YAYUK SUPRIHATEN (53, Tumor Otak). Alamat : Desa Banjarsari Wetan, RT 12/4, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Yayuk adalah seorang ibu rumah tangga dengan 3 orang anak, dan suami yang mencari nafkah di pulau Kalimantan dengan pekerjaan serabutan yang belum tentu setiap bulan mengirim uang untuk keluarga di rumah. Awal penyakitnya dirasa sewaktu bekerja di Arab Saudi sebagai TKW, setelah pulang beliau berobat di RS Dokter Oen Surakarta, setelah serangkaian pemeriksaan dan operasi karena keterbatasan biaya, pengobatan pun berhenti dan kondisi sekarang mengalami kebutaan disertai kepala yang sering terasa nyeri. Beliau tinggal di rumah dengan anak perempuannya yg masih duduk di kelas VIII MTSN. Untuk makan sehari-hari sering kali dibantu oleh tetangga-tetangganya, kadang kala memasak sendiri dengan segala keterbatasannya. Bu Yayuk memiliki fasilitas jaminan kesehatan BPJS kelas 3. Namun demikian, untuk melanjutkan berobat, sangatlah terasa berat karena tidak memiliki biaya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Yayuk. Bantuan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat dan meringankan biaya sekolah anaknya, juga untuk makan sehari-hari. Bu Yayuk sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Bu Yayuk mendoakan semoga para sedekaholics dan semua kurir Sedekah Rombongan diberi kesehatan selalu, dan dimudahkan rezekinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi

Bu Yayuk menderita tumor otak


KAMALI BIN SAMAN ( 57, Pasca kecelakaan). Alamat : Dusun Sambiroto, RT 14/3, Desa Nampu, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Kamali mengalami kecelakaan lalu lintas, saat itu langsung dibawa ke puskesmas terdekat, sampai akhirnya sekarang posisi di RS.Jombang. Kondisi luka cukup parah. Keluarganya sangat bingung, sementara pak Kamali belum mempunyai BPJS, Saat sekarang kritis, luka ada di kepala dan kaki. Pekerjaan pak Kamali adalah buruh tani. Kondisi pasien saat ini, yang bersangkutan diikat kakinya karena gerak-gerak terus, sedangkan kakinya kondisi patah. Sebenarnya oleh pihak rumah sakit sudah menyampaikan kepada keluarga pak Kamali, bahwa pak Kamali harus operasi kepala dan kakinya. Namun karena terkendala tidak memiliki biaya, maka sampai sekarang pak Kamali belum dioperasi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Kamali. Bantuan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat pak Kamali. Istrinya atas nama keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan, sehingga bisa meringankan beban yang dialami pak Kamali dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 14 Januari 2018
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi

Biaya terapi paska kecelakaan


BERLIANTA ARIL PRATAMA (12, Biaya Sekolah). Alamat : Desa Sewulan, RT 1/1, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Berlian adalah seorang anak yatim piatu, kelas 6 MI Al Islam Jetis Dagangan. Bapaknya yang bernama Suparno sudah mninggal sejak dia masih usia TK. Dan tidak lama kemudian, sang ibu yang bernama Surati juga meninggal dunia karena sakit. Berlian sekarang ikut kakek neneknya berjualan lauk pauk dan sayur matang di pasar Slering. Di usia yang masih anak-anak, seharusnya Berlian menikmati masa kecilnya dengan lebih banyak bermain bersama teman – temannya. Namun tidak demikian dengan Berlian. Dia harus membantu kakek neneknya demi cita – citanya. Sore hari setelah Berlian pulang dari mengaji, dia harus membantu neneknya untuk menyiapkan segala sesuatu yang perlu dimasak untuk berjualan esok harinya. Malam hari juga demikian, setelah selesai belajar, maka Berlian ikut membantu neneknya merapikan pekerjaan di dapur. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami Berlian dan kakek neneknya. Bantuan lepaspun disampaikan untuk keperluan peralatan sekolah dan biaya hidup sehari – hari. Neneknya merasa senang sekali dan bersyukut. Atas nama Berlian, neneknya mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melaluu Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi

Bantuan biaya sekolah


MUHAMAD ASWURI (34, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Mruwak, Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Aswuri, begitu disapa oleh tetangganya. Kebetulan pak Aswuri ini bekerja sebagai tukang selep keliling. Sebenarnya sudah 3 tahun periksa ke Rumah Sakit, namun hanya diberi obat. Tidak tahu kalau ternyata sakit gagal ginjal. Selama itu juga kadang beliau merasa tidak cocok saat minum obat kemudian mengkonsumsi obat bebas bila tidak punya biaya untuk periksa. Sekarang beliau menjalani hemodialisa atau cuci darah 1x dalam 1 minggu. Pak Aswuri memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Aswuri dan keluarga. Bantuan kelimapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1033, 1054, 1083 dan 1094. Pak Aswuri masih melakukan hemodialisa dan kontrol rutin di Rsud Soedono. Pak Aswuri sangat gembira dan sangat berterimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Pak Aswari menderita gagal ginjal


NYOMIATI NINGSIH (40, Gagal Ginjal). Alamat : Dukuh Banjar, RT 11/4, Desa Kradenanan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Ibu Nyomiati adalah putri dari pasangan Pak Jemari dan ibu Mesringatin. Ibu Nyomiati sakit sejak tiga tahun yang lalu. Saat dibawa ke dokter, diagnosanya adalah gagal ginjal. Saat ini bu Nyomiati tidak bisa bekerja karena harus menjalani cuci darah di rumah sakit dua kali seminggu. Bu Nyomiati sangat membutuhkan biaya untuk menyekolahkan putrinya yang sedang sekolah SMK kelas 2 dan biaya hidup nya. Karena semenjak suaminya meninggal dunia, semua keperluan sehari – hari rasanya semakin berat dirasakan oleh bu Nyomiati. Walau bu Nyomiati memiliki fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3, namun untuk berobat ke rumah sakit sangatlah kesulitan. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Nyomiati. Bantuan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat dan terus menyekolahkan putri nya. Bu Nyomiati sangat senang dan bersyukur. Tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Januari 2018
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Deniasri4

Bu Nyomiati menderita gagal ginjal


SUWARNI BIN IS DUGEL (42, KANKER OTAK). Alamat : Dusun Krajan, RT 10/5, Desa Grobogan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Warni biasa di panggil sehari hari, beliau menderita gangguan syaraf sejak 2010 namun baru bulan februari 2017 beliau drop dan di vonis kangker otak. Beliau menjalani operasi di Rsud. Soedono Madiun sebanyak 2 kali setelah itu pada bulan Maret 2017 beliau di rujuk ke Rsud. Moewardi untuk menjalani kemoteraphi, setelah kemoteraphi selesai beliau menunggu proses operasi yang ke tiga di Rsud. Moewardi Solo. Beliau mempunyai 2 anak perempuan masih sekolah semua, sebelum sakit beliau adalah tulang punggung keluarga, namun saat ini kondisi beliau tidak dapat berjalan dan sangat lemah dan mengharuskan istrinya yang bekerja sebagai buruh tani/serabutan. Saat ini beliau kesulitan biaya transportasi ke Solo dan untuk kos saat proses kemoterapi. Beliau mempunyai jaminan kesehatan KIS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Suwarni. Beliau dan keluarga mengucapkan terimakasih kepada Sedekah Rombongan karena telah membantu berikhtiar menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Bu suwarni menderita kanker otak


RATRI NOPIDHIAN WIDHI (34, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Ngrobyong, RT 13/1, Desa Purworejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mas Pipit adalah seorang bapak muda yang sejak tahun 2015 mengalami penyakit gagal ginjal. Mas Pipit adalah dulunya seorang karyawan swasta di sebuah pabrik. Mas Pipit memiliki 1 orang anak, dan saat ini istrinya hamil anak kedua. Sementara istrinya seorang ibu rumah tangga. Mas Pipit memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Seminggu 2 kali harus menjalani cuci darah di Rsud. Soedono Madiun. Mas Pipit merasa sangat kesulitan untuk biaya akomodasi yang harus dijalaninya, yaitu rutin setiap hari Selasa dan Jumat. Sebelum bertemu Sedekah Rombongan, setiap cuci darah minta tolong teman untuk dibonceng sepeda motor. Karena kondisi seperti itu, maka istrinya pulang ke orang tuanya di Lampung. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi Mas Pipit. Bantuan ke enam pun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya mas Pipit, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 990, 1018, 1033, 1087, dan 1094 Semakin hari kondisi mas Pipit semakin bugar badannya dan terasa lebih sehat. Tak lupa mas Pipit mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga para sedekaholics dan semua kurir Sedekah Rombongan mendapatkan balasan atas semua kebaikannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Januari 2018
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Deniasri4

Ratri mengalami penyakit gagal ginjal


NUR CHOLIS (51, Gagal Ginjal). Alamat : Desa Banaran, RT 13/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Nur adalah seorang bapak yang mengalami penyakit gagal ginjal. Pak Nur adalah dulunya seoran buruh tani. Pak Nur memiliki 1 orang anak yang sudah menikah. Sementara istrinya seorang ibu rumah tangga. Selain gagal ginjal, sebelumnya juga terkena diabet, yang akhirnya salah satu kakinya harus diamputasi. Pak Nur memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Seminggu 2 kali harus menjalani cuci darah di Rsud. Soedono Madiun. Pak Nur merasa sangat kesulitan untuk biaya akomodasi yang harus dijalaninya di setiap hari Selasa dan Jumat. Sebelum bertemu Sedekah Rombongan, setiap cuci darah pak Nur dibonceng sepeda motor oleh istrinya. Walau kadang hujan turun, demi suaminya, tetap berangkat. Belum lagi, bila sewaktu-waktu sesak nafasnya kambuh saat di rumah, maka istrinya menyediakan tabung oksigen. Belum lama pak Nur harus dilarikan ke IGD karena kondisi menurun. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi Pak Nur. Bantuan yang ke enam pun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya pak Nur, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 990, 1018, 1039, 1087, dan 1094. Pak Nur selama mengikuti anjuran dari dokter tentang ukuran minum dan makannya, alhamdulillah kondisinya stabil. Tak lupa Pak Nur mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga para sedekaholics dan semua kurir Sedekah Rombongan mendapatkan balasan atas semua kebaikannya, begitu doa keluarga pak Nur.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Januari 2018
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Deniasri4

Pak Nur mengalami penyakit gagal ginjal


RIZKI CAHAYA SAPUTRA (4, Leukemia). Alamat : Dusun Sogaten, RT 17/2, Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rizky adalah seorang balita yang mengalami penyakit leukemia. Awalnya Rizky tidak bisa berjalan, sering jatuh, sehingga oleh kedua orang tuanya dibawa ke sangkal putung, yang katanya tidak apa-apa. Tapi kondisi badannya panas terus dan tidak turun – turun. Sampai selama 2 minggu dan badan Rizky semakin kurus dan pucat. Rizky dibawa ke Klinik Yepa Kaibon, dan pada saat itu hb hanya 3. Sehingga tranfusi ke Soedono Madiun. Setelah dilakukan cek laboratorium, Rizky juga diindikasi ada pembengkaan hati dan limpa. Dari Rumah Sakit Soedono dirujuk ke Solo. Rizky juga mengalami mimisan. Jadwal seminggu sekali ke Rsdm Solo, jatah kemo 111x, baru dijalani 27 kali. Tiap 10 hari kemo. Rizky memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi kedua orang tuanya, yang harus naik bis umum untuk berobat Rizky ke RSDM Solo. Bapaknya Rizky yang bekerja serabutan dan tidak tentu penghasilannya, juga ibunya yang sekarang berjualan es jus di depan rumahnya demi bisa membiayai Rizky. Bantuan ke tujuh pun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya Rizky, yang sebelumnya telah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 970, 981, 1018, 1033, 1054, 1083 dan 1094. Dek Riski juga masih rutin kontrol ke RSDM. Tak lupa ibunya Rizky mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik

Rizky mengalami penyakit leukemia


JURI BIN TAJI (53, Patah lutut). Alamat : Dusun Sejan, RT 18/9, Desa Gemarang, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Juri, demikian biasa dipanggil oleh tetangganya pada saat bekerja mengalami kecelakaan hingga lututnya patah. dulu di rujuk Ke Rsup. Soetomo Surabaya, karena tidak ada biaya maka yang seharusnya segera operasi, tidak jadi operasi, karena terkendala biaya. Pak Juri walau sebenarnya memiliki KIS namun kendala biaya wira – wiri dan pemondokan. Namun sekarang pak Juri berusaha untuk berobat lagi dan mendapat rujukan ke Rsud Moewardi Solo. Pak Juri yang sebelum mengalami kecelakaan adalah menjadi tulang punggung keluarga, sekarang tidak bisa berbuat apa – apa karena sakit. Sementara istrinya harus tetap bekerja di sawah demi kelangsungan hidup mereka. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami oleh pak Juri dan keluarga. Bantuan awal sebesar Rp. 600.000 disampaikan untuk biaya akomodasi berobat pak Juri. Pak Juri sangat senang dan bersyukur. Tidak lupa pak Juri mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk proses pengobatan lututnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 30 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Pak Juri mengalami lutut patah


MARYANTI BINTI SUPARJO (37, Tumor Kandungan + Kista). Alamat: Langen Sari Barat RT 3/5, Kelurahan Langen Sari, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Maryanti adalah anak kedua dari 6 bersaudara. Sejak tahun 2014 ia mengalami sakit tumor dan sudah menjalani pengobatan di RSUD Ungaran. RSUD Ungaran merujuk Ibu Maryanti ke RSUP dr. Kariadi Semarang. Pihak RSUP dr. Kariadi Semarang menyatakan bahwa hasil diagnosanya adalah tumor dan kista, sehingga disarankan untuk dilakukan operasi karena kista yang diderita sudah sangat besar menurut keterangan dari ibu kandungnya, Surayem. Selama 1 tahun ini tidak pernah berobat lagi karena terkendala biaya, dan selama ini Ibu Maryanti hanya bergantung kepada ibunya, seorang janda yang bekerja sebagai penjual nasi di warung kecil pinggir jalan, sedangkan ibunya sendiri harus menghidupi 6 orang anak dan 2 cucu, ditambah harus membiayai pengobatan adik Ibu Maryanti yang juga sakit. Rumah yang mereka tempati adalah rumah non permanen yang tanahnya merupakan tanah sisa di belakang lahan sebuah perusahaan yang posisinya di atas sungai. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau dan Ibu Maryanti mendapatkan santunan dari sedekaholic melalui Sedakah Rombongan untuk biaya akomodasi berobat ke Rumah Sakit dan kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 25 Desember 2017
Kurir: @agtian @datikdungg Dayati @muhtadinexc

Bu Maryanti menderita tumor dan kista


ALINA JULIA AFRA (7, Tumor Otak). Alamat: Gendongan Timur RT 5/5, Kelurahan Gendongan, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah Rara adalah anak hasil dari hubungan yang tidak diinginkan, saat itu ibunda Rara masih duduk di bangku SMP. Pihak laki-laki sudah berniat baik untuk bertanggung jawab, tetapi ditolak oleh pihak perempuan. Tiga hari setelah Rara lahir, ia diserahkan ke pihak laki-laki, dan sampai sekarang hidup dengan kakek dan nenek Rara. Ibu kandung Rara sudah memiliki suami lain dan sudah berkeluarga, dan bapak kandung Rara juga sudah mempunyai istri lagi dan kini bekerja di luar kota.
Rara diketahui memiliki penyakit tumor di kepalanya pada bulan Mei 2015, saat itu usia Rara masih 4 tahun. Gejala awalnya Rara sering jatuh ketika bermain bersama teman-temannya, dan kepalanya pusing. Suatu ketika Rara jatuh di selokan dan ada benjolan di kepala. Rara diperiksakan ke rumah sakit dan diberikan tindakan CT Scan, ternyata ada tumor jinak di kepala Rara. Bulan Juni 2015 harus dipasang selang dari otak ke lambung untuk membuang cairan yang ada di otak. Selama ini sudah menjalani operasi sebanyak tiga kali, karena setiap oprasi tumor diangkat selalu tumbuh lagi.
Saat ini setiap kali Rara akan tidur, di bagian belakang telinga harus dipijat untuk memperlancar aliran selang. Keluhan sakit sudah tidak ada, bicaranya juga sudah jelas, mata sudah mulai bisa melihat, namun tetap harus kontrol. Seharusnya dari selesai operasi, selang 2 hari kemudian kontrol ke dokter sepesialis bedah saraf, dan 3 bulan setelah operasi harusnya dilakukan CT Scan, tapi belum dilakukan. Alhamdulillah setelah kurir melakukan surbei ke tempat Rara, Rara akhirnya mendapatkan santunan dari Sedekah Rombongan untuk membantu biaya akomodasi kontrol ke Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal 28 Desember 2017
Kurir : @agtian @datikdungg Purwoko @muhtadinexc

Alina menderita tumor otak


SUYANTO BIN ABDULLAH (45, Infeksi Kaki). Alamat: Dusun Salam RT 3/4, Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Provinsi JawanTengah. Bermula pada tahun 2012, saat perjalanan pulang dari takziah di daerah Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali pak Yanto terserempet mobil hingga jatuh dan tertabrak bis, sayangnya bis tersebut melarikan diri. Warga yang melihat langsung menolong pak Yanto dan beliau dibawa ke RSUD Pandan Arang Boyolali, karena kondisi sangat parah akhirnya beliau dirujuk ke RSUD dr. Moewardi Solo dan dilakukan operasi. Setelah penanganan medis di RSUD dr. Moewardi Solo kemudian dirujuk ke RS Ortopedi Surakarta hingga dilakukan operasi sebanyak tiga kali. Saat itu beliau sempat meminta agar kakinya diamputasi tetapi dari pihak rumah sakit tidak mengizinkan karena sarafnya masih bisa bergungsi. Saat ini kaki dipasang pen dan mengeluarkan nanah sehingga menimbulkan aroma tidak sedap. Jarak dari rumah ke rumah sakit untuk kontrol sangat jauh dan harus menyewa mobil atau naik sepeda motor pribadi yang dimodifikasi menjadi motor roda tiga. Kemauan Untuk Sembuh masih sangat besar bahkan jika harus diamputasi pun pak Yanto siap demi menghidupi keluarganya. Saat ini pak Yanto sedang mengurus surat rujukan dari dokter keluarga dan RSUD Pandan Arang Boyolali untuk melanjutkan proses medis penyembuhan kakinya. Sedekah Rombongan menyampaikan santunan kepada pak Yanto untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000.-
Tanggal: 27 Desember 2017
Kurir: @agtian @datidungg Tri @muhtadinexc

Pak suyanto menderita tumor kaki


SULASTRI BINTI ABDULLAH (74, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Dusun Krajan RT 1/1, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Sulastri hidup bersama cucu angkatnya yang saat ini belum memiliki pekerjaan. Usianya yang sudah lanjut dan fisiknya yang mulai renta membuat ibu Sulastri tidak mampu lagi bekerja. Bersama cucunya untuk makan sehari-hari hanya menunggu pemberian dari tetangga, sehingga ketika tetangga tidak ada yang memberi makan maka Ibu Sulastri dan cucunya tidak makan. Rumah yang ditempati ibu Sulastri pernah direnovasi secara swadaya oleh masyarakat sekitar, namun perabot rumah termasuk kursi tamunya kini sudah tidak layak lagi. Kondisi rumah yang demikian ini membuat ibu Sulastri terkadang merasa malu ketika menjamu tamu pada hari raya Idul Fitri. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan ibu Sulastri, dan bantuan untuk ibu Sulastri dari Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan telah disampaikan untuk membantu biaya hidup keseharian ibu Sulastri beserta cucunya.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000.-
Tanggal: 28 Desember 2017
Kurir: @agtian @datidungg Tri @muhtadinexc

