurus segala keperluan, termasuk membuatkan BPJS. Setelah semua berkas yang diperlukan lengkap, Pak Sokarto segera dibawa ke RSUD Wonogiri, untuk selanjudnya dirujuk ke RSD.Moewardi Surakarta. Jarak tempuh puluhan kilometer tak menyurutkan semangat Pak Sokarto berobat menjemput kesembuhan. Setelah dua bulan hampir 20 kali bolak-balik ke RS, akhirnya Pak Sokarto bisa jalani operasi pengangkatan tumor kulit di sekitar matanya. Operasi tak hanya dilakukan satu kali. Seperti kita ketahui sebelumnya, ada 3 dokter specialist yang menangani operasi Pak Sokarto. Selain operasi pengangkatan jaringan tumor, juga operasi mata dan untuk tahap terakhir dilakukan operasi penambalan kulit. Saat ini Pak Sokarto masih dirawat di RS mengingat rangkaian operasi yang dijalani. Bulan ini Pak Sokarto kembali jalani operasi penambalan untuk yang ketiga kalinya, artinya dalam tiga bulan terakhir ini beliau sudah menjalani lima kali operasi. Saat ini Pak Sokarto kembali jalani rawat inap dengan pantauan ketat dari tiga dokter specialis. Harapan kita hasil dari beberapa rangkaian operasi ini hasilnya sesuai seperti yang diharapkan. Akhirnya akhir bulan ini Pak Sokarto diperbolehkan pulang, meski begitu Pak Sokarto harus rutin seminggu 2 kali menjalani chek up untuk memantau luka pasca operasi sekaligus medikasi. Seharusnya Pak Sokarto disarankan menjalani operasi lanjutan, tapi mengingat kondisi luka yang belum seperti yang diharapkan, operasi ditunda pelaksanaannya. Sampai saat ini luka operasi masih mengggeluarkan cairan dan belum bisa kering total. Untuk itu tim dokter menyarankan selama dirumah tetap dilakukan medikasi oleh paramedis, artinya medikasi tak hanya dilakukan di RS saja. Dan benar saja setelah rutin dilakukan medikasi oleh tim paramedis selama dirumah, kondisi luka Pak Sokarto mulai membaik. Semoga saja dengan bantuan dari para sedekaholic, Pak Sokarto dapat menjemput kesembuhannya. Karena atas uluran tangan para sedekaholic saat ini Pak Sokarto dapat melanjutkan pengobtannya lagi. Bantuan bulan ini diberikan untuk biaya akomodasi, pembayaran BPJS serta biaya perlengkapan medikasi.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 27 Februari 2018
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Dodo

Pak Sokarto menderita tumor kulit


RENGGA PUTRA PRATAMA (1, Jantung). Alamat Dsn. Sumberwatu RT 001/005, Ds. Sumberharjo, Kec. Eromoko, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Putra pertama pasangan muda bernama Pak Mulyadi (30) dan Ibu Martini (32), sepintas memang seperti anak yang sehat yang lucu dan menggemaskan. Rengga begitu balita ini biasa disapa ternyata memiliki kelainan pada jantungnya. Jantung merupakan salah satu organ penting didalam tubuh manusia. Tidak berfungsinya kerja organ ini, pasti membuat fungsi organ yang lain menjadi terganggu. Bayi berusia 10 bulan ini ternyata hanya memiliki satu bilik dan satu serambi, padahal normalnya manusia memiliki jantung dengan 2 bilik dan dua serambi. Malangnya kelainan ini baru terdeteksi saat Rengga sudah berusia 6 bulan. Padahal sebenarnya kelainan itu sejak baru lahir. Semua karena ketidak pahaman orang tua dan keluarga atas kondisi Rengga. Sejak lahir bayi Rengga selalu membiru kulitnya apabila dalam keadaan menangis,kecapaian serta kedinginan. Kondisi seperti ini tak kunjung membaik justru semakin parah. Awalnya dibawa berobat ke salah satu RS. Anak di Wonogiri, pihak RS sempat kaget kenapa baru diusia 6 bulan baru dibawa berobat, mengingat kondisi jantung memang perlu penangan serius. Merasa tak mampu menangani kasus ini, pihak RS merujuk ke RSUD Wonogiri. Reaksi sama dengan RS sebelumnya kembali menanyakan hal yang sama. Hal serupa dilakukan oleh tim dokter di RSUD Wonogiri bahwa mereka tak mampu menangani karena tak adanya fasilitas medis sekaligus tim medis untuk kasus Rengga ini. Akhirnya Rengga dirujuk ke RSD.Moewardi Surakarta. Dari catatan medisnya, jantung bocah ini mengalami kebocoran yang ukurannya besar. Sehingga antara kanan dan kiri seolah tidak dipisahkan sekat. Jadi secara fungsional tinggal satu serambi dan satu bilik. Darah bersih dan darah kotor tercampur. Perkembangan Rengga dalam hal tumbuh kembangnya juga terganggu. Saat ini Rengga dan orang tuanya memang terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri, tapi ayah Rengga, yaitu Pak Mulyadi yang hanya petani ini mengaku kesulitan biaya. Bagaimana tidak? Perjalanan dari rumah menuju ke rumah sakit membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jarak antara rumah sampai RS Dr Moewardi di Solo hampir 60 kilo meter. Menempuhnya menggunakan bus atau sepeda motor jelas tidak mungkin karena membawa anak kecil menderita penyakit semacam itu. Kadang dipinjami tetangga. Tapi kadang juga harus merental mobil Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu, baru rentalnya, belum bayar sopir serta biaya makan karena biasanya untuk chek up ke RS sampai selesai memang hampir seharian. Untuk bulan ini memang hanya sekali chek up ke RS, tapi tak menutup kemungkinan juga di waktu mendatang bisa lebih dari sekali dalam sebulan ke RS. Pak Mulyadi hanya petani biasa dengan penghasilan pas-pasan. Bulan ini kondisinya kembali tak stabil dimana Rengga kembali mengalami demam tinggi bahkan penurunan berat badan. Bahkan sempat dibawa ke dokter specialis anak yang terdekat. Dokterpun tetap meminta Rengga dirujuk ke Jakarta untuk jalani operasi jantungnya. Artinya bakal membutuhkan biaya yang lebih banyak lagi. Tapi sampai saat ini belum dijalani mengingat pihak keluarga yang belum siap. Kini Rengga jadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, semoga bantuan yang diberikan bisa meringankan beban keluarga Rengga, dan kondisi Rengga bisa lebih baik lagi.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Dodo

