Rombongan 1101

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya.
Posted by on January 21, 2018

ABDUL JABAR (62, Katarak). Alamat : Lorong Papadaan RT. 15, Kelurahan Tungkal ll, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Sudah 2 tahun terakhir, kakek Jabar menderita katarak di kedua matanya, kakek tidak pernah berobat ke dokter karena terkendala biaya. Saat kurir Sedekah Rombongan Jambi mengunjungi kediaman kakek Jabar untuk memberi kabar bahwa akan membantu pengobatan dan pembuatan bpjs, ternyata Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarganya tidak ada. Pembuatan KTP dan KK kakek Jabar dibantu oleh alumni PPA. Saat ini kakek jabar baru menjalani operasi katarak mata sebelah kanan insha Allah 6 bulan lagi baru bisa menjalani operasi mata sebelah kiri. Semoga kakek jabar bisa segera sembuh dan bisa melihat lagi karena kehidupannya sungguh memprihatinkan, kakek tidak punya anak istri dan hanya tinggal dengan kakak perempuannya yang sudah tua dan menderita katarak juga. Kondisi rumah kakek sangat tidak layak, atapnya bocor di sana sini, dinding yang berlubang serta lantai kayu yg sudah lapuk. Apalagi sekarang lagi musim hujan semakin memperparah keadaan. Tidak ada yang mencari nafkah selama kakek sakit sehingga jangankan memperbaiki rumah untuk makan sehari-hari saja hanya dari pemberian tetangga atau keponakan dan itu jauh dari kata cukup. Santunanpun diberikan oleh kurir sedekah rombongan Jambi untuk biaya transportasi dan akomodasi selama berobat. Semoga kakek Jabar bisa kembali sehat seperti sediakala, aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 desember 2017
Kurir: @saptuari @shintatantri rahmayanti yusuf @limzki_99

Kakek Jabar menderita katarak di kedua matanya


SARYANTO BIN AHMADI (52, Syaraf Terjepit). Alamat : RT 1/8, Dusun Prapas, Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Saryanto beberapa kali mengalami kecelakaan kerja, beliau jatuh dan pingsan. Hal tersebut menyebabkan beliau mengalami tulang punggungnya cidera. Pada tahun 2014, sakit pada tulang punggungnya kian menjadi. Beliau tidak dapat beraktifitas dan hanya terbaring di tempat tidur. Keluarganya membawa Bapak Saryanto berobat ke Rumah Sakit (RS) Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan beliau menderita sakit syaraf terjepit dan disarankan untuk segera dioperasi. Bapak Saryanto telah melaksanakan operasi pada 27 Desember 2016. Alhamdulillah operasi berjalan lancarr. Bapak Saryanto diharuskan menjalani terapi sinar rutin dan kontrol pasca operasi di RS Margono. Sebelum sakit, Bapak Saryanto bekerja sebagai buruh serabutan. Istrinya, Sarmini (46) membantu mencari nafkah dengan bekerja sebagai buruh juga. Penghasilan keduanya yang kecil hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama anaknya yang masih kecil. Biaya pengobatan Bapak Saryanto dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun beliau masih kesulitan dana untuk membiayai transportasi dan akomodasi selama pengobatan di RS Margono yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggalnya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan beliau. Santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari dan transportasi selama mengambil obat di rumah sakit. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 991. Kini beliau sudah dapat bergerak dengan lebih leluasa dan duduk cukup lama, meski beliau masih merasakan gatal-gatal di bebrapa bagian tubuh dan sedikit nyeri di bagian tulang ekor. Semoga pengobatan Bapak Saryanto berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan agar dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Januari 2018
Kurir : @ddeean @misterrmoo @paulsyifa

