Rombongan 1103

Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api
Posted by on January 26, 2018

UMAR AMING (73, Kanker Kulit). Alamat: Jl. Gang Mantri 3 RT 3/10, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan KEmayoran, Jakarta. Pak Umar, sudah beberapa tahun ini menderita Kanker Kulit. Dan ini cukup mempengaruhi kehidupan sehari—hari pakk Umar, karena biasanya Pak Umar yang menjadi tulang punggung keluarganya. Tapi semenjak Pak Umar sakit, kini tulang punggung keluarga berpindah ke Ibu Darti (72) sehari-hari Bu Darti membuat kerupuk goring untuk dititipkan dengan warung tetangga, satu bungkusnya dijual seribu rupiah. Meski begitu hasil penjualannya tak mampu menutupi kebutuhannya, belum lagi biaya kontrakan yang harus dibayar dan ongkos bolak balik ke rumah sakit. Mendengar informasi tentang kondisi Pak Umar. Kurir Sedekah Rombongan langsung menyampaikan awal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pak Umar dan Ibu Darti mengucapkan banyak terima kasih atas bantan yang diberikan.

Jumlah Bantuan; Rp. 500.000,-
Tanggal: 15 November 2018
Kurir: @wirawiry @endanknumik @untaririri

Pak Umar menderita Kanker Kulit


EVRI YANTI (39, Ca. Nasofaring). Alamat : Jl. Kalimalang Raya, gg. Kapin, RT 11 RW 08 no 4, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Ibu Riyanti yang merupakan janda dari 5 orang anak ini sudah menderita sakit di bagian lehernya sejak beberapa tahun silam, sejak beberapa saat ditinggal oleh suaminya. 2 orang anaknya tinggal di pondok pesantren yatim dhuafa di Sukabumi dan Bogor, sementara 3 anaknya lagi masih dalam usia kanak kanak. Sejak lima bulan terakhir ini, Ibu Riyanti menumpang tinggal bersama bibinya di daerah Pondok Kelapa, sebelumnya mengontrak di daerah Bekasi. Kondisi Ibu Riyanti sempat buruk, tidak bisa beraktivitas berdagang ketoprak seperti biasanya, sehari hari hanya terbaring lemah. Sempat menjalani Kemotherapy di RSUD setempat dengan fasilitas kesehatan BPJS, namun tidak di teruskan karena Ibu Riyanti merasa kondisinya semakin memburuk setelah kemo. Kini Ibu Riyanti memilih alternatif lain untuk kesehatannya, ia memilih Kop Cakra dengan herbal NZ Pro. Kurir sedekah rombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya harian dan biaya berobat Ibu Riyanti, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1071. Semoga bantuan ini bermanfaat dan ibu Riyanti diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal 17 November 2017
Kurir : @wirawiry Irul @untaririri

Bu Evri menderita ca nasofaring


DEDI IRAWAN (48, Kanker tulang ekor). Alamat: Jl. Lingua, RT/RW 04/02, Kelurahan Klafdalim, Distrik Mosigin, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Pak Dedi Irawan didiagnosa menderita kanker pada bagian tulang ekor. Beliau awalnya ditemukan saat kondisi lumpuh dan lemas diatas tikar di rumahnya. Pak Dedi kemudian dibawa ke rumah sakit di Kota Sorong menggunakan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan. Awalnya Pak Dedi didiagnosa menderita Anemia Aplastik, sampai dokter di Sorong merujuk Pak Dedi ker RS Dharmais di Jakarta. Pak Dedi kemudian berangkat ke Jakarta dan melalui proses pengobatan selama kurang lebih 2 bulan disana. Selama pengobatan di Jakarta, Pak Dedi ditemani istri dan 1 anaknya yang masih kecil. Sementara ada 2 anaknya yang lain dititipkan di tetangganya di Sorong. Pk Dedih kini tinggal di rumah singgah sedekah rombongan Jakarta, dan diberikan santunan lanjutan untuk kebutuhan sehari-hari dan akomodasi ke rumah sakit, setelah bantua sebelumnya masuk di rombongan 1042.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 26 November 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Pak Dedi Irawan didiagnosa menderita kanker pada bagian tulang ekor


SILVA NADILA (4, Hydrocepalus). Alamat: Jl. Pulo Nangka 1 RT 8/2 Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Kotamadya Jakarta Barat, DKI Jakarta. Silva biasa bocah ini disapa, saat usianya menginjak sepuluh bulan terdapat tanda pembesaran kepala dan pernah mengalami demam tinggi. Karena khawatir, orang tua Silva membawa Silva ke RS Royal Taruma, di rumah sakit dilakukan pemeriksaan laboratorium dan radiologi, dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui jika Silva menderita infeksi pada saluran pernafasan dan Hydrocepalus. Pihak dokter menyarankan jika sebaiknya Silva segera dilakukan operasi untuk pemasangan VP Shunt. Alhamdulillah dengan berbekal BPJS, semua tindakan bisa dilakukan. Setelah dilakukan tindakan operasi lingkar kepala Silva tidak bertambah besar. Tetapi Silva kecil masih terlihat lemas dan lunglai, belum bisa mengangkat kepalanya saat usianya sudah menginjak 2 tahun, sehingga Silva masih harus menjalani kontrol rutin ke RS. Orang tua Silva, bapak Sanajaya (43) dan ibu Sarni (33) tidak patah semangat untuk berjuang mencari kesembuhan putri pertamanya ini. Bapak Sana sehari-hari bekerja sebagai kuli angkut di sebuah pergudangan dengan penghasilan yang pas-pasan, sementara ibu Sarni sebagai ibu rumah tangga. Kadang bapak Sana bingung jika tiba jadwal kontrol tapi tidak ada biaya, dengan sangat terpaksa mereka seperti harus merelakan satu kesempatan hilang melihat anaknya sembuh. Alhamdulillah, ditengah kondisi itu #kurirSR dipertemukan dengan mereka dan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan keperluan sehari-hari untuk Silva, setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1076. Silva Nadila masih rutin menjalani terapi di RSUD Cengkareng. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 29 November 2017
Kurir: @wirawiry @ryan_spm @untaririri

Silva menderita infeksi pada saluran pernafasan dan Hydrocepalus


SYAKILA CHOIRUNNISA (4, Hydrocepalus). Alamat: Jl. Hutan Jati RT 4/11 Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Syakila adalah putri kedua dari pasangan bapak Sultoni (33) dan ibu Sumiyati (34). Syakila terlahir beda dengan bayi pada umumnya, yaitu ada pembesaran di kepala. Saat ibu Sumiyati mengandung, sebenarnya sudah terdeteksi adanya virus tokso pada janin Syakila. Dokter sempat memberikan obat supaya virus itu mati, tapi yang terjadi virus malah berkembang. Sampai saat usia kandungan 9 bulan, Syakila harus terlahir dengan kondisi kepala yang besar (Hydrocepalus). Saat itu, dokter menganjurkan untuk operasi pemasangan VP Shunt jika usia Syakila sudah menginjak 3 bulan. Tapi, karena masalah internal operasi itu tidak kunjung dilakukan. Sampai saat usia Syakila menginjak 6 bulan, pihak rumah sakit menyarankan supaya Syakila dirujuk ke RSCM. Alhamdulillah, di RSCM Syakila langsung bisa dilakukan pemasangan VP Shunt, kondisinya juga baik. Beberapa bulan paska menjalani operasi, kadang Syakila mengalami kejang dan keluar busa dari mulutnya. Syakila kecil harusnya berobat rutin ke rumah sakit setiap seminggu sekali, tapi karena kondisi ekonomi yang tidak mendukung akhirnya pengobatan dialihkan ke RSUD terdekat itupun tidak dilakukan secara rutin. Bapak Sultoni sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta tapi gaji yang diterimanya tidak cukup jika harus dipakai untuk bayar kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan masih untuk membeli susu dan pampers untuk anak kembarnya yang masih berusia 8 bulan (adik Syakila). Sementara ibu Sumiyati dirumah mengurus ketiga putri kecilnya. Kadang jika waktunya kontrol tapi tidak mempunyai ongkos, orang tua Syakila harus meminjam uang ke tetangganya atau rela tidak berangkat ke rumah sakit. Alhamdulillah, ditengah perjuangan orang tua Syakila berikhtiar mencari kesembuhan untuk putrinya, Allah menuntun langkah #kurirSR untuk bertemu dengan mereka. Kembali bantuan lanjutan disampaikan untuk biaya akomodasi dan keperluan Syakila setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1076. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 29 November 2017
Kurir: @wirawiry @ryan_spm @endangnumik

Syakila harus terlahir dengan kondisi kepala yang besar


WAHIDIN MUHAMMAD (65, Diabetes Melitus). Alamat: Kp. Lamporan RT 8/8 Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Tahun 2003, mungkin menjadi tahun yang susah untuk dilupakan oleh seorang Wahidin Muhammad. Di tahun itu, bapak Wahidin dinyatakan menderita Diabetes Meltus oleh dokter di RSUD Cengkareng. Selama itu pula bapak Wahidin harus menjalani kontrol rutin. Tapi pada November 2016, terpaksa bapak Wahidin harus menghentikan pengobatanya, karena kontrak kerjanya habis sehingga tidak ada biaya untuk ke rumah sakit. Kondisi ini ternyata memperburuk kesehatan bapak Wahidin, dijempol kaki mulai timbul luka yang telah membusuk sehingga harus dilakukan amputasi. Pasca menjalani operasi kondisi pak Wahidin tak kunjung membaik, lukanya semakin bertambah dan dokter menyarankan jika Pak Wahidin harus dilakukan tindakan amputasi lagi hingga mata kaki. Namun, Pak Wahidin dan keluarganya belum siap. Sehingga Pak Wahidin memutuskan untuk melanjutkan pengobatannya ke sebuah klinik dengan biaya Rp. 500.000,- sekali datang dan dokter klinik tersebut menyarankan supaya Pak Wahidin menjalani pengobatan rutin selama 3 bulan dengan kontrol 2 hari sekali. Tentu kondisi ini sangat memberatkan Pak Wahidin yang notabene sedang tidak mempunyai pekerjaan. Sementara sang istri, ibu Saamah (61) adalah seorang ibu rumah tangga. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya membeli obat dan akomodasi ke rumah sakit setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1077. Alhamdulillah kondisi bapak Wahidin mulai membaik, luka pada kakinya sudah mulai mengering, team dokter yang menanganinya meminta bapak Wahidin untuk terus kontrol rutin minimal 2 kali dalam 1 bulan.

Jumlah bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 29 November 2017
Kurir: @wirawiry @ryan_spm @untaririri

Bapak Wahidin dinyatakan menderita Diabetes Meltus


ISWAH YUDI (30, Lumpuh). Alamat : Rusun BCI, Blok B Seruni 7/2/1, RT 15/16, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Pria yang akrab disapa Yudi ini sebelumnya dirawat di ruang perawatan Gedung Soelarto RS Fatmawati Jakarta. Kaki Yudi menderita lumpuh karena sarafnya sudah tidak memungkinkan untuk kembali normal. Awal mula sakitnya itu terjadi pada November 2014, Yudi yang bekerja sebagai kuli bangunan jatuh dari gedung lantai 2 di daerah Rempoa, Ciputat. Setelah jatuh, ia tak sadarkan diri dan segera dilarikan ke RS Sari Asih Ciputat. Yudi dirawat selama 4 hari di RS Sari Asih karena mengalami pendarahan di kepala. Yudi juga mengalami amnesia dan sering teriak-teriak di ruang perawatan. Sang istri, Indri Puspita (33) meminta agar dirujuk ke RSUD Cengkareng karena dekat dengan rumah. Oleh pihak RSUD Cengkareng, Yudi dirujuk ke RSCM Jakarta dan menjalani operasi pada tulang punggungnya. Setelah 3 hari dirawat, ia disarankan untuk melakukan kontrol selama 3 bulan di poli rehabmedis. Jarak tempuh dari rumah ke RSCM terbilang jauh dan harus berangkat sedari subuh, karena kelelahan, kondisi Yudi menurun dan tidak bisa meneruskan rawat jalan di RSCM. Selama 2 bulan, Yudi hanya berbaring di tempat tidur rumahnya hingga timbul luka di bagian pantat yang cukup besar ditambah HB Yudi menurun. Akhirnya Yudi dibawa ke RSUD Cengkareng namun ia harus dirujuk ke Poli Rehabmedis RS Fatmawati. Ketika menjalani kontrol pertama kalinya di RS Fatmawati, Yudi langsung dianjurkan untuk dirawat inap di Gedung Soelarto RS Fatmawati. Yudi dirawat selama 10 hari dan mendapatkan tranfusi darah sebanyak 2 kantong, infus zat besi dan vitamin. Dokter menyarankan Yudi untuk membeli kursi roda paraplegia, namun istrinya, Indri, merasa keberatan karena sudah tidak mempunyai biaya. Selama ini pengobatan Yudi menggunakan KIS kelas III. Awalnya Indri bekerja, namun semenjak Yudi kecelakaan ia mengundurkan diri untuk merawat suaminya. Dua anaknya dititipkan pada ibunya dan biaya kontrakan rumahnya didapatkan dari bantuan saudara-saudaranya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat membantu membelikan kursi roda untuk Yudi dan saat itu ia dapat beraktivitas di rumah dengan kursi rodanya. Tapi kini Yudi hanya dapat terbaring di tempat tidur, sebelumnya ia masih bisa beraktivitas menggunakan kursi roda. Yudi sudah mulai kembali kontrol rutin ke RS Fatmawati. Dokter menganjurkan untuk dilakukan operasi paha kanan Yudi karena engselnya mengalami pergeseran. Saat ini ia masih menjalani rawat jalan dan menjalani serangkaian pemeriksaan, sambil menunggu kepastian dilakukannya operasi. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat, dan keperluan perawatan luka Yudi. Yudi kembali menguhubungi kurir Sedekah Rombongan karena ia kehabisan biaya sedangkan ia harus kembali ke RS Fatmawati. Bantuan sebelumnya sudah habis karena ada obat yang harus dibeli, dan untuk membeli kebutuhan untuk membersihkan lukanya. Kurir pun kembali menyampaikan bantuan untuk operasional berobat. Sebelumnya Yudi telah dibantu pada Rombongan 1076.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 27 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry Ryan @untaririri

