PONIYATI BINTI KAMADI (46, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Mrisi, RT 1, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Ibu Poniyati menderita kanker payudara sejak lima tahun lalu. Beliau sudah menjalani operasi dua kali dan serangkaian jadwal kemoterapi. Operasinya dilakukan pertama kali di tahun 2013. Hingga bulan Juli lalu Bu Poniyati masih menjalani kemoterapi. Rencananya, pada bulan Desember mendatang akan dilakukan tes USG atau rontgen lagi. Alhamdulillah, selama pengobatan ini Bu Poniyati mendapatkan fasilitas jaminan kesehatan BPJS dari pemerintah. Pascakemoterapi Bu Poniyati masih merasakan nyeri di bagian pinggang. Di tahun 2016 lalu, dokter mendiagnosa kanker yang ia derita sudah menjalar ke tulang pinggul. Saat ini Bu Poniyati terus bersemangat menjemput kesembuhan. Ia juga selalu menaati jadwal kontrol rutin dan menjalani terapi obat. Bu Poniyati tinggal bersama ibunya, anak, dan cucunya. Sedangkan suaminya sudah meninggalkan rumah sejak Poniyati sakit. Bu Poniyati masih merasakan kesulitan untuk menebus obat terapi yang tidak ditanggung oleh BPJS. Bantuan ini disampaikan untuk meringankan biaya pengobatan dan akomodasi Bu Poniyati selama di rumah sakit. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1074. Bu Poniyati dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bu Poniyati, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Januari 2018
Kurir : @KissHerry @rofiq_silver @atinlelyas @satyaluke

Ibu Poniyati menderita kanker payudara


MUJIYEM BINTI KARDIYONO (33, Luka Bakar). Alamat : Dusun Karangasem Klampok, RT 4/25, Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada tanggal 29 September 2013 lalu Ibu Mujiyem mengalami musibah di rumahnya. Saat itu Ibu Mujiyem jatuh di dapur yang mengakibatkan kaki kirinya terkena guyuran air panas yang sedang ia masak. Dari kejadian ini kaki kiri Ibu Mujiyem mengalami luka bakar yang cukup serius. Pihak keluarganya langsung memeriksakan ke Rumah Sakit Rajawali Citra, Bantul untuk pemeriksaan lebih lanjut. Di RS Rajawali Citra ini dokter yang memeriksa menyarankan untuk segera dilakukan operasi. Akan tetapi karena tidak ada biaya, pemeriksaan dan pengobatan lanjutan tertunda. Ibu Mujiyem tinggal bersama ibunya yang bernama Supriyahmi dan bapaknya bernama Kardiyono. Kedua orangtua Ibu Mujiyem bekerja sebagai buruh lepas. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Mujiyem pertama kali tahun 2013. Santunan ini diberikan sebagai santunan lanjutan untuk membantu meringankan biaya pengobatan Ibu Mujiyem. Keluarga Ibu Mujiyem sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Santunan sebelumnya telah dilaporkan pada Rombongan 1019. Semoga amal kebaikan para donatur diterima oleh Allah dan diganti dengan kebaikan yang berlipat, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Januari 2018
Kurir : @kissherry @rofiq_silver @atinlelyas @anjezmou

Bu Mujiyem menderita luka bakar


SRI SUYATMI (58, Ca Mammae). Alamat : Selokraman, RT 46/11, Purbayan, Kotagede, Yogyakarta. Bu Sri merasakan ada benjolan pada payudaranya pada bulan Mei 2014. Kemudia beliau periksa ke Puskesmas, lalu dirujuk ke RS Hidayatulloh, Yogyakarta. Setelah diperiksa ke RS Hidayatulloh, dokter menyarankan untuk segera dilakukan tindakan operasi. Alhamdulillah operasi pengangkatan bagian kanker/ mastektomi telah dilakukan pada bulan September 2014. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan di RS Hidayatullah, Ibu Sri dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut ke RSUP dr. Sardjito. Kemudian, Ibu Sri dijadwalkan melakukan kemoterapi. Jadwal kemoterapi pertama dimulai pada tanggal 24 Desember 2014, lalu kemoterapi dilakukan setiap 3 minggu sekali hingga terjadwal 6x kemoterapi. Suaminya bernama Bapak Suprihatin (67). Bu Sri dan suaminya membuka usaha warung di rumahnya, karena suami Bu Sri sudah tidak mampu bekerja berat akibat sakit diabetes. Bu Sri memiliki dua putra yang masing-masing sudah bekerja, Agung Yulianto (34) dan Fitrian Prihantoro (29). Alhamdulillah Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga Bu Sri Suratmi. Bantuan ini disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan akomodasi selama di rumah sakit. Keluarga Bu Sri sangat berterimakasih atas kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat pada Rombongan 999. Semoga santunan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bu Sri, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Januari 2018
Kurir : @kissherry @rofiq_silver @atinlelyas @rizkyaditya4

Bu Sri menderita ca mammae


BRIYAN ANANTA PUTRA (6, Amandel). Alamat : Dusun Bulurejo, RT 1/5, Desa Tambakromo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak setahun yang lalu Dik Briyan mengeluh sakit ketika menelan makanan. Awalnya ia terkena demam, lalu muncul benjolan di leher dalam/rahang. Oleh keluarganya, Dik Briyan segera dibawa periksa ke dokter terdekat. Dik Briyan tinggal bersama neneknya. Kedua orangtua Dik Briyan bekerja ke luar kota dan tidak pernah memberi kabar. Untuk kehidupan sehari-hari, Dik Briyan juga diasuh oleh budenya. Beberapa kali Dik Briyan diperiksakan ke dokter dengan biaya sendiri. Selain dari keluarga, biaya berobat dicukupkan dengan berhutang kepada tetangga. Pihak keluarga berniat untuk mengurus jaminan kesehatan, tetapi sayang, masih terkendala administrasi kependudukan. Sementara itu, kondisi Dik Briyan semakin kurus dan sering demam. Dokter menyarankan untuk melakukan tindakan operasi amandelnya. Bantuan dari sedekaholics ini disampaikan Kurir Sedekah Rombongan untuk membantu biaya pengobatan dan kehidupan sehari-hari Dik Briyan. Keluarga Dik Briyan sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Dik Briyan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Januari 2018
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas @Sunnahku Aris

Briyan menderita amandel


RAHMANI PRATIWI (49, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Dusun Gowok, Desa Ambarukmo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak tahun 2010 Ibu Rahmani merasakan nyeri di bagian payudara sebelah kiri, namun tidak diindahkan. Selang setahun kemudian, Ibu Rahmani memutuskan periksa di RSUP Dr. Sardjito. Setelah dilakukan pemeriksaan mamograpi terlihat terdapat dua benjolan di payudara kiri. Selama kurun waktu tahun 2011-201, Ibu Rahmani selalu melakukan pengobatan rutin di RSUP Dr. Sardjito, tetapi setelah itu Ibu Rahmani tidak melakukan pengobatan medis lagi sampai sekarang. Selain takut dengan pengobatan medis, Ibu Rahmani juga merasa kesulitan untuk biaya pengobatan. Apalagi, suaminya Bapak Suranto, juga menderita sakit stroke saat itu. Di awal sakitnya, Ibu Rahmani pun tetap bekerja sebagai buruh cuci untuk menggerakkan roda ekonomi keluarga, menghidupi empat anaknya yang masih balita. Selepas kematian suaminya, Ibu Rahmani benar-benar menjadi tulang punggung keluarga. Kondisi kesehatannya yang mesti dipikirkan, justru sedikit terabaikan. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga Ibu Rahmani. Bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan lanjutan dan biaya hidup sehari-hari. Ibu Rahmani sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini dapat menjadi jalan kesembuhan bagi Ibu Rahmani, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 16 Januari 2018
Kurir : @kissherry @rofiqsilver @atinlelyas Hutdi

Bu Rahmani menderita kanker payudara kiri


AS’ADI KH BIN MUH HILAL (52, Kanker Nasofaring). Alamat: Dusun Kadirejo, RT 8/4, Desa Kadirejo, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar setahun yang lalu sampai akhir bulan Mei 2017 kemarin Pak As’adi sering sakit seperti sariawan dilidah dan sakit gigi. Pada awal bulan Juli 2017 Pak As’adi dirawat di RSI Klaten karena tenggorokannya membesar dan muntah darah. Kemudian Pak As’adi mendapat rujukan ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Setelah diperiksa, ternyata ia sakit kanker tenggorokan Stadium 4. Dokter menyarankan Pak As’adi melakukan tindakan operasi atau kemoterapi. Tapi karena ia takut untuk operasi ataupun kemoterapi, ia memutuskan untuk mengkonsumsi obat herbal dan bekam Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan, diketahui bahwa Pak As’adi menderita Kanker Nasofaring. Sejak Pak As’adi sakit keluarga tersebut sudah tidak ada pendapatan lagi. Istri Pak As’adi tidak bekerja, anak pertamanya mengabdi di sebuah Pondok Pesantren di Nogosari. Sedangkan anak kedua masih SMA dan tinggal di Pondok Pesantren di Magetan, Jawa Timur. Praktis setelah Pak As’adi sudah tidak bekerja sebagai buruh di percetakan lagi sejak awal Juni sampai sekarang, secara materi tidak ada pemasukan. Untuk kehidupan sehari-hari keluarga ini hanya mengandalkan pemberian dari keluarganya yang lain. Oktober 2017 lalu, Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumah Pak As’adi, sekaligus menyampaikan amanah sedekaholics Sedekah Rombongan. Laporan santunan sebelumnya telah terlapor di Rombongan 1063. Sekitar 10 hari terahir kondisi kesehatannya menurun, sehingga dilarikan ke RS. Moewardi, Solo. Selama seminggu rawat inap, ia menyerah dan meminta pulang ke rumah. Rabu, 10 Januari 2018, Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan kabar duka dari keluarga Bapak As’adi. Selain bertakziah, Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan santunan duka untuk meringankan beban keluarga. Semoga Bapak As’adi diberikan tempat terbaik di sisi Allah, Aamiin. Keluarga Pak As’adi sangat berterima kasih atas kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Januari 2018
Kurir : @kisshery @Rofiqsilver @atinlelyas Yudi

Pak As’adi kanker tenggorokan stadium 4


YENI NURVITA SUPRATIWI (25, Patah Tulang Belakang). Alamat : Gunung Kacangan, Sumberwungu, Tepus, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Yeni menikah dengan Endra Riawan, pada tahun 2012 silam. Usai menikah mereka meninggalkan dusun mereka dan hijrah ke Jogja. Mereka bekerja di sana, Riawan di sebuah kios foto copy, Yeni di bagian administrasi sebuah kantor. Ayah Yeni, Pak Handoyo, adalah buruh di pabrik gamping, sementara Ibunya, Sulastri berjualan di warung di depan rumahnya. Pulang kerja sore itu menjadi moment yang tak terlupakan bagi Yeni. Di depan gerbang pintu keluar tiba-tiba pintu besinya menimpa dirinya. Yeni kemudian segera dilarikan ke rumah sakit, ia pun menjalani operasi di RSO Dr. Soeharso Surakarta, dan menghabiskan biaya puluhan juta rupiah. Dokter menyarankan pengobatan jangka panjang dan menjalani terapi akupuntur dan fisioterapi rutin setiap minggu. Namun, karena ia tak memiliki biaya dan ketiadaan transportasi terpaksa pengobatannya dihentikan. Selang beberapa bulan setelah menjalani operasi, muncul luka di tubuh bagian belakang. Ia pun sempat diperiksakan di sebuah rumah sakit tak jauh dari tempat tinggalnya. Lukanya sembuh, namun kondisinya masih lumpuh. Karena keterbatasan dana, keluarganya memutuskan untuk menempuh pengobatan alternatif. Sedekah Rombongan dihubungi oleh salah satu tetangga yang mencari bantuan, Yeni pun menjadi Pasien Dampingan Sedekah Rombongan Jogja Raya. Para Kurir tiap minggu bergantian menjemput dari rumahnya menuju RSUP Dr. Sardjito Jogjakarta, dua jam perjalanan. Yeni bahkan pernah dibawa ke terapi pijat di Pandeglang, Banten. Sudah 4 tahun berlalu. Badan yang lumpuh itu belum sembuh juga. Ayah ibunya yang menjaga Yeni di rumahnya, ke kamar mandi pun Yeni harus digendong. Warung ibunya sudah tak tersisa, waktu sudah banyak tersita mengurus Yeni di awal-awal sakit dulu. Suami Yeni masih bekerja di Jogja, hanya dua minggu sekali mereka bertemu. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan sedekahmu, bantuan ini diwujudkan dalam bentuk Suplemen Makanan Purtier Placenta, sebanyak dua botol. Suplemen ini merupakan nutrisi yang sangat berkhasiat karena akan meregenerasi sel-sel tubuh sehingga sangat mendukung pengobatan yang tengah dijalani oleh Yeni. Yeni dan keluarganya sangat gembira dan bersyukur kepada Allah SWT. Mereka pun tak henti mengucap terima kasih sembari berdoa untuk sedekaholics dan Sedekah Rombongan agar selalu dilimpahkan keberkahan oleh Allah SWT. Aamiin. Santunan sebelumnya telah diberikan dan terlapor di Rombongan 962.

Jumlah Bantuan : Rp. 10.000.000,-
Tanggal : 28 Desember 2017
Kurir : @kissherry @Aji_Kristanto @atinlelyas

Yeni menderita patah tulang belakang


YULI HIDAYATI (40, Kanker Usus). Alamat : Jalan Durian Gang Anggur 2 No. 12, RT 4/6, Kel. Kraton, Kec. Tegal Barat, Kab. Tegal , Prov. Jawa Tengah. Pada bulan Juli 2016. Bu Yuli mengalami susah BAB yang di sertai keluar darah dan terasa sakit. Keluarga pernah membawa Bu Yuli ke Klinik setempat diagnosa awal terkena ambiein, akan tetapi kondisi Bu Yuli mulai mengkhawatirkan ketika badan semakin lemas dan di sertai pendarahan yang tidak kunjung berhenti. Akhirnya di bawa ke RSUD Kardinah Tegal. Dokter mendiagnosa bahwa Bu Yuli menderita kanker usus. Kemudian dokter merujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mendapat perawatan lebih intensif. Bu Yuli merasa keberatan karena tidak ada biaya untuk pulang pergi ke Semarang. Bu Yuli yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga dan suami Bu Yuli bekerja sebagai buruh jahit tidak memiliki banyak simpanan untuk baiya transportasi. Bu Yuli juga masih memiliki tanggungan 4 anak yang masih sekolah. Saat ini Bu Yuli telah memiliki jaminan kesehatan yaitu JKN – KIS Mandiri Kelas III. Alhamdulillah atas ijin Allah, pada pertengahan oktober 2016 kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Yuli. Bu Yuli kemudian dibawa ke Semarang untuk menjalani pengobatan lanjutan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah menjalani serangkaian tindakan medis, Bu Yuli menjalani operasi saluran anus. Alhamdulillah kondisi Bu Yuli semakin membaik, kini Bu Yuli sudah melakukan kemoterapi pasca operasi. Santunan di tujukan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1104.

