SALSA RAMADANTI (2, Jantung Bocor). Alamat : Kp. Sawit Kaler, RT 9/5, Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Neng Salsa, akrab kami memanggil balita yang lahir kembar dan premature ini. Neng Salsa sangat beruntung, dengan berat yang hanya 1,2 kg ketika lahir, namun ia bisa bertahan hidup hingga sekarang. Sedangkan kembarannya yang lahir dengan berat 5 ons, harus meninggal tak lama setelah ia lahir ke dunia. Neng Salsa sudah didiagnosa mengalami bocor jantung ketika umurnya masih 3 bulan, keluarganya sempat ikhtiar pengobatan untuk kesembuhan Neng Salsa. Kala itu, pemeriksaannya sudah sampai tahap Echo, namun karena kendala biaya maka selama 5 bulan ini proses pengobatan dan pemeriksaan Neng Salsa harus tertunda. Ayahnya Caca (33) merupakan seorang buruh kuli menjahit tas di kota Bandung, penghasilannya tak cukup untuk membiayai akomodasi pengobatan anaknya tersebut. Akhir Januari lalu, dengan tekad yang kuat, Neng Salsa kembali dibawa untuk ikhtiar pengobatan, keluarganya meminjam uang kepada tetangga setempat untuk biaya akomodasi. Dengan ijin Allah, tetangganya tersebut mengabarkan kepada kurir Sedekah Rombongan daerah Purwakarta. Kami pun datang bersilaturahim ke rumah Neng Salsa, saat itu Neng Salsa akan dibawa ke RSHS Bandung untuk menjalani proses echo ulang. Kami pun menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Neng Salsa menuju RSHS Bandung. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada rombongan 1023.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Februari 2018
Kurir : Saptuari @ula_awwal

Neng Salsa mengalami bocor jantung


DODOH SRI RAUDHOH (23, Diagnosa Kanker Mulut). Alamat : Kp. Sukaati, RT 6/2, Desa Pangkalan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Dodoh akrab kami memanggil ibu muda ini, ia merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak Januari 2017 lalu, awalnya ia merasakan sakit pada gigi bagian depan disertai bengkak pada gusi. Hal tersebut ia abaikan, karena merupakan hal biasa yang sering ia rasakan. Tak dinyana, selama kurun waktu 3 minggu bengkak tersebut semakin membesar disertai dengan keluarnya nanah dan darah. Ia kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas setempat, lalu dirujuk untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA). Di Rumah Sakit tersebut ia menjalani proses rontgen dengan diagnosa kanker mulut. Ia pun harus memakai selang NGT, karena minuman dan makanan sudah tidak bisa masuk lewat mulutnya. Hasil rontgen mengharuskan Teh Dodoh untuk melanjutkan pemeriksaan penyakitnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sudah sekitar 10 hari Teh Dodoh menjalani proses pemeriksaan penyakitnya di RSHS Bandung memakai fasilitas kesehatan berupa BPJS PBI, ia baru melakukan cek laboratorium pada jantung dan paru. Dengan kondisi hamil tua, yakni 7 bulan Teh Dodoh berjuang melawan penyakitnya dengan sabar dan ikhlas. Qadarullah, ia pun melahirkan bayi pertamanya dengan berat 1,7 Kg dan dalam keadaan premature, bayinya tersebut sementara harus menjalani proses inkubasi di Rumah Sakit. Suaminya Badrudin (25), sementara ini tidak bisa bekerja karena harus menemani istrinya di Rumah Sakit. Maka dari itu, ia sangat membutuhkan uluran bantuan untuk membiayai proses pengobatan istrinya tersebut. Dengan ijin Allah, kami kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Teh Dodoh dan keluarga. Kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk meringankan biaya akomodasi Teh Dodoh selama menjalani proses pengobatan di Rumah Sakit, bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 1098. Teh Dodoh telah menjalani proses operasi awal maret lalu, operasi tersebut membuat rahangnya harus diambil, dan sudah menjalani proses pemasangan rahang di awal april kemarin. Pasca operasi kebutuhan Teh Dodoh sangat banyak, mulai dari pembelian obat yang tidak tercover BPJS dan pembelian alat penyedot dahak otomatis yang menggunakan mesin. Mari doakan bersama, agar Allah segera mengangkat penyakit yang ada pada tubuh Teh Dodoh.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Februari 2018
Kurir : Saptuari @ula_awwal Otong Mulawarman

Bu Dodoh didiagnosa kanker mulut


NUROH NAJIHAH (2, Penyakit Kulit). Alamat : Kp. Cisomang, RT 3/13, Desa Cisomang Barat, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Neng Nuroh, akrab kami memanggil balita cantik ini. Ia telah mengalami alergi kulit sejak usianya 6 bulan, siang malam selama satu tahun lebih ini dilewatinya dengan gatal-gatal di sekujur tubuhnya, orantuanya telah berikhtiar dengan membawa ia ke puskesmas dan mantri-mantri terdekat. Namun taka da satu pun obat yang mempan untuk mengobati gatal balita tersebut. Ayahnya yakni Ujang Hidayat (42) memiliki keinginan membawa anaknya ke dokter spesialis kulit, namun lagi-lagi karena kendala biaya keinginan tersebut tak juga terwujud. Maklum saja, ayahnya yang merupakan petugas kebersihan di sekolah hanya memiliki penghasilan yang pas-pasan. Alhamdulillah dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ayah dari Neng Nuroh, kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan anaknya tersebut.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Februari 2018
Kurir : Saptuari @ula_awwal

Nuroh menderita penyakit kulit


ELIS RAHMAWATI (20, Gangguan Jiwa). Alamat : Kp. Jawa, RT 5/4, Desa Cibogohilir, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Neng Elis, akrab kami memanggilnya. Sejak dua tahun lalu, ibu Neng Elis yakni Yoyoh (59) sudah melihat adanya gejala gangguan mental pada anak perempuannya tersebut. Namun saat itu kondisinya belum separah seperti sekarang ini, saat ini Bu Yoyoh terpaksa sering mengikat Neng Elis agar tidak mengamuk dan kabur dari rumah. Bu Yoyoh tak pernah tahu pasti apa penyebab gangguan jiwa yang dialami anaknya tersebut, karena sebelumnya kakaknya yang bernama Dodi yang juga mengalami hal yang sama dan menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Ibunya mulai khawatir dengan keadaan Elis sekarang, ia ingin membawa Neng Elis ke Rumah Sakit Jiwa di Cimahi. Namun penghasilannya sebagai penjaja kue keliling yang juga merupakan seorang janda, tak cukup untuk membiayai akomodasi pengobatan anaknya tersebut. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Neng Elis dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan Neng Elis. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada rombongan 1100.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Februari 2018
Kurir : Saptuari @ula_awwal Kiki Zakiyah

Elis mengalami gangguan jiwa


YANO BIN SALEH (43, Usus Buntu dan Batu Ginjal). Alamat : Kp. Warungkandang, RT 11/3, Desa Sindangsari, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pak Yano merupakan sopir kendaraan besar, aktivitasnya tersebut membuat ia harus sering duduk selama berjam-jam bahkan berhari-hari ketika perjalanan jauh. Ditambah jarangnya melakukan kegiatan olahraga dan asupan makanan yang tidak sehat sehingga menyebabkan adanya gumpalan pada ginjal. Awalnya hanya terasa sakit di pinggang dan perut sebelah kanan, namun lama kelamaan sakitnya semakin parah. Ia pun memeriksakan diri ke klinik terdekat, Pak Yano diharuskan untuk menjalani operasi pada ususnya karena dikhawatirkan pecah. Sejak sakit Pak Yano kesulitan untuk melakukan aktivitas terutama bekerja mencari nafkah untuk keluarganya. Sedangkan proses pengobatannya masih panjang. Alhamdulillah dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Yano dan istri, kami menyampaikan titipan bantuan dari sedekaholics sedekah rombongan untuk biaya pengobatan Pak Yano.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Februari 2018
Kurir : Saptuari @ula_awwal Kiki Zakiah

Pak Yano menderita usus buntu dan batu ginjal


AI SAIDAH (45, Benjolan di Kaki). Alamat : Kp. Pasantren, RW 4/8, Desa Palinggihan, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sejak gadis Bu Ai sudah memiliki benjolan di kaki kiri dan kanannya, namun benjolan tersebut ia hiraukan karena tidak membesar dan tidak terasa sakit. Baru akhir-akhir ini ia memeriksakan benjolannya tersebut, dari Puskesmas dirujuk ke RS Siloam Purwakarta, hasil pemeriksaan mengharuskan adanya tindakan operasi pada benjolannya tersebut. Akhir tahun kemarin ia menjalani proses operasi di kaki kirinya, untuk kaki kanan masih menunggu jadwal dan biayanya. Bu Ai merupakan penjual kue keliling yang memiliki penghasilan pas-pasan, suaminya pun sudah delapan tahun ini mengalami kanker tiroid dan memerlukan banyak biaya. Tentunya Bu Ai sangat membutuhkan bantuan dari para donator, Alhamdulillah dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Ai dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan Bu Ai.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Februari 2018
Kurir : Saptuari @ula_awwal Kiki Zakiyah

Bu Ai mengalami benjolan di kaki


HERMAN BIN BASAR (31, Diagnosa Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Legok Peundeuy, RT 11/6, Desa Gunungkarung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pak Herman, akrab kami memanggilnya. Pada awalnya ia sering mengalami muntah, namun hal tersebut diabaikannya. Dua minggu kemudian kondisinya tak kunjung membaaik, muntah semakin sering dan adanya rasa nyeri di bagian punggung bawah. Ia pun dibawa berobat ke Puskesmas, namun belum terlihat adanya perubahan. Semakin lama muntahnya semakin sering disertai darah segar. Kembali ia dibawa ke Rumah Sakit, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia mengalami gagal ginjal dan harus menjalani rawat inap. Profesinya sebagai seorang guru honorer tentunya sangat keberatan untuk membiayai pengobatan dirinya tersebut, Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Herman, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan penyakitnya. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada rombongan 1073.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 18 Februari 2018
Kurir : Saptuari @ula_awwal Asep Zaenal

Pak Herman mengalami gangguan gagal ginjal


DEDEH BINTI MAMAD (43, Kelenjar Getah Bening). Alamat : Kp. Cidahu, RT 2/1, Desa Gunungkarung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bi Dedeh, akrab kami memanggilnya. Sekitar dua tahun lalu ia merasakan adanya benjolan di leher yang disertai rasa nyeri, selama beberapa bulan ia mencoba ikhtiar pengobatan dengan menggunakan obat-obatan di kampung saja. Namun semakin lama, benjolan tersebut semakin membesar, ia pun melakukan pengobatan ke klinik terdekat dan diharuskan untuk melalukan pemeriksaan lanjutan ke Rumah Sakit, selama beberapa bulan tertunda karena tak memiliki biaya akomodasi. Namun karena kondisi benjolan tersebut semakin membesar, akhirnya kerabatnya membawa Bi Dedeh ke RS Siloam berbekal fasilitas kesehatan berupa BPJS Kelas III. Hasil pemeriksaan mengharuskan Bi Dedeh dirujuk ke RSHS Bandung, ia pun mulai kebingungan lagi, karena kondisi suaminya saat ini sedang tidak memiliki pekerjaan apapun. Biasanya suaminya Ajid (44) bekerja sebagai kuli bangunan, namun saat ini sedang tidak ada orang yang memakai jasanya tersebut. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bi Dedeh dan suaminya, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Bi Dedeh menuju RSHS Bandung. Semoga Allah segera menyembuhkannya. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada rombongan 1017.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 18 Februari 2018
Kurir : Saptuari @ula_awwal @asepza_

Bu Dedeh menderita sakit kelenjar getah bening


MAHMUD BIN DINI (33, Gangguan Jiwa). Alamat : Kp. Pasir Kiara, RT 21/7, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawab Barat. Mang Mahmud, akrab kami memanggil ayah yang telah dikaruniai dua orang anak ini. Sejak Oktober 2016 lalu kejiwaannya terganggu karena adanya masalah berat yang harus ia hadapi, semenjak itu ia sering melamun, tertawa dan bicara sendiri, bahkan sering mengamuk dan mengejar orang yang lewat di hadapannya sehingga menyebabkan keresahan warga sekitar. Mang Mahmud hidup sebatangkara, istri dan anaknya sudah tidak lagi dengannya, pun kedua orangtuanya sudah lama meninggal dunia. Kini ia tinggal dan dirawat oleh kerabatnya, kerabatnya tersebut pula yang akhirnya meminta pertolongan ke aparat desa untuk segera menanggulangi penyakit yang diderita Mang Mahmud, karena kerabatnya pun memiliki keterbatasan biaya untuk membawa Mang Mahmud berobat. Setelah audiensi panjang, akhirnya Mang Mahmud dibawa ke RSJ Cisarua dengan bantuan dari biaya iuran warga. Setelah dua bulan Mang Mahmud berada di RSJ Cisarua Bogor, ia pun diperbolehkan pulang namun harus tetap menjalani kontrol pengobatan karena belum sembuh total. Saat ini sudah satu bulan lebih dari jadwal kontrol, namun Mang Mahmud tak kunjung dibawa ke RS tersebut karena kendala biaya. Aparat desa setempat kebingungan, karena masih ada msyarakat lain yang juga membutuhkan biaya dari iuran warga tersebut diatas selain Mang Mahmud. Alhamdulillah, dengan ijin Allah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mang Mahmud, kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya kontrol pengobatan Mang Mahmud ke RSJ di Bekasi. Semoga Allah segera menyembuhkannya. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada rombongan 1103.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 18 Februari 2018
Kurir : Saptuari @ula_awwal @asepza_

Pak Mahmud mengalami gangguan jiwa


SUYATNO BIN ATMO PADHI (54, Tumor Usus Besar). Beralamat di Dukuh Ngablak Rt 011/004 Desa Kroyo, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Pak Yatno, begitulah sapaan akrab beliau. Sejak Maret 2017 mengeluh sakit dibagian perut, disertai susahnya Buang Air Kecil (BAK) dan Buang Air Besar (BAB), bahkan beliau juga mengalami BAB yang disertai darah. Pak Yatno yang saat itu merantau di Medan, bekerja sebagai penjual bakso, sudah menjalani pengobatan disana namun tidak membaik. Sehingga memutuskan untuk pulang ke Sragen. Oleh keluarga dibawa berobat di Rumah Sakit Umum Daerah Soehadi Prijonegoro Sragen (RSUD Sragen), menjalani rawat inap lalu dirujuk ke Rumah Sakit Dr Oen Solo untuk menjalani operasi prostat. Setelah membaik, melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Dr Moewardi (RSDM). Di RSDM menjalani pengobatan di poli dalam dan onkologi. Menjalani operasi pengangkatan tumor di usus besarnya dan untuk mempermudah dalam buang air besar, dibuatkan lubang dan beliau harus menggunakan kantong kolostomi setiap saat. Kondisi beliau saat ini masih lemas, sulit untuk beraktifiras. Beliau dan istri setiap kontrol di RSDM harus menyewa kendaraan dengan biaya Rp 200.000,00 setiap berangkat. Hal tersebut membuat keluarga berat, karena harus bolak-balik dari Sragen ke Solo dan sebaliknya. Karena istri beliau, Ibu Sukini (50) hanya sebagai ibu rumah tangga sehingga tidak memiliki penghasilan. Memiliki dua anak yang masing-masing sudah berkeluarga dan menetap di Medan, Pak Yatno dan istri tidak bisa berharap banyak dari anaknya. Keluarga membutuhkan pendampingan, karena terkendala transportasi. Setelah menjadi pasien dampingan, Allah berkehendak lain, pada 19 Januari 2018 Pak Yatno meninggal dunia di RSDM.
KurirSR menyampaikan sedekah dari sedekaholic untuk proses pemakaman. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,00
Tanggal : 28 Januari 2018
Kurir : @Mawan @AnisSetya @Shofawa