Pak Yudi menderita lumpuh


ANDANG BINTI BOHIM (68, Janda Dhuafa). Alamat : Jalan Hidup Baru III/39, RT 1/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Kota Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. Ibu Andang biasa disapa, beliau adalah seorang janda dhuafa yang hidup dengan 7 orang anaknya. Suamianya Alm. Ukar sudah meninggal dunia 17 tahun yang lalu, hal tersebut membuat Ibu Andang merasa kesepian. Ibu Andang bekerja sebagai pembuat kue jika ada pesanan dari tetangganya. Penghasilannya tidak cukup untuk kehidupan sehari-hari karena Ibu Andang hanya menjual kuenya jika ada pesanan saja. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Andang, sehingga dapat menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk Ibu Andang. Semoga dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban Ibu Andang dan keluarga. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Desember 2017
Kurir : @wirawiri @anasaramadhan @nurfahmadini @untaririri

Bantuan tunai


ROHJAT IRAWAN (41, Infeksi Lambung). Alamat : Jalan Babakan Lebak, RT 1/5, Kel. Balumbang Jaya, Kec. Kota Bogor Barat, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Sejak satu tahun yang lalu badan Bapak Rohjat mulai panas dan perut beliau rasanya seperti ditusuk-tusuk sampai belakang. Karena yang dirasakan beliau sangat sakit sekali sampai-sampai beliau tidak kuat menahannya. Mengetahui akan hal tersebut, istri beliau akhirnya membawanya ke Puskesmas dekat rumahnya. Setelah dilakukan pemeriksaan, beliau pun didiagnosis mengalami infeksi pada lambung. Kondisi Bapak Rohjat saat ini sangat lemah karena tidak melanjutkan lagi pengobatannya. Bapak Rohjat setiap harinya bekerja sebagai marbot masjid dilingkungan rumahnya, sedangakan istri beliau Ibu Nina (31) hanya sebagai ibu rumah tangga. Bapak Rohjat memiliki 2 orang anak yag masih bersekolah di SMP dan SD. Penghasilan yang didapat Bapak Rohjat hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak beliau. Beliau sangat terkendala dalam biaya untuk berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Rohjat. Bantuan pun akhirnya dapat diberikan kepada beliau untuk keperluan berobat, membeli obat-obatan dan perbaikan keadaan umum. Semoga dengan adanya bantuan yang diberikan Sedekaholics dapat menjadikan jalan kesembuhan bagi Bapak Rohjat. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Desember 2017
Kurir : @wirawiri @anasaramadhan @nurfahmadini @untaririri

Pak Rohjat mengalami infeksi pada lambung


NAMI BINTI PEYANG (39, Infeksi Lambung / Usus Buntu). Alamat : Kp. Pedurenan RT 2/6 Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Propinsi Jawa Barat. Awal mulanya Ibu Nami mengeluh nyeri di bagian perut dan agak membesar. Semakin lama, keluhan tersebut terasa semakin sakit. Ibu Nami memeriksakan diri ke klinik terdekat. Ternyata keluhan sakit perut Ibu Nami bukan sakit perut biasa. Keluarga membawa ke Rumah Sakit Jati sampurna, kemudian di rujuk ke Rumah Sakit Melia, dari Rumah Sakit Melia dirujuk kembali ke RS POLRI. Setelah dilakukan pemeriksaan dokter mengatakan kemungkinan ada kebocoran pada lambung dan akan dilakukan tindakan operasi. Ibu Nami berobat dengan menggunakan jaminan kesehatan kartu Indonesia Sehat. Suami beliau, bapak Yunab Saputra (44) hanya seorang buruh bangunan harian lepas. Keinginan ibu Nami untuk sembuh sangat tinggi, namun beliau memiliki kendala biaya untuk perawatan lebih lanjut ke rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan mencoba memahami keadaan Ibu Nami, alhasil Ibu Nami menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan embali menyampaikan bantuan lanjutan untuk akomodasi ke rumah sakit dan memenuhi kebutuhan sehari-hari yang diterima oleh Bapak Yunab, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1078. Pak Yunab dankeluarga menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 4 Desember 2017
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @untaririri

Bu Nami menderita infeksi lambung / usus buntu


FACHRI AL FAQI KHOIRULLAH (2, Atresia Billier). Alamat: Kp. Pengarengan RT 6/6 No. 99 Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung. Jakarta Timur. Fachri, begitu anak ini akrab disapa. Setahun yang lalu Fachri terlahir dengan persalinan normal. Fachri awalnya seperti bayi pada umumnya, namun saat usianya menginjak 1 minggu tubuh Fachri terlihat kuning, sudah berjemur tapi tetap sama saja. Lalu oleh orang tuanya, Fachri dibawa ke bidan terdekat dan dirujuk ke rumah sakit ibu dan anak. Tetap tidak ada perkembangan yang berarti, akhirnya Fachri dirujuk ke RS Sardjito Jogjakarta, waktu itu Fachri masih tinggal di Kebumen. Cukup lama Fachri pulang pergi Jogja-Kebumen, karena dirasakan cukup berat, akhirnya orang tua Fachri memutuskan untuk membawa Fachri ke Jakarta yang kebetulan ayah Fachri bekerja di Jakarta. Usia 3 bulan, Fachri mulai berobat le RSCM. Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan, dokter mengatakan jika Fachri menderita Atresia Billier. Dan lagi, selama ini tindakan yang bisa dilakukan untuk anak dengan Atresia Billier adalah transplantasi hati. Sampai saat ini Fachri masih terus melakukan kontrol rutin di beberapa poli di RSCM, sambil menunggu jadwal transplantasi hati. Kadang seminggu bisa 2 sampai 3 kali ke poli, ini dirasakan cukup berat untuk orang tua Fachri, belum lagi biaya untuk membeli susu khusus yang tidak murah. Orang tua Fachri, bapak Edi (36) sehari-hari belerja sebagai buruh pabrik dan tak jarang harus ijin bekerja karena mengantar Fachri kontrol. Sementara sang ibu, ibu Siti (31) adalah ibu rumah tangga. Bulan kemarin Fachri telahh mendapatkann jadwal cangkok hati, bahkan sangibu telahh melakukan pemeriksaan screening untukpersiapan menjadi pendonor, tapi Allah lebih saying Fachri. Sebelum tiba waktu cangkok hati, Fachri berpulang, kembali kurir sedekah rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk uang duka, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1086. Orang tua Fachri mengucapkan bantuan terima kasih atas bantuan yang diberikan selama ini dan doa terbaikpun dihaturkan untuk para donator yang selama ini membantu Fachri.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 11 Desember 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Fachri menderita atresia billier


SURONO BIN ATMOREJO (45, HNP + Paraplegia Spastik). Alamat : Cipete Utara, RT 2/3, Kelurahan Cipete Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Awal mula pertemuan Kurir Sedekah Rombongan dengan Pak Surono adalah saat ia dirawat inap di RS Fatmawati yang telah dijalaninya selama 5 bulan. Pak Surono mengidap penyakit HNP atau Saraf Kejepit di bagian saraf utamanya. Awalnya Pak Surono terjatuh dari gedung lantai 2 saat bekerja sebagai buruh bangunan. Pak Surono dibawa ke UGD RS Fatmawati oleh rekan-rekannya pada 26 Maret 2016. Keesokannya, Pak Surono dipindahkan ke ruang Highcare selama 2 minggu, kondisinya membaik sehingga dipindahkan ke ruang perawatan di Gedung Soelarto. Pada 28 Mei 2016, Pak Surono mendapatkan tindakan operasi di bagian leher karena pada bagian toraknya ada yang patah, selain itu untuk mengatasi saraf kejepit di bagian saraf utamanya yakni saraf penggerak. Pasca operasi Pak Surono menjalani terapi di Poli Rehabmedik untuk melatih kemandiriannya dalam beraktivitas nantinya. Istri Pak Surono, Sucianingsih (42), dengan setia selalu mendampinginya. Saat Pak Surono dirawat hingga lebih dari 5 bulan, istrinya ikut tinggal di rumah sakit sehingga pada saat itu mereka tidak memiliki tempat tinggal karena tak mampu membayar sewa kontrakan. Kondisi tersebut bahkan membuat anaknya yang berusia 6 bulan dititipkan ke pedagang minuman mengingat di usia tersebut sangat rentan terserang virus jika berada di rumah sakit. Pak Surono selama ini berobat menggunakan KIS yang dibiayai Pemda Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan kembali bertemu dengan Pak Surono setelah dihubungi Bu Sucianingsih. Kurir pun mengunjungi Pak Surono yang kini hanya dapat terbaring di kasur usang miliknya. Berdasarkan cerita dari Bu Sucianingsih, Pak Surono sudah tidak lagi dapat berobat. Untuk melanjutkan pengobatan, Pak Surono harus memperbaharui rujukannya mulai dari Puskesmas. Kondisinya yang tidak dapat berjalan membuat ia tidak dapat berobat ke Puskesmas, sang istri pun kesulitan karena tak memiliki uang untuk transportasi berobat dan jika pun ada kondisi Pak Surono sulit dipindahkan karena merasa kesakitan. Karena terus berbaring dalam waktu yang cukup lama, membuat bokong Pak Surono terluka. Luka tersebut harus rutin dibersihkan, namun Bu Sucianingsing tak selalu memiliki uang untuk membeli cairan pembersih yang dibutuhkan. Semenjak Pak Surono sakit, Bu Sucianingsih yang menggantikannya mencari nafkah. Bu Sucianingsih berjualan makanan ringan di depan kontrakannya, hasil yang didapat berusaha ia cukupkan untuk kebutuhan sehari – hari. Pak Surono dan Bu Sucianingsih beserta ketiga anaknya terpaksa tinggal seadanya di kontrakan 1 kamar berukuran 3 x 3 meter. Kondisi tempat tinggal yang sangat sempit dan pengap tentunya tak baik bagi kesehatan Pak Surono, terlebih lagi ia memiliki anak yang masih berusia balita. Pak Surono saat ini menempati kontrakan yang baru dengan biaya yang lebih murah, namun kondisinya tak jauh berbeda dengan kontarakan sebelumnya. Bu Sucianingsih merasa berat untuk membayar kontrakan sebelumnya, sehingga ia mencari kontrakan yang lebih murah. Belum lagi ia harus memenuhi kebutuhan Pak Surono. Alhamdulillah kini Pak Surono dapat kembali berobat sebulan sekali dengan didampingi sang istri yang selalu setia. Kondisi Pak Surono masih belum banyak peningkatan, ia hanya dapat terbaring di tempat tidurnya dengan tubuh yang semakin mengurus. Pak Surono juga mengalami paraplegia spastik dimana otot – otot tubuh pada bagian yang lumpuh dalam kondisi kaku, mengalami kejang – kejang, dan pergerakannya tidak bisa dikontrol. Kaki Pak Surono sering bergerak tanpa ia sadari. Bapak Surono dan istri masih mengalami kesulitan untuk membayar kontrakan karena anak mereka belum juga mendapat pekerjaan. Kondisi Pak Surono pun belum banyak perubahan, ia masih mengalami decubitus pada bokongnya dan masih harus menjalani kontrol rutin dan terapi. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk membantu membayar uang sewa kontrakan sebesar Rp910.000 dan untuk kebutuhan sehari – hari. Sebelumnya Pak Surono dibantu pada rombongan 1075.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Pak Surono mengidap penyakit HNP atau saraf kejepit