Bantuan tunai


TUKIYEM BINTI ABDULLAH (45, Bantuan Biaya Hidup) Alamat: Dusun Setro RT 2/3, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Tukiyem hidup sebagai seorang diri, beliau tidak memiliki suami sampai saat ini. Ibu Tukiyem bekerja serabutan dan lebih sering menjual kayu bakar yang diambilnya dari kebun milik perhutani. Bu Tukiyem adalah warga yang tidak memiliki KTP/KK, sehingga jika ada program bantuan dari pemerintah beliau tidak bisa mendapatkannya. Ditambah dengan kondisi ekonomi yang sangat memprihatinkan karena tidak mempunyai suami maupun anak, bahkan beliau tinggal di rumah kecil yang berada di sepetak tanah milik keponakannya di belakang rumah utama milik keponakannya. Akses jalan menuju rumah ibu Tukiyem hanya berupa jalan setapak yang beliau gunakan sebagai jalan masuk dan keluar untuk aktivitas harian. Ibu Tukiyem agak kesulitan untuk berbicara, beliau seperti orang dengan kebutuhan khusus. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau, santunan telah diberikan untuk membantu biaya kebutuhan harian ibu Tukiyem.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000.-
Tanggal : 28 Desember 2017
Kurir: @agtian @datidungg Tri @muhtadinexc

Bantuan tunai


LATHIF GALANG ACHSANI (6, Pendarahan Otak). Alamat: Dusun Sentul RT 2/6, Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Latif Galang adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan yang mengalami pendarahan otak pasca kecelakaan. Setelah menjalani rawat inap dan operasi di RSUP dr. Kariadi Semarang, Galang masih terus kontrol dan terapi di RS Bina Kasih Ambarawa. Alhamdulillah Galang sudah bisa jalan pelan-pelan sedangkan tangan kanannya belum bisa digunakan untuk beraktifitas. Menurut dokter RS Bina Kasih Ambarawa yang menangani Galang, Galang masih harus menjalani tindakan CT Scan untuk melihat pendarahan di otaknya dan operasi untuk tangan kanannya, sehingga disarankan untuk dirujuk lagi ke RSUP dr. Kariadi Semarang untuk kontrol lanjutan. Setelah melakukan kontrol lanjutan pasca operasi dan rawat inap di RSUP dr. Kariadi Semarang, kondisi Galang semakin membaik. Hanya saja Galang harus tetap terapi tangan sebelah kanan karena sampai sekarang Galang belum bisa melakukan aktivitas dengan tangan kanannya dan tidak ke sekolah untuk sementara waktu. Saat ini Galang masih menunggu panggilan dari RSUP dr. Kariadi Semarang untuk terapi dan kontrol lanjutan. Melihat kondisi yang demikian ini maka Sedekah Rombongan memberikan santunan lanjutan untuk biaya akomodasi selama kontrol di RSUP dr. Kariadi Semarang. Bantuan sebelumnya telah masuk dalam Rombongan 1091.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 31 Desember 2017
Kurir: @agtian @datikdungg Yayuk Wawan @muhtadinexc

Lathif menderita pendarahan otak


MUALIM BIN ABDULLAH (31, Lumpuh). Alamat: Dukuh Tlatar RT 22/11 Desa Tegalrejo, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar 7 tahun yang lalu, Mualim mengalami kecelakaan yang mengakibatkan ada pergeseran pada saraf tulang belakang sehingga membuatnya tidak bisa berjalan. Pengobatan alternatif sudah dilakukan, namun belum ada perubahan yang signifikan. Empat tahun yang lalu ia pernah kontrol ke rumah sakit, ketika itu salah satu dokter di rumah sakit tempat Mualim berobat pernah mengatakan apabila dioperasi pun tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Sejak itu Mualim berkecil hati, ditambah dengan kurangnya dorongan dan tidak adanya biaya menjadi kendala bagi Mualim untuk melanjutkan pengobatan medis ke rumah sakit. Kini Mualim hanya menghabiskan hari-harinya di atas kursi roda, dan dia tidak bekerja sehingga hanya bergantung kepada orang tua. Atas izin Allah pada bulan Desember 2017 kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mualim. Sedekah Rombongan menyampaikan titipan sedekah dari Sedekaholic kepada Mualim untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 25 Desember 2017
Kurir: @agtian @datikdungg Ethika @muhtadinexc

Pak Mualim mengalami lumpuh


MUMFASILAH BINTI ABDULLAH ( 25, lumpuh ). Alamat : Kembangsari RT 37/9, Kelurahan Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2008 Mumfasilah mengalami musibah tertimpa dinding sekolah yang roboh. Akibat dari musibah itu bagian bahu Mumfasilah harus dipasangi pen dan kakinya tidak bisa digunakan untuk berjalan. Setelah kejadian itu Mumfasilah hanya bias melakukan aktivitas di tempat tidur. Kondisi yang dia alami tidak menyurutkan semangat Mumfasilah untuk berkreasi dan melakukan keinginannya, dia menyibukkan dirinya untuk berjualan pulsa, bahkan sudah hampir dua tahun ini Mumfasilah berjualan online melalui facebook. Barang-barang yang dijual seperti baju, tas, sepatu dan berbagai jenis barang fashion lainnya. Hasil penjualannya dapat dia gunakan untuk menopang kebutuhan sehari-hari dan memperbaiki rumah, walaupun saat ini kondisi rumahnya masih sangat sederhana. Seharusnya pen yang dibahu Mumfasilah harus dilepas, namun keterbatasan biaya membuat Mumfasilah tidak lagi memeriksakan dirinya ke rumah sakit. Rumah sakit yang menjadi tempat Mumfasilah berobat berada di Solo, sehingga membutuhkan biaya transportasi dan akomodasi yang banyak untuk seorang Mumfasilah. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mumfasilah, sehingga Seekah Rombongan dapat memberi bantuan kebutuhan transportasi dan bantuan dana akomodasi untuk berobat ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 25 Desember 2017
Kurir : @agtian @datikdungg Ethika @muhtadinexc

Mumfasilah mengalami lumpuh


JAINAH BINTI ABDULLAH (80, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Dologan RT 6/2, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Jainah nama panggilannya, beliau tinggal seorang diri di rumah sangat sederhana. Rumah yang ibu Jainah tempati berlantaikan tanah, berdinding papan tua yang kini mulai rusak dan berlubang-lubang, lubang-lubang udara ini menambah hawa dingin bagi seorang nenek dengan usia lanjut ketika malam tiba. Beliau tidur di atas dipan kayu dan hanya beralaskan kasur lipat tipis. Usianya telah mencapai 80 tahun, layaknya usia lanjut, penglihatan dan pendengaran bu Jainah mulai berkurang. Keseharian beliau bekerja sebagai buruh musiman di rumah tetangga, buruh mengupas jagung setelah dipanen untuk dipisahkan antara biji jagung dengan tongkolnya. Pekerjaan musiman membuat penghasilan ibu Jainah tidak menentu, sehingga beliau makan seadanya agar uang yang ada cukup untuk biaya makan sampai mendapatkan uang lagi. Alhamdulillah, atas izin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan ibu Jainah, santunan telah disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan harian ibu Jainah.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 17 Januari 2018
Kurir: @agtian @datikdungg @muhtadinexc

Bantuan tunai


SUPRIATIN BINTI SUPARJO (31, Infeksi Kaki). Alamat: Langen Sari Barat RT 3/5, Kelurahan Langen Sari, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Mbak Supriatin adalah anak ke-2 dari 6 bersaudara. Sejak tahun 2011 ia mengalami infeksi dan telah menjalani pengobatan di RSUD Ungaran dan RS Ortopedi Solo. Selama sakit sudah menjalani operasi 1 kali dan sampai sekarang Mbak Supriatin belum diberikan kesembuhan karena sudah selama 1 tahun ini untuk pengobatan terhenti karena tidak mempunyai biaya akomadasi di Rumah Sakit karena Mbak Supriatin selama ini hanya mengandalkan ibunya yang hanya seorang janda yang bekerja sebagai penjual nasi di warung kecil pinggir jalan dan ibunya harus menhidupi 2 orang anak dan 2 cucu dan harus membiayai pengobatan kakaknya yg juga sakit tumor untuk rimah yang ditempatinya juga hanya mendompleng tanah sisa di belakang PT yang posisinya diatas kali #SedekahRombongan dipertemukan dengan beliau dan Alhamdulillah Mbak Supratin mendapatkan titipan sedekah sedekah holic melalui sedekah rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan di rumah sakit dan kebutuhan sehari-hari

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
tanggal: 25 Desember 2017
kurir: @agtian @datikdungg Dayati @muhtadinexc

Mbak Supriatin mengalami infeksi kaki


SAMSUDIN BIN SULAMAH (55, Bantuan Biaya Hidup ). Alamat: Desa Kebondowo RT 5/9, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Samsudin adalah kepala rumah tangga bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Bapak Samsudin memiliki empat anak putra-putri, karunia Allah, tiga dari empat anaknya mengalami down syndrome. Kehidupan ekonomi yang sangat minim membuat beliau semakin kesusahan sebab beliau beserta istrinya harus ektra merawat putra-putrinya yang berkebutuhan khusus, namun mereka berdua tetap mensyukuri nikmat Allah dan menjaga apa yang diamanahkan kepada mereka berupa anak dengan down syndrome-nya, kesabaran dan kasih sayang yang luar biasa. Ketika kurir Sedekah Rombongan mendatangi rumah bapak Samsudin, kurir benar-benar merasa prihatin. Mereka tinggal di daerah pegunungan, namun ketiga anaknya tidur tanpa beralaskan kasur. Kurir melihat kondisi yang sangat mengetuk hati untuk meringankan beban mereka, maka dengan kesepakatan dan berbagai pertimbangan Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk membantu meringankan beban bapak Samsudin dalam memenuhi kebuthan sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp 2.000.000,-
Tanggal: 31 Desember 2017
Kurir: @agtian @datikdungg Yayuk Wawan @muhtadinexc

Bantuan tunai


ROZIKIN BIN ABDULLAH (42, Patah Tulang Kaki). Alamat: Dusun Sruwen RT 1/1, Kelurahan Sruwen, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Pak Rozikin adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan, beliau dahulu mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kaki kiri pak Rozikin harus diamputasi sampai lutut dan kaki kanannya mengalami patah tulang sehingga harus dipasang pen. Sehari-hari pak Rozikin hanya bisa beraktivitas di atas tempat tidur, bahkan untuk ke kamar kecil harus dibantu orang lain. Karena keterbatasan biaya, selama dua tahun pasca kecelakaan pak Rozikin tidak pernah memeriksakan kondisi kakinya ke rumah sakit. Setelah memiliki jaminan fasilitas kesehatan dari JKN BPJS-PBI, pak Rozikin berangkat kontrol ke RS Ortopedi Soeharso Surakarta. Walaupun biaya rumah sakit sudah ditanggung faskes JKN BPJS-PBI, namun pak Rozikin merasa kesulitan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit, mengingat jarak yang ditempuh ke RS Ortopedi Soeharso Surakarta cukup jauh. Pak Rozikin yang dulunya berkerja sebagai tenaga serabutan, dengan kondisi fisiknya pasca kecelakaan kini pak Rozikin tidak bisa bekerja lagi untuk menafkahi keluarganya. Kini yang memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai sekolah anaknya yang masih SD adalah istrinya dengan berkerja di toko kelontong milik tetangganya. Pada tanggal 25 September 2017 pak Rozikin telah menjalani operasi pelepasan pen di RS Ortopedi Soeharso Surakarta. Pak Rozikin yang sebelumnya harus kontrol setiap 2 minggu sekali kini cukup kontrol 1 kali dalam sebulan. Saat ini pak Rozikin menjalani terapi untuk melatih kakinya. Pak Rozikin membutuhkan kaki palsu untuk menyambung kaki kirinya yang telah diamputasi, sekaligus sebagai alat pendukung terapi berjalan. Saat ini sedang menunggu antrian untuk dibuatkan kaki palsu. Sedekah Rombongan terus mendampingi Bpk Rozikin, santunan kembali disampaikan untuk biaya akomodasi dan kehidupan sehari-hari. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1079.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 25 Desember 2017
Kurir : @agtian @datikdungg Ethika @muhtadinexc

Pak Rozikin mengalami patah tulang kaki


WAHYU LISTIYONINGSIH (46, Patah Tulang). Alamat: Dusun Tegalrejo RT 3/ 3, Kelurahan Bawen, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Bu Wahyu merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan yang telah menjalani proses perawatan medis secara berkala di RS Ken Saras Kab. Semarang. Bu Wahyu menjadi korban kecelakaan yang mengakibatkan patah tulang kaki sehingga harus dipasang pen, kesabaran beliau dalam berobat, menjalani proses terapi dan rutin kontrol menunjukkan perkembangan yang baik. Kini bu Wahyu sudah dapat berjalan tanpa kruk, bahkan sudah mulai menjalankan aktivitas hariannya dan mencari nafkah dengan berjualan nasi bungkus. Bu Wahyu masih harus menjanli tindakan lepas pen. Karena proses berobat telah cukup dan tinggal melepas pen, maka Sedekah Rombongan memberikan bantuan terakhir dan menjadikan bu Wahyu sebagai pasien lepas. Santunan terakhir ini agar digunakan untuk biaya akomodasi lepas pen. Laporan perkembangan dan santunan sebelumnya telah masuk dalam Rombongan 107

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @agtian @datikdungg Tri Dayati @muhtadinexc

Bu Wahyu mengalami patah tulang kaki


ROHIMAH BINTI KASBUN (69, Katarak). Alamat: Pulutan Kidul RT 1/3, Kelurahan Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Rohimah adalah seorang janda karena suaminya sudah meninggal. Beliau tinggal bersama putra terakhirnya di sebuah rumah sederhana yang dibangun di atas sepetak tanah warisan orang tuanya yang kini telah dibagi menjadi tiga bagian, sehingga masing-masing rumah berukuran kecil. Beliau dahulu adalah seorang pedagang keliling yang menjajakan barang dagangan dengan cara digendong. Ketika usianya mulai lanjut, beliau dikaruniai sakit katarak di kedua matanya. Awalnya penglihatan mata kiri mulai kabur, namun dirasa tidak begitu berbahaya dan belum begitu mengganggu sehingga didiamkan sampai disadari semakin lama semakin buram bahkan hanya bias melihat pada jarak maksimal 2 meter. Ibu Rohimah memeriksakan matanya ke Puskesmas di daerahnya, kemudian oleh Puskesmas beliau dirujuk ke RSUD Salatiga, dari RSUD Salatiga beliau dirujuk ke RSUP dr. Kariadi Semarang untuk operasi mata. Setelah dicek ternyata kataraknya sudah menjalar ke mata sebelah kanan hingga penglihatannya juga mulai kabur. Dokter memupuskan untuk mengoperasi mata yang sebelah kanan terlebih dahulu. Setelah mata sebelah kanan dioperasi, Alhamdulillah mata sudah bisa melihat dengan baik, namun tetap dalam masa penyembuhan sehingga oleh dokter diberi obat tetes mata. Kini ibu Rohimah masih menjalani kontrol rutin ke RSUP dr. Kariadi Semarang untuk persiapan operasi mata yang sebelah kiri. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan ibu Rohimah, melihat kondisi ibu Rohimah dan keluarganya, maka Sedekah Rombongan meyampaikan titipan sedekah dari Sedakaholic untuk ibu Rohimah agar dapat digunakan sebagai tambahan membiayai akomodasi kontrol ke RSUP dr. Kariadi Semarang, dan ibu Rohimah kini menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 29 Desember 2017
Kurir: @agtian @datikdungg @muhtadinexc

Bu Rohimah menderita katarak


FRENDA FELICIANA (3, Hidrochepalus). Alamat: Dusun Kalisari, Desa Plumutan RT 2/1, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Frenda putri pertama bapak Sirot dan ibu Siti. Pada usia 2 hari dek Frenda sudah diketahui ada kelainan pada kepalanya, kemudian dibawa ke RSUP dr. Kariadi Semarang untuk pemeriksaan. Saat umur 10 hari dek Frenda langsung menjalani operasi pertama. Namun operasi pertamany gagal. Kemudian usia 2 bulan kembali menjalani operasi pasca gagal di operasi pertamanya. Keadaan masih belum membaik dengan kepala dek Frenda semakin membesar dan cairan yang dikeluarkan semakin banyak. Selanjutnya umur 4 bulan kembali dilakukan operasi. Setelah operasi ketiga selang yang dipasang ternyata rusak, sebulan kemudian dilakukan operasi yang keempat.
Kondisi sekarang dik Frenda sudah tidak melakukan kontrol di RSUP dr. Kariadi Semarang namun melakukan terapi di Rumah Sakit Puri Asih Salatiga. Satu minggu kontrol 3 kali untuk merangsang gerak aktif dik Frenda. Kepalanya terlihat besar dan gepeng. Alhamdulillah kurir Sedekah rombonga bertemu dengan dik Frenda dan keluarga saat ini dIk Frenda menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Dik Frenda mendapat santunan dari sedekah holic melalui Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi berobat.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal : 24 November 2017
Kurir : @agtian @datikdungg @anjar @muhtadinexc

Frenda menderita hidrochepalus


MTSR UNGARAN-SALATIGA (H 8523 VB, Operasional MTSR Bulan Desember 2017). Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “SRbergerak” sangat cepat dan padat mengikuti jumlah pasien dampingan Sedekah Rombongan. Kebutuhan antar pasien tidak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Wilayah Kabupaten Semarang khususnya daerah Kota Ungaran dan Salatiga sangatlah luas, wilayahnya meliputi daerah pegunungan dan sebagian besar daerah cakupan kurir di Kota Ungaran dan Salatiga menempuh jarak yang cukup jauh ketika harus kontrol ke RSUP dr. Kariadi Semarang, sehingga membutuhkan mobilitas para kurir Sedekah Rombongan yang cukup tinggi untuk mengantar dan menjemput pasien. Selain itu kondisi pasien yang merupakan dhuafa sakit dan hidup dalam kemiskinan menjadikan alasan banyak sekali pasien Sedekah Rombongan yang harus dibantu di daerah tersebut. Jauhnya akses kurir ke RSUD menjadikan alasan diperlukannya MTSR di kota Ungaran dan Salatiga dan kini telah diamanahi untuk menjangkau wilayah Kab, Boyolali. Saat ini kurir Sedekah Rombongan menangani pasien dampingan sekitar 15 – 20 orang setiap bulannya. Biaya Operasional kali ini digunakan untuk pembelian BBM, service, dan gaji pengemudi MTSR. Semoga dengan hadirnya MTSR Ungaran-Salatiga di Wilayah Boyolali, Ungaran, dan Salatiga mempermudah pasien untuk berobat ke Rumah Sakit. Laporan mengenai MTSR Ungaran-Salatiga sebelumnya ada dalam Rombongan 1091.