Pak Suyatno menderita tumor usus besar


TUMINAH BINTI SLAMET (37, Ca Serviks). Alamat : Dusun Sabrang Lor, RT 3, Desa Triwidadi, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Awal bulan puasa tahun Mei 2016, Ibu Tuminah mengalami pendarahan ringan, lalu dibawa ke puskesmas. Beberapa waktu kemudian Bu Tuminah mengalami pendarahan hebat kemudian diperiksakan ke RSUD. Dokter mendiagnosa karena rahim Bu Tuminah lemah atau terdapat penebalan dinding rahim. Saat itu akan dilakukan kuret (pembersihan rahim wanita), tetapi urung dilakukan. Setahun kemudian Bu Tuminah disarankan dokter untuk menjalani biopsi. Pemeriksaan lebih lanjut pun dilakukan untuk penegasan diagnose. Pada bulan September 2017 diketahui Bu Tuminah menderita kanker serviks. Kemudian Bu Tuminah mendapat rujukan ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Tidak berselang lama, Bu Tuminah mendapat rujukan untuk menjalani kemoterapi di RS Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Suaminya, Bapak Nahrudin (47) semula bekerja sebagai buruh harian. Semenjak istrinya sakit, Bapak Nahrudin yang mengasuh ketiga anaknya yang berusia TK dan balita. Sementara untuk kebutuhan sehai-hari, keluarga ini mengandalkan bantuan dari saudara dan tetangga. Alhamdulillah, selama pengobatan ini dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan KIS dari pemerintah. Tetapi, perjalanan berobat dari Jogja ke Jakarta, biaya kehidupan sehari-hari di ibukota, dan akomodasi selama berobat, masih menjadi kendala bagi keluarga ini. Amanah sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk meringankan beban keluarga ini. Semoga bantuan ini dapat menjadi jalan kesembuhan bagi Bu Tuminah, Aamiin. Keluarga Bu Tuminah sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 1 Januari 2018
Kurir : @kissherry @RofiqSILVER @atinlelyas @satyaluke

Bu Tuminah menderita kanker serviks


HERMAN BIN BASAR (31, Diagnosa Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Legok Peundeuy, RT 11/6, Desa Gunungkarung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pak Herman, akrab kami memanggilnya. Pada awalnya ia sering mengalami muntah, namun hal tersebut diabaikannya. Dua minggu kemudian kondisinya tak kunjung membaaik, muntah semakin sering dan adanya rasa nyeri di bagian punggung bawah. Ia pun dibawa berobat ke Puskesmas, namun belum terlihat adanya perubahan. Semakin lama muntahnya semakin sering disertai darah segar. Kembali ia dibawa ke Rumah Sakit, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia mengalami gagal ginjal dan harus menjalani rawat inap. Profesinya sebagai seorang guru honorer tentunya sangat keberatan untuk membiayai pengobatan dirinya tersebut, Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Herman, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan penyakitnya. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada rombongan 1073.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 18 Februari 2018
Kurir : Saptuari @ula_awwal Asep Zaenal

Pak Herman mengalami gagal ginjal


BATTAR ABINAYA BASUPATI (2, Atresia Billier). Alamat: Sidoasri RT 1/1 Candipuro, Kalianda, Lampung Selatan, Lampung. Battar begitu bocah kecil ini sering disapa, terlahir dengan persalinan normal Battar tumbuh layaknya bayi seusianya. Tapi saat usia Battar menginjak bulan kedua, sclera mata dan badannya tampak menguning, sudah pernah dibawa ke dokter. Dokter mengatakan jika sebaiknya sering berjemur jika pagi dan diberi obat. Seminggu berikutnya tak ada perubahan, hingga Battar dibawa ke rumah sakit daerah, dari sana Battar didiagnosa Atresia Billier dan harus dirujuk ke RSCM Jakarta. Di RSCM, Battar cukup lama menjalani serangkaian pemeriksaan hingga pada tanggal 29 November 2015 Battar kecil dilakukan tindakan transplantasi hati, dengan ayahnya sebagai pendonor. Pasca menjalani transplantasi hati, tentu kondisi Battar semakin rentan terhadap penyakit lain dan harus hidup ditempat yang lebih baik. Sementara sang ayah, bapak Sutrisno (37) sehari-hari bekerja sebagai sopir truk inipun tidak bisa terlalu dipaksakan karena kondisi pasca menjadi pendonor hati untuk Battar tidak boleh terlalu memforsir tenaganya. Sementara sang ibu, ibu Jumi Lestari (30) adalah seorang ibu rumah tangga. Hingga saat ini Battar masih harus mengkonsumsi susu khusus dengan harga yang tidak murah dan juga masih harus menjalani rawat jalan setiap 1 bulan sekali ke RSCM. Kondisi ini dirasakan sulit bagi pak Sutriyono, sehingga kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit dan membeli susu khusus untuk Battar, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1055. Orang tua Battar mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.0000,-
Tanggal: 28 Oktober 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Battar didiagnosa Atresia Billier


BATTAR ABINAYA BASUPATI (2, Atresia Billier). Alamat: Sidoasri RT 1/1 Candipuro, Kalianda, Lampung Selatan, Lampung. Battar begitu bocah kecil ini sering disapa, terlahir dengan persalinan normal Battar tumbuh layaknya bayi seusianya. Tapi saat usia Battar menginjak bulan kedua, sclera mata dan badannya tampak menguning, sudah pernah dibawa ke dokter. Dokter mengatakan jika sebaiknya sering berjemur jika pagi dan diberi obat. Seminggu berikutnya tak ada perubahan, hingga Battar dibawa ke rumah sakit daerah, dari sana Battar didiagnosa Atresia Billier dan harus dirujuk ke RSCM Jakarta. Di RSCM, Battar cukup lama menjalani serangkaian pemeriksaan hingga pada tanggal 29 November 2015 Battar kecil dilakukan tindakan transplantasi hati, dengan ayahnya sebagai pendonor. Pasca menjalani transplantasi hati, tentu kondisi Battar semakin rentan terhadap penyakit lain dan harus hidup ditempat yang lebih baik. Sementara sang ayah, bapak Sutrisno (37) sehari-hari bekerja sebagai sopir truk inipun tidak bisa terlalu dipaksakan karena kondisi pasca menjadi pendonor hati untuk Battar tidak boleh terlalu memforsir tenaganya. Sementara sang ibu, ibu Jumi Lestari (30) adalah seorang ibu rumah tangga. Hingga saat ini Battar masih harus mengkonsumsi susu khusus dengan harga yang tidak murah dan juga masih harus menjalani rawat jalan setiap 1 bulan sekali ke RSCM. Kondisi ini dirasakan sulit bagi pak Sutriyono, sehingga kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit dan membeli susu khusus untuk Battar, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1055. Battar saat ini masih menjalani kontrol rutin di RSCM Jakarta. Orang tua Battar mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.0000,-
Tanggal: 28 Oktober 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Battar didiagnosa Atresia Billier


AGUSTIAWAN BIN HERMAN (11, Jantung Bocor). Alamat Desa Kota Rindau Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah. Agustiawan menderita jantung bocor sejak lahir dan saat ini sering mengalami batuk disertai keluar darah. Pernah dirawat di rumah sakit umum UNDATA Palu dan disarankan oleh dokter agar segera dirujuk ke rumah sakit Harapan Kita di Jakarta. Namun dikarenakan kendala biaya maka kedua orang tua belum melaksanakan saran dari dokter tersebut. Agustiawan merupakan anak dari Bapak Herman (47) yang bekerja sehari-hari sebagai petani dan Ibu Rusni (40) yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga. Saat ini Agustiawan selama berobat menggunakan jaminan kesehatan (BPJS).
Sedekah rombongan melakukan pendampingan kepada Agustiawan guna diberangkatkan kembali ke Jakarta. Dan alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu proses keberangkatan Agustiawan ke Rumah Sakit Harapan Kita di Jakarta.kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk kebutuhan hidup selama menjalani perawatan di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya terdapat dalam rombongan ke 1086.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000, –
Tanggal : 17 November 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Agustiawan menderita jantung bocor


KASIH NUR VAJIRA (6, Syndrom Nefrotik + TBC). Alamat : Desa Prapakan Besi, Dusun Besi Kuning, RT 1/1, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Kasih adalah anak dari pasangan Bapak Henri (36) dan Ibu Satriani (34), keduanya bekerja sebagai petani untuk menghidupi ketiga anaknya. Awalnya Kasih merasakan sakit di bagian perutnya pada Juli 2016, setelah itu sejak bulan puasa hingga hari raya ia mengalami diare terus – menerus. Puncaknya pada Agustus 2016 Kasih kembali merasakan sakit di perutnya, kondisi tersebut membuat ia yang begitu ceria menjadi sering menangis karena tak kuat menahan sakit dan kemudian wajahnya membengkak. Setelah beberapa hari hanya dirawat di rumah, bengkak di wajah Kasih pun tak kunjung mereda hingga membuat keluarga khawatir dan membawanya berobat ke Puskesmas Kecamatan Sekura, Kabupaten Sambas. Selama dirawat di Puskesmas Sekura, bengkak di wajah Kasih menjalar ke kaki hingga membuatnya tak bisa berjalan, empat hari kemudian perutnya pun mulai nampak membengkak. Kondisi Kasih tidak mengalami peningkatan dan akhirnya ia dirujuk ke RSUD Sambas. Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan Kasih positif mengalami gagal ginjal (Sindrom Nefrotik). Kasih kemudian dirujuk ke RSUD Pemangkat dan dirawat selama sebelas hari. Pada Oktober 2016 Kasih menjalani kemoterapi yang pertama di RS Singkawang, dalam kondisi tertentu ia memerlukan obat Albumin sebelum dilakukan kemoterapi. Berdasarkan keterangan keluarga Albumin ini tidak ditanggung BPJS sehingga keluarga harus membayar senilai 2 juta rupiah. Pada 20 Januari 2017, Kasih mengalami demam tinggi yang disertai kejang dan ia tidak sadarkan diri sehingga harus dirawat di RS Pemangkat. Dua hari kemudian Kasih dirujuk dan dirawat di RS Serukam dan setelah enam hari dirawat ia masih tak sadarkan diri. Pada saat itu Kasih mendapat jadwal kemoterapi pada tanggal 2 Februari 2017, namun karena kondisinya yang tidak memungkinkan akhirnya jadwal kemoterapi diundur. Setelah Kasih sadarkan diri dari koma, untuk pemenuhan nutrisi dan buang air harus melalui selang. Napas yang cepat disertai batuk menimbukan kecurigaan dokter bahwa Kasih mungkin juga mengalami infeksi paru setelah dilakukan penanganan dengan Nebulizer. Pada 7 Februari 2017, Kasih mengalami melena (feses berwarna hitam) dan muntah darah yang mengharuskannya menjalani cek darah. Berdasarkan keterangan keluarga dari hasil cek darah yang telah dilakukan, kondisi umum ginjal Kasih tidak mengalami perubahan yang lebih baik dan kondisi paru-parunya telah terinfeksi TBC hingga 82%. Ia pun sempat dirawat di RS Serukam Singkawang dengan kondisi badan membiru dan ikterik (menguning pada kulit dan mata), susah berbicara dan bergerak. Kasih telah menjalani kemoterapinya yang ke-5 pada 23 Februari 2017 dan kondisinya pada saat itu belum juga mengalami peningkatan. Pada 21 Maret 2017 ia mendapat jadwal untuk kemoterapi yang ke-6 namun pada 14 Maret 2017 kondisinya menurun dan lansung dibawa ke RSU Bethesda Kabupaten Bengkayang. Kasih mendapat penanganan pemberian obat Lasix melalui suntikan pada infusan untuk mengeluarkan cairan dari dalam tubuhnya melalui saluran kemih. Sejak awal Mei 2017 Kasih sudah tidak lagi menggunakan obat Lasix dan obat Albumin, untuk kemoterapi yang digunakan sekarang adalah dengan mengonsumsi obat Neoral Ciclosporin. Kasih mengalami infeksi darah yang menyebabkan pendarahan serta pembekakkan di bagian kedua lututnya. Setelah diambil sampel darah, belum diketahui hasilnya dan apa yang menyebabkan Kasih terkena infeksi darah, sehingga ia mendapatkan penanganan dengan menggunakan obat Metilprednisolon melalui suntikan pada infusan yang akan digunakan hingga 11 Minggu ke depan. Dalam 1 minggu sebelumnya Kasih mendapatkan 3 dosis obat Metilprednisolon, dan setelah masuk minggu ke-8 dikurangi 1 dosis dalam 1 minggu. Setelah 11 minggu mendapat obat Metilprednisolon seharusnya Kasih mendapat pengganti obat yang lebih keras, namun karena usia dan berat badannya yang belum mencukupi akhirnya dokter memutuskan untuk melanjutkan penggunaan Metilprednisolon. Metilprednisolon yang tidak ditanggung BPJS membuat keluarga harus mengeluarkan uang sebesar Rp250.000,- per sekali dosis. Pada 24 Desember 2017, Kasih mendapatkan injeksi Metilprednisolon, baru masuk setengah dosis kondisinya langsung lemah dan pucat disertai denga tekanan darah yang menurun. Akhirnya injekis dihentikan sejenak dan Kasih harus menjalani transfusi darah sebanyak 2 kantong dan setelah itu oa baru bisa kembali menjalani injeksi metilprednisolon. Kondisi terakhir yang dialami Kasih adalah paru – parunya membaik, air seninya berbusa karena kndisi ginjalnya belum membaik. Kasih akan menjalani pengobatan lanjutan pada 21 Januari 2018. Sebelumnya Kasih telah dibantu dalam Rombongan 1105.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 21 Januari 2018
Kurir: @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ferian_syah12 @rayska197 @ririn_restu

Kasih positif mengalami gagal ginjal


TARRI RAFANIA WIDI (1, Jantung Bocor). Alamat : Jln. Banda Aceh – Medan, Desa Blang Bladeh, Kec. Meukek, Kab. Aceh Selatan, Prov. Aceh. Pada 27 Maret 2017, Ibu Dewi Purnama (33) melahirkan putri kembar yang salah satunya diberi nama Tarri. Pada suatu hari, Tarri jatuh dari ayunan dan setelah kejadian itu ia menjadi mudah capek saat belajar jalan dibandingkan saudara kembarnya. Awalnya Ibu Dewi membawa Tarri ke tukang urut, 1 bulan kemudian Tarri mengalami batuk sehingga dibawa ke RSU dr. Yulidin Away (RSU – YA) Tapak Tuan. Saat itu dokter hanya memberikan obat pereda batuk untuk seminggu, keadaan Tarri sempat membaik namun setelah 1 bulan berlalu batuknya kambuh lagi. Ibu Dewi kembali membawa Tarri ke RSU-YA Tapak Tuan dan dokter menganjurkan untuk dirawat inap dan dirontgen. Setelah hasil rontgen keluar, dokter mendiagnosis bahwa Tarri mengalami pembesaran jantung, ia sempat dirawat selama 4 hari dan dokter merujuknya ke RSU Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh. Pada Desember tahun lalu, Tarri berobat ke spesialis jantung anak RSUZA Banda Aceh dan dokter meminta untuk menjalani Echo. Dari hasil Echo, Tarri didiagnosis mengalami jantung bocor. Dokter tersebut langsung menyarankan Tarri untuk di rujuk ke RS Harapan Kita Jakarta karena kondisinya sudah akut. Pada 3 Februari 2018, Tarri dan keluarga berangkat ke Jakarta untuk melanjutkan pengobatan. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dapat menjenguk Tarri di rumah saudaranya dan bantuan pun disalurkan untuk biaya transportasi dan akomodasi ke Jakarta. Keluarga Tarri menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga kesehatan Tarri terus membaik. amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.300.000,-
Tanggal : 2 Februari 2018
Kurir : @arfanesia @pratiwi5566 @si_ojey @ririn_restu

Tarri didiagnosis mengalami jantung bocor


FARIZ NAUFAL (3, Ginjal Bocor). Alamat: Jalan Mt Hariono, Desa Wonogiri 1, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi selatan, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. Fariz begitu panggilan akrabnya. Sejak beberapa bulan yang lalu, ia mengalami gejala ginjal bocor. Pada bulan Januari 2018 gejala ginjal bocor yang diderita Adik Fariz semakin parah, yaitu mengalami bengkak di mata, dan orangtuanya mengira itu hanya gigitan semut. Namun badan Adik Fariz semakin hari semakin membengkak, membuat badan adik Fariz sangat terganggu. Keluarga pun langsung membawa adik Fariz ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu Lampung Utara untuk mendapatkan pengobatan. Namun, tidak ada perubahan pada kondisinya selama pengobatan ini. Saat ini, Adik Fariz merasakan perut yang semakin membesar dan kondisinya kurang baik. Ayahnya, Bapak Syarif (38) yang kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan dan ibunya, Ibu Rismawati (30) bekerja sebagai ibu rumah tangga. Adik Fariz memiliki Jaminan Kesehatan BPJS Kelas III, Sehingga Keluarga sangat kesulitan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari, kebutuhan sekolah dan untuk pengobatan hanya mengandalkan uang seadanya. Mengetahui keadaan keluarga, Kurir Sedekah Rombongan Lampung mendatangi keluarga Adik Fariz untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholics yang sebelumnya masuk rombongan 1096 guna meringankan biaya pengobatan dan biaya sehari – hari. Semoga bantuan yang disampaikan dapat membantu dan Adik Fariz lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Januari 2018
Kurir : @saesarraya @siskakhadija @ Purnawan @Andhika @xkurniawatix

Fariz mengalami gejala ginjal bocor


AGUSTIAWAN BIN HERMAN (11, Jantung Bocor). Alamat Desa Kota Rindau Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah. Agustiawan menderita jantung bocor sejak lahir dan saat ini sering mengalami batuk disertai keluar darah. Pernah dirawat di rumah sakit umum UNDATA Palu dan disarankan oleh dokter agar segera dirujuk ke rumah sakit Harapan Kita di Jakarta. Namun dikarenakan kendala biaya maka kedua orang tua belum melaksanakan saran dari dokter tersebut. Agustiawan merupakan anak dari Bapak Herman (47) yang bekerja sehari-hari sebagai petani dan Ibu Rusni (40) yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga. Saat ini Agustiawan selama berobat menggunakan jaminan kesehatan (BPJS).
Setelah menjalani tindakan operasi di RS Harapan Kita, Agustiawan kembali ke Palu karena jadwal kontrol rutin masih 3 bulan kemudian. Kembali kurir sedekah rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya kepulangan ke Palu, setelah bantuan sebelumnnya masuk di rombongan 1086.

Jumlah bantuan : Rp. 3.000.000, –
Tanggal : 12 Desember 2017
Kurir : @wirawiry @harji_anis @untaririri

Agustiawan menderita jantung bocor


INDITA ALIRA HAFIZA (8, Tetralogi Of Fallot). Alamat : Desa Bungku, RT. 06, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Alira merupakan anak ke 2 dari 3 bersaudara yg masih duduk di Sekolah Dasar. Saat usianya 4 tahun, Alira muntah kemudian sesak serta biru pada bibir dan jari-jarinya. Alira di bawa keluarga berobat ke Rumah Sakit Daerah Kerinci dan dirujuk ke Padang. Setelah pemeriksaan lebih lanjut diketahui alira mempunyai kelainan pada jantung yaitu bocor jantung (Tetralogi Of Fallot). Alira disarankan untuk dirujuk ke Jakarta untuk tindakan operasi. Karena keterbatasan biaya, keluarga tidak dapat melanjutkan pengobatannya. Sekarang Alira berusia 8 tahun karena sesak berat dan biru pada seluruh tubuh membuat Alira harus dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi. Keputusan dari pihak Medis pun tetap mengharuskannya dirujuk ke Jakarta. Dina Nofriska (32) merupakan single parent yg bekerja sebagai BHL di PT. Asiatik dengan penghasilan kurang lebih 1,5 juta yang digunakan untuk membiayai ketiga anaknya. Alhamdulillah setelah kemarin dibantu proses keberangkatannya oleh kurir sedekah rombongan Jambi, kini Indita sudah tinggal di rumah singgah Jakarta. kembali kami menyampaikan bantuan lanjutan untuk kebutuhan sehari-hari, setelah bantuan sebelumnya masuk dirombongan 1099. Indita dijadwalkan akan menjalani operasi paling cepat bulan Februari, sehingga kini Indita akan pulang dulu ke Palu sembari menunggu jadwal operasi.

Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal santunan : 13 Desember 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Alira mempunyai kelainan pada jantung yaitu bocor jantung


BINTANG ZHAFRAN MEYFIAN MUKTI (2, Jantung Bocor) Alamat: Ngemplak Rejosari RT 4/15, Kel. Gilingan, Kec. Banjarsari , Kab. Surakarta, Prov. Jawa Tengah. Dik Bintang begitu sapaannya. Dik Bintang merupakan anak pertama dari Bapak Chandra M (27) dan Ibu Evi N (26). Dik Bintang menderita Jantung Bocor. Yang dimana suatu kondisi terdapat lubang pada sekat jantung akibat kelainan struktur jantung. Umumnya, penyakit jantung bocor merupakan penyakit bawaan sejak lahir. Dengan jaminan kesehatan (KIS) yang di milikinya Dik Bintang menjalani pemeriksaan rontgen di RS. Dr Moewardi. Dan mendapat surat rujukan ke RS. Jakarta Heart Center untuk pemeriksaan lebih lanjut. Karna penanganan jantung bocor baru bisa dilakukan setelah kondisi dik Bintang mulai membaik. Pertimbangan dari usia dan kondisi dik Bintang saat ini. Dik Bintang akan menjalani operasi di RS. Jakarta Heart Center. Memilih rumah sakit jantung terbaik adalah salah satu cara agar dik Bintang mendapatkan penanganan yang tepat dan dengan harapan supaya dik Bintang lekas sembuh. Tapi seperti yang kita ketahui, biaya pengobatan penyakit jantung tidaklah murah. Dengan kondisi seperti ini membuat orang tua dik Bintang bingung dengan biaya operasi, ayahnya dik Bintang bekerja sebagai buruh pabrik dengan penghasilan kurang lebih Rp. 1. 000.000,-/ bulan dan ibunya merupakan ibu rumah tangga. Dik Bintang dan Orang tuanya tinggal di kontrakan dan penghasilan cukup buat kebutuhan sehari hari. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Bintang dan keluarga, sehingga Dik Bintang bisa berangkat ke Jakarta untuk berobat. Beberapa kali menjalani kontrol di RS Jantung Jakarta, Dik Bintang dijadwalkan untuk tindakan operasi bulan Februari. Sambil menunggu jadwal operassi Dik Bintang kembali ke Solo dan kurir sedekah rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk akomodassi pulang ke Solo, setelah bantuan sebelumnya masuk dirombongan 1068. Keluarga menyampaikan terimakasih atas santunan yang diberikan dan meminta doa semoga segera diberi kesembuhan, tak lupa juga mendo’akan para kurir dan sedekaholics semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 22 Desember 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Dik Bintang menderita Jantung Bocor


ALEX MANTUFANUAN (53, Stroke). Alamat: Tanah Merah RT 12/7 Kelurahan Penumpang, Kecamatan Tanjung Priok, Kotamadya Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. Bang Alex begitu beliau disapa, bermula 1 tahun yang lalu tiba-tiba Bang Alex mengalami kekakuan di tangan dan kaki kirinya. Kemudian dibawa ke Klinik terdekat, dokter di klinik mengatakan jika bang Alex menderita Stroke. Karena keterbatasan biaya bang Alex tidak memeriksakan dirinya ke dokter, bang Alex cukup memeriksakan diri ke klinik terdekat. Sehari-hari bang Alex bekerja serabutan, sekarang saat kondisinya sedang sakit seperti ini bang Alex tidak bisa berbuat banyak. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bang Alex saat para pasien sedekah rombongan yang dirawat di RSUD Koja Tanjung Priuk banyak yang dibantu pengurusan surat-suratnya oleh bang Alex. Kembali bantuan lanjutan untuk biaya membeli obat dan biaya akomodasi ke rumah sakit disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1072. Kondisi bapak Alex masih rutin melakukan control rutin di RSUD Koja Jakarta Utara, sementara tangan kanannya sudah mulai bisa digerakkan. Mohon doa untuk kesembuhannya

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 14 Desember 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri

Bang Alex menderita Stroke


SUMARSIH KUSNADI (67, Diabetes + Pengapuran Tulang Pinggul). Alamat: Jalan H. Hasan RT 13/8, Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Kota Jakarta Timur. Ibu Sumarsih seorang ibu rumah tangga yang sejak tahun 2011 tidak bisa beraktifitas seperti biasa karena ia sakit-sakitan. Dengan menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), ia memeriksa penyakitnya ke RS Persahabatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Ibu Sumarsih didiagnosa menderita penyakit Diabetes. Ibu Sumarsih mulai rutin berobat ke rumah sakit hanya dengan mengandalkan SKTM. Sang suami, bapak Bambang Kusnadi (74) sudah tidak bekerja karena usianya yang sudah renta. Ibu Sumarsih memiliki seorang anak yang tiap harinya membantu biaya kedua orang tuanya dengan berjualan nasi uduk dan kue di rumahnya. Pada pertengahan tahun 2015, Ibu Sumarsih terjatuh dari tempat tidurnya dan mengalami patah tulang. Dokter menjelaskan bahwa adanya pengapuran pada tulang pinggul dan mengakibatkan Ibu Sumarsih tidak bisa berjalan tanpa dibantu orang lain. Ibu Sumarsih dirujuk untuk melanjutkan pengobatan rutin rawat jalan di RSUD Budhi Asih. Walau selama berobat beliau menggunakan jaminan kesehatan BPJS, namun beliau kesulitan mencari dana untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan kembali pada keluarga Ibu Sumarsih yang langsung menyampaikan bantuan lanjutan titipan dari Sedekaholics untuk meringankan biaya transportasi dan bekal berobat. Sebelumnya Ibu Sumarsih masuk di rombongan 1085. Semoga semangat Ibu Sumarsih berikhtiar membuahkan kesembuhan, dan bisa beraktifitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik @untaririri

Ibu Sumarsih didiagnosa menderita penyakit Diabetes


SUHA SARI (72, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Kp. Ranca Gede, RT 9/3, Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Nek Suha panggilannya, ia sudah menjanda selama 5 tahun, tinggal berdua saja dengan anak laki-lakinya, MASNI (31). Sang anak sehari-harinya bekerja sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan mereka berdua. Keluarga ini termasuk dalam golongan yang tidak mampu, setiap bulan mereka mendapatkan bantuan raskin dari pemerintah. Tanpa pernah mengeluh dengan kehidupan yang dialami Nek Suha selalu bersyukur dengan kehidupnya saat ini. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat kembali mengunjungi tempat tinggal Nek Suha dan memberikan bantuan lanjutan yang sebelumnya masuk di rombongan 1086. Terimakasih diucapkan untuk #Sedekaholics atas titipan sedekah yang diamanahkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiri @anasaramadhan @nurfahmadini Hambali @endangnumik @untaririri

Bantuan biaya hidup


ROHJAT IRAWAN (41, Infeksi Lambung). Alamat : Jalan Babakan Lebak, RT 1/5, Kel. Balumbang Jaya, Kec. Kota Bogor Barat, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Sejak satu tahun yang lalu badan Bapak Rohjat mulai panas dan perut beliau rasanya seperti ditusuk-tusuk sampai belakang. Karena yang dirasakan beliau sangat sakit sekali sampai-sampai beliau tidak kuat menahannya. Mengetahui akan hal tersebut, istri beliau akhirnya membawanya ke Puskesmas dekat rumahnya. Setelah dilakukan pemeriksaan, beliau pun didiagnosis mengalami infeksi pada lambung. Kondisi Bapak Rohjat saat ini sangat lemah karena tidak melanjutkan lagi pengobatannya. Bapak Rohjat setiap harinya bekerja sebagai marbot masjid dilingkungan rumahnya, sedangakan istri beliau Ibu Nina (31) hanya sebagai ibu rumah tangga. Bapak Rohjat memiliki 2 orang anak yag masih bersekolah di SMP dan SD. Penghasilan yang didapat Bapak Rohjat hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak beliau. Beliau sangat terkendala dalam biaya untuk berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Rohjat. Bantuan pun akhirnya dapat diberikan kepada beliau untuk keperluan berobat, membeli obat-obatan dan perbaikan keadaan umum. Semoga dengan adanya bantuan yang diberikan Sedekaholics dapat menjadikan jalan kesembuhan bagi Bapak Rohjat. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @untaririri