SURONO BIN ATMOREJO (45, HNP + Paraplegia Spastik). Alamat : Cipete Utara, RT 2/3, Kelurahan Cipete Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Awal mula pertemuan Kurir Sedekah Rombongan dengan Pak Surono adalah saat ia dirawat inap di RS Fatmawati yang telah dijalaninya selama 5 bulan. Pak Surono mengidap penyakit HNP atau Saraf Kejepit di bagian saraf utamanya. Awalnya Pak Surono terjatuh dari gedung lantai 2 saat bekerja sebagai buruh bangunan. Pak Surono dibawa ke UGD RS Fatmawati oleh rekan-rekannya pada 26 Maret 2016. Keesokannya, Pak Surono dipindahkan ke ruang Highcare selama 2 minggu, kondisinya membaik sehingga dipindahkan ke ruang perawatan di Gedung Soelarto. Pada 28 Mei 2016, Pak Surono mendapatkan tindakan operasi di bagian leher karena pada bagian toraknya ada yang patah, selain itu untuk mengatasi saraf kejepit di bagian saraf utamanya yakni saraf penggerak. Pasca operasi Pak Surono menjalani terapi di Poli Rehabmedik untuk melatih kemandiriannya dalam beraktivitas nantinya. Istri Pak Surono, Sucianingsih (42), dengan setia selalu mendampinginya. Saat Pak Surono dirawat hingga lebih dari 5 bulan, istrinya ikut tinggal di rumah sakit sehingga pada saat itu mereka tidak memiliki tempat tinggal karena tak mampu membayar sewa kontrakan. Kondisi tersebut bahkan membuat anaknya yang berusia 6 bulan dititipkan ke pedagang minuman mengingat di usia tersebut sangat rentan terserang virus jika berada di rumah sakit. Pak Surono selama ini berobat menggunakan KIS yang dibiayai Pemda Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan kembali bertemu dengan Pak Surono setelah dihubungi Bu Sucianingsih. Kurir pun mengunjungi Pak Surono yang kini hanya dapat terbaring di kasur usang miliknya. Berdasarkan cerita dari Bu Sucianingsih, Pak Surono sudah tidak lagi dapat berobat. Untuk melanjutkan pengobatan, Pak Surono harus memperbaharui rujukannya mulai dari Puskesmas. Kondisinya yang tidak dapat berjalan membuat ia tidak dapat berobat ke Puskesmas, sang istri pun kesulitan karena tak memiliki uang untuk transportasi berobat dan jika pun ada kondisi Pak Surono sulit dipindahkan karena merasa kesakitan. Karena terus berbaring dalam waktu yang cukup lama, membuat bokong Pak Surono terluka. Luka tersebut harus rutin dibersihkan, namun Bu Sucianingsing tak selalu memiliki uang untuk membeli cairan pembersih yang dibutuhkan. Semenjak Pak Surono sakit, Bu Sucianingsih yang menggantikannya mencari nafkah. Bu Sucianingsih berjualan makanan ringan di depan kontrakannya, hasil yang didapat berusaha ia cukupkan untuk kebutuhan sehari – hari. Pak Surono dan Bu Sucianingsih beserta ketiga anaknya terpaksa tinggal seadanya di kontrakan 1 kamar berukuran 3 x 3 meter. Kondisi tempat tinggal yang sangat sempit dan pengap tentunya tak baik bagi kesehatan Pak Surono, terlebih lagi ia memiliki anak yang masih berusia balita. Pak Surono saat ini menempati kontrakan yang baru dengan biaya yang lebih murah, namun kondisinya tak jauh berbeda dengan kontarakan sebelumnya. Bu Sucianingsih merasa berat untuk membayar kontrakan sebelumnya, sehingga ia mencari kontrakan yang lebih murah. Belum lagi ia harus memenuhi kebutuhan Pak Surono. Alhamdulillah kini Pak Surono dapat kembali berobat sebulan sekali dengan didampingi sang istri yang selalu setia. Kondisi Pak Surono masih belum banyak peningkatan, ia hanya dapat terbaring di tempat tidurnya dengan tubuh yang semakin mengurus. Pak Surono juga mengalami paraplegia spastik dimana otot – otot tubuh pada bagian yang lumpuh dalam kondisi kaku, mengalami kejang – kejang, dan pergerakannya tidak bisa dikontrol. Kaki Pak Surono sering bergerak tanpa ia sadari. Bapak Surono dan istri masih mengalami kesulitan untuk membayar kontrakan karena anak mereka belum juga mendapat pekerjaan. Kondisi Pak Surono pun belum banyak perubahan, ia masih mengalami decubitus pada bokongnya dan masih harus menjalani kontrol rutin dan terapi. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional kontrol rutin dan membeli kebutuhan perawatan luka decubitusnya. Sebelumnya Pak Surono dibantu pada rombongan 1075 dan pada 11 November 2017.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Pak Surono mengidap penyakit HNP atau saraf kejepit


MUHAMMAD RAFIANSYAH (4, Meningitis + Hydrocephalus + Celebral Palsy). Alamat : Gang Bacang, RT 3/9, No 54, Kel. Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Rafi sudah tiga tahun terakhir mengidap penyakit kelumpuhan otak, tepatnya sejak tahun 2014. Rafi sudah empat kali menjalani operasi, namun hingga kini hari – harinya hanya dihabiskan di tempat tidur. Penglihatannya pun sudah tidak normal, hanya pendengarannya yang masih berfungsi, anggota tubuh yang lain juga sangat lemah. Ibu Rafi, Siti Rohaya (27) adalah janda yang telah tama hidup berpisah dengan suaminya, beliau berjuang seorang diri untuk menghidupi Rafi dan keluarganya dengan berjualan di warung kecilnya. Kebutuhan Rafi membutuhkan biaya yang sangat besar, susunya mencapai Rp 1.500.000 per bulan, ditambah suster yang datang untuk memasang infus setiap 10 hari sekali dengan biaya Rp 150.000,- per pertemuan, belum lagi untuk ke rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dirasakan Ibu Siti Rohaya, bantuan awal pun diberikan untuk membantu operasional berobat. Semoga Rafi bisa semakin membaik keadaannya.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 12 November 2017
Kurir : @nurmanmlana Alvin @ririn_restu

Rafi mengidap penyakit kelumpuhan otak


DIMAS DWI NUGROHO (14, Kanker Otot + Celebral Palsy). Alamat : Jalan H. Salim, Gang Bidan, RT 9/6, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Sudah belasan tahun anak dari pasangan Agus Budi Saputro (41) yang bekerja sebagai petugas keamanan dan Nurjanah (39) yang seorang ibu rumah tangga ini menderita kanker otot dan celebral palsy. Kanker ototnya sudah tidak dapat diobati setelah menjalani dua kali protokol kemoterapi karena berdampak buruk pada sakit celebral palsy yang dideritanya. Ia akan kejang – kejang bahkan hingga tak sadarkan diri setelah menjalani kemoterapi. Beberapa bulan terakhir ini, Dimas sering masuk keluar rumah sakit akibat batuk yang tak kunjung henti dan membuat kondisinya semakin lemas. Kini ia sering mengalami sesak napas dan harus menggunakan tabung oksigen. Ia tak boleh putus minum obat sedangkan penghasilan ayahnya tak cukup untuk membeli obat yang tidak dicover BPJS. Beberapa hari yang lalu Dimas dirawat di RS Harapan Kita Jakarta karena kondisinya kembali menurun. Saat ini Dimas sudah tidak lagi menggunakan NGT. Menurut dokter, pemakaian NGT terlalu lama dapat mengakibatkan munculnya lendir yang membuat Dimas terus batuk-batuk. Pada perut Dimas dibuat lubang sebagai saluran asupan makanan. Dimas masih harus menjalani kontrol rutin untuk mengecek dan mengganti selang di perutnya. Perkembangan saat ini kondisi Dimas masih sering demam dan batuk-batuk, ia masih rutin berobat ke RSAB Harapan Kita. Dimas masih harus mengkonsumsi obat kejang dan ia kembali menggunakan NGT. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat, membeli kebutuhan Dimas seperti selang dan pampers. Sebelumnya Dimas dibantu pada rombongan 1075.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 November 2017
Kurir : @nurmanmlana Alvin @ririn_restu

Dimas menderita kanker otot dan celebral palsy


YULIANA MESAH (70, Patah Tulang Belakang). Alamat : Kelurahan Naikoten, RT 6/4, Naikoten Satu, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ibu Yuli biasa beliau dipanggil. Bu Yuli berada di Jakarta sendiri tanpa sanak keluarga dan tinggal di sebuah rumah singgah yang berdekatan dengan RS Fatmawati. Bu Yuli berobat di RS Fatmawati untuk mengobati tulang belakangnya yang patah. Selama ini ia Bu Yuli berobat di Poli Rehab Medik RS Fatmawati Jakarta. Kondisi Bu Yuli sudah membaik, untuk membantu aktivitasnya, dokter menyarankan untuk menggunakan TLSO Corset agar badannya lebih tegak. Alat medis tersebut tidak ditanggung BPJS, karena hidup sebatang kara dan tidak memiliki pekerjaan, Bu Yuli tidak mampu membeli corset tersbut. Pihak rumah sakit menghubungi kurir Sedekah Rombongan terkait permasalahan yang dihadapi Bu Yuli, kurir pun menyampaikan bantuan untuk pembelian alat tersebut. Semoga Bu Yuli segera diberikan kesembuhan oleh Allah.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 13 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bu Yuli menderita patah tulang belakang


MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI (8, ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan). Serta ZASKIA FAHIRA PERMATASARI (6, ADHD Kombinasi, Autistic Spectrum dan Retardasi Mental Sedang); ALISHA ZAHRA PERMATASARI (5, ADHD Kombinasi). Alamat : Jln. Lembang Baru IV No 12 B, RT 2/9, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Prov. Banten. Ibu Ade Fitria sungguh memiliki kesabaran yang luar biasa. Bagaimana tidak, ketiga anak yang begitu ia sayangi mengalami gangguan yang sama yakni ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas dengan tipe Kombinasi. Secara kasat mata, fisik anak-anak Bu Ade terlihat seperti anak normal, namun perilaku dan psikomotor mereka berbeda. Rifki dan Zaskia banyak mengalami peningkatan, bahkan hasil tes IQ mereka meningkat dari sebelumnya. Rifki saat ini sangat suka berbicara, mencoba dan mencari tahu hal – hal baru. Zaskia sudah mulai bisa mengeja dan usianya sudah cukup untuk masuk SD. Zaskia sering mengalami urtikaria atau gatal – gatal yang hilang timbul. Dibandingkan kedua kakaknya, Alisha belum banyak peningkatan, ia belum bisa berbicara dengan baik, suka berlari – larian, dan sering mengalami tantrum padahal dosis obat penenangnya sudah ditingkatkan. Bu Ade yang selama ini berjuang demi kesembuhan anaknya juga diduga mengidap penyakit yang cukup parah dan kondisi kesehatannya semakin menurun. Ia sering mengalami pendarahan dari kemaluannya hingga tubuhnya lemas dan tidak bisa beraktivitas. Bu Ade merasa sangat sedih jika tak dapat mengurus anak – anaknya sedangkan mereka masih harus terus menjalani pengobatan. Selain itu, ayah Ibu Ade yang mengalami sakit ginjal kronis juga kondisi kesehatannya sering menurun hingga sering dirawat di rumah sakit. Rifky memiliki asma kambuhan, karena asupan makannya tidak dijaga ia sempat kembali kambuh hingga dibawa ke UGD RS Bhakti Asih Ciledug. Beban keluarga Ibu Ade bertambah karena Pak Bekti ternyata mengalami sakit jantung. Pak Bekti saat ini sedang melakukan persiapan dan menjaga kestabilan kondisinya dalam menghadapi operasi. Bu Ade juga didiagnosis mengalami kelenjar getah bening. Kondisi keluarga Bu Ade semakin memprihatinkan karena mereka diminta mengosongkan kontrakan karena menunggak uang sewa. Kondisi tersebut semakin membuat ia bingung bagaimana nasib anak – anak dan juga orang tuanya. Ketiga anak Bu Ade masih menjalani terapi dan pengobatan rutin di poli psikiatri di RSCM Jakarta Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat rutin keluarga Ibu Ade setelah sebelumnya dibantu pada rombongan 1075.

