REZA TRI ANDIKA (17, Uretral Stricture). Alamat : RT 22/04, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Uretral Stricture atau yang biasa dikenal dengan kesulitan untuk buang air kecil ini dimulai sejak empat tahun lalu Reza bermain sepeda bersama teman-temannya, ia terjatuh dari sepeda dan saluran kencingnya terbentur sadel sepeda yang menyebabkan Reza tidak dapat buang air kecil. Keluarga pun membawanya ke Puskesmas untuk bisa segera ditangani, lalu dirujuk ke RSUD Sayidiman Magetan. Karena peralatan medis yang kurang lengkap Reza dirujuk ke RS Dr. Mowardi Solo untuk mendapat penanganan. Operasi telah dilakukan, namun ternyata Reza belum bisa buang air kecil melalui saluran kencing. Dokter menyarankan Reza melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk penanganan lebih lanjut. Reza telah melakukan operasi yang pertama dan kondisinya pun sudah bagus. Bulan ini Reza menjalankan kontrol rutin dan dokter menyakan bahwa saluran kencing Reza sudah menyatu tetapi tetap harus menjalankan kontrol rutin. Orangtua Reza yaitu, Bapak Paiman (50) dan Ibu Panirah (48) yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu merasa sudah tidak sanggup membiayai pengobatan Reza, inilah kendala bagi keluarga ini. Sampai akhirnya Sedekah Rombongan mendengar kabar tentang Reza. Bulan November ini bantuan disalurkan untuk biaya pengobatan, uang saku dan transportasi. Bantuan sebelumnya tercatat di nomor rombongan 1113. Semoga pengobatan yang dilakukan Reza akan terus mendapatkan hasil yang baik. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Desember 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rofik @SiscaDwi

Reza menderita uretral stricture


SUJIYEM BINTI KARTO (52, Luka di regio Cruris Dextra + Diabetes Mellitus + Hipertensi). Alamat : Dusun Karangsono, RT 02 RW 04, Desa Karangsono, Kecamatan Sukerejo, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Ibu Sujiyem adalah seorang sales rokok disebuah pabrik rokok. Suatu hari saat beliau sedang menawarkan barang dagangannya terjadi suatu insiden kecelakaan yang membuatnya terluka cukup parah. Setelah kejadian tersebut Ibu Sujiyem langsung dibawa ke UGD RSAU dr. M. Moenir untuk dilakukakan rawat luka. Dalam masa pengobatan luka tersebut diketahui bahwa Ibu Sujiyem mempunyai Diabetes Mellitus + Hipertensi cukup tinggi yang tidak pernah diketahui sebelumnya. Saat itu Ibu Sujiyem diharuskan opname di rumah sakit tetapi beliau memaksa pulang setelah sehari dikarenakan kendala biaya. Suami Ibu Sujiyem, Bapak Slamet Riadi (57) mengungkapkan kesedihannya saat dijenguk oleh kurir Sedekah Rombongan. Maklum saja bapak Slamet yang kesehariannya bekerja sebagai kuli bangunan tidak mempunyai simpanan untuk biaya pengobatan. Ibu Sujiyem tidak mempunyai kartu jaminan kesehatan. Ibu Sujiyem dan Bapak Slamet Riadi tinggal dirumah kos agar lebih dekat dengan tempat kerja Ibu Sujiyem. Sementara ini biaya pengobatan Ibu Sujiyem dibantu oleh rekan kerja seprofesinya (sales rokok) dan pedagang di pasar. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan santunan lepas disampaikan untuk biaya pengobatan. Rasa senang dan bahagia nampak jelas terlihat dalam raut muka keluarga Ibu Sujiyem. Ibu Sujiyem dan keluarga pun tak lupa mengucapkan terimakasih kepada Sedekah Rombongan atas bantuannya. Semoga Ibu Sujiyem lekas diberi kesembuhan sehingga dapat bekerja kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000
Tanggal : 16 Desember 2017
Kurir : @FaizFaeruz Dewi @SiscaDwi

Ibu Sujiyem mempunyai diabetes mellitus + hipertensi


SUNARTI BINTI ARTAYU (52, Kanker Servik). Alamat : Dusun Krajan II, RT 1/-, Desa Palalangan, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Pada 8 bulan yang lalu, Ibu Sunarti mulai merasakan nyeri pada bagian pinggang beliau dan sering mengalami keputihan bercampur dengan darah. Ibu Sunarti pun langsung memperiksakan diri ke Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter pun mendiagnosis bahwa beliau mengalami kanker servik atau kanker pada leher rahim beliau. Karena tidak adanya obat-obatan yang dibutuhkan untuk proses pengobatan, Ibu Sunarti pun di rujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Pada bulan November ibu Sunarti konsultasi ke dokter, kontrol ke laboratorium radiologi dan melakukan kemo terapi yang ke 4. Bulan Desember Ibu Sunarti menjalankan kontrol ke laboratorium, dan merencanakan untuk kemo terapi ke 5. Ibu Sunarti merupakan ibu rumah tangga biasa, yang dikepalai oleh Bapak Sudirma (58). Bapak Sudirma yang merupakan tulang punggu keluarga, saat ini bekerja sebagai pedagang di pasar. Penghasilan yang dimiliki Bapak Sudirma hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Sedangkan Ibu Sunarti memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk berobat dan transportasi ke Malang untuk melanjutkan pengobatannya. Selama ini Ibu Sunarti merasa terbantu akan adanya jaminan kesehatan berupa JKlN-KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sunarti, sehingga dapat menyalurkan bantuan dari Sedekaholics. Bantuan yang telah diberikan telah dipergunakan untuk membeli pampers, transportasi dan biaya saat masuk rumah sakit. Bantuan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1104. Semoga pengobatan yang akan dijalani Ibu Sunarti diberikan kelancaran dan dapat lekas sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Desember 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rofik @SiscaDwi

Bu Sunarti mengalami kanker servik


SURINI BINTI TAMAN (58, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Sumbersuko, RT 018/005, Desa Patok Picis, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada satu tahun yang lalu terdapat luka di payudara sebelah kanan Ibu Surini. Semakin lama lukanya semakin melebar dan terasa sakit. Ibu Surini memeriksakannya ke puskesmas setempat. Luka Ibu Surini tidak kunjung baik akhirnya diperiksakan lagi ke Rumah Sakit Panti Nirmala Malang. Setelah melakukan pemeriksaan, Ibu Surini didiagnosa kanker payudara oleh dokter dan disarankan untuk segera operasi. Suami Ibu Surini, Bapak Basuni (59) tidak dapat bekerja karena terkena stroke dan Ibu Surini bekerja sebagai buruh memasak. Penghasilan yang didapatkan tidaklah cukup, sehingg untuk biaya sehari-hari ditanggung oleh anak Ibu Surini. Ibu Surini juga tidak mempunyai jaminan kesehatan sehingga tidak mampu untuk membayar biaya pengobatan. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau, bantuan pun disampaikan untuk biaya pengobatan dan biaya transportasi selama masa pengobatan. Semoga Ibu Surini diberikan kelancaran dalam masa pengobatan dan segera diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 553.700
Tanggal : 29 Desember 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @SiscaDwi

Ibu Surini didiagnosa kanker payudara


ALM. SUWITO BIN BANI (58, Vertigo + Tunanetra + Gangguan Psikologi). Alamat : Dusun Ngantru, RT 03/ 01, Desa Ngantru, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Bapak Suwito tidak pernah menyangka jika pusing yang sangat amat berat pada 2 bulan yang lalu adalah Vertigo. Oleh dokter yang mendiagnosis Bapak Suwito hanya memberikan obat-obatan saja, akan tetapi beliau masih belum merasakan perubahannya. Selang beberapa hari dari pemeriksaan yang beliau jalani, Bapak Suwito tiba-tiba merasakan pandangan beliau kabur dan pada akhirnya beliau tidak bisa melihat. Bapak Suwito telah mencoba untuk berobat ke dokter mata setempat beberapa kali, namun usaha yang beliau lakukan tidak mendapatkan hasil yang sesuai harapan. Selama proses berobat untuk kesembuhan mata, Vertigo Bapak Suwito menjadi parah dan tak jarang beliau terkadang marah-marah tanpa sebab yang jelas. Akhirnya beliau dibawa keluarga ke RS Dr. Iskak Tulungagung dan menjalani pemeriksaan psikologi. Pada Bulan Desember 2017 Bapak Suwito menghembuskan nafas terakhirnya. Ibu Dyah (53) istri Bapak Suwito merasa sangat kehilangan atas kepergian ibunya. Namun ini semua adalah kehendak dari Allah SWT sehingga keluarga pun mengikhlaskan kepergian Bapak Suwito. Bapak Suwito adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan yang sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 969. Sedekah Rombongan bersilaturahim dan ikut berbelasungkawa, Nanda dan keluarga mengucapkan terimakasih dan meminta maaf. Kurir sedekah Rombongan pun tak lupa memberikan santunan yang dipergunakan untuk kebutuhan setelah Ibu Farida meninggal. Keluarga sekali lagi mengucapkan terimakasih semoga Sedekah Rombongan semakin banyak memberikan manfaat kepada semua orang yang membutuhkan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Desember 2017
Kurir : @FaizFaeruz Dirham @SiscaDwi

Pak Suwito menderita vertigo + tunanetra + gangguan psikologi


TEMON BINTI SAWAL (70, Kanker Servik). Alamat : Dusun Lebak Sari, RT 45/20, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampel Gading, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Sekitar satu bulan yg lalu, Ibu Temon mulai merasakan nyeri secara terus menerus pada bagian alat vital beliau. Karena hanya dianggap nyeri biasa saja, beliau pun akhirnya menghiraukan nyeri yang dirasakan. Karena tidak mendapatkan pemeriksaan medis dan pengobatan apa-apa. Seiring berjalannya hari kondisi Ibu Temon menjadi lemas dan hanya bisa berbaring saja di tempat tidur. Karena kondisi beliau yag semakin parah, akhirnya beliau dibawa ke RS Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan pengobatan yang intensif. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter pun menyimpulkan dari hasil pemeriksaan yang dijalani bahwa Ibu Temon mengalami Kanker Servik atau kanker yang ada pada dinding rahim. Bulan November Ibu Temon menjalankan cek laboratorium, kemoterapi yang ke 8 dan 9. Bulan ini Ibu Temon menjalani cek laboratorium, kontrol rutin dan kemoterapi ke 10. Bapak Lasimun (67) yang bekerja sebagai buruh tani di desanya. Terkadang Ibu Temon juga bekerja sebagai buruh tani untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena penghasilan yang di dapat sangat sedikit, sehingga mengurungkan niat beliau untuk pergi berobat. Ibu Temon yang memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Kelas III PBI sangat membantu beliau. Akan tetapi untuk biaya hidup saat di rumah sakit dan transportasi menjadi kendalanya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Temon dan dapat membantu dalam pendampingan selama berobat. Bantuan yang telah diberikan kepada Ibu Temon dipergunakan untuk kebutuhan saat masuk rumah sakit, susu, pampers, transportasi dan perbaikan keadaan umum. Bantuan sebelumnya telah tercatat di rombongan nomor 1113. Semoga bantuan yang telah diberikan dapat menjadikan jalan kesembuhan untuk Ibu Temon. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Desember 2017
Kurir : @FaizFaeruz @SiscaDwi

Ibu Temon mengalami kanker servik


TOLAK INA (46, Kanker Servix) Alamat : Kampung Kalompangan, RT 03/02, Desa Kendit, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur. Pada bulan Oktober Ibu Tolak merasakan nyeri dan sakit di daerah organ intimnya. Kemudian Ibu Tolak memeriksakan ke RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo dan dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang karena keterbatasan alat pengobatan. Bulan Desember Ibu Tolak mejalankan pemeriksaan cek laboratorium, foto rongten, kontrol, dan dijadwalkan sinar pada bulan Februari. Bapak Ahmad (54) adalah suami dari Ibu Tolak yang bekerja sebagai petani dan penghasilan yang didapatkan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ibu Tolak mempunyai jaminan kesehatan JKN-KIS mandiri kelas III. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh beliau, bantuan pun diberikan untuk uang saku, biaya transportasi Situbondo-Malang dan biya pengobatan yang tidak ditanggung jaminan kesehatan. Semoga Ibu Tolak segera diberikan kesehatan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Desember 2017
Kurir : @FaizFaeruz @CandyAryo @SiscaDwi

