PADI BIN SAKIP (33, Tumor Mata). Alamat: Dusun Kururan, RT 28/6, Desa Mbelulu, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Saat usia 19 tahun, pak Padi mengalami kecelakaan dan benturan pada mata sehingga menyebabkan mata bagian kanan menonjol keluar. Pak Padi langsung dilarikan ke rumah sakit untuk pertolongan pertama. Kondisi pak Padi lambat laun semakin membaik pasca kecelakaan, namun pada usia 32 tahun kondisi mata padi selalu memerah dan terdapat daging tumbuh di dalam mata. Pak Padi memeriksakan diri ke RSUD Soedono Bojonegoro. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Padi di diagnosa menderita tumor mata. Pak Padi kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Setelah beberapa kali kontrol serta pemeriksaan di RSUD Dr. Soetomo, dokter menyarankan operasi pengangkatan tumor. Pak Padi tidak memiliki jaminan kesehatan serta terkendala dana untuk operasi. Pak Padi tinggal bersama istrinya. Pak Padi bekerja sebagai buruh tani, sedangkan istrinya sebagai ibu rumah tangga. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan pak Padi. Mulai september 2016 pak Padi menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Saat ini pak Padi masih menjalani kontrol dan persiapan untuk melakukan operasi pengangkatan tumor. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1042. Sedekah Rombongan juga membantu pak Padi untuk pembuatan serta pembayaran iuran BPJS. Saat ini kondisi pak Padi sudah mulai membaik. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini pak Padi masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MiftakhulAbuSasi BambangBKY

Padi di diagnosa menderita tumor mata


TIODOR NAINGGOLAN HUTA BALIAN (52, Kanker Payudara). Alamat: Jalan Karang Rejo V / 41, Kelurahan Wonokromo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Bu Tiodor sudah sakit sejak tahun 2015. Awal mulanya beliau sering mengeluh nyeri pada bagian payudara. Karena dianggap hanya nyeri biasa dan akan sembuh dengan sendirinya, beliau pun mengurungkan niat untuk memeriksakan diri. Semakin lama, nyeri pada payudara beliau semakin sakit. Terdapat benjolan di sekitar payudara. Akhirnya baru pada April 2017 Bu Tiodor melakukan pengobatan ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, beliau langsung dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Tiodor didiagnosa menderita kanker payudara. Karena sudah terlalu lama menunda pengobatannya, kondisi Bu Tiodor semakin menurun. Beliau sudah tidak dapat berjalan dan kemana-mana ditemani oleh putri bungsunya. Bu Tiodor adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Loman sudah meninggal dunia. Beliau memiliki tanggungan 3 orang anak. Untuk keperluan sehari-hari, beliau dibantu oleh anak keduanya yang sudah bekerja sedangkan anak pertama masih belum bekerja. Selama menjalani pengobatan, Bu Tiodor menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS. Walaupun demikian, beliau masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi dan pengobatan yang tidak dicover BPJS. Kesulitan demi kesulitan beliau hadapi dengan tabah. Kondisi kontrakan yang mereka tempati pun sudah jatuh tempo dan pemilik rumah masih memberikan kelonggaran karena kondisi Bu Tiodor yang sedang sakit. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Bu Tiodor. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan telah disampaikan. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya transportasi & pengobatan yang tidak dicover BPJS. Semoga Bu Tiodor dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 888.400,-
Tanggal : 25 September 2017, 28 Oktober 2017, 12 November 2017
Kurir : BambangBKY Eisty

Bu Tiodor didiagnosa menderita kanker payudara


SITI NUR MUJAWAROH (16, Tumor Tulang). Alamat: Dusun Genengan, RT 2/14, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Sekitar awal 2016, kaki Siti terbentur meja di sekolah. Akibatnya, kaki Siti membengkak. Karena mengeluh sakit, keluarga membawa Siti ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Setelah beberapa minggu berlalu, Siti masih mengeluh sakit di bagian kakinya. Akhirnya, pada April 2016 Siti dirujuk ke RSUD Mojokerto untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Di RSUD Mojokerto, Siti menjalani pemeriksaan X-ray. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Siti didiagnosa menderita tumor tulang. Mulai tanggal 27 April 2016, Siti dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani pengobatan yang lebih lengkap. Di RSUD Dr. Soetomo, dokter mendiagnosa bahwa kondisi kaki Siti sudah terlalu parah sehingga harus dilakukan amputasi. Setelah menjalani operasi amputasi, Siti juga menjalani perawatan kemoterapi dan radioterapi. Selama di RSUD Dr. Soetomo, Siti sudah melakukan kemoterapi sebanyak enam kali. Ayah Siti, Muchid (53) bekerja sebagai tukang becak motor. Sedangkan ibunya, Choiriyah (53) adalah seorang ibu rumah tangga. Selama menjalani pengobatan, Siti menggunakan jaminan kesehatan BPJS kelas 3 sehingga dapat meringankan biaya yang dikeluarkan oleh keluarga. Walaupun begitu, keluarga masih kesulitan mengenai biaya transportasi dan biaya pembuatan kaki palsu untuk Siti. Selama ini, biaya transportasi sementara dibantu oleh para tetangga. Sedekah Rombongan turut merasakan kesedihan yang ia alami. Bantuan dari para sedekaholic telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama berbat di Surabaya. Semoga Siti dapat segera sembuh dan dapat kembali bersekolah seperti sedia kala. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1053.

Jumlah Bantuan : Rp. 720.000,-
Tanggal : 13 September 2017 & O19 ktober 2017
Kurir : BambangBKY Eisty

Siti didiagnosa menderita tumor tulang


SONI ISRA ISTAIN (31, Tumor Mata). Alamat : Dusun Sumber, RT 1/12, Kel. Sugihan, Kec. Jatirogo, Kab. Tuban, Provinsi Jawa Timur. Pada awal tahun 2016, di bagian kelopak mata Pak Soni terdapat benjolan kecil seperti di gigit nyamuk. Karena dianggap benjolan biasa, ia tidak menghiraukan benjolan tersebut. Namun seiring bertambahnya usia, benjolan tersebut semakin membesar dan menutupi sebagian kelopak mata sebelah kanan dan hampir merembet ke pipi. Akhirnya Pak Sonimemeriksakan dirinya ke Puskesmas Jatirogo, Tuban. Dari hasil diagnosa sementara dokter di Puskesmas, diketahui bahwa Pak Soni menderita tumor mata. Pihak Puskesmas merujuk Pak Soni ke RSUD Tuban. Namun karena peralatan dirasa kurang memadai, pihak rumah sakit merujuk pak Soni ke Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Ramelan Surabaya. Ayah pak Soni seorang tukang kayu serabutan yang sehari-harinya belum tentu mendapat penghasilan. Pak Soni sempat menunda keberangkatannya ke Surabaya karena tidak adanya biaya transportasi dan berobat. Beliau sempat berjualan es kelapa muda di sekitaran terminal Jatirogo, Tuban. Hal tersebut dilakukan supaya dapat membantu meringankan beban ayahnya. Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Soni. Bantuan dari sedekaholics telah kami sampaikan. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya transportasi dan biaya berobat. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1050. Saat ini Pak Soni sudah dinyatakan sembuh. Beliau bisa melakukan kontrol lagi ketika dirasa ada keluhan pada sakitnya. Pak Soni dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih banyak atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 617.000,-
Tanggal : 12 September 2017
Kurir : BambangBKY @MiftakhulAbuSasi

Pak Soni menderita tumor mata


VERNANDO VARGHAS (16, Dermatitis Kontak). Alamat: Desa Karang Kedawang, RT 3/8, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Vernando merasakan nyeri di tangan kirinya sekitar awal Agustus 2017. Gejala awalnya, Vernando merasakan tangan kirinya melepuh dan panas seperti terbakar. Ia juga mendapati kulitnya memiliki ruam kemerahan yang sangat banyak pada daerah tangan. Semakin lama, tangan kanannya mulai tertular dan persendian tangan juga terasa nyeri. Karena khawatir, Vernando berobat ke Puskesmas Mentikan di daerah tempat tinggalnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata Vernando didiagnosa menderita Dermatitis Kontak atau yang biasa disebut infeksi bakteri. Baru genap berusia 16 tahun, selain menjadi pelajar di SMKN Mojokerto ia juga bekerja sebaga tukang lem sepatu. Pekerjaan tersebut ia lakukan seusai bersekolah karena semata-mata ingin membantu ayahnya yang kesehatannya juga sudah menurun. Vernando tinggal bersama ayahnya, Edi Suwarno (50) yang bekerja sebagai buruh sepatu dan kedua adiknya. Vernando dan kedua adiknya tinggal bersama ayahnya di sebuah rumah yang kurang layak huni. Awalnya mereka bertiga akan dimasukkan ke sebuah panti asuhan namun ayah Vernando menolaknya. Saat menjalani pemeriksaan di Puskesmas, Vernando menggunakan biaya umum karena belum memiliki jaminan kesehatan. Sedangkan ayah Vernando masih mengalami kesulitan dalam administrasi kepindahan domisili. Karena tidak memiliki biaya pengobatan untuk Vernando, hingga saat ini Vernando hanya bisa menunggu kesembuhan tanpa melakukan pengobatan. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dan telah diterima oleh Vernando. Bantuan tersebut dipergunakan untuk biaya pengobatan. Semoga Vernando dapat segera sembuh, sehingga dapat kembali menjalani aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Anggrit

Vernando didiagnosa menderita dermatitis kontak


ABDUL ROZAK, (7, Ginjal Bocor) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/004, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Abdul Rozak, biasa dipanggil Rozak. Adik Rozak mengalami sakit sejak umur 2 tahun yang di deritanya tidak mengalami kesakitan karena umur adik Rozak masih kecil. Dan setelah umur 4 tahun adik Rozak mengalami sesak nafas, Air Urin bebusa, dan tidak memiliki tenaga untuk beraktivitas. Karena adik Abdul Rozak memiliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS PBI, Abdul Rozak langsung dibawa ke Puskesmas terdekat oleh keluarganya untuk mengetahui sakit yang dideritanya, dan Dokter Puskesmas menyatakan bahwa Adik Rozak mengalami Ginjal Bocor dan Dokter Puskesmas menyarankan Adik Rozak dirujuk ke Poli Bedah RSUD Dr. Soebandi Jember untuk mengetahui diagnosa lebih lanjut. Setelah itu sesampai di RSUD Dr.Soebandi Jember Adik Rozak menjalanin cek Lab dan Dokter menyatakan Adik Rozak mengalami Ginjal Bocor. Adik Rozak sudah bolak balik Opname atau Rawat inap di RSUD Dr. Soebandi Jember karena kondisinya sering ngedrop. Adik Rozak adalah anak dari pasang Bapak Achmad Ariyadi (41) dan Ibu Siti Muslika (38), Bapak Achmad Ariyadi ini bekerja sebagai penarik tukang becak di Desanya yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari keluarganya. Keluarga Adik Abdul Rozak membutuhkan bantuan dan dampingan selama adik Rozak berobat karena keluarga dari kurang mampu. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan infomasi dari salah satu tetangga bahwa adik Rozak memerlukan bantuan karena selama penebusan Obat di Luar BPJS tidak mampu untuk membelinya dan Transport bolak balik ke RSUD Dr. Soebandi Jember ke rumahnya. Selang 7 bulan Adik Rozak dirujuk ke Dr. Soetomo Surabaya karena kondisi yang dialaminya cukup serius. Dan Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Rozak. Santunan yang diberikan untuk Biaya Transportasi dan Biaya pengobatan dan perawatan pasien. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Adik Rozak dan Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala, Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1093

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Januari 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil

Adik Rozak mengalami ginjal bocor


ATIK ISYAWATI, (20, Makrodaktili) Alamat Dusun Sambiringik RT/RW 003/012, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Atik Imsawati namanya, Atik mengalami kelainan Tangan Gajah sejak masih kecil yang berawal dari benjolan kecil. Tetapi tidak periksa ke dokter karena faktor ekonomi yang hanya cukup untuk kebutuhan seharinya. Setelah Atik umur yang bertambah benjolan ditangan semakin membesar. Setelah itu oleh keluarga Atik membawanya ke puskesmas terdekat untuk mengetahui penyakitnya dan sesampai di Puskesmas Atik mengalami Kelainan Tangan Gajah. setelah itu oleh pihak puskesmas harus di rujuk ke RSUD Paru Jember untuk perawatan lebih lanjut untuk penyakit yang di alami Ishak. Dan di Puskesmas Wuluhan Kurir Sedekakah Rombongan mendengar kabar bahwa Atik butuh dampingan untuk pembiayaan saat berobat di RSUD Paru karena keluarga Atik ini, keluarga yang kurang mampu. Kurir Sedekah Rombongan langsung mengevakuasi Atik ke RSUD Paru Jember untuk perawatan lebih lanjut. Atik Adalah anak dari Pasangan Bapak Masytur (58) dan Ibu Dewi Masithoh (51). Bapak Masytur Bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak memungkin kan setiap harinya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk membantu Atik. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi biaya perawatan dan pembayaran BPJS setiap bulan. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 642.000,-
Tanggal : Agustus 2017, September 2017, Oktober 2017, November 2017, Desember 2017, 10 Januari 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @Edikpurwanto