Jumlah Bantuan : Rp1.000.000,-
Tanggal : 14 November 22017
Kurir : @nurmanmlana Alvin @ririn_restu

Biaya Terapi ADHD kombinasi dan gejala autisme ringan


MUHAMMAD RAFI FIRMANSYAH (3, Leukemia). Alamat : Kp. Lingkungan Tegal Buntu, Kel. Tegal Ratu, RT 16/7, Kec. Ciwandan, Kota Cilegon, Prov. Banten. Rafi adalah anak satu – satunya dari pasangan Bapak Rifki Firmansyah dan Ibu Ernawati. Sakit yang dialami Rafi bermula sebelum bulan puasa lalu. Pada 3 September 2017, Rafi dirawat selama 3 hari menggunakan JKN – KIS di RS Kurnia Cilegon. Saat itu ia menjalani tranfusi darah sebanyak 3 kantong dan tidak semuanya ditanggung BPJS. Di sana Rafi didiagnosis mengalami leukemia dan harus dirujuk ke RS Dharmais Jakarta. Orang tua Rafi urung membawanya ke RS Dharmais Jakarta karena tidak memiliki uang, pekerjaan Bapak Rifki sebagai penjaga kemanan kontrak hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Kondisi Rafi kembali menurun hingga dibawa ke dokter di daerah Cengkareng yang merujuknya ke RS Dharmais Jakarta. Akhirnya pada 11 September 2017 dengan menyewa mobil, Rafi berobat ke RS Dharmais Jakarta namun jaminan kesehatannya tidak bisa digunakan dan harus menggunakan jaminan umum. Orang tua Rafi saat itu tidak memiliki uang sehingga kembali pulang. Esok harinya, pada 12 September 2017 kondisi Rafi kembali menurun dan langsung dilarikan ke UGD RS Cipto Mangunkusumo Jakarta dan dirawat di sana. Setelah dirawat, Rafi bersama orang tuanya kembali pulang ke rumahnya di Cilegon. Kondisi Rafi kembali menurun dan harus dirawat di RS Kurnia Cilegon. Ia masih terlihat sangat lemah setelah seminggu dirawat. Dokter menganjurkan agar Rafi dikhitan namun kondisinya harus stabil terlebih dahulu. Rafi masih harus menjalani rawat jalan rutin. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk transportasi dan akomodasi berobat Rafi. Sebelumnya Rafi telah dibantu dalam Rombongan 1075.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @acik_endro_wicaksono @ririn_restu

Rafi didiagnosis mengalami leukemia


SITI BINTI KUSEN (46, Kanker Payudara). Alamat : Kp. Batung, RT 3/5, Ds. Cinangka, Kec.Cinangka, Kab. Serang, Prov. Banten. Bu Siti adalah seorang ibu rumah tangga dengan 3 anak dan 1 cucu. Beberapa bulan terakhir Bu Siti merasakan ada benjolan di payudara kirinya. Benjolan tersebut dari hari ke hari semakin mengeras dan terasa sakit. Bu Siti yang merasa khawatir akhirnya memeriksakan diri ke dokter terdekat, dan ia dirujuk ke RSUD dr. Drajat Prawiranegara Serang. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di RSUD, Bu Siti akhirnya dioperasi untuk pengambilan sampel benjolannya agar dapat diketahui penyakit apa yang dialaminya. Selama pengobatan Bu Siti menggunakan JKN – KIS kelas III, tetapi untuk transportasi dan akomodasi berobat ia sangat membutuhkan bantuan. Suami Bu Siti, bekerja sebagai buruh tani lepas dengan penghasilan yang sangat kecil dan tidak menentu, ia tidak mampu memenuhi kebutuhan pengobatan istrinya. Setelah menunggu beberapa minggu, hasil laboratorium menunjukkan bahwa Bu Siti positif mengidap kanker payudara dan ia dirujuk ke rumah sakit khusus kanker RS Dharmais Jakarta. Keluarga sangat ingin membawa Bu Siti ke Jakarta, namun tidak ada simpanan uang. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan untuk transportasi ke RS Dharmais Jakarta. Semoga Bu Siti dapat segera pulih kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @pratama_catur Irma @ririn_restu

Bu Siti positif mengidap kanker payudara


MUHAMMAD NUR CHOLIK (18, TB Tulang). Alamat : Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, RT 6/5, Kota Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. Putra dari Bapak Suratno (40), dan Ibu Nurkhayati Sulistiowati (37) ini menderita TB tulang sejak 7 bulan yang lalu. Mulanya ia batuk terus – menerus selama dua bulan namun setelah diperiksakan kondisi paru – parunya baik. Selain batuk, Cholik juga mengalami kesulitan berjalan dan setelah menjalani berbagai pemeriksaan medis akhirnya ia didiagnosis menderita TB Tulang. Lama – kelamaan kondisi Cholik semakin memburuk diawali dengan kebalnya kaki hingga akhirnya ia mengalami kelumpuhan. Orang tua Cholik berupaya untuk pengobatan anaknya dan membawanya ke Jakarta agar mendapat penanganan yang lebih maksimal. Didampingi ibunya dan menumpang tinggal di rumah keluarga di Jakarta, Cholik berikhtiar untuk pengobatannya. Kondisi Cholik semakin menurun hingga sempat dibawa ke UGD RS Fatmawati Jakarta. Saat itu ia belum memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga biaya pengobatan harus ditanggung orang tuanya. Lebih dari dua minggu Cholik dirawat dan belasan juta rupiah harus dibayarkan orang tuanya. Penghasilan Bapak Suratno sebagai pembuat batako dan Ibu Nurkhayati yang sudah meninggalkan pekerjaannya sebagai buruh jahit tak mampu melunasi biaya pengobatan Cholik. Simpanan untuk berobat telah semua dikeluarkan namun masih saja menyisakan tagihan lebih dari 9 juta rupiah yang akhirnya harus dicicil setiap bulannya. Akhirnya orang tua Cholik berusaha membuat JKN – KIS, namun karena keterbatasan informasi bahwa meski Cholik beridentitas luar daerah ia dapat membuat KIS di Jakarta, ia dan ibunya kembali ke Banjarnegara untuk membuat KIS di sana. Selama tiga bulan Cholik hanya dirawat di rumah dan tidak pernah lagi berobat karena belum memiliki jaminan kesehatan. Akhirnya KIS mandiri kelas III dimiliki Cholik dan ia kembali melanjutkan pengobatannya di Jakarta. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguknya, Cholik sudah dirawat di RS Fatmawati selama dua bulan. Ia sudah menjalani biopsi untuk mengetahui apa yang menyebabkan kelumpuhannya. Hasil biopsi menunjukkan Cholik negatif mengidap kanker, dokter masih terus mengobservasi kondisi Cholik hingga ada perkembangan diagnosis pastinya. Setelah menjalani rawat inap cukup lama, Cholik diperbolehkan pulang dan diharuskan menjalani rawat jalan. Cholik telah menjalani operasi pemasangan pen dan masih harus rutin berobat ke poli ortopedi untuk mengecek perkembangan tulangnya pasca operasi dan ke poli paru untuk cek rutin sakit TB Parunya. Kondisi Cholik belum banyak perubahan, ia masih terbaring lemah dan masih berobat rutin ke Poli Orthopodi dan Poli Paru – Paru. Cholik juga masih rutin minum obat TB Parunya dan tidak boleh putus. Dokter menyatakan masih ada harapan untuk Cholik dapat berjalan, namun membutuhkan pengobatan yang cukup lama. Dokter Ortopedi akan mengajukan tindakan operasi pada kakinya agar tidak terlalu kaku. Cholik yang selama ini hanya dapat terbaring, membuat pantatnya terdapat luka (decubitus) dan harus selalu dibersihkan. Cholik masih melakukan kontrol rutin ke RS Fatmawati dan harus menjalani pemeriksaan darah dan rontgen yang harus diserahkan ke dokter ortopedinya. Bantuan diberikan untuk membantu operasional Cholik berobat dan menjalani serangkaian pemeriksaan. Sebelumnya Cholik telah dibantu dalam rombongan 1075.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Cholik menderita TB Tulang


MUTIARA AMBARWATI (21, Penurunan Kekebalan Tubuh). Alamat : Bintaro RT 1/1, Kelurahan Pesanggrahan, Kecamatan Pesanggrahan, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Mutiara terkejut ketika dirinya mendapatkan informasi dari dokter bahwa ia terjangkit virus yang menyerang kekebalan tubuhnya, setelah melakukan cek lab di rumah sakit. Tak ingin lama terpuruk setelah mendengar informasi itu, Mutiara segera bangkit mengingat dirinya saat itu sedang hamil. , usia kandungannya sudah 9 bulan. Kondisi bayi di dalam perut yang tidak baik, membuat istri dari Reza Ramadhan (24) ini, harus melahirkan secara caesar di RS Fatmawati Jakarta. Setelah proses persalinan selesai, diketahui sang bayi mengalami kesulitan dalam bernapas dan membutuhkan penangan lebih lanjut. Reza yang bekerja sebagai penjaga keamanan merasa kebingungan biaya perawatan istri dan anaknya yang harus dibayar. Mutiara dan anaknya belum terdaftar sebagai peserta BPJS sehingga seluruh biaya perawatan mereka menggunakan jaminan umum. Kurir Sedekah Rombongan berusaha meringankan beban Mutiara dan Reza dengan menyampaikan bantuan untuk membantu membayar biaya rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Mutiara terjangkit virus yang menyerang kekebalan tubuhnya


ANAH SARWADI (72, Kanker Payudara). Alamat : Kp. Baru Tari Kolot, RT 2/3, Ds. Sepatan, Kec. Sepatan, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Nenek Anah sudah hidup menjanda, selama ini untuk memenui kebutuhan sehari- hari ia berjualan nasi uduk. Nenek Anah tinggal bersama kedua anaknya, suaminya, Sarwadi, telah meninggal dunia. Tujuh tahun lalu, Nenek Anah merasakan benjolan pada payudaranya yang juga mengeras, namun kondisi itu ia abaikan saja. Dua tahun terakhir payudaranya semakin membengkak dan akhirnya ia dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan mengalami kanker payudara stadium lanjut. Setelah menjalani operasi, Nenek Anah akhirnya harus menjalani kemoterapi. Nenek Anah kini tidak dapat berjualan lagi, ia hanya mengandalkan penghasilan anak bungsunya yang bekerja sebagai guru SD honorer. Dalam kondisi sakit, Nenek Anah juga masih harus mengurus anaknya, Iin (40), yang mengalami gangguan jiwa. Nenek Anah menjalani pengobatan di RS Hermina Tangerang. Kondisi Nenek Anah membaik, payudaranya tidak lagi mengeluarkan nanah. Pada 13 September 2017, Nenek Anah mendapat jadwal kemoterapi, namun ia kebingungan karena tidak mempunyai ongkos untuk ke rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk operasional berobat dan kemoterapi. Sebelumnya Nenek Anah dibantu pada Rombongan 1074.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur Dita @ririn_restu

Nek Anah mengalami kanker payudara stadium lanjut


KASREM BINTI WIRYO (73, Mata Rabun + Asam Urat). Alamat : Kp. Dadap, RT 1/3, Kelurahan Bencongan Indah, Kecamatan Kelapa Dua, Kab. Tangerang, Provinsi. Ibu Kasrem selalu setia mendampingi suaminya, Rasmani (77), di masa tuanya ia masih mencari nafkah dengan cara memulung barang bekas. Ibu Kasrem hanya tinggal bersama suaminya di gubuk yang dibangun di atas tanah milik orang lain. Sejak 2 tahun lalu, Ibu Kasrem mulai sakit di kaki dan tangannya, ia merasakan nyeri, kebal dan kesemutan. Tidak lama kemudian, penglihatan Ibu Kasrem mulai terganggu. Setelah berobat ke Puskesmas dengan menggunakan Kartu Sehat Multiguna, dari hasil pemeriksaan dokter Ibu Kasrem dinyatakan terkena sakit asam urat dan mata rabun. Kondisi Ibu Kasrem saat ini masih belum membaik dan harus menjalani kontrol setiap sebulan sekali. Kendala yang dihadapi Ibu Kasrem adalah tidak punya uang untuk ongkos berobat. Saran dokter Ibu Kasrem harus banyak istirahat, sehingga ia sudah tidak boleh memulung lagi. Hal itu membuat Ibu Kasrem tidak lai memiliki penghasilan, sedangkan anak – anaknya sudah berkeluarga hidupnya terpisah dan juga dalam kondisi kekurangan. Bapak Rasmani yang selama ini menemani sisa hidup Ibu Kasrem telah berpulang ke rahmatullah karena sakit. Kini Ibu Kasrem hanya seorang diri menghabiskan masa tuanya dalam kondisi sakit dan hidup serba kesusahan. Setelah beberapi kontrol kondisi Ibu Kasrem membaik, rasa nyeri yang dulu kerap ia alami mulai berkurang. Penglihatan matanya pun mulai mengalami peningkatan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Sebelumnya Ibu Kasrem dibantu dalam Rombongan 1075.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_catur Tri @ririn_restu

Ibu Kasrem dinyatakan terkena sakit asam urat dan mata rabun


SRI MULYATI (60, Asam Urat + Pembengkakan pada Kaki). Alamat : Kp. Panunggangan barat, RT 2/1, Kel. Panunggangan Barat, Kec. Cibodas, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Nenek Sri tinggal sebatang kara di gubug kecil pemberian tetangga yang merasa kasihan padanya. Nenek Sri ditinggalkan suaminya sejak lima belas tahun silam. Untuk makan sehari-hari, terkadang Nenek Sri dibantu oleh para tetangga. Satu tahun terakhir Nenek Sri tidak bisa mencari nafkah karena menderita asam urat dan pembengkakan pada kaki kanannya yang kondisnya semakin membesar. Sebelumnya Nenek Sri masih bisa mencari nafkah dengan memulung, namun kakinya yang semakin terasa sakit tidak bisa digunakan untuk berjalan dan bekerja. Nenek Sri tidak bisa terus – menerus mengandalkan pemberian tetangga, karena itulah terkadang ia tidak makan karena tak memiliki uang. Mendengar penderitaan yang dialami Nenek Sri, syukur Alhamdulillah bantuan awal pun dapat kurir Sedekah Rombongan sampaikan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari – hari. Setelah menerima bantuan dari Sedekah Rombongan, Nenek Sri dibawa berobat ke dokter terdekat oleh tetangganya yang selama ini kerap membantunya. Setelah beberapa kali berobat pembengkakan pada kakinya mulai mengecil, dan kini Nenek Sri mulai bisa berjalan untuk mencari nafkah lagi. Jika sakit di kakinya kembali muncul dan tidak tertahankan, Nenek Sri memilih untuk beristirahat dan tidak melanjutkan pekerjaannya. Setelah rutin berobat kondisi Nenek Sri makin membaik, kini ia bisa kembali bekerja mencari nafkah. Nenek sri masih harus kontrol dan minum obat karena jika tidak rasa nyeri dan kakinya akan bengkak kembali. Nenek Sri masih membutuhkan bantuan untuk transportasi berobat, karena untuk ke RSUD Tangerang ia harus menyewa kendaraan karena tidak memungkinkan untuk naik angkutan umum. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk operasional berobat. Sebelumnya Nenek Sri dibantu pada Rombongan 1078.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_catur @trimardiyanto @ririn_restu