Jumlah Bantuan : Rp.555.000,-
Tanggal : 22 Desember 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna @eka

Bu Yuli menderita kanker usus


MELI SOFIATUN (45, Kista). Alamat : Jalan Salak no 2, RT.01 RW.02, Kelurahan Pekauman, Tegal Barat, Kab.Tegal, Jawa Tengah. Ibu Meli telah merasakan sakit perut sejak tahun 2014. Tahun 2016 Bu Meli merasakan sakit pada perutnya semakin bertambah, sehingga keluarga memutuskan untuk melakukan pengobatan. Di ketahui, penyakit yang di derita bu Meli adalah Kista. Agustus 2017 bu Meli menjalani operasi pengangkatan kista. Setelah menjalani operasi Bu Meli masih merasakan kembali sakit pada perutnya dan dokter merujuk bu Meli untuk pemeriksaan lebih lanjut ke RSUP dr Kariadi Semarang. Hasil dari Kariadi menunjukkan Kista yang berada di rahim Bu Meli telah mengalami pelekatan denga organ pencernaan bu Meli. Saat ini bu Meli sedang menunggu panggilan dari pihak Kariadi untuk melaksanakan operasi pengangkatan kista sekaligus rahim. Suami Bu Meli, Akhi Afianto (50) adalah seorang penjual jilbab keliling dengan penghasilan yang cukup untuk sehari-hari dan masih memiliki tanggungan seorang anak yang masih bersekolah di bangku SMA. Santunan di berikan kepada bu Meli untuk membantu biaya akomodasi selama masa pengobatan di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1063.

Jumlah Bantuan : Rp. 570.088,-
Tanggal : 19 Desember 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Meli menderita kista


ALFAN TAUFIQU (14, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat Desa Kasepuhan Kec. Batang Kab.Batang Jawa Tengah. Dik Alfan sejak 2 tahun yang lalu mulai menunjukkan gejala kelainan pada tubuhnya, beberapa benjolan sempat tumbuh di tubuh Dik Alfan. ik Alfan adalah putra dari Akhmad Sobirin (35) dan Eni Linda Wati (36). Saat itu benjolan-benjolan tersebut sudah dioperasi namun tumbuh lagi dan kondisi tubuhnya secara umum terus menunjukkan penurunan. Dokter di RSUD Batang menyarankan agar Dik Alfan dirujuk ke RS Kariadi Semarang agar mendapatkan perawatan lebih intensif. Namun karena keterbatasan biaya, orang tua Dik Alfan yang hanya bekerja sebagai buruh biasa tidak mampu melanjutkan proses pengobatan tersebut. Hingga akhirnya pada bulan November 2014, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Dik Alfan dan membawanya ke Semarang untuk melakukan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat Dik Alfan dalam tahap observasi oleh tim dokter di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan belakangan diketahui ada kelainan juga pada Limfa. Dengan adanya benjolan pada limfa maka Dik Alfan harus menjalani kemoterapi. Kemoterapi tahap pertama dan kedua dinyatakan telah selesai. Berkat bantuan dan doa dari sedekah holic kondisi Dik Alfan saat ini sudah membaik dan stabil, Dik Alfan di jadwalkan kontrol setahun yang akan datang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1041.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 01 Desember 2017
Kurir : @indrades @Qiiyu @naadiahusna

Alfan menderita kanker kelenjar getah bening


SLAMET GENDARI (42, Ca Serviks). Alamat Dususn Krajan, RT.01/RW.01, Desa Kuripan , Kec. Subah Kab. Batang, Provinsi Jawa Tengah. Pertengahan tahun 2016 Ibu Slamet Gendari merasakan nyeri pada bagian rahim, kemudian memeriksakan prektik ke dokter umum di sekitar rumahnya, dan disarankan untuk melanjutkan pemeriksaan ke dokter spesialis, sayangnya Ibu Slamet tidak melanjutkan saran dokter karena keterbatasan biaya. Sekitar bulan Maret tahun 2017 Ibu Slamet mengalami pendarahan dan langsung melakukan pemeriksaan ke RSUD Batang. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dokter mendiagnosa Ibu Slamet menderita Ca cervix stadium 3B , dann disarankan untuk rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani pemeriksaan rutin dan kemoterapi. Suami Ibu Slamet, Wajianto (44 th) bekerja sebagai seorang Buruh serabutan dan Ibu Slamet sendiri sebagai IRT tidak memiliki banyak biaya untuk akomodasi dan tempat tinggal selama melangsungkan pengobatan di Semarang, selama ini Ibu Slamet melangsungkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan bantuan kepala desa setempat menggunakan jaminan kesehatan Kartu Indonesia sehat (KIS). Pada tanggal 30 Mei 2017 kurir Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Ibu Slamet, dan setelah melalu berbagai pertimbangan kurir sepakat untuk memberi dampingan kepada Ibu Slamet selama menjalani pengobatan. Saat ini Ibu Slamet sedang menjalani rangkaian program penyinaran yang sudah mulai dilaksanakan di bulan Agustus. Bantuan Di tunjukkan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1098.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 7 Desember 2017
Kurir : @Indrades @naadiahusna

Ibu Slamet menderita Ca cervix stadium 3B


MUHAMAD WILDAN AFANI (1, Atresia Ani). Alamat : Desa Lambanggelun, RT 1/1, Kec. Paninggaran, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada tanggal 9 Mei 2016 lalu, lahir seorang bayi laki-laki bernama Wildan. Semua keluarga gembira menyambut kelahiran Wildan. Namun, tiba-tiba kabar kurang menyenangkan datang dari dokter yang penangani persalinan ibu Wildan. Saat itu dokter menjelaskan bahwa Wildan lahir dengan kondisi tidak normal. Wildan memiliki kelainan pada saat lahir yaitu atresia ani atau yaitu tidak memiliki anus. Dokter menjelaskan bahwa Wildan harus menjalani operasi supaya memiliki anus. Tetangga sekitar yang mengetahui kondisi tersebut kemudian secara sukarela membantu agar Wildan bisa segera operasi. Operasi tahap satu pun dilakukan yaitu pembuatan colostomi (anus buatan) di perut kiri sebagai jalan pembuangan tinja sementara yang dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah operasi tahap satu selesai, Wildan harus menjalani operasi tahap dua yaitu pembuatan anus diusia 6 bulan. Namun operasi tersebut belum bisa dilakukan saat Wildan berusia 6 bulan. Orang tua Wildan yaitu Pak Nasib Sugiono (22) yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan Bu Titi Murni (21) hanyalah ibu rumah tangga biasa merasa tidak mampu dengan biaya transportasi yang harus mereka siapkan. Pak Nasib dan Bu Titi Saat itu Pak Nasib seakan-akan menyerah. Meskipun biaya pengobatan telah dijamin oleh fasilitas kesehatan yang telah dimiliki yaitu BPJS PBI Kelas III. Hingga akhirnya tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Nasib. Tim kurir #SedekahRombongan sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Wildan. Serangkaian tindakan medis di RSUP Dr. Kariadi telah selesai dilakukan dan Wildan sudah menjalani operasi tahap dua. Saat ini Wildan sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya akomodasi selama di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1098.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000?,-
Tanggal : 07 Desember 2017?
Kurir : @indrades @DiyahSumanti @naadiahusna

Wildan menderita atresia ani


SUMIRAH BINTI RASIJAN (57, Kanker Serviks). Alamat : Jeruksari, Rt.001/ Rw.007 Kec.Tirto, Kab.Pekalongan, Prov.Jawa Tengah. Sejak Juli 2017, ibu Sumirah merasakan nyeri dibagian perut sepulang dari kebun dan tidak lama setelah nyeri keluar darah seperti haid,Bu Sumirah merasakan hal tersebut tidak wajar karena baliau sudah menopause. Keluarga Bu Sumirah memeriksakan ke RSUD.Kraton Pekalongan. Dokter menyarankan untuk di kiret. Oktober 2017 Bu Sumirah merasakan nyeri satu minggu setelah melakukan kiret, dan terjadi pendarahan hebat. Setelah diperiksa dokter menyarankan untuk melakukan pengobatan ke RSUP.Dr.Karyadi karena keterbatasan alat medis di RSUD.Kraton. Keluarga Bu Sumirah pada kondisi yang semakin memprihatinkan dengan sakitnya beliau karena tidak dapat membantu memenuhi kebetuhan keluargasuami Bu Sumirah bekerja sebagai buruh serabutan. Bu Sumirah dan Keluarga memustuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi atas permintaan Bu Sumirah sendiri. Santunan di berikan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000?,-
Tanggal : 23 Desember 2017?
Kurir : @indrades @DiyahSumanti @naadiahusna

Bu Sumirah menderita kanker serviks


REKI PRIANTO (36, Difabel). Alamat : RT 7 RW VII Manyaran. Bapak Reki adalah seorang difabel karena polio sejak kecil. Beliau adalah sosok yang tidak mudah menyerah dan optimis, saat ini beliau sedang menjalankan usaha Design Grafis Chandra Kaos (Home Industri) dengan penghasilan yang cukup di gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, instrainya, Ibu Siti Marfiah (34) adalah seorang Ibu Rumah Tangga. Saat ini bapak Reki mengalami kendala, PC yang digunakannya untuk menyambungkan hidup tidak dapat digunakan dan beliau tidak memiliki biaya untuk melakukan perbaikan. Kurir SR Semarang tergeraak hati dan sepakat memberikan beliau 1 unit PC untuk beliau bekerja. Terimkasih Sedekah Holic, berkat bantuan Sedekah Holic kini Bapak Reki dapak melanjutkan usahanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.535.000,-
Tanggal : 11 Desember 2017?
Kurir : @indrades @DiyahSumanti @naadiahusna

Bantuan PC untuk bekerja


MUHAMMAD ASYARI (23, Kanker Hidung). Alamat : Desa Tluwuk, RT 8/2,Kec. Wedarijaksa, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Ari, biasa ia dipanggil. Berawal bulan oktober 2014, Ari sering mengalami sakit flu tetapi hanya bagian kiri. Lama-lama berbau dan muncul benjolan tetapi belum bengkak. Karena khawatir dengan kondisi Ari kemudian orang tua Ari memeriksakan di puskesmas setempat. Setelah diberi obat dari puskesmas benjolan tersebut mengecil. Akan tetapi setelah obat habis, benjolan tersebut kembali muncul. Kemudian Ari dibawa ke RSUD RAA Suwondo Pati untuk pemeriksaan lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosa bahwa Ari menderita tumor ganas. Kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi untuk menjalani operasi pengambilan sampel. Hasil pengambilan sampel menunjukkan bahwa Ari menderita kanker hidung. Ari dijadwalkan akan menjalani beberapa tahap kemotherapi. Ari telah menjalani beberapa tahap kemotherapi dan beberapa operasi pengangkatan sel kanker di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Alhamdulillah, kondisi Ari semakin membaik. Ayah Ari, Pak Said (51) dan ibunya, Bu Uswatun Hasanah (46) merasa sedih. Maklum saja Bapak Said bekerja menjadi buruh jemur padi dan Bu Uswatun Hasanah hanya ibu rumah tangga biasa. Penghasilan Pak Said hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pak Said juga masih memiliki tanggungan satu orang anak yang masih bersekolah. Hal tersebut membuat Ari memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover JKN – KIS PBI. Pada bulan juli 2015, tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ari dan kurir sepakat mendampingi Ari dalam proses pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini kondisi Ari sedang pemulihan setelah operasi penutupan luka tahap kedua. Mohon doanya semoga Ari segera sembuh. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1047.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Desember 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @naadiahusna

Ari menderita tumor ganas


TARONO BIN CARIDI (36, Ca Nasofaring). Alamat: Wiyoro Wetan RT. 004 RW. 005 Kec. Ulujami, Kab. Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Awal tahun 2017 Pak Tarono merasakan keanehan pada pendengarannya dengan sering berdenging tanpa sebab, 3 bulan kemudian di seratai dengan migrain yang tidak tertahankan. Pak Tarono memutuskan untuk berobat ke RSU Keraton Pekalongan, di RSU Keraton menjalani rawat inap selama 10 hari dengan program pemeriksaan biopsi, dan melakukan scan untuk mendeteksi penyakit yang sesungguhnya di derita Pak Tarono. Setelah menjaani rawat inap dokter menyarankan untuk melakukan rawat jalan selama 2 minggu. Selama melakukan rawat jalan tidak ada perkembangan hingga di putuskan rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Selama 12 hari di Semarang Pak Tarono menjalani semua kontrol yang di sarankan oleh pihak RSUP Dr. Kariadi yaitu cek THT dan seluruh organ vital. Hasil diagnosa penyakit Pak Tarono yaitu Ca Nasofaring. Pak Tarono bekerja sebagai pedagang kerupuk dengan penghasilan yang cukup untuk biaya makan sehari-hari dan Istrinya Sumiyati (37) sebagai Ibu Rumah Tangga dengan 2 orang anak yang masih balita merasakan kesulitan untuk melanjutkan pengobatan. Selama pengobatan di Semarang Pak Tarono di temani adik iparnya menginap di salah satu penginapan dengan biaya 50.000/ hari untuk 2 orang dan fasilitas jaminanan kesehatan KIS. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dirasakan oleh bapak Tarono dan memutuska untuk memberi dampingan kepada beliau. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1101.

Jumlah Bantuan : Rp 1.138.864,-
Tanggal : 22 Desember 2017
Kurir : @Indrades @naadiahusna

Pak Tarono menderita ca nasofaring


RASMINI BINTI WISAD (48, Kanker Payudara). Alamat : Ds. Balamoa RT 4/ 6 , Kec pangkah, Kab. Tegal, Jawa tengah. Juni 2017 Bu Rasmini di rawat di RSUD Slawi pasca menjalani 2 kali operasi pengangkatan kanker di payudara. Saat ini Bu Rasmini melanjutkan pengobatan program kemoterapi di RSUP Dr. Kariadi Seamarang. Seluruh proses pengobatan Bu Rasmini menggunakan fasilitas BPJS KIS meskipun tidak di kenakan biaya Bu Rasmini mengalami kesulitan jika harus menjalani pengobatan di Semarang karena terbatasnya akomodasi, suami Bu Rasmini, Supardi, adalah seorang Nayaga (penabuh gamelan) dengan penghasilan yang tidak menentu. Kurir SR Tegal tergerak untuk membantu beliau menjemput kesembuhan dan memutuskan untuk memberikan dampingan. Santunan awal di sampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan pembelian susu suplemen pasien pasca kemoterapi.

