Rombongan 1102

Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api.
Posted by on January 26, 2018

ARIEF HUSEIN (38, TB Paru). Alamat : Kp. Ceger Gg. Najil Dalam No. 20 RT 4/3, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Tanggal 4 Juni 2017, awalnya Pak Arief positif terjangkit DBD dan dirawat selama 4 hari di RS Hermina Galaxy Bekasi. Setelah keluar dari RS Hermina Galaxy trombositnya normal tetapi HB nya rendah. Dengan kondisi seperti ini Pak Arief tetap bekerja, namun karena kondisi tidak kunjung membaik akhirnya setelah hari raya Idul Fitri 1438 H Pak Arief dirujuk ke RS Ananda Bekasi dengan keadaan HB rendah dan feses berwarna hitam (didiagnosa ada luka di usus). Setelah pengobatan rawat jalan selama seminggu di RS Ananda, Pak Arief dirujuk ke RSCM Jakarta, kemudian masuk IGD selama 2 hari. Setelah itu Pak Arief dirawat selama 2 minggu di ruang isolasi dengan diagnosa TB Luar, peradangan di lambung dan masalah imunitas. Hingga saat ini Pak Arief masih rutin menjalani kontrol ke rumah sakit. Pak Arief memiliki kartu BPJS Kesehatan Mandiri dan masih bisa digunakan. Saat ini mereka sangat kesulitan ekonomi karena Pak Arief sebagai kepala keluarga sudah tidak dapat bekerja lagi. Sedangkan istrinya Bu Marni (21) sedang hamil 7 bulan. Selama menjalani pemeriksaan kontrol rutin ke rumah sakit, Pak Arif harus membeli obat yang tidak tercover BPJS. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk pembelian obat. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1092.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 1 Desember 2017
Kurir : @ddsyaefudin Sasa

PAk Arief menderita TB Luar


ARIEF HUSEIN (38, TB Paru). Alamat : Kp. Ceger Gg. Najil Dalam No. 20 RT 4/3, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Tanggal 4 Juni 2017, awalnya Pak Arief positif terjangkit DBD dan dirawat selama 4 hari di RS Hermina Galaxy Bekasi. Setelah keluar dari RS Hermina Galaxy trombositnya normal tetapi HB nya rendah. Dengan kondisi seperti ini Pak Arief tetap bekerja, namun karena kondisi tidak kunjung membaik akhirnya setelah hari raya Idul Fitri 1438 H Pak Arief dirujuk ke RS Ananda Bekasi dengan keadaan HB rendah dan feses berwarna hitam (didiagnosa ada luka di usus). Setelah pengobatan rawat jalan selama seminggu di RS Ananda, Pak Arief dirujuk ke RSCM Jakarta, kemudian masuk IGD selama 2 hari. Setelah itu Pak Arief dirawat selama 2 minggu di ruang isolasi dengan diagnosa TB Luar, peradangan di lambung dan masalah imunitas. Hingga saat ini Pak Arief masih rutin menjalani kontrol ke rumah sakit. Pak Arief memiliki kartu BPJS Kesehatan Mandiri dan masih bisa digunakan. Saat ini mereka sangat kesulitan ekonomi karena Pak Arief sebagai kepala keluarga sudah tidak dapat bekerja lagi. Sedangkan istrinya Bu Marni (21) sedang hamil 7 bulan. Selama menjalani pemeriksaan kontrol rutin ke rumah sakit, Pak Arif harus membeli obat yang tidak tercover BPJS. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk pembelian obat. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan yang sama.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 4 Januari 2018
Kurir : @ddsyaefudin Sasa

Pak Arief menderita TB Luar


ARIEF HUSEIN (38, TB Paru). Alamat : Kp. Ceger Gg. Najil Dalam No. 20 RT 4/3, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Tanggal 4 Juni 2017, awalnya Pak Arief positif terjangkit DBD dan dirawat selama 4 hari di RS Hermina Galaxy Bekasi. Setelah keluar dari RS Hermina Galaxy trombositnya normal tetapi HB nya rendah. Dengan kondisi seperti ini Pak Arief tetap bekerja, namun karena kondisi tidak kunjung membaik akhirnya setelah hari raya Idul Fitri 1438 H Pak Arief dirujuk ke RS Ananda Bekasi dengan keadaan HB rendah dan feses berwarna hitam (didiagnosa ada luka di usus). Setelah pengobatan rawat jalan selama seminggu di RS Ananda, Pak Arief dirujuk ke RSCM Jakarta, kemudian masuk IGD selama 2 hari. Setelah itu Pak Arief dirawat selama 2 minggu di ruang isolasi dengan diagnosa TB Luar, peradangan di lambung dan masalah imunitas. Hingga saat ini Pak Arief masih rutin menjalani kontrol ke rumah sakit. Pak Arief memiliki kartu BPJS Kesehatan Mandiri dan masih bisa digunakan. Saat ini mereka sangat kesulitan ekonomi karena Pak Arief sebagai kepala keluarga sudah tidak dapat bekerja lagi. Sedangkan istrinya Bu Marni (21) sedang hamil 7 bulan. Selama menjalani pemeriksaan kontrol rutin ke rumah sakit, Pak Arif harus membeli obat yang tidak tercover BPJS. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk pembelian obat. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan yang sama.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 18 Januari 2018
Kurir : @ddsyaefudin Sasa

Pak Arief menderita TB Luar


MUHIDIN BIN SUTARNO (42, Stroke). Alamat : Kampung Pisangan Bulak RT 10/5, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, DKI Jakarta. Didin adalah nama panggilan sehari-harinya, setahun lalu ia masih bekerja sebagai professional marketing di sebuah perusahaan refractory di daerah Citeureup Bogor. Hingga pada suatu hari di penghujung tahun 2016 saat Didin pulang dari kantornya ia mengalami pusing yang sangat berat hingga mengakibatkan dia pingsan di dalam mobil perusahaan yang ia kendarai, untung di sekitaran tempat kejadian banyak orang-orang yang menolongnya membawa ke rumah sakit. Hampir 2 minggu ia dirawat karna mengalami ketidaksadaran yang cukup lama dan ia didiagnosis terkena stroke setelah dilakukan CTScan, hingga saat ini Didin kehilangan pekerjaannya. Sampai saat ini ia berobat dengan terapi dan lainnya, namun biaya berobat sangat membebani Didin dikarnakan iasudah tidak lagi bekerja. Didin masih membiayai 4 orang anak-anaknya yang masih sekolah, sedangkan istri memaksakan diri bekerja sebagai buruh di pabrik untuk membantu biaya sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga yang memerlukan uluran tangan ini, bantuan lanjutanpun disampaikan untuk membeli akomodasi dan biaya terapi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1081.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin Ruhendra

Pak Muhidin terkena stroke


MTSR BANDUNG RAYA 2 (B 2641 BF, Biaya Operasional November 2017). Sejak bulan Mei 2014, Sedekah Rombongan Bandung Raya dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan membantu para dhuafa yang sakit dan tidak mampu melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Kendaraan serbaguna ini difungsikan sebagai ambulans dan mobil jenazah. Sampai saat ini, keberadaan MTSR Bandung Raya sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan Sedekah Rombongan Bandung Raya maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan sejak Februari 2015, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya semakin tinggi. Selain antar jemput pasien atau jenazah di sekitar Bandung Raya, hampir setiap hari MTSR bergerak sampai ke pelosok desa di kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Melihat banyaknya warga dhuafa sakit yang membutuhkan ambulans, alhamdulillah, pada awal Mei 2016, sedekaholics Sedekah Rombongan mempercayakan lagi satu unit mobil ambulans (AVP, B 2641 BF) tambahan untuk dikelola Sedekah Rombongan Bandung Raya. Menghadapi medan Kabupaten dan Kota madya Bandung, ambulans yang kerap dipanggil ‘Mr. Black’ ini tentu harus tampil prima. Selain penggantian pelumas dan servis rutin, ketersediaan bahan bakar menjadi keharusan agar MTSR Bandung Raya 2 senantiasa laik dan layak jalan. Selama bulan November 2017 telah dikeluarkan kebutuhan biaya operasional MTSR Bandung Raya 2 yang digunakan untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) guna keperluan antar-jemput pasien dampingan yang berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung atau ke luar kota di wilayah Jawa Barat, ganti tutup radiator dan laher ban depan (kiri), top up E-Toll dan keperluan lainnya. InsyaAllah, MTSR Bandung Raya 2 akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh para dhuafa di wilayah Bandung Raya dan Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para sedekaholics Sedekah Rombongan dibalas oleh Allah SWT dengan berkah dan janah di dunia dan akhirat. Aamiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1084.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.966.000,-
Tanggal: 4 Januari 2018
Kurir: @ddsyaefudin @lisdamojang

Biaya Operasional November 2017


MAULA BUDI ASTUTI (13, Leukimia). Alamat: Kp. Bojong Koneng RT 4/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sejak Januari 2015 Dik Maula mengeluh pusing, demam dan pucat. Saat itu ia memeriksakan ke klinik terdekat, namun dirujuk ke rumah sakit dengan alat yang lebih memadai. Berjalannya waktu pengobatan Maula dilanjutkan di kampung halamannya di Jogyakarta. Ia sempat didampingi Kurir Sedekah Rombongan Jogyakarta serta menerima bantuan bekal selama menjalani pemeriksaan. Saat ini Maula menjalani pengobatan rutin di RS Kramat 128 Jakarta Pusat sebulan 2 kali kunjungan. Mereka sempat kesulitan biaya akomodasi serta bekal untuk ke rumah sakit. Ayahnya, Pak Budi Harto (45) hanya seorang tukang ojek, sedangkan ibunya, Bu Dasem (43) ibu rumah tangga. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RS Kramat 128 Jakarta Pusat dan membeli obat yang tidak tercover BPJS. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1067.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mardisay @SuharnaYana

Maula menderita leukimia


HANI NURHAWATI (36, Lupus + Kanker Kulit). Alamat: Jl. Cicadas Girang RT 1/6, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Istri Aji Hendratna (39) ini adalah ibu dari 4 anak. Mereka tinggal di rumah kontrakan kecil dan sempit. Sejak 3 tahun lalu, ia didiagnosis kanker kulit dan penyakit Lupus. Meski penyakitnya tergolong berat, Bu Hani tidak patah semangat. Ia semakin rajin bekerja dan mencari nafkah sebagai buruh cuci untuk tambahan biaya berobat. Sampai saat ini ia tak henti mengikuti pengobatan rawat jalan pada dokter yang bertugas di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ia menyadari bahwa jaminan kesehatan BPJS PBI Kelas 3 tidak menjamin seluruh obat yang diresepkan dokter untuknya. Kondisi memprihatinkan muncul bila sedang kambuh, dari kulit kepalanya akan timbul perdarahan. Meskipun demikian, Bu Hani tetap menerima keadaan yang menimpa dirinya dan tetap bertawakal kepada Allah atas penyakit yang ia derita. Ia juga mencoba terus pasrah sambil terus berusaha, bekerja menjadi pembantu dan tukang cuci. Karena ketidaknyamanan dan stres, kondisinya makin memprihatinkan. Ia merasakan nyeri, gatal, dan perih hampir di setiap bagian dari tubuhnya. Pada 18 September 2015 kurir Sedekah Rombongan (#SR) menemuinya di RSHS. Kondisnya masih memprihatinkan dan ia harus terus berobat. Begitu juga, saat dijemput selesai berobat pada 14 November 2015, ia masih diharuskan berobat dan alhamdulillah sedekaholics #SR memberinya bantuan. Pada akhir Desember 2015, ia mengeluhkan rasa sakit di telinganya. Kondisi Bu Hani semakin memburuk. Pada awal Februari 2016, dia meminta bantuan kurir #SR untuk berobat karena beberapa bagian dari kulit kepalanya kerap mengeluarkan nanah. Maka untuk meringankan beban Bu Hani, pada bulan itu #SedekahRombongan juga memberinya bantuan untuk biaya berobat. Pada akhir Maret 2016 Bu Hani kembali memohon bantuan #SR untuk melanjutkan pengobatan. Saat bertemu di RSHS Bandung, ia menyampaikan bahwa kanker di kulit kepalanya semakin menyebar. Pada Mei 2016 kurir #SR bertemu lagi dengan Bu Hani di RSHS Bandung saat ia berobat dan memberinya santunan lanjutan dari para dermawan. Pada minggu pertama di bulan Agustus 2016 ia menghubungi kurir #SR mengabarkan bahwa ia masih berobat rutin dan membutuhkan bantuan. Saat dijumpai di RSHS Bandung, kondisinya belum membaik. Ia masih membutuhkan uluran tangan. Pada Oktober 2016 kurir #SR di Bandung bertemu kembali dengan Ibu Hani di RSHS Bandung dan memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobat rutin. Pada akhir Desember 2016, Bu Hani mengabarkan bahwa ia masih rutin berobat dan membutuhkan bantuan. Ia masih terus berjuang menjalankan usahanya untuk sembuh dari penyakit yang lama ia alami. Maka untuk meringankan beban Bu Hani, pada akhir tahun 2016, Sedekah Rombongan memberinya bantuan lanjutan. Pada awal Maret 2017 ia juga kontrol rutin ke rumah sakit. Perkembangannya belum menggembirakan. Pada awal Mei 2017 Ibu Hani menghubungi kurir #SR, mengabarkan bahwa ia membutuhkan bantuan untuk membeli obat dan berobat rutin. Dengan bantuan sedekaholiks, alhamdulillah ia bisa terus berobat. Pada akhir Juni 2017 Ibu Hani melanjutkan pengobatannya dengan bantuan sedekaholik #SR. Dia diharuskan berobat rutin ke rumah sakit. Pada Oktober 2017 dia melanjutkan ikhtiar sehatnya dengan bantuan orang dermawan #SR. Kondisinya belum juga membaik. Pada Januari 2018 ia menghubungi kurir SR menyatakan bahwa ia akan berobat lagi. Alhamdulllah, dengan empati sedekaholics, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan untuk Ibu Hani Nurhawati yang digunakan untuk biaya transport-akomodasi berobat, membeli obat, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1074.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 17 Januari 2018
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda

Ibu Hani didiagnosis kanker kulit dan penyakit Lupus


OTONG MULAWARMAN (52, Hyper Thyroid + Katarak). Alamat: Kampung Cimuncang Tengah RT 2/7, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sungguh berat cobaan yang dialami Mang Otong –begitu sering ia disapa. Ia terus diuji dengan penyakit dan kemiskinan! Pofesinya hanya buruh cuci di perusahaan katering di kota Bandung. Istrinya, Bu Anah R (38), hanya ibu rumah tangga biasa. Bersama istri dan anak tunggalnya, dia menempati rumah peninggalan mertuanya yang dibangun di tanah milik PT KI, yang kondisinya sudah tak layak huni. Penderitaan mereka makin terasa sejak Mang Otong didiagnosa mengalami gangguan kelenjar tiroid pada 2005. Berbekal JAMKESMAS, ia mengupayakan pengobatan namun tak pernah sampai tuntas karena terhambat masalah biaya. “Untuk biaya hidup sehari-hari pun kembang kempis. Pekerjaan pun tidak setiap hari ada, padahal saya diupah harian …” tuturnya. Berdasarkan penuturannya pula, ia mengalami gangguan di matanya dan berobat rawat jalan di RSUD Soreang pada 2005 sampai 2006. Hasil: matanya berfungsi baik walau harus dibantu kaca mata. Pada 2009, ia memulai kembali pengobatan untuk mengatasi gangguan tiroidnya namun kembali terhenti karena alasan biaya. Bersyukur kurir #SR bisa bertemu dengan Mang Otong, yang tetap semangat untuk sehat dan membantunya memotivasi agar ia kontrol teratur serta meyakinkannya bahwa penyakitnya dapat diobati dengan ikhtiar dan izin Allah Swt. Kini ia rutin sebulan sekali kontrol ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung mengobati gangguan tiroidnya; alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan. Akan tetapi, pada awal April 2015 ia merasakan kedua matanya mengalami penurunan fungsi. Ia harus diperiksakan lagi ke RS Mata (RSM) Cicendo Bandung. Pada akhir Juni 2015 ia kontrol kembali ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Pada awal Agustus 2015 dia melakukan pemeriksaan mata kirinya yang kini kemampuan melihatnya menurun 40 persen. Pada 5 Oktober 2015 ia kontrol dan meme-rikasakan matanya ke RSM Cicendo. Pada 20 November 2015 dia juga kontrol lagi ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung, menjalani pemeriksaan rutin. Hasilnya, gangguan tiroid-nya masih ada, dan ia harus rutin kontrol. Pada akhir Januari 2016, Pak Otong kembali berobat ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Karena ia masih memerlukan bantuan untuk terus berobat sampai Allah Swt menyembuhkannya, sedekaholics #SR terus berempati kepada Mang Otong. Pada Mei 2016 kurir #SR bertemu lagi dengan Pak Otong saat ia berobat ke RSHS Bandung dan memberinya santunan lanjutan. Perkembangan kesehatannya membaik tetapi ia masih harus rutin kontrol sebulan sekali. Pada awal September 2016 Pak Otong mendapatkan bantuan dari Pemkab Bandung untuk perbaikan rumahnya. Dengan empati sedekaholics, alhamdulillah #SR juga memberinya bantuan untuk biaya tambahan renovasi rumahnya dan transportasi-akomodasi berobat. Pada pemeriksaan rutin di bulan November 2016, dia disarankan lagi memeriksakan matanya di RSM Cicendo. Berdasakan hasil pemeriksaan, ia harus menjalani operasi mata. Pada 18 November 2016, didampingi istrinya, ia datang ke RSM Cicendo untuk menjalani operasi. Akan tetapi, tim medis menunda operasinya karena retina matanya perlu ditangani terlebih dahulu dengan terapi sinar. Pada akhir Desember 2016 dia kontrol lagi ke RSM Cicendo sambil memastikan rencana operasi yang dijadwalkan pertengahan Januari 2017. Tetapi, karena ada gangguan pada jantungnya, tindakan operasi ditunda sampai jantungnya dinyatakan sehat. Pada pertengahan April 2017 ia menjalani kontrol dan memperbarui rujukan dari RSUD Soreang. Sampai Juni 2017 ia menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung dan RSM Cicendo dengan bantuan #SR. Pada akhir Oktober 2017 ia kontrol lagi ke RSUD Soreang dan RSHS. Ia rutin memeriksakan kesehatannya ke rumah sakit. Pada awal Januari 2018 penanganan medis untuk matanya dirujuk lagi ke RSM Mata Cicendo setelah ia memeriksaka ulang dari Faskes Tingkat Pertama dan Tingkat Kedua. Dia masih membutuhkan bantuan untuk ikhtiar kesembuhanhya. Alhamdulillah, dengan empati sedekahilocs, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para dermawan kepada Pak Otong yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1074.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Januari 2018
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda

ang Otong didiagnosa mengalami gangguan kelenjar tiroid dan katarak


SUNARTI BINTI ARI (48, Ca. Cervix). Alamat : Dusun Paleran, Desa Paguan, Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Empat bulan yang lalu ibu Sunarti mengalami penyakit yang diderita saat ini. Gejala awal timbulnya penyakit ini adalah ibu Sunarti mengalami keputihan yang berlebihan dan berbau, karena khawatir dengan kondisi saat itu ibu Sunarti dua bulan memeriksaan diri ke RS Bhayangkara, dan melakukan USG. Dari hasil pemeriksaan ibu Sunarti didiagnosa mengidap penyakit Kanker Serviks semakin lama penyakitnya semakin parah. Karena waktu itu ibu Sunarti dan keluarga tidak sanggup untuk membayar biaya pengobatan. Suami ibu Sunarti, Muksin (44) yang sehari- harinya bekerja sebagai seorang pedagang merasa kesulitan untuk mencari nafkah karena harus mendampingi sang istri. Sesekali suami ibu Sunarti megngkapkan kesedihan ketika dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Saat ini ibu Sunarti menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri Kelas III. setelah pengobatan di RSSA Malang semakin membaik, namun Allah berkehendak lain. Setelah empat bulan dalam masa dampingan Sedekah Rombongan, Ibu Sunarti berpulang menghadap sang Ilahi. semoga keluarga yang ditinggal kan di beri kesabaran dan ketabahan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.314.000,-
Tanggal : 26 November 2017 27 Desember 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @Lesi

Ibu Sunarti didiagnosa mengidap penyakit kanker serviks


MARSYAH AMANDA PUTRI, (1, Penyakit Jantung Bawaan) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/003, Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Marsyah Amanda Putri adalah Bayi yang lahir pada tanggal 25 Mei 2016 dari Ibu Listiani (32) mengalami Penyakit Jantung Bawaan sejak lahir yang mengakibatkan pernafasannya terganggu sesak nafas dan munculnya warna biru pada beberapa tempat, mulai dari bayi yang terlihat lebih biru saat menangis, mulai dari kuku, bibir serta lidah. Hal ini akan terjadi lagi saat bayi menggunakan banyak tenaganya, seperti menyejan saat buang air besar, menyusui dan melakukan beberapa hal yang menguras tenaga. Adik Marsyah ini dirawat di rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk pemulihan kondisinya yang melemah. Adik Marsyah memiliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI untuk meringankan beban keluarganya untuk berobat dan Alhamdulillah kondisi Adik Marsyah saat ini semakin membaik. Sastrawan Dwi Saputra (38) Ayah Adik Marsyah ini bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilannya tidak menentukan, hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke tempat tinggal Adik Marsyah untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Adik Marsyah yang memerlukan pengobatan lanjutan. Santunan yang diberikan untuk BPJS setiap Bulan, Akomodasi biaya Transport dan pembelian Obat-obatan yang tidak di tanggung di luar BPJS. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1073

Jumlah Santunan : Rp. 863.700,-
Tanggal : 7 November 2017, 9 Desember 2017, 14 Desember 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @Edikpurwanto

Marsyah mengalami penyakit jantung bawaan sejak lahir


NGATINI BINTI MUHAMMAD, (53, Kanker Telinga) Alamat Jalan Jumat Lingk Karangmluo RT/RW 002/006, Desa Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pada enam bulan yang lalu Ibu Ngatini merasa kesakitan di telinga sebelah kanannya, ia pun kemudian memerikasakan ke Puskesmas Mangli. Dokter mendiagnosis Ibu Ngatini hanya mengalami infeksi telinga biasa dan sejak itu ia tidak pernah lagi berobat. Selang beberapa bulan kemudian, rasa sakit kembali terulang dan semakin memburuk hingga akhirnya ia dibawa ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, diketahui terdapat kanker di telinga Ibu Ngatini yang sudah merembet ke kepala. Dokter yang menangani Ibu Ngatini, merujuk ke RSUD Soetomo Surabaya untuk diperiksa lebih lanjut. Hasil CT-Scan juga menyatakan kanker telinga Ibu Ngatini sudah kronis. Saat ini, Ibu Ngatini hanya bisa terbaring di ranjang karena tidak bisa bangun. Kondisi Ibu Ngatini sangat lemah dan ia menahan sakit pada telinga dan kepalanya. Ibu Ngatini adalah seorang Ibu rumah tangga, selama sakit ia tidak bisa bekerja mengurus rumahnya. Ibu Ngatini tinggal bersama Suaminya yang bekerja sebagai buruh angkutan umum, yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Ibu Ngatini terdaftar sebagai peserta layanan kesehatan BPJS PBI. namun Allah berkehendak lain. Setelah satu bulan setengah dalam masa dampingan Sedekah Rombongan, Ibu Ngatini berpulang menghadap sang Ilahi. semoga keluarga yang ditinggal kan di beri kesabaran dan ketabahan.