Pak Saryanto menderita sakit syaraf terjepit


NUR AINI WULANDARI (14, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : RT 2/2, Desa Sigaluh, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Nur Aini, begitu ia biasa dipanggil, adalah anak yatim dari Alm Sarpawi Nasution. Kini ia hidup dengan ibunya, Sutarmi (45) di rumah yang kecil dan sangat sederhana. Ibu Sutarmi bekerja sebagai asisten rumah tangga. Penghasilannya yang kecil sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Nur Aini memiliki jaminan kesehatan berupa jamkesda yang dapat digunakan saat ia sakit. Saat ini, Nur Aini sedang menempuh pendidikan di MTs Negeri 1 Banjarnegara kelas 1. Ia memiliki semangat belajar yang tinggi, namun terkendala biaya keperluan sekolahnya tidak sedikit. Penghasilan Ibu Sutarmi yang sedikit sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan sekolah Nur Aini. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nur Aini dan keluarganya sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi Nur Aini dan keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Desember 2017
Kurir : @ddeean @santoprihatmoko @paulsyifa

Bantuan biaya hidup


SAMINEM BINTI SANUJI (52, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : RT 3/4, Kelurahan Purwasana, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Saminem tinggal bersama ibundanya, Sayem (80) di rumah kecil yang sangat sederhana. Lokasi tempat tinggal beliau berada tengah kebun yang jauh dari pemukiman warga. Akses menuju rumah tersebut hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama beberapa menit dari jalan utama. Ibu Sayem sering sakit. Sedangkan Ibu Saminem harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Beliau bekerja sebagai buruh serabutan yang membersihkan kebun saat ada yang meminta bantuannya. Penghasilannya yang kecil dan tidak menentu sangat sulit untuk memebuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Beliau juga tidak terdaftar dalam jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Saminem dan Ibu Sayem sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga Ibu Saminem dan memberikan manfaat bagi semua.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 19 Desember 2017
Kurir : @ddeean @santoprihatmoko @paulsyifa

Bantuan biaya hidup


RUMINI BINTI RANADI (45, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : RT 3/3, Dusun Dampit, Kelurahan Purwasana, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara. Ibu Rumini tinggal di gubug bambu yang sangat sempit, berukuran 2 x 7 meter. Hanya terdapat ruangan kecil untuk dapur dan tempat tidur. Suasana rumahnya terasa panas dan pengap karena digunakan untuk memasak nira setiap hari. Suaminya, Bapak Saryono (51) bekerja sebagai penderes nira di kebun kelapa milik orang lain. Setiap hari Bapak Saryono menderes nira dan baru sebulan kemudian mendapat upah sebesar Rp 50.000,00. Penghasilannya yang kecil sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Untuk kebutuhan pangan sehari-hari diperoleh dari tetangganya yang berbaik hati membantu mereka. Beliau tidak terdaftar dalam jaminan kesehatan manapun dan tidak ada dana bantuan dari pemerintah desa setempat. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Rumini dan Bapak Saryono sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari keluarga Ibu Rumini. Semoga bantuan tersebut dapat dipergunakan dengan baik dan bermanfaat bagi semua.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 19 Desember 2017
Kurir : @ddeean @santoprihatmoko @paulsyifa

Bantuan biaya hidup


SUKARTI BINTI SARJONO (55, Kanker Payudara Kiri). Alamat : RT 3/2, Dukuh Sidengen, Kelurahan Pakauman, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Sukarti menderita tumor di payudara kirinya sejak 2 tahun yang lalu. Beliau sudah menjalani pengangkatan tumor tersebut di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hj. Lasmana, Banjarnegara. Setelah 2 bulan tumor tersebut diangkat, Ibu Sukarti menjalani rawat jalan dan kemoterapi sebulan 2 kali di Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga, Banyumas. Pada bulan Desember 2017, kondisi tubuh beliau semakin menurun hingga akhirnya beliau meinggal dunia. Suaminya, Senen Sumarno sudah meninggal. Biaya pengobatan Ibu Sukarti dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga beliau sehingga dapat menyampaikan santunan kedukaan dari sedekaholics untuk membantu meringankan beban keluarga yang ditinggal. Santunan sebelumnya sudah iserahkan dan laporannya terdapat dalam rombongan 1060. Semoga Ibu Sukarti mendapat tempat terbaik di sisiNya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Desember 2017
Kurir : @ddeean @santoprihatmoko @paulsyifa

Bu Sukarti menderita tumor di payudara kirinya


TURSINAH BINTI ASMA WIKARTA (52, Tumor Anus). Alamat : RT 3/5, Dusun Kedung Jengkong, Kecamatan Adipasir, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Tursinah sudah 2 tahun menderita tumor anus ganas. Beliau sudah menjalani pengobatan dan menempuh tindakan operasi sebanyak 2 kali di Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara. Operasi tersebut sudah dilaksanakan pada awal bulan Oktober 2017 lalu. Saat ini Ibu Tursinah masih merasakan sakit meskipun sudah menjalani operasi serta anusnya masih terus mengeluarkan darah merah dan putih. Karena hal tersebut beliau tetap menjalani kontrol rutin setiap bulan di RS Dadi Keluarga Purwokerto menggunakan mobil masjid setempat. Ibu Tursinah adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau sudah meninggal dan saat ini beliau tinggal dan dirawat oleh anaknya. Selama pengobatan Ibu Tursinah dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Tursinah dan keluarga. Santunan disampaikan untuk biaya transportasi berobat dan kontrol. Semoga dapat bermanfaat dan Ibu Tursinah dapat kembali sehat seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 15 Desember 2017
Kurir : @ddeean @santoprihatmoko @firdhanelis

Ibu Tursinah sudah 2 tahun menderita tumor anus ganas


KASTINAH BINTI DASRUNI (34, Kanker Payudara Kanan + Saraf Terjepit). Alamat : RT 3/1 Dusun Petanoan, Desa Pagerandong, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar bulan Juli lalu Ibu Kastinah merasakan sakit di payudara kirinya. Beliau kemudian memeriksakan diri di puskesmas dan dirujuk ke RSUD dr. R Goeteng Tarunadibrata Purbalingga. Ibu Kastinah diberikan tindakan pengambilan sampel untuk biopsi dengan diagnosa sementara kanker payudara dan saraf terjepit. Beliau kemudian menjalani opname di RSUD dr. R Goeteng Tarunadibrata Purbalingga sekitar 1 bulan yang lalu dan dijadwalkan untuk menjalani kontrol rutin. Ibu Kastinah saat ini mengalami kesulitan berjalan. Suaminya, Sartono (45) bekerja sebagai buruh. Penghasilannya yang kecil membuatnya kesulitan untuk membiayai keperluan akomodasi dan transportasi selama Ibu Kastinah kontrol. Selama berobat beliau dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Ibu Kastinah dan keluarga. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari dan selama dirawat inap di rumah sakit. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 1081. Kini beliau masih merasakan nyeri, tidak bisa berjalan dan masih terbaring di tempat tidur. Semoga Ibu Kastinah dapat kembali sehat seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Desember 2017
Kurir : @ddeean Rahayu @paulsyifa

Bu Kastinah menderita kanker payudara dan saraf terjepit


LEPI FIRMANDA (10, Thalasemia). Alamat : Dusun 1, RT 1, Desa Air Buluh, Kec. Mendo Barat, Kab. Bangka, Prov. Bangka Belitung. Lepi adalah pasien Sedekah Rombongan yang sebelumnya pernah dibantu pada tahun 2015. Lepi mengalami penyakit Thalasemia sejak usia 3 tahun. Beberapa kali Lepi berobat ke RS Bakti Wara Pangkal Pinang dan RS Umum Depati Hamzah Pangkal Pinang untuk menjalani transfusi darah secara rutin. Akan tetapi karena ketiadaan biaya untuk ke rumah sakit, Lepi hanya dibawa ke pengobatan alternatif. Dampaknya, kondisi berat badan Lepi menurun, kulit di kaki dan tangannya menguning, serta perutnya membesar dan keras. Ayah Lepi, Bapak Andri (28), adalah seorang duda yang sudah pisah dengan istrinya, Ibu Gustina, sekitar 1 tahun yang lalu. Pekerjaan sehari-hari Bapak Andri sebagai buruh harian penebang kayu memiliki penghasilan yang tidak menentu. Pak Andri mengungkapkan kesedihannya saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan, ia sangat menginginkan agar Lepi dapat kembali berobat. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan kepada Lepi setelah mendapat kabar ia diopname di RS Umum Depati Hamzah Pangkalpinang. Kondisi Lepi sempat memburuk hingga harus dirawat dan ia harus menjalani tranfusi darah rutin. Bantuan yang disampaikan dipergunakan untuk biaya pengobatan ke rumah sakit. Sebelumnya Lepi telah dibantu dalam rombongan 1048

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @Effendy_babel @ririn_restu

Lepi mengalami penyakit Thalasemia


YOHANES APRILIANO DEGA (2, Malformasi Anorectal). Alamat : Desa Danga, RT 17/8, Kec. Kolibali, Kab. Nagekeo, Pulau Flores, Prov. Nusa Tenggara Timur. Yohanes merupakan anak pertama dari Quirines Nere (38) dan Kristina Biji Kula (29). Ia terlahir dengan kondisi cacat bawaan yakni tidak memiliki anus dan terdapat kelainan pada alat kelaminnya. Sebelumnya Yohanes sudah pernah dirawat di RS Flores untuk pembuatan anus, namun karena di sana tidak memiliki fasilitas yang lengkap untuk penanganan terhadap kelainan yang dimiliki, Yohanesdirujuk ke RSUP Sanglah, Bali. Selama menjalani pengobatan di RSUP Sanglah Yohanes sudah menjalani beberapa kali operasi, namun kelainan yang dideritanya sangat rumit dan peralatan operasi di RSUP Sanglah belum memadai sehingga ia dirujuk ke RSCM Jakarta. Ayah dan ibu Yohanes yang bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi ditambah dengan penyakit yang diderita oleh Yohanes memerlukan biaya yang besar dan pengobatan yang cukup lama. Awalnya mereka pasrah menerima keadaan Yohanes, namun mereka tidak putus asa untuk selalu mengupayakan kesembuhan bagi anak mereka. Biaya pengobatan Yohanes sudah ditanggung oleh JKN – KIS kelas III yang dimilikinya. Alhamdulillah, sejak September 2016 kurir Sedekah Rombongan menjadikan Yohanes sebagai pasien dampingan dan bisa merujuknya ke RSCM Jakarta untuk rekonstruksi alat kelaminnya. Yohanes sudah menjalani pengobatan di RSCM, kondisinya lebih baik dan stabil. Yohanes sudah menjalani konsultasi dengan dokter bedah saraf, dokter urologi, dan dokter ortopedi. Dokter saat ini masih menunggu kondisi Yohanes untuk layak dilakukan operasi, mengingat umurnya yan masih kecil. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk kebutuhan sehari – hari dan pengobatan di luar tanggungan BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @lusimartha

Yohanes menderita malformasi anorectal


RUSMAYANI DARATSEKIP (48, Tumor Caput Pankreas). Alamat : Jalan HOS Cokroaminoto, Gang Palem Dalam, RT 2/6, Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Rusmayani adalah seorang ibu rumah tangga dengan 4 orang anak, suaminya bekerja menjadi buruh bangunan. Pada Maret 2017, Rusmayani sering merasakan mual disertai badan mengigil dan panas dingin. Awal pengobatan Ibu Rusmayani dibawa ke Puskesmas, namun karena tidak ada perkembangan ia dibawa ke dokter umum dan dinyatakan mengalami sakit maag dan tifus. Kondisi Ibu Rusmayani semakin memburuk, akhirnya ia dibawa ke RSUD Dr. Sudarso Kota Pontianak dan diarahkan ke dokter spesialis penyakit dalam. Diagnosis awal setelah Ibu Rusmayani menjalani USG adalah ada batu empedu. Semakin hari kondisinya terus memburuk dimana seluruh badannya berwarna kuning dengan kulit dan kuku hitam gosong. Akhirnya Ibu Rusmayani kembali dirawat di RSUD Dr. Sudarso, namun ia kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta. Pada April 2017, dengan menjual harta benda yang ada Ibu Rusmayani berangkat ke Jakarta bersama suami dan sudah tinggal selama hampir 3 bulan. Setelah melewati serangkaian pemeriksaan lengkap di RSCM, Ibu Rusmayani didiagnosis mengalami tumor caput pankreas dan harus segera dilakukan operasi. Karena kehabisan biaya hidup di Jakarta maka operasi pengangkatan tumor belum dilakukan. Pada awal Juli 2017, Rusmayani dibawa pulang ke Pontianak dan dirawat di rumah tanpa ada tindakan medis. Pada pertengahan September 2017 karena kondisinya yang semakin mengkhawatirkan, berbekal dana seadanya Ibu Rusmayani berangkat lagi ke Jakarta untuk menjalani operasi. Bersyukur Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Rusmayani dan suaminya, kurir pun menyampaikan bantuan untuk biaya hidup selama di Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 Meta Nuryani @rayska197 @ririn_restu

Ibu Rusmayani didiagnosis mengalami tumor caput pankreas


SUPIA BINTI GUSTAM (2, Jantung Bocor). Alamat : Dusun Baru, RT 16/5, Kecamatan Salatiga, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Ayah Supia, Pak Gustam, tidak menyangka anaknya yang masih kecil harus terkena penyakit jantung bocor. Ketika lahir, tidak ada gejala yang dialami Supia, namun saat usianya berusia 3 bulan ia mengalami pembengkakkan pada tangan dan perutnya. Awalnya Pak Gustam tidak terlalu khawatir, karena setelah membawanya ke pengobatan alternatif kodisi Supia dianggap lumrah terjadi, namun setelah lama berobat ke beberapa pengobatan alternatif kondisinya tidak kunjung membaik sehingga ia dibawa ke Puskesmas terdekat namun dirujuk ke RSUD di Singkawang. Sesampainya di RSUD dokter menyatakan bahwa Supia mengalami kelainan jantung bocor dan harus segera melakukan pengobatan lanjutan ke RS Harapan Kita Jakarta. Meskipun Supia sudah memiliki JKN-KIS Mandiri kelas lll, namun biaya transportasi dari kabupaten Sambas ke Jakarta tidaklah sedikit sehingga Pak Gustam mengurungkan niatnya untuk terus melanjutkan pengobatan anaknya. Pak Gustam dan istrinya, Ibu Armina dalam kesehariannya bekerja sebagai petani penoreh getah untuk menyambung hidup sehari – hari, mereka tak memiliki uang untuk pengobatan Supia. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Supia dan telah menyampaikan bantuan awal untuk biaya transportasi dan kebutuhan berobat di RS Harapan Kita Jakarta. Pengobatan Supia kini terkendala, obat yang biasa ia konsumsi habis persediaannya di rumah sakit sehingga harus membelinya di apotek luar dan harganya tidak murah dan tidak ditanggung BPJS. Pak Gustam tidak memiliki uang untuk membeli kebutuhan obat tersebut selama 1 bulan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk pembelian kebutuhan obat selama 1 bulan. Sebelumnya Supia telah dibantu dalam Rombongan 949.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 6 Januari 2018
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @feria_syah12 @rayska197 @ririn_restu

Supiya terkena penyakit jantung bocor


IMAM DARMAWAN (15, Paralis Post Trauma + Decubitus). Alamat : Tembang Kacang, Dusun Karya II, RT 1/4, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Pertengahan Maret 2017, Imam mendapat musibah terjepit berton – ton balok kayu. Akibatnya tulang pinggul remuk, termasuk saluran kencing dan anus. Imam akhirnya menjalani operasi colostomy untuk pembuatan saluran pembuangan sementara. Untuk buang air kecil Imam pun dibantu selang karena uretranya putus. Imam dirawat di RSUD dr Sudarso selama 3 bulan. Pada 23 Juni 2017, anak pasangan Edy (47) dan Nursiah (39), ini terpaksa dibawa pulang dan dirawat di rumah karena terkendala biaya. Orang tua Imam yang sehari – harinya bekerja sebagai buruh lepas tak mampu membiayai kebutuhan pengobatan Imam. Kondisi Imam hanya bisa terbaring lemas dengan selang untuk buang air yang masih terpasang. Karena terlalu lama berbaring Imam mengalami decubitus, dimana terdapat luka di sekitar bokongnya tetapi ia merasa sakit bila menggerakkan tubuhnya yang semakin kurus. Imam seharusnya menjalani operasi penyambungan uretra di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung sekaligus penyambungan colon untuk BAB dan penutupan luka decubitus. Imam telah memiliki JKN – KIS mandiri, namun ia tetap membutuhkan bantuan biaya transportasi dan kebutuhan hidup selama menjalani perawatan di Bandung. Imam dirujuk ke RSHS Bandung karena ada dokter bedah urologi yang sudah berpengalaman menangani kasus seperti yang dialaminya, dan peralatan medis di sana lengkap. Dokter mengatakan peluang kesembuhan Imam di atas 70%, karena usianya juga masih muda. Setelah menjalani penyembuhan luka decubitusnya, Imam dapat dirujuk ke RSHS dan alahmdulillah Sedekah Rombongan dapat memenuhi kebutuhan transportasi dan akomodasinya. Setelah beberapa bulan berobat di RSHS Bandung, kondisi Imam membaik meskipun sebelumnya sempat mengalami penyumbatan di bagian saluran kencing dan saluran BAB. Kondisi Imam terus membaik, karena itu lah ia diperkenankan pulang ke Pontianak. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya transportasi kepulangan dari Bandung ke Pontianak. Sebelumnya Imam sudah pernah dibantu dalam Rombongan 1087.

Jumlah Bantuan : Rp.3.488.000,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 Eka Santy @ririn_restu

Imam menderita paralis post trauma + decubitus


ROSNELLY BINTI HAMZAH (38, Kanker Payudara). Alamat : Jln. Sungai Sapiah, No. 49, Simpang Bawah Asam, RT 4/2, Kelurahan Sungai Sapiah, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Awal mula sakit yang dialami Ibu Rosnelly adalah saat ia menyusi anaknya yang ke-3. Ibu Rosnelly merasakan payudara sebelah kanannya bengkak dan nyeri. Pada November 2016, Ibu Rosnelly memeriksakan diri ke Puskesmas Belimbing dan dari hasil pemeriksaan dokter ia didagnosis mengalami kanker payudara. Dokter pun merujuknya ke dokter spesialis di rumah sakit namun tidak segera ia lakukan karena tidak memiliki biaya. Ibu Rosnelly mencoba mengurus JKN – KIS PBI agar ia dapat berobat, namun belum berhasil. Ibu Rosnelly akhirnya tidak dapat berobat secara medis karena tidak memiliki uang dan jaminan kesehatan. Suami Ibu Rosnelly, Bapak Novidal (42), tidak memiliki penghasilan tetap karena usaha tambal ban yang dijalaninya terhenti sejak istrinya sakit. Akhirnya Ibu Rosnelly hanya dapat berobat dengan pengobatan tradisional. Pada Februari 2017, benjolan di payudara Ibu Rosnelly pecah mengeluarkan cairan darah dan nanah. Kondisinya pun semakin menurun, ia mengalami bengkak dari bahu kanan hingga ke jari – jari tangannya. Saat mengerakkan tangan kanan, Ibu Rosnelly merasakan nyeri yang sangat hebat di payudaranya. Alhamdulillah dengan izin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Rosnelly dan suaminya. Setelah dibantu Sedekah Rombongan, Ibu Rosnelly dapat berobat dengan KIS Mandiri kelas III yang kini telah dimilikinya. Ibu Rosnelly akhirnya menjalani operasi pada Juli 2017 dan menjalani kemoterapi di RS Ibnu Sina Padang. Kondisi Ibu Rosnelley sering menurun sehingga beberapa kali sempat tidak bisa menjalani kemoterapi, hal ini sering disebabkan karena kadar HB-nya rendah dan harus menjalani transfusi. Kondisi Ibu Rosnelly sempat memburuk hingga dibawa ke rumah sakit dan hampir diopname, namun malam harinya ia diperkenankan pulang. Payudara Ibu Rosnelly mengeluarkan cairan seperti nanah dan berbau busuk. Ibu Rosnelly sudah menjalani 7 kali kemoterapi dari 9 kali kemoterapi yang disarankan dokter. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk membayar iuran BPJS, transportasi berobat, dan pemenuhan asupan gizi persiapan kemo. Sebelumnya Ibu Rosnelly telah dibantu pada Rombongan 1092.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir : @arfanesia @eldaritarosman @ririn_restu

Ibu Rosnelly mengalami kanker payudara


RANI FEBRIANI (20, Bantuan Biaya Menebus Ijazah). Alamat : Jalan Lansano No 9, RT 3/3, Kelurahan Lolong Belanti, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Rani adalah putri pertama dari 3 bersaudara. Ayah Rani mengalami sakit varises hati sehingga tidak bisa maksimal mencari nafkah. Sehari – harinya ayah Rani menarik ojek becak motor dengan penghasilan paling banyak 60 ribu rupiah per hari, itupun harus disisihkan untuk membayar sewa motor sebanyak 20 ribu rupiah per hari belum lagi membayar sewa kontrakan. Jika sakitnya kambuh, ayah Rani tidak bisa bekerja dan tidak ada pendapatan, sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga. Sejak kelas 2 SMK, Rani sudah menunggak biaya SPP hingga menjelang ujian akhir di kelas 3. Tunggakan tersebut ditambah dengan tunggakan biaya ujian, uang magang, dan uang ijazah. Sekolah mengizinkan Rani ikut ujian akhir karena ayahnya berjanji akan melunasi semua tunggakan. Setelah lulus, Rani masih juga belum bisa membayar semua tunggakan sehingga ijazahnya masih tertahan. Selepas SMK, karena tidak ada ijazah Rani hanya bisa bekerja sebagai tenaga kebersihan harian di minimarket dengan penghasilan jauh di bawah cukup. Penghasilan Rani ia serahkan pada orang tuanya untuk membantu biaya hidup keluarga. Alhamdulillah, Allah pertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Rani. Tangis tak berhenti mengalir dari mata Rani ketika kurir Sedekah Rombongan langsung datang ke sekolahnya menyelesaikan semua tunggakan biaya pendidikan sehingga ijazahnya sudah bisa diambil. “Saya seperti mimpi. Ini kali pertama saya lihat ijazah saya semenjak dinyatakan lulus. Saya masih tidak percaya, saya sudah pasrah menerima kenyataan bahwa saya dan orang tua tidak akan pernah memiliki uang sebanyak ini untuk menebus ijazah saya,” terbata-bata Rani berucap sambil tak henti air matanya mengalir dan memeluk erat kurir Sedekah Rombongan. Sambil sesenggukan Rani mengucapkan terima kasih pada Sedekah Rombongan yang telah membantu masa depannya. Rani berjanji akan memanfaatkan ijazahnya untuk mencari kerja yang layak, halal dan berkah untuk memperbaiki kehidupan keluarganya. Semoga doa dan niat baik Rani diijabah Allahu Rabbi, amin.

Jumlah Bantuan : Rp 3.775.000,-
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir : @arfanesia @eldaritarosman @ririn_restu

Bantuan biaya menebus ijasah


MASRIPAH BINTI MUSLAM (36, Batu saluran Kemih Bawah). Alamat : Desa Tengki RT. 01/ RW. 03 Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Pertengahan tahun 2016 Mba Musripah mengalami kecelakaan kendaraan yang menyebabkan teman yang setu kendaraan dengan beliau meninggal dunia. Alhamdulillah Allah masih memberikan keselamatan kepada Mba Masripah, meskipun sempat mengalami koma di ICU RSUD Brebes. Selama perawatan secara intensif Mba Masripah menjalani operasi tulang bagian tangan dan perut yang terbentur keras. November 2016 kondisi Mba Masripah tidak kunjung membaik, tim dokter melakukan pemeriksaan kembali dengan diagnosa Acute Haemorraghic Gastritis (perdarahan pada lambung) akhirnya dilