Rombongan 1105

Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api
Posted by on January 30, 2018

PAGI SAKDULLAH (1. Keloid Luka bakar Air Panas). Alamat: Dusun Sorogaren RT 11 RW 05, Desa Sojopuro, Kecamatan Mojotengah, Kab Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Panggilanya Pagi, mungkin kebetulan dengan kejadian yang menimpanya dipagi hari. Pagi itu, Pagi Sakdullah sedang digendong neneknya yang sedang memasak sayur untuk sarapan pagi keluarganya. Ibu Pagi sedang menjemur pakaian di depan rumah. Sehabis menuangkan air panas yg sudah mendidih kedalam termos, tiba-tiba nenek Pagi berlari ke ruang tamu untuk menaruh Pagi, karena sayur yang dimasak nenek bau gosong. Setelah menaruh Pagi, nenek bergegas kedapur untuk mematikan kompor dan mengangkat sayur yang gosong. Tanpa disadari Pagi merangkak menuju dapur dan kebetulan meraih termos yg baru saja dituang air panas oleh nenek. Termos terbalik dan tutupnya lepas, jadilah air panas dalam termos menyiram sekujur tubuh Pagi. Pagi nenjerit kesakitan. Mendengar anaknya menangis, ibu Pagi Hidayah (26) langsung berlari menghampiri Pagi. Betapa terkejutnya Hidayah melihat anaknya seolah berenang di air panas. Tanpa pikir panjang, Pagi diangkat dan di bawa kamar mandi kemudian di masukan kedalam bak mandi berulang-ulang supaya dingin. Karena saking paniknya dan tidak ada pengetahuan, tindakan itu dilakukan secara spontan demi menyelamatkan anaknya. Tapi apa yang terjadi malah sebaliknya, tindakan Hidayah menyebakan kulit halus Pagi menempel semua dibaju ketika baju Pagi dilepas. Kulit Pagi yg terkena air panas tidak melepuh, tapi mengelupas menempel dibaju semua sehingga bagian perut pagi sangat mengerikan. Saat itu juga Pagi Sakdullah langsung di larikan ke RSUD Wonosobo, Jawa Tengah untuk di lakukan perawatan.Selama 1 minggu di rawat, Pagi Sakdullah diperbolehkan pulang dengan sarat harus ganti perban tiap hari di Puskesmas/Bidan terdekat selama 6 bulan.Baru berjalan 2 bulan, bekas luka sudah muncul keloid/daging tumbuh dan jari-jari kedua tanganya menempel pada telapak tangan dan tidak bisa dibuka. Pagi Sakdullah di periksakan lagi ke RSUD Wonosobo, dan saran dokter agar Pagi Sakdullah di rujuk ke RSUP Kariadi Semarang supaya mendapatkan pelayanan yg lebih intensif dg peralatan yg lebih lengkap. Hidayah merasa berat untuk membiayai perawatan Pagi, karena suminya sudah pergi sejak Pagi lahir. Hidayah hanya seorang ibu rumah tangga tanpa ada penghasilan. Hidayah dan Pagi Sakdullah tinggal bersama orang tua Hidayah di kampung. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim dan memerikan santunan untuk keluarga Pagi Sakdullah yang digunakan untk biaya transportasi ke RS kariadi Semarang.Hidayah sangat berterima kasih kepada sedekaholick yang sudah memberikan bantuanya melalui Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini bermafaat dan Pagi bisa segera sembuh

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 6 Januari 2018
Kurir :@fathurrozaq82, Swastiko, Tri.P

Pagi mengalami keloid luka bakar air panas


NIA ALMIRA, (3, Tersiram Air Panas). Alamat : Kalibeber RT 1/13, Kelurahan Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Nia Almira biasa mandi sore dengan air hangat, karena memang kondisi di wilayah tersebut berhawa dingin sehingga anak-anak belum berani mandi air dingin.Sore itu Nia mau dimandikan oleh ibunya, niatnya air panas yg sudah dituang dalam baskom mau di tambah dengan air dingin supaya jadi hangat dan biasa untuk mandi Nia.Naas tidak dapat di cegah, Ibu Nia Almira, Solikhati (30) lupa menambahkan air dingin kedalam baskom ketika dia keluar kamar mandi untuk mengambil handuk.Saat itu Nia masuk ke kamar mandi bermaksud menyusul Ibunya, tiba-tiba Almira terpeleset dan masuk kedalam baskom yang berisi air panas.Pantat dan tangan sebelah kanan Nia yang paling parah terkena Air panas tersebat.Almira menangis karena kepanasan.Mendengar tangisan anaknya, Solikhati langsung bergegas menghampiri anaknya dan terkejut ketika melihat anaknya masuk dalam baskom berisi air panas. Tanpa pikir panjang, Solekhati melarikan anaknya ke RSUD Wonosobo agar bisa segera ditangani dokter, tanpa berpikir bagaimana nanti membayar biayanya. Solikhati baru sadar kalo dia dan keluarganya tidak punya Jaminan kesehatan BPJS maupun Jamkesmas. Barulah dia mulai bingung karena dokter yang menangani Nia menyarankan agar Nia dioperasi dengan biaya sekitar Rp.10.000.000,-.Solikhati menyuruh suaminya, Saefan Umar (33) untuk membuat persaratan Jamkesda agar mendapat keringanan dari pemerintah.Bantuan dari Jamkesda untuk tindakan operatif hanya sebesar Rp.5.000.000, sehingga masih ada kekurangan Rp 5.000.000,-. Beruntung keluarga tersebut mendapat bantuan dari tetangga serta pinjaman dari sodaranya sehingga Almira bisa pulang setelah selesai administrasi di RSUD Wonosobo. Saefan Umar sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan tidak menentu, sementara Solikhati istri Saefan Umar hanya seorang ibu rumah tangga. Mereka menempati rumah kontrakan yang sangat sederhana. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim dan memerikan santunan untuk keluarga Nia.yang digunakan untuk biaya melunasi hutang dan biaya control ke RSUD Wonosobo. Keluarga sangat terharu dan berterima kasih kepada Sedekah Rombongan yang sudah peduli terhadap keluarganya. Mereka berdoa agar para dermawan selalu mendapatkan limpahan rizqi yang berkah untuk membantu orang yang membutuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 06 Januari 2018
Kurir @fathurrozaq82, Swastiko, Tri.P

Nia menderita luka bakar


AHMAD MAULANA RISQI (1 ,HYDROSEPHALUS.) Alamat: Kampung Mekarsari RT 1/ 13, Kelurahan Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Ahmad Maulana Risqi biasa di panggil Maulana adalah anak ke dua dari pasangan Ahmad Rifai (31) dan Bingah (30). Maulana, begitulah orang tuanya biasa memanggil, di lahirkan dengan kondisi normal dibantu Bidan terdekat.Walau demikian, ada yang aneh menurut bidan yang membantu proses kelahiranya. Bidan menyarankan agar Maulana di periksakan ke Dokter Spesialis Anak agar mendapat pemeriksaan yg lebih maksimal, karena ada sedikit yang lain pada kepalanya. Ternyata benar,hasil pemeriksaan dokter spesialis anak menyatakan bahwa Maulana mengalami gejala Hydrosephalus/Pembesaran kepala karena kelebihan cairan. Orang tua Maulana tidak segera membawa anaknya ke Rumah Sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut dikarenakan takut dengan biayanya yang tinggi. Baru setelah Maulana berusia 40 hari, kedua orang tua Maulana khawatir karena kondisi kepala anaknya mulai kelihatan membesar. Melihat kondisi anaknya yang seperti itu, orang tua Maulana memberanikan diri mendaftarkan keluarganya ke BPJS agar mendapat Jaminan Kesehatan terutama untuk anaknya yang sakit. Setelah mendaftar BPJS Mandiri kelas 3, orang tua Maulana segera membawa anaknya ke RS PKU Wonosobo, hasilnya Maulana di rujuk ke RS Elisabeth Semarang.Setelah menjalani pemeriksaan awal di RSU Elisabeth Semarang, Maulana di sarankan untuk menjalani operasi pemasangan selang, agar cairan di kepalanya bisa keluar dan tengkorak kepalanya tidak membesar. Ahmad Rifai dan Bingah hanya bisa pasrah menerima kenyataan seperti itu apalagi Ahmad Rifai hanya bekerja sebagai karyawan swasta yang belum diangkat sebagai karyawan tetap, sehingga Dia dan keluarganya belum mendapatkan Jaminan Kesehatan dari tempatnya bekerja. Ahmad Rifai ingin anaknya segera menjalani operasi, tetapi mereka juga bingung dikarenakan tidak mempunyai biaya untuk transportasi dan menunggu selama anaknya menjalani operasi. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim dan memberikan santunan yang dipergunakan untuk transport rujukan kepada keluarga tersebut agar anaknya bisa segera tertangani secara medis. Ahmad Rifai dan Bingah sangat gembira dan terharu mendapat perhatian dari Sedekah Rombongan. Mereka hanya bisa berdoa agar Sedekah Rombongan tetap jaya sehingga bisa menolong banyak orang.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 7 Januari 2018
Kurir: @fathurrozaq82, Swastiko, Tri.P

Maulana mengalami gejala hydrosephalus/pembesaran kepala


SARTIYAH BINTI POMO (41, Glaukoma), Alamat : Dsn.Krajan, Desa Lempuyang 3 /1 Kec.Candiroto. Kab Temanggung. Prov Jawa Tengah. Derita Ibu Sartiyah dimulai sekitar 2 tahun yang lalu ditandai pusing dan pandangan mata yang kabur, oleh keluarga selanjutnya dibawa berobat ke Puskesmas Ngadirejo, dan dianjurkan untuk opname di Puskesmas tersebut karena merupakan Puskesmas rawat inap. Namun kondisinya tidak berubah bahkan bertambah kabur pandangannya sehingga Dokter Puskesmas memberikan rujukan RSUD Temanggung menggunakan Jaminan Kesehatan KIS PBI JKN. Setelah di RSUD Temanggung langsung disarankan untuk opname selama kurang lebih 1 minggu, keadaan mata msh tetap kabur atau tidak bisa melihat,akan tetapi nyeri pada kedua mata sdh mulai berkurang. Dokter spesialis mata mendiagnosis Ibu Sartiyah dengan glokuma, dengan kemungkinan tidak bisa melihat scara permanen dan disarankan untuk rawat jalan dengan kondisi mata tidak bisa melihat. Hal itu dilakukan sesekali oleh Ibu Sartiyah periksa ke RSUD Temanggung mengingat kondisi ekonomi untuk biaya transportasinya sangatlah berat karena sangat jauh dari RSUD Temanggung sementara Ibu Sartiyah hanya hidup berdua dengan Bapaknya yang juga tidak bisa melihat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim dan memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang digunakan untuk biaya transportasi ke RSUD Temanggung. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan ini semoga Ibu Sartiyah bisa rutin control lagi dan segera diberikan kesembuhan

Jumlah bantuan : 1.000.000
Tanggal : 7 Januari 2018
Kurir: @faturrozaq82, Swastiko, wahyu_sulistyo

Ibu Sartiyah menderita glokuma


ALM.HERMAN JATI NUGROHO (30,TALASEMIA) Alamat : Desa.Lempuyang RT 2/3, Kec. Candiroto, Kab. Temanggung, Prop. Jawa Tengah. Jati begitudipanggil menurut penuturan ibunya,saat umur 2 tahun sudah pernah opname di RSUTidar Magelangdengan kecurigaan awal Talasemia,sehingga alm.Jati kecil sering berobat ke Puskesmas atau RSU Tidar Magelang.Namun saat berumur 24th kondisi fisik jati mulai mudah lelah dan saat berobat ke RSUD Temanggung dianjurkan untuk tranfusi darah setiap bulannya karena kadar Hemoglobin yang turun/rendah. Saat Kurir Sedekah Rombongan pertama kali dipertemukan dengan alm.Jati akhir bulan desember yaitu 1 minggu sebelum jadwal tranfusi untuk yang kesekian kalinya,dan tranfusi dilakukan di RSU Tidar Magelang setiap bulannya, namun Allah beerkehendak lain selama menjalani transfusi selama Jati dipanggil kehadirat Allah di RSU Tidar Magelang. Kurir Sedekah Rombongan kemudian bersilaturahim ke keluarga Alm Jati untuk mengucapkan ikut berbelasungkawa dan memberikan santunan untuk keluarga Alm jati yang digunakan untuk santunan kematian. Keluarga alm.Jati mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepadaSedeah Rombongan dan meminta doa agar Alm Jati diterima disisiAllah SWTdan diterima segala amal kebaikannya

Jumlah bantuan : 1.000.000
Tanggal : 8 Januari 2018
Kurir : @faturrozaq82, Swastiko, wahyu_sulistyo

