Rombongan 1104

Orang-orang yang menginfakkan hartanya di waktu malam dan siang secara sembunyi dan terang-terangan maka mereka mendapat pahala dari Tuhannya
Posted by on January 29, 2018

ILHAM PUTRA USMAN (3, Hydrocephalus). Alamat : Ds. Ranjeng, RT 1/1, Kec. Ciruas, Kab. Serang, Provinsi Banten. Ilham Putra menderita hydrocephalus sejak lahir. Awalnya Ilham rutin kontrol di rumah sakit di Sumedang, hingga akhirnya ia dirujuk ke rumah sakit di Bandung. Ketiadaan biaya membuat orang tua Ilham mengurungkan niat untuk membawanya berobat ke Bandung. Selama lebih dari dua tahun, Ilham hanya bisa menahan rasa sakit tanpa berobat. Sejak saat itu, Ilham dibawa ayahnya, Usman, merantau ke daerah Ciruas, Serang, Banten. Setiap hari Ilham dibawa Pak Usman berjualan gorengan di tepi jalan dan terkadang ia dititipkan jika hujan. Menurut tetangga, Ilham termasuk anak yang ceria. Kondisi Ilham sangat memprihatinkan, saat kurir Sedekah Rombongan mengunjunginya di rumah kontrakannya, ia hanya bisa terbaring tanpa bisa menggerakkan kepalanya. Setelah JKN – KIS telah dimilikinya, Ilham dapat kembali berobat. Ilham pun akhirnya menjalani operasi pertamanya di RSU Drajat Perwira Negara Serang. Ilham menjalani operasi pada 17 April 2017 setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit. Setelah menjalani operasi keadaan Ilham terlihat sehat. Setengah bulan kepulangan pasca operasi, Ilham kembali masuk rumah sakit karena mengalami kejang. Luka bekas operasinya pun mengakibatkan rasa sakit sehingga ia selalu menangis menahan rasa sakitnya. Kondisi Ilham semakin memburuk, kini matanya tak bisa melihat. Selain itu, luka bekas pemasangan selang terjadi infeksi akibatnya Ilham kerap menangis kesakitan dan demam tinggi. Pada 1 November 2017, Ilham kembali dioperasi untuk mengganti selang di kepalanya karena terjadi infeksi. Alhamdulillah operasi berjalan lancar da Ilham diizinkan pulang pada 9 November 2017. Sepulang dari rumah sakit dan dirawat di rumah, kondisi Ilham menurun. Bagian tubuh sebelah kanannya tidak bisa digerakkan dan kedua matanya sudah tidak bisa melihat dan merespon orang di sekitarnya. terkadang tangan dan kaki kanannya kaku tidak bisa digerakkan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Semoga Ilham segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT. Sebelumya Ilham telah dibantu dalam Rombongan 1053.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 18 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @giegietpl @pratama_chatur Emay @ririn_restu

Ilham Putra menderita hydrocephalus sejak lahir


SUPENO PENO (53, Maag Akut + Jantung Koroner). Alamat : Jln. Angsoka, RT 2/8, Kel. Kasemen, Kec. Kasemen, Kota Serang, Prov. Banten. Pak Peno adalah seorang pedagang es kelapa yang setiap harinya berjualan di SD. Setiap pagi Pak Peno harus mendorong gerobaknya sendirian menuju sekolah. Istri Pak Peno, Sri Lestari (48), berjualan gorengan dengan mengayuh sepeda keliling kampung. Kesibukan mencari uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membuat Pak Peno lupa untuk sarapan. Pada pertengahan September 2016, Pak Peno mengalami sakit dan kondisinya sangat menurun hingga harus dirawat di RSUD Kota Serang. Setelah dilakukan pemeriksaan Pak Peno dinyatakan menderita maag kronis, dan terdapat ganguan pada jantungnya. Pak Peno dirawat menggunakan JKN – KIS kelas III yang ia dapatkan dari bantuan tetangganya yang mendaftarkanya melalui Dinas Sosial. Setelah satu minggu dirawat Pak Peno diizinkan pulang, namun ia harus selalu kontrol setiap bulannya. Setelah sakit, Pak Peno tak lagi bisa berjualan. Kebutuhan hidup keluarga kini hanya mengandalkan hasil jualan Ibu Sri yang hanya cukup untuk makan sehari – hari. Pak Peno akhirnya kerap meminjam uang kepada sanak saudara untuk biaya transportasi ketika ia berobat. Saat berobat pada bulan Agustus 2017, dokter menyarankan Pak Peno untuk dipasang ring pada jantungnya, namun ia belum mendapatkan kepastian jadwal operasi hingga sekarang. Alhamdulillah kondisi Pak Peno membaik, namun ia masih belum bisa beraktivitas berat karena mudah lelah. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat jalan. Sebelumnya Pak Peno telah dibantu di rombongan 1066.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 18 November 2017
Kurir : @nurmanmlana Emay @ririn_restu

Pak Peno dinyatakan menderita maag kronis, dan terdapat ganguan pada jantungnya


AGUS HARIWIDODO (23, Gagal Ginjal + Katarak). Alamat : Kp. Kali Jaya, RT 2/10, Kec. Teluk Naga, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Pak agus adalah seorang ayah dari 1 orang anak berusia 7 tahun. Sejak 1 tahun yang lalu Pak Agus mengalami gagal ginjal, dengan gejala awal nyeri di kaki hingga kesulitan berjalan. Awalnya diagnosis dokter menyebutkan Pak Agus mengalami reumatik, dan selama 6 bulan ia mengonsumsi obat reumatik yang diresepkan dokter. Hingga satu hari Pak Agus jatuh sakit dan seluruh tubuhnya lemas, dan setelah dilakukan pemeriksaan lebih dalam dan cek laboratorium, Pak Agus didiagnosis mengalami gagal ginjal dan diharuskan melakukan cuci darah sebanyak 2 kali dalam seminggu selama seumur hidupnya. Keharusan mencuci darah 2 kali seminggu membuat Pak Agus sering izin dari tempat kerjanya. Pak agus bekerja sebagai seorang cleaning service yang sering bertugas sampai larut malam. Selama 6 bulan Pak Agus tidak dapat bekerja hingga memutuskan berhenti dari pekerjaannya karena kondisi fisiknya semakin melemah. Selama berobat Pak Agus mengandalkan BPJS Ketenagakerjaan dari tempatnya bekerja, tapi 3 bulan sebelum berhenti iurannya sudah tidak dibayarkan oleh pihak perusahaan. Akibatnya Pak Agus tidak bisa melakukan cuci darah selama 3 bulan. Hal ini membuat kondisi fisiknya semakin parah, dan kesalahan mengonsumsi obat dengan dosis yang tinggi saat didiagnosis reumatik pun menyebabkan mata Pak Agus mengalami katarak dan harus dioperasi. Sekarang Pak Agus bersama ibunya yang sudah tua berjualan nasi uduk di rumah kontrakan mereka untuk biaya hidup sehari-hari dan transportasi selama berobat ke RS Hermina Tangerang, yang jaraknya jauh dari rumah. Istri Pak Agus terpaksa kembali ke kampung halamannya untuk bekerja membantu biaya pengobatannya. Alhamdulillah Pak Agus telah menjalani operasi katarak lanjutan untuk mata kirinya. Kini penglihatannya berangsur membaik. Pak Agus sempat menjalani rawat inap untuk menjalani cuci darah. Kurir sedekah rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya operasional berobat ke rumah sakit. Sebelumnya Pak Agus telah dibantu dalam Rombongan 1076.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 November 2017
Kurir :@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur Irma @ririn_restu

Pak Agus didiagnosis mengalami gagal ginjal


DESI SUPIYANTI (8, Thalasemia). Alamat : Kp. Benda kebon, RT 1/5, Ds. Benda, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Desi Supiyanti adalah putri kedua dari pasangan Encep dan Supianah. Terlihat Desi nampak sehat seperti anak-anak pada umumnya, namun jika diperhatikan secara jelas perutnya membuncit dan badanya sangat kurus. Sejak 4 tahun lalu Desi didiagnosis dokter menderita Thalasemia atau kelainan darah dimana tubuh tidak cukup memproduksi hemoglobin sehingga kadarnya sedikit. Desi harus melakukan cuci darah dan transfusi minimal 1 bulan sekali, bahkan usianya dinyatakan dokter hanya bisa bertahan sampai umur dua puluh tahun. Beruntung Pak Encep yang bekerja sebagai karyawan honorer beserta keluarga telah memiliki KIS sehingga biaya pengobatan Desi bisa terpenuhi. Jarak tempuh dari rumah ke tempat berobat Desi di RSU Kota Tangerang cukup jauh, membuat Pak Encep harus memiliki uang untuk transportasi berobat anaknya. Terkadang Pak Encep kerepotan untuk biaya transportasi karena dalam sebulan Desi bisa 2 – 3 kali berobat. Pak Encep dan keluarga hanya bisa pasrah dan berdoa semoga Allah SWT mengangkat dan menyembuhkan penyakit Desi. Kondisi Desi belum banyak mengalami perubahan, ia masih harus menjalani transfusi darah rutin yang tidak tahu pasti sampai kapan harus ia lakukan. Sekilas Desi seperti anak yang sehat, hanya saja tumbuh kembangnya tidak seperti anak seusianya. Tubuhnya terlihat sangat kurus. Jika Desi tidak transfusi darah dan minum obat secara rutin, penyakitnya akan kambuh dan kondisinya sangat menurun. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat jalan dan transfusi darah rutin. Sebelumnya Desi telah dibantu dalam Rombongan 1075.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @mistaaja @ririn_restu

Desi menderita Thalasemia atau kelainan darah


NIJAR BIN WAHYUDI (2, TB Paru + Pembengkakkan Limpa). Alamat : Kp. Rancailat, RT 2/1, Ds. Rancailat, Kec. Kresek, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Nijar adalah anak pertama dari pasangan Wahyudi dan Hayaroh. Sungguh malang nasib Nijar, baru beberapa bulan dilahirkan ia sudah menjadi anak yatim. Ironisnya ayah Nijar meninggal dikarenakan penyakit yang sekarang diderita Nijar yaitu TB paru. Setelah suaminya meninggal, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan anaknya, Ibu Hayaroh bekerja sebagai buruh harian lepas di sebuah pabrik di wilayah Sukamulya, Tangerang. Untunglah ia masih tinggal bersama kedua orang tuanya sehingga Nijar bisa dijaga oleh kakek dan neneknya. Ketika lahir bayi Nijar dalam kondisi sehat, namun setelah berusia enam bulan ia mulai terkena TB paru. Awalnya Nijar terserang panas tinggi, badannya demam. Ibunya pun membawa Nijar berobat ke klinik terdekat. Setelah beberapa hari panas Nijar tak turun juga, Ibu Hayaroh akhirnya membawanya ke klinik di Kecamatan Kronjo, karena belum adanya JKN – KIS ia tidak berani membawa anaknya berobat ke rumah sakit. Dokter menyarankan Nijar untuk dirongten, dan setelah dicek hasilnya ternyata Nijar terkena TB paru dan pembengkakan limpa. Saat ini Nijar harus berobat dua kali seminggu selama enam bulan secara terus – menerus agar penyakitnya segera sembuh. Alhamdulillah Nijar telah memiliki JKN – KIS kelas III yang dapat meringankan biaya berobatnya. Penganan penyakit Nijar adalah ia harus menjalani terapi tuberkolosis dan meminum obat yang dapat melemahkan bakteri penyebab TB. Jika terapi tidak dilakukan akan berakibat fatal pada kesehatan Nijar, bahkan bisa menyebabkan kematian. Orang tua Nijar harus memastikan obat diminum secara teratur dan menjaga gizi Nijar dengan baik. Selain itu, mereka juga harus memerhatikan kondisi lingkungan rumah harus terus bersih dan jauh dari polusi terutama asap rokok. Kondisi Nijar mulai membaik, berat badannya pun meningkat namun masih harus rutin berobat. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan biaya transportasi dan akomodasi berobat Nijar. Sebelumnya Nijar telah dibantu dalam Rombongan 1075.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @mistaaja @ririn_restu

Nijar menderita TB paru


KISUT BIN MUGENI (20, Gangguan Kandung Kemih dan Lambung). Alamat : Kp. Rancailat, RT 2/3, Ds. Rancailat, Kec. Kresek, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Pria yang biasa disapa Kang Kisut ini sangat rajin dan ulet, meskipun kondisi badannya lemah ia tetap berusaha mengais rezeki dengan mengumpulkan barang bekas dan rongsokan yang hasil penjualannya pun hanya cukup untuk makan. Memang kondisi tubuh Kang Kisut tidak memungkinkan untuk berjalan jauh dan bekerja berat, jalannya pun sangat lamban. Kondisi Kang Kisut bermula sejak tahun 2002 saat ia berusia 6 tahun. Ketika itu Kang Kisut sedang bermain peran dengan anak tetangganya sebagai sepasang suami istri, namun tak disangka orang tua temannya tersebut tidak terima dan disangka ia hendak memerkosa, padahal mana mungkin hal tersebut dilakukan oleh anak usia 6 tahun. Tanpa pikir panjang ayah temannya itu menghajar dan memukuli Kang Kisut tanpa ampun, tidak hanya itu saja bahkan ia pun menginjak-menginjak perut dan kemaluan Kang Kisut. Tragis memang kisah kehidupan Kang Kisut, akibat dari kelalaian dan kesalahan orang tua dapat berakibat fatal pada masa depan anak. Hingga sekarang Kang Kisut menderita karena penganiayaan tersebut, selain tidak bisa berjalan normal dan bekerja berat, ia juga selalu kesakitan jika buang air. Menurut Kang Kisut dulu ibunya pernah membawanya berobat ke RSU Kota Tangerang tapi tidak diteruskan karena keterbatasan biaya. Orang tua Kang Kisut bercerai sejak ia berumur 3 tahun, akhirnya yang mencari nafkah hanya ibunya yang bekerja serabutan sebagai buruh tani. Kini kang Kisut hanya mampu berobat di klinik setempat yang tidak terlalu jauh dengan rumahnya, itupun jarang sekali. Jika sedang kambuh, ketika hendak buang air kecil sakitnya tidak tertahankan sehingga Kang Kisut harus rutin berobat minimal 1 bulan sekali. Kang Kisut sudah harus dirujuk ke RSU untuk mengetahui pasti sakit yang dialaminya, namun tidak dapat ia lakukan karena tidak memiliki uang untuk ongkos berobat. Alhamdulillah setelah mendapatkan bantuan dari Sedekah Rombonngan Kang Kisut sudah mulai memeriksakan kondisinya ke rumah sakit. Kini ia masih menjalani rawat jalan dan kondisinya membaik namun belum diketahui tindakan apa yang akan dijalaninya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk operasional berobat. Sebelumnya Kang Kisut telah dibantu dalam Rombongan 1066.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnamina @mistaaja @ririn_restu

Kang Kisut menderita gangguan kandung kemih dan lambung


MAEMUNAH BINTI BANID (72, Diabetic Foot). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 3/2, Desa Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Bi Mun, biasa ia disapa adalah seorang wanita yang ulet dan setia, setelah suaminya meninggal ia tidak mau menikah lagi. Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolah kelima anaknya, Bi Mun rela berjuang keras berdagang keliling menjual bubur di pagi hari dan es cendol di siang hari. Hal itu Bi Mun jalani dengan sabar tanpa mengeluh sekalipun, tapi sejak 3 tahun lalu ia tidak bisa lagi berjualan akibat luka borok pada kaki yang dideritanya. Awalnya Bi Mun sering mengalami sakit kepala yang membuatnya tidak mampu berjualan seperti biasa. Bi Mun lalu merasakan gatal yang tak tertahankan pada kaki kanannya, luka tersebut ia garuk hingga terluka dan membengkak yang kemudian berlubang dan mengeluarkan nanah. Menurut dokter di Pukesmas, Bi Mun mempunyai riwayat diabetes sehingga lukanya tak kunjung kering dan sembuh. Dokter pun menyarankan Bi Mun berobat ke rumah sakit tetapi karena ketiadaan biaya ia memilih pengobatan alternatif. Sudah sekian lama berobat tapi penyakit Bi Mun tak kunjung membaik dan ia hanya bisa pasrah menerima nasibnya. Bi Mun hanya tinggal dengan seorang anaknya yang belum menikah, keempat anaknya yang sudah berkeluarga tinggal jauh darinya. Untuk berobat dan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, Bi Mun hanya mengandalkan pekerjaan anaknya sebagai buruh kasar dengan penghasilan yang sangat kecil dan juga dari pemberian orang lain yang merasa iba dengan kondisinya. Sebelumnya kondisi Bi Mun tak kunjung membaik, bahkan luka borok di kakinya semakin melebar, namun setelah rutin kontrol dan minum obat Alhamdulillah luka di kakinya mulai membaik dan kering. Bi Mun harus terus minum obat agar kondisinya stabil dan lukanya tidak kembali bernanah. Saat kurir Sedekah Rombongan hendak menjenguk Bi Mun di rumahnya, kurir tidak dapat menemuinya dan menurut penuturan sang tetangga, Bi Mun sedang dibawa anaknya untuk berobat ke klinik di daerah Rajeg, Tangerang. Tetangganya juga menceritakan bahwa kondisi Bi Mun seminggu terakhir menurun dan wajahnya mengalami pembengkakkan. Akhirnya Kurir memutuskan menemui Bi Mun di Rajeg, dan saat bertemu dengannya kondisinya sudah membaik dan wajahnya tidak lagi bengkak. Menurut Bi Mun setelah minum obat, keluar cairan darah bercampur nanah dari hidungnya. Setelah dua kali berobat kondisinya terus membaik, dan Bi Mun diharuskan kontrol kembali namun belum ia lakukan karena tidak ada biaya untuk transportasi. Karena sempat tidak berobat, kondisi Bi Mun menurun. Luka di kakinya kembali basah. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk operasional berobat jalan. Sebelumnya Bi Mun telah dibantu dalam rombongan 1066.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @mistaaja @ririn_restu

Bi Mun menderita diabetes


PENGKI BINTI JASIH (49, Susp. Gastritis + Gangguan Ginjal). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 2/2, Ds. Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Pengki adalah seorang ibu rumah tangga yang ulet dan rajin. Sehari – harinya Ibu Pengki berjualan es campur dan jajanan anak-anak untuk membantu suaminya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Suami Ibu Pengki bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasil yang tak menentu. Enam bulan lalu, Ibu Pengki tidak bisa berjualan lagi karena sakit yang dideritanya. Awal mulanya saat Ibu Pengki sedang berjualan, ia jatuh pingsan karena menahan sakit yang tak terhingga di bagian perut dan ulu hatinya. Setelah diperiksa dokter di klinik terdekat dan dilihat dari hasil rongtennya ternyata ada gangguan pada lambung, empedu dan ginjalnya. Dokter pun menyarankan Ibu Pengki berobat ke rumah sakit. Untunglah Ibu Pengki mempunyai Jamkesmas sehingga untuk biaya pengobatannya bisa terpenuhi, namun ia kerap kebingungan mencari uang untuk transportasi ke RSUD Tangerang. Jarak dari rumahnya ke rumah sakit cukup jauh, terkadang ia harus meminjam uang pada tetangganya agar bisa berobat. Kondisi Ibu Pengki belum banyak peningkatan, ia masih sering merasa lemah. Ibu Pengki disarankan menjalani pemeriksaan CT-Scan dan hasilnya positif di dalam rahimnya terdapat kista. Dokter belum memutuskan Ibu Pengki harus menjalani operasi atau tidak. Ibu Pengki harus menjalani serangkaian pemeriksaan medis lainnya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk kebutuhan transportasi dan akomodasi berobat. Sebelumnya Ibu Pengki telah dibantu dalam Rombongan 1075.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 November 2017
Kurir: @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @mistaaja @ririn_restu

Bu Pengki menderita susp. gastritis + gangguan ginjal


MASBUN BIN ADAM (72, Pembengkakkan Prostat). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 3/2, Ds. Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Abah Masbun kerap orang – orang memanggilnya, di usianya yang sudah semakin tua ia masih semanggat dan sanggup bekerja sebagai buruh bangunan yang membutuhkan tenaga dan fisik yang kuat. Sayangnya beberapa bulan terakhir Abah Masbun tidak bisa bekerja lagi karena prostatnya mengalami pembesaran. Dua tahun silam Abah Masbun mulai terkena prostat, setiap hari ia harus mondar – mandir puluhan kali ke kamar mandi. Dua bulan terakhir Abah Masbun harus dibawa ke RSUD Tangerang karena tidak bisa buang air kecil. Setelah dilakukan pemeriksaan dokter menyarankan Abah Masbun untuk dioperasi. Setelah satu minggu menjalani rawat inap, Abah Masbun akhirnya dioprasi. Alhamdulillah Abah Masbun sudah mempunyai JKN – KIS kelas III, sehingga biaya pengobatan dan operasinya ditanggung BPJS. Abah dianjurkan kontrol setiap bulanya, namun ia kebingungan setiap jadwal kontrol tiba karena ia terkadang tidak mempunyai uang untuk biaya transportasi berobatnya. Abah juga mengalami cedera pada kakinya, sehingga semakin membuatnya tidak bisa bekerja lagi dan hanya dapat menghabiskan waktunya di rumah. Istrinya yang kini menjadi pengganti tulang punggung keluarga sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tak seberapa. Anak – anak Abah Masbun pun tak dapat membantu banyak karena juga dalam kondisi kesulitan ekonomi. Abah Masbun alahmdulilah telah menjalani operasi hernia, namun kondisinya belum membaik karena ia masih mengalami cedera pada kakinya. Abah Masbun masih sulit berjalan, selain karena cedera kakinya juga akibat pasca operasi. Abah Masbun tidak diperbolehkan beraktivitas berat, dan proses pemulihannya membutuhkan waktu yang cukup lama dan ia masih harus berobat jalan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk operasional berobat jalan. Sebelumnya Abah Masbun dibantu dalam Rombongan 1075.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 November 2017
Kurir :@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @mistaaja @ririn_restu

Abah Masbun terkena prostat


SUMANTA BIN RAPIK (23, Bronkitis + Gangguan Lambung + Maag Akut). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 2/2, Ds. Pabuaran, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Sumanta atau biasa dipanggil Kang Gituk adalah anak ke-2 dari pasangan Ibu Maya dan Bapak Rapik. Sedari kecil Kang Gituk terkenal rajin dan ulet, ia tidak segan membantu pekerjaan orang tuanya di rumah, mulai dari membersihkan rumah, memasak dan mencuci piring. Hal itu mungkin dilakukan karena ia tidak memiliki saudara perempuan, sehingga ia lah yang membantu ibunya di rumah. Baktinya pada orang tua justru membuat Kang Gituk sering diolok – olok bertingkah seperti perempuan, namun ia tidak memedulikannya. Kang Gituk juga harus menerima kesulitan hidup sedari kecil karena Pak Rapik hanya bekerja sebagai buruh tani dan tukang ojek yang penghasilannya hanya cukup untuk makan. Kondisi itu membuat Kang Gituk harus bekerja keras meringankan beban hidup kedua orang tuanya. Kang Gituk dan ketiga saudaranya pun tidak dapat mengenyam pendidikan tinggi, mereka hanya lulus SD dan setelah itu sudah mulai berusaha mencari uang. Tak jauh dari rumah Kang Gituk terdapat tempat pengolahan barang-barang bekas, ia pun bekerja di sana sebagai buruh harian lepas meskipun penghasilannya tidak seberapa. Sayangnya, sejak dua bulan lalu Kang Gituk tidak bisa bekerja karena kondisi badanya lemah dan perutnya terasa sangat perih, jangankan untuk berjalan berdiri saja ia tidak bisa. Mulanya Kang Gituk mengira ia mengalami masuk angin, esok paginya ia dipijat oleh tukang urut, namun sakitnya tak kunjung sembuh dan sakit di perutnya semakin terasa. Akhirnya Pak Rapik memutuskan membawa Kang Gituk ke klinik untuk berobat. Dokter menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan rontgen dan CT – Scan agar penyakitnya bisa diketahui. Setelah dirongten ternyata diketahui Kang Gituk mengalami bronkitis yang efeknya selain menyerang paru-paru juga terasa di lambungnya. Kang Gituk yang telah memiliki JKN – KIS PBI disarankan untuk berobat ke RSUD Kab. Tangerang agar mendapatkan pengobatan lebih lanjut. Pak Rapik tetap kebingungan jika Kang Gituk harus dibawa ke RSUD, selain karena ketidaktahuannya terkait urusan administrasi, ia pun bingung untuk biaya transportasi ke sana. Selama ini Pak Rapik dibantu oleh tetangganya untuk mendampingi Kang Gituk berobat. Setelah beberapa kali kontrol, kondisi Kang Gituk membaik. Dari hasil pemeriksaan rontgen kondisi paru – parunya sudah tidak lagi terinfeksi namun masih harus menjalani kontrol rutin hingga dinyatakan sembuh. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan untuk operasional berobat ke RSUD. Sebelumnya Kang Gituk telah dibantu dalam Rombongan 1075.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 November 2017
Kurir :@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @mistaaja @ririn_restu

Kang Gituk mengalami bronkitis dan gangguan lambung


MARWAN BIN SALID (54, Pembengkakkan Prostat). Alamat : Kap. Pabuaran, RT 2/2, Ds. Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Abah Marwan Sudah dua hari dirawat di RSUD Tangerang pasca menjalani operasi. Kamis, 26 Oktober 2017, tepatnya jam 10 pagi, Abah Marwan menjalani operasi karena terkena pembengkakkna prostat. Hal ini terpaksa dilakukan karena kondisi Abah terus menurun. Dalam sehari Abah Marwan bisa berpuluh kali bolak – balik ke kamar mandi. Puncaknya dua minggu yang lalu, Abah Marwan sama sekali tidak bisa buang air kecil, sehingga ia sangat menderita dan kesakitan. Keluarga dibantu tetangga kemudian membawa Abah Marwan ke RSUD dan akhirnya menjalani operasi. Pasca operasi Abah Marwan dianjurkan kontrol setiap tiga hari sekali untuk mengganti selang yang dipasang sebagai alat pembuangan urine sementara. Alhamdulilah selama ini Abah Marwan tidak harus mengeluarkan biaya untuk berobat, karena semuanya ditanggung JKN – KIS kelas III yang dimilikinya. Meski begitu, Abah Marwan dan keluarga tetap kebingungan untuk kebutuhan pengobatan abah selama masih dirawat, dan untuk biaya trasnportasi rawat jalan nantinya. Abah Marwan membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk biaya transportasi karena jarak rumahnya ke RSUD cukup jauh. Pasca operasi kondisi Abah Marwan sudah sedikit membaik, tetapi ia masih lemas dan tidak bisa beraktivitas berat. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk operasional kontrol lanjutan. Sebelumnya Abah Marwan dibantu dalam Rombongan 1075. Semoga penyakitnya segera disembuhkan oleh Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 November 2017
Kurir :@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @mistaaja @ririn_restu

Abah Marwan terkena pembengkakkna prostat


ROMDONI BIN ENDI (12, Kanker Tulang). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 2/2, Ds. Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Putra sulung pasangan Bapak Endi dan Ibu Aminah ini kondisinya sangat memprihatinkan, tulang kaki dan tangan Romdoni mengecil; ia juga tidak bisa bicara karena pendengarannya terganggu. Kesehariannya Doni lalui hanya di tempat tidur, agar tidak bosan orang tuanya terkadang menggendongnya keluar dan membaringkannya di balai bambu di depan rumahnya. Kondisi ini telah berlangsung sejak 12 tahun lalu, awalnya Doni terserang demam dan panas tinggi yang disertai kejang-kejang. Orang tua Doni kemudian membawanya berobat ke klinik terdekat tetapi penyakit tak juga sembuh, justru ia semakin sering mengalami kejang. Penglihatan mata Doni pun mengalami gangguan, ia mengalami mata juling. Akhirnya Doni dibawa ke rumah sakit, dan setelah diperiksa dokter menyatakan ia mengalami kanker tulang. Keadaan ekonomi keluarga Doni yang kekurangan, serta jauhnya jarak ke rumah sakit membuat orang tua Doni tidak sanggup untuk melanjutkan pengobatan Doni. Akhirnya mereka pun hanya membawa Doni berobat ke pengobatan alternatif, dan kini mereka hanya bisa pasrah dan sangat sedih dengan keadaan Doni. Setelah mendapatkan bantuan awal dari Sedekah Rombongan, Doni akhirnya dibawa ke klinik terdekat. Doni disarankan untuk kontrol setiap dua minggu sekali. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk operasional berobat. Sebelumnya Doni telah dibantu dalam Rombongan 1075.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnamina @mistaaja @ririn_restu

Doni mengalami kanker tulang


SITI NURAYUNI (13, Radang Paru – Paru). Alamat : Kp. Buniayu, RT 2/1, Ds. Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Siti Nurayuni atau biasa dipanggil Ayuni adalah seorang anak yang periang dan penuh semangat, meskipun fisiknya lemah ia selalu aktif dalam setiap kegiatan yang diadakan sekolahnya. Putri bungsu dari pasangan Ibu Anih dan Bapak Santa (alm) ini tidak mau menyerah dan meratapi nasibnya, meski sakit dan sudah tidak memiliki ayah, ia terus berusaha menjalani hidup dengan bahagia dan selalu bersyukur kepada Allah SWT. Sewaktu di MI (Madrasah Ibtidaiyah), Ayuni mengikuti kamping dan lomba pramuka di kecamatan selama 3 hari dua malam, setelah itu ia mengalami sakit hingga tidak masuk sekolah selama satu minggu. sejak saat itu Ayuni sering sakit – sakitan, ia merasakan sesak saat bernapas. Lulus MI Ayuni menjalani pendidikannya di pesantren, di sana sakitnya tak kunjung membaik dan bertambah parah. Ayuni sering terserang sesak napas secara tiba-tiba terutama jika ia terlalu letih. Puncaknya terjadi sebulan yang lalu saat menjalani pelajaran olah raga. Sebelum pelajaran dimulai, sang guru mengharuskan semua siswa berlari mengelilingi lapangan, saat itu teman – temannya dikagetkan dengan suara Ayuni yang terjatuh pingsan. Setelah kejadian tersebut kondisi Ayuni semakin memburuk, tubuhnya terasa lemas dengan napas yang sangat sesak. Esoknya Ibu Anih menjemput Ayuni setelah diberi kabar oleh pihak sekolah, ia pun membawa Ayuni ke klinik. Setelah menjalani pemeriksaan rontgen, diketahui bahwa Ayuni mengalami radang paru-paru dan harus berobat jalan rutin selama tiga bulan. Ibu Anih pun merasa sedih dan bingung bagaimana ia bisa memperoleh uang untuk biaya berobat Ayuni. Ibu Anih yang kini menjadi orang tua tunggal tidak memiliki penghasilan tetap, jika pun ada hanya cukup untuk makan sehari – hari. Setelah menjalani pengobatan beberapa kali kondisi Ayuni membaik dan ia berkeinginan kembali ke pesantren. Kurir Sedekah Rombongan pun merasakan kesulitan yang dialami Ibu Anih, bantuan pun kembali disampaikan untuk operasional berobat Ayuni.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 November 2017
Kurir :@nurmanmlana @endangmplus @prathama_chatur @mistaaja @ririn_ restu

Ayuni mengalami radang paru-paru


ONEH KARSINAH (90, Lumpuh). Alamat : Kp. Baru, RT 2/5, Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Nenek Oneh sebelumnya bekerja sebagai petugas memandikan jenazah di rumah sakit, namun sejak 1 tahun yang lalu ia tidak bisa bekerja lagi karena sering sakit – sakitan. Kini Nenek Oneh hanya bisa duduk dan berbaring di tempat tidurnya. Nenek Oneh mengalami lumpuh tidak lama setelah ia tidak lagi bekerja. Saat itu Nenek Oneh sering dirawat di rumah sakit, namun kini karena keterbatasan biaya ia tidak lai berobat. Nenek Oneh tinggal bersama anaknya yang berprofesi sebagai pemulung dengan pendapatan yang hanya cukup untuk makan sehari – hari. Nenek Oneh kini hanya dapat terbaring lemah di kasurnya yang sangat usang, tubuhnya pun sangat kurus. Kondisi Nenek Oneh sempat menurun dan mengalami demam, anaknya pun membawanya ke klinik terdekat. Rencananya Nenek Oneh akan dibawa berobat lagi ke RSUD Tangerang. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya hidup sehari – hari dan operasional berobat. Sebelumnya Nenek Oneh dibantu pada Rombongan 1075.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 19 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_catur @trim @ririn_restu

Nenek Oneh mengalami lumpuh


TATI SURYANTI (12, Atresia Ani). Alamat : Kp . Cikiray Girang, RT 4/7, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Tati dilahirkan dalam kondisi yang tidak sama seperti bayi pada umumnya, ia memiliki kelainan tidak memiliki anus dan juga bentuk kaki yang agak bengkok. Pada awalnya, Tati terpaksa harus buang air besar melalui organ vaginanya yang disertai rasa sakit. Tati pernah menjalani pengobatan pada tahun 2006 ketika berusia 3 tahun dan menjalani operasi kolostomi (pembuatan lubang pembuangan sementara) di RSCM Jakarta. Pasca operasi Tati bisa buang air besar tanpa rasa sakit namun ia masih harus menjalani operasi lanjutan untuk pembuatan anus. Pengobatan Tati belum selesai, namun orang tuanya terpaksa harus menghentikan pengobatan karena kehabisan biaya, terlebih lagi ibundanya, Marlinah telah meninggal dunia. Putri pertama dari Pak Sakri (57) yang bekerja sebagai kuli bangunan ini, terpaksa hidup dengan sakitnya hingga berusia 12 tahun. Setelah hampir 10 tahun perawatan medis terhenti, orang tua Tati berusaha untuk kembali memulai proses pengobatan anaknya agar ia dapat memiliki anus seperti orang pada umumnya. Proses pengobatan pun dimulai dari Puskesmas, lalu berlanjut ke RSUD Pandeglang yang kemudian merujuknya ke RSCM Jakarta. Proses pengobatan terpaksa terhenti kembali karena orang tuanya tak memiliki biaya untuk transportasi dan bekal ke Jakarta meski Tati telah memilki JKN – KIS kelas III. Alhamdulillah setelah dibantu Sedekah Rombongan, pada 12 April 2017 Tati dapat berobat ke RSCM Jakarta dan sudah dijadwalkan untuk mengikuti serangkaian pemeriksaan medis sebelum dilakukan operasi. Pengobatan Tati sempat terhenti selama 5 bulan karena menunggu tersedianya ruangan operasi di RSCM. Tati kembali ke RSCM Jakarta setelah mendapat informasi ketersediaan ruangan sehingga operasinya bisa dijalankan. Ia pun tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta. Pasca operasi kondisi Tati sempat menurun dan menjalani rawat inap. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk akomodasi dan kebutuhan selama Tati dirawat. Semoga Tati diberikan kelancaran dalam menjalani pengobatan dan diberi kesembuhan, amin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1076.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 November 2017
Kurir : @nurmanmlana Dadan @ririn_restu

Tati memiliki kelainan tidak memiliki anus dan juga bentuk kaki yang agak bengkok


KEGIATAN LANSIA SEHAT PULAU DERAWAN (Bantuan Operasional Kegiatan). Alamat : Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Kurir Sedekah Rombongan di Pulau derawan bersinergi dengan kawan – kawan dari Nusantara Sehat mengadakan kegiatan Lansia Sehat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi kebahagiaan dan mewujudkan lansia sehat di usia senjanya. Pada 22 November 2017 kegiatan Lansia Sehata kembali dilaksanakan. Kegiatan dimulai pada pukul 08.30 – 11.00 WITA, dan dihadiri sebanyak 49 peserta. Para peserta sangat bersemangat hadir dinkegiatan ini meskipun sedang turun hujan. Kegiatan rutin pun tetap dilaksanakan seperti penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, dan konsultasi dokter. Tidak lupa, seperti biasa seluruh peserta melakukan senam sehat yang dipimpin oleh salah satu lansia dan diberikan makanan yang bergizi. Selain itu, ada penyuluhan kesehatan tentang diet hipertensi, dan peserta sangat antusias untuk bertanya. Acara diakhiri dengan pemberian doorprize untuk semakin meningkatkan semangat para lansia. Semua pihak yang terlibat, baik kurir Sedekah Rombongan, pengurus PKK, petugas Puskesmas, dan pihak lain yang membantu turut merasakan kebahagiaan dan keceriaan yang dirasakan para lansia. Setelah kegiatan berlangsung, kurir melakukan kunjungan ke rumah para lansia yang belum pernah mendapatkan pelayanan kesehatan dan yang tidak dapat hadir di kegiatan Lansia Sehat. Sedekah Rombongan kembali mendukung kegiatan rutin Lansia Sehat pada bulan November dengan menyampaikan bantuan untuk operasional kegiatan dan pemeriksaan kesehatan. Semoga para lansia selalu disehatkan oleh Allah SWT. Bantuan untuk kegiatan Lansia Sehat bulan lalu masuk dalam Rombongan 1066.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 November 2017
Kurir : @nurmanmlna @rianananudz @nahrulhasan @ririn_restu

Bantuan operasional kegiatan


SANDRA WATI (43, Penurunan Kekebalan Tubuh). Alamat : Gang Asem, RT 2/5, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Sandra merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Ibu dua orang anak ini tidak mengira bahwa dirinya terjangkit virus yang menyebabkan penurunan daya kekebalan tubuh. Kondisi tersebut ia alami setelah sang suami, Fajar (37), lebih dulu terjangkit penyakit yang sama pada tahun 2010. Ia tidak putus asa dengan apa yang dialaminya dan tetap bersemangat untuk berobat. Anak pertama Sandra, Aulya (11) positif mengalami sakit yang sama sepertinya, sedangkan anak keduanya, Lutfi (9), dinyatakan negatif setelah melakukan tes sebanyak tiga kali. Fajar belum mempunyai pekerjaan, oleh karena itu kebutuhan sehari-hari dipenuhi oleh Sandra yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Berbekal JKN – KIS kelas III yang kini telah dimiliki, Sandra beserta suami dan anaknya masih menjalani pengobatan rutin. Alhamdulillah berdasarkan pemeriksaan terakhir Lutfi masih berstatus negatif. Aulia dan Sandra kondisinya sering menurun, hal ini dimungkinkan karena Sandra kelelahan bekerja dan kegiatan Aulia di sekolah cukup banyak. Alhamdulillah mulut Aulia yang sebelumnya berjamur kini sudah kembali membaik. Sandra ingin sekali berhenti bekerja karena kondisinya sering menurun, namun hal itu tak dapat ia lakukan karena hanya ia lah yang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari dan membayar kontrakan. Sandra, Indra, dan Aulya masih rutin menjalankan kontrol dan minum obat. Sandra akhir-akhir ini sering mengalami demam. Berbeda dengan Sandra, Indra dan Aulya kondisinya cenderung stabil. Aulya dan Sandra akan melakukan tes Viral Load untuk mengukur kadar virus penurunan kekebalan tubuh dalam darah. Sebelumnya keluarga Sandra telah dibantu pada Rombongan 1075.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 22 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bu Sandra