Nek Sri menderita asam urat dan pembengkakan pada kaki kanannya


MUHAMMAD YAHYA (48, Stroke + Lumpuh). Alamat : Kp. Panunggangan Barat, RT 4/1, Kec. Cibodas, Kota Tangerang, Prov. Banten. Pak Mamad, biasa ia dipanggil, adalah seorang suami dan ayah yang rajin bekerja tanpa mengenal lelah. Sebelumnya Pak Mamad tinggal bersama istri dan ketiga anaknya, di sebuah gubuk yang tidak layak huni. Syukur Alhamdulillah pemerintah setempat telah merenovasi gubuk Pak Mamad sehingga dapat ditinggali lebih nyaman. Pak Mamad bekerja terlalu keras dan kurang istirahat sehingga ia jatuh sakit. Pada tahun 2008, Pak Mamad dirawat di RSUD Tangerang dan sebagian tubuhnya tidak bisa digerakkan karena mengalami stroke ringan. Pak Mamad tak putus semangat, ia selalu rutin kontrol dan terapi hingga akhirnya ia sembuh dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Dua tahun setelah kesembuhannya, Pak Mamad dirawat lagi di rumah sakit karena kembali terserang stroke. Hingga kini Pak Mamad hanya bisa duduk di kursi rodanya yang merupakan pemberian dari lurah setempat. Pak Mamad tidak bisa berjalan dan sulit berbicara. Ia masih menjalani kontrol rutin ke RSUD Tangerang. Pak Mamad tak dapat lagi bekerja, istrinya, Sukarti (40), menggantikannya menjadi tulang punggung keluarga dengan menjadi tukang jahit. Pengobatan Pak Mamad ditanggung JKN – KIS yang dimilliki, namun ia terkendala biaya untuk transportasi berobat. Dalam kesulitannya, semangat Pak Mamad untuk sembuh sangat tinggi. Kondisi Pak Mamad terus membaik dan banyak mengalami peningkatan setelah menjalani terapi dan kontrol rutin. Ia masih harus terapi rutin agar sembuh total dan dapat berjalan dengan lebih baik lagi. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan kebutuhan pengobatan terapi ke RSUD Tangerang. Sebelumnya Pak Mamad dibantu dalam rombongan 1078.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 November 2017.
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_catur @trim @ririn_restu

Pak Yahya mengalami stroke ringan


MUHAMMAD FATIH MUZAKI (3, Epilepsi + Gangguan Saraf + Otak Mengecil). Alamat : Ds. Rancalabuh, RT 1/1, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Fatih sapaan ade kecil yang berbadan gempal ini, ia mengalami sakit sejak berusia lima bulan. Ketika bayi – bayi seusianya sudah bisa menangkap dan merespon orang yang mengajak bicara, mata; pendengaran; serta anggota tubuh Fatih lainnya tidak memberikan respon apa – apa. Bidan desa yang memeriksa Fatih langsung merujuknya ke RS Sari Asih Tangerang. Betapa terkejutnya orang tua Fatih, Bapak Fadli (31) dan Ibu Farihah (26), ketika mendengar diagnosis dokter bahwa Fatih mengalami gangguan saraf dan pengecilan otak. Bapak Fadli yang kesehariannya bekerja sebagai buruh dengan penghasilan kurang dari Rp 2 juta harus menguras tenaga dan pikirannya untuk pengobatan putra satu – satunya ini. Untuk memastikan diagnosis dokter sebelumnya, orang tua Fatih membawanya berobat ke RS Siloam Tangerang dan RS Usada Insani dan dokter di kedua rumah sakit tersebut mendiagnosis penyakit yang sama. Fatih harus menjalani pemeriksaan secara intensif dan harus melakukan fisioterapi 2 hari sekali. Tiga tahun sudah Fatih melakukan pengobatan ke berbagai rumah sakit dan pengobatan alternatif, namun kondisinya belum banyak perubahan. Keluarga pun hampir putus asa dan menyerah, walaupun biaya pengobatan ditanggung BPJS, namun mereka kesulitan untuk biaya transportasi setiap kali kontrol karena rumah sakit yang dituju jaraknya cukup jauh dari rumah dan Fatih tidak memungkinkan dibawa menggunakan motor. Setiap kali berobat orang tua Fatih harus sewa mobil yang biayanya cukup mahal. Pengobatan Fatih pun akhirnya sempat dihentikan karena tidak ada biaya. Setelah bertemu dengan kurir Sedekah Rombongan, alhamdulilah Fatih kembali dapat berobat. Beberapa hari yang lalu, Fatih kembali dirawat di rumah sakit karena kondisinya menurun. Setelah dirawat selama tiga hari, ia diperkenankan pulang dan kembali harus menjalani rawat jalan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk transportasi berobat. Sebelumnya Fatih dibantu dalam Rombongan 1075.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 November 2017
Kurir @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnamina @fatmahalwiny @ririn_restu

Fatih mengalami gangguan saraf dan pengecilan otak


SANUSI BIN SUKMA (70, Stroke + Lumpuh). Alamat : Ds. Rancalabuh, RT 1/1, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Sejak 4 tahun terakhir, Pak Sanusi tidak bisa beraktivitas dengan maksimal termasuk mencari nafkah. Sebelum sakit Pak Sanusi hanya bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan istri dan keempat anaknya. Pak Sanusi mengalami stroke yang mengakibatkan kelumpuhan, bahkan untuk duduk saja ia kesulitan. Semua aktivitas Pak Sanusi dilakukannya di atas tempat tidur. Sakit yang dialami Pak Sanusi berawal saat ia sedang bekerja, ia mengeluh sering pusing yang ternyata diakibatkan oleh darah tinggi. Pak Sanusi tidak menghiraukan sakit yang dirasakannya, hingga akhirnya ia terjatuh dan pingsan. Sejak saat itu Pak Sanusi terkena stroke, awalnya hanya tangan kanannya yang tidak bisa digerakkan, namun karena tak mampu berobat penyakitnya bertambah parah dan strokenya mulai menyerang anggota tubuh lainnya. Setahun setelah Pak Sanusi sakit, ia baru memiliki Jamkesmas dan setelah itu ia pun mulai rutin memeriksakan diri ke Puskesmas. Kini kondisi Pak Sanusi semakin memburuk, ia lebih banyak menghabiskan hari – harinya dengan terbaring dan keluarga tidak mampu membawanya berobat ke tempat yang jauh. Pak Sanusi akhirnya hanya menjalani pengobatan di rumah dengan memanggil dokter dari klinik terdekat, itu pun jika anaknya memiliki uang. Pengobatan tersebut dilakukan setiap 2 minggu sekali, dan biayanya harus dipenuhi anaknya yang menjual tempe di pasar. Anak Pak Sanusi kesulitan memenuhi kebutuhan pengobatan ayahnya, terlebih lagi ia juga harus memenuhi kebutuhan sehari – hari ibu dan adik – adiknya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Sanusi, bantuan pun disampaikan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari – hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal 16 november 2017
Kurir: @nurmanmlana @endangmplus @paratama_chatur @misnamina @fatmahalwiny @ririn_restu

Pak Sanusi mengalami stroke yang mengakibatkan kelumpuhan


AHMAD SYAFEI (17, Benjolan di Leher). Alamat : Kp. Rancalabuh, RT 6/1, Ds. Rancalabuh, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Fe’i biasa ia disapa adalah seorang remaja yang tinggal jauh dari orang tuanya karena harus menuntut ilmu dan tinggal di pesantren. Sejak satu tahun yang lalu, Fe’i mengeluh sakit pada lehernya yang lama – kelamaan muncul benjolan kecil. Badan Fe’i kerap demam dan rasa sakit di bagian lehernya juga tak kunjung hilang. Melihat kondisi Fe’i yang sering sakit, pihak pesantren mengizinkannya pulang untuk berobat. Kedua orangtua Fe’i langsung membawanya ke klinik terdekat., namun dokter yang menanganinya langsung merujuk ke RSU Balaraja karena keterbatasan alat medis. Setelah dirujuk di RSU Balaraja, Fe’i menjalani beberapa pemeriksaan dan dokter menganjurkannya untuk dioperasi. Sembari menunggu jadwal operasi, Fe’i dianjurkan untuk kontrol setiap satu bulan sekali, namun pengobatanya terhenti karena ketiadaan biaya. Orangtua Fe’i yang berprofesi sebagai guru ngaji, penghasilanya haya cukup untuk makan sehari – hari. Setelah pengobatannya terhenti, kondisi Fe’i semakin memburuk dengan benjolan di leher yang semakin membesar. Syukur Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Fe’i dan ia kembali dapat berobat. Kondisi Fe’i berangsur membaik dan benjolan di lehernya mulai mengecil. Fe’i meutuskan untuk kembali ke pesantren agar pendidikannya tidak putus di tengah jalan. Meski sudah membaik, ia masih harus berobat rutin 1 bulan sekali dan dokter masih harus mengobservasi penyakit apa yang dialaminya. Selama ini Fe’i berobat dengan menggunakan JKN – KIS kelas III. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk transportasi berobat. Sebelumnya Fe’i dibantu dalam Rombongan 1075.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangdwimplus @pratama_chatur @misnamina @fatmahalwiny @ririn_restu

Fe’i menderita benjolan di leher


TUTI BINTI ABDULAH (17, Gangguan Syaraf + Susp. Pneumonia). Alamat : Ds. Rancalabuh, RT 10/2, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Tuti mengalami gangguan syaraf sejak berusia 9 tahun. Sakitnya berawal saat Tuti terjatuh dari ketinggian lantai 2 sekolahnya. Sejak saat itu Tuti sering mengalami panas tinggi disertai kejang, bahkan sakitnya membuat rambutnya lama – kelamaan rontok. Ayah Tuti, Abdullah (50), yang bekerja sebagai buruh tani sudah berusaha membawanya berobat. Dokter menyarankan tuti dibawa ke poli syaraf RSUD yang jaraknya lumayan jauh dari tempat tinggalnya. Beberapa kali Tuti dibawa berobat namun belum ada hasil yang maksimal. Kondisi Tuti kini semakin memburuk, pendengarannya berkurang, sering mengalami demam, mengalami gangguan pernapasan, dan sering ia berbicara sendiri. Dalam beraktivitas Tuti lebih banyak mengandalkan bantuan orang tuanya. Tuti seharusnya rutin berobat sebulan sekali ke RSUD, namun meski telah memiliki JKN – KIS kelas III, Pak Abdullah tak mampu membiayai kebutuhan transportasi dan akomodasi ke rumah sakit. Kondisi Tuti semakin memprihatinkan, sebelumnya ia masih bisa melihat walau tidak jelas, tapi sekarang ia sama sekali tidak bisa melihat. Kurir Sedekah rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya trasnportasi berobat 2 kali sebulan ke RSUD Tangerang. Sebelumnya Tuti telah dibantu dalam Rombongan 1066.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @chaturpratama @fatmaalwiny @ririn_restu

Tuti menderita kanker paru – paru


MAMDUDAH BINTI TARI (16, Kanker Paru – Paru). Alamat : Ds. Rancalabuh, RT 9/2, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Gadis belia ini biasa dipanggil Emam, ia adalah anak dari seorang buruh tani. Emam sakit sejak dua tahun yang lalu, berawal ketika ia selalu merasakan sesak napas disertai batuk yang tak kunjung sembuh. Berbagai macam obat dari beberapa klinik telah ia minum namun tak ada hasil, kondisinya semakin memburuk. Setahun terakhir berat badan Emam semakin menurun, tubuhnya sangat kurus dengan perut yang buncit. Setiap malam Emam tak bisa tidur karena napasnya selalu terengah – engah disertai batuk yang bertambah parah dan ia juga mengalami diare. Sampai akhirnya Emam harus dilarikan ke RSUD karena kondisinya semakin memburuk. Kedua orang tuanya harus meminjam uang ke sanak saudaranya untuk sewa kendaraan agar bisa membawa Emam ke rumah sakit. Meski biaya pengobatan ditanggung JKN – KIS kelas III, orang tua Emam sangat binggung untuk biaya transportasi dan kebutuhan selama di rumah sakit. Setelah 1 bulan menjalani rawat jalan, Emam sempat kembali dirawat inap untuk yang kedua kalinya. Kondisinya belum juga membaik, bahkan semakin memburuk. Tubuh Emam semakin kurus dan lemah, ia mengalami kerontokkan pada rambutnya hingga mengalami kebotakan. Alhamdulillah setelah rutin berobat kondisi Emam mulai mengalami perkembangan. Berat badannya berangsur naik, wajahnya terlihat lebih segar dan ceria. Emam diharuskan berobat jalan 3 kali dalam 1 bulan, namun jika kondisinya terus membaik dokter mengatakan kemungkinan ia hanya dianjurkan berobat jalan sebulan 1 kali. Semoga Emam terus membaik dan ia bisa sehat seperti dulu. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk transportasi dan akomodasi berobat. Sebelumnya Emam telah dibantu dalam Rombongan 1075.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 November 2017
Kurir :@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @fatmahalwiny @misnamina @ririn_restu