Herman menderita thalasemia


SURYADI SURAHMAN (85, DECOMP CORDIS). Alamat : Dusun Gaden Rt 5/1 , Desa Gaden ,Kec.Ngadirejo, Kab Temanggung. Prov. Jawa Tengah.Mbah Sur panggilannya adalah seorang pria yang sangat tegar Saat dirinya mengalami sakit namun masih bisa merawat istrinya yang sudah lama mengalami stroke. Awal mula sakit Mbah Sur diketahui sejak 1 tahun terkahir ini. Awalnya dirasakan sesak nafas dan sedikit bengkak pada kakinya. Dengan diantar oleh anaknya Mbah Sur diperiksakan ke Puskesmas setempat dan langsung diberikan rujukan ke RSUD Temanggung untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Setelah 2 minggu melaksanakan opname Mbah Sur sudah diperbolehkan pulang dengan catatan harus melakukan control secara rutin. Namun untuk melakukankontrol rutin Mbah Sur tidak bisa dilakukandikarenakan masalah biaya yang besar. Meskipun untukpengobatan dijamin oleh Jaminan Kesehatan KIS PBI JKN namun untuk biaya transportasinya sangat mahal. Kondisi ini diperparah dengan kondisi istri nya yang saat ini mengalami Stroke sehingga Mbah Sur tidak bisa rutin control ke RSUD Temanggung. Mbah Sur mempunyai anak namun kondisi ekonoi anaknya juga tidak menentu karena bekerja sebagai buruh serabutan. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim dan memberikan bantuan dari Sedekahholics yang dipergunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi untuk control ke RSUD Temanggung. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah memberikan bantuan dan berharap Mbah Sur bisa kembali control lagi dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah bantuan : 1.000.000
Tanggal : 8 Januari 2018
Kurir : @faturrozaq82, Swastiko, wahyu_sulistyo

Pak Suryadi mengalami stroke


MAJALAH TEMBUS LANGIT SEDEKAH ROMBONGAN VOLUME 21 (Biaya Cetak). Gerakan Sosial Sedekah Rombongan kini telah memasuki usia yang ke-6. Selama itu pula, Sedekah Rombongan telah menyalurkan dana bantuan dari Sedekaholic kepada ribuan dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan. Semakin hari, kami semakin bertransformasi, salah satu bentuk inovasi kami adalah menerbitkan sebuah majalah yang diberi nama Majalah Tembus Langit (MTL). MTL adalah Media Inspirasi Gerakan Sedekah Rombongan, saat ini sudah berjalan tahun ke-3 dan sudah memasuki volume yang ke-21, yang terbit di bulan Agustus 2017. Volume ini merupakan edisi khusus yang mengangkat Liputan Khusus Milad 6 dan Rapat Koordinasi Nasional Sedekah Rombongan. Rubrik utama ini didukung oleh rubrik lainnya yang tak kalah menarik dan menginspirasi. Ada rubrik Aku Ingin Sembuh, Pantang Menyerah, Terus Bergerak, dan sebagainya, silakan menyimak. MTL Volume 21 dicetak sebanyak 1000 eksemplar, namun edisi khusus ini menghadirkan jumlah halaman yang lebih banyak yaitu seratus halaman, ditambah cover yang menarik. MTL didistribusikan ke lebih dari 20 wilayah kerja Sedekah Rombongan se-Indonesia, untuk kemudian disampaikan kepada Sedekaholic. MTL dibagikan secara cuma-cuma dan didistribusikan ke berbagai instansi seperti klinik, rumah sakit, kantor pemerintah, komunitas sosial, dan lain sebagainya. Juga berbagai kalangan profesi mulai dari karyawan, pengusaha, entertainer, hingga pejabat teras. Proses produksi majalah ini membutuhkan biaya sebanyak Rp. 15.000.000,- untuk biaya cetak. Hadirnya MTL diharapkan dapat membuka jendela baru untuk mengembangkan jaringan ke seluruh negeri. MTL merupakan wujud ucapan terima kasih kami kepada Sedekaholic dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran sedekah kepada dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan yang tergabung lebih dari 1080 Rombongan. MTL juga merupakan salah satu bentuk pelaporan kepada masyarakat pada umumnya dan kepada Sedekaholic pada khususnya, tentang pelaporan dana sedekah yang mereka titipkan melalui Sedekah Rombongan. Semoga MTL dapat terbit setiap bulan secara rutin dan semoga kisah-kisah nyata yang dihadirkan dapat menginspirasi dan menebar manfaat. Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 15.000.000,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @Saptuari

Bantuan biaya cetak


MAJALAH TEMBUS LANGIT SEDEKAH ROMBONGAN VOLUME 23 (Biaya Cetak). Gerakan Sosial Sedekah Rombongan kini telah memasuki usia yang ke-6. Selama itu pula, Sedekah Rombongan telah menyalurkan dana bantuan dari Sedekaholic kepada ribuan dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan. Semakin hari, kami semakin bertransformasi, salah satu bentuk inovasi kami adalah menerbitkan sebuah majalah yang diberi nama Majalah Tembus Langit (MTL). MTL adalah Media Inspirasi Gerakan Sedekah Rombongan, saat ini sudah berjalan tahun ke-3 dan sudah memasuki volume yang ke-23. MTL Volume 23 terbit di bulan Desember 2017, kali ini mengangkat Liputan Khusus: Sembunyikan Amalan, Ajak Kebaikan, membahas tentang sedekah diam-diam, para pesedekah yang bersedekah diam-diam, serta bentuk publikasi sedekah rombongan sebagai bukti kepada donatur. Rubrik lainnya pun tak kalah menarik dan menginspirasi, ada rubrik Aku Ingin Sembuh, Pantang Menyerah, Terus Bergerak, dan sebagainya, silakan menyimak. Volume 22 dicetak sebanyak 1010 eksemplar dan didistribusikan ke lebih dari 20 wilayah kerja Sedekah Rombongan se-Indonesia, untuk kemudian disampaikan kepada Sedekaholic. MTL dibagikan secara cuma-cuma dan didistribusikan ke berbagai instansi seperti klinik, rumah sakit, kantor pemerintah, komunitas sosial, dan lain sebagainya. Juga berbagai kalangan profesi mulai dari karyawan, pengusaha, entertainer, hingga pejabat teras. Proses produksi masing-masing volume majalah ini membutuhkan biaya sebanyak Rp. 8.500.000,- untuk biaya cetak. Hadirnya MTL diharapkan dapat membuka jendela baru untuk mengembangkan jaringan ke seluruh negeri. MTL merupakan wujud ucapan terima kasih kami kepada Sedekaholic dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran sedekah kepada dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan yang tergabung lebih dari 1100 Rombongan. MTL juga merupakan salah satu bentuk pelaporan kepada masyarakat pada umumnya dan kepada Sedekaholic pada khususnya, tentang pelaporan dana sedekah yang mereka titipkan melalui Sedekah Rombongan. Semoga MTL dapat terbit setiap bulan secara rutin dan semoga kisah-kisah nyata yang dihadirkan dapat menginspirasi dan menebar manfaat. Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 8.500.000,-
Tanggal : 19 Januari 2017
Kurir : @Saptuari

Bantuan biaya cetak


SIAM BINTI SAIF (77, Rematik). Alamat : Kp. Baru Tari Kolot, RT 2/3, Desa Sepatan, Kec. Sepatan, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Nenek Siam tinggal di rumahnya yang sangat sederhana bersama anaknya, Endan (30). Endan tidak bisa bekerja karena jika kelelahan ia tidak bisa berjalan, namun sampai saat ini Nenek Siam tidak mengetahui penyakit anaknya karena tidak pernah dibawa berobat. Sebelumnya Nenek Siam berkeliling menjual nasi uduk dan gorengan, namun tiga tahun lalu ia jatuh sakit dan kakinya tidak bisa digerakkan sehingga tidak bisa lagi mencari nafkah. Kini Nenek Siam sudah bisa berjalan, namun sakitnya hilang timbul. Nenek Siam belum pernah berobat secara medis karena tidak memiliki jaminan kesehatan, ia hanya berobat secara tradisional dan dinyatakan mengalami rematik. Kebutuhan sehari – hari Nenek Siam hanya mengandalkan batuan dari tetangganya, jika sakitnya muncul ia hanya bisa berdiam diri di rumah. Kondisi Nenek Siam sudah membaik, ia mulai bisa berjalan meski tertaih – tatih. Ia pun bisa kembali berdagang di depan rumahnya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan untuk operasional kontrol rutin dan terapi. Sebelumnya Nenek Siam telah dibantu dalam Rombongan 1074.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur Dita @ririn_restu

Bu Siam mengalami rematik


HADI SARING BIN ALM. MAD KARYO (52, Leukimia). Alamat : Ds. Gumawang RT 001 RW 002, Kec. Kuwarasan, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Sudah setahun ini, Pak Hadi merasa ada yang tidak beres dengan perutnya. Bagian perut Pak Hadi sering terasa tegang dan seperti ada benjolan, yang letaknya kadang berpindah-pindah, beliau juga sering merasa eneg. Benjolan itu kadang muncul, kadang hilang. Dan selama kurang lebih setahun ini, Pak Hadi hanya mengandalkan tukang urut untuk mengobati permasalahan yang muncul pada tubuhnya. Hingga pada tanggal 10 Desember 2017, sudah dua hari sakit yang diderita Pak Hadi tak kunjung reda, beliau sudah melakukan pengecekan kesehatan di tempat pelayanan kesehatan terdekat. Karena belum juga menunjukkan perkembangan positif, akhirnya Pak Hadi memperoleh rujukan pemeriksaan lebih lanjut di RS Purbowangi. Dokter spesialis penyakit dalam yang menangani permasalahan Pak Hadi segera melakukan pemeriksaan USG Abdomen dan juga menyarankan Pak Hadi untuk melakukan pemeriksaan darah di laboratorium. Dari hasil pemeriksaan yang telah dijalani Pak Hadi, dokter mendiagnosa bahwa Pak Hadi mengalami leukimia (kanker darah) dan memberikan rujukan pemeriksaan lebih lanjut ke RS Margono Soekarjo Purwokerto. Karena Pak Hadi belum menyetujui rujukan yang diberikan oleh dokter spesialis penyakit dalam RS Porbowangi, akhirnya beliau memilih untuk pulang ke rumah. Selama menjalani pengobatan di tempat pelayanan kesehatan, Pak Hadi menggunakan jaminan kesehatan KIS yang dimilikinya. Sehingga untuk menjalani pengobatan selama ini, beliau tidak mengeluarkan biaya. Kondisi Pak Hadi saat ini, perutnya terasa keras bila diraba dan juga masih merasakan eneg yang kadang muncul kadang hilang. Selain menjalani rawat jalan, Pak Hadi juga mengkonsumsi jamu untuk meningkatkan kondisi kesehatannya. Pak Hadi menolak menjalani pemeriksaan di RS Margono Purwokerto dikarekanan beliau masih trauma ketika istrinya meninggal tujuh tahun yang lalu karena kanker rahim. Dengan kondisi kesehatan yang tidak terlalu bagus, Pak Hadi menjadi tidak bisa menjadi tumpuan hidup keluarga. Beliau hidup bersama dengan dua orang anak dan seorang cucu. Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, Pak Hadi mengandalkan dari hasil bekerja kepada tetangga sekitarnya. Anak pertama Pak Hadi, Tugiasih, suaminya pergi tanpa kabar semenjak anaknya berusia dua bulan. Saat ini anak Tugiasih, Evan, sudah berumur dua tahun. Anak kedua Pak Hadi, Wijiasih, baru lulus dari SMK dan sekarang bekerja sebagai penjaga toko. Mendengar kondisi kesehatan Pak Hadi yang tidak begitu bagus, kurir #sedekahrombongan segera memberikan bantuan guna mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari Pak Hadi dan keluarga. Insya Allah segala bentuk bantuan yang diberikan #sedekaholik mampu meringankan beban yang tengah dipikul Pak Hadi beserta keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Desember 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Tuti