Rengga hanya memiliki satu bilik dan satu serambi jantung


NGADIYEM BINTI MULYADI (54, Pembengkakan thyroid). Alamat Dsn. Bulu RT 02/06, Ds. Jendi, Kec. Selogiri, Ka 31b. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibu Ngadiyem , wanita paruh baya ini sudah 3 tahun menderita pembengkakan kelenjar thyroid. Ibu Ngadiyem termasuk dhuafa karena saat ini bersama suaminya pak Tukino tinggal menumpang dirumah salah seorang adiknya. Artinya pasangan suami istri ini tak memiliki tempat tinggal. Mereka berdua memang memiliki seorang anak, akan tetapi kondisinya pun tak jauh berbeda dengan orang tuanya dan saat ini merantau diluar kota. Tiga tahun yang lalu awalnya Ibu Ngadiyem menemukan ada benjolan dilehernya. Ketiadaan biaya membuat beliau membiarkan penyakit itu tanpa pengobatan hingga akhirnya sampai saat ini semakin membesar. Keinginan untuk mengobati penyakitnya dan bisa sembuh seperti sedia kala sangatlah besar, tapi lagi-lagi semua terbentur biaya, apalagi Bu Ngadiyem ini tak memiliki jaminan kesehatan apapun. Bu Ngadiyem yang kesehariannya bekerja membantu adiknya berjualan di pasar serta suaminya yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan tentulah merasa tak mampu untuk membiayai pengobatan yang kemungkinan besar dilakukan tindakan operasi. Akhirnya tim yang awalnya mendapat laporan dari perangkat desa setempat segera menindak lanjuti, serta bergerak membantu mengurus pembuatan BPJS. Untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan awal ke RSUD Wonogiri. Saat ini masih dilakukan berbagai test penunjang untuk pemantapan diagnosa. Bulan ini Bu Ngadiyem kembali melakukan serangkaian test, hanya saja test untuk tyroidnya tidak tercover BPJS dan harus dilakukan di lab luar RSUD. Selain itu dari hasil test jantung dan tekanan darah tak terlalu bagus juga. Bulan ini kondisi tak berbeda jauh dengan bulan lalu, tekanan darah selalu diatas 200, dan rencananya akan dirujuk juga ke poli kardio. Kedepannya kita belum tahu apakah Bu Ngadiyem harus dirujuk ke Solo ataukah cukup ditangani di RSUD Wonogiri saja. Semoga saja dengan bantuan dari sedekahoic, Bu Ngadiyem dapat menjemput kesembuhannya. Bantuan bulan ini diberikan untuk biaya akomodasi ke RS serta biaya test laboratorium.

Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 22 Februari 2018
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Maria

Bu Ngadiyem menderita pembengkakan kelenjar thyroid


REEALINO YUANZAH (2, kelainan jantung+kelainan fisik). Alamat Dsn. Dologan RT 03/03, Ds. Watusomo, Kec. Slogohimo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Balita ini biasa dipanggil Lino sejak lahir memang terdeteksi menderita kelainan jantung, kelainan fisik berupa mata salah satu membesar, kelainan di salah satu telinga serta tak adanya testis di alat kelaminnya. Penyebabnya karena ketidaktahuan ibunya bahwa sedang hamil saat menjalani operasi usus buntu. Efek dari obat bius pada saat penanganan operasi ibunya membuat janin mengalami masalah perkembangan. Sampai usia dua tahun inipun tumbuh kembang Lino sangatlah lambat. Jika anak seusianya sudah bisa berjalan ahkan berlari, Lino masih tergolek lemah, jangankan berjalan dudukpun belum kuat. Sejak lahir hidup Lino tak lepas dari pengobatan ke RS. Saat ini Lino merupakan pasien rawat jalan di RSD.Moewardi Surakarta. Berangkat sebelum subuh sampai rumah selepas isya’ sudah jadi rutinitas tiap kali kontrol ke RS. Jauhnya jarak tempuh ke RS tentulah jadi salah satu kendala. Belum lagi jarak dari desa tempat Lino tinggal sampai jalan raya juga jauh dan tak ada akses kendaraan umum. Bahkan dalam perjalananpun harus melintasi hutan yang cukup luas. Bisa dibayangkan betapa pelosoknya tempat tinggal Lino. Untuk sampai ke jalan raya mereka harus menyewa mobil tetangga, untuk kemudian disambung naik bus umum. Naik bus umum terpaksa jadi pilihan karena jika menyewa mobil sampai ke Solo sudah pasti membutuhkan biaya lebih banyak apalagi dalam jangka waktu seharian. Biaya sewa tentulah mahal dan mereka tak mampu untuk biaya itu. Tak cukup 500 ribu untuk sekali kontrol. Lino adalah putra kedua dari pasangan Bapak Sular dan Ibu Ratmi. Keseharian orang tua Lino bekerja serabutan. Ayahnya merantau ke Jakarta bekerja sebagai buruh bangunan dan ibunya sebagai buruh cuci. Sampai saat ini keluarga Lino pun masih menumpang di rumah neneknya Lino. Keluarga Lino memang peserta BPJS Mandiri, yang menjadi kendala tak hanya biaya akomodasi tapi juga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mengingat keluarga Lino juga masih membiayai sekolah kakaknya Lino. Untuk kondisi bualn ini, cukup stabil artinya tak menjalani rawat inap diluar jadwal kontrol rutin. Dari hasil pemeriksaan selama ini di RSD.Moewardi Surakarta, Lino disarankan menjalai operasi di Jakarta. Lagi-lagi karena ketiadaan biaya, sampai sekarang Lino masih bertahan menjalani pengobatan di RSD.Moewardi Surakarta. Kini Lino menjadi pasien dampingan #SRWonogiri. Sedekaholic bantu Lino untuk sembuh, harapan kita Lino dapat disembuhkan dan bisa tumbuh seperti anak seusianya.

Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 16 Februari 2018
Kurir : @mawan,@nonis,@dodo