Bu Tolak menderita kanker servix


UMAMI BINTI BAKRI (34, Tumor Lidah). Alamat : Dusun Patokpicis, 017/005, Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Ibu Umami adalah ibu dari dua orang anak yang didiagnosa mempunyai tumor kelenjar lidah oleh dokter. Awalnya Ibu Umami hanya mengobatinya secara alternatif saja. Pengobatan yang dilakukan tidak menunjukan hasil maka Ibu Umami memeriksakannya ke puskemas terdekat dan dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Kondisi sekarang ini Ibu Umami sudah kesulitan saat bicara karena tumor sudah membesar dan terkadang merasakan sakit di kepalanya. Pada bulan ini Ibu Umami menjalani kontrol ke onkologi. Bapak Mustadi (40) adalah suami Ibu Umami yang menafkahi keluarganya dari penghasilan buruh bongkar pasir, sedangkan Ibu Umami mencari nafkah sebagai buruh tani tetapi sekarang ini tidak bisa bekerja karena sakit yang diderita. Penghasilan yang didapatkan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ibu Umami mempunyai jaminan kesehatan berupa BPJS kelas III sehingga dapat meringankan biaya pengobatan. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang mereka, bantuan pun di sampaikan untuk biaya transportasi dan biaya pengobatan yang tidak ditanggung BPJS. Semoga Ibu Umami segera diberikan kesehatan dan kesembuhan kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.177.000,-
Tanggal : 28 Desember 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @SiscaDwi

Bu Umami mempunyai tumor kelenjar lidah


WATINI BINTI TOINO (67, Diabetes + Hipertensi + Stroke). Alamat : Dusun Saptorenggo, RT 04/07, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Sejak tahun 2013 banyak keluhan yang dirasakan Ibu Watini dan akhirnya diperiksakan ke dokter dan didiagnosa memiliki diabetes, hipertensi, dan stroke. Pengobatan yang dilakukan sekarang ini Ibu Watini harus kontrol rutin sebulan sekali. Kondisi sekarang ini Ibu Watini sering merasa pusing, badan lemas dan juga kesulitan ketika berjalan. Ibu Watini juga tidak mempunyai jaminan kesehatan sehingga sangat terbebani biaya pengobatan. Ibu Watini hanya sebagai ibu rumah tangga biasa dan untuk biaya kehidupan sehari-hari beliau ditanggung oleh anaknya. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau, santunan lepas pun diberikan untuk pembelian obata dan juga biaya pengobatan Ibu Watini. Semoga Ibu Watini segera diberikan kesehatan dan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 2 Desember 2017
Kurir : @FaizFaeruz Nuryati @SiscaDwi

Ibu Watini didiagnosa memiliki diabetes, hipertensi, dan stroke


ZAHIRA BILQIS SALSA BILA (4, Retinoblastoma). Alamat : Jalan Koptu Berlian, RT 04/07, Desa Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Sejak dari lahir mata sebelah kiri Zahira sudah membengkak. Setelah empat tahun berlalu Zahira mengeluh kesakitan pada mata sebelah kirinya lalu diperiksakan ke RSUD Dr Soebandi Jember, tapi pengobatan ini tidak dilanjutkan karena keterbatasan biaya. Setelah tiga bulan berlalu, pembengkakan semakin membesar dan terdapat luka di bagian mata sebelah kirinya. Orangtua Zahira membawanya lagi ke RSUD Dr Soebandi Jember karena keterbatasan alat yang dipunyai akhirnya Zahira dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Kondisi terakhir Zahira sebelum dialakukan pengobatan di RSSA Malang bola mata sebelah kiri terlihat putih dan kelopak matanya membengkak. Bulan ini Zahira menjalankan kemoterapi yang ke 5, 6, dan 7. Orangtua Zahira yaitu, Bapak Maryadi (41) mencari nafkah sebagai buruh tani sedangkan Ibu Marlik (29) hanya sebagai ibu rumah tangga biasa yang penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Zahira mempunyai jaminan kesehatan BPJS kelas III tetapi kendaala yang dihadapi keluarga Zahira yaitu biya transportasi Jember-Malng, biaya hidup selama di Malang dan juga tempat tinggal selama masa pengobatan di Malang. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Zahira, bantuan pun diberikan untuk membeli susu, pampes, obat-obatan, dan biaya pengobatan lainnya yang tidak ditanggung BPJS. Bantuan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1113. Semoga Zahira segera diberikan kesehatan agar bisa beraktifitas seperti anak-anak lainnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 858.700,-
Tanggal : 26 Desember 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rofik @SiscaDwi

Zahira menderita retinoblastoma


BELLA AVARA (16, Giant Clavus Dg Sec Infeksi). Alamat : Dusun Bence I, RT 01/04, Desa Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Bella adalah seorang putri dari Bapak Handoko (43) dan Ibu Rubaah (39). Sejak tiga tahun yang lalu kaki kanan Bella cenderung bengkok sehingga kaki kanan bagian luar menjadi tumpuan pada saat berjalan. Hal ini membuat luka pada kaki kanan bagian luar Bella yang semakin lama semakin membesar dan dalam. Saat ini luka ini yang ada di kaki kanan Bela semakin parah. Bella dan keluarga memeriksakannya di RSUD Bangil, setelah diperiksa dan dilakukan pengobatan dokter menyarankan untuk operasi karena dikhawatirkan abses. Lalu Bella dibawa ke RSUD Sidoarjo untuk menjalankan operasi. Setelah menjalankan operasi, Bella menjalani kontrol rutin dan rawat luka bekas operasi di RSUD Sidoarjo. Bella termasuk anak binaan UPT Dinas Sosial Rehab Tuna Daksa Pemprov Jawa Timur di Bangil. Orangtua Bella, Bapak Handoko (43) mencari nafkah sebagai pegawai koperasi dan Ibu Rubaah (39) sebagai pedagang gorengan. Penghasilan yang didapatkan hanya cukup untuk biaya kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bella, sehingga bantuan pun dapat diberikan kepada Bella. Bantuan yang terakhir pun diberikan yang dipergunakan untuk kebutuhan Bella. Semoga Bella segera diberikan kesehatan agar dapat beraktifitas seperti anak-anak lainnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 27 Desember 2017
Kurir : @FaizFaeruz Aang @SiscaDwi

Bella menderita giant clavus gg sec infeksi


SUNARTI BINTI ARTAYU (52, Kanker Servik). Alamat : Dusun Krajan II, RT 1/-, Desa Palalangan, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Pada 8 bulan yang lalu, Ibu Sunarti mulai merasakan nyeri pada bagian pinggang beliau dan sering mengalami keputihan bercampur dengan darah. Ibu Sunarti pun langsung memperiksakan diri ke Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter pun mendiagnosis bahwa beliau mengalami kanker servik atau kanker pada leher rahim beliau. Karena tidak adanya obat-obatan yang dibutuhkan untuk proses pengobatan, Ibu Sunarti pun di rujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Bulan Desember Ibu Sunarti menjalankan cek laboratorium, kontrol rutin, dan evaluasi hasil. Ibu Sunarti merupakan ibu rumah tangga biasa, yang dikepalai oleh Bapak Sudirma (58). Bapak Sudirma yang merupakan tulang punggu keluarga, saat ini bekerja sebagai pedagang di pasar. Penghasilan yang dimiliki Bapak Sudirma hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Sedangkan Ibu Sunarti memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk berobat dan transportasi ke Malang untuk melanjutkan pengobatannya. Selama ini Ibu Sunarti merasa terbantu akan adanya jaminan kesehatan berupa JKlN-KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sunarti, sehingga dapat menyalurkan bantuan dari Sedekaholics. Bantuan yang telah diberikan telah dipergunakan untuk membeli pampers, transportasi dan biaya saat masuk rumah sakit. Bantuan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1104. Semoga pengobatan yang akan dijalani Ibu Sunarti diberikan kelancaran dan dapat lekas sembuh. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Desember 2017
Kurir : @FaizFaeruz @SiscaDwi

Bu Sunarti mengalami kanker servik


ASISEH BINTI SUTIYA (48, Kanker Servik). Alamat : Dusun Banyuwuluh, RT 4/2, Desa Banyuwuluh, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Gejala awal yang dirasakan Ibu Asiseh sudah dari 1 tahun yang lalu. Beliau mengaku kalau sering mengalami pendarahan dan keputihan serta rasa nyeri dibagian alat vital beliau. Beberapa hari kemudian beliau merasa kalau kondisinya semakin lemah dan sering mual-mual. Ibu Asiseh pun akhirnya diperiksakan ke Puskesmas Wringin, Puskesmas puna akhirnya memberikan surat rujukan ke rumah sakit untuk pemeriksaan yang lengkap. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan, dokter pun akhirnya dapat mendiagnosis kalau Ibu Asiseh mengalami kanker servik atau kanker pada leher rahim. Dokter akhirnya memberikan surat rujukan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk pengobatan yang lebih intensif. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, Ibu Asiseh yang pada awalnya akan direncanakan untuk sinar dirubah oleh dokter dan di rencanakan untuk kemo terapi. Pada bulan ini, Ibu Asiseh telah menjalani kemo terapi yang ke 7. Ibu Asiseh merupakan ibu rumah tangga biasa, yang dikepalai oleh Bapak Adenan (47). Bapak Adenan yang merupakan tulang punggu keluarga, saat ini bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan yang dimiliki Bapak Adenan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Sedangkan Ibu Asiseh memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk berobat dan transportasi ke Malang. Ibu Asiseh merasa terbantu akan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Asiseh, sehingga dapat menyalurkan bantuan dari para Sedekaholics. Bantuan yang telah diberikan telah dipergunakan untuk membeli susu, membeli kebutuhan saat masuk rumah sakit dan transportasi pulang pergi Malang-Bondowoso. Bantuan sebelumnya telah tercatat di rombongan nomor 1113. Semoga pengobatan yang dijalani Ibu Asiseh diberikan kelancaran dan dapat lekas mendapat sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Desember 2017
Kurir : @FaizFaeruz @SiscaDwi

Ibu Asiseh mengalami kanker servik


NABBITA ANUGERAH MUKTI (6, Kelainan Tulang Kaki). Alamat: Pangen, Juru Tengah RT 002/005, Kel. Pangen, Kec. Purworejo, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Nabbita merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Solo sejak 2013 silam. Tinggal bersama Ibunya, Dwi (36) Nabbita sejak lahir telah mengalami kelainan pada tulang kakinya. Sang ayah meninggalkannya dan tidak diketahui keberadaannya hingga kini ibu Dwi pun berjuang sendiri untuk dapat memenuhi kebutuhan harian dan berobat Nabbita. Sehari-hari beliau bekerja sebagai penjaga toko dengan penghasilan Rp. 800.000,-/bulan. Alhamdulillah kini kondisi Nabbita semakin membaik setelah menjalani serangkaian pengobatan untuk dapat memperbaiki struktur kakinya. Namun dikarenakan kelainan pada syaraf kakinya yang mengakibatkan struktur kaki masih dapat berubah-ubah seiring masa pertumbuhan sehingga diharuskan terapi setiap bulan sekali di Rumah Sakit dr. Soeharso (RSO) agar struktur kaki tidak berubah-ubah. Nabbita yang kini usianya sudah menginjak 6 Tahun dan sedang aktifnya belajar serta membutuhkan dampingan orang tua,menjadikan Bu Dwi tidak bisa bekerja lagi seperti biasanya. Kini untuk mencukupi kebutuhan hidup, Bu Dwi mengandalkan hasil berjualan makanan setiap hari minggu. Santunan ke-17 kembali disampaikan oleh kurir #SedekahRombongan untuk biaya transportasi Nabita ketika terapi dari Purworejo ke RS. Dr. Soeharso Solo, Santunan sebelumnya tercantum dalam rombongan 1081. Keluarga Nabita mengucapkan terimakasih serta mendoakan agar segala amal kita diterima serta dibalas oleh Allah SWT dan mengharakan do’a agar Nabita segera sembuh dan dapat bermain kembali. Aaamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 28 Februari 2018
Kurir : @mawan @anissetya60 @eliyan_a

Nabitta mengalami kelainan pada tulang kakinya


MTSR TASIKMALAYA (B1495SU, Operasional dan Perawatan Rutin). Tingginya mobilitas MTSR dalam melayani pasien dampingan yang membutuhkan bantuan dalam ikhtiarnya memperoleh kesembuhan dan kesehatan khususnya di daerah Kabupaten / Kota Tasikmalaya dan umumnya di sekitar wilayah Jawa Barat. Hal ini membuat mobilisasi MTSR seakan tidak pernah ada hentinya melintasi jalan – jalan perkotaan dan perbukitan yang terjal dan penuh rintangan. Setelah mengalami perbaikan di Kota Tasikmalaya dan sudah dinyatakan layak dioperasikan kembali oleh bengkel, MTSR B 1495 SU akhirnya dibawa kembali ke Jakarta. Aktivitas MTSR tersebut tidak terlepas dari kebutuhan dana operasional berupa pengisian bahan bakar, biaya tol dan lain-lain.

Jumlah Bantuan : Rp. 460.500,-
Tanggal : 18 Januari 2018
Kurir : @ddsyaefudin, @dadang_alatif

Biaya operasional dan perawatan rutin


MTSR TASIKMALAYA (B1495SU, Biaya Perbaikan). Tingginya mobilitas MTSR dalam melayani pasien dampingan yang membutuhkan bantuan dalam ikhtiarnya memperoleh kesembuhan dan kesehatan khususnya di daerah Kabupaten / Kota Tasikmalaya dan umumnya di sekitar wilayah Jawa Barat. Hal ini membuat mobilisasi MTSR seakan tidak pernah ada hentinya melintasi jalan – jalan perkotaan dan perbukitan yang terjal dan penuh rintangan. Akibat dari tingginya mobilitas tersebut akhirnya MTSR B 1495 SU mengalami kerusakan mesin saat sedang mengantarkan pasien dampingan yang hendak berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah dibawa ke bengkel dan dilakukan pemeriksaan mesin, akhirnya diketahui bahwa kondisi mobil sudah tidak dapat dioperasikan lagi sebelum dilakukan pengganatian beberapa Spare Parts yang rusak karena pemakaian yang tidak ada hentinya. Spare Parts yang rusak tersebut memiliki fungus yang sangat vital bagi kendaraan, diantaranya Cylinder Block, Sensor CMP, Timing Belt, Oil Pump dan lain – lain sehingga membutuhkan biaya servis dan penggantian spare parts yang cukup besar, yaitu Rp. 9.195.000,-. Kini setelah dilakukan penggantian spare parts tersebut, MTSR B 1495 SU sudah siap beroperasi kembali dan terus berkhidmat melayani dhu’afa dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan dan kesehatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 9.195.000,-
Tanggal : 18 Januari 2018
Kurir : @ddsyaefudin, @dadang_alatif

Biaya perbaikan


UZI LESTARI (16, Kanker Tulang Belakang). Alamat : Kampung Gamnung RT 4/8, Desa Mejarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Uzi adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Bersama ibu dan saudaranya, ia tinggal di rumah bedeng milik perusahaan (bedeng adaah perumahan sederhana untuk pekerja kelas rendahan di perusahaah perkebunan teh). Ayahnya telah meninggal dunia beberapa bulan yang lalu karena kecelakaan. Ibunya, Bu Komariah (40), hanyalah ibu rumah tangga biasa yang kesehariannya disibukkan dengan mengurus rumah dan anak-anak; ia tidak punya pekerjaan tetap untuk melanjutkan kehidupan: membesarkan kedua anaknya yang kini menjadi anak yatim. Sepeninggal ayahnya, Uzi dan keluarganya semakin terpuruk. Mereka termasuk dhuafa yang sangat layak mendapatkan bantuan untuk menjalani kehidupan. Apalagi setelah siswi SLTP ini mengalamai sakit yang tak biasa sejak bulan Juli 2016. Ia diduga terserang tumor di betis dan kanker tulang belakang. Berbekal Jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS), keluarga Uzi membawanya berkali-kali diperiksa ke Puskesmas Pasirjambu dan RSUD Soreang. Akhinya, RSUD Soreang merujuk penanganan medis Uzi ke RSHS Bandung. Akan tetapi, karena ketidakadaan biaya, ikhtiarnya tertunda beberapa lama, padahal Uzi bersemangat untuk berobat karena ingin kembali bersekolah. Harapan Uzi dan keluarganya untuk terus berobat akhirnya sampai beritanya kepada kurir Sedekah Rombongan (#SR) atas informasi dari kader Posyandu di desa yang berada di dataran tinggi ini. Dengan Izin Allah Swt, bersyukur kurir #SR di Kab. Bandung dapat mengantar-jemput dan mendampingi Uzi diperiksakan di RSHS Bandung. Setelah dua kali didampingi menjalani tahapan diagnosa di RSHS, alhamdulillah, tindakan biopsi sudah dilakukan. Setelah menunggu beberapa minggu, akhirnya keluar hasil pemeriksaan terakhir berupa penegakan Patology Anatomy (PA). Ia didiagnosa mengidap Tumor Tulang Belakang. Pada awal November 2016, Uzi menjalani operasi tulang belakang. Alhamdulillah operasinya berhasil. Ia sudah mulai bisa duduk walaupun tidak lama. Akan tetapi, secara medis, perjalanan dia meraih kesembuhan masih amat panjang. Dia harus kontrol rutin seminggu sekali, dan harus menjalani 30 kali terapi sinar. Padahal, segala kemampuan mereka telah terkuras habis. Anak yatim dan ibunya ini masih membutuhkan bantuan. Memahami musibah yang dialami Uzi dan keluarganya, dengan empati sedekaholics #SR, Sedekah Rombongan terus memberi mereka bantuan. Pada pertengahan April 2017 ibunya mengabarkan bahwa selain melalui pengobatan medis, ikhtiar penyembuhannya dilakukan juga melalui pengobatan alternatif. Pada Mei 2017 sampai awal Juni 2017 ia didampingi kurir #SR kontrol rutin ke rumah sakit dan ahli tulang. Alhamdulillah keberhasilannya mulai nampak. Kini Uzi mulai bisa berjalan selangkah dua langkah, juga duduk. Alat penyangga dari para sedekaholik sangat membantu terapinya, berkat bantuan mereka sampai Juli 2017. Pada akhir September 2017 ibunya Uzi menghubungi kurir #SR, mengabarkan bahwa Uzi masih harus kontrol ke Klinik dan RSHS Bandung Uzi. Anak yatim ini masih membutuhkan bantuan dan dukungan para dermawan. Bersyukur kurir #SR dapat mendampinginya kontrol seminggu sekali dengan bantuan sedekaholik. Kondisinya terus membaik. Ikhtiar medis dan nonmedis ini menunjukkan keberhasilan. Uzi semakin tampak bugar dan mulai bisa melangkah. Uzi dan ibunya bersemangat untuk terus ikhtiar sampai sembuh. Sebulan sekali ia berobat ke RSHS dan seminggu sekali ke alternatif. Pada November 2017 Uzi mendapatkan lagi bantuan dari Sedekah Rombongan agar ia bisa terus berobat. Pada minggu kedua Januari 2018 ibunya Uzi menghubungi kurir #SR meminta bantuan untuk pengobatan anak bungsunya itu. Alhamdulillah, denga empati sedekaholik, kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan untuk Uzi Lestari. Bantuan yang diterima ibunya di rumah milik perusahaan perkebunan teh ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1092.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2018
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda

Bu Uzi menderita kanker tulang belakang


SUTISNA BIN ENDANG (56, Lambung + Diabetes). Alamat: Binong Kidul RT 04/03, Kelurahan Kebon Kangkung, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung – Provinsi Jawa Barat. Pak Sutisna adalah suami dari pasien dampingan Sedekah Rombongan Kota Bandung, yang bernama Sumiati binti Kasan (Sakit Jiwa, 43 tahun). Pak Sutisna bekerja sebagai kuli di pasar dengan penghasilan yang tidak menentu, sehingga ia dan keluarga hidup dalam kekurangan dan penuh keprihatinan. Selain membutuhkan biaya untuk istrinya yang masih dalam perawatan, ia juga memiliki seorang anak yang masih belajar di kelas 1 SMP, yaitu Kania Rahayu (12 tahun). Pada tanggal 2 Desember 2017, ketika sedang bekerja sebagai kuli angkut di Pasar Kiaracondong Bandung, Pak Sutisna merasakan sesak napas dan sakit di bagian perut dan dada. Kemudian, oleh teman-temannya dibawa ke puskesmas terdekat. Setelah agak membaik, Pak Sutisna diperbolehkan pulang. Keesokan harinya, Pak Sutisna kembali merasakan sesak dan sakit dada yang lebih dari sebelumnya. Dengan dibantu oleh Ketua RT dan Kurir Sedekah Rombongan, ia dibawa ke IGD RS PINDAD. Hasil didiagnosa rumah sakit, ia menderita sakit lambung dan diabetes sehingga ia pun dirawat inap selama tujuh hari dan sempat dirawat di Ruang HCU karena kondisinya yang tidak membaik. Karena terdesak kebutuhan, tiga hari setelah pulang dari RS Pindad,Pak Sutisna kembali bekerja di pasar, padahal waktu itu kondisinya belum pulih. Akibatnya, pada tanggal 20 Januari 2018 sakit Pak Sutisna kembali kambuh sehingga ia harus kembali dievakuasi ke RS Pindad dan dirawat inap kembali di ruang HCU. Namun sayang sekali, akibat penyakit yang dideritanya itu, keesokan harinya Pak Sutisna meninggal dunia. Kabar duka Pak Sutisna itu pun kembali diberitahukan Ketua RT setempat kepada Kurir Sedekah Rombongan, dan kurir Sedekah Rombongan pun segera turut serta membantu menjemput jenazah serta membantu keluarga duka itu sampai proses pemakamannya. Syukur Alhamdulillah, pada hari itu juga Kurir Sedekah Rombongan dapat memberikan santunan, titipan uang dari para sedekaholik untuk membantu keluarga Pak Sutisna yang ditinggalkan. Bantuan uang tersebut diterima oleh istri dan anaknya dan digunakan untuk membayar biaya Pemakaman. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkannya senantiasa bersabar dan mendapat perlindungan Allah SWT. Semoga pula bantuan para dermawan dan semua pihak yang telah membantunya menjadi amal shaleh yang akan mendapat penggantian lebih baik dari Allah SWT, di dunia dan di akhirat. Aamiin ya robbal ‘aalamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 21 Januari 2018
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @dzim_dzim

