MUHAMMAD ALDI (5, Cerebral Palsy). Alamat: Jl. Kenari 1 RT 7/4 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Muhammad Aldi atau lebih akrab disapa Aldi, oleh dokter dinyatakan menderita Cerebral Palsy sejak usia menginjak 3 bulan. Saat itu Aldi kecil mengalami demam tinggi disertai kejang, oleh orangtua Aldi, Bapak Gunawan (42) dan Ibu Nuraeni (38) Aldi dibawa ke Puskesmas terdekat. Tapi pihak Puskesmas langsung merujuk Aldi ke RSCM. Sempat menjalani rawat inap selama seminggu Aldi bisa pulang. Dan sejak saat itu Aldi harus bolak balik RS untuk kontrol rutin. Saat Aldi menginjak usia 2 tahun, Aldi mulai menjalani fisioterapi setiap seminggu 2x di RSCM. Sementara Bapak Gunawan sehari-hari hanya bekerja sebagai tukang ojek dengan penghasilan yang tidak menentu. Ini menjadi beban tersendiri buat Bapak Gunawan. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan menyampaikan santunan dari Sedekaholics untuk membeli susu, pampers dan akomodasi ke RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1086. Orang tua Aldi mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Kini Aldi masih terus menjalani kontrol rutin dan menjalani fisioterapi di rehabilitasi medik RSCM, mohon doa dari rekan-rekan untuk kesembuhan Aldi.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @untaririri

Aldi menderita cerebral palsy


MUH. RIZKI (5, Rabdomiosarcoma) Alamat: Kampung Pabuaran RT. 1/5, Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sungguh menyedihkan nasib Rizki, bocah yang sejak kecil sudah menderita Rabdomiosarcoma. Saat itu mata sebelah kirinya menonjol keluar. Melihat kondisi anaknya yang sepeti ini, orang tua Rizki sempat bingung harus bagaimana karena jika berobat pasti akan berlangsung lama sementara bayangan tentang biaya terus menghantuinya. Ibunya, Siti Solihat (39) menyatakan kesulitan yang mereka hadapi dimana mempunyai tanggungan 5 anak semuanya masih kecil-kecil. Ayahnya, Acang (41) adalah seorang supir truk pengangkut pasir. Dengan keyakinan dan harapannya akan kesembuhan Rizki, orang tua Rizki memutuskan untuk membawa Rizki berobat ke Jakarta. Karena saat itu, Rumah Sakit Daerah tempatnya berobat tidak dapat menangani penyakitnya. Ditengah proses pengobatan yang dijalani Rizki, Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini. Melihat semangat Rizki yang ingin sembuh begitu luar biasa, kami merasa bertanggung jawab untuk membantunya. Bantuan lanjutan untuk biaya hidup selama Rizki menjalani pengobatan kembali disampaikan setelah bantuan sebeumnya masuk Rombongan 1031. Kini Rizki kecil masih terus menjalani kontrol rutin di RSCM Kirana setiap 3 bulan sekali, rencananya Rizki akan dilakukan tindakan pemasangan protesa mata. Semoga proses pengobatan yang dijalani Rizki akan menuntunnya menuju kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir : @wirawiry @harji_anis @untaririri

Rizki menderita rabdomiosarcoma


DIVA LIANSYAH (14, AVM + Ca Pain). Alamat : Kampung Balah Hilir, Kelurahan Lubuk Along, Kecamatan Lubuk Along, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Padang. pada tahun 2016, tepatnya bulan Agustus, Diva sering mengalami sesak nafas dan mudah lelah,namun karna orang tua Diva merasa kurang faham dengan kondisi Diva saat itu, Diva pun cuma diberikan obat warung saja. kondisi Diva makin memburuk, kedua orang tuanya kemudian membawa Diva ke puskesmas setempat dan taem dokter yang menanganinya mendiagnosis kalau Diva menderita gangguan jantung (jantung bocor) hingga akhirnya Diva dirujuk ke RS. Dr. M. Djamil Padang. Selama 8 bulan Diva menjalani pengobatan di RSUD tersebut, karna ke terbatasan alat dan tenaga medis di RSUD, kemudian Diva dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSCM Jakarta pada bulan Maret 2017. Saat dikunjungi Kurir Sedekah Rombongan, kondisi Diva sering mengalami sesak nafas dan ujung kuku serta bibirnya membiru. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu bapak Ipriandi (42) yang berprofesi sebagai buruh lepas dan ibu Epi Murniati (39) dalam berikhtiar untuk kesembuhan Diva di RSCM, namun biaya harian selama pengobatan sangat memberatkannya apalagi selama mendampingi pengobatan Diva bapak Ipriandi praktis tidak bekerja lagi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan keluarga sederhana ini, bantuan lanjutan untuk biaya harian kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1086. Saat dikunjungi Kurir Sedekah Rombongan, kondisi Diva masih lemas dan masih dalam perawatan team dokter di gedung A RSCM Jakarta. Mohon doa untuk kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir : @wirawiry @harjie_anis @endangnumik @untaririri

Diva menderita gangguan jantung


AGIH PRIYANTO (61, Patah Tulang Kaki Kiri). Alamat: Jalan Kampung Baru, RT 12/8, Kelurahan Tipar Cakung, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. 24 Mei 2016 mungkin menjadi hari yang tak bisa dilupakan oleh seorang Agih Priyanto, seorang ayah dengan satu orang anak. Pak Agih, begitu beliau disapa. Waktu itu, Pak Agih hendak berangkat kerja di sekitaran Pulo Gadung tapi nasib malang tak bisa dihindari ditengah perjalanan Pak Agih mengalami kecelakaan, tertabrak sepeda motor dari arah yang berlawanan. Saat itu Pak Agih langsung dilarikan ke RS Jakarta di Rawamangun, alhamdulillah Pak Agih langsung mendapat penanganan dari tim medis dan menjalani perawatan selama satu setengah bulan. 11 Juli 2016 Pak Agih diperbolehkan pulang tapi pengobatan yang dijalani Pak Agih tidak berhenti sampai disini saja. Pak Agih masih harus menjalani rawat jalan hingga sekarang. Beruntung untuk biaya pengobatan semua bisa tercover oleh Kartu Jakarta Sehat. Meski begitu beban yang dipikul Pak Agih tidak berhenti sampai disini saja, sebagai kepala keluarga tentu Pak Agih ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya. Tapi semenjak kecelakaan itu Pak Agih tidak lagi bisa bekerja, untuk memenuhi hidup sehari-hari Pak Agih dan keluarga bertumpu pada istrinya, Bu Ronjah Sapitri (48) sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci pakaian. Dengan penghasilan yang terhitung kecil, Bu Ronjah masih harus membayar biaya kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan untuk biaya rawat jalan ke RS. Alhamdulillah, bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan biaya untuk membeli vitamin kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1086. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri

Pak Agih menderita patah tulang kaki kiri


SAYEKTI SUNARYO (64, TBC). Alamat: Jl. Kuning RT 6/6 No. 57 Kota Bambu, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Ibu Sayekti, begitu beliau sering dipanggil oleh keluarga dan tetangganya. Ibu Sayekti, sejak beberapa tahun terakhir ini harus berjuang melawan penyakit TBC yang dideritanya. Tubuhnya semakin kurus, pernah berobat rutin yang tidak boleh putus selama 6 bulan. Kemudian berlanjut dengan menjalani kontrol rutin di RS Persahabatan sebulan sekali. Alhamdulillah, biaya pengobatannya telah ditanggung oleh jaminan kesehatan. Tetapi untuk akomodasi ibu Sayekti, kadang bingung harus mencari kemana. Suaminya, bapak Sunaryo (67) sudah tidak sekuat dulu lagi, sebagai seorang buruh serabutan dengan penghasilan tak menentu kadang untuk makan saja hanya seadanya. Alhamdulillah kembali bantuan lanjutan disampaikan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit dan biaya untuk membeli susu serta vitamin yang dibutuhkan oleh ibu Sayekti setelah bantuan sebelumnya masuk pada rombongan 1086. Kondisi ibu Sayekti Alhamdulillah stabil, control rutin di rs persahabatan masih terus dilakukannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 3 Januari 2018
Kurir : @wirawiry @harji_anis @untaririri

Bu Sayekti menderita penyakit TBC


KAYLA CHAIRANI (11, Cerebritis). Alamat: Jalan Haji Rohimin No. 155 RT 17/3, Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pasanggrahan, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Kayla Chairani atau lebih sering disapa Kayla oleh orang tua dan orang-orang sekitarnya. Saat usia 4 bulan Kayla megalami kejang demam, langsung dibawa ke rumah sakit dan dokter mengatakan jika terdapat penyempitan pembuluh darah di otak Kayla. Selama bertahun-tahun Kayla harus menjalani rawat jalan di rumah sakit. Alhamdulillah saat Kayla berusia 5 tahun kondisinya berangsur membaik. Namun saat Kayla menginjak usia 7 tahun, Kayla kembali mengalami kejang demam hingga koma dan harus mendapat perawatan intensive selama 3 minggu d RSUD Bekasi. Sampai saat ini, Kayla masih terus menjalani rawat jalan. Alhamdulillah untuk biaya berobat sudah ditanggung oleh jaminan kesehatan tapi masih ada beberapa obat yang harus dibeli secara mandiri. Sementara orang tua Kayla, bapak Rohmani (50) sehari-hari bekerja sebagai buruh jahit dan ibu Zazila (44) adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya terapi dan membeli obat setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1013. Alhamdulillah control rutin kedepannya Kayla sudah diperbolehkan control hanya 1 bulan sekali dan tetap mengikuti therapy motorik dan hanya diberikan obat untuk menghilagkan kejang – kejangnya.

Jumlah bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 8 November 2017
Kurir: @wirawiry icha bazar @untaririri

Kayla menderita penyempitan pembuluh darah di otak


TIDJO BINTI SALNA (57, Bantuan Hidup). Alamat : Jl. Cipedak 3, No. 26. RT. 5/9, Kel. Srengseng Sawah. Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Ibu Tidjo Binti Salna sudah lama menderita sakit cacat mental (emosi tidak stabil) yang sudah dikaruniai satu orang anak perempuan berusia 12 tahun dari suaminya, bapak Saiman (65). Kehidupan keluarga ini sangat serba kekurangan, mereka tinggal l dengan kondisi tidak memiliki mck, air dan listik (untuk sementara listrik mengambil langsung dari tiang). Bapak Saiman yang berprofesi sebagai tenaga serabutan bersih – bersih makan ini, penghasilannya tidak tetap dan tidak mencukupi untuk kehidupan sehari – hari, kadang untuk makan sehari – hari mereka dibantu oleh tetangga terdekat. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga dhuafa ini dan langsung menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya harian, setelah bantan sebelumnya masuk di rombongan 999. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 8 November 2017
Kurir : @wirawiry Icha @untaririri

Ibu Tidjo Binti Salna sudah lama menderita sakit cacat mental


EVRI YANTI (39, Ca. Nasofaring). Alamat : Jl. Kalimalang Raya, gg. Kapin, RT 11 RW 08 no 4, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Ibu Riyanti yang merupakan janda dari 5 orang anak ini sudah menderita sakit di bagian lehernya sejak beberapa tahun silam, sejak beberapa saat ditinggal oleh suaminya. 2 orang anaknya tinggal di pondok pesantren yatim dhuafa di Sukabumi dan Bogor, sementara 3 anaknya lagi masih dalam usia kanak kanak. Sejak lima bulan terakhir ini, Ibu Riyanti menumpang tinggal bersama bibinya di daerah Pondok Kelapa, sebelumnya mengontrak di daerah Bekasi. Kondisi Ibu Riyanti sempat buruk, tidak bisa beraktivitas berdagang ketoprak seperti biasanya, sehari hari hanya terbaring lemah. Sempat menjalani Kemotherapy di RSUD setempat dengan fasilitas kesehatan BPJS, namun tidak di teruskan karena Ibu Riyanti merasa kondisinya semakin memburuk setelah kemo. Kini Ibu Riyanti memilih alternatif lain untuk kesehatannya, ia memilih Kop Cakra dengan herbal NZ Pro. Kurir sedekah rombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya harian dan biaya berobat Ibu Riyanti, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1103. Semoga bantuan ini bermanfaat dan ibu Riyanti diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal 8 Januari 2018
Kurir : @wirawiry Irul @untaririri

Bu Riyanti menderita ca. nasofaring


MUZHAKI HUSNIKARIM (9, Cerebral Palsy). Alamat: Jalan Jatipadang RT 9/2 Kelurahan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Kotamadya Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Muzhaki menderita Cerebral Palsy sejak lahir, terlahir dengan proses operasi saesar dan kondisinya kekurangan oksigen sehingga tidak langsung menangis. Harus menjalani perawatan didalam incubator selama 20 hari. Saat menjalani perawatan itu seharusnya Muzhaki kecil harus dilakukan pemeriksaan CT-Scan karena dokter sudah curiga kita terdapat kelainan pada syaraf Muzhaki. Tapi karena ketiadaan biaya memaksa keluarga Muzhaki untuk melakukan pemeriksaan CT-Scan ini saat usia Muzhaki telah menginjak 1 tahun. Sampai menginjak usia 1 tahun, Muzhaki kecil tidak tumbuh selayaknya anak seusianya Muzhaki mengalami keterlambatan tumbuh kembang dan ada pelemahan motorik. Sejak saat itu Muzhaki kecil harus bolak balik ke rumah sakit untuk menjalani rehabilitasi medik dan fisioterapi di RSUP Fatmawati. Alhamdulillah semua biaya sudah di-cover oleh jaminan kesehatan. Tapi untuk tindakan fisioterapi di RSUP Fatmawati sehari dibatasi untuk 8 pasien sehingga jauh-jauh hari harus mengatur jadwal. Sebagai alternative, orang tua Muzhaki melalukan fisioterapi untuk Muzhaki di Keana Centre supaya jadwal fisioterapinya tidak terlambat. Dan sekali visit dikenakan biaya 50 ribu belum lagi untuk ongkos ke rumah sakit. Orag tua Muzhaki , bapak Maulana (41) sehari-hari bekerja serabutan dengan penghasilan yang tak menentu. Sementara ibu Kuswati (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Ditengah keterbatasan yang dialami oleh bapak Maulana, beliau tetap ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya.Kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1073. Semoga bantuan ini dapat memotivasi keluarga ini dalam berikhtiar untuk kesembuhan Muzhaki.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 4 Januari 2018
Kurir: @wirawiry Puput @endangnumik @untaririri

Muzhaki menderita cerebral palsy


WAGINEM DIRJO (58, Asam Urat + Hipertensi). Alamat: Langensari RT 4/19, Sayang, Cianjur. Bu Waginem, begitulah beliau sering disapa. Seorang perantau yang berjualan jamu, biasa setiap pagi berjalan disekitaran tempat tinggalnya menggendong jamu untuk dijajakan. Tapi setahun terakhir Bu Waginem sering ngeluh pusing dan nyeri di persendiannya yang tak jarang membuatnya libur berjualan. Suaminya, Pak Dirjo (60) sehari-hari berjualan bakso keliling. Hidup di tanah rantau kadang membuat Bu Waginem harus menahan rasa sakit. Mendengar kabar tentang kondisi Bu Waginem, kurir Sedekah Rombongan langsung mengunjungi beliau dan menyampaikan bantuan untuk biaya berobat ke rumah sakit. Semoga bantuan ini sedikit banyak bisa mengurangi beban yang diterima bu Waginem. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000, –
Tanggal: 26 November 2017
Kurir: @wirawiri @untaririri

Bu Waginem menderita asam urat + hipertensi


ELIS MUNAWAROH (38, Diabetes Melitus). Alamat Langensari RT 4/19, Sayang, Cianjur. Elis, ibu berperawakan tinggi besar ini tak keliatan sakit. Setiap harinya bekerja berjualan jajanan ringan, tapi siang itu sewaktu berjalan tak sengaja ibu Elis menginjak paku. Awalnya tak begitu dirasakan oleh ibu Elis, tapi beberapa hari setelahnya kaki bu Elis menjadi bengkak dan nyeri. Setelah dibawa berobat ke puskesmas, ternyata sudah lama Bu Eli menderita DM, sehingga menghambat menyembuhkan kakinya. Kini bu Elis terpaksa tak berjualan. Sementara suaminya, Pak Udin (45) hanya buruh serabutan di sekolah dengan penghasilan tak menentu. Sampai saat ini bu Elis belum memiliki jaminan kesehatan, sehingga harus memakai biaya umum. Sementara gaji pak Udin hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja. Mendengar kabar tentang kondisi ibu Elis, kurir Sedekah Rombongan langsung mengunjungi Bu Elis dan menyampaikan bantuan untuk buaya berobat. Semoga bu Elis segera diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000, –
Tanggal: 26 November 2017
Kurir: @wirawiri @untaririri

Bu Eli menderita Diabetes Melitus


SITI MAINAH (68, Buta Kedua Mata + Diabetes). Alamat: RT 22/3, Desa Kroya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Nenek Siti Mainah atau akrab disapa Nenek Mainah mengalami kecelakaan tertabrak sepeda motor 5 tahun lalu saat sedang menyeberang jalan. Kepala Nenek Mainah terbentur aspal dan tubuhnya luka-luka. Saat itu, beliau langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas untuk mendapatkan perawatan. Setelah menjalani rawat inap selama 8 hari di RSUD Banyumas, kondisinya tidak kunjung membaik. Akhirnya, Nenek Mainah dirujuk ke RSUD Margono Soekarjo (RSMS), Purwokerto. Dari hasil pemeriksaan dokter, Nenek Mainah mengalami pendarahan dibagian otak dan gegar otak ringan. Selain itu, beliau juga mengalami kerusakan organ mata yang mengakibatkan hilangnya penglihatan. Nenek Mainah juga didiagnosis menderita diabetes melitus. Nenek Mainah saat ini tinggal sendiri di rumah petak yang sempit, setelah suaminya Kakek Moch. Sobirin meninggal dunia 2 tahun lalu. Untuk memenuhi kebutuhannya hidupnya, Nenek Mainah mengandalkan penghasilan anaknya yang bekerja sebagai buruh serabutan dan pemberian para tetangga. Nenek Mainah masih menjalani kontrol rutin untuk memantau kondisi gula darahnya. Beliau merasa kesulitan untuk memenuhi biaya transportasi ke rumah sakit meski biaya pengobatan Nenek Mainah dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nenek Mainah sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya transportasi kontrol ke rumah sakit dan bantuan biaya hidup sehari-hari. Semoga Nenek Mainah selalu diberi kesabaran dan tetap semangat ikhtiar menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Januari 2018
Kurir : @ddeeean Lasminah @misterrmoo

Nenek Mainah mengalami pendarahan dibagian otak dan gegar otak ringan


VERI SAPUTRO (22, Epilepsi + Disabilitas). Alamat: RT 28/1, Desa Kroya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Veri terlahir normal. Pada usia 8 bulan, Veri mengalami demam tinggi dan kejang. Keluarga lalu membawa Veri ke puskesmas. Veri diberi obat dan menjalani rawat jalan. Pertumbuhan Veri mengalami keterlambatan. Veri baru dapat berjalan saat Ia berusia 3 tahun dan hingga saat ini Veri tidak dapat bicara. Sekitar 1 bulan yang lalu, Veri mengalami demam tinggi dan kejang. Ia lalu dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas dan menjalani rawat inap selama 5 hari. Oleh dokter rumah sakit, Veri dinyatakan mengidap epilepsi akut dan harus menjalani kontrol rutin sebanyak 5 kali dalam 1 bulan. Saat ini, Veri masih sering merasakan pusing di kepalanya dan kejang. Veri merupakan anak dari pasangan Bapak Supriyadi (49) dan Ibu Tuminah (52). Bapak Supriyadi bekerja sebagai wiraswasta, sedangkan Ibu Tuminah menjadi ibu rumah tangga. Bapak Supriyadi merasa kesulitan untuk membawa Veri ke rumah sakit karena terkendala biaya transportasi. Biaya pengobatan Veri dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Veri sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya transportasi kontrol ke rumah sakit dan bantuan biaya hidup sehari-hari. Semoga Veri selalu diberi kesabaran dan tetap semangat ikhtiar menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Januari 2018
Kurir : @ddeeean Lasminah @misterrmoo