Lino sejak lahir memang terdeteksi menderita kelainan jantung, kelainan fisik


KATNI JARTO (44, Rhabdomyosarcoma). Alamat : Dsn. Temon Lor RT 02/05, Ds. Temon, Kec. Baturetno ,Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Sekitar bulan Juni 2014 ini Bu Katni mulai merasakan nyeri pada paha sebelah kanan. Awalnya hanya benjolan kecil sebesar bisul,tapi lama-lama bertambah besar. Tapi lama-kelamaan benjolan itu semakin besar dan semakin sakit. Keluarga Bu Katni khawatir dan membawa ke sebuah RS swasta di Wonogiri. Di RS.Marga Husada inilah Bu Katni diminta segera menjalani tindakan operasi. Diagnosa sementara waktu itu tumor di paha kanan. Pasca operasi,dua bulan kemudian benjolan itu muncul lagi dengan kondisi lebih besar dari sebelumnya bahkan bisa dibilang pertumbuhan benjolan itu begitu cepat dan lebih terasa sakit. Akhirnya pihak RS Marga Husada segera merujuk ke RSD.Moewardi Solo. Tim Dokter juga segera mengambil tindakan cepat dengan melakukan serangkaian test pendukung untuk operasi. Dari hasil PA yang dilakukan pada saat operasi,pasien menderita Pleomorphic Rhabdomyosarcoma, penyakit kanker ganas yang menyerang jaringan lunak seperti otot dan biasanya menyerang di bagian leher, kaki, paha. Dokterpun sudah menjelaskan bahwa Bu Katni menderita kanker ganas level 3. Pasca operasi dan luka dinyatakan sembuh, Tim dokter akhirnya memutuskan melakukan tindakan kemoterapi. Saat ini Bu Katni sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Dan dinyatakan selesai jalani kemoterapi. Meskipun sudah tak menjalani kemoterapi serta tak mengkonsumsi obat kemoterapi, Bu Katni harus tetap jalani chek up rutin tiap bulan untuk memantau perkembangannya. Bulan ini Bu Katni hanya diminta sekali saja chek up ke poli onkologi.dan rencananya bulan depan akan dilakukan tindakan rongent dan usg. Keluarga ini memang tergolong tidak mampu. Pak Jarto, suami Bu Katni bermata pencaharian sebagai tenaga serabutan dengan jadwalkan di minggu yang berbeda pendapatan yang tak menentu. Terkadang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja mereka masih kekurangan ditambah lagi biaya sekolah anak mereka. Melihat kondisi yang seperti ini tak lantas membuat Bu Katni tinggal diam. Sebisa mungkin beliau membantu meringankan beban keluarga dengan bekerja sebagai buruh tani. Keluarga ini memang terdaftar sebagai peserta KIS. Tapi mengingat biaya ke RS memang tak sedikit untuk sekali jalan, tentunya biaya ini bukanlah biaya yang ringan. Saat ini Bu Katni menjadi pasien dampingan #SR. Dan bantuan sedekaholic tentulah sangat meringankan beliau. Bu Katni merasa benar-benar terbantu untuk biaya berobat selama ini.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Februari 2018
Kurir :@Mawan,@Nonis,@Runi

Bu Katni menderita Pleomorphic Rhabdomyosarcoma


OKTAVIAN ARJUN ANIS ( 14, Tumor Intra Celebri + Hidrosefalus ) Alamat : Jl. Sendang Rejo, RT 1/1, Gondang Sari, Jatisrono, Wonogiri, Jawa Tengah. Dik Arjun sapaan akrabnya, anak kedua dari 3 bersaudara. Merupakan anak dari Ibu Yatmi (47) Ibu rumah tangga dan Bapak Saniman (50) Berkerja sebagai buruh bangunan penghasilan 500rb perbulannya yang tidak menentu, karena sistem kerja secara borongan,di panggil kerja jika di butuhkan tenaga nya. Awal mula Dik Arjun sakit, berawal dari benjolan kecil di bagian kepalanya. Keluarga tidak menghawatirkan benjolan tersebut karena keluarga berfikir hanya benjolan biasa. Aktifitas Dik Arjun normal seperti anak-anak lainnya, penyakit di rasakan ketika dia masuk SMP, mulai merasakan sakit di bagian kepalanya. Dia pun belajar tidak kuat sampe jam akhir hanya setengah hari karena pusing di kepalanya. Lalu Dik Arjun menceritakan kepada keluarganya kondisi sakit yang dia alaminya di sekolah. Pada Tanggal 27 Desember 2016, dibawalah Dik Arjun ke rumah sakit Ponorogo untuk melakukan konsultasi dan disarankan untuk CT Scan oleh dokter . Hasil dari pemeriksaan terdapat Tumor Intra Celebri dan Hiderosefalus yang mulai berkembang dan dokter menyarankan secepatnya untuk segera di obati penyakit tersebut, dokter merujuk pasien ke Rumah Sakit Dokter Moewardi (RSDM). Dalam jangka waktu 1 bulan perkembangan penyakit Dik Arjun semangkin pesat dan membesar. Tanggal 27 Januari 2017 Dik Arjun berobat di RSDM, konsultasi cek dan kontrol. Pada tanggal 9 Februari di lakukan biopsi dan disarankan dokter untuk segera menjalankan sinarterapi. Sinarterapi yang di jalankan Dik Arjun sebanyak 34 kali, Alhamdulilah proses pengobatan berjalan dengan lancar. Setelah selesai sinarterapi di lakukan operasi pemasangan selang hiderosefalus. Kondisi Dik Arjun saat ini semangkin membaik. Alhamdulilah kurir sedekah rombongan di pertemukan dengan Dik Arjun dan Keluarga, santunan dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi berobat. Keluarga Dik Arjun menyampaikan banyak terimakasih atas santunan yang di berikan dan meminta doa segera diberi kesembuhan, tak lupa juga mendo’akan para kurir dan sedekaholics semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