Jumlah Bantuan : Rp 855.000,-
Tanggal : 14 Desember 2017
Kurir : @Indrades @naadiahusna

Bu Rasmini menderita kanker di payudara


KHANATUN INDRIYANA (22, Thyrioditis). Alamat : Desa Balamoa, RT. 02/ RW. 03, Kec. Pangkah, Kab. Tegal, Jawa Tengah. Pertama kali mengalami gejala sakit pada Mei 2015 dengan diagnosa gondok atau pembengkakkan pada kelenjar tiroid dan di sarankan untuk melakukan operasi. Indri hanya mampu berobat jalan karena masalah biaya. Tubuh Indri terus mengalami penurunan, mudah sakit dan lemah sehingga pada Juni 2017 di bawa oleh pihak keluarga ke RS Dr. Soesila Slawi untuk mendapatkan penanganan dan dilakukan operasi tahap pertama. Setelah operasi tahap pertama selesai Indri di rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Penghasilan Indri sebagai PRT dan kedua orang tuanya buruh serabutan membuat Indri merasa kesulitan ketika menjalani pengobatan di Semarang. Kurir Sedekah Rombongan Tegal di pertemukan dengan Indri di tengah-tengah usaha Indri memperjuangkan kesembuhannya dan memutuskan untuk memberi pendampingan selama Indri berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1098.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :14 Desember 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Indri menderita pembengkakkan pada kelenjar tiroid


SRI WIDIYAWATI (23, Pembengkakan Jantung. Alamat : Ds Sirangkang RT. 012 / RW. 003, Kec. Petarukan, Kab. Pemalang, Provinsi Jawa tengah. Agustus 2016 Sri mengalami demam tinggi, setelah menjalani pemeriksaan dokter menyebutkan Sri menderita sakit Typoid. Setahun berlalu tanpa menunjukkan penyakit kembali, hingga pada Agustus 2017 Sri mengalami gatal-gatal di telapak tangan dan pipi di sertai rasa panas, bintik kemerahan, sesak nafas, pusing dan lemas. Berat badan Sri terus menurun secara drastis, Sri di bawa ke Rumah Sakit terdekat dan dokter memberi rujukan ke RSUP dr. Kariadi Semarang untuk mendapat penanganan yang lebih maksimal karena jantung Sri telah mengalami pembengkakan. Saat ini Sri telah menjalani kontrol rutin di RSUP dr. Kariadi Semarang. Suami Sri, Bapak Wagito (28) bekerja sebagai karyawan di sebuah rumah makan dengan tanggungan seorang anak balita merasakan kesulitan dalam pengobatan sang istri meskipun telah di bantu dengan fasilitas kesehatan KIS, terlebih saat ini Sri hanya bisa berbaring di tempat tidur. Santunan sebelumnya terdapat dalam rombongan 1082.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :14 Desember 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Sri menderita sakit typoid


MASRIPAH BINTI WASMUN (46, Tumor Gusi). Alamat : Ds. Semedo RT. 12 / RW. 04 , Kec. Kedungbanteng, Kab.tegal, Jawa Tengah. Pertengahan 2016 pada kehamilan ke 6 Ibu Masripah menderita benjolan sariawan pada gusi sebelah kiri, semakin lama sariawan tersebut semakin membengkak disertai nyeri. Ketika melahirkan sariawan semakin membengkak hingga keluarga membawa Ibu Masripah berobat ke puskesmas di desanya, puskesmas menyarankan untuk rujuk ke Rumah Saki Kardinah Tegal. Setalah beberapa kali kontrol Ibu Masripah disarankan untuk menjalani operasi dan di rujuk k RSUP Dr. Kariadi Semarang. Keterbatasan biaya akomodasi membuat Ibu Masripah tidak melanjutkan pengobatannya meskipun menggunakan fasilitas kesehatan BPJS kelas 3 KIS. Bapak Syud (70) Suami dari Ibu Masripah bekerja sebagai seorang buruh tani dengan penghasilan yang hanya cukup untu kebutuhan sehari-hari merasa kesulitan apabila harus melanjutkan pengobatan Ibu Masripah. Kurir SR Tegal sepakat untuk memberikan dampingan kepada Ibu Masripah dalam berikhtiar menjemput kesembuhan. Innalillahi Wainnalillahi Rojiun, Ibu Masripah telah meninggal dunia pada 14 Desember 2017, santunan di berikan untuk membantu biaya pengurusan jenazah Ibu Masripah. Semoga Almh di terima di sisi Allah. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 14 Desember 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Ibu Masripah menderita tumor gusi


OSSY MARDHIANTI (13, Tumor Tulang). Alamat : Ds. Tunggul Rejo RT.02 / RW.01 Kec. Kendal, Kab. Kendal, Jawa Tengah. September 2017 lutut kaki Ossy sebelah kiri mengalami pembengkakkan dan sakit. Semakin lama lutut Ossy semakin membengkak hingga tidak bisa berkalan, di sertai dengan badan yang semakin kurus dan nafsu makan yang menurun. Keluarga membawa Ossy berobat dengan fasilitas BPJS KIS di RSUD Kendal. Karena keterbatasan peralatan medis dokter memberikan rujukan Ossy untuk melanjutkan pengobatan di RSUD Dr. Moewardi, Solo. Ayah Ossy , Bapak Sutomo (36) tidak memiliki pekerjaan tetap dan Ibu Ossy telah lama meningglkan Ossy sehingga kini Ossy di rawat oleh ayah dan neneknya. Kurir Sedekah Rombonga Kendal merasakan beban yang berat ketika Ossy harus menjalani perawatan di Solo karena keterbatasan biaya dan memutuskan untuk memberi dampingan kepada Ossy. Saat ini setiap 2 minggu sekali Ossy melakukan kontrol dan kemoteradp di RSUD Dr. Moewardi, Solo. Santunan awal di berikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat di Solo.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 16 Desember 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Ossy menderita tumor tulang


KHAIRUNNISSAK BINTI ADJIRIN, (32, Ca Nasofaring). Alamat : Dk. Tarub RT.003/RW.007 Ds. Subah, Kec. Subah, Kab. Batang, Provinsi Jawa Tengah. April 2017 Ibu Khairunnissak merasakan sakit di bagian hidungnya, keluarga memustuskan berobat dipoli syaraf RS Kalisari Kab. Batang. Hasil scan menunjukkan adanya benjplan di belakang hidung Ibu Khairunnissak dan di duga adalah kanker, hingga akhirnya di putuskan untuk rawat inap oleh tim dokter dan menjalani evaluasi lebih lanjut oleh dokter spesialis THT. Dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh tim dokter di putuskan untuk rujuk ke Rumah Sakit Bedan, Pekalongan agar mendapat penanganan yang lebih maksimal. Setelah menjalani pemriksaan di Rumah Sakit Bedan, Ibu Khairunnissak kembali di rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani program kemoterapi. Rino Setyoko (36) Suami Ibu Khairunnissak bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Khairunnissak sendiri sebelum sakit bekerja sebagai guru honorer di desanya dengan jumlah tanggung 2 orang anak yang masih bersekolah merasa kesulitan menjalani pengobatan yang dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan perawatan luka selama program kemoterapi dan pemulihan.Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1098.

Jumlah Bantuan : Rp. 742.000,-
Tanggal : 20 Desember 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Bu Nisa menderita ca nasofaring


MUHAMMAD NUR RIZKY (17, Hipospadia). Alamat : Desa Rejosari, Kec Grabag, Kab Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Anak ke-2 dari 3 bersaudara ini tinggal bersama neneknya yang sudah tidak mampu bekerja, Ayahnya meninggalkannya sejak ia kecil sedangkan Ibunya merantau untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga. Rizky menderita hipospadia atau kelamin ganda sejak lahir. Awalnya Rizky menjalani kehidupan sebagai seorang anak perempuan, hingga masuk SMK akhirnya memutuskan untuk berganti nama menjadi Muhammad Nur Rizky karena lebih dominan sifat laki-laki daripada sifat perempuannya. Pada bulan Januari 2016 #Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Rizky. Dan Rizky menjadi pasien dampingan #SRSemarang. Saat ini Rizky telah dirujuk di RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mejalani pengobatan dan telah dijadwalkan untuk melanjalani operasi pertama.Untuk sekarang rizky masih kontrol dan antri kamar rawat inap di RS Karyadi untuk jadwal operasi. Bantuan dari #sahabatSR ditujukan untuk Rizky dan keluarga untuk biaya operasional selama menjalani pengobatan di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 895.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 22 Desember 2017
Kurir : @indrades, @mbakipa, @naadiahusna

Rizky menderita hipospadia atau kelamin ganda sejak lahir


SUMIATI BINTI DARUN (39, Tumor Perut). Alamat : Dk. Mojo, RT.01/RW.04, Kel. Pungangan, Kec. Limpung, Kab.Batang, Jawa Tengah. Awal tahun 2017 Ibu Sumiati merasakan sakit pada perut hingga menembus ke punggungnya, sakit yang beliau rasakan semaikn hari semakin tidak mereda bahkan bertambah sakit sehingga pihak keluarga sepakat membawa ke Rumah Sakit untuk berobat. Ibu Sumiati langsung mendapatkan penanganan dari dokter untuk rawat inap karena kondisinya yang semakin lemah. Ibu Sumiati tak kunjung membaik hingga akhirnya di rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan jaminan kesehatan BPJS KIS, untuk mendapat perawatan yang lebih intensif. Bapak Juniato (40) suami Ibu Sumiati sebagai buruh bengkel merasa kesulitan ketika menemani selama pengobatan di Semarang. Santunan awal di berikan untuk membantu biaya akompdasi selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1101.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Desember 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Bu Sumiati menderita tumor perut


UNTUNG SAHARA (20, Kanker Tulang). Alamat : Kalenpandan, RT 4/14, Kel. Pamulihan, Kec. Larangan, Kab. Brebes, Jawa Tengah. Awalnya, Untung mengalami kecelakaan yang tak kunjung sembuh meskipun sudah diperiksakan di klinik setempat. Akhirnya oleh orangtuanya, dibawa ke Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo di Jakarta dan menjalani kontrol setiap bulannya, Tetapi pengobatan terhenti karena terkendala biaya serta tak ada kemajuan kesembuhan. Ayah Untung yaitu Bapak Dartam (50) yang kesehariannya sebagai buruh harian lepas merasa kesulitan dengan besarnya biaya transportasi yang harus disiapkan. Maklum saja, Bapak Dartam tidak memiliki simpanan uang. Pak Dartam masih memiliki tanggungan 5 anak. Seluruh biaya pengobatan Untung telah dicover oleh JKN-KIS PBI. Kurir #SRbrebes dipertemukan dengan Untung kemudian mendamipingi pengobatanya. Untung dirujuk untuk melanjutkan pengobatan di RS. Ortopedi Solo. Maret 2016, Untung menjalani pemeriksaan awal kemudian kontrol tiap satu bulan sekali. Pada 25 April 2016, dokter menganjurkan untuk melakukan pengobatan rutin rawat jalan selama beberapa minggu untuk mematikan sel kanker yang ada, sebelum dilakukan operasi. Awal Agustus 2016, Untung kembali menjalani kontrol serta tes laboratorium, kemudian 8 Agustus ia menjalani operasi kaki bagian kiri. Saat ini ia masih menjalani perawatan di RS serta dianjurkan untuk berbaring selama 6 minggu untuk memulihkan kaki pasca operasi. Kemudian dokter menganjurkan untuk kontrol/terapi setiap 1 minggu sekali pada hari kamis untuk pemulihan lebih lanjut dan dokter memberikan obat setiap kontrol untuk melenturkan sendi yang kaku. Santunan kembali disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1063 .

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Desember 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Pak Untung menderita kanker tulang


MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO (6, Hydrocephalus + Kelainan Struktur Wajah). Alamat : Ds. Godong, RT 003/ 001, Kec. Wonopringgo, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengan. Dik Maghfiroh sudah mengalami kelainan terutama pada struktur wajah dan tempurung kepalanya sejah lahir. Beberapa hari setelah kelahiran Dik Maghfiroh langsung dibawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang atas rujukan rumah sakit daerah setempat. Kurang lebih sekitar satu bulan Dik Maghfiroh dirawat secara intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ayah Maghfiroh yaitu Bapak Yunan Purnomo (45) sebagai buruh serabutan dan Ibu Nur Alfiana (42) sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan yang tidak menentu membuat Bapak Purnomo kesulitan biaya transportasi pulang pergi ke Semarang. Meskipun semua biaya pengobatan sudah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Pada awal 2014 tim kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Maghfiroh. Kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Maghfiroh. Saat ini Maghfiroh sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Mohon doanya semoga Maghfiroh lekas sembuh. Santunan disampaikan untuk membeli susu dan membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1101.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Desember 2017
Kurir : @indrades @auliarahman04 @naadiahusna

Dik Maghfiroh sudah mengalami kelainan terutama pada struktur wajah dan tempurung kepalanya sejah lahir


TASEMI BINTI RASIYO (78, Kebutuhan Biaya Hidup). Alamat : Desa Mustokoharjo, RT. 4/1, Kec. Gabus, Kab Pati. Beliau adalah Seorang dhuafa yang hidup sendiri dirumah sederhana. Pekerjaan beliau sebagai buruh tani, beliau memiliki 1 anak semata wayang bernama Sabar (38) yang merantau di Surabaya sudah berpulu-puluh tahun lamanya. Sang ibu ditinggal sendirian, Bu Tasemi sudah tidak memiliki suami karena sudah lama cerai. Sekarang beliau tidak kuat lagi bekerja sebagai buruh tani, kesehariannya kini diisi dengan membuat bilah bamboo yang berguna untuk memanggang ikan, yang bisa ditukar dengan rupiah. Kurir sedekah rombongan memberi bantuan untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Terima kasih disampaikan oleh Mbah Tasemi untuk seluruh kurir sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta ImamTeguh @JeanseaMaurer @akuokawai

Bantuan tunai


SUMARMO BIN SUKARDI ( 39, Fracture Thorax + TB Paru). Alamat: Desa Ciroto, RT 1/4 Kec. Kayen, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Pak Marmo, demikian biasanya tetangga menyapa beliau. Bermula sewaktu bekerja di Kalimantan, badan Pak Marmo mendadak lemas selama 2 minggu terakhir. Tidak hanya itu yang dirasakan, beliau juga tidak dapat buang air besar dan buang air kecil selama 10 hari. Hal tersebut tentu membuat beliau tidak dapat bekerja secara maksimal. Pak Marmo kemudian memeriksakan diri ke dokter, dari hasil pemeriksaan menyatakan bahwa beliau sakit ginjal. Akhirnya, Pak Marmo memutuskan untuk pulang ke Jawa dikarenakan kondisi tidak lagi memungkinkan untuk bekerja di tanah rantau. Disamping itu, beliau juga harus menjalani pengobatan rutin untuk sembuh dari penyakitnya. Sesampainya di tanah Jawa, Pak Marmo hanya bisa terbaring dengan keadaan perut yang sedikit membuncit. Sedekah Rombongan mendapat info bahwa Pak Marmo membutuhkan pertolongan, dijemputlah pak marmo untuk segera mendapa perwatan medis, dengan medan perjalanan yang sangat jauh dan susah karena berada di perbatasan kota pati dengan kota purwodadi dengan jalur pegunungan yang terjal membutuhkan waktu selama 90 menit lamanya evakuasi, setelah menjumpai Pak Marmo maka dibawalah beliau untuk pemeriksaan di RSUD Soewondo Pati, seketika dokter menyarankan untuk opname hari itu juga. Pak Marmo tinggal bersama istrinya Bu Suyati (28) dan kedua anaknya M. Aditya (7) dan M. Abizar (10). Istrinya sebagai ibu rumah tangga tidak dapat banyak membantu perekonomian keluarga. Kondisi tersebut semakin menyulitkan Pak Marmo untuk menjalani pengobatan. Setelah dirawat di RSI Sultan Agung ternyata dokter memberi rujukan kembali ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk perawatan yang lebih intensif lagi, selama di RSUP Dr. Kariadi Semarang pak Marmo menjalani beberapa tindakan medis seperti rontgen ulang ternyata dokter mendiagnosa TB Paru, namun selah pemeriksaan berikutnya TB pak sumarmo dinyatakan negatif dan dilakukan tindakan operasi pada tulang belakang. Bantuan disampaikan untuk biaya akomodasi dan pengobatan beliau, Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu sehingga beliau segera sehat kembali. Bantuan sebelumnya terdapat pada ROM 1023.

Jumlah Bantuan : Rp. 850.000,-
Tanggal : 25 Juli 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer @akuokawai

Pak Sumarmo menderita fracture thorax + TB paru


KRISTIANA BINTI ARIF YANMAH (31, Lumpuh). Alamat: Desa Plangitan, RT 9/1, Kec. Pati, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Kristiana adalah salah satu Pasien dampingan Sedekah Rombongan yang terdiagnosa lumpuh karena tulang belakang menjadi kaku. Rasa Phobia pada Rumah sakit dan kekurangan secara materi, membuat penyakitnya semakin parah. Mbak Kristiana juga mengalami luka pada pinggul kanan dan kiri serta punggung akibat terlalu lama tiduran. Penyakitnya ini sudah diderita pada saat 3 tahun yg lalu akibat jatuh dari motor. Setelah dua minggu dirawat di RS.Mitra Bangsa Pati, ada perubahan yg lebih baik. Saat ini masih dalam perawatan lukanya sebelum nantinya akan melakukan fisioterapi untuk pemulihan otot gerak kakinya. Mbak Kristiana tinggal dengan Ibunya Suharti (58) bekerja sebagai buruh masak, beliau biasanya memasak jajanan ringan ketika ada pesanan yang biasanya digunakan untuk hajatan maupun pengajian, selain itu terkadang beliau membuat makanan ringan untuk dititipkan di warung-warung tetangganya. Rumah yang masih status kontrak dengan dinding anyaman bambu di dapur, dan bangunan kecil di perumahan menjadi tempat berteduh bagi mereka. Alhamdulillah Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk membeli keperluan perawatan luka melubang didaerah kaki dan punggungnya, Alhamdulillah setelah perawatan luka rutin dan kontrol di Rumah Sakit luka yang awalnya lebar kini kian menyempit, doa untuk Kristiana agar cepat sembuh dengan serangkaian pengobatan jalan yang masih dilakukan di RS. Mitra Bangsa Pati poli syaraf, poli bedah dan poli fisioterapi.Terimakasih diucapkan dari keluarga Kristiana untuk para kurir Sedekah Rombongan dan para Sedekahholics. Sebelumnya sudah terbantu pada ROM 1005.

Jumlah Bantuan : Rp.1.200.000,-
Tanggal : 12 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer @akuokawai

Bu Kristiana menderita lumpuh


MOHAMMAD SYAIFUL AMRI (17, Patah Tulang). Desa Gading, RT 4/3,Kec. Juwana, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Bulan Agustus 2016 lalu, Syaiful mengalami kecelakaan ketika mengantarkan ibunya kepasar bersama adik kecilnya yang berusi sekitar 2 tahun menabrak truk yang sedang belok, Syaiful mengalami patah tulang tangan kanan dan patah tulang kaki kanan, adiknya terpental bersama ibunya ,alhadulillah hanya mengalami luka memar, akhirya syaiful di bawa ke RSUD Soewondo, dan di rujuk ke RS. Karima Utama Solo, Operasi yang dilakukan menghabisakan dana sebesar Rp. 18.000.000,- karena di Rumah Sakit tersebut tidak menerima Kartu Jaminan Kesehatan KIS PBI, Alhamdulillah Keluarga mendapat keringanan bantuan dari sang sopir truk dan dana dari Jasa Raharja. Ayahnya Sutiyo Atmono (39) bekerja sebagai kuli bangunan dan ibunya Suwarni (37) Ibu rumah tangga, beban terasa berat karena tidak adanya dana untuk akomodasi pengobatan Syaiful untuk kontrol pemulihan pasca operasi. Sang ibu tidak bisa membantu banyak karena harus mengurusi adiknya yang masih berusia 2 tahun dan adiknya abdul Rohman yang masih berusia 3 bulan. Kini Syaiful menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan area Pati dua minggu sekali control rutin ke Rs. Mitra Bangsa Pati, selain itu dari kurir melakukan perawatan luka yang dilakukan dirumahnya, setiap 3 hari sekali dengan rutin kurir Sedekah rombongan mengunjungi rumahnya untuk mengecek lukanya. Karena sebelumnya Syaiful menjalani operasi kedua di akhir bulan februari, Sedekah Rombongan memberi bantuan yang digunakan untuk membeli obat, perban, perlengkapan perawatan luka dan untuk akomodasi perawatan. Bantuan sebelumnya terdapat pada ROM 1028, semoga Syaiful bisa segera lekas sembuh dan bisa bekerja kembali membantu kedua orang tuanya. aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Juli 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer Rukamto @akuokawai

Syaiful menderita patah tulang


MUSLIKAH BINTI DALJONO (54, Kanker Payudara Sebelah Kiri). Alamat : Desa Rondole, RT 3/6, Kel. Muktiharjo, Kec. Margorejo, Kab.Pati, Prov. Jawa Tengah. Beliau biasa dipanggil Mbak Mus oleh tetangga disekitar rumahnya. Berawal dari rasa nyeri di daerah dada selama dua tahun terakhir Mbak Mus hanya mengira itu penyakit masuk angin entah rasa nyari ketika kedinginan, dan benjolan di payudara sebelah kirinya di beliau mengira itu hanya bisul biasa dan hanya mengobati dengan balsam dan sejenis obat-obatan warung biasa, tanpa periksa ke dokter. Mbak Mus belum memiliki keluarga karena memang belum menikah, sifatnya yang pendiam tidak pernah bercerita tentang rasa nyeri yang biasa dirasakan, hingga satu tahun terakhir Mbak Mus mulai bercerita kepada keponakannya, seketika sang ponakan membawa Mbak Mus ke Dokter untuk periksa. Dokter Mendiagnosa Mbak Mus dengan Kanker payudara, pengobatan dilakukan namun dokter merujuk mbak mus ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kekhawatiran akan biaya, akomodasi dan kerabat yang mau menunggui menjadi beban untuk mbak mus. Beliau dulunya bekerja sebagai guru ngaji private ke rumah-rumah. Namun kegiatannya sudah dihentikan sejak sakit yang dideritanya dua tahun yang lalu. Sedekah Rombongan bertemu dengan Mbak Mus pada Akhir bulan Maret dan membantu pengobatan mbak mus selama berobat ke semarang, satu bulan rutin terapi di RSUP dr. Kariadi Semarang Selama pengobatan mbak mus menggunakan JKN KIS yang sangat membantu pengobatannya. kondisi mbak Mus sempat drop karena memang kanker mbak Mus sudah parah dan akhirnya mbak mus meninggal dunia pada 01 Juli 2017. Sedekah Rombongan memberikan Santunan duka untuk Alm. Mbak Muslikah yang digunakan untuk biaya pemakaman Almarhumah. Semoga Almarhumah Mbak muslikah khusnul khotimah. Amin. Sebelumnya sudah dibantu pada ROM 1028.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 1 Juli 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @jovancakep @SriAntini @JeanseaMaurer @akuokawai

Dokter mendiagnosa mbak Mus dengan Kanker payudara


AHMAD SHOLEH (21, Luka Bakar 90%). Alamat : Dusun Mbangan, RT 3/2, Desa Sitiluhur, Kec. Gembong, Kab. Pati, Prov. Jawa tengah. Dua tahun yang lalu Mas Sholeh mengalami musibah tersengat listrik tegangan tinggi, yang mengakibatkan sekujur tubuh mengalami luka bakar parah 90 % sampai melepuh. Ketika itu Mas Sholeh langsung dibawa ke RSU Soewondo Pati dan Rawat inap sekitar satu minggu, tapi karena faktor biaya dan kondisi pasien merasa putus asa akhirnya pasien memutuskan untuk pulang. Namun hampir kurang lebih selama satu setengah tahun dari pengobatan pertama, tidak ada penanganan medis. Alhamdulillah, pada awal mei Mas Sholeh bertemu dengan #SedekahRombongan pada 20 Mei 2016 Mas Sholeh kembali ranap inap di RSUD Pati, sekitar dua minggu ranap inap dokter membolehkan Mas Sholeh pulang dan melakukan rawat jalan, luka di kaki yang sebelumnya melepuh, berair dan berbau sedikit mengering. Dia hidup dengan ibunya Juminah (40) adiknya Sri Utami (16), sang ayah sudah lama meninggal Sholeh adalah tulang punggung keluarga menghidupi ibu dan adiknya, namun setelah musibah seperti ini Mas Sholeh hanya bisa tidur di kasurnya beralaskan triplek agar mudah perawatan lukanya. Sedekah Rombongan memberikan santunan untuk membeli obat-obatan yang diperlukan dan obat untuk perwatan lukanya, supaya rutin dibersihkan dna segera sembuh, Kurir Sedekah Rombongan selalu mengupayakan kesembuhannya, dan berharap luka Mas Sholeh cepat sembuh agar bisa dilakukan pengobatan yang lainnya. Kondisi terkini Mas Sholeh sudah latihan berjalan menggunakan tongkat dan terkadang merambat ke dinding rumahnya. Sedekah Rombongan memberikan bantuan lanjutan yang digunakan untuk pembelian obat perawatan luka sebelumnya sudah terbantu pada Rombongan 936. Dan Alhamdulillah saat ini sudah sembuh total bisa beraktifitas seperti biasa dan sudah bisa membahagiakan orang tuanya dengan bekerja.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.075.563,-
Tanggal : 22 Juli 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer Londho @akuokawai

Sholeh mengalami luka bakar parah 90 % sampai melepuh


MUHAMMAD ABDUL ROHMAN (1, Cacat Sejah Lahir). Alamat: Dukuh Gading Rejo, Desa Gading Rejo, Kec. Juwana, Kab. Pati, Prov.Jawa Tengah. Pada bulan Februari 2017 ibu Suwarni (37) melahirkan bayi laki-laki dengan selamat, wajah yang lucu dan polosnya. Namun betapa kaget Bu Suwarni saat itu begitupun dengan sang suami Sutiyo Atmono (39) sangat kaget melihat bayinya, karena keadaanya kaki kanannya yang tidak bertulang (buntung) dan kaki kiri yang hanya ada satu jari dan bengkok, tak ada firasat akan melahirkan buah hati yang cacat sebelumnya, karena sang ibu pun hamil dengan keadaan sehat. Namun ketika hamil muda pernah mengalami kecelakaan bersama anaknya yang dewasa Moh. Syaiful Amri (17) mengalami patah tulang pasa kedua tangan dan kakinya sehingga harus di Pasang pen, sedangkan sang ibu koma selama 2 minggu lamanya dan mendapat asupan obat labih dalam komanya. Keadaan sang anak membuat sedih dan bingung harus berbuat apa dengan keadaan yang dialami. Sang Sutiyo Atmono (39) bekerja sebagai kuli bangunan dan ibunya Suwarni (37) Ibu rumah tangga, Dek Rohman memiliki kakak Moh. Syaiful Amri (17) yang seusia anak SMA namun sudah tidak melanjutkan pendidikan dan lebih memilih untuk bekerja. Sedekah Rombongan Mendatangi keluarga dek Rohman, lalu membawa dek rohman untuk periksa di dokter spesialis ortopedi, sang dokter menyarankan untuk membawa dek rohman ke Solo agar kaki kecilnya bisa diluruskan. Para kurir Sedekah Rombongan mengantarkan dek rohman ke RSSR Solo untuk berobat dan memasang kan gips di RSO Solo untuk kaki nya, namun pada saat di rumah nya gips tersebut sering lepas sehingga pihak orang tua nya mengeluhkan ke Sedekah Rombongan. Kemudian di rujuk kembali ke solo dan dokter menyarankan untuk di oprasi namun pihak orang tua menolak untuk di operasi dengan alasan masih kecil. Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk akomodasi pengobatan. Semoga dek rohman mendapat pengobatan terbaik. Aamiin
sebelumnya telah terbantu pada ROM 1028.