Rohjat mengalami infeksi pada lambung


ANDANG BINTI BOHIM (68, Janda Dhuafa). Alamat : Jalan Hidup Baru III/39, RT 1/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Kota Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. Ibu Andang biasa disapa, beliau adalah seorang janda dhuafa yang hidup dengan 7 orang anaknya. Suamianya Alm. Ukar sudah meninggal dunia 17 tahun yang lalu, hal tersebut membuat Ibu Andang merasa kesepian. Ibu Andang bekerja sebagai pembuat kue jika ada pesanan dari tetangganya. Penghasilannya tidak cukup untuk kehidupan sehari-hari karena Ibu Andang hanya menjual kuenya jika ada pesanan saja. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Andang, sehingga dapat menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk Ibu Andang. Semoga dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban Ibu Andang dan keluarga. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @untaririri

Bantuan tunai


RATU ASNA (52, Dhuafa) Alamat : Jalan Budi Mulia RT 7/4 No. 22 Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Ma Tatu, Biasa warga sekitar menyapa beliau. Ma Tatu adalah seorang ibu rumah tangga dari 3 orang anak dan 5 cucu. Keseharian Ma Tatu ini adalah seorang pengumpul barang bekas. Biasanya beliau mulai aktivitasnya sehabis subuh sampai dengan jam 7 pagi. Dulu Ma Tatu bekerja sebagai buruh cuci gosok di daerah tempat tinggalnya, namun karena sering sakit-sakitan akhirnya Ma Tatu tidak dapat lagi bekerja sebagai buruh cuci gosok. Ma Tatu tinggal bersama suami, 1 anak laki-lakinya, mantu dan 2 orang cucunya. Sementara 2 anak perempuan lainnya ikut tinggal bersama suaminya. Sanwani (54) suami Ma Tatu hanya seorang LinMas yang berpenghasilan sangat pas-pasan. Sementara Aspiyani (33) putra sulung Ma Tatu bekerja sebagai tukang ojek dengan penghasilan yang tidak menentu. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Ma Tatu, sehingga dapat menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk Ma Tatu. Semoga dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban Ma Tatu dan keluarga. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan

Bantuan biaya hidup


SITI NURSIYAH (57, Asam Urat) Alamat : Jalan Taruna Pahlawan Revolusi No. 45 RT 8/4 Kelurahan Pondok Bambu Kecamatan Duren Sawit Kota Jakarta Timur. Sejak 10 tahun lalu, Ibu Siti divonis adanya tumor jinak di otak beliau. Menurut dokter jika dioperasi kemungkinan Ibu Siti akan mengalami kelumpuhan. Akhirnya Ibu Siti mengurungkan niatnya untuk melakukan operasi. Hingga saat ini Ibu Siti hanya berobat jalan. Pada tahun 2012 Ibu Siti di vonis juga mengidap asam urat akut oleh dokter. Di tahun 2015 Ibu asiti mendadak lemas dan tidak bisa berdiri juga berjalan, setelah diperiksa dokter menurut dokter efek tersebut karena asam urat akutnya. Beliau yang selalu rutin ke Puskesmas mencoba untuk konsultasi dengan dokter. Dari pihak Puskesmas pun memberikan obat untuk beliau konsumsi. Pak Ahmad (58) adalah Suami Ibu Siti yang bekerja serabutan yang memiliki penghasilan yang sedikit dan cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat dipertemukan kembali dengan Ibu Siti. Bantuan lanjutan kembali disampaikan, setelah sebelumnya masuk dirombongan 1052. Semoga Ibu Siti dapat segera sembuh seperti sedia kala. Amiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik @untaririri

Ibu Siti di vonis juga mengidap asam urat akut


MUHIDIN BIN SUTARNO (42, Stroke). Alamat : Kampung Pisangan Bulak RT 10/5, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, DKI Jakarta. Didin adalah nama panggilan sehari-harinya, setahun lalu ia masih bekerja sebagai professional marketing di sebuah perusahaan refractory di daerah Citeureup Bogor. Hingga pada suatu hari di penghujung tahun 2016 saat Didin pulang dari kantornya ia mengalami pusing yang sangat berat hingga mengakibatkan dia pingsan di dalam mobil perusahaan yang ia kendarai, untung di sekitaran tempat kejadian banyak orang-orang yang menolongnya membawa ke rumah sakit. Hampir 2 minggu ia dirawat karna mengalami ketidaksadaran yang cukup lama dan ia didiagnosis terkena stroke setelah dilakukan CTScan, hingga saat ini Didin kehilangan pekerjaannya. Sampai saat ini ia berobat dengan terapi dan lainnya, namun biaya berobat sangat membebani Didin dikarnakan iasudah tidak lagi bekerja. Didin masih membiayai 4 orang anak-anaknya yang masih sekolah, sedangkan istri memaksakan diri bekerja sebagai buruh di pabrik untuk membantu biaya sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga yang memerlukan uluran tangan ini, bantuan lanjutanpun disampaikan untuk membeli akomodasi dan biaya terapi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1081.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik @untaririri

Pak Muhidin didiagnosis terkena stroke


KOMARIAH BINTI UKAR (40, Soft Tissue Tumor Punggung). Alamat : Jalan Budi Mulia RT 1/4 Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan Kota Jakarta Utara. Ibu Komariah yang biasa dipanggil dengan sebutan Bu Kokom. Ibu dari 2 orang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Awalnya pada bulan Juli 2017, Bu Kokom seringkali merasakan pegal di bagian leher dan punggungnya. Bu Kokom mengira itu hanya salah bantal. Hal lain yang beliau telat sadari ialah tumbuhnya benjolan di punggungnya. Melihat benjolan Bu Kokom yang semakin membesar, keluarga membawa ke Melihat benjolan Pak Sudin yang semakin membesar, keluarga membawa ke RSU Kecamatan Pademangan untuk melakukan penyedotan cairan di benjolannya. Menjalani serangkaian tes di RSU diketahui Bu Kokom menderita tumor punggung. Suaminya, Pak Arip (45) yang seorang ojek online yang bekerja untuk biaya pengobatan istrinya. Terbantu dengan adanya jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, namun untuk biaya transportasi selama berobat keluarga merasa kesulitan. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan kembali dipertemukan dengan Bu Kokom untuk menyampaikan titipan para sedekaholics guna meringankan biaya untuk transportasi selama beliau melakukan pengobatan, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1085. Semoga Bu Kokom kembali sehat dan dapat menjalani aktifitas seperti sedia kala. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @untaririri

Bu Kokom menderita tumor punggung


AL FARIZHI (11, Benjolan Di Telapak Kaki) Alamat Jalan Budi Mulia RT 1/4 Kel. Pademangan Barat, Kec. Pademangan, Jakarta Utara. Al Farizhi yang akrab dipanggil Fariz, anak dari pasangan Arip Yudhi Rachman dan Komariah ini masih duduk dibangku sekolah dasar kelas 6. Saat sedang asik bermain bersama teman-temannya, Fariz tidak segaja menginjak bongkahan batu kerikil yang membuatnya menderita luka memar dan benjolan di telapak kakinya. Luka yang diderita membuat aktivitas anak ini terganggu. Fariz sudah melakukan operasi beda pada 2 September 2017 di rumah sakit Mulyasari Jakarta. Ayah Fariz, Pak Arip bekerja sebagai ojek online dan sang Ibu berjualan kue pasar setiap pagi. Penghasilan kedua orang tua Fariz tidak menentu sehingga keluarga ini kesulitan untuk kebutuhan sehari-hari dan transportasi untuk berobat. Alhamdulillah Allah SWT kembali mempertemukan kurir #SedekahRombongan dengan keluarga Bapak Arip. #SedekahRombongan Jakarta merasakan kesulitan mereka, bantuan lanjutan telah disampaikan, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1085. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup serta biaya pengobatan. Mereka sangat berterimakasih kepada sedekaholics dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @untaririri

Fariz menderita luka memar dan benjolan di telapak kakinya


GIO SITINJAK (60, Diabetes Akut+Katarak). Alamat: Jalan H. Ahmad R No 4 RT 6/4 Kecamatan Pondok Bambu Kota Jakarta Timur 13430. Bapak Gio, lelaki paruh baya yang didiagnosa oleh dokter terkena penyakit diabetes akut. Gejala awal dirasakan pada tahun 2015. Pak Gio awalnya didiagnosa sakit paru-paru. Sempat menjalani pengobatan dan di rawat di rumah sakit. Pak Gio bekerja sebagai buruh pabrik, akan tetapi semenjak terserang penyakit Pak Gio tidak sanggup lagi untuk bekerja keras. Sang istri, Ibu Lasmi membantu kebutuhan ekonomi dengan berjualan nasi uduk setiap pagi. Ibu Lasmi juga bersedia jika diminta bekerja dirumah tetangganya untuk cuci dan gosok pakaian. Penghasilan Ibu Lasmi hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Terkadang untuk biaya transportasi pengobatan Pak Gio, ia mencari pinjaman ke tetangga. Syukurnya Pak Gio mempunyai Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang membantu meringankan biaya pengobatannya. Pada tahun 2015, Pak Gio dirawat di rumah sakit hingga tidak sadarkan diri. Dokter menyatakan bahwa Pak Gio sudah terserang penyakit diabetes akut hingga terkena sarafnya. Efeknya adalah separuh tubuh Pak Gio tidak dapat bergerak dan menyebabkan matanya menjadi katarak. Dokter menyarankan untuk melakukan operasi mata katarak. Saat ini Pak Gio sedang menunggu jadwal untuk operasi mata. Setelah melalui survey dan dirasa layak mendapat bantuan oleh kurir SR, Pak Gio menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Santunan lanjutan sudah diberikan, setelah santunan sebelumnya masuk di rombongan 1085. Keluarga Pak Gio merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Pak Gio masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik @untaririri

Bapak Gio terkena penyakit diabetes akut


SALAM HASAN (56, Diabetes) Alamat :Jalan Haji Hasan RT 13/8 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta 13950. Pak Salam menderita diabetes sejak tahun 2014. Pada bagian kakinya terdapat luka yang tidak kunjung sembuh dan menyebabkan beliau sulit berjalan. Pak Salam melakukan pengobatan di rumah sakit Harapan Jayakarta. Selama berobat, Pak Salam menggunakan fasilitas BPJS. Sesuai saran dokter, dalam waktu dekat ini Pak Salam akan diamputasi kaki kirinya agar luka pada kaki tidak semakin menggerogoti bagian tubuh lainnya. Pak Salam adalah seorang tukang ojek pangkalan yang dirawat oleh keluarganya. Saat ini Pak Salam tidak bisa beraktifitas normal seperti biasanya, tugasnya sebagai tulang punggung keluarga digantikan oleh sang istri Ibu Darisem (58) yang bekerja sebagai pedagang lauk matang. Walau menggunakan jaminan kesehatan BPJS untuk berobat namun Pak Salam kesulitan untuk memenuhi biaya untuk transportasi dan biaya hidupnya sehari-hari. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dapat kembali menyampaikan bantuan dari para Sedekaholics setelah sebelumnya masuk di rombongan 1085. Semoga Pak Salam segera dipulihkan kesehatannya dan dapat beraktifitas kembali. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik @untaririri

Pak Salam menderita diabetes


SUTRISNO BIN DARMO SUGITO (44, Stroke + Pengapuran Tulang). Jalan Nusa Indah 2 Gang 6 No. 231 Kelurahan Malaka Jaya Kecamatan Duren Sawit Kota Jakarta Timur. Sudah sejak setahun yang lalu, Sutrisno mengeluh nyeri di bagian paha hingga kaki. Lama kelamaan kakinya mengecil dan susah berjalan. Pada awal bulan Juli 2017, Sutrisno di bawa ke Bogor untuk menjalani pengobatan alternatif. Beberapa hari setelah menjalani pengobatan alternaif, kakinya semakin kecil dan susah untuk berjalan juga tangannya susah di gerakan. Ia pun segera berobat ke Puskesmas terdekat. Setelah meminum obat dari Puskesmas akhirnya badannya pun kembali sehat. Akan tetapi itu tidak berlangsung lama, karena sebulan kemudian penyakitnya kambuh kembali, dan melihat dari gejala-gejalanya menurut dokter Puskesmas Sutrisno terkena gejala Stroke. Semenjak sakit, Sutrisno tidak bekerja. Karena merasa kesakitan cukup lama, mengakibatkan kejiwaannya sedikit terganggu. Sutrisno tinggal bersama kakaknya yang sudah berkeluarga. Kedua orang tuanya sudah meninggal. Fasilitas kesehatan yang dimiliki BPJS. Kakaknya juga memiliki 1 anak kandung dan 3 anak yatim piatu yang merupakan anak dari adiknya yang telah meninggal dunia. Alhamdulillah atas izin Allah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan kembali dengan Sutrisno. Keluarga Sutrisno mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang disampaikan. Bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1085.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik @untaririri

Pak Sutrisno terkena gejala Stroke


ERNA BINTI KARYA SUTISNA (50, Janda), Alamat : Jalan Babakan Lebak, RT 1/5 No 85, Kelurahan Balumbang Jaya, Kecamatan Kota Bogor Barat, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Ibu Erna biasa disapa, beliau adalah seorang janda dhuafa yang hidup dengan 4 orang anaknya. Suamianya Karya Sutisna sudah meninggal dunia 2 tahun yang lalu karena serangan jantung, hal tersebut membuat Ibu Erna merasa kesepian. Ibu Erna bekerja sebagai buruh cuci di rumah tetangganya. Dua orang anaknya masih duduk dibangku sekolah sehingga Ibu Erna harus membiayainya. Penghasilannya hanya cukup untuk makan dan hidup sehari-hari. Sehingga sang anak membantu Ibu Erna dengan berjualan gorengan yang dibuat Ibu Erna. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat dipertemukan kembali dengan Ibu Erna, sehingga dapat menyampaikan titipan lanjutan dari para Sedekaholics untuk Ibu Erna. Bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1085. Semoga dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban Ibu Erna dan keluarga. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik @untaririri

Bantuan tunai


SUHARSONO TARUNA (61, Katarak + Komplikasi Jantung). Alamat : Jalan Taruna Pahlawan Revolusi No. 49 RT 8/4 Kelurahan Pondok Bambu Kecamatan Duren Sawit, Kota Jakarta Timur. Pada tahun 2014 Pak Suharsono berobat ke Klinik Budi Luhur Cibitung untuk memeriksa penyakit darah tingginya. Dokter menyarankan dirujuk ke Rumah Sakit Hermina Bekasi untuk pengobatan lebih lanjut. Dan setelah diperiksa oleh tim dokter IGD Rumah Sakit Hermina, Pak Suharsono mengalami tekanan darah yang sangat tinggi dan adanya pembengkakan pada jantung sehingga harus dirawat di rumah sakit selama 4 hari. Pak Suharsono masih menjalani pengobatan rutin di rumah sakit. Akan tetapi sekarang badan dan kakinya mengalami pembengkakan. Kemudian di cek oleh dokter ternyata itu adalah gejalan asam urat dan kolesterol, dan juga adanya gumpalan darah pada bola mata Pak Suharsono sehingga menyebabkan penglihatan beliau kurang jelas. Dokter menyarankan Pak Suharsono untuk operasi mata. Pak Suharsono hanya mengandalkan jaminan kesehatan BPJS yang ia miliki. Alhamdulillah Allah mempertemukan #SedekahRombongan dengan keluarga Pak Suharsono. Bantuan lanjutan disampaikan untuk biaya transportasi ke rumah sakit dan pembelian kacamata pasca operasi katarak nya setelah sebelumnya masuk di rombongan 1085. Semoga bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga dan kondisi Pak Suharsono segera pulih. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik @untaririri

Pak Suharsono menderita katarak + komplikasi jantung


EVA SURYATI (34, Tumor Mata). Alamat: Jl. Budimulia RT 4/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Satu tahun pasca musibah kecelakaan lalu lintas menggunakan sepeda motor yang mengakibatkan ibu Eva mengalami benturan pada kepala dan pelipis kanannya. Kini mata kanan ibu Eva sering mengeluarkan cairan dan pandangannya kabur. Bapak Denny Eka Sagita (35) suami dari ibu Eva yang memang tidak mempunyai pekerjaan tetap, tidak bisa berbuat banyak untuk membantu istrinya menjalani pengobatan ke rumah sakit. Ibu Eva, sehari-harinya bekerja sebagai tukang urut keliling, mulai menjalani pengobatannya satu bulan yang lalu di RS Tarakan Jakarta. Dari hasil pemeriksaan dokter, ibu Eva Suryati menderita sakit Tumor Mata. Berobat dengan fasilitas BPJS yang sudah dimilikinya sangat membantu dalam proses pengobatan, namun biaya transportasi menjadi kendala untuk ibu Eva. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan ibu yang sedang kesulitan ini. Bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1085. Saat ini ibu Eva sedang menunggu jadwal operasi matanya di RSCM Jakarta. Semoga pengobatannya dilancarkan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Ibu Eva Suryati menderita sakit tumor mata


ERAH BINTI SAIKAM (50, Infeksi Ginjal). Alamat : Kp. Cilandak Curug, RT 4/2, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Gejala penyakitnya yang dialami ibu Erah berawal pada akhir tahun 2011, saat itu muncul benjolan di bagian dada yang menyebabkan pegal dan nyeri. Lama – kelamaan benjolan tersebut semakin membesar dan terasa sakit. Ibu Erah melakukan pemeriksaan ke klinik terdekat di daerah Rangkas Bitung. Setelah diperiksa, dokter menyatakan ibu Erah menderita infeksi ginjal. Selama 3 tahun ibu Erah mengonsumsi obat dari klinik tempat ia berobat tapi belum ada hasil. Kemudian ibu Erah dirujuk ke RSUD setempat untuk berobat. Letak rumah yang jauh dari perkotaan dan akses jalan yang sulit dilewati dengan kendaraan membuat keluarga kesulitan membawa ibu Erah ke rumah sakit. Beliau tinggal bersama 2 orang anaknya, sementara sang suami baru saja meninggal dunia. Anaknya bekerja di Jakarta sebagai buruh konveksi. Ibu Erah dan suaminya mengungkapkan kesedihan saat dijenguk kurir #Sedekah Rombongan karena ia sendiri tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat. Alhamdulillah #Sedekah Rombongan dapat kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional rawat jalan. Sebelumnya ibu Erah telah dibantu pada rombongan 1085.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik @untaririri

Ibu Erah menderita infeksi ginjal


TRI BUDIANTORO (41, TBC MDR). Alamat: Jl. Budimulia RT 8/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Bapak Tri Budiantoro sejak empat bulan ini menderita sakit TBC MDR. Gejala awal yang dialami pemuda lajang ini adalah sering mengeluhkan demam dan berat badan turun drastis. Pengobatan pertama dilakukan ke Puskesmas terdekat, dari hasil pemeriksaan dokter puskesmas, bapak Tri Budiantoro positif menderita TBC dan diharuskan berobat rutin selama sembilan bulan. Namun, kondisi Bapak Tri Budiantoro terus menurun yang akhirnya dilarikan ke RSUD Persahabatan Jakarta, di RSUD Persahabatan, bapak Tri Budiantoro langsung mendapatkan perawatan intensif rawat inap selama dua minggu, pasca perawatan pengobatan dilanjutkan dengan berobat jalan, oleh team dokter yang menanganinya Tri Budiantoro diharuskan melakukan injeksi (suntik) setiap hari selama enam bulan dan mengkomsumsi obat TBC selama dua tahun. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu dalam pengobatannya, namun biaya transportasi selama pengobatan sangat memberatkan apalagi selama ini bapak Tri Budiantoro belum bekerja. Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1085. Sampai saat ini bapak Tri Budiantoro masih terus menjalani kontrol rutin ke RS Persahabatan Jakarta, karena obat yang diminum sekarang tidak boleh putus. Semoga apa yang telah dilakukan bapak Tri Budiantoro akan memberikan kesembuhan nantinya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik @untaririri

Bapak Tri Budiantoro positif menderita TBC


ALZENA SAFA (4, Gizi Buruk). Alamat: Jl. Budi Mulia No. 24 RT 6/4, Kelurahan Pedemangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Alzena, gadis kecil berusia 4 tahun ini hanya memiliki berat badan 11 kg. Tubuhnya kecil dan lemas. Alzena, tidak seperti balita seusianya yang suka atau bisa makan apapun yang diinginkan. Alzena, hanya bisa minum susu. Dalam sehari biasanya Alzena minum susu 5 sampai 6 botol. 1 kaleng susu hanya cukup untuk 1 minggu. Ayah Alzena, bapak Untung Subagio (30) sehari-hari hanya bekerja sebagai penjaga toko di kawasan Glodok Jakarta Barat, sementara Ibu Rohana (27) adalah seorang ibu rumah tangga yang setiap harinya mengurus pekerjaan rumah dan merawat Alzena. Sebagai seorang penjaga toko, penghasilan yang diterima bapak Untung tidak seberapa. Bahkan, untuk memenuhi segala kebutuhannya saja sering kurang. Selain untuk membeli susu untuk Alzena, bapak Untung masih harus membayar kontrakan, biaya sekolah anak pertama dan biaya makan sehari-hari. Tentu beban ini dirasa berat oleh bapak Untung, ia tidak bisa membayangkan jika setiap kali ada kekurangan harus pinjam dengan tetangga. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi selama berobat dan membeli kebutuhan untuk Alzena, setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1085. Kini berat badan Alzena terus naik namun Alzena masih harus menjalani serangkaian cek medis di rumah sakit Dharmais, semoga ikhtiar Alzena untuk mendapatkan kesembuhan diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik @untaririri

Alzena menderita gizi buruk


HANUM YUNARNI (41, Diabetes + TB Paru). Alamat : Jln. H. Hasan RT. 13/8 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Ibu Hanum biasa disapa, enam bulan lalu tepatnya bulan Maret 2016, Ibu Hanum mengeluh kurang enak badan dan segera berobat ke klinik terdekat di rumahnya yaitu Klinik Mitra 24 jam Penggilingan. Diagnosa dari dokter saat itu Ibu Hanum mengidap penyakit radang paru-paru. Setelah itu, Ibu Hanum menjalani kontrol rutin di klinik. Enam bulan berjalan sampai suatu malam awal bulan September 2016 Ibu Hanum mengeluh mual lalu muntah sampai tiga kali, karena kondisi melemah Ibu Hanum langsung dibawa ke rumah sakit Persahabatan Rawamangun. Ibu Hanum ditempatkan diruang IGD Isolasi dan didiagnosa mengidap penyakit Diabetes, saat itu angka gula darahmnya mencapai angka 600. Sebelumnya dokter menyarankan agar Ibu Hanum dirawat diruang ICU tapi pihak keluarga menolak karena tidak menyanggupi biaya yang harus dibayar yaitu Rp. 5.000.000 permalam, karena saat itu juga Ibu Hanum belum mempunyai jaminan kesehatan BPJS. Sebelumnya Ibu Hanum belum punya jaminan kesehatan BPJS, setelah dua hari dirawat di rumah sakit suami Ibu Hanum Edy Mulyadi (42) segera mengurus pembuatan kartu BPJS. Ibu Hanum merupakan ibu dari tiga orang anak yang masih bersekolah. Pak Edi Mulyadi bekerja sebagai tukang ojek pangkalan didekat rumahnya. Ibu Hanum sendiri berjualan jajanan anak dirumahnya untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi, setelah bantuan sebelumnya masuk rombongan 1085. Kini ibu Hanum masih harus menjalani kontrol rutin di RSUP Persahabatan Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik @untaririri

Hanum mengidap penyakit radang paru-paru


SUNARMI SUTRISNO (47, Stroma Nodosa). Alamat: Jl. H. Hasan Rt. 13/8 No. 33 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Ibu Sunarmi, begitulah beliau sering disapa oleh warga sekitar. Pada awal 2013 lalu, di leher ibu Sunarmi muncul benjolan sebesar kelereng. Oleh keluarga, ibu Sunarmi diperiksakan ke dokter spesialis THT. Dari dokter belum ada tindakan lanjutan, dan benjolan itu semakin lama semakin membesar. Karena khawatir, pihak keluarga membawa ibu Sunarmi dibawa ke Puskesmas Budhi Asih Cawang. Di Puskesmas, Ibu Sunarmi dilakukan pemeriksaan USG dan hasilnya dokter mengatakan jika ibu Sunarmi menderita Stoma Nodusa. Tapi karena keterbatasan alat, ibu Sunarmi dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Di RSCM, merujuk dari hasil USG dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan biopsi. Biopsi sudah dilakukan 2 kali pada bulan Juli dan Oktober 2015. Ibu Sunarmi sempat menghentikan pengobatannya karena BPJS yang tidak aktif, tapi alhamdulillah kini Bu Sunarmi bisa melanjutnya pengobatannya lagi meski tidak rutin. Karena kadang biaya untuk ke rumah sakit tidak ada. Sehari-hari Ibu Sunarmi adalah seorang ibu rumah tangga yang sesekali bekerja sebagai buruh cuci pakaian disekitaran tempat. tinggalnya. Sedangkan suaminya, bapak Sutrisno (56) bekerja sebagai tukang ojek pangkalan di depan pengadilan negeri Jakarta Timur. Sebagai tukang ojek, penghasilan yang diterima bapak Sutrisno tidak menentu. Sehingga penghasilan yang diterimapun tidak cukup untuk membayar segala kebutuhannya mulai dari bayar kontrakan, kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, #KurirSR kembali dipertemukan dengan keluarga ibu Sunarmi, bantuan lanjutan untuk biaya transport selama masa pengobatan kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1085. Ibu Sunarmi mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, karena dengan bantuan ini ibu Sunarmi dapat melanjutkan lagi proses pengobatannya.Semoga proses pengobatan yang dijalani Ibu Sunarmi diberikan kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik @untaririri

Ibu Sunarmi menderita Stoma Nodusa


HARRY RAMADHAN (3, Celebral Palsy). Alamat : Parung Bingung RT 2/10 Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Harry lahir dengan proses normal tapi tanpa mengelurkan suara sedikitpun dari mulut mungilnya, akhirnya bidan merujuk ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok dengan harapan agar dapat penanganan lebih. 10 hari Harry berjuang di ruang NICU. Karena keterbatasan biaya keluarga membawa Harry pulang dengan harapan semoga akan baik-baik saja. Beberapa bulan berlalu, usia Harry 6 bulan tiba-tiba panas tinggi dan akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Permata Depok dengan melakukan beberapa test. DSA menyarankan Harry melakukan operasi kecil yaitu sunat, akhirnya keluarga mengiyakan dengan harapan semoga sembuh. Sunat sudah dijalankan tetapi kejadian 2 bulan lalu terulang. Harry panas tinggi, lagi lagi keluarga membawa ke RS permata Depok dan melakukan beberapa test . Tepat usia 8 bulan dengan segala perjalanan yang sudah ia tempuh, Harry di diagnosa dokter mengidap Celebral Palsy/Kelumpuhan Otak. Ridha, Sang Ibu, selain merawat Harry, juga berjualan makanan kecil di depan kontrakan yang mereka tempati. Sedangkan sang ayah Muhammad Kholilullah bekerja sebagai driver ojek online. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Harry. Bantuan pun akhirnya dapat diberikan kepada beliau untuk keperluan berobat, membeli obat-obatan dan perbaikan keadaan umum. Semoga dengan adanya bantuan yang diberikan Sedekaholics dapat menjadikan jalan kesembuhan bagi Harry. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @untaririri

Harry di diagnosa dokter mengidap celebral palsy/kelumpuhan otak


BAMBANG SURYANTO (44, Sesak Napas+Kaki Bengkak). Alamat: Jalan Budi Mulia RT 15/8 Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Kota Jakarta Utara, DKI Jakarta. Pak Bambang adalah penjual pempek keliling. Sejak tahum 2016 Pak Bambang sering merasakan sesak napas hingga kejang-kejang. Keluarga pun membawa ke Rumah Sakit Koja Jakarta Utara dan Pak Bambang harus dirawat selama dua minggu. Pak Bambang merasa kakinya semakin bengkak mengakibatkan ia tidak bisa berjalan. Keadaannya saat ini membuat Pak Bambang tidak dapat berjualan kembali. Sang istri, Bu Wasum (43) hanya sebagai ibu rumah tangga. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Bambang. Bantuan pun akhirnya dapat diberikan kepada beliau untuk keperluan berobat, membeli obat-obatan dan perbaikan keadaan umum. Semoga dengan adanya bantuan yang diberikan Sedekaholics dapat menjadikan jalan kesembuhan bagi Pak Bambang. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @untaririri

Pak Bambang menderita sesak napas+kaki bengkak


IKOH IRAWAN (56, Darah Tinggi / Asam Lambung) Alamat : Jalan Budi Mulia RT 7/4 No. 24 Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Bu Ikoh biasa disapa. Kesehariannya bekerja membantu memasak di katering dekat rumahnya. Karena banyaknya pesanan makanan, maka Bu Ikoh harus bekerja dari dini hari hingga malam hari. Suatu hari saat Bu Ikoh ingin berangkat bekerja, beliau merasakan mual dan akhirnya muntah-muntah. Keluarga segera membawanya ke RSUD Kecamatan Pademangan. Setelah diperiksa oleh dokter, Bu Ikoh di diagnosa darah tinggi dan naiknya asam lambung. Dokter mengharuskan Bu Ikoh untuk istirahat beberapa hari. Suami Bu Ikoh, Bapak Irawan (57) bekerja sebagai buruh panggul beras di pasar dekat rumah. Keluarga Bu Ikoh tinggal dirumah yang dikontrak dan harus membayar sewanya setiap bulan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Ikoh. Bantuan pun akhirnya dapat diberikan kepada beliau untuk keperluan berobat, membeli obat-obatan dan perbaikan keadaan umum. Semoga dengan adanya bantuan yang diberikan Sedekaholics dapat menjadikan jalan kesembuhan bagi Bu Ikoh. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @untaririri