TEGUH GUMILAR (29, Kerusakan Saluran Pernapasan). Alamat : Jalan Swadaya RT 4/3, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Teguh mendadak tidak sadarkan diri saat bekerja di bengkel kendaraan bermotor. Rekan kerjanya membawa Teguh ke balai kesehatan terdekat, namun karena keterbatasan alat, ia langsung dibawa ke UGD RS Fatmawati pada 10 November 2017. TTeguh didiagnosis mengalami kerusakan pada saluran pernapasannya, hal ini dimungkinkan karena terlalu sering menghirup asap dan zat korosif dari kendaraan bermotor di tempatnya bekerja. Keesokkannya Teguh langsung mendapatkan tindakan operasi trakeostomi atau pembuatan lubang di saluran pernapasan untuk menormalkan kembali pernapsannya. Dari hasil rontgen terlihat paru-paru Teguh dipenuhi asap. Kondisi itulah yang membuat Teguh kesulitan bernapas hingga pingsan. Setelah tindakan operasi tersebut, Teguh dipindahkan ke ruang Highcare untuk pemulihan dan kemudian dipindahkan ke ruang rawat biasa. Teguh sudah dirawat selama 2 minggu. Sepupu Teguh, Bu Wulan (40), mengeluhkan soal biaya yang harus dibayar nantinya mengingat saudaranya itu belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Bu Wulan tidak memiliki uang, pekerjaan suaminya sebagai tukang ojek tidak bisa membantu membayar biaya perawatan sepupunya. Selama ini perawatan Teguh menggunakan jaminan umum. Istri Teguh, Dwi Nita (28), kesulitan dalam komunikasi dan hanya bisa menangis saja. Kuri Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk biaya perawatan Teguh di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp.1000.000,-
Tanggal : 23 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Teguh didiagnosis mengalami kerusakan pada saluran pernapasannya


IYAH HAMDIAH (35, Tumor Colli). Alamat : Kp. Juhut, RT 4/1, Kel. Juhut, Kec. Karangtanjung, Kab. Pandeglang, Prov. Banten. Awal tahun 2017, Ibu Iyah mulai merasakan sakit di bagian leher. Berbekal JKN – KIS yang telah dimiliki, Ibu Iyah menjalani proses pengobatan dari mulai Puskesmas sampai ke RSUD yang kemudian merujuknya ke RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Kondisi Ibu Iyah sempat memburuk hingga harus dilarikan ke IGD RSPAD Gatot Subroto, dan menjalani rawat inap. Setelah itu, Ibu Iyah dirujuk ke RSCM Jakarta untuk melanjutkan proses pengobatannya. Ibu Iyah didiagnosis mengalami tumor colli, atau tumor yang tumbuh di sekitar lehernya. Suami Ibu Iyah, Heru Prabowo (47), bekerja sebagai penjahit. Sejak istrinya sakit, terpaksa Pak Heru harus sering meninggalkan pekerjaan demi mengurus pengobatan istrinya, sehingga pendapatan pun semakin berkurang. Uang simpanan yang mereka miliki juga telah habis digunakan untuk keperluan pengobatan selama sekitar sepuluh bulan terakhir. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Iyah, sehingga dapat menyampaikan bantuan untuk operasional berobat di RSCM Jakarta. Semoga Ibu Iyah diberikan kelancaran dalam menjalani pengobatan dan diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 November 2017
Kurir : @nurmanmlana Dadan @ririn_restu

Ibu Iyah didiagnosis mengalami tumor colli


SITI NURSIAH BINTI ALWI (42, Katarak + TB paru). Alamat : Jalan Kelapa Dua, RT 4/3, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Ibu Nursiah adalah sosok yang sangat gigih tanpa mengenal lelah demi menghidupi kedua anaknya, Fadli (9) dan Rima (14) yang masih duduk di bangku SD dan SMP. Ibu Nursiah sehari – harinya bekerja sebagai tenaga kebersihan taman di sebuah perumahan, dengan penghasilan sebesar 1 juta rupiah per bulan. Meskipun penghasilan tersebut jauh dari cukup, Ibu Nursiah bersyukur masih meemiliki penghasilan tetap. Terkadang Ibu Nursiah terpaksa berutang untuk membiayai sekolah anaknya, makan sehari – hari dan juga membayar kontrakan. Untuk menambah penghasilan, Ibu Nursiah sepulang bekerja mencari barang bekas untuk dijualnya. Sejak suaminya meninggal 5 tahun lalu, Ibu Nurisah seorang diri menjadi tulang punggung keluarga, pekerjaan apapun asalkan halal rela ia lakukan tanpa rasa malu. Sejak 4 bulan terakhir, Ibu Nursiah terpaksa harus beristirahat karena kondisi kesehatannya yang kian memburuk. Matanya tak dapat melihat jelas, dan tubuhnya semakin kurus karena didera TB Paru. Simpanan uang hasil pinjaman ke tetangga pun hampir menipis untuk menutupi biaya hidup karena Ibu Nursiah tidak lagi bekerja. Beruntung Ibu Nursiah memiliki JKN – KIS PBI, tapi tetap saja ia tidak dapat rutin berobat karena tidak memiliki uang untuk biaya transportasi berobat. Kurir Sedekah Rombongan yang medapat informasi mengenai Ibu Nursiah segera menjenguknya, kurir pun menyampaikan bantuan untuk operasional berobat. Tangis haru Ibu Nursiah dan kedua anaknya saat menerima bantuan dari Sedekah Rombongan. Ibu Nursiah sangat bersyukur karena esok harinya ia harus berobat namun ia kebingungan karena tidak memiliki uang, hingga Kurir Sedekah Rombongan memberinya bantuan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 27 November 2017
Kurir : @nurmanmlana Usman @ririn_restu

Bu Nursiah menderita katarak + TB paru


MUNAH BINTI MAMAN.R (32, Gangguan Jiwa). Alamat : Congkanan, RT 8/4, Desa Bayas Jaya, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Ibu Munah, adalah seorang ibu rumah tangga. Satu bulan yang lalu Ibu Munah mengalami susah tidur, ia menangis tidak henti-henti dan tidak mau mandi sampai beberapa hari. Sebelumnya, pada tahun 1990 Ibu Munah juga mengalami hal yang sama, Keluarga ketika itu membawa Ibu Munah untuk berobat ke pengobatan Alternatif dan ia kembali sehat seperti sebelumnya. Namun setelah cukup lama, Kini Ibu Munah mengalami gangguan seperti dulu dengan gajala yang sama. Keluarga membawa Ibu Munah untuk berobat ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lampung. Kini Ibu Munah menjalani pengobatan berkala sesuai anjuran dokter sampai dengan dinyatakan sembuh. Ibu Munah dirawat oleh suaminya, Pendi (48) seorang buruh tani dan ketiga anaknya yang masih bersekolah. Selama berobat di RSJ Lampung, Ibu Munah menggunakan Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Keterbatasan penghasilan dan besarnya kebutuhan membuat pihak keluarga kesulitan dalam biaya akomodasi karena jarak rumah dan Rumah Sakit Jiwa Lampung cukup jauh. Melihat hal tersebut Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk kelanjutan biaya pengobatan ke Rumah Sakit Jiwa Lampung. Semoga Ibu Munah mendapatkan pengobatan yang lebih baik dan benar serta mendapatkan kesembuhan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 10 November 2017
Kurir : @saesarraya Leni Leny Dwi @xkurniawatix

Ibu munah mengalami gangguan jiwa


NOPI DIYANTO (28, Gangguan Jiwa). Dusun Sumberahayu, RT 1/2, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sumber Rejo, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Nopi merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Sekitar tahun 2010 sikap Nopi berubah dari sebelumnya. Ia menutup diri dari teman kerjanya dan lebih suka menyendiri. Kadang jika ada tamu berkunjung ke rumahnya Nopi memilih berdiam diri di kamar. Oleh kakaknya, Nopi dibawa berobat ke sebuah pondok pesantren di Serang, Banten. Namun, baru tiga hari ia kabur dan kembali ke Lampung. Karena tidak ada penanganan secara medis, kini kondisinya sudah mulai membahayakan warga sekitar. Terkadang ia bekerja sebagai buruh tani seperti orang pada umumnya, tetapi terkadang ia bisa melakukan perbuatan yang tidak sopan kepada orang lain. Saat ini, pihak keluarga membawa Nopi berobat ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lampung. Tetapi Nopi masih sering mengamuk kepada keluarga. Novi tinggal bersama kakaknya, Muin (35) seorang buruh serabutan. Sedangkan Ayahnya sudah meninggal sejak masih kecil, ibunya dengan kondisi tangan yang tidak sempurna berjualan sayuran keliling kampung. Nopi terdaftar sebagai anggota JKN-KIS PBI, meskipun demikian keluarga terkendala biaya transportasi membawa Nopi berobat karena jarak rumah ke RSJ cukup jauh, dan kakaknya juga memiliki tanggungan terhadap keluarganya. Melihat hal tersebut kurir Sedekah Rombongan ikut merasakan kesedihan yang dialami keluarga, disampaikan titipan yang kedua untuk biaya transportasi ke Rumah Sakit Jiwa. Titipan sebelumnya telah disampaikan dan terdapat pada rombongan 939. Semoga Nopi segera sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 November 2017
Kurir : @saesarraya Leni Leni Dwi @xkurniawatix

Ibu Nopi mengalami gangguan jiwa


SIFA BINTI MAT RASAT (3, Microsefalus). Alamat : Dusun Talang Tebat, Desa Tekad, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Sifa adalah batita perempuan yang sedang berjuang melawan sakitnya. Sebetulnya saat dilahirkan, kondisi Adik Sifa normal. Tetapi karena ia dan kedua orang tua tinggal di daerah pedalaman Jambi, ia tidak rutin dalam kegiatan Posyandu. Ketika umur 9 bulan, ibunya merasa berat badan Adik Sifa menurun dan dibawa ke bidan terdekat. Puncaknya tahun 2016 Adik Sifa mengalami panas tinggi dan kejang sampai 4 giginya lepas dan ia kembali dibawa ke bidan oleh orang tuanya. Sejak saat itu Adik Sifa mengalami penurunan dalam bicara. Bersamaan dengan kondisi Adik Syifa yang sedang sakit, ayah Adik Sifa juga meninggal dunia. Sehingga sang ibu memutuskan untuk pindah ke kampung halaman yaitu di Talang Padang, Lampung. Tibanya di Talang Padang, Adik Sifa dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Agung oleh kerabat. Dokter mendiagnosis Sifa mengalami pengerutan batok kepala atau Microsefalus. Adik Sifa juga sempat dibawa ke Rumah Sakit Abdoel Moeloek dan dokter menganjurkan Sifa untuk diFisiotherapy berkala untuk mengembalikan syaraf syarafnya. Namun karena keterbatasan pendapatan dan jarak yang cukup jauh sang ibu kesulitan membawa Adik Sifa ke Rumah Sakit. kini kondisi Adik Sifa sangat lemah, hanya berbaring dan tidak dapat melakukan aktifitas seperti batita lainnya. Sifa tinggal bersama ibunya, Sri Sekri Ningsih (33). Ia bekerja sebagai buruh serabutan setelah suaminya Mat Rasat meninggal dunia. Selama pengobatan, Adik Sifa menggunakan Jaminan Kesehatan JKN-KIS PBI. Mengetahui hal tersebut, kurir Sedekah Rombongan Lampung berusaha membantu keluarga Adik Sifa dengan menyampaikan bantuan dari sedekaholic untuk meringankan biaya berobat dan transportasi. Semoga Adik Sifa segera diberi kesembuhan dan selalu dalam perlindungan Allah SWT. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 November 2017
Kurir : @saesarraya Leni Risha Risha @xkurniawatix

Sifa mengalami pengerutan batok kepala atau microsefalus


SUPANI BIN SANTAR (63, Syaraf Kejepit + Gagal Ginjal + Lumpuh). Alamat : Gunter 1 RT. 2/1 Desa Labuhan Ratu Kecamatan Labuhan Ratu Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung. Pada bulan juni 2017 yang lalu, Pak Supani yang bekerja sebagai petani seperti biasa pergi ke sawah pada pagi hari, pada saat istirahat siang hari setelah mencangkul di sawah Pak Supani merasakan tangan dan kakinya gemetar dan seluruh tubuhnya terasa kaku dan sulit di gerakkan, karena tangan, kaki dan seluruh tubuhnya mulai terasa sakit Pak Supani memutuskan untuk pulang kerumah, melihat sang suami yang merasa kesakitan istri Pak Supani membawa beliau ke tukang urut sebab mengira Pak Supani kelelahan dan hanya butuh di urut, keesokan hari nya yang terjadi malah sekujur badan Pak Supani malah membengkak dan keluarga berinisiatif membawa ke RSUD Sukadana, dokter menyatakan beliau terkena gangguan syaraf di tulang belakangnya dan menyarankan untuk kontrol rutin 1 minggu sekali ke rumah sakit , selang sebulan kemudian tepatnya agustus 2017 yang lalu dokter menyarankan Pak Supani untuk rujuk ke Rumah Sakit Ahmad Yani Metro agar segera di lakukan tindakan operasi karena kondisinya makin menurun, setelah di lakukan pemeriksaan di RSAY Metro, dokter menyatakan Pak Supani juga mengalami gagal ginjal dan syaraf terjepit dan harus menjalani rawat jalan di RSAY selama sebulan, dan karna kondisi terus menurun Pak Supani akhirnya di rujuk ke Rumah Sakit Abdoel Moeloek Bandar Lampung. Kondisi Pak Supani sekarang badan tidak bisa digerakan, terasa sakit di bagian leher belakang dan pinggang, terkadang nafas sesak jadi harus memakai oksigen. Istri Pak Supani (Siami, 51) kesehariannya sebagai ibu rumah tangga dan selama ini yang bekerja Pak Supani sebagai seorang buruh dan tidak memiliki penghasilan tetap karena sudah tidak dapat bekerja kelaurga ini terkendala jarak dan biaya untuk pengobatan meskipun memiliki jaminan kesehatan berupa KIS PBI Kelas III, Alhamdulillah Allah SWT. Mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Lampung dengan Pak Supani. Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup serta biaya pengobatan. Mereka sangat berterimakasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000 ,-
Tanggal : 16 November 2017
Kurir : @saesarraya @yulian_safri @aditya bdviL @xkurniawatix

Pak Supani menderita gangguan syaraf di tulang belakangnya


SUWANDI BIN KARDITO (28, Kanker Usus). Alamat : Jl. Ikan Lais LK II RT.013, Desa Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Bapak Suwandi adalah seorang yang pekerja keras, beliau bekerja disebuah hotel di Bandar Lampung namun dalam kerjanya sering sekali mendapatkan shift malam, membuatnya sering makan makanan instan. Pada akhir tahun 2016, HB darah turun drastis, kemudian muncul benjolan pada leher dan berat badan pun menurun. Kemudian pada Januari 2017 badan drop drastis dan terlihat benjolan di perut. Karena khawatir dengan keadaan Bapak Suwandi, keluarga lantas memeriksakan dirinya ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo dan didiagnosis terkena kanker usus stadium 4. Pihak keluarga sangat kaget dengan diagnosa dokter tersebut, keluaga pun langsung berkonsultasi dengan dokter dan menyimpulkan untuk melakukan operasi. Operasi pertama di dilakukan pada bulan maret untuk mengangkat kankernya, dari hasil operasi muncul kesimpulan dokter bahwa jenis kanker tersebut merupakan kanker ganas. Mala (25) istri Bapak Suwandi bekerja sebagai ibu rumah tangga. Bapak Suwandi selama dirumah sakit menggunakan BPJS mandiri kelas II karena pemberian dari tempat beliau bekerja. Kondisi Bapak Suwandi sekarang sangat memprihatinkan, kankernya sudah menyebar ke seluruh perutnya, namun dokter belum berani melakukan tindakan operasi selanjutnya dikarenakan harus menjalani kemoterapi selama 12 kali terlebih dulu. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan Lampung dipertemukan dengan Bapak Suwandi. Santunan pertama pun diberikan untuk akomodasi selama berobat dan membeli obat diluar tanggungan BPJS. Semoga Suwandi cepat sembuh dan dapat mencari nafkah kembali untuk keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000, –
Tanggal : 17 November 2017
Kurir : @saesarraya @yulian_safri @m_yani @xkurniawatix

Suwandii didiagnosis terkena kanker usus stadium 4


TRI INDAYANI (31, Sumbatan Pembuluh Darah di Otak/EDH). Alamat : Dusun Pajaresuk, RT 2/-, Kecamatan Pajaresuk, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Sekitar 2 tahun yang lalu, Ibu Tri terjatuh dan kepalanya terbentur keras. Pada saat itu tidak mengalami luka di kepalanya. Berjalannya waktu, Ibu Tri mulai sering merasa nyeri di kepalanya, namun tidak pernah dirasa serius oleh Ibu Tri. Setiap Ibu Tri merasa nyeri, beliau hanya mengobatinya dengan obat warung tanpa pernah konsultasi ke dokter. Lalu beberapa bulan belakangan, nyeri kepala Ibu Tri semakin hebat dan tidak bisa ditahan lagi, sehingga selama 1 bulan beliau harus terkapar di tempat tidur tanpa bisa malakukan aktifitas sendiri. Melihat kondisi Ibu Tri yang semakin memprihatinkan salah satu keluarganya menganjurkan Ibu Tri untuk dibawa ke rumah sakit. Awalnya Ibu Tri sedikit keberatan karena masalah keuangan keluarga, namun akhirnya Ibu Tri mau dibawa ke salah satu rumah sakit swasta di Pringsewu untuk berobat. Selama dirawat Ibu Tri di Ct-Scan untuk memastikan kondisi kepala Ibu Tri. Hasil Ct-Scan tersebut terdapat sumbatan pembuluh darah di kepala. Pihak rumah sakit menganjurkan agar Ibu Tri dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas yang memadai, sehingga Ibu Tri dirujuk ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo di Bandar Lampung. Dari dokter Sp. bedah syaraf, menyatakan hasil Ct-Scannya mengharuskan dilakukan pembedahan besar di kepala. Ibu Tri dianjurkan untuk dirujuk ke rumah sakit di Jakarta, namun keluarga sangat keberatan, akhirnya dokter menyarankan operasi namun ada biaya yang tidak tercover KIS. Akhirnya keluarga menyetujui untuk dilakukan tindakan operasi walau kesulitan mencari dana. Suami Ibu Tri, Ferdiansyah (37) seorang wiraswasta. Ibu Tri memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan Lampung dipertemukan dengan Ibu Tri segera kurir menyampaikan uluran tangan sedekaholics untuk meringankan biaya pengobatan dan transportasi Ibu Tri.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 November 2017
Kurir : @saesarraya @sevinndae Lutfiana @yesaridani @xkurniawatix

