SRI HARTATI (48, Kanker). Alamat : Kampung Botton Waluyo, Rt 3 Rw 6, Keluarahan Magelang, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Bu Sri Hartati yang berusia 49 tahun hanya bisa tergeletak lemas dikamarnya.Kondisi yang kian memburuk membuat beliau tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. Bu sri biasa disapa adalah putri dari alm Bapak Sutarjo dan Ibu Sastro. Beliau juga mempunyai seorang suami yang kebetulan juga mengalami kondisi yang sama yaitu sakit stroke. Mereka hanya tinggal berdua di Kampung Botton Waluyo karena sampai saat ini belum dikaruniai seorang anak. Derita bu sri berawal dari keluhan sakit yang dideritanya pada bulan Mei 2017 dan dirawat di RS Lestari selama satu minggu. Dari lestari bu sri diminta rujuk ke Budi Rahayu karena ada masalah pada rahimnya. Setelah di Budi Rahayu bu sri menjalankan pembersihan rahim, namun tidak lama setelah tindakan itu ditemukan kista dibagian indung telur dan diminta lagi dirujuk ke RSUP Sardjito.Di RSUP Sardjito bu sri menjalani rawat inap dan kemo. Kemo yang seharusnya yaitu sebanyak 6x tetapi hanya bisa dijalankan sebanyak 2x karena keterbatasan biaya. Hampir tiga bulan ini kondisi bu sri bukan kian membaik tapi justru nanah yang keluar dari bekas jahitan yang lepas beliaupun mememriksakan ke puskesmas tetapi pihak puskesmas juga menyarankn bu sri dirujuk ke RSUP Sardjito. Kondisi yang seperti ini membuat bu sri pasrah, ditambah lagi suaminya yang juga sakit tidak bisa merawatnya. Jangankan merawat bu sri, untuk merawat diri sendiri saja Bapak Waryono merasa kesulitan karena beliau hanya bisa merayap untuk pindak ke satu ruangan ke ruangan yang lain. Bu sri sebetulnya punya jaminan kesehatan BPJS kelas3 itu pun dibayarkan oleh saudara suaminya bu sri. Dahulu ketika ekonomi msih stabil dan baik, bu sri memimta tlong saudara untuk menemani berobat dan memberi uang Rp.100.000 sebagai upah.Akan tetapi melihat kondisi saat ini bu sri sudah tidak sanggup lagi melakukan pengobatan. Teman-teman #SedekahRombongan dapat merasakan kesulitan keluarga bu Sri, Alhamdulilah #SedekahRombongan dapat membantu biaya untuk pengobatan dengan memberikan santunan semoga Bu Sri lekas sembuh seperti sediakala. Pihak keluarga Bu Sri mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman #SedekahRombongan dan para donatur yang tidak bisa di sebutkan, yang telah menyalurkan sedekahnya melalui #SedekahRombongan atas bantun yang diberikan melalui #SedekahRombongan semoga para kurir dan donatur selalu di berikan kesehatan, keselamatan, dan kesuksesan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 29 Januari 2018
Kurir : @fathurrozaq82, Ardo Limar, Agus Santoso

Ibu Sri menderita kanker


ARFA YOLANAEDA (33, Osteoma). Alamat : Desa Beringin Makmur, RT 1/5, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Awal penyakit Arfa bermula saat 11 bulan yang lalu ia mengalami sakit dan pusing berkepanjangan pada benjolan di kepala sebelah kanannya. Suaminya lalu membawa Arfa ke puskesmas terdekat dan dokter langsung merujuknya ke RS Evarina Pelalawan. Namun karena keterbatasan alat di RS Evarina, dokter kembali membuat rujukan lanjutan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Setelah dilakukan pemeriksaan, Arfa didiagnosa menderita Osteoma dan harus rutin menjalani kontrol untuk memantau penyakitnya. Namun karena keterbatasan biaya, keluarga urung membawanya untuk kontrol rutin dan hanya melakukan sekali konsultasi saja. Kondisi benjolan di kepalanya saat ini semakin besar, sering berdenyut jika kecapean dan daya ingatnya pun mulai menurun. Arfa adalah seorang ibu rumah tangga sedangkan suaminya, Andi, bekerja sebagai buruh panen serabutan dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari. Arfa terdaftar sebagai peserta JKN-KIS Mandiri kelas 3, meskipun begitu cicilan untuk pembayaran BPJS sudah tidak dibayar sejak bulan April 2017 karena ketiadaan biaya. Selain itu, keluarga tidak memiliki dana untuk memenuhi biaya akomodasi dan transportasi jika dirawat inap. Alhamdulillah Arfa dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi berobat selama ia masih dalam ikhtiar pengobatan. Kita doakan agar Arfa dapat lekas sembuh dan bisa beraktifitas seperti sediakala. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1082.

Jumpah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Desember 2017
Kurir : @nhpita Siswanto Benny Henny @rilloyudha

Bu Arfa didiagnosa menderita Osteoma


SABRYANI BINTI KASAM (27, Kanker Payudara). Alamat : Jl. Agenda, RT 4, Kelurahan Bukit Nenas, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, Provinsi Riau. Pada awal tahun 2015 Sabryani merasakan adanya benjolan pada payudara sebelah kanannya dan ia memeriksakan diri ke RSUD Dumai dan dokter menyatakan benjolan tersebut adalah tumor payudara. Setahun kemudian, ia menjalani operasi pengangkatan tumor dan menjalani pengobatan rutin paska operasi hingga kondisinya membaik. Namun pada awal tahun 2017, Sabryani merasakan kembali adanya benjolan yang muncul di payudaranya dan setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh dokter mendiagnosanya dengan penyakit kanker payudara. Akhirnya operasi pengangkatan seluruh payudara kanannya pun dilakukan di RSUD Dumai. Paska operasi Sabryani mengalami infeksi sehingga ia dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Meskipun ia telah memiliki KIS untuk menjamin seluruh biaya pengobatannya, namun keluarga tetap terkendala dengan biaya transportasi dan akomodasi selama ia dalam masa pengobatan. Sabryani adalah seorang ibu rumah tangga dan suaminya bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan penghasilan tidak menentu. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapi Sabryani dan menyampaikan bantuan agar ia dapat terus menjalani pengobatan. Saat ini kondisinya semakin membaik dan Sabryani masih rutin menjalani kontrol untuk selanjutnya menjalankan pengobatan kemoterapi di RSUD Pekanbaru. Sabryani menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Riau dan insyaa Allah akan terus mendampingi pengobatannya hingga ia sembuh total dari penyakitnya. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1077.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Desember 2017
Kurir : @nhpita Rina Rani

Sabryani menderita penyakit kanker payudara


KHAMDANI BIN MUKMIN (56, Epilepsi). Alamat : Desa Pematang Tinggi, RT 4/2, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sekitar 1 tahun yang lalu Pak Khamdani mengalami kejang-kejang hingga akhirnya pingsan saat sedang menjalankan sholat jum’at. Ia kemudian dibawa ke puskesmas dan langsung dirujuk ke RSUD Selasih. Hasil diagnosa dokter di RSUD berdasarkan hasil CT Scan menyatakan bahwa Pak Khamdani mengidap penyakit epilepsi. Dokter menganjurkan agar ia menjalani kontrol berobat jalan dan mengonsumsi obat selama 2 tahun secara rutin. Dua bulan belakangan ini, dokter menganjurkan agar ia melakukan kontrol seminggu sekali untuk memantau perkembangan penyakitnya. Namun Pak Khamdani terkendala dengan biaya transportasi berobat karena untuk pergi berobat saja ia harus menyediakan dana sebesar Rp. 300.000,- mengingat jauhnya jarak dari rumahnya ke RS. Penghasilannya sebagai buruh serabutan tidak menentu dan hanya terbatas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya saja. Alhamdulillah Pak Khamdani dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan bantuan yang disampaikan dapat ia gunakan untuk biaya akomodasi dan transportasi. Semoga bantuan tersebut dapat meringankan biaya berobat dan Pak Khamdani diberi kesembuhan oleh Allah Subhanawata’ala. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1062.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Desember 2017
Kurir : @nhpita Siswanto Zakiah Yayuk Warsito Faiko @rini_syafrin

Pak Khamdani mengidap penyakit epilepsi


EMI ROHYANI (45, Gangguan Ginjal Kronis). Alamat : Dusun Agung Mulyo, RT 1/2, Desa Sari Makmur, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Awal mula sakit Bu Emi berawal pada tanggal 1 September 2017 saat ia merasakan mual, pusing dan badannya sangat lemas. Kemudian ia memeriksakan kondisinya ke dokter umum di puskesmas namun tidak kunjung membaik. Kondisinya yang semakin menurun akhirnya membuat Bu Emi harus dirawat inap di RSUD Selasih di Pangkalan Kerinci selama 5 hari. Akhirnya ia diperbolehkan untuk pulang dan harus banyak istirahat karena kondisinya belum membaik secara signifikan. Setelah beristirahat di rumah, ia harus pasrah saat harus kembali dirawat inap di RS Efarina pada tanggal 29 September 2017 karena badannya semakin lemah dengan hasil uji kadar ureumnya yang sangat tinggi, yang mengakibatkan penurunan fungsi ginjal. Dokter menyarankan agar Bu Emi dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru agar ia mendapatkan pengobatan yang lebih intensif. Pak Dul Hamid (51) suami dari Bu Emi adalah pekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya pun masih sering mengalami kendala. Alhamdulillah Bu Emi terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sehingga biaya pengobatannya ditanggung, namun demikian keluarga masih mengalami kesulitan dalam biaya transportasi dan akomodasi selama Bu Emi dirawat inap. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Emi dan dapat menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu kesulitan yang dihadapi Bu Emi. Kita doakan agar kondisi Bu Emi segera membaik dan sehat seperti sediakala. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1082.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Desember 2017
Kurir : @nhpita Siswanto Tati Septy Rini