Veri dinyatakan mengidap epilepsi akut


ADI SATUSLAM (46, Tuberculosis + Asam Lambung + Infeksi Paru-paru). Alamat : RT 2/9, Desa Kebenaran, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar bulan Februari 1995, berawal dari sakit perut, batuk dan sesak nafas, Bapak Adi berobat ke Puskesmas Mandiraja namun kondisi beliau tak kunjung sembuh. Bapak Adi kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjarnegara dan diagnosis terkena Tuberculosis dan infeksi paru. Pada tahun 2011 kondisi kesehatan beliau kembali menurun. Bapak Adi lalu berobat ke Rumah Sakit (RS) Emanuel Klampok. Beliau didiagnosis menderita asam lambung dan harus menjalani opname. Disamping berobat ke RS Emanuel Klampok, beliau juga beberapa kali diopname di Puskesmas Mandiraja. Beberapa waktu lalu Bapak Adi menjalani opname di RSUD selama kurang lebih sepekan. Saat ini beliau rutin berobat di RSUD Banjarnegara sebelumnya rutin berobat di RS Emanuel Klampok. Bapak Adi bekerja menyediakan jasa servis payung dan sol sepatu atau sandal keliling. Sementara istrinya Sarni (40) adalah seorang pembantu rumah tangga. Penghasilannya yang kecil membuat Bapak Adi kesulitan memenuhi biaya akomodasi dan sewa mobil untuk berobat serta memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selama pengobatan Bapak Adi dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Adi dan keluarga. Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi berobat ke RSUD Banjarnegara dan biaya kehidupan sehari-hari. Semoga dapat bermanfaat serta Bapak Adi dapat kembali sehat seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Januari 2018
Kurir : @ddeean @KangImam @firdhanelis

Adi diagnosis terkena tuberculosis dan infeksi paru


ATIK FATIMAH (47, Diabetes + Jantung + Maag). Alamat : RT 1/8, Desa Kebenaran, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar bulan Juli 2000 yang lalu, berawal rasa mual terus menerus dan suhu badannya yang sering panas, Ibu Atik berobat ke Puskesmas Mandiraja dan sempat diopname. Namun karena kondisinya belum membaik, Ibu Atik kemudian mengupayakan pengobatan lanjutan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjarnegara dan menjalani opname. Lalu karena kondisinya yang drop beliau berobat ke Rumah Sakit (RS) Emanuel Klampok. Hasilnya beliau didiagnosis menderita diabetes oleh dokter di RS Emanuel Klampok dan menjalani opname sekitar bulan Februari 2011. Selain itu Ibu Atik juga didiagnosis mengidap penyakit jantung dan maag oleh dokter di RS Emanuel Klampok. Saat ini beliau menjalani pengobatan rutin di RS Emanuel Klampok setiap sebulan sekali. Selain itu Ibu Atik tidak bisa bepergian jauh karena jempol kaki kirinya luka dan harus rutin dibersihkan oleh perawat dari puskesmas. Ibu Atik sehari-hari berjualan kopi dan jajanan di rumahnya. Suami beliau sudah meninggal dan saat ini beliau tinggal bersama ibunya. Pengahasilannya yang kecil membuat Ibu Atik kesulitan memenuhi biaya akomodasi dan sewa mobil untuk berobat serta memenuhi kebutuhan sehari-hari karena beliau juga harus menghidupi ibunya yang sakit-sakitan. Selama ini pengobatan Ibu atik dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI Kelas III. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Atik. Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi berobat ke RS Emanuel Klampok dan biaya kehidupan sehari-hari. Semoga dapat bermanfaat serta Ibu Atik dapat kembali sehat seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Januari 2018
Kurir : @ddeean @KangImam @firdhanelis

Bu Atik menderita diabetes


DUL ROHIM BIN SINGA WIJAYA (80, Panastis). Alamat : RT 4/3, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar 70 tahun yang lalu saat Bapak Dul Rohim masih duduk di bangku Sekolah Rakyat (SR) yaitu pertengahan tahun 1948, tubuhnya sering gemetaran namun sampai sekarang belum pernah diperiksakan ke dokter atau rumah sakit karena terkendala biaya. Pernah diperiksakan ke mantri dan dinyatakan sakit panastis. Saat ini Bapak Dul Rohim mengalami gangguan pendengaran dan tidak dapat beraktivitas dengan normal. Praktis sejak sakit, beliau tidak dapat bekerja dan penghasilannya pun terhenti. Di usia yang sudah lanjut tidak ada yang menanggung biaya hidupnya sedangkan kondisi rumahnya sangat sederhana. Bapak Dul Rohim terdaftar dalam jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI tetapi belum pernah digunakan untuk periksa. Selama pengobatannya, beliau sangat kesulitan untuk memenuhi biaya kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Dul Rohim. Santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya biaya hidup sehari-hari beliau. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat serta membantu meringankan beban Bapak Dul Rohim.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Januari 2018
Kurir : @ddeean Asih Rahayu

Dul Rohim mengalami gangguan pendengaran


MAHURI BIN KARTAWIRAJI (66, Bantuan Keperluan Sekolah). Alamat : RT 5/1, Desa Karanggambas, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Bapak Mahuri terkena musibah kebakaran pada hari Selasa, 9 Januari 2018. Peristiwa tersebut terjadi karena hubungan arus pendek listrik. Kobaran api dengan cepat membakar seluruh bagian rumah, sehingga beliau kehilangan banyak harta benda. Bapak Mahuri tinggal bersama anak dan seorang cucunya yang bernama Priatin (10). Priatin adalah anak piatu. Ibunya meninggal pada tahun 2015 karena mengidap penyakit kanker payudara. Saat ini Priatin belajar di kelas 4 Sekolah Dasar. Akibat kebakaran yang melahap rumah Bapak Mahuri, semua peralatan sekolah milik Priatin rusak bahkan habis menjadi debu. Bapak Mahuri memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Saat ini mereka sangat membutuhkan bantuan untuk memenuhi peralatan rumah tangga dan perlengkapan sekolah Priatin. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Mahuri sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu memenuhi perlengkapan sekolah Priatin. Bantuan yang diberikan berupa 2 pasang baju seragam, sepasang sepatu, tas dan 3 pak buku tulis. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan Priatin dapat bersekolah dengan lebih semangat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Januari 2018
Kurir : @ddeean Khaerul @paulsyifa

Bantuan sekolah


AHMAD MUSYANTO (50, Stroke). Alamat : RT 7/2, Desa Pingit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada hari selasa 7 Januari 2018 Bapak Ahmad pergi membeli bensin di warung untuk mesin senso. Saat menunggu uang kembali beliau tiba-tiba merasakan pusing lalu bersandar ke tembok warung dan jatuh pingsan. Bapak Ahmad segera dilarikan ke Puskesmas Rakit. Dokter di Puskesmas menyarankan untuk langsung dirujuk ke Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara. Pihak keluarga lalu membawa beliau ke RSI Banjarnegara, setelah menjalani pemeriksaan di RSI Banjarnegara, dokter mendiagnosis Bapak Ahmad terkena Stroke dan menjalani rawat inap selama 4 hari. Kondisi beliau saat ini sulit menggerakkan anggota tubuh bagian kanan. Dokter menyarankan Bapak Ahmad untuk berobat rutin atau menjalani terapi. Istrinya, Khasini (46) bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Bapak Ahmad yang notabene adalah tulang punggung keluarga belum dapat melakukan aktivitasnya sehari-hari termasuk bekerja karena kondisi kesehatannya yang belum pulih. Beliau kesulitan untuk memenuhi biaya akomodasi untuk berobat rutin dan biaya kehidupan sehari-hari. Selain itu beliau juga harus membiayai keperluan sekolah anaknya. Selama pengobatan Bapak Ahmad dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Ahmad dan keluarga. Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi berobat rutin dan biaya kehidupan sehari-hari. Semoga dapat bermanfaat dan Bapak Ahmad dapat kembali sehat seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Januari 2018
Kurir : @ddeean Wiwid @firdhanelis

Bapak Ahmad terkena stroke


ABDI TIAN HIDAYAT (21, Sanginitis). Alamat : RT 1/2, Desa Karanganyar, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Awal bulan oktober 2017 Abdi mengalami luka kecil saat bermain sepak bola. Namun setelah 2 hari kakinya bengkak, pasien terus dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hj.Anna Lasmanah Banjarnegara dan menjalani rawat inap selama 20 hari. Abdi menjalani tindakan operasi ringan (pembersihan luka di kakinya) di rumah sakit tersebut. Setelah itu dari hasil analisis dokter RSUD Hj.Anna Lasmanah Banjarnegara mendiagnosis Abdi menderita penyakit Sanginitis. Setelah 20 hari menjalani perawatan ia meminta pulang karena takut merepotkan neneknya yang sudah tua. Saat ini Abdi tinggal bersama nenek dan adiknya. Saat ini kondisi Abdi masih belum membaik. Ia menjalani perawatan di rumah untuk mengganti perban setiap 2 hari sekali yang dlakukan oleh bidan desa setempat. Abdi adalah tulang punggung keluarga. Kedua orang tuanya sudah meninggal dan ia harus menghidupi adik serta neneknya. Karena kondisinya yang belum membaik Abdi belum bisa kembali bekerja. Ia kesulitan untuk memenuhi biaya perawatan lukanya yang harus diganti perban setiap 2 hari sekali dan biaya kehidupan sehari-hari. Selama pengobatan Abdi dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Abdi. Santunan disampaikan untuk biaya perawatan luka dan biaya kehidupan sehari-hari. Semoga dapat bermanfaat dan Abdi dapat kembali sehat serta beraktifitas seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Januari 2018
Kurir : @ddeean Wiwid @firdhanelis

Abdi menderita penyakit sanginitis


TRISNO SISWOTO (58, Tuberculosis Paru-Paru). Alamat : RT 4/4, Desa Pingit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada bulan Juli 2017 lalu Bapak Trisno mengalami flu dan batuk. Kemudian beliau dibawa berobat ke dokter praktek, akan tetapi tak kunjung sembuh. Bapak Trisno lalu dibawa ke Puskesmas Mandiraja dan menjalani rawat inap selama 5 hari. Dua bulan kemudian beliau mengalami sesak nafas dan di bawa ke Rumah Sakit (RS) Wijaya Kusuma Purwokerto, dokter di RS tersebut mendiagnosis pasien terkena tuberculosis paru-paru. Bapak Trisno langsung menjalani tindakan operasi penyedotan cairan dan menjalani rawat inap selama 7 hari. Kondisi beliau saat ini sudah semakin membaik namun harus tetap menjalani kontrol rutin setiap bulan. Karena kesehatannya yang belum sepenuhnya pulih Bapak Trisno masih belum dapat melakukan aktifitasnya sehari-hari termasuk bekerja. Hal tersebut membuatnya kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selama sakit Bapak Trisno dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Namun beliau juga kesulitan akomodasi saat kontrol ke rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Trisno. Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi kontrol rutin dan biaya kehidupan sehari-hari. Semoga dapat bermanfaat serta Bapak Trisno dapat kembali sehat seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @ddeean Wiwid @firdhanelis

Pak Trisno menderita terkena tuberculosis paru-paru


JOKO WISESA (28, Gagal Ginjal). Alamat : RT 5/1, Desa Mlewong, Kecamatan Cinanas, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar tahun 2015, Joko tiba-tiba terjatuh saat sedang bekerja mengelas besi. Sejak saat itu, beliau sering sakit-sakitan dan akhirnya keluar dari pekerjaannya. Joko sempat memeriksakan diri ke rumah sakit di Bumiayu, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Dokter mendiagnosis beliau mengalami gagal ginjal sehingga harus melakukan cuci darah 2 kali setiap pekan. Kini beliau sering mengalami sesak nafas, mual muntah dan lemas. Beliau tinggal bersama ibunya, Karsem (72) yang bekerja sebagai buruh serabutan. Penghasilan keluarga yang kecil dan tidak menentu sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Biaya pengobatan Joko dibantu jaminan kesehatan berupa Jamkesda. Namun pengobatannya terkendala biaya transportasi ke rumah sakit dan penginapan selama di Banyumas. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Joko sehingga dapat kembali menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya hidup sehari-hari selama beliau menjalani pengobatan di rumah sakit. Bantuan sebelumnya sudah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 1086. Kini pengobatan Joko dilakukan di RS Wijaya Kusuma Purwokerto. Kondisinya masih sama dan sedang menjalani cuci darah rutin. Semoga beliau segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp.1. 000.000,-
Tanggal : 1 Februari 2018
Kurir : @ddeean Yunanto @paulsyifa

Pak Joko mengalami gagal ginjal


BETTY SUBEKTI (61, Lumpuh + Kaki Bengkak). Alamat : Jl. Laskar Patriot, RT 1/3, Kelurahan Karangpucung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang diderita Ibu Betty mulai terasa pada tahun 2014. Beliau merasakan pegal-pegal di pangkal paha. Beliau pun kemudian memeriksakan diri ke dokter dan mendapatkan penanganan berupa suntik kalsium serta beberapa obat yang harus dikonsumsi. Pada akhir 2016, pegal-pegal di pangkal paha kembali dirasakan Ibu Betty. Beliau pun kembali memeriksakan diri ke dokter namun belum sembuh, hingga akhirnya beliau tidak dapat berjalan (lumpuh) dan kedua kakinya bengkak. Kondisi ini menyebabkan beliau tidak dapat bekerja dan melakukan aktifitas seperti biasa. Pada 8 Januari 2018, kondisi Ibu Betty turun drastis, kemudian koma dan dibawa ke Rumah Sakit (RS) Margono. Namun kondisinya semakin turun dan akhirnya beliau meninggal pada 9 Januari 2018. Sebelum sakit, Ibu Betty bekerja sebagai karyawan di sebuah toko aluminium. Kini biaya hidup sehari-hari ditanggung anaknya yang sudah berkeluarga. Biaya pengobatan Ibu Betty dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Betty sehingga dapat kembali menyampaikan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Santunan sebelumnya terdapat dalam rombongan 1097. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisiNya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Februari 2018
Kurir : @ddeean Yunanto @paulsyifa

Bu Betty menderita lumpuh + kaki bengkak


NADIA SUCI HANDAYANI (16, Jantung Bocor). Alamat : RT 4/3, Desa Bojongsari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada usia 2 pekan, Nadia tersedak susu kemudian kedua orang tuanya di periksakan ke dokter dan hasilnya baik-baik saja. Namun saat ia berusia 1 tahun, Nadia mengalami kejang-kejang. Ia pun diperiksakan ke Rumah Sakit (RS) Margono, Purwokerto. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa ia mengalami kelainan jantung. Ia dirujuk untuk melanjutkan pengobatan ke Jakarta namun tidak dilakukan karena terkendala masalah ekonomi. Selama ini Nadia hanya menjalani rawat jalan di RS Margono. Pada 18 Desember 2017 kemarin, ia mengalami kecelakaan lalu lintas. Saat diperiksakan di RS Margono diketahui bahwa ia menderita jantung bocor dan harus segera dioperasi. Kini Nadia masih menjalani kontrol rutin di RS Margono dan sedang menunggu hasil pemeriksaan untuk kepastian pengobatan lebih lanjut. Badannya kurus, mudah lelah dan sering sesak napas. Nadia adalah putri dari pasangan Bapak Hantoro (42) dan Ibu Siti Suyanti (35). Bapak Hantoro bekerja sebagai buruh harian lepas, sedangkan Ibu Suyanti adalah seorang buruh swasta yang sering izin untuk mendampingi Nadia berobat. Biaya pengobatan Nadia dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun penghasilan orang tua yang kecil dan tidak menentu, sangat sulit untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, serta biaya akomodasi dan transportasi saat Nadia berobat. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nadia sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan Nadia dapat segera melanjutkan pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Februari 2018
Kurir : @ddeean @paulsyifa

Nadia mengalami kelainan jantung


SEPTIANINGSIH BINTI SUPARNO (17, Gangguan Penglihatan). Alamat : Dusun Ganjuran, RT 4, Kelurahan Hardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak Septianingsih lahir terlihat ada “toh” atau tanda lahir yang ada di bagian wajahnya. Lama-kelamaan “toh” itu membesar hingga menutup separuh muka bagian kanan. Kemudian membesar hingga menutup mata kanan. Dari toh yang menutup mata kanan ini, kemudian keluar nanah. Sejak itu toh mengecil, tetapi membekas seperti luka di bagian wajahnya. Sewaktu kecil, orangtua Septianingsih membawanya berobat ke RSUP Dr. Sardjito, tetapi tidak ada perkembangan kondisi kesehatan. Dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi, tetapi apa daya, ekonomi keluarga masih jadi kendala. Pengobatan Septianingsih pun urung dilanjutkan. Ayahnya, Suparno (54) ialah peternak, sementara ibunya, Surani (47) ialah ibu rumah tangga. Septianingsih yang saat ini semestinya masih belajar di bangku SMA, memilih berhenti sekolah terlebih dulu. Ia malu dengan teman-temannya, selain itu, dari “toh” yang pecah tersebut, membuat penglihatannya terganggu. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk, orangtua Septianingsih mengaku akan memulai kembali pengobatan untuk sang putri. Mereka berencana akan membawa ke puskesmas atau rumah sakit yang berada dekat dengan rumah. Tetapi mereka masih kebingungan untuk biaya transportasi dan akomodasi, terlebih keluarga ini tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Septianingsih, Aamiin. Keluarga Septianingsih sangat berterima kasih atas kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Januari 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSilver @atinlelyas @satyaluke

Septiani menderita gangguan penglihatan


IDA ROYANI (41, Ambeien + Gangguan Penglihatan). Alamat : Jl. Gambiran No 67, RT 33/9, Kelurahan Pandeyan, Kecamatan Umbulharjo, Kotamadya Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak enam tahun yang lalu Ibu Ida sering mengeluh kedua matanya sakit, apalagi bila sakit kepala. Sejak saat itu, Ibu Ida memakai bantuan kacamata untuk membaca. Seiring berjalannya waktu, Bu Ida merasakan kedua matanya lebih sakit. Sementara itu, sejak tahun 2015 Bu Ida juga menderita ambeien. Alhamdulillah, sekarang ketika buang air besar sudah tidak keluar darah. Tetapi Bu Ida harus pandai mengatur waktu istirahat, karena kalau duduk terlalu lama, ambeien yang diderita sering kambuh. Bu Ida mencari nafkah dengan berjualan bersama suaminya, Sarjono. Sampai hari ini Bu Ida belum periksa ke dokter sama sekali. Suaminya ingin sekali memperjuangkan kesembuhan sang istri, tapi apa daya, perputaran ekonomi keluarga sangat terbatas. Keluarga ini pun tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Kurir Sedekah Rombongan pun tergerak menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu biaya pengobatan Bu Ida. Keluarga Bu Ida sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bu Ida, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Januari 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSilver @atinlelyas @satyaluke

Bu Ida juga menderita ambeien dan gangguan penglihatan


SANDIMAN BIN KARTODIKROMO (73, Gula). Alamat : Dusun Manding, RT 8, Kelurahan Sabdodadi, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak tahun 2006, tepatnya setelah peristiwa gempa Bantul Bapak Sandiman memiliki riwayat sakit diabetes. Selama duabelas tahun ini, Bapak Sandiman sudah menjalani dua kali operasi untuk membersihkan luka dan jaringan kulit yang mati. Beberapa waktu lalu, Bapak Sandiman juga menjalani rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Bantul untuk perawatan luka. Selain itu, Bapak Sandiman juga mengonsumsi obat tradisional, seperti lidah buaya. Bapak Sandiman dulu berprofesi sebagai guru. Sementara, istrinya, Tukirah, sudah meninggal dunia. Saat ini Bapak Sandiman tinggal bersama ketiga putranya yang juga mengalami cacat fisik. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim, ia bercerita ingin sekali berobat kembali. Tetapi biaya transportasi dan akomodasi nyaris selalu tidak bisa dipenuhi. Memang, sering ada donatur menjenguknya, tetapi sebagian besar dana dikhusukan untuk ketiga putranya. Bapak Sandiman memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah, tetapi juga ada obat-obat yang tidak tercover. Kadang-kadang, Bapak Sandiman memilih tidak meminum obat saja karena tidak mampu menebus resep. Kurir Sedekah Rombongan sangat merasakan kesulitan keluarga ini. Amanah sedekaholics pun disampaikan kepada Bapak Sandiman untuk membantu biaya pengobatan lanjutan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bapak Sandiman, Aamiin. Bapak Sandiman dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Januari 2018
Kurir : @kissherry @rofiqsilver @atinlelyas @satyaluke

Pak sandiman menderita diabetes


BOIMIN HADIMINOTO (57, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Kemusuk Kidul, RT 5/7, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Awalnya pak Boimin mengeluh pusing, sakit kepala, dan asam urat. Setelah itu ia juga merasakan perutnya mual dan muntah akibat asam lambung naik. Oleh keluarganya, Pak Boimin diperiksakan ke puskesmas terdekat. Kemudian Pak Boimin dirujuk untuk pengobatan lebih lanjut ke RSA UGM, Sleman. Dokter mendiagnosa Pak Boimin menderita gagal ginjal atau Chronic Kidney Disease (CKD). Dengan keadaan ini Pak Boimin diharuskan cuci darah dua kali seminggu. Pak Boimin tinggal bersama istrinya, Sugiyah (53) dan dua orang anak. Selama pengobatan ini, Pak Boimin menggunakan kartu jaminan kesehatan Jamkesda. Karena sangat rutin berobat, batas pemakaian Jamkesda berakhir dan berganti Jamkesos. Sehari-hari, Bu Sugiyah berjualan jamu di pasar, sementara Pak Boimin turut membantu istrinya sebelum sakit. Saat ini, keluarga ini merasa kesulitan mencari tambahan biaya untuk berobat. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga ini, kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu biaya operasional dan akomodasi selama Pak Boimin kontrol rutin ke rumah sakit. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan terlapor pada Rombongan 1085. Semoga pengobatan Pak Boimin diberi kelancaran sehingga bisa beraktivitas seperti biasa, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Januari 2018
Kurir : @kissherry @rofiqsilver @atinlelyas @satyaluke

Pak Boimin menderita gagal ginjal


SUKARDI (54, Diabetes + Lumpuh + Tunanetra Kiri). Alamat : Dusun Puton, RT 4, Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Di tahun 2006 Bapak Sukardi menjalani pengobatan paru-paru di RS PKU Kotagede. Ia selalu kontrol rutin ke rumah sakit, Alhamdulillah, kesehatannya membaik. Tujuh tahun berselang, Bapak Sukardi mengalami kecelakaan lalu lintas. Saat itu, ia sedang berjalan kaki dan ditabrak sepeda motor. Dari kejadian ini kaki kanannya patah pada bagian paha. Dokter menyarankan untuk segera operasi. Operasi pemasangan pen ini dilakukan di RS Patmasuri, Bantul. Sejak saat itu, kaki kanan Bapak Sukardi tidak berfungsi maksimal. Selain itu, ternyata Bapak Sukardi juga menderita sakit diabetes mellitus. Kaki kiri Bapak Sukardi terluka lalu membusuk dari ibu jari hingga lutut. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk, Bapak Sukardi sedang rawat inap di RS Panembahan Senapati, Bantul. Dokter belum bisa memberikan informasi lanjutan tentang jadwal operasi karena kondisi Bapak Sukardi tidak stabil. Bapak Sukardi juga sempat menjalani transfusi darah. Selama sakit ini, Ibu Suwarti (55), istrinya selalu setia mendampingi sang suami. Ia yang sebelumnya bekerja sebagai buruh tani terpaksa berhenti. Alhamdulillah selama pengobatan ini dapat menggunakan fasilitas jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Beberapa waktu lalu Kurir Sedekah Rombongan menjenguk Bapak Sukardi kembali, dan hanya bertemu istrinya. Ibu Suwarti bercerita bahwa Bapak Sukardi telah meninggal dunia beberapa bulan lalu. Santunan duka dari sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk meringankan beban Ibu Suwarti. Keluarga Alm Bapak Sukardi sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Januari 2018
Kurir : @kissherry @rofiqsilver @atinlelyas @jemigigi Suro

Bapak Sukardi menderita sakit diabetes mellitus


ERLIN AYU ROSITASARI (15, Lumpuh). Alamat : Dusun Dadapan, Desa Wonokerto, RT 3/ 26, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Saat umur 12 tahun Dik Erlin sering terjatuh. Ia juga sering mengalami demam. Lalu orangtuanya membawa Dik Erlin periksa ke RSUP Dr. Sardjito. Setelah menjalani pemeriksaan dokter, dokter memutuskan bahwa Dik Erlin harus menjalani rawat inap. Selama kurang lebih tiga bulan rawat inap di RSUP Dr. Sardjito, diketahui Dik Erlin menderita virus yang menyerang saraf gerak. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk, aktivitas Dik Erlin sangat terbatas. Ia sudah tidak bisa berjalan. Ibu Sri Sugiyatmini (48), ibunya, ialah seorang Guru TK sekaligus single parent merawat anak-anaknya. Suaminya, Sumarno, sudah meninggal dunia. Alhamdulillah biaya pengobatan dapat terbantu dari jaminan kesehatan dari pemerintah. Tetapi untuk biaya transportasi dan akomodasi selama berobat Ibu Sri masih sangat kesulitan. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan keluarga Ibu Sri. Semoga bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Dik Erlin, Aamiin. Ibu Sri dan keluarga juga mengucapkan terima kasih banyak kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 1 Februari 2018
Kurir : @kissherry @rofiqsilver @atinlelyas Galih

Dik Erlin menderita virus yang menyerang saraf gerak


NUROHMAN BIN ALM PONIMEN (44, Patah Tulang Belakang). Alamat : Dusun Bumirejo Gadung RT 5/5, Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sehari-hari Bapak Nurohman bekerja sebagai penambang pasir. Pada tanggal 11 Februari 2017 sekitar pukul 13.30, saat tengah bekerja, tiba-tiba ada runtuhan batu dari belakang. Bapak Nurohman pun segera dibawa ke rumah sakit terdekat, RS Puri Husada Sleman. Dari pemeriksaan dokter diketahui Bapak Nurohman menderita patah tulang belakang. Kemudian Bapak Nurohman menjalani rawat inap intensif di rumah sakit selama kurang lebih 1 pekan. Karena tidak ada perubahan kondisi yang signifikan, pihak keluarga memutuskan untuk membawa ke pengobatan alternatif sangkal putung. Selama dua bulan berikhtiar di pengobatan sangkal putung juga tidak ada perubahan kesehatan Bapak Nurohman. Kemudian pihak keluarga berpindah pengobatan ke Boyolali. Saat ini aktivitas Bapak Nurohman juga sangat terbatas. Ia mengalami lumpuh dari pinggang hingga kaki. Praktis, istrinya, Anik Suryani (42) yang bekerja sebagai buruh pabrik menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga. Selama pengobatan ini Bapak Nurohman memanfaatkan fasilitas BPJS dari pemerintah, tetapi untuk biaya yang tidak tercover keluarga ini sudah berhutang puluhan juta. Kesulitan keluarga ini dapat dirasakan Kurir Sedekah Rombongan. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu meringankan beban keluarga ini. Keluarga Bapak Nurohman sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bapak Nurohman, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 1 Februari 2018
Kurir : @kissherry @rofiqsilver @atinlelyas Galih

Bapak Nurohman menderita patah tulang belakan


EKO YULIYANTO (27, Diabetes + Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Madigondo, Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak dua tahun lalu Eko Yulianto mulai rutin periksa ke RSUD Wates. Pasalnya, sepeninggal ibunya ia memiliki gejala persis dengan sang ibu yang juga terkena diabetes. Seiring berjalan waktu, diketahui pula Eko menderita gagal ginjal. Ia menjalani haemodealisa setiap dua kali per minggu. Saat ini Eko tinggal dengan ayahnya, Sukijan (57), sementara satu saudaranya bekerja di Yogyakarta. Bapak Sukijan bekerja sebagai buruh tani, kadang menjadi kuli bangunan yang berpenghasilan tak menentu. Meski sudah terbantu dengan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS), biaya transportasi dan akomodasi setiap minggu sudah terlampau besar untuk keluarga ini. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan keluarga ini. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Eko Yuliyanto, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Januari 2018
Kurir : @kissherry Yudan @atinlelyas @ahmadamin

Eko menderita diabetes + gagal ginjal


BAMBANG MUDJIHARDJO (75, Paru-Paru + Jantung). Alamat : Dusun Madigondo, Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pertengahan Desember 2017 Bapak Bambang sedang dirawat di rumah sakit daerah. Ia masih menggunakan alat bantu pernafasan dan dirawat intensif di ruang ICU. Bapak Bambang tidak pernah mengeluh sakit sebelumnya, tetapi sudah sering periksa ke dokter. Tetapi karena biaya pengobatan tak murah, Bapak Bambang sempat menghentikan proses pengobatan. Meskipun memiliki fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS), tetapi biaya yang tidak tercover masih banyak. Lama-kelamaan kondisi Bapak Bambang menurun. Sebelumnya Bapak Bambang dan istri bekerja sebagai petani, tetapi tidak lagi bekerja demi mengusahakan kesembuhan. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim kembali, Bapak Bambang sudah dirawat di rumah. Santunan dari sedekaholics Sedekah Rombongan disampaikan untuk meringankan beban keluarga ini. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bapak Bambang, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Januari 2018
Kurir : @kissherry Yudan @atinlelyas @ahmadamin

Pak Bambang menderita paru-paru + jantung


RIWUT BINTI KROMO (75, Bantuan Bedah Rumah). Alamat : Dusun Tirisan B, RT 8/2, Desa Pucanganom, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia biasa dipanggil Mbah Riwut. Di usianya yang hamper tujuh puluh tahun ini, Mbah Riwut juga menderita katarak. Jarak pandangnya terbatas, ketika melihat terlalu jauh, Mbah Riwut hanya melihat remang-remang dan matanya terasa pegal. Ia diperiksakan ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Ia menjalani pengobatan rawat jalan dengan terapi obat dan tetes mata. Sejak itu Mbah Riwut tidak berobat kembali. Mbah Riwut tinggal bersama Mbah Bisri yang bekerja sebagai pencari kayu bakar. Mereka tinggal di rumah yang sudah tidak layak. Sedekah Rombongan melalui dana sedekaholics pun turun bersama warga untuk membantu merenovasi rumah Mbah Riwut. Alhamdulillah, dalam proses pembangunan ini bukan hanya warga sekitar yang membantu, melainkan Kapolsek Rongkop pun turut membantu di hari kedua proses pengerjaan. Selama satu pekan warga bahu-membahu, Alhamdulillah, rumah Mbah Riwut sudah bisa digunakan. Terima kasih sedekaholics Sedekah Rombongan, kini Mbah Riwut dapat menikmati usia senjanya di rumah yang lebih layak. Semoga Mbah Riwut selalu diberi kesehatan, Aamiin. Mbah Riwut dan Warga Tirisan sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 13 Januari 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas @Sunnahku

Bantuan bedah rumah


SARTIYEM BINTI ALM ADIMARSONO (45, Ca Rectum). Alamat : Dusun Sukoponco, Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Ibu Sartiyem semula tinggal di Bekasi bersama suaminya, Suharno (45) yang bekerja sebagai karyawan pabrik swasta. Pada tahun 2015 Ibu sartiyem mengalami diare dan dibawa ke RS Mitra Keluarga, Bekasi. Dari pihak rumah sakit melakukan serangkaian pemeriksaan USG dan observasi lain. Kemudian diketahui ada benjolan di dekat anus dan langsung dilakukan kolonoskopi untuk memeriksa lebih lanjut bagian dalam usus besar. Karena biaya pengobatan yang mahal maka Ibu Sartiyem menghentikan proses pengobatannya, lalu pulang kampung ke Yogyakarta. Pada pertengahan Maret 2017 kondisi Ibu Sartiyem memburuk. Kemudian ia berobat ke RSUD Wates dan dilakukan operasi pada benjolan tersebut. Selang lima hari kemudian Bu Sartiyem dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Sejak Oktober 2017 ini Ibu Sartiyem menjalani kemoterapi, sementara kontrol rutinnya dilakukan setiap seminggu sekali. Ibu Sartiyem memiliki anak balita yang diasuh sementara oleh saudara. Selama pengobatan ini Ibu Sartiyem menggunakan fasilitas jaminan BPJS Mandiri. Tetapi masih kesulitan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama ke rumah sakit. Amanah dari sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk membantu meringankan beban keluarga ini. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Ibu Sartiyem, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 5 Februari 2018
Kurir : @kissherry Yudan @atinlelyas Endro

Bu Sartiyem menderita ca rectum


DALIJO BIN MANGUNHARJO (53, Stroke). Alamat : Dusun Bleber Lor, RT 1/3, Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Awal sakitnya Bapak Dalijo pada bulan April 2014. Saat itu Bapak Dalijo dibuatkan sarapan telur goreng yang rasanya keasinan. Sebelumnya dia tidak tahu kalau dirinya punya riwayat penyakit darah tinggi dan jantung. Lalu di tempat kerja, sekitar pukul 10 pagi Bapak Dalijo mendadak pusing dan jatuh. Saat perjalanan pulang, Bapak Dalijo tidak bisa mengontrol tangan kiri. Bersama istrinya, ia periksa ke puskesmas lalu dirujuk ke RS Bhayangkara. Dari pemeriksaan dokter dinyatakan Bapak Dalijo menderita stroke. Saat itu, biaya pengobatan masih dicover oleh Jamsostek dari perusahaan. Karena prediksi untuk memulihkan keadaan kaki dan tangan diperkirakan membutuhkan waktu yang tidak sebentar, akhirnya dia keluar dari perusahaan. Tetapi setelah kontrol ke dokter dia merasakan bahwa obat dari dokter membuat tensi darah naik, lalu dia bersama istri memutuskan untuk menjalani pengobatan alternatif saja yang rutin dilakukan setiap seminggu 2x dengan biaya 50rb-70rb sekali datang. Alhamdulillah, kondisi Bapak Dalijo semakin membaik selama kurang lebih dua tahun terakhir ini. Beberapa waktu lalu kondisi Bapak Dalijo menurun. Pihak keluarga segera membawanya ke rumah sakit kembali. Tetapi takdir telah ditetapkan, kabar duka pun sampai di Kurir Sedekah Rombongan. Santunan duka amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu meringankan beban keluarga. Keluarga Alm Bapak Dalijo sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas kebaikannya selama ini. Santunan sebelumnya telah disampaikan dan terlapor pada Rombongan 887.

Jumlah Bantunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @kissherry @rofiqsilver @atinlelyas @dwiahel

Bapak Dalijo menderita stroke


JOKO SANTOSA (25, Kanker Nasofaring). Alamat : Dusun Kalibenda, RT 1/3, Desa Kalibenda, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sebelum terdiagnosa menderita kanker nasofaring, pemuda lulusan SMK ini bekerja sebagai karyawan swasta. Semenjak sakit, Joko keluar dari pekerjaannya, kemudian menjalani pengobatan di RS. Emanuel Banjarnegara, Jawa Tengah. Meski sudah berobat selama beberapa minggu tidak tampak perkembangan signifikan pada kesehatan Joko. Akhirnya Joko dirujuk ke rumah sakit yang memiliki sarana dan prasarana yang lengkap. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Joko dan ibunya. Sejak itu, Joko menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. Di awal datang di RSSR Jogja, kondisinya sangat lemah. Saat itu Joko langsung dibawa ke IGD RSUP Dr. Sardjito. Setelah menjalani perawatan kurang lebih satu tahun, Joko, yang sebelumnya terbatas geraknya di atas kursi roda, saat ini sudah dapat berjalan kembali. Untuk biaya pengobatan, Joko memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah yaitu BPJS Mandiri Kelas III. Joko telah menjalani serangkaian jadwal kemoterapi. Saat ini Joko masih menjalani kontrol rutin dan serangkaian kemoterapi lanjutan di RSUP Dr. Sardjito. Beberapa waktu lalu Joko menjalani rawat inap untuk kemoterapi. Selanjutnya Joko juga dijadwalkan menjalani biopsi kembali, karena muncul benjolan-benjolan kecil di sekitar leher. Saat pemeriksaan ini Joko disarankan untuk rawat inap di rumah sakit. Bantuan ini disampaikan untuk biaya akomodasi selama Joko rawat inap. Pelaporan bantuan sebelumnya terdapat pada rombongan 1093. Joko dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Joko, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Januari 2018
Kurir : @KissHerry @namaku_arini @atinlelyas

Joko menderita kanker nasofaring


GALANG HAFIZ RAMADHAN (3, Down Syndrome + Katarak Kongenital + Bibir Sumbing). Alamat : Dusun Semuluh Kidul, RT 3/15, Dukuh Ngeposari, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak lahir Galang mengalami cacat bawaan yaitu bibir sumbing. Di usia 8 bulan ia menjalani operasi pertama di RS Permata Husada Bantul, Yogyakarta. Selain itu, balita ini juga menderita katarak di kedua matanya. Sampai sekarang Galang fokus menjalani pemeriksaan katarak tersebut di RSUP Dr. Sardjito. Jarak rumah Galang ke Rumah sakit memang tidak bisa dibilang dekat, lebih dari 50 km, sementara biaya sewa mobil pun mahal. Biaya transportasi inilah yang menjadi kendala ayah Galang, Panto (42) yang bekerja sebagai pengukir batu. Biaya operasi katarak yang cukup besar juga sempat mengurungkan niat orangtua Galang untuk melanjutkan pemeriksaan meskipun ia memiliki jaminan kesehatan BPJS Kelas III. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Galang. September 2016 Galang menjalani operasi katarak di mata kirinya di RSUP Dr. Sardjito. Saat ini Galang menjalani pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Jogja. Galang bersama orangtuanya juga sangat bersemangat menjalani kontrol rutin. Dari serangkaian terapi fisio, terapi wicara, dan pemeriksaan lanjutan, dokter menyarankan Galang untuk memakai alat bantu dengar. Pemeriksaan bera pun dilakukan. Alhamdulillah, dari dana sedekaholics yang dititipkan melalui Sedekah Rombongan saat ini Galang bisa memakai alat bantu dengar. Galang yang dulu hanya bisa terbaring di tempat tidur, juga sudah bisa berjalan seperti anak-anak lainnya. Bantuan ini disampaikan untuk pembelian obat dan pembelian alat bantu dengar. Keluarga Galang sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Galang, Aamiin. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 895.

Jumlah Bantuan : Rp. 11.125.600,-
Tanggal : 20 Januari 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Galang mengalami cacat bawaan bibir sumbing


SUPARMO BIN WIRYO DINOMO (56, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Dusun Nitikan Timur, RT 6/ 11, Desa Semanu, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Awalnya sekitar dua tahun lalu Bapak Suparmo merasa ada benjolan di lehernya. Keluarga pun segera memeriksakan ke rumah sakit terdekat. Selanjutnya Bapak Suparmo dirujuk untuk pemeriksaan ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Lalu Bapak Suparmo menjalani kemoterapi yang sudah selesai di bulan januari 2017. Kemudian dokter menyarankan tindakan medis selanjutnya dengan penyinaran. Bapak Suparmo mendapat jadwal sinar di Semarang. Biaya transportasi dan akomodasi selama di Semarang sangat memberatkan keluarga. Terpaksa, pengobatan Bapak Suparmo berhenti. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk sebulan yang lalu benjolan di leher Bapak Suparmo semakin membesar. Pihak keluarga sudah membawa periksa ke RSUP Dr. Sardjito. Dari pemeriksaan lanjutan, dokter memutuskan Bapak Suparmo melakukan tindakan sinar kembali. Mulai Januari 2018 Bapak Suparmo akan menjalani sinar selama 36x. Alhamdulillah Bapak Suparmo menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Jogja. Istrinya, Kasirah (52) seorang ibu rumah tangga, sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Pasalnya, keluarga telah mencari penginapan di dekat rumah sakit tetapi harga tidak terjangkau bagi keluarga ini. Selama pengobatan di Yogyakarta Bapak Suparmo tinggal sementara di RSSR Jogja, sementara selama pengobatan ini juga mendapat fasilitas jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Santunan awal ini disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan akomodasi selama di rumah sakit. Mari kita berdoa semoga Bapak Suparmo segera mendapatkan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Januari 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas @Sunnahku Tri

Pak Suparmo menderita kanker kelenjar getah bening


NGADIYO BIN PANUT (58, Usus Putus). Alamat: Dusun Banteng, RT 1/1, Desa Wareng, Kelurahan Tancep, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada waktu Bapak Ngadiyo naik motor dengan istrinya, keduanya mengalami kecelakaan lalu lintas. Sepeda motor yang dikendarai menabrak truk di badan jalan. Saat itu cuaca sedang hujan deras sehingga pandangan ke jalan tidak jelas, selain itu jalanan juga licin. Kemudian Bapak Ngadiyo dirawat di rumah sakit selama beberapa hari. Dari pemeriksaan dokter diketahui usus Bapak Ngadiyo terputus sehingga saluran cerna dan saluran pembuangan pun tidak optimal. Bapak Ngadiyo lalu menjalani operasi untuk membuat lubang pembuangan dari perut. Bapak Ngadiyo tinggal bersama istri Bu Sis Meiyanti (57) dan cucunya. Selama pengobatan ini Bapak Ngadiyo menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Jasa Raharja. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk, Bapak Ngadiyo masih menunggu jadwal operasi untuk menyambung usus. Istrinya yang juga sakit akibat kecelakaan ini tidak bisa membantu perekonomian keluarga. Sementara pengeluaran biaya sehari-hari dan selama di rumah sakit selalu ada. Kurir Sedekah Rombongan sangat merasakan kesulitan keluarga ini. Amanah sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk membantu meringankan beban keluarga ini. Keluarga Bapak Ngadiyo sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bapak Ngadiyo, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Februari 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelya @Sunnahku @satyaluke

Pak Ngadiyo mengalami usus putus


MARYANTO BIN SULINO (41, Ulkus Kronis). Alamat : Dusun Bohol, RT 8/3, Desa Bohol, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Semasa kelas 2 SD Pak Maryanto sering belajar di balai-balai dengan penerangan lampu minyak tanah. Di suatu malam saat menggeser lampunya, minyak tumpah dan mengenai muka dan tangan sebelah kanannya. Bapak Maryanto memerlukan waktu dua tahun untuk menyembuhkan luka bakarnya, dan tetap meninggalkan cacat permanen. Kemudian bulan Agustus 2016 lalu, ia merasa gatal-gatal di lengan kanan. Awalnya ia mengira hanya gatal-gatal biasa, tetapi sudah diberi salep tetap tidak sembuh. Ia pun memeriksakan diri ke puskesmas. Lagi-lagi, belum ada perubahan kondisi yang signifikan. Pihak puskesmas pun membuat rujukan untuk berobat ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Bulan Maret 2017, ia dirujuk kembali untuk pengobatan ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Tetapi karena ketiadaan biaya Pak Maryanto memilih untuk tidak melanjutkan pengobatan. Pihak keluarga memutuskan menjual tanah untuk bekal biaya pengobatan. Lima bulan kemudian, Pak Maryanto melanjutkan pengobatan. Ia mendapat perawatan di poliklinik, kemudian menunggu panggilan kamar. Sebelum mendapat panggilan untuk rawat inap, kondisinya semakin menurun. Pihak keluarga segera membawanya ke RSPAU dr. Hardjolukito. Alhamdulillah, saat ini Pak Maryanto mendapat perawatan medis dan menjalani jadwal kemoterapi. Pak Maryanto juga menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Setiap kontrol rutin Pak Maryanto selalu mandiri, karena istrinya, Wiyarni (31) bekerja sebagai petani sekaligus mengurus dua putra yang masih SD dan balita. Alhamdulillah, selama pengobatan ini, Pak Maryanto mendapat keringanan biaya dari fasilitas BPJS PBI. Amanah sedekaholics ini dipergunakan untuk biaya pembelian obat dan pemeriksaan laboratorium. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terlapor pada Rombongan 1087. Mari kita doakan semoga Pak Maryanto lekas mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 753.500,-
Tanggal : 16 Januari 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat

Pak Maryanto menderita ulkus kronis


DAVIS ALVIANTA (27, Hidrosepalus). Alamat : Pedukuhan Gunung Rawas RT 58/28, Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Awal mula tiga tahun lalu Davis sempat terjatuh dan terbentur kepalanya. Sejak itu ia sering merasakan kepala pusing. Davis hanya diobati dengan obat puyer yang dibeli di warung dekat rumahnya. Pada tanggal 21 Mei 2017, Davis sangat merasa pusing. Keluarganya pun segera membawa periksa ke RS Nyi Ageng Serang. Lima hari kemudian, Davis mengalami kejang-kejang. Dokter segera merujuk Davis untuk pemeriksaan lebih lanjut ke RS PkU Muhammadiyah. Pihak rumah sakit segera melakukan tindakan rontgen dan CT-Scan. Ternyata, di kepala Davis ada penumpukan cairan yang tidak bisa keluar. Dokter memutuskan untuk dilakukan pembedahan kepala. Alhamdulillah operasi yang dijalani Davis lancar dan berhasil. Saat ini telah dibuatkan selang untuk membuang cairan yang ada di kepala. Ayahnya, Subariyo (50) dan ibunya, Ngadinem (52) bekerja sebagai buruh harian lepas. Keduanya sangat bersyukur selama pengobatan Davis dapat menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Tetapi biaya operasional dan akomodasi selama di rumah sakit masih menjadi kendala bagi keluarga ini. Amanah sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk membantu keluarga ini. Davis dan keluarga sangat berterima kasih atas kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @kissherry Yudan @atinlelyas Gilang

Davis menderita hidrosepalus


SUYINEM BINTI KARSO WINADI (79, Stroke). Alamat : Dusun Benjaran, RT 11/6, Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sudah dua tahun Ibu Suyinem menderita stroke. Selama ini ia hidup dan tingal bersama anaknya, Sutriyah. Suami Sutriyah sudah meninggal dunia enam bulan yang lalu karena penyakit jantung. Saat ini Sutriyah bekerja sebagai asisten rumah tangga di Kota Jogja. Sutriyah menjadi tumpuan keluarga untuk menghidupi dua anak yang masih sekolah sekaligus merawat ibunya. Alhamdulillah, majikan Sutriyah mengizinkan Ibu Suyinem tinggal menumpang di rumahnya, sehingga Sutriyah bisa bekerja sekaligus merawat ibunya. Semenjak sakit ini, aktivitas Ibu Suyinem terbatas di tempat tidur. Meskipun memiliki jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS), tetapi biaya transportasi, akomodasi, dan obat yang tidak tercover menjadi kendala besar bagi keluarga ini. Bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan ini diberikan untuk membantu biaya pengobatan dan kehidupan sehari-hari. Keluarga Ibu Suyinem sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Januari 2018
Kurir : @kissherry Yudan @atinlelyas Amin

Ibu Suyinem menderita stroke


HADI SUPARNO (61, Tumor Ganas). Alamat : Dusun Sukoponco, RT 10/5, Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bapak Hadi Suparno atau biasa dipanggil Mbah Parno, sejak dua tahun lalu menderita sakit tumor. Awal tahun 2016 Mbah Parno menjalani operasi di RSUD Wates, Kulon Progo. Setelah itu Mbah Parno menjalani radioterapi di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta selama 14 kali. Selang 1 tahun kemudian penyakit Mbah Parno muncul lagi. Keluarganya segera membawa periksa ke RSUP Dr. Sardjito kembali. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, dokter menyatakan penyakit Mbah Parno menjadi tumor ganas dan menjalar ke bagian mata. Operasi yang kedua pun dilakukan. Mulai tanggal 21 September lalu, Mbah Parno menjalani radioterapi kembali yang dilakukan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto. Jadwal radioterapinya sebanyak 36x, Alhamdulillah, sudah terlaksana sampai bulan Desember lalu. Saat ini, Mbah Parno masih menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Sardjito. Istrinya, Ngatilah (51) mengungkapkan kesedihannya saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk. Mbah Ngatilah ingin sekali melanjutkan pengobatan sang suami, tapi apa daya, mereka tidak punya simpanan untuk pengobatan. Sementara harta benda yang dimiliki telah terjual untuk usaha pengobatan selama ini. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga ini sehingga dapat menyampaikan amanah sedekaholics. Bantuan ini disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit. Saat ini Mbah Parno juga sedang menunggu jadwal operasi bedah plastic untuk menutup luka bekas operasi di bagian pipi. Semoga Mbah Parno segera diberikan kesehatan sehingga dapat beraktivitas seperti biasa, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 30 Januari 2018
Kurir : @kissherry Yudan @atinlelyas @Endro

Mbah Parno menderita tumor ganas dan menjalar ke bagian mata


GALANK DZAKIRUL IDHAM (7, Sindrom Hunter). Alamat : Dusun Plarangan, Desa Purwoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebelumnya Galank adalah anak yang ceria. Tetapi sejak umur 5 tahun anak ini menunjukkan gejala sakit. Awalnya diketahui setelah ada pemeriksaan vaksin MR (kombinasi vaskin campak/Measles (M) dan Rubella (R)). Galank lalu diperiksakan ke puskesmas. Dari puskesmas Galang dirujuk ke RSUD Wates, Kulon Progo. Kemudian ia dirujuk kembali untuk pemeriksaan lebih lanjut di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Setelah menjalani pemeriksaan intensif oleh beberapa dokter, diketahui Galank menderita Sindrom Hunter atau Mukopolisakaridosis tipe II. Penyakit langka ini disebabkan karena defisiensi enzim iduronate-2-sulfatase (I2S) sehingga pasien tidak dapat memecah zat makanan kompleks (glikosaminoglikans). Penyakit ini biasanya diderita oleh anak lelaki. Gejala awalnya adalah perubahan fisik pada wajah dan tubuh, seperti lingkar kepala membesar, hidung besar, lidah besar, pipi membulat dank eras, bibir tebal, dan kekakuan pada sendi-sendi sehingga penderita sulit berjalan. Galank sudah menjalani operasi di RSUP Dr. Sardjito. Kondisinya saat ini masih lemas. Ayahnya, Subagyo (37) ialah seorang petani, sementara ibunya, Fitria Subekti (34) ialah ibu rumah tangga. Keduanya selalu berusaha maksimal agar Galank sembuh. Alhamdulillah, selama pengobatan ini Galank dapat menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Tetapi biaya akomodasi selama di rumah sakit, oranhtua Galank masih kebingungan, apalagi hutang untuk berobat selama ini jugab belum terbayar semua. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga ini. Amanah sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk meringankan beban keluarga ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 28 Januari 2018
Kurir : @kisherry Yudan @atinlelyas Amin

Galank menderita Sindrom Hunter atau Mukopolisakaridosis tipe II.


AHMAD NURUL AR RAFIQ (4, Gangguan Wicara dan Pendengaran). Alamat : Dusun Kweron, Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak lahir Ahmad Nurul Ar Rafiq memang ada kelainan, yaitu tidak bisa merespon komunikasi dari luar. Hingga usia 4 tahun sekarang ini, Dik Ahmad belum bisa berbicara. Setelah diperiksakan dokter, rupanya ada gangguan pendengaran sampai tuli. Dokter menyarankan untuk dibelikan alat bantu dengar, agar Dik Ahmad bisa mendengar sehingga mendukung berlatih berbicara. Kondisi Dik Ahmad saat ini seperti tersiksa. Terkadang kepalanya dibenturkan ke benda-benda yang ia temui di rumah. Ia juga sering menjerit-jerit. Kedua orangtuanya bekerja sebagai petani. Ayahnya, Taslim (47) dan ibunya, Retno Puspitasari (40) selalu berusaha mengusahakan yang terbaik untuk anaknya. Alhamdulillah selama pengobatan ini Dik Ahmad dapat memanfaatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Tetapi keduanya masih terkendala untuk biaya operasional selama di rumah sakit terlebih untuk membeli alat bantu dengar. Sementara itu, kedua orangtua Dik Ahmad masih menanggung hutang untuk biaya hidup sehari-hari dan biaya pengobatan sebelumnya. Saat menjenguk Dik Ahmad di rumahnya, Kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu meringankan beban keluarga ini. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Dik Ahmad, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 28 Januari 2018
Kurir : @kissherry Yudan @atinlelyas @ahmadamin