Atik mengalami kelainan tangan gajah


INDRA MALIK SEPTIANSYAH, (1, Penyakit Jantung Bawakan) Alamat Dusun Krajan Lor RT/RW 001/011, Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pada usai tiga bulan, jari tangan Adik Indra terlihat kebiru-biruan. Kondisi tersebut berlanjut hingga pada usia ke enam bulan, seorang bidan desa menyarankan keluarga untuk memeriksakan kondisi Adik Indra ke rumah sakit. Akhirnya keluarga membawa Adik Indra ke Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember. Dari hasil pemeriksaan dokter di RS Dr. Soebandi Jember, Adik Indra dinyatakan mengidap Penyakit Jantung Bawaan (PJB) dan disarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Akan tetapi, karena belum mempunyai jaminan kesehatan, dan merasa keberatan dalam akomodasi di rumah sakit dan transportasi ke Surabaya akhirnya pengobatan tidak di lanjutkan. Saat ini, kondisi jari tangan adik Indra masih tampak kebiruan dan perkembangan fisiknya mengalami melemah. Adik Indra adalah anak dari pasangan Ibu Nunik Hasanah (32) yang berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga dan Bapak Heriyanto (32) yang bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari bagi keluarga kecilnya. Saat ini orang tua adik Indra sangat membutuhkan biaya untuk pengobatan ke RS Dr. Soetomo Surabaya serta akomodasi di Rumah sakit. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Adik Indra dan keluarga. Kami pun ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Adik Indra dan keluarga. Kurir Sedekah Rombongan langsung memeriksakan lagi ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk meminta rujukan ke RS Dr. Soetomo Surabaya untuk pengobatan lebih lajut. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para Sedekaholics untuk membantu adik Indra dan Keluarga. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Biaya Akomodasi di rumah sakit, Biaya Ekpedisi Berkas ke Surabaya dan pembelian Susu untuk adek Indra. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Indra dan Keluarga. Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi bersama, Semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aamin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.494.500,-
Tanggal : 11 Desember 2017 dan 27 Januari 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Adik Indra dinyatakan mengidap penyakit jantung bawaan


SITI ALFIAH, (45, Ca Mamae) Alamat Dusun Jatilawang RT/RW 001/011, Desa Tegal Wangi, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ibu Siti adalah seorang ibu dari 2 anak yang sehari-hari sebagai Ibu Rumah tangga. Bulan Mei tahun 2017 Ibu Siti merasakan ada benjolan di payudara nya sebelah kanan tetapi tidak begitu dihiraukan. Pengobatan hanya dilakukan dengan mengkonsumsi obat alternatif karena terkendala keterbatasan biaya. Suaminya yaitu Bapak Jahenuri (44 tahun) yang bekerja sebagai Buruh tani yang penghasilannya hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari dan biaya sekolah dua orang anak nya. Tetapi setelah hampir dua tahun penyakit nya semakin parah akhirnya Ibu Siti periksa ke dokter dan diharuskan melakukan check lab. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa harus segera dilakukan operasi untuk pengangkatan payudara kanan nya. Mulai tgl 7 Mei 2017 Ibu Siti menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dengan melakukan pemeriksaan awal ke RSUD Balung Jember untuk selanjutnya di rujuk ke Rumah Sakit Swasta DKT Jember dengan menggunakan Jaminan kesehatan berupa KIS. Setelah melalui rangkaian pemeriksaan yang meliputi rotgen, Usg, rotgen punggung dan check lab akhirnya operasi dilaksanakan hari Senin, 15 Mei 2017 dan Alhamdulillah berjalan lancar. Terapi sinar telah dilakukan sebanyak 10 kali untuk punggung dan sinar 24 kali untuk ca Mamae. Saat ini Ibu Siti menjalani proses kemoterapi yang direncanakan sebanyak 6 kali. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para Sedekaholics untuk membantu ibu Siti. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi pasca Kemotrapi dan Uang saku. Santunan yang diberikan semoga bermanfaat bagi Ibu Siti. Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, Semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aamin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 November 2017 dan 25 Januari 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil

Bu Siti menderita ca mamae


MUANA BINTI MURJAI (55, Struma Multinodusa). Alamat : Gayam Dawuan, RT/RW 007/006 Desa Gayam Lor, Kec. Botolinggo, Kab. Bondowoso. Prov. Jawa Timur. Ssudah satu tahun yang lalu ibu Muana mengidap penyakit Struma Multinodusa. Kondisinya saat ini terdapat benjolan dileher mengganggu saat menelan dan berbicara, terasa sakit. Suaminya, Nahrawi (66) yang kesehariannya bekerja sebagai pedagang kesulitan membiayai pengobatan sang istri. Saat ini ibu Muana menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa KIS. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit dan obat-obatan yang tidak masuk dalam tanggungan KIS.

Jumlah Bantuan : Rp. 524.750,-
Tanggal : 26 September 2017, 24 Oktober 2017, 2 November 2017, 29 Januari 2018
Kurir : @yudhoari @awwaludinyudha @viandwiprayugo

Ibu Muana mengidap penyakit Struma Multinodusa


SUCIK AISYAH, (40, Tumor Maxila) Alamat Jl. Mangga RT/RW 004/002, Desa Sumber Wetan Kecamatan Kedupok, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Sejak satu tahun yang lalu ibu Sucik telah menderita penyakit ini. Sebenarnya beliau telah membawa penyakitnya ini untuk dilakukan pemeriksaan ke rumah sakit Dr. Moh Saleh Probolinggo pada bulan maret 2014. Namun, karena keterbatasan dana dan keadaan ekonomi yang cukup memprihatinkan, perawatan penyakitnya ini terpaksa tidak dilanjutkan. Ibu Sucik ini memang berasal dari kaluarga miskin/duafa yang sangat layak untuk mendapatkan bantuan. Akhirnya Kurir Sedekah Rombongan menemukan ibu Sucik dan mendampingi beliau untuk melanjutkan perawatan yang telah terhenti tersebut. Setelah melanjutkan pemeriksaan di RSUD Dr. Moh Saleh Probolinggo Ibu Sucik dirujuk ke Dr. Soetomo Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut, karena penyakit yang dialaminya tergolong Ganas. Kondisi Ibu Sucik saat ini susah makan karena semakin membesar hingga menutup mulut dan matanya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Sucik. Santunan senilai dibawah ini digunakan sebagai Uang saku dan Akomodasi selama di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat untuk beliau. Dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1090

Jumlah Santunan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 24 Januari 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @firmanyusnizar

Bu Sucik menderita tumor maxila


SUTIK BINTI SUBUWET, (49, Kanker Thyroid) Alamat Jl. Cangkring 21E, RT 005/RW 002, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. mulai 2012 ada benjolan di leher karena dianggap benjolan biasa sehingga oleh beliau dibiarkan. karena semakin membesar diperiksakanlah ke Puskesmas setempat dan dirujuk ke malang. bolak balik malang sampai tiga kali diantar oleh Ambulan Puskesmas tidak ada tindakan lanjutan karena kamar penuh. karena semakin membesar benjolan itu akhirnya atas inisiatif sendiri berangkat lah beliau berobat di RS WALUYO JATI Kraksaan Kabupaten Probolinggo dilakukan operasi 2013 akhir. Selang berapa bulan kemudian bulan Februari 2014 ada benjolan lain yang tumbuh di leher depan yang dinyatakan dokter kanker Thyroid. dalam rentang 2014 dilakukanlah operasi di RSU Moh shaleh kota Probolinggo sebanyak 2 kali dan yang terakhir menyebabkan benjolan semakin besar dan akhirnya dirujuk ke RSSA malang. 5 kali ke RSSA malang tidak ada tindakan sama sekali karena alasan tidak adanya kamar. Ibu Sutik memiliki Jaminan kesehatan berupan JKN-KIS PBI yang meringankan beban keluarganya dalam berobat ke rumah sakit. Tetapi Ibu Sutik kesusahan dengan transportasi bolak balik ke RS dan pembelian obat yang tak tercover oleh KIS PBI. Kurir Sedekah Rombongan merasa kesulitan ibu Sutik, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para Sedekaholics untuk memberikan Santunan. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Biaya Transportasi dan Biaya Pengobatan dan Perawatan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Sutik dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1090

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Desember 2017 dan 24 Januari 2018
Kurir : @yudhoari @firmanyusnizar @viandwiprayugo

Bu Sutik menderita kanker thyroid


RAHMATUL HIDAYAH , (1, Bibir Sumbing) Alamat Jl. Jumat Link Karang Mluwo RT/RW 002/006, Desa Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Rahmatul adalah seorang bayi yang usianya baru menginjak 6 bulan. Alhamdulillah ia lahir dengan selamat, hanya saja ia terlahir dalam keadaan kurang sehat secara fisik. Bayi mungil ini menderita bibir sumbing dan tidak memiliki rahang atas. Ia telah menjalani beberapa serangkaian pemeriksaan sekaligus perawatan di rumah sakit seperti, Rumah Sakit Provinsi di Jember yaitu Rumah Sakit Paru Jember. Bayi Rahmatul sudah beberapa kali kontrol ke RS Paru Jember, dan sudah dilakukan pemasangan alat di bibirnya agar tidak terjadi pelebaran diantara bibr dan rahang atasnya. Bayi Rahmatul harus melakukan kontrol 2 kali dalam sebulan, dan minggu ini adalah kontrol pertamanya di bulan desember. Keadaan fisiknya sehat, hanya saja alat yang dipasang di sekitar bibirnya terkadang lepas dan harus hati hati ketika memasangnya lagi. Kedua orang tua Rahmatul, Bapak Iwan Suritno (30) dan Ibu Nur Habiba Amalia (22) selalu berupaya agar putrinya lekas tumbuh normal seperti anak pada umumnya. Sehingga mereka tidak pernah lelah berusaha yang terbaik untuk putrinya. Keduanya mengandalkan jaminan kesehatan jenis JKN-KIS PBI untuk perawatan Bayi Rahmatul, hanya saja keduanya kesulitan berkenaan dengan biaya akomodasi dan juga transportasi selama Bayi Rahmatul menjalani perawatan di RS Paru Jember. Maklum saja, Bapak Rahmatul kesehariannya hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan pas-pasan, yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari. Alhamdulillah, karena kebaikan Allah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Keluarga Bayi Rahmatul dan pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para Sedekaholics untuk membantu Bayi Rahmatul. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi Pasca Operasi bayi Rahmtul. Semoga Bayi Rahmatul lekas diberi kesembuhan dan dapat tumbuh dengan normal. Aamiin.

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Agustus 2017, 27 Januari 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @imamhariyadi

Rahmatul menderita bibir sumbing dan tidak memiliki rahang atas


AHMAD HASAN ABDILLAH, (9, Atresi ani). Alamat Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Adik Hasan menderita sakit Atresi ani. Atresia ani adalah salah satu jenis cacat atau kelainan sejak lahir. Pada kondisi ini, perkembangan janin mengalami gangguan sehingga bentuk rektum (bagian akhir usus besar) sampai lubang anus umumnya tidak sempurna. Ketidak normalan Hasan tak memiliki anus Hasan segera dirujuk ke Rumah Sakit Paru- Paru Jember untuk dilakukan tindakan operasi pembuatan stoma. Hasan menderita atresia ani menjalani operasi pembuatan anus pada usia 5 bulan. Akhirnya setelah menunggu selama 8 – 9 tahun lebih Hasan bisa menjalani operasi pembuatan lubang anus di dubur. Bulan ini telah jalani serangkaian test akhirnya tim Dokter rumah sakit Paru – Paru Jember memutuskan dilakukan tindakan operasi pembuatan lubang anus di dubur. Operasi berjalan lancar dan saat ini Hasan menjalani perawatan pasca operasi. kondisi ekonomi untuk kebutuhan sehari hari yang memang benar-benar miskin membuat orang tua Hasan hanya bisa pasrah. Bapak Wakik bapaknya si adek Hasan hanyalah seorang buruh tani dengan pendapatan yang sangat minim dan itupun tidak menentu. Pendapatannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bisa dibayangkan dengan kehidupan mereka di tambah lokasi yang jauh di pelosok desa, serta tak ada akses kendaraaan umum membuat mereka tak mampu melanjutkan pengobatan. Atas dampingan Sedekah Rombongan Hasan dapat melanjutkan pengobatannya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Hasan, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi selama di rumah sakit Paru – Paru Jember, pembayaran Iuran BPJS, Akomodasi selema dirumah sakit dan pembelian obat diluar cover BPJS pasien Hasan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Hasan dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1093

Jumlah Santunan : Rp. 798.300,-
Tanggal : 30 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil @agungganong

Hasan menderita sakit Atresi ani


MUHAMMAD RENO ABDULLAH, (1, Meningnokel + Hydrocephalus) Alamat Dusun Sidomulyo RT/RW 001/006, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyu Putih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Muhammad Reno Abdullah bayi dari pasangan Bapak Abdullah (30) dan Ibu Sukartini (24) yang terlahir pada tanggal 8 Maret 2017 mengalami sakit Meningnokel + Hydrocephalus saat baru lahir di Puskesmas Banyu Putih. Setelah Bayi Reno dirawat di Puskemas selama lima hari, lalu dirujuk ke RSUD Abdoer Rahem Situbondo untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan ternyata Bayi Reno tidak dapat di tangani di RSUD Abdoer Rahem disebabkan alat medis tidak lengkap. Lalu Bayi Reno di rujuk ke Dr. Soebandi Jember untuk melanjutkan pengobatan. Bayi Reno berbekal Jaminan kesehatan JKN-KIS PBI yang meringankan beban keluarganya selama pengobatan Bayi Reno. Bapak Abdullah (30) bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi dari teman Kurir Sedekah Rombongan bahwa Bayi Reno membutuhkan bantuan karena kesulitan Biaya dan Transport dari Situbondo ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Kurir Sedekah Rombongan langsung mensurvey dan Bayi Reno benar-benar dari keluarga tidak mampu. Selang satu hari adik Reno di Evakuasi dengan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan ke RSUD Dr. Soebandi Jember dan pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Bayi Reno. Santunan yang diberikan dipergunakan Biaya Transportasi dan Akomodasi selama dirumah sakit. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Bayi Reno dan Semoga Santunan yang diberikan dari para Sedekaholics mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh DariNya. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 990

Jumlah Santunan : Rp. 519.000,-
Tanggal : 2 November 2017 dan 30 Januari 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil

Reno mengalami sakit meningnokel + hydrocephalus


LUSIANI BINTI SIKAN, (49, Kanker Serviks) Alamat Jl. Darmawangsa Dusun Gudangrejo RT/RW 003/025, Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula sakit Ibu Lusiani ini sering mengalami keputihan dan tiba-tiba pendarahan langsung di bawa ke puskesmas terdekat untuk mengetahui sakitnya yang dialami Ibu Lusiani. Setelah Ibu Lusiani diperiksa diagnosa mengalami Kanker Serviks dan oleh pihak Dokter disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Selang satu hari Ibu Lusiani di evakuasi ke Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut dan oleh Dokter Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember disarankan untuk di rujuk ke RSUD Dr. Saiful Anwar untuk perawatan lebih lanjut dan Ibu Lusiani memiliki Jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Ibu Lusiani ini seorang janda yang tinggal di Polsek Rambipuji Rumah bekas tahanan. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari perangkat desa Rambipuji bahwa Ibu Lusiani memerlukan dampingan karena dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal yang di tinggali Ibu Lusiani untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Lusiani. Santunan yang diberikan untuk Akomadasi dan Uang Transport ke Malang. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Lusiani dan Semoga santunan yang diberikan para Sedekaholics mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1085

Jumlah Santunan : Rp. 1.150.000,-
Tanggal : 8 Desember 2017 dan 30 Januari 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Ibu Lusiani mengalami kanker serviks


SHOLIHIN BIN UNTUNG, (43, Bedah Rumah) Alamat Jl. KH. Wahid Hasyim I / III/ 90 Link. Kepatihan RT/RW 003/002, Desa Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Bapak Sholihin begitu beliau biasa dipanggil. Rumah bapak Sholihin yang dihuni 9 anggota keluarga. rumah yang akan roboh ini Atapnya terbuat dari anyaman bambu yang sudah rapuh dan bocor saat di landa hujan, rumah yang tidak layak untuk di huni lagi. begitu pun dinding rumahnya. Lantainya masih terbuat dari tanah. Atap dan dindingnya bolong sehingga sering memudahkan tikus masuk ke dalam rumah. Bapak Sholihin bekerja sebagai pencari tukang rongsokan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari bagi keluarganya. Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke tempat tinggal Bapak Sholihin dan dalam kesempatan tersebut Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para Sedekaholic untuk membantu Bapak Sholihin beserta keluarganya untuk proses renovasi rumah yang di tinggali Bapak Sholihin, Anak berserta keluarga tercintanya. Santunan yang diberikan berupa uang sebesar Rp.5.000.000,- untuk biaya renovasi rumah yang hampir roboh. Semoga santunan bedah Rumah Bapak Sholihin berjalan dengan lancar dan Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya. Aamin.

Jumlah Santunan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 27 Januari 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @imamhariyadi

Bantuan bedah rumah


ARBUWA BINTI AJIB (60,Ca Mamae). Alamat : Desa Lumutan RT 28 RW 07 Kec. Botolinggo, Kab.Bondowoso, Prov. Jawa Timur. Ibu Arbuwa mengalami sakit semenjak lima bulan yang lalu. Sakitnya berawal dari adanya benjolan di sekitar payudara. Semula bu Arbuwa mengira bahwa benjolan yang ada di payudara tidak berbahaya. Namun, lama-kelamaan benjolan yang ada di payudara meradang dan terasa sakit. Karena khawatir ibu Arbuwa memeriksakan kondisinya ke Puskesmas terdekat, dari pemeriksaan tersebut dijelaskan bahwa bu Arbuwa mengidap Ca Mamae atau kanker Payudara. Saat ini ibu Arbuwa menggunakan fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas III. Suami ibu Arbuwa, Sukarto (58) yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani merasa kesulitan saat harus meninggalkan pekerjaan untuk membiayai pengobatan demi mendampingi ibu Arbuwa. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan perawatan, biaya BPJS, dan Biaya Suplemen. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Arbuwa dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1072

Jumlah Bantuan : Rp. 1.099.750,-
Tanggal : 21 November 2017, 22 Desember 2017, 25 Januari 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @awwaludin_yudha

Bu Arbuwa mengidap ca mamae


SUKARTINI BINTI RUSDAN (53, Ca Vulva). Alamat : Desa Karang Anyar, RT/RW 008/003, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Sudah 1,5 tahun ibu Kartini mengidap penyakit Kanker Vulva. Awalnya ibu Kartini mengalami Perdarahan yang tidak wajar dari vagina Seperti perdarahan padahal tidak sedang haid, menstruasi yang lebih panjang, perdarahan setelah atau saat berhubungan seks, setelah menopause, setelah buang air besar, atau setelah pemeriksaan panggul. Karena khawatir ibu Kartini memeriksakan ke rumah sakit dan hasil dari pemeriksaan menyatakan bahwa ibu Kartini mengidap penyakit Kanker Vula. Ibu Kartini telah melakukan pemeriksaan ke RS. Syaiful Anwar. Kondisi ibu Kartini saat ini adalah keluar darah berwarna pink dan luka yang semakin membesar pecah pada labia. Suaminya Ali Ansur (52) yang pekerjaannya sebagai petani mengaku tidak sanggup membiayai pengobatan sang istri jika harus bolak-balik ke rumah sakit malang. Sesekali suami ibu Kartini megungkapkan kesedihan ketika dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Saat ini ibu Kartini menggunakan fasilitas Jaminan kesehatan berupa KIS (Kartu Indonesia Sehat). Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, Ibu Kartini menjadi pasien Dampingan Sedekah Rombongan untuk menjalankan pengobatan di RSSA Malang. Setelah empat bulan menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan namun Allah berkehendak lain. Ibu Kartini berpulang menghadap sang Ilahi. semoga keluarga yang ditinggal kan di beri kesabaran dan ketabahan. Aamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.238.000,-
Tanggal : 27 November 2017, 24 Januari 2018, 3 Februari 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @awwaludin_yudha

Ibu Kartini mengidap penyakit kanker vula


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1272 SR + F 6185 BM, Biaya Operasional Januari 2018 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) dan Motor Tempur Sedekah Rombongan ini, terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, dan bahkan mengirim pasien ke Malang maupun Surabaya. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Tap Oli, Biaya Kendaraan, dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari para donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1093

Jumlah santunan: Rp.7.973.800,-
Tanggal: 31 Januari 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto @budiali

Biaya operasional Januari 2018


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1831 QE, Biaya Operasional Januari 2018 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, dan bahkan mengirim pasien ke Malang maupun Surabaya. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Tap Oli, Service, dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari para donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1093

Jumlah santunan: Rp.6.810.000,-
Tanggal: 18 Desember 2017 dan 31 Januari 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto @awwaludin_yudha

Biaya operasional Januari 2018


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Operasional RSSR Januari 2018 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan seperti ATK, Pembayaran Pajak Bumi Rumah Singgah, pembayaran Speedy, Hotline, Biaya Air / PDAM, Ekspedisi Berkas Dll. yaitu selama bulan Januari 2018. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 1095

Jumlah Santunan : Rp. 2.675.067,-
Tanggal : 31 Januari 2018
kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @agungganong

Biaya operasional Januari 2018


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Sembako Pasien RSSR Januari 2018 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk pasien dampingan di Rumah Singgah dan keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, yaitu selama bulan Januari 2018. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 1095

Jumlah Santunan : Rp. 1.530.500,-
Tanggal : 31 Januari 2018
kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @agungganong

Biaya sembako pasien RSSR Januari 2018


Safrudin. (35, Gangguan Jiwa ). Alamat: Gambiran RT 11, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul, Yogyakarta. Panti Hafara merupakan lembaga sosial yang kerap bersinergi dengan SR. Mereka memilih fokus pada penanganan anak-anak terlantar dan orang dengan gangguan jiwa. Jumlah orang yang mereka rehabilitasi saat ini mencapai 50 orang. Jumlah ini selalu bertambah setiap harinya, membuat kebutuhan Panti Hafara semakin bertambah setiap harinya. Salah satu pasien bernama Safruddin, yang dikirim oleh SR Pati. Ia menjalani serangkaian proses rehabilitasi di Panti Hafara. Berbagai metode mulai dari medis hingga spiritual dilakoninya untuk segera sembuh dari gangguan jiwa. Sehubungan dengan itu, SR mencoba mensupport kebutuhan pengobatan Udin melalui Panti Hafara. Titipan langit sebesar tiga juta rupiah disampaikan pada tanggal 28 Desember 2017. Dengan dirawat di Panti Hafara, semoga kesehatan jiwa dan raga Udin dapat pulih kembali, sehingga dapat bersosialisasi sebagai manusia normal di lingkungannya.

Jumlah Santunan: Rp 3.000.000,-
Tanggal: 28 Desember 2017
Rincian: Biaya pengobatan gangguan jiwa
Kurir: @Saptuari @Boyadisakti

Pak safrudin mengalami gangguan jiwa


Yuli Wibowo ( 43, Gangguan Jiwa ). Alamat: Gambiran RT 11, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul, Yogyakarta. Panti Hafara merupakan lembaga sosial yang kerap bersinergi dengan SR. Mereka memilih fokus pada penanganan anak-anak terlantar dan orang dengan gangguan jiwa. Jumlah orang yang mereka rehabilitasi saat ini mencapai 50 orang. Dan jumlah ini selalu bertambah. Belum lama ini, seorang pengidap gangguan jiwa bernama Yuli Wibowo dari Dusun Gilang, Baturetno, Bantul, Terpaksa harus dirawat di Panti Hafara. Ia memerlukan perawatan khusus sehingga diserahkan ke Panti Hafara untuk mengurusnya. Sehubungan dengan itu, SR mencoba mensupport kebutuhan pengobatan Yuli melalui Panti Hafara. Titipan langit sebesar 2 juta rupiah disampaikan pada tanggal 7 Oktober 2017. Dengan dirawat di Panti Hafara, semoga kesehatan jiwa dan raga Yuli dapat pulih kembali, sehingga tidak meresahkan warga sekitar tempat tinggalnya.

Jumlah Santunan: Rp 2.000.000,-
Tanggal: 7 Oktober 2017
Rincian: Biaya pengobatan gangguan jiwa
Kurir: @Saptuari @Boyadisakti

Yuli mengalami gangguan jiwa


YUSDAR BIN MARIYONO (52, Kanker Ganas Kelenjar Getah Bening). Alamat: Desa Kapas, RT 10/2, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Awal Januari 2016, Pak Yusdar mendapati benjolan di sekitar kaki kanan beliau. Saat itu, Pak Yusdar mengira bahwa benjolan tersebut adalah sejenis bisul yang akan hilang seiring berjalannya waktu. Namun semakin lama, benjolan tersebut tidak kunjung hilang dan semakin terasa sakit. Akhirnya Pak Yusdar memutuskan untuk memeriksakan diri ke Mantri di Kecamatan Ngambon, Bojonegoro. Di Mantri tersebut, Pak Yusdar mendapatkan obat anti nyeri. Hingga obat nyeri tersebut habis, nyeri yang dirasakan oleh Pak Yusdar tidak kunjung hilang. Pada bulan Maret 2016 Pak Yusdar menemui Saudara beliau di Madiaun untuk menjalani pengobatan. Di Madiun, Pak Yusdar dibawa ke alternatif pengobatan. Setelah satu bulan berlalu Pak Yusdar tetap tidak merasakan perubahan pada kondisi beliau. Akhirnya Pak Yusdar pun memeriksakan diri ke dokter umum di Madiun. Seketika itu juga Pak Yusdar melakukan pemeriksaan labolatorium pada tanggal 14 Mei 2016. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Yusdar didiagnosa menderita kanker ganas kelenjar getah bening. Dokter menyarankan agar segera melakukan tindakan operasi namun Pak Yusdar masih belum menyetujui. Pak Yusdar memilih kembali ke Bojonegoro dan melakukan pemeriksaan di RSUD Bojonegoro dengan membawa hasil labolatorium beliau. Di RSUD Bojonegoro, Pak Yusdar dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani pengobatan yang lebih lengkap. Sejak tanggal 07 November 2016 Pak Yusdar memulai melakukan kemoterapi. Kini, Pak Yusdar sudah menjalani kemoterapi sebanyak 10 kali. Kondisi Pak Yusdar semakin melemah dan tidak bertenaga. Dokter menyarankan untuk segera melakukan tindakan amputasi namun Pak Yusdar masih belum menghendaki. Sebelum sakit, Pak Yusdar bekerja sebagai seorang supir. Istri beliau, Endang Susilowati (45) adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka memiliki satu orang anak. Selama menjalani pengobatan, Pak Yusdar menggunakan jaminan kesehatan berupa Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi dan biaya pengobatan diluar Jamkesda. Saat mengetahui kondisi Pak Yusdar pada September 2017, istri Pak Yusdar bercerita mengenai keluhan yang selama ini beliau alami. Sedekah Rombongan menyampaiakan bantuan dari para sedekaholics kepada Pak Yusdar. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya pengobatan dan transportasi. Semoga Pak Yusdar dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti seda kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.373.400,-
Tanggal : 23 September 2017 & 16 Oktober 2017
Kurir : BambangBKY Sutomo