Pak Hadi mengalami leukimia


RAZKY ADITYA BIN SAIMAN (8, Pendengaran terganggu dan hiperaktif). Alamat : Ds. Pakuran RT 001 RW 004, Kec. Buayan, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Ketika dik Razky berumur kurang lebih satu tahun, pernah mengalami demam yang cukup tinggi hingga membuatnya pingsan. Setelah mengalami demam yang cukup tinggi tersebut, pendengaran dik Razky mengalami sedikit gangguan. Dan sampai umurnya mencapai delapan tahun, pendengaran dik Razky belum kembali normal. Saat ini dik Razky belum bisa berbicara, dikarenakan sistem pendengarannya yang terganggu. Sehingga sulit menirukan suara kata-kata yang diajarkan kepadanya. Dik Razky juga terlihat seperti anak autis, karena pendengarannya yang terganggu dia menjadi sulit untuk diajak berkomunikasi. Dik Razky juga cenderung berbuat kasar. Saiman (35), ayah dik Razky, sedang tidak bekerja dikarenakan Pak Saiman tengah menjalani pengobatan TB MDR bulan ketujuh. Sehingga Pak Saiman tidak bisa mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Sudarti (44), ibu dik Razky yang sehari-harinya bekerja sebagai ibu rumah tangga, tidak bisa membantu banyak untuk mencari nafkah karena Bu Sudarti harus merawat suami dan anaknya secara intensif. Selama dik Razky menjalani pengobatan, menggunakan jaminan kesehatan KIS, sehingga tidak mengeluarkan banyak biaya untuk melakukan pengecekan kesehatan dik Razky. Namun pihak keluarga memerlukan biaya transportasi yang tidak sedikit untuk menuju fasilitas kesehatan ketika memeriksakan kondisi kesehatan dik Razky. Kurir-kurir Sedekah Rombongan yang mengetahui kondisi dik Razky dan keluarganya, segera menyampaikan bantuan awal yang bisa digunakan untuk biaya transportasi dan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dik Razky dan keluarga. Insya Allah segala bentuk bantuan dari sedekaholik yang telah disampaikan kepada keluarga dik Razky melalui kurir-kurir Sedekah Rombongan bisa meringankan beban yang tengah dipikul dik Razky dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Desember 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Ojah

Razky mengalami pendengaran terganggu dan hiperaktif


KASIYEM BINTI ALM. MADNIYAS (80, Lemah jantung). Alamat Ds. Gumawang Rt 1 Rw 1, Kec. Kuwarasan, Kab. Kebumen. Ibu Kasiyem sudah menderita Lemah jantung sekitar 5 th dan sering kambuh apabila beliau kecapekan atau karena aktifitas yang dilakukan terlalu menguras tenaga. Awal mula beliau berobat ke tenaga kesehatan terdekat, ke Puskesmas dan ke Posyandu Lansia yg ada di desa, sudah berkali kali disarankan untuk ke Rumah Sakit tapi menolak dengan alasan takut dan merepotkan keluarga. Kondisi sekarang perempuan kelahiran 80 tahun silam ini lemah, sulit berjalan karena satu bulan terakhir kedua kaki bengkak, saat ini tidak bisa beraktifitas dengan normal, semua kebutuhan sehari hari dibantu oleh anaknya yang tinggal bersamanya yaitu bu Sukini yang berumur 52 th yang sehari hari bekerja sebagai tukang urut, bu Sukini hrs menghidupi ke-3 anak nya karena suami nya meninggalkanya dan keluarga tanpa pesan dan tanggung jawab. Tapi saat ini kedua anak Ibu Sukini sudah bisa membantu ekonomi keluarga dengan bekerja sebagai buruh harian lepas, anak no 1 bernama Agus (30 th) , no 2 bernama Triyanto (25 th), dan yg no 3 bernama Yuni (20 th). Kendala yang dihadapi oleh ibu Kasiyem sekarang ini adalah biaya hidup sehari hari, karena beliau sendiri sudah tidak bisa melakukan apa apa dan hanya bergantung dengan anak dan cucunya. Pada tanggal 16 Desember 2017, Kurir SR Daerah Kebumen menyambangi kediaman keluarga beliau untuk memberikan santunan awal semoga harapannya dapat di pergunakan untuk keperluan sehari hari beliau.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 16 Desember 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto Tuti

Ibu Kasiyem menderita lemah jantung


HAYYU WAHYUNINGTIAS BIN AHMAD RIYANTO (17, Kebocoran Ginjal), Alamat : Desa Jabres RT 2 RW 2 Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Hayyu diketahui sakit sejak umur 3 tahun (semenjak tahun 2003), awalnya lemes, sering pingsan dan muka pucat. Oleh ke dua orang tua Hayyu, bapak Ahmad Riyanto (44) pekerjaan sehari-hari hanya buruh bangunan dan ibu Tri Ariyani (38) hanya ibu rumah tangga diperiksakan ke dokter spesialis anak. Dokter spesialis anak yang memeriksakan Hayyu dinyatakan ada kebocoran ginjal dan disarankan ke RSUP Sardjito Yogyakarta tapi tidak ada biaya jadi hanya berobat rutin ke rumah sakit di sekitar Kebumen, pada tahun 2006 setelah ada program Askeskin pasien menggunakan kartu askeskin untuk mondok di RSUD Kebumen, mulai tanggal 9 Juli 2015 rutin kontrol di RSUP Sardjito Yogyakarta sampe sekarang. Hampir setiap bulan dirawat karena kondisi menurun. Pada bulan Januari 2016 pasien terpasang CAPD, saat ini Hayyu kontrol rutin ke RSUD Sardjito Yogyakarta sebulan sekali. Until kontrol-kontrol Hayyu memiliki kartu Bpjs, kendala yang dihadapi biaya obat yang tidak tercover bpjs setiap bulan sekitar Rp. 700.000,-. Alhamdulilah Kurir Sedekah Rombongan mendengar informasi tersebut dan bersilaturahmi ke rumahnya. Santunan dari sedekacholicpun diberikan untuk menebus biaya obat yang tidak dicover jaminan kesehatan. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 969, 1052 dan 1069

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 3 Desember 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto Tomi Mawarwati Tuti

Hayyu dinyatakan ada kebocoran ginjal


KHOERUL BARIYAH BINTI SUNARYANTO (12, Leukimia). Alamat : Desa Seboro RT 004 RW 006,Kec. Sadang, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Kurang lebih empat tahun yang lalu pertumbuhan fisik Khoerul tidak terlihat bagus, hal ini terjadi setelah Khoerul mengalami demam. Badannya terlihar semakin kurus dan bagian perutnya membesar. Selain itu, gusi Khoerul juga sering mengeluarkan dara. Juga badannya yang sering terasa gatal-gatal. Kondisi Khoerul tersebut membuat kedua orang tuanya merasa trenyuh. Selama empat tahun ini, kondisi Khoerul tidak jauh berubah menjadi lebih baik. Terkadang Khoerul juga merasakan sakit di bagian persendian paha, sehingga dia sering merasakan kesakitan jika harus berjalan. Bahkan karena kondisi Khoerul yang seperti itu, membuatnya sempat menjalani perawatan di RSUS Soedirman pada tanggal 29 November 2017. Dengan kondisi perekonomian keluarga Khoerul yang belum bisa dibilang berkecukupan, Sunaryanto (38), ayah Khoerul yang sehari-harinya berprofesi sebagai kuli bangunan tidak bisa berharap banyak. Untuk menghidupi keluarganya saja tidak terlalu mudah, apalagi jika harus memberikan fasilitas kesehatan yang cukup untuk membantu proses penyembuhan Khoerul. Kibti Yati (44), ibu Khoerul yang sehari-harinya menjadi ibu rumah tangga pun tidak bisa berharap banyak mengenai proses penyembuhan yang harus dijalani anaknya. Keseharian Kibti Yati selain harus mengurus segala keperluan rumah tangga keluargany juga harus secara intensif mendampingin Khoerul, membuatnya tidak bisa membantu banyak dalam mencari penghasilan tambahan untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Dengan tidak adanya jaminan kesehatan yang bisa digunakan untuk membantu biaya pengobatan Khoerul, menyebabkan kedua orang tua Khoerul tidak bisa berbuat banyak. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja masih jauh dari cukup, mereka pun tidak bisa memberikan penanganan kesehatan yang baik guna mengobati Khoerul. Bantuan awal pun disampaikan kurir-kurir #sedekahrombongan kepada Khoerul untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Insya Allah segala bentuk bantuan dari #sedekaholik yang telah tersampaikan melaui perpanjangan tangan kurir-kurir #sedekahrombongan mampu membantu dan meringankan beban yang tengah dipikul Khoerul dan keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Desember 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Mukharom Hari

Khoerul menderita leukimia


MITRA ZETYAJI BIN NURROHMAN (7, Meningitis). Alamat : Ds. Gumawang RT 002 RW 001, Kec. Kuwarasan, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Dik Mitra mulai merasakan sakit kepala sejak 5 Desember 2017. Dik Mitra juga sering merasa gelisah. Karena kondisi dik Mitra yang kurang baik, membuat kedua orang tuanya memeriksakan kondisi kesehatan dik Mitra ke bidan. Karena belum juga terlihat kondisi dik Mitra yang membaik, akhirnya keluarga membawa dik Mitra ke RS Purwogondo pada tanggal 7 Desember 2017. Setelah menjalani rawat inap selama semalam, pihak RS Purwogondo memberikan rujukan kepada dik Mitra untuk dapat melakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut ke RS Dokter Soedirman Kebumen. Pagi hari tanggal 8 Desember 2017, dik Mitra segera dibawa keluarga ke RS Dokter Soedirman Kebumen. Selama perawatan di RS Dokter Soedirman Kebumen, kondisi fisik dik Mitra masih lemas. Dik Mitra makan melalui NGT. Nurrohman (42), ayah dik Mitra yang berprofesi sebagai pedagang, dan Sarmiati (40), ibu dik Mitra yang sehari-harinya menjadi ibu rumah tangga, sangat merasakan sakit dan perasaan gelisah dik Mitra. Pak Nurrohman menjadi tidak fokus dalam bekerja, karena memikirkan kondisi kesehatan dik Mitra yang belum juga pulih seperti sedia kala. Rekan-rekan kurir #sedekahrombongan yang mengetahui kondisi dik Mitra segera memberikan bantuan awal untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dik Mitra dan keluarga. Insya Allah segala bentuk bantuan dari #sedekaholik yang telah disampaikan melalui perpanjangan tangan kurir-kurir #sedekahrombongan mampu meringankan beban yang tengah dipikul dik Mitra dan keluarganya. Semoga kondisi kesehatan dik Mitra bisa segera kembali pulih, sehingga bisa kembali bermain bersama teman-temannya dan belajar di sekolah. Aamiin.

 

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : Desember 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Hari Tuti

Mitra menderita meningitis


TATI BINTI ALM. DUPI (47,Tumor Payudara), Alamat : Dukuh Bangkerep RT 02 RW 02 Desa Candirejo Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Sakit yang dialami bu Tati sudah dirasakan 2 tahun yang lalu. Dan pada tahun 2015 dilakukan operasi pertama untuk pengangkatan benjolan di payudara bu Tati di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Gombong. Setelah dilakukan operasi bu Tati harus melakukan kemoterapi, dikarenakan tidak adanya alat kemoterapi di RSU PKU Muhammadiyah Gombong dan pada bulan Januari 2017 kembali di lakukan operasi kedua untuk pengangkatan benjolan di payudara bu Tati dan selanjutnya oleh Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Gombong dibuatkan rujukan untuk melakukan kemoterapi selama 6 kali dengan 2 minggu sekali di Rumah Sakit Umum Margono Purwokerto dan saat ini sudah 2 kali kemoterapi yang di jalani dari 6 serangkaian kemoterapi yang harus di jalani Ibu Tati. Alhamdulilah Kurir Sedekah Rombongan mendengar informasi tersebut langsung bersilaturahmi ke rumahnya. Bantuan dari sedakcolicpun diberikan untuk meringankan biaya akomodasi ke rumah Sakit. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1045.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Desember 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto Tujuan Khaerul

Bu Tati menderita tumor payudara


ARUN ADIANSAH BIN MANSYUR (11, Patah tulang belikat). Alamat: Dusun Pulutan RT 001 RW 001, Kec. Ngombol, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Pada tanggal 6 Desember 2017, dik Arun diseruduk kambing ketika dia sedang menolong seekor kucing yang berada di tengah jalan. Setelah menjani pemeriksaan kesehatan, ternyata dik Arun harus menjalani operasi untuk menyembuhkan tulang belikatnya yang patah setelah diseduruk kambing. Selama menjalani pemeriksaan kesehatan, dik Arun ditolong oleh Pak Lurah setempat. Karena kondisi Ayah, Mansyur, dan ibunya, Alm. Paisah, ada sedikit permasalah, hingga saat ini dik Arun belum mempunyai akte kelahiran. Dengan kondisi dik Arun yang belum mempunyai akte kelahiran, pihak kelurahan tidak bisa membantu membuatkan SKTM bagi dik Arun yang bisa digunakannya untuk memperoleh keringan biaya operasi yang harus dijalaninya. Mendengar kondisi dik Arun yang sangat membutuhkan pertolongan, segenap kurir #sedekahrombongan segera memberikan bantuan awal untuk biaya pengobatan serta keperluan sehari-hari dik Arun. Insya Allah segala bentuk bantuan dari #sedekaholik yang telah disampaikan melalui perpanjangan tangan kurir-kurir #sedekahrombongan bisa meringankan beban dik Arun, serta mengantarkan dan menemani dik Arun dalam menjalani proses pengobatan yang dijalaninya.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Desember 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Didit Emy Lilis Mita Wiwid

Arun mengalami tulang belikatnya yang patah


ARUN ADIANSAH BIN MANSYUR (11, Patah tulang belikat). Alamat: Dusun Pulutan RT 001 RW 001, Kec. Ngombol, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Pada tanggal 6 Desember 2017, dik Arun diseruduk kambing ketika dia sedang menolong seekor kucing yang berada di tengah jalan. Setelah menjani pemeriksaan kesehatan, ternyata dik Arun harus menjalani operasi untuk menyembuhkan tulang belikatnya yang patah setelah diseduruk kambing. Selama menjalani pemeriksaan kesehatan, dik Arun ditolong oleh Pak Lurah setempat. Karena kondisi Ayah, Mansyur, dan ibunya, Alm. Paisah, ada sedikit permasalah, hingga saat ini dik Arun belum mempunyai akte kelahiran. Dengan kondisi dik Arun yang belum mempunyai akte kelahiran, pihak kelurahan tidak bisa membantu membuatkan SKTM bagi dik Arun yang bisa digunakannya untuk memperoleh keringan biaya operasi yang harus dijalaninya. Mendengar kondisi dik Arun yang sangat membutuhkan pertolongan, segenap kurir Sedekah Rombongan segera memberikan bantuan awal untuk biaya pengobatan serta keperluan sehari-hari dik Arun. Insya Allah segala bentuk bantuan dari sedekaholik yang telah disampaikan melalui perpanjangan tangan kurir-kurir Sedekah Rombongan bisa meringankan beban dik Arun, serta mengantarkan dan menemani dik Arun dalam menjalani proses pengobatan yang dijalaninya.