Bu Ikoh di diagnosa darah tinggi dan naiknya asam lambung


ELIATUL IKHLAS (14, AVM). Alamat : Kampung Pakojan, RT 2/5, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Elia sudah tiga tahun lebih menjadi pasien Sedekah Rombongan. Sakit yang dialami Elia mulai terjadi saat ia berusia 1 bulan. Awalnya terlihat bibir dan tangan kiri Elia bengkak dan terlihat kebiruan seperti lebam serta tangannya lemas. Orang tua Elia, Bapak Umed dan Ibu Lilis, mulanya menghiraukannya. Saat Elia berusia 3 bulan, tangannya semakin lemas dan bengkak, ia pun sering menangis hingga orang tuanya membawanya ke klinik terdekat. Elia dirujuk ke rumah sakit, namun Bapak Umed dan Ibu Lilis urung membawanya karena ketiadaan biaya dan jaminan kesehatan. Menginjak Elia berusia 5 tahun, ia mengalami kejang hingga mengalami penurunan kesadaran, selain itu bengkak dan kebiruan yang mulanya ada di bibir dan tangan mulai menyebar ke tubuh bagian belakang. Elia langsung dilarikan ke RSUD Serang dan didiagnosis mengalami AVM (Arterio Venous Malformation) atau kelainan pembuluh darah akibat hubungan langsung arteri dan vena. Setelah kondisinya membaik, Elia diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. Ketiadaan biaya membuat pengobatan Elia sempat terhenti. Empat tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2013, kondisi Elia memburuk dan mengalami pendarahan di sekitar pantat, ia bahkan mengalami koma selama 2 bulan. Elia akhirnya menjalani operasi untuk mengangkat pembekuan darah pada pantatnya di RSUD Serang. Elia kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta, menurut dokter kasus yang dialaminya sangat jarang dan pengobatannya dapat maksimal jika dilakukan di luar negeri. Setelah rutin berobat kondisi Elia membaik, meski terkadang bengkak di tangan dan bibirnya hilang timbul. Elia sudah menjalani operasi untuk mengangkat pembekuan darah di pembuluh darahnya. Ia pun sudah menjalani 4 kali embolisasi, yakni pemasangan kateter kecil di pembuluh darah dan suntikan partikel untuk memblokir aliran darah. Perkembangan penyakit Elia tak kunjuk membaik, bengkak dan lebam sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Hasil CT-Scan menunjukkan pembekuan darah sudah menyebar ke otaknya. Elia akhirnya dirujuk ke RS Hermina Bekasi dengan pertimbangan agar ia tidak terlalu lama menunggu jadwal setiap pengobatannya, dan dokter tersebut selain di RSCM juga berpraktek di RS Hermina Bekasi. Dokter sudah menjadwalkan lagi tindakan operasi untuk mengatasi pembekuan darah di pinggang, bibir, dan mata Elia. Dokter menyatakan jika tidak dilakukan segera dikhawatirkan akan terjadi pendarahan. Dokter meminta agar tangan Elia sehari – harinya menggunakan stocking medis dan ia tidak boleh terjatuh karena kulitnya sudah sangat tipis dan beresiko pendarahan yang berakibat fatal. Elia juga disarankan mengonsumsi susu khusus agar nutrisinya cukup karena kadar hemoglobinnya sering turun. Elia masih sangat membutuhkan bantuan agar bisa terus berobat demi kesembuhan penyakitnya. Maklum saja, ayahnya, Pak Umed (46) hanya seorang buruh nelayan dengan penghasilan yang bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari saja sangat sulit, sedangkan ibunya, Ibu Lilis hanya seorang ibu rumah tangga. Jika Elia tidak berobat, penyakitnya akan kambuh, beberapa bagian tubuhnya terutama tangan dan bibir akan membengkak dan lebam. Elia tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta, semangatnya untuk berobat sangat tinggi, ia bahkan tak takut berobat seorang diri karena ibunya juga harus mendampingi adiknya, Wulan, yang mengalami pembengkakkan jantung dan berobat di RSCM Jakarta. Elia sangat ingin sembuh agar dapat kembali bersekolah. Pengobatan kedua anak yang sakit dan berobat di rumah sakit yang berbeda membuat Ibu Lilis membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk operasional berobat anak – anaknya. Terlebih lagi Pak Umed sedang tidak dapat bekerja karena mengalami kecelakaan. Alhamdulillah pengobatan Eliatul dan Wulan telah menggunakan JKN – KIS kelas III yang sebelumnya harus rutin dibayar per bulannya, namun sekarang sudah beralih menjadi yang dibayarkan pemerintah setempat. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat Eliatul dan Wulan dan untuk kebutuhan sehari – hari selama berobat. Sebelumnya Eliatul telah dibantu dalam Rombongan 1086.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir : @wirawiry @untaririri

Elia mengalami kelainan pembuluh darah


RAHMA RAHIDATUL (3, Epilepsy + Cerebral Palsy Spastis). Alamat: Jembatan Besi RT 6/1, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta. Ayah Rahma bernama Eri Sepriadi (34) seorang pedagang es susu kedelai di Pasar Inpres Jembatan Besi dan Ibunya, Muslimah (35) seorang ibu rumah tangga. Rahma sejak usianya masih hitungan bulan, oleh dokter sudah dinyatakan menderita Epilepsy dan Cerebral Palsy Spastis, dengan berbekal BPJS orang tua Rahma membawa berobat ke RSCM. Di RSCM Rahma harus rutin kontrol di 2 Poli, yaitu Poli Neurologi dan Unit Rehabilitasi Medik. Beberapa kali menjalani kontrol rutin ke RSCM, terpaksa orang tua Rahma harus menghentikan pengobatan Rahma karena tidak mempunyai biaya untuk ke rumah sakit. Sampai akhirnya keluarga kecil ini dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya kebutuhan Rahma seperti membeli susu dan pempers juga biaya akomodasi ke rumah sakit setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1086. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk Rahma. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir : @wirawiry @untaririri

Rahma menderita epilepsy dan cerebral palsy spastis


FATMAWATI BINTI ANWAR (39, Ca. Nasofaring + Ca. Mamae). Alamat : Jombang Kali, RT 1/1, Desa Masigit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Cilegon, Provinsi Banten. Ibu Fatmawati mengalami sakit pada saluran pernapasannya dan TB paru sejak tahun 2011. Sudah hampir 6 tahun Ibu Fatmawati berjuang demi kesembuhannya. Ia sudah berobat di berbagai rumah sakit di Jakarta untuk mengobati benjolan yang menyumbat saluran pernapasannya ke hidung dan penyakit TB Parunya. Ibu Fatmawati tidak mau membebani anaknya, karena itulah ia mengais rezeki dan hijrah ke Jakarta dengan bekerja sebagai buruh serabutan, namun karena sakit ia tidak dapat bekerja lagi. Ibu Fatmawati tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta selama menjalani pengobatan di RSCM. Ibu Fatmawati didiagnosis dokter mengalami kanker nasofaring, ia sudah menjalani berbagai macam tindakan medis mulai dari operasi, kemoterapi, hingga dipasang alat di tenggorokannya karena sebelumnya ia kesulitan berbicara. Meskipun biaya pengobatan Ibu Fatmawati ditangung BPJS, tetapi untuk biaya operasional merupakan beban yang berat baginya, maklumlah ia sudah lama menjanda dan tidak memiliki penghasilan. Kondisi Ibu Fatmawati sering tidak stabil dan sering dirawat di rumah sakit, bahkan kankernya kini sudah menjalar ke payudaranya. Ibu Fatmawati mendapatkan jadwal pengobatan pada bulan Oktober 2017, karena itulah ia memutuskan untuk pulang ke rumah anaknya di Pandeglang. Kondisi Ibu Fatmawati membaik, tubuhnya semakin segar dan berat badannya bertambah. Luka pada payudaranya pun mengering. Mendekati jadwal pengobatannya, Ibu Fatmawati kembali ke RSSR Jakarta, namun ia masih membutuhkan bantuan untuk transportasi ke Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk transportasi dan operasional berobat. Sebelumnya Bu Fatmawati telah dibantu pada Rombongan 1086.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir : @wirawiry @untaririri

Ibu Fatmawati didiagnosis dokter mengalami kanker nasofaring


YOHANES APRILIANO DEGA (3, Malformasi Anorectal). Alamat : Desa Danga, RT 17/8, Kec. Kolibali, Kab. Nagekeo, Pulau Flores, Prov. Nusa Tenggara Timur. Yohanes merupakan anak pertama dari Quirines Nere (38) dan Kristina Biji Kula (29). Ia terlahir dengan kondisi cacat bawaan yakni tidak memiliki anus dan terdapat kelainan pada alat kelaminnya. Sebelumnya Yohanes sudah pernah dirawat di RS Flores untuk pembuatan anus, namun karena di sana tidak memiliki fasilitas yang lengkap untuk penanganan terhadap kelainan yang dimiliki, Yohanes dirujuk ke RSUP Sanglah, Bali. Selama menjalani pengobatan di RSUP Sanglah Yohanes sudah menjalani beberapa kali operasi, namun kelainan yang dideritanya sangat rumit dan peralatan operasi di RSUP Sanglah belum memadai sehingga ia dirujuk ke RSCM Jakarta. Ayah dan ibu Yohanes yang bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi ditambah dengan penyakit yang diderita oleh Yohanes memerlukan biaya yang besar dan pengobatan yang cukup lama. Awalnya mereka pasrah menerima keadaan Yohanes, namun mereka tidak putus asa untuk selalu mengupayakan kesembuhan bagi anak mereka. Biaya pengobatan Yohanes sudah ditanggung oleh JKN – KIS kelas III yang dimilikinya. Alhamdulillah, sejak September 2016 kurir Sedekah Rombongan menjadikan Yohanes sebagai pasien dampingan dan bisa merujuknya ke RSCM Jakarta untuk rekonstruksi alat kelaminnya. Yohanes sudah menjalani pengobatan di RSCM, kondisinya lebih baik dan stabil. Yohanes sudah menjalani konsultasi dengan dokter bedah saraf, dokter urologi, dan dokter ortopedi. Dokter saat ini masih menunggu kondisi Yohanes untuk layak dilakukan operasi, mengingat umurnya yan masih kecil. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk kebutuhan sehari – hari dan pengobatan di luar tanggungan BPJS. Santunan sebelumnya telah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 1086. Alhamdulillah, kemarin Yohanes baru saja menjadi tindakan operasi kelamin. Semoga Yohanes segera diberi kesembuhan, dan tumbuh kembangnya baik, serta kembali ceria seperti anak seusianya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir : @wirawiry @untaririri

Yohanes tidak memiliki anus dan terdapat kelainan pada alat kelaminnya


SITI MARSELA (3, Tumor Perut). Alamat: Kp. Cireret RT 1/4, Desa Kandangsapi, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten. Sela, begitulah bocah kecil ini disapa, adalah putri dari pasangan Bapak Marsani (57) dan Epon (56). Saat Sela berusia 5 bulan orang tuanya merasa ada benjolan di perut Sela sebelah kiri. Awalnya kedua orang tua Sela mengira benjolan itu akibat gigitan serangga, namun lama kelamaan benjolan itu makin membesar dan akhirnya Sela dibawa ke RSUD Malimping untuk mendapat tindakan medis, tapi disana belum diketahui pasti penyakit apa yang diderita Sela. Pada akhir bulan Januari 2016 ini Sela dibawa kembali oleh orang tuanya ke RSUD Malimping, namun karena keterbatasan alat medis, akhirnya Sela di rujuk ke RS H. Darmo Rangkas Bitung. Setelah pemeriksaan di RS H. Darmo, Sela didiagnosa menderita Tumor Perut, tapi karena keterbatasan fasilitas Sela dirujuk ke RSCM. Awalnya orang tua Sela keberatan jika Sela harus dirujuk ke Jakarta meskipun untuk biaya rumah sakit sudah ditanggung oleh BPJS, tapi mereka khawatir untuk biaya sehari-hari. Tapi, Allah menunjukkan kebesaranNya, Sela dipertemukan dengan #SedekahRombongan dan berangkat ke Jakarta. Selama menjalani pengobatan di RSCM, Sela beserta keluarganya tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan Jakarta. Alhamdulillah, bantuan lanjutan telah disampaikan untuk biaya sehari-hari selama menjalani pengobatan di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 1086. Sekarang Sela kecil masih harus menjalani kontrol rutin dibeberapa poli dan menjalani kemoterapi serta rehabilitasi medik di Poli Anak RSCM. Alhamdulillah ditengah proses berobat yang dijalaninya kondisi Sela terus membaik. Mohon doa terbaik untuk Sela, semoga segala proses pengobatan yang dijalaninya diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Sela didiagnosa menderita tumor perut


YUDISTIRA PRATAMA (6, Jantung Bocor + Cerebral Palsy). Alamat: Kampung Caringin RT 2/4, Desa Cimahi, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Yudhistira Pratama adalah putra pertama pasangan Bapak Yusuf (30) dan Ibu Neneng Sartika (26). Keceriaan bocah yang memiliki tubuh bongsor ini tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karena teriakan dan lari-lari kecil anak-anak, Yudhistira diusianya yang sudah menginjak 6 tahun hanya bisa berbaring dan sesekali berguling-guling di tempat tidur, belum bisa duduk apalagi berdiri. Sejak kecil Yudistira telah dinyatakan terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy. Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diikhtiarkan. Berbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat rutin ke RSUD Karawang yang kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta. Selama di Jakarta, persoalan baru muncul yakni biaya harian selama di rumah sakit, terkadang orangtua Yudhistira harus menahan lapar. Bapak Yusuf hanya seorang buruh harian dan Ibu Neneng adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan dengan Yudistira dan orang tuanya sekaligus turut membantu meringankan beban kedua orang tua Yudistira. Bantuan lanjutan telah disampaikan, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 1086, untuk dan kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di Jakarta. Alhamdulillah, Yudistira terus menunjukkan kemajuan yang berarti, sekarang Yudistira sudah bisa duduk sendiri meski hanya beberapa menit dan sudah mulai makan per oral. Sampai saat ini Yudistira masih terus menjalani kontrol rutin dibeberapa poli dan menjalani terapi di RSCM dan sedang menunggu jadwal operasi untuk kelaminnya. Terima kasih kepada Sedekaholics, berkat bantuan yang disalurkan Yudistira bisa terus melanjutkan proses pengobatannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.550.000,-
Tanggal: 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @untaririri