Santuanan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 16 February 2018
Kurir : @Mawan @Noniska @Aji

Anis menderita tumor intra celebri dan hiderosefalus


NURANI UTAMI ( 33, tumor mata). Alamat : Dsn. Sukoroyom RT 001/003, Ds. Pucanganom, Kec. Giritontro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibu Nurani, begitu biasanya dipanggil oleh warga sekitarnya, adalah seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya bekerja sebagai tenaga serabutan. Sementara suaminya bapak Heriyanto juga tak jauh berbeda, keduanya memiliki pekerjaan tak tetap dengan penghasilan yang tak menentu pastinya. Mempunyai dua anak perempuan yang sulung duduk dibangku sekolah menengah pertama, sementara si bungsu masih balita berusia 2 tahun. Sudah barang tentu kebutuhan hidup mereka cukuplah besar, tak seimbang dengan penghasilan mereka. Itulah sebabnya Ibu Nurani rela menunda pengobatannya demi mengutamakan kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Ibu Nurani sebenarnya sudah mulai merasakn ada masalah dengan penglihatannya sejak dua tahun lalu. Awalnya pembengkakan juga belumsebesar sekarang ini. Sempat berobat ke sebuah klinik mata dan bahkan sempat ada perubahan, pembengkakan berkurang, kemerahan di bola mata juga berkurang. Namun karena mulai terkendala biaya, pengobatan jadi terhenti. Hingga akhirnya terjadi pembengkakan lagi bahkan lebih besar dari sebelumnya dan mulai tak bisa membaca huruf yang berukuran kecil. Info soal kondisi Ibu Nurani inipun akhirnya sampai ke tim Sedekah Rombongan. Tim segera melakukan survey, melihat kondisi kehidupan sehari-hariyang memang memprihatinkan, tinggal dirumah berdinding kayu beralas tanah, sudah selayaknya Ibu Nurani di bantu Sedekah Rombongan. Saat tim memberi tahu bahwa Ibu Nurani akan di bantu Sedekah Rombongan tampak semangat yang luar biasa dari Ibu Nurani untuk berikhtiar demi kesembuhannya. Belum sampai kita arahkan untuk mengurus surat rujukan , ternyata atas inisiatif sendiri beliau mengurus surat rujukan. Dan dari RSUD Wonogiri Ibu Nurani dirujuk ke RSUP. Dr Sardjito Yogyakarta. Kini Ibu Nurani jadi pasien dampingan tim #SRWonogiri dan #SRJogja. Ibu Nurani saat ini tercatat sebagai peserta BPJS Mandiri, namun begitu kendala utama yang dihadapi adalah biaya untuk akomodasinya. Dan berkat bantuan Sedekah Rombongan Ibu Nurani bisa memulai pengobatannya. Semoga saja semua dimudahkan dan Ibu Nurani dapat memperjuangkan pengobatannya.

Santunan : Rp 500.000,-
Tanggal : 18 Februari 2018
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Dodo

Bu Nurani menderita tumor mata


SAMI SAMIDI (85, Ca Mammae). Alamat : Dsn. Santen RT 002/001, Ds. Kasihan, Kec. Ngadirojo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Mbah Sami begitu nenek berusia 85 tahun ini dipanggil , sudah sekita 4 tahun menderita sakit kanker payudara. Mbah Sami yang kesehariannya menumpang di rumah anak angkatnya hanya bisa berbarin lemah tak bisa beraktifitas apa-apa. Untuk keluar kamar pun harus di gendong karena memang sudah tak sanggub lagi untuk bangun. Sebenarnya sejak tahu bahwa beliau mengidap kanker payudara, Mbah Sami juga sempat berobat kerumah sakit. Tim dokter bahkan menyarankan untuk mengangkat payudaranya agan kanker tak menyebar. Akan tetapi Mbah Sami menolak menjalani operasi pengangkatan payudara, bahkan memutuskan berhenti berobat secara medis dan memilih pengobatan alternatif dengan metode pengobatan minum rebusan jamu dari ramuan herbal. Tapi bukannya membaik kondisi Mbah Sami justru semakin memburuk. Sayangnya Mbah Sami tetap tak mau berobat secara medis, mungkin karena faktor ketiadaan biaya itu juga yang membuat Mbah Sami berhenti berobat jalur medis dan memilih berobat alternatif. Kini Mbah Sami hanya bisa berbaring lemah dan pasrah karena keadaannya. Santunan lepas di berikan kepada keluarga Mbah Sami semata-mata untuk membantu meringankan keluarga Mbah sami dalam mencukupi kebutuhannya. Pak Pomerto anak angkat Mbah Sami kesehariannya hanyalah sebagai buruh tani, meski begitu pak Pomerto tetap sabar dan ikhlas merawat Mbah Sami yang sudah sakit bertahun-tahun. Semoga Mbah Sami dan keluarga tetap diberi kekuatan dan kesabaran menjalani cobaan yang saat ini mereka hadapi.