Ibu Tri mengalami sumbatan pembuluh darah di otak/EDH


SALMI BINTI ABUHARI (51, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Dusun Putihan, RT 03/01, Desa Campuranom, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Pada awalnya Bu Salmi merasakan tumbuh benjolan di payudara sebelah kanan. Setelah diperiksakan ke Dokter didiagnosa Bu Salmi menderita kanker payudara. Karena keadaan ekonomi dan Bu Salmi takut untuk dioperasi, maka suaminya memutuskan menempuh pengobatan alternartif. Selama pengobatan tersebut keluarga tidak melihat perkembangan kondisi yang signifikan. Setelah beberapa waktu menunggu perubahan kondisi, justru penyakitnya semakin parah. Berbekal jaminan kesehatan BPJS Kelas III, Bu Salmi diperiksakan ke RSK Ngesti Waluyo Parakan, Temanggung. Kemudian Bu Salmi dirujuk ke RSUD Margono Purwokerto. Di rumah sakit Bu Salmi sempat kejang, Alhamdulillah kondisinya membaik dan diperbolehkan pulang. Bulan Agustus 2017 lalu, kondisi Bu Salmi menurun lagi. Ia dibawa ke RSUD Temanggung, kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Di RSUP Dr. Sardjito Bu Salmi menjalani biopsi untuk penegasan diagnosa pasien. Beberapa hari setelah diperbolehkan pulang, kondisi pasien menurun kembali, bahkan saat ini penglihatan Bu Salmi kabur, karena sel kanker sudah menyerang syaraf penglihatan.Dokter memutuskan untuk memulihkan kesehatannya secara umum, sebelum dilakukan tindakan medis selanjutnya. Suaminya, Slamet bin Sunarto (51) berprofesi sebagai sopir angkutan umum. Tetapi selama istrinya dirawat, praktis, Pak Slamet tidak dapat bekerja seperti biasanya, sementara ia pun masih memiliki tanggungan biaya sekolah anaknya. Saat menjenguk Bu Salmi di rumahnya,kondisinya lemas terbaring tdk bisa duduk,makanpun disuapi. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan amanah dari para sedekaholics untuk meringankan beban keluarga ini dengan memberikan santunan yang dipergunakan untuk biaya Kontrol ke RSUD Temanggung dan kebutuhan sehari-hari. Ini merupakan santunan kedua setelah santunan pertama tergabung dalam romobongan 1050. Keluarga Bu Salmi mengucapkan terimakasih dan mendoakan semoga menjadi amal kebaikan bagi sedekaholics dan Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini meringankan beban Bu Salmi dan keluarga, Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 05 Januari 2018
Kurir: :@fathurrozaq82, Swastiko, Nasihin

Bu Salmi menderita kanker payudara


ADI SETYO NUGROHO (30, Patah Kaki) . Alamat : Desa Paponan Rt 1/2, Kec. Kledung, Kab. Temanggung, Prop. Jawa Tengah. Adi begitu disapa adalah seoarang kepala keluarga yg beristrikan Wahyu Setyoningsih (28) dan 2 orang anak yang masih kecil. Awal nya adi kondisi sehat tapi tiba terdapat benjolan d bawah lutut dankemudian bawa ke Puskesmas terdekat. Kemudia di rujuk ke RSUD Temanggung, namun Dokter di RSUD Temanggung memberikan rujukan ke RS Soeharso Solo. Setelah mendapatkan penangana barulah diketahui Adi mengalami kanker tulang dan harus di amputasi agar tdk menjalar. Setelah dilakukan amputasi kaki kirinya dan sudah diperbolehkan pulang Dokter memberikan rujukan balik ke RSUD Temanggung untuk dilakukan kemoterapi sebanyak 18x. Alhamdulillah hasil kemoterapi Adi berjalan dengan baik dan Dokter menyatakan jika Adi sudah sembuh. Adi bersyukur kepada Allah SWT atas kesembuhan ini, namun dia menjadi minder jika harus bergaul dengan teman temannya, apalagi Adi adalah seorang kepala rumah tangga yang harus terus bekerja member nafkah kepada istri dan anak anaknya. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya Adi berharap ada bantuan untuk membuat kaki palsu dikarenakan dengan kaki palsu itu dia bisa berbuat lebih untuk bekerja. Alhamdulillah dengan bantuan dari Budi Buntung seorang difabel Sedekah Rombongan dapat memberikan santunan dari para Sedekahholics yang dipergunakan untuk pembuatan kaki palsu. Adi mengucapkan terimakasih kepada Sedekah Rombongan dan berharap kaki palsu ini bermanfaat dan bisa menjadi tumpuan untuk mencari nafkah untuk istri dan anak anaknya

Jumlah bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir: @fathurrozaq82, Swastiko, Nasihin

Bantuan kaki palsu


ARTI BINTI NASTITI (39, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Bangunsari RT 3/7, Desa Bansari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Pada awalnya Bu Arti merasakan pusing kepala,sesak nafas. Setelah diperiksakan ke Rumah Sakit, Bu Arti menderita sakit gagal ginjal. Karena keadaan ekonomi Bu Arti, maka suaminya memutuskan menempuh pengobatan alternartif. Selama pengobatan tersebut keluarga tidak melihat perkembangan kondisi yang signifikan. Setelah beberapa waktu menunggu perubahan kondisi, justru penyakitnya semakin parah. Berbekal jaminan kesehatan BPJS Bu Arti diperiksakan ke RS Ngesti Waluyo Parakan, Temanggung. Kemudian Bu Arti disarankan untuk cuci darah.Bu Arti melakukan 1 minggu 2 kali, kondisinya saat ini lemas,pusing,dan tidak bisa beraktifitas. untuk menunjang biaya kesehatan biaya transportasi ke rumah sakit suaminya, Jono Cece (51) berprofesi sebagai buruh tani . Tetapi selama istrinya menderita, praktis, Pak jono Cece tidak dapat bekerja memenuhi kebutuhan yang diperlukan, sementara ia pun masih memiliki anak 4,yang menjadi tanggungan sekolah 2, dan yang 2 lagi tidak bisa melanjutkan sekolah karena terbentur biaya, Saat menjenguk Bu Arti di rumahnya, Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah Sedekaholics untuk meringankan beban keluarga ini. Santunan ini dipergunakan untuk biaya kontrol dan transportasi selama Bu Arti menjalankan cuci darah 2 kali seminggu ke rumah sakit, Keluarga Bu Arti mengucapkan terimakasih dan mendoakan semoga menjadi amal kebaikan bagi Sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bu Arti, Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 06 Januari 2018
Kurir: @fathurrozaq82, Swastiko, Huri

Bu arti menderita gagal ginjal


TUPARDI BIN MUSTARI (58, OBS Milena). Alamat : Dusun Banaran RT 01/ 06 Desa Bansari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Pada awalnya sekitar bulan juli, Tupardi merasakan sakit di perut. Setelah diperiksakan ke Mantri Desa pak Tupardi sakitnya berkurang, namun seiring berjalanya waktu, sakitnya sering kambuh, hingga akhirnya dibawa ke RS PKU Muhamadiyah Kalisat Parakan Temanggung dan dinyatakan mengidap penyakit OBS milena. Karena keadaan ekonomi dan tdk punya BPJS Pak Tupardi tidak mengindahkan saran Dokter untuk mondok, maka diputuskan untuk pulang. Selama dirumah makin lama penyakitnya makin parah,hingga akhirnya mengusahakan BPJS dan kembali lagi ke rumah sakit PKU lagi,namun ternyata dari pihak RS menolak dengan alasan penuh pasien,hingga akhirnya memutuskan ke RSUD Temanggung dan menjalani rawat inap selama 6 hari. Dalam perkembangan di rumah setelah beberapa waktu ternyata sering kambuh,hingga balik lagi sampai 4 kali ke RSUD Temanggung ,namun tak kunjung sembuh,Keadaan ekonomi yang minim sebagai tukang bangunan,dan fisik yang pincang kaki sebelah praktis Pak Tupardi dan keluarga tidak bisa melanjutkan berobat ke RSUD Temanggung ,hingga keluarga memutuskan berobat secara terapi alternatif,sementara ia pun masih memiliki tanggungan 4 adik dan semangat untuk sembuh. Saat menjengguk Pak Tupardi rumahnya kondisi dalam keadaan lemas,dan tidak dapat beraktifitas. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan beban keluarga ini. Santunan ini dipergunakan untuk biaya transportasi kontrol untuk berobat.Keluarga pak Tupardi mengucapkan terimakasih dan mendoakan semoga menjadi amal kebaikan bagi sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Pak Tupardi, Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 06 Januari 2018
Kurir: @fathurrozaq82, swastiko, Huri

Pak Tupardi mengidap penyakit OBS milena


HAFIZ ALFATIAH PRATAMA ( 3, Jantung Bocor). Alamat : Cekelan RT 2/4,Kel. Madureso, Kec. Temanggung , Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Hafiz adlah anak pertama yang terlahir dari pasangan Alpius Suryo ( 28, buruh serabutan) dan Septiani Hidayati (24, Guru Honorer). Derita Hafiz sudah diketahui sejak bayi berusia 9 hari. Saat itu kejang kejang disertai dengan demam tinggi dan tubuhnya tampak kebiruan. Orang tuanya segera membawake Puskesmas setempat dan diberikan rujukan ke RS PKU Muhammadiyah Temanggung. Namun Dokter yang telah memeriksanya menyarankan untuk segera dibawa ke RS yang lebih lengkap dan dirujuk ke RS Moewardi Solo. Dokter yang menanganinya mengatakan jika Hafiz mengalami Jantung bocor dan harus dipasang alat katerisasi. Mengingat usia yang masih kecil maka disarankan setelah usia 3 tahun untuk dilakukan pemasangan alat itu. Namun, saat usia Hafiz sekarang ternyata kondisi ekonomi Ibunya juga tidak baik dan Ayahnya pergi sampai saat ini belum kembali. Keluarga hanya bisa pasrah atas keadaan ini.Saat ini Hafiz menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan akhir Desember 2017 sudah di damping ke RS Muwardi Solo. Pemeriksaan dilakukan sekali namun Dokter memberikan rujukan ke RSCM Jakarta. Rencananya jika tidak ada halangan bulan januari 2018 ini Hafiz akan dibawa ke RSCM Jakarta mengingat kondisinya yang makin menurun. Alhamdulillah Sedekah Rombongan bisa memberikan bantuan lagi untuk biaya selama menjalani perawatan di RSCM Jakarta. Ini merupakan bantuan yang kedua sementara bantuan yang pertama tergabung dalam rombongan 1050 .Keluarga mengucapkan terimakasih kepada Sedekahholics dan Sedekah Rombongan yang telah membantunya serta mohon doa restunya supaya Hafiz segera sembuh dan bisa ceria seperti anak anak seusianya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 7 Januari 2018
Kurir : @Fathurrozaq82, Swastiko

Hafiz mengalami Jantung bocor


KUMPUL BIN TOHARI ( 55, Korban Kecelakaan). Alamat : Desa Ngaditirto RT 3/4, Kec. Selopampang, Kab. Temanggung, Prop. Jawa Tengah. Kumpul begitu disapa adalah seorang kepala keluarga yang beristrikan Siana (57) dan mempunyai 3 orang anak. Pagi itu seperti biasanya Pak Kumpul pergi ke sawah untuk bertani dan mencari rumput besama istrinya. Setelah saiang datang dan sudah membawa rumput keduanya beranjak pulang dan jalan yang di lalui melewati jalan aspal Desa. Saat membawa rumput dijalan itu naas menimpa Pak Kumpul. Ada seorang yang mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Karena jalan yang menurun dan berkelok maka pengendara sepeda motor tidak bisa mengendalikan sepeda motornya saat didepannya tikungan ada Pak Kumpul yang membawa rumput sehingga Pak Kumpul terserempet pada kaki dan badannya. Saat itu Pak Kumpul langsung jatuh sementara pengendara sepeda motor langsung kabur melarikan diri. Istrinya yang jalan di depan mengetahui kejadian itulangsung berlari meminta tolong kepada masyarakat untuk membantunya. Sampai dirumah Pak Kumpul dibawa ke RSUD Temanggung dan diketahui ada tulang yang retak sehingga harus dilakukan perawatan setelah 1 minggu dirawat Pak Kumpul sudah diperbolehkan pulang dan harus melakukan pemeriksaan atau control rutin ke RSUD Temanggung. Keluarga sangat kesulitan jika harus membawa Pak Kumpul ke RSUD Temanggung mengingat beliau belum bisa berjalan dan hanya bisa duduk saja. Keluarga berharap mempunyai sebuah kursi roda yang mana bisa digunakan untuk membantu control dan untuk mendapatkan sinar matahari dipagi hari. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan data bersilaturahim dan memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang dipergunakan untuk membeli kursi roda. Keluarga sangat terharu dengan bantuan ini dan mengucapkan terima kasih semoga amal baik para donator dibalas dengan yang lebih baik lagi dan meminta doanya agar Pak Kumpul segera sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Januari 2018
Kurir : @Fathurrozaq82, Swastiko

Pak kumpul mengalami kecelakaan


SAPAWI BIN PONO (65 , Santunan Dhuafa). Alamat : Dusun Diwak Rt 4/1, Desa Baledu, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Mbah Sapawi atau akrap di panggil Mbah Pawi adalah seorang kepala rumah tangga. Istrinya bekerja serabutan dan Mbah Pawi sendiri saat ini sering sakit-sakitan karena memang usia sudah tua. Hari-harinya Mbah Pawi berbaring di ranjang dan beberapa jam saja keluar rumah untuk menghangatkan badan saat siang hari. Mbah Pawi hanya tinggal berdua dengan istrinya dalam rumah pagar bambu yang berukuran 5X7 meter saja. Kebutuhan sehari-hari keluarga Mbah Pawi ditopang oleh istrinya, istrinya dari pagi sampai sore pergi ke kebun untuk mencari kayu bakar kemudian dijual kepada tetangganya. Satu ikat kayu yang harganya 10.000 tentu tidak bisa mencukupi kebutuhan harian, karena satu hari tak lebih dari 2 ikat kayu yang didapat. Apalagi sekarang kondisi Mbah Pawi yang sakit-sakitan sehingga istrinya tidak bisa mencari kayu penuh seharian. Maka dari itu keluarga Mbah Pawi perlu dibantu untuk kekurangan kebutuhan hidupnya. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dapat membantu beban hidup keluarga Mbah Pawi dengan memberikan bantuan dari para sedekahholics yang digunakan untuk biaya kehidupan sehari hari. Pihak keluarga Mbah Pawi mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman Sedekah Rombongan dan para donatur atas bantun dari teman-teman Sedekah Rombongan yang telah di berikan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 4 Januari 2018
Kurir : @fathurrozaq82, Swastiko, Anggoro

Bantuan tunai


BUDIANTA BIN HADI SUWITO ( 39, Difabel ). Alamat: Karangwetan RT. 3/3, Desa Ngimbrang. Kec. Bulu Kabupaten Temanggung , Provinsi Jawa Tengah. Budianto menderita kelumpuhan semenjak kecil. Kedua orang tuanya sudah berkali kali memeriksakan ke Dokter dan RSUD Temanggung namun hasilnya tidak maksimal. Kedua orang tuanya pun akhirnya hanya bisa pasrah dan berharap yang lebih baik dari anaknya. Setelah beranjak dewasa dia memiliki keinginan keras untuk tetap bekerja dan membantu perekonomian keluarga dengan bekerja sebagai penjahit, rasa tanggung jawabnya yang tinggi dia bawa hingga kini dan dalam hidupnya dia dipertemukan oleh seorang wanita yang kebetulan difabel bernama Musarokah (43), kemandirian Budianta semakin teruji ketika berkeluarga hingga dia di karuniai dua buah hati yang tumbuh normal kini mereka sudah sekolah. Untuk menafkahi keluarganya Budianta ternyata mahir dalam hal menjahit dan istrinya membuka warung kecil kecilan di depan rumahnya. Lambat laun usaha menjahit membuahkan hasil dan sudah banyak yang menjadi pelanggannya. Namun yang menjadi kendala adalah tempat tinggal budianta yang sangat tidak layak hingga terkadang banyak jahitan yang ia kerjakan menjadi kotor karena kondisi rumah yang berantakan. Hasil jahitannya hanya ia letakkan dilantai yang notabene kotor. Budianta sangat berharap bisa memiliki etalase yang ia gunakan untuk menampun hasil jahitan agar tidak kotor. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Budianta dan memeberikan bantuan dari Sedekahholics yang digunakan untuk membeli etalase yang digunakan untuk menampung hasil jahitan. Budianta dan keluarga bersyukur dan mengucapkan terimakasih semoga bantuan ini barmanfaat sehingga usaha jahit ini bisa lebih maju untuk menafkahi anak dan istrinya.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,00
Tanggal : 5 Januari 2018
Kurir: @fathurrozaq82,Swastiko @mahendrayudhia

Bantuan modal


ALISYA MAULIDYA AZNI (1, Balita Gizi Buruk) Alamat : Dusun Krajan RT. 3/1, Desa Soborejo Kec.Pringsurat, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Alisya begitu pangggilannya adalah anak ketiga yang terlahir dari pasangan Mahfurokim (34) dan Ibu Zuli Zulfatunnur(27) . Alisya mengalami hal yang tidak diinginkan mengingat waktu lagir beratnya sangat minim sekali dan dilahirkan scara operasi di RSUD Temanggung. Saat masuk ke RSUD Temanggung keluarga ini tidakmempunyai Jaminan Kesehatan apapun sehingga masukmenggunakan umum dan pembiayaan meminjam dana saudaranya. Setelahdiperbolehkan pulang kondisi Alisya malah mengalami penurunan ini disebabkanasupan gizi kepadabayimungilitu tidak dilakukan mengingat kondisikeluarga yang tidak bisa membelikansusu formula sebagai tambahan asupan gizi mengingat ASI dari ibunya tidak lancar keluarnya. Ayahnya bekerja serabutan sebagi kuli bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu ini membuat keluarga ini hanya bisa pasrah atas keadaan ini, padahal bayi Alisya sangat membutuhkan asupan gizi yang cukup. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukanoleh Allah SWT dengan keluarga Alisyasehingga bisa memberikan bantuan dari Sedekahholics yang dipergunakan untuk membeli susu formula untuk tambahan gizi. Keluarga sangat berterimakasih kepada SedekahRombongan yang telah memberikan bantuan semoga bantuan ini dapat segera dibelikan susuformula dan Alisya bisa kebali menjadi bayi yang lucu dan sehat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Januari 2018
Kurir : @fathurrozaq82,Swastiko @mahendrayudhia

Alisya menderita gizi buruk


SRI DAHYUNI ( 48, Kanker Payudara ). Alamat : Dusun Kliwonan RT 2/5, Desa Kupen, Kec. Pringsurat, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Ibu Sri adalah seorang ibu rumah tangga yang bersuamikan Dahriyo (52, Buruh Tani ) dan mempunyai 3 orang anak yang semuanya masih sekolah. Derita Ibu Sri dimulai sejak 7 bulan yang lalu di mana diketahui disekitar payudaranya tumbuh sebuah benjolan kecil. Saat itu segera di bawa ke RSUD Temanggung dan setelah di periksa Dokter menyarankan untuk segera dilakukan operasi karena itu adalah sebuah kanker payudara. Setelah dibuatkan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III yang dibantu olehpara Sedekahholics yang tergabung dalam rombongan 949 Ibu Sri terusmelaksanakan operasi. Setelah tindakan operasi dilakukan dan menjalani rawat inap selama 1minggu Ibu Sri diperbolehkan pulang dan harus menjalani kemoterapisetiap minggunya. Sampai Saat ini sudah 6 kali keloterapi di jalankan namun, Allah berkehendak lain . Suami yang setia mendampinginya meninggal dunia dikarenakan sakit. Bertambahlah penderitaan Ibu Sri mengingat beliau masih harus menjalani control dan harus mengurus anak anaknya yang masih duduk dibangku sekolah. Saat ini waktu Ibu Sri dihabiskan dengan tidur dan duduk di kamar saja dan untuk control di RSUD Temanggung dibantu oleh tetangganya, namun kadang control di RSUD Temanggung tidak rutin dilakukan mengingat biaya untuk transportasinya yang tidak sedikit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim kembali dan memberikan santunan dari para Sedekahholics ang digunakan untuk biaya transportasi control ke RSUD Temanggung. Ibu Sri mengucapkan terimakasih atas bantuan ini semoga bermanfaat dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Januari 2018
Kurir : @fathurrozaq82, Swastiko @mahendrayudhia