Jumlah Bantuan : Rp 2.525.000,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @agtian @muhtadinexc

Biaya operasional MTSR bulan Desember 2017


MTSR MADIUN (B 1760 KZH, Biaya Operasional Januari 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soedono, RSUD Dolopo, Rumah Sakit Umum (RSU) Aisyiyah Ponorogo serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Moewardi dan juga RSUP. Dr. Soetomo. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, biaya pemeliharaan dan perbaikan, konsumsi dan jasa driver. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1094.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.564.500,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Deniasri4

Biaya operasional Januari 2018


NAYLA MUAZARA ALYA FITRI (3, Hydrocepalus). Alamat : RT 17/6, Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Nayla adalah seorang anak berusia 3 tahun. Sejak 3 bulan Naila mengalami susah buang air besar yang akhirnya harus menjalani operasi di RSSA untuk mengeluarkan ususnya. Hampir kurang lebih 1,5 tahun Nayla Bab lewat usus yg dikeluarkan dibagian perutnya. Hingga usianya genap 2 tahun Naila menjalani operasi lagi untuk memasukkan ususnya. Selama ini Nayla dibantu sebuah yayasan Anak di Kota Malang, Sayangnya saat ini Nayla sudah dilepas dan tidak memberikan bantuan lagi terhadap Nayla karena dirasa sudah cukup. Padahal saat ini kondisi Nayla belum bisa dikatakan sembuh, karena setelah beberapa kali kontrol ke RSSA Nayla diminta CTScan dan hasilnya Nayla didiagnosa Hydrocepalus. Walaupun sebenarnya Nayla memiliki jaminan kesehatan BPJS kelas 3, namun karena keterbatasan ekonomi, akhirnya Nayla diajak orang tuanya pulang ke Madiun dan tidak melanjutkan pengobatan. Sedangkan Rumah yg ditempati di madiun ini sebenarnya milik paman dari ayah Nayla, Namun di Madiun suaminya bisa bekerja serabutan dan ibu Nayla berjualan Cemol di depan rumahnya. Saat bertemu dengan Sedekah Rombongan, semua berkas pengobatan Nayla masih di Malang. Karena selain KK nya berdomisili Malang, orang tua Nayla berencana suatu saat punya rejeki atau ada yang memberikan bantuan, akan mengajak Nayla untuk berobat lagi ke RSSA. Sedekah Rombongan memahami kondisi orang tua Nayla. Saat ini Nayla menjalani terapi rutin di Rsud. Soedono Madiun, dan alhamdulillah Nayla sudah mulai ada peningkatan perkembangan, otot – ototnya mulai kuat, apabila tengkurap maka sudah mulai bisa mengangkat kepalanya. Santunan ketiga pun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat Nayla, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan ke 971 dan 1069. Orang tua Nayla sangat berterimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Nayla menderita hydrocepalus


MUSOFA HAMDAN (15, Shepinabifida). Alamat : Dusun Baliboto, RT 42/4, Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Hamdan, begitulah nama seorang anak putra dari Ibu Ayib. Di usianya yg ke 15 tahun ini seharusnya dia masih bisa merasakan indahnya bersekolah dan bertemu teman-temannya. Seharusnya Hamdan sekarang kelas 8 SLTP, namun karena penyakit yang dideritanya kini ia harus berhenti sekolah dan hanya bisa terdiam di rumah. Shepinabifida ialah penyakit benjolan di tulang ekor akibat keluarnya bagian sumsum tulang belakang. Penyakit ini diderita sejak kecil, yang hingga sekarang merambat pada ginjal dan jantungnya. Ibunya sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi Ibu Ayib masih mempunyai tanggungan 2 anaknya. Kini Ibu Ayib harus berjuang menghidupi keluarganya seorang diri menjadi single parent. Sementara Hamdan masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang salah satu kakinya untuk berjalan tidak bisa sempurna seperti biasanya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Hamdan. Saat ini Hamdan menggunakan fasilitas KIS. Dengan keadaan tersebut, Hamdan yang sebelumnya sudah menerima santunan dan masuk pada rombongan 897, 959, 976, 989, 1018, 1039, 1083 dan 1094. Kali ini Hamdan kembali menerima santunan yang ke sembilan untuk biaya pengobatan. Sedekah Rombongan selalu memberi semangat untuk Hamdan untuk bisa berjuang melawan sakit yang dideritanya. Dan alhamdulillah setelah sekian lama dengan sabar dan telaten secara rutin berobat, maka tahun ajaran baru 2017/2018 ini dek Hamdan sudah bisa masuk sekolah lagi, namun masih masih tetep rutin kontrol. Malam hari ini kondisi Hamdan sedikit menurun, dan ibunya menghubungi Sedekah Rombongan kalau nanti sewaktu-waktu membutuhkan mtsr. Ucapan terimakasih disampaikan kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Hamdan diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat meraih cita – citanya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Musofa menderita shepinabifida


AJENG SUKMA AYU (7, Saraf). Alamat : Dukuh Genting, RT 1/1, Desa Menang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Adik Ajeng terlahir premature sehingga setelah lahir dilakukan oven/pemanasan. Namun tdak diketahui penyebabnya setelah beberapa bulan kemudian saraf gerak kaki dan sebagian tangan tidak berfungsi sehingga kaki tidak bisa digerakkan dan bentuknya bengkok. Tulang belakangpun juga bentuknya bengkok kelihatan membungkuk. Sejak usia – 3 tahun Adik Ajeng memakai kursi roda. Bantuan dari dinas sosial. Namun meskipun begitu Adik Ajeng tetap semangat bersekolah. Waktu anak – anak seusianya masuk TK, dia tidak ketinggalan ikut sekolah meskipun mamakai kursi roda dengan didorong ibunya setiap berangkat sekolah dan pulang. Akan tetapi sampai saat ini dia belum bisa melanjutkn ke SD karena keterbatasan kemampuan fisiknya. Terpaksa saat ini dia masih diikutkan di TK. Adik Ajeng kurang lebih sejak satu tahun terakhir dilakukan teraphi secara rutin oleh ayahnya ke Rsud. Harjono Ponorogo. Namun karena perkembangsnnya lambat oleh dokter disarankan dirujuk ke Rsup. Moewardi Solo. Dan bulan Oktober 2017 kemarin meskipun dengan uang seadanya dan harus menumpang tetangga yang kebetulan kontrol ke Solo, adik Ajeng bisa kontrol ke Solo didampingi ayahnya. Kemudian kontrol yang kedua bersama ayahnya diantar temannya ke Solo dengan uang seadanya. Dan sesuai hasil kontrol dan konsultasi diputuskan untuk kontrol dan terapi di Rsu khusus tulang Harsoyo Solo. Menurut diagnosa dokter, Adik Ajeng mash mempunyai harapan besar sembuh jika telaten dan rutin terapi. Dek Ajeng memiliki jaminan kesehetan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami dek Ajeng dan orang tuanya. Bantuan ketigapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1083 dan 1094. Puji syukur dan bahagia dirasakan oleh bapaknya dek Ajeng. Tidak lupa ucapan terimakasih disampaikan kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi

Ajeng mengalami sakit saraf


DANIS ALDHIAN FAEZA (6, Leukemia). Alamat : Jl. Lapangan, RT 1/6, Desa Banaran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Dek Danis, di usia yang masih belia, menderita sakit leukemia. Sementara ibunya Danis tuna rungu, namun tetap semangat bekerja demi dua orang anaknya yang masih kecil. Danis yang masih sekolah TK mempunyai adik perempuan usia 3 tahun. Ibunya Danis bekerja apabila ada tetangga yang memanggilnya untuk membantu mencuci, seterika dan membersihkan rumah. Kadang juga ke SLB Kebonsari untuk membantu menjahit, sehingga mendapatkan tambahan penghasilan. Kondisi Danis awalnya badannya panas, biasanya kalau diperiksakan ke mantri kesehatan sudah sembuh. Ini sampai 3 hari tidak sembuh-sembuh. Akhirnya diperiksakan ke puskesmas. Dan disuruh membawa ke Rsud. Soedono. Dari Rsud. Soedono dirujuk ke Rsup. Soetomo Surabaya, sampai sekarang masih rutin kontrol dan kemo di Rsup. Soetomo. Dan perkiraan bisa sampai 3 bulanan untuk proses awal pengobatan Danis. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga dek Danis. Bantuan ketigapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat dek Danis, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1083 dan 1094. Dek Danis jadwal kontrolnya masih sering/padat dan juga masih sering ranap. Pamannya dek Danis, atas nama keluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 23 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Danis menderita sakit leukemia


MUHAMMAD AKROM (69, Osteoarthritis). Alamat : Dusun Sumberejo, RT 7/3, Desa Sumberejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Akrom adalah seorang bapak yang mengalami sakit pengapuran cukup lama. Semenjak ditinggal meninggal dunia istrinya, mbah Akrom mulai mengalami sakit pada tulang – tulangnya. Kakinya kalau untuk berjalan mengalami kesulitan. Sebelum sakit pak Akrom biasa ke sawah, namun sekarang sudah tidak bisa lagi. Di rumah bersama dengan anaknya yang merawatnya. Pak Akrom memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Selama ini melakukan proses pengobatan di RSO. Setiap pergi berobat selama ini, terpaksa mencari sewa kendaraan untuk mengantar, dan harus mencari biaya tranportasinya, walau untuk mencukupinya harus pinjam tetangga. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Akrom. Bantuan keduapun disampaikan untuk keperluan akomodasi berobat, yang sebelumnya telah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1007. Pada tanggal 26 Mei 2017 kemarin, pak Akrom telah menjalani Operasi di RSO yang kesekian kalinya namun kali ini dengan dampingan Sedekah Rombongan dan operasi berjalan dengan lancar. Pak Akrom beserta keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada Sedekaholics melalui para kurir Sedekah Rombongan yang telah membantu beliau dalam berikhtiar menjemput kesembuhannya. Semoga keadaan beliau terus membaik dan bisa berjalan seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi

Akrom mengalami sakit pada tulang – tulangnya


MUDJIATI BINTI MARYO MARNI (53, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Bangunsari, Desa Sukosari, RT 4/1, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Bu Mudji biasa dipanggil oleh tetangga demikian, adalah seorang ibu dengan 2 orang anak. Bu mudji telah berpisah dengan suaminya 22 tahun yang lalu. Untuk kebutuhan sehari – hari, bu Mudji bekerja sebagai buruh cuci di sebuah kleluarga di daerah Caruban kabupaten Madiun. Bu Mudji menderita sakit sejak 2011 dan operasi pada tahun 2013 di RS Aisiyah Ponorogo dan menjalani Kemo 3 kali di RS Aisyah Ponorogo. Bu Mudji menggunakan Jamkesmas, awal 2014 Jamkesmas berganti KIS akhirnya di rujuk ke RSUP dr Sutomo Surabaya. Untuk saat ini beliau kesulitan biaya untuk ongkos ke Surabaya dan biaya kos selama menjalani pengobatan di sana. Bu Mudji memiliki keinginan sembuh yang tinggi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Mudji. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Mudji. Bantuan ketigapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada rombongan 1083 dan 1094. Beliau dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan yang telah membantu untuk berikhtiar menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Bu Mudjiati menderita , kanker payudara


GEMI BINTI SADELI (34, Ca Mamae).Alamat : Dusun Kayang, RT 17/3, Desa Bader, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Gemi biasa dipanggil tetangga sekitar. Gemi adalah seorang ibu rumah tangga. Beliau mempunyai satu anak perempuan dan suaminya bekerja di Bogor sebagai buruh pabrik. Awal mula sakit pada awal bulan September 2017. Beliau 2 kali oprasi di Rsud. Dolopo kemudian dirujuk ke Rsup. Moewardi Solo untuk proses kemoterapi. Dalam proses berobat beliau ditemani kakak kandungnya dan sempat menginap 2 kali di teras Rsup. Moewardi karena menanti hasil laboratorium esok hari dengan alas tidur seadanya. Saat ini beliau mempunyai jaminan kesehatan KIS. Beliau kesulitan perjalanan berobat ke Rsup. Moewardi Solo dan biaya kost waktu proses kemoterapi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Gemi. Dan Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Gemi. Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat bu Gemi. Beliau dan keluarga mengucapkan terimakasih kepada sedekaolics atas bantuan yang telah disampaikn melalui Sedekah Rombongan karena telah membantu berikhtiar menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi

Bu Gemi menderita kanker payudara


MUHAMMAD RIFAI (12, Jantung Bocor). Alamat: Desa Putat, RT 4/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rifai, begitulah nama seorang anak desa yang begitu kurus tubuhnya. Di usianya yg ke 12 tahun ini Sekarang kelas 6 SD. Sejak kecil Rifai sudah menderita kelainan jantung. yang hingga sekarang masih belum mendapatkan kesembuhan. Ibunya sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi bapaknya juga seorang buruh tani. Sementara Rifai masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang kalau untuk berjalan sampai 15 meter saja sudah merasa lelah dan sesak nafasnya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Rifai. Hanya kalau Rifai ada keluhan batuk pilek baru dibawa ke puskesmas pembantu di desanya. Tidak memeriksakan kondisi sakit jantungnya. Karena sewaktu usia 3 tahun, menurut dokter, Rifai harus dirujuk ke Surabaya. Saat ini Rifai menggunakan fasilitas BPJS kas 3. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami ibunya Rifai, bantuan keempatpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Rifai, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1056, 1083 dan 1094. Sampai saat ini Rifai masih rutin kontrol ke RS Sutomo Surabaya. Ibunya Rifai tak terasa meneteskan air mata karena terharu anaknya mendapatkan bantuan. Ucapan terimakasih disampaikan kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Rifai diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat melanjutkan sekolah yang lebih tinggi lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi

Rifai menderita jantung bocor


MUFLICHA ANNURIA (2, Anus sempit). Alamat : Dusun Sidodadi, RT 12/2, Desa Ketandan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Icha adalah sosok si kecil mungil yang malang berusia hampir 2 tahun. Dia menderita anus sempit sejak lahir. Ayahnya bernama Katimin bin Sodikromo, 80 tahun dan ibunya Tini binti Rejo 39 tahun. Dengan alamat dusun Sidodadi RT 12 RW 02 Ketandan Dagangan Madiun Jawa Timur. Icha begitu panggilan akrab si kecil ini, hampir 2 tahun dia menanggung rasa sakit ketika akan buang air besar, dia selalu menangis meronta-ronta jika akan BAB. Karena keluarganya tergolong RTSM maka ayahnya tidak mampu membiayai operasi buah hatinya. Untuk makan sehari – hari saja terkadang cuma lauk sambal dan kerupuk. Icha memiliki fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sementara bapak dan ibunya adalah benar – benar sangat kurang pengalaman dan pergaulan. Alhamdulillah dek Icha sudah menjalani operasi tahap awal. Pasca operasi tersebut dek Icha masih rutin kontrol ke RSDM. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga dek Icha. Bantuan keenam disampaikan untuk membantu biaya akomodasi berobat dek Icha, yang sebelumnya telah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1030, 1039, 1069, 1083 dan 1094. Orang tua dek Icha sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan, sehingga sekarang dek Icha sudah dinyatakan sembuh oleh dokter.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Icha menderita anus sempit sejak lahir


SALAMUN BIN SHOLIKAN (60, Leukemia). Alamat : Desa Sidorejo, RT 6/3, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Salamun, adalah seorang bapak yang semenjak bulan Januari sudah mulai mersakan sakit. Pada bulan Puasa Ramadhan tahun kemarin, masih bisa untuk kerja di sawah. Juga sudah pernah diperiksakan. Sampai habis lebaran, suatu hari terasa seperti masuk angin. Dan perut lama kelamaan semakin membesar dan keras. Hasil periksanya, didiagnosa kebanyakan darah putih. Setelah diberi obat maka terasa sudah sembuh. Namun kambuh lagi 3 bulan terakhir. Pak Salamun dan istrinya, walau dengan perjuangan yang cukup besar, istrinya tetap berusaha rutin untuk kontrol. Untuk setiap kontrol ke Rumah Sakit, istri pak Salamun harus mnyiapkan biaya untuk menyewa mobil, bensin, dan sopirnya. Biasanya sekali berobat harus menyiapkan uang sampai 400 ribu rupiah. Walau memiliki BPJS kelas 3, namun istri pak Salamun sangat keberatan dan kerepotan untuk membiayai suaminya. Sebenarnya istri pak Salamun memiliki warung di rumahnya. Namun sekarang sering tutup karena merawat suaminya agar bisa sembuh lagi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga pak Salamun. Bantuan kelimapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat pak Salamun, yang sebelumnya telah menerima santunan dan masuk pada rombongan 1018, 1079, 1083 dan 1094. Pak Salamun merasakan banyak sekali perubahan setelah melakukan kontrol rutin. Dan sedikit demi sedikit mulai beraktifitas. Ucapan syukur dan terimakasih tidak lupa disampaikan kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada pak Salamun.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi

Pak Salamun menderita leukemia


AJIJAH BINTI RAHMIN (42, Tumor Otak ). Alamat : Dusun Gandu RT 8/3, Desa Matesih, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Ajijah adalah seorang ibu rumah tangga. Ibu dari satu anak ini tiba- tiba sering merasakan pusing dan tidak pernah periksa. Dan suatu hari karena sudah tidak tahan dengan sakitnya, bu Ajijah memeriksakan sakitnya dan ternyata diagnosanya tumor otak stadium 4 dan belum pernah operasi. Meski sudah pernah menjalani kemo, namun terhambat biaya akomodasi untuk perjalanan ke Rumah Sakit. Bu Ajijah mempunyai fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami oleh mbak Ajijah. Alhamdulillah bu Ajijah mendapatkan bantuan kedua dari Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1033. Sehingga sekarang bu Ajijah sudah mulai dilakukan sinar. Bu Ajijah mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh team Sedekah Rombongan, sehingga bisa membantu pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati@Dedik

Bu Ajijah menderita tumor otak stadium 4


RINEM BINTI TUREJO (78, Stroke). Alamat : Dusun Karangale RT 2 RW 2, Kelurahan Turisari, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Mbah Rinem sapaannya. Sudah sekian tahun mbah Rinem mengalami gejala stroke, beberapa anggota tubuhnya tak mampu lagi untuk beraktivitas, seperti tangan kanan beliau yang saat ini hanya bisa tergeletak. Aktivitas mbah Rinem hanya terbatas duduk di kursi roda dan tidur kasur kesayangan beliau. Mbah Rinem saat ini tinggal bersama anak dan cucunya. Dulu sebelum terkena stroke mbah Rinem dirawat oleh cucunya, anaknya pun bekerja sebagai buruh pabrik untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Namun saat ini mbah Rinem memerlukan perhatian dan perawatan lebih, hingga akhirnya anaknya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan buruh pabrik untuk merawat mbah Rinem sepenuhnya. Ekonomi keluarga pun mengalami kendala karena sudah tidak ada lagi yang mencari nafkah. Namun anak mbah Rinem tidak terus berusaha untuk tetap bisa mencukupi kebutuhan keluarga, anak mbah Rinem mencoba membuka toko kelontong di rumah untuk bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Alhamdulillah sedikit demi sedikit kebutuhan keluarga mulai tercukupi, namun cobaan untuk keluarga beliau belum berhenti sampai di sini, kursi roda yang dimiliki mbah Rinem pun harus rusak dan tidak dapat dipakai kembali, akhirnya mbah Rinem hanya bisa tiduran di kasur. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan mbah Rinem, bantuan 1 buah kursi roda disampaikan kepada mbah Rinem. Mbah Rinem mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan kursi roda yang diberikan. Semoga amal kebaikan kurir #SedekahRombongan dapat diterima oleh Allah.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 30 Januari 2018
Kurir : @mawan @anissetya @dedyreza @ayak

Mbah Rinem mengalami gejala stroke


SURATMI BINTI TUWUH (51, Tumor Kista Abdomen + Asites) Alamat : Dk. Mandong RT 002 RW 012, Ds. Bero, Kec. Trucuk, Kab. Klaten, Prov. Jawa Tengah. Ibu Suratmi sapaan beliau, sekitar bulan Juni tahun 2017 merasakan sakit di pinggang dan bagian perut beliau lantas diperiksakan ke dokter umum tetangga desa. Karena belum sembuh juga, selanjutnya diperiksakan ke RS Bagas Waras Klaten. Setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan disana selama beberapa bulan karena perutnya juga membesar, beliau kemudian dirujuk ke RS Dr Moewardi Surakarta (RSDM). Pada hari Rabu 15 November 2017 beliau pun dibawa ke RSDM karena penyakit tumor kista abdomen dan asites (Adanya cairan yang mengisi dalam rongga abdomen/perut, seringkali terjadi ketika hati berhenti bekerja dengan baik). Dan baru akhir Desember lalu menjalani operasi. Kamis,11 Januari 2018 Beliau boleh pulang untuk selanjutnya diharuskan kontrol dan pemeriksaan lanjutan di RSDM. Bu Suratmi tinggal bersama suami dan 2 anak beliau. Tak lama setelah Bu Suratmi sakit, suami beliau, Bapak Samino (52) yang dulu bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan sekitar Rp. 60.000/hari tak lagi bekerja hingga saat ini. Anak pertama beliau Hermawan (22) yang dulu buruh pabrik di Bekasi juga beberapa bulan ini tidak bekerja, karena harus menemani adiknya, Dewi Puspitasari (7) dirumah dan sesekali ikut menunggui Ibunya di Rumah Sakit. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan harian serta transportasi kontrol beliau merasa kesulitan karena tak lagi ada yang dapat bekerja. Untuk kontrol di rumah sakit beliau menggunakan KIS. Selanjutnya kontrol lagi 15 Januari 2018 dan dirawat lagi.Tapi setelah dirawat beberapa hari, pada hari Sabtu pagi 20 Januari 2018 kondisi beliau menurun. Segala upaya dilakukan oleh pihak Rumah Sakit dan keluarga. Namun, Allah berkehendak lain, dihari itu juga sekitar pukul 07.30 Beliau meninggal dunia. Santunan untuk membantu pemakaman Beliapun disampaikan kepada keluarga. Keluarga Almh. Ibu Suratmi mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @mawan @anissetya , Yudi.