Jumlah Santunan : Rp. 1.035.000,-
Tanggal : 14 Desember 2017 dan 15 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Ibu Ngatini menderita kanker telinga


KHOIRUL ANAM, (1, Hydrocephalus) Alamat Desa Klabang, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Khoirul Anam sejak lahir telah di diagnosa Hydrocephalus. Sejak itu adik bayi ini sering sekali demam dan pada akhir Maret 2017 ini Khoirul anam badannya panas tinggi serta menangis terus tiada henti. Oleh kedua orangtuanya segera di bawa ke Puskesmas Kec terdekat dan oleh dokter anak disarankan agar di bawa ke RSUD Dr. Koesnadi Bondowoso untuk pemeriksaan lanjutan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan menjumpai keluarga Bayi Khoirul Anam untuk dilakukan survey. Khoirul Anam anak dari Pasangan Ibu Yusi (22) yang berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga dan Bapak Rahman (27) bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak menentu, hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari keluarganya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para Sedekaholics untuk membantu Bayi Khoirul Anam. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Bayi Khoirul Anam. Terima Kasih Kepada Para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, Semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Desember 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @awwaludin_yudha

Khoirul Anam sejak lahir telah di diagnosa Hydrocephalus


MISYATI BINTI BUDIN, (36 , Multi Drug Resistant Tuberculosis ) Alamat Dusun Ajung Kulon, RT/RW 005/012, Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ibu Misyati sejak empat bulan ini menderita sakit TBC MDR. Gejala awal yang dialami seorang Ibu ini adalah sering mengeluhkan demam dan berat badan turun drastis. Pengobatan pertama dilakukan ke Puskesmas terdekat, dari hasil pemeriksaan dokter puskesmas, Ibu Misyati positif menderita Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR TBC) dan diharuskan berobat rutin selama sembilan bulan. Namun, kondisi Ibu Misyati terus menurun yang akhirnya dilarikan ke RS Swasta Paru Jember. di RS Paru Jember, Ibu Misyati langsung mendapatkan perawatan intensif rawat inap selama, pasca perawatan dan pengobatan oleh team dokter yang menanganinya Ibu Misyati diharuskan melakukan injeksi (suntik) setiap hari selama enam bulan. Dan pada rawat inap di hari ke dua Ibu Misyati mengalami Kritis dan HB Ibu Misyati rendah memerlukan Darah sebanyak dua Kantong. setelah di transfusi darah sebanayak 2 kantong kondisi ibu Misyati masih mengalami kritis dan Dokter RS Paru Jember berusaha keras dalam pengobatan Ibu Misyati, Namun Allah berkehendak lain. bu Misyati berpulang menghadap sang Ilahi. semoga keluarga yang ditinggal kan di beri kesabaran dan ketabahan.

Jumlah Santunan : Rp. 1.857.000,-
Tanggal : 17 Januari 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @imamhariyadi

Ibu Misyati positif menderita Multi Drug Resistant Tuberculosis


MAK TI, (67, Dhuafa) Alamat Dusun Krajan RT/RW 001/005, Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Mak Ti adalah seorang Dhuafa yang hidup sebatang kara dirumah gubuk yang sederhana. Mak Ti tidak bekerja karena kondisi yang sudah berusia senja dan beliau sering dibantu oleh tetangganya untuk makan sehari-harinya. Ibu Ibu pengajian menginformasikan bahwa Mak Ti perlu bantuan untuk kebutuhan sehari-hari, Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat beliau. Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Mak Ti. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi kebutuhan biaya hidup untuk sehari – harinya. Semoga Santunan yang diberikan berguna bagi Mak Ti. Dan Semoga Santunan yang diberikan dari para Sedekaholics mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh dariNya Amin.. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1080

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Januari 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @Agungganong

Bantuan tunai


SENIMAN BINTI SUDARMO, (49,Dhuafa) Alamat Dusun Gumuk Bago RT/RW 001/001, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Seniman adalah seorang duafa yang hidup sebatang kara yang memiliki keterbelakangan mental / memiliki kelainan sejak lahir, dan juga tidak memiliki sanak family. Kesehariannya pun hanya dibantu oleh tetangga sekitar untuk makan sehari harinya. Warga sekitar menginformasikan bahwa bapak Seniman memerlukan bantuan karena dari keluarga tidak mampu atau dhuafa. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi ketempat tinggal beliau dan bersilahturahmi. Dan pada saat itu juga Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu bapak Seniman. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk kebutuhan sehari harinya. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi bapak Seniman. Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1085

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Januari 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bantuan tunai

—-
SANTUNAN AL QUR’AN DAN TATAKAN AL – QUR’AN MUSHOLA AL HIDAYAH yang berlokasi di Desa Pasar Rejo, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Ada sekitar 70 – 120 Kepala Keluarga yang bermukim di sekitar Mushola ini dan menggunakan Mushola ini sebagai tempat beribadah dan sebagai tempat untuk belajar Anak-anak disekitar mengaji. Masjid ini memiliki lebih dari 20 – 30 orang jamaah yang terdiri dari berbagai kalangan dan latar belakang jumlah jamaah Mushola ini juga terus bertambah dari tahun ke tahun. Namun seiring waktu pelaksanaan kegiatan belajar mengajar membaca Al-Qur’an ini Mushola Al Hidayah mengalami kendala, dikarenakan kekurangan sarana prasarana berupa Al-Qur’an oleh karena itu Mushola Al Hidayah membutuhkan bantuan karena Al-Qur’an yang dimiliki Mushola Al Hidayah kurang memadai dan kurang layak. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ke Mushola Al Hidayah dan pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics, Santunan yang diberikan berupa Al-Qur’an dan tatakan Al Qur’an. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi anak-anak yang belajar mengaji dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.0000,-
Tanggal : 27 Desember 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @awwaludinyudha

Bantuan Al-Qur’an dan tatakan Al Qur’an


NAZWA NURAINI, (2, Kanker Mata) Alamat Dusun Pomo RT/RW 006/015, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Nazwa, biasa ia panggil. Adik Nazwa menderita sakit mata sejak sepuluh bulan yang lalu yang di awali dengan gatal – gatal dan sering mengeluarkan air mata. Oleh orang tuannya di beri obat tetes dan setelah seminggu berlalu mata adik Nazwa semangkin membengkak dan timbul benjolan di mata sebelah kanannya. Nazwa Nuraini tinggal dirumah sederhana di daerah pertanian. Nazwa anak dari pasangan Ibu Nanik (32) yang berprofesi sebagai Ibu rumah tangga dan Bapak Nur Kholis (38) yang bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari bagi keluarga kecilnya. Setelah membengkak oleh keluarga di periksakan ke Puskesmas terdekat Karena diduga penyakit di mata kanannya itu serius, penanganan medisnya lalu dirujuk ke RSUD Balung Jember yang akhirnya merujuk lagi ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Adik Nazwa setelah diperiksakan didiagnosa terserang kanker di retinoblastoma atau kanker mata. Setelah menjalani semua tahapan pemeriksaan. Oleh Dr. Soebandi Jember di rujuk lah ke RSSA Malang untuk mata kanan Nazwa segera di operasi di RSSA Malang. Adik Nazwa memiliki Jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para Sedekaholics untuk Nazwa, Santunan yang diberikan Pembayaran iuran BPJS dan Transportasi Pasien. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Nazwa dan segera diberi kesembuhan. Terima Kasih kepada Sedekah Rombongan dan para Sedekaholics yang telah membantu. Semoga mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb.

Jumlah Santunan : Rp. 708.000,-
Tanggal : 12 September 2017, 9 Oktober 2017, 7 November 2017, 8 Desember 2017, 10 Januari 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @agungganong

Nazwa menderita kanker mata


ZAHIRA BILQIS SALSA BILA, (4, Kanker Mata) Alamat Jl. Koptu Berlian RT/RW 004/007, Desa Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pada satu tahun yang lalu, diketahui terdapat benjolan kecil pada kelopak mata Kiri adik Zahira. Karena dirasa biasa dan tidak terasa sakit, benjolan tersebut dibiarkan saja. Seiring berjalannya waktu, benjolan yang awalnya kecil menjadi semakin membesar. Adik Zahira pun segera dibawa untuk periksa ke rumah sakit. Dokter pun langsung mendiagnosis retinoblastoma atau kanker mata karena benjolan yang sudah membesar dan mengeluarkan darah. Zahira pun diberikan surat rujukan untuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk pengobatan yang lebih lengkap. Untuk bulan ini, adik Zahira telah menjalani beberapa pemeriksaan dan telah direncanakan untuk kemo terapi. Pada Bulan Desember ini, adik Zahira telah menjalani jadwal kemo terapi yang ke 3 dan ke 4. Ayah Zahira, Bapak Maryadi (41) bekerja sebagai buruh tani hanya mampu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-harinya dengan upah yang diterima. Sedangkan ibu adik Zahira, Ibu Marlik (30) hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Adik Zahira memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS NON PBI kelas III yang tiap bulannya di bayar oleh Sedekah Rombongan. Akan tetapi, keluarga sangat terbeban akan biaya transportasi dan kebutuhan hidup saat menjalani pengobatan di Malang. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan telah dipertemukan dengan adik Zahira dan bantuan pun diberikan untuk biaya transportasi, pembayaran Iuran BPJS setiap bulan dan Pembelian Obat. Semoga adik Zaahira diberikan kelancaran dalam menjalani pengobatan dan diberi kesembuhan. Amiin

Jumlah Santunan : Rp. 666.500,-
Tanggal : 12 Oktober 2017, 7 November 2017, 8 Desember 2017, 8 Januari 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @agungganong

Zahira menderita kanker mata


MOCH IQBAL ZAMRONI (17, Tumor Gusi) Alamat Dusun Krajan RT/RW 004/004, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Iqbal biasa ia panggil. Iqbal menderita penyakit serius sejak satu tahun yang lalu. Tak di sangka beliau menderita tumor gusi. Awalnya Iqbal merasakan gejala berupa gatal sekaligus sakit dalam gusi. Kemudian, tak lama gusinya membengkak. Karena hal tersebut akhirnya oleh orang tua Iqbal memeriksakan kondisinya ke Klinik Dokter Gigi. Akan tetapi, pihak Klinik menyarankan untuk diperiksakan ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk menajalani pengobatan serta operasi. Namun sayangnya, orang tuanya kebingung dengan masalah biaya pengobatan di RS serta Akomodasi selama di RS. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi dari warga sekitar bahwa Iqbal memerlukan bantuan pendampingan dalam berobat karena dari keluarga kurang mampu / dhuafa. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi tempat tinggal Iqbal untuk mengurus rujukan ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Iqbal memiliki Jaminan kesehatan berupa JKN – KIS PBI yang meringankan beban keluarganya. Iqbal anak dari pasangan Ibu Sulastri (36) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan Bapak Solihin (41) yang bekerja sebagai tukang ojek yang penghasilannya tidak menentu, hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari untuk keluarganya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Iqbal. Santunan yang diberikan di pergunakan untuk Akomodasi selama di rumah sakit dan Pembelian alat medis yang tak tercover BPJS. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Iqbal dan semoga sembuh seperti sediakala, Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 September 2017, 2 Oktober 2017, 18 Januari 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil

Iqbal menderita tumor gusi


MISDAR BIN JUMADIN, (75, Korban Longsor) Jalan KH. Wahid Hasyim V / 22 Link. Sawahan Cantikan RT/RW 001/004, Desa Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pada hari Sabtu sore tanggal 14 Januari 2018, terjadi hujan dengan intensitas sedang dan kadang-kadang bertambah deras mulai dari sore hari sampai dengan malam hari. Pada saat itu keluarga bapak Misdar sedang berkumpul dengan Istri dan cucunya dirumah seperti pada malam-malam biasanya. Namun pada hari itu sekitar jam dua malam, saat semua anggota keluarga tertidur pulas, dan tiba tiba rumah yang Bapak Misdar tempati tertimpa tanah longsor yang berada di bawah tebing jalan. Bapak Misdar tinggal di rumah amat sederhana di tanah miliknya yang luasnya tak seberapa. Rumah yang dibangun atas jerih payahnya sebagai buruh bangunan. Sehari-hari ia memang dikenal warga sebagai buruh harian lepas yang bekerja serabutan dengan penghasilan tak seberapa dan tak menentu. Bapak Misdar dan keluarganya termasuk dhuafa yang ditimpa juga dengan musibah. Tanpa bantuan lingkungan dan saudaranya, sulit bagi mereka untuk melanjutkan kehidupan. Mereka amat layak dibantu untuk meringankan beban yang kini menggelayuti hidup mereka. Saat ditemui kurir Sedekah Rombongan yang berbela sungkawa dan mendoakannya, Bapak Misdar tampak amat terhibur dan berterima kasih. Selain bersilaturahmi, bersyukur, Sedekah Rombongan juga berempati atas apa yang dialami Bapak Misdar dan keluarganya, dengan memberi mereka bantuan berupa uang dari titipan para Sedekaholics, yang digunakan untuk biaya sehari-hari Bapak Misdar dan keluarganya. Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Januari 2018
Kurir :@yudhoari @viandwiprayugo @imamhariyadi

Bantuan tunai korban longsor


SINDI RAHMADANI, (12, Hipospadia) Alamat Dusun Gumuk Gebang RT/RW 036/024, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Sindi Rahmadani, kesehariannya sering di panggil Sindi. Sindi mengalami sakit saluran lubang kencing yang tidak tepat pada lubang penisnya sejak mulai lahir, dan Sindi ditinggal oleh ibunya sejak umur satu tahun karena Ibunya meninggal karena mengakibatkan sakit Liver. Sakit yang di alami Sindi tidak diperiksakan ke rumah sakit karena keterbatasan biaya perekonomian. Dan saat ini Sindi tinggal bersama Neneknya yang bekerja buruh tani di desanya yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan medapatkan informasi dari warga sekitar bahwa Sindi memerlukan bantuan dalam berobat karena dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ketempat tinggal Sindi. Selang dua hari Sindi langsung dievakuasi ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perawatan dan pengobatan, dan Diagnosa Dokter menyatakan bahwa Sindi mengalami sakit Hipospadia. Hipospadia adalah kondisi di mana uretra tidak berada di posisi yang normal, dalam kondisi normal, lubang uretra terletak tepat di ujung penis untuk mengeluarkan urine. Tetapi pada pengidap hipospadia, lubang uretra justru berada di bagian bawah penis. Sindi memiliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI Kelas III yang meringankan beban keluarga selama Sindi masih berobat di rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Sindi untuk membantu Sindi. Santunan yang diberikan untuk pembayaran BPJS dan biaya perawatan dan pengobatan Pasien, dan Biaya Administrasi Pasien. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Sindi, dan Semoga santunan yang diberikan dari para Sedekaholics mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala Amin.. 1063

Jumlah Santunan : Rp. 532.500,-
Tanggal : 7 November 2017, 19 Desember 2017, 10 Januari 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @imamhariyadi @isroil

Sindi menderita hipospadia


SUWARNI NIKET, (56, Dhuafa) Alamat Dusun Krajan, Desa Gumelar, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ibu Niket adalah seorang Dhuafa yang hidup sebatang kara yang makan sehari-harinya serba kekurangan dan memiliki kekurangan fisik, Keseharianya pun hanya pencari kayu bakar dan beliau sering dibantu oleh tetangganya untuk makan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Ibu Niket bahwa beliau memerlukan bantuan. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal Ibu Niket. Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Niket. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari untuk Ibu Niket. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat dan semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh AllahSubhanahuwata’ala. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1085

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Januari 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bantuan tunai


ASMONOWATI (53, Keloid Akut), Bu Asmonowati usia 52 tahun tinggal di Dusun Ajung Krajan RT 02 RW 14, Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember Jawa Timur. Dalam kesehariannya berprofesi sebagai penjahit. Wanita yang berstatus janda ini memiliki satu orang putra yang baru saja menyelesaikan sekolah SMA. Semenjak beberapa tahun silam Bu Asmonowati menderita gangguan lapisan kulit di dadanya. Secara visual di identifikasi sebagai keloid. Penyakit ini awalnya dianggap penyakit kulit biasa namun seiring berjalannya waktu keloid nya meluas dan terasa nyeri, sampai-sampai jika penyakitnya kambuh kesulitan bernafaspun dia alami. Setelah Kurir Sedakah Rombongan Jember bersillaturahmi ke Rumah beliau, Jadwal pemeriksaanpun dibuat. Bu Asmonowati dibawa ke R.S Soebandi untuk melakukan pemeriksaan, diagnosa awal, terapi obat dan kemudian dilakukan operasi pengangkatan lapisan kulit di area dada. Sedekah Rombongan memberikan santuna kepada Bu Asmonowati untuk Pembelian Rutin Obat dan Salep di Luar BPJS dan Santunan Tunai. Santunan Sebelumnya masuk dirombongan 1088

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 12 Januari 2018
Kurir: @yudhoari @viandwiprayugo @Isroil

Bu Asmonowati menderita gangguan lapisan kulit di dadanya


MUNAWIR BIN WASIMIN (55, Gloukoma) Alamat : Dsn, Wringin Tengah, RT 2/6, Kelurahan. Wringin, Kec. Wringin, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Bapak Munawir di diagnosis menderita Gloukoma dengan keadaan yang sudah parah kedua matanya sudah tidak bisa melihat lagi, dengan kondisi yang seperti itu, beliau disarankan untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Dengan kondisi mata yang seperti itu, beliau tetap berusaha mencari nafkah. Beliau adalah seorang pembuat tape di kampungnya. Bu Sanimah (44) istrinya, adalah seorang ibu rumah tangga. Pendapatan yang diperoleh pak Munawir tidak menentu. Terkadang penghasilan dari menjual tape tidak cukup untuk biaya sehari hari beliau. Biaya transportasi yang mahal dan biaya hidup yang tidak murah membuat pak Munawir sempat menunda keberangkatannya. Mendengar hal itu kurir Sedekah Rombongan segera mendatangi rumah beliau dan mulai melakukan survey. Setelah dirasa cukup dan layak untuk dibantu, kami segera membawa pak Munawir ke Surabaya. Pak Munawir dan istri adalah pasangan suami istri yang taat beribadah. Terbukti pada saat berada di rumah singgah, ibadah sholat lima waktu tidak pernah mereka tinggalkan begitupun dengan sholat sunah seperti sholat dhuha dan sholat tahajud. Alhamdulillah, kami kurir Sedekah Rombongan bersyukur dipertemukan oleh keluarga pak Munawir. Belum seminggu menjalani perawatan di dokter Soetomo, mata sebelah kiri beliau sudah dioperasi dan digantikan oleh bola mata palsu. Saat ini pak Munawir menunggu pendonor mata untuk menggantikan mata sebelah kanan beliau. Harapan beliau dapat melihat dengan normal dan jelas kembali, tentu juga adalah harapan dari kami, kurir yang mendampingi beliau. Saat ini beliau sudah mendapatkan donor untuk mata kanan, namun beliau masih harus menunggu jadwal operasi dikarenakan ketersediaan ruangan operasi yang terbatas. menunggu jadwal operasi, beliau tetap melakukan kontrol rutin sebulan sekali agar kondisinya tetap stabil. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para Sedekaholics untuk Biaya Transportasi dan Biaya Pengobatan dan Perawatan pak Munawir. Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic.

Jumlah Santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2017, 6 Desember 2017, 14 Januari 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @awwaludinyudha

Bapak Munawir di diagnosis menderita gloukoma


ACE HARISKI (15, Kelainan Syaraf) yang bertempat tinggal di Dusun Krajan RT 03 RW 005, Desa Wringin, Kabupaten Bondowoso. Dik Riski sejak kelas 6 SD mengalami panas tubuh yang berlebihan. Kemudian dibawa berobat oleh orang tuanya ke Rumah Sakit, tapi keadaannya tidak malah membaik tapi malah semakin membuat kaku syarafnya. Bapaknya yang bekerja sebagai kuli bangunan dan ibunya yang bekerja sebagai pembuat besek ikan terus mengusahakan kesembuhan dik Riski. Kemudian dibawa berobat ke RS untuk kedua kalinya dan kemudian dibawa berobat alternatif ke Madura dengan menghasilkan jamu-jamuan untuk diminum. Namun tetap saja tidak membuahkan hasil. Dik Riski yang berasal dari keluarga yang kurang mampu akhirnya dibawa pulang ke rumah karena kebiasaan biaya. Sampai akhirnya dik Riski bertemu dengan Sedekah Rombongan. Sedekah Rombongan membantu dalam pengurusan pengobatannya yang di rujuk berobat kerumah sakit Dr. Soebandi Jember. Sedekah Rombongan membantu pembiayaan dan pendampingan saat berobat. Sedekah Rombongan juga membantu memberikan pinjaman kursi roda untuk membantu aktivitasnya. Santunan yang diberikan di bawah ini digunakan untuk Pembelian Susu dan Biaya Pengobatan dan Perawatan Pasien. Santunan sebelumnya Dik Riski ini masuk di rombongan 974

Jumlah Bantuan: Rp. 635.000,-
Tanggal: 18 Agustus 2017, 7 November 2017, 14 Januari 2018
Kurir: @yudhoari @viandwiprayugo @awwaludinyudha

Ace menderita kelainan syaraf


ECIN BINTI TAMAMI (63, Infeksi Paru Aktif). Alamat : Kp Cimuncang, RT 4/4, Desa Gunung Sari, Kec. Sukaratum Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Sudah tiga tahun, Bu Ecin menderita penyakit infeksi paru akut. Berawal dari rasa sakit di dadanya yang semakin menjadi dari hari ke hari. Semula, Bu Ecin masih bisa menahannya namun lama-kelamaan ia pun tumbang dan memaksakan diri untuk berobat ke puskesmas terdekat. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata Bu Ecin terkena infeksi paru aktif dan harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya untuk dirawat secara intensif namun Bu Ika menolak dan akhirnya hanya berobat di rumah. Beberapa hari setelah itu, Bu Ika tak sadarkan diri dan keluarganya pun membawanya ke RSUD dan dirawat inap selama 5 hari. Bu Ika sekarang hidup menjanda dengan satu anak dan hanya bergantung pada belas kasihan tetangganya karena kini ia sudah tidak bisa bekerja. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan pada Bu Ecin untuk biaya berobat dan akomodasi. Kondisi terkini, Bu Ecin kembali memburuk dan harus berobat lagi ke rumah sakit. Semoga penyakit Bu Ecin segera diangkat oleh Allah dan diberi ketabahan yang luas. Aamiin. Sebelumnya ada di Rombongan 1041.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 2 Desember 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu Ecin menderita penyakit infeksi paru akut


ALIMUDIN NURSAFEI (12, Gangguan Syaraf Kepala). Alamat : Dusun II Cibodas, RT 5/3, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ali adalah seorang remaja yang menderita gangguan pada syaraf di bagian kepala. Awalnya, ia mengalami kejang-kejang sesaat setelah panas tinggi. Ali dibawa ke rumah sakit dan masuk ICU selama 3 hari bahkan saat itu ia mengalami mati suri selama satu jam. Pada bulan Juli 2017 lalu, Ali masuk Rumah Sakit Umum KMC Kuningan. Ia mengalami koma kemudian masuk ICU selama 5 hari. Hal tersebut disebabkan karena ia kecapekan karena selama bulan Ramadhan ia ikut koprek sahur dan jarang tidur di rumah. Setelah pulang dari rumah sakit Ali mengeluhkan sering sakit kepala jika kehabisan obat dan belum kontrol. Kedua orang tua Ali, Bapak Washendar (45) bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan minim, sedangkan Ibu Narsiti (43) kesehariannya hanya mengurus rumah tangga. Biaya rumah sakit Ali mengandalkan bantuan BPJS jenis JKN-KIS PBI. Ali membutuhkan biaya transportasi untuk kontrol ke rumah sakit, membeli obat-obatan diluar jaminan BPJS serta biaya pendampingan medis. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Ali sehingga santunan awal dapat disampaikan kepada Ali untuk biaya kontrol rutin. Semoga Allah memberikan kemudahan bagi Ali untuk lekas sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Desember 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji @mayasaroh87

Ali menderita gangguan pada syaraf di bagian kepala


IAN SOPYAN SAURI (28, Tortikolis Sinistra). Alamat : Dusun Manis RT 2/3, Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Seorang pemuda yang akrab disapa Ian ini adalah seorang tukang parkir di sebuah pasar tradisional. Ia mulai menderita sakit pada tahun 2014. Saat itu, ia sedang memanggul barang belanjaan milik orang lain, tiba tiba tulang lehernya seperti ada yang patah, namun Ian tidak merasakan sakit sedikit pun. Kondisi tersebut tidak diberitahukan kepada orang tuanya. Selang beberapa waktu, ada perubahan di leher Ian, lehernya tidak bisa diluruskan lagi seperti sebelumnya. Dengan kondisi demikian, sayangnya Ian tidak melakukan pengobatan medis maupun tradisional. Kemudian pada tahun 2015, Ian dibawa ke pengobatan alternatif dan ke RSUD. Namun, karena keterbatasan biaya transportasi dan akomodasi pengobatan pun dihentikan. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ian. Dengan dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan Ian dibawa ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Berdasarkan hasil diagnosa dokter Ian menderita Tortikolis Sinistra, yaitu suatu gangguan pada otot leher yang mengakibatkan kepala terlihat memutar ke samping. Dengan keadaan seperti itu, Ian bekerja tidak maksimal. Setiap satu minggu sekali Ian melakukan kontrol ke rumah sakit. Jika ada keluhan yang dirasa, Tim medis memberikan suntikan vitamin kepada Ian. Selama beberapa minggu ini ian sudah tidak melakukan terapi dan hanya mendapat suntikan vitamin saja. Ibu Ian, Mulyati (47) saat ini sudah tidak bekerja,dan hanya mengandalkan penghasilan anaknya saja. Sedangkan Ayah Ian sudah meninggal dunia. Ian kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi ke rumah sakit. Biarpun demikian, pengobatannya sedikit terbantu dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan pun dapat menyampaikan santunan kesembilan kepada Ian untuk biaya transportasi keberangkatan selama berobat ke rumah sakit. Semoga Ian lekas diberi kesembuhan oleh Allah. Aamiin. Sebelumnya Ian masuk kedalam rombongan 1078.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.300.000,-
Tanggal : 29 Desember 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Ian menderita tortikolis sinistra


ELI ROHLIANAH (47, Supsect Infeksi Mata). Alamat : Lingkungan Lameayung RT 6/7, Desa Kuningan, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Eli merupakan seorang ibu rumah tangga yang kesehatan matanya terganggu. Awalnya, sejak 3 tahun yang lalu mata ibu Eli berwarna merah, gatal-gatal dan matanya sering berair. Apabila terkena sinar matahari mata terasa sakit dan membuat kepala pusing. Bahkan beliau juga merasa sakitnya seperti tersetrum. Hal tersebut membuat beliau segera memeriksakan kondisinya ke rumah sakit. Beliau sudah pernah berobat ke beberapa rumah sakit, seperti ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan, rumah sakit di Bogor, dan Eye Centre Kuningan. Namun, dokter hanya mengatakan bahwa beliau hanya terkena infeksi mata. Pihak dokter menyarankan agar beliau minum obat saja tanpa tindakan medis lain. Ibu Eli rutin melakukan kontrol matanya, tapi masih belum ada perubahan dan hanya mengkonsumsi vitamin yang diberikan dokter saja. Saat ini beliau menggunakan BPJS mandiri kelas III untuk pengobatannya. Beliau tinggal bersama kedua orang anaknya yang bernama Rian (18) dan Andri (23). Ibu Eli sudah berpisah dengan suaminya sehingga tidak ada yang memberi nafkah selain kedua putranya yang bekerja sebagai buruh harian lepas. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Eli sehingga santunan ketiga dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya pembayaran BPJS dan biaya transportasi. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Ibu Eli. Aamiin. Sebelumnya Ibu Eli masuk kedalam Rombongan 1084.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Desember 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Didi

Ibu Eli menderita infeksi mata


TRISMANA BIN KALBU (46, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Wage, RT 4/2, Desa Nusaherang, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Tris begitu beliau biasa di panggil, merupakan seorang kepala rumah tangga yang menderita penyakit gagal ginjal. Sejak bulan Mei tahun lalu kondisi kesehatan beliau menurun. Gejala yang beliau alami berupa badan lemas, perut sering sakit, buang air kecil kurang lancar dan juga hipertensi. Sayangnya, saat itu beliau hanya berobat ke dokter umum dan puskesmas di daerahnya. Pada bulan Agustus lalu, beliau mendapat rujukan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Juanda Kuningan. Kemudian beliau mendapat perawatan selama 7 hari. Pihak dokter menyampaikan bahwa beliau menderita gagal ginjal dan harus melakukan cuci darah rutin seminggu 2 kali. Hingga saat ini pun beliau harus rutin cuci darah. Dengan keadaan tersebut beliau tidak bisa bekerja seperti biasanya. Istri beliau, Ibu Entas Tasniah (43) juga hanya seorang ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Bapak Tris memiliki jaminan kesehatan BPJS jenis JKN-KIS PBI, namun beliau membutuhkan biaya akomodasi sekaligus transportasi selama menjalani cuci darah. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Bapak Tris sehingga santunan awal dapat disampaikan kepada beliau untuk biaya akomodasi dan transportasi. Semoga Allah memudahkan ikhtiar beliau untuk mendapatkan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Desember 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Didi

Pak Tris menderita penyakit gagal ginjal


YAYASAN RUMAH SEHAT EL ARBAH (BANTUAN PEMBELIAN OBAT-OBATAN). Alamat : Jl. Veteran no 21, Kec. Kuningan kel. Kuningan Kab. Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Rumah sehat El-Arbah merupakan organisasi di bawah Yayasan Sehat Madani El-Arbah. Rumah sehat ini berdiri pada bulan Mei 2017 dengan tujuan utama pengobatan gratis untuk dhuafa. Di dalam rumah sehat El-Arbah sendiri terdapat dokter umum, akupuntur, pijat refleksi, ruqyah dan bekam. Sumber dana didapat dari para donatur dan yayasan. Pasien utamanya sementara ini semua dhuafa di seluruh Kuningan. Saat ini hanya ada 1 tenaga medis di El-Arbah yaitu Dr. Gilang. Alat kesehatan masih banyak yang belum ada, namun alat pemeriksaan umum sudah cukup lengkap. Alat alat khusus untuk bedah minor, kehamilan, kedaruratan, pemeriksaan laboraturium sederhana belum lengkap malah ada yang belum tersedia. Bantuan dari Sedekah Rombongan digunakan untuk mencukupi kebutuhan obat-obatan. Sedangkan, untuk alat-alat khusus bagi pasien pihak El-Arbah membuka kerjasama dengan laboratorium besar yang alat-alatnya sudah lengkap. Dengan upaya tersebut, Alhamdulillah bisa mendapatkan pengobatan yang berkualitas dan pelayanan yang maksimal secara 100% gratis. Kendala yang berarti masih minim tenaga medis sehingga pelayanan medis lain seperti gigi, kehamilan dan melahirkan belum bisa dilaksanakan. Selain itu, tempat praktek pun masih sangat minimalis sehingga aliran pasien kadang terhambat. Selain itu, El-Arbah sendiri menerima pasien umum untuk subsidi silangkan sehingga bisa menutup biaya operasional dan menambah dana untuk pengobatan gratis dhuafa. Alhamdulillah karena pertolongan Allah bantuan Sedekah Rombongan mampu dimanfaatkan dengan baik. Semoga pasien dhuafa semakin mudah untuk mendapat pengobatan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Desember 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Ade

Bantuan pembelian obat-obatan


AMUD BIN SABAN (60, Stroke + Penyumbatan Jantung). Alamat : Lingk. Aton, RT 9/5, Kecamatan Kuningan, Kelurahan Cijoho, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Pak Amud, adalah seorang kepala rumah tangga yang bekerja sebagai buruh harian lepas. Berawal dari satu tahun yang lalu, tiba tiba kepala beliau sakit dan dadanya sesak sehingga jatuh dan kepalanya terbentur. Kemudian beliau dibawa ke rumah sakit dan dirawat selama 7 hari karna darah tinggi dan sesak nafas disertai kejang – kejang. Karna itulah, beliau kemudian mengalami stroke berat. Beliau juga tidak bisa berjalan dan selalu sesak nafas jika kambuh karna ada penyumbatan di jantung. Beliau melakukan kontrol ke rumah sakit jika ada biaya. Saat ini beliau mencoba alternative lain dengan mengkonsumsi obat obatan herbal juga. Beliau menggantungkan pengobatannya dengan menggunakan BPJS mandiri kelas III. Hanya saja, itu juga harus dibayar setiap bulannya. Semenjak sakit, beliau sudah tidak bisa bekerja lagi dan menghidupi keluarganya, istri beliau, Ibu Esih Sukaesih (47) hanya bekerja sebagai pedagang gorengan saja yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan pokok sehari – hari. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Amud sehinggan santunan ketiga pun diberikan untuk membantu biaya pembelian obat obatan herbal dan transportasi. Semoga Allah meberikan kesehatan kepada Bapak Amud. Amiin. Sebelumnya Bapak Amud masuk ke dalam Rombongan 1084.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Desember 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Peniiasih

Pak Amud menderita stroke + penyumbatan Jantung


BUDUIK BIN DARUK (68, Stroke). Alamat : Jalan Juanda, RT 1/4, Kelurahan Flamboyan Baru, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Pak Buduik adalah ayah dari 8 anak yang mengalami stroke karena jatuh di kamar mandi pada tahun 2000. Ketiadaan biaya membuat Pak Buduik hanya dibawa ke tukang urut oleh istrinya. Pak Buduik saat itu masih bisa berjalan walaupun kakinya masih lemah, dan ia pun tetap berusaha mencari nafkah sebagai kuli angkut di pasar. Kondisi Pak Buduik semakin lemah sehingga ia tidak bisa lagi menjadi kuli angkut sehingga sangat berpengaruh pada pendapatan keluarga. Pak Buduik sempat jatuh lagi sebanyak tiga kali, terakhir di awal tahun 2015 yang menyebabkannya tidak bisa bergerak sama sekali. Pak Buduik hanya bisa menghabiskan hari – harinya di selembar kasur tipis yang digelar di rumah kontrakannya yang sempit. Semua aktivitas Pak Buduik dibantu oleh anak-anak dan istrinya. Meski telah memiliki JKN – KIS PBI, Pak Buduik tidak bisa rutin berobat ke rumah sakit karena tidak memiliki uang untuk biaya transportasi. Istri Pak Buduik lah yang kini mencari nafkah dengan berjualan rempeyek yang dibuatnya sendiri dengan penghasilan sekitar 40 ribu rupiah per minggu. Dari penghasilan tersebut semua kebutuhan keluarga disandarkan, sehingga tidak cukup untuk kebutuhan pengobatan Pak Buduik, meskipun telah dibantu oleh sang anak yang bekerja serabutan sebagai kuli bangunan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan Allah dengan Pak Buduik dan keluarganya. Disertai tangis haru dan dengan terbata – bata Pak Buduik dan istri mengucapkan rasa syukur dan terimakasih saat titipan langit dari Sedekaholics disampaikan untuk pengobatan Pak Buduik. Semoga Pak Buduik tetap dikuatkan Allah dalam menjemput ikhtiar untuk kesembuhannya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp500.000,-
Tanggal : 8 Januari 2018
Kurir : @arfanesia @eldaritarosman @ririn_restu

Pak Buduik mengalami stroke


DARIP BIN PEI (50, Stroke). Alamat : Jalan Pancasila Sakti, Gang Forum, Lingkungan I, RT 15/-, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Awalnya, tepat 3 bulan yang lalu, ketika memasuki bulan Ramadhan, Pak Darip mendadak ingin sekali memakan buah durian, dilanjutkan dengan makan sop kambing. Setelah selesai makan, tidak lama beliau merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya, badannya terasa lemas dan tak bisa digerakkan terutama bagian tubuh sebelah kiri. Beliau pun sempat terjatuh dari kamar mandi kemudian dibantu oleh anaknya. Melihat keadaan ayahnya, sang anak pun segera membawa ayahnya ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung. Dokter mendiagnosis Pak Darip terkena stroke di bagian sebelah kiri tubuhnya dan harus dirawat. Selama 6 hari beliau rawat inap di RSAM. Saat ini Pak Darip sudah bisa diizinkan pulang oleh dokter namun harus tetap kontrol. Kondisi Pak Darip masih terbaring lemah di tempat tidur. Pak Darip kesehariannya bekerja sebagai buruh dan hanya tinggal bersama anaknya yang berpendapatan tidak menentu. Selama dirawat, Pak Darip menggunakan kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan Lampung dipertemukan dengan Pak Darip. Bantuan pun segera disampaikan dari sedekaholics untuk meringankan biaya berobat dan transportasi beliau ketika kontrol. Semoga Pak Darip segera diberi kesembuhan dan selalu dalam perlindungan Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 November 2017
Kurir : @saesarraya @yulian_safri @icalidmi @xkurniawatix

Pak Darip terkena stroke


HADI SALMAN (1, Penyempitan Usus Besar). Alamat : Jalan Teluk Ratai, Kp. Kelapa Gading 1, Lk 1, RT 2/-, Desa Way Gubak, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Penyempitan usus besar yang terjadi pada Adik Hadi sudah ada sejak lahir. Pihak keluarga baru mengetahuinya setelah 46 hari kemudian, Adik Hadi menangis terus dan diperiksakan ke dokter. Dokter mendiagnosis bahwa Adik Hadi mengalami penyempitan usus besar. Bulan September, Adik Hadi dirujuk ke RS Immanuel Bandar Lampung untuk dilakukan operasi pertama. Dokter mengatakan operasi dilakukan 2 kali, yang pertama untuk membuka jalan usus agar Adik Hadi bisa buang air besar dan operasi yang kedua untuk membuat saluran usus menuju anus. Kondisi terkini Adik Hadi bisa buang air besar melalui lubang usus yang dibuat di dekat perutnya dan akan segera dilakukan operasi yang kedua pada tanggal 20 November 2017. Ayahnya, Hadi Darmawan (33) bekerja sebagai buruh sedang ibunya, Ariyani (30) seorang ibu rumah tangga. Mereka hanya berpenghasilan yang cukup untuk biaya makan sehari-hari dan sulit mencari biaya pembelian alat untuk operasi yang tidak tercover KIS. Adik Hadi memiliki kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas I. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan Lampung bertemu dengan Adik Hadi sehingga bisa menyampaikan titipan langit dari sedekaholics agar membantu meringankan biaya kebutuhan Adik Hadi yang akan dioperasi. Semoga Allah segera memberi kesembuhan untuk Adik Hadi.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.500.000,-
Tanggal : 8 November 2017
Kurir : @saesarraya @sevinndae @ramadhanifredyelgian @yesaridani @xkurniawatix

Adik Hadi mengalami penyempitan usus besar


RESTU ICA PRAKOSO (11, Paru Titis). Alamat : Jalan Tomat LK II RT. 05/05 Desa Jagabaya II, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Restu adalah anak yang periang, seperti anak-anak lain seumurannya, bermain sampai lupa waktu dan lupa makan. Setiap kali restu lapar bukannya pulang untuk makan malah lebih mending beli jajanan, hingga pada suatu ketika restu sakit panas tinggi dan dibawa ke dokter terdekat didiagnosis gejala typus. Beberapa hari kemudian panasnya tak kunjung turun, hingga muncul sebuah benjolan dilehernya karena khawatir kemudian di rujuk ke RS DKT, sekarang kondisi Restu sudah mulai berangsur membaik. Bapak Erwandi (50) adalah bapak dari Restu yang bekerja sebagai buruh dengan berpenghasilan tidak menentu dan Ibu Surati adalah Ibu dari Restu yang bekerja sebagai ibu rumah tangga. Restu selama berobat menggunakan jaminan kesehatan BPJS KIS, sehingga sedikit meringankan biaya pengobatannya. Alhamdulillah kurir sedekah rombongan dipertemukan dengan Restu, bantuan awalpun disampaikan untuk meringankan biaya berobat dan akomodasi selama berobat. Semoga restu segera pulih secara total dan dapat beraktivitas kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 November 2017
Kurir : @saesarraya @yulian_safri @m_yani @xkurniawatix

Restu menderita paru titis


MTSR LAMPUNG ( B 1583 SRT, Inventaris MTSR Lampung). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan biasa disebut MTSR. MTSR berupa mobil ambulans yang digunakan oleh kurir mempermudah transportasi pasien Sedekah Rombongan maupun kaum papa untuk melakukan pengobatan di Puskemas atau rumah sakit yang ada di Provinsi Lampung. Selain itu MTSR juga dapat digunakan sebagai sarana survey pasien Sedekah Rombongan. MTSR Lampung baru bergerak setelah dilakukan pembenahan agar mobil layak disebut ambulans. Saat ini MTSR Lampung melayani 13 kabupaten/kota di Lampung. Jarak yang jauh tentu mebutuhkan kondisi MTSR yang prima. Sedangkan kondisi MTSR yang dibeli bukannya barang yang baru sehingga perlu diadakan pembelian guna menunjang mobilisasi MTSR. Kali ini pengadaan inventaris berupa ban layak pakai sebanyak 4 buah untuk menunjang kondisi tersebut. Semoga MTSR Lampung dapat terus bermanfaat bagi dhuafa sakit dan bergerak ke seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung .

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 21 oktober 2017
Kurir : @saesarraya @yulian_safri @adit.ndit @xkurniawatix

Biaya Inventaris MTSR Lampung


TRISNO WIGUNA (41, Bantuan Perbaikan Gerobak). Alamat : Jalan Ir H. Juanda No 65 C, RT 4/2, Kelurahan Flamboyan Baru, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Mas Nov, begitu Pak Trisno Wiguna biasa dipanggil, ia adalah bapak dari dua orang putra yang kini duduk di kelas 4 dan 5 SD. Sampai saat ini Mas Nov dan keluarga masih tinggal bersama orang tua istrinya yang seorang janda. Pekerjaan sehari – hari Mas Nov adalah berjualan martabak telor keliling dari satu sekolah ke sekolah lainnya. Sudah bertahun – tahun pekerjaan ini dijalani Mas Nov untuk menghidupi istri, mertua dan juga pendidikan anak – anaknya. Setiap jam 6 pagi Mas Nov sudah mulai keliling dengan motor tuanya dari satu sekolah ke sekolah lainnya dan sampai di rumah lagi saat magrib menjelang. Penghasilan rata – rata yang didapat sebesar 75 ribu rupiah itu belum dikurangi dengan membeli bahan baku martabak. Penghasilannya akan jauh berkurang jika libur sekolah. Kondisi gerobak yang dipakai untuk berjualan sudah sangat tidak layak, dengan banyaknya tripleknya yang lepas dan bolong. Kondisi ini cukup berbahaya karena Mas Nov menggunakan kompor. Mas Nov bercerita tidak bisa memperbaiki gerobaknya karena penghasilan yang diperoleh hanya cukup untuk biaya hidup sehari – hari, itu pun dalam segala keterbatasan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan Allah dengan Mas Nov dan keluarga. Kurir pun menyampaikan bantuan untuk perbaikan gerobaknya. Dengan penuh haru Mas Nov mengucapkan rasa syukur dan terimakasih atas bantuan yang disampaikan. Semoga Mas Nov tetap semangat menjemput rezeki untuk keluarganya dan juga dapat mengantarkan anak – anaknya ke jenjang pendidikan setinggi – tingginya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 8 Januari 2018
Kurir : @arfanesia @eldaritarosman @ririn_restu

Bantuan perbaikan gerobak


MTSR LAMPUNG ( B 1583 SRT, Operasional MTSR Lampung). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan biasa disebut MTSR, merupakan kendaraan yang berfungsi untuk mempermudah transportasi pasien Sedekah Rombongan maupun kaum papa untuk melakukan pengobatan di Puskesmas maupun rumah sakit. MTSR berupa mobil ambulans yang digunakan oleh kurir untuk menjemput/mengantar pasien berobat dan survey pasien Sedekah Rombongan. MTSR Lampung baru bergerak setelah dilakukan pembenahan agar mobil layak disebut ambulans. Jauhnya jarak tempuh MTSR Lampung yang mencakup 13 kabupaten/kota di Lampung. Dimana rumah sakit rujukan tertinggi ada di wilayah Bandar Lampung, tentu membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit. Jadi biaya yang dikeluarkan untuk operasional yaitu bahan bakar dan pemeliharaan. Berupa cek keseluruhan, ganti oli, prodo rem dan lainnya. Semoga MTSR Lampung dapat terus bermanfaat bagi dhuafa sakit dan bergerak ke seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung .

Jumlah Bantuan : Rp. 1.745.000,-
Tanggal : 10 Oktober 2017
Kurir : @saesarraya @yulian_safri @adit.ndit @xkurniawatix

Biaya operasional MTSR Lampung


SULTAN NULAZKAR (23, Tumor Renal Ginjal Kiri). Alamat : Dusun Terong Tawah Timur RT 3, Desa Terong Tawah, Kec. Labuapi, Kab. Lobar, Prov. NTB. Sultan mengalami tumor renal pada ginjal kirinya sejak 1 tahun yang lalu. Sultan yang bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah klinik mulanya sering mengalami sakit perut dan lama – kelamaan perutnya membesar. Kondisi tersebut disertai panas tinggi, mual hingga muntah. Berbekal JKN – KIS yang dimiliki, Sultan memeriksakan diri ke rumah sakit dan didiagnosis positif mengalami tumor renal. Sultan tinggal bersama ibunya, Zakiah (45) sedangkan ayahnya sudah lama pergi tak kunjung kembali. Penghasilan Ibu Zakiah sebagai pedagang nasi hanya cukup untuk makan sehari – hari dan tidak bisa memenuhi kebutuhan pengobatan Sultan yang kini sudah tidak lagi bekerja. Sultan dirujuk berobat ke RSUP Sanglah Bali. Ibu Zakiah sangat membutuhkan bantuan untuk kebutuhan sehari – hari selama di Bali dan transportasi berobat anaknya. Alhamdulillah dari bantuan Sedekah Rombongan Sukltan dapat berobat ke Bali. Kurir pun kembali menyampaikan bantuan untuk kebutuhan sehari – hari selama berobat dan membayar sewa kos selama 2 bulan. Setelah menjalani rangkaian pemeriksaan, Allah lebih sayang pada Sultan dan memanggilnya pada 20 Desember 2017. Jenazah Sultan dibawa pulang ke Lombok dan dimakamkan di pemakaman umum dekat rumah. Selamat jalan Sultan, semoga Allah memberikan tempat terindah di sisi-Nya, amin. Sebelumnya Sultan telah dibantu dalam Rombongan 1060.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.300.000,-
Tanggal : 20 November 2017
Kurir : @arfanesia Panca Saepul Rinjanah @ririn_restu

Sultan didiagnosis positif mengalami tumor renal.


RIKI NURHIDAYAT (17, Biaya Masuk Pesantren). Alamat : Jln. Gandaria 1, RT 7, Kel. Air Kepala Tujuh, Kec. Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Prov. Bangka Belitung. Riki hidup bersama kakek dan neneknya sejak SD, ayahnya telah lama meninggal sejak ia kecil sedangkan ibunya menikah lagi dan tinggal di Kota Palembang. Riki bersama kakek dan neneknya menjalani hidup apa adanya karena sang kakek hanya berprofesi sebagai buruh harian dengan penghasilan yang sangat kecil. Sejak tamat SMP tahun 2017 yang lalu, Riki berkeinginan sekali melanjutkan sekolah ke pondok pesantren. Ia ingin sekali memperdalam ilmu agama, namun cita – cita tersebut agak sulit diraih karena masalah biaya. Beberapa pesantren direkomendasikan oleh jamaah Masjid Al Mukaromah Pangkalpinang untuk pesantren di Lampung, biaya awal untuk pendaftaran dan mondok masuk pesantren kurang lebih Rp2.100.000,-. Beberapa warga jamaah masjid dan lingkungan sekitar sudah memulai sedikit demi – sedikit menyumbang untuk biaya Riki sekolah tetapi belum mencukupi. Alhamdulillah salah satu kurir Sedekah Rombongan yang juga jamaah di masjid tersebut mengetahui kondisi tersebut dan berniat juga membantu Riki. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari para sedkaholics untuk biaya awal pendaftaran dan uang maslahat di pondok pesantren tersebut. Kurir Sedekah Rombongan menyerahkan santunan melalui kakek Riki, karena ia telah berangkat menuju Lampung dengan uang sumbangan dari jamaah masjid danmasyarakat sekitar.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.100.000,-
Tanggal : 2 November 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @effendy_babel Ibad @ririn_restu

Bantuan biaya masuk pesantren


HAIREL AHYAR (32, Kanker Festis Siminalis). Alamat : Jalan Kejora Desa Beluluk, RT 5, Kelurahan Beluluk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. Pada tahun 2014, Pak Hairel mengalami sakit pada biji kemaluannya, namun ia menganggap itu hanya penyakit turun berok biasa dan ia hanya minta diurut. Efek sampingnya, kemaluan Pak Hairel membesar dan akhirnya ia berobat ke RS Bakti Timah Pangkalpinang, hingga kondisinya mengecil. Pada akhir tahun 2016 setelah Pak Hairel menikah, penyakitnya kambuh lagi dan ia langsung diopname di rumah sakit. Dikarenakan belum ada perkembangan positif, akhirnya Pak Hairel dirujuk ke RS Darmais Jakarta dengan menggunakan JKN – KIS yang dimilikinya. Kondisi Pak Hairel semakin lemas, terkadang ia merintih kesakitan dan tidak bisa berjalan lagi. Selama berikhtiar berobat di Jakarta, Pak Hairel tidak bekerja lagi. Sang istri, seorang honorer di lingkungan pemerintahan, yang menemaninya selama di Jakarta juga tidak bekerja lagi. Kondisi keuangan mereka semakin menipis sehingga untuk kehidupan sehari – hari di Jakarta semakin sulit. Bahkan mereka harus keluar kost karena tidak bisa lagi membayar uang sewanya. Kurir Sedekahrombongan Jakarta bertemu dengan keluarga Pak Hairel di RS Darmais dan menanyakan tentang kondisinya. Tak lama Allah berkehendak lain, Pak Hairel meninggal dunia, kurir pun menyampaikan bantuan untuk santunan duka. Semoga Pak Hairel husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Siti Aminah @ririn_restu

Pak Hariel menderita kanker festis siminalis


YETTI SUWARMAN (43, Heoplasma Ovarium). Alamat : Jalan Kartini 2 No 6, Kampung Jawa, Kelurahan Srimenanti, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Awal mulanya Ibu Yetti merasa pegal – pegal di seluruh badannya disertai dengan sakit perut. Ibu Yetty menduga itu hanya sakit biasa, dan akhirnya ia pergi ke tukang urut dan dinyatakan hamil 3 bulan. Untuk memastikan kehamilannya, Ibu Yetti memeriksakannya ke bidan dan dokter kandungan. Dua – duanya menyatakan Ibu Yetti tidak hamil melainkan ada sejenis tumor ovarium. Dokter segera menyarankan Ibu Yetti dirujuk ke Jakarta untuk dilakukan operasi pengangkatan tumor mengingat kondisi kesehatannya masih stabil. Akan tetapi, karena alasan biaya Ibu Yetti mengurungkan niatnya meski ia telah memiliki JKN – KIS. Ibu Yetti adalah seorang ibu rumah tangga dengan tanggungan 3 orang anak, suaminya, Pak Suwarman adalah seorang buruh harian dengan pendapatan yang tidak tentu. Keluarga sudah pasrah dengan kondisi Ibu Yetti mengingat kebutuhan biaya jika harus dirujuk ke Jakarta sangat tinggi. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Yetti di kediamannya di Sungaliat dan berencana membantu keberangkatannya ke Jakarta. Alhamdulillah pada tanggal 15 November 2017 Ibu Yetti berangkat bersama suami ke Jakarta untuk melanjutkan pengobatan lebih intensif di RS Pelni sesuai rekomendasi dokter. Kurir Sedekah Rombongan telah menyampaikan bantuan untuk tiket keberangkatan, sewa kos, dan kebutuhan sehari – hari selama di Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.500.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Nurmala Sari Dewi @ririn_restu

Bu Yetty menderita heoplasma ovarium


SEBA DAYANG ASNA (61, Katarak). Alamat : Jalan Air Seruk, RT 15/8, Desa Air Seruk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangkabelitung. Bapak Seba saat muda dikenal sosok yang energik. Rutinitas beliau keluar masuk hutan untuk mencari kayu bakar yang terkadang sangat dekat dengan resiko yang tidak bisa diprediksi. Suatu saat sedang mencari kayu, Pak Seba mengalami kecelakaan di hutan. Mata kirinya terkena kayu sehingga menyebabkan kebutaan. Sejak saat itu, Pak Seba hanya bisa menggunakan mata kanannya untuk melihat. Kondisi umur yang semakin menua, membuat penglihatannya semakin tidak jelas, tetapi rutinitas mencari kayu di hutan tetap beliau jalankan untuk memenuhi nafkah keluarga. Pak Seba kini mengalami katarak di matanya tetapi tidak bisa berobat ke rumah sakit karena khawatir masalah biaya meski telah memiliki JKN – KIS. Istri Pak Seba adalah seorang ibu rumah tangga yang hanya mengharapkan mata pencaharian suaminya. Mereka berdua tinggal menumpang di rumah yang dipinjamkan oleh saudaranya. Bersama salah satu anak perempuannya yang sudah menikah juga tinggal dirumah tersebut. Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Pak Seba dan membantu memberikan santunan untuk biaya berobat ke rumah sakit. Semoga pak Seba bisa kembali sembuh seperti semula, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Desmi Sarmayanti @ririn_restu

Pak Seba menderita katarak


AJENG JURUNG (64, Kecelakaan Patah Kaki). Alamat : Jalan Cengel, RT 6, Desa Jurung, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Bu Ajeng tidak menyangka kecelakaan yang menimpanya pada Juni 2017 lalu, menyebabkannya mengalami patah kaki. Saat itu menurut informasi yang di dapat, Ibu Ajeng ditabrak motor. Selama 1 minggu Ibu Ajeng diopname di rumah sakit tetapi belum dilakukan tindakan operasi. Ibu Ajeng tidak memiliki jaminan kesehatan apapun karena terkendala administrasi emngingat ia adalah seorang pendatang. Ibu Ajeng hidup di Pulau Bangka hanya sebatang kara tanpa ada sanak saudara. Kehidupan sehari – harinya sangat memprihatinkan karena tidak bekerja. Ibu Ajeng tinggal di gubuk, hidup terlantar sehingga hanya mengharapkan uluran bantuan dari tetangga sekitar tempat tinggalnya. Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan Ibu Ajeng, bersama dengan masyarakat sekitar ia akhirnya dibawa ke rumah sakit agar kakinya yang patah bisa dioperasi. Kurir Sedekah Rombongan juga memberi santunan kepada Ibu Ajeng untuk membantu meringankan beban hidup dan pengobatannya. Terbersit niat Ibu Ajeng ingin pulang kembali ke kampung halamannya di Cianjur untuk bertemu keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 14 November 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Nurmala Dewi Hernawati @ririn_restu

Bu Ajeng menderita patah kaki


IRWANSAH NGATMI (42, Infeksi pada Betis). Alamat : Jalan Tunas Kelapa, Dusun Tunas Kelapa, RT 1, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pak Irwansah memiliki riwayat luka bakar di kakinya saat kecil sehingga mengakibatkan perubahan posisi telapak kakinya. Pada tahun 2012 dilakukan operasi dan kondisinya menjadi normal kembali. Pada Februari 2017, saat rumahnya terkena banjir, Pak Irwan merasakan sakit di kakinya akibat luka. Luka tersebut tidak kunjung sembuh dalam waktu 4 bulan karena Pak Irwan tidak berobat secara intensif ke rumah sakit terdekat. Pak Irwan memiliki JKN – KIS namun ia tidak bisa menggunakannya karena memiliki tunggakan pembayaran iuran yang selama 3 tahun tidak pernah dibayarkan. Oleh karena itu Pak Irwan tidak berani untuk berobat ke rumah sakit. Pak Irwan adalah seorang buruh harian, sedangkan istrinya, Ibu Ngatmi Desiani adalah seorang ibu rumah tangga. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, keluarga hanya berharap pada hasil pekerjaan Pak Irwan tapi kini ia tidak bisa bekerja. Pak Irwan harus membayarkan iuran JKN – KIS sebesar 3.3 juta rupiah. Uang tersebut dapat dibayarkan dari hasil pinjaman pada kerabatnya dan harus ia cicil. Alhamdulillah Pak Irwan akhirnya dapat kembali berobat, kakinya pun diamputasi agar infeksi tidak segera menyebar ke tubuh yang lain. Kurir Sedekah Rombongan memberikan santunan untuk membantu Pak Irwan mencicil pembayaran iuran JKN – KIS-nya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Nurmala Dewi Hernawati @ririn_restu

Pak Irwan menderita infeksi pada betis


RUMAH SINGGAH UMI ASIH (Bantuan Lemari). Alamat : Permata Rhabayu, Blok E No 10, Kelurahan Buliang, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Ibu Asih Sunarsih (46) atau biasa disapa Umi Asih, memiliki rumah singgah yang dinamakan Rumah Singgah Umi Asih yang berdiri sejak tahun 2011. Dahulu, Umi Asih pernah mengabdi di panti asuhan akan tetapi tidak lama ia pun keluar. Setelah keluar, ada yang meminta tolong padanya untuk dititipkan anak – anak. Awalnya hanya beberapa anak, lambat laun semakin banyak dan saat ini ada 26 anak yatim piatu yang Umi Asih asuh. Anak yatim piatu tersebut terdiri dari 12 perempuan dan 14 laki-laki, 11 anak masih SD, 7 anak SMP dan sisanya kejar paket. Umi Asih merawat dan mendidik 26 anak tersebut sendirian, beliau menganggap mereka seperti anaknya sendiri. Untuk kebutuhan sehari – hari Umik Asih hanya berharap kepada Allah semata, sambil berusaha. Alhamdulillah ada kakak – kakak dari pondok yang dengan tulus mengajar bahasa Arab dan hafalan Al-Quran. Kondisi saat ini dengan banyaknya anak yang tinggal di rumah singgah tersebut, lemari yang ada sudah tidak bisa lagi digunakan, terlihat sudah rapuh dan jumlahnya pun tidak cukup. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Umi Asih, bantuan untuk membeli lemari telah diberikan guna keperluan menyimpan baju anak – anak.

Jumlah Bantuan : Rp 1.200.000,-
Tanggal : 22 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @herubinyatiman @ririn_restu

Bantuan lemari


RISWANTO BIN SURANTO (35, Kehilangan Dompet). Alamat : RT 1/1, Dusun Koplak, Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Pak Riswanto bersama istri dan anaknya yang berasal dari Klaten bersilaturahmi ke rumah orang tuanya di Cilegon, Banten. Saat hendak pulang ke Klaten, dompet Pak Riswanto hilang entah terjatuh atau dicuri orang. Pak Riswanto kebingungan harus bagaimana, sedangkan ia dan istrinya sudah tidak ada uang sepeser pun. Akhirnya Pak Riswanto dan istri memutuskan untuk singgah dan bermalam sementara di Masjid Agung Nurul Ikhlas Kota Cilegon. Pak Riswanto enggan kembali ke rumah orang tuanya karena khawatir akan merepotkan, mengingat orang tuanya hanya penjual es cendol keliling. Keesokkan harinya pasca salat Jumat Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan Pak Riswanto, Kurir pun merasakan kesulitannya. Kurir pun menyampaikan bantuan dan mendampinginya untuk membeli tiket kepulangan. Dengan senang hati dan bersyukur Pak Riswanto dan keluarga mengucapkan terima kasih. Kurir pun mengantarkan mereka ke bis hingga berangkat. Alhamdulillah keluarga Pak Riswanto bisa kembali ke kampong halamanya. Semoga mereka selamat sampai tujuan, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur Ahmad @ririn_restu

Bantuan tiket pulang karena dompet kecurian


SURONO BIN ATMOREJO (45, HNP + Paraplegia Spastik). Alamat : Cipete Utara, RT 2/3, Kelurahan Cipete Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Awal mula pertemuan Kurir Sedekah Rombongan dengan Pak Surono adalah saat ia dirawat inap di RS Fatmawati yang telah dijalaninya selama 5 bulan. Pak Surono mengidap penyakit HNP atau Saraf Kejepit di bagian saraf utamanya. Awalnya Pak Surono terjatuh dari gedung lantai 2 saat bekerja sebagai buruh bangunan. Pak Surono dibawa ke UGD RS Fatmawati oleh rekan-rekannya pada 26 Maret 2016. Keesokannya, Pak Surono dipindahkan ke ruang Highcare selama 2 minggu, kondisinya membaik sehingga dipindahkan ke ruang perawatan di Gedung Soelarto. Pada 28 Mei 2016, Pak Surono mendapatkan tindakan operasi di bagian leher karena pada bagian toraknya ada yang patah, selain itu untuk mengatasi saraf kejepit di bagian saraf utamanya yakni saraf penggerak. Pasca operasi Pak Surono menjalani terapi di Poli Rehabmedik untuk melatih kemandiriannya dalam beraktivitas nantinya. Istri Pak Surono, Sucianingsih (42), dengan setia selalu mendampinginya. Saat Pak Surono dirawat hingga lebih dari 5 bulan, istrinya ikut tinggal di rumah sakit sehingga pada saat itu mereka tidak memiliki tempat tinggal karena tak mampu membayar sewa kontrakan. Kondisi tersebut bahkan membuat anaknya yang berusia 6 bulan dititipkan ke pedagang minuman mengingat di usia tersebut sangat rentan terserang virus jika berada di rumah sakit. Pak Surono selama ini berobat menggunakan KIS yang dibiayai Pemda Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan kembali bertemu dengan Pak Surono setelah dihubungi Bu Sucianingsih. Kurir pun mengunjungi Pak Surono yang kini hanya dapat terbaring di kasur usang miliknya. Berdasarkan cerita dari Bu Sucianingsih, Pak Surono sudah tidak lagi dapat berobat. Untuk melanjutkan pengobatan, Pak Surono harus memperbaharui rujukannya mulai dari Puskesmas. Kondisinya yang tidak dapat berjalan membuat ia tidak dapat berobat ke Puskesmas, sang istri pun kesulitan karena tak memiliki uang untuk transportasi berobat dan jika pun ada kondisi Pak Surono sulit dipindahkan karena merasa kesakitan. Karena terus berbaring dalam waktu yang cukup lama, membuat bokong Pak Surono terluka. Luka tersebut harus rutin dibersihkan, namun Bu Sucianingsing tak selalu memiliki uang untuk membeli cairan pembersih yang dibutuhkan. Semenjak Pak Surono sakit, Bu Sucianingsih yang menggantikannya mencari nafkah. Bu Sucianingsih berjualan makanan ringan di depan kontrakannya, hasil yang didapat berusaha ia cukupkan untuk kebutuhan sehari – hari. Pak Surono dan Bu Sucianingsih beserta ketiga anaknya terpaksa tinggal seadanya di kontrakan 1 kamar berukuran 3 x 3 meter. Kondisi tempat tinggal yang sangat sempit dan pengap tentunya tak baik bagi kesehatan Pak Surono, terlebih lagi ia memiliki anak yang masih berusia balita. Pak Surono saat ini menempati kontrakan yang baru dengan biaya yang lebih murah, namun kondisinya tak jauh berbeda dengan kontarakan sebelumnya. Bu Sucianingsih merasa berat untuk membayar kontrakan sebelumnya, sehingga ia mencari kontrakan yang lebih murah. Belum lagi ia harus memenuhi kebutuhan Pak Surono. Alhamdulillah kini Pak Surono dapat kembali berobat sebulan sekali dengan didampingi sang istri yang selalu setia. Kondisi Pak Surono masih belum banyak peningkatan, ia hanya dapat terbaring di tempat tidurnya dengan tubuh yang semakin mengurus. Pak Surono juga mengalami paraplegia spastik dimana otot – otot tubuh pada bagian yang lumpuh dalam kondisi kaku, mengalami kejang – kejang, dan pergerakannya tidak bisa dikontrol. Kaki Pak Surono sering bergerak tanpa ia sadari. Bapak Surono dan istri masih mengalami kesulitan untuk membayar kontrakan karena anak mereka belum juga mendapat pekerjaan. Kondisi Pak Surono pun belum banyak perubahan, ia masih mengalami decubitus pada bokongnya dan masih harus menjalani kontrol rutin dan terapi. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk membantu membayar uang sewa kontrakan sebesar Rp910.000 dan untuk kebutuhan sehari – hari. Sebelumnya Pak Surono dibantu pada rombongan 1075.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Pak Surono mengidap penyakit HNP atau Saraf Kejepit


ADI CHANDRA (2, Epidermolisis Lubus + Hernia + Gizi Kurang). Alamat: Kp. Kaliabang RT 9/24 Kaliabang, Bekasi Utara, Jawa Barat. Adi begitu bocah ganteng ini disapa, adalah putra pasangan bapak Amir Mahmud (40) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan dan ibu Marfu’ah (36) seorang ibu rumah tangga. Adi, kini sedang menjalani pengobatan rutin di RSCM Jakarta. Gejala awal yang dirasakan oleh Adi adalah terdapat luka dijempol kaki, sudah diberi salep untuk lukanya. Tapi lukanya tak kunjung sembuh, justeru malah semakin melebar ke bagian tubuh yang lain seperti mulut, dada, pantat, punggung bahkan di kepala. Dari hasil pemerikmasaan yang telah dilakukan Adi menderita Epidermolisis Lubus atau pengelupasan kulit diusia dini dan ini merupakan penyakit langka. Tapi untuk saat ini pengobatan Adi lebih ke perbaikan gizinya terlebih dahulu, sehingga Adi harus mendapatkan asupan gizi yang cukup. Sementara pengahasilan sang ayah tak cukup untuk memenuhi gizi Adi. Adi masih mempunyai kakak yang masih kecil dan adik bayi. Sehingga saat Adi dirawat sang ayah terpaksa tidak bekerja karena harus menunggu Adi, dan sang ibu mengasuh anaknya yang masih bayi. Mengingat begitu besar beban hidup yang dihadapi pak Amir, Kurir Sedekah Rombongan kembali mengunjungi Adi dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani pengobatan, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1072. Semoga bantuan ini sedikit banyak bisa meringankan beban orang tua Adi dan Adi bisa terus melanjutkan pengobatannya hingga sembuh. Aamiin. Kini Adi masih terus menjalani kontrol rutin di RSCM.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 26 November 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Adi menderita Epidermolisis Lubus, hernia dan kurang gizi

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 ARIEF HUSEIN 5.000.000
2 ARIEF HUSEIN 5.000.000
3 ARIEF HUSEIN 5.000.000
4 MUHIDIN BIN SUTARNO 1.000.000
5 MTSR BANDUNG RAYA 2 1.966.000
6 MAULA BUDI ASTUTI 1.000.000
7 HANI NURHAWATI 500.000
8 OTONG MULAWARMAN 500.000
9 SUNARTI BINTI ARI 1.314.000
10 MARSYAH AMANDA PUTRI 863.700
11 NGATINI BINTI MUHAMMAD 1.035.000
12 KHOIRUL ANAM 1.000.000
13 MISYATI BINTI BUDIN 1.857.000
14 MAK TI 500.000
15 SENIMAN BINTI SUDARMO 500.000
16 SANTUNAN AL QUR’AN DAN TATAKAN AL – QUR’AN MUSHOLA AL HIDAYAH 1.000.000
17 NAZWA NURAINI 708.000
18 ZAHIRA BILQIS SALSA BILA 666.500
19 MOCH IQBAL ZAMRONI 500.000
20 MISDAR BIN JUMADIN 500.000
21 SINDI RAHMADANI 532.500
22 SUWARNI NIKET 500.000
23 ASMONOWATI 500.000
24 MUNAWIR BIN WASIMIN 500.000
25 ACE HARISKI 635.000
26 ECIN BINTI TAMAMI 500.000
27 ALIMUDIN NURSAFEI 500.000
28 IAN SOPYAN SAURI 1.300.000
29 ELI ROHLIANAH 500.000
30 TRISMANA BIN KALBU 500.000
31 YAYASAN RUMAH SEHAT EL ARBAH (BANTUAN PEMBELIAN OBAT-OBATAN) 500.000
32 AMUD BIN SABAN 500.000
33 BUDUIK BIN DARUK 500.000
34 DARIP BIN PEI 1.000.000
35 HADI SALMAN 4.500.000
36 RESTU ICA PRAKOSO 500.000
37 MTSR LAMPUNG 750.000
38 TRISNO WIGUNA 500.000
39 MTSR LAMPUNG 1.745.000
40 SULTAN NULAZKAR 4.300.000
41 RIKI NURHIDAYAT 2.100.000
42 HAIREL AHYAR 1.000.000
43 YETTI SUWARMAN 3.500.000
44 SEBA DAYANG ASNA 750.000
45 AJENG JURUNG 2.000.000
46 IRWANSAH NGATMI 1.000.000
47 RUMAH SINGGAH UMI ASIH 1.200.000
48 RISWANTO BIN SURANTO 500.000
49 SURONO BIN ATMOREJO 1.000.000
50 ADI CHANDRA 1.000.000
Total 65.222.700

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 65,222,700,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1102 ROMBONGAN

Rp. 58,807,469,361,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.