Bu Sutisna menderita lambung + diabetes


DONI SYAIFUL RAHMAN (23, Thalasemia Major). Alamat : Jl. Ancol Kawung No. 34 RT 4/3, Kelurahan Ancol Kawung, Kecamatan Ancol, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Doni ad alah anak kedua dari Bapak Sabar (58) dan Ibu Lisa Setiawati (50). Anak pertama Pak Sabar, Desy, telah meninggal dunia di usia 25 tahun dengan penyakit yang sama diderita Doni. Pak Sabar sempat membiayai pengobatan dua orang anaknya tanpa jaminan kesehatan apa pun. Semua hasil jerih payah usaha Pak Sabar sudah habis terkuras. Kini yang tersisa hanyalah gubuk kecil di ujung gang sempit, yang kini jadi tempat tinggal mereka. Rumah pengap itu menjadi saksi betapa selama ini mereka harus memikul cobaan hidup yang teramat berat! Penghasilan Pak Sabar sebagai pedagang bakso tahu pikulan keliling tentu tak kan seberapa dibandingkan dengan tuntutan hidup dan keniscayaan yang harus mereka hadapi setiap hari. Meskipun demikian, Pak Sabar tak pernah merasa lelah berusaha, sambil mengobati anaknya. Doni diduga mengidap penyakit Thalasemia Major sejak usia 9 bulan. Beberapa tahun terakhir ia harus ditransfusi darah dua minggu sekali. Akibat transfusi itu terjadi pembengkakan limpa dan perutnya membesar. Ia sering mengalami sesak nafas dan harus diberi bantuan oksigen Meskipun tabung oksigen sudah dimilikinya, mereka harus mengisinya dua kali setiap bulan. Sebelum Doni terdaftar sebagai peserta BPJS, biaya transfusi dibayar sendiri dari hasil kerja dan pinjaman karena pengajuan SKTM tidak pernah selesai. Kini biaya transfusi darah sudah ditanggung BPJS. Tetapi, untuk membeli obat yang lain, biaya transportasi dan kebutuhan oxygen harus mereka keluarkan sendiri walau mereka harus meminjam ke pihak ketiga. Padahal, hutang mereka terdahulu yang digunakan untuk membiayai pengobatan putranya –sebelum ada BPJS– belum terlunasi. Pak Sabar dan keluarganya membutuhkan bantuan untuk biaya pengobatan yang tidak ditanggung BPJS, transportasi, dan biaya tambahan untuk kebutuhan sehari-hari. Biaya yang mereka butuhkan untuk membeli obat, isi ulang oxygen, dan lain-lain per bulan sekitar Rp.800.000,-. Cerita duka keluarga dhuafa ini sampai kepada kurir Sedekah Rombongan berdasarkan informasi salah satu radio swasta di Kota Bandung. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan (#SR) dapat bersilaturahmi dengan keluarga yang tabah dan tawakal ini. Pada kunjungan pertama itu Kurir #SR Bandung memberikan bantuan dari sedekaholics, berupa uang untuk meringankan beban hidup keluarga Pak Sabar, agar Doni dapat melanjutkan pengobatannya. Sejak saat itu Sedekah Rombongan menjadikan Doni sebagai pasian dampingan #SR. Beberapa bulan kurir #SR di Kota Bandung terus menjenguk Doni di rumahnya. Walau kondisinya tampak membaik, pengobatannya masih harus berlanjut. Saat ini, selain harus melakukan transfusi darah setiap minggu, Doni juga harus rutin memeriksakan matanya ke Cicendo dan berobat untuk gatal-gatal di tubuhnya yang diakibatkan dari efek samping transfusi darah. Dengan rahmat Allah Swt, dan bantuan dari para dermawan melalui Sedekah Rombongan, alhamdulillah, sampai Agustus 2017 Sedekah Rombongan dapat terus menyampaikan titipan langit dari para sedekaholics untuk membantu meringankan beban hidup keluarga dhuafa ini. Pada akhir November 2017, Sedekah Rombongan mendapat kabar bahwa kondisi Doni menurun. Beberapa hari ia sakit berat dan tidak dapat mengingat ayah-ibunya serta sudah buang air kecil dan BAB di tempat tidur. Ketika dikunjungi kurir #SR Doni tengah ditunggui kedua orang tuanya yang sedang sedih dan bingung, sebab waktu itu Doni harus berobat ke rumah sakit tetapi tidak memiliki biaya. Sejak kondisi menurun dan sakit berat, ayahnya tidak bisa berdagang karena terus menunggui dan beberapa kali membawanya ke dokter di rumah sakit. Pada kunjungan itu kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan, yang mereka terima di rumahnya yang sempit. Pada Februari 2018 Kurir Sedekah Rombongan kembali mengunjungi Doni dan keluarganya. Alhamdulillah, kondisi Doni sudah kembali membaik, selain sudah sadar ia pun sudah bisa bangun dan beraktivitas. Karena ia harus kembali kontrol dan melakukan transfuse darah, Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan uang dari para sedekaholik. Bantuan dari para dermawan ini akan digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi kontrol, transfuse darah yang sekarang harus dilakukannya 4 kali setiap bulan. Mudah-mudahan atas bantuan para sedekaholik #SR, kondisi Doni dapat kembali membaik dan dapat sembuh sepertiyang didambakan kedua orang tuanya. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1084.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Februari 2018
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @hengkisenandika

Doni diduga mengidap penyakit thalasemia major


TITIN PRIATIN (35, Gangguan Ginjal + Ca. Serviks). Alamat: Jalan Cihampelas Gg. Marga Setia No. 38/25, RT 4/15, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pada bulan Juni 2017 Ibu Titin mengalami sakit di perut, terus merasa mual dan muntah-muntah. Setelah diperiksa di dokter umum dokter menyatakan bahwa ia sakit maag dan memberinya obat. Akan tetapi, setelah minum obat, Ibu Titin tambah sering muntah-muntah dan kesakitan di perut serta dadanya. Karena kondisinya semakin parah ia pun dievakuasi ke RS Salamun di Ciumbuleuit Bandung. Setelah diperiksa di laboratorium, ia dinyatakan sakit ginjal dan dirujuk ke RS Advent atau RS Khusus Ginjal R.A. Habibie. Sungguh sedih dan panik dirasakan bagi suami Ibu Titin, yaitu Bpk. Rendi Permana (37 thn). Sudah tiga tahun yang lalu suami Ibu Titin ini diberhentikan sebagai karyawan hotel dan sampai saat ini belum memiliki pekerjaan tetap, kecuali bekerja sebagai tukang ojeg on line. Sekarang pun Ibu Titin beserta suami dan satu orang anaknya tinggal bersama orang tuanya. Sewaktu bekerja dulu perusahaannya mendaftarkan keluarga Ibu Titin sebagai anggota BPJS kelas 1, namun sudah tiga tahun tidak terbayar. Demi memperoleh kesembuhan Ibu Titin, maka keluarganya pun berusaha membuat SKTM, agar Ibu Titin dapat berobat secara gratis. Namun, SKTM itu ditolak karena harus melunasi iuran BPJS. Setelah bernegosiasi dengan pihak BPJS, akhirnya mendapat keringanan dengan hanya diwajibkan membayar tunggakan sebesar Rp 3.120.000,- Namun tetap saja keluarga mereka tidak mampu membayarnya karena tidak memiliki uang. Demi menyelamatkan Ibu Titin, maka keluarganya pun terpaksa membawa Ibu Titin ke RS Khusus Ginjal R.A. Habibie melalui jalur umum. Di rumah sakit itu Ibu Titin dirawat-inap dan dicuci darah 1x dengan membayar biaya Rp 3.311.500,- yang diperoleh dari bantuan keluarga dan saudara-saudaranya. Setelah menjalani rawat inap, dokter pun menyarankan agar datang kembali seminggu kemudian untuk menjalani cuci darah, akan tetapi setelah hamper dua minggu sejak pulang, Ibu Titin belum bisa menjalani cuci darah disebabkan tidak memiliki biaya dan tunggakan BPJS-nya belum terbayar. Kondisi Ibu Titin semakin mengkhawatirkan dan menyedihkan. Ia terus terbaring karena merasa pusing, mual dan muntah-muntah serta di badannya mulai muncul bintik-bintik merah. Kisah duka dan penderitaan Ibu Titin itu disampaikan kakaknya kepada Kurir Sedekah Rombongan (#SR) Bandung. Karena berempati, maka Kurir #SR pun mengunjunginya diantar oleh oleh Kakaknya itu. Pada kunjungan itu Kurir #SR menyampaikan titipan langit, yaitu bantuan dari para sedekaholics yang berempati terhadap kesusahan dan penderitaan Ibu Titin. Bantuan uang tersebut mudah-mudahan dapat meringankan beban hidup keluarga mereka dan dapat digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit serta membeli obat yang disarankan dokter. Pada kesempatan itu pula, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan keprihatinannya dan akan berusaha mencari bantuan agar memperoleh biaya untuk melunasi tunggakan iuran BPJS-nya. Syukur Alhamdulillah, pada akhir Agustus 2017 Kurir #SR kembali dapat mengunjunginya dan menyampaikan bantuan uang dari sedekaholics #SR. Bantuan uang tersebut akan digunakan untuk melunasi tunggakan BPJS agar Ibu Titin dapat menjalani cuci darah rutin sesuai petunjuk dokter. Pada akhir September 2017, Kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar bahwa keadaan Ibu Titin Priatin semakin memburuk. Dari pemeriksaan dokter, Ibu Titin juga terdiagnosa cancer serviks. Selain harus menjalani cuci darah 2x setiap minggu, ia pun harus dirawat karena kondisinya semakin menurun. Maka pada 28 September Kurir Sedekah Rombongan kembali megunjungi Ibu Titin, yang pada saat itu sedang dirawat di rumah sakit. Pada kunjungan itu disampaikan kembali bantuan uang dari para Sedekaholik #SR. Bantuan tersebut diperlukan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari selama menjalani rawat-inap di rumah sakit. Pada November dan Desember 2017 Ibu Titin tidak lagi menjalani cuci darah, akan tetapi ia menjalani operasi untuk membuat saluran kencing dan dipasangi selang di kedua belah pinggulnya. Selang tersebut berfungi sebagai saluran untuk pembuangan air seninya. Ibu Titin masih memerlukan bantuan dan biaya untuk pengobatan serta perawatannya, dan ketika ditemui kembali ia sedang terbaring lemah. Pada November 2017, Desember 2017, dan Januari 2018 Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan dari pada sedekaholik untuk membantu biaya transportasi, kontrol, perawatan mengganti selang saluran kencing, dan berobat cancer serviks-nya. Pada Februari 2018, Ibu Titin harus kembali menjalani operasi untuk mengganti selang saluran air seninya yang katanya sudah kotor. Beberapa hari sebelumnya ia merasa seluruh badannya sangat sakit dan mengalami pingsan, sehingga harus dilarikan ke IGD. Syukur Alhamdulillah, pada 8 Februari Sedekah Rombongan dapat kembali memberikan bantuan kepada Ibu Titin. Bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk biaya transportasi dan akomodasi, juga untuk membayar iuran BPJS. Mudah-mudahan bantuan tersebut dapat mengantarkan Ibu Titin untuk memperoleh kesembuhannya. Bantuan sebelumnya tercatat di Rombongan 1100.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Februari 2018
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima Yedi

Bu Titin menderita gangguan ginjal + ca. serviks


IYUK RATMANAH (67, Ginjal). Alamat: Kampung Cinagreg, Kelurahan/Desa Langonsari, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung – Provinsi Jawa Barat. Sejak suaminya meninggal 30 tahun yang lalu, Ibu Iyuk Ratmanah bekerja sendiri menghidupi empat orang anaknya. Ia mencari nafkah dengan menjadi tukang cuci atau membantu pekerjaan tetanga-tetangganya. Sudah lima tahun yang lalu ia sering merasa sakit pinggang dan terasa panas sehingga tidak bisa bekerja. Beberapa kali ia hanya berobat ke puskesmas dan berobat dengan obat tradisional. Tetapi rasa panas dan sakit di pinggang seringkali kambuh kembali. Pada pemeriksaan terakhir di puskesmas, dokter menyatakan ia mengalami gangguan pada ginjalnya dan dirujuk untuk memeriksakan diri dan berobat ke rumah sakit. Akan tetapi karena tidak punya biaya, sejak itu ia tidak pernah berobat lagi. Walaupun sekarang ia sudah menjadi anggota BPJS PBI, tetapi untuk pergi ke puskesmas pun sering tidak punya ongkos, belum lagi ia harus bekerja pada tetangga untuk mencari nafkah. Sekarang ia tinggal di rumah sangat sederhana bersama anak bungsu dan suaminya, yang bekerja lepas sebagai tukang cat mobil di bengkel. Penghasilannya pun hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Ibu Iyuk sangat berharap mendapat bantuan agar ia dapat berobat ke rumah sakit, karena sangat tersiksa dengan sakit pinggang yang juga sering terasa panas dari punggung hingga paha. Ia ingin sembuh karena masih semangat untuk bekerja sehingga tidak membebani hidup anak dan menantunya yang sudah punya anak-anak. Kabar duka dan peneritaan Ibu Iyuk itu sampai kepada kurir Sedekah Rombongan melalui saudaranya, yaitu Ibu Siti Khodizah yang sering merasa iba melihat hidup Ibu Iyuk yang prihatin. Syukur Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung dan bersilaturahmi dengan Ibu Iyuk di rumahnya. Setelah mendengar kisah hidup dan semangat Ibu Iyuk untuk dapat berobat, syukur Alhamdulillah pada kunjungan itu kurir Sedekah Rombongan dapat memberikan bantuan uang dari para sedekaholik. Bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya transportasi, akomodasi dan biaya pemeriksaan ginjalnya ke Rumah Sakit Al-Ihsan di Baleendah Kabupaten Bandung. Mudah-mudahan bantuan para dermawan tersebut dapat meringankan hidup Ibu Iyuk dan keluarganya, serta mudah-mudahan menjadi jalan untuknya memperoleh kesembuhan dan kesehatannya kembali.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 8 Februari 2018
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @hengkisenandika