Pak yusdar menderita kanker ganas kelenjar getah Bening


SHILFIA IZZAHRATUSINTA (1, Tumor Mata + Jantung bocor). Alamat: Jalan Menur Gang 1 Nomer 30, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Sejak berusia tiga bulan, Shilfia kecil harus berjuang untuk hidup. Saat itu, ia mengeluh gatal-gatal di sekitar mata akibat benjolan. Kedua orang tua Shilfia mengira gatal tersebut karena gigitan serangga sehingga mereka beranggapan keluhan Shilfia akan sembuh dengan sendirinya. Semakin lama, benjolan di area mata Shilfia semakin membesar dan Shilfia merasakan nyeri di area matanya. Akhirnya, Shilfia dibawa oleh orangtuanya ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk diperiksa. Sesampainya di RSUD Dr. Soebandi Jember, Shilfia dilarikan lagi ke RS Bina Sehat Jember. Shilfia melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Shilfia didiagnosa menderita tumor mata dan jantung bocor. Dari RS Bina Sehat Jember, Shilfia dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan pengobatan yang lebih lengkap. Shilfia menjalani pengobatan jantungnya selama 4 bulan di RSUD Dr. Soetomo. Orang tua Shilfia diarahkan agar Shilfia menjalani pemeriksaan jantung ECO di Graha Amerta, namun Ayah Shilfia mengeluh tidak memiliki biaya karena saat itu beliau memiliki uang Rp 500.000,- sedangkan untuk pemeriksaan ECO hingga mencapai Rp 1.350.000,-. Kini, mata Shilfia semakin membesar hingga membuat hidungnya tersumbat. Ayah Shilfia, Mulyadi (43) bekerja sebagai kurir galon. Sedangkan ibunya, Suryaningsih (31) adalah seorang ibu rumah tangga. Bersama dengan ketiga anaknya yang masih kecil dan istri, Ayah Shilfia memutuskan untuk tinggal di Surabaya untuk sementara demi menjaga Shilfia selama menjalani pengobatan. Mereka tinggal di sebuah kos-kosan di Jalan Menur Gang 1 Nomer 30, Surabaya. Keluarga Shilfia berencana ingin menetap di Surabaya karena kediaman di Jember sudah tidak layak untuk dihuni dan sudah hampir roboh. 2 kakak Shilfia yang harusnya masih bersekolah di SD terpaksa harus putus sekolah karena tidak ada biaya. Selama menjalani pengobatan, Shilfia menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan diluar KIS dan akomodasi ketika di Surabaya. Pada pertengahan Agustus kondisi Shilfia mengalami penurunan sehingga diharuskan dibawa ke UGD Rumah Sakit Islam Surabaya. Karena kondisi tumor yang semakin ganas, maka diputuskan oleh dokter akan dilakukan operasi pengangkatan tumor keesokan harinya. Tetapi hal itu urung terjadi dikarenakan tumor sudah menjalar ke seluruh tubuh. Akhirnya Shilfia dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk dilakukan kemoterapi. Setibanya di RSUD Dr. Soetomo, Shilfia harus menjalani beberapa kali pemeriksaan termasuk tes darah lengkap yang dilakukan di labolatorium di luar RSUD Dr. Soetomo. Namun selama beberapa hari berlalu kondisi Shilfia semakin menurun. Hingga pada tanggal 15 September 2017 Shilfia dinyatakan meninggal dunia. Sedekah Rombongan turut berbela sungkawa atas kepergian Shilfia. Santunan kembali disampaikan dan dipergunakan untuk biaya pemakaman almarhumah.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.945.000,-
Tanggal : 15 September 2017
Kurir : BambangBKY Erna

Shilfia didiagnosa menderita tumor mata dan jantung bocor


AGUS WANTO (42, Patah Tulang Pinggul). Alamat: Dusun Warungdowo, RT 2/6, Kelurahan Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Nasib naas menimpa pak Agus lantaran kini beliau hanya dapat berbaring karena kecelakaan yang menimpa beliau pada bulan Juni 2017. Suatu ketika, saat perjalanan pulang kerja di Jalan Raya Malang-Surabaya beliau mengalami kecelakaan lalu lintas. Motor yang dikendarai pak Agus ditabrak bus dari belakang dan beliau terlindas ban bus bagian depan. Warga yang melihatnya langsung menolong pak Agus dan membawa beliau ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan pertolongan. Kecelakaan yang menimpa pak Agus membuat saluran kencing beliau robek. Tidak hanya itu, pak Agus mengalami patah tulang pinggul yang membuat beliau belum dapat duduk dan masih terbaring di tempat tidur. Sebelum terjadi kecelakaan, pak Agus bekerja sebagai kuli bangunan di Surabaya. Istri beliau, Arini (40) adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka dikarunia dua orang anak. Selama menjalani pengobatan, pak Agus menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan yang tidak dicover KIS, transportasi dan tempat tinggal ketika berobat di Surabaya. Bahkan pihak keluarga terpaksa meminjam dana kepada tetangga sekitar untuk biaya akomodasi dan pengobatan pak Agus. Maklum saja, upah yang didapat pak Agus hanya dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Sedekah Rombongan turut meraskan kesulitan pak Agus. Bantuan telah telah disampaikan dan dipergunakan untuk biaya akomodasi selama di Surabaya. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1056. Semoga pak Agus dapat segera sembuh dan dapat menjalanin aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 672.600,-
Tanggal : 16 Oktober 2017
Kurir : BambangBKY Farid

pak Agus mengalami patah tulang pinggul


BEDJOE ARYO SAPUTRO (2, Kelainan Jantung) Alamat: Dusun Larangan, RT 12/4, Desa Krengceng, Kec. Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Saat lahir dik Bedjo terlihat normal seperti bayi pada umumnya. Sejak usia 2 bulan dik Bedjomulai memiliki masalah di pernafasannya. Setiap dik Bejdo menangis kuat, seluruh badannya akan membiru dan nafasnya terengah-engah. Setelah diperiksakan di Rumah Sakit PHC Perak Surabaya, dokter mendiagnosa terdapat masalah pada jantung dik Bedjo, kemudian dokter merujuk dik Bedjo ke RSUD Dr. Soetomo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter menyarankan dik Bedjo untuk melakukan kontrol rutin ke Poli Anak. Meskipun dik Bedjo memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun karena keterbatasan biaya transportasi dan biaya hidup selama berobat di Surabaya, orang tua dik Bedjo hampir putus asa untuk melanjutkan proses pengobatan anaknya. Riadi (42) ayah dik Bedjo seorang tukang bangunan yang hanya mendapatkan penghasilan ketika ada pekerjaan. Sedangkan Suparni (40) ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan dik Bedjo. Melihat semangatnya yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu dik Bedjo. Saat ini dik Bedjo rutin melakukan kontrol di Poli Jantung Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya kebutuhan nutrisi dan obat yang tak tercover BPJS. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1053. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Bedjo masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 712.575,-
Tanggal : 19 Oktober 2017
Kurir : BambangBKY Parno

Bedjo mengalami kelainan jantung


DIAN RAHMAWATI (15, Dislokasi Tulang Pinggul) Alamat: Dusun Karang Candi, RT 02/06, Desa Bulujowo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Dian biasa ia disapa, waktu kecil saat berumur 5 tahun, ia pergi mengaji. Setelah mengaji entah bagimana ceritanya, ia jatuh dari mushola yang menyebabkan ia tidak bisa berjalan. Dian sudah berikhtiar untuk berobat ke beberapa ahli tulang baik secara tradisional maupun medis, terakhir dibawa ke Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. Dikarenakan keterbatasan dana dan kondisi orang tua saat itu yang sedang sakit, maka ia memutuskan untuk berhenti berobat. Karena lama tidak berobat, saat ini cara berjalan Dian berbeda dengan orang pada umumnya. Sekarang cara berjalan Dian terlihat seperti pincang dan terseok-seok, kondisi ini menyebabkan Dian putus sekolah karena malu sering diejek teman-temannya. Ayah Dian, pak Warmuji (45) menderita penyakit komplikasi, praktis tidak bisa bekerja sama sekali, dengan tiga tanggungan keluarga yakni dua anak dan istri menyebabkan satu persatu barang berharga yang dia punyai dijual untuk berobat dan bertahan hidup. Tak jarang tetangganya ber baik hati membantu meringankan beban hidupnya dengan menawarkan kerja kepada istrinya sebagai pemanggang ikan. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan disampaikan dengan harapan Dian bisa berobat lagi dan bisa sembuh seperti sediakala. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1053. Saat ini Dian manjadi pasien dampingan #SRtulabo dan sudah menjalani pengobatan di Rumah Sakit Derah Dr. Soetomo Surabaya. Dian dan keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari parasedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut ia bisa melanjutkan ikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 761.000,-
Tanggal : 24 Oktober 2017
Kurir : BambangBKY @MiftakhulAbuSasi @sylviaauliaa

Dian mengalami dislokasi tulang pinggul


ELVRINA ZAHIRAH RAHMA (2, Jantung). Alamat: Desa Gembleb, RT 16/06, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Adek Elvrina dari lahir sudah diketahui menderita penyakit jantung bawaan. Sebelumnya adek elvrina berobat di Trenggalek kemudian dirujuk ke RS dr. Iskak Tulungagung. Selanjutnya dari RS dr. Iskak dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dengan jaminan kesehatan BPJS. Diagnosa yang didapatkan setelah melakukan pemeriksaan di RSUD Dr. Soetomo adalah DORV + ASD Secundum Kecil L to R. Adek Elvrina membutuhkan operasi besar jantung yang membutuhkan biaya yang cukup besar. Adek Elvrina dijadwalkan kateterisasi jantung dua tahun lagi karena antrian overload di rumah sakit. Selama berobat di Surabaya adek Elvrina dan ibunys tinggal di tempat neneknya di daerah ketintang. Maret 2016 Ibu Solihah, ibu dari adek Elvrina ingin anaknya segera ditangani. Penanganan di RSUD Dr. Soetomo harus menunggu antrian panjang untuk operasi. Tim dokter di RSUD Dr. Soetomo menyarankan untuk ikhtiar ke RS PHC Surabaya jika ingin segera ditangani, karena antrian operasi jantung anak di RS PHC tidak terlalu panjang. Saat ini kondisi adek Elvrina sangat kurus, dengan berat badan 6 kg dan usia 19 bulan. Ayah dari adek Elvrina baru saja diangkat menjadi PNS Kesehatan golongan 3A di Trenggalek. Sedangkan ibu dari adek Elvrina sudah tidak bekerja lagi semenjak menemani adek Elvrina berobat ke Surabaya. Sebelumnya ibu bekerja sebagai guru honorer di Tulungagung. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan adek Elvrina. Sedekah Rombongan berkesempatan untuk membantu pengobatan adek Elvrina dengan memberikan santunan untuk biaya berobat, transportasi dan nutrisi. Keluarga merasa terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini adek Elvrina masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Santunan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @martinomongi

Adek Elvrina menderita penyakit jantung bawaan


SRI SUDARWIYANTI (49, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Dusun Rotowijayan, RT 43/12, Desa Kadipaten, Kecamatan Kraton, Kodya Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak setahun yang lalu Ibu Sri Sudarwiyanti menderita sakit kanker payudara sebelah kiri. Bulan Juli 2014, Ibu Sri menjalani operasi pengangkatan kanker payudara di RSUD Jogja. Kemudian Ibu Sri dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta untuk menjalani tindakan pemeriksaan lebih lanjut. Sekitar April 2017, Ibu Sri mulai menjalani kemoterapi, yang dijadwalkan 6x kemoterapi. Selama pengobatan ini, Ibu Sri sangat terbantu dengan memanfaatkan fasilitas jaminan kesehatan BPJS kelas III. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga Ibu Sri kembali. Bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama menjalani proses pengobatan. Ibu Sri, ialah seorang juru masak, sekaligus ibu dari seorang anak. Ibu Sri sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas kebaikannya selama ini. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Ibu Sri, Aamiin. Santunan sebelumnya telah disampaikan dan terlapor pada Rombongan 999.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Januari 2018
Kurir : @kissherry @rofiqSILVER @atinlelyas @rizkyaditya4

Ibu Sri Sudarwiyanti menderita sakit kanker payudara sebelah kiri


WALDIAH BINTI JUMALI (57, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Dusun Jomblangan, RT 4/31 NO 55, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bu Waldiah menderita sakit kanker payudara sejak bulan Agustus 2016. Awalnya Bu Waldiah hanya merasakan badan pegal-pegal dan nyeri di tangan. Setelah periksa ke rumah sakit, dokter menyarankan untuk segera dioperasi karena penyakitnya akut. Alhamdulillah operasi pengangkatan kanker payudara kiri Bu Waldiah sudah dilaksankan dan berjalan lancar. Selama pengobatan ini Bu Waldiah sangat bersyukur karena mendapatkan keringanan dengan fasilitas jaminan kesehatan BPJS Mandiri. Tetapi sebenarnya Bu Waldiah merasa kesulitan untuk membayar iuran BPJS setiap bulannya. Saat ini Bu Waldiah masih terus bersemangat menjalani kontrol rutin setiap 10 hari sekali. Sementara untuk obat yang tidak tercover BPJS dan biaya akomodasi selama di rumah sakit Bu Waldiah berhutang di kelompok arisan. Bu Waldiah pun harus menyewa mobil untuk transportasi ke rumah sakit, karena Bu Waldiah tidak bisa duduk terlalu lama. Suaminya, Bapak Paiman (62) bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan tidak menentu. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk meringankan biaya akomodasi selama pengobatan Bu Waldiah. Keluarga Bu Waldiah sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas bantuannya selama ini. Santunan sebelumnya telah diberikan dan dilaporkan pada Rombongan 1079. Semoga Bu Waldiah segera diberikan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir : @kisherry @rofiqSILVER @atinlelyas Priyo