Bu Mahmudah menderita kanker paru – paru


LATIFAH BINTI SALWAN (45, Gagal Ginjal). Alamat : Kp. Banyawakan Jaya, RT 6/7, Desa Klebet, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Latifah adalah seorang janda dengan dua anak yang berusia 16 tahun dan 9 tahun. Sejak 3 tahun yang lalu, Ibu Latifah menderita sakit gagal ginjal dengan gejala awal seluruh tubuh menguning disertai demam tinggi yang tak kunjung sembuh. Saat itu suaminya membawanya berobat sampai akhirnya dokter mendiagnosis Ibu Latifah mengalami gagal ginjal. Cobaan Ibu Latifah semakin bertambah, karena suaminya pergi dan menikah lagi dengan orang lain. Ibu Latifah pun kini menjalani hidup dengan kedua anaknya, dan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari ia berjualan jajanan anak – anak di depan rumahnya. Lambat laun penyakit Ibu Latifah semakin memburuk. Ibu Latifah dirujuk ke RSU Siloam Tangerang yang letaknya sangat jauh dari tempat tinggalnya. Setahun sudah Ibu Latifah bolak – balik ke rumah sakit untuk cuci darah, dan meski menggunakan Jamkesmas ia telah menghabiskan banyak dana untuk operasional berobat. Rumah tempat ia bernaung bersama anak – anak, dan menjadi harta satu – satunya yang dimiliki terpaksa ia jual untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya berobat. Kini Ibu Latifah dan anak-anaknya tinggal bersama orang tuanya yang sudah sepuh. Jika kondisinya menurun, wajah Ibu Latifah membiru dan membengkak karena kekurangan sel darah putih. Ibu Latifah diharuskan menjalani cuci darah rutin 3 kali seminggu. Kondisi Ibu Latifah belum banyak mengalami perkembangan meski telah rutin cuci darah. Tangannya dipenuhi luka lebam akibat jarum suntik. Tangannya pun mengalami bengkak, wajahnya pucat dan terlihat lemas. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi berobat dan cuci darah rutin ke RSU Siloam. Sebelumya Ibu Latifah di bantu di Rombongan 1075.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @pratama_chatur @endangmplus @misnamina9 @fatmahalwiny @ririn_restu

Ibu Latifah mengalami gagal ginjal


ULMI YANTI (30, Susp. Tumor Pipi + Mata Berair). Alamat : Ds. Pangarengan, RT 2/1, Kec. Rajeg, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Mba Ulmi biasa disapa adalah seorang ibu rumah tangga yang keseharianya merawat anak dan keluarganya. Sejak satu tahun lalu, berawal dari sakit gigi yang tak kunjung sembuh, lama – kelamaan ada benjolan di pipi Mba Ulmi. Mba Ulmi langsung berobat ke Puskesmas terdekat. Setelah berobat sakit giginya sembuh, namun benjolan di pipinya tak kunjung sembuh, bahkan semakin membesar. Selain itu Mba Ulmi kerap mengeluarkan air dari matanya. Melihat kondisi Mba Ulmi, suaminya membawanya ke Puskesmas kembali. Setelah dilakukan pemeriksaan, Mba Ulmi langsung diberi rujukan ke RSUD Tangerang. Mba Ulmi pun menjalani berbagai proses pemeriksaan, mulai dari rontgen sampai CT – Scan dan dokter pun menyarankan untuk dioperasi. Mba Ulmi berobat menggunakan JKN – KIS kelas III, kini ia sedang menunggu jadwal operasi. Mba Ulmi masih diharuskan menjalani rawat jalan rutin, kondisinya belum banyak perubahan. Mba Ulmi masih merasakan nyeri pada benjolannya terutama pada malam hari. Mba Ulmi masih membutuhkan bantuan untuk berobat, karena penghasilan yang didapat sang suami jauh dari cukup, bahkan untuk kebutuhan sehari – hari saja masih sangat sulit. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikna bantuan untuk biaya transportasi kontrol rutin 2 kali dalam 1 bulan. Sebelumnya Mba Ulmi dibantu dalam Rombongan 1075.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 16 November 2017
Kurir : @nurmanmlana@endangdwimplus @pratama_chatur @misna_mina @fatmahalwiny @ririn_restu

Ibu Ulmi menderita susp. tumor pipi + mata berair


NAYLA OKTAFIANI (2, Vlek Paru – Paru + Benjolan di Bawah Telinga). Alamat : Ds. Pangarengan, RT 5/1, Kec. Rajeg, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Nayla mengalami sakit sejak setahun yang lalu, ia sering demam dan sesak napas. Tumbuh kembang Nayla lambat hingga ayahnya membawanya ke dokter yang kemudian mendiagnosisnya mengalami vlek paru – paru dan harus rutin berobat setiap satu bulan sekali. Belum juga sembuh sakit vlek paru – paru yang dialami Nayla, kini ditemukan benjolan seperti bisul dan berpindah – pindah yang tumbuh di bawah telinganya. Benjolannya semakin membesar dan dokter pun menyarankan untuk dioperasi. Ayah Nayla, Bapak Hawasih (28) hanya seorang buruh pabrik dengan penghasilan yang sangat kecil, sedangkan ibunya, Ibu Ria Marlina (23), kini mengalami depresi. Nayla diasuh oleh neneknya dan tinggal jauh dengan sang ibu. Bapak Hawasih bingung dengan keadaan istri dan putrinya yang sedang sakit, tentunya pengobatan keduanya membutuhkan banyak biaya. Alhamdulillah setelah didampingi Sedekah Rombongan Nayla telah memiliki JKN – KIS kelas III dan bisa berobat dengan rutin. Kondisi Nayla belum banyak mengalami perubahan, dokter mengatakan asupan gizinya harus terjaga dengan baik. Nayla sering sakit – sakitan, terlebih lagi ia kehilangan figur ibu yang dapat mengurusnya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya transportasi berobat dan membeli obat dan vitamin yang tidak ditanggung BPJS. Sebelumnya Nayla dibantu dalam Rombongan 1066.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 16 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @fatmahalwiny @misnamina @ririn_restu

Nayla mengalami vlek paru – paru dan benjolan di bawah telinga


RINI PERMATASARI (3, Limfangioma). Alamat : Desa Pontang, RT 10/3, Kec. Pontang, Kab. Serang, Prov. Banten. Rini menderita Limfangioma sejak dilahirkan, dimana terjadi pembengkakan di wajah mungilnya yang semakin besar bahkan hingga menutupi sebagian wajahnya. Rini sudah menjalani pengobatan di berbagai rumah sakit, namun orang tuanya akhirnya menghentikan pengobatannya karena tak lagi ada biaya. Alhamdullillah Rini kembali dapat berobat dan sudah menjalani operasi pertama di RSUD Serang, ia masih harus menjalani dua kali lagi tahap operasi. Walaupun Rini sudah memiliki JKN – KIS, keluarga masih mengalami kendala biaya transportasi, karena jarak dari rumah ke RSUD lumayan jauh dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Orang tua Rini, Andri dan Sueha, bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang hanya cukup untuk biaya hidup sehari – hari. Rini akhirnya menjalani operasi yang keduanya pada tanggal 1 Mei 2017. Rini dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto, dan telah menjalani operasi ketiga kalinya di sana. Alhamdullilah kondisi Rini semakin membaik, benjolan yang sebelumnya menutupi hampir seluruh wajahnya kini semakin berkurang. Setelah operasi ketiganya wajah Rini sudah terlihat lebih baik, namun ia masih harus menjalanioperasi ke-4. Rini masih harus kontrol rutin sambil persiapan operasi. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya transportasi berobat. Sebelumnya Rini telah dibantu pada rombongan 1075.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 16 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @fatmahalwiny @ririn_restu

Rini mengalami limfangioma


JAHROTUL UYUN (40, Pneumonia + Pembengkakan Jantung + Maag Kronis). Alamat : Kp. Tirtayasa, RT 3/1, Kel. Tirtayasa, Kec. Tirtayasa, Kab. Serang, Prov. Banten. Ibu Uyun kerap anak – anak didiknya memangilnya. Ibu dari empat orang anak ini setiap harinya berprofesi sebagai guru mengaji di desanya. Sejak dua tahun lalu, Ibu Uyun sering mengalami sesak napas diserai batuk. Semakin lama kondisinya semakin memburuk, hingga Ibu Uyun berobat ke klinik terdekat. Sakit yang tak kunjung sembuh membuat Ibu Uyun memeriksakan dirinya ke rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengecekan, Ibu Uyun dinyatakan mengidap paru – paru basah (pneumonia). Ibu Uyun harus kontrol setiap sebulan sekali hingga dinyatakan sembuh. Setelah berjalan enam bulan, penyakit yang diderita Ibu Uyun tidak hanya paru-paru basah, ternyata jantungnya mengalami pembengkakan. Selama ini Ibu Uyun berobat tanpa jaminan kesehatan. Ibu Uyun harus bekerja keras menyisihkan rezekinya untuk berobat, terkadang Ibu Uyun terpaksa meminjam uang pada saudaranya. Penghasilan suaminya yang juga berprofesi sebagai guru mengaji tidaklah seberapa, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anaknya. Kondisi Bu Uyun sempat menurun dan mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh dan disertai sesak napas hingga suaranya hilang. Bu Uyun disarankan menjalani rekam jantung dan masih harus menjalani kontrol rutin setiap satu bulan sekali. Jadwal pengobatan Bu Uyun sudah mendekati harinya, namun ia kebingungan karena tidak memiliki uang. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasonal berobat. Sebelumnya Bu Uyun telah dibantu dalam Rombongan 1075.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminan @fatmaalwiny @ririn_restu

Ibu Uyun dinyatakan mengidap paru – paru basah


SARNAWI BIN MAKRUM (75, Diabetes + Stroke). Alamat : Kp.Cimentul, RT 9/2, Kec. Kronjo, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Bapak dari 5 orang anak ini sebelumnya bekerja sebagai buruh tani di desanya. Tiga tahun terakhir, Pak Sarnawi menderita komplikasi diabetes dan stroke. Sebagian tubuh Pak Sarnawi mengalami lumpuh yang membuat ia tidak dapat beraktivitas seperti dulu dan hanya bisa terbaring dan duduk di tempat tidurnya. Pak Sarnawi dianjurkan berobat jalan ke RSUD Balaraja yang letaknya cukup jauh dari rumahnya. Kondisi tersebut membuat keluarga harus menyewa mobil angkot setiap Pak Sarnawi berobat namun sering mereka tak memiliki uang. Penghasilan anak Pak Sarnawi hanya cukup untuk makan sehari-hari, terkadang untuk biaya transportasi anak Pak Sarnawi harus meminjam ke tetangga. Setelah didampingi Sedekah Rombongan, alhamdulillah Pak Sarnawi dapat rutin berobat. Kondisi Pak Sarnawi kini berangsur membaik dan perlahan sudah mulai dapat menggerakkan sebagian anggota tubuhnya. Pak Sarnawi masih harus berobat dan menjalani terapi agar dapat sembuh total. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya trasnportasi berobat dan terapi. Sebelumnya Pak Sarnawi telah dibantu dalam Rombongan 1066.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @ririn_restu

Pak Sarnawi menderita komplikasi diabetes dan stroke


MUTIAH BINTI ABDUL MAJID (65, Diabetes + Jantung Koroner). Alamat : Kp. Cimentul, RT 10/2, Kec. Kronjo, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Bu Mutiah kini hanya tinggal berdua bersama suaminya. Kedua anak perempuannya sudah berkeluarga dan ikut bersama suaminya. Suami Bu mutiah bekerja sebagai buruh tani di desanya, namun tidak setiap hari ada orang yang menyuruhnya bekerja. Ketika musim tanam selesai suami Bu Mutiah kerap menganggur. Waktu luang banyak dimanfatkan oleh suami Bu Mutiah menjadi marbot masjid. Sudah setengah tahun terakhir ini Bu mutiah harus rutin berobat ke RS Balaraja karena menderita komplikasi diabetes dan jantung koroner. Walaupun biaya pengobatan Bu Mutiah ditanggung KIS yang dimilikinya, ia masih harus mengeluarkan banyak biaya untuk transportasi berobat. Jarak rumah Bu Mutiah ke rumah sakit cukup jauh, dan sangat jarang ada kendaraan umum melewati daerah rumahnya sehingga harus menyewa mobil atau ojek, itupun jika kondisi Bu Mutiah memungkinkan naik motor. Penghasilan suami Bu Mutiah yang tak menentu hanya cukup untuk makan sehari – hari, sedangkan anaknya juga dalam kondisi sulit. Bu Mutiah belum banyak mengalami perkembangan, ia harus terus menjaga agar gula darahnya stabil. Berat badan Bu Mutiah pun menurun, terkadang ia merasakan dadanya berdebar kencang. Mulanya Bu Mutiah kontrol dua kali dalam sebulan, kini ia harus tiga kali kontrol. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat jalan. Sebelumya Bu Mutiah telah dibantu dalam rombongan 1075.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 November 2017
Kurir : @Nurmanmlana @Endangmplus @pratama_chatur @Misnamina @Fatmahalwiny @ririn _restu

Bu Mutiah menderita diabetes + jantung koroner


MURSADAH BINTI ENJI (60, TBC + Asma). Alamat : Kp. Cimentul, RT 9/2, Ds. Bakung, Kec. Kronjo, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Mursadah adalah ibu dari lima anak yang semuanya sudah berkeluarga. Ibu Mursadah terkena TBC sejak 1 tahun yang lalu. Awal mulanya Ibu Mursadah mengalami batuk yang tak kunjung sembuh meski berbagai pengobatan telah ia jalani. Kondisi Ibu Mursadah semakin memburuk, batuk yang tak kunjung sembuh kini disertai dengan sesak napas. Akhirnya Ibu Mursadah dibawa ke RSUD, dan setelah dilakukan beberapa pemeriksaan, ia dinyatakan positif menderita TBC. Ibu Mursadah dianjurkan untuk kontrol rutin setiap sebulan sekali hingga dinyatakan sembuh oleh dokter. Selama ini suaminya yang selalu setia mengantarkan Ibu Mursadah berobat ke RSUD, namun sejak dua bulan terakhir suaminya tidak bisa mengantar lagi karena terkena stroke dan tidak bisa berjalan dengan normal. Ibu Mursadah dan suaminya hidup terpisah, ia ikut bersama anak pertamanya sedangkan suaminya ikut bersama anak ketiganya. Kondisi perekonomian anak – anak Ibu Mursadah juga sulit, penghasilan mereka sebagai buruh pabrik berusaha dicukupkan untuk kebutuhan sehari – hari. Ibu Mursadah masih harus berobat rutin, kondisinya tidak stabil, terkadang ia mengalami sesak napas dan susah tidur. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat jalan. Sebelumnya Ibu Mursadah telah dibantu dalam Rombongan 1066.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @fatmahalwiny @misnamina @ririn_restu

Bu Mursadah dinyatakan positif menderita TBC


AMSAH BINTI KISPAR (62, Stroke + TB Paru). Alamat : Kp. Cimentul, RT 10/2, Ds. Bakung, Kec. Kronjo, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Amsah memiliki 4 anak yang semuanya sudah berumah tangga. Kini Ibu Amsah hanya tinggal berdua dengan suaminya, Pak Sukri (70), yang bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan sehari hari. Setahun terakhir pekerjaan Pak Sukri sering terhambat karena harus mengurusi Ibu Amsah yang sedang sakit. Ibu Amsah menderita stroke dan tidak bisa berjalan normal sehingga tidak bisa beraktivitas dengan maksimal, Pak Sukri lah yang mengurus semua kebutuhannya. Ibu Amsah harus rutin berobat ke rumah sakit untuk penanganan TB Paru yang dideritanya, ia pun menjalani pengobatan alternatif terapi urut setiap 2 minggu sekali. Tempat terapi yang jauh dari rumah membuat keluarga harus menyewa mobil, Ibu Amsah pun tidak memungkinkan dibawa menggunakan motor. Hal itu sangat memberatkan keluarga, Pak Sukri kerap meminta bantuan kepada sanak saudara karena anak – anaknya pun semua berpenghasilan rendah. Tak jarang Pak Sukri kebingungan setiap kali istrinya harus berobat, hingga akhirnya terapi pun tak rutin dijalani. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan keluarga Pak Sukri dan Ibu Amsah, bantuan pun disampiakna untuk operasional berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 November 2017
Kurir:@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @fatmahalwiny @misnamina @ririn_restu

Ibu Amsah menderita stroke dan tidak bisa berjalan normal


SANUSI BIN ADAM (60, TB Paru + Gatal – gatal). Alamat : Kp. Cimentul, RT 11/2, Ds. Bakung, Kec. Kronjo, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Pak Sanusi adalah seorang pekerja keras yang penuh semangat, walau tak memiliki pekerjaan tetap ia tak pernah surut semangatnya untuk mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Setahun belakangan Pak Sanusi tidak dapat bekerja lagi karena sakit yang mengharuskannya banyak beristirahat. Pak Sanusi mengalami sakit pada paru – paru yang membuatnya susah tidur dan nafsu makan berkurang sehingga badannya menjadi kurus. Pak Sanusi harus bolak – balik ke rumah sakit untuk berobat dan menjalani rawat inap. Pak Sanusi kini hanya tinggal dengan istrinya, Ibu Rasih, yang menemaninya dalam kesusahan. Selain karena sesak, setiap malam Pak Sanusi tak dapat tidur karena tumbuh bintik – bintik yang sangat gatal di kulitnya. Pak Sanusi diharuskan berobat jalan 4 kali dalam sebulan. Walau telah memiliki jaminan KIS, Pak Sanusi sering kebingungan untuk biaya transportasi dan operasional berobat. Alhamdulillah setelah bertemu dengan Kurir Sedekah Rombongan yang memberikan bantuan untuk operasional berobat, beban Pak Sanusi dan Ibu Rasih berkurang. Semoga Pak Sanusi segera diberikan kesembuhan seperti sediakala.

Jumlah Bantuan :Rp500.000,-
Tanggal :16 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @fatmahalwiny @misnamina @ririn_restu

Pak Sanusi mengalami sakit pada paru – paru


RIDHO BIN SANILAN (2, Benjolan di Pipi dan Leher). Alamat : Desa Rancailat, RT 8/2, Kec. Kresek, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ridho yang kini berusia 1,5 tahun sudah mengalami sakit sejak masih bayi, di bawah pipi sampai lehernya terdapat benjolan. Akibat benjolan tersebut pipi kiri Ridho tertarik hingga ke bibir, bahkan 1 matanya sempat tak dapat terbuka dan baru setelah rutin dibawa ke dokter matanya dapat terbuka. Seiring berjalannya waktu, Ridho tumbuh sebagai balita yang aktif dan badannya semakin membesar, namun diiringi dengan benjolan di lehernya yang juga semakin membesar. Ayah Ridho, Bapak Sanilan (32) hanya seorang buruh tani, sedangkan ibunya, Ibu Janah (30) adalah seorang buruh pabrik. Mereka tidak dapat berbuat banyak untuk pengobatan Ridho karena penghasilan yanng mereka peroleh hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Kondisi Ridho semakin menurun, selain benjolan yang semakin membesar ia juga sering batuk – batuk. Setelah dilakukan pemeriksaan rontgen diketahui paru – parunya terdapat vlek. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk operasional berobat jalan. Sebelumnya Ridho dibantu dalam Rombongan 1066.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 16 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnamina @fatmahalwiny @ririn_restu

Ridho menderita benjolan di pipi dan leher


ADE YULIAWATI (26, TB Paru + Pembengkakan Jantung). Alamat : Kp. Risah, RT 8/2, Ds. Kedung Dalem, Kec. Mauk, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ade didiagnosis mengalami TB Paru dan pembengkakan jantung sejak 3 tahun lalu. Awal mulanya Ade selalu merasakan sesak napas dan batuk yang tak kunjung sembuh. Setiap hari Ade merasakan sesak napas dan badan mengigil kedinginan ketika ia mau tidur. Kondisi Ade semakin memburuk, berat badanya semakin menurun. Anak ketiga dari lima bersaudara ini kini tinggal bersama ibu dan kedua adiknya yang masih bersekolah. Setelah ayahnya meninggal, Ade menjadi pengganti ayahnya sebagai tulang punggung keluarga. Sejak sakit, Ade berhenti bekerja karena kondisinya yang semakin tidak memungkinkan, namun ia tak mau menyerah begitu saja, ia berjualan jajanan anak- anak di rumah kecilnya. Ia tetap semangat mencari rezki untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, walau terkadang kerap merasa sesak napas ketika terlalu capai. Selama ini Ade rutin berobat di Puskesmas terdekat setiap setengah bulan sekali. Dokter yang menangani Ade di Puskesmas menyarankannya untuk kontrol ke RSUD. Ketiadan biaya membuat Ade mengurungkan niatnya untuk berobat. JKN – KIS yang pernah ia miliki sewaktu bekerja kini tidak bisa dipergunakan, karena ada tunggakan selama satu setengah tahun. Ade harus berobat rutin setiap dua minggu sekali dan ia tidak boleh putus minum obat. Perkembangan kesehatannya mulai banyak mengalami kemajuan, kondisi badannya mulai terlihat segar dan berat badannya bertambah. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya operasional berobat jalan. Sebelumnya Ade dibantu dalam Rombongan 1075.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnamina @fatmahalwiny @ririn_restu

Ade didiagnosis mengalami TB Paru dan pembengkakan jantung


JOKO MUHAJIRIN (59, Pembengkakan pada kepala). Alamat : Jln. Muhajirin, RT 2/11, Kel. Tanah Tinggi, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Prov. Banten. Pak Joko adalah relawan dari komunitas Roemah Tawon yang peduli dengan anak-anak jalanan. Sejak dua tahun lalu Pak Joko mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kepala sering pusing. Pak Joko juga pernah terjatuh akibat pusing di kamar mandi hingga kepalanya terbentur ke dinding. Selama ini ketika rasa pusing mendera, pada kepala Pak Joko muncul benjolan besar. Ketiadaan biaya dan jaminan kesehatan membuat Pak Joko hanya mengonsumsi obat anti nyeri yang dibelinya di apotek. Penghasilan istrinya sebagai pengupas bawang hanya cukup untuk makan sehari-hari. Melihat kondisi Pak Joko yang memprihatinkan, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk pembuatan JKN – KIS dan biaya hidup sehari – hari. Alhamdulillah JKN – KIS Pak Joko sudah jadi dan bisa dipergunakan, ia pun mulai berobat setiap bulannya. Setelah menjalani pemeriksaan rontgen, diketahui pada kepala Pak Joko terdapat cairan, Pak Joko diharuskan menjalani tindakan penyedotan cairan di kepalanya. Setelah dilakukan penyedotan cairan di kepala, Pak Joko jarang merasakan sakit kepala. Tubuhnya pun semakin segar dan sudah bisa beraktivitas. Pak Joko masih harus berobat jalan untuk meninjau kondisi kepalanya pasca penyedotan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan transportasi berobat. Sebelumnya Pak Joko telah dibantu di Rombongan 1074.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 November 2017
Kurir: @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @ririn_restu

Pak Joko mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kepala sering pusing


MUHAMMAD YUSUF KURNIAWAN (1, Gangguan Saluran Pernapasan + Penyumbatan Usus). Alamat : Kp. Kronjo Pekapuran, RT 2/4, Kec. Kronjo, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Didik Yusuf biasa ia dipanggil, sejak dua bulan yang lalu mengalami sakit gangguan saluran pernapasan dan penyumbatan usus. Gejala awalnya Didik Yusuf sering muntah-muntah, batuk, demam dan kejang. Saat itu Didik Yusuf langsung dibawa ke Puskesmas terdekat tapi tidak ada perubahan, lalu ia dibawa ke klinik tetapi sampai obat habis tetap belum ada perubahan sama sekali. Akhirnya Didik Yusuf dirujuk ke RSU Siloam Tangerang oleh dokter klinik tersebut. Sampai saat ini Didik Yusuf masih menjalani perawatan di RSU Siloam dan akan segera dilakukan operasi. Ibu Didik Yusuf, Ibu Rumyanah, hanya seorang ibu rumah tangga biasa, sedangkan ayahnya, Buyung Efendi bekerja sebagai nelayan yang penghasilannya tidak menentu, untuk kebutuhan sehari-hari pun terkadang masih kekurangan. Orang tua Didik Yusuf terpaksa meminjam uang ke saudara dan tetangga untuk ongkos setiap berobat. Didik Yusuf setiap berobat menggunakan kartu Jamkesda. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesusahan yang dihadapi keluarga Didik Yusuf. Alhamdulillah bantuan pertama pun disampaikan dari Sedekah Rombongan untuk operasional selama dirawat di rumah sakit. Semoga Didik Yusuf cepat sembuh dan sehat kembali, amin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 16 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @trimardiyanto @ririn_restu

Yusuf mengalami sakit gangguan saluran pernapasan dan penyumbatan usus


SUSANTI KUMALA SARI (31, TBC Paru + Gagal Ginjal). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 1/2, Desa Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu dari 3 orang anak ini rela berhenti dari pekerjaannya sebagai buruh pabrik demi menjaga dan mengurus anak – anaknya terutama yang mengidap leukimia. Sebelumnya kondisi Ibu Susanti sehat, namun sejak anaknya yang mengidap leukimia meninggal dunia, ia mulai mengalami gangguan kesehatan yang dimungkinkan karena terlalu sedih sepeninggal anaknya. Enam bulan berlalu Ibu Susanti mulai merasakan sesak napas dan batuk-batuk yang cukup parah. Menurut dokter ia terkena sakit TBC Paru-paru. Setelah berobat 6 bulan lamanya sakit Ibu Susanti tidak kunjung membaik, kondisinya justru semakin memburuk hingga mengalami komplikasi karena sakitnya kini merambat menyerang ginjalnya. Ibu Susanti harus menjalani cuci darah setiap seminggu sekali, untunglah sang suami, Pak Maman, selalu siap sedia mengantarkannya berobat ke rumah sakit meskipun harus terpaksa izin dari pekerjaannya sebagai office boy di salah satu rumah sakit swasta di Tangerang. Pengobatan Ibu Susanti ditanggung JKN – KIS yang dimilikinya, namun pengobatannya terkendala biaya transportasi dan akomodasi. Penghasilan Pak Maman tak mencukupi untuk kebutuhan rumah tangganya, terlebih lagi untuk berobat. Alhamdulillah kini ibu Susanti tak harus cuci darah lagi, namun ia masih diharuskan kontrol untuk penyakit TBC paru – parunya. Setelah rutin kontrol Ibu Susanti mengalami perkembangan, rasa sesak napas yg kini dirasakan tidak terlalu parah seperti dulu. Ibu Susanti harus rutin meminum obat dan rawat jalan, karena jika putus minum obat ia harus mengulang kembali fase pengobatannya. Kondisi Ibu Susanti tidak banyak perubahan, tubuhnya semakin kurus dan lebih sering menghabiskan hari – harinya di tempat tidur. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Sebelumnya Ibu Susanti dibantu pada rombongan 1066.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 November 2017
Kurir :@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminan @mistaaja @ririn_restu

Ibu Susanti terkena sakit TBC Paru-paru


MUHAMMAD ALIGANI (52, Katarak) , Alamat : Jln. Nusa Indah II, No. 18, RT 1/7, Kel. Nusa Jaya, Kec. Karawaci, Kota Tangerang, Prov. Banten. Sejak satu tahun lalu, ia yang biasa disapa Bapak Gani ini tidak dapat bekerja karena matanya tidak bisa melihat dengan jelas. Kaki Bapak Gani juga sering sakit – sakitan. Awal mulanya Bapak Gani merasakan pedih di matanya, hari demi hari rasa sakit tersebut tak kunjung sembuh, matanya justru sering berair. Bapak Gani pernah sekali berobat dan diduga mengalami katarak dan harus dioperasi. Bapak Gani tidak pernah berobat lagi karena ketiadaan biaya. Sejak Bapak Gani susah melihat, yang menjadi tulang punggung keluarganya kini adalah istrinya. Istrinya bekerja sebagai buruh cuci serabutan dengan penghasilan yang tak seberapa, untuk makan pun terkadang mereka kesusahan. Alhamdulillah Bapak Gani telah menjalani operasi pada mata kanannya. Pasca operasi mata Bapak Gani diperkirakan akan pulih benar sekitar dua bulan ke depan. Bapak Gani akan dijadwalkan menjalani operasi ke-2 tiga bulan yang akan datang. Bapak Gani masih harus berobat jalan sembari menunggu jadwal operasi berikutnya dan untuk memeriksakan kondisi mata kanannya pasca operasi. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk operasional berobat. Sebelumnya Bapak gani dibantu dalam Rombongan 1074.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur Dita @ririn_restu

Pak Gani menderita katarak


ABDUL MUHYI (6, Hernia). Alamat : Dusun Kenaiban, RT 1/2, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Abdul adalah putra tunggal pasangan Bapak Muhayat dan Ibu Sunirah. Kondisi Abdul sangat memprihatinkan, buah zakarnya semakin membesar yang disertai rasa sakit. Saat dibawa ke Klinik Ananda, Abdul dirujuk ke rumah sakit untuk dioperasi, namun Ibu Sunirah urung membawanya karena keterbatasan biaya dan tidak memiliki kartu jaminan kesehatan. Ibu Sunirah kini harus berjuang sendirian menjadi orang tua tunggal karena Bapak Muhayat sudah beberapa tahun pergi. Keadaan ekonomi yang serba kekurangan dan hidup merantau jauh dari keluarga membuat Ibu Munirah hanya mampu membawa Abdul berobat ke pengobatan alternatif. Ibu Munirah hanya bisa pasrah dan sangat sedih dengan keadaan Abdul. Alhamdulillah setelah mendapat santunan awal dari Sedekah Rombongan untuk pembuatan JKN – KIS, Abdul dapat berobat. Ia pun diharuskan menjalani serangkaian pemeriksaan di RS Melati Tangerang dan Alhamdulillah buah zakarnya mengecil tapi masih harus diobservasi untuk tindakan selanjutnya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk operasional berobat Abdul. Sebelumnya Abdul telah dibantu dalam Rombongan 1074.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur Dita @ririn_restu

Abdul menderita hernia


ASIAH BINTI ACENG (39, Kanker Payudara). Alamat : Jln. Aria Santika, RT 3/3, Kel. Sumur Pancing, Kec. Karawaci, Kota Tangerang, Prov. Banten. Ibu dari dua orang anak ini, mengalami kanker payudara sejak dua tahun lalu. Berawal dari benjolan kecil di payudara Ibu Asiah yang ia abaikan, lama – kelamaan benjolannya semakin membesar, terasa nyeri, hingga membuatnya demam. Ibu Asiah akhirnya dibawa ke Puskesmas oleh sang suami, namun ia dirujuk ke RS Hermina. Ibu Asiah didiagnosis mengalami kanker payudara dan harus rutin menjalani kemoterapi. Penghasilan sang suami sebagai buruh serabutan tak mampu membiayai kebutuhan pengobatan Ibu Asiah. Hal itu membuat pengobatan Ibu Asiah tidak maksimal. Tak hanya Ibu Asiah, putri sulungnya pun mengalami sakit yang serupa. Ibu Asiah pun semakin bingung untuk biaya transportasi berobat ia dan anaknya meski telah memiliki JKN – KIS kelas III. Pada 10 September 2017 seharusnya Ibu Asiah menjalani kemoterapi, namun tak dapat ia lakukan karena tak memiliki uang untuk ongkos ke rumah sakit. Ibu Asiah hanya bisa pasrah, dalam kepasrahannya itu alhamdullilah Allah pertemukan Kurir Sedekah Rombongan yang memberikan bantuan untuk pengobatannya. Kondisi Ibu Asiah kini badannya semakin kurus, dan kepalanya botak akibat kemoterapi yang dijalaninya. Ibu Asiah masih menjalani kemoterapi dan menunggu jadwal operasi. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk operasional kemoterapi dan berobat. Sebelumnya Ibu Asiah dibantu dalam Rombongan 1066.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur Dita @ririn_restu

Ibu Asiah didiagnosis mengalami kanker payudara


SITI QORYATUL HASANAH (16, Kanker Tulang). Alamat : Kp. Cikapling, RT 1/2, Ds. Pondok Jaya, Kec. Sepatan, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Qori mengalami sakit sejak 7 bulan yang lalu. Mulanya Qori terjatuh dari motor dengan posisi miring dan tulang kaki tertimpa motor. Pertolongan pertama pada waktu itu Qori dibawa ke tukang urut, namun belum juga mengalami kesembuhan bahkan ia mengalami kesulitan berjalan. Qori kembali dibawa ke berbagai tukang urut namun belum ada hasil dan kondisinya semakin memburuk. Akhirnya sebulan kemudian ia dibawa ke RSU Tangerang dan dirawat inap selama 3 minggu. Qori didiagnosis mengalami kanker tulang dan disarankan menjalani operasi tulang belakang. Pasca operasi Qori menjalani rawat jalan selama 3 minggu dan dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta untuk menjalani operasi yang ke-2. Kondisi Qori semakin melemah, bahkan ia juga mengalami sakit paru – paru. Berat badan Qori semakin menurun dan dokter menyarankan untuk pulang terlebih dulu guna perbaikan gizinya. Tak hanya itu di sekitar kepala, mata, dan pelipis Qori terdapat benjolan. Kini Qori hanya bisa terbaring di tempat tidur dan masih menjalani rawat jalan. Qori merupakan anak piatu karena ibunya, Eli Sufriyati, telah meninggal dunia. Ayah Qori, Sahroni (45), bekerja sebagai buruh dengan penghasilan yang sangat kecil. Penghasilannya bahkan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari karena harus digunakan untuk transportasi berobat Qori ke RS Fatmawati yang jaraknya jauh dari rumah. Pak Sahroni hanya bisa pasrah atas penyakit yang dialami anaknya. Dalam kepasrahannya itu, alhamdulillah Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan Pak Sahroni. Kini Qori kondisinya sudah membaik, benjolan di kepalanya sudah mengecil dan ia lebih ceria dari sebelumnya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk operasional berobat, setelah sebelumnya dibantu dalam Rombongan 1066.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 November 2017
Kurir : @nurmanmlana Dita @ririn_restu

Qori didiagnosis mengalami kanker tulang


MUHAMMAD UMAR (45, Stroke). Alamat : Jln. Ki Ujung, No. 4, RT 4/1, Ds. Kaujon, Kec. Serang, Kota Serang, Provinsi Banten. Pak Umar kerap tetanga memanggilnya. Pak Umar adalah pengemudi ojek online, setiap hari ia menarik ojek dari pagi sampai sore, bahkan terkadang sampai malam hari. Pak Umar bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya yang hidup serba kekurangan. Pak Umar tinggal di sebuah kontrakan bersama anak perempuanya yang masih SD. Istri Pak Umar meninggal ketika anaknya masih kecil. Kini Pak Umar tidak bisa mengojek lagi karena terjatuh saat hendak menjemput penumpang. Pak Umar sempat tak sadarkan diri, namun setelah beberapa saat ia tersadar. Luka yang diderita Pak Umar terlihat tak terlalu parah, hingga ia langsung dibawa ke kontrakan oleh temannya sesama pengemudi ojek online. Selang lima hari, badan Pak Umar mulai sulit digerakkan dan penglihatan mata kanannya mulai tidak fokus. Melihat kondisi Pak Umar yang semakin memburuk, kakaknya membawanya ke RSUD Serang. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, Pak Umar didiagnosis mengalami stroke ringan dan harus dirawat di rumah sakit. Saat itu Pak Umar tak memiliki jaminan kesehatan apapun, ia dirawat sebagai pasien umum. Selama Pak umar dirawat biaya ditanggung oleh saudara dan kakaknya yang seorang janda. Kedua orang tua Pak Umar sudah lama meninggal. Alhamdulillah setelah dibantu Sedekah Rombongan untuk pembuatan KIS, Pak Umar bisa berobat. Kondisi Pak Umar kembali menurun, ia tidak lagi bisa berjalan dan membutuhkan bantuan orang lain untuk beraktivitas. Keluarga akhirnya memutuskan untuk membawa Pak Umar terapi setiap dua minggu sekali sembari menjalani kontrol rutin. Walaupun upaya pengobatan dan terapi sudah dilakukan, namun penyakit Pak Umar tak kunjung ada perubahan, bahkan penglihatannya semakin tidak jelas. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan terapi. Sebelumnya Pak Umar dibantu pada rombongan 1066.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 November 2017
Kurir: @nurmanmla

Pak Umar menderita stroke

REKAPUTILASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 UMAR AMING 500.000
2 EVRI YANTI 1.000.000
3 DEDI IRAWAN 1.000.000
4 SILVA NADILA 750.000
5 SYAKILA CHOIRUNNISA 750.000
6 WAHIDIN MUHAMMAD 750.000
7 ISWAH YUDI 500.000
8 ANDANG BINTI BOHIM 500.000
9 ROHJAT IRAWAN 500.000
10 NAMI BINTI PEYANG 500.000
11 FACHRI AL FAQI KHOIRULLAH 1.000.000
12 SURONO BIN ATMOREJO 1.000.000
13 SURONO BIN ATMOREJO 1.000.000
14 MUHAMMAD RAFIANSYAH 500.000
15 DIMAS DWI NUGROHO 1.000.000
16 YULIANA MESAH 1.000.000
17 MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI 1.000.000
18 MUHAMMAD RAFI FIRMANSYAH 500.000
19 SITI BINTI KUSEN 500.000
20 MUHAMMAD NUR CHOLIK 1.000.000
21 MUTIARA  AMBARWATI 1.000.000
22 ANAH SARWADI 500.000
23 KASREM BINTI WIRYO 500.000
24 SRI MULYATI 500.000
25 MUHAMMAD YAHYA 500.000
26 MUHAMMAD FATIH MUZAKI 500.000
27 SANUSI BIN SUKMA 500.000
28 AHMAD SYAFEI 500.000
29 TUTI BINTI ABDULAH 500.000
30 MAMDUDAH BINTI TARI 500.000
31 LATIFAH BINTI SALWAN 1.000.000
32 ULMI YANTI 500.000
33 NAYLA OKTAFIANI 500.000
34 RINI PERMATASARI 1.000.000
35 JAHROTUL UYUN 500.000
36 SARNAWI BIN MAKRUM 500.000
37 MUTIAH BINTI ABDUL MAJID 500.000
38 MURSADAH BINTI ENJI 500.000
39 AMSAH BINTI KISPAR 500.000
40 SANUSI BIN ADAM 500.000
41 RIDHO BIN SANILAN 500.000
42 ADE YULIAWATI 500.000
43 JOKO MUHAJIRIN 500.000
44 MUHAMMAD YUSUF KURNIAWAN 500.000
45 SUSANTI KUMALA SARI 500.000
46 MUHAMMAD ALIGANI 500.000
47 ABDUL MUHYI 500.000
48 ASIAH BINTI ACENG 500.000
49 SITI QORYATUL HASANAH 500.000
50 MUHAMMAD UMAR 500.000
Total 31.750.000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 31,750,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1103 ROMBONGAN

Rp. 58,839,219,361,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.