Jumlah bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 23 Desember 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Didit Emy Lilis Mita Krisna Wiwid

Arun mengalami tulang belikatnya yang patah


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN 1 Dan 2 (MTSR 1 dan 2) PURWOREJO (Biaya Operasional). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan Purworejo digunakan untuk mendukung kelancaran gerakan Sedekah Rombongan. Diantaranya untuk penyampaian santunan dari para sedekaholics lewat para kurir Sedekah Rombongan Purworejo kepada keluarga dhuafa, pasien yang berada di wilayah Purworejo dan sekitarnya. Bahkan sampai wilayah Kebumen. Disamping itu terkadang digunakan masyarakat dalam mengantar jenazah ke tempat peristirahatan yang terakhir. MTSR juga diperlukan dalam merujuk pasien ke luar wilayah Purworejo, baik Magelang, Purwokerto maupun Jogjakarta. Pada bulan Desember 2017 biaya yang digunakan untuk pembelian bahan bakar dan pemeliharaan MTSR.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.400.000,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto All Kurir

Biaya operasional


SATINEM BINTI ASMARJA (72, Diabetes). Alamat : Dusun Rowosari Rt 11/01, Pekon Blitarejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Nenek Satinem sebelumnya sudah memiliki riwayat penyakit darah tinggi. Pada bulan Juni 2017 yang lalu, ia merasa penyakitnya sudah tidak tertahankan, kepala sangat sakit dan terasa berat. Oleh anaknya ia dibawa ke dokter dan alhamdulillah sembuh. Tetapi setelah beberapa hari, tiba -tiba muncul luka di jari kaki Nenek Satinem sebelah kanan dan anaknya memberinya obat luka luar. Namun luka tersebut tidak juga sembuh, akhirnya ia dibawa ke mantri terdekat. Melihat luka tersebut mantri menyarankan Nenek Satinem untuk pemeriksaan kadar gula darah. Hasilnya gula darah Nenek Satinem mencapai 300 mg/dl yang seharusnya Kisaran 80-120 mg/dl untuk orang dewasa. Namun, Karena tidak memiliki biaya, Nenek Satinem belum dibawa ke Rumah Sakit. Kini lukanya semakin melebar dan hanya bisa duduk. Ia berikhtiyar dengan mengkonsumsi obat tradisional dan beberapa obat yang dibeli di apotek. Nenek Satinem seorang janda, karena fisiknya sudah lemah ia sudah tidak bekerja. Ia tinggal bersama anaknya, Wasidi (41) seorang buruh serabutan. Namun pendapatan Pak Wasidi juga hanya cukup untuk kebutuhan sehari dan ia juga harus menghidupi keluarganya. Selama pengobatan Nenek Satinem menggunakan biaya pribadi karena belum memiliki Jaminan Kesehatan. Mengetahui hal tersebut, kurir Sedekah Rombongan Lampung berusaha membantu Nenek Satinem dengan menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk meringankan biaya pengobatan. Semoga beliau segera diberi kesembuhan, aamiin.

Jumlah bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 10 November 2017
Kurir : @saesarraya Leni Sugeng Dwi xkurniawatix

Bu Satinem menderita diabetes


LESTARI BINTI ARJOMARYONO (46, Tumor Mata). Alamat : Dusun Marangan RT 4/18, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak dilahirkan, Lestari mengalami kondisi disabilitas yaitu tuna wicara dan tuna rungu. Saat dewasa, Lestari ternyata terserang tumor mata. Awalan Desember 2017, matanya sudah membesar, ukurannya tidak seperti mata normal. Rasanya terasa sakit, bahkan saat batuk rasanya matanya hampir keluar dari kelopaknya. Karena tidak tahan sakitnya, akhirnya periksa di sebuah rumah sakit daerah, kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Namun, Lestari kembali dirujuk ke rumah sakit khusus mata, RS Mata Dr. Yap Yogyakarta. Ia juga dijadwalkan menjalani operasi mata. Lestari berasal dari kalangan keluarga prasejahtera, ia tinggal bersama kakaknya yang juga bukan keluarga berada. Lestari dikenal sebagai pribadi yang ramah, ia pun memiliki tekad untuk sembuh. Awal pengobatan, Lestari menggunakan dana pribadi karena tidak memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah. Dana itu merupakan sumbangan dari saudaranya dan tetangganya. Ketika memulai ikhtiar pengobatannya, Lestari mendaftar program jaminan kesehatan BPJS. Selanjutnya, biaya pengobatannya terbantu oleh jamkes, termasuk untuk operasi matanya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Lestari. Kurir kemudian bersilaturahmi sembari menyampaikan santunan dari sedekaholics. Bantuan ini digunakan untuk biaya pengobatan yang tidak ditanggung jaminan kesehatan, termasuk biaya akomodasi dan transportasi. Mari kita doakan semoga penyakitnya lekas sembuh dan dapat menyalurkan keceriaannya kepada keluarga dan tetangganya sebagaimana sebelum mengalami sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 2 Januari 2018
Kurir : @KissHerry, @RofiqSILVER, @AldaYudha, @RizkyAditya4, @anjesmou

Lestari ternyata terserang tumor mata


SUTOREJO AL NIYO (74, Stroke). Alamat : Dusun Banyunganti Kidul, RT 32/16, Desa Kaliagung, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Suterejo Al Niyo biasa disapa dengan panggilan Mbah Rejo. Setahun yang lalu, ia mengalami serangan stroke. Sudah dua bulan lamanya, Mbah Rejo tidak bisa kemana-mana karena sakit yang dideritanya semakin parah. Ditambah lagi, Mbah Rejo tidak bisa berjalan dan mengalami kebutaan, setelah terjatuh di kamar mandi. Ia kemudian diperiksakan ke RSUD, namun saat akan mengurus administrasinya ternyata jaminan kesehatan tidak terdaftar. Setelah itu, keluarganya mengurus kembali jaminan kesehatan agar bisa digunakan. Mbah Rejo memiliki istri, namun sudah meninggal, pasangan ini memiliki empat anak. Ia tinggal bersama dan dirawat oleh salah satu anaknya, Rudiyanto, yang setiap hari bekerja sebagai kuli pasir. Tiga anaknya yang lain tinggal di luar kota. Selama merawat ayahnya, Rudiyanto terpaksa berhenti bekerja agar kegiatannya fokus. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan dana sedekah turut merasakan kesulitannya. Mari kita bantu saudara kita yang tengah membutuhkan pertolongan ini. Kurir Sedekah Rombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah mereka untuk menyampaikan titipan dari sedekaholics. Bantuan ini digunakan untuk biaya pengobatan yang tidak ditanggung jaminan kesehatan, termasuk biaya akomodasi dan transportasi. Mbah Rejo dan keluarganya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Ia juga mendoakan semoga bantuan ini menjadi amal kebaikan bagi segenap sedekaholics dan Sedekah Rombongan. Semoga Mbah Rejo juga segera diberi kesembuhan. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 2 Januari 2018
Kurir : @KissHerry @rofiq_silver @atinlelyas Endro

Mbah rejo menderita stroke


ANNISA DWI SETIYANI (16, Patah Tulang). Alamat: Dusun Baran, RT 3/1, Desa Salam, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Malang bagi Annisa, ia mengalami kecelakaan pada pertengahan November 2017. Akibat kecelakaan itu, ia mengalami retak di pundak kiri, dan luka dan memar di kaki kanannya. Sesaat setelah kecelakaan, Annisa segera dibawa ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Ternyata, kaki kanannya juga patah, sehingga ia tidak bisa berjalan normal. Ia bergerak dengan alat bantu kruk, dan lebih banyak berbaring di tempat tidur. Annisa tidak mendapatkan perawatan semestinya karena orang tuanya tidak memiliki cukup biaya untuk berobat. Terlebih, Annisa juga tidak terdaftar sebagai peserta jaminan kesehatan yang diselenggarakan oleh swasta maupun pemerintah. Biaya pengobatan tentu terasa makin mahal, apalagi Annisa harus mengonsumsi beberapa obat, diantaranya obat nyeri yang membantu meredakan rasa ngilu di kakinya yang patah. Annisa merupakan putri pasangan Pak Mustaharwanto (44) dan Ibu Winarmi (40), keduanya bekerja sebagai petani. Mereka termasuk dalam kalangan keluarga pra-sejahtera, penghasilan dari kedua orang tua hanya cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Keluarga ini mengalami terkendala biaya pengobatan untuk Anisa. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Annisa dan keluarganya, Kurir Sedekah Rombongan kemudian menyampaikan titipan dari sedekaholics untuk meringankan beban pengobatannya. Annisa dan keluarganya mengucapkan banyak terima kasih dan mendoakan semoga menjadi amal kebaikan bagi segenap sedekaholics dan Sedekah Rombongan. Semoga Annisa segera diberi kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Desember 2017
Kurir : @kissherry @Aji_Kristanto @atinlelyas @Sunnahku

Annisa menderita patah tulang


SUMILAH BINTI ADI NGADIMAN (48, Perut Membesar). Alamat : Dusun Kwangen Kidul, RT 8/6, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Ibu Sumilah merupakan survivor kanker payudara, setahun lalu ia telah menjalani operasi kanker payudara sebelah kiri di RSK Bedah Soedirman Yogyakarta. Setahun sejak operasi, mulai muncul benjolan lagi di ketiak sebelah kiri. Ia pun sudah sebulan lebih mengalami susah buang air besar. Perutnya juga membesar perlahan-lahan, ia merasakan begah dan ampek. Bu Sumilah kemudian diperiksakan ke RSUD Wonosari, Gunungkidul, dan sempat menjalani rawat inap di sana. Setelah kondisinya berangsur pulih ia diizinkan pulang. Namun sesampainya di rumah kondisinya stagnan, perut belum kembali seperti semula, bahkan malah makin membesar. Ketika berobat, ia disarankan kembali ke rumah sakit yang merawatnya ketika sakit kanker. Ia pun menurut saran dari dokter dan kembali berobat di rumah sakit sebelumnya yaitu RSK Bedah Soedirman. Meski ia mengikuti program jaminan kesehatan dari Pemerintah (BPJS), sehingga biaya pengobatannya dibantu oleh Pemerintah, namun ia dan keluarganya mengalami kendala biaya transportasi dan akomodasi kala berobat. Jarak rumah tinggal dan rumah sakit cukup jauh karena berada di kabupaten yang berbeda. Supoyo (50), suaminya, bekerja sebagai buruh harian lepas, penghasilannya tak menentu. Tentu keluarga ini makin terbebani dengan biaya akomodasi dan transportasi itu. Bu Sumilah memiliki keinginan yang besar untuk sembuh, namun ia terkendala oleh kondisi ekonomi. Kurir Sedekah Rombongan kemudian bersilaturahmi sembari menyampaikan titipan dari Sedekaholic untuk membantu kesulitan mereka. Bantuan ini digunakan untuk mebiayai akomodasi dan transportasi kala berobat. Ibu Sumilah dan keluarganya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan. Mereka pun senantiasa mendoakan agar sedekaholics diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Desember 2017
Kurir : @kissherry @Aji_Kristanto @atinlelyas @Sunnahku Tri