Bu Waldiah menderita sakit kanker payudara


MUHAMMAD GHAZA ADHI ALKAFF (11, Fraktur Tangan Kanan). Alamat : Dusun Maesan Wetan, RT 6/3, Desa Wahyuharjo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Seperti hari biasanya, pada tanggal 12 Januari 2018, Adik Muhammad Ghaza pergi ke sekolah. Pada saat jam istirahat, ia bermain bola dengan teman-temannya. Pada saat itu ia jatuh dengan posisi tangan sehingga mengakibatkan lengan sebelah kanannya cidera. Pihak sekolah segera membawanya ke rumah sakit terdekat. Setelah pemeriksaan, dokter mendiagnosa Adik Muhammad Ghaza mengalami retak tangan kanannya dan dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Bantul. Pada tanggal 15 Januari 2018 seharusnya Adik Muhammad Ghaza dibawa ke rumah sakit PKU Muhamadiyah Bantul. Namun apa daya, untuk keperluan sehari-hari saja, keluarga ini mengalami kesulitan,setelah ekomominya jatuh. Orangtuanya, yakni Bapak Muhamadiyah Nugroho (50) saat ini bekerja sebagai sopir truk pasir setelah sempat bekerja sebagai buruh serabutan. Sedangkan ibunya, Rhima Sulistrianingrum (40) belum bisa bekerja pascasakit. Keluarga ini sebenarnya mempunyai BPJS Mandiri tetapi pembayaran iurannya sempat terlambat. Alhamdulillah, fasilitas BPJS Mandiri bisa diurus dan dapat digunakan kembali. Meskipun begitu, biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan, keluarga ini sudah tidak mempunyai biaya. Bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan ini disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Adik Muhammad Ghaza. Alhamdulillah, ia sudah selesai operasi dan sedang menjalani pemulihan kesehatan. Keluarga Adik Muhammad Ghaza sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga kesehatan Adik Muhammad Ghaza segera pulih sehingga bisa bersekolah kembali, Aamiin.

Bantuan Pengobatan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyampaian: 14 Januari 2018
‌Kurir: @Saptuari @Faisal_ Gudeg @Sigit_tejo @JemiGigi

Ghaza mengalami retak tangan kanannya


SUPRIHATIN BINTI TIRTO SUNGKONO (42, Kanker Otak). Alamat : Dusun Klendrekan, RT 26/12, Desa Banjarsari, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Ibu Suprihatin sudah menderita sakit sejak enam tahun yang lalu. Semula Ibu Suprihatin hanya merasa sering pusing setelah sebelumnya jatuh saat mencari rumput. Setelah diperiksakan ke puskesmas, Ibu Suprihatin dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosa bahwa Ibu Suprihatin menderita kanker otak. Dokter menyarankan untuk segera dilakukan tindakan operasi kepala. Setelah pihak keluarga diberi penjelasan dokter, pihak keluarga meminta pengobatan yang tidak harus dilakukan operasi kepala. Selama ini Ibu Suprihatin sudah beberapa kali berobat ke rumah sakit. Selain melakukan pengobatan medis, Ibu Suprihatin juga menjalani pengobatan alternatif, berharap penyakitnya bisa disembuhkan. Biaya yang dikeluarkan pun sudah tidak sedikit, sehingga harus menjual hewan ternak yang selama ini menjadi harta berharga miliknya. Suaminya, Bapak Supriyanto (47) bekerja sebagai petani. Untuk memenuhi kebutuhannya saat ini kadang menjadi buruh angkut kayu gelondongan dengan penghasilan tidak menentu. Kondisi Ibu Suprihatin saat ini hanya terbaring di tempat tidur dan sudah tidak bisa bangun, juga kesulitan untuk bergerak. Ibu Suprihatin mempunyai jaminan kesehatan BPJS, namun untuk keperluan lainnya, masih mengalami kesulitan biaya. Sedekah holics, sedekahmu melalui Sedekah rombongan disampaikan kepada Ibu Suprihatin untuk membantu biaya pengobatan dan perawatan. Keluarga Ibu Suprihatin sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Januari 2018
Kurir: @Saptuari @Faisal_Gudeg @Sigit_tejo @Anjezmou @JemiGigi

Ibu Suprihatin menderita kanker otak


SUTILAH BINTI KINJENG (81, Gigitan Ular). Alamat : Dusun Plono Barat, RT 14/7, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada tanggal 9 Januari 2018, Ibu Sutilah hendak pergi ke tetangganya. Secara tidak sengaja kaki kanannya menginjak ular gadung (ular hijau) sehingga bisa ularnya masuk ke tubuh. Secara refleks, tetangga dan anaknya memberikan pertolongan pertama dengan dibawa ke pawang bisa ular yang tidak jauh dari rumahnya. Namun sang pawang berpesan, hanya bisa mengeluarkan sebagian, karena bisa ularnya sudah menyebar. Benar, sakitnya memang agak reda dan segera dibawa ke dokter desa. Dokter desapun segera merujuknya ke RSUD Wates untuk bisa dilakukan pengobatan lebih lanjut. Sampai di RSUD Wates langsung ditangani dokter dan segera dibawa di ruang ICU karena kondisi kaki dan tangannya membengkak dan sebagian membiru. Setelah satu minggu dirawat di ruang ICU, pada tanggal 16 Januari 2018 dipindahkan ke bangsal. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk, lengan kiri Ibu Sutilah masih tampak membiru, namun secara umum kesehatannya mulai membaik. Ibu Sutilah hanya tinggal berdua dengan suaminya, Bapak Pawiro Wiyoto (83). Suaminya sudah tidak mampu bekerja seperti biasa. Sementara Ibu Sutilah pun sudah tidak begitu produktif lagi. Walaupun mencoba berusaha untuk bisa mandiri, untuk kehidupan sehari-hari harus dibantu oleh anaknya yang sudah berkeluarga. Keluarga Ibu Sutilah mempunyai jaminan BPJS, namun terkendala dengan biaya yang ditanggung, yaitu biaya akomodasi dan biaya hidup selama dirawat di rumah sakit. Sedekaholics, sedekahmu melalui Sedekah rombongan disampaikan kepada Ibu Sutilah untuk membantu biaya pengobatan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Ibu Sutilah, Aamiin. Ibu Sutilah dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 16 Januari 2018
‌Kurir : @Saptuari @Faisal_Gudeg @Sigit_tejo @anjesmou @JemiGigi

Bu Sutilah terkena bisa ular


MISRENI BINTI SAMIN (37, Tumor Mata) Alamat : Jl. Tirta Mulya RT 08/06, Kecamatan Tanah Bumbu, Kota Banjarmasin, Propinsi Kalimantan Selatan. Bu Misreni mulai merasakan sakit pada tahun 2010. Setiap kali mengendarai sepeda motor, mata sebelah kanan selalu perih dan mengeluarkan air mata. Karena merasa terganggu dengan keadaan seperti itu, Akhirnya bu Reni memeriksakan dirinya di Puskesmas terdekat. Lalu oleh pihak Puskesmas dirujuk ke rumah sakit terdekat karena keterbatasan peralan medis. Di rumah sakit, dilakukanlah CT Scan dan diketahui bahwa bu Misreni menderita tumor mata. Bu Misreni adalah seorang petani padi dan pemetik teh di kebun. Pendapatan sehari-hari beliau kadang hanya cukup untuk makan. Bu Misreni memiliki seorang anak perempuan yang masih sekolah & seoarng anak lelaki yang sekarang menemaninya berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Pihak rumah sakit merekomendasikan bu Misreni untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo karena peralatan yang lebih lengkap. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Misreni. Bantunan telah diberikan untuk biaya akomodasi transportasi selama pengobatan dan membayar biaya-biaya obat diluar Jamkesmas. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1107. Bu Misreni dirujuk untuk melakuakn operasi di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya. Operasi telah dilakukan dengan lancar. Selanjutnya Bu Misreni dijadwalkan untuk kontrol rutin paska operasi. Kondisi beliau semakin membaik. Semoga bu Misreni bisa segera sembuh total dan kembali ditengah-tengah keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 534.000,-
Tanggal: 12 September 2017, 7 Oktober 2017, 10 November 2017, 27 Desember 2017
Kurir : BambangBKY @sylviaauliaa

Bu Misreni menderita tumor mata


PONDOK PESANTREN AL MURTADLO (Bantuan Sembako). Alamat : Dusun Susukan, Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pondok Pesantren Al Murtadlo dipimpin oleh Bapak Sudiharto yang merupakan pendiri pondok pesantren tersebut. Pondok pesantren Al Murtadlo saat ini membimbing lebih dari 60 santri terdiri dari laki laki dan perempuan yang berasal dari berbagai daerah di Gunungkidul. Bapak Sudiharto ingin fokus untuk pengkaderan remaja yang ada di Gunungkidul saja. Selain belajar di pondok pesantren, santri-santri juga bersekolah formal di tingkat SMP dan SMA/SMK. Jarak pondok ke sekolah kira-kira 5 km. Santri yang mukim disini tidak dipungut biaya sama sekali. Kebutuhan sehari-hari pondok pesantren ini dicukupi oleh Pak Sudiharto sendiri beserta warga sekitar yang memberikan sembako. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan pondok pesantren ini untuk menyampaikan amanah sedekaholics berupa sembako. Pihak pondok pesantren sangat berterima kasih atas kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini bisa menjadi semangat bagi santri-santri Pondok Pesantren Al Murtadlo. Sebelumnya, amanah sedekaholics pernah disampaikan untuk pondok pesantren ini dan dilaporkan di Rombongan 988.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 November 2017
Kurir : @rizkiaditya4 @Sunnahku

Bantuan sembako


YAYASAN PENDIDIKAN AL QURAN AL MARQ ( Bantuan Sembako ). Alamat : Dusun Weru Botodayaan Kecamatan Rongkop Gunungkidul Yogyakarta, berdiri di atas sebuah tanah wakaf milik seorang pengusaha. Yayasan Pendidikan Al Quran Al Mar-Q mendidik 121 santri yang terdiri dari usia PAUD, SD hingga SMA. Orangtua santri juga banyak yang mengikuti agenda belajar ketika putra-putrinya TPA. Aktivitas diselenggarakan 6 hari dalam sepekan, setiap sore. Dalam waktu tertentu juga mengadakan acara pengajian sesuai segmen bagi ibu-ibu, bapak-bapak dan remaja. Sehari-sehari dikelola oleh Pengurus yang berjumlah 8 orang ustadz-ustadzah. Pada 24 Maret 2017, Tim POPIMAS SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid SedekahRombongan) menyampaikan bantuan senilai Rp. 500.000 yg diwujudkan dalam bentuk sembako (beras, gula, teh, minyak). Dan bantuan ini merupakan santunan lanjutan dari Rombongan 988. Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan #SedekahRombongan untuk aktivitas belajar di Al Mar-Q.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal Penyerahan : 7 November 2017
Kurir : @RizkyAditya4 @Sunnahku

Bantuan sembako


PONDOK PESANTREN AL QUR’ANI (Bantuan Sembako). Alamat : Playen Gunungkidul Yogyakarta, dipimpin oleh KH. Muhammad Thohari, dan aktivitas keseharian Ponpes dibantu oleh Ketua Ponpes yaitu Bp.Syarif Harnadi. Saat ini Ponpes Al Qur’any menampung 25 siswa dhuafa. Banyak santri merupakan siswa berprestasi di sekolah. Sehari-hari para siswa iuran untuk mencukupi bahan pangan. Untuk ikut meringankan biaya kebutuhan harian khususnya sembako, Tim POPIMAS #SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan ) menyampaikan santunan yang di wujudkan dalam bentuk beras,minyak goreng dan gula, senilai Rp. 1.000.000,-. Dan bantuan ini merupakan santunan lanjutan dari Rombongan 988. Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan #SedekahRombongan untuk membangun Gunungkidul dari pesantren. Serta mendukung kesehatan santri agar dapat terus semangat belajar.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 November 2017
Kurir : @rizkiaditya4 @Sunnahku

Bantuan sembako


PONDOK PESANTREN AL MARDHOTILLAH (Bantuan Sembako). Alamat : Siyono, Wonosari, Gunungkidul berdiri sejak tahun 1999. Saat ini jumlah santri yang menuntut ilmu dan diasuh oleh Ponpes Al Mardhotillah berjumlah 150. Semua santri bersekolah di SMK Agribisnis, peternakan dan Madrasah Aliyah. Para santri ini berasal dari berbagai penjuru nusantara. Pondok pesantren Al Mardhotillah menggratiskan biaya pendidikan bagi santri-santrinya, alias gratis. Infaq orangtua bisa dibilang tidak ditentukan dan sangat ringan. Hasil pendidikan ponpes Al Mardhotillah cukup berprestasi. Terdapat santri yang menorehkan prestasi tingkat nasional dalam pidato bahasa Inggris. Namun aktivitas Pondok Pesantren Al Mardhotillah bukan tanpa tantangan. Jumlah santri yang besar, menuntut pengelolaan kebutuhan rumah tangga yang besar pula. Setiap bulan ponpes ini membutuhkan 1,5 ton beras. Untuk melakukan penghematan, sudah setengah tahun ini para santri dan pengelola hanya makan bubur di pagi hari, dan baru di malam hari dapat menikmati nasi. Bila bahan pokok beras sudah benar-benar habis, maka para santri dan pengelola akan melahap nasi jagung tanpa lauk untuk makan sehari-hari. Pada 24 Maret 2017, tim #POPI #SedekahRombongan menyampaikan bantuan senilai Rp.1.000.000 yg diwujudkan dalam bentuk. Dan bantuan ini merupakan santunan lanjutan dari Rombongan 988. Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan #SedekahRombongan untuk aktivitas di Pondok Pesantren Al Mardhotillah

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 November 2017
Kurir : @rizkiaditya4 @Sunnahku

Bantuan sembako


PANTI ASUHAN DAN SLB SEKAR HANDAYANI (Bantuan Sembako). Alamat : Girisekar, Jalan Panggang-Wonosari KM.6,5. Girisekar, Panggang, Gunungkidul Yogyakarta, seakan menjadi oase yang menyejukkan dahaga ilmu para Anak Berkebutuhan Khusus di daerah Panggang. SLB yang juga dilengkapi dengan Panti ini mendidik 27 anak ( ABK -A,B,C) berusia 10 hingga 18 tahun. Setiap bulan, Panti dan SLB Sekar Handayani membutuhkan 1 kuintal beras, dan kebutuhan sembako lainnya. Minimnya bantuan dari pihak luar menjadikan pemenuhan kebutuhan ini masih terasa sulit bagi pengelola Panti. Tim POPIMAS SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid SedekahRombongan) datang untuk menyerahkan bantuan sembako senilai Rp. 1.000.000, dan bantuan ini merupakan santunan lanjutan dari Rombongan 988. Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan #SedekahRombongan bagi aktivitas Panti dan SLB Sekar Handayani.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 November 2017
Kurir : @rizkiaditya4 @Sunnahku

Bantuan sembako


PANTI ASUHAN ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) SUHARJO PUTRO (Bantuan Sembako). Alamat : di Sepat, Ngoro-ngoro, Patuk, Gunungkidul Yogyakarta ini awal mulanya merupakan suatu sekolah sederhana yang dimulai tahun 2005. Dimulai dari ruangan sangat sederhana, Pak Suharjo yang merupakan pamong desa menjadi satu-satunya guru dan pengelola. Pasca gempa Yogyakarta 2006, sekolah untuk ABK ini diselenggarakn di tengah lapang dengan beralaskan tenda. Sebuah organisasi kemanusiaan internasional kemudian memberikan bantuan untuk mendirikan sekolah. Saat itulah Sekolah ini pertama kalinya memiliki bangunan sendiri yang dibangun di atas tanah wakaf lurah, yang kemudian diberi nama sesuai nama guru pertama sekolah tersebut: Suharjo Putro. Saat ini sekolah ini juga memiliki panti di bagian belakang sekolah. 15 guru menjadi tenaga pengajar bagi 42 siswa (SD-LB, SMP-LB, hingga SMA-LB). Pada 24 Maret 2017, Tim POPIMAS#SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid SedekahRombongan ) menyampaikan bantuan senilai Rp.1.000.000,- yg diwujudkan dalam bentuk sembako (beras, gula, teh, minyak), dan bantuan ini merupakan santunan lanjutan dari Rombongan 988. Semoga bantuan ini semakin menyemangati ABK di Panti Suharjo Putro untuk menuntut ilmu dan terus berprestasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 November 2017
Kurir : @rizkiaditya4 @Sunnahku

Bantuan sembako


PONPES AL MUHAJIRIN (Bantuan Sembako). Alamat : Dusun Patuk, 04/01, Patuk, Patuk, Gunungkidul. Ponpes ini didirikan pada 15 Mei 2011 dengan biaya dari swadaya masyarakat sekitar. Awal pendirian Ponpes ini diprakarsai oleh Bapak Daliyo dan Bapak Budi yang merupakan tokoh masyarakat di dusun Patuk. Bangunan dari ponpes Al Muhajirin yang pertama adalah bangunan induk di sebelah utara yang dulu merupakan satu-satunya ruangan kelas dan ruang guru berada di teras. Setelah itu kemudian menambah bangunan disebelahnya untuk dijadikan ruang kelas tambahan dan ruang guru. Kemudian mendapatkan bantuan dana lagi dari beberapa masyarakat untuk pembangunan kamar ustad di sebelah timur. Ponpes ini kemudian melanjutkan pembuatan sumur bor dengan biaya bantuan dari beberapa yayasan yang kemudian ditambahi tampungan air. Masjid yang dimiliki oleh ponpes ini merupakan bantuan dari beberapa yayasan. Saat ini ponpes ini masih banyak membutuhkan bantuan, terutama untuk kebutuhan sehari-hari. Kasur yang digunakan para santri pun sudah tidak layak untuk dipergunakan, begitupun kamar beberapa santri putra yang hanya ditutupi oleh dinding kayu sederhana. Asrama untuk santri putri pun masih nunut di tempat Bapak Daliyo yang merupakan salah satu pendiri ponpes tersebut. Maka dari itu Sedekah Rombongan memberikan bantuan berupa paket sembako dengan nilai Rp. 1.000.000 pada tanggal 24 Maret 2017. Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan SedekahRombongan untuk aktivitas belajar di Ponpes Al Muhajirin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 November 2017
Kurir : @rizkiaditya4 @Sunnahku

Bantuan sembako


DHIKY INSAN (13) & RAKA ALFARISQI (6, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat: Dusun Trini, RT 8/18, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dhiky, biasa ia dipanggil adalah pelajar kelas VII di SMP Muhammadiyah 3 Mlati, SLeman. Sementara adiknya, Raka, duduk di bangku TK ABA kelas A yang beralamat di Dusun Trini, Hargorejo, Gamping, Sleman. Keduanya adalah putra pasangan Ibu Lastri Yati (36) yang bekerja sehari-hari sebagai buruh harian lepas paper bag dan Bapak Sumbogo (50) yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan gaji per bulan di bawah UMR. Beberapa minggu yang lalu, Ibu Lastri mengeluhkan terkait biaya pendidikan kedua putranya. Putra pertamanya, Dhiky yang barus aja masuk SMP memiliki tunggakan biaya sekolah yang harus dibayarkan sebesar Rp.1.325.000,-. Biaya ini meliputi tagihan tunggakan SPP, pelunasan daftar ulang, dan biaya ujian sebagai prasyarat mengikuti UTS. Sementara anak bungsunya, Raka, semenjak masuk TK di kelas A belum pernah membayar SPP sama sekali serta uang alat sekolah sebesar Rp. 1.750.000,-. Bu Lastri merasa kebingungan karena dalam waktu singkat harus menyiapkan dana yang tidak sedikit untuk sekolah kedua putranya, padahal penghasilannya sebagai buruh pelipat paper bag hanya dapat mencukupi kebutuhan makan sehari-hari, penghasilan dari suaminya pun tak pasti. Mendengar kisah tersebut Kurir Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan mereka sehingga tergerak untuk membantu biaya pendidikan kedua putra bu Lastri. Amanah dari sedekaholics ini dipergunakan untuk bantuan biaya sekolah keduanya. Semoga Dhiky dan Raka semakin bersemangat belajar sehingga kelak menjadi generasi penerus bangsa yang pintar dan hebat, Aamiin.

Tanggal: 16 Oktober 2017
Besar Bantuan: Rp. 3.070.000,-
Kurir: @rizkyadityapermana4 @NuliW

Bantuan biaya sekolah


MASJID AL FURQAN (Bantuan Pembelian Pengeras Suara). Alamat : Dusun Sonayan, RT 5/20, Desa Madurejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Masjid Al Furqan ini terletak di dekat jalan utama (jalan provinsi). Suara imam seringkali terganggu dengan kendaraan yang lalu-lalang, sementara alat pengeras di masjid ini sudah rusak. Selain itu, suara adzan pun tidak dapat menjangkau warga yang tinggal agak jauh dari masyarakat. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi ini saat bersilaturahim ke pengurus masjid. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk pembelian TOA dan amplifier. Harapannya, dengan pengadaan inventaris untuk masjid ini suara imam dapat terdengar jelas oleh makmum dan adzan bisa menjangkau seluruh warga Dusun Sonayan, sehingga Masjid Al Furqan semakin makmur. Pengurus Masjid Al Furqan sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga amal kebaikan sedekaholics diberikan balasan yang berlipat, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2017
Kurir : @rizkyadityapermana4 @AldaKYudha

Bantuan pembelian pengeras suara


PANTI ASUHAN YATIM DAN DUAFA MUSTIKA TAMA (Bantuan Sembako). Alamat : Cemplung Padokan Kidul, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. PA Mustika Tama didirikan pada 19 Juli 2010. Awalnya PA Mustika Tama menempati rumah sewa hingga tahun 2013. Kini Panti ini menempati tanah wakaf dan bangunan milik Yayasan yang dibangun atas dukungan masyarakat, swasta dan pengurus. Panti ini dihuni oleh 18 anak, 21 pengurus, dan 12 pengasuh. Usia anak-anak di panti ini berkisar antara 1 – 7 tahun, mayoritas adalah anak yatim piatu dan anak yang ditinggalkan oleh orang tuanya di panti. Pendidikan mereka tetap tak terabaikan, pihak panti juga akan memberikan kesempatan bersekolah di sekolah formal, ada yang bersekolah di PAUD maupun sekolah dasar. Selain merawat anak yatim piatu, PA Mustika Tama juga menyantuni 170 orang dhuafa yang bermukim di sekitar lingkungan panti. Alhamdulillah, Tim POPIMAS (Pondok Pesantren, panti Asuhan dan Masjid) Sedekah Rombongan menyampaikan amanah sedekaholics berupa sembako untuk menunjang kebutuhan anak-anak di PA Mustika Tama. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi PA Mustika Tama. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2017
Kurir : @rizkyadityapermana4 @atinlelyas @shintawuri

Bantuan sembako


MOHAMAD BIMA ADI (15, Kelainan Ginjal). Alamat: Jl. Ogan 1 No 24 Dusun Durenan Desa Pelem, Kec. Pare, Kab. Kediri, Jawa Timur. Bima biasa ia dipanggil, adalah pelajar kelas VIII Sekolah Menengah Pertama di Pare, Kediri. Pada awal September 2015 Bima sering mengeluh cepat lelah, sering merasa lemas dan sering mengalami demam. Karena itu orang tuanya memeriksakan Bima ke Puskesmas. Awal bulan November 2015 Bima mengalami demam lagi dan diikuti kejang sehingga membuat orang tuanya panik, Kemudian Bima langsung diperiksakan ke Rumah Sakit Amelia di Pare, Kediri. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Rumah Sakit, Bima diagnosa menderita kelainan ginjal. Bima sempat opname beberapa hari, dan akhirnya dokter memberi rujukan ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Namun karena keterbatasan biaya, keluarga berencana menunda keberangkatan ke Surabaya. Ayah Bima, Heru Widodo (42) bekerja sebagai pedagang asongan dan ibunya, Winarti (40) adalah seorang ibu rumah tangga yang juga hanya membantu suaminya berdagang untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang jumlah tanggungannya 4 orang. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bima, dan saat itu juga kurir Sedekah Rombongan langsung menjemput Bima dan keluarga pendamping untuk di antar ke Surabaya serta Bima dibuatkan jaminan kesehatan BPJS kelas 3. Bantuan sudah diberikan dan dipergunakan untuk biaya pengobatan serta transportasi ke Surabaya. Bantuan sebelumya tercatat pada rombongan 1059. Bima dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga kesehatan Bima segera membaik dan bisa melanjutkan sekolah demi menggapai cita-cita.

Jumlah Bantuan : Rp. 838.854,-
Tanggal : 12 Oktober 2017 & 16 November 2017
Kurir : BambangBKY Parno

Bima diagnosa menderita kelainan ginjal


DEDI SETYO PAMBUDI (25, Kanker Nasofaring). Alamat: Desa Tegalagung, RT 2/1, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Pak Dedi menderita sakit sejak pertengahan 2016. Awal mulanya beliau sering mengalami kesulitan bernapas. Karena hanya dikira kelelahan beliau tidak melakukan tindakan apa-apa. Semakin lama, pak Dedi sering mengalami sakit kepala. Beliau juga mengeluh nyeri di bagian wajah, hingga terlihat adanya pembengkakan di bagian pipi. Karena merasa khawatir, akhirnya pak Dedi memutuskan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Diari Puskesmas, pak Dedi dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksan, Pak Dedi didiagnosa menderita Kanker Nasofaring. Kini, Pak Dedi sudah mulai tidak dapat mengkonsumsi makanan lewat mulut karena wajah beliau sudah mengalami pembengkakan yang besar. Selain itu, pak Dedi mengeluh tidak dapat melihat dengan jelas. Orang tua pak Dedi, Libun (50) bekerja sebagai karyawan toko. Sedangkan ibunya, Sundari (49) adalah seorang ibu rumah tangga. Pak Dedi belum memiliki pekerjaan. Selama menjalani pengobatan, beliau menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3. Walaupun demikian pak Dedi masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi, biaya pengobatan di luar jaminan BPJS, dan tempat tinggal ketika beliau berada di Surabaya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan pak Dedi dan keluarga. Bantuan telah disampaikan dan diterima oleh pihak keluarga. Bantuan tersebut dipergunakan untuk biaya transportasi dan pemenuhan nutrisi pak Dedi. Saat ini Pak Dedi sedang melakukan tindakan sinar secara rutin. Kondisinya pun mulai terilhat membaik. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1107. Semoga pak Dedi dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 738.400,-
Tanggal : 28 November 2017
Kurir : BambangBKY @MiftakhulAbuSasi

Pak Dedi didiagnosa menderita kanker nasofaring


IMAM WAHYUDI (50, Kanker Lidah). Alamat: Jalan Jum’at RT 3/6, Dusun Karangmulyo, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pak Imam sudah sakit sejak bulan April 2017 lalu. Awal mulanya, Pak Imam mengeluh sering sakit tenggorokan yang berlangsung terus-menerus. Beliau mendapatii adanya bercak berwarna merah dan sariawan yang tidak kunjung sembuh. Hal-hal seperti itu membuat Pak Imam kesulitan saat menelan. Karena sempat ada perdarahan tanpa sebab pada lidah beliau, akhirnya beliau memutuskan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, Pak Imam lalu dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Imam didiagnosa menderita kanker lidah. Untuk mendapatkan pengobatan yang maksimal, akhirnya Pak Imam dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Kini, beliau masih kesulitan untuk berbicara dan menelan. Pak Imam adalah seorang wiraswasta. Istri beliau, Yuhanik (39) bekerja sebagai petani. Anak Pak Imam sudah menikah sehingga sudah tidak memiliki tanggungan. Selama menjalani pengobatan, beliau menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, Pak Imam masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan diluar fasilitas KIS. Saat mengetahui kondisi Pak Imam, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan telah disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya pengobatan. Semoga Pak Imam dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 948.300,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : BambangBKY Eisty

Pak Imam didiagnosa menderita kanker lidah


INDRA MALIK SEPTIANSYAH (1, Jantung Bocor). Alamat: Dusun Krajan Lor RT 1/11, Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Indra yang kala itu baru saja lahir dan masih belum diberi nama harus merasakan penderitaan yang luar biasa. Sejak lahir ia sering megalami panas dan sesak napas. Tubuhnya yang mungil membuat ia semakin rentan sakit. Karena khawatir, kedua orangtua Indra langsung membawa Indra ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, Indra langsung dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Indra didiagnosa menderita jantung bocor. Untuk mendapatkan pengobatan yang maksimal, akhirnya Indra dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Kini, beliau masih kesulitan untuk bernapas dan masih sering demam. Ayah Indra, Heriyanto (40) adalah tukang las. Sedangkan ibunya, Nunik Hasanah (39) adalah seorang ibu rumah tangga. Indra adalah anak kedua. Selama menjalani pengobatan, Indra menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS. Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan Indra. Ayah Indra merasa tidak mampu untuk membiayai pengobatan Indra. Penghasilan dari hasil jerih payahnya bekerja sebagai tukang las hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Sedekah Rombongan berkesempatan membantu Indra. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan telah disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya pengobatan. Semoga Indra dapat segera sembuh dan dapat menjadi anak yang sehat. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 21 Desember 2017 & 10 Januari 2018
Kurir : BambangBKY

Indra didiagnosa menderita jantung bocor


JUMA’AH BIN MISRA (47, Tumor Mandibula). Alamat: Polo Agung No 1 RT 25/7, Desa Sukorejo, Kecamatan Sumber Wringin, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Pak Juma’ah mengalami sakit sejak tahun 2012. Awal mulanya beliau mendapati adanya benjolan kecil di rahang sebelah kanan. Karena masih kecil, beliau mengira hanya benjolan biasa seperti sariawan sehingga menganggap benjolan tersebut akan hilang dengan sendirinya. Semakin lama, benjolan tersebut membesar dan membuat pak Juma’ah tidak kuat menahan nyeri akibat benjolan tersebut. Akhirnya beliau memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, pak Juma’ah dirujuk ke RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pak Juma’ah didiagnosa mengidap tumor mandibula atau yang biasa dikenal sebagai tumor rahang bawah. Namun pengobatan pak Juma’ah sempat terhenti karena kendala biaya. Pak Juma’ah hidup di keluarga yang serba kekurangan. Sebelum sakit, pak Juma’ah bekerja sebagai petani. Istrinya, Sahati (58) adalah seorang Pembantu Rumah Tangga (PRT) dengan satu orang anak. Selama menjalani pengobatan, pak Juma’ah menggunakan biaya pribadi. Bantuan pembuatan Jaminan Kesehatan berupa JKN-KIS PBI kelas III telah beliau terima sehingga pak Juma’ah dapat melanjutkan pengobatan di RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso. Dari RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso, pak Juma’ah kemudian dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan pengobatan yang lebih intensif. Namun, pak Juma’ah masih mengalami kesulitan mengenai biaya hidup ketika beliau berada di Surabaya dan biaya pengobatan di luar fasilitas jaminan kesehatan. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang digunakan untuk biaya pengobatan dan transportasi. Pada 14 November 2017 pak Juma’ah telah menjalani operasi untuk mengangkat penyakitnya. Operasi berjalan dengan lancar. Pak Juma’ah harus menjalani kontrol rutin sebulan lagi untuk mengetahui perkembangan kondisi beliau. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1012.

Jumlah Bantuan : Rp. 720.215,-
Tanggal : 28 Oktober 2017 & 28 November 2017
Kurir : BambangBKY

Pak Juma’ah didiagnosa mengidap tumor mandibula


KUSBUDININGSIH USUF (40, Kanker Payudara). Alamat: Dusun Pengkol RT 2/4, Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Awal tahun 2017, bu Kus sudah merasakan adanya benjolan kecil di sekitar payudara sebelah kanan. Karena mengira benjolan tersebut akibat gigitan serangga, beliau mengabaikan benjolan tersebut dan berasumsi akan hilang dengan sendirinya. Semakin lama, benjolan yang awalnya hanya seperti benjolan akibat gigitan serangga tersebut semakin membesar sehingga membuat bu Kus kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari. Pada april 2017, bu Kus akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Dari Puskesmas, bu Kus dirujuk ke RSUD Nganjuk untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang lebih akurat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Kus didiagnosa menderita Kanker Payudara stadium 3. Untuk mendapatkan pengobatan yang lebih maksimal, bu Kus dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bu Kus adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Usuf (49) bekerja sebagai buruh serabutan servis elektro. Selama menjalani pengobatan, bu Kus menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, bu Kus masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi dan tempat tinggal ketika di Surabaya. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan bu Kus. Bantuan telah telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan dan dipergunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama di Surabaya. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1056. Bu Kus dan keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan. Semoga bu Kus dapat segera sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 26 September 2017 & 25 Oktober 2017
Kurir : BambangBKY @Sylviaauliaa

Bu Kus didiagnosa menderita Kanker Payudara stadium 3


LAMINEM SUROSO (75, Kanker Hidung). Alamat: Jl. Tmg Irosroyo RT 2/6, Desa Pace Wetan, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Nenek Laminem sudah bertahan dari sakit yang beliau derita sejak tahun 1997. Dua puluh tahun perjalanan yang beliau tempuh dengan keluhan sakit yang luar biasa, tidak mematahkan semangat nenek Laminem untuk sembuh dari sakitnya. Sakit yang beliau derita ini berawal dari seringnya nenek Laminem mengalami mimisan. Selain itu, beliau mengeluh sering mengalami sesak napas dan selalu pusing. Semakin lama, nenek Laminem melihat adanya perubahan pada wajah beliau. Hidungnya semakin membengkak. Karena khawatir, akhirnya beliau memutuskan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, nenek Laminem langsung dirujuk ke RSUD Nganjuk. Selama masa pengobatan, nenek Laminem sudah mendapatkan tindakan operasi sebanyak 5 kali. Hingga kini, pengobatan yang beliau tempuh belum dapat menyembuhkan penyakit yang beliau derita. Penyakit yang menggerogoti wajah nenek Laminem ini sudah merembet ke bagian mata. Akhirnya beliau dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif. Kini, beliau harus menjalani pengobatan rawat jalan 1 minggu sekali yaitu kontrol di bagian poli kulit RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Suami mbah Laminem, Suroso sudah meninggal dunia. Mbah Laminem tinggal bersama satu-satunya anak beliau yang bekerja sebagai buruh cuci pakaian. Selama menjalani pengobatan, mbah Laminem menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan diluar jaminan KIS, akomodasi dan biaya hidup saat di Surabaya. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dan dipergunakan untuk kebutuhan nutrisi, biaya transportasi dan akomodasi selama di Surabaya. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1056. Semoga penyakit mbah Laminem dapat segera terangkat. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.165.200,-
Tanggal : 29 Agustus 2017, 26 September 2017, 26 Oktober 2017
Kurir : BambangBKY Eisty

Mbah laminem menderita kanker hidung


MUNAWIR BIN WASIMIN (46, Gloukoma) Alamat : Dsn, Wringin Tengah, RT 2/6, Kelurahan. Wringin, Kec. Wringin, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Bapak Munawir di diagnosis menderita Gloukoma dengan keadaan yang sudah parah kedua matanya sudah tidak bisa melihat lagi, dengan kondisi yang seperti itu, beliau disarankan untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Dengan kondisi mata yang seperti itu, beliau tetap berusaha mencari nafkah. Beliau adalah seorang pembuat tape di kampungnya. Bu Sanimah (44) istrinya, adalah seorang ibu rumah tangga. Pendapatan yang diperoleh pak Munawir tidak menentu. Terkadang penghasilan dari menjual tape tidak cukup untuk biaya sehari hari beliau. Biaya transportasi yang mahal dan biaya hidup yang tidak murah membuat pak Munawir sempat menunda keberangkatannya. Mendengar hal itu kurir Sedekah Rombongan segera mendatangi rumah beliau dan mulai melakukan survey. Setelah dirasa cukup dan layak untuk dibantu, kami segera membawa pak Munawir ke Surabaya. Pak Munawir dan istri adalah pasangan suami istri yang taat beribadah. Terbukti pada saat berada di rumah singgah, ibadah sholat lima waktu tidak pernah mereka tinggalkan begitupun dengan sholat sunah seperti sholat dhuha dan sholat tahajud. Alhamdulillah, kami kurir Sedekah Rombongan bersyukur dipertemukan oleh keluarga pak Munawir. Belum seminggu menjalani perawatan di dokter Soetomo, mata sebelah kiri beliau sudah dioperasi dan digantikan oleh bola mata palsu. Saat ini pak Munawir menunggu pendonor mata untuk menggantikan mata sebelah kanan beliau. Harapan beliau dapat melihat dengan normal dan jelas kembali, tentu juga adalah harapan dari kami, kurir yang mendampingi beliau. Saat ini beliau sudah mendapatkan donor untuk mata kanan, namun beliau masih harus menunggu jadwal operasi dikarenakan ketersediaan ruangan operasi yang terbatas. Sembari menunggu jadwal operasi, beliau tetap melakukan kontrol rutin sebulan sekali agar kondisinya tetap stabil. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya tercatat di rombongan 1054. Pak Munawir dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 511.000,-
Tanggal : 10 Oktober 2017 & 27 Januari 2018
Kurir : BambangBKY

Bapak Munawir di diagnosis menderita gloukoma


NURHOSNA BIN MUSAKKI (46, Tumor Mata ). Alamat : Desa Dawuhan RT 1/2, Kec. Batu, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Sejak awal September 2014 lalu, muncul benjolan pada mata Bu Nurhosna, kemudian Bu Nurhosna memeriksakan dirinya di RSUD Bondowoso dan didiagnosa mengalami penyumbatan pada saluran air mata sebelah kanannya. Semakin hari benjolanpada mata kanan Bu Nurhosna semaikin bertambah besar. Sehingga pada akhirnya beliau dirujuk untuk berorat ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Namun karena keterbatasan biayatransportasi ke Surabaya beliau hampir putus asa untuk tidak melanjutkan pengobatannya. Bu Nurhosna seorang ibu rumah tangga dengan tanggungan 2 orang anak. Beruntung kami Sedekah Rombongan bertemu dengan beliau. Sedekah Rombongan membantu biaya pengobatan, transpotasi serta membantu membuatkan BPJS untuk Bu Nurhosna. Bantuan kembali disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya berobat & transportasi. Sebelumnya bantuan untuk Bu Nurhosna masuk dalam rombongan 1062. Saat ini Bu Nurhosna masih rutin setiap satu bulan sekali datang ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk kontrol dan mengikuti jadwal kemoterapi. Pihak keluarga merasa sangat terbantu dan bersyukur atas bantuan yang disampaikan. Semoga pengobatan Bu Nurhosna bisa segera selesai dan dokter menyatakan sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 797.200,-
Tanggal: 19 Oktober 2017 & 29 November 017
Kurir: BambangBKY

Bu Nurhonsa menderita tumor mata


MUHAMMAD RAFA AZKA SATRIA (2, Hydrocephalus). Alamat: Dusun Kedungsuko RT 3/30, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Muhammad Rafa Azka Satria, atau yang biasa dipanggil Rafa adalah anak ketiga dari ibu Ika. Ketika bu Ika sedang hamil 10 bulan, bu Ika tiba-tiba mengalami keluhan nyeri di area perut beliau. Awalnya bu Ika tidak menghiraukan rasa nyeri tersebut. Namun saat mendapati adanya perdarahan yang tidak sedikit dan terus-menerus, akhirnya keluarga membawa bu Ika ke Puskesmas terdekat. Bidan setempat memberikan arahan untuk merujuk bu Ika ke RSUD Balung Jember karena kondisi bu Ika yang sudah darurat dan butuh penanganan yang tepat. Di RSUD Balung Jember, bu Ika segera dibawa ke tempat persalinan. Selama 30 menit, bu Ika melahirkan bayi kembar. Selang 3 hari pasca melahirkan, dokter sudah berusaha sekuat tenaga untuk memberikan perawatan secara intensif kepada kedua bayi tersebut. Namun salah satu bayi tersebut meninggal dunia di RSUD Balung Jember. Akhirnya bayi yang masih tetap bertahan mendapatkan perawatan selama 26 hari di RSUD Balung Jember. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bayi bu Ika yang kemudian bernama Rafa tersebut didiagnosa menderita hydrocepalus. Dokter kemudian merujuk bayi bu Ika ke RSUD Dr. Soebandi Jember karena peralatan yang lebih lengkap. Di RSUD Dr. Soebandi Jember, Rafa mendapatkan perawatan selama satu bulan. Karena kondisi Rafa berangsur membaik, akhirnya Rafa diperbolehkan untuk pulang dan menjalani rawat jalan saja. Beberapa waktu berlalu, keluarga tidak mampu untuk membawa Rafa kembali untuk menjalani rawat jalan hingga akhirnya memutuskan untuk tidak melakukan kontrol rutin. Semakin lama, kondisi Rafa semakin menurun. Keluarga khawatir karena tidak ada biaya untuk pengobatan Rafa. Ayah Rafa, Kukuh Hariyadi (31) bekerja sebagai tukang tambal ban. Sedangkan ibunya, Ika Fatmawati adalah seorang ibu rumah tangga. Rafa dirujuk ke RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Lalu dari RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, rafa dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk dapat menjalani pengobatan yang lebih intensif. Selama menjalani pengobatan, Rafa menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS Kelas III. Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan untuk mencukupi biaya transportasi dan biaya hidup selama berobat ke rumah sakit rujukan. Saat Kurir Sedekah Rombongan mendatangi keluarga Rafa, kam turut merasakan kesulitan keluarga Rafa. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari para sedekaholic. Bantuan tersebut dipergunakan untuk biaya pengobatan diluar BPJS, transportasi, dan biaya hidup selama mendampingi pengobatan Rafa. Semoga Rafa dapat segera sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 664.135,-
Tanggal : 30 September 2017 & 3 Oktober 2017
Kurir : BambangBKY Parno

Rafa didiagnosa menderita hydrocepalus


SISWANTI BINTI SAMIDI (28, Lupus Eritematosus Sistemik + Dilated Cardiomyopathy + DCFC + Measles Rubella). Alamat: Dusun Kejenon RT 01/3, Desa Jenu, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Bu Siswanti sudah sakit sejak bulan Desember 2016. Awal mulanya beliau sering mengalami kelelahan dan selalu merasa kurang enak badan. Bu Siswanti juga sering mengalami sesak napas dan pusing. Gejala-gejala tersebut membuat Bu Siswanti sering jatuh sakit. Karena khawatir, akhirnya beliau memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, Bu Siswanti langsung dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Ternyata Bu Siswanti memiliki komplikasi pada penyakit beliau. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Siswanti didiagnosa menderita Lupus Eritematosus Sistemik, Dilated Cardiomyopathy, DCFC, dan Measles Rubella. Lupus adalah suatu penyakit peradangan kronis yang disebabkan oleh sistem imun. Sedangkan penyakit kardiomiopati adalah kemampuan jantung saat memompa darah mengalami penurunan karena pembesaran jantung bilik kirinya. Sedangkan DCFC adalah penyakit gagal jantung. Bu Siswanti menjalani pengobatan di Poli Jantung dan Rhematology RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Kondisi beliau kini sangat lemah setiap melakukan aktivitas sehingga selalu memerlukan bantuan. Bu Siswanti adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Suwito (32) adalah seorang satpam. Mereka memiliki satu orang anak yang sudah menikah. Selama menjalani pengobatan, Bu Siswanti menggunakan jaminan kesehatanberupa BPJS Mandiri Kelas 3. Walaupun demikian, beliau masih mengalami kesulitan mengenai biaya setiap kontrol karena diharuskan rawat inap dengan pengeluaran sekitar satu juta rupiah. Ditambah lagi ketika Bu Siswanti selesai menjalani kontrol rutin, beliau akan drop saat tiba di rumah akibat naik turun kendaraan umum. Saat mengetahui kondisi Bu Siswanti, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan digunakan untuk biaya transportasi dan biaya pengobatan. Semoga Bu Siswanti dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 14 November 2017
Kurir : BambangBKY @MifthakulAbuSasi Parno

Bu Siswanti didiagnosa menderita Lupus Eritematosus Sistemik, Dilated Cardiomyopathy, DCFC, dan Measles Rubella


RUSMINI RUSLAN (56, Kanker Serviks). Alamat: Desa Bujel RT 6/1, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Bu Rusmini sudah sakit sejak Mei 2017. Awal mulanya beliau mengeluh sakit perut. Karena dikira hanya sakit perut biasa, Bu Rusmini mengira sakit perut tersebut akan sembuh dengan sendirinya. Suatu ketika, Bu Rusmini mendapati beliau tidak kunjung mengalami haid seperti bulan-bulan sebelumnya. Selama satu bulan menanti, akhirnya Bu Rusmini memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Rusmini didiagnosa menderita Kanker Serviks. Dokter menyarankan agar Bu Rusmini menjalani pengobatan di tempat asal beliau dan fokus untuk penyembuhan. Akhirnya Bu Rusmini dirujuk ke RSUD Gambiran Kota Kediri. Dari RSUD Gambiran Kota Kediri, Bu Rusmini dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani pengobatan yang lebih lanjut. Beliau menjalani terapi penyinaran radioterapi untuk mengangkat sel-sel kanker. Sebelum sakit, Bu Rusmini bekerja sebagai baby sitter di Jakarta. Ketika sudah beberapa minggu menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, suami beliau, Wagiran tiba-tiba meninggal dunia. Akhirnya pengobatan beliau pun tertunda. Bu Rusmini memiliki satu orang anak yang sudah berkeluarga. Selama menjalani pengobatan, Bu Rusmini menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, Bu Rusmini masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi dan tempat tinggal ketika melakukan kontrol rutin ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Sedekah Rombongan merasakan kesedihan yang dialami beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan telah disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya pengobatan dan transportasi. Semoga Bu Rusmini dapat segera sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 781.340,-
Tanggal : 26 Oktober 2017 & 17 November 2017
Kurir : BambangBKY @Sylviaauliaa

Bu Rusmini didiagnosa menderita Kanker Serviks


SUSANTO BIN JAMALUDDIN (53, Tumor Femoralis). Alamat: Desa Lumutan, RT 29/7, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Pak Susanto sudah sakit sejak tahun 2002. Awal mulanya, beliau mendapati adanya benjolan di paha. Karena dianggap hanya benjolan biasa dan akan hilang dengan sendirinya, beliau tidak melakukan tindakan apapun. Semakin lama, benjolan tersebut semakin membesar. Pak Susanto akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, Pak Susanto dirujuk ke RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Susanto didiagnosa menderita Tumor Femoralis. Dokter langsung memberikan tindakan operasi untuk pengangkatan tumor tersebut. Setelah selesai dilakukan operasi, Pak Susanto kembali menjalani aktivitas seperti sedia kala. Seiring berjalannya waktu, tumor Pak Susanto muncul kembali. Belakangan ini Pak Susanto mendapati adanya benjolan lagi di sekitar paha dan betis. Awalnya tidak dirasa, namun semakin lama benjolan tersebut terasa nyeri. Dokter menyarankan agar Pak Susanto menjalani operasi lanjutan untuk pengangkatan tumor tersebut. Pak Susanto bekerja sebagai kuli bangunan. Istri Pak Susanto, Saniye (47) adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka memiliki satu orang anak. Selama menjalani pengobatan, Pak Susanto menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS PBI. Walaupun demikian, beliau masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi dan akomodasi. Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan dari para sedekaholics. Bantuan digunakan untuk biaya transportasi dan biaya akomodasi. Semoga Pak Susanto dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 618.900,-
Tanggal : 21 November 2017
Kurir : BambangBKY Eisty

Pak Susanto didiagnosa menderita Tumor Femoralis


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN ( Operasional, Desember 2017 ). Lokasi Dsn Klampisan RT 01/03, Ds. Kaliancar, Kec.Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Alhamdulillah, semakin banyak dan berkembangnya pergerakan sedekah rombongan di Wonogiri dan semakin banyak pula warga tak mampu yang terhandle, terwujudlah Rumah Singgah Sedekah Rombongan Wonogiri (RSSR) sebagai tempat untuk merawat serta menangani pasien dampingan sedekah rombongan di Wonogiri dan sekitarnya. Rumah Singgah ini merupakan salah satu prasarana dalam melengkapi kebutuhan pergerakan sedekah rombongan. Selain sebagai tempat para pasien untuk transit ( singgah ) juga memberikan efisiensi dan efektifitas bagi pasien dalam menjalani pengobatan selama menjadi dampingan kami. Segala kebutuhan RSSR dan pengelola, menjadi tanggung jawab kami demi kelangsungan serta kelancaran penyembuhan para pasien dampingan. Semoga dengan prasarana tersebut semakin memudahkan penanganan pasien dampingan sedekah rombongan, dan semakin banyak pula warga tak mampu yang terbantu dengan pergerakan sedekah rombongan ini.

Operasional : Rp 2.213.912,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir :@mawan, all tim

Biaya operasional

REKAPITULASI BANTUAN

 

No Nama Jumlah Bantuan
1 PADI BIN SAKIP 500,000
2 TIODOR NAINGGOLAN HUTA BALIAN 888,400
3 SITI NUR MUJAWAROH 720,000
4 SONI ISRA ISTAIN 617,000
5 VERNANDO VARGHAS 1,000,000
6 ABDUL ROZAK 500,000
7 ATIK ISYAWATI 642,000
8 INDRA MALIK SEPTIANSYAH 1,494,500
9 SITI ALFIAH 500,000
10 MUANA BINTI MURJAI 524,750
11 SUCIK AISYAH 750,000
12 SUTIK BINTI SUBUWET 1,000,000
13 RAHMATUL HIDAYAH 500,000
14 AHMAD HASAN ABDILLAH 798,300
15 MUHAMMAD RENO ABDULLAH 519,000
16 LUSIANI BINTI SIKAN 1,150,000
17 SHOLIHIN BIN UNTUNG 5,000,000
18 ARBUWA BINTI AJIB 1,099,750
19 SUKARTINI BINTI RUSDAN 1,238,000
20 MTSR JEMBER 7,973,800
21 MTSR JEMBER 6,810,000
22 RSSR JEMBER 2,675,067
23 RSSR JEMBER 1,530,500
24 Safrudin 3,000,000
25 Yuli Wibowo 2,000,000
26 YUSDAR BIN MARIYONO 1,373,400
27 SHILFIA IZZAHRATUSINTA 2,945,000
28 AGUS WANTO 672,600
29 BEDJOE ARYO SAPUTRO 712,575
30 DIAN RAHMAWATI 761,000
31 ELVRINA ZAHIRAH RAHMA 600,000
32 SRI SUDARWIYANTI 500,000
33 WALDIAH BINTI JUMALI 500,000
34 MUHAMMAD GHAZA ADHI ALKAFF 1,000,000
35 SUPRIHATIN BINTI TIRTO SUNGKONO 1,000,000
36 SUTILAH BINTI KINJENG 1,500,000
37 MISRENI BINTI SAMIN 534,000
38 PONDOK PESANTREN AL MURTADLO 1,000,000
39 YAYASAN PENDIDIKAN AL QURAN AL MARQ 500,000
40 PONDOK PESANTREN AL QUR’ANI 1,000,000
41 PONDOK PESANTREN AL MARDHOTILLAH 1,000,000
42 PANTI ASUHAN DAN SLB SEKAR HANDAYANI 1,000,000
43 PANTI ASUHAN ABK SUHARJO PUTRO 1,000,000
44 PONPES AL MUHAJIRIN 1,000,000
45 DHIKY INSAN & RAKA ALFARISQI 3,070,000
46 MASJID AL FURQAN 3,000,000
47 PANTI ASUHAN YATIM DAN DUAFA MUSTIKA TAMA 500,000
48 MOHAMAD BIMA ADI 838,854
49 DEDI SETYO PAMBUDI 738,400
50 IMAM WAHYUDI 948,300
51 INDRA MALIK SEPTIANSYAH 800,000
52 JUMA’AH BIN MISRA 720,215
53 KUSBUDININGSIH USUF 700,000
54 LAMINEM SUROSO 1,165,200
55 MUNAWIR BIN WASIMIN 511,000
56 NURHOSNA BIN MUSAKKI 797,200
57 MUHAMMAD RAFA AZKA SATRIA 664,135
58 SISWANTI BINTI SAMIDI 500,000
59 RUSMINI RUSLAN 781,340
60 SUSANTO BIN JAMALUDDIN 618,900
61 RSSR Wonogiri 2,213,912
Total 80,597,098

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 80,597,098,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1108 ROMBONGAN

Rp. 59,496,424,148,-