Bu Emi menderita penurunan fungsi ginjal


ALIFA NASIHA (1, Kelahiran Prematur Spontan). Alamat : Jalan Damai, RT 3/8, Kelurahan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Alifa lahir dengan kondisi prematur; semua organ tubuhnya masih belum berkembang dengan sempurna terutama jantung dan paru-paru. Pada saat ini bayi Alifa masih mengalami kesulitan untuk bernapas dan berat badannya belum cukup memadai untuk keluar dari ruang inkubator. Bayi Alifa lahir dari pasangan Bambang (31) dan Suryana (25). Pada masa kehamilan usia 3 bulan, Ibu Suryana mengalami pendarahan dan ia langsung dibawa berobat ke klinik terdekat hingga perdarahan terhenti. Tiga bulan kemudian terjadi pendarahan lagi yang berlangsung selama 3 hari sehingga keluarga langsung membawanya ke RSIA Eria Bunda dan pihak rumah sakit menyarankan untuk langsung dirawat inap. Dalam hitungan jam Ibu Suryana mengeluarkan darah dan lendir sehingga dokter pun berencana merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan pertimbangan peralatan di RSUD lebih lengkap. Saat proses rujukan sedang diurus dan belum berangkat ke RSUD, ternyata kepala bayi sudah keluar sehingga Ibu Suryana tidak susah payah untuk melahirkan. Bayi lahir dengan proses kelahiran normal hanya dalam waktu 10 menit. Akhirnya Alifa lahir dalam kondisi prematur dengan usia kandungan hanya 6,5 bulan dengan berat badan 1,35 kg. Bayi Alifa langsung dibawa masuk ke ruang inkubator dan dipasang selang untuk membantunya bernapas karena jantung dan paru-parunya belum berfungsi dengan sempurna. Dokter yang merawatnya menyarankan pihak keluarga untuk membeli susu formula agar berat badan Alifa bisa lebih cepat bertambah, namun keluarga mengalami kesulitan karena penghasilan ayah Alifa yang bekerja sebagai buruh bangunan sangat kecil hanya dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga ini. Keluarga Alifa merupakan pendatang baru di Pekanbaru sejak bulan April 2016. Rumah yang mereka tinggali saat ini pun adalah gudang proyek bangunan yang dimiliki oleh pemilik proyek tempat ayah Alifa bekerja. Di gudang tersebut ayah Alifa sekaligus ditugaskan untuk menjaga barang-barang yang ada di gudang tersebut. Selama Alifa dirawat di RSIA Eria Bunda, ia terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Dokumen yang diperlukan untuk membuat Jamkesda masih dalam pengurusan karena keluarganya yang baru saja berdomisili di Pekanbaru. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Alifa dipertemukan dan menjadikannya pasien dampingan SR Riau. Santunan awal pun disampaikan untuk membantu pembelian susu formula agar berat badan Alifa bisa cepat bertambah. Kondisi Alifa saat ini sudah sehat, namun keluarga tetap terkendala dengan tunggakan biaya RS selama Alifa masih dalam perawatan intensif di RSIA Eria Bunda. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat melunasi pembayaran biaya RS Alifa pada bulan Desember ini. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1082.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 21 Desember 2017
Kurir : @nhpita Irni Icang Eko

Alifa lahir prematur


IMAM KAYADI (11, Patah Tangan Kiri). Alamat : Desa Jumrah, RT 10/5, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Suatu sore saat Imam bermain bersama kawan-kawannya, ia terpeleset ketika sedang memanjat pohon manggis sehingga tangannya tidak bisa digerakkan sama sekali. Saat itu juga orang tuanya membawa ke puskesmas terdekat namun pihak puskesmas tidak sanggup menangani kondisi Imam sehingga ia dirujuk ke RSUD Bagansiapi-api. Namun dokter di RSUD Bagansiapi-api sedang berhalangan hadir sehingga ia dirujuk lanjutan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Imamlangsung dibawa ke bagian Radiologi untuk rontgen dan dokter mendiagnosanya mengalami patah tulang di tangan kiri dan tangan kanan mengalami retak. Saat kurir Sedekah Rombongan menjumpai Imam dan keluarganya di RS, kondisi Imam masih belum bisa bergerak aktif karena ia baru saja selesai dioperasi. Selama dirawat di RSUD, Imam terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Ayah Imam, Aswan (36), bekerja sebagai buruh tani sawit di perkebunan orang, sedangkan ibunya, Mella (28) adalah seorang ibu rumah tangga. Untuk biaya makan sehari-hari di RSUD keluarga mendapatkan bantuan dari keluarga mereka. Keluarga mengalami kesulitan untuk membayar biaya RS Imam selama ia dirawat karena penghasilan ayah Imam hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga ini sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga ini dan menyampaikan bantuan untuk pembayaran RS Imam di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga kondisi Imam semakin membaik dan ia dapat beraktivitas seperti sediakala. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1082

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Desember 2017
Kurir : @nhpita @rusdiyantik @hermanwaesyah

Pak imam mengalami patah tulang di tangan kiri dan tangan kanan mengalami retak


MTSR PURWOKERTO (AB 9046 WK, Biaya Operasional Januari 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo, RSUD Banyumas, Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, RSU Wiradadi Keluarga dan sebagian rumah sakit di Kabupaten Purbalingga serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Karyadi. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap) dan Brebes. Biaya operasional kali ini digunakan untuk Gaji sopir, bahan bakar kendaraan dan service ringan. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1090.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.897.678,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @ddeean Khaerul

Biaya Operasional Januari 2018


ARIFIN AHMAD (1, Usus di Luar Perut). Alamat : Kampung Damai HTI, Desa Suka Ramai, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Bayi Arifin lahir pada tanggal 20 Februari 2017 di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan kondisi usus yang berada di luar perut. Arifin adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara dari pasangan Rusdian Saputra (34) yang bekerja sebagai buruh pemanen sawit dengan penghasilan yang tidak menentu dan Suprapti (33) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Dengan kondisinya yang memprihatinkan, Arifin harus menjalani beberapa kali operasi ke depannya agar kondisi ususnya bisa normal kembali. Saat ini ia masih dirawat di ruang Neonatus RSUD Arifin Achmad Pekanbaru setelah menjalani operasi keduanya. Operasi pertama telah dilakukan tidak lama setelah ia lahir dengan status pasien umum karena saat itu keluarga belum memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga keluarga menunggak biaya RS untuk biaya kelahiran dan biaya operasi Arifin. Alhamdulillah saat ini keluarga telah memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI sehingga biaya pengobatan Arifin telah ditanggung pemerintah. Namun keluarga tetap terkendala dengan biaya akomodasi sehari-hari selama mereka menunggu Arifin yang masih dirawat di RSUD. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Arifin dan dapat menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarga di RS serta membayarkan cicilan biaya RS selama Arifin dirawat dengan status pasien umum. Semoga bantuan Sedekah Rombongan yang diberikan dapat meringankan keluarga dan Arifin segera diberikan kesembuhan sempurna dari penyakitnya. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1082.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Desember 2017
Kurir : @nhpita Otri @hermanwaesyah

Arifin lahir dengan kondisi usus yang berada di luar perut


KHAIRUL ASBIH (1, Gagal Hati). Alamat: Dusun IV Suka Maju, RT 2/2, Kelurahan Kapau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Saat baru lahir bayi Asbih sudah terlihat menguning, akan tetapi keluarga menduga hal itu masih normal dan bukan merupakan gejala penyakit. Namun pada umur 3 hari, kulit bayi Asbih semakin menguning dan lama kelamaan perutnya juga ikut membesar. Kemudian keluarga membawa Asbih ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil diagnosa dokter menunjukkan Asbih mengidap penyakit gagal hati dan satu-satunya harapan agar ia dapat bertahan hidup adalah tindakan transplantasi hati. Selama melakukan pengobatan, Asbih terkendala dengan biaya pengobatan selama dirawat inap karena ia terdaftar sebagai pasien umum yang tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Asbih adalah anak dari pasangan Winarto (29) yang bekerja sebagai petani dan Eka Agustina (25) yang merupakan seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Asbih dan bantuan awal telah disampaikan untuk membayar cicilan pertama tagihan biaya di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru pada tanggal 21 April 2017. Namun ternyata takdir Allah berkata lain, pada tanggal 23 April 2017 Asbih berpulang ke Rahmatullah saat masih dirawat di RSUD. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini. Aamiin. Hingga kini, Sedekah Rombongan masih membantu pembayaran cicilan biaya perawatan almarhum Asbih di RSUD AA hingga lunas nanti. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1082.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 20 Desember 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti Lita

Asbih mengidap penyakit gagal hati


JATIMA BINTI DAHLAN (33, Ca Mamae). Alamat : Dusun Jagul, Desa Togubang, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Bermula ketika bulan Februari 017, Ibu Jatima merasakan adanya benjolan di payudara kanannya, akan tetapi pada saat itu ibu Jatima tidak mau memeriksakan benjolannya dikarenakan benjolannya tersebut masih kecil dan tidak terasa sakit. Setelah dibiarkan beberapa bulan, benjolan di payudara kanannya semakin membesar dan terasa sakit, pada akhirnya Ibu Jatima mau memeriksakan benjolan tersebut dengan melakukan biopsi dan hasilnya Ibu Jatima divonis kanker payudara kanan dan kankernya sudah menjalar ke ketiak, Ibu Jatima memiliki KIS PBI, Ibu Jatima melakukan pemeriksaan bertahap dan Operasi di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan Rabu 23 Agustus 2017, Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan tumor sudah terangkat. Keseharian Ibu Jatima yaitu Ibu Rumah Tangga yang mempunyai 1 anak kelas 4 SD, sementara itu suami beliau bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilannya tidak menentu terkadang menganggur jika tidak ada pekerjaan pembangunan. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, dan bantuan awal pun disalurkan langsung kepada Ibu Jatima dan keluarganya. Setelah melakukan operasi pengangkatan kanker payudara kirinya di RS Bangkalan. Saat ini bu Jatima telah melakukan kemoterapi yang ke 6 dan konfisi saat ini Alhamdulillah tampak sehat, akan tetapi setelah melakukan kemoterapi beliau pasti merasakan lemas dan harus opname untuk pemulihan. Santunan sebelumnya pernah diberikan dan masuk dalam rombongan 1089 untuk biaya transportasi dan biaya keperluan selama kemoterapi. Semoga Ibu Jatima diberikan kesembuhan oleh Allah SWT dengan diangkat penyakitnya dan segera kembali beraktivitas. Aamiinn