Jumlah Bantuan :Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Juli 2017
Kurir : @robbbyadiarta ImamTeguh @JeanseaMaurer Rukamto @akuokawai

Abdul cacat sejak lahir


FERY SETIAWAN (16, Patah Tulang). Alamat : Desa Guwo, Kelurahan Gading Rejo, RT 1/1, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Fery panggilan di rumah, mengalami kecelakaan sepeda motor saat berboncengan dengan temannya di jalan pantura juwana pati, pada malam hari jam 23.30 WIB, 29 Desember 2016, dia terpeleset ke bahu jalan dan terpental ke tengah dan temanya yang membonceng meninggal ditempat kejadian karena terlindas truk. Fery mengalami luka parah yang mengakibatkan luka di bagian lutut bagian belakang sobek sehingga urat sarafnya putus dan bagian bawah perut luka berlubang 2 tempat yang cukup serius, lalu di bawalah Fery ke puskesmas, namun karena di Puskesmas tidak bisa menangani dengan lanjut akhirnya Fery dirujuk ke RS. Sultan Agung Semarang. Dengan izin Allah Sedekah Rombongan bertemu denga keluarga Fery dan membantu penyembuhan, Pengobatan Fery dipindahkan ke RSUP Kariadi Semarang yang bisa menggunakan JKN KIS PBI yang akan mengurangi kesusahan yang dirasakan keluarga Fery. Ayahnya Kasbun sudah lama meninggal, pemenuhan ekonomi dipikul sendiri oleh ibunya Sri Untari (37) yang bekerja serabutan. Berat dirasakan oleh ibu Sri Untari untuk mengobatkan dengan nominal sedemikian banyak. Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Fery dan memberikan bantuan yang digunakan untuk akomodasi perawatan selama di RSUP Kariadi Semarang. Kondisi terkini, kaki sebelah kanan Fery sudah diamputasi karena mengalami pembusukan dan saraf yang sudah terputus, kini Fery memasuki tahap pemulihan pasca operasi amputasi, dan dokter menyarankan untuk kontrol rutin serta dilakukan observasi lanjutan karena diatas kaki yang telah diamputasi mengalami pembusukan juga sehinggan akan dilakukan amputasi kaki tahap kedua supaya bakteri yang terdapat pada luka pembusukan tidak menyebar keseluruh kakinya. Sebelumnya telah dibantu pada ROM 975, semoga diberi kesembuhan oleh Allah. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Maret 2017
Kurir: @robbyadiarta @Dewa_popfmpati @Rukamto @JeanseaMaurer @akuokawai

Fery menderita patah tulang


NGADIO BIN ABU (66, Patah Tulang Leher + Patah Tulang Kaki Kiri). Alamat : Desa Pegandan, RT 2/1, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2006 yang lalu, Pak Ngadi hendak pergi ke rumah anaknya yang berada di desa Margorejo. Tetapi ketika diperjalanan musibah tidak diduga datang, Pak Ngadi mengalami kecelakaan yang parah. Kendaraan beliau tertabrak dengan pengendara sepeda motor lainnya, mengakibatkan luka serius pada Pak Ngadi dan harus dibawa ke Rumah Sakit secepatnya. Kemudian keluarga membawa beliau ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewondo, dari hasil rontgen Pak Ngadi mengalami patah tulang leher dan tulang bahu sebelah kiri. Dengan kondisi seperti itu, dokter melakukan operasi pemasangan pen pada leher dan bahu beliau. Pak Ngadi pun harus menjani opnam selama 10 hari dan setelah pulih beliau pun harus menjalani rawat jalan selama 1 bulan. Tetapi karena kurang biaya, beliau hanya menjalani rawat jalan selama 1 bulan saja. Dan keadaan beliau sekarang jalannya agak pincang, selalu merasakan panas, nyeri, gatal serta mengeluarkan bau pada kaki kiri bekas operasinya, bahkan mengeluarkan ledir dan berlubang sampai terlihat pennya . Ketika diperiksakan dimantri desa, matri desa menyarankan untuk dilakukan pengambilan pen dikakinya. Pengambilan pen pada kaki urung dilakukan karena terbentur dengan ketiadaan biaya, sebab Pak Ngadi hanya seorang buruh tani sedangkan Bu Rubinah (60) istrinya mengalami katarak pada matanya. Anak-anak beliau pun sudah berkeluarga semua, jadi tidak bisa membantu banyak. Sedangkan untuk pengobatan beliau memanfaatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS), itupun beliau harus didampingi karena kurangnya edukasi tentang cara penggunaannya. Dengan kondisi Pak Ngadi yang seperti ini, beliau tidak bisa lama-lama dalam bekerja dan penghasilannya pun tidak menentu. Bahkan untuk keperluan sehari-hari sering kali kekurangan. Ketika mendapatkan informasi tentang kesulitan yang beliau alami, Kurir Sedekah Rombongan segera datang kerumah Pak Ngadi untuk menyampaikan Bantuan yang dititipkan Sedekaholics kepada kami. Luka yang dialami Pak Ngadi mengalami infeksi dan harus dilalukan pengobatan rutin, seperti pembelian obat dan pembelian perban beliau. Semoga segera di beri kesembuhan. Sebelumnya terbantu pada ROM 935.

Jumlah Bantuan : Rp. 550.000,-
Tanggal : 15 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta ImamTeguh @JeanseaMaurer Bayu @akuokawai

Pak Ngadio patah tulang leher + patah tulang kaki kiri


AMINAH BINTI KARTONGADI (60, TBC). Alamat: Desa Ngelobener, RT 3/8, Kec. Jepon, Kab. Blora, Prov. Jawa tengah. Ibu Aminah adalah seorang Ibu yang dianugrahi delapan anak, yang dua diantaranya mengalami gangguan jiwa dan tuna grahita. Untuk menghidupi keluarganya, Ibu Aminah hanya mengandalkan belas kasian orang lain dan tetangganya. Suaminya meninggal karena penyakit dalam yang juga diderita Ibu Aminah sendiri (TBC) karena keterbatasan biaya Ibu Aminah tidak dapat berobat di Rumah sakit setempat. Suatu hari Ibu Aminah mengalami sakit yang mengharuskan beliau untuk Opname di RSUD Dr. R. Soetijono Blora, Berawal dari sini lah Ibu Aminah bertemu dengan Dokter Desti yang merupakan Dokter penyakit dalam yang merawat Ibu Aminah. Ketika dinyatakan Sehat dan diperbolehkan pulang, Ibu Aminah mengalami kesulitan untuk transportasi pulang dan beliau meminta tolong kepada Dokter Desti, oleh Dokter Desti sendiri Bersedia mengantar Ibu Aminah pulang ke Rumah, Sesampainya dikediaman Ibu Aminah, Dokter Desti sempat tercengang melihat keadaan rumah Ibu Aminah yang kurang Layak huni. Melihat keadaan keluarga Ibu Aminah timbul rasa empati dokter Desti untuk membantu. Hingga akhirnya informasi ini sampai ke Sedekah Rombongan. Beliau bercerita bahwa beliau ingin sembuh karena memiliki tanggung jawab besar untuk mengurus ke delapan anaknya sendirian, namun karena keterbatasan biaya, beliau jarang melakukan cek perkembangan sakit yang dirasakan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan mendapat kesempatan untuk menyampaikan amanah dari Sedekah Holic. Bantuanpun diberikan untuk membantu biaya akomodasi dan pengobatan Ibu Aminah ke Rumah Sakit. Semoga Allah memberi kemudahan kepada Ibu Aminah untuk mendapatkan kesembuhan atas sakit yang beliau derita. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Januari 2018
Kurir : @robbyadiarta Isnu @akuokawai

Bu Aminah menderita TBC


SUPRIHANTO BIN KARSO (52, Patah tulang kaki). Alamat : Desa Tegalgunung, RT 3/2, Kec. Blora Kab. Blora Prov. Jawa Tengah. SUPRIHANTO dulu nya tulang punggung keluarga. Namun Pak Supri mengalami kecelakaan tunggal di daerah Hutan Cepu, Blora . Yang mengakibatkan ( Patah Tulang Kaki ) pada tahun 2013 yang lalu beliau sudah tidak bekerja. Di tahun yang sama beliau di Oprasi di RSUD Blora untuk yang ke 2 kali nya namun dari pihak RSUD Blora menganjurkan rujuk untuk oprasi yang ke 3 kali nya ke Solo. (Masih dengan biaya pribadi, belum mendapatkan kartu BPJS). Kemudian setelah bertemu dengan kurir #SR Blora maka dilakukan survey dan pendataan pada 10 Desember 2017. Banyak hal yang menjadi pertimbangan karena beliau sebagai kepala rumah tangan dan beliau masih mempunyai anak 2 yang 1 perempuan sudah bekerja sebagai buruh dan yang 1 cowok yang mengalami tuna grahita. Dan beliau juga ingin sembuh supaya bisa menjadi tulang punggung kembali. Sedangkan biaya transportasi biaya & biaya oprasional juga sangat dibutuhkan. Akhirnya ada kesepakatan tim kurir bahwa Pak Supri diberikan santunan pendampingan. Alhamdulillah saat ini kondisi beliau jauh membaik yang sebelumnya masih merasakan sakit di kaki nya namun pasca operasi di RSUD Ortopedi Soeharso Solo,beliau merasakan kenyamanan karena sudah tidak begitu merasakan sakit seperti sebelumnya. Namun atas saran dokter bahwa Beliau harus Melakukan Operasi Pencangkokan tulang namun jika tidak dilakukan operasi, maka perlu kontrol setiap 1 bulan sekali rutin. Semoga dengan santunan dan dampingan dari Sedekah Rombongan, Bapak Suprihanto ini bisa semakin mendekatkan diri pada Allah dan tentu sehat kembali agar bisa beraktivitas seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : 500.000,-
Tanggal : 22 Desember 2017
Kurir : @robbyadiarta Arif Isnu @akuokawai

Pak Supri menderita patah tulang kaki


SULASTRI BINTI KASBAN (57 thn, Tumor kandungan). Alamat : Dk. Bendo, RT 3/1, Desa Bleboh, Kec. Jiken, Kab. Blora, Prov. Jawa Tengah. SULASTRI adalah sosok wanita tangguh. Karena suaminya meninggalkan dirinya serta harus menghidupi anak bungsunya seorang diri, Bu Sulastri bekerja serabutan dengan ikut kerja di sawah warga . Kebutuhan keluarga ditopang beliau, walaupun beliau mengalami sakit semenjak tahun 2005 yang lalu. Namun bertahun-tahun beliau bertahan tetap semangat untuk mencari nafkah demi menghidupi anak serta dirinya . Dan semenjak sakit Tumor Kandungan nya sudah parah pada tahun 2017 beliau sudah tidak bekerja . Beliau berobat di puskesmas Kec. Jiken dari pihak puskesmas merujuk beliau untuk ke RSUD Blora. Sesampainya di RSUD Blora beliau di diagnosa Tumor Kandungan Stadium 4 dan dianjurkan rujuk untuk operasi ke Solo. 1bulan selepas Operasi beliau diwajibkan untuk Kemoterapi serta kontrol. Tetapi karena kererbatasan biaya dan transportasi pasien belum bisa berangkat ke Solo untuk menjalani Kemo. Kemudian setelah bertemu dengan kurir #SR Blora maka dilakukan survey dan pendataan pada 10 Desember 2017. Banyak hal yang menjadi pertimbangan karena masih punya anak dan ingin bekerja kembali untuk menghidupi anaknya. Sedangkan biaya transportasi dan biaya oprasional juga sangat dibutuhkan. Akhirnya ada kesepakatan tim kurir bahwa Bu Sulastri diberikan santunan pendampingan. Alhamdulillah saat ini kondisi beliau jauh membaik .Yang sebelum nya merasakan Sakit serta kondisi badannya melemah. Namun pasca Kemoterapi. di RSUD Moewardi Solo. Beliau merasakan kenyamanan karena sudah tidak merasakan sakit seperti sebelumnya. Dan alhamdulillah dari puskesmas terdekat ikut support beliau untuk sering kontrol kondisi beliau 1 minggu sekali. Semoga dengan santunan dan dampingan dari Sedekah Rombongan, Bu Sulastri bisa semakin mendekatkan diri pada Allah dan tentu sehat kembali agar bisa beraktivitas seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : 500.000,-
Tanggal : 24 Desember 2017
Kurir : @robbyadiarta Arif Isnu @akuokawai

Bu Sulastri didiagnosa tumor kandungan stadium 4


MTSR PANTURA TIMUR II (K 8502 VA, Operasional Bulan Juli 2017). Mobil APV dengan nomor polisi K 8502 VA adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Pantura Timur II dengan interior ambulance standart untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan. Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Pantura Timur II untuk menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar Area Pantura Timur II seperti Semarang, Solo dan kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan Juli 2017 sebesar Rp. 4.314.000,- di gunakan untuk pembelian BBM, ganti oli, dan Jasa driver. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic MTSR Pantura Timur II dapat terus membantu pasien untuk berikhtiar menjemput kesembuhan ke rumah sakit. Sebelumnya laporan keuangan MTSR K 8502 VA masuk pada rombongan 1028.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.314.000,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @Robbyadiarta ImamTeguh Jovan Rochim @JeanseaMaurer @akuokawai

Biaya operasional bulan Juli 2017


MUKMININ bin SAMANDURI (52 Fraktur). Alamat Kandongan RT 02 RW 04, Desa Donorejo, Kec. Secang, Kab. Magelang, Prop. Jawa Tengah. Pada hari Sabtu tanggal 23 Desember 2017, Bapak Mukminin berniat akan mengambil kelapa miliknya di kebun. Pohon kelapa itu memang cukup tinggi sekitar kurang lebih 12 meter. Saat sampai diatas bapak Mukminin kehilangan keseimbangan sehingga terjatuh. Saat itu ada anggota keluarganya yang melihat kemudian menolongnya. Kemudian Bapak Mukminin di bawa pulang kerumah keponakannya, karena di rumahnya yang kecil Bapak Mukminin hanya tinggal sendiri dan belum memiliki pendamping hidup. Keluarga beserta warga sekitar berencana membawa Bapak Mukminin ke rumah sakit. Tetapi terkendala biaya, keluarga Bapak Mukminin juga kebanyakan dari keluarga yang tidak mampu. Sedangkan Bapak Mukminin juga tidak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun. Beberapa hari Bapak Mukminin hanya dibiarkan berbaring di kasur tanpa ada pengobatan apapun. Saat kurir Sedekah Rombongan mendatangi rumahnya dan bertemu dengan Bapak Mukmini, Bapak Mukminin sedang merintih kesakitan pada punggungnya, terlihat saat itu ada benjolan keras di punggungnya. Alhamdulillah setelah tim #SedekahRombongan mendatangi Bapak Mukminin kembali guna memberikan dana dari para sedekaholics Bapak Mukminin segera di bawa ke Puskesmas Grabag untuk melakukan rontgen dan dapat dilakukan tindakan pengobatan selanjutnya. Keluarga dan Bapak Mukminin sangat berterimakasih kepada #Sedekah Rombongan. Bapak Mukminin sampai menitikkan air mata sangat bersyukur dan berterimasih atas diberikannya bantuan tersebut. Bapak Mukminin sangat Berharap semoga setelah menjalani pengobatan ini dapat pulih kembali seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000
Tanggal : 02 Januari 2018
Kurir : @faturrozaq82@dodo@M. Abadi