Santunan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 18 Februari 2018
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Dodo

Mbah Sami menderita sakit kanker payudara


MASJID EROMOKO (Bantuan Pembangunan Masjid). Alamat Jl. Raya Eromoko No. 2, Kec. Eromoko, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Bermula dari ide Camat Eromoko, Bapak Danang Erawanto, S.Sos yang ingin memanfaatkan sisa tanah luang yang ada di area komplek kantor kecamatan Eromoko. Berada di sebelah utara kantor pelayanan masih tersisa tanah lapang yang awalnya hanya berdiri sebatang pohon akasia sebagai peneduh saja. Mengingat hanya ada mushola kecil sementara kantor Kecamatan Eromoko berseberangan langsung pasar kecamatan Eromoko dimana kedua tempat ini merupakan pusat aktivitas warga maka Bapak Camat berfikir akan sangat dibutuhkan jika didirikan sebuah masjid di area ini. Dibantu seluruh staff dan warga sekitar, pembangunan masjid segera diwujudkan. Penggalangan dana juga dilakukan. Saat ini pun pengerjaan pembangunan masjid sudah dilaksanakan. Mengingat biaya pembangunan yang di butuhkan tidaklah sedikit pastinya membutuhkan bantuan dari berbagai pihak terutama masalah dana. Masjid yang sampai saat ini belum memiliki nama ini rencananya juga digunakan warga sekitar untuk beribadah, artinya tak hanya digunakan untuk para staff kecamatan saja. Hingga akhirnya untuk menambah dana pembangunan masjid beliau bapak Camat sendiri mengajukan permohonan bantuan dana pembangunan masjid kecamatan Eromoko kepada Sedekah Rombongan. Dan alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat turut serta menjadi bagian pembanguna masjid kecamatan Eromoko. Semoga amal jariah tetap mengalir atas bantuannya dalam pembangunan masjid ini.

Santunan : Rp 5.000.000,-
Tanggal : 17 Februari 2018
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Bantuan pembangunan masjid


BAYI IBU JUMARNI/EVALIA SHEA HUSNA (1, Atresia ani). Alamat Dsn. Gobeh RT 001/015, Ds. Gedong, Kec. Ngadirojo, Kab.Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Bayi yang terlahir pada tanggal 2 Februari 2018 ini merupakan putri keempat pasangan Bapak Slamet dan Ibu Jumarni. Dari sejak kehamilan Ibu Jumarni memang jarang memeriksakan kandungannya. Hingga akhirnya bayi ini terlahir dalam keedaan atresia ani atau tak memiliki anus. Lahir di RSUD Wonogiri secara normal dan pihak RSUD pun merujuk bayi ibu Jumarni ke RS di Surakarta mengingat di RSUD Wonogiri tak memiliki fasisitas medis terutama Dokter specialis bedah anak. Keluarga Ibu Jumarni yang sedari awal memang tak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun akhirnya mengikuti saran dokter mengingat bayi ini membutuhkan penanganan segera berupa tindakan operasi untuk membuat lobang pembuangan sementara. Selain membutuhkan dokter specialis bedah anak, bayi Ibu Jumarni ini juga membutuhkan ruang NICU. Hampir semua RS rujukan di Surakarta ruang NICU nya penuh, hingga akhirnya ada satu RS Swasta yang masih ada fasilitas tersebut. Tapi keluarga di buat shock saat di beritahu bahwa untuk tindakan operasi sekaligus biaya kamar membutuhkan biaya kurang lebih 50 juta rupiah. Merasa tak sanggub membiayai terpaksa bayi di bawa pulang kerumah dan dibiarkan selama 4 hari. Tak terbayangkan penderitaan bayi mungil ini menahan sakit akibat tak bisa buang air besar. Kondisi perut yang overload membuat bayi ini selalu memuntahkan apapun yang masuk ke mulutnya. Akibatnya perut bayi membesar dan badan lemas. Akhirnya dihari keempat itulah ada yang meminta bantuan ke tim Sedekah Rombongan untuk membantu bayi Ibu Jumarni. Hari itu juga kebetulan bertepatan di hari Minggu, bayi Ibu Jumarni di bawa ke Solo. Hampir seharian mencari RS , satu persatu RS didatangi tak ada kamar yang kosong. Tak putus asa tim bergerak mencoba peruntungan ke kota Klaten dan jika tak ada juga akan bergerak ke Jogja. Alhamdulillah akhirnya di RS.Tegal Yoso Klaten inilah bayi Ibu Jumarni tertangani. Bayi yang hingga hari keempat belum memiliki nama ini akhirnya atas persetujuan pihak keluarga oleh salah satu tim SR diberi nama Evalia Shea Husna, sebagai pengingat perjuangan seharian mencari RS memakai MTSR Evalia. Dan alhamdulillahnya lagi dari hasil observasi ternyata jarak antara usus dan kulit lobang anus ternyata hanya sekita 1 cm, artinya bisa langsung dibuatkan lobang anus, tak perlu dibuatkan lobang pembuangan sementar atau stoma. Selama hampir 2 minggu bayi yang akhirnya dipanggil Evalia ini dirawat di RS. Dan setelah dibawa pulang, Evalia juga harus rutin menjalani chek up untuk memastikan kondisi pasca operasi. Kini berkat bantuan sedekaholic, bayi Evalia bisa normal memiliki anus seperti bayi lainnya, dan bisa buang air besar secara lancar. Alhamdulillah orang tua Evalia yang hanya seorang petani kecil dan hampir menyerah pasrah karena ketiadaan biaya sekarang bisa bernafas lega, bersyukur bayi mereka bisa terselamatkan mengingat terlambatnya penanganan bias menyebabkan kematian. Semoga kedepannya bayi Evalia tetap tumbuh sehat tak ada kendala apapun.