Yudistira n terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy


ZAIDAN NIKY PRATAMA (4, Spina Bifida). Alamat: Jl. Tanah Kusir 2 RT 5/11 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Zaidan, begitulah bocah lucu ini sering disapa oleh perawat diruangan tempat ia berobat. Zaidan putra dari pasangan bapak Apud Syaefudin (38) dan ibu Eka Wahyuni (33). Zaidan terlahir dengan kondisi yang tak biasa, kakinya tak seperti anak pada umumnya, kepalanya membesar, tidak mempunyai lubang anus dan terdapar benjolan yang berisi cairan di punggungnya. Beberapa bulan pasca kelahirannya Zaidan harus dilakukan operasi pemasangan VP Shunt karena Zaidan kecil menderita Hidrocepalus. Alhamdulillah, cairan dikepala Zaidan tidak menumpuk tetapi alirannya menumpuk di tulang belakang sehinggah semakin lama benjolan dipunggungnya makin membesar. Karena itu, hingga saat ini Zaidan kecil masih rutin menjalani kontrol rutin di poli bedah syaraf RSCM dan masih menunggu jadwal operasi selanjutnya. Lebih dari 4 tahun, harus membawa Zaidan berobat tentu memerlukan banyak biaya. Sementara penghasilan yang didapat orang tua Zaidan hanya cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Sementara Zaidan masih harus terus berobat dan membutuhkan asupan nutrisi yang cukup. Kembali kurir sedekah rombongan menyampaikan bantuan lanjuta untuk akomodasi ke rumah sakit dan kebutuhan sehari-hari, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1086. Orang tua Zaidan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @untaririri

Zaidan menderita spina bifida


MAHIRA ASLA FAZILAH (1, Atresia Billier). Alamat: Jl. Lumba-lumba 2 RT 1/11 Kelurahan Jati, Kecamatan Pulo Gadung, Kotamadya Jakarta Timur. Mahira Asla Fazilah sejak lahir sudah menderita Atresia Billier (kondisi bawaan /kongenital dimana terjadi penyumbatan pada tuba (saluran) yang membawa cairan empedu dari hati ke kandung empedu). Atresia Billier terjadi ketika saluran empedu di dalam atau di luar hati tidak berkembang secara normal. Gejala awal yang tampak pada Mahira, anak pertama dari bapak Adutta Tri Anugrah (38) dan ibu Mesinah (30) ini kondisi tubuhnya menguning dan disertai kondisi perut yang membuncit. Pengobatan pertama yang sudah dilakukannya puskesmas terdekat, dari puskesmas kemudian dirujuk ke RS Kartika Pulo Mas Jakarta Timur. Dan berlanjut ke RSCM sampai akhirnya harus menjalani transplantasi hati. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu pengobatan Mahira namun pasca menjalani tindakan transplantasi hati yang dilakukan Februari 2015 kemarin membuat Mahira harus menjalani rawat jalan yang panjang. Kondisi membuat bapak Adutta Tri Anugrah yang bekerja sebagai karyawan swasta ini merasa terbebani dengan biaya transportasi selama pengobatan Mahira. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dan memahami kesulitan bapak Adutta dan keluarganya. Bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan membeli susu khusus telah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1086. Saat dikunjungi Kurir #SR kondisi mata Mahira sudah tidak menguning, namun gizinya juga berangsur membaik. Mohon doa untuk kesembuhan Mahira.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir : @wirawiry @harji_anis @untaririri

Mahira Asla Fazilah sejak lahir sudah menderita Atresia Billier


RADJA PANGGOARAN SITORUS (1, Atresia Billier). Alamat: Jl .Ra Kartini RT 2/26 Kel. Margahayu, Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Radja, bocah ganteng asal Bekasi ini sekilas terlihat seperti anak sehat, hanya saja mata dan tubuhnya terlihat kuning. Radja oleh dokter dinyatakan menderita atresia billier dan gizi kurang sehingga harus mengkonsumsi susu khusus yang harganya tak murah. Radja sedang mengejar berat badannya supaya bisa menjalani transplantasi hati, karena selama ini pengobatan yang bisa dijalani untuk pasien atresia billier adalah transplantasi hati.orang tua Radja bapak Pical (37) adalah seorang buruh serabutan dengan penghasilan tak menentu. Sementara ibu Siti Nurhasanah adalah seorang ibu rumah tangga. Dengan penghasilan yang tak menentu dan dituntut untuk membeli susu khusus, menjadi pikiran tersendiri oleh orang tua Radja. Tak jarang orang tua Radja terpaksa mengandalkan bantuan donatur untuk memenuhi kebutuhan Radja. Kembali sedekah rombonga menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli susu khusus dan akomodasi ke rumah sakit, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1086. Orang tua Radja mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan, semoga Radja bsia cepat mendapat jadwal transplatasi hati. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @untaririri

Radja oleh dokter dinyatakan menderita atresia billier


AZMIA RAISA (1, Hydrochepallus). Alamat : Desa Pelayangan, RT. 04/02, Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi. Azmia terlahir dengan kepala yang makin membesar, istilah medisnya Hydrochepallus. Hal ini sudah diketahui orangtuanya sejak Azmia masih di dalam kandungan ketika pemeriksaan USG. Azmia merupakan anak kedua dari pasangan Bapak Anuar (29) dan Ibu Dewi Ernasari (27). Bapak Anuar bekerja sehari-hari sebagai buruh harian lepas supir pembawa kelapa sawit. Pendapatannya pun terkadang tidak menetap tergantung berapa sering tidaknya ia mengangkut sawit. Azmia sudah didaftarkan sebagai peserta JKN – KIS, hal ini dilakukan agar tidak memberatkan keluarga ketika berobat. Sejak awal kelahiran Azmia ini, sudah dirawat di Rumah Sakit Hamba Batang Hari selama beberapa bulan. Kemudian, dirujuk ke Rumah Sakit Dokter Bratanata Jambi selama beberapa minggu. Ada sebagian obat yang tidak ditanggung JKN – KIS sehingga keluarga Pak Anuar menjual aset berupa rumah. Azmiapun dipindahkan ke Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi di ruang bedah. Pihak medis menyarankan Azmia harus segera dioperasi di Rumah Sakit Siloam Jambi. Namun seluruh tindakan operasi tidak dapat ditanggung oleh JKN – KIS dikarenakan satu dan lain hal. Untuk memaksimalkan jenis fasilitas yang mereka miliki akhirnya dokter setuju untuk merujuk Azmia ke RSCM Jakarta. November tahunn kemarn, lewat kurir sedekah rombongan Jambi, Azmia akhirnya berangkat ke Jakarta untuk melanjutkan proses pengobatannya. Azmia telah dilakukan tindakan reapi vp shunt, tapi hhingga kini Azmia keci masih terus menjalani rawat inap. Alhamdulillah, bantuan lanjutan diberikan, setelah bantuan sebelumnya diberrikan bulan Desember untuk kebutuhan hidup sehari-hari selama menjalani perawatan di RSCM. Semoga Azmia segera sembuh, aamiin.

Jumlah Bantuan:Rp 1.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir : @wirawiry @untaririri

Azmia terlahir hydrochepallus


DAFFA MUZAKI TAHER (8 tahun, Abses Cerebri + Tetralogi Of Fallot). Alamat : RT. 39, Kelurahan Talang Banjar, Kecamatan Pal Merah, Kota Jambi, Provinsi Jambi. Daffa merupakan siswa kelas 2 Sekolah Dasar. Pada bulan Agustus 2017, ia mengeluh nyeri pada bagian kepala. Orang tua Daffa membawanya ke rumah sakit dan dirawat selama 7 hari di Rumah Sakit Dokter Bratanata dengan jaminan JKN – KIS. Berselang beberapa minggu kemudian Daffa kembali mengeluh pusing disertai muntah dan dirawat 5 hari. Selama perawatan Daffa mengeluh sesak dan tampak kebiruan. Setelah pemeriksaan lebih lanjut diketahui ia memiliki kelainan pada empat katup jantung yang disebut Tetralogi Of Fallot. Daffa di rujuk ke Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi untuk penanganan lebih lanjut. Keluhan sakit kepalanya belum hilang dan dilakukan pemeriksaan Ct-Scan. Dari hasil pemeriksaan diketahui adanya Abses pada bagian kepala dan perlu dilakukan tindakan operasi. Tindakan tersebut tidak dapat dilakukan di Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi dan perlu dirujuk ke RSCM Jakarta. Pak Yusman (42) dan Sri Wahyuni (42), orangtua Daffa mengungkapkan kepada sedekah rombongan Jambi tentang kesulitan yang dihadapinya untuk melanjutkan pengobatan Daffa. Pak Yusman bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu dan menanggung seorang istri dan dua orang anak termasuk Daffa. November kemarin lewat kuri Jambi, Daffa dankedua orang tuanya berangkat menuju Jakarta. Alhamdulillah, kini Daffa tinggal di rumah singgah sedekah rombongan Jakarta dan sudah menjaani kontrol rutin di RSCM. Daffa direncanakan akan menjalani operaasi kateterisasi bulan depan. Bantuan lanjutan diberikan untuk Daffa, setelah sebelumnya mendapat santunan di bulan Desember. Oramg tua Daffa mengucapka banyak terima kasih, atas bantuan yang tak henti diberikan untuk Daffa.

Jumlah Santunan : Rp. 1.900.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir : @wirawiry @untaririri

Daffa memiliki kelainan pada empat katup jantung


IRFAN YUSRAN AL GHAZALI (4, Atresia Bilier). Alamat : Kp. Bulak RT 2/3, Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat. Irfan menderita Atresia Bilier dan sudah menjalani proses pengobatan sejak satu tahun lalu. Saat ini Irfan harus kontrol rutin ke RSUPN dr Cipto Mangunkusumo Jakarta setiap minggunya serta harus minum susu khusus. Kini Irfan sedang menunggu kesiapan operasi cangkok hati. Ibunda Irfan, Ibu Yulianingsih (24) siap mencangkokan hatinya untuk sang buah hati, akan tetapi terkendala biaya operasi yang diperkirakan menghabiskan 1,2 milyar rupiah. Irfan adalah peserta BPJS dan biaya yang dapat dicover BPJS sekitar 230 juta rupiah, sehingga masih terlalu banyak dana mereka butuhkan untuk menutupi biaya operasi nantinya. Selain itu sebelum operasi diperlukan tindakan skrining yang juga membutuhkan dana besar, yaitu 20 juta rupiah. Ayah Irfan, Pak Daris (29) adalah seorang buruh serabutan, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Bu Yuli ikut membantu mencari tambahan uang dengan cara berjualan kue di depan rumahnya. Saat ini Irfan diharuskan menjalani cek organ dalam yang biayanya tidak tercover BPJS. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya cek laboratorium di luar rumah sakit yang tidak discover oleh jaminan kesehatan. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1086. Semoga orang tua Irfan diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir : @wirawiry @untaririri

Irfan menderita atresia bilier


MELLATUL LATIFAH (12, Hidrocepalus + Jantung Bocor). Alamat: Kp. Pasuaran Cidudut RT 1/2 Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Gadis manis ini bernama Mellatul Latifah, sehari-hari biasa disapa Mella. Mella adalah anak pertama dari pasangan Bapak Aji Suardi (41) dan Ibu Ika Novita (28). Mella terlahir 12 tahun lalu, saat dilahirkan Mella tidak langsung menangis seperti bayi pada umumnya. Sebulan dua bulan Mella tumbuh layaknya anak seusianya, badannya gemuk dan menggemaskan. Tapi saat menginjak usia 10 bulan, perlahan tapi pasti Mella mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan. Sampai akhirnya saat Mella berusia 1,5 tahun orang tua Mella membawa Mella berobat ke RS Dramaga Katih Bogor, Mella dianjurkan untuk melakukan rawat jalan tiap 2 minggu sekali. Sampai pada usia 10 tahun, Mella sering mengalami pusing, muntah dan cepat lelah ditambah diujung kuku tangan dan kakinya sering mengalami kebiruan. Karena khawatir orang tua Mella membawa Mella ke RSUD Bogor, di RSUD Mella dilakukan pemeriksaan CT Scan dan hasilnya terdapat gumpalan darah di otak Mella. Dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RS Fatmawati, dua malam dirawat Mella dilakukan tindakan Echocardiografi dan hasilnya mengatakan jika Mella menderita Jantung Bocor dan kemungkinan gumpalan di otak diperoleh dari infeksi di jantungnya. Tapi pihak dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo karena keterbatasan fasilitas. Tanggal 26 November 2015, Mella bersama kedua orang tuanya berangkat ke RSCM dengan tujuan mencari kesembuhan. Di RSCM, Mella menjalani serangkaian pemeriksaan seperti EKG, Echocardiografi dan CT Scan, dan hasilnya Mella menderita Jantung Bocor, Hidrocepalus (terdapat penumpukan cairan di otak) dan tidak terdapat organ Limpha di tubuh Mella. Saat itu orang tua Mella sempat stress karena begitu besar ujian yang harus diterima oleh gadis kecilnya. Januari 2016, Mella menjalani operasi untuk mengangkat gumpalan kecil di otaknya, Alhamdulillah saat itu kondisi Mella berangsur membaik. Setahun lebih orang tua Mella mendampingi Mella berobat entah sudah berapa banyak biaya yang dikeluarkan, sampai orangtua Mella rela menjual barang-barang pribadinya. Sehari-hari Bapak Aji bekerja sebagai penjual roti di kawasan Tanah Abang dan Ibu Ika sebagai Ibu Rumah Tangga, tapi semenjak mendampingi Mella berobat Bapak Aji tidak bisa bekerja penuh, karena harus bergantian menjaga Mella di rumah sakit. Alhamdulillah, ditengah perjuangan Mella mencari kesembuhan kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mella dan kedua orangtuanya, dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli susu khusus dan memenuhi kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di RSCM, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1086. Saat ini Mella masih menjalani kontrol rutin di Poli Bedah Syaraf dan kardiologi. Mohon doa terbaik dari rekan-rekan semoga Mella lekas diberi jalan untuk sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @untaririri