Bu Iyuk menderita ginjal


NENG RAHMAWATI (12, Leukemia). Alamat: Kampung Cibetik Cipageran RT 5/14, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat. Anak dari Bapak Dede Syaefudin (47) dan ibu Ratmini (45) ini sejak setahun yang lalu berjuang melawan ganasnya Kanker Darah Akut. Penyakit yang Neng alami mengharuskan anak periang ini berobat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung hingga saat ini. Sang ayah, Dede Syaefudin, seorang kepala keluarga yang bekerja sebagai buruh tani ini upah kerjanya hanya Rp.35.000,- per hari. Tak heran mereka sangat kesulitan untuk membeli obat yang tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan, yaitu Mercaptopurin. Obat ini harus diminum setiap hari. Kini Neng sedang menjalani kemoterapi sesuai tata laksana yang direncanakan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat bertemu dengan Neng Rahmawati dan keluarganya. Sejak itu ia menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, dan dapat melakukan pemeriksaan serta kontrol secara teratur. Kondisinya terus membaik, namun dia masih harus kontrol rutin. Pada akhir Desember 2014 kurir Sedekah Rombongan kembali menemui Neng Rahmawati dan keluarganya saat mereka berobat ke RSHS Bandung. Dengan izin Allah SWT pula saat itu Sedekah Rombongan dapat mengantarkan titipan dari Sedekaholics yang digunakan untuk membeli obat yang tidak dijamin BPJS Kesehatan. Pada pertengahan bulan Februari 2016, kurir Sedekah Rombongan mendapat informasi bahwa Neng dirawat inap di RSHS Bandung untuk menjalani kemoterapi dan kontrol rutin. Saat ditemui, Neng dan keluarganya tampak kebingungan karena tidak punya biaya untuk membeli obat yang tidak ditanggung Jamkesmas dan biaya sehari-hari selama dirawat. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali meringankan beban mereka dengan memberinya santunan yang disampaikan di Rumah Sakit Rujukan Pusat itu. Pada bulan-bulan selanjutnya Sedekah Rombongan kembali kembali melakukan pendampingan kepada Neng Rahmawati dan memberi bantuan setiap ia menjalani kontrol rutin ke RSHS Bandung. Untuk membantu dan memudahkan proses pengobatannya yang harus berlanjut, Neng Rahmawati tinggal dan dirawat di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK), yang beralamat di daerah Sukajadi Bandung, dan sudah bersinergi dengan Sedekah Rombongan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat terus menyampaikan titipan langit kepada mereka yang mereka terima di RCAK Bandung. Hingga Oktober 2016, kondisi Neng terus membaik dan masih rutin menjalani pengobatan di RSHS. Pada akhir Oktober 2016 sampai Desember 2016 masih rutin ke RSHS Bandung untuk menjalani kemoterapi lanjutan. Ia masih membutuhkan bantuan para dermawan untuk membeli obat-obatan demi menuntaskan ikhtiarnya untuk memperoleh kesembuhan. Alhamdulillah dengan empati sedekaholik, sampai pada bulan Desember 2017 dan pada Februari 2018 Sedekah Rombongan dapat kembali menyampaikan bantuan para dermawan untuk Neng Rahmawati. Bantuan yang diterima di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakan untuk transportasi-akomodasi dan tambahan biaya membeli obat mercaptopurine yang selalu dibutuhkannya untuk pengobatan. Sementara sebagian biaya obat dan lain-lain dibantu oleh RCAK Bandung. Semoga sedekah ini membawa keberkahan bagi semua dan membuka pintu kesembuhan bagi Neng Rahmawati. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1100.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Februari 2018
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @hengkisenandika @abahbutung

Neng menderita leukimia


ALEX SOLEHUDIN ( 37, Gagal Ginjal ). Alamat: Kampung Cibeureum Hilir, Desa Neglasari, Kecamatan Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur – Provinsi Jawa Barat. Pada Agustus 2017, Alex merasakan sakit di pinggang dan di perut. Awalnya ia mengira sakitnya hanya karena terlalu cape, karena ia bekerja sebagai kuli bangunan. Alex masih belum menikah dan tinggal sendirian di rumahnya. Ayah Alex sudah meninggal, sedangkan ibunya, Olih BinApi (52), bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta beserta adiknya yang bungsu. Karena sakit pada pinggang dan perutnya tidak kunjung sembuh, akhirnya Alex pun memeriksakan diri ke Puskesmas. Dari Puskesmas ia dirujuk ke RSUD Cianjur, dan setelah melalui beberapa kali pemeriksaan, Alex pun didiagnosa gagal ginjal. Alex harus dirawat, tetapi karena ia tidak memiliki biaya dan hanya hidup sendirian, maka ia pun meminta ibunya pulang dari Jakarta. Tetapi, setelah Alex dirawat beberapa hari, penyakitnya tidak kunjung membaik, sehingga dokter RSUD Cianjur menyarankan dan merujuknya untuk melanjutkan pengobatan ke RSHS Bandung. Tentu saja keadaan ini membuat panic dan sedih Alex beserta ibunya. Tetapi, karena kecintaannya kepada anak, sang Ibu pun berusaha ke sana ke mari untuk mencari biaya agar bisa berobat ke RSHS Bandung. Akhirnya Alex pun mendapat penanganan medis dengan menjalani operasi pemasangan selang di pinggang untuk pembuagan air seni. dan perawatan di RSHS Bandung. Setelah mendapatkan perawatan, Alex pun diperbolehkan pulang dulu ke Cianjur dan harus kembali untuk pemeriksaan rutin pada waktu-waktu yang sudah dijadwalkan. Setelah pualng dari RSHS Bandung kondisi Alex semakin kurus, dengan selang pembuangan air seni masih terpasang di pinggangnya. Alex dan keluarganya menglami kondisi prihatin dan bingung karena ia tidak memiliki biaya untuk pemeriksaan dan perawatan ke RSHS Bandung. Selain itu, ia pun tidak mempunyai uang untuk menebus resep obat dan bekal sehari-harinya. Beruntung sekali Kurir Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan keluarga dhuafa tersebut. Sambil bersilaturahmi dan mengunjungi Alex beserta ibu dan adiknya, syukur Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan uang, titipan dari para sedekaholik. Bantuan uang tersebut akan digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi kontrol dan berobat Alex dari Cianjur ke RSHS Bandung. Mudah-mudahan bantuan para dermawan ini dapat memberi harapan dan semangat kepada Alex serta keluarganya untuk terus berjuang demi kesembuhan Alex.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Februari 2018
Kurir : @ddsyafudin @azepbima @ikeu @aatatikah @alwiejozz

Pak Alex menderita gagal ginjal


MUHAMMAD RAFLI (10, Leukimia). Alamat : Gg. Bronjong, RT 24/8, Desa Maracang, Kecamatan Maracang, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dek Rafli merupakan pasien dampingan gerakan Sedekah Rombongan. Sejak menginjak umur 6 tahun, ia mengalami demam disertai dengan muntah, mencret dan nyeri diseluruh persendiannya, kemudian ia dibawa ke Puskesmas setempat oleh kedua orangtuanya. Tim medis di Puskesmas tersebut menyarankan Dek Rafli untuk menjalani tes darah di RSUD Bayu Asih Purwakarta, ia pun kemudian dibawa ke RSUD tersebut. Hasil laboratorium menyatakan bahwa Dek Rafli didiagnosa mengidap penyakit Leukimia, semenjak itu setiap bulannya Dek Rafli harus menjalani pemeriksaan secara rutin ke RSHS Bandung. Selama 2 tahun ini kedua orangtuanya tidak pernah berhenti berjuang untuk ikhtiar pengobatan anaknya agar bisa sembuh kembali, hingga keduanya rela meminjam uang kepada tetangganya. Ayahnya yakni Rogis (36) adalah seorang pengumpul rongsokan yang memiliki penghasilan yang sangat minim, selain membiayai kehidupan keluarganya sehari-hari dan membiayai pengobatan Rafli, ayahnya pun harus membayar kontrakan tempat mereka tinggal setiap bulannya. Kedua orangtuanya amat sangat membutuhkan uluran bantuan dari para donator untuk membantu membiayai pengobatan Rafli. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Dek Rafli, kami diberi titipan oleh sedekaholics untuk menyampaikan bantuan kepada Dek Rafli. Bantuan tersebut digunakan Dek Rafli untuk biaya akomodasi ke RSHS Bandung juga biaya pembelian obat yang tidak tercover BPJS. Pada tanggal 8 Desember 2016, saat kami menyambangi rumahnya, kami lihat Dek Rafli semakin kurus dan sangat pucat. Mari doakan bersama agar proses pengobatan Dek Rafli berjalan dengan lancar. Adapun laporan bantuan sebelumnya, tercatat pada Rombongan 1092.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Januari 2018
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Otong Mulawarman

Rafli didiagnosa mengidap penyakit Leukimia


KHOIRUL ILHAM (14, Kerusakan saraf belakang + Infeksi Saluran Kencing) Beralamat didusun Katekan RT 06 RW 02 desa Katekan kec. Ngadirejo kab. Temanggung Jawa Tengah. Putra bapak sukirman (64) ibu Sakdiyah (53).Orang tua Ilham merupakan keluarga kurang mampu yang hanya bekerja sebagai petani. Ilham merupakan korban tabrak lari pada 8 September 2015. Berbekal BPJS pengobatan dengan tekun dijalani. Sebelumnya dik Ilham Sudah operasi tulang belakang. Namun, setelah operasi tulang belakang selesai ternyata kedua kaki belum bisa di gerakkan seperti mati rasa. Karena kerusakan Saraf pembuangan Urine/air seni pun mengalami gangguan. Selama ini untuk buang air kecil melalui cateter yang terpasang di perut, yang diharuskan ganti setiap bulan. Karena keterbatasan gerak saat ini dik Ilham hanya bisa berbaring di tempat tidur. Segala kebutuhanya dibantu keluarga. Selama proses pengobatan dik Ilham diharuskan Kontrol untuk penyembuhan Syaraf dan penyembuhan saluran pembuangan. Februari 2018 dokter di RS. Dr Moewardi melakukan operasi memperlebar saluran pembuangan. Oprasi dilakukan pada tanggal 8 February 2018. Semoga setelah di operasi kondisi dek Ilham membaik, keluarga dik Ilham mengucapkan terimaksih kepada sedekaholic dan #sedekahrombongan atas bantuan yang diberikan. Santunan sebelumnya masuk rombungan 758

Jumlah : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Februari 2018
Kurir : @Mawan @anissetya60 @welyanto

Ilham menderita kerusakan saraf belakang + infeksi saluran kencing


GUNA IBMAWAN (14, Patah Tulang Kaki). Alamat : Desa Sekijang RT 1/4, Kecamatan Bandar Sekijang, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pada Minggu, 31 Juli 2016, pukul 17.15 WIB, Guna diminta orang tuanya untuk membeli air galon isi ulang. Ia pun pergi ke toko terdekat dengan mengendarai motor bersama adiknya. Sore itu lalu lintas ramai dari arah Pekanbaru ke Kerinci. Ketika sampai di belokan persimpangan rumahnya, ia perlahan-lahan mengarahkan motor untuk belok ke kanan, namun tiba-tiba ada motor melaju kencang melewati mobil persis di belakang motor Guna. Posisi motor Guna yang sudah mulai belok langsung dihantam motor tersebut dan menabrak kaki kanan Guna. Motor Guna terjatuh dan adiknya terlempar hingga terkilir. Guna yang saat itu sudah tidak dapat menggerakan kakinya langsung dibawa oleh warga menggunakan ambulan desa ke RSUD Pekanbaru untuk ditangani lebih lanjut. Hingga kini Guna telah menjalani operasi tulang bertahap pada kakinya sebanyak 3 kali. Ia akan diperbolehkan pulang dari rumah sakit pasca menjalani fisioterapi setelah kondisinya benar-benar pulih. Alhamdulillah Guna menggunakan Jamkesmas selama berobat di RSUD sehingga ia bebas dari segala biaya pengobatannya, namun keluarga tetap mengalami kesulitan untuk memenuhi biaya akomodasi sehari-hari selama Guna dirawat di RSUD. Kehidupan keluarga Guna yang sangat terbatas tidak cukup untuk menanggung biaya hidup mereka di rumah sakit. Ayah Guna, Kariono (50), bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak tetap, sedangkan ibunya, Sri Mulyani (43), adalah seorang ibu rumah tangga yang setia mendampingi Guna. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Guna dan hingga kini Gunamenjadi pasien dampingan SR Riau hingga ia benar-benar pulih dari operasinya. Selama menjalani kontrol rawat jalan dan operasi lanjutan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Guna dan ibunya tinggal di RSSR Riau. Namun setelah menjalani beberapa kali operasi kondisi tulang Guna belum juga pulih seutuhnya, sehingga dokter RSUD Pekanbaru merujuknya ke RS Prof Suharso di Solo untuk melanjutkan proses pengobatan tulangnya tersebut. Alhamdulillah proses operasi pemasangan Elizaroh berjalan lancar. Saat ini Guna tinggal di RSSR Solo untuk sementara karena setiap 2 minggu sekali kontrol di RSO dr. Soeharso hingga pelepasan alat bantu elizaroh. Sedekah Rombongan kembali menyampekan bantuan kepada Guna untuk kebutuhan sehari hari dan untuk perawatan luka. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1096. Keluarga mengucapkan banyak terimaksih atas bantuan yg diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000 ,-
Tanggal: 10 Februari 2018
Kurir: @mawan @anis