Santunan : Rp 15.052.773
Tanggal : 23 Februari 2018
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Maria

Evalia menderita atresia ani atau tak memiliki anus


MTSR SIDOARJO (W 8130 NP ), Operasional Bulan Januari 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses pendampingan pasien dhuafa. Kegiatannya antara lain survei target pasien, penyampaian santunan, dan pendampingan dari rumah ke rumah sakit/rumah singgah atau sebaliknya. Selain itu, MTSR juga sering digunakan untuk menyampaikan amanah dari sedekaholics untuk pondok/panti asuhan dan tempat ibadah. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Sidoarjo kini mempunyai MTSR pasien tidak lagi dinaikkan Angkot atau menunggu bergantian dengan MTSR Surabaya. MTSR ini pun sama dengan yang lain sama sama bermanfaat untuk Masyarakat khususnya pasien dhuafa dampingan SRsidoarjo, Wilayah gerak MTSR ini mengcover wilayah Daerah Sidoarjo dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081-139-911-911. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, selalu dilakukan perawatan rutin bagi masing-masing MTSR. Bantuan ini digunakan untuk biaya servis rutin dan pembelian bahan bakar selama Januari 2018. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.530.000-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : Myra @masboz1027 @nurripay

Biaya operasional bulan Januari 2018


MTSR SIDOARJO (W 8130 NP ), Operasional Bulan Januari 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses pendampingan pasien dhuafa. Kegiatannya antara lain survei target pasien, penyampaian santunan, dan pendampingan dari rumah ke rumah sakit/rumah singgah atau sebaliknya. Selain itu, MTSR juga sering digunakan untuk menyampaikan amanah dari sedekaholics untuk pondok/panti asuhan dan tempat ibadah. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Sidoarjo kini mempunyai MTSR pasien tidak lagi dinaikkan Angkot atau menunggu bergantian dengan MTSR Surabaya. MTSR ini pun sama dengan yang lain sama sama bermanfaat untuk Masyarakat khususnya pasien dhuafa dampingan SRsidoarjo, Wilayah gerak MTSR ini mengcover wilayah Daerah Sidoarjo dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081-139-911-911. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, selalu dilakukan perawatan rutin bagi masing-masing MTSR. Bantuan ini digunakan untuk biaya servis rutin dan pembelian bahan bakar selama Febuari 2018. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.215.000-
Tanggal : 28 Febuari 2018
Kurir : Myra @masboz1027 @nurripay