Pak Mukminin menderita fraktur


SLAMET SUNARYO (33, Pembusukan kaki). Dusun Kebonagung Kulon Rt 01 Rw 05, Kelurahan Jogomulyo, Kecamatan Tempuran , Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah. Sekitar 5 tahun yang lalu, pak Slamet pernah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan luka pada kaki sebelah kiri dan kata dokter seharusnya di lakukan perawatan intensif karena terdapat beberapa bagian tulang yang hancur dan harus segera di bersihkan. Karena keterbatasan biaya dan tidak ada jaminan kesehatan maka pak Slamet hanya memeriksakan lukanya di puskesmas terdekat sehingga di biarkan membusuk dan bernanah, dan pak slamet pun tidak bisa berjalan dengan normal dan harus menggunakan tongkat untuk membantu berjalan. Pak Slamet hidup di rumah yang sangat jauh dari layak, rumah yang jauh dari pemukiman dan dekat dengan hutan. Pak slamet bekerja sebagai buruh serabutan dan harus mengidupi 1 orang istri dan 6 orang anaknya yang berumur 1 sampai dengan 11 tahun dan juga bapak mertuanya. Istrinya, Fitriyanah (29), hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Saat ini kondisi pak Slamet harus di lakukan tindakan operasi amputasi kaki karena sudah membusuk. Tetapi karena komdisi yang memang tidak memungkinkan maka Pak Slamet pun membiarkan kakinya yang membusuk. Alhamdulilah #sedekahrombongan dapat membantu beban hidup keluarga Pak Slamet dan semoga kembali sehat dan dapat beraktifitas seperti sedia kala. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman #sedekahrombongan atas bantuan yg diberikan

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 5 Januari 2018
Kurir : @faturrozaq82 @masdodo_1983 @nurchotiah88

Pak Slamet mengalami pembusukan kaki


SITI SA’ADAH, (46, Kanker Payudara). Dusun krajan Rt 003/ Rw 001, Kelurahan Maduretno, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah. Kurang lebih 2 tahun yang lalu ada benjolan di payudara sebelah kanan tetapi tidak ada tanda tanda perubahan membesar atau terasa sakit jadi tidak pernah dirasakan oleh Ibu Siti, sekitar 3 bulan yang lalu ketika Ibu Siti masih bekerja di jogja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART), dia merasa digigit serangga pada bagian dada dan sejak saat itu dirasa nyeri pada bagian payudara yang ada benjolanya, dan setelah diperiksa ternyata benjolan tersebut tumbuh menjadi kanker. Ibu Siti pernah periksa di Rs Sardjito, RSUD Tidar dan dirujuk ke RSUD Temanggung untuk penangganan lanjutan kemo tapi belum selesai. Terjadi bengkak pada tangan sebelah kanan yang semakin membesar, dan belum ada penanganan lanjutan karena tidak mempunyai biaya transportasi, biaya hidup dan tunggakan pembayaran BPJS. Alhamdulilah #sedekahrombongan dapat membantu beban hidup Ibu Siti dan semoga Ibu Siti bisa kembali sehat dan dapat beraktifitas seperti sedia kala. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman #sedekahrombongan atas bantuan yg diberikan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir : @faturrozaq82 @masdodo_1983 @nurchotiah88

Bu Siti menderita tumor payudara


ZAKI ARDIAN PRASETYO (6 , Syndrome Nefrotik Resisten Steroid) Alamat : Dusun Carikan Gondosuli Muntilan Kabupaten Magelang Propinsi Jawa Tengah. Nasib Dik Zaki tak seberuntung anak sebayanya, Anak dari Agus (36) yang hanya sebagai buruh tani dan Ibunya Suharsi (33) sebagai Ibu Runah Tangga, dengan penghasilan yang sangat minim tentu sangat berat untuk mengobati Zaki di Usianya yang baru 6 Tahun harus menderita sakit yang berkepanjangan. Sakit yang sudah lama dia derita yaitu Syndrome Nefrotik Resisten Steroid yang mengakibatkan dia mengalami bengkak di bagian tubuhnya. Upaya maksimal sudah dilakukan orang tuanya yang awalnya sudah rawat jalan di RSI Aisiyah Muntilan selama 1 Tahun kemudian harus di rujuk ke RSUD Muntilan. Dengan bermodalkan BPJS kelas 3 untuk ikhtiar medis di RS. Sungguh menyesakkan bagi keluarga karena zaki harus dirujuk ke RS Sardjito Jogjakarta karena di Muntilan tidak ada obatnya. Akhirnya pihak keluarga memberanikan diri untuk berobat di Sardjito. Yang membuat orang tua Zaki keberatan adalah ada beberapa obat tidak di cover oleh BPJS. Apalagi harus membiayai anak nya yang masih sekolah. Tentu bukan hal mudah untuk terus mengobati zaki karena setiap berobat harus menyediakan dana sekitar Rp. 700.000,- setiap seminggu atau dua minggu sekali. #SedekahRombongan dapat merasakan kesulitan keluarga adek Zaki Alhamdulilah #SedekahRombongan dapat membantu biaya pengobatan. Semoga adek Zaki lekas sembuh dan dapat beraktifitas seperti sediakala. Pihak keluarga adek Zaki mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman #SedekahRombongan dan para donatur yang tidak bisa di sebutkan dan yang memberikan kepercayaan menyalurkan sedekahnya melalui #SedekahRombongan atas bantun yang diberikan melalui #SedekahRombongan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 6 Januari 2018
Kurir : @fathurrozaq82, @masdodo_1983, @slamet_seto

Zaki menderita syndrome nefrotik resisten steroid


NURJANNAH BINTI KHAMIM (23, Leukimia). Alamat : Ds. Blubuk Gg 13, RT. 02/ RW. 03, Kec. Dukuhan, Kab. Tegal, Jawa Tengah. Nurjannah merasakan sakit sejak Juni 2017 dan langsung menjalani rawat inap di RS Pasar Minggu selama 1 Minggu selama 1 pekan karena pembuluh darah pecah. Setelah menjalani rawat jalan di rumah Nurjannah kembali harus menjalani rawat inap di RS. Soesilo Tegal selama 10 hari dengan diagnosa Leukimia. Dokter menyarankan agar Nurjannah menjalani kemoterapi di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Suami Nurjannah, Hayu Sentanu bekerja sebagai seorang driver ojek online dan sekarang terpaksa tidak bekerja karena menemani sang istri menjemput kesembuhan. Santunan di berikan untuk membantu Nurjannah memenuhi kebutuhan selama berobat.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 01 Desember 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna, asti, salis

Nurjannah didiagnosa leukimia


MUSARIF BINTI TASIRAN (31, Kelainan Konstruksi Kaki Pasca Operasi). Alamat : Dk. Sekranding, Kel. Jeruksari, RT. 04/Rw. 01, Kec. Tirto. Kab. Pekalongan, Jawa Tengah. Bapak Mus mengalami kecelakanaan terseremper bus sepulang kerja bersama rekannya. Kecelakaan tersebut mengakibatkan pergelangan kaki Pak Mus putus. Oleh tim bedah RSUD Kraton menyarankan untuk disambungkan kembali karena usia beliau masih produktif dan ada harapan untuk dapat normal kembali. Selama 1 tahun lebih pasca operasi penyambungan kaki Pak Mus tidak dapat melakukan aktifitas apapun selain berbaring di tempat tidur. Sebagai seorang tulang punggung keluarga beliau sangat berharap dapat kembali pulih seperti sedia kala terlebih sang istri memustuskan bercerai karena masalah ekonomi. Hasil kontrol terakhir menunjukkan terjadi kelainan struktur kaki yang kecil dan tidak bisa menapak. Santunan di berikan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari Pak Mus dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 16 Desember 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna, hania, @nellasari

Pak Musarif menderita kelainan konstruksi kaki pasca operasi


ANNISA FEBRI NURJANNAH (5, Hydrocephalus). Alamat : Simbang Kulon Gang 2, RT. 02/ RW. 01, No. 15 Buaran, Pekalongan, Jawa Tengah. Pada awal tahun 2017 Annisa telah menjalani operasi pemasangan selang di RS Hasan Sadikin Bandung dan operasi bedah syaraf selama 3 bulan di RS Fatmawati Jakarta. Akan tetapi pihak keluarga tidak melakukan kontrol kembali karena permasalahan keluarga. Mei 2017 Annisa mengalami kejang dan sempat koma dan pihak keluarga berinisiatif membuat BPJS mandiri supaya dapat kontrol lagi. Saat ini keluarga memutuskan kembali ke pekalongan karena hambatan keuangan. Santunan di berikan untuk membantu memenuhi kebutuhan Annisa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Desember 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @naadiahusna

Annisa menderita hydrocephalus


SUMIRAH BINTI RASIJAN (57, Kanker Serviks). Alamat : Jeruksari, Rt.001/ Rw.007 Kec.Tirto, Kab.Pekalongan, Prov.Jawa Tengah. Sejak Juli 2017, ibu Sumirah merasakan nyeri dibagian perut sepulang dari kebun dan tidak lama setelah nyeri keluar darah seperti haid,Bu Sumirah merasakan hal tersebut tidak wajar karena baliau sudah menopause. Keluarga Bu Sumirah memeriksakan ke RSUD.Kraton Pekalongan. Dokter menyarankan untuk di kiret. Oktober 2017 Bu Sumirah merasakan nyeri satu minggu setelah melakukan kiret, dan terjadi pendarahan hebat. Setelah diperiksa dokter menyarankan untuk melakukan pengobatan ke RSUP.Dr.Karyadi karena keterbatasan alat medis di RSUD.Kraton. Keluarga Bu Sumirah pada kondisi yang semakin memprihatinkan dengan sakitnya beliau karena tidak dapat membantu memenuhi kebetuhan keluargasuami Bu Sumirah bekerja sebagai buruh serabutan. Bu Sumirah dan Keluarga memustuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi atas permintaan Bu Sumirah sendiri. Santunan di berikan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 29 November 2017
Kurir : @indrades @DiyahSumanti @naadiahusna

Bu Sumirah menderita kanker serviks


INDRI DWI SALFIA GUSTINA (21, Kanker Ovarium). Alamat :Tembok luwung RT 23/05 Adiwerna, Tegal, Jawa Tengah. Sejak tahun 2016 Indri sering merasakan nyeri perut saat hai hingga menganggu aktifitasnya. Indri dan keluarga menilai hal tersebut wajar dan normal sehigga tidak di lakukan tindakan medis. Dalam rentang waktu kurang lebih 6 bulan, mulai terlihat perut Indri yang semakin membesar. Pada 23 Mei 2017, Indri merasakan sakit perut yang luar biasa ketika haid, tetangga Indri menyarankan untuk berobat ke klinik bersalin untuk diperiksakan oleh dokter kandungan dan di USG. Saat di USG ternyata ada benjolan keras dalam rahim (kista ovarium) sebesar telur. Segeralah dokter menyarankan untuk rujuk ke RSUD Soesilo. Sesampainya disana, dokter kandungan menyarankan untuk operasi pengangkatan kista dan keluarga menyetujui. Akhirnya 24 Mei 2017 dilaksanakan operasi di RSUD Soesilo Slawi untuk pengambilan kista dalam rahim Indri. Setelah operasi, hasil dari laboratorium PA (patologi anatomi) kista yang diambil dari rahim Indri adalah jenis kista ganas, saat itu dokter menyarankan untuk dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk tindakan lebih lanjut. Indri dan keluarga merasakan kesulitan ketika harus menjalani pengobatan di Semarang karena masalah ekonomi, Indri sendiri bekerja sebagai buruh di pabrik Sosro dan Orang tuanya Bpk. Agus Salim (52) Sebagai buruh harian lepas dan Ibu Luthfiyah (50) sebagai Ibu rumah tangga sehingga pengahislan mereka hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 22 Desemmber 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Indri menderita kista ovarium


SRI MULYANI (3, Atresia Ani) Alamat Ds sigentong RT 002 RW 001, Kec. Warureja, Kab Tegal, Provinsi : Jawa Tengah. Dik Sri Mulyani lahir pada bulan maret tahun 2014, sejak lahir Dik Sri menderita Atresia Ani. Pada usia 7 hari sempat dioperasi pembuatan anus sementara di RSUD Soesilo, Slawi, Tegal. RSUD Soesilo, Slawi memberikan rujukan untuk operasi pembuatan anus permanen di RSUD Dr. Kariadi Semarang, orang tua Dik Sri Ibu Tarini (45) bekerja sebagai buruh serabutan dan Ayahnya Alm. Toto Mubarok telah berpulang terlebih dahulu ke Rahmatullah. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang di alami oleh Ibu Tarini dan sepakat meberi dampingan kepada Dik Sri. Saat ini Dik sri sedang menunggu antrian operasi pembuatan anus permanen di RSUD Dr. Kariadi Semarang. Santunan di berikan untuk membantu biaya akomodasi selama pengobatan. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1098.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 29 Desember 2017
Kurir : @Indrades @naadiahusna

Dik Sri menderita atresia ani


RAKA AJI WIBAWA (2, Jantung Bocor ). Alamat : Dusun Delok, RT 2/7, Desa Gesing, Kec. Kandangan, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Raka adalah anak pertama yang terlahir dari pasangan Bapak Waluyo (34, Buruh Tani) dan Ibu Romiyati (23, Ibu rumah tangga). Raka lahir setelah 8 bulan dikandungan dan lahir di RSUD Temanggung. Setelah lahir Dokter yang menangani ada hal yang tidak lazim, itu diketahui setelah badannya terlihat kehitam hitaman dan dengan nafas yang tidak teratur, Dokter segera memberikan pertolongan dengan menggunakan Oksigen, Dokter segera melakukan pemeriksaan secara intensif dan diketahui hasilnya ada kelainan di jantungnya yang di diagnose mengalami jantung bocor. Kedua orang tuanya mendengar hal tersebut merasa kaget dan khawatir sehingga diputuskan selama hampir 3 bulan dirawat di RSUD Temanggung. Dokter pun menyarankan untuk membawa ke RS yang mempunyai peralatan yang lebih lengkap. Akhirnya dengan di bantu kurir Sedekah Rombongan Raka bisa menjalani perawatan di RS Kariadi semarang dan menjadi pasien dampingan di RSSR Semarang. Saat ini Raka masih harus menjalani kontrol rutin dan mengkonsumsi makanan dan susu agar kondisi dan berat badanya segera naik. Alhamdulillah Sedekah Rombongan kembali memberikan santunan dari para sedekahholics yang digunakan untuk membeli susu untuk membantu pertumbuhan badannya .ini merupakan santuan kedua dan santunan pertama diberikan dan masuk di Rombongan 1045. Keluarga mengucapkan terimakasih kepada Sedekah Rombongan yang telah membantunya, semoga Raka segera sembuh dan bisa melanjutkan cita citanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Desember 2017
Kurir : @naadiahusna@indrades