Bu Sri menderita kanker payudara


AFFAN SURYA WICAKSONO (5, Keterlambatan Tumbuh Kembang + Katarak). Alamat : Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, RT 13/3, Kelurahan Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kota Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Affan Surya Wicaksono atau yang kerap disapa Surya oleh orang tuanya, yang telah di diagnosis mengalami keterlambatan tumbuh kembang oleh dokter pada 3 tahun yang lalu. Surya disarankan oleh dokter untuk menjalani pengobatan fisioterapi dalam jangka yang panjang untuk pemulihan. Surya yang rutin menjalani kontrol fisioterapi mulai mengalami perkembangan, akan tetapi pihak dokter yang curiga akan adanya gangguan pada kedua mata Surya menyarankan untuk diperiksakan. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter yang memeriksa Surya mendiagnosis bahwa Surya mengalami katarak. Surya menjalani pengobatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Bulan ini, Surya kontrol untuk melatih pendengarannya, akan tetapi mengalami kendala dikarenakan lubang telinga Surya tersumbat kotoran. Pembersihan lubang teling di lakukan di RSSA dan di lanjutkan dengan kontrol cek pendengaran. Surya merupakan putra pertama dari Bapak Rifan (33) dan Ibu Devi (25). Bapak Rifan yang merupakan tulang punggung keluarga yang bekerja sebagai buruh swasta. Pendapatan yang sedikit dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya. Jaminan Kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III sangat membantu dalam pengobatan. Akan tetapi biaya selama pengobatan di Malang dan transportasi sangat membebani keluarga untuk menjalani pengobatan kembali. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal Surya untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Surya. Santunan diberikan dipergunakan untuk membeli obat-obatan, susu, transportasi dan perbaikan keadaan umum. Semoga kondisi Surya akan semakin membaik dan diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Tica_Fajaria @SiscaDwi

Affan di diagnosis mengalami keterlambatan tumbuh kembang


AZZAM WAHYU PUTRA PRATAMA (5, Luka Bakar 30%). Alamat : Jalan Aris munandar 7A No. 822, Desa Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada Bulan September 2017 Azzam mengalami kecelakaan tersiram kuah rawon yang terjadi secara tak sengaja. Hal ini mengakibatkan luka bakar di tubuh Azzam dan menutupi saluran kencing. Dokter menyarankan untuk segera dilakukan operasi perawatan luka. Kedua orangtua Azzam, Bapak Andri Wahyudi (39) dan Ibu Neni (40) menyampaikan kesedihannya pada saat dijenguk oleh kurir Sedekah Rombongan. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk pengobatan dan fasilitas kartu BPJS juga masih belum bisa digunakan karena baru saja mendaftar. Apalagi bapak Andri bekerja serabutan dan Ibu neni yang hanya sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan tersebut membuat mereka kesulitan untuk menanggung biaya pengobatan. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang mereka alami, santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 disampaikan untuk biaya berobat. Rasa senang dan bahagia nampak jelas terlihat dalam raut muka kedua orangtua Azzam. Bapak Andri dan Ibu Neni tak lupa mengucapkan terimakasih kepada Sedekah Rombongan. Semoga Azzam segera diberikan kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti anak-anak yang lainnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 9 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz Brio @SiscaDwi

Azzam mengalami luka bakar


AZKARA ATIKA DEWI (4, Hernia Umbilikalia + Persista Ductusuracus + Usus Berlubang). Alamat : Dusun Junput, RT 02/01, Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupatan Malang, Provinsi Jawa Timur. Azkara sejak berumur 3 tahun sudah menderita penyakit hernia dan dilakukan operasi pertama kalinya pada Bulan Oktober 2016. Setelah itu, Azkara menjalani operasi yang kedua pada Bulan November 2016. Lalu pada Bulan Januari 2017 dilakukannya operasi yang ke 3. Keadaan Azkara sekarang ini, masih belum membaik karena jahitan pasca operasi Azkara masih belum kering. Selain itu, sebagian BAB keluar melalui perut dan terkadang kesulitan untuk kencing. Kedua orangtua Azkara, Bapak Kutfi Afrianto (31) dan Ibu Rosita Dewi (21) meluapkan kesedihannya pada saat dijenguk oleh kurir dari Sedekah Rombongan. Saat ini Azkara menggunakan fasilitas Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kelas II. Bapak Kutfi bekerja sebagai wiraswasta untuk menafkahi keluarganya yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dialami oleh mereka, santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 disampaikan untuk biaya berobat. Rasa senang dan bahagia nampak jelas terlihat dalam raut muka kedua orangtua Azkara. Bapak Kutfi dan Ibu Rosita tak lupa mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan Sedekah Rombongan. Semoga Azkara segera mendapatan kesembuhan dan dapat beraktifitas kembali seperti anak-anak lainnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 13 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz Nuryati @SiscaDwi

Azkara menderita hernia umbilikalia + persista ductusuracus + usus berlubang


BADRUN ZAMAN (52, Diabetes + Gagal Ginjal + Patah tulang). Alamat : Jalan Sumber Sekar Gang Mawar No. 888, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Tahun 2012 Bapak Badrun megalami kecelakaan yang mengakibatkan patah tulang dan sudah dilakukan pengobatan. Lalu pada Tahun 2015, Bapak Badrun terkena penyakit gagal ginjal yang mengharuskan untuk cuci darah seminggu sekali selama setahun. Pada Tahun 2017 beliau mengalami kecelakaan lagi dan membuat pinggulnya patah sehingga diharuskan untuk operasi. Keadaannya sekarang ini semakin memburuk, beliau tidak bisa jalan dan sesak nafas sehingga membutuhkan oksigen untuk membantu pernafasaannya. Bapak Badrun harus melakukan cuci darah 2 kali seminggu dan juga harus melakukan control bedah tulang seminggu 1 kali ke Rumah Sakit Saiful Anwal (RSSA) Malang. Istri dari Bapak Badrun, Ibu Maseroh (49) meluapkan kesedihannya pada saat dikunjungi kurir Sedekah Rombongan. Saat ini Bapak Badrun menggunakan fasilitas jaminan kesehatan dari BPJS kelas III. Bapak Badrun yang bekerja serabutan dan Ibu Maseroh yang bekerja sebagai guru mengaji penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-harai sehingga merasa kesulitan untuk menanggung biaya pengobatan. Sedekah Rombongan pun ikut merasakan kesulitan yang mereka hadapi, santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 disampaikan untuk biaya pengobatan. Rasa senang dan bahagia nampak jelas terlihat dalam raut muka keluarga Bapak Badrun. Bapak Badrun tak lupa mengucapkan terimakasih atas bantuan Sedekah Rombongan. Semoga bapak Badrun lekas diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 18 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rofik @SiscaDwi

Bapak Badrun terkena penyakit gagal ginjal , diabetes dan patah tulang


BUDI HARTONO (41, Leukimia). Alamat : Dusun Jurangsapi, RT 54/18, Desa Jurangsapi, Kecamatan Yapen, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Pada awalnya Bapak Budi sering mengeluh kalau sakit perut, badannya menjadi lemas dan tidak punya tenaga lagi. Pihak keluarga yang mengetahui akan hal tersebut berinisiatif membawa beliau ke RS Bhayangkara Bondowoso. Setelah dilakukannya pemeriksaan, Bapak Budi akhirnya didiagnosis oleh dokter sakit Leukimia atau kanker darah. Pihak dokter menyarankan untuk merujuk Bapak Budi dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk penanganan yang lebih intensif. Bapak Budi yang telah melakukan pengobatan berupa kemo terapi sebanyak 6 kali mulai merasakan perubahan pada tubuhnya. Alhamdulillah kondisi Bapak Budi untuk bulan ini tetap stabil dan beliau kontrol seperti biasanya untuk mengambil obat-obatan. saat ini Bapak Budi tinggal bersama Istri dan kedua anaknya yang masih kecil. Beliau bekerja sebagai buruh bangunan, sedangkan istri beliau hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Pendapatan dari Bapak Budi hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi beliau sangat bersyukur dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III sangat membantu proses pengobatan. Akan tetapi beliau masih mengalami kendala saat akan kontrol ke Malang. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan Jember dipertemukan dengan Bapak Budi dan santunan yang diberikan kepada Bapak Budi dipergunakan untuk biaya transportasi pulang pergi Bondowoso-Malang, biaya BPJS dan perbaikan keadaan umum beliau. Bapak Budi dan keluarga sangat berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan Sedekah Rombongan dan Sedekaholics. Semoga Bapak Budi akan selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalani pengobatan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz Oni @SiscaDwi

Bapak Budi menderita Leukimia atau kanker darah


FAISAL FANANI (8, Kelainan Pencernaan). Alamat : Dusun Pandanarum, RT 02/04, Desa Pandanarum, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur, Kode Pos 66172. Faizal adalah seorang pelajar Sekolah Dasar kelas 2 di Blitar. Saat berumur 3 tahun, Faisal mulai kesulitan ketika BAB. Waktu diperiksakan pada dokter setempat, dokter hanya bilang bahwa Faisal hanya kurang makan sayur-sayuran. Ketika Faisal berumur 6,5 tahun, orangtua Faisal semakin mengkhawatirkan keadaannya sehingga memilih untuk memeriksakannya kedokter lain dan akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Dokter mendiagnosa Faisal mempunyai kelainan pencernaan sehingga membuatnya tidak bisa BAB. Dokter mengharuskan Faisal untuk operasi 3 kali dan sudah dilakukan operasi yang pertama. Bulan ini Faisal menjalani kontrol rutin pasca operasi. Keadaan Faisal sekarang ini semakin membaik dan kontrol selanjutnya dilakukan jika ada keluhan dari Faisal. Orangtua Faisal, Bapak Kamilan (63) dan Ibu Siti Maisaroh (48) meluapkan kesedihan dan kesulitannya ketika dijenguk oleh kurir Sedekah Rombongan. Saat ini Faisal menggunakan fasilitas jaminan keshatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) saat melakukan pengobatan. Bapak Kamilan yang mencari nafkah dari berjualan telor keliling merasa kesulitan jika harus meninggalkan pekerjaannya karena harus menafkahi keluarganya. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan mereka, bantuan terakhir disampaikan untuk uang saku, transportasi, biaya BPJS dan biaya pengobatan dirumah sakit. Semoga keadaan Faisal selalu sehat. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 20 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz Oni @SiscaDwi

Faisal mempunyai kelainan pencernaan


MOHAMMAD HABIBI (7, Retinoblastoma). Alamat : Dusun Balung Kopi, RT 1/5, Desa Balung Kidul, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pada Bulan Maret 2017, diketahui terdapat benjolan kecil pada kelopak mata kanan Habibi. Karena dirasa biasa dan tidak terasa sakit, benjolan tersebut dibiarkan saja. Seiring berjalannya waktu, benjolan yang awalnya kecil menjadi semakin membesar. Habibi pun segera dibawa untuk periksa ke rumah sakit. Dokter pun langsung mendiagnosis retinoblastoma atau kanker mata karena benjolan yang sudah membesar dan mengeluarkan darah. Habibi pun diberikan surat rujukan untuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk pengobatan yang lebih lengkap. Bulan ini Habibi telah menjalani jadwal kemo terapi yang ke 8 dan ke 9. Ayah Habibi, Bapak Saiful Arifin (31) bekerja sebagai buruh tani hanya mampu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-harinya dengan upah yang diterima. Sedangkan ibu Habibi, Ibu Sunama (39) hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Habibi sangat terbatu akan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI dalam berobat. Akan tetapi, keluarga sangat terbeban akan biaya transportasi dan kebutuhan hidup saat menjalani pengobatan di Malang. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan telah dipertemukan dengan Habibi dan bantuan pun diberikan untuk biaya transportasi, iuran BPJS, kebutuhan saat masuk rumah sakit, membeli susu dan perbaikan keadaan umum. Bantuan sebelumnya sudah tercatat di nomor rombongan 1088. Semoga Habibi diberikan kelancaran dalam menjalani pengobatan dan diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 788.100,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Rishadiii @SiscaDwi

Habibi didiagnosis retinoblastoma atau kanker mata


M. HANIF AUFA ZAIM (9, Diabetes Idiopathic Thrombocytopenic Purpura). Alamat : Jalan Setono Gang 7 No 10, RT 003/001, Desa Ngadirejo, Kecamatan Kediri, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Pada usia 2 tahun Hanif didiagnonas menderita Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP) oleh dokter, sehingga hanif sangat rentan terhadap peyakit. Dokter di Rumah Sakit Dr. Sutomo Surabaya mengharuskan Hanif untuk berobat setiap 2 minggu sekali. Pada bulan Juni Hanif mengalami kecelakaan dan mendapatkan luka di kepalanya sehingga mengharuskan untuk dilakukannya bedah pelastik karena pendarahaannya tidak bisa berhenti. Kondisi Hanif sekarang ini sedang melalui rawat luka dan rawat jalan. Orangtua Hanif, Bapak Adbdur Rahim (47) dan Ibu Nani Sri (39) mengungkapkan kesedihan dan kesulitannya pada saat dijenguk oleh kurir Sedekah Rombongan. Saat ini Hanif menggunakan fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Pintar (KIS). Kedua orangtua hanif mencari nafkah dengan berjualan sempol yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga kesulitan untuk membiayai pengobatan Hanif. Sedekah Rombongan pun ikut merasakan kesedihan yang mereka alami, bantuan disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan obat-obatan yang tidak termasuk dalam tanggungan jaminan kesehatan KIS. Semoga Hanif dapat segera pulih dan dapat sekolah kembali layaknya pelajar lainnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 6 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz @KatinoRianto @SiscaDwi

Hanif didiagnonas menderita Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP)


JAMES VALENTINO SYAELENDRA (2, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Jalan Binor VII C/16, RT 1/14, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa timur. James yang kala itu lahir dengan kondisi badan yang sangat sehat. Pada awal umur yang ke 8 bulan, mulai ada benjolan di daerah sekitar atas mata. Keluarga pun akhirnya mengolesi benjolan tersebut dengan obat tradisional dan benjolan tersebut sudah mulai mengecil. Akan tetapi, pada umur 10 bulan tumbuh benjolan lagi di sekitar lengan dan kaki. Orang tua James yang khawatir akan kondisi pada putranya, lalu mulai diperiksakan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter pun mendiagnosis kalau James mengalami kanker kelenjar getah bening. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan, dokter pun akhirnya mulai menjadwalkan kemo terapi yang akan dilakukan untuk pegobatan. Diketahui adanya benjolan baru di kepala James. Pada bulan ini, James menjalani kemo terapi dan kontrol rutin. James merupakan anak kedua dari pasangan Bapak Yoseph (46) dan Ibu Anna (39). Bapak Yoseph yang merupakan tulang punggung keluarga, setiap harinya bekerja sebagai penjual koran. Pendapatan yang dimiliki Bapak Yoseph pun juga menentu setiap harinya, sedangkan anak pertama beliau masih duduk di bangku sekolah. Keluarga merasa terbantu akan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki. Akan tetapi biaya kebutuhan sehari-hari saat berobat menjadi kendala yang berat bagi keluarga. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan James, sehingga bantuan dari Sedekaholics pun dapat diberikan kepada James. Bantuan yang diberikan telah dipergunakan untuk membeli pampers, susu, membeli kebutuhan saat masuk rumah sakit dan perbaikan keadaan umum. Bantuan sebelumnya telah tercatat di rombongan nomor 1065. Semoga pengobatan yang di akan dilakukan James diberi kelancaran dan dapat segera sehat kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 892.000,-
Tanggal : 30 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Tica_Fajaria @SiscaDwi

James mengalami kanker kelenjar getah bening


ALMH. JUMAIKAH BINTI ADI (43, Santunan Kematian). Alamat : Dusun Sumbersari, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Ibu Jumaikah adalah seorang buruh tani. Tahun 2016 Ibu Jumaikah mengalami pendarahan dan keputihan secara terus menerus, tapi beliau tidak memeriksakannya ke dokter dan hanya meminum jamu tradisional. Setelah itu pendarahan dan keputihan yang dialami Ibu Jumaikah tidak berkurang malah semakin buruk. Keluarga Ibu Jumaikah membawanya ke dokter setempat. Dkter mendiagnosa Ibu Jumaikah mempunyai penyakit Kanker Serviks. Dokter merujuk Ibu Jumaikah ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Selatah diperiksa oleh dokter di RSSA Malang diketahui bahwa penyakit Ibu Jumaikah sudah mencapai stadium 4a. Pihak rumah sakit memberi pertolongan dengan semaksimal mungkin tetapi Allah SWT berkehendak lain. Ibu Jumaikah menghembuskan nafas terakhirnya di RSSA Malang. Suami ibu Jumaikah, Bapak Sunaryo (45) dan keluarga merasa sangat kehilangan atas meninggalnya ibu Jumaikah. Namun semua itu adalah kehendak Allah sehingga Bapak Sunaryo dan keluarga pun sudah mengikhlaskan kepergiannya. Sedekah Rombongan bersilaturahim dan ikut berbelasungkawa, Bapak Sunaryo dan keluarga mengucapkan terimakasih kepada Sedekah Rombongan dan tak lupa Kurir Sedekah Rombongan memberikan santunan dari para Sedekahholics yang dipergunakan untuk kebutuhan setelah Ibu Jumaikah meninggal. Semoga Sedekah Rombongan semakin banyak memberikan manfaat kepada semua orang yang membutuhkan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz Nuryati @SiscaDwi

Santunan kematian


LAILATUL MUKAROMAH (1, Hydrocephalus) Alamat : Dusun Podokaton, RT 3/11, Desa Bayeman, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Lailatul adalah seorang anak yang dari sejak lahir didiagnosa mempunyai penyakit Hydrocephalus oleh dokter. Dari sejak lahir kelapa Lailatul lebih besar dari badannya sehingga rumah sakit melakukan pemeriksaan. Pengobatan yang dilakukan hanya obat jalan di RSUD Bangil setelah itu dirujuk ke Rumah Sakit Lavalatte Malang untuk mendapatkan pengobatan yang lebih intensif. Pada Bulan September 2017 dilakukannya operasi di Rumah Sakit Lavalette Malang. Bulan ini Lailatul menjalani Kontrol rutin dan rawat luka pasca operasi. Orangtua Lailatul, Bapak Mulyadi (25) mencari nafkah sebagai kuli bangunan dan Ibu Rohmania (21) yang hanya sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan yang didapatkan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Lailatul memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri kelas III sehingga dapat meringankan biaya yang ditanggung. Kendala lain yang dirasakan kedua orangtua Lailatul yaitu biaya pengobatan, biaya transportasi dan tempat tinggal selama masa pengobatan di Malang. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga ini, pada bulan ini bantuan dialokasikan untuk membeli pampers, susu, obat-obatan, kebutuhan rawat luka, dan kebutuhan saat berada di rumah sakit. Semoga Lailatul lekas diberikan kesembuhan oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 888.600,-
Tanggal : 10 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @SiscaDwi