Mbah suratmi menderita penyakit tumor kista abdomen dan asites


BINTANG ZHAFRAN MEYFIAN MUKTI (2, (Tetralogi Off Fallot + Omphalochel (Jantung Bocor)) Alamat: Ngemplak Rejosari RT 4/15, Kel. Gilingan, Kec. Banjarsari , Kab. Surakarta, Prov. Jawa Tengah. Dik Bintang begitu sapaannya. Dik Bintang merupakan anak pertama dari Bapak Chandra M (27) dan Ibu Evi N (26). Dik Bintang menderita Jantung Bocor. Terdapat lubang pada sekat jantung akibat kelainan struktur jantung. Umumnya, penyakit jantung bocor merupakan penyakit bawaan sejak lahir. Dengan jaminan kesehatan (KIS) yang di milikinya Dik Bintang menjalani pemeriksaan di RS. Dr Moewardi setelah di diagnosa TOF kemudian dirujuk ke RS. Jakarta Heart Center untuk pemeriksaan lebih lanjut. Desember 2017 dek Bintang kontrol ke RS JIH disana dilakukan pemeriksaan ulang dan penjadwalan operasi. Penanganan jantung bocor baru bisa dilakukan setelah kondisi dik Bintang stabil. Selama menunggu jadwal operasi dik Bintang ke Solo dan kontrol ke RS Dr. Moewardi 1 bulan sekali. Biaya dan Nutrisi untuk Pasien pengobatan penyakit jantung yang tidaklah sedikit, membuat orang tua dik Bintang bingung. Ayah dik Bintang bekerja sebagai buruh pabrik dengan penghasilan kurang lebih Rp. 1. 000.000,-/ bulan yang hanya cukup untuk mambayar kontrakan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan ibu Evi hanya dirumah. Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Bintang dan keluarga, Santunan ke 2 dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu pemenuhan nutrisi sebeluam operasi.
Santunan sebelumnya masuk rombongan 1068 . Dik Bintang dan keluarga menyampaikan terimakasih atas santunan yang diberikan dan meminta doa semoga segera diberi kesembuhan, tak lupa juga mendo’akan para kurir dan sedekaholics semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 500. 000,-
Tanggal : 24 Januari 2018.
Kurir : @Mawan @Anissetya @Yuli

Bintang menderita penyakit jantung bocor


RIZQI FAKHRUDIN (7, Pendarahan di otak). Alamat: Dusun Jurangkambil RT. 3/4, Kel. Jeruksawit, Kec. Gondangrejo, Kab. Karanganyar. Rizqi sapaannya, Rizqi anak ke 3 Bapak Salimin (45) dan Ibu Tuminah (42). Rizqi mengalami kecelakaan terjatuh dari lantai 2 Masjid Nur Hidayah saat mengikuti kegiatan di TPA Al Amin Jurangkambil. Dan mengalami Pendarahan di Otak dan Retak Tulang Tengkorak. Sungguh ujian yang berat bagi kedua orang tuanya yang memang hidup sangat sederhana, Rizqi membutuhkan perawatan yang intensif, dengan segala keterbatasan ekonomi keluarga akhirnya dik Rizqi di larikan ke Ruang ICU RSU Dr. Moewardi dan membutuhkan biaya pengobatan sebesar 30 Juta Rupiah, angka yang tidak sedikit bagi keluarga dik Rizqi. Bapaknya bekerja sebagi buruh tukang cat bangunan yang tidak tentu penghasilannya Rp. 900.000/bulan, sedangkan ibunya hanya Ibu Rumah Tangga. Syukur ada BPJSnya biaya lebih ringan. Kondisi dik Rizqi saat ini sudah mulai membaik dalam proses pemulihan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Rizqi dan keluarga, santunan dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu akomodasi Dik Rizqi selama rawat jalan. Dik Rizqi dan keluarga menyampaikan terimakasih atas santunan yang diberikan dan meminta doa semoga segera diberi kesembuhan, tak lupa juga mendo’akan para kurir dan sedekaholics semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Januari 2018
Kurir : @Mawan @Anissetya @Yuli

Rizqi mengalami pendarahan di otak dan retak tulang tengkorak


SRI SUNARNI (41, Ca Nasofaring). Beralamat di Dusun Ngadirejo RT 30/R3, Desa Kroyo Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Sunarni sapaan akrab beliau. Mengeluh karena sering merasakan sakit di bagian kepala, hal tersebut dirasakan pada akhir tahun 2016. Ibu Sunarni baru pindah di Sragen 3 tahun ini, sebelumnya merantau di Jambi. Karena rasa sakit di kepala terjari terus menerus, akhirnya oleh pihak keluarga dibawa berobat di Rumah Sakit Umum Daerah Soehadi Prijonegoro Sragen (RSUD Sragen). Saat menjalani awal pengobatan, tidak menggunakan jaminan kesehatan dengan pertimbangan agar mendapat penanganan yang cepat. Namun, karena Ibu Sunarni didiagnosis menderita Kanker Nasofaring dan harus menjalani pengobatan yang panjang, akhirnya pihak keluarga membuat BPJS. Setelah menjalani beberapa kali kontrol di RSUD Sragen, Ibu Sunarni dirujuk ke Rumah Sakit Dr Moewardi Solo (RSDM). Di RSDM Ibu Sunarni sudah menjalani kemoterapi sebanyak 9 kali dan akan dilanjutkan radioterapi. Jarak rumah ke RSDM yang jauh, membuat kesehatan Ibu Sunarni sering lemah karena harus menempuh jarak yang jauh dengan dibonceng sepeda motor. Suami Ibu Sunarni, Bapak Yos Suharso (44) bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan Rp 800.000,00 setiap bulannya. Beliau harus menanggung biaya berobat istrinya dan biaya sekolah kedua anaknya. Bersyukur, #kurirSR dipertemukan dengan keluarga Ibu Sunarni, sehingga bisa membantu proses pengobatannya. #KurirSR menyampaikan santuanan dari #sedekaholic untuk biaya berobat Ibu Sunarni. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 17 Januari 2018
Kurir : @Mawan @AnisSetya @Sigit @Shofawa

Ibu Sunarni didiagnosis menderita kanker nasofaring


JANUAR DAFFA MAULANA (3, Ichtyosis Lamelar). Alamat : Dsn. Gunung Mas RT02/1, Kec. Manyaran, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Daffa begitu biasa dipanggil memang menderita kelainan kulit ini sejak lahir serta sempat menghambat tumbuh kembang dan psikologisnya. Penyebabnya kelainan kromosum yang membuat Daffa tak memiliki pori-pori sehingga dia pun tak bisa berkeringat. Lahir premature di usia 6 bualan kandungan juga membuat Daffa mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Sampai saat ini Daffa masih rutin chek up ke poli kulit dan kelamin RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Setelah bulan lalu menjalani serangkaian test untuk mengetahui tumbuh kembangnya untuk bulan ini Daffa kembali jalani chek up rutin di poli kulit kelamin dan poli anak. Seperti bulan lalu, bulan inipun Daffa chek up rutin ke poli kulit kelamin dan poli anak. Karena jadwal chek up ke poli kulit kelamin dan ke poli anak tak bisa dilakukan dalam waktu yang bersamaan, maka terpaksa dalam sebulan Daffa bisa dua sampai tiga kali ke RS. Bulan ini kondisi Daffa cukup stabil tak seperti bulan lalu. Untuk perawatan kulitnya, tetap disarankan penggunaan cream khusus vasline noroid cream, olive oil serta sering mandi tanpa sabun. Terapi kulit untuk kasus seperti Daffa ini memang hanya menjaga kelembaban kulit saja. Untuk proses tumbuh kembangnya saat ini, kondisi Daffa mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik. Baik kemampuan fisik maupun verbalnya. Syaraf motoriknya juga berfungsi dengan normal. Daffa adalah putra pertama pasangan Bapak Yulianto Pambudi dan Ibu Rahning Puspitasari. Saat ini ayahnya Daffa bekerja sebagai buruh pabrik demi membiayai pengobatan Daffa. Daffa memang pengguna BPJS MANDIRI, akan tetapi sebagian besar obat belum tercover oleh jaminan kesehatan. Belum lagi untuk perawatan khusus kulit Daffa sehari-hari membutuhkan biaya yang tak sedikit. Semakin bertambahnya usia, semakin besar pula tubuhnya artinya kebutuhan untuk perawatan kulit juga semakin bertambah. Dalam satu bulan Daffa membutuhkan cream pelembab paling sedikit 4 pot. Saat ini cream pelembab ini memang sudah tercover BPJS, hanya saja BPJS hanya mengcover 1 pot saja, itu artinya kekurangan kebutuhan cream Daffa harus dibeli dengan biaya umum. Padahal untuk 1 pot cream saja harganya mencapai 150.000 rupiah. Belum lagi untuk kebutuhan susunya. Daffa yang sebelum ditangani #Sedekah Rombongan sempat terhenti pengobatannya, merasa sangat terbantu setelah menjadi pesien dampingan #Sedekah Rombongan. Sampai saat ini kita tetap mendampingi pengobatan serta kontrol rutinnya. Semoga ke depan upaya ini semakin memberikan progress yang positip untuk kesembuhan sakit yang di alaminya.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Januari 2018
Kurir : @Mawan@Nonis@dodo

Daffa menderita kelainan kulit ini sejak lahir


FARID ABDULLAH( 2, Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik). Alamat : Dsn. Tahunan RT 02/06, Ds. Sambirejo, Kec.Jatisrono, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Farid begitu nama panggilannya, menderita beberapa kelainan, diantaranya kebocora jantung, sidaktil, bengkoknya pergelangan tangan kanan, serta tak memiliki daun telinga sebelah kanan. Bayi malang ini juga terlahir tanpa memiliki lubang anus (Atresia Ani). Dua hari setelah dilahirkan Farid dirujuk ke RS Dr Moewardi Surakarta untuk menjalani operasi pembuatan stoma, atau saluran pembuangan sementara di perut sebelah kiri. Sementara untuk jantungnya, untuk saat ini Farid menjalani terapi obat jantung diiringi fisioterapi untuk membantu tumbuh kembangnya. Pada saat operasi pertama kali yaitu pembuatan stoma, Farid memakai biaya umum mengingat belum memiliki fasilitas kesehatan apapun. Kini Farid adalah peserta BPJS MANDIRI. Empat bulan pasca operasi pembuatan stoma Farid menjalani operasi pembuatan anus. Normalnya satu tahun setelah operasi pembuatan anus, harusnya sudah dilakukan penutupan stoma dan bisa BAB lewat anus. Tapi Farid belum bisa menjalani operasi lanjutan karena kondisi jantung tidak memungkinkan. Hampir setiap bulan Farid mengalami penurunan kondisi, bulan ini Farid kembali menjalani rawat inap karena demam tinggi dan diare. Bahkan BB Farid tinggal 5 kg jauh dari nilai rujukan batas normal minimal. Farid masih tetap chek up rutin ke poli kardio anak. Setelah bulan-bulan sebelumnya mengalami penurunan kondisi jantungnya, bulan ini jantung kembali stabil kondisinya. Akibat diare stoma Farid kembali mengalami iritasi, kulit memerah , lecet bahkan kadang mengeluarkan darah. Farid masih tetap jalani chek up rutin di poli bedah anak dan poli kardio anak. Sayangnya jadwal poli anak dan poli bedah anak bukan di hari yang sama artinya dalam seminggu kadang Farid harus ke RS dua kali dalam seminggu. Untuk biaya akomodasi sudah barang tentu mereka tak mampu. Sebagai seorang terapis, Ayah Farid, Bapak Suharwin hanya bisa bekerja jika ada orang yang membutuhkan saja, tak setiap hari ada yang melakukan terapi. Sementara Ibunya Farid, Ibu Yessy hanyalah ibu rumah tangga saja. Merekapun tinggal masih menumpang di rumah kakek dan neneknya Farid. Bantu Farid memperjuangkan kesembuhannya. Keluarga Farid tak mengharap Farid memiliki fisik normal. Mereka hanya ingin Farid sehat seperti anak pada umumnya. Semoga saja Farid tak menemukan banyak kendala untuk proses pengobatannya nanti.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Januari 2018
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Farid menderita kebocoran jantung, sidaktil, bengkoknya pergelangan tangan kanan, serta tak memiliki daun telinga sebelah kanan


DALIMIN BIN TARMO SUTARYO ( 62 , Tumor Pipi ). Alamat : Dsn Suwondo, RT 01/09, Ds. Gumiwang, Kec. Wuryantoro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Dalimin ini merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan yang juga sudah berjalan cukup lama. Pak Dalimin awalnya menderita tumor pipi selama hampir 11 tahun. Awalnya tim Dokter bedah onkologi tak berani melakukan pengangkatan tumor secara langsung. Akhirnya diputuskan dilakukan tindakan kemoterapi terlebih dahulu sebanyak 3 kali. Seleasi menjalani 3 kali kemoterapi akhirnya tumor berhasil diangkat dengan resiko yang cukup besar. Pasca Operasi Dalimin sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6, dilanjudkan kemoterapi obat serta radioterapi. Pak Dalimin saat ini sudah dinyatakan selesai jalani radioterapi. Untuk tindakan selanjudnya Pak Dalimin diminta lagi jalani serangkaian test, seperti USG,CT Scand, juga rongent. Hasil dari semua test dikonsulkan ke 5 dokter specialis, dan diputuskan untuk melanjutkan pengobatan dengan minum obat selama 3 bulan dulu. Artinya tiap bulan Pak Dalimin harus tetap rutin jalani kontrol sekaligus mengambil resep obat setiap dua minggu sekali. Setelah tiga bulan jalani terapi obat, bulan ini sesuai jadwal Pak Dalimin jalani USG untuk observasi,hasilnya cukup bagus sehingga dokter memutuskan melanjudkan terapi obat untuk 6 bulan lagi. Dan bulan ini sudah bulan keenam Pak Dalimi jalani terapi obat. Untuk selanjudnya akan dilakukan observasi untuk mengetahui perkembangan dari terapi obat kemoterapi. Keluarga Pak Dalimin saat ini peserta BPJS MANDIRI. Meskipun begitu mereka masih kesulitan untuk biaya akomodasi dan medikasi. Bantuan dari #SedekahRombongan sangatlah meringankan keluarga Pak Dalimin.. Semoga kondisi Pak Dalimin semakin membaik.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Januari 2018
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Pak Dalimin menderita tumor pipi


SURADI BIN SONO KARTO (33, TB Tulang). Alamat : Dsn. Jarum RT 02/01, Ds. Sidoharjo, Kec. Sidoharjo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Suradi, begitu beliau biasa dipanggil sudah satu tahun lebih merasakan sakit di punggungnya. Awalnya dihiraukan saja. Tak hanya itu saja, Pak Suradi sering batuk yang tak kunjung sembuh dan sering kambuh. Belakangan di ketahui bahwa Pak Suradi menderita TBC. Untuk pengobatan rutin dilakukan di RSUD WONOGIRI. Karena tak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun terpaksa biaya berobat memakai biaya umum. Sementara pengobatan TBC tetap berjalan, sakit di punggungnya juga semakin terasa sakit. Pak Suradi mulai kesakitan aktifitas. Dokter meminta dilakukan pengobatan juga untuk tulangnya, akan tetapi niat itu di urungkan dikarenakan tak ada biaya. Kini Pak Suradi sudah memiliki BPJS Mandiri dengan total 5 anggota keluarga, meskipun begitu Pak Suradi masih membutuhkan biaya akomodasi untuk berobat ke RS. Apalagi saat ini RS tempat Pak Suradi berobat justru semakin jauh. Diagnose terakhir ternyata Pak Suradi menderita TB Tulang dan harus dirujuk ke RS.Orthopedi Surakarta. Pak Suradi langsung sudah menjalani serangkaian test mulai test lab, rongent thorax sampai MRI. Hasilnya masih ditemukan adanya cairan menggenangi tulang. TB Tulang juga mulai menggerogoti tulang dengan ditemukannya beberapa bagian tulang yang berlubang terutama bagian punggung. Tim dokter memutuskan fokus menghilangkan cairan diparu- paru sambil tetap minum obat paru. Setelah menjalani operasi dan chek up rutin,untuk bulan ini Pak Suradi tak perlu ke RS seminggu sekali. Untuk sementara Pak Suradi menjalani terapi obat yang bisa diambil setiap sepuluh hari sekali atau setelah obat habis. Bulan ini jalani MRI lagi, hasilnya ditemukan adanya benjolan di syaraf tulang belakangnya dan besar kemungkinan akan menjalani operasi ulang. Pak Suradi adalah tulang punggung keluarga. Istrinya Ibu hanyalah ibu rumah tangga biasa yang merawat tiga orang anak. Demi menghidupi keluarga, apalagi membiayai 2 anaknya yang sudah duduk di bangku sekolah lanjutan pertama, dalam keadaan sakit Pak Suradi tetap bekerja sebagai office boy di sebuah BMT dekat rumahnya. Tapi kini Pak Suradi tak mapu lagi bekerja pasca jalani operasi untuk menjaga kondisinya. Kesulitan ekonomi juga yang membuat Pak Suradi berat membayar iuran BPJS. Selama KIS belum jadi untuk sementara #SR mengcover iuran BPJS tiap bulannya. Buatnya membayar BPJS dengan jumlah 5 anggota keluarga tidaklah ringan. Bantuan yang di berikan #SR dirasa sangat membantu pengobatan Pak Suradi. Kini Pak Suradi dapat melanjudkan pengobatannya, dan semoga segera membaik.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Januari 2018
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Pak Suradi menderita TBC


IBRAHIM FATIH PAMUNGKAS (2, Paru-paru + Gangguan Tumbuh Kembang). Alamat: Dsn. Brangkalan, RT 01/09, Ds. Jaten, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibrahim begitu balita ini dipanggil, lahir pada tanggal 19 September 2015. Putra ketiga pasangan Bapak Suranto dan Ibu Ike Desi ini mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Diusia hampir 2 tahun Ibrahim belum bisa tumbuh seperti anak seusianya. Dia baru bisa tengkurap dan terlentang saja ditempat tidur. Jangankan berjalan, duduk sendiripun dia belum kuat. Berat badan pun dibawah berat badan rujukan normal. Akibatnya Ibrahim masuk kategori anak dengan kondisi kurang gizi mengarah ke gizi buruk. Tak hanya itu, Ibrahim juga bermasalah dengan paru-parunya. Sebulan sekali Ibrahim rutin chek up sekaligus mengambil resep obat karena obat paru harus diminum setiap hari. Sementara untuk tumbuh kembangnya disarankan jalani fisioterapi rutin dua kali dalam satu minggu. Saat ini Ibrahim menjalani pengobatan di poli anak dan poli fisioterapi medik RSUD Wonogiri. sedikit demi sedikit fatih mulai mengalami perkembangan. Setelah rutin jalani fisioterapi Fatih mulai menunjukkan perkembangan yang cukup bagus,tak hanya bisa duduk sendiri, tapi juga merangkak. Fatih juga mulai jalani terapi wicara dan mulai bisa mengucap sepatah kata. Bulan ini perkembangan tak begitu baik karena HB Fatih sering turun, akibatnya kondisi anak juga lemah. Selain itu Fatih dianjurkan mengkonsumsi vitamin sebagai penambah suplement makanan, hanya saja tak tercover biaya BPJS. Ibrahim dan keluarganya saat ini memang terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri kelas 3. Tapi karena keterbatasan ekonomi, membuat keluarga Ibrahim kesulitan membayar iuran BPJS untuk tiap bulannya. Bapak Suranto, ayah Ibrahim hanyalah seorang buruh serabutan, dengan pendapatan yang tak menentu. Belum lagi membiayai sekolah kedua kakak Ibrahim. Ibunya juga hanya Ibu Rumah Tangga tak bekerja hanya mengurus keluarga terutama Ibrahim yang kemana-mana memang harus di gendong. Bahkan untuk tempat tinggal, keluarga ini masih menumpang, diminta menempati rumah salah satu keluarganya yang kebetulan kosong tidak dihuni. Untuk pengobatan rutin ke RS memang hanya mengandalkan naik kendaraan umum, itupun terkadang tak ada biaya yang akhirnya membuat Ibrahim tak bisa rutin jalani fisioterapi. Berkat informasi yang diberikan oleh salah satu perangkat desa, akhirnya dipertemukan dengan tim #SRWonogiri. Semoga saja setelah dibantu Sedekah Rombongan, pengobatan Ibrahim dapat berlanjut tanpa ada kendala lagi, berharap Ibrahim kondisinya jadi lebih baik, bisa tumbuh normal seperti anak seusianya.

Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 26 Januari 2018
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Maria

Ibrahim menderita sakit paru-paru + gangguan tumbuh kembang


TINI BINTI NGATMAN ( 57, Tumor Mata). Alamat : Dsn. Bulu, RT 003/006, Ds. Jendi, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibu Tini yang saat ini tinggal berdua saja dengan suaminya Pak Sugiyanto beberapa bulan terakhir ini mengeluh sakit di mata sebelah kanan atas. Awalnya hanya merasakan gatal dan perih seperti terkena iritasi saja. Dan sempat dihiraukan saja karena terkadang sakit itu hilang dengan sendirinya. Akan tetapi lama- kelamaan sakit itu sering kambuh dan baru sembuh dalam waktu yang lebih lama. Hingga akhirnya mata semakin perih dan tak kunjung sembuh.Atas saran beberapa tetangganya, Ibu Tini diminta memeriksakan matanya ke Dokter specialis mata. Oleh dokter specialis mata Ibu Tini disarankan untuk melanjudkan pemeriksaan ke RSUD Wonogiri. Ternyata diketahui ada benjolan semacam tumor kecil didalam mata sebelah kanan atas. Karena sering di ucek akhirnya terjadi luka yang mengakibatkan infeksi. Berhubung tak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun, terpaksa semua biaya dicover secara umum. Kondisi keterbatasan ekonomi membuat Ibu Tini tak bisa melanjutkan pengobatan yang berakibat semakin parah infeksi yang dideritanya. Ibu Tini dan suaminya ini memang tergolong keluarga yang tak mampu. Untuk mencukupi kehidupan sehari-hari mereka bekerja serabutan sebagai buruh tani. Akibat sakit yang diderita ini juga membuat Ibu Tini tak lagi bekerja. Akhirnya beberapa tetangganya menghubungi salah seorang kurir #SRWonogiri untuk meminta bantuan. Tim segera bergerak melakukan survey dan memutuskan membantu Ibu Tini. Langkah pertama segera dibuatkan BPJS kelas 3. Setelah BPJS bisa digunakan Ibu Tini segera dibawa ke RSUD untuk melanjudkan pengobatan yang sempat tertunda. Kini Ibu Tini jadi pasien dampingan #SRWonogiri, dan muali bulan ini Bu Tini tak lagi sebagai peserta BPJS Mandiri dikarenakan KIS dari pemerintah sudah bisa digunakan. Pasca jalani operasi, sempat dinyatakan membaik, dan disarankan membeli kacamata, ternyata Bu Tini merasakan ada keluhan lagi dimatanya. Hal ini ternyata disebabkan karena Bu Tini tak memakai kacamata setiap hari. Tak hanya itu, Bu Tini juga mengalami susah bicara,muka mulai terlihat miring jika berbicara. Rencananya Bu Tini mau dikonsuklan ke dokter specialist saraf. Sangat disayangkan memang, karena Bu Tini harus kembali bolak-balik ke RS lagi setidaknya seminggu sekali untuk ke poli mata dan minggu berikutnya ke poli syaraf. Dan mulai bulan ini Bu Tini dijadwalkan jalani terapi di poli fisioterapi medik seminggu sekali.Berkat bantuan para sedekaholic Ibu Tini dapat melanjudkan pengobatan. Semoga saja Bu Tini bisa segera menjemput kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Januari 2018
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Maria

Bu Tini menderita tumor mata


WARSI BINTI KROMOREJO (46, Tumor Mata). Alamat : Dsn. Siraman RT 002/003, Ds. Gambiranom, Kec. Baturetno, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Bu Warsi adalah seorang dhuafa serta berstatus dengan dengan 3 orang anak. Tinggal disebuah rumah berdinding kayu beralas tanah, Bu Warsi menjalani hari-harinya bersama 3 orang anaknya dalam keadaan yang serba kekurangan. Belum lagi untuk membiayai sekolah anak-anaknya, penghasilan sebagai buruh serabutan tentulah tidak cukup. Karena kondisi inilah Bu Warsi yang sebenarnya sudah lama merasakan sakit akibat benjolan di mata kiri memilih mengabaikan sakitnya dan lebih memilih memikirkan kelangsungan hidup keluarganya. Menghidupi keluarga seorang diri tentulah tak mudah dan perlu perjuangan yang keras. Tak heran jika sakitnya dibiarkan saja, karena Bu Warsi sadar biaya berobat tentulah tidak sedikit. Untuk kehidupan sehari-hari saja susah apalagi untuk biaya berobat. Keluarga Bu Warsi memang peserta Jamkesmas, tapi yang jadi pemikiran Bu Warsi bagaimana dengan biaya akomodasinya. Bagaimanapun ke RS tentulah membutuhkan biaya karena pasti tak hanya sekali dua kali ke RS. Belum lagi jarak dari rumah ke RS sangatlah jauh lebih dari 80 km, harus berangkat subuh jika mau periksa ke RS. Terbayang juga dalam fikirannya siapa yang akan mengurus anak-anaknya jika beliau dirawat di RS. Akhirnya ada salah satu kurir #SRWonogiri yang mengetahui langsung kondisi Bu Warsi segera melakukan survey, karena memang layak dibantu, tim pun segera bergerak. Tim segera membawa Bu Warsi ke RSUD Wonogiri, dan ternyata memang harus segera di rujuk ke poli mata RSD.Moewardi Surakarta. Di RS rujukan inipun ternyata segera diminta menjalani serangkaian test, karena Bu Warsi disarankan untuk segera menjalani operasi. Operasi sudah berhasil dilakukan, akan tetapi masih ditemukan benjolan baru serta pembengkakan. Bahkan akhirnya dilakukan operasi ulang. Setelah sempat mengalami masalah dengan KIS, akhirnya tim bisa mengurus pengaktifan kembali KIS Ibu Warsi, meskipun untuk melanjudkan pengobatan harus mengurus surat rujukan lagi. Dan bulan ini Bu Warsi bisa melanjudkan pengobatannya lagi. Tertundanya pengobatan membuat benjolan di mata bu Warsi muncul kembali. Akhirnya untuk ketiga kalinya Bu Warsi harus menjalani operasi ulang untuk menganggkat benjolan di mata yang bahkan juga menyebar ke dahinya. Sekitar satu minggu menjalani rawat inap untuk operasi, dilanjudkan chek up rutin seminggu sekali untuk perawatan sekaligus medikasi luka operasinya. Sedekaholic, berkat uluran tangan anda semua, Bu Warsi yang sudah bertahun-tahun menahan sakit akhirnya dapat menjalani pengobatan untuk kesembuhannya. Semoga beliau dapat sembuh total dan dapat kembali mengurus keluarga dan anak-anaknya.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 22 Januari 2018
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Runi,@Dodo

Bu Warsi menderita tumor mata


SOKARTO BIN SOIKROMO (67, Tumor Kulit). Alamat Dsn. Jaban RT 002/004, Kel. Wuryantoro, Kec. Wuryantoro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Sokarto begitu beliau dipanggil, tak pernah mengira bahwa benjolan kecil dibawah mata sebelah kanan delapan tahun yang lalu itu kini melebar dan menutup seluruh bagian mata kanannya. Alhasil saat ini mata kanannya tak bisa melihat. Pak Sokarto saat ini tinggal bersama istrinya, Ibu Wasinem, 67 disebuah rumah model tradisional jawa yang lapuk dimakan usia. Terlihat, rumah yang sebagaian besar bangunannya terbuat dari kayu itu sudah miring. Awalnya Pak Sokarto bermata pencaharian sebagai petani dan menghabiskan waktu dengan beraktifitas di sawah. Tapi semenjak sebuah daging tumbuh melebar dipipinya hingga menutupi mata kanannya, aktivitas itu total ditinggalkannya. Dulu saat benjolan itu masih kecil dan dibiarkan saja. Selang beberapa lama benjolan itu pecah dan disarankan menjalani tindakan operasi di sebuah RS Swasta di Wonogiri. Karena pada waktu itu tak memiliki fasilitas jaminan kesehatan apapun, terpaksa biaya dicover dengan biaya umum. Saat operasi itu, Pak Sokarto terpaksa menjual satu ekor sapi peliharaannya untuk biaya operasi. Operasipun berjalan lancar, namun tidak lama setelah itu daging tumbuh semakin banyak dan lebih besar dari sebelumnya. Tak hanya pengobatan medis, segala macam obat herbal sudah dicoba, tapi tidak sembuh-sembuh juga. Seingat Pak Sokarto, lima tahun lalu dirinya juga menjalani operasi yang kedua di RSD.Moewardi Surakarta. Lagi-lagi karena belum punya fasilitas Jaminan Kesehatan, operasi yang kedua ini, satu ekor sapi lagi dijualnya sebagai biaya operasi. Sudah habis-habisan, kini tinggal dua ekor kambing, yang dipelihara untuk jaga-jaga kalau ada apa-apa. Dan semenjak operasi kedua, dirinya sudah tidak lagi menjalani pengobatan karena tidak mempunyai biaya lagi. Hingga akhirnya tumor itu tumbuh semakin besar menutupi mata kanannya. Karena sakitnya itu, Pak Sokarto lebih banyak menutup diri dirumah, dirinya merasa minder jika harus bergaul dengan tetangga. Pak Sokarto juga sudah tidak bertani lagi, karena dirinya takut nantinya lumpur-lumpur akan memperparah penyakitnya itu. Keinginan untuk sembuh begitu kuat dalam diri beliau, namun ketiadaan biaya membuatnya tidak bisa berobat.Sementara Ibu Wasinem,istrinya juga hanya bisa pasrah, berjalanpun Wasinen harus menggunakan tongkat untuk menyangga tubuhnya akibat kecelakaan yang dialaminya sekitar dua tahun yang lalu. Sedangkan anak-anaknya, kebanyakan juga hanya buruh tani yang juga dalam kondisi kekurangan. Atas rekomendasi Bapak Camat Wuryantoro ,akhirnya pihak keluarga terhubung dengan tim #SR. Melihat kondisi Pak Sokarto yang semakin memprihatinkan, Tim dibantu perangkat kecamatan dan desa bergerak cepat mengurus segala keperluan, termasuk membuatkan BPJS. Setelah semua berkas yang diperlukan lengkap, Pak Sokarto segera dibawa ke RSUD Wonogiri, untuk selanjudnya dirujuk ke RSD.Moewardi Surakarta. Jarak tempuh puluhan kilometer tak menyurutkan semangat Pak Sokarto berobat menjemput kesembuhan. Setelah dua bulan hampir 20 kali bolak-balik ke RS, akhirnya Pak Sokarto bisa jalani operasi pengangkatan tumor kulit di sekitar matanya. Operasi tak hanya dilakukan satu kali. Seperti kita ketahui sebelumnya, ada 3 dokter specialist yang menangani operasi Pak Sokarto. Selain operasi pengangkatan jaringan tumor, juga operasi mata dan untuk tahap terakhir dilakukan operasi penambalan kulit. Saat ini Pak Sokarto masih dirawat di RS mengingat rangkaian operasi yang dijalani. Bulan ini Pak Sokarto kembali jalani operasi penambalan untuk yang ketiga kalinya, artinya dalam tiga bulan terakhir ini beliau sudah menjalani lima kali operasi. Saat ini Pak Sokarto kembali jalani rawat inap dengan pantauan ketat dari tiga dokter specialis. Harapan kita hasil dari beberapa rangkaian operasi ini hasilnya sesuai seperti yang diharapkan. Akhirnya akhir bulan ini Pak Sokarto diperbolehkan pulang, meski begitu Pak Sokarto harus rutin seminggu 2 kali menjalani chek up untuk memantau luka pasca operasi sekaligus medikasi. Seharusnya Pak Sokarto disarankan menjalani operasi lanjutan, tapi mengingat kondisi luka yang belum seperti yang diharapkan, operasi ditunda pelaksanaannya. Sampai saat ini luka operasi masih mengggeluarkan cairan dan belum bisa kering total. Untuk itu tim dokter menyarankan selama dirumah tetap dilakukan medikasi oleh paramedis, artinya medikasi tak hanya dilakukan di RS saja. Semoga saja dengan bantuan dari para sedekaholic, Pak Sokarto dapat menjemput kesembuhannya. Karena atas uluran tangan para sedekaholic saat ini Pak Sokarto dapat melanjutkan pengobtannya lagi. Bantuan bulan ini diberikan untuk biaya akomodasi, pembayaran BPJS serta biaya perlengkapan medikasi.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 23 Januari 2018
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Dodo

Pak Sokarto menderita tumor kulit


RENGGA PUTRA PRATAMA (1, Jantung). Alamat Dsn. Sumberwatu RT 001/005, Ds. Sumberharjo, Kec. Eromoko, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Putra pertama pasangan muda bernama Pak Mulyadi (30) dan Ibu Martini (32), sepintas memang seperti anak yang sehat yang lucu dan menggemaskan. Rengga begitu balita ini biasa disapa ternyata memiliki kelainan pada jantungnya. Jantung merupakan salah satu organ penting didalam tubuh manusia. Tidak berfungsinya kerja organ ini, pasti membuat fungsi organ yang lain menjadi terganggu. Bayi berusia 10 bulan ini ternyata hanya memiliki satu bilik dan satu serambi, padahal normalnya manusia memiliki jantung dengan 2 bilik dan dua serambi. Malangnya kelainan ini baru terdeteksi saat Rengga sudah berusia 6 bulan. Padahal sebenarnya kelainan itu sejak baru lahir. Semua karena ketidak pahaman orang tua dan keluarga atas kondisi Rengga. Sejak lahir bayi Rengga selalu membiru kulitnya apabila dalam keadaan menangis,kecapaian serta kedinginan. Kondisi seperti ini tak kunjung membaik justru semakin parah. Awalnya dibawa berobat ke salah satu RS. Anak di Wonogiri, pihak RS sempat kaget kenapa baru diusia 6 bulan baru dibawa berobat, mengingat kondisi jantung memang perlu penangan serius. Merasa tak mampu menangani kasus ini, pihak RS merujuk ke RSUD Wonogiri. Reaksi sama dengan RS sebelumnya kembali menanyakan hal yang sama. Hal serupa dilakukan oleh tim dokter di RSUD Wonogiri bahwa mereka tak mampu menangani karena tak adanya fasilitas medis sekaligus tim medis untuk kasus Rengga ini. Akhirnya Rengga dirujuk ke RSD.Moewardi Surakarta. Dari catatan medisnya, jantung bocah ini mengalami kebocoran yang ukurannya besar. Sehingga antara kanan dan kiri seolah tidak dipisahkan sekat. Jadi secara fungsional tinggal satu serambi dan satu bilik. Darah bersih dan darah kotor tercampur. Perkembangan Rengga dalam hal tumbuh kembangnya juga terganggu. Saat ini Rengga dan orang tuanya memang terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri, tapi ayah Rengga, yaitu Pak Mulyadi yang hanya petani ini mengaku kesulitan biaya. Bagaimana tidak? Perjalanan dari rumah menuju ke rumah sakit membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jarak antara rumah sampai RS Dr Moewardi di Solo hampir 60 kilo meter. Menempuhnya menggunakan bus atau sepeda motor jelas tidak mungkin karena membawa anak kecil menderita penyakit semacam itu. Kadang dipinjami tetangga. Tapi kadang juga harus merental mobil Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu, baru rentalnya, belum bayar sopir serta biaya makan karena biasanya untuk chek up ke RS sampai selesai memang hampir seharian. Untuk bulan ini memang hanya sekali chek up ke RS, tapi tak menutup kemungkinan juga di waktu mendatang bisa lebih dari sekali dalam sebulan ke RS. Pak Mulyadi hanya petani biasa dengan penghasilan pas-pasan. Bulan ini kondisinya kembali tak stabil dimana Rengga kembali mengalami demam tinggi bahkan penurunan berat badan. Bahkan sempat dibawa ke dokter specialis anak yang terdekat. Dokterpun tetap meminta Rengga dirujuk ke Jakarta untuk jalani operasi jantungnya. Artinya bakal membutuhkan biaya yang lebih banyak lagi. Tapi sampai saat ini belum dijalani mengingat pihak keluarga yang belum siap. Kini Rengga jadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, semoga bantuan yang diberikan bisa meringankan beban keluarga Rengga, dan kondisi Rengga bisa lebih baik lagi.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Januari 2018
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Dodo

Rengga memiliki kelainan pada jantungnya


NGADIYEM BINTI MULYADI (54, Pembengkakan thyroid). Alamat Dsn. Bulu RT 02/06, Ds. Jendi, Kec. Selogiri, Ka 31b. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibu Ngadiyem , wanita paruh baya ini sudah 3 tahun menderita pembengkakan kelenjar thyroid. Ibu Ngadiyem termasuk dhuafa karena saat ini bersama suaminya pak Tukino tinggal menumpang dirumah salah seorang adiknya. Artinya pasangan suami istri ini tak memiliki tempat tinggal. Mereka berdua memang memiliki seorang anak, akan tetapi kondisinya pun tak jauh berbeda dengan orang tuanya dan saat ini merantau diluar kota. Tiga tahun yang lalu awalnya Ibu Ngadiyem menemukan ada benjolan dilehernya. Ketiadaan biaya membuat beliau membiarkan penyakit itu tanpa pengobatan hingga akhirnya sampai saat ini semakin membesar. Keinginan untuk mengobati penyakitnya dan bisa sembuh seperti sedia kala sangatlah besar, tapi lagi-lagi semua terbentur biaya, apalagi Bu Ngadiyem ini tak memiliki jaminan kesehatan apapun. Bu Ngadiyem yang kesehariannya bekerja membantu adiknya berjualan di pasar serta suaminya yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan tentulah merasa tak mampu untuk membiayai pengobatan yang kemungkinan besar dilakukan tindakan operasi. Akhirnya tim yang awalnya mendapat laporan dari perangkat desa setempat segera menindak lanjuti, serta bergerak membantu mengurus pembuatan BPJS. Untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan awal ke RSUD Wonogiri. Saat ini masih dilakukan berbagai test penunjang untuk pemantapan diagnosa. Bulan ini Bu Ngadiyem kembali melakukan serangkaian test, hanya saja test untuk tyroidnya tidak tercover BPJS dan harus dilakukan di lab luar RSUD. Selain itu dari hasil test jantung dan tekanan darah tak terlalu bagus juga. Kedepannya kita belum tahu apakah Bu Ngadiyem harus dirujuk ke Solo ataukah cukup ditangani di RSUD Wonogiri saja. Semoga saja dengan bantuan dari sedekahoic, Bu Ngadiyem dapat menjemput kesembuhannya. Bantuan bulan ini diberikan untuk biaya akomodasi ke RS serta biaya test laboratorium.

Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 27 Januari 2018
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Maria

Ibu Ngadiyem menderita pembengkakan kelenjar thyroid


REEALINO YUANZAH (2, kelainan jantung+kelainan fisik). Alamat Dsn. Dologan RT 03/03, Ds. Watusomo, Kec. Slogohimo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Balita ini biasa dipanggil Lino sejak lahir memang terdeteksi menderita kelainan jantung, kelainan fisik berupa mata salah satu membesar, kelainan di salah satu telinga serta tak adanya testis di alat kelaminnya. Penyebabnya karena ketidaktahuan ibunya bahwa sedang hamil saat menjalani operasi usus buntu. Efek dari obat bius pada saat penanganan operasi ibunya membuat janin mengalami masalah perkembangan. Sampai usia dua tahun inipun tumbuh kembang Lino sangatlah lambat. Jika anak seusianya sudah bisa berjalan ahkan berlari, Lino masih tergolek lemah, jangankan berjalan dudukpun belum kuat. Sejak lahir hidup Lino tak lepas dari pengobatan ke RS. Saat ini Lino merupakan pasien rawat jalan di RSD.Moewardi Surakarta. Berangkat sebelum subuh sampai rumah selepas isya’ sudah jadi rutinitas tiap kali kontrol ke RS. Jauhnya jarak tempuh ke RS tentulah jadi salah satu kendala. Belum lagi jarak dari desa tempat Lino tinggal sampai jalan raya juga jauh dan tak ada akses kendaraan umum. Bahkan dalam perjalananpun harus melintasi hutan yang cukup luas. Bisa dibayangkan betapa pelosoknya tempat tinggal Lino. Untuk sampai ke jalan raya mereka harus menyewa mobil tetangga, untuk kemudian disambung naik bus umum. Naik bus umum terpaksa jadi pilihan karena jika menyewa mobil sampai ke Solo sudah pasti membutuhkan biaya lebih banyak apalagi dalam jangka waktu seharian. Biaya sewa tentulah mahal dan mereka tak mampu untuk biaya itu. Tak cukup 500 ribu untuk sekali kontrol. Lino adalah putra kedua dari pasangan Bapak Sular dan Ibu Ratmi. Keseharian orang tua Lino bekerja serabutan. Ayahnya merantau ke Jakarta bekerja sebagai buruh bangunan dan ibunya sebagai buruh cuci. Sampai saat ini keluarga Lino pun masih menumpang di rumah neneknya Lino. Keluarga Lino memang peserta BPJS Mandiri, yang menjadi kendala tak hanya biaya akomodasi tapi juga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mengingat keluarga Lino juga masih membiayai sekolah kakaknya Lino. Tak hanya itu kondisi Lino yang sering drop membuat Lino sering menjalani rawat inap untuk perbaikan kondisi di RS terdekat. Seperti bulan in, kondisi Lino mengalami masalah, demam, diare dan sesak nafas hingga terpaksa dilarikan ke RS dan menjalani perawatan di ICU. Dari hasil pemeriksaan selama ini di RSD.Moewardi Surakarta, Lino disarankan menjalai operasi di Jakarta. Lagi-lagi karena ketiadaan biaya, sampai sekarang Lino masih bertahan menjalani pengobatan di RSD.Moewardi Surakarta. Kini Lino menjadi pasien dampingan #SRWonogiri. Sedekaholic bantu Lino untuk sembuh, harapan kita Lino dapat disembuhkan dan bisa tumbuh seperti anak seusianya.

Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 27 Januari 2018
Kurir : @mawan,@nonis,@dodo

Lino menderita kelainan jantung dan kelainan fisik


APRILIA CASSANDRA SYAFFARIYANI (6 Luka Bakar). Alamat : Dsn. Mloko RT 02/01, Ds. Songbledeg, Kec. Paranggupito, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Sandra,begitu nama panggilannya, awalnya anak yang aktif dan periang. Malangnya bulan Juli tahun 2014 dia mengalami luka bakar di tubuhnya akibat ledakan gas elpigi.Sandra mengalami luka bakar di kedua tangan,kaki,punggung dan wajahnya.Pada saat kejadian Sandra segera dilarikan ke RS dan untuk menjalani operasi selama 7 kali di RSUD WONOGIRI dalam kurun waktu setahun ini.Tapi ternyata sampai sekarang kondisi kulit Sandra tak mengalami perubahan.Akhirnya pihak RSUD WONOGIRI memutuskan merujuk ke RSD.MOEWARDI SOLO untuk ditangani Dokter specialis bedah plastik. Selama hampir satu tahun di RSD.MOEWARDI SURAKARTA, Sandra sudah menjalani 14 kali operasi rekontruksi, tapi karena tak menunjukkkan banyak perubahan akhirnya Sandra dirujuk ke RS.SOETOMO SURABAYA. Tanggal 2 Mei 2016 Sandra jalani operasi yang pertama di RS.Dr Soetomo Surabaya. Sandra menjalani operasi rekontruksi di jari tangan , kaki dan pipi. Selain medikasi Sandra juga menjalani rehabilitasi medis serta terapi ke psikiatri. Setelah sempat mengalami penundaan operasi, akhirnya pihak keluarga di hubungi pihak RS untuk melanjudkan operasi di Surabaya. Setelah operasi yang terakhir Sandra sempat disarankan pulang dulu ke Wonogiri karena operasi lanjutan masih cukup lama. Dan bulan ini Sandra kembali chek up ke Surabaya untuk observasi sekaligus mengagendakan jadwal operasi lanjutan. Rencananya di jadwalkan akhir Februari atau awal bulan Maret. Karena masih cukup lama ,Sandra kembali disarankan untuk pulang ke Wonogiri terlebih dahulu dan melakukan medikasi di puskesmas terdekat.. Untuk pemulihan dan perawatan pasca operasi Sandra membutuhkan salep racikan khusus yang tak tercover BPJS, itupun harus lewat pemesanan khusus dan harus menunggu satu minggu. Hasil dari pemakaian saleb ini akan di obsevasi selama 3 bulan. Jika tak maksimal hasilnya, Sandra disarankan jalani laser dan lagi-lagi biayanya tak tercover BPJS. Saat ini Sandra menjadi dampingan #SRWonogiri dan #SRSurabaya. Karena di Surabaya pengobatan membutuhkan waktu yang lama, untuk sementara keluarga Sandra pindah domisili agar bisa pindah Faskes JAMKESMAS. Tak mudah bagi keluarga Sandra melewati semua in. Ayahnya, Bapak Taufik hanya buruh sebagai nelayan dengan penghasilan pas-pasandan tak menentu, sementara ibunya Sandra Ibu Esti bekerja sebagai buruh tani untuk membantu ekonomi keluarganya. Keluarga ini memang peserta JAMKESMAS, tapi untuk biaya transport selama di Solo dan Surabaya tentulah membutuhkan biaya yang tak sedikit.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Januari 2018
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Sandra mengalami luka bakar di tubuhnya


MTSR WONOGIRI ( AD9061PR, Operasional Desember 2017 ). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan 1 (MTSR 1) saat ini hampir setiap hari selalu bergerak, selain untuk mendampingi pasien yang rutin untuk kontrol pengobatan mereka juga kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. MTSR ini sekarang sudah berganti plat nomer kendaraan dari yang awalnya B1732KHZ berubah menjadi AD9061PR. MTSR ini menjadi armada ujung tombak pergerakan #SRWonogiri. Roda MTSR berputar sejauh puluhan bahkan ratusan kilometer disetiap pergerakannya. Medan yang ditempuhpun tak semudah jalanan kota. Alhamdulillah, semakin banyak yang terbantu dengan bergeraknya MTSR ini, walaupun harus naik turun pegunungan, keluar masuk pelosok desa. Semua pelayanan yang dihandle oleh ambulan ini tidak dipungut biaya alias gratis. Untuk diketahui bahwa dalam penanganan pasien dalam progress pendampingan setiap harinya membutuhkan semangat para kurir. Berangkat sehabis subuh pulang malam adalah hal biasa mereka jalani demi mengantar pasien berobat ke RS. Hal ini tak bisa dipungkiri bahwa keberadaan mobil ambulan sangat berperan. Masyarakat sekitar pergerakan MTSR ini pun kerap menggunakan jasa mobil ambulan SR. Untuk kebutuhan operasional bulan Januari ini sebagaimana laporan berikut antara lain biaya operasional dan perawatan rutin serta insentif driver.

Operasional : Rp 3.100.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @mawan,all tim

Biaya operasional Desember 2017


MTSR WONOGIRI (AD9218KH, Operasional Oktober 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan yang biasa disebut MTSR, merupakan MTSR 2 dimana menjadi kendaraan kedua yang sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk kebutuhan pendampingan pasien maupun survey lokasi sasaran. Saat ini, keberadaan MTSR di Wonogiri belum bisa menampung semua kebutuhan warga yang cukup banyak, apalagi pasca berkurangnya kendaraan satu mobil yang saat ini tidak lagi kita fungsikan sebagaimana biasanya karena berpindahnya armada tersebut untuk fungsi lain. Bagaimanapun, sedekah rombongan tetap berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi siapa saja yang membutuhkan, utamanya dhuafa atau warga kurang mampu. Fungsi peran armada untuk tujuan survey lokasi atau sasaran dampingan pasien, kebencanaan, koordinasi wilayah dalam rangka kelancaran pergerakan sedekah rombongan di soloraya, akhirnya sebagian tugas oper handle dengan armada ini. Dalam sebulan, membutuhkan biaya operasional yang kita anggarkan dari anggaran yang tersedia secara keseluruhan. Walau, terkadang momen khusus atau kondisi – kondisi tertentu menyebabkan adanya kurang lebih penganggaran yang semuanya adalah untuk kelancaran pergerakan sedekah rombongan. Pun juga dalam hal insentif driver yang telah kita bebankan agar tugas berjalan dengan baik dan menyeluruh. Bulan ini biaya operasional antara lain, operasional bahan bakar , biaya pemeliharaan dan perbaikan serta insentif driver. Laporan operasional sebagaimana kami terangkan di informasi ini sekaligus sebagai salah satu bentuk tanggung jawab pelaporan pergerakan sedekah rombongan.

Operasional : Rp 3.650.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @mawan, all tim

Biaya operasional Oktober 2017


MISRENI BINTI SAMIN (37, Tumor Mata) Alamat : Jl. Tirta Mulya RT 08/06, Kecamatan Tanah Bumbu, Kota Banjarmasin, Propinsi Kalimantan Selatan. Bu Misreni mulai merasakan sakit pada tahun 2010. Setiap kali mengendarai sepeda motor, mata sebelah kanan selalu perih dan mengeluarkan air mata. Karena merasa terganggu dengan keadaan seperti itu, Akhirnya bu Reni memeriksakan dirinya di Puskesmas terdekat. Lalu oleh pihak Puskesmas dirujuk ke rumah sakit terdekat karena keterbatasan peralan medis. Di rumah sakit, dilakukanlah CT Scan dan diketahui bahwa bu Misreni menderita tumor mata. Bu Misreni adalah seorang petani padi dan pemetik teh di kebun. Pendapatan sehari-hari beliau kadang hanya cukup untuk makan. Bu Misreni memiliki seorang anak perempuan yang masih sekolah & seoarng anak lelaki yang sekarang menemaninya berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Pihak rumah sakit merekomendasikan bu Misreni untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo karena peralatan yang lebih lengkap. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Misreni. Bantunan telah diberikan untuk biaya akomodasi transportasi selama pengobatan dan membayar biaya-biaya obat diluar Jamkesmas. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1046. Bu Misreni dirujuk untuk melakuakn operasi di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya. Operasi telah dilakukan dengan lancar. Selanjutnya Bu Misreni dijadwalkan untuk kontrol rutin paska operasi. Semoga bu Misreni bisa segera sembuh total dan kembali ditengah-tengah keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 679.000,-
Tanggal: 24 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @BambangBKY

Bu Misreni menderita tumor mata


MUKAYAT BIN TURAJI (46, Patah Kaki). Alamat : Dukuh Tambong, RT 6/2, Desa Wringinanom, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Pak Kayat, demikian biasa dipanggil oleh tetangganya, pada tahun 2015 mengalami kecelakaan di sawah kena traktor, sehingga kakinya patah. Sampai sekarang masih belum dilepas besi bekas operasinya. Beliau adalah tulang punggung keluarga. Mempunyai anaknya tiga. Anak pertama masih kuliah, sedang yg dua masih SD. Dahulu beliau pengusaha genteng, jejak kekayaan masih terlihat. Rumahnya bagus dan luas. Istri beliau dulu juga TKI. Tapi sejak 10 tahun lalu semua bangkrut. Warga di kampung yg rata-rata pengusaha genteng banyak yg gulung tikar. Penjualan sepi. Akhirnya pak Kayat hanya mengandalkan tani sawah untuk kehidupan sehari – hari bersama istrinya. Tapi sejak dua tahun lalu saat terjadi kecelakaan kaki Pak Kayat dioperasi. Dan tidak bisa bekerja maksimal. Tidak punya biaya bahkan sekedar kontrol ke dokter saja tidak ada biaya. Kemana – mana motor nya yamaha 75 sudah sangat tua dan gampang mogok. Pada saat tahun 2015 operasi dengan biaya 10 juta di Aisyah Ponorogo, namun karena pas Ramadhan dan ada santunan untuk warga kurang mampu akhirnya cuma bayar 5 juta. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga pak Kayat. Bantuan ketigapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1030 dan 1087. Alhamdulillah pak Kayat sudah menjalani operasi dan pada saat melakukan kontrol rutin yang terakhir, dinyatakan sudah sembuh, melakukan kontrol lagi bila ada keluhan. Semoga pak Kayat sudah tidak merasakan sakit dan sehat lagi sehingga bisa bekerja lagi. Pak Kayat dan istri sangat senang dan bersyukur. Tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Ali_Firdaus

Pak Mukayat mengalami patah kaki


ROKHIMIN BIN SLAMET (38, Tulang Belakang). Alamat : Desa Prambon, RT 9/2, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Rokhim adalah seorang kepala rumah tangga yang dahulu berkerja untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari anak dan istrinya, namun sekarang harus terbaring sakit dan akhirnya sekarang istrinya yang harus bekerja keras membanting tulang untuk mncukupi kebutuhn sehari – hari. Istrinya pak Rokhim bekerja sebagai penjaga kantin sebuah sekolahan di kecamatan Dagangan yang sekarang menjadi tulang punggung keluarga. Sakit pak Rokhim bermula sekitar 2 tahun yang lalu menderita ganguan di tulang belakang, pernah berobat ke Rsud. Dolopo (fisio trapi) hampir 1 tahun. Alhamdulillh bisa berjalan tetapi jalannya membungkuk. Sebenarnya beliau mau melanjutkan berobat, karena kendala biaya walaupun mempunyai BPJS kelas 3 namun sampai sekarang beliau tidak pernah konsultasi ke dokter lagi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Rokhim sekeluarga. Santunan keduapun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi berobat pak Rokhim, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1094. Beliau merasa senang sekali, bersyukur, dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbbalfahmi

Pak Rokhim menderita ganguan di tulang belakang


M. DHIMAS TONANG (22, patah tulang punggung). Alamat : Jalan Kelud RT 4/1 Desa Magetan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Tonang, demikian biasa dipanggil adalah seorang anak Sulung putra dari ibu Nuning Sumarni (41) yang bekerja sebagai pembuat jajanan dan Almarhum bapak Puryanto. Tonang menyadari sebagai anak sulung dan bapak nya sudah meninggal, maka selepas lulus SMK Tonang mengadu nasib ke Bali dan bekerja sebagai kuli bangunan sehingga dengan demikian penghasilan nya dapat membantu ibunya untuk membiayai sekolah adik-adiknya. Tetapi malang tidak bisa ditolak, pada tanggal 28 November 2017 Tonang mengalami kecelakaan jatuh dari tangga sewaktu bekerja. Tonang sempat dirawat di Rsud. Sanglah Bali selama 10 hari dengan menggunakan jaminan Jamsostek dan sempat kontrol sekali sebelum dibawa pulang kampung ke Magetan. Saat ini Tonang melanjutkan kontrol ke Rumah Sakit Orthopedi Solo. Informasi mengenai Tonang diperoleh dari salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan yang kebetulan bertetangga dengan Tonang. Santunan lepas sebesar Rp. 500.000,- pun telah disampaikan dan digunakan untuk biaya pengobatan. Bu Nuning sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang disampaikan, semoga Tonang bisa segera pulih dan dapat bekerja lagi seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @KinantiAwe @Vendi_Vero

Dhimas mengalami patah tulang punggung


SUGINATUN BINTI SUMIRAN (37, patah tulang kaki). Alamat : RT 1/1 Desa Bangsri, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Sugi, demikian biasa dipanggil adalah seorang ibu dengan 3 anak usia sekolah dan suaminya sudah meninggal 10 tahun yang lalu karena sakit. Untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, bu Sugi bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Malang tidak dapat ditolak, pada tanggal 14 November bu Sugi mengalami kecelakaan tunggal saat berkendara motor yang mengakibatkan patah tulang kaki. Saat itu langsung dilarikan ke Rsud. Sayidiman Magetan dan berikut nya di rujuk ke Rumah Sakit Orthopedi Solo untuk menjalani operasi. Alhamdulillah kondisi sudah cukup membaik tetapi harus tetap kontrol sebulan sekali ke Rso Solo. Namun demikian, bu Sugi masih belum bisa bekerja seperti biasa karena kondisinya belum benar-benar pulih. Informasi mengenai bu Sugi ini di dapat dari salah satu sanak keluarganya yang mendatangi salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Santunan lepas senilai Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat. Bu Sugi mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga beliau segera sembuh dan dapat bekerja lagi untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya yang semuanya masih usia sekolah. Amin

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @KinantiAwe @Vendi_Vero

Bu Suginatun mengalami patah tulang kaki


SURATMI BINTI SINUNG (55, Ca Nasofaring). Alamat : RT 25/2 Dusun Dokingkin, Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Ratmi sudah satu tahun terakhir menderita sakit Ca Nasofaring. Awal nya berobat di Rsud. Sayidiman Magetan, setelah itu dirujuk ke Rsud. Soedono Madiun. Akhirnya bu Ratmi dirujuk ke Rsud. Moewardi Solo dan dilakukan operasi pada bulan Juli 2017. Saat itu bu Ratmi belum punya Bpjs dan tidak ada yang mengarahkan sehingga pengobatan menggunakan biaya umum sehingga menghabiskan cukup banyak biaya. Suaminya yaitu pak Suparni (62) bekerja sebagai buruh tani sangat merasa berat untuk membiayai pengobatan bu Ratmi, sehingga setelah kontrol 4 kali pengobatan dihentikan karena kehabisan biaya. Pada bulan Desember 2017, penyakit bu Ratmi kambuh dan lebih parah dari sebelum nya. Informasi mengenai bu Ratmi diperoleh dari suami nya yang mendatangi rumah salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Bu Ratmi akhir nya masuk menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan pada tanggal 1 Januari 2018. Saat ini beliau kembali menjalani pengobatan di Rsdm Solo dengan plan pengobatan kemoterapi rutin. Santunan awalpun disampaikan sebesar Rp. 500.000,- dan digunakan untuk akomodasi Rawat inap dan kontrol rutin. Bu Ratmi sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Ratmi segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500. 000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @KinantiAwe @Rubianto

Bu Suratmi menderita sakit ca nasofaring


KUSNADI BIN MANGUN KARYO (65, Diabet basah). Alamat : Dusun Kagean RT 1/1, Desa Baron, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Kus, demikian biasa dipanggil tetangga sekitar, adalah seorang bapak yang menderita penyakit diabet. Sudah 2 tahun terakhir pak Kus menderita diabet basah, luka pada tangan dan kakinya lumayan parah tanpa adanya perawatan medikasi yang memadahi. Pak kus hanya sesekali berobat ke dokter karena keterbatasan biaya. Sementara beliau juga tidak mempunyai jaminan untuk melakukan pengobatan secara intensif. Sementara bu Juminem (60) istrinya juga menderita stroke sehingga praktis kedua orang ini tidak bisa bekerja lagi sebagai buruh serabutan dan berjualan sayur di pasar. Pasutri ini dikaruniai 5 orang anak yang sudah menikah semua dan berbeda rumah dengan pak Kus. Kondisi perekonomian anak-anak nya pun tidak lebih dari orang tuanya dan sudah mempunyai tanggungan keluarga nya masing-masing. Informasi mengenai pak Kusnadi diperoleh dari tetangga sekitar yang masih perduli dengan kondisi keluarga pak Kus. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000 pun telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat pak Kus. Rasa terimakasih disampaikan untuk bantuan yang telah beliau terima, semoga beliau segera sembuh dan pulih seperti sedia kala sehingga bisa beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @KinantiAwe @Rubianto

Pak Kus menderita diabet basah


MTSR 1 MAGETAN (AE 8066 NE, Biaya Operasional Januari 2018). Mobil APV tahun 2008 dengan nomor polisi AE 8066 NE. adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Magetan dengan interior ambulance standart untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Magetan sejak 19 April 2015 yang lalu. Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan untuk menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Magetan seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng Gunung Lawu dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan Januari 2018 sebesar Rp 2.510.000,- di gunakan untuk pembelian BBM, pembelian Relay dan biaya servis, pembelian kampas rem, ganti oli dan Jasa driver. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic MTSR 1 Magetan dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit. Sebelumnya laporan keuangan MTSR AE 8066 NE masuk pada rombongan 1096.