Guna menderita patah tulang kaki


REKNO BIN GEMI (67, Prustat+Asma). Beralamat di Dukuh Delepan Rt 034, Desa Sidodadi, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Sejak awal tahun 2018, merasa nyeri atau panas pada penis saat buang air kecil. Oleh pihak keluarga dibawa berobat ke Puskesmas lalu dirujuk ke Rumah Sakit Kartini Karanganyar. Menjalani rawat inap, untuk mempermudah saat buang air kecil, dipasang kateter. Bapak Rekno juga mengeluh sulit buang air besar. Setalah menjalani rawat inap, bersyukur kondisi semakin membaik. Namun harus menjalani kontrol rutin. Selain itu, Bapak Rekno juga menderita asma dan darah tinggi. Karena jarak rumah ke rumah sakit yang lumayan jauh, keluarga Bapak Rekno memutuskan untuk menyewa mobil, setiap berangkat kontrol harus mengeluarkan biaya Rp 150.000,00. Sehari-hari Bapak Rekno bekerja dengan berjualan Soto bersama istrinya, Ibu Minem (51) dengan pendapatan sekitar Rp 75.000,00. Tapi karena harus bolak balik ke rumah sakit, sehingga keduanya tidak bisa berjualan setiap hari. Untuk memenuhi biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari, Bapak Rekno dan istri harus meminta ke anaknya yang sudah berkeluarga. Anaknya juga hidup serba kekurangan. Bersyukur kurirSR dipertemukan dengan keluarga Bapak Rekno, sehingga dapat membantu meringankan biaya berobatnya. KurirSR menyampaikan sedekah dari sedekaholic kepada Bapak Rekno untuk biaya dan akomodasi dalam menjalani pengobatan. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,00
Tanggal : 06 Februari 2018
Kurir : @Mawan @AnisSetya60 @SigitAhong

Pak Rekno menderita prustat+asma


MUSOFA HAMDAN (15, Shepinabifida). Alamat : Dusun Baliboto, RT 42/4, Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Hamdan, begitulah nama seorang anak putra dari Ibu Ayib. Di usianya yg ke 15 tahun ini seharusnya dia masih bisa merasakan indahnya bersekolah dan bertemu teman-temannya. Seharusnya Hamdan sekarang kelas 8 SLTP, namun karena penyakit yang dideritanya kini ia harus berhenti sekolah dan hanya bisa terdiam di rumah. Shepinabifida ialah penyakit benjolan di tulang ekor akibat keluarnya bagian sumsum tulang belakang. Penyakit ini diderita sejak kecil, yang hingga sekarang merambat pada ginjal dan jantungnya. Ibunya yang bekerja sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi Ibu Ayib masih mempunyai tanggungan 2 anaknya. Kini Ibu Ayib harus berjuang menghidupi keluarganya seorang diri menjadi single parent. Sementara Hamdan masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang salah satu kakinya untuk berjalan tidak bisa sempurna seperti biasanya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Hamdan. Saat ini Hamdan menggunakan fasilitas KIS. Dengan keadaan tersebut, Hamdan yang sebelumnya sudah menerima santunan dan masuk pada rombongan 897, 959, 976, 989, 1018, 1039, 1083, 1094, dan 1107. Kali ini Hamdan kembali menerima santunan yang ke sembilan untuk biaya pengobatan. Sedekah Rombongan selalu memberi semangat untuk Hamdan untuk bisa berjuang melawan sakit yang dideritanya. Dan alhamdulillah setelah sekian lama dengan sabar dan telaten secara rutin berobat, maka tahun ajaran baru 2017/2018 ini dek hamdan sudah bisa masuk sekolah lagi, namun masih masih tetep rutin kontrol. Kondisi terakhir dek Hamdan selain kontrol rutin ke rumah sakit Soedono Madiun, juga dirujuk ke rumah sakit dr. Soetomo Surabaya . Semoga Hamdan diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat meraih cita – citanya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik

Hamdan menderita shepinabifida


AJENG SUKMA AYU (7, Saraf). Alamat : Dukuh Genting, RT 1/1, Desa Menang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Adik Ajeng terlahir premature sehingga setelah lahir dilakukan oven/pemanasan. Namun tdak diketahui penyebabnya setelah beberapa bulan kemudian saraf gerak kaki dan sebagian tangan tidak berfungsi sehingga kaki tidak bisa digerakkan dan bentuknya bengkok. Tulang belakangpun juga bentuknya bengkok kelihatan membungkuk. Sejak usia – 3 tahun Adik Ajeng memakai kursi roda. Bantuan dari dinas sosial. Namun meskipun begitu Adik Ajeng tetap semangat bersekolah. Waktu anak – anak seusianya masuk TK, dia tidak ketinggalan ikut sekolah meskipun mamakai kursi roda dengan didorong ibunya setiap berangkat sekolah dan pulang. Akan tetapi sampai saat ini dia belum bisa melanjutkn ke SD karena keterbatasan kemampuan fisiknya. Terpaksa saat ini dia masih diikutkan di TK. Adik Ajeng kurang lebih sejak satu tahun terakhir dilakukan teraphi secara rutin oleh ayahnya ke Rsud Harjono Ponorogo. Namun karena perkembangsnnya lambat oleh dokter disarankan dirujuk ke Rsud. Moewardi Solo. Dan bulan Oktober 2017 kemarin meskipun dengan uang seadanya dan harus menumpang tetangga yang kebetulan kontrol ke Solo, adik Ajeng bisa kontrol ke Solo didampingi ayahnya. Kemudian kontrol yang kedua bersama ayahnya diantar temannya ke Solo dengan uang seadanya. Dan sesuai hasil kontrol dan konsultasi diputuskan untuk kontrol dan teraphi di RSU khusus tulang Harsoyo Solo. Menurut diagnosa dokter, Adik Ajeng mash mempunyai harapan besar sembuh jika telaten dan rutin teraphi. Dek Ajeng memiliki jaminan kesehetan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami dek Ajeng dan orang tuanya. Bantuan keempatpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1083, 1094, dan 1107. Puji syukur dan bahagia dirasakan oleh bapaknya dek Ajeng. Tidak lupa ucapan terimakasih disampaikan kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Dedik

Ajeng menderita sakit saraf


NIRWASITA BINTI KATENI(9, Liver). Alamat : Purworejo Wetan, RT 36/4, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Sita panggilan akrab sehari hari, Sita adalah pelajar kelas 2 SD, dalam dua bulan terakhir ini Sita mengalami sakit perutnya membesar. Sita pernah dibawa keluarganya ke Rsud Dolopo namun karena keterbatasan biaya dan belum punya BPJS Sita dibawa pulang. Untuk ke sekolah sehari – hari Sita sering di antar pamannya yang kebetulan satu rumah dengannya. Saat ini Sita tinggal bersama kakek dan neneknya, untuk keperluan sehari – hari Sita di tanggung nenek nya yang bekerja sebagai tukang pijat, karna bapak ibu nya sudah berpisah dan ayahnya yang bekerja serabutan terpaksa menitipkan Sita kepada neneknya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Sita, dan Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi Sita saat ini. Bantuan awalpun disampaikan kepada Sita untuk biaya akomodasi berobat. Keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan sehingga bisa membantu berikhtiar menjemput kesembuhan bagi Sita.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbbalFahmi

Sita menderita liver


SUWARNI BIN IS DUGEL (42, Kanker otak) Alamat : Dusun Krajan, RT 10/5, Desa Grobogan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Warni biasa di panggil sehari – hari, beliau menderita gangguan syaraf sejak 2010 namun baru bulan Februari 2017 beliau drop dan di vonis kangker otak. Beliau menjalani oprasi di Rsup dr Soedono Madiun sebanyak 2 kali setelah itu pada bulan Maret 2017 beliau di rujuk ke Rsup dr. Moewardi Solo untuk menjalani kemoteraphy, setelah kemoteraphy selesai beliau menunggu proses operasi yang ke tiga di Rsup. Dr Moewardi Solo. Beliau mempunyai 2 anak perempuan masih sekolah semua, sebelum sakit beliau adalah tulang punggung keluarga, namun saat ini kondisi beliau tidak dapat berjalan dan sangat lemah dan mengharuskan istrinya yang bekerja sebagai buruh tani/serabutan. Saat ini beliau kesulitan biaya transportasi ke Rsup Moewardi Solo dan untuk kos saat proses kemoterapi. Saat ini beliau mempunyai jaminan kesehatan KIS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Suwarni. Bantuan keduapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1107. Beliau dan keluarga mengucapkan terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan sehingga bisa membantu berikhtiar menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Bu Suwarti menderita kanker otak


NUR CHOLIS (51, Gagal Ginjal). Alamat : Desa Banaran, RT 13/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Nur adalah seorang bapak yang mengalami penyakit gagal ginjal. Pak Nur adalah dulunya seoran buruh tani. Pak Nur memiliki 1 orang anak yang sudah menikah. Sementara istrinya adalah seorang ibu rumah tangga. Selain gagal ginjal, sebelumnya juga terkena diabet, yang akhirnya salah satu kakinya harus diamputasi. Pak Nur memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Seminggu 2 kali harus menjalani cuci darah di Rsud Sudono Madiun. Pak Nur merasa sangat kesulitan untuk biaya akomodasi yang harus dijalaninya di setiap hari Selasa dan Jumat. Sebelum bertemu Sedekah Rombongan, setiap cuci darah pak Nur dibonceng sepeda motor oleh istrinya. Walau kadang hujan turun, demi suaminya, tetap berangkat. Belum lagi, bila sewaktu-waktu sesak nafasnya kambuh saat di rumah, maka istrinya menyediakan tabung oksigen. Belum lama pak Nur harus dilarikan ke IGD karena kondisi menurun. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi Pak Nur. Bantuan yang ke tujuh pun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya pak Nur, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 990, 1018, 1039, 1087, 1094, dan 1107. Pak Nur selama mengikuti anjuran dari dokter tentang ukuran minum dan makannya, alhamdulillah kondisinya stabil. Tak lupa Pak Nur mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga para sedekaholics dan semua kurir Sedekah Rombongan mendapatkan balasan atas semua kebaikannya, begitu doa keluarga pak Nur.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Pak Nur mengalami penyakit gagal ginjal


RATRI NOPIDHIAN WIDHI (34, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Ngrobyong, RT 13/1, Desa Purworejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mas Pipit adalah seorang bapak muda yang sejak tahun 2015 mengalami penyakit gagal ginjal. Mas Pipit adalah dulunya seorang karyawan swasta di sebuah pabrik. Mas Pipit memiliki 1 orang anak, dan saat ini istrinya hamil anak kedua. Sementara istrinya adalah seorang ibu rumah tangga. Mas Pipit memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Seminggu 2 kali harus menjalani cuci darah di Rsud. Soedono Madiun. Mas Pipit merasa sangat kesulitan untuk biaya akomodasi yang harus dijalaninya, yaitu rutin setiap hari Selasa dan Jumat. Sebelum bertemu Sedekah Rombongan, setiap cuci darah minta tolong teman untuk dibonceng sepeda motor. Karena kondisi seperti itu, maka istrinya pulang ke orang tuanya di Lampung. Dan bila sewaktu-waktu sesak nafasnya kambuh saat di rumah, maka istrinya menyediakan obat untung mengurangi sesaknya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi Mas Pipit. Bantuan ke tujuh pun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya mas Pipit, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 990, 1018, 1033, 1087, 1094, dan 1107. Semakin hari kondisi mas Pipit semakin bugar badannya dan terasa lebih sehat. Tak lupa mas Pipit mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan. Semoga para sedekaholics dan semua kurir Sedekah Rombongan mendapatkan balasan atas semua kebaikannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Februari 2018
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Deniasri4