Bu Sumilah mengalami perut membesar


GALANG RAMADHON BIN SUPRI (12, Khitan). Alamat : Dusun Pendowo, RT 2/6, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Galang tinggal bersama ibu dan adiknya. Sipon (37), merupakan orang tua tunggal. Ia bekerja sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Keluarga ini berat dalam hal ekonomi, penghasilan dari bertani hanya mencukupi kebutuhan harian sekeluarga. Ibu Sipon masih membiayai kedua anaknya, Galang (Kelas 4 SD) dan adiknya (Kelas 2 SD). Akhir tahun 2017, Galang sudah memiliki keingingan untuk berkhitan. Namun kondisi keluarganya serba kekurangan, sehingga untuk biaya untuk berkhitan terkendala biaya dan transportasinya. Mari kita bantu mereka yang tengah mengalami kesulitan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Galang dan ibunya. Kurir Sedekah Rombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah mereka untuk menyampaikan titipan dari Sedekaholic. Bantuan ini digunakan untuk membantu biaya khitan dan transportasi saat khitan. Galang dan keluarganya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Terima kasih, Sedekaholics, berkat sedekahmu, Galang dapat menjalankan kewajibannya…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Desember 2017
Kurir : @KissHerry @Aji_Kristanto @atinlelyas @Sunnahku Rujito

Bantuan biaya khitan


AXSEL LEO MESI (5, Kelainan Jantung). Alamat : Karanglor, RT 1/7, Jepitu, Girisubo, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Saat berusia satu tahun, Dik Axsel tubuhnya menjadi kebiru-biruan tiap kali seusai bermain atau beraktivitas terlalu lelah, beberapa kali disertai dengan kejang. Saat kondisinya kambuh seperti itu, orang tuanya melakukan pertolongan dengan menggosokkan minyak telon ke seluruh tubuh Dik Axsel. Puncaknya pada saat Dik Axsel berusia lima tahun, tubuhnya membiru dan kejang. Orang tuanya membawanya ke Puskesmas Girisubo, dokter mendiagnosa ada kelainan. Dik Axsel kemudian dirujuk ke RSUD Wonosari, Gunungkidul, di sana dilakukan pemeriksaan dan ternyata ada kebocoran dan penyumbatan pada jantung akibat terinveksi virus rubella. Dokter menyarankan, Dik Axsel agar mengikuti terapi, selama ini terapi sudah dilakukan sebanyak lima kali sesuai jadwal yang sudah ditentukan oleh RSUD Wonosari, Gunungkidul. Kondisinya saat ini baik, mau bersalaman, dan bermain tapi tidak begitu ceria, murung dan belum mau berbicara. Rencananya Dik Axsel akan dirujuk ke RS Panti Rapih Yogyakarta, sebagai kelanjutan terapinya. Dik Axsel merupakan anak pasangan Pak Wasidi (35) dan Ibu Elfa Lestari (24). Ayahnya bekerja sebagai pedagang bakso keliling, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga. Semampunya pihak keluarga, terutama orang tua mengusahakan kesehatan si buah hati. Keluh kesah pasti dirasakan apalagi setelah konsultasi ke tahapan berikutnya yaitu akan dilakukan 2 kali operasi dan biaya yang harus disiapkan tidak sedikit. Kondisi yang pas-pasan mengandalkan jualan bakso keliling belum bisa mencukupi untuk membiayai operasi tersebut. Walaupun dari pihak keluarga sudah punya BPJS Mandiri, tapi ini menjadi beban untuk membayar tiap bulannya. Kurir Sedekah Rombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah mereka untuk menyampaikan titipan dari sedekaholics. Bantuan ini digunakan untuk biaya pengobatan Dik Axsel. Pihak keluarga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Semoga Dik Axsel juga segera diberi kesembuhan. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @KissHerry @Aji_Kristanto @atinlelyas Rujito

Axcel mengalami kebocoran dan penyumbatan pada jantung akibat terinveksi virus rubella


MARSIYEM BINTI MUSTAR (51, Stroke dan Pendarahan Lambung). Alamat : Dusun Tunggaknongko, RT 3/1, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah istimewa Yogyakarta. Sejak dua tahun lalu, Ibu Marsinem tiba-tiba terserang stroke pada bagian tubuh sebelah kanan. Akibat serangan stroke tersebut, ia mengalami gangguan syaraf motorik dan menjadi susah bicara. Ibu Marsinem berasal dari keluarga prasejahtera, sebelum sakit ia bekerja sebagai buruh harian lepas. Ia tidak punya banyak biaya untuk berobat, karena keterbatasan itu ia tidak pernah periksa ke rumah sakit. Ia hanya mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas di warung-warung, untuk meredakan sakitnya. Suatu saat ia mengonsumsi obat untuk menurunkan kadar asam urat, namun ia malah mengalami gejala susah tidur. Diobati lagi, malah banyak muntah dan buang air besar disertai darah dan langsung dilarikan ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Ia sempat opname, namun setelah kondisinya mulai membaik ia diizinkan untuk rawat jalan. Dan diwajibkan kontrol seminggu sekali di akhir minggu setiap hari sabtu. Ibu Marsinen memanfaatkan Jaminan Kesehatan Sosial (Jamkesos) ketika berobat untuk meringankan biaya. Selama sakit, Ibu Marsinem dirawat oleh kedua orang tuanya yang usianya sudah tua dan juga sakit-sakitan. Ibu Masinem terkendala biaya transportasi dan biaya berobat yang tidak ter-cover jamkes, keluarga ini termasuk kategori prasejahtera. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan dan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban kehidupan mereka. Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan kemudian memberikan bantuan uang tunai yang digunakan untuk membantu biaya pengobatan dan transportasi kala berobat. Bu Marsinem dan keluarganya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @KissHerry @Aji_Kristanto @atinlelyas Tri Astuti

Ibu Marsinem terserang stroke pada bagian tubuh sebelah kanan


RATNOREJO BIN ALM KARYO TARUNO (58, Anemia Aplastik). Alamat : Dusun Ponjong, RT 4/5, Desa Ponjong, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekitar setahun yang lalu Bapak Ratnorejo didiagnosa menderita hemoroid atau wasir, yaitu pembengkakan yang berisi pembuluh darah yang membesar. Dalam kurun waktu tersebut Bapak Ratnorejo juga mengeluhkan gangguan pada lambung dan kadar haemoglobinnya pun sering rendah. Selain itu ia juga sudah menjalani 4x transfusi darah di RSUD Wonosari, Gunungkidul. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya, Bapak Ratnorejo bercerita bahwa ia mendapat rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut untuk penegasan diagnose di RSPAU Hardjolukito, Yogyakarta. Kemudian Bapak Ratnorejo dirujuk kembali ke RSUP dr. Sardjito. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan kontrol rutin, diketahui Bapak Ratnorejo menderita anemia aplastik. Kondisi kelainan darah ini terjadi ketika sumsum tulang belakang berhenti memproduksi sel darah merah, sel darah putih, ataupun trombosit. Selama berobat Bapak Ratnorejo didampingi oleh sang istri, Ibu Watiyem (54). Pasangan suami istri ini sebelumnya bekerja sebagai petani, tetapi berhenti sejenak untuk berikhtiar menjemput kesembuhan. Alhamdulillah, Bapak Ratnorejo terbantu dengan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dimilikinya. Saat ini Bapak Ratnorejo menjalani kontrol rutin selama sebulan sekali di RSUP dr. Sardjito. Bantuan ini disampaikan sebagai santunan awal untuk biaya akomodasi selama pengobatan di rumah sakit. Bapak Ratnorejo dan istri sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas uluran kebaikannya. Semoga Bapak ratnorejo segera mendapatkan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas Rian

Bapak Ratnorejo menderita anemia aplastik


MUSTAHARWANTO BIN KARTOWINOTO (44, Syaraf Terjepit). Alamat : Dusun Baran, RT 3/1, Desa Salam, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sakitnya berawal dari enam bulan lalu, Pak Mustaharwanto akan menjenguk saudaranya di RSUD Prambanan ‒yang jaraknya jauh dari rumah tinggalnya. Pada saat pulang dari rumah sakit, tiba-tiba kendaraannya ditabrak dari belakang oleh kendaraan lainnya. Ia pun segera dilarikan ke RSUD Prambanan, yang barusan ia kunjungi itu. Ia segera di rontgen, hasilnya memberi tahu bahwa tidak ada tulang yang patah. Namun dokter mendiagnosa bahwa ada syaraf yang terjepit, sehingga kaki tidak bisa digerakkan. Sesaat setelah kejadian tersebut, Pak Mustaharwanto memang tidak bisa berjalan, namun sekarang bisa berjalan lagi setelah latihan meski jalannya dibantu dengan alat bantu kruk. Untuk mengobati syaraf yang terjepit tersebut, Pak Mustaharwanto mengonsumsi obat yang diresepkan dokter secara rutin yang ditebusnya di apotik yang letaknya tak jauh dari rumah tinggalnya. Namun karena kehabisan biaya untuk berobat, ia sempat telat membeli obat. Akibatnya Pak Mustaharwanto sempat mengalami bengkak pada kakinya selama dua minggu. Selain terapi obat, ia juga rutin terapi di RSUD Wonosari, Gunungkidul. Kondisinya saat ini, Pak Mustaharwanto masih merasakan ngilu di kakinya, sudah bisa jalan tetapi harus pake alat bantu. Tentu untuk berobat membutuhkan biaya yang tidak sedikit, bagi keluarganya yang termasuk kalangan pra-sejahtera tentu terasa berat. Setelah kecelakaan tersebut, Pak Mustaharwanto tidak bisa bergerak sebagaimana mestinya sehingga ia tidak bisa bekerja sebagai petani. Winarmi (40), istrinya, juga berprofesi sebagai petani, penghasilannya tidak menentu. Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan turut berpartisipasi untuk meringankan beban keluarga mereka. Bantuan yang diberikan digunakan untuk membeli obat dan biaya terapi. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka, mudah-mudahan bantuan ini juga menjadi catatan amalan bagi para Sedekaholic. Pihak keluarga mengucap terima kasih kepada sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Semoga Pak Mustaharwanto segera sembuh dan dapat menjalankan aktivitas hariannya seperti semula. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 30 Desember 2017
Kurir : @KissHerry @Aji_Kristanto @atinlelyas @Sunnahku

Pak Mustaharwanto menderita syaraf terjepit


LASINEM BINTI KARTO DIKROMO (38, Kanker Payudara Kanan + Kiri). Alamat : Dusun Watusigar, RT 1/4, Desa Watusigar, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekitar tiga tahun yang lalu Bu Lasinem merasakan ada benjolan di payudara kanan dan kirinya. Tetapi, ia tak menghiraukannya karena masih bisa beraktivitas seperti biasa. Saat itu Bu Lasinem bekerja sebagai asisten rumah tangga di Jakarta. Lama-kelamaan kondisi Bu Lasinem memburuk. Ia pun memutuskan pulang kampung ke Gunungkidul dan hidup bersama kakaknya. Kedua kakak-beradik ini tidak memiliki sawah atau ladang. Untuk kehidupan sehari-hari mereka bekerja sebagai buruh serabutan, sementara Bu Lasinem tidak dapat bekerja kembali. Seorang saudaranya berinisiatif mendaftarkan BPJS Mandiri Kelas II untuk meringankan biaya pengobatan Bu Lasinem. Akhirnya Bu Lasinem melanjutkan pengobatan di RSPAU Hardjolukito, Yogyakarta. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim, Bu Lasinem telah menjalani 3x kemoterapi. Ia ingin tetap melanjutkan pengobatan tetapi sudah tidak memiliki biaya untuk transportasi dan akomodasi. Terlebih, saudara yang selama ini membantu biaya pengobatan sudah tidak bekerja. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dab akomodasi selama di rumah sakit. Semoga bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bu Lasinem. Sebelumnya Bu Lasinem pernah mendapat santunan dan terlpor di Rombongan 1093.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas @Sunnahku