Jumlah Bantuan : Rp 2.510.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Januari 2018


MTSR 2 MAGETAN (AE 1495 KG, Biaya Operasional Januari 2018). Pada tanggal 12 Agustus 2016 Sedekah Rombongan wilayah Magetan kembali mendapat amanah dari warga setempat berupa satu unit mobil Luxio tahun 2012 yang di pergunakan sebagai MTSR di wilayah Magetan dan sekitarnya. Mobil standart penumpang tersebut di pergunakan untuk mempermudah bergerakan Kurir Sedekah Rombongan Di wilayah Magetan untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholic dan mengantar pasien dampingan ke Solo, Yogya, Surabaya maupun Malang. Mtsr 2 digunakan juga Untuk mengoptimalkan mobilitas MTSR di Kota Kabupaten Magetan yang juga mengcover wilayah Kabupaten Ngawi dan sekitarnya. Kebutuhan BBM Servis rutin dan biaya Operasional pastinya sangat di butuhkan. Bantuan kali ini pada bulan Januari 2018 sebesar Rp 3.632.000,- di alokasikan untuk biaya pembelian BBM, Biaya bengkel, pembelian Accu serta jasa driver. Laporan keuangan Operasional MTSR AE 1495 KG sebelumnya masuk pada rombongan 1095.

Jumlah Bantuan : Rp 3.632.000
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Januari 2018


RSSR MAGETAN, ( Pembelian Inventaris RSSR Magetan bulan Januari 2018). RSSR Magetan adalah rumah singgah yang di amanahkan oleh Sedekah Rombongan pusat kepada kurir area Magetan yang digunakan untuk transit pasien dari pedalaman kota Magetan, Ngawi, Ponorogo, Caruban dan sekitarnya untuk berihtiar menjemput kesembuhan di Rumah Sakit Daerah maupun Rumah Sakit Rujukan Di luar kota terutama Rumah Sakit rujukan di kota Solo. Selain untuk transit, RSSR Magetan juga di gunakan untuk mengerjakan adminitrasi, data base pasien dan laporan laporan data secara manual (tulisan tangan). Pada bulan Januari 2018 dilakukan pembelian seperangkat meja dan kursi kerja, box penyimpanan kwitansi, autostat dan 2 buah bohlam philips. Bantuan untuk inventaris Rssr Magetan sebelum nya masuk rombongan 1090.

Jumlah Santunan : Rp. 1.891.500
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Pembelian inventaris RSSR Magetan bulan Januari 2018


RSSR MAGETAN, (Sembako pasien bulan Januari 2018). Alamat : Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo. Kebutuhan pokok yang diperlukan antara lain : Beras, sayur, Gula, kopi, susu, minyak, detergen, lauk-pauk dan lain- lain. Alhamdulillah berkat sedekaholics, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi di bulan ini dan tersampaikan untuk pasien dampingan yang berada di RSSR. Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan konsumsi pasien selama bulan Januari 2018. Laporan sebelum nya masuk rombongan 1095.

Jumlah Santunan : Rp 803.100,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Sembako pasien bulan Januari 2018


RSSR MAGETAN, (Biaya operasional Rssr Magetan bulan Januari 2018). Rssr adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. RSSR hadir di Magetan sejak bulan Oktober 2015. Kami mengontrak rumah di Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan selama 2,5 tahun setelah 1 tahun sebelum nya berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomer 25 Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo. Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan rekening air, listrik, telpon, kebersihan dan prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan Magetan selama bulan Januari 2018 setelah sebelum nya masuk rombongan 1095.

Jumlah Santunan : Rp 1.410.679,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Rssr Magetan bulan Januari 2018


WIDJI ALWIJIANTO (45, Ca Thyroid). Alamat : Dusun Godekan RT. 8/4 Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Widji, seorang lelaki berusia 45 harus terbaring lemah di atas kasur. Terdapat benjolan dilehernya sebelah kanan sebesar bola. Dulunya ia bekerja sebagai pencari pasir disungai dekat rumahnya. Ayah dari 2 orang anak ini kemudian merasakan keanehan pada lehernya, dan dibawa ke Rsud. Soedono Madiun. Hasil diagnosis dokter menyatakan bahwa pak Widji menderita Ca Thyroid, dan menganjurkan untuk melakukan kemoterapi di Rsud. Moewardi Solo. Namun karena terbatasnya biaya akhirnya pak Wijdi tidak melakukan apa yang telah disarankan dokter. Mendapat informasi dari keluarga disekitar tempat tinggal pak Wijdi, kurir Sedekah Rombonganpun melakukan survey. Pak Wijdi mulai didampingi SR tanggal 22-5-2017. Setelah mendapat rujukan dari Rumah sakit. dr Oen Solo selanjutnya berobat ke Rsup. Moewardi Solo. Operasi pertama dilaksanakam Senin, 29-5-2017 dan berjalan dengan lancar. Saat ini sedang menjalani rangkaian pengobatan untuk dilakukan operasi kedua yang rencananya dilaksanakan tanggal 6-9-2017. Santunan kedelapan titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp 500.000 dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat serta rawat inap setelah sebelum nya masuk dalam rombongan 1023 1030, 1044, 1059, 1069, 1083 dan 1091. Pak Widji sangat berterimakasih atas bantuan yang telah sedekaholic berikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk pak Widji, dan semoga segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama @Jeans_Oswolf @Kinanti_Awe @Rubianto

Pak Widji menderita ca thyroid


YUNI PURWANINGSIH (42, Ca Mamae). Alamat : Jalan Kelud RT. 4/1 Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Yuni adalah seorang ibu dari 3 anak yang sehari-hari bekerja di warung kopi milik nya. Bulan Juni tahun 2015 Bu Yuni merasakan ada benjolan di payudara nya sebelah kanan tetapi tidak begitu dihiraukan. Pengobatan hanya dilakukan dengan mengkonsumsi obat alternatif karena terkendala keterbatasan biaya. Penghasilan bu Yuni di warung dan Suaminya yaitu Bapak Supriyanto (42 tahun) yang berjualan mie ayam keliling hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari dan biaya sekolah 3 orang anak nya.Tetapi setelah hampir dua tahun penyakit nya semakin parah akhirnya Bu Yuni periksa ke dokter dan diharuskan melakukan check lab. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa harus segera dilakukan operasi untuk pengangkatan payudara kanan nya. Mulai tgl 20 Maret 2017 Bu Yuni menjadi pasien dampingan SR Magetan dengan melakukan pemeriksaan awal ke Rsup. Soedono Madiun untuk selanjutnya di rujuk ke Rsup. Moewardi Solo dengan menggunakan jaminan Bpjs Mandiri kelas 2. Setelah melalui rangkaian pemeriksaan yang meliputi rotgen, Usg, rotgen punggung dan check lab akhirnya operasi dilaksanakan hari Jum’at, 31 Maret 2017 dan Alhamdulillah berjalan lancar. Terapi sinar telah dilakukan sebanyak 10 kali untuk punggung dan sinar 24 kali untuk ca Mamae. Saat ini bu Yuni menjalani proses kemoterapi yang direncanakan sebanyak 6 kali. Santunan ke sembilan titipan dari para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 986, 1023, 1032, 1043, 1058, 1069, 1083 dan 1094. Pak Supriyanto dan Bu Yuni mengucapkan terimakasih atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan, semoga menjadi berkah untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Kinanti_Awe @Jeans_Oswolf @Rubianto

Bu Yuni menderita ca mamae


SULOPO BIN WIR SUNGKONO (62, Tumor Orbita). Alamat : Jalan Salak RT. 01/ 01 Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Beliau seorang laki laki berusia 62 tahun, Sulopo namanya. Pekerjaan sehari harinya adalah seorang pemilik warung kopi. Gejala penyakit nya sudah ia rasakan sejak 3 tahun yang lalu. Namun baru Maret 2017 terjadi pembengkakan di daerah mata kiri. Pak Sulopo memutuskan berobat ke Surabaya April lalu, dan dokter mendiagnosa bahwa Pak Sulopo menderita Tumor Orbita / Tumor ganas. Pak Sulopo berobat ke Rsup. dr. Soetomo Surabaya dengan menggunakan jaminan KIS kelas 3. Dari informasi sekitar tempat tinggal Pak Sulopo, kurir Sedekah Rombongan melakukan Survei dan akhirnya beliau menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan dan Sedekah Rombongan Surabaya. Saat ini beliau menjalani kontrol rutin dan kemoterapi di Rsup. Soetomo Surabaya. Santunan kedelapan titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 600.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan selama di Surabaya setelah sebelum nya masuk rombongan 1007, 1030, 1032, 1054, 1066, 1069 dan 1091. Pak Sulopo sangat berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat, dan semoga penyakit yang di derita pak Sulopo segera mendapat kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Bambang_BKY @Kinanti_Awe

Pak Sulopo menderita tumor orbita / tumor ganas


AGUS SUYONO (47, patah tulang kaki karena kecelakaan). Alamat : Dusun Godeg RT 1/1, Desa Selopanggung, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Agus, demikian bapak 2 orang anak ini biasa disapa mengalami kecelakaan pada bulan 20 Juli 2017. Saat kecelakaan terjadi langsung dilarikan ke Rsud. Sayidiman Magetan dan selanjutnya dirujuk ke Rsi Madiun. Saat itu pak Agus belum memiliki Bpjs maka untuk biaya operasi dengan biaya umum sekitar 15 Juta rupiah. Karena kehabisan biaya maka istrinya yaitu bu Hendri Septiani (35) mendaftarkan Bpjs Mandiri. Walaupun sudah mempunyai Bpjs, tetapi biaya operasional untuk pengobatan dirasa masih sangat memberatkan istrinya. Biaya sewa mobil untuk kontrol ke Rsud. Soedono Madiun tiap 2 minggu sekali, obat diluar bpjs dan biaya medikasi luka setiap hari sangatlah berat. Bu Hendri yang bekerja sebagai guru Honorer di SD dengan penghasilan nya tentu tidak mampu menanggung semua biaya tersebut. Informasi mengenai pak Agus diterima dari ibu salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Sejak tanggal 12 Desember 2017 pak Agus menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Santunan kedua pun disampaikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan untuk biaya medikasi setiap hari dan pembelian obat diluar Bpjs setelah sebelum nya dibantu dan masuk pada Rombongan 1091. Bu Hendri sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga pak Agus segera sembuh dan beraktifitas seperti sebelumnya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Kinanti_Awe @Mirza_DP

Pak Agus mengalami patah tulang kaki karena kecelakaan


NURYADI BIN SUPARMIN ( 31, tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja) Alamat : RT 1/3 Dusun Basri, Kelurahan Sidorejo Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Bang Nurcarik, biasa Nuryadi di panggil, namun pagilan Nurcarik ternyata tidak seperti yang kita pikirkan yang artinya Nur sekretaris desa. Nur hanya bekerja sebagai kuli batu di pertambangan batu di sekitar desanya. Suatu hari Nur punya niatan membangun rumah dan mencari batu sendiri di sela-sela pekerjaanya sebagai kuli batu. Namun, mala petaka menimpanya ketika ia berniat memecah batu untuk rumahnya. Batu tersebut bukan nya pecah namun jatuh dan menimpa kaki kanan nya hingga mengakibatkan tulang besar kakinya hilang 10 cm. Kejadian itu menimpanya sekitar tiga tahun yang lalu, penanganan operasi pertama di lakukan di RSUD Mojosongo dengan biaya umum. Karena sudah kehabisan biaya, akhirnya Nur mendaftarkan diri ke BPJS mandiri dan selanjutnya di rujuk ke RSUD dr Suharso/Ortopedi Solo. Sekali lagi Nur kembali memiliki kendala biaya transportasi, karena tidak ada pemasukan sama sekali dan istrinya seorang ibu rumah tangga dan mempunyai 2 tanggungan anak usia sekolah. Akhirnya keluarga Nur mencari informasi tentang Sedekah Rombongan yang pernah membantu tetangganya berobat dan di lanjutkan mendatangi RSSR Magetan untuk mengajukan bantuan. Nur akhirnya menjadi pasien dampingan #SR Magetan. Operasi ke lima Nuryadi dilakukan Oktober 2016 sedangkan operasi lanjutan dilakukan tanggal 2 November 2016. Operasi terakhir dilakukan pada tanggal 13 Oktober 2017. Pada bulan Januari 2018 dilakukan operasi untuk pelepasan pen pada kaki nya. Titipan santunan keempatbelas dari sedekahholic sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk akomodasi rawat inap dan kontrol, pembayaran Bpjs Mandiri serta biaya medikasi yang harus dilakukan setiap hari, setelah sebelum nya masuk rombongan 785, 798, 846, 853, 874, 909, 929, 976, 1007, 1052 1069, 1083 dan 1091. Nuryadi sekeluarga mengucapkan terimakasih atas segala bantuan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @Ervinsurvive @RonyPratama @Jeans_Oswolf @Kinanti_Awe

Pak Nuryadi mengalami tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja


SARIYEM BINTI SARDI (55, Ca Mamae). Alamat : Dusun Nglemi RT/RW : 05/05 Desa Turi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan Jawa Timur. Bu Sariyem adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita Ca Mamae sejak satu tahun terakhir tetapi sakitnya disembunyikan dari keluarga dan baru ketahuan 5 bulan lalu (bulan Mei 2017). Bu Sariyem mulai berobat ke Rsud. Soedono Madiun sejak awal Agustus 2017. Dari rangkaian pemeriksaan yang dilakukan, bu Sariyem dinyatakan menderita Ca Mamae dan langsung di rujuk ke Rsdm Solo. Bu Sariyem mulai melakukan pengobatan di Rsdm Solo sejak pertengahan Agustus 2017. Biaya transportasi dan akomodasi dirasa sangat berat walaupun sudah berobat menggunakan fasilitas Bpjs kelas 3. Suaminya yaitu Bapak Sukiman (58 tahun) bekerja sebagai buruh tani yang penghasilan nya tidak menentu. Informasi mengenai bu Sariyem diperoleh dari salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Setelah melakukan survey, bu Sariyem masuk menjadi pasien dampingan mulai tanggal 24-8-2017. Saat ini bu Sariyem menjalani proses kontrol rutin dan kemoterapi di Rsdm Solo. Kondisinya beberapa kali menurun dan mengharuskan untuk ranap inap. Batuk-batuk terus dialami bu Sariyem karena kemungkinan kanker telah menjalar sampai paru-paru. Bantuan kelima telah disampaikan sebesar Rp. 1.000.000 dan digunakan untuk, biaya akomodasi ranap dan berobat serta biaya medikasi setelah sebelum nya masuk rombongan 1054, 1069, 1083 dan 1094. Rasa terimakasih disampaikan oleh Bu Sariyem atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Sariyem bisa sembuh dan beraktifitas seperti sedia kala. Amin

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama @Jeans_Oswolf

Bu Sariyem menderita ca mamae


KASMI BINTI SAKERAN (41, Ca Mamae + Myom). Alamat : Dusun Ngasem RT 2/1, Desa Banjarejo, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Kasmi adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita sakit Ca Mamae dan Myom selama satu tahun terakhir. Pertama kali bu Kasmi berobat ke dokter umum, selanjutnya dirujuk ke Rsud. Soedono Madiun. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa bu Kasmi menderita Ca Mamae dan Myom sehingga harus dirujuk ke Rsud. Moewardi Solo. Bu Kasmi mulai berobat ke Rsdm Solo bulan Mei 2017 dan operasi dilaksanakan tanggal 13 September 2017. Sebelum operasi sudah dilakukan kemoterapi sebanyak 3 kali. Jahitan bekas operasi sedikit mengalami kegagalan sampai harus 2 kali dilakukan perbaikan baik di Rsud. Magetan maupun di Rsdm Solo. Bu Kasmi tidak memiliki anak, dan suaminya sudah tidak memperdulikan dia lagi sehingga sering kali bu Kasmi harus berangkat berobat sendiri walau kadang didampingi kakak nya atau ibu mertua nya yang masih sangat perduli dengan bu Kasmi. Informasi tentang bu Kasmi diperoleh dari salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Setelah melalui proses Survey, bu Kasmi masuk menjadi salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan mulai Senin, 30 Oktober 2017. Saat ini direncanakan proses kemoterapi suntik sebulan sekali. Santunan ketiga titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi kontrol dan pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 1083 dan 1094. Bu Kasmi sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Kasmi segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti sebelumnya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Rubianto

Bu Kasmi menderita sakit ca mamae dan myom


SENO BIN SUPANI (38, gagal ginjal) Alamat : Dusun Jelok RT. 04/01, Desa Sukowidi Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Propinsi Jawa Timur. Sebagai kepala rumah tangga Pak Seno bekerja giat sebagai tukang sayur keliling. Pekerjaan ini ditekuni semenjak berumah tangga sampai mempunyai anak kembar dua. Dari hasil kerja kerasnya bisa membuat rumah dan memiliki tabungan. Setelah selesai membangun rumah Pak Seno mulai merasakan sakit yang dinyatakan dokter sebagai sakit diabet/gula. Pernah keluar masuk /dirawat di Rsud. Sayidiman Magetan mulai tahun 2013 dengan menggunakan fasilitas layanan BPJS. Sekarang kondisi kesehatannya sangat lemah, bahkan sejak 8 bulan terakhir harus melakukan cuci darah dua kali seminggu ke Rsud. Sayidiman Magetan. Penghasilan keluarga tidak ada sama sekali, untuk makan dan berobat mengandalkan bantuan dari sanak kerabat dan tetangga. Sedangkan istrinya tidak dapat bekerja karena merawat anaknya kembar yang baru kelas 3 SD dan merawat suaminya yang sakit. Berdasarkan hasil survey akhir nya Pak Seno menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Santunan kedelapan titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp. 700.000 dan digunakan sebagai biaya akomodasi pengobatan setelah sebelumnya masuk dalam rombongan 1007, 1030, 1043, 1058, 1069, 1083 dan 1094. Pak Seno sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga berbalas kebaikan untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf

Pak Seno menderita gagal ginjal


SUDARSI BINTI MARTO SIRMAN (43, Ca Mamae). Alamat : Dukuh Mbiroto RT 2/2, Desa Garon, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Darsi demikian beliau biasa dipanggil adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita Ca Mamae kurang lebih setahun yang lalu. Penyakit ini ditandai dengan ada nya benjolan pada payudara tetapi karena tidak timbul rasa sakit maka bu Sudarsi membiarkan nya saja. Baru setelah setahun timbul rasa sakit maka bu Sudarsi mencoba periksa ke Rsud. Sayidiman Magetan dan dinyatakan perlu tindakan operasi. Suami bu Sudarsi yaitu pak Muhamad Shokib (59) cukup panik takut biaya yang dibutuhkan tinggi sedangkan keluarga ini belum memiliki Bpjs. Pak Sokib sendiri bekerja dengan beternak kelinci dan ayam serta menjual nya ke pasar, wajar beliau kebingungan dengan biaya operasi untuk istrinya. Akhirnya dengan saran keluarga pak Shokib mendaftarkan Bpjs. Setelah Bojs aktif, maka bu Darsi melanjutkan pengobatan dan operasi telah dilaksanakan pada awal bulan Desember 2017. Saat ini beliau melakukan pengobatan lanjutan dengan kontrol rutin di Rsud. Sayidiman Magetan. Informasi mengenai bu Sudarsi diperoleh dari salah satu teman kurir Sedekah Rombongan Magetan. Santunan kedua titipan para Sedekaholic pun telah disampaikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan untuk biaya berobat lanjutan setelah sebelum nya masuk Rombongan 1090. Rasa terimakasih disampaikan untuk bantuan yang telah diterima. Semoga bu Sudarsi bisa sembuh dan beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Rubianto