Ratri mengalami penyakit gagal ginjal


MUHAMAD ASWURI (34, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Mruwak, Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Aswuri, begitu disapa oleh tetangganya. Kebetulan pak Aswuri ini bekerja sebagai tukang selep keliling. Sebenarnya sudah 3 tahun periksa ke Rumah Sakit, namun hanya diberi obat. Tidak tahu kalau ternyata sakit gagal ginjal. Selama itu juga kadang beliau merasa tidak cocok saat minum obat kemudian mengkonsumsi obat bebas bila tidak punya biaya untuk periksa. Sekarang beliau menjalani hemodialisa atau cuci darah 1x dalam 1 minggu. Pak Aswuri memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Aswuri dan keluarga. Bantuan ke enam pun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1033, 1054, 1083, 1094, dan 1107. Pak Aswuri masih melakukan hd dan kontrol rutin di Rsud. Soedono Pak Aswuri sangat gembira dan sangat berterimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik

Pak Aswuri menderita sakit gagal ginjal


GEMI BINTI SADELI (34, Ca Mamae). Alamat : Dusun Kayang, RT 17/3, Desa Bader, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Gemi biasa dipanggil tetangga sekitar. Gemi adalah seorang ibu rumah tangga. Beliau mempunyai satu anak perempuan dan suaminya bekerja di Bogor sebagai buruh pabrik. Awal mula sakit pada awal bulan September 2017. Beliau 2 kali oprasi di Rsud. Dolopo kemudian dirujuk ke Rsud Dr. Moewardi Solo untuk proses kemoterapi. Dalam proses berobat beliau ditemani kakak kandungnya dan sempat menginap 2 kali di teras Rsud Dr. Moewardi karena menanti hasil laboratorium esok hari dengan alas tidur seadanya. Saat ini beliau mempunyai jaminan kesehatan KIS. Beliau kesulitan perjalanan berobat ke Rsud Dr. Moewardi Solo dan biaya kost waktu proses kemoterapi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Gemi. Dan Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Gemi. Bantuan keduapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat bu Gemi, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1107. Beliau dan keluarga mengucapkan terimakasih kepada sedekaolics atas bantuan yang telah disampaikn oleh Sedekah Rombongan karena telah membantu berikhtiar menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi

Bu Gemi menderita ca mamae


SALAMUN BIN SHOLIKAN (60, Leukemia). Alamat : Desa Sidorejo, RT 6/3, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Salamun, adalah seorang bapak yang semenjak bulan Januari sudah mulai merasakan sakit. Pada bulan Puasa Ramadhan tahun kemarin, masih bisa untuk kerja di sawah. Juga sudah pernah diperiksakan. Sampai habis lebaran, suatu hari terasa seperti masuk angin. Dan perut lama kelamaan semakin membesar dan keras. Hasil periksanya, didiagnosa kebanyakan darah putih. Setelah diberi obat maka terasa sudah sembuh. Namun kambuh lagi 3 bulan terakhir. Pak Salamun dan istrinya, walau dengan perjuangan yang cukup besar, istrinya tetap berusaha rutin untuk kontrol. Untuk setiap kontrol ke Rumah Sakit, istri pak Salamun harus mnyiapkan biaya untuk menyewa mobil, bensin, dan sopirnya. Biasanya sekali berobat harus menyiapkan uang sampai 400 ribu rupiah. Walau memiliki BPJS kelas 3, namun istri pak Salamun sangat keberatan dan kerepotan untuk membiayai suaminya. Sebenarnya istri pak Salamun memiliki warung di rumahnya. Namun sekarang sering tutup karena merawat suaminya agar bisa sembuh lagi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga pak Salamun. Bantuan keenampun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat pak Salamun, yang sebelumnya telah menerima santunan dan masuk pada rombongan 1018, 1079, 1083, 1094 dan 1107. Pak Salamun merasakan banyak sekali perubahan setelah melakukan kontrol rutin. Dan sedikit demi sedikit mulai beraktifitas. Ucapan syukur dan terimakasih tidak lupa disampaikan kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada pak Salamun.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi

Pak Salamun menderita leukemia


NAYLA MUAZARA ALYA FITRI (3, Hydrocepalus). Alamat : RT 17/6, Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Nayla adalah seorang anak berusia 3 tahun. Sejak 3 bulan Naila mengalami susah buang air besar yang akhirnya harus menjalani operasi di RSSA untuk mengeluarkan ususnya. Hampir kurang lebih 1,5 tahun Nayla Bab lewat usus yg dikeluarkan dibagian perutnya. Hingga usianya genap 2 tahun Naila menjalani operasi lagi untuk memasukkan ususnya. Selama ini Nayla dibantu sebuah yayasan Anak di Kota Malang, sayangnya saat ini Nayla sudah dilepas dan tidak memberikan bantuan lagi terhadap Nayla karena dirasa sudah cukup. Padahal saat ini kondisi Nayla belum bisa dikatakan sembuh, karena setelah beberapa kali kontrol ke RSSA Nayla diminta CTScan dan hasilnya Nayla didiagnosa Hidrocepalus. Walaupun sebenarnya Nayla memiliki jaminan kesehatan BPJS kelas 3, namun karena keterbatasan ekonomi, akhirnya Nayla diajak orang tuanya pulang ke Madiun dan tidak melanjutkan pengobatan. Sedangkan Rumah yg ditempati di Madiun ini sebenarnya milik paman dari ayah Nayla, Namun di Madiun suaminya bisa bekerja serabutan dan ibu Nayla berjualan Cemol di depan rumahnya. Saat bertemu dengan Sedekah Rombongan, semua berkas pengobatan Nayla masih di Malang. Karena selain KK nya berdomisili Malang, orang tua Nayla berencana suatu saat punya rejeki atau ada yang memberikan bantuan, akan mengajak Nayla untuk berobat lagi ke RSSA. Sedekah Rombongan memahami kondisi orang tua Nayla. Saat ini Nayla menjalani therapy rutin di Rumah Sakit Soedono Madiun, dan alhamdulillah Nayla sudah mulai ada peningkatan perkembangan, otot – ototnya mulai kuat, apabila tengkurap maka sudah mulai bisa mengangkat kepalanya. Santunan keempatpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat Nayla, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan ke 971, 1069, dan 1107. Orang tua Nayla sangat berterimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 25 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik

Nayla didiagnosa hidrocepalus


AJIJAH BINTI RAHMIN (42, Tumor otak ). Alamat : Dusun. Gandu, RT 8/3, Desa Matesih, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Ajijah adalah seorang ibu rumah tangga. Ibu dari satu anak ini tiba- tiba sering merasakan pusing dan tidak pernah periksa. Dan suatu hari karena sudah tidak tahan dengan sakitnya, bu Ajijah memeriksakan sakitnya dan ternyata diagnosanya tumor otak stadium 4 dan belum pernah operasi. Meski sudah pernah menjalani kemo, namun terhambat biaya akodasi untuk perjalanan ke Rumah Sakit. Bu Ajijah mempunyai fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami oleh bu Ajijah. Alhamdulillah bu Ajijah mendapatkan bantuan ketiga dari Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1033 dan 1107. Sehingga sekarang bu Ajijah sudah mulai dilakukan sinar secara rutin. Bu Ajijah mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan, sehingga bisa membantu pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 26 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik

Bu Ajijah menderita tumor otak stadium 4


JURI BIN TAJI (53, Patah lutut). Alamat : Dusun Sejan, RT 18/9, Desa Gemarang, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Juri, demikian biasa dipanggil oleh tetangganya pada saat bekerja mengalami kecelakaan hingga lututnya patah. dulu di rujuk Ke Rsup. Soetomo Surabaya, karena tidak ada biaya maka yang seharusnya segera operasi, tidak jadi operasi, karena terkendala biaya. Pak Juri walau sebenarnya memiliki KIS namun kendala biaya wira – wiri dan pemondokan. Namun sekarang pak Juri berusaha untuk berobat lagi dan mendapat rujukan ke Rsud. Moewardi Solo. Pak Juri yang sebelum mengalami kecelakaan adalah menjadi tulang punggung keluarga, sekarang tidak bisa berbuat apa – apa karena sakit. Sementara istrinya harus tetap bekerja di sawah demi kelangsungan hidup mereka. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami oleh pak Juri dan keluarga. Bantuan keduapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat pak Juri, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1107. Pak Juri sangat senang dan bersyukur. Sekarang pak Juri menunggu jadwal operasi dari pihak rumah sakit. Tidak lupa pak Juri mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan untuk proses pengobatan lututnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Februari 2018
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Dedik

Pak Juri menderita patah lulut


KATIYEM BINTI JAIMAN (59, Asictes). Alamat : Desa Kare, RT 6/1, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Katiyem adalah seorang ibu yang mengalami sakit asictes (perut semakin membesar) sudah lama. Karena keterbatasan ekonomi maka kondisi tersebut tidak pernah diperiksakan. Bu Katiyem hidup dengan anaknya yang tidak mempunyai pekerjaan tetap. Anaknya yang berpendidikan kurang sehingga untuk bekerja sehari – hari mengalami kesulitan. Dan anaknya tersebut sekarang sudah berkeluarga sendiri. Sungguh kasihan melihat keluarga tersebut. Sejak lama bu Katiyem ingin memeriksakan sakitnya, namun karena keterbatasan biaya, sehingga hanya pasrah. Pada saat Sedekah Rombongan berkunjung ke rumahnya, bu Katiyem kelihatan kasihan sekali. Dengan kondisi pakaian yang dikenakan seadanya dengan kondisi perut yang semakin membesar. Bu Katiyem hanya bisa duduk di teras. Bu Katiyem memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dirasakan keluarga tersebut. Bantuan keempatpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima santunan dan masuk pada rombongan 1007, 1054, 1094. Bu Katiyem sangat senang dan berterimakasih sekali kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan .

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik

Bu Katiyem mengalami sakit asictes


DANIS ALDHIAN FAEZA (6, Leukemia). Alamat : Jl. Lapangan, RT 1/6, Desa Banaran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Dek Danis, di usia yang masih belia, menderita sakit leukemia. Sementara ibunya Danis tuna rungu, namun tetap semangat bekerja demi dua orang anaknya yang masih kecil. Danis yang masih sekolah TK mempunyai adik perempuan usia 3 tahun. Ibunya Danis bekerja apabila ada tetangga yang memanggilnya untuk membantu mencuci, seterika dan membersihkan rumah. Kadang juga ke SLB Kebonsari untuk membantu menjahit, sehingga mendapatkan tambahan penghasilan. Kondisi Danis awalnya badannya panas, biasanya kalau dipeiksakan ke mantri kesehatan sudah sembuh. Ini sampai 3 hari tidak sembuh-sembuh. Akhirnya diperiksakan ke puskesmas. Dan disuruh membawa ke Rsud. Soedono. Dari Rsud. Soedono dirujuk ke Rsup. Soetomo Surabaya, sampai sekarang masih rutin kontrol dan kemo di Rsup. Soetomo. Dan perkiraan bisa sampai 3 bulanan untuk proses awal pengobatan Danis. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga dek Danis. Bantuan ke empat pun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat dek Danis, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1083, 1094, dan 1107. Dek Danis jadwal kontrolnya masih sering/padat dan juga masih sering ranap. Pamannya dek Danis, atas nama keluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik

Danis menderita leukimia


MUHAMMAD RIFAI (12, Jantung Bocor). Alamat : Desa Putat, RT 4/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rifai, begitulah nama seorang anak desa yang begitu kurus tubuhnya. Di usianya yg ke 12 tahun ini Sekarang kelas 6 SD. Sejak kecil Rifai sudah menderita kelainan jantung. yang hingga sekarang masih belum mendapatkan kesembuhan. Ibunya yang bekerja sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi bapaknya juga seorang buruh tani. Sementara Rifai masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang kalau untuk berjalan sampai 15 meter saja sudah merasa lelah dan sesak nafasnya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Rifai. Hanya kalau Rifai ada keluhan batuk pilek baru dibawa ke puskesmas pembantu di desanya. Tidak memeriksakan kondisi sakit jantungnya. Karena sewaktu usia 3 tahun, menurut dokter, Rifai harus dirujuk ke Surabaya. Saat ini Rifai menggunakan fasilitas BPJS kas 3. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami ibunya Rifai, bantuan kelima pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Rifai, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1056, 1083, 1094, dan 1107. Sampai saat ini Rifai masih rutin kontrol ke RS Sutomo Surabaya. Ibunya Rifai tak terasa meneteskan air mata karena terharu anaknya mendapatkan bantuan. Ucapan terimakasih disampaikan kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan. Semoga Rifai diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat melanjutkan sekolah yang lebih tinggi lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi

Rifai menderita kelainan jantung


MTSR MADIUN (AD 9383 PR, Biaya Operasional Februari 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soedono, RSUD Dolopo, Rumah Sakit Umum (RSU) Aisyiyah Ponorogo serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Moewardi dan juga RSUP. Dr. Soetomo. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, biaya pemeliharaan dan perbaikan, konsumsi dan jasa driver. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1107.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.629.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Dedik

Biaya operasional Februari 2018


MUDJIATI BINTI MARYO MARNI (53, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Bangunsari, Desa Sukosari, RT 4/1, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Bu Mudji biasa dipanggil oleh tetangga demikian, adalah seorang ibu dengan 2 orang anak. Bu mudji telah berpisah dengan suaminya 22 tahun yang lalu. Untuk kebutuhan sehari – hari, bu Mudji bekerja sebagai buruh cuci di sebuah keluarga di daerah Caruban kabupaten Madiun. Bu Mudji menderita sakit sejak 2011 dan operasi pada tahun 2013 di RS Aisiyah Ponorogo dan menjalani Kemo 3 kali di RS Aisyah Ponorogo. Bu Mudji menggunakan Jamkesmas, awal 2014 Jamkesmas berganti KIS akhirnya di rujuk ke RSUP dr Sutomo Surabaya. Untuk saat ini beliau kesulitan biaya untuk ongkos ke Surabaya dan biaya kos selama menjalani pengobatan di sana. Bu Mudji memiliki keinginan sembuh yang tinggi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Mudji. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Mudji. Bantuan keempatpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada rombongan 1083, 1094 dan 1107. Beliau dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan yang telah membantu untuk berikhtiar menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Februari 2018
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Dedik1914

Pak Mudji menderita kanker payudara


ROKHIMIN BIN SLAMET (38, Tulang Belakang). Alamat : Desa Prambon, RT 9/2, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Rokhim adalah seorang kepala rumah tangga yang dahulu berkerja untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari anak dan istrinya, namun sekarang harus terbaring sakit dan akhirnya sekarang istrinya yang harus bekerja keras membanting tulang untuk mncukupi kebutuhn sehari – hari. Istrinya pak Rokhim bekerja sebagai penjaga kantin sebuah sekolahan di kecamatan Dagangan yang sekarang menjadi tulang punggung keluarga. Sakit pak Rokhim bermula sekitar 2 tahun yang lalu menderita ganguan di tulang belakang, pernah berobat ke Rsud. Dolopo (fisio trapi) hampir 1 tahun. Alhamdulillh bisa berjalan tetapi jalannya membungkuk. Sebenarnya beliau mau melanjutkan berobat, karena kendala biaya walaupun mempunyai BPJS kelas 3 namun sampai sekarang beliau tidak pernah konsultasi ke dokter lagi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Rokhim sekeluarga. Setelah didampingi, pak Rokhimin sudah beberapa kali melakaukan kontrol ke Rumah Sakit Bathil, dan oleh dokter disarankan untuk memakai korset khusus untuk proses penyembuhan tulang belakangnya. Bantuanpun disampaikan untuk membantu biaya pembeluan korset pak Rokhim. Selain menjalani terapi rutin, pk Rokhimin juga disarankan untuk memakai korset khusus untuk terapi sakitnya tersebut. Beliau merasa senang sekali, bersyukur, dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.750.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi

Pak Rokhimin menderita tulang belakang


MTSR MADIUN (AD 9383 PR, Biaya Pembelian 2 roda Mtsr). Mobil Gran Max tahun 2014 adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Madiun dengan eksterior ambulance untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Madiun sejak 3 Februari 2017 lalu telah dihibahkan oleh sedekaholics dan para kurir #SRWonogiri. Fungsinya adalah untuk Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Madiun dalam menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Madiun seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng gunung wilis dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR dan kondisi roda agar tetap prima. Adapun untuk bulan Februari 2017 terdapat biaya pembelian 2 roda Mtsr sebesar Rp 1.000.000. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic maka MTSR Madiun dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi

Biaya pembelian 2 roda Mtsr


LUSIANA BIN AGOES SOEBOLO (46, Leukomia). Alamat : Jalan Merbabu no 22 Pangongangan, Kota Madiun. Bu Lusi adalah seorang ibu rumah tangga. Meskipun beliau bukan termasuk orang berada, namun Bu Lusi selalu memanfaatkan waktu luangnya sebagai kader kemasyarakatan. Beberapa bulan yang lalu bu Lusi menderita sakit parah. Setelah diperiksakan ternyata beliau terkena Leukomia dan harus dirujuk ke RS. Saiful Anwar Malang. Bu Lusi mengalami kesulitan biaya karena selama beliau sakit dan tidak mampu bekerja, Bu Lusi hanya menumpang di rumah saudaranya. Bahkan untuk akomodasi ke Malang pun beliau harus menyewa kendaraan yang cukup mahal bagi beliau yang hanya hidup seorang diri. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Lusi. Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat bu Lusi. Terimakasih tak terhingga disampaikan oleh Bu Lusi, atas bantuan dari Sedekaholics yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan sehingga dapat membantu bu Lusi untuk melanjutkan pengobatan demi kesembuhannya.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000.-
Tanggal : 28 Februari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwat @Dedik

Bu Lusi menderita leukimia


VENDI PRADANA (16, Epilepsi + Penyumbatan Darah Otak). Alamat : Jalan Gatot Subroto, RT 28/1 Desa Kroya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Pada saat lahir, Vendi lahir prematur di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas dan dirawat selama 15 hari. Kondisinya membaik dan tumbuh normal. Tetapi saat berusia 5 bulan, Vendi mengalami demam tinggi dan kejang sehingga dibawa ke RSUD Banyumas. Vendi dirawat selama 12 hari dan dokter mendiagnosis epilepsi dan penyumbatan darah di otak. Sampai saat ini masih sering kejang, pusing dan mata juga rabun. Oleh dokter, Vendi dianjurkan kontrol setiap bulan sekali. Bapaknya, Supriyadi (49) bekerja sebagai tukang becak sedangkan ibunya, Tuminah (52) sebagai ibu rumah tangga. Penghasilannya yang kecil membuat Bapak Supriyadi kesulitan memenuhi biaya berobat Vendi dan tidak mencukupi untuk biaya kebutuhan sehari-hari. Selama berobat Vendi dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Vendi dan keluarga. Santunan disampaikan untuk biaya transportasi berobat dan biaya kebutuhan sehari-hari. Semoga dapat bermanfaat dan Vendi dapat kembali sehat serta beraktivitas dengan normal serta dapat bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kroya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 24 Januari 2018
Kurir : @ddeean Lasminah Rahayu

Vendi didiagnosis epilepsi dan penyumbatan darah di otak


NIYEM BINTI SANTARA (55, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : RT 3/3, Desa Dampit Purwasana, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Niyem adalah seorang janda. Saat ini beliau tinggal bersama anaknya yang juga seorang janda dan dua orang cucunya. Kebutuhan hidup sehari-hari Ibu Niyem dibantu oleh seorang anak bernama Manis. Manis bekerja sebagai pembantu rumah tangga di desanya. Penghasilannya yang sedikit sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Untuk penerangan, mereka menggunakan lampu listrik yang masih menyambung kepada tetangga. Mereka pun harus menbayar biaya listrik sebesar Rp 20.000,00 per bulan. Penerangan di rumah Ibu Niyem hanya ada satu titik lampu penerang dan satu saklar. Terkadang sambungan listrik mereka dicabut oleh pemilik pada siang hari. Jika mereka telat membayar, maka sambungan listrik tersebut otomatis dimatikan. Ibu Niyem pun tidak terdaftar dalam jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Niyem sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi Ibu Niyem dan keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Januari 2018
Kurir : @ddeean Santo @paulsyifa

Bantuan biaya hidup


MAHUNI SAYIDI (77, Diabetes). Alamat : RT 2/2, Desa Pekandangan, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sudah tiga tahun terakhir ini, Nenek Mahuni menderita diabetes. Beliau menderita luka di kakinya. Sakitdiabetes yang diderita Nenek Mahuni tersebut menyebabkan luka di kaki kirinya selalu basah. Sejak saat itu pula aktivitas beliau terhambat. Nenek Mahuni kini hanya dapat duduk dan terbaring di tempat tidur. Beliau juga sudah tidak bekerja lagi. Nenek Mahuni adalah serang janda. Suaminya, Sayidi sudah meninggal. Tidak adanya penghasilan membuat Nenek Mahuni sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatannya selama ini dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nenek Mahuni sehingga dapat meyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan diberikan untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi Nenek Mahuni.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Januari 2018
Kurir : @ddeean Santo @paulsyifa

Nenek Mahuni menderita diabetes

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 REZA TRI ANDIKA 500,000
2 SUJIYEM BINTI KARTO 2,000,000
3 SUNARTI BINTI ARTAYU 500,000
4 SURINI BINTI TAMAN 553,700
5 ALM. SUWITO BIN BANI 1,000,000
6 TEMON BINTI SAWAL 500,000
7 TOLAK INA 500,000
8 UMAMI BINTI BAKRI 2,177,000
9 WATINI BINTI TOINO 500,000
10 ZAHIRA BILQIS SALSA BILA 858,700
11 BELLA AVARA 1,000,000
12 SUNARTI BINTI ARTAYU 500,000
13 ASISEH BINTI SUTIYA 500,000
14 NABBITA ANUGERAH MUKTI 500,000
15 MTSR TASIKMALAYA 460,500
16 MTSR TASIKMALAYA 9,195,000
17 UZI LESTARI 500,000
18 SUTISNA BIN ENDANG 500,000
19 DONI SYAIFUL RAHMAN 500,000
20 TITIN PRIATIN 500,000
21 IYUK RATMANAH 500,000
22 NENG RAHMAWATI 1,000,000
23 ALEX SOLEHUDIN 500,000
24 MUHAMMAD RAFLI 1,000,000
25 KHOIRUL ILHAM 500,000
26 GUNA IBMAWAN 1,000,000
27 REKNO BIN GEMI 1,000,000
28 MUSOFA HAMDAN 750,000
29 AJENG SUKMA AYU 800,000
30 NIRWASITA BINTI KATENI 500,000
31 SUWARNI BIN IS DUGEL 500,000
32 NUR CHOLIS 500,000
33 RATRI NOPIDHIAN WIDHI 500,000
34 MUHAMAD ASWURI 500,000
35 GEMI BINTI SADELI 500,000
36 SALAMUN BIN SHOLIKAN 500,000
37 NAYLA MUAZARA ALYA FITRI 750,000
38 AJIJAH BINTI RAHMIN 750,000
39 JURI BIN TAJI 500,000
40 KATIYEM BINTI JAIMAN 500,000
41 DANIS ALDHIAN FAEZA 700,000
42 MUHAMMAD RIFAI 500,000
43 MTSR MADIUN 5,629,000
44 MUDJIATI BINTI MARYO MARNI 1,000,000
45 ROKHIMIN BIN SLAMET 1,750,000
46 MTSR MADIUN 1,000,000
47 LUSIANA BIN AGOES SOEBOLO 500,000
48 VENDI PRADANA 1,000,000
49 NIYEM BINTI SANTARA 1,000,000
50 MAHUNI SAYIDI 1,000,000
Total 50,373,900

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 50,373,900,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1116 ROMBONGAN

Rp. 60,055,639,989,-