Ahmad menderita gangguan wicara dan ada gangguan pendengaran sampai tuli


AIRA HABIBAH HUMAIRA (9, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Dusun Kempong, Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak umur 2 tahun Dik Aira menjadi yatim. Sekitar tahun 2010, ayahnya, Wasno meninggal dunia. Ayahnya, sebelumnya bekerja sebagai sopir di pabrik roti di Jogja. Saat sedang bertugas ayahnya mengalami kecelakaan lalu lintas. Sejak saat itu Dik Aira tinggal bersama neneknya. Ibunya, Sudarmi (40) bekerja sebagai petani, sementara neneknya bekerja serabutan di sekitar rumahnya. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim, Dik Aira sedang ikut bekerja bersama sang nenek di rumah tetangganya. Sang nenek yang tidak memiliki penghasilan tak menentu ini merasa kesulitan untuk membiayai sekolah Dik Aira. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu membeli perlengkapan sekolah Dik Aira, yaitu tas, sepatu, beli buku, seragam, dan kegiatan sekolah lain. Keluarga Dik Aira sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga dengan dukungan dari sedekaholics Sedekah Rombongan menjadi motivasi belajar bagi Dik Aira.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Januari 2018
Kurir : @kissherry Yudan @atinlelyas @ahmadamin

Bantuan biaya sekolah


SRI ISMIYATUN (34, Kanker Serviks). Alamat : Dusun Karang, RT 5/3, Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bu Atun, ia biasa dipanggil, adalah istri dari Bapak Teguh dan ibu dari 2 anak. Tiga bulan yang lalu mengalami pendarahan hebat lalu Bu Atun dibawa ke RSUD Wates, Kulon Progo. Dari pemeriksaan dokter diketahui Bu Atun menderita kanker serviks. Kemudian Bu Atun dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan dokter menyarankan untuk operasi pengangkatan rahim dan benjolan di mulut rahim. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk Bu Atun masih menunggu jadwal operasi karena antrian kamar penuh. Suami Bu Atun, Teguh Suparno (42) mengungkapkan kesedihannya saat dijenguk Kurir Sedekah Rombongan. Maklum, karena Bapak Teguh ialah seorang buruh harian lepas di sebuah toko pupuk. Dengan penghasilan tak menentu ini Bapak Teguh juga masih menanggung kedua anaknya yang masih sekoalah SD. Alhamdulillah, selama pengobatan ini Bu Atun dapat menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Untuk meringankan beban keluarga ini, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit. Semoga Bu Atun segera menjalani operasi dan kesehatanya kembali pulih sehingga ia dapat membesarkan kedua anaknya hingga pendidikan selesai, Aamiin. Keluarga Bu Atun sangat berterima kasih atas kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @kissherry Yudan @atinlelyas @endro

Bu Atun menderita kanker serviks


FEBRIANTO BIN KABIRAN (19, Ambeien). Alamat : Dusun Kutogiri, RT 44/21, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Febrianto ialah anak kedua dari Bapak Kabiran. Setelah lulus sekolah di MAN Wates, Febrianto ikut saudaranya bekerja di Bekasi. Belum ada satu tahun di Bekasi febrianto mengalami sakit. Setiap buang air besar ia selalu merasa sakit dan sering disertai pendarahan. Karena sakitnya tak kunjung sembuh, Febrianto memutuskan pulang ke kampung untuk berobat. Kemudian Febrianto d bawa ke puskesmas kecamatan dan diberi obat jalan. Sampai 3 kali periksa ke puskesmas Febrianto tak kunjung sembuh, bahkan masih merasakan sakit saat buang air besar. Karena dari pihak puskesmas tidak memberikan rujukan ke rumah sakit, akhirnya Febrianto melanjutkan pengobatan alternatif di daerah Bantul. Febriyanto telah melakukan 4 kali terapi, tetapi belum sembuh juga. Sejak itu sampai sekarang Febrianto tidak bisa bekerja karena tidak tahan saat sakitnya kambuh. Ayah Febrianto, Kabiran (58) mengungkapkan kesedihanya dan penyesalan saat dijenguk kurir sedekah Rombongan. Bapak Kabiran adalah seorang petani yang tidak punya pengalaman baca-tulis sehingga tidak dapat mengantar anaknya untuk berobat. Padahal Bapak Kabiran ingin sekali membawa anaknya ke RSUD Wates berharap anaknya bisa sembuh seperti sedia kala. Di lain sisi, Bapak Kabiran juga tidak punya biaya untuk operasional pengobatan. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya operasional pengobatan selama di rumah sakit. Semoga Febrianto segera menjalani operasi dan kesehatanya kembali pulih sehinga dapat bekerja dan membantu orang tuanya yang sudah tua. Febrianto dan keluarga sangat berterima kasih atas bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp .1.000.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @kissherry Yudan @atinlelyas @endro

Febri menderita wasir


JOKO SUTRISNO (39, Syaraf Kejepit). Alamat : Dusun Banggan, RT 43/22, Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada hari Rabu, 20 Desember 2014 sekitar pukul 11 siang, Joko Sutrisno atau biasa dipanggil Joko ini, sedang memperbaiki atap kamar mandi milik simbahnya. Joko tidak tahu ternyata kayu yang diinjaknya sudah lapuk dan keropos. Kecelakaan pun terjadi, Joko terjatuh dari atap kamar mandi setinggi 3 meter. Joko pun segera dilarikan ke RS Nyi Ageng Serang, Sentolo, Kulon Progo dan dilakukan pemerikasaan rontgen. Dokter menyatakan kondisi Joko tidak apa-apa akan tetapi sampai saat ini joko tidak bisa berjalan dan saat buang air pun Joko tidak terasa. Keluarga Joko ingin membawanya berobat kembali. Meskipun memiliki jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS), keluarga Joko masih kesulitan untuk biaya lain-lainnya. Istri Joko, Purnawati (32) mengungkapkan kesedihan saat dijenguk Kurir Sedekah Rombongan. Maklum saja, mereka tidak memiliki simpanan untuk pengobatan dan kehidupan sehari-hari karena Joko adalah tulang punggung keluarga, menanggung 1 istri dan 3 anak yang masih sekolah di bangku SD. Sejak sakit Joko tidak bisa bekerja. Saat ini biaya pengobatan dan transportasi dibantu sanak saudaranya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka. Bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit. Semoga Joko segera sembuh dan dapat berjalan sehingga ia dapat bekerja dan membiayai keluarganya seperti sebelumnya, Aamiin. Keluarga Joko sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas bantuannya ini.

Jumlah Bantuan :Rp. 1.500.000,-
Tanggal: 31 Januari 2018
Kurir : @kisshery Yudan @atinlelyas @endro

Joko menderita saraf terjepit


NURIMAH INDRIYANI (17, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Dusun Banggan, Desa Sukoreno, kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Nurimah Indriyani atau biasa dipanggil Imah ialah pelajar SMK Muhamaddiyah 3 Wates. Sejak usia 10 tahun Imah menjadi anak yatim. Tepatnya sekitar tahun 2010, ayahnya, Anduwi meninggal dunia karena sakit asma. Ibunya membesarkan ketiga anaknya dengan bantuan dari berbagai pihak. Selain itu, Bu Purwantini (35) juga bekerja sebagai asisten rumah tangga di siang hari dan menjadi buruh pengelem dan merajut di malam hari. Imah pun turut membantu ibunya bekerja, karena bisa dikerjakan di rumah. Imah akan menjalani ujian akhir sekitar tiga bulan lagi, sementara biaya SPP dan registrasi ulang belum terbayarkan. Bu Purwantini sudah bekerja semaksimal mungkin untuk biaya sekolah sang putri, tapi apa daya, tunggakan pembayaran sekolah terlampau besar untuk ukuran keluarga ini. Ia pun mengungkapkan kesedihannya saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim. Maklum saja, Bu Purwantini adalah seorang janda yang menanggung biaya hidup dan sekolah ketiga anaknya dari penghasilan tak seberapa. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya sekolah Imah. Semoga Nurimah dapat melunasi biaya sekolahya dan setelah lulus dapat bekerja sehingga bisa membantu ibunya membiayai sekolah kedua adiknya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @kissherry Yudan @atinlelyas @endro

Bantuan biaya sekolah


REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MUHAMMAD ALDI 1,000,000
2 MUH. RIZKI 1,000,000
3 DIVA LIANSYAH 1,000,000
4 AGIH PRIYANTO 2,000,000
5 SAYEKTI SUNARYO 1,000,000
6 KAYLA CHAIRANI 750,000
7 TIDJO BINTI SALNA 750,000
8 EVRI YANTI 1,000,000
9 MUZHAKI HUSNIKARIM 1,000,000
10 WAGINEM DIRJO 1,000,000
11 ELIS MUNAWAROH 1,000,000
12 SITI MAINAH 1,000,000
13 VERI SAPUTRO 1,000,000
14 ADI SATUSLAM 1,000,000
15 ATIK FATIMAH 1,000,000
16 DUL ROHIM BIN SINGA WIJAYA 1,000,000
17 MAHURI BIN KARTAWIRAJI 1,000,000
18 AHMAD MUSYANTO 1,000,000
19 ABDI TIAN HIDAYAT 1,000,000
20 TRISNO SISWOTO 1,000,000
21 JOKO WISESA 1,000,000
22 BETTY SUBEKTI 1,000,000
23 NADIA SUCI HANDAYANI 1,000,000
24 SEPTIANINGSIH BINTI SUPARNO 1,000,000
25 IDA ROYANI 1,000,000
26 SANDIMAN BIN KARTODIKROMO 1,000,000
27 BOIMIN HADIMINOTO 500,000
28 SUKARDI 1,000,000
29 ERLIN AYU ROSITASARI 1,500,000
30 NUROHMAN BIN ALM PONIMEN 1,500,000
31 EKO YULIYANTO 1,000,000
32 BAMBANG MUDJIHARDJO 1,000,000
33 RIWUT BINTI KROMO 5,000,000
34 SARTIYEM BINTI ALM ADIMARSONO 2,000,000
35 DALIJO BIN MANGUNHARJO 1,000,000
36 JOKO SANTOSA 500,000
37 GALANG HAFIZ RAMADHAN 11,125,600
38 SUPARMO BIN WIRYO DINOMO 1,000,000
39 NGADIYO BIN PANUT 1,000,000
40 DAVIS ALVIANTA 1,500,000
41 MARYANTO BIN SULINO 753,500
42 SUYINEM BINTI KARSO WINADI 1,000,000
43 HADI SUPARNO 2,000,000
44 GALANK DZAKIRUL IDHAM 2,000,000
45 AHMAD NURUL AR RAFIQ 2,000,000
46 AIRA HABIBAH HUMAIRA 1,000,000
47 SRI ISMIYATUN 1,000,000
48 FEBRIANTO BIN KABIRAN 1,000,000
49 JOKO SUTRISNO 1,500,000
50 NURIMAH INDRIYANI 1,500,000
Total 69,879,100

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 69,879,100,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1112 ROMBONGAN

Rp. 59,734,023,107,-