Biaya operasional bulan Januari 2018

WARNO BIN SAPAR (61, Tumor Kelenjar Tiroid). Alamat : RT 02/2 Desa Terung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Warno sudah 5 tahun ini menderita sakit tumor kelenjar tiroid. Akan tetapi selama ini beliau nya tidak pernah periksa ke dokter karena beranggapan kalau hanya sakit biasa. Hingga pada  bulan Januari kemarin, pak Warno merasakan susah bernafas dan badan terasa demam. Setelah diperiksa kan, pak mantri menyarankan dirujuk ke RSAU dr. Efram Harsama karena kemungkinan ada tumor dan harus segera dioperasi karena berhubungan dengan saraf pernafasan. Setelah sampai di RSAU dr. Efram Harsana langsung ditindak lanjuti operasi. Setelah dilakukan operasi dokter menyarankan pemeriksaan lagi yang lebih teliti ke RS dr. Oen Kandang Sapi Solo untuk memastikan kalau sel tumor nya sudah bersih sepenuhnya. Pak Warno dan istrinya yaitu Bu Sami (48) bekerja sebagai buruh tani sangat merasa berat untuk  biaya transportasi ke Solo. Saat ini pak Warno sudah mempunyai Kartu Indonesia Sehat (KIS). Informasinya mengenai sakitnya pak Warno diperoleh dari anaknya yang mendatangi rumah salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Bantuan awal sebesar Rp 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat. Pak Warno sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga sakit yang diderita pak Warno segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Februari 2018

Pak Warno sudah 5 tahun ini menderita sakit tumor kelenjar tiroid


REKAPITULASI BANTUAN

 

No Nama Jumlah Bantuan
1 WASLAM BIN KISMAREJA 1,000,000
2 TUJI BIN NAMIKARTA 1,000,000
3 TUSMINI BINTI SANWARDI 1,000,000
4 SARTI BINTI NARYANTO 1,000,000
5 SAWINEM BINTI SUMARDI 1,000,000
6 TRI HARYADI 1,000,000
7 MARYATI BINTI MADSHOLIHIN 1,000,000
8 WARTINI BINTI WANGSAWITANA 1,000,000
9 BAMBANG SULISTIYONO 3,566,000
10 MOHAMMAD YUSUF 1,000,000
11 SUKINEM BINTI SURADI 1,000,000
12 SADINEM BINTI SADIYO 1,000,000
13 THOYIB BIN MARIMUN 1,000,000
14 WARNIATI BINTI SADIRIN 1,000,000
15 TITIN MARTININGSIH 1,000,000
16 KANDIM BIN ABDUL SOMAD 1,000,000
17 ROBINGATUN BINTI AMAT SARMUN 1,000,000
18 ASRORI BIN SADIKAN 1,000,000
19 ANDIK ISDIANTO 500,000
20 KINI BINTI WAHYO 500,000
21 WINDARTI BINTI KASNI 500,000
22 AJI PANGESTU BIN DAMIN 500,000
23 SURATMI BINTI SINUNG 500,000
24 NURYADI BIN SUPARMIN 850,000
25 KASMI BINTI SAKERAN 500,000
26 YUNI PURWANINGSIH 500,000
27 WIDJI ALWIJIANTO 500,000
28 SARIYEM BINTI SARDI 1,000,000
29 SUDARSI BINTI MARTO SIRMAN 500,000
30 SULOPO BIN WIR SUNGKONO 500,000
31 PRASULISTYANINGTYAS BINTI SATYO 500,000
32 MESNAN BIN SUROREJO 500,000
33 SENO BIN SUPANI 500,000
34 AGUS SUYONO 500,000
35 SULARTINI BINTI MASIM 500,000
36 SRI WAHYUNI BINTI AMAT MIMBAR 500,000
37 MTSR 1 MAGETAN 2,367,000
38 MTSR 2 MAGETAN 3,673,000
39 RSSR MAGETAN 742,000
40 RSSR MAGETAN 1,613,650
41 ANANDA GANIEZ CALLIEZYA PUTRI SULARTO 600,000
42 BINTANG ZHAFRAN MEYFIAN MUKTI 2,000,000
43 JANUAR DAFFA MAULANA 1,000,000
44 FARID ABDULLAH 1,000,000
45 DALIMIN BIN TARMO SUTARYO 1,000,000
46 SURADI BIN SONO KARTO 1,000,000
47 IBRAHIM FATIH PAMUNGKAS 1,000,000
48 TINI BINTI NGATMAN 500,000
49 WARSI BINTI KROMOREJO 1,000,000
50 SOKARTO BIN SOIKROMO 1,500,000
51 RENGGA PUTRA PRATAMA 500,000
52 NGADIYEM BINTI MULYADI 1,000,000
53 REEALINO YUANZAH 1,000,000
54 KATNI JARTO 500,000
55 OKTAVIAN ARJUN ANIS 1,000,000
56 NURANI UTAMI 500,000
57 SAMI SAMIDI 1,000,000
58 MASJID EROMOKO 5,000,000
59 BAYI IBU JUMARNI/EVALIA SHEA HUSNA 15,052,773
60 MTSR SIDOARJO 1,530,000
61 MTSR SIDOARJO 6,215,000
62 WARNO BIN SAPAR 500,000
Total 83,209,423

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 83,209,423,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1117 ROMBONGAN

Rp. 60,138,849,412,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.