Bu Lasinem menderita kanker payudara kanan + kiri


RAHAYU BINTI NGATIJO (11, Hydrocephalus). Alamat : Temuwuh, RT 2, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bulan Maret 2016, saat Rahayu masih tinggal di Lampung, ia merasakan kepalanya sangat pusing. Orangtuanya segera memeriksakan ke rumah sakit terdekat. Dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi karena cairan di kepalanya harus disedot. Alhamdulillah, operasi yang dilakukan sebulan kemudian berjalan lancar. Namun Rahayu mengalami buta mata karena efek syaraf yang ada di kepalanya mengganggu syaraf penglihatan. Sepuluh hari setelah rawat inap tersebut perut Rahayu membesar karena cairan yang ada di tubuhnya tidak dapat diurai dengan baik. Sebulan kemudian cairan di perutnya disedot, tetapi seminggu setelahnya perutnya membesar lagi, sehingga setiap bulan hingga bulan ke-9 cairan di perutnya selalu disedot. Jarak rumah dengan rumah sakit yang memerlukan satu hari penuh untuk sekali perjalanan membuat keluarga rahayu memutuskan pengobatan lanjutan untuk anak ke 4 dari 6 bersaudara ini dilakukan di kampong halaman saja, Yogyakarta. Ayahnya, Ngatijo (60) bekerja sebagai buruh tani dan ibunya Robiyah (41) ialah ibu rumah tangga sekaligus merawat Rahayu dan seorang saudaranya yang juga mengalami lumpuh kaki. Kadang-kadang ibunya pun turut membantu buruh di ladang, tetapi penghasilan kedua orangtua ini tetap hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berbekal hasil menjual tanah ibu dan anak ini berangkat ke Yogyakarta, bertekad hendak melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. Rahayu pun putus sekolah sejak kelas 4 SD. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga ini. Hampir setahun Rahayu menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Jogja. Serangkaian pengobatan kemoterapi, radioterapi, cek laboratorium, dan kontrol rutin telah dilakukan. Alhamdulillah, dokter memperbolehkan Rahayu pulang ke Lampung, sementara kontrol rutin yang sebelumnya tiga bulan sekali, saat ini dilakukan setahun sekali. Santunan ini dipergunakan untuk biaya transportasi Jogja-Lampung. Keluarga Rahayu sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga dengan bantuan sedekaholics ini Rahayu bisa memeroleh kesembuhannya, Aamiin. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 1050.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.639.950,-
Tanggal : 18 Desember 2017
Kurir : @kissherry @rofiqsilver @atinlelyas Ina

Rahayu menderita hydrocephalus


SUPARMAN BIN MULYO SEMITO (43, Pelengketan Usus). Alamat : Dusun Gunungkrambil, RT 5/1, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Berawal dari usus buntu yang dideritanya sejak tahun 2006, Pak Suparman kini mengalami kondisi usus lengket. Padahal sakit usus buntunya itu sudah dioperasi, namun ternyata penyakitnya itu masih ada kelanjutannya. Media semester kedua tahun 2017, Pak Suparman merasakan sakit lagi di bagian perut sebelah kanan bawah. Rasanya panas dan seperti ditusuk-tusuk, setelah diperiksakan ternyata ia mengalami kondisi usus lengket. Akhirnya di awal Bulan Desember 2017, ia menjalani operasi, operasinya dibiayai oleh Pemerintah melalui program Jaminan kesehatan BPJS. Kondisinya saat ini sudah stabil dan dalam masa penyembuhan. Namun masih terasa panas pada perut, ia pun merasakan pegal-pegal. Pasca operasi, Pak Suparman harus kontrol rutin ke rumah sakit. Di sinilah ia dan keluarganya menemui kendala pada transportasi dan akomodasi. Kasinah (53), istrinya, bekerja sebagai petani, penghasilan yang didapat tidak tentu setiap hari. Sementara Pak Suparman sendiri tidak bekerja karena sedang sakit. Sedekah Rombongan kemudian menyampaikan titipan langit untuk membantu kesulitan yang tengah melilit mereka. Bantuan ini digunakan untuk membantu biaya transportasi saat kontrol ke rumah sakit. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban kehidupan mereka. Pak Suparman dan keluarganya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Desember 2017
Kurir : @kissherry @Aji_Kristanto @atinlelyas @Sunnahku

Pak Suparman mengalami kondisi usus lengket


SUKINAH BINTI ALM ATMOREJO (61, Kanker Payudara Kanan + Kiri). Alamat : Dusun Sidomulyo, RT 16/ 4, Desa Bener, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Sleman, Provinsi Yogyakarta. Sejak tahun 2010 Ibu Sukinah didiagnosa menderita kanker payudara kanan. Dokter telah menyarankan kepada Bu Sukinah untuk menjalani tindakan operasi pengangkatan, tetapi karena terkendala biaya, operasi pun diurungkan. Pihak keluarga memilih jalan pengobatan alternatif dengan mengonsumsi obat herbal. Kemudian dua tahun yang lalu, diketahui kanker payudara yang ia derita menjalar ke payudara kiri. Tindakan operasi pengangkatan pun dilakukan. Selanjutnya Ibu Sukinah melakukan serangkaian jadwal kemoterapi dan pemeriksaan kontrol rutin di RSUP dr. Sardjito, Yogyakarta. Alhamdulillah, selama pengobatan ini Bu Sukinah dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Beberapa waktu lalu, kondisi Bu Sukinah pascakontrol rutin justru melemah. Ia pun harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk di rumah sakit, amanah sedekaholics pun disampaikan untuk biaya akomodasi selama pengobatan di rumah sakit. Suaminya, Bapak Muftoh, ialah seorang pensiunan kantor pos. Bapak Muftoh menyampaikan banyak terima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas kebaikannya. Semoga bantuan ini dapat beban keluarga Bu Sukinah dan menjadi jalan kesembuhannya, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Desember 2017
Kurir : @kisherry @rofiq_silver @atinlelyas @panggihjuni

Ibu Sukinah didiagnosa menderita kanker payudara kanan


MTSR JOGJA (AB 9032 WK, Operasional Bulan Desember 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) ialah kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses survei pasien, menyampaikan santunan, dan antar-jemput pasien dari rumah ke rumah sakit. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan wilayah Jogja diberi amanah lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 9032 WK ini ialah salah satu MTSR yang dioperasionalkan sebagai ambulans transport. MTSR ini mengcover wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Biaya bulan ini ialah biaya servis rutin dan pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan November hingga pertengahan bulan Desember 2017. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya terdapat pada laporan rombongan 1087. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics Sedekah Rombongan.­

Jumlah Bantuan : Rp. 4.338.200,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Desember 2017


MTSR JOGJA (AB 1617 FN, Operasional Bulan Desember 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses pendampingan pasien dhuafa. Kegiatannya antara lain survey target pasien, penyampaian santunan, dan pendampingan dari rumah ke rumah sakit/rumah singgah atau sebaliknya. Selain itu, MTSR juga sering digunakan untuk menyampaikan amanah dari sedekaholics untuk pondok/panti asuhan dan tempat ibadah. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 1617 FN inilah MTSR yang disebut mobil penumpang. Meski disebut mobil penumpang, wilayah operasional MTSR ini pun sama dengan yang lain, yaitu mengcover wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, selalu dilakukan perawatan rutin bagi masing-masing MTSR. Bantuan ini digunakan untuk pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan November hingga pertengahan bulan Desember 2017. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya terdapat pada rombongan 1087. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.568.200,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Desember 2017


MTSR JOGJA (AB 1583 VT, Operasional Bulan Desember 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR yang semula bernomor polisi AB 1185 JC ini telah resmi balik nama pemilik atas nama Sedekah Rombongan. MTSR ini juga digunakan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvei calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka atau ke pemakaman. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap atau ambulan yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Masyarakat yang membutuhkan ambulans transport ini bisa menghubungi nomor hotline 081906800900. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans transport Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta utamanya wilayah Kabupaten Gunungkidul. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya tambal ban dan pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan November hingga pertengahan bulan Desember 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 1087.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.618.200,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Desember 2017


MTSR JOGJA (AB 1473 RT, Operasional Bulan Desember 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) atau biasa dikenal dengan ambulans transport ini difungsikan sebagai kendaraan operasional yang mensupport pengabdian Sedekah Rombongan kepada dhuafa pada khususnya dan masyarakat umum. Saat ini, Sedekah Rombongan wilayah Jogja memiliki lima unit mobil tanggap, yakni empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Kendaraan ini juga biasa digunakan untuk mendukung kurir Sedekah Rombongan saat survei pasien, proses santunan dan pendampingan pasien, juga menjemput dan mengantar pasien dari rumah ke rumah sakit atau sebaliknya, dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Selain itu, MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline MTSR 081906800900. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya servis rutin, ganti aki, dan pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan November hingga pertengahan bulan Desember 2017. Pelaporan MTSR Jogja sebelumnya dilaporkan di Rombongan 1087. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.418.200,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Desember 2017


MTSR JOGJA (AB 9043 WK, Operasional Bulan Desember 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR diperuntukkan utamanya untuk pasien dhuafa, sebagai fasilitas pendukung proses menjemput kesembuhan. Selain untuk pasien dampingan Sedekah Rombongan, masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Sedekah Rombongan Jogja memiliki lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. Tiga diantaranya dioperasionalkan di area Yogyakarta, dan dua ambulans difokuskan untuk mengcover wilayah Kabupaten Gunungkidul. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvei calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya servis rutin, kenteng dan cat MTSR, juga biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan November hingga pertengahan bulan Desember 2017. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 1087. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics Sedekah Rombongan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.643.200,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Desember 2017


RSSR JOGJA (Operasional Bulan Desember 2017). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno, RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. RSSR Jogja merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara para pasien dampingan Sedekah Rombongan. RSSR Jogja ini makin dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang berasal dari golongan tidak mampu. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja. RSSR ini dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Selain sebagai tempat transit pasien, RSSR Jogja juga digunakan sebagai kantor administrasi pusat yang membantu kinerja Sedekah Rombongan secara nasional. Santunan ini dipergunakan untuk biaya operasional bulan Oktober yang meliputi biaya administrasi perkantoran, biaya telekomunikasi, pembelian perlengkapan RSSR, dan biaya listrik/air/internet. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan 1087. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.846.934,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Desember 2017


RSSR JOGJA (Bantuan Biaya Makan dan Obat Pasien Desember 2017). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. Rumah Singgah Sedekah Rombongan merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pasien-pasien tersebut sedang melakukan pengobatan rawat jalan di rumah sakit rujukan di Yogyakarta, seperti RSUP dr. Sardjito, RS Panti Rapih, dan RSPAU dr. Hardjolukito. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Kemudian pasien yang telah selesai berobat diantarkan kembali ke rumah masing-masing. RSSR ini dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Setiap hari, rata-rata RSSR Jogja dihuni oleh 10-17 pasien beserta pendamping pasien. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja, misalnya Purworejo, Purwokerto, Kuningan, Temanggung. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya katering pasien selama bulan November hingga pertengahan bulan Desember, biaya pembelian suplemen pasien, pembelian obat-obatan untuk pasien, dan biaya pembelian kasa steril, verban, alkohol untuk perawatan luka pasien. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan 1087. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 22.690.460,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR

Bantuan biaya makan dan obat pasien Desember 2017


DALIO BIN JOYO SENTONO (82, Prostat + Hipertensi + Katarak). Alamat : Dusun Pundungsari, Desa Pundungsari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Dalio menderita sakit prostat lebih dari sepuluh tahun lamanya. Selain itu, ia juga menderita sakit jantung bawaan. Ternyata, selama sakit Pak Dalio sama sekali belum pernah diperiksakan. Istri Pak Dalio sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, sementara kedua anaknya tinggal terpisah dengan rumahnya. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Pak Dalio. Ia pun menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Wilayah Jogja. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan di RSUP Dr. Sardjito, Pak Dalio dapat menjalani operasi prostat sekitar dua tahun lalu. Alhamdulillah operasinya berjalan lancar. Saat ini kondisinya semakin bugar. Sebelum sakit, ia bekerja sebagai buruh tani untuk menyambung kehidupannya. Sementara saat ini untuk kebutuhan sehari-hari, Pak Dalio dibantu oleh tetangga-tetangganya. Pak Dalio menjalani kontrol rutin setiap bulan sekali di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Akhir Juli 2017 lalu, Pak Dalio mengeluh penglihatannya terganggu. Setelah periksa ke poli mata RSUP Dr. Sardjito, diketahui Pak Dalio menderita katarak. Awal bulan Agustus lalu Pak Dalio menjalani operasi katarak mata kanannya. Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar dan Pak Dalio bisa melihat dengan jelas kembali. Selama pengobatan Pak Dalio menggunakan fasilitas Jamkesmas. Bantuan ini digunakan untuk bantuan akomodasi selama berobat dan biaya kebutuhan sehari-hari. Laporan santunan sebelumnya terdapat dalam Rombongan 1087. Pak Dalio menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Pak Dalio, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Desember 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR

Pak Dalio menderita sakit prostat , sakit jantung bawaan


TRI OKTIANA SAPUTRI (29, Tumor Ganas). Alamat : Dusun Pelemkecut CT X, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak bulan Juli 2017 yang lalu muncul beberapa benjolan di kepala Ibu Tri. Kemudian Ibu Tri diperiksakan ke RSPAU Hardjolukito, Yogyakarta. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, dokter mendiagnosa Ibu Tri menderita tumor ganas di kepala. Ibu Tri pun melakukan pengobatan rutin di rumah sakit tersebut. Alhamdulillah, biaya pengobatan dapat terbantu dengan fasilitas kesehatan BPJS. Selama pengobatan berlangsung, keluarga tidak melihat perubahan kesehatan Ibu Tri, sementara itu pihak keluarga sudah terkendala biaya akomodasi selama pengobatan di rumah sakit. Akhirnya keluarga memutuskan untuk menjalani pengobatan alternatif di Klaten, Jawa Tengah. Sejak tiga bulan lalu, Ibu Tri hanya bisa berbaring, tidak dapat beraktivitas bebas. Sesekali hanya meminjam kursi roda untuk duduk. Ibu Tri ingin sekali melanjutkan pengobatan, tetapi apa daya, suaminya Bapak Subarjo, yang bekerja sebagai buruh tidak tentu penghasilannya. Ibu Tri pun hanya bisa pasrah di rumah, dirawat oleh ibunya, Sumarni (58), yang juga bekerja sebagai pedagang. Kurir Sedekah Rombongan yang bersilaturahim ke rumahnya sangat merasakan kesulitan yang dihadapi keluarga Ibu Tri. Amanah sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk meringankan biaya pengobatan Ibu Tri. Keluarga Ibu Tri sangat berterima kasih atas kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga santunan ini juga menjadi jalan kesembuhan bagi Ibu Tri, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Januari 2018
Kurir : @kissherry @rofiq_silver @atinlelyas Ariska

Ibu Tri menderita tumor ganas di kepala


BURHAN BIN SUHERMAN (65, Stroke). Alamat : Jalan Seberang Padang Utara, RT 3/2, Kelurahan Seberang Padang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat. Sekitar awal tahun 2015, pada malam hari tiba – tiba Pak Burhan muntah – muntah dan tubuh bagian kiri hingga kakinya tidak bias digerakkan sama sekali. Istrinya, Ibu Sumarni, saat itu hanya bisa membawanya ke tukang urut karena tidak karena tidak memiliki uang dan jaminan kesehatan apapun. Sebelumnya Pak Burhan bekerja sebagai buruh harian lepas. Pada tahun 2016 atas informasi dari warga setempat, akhirnya Pak Burhan mendapatkan JKN – KIS PBI dari Pemerintah daerah Kota Padang. Meski sudah mempunyai JKN – KIS, Pak Burhan tetap tidak bisa rutin berobat ke rumah sakit untuk kontrol dan fisioterapi stroke seperti yang dianjrkan dokter. Ketiadaan biaya untuk bolak – balik ke rumah sakit menjadi kendala utama, karena untuk berobat Pak Burhan tidak bisa berjalan atau naik motor dan harus menyewa mobil yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kondisi ini sangat berat bagi Ibu Sumarni yang saat mencari nafkah seorang diri sebagai buruh cuci di 4 rumah dengan penghasilan Rp550.000 per bulan. Akhir Oktober 2017 lalu, Pak Burhan mendapat bantuan kursi roda yang dpaat membantu aktivitasnya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan Allah dengan Pak Burhan dan keluarganya. Pak Burhan dan istri mengucapkan rasa syukur dan terimakasih tak terhingga saat titipan langit dari Sedekaholics disampaikan untuk biaya transportasi berobat dan fisioterapi. Semoga Pak Burhan dimudahkan Allah dalam menjemput kesembuhannya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Januari 2018
Kurir : @arfanesia @eldaritarosman @ririn_restu

Pak Burhan menderita stroke


KASIH NUR VAJIRA (6, Syndrom Nefrotik + TBC). Alamat : Desa Prapakan Besi, Dusun Besi Kuning, RT 1/1, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Kasih adalah anak dari pasangan Bapak Henri (36) dan Ibu Satriani (34), keduanya bekerja sebagai petani untuk menghidupi ketiga anaknya. Awalnya Kasih merasakan sakit di bagian perutnya pada Juli 2016, setelah itu sejak bulan puasa hingga hari raya ia mengalami diare terus – menerus. Puncaknya pada Agustus 2016 Kasih kembali merasakan sakit di perutnya, kondisi tersebut membuat ia yang begitu ceria menjadi sering menangis karena tak kuat menahan sakit dan kemudian wajahnya membengkak. Setelah beberapa hari hanya dirawat di rumah, bengkak di wajah Kasih pun tak kunjung mereda hingga membuat keluarga khawatir dan membawanya berobat ke Puskesmas Kecamatan Sekura, Kabupaten Sambas. Selama dirawat di Puskesmas Sekura, bengkak di wajah Kasih menjalar ke kaki hingga membuatnya tak bisa berjalan, empat hari kemudian perutnya pun mulai nampak membengkak. Kondisi Kasih tidak mengalami peningkatan dan akhirnya ia dirujuk ke RSUD Sambas. Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan Kasih positif mengalami gagal ginjal (Sindrom Nefrotik). Kasih kemudian dirujuk ke RSUD Pemangkat dan dirawat selama sebelas hari. Pada Oktober 2016 Kasih menjalani kemoterapi yang pertama di RS Singkawang, dalam kondisi tertentu ia memerlukan obat Albumin sebelum dilakukan kemoterapi. Berdasarkan keterangan keluarga Albumin ini tidak ditanggung BPJS sehingga keluarga harus membayar senilai 2 juta rupiah. Pada 20 Januari 2017, Kasih mengalami demam tinggi yang disertai kejang dan ia tidak sadarkan diri sehingga harus dirawat di RS Pemangkat. Dua hari kemudian Kasih dirujuk dan dirawat di RS Serukam dan setelah enam hari dirawat ia masih tak sadarkan diri. Pada saat itu Kasih mendapat jadwal kemoterapi pada tanggal 2 Februari 2017, namun karena kondisinya yang tidak memungkinkan akhirnya jadwal kemoterapi diundur. Setelah Kasih sadarkan diri dari koma, untuk pemenuhan nutrisi dan buang air harus melalui selang. Napas yang cepat disertai batuk menimbukan kecurigaan dokter bahwa Kasih mungkin juga mengalami infeksi paru setelah dilakukan penanganan dengan Nebulizer. Pada 7 Februari 2017, Kasih mengalami melena (feses berwarna hitam) dan muntah darah yang mengharuskannya menjalani cek darah. Berdasarkan keterangan keluarga dari hasil cek darah yang telah dilakukan, kondisi umum ginjal Kasih tidak mengalami perubahan yang lebih baik dan kondisi paru-parunya telah terinfeksi TBC hingga 82%. Ia pun sempat dirawat di RS Serukam Singkawang dengan kondisi badan membiru dan ikterik (menguning pada kulit dan mata), susah berbicara dan bergerak. Kasih telah menjalani kemoterapinya yang ke-5 pada 23 Februari 2017 dan kondisinya pada saat itu belum juga mengalami peningkatan. Pada 21 Maret 2017 ia mendapat jadwal untuk kemoterapi yang ke-6 namun pada 14 Maret 2017 kondisinya menurun dan lansung dibawa ke RSU Bethesda Kabupaten Bengkayang. Kasih mendapat penanganan pemberian obat Lasix melalui suntikan pada infusan untuk mengeluarkan cairan dari dalam tubuhnya melalui saluran kemih. Sejak awal Mei 2017 Kasih sudah tidak lagi menggunakan obat Lasix dan obat Albumin, untuk kemoterapi yang digunakan sekarang adalah dengan mengonsumsi obat Neoral Ciclosporin. Kasih mengalami infeksi darah yang menyebabkan pendarahan serta pembekakkan di bagian kedua lututnya. Setelah diambil sampel darah, belum diketahui hasilnya dan apa yang menyebabkan Kasih terkena infeksi darah, sehingga ia mendapatkan penanganan dengan menggunakan obat Metilprednisolon melalui suntikan pada infusan yang akan digunakan hingga 11 Minggu ke depan. Dalam 1 minggu sebelumnya Kasih mendapatkan 3 dosis obat Metilprednisolon, dan setelah masuk minggu ke-8 dikurangi 1 dosis dalam 1 minggu. Setelah 11 minggu mendapat obat Metilprednisolon seharusnya Kasih mendapat pengganti obat yang lebih keras, namun karena usia dan berat badannya yang belum mencukupi akhirnya dokter memutuskan untuk melanjutkan penggunaan Metilprednisolon. Metilprednisolon yang tidak ditanggung BPJS membuat keluarga harus mengeluarkan uang sebesar Rp250.000,- per sekali dosis. Pada 6 Agustus 2017, Kasih akan mendapatkan perawatan lanjutan di RSU Bethesda Kab. Bengkayang untuk mendapatkan obat Metilprednisolon melalui suntikan pada infus. Menurut keterangan orang tua Kasih, setelah menjalani pengobatan dengan metilprednisolon alhamdulillah ginjal Kasih sudah ada perubahan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu transportasi dan akomodasi berobat, pembelian obat Metilprednisolon yang tidak ditanggung BPJS, dan biaya hidup sehari – hari. Sebelumnya Kasih telah dibantu dalam Rombongan 1092.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.955.000,-
Tanggal : 23 Desember 2017
Kurir: @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ferian_syah12@rayska197 @ririn_restu

Kasih menderita syndrom nefrotik + TBC


SRI WAHYUNI (36, Kanker Ovarium). Alamat : Jalan Tekam, Perum Permata Seruni, Blok B2, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Sri tinggal bersama kedua orang tuanya, Bapak Suhatril (67) dan Ibu Masiharti (60), di kontrakan yang sangat sederhana. Anak kedua dari empat bersaudara ini mulai merasakan sakit pada tahun 2007 saat berusia 26 tahun. Saat itu Sri didagnosis ada kista di rahimnya, namun karena ketiadaan biaya ia tidak dapat berobat dengan maksimal. Selama 10 tahun, Sri hanya menjalani pengobatan seadanya. Pada Juli 2017, Sri mengalami susah bernapas pada saat berbaring. Kondisi ini membuatnya harus mencari posisi tidur yang tepat agar bisa bernapas dengan nyaman. Setelah kondisinya tak kunjung membaik, Bapak Suhartil membawanya ke RSU Soedarso Pontianak, dari hasil pemeriksaan dinyatakan ia mengalami kanker ovarium dan harus segera dilakukan operasi. Sebelum dilakukan operasi, harus dilakukan penyedotan cairan di paru-paru/organ dalam lainnya. Biaya penyedotan ditanggung BPJS, namun keluarga kesulitan biaya untuk transportasi berobat ke rumah sakit. Terlebih lagi Bapak Suhartil yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga dengan berdagang tidak bisa mencari uang karena harus mendampingi Sri berobat. Ibu Masiharti kondisinya sudah sangat sepuh tidak bisa mendampingi anaknya. Kondisi Sri Wahyuni sudah membaik pasca dilakukan operasi pengangkatan kanker, namun dinyatakan masih ada akar kankernya dan dokter menyarankan untuk dilakukan kemoterapi sebagai penanganan lanjutan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk membayar cicilan tunggakan rumah sakit pasca pengangkatan tumor di perut. Sebelumnya Sri pernah dibantu dalam Rombongan 1055.

Jumlah Bantuan : Rp.3.000.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 Lilik @rayska197 @ririn_restu

Ibu Sri mengalami kanker ovarium


WIJI LESTARI BINTI SOIRI (17, lemah jantung). Alamat : RT. 5/4 Dusun Wonorejo, Desa Sidorejo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Wiji Lestari baru duduk di kelas 9 MTsN 1 Panekan, tapi penderitaan anak ini sudah bertumpuk semenjak masih kecil. Bapaknya yang seorang buruh telah lama meninggalkannya ketika mereka masih kecil. Semenjak dua tahun yang lalu ibunya berangkat ke Jakarta sebagai pembantu rumah tangga guna menghidupi kedua anak perempuannya. Sekarang Wiji tinggal berdua dengan adiknya yang masih duduk di kelas 3 SD. Mereka tinggal berdua di rumah kecil berlantaikan tanah, hasil bantuan bedah rumah dari pemerintah. Ketika masih kelas 5 SD saat upacara bendera Wiji pernah mengalami pingsan dibawa ke puskesmas Kendal , kemudian dirujuk ke rumah sakit Magetan, oleh dokter dinyatakan mengalami gangguan jantung. Semenjak itu Wiji terus meminum obat yang dibelinya di apotek. Karena dengan segala keterbatasannya ia tidak pernah lagi periksa ke dokter. Kebutuhan sehari-hari di cukupi berasal dari kiriman ibunya dan bantuan tetangga. Wiji harus pandai mengatur uang saku sekolahnya dengan adiknya serta kebutuhan lainnya. Setiap hari harus memasak, membersihkan rumah dan mencuci pakaian dengan adiknya sendiri.
Untuk sekedar makan dan kebutuhan lain sangat menprihatinkan. Saat kami survey Wiji sedang ketiduran di kursi dengan adiknya di depan televisi. Informasi mengenai Wiji diperoleh dari salah satu teman kurir SR Ngawi. Bantuan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk membeli obat dan kebutuhan sehari-hari. Wiji dan adik nya sangat terharu dan tidak lupa mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga Wiji bisa segera sembuh dari sakit yang diderita nya, Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Sumiyati