Mella menderita hidrocepalus + jantung bocor


ENI NURAENI (23, Bells Palsy+Kelainan pada Syaraf Wajah). Alamat: Kp. Babakan Girang RT 1/1, Kelurahan Hegar Manah, Kecamatan Pangarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Eni Nuraeni adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan Bapak Husen (43) dan Ibu Yoyoh (39), yang sudah 4 tahun terakhir ini menderita Bells Palsy atau Kelainan pada Syaraf Wajah. Gejala awal, Eni rasakan saat duduk dibangku kelas 2 SMP, Eni sering mengalami demam tinggi dan nyeri di rahang hingga telinga serta kejang pada mata, bibir dan hidungnya, biasanya menyerang saat Eni capek dan lelah. Kondisi ini mengakibatkan kegiatan sekolah Eni terganggu, pasca lulus SMP Eni terpaksa tidak melanjutkan pendidikannya ke bangku SMA karena sakit yang diderita Eni. Upaya pengobatan dilakukan mulai dari alternatif hingga medis, semua dilakukan Bapak Husen demi putri tercintanya. Bapak Husen, sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Tapi semenjak pengobatan Eni dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo dari RSUD Adji Dharmo Lebak Banten, Bapak Husen tidak lagi bisa bertani lagi sehingga tidak ada biaya lagi. Alhamdulillah, kini setelah Eni menjadi pasien dampingan #SR dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta, bapak Husen tidak lagi harus menunggu Eni di Jakarta dan bisa kembali bertani di kampung. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1086 untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani pengobatan di Jakarta. Kini Eni masih terus menjalani kontrol rutin di RSCM. Setelah 5 kali menjalani operasi, sekarang Eni akan dijadwalkan lagi untuk operasi jika tidak ada perubahan kondisi selama dilakukan terapi akupuntur. Alhamdulillah kini kondisi Eni berangsur membaik, mohon doa terbaik untuk Eni, semoga proses pengobatan yang dilakukan diberi kemudahan dan lekas mendapat kesembuhan.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @untaririri

Eni menderita bells palsy ataukelainan pada syaraf wajah


AGUSTINI NURMAN (35, Tumor Pipi). Alamat: Talang Batu RT 1/1, Kabupaten Mesuji, Lampung. Agustini adalah pasien dampingan #SedekahRombongan asal Lampung yang tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta sejak 2012 lalu. Istri dari bapak Nurman ini, sejak tahun 2008 terkena Tumor Lunak Pipi kanannya. Sempat menjalani pengobatan di RS Abdoel Moeloek Lampung, tapi karena terkendala fasilitas akhirnya dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Dengan berbekal seadanya Ibu Agustini saat itu berangkat ke Jakarta bersama dengan suaminya. Suaminya, bapak Nurman (38) adalah seorang nelayan, tapi semenjak menemani istrinya berobat di Jakarta, beliau tidak lagi bekerja. Di RSCM, Ibu Agustini sudah menjalani 3 kali proses operasi dengan menggunakan fasilitas Jamkesmas. Penyakitnya belum sembuh total, Ibu Agustini masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan tindakan operasi lagi untuk rekonstruksi hidungnya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya operasional mereka selama berobat di Jakarta dan untuk biaya pelatihan (kursus) mobil, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1072. Kini ibu Agustin masih harus menjalani kontrol rutin di Poli Bedah Plastik RSCM dan minggu kemaron baru saja dilakukan tindakan operasi. Semoga proses pengobatan yang akan dijalani Ibu Agustini diberi kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @untaririri

Bu Agustini menderita tumor pipi


ANITA AGUSTINA (42, Ginjal). Alamat : Jalan Bintara I No. 29 RT 12/2, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Provinsi Kota Bekasi. Ibu Anita seorang ibu rumah tangga yang mempunyai 3 anak yang masih bersekolah. Sejak bulan November 2016 beliau didiagnosis mengidap penyakit ginjal. Awalnya Bu Anita mengeluhkan sakit dibagian pinggang. Ibu Anita memeriksa ke klinik dekat rumahnya. Merasa sakitnya tak kunjung reda dan malah semakin menjadi, akhirnya beliau memutuskan untuk diperiksakan ke Rumah Sakit Persahabatan dan dirawat selama 9 hari kemudian kembali ke rumah. Setelah seminggu kemudian Bu Anita makin drop dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat yaitu Rumah Sakit Islam Pondok Kopi. Meskipun belum sembuh sempurna, Ibu Anita dan keluarga memutuskan untuk kembali kerumah karena kekurangan biaya. Ibu Anita mempunyai jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 2 yang masih mempunyai tunggakan. Suaminya yang bernama ADE ARSUDIN (43) hanya bekerja serabutan yang seringkali sebagai kuli panggul di pasar yang berpenghasilan tidak menentu dan kurang mencukupi untuk keluarga serta membiayai ketiga anaknya yang masih bersekolah. Saat ini Ibu Anita harus cuci darah rutin seminggu dua kali di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi dan seringkali belum bisa menebus obat yang tidak tercover dari BPJS. Atas izin Allah SWT, kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya akomodasi, setalah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1086. Ibu Anita dan suaminya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Ibu Anita dapat pulih dan sehat kembali seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-.
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @untaririri

Bu Anita mengidap penyakit ginjal


CASMURI BIN TANYA (40, Paru-paru + Infeksi Ginjal). Alamat : Kp. Parung Belimbing, RT 2/17, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Ayah dari 2 orang anak perempuan yang masih kecil ini bekerja sebagai karyawan toko di daerah Jakarta Pusat. Awal penyakit yang diderita adalah saat dalam perjalanan pulang selepas ia bekerja, ia merasakan sakit pada bagian perut. Setelah sampai di rumah ia meminta kepada sang istri untuk membelikan jamu dan mengerok badannya yang dikira hanya masuk angin biasa. Namun keesokan harinya sakit yang dia alami makin parah, sampai-sampai dia tidak dapat bangun dari tidurnya. Melihat kondisi sang suami yang tidak berdaya, sang istri Suerni (38) meminta bantuan kepada tetangga untuk membawa Pak Muri ke rumah sakit. Setelah sampai di rumah sakit, Muri langsung mendapatkan penanganan dari dokter. Sempat menjalani perawatan selama seminggu di RSUD Depok, lalu diperbolehkan pulang karena kondisinya telah berangsur membaik. Namun, Pak Muri kini sudah tidak bisa lagi bekerja seperti dulu karena kondisinya yang belum pulih sepenuhnya. Sementara sang istri hanyalah seorang ibu rumah tangga yang fokus mengurus kedua anaknya yang masih kecil. Kini terpaksa Ibu Suerni kadang menjadi buruh cuci di sekitar tempat tinggalya, sekedar untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Pak Muri seharusnya masih harus kontrol rutin ke rumah sakit, tapi karena keterbatasan biaya membuat Ibu Suerni sering terlambat membawa Pak Muri berobat. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk akomodasi ke rumah sakit dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, setelah bantuan sbelumnya masuk di rombongan 1086. Semoga Pak Muri lekas diberi kesembuhan sehingga dapat bekerja kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @untaririri

Pak Casmuri menderita paru-paru + infeksi ginjal


HADI ANDRIANSYAH (14, Varises Esofagus). Alamat: Kampung Gelam Timur RT 4/3 Kelurahan Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Hadi anak kedua dari pasangan bapak Sawaludin (47) seorang buruh dengan penghasilan tak menentu dan ibu Marmi (47) yang sehari-hari jualan makanan ringan. Hadi, sudah 3 tahun ini menderita sakit Varises Esofagus. Keluhan yang sering dirasakan Hadi adalah mengalami muntah darah dan diikuti dengan perut yang semakin lama semakin membesar. Karena khawatir orang tua Hadi membawa Hadi ke Puskesmas terdekat, tapi pihak Puskesmas menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUD Tangerang. Dari hasil pemeriksaan yang dijalani Hadi, dokter mengatakan jika Hadi menderita Varises Esofagus. Dan lagi, karena keterbatasan alat pihak dokter menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Saat itu Hadi masih menunggunakan biaya umum, sehingga orang tua Hadi sempat kewalahan dengan biaya rumah sakit yang terus membengkak. Karena alasan tidak ada biaya, pengobatan yang dijalani Hadi-pun sempat tertunda selama setahun dan kondisi ini cukup menambah buruk kondisi Hadi. Badannya makin kurus dan perutnya kian membesar, dengan berat hati orang tua Hadi akhirnya memutuskan membawa Hadi ke Jakarta dan mulai melanjutkan pengobatan. Awal ke RSCM Hadi langsung dirawat untuk bisa dilakukan tindakan endoscopy. Hingga kini Hadi telah menjalani 6 kali tindakan endoscopy. Tapi ditengah proses pengobatan yang dijalaninya, orang tua Hadi sempat dibikin khawatir karena dokter menyatakan jika Hadi juga menderita gizi buruk sehingga harus mengkonsumsi susu khusus untuk memenuhi nutrisinya. Dan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Hadi, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 1086. Kini Hadi sedang menunggu panggilan untuk dilakukan tindakan Embolisasi dan masih kontrol ke poli Gizi setiap 2 minggu sekali. Semoga serangkaian pengobatan yang dijalani Hadi nantinya akan membawa kepada kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 3 Januari 2018
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri @endangnumik

Hadi menderita varises esofagus


SUPRIYADI JAWAI (24, Ca. Nasofaring). Alamat : Dusun Sabaran Sungai, RT 6/3, Desa Sabaran, Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Sebelum sakit, Supriyadi bekerja sebagai kuli bangunan di Malaysia, namun beberapa bulan terakhir ia harus kembali ke Indonesia. Sakit yang dialami Supriyadi berawal dari munculnya benjolan kecil pada lehernya, ia sempat memeriksakan diri ke Puskesmas namun karena keterbatasan alat ia dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang. Supriyadi kemudian menjalani biopsi di RSUD untuk mengetahui penyakitnya, dokter menyatakan penyakit yang dialami Supriyadi belum terlalu berat dan disarankan untuk diangkat benjolannya. Keluarga pun langsung menyetujui untuk operasi pengangkatan benjolan, dan akhirnya benjolan tersebut berhasil diangkat melalui operasi di RSUD Abdul Aziz Singkawang. Setelah Supriyadi menjalani operasi dan kondisinya mulai membaik, beberapa bulan kemudian benjolan kembali muncul di leher dan ukurannya lebih besar dari yang sebelumnya. Supriyadi pun sering mengalami sakit kepala yang disertai mimisan. Akhirnya keluarga kembali membawa Supriyadi ke RSUD Abdul Aziz dan setelah diperiksa diketahui ia menderita Ca. Nasofaring. Supriyadi kemudian dirujuk ke RSUD Provinsi Sudarso Pontianak namun dokter kembali merujuk untuk dibawa ke RSCM Jakarta. Meski pengobatan telah ditanggung oleh JKN – KIS kelas III yang dimiliki, namun karena terkendala biaya untuk operasional berobat keluarga membawa Supriyadi pulang ke rumah. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Supriyadi dan keluarga, saat berkunjung ke rumahnya kurir merasakan kesulitan mereka. Supriyadi akhirnya dapat berobat di Jakarta, ia pun menjalani biopsi dan kemoterapi. Setelah berobat alhamdulillah benjolan di leher Supriyadi mulai mengecil. Dua kali menjalani kemoterapi, muncul benjolan – benjolan baru di leher bagian belakang Supriyadi karena keterlambatan menjalani kemoterapi. Saat akan menjalani kemoterapi, terkadang ruang rawat di RSCM Jakarta penuh sehingga ia baru bisa menjalani kemoterapi 1 minggu setelah jadwal yang ditentukan. Meskipun sakit yang dirasakan tidak seperti dulu, namun tidak teraturnya kemoterapi membuat kondisi Supriyadi sering menurun. Sebelumnya sel kankernya sudah menjalar ke paru – paru dan berkat kemoterapi rutin tersisa di dinding paru – paru. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan biaya hidup selama di Jakarta. Sebelumnya Supriyadi telah dibantu dalam rombongan 1086. Kini Supriadi sedang dilakukan radioterapi juga kemoterapi untuk mematikan sel-sel kankernya. Semoga Supriyadi segera diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir : @wirawiry @untaririri

Supriyadi menderita ca. nasofaring


REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SALSA RAMADANTI 500,000
2 DODOH SRI RAUDHOH 1,000,000
3 NUROH NAJIHAH 500,000
4 ELIS RAHMAWATI 500,000
5 YANO BIN SALEH 1,000,000
6 AI SAIDAH 500,000
7 HERMAN BIN BASAR 750,000
8 DEDEH BINTI MAMAD 750,000
9 MAHMUD BIN DINI 750,000
10 SUYATNO BIN ATMO PADHI 1,000,000
11 TUMINAH BINTI SLAMET 2,500,000
12 HERMAN BIN BASAR 750,000
13 BATTAR ABINAYA BASUPATI 1,000,000
14 BATTAR ABINAYA BASUPATI 1,000,000
15 AGUSTIAWAN BIN HERMAN 1,000,000
16 KASIH NUR VAJIRA 1,500,000
17 TARRI RAFANIA WIDI 1,300,000
18 FARIZ NAUFAL 1,000,000
19 AGUSTIAWAN BIN HERMAN 3,000,000
20 INDITA ALIRA HAFIZA 500,000
21 BINTANG ZHAFRAN MEYFIAN MUKTI 750,000
22 ALEX MANTUFANUAN 1,000,000
23 SUMARSIH KUSNADI 750,000
24 SUHA SARI 1,000,000
25 ROHJAT IRAWAN 500,000
26 ANDANG BINTI BOHIM 500,000
27 RATU ASNA 500,000
28 SITI NURSIYAH 500,000
29 MUHIDIN BIN SUTARNO 750,000
30 KOMARIAH BINTI UKAR 1,000,000
31 AL FARIZHI 1,000,000
32 GIO SITINJAK 500,000
33 SALAM HASAN 750,000
34 SUTRISNO BIN DARMO SUGITO 750,000
35 ERNA BINTI KARYA SUTISNA 500,000
36 SUHARSONO TARUNA 500,000
37 EVA SURYATI 500,000
38 ERAH BINTI SAIKAM 1,000,000
39 TRI BUDIANTORO 500,000
40 ALZENA SAFA 750,000
41 HANUM YUNARNI 750,000
42 SUNARMI SUTRISNO 750,000
43 HARRY RAMADHAN 1,000,000
44 BAMBANG SURYANTO 500,000
45 IKOH IRAWAN 1,000,000
46 ELIATUL IKHLAS 1,000,000
47 RAHMA RAHIDATUL 1,000,000
48 FATMAWATI BINTI ANWAR 1,000,000
49 YOHANES APRILIANO DEGA 1,000,000
50 SITI MARSELA 1,000,000
51 YUDISTIRA PRATAMA 1,550,000
52 ZAIDAN NIKY PRATAMA 1,000,000
53 MAHIRA ASLA FAZILAH 1,000,000
54 RADJA PANGGOARAN SITORUS 1,000,000
55 AZMIA RAISA 1,000,000
56 DAFFA MUZAKI TAHER 1,900,000
57 IRFAN YUSRAN AL GHAZALI 1,000,000
58 MELLATUL LATIFAH 1,000,000
59 ENI NURAENI 750,000
60 AGUSTINI NURMAN 1,000,000
61 ANITA AGUSTINA 750,000
62 CASMURI BIN TANYA 1,000,000
63 HADI ANDRIANSYAH 1,000,000
64 SUPRIYADI JAWAI 1,000,000
Total 58,750,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 58,750,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1111 ROMBONGAN

Rp. 59,664,144,007,-