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000
Tanggal : 29 Januari 2018
Kurir : @vanmadura Ainul Firly Jheje Wulan

Ibu Jatima divonis kanker payudara kanan dan kankernya sudah menjalar ke ketiak


JUSAIRIYAH BINTI BASRUN. (32, Osteosarkoma). Alamat : Desa Pejagan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi JawaTimur. Bu Jusairiyah sejak SD sering mengalami nyilu pada daerah pinggul. Tahun 2012 nyilu tersebut beralih ke daerah paha dan kemudian bengkak. Kurangnya pengetahuan tentang sakitnya ini, akhirnya Bu Jusairiyah mencari pengobatan alternatif, namun bengkak justru semakin besar hingga tahun 2017. Bu Jusairiyah pernah dibawa keluarganya untuk melakukan pemeriksaan sekitar 2 tahun yang lalu ke Puskesmas kemudian di rujuk oleh dr.ainul, S.pOT ke RSUD Bangkalan poli bedah. Bu Jusairiyah terdiagnosis Osteosarkoma (kanker tulang). Keseharian bu Jusairiyah hanya bisa berbaring di kamar karena keterbatasan bergerak akibat benjolan besar yang berada di paha kanannya. Beliau memiliki 2 orang anak sementara suaminya pergi merantau ke Malaysia dan sudah putus kontak. Jadi beliau hidup bergantung dengan orang tuanya dengan penghasilan bapak Basrun yaitu bapak kandung ibu Jusairiyah sebagai sopir material sebesar 45.000/hari. Kurir Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan dengan memberi santunan awal seperti pengurusan administrasi pembuatan kartu BPJS. Perkembangan bu Jusairiyah saat ini menjalani rawat inap di RSUD dr.Soetomo Surabaya tanggal 22 januari 2018 untuk dilakukan biopsi ke 2 pengambilan sampel penyakit dan harus ditranfusi darah karena HB nya 7. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 1089 untuk keperluan transportasi dan biaya pengobatan. Semoga ibu Jusairiyah di berikan kemudahan dan kelancaran untuk kesembuhan oleh Allah SWT . Aamiin

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Tanggal: 25 Januari 2018
Kurir : @vanmadura Rizka Ainul Pradana Zamroni Nuris Wulan

Bu Jusairiyah terdiagnosis Osteosarkoma (kanker tulang)


JALALUDDIN BIN MOHAMMAD SAID (53, luka ganggren Diabetes mellitus). Alamat : Jl. RE Martadinata, Kelurahan Mlajah, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Pak Jalaluddin merupakan tulang punggung bagi keluarganya bersama sang istri Nurhayati (47) beliau dikaruniai dua orang anak yakni 2 anak laki-laki (21) dan (25) dua anak perempuan (7) dan (18). Beliau bekerja sebagai tukang sapu di salah satu kantor pemerintahan di Bangkalan, beliau lakoni untuk menghidupi istri dan anak-anaknya, namun sekarang beliau harus berhenti bekerja semenjak mendapatkan musibah kecelakaan yang menimpa beliau. Isterinya sehari hari berjualan gorengan di kantor DPRD Bangkalan, Beruntung Pak Jalaluddin pernah terdaftar dalam keanggotaan jaminan kesehatan Sehati (Sehat Sejahtera Bersama Bupati) Bangakalan sehingga untuk biaya pengobatan dan operasi bisa ditanggung oleh pemerintah daerah, namun kendala lain muncul ketika mereka dihadapkan kepada biaya perawatan luka, karena luka yang semakin meluas biaya pun membengkak. Sekali pengobatan keluarga mengeluarkan biaya sebesar 700 ribu sedangkan pak Jalaluddin harus mendapatkan 2x pengobatan, biaya yang harus dikeluarkan keluarga 1,3 juta selama seminggu, belom lagi biaya hidup sehari hari pak Jalaluddin dan keluarga. Tim Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, dan bantuan awal pun disalurkan langsung kepada Pak Jalaluddin dan keluarganya. Alhamdulillah setalah 1 bulan perawatan luka, kondisi luka pak Jalaluddin mulai membaik, luka yang tadinya hitam dan menguning sekarang berubah menjadi merah muda, yang artinya kondisi luka sudah mengalami perbaikan. Sekarang pak Jalaluddin dirawat oleh anaknya sendiri dan sedikit mengurangi beban biaya yang harus dikeluarkan keluarga untuk biaya perawatan lukanya. Perawat yang merawat Pak Jalaluddin mengatakan bahwa perawatan lukanya membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar 6 bulan. Alhamdulillah setelah 1 tahun pengobatan, luka gangren (diabetes) semakin baik progresnya, meskipun kondisi luka tidak kering, namun ada perkembangan yang signifikan, luas luka yang semakin mengecil, adanya perkembangan luka lama, seperti tanda-tanda penyembuhan luka, terbentuknya jaringan granulasi, jaringannya mulai berwarna merah dan merah muda. Berat badan cenderung masih belum ada perkembangan, masih terlihat lemah, serta belom bisa berdiri, pak Jalaluddin hanya bisa duduk, karena luka di kaki yang menyebabkannya harus bedrest. Alhamdulillah dengan bantuan dana dari Sedekah Rombongan sedikit membantu mengurangi beban biaya yang dikeluarkan tiap bulannya. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 1089 untuk biaya rawat luka. Semoga Pak Jalaluddin diberikan kesembuhan oleh Allah SWT dengan diangkat penyakitnya segera, sehingga bisa kembali beraktivitas kembali seperti sediakala untuk menghidupi anak dan istrinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 3 Januari 2017
Kurir :@vanmadura Nuris Ainul Firly Wulan

Pak Jalal menderita luka ganggren diabetes mellitus


A. GUSNI BINTI BASNUDDIN (59, Kanker Serviks). Alamat : Datuk Nopi RT 7/3, Desa Ukui, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pada akhir Agustus 2017 Bu Gusni mengalami pendarahan hebat sehingga beliau segera dibawa ke klinik terdekat dan dirawat selama 2 hari. Setelah kondisinya mulai membaik, alhamdulillah Bu Gusni bisa pulang ke rumah dan bisa beraktivitas seperti semula. Namun satu minggu kemudian kondisinya tiba-tiba menurun, dan beliau dibawa kembali ke puskesmas. Namun karena kondisinya memburuk, dokter merujuknya ke RSUD Selasih dan dirawat selama 4 hari. Tetapi kondisinya tetap tidak kunjung membaik sehingga dokter merujuknya ke RSUD Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Bu Gusni dirawat inap selama seminggu sampai kondisinya membaik dan diperbolehkan pulang. Satu bulan kemudian, pada bulan September kondisi beliau kembali menurun lalu keluarga membawanya ke RSUD Selasih. Selama seminggu beliau dirawat dan menjalani tranfusi darah sebanyak 4 kantong. Namun kondisinya terus memburuk sehingga dokter kembali merujuk beliau ke RSUD Pekanbaru dan juga menjalani transfusi darah. Alhamdulillah setelah membaik, beliau diperbolehkan pulang dan diwajibkan untuk menjalani kontrol 1 minggu kemudian. Sayangnya Bu Gusni terkendala biaya transportasi untuk menjalani kontrol di RSUD Pekanbaru karena ketiadaan dana untuk berobat. Beliau hanya bisa bisa berbaring di tempat tidur, tidak lagi mengosumsi obat karena tidak ada biaya untuk membeli obat dan setiap makan selalu muntah. Suami Bu Gusni, Pak Basri (63), bekerja sebagai penjual sate minang keliling. Selama pengobatannya, beliau ditanggung oleh JKN-KIS PBI namun masih membutuhkan bantuan dalam biaya transportasi dan akomodasi selama di rumah sakit. Alhamdulillah Bu Gusni dipertemukan dengan Sedekah Rombongan sehingga bantuan dapat disampaikan untuk membantu Bu Gusni dalam ikhtiar pengobatannya. Semoga kesehatan Bu Gusni semakin membaik dan sembuh dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Desember 2017
Kurir : @nhpita Dwi Kristianto @ranitw1

Bu Gusni menderita kanker serviks


NUR AISYAH (7, Epilepsi). Alamat : Dusun Karang Sari, Desa Sari Makmur, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Tepat pada bulan Februari 2016, Aisyah mendadak mengalami kejang – kejang dan ia langsung dibawa ke RS Efarina Etaham Pangkalan Kerinci. Di sana ia dirawat selama 5 hari hingga kondisinya membaik dan akhirnya diperbolehkan untuk pulang. Namun setelah beberapa bulan kemudian, pada bulan November 2016 Aisyah kembali mengalami kejang – kejang yang lebih parah. Keluarga membawa Aisyah ke RSUD Selasih Pangkalan Kerinci, dan dari hasil pemeriksaan dokter ia didiagnosa mengidap penyakit epilepsi. Aisyah harus menjalani kontrol rutin dan mengonsumsi obat selama 2 tahun tanpa terputus. Jika pengobatan terhenti sekali, maka ia harus mengulang pengobatan dari awal. Aisyah tinggal bersama kedua orang tuanya yaitu Pak Syafrizal (30) yang berkerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Bita Marlia (31) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Selama pengobatannya, Aisyah ditanggung oleh JKN-KIS PBI namun keluarga tetap masih terkendala dengan dana untuk biaya akomodasi dan transportasi selama kontrol berobat. Bulan Oktober 2017 Aisyah tepat satu tahun mendapatkan pengobatan epilepsinya secara rutin. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Aisyah dan bantuan biaya akomodasi dan transportasi disampaikan kepada keluarga. Peluang kesembuhan Aisyah sangat besar jika pengobatan dilakukan secara rutin, semoga dengan bantuan ini ia bisa segera sembuh total dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 10 Desember 2017
Kurir : @nhpita Siswanto Septi Tati Putri

Aisyah mengidap penyakit epilepsi


SRI LESTARI (27, Gangguan Imunitas Tubuh). Alamat : Jalan Palembang, Perumahan Pemko Blok K 20, RT 1/9, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Awalnya saat dua bulan yang lalu Ibu Sri mengalami kurang enak badan, seluruh badan terasa panas dingin dan tidak nyaman. Selain itu ia sering batuk-batuk dan selalu merasa kelelahan. Kulitnya terasa kasar dan muncul titik titik hitam di seluruh kulit. Akhirnya ia memeriksakan kondisinya ke RS Santa Maria Pekanbaru. Hasilnya adalah Ibu Sri positif mengidap gangguan imunitas tubuh. Ia memiliki kendala dalam pengobatannya karena tidak memiliki biaya untuk membayar tagihan perawatan rumah sakit. Hal ini dikarenakan ia belum memiliki jaminan kesehatan sehingga tidak bisa rutin menjalani ikhtiar pengobatannya. Hingga kini Ibu Sri harus minum obat rutin setiap hari dan tinggal menumpang di rumah seorang dermawan yang bersedia meminjamkan rumahnya untuk ditempati bersama ayahnya, Pak Rusdi (74), yang bekerja sebagai buruh serabutan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sri dan santunan disampaikan untuk bantuan biaya akomodasi dan pengurusan BPJS. Semoga Ibu Sri tetap semangat dalam menjalankan pengobatannya dan segera sembuh dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 13 Desember 2017
Kurir : @nhpita Rillo @ranitw1

Ibu Sri positif mengidap gangguan imunitas tubuh

—-
FIRDAUS BIN ROSLAN (15, Kecelakan Lalu Lintas). Alamat : Jendral Sudirman, RT 2/1, Desa Teluk Lecah, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Pada hari Rabu sore tanggal 29 November 2017, Firdaus bermain sepeda sepulang sekolah di jalan seperti hari-hari biasanya. Namun saat asyik bersepeda, tiba-tiba ia terjatuh dari sepeda dan tidak sadarkan diri. Tetangga yang melihat kondisi Firdaus segera membawanya ke puskesmas desa. Setelah dilakukan pemeriksaan, ia lalu dirujuk ke RSUD Dumai untuk pemeriksaan yang lebih intensif. Dokter di RSUD mendiagnosa Firdaus mengalami gangguan pada syarafnya. Namun karena tidak ada dokter syaraf di sana, dokter kembali merujunya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Di Pekanbaru ia langsung masuk ruang rawat PICU dan pada kamis malamnya langsung dilakukan operasi pengangkatan tempurung kepala yang pecah. Paska operasi dan setelah kondisinya membaik, Firdaus dipindahkan ke ruang rawat inap. Ia dirawat inap selama 10 hari dan kondisinya saat ini masih belum bisa merespon dengan baik, makan menggunakan selang dan bagian kanan tubuhnya masih belum bergerak dengan sempurna. Firdaus adalah anak dari Pak Roslan (52) yang bekerja sebagai petani karet dan Bu Ida (54) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Firdaus telah memiliki JKN-KIS PBI yang dapat membantu biaya pengobatannya. Namun keluarga tetap terkendala dengan biaya akomodasi selama Firdaus menjalani kontrol pengobatannya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Firdaus, dan bantuan pun disampaikan untuk membantu keluarga. Semoga Firdaus segera sembuh dan pulih dari kondisinya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Desember 2017
Kurir : @nhpita Lalita @rizkyqurniazary

Firdaus mengalami gangguan pada syarafnya akibat kecelakaan


RAMLAH BINTI AHMAD (83, Pengapuran Tulang). Alamat : Jalan Datuk Laksamana, RT 2/2, Desa Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Sekitar bulan Februari yang lalu, Nenek Ramlah terpeleset yang menyebabkan kakinya terkilir. Lalu Nenek diurut oleh bidan desa namun tidak ada kemajuan, sehingga saat ini kaki beliau tidak bisa digerakkan sama sekali. Karena terkendala biaya, keluarga tidak mampu membawa Nenek berobat medis. Saat ini Nenek tinggal dengan anaknya yang berstatus duda. Kondisinya juga membuat sedih, ternyata anak beliau memiliki cacat fisik, mata sebelah kanan tidak bisa melihat. Hingga kini, kondisi Nenek hanya bisa berbaring di atas alas tidur saja, dan untuk beraktivitas beliau harus digendong. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nenek Ramlah, dan bantuan disampaikan untuk pembelian susu kalsium bagi beliau. Mudah-mudahan kondisi Nenek Ramlah segera membaik. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Desember 2017
Kurir : @nhpita Lita @rini_syafrin

Bu Ramlah menderita pengapuran tulang


ZAINAH BINTI SINUR (63, Suspek Pembengkakan Hati dan Gangguan Pencernaan). Alamat : Datuk Sila Pahlawan RT 3/2, Desa Sungai Rawa, Kecamatan Apit, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Pada awal bulan April 2017, Ibu Zainah mengalami mual sehingga sulit makan dan susah BAB. Kemudian beliau mengecek kondisi kesehatannya ke puskesmas. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa beliau hanya kurang makan sayur. Namun dari hari ke hari kondisi Ibu Zainah semakin memburuk sehingga beliau dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Beliau langsung dirawat inap, dan bisa pulang pada hari ke 8 setelah kondisinya membaik. Namun setelah beberapa hari di rumah kondisi beliau kembali menurun hinggi kini. Kondisi beliau badannya semakin mengurus dan sudah sulit bergerak sehingga sehari-harinya hanya berbaring di tempat tidur. Ibu Zainah tinggal bersama suaminya, Bapak Baharuddin (78), yang sudah tidak bekerja karena kondisinya yang sudah tua. Selama pengobatannya, Ibu Zainah ditanggung oleh JKN-KIS PBI, namun beliau masih membutuhkan akomodasi untuk pembelian vitamin, susu dan pampers. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Zainah, dan bantuan dapat disampaikan kepada beliau untuk kebutuhan akomodasi berobat. Semoga bantuan ini bermanfaat dan kondisi Ibu Zainah segera membaik. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Desember 2017
Kurir : @nhpita Lita Putri

Bu Zainah menderita suspek pembengkakan hati dan gangguan pencernaan


NINO BINTI KUSU (42, Diabetes). Alamat : Desa Air Kuning, RT 9/3, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sekitar 2 bulan yang lalu, Bu Nino terpeleset ke dalam saluran got di depan rumahnya. Beberapa hari setelah kejadian tersebut, ia merasakan panas, gatal-gatal hingga melepuh pada kaki sebelah kirinya. Ia tidak langsung pergi berobat, namun hanya mengobatinya dengan cara tradisional. Namun sayangnya kondisi kakinya tidak kunjung sembuh, dan malah memburuk. Melihat luka pada kakinya semakin parah, ia langsung pergi memeriksakan kondisi kakinya ke dokter desa, dan dokter memberikan obat. Namun hingga obat dokter habis, kondisi kaki Bu Nino belum membaik juga. Kini kakinya malah bertambah bengkak, dan berbintik kecil berisi air yang bila pecah akan mengeluarkan nanah dan darah. Ia pun kembali memeriksakan kondisinya ke puskesmas, dan oleh dokter ia didiagnosa menderita diabetes. Bu Nino kembali diberi obat oleh dokter puskesmas, namun kembali obat tersebut tidak membuat kondisi kakinya membaik. Akhirnya saat ini ia hanya mengobati kakinya secara tradisional, dengan kondisi kaki yang semakin membengkak, nyeri berdenyut karena mengeluarkan darah dan nanah. Ia juga sudah sulit berjalan dan aktivitas sehari-harinya hanya dilakukan di atas tempat tidur. Bu Nino adalah istri dari Pak Ansori (50) yang bekerja sebagai buruh serabutan. Walaupun, selama pengobatannya telah ditanggung JKN-KIS PBI namun keluarga tetap terkendala untuk biaya akomodasi pengobatan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Nino, dan santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi pengobatan. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga dan Bu Nino segera diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Desember 2017
Kurir : @nhpita @siswanto @rizkyqurniazary

Nino menderita diabetes


SYACHRONI NASUTION (77, Vertigo + Magh). Alamat : Jalan Kalianda Ujung, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Setahun yang lalu Bu Syachroni mengalami kecelakaan di Palangkaraya, beliau diserempet motor dan mengalami luka cukup parah sehingga harus menerima 20 jahitan di kepalanya. Paska kejadian tersebut, beliau sering mengeluhkan sakit di kepala, sulit untuk berdiri, dan mata tak bisa melihat dengan jelas. Akhirnya beliau memeriksakan keluhannya tersebut ke dokter dan beliau didiagnosa menderita vertigo. Setiap merasakan sakit, beliau selalu berobat ke RS namun obat yang diberikan dokter belum juga membuat kondisinya lebih baik. Akhirnya untuk mengurangi rasa sakit, beliau mengonsumsi obat herbal dan alhamdulillah bisa mengurangi rasa sakit yang beliau rasakan. Namun karena keterbatasan dana dan harga obat yang cukup mahal, sudah 2 bulan ini beliau berhenti mengonsumsi obat tersebut hingga kini. Saat ini beliau tinggal di sebuah rumah kontrakan di kawasan Tangkerang Timur Pekanbaru bersama anak beliau yang juga menderita kanker tulang. Kondisi Bu Syachroni saat ini sudah sulit berdiri dan tidak bisa berjalan tanpa dibantu. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Syachroni dan santunan disampaikan untuk pembelian obat. Semoga bantuan ini bermanfaat dan kondisi beliau semakin membaik sehingga dapat beraktivitas kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 825.000,-
Tanggal : 10 Desember 2017
Kurir : @nhpita @sulistyone @hermanwaesyah Roby @rini_syafrin

Bu Syahroni didiagnosa menderita vertigo


IKHSAN ALRIEFA (16, Dhuafa). Alamat : Jalan Tunas Karya, RT 4/2, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Ikhsan dan kedua orangtuanya tinggal di sebuah kontrakan sederhana di kawasan Tangkerang Tengah, Pekanbaru. Saat ini Ikhsan bersekolah di SMK Farmasi Ikasari Pekanbaru dan duduk di kelas 11. Pada tanggal 4 Desember Ikhsan akan mengikuti ujian semester, namun persyaratan sekolah mewajibkan Ikhsan harus melunasi terlebih dahulu tunggakan biaya praktikum dan uang iuran semester sebelum mengikuti ujian tersebut. Ayah Ikhsan, Pak Muchlis Nasri (48), tidak memiliki pekerjaan tetap. Penghasilan sehari-hari yang diperoleh hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga saja. Sementara Ibu Ikhsan, Ibu Afrida (48), yang sebelumnya dapat membantu perekonomian keluarga dengan berjualan di kantin sekolah saat ini belum bisa beraktivitas normal kembali. Ibu Afrida mengalami kecelakaan pada bulan Maret 2017, dan paska kecelakaan hingga saat ini masih mengenakan pen di kaki kirinya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ikhsan, dan amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu pembayaran tunggakan biaya praktikum dan uang semester sehingga alhamdulillah ia dapat mengikuti ujian akhir semester dengan lancar. Semoga Ikhsan selalu semangat dalam menggapai cita-citanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.700.000,-
Tanggal : 8 Desember 2017
Kurir : @nhpita @riridarjuno1 @hermanwaesyah @amindafebriris1

Bantuan tunai


MARYATI BINTI JAMARIN (55, Kanker Parotis). Alamat : Jl. Syarirah Padlun RT 2/2, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Pada awal tahun 2008 lalu, Ibu Maryati merasakan demam yang diikuti munculnya benjolan yang terasa nyeri dan perih di pipi sebelah kirinya. Gejala ini tidak terlalu dihiraukannya hingga akhirnya bagian yang bengkak tersebut membiru lalu pecah dan mengeluarkan darah. Keluarga langsung membawa beliau berobat ke RSUD Siak untuk mengetahui kondisi dan sakit apa yang diderita. Setelah mengikuti prosedur medis cek laboratorium, rontgen dan biopsi, beliau didiagnosa memilki gangguan pada kelenjar sekitar telinga dan dokter menyarankan beliau untuk menjalani operasi. Pada bulan Mei 2009 Ibu Maryati dioperasi dan dirawat lebih kurang selama 1 bulan di RS. Namun satu tahun paska operasi benjolan di sekitar telinganya tumbuh lagi dan semakin membesar. Karena kurang yakin dengan hasil operasi pertama, beliau mencoba berobat ke Tanjung Pinang dan pemeriksaan medis pun diulang. Hasil diagnosa dokter di Tanjung Pinang tetap sama, yaitu Ibu Maryati memiliki gangguan pada kelenjar telinganya dan atas saran dokter tersebut, beliau diminta untuk menjalani operasi. Setelah menjalani operasi untuk kedua kalinya di RSUD Kepri, beliau kembali lagi ke Siak. Namun sayangnya, selang 1 tahun berikutnya benjolan itu muncul lagi dan kian membesar. Ibu Maryati kembali melakukan pemeriksaan ke RSUD Siak dan dokter merujuk beliau ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Alhamdulillah beliau sudah memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI sehingga seluruh biaya pengobatan sudah ditanggung. Di RSUD Arifin Achmad, Ibu Maryati dirujuk untuk kontrol ke Poli Bedah Onkologi dan mengikuti beberapa pemeriksaan medis. Dari hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosa beliau kanker parotis. Untuk pengobatan penyakitnya, Ibu Maryati diharuskan menjalani kemoterapi selama 6 siklus. Paska kemoterapi, beliau disarankan dokter untuk menjalani radioterapi selama 30 kali. Selama radioterapi, beliau masih terus merasakan nyeri sehingga harus mengonsumsi obat penghilang rasa sakit MST untuk mengurangi nyeri yang dirasakannya. Pada masa menjalani radioterapi, benjolan baru muncul lagi di sekitar dagu dan beliau kembali diharuskan menjalani kemoterapi selama 6 siklus. Proses pengobatan yang lama di luar kota serta obat yang tidak ditanggung oleh jaminan kesehatan membuat keluarga harus mengeluarkan banyak biaya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau, dan santunan disampaikan untuk membantu akomodasi dan pembelian obat yang tidak ditanggung BPJS. Semoga Ibu Maryati segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Desember 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah @sulistyaone

Bu Maryati didiagnosa memilki gangguan pada kelenjar sekitar telinga


FAJAR ABDILLAH FIRDAUS (21, Dhuafa). Alamat : Jalan Manggis Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Fajar adalah anak sulung dalam keluarganya. Ia tinggal bersama ibu, adik dan 2 kakak ibunya. Ia tidak dapat melanjutkan pendidikannya karena kondisi ekonomi keluarganya. Ia hanya memiliki ijazah SMP sehingga hal itu menyulitkannya untuk mendapatkan pekerjaan. Berkali-kali Fajar berusaha mencoba melamar pekerjaan agar dapat membantu ibunya yang menjadi tulang punggung perekonomian keluarga sejak sang ayah telah lama meninggal dunia. Ibu Fajar bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan penghasilan yang tidak seberapa. Semangat Fajar tidak pernah memudar untuk bisa membantu keluarganya dan ia ingin mengikuti tes Paket C agar dapat melanjutkan pendidikannya kembali. Namun keluarga tetap terkendala dengan biaya administrasi Paket C yang sebelumnya harus dibayarkan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Fajar, dan amanah sedekaholics dapat disampaikan kepada Fajar agar ia dapat mengikuti ujian Paket C. Semoga Fajar kelak menjadi orang sukses yang mulia, yang dapat membantu keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.750.000 ,-
Tanggal : 18 Desember 2017
Kurir : @nhpita Slamet @ranitw1

Bantuan tunai


MTSR RIAU (BM 1509 SR, Biaya Operasional Desember 2017). Sejak April 2016, alhamdulillah Sedekah Rombongan Riau dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan membantu dhuafa yang sakit dan tidak mampu ke rumah sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Riau. Hingga kini, keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR Riau maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Selama bulan Desember 2017 telah dikeluarkan kebutuhan biaya operasional MTSR Riau yang digunakan untuk membeli BBM premium, membayar biaya transportasi pasien saat MTSR sedang menjemput pasien lain, menjemput pasien di luar kota Pekanbaru dan membayar biaya servis rutin MTSR. Insyaa Allah, hingga ke depannya MTSR Riau akan semakin dirasakan manfaatnya oleh pasien dhuafa khususnya di wilayah Pekanbaru serta kota lainnya di Provinsi Riau, aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1077.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.675.000,-
Tanggal : 14 Februari 2017
Kurir : @nhpita @sulistyaone dan seluruh kurir Riau

Biaya operasional Desember 2017


RSSR RIAU (Operasional RSSR Desember 2017). Alamat : Jalan Kutilang Sakti, Perum Griya Kutilang Asri, Blok A 4, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Sejak Februari 2016 lalu, Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Riau menjadi tempat bernaung pasien rujukan dari luar kota Pekanbaru yang membutuhkan tempat tinggal selama mereka berobat jalan di Pekanbaru. Mereka adalah pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan Riau yang berdomisili di berbagai kabupaten yang ada di penjuru Riau, antara lain : Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Kuansing dan Dumai. Alhamdulillah RSSR Riau dapat memudahkan pendampingan pasien dhuafa yang sedang ikhtiar berobat di rumah sakit rujukan utama di Riau yakni RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Selama bulan Desember 2017 telah dikeluarkan kebutuhan operasional RSSR yang digunakan untuk biaya operasional sehari-hari diantaranya untuk pembayaran listrik, biaya kebersihan, biaya keamanan dan biaya operasional lainnya. Semoga para pasien yang sedang berjuang untuk kesembuhan diberi kelancaran dalam pengobatannya, aamiin. Bantuan untuk operasional RSSR Riau sebelumnya masuk dalam Rombongan 1077.

Jumlah Bantuan : Rp. 7.416.000,-
Tanggal : 14 Februari 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah dan seluruh kurir Riau

Biaya operasional Desember 2017


RSSR RIAU (Operasional Pasien RSSR Desember 2017). Rumah singgah pasien Sedekah Rombongan Riau beralamat Jalan Kutilang Sakti, Perum Griya Kutilang Asri, Blok A 4, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Lokasi rumah para pasien dhuafa dampingan yang jauh dari rumah singgah dan proses pengobatan pasien yang harus rutin bolak-balik ke rumah sakit sangat terbantu dengan adanya Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Riau di Pekanbaru. Di RSSR para pasien dapat tinggal sementara selama mereka masih dalam ikhtiar pengobatannya. Alhamdulillah dengan bantuan dari sedekaholics, kebutuhan sembako dan makan pasien selama tinggal di RSSR dapat terpenuhi dengan baik. Semoga titipan amanah para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan berkah berlimpah tercurah selalu kepada seluruh sedekaholics. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1077.

Jumlah Santunan : Rp. 2.211.100,-
Tanggal : 14 Februari 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah dan seluruh kurir SR Riau

Biaya operasional Desember 2017


JIHAN FATIN (3, Atresia Bilier + Sirosis). Alamat : Dusun Wiyono, RT 4/2, Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Jihan adalah salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan dari Kabupaten Magelang. Jihan dilahirkan dalam keadaan seluruh tubuh berwarna kuning. Saat usia dua bulan, ia mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun. Orang tuanya kemudian membawanya ke bidan, lalu dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut ke RSU Tidar, Kota Magelang, Jawa Tengah. Dokter mendiagnosa balita ini menderita atresia bilier atau tidak adanya saluran empedu dari hati. Jihan kemudian dirujuk untuk melakukan pengobatan rutin ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Jihan pernah mengalami koma selama dua bulan yang disertai demam tinggi dan kejang hingga memengaruhi fungsi syaraf mata. Kesulitan ekonomi juga dirasakan kedua orang tuanya terutama biaya transportasi dan akomodasi dari Magelang ke Yogyakarta. Setiap berobat mereka menyewa mobil yang harga sewanya mahal. Selain itu mereka juga kesulitan untuk pembelian obat dan susu peptamen. Ayah Jihan, A. Mujib (37) bekerja sebagai karyawan swasta sementara ibunya, Etik (30) seorang ibu rumah tangga. Selama pengobatan Jihan menggunakan fasilitas kesehatan dari pemerintah, BPJS. Jihan sudah menjalani perawatan rutin di RSUP Dr. Sardjito selama dua tahun lebih. Saat ini Jihan kontrol rutin sebulan sekali di RSUP Dr. Sardjito. Bantuan ini dipergunakan untuk pembelian 6 kaleng susu peptamen junior dan pembelian obat yang tidak tercover BPJS. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga Jihan dan menjadi jalan kesembuhannya, Aamiin. Pelaporan bantuan sebelumnya terdapat dalam rombongan 1087.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.920.064,-
Tanggal : 18 Januari 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Jihan menderita atresia bilier


LUTIYATMI TUGINEM (55, Sarcoma). Alamat : Dusun Pacungan, RT 5/18, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Yogyakarta. Sejak tahun 2006 terdapat benjolan sebesar ibu jari orang dewasa yang tumbuh di dekat telinga kanan Ibu Lutiyatmi. Ia kemudian berobat ke dokter dan didiagnosa menderita tumor. Tahun 2014, benjolan itu mulai membesar tapi tidak terasa sakit. Tahun 2016, Bu Lutiyatmi mulai merasakan sakit pada benjolannya dan pernah mengalami pendarahan. Ia pun berobat ke dokter dan didignosa menderita tumor ganas. Selama berobat ia hanya diberi obat penurun tekanan darah, sementara tindakan pengobatan yang berhubungan dengan tumor tersebut belum ada karena terhalang oleh tekanan darah tinggi yang diderita oleh Bu Lutiyatmi. Sebelumnya Bu Lutiyatmi tinggal dan bekerja di Bogor, sejak sakit ia dan suami memutuskan pulang ke Gunungkidul untuk berobat. Ia berobat di RSPAU dr. S. Hardjolukito Yogyakarta dan menjalani biopsi untuk memperjelas diagnosa dokter sebelumnya. Hasil biopsi menunjukkan Bu Lutiyatmi mengidap sarcoma, yaitu kanker yang relatif langka mencakup 1% dari semua keganasan. Suaminya, Kholil (45), bekerja sebagai buruh tani, sementara anak semata wayangnya berusia 23 tahun dan bekerja di toko. Selama berobat, ia menggunakan jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS Mandiri Kelas III. Awal Oktober lalu, Bu Lutiyatmi menjalani operasi pengangkatan massa di bagian pipi kanan. Alhamdulillah operasinya berjalan lancar dan Bu Lutiyatmi tampak lebih bugar. Bu Lutiyatmi selalu bersemangat menjalani cek lab dan kontrol rutin. Hasil kontrol beberapa waktu lalu dokter menyatakan bahwa kanker yang ia derita sudah bermetatase ke tulang belakang. Bu Lutiyatmi dijadwalkan untuk kontrol rutin ke poli ortopedi dan poli onkologi. Sejak itu kondisinya menurun. Beberapa kali, Bu Lutiyatmi dibawa ke IGD RSUP Dr. Sardjito karena nyeri di bagian perut. Semakin hari, kondisi Bu Lutiyatmi semakin menurun. Dari hasil pemeriksaan rutin, juga ada titik-titik penyebab stroke. Tubuhnya makin kurus dan kesulitan bicara. Ia hanya berbaring di tempat tidur saja, sampai akhirnya ia dipanggil Sang Maha Kuasa. Santunan duka dari sedekaholics Sedekah Rombongan disampaikan kepada keluarga Bu Lutiyatmi. Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT, Aamiin. Santunan sebelumnya telah dilaporkan pada Rombongan 1038.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 17 Januari 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas @aji_kristanto @Sunnahku

Bu Lutiyatmi menderita tumor ganas


MARUF DESMIKO PUTRA (12, Anemia Aplastik). Alamat : Sokaraja Kulon, RT 6/8, Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah. Awal Agustus lalu di bagian paha Dik Ma’ruf memar. Ia juga sering mengeluh pusing dan gusinya berdarah. Tanggal 10 Agustus 2017 seusai imunisasi campak dan rubella MR kondisinya menurun. Oleh orangtuanya, ia segera diperiksakan ke RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto. Dari pemeriksaan dokter diketahui Dik Ma’ruf menderita anemia aplastic. Lalu Dik Ma’ruf dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Ayahnya, Setiyo Purwoko (43) bekerja sebagai buruh harian lepas, dan ibunya, Suratmi (37) ialah ibu rumah tangga. Keluarga ini sangat bersemangat dan saling kerja sama untuk kesembuhan putra semata wayangnya. Selama pengobatan ini, Dik Ma’ruf menggunakan fasilitas jaminan kesehatan JKN-KIS Mandiri Kelas II. Tetapi Bapak Setiyo merasa kesulitan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama di rumah sakit di Yogyakarta. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga ini. Dik Ma’ruf menjalani kontrol dan transfusi rutin di RSUP Dr. Sardjito. Dik Ma’ruf dan keluarga sangat bersemangat untuk sembuh. Tetapi beberapa waktu lalu, kondisi Dik Ma’ruf menurun. Hampir satu bulan ia menjalani rawat inap dengan 18x transfusi darah. Orangtuanya mengabarkan wajah Dik Ma’ruf semakin pucat dan lemas. Tak berselang lama, Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan kabar duka. Selain mengantarkan jenazah Dik Ma’ruf ke Banyumas, santunan duka dari sedekaholics pun disampaikan kepada keluarga Dik Ma’ruf. Semoga Dik Ma’ruf mendapatkan tempat terbaik di sisiNya, Aamiin. Tak lupa, keluarga Dik Ma’ruf juga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas bantuannya selama ini. Santunan sebelumnya telah diberikan dan dilaporkan pada Rombongan 1087.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 12 Januari 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Ina @anjezmou

Dik Ma’ruf menderita anemia aplastic


DALIO BIN JOYO SENTONO (84, Prostat + Hipertensi + Katarak). Alamat : Dusun Pundungsari, Desa Pundungsari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Dalio menderita sakit prostat lebih dari sepuluh tahun lamanya. Selain itu, ia juga menderita sakit jantung bawaan. Selama sakit bertahun-tahun ini Pak Dalio sama sekali belum pernah periksa ke dokter. Istri Pak Dalio sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, sementara kedua anaknya tinggal terpisah dengan rumahnya. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Pak Dalio. Ia pun menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Wilayah Jogja. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan di RSUP Dr. Sardjito, Pak Dalio dapat menjalani operasi prostat sekitar dua tahun lalu. Alhamdulillah operasinya berjalan lancar. Saat ini kondisinya semakin bugar. Sebelum sakit, ia bekerja sebagai buruh tani untuk menyambung kehidupannya. Sementara saat ini untuk kebutuhan sehari-hari, Pak Dalio dibantu oleh tetangga-tetangganya. Pak Dalio menjalani kontrol rutin setiap bulan sekali di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Akhir Juli 2017 lalu, Pak Dalio mengeluh penglihatannya terganggu. Setelah periksa ke poli mata RSUP Dr. Sardjito, diketahui Pak Dalio menderita katarak. Awal bulan Agustus lalu Pak Dalio menjalani operasi katarak mata kanannya. Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar dan Pak Dalio bisa melihat dengan jelas kembali. Selama pengobatan Pak Dalio menggunakan fasilitas Jamkesmas. Bantuan ini digunakan untuk bantuan akomodasi selama berobat dan biaya kebutuhan sehari-hari. Laporan santunan sebelumnya terdapat dalam Rombongan 1105. Pak Dalio menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Pak Dalio, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Januari 2018
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR

Pak Dalio menderita prostat + hipertensi + katarak


RATNOREJO BIN ALM KARYO TARUNO (58, Anemia Aplastik). Alamat : Dusun Ponjong, RT 4/5, Desa Ponjong, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekitar setahun yang lalu Bapak Ratnorejo didiagnosa menderita hemoroid atau wasir, yaitu pembengkakan yang berisi pembuluh darah yang membesar. Dalam kurun waktu tersebut Bapak Ratnorejo juga mengeluhkan gangguan pada lambung dan kadar haemoglobinnya pun sering rendah. Selain itu ia juga sudah menjalani 4x transfusi darah di RSUD Wonosari, Gunungkidul. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya, Bapak Ratnorejo bercerita bahwa ia mendapat rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut untuk penegasan diagnose di RSPAU Hardjolukito, Yogyakarta. Kemudian Bapak Ratnorejo dirujuk kembali ke RSUP dr. Sardjito. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan kontrol rutin, diketahui Bapak Ratnorejo menderita anemia aplastik. Kondisi kelainan darah ini terjadi ketika sumsum tulang belakang berhenti memproduksi sel darah merah, sel darah putih, ataupun trombosit. Selama berobat Bapak Ratnorejo didampingi oleh sang istri, Ibu Watiyem (54). Pasangan suami istri ini sebelumnya bekerja sebagai petani, tetapi berhenti sejenak untuk berikhtiar menjemput kesembuhan. Alhamdulillah, Bapak Ratnorejo terbantu dengan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dimilikinya. Saat ini Bapak Ratnorejo menjalani kontrol rutin selama sebulan sekali di RSUP dr. Sardjito. Bantuan ini disampaikan untuk biaya cek laboratorium dan pembelian obat yang tidak tercover. Keluarga Bapak Ratnorejo sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas uluran kebaikannya. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bapak Ratnorejo, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 723.800,-
Tanggal : 24 Januari 2018
Kurir : @kisherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR

Bapak Ratnorejo menderita anemia aplastik


DEVITA CAHYANINGRUM (17, Lupus). Alamat: Dusun Menggoro, Sawah Lor RT 9/8, Desa Banyusoco, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Awalnya, Devita merasakan penglihatannya mulai kabur, disusul kakinya lemas dan sulit untuk berjalan, hingga akhirnya ia pun lumpuh total. Kini ia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Untuk menegakkan badannya, ia membutuhkan bantuan dari orang lain. Kedua orang tuanya sangat ingin mengobati putrinya itu, namun apa daya mereka menghadapi masalah ekonomi. Meski telah memiliki jaminan kesehatan BPJS dari pemerintah, namun keluarga ini masih terkendala biaya transportasi yang terbilang mahal, belum lagi biaya hidup sehari-hari. Remaja putri berusia tujuh belas tahun ini adalah putri pasangan Bapak Agung Dwi Purnama (43) dan Ibu Ester Purwanti (40). Kondisinya saat ini begitu memprihatinkan, ia mengalami gangguan autoimun yang menyebabkan tubuhnya terasa lemas. Penghasilan kedua orang tuanya hanya bisa untuk hidup pas-pasan. Sang ayah bekerja sebagai sopir, sementara ibunya bekerja sebagai ibu rumah tangga sembari merawat putrinya yang sakit. Sebelumnya, Devita sudah pernah menjalani pengobatan, puluhan juta dihabiskan untuk berobat namun belum membuahkan hasil, kondisinya pun belum ada kemajuan. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan dan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban mereka. Saat ini Devita menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Jogja. Amanah dana dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Devita. Bantuan ini digunakan untuk pembelian susu dan obat yang tidak tercover. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terlapor di Rombongan 1063. Keluarga ini menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan. Semoga ikhtiar yang selama ini dijalankan membuahkan hal yang manis, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.118.890 ,-
Tanggal: 25 Januari 2018
Kurir : @KissHerry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR

Devita menderita lupus


PUTRA PANJI PAMUNGKAS (1, Jantung Bocor). Alamat : Dusun Serut Trukan Demangan, RT 5/22, Desa Madurejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak lahir dua bulan lalu Dik Panji menunjukkan tanda-tanda kelainan jantung. Tangan dan bibirnya membiru. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya, orangtuanya bercerita bahwa cek laboratorium lanjutan sudah dilakukan di RSUP Dr. Sardjito, dan masih menunggu hasil tes tersebut. Ayahnya, Sukarjo (49) bekerja sebagai buruh pasang tenda, sementara ibunya Sri (42) ialah seorang ibu rumah tangga. Selama pengobatan Dik Panji memanfaatkan fasilitas kesehatan BPJS, tetapi untuk transportasi ke rumah sakit orangtuanya menyewa mobil dari teman kerja ayahnya. Selain itu, orang tua Dik Panji masih buta huruf sehingga perlu pendamping pasien saat periksa ke rumah sakit. Kesulitan keluarga Dik Panji dirasakan oleh Sedekah Rombongan. Santunan awal dari dana sedekaholics pun disampaikan untuk meringankan biaya transportasi pengobatan Dik Panji selanjutnya. Santunan ini telah terlapor pada Rombongan 1050. Dik Panji menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Jogja dan menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. Orangtua Dik Panji selalu bersemangat mendampingi pengobatan rutin sang putra. Hingga beberapa waktu lalu, kondisi Dik Panji menurun. Tak berselang lama, Kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar duka dari orangtua Dik Panji. Selain bertakziah, kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan santunan duka dari sedekaholics Sedekah Rombongan. Orangtua Dik Panji sangat berterimakasih atas kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan selama ini. Semoga Allah membalas kebaikan sedekaholics dengan kebaikan dunia dan akhirat dan Dik Panji mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @kissherry @rofiqsilver @atinlelyas @dwiahel

Dik Panji menderita kelainan jantung


SUKINAH BINTI ALM ATMOREJO (61, Kanker Payudara Kanan + Kiri). Alamat : Dusun Sidomulyo, RT 16/ 4, Desa Bener, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Sleman, Provinsi Yogyakarta. Sejak tahun 2010 Ibu Sukinah didiagnosa menderita kanker payudara kanan. Dokter telah menyarankan kepada Bu Sukinah untuk menjalani tindakan operasi pengangkatan, tetapi karena terkendala biaya, operasi pun diurungkan. Pihak keluarga memilih jalan pengobatan alternatif dengan mengonsumsi obat herbal. Kemudian dua tahun yang lalu, diketahui kanker payudara yang ia derita menjalar ke payudara kiri. Tindakan operasi pengangkatan pun dilakukan. Selanjutnya Ibu Sukinah melakukan serangkaian jadwal kemoterapi dan pemeriksaan kontrol rutin di RSUP dr. Sardjito, Yogyakarta. Alhamdulillah, selama pengobatan ini Bu Sukinah dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Suaminya, Bapak Muftoh, ialah seorang pensiunan kantor pos. Sebelumnya, Kurir Sedekah Rombongan pernah menjenguk Ibu Sukinah saat dirawat di rumah sakit. Saat itu amanah sedekaholics juga disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama pengobatan Ibu Sukinah. Santunan ini sudah dilaporkan pada Rombongan 1105. Alhamdulillah, saat menjenguk kembali kondisi Ibu Sukinah sudah stabil, walaupun hanya bisa berbaring saja. Pengobatan kontrol rutin di RSUP Dr. Sardjito juga terus dilakukan. Santunan berikutnya pun disampaikan untuk meringankan biaya transportasi dari rumah ke rumah sakit. Keluarga Ibu Sukinah sangat mengucapkan terima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas kebaikannya. Semoga bantuan ini dapat menjadi jalan kesembuhannya, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Januari 2018
Kurir : @kisherry @rofiqsilver @atinlelyas @panggihjuni

Ibu Sukinah didiagnosa menderita kanker payudara kanan


DZAKIYAH ZEIN SALSABILLA (18, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Bopongan Lor RT 3, Kelurahan Tamanan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dzakiyah ialah pelajar Kelas XI MA Asy-Syifa Muhammadiyah, Bantul, Yogyakarta. Ia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Sugiono (50) dan Yani (46). Ayahnya bekerja sebagai sopir dengan penghasilan tak menentu, sementara ibunya ialah ibu rumah tangga yang juga merawat anak bungsu yang masih kecil. Saat Kurir Sedekah Rombongan silaturahim, orangtua Dzakiyah bercerita tentang kesulitan keluarga ini, terutama biaya sekolah anak-anaknya. Selama lebih dari dua tahun, orangtua Dzakiyah belum mampu membayar biaya SPP sang putri. Dzakiyah yang cukup berprestasi di sekolah ini pun merelakan ijazahnya ditahan sementara. Orangtua Dzakiyah sudah berusaha untuk membayar tunggakan sekolah, tetapi apa daya, bahkan untuk membayar sewa rumah saja sudah kewalahan. Keluarga ini pun sering berpindah-pindah kontrakan. Kurir Sedekah Rombongan sangat merasakan kesulitan keluarga ini. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya sekolah Dzakiyah. Keluarga Dzakiyah sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi motivasi dan semangat belajar bagi Dzakiyah, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 15 Januari 2018
Kurir : @kissherry @rofiqsilver @atinlelyas @satyaluke

Bantuan biaya sekolah


MUHAMMAD FIRZAN (1, Ginjal Bocor). Alamat : Dusun Tegalurung, RT 3, Kelurahan Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Muhammad Firzan adalah pasien balita yang mengalami penyakit yang umumnya diderita oleh orang dewasa yaitu penyakit ginjal bocor atau SNK (Syndrom Nefrotik Kongintal). Penyakit yang diderita Dik Firzan ini termasuk penyakit bawaan sejak lahir, tetapi penyakit ini diketahui diderita Dik Firzan setelah usianya dua bulan. Organ ginjal Dik Firzan mengalami kelainan dan tidak mampu membuang racun dalam tubuhnya. Selain itu, diketahui juga Dik Firzan menderita penyakit komplikasi. Kondisi ginjalnya terus mengalami penurunan, saat ini menjadi stadium 4. Dik Firzan membutuhkan suntikan untuk meningkatkan HB sementara biaya kebutuhan ini tidak dicover oleh BPJS yang ia miliki. Dik Firzan tinggal bersama ayahnya Ook Hafila (36) dan ibunya Rahmini Indarsih (35). Ayahnya bekerja sebagai buruh di pabrik, sementara ibunya sebagai ibu rumah tangga sekaligus merawat sang putra. Penghasilan keluarga yang tidak menentu, hanya bisa mencukupi kebutuhan makan sehari-hari. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya, Ayah Dik Firzan bercerita ia tidak mampu membeli obat untuk kebutuhan anaknya. Sementara, bila Dik Firzan tidak meminum obat kondisinya akan menurun dan rawat inap di rumah sakit. Saat ini dek Firzan berusia 1,5 tahun. Orangtuanya sangat menjaga agar HB-nya tidak turun supaya ia tidak sering rawat inap di rumah sakit. Dik Firzan sempat dirujuk untuk pengobatan ke Semarang. Alhamdulillah, saat ini Dik Firzan sudah melanjutkan pengobatan di Jogja. Santunan sebelumnya untuk Dik Firzan terdapat dalam pelaporan di Rombongan 1101. Beberapa waktu lalu Kurir Sedekah Rombongan menjenguk Dik Firzan sekalgus menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan biaya pengobatan serta transportasi dan akomodasi Dik Firzan selama berobat. Semoga bantuan sedekaholics Sedekah Rombongan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Dik Firzan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 13 Januari 2018
Kurir : @kissherry @rofiqsilver @atinlelyas @satyaluke

Firzan menderita penyakit ginjal bocor


WASILAN BIN MANGUN SEMITO (48, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Dusun Jetis, RT 4/13, Desa Karangmojo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak empat tahun yang lalu Bapak Wasilan mulai menderita sakit kanker kelenjar getah bening. Awalnya muncul benjolan di bawah telinga, baik di bawah telinga kanan dan di bawah telinga kiri. Oleh keluarga Bapak Wasilan langsung diperiksakan ke puskemas. Kemudian Bapak Wasilan dirujuk ke rumah sakit daerah untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari pemeriksaan dokter itulah diketahui bahwa Bapak Wasilan menderita kanker kelenjar getah bening. Benjolan di bawah telinganya semakin hari semakin membesar dan terasa sakit. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk, Bapak Wasilan terlihat kesulitan menengok. Istrinya, Sri Jainatun (41), bekerja sebagai petani sekaligus ibu rumah tangga yang juga merawat sang suami. Ia mengaku ingin sekali melanjutkan pengobatan Bapak Wasilan, terlebih sudah terbantu dengan fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dimiliki. Tetapi untuk biaya transportasi dan akomodasi, juga biaya hidup sehari-hari, keluarga ini masih sangat membutuhkan uluran. Bahkan, tanggungan hutang untuk pengobatan selama ini belum bisa terbayar. Kurir Sedekah Rombongan sangat merasakan kesulitan keluarga ini. Amanah dari sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk membantu Bapak Wasilan melanjutkan pengobatan. Keluarga Bapak Wasilan sangat berterima kasih atas bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga Bapak Wasilan segera mendapatkan kesembuhan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Januari 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas @Sunnahku Puji

Bapak Wasilan menderita kanker kelenjar getah bening


TUGIYONO BIN ALM TOMOSEMITO (53, Spastic tetraplegia). Alamat : Dusun Pucung, RT 6/1, Desa Planjan, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada awal tahun 2015 Bapk Tugiyono merasakan sendi-sendinya terasa kaku. Bapak Tugiyono pun segera periksa ke puskesmas terdekat. Kemudian Bapk Tugiyono mendapat rujukan untuk pemeriksaan ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dokter yang menangani merujuk untuk pengobatan ke Yogyakarta, yaitu RSUP Dr. Sardjito. Bapak Tugiyono pun menjalani serangkaian pemeriksaan dokter dan laboratorium untuk penegasan diagnosa. Dari serangkaian pemeriksaan ini Bapak Tugiyono didiagnosa menderita spastic tetraplegia, yaitu subset dari cerebal palsy spastik yang memengaruhi keempat tungkai (kedua lengan dan kaki). Hal ini mengakibatkan persendian kaku dan Bapak Tugiyono kesulitan bergerak. Hingga Maret 2017, Bapak Tugiyono masih merasakan kaku di bagian alat gerak, bahkan menjalar ke sekitar muka. Istrinya, Ngadiyah (39), hanya pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa. Penghasilannya sebagai buruh tani tak seberapa, untuk hidup sehari-hari saja sudah pas-pasan. Meskipun begitu, ia ingin sekali mengusahakan kesembuhan untuk sang suami. Dengan berbekal fasilitas Jamkesmas, ia pun berikhtiar bersama sang suami. Lama-kelamaan, keluarga ini kehabisan daya dan dana, alhasil pengobatan pun dihentikan. Beberapa waktu lalu, Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan kabar duka dari keluarga Bapak Tugiyono. Kurir Sedekah Rombongan pun bertakziah sekaligus menyampaikan amanah santunan duka dari sedekaholics. Keluarga Bapak Tugiyono sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 21 Januari 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas Tubiyanto

Bapak Tugiyono didiagnosa menderita spastic tetraplegia


WIJI RAHAYU (41, Stroke). Alamat : Dusun Selorejo, RT 5/1, Desa Sodo, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sehari-hari Ibu Wiji Rahayu selalu ceria dan ramah. Ia pun tidak pernah mengeluhkan rasa sakit apapun, semisal terlalu lelah, ia hanya merasa sedikit pusing. Biasanya ia beristirahat sebentar dan minum obat warung sudah sembuh. Ibu Wiji adalah ibu dari Adinda (9, Epilepsi Otak), pasien dampingan Sedekah Rombongan Wilayah Yogyakarta. Setiap sebulan sekali Ibu Wiji mendampingi sang putri kontrol rutin ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Ketika transit di Rumah Singgah Sedekah Rombongan pun, Ibu Wiji tidak pernah mengeluh rasa sakit sama sekali. Orangnya ramah, mudah bergaul, dan ceria, tidak pernah terbersit sedikit pun Ibu Wiji mengidap sakit. Hari Rabu pagi, 24 Januari 2018, Ibu Wiji melakukan aktivitas ibu rumah tangga seperti biasa. Pagi ke pasar, memasak, lalu mengantar bekal makan siang ke tempat kerja suami. Sepulangnya, ia beristirahat di ruang tengah bersama Adinda, sang putri. Sekitar pukul setengah dua siang, Adinda mendapati ibunya berkeringat dingin. Lama-kelamaan hamper sekujur tubuh basah. Adinda segera memanggil saudaranya, yang juga tetangga di samping rumah. Ibu Wiji pun segera dibawa ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Saat itu, Ibu Wiji sudah kesulitan bicara. Setelah mendapat pertolongan pertama dan pemeriksaan di rumah sakit, dokter memutuskan untuk merujuk pasien ke RS Bethesda, Yogyakarta. Lama-kelamaan, kondisi Ibu Wiji menurun. Ia sempat dirawat di Ruang ICU. Sekitar satu malam menjalani rawat inap di rumah sakit, Ibu Wiji berpulang. Kurir Sedekah Rombongan pun mengantar jenazah ke rumah duka, sekaligus menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan beban keluarga. Keluarga almarhumah sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga Ibu Wiji mendapat tempat terbaik di sisiNya, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 26 Januari 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @Sunnahku @atinlelyas

Bu Wiji menderita stroke


REKAPITULASI BANTUAN

 

No Nama Jumlah Bantuan
1 SRI HARTATI 1,000,000
2 ARFA YOLANAEDA 500,000
3 SABRYANI BINTI KASAM 500,000
4 KHAMDANI BIN MUKMIN 500,000
5 EMI ROHYANI 500,000
6 ALIFA NASIHA 3,000,000
7 IMAM KAYADI 1,000,000
8 MTSR PURWOKERTO 5,897,678
9 ARIFIN AHMAD 1,000,000
10 KHAIRUL ASBIH 1,000,000
11 JATIMA BINTI DAHLAN 700,000
12 JUSAIRIYAH BINTI BASRUN 500,000
13 JALALUDDIN BIN MOHAMMAD SAID 1,000,000
14 A. GUSNI BINTI BASNUDDIN 1,000,000
15 NUR AISYAH 500,000
16 SRI LESTARI 750,000
17 FIRDAUS BIN ROSLAN 500,000
18 RAMLAH BINTI AHMAD 500,000
19 ZAINAH BINTI SINUR 500,000
20 NINO BINTI KUSU 500,000
21 SYACHRONI NASUTION 825,000
22 IKHSAN ALRIEFA 1,700,000
23 MARYATI BINTI JAMARIN 500,000
24 FAJAR ABDILLAH FIRDAUS 1,750,000
25 MTSR RIAU 1,675,000
26 RSSR RIAU 7,416,000
27 RSSR RIAU 2,211,100
28 JIHAN FATIN 1,920,064
29 LUTIYATMI TUGINEM 1,500,000
30 MARUF DESMIKO PUTRA 1,500,000
31 DALIO BIN JOYO SENTONO 500,000
32 RATNOREJO BIN ALM KARYO TARUNO 723,800
33 DEVITA CAHYANINGRUM 2,118,890
34 PUTRA PANJI PAMUNGKAS 1,000,000
35 SUKINAH BINTI ALM ATMOREJO 500,000
36 DZAKIYAH ZEIN SALSABILLA 3,000,000
37 MUHAMMAD FIRZAN 2,000,000
38 WASILAN BIN MANGUN SEMITO 1,000,000
39 TUGIYONO BIN ALM TOMOSEMITO 1,500,000
40 WIJI RAHAYU 1,500,000
Total 56,187,532

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 56,187,532,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1110 ROMBONGAN

Rp. 59,605,394,007,-