Raka mengalami jantung bocor


MUCHAMMAD DWI ANUGRAH (5, Pembengkakan Pembuluh Darah + Patah Tulang). Alamat : Desa Proyonanggan, RT 05/05, Kec. Batang, Kab. Batang, Prov. Jawa Tengah. Dik Anugrah atau sering dipanggil Dik Nunug. Awalnya pada tahun 2014, Dik Nunug mengeluh gatal pada kaki kirinya, orang tuanya mengira bahwa gatalnya hanya karena alergi biasa. Semakin lama gatalnya semakin melebar dan kaki kirinya semakin bengkak. Saat diperiksakan ke RSUD Batang, dokter mendiagnosa Dik Nunug menderita penyakit tulang rapuh dan permbengkakan pembuluh darah atau Hemangioma sehingga harus dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pada bulan Januari 2016, Dik Nunug jatuh setelah didorong temannya saat bermain, sehingga harus dilarikan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dokter hanya memasang gips pada kaki kiri Dik Nunug dan belum berani mengambil tindakan operasi karena Dik Nunug harus menjalani operasi besar, sehingga harus menunggu kondisi tulangnya membaik. Pada bulan Juli 2016, Dik Nunug kembali jatuh dan saat dicek di RSUP Dr. Kariadi ternyata ada tulang yang lepas, sehingga harus segera dioperasi. Ayah Dik Nunug, Pak Sukirno (39) yang hanya bekerja sebagai buruh batu berpenghasilan pas-pasan dan ibunya, Bu Wahyuni (36) yang tidak bekerja ternyata tidak cukup untuk membawa Dik Nunug bolak-balik Semarang-Batang. Meskipun biaya pengobatan telah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Pada akhir Juli 2016 Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Dik Nunug, yang selanjutnya Dik Nunug menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pada tanggal 21 Februari 2017, Dik Nunug menjalani operasi pelepasan pen dan pengambilan cairan yang berada di kaki. Sampai saat ini hasil operasi bagus dan kaki Dik Nunug tidak bengkak lagi. Santunan dari #sedekaholics ditujukan untuk Dik Nunug dan keluarga untuk biaya akomodasi saat pengobatan di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1098.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Desember 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Nunug menderita penyakit tulang rapuh dan permbengkakan pembuluh darah


ALIMIN BIN SURIP (31, Depresi). Alamat : Ds. Pasir Kraton Kramat, Kec. Pekalongan Barat, Pekalongan, Jawa Tengah. Kondisi tekanan ekonomi membuat kakek Alimin terkena depresi. Tak berhenti sampai beliau saja kondisi ini ikut berdampak pada kedua putra beliau yang juga mengalai depresi. Harapn berada di tangan putra kedua beliau, sayangnya putra keduanya pun mengalami putus sekolah sehingga mengalami kesulitan berkomunikasi ketika melakukan suatu pekerjaan sehingga berakibat di pecat dari pekerjaanya. Bu Wastiah sebagai istri sekaligus ibu dari anak-anaknya tidak dapat berbuat banyak. Ia sakit-sakitan sehingga tidak dapat bekerja dengan maksimal. Pengahsilan beliau dari butuh batik serabutan tidak mampu menutup kebutuhan sehari-hari, Para tetangga sering memberikan bantuan untuk keluarga ini. Santunan di berikan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga kakek Alimin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 19 Desember 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna, hania, @nellasari

Pak Alimin terkena depresi


RSSR SEMARANG (Operasional Bulan Desember). Alamat : Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jl. Kedungjati No.4 RT 01/ RW 07, Randusari, (Kompleks PJKA) Semarang Selatan, Jawa Tenga. RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Laporan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan Desember 2017 berupa perlengkapan pasien dan kebutuhan operasional pasien seperti Sembako, perlengkapan Obat-obatan, perlengkapan sehari-hari, dll. Laporan keuangan operasional RSSR ini sebelumya masuk di rombongan .

Jumlah Bantuan : Rp 6.757.575
Tanggal : 30 Desember 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Desember


RSSR SEMARANG (Operasional Bulan November). Alamat : Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jl. Kedungjati No.4 RT 01 RW 07, Randusari, (Kompleks PJKA) Semarang Selatan, Jawa Tengah. (50244). RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Laporan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sarana prasarana pasien selama bulan November 2017 berupa perlengkapa pasien dan kebutuhan operasional pasien dan staff seperti Biaya Listrik, PDAM, Internet, dll. Laporan keuangan operasional RSSR ini sebelumya masuk di rombongan 1101.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.691.000,-
Tanggal : 30 Desember 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan November


MTSR SEMARANG (AA 8683 TB, Biaya Operasional Bulan Desember). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim Sedekah Rombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura Jawa Tengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim Sedekah Rombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan Sedekah Rombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Desember 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 1101.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.865.000
Tanggal : 30 Desember 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Desember


MTSR SEMARANG (H 8690 QF, Biaya Operasional Bulan Desember). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk service mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Desember 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 1101.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.200.000,-
Tanggal : 30 Desember 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Desember


MTSR SEMARANG (G 9221 GC, Biaya Operasional Bulan Desember). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim Sedekah Rombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura Jawa Tengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim Sedekah Rombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan Sedekah Rombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Desember 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 1101.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.630.063
Tanggal : 30 Desember 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Desember


RUSMINI BINTI SURADI (57, Kanker Serviks). Alamat : Desa Pasucen RT:2 RW:1, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Bu Rusmini sering mengeluh sakit pada perut bagian bawah selama 3 bulan, tapi tidak terlalu menghiraukannya karena dianggap hanya sakit biasa dan masih bisa dipakai untuk bekerja. Bu Rusmini sempat di rawat di RS Fastabiq Pati dan sempat menjalani operasi kuret, kemudian setelah kondisi membaik disarankan untuk dirujuk ke RS Kariadi. Menurut hasil observasi dokter cancer sudah pada stadium 3. Suami Bu Rusmin, Bapak Kuminto sebelumnya bekerja sebagai buruh tebu, saat ini beliau sudah tidak bekerja karena terjatuh dari atas truk ketika sedang bekerja yang menyebabkan syaraf tulang belakangnya terjepit dan kebengkokan pada tulang belakangnya. Putra kedua Bu Rusmini bekerja sebagai buruh harian lepas di pabrik kacang terpaksa harus menjadi tulang punggung keluarga karena putra pertamanya telah menikah. Santunan di berikan untuk membantu biaya akomodasi Bu Rusmini selama menjalani program pengobtaan di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 826.000,-
Tanggal : 29 Desember 2017
Kurir : @naadiahusna@indrades

Bu Rusmini menderita kanker serviks


HAFIZ ALFATIAH PRATAMA ( 3, Jantung Bocor). Alamat : Cekelan RT 2/4,Kel. Madureso, Kec. Temanggung , Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Hafiz adlah anak pertama yang terlahir dari pasangan Alpius Suryo ( 28, buruh serabutan) dan Septiani Hidayati (24, Guru Honorer). Derita Hafiz sudah diketahui sejak bayi berusia 9 hari. Saat itu kejang kejang disertai dengan demam tinggi dan tubuhnya tampak kebiruan. Orang tuanya segera membawake Puskesmas setempat dan diberikan rujukan ke RS PKU Muhammadiyah Temanggung. Namun Dokter yang telah memeriksanya menyarankan untuk segera dibawa ke RS yang lebih lengkap dan dirujuk ke RS Moewardi Solo. Dokter yang menanganinya mengatakan jika Hafiz mengalami Jantung bocor dan harus dipasang alat katerisasi. Mengingat usia yang masih kecil maka disarankan setelah usia 3 tahun untuk dilakukan pemasangan alat itu. Namun, saat usia Hafiz sekarang ternyata kondisi ekonomi Ibunya juga tidak baik dan Ayahnya pergi sampai saat ini belum kembali. Keluarga hanya bisa pasrah atas keadaan ini.Saat ini Hafiz menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan akhir Desember 2017 sudah di damping ke RS Muwardi Solo. Pemeriksaan dilakukan sekali namun Dokter memberikan rujukan ke RSCM Jakarta. Rencananya jika tidak ada halangan bulan januari 2018 ini Hafiz akan dibawa ke RSCM Jakarta mengingat kondisinya yang makin menurun. Alhamdulillah Hari Rabu 24 Januari 2018 berangakat dari Terminal Bus Temanggung menuju RSSR Jakarta. Hafiz Kini menjadi pasien dampingan RSSR Jakarta dan sudah melakukan kontrol di RSCM. Alhamdulillah Sedekah Rombongan bisa memberikan bantuan lagi untuk biaya kos dan transportasi mengingat RSSR Jakarta penuh selama menjalani perawatan di RSCM Jakarta. Ini merupakan bantuan yang ketiga kalinya sementara bantuan yang kedua tergabung dalam rombongan 1104 .Keluarga mengucapkan terimakasih kepada Sedekahholics dan Sedekah Rombongan yang telah membantunya serta mohon doa restunya supaya Hafiz segera sembuh dan segera pulang ke rumahnya dalam kondisi yang lebih baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 23 Januari 2018
Kurir : @Fathurrozaq82, Swastiko

Hafiz mengalami jantung bocor


ROSNI BINTI SUDIN (85, Diabetes). Alamat : Jalan Juanda Dalam, RT 2/4, Kelurahan Flombayan Baru, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Mak Ros begitu biasa dipanggil, ia udah 2 tahun mengalami diabetes basah dan luka di kakinya tidak pernah kering. Awalnya oleh Mak Ros dibiarkan saja, tapi lama – kelamaan semakin melebar lukanya, bernanah dan mengeluarkan bau busuk. Mak Ros tidak mendapatkan JKN – KIS PBI walau sudah pernah mengajukannya ke RT dan kelurahan. Dalam usia tuanya, Mak Ros tinggal di bedeng kontrakan dan dirawat oleh anak laki – laki dan menantunya. Luka Mak Ros semakin lama semakin membusuk sehingga anak laki – lakinya membuatkan JKN – KIS mandiri kelas III untuk Ibunya. Kondisi ekonomi anak Mak Ros jauh dari cukup, sehari – harinya ia berjual sepatu. Anak Mak Ros setiap minggu membawa ibunya ke rumah sakit dengan menggendongnya karena Mak Ros sudah tidak bisa berjalan dan tidak ada kursi roda. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan Allah dengan Mak Rosni, anak dan menantunya. Mak Rosni dan anaknya mengucapkan terimakasih atas titipan dari Sedekaholics untuk transportasi berobat setiap minggu, membeli pampers dan membayar iuran JKN – KIS. Semoga Mak Rosni tetap dikuatkan Allah dalam menjemput kesembuhannya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp500.000,-
Tanggal : 9 Januari 2018
Kurir : @arfanesia @eldaritarosman @ririn_restu

Mak Ros mengalami diabetes basah


BANJIR BANDANG KABUPATEN LOMBOK TIMUR (Bantuan Korban Bencana). Alamat : Desa Mendana Raya dan Desa Senyiur, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Banjir bandang menerjang Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Banjir bandang tersebut terjadi akibat hujan deras yang membuat Bendungan Pandandure meluap. Selain itu, buruknya drainase dan kerusakan ekosistem sungai menambah faktor pemicu banjir bandang. Banjir bandang menerjang 15 desa di 4 kecamatan di Kabupaten Lombok Timur. Pasca banjir bantuan datang silih berganti, namun masih saja ada wilayah yang belum terjangkau bantuan dan luput dari perhatian yaitu di Kecamatan Keruak tepatnya di Desa Mendana Raya dan Desa Senyiur. Hal ini disebabkan karena akses menuju desa tersebut sangat sulit, akibat putusnya jembatan. Jarak dari Kecamatan Keruak ke Desa Senyiur sekitar 4 km, namun medan yang dilalui sangat sulit. Jumlah Warga yang terdampak di desa tersebut adalah :

1. Dusun Bintang Oros

9 KK (39 orang), terdiri dari :
Laki – laki : 17 orang
Perempuan : 22 orang

2. Dusun Jangkrung

4 KK (14 orang), terdiri dari :
Laki – laki : 7 orang
Perempuan : 7 orang

3. Dusun Bengken

11 KK (42 orang), terdiri dari :
Laki – laki : 20 orang
Perempuan : 22 orang

4. Dusun Dasan Baru

13 KK (45 orang), terdiri dari :
Laki – laki : 20 orang
Perempuan : 25 orang

5. Dusun Monjet

5 KK (18 orang), terdiri dari :
Laki – laki : 9 orang
Perempuan : 9 orang

6. Dusun Penendem

99 KK (365 orang), terdiri dari :
Laki – laki : 180 orang
Perempuan : 185 orang

TOTAL : 141 KK

Jumlah rumah rusak dari 6 dusun :

– Rusak ringan : 3 unit
– Rusak sedang : 43 unit
– Rusak berat : 26 unit
– Rusak Total : 12 unit

Jumlah anak sekolah yang memerlukan perelngkapan sekolah :
1. TK terdiri dari L : 11 orang, P : 13 orang,
2. SD terdiri dari L : 33 orang, P : 21 orang
3. SMP terdiri dari L : 20, P : 11 orang
4. SMA terdiri dari L : 14 orang, P : 6 orang

Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat memberikan bantuan langsung pada 141 KK yang ada di dua desa yaitu Desa Mendana Raya dan Desa Senyiur, dengan menyerahkan bahan sembako, sarung, selimut, minyak kayu putih, minyak telon, buku tulis, pulpen dan pampers. Antusias masyarakat dan ucapan terima kasih tak terhingga atas bantuan dari Sedekah Rombongan disampaikan masyarakat kedua desa tersebut. Semoga bantuan tersebut dapat meringankan penderitaan masyarakat korban banjir bandang, amin.