Lailatul dari sejak lahir didiagnosa mempunyai penyakit Hydrocephalus


LILIK BINTI TOMIN (27, Benjolan Di Lutut Kaki Kanan). Alamat : Dusun Pangepok, RT 02/07, Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ibu Lilik adalah ibu rumah tangga yang mengurus kluarganya dirumah. Pada 2 tahun yang lalu bu Lilik mengalami kecelakaan tetapi tidak dibawa kedokter hanya dipijatkan ke dukun pijat. Baru-baru ini terdapat benjolan yang muncul dilutut kaki kanan, beliau merasa khawatir dan memeriksakannya kedokter dan dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Pada saat di RSSA Malang, dokter mendiagnosis bahwa terdapat tumor di lutut kaki kanannya. Dokter menyarankan agar segera dioperasi dan terapi jangka panjang. Sekarang ini Ibu Lilik melakukan kontrol dan menunggu jadwal operasi. Suami Ibu Lilik, Bapak Hamdih (31) dan kedua orangtuanya Bapak Tomin (55) dan Ibu Misyati (46) meluapkan kesedihannya pada saat dijenguk oleh kurir Sedekah Rombongan. Saat ini Ibu Lilik menggunakan fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) sehingga dapat sedikit meringankan biaya pengobatan. Keluarga Ibu Lilik, yaitu suami dan orangtuanya mencari nafkah dengan bertani untuk membiayai kebutuhan sehari-hari. Saat ini Bapak Hamdih meninggalkan pekerjaanya dikarenakan harus merawat istrinya yang sedang sakit. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesedihan dan kesulitan yang mereka rasakan sehingga memutuskan untuk mendampingi beliau selama masa pegobatan di RSSA Malang. Bantuan awal pun disampaikan untuk uang saku dan biaya pengobatan, serta biaya-biaya lainnya yang tidak termasuk dalam tanggungan KIS. Semoga ibu Lilik segera dioperasi dan diterapi agar mendapatkan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 11 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Tica_Fajaria @SiscaDwi

Bu lilik menderita tumor di lutut kaki kanannya


LUSIANI BINTI SIKAN (49, Kanker Serviks). Alamat : Jalan Darmawangsa, Dusun Gudangrejo, RT 3/25, Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Awal mula sakit Ibu Lusiani ini sering mengalami keputihan dan tiba-tiba pendarahan. Karena hal tersebut beliau langsung di periksakan ke puskesmas terdekat untuk mengetahui sakit yang di alami Ibu Lusiani. Setelah Ibu Lusiani diperiksa dan telah di diagnosis mengalami Kanker Serviks. Dokter pun menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Selang satu hari Ibu Lusiani di evakuasi ke Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut dan oleh Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember disarankan untuk di rujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk perawatan yang lebih intensif. Setelah menjalani kemo terapi, Ibu Lusiani saat ini dijadwalkan dokter untuk dilakukan sinar sebanyak 25 kali. Bulan ini Ibu Lusiani telah menjalani jadwal control rutin ke poli kandungan. Ibu Lusiani ini seorang janda yang tinggal di Polsek Rambipuji rumah bekas tahanan. Beliau memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari perangkat desa Rambipuji bahwa Ibu Lusiani memerlukan dampingan karena dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal yang di tinggali Ibu Lusiani untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Lusiani. Santunan yang diberikan untuk biaya transportasi, membeli pampers, obat-obatan, underpat dan biaya saat masuk rumah sakit. Santunan pada bulan sebelumnya telah masuk di rombongan nomor 1085. Semoga pengobatan yang dijalani Ibu Lusiani diberikan kelancaran dan segera mendapatkan kesembuhan . Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Tica_Fajaria @SiscaDwi

Ibu Lusiani di diagnosis mengalami Kanker Serviks


MAHDI BIN TUR (59, Kanker Kulit). Alamat : Dusun Wonosroyo Barat, RT 26/6, Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Pada 2 tahun yang lalu, Bapak Mahdi yang kala itu bekerja mengalami kecelakaan kerja. Batu yang beliau hancurkan serpihannya mengenai tahi lalat di hidung beliau. Karena tidak dirasa parah, beliau hanya mengobatinya di Puskesmas terdekat. Setelah beberapa minggu, kejadian kecelakaan kerja itu terulang kembali dan mengakibatkan luka beliau semakin parah. Karena diketahui luka beliau semakin parah, beliau pun diberika surat rujukan ke Rumah Sakit Dr. H. Koesnadi. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter pun mendiagnosis beliau mengalami kanker kulit. Beliau pun akhirnya mendapatkan perawatan rawat luka pada hidung beliau. Setelah menjalani perawatan, Bapak Mahdi pun diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. Akan tetapi setelah beberapa bulan, luka beliau semakin parah, Mengetahui akan hal tersebut, keluarga pun membawa beliau ke rumah sakit lagi dan beliau pun diberikan surat rujukan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Bulan ini beliau menjalankan kontrol polip mata, CT scan, fot rongten dan mengumpulkan berkas-berkas untuk seminar pengobatan selanjutnya. Bapak Mahdi tinggal bersama istri beliau Ibu Suwarnik (54) yang setiap harinya sebagai ibu rumah tangga biasa. Pendapatan Bapak Mahdi sebagai buruh menghancurkan batu memiliki penghasilan yang sangat sedikit. Jaminan kesehatan berupa KIS yang dimiliki sangat membantu dalam biaya berobat. Akan tetapi beliau sangat terkendala akan biaya transportasi ke Malang dan kebutuhan hidup di Malang sangat tidak sedikit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Mahdi. Bantuan pada bulan ini pun telah diberikan kepada untuk biaya transportasi pulang pergi Bondowoso-Malang, membeli obat dan perbaikan keadaan umum. Semoga Bapak Mahdi lekas diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 661.100,-
Tanggal : 18 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz Oni @SiscaDwi

Pak Mahdi mengalami kanker kulit


MARYATI BINTI SIDIK (59, CA Mamae + Struk). Alamat : Jalan Bumi Kresna Wendit Barat, RT 02/04, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Ibu Maryati mulai mengalami serangan struk pada tahun 2000 tetapi sudah ditangani dengan baik hingga keadaannya membaik dan sembuh. Tahun 2015 terjadi serangan struk lagi selain itu terdapat gejala lain yaitu terdapat benjolan pada tubuhnya. Sebelumnya Ibu Maryati sudah ditangani di RSUD Kabupaten Pasuruan lalu dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Sekarang ini Ibu Maryati masih dalam masa pengobatan dan menjalani kemotrapi secara berkala. Suami Ibu Maryati yaitu Bapak Asaji (67) mengungkapkan kesedihan dan penyesalan saat dijenguk oleh kurir Sedekah Rombongan. Ibu Maryani mempunyai BPJS kelas III tetapi masih belum bisa digunakan karena baru saja mendaftar. Bapak Asaji (67) yang merupakan tulang punggung keluarga bekerja sebagai tukang becak dan sekarang ini masih pensiun karena harus merawat dan menjaga istrinya yang sedang sakit. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesedihan dan kesulitan mereka, santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 disampaikan untuk biaya berobat. Rasa senang dan bahagia nampak jelas terlihat dalam raut muka keluarganya. Ibu Maryati tak lupa mengucapkan terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan. Semoga ibu Maryani dapat segera sembuh dan dapat menjalankan aktifitasnya kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 5 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz Nuryati @SiscaDwi

Ibu Maryati mengalami serangan stroke dan ca mamae


AHMAD MAULANA (2, Retinoblastoma). Alamat : Dusun Bedadung Wetan, RT 01/07, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ahmad Maulana yang sering disapa Maulana oleh keluarganya adalah seorang anak yang didiagnosa oleh dokter mempunyai penyakit Retinoblastoma. Pada Bulan Juni Maulana merasakan kesakitan dimata dan tedapat bintik putih pada pupil mata. Terkadang Maulana juga merasa pusing dan terdapat benjolan di kelopak mata. Kemudian Maulana diperiksakan ke puskemas dan dirujuk ke RSUD dr. Soebandi Jember. Setelah melalui perawatan di RSUD dr. Soebandi, Maulana dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Bulan ini Maulana menjalankan pemeriksaan mata, USG mata dan cek darah lengkap di laboratorium. Selain itu Maulana juga melakukan MRI, kemo terapi, dan konsultasi hasil dari MRI dengan dokter. Orang tua Maulana, Bapak Ahmad Halim (30) dan Ibu Ifa Rosmita (22) bekerja sebagai wiraswasta sehingga penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Maulana memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri kelas III. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dialami, bantuan disampaikan untuk biaya pengobatan, susu, pampes, transportasi dan tempat tinggal selama masa pengobatan di Malang. Kedua orangtua Maulana mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan. Semoga Maulana segera diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 6.138.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Tica_Fajaria @SiscaDwi

Maulana mempunyai penyakit Retinoblastoma


NAZWA NURAINI (2, Retinoblastoma). Alamat : Dusun Pomo, RT 6/15, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pada Bulan November 2016 mata sebelah kiri Nazwa mulai membengkak. Karena khawatir akan keadaan putrinya, kemudian Nazwa dibawa ke rumah sakit swasta di Jember. Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan di rumah sakit, dokter menyarankan untuk operasi. Akan tetapi keluarga menolak dikarenakan biaya yang diperlukan untuk operasi sangatlah besar. Karena tidak adanya pengobatan selama menunggu pembuatan jaminan kesehatan akhirnya mata Nazwa bertambah bengkak dan Nazwa pun akhirnya dibawa ke Puskesmas Wuluhan. Dari puskesmas dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember dan dikarenakan keterbatasan alat, Nazwa pun dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) MALANG. Bulan ini, Nazwa masuk rumah sakit dan menjalankan masa pengobatan secara intensif. Ayah Nazwa, Bapak Nur Kholis (38) bekerja sebagai buruh tani hanya mampu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-harinya dengan upah yang diterima. Sedangkan ibu Nazwa, Ibu Nanik Muliya Ningsih (32) hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Nazwa sangat terbantu akan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III dalam berobat. Akan tetapi, keluarga sangat terbeban akan biaya transportasi dan kebutuhan hidup saat menjalani pengobatan di Malang. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan telah dipertemukan dengan Nazwa dan bantuan pun diberikan untuk biaya transportasi, iuran BPJS, kebutuhan saat masuk rumah sakit, membeli susu dan perbaikan keadaan umum. Semoga Nazwa diberikan kelancaran dalam menjalani pengobatan dan diberi kesembuhan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.170.900,-
Tanggal : 30 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Tica_Fajaria @SiscaDwi

Nazma menderita retinoblastoma


PUJI ASIH (39, Diabetes). Alamat : Dusun Kamal, RT 04/01, Desa Banyakan , Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2015 Ibu Puji didiagnosa memiliki penyakit diabetes oleh dokter. Bulan Januari 2016 Ibu Puji diharuskan opname di Rumah Sakit Gambiran. Keadaan Ibu Puji sekarang ini tiap hari harus melakukan suntik insulin dan hal itu dilakukannya sendiri dibantu keluarganya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Ibu Puji berjualan mie instan di rumahnya dan dibantu oleh anaknya Ibu Puji yang bekerja di depo air mineral dan sedang mengejar paket B. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dialami Ibu Puji, bantuan pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan kebutuhan lainnya. Tak lupa Ibu Puji dan keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikaan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Ibu Puji segera diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz Munadi @SiscaDwi

Ibu Puji didiagnosa memiliki penyakit diabetes


REZA TRI ANDIKA (17, Uretral Stricture). Alamat : RT 22/04, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Uretral Stricture atau yang biasa dikenal dengan kesulitan untuk buang air kecil ini dimulai sejak empat tahun lalu Reza bermain sepeda bersama teman-temannya, ia terjatuh dari sepeda dan saluran kencingnya terbentur sadel sepeda yang menyebabkan Reza tidak dapat buang air kecil. Keluarga pun membawanya ke Puskesmas untuk bisa segera ditangani, lalu dirujuk ke RSUD Sayidiman Magetan. Karena peralatan medis yang kurang lengkap Reza dirujuk ke RS Dr. Mowardi Solo untuk mendapat penanganan. Operasi telah dilakukan, namun ternyata Reza belum bisa buang air kecil melalui saluran kencing. Pengobatan dihentikan selama dua tahun karena keterbatasan biaya, Reza buang air kecil menggunakan selang yang di pasang di saluran kencingnya dan diganti setiap seminggu sekali sekali di RSUD setempat. Dokter menyarankan Reza melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk penanganan lebih lanjut. Reza telah melakukan operasi yang pertama dan kondisinya pun sudah bagus. Reza direncanakan dokter untuk dilakukan operasi penutupan luka pasca operasi. Bulan ini Reza melakukan operasi sesuai dengan rencana dokter. Paska operasi Reza diharuskan kontrol rutin dan melakukan perawatan luka bekas operasi. Orangtua Reza yaitu, Bapak Paiman (50) dan Ibu Panirah (48) yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu merasa sudah tidak sanggup membiayai pengobatan Reza, inilah kendala bagi keluarga ini. Sampai akhirnya Sedekah Rombongan mendengar kabar tentang Reza. Bulan Oktober ini bantuan disalurkan untuk biaya pembelian tiket kereta berangkat ke Malang dan untuk biaya akomodasi ranap operasi tahap ke dua. Bantuan ke sepuluh sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan setelah sebelumnya tercatat di nomor rombongan 1090. Semoga pengobatan yang dilakukan Reza akan terus mendapatkan hasil yang baik. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 520.300,-
Tanggal : 30 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Tica_Fajaria @SiscaDwi

Reza menderita uretral stricture


RAFFA ADITYA PRATAMA (3, Hydrocephalus). Alamat : Jalan Sumber Urip, RT 19/10, Dusun Krajang, Desa Sumber Urip, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Sejak lahir ada benjolan di belakang kepala bagian atas. Kemudian periksa ke bidan lalu dirujuk ke Rumah Sakit Hartoyo Lumajang. Namun, dari rumah sakit Hartoyo dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang karena peralatan medis yang lebih lengkap. Saat periksa ke dokter syaraf perkiraan Hydrocephalus. Setelah di CT-SCAN ternyata hasilnya positif Hydrocephalus. Kepala mulai membesar saat Raffa menginjak umur 1 minggu. Makin hari makin dirasa kedua orangtuanya kalau kepala putranya semakin membesar. Namun, dari pihak rumah sakit belum ada penanganan khusus hanya timbang dan ukur tinggi badan saja. Setelah berumur 5 bulan Raffa baru mendapat penanganan dan menentukan jadwal operasi. Pada awal bulan ini, Raffa menjalani rawat luka pasca operasi dan kontrol rutin. Rofik (39), ayah Raffa bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang rendah tiap harinya. Penghasilan tersebut hanya cukup untuk makan dan kebutuhan sehari-hari saja. Sumsila, istri beliau hanya menjadi ibu rumah tangga biasa. Raffa memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III, akan tetapi kendala yang dihadapi keluarga ini adalah tidak mempunyai dana untuk pengobatan dan tempat menginap. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga ini, pada bulan ini bantuan dialokasikan untuk membeli pampers, susu, obat-obatan, kebutuhan rawat luka dan biaya iuran BPJS. Pada bulan kemarin bantuan untuk Raffa tercatat dalam nomor rombongan 906. Semoga pengobatan yang dijalani Raffa diberikan kelancaran dan lekas diberikan kesembuhan oleh Allah SWT. Aamiiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 512.700,-
Tanggal : 30 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Tica_Fajaria @SiscaDwi

Raffa menderita hydrocephalus


RINA MARIA ULFA (32, Kanker Payudara Kanan + Kanker Payudara Kiri). Alamat : Jalan Kyai Boto Lengket, RT 6/5, Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Pada tangga 22 Juni 2017, Ibu Rina mulai mengetahui adanya benjolan sebesar kelereng pada kedua payudara beliau. Ibu Rina pun langsung ke Rumah Sakit Baptis Kediri untuk memulai pemeriksaan akan gejala yang dialami beliau. Dari hasil pemeriksaan yang di jalani, dokter mendiagnosis ada sel kanker pada kedua payudara beliau. Kontrol rutin yang di jalani Ibu Rina memiliki hasil yang bagus dan dokter pun merencanakan untuk dilakukan tindakan operasi pengangkatan sel kanker. Operasi pertama yang dilakukan pada payudara kanan Ibu Rina berjalan sangat lancar dan beliau pun diperbolehkan pulang setelah beberapa hari di rumah sakit. Setelah kondisi beliau pulih akan operasi yang pertama, Ibu Rina pun dijadwalkan lagi untuk operasi pengangkatan sel kanker pada payudara sebelah kiri. Pertengahan Bulan Agustus, Ibu Rina telah menjalani operasi yang dijadwalkan dokter dan operasinya berjalan lancar. Ibu Rina yang menjalani kontrol kembali di sarankan oleh dokter untuk tindakan kemo terapi setelah selang yang di pasang pasca operasi dilepas. Karena obat yang dimiliki di rumah sakit belum lengkap, Ibu Rina pun rujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk tindakan selanjutnya. Bulan ini ibu Rina menjalankan kontrol rutin dan kemo ke 1 di RSSA Malang. Ibu Rina setiap harinya sebagai ibu rumah tangga, serta suaminya Riadi Supriyanto (33) yang hanya sebagai pedagang dan Ibu Rina telah dikaruniai seorang anak yang masih kecil. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III, sedikit meringankan beban dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang kebutuhan berupa transportasi dan kebutuhan hidup untuk saat berobat sangat membebani beliau dan keluarga untuk menjalani pengobatan. Santunan yang telah diberikan kepada Ibu Rina dipergunakan untuk biaya transportasi dan perbaikan keadaan umum. Semoga Ibu Rina lekas diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz @KatinoRianto @SiscaDwi

Ibu Rina menderita kanker payudara kanan + kanker payudara kiri


SITI AISYAH (41, Operasi Melahirkan). Alamat : Dusun Selokandang, RT 1/9, Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Ibu Siti adalah seorang ibu yang baru saja melahirkan seorang putri yang bernama Sabita. Ibu Siti melahirkan dengan operasi Caesar di rumah sakit Prasetya Husada Malang. Ibu Siti dan Sabita tidak bisa meninggalkan rumah sakit karena tidak dapat membayar biaya rumah sakit selama perawatannya disana. Ibu Siti yang bekerja sebagai ibu rumah tangga biasa dan suaminya, Bapak Slamet (26) bekerja sebagai kuli bangunan. Penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga kesulitan untuk membayar biaya pengobatan. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dialami, bantuan pun diberikan untuk biaya rumah sakit yang menjadi tanggungan Ibu Siti dan keluarga. Rasa senang dan bahagia pun tergambar di raut muka Ibu Siti dan keluarga. Ibu Siti dan Bapak Slamet mengucapkan terima kasih pada sedekah rombongan atas bantuan yang telah diberikan. Semoga Ibu Siti dan Sabita selalu sehat. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 5.180.034
Tanggal : 8 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rofik @SiscaDwi

Bantuan biaya operasi caesar


SAHWANI BINTI ASJONO (47, Kanker Serviks). Alamat: Dusun Kalipaten, RT 12/4, Desa Kalitapen, Kecamatan Tapen, Kota Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Ibu Sahwani mulai menderita kanker serviks atau kanker pada leher rahim sejak April 2016. Penyakit ini pun memerlukan tindakan cepat sehingga beliau dan keluarga memutuskan untuk melakukan operasi. Operasi berjalan lancar dan berhasil di Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso. Pasca operasi, keadaan kesehatan bu Sahwani membaik, dan pihak dokter menyarankan agar Ibu Sahwani dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang agar mendapatkan penanganan dan perawatan yang lebih optimal. Setelah operasi, Ibu Sahwani perlu melakukan kemo di RSSA. Setelah menjalani sinar Ibu Sahwani akan menjalani jadwal papsmer. Bulan ini Ibu Sahwani menjalankan papsmer yang ke 2. Jauhnya jarak dari Bondowoso ke Malang tentu menyulitkan keadaan ekonomi bu Sahwani sekeluarga untuk mencari transportasi, belum lagi biaya obat-obatan dan penginapan untuk keluarga beliau. Apalagi pekerjaan suami beliau, Misnawi (43) sebagai kuli bangunan dengan penghasilan tak tentu. Ibu Sahwani memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau, sehingga bisa membantu mengurangi beban keluarga bu Sahwani. Untuk bulan ini bantuan yang diberikan Sedekah Rombongan digunakan beliau untuk biaya transportasi pulang pergi Bondowoso-Malang, iuran BPJS dan perbaikan keadaan umum. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada nomor rombongan 1073. Semoga pengobatan yang dijalani Ibu Sahwani lancar dan diberikan kesembuhan oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Tica_Fajaria @SiscaDwi