Wiji mengalami lemah jantung


SUWUH BINTI SOIJOYO (59, hipertensi). Alamat : RT. 5/4 Dusun Bugel, Desa Karangrejo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur. Bu Suwuh seorang janda tua hidup sebatang kara di rumah berlantaikan tanah yang bagian dapurnya mulai runtuh atapnya dimakan usia. Pintu rumahnyapun sudah tidak ada karena lama rusak. Suaminya telah lama meninggal dan tidak mempunyai anak. Hari harinya hanya berharap pemberian tetangga sekitarnya baik untuk urusan makan dan kebutuhan lainnya. Di rumahnya nyaris tidak ada peralatan dapur sama sekali. Semenjak beberapa tahun yang lalu bu Suwuh mengalami sakit tekanan darah tinggi dan nyeri persendian, apabila sakitnya kambuh kepala pusing badan terasa pegal linu. Pada saat kami datang Bu Suwuh baru saja berobat ke dokter dengan biaya dari berhutang ke tetangganya. Karena keadaan ekonomi sangat terbatas dan tidak dapat untuk bekerja. Untuk sekedar makan dan kebutuhan lain sangat menprihatinkan karena hanya berharap pemberian dari tetangganya. Saat kami survey Bu Suwuh sedang berbaring dan mengeluh sakit pusing dan muntah dan nyeri pada badannya. Informasi mengenai bu Suwuh diperoleh dari tetangga sekitar yang perduli dengan kondisi bu Suwuh. Bantuan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari. Bu Suwuh sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga beliau segera sembuh dari penyakit yang diderita, Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Sumiyati

Bu Suwuh mengalami hipertensi


TAMIN BIN TOYONO (65, tumor) Alamat : RT. 3/3 Dusun Sambi, Desa Simo Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Pak Tamin semasa masih sehat dengan penuh kesabaran merawat istrinya yang sakit lumpuh. Keadaan ini berjalan lebih dari tiga tahun. Sekitar 6 bulan yang lalu pak Tamin mengalami sakit gangguan lambung dan dirawat di RSAU Maospati. Oleh dokter dinyatakan menderita sakit mag dan ditemukan benjolan pada lehernya. Yang oleh dokter dinyatakan tumor ganas. Sampai sekarang tidak menjalani pengobatan karena keadaan yang sangat memprihatinkan. Ketiga anaknya merawat ibu bapaknya yang terbaring lemah secara bergantian, mengingat tempat tinggalnya berjauhan di luar kabupaten Ngawi. Sedangkan keadaan ekonomi anaknya juga pas pasan. Kebutuhan sehari-hari berasal dari bantuan anak anaknya dan dari tetangga. Oleh dokter pak Tamin dianjurkan operasi, namun mengingat segala keterbatasannya tak kunjung dilakukan. Saat kami survey Pak Tamin dan istrinya terbaring di kamar tidur yang berbeda. Informasi mengenai pak Tamin diperoleh dari tetangga sekitar yang masih perduli perduli dengan nasib keluarganya. Santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya pengobatan. Keluarga pak Tamin sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga pak Tamin bisa sembuh dan beraktifitas seperti sebelum nya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Sumiyati

Pak Tamin menderita tumor ganas


MIJAN BIN SENIN (65, Gagal Ginjal). Alamat : RT 6/2 Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Mijan adalah seorang kepala keluarga dan bekerja sebagai kuli bangunan di pulau Bali. Satu tahun lalu pak Mijan terpaksa harus pulang dari Bali karena menderita sakit dan sudah tidak mampu bekerja lagi. Di Magetan, pak Mijan melakukan pengobatan, setelah menjalani beberapa pemeriksaan, pak Mijan dinyatakan sakit gagal ginjal dan harus menjalani cuci darah seminggu sekali. Dan mulai bulan Agustus 2017, pak Mijan harus menjalani hemodialiasa seminggu sekali tepat nya hari Rabu di Rsud. Sayidiman Magetan. Sejak saat itu, pak Mijan sudah tidak mampu bekerja lagi sedangkan bu Mariyem (50) sebagai ibu rumah tangga yang praktis tidak mempunyai pendapatan. Proses pengobatan ini dirasa sangat memberatkan keluarga walaupun sudah menggunakan fasilitas Bpjs Mandiri klas 3. Kabar mengenai pak Mijan diperoleh dari salah satu teman kurir Sedelah Rombongan Magetan. Bantuan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya rawat inap dan untuk biaya transportasi saat menjalani hemodialisa. Ucapan terimakasih disampaikan oleh pak Mijan, semoga para Sedekaholic dan kurir SR selalu diberikan Rejeki halal dan kesehatan selalu. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Vendi _Vero

Pak Mijan menderita gagal ginjal


LUXI DWI CAHYANI (42, lumpuh). Alamat : Jalan Salak Gang Gayam RT 10/3, Kelurahan Selosari, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Luxy adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki satu orang putri usia sekolah. Suaminya meninggal beberapa tahun yang lalu. Sepeninggal suaminya, bu Luxi mengalami gangguan jiwa ditambah dengan kondisi nya menjadi lumpuh. Anak nya yang masih klas 2 SLTP harus terbiasa mengurus kehidupan ibunya. Sementara untuk makan dan bertahan hidup mereka berdua mengandalkan pemberian tetangga dan saudara. Informasi mengenai bu Luxi diperoleh dari teman salah satu kurir Magetan. Santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 pun telah disampaikan dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anaknya. Bu Luxi sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga berbalas beribu kebaikan untuk para Sedekaholic beserta seluruh kurir Sedekah Rombongan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @KinantiAwe

Bu Luxi menderita gangguan jiwa


MARTINI BINTI YADI (45, patah tulang tungkai). Alamat : Desa Candirejo RT 03/02, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Martini adalah seorang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai buruh menjahit. Pada tanggal 12 Agustus 2017, bu Martini jatuh di kebun dan menyebabkan tulang tungkai nya patah. Awal nya hanya dikira keseleo biasa, tetapi karena dirasa sangat sakit akhirnya dibawa berobat ke Rsud. Sayidiman Magetan. Dari situ diketahui bahwa tulang tungkai nya patah dan harus dilakukan tindakan operasi sehingga perlu dirujuk ke Rsud Soedono Madiun. Suami bu Martini yaitu Pak Hudi (46) mendatangi rumah salah satu kurir Magetan untuk mengajukan bantuan. Selama ini pengobatan menggunakan Bpjs kelas 3, namun pak Hudi masih merasa kesulitan untuk biaya akomodasi dan transportasi. Pak Hudi yang bekerja serabutan penghasilan nya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah kedua anaknya. Apalagi saat ini harus mendampingi berobat istrinya, praktis tidak ada pemasukan sama sekali. Akhirnya bu Martini menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan dan Alhamdulillah operasi telah dilaksanakan pada hari Selasa, 12-9-2017 di Rsud. Soedono Madiun. Saat ini bu Marti menjalani kontrol rutin dua minggu sekali. Bantuan kedua titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat serta pembelian obat diluar Bpjs setelah bantuan sebelum nya masuk pada rombongan 1052. Pak Hudi dan keluarga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang telah diberikan. Semoga bu Martini segera sembuh dan beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @KinantiAwe

Bu Martini menderita patah tulang tungkai


DINA AGUSTINA (38, Kanker Nasofaring). Alamat : Dusun Sangrah, RT 7/3, Kel Pakandangan Sangrah, Kec Bluto, Kab Sumenep, Madura, Prov. Jawa Timur. Ibu Dina adalah seorang wanita yang berasal dari Jawa Barat dan merantau ke Madura karena ikut suaminya. Ibu Dina divonis menderita kangker nasofaring sejak akhir 2014 silam. Sejak saat itu ibu Dina harus berjuang untuk melawan penyakitnya ini. Pada awal tahun 2015 ibu Dina sudah menjalani operasi untuk penyakitnya ini. Gejala yang dialami bu Dina adalah sering keluar darah dari hidung dan ada bagian di dekat leher yang membengkak. Tahun 2015 akhir kurir SR dipertemukan dengan beliau di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo Surabaya dan kemudian Ibu Dina menjadi pasien dampingan SR. Setelah menjalani beberapa kali kemo terapi, radiasi dan proses tambah darah yang harus cukup menguras tenaga beliau, pada akhir 2016 Dokter menyatakan Ibu Dina Sembuh dan hanya perlu kontrol sekali dalam 6 (enam) bulan. Namun sangat di sayangkan, bu Dina tidak bisa melanjutkan proses kontrol di Surabaya karena harus ikut suaminya yang merantau ke Jakarta untuk mencari nafkah. Pada bulan September 2017 Ibu Dina kembali ke Surabaya dan kembali menjadi pasien dampingan SR. Suami Ibu Dina, Joyo Arifin (37) adalah tenaga pengajar salah satu madrasah di dusun Sangrah. Namun karena harus menemani Ibu Dina berobat maka Pak Joyo terpaksa tidak bisa mengajar lagi. Di tengah perjuangan Pak Joyo menemani Ibu Dina berobat, beliau merupakan kepala rumah tangga harus menafkahi seorang putri dan kedua orang tuanya yang sudah cukup tua. Saat ini Kondisi Ibu Dina perlu menjalani pengobatan lagi yakni kemo dan radiasi lagi di RSUD dr. Soetomo Surabaya. Santunan dari sedekaholic sangat meringankan beban dari Ibu Dina Yang harus menempuh jarak 200 km untuk berobat ke Surabaya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 September 2017
Kurir : @vanmadura

Ibu Dina divonis menderita kanker nasofarin

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 PAGI SAKDULLAH 1,000,000
2 NIA ALMIRA 1,000,000
3 AHMAD MAULANA RISQI 1,000,000
4 SARTIYAH BINTI POMO 1,000,000
5 ALM.HERMAN JATI NUGROHO 1,000,000
6 SURYADI SURAHMAN 1,000,000
7 MAJALAH TEMBUS LANGIT SEDEKAH ROMBONGAN VOLUME 21 15,000,000
8 MAJALAH TEMBUS LANGIT SEDEKAH ROMBONGAN VOLUME 23 8,500,000
9 SIAM BINTI SAIF 500,000
10 HADI SARING BIN ALM. MAD KARYO 500,000
11 RAZKY ADITYA BIN SAIMAN 500,000
12 KASIYEM BINTI ALM. MADNIYAS 500,000
13 HAYYU WAHYUNINGTIAS BIN AHMAD RIYANTO 500,000
14 KHOERUL BARIYAH BINTI SUNARYANTO 500,000
15 MITRA ZETYAJI BIN NURROHMAN 500,000
16 TATI BINTI ALM. DUPI 500,000
17 ARUN ADIANSAH BIN MANSYUR 500,000
18 ARUN ADIANSAH BIN MANSYUR 5,000,000
19 MTSR 1 dan 2 PURWOREJO 2,400,000
20 SATINEM BINTI ASMARJA 1,000,000
21 LESTARI BINTI ARJOMARYONO 1,500,000
22 SUTOREJO AL NIYO 1,500,000
23 ANNISA DWI SETIYANI 1,000,000
24 SUMILAH BINTI ADI NGADIMAN 1,000,000
25 GALANG RAMADHON BIN SUPRI 1,000,000
26 AXSEL LEO MESI 1,000,000
27 MARSIYEM BINTI MUSTAR 1,000,000
28 RATNOREJO BIN ALM KARYO TARUNO 1,000,000
29 MUSTAHARWANTO BIN KARTOWINOTO 1,000,000
30 LASINEM BINTI KARTO DIKROMO 1,000,000
31 RAHAYU BINTI NGATIJO 1,639,950
32 SUPARMAN BIN MULYO SEMITO 1,000,000
33 SUKINAH BINTI ALM ATMOREJO 1,000,000
34 MTSR JOGJA 4,338,200
35 MTSR JOGJA 2,568,200
36 MTSR JOGJA 2,618,200
37 MTSR JOGJA 3,418,200
38 MTSR JOGJA 4,643,200
39 RSSR JOGJA 2,846,934
40 RSSR JOGJA 22,690,460
41 DALIO BIN JOYO SENTONO 500,000
42 TRI OKTIANA SAPUTRI 1,000,000
43 BURHAN BIN SUHERMAN 500,000
44 KASIH NUR VAJIRA 1,955,000
45 SRI WAHYUNI 3,000,000
46 WIJI LESTARI BINTI SOIRI 1,000,000
47 SUWUH BINTI SOIJOYO 1,000,000
48 TAMIN BIN TOYONO 1,000,000
49 MIJAN BIN SENIN 1,000,000
50 LUXI DWI CAHYANI 1,000,000
51 MARTINI BINTI YADI 500,000
52 DINA AGUSTINA 1,000,000
Total 113,618,344

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 113,618,344,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1105 ROMBONGAN

Rp. 59,208,581,146,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.