Jumlah Bantuan : Rp.10.000.000,-
Tanggal : 26 November 2017
Kurir : @arfanesia Saiful Rinjanah Panca Untung Agan

Bantuan korban bencana


ROSNI BINTI SUDIN (85, Diabetes). Alamat : Jalan Juanda Dalam, RT 2/4, Kelurahan Flombayan Baru, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Mak Ros begitu biasa dipanggil, ia udah 2 tahun mengalami diabetes basah dan luka di kakinya tidak pernah kering. Awalnya oleh Mak Ros dibiarkan saja, tapi lama – kelamaan semakin melebar lukanya, bernanah dan mengeluarkan bau busuk. Mak Ros tidak mendapatkan JKN – KIS PBI walau sudah pernah mengajukannya ke RT dan kelurahan. Dalam usia tuanya, Mak Ros tinggal di bedeng kontrakan dan dirawat oleh anak laki – laki dan menantunya. Luka Mak Ros semakin lama semakin membusuk sehingga anak laki – lakinya membuatkan JKN – KIS mandiri kelas III untuk Ibunya. Kondisi ekonomi anak Mak Ros jauh dari cukup, sehari – harinya ia berjual sepatu. Anak Mak Ros setiap minggu membawa ibunya ke rumah sakit dengan menggendongnya karena Mak Ros sudah tidak bisa berjalan dan tidak ada kursi roda. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan kembali dipertemukan Allah dengan Mak Rosni, anak dan menantunya. Setelah sebelumnya menyampaikan bantuan untuk kebutuhan pengobatan Mak Rosni, Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk pembelian kursi roda. Semoga dengan adanya kursi roda tersebut Mak Rosni semakin semangat meneruskan ikhtiar pengobatannya, dan dapat memudahkan aktivitas sehari – hari dan juga pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp 870.000,-
Tanggal : 21 Januari 2018
Kurir : @arfanesia @eldaritarosman @ririn_restu

Mak Ros mengalami diabetes basah


JOKO SUSILO (44, Stroke). Alamat : Jalan Bunda Raya No. 7, Wisma Warta, Kelurahan Ulak Karang, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Pak Joko biassa dipanggil. Ayah dari 4 orang anak ini sebelumnya adalah seorang terapis pengobatan alternatif bagi pasien yang terkena stroke. Pada Juli 2017, Pak Joko tiba – tiba mendapat serangan stroke yang langsung menyerang bagian tubuh sebelah kanannya hingga tidak bisa digerakkan. Pak Joko segera dibawa ke RS M. Jamil Padang dan diopname sekitar 1 bulan, namun kesembuhan belum kunjung datang. Pak Joko akhirnya dibawa pulang ke rumahnya. Ujian hidup Pak Joko bertambah karena setelah kepulangannya dari rumah sakit, istrinya tidak mau menerimanya di rumah. Sikap penolakan ini sebelumnya telah ditunjukkan oleh istrinya, karena ia tidak pernah mendampingi bahkan membesuk Pak Joko. Atas bantuan warga setempat Pak Joko dicarikan kos. Keluarga pasien – pasien stroke yang pernah berobat ke Pak Joko juga ikut membantunya. Pak Joko mendapat bantuan makan dan minum dari warga setempat dan keluarga pasien stroke yang pernah berobat padanya. JKN – KIS Pak Joko pun dalam proses pembuatan dibantu oleh warga. Pak Joko masih harus berobat rutin dan menjalani fisioterapi secara teratur ke rumah sakit. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan Allah dengan Pak Joko. Tangisan haru tak bisa ditahan Pak Joko saat titipan langit dari Sedekaholics disampaikan padanya yang akan digunakan untuk bantuan biaya kontrol ke rumah sakit. Semoga Pak Joko tetap dikuatkan Allah dalam menjemput ikhtiar untuk kesembuhannya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 21 Januari 2018
Kurir : @arfanesia @eldaritarosman @ririn_restu

Pak Joko terkena stroke


LALU KUSUMA WARDANA (13, Kelainan Tulang Belakang). Alamat : Dusun Cahaya, Desa Pelimpaan RT 12/6, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Putra pasangan Lalu Moh. Zaini dan Padilah ini kini menetap dengan kakek neneknya. Ibu Lalu Kusuma sudah meninggal dunia, sedangkan ayahnya telah keluar rumah sejak tahun 2009 dan tak kunjung kembali. Sakit yang diderita Lalu Kusuma ini terjadi sejak usianya 8 tahun setelah ia jatuh dari sepeda. Sejak itu terasa sakit di tulang belakang dan setelah lama Lalu Kusuma baru menjalani pemeriksaan ke rumah sakit. Lalu Kusuma melakukan rontgen pertama pada tanggal 30 Januari 2013 dan tanggal 24 Mei 2013 melakukan rontgen kedua, tetapi tidak ada tindak lanjut setelah pemeriksaan dilakukan, karena pihak keluarga terkendala dengan biaya serta jarak yang jauh untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Sejak itu, Lalu Kusuma tidak lagi bersekolah. Lalu Kusuma Hanya berbaring saja di tempat tidur, berjalan pun masih sangat susah dan sekitar 1 tahun belakangan ini kondisinya memburuk sehingga tulang punggungnya melengkung, serta tulang belakang dan kaki tidak bisa lurus seperti kondisi normal. Pada saat berpindah tempat untuk buang air kecil Lalu Kusuma hanya menggunakan lengan kirinya sebgai penopang, namun lama – kelamaan lengannya mengalami bengkak. Selain itu, di bagian belakang tubuhnya ada 2 luka yang berlubang mengeluarkan cairan berwarna kuning. Lalu Kusuma sempat hanya mengonsumsi obat herbal dan obat dari mantri yang ada di desanya. Kendala pengobatan yang dihadapi adalah Lalu Kusuma belum memiliki JKN – KIS, jarak yang jauh ke rumah sakit untuk pengobatan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sedangkan untuk kebutuhan sehari – hari saja sangat sulit. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk pembuatan JKN – KIS, Biaya transportasi berobat dan kebutuhan sehari – hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 24 Januari 2018
Surveyor :@arfanesia @ahmadtaqiyudin5 Ferry @ririn_restu

Lalu menderita kelainan tulang belakang


DESMIWATI BINTI M. ZEIN (43, TB Paru). Alamat : Jalan Juanda No. 48, RT 1/4, Kelurahan Flamboyan Baru, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Ibu Desmi adalah seorang janda dengan 1 anak, suaminya telah lama menikah lagi. Sudah sekitar 20 tahun lamanya Ibu Desmi sering mengalami sesak napas. Sebelumnya Ibu Desmi pernah bekerja sebagai tukang potong rambut di salon. Karena sesak napasnya sering kambuh dan kondisinya semakin memburuk, Ibu Desmi tidak bisa lagi bekerja. Biaya hidup sehari-hari dan sekolah anak, berusaha Ibu Desmi penuhi dari berjualan kue keliling dengan sepedanya. Tak jarang ia tak mampu berjualan karena napasnya semakin sesak, disertai batuk dan berat badannya semakin menurun. Akhirnya Ibu Desmi tidak dapat berjualan lagi. Ketiadaan biaya dan tidak adanya jaminan kesehatan apapun membuat Ibu Desmi tidak pernah memeriksakan kesehatannya ke rumah sakit. Pada November 2017, Alhamdulillah Ibu Desmi mendapatkan JKN – KIS dari kelurahan, sehingga ia langsung berobat ke RSUD Sungai Sapiah. Dari hasil serangkaian pemeriksaaan, Ibu Desmi didiagnosis mengalami TB Paru. Ibu Desmi harus rutin minum obat selama 6 bulan tidak boleh putus, ia pun harus rawat jalan setiap 2 minggu. Ibu Desmi tidak bisa selalu menjalani rawat jalan karena tidak ada ongkos, untuk makan minum sehari-hari saja ia dibantu oleh kakak perempuannya yang juga dari keluarga prasejahtera dengan 3 anak dan suami yang bekerja sebagai nelayan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan Allah dengan Ibu Desmi. “Alhamdulillah, terimakasih telah membantu saya untuk bisa berobat lagi”, ucap Ibu Desmi disertai isak tangis ketika kurir Sedekah Rombongan menyerahkan santunan dari Sedekaholics untuk biaya transportasi berobat dan pembelian vitamin untuk menambah berat badannya. Semoga Ibu Desmi akan lebih semangat lagi berusaha untuk sehat, amin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 21 Januari 2018
Kurir : @arfanesia @eldaritarosman @ririn_restu

Ibu Desmi didiagnosis mengalami TB Paru

MUHAMMAD ABDUL ROHMAN (1, Cacat Sejah Lahir). Alamat: Dukuh Gading Rejo, Desa Gading Rejo, Kec. Juwana, Kab. Pati, Prov.Jawa Tengah. Pada bulan Februari 2017 ibu Suwarni (37) melahirkan bayi laki-laki dengan selamat, wajah yang lucu dan polosnya. Namun betapa kaget Bu Suwarni saat itu begitupun dengan sang suami Sutiyo Atmono (39) sangat kaget melihat bayinya, karena keadaanya kaki kanannya yang tidak bertulang (buntung) dan kaki kiri yang hanya ada satu jari dan bengkok, tak ada firasat akan melahirkan buah hati yang cacat sebelumnya, karena sang ibu pun hamil dengan keadaan sehat. Namun ketika hamil muda pernah mengalami kecelakaan bersama anaknya yang dewasa Moh. Syaiful Amri (17) mengalami patah tulang pasa kedua tangan dan kakinya sehingga harus di Pasang pen, sedangkan sang ibu koma selama 2 minggu lamanya dan mendapat asupan obat labih dalam komanya. Keadaan sang anak membuat sedih dan bingung harus berbuat apa dengan keadaan yang dialami. Sang Sutiyo Atmono (39) bekerja sebagai kuli bangunan dan ibunya Suwarni (37) Ibu rumah tangga, Dek Rohman memiliki kakak Moh. Syaiful Amri (17) yang seusia anak SMA namun sudah tidak melanjutkan pendidikan dan lebih memilih untuk bekerja. Sedekah Rombongan Mendatangi keluarga dek Rohman, lalu membawa dek rohman untuk periksa di dokter spesialis ortopedi, sang dokter menyarankan untuk membawa dek rohman ke Solo agar kaki kecilnya bisa diluruskan. Para kurir Sedekah Rombongan mengantarkan dek rohman ke RSSR Solo untuk berobat dan memasang kan gips untuk kaki nya. Diharapkan supaya kaki kanannya bisa lurus dan nantinya bisa digunakan berjalan sebagai mana layaknya. Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk akomodasi pengobtan selama di solo. Semoga dek rohman mendapat pengobatan terbaik. Aamiin… sebelumnya telah terbantu pada ROM 1028.

Jumlah Bantuan :Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Mei  2017
Kurir : @robbbyadiarta ImamTeguh @JeanseaMaurer Rukamto @akuokawai

Abdul cacat sejak lahir

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 PONIYATI BINTI KAMADI 500,000
2 MUJIYEM BINTI KARDIYONO 500,000
3 SRI SUYATMI 500,000
4 BRIYAN ANANTA PUTRA 1,000,000
5 RAHMANI PRATIWI 2,000,000
6 AS’ADI KH BIN MUH HILAL 1,000,000
7 YENI NURVITA SUPRATIWI 10,000,000
8 YULI HIDAYATI 555,000
9 MELI SOFIATUN 570,088
10 ALFAN TAUFIQU 1,000,000
11 SLAMET GENDARI 500,000
12 MUHAMAD WILDAN AFANI 1,000,000
13 SUMIRAH BINTI RASIJAN 1,000,000
14 REKI PRIANTO 3,535,000
15 MUHAMMAD ASYARI 500,000
16 TARONO BIN CARIDI 1,138,864
17 RASMINI BINTI WISAD 855,000
18 KHANATUN INDRIYANA 500,000
19 SRI WIDIYAWATI 500,000
20 MASRIPAH BINTI WASMUN 1,000,000
21 OSSY MARDHIANTI 500,000
22 KHAIRUNNISSAK BINTI ADJIRIN 742,000
23 MUHAMMAD NUR RIZKY 500,000
24 SUMIATI BINTI DARUN 500,000
25 UNTUNG SAHARA 500,000
26 MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO 500,000
27 TASEMI BINTI RASIYO 1,000,000
28 SUMARMO BIN SUKARDI 850,000
29 KRISTIANA BINTI ARIF YANMAH 1,200,000
30 MOHAMMAD SYAIFUL AMRI 500,000
31 MUSLIKAH BINTI DALJONO 500,000
32 AHMAD SHOLEH 1,075,563
33 MUHAMMAD ABDUL ROHMAN 1,000,000
34 FERY SETIAWAN 500,000
35 NGADIO BIN ABU 550,000
36 AMINAH BINTI KARTONGADI 500,000
37 SUPRIHANTO BIN KARSO 500,000
38 SULASTRI BINTI KASBAN 500,000
39 MTSR PANTURA TIMUR II 4,314,000
40 MUKMININ bin SAMANDURI 1,500,000
41 SLAMET SUNARYO 1,500,000
42 SITI SA’ADAH 1,500,000
43 ZAKI ARDIAN PRASETYO 1,000,000
44 NURJANNAH BINTI KHAMIM 1,000,000
45 MUSARIF BINTI TASIRAN 1,000,000
46 ANNISA FEBRI NURJANNAH 1,000,000
47 SUMIRAH BINTI RASIJAN 500,000
48 INDRI DWI SALFIA GUSTINA 500,000
49 SRI MULYANI 500,000
50 RAKA AJI WIBAWA 500,000
51 MUCHAMMAD DWI ANUGRAH 500,000
52 ALIMIN BIN SURIP 1,000,000
53 RSSR SEMARANG 6,757,575
54 RSSR SEMARANG 1,691,000
55 MTSR SEMARANG 4,865,000
56 MTSR SEMARANG 2,200,000
57 MTSR SEMARANG 5,630,063
58 RUSMINI BINTI SURADI 826,000
59 HAFIZ ALFATIAH PRATAMA 1,500,000
60 ROSNI BINTI SUDIN 500,000
61 BANJIR BANDANG KABUPATEN LOMBOK TIMUR 10,000,000
62 ROSNI BINTI SUDIN 870,000
63 JOKO SUSILO 1,000,000
64 LALU KUSUMA WARDANA 1,500,000
65 DESMIWATI BINTI M. ZEIN 1,000,000
66 MUHAMMAD ABDUL ROHMAN 500,000
Total 95,225,153

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 95,225,153,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1106 ROMBONGAN

Rp. 59,303,806,299,-