Ibu Sahwani menderita kanker serviks


SARUPA BINTI SALIMUN (48, Cytoma Ovari). Alamat : Dusun Sembung, RT 02/03, Desa Janjang Wulung, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Ibu Sarupa adalah seorang petani disebuah desa di Pasuruan. Ibu Sarupa mulai merasakan adanya benjolan di perut pada Bulan Februari 2016. Ibu Sarupa tidak memeriksakan ke dokter karena menganggapnya bukan penyakit yang serius. Pada Bulan Mei, kondisi perut Ibu Sarupa mulai membesar dan sekarang ini beliau hanya berdiam diri di kamar. Awal pengobatan dilakukan di puskesmas Jambu Wulung dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil dan terakhir dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Bulan ini ibu Sarupa menjalankan kontrol dan pengobatan di RSSA Malang. Suami ibu Sarupa, Bapak Kamit (52) dan ibunya, Ibu Jumani (80) mengungkapkan kesedihannya saat dijenguk oleh kurir Sedekah Rombongan. Saat ini Ibu Sarupa melakukan pengobatan dengan fasilitas dari Kartu Indonesia Sehat (KIS) tetapi ada beberapa obat atau fasilitas yang tidak ditanggung oleh KIS. Bapak Kamit dan Ibu Jumani mencari nafkah dn rezeki dengan bertani sehingga hanya cukup untuk biaya sehari-hari. Keadaan seperti ini menyulitan mereka untuk menanggung biaya rumah sakit. Sedekah Rombongan ikut merasakaan kesulitan mereka sehingga bantuan disampaikan untuk membantu uang saku saat masuk rumah sakit dan biaya pengobatan. Sedekah Rombongan juga memutuskan untuk mendampingi beliau selama menjalankan pengobatan di RSSA Malang. Semoga ibu Sarupa cepat diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 762.000
Tanggal : 26 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Tica_Fajaria @SiscaDwi

Bu Sarupa menderita cytoma ovari


SUMIYATI BINTI SAIMON (53, Kanker Serviks). Alamat : Dusun Cindogo, RT 18/7, Desa Cindogo, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Mulai Bulan Juli 2016 Ibu Sumiyati sering mengalami pendarahan secara terus menerus dan kemudian pada bulan September diperiksakan ke Puskesmas Tapen kemudian dirujuk ke RS Koesnadi Bondowoso. Setelah mendapatkan surat rujukan, Ibu Sumiyati pun menjalani pemeriksaan di RS Koesnadi. Dokter pun akhirnya mendiagnosis pada dinding rahim Ibu Sumiyati terdapat sel kanker atau yang lebih sering disebut kanker serviks. Dari Rumah Sakit Koesnadi Bondowoso Ibu Sumiyati mendapatkan surat rujukan untuk melanjutkan proses pengobatan ke RS Saiful Anwar (RSSA) Malang. Setelah selesai menjalani jadwal kemo terapi yang telah dibuat oleh dokter, Ibu Sumiyati pun mulai menjalani kontrol untuk persiapan operasi. Bulan ini Ibu Sumiyati menjalani papsmer dan akan kontrol kembali pada Bulan November. Bapak Mochni (58) adalah suami beliau yang bekerja sebagai security pada malam hari dan pendapatan yang di dapat hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja. Ibu Sumiyati terasa terbantu akan adanya jaminan kesehatan berupa KIS yang dimiliki, akan tetapi kebutuhan untuk transportasi, kebutuhan obat-obatan dan biaya hidup di Malang selalu menjadi beban beliau. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sumiyati, sehingga dapat meringankan beban yang beliau tanggung. Bantuan yang telah diberikan telah dipergunakan untuk biaya perbaikan keadaan umum, iuran BPJS dan transportasi pulang pergi Bondowoso-Malang. Semoga Ibu Sumiyati dapat segera diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Tica_Fajaria @SiscaDwi

Bu Sumiati menderita kanker serviks


SUNARTI BINTI ARTAYU (52, Kanker Servik). Alamat : Dusun Krajan II, RT 1/-, Desa Palalangan, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Pada 8 bulan yang lalu, Ibu Sunarti mulai merasakan nyeri pada bagian pinggang beliau dan sering mengalami keputihan bercampur dengan darah. Ibu Sunarti pun langsung memperiksakan diri ke Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter pun mendiagnosis bahwa beliau mengalami kanker servik atau kanker pada leher rahim beliau. Karena tidak adanya obat-obatan yang dibutuhkan untuk proses pengobatan, Ibu Sunarti pun di rujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Pada bulan ini ibu Sunarti konsultasi ke dokter, kontrol ke laboratorium radiologi dan merencanakan untuk konsultasi selanjutnya. Selain itu, ibu Sunarti juga melakukan kemo terapi yang ke 2, kontrol ke laboratorium, dan merencanakan untuk kemo terapi selanjutnya. Ibu Sunarti merupakan ibu rumah tangga biasa, yang dikepalai oleh Bapak Sudirma (58). Bapak Sudirma yang merupakan tulang punggu keluarga, saat ini bekerja sebagai pedagang di pasar. Penghasilan yang dimiliki Bapak Sudirma hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Sedangkan Ibu Sunarti memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk berobat dan transportasi ke Malang untuk melanjutkan pengobatannya. Selama ini Ibu Sunarti merasa terbantu akan adanya jaminan kesehatan berupa JKlN-KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sunarti, sehingga dapat menyalurkan bantuan dari Sedekaholics. Bantuan yang telah diberikan telah dipergunakan untuk membeli pampers, transportasi dan biaya saat masuk rumah sakit. Bantuan sebelumnya sudah tercatat di nomor rombongan 1097. Semoga pengobatan yang akan dijalani Ibu Sunarti diberikan kelancaran dan dapat lekas sembuh. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Tica_Fajaria @SiscaDwi

Bu Sunarti menderita kanker servik


SUTIK BINTI SUBUT (49, Kanker Tyroid). Alamat : Jalan Cangkring 21 E, RT 5/2, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Mulai 2012 terdapat benjolan di leher kiri Ibu Sutik, karena dianggap hanya benjolan biasa jadi beliau membiarkannya. Seiring berjalannya waktu, benjolan tersebut bertambah besar dan Ibu Sutik diperiksakanlah ke Puskesmas Kanigaran. Karena sedikitnya peralatan yang dimiliki, Ibu Sutik pun diberi surat rujukan ke Rumah Sakit Waluyo Jati Kraksaan Probolinggo. Setelah menjalani pemeriksaan dan telah di diagnosis dokter kanker tyroid. Ibu Sutik pun melakukan operasi pengangkatan sel kanker pada tahun 2013 akhir. Selang berapa bulan, muncul benjolan lain yang tumbuh di leher depan dan beliau pun akhirnya periksa lagi ke rumah sakit. Selama tahun 2014, Ibu Sutik telah menjalani operasi pengangkatan sel kanker di Rumah Sakit Umum Moh Shaleh Probolinggo sebanyak 2 kali. Pada operasi beliau yang terakhir menyebabkan infeksi dan benjolan pun semakin membesar. Akhirnya beliau pun dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk pengobatan yang lebih intensif. Pada Bulan September, Ibu Sutik menjalani rawat luka akibat dari luka bekas operasi yang sering mengeluarkan darah. Bulan ini ibu Sutik melakukan foto rongten, konsul ke bagian onkologi dan dokter merencanakan untuk dilakukannya seminar Bulan November. Ibu Sutik merupakan ibu rumah tangga yang di kepalai Bapak Juli (64) yang berprofesi sebagai buruh bangunan. Pendapat yang dimiliki suami hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI sangat membantu beliau dalam berobat, akan tetapi biaya transportasi dan akomodasi selama di Malang sangat tidak sedikit. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sutik, sehingga dapat membantu beliau untuk biaya transportasi, kebutuhan rawat luka dan perbaikan keadaan umum. Semoga Ibu Sutik diberi kelancaran dan kesembuhan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 523.100,-
Tanggal : 26 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Tica_Fajaria @SiscaDwi

Bu Sutik menderita kanker tyroid


TEMON BINTI SAWAL (70, Kanker Servik). Alamat : Dusun Lebak Sari, RT 45/20, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampel Gading, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Sekitar satu bulan yg lalu, Ibu Temon mulai merasakan nyeri secara terus menerus pada bagian alat vital beliau. Karena hanya dianggap nyeri biasa saja, beliau pun akhirnya menghiraukan nyeri yang dirasakan. Karena tidak mendapatkan pemeriksaan medis dan pengobatan apa-apa. Seiring berjalannya hari kondisi Ibu Temon menjadi lemas dan hanya bisa berbaring saja di tempat tidur. Karena kondisi beliau yag semakin parah, akhirnya beliau dibawa ke RS Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan pengobatan yang intensif. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter pun menyimpulkan dari hasil pemeriksaan yang dijalani bahwa Ibu Temon mengalami Kanker Servik atau kanker yang ada pada dinding rahim. Pada Bulan Juli, Ibu Temon telah menjalani kemo terapi yang ke 6 dan mulai menunggu telfon dari dokter untuk rencana pelaksanaan operasi. Setelah melakukan operasi pada awal bulan September dan operasi tersebut berjalan dengan lancar. Bulan ini ibu Temon menjalani kemo yang ke 7 dan juga kontrol rutin. Bapak Lasimun (67) yang bekerja sebagai buruh tani di desanya. Terkadang Ibu Temon juga bekerja sebagai buruh tani untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena penghasilan yang di dapat sangat sedikit, sehingga mengurungkan niat beliau untuk pergi berobat. Ibu Temon yang memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Kelas III PBI sangat membantu beliau. Akan tetapi untuk biaya hidup saat di rumah sakit dan transportasi menjadi kendalanya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Temon dan dapat membantu dalam pendampingan selama berobat. Bantuan yang telah diberikan kepada Ibu Temon dipergunakan untuk kebutuhan saat masuk rumah sakit, susu, pampers, transportasi dan perbaikan keadaan umum. Bantuan sebelumnya telah tercatat di rombongan nomor 1065. Semoga bantuan yang telah diberikan dapat menjadikan jalan kesembuhan untuk Ibu Temon. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Tica_Fajaria @SiscaDwi

Ibu Temon mengalami kanker servik


ZIO DEVANDRA (5, Ginjal Bocor). Alamat : Dusun Magersari, RT 03/06, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada Bulan Juni tahun 2015, Zio yang saat itu mengeluh kalau di bagian perutnya terasa sakit dan saat buang air kecil sangat sakit. Setelah 5 hari berlalu, wajah Zio tiba-tiba membengkak dan perut Zio juga mulai menggembung. Akhirnya orang tua Zio dengan sigap membawa Zio untuk periksakan ke Puskesmas di daerah sekitar rumah. Dari Puskesmas Zio disarankan untuk melakukan cek laboraturium untuk pemeriksaan yang lebih detail. Hasil dari cek laboraturium, Zio di diagnosis mengalami ginjal bocor dan langsung diberikan surat rujukan ke RS Saful Anwar (RSSA) Malang. Bulan ini Zio sudah melakukan kemo terapi dan rawat inap di RSSA Malang. Untuk rencana pengobatan selanjutnya akan dilakukan cuci darah, akan tetapi masih dikonsulkan ke dokter. Zio adalah putra kedua dari Bapak Hariadi (31) dan Ibu Wulan (29), sedangkan kakaknya Diandra (9) yang masih duduk di sekolah dasar. Orang tua Zio yang bekerja sebagai serabutan merasa sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan Zio untuk berobat. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki Zio sangatlah membantu. Akan tetapi kebutuhan untuk transportasi dan obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS sangat menyulitkan keluarga. Alhamdullilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Zio dan keluarganya. Kurir Sedekah Rombongan yang merasakan kesulitan yang dihadapi, santunan kembali diberikan untuk Zio yang telah dipergunakan untuk kebutuhan selama di rumah sakit, iuran BPJS dan perbaikan keadaan umum. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan nomor 1065. Semoga Zio segera diberikan kesembuhan dan sehat selalu. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rofik @SiscaDwi

Zio di diagnosis mengalami ginjal bocor


MTSR MALANG (AB 9044 WK, Biaya Operasional Bulan Oktober 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil yang dikendarai oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk beraktivitas seperti mengantar / menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang, mensurvei pasien yang akan dijadikan pasien dampingan dan bahkan menyampaikan santunan titipan yang diberikan dari Sedekaholics. Dengan nomor hotline 0818-0808-8001 yang tertera di badan mobil ambulance MTSR ini diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat langsung menghubungi MTSR ini. Pada bulan ini pengeluaran yang dialokasikan untuk kebutuhan operasional MTSR Malang ialah untuk membeli pulsa, bahan bakar, biaya untuk parkir kendaraan, cuci ambulan dan biaya servis rutin setiap bulannya. Bantuan bulan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1072. Semoga MTSR semakin bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi para Sedekaholics. Amiiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.134.763,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz Andy Rinda @siscadwi13

Biaya operasional bulan Oktober 2017


MTSR MALANG (N 1208 CJ, Biaya Operasional Bulan Oktober 2017). Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “move” pun cepat dan padat sekali. Kebutuhan antar pasien tak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Saat ini, pasien Sedekah Rombongan Malang memiliki 50 pasien dampingan dari berbagai wilayah Malang dan dengan berbagai macam latar belakang. Padatnya agenda mobilitas ambulan Sedekah Rombongan atau biasa yang kami sebut dengan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) membuat Malang membutuhkan MTSR tambahan untuk pengantaran dan penjemputan yang lebih cepat. Sehingga Sedekah Rombongan Malang pada bulan Mei tahun 2016 kemarin meluncurkan program “PATUNGAN AMBULAN” untuk mewujudkan mimpi kami bisa bergerak lebih efektif dengan adanya 2 MTSR di Malang. Untuk mendukung performa mobil agar tetap dalam kondisi baik, maka bulan ini keperluan MTSR yang diperlukan antara lain untuk membeli pulsa, bahan bakar, biaya untuk parkir kendaraan, konsumsi kurir saat move ke luar kota dan service rutin setiap bulannya. Laporan keuangan MTSR pada bulan sebelumnya telah masuk di nomor rombongan 1072. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dan ibadah yang kita lakukan dengan sebaik-baiknya pembalasan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.043.600,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @FaizFaeruz Andy Rinda @siscadwi13

Biaya operasional bulan Oktober 2017


MTSR MALANG (L 1533 MF, Pembelian MTSR 3). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Malang bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Selain itu MTSR Malang juga digunakan untuk mensurvei pasien yang akan dijadikan pasien dampingan dan bahkan menyampaikan santunan titipan yang diberikan dari Sedekaholics. Sedekah Rombongan Malang memutuskan untuk menambah armada MTSR karena kegiatan MTSR Malang yang sangat padat dan cakupan wilayah Sedekah Rombongan Malang yang luas. Alhamdulilah, dengan dana titipan dari sedekaholic pada Bulan Agustus 2017 dapat membeli satu unit mobil untuk dijadikan MTSR 3. Pada Bulan September 2017 membeli keperluan modifikasi seperti Light Bar, Sticker, Bordes, dan Dragbar. Bantuan untuk MTSR sebelumnya masuk rombongan nomor 1074. Semoga dengan adanya penambahan MTSR ini akan sangat membatu kegiatan yang dilakukan dalam menolong para dhuafa yang sakit. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 160. 150.000,-
Tanggal : 22 Agustus & 5 September 2017
Kurir : @FaizFaeruz @KatinoRianto Fatir @siscadwi13

Pembelian MTSR 3


MTSR MALANG (L 1533 MF, Operasional Oktober 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobil luxio hitam yang dimiliki Sedekah Rombongan Malang ini telah hilir mudik mengantar jemput pasien dari rumah ke rumah sakit, mensurvey sasaran, menyampaikan santunan di area Malang, tak jarang digunakan untuk estafet pasien ke kota lainnya. Perawatan serta kebersihan terus dilakukan oleh para kurir agar tetap bisa memberikan kenyamanan saat digunakan. Dengan adanya MTSR baru ini diharapkan lebih bisa membantu masyarakat dan pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang yang berada di Kota Kediri, Blitar dan Tulungagung. Pada bulan ini pengeluaran yang dialokasikan untuk kebutuhan operasional MTSR Malang ialah untuk membeli bahan bakar, biaya untuk parkir kendaraan dan biaya servis rutin setiap bulannya. Bantuan untuk MTSR sebelumnya masuk rombongan nomor 1074. Semoga para Sedekaholics diberikan kelancaran untuk segala urusan yang dijalani. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.804.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir: @FaizFaeruz @KatinoRianto Fatir @siscadwi1

Biaya operasional bulan Oktober 2017


RSSR MALANG (Sembako Pasien RSSR Bulan Oktober 2017). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk membeli bahan pokok dan sekunder seperti lauk pauk, sayur-sayuran, telur, buah-buahan, kebutuhan bumbu dapur, air minum, gula, kopi, teh, susu peptamen dan bahan bakar memasak. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1072. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.750.950,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir: @FaizFaeruz Rinda @siscadwi13


RSSR MALANG (Biaya Operasional RSSR Bulan Oktober 2017). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk biaya listrik, air bersih, obat-obatan, membeli kebutuhan ATK, membeli kresek untuk tempat sampah dan biaya administrasi. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1072. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 8.373.294,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir: @FaizFaeruz Rinda @siscadwi13

Biaya operasional bulan Oktober 2017


NAJUA SHIHAB BINTI JUMAWAL (2, Hydrocepalus). Alamat : Dukuh Kalibang RT 002 RW 005 Desa Kaliwungu, Kec. Bruno, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Sejak usia dua bulan sudah nampak kelainan pada pertumbuhan dik Najua. Semakin hari kondisi dik Najua menunjukkan kondisi yang terus menurun dan muncul kelainan bentuk pada bagian kepalanya. Kondisi dik Najua dikonsultasikan ke Puskesmas, hasil pemeriksaan di Puskesmas dik Najua diberikan rujukan untuk penangan lebih lanjut di RS Tjitrowardojo Purworejo. Setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Tjitrowardojo, dik Najua kembali memperoleh rujukan untuk penanganan kesehatannya di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Hingga hari ini, dik Najua masih menjalani rawat jalan dan harus rutin melakukan kontrol kesehatan ke RSUP Dr. Sardjito. Selama menjalani pemeriksaan kesehatan dimulai dari Puskesmas, RSUD Tjitrowardojo, dan juga RSUP Dr. Sardjito menggunakan fasilitas kesehatan KIS-BPJS Kelas 3 (Mandiri). Ayah dik Najua, Jumawal (37), dan ibu dik Najua, Musliah (30), telah bercerai, namun ayah dik Najua masih terus membiayai angsuran BPJS Dik Najua. Bu Musliah tidak bekerja karena harus selalu menunggui dan merawat dik Najua, kadang juga bergantian dengan nenek dik Najua. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, mengandalkan penghasilan yang diperoleh kakeknya dik Najua. Mendengar kondisi dik Najua dan keadaan keluarga yang serba tidak berkecukupan, kurir-kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan awal untuk membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari dik Najua dan keluarga. Insya Allah segala bentuk bantuan dari sedekaholik yang telah disampaikan melalui perpanjangan tangan kurir Sedekah Rombongan mampu meringankan beban yang dipikul dik Najua dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 10 Desember 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Ozzy

Najua menderita hydrocepalus


NUR ASYIFA BINTI NGADAT ( 1, Bibir Sumbing dan Langit langit). Alamat Dusun Pendemrejo,RT 03/ RW 01, Desa Sendangsari, Kec Bener, Kab. Purworejo , Prop Jawa Tengah. Bayi yang Lahir 10 November 2017 di Rumah Sakit Aisyiah Purworejo ini lahir dengan proses normal, namun lahir dengan kondisi bibir sumbing dan tanpa langit langit. Keluarga disarankan membuat BPJS, kemudian Langsung membuat BPJS dengan Nama kartu KIS atas nama Ny Zumaroh. Kondisi Dik Asyifa Sendiri sehat, beberapa kali juga harus di rujuk ke Rumah Sakit terdekat untuk memeriksakan kondisinya. Dik Nur Asyifa sendiri juga di sarankan untuk melakukan operasi pada bagian bibirnya ketika berat badannya sudah mencapai 8kg. Dik Nur Asyifa adalah Putri ke 3 dari pasangan Bapak Ngadat dan Ibu Zumaroh. Bapak Ngadat bekerja sebagai buruh tani di daerahnya, sedangkan istrinya tidak bekerja dan dirumah mengurus ketiga putrinya. Dek nur asyifa punya 2 kakak. Yang pertama bernama Sholehah masih duduk di bangku SD kelas 6 dan kakak keduanya bernama Yuliyanti kelas 4 SD. Keluarga sangat bergantung terhadap Pak Ngadat, karena beliau lah yang bertanggung jawab untuk mencukupi kebutuhan sehari hari dan untuk biaya sekolah kedua putrinya. Suatu hari Pak Ngadat bertemu dengan Kurir SR, beliau menceritakan kondisi yang di alami keluarganya, beliau berkeluh kesah karena musibah yang datang menimpa keluarga kecilnya. Akhirnya pada tanggal 22 desember lalu santunan awal diberikan untuk membantu meringankan kebutuhan kehidupan sehari hari. Harapan keluarga tidak berbeda dari harapan Kurir SR juga, yaitu kondisi Dik Nur Asyifa terus membaik dan ketika Dik Nur Asyifa benar benar dalam kondisi yang memungkinkan untuk melakukan Operasi pada Bibirnya, Allah SWT senantiasa melindungi dan memberi kelancaran. Amin

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 22 Desember 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto Didit

Asyifa lahir dengan kondisi bibir sumbing dan tanpa langit langit


MUHAMMAD IMAM FATIH CHANIAGO BIN BABIBUL RAHMAN CHANIAGO (3, Pneumonia Dan langit2 tidak ada). Alamat: Dusun Pelahan RT 002 RW 002, Desa Kledungkradenan, Kec. Banyuurip, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Dik Imam dilahirkan secara caesar pada usia kehamilan normal dengan berat badan 3.3 Kg. Menginjak usia 3 bulan, kondisi berat badan dik Imam turun menjadi 2.7 Kg. Hal ini membuat keluarga memeriksakan kondisi kesehatan dik Imam di RS Tjitrowardojo Purworejo, pemeriksaan kesehatan dik Imam ini masih menggunakan jaminan kesehatan BPJS mandiri kelas tiga. Dari hasil pemeriksaan, dokter yang menangani dik Imam mendiagnosa bahwa dik Imam terdeteksi pneumonia dan juga langit-langit mulut dik Imam tidak ada. Dengan hasil diagnosa tersbut, dokter memberikan rujukan penangan kesehatan lebih lanjut ke RS Dr. Sardjito Yogyakarta, ketika dik Imam memasuki usia lima bulan. Penanganan sakit pneumonia di RS Sardjito ini berlangsung hingga dik Imam berusia satu tahun yang kemudia terhenti karena ada permasalahan keluarga yang menyebabkan ayah dan ibu dik Imam berpisah. Saat ini dik Imam beserta kakak-kakaknya tinggal bersama Rovikha Lindwati (34), ibu dik Imam. Oleh karena itu, sejak tahun 2015 jaminan kesehatan BPJS yang dimiliki dik Imam menunggak hingga saat ini. Hal ini menyebabkan kebutuhan biaya untuk pengobatan dik Imam menjadi semakin memberatkan keluarga. Dengan keseharian ibunda dik Imam yang berwiraswasta membuat kue, membuatnya semakin terbebani oleh biaya pengobatan dan akomodasi yang harus dijalani guna memperjuangkan kesehatan dik Imam, selain harus mencukupi kebutuhan hidup keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Desember 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Emy Yuni

Imam terdeteksi pneumonia dan juga langit-langit mulut dik Imam tidak ada


FENDI SETIAWAN (8, Hipoalbumin, Sepsis, Gizi Buruk). Alamat Dusun Poncolan, RT 002 RW 005 , Desa Suren, Kec Kutoarjo, Kab Purworejo , Prop Jateng. Awal mula Sakit perut lalu periksa ke dr. Cristin. Kalau 3 hari masih sakit dibawa ke Rumah Sakit Palang biru di daerah Kutoarjo. Di Rumah Sakit Palang Biru di tangani oleh Dr. Samsul. Diagnosa sakit usus buntu. Setelah itu di USG terus dioperasi dan dirawat di Rumah Sakit Palang Biru selama 13 hr. Tidak ada perubahan dirujuk ke RSUD Tjitrowardojo Purworejo dioperasi lagi dan sudah opname 3 minggu sampai pertengahan bulan november 2017 lalu. Kondisi Dik Fendi pun masih belum ada perubahan, perutnya pun masih sakit dan badannya pun masih kurus. Beberapa bulan lalu, kurir Sedekah Rombongan wilayah Purworejo dipertemukan dengan keluarga dik Fendi. Dik fendi adalah putra dari pasangan Bapak Darkoyo (31 thn) dan Ibu Partini ( 33 thn), beliau berdua bekerja sebagai buruh serabutan, apapun mereka kerjakan untuk menyambung kebutuhan sehari hari dan kelangsungan kehidupan keluarga kecil mereka. Keluarga juga menceritakan kondisi putranya dan kendala yang mereka hadapai. Semenjak putra kecilnya sakit, keluarga pun memiliki hutang dengan salah satu Koperasi didaerah setempat. Kini mereka mengandalkan jaminan kesehatan dari Pemerintah untuk proses kesembuhan putranya. Syukur Alhamdulillah, beberapa hari setelah itu santunan dari Sedekah Rombongan pun sudah diterima oleh Keluarga Dik Fendi. Harapannya karena keluarga tidak menanggung biaya rumah sakit Dik Fendi, santunan yang berupa uang itu dapat dipergunakan untuk meringankan hutang keluarga dan untuk perbaikan gizi dik Fendi. Sehingga dik Fendi dapat beraktifitas normal kembali seperti teman sebayanya.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 17 Desember 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Emy Yuni Didit

Fendi menderita hipoalbumin, sepsis, gizi buruk


ARIS KURNIAWAN BIN RIYADI (13, Dystrophy Muscular Progressive). Alamat: Dukuh Kembar RT 002 RW 003, Desa Tegalrejo, Kec. Banyuurip, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Ketika Aris berusia enam tahun, mulai merasakan lemas di kedua kakinya. Rasa lemas di kedua kaki ini terus berlangsung, hingga pada usia kedelapan Aris tidak mampu lagi untuk menggerakkan kedua kakinya. Selain kedua kakinya yang sudah tidak mampu digerakkan Aris, kedua tangannya pun juga mulai terasa lemas dan semakin sulit bagi Aris untuk menggerakkan kedua tangannya dengan leluasa. Dalam kondisi yang seperti itu, Aris masih tetap bersemangat untuk menuntuk ilmu di sekolah. Namun dia membutuhkan kursi roda UCP ketika dia bersekolah, karena kursi roda yang biasa tidak bisa mepet ke meja belajar sehingga membuat Aris kesulitan dalam proses belajar di sekolah. Sebelumnya sudah ada kursi roda di sekolahnya, namun kondisi kursi roda tersebut sudah tidak laik pakai. Dengan kondisi roda belakang yang telah rusak serta kursi roda terbut sudah terasa kekecilan untuk ukuran tubuh Aris saat ini. Riyadi (40), ayah Aris yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani, merasa sedih dengan kondisi Aris saat ini. Dengan kondisi perekonomian keluarga yang sangat sederhana, beliau masih harus mencukupi kebutuhan berobat Aris. Dengan adanya fasilitas kesehatan BPJS KIS, Pak Riyadi memperoleh harapan besar untuk terus bisa memberikan penangan medis yang cukup untuk menjemput kesembuhan anaknya. Ismawati (37), ibunda Aris yang sehari-hari menjadi ibu rumah tangga, pun merasakan hal sama dengan apa yang dirasakan suaminya. Dengan kondisi Aris yang harus selalu didampingi, membuat Bu Is tidak bisa berbuat banyak untuk membantu suaminya mencari tambahan pemasukan untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Bantuan awal segera disampaikan kepada keluarga Aris oleh kurir-kurir #sedekahrombongan untuk pembelian kursi roda UCP. Insya Allah bantuan dari #sedekaholik yang telah disampaikan kepada Aris melalui perpanjangan tangan kurir-kurir #sedekahrombongan bisa memberikan banyak manfaat bagi Aris dan keluarga.

Jumlah Bantuan: Rp 4.100.000,-
Tanggal: 18 Desember 2017
Kurir: @faturrozaq82 Sudiarto Mawar Eci

Aris menderita dystrophy muscular progressive


BARIYATUN BINTI ALM. ABDUL SUKUR (52, Sakit Stroke) Alamat : Jl. Krakatau Rt. 02 Rw.02 Desa Kemitir Kelurahan Bumirejo Kecamatan Kebumen Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah awalnya sekitar 9 bulan yang lalu,bulan maret 2017 kaki terasa ngilu,sakit dan pegal-pegal.saat bangun tidur,tiba-tiba badan tidak bs untuk bangun dan bergerak.lalu di periksakan ke dokter di Rumah Sakit jakarta karena saat itu domisili masih di Jakarta.karena belum punya bpjs waktu itu,berobat terapinya dengan biaya mandiri selama 2 kali dengan biaya 1 kali terapi 350.000.karena keterbatasan biaya untuk terapi rutin biaya maka di buatkan bpjs pbi oleh pamong setempat dan selama sakit 9 bln di jakarta ,baru 2 kali berobat menggunakan bpjs,dikarenakan keterbatasan keluarga yg mengurus dan mendampinginya.kedua anaknya di asuh oleh ibu mertuanya,sedangkan suaminya sudah lama telah pergi meninggalkan keluarganya.karena tidak ada yg mengurus,bu bariyatun akhirnya di bawa pulang ke keluarganya di Kebumen dengan biaya patungan tetangga-tetangganya di jakarta utk ongkos pulang sewa mobil karena kondisi bu bariyatun yang hanya bisa berbaring.dan di Kebumen hanya berobat pengobatan alternatif terapi dengan biaya seikhlasnya karena keluarganya bingung untuk mengurus bpjs pindahan dr Jakarta. Bu bariyatun sendiri mempunyai 2 org anak,yg pertama laki-laki (17th,Ari ,masih sekolah SMA) ,anak keduanya perempuan (8th,Ayu,belum sekolah krn bicaranya agak lambat) .Alhamdulillah informasi ini sampai ke kurir SR dan memberikan santunan 500.000 kepada Bu Bariyatun untuk Membantu biaya pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Desember 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto Dwi

Bu bariyatun menderita stroke


SHEILA RAHMA WATI BINTI SUGIMAN (8,Sakit Jantung Bocor) Alamat : Senepo Krajan I RT 04 RW 04 Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Sudah 8 tahun yang lalu tepatnya tahun 2009 saat Dek SHEILA lahir dan saat masih berusia 3 tahun jika merasa capek selalu jongkok dengan nafas tersengal-sengal. Kemudian di periksa kan ke puskesmas, tidak ada perubahan kemudian berobat ke dokter anak,lalu di sarankan untuk berobat ke Rumah Sakit Tjitrowardojo Purworejo. Dari Rumah Sakit Tjitrowardjojo Purworejo di berikan rujukan ke Rumah Sakit Sardjito Jogja untuk dilakukan pemeriksaan yang lebih lengkap. Dari hasil ronsen dan pemeriksaan Dokter Dek Sheila di Diagnosa Sakit Jantung Bocor dan di rujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta untuk dilakukan Operasi pertama kalinya pada tanggal 26 oktober 2017 akan tetapi untuk kontrolnya di Rumah Sakit Sardjito Jogja. Saat ini sudah 2 kali kontrol terakhir kontrol pada tanggal 22 November 2017 yang lalu. Alhamdulillah informasi ini sampai ke kurir Sedekah Rombongan dan memberikan santuna kepada keluarga untuk membantu pengobatan Dek SHEILA.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Desember 2017
Kurir : @Fatirrozaq82 Sudiarto Dwi

Dek Sheila di diagnosa sakit jantung bocor


AHMAD BADRUS ( 5, Leukimia ). Alamat Dusun Penerusan RT 6/3, Desa Penerusan, Kec. Wadaslintang, Kab. Wonosobo, Prov. Jawa Tengah. Ahmad adalah anak kedua dari pasangan suami istri Mistam (42, buruh bangunan ) dan Sri (40, ibu rumah tangga). Derita Ahmad dimulai sekitar bulan April 2014. Saat itu mengalami demam yang cukup tinggi. Orang tua segera membawa ke Puskesmas setempat dan langsung diberikan rujukan ke RSUD Wonosobo. Setelah dilakukan pemeriksaan, analisa Dokter menyimpulkan Ahmad menderita Leukimia dan Dokter segera memberikan tujukan ke RS Sarjito Yogyakarta. Berbekal Jaminan Kesehatan KIS PBIJKN, orang tuanya membawa ke RS Sarjito Yogyakarta. Setelah dilakukan pemeriksaan awal Ahmad harus menjalani opname dan terapi selama 111 minggu. Pada tanggal 12 Juli 2016 Dokter menyatakan jika Ahmad sudah bisa berhenti meminum obat, namun sekitar bulan November 2016 sakit itu kambuh lagi dan orang tuanya segera membawa ke RS Sarjito kembali. Dokter yang menangani segera memberikan tindakan medis dan diharuskan kemoterapi selama 113 minggu. Saat ini kondisi Ahmad sduah agak membaik, namun kedua orang tuangnya sangat kebingunngan dikarenakan sudah tidak mempunyai biaya lagi untuk berobat. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan yang bersilaturahim ke rumahnya ikut merasa prihartin dan memberikan bantuan dari para Sedekaholics yang dipergunakan untuk biaya berobat dan transportasi selama di RS Sarjito Yogyakarta. Keluarga bersyukur atas bantuan ini dan berharap semoga Ahmad bisa segera diberikan kesembuhan. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1037.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Desember 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto Kurniawan Woto

Ahmad menderita leukimia

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 ILHAM PUTRA USMAN 1,000,000
2 SUPENO PENO 500,000
3 AGUS HARIWIDODO 500,000
4 DESI SUPIYANTI 500,000
5 NIJAR BIN WAHYUDI 500,000
6 KISUT BIN MUGENI 500,000
7 MAEMUNAH BINTI BANID 500,000
8 PENGKI BINTI JASIH 500,000
9 MASBUN BIN ADAM 500,000
10 SUMANTA BIN RAPIK 500,000
11 MARWAN BIN SALID 500,000
12 ROMDONI BIN ENDI 500,000
13 SITI NURAYUNI 500,000
14 ONEH KARSINAH 500,000
15 TATI SURYANTI 500,000
16 KEGIATAN LANSIA SEHAT PULAU DERAWAN 1,000,000
17 SANDRA WATI 1,500,000
18 TEGUH GUMILAR 1,000,000
19 IYAH HAMDIAH 1,000,000
20 SITI NURSIAH BINTI ALWI 1,000,000
21 MUNAH BINTI MAMAN.R 750,000
22 NOPI DIYANTO 500,000
23 SIFA BINTI MAT RASAT 500,000
24 SUPANI BIN SANTAR 1,000,000
25 SUWANDI BIN KARDITO 1,000,000
26 TRI INDAYANI 1,000,000
27 ‌SALMI BINTI ABUHARI 1,500,000
28 ADI SETYO NUGROHO 2,000,000
29 ‌ARTI BINTI NASTITI 1,500,000
30 TUPARDI BIN MUSTARI 1,000,000
31 HAFIZ ALFATIAH PRATAMA 1,500,000
32 KUMPUL BIN TOHARI 1,000,000
33 SAPAWI BIN PONO 1,000,000
34 BUDIANTA BIN HADI SUWITO 1,000,000
35 ALISYA MAULIDYA AZNI 1,000,000
36 SRI DAHYUNI 1,000,000
37 AFFAN SURYA WICAKSONO 500,000
38 AZZAM WAHYU PUTRA PRATAMA 1,000,000
39 AZKARA ATIKA DEWI 500,000
40 BADRUN ZAMAN 500,000
41 BUDI HARTONO 500,000
42 FAISAL FANANI 1,000,000
43 MOHAMMAD HABIBI 788,100
44 M. HANIF AUFA ZAIM 500,000
45 JAMES VALENTINO SYAELENDRA 892,000
46 ALMH. JUMAIKAH BINTI ADI 1,000,000
47 LAILATUL MUKAROMAH 888,600
48 LILIK BINTI TOMIN 500,000
49 LUSIANI BINTI SIKAN 500,000
50 MAHDI BIN TUR 661,100
51 MARYATI BINTI SIDIK 500,000
52 AHMAD MAULANA 6,138,000
53 NAZWA NURAINI 1,170,900
54 PUJI ASIH 500,000
55 REZA TRI ANDIKA 520,300
56 RAFFA ADITYA PRATAMA 512,700
57 RINA MARIA ULFA 500,000
58 SITI AISYAH 5,180,034
59 SAHWANI BINTI ASJONO 500,000
60 SARUPA BINTI SALIMUN 762,000
61 SUMIYATI BINTI SAIMON 500,000
62 SUNARTI BINTI ARTAYU 500,000
63 SUTIK BINTI SUBUT 523,100
64 TEMON BINTI SAWAL 1,000,000
65 ZIO DEVANDRA 600,000
66 MTSR MALANG 5,134,763
67 MTSR MALANG 3,043,600
68 MTSR MALANG 160,150,000
69 MTSR MALANG 3,804,000
70 RSSR MALANG 5,750,950
71 RSSR MALANG 8,373,29
72 NAJUA SHIHAB BINTI JUMAWAL 500,000
73 NUR ASYIFA BINTI NGADAT 500,000
74 MUHAMMAD IMAM FATIH CHANIAGO BIN BABIBUL RAHMAN CHANIAGO 1,000,000
75 FENDI SETIAWAN 1,000,000
76 ARIS KURNIAWAN BIN RIYADI 4,100,000
77 BARIYATUN BINTI ALM.  ABDUL SUKUR 500,000
78 SHEILA RAHMA WATI BINTI SUGIMAN 500,000
79 AHMAD BADRUS 500,000
Total 254,743,441

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 255,743,441,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1104 ROMBONGAN

Rp. 59,094,962,802,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.