Bu Darsi menderita ca mamae


MISRIYA BIN ALAWI (35, Tumor Pipi). Alamat: Desa Glingseran RT 10/1, Kec. Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Sejak Bu Misriya umur 10 tahun muncul benjolan di dalam gusi sebelah kiri dan semakin lama semakin membesar. Kemudian Bu Misriya memeriksakan diri ke RSUD Kusnadi Bondowoso. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Misriya didiagnosa menderita tumor pipi kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Di RSUD Dr. Soetomo dilakukan tindakan operasi bedah pengangkatan benjolan. Setelah tindakan operasi, Bu Misriya rutin kontrol ke Poli Bedah Mulut, Poli Mata, Poli Syaraf dan Poli Bedah Plastik. Namun ikhtiar Bu Misriya sempat terhenti karena kendala biaya transportasi dan tempat tinggal selama di Surabaya. Suami Bu Misriya yang menjadi tulang punggung keluarga meninggal karena kecelakaan. Sehari-hari Bu Misriya bekerja sebagai buruh tani dan tempat tinggal selama ini masih menumpang di rumah saudaranya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Bu Misriya dan memberikan bantuan kepada Bu Misriya yang dipergunakan untuk biaya transportasi ke Surabaya, pengobatan jalur umum dikarenakan Bu Misriya masih dalam masa pengalihan jaminan kesehatan, serta untuk biaya obat. Saat ini Bu Misriya kembali melakukan pengobatan. Bantuan sebelumnya tercatat dalam rombongan 1046. Bu Misriya merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu Misriya masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 808.600,-
Tanggal : 26 Oktober 2017
Kurir : @BambangBKY @sylviaauliaa

Bu Misriya menderita tumor pipi


DEDI SETYO PAMBUDI (25, Kanker Nasofaring). Alamat: Desa Tegalagung, RT 2/1, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Pak Dedi menderita sakit sejak pertengahan 2016. Awal mulanya beliau sering mengalami kesulitan bernapas. Karena hanya dikira kelelahan beliau tidak melakukan tindakan apa-apa. Semakin lama, pak Dedi sering mengalami sakit kepala. Beliau juga mengeluh nyeri di bagian wajah, hingga terlihat adanya pembengkakan di bagian pipi. Karena merasa khawatir, akhirnya pak Dedi memutuskan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Diari Puskesmas, pak Dedi dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksan, Pak Dedi didiagnosa menderita Kanker Nasofaring. Kini, Pak Dedi sudah mulai tidak dapat mengkonsumsi makanan lewat mulut karena wajah beliau sudah mengalami pembengkakan yang besar. Selain itu, pak Dedi mengeluh tidak dapat melihat dengan jelas. Orang tua pak Dedi, Libun (50) bekerja sebagai karyawan toko. Sedangkan ibunya, Sundari (49) adalah seorang ibu rumah tangga. Pak Dedi belum memiliki pekerjaan. Selama menjalani pengobatan, beliau menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3. Walaupun demikian pak Dedi masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi, biaya pengobatan di luar jaminan BPJS, dan tempat tinggal ketika beliau berada di Surabaya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan pak Dedi dan keluarga. Bantuan telah disampaikan dan diterima oleh pihak keluarga. Bantuan tersebut dipergunakan untuk biaya transportasi dan pemenuhan nutrisi pak Dedi. Saat ini Pak Dedi sedang melakukan tindakan sinar secara rutin. Kondisinya pun mulai terilhat membaik. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1062. Semoga pak Dedi dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.096.000,-
Tanggal : 25 September 2017 & 16 Oktober 2017
Kurir : @BambangBKY @MiftakhulAbuSasi

Pak Dedi menderita kanker nasofaring


DIARDO BRIGITA WIRYAWAN (6, Postop Kloaka). Alamat: Perumahan Kramat 1 blok M-8, Kab. Jember, Jawa Timur. Dik Diardo biasanya ia dipanggil adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Sejak awal kelahirannya dik Diardo sudah terdeteksi adanya daging tumbuh pada saluran anusnya, sehingga pada usia 2 bulan dik Diardo harus melakukan operasi pembuatan anus di perut sebelah kiri. Genap usia 10 bulan dilakukan operasi kedua yaitu pengangkatan daging tumbuh yang ada di dalam anusnya. Semua operasi ini dilakukan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menggunakan SKTM karena rumah sakit di Jember saat itu tidak mampu menangani dik Diardo. Beberapa waktu kemudian penggunaan SKTM untuk pengobatan dihapuskan oleh pemerintah dan keluarga dik Diardo beralih membuat BPJS agar pengobatan dik Diardo dapat terus berjalan. Selama proses pengobatan biaya yang dikeluarkan yaitu untuk transportasi dari Jember ke Surabaya tidaklah murah, sehingga mau tidak mau orang tua dik Diardo harus mencari pinjaman agar proses pengobatan dapat terus berjalan. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan dipertemukan dengan dik Diardo dan keluarga ,sehingga berkesempatan membantu membiayai proses pengobatannya. Saat ini dik Diardo disarankan dokter untuk melakukan suntik hormon satu kali setiap bulannya sebelum dilakukan proses operasi selanjutnya. Santunan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 947. Keluarga merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Diardo masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan. Semoga kondisi dik Diardo semakin hari semakin baik sehingga memudahkan proses pengobatan yang masih harus dijalani selanjutnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.046.350,-
Tanggal : 14 Maret 2016, 7 Januari 2017, 2 Februari 2017, 10 Juli 2017, 7 Agustus 2017, 8 September 2017, 16 Oktober 2017
Kurir : @Wahyu_CSD BambangBKY

Diardo menderita postop kloaka


RIFKY ELMADITA (11, Kanker Kulit). Alamat : Kampong Malang Kulong No. 1/24, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Rifky, sejak berusia 2 tahun mulai mengeluh mengalami alergi saat terkena sinar matahari. Setiap terkena sinar matahari, kulitRifky muncul benjolan kuci yang terasa gatal. Kondisi tersebut hanya dibiarkan saja hingga benjolan semakin banyak. Kemudian Rifky dibawa ke Rumah Sakit setempat. Dari hasil pemeriksaan, Rifky didiagnosa menderita kanker kulit. Rifky dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk menjalani pengobatan yang lebih lengkap. Di RSUD Dr. Soetomo, Rifky menjalani operasi dan kondisinya sudah mulai membaik. Rifky dan keluarga mengalami kesulitan untuk biaya transportasi serta biaya pengobatan yang diluar tanggungan jaminan kesehatan. Ayah Rifky, Kasmadi (37) sehari-hari bekerja sebagai penjual cireng. Jumlah tanggungan keluarga adalah 2 orang. Jaminan kesehatan yang digunakan Rifky adalah Jamkesda. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Rifky. Melihat semangat Rifky dan keluarga yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu Rifky. Bantuan telah diberikan dan digunakan untuk biaya transportasi dan biaya pengobatan yang tidak termasuk dalam tanggungan Jamkesda. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1042. Rifky dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Rifky masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 673.460,-
Tanggal : 10 Agustus 2017 & 18 September 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Riany

Rifky didiagnosa menderita kanker kulit


ERNANI BINTI BUJANG (25, Leprosy). Alamat: Jalan Gunung Sari Nomer 70, RT 3/12, Kecamatan Singkawang Barat, Kota Singkawang, Provinsi Kalimatan Barat Di umur yang tergolong masih muda, bu Ernani harus merelakan sebelah kakinya untuk diamputasi karena penyakit beliau. Bu Ernani sudah sakit sejak tahun 2014. Awal mulanya bu Ernani mengalami gejala aneh. Beliau tidak dapat merasakan rasa sakit atau mati rasa pada kulit beliau, terutama pada bagian kaki. Semakin lama, bu Ernani semakin lemah hingga lumpuh di beberapa bagian tubuh. Pada bulan September 2014, bu Ernani akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Ernani didiagnosa menderita Leprosy atau yang biasa dikenal sebagai penyakit kusta. Di Puskesmas, beliau dirujuk ke RS Kusta Sumberglagah Mojokerto. Karena sudah terlalu parah, dokter memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan kaki kanan dan dua bulan kemudian dilakukan pemasangan platina. Pada awal tahun 2015 bu Ernani memutuskan untuk pindah ke panti rehabilitasi Nganget, Tuban. Namun sayang, dua bulan kemudian bu Ernani merasakan adanya infeksi pada platina yang dipasang di kaki beliau sehingga membuat bu Ernani harus kembali lagi ke RS Kusta Sumberglagah Mojokerto. Setelah menjalani perawatan selama beberapa bulan, akhirnya pada bulan Juni 2015 beliau kembali ke Panti rehabilitasi Nganget, Tuban. Bu Ernani sudah dinyatakan sembuh dari penyakit Leprosy. Kini, beliau kembali dirawat di Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Mojokerto untuk pemasangan kaki palsu dan melakukan fisioterapy. Dari Kalimantan Barat, bu Ernani merantau hingga ke pulau Jawa untuk mencari pekerjaan. Berbekal tekad, beliau memutuskan untuk mengasah kemampuan di daerah Mojokerto. Namun, di tengah mencari pekerjaan, beliau harus menjalani perawatan karena Leprosy yang diderita sehingga beliau belum dapat bekerja. Orang tua beliau, Bujang (55) bekerja sebagai buruh swasta dan Rusmina (47) adalah seorang ibu rumah tangga. Selama menjalani pengobatan, bu Ernani menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Orang tua bu Ernani hanya dapat mendoakan dari jauh mengenai kesembuhan anaknya. Bu Ernani ingin untuk kembali ke daerah asalnya namun terhalang dikarenakan ketidakadaan biaya lagi. Dana bu Ernani sudah habis dipergunakan untuk biaya pengobatan, transportasi, dan kebutuhan hidup di pulau Jawa. Sedekah Rombongan mendengar berita tersebut dan berkesempatan menyampaikan bantuan berupa biaya transportasi untuk pulang ke Kalimantan Barat. Kurir Sedekah Rombongan juga mendampingi Bu Ernani dalam perjalanan dari Mojokerto ke Bandara Juanda. Semoga bu Ernani dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 511.062,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Ayu

Bu Ernani didiagnosa menderita leprosy


HARTINI ASROFI (43, Kanker Payudara). Alamat: Jalan Candi Lontar Tengah RT 8/11, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Bu Hartini sebenarnya sudah mulai mengalami berbagai keluhan sakit pada tahun 2015. Namun karena menganggap hanya sakit biasa, penyakit serius yang kini menimpa beliau baru terdiagnosa pada tahun 2017. Awal mulanya, bu Hartini mendapati adanya benjolan di area payudara. Karena benjolan tersebut kecil dan tidak terasa sakit, bu Hartini pun tidak melakukan tindakan apapun dan menganggap benjolan akan hilang dengan sendirinya. Semakin lama, benjolan pada payudara bu Hartini semakin membesar dan mulai terasa nyeri. Akhirnya beliau memutuskan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, bu Hartini dirujuk ke RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap pada bulan Maret 2017. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Hartini didiagnosa menderita kanker payudara. Dokter kembali merujuk bu Hartini ke RSUD Dr. Soetomo untuk melakukan pemeriksaan laboratorium. Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, bu Hartini menjalani kemoterapi dan penyinaran. Kini, bu Haryati masih sering mengeluh nyeri ketika menjalani kontrol rutin dan kemoterapi. Bu Hartini adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Asrofi (37) bekerja sebagai karyawan swasta di Pabrik Kayu. Mereka memiliki 2 anak yang masih duduk di bangku TK dan SD. Rumah yang beliau tinggali selama ini adalah rumah milik kedua orangtuanya. Selama menjalani pengobatan, bu Hartini menggunakan jaminan kesehatan BPJS Kelas III. Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan di luar BPJS dan transportasi ketika ke Surabaya. Selama ini, bu Hartini didampingi oleh suami beliau ketika melakukan kontrol rutin ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Ketika suami bu Hartini mendampinginya untuk kontrol rutin, suami bu Hartini tidak dapat bekerja sehingga tidak memperoleh penghasilan. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan bu Hartini. Bantuan telah disampaikan dan diterima oleh pihak keluarga. Bantuan tersebut dipergunakan untuk biaya pengobatan transportasi. Semoga bu Hartini dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 September 2017 & 18 Oktober 2017
Kurir : BambangBKY

Bu Hartini didiagnosa menderita kanker payudara


KENZO JULIAN (1, Hydrosephalus). Alamat: Jalan Dukuh Kupang Barat 1 Gang Buntu 3 Nomer 39, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Kenzo kecil harus menahan semua keluhan sakitnya semenjak ia lahir. Selama ini, ia hanya dapat menangis karena masih belum bisa mengeluh bagian mana yang sakit. Semenjak Kenzo lahir, kepala Kenzo sudah sedikit membesar dari ukuran kepala bayi pada umumnya. Selain itu, Kenzo juga terlihat sangat lemas dan selalu rewel. Karena disangka hanya rewel seperti bayi-bayi yang lain, orangtua Kenzo tidak mencemaskan hal tersebut. Hingga suatu ketika, Kenzo sedang menjalani kegiatan Pos Pelayanan Terpadu bersama ibunya, ia mendapat info bahwa Kenzo segera diperiksa ke Puskesmas atau Rumah Sakit karena kondisi kepala Kenzo yang semakin terlihat membesar. Akhirnya kedua orangtua Kenzo pun membawa Kenzo ke RSUS Dr. Soewandhie Surabaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Kenzo didiagnosa menderita Hydrosephalus. Kini, Kenzo sedang menjalani pengobatan karena kepala Kenzo semakin membesar karena berisi cairan. Ayah Kenzo, Rizki (18) dan ibunya, Rodilah (17) belum bekerja. Kenzo tinggal bersama dengan ibu, nenek, kakek, dan pamannya. Selama ini, nenek Kenzo bekerja untuk menghidupi keluarga besar mereka sebagai seorang buruh swasta karena kakek Kenzo juga sakit-sakitan sehingga sudah tidak dapat bekerja lagi. Sedangkan ayah Kenzo pulang ke rumah ibunya karena belum bisa memberikan nafkah. Selama menjalani pengobatan, Kenzo menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk mengurangi biaya pengobatan. Karena SKTM tersebut berlaku 2 bulan saja, kini ia menggunakanjaminan kesehatan BPJS. Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan yang tidak tercover jaminan kesehatan. Sedekah Ronmbongan memberikan bantuan yang digunakan untuk biaya pengobatan. Semoga Kenzo dapat segera sembuh dan tumbuh sehat seperti balita pada umumnya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 September 2017
Kurir : BambangBKY Khoiriyah

Kenzo didiagnosa menderita Hydrosephalus


LAILY HANIK (58, Batu Ginjal). Alamat: Pagesangan IIIA RT 2/3, Kec. Jambangan, Surabaya, Prov. Jawa Timur. Sekitar tahun 2007, Bu Hanik mulai memiliki keluhan pada ginjalnya. Setelah dilakukan pemeriksaan ke RSUD Sidoarjo, Bu Hanik di diagnosa menderita batu ginjal. Dokter menyarankan Bu Hanik untuk konrol rutin. Selama tahun 2007 hingga 2010 Bu Hanik menjalani pengobatan ke RSUD Sidoarjo. Tahun 2014 hingga 2015 Bu Hanik melanjutkan pengobatannya di RS Wangaya Denpasar. Kemudian, Bu Hanik kembali ke Surabaya dan berobat ke RS Siti Khodijah. Dokter menyarankan untuk operasi pengangkatan batu ginjal, sehingga Bu Hanik dirujuk ke RS Angkatan Laut Surabaya untuk operasi. Setelah 2 bulan pasca operasi, Bu Hanik lanjut pengobatannya dengan melakukan terapi laser. Bu Hanik merupakan janda dengan 2 orang anak. Saat ini beliau sudah tidak dapat bekerja karena kondisi sakitnya. Bu Hanik memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun ada beberapa obat dan pemeriksaan laboratorium yang tidak dicover oleh BPJS. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Bu Hanik. Bantuan kembali diberikan dan dipergunakan untuk biaya iuran BPJS, pengobatan yang tidak tertanggung BPJS. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 1050. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu Hanik masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 630.000,-
Tanggal : 8 September 2017, 7 Oktober 2017, 10 November 2017, 29 Desember 2017
Kurir : BambangBKY @martinomongi

Bu Hanik di diagnosa menderita batu ginjal


REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 YAYUK SUPRIHATEN 1,000,000
2 KAMALI BIN SAMAN 2,000,000
3 BERLIANTA ARIL PRATAMA 1,000,000
4 MUHAMAD ASWURI 500,000
5 NYOMIATI NINGSIH 1,000,000
6 SUWARNI BIN IS DUGEL 500,000
7 RATRI NOPIDHIAN WIDHI 500,000
8 NUR CHOLIS 500,000
9 RIZKI CAHAYA SAPUTRA 500,000
10 JURI BIN TAJI 600,000
11 MARYANTI BINTI SUPARJO 500,000
12 ALINA JULIA AFRA 500,000
13 SUYANTO BIN ABDULLAH 500,000
14 SULASTRI BINTI ABDULLAH 1,000,000
15 TUKIYEM BINTI ABDULLAH 1,000,000
16 LATHIF GALANG ACHSANI 500,000
17 MUALIM BIN ABDULLAH 1,000,000
18 MUMFASILAH BINTI ABDULLAH 500,000
19 JAINAH BINTI ABDULLAH 1,000,000
20 SUPRIATIN BINTI SUPARJO 500,000
21 ROZIKIN BIN ABDULLAH 500,000
22 WAHYU LISTIYONINGSIH 500,000
23 ROHIMAH BINTI KASBUN 500,000
24 FRENDA FELICIANA 500,000
25 MTSR UNGARAN-SALATIGA 2,525,000
26 MTSR MADIUN 5,564,500
27 NAYLA MUAZARA ALYA FITRI 500,000
28 MUSOFA HAMDAN 500,000
29 AJENG SUKMA AYU 500,000
30 DANIS ALDHIAN FAEZA 700,000
31 MUHAMMAD AKROM 500,000
32 MUDJIATI BINTI MARYO MARNI 750,000
33 GEMI BINTI SADELI 500,000
34 MUHAMMAD RIFAI 500,000
35 MUFLICHA ANNURIA 500,000
36 SALAMUN BIN SHOLIKAN 500,000
37 AJIJAH BINTI RAHMIN 500,000
38 RINEM BINTI TUREJO 1,000,000
39 SURATMI BINTI TUWUH 1,000,000
40 BINTANG ZHAFRAN MEYFIAN MUKTI 500,000
41 RIZQI FAKHRUDIN 1,000,000
42 SRI SUNARNI 1,000,000
43 JANUAR DAFFA MAULANA 1,000,000
44 FARID ABDULLAH 1,000,000
45 DALIMIN BIN TARMO SUTARYO 500,000
46 SURADI BIN SONO KARTO 1,000,000
47 IBRAHIM FATIH PAMUNGKAS 1,500,000
48 TINI BINTI NGATMAN 500,000
49 WARSI BINTI KROMOREJO 1,500,000
50 SOKARTO BIN SOIKROMO 1,500,000
51 RENGGA PUTRA PRATAMA 500,000
52 NGADIYEM BINTI MULYADI 1,500,000
53 REEALINO YUANZAH 1,000,000
54 APRILIA CASSANDRA SYAFFARIYANI 1,000,000
55 MTSR WONOGIRI 3,100,000
56 MTSR WONOGIRI 3,650,000
57 MISRENI BINTI SAMIN 679,000
58 MUKAYAT BIN TURAJI 500,000
59 ROKHIMIN BIN SLAMET 500,000
60 M. DHIMAS TONANG 500,000
61 SUGINATUN BINTI SUMIRAN 500,000
62 SURATMI BINTI SINUNG 500,000
63 KUSNADI BIN MANGUN KARYO 1,000,000
64 MTSR 1 MAGETAN 2,510,000
65 MTSR 2 MAGETAN 3,632,000
66 RSSR MAGETAN 1,891,500
67 RSSR MAGETAN 803,100
68 RSSR MAGETAN 1,410,679
69 WIDJI ALWIJIANTO 500,000
70 YUNI PURWANINGSIH 500,000
71 SULOPO BIN WIR SUNGKONO 600,000
72 AGUS SUYONO 500,000
73 NURYADI BIN SUPARMIN 1,000,000
74 SARIYEM BINTI SARDI 1,000,000
75 KASMI BINTI SAKERAN 500,000
76 SENO BIN SUPANI 700,000
77 SUDARSI BINTI MARTO SIRMAN 500,000
78 MISRIYA BIN ALAWI 808,600
79 DEDI SETYO PAMBUDI 1,096,000
80 DIARDO BRIGITA WIRYAWAN 1,046,350
81 RIFKY ELMADITA 673,460
82 ERNANI BINTI BUJANG 511,062
83 HARTINI ASROFI 500,000
84 KENZO JULIAN 500,000
85 LAILY HANIK 630,000
Total 80,881,251

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 80,881,251,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1107 ROMBONGAN

Rp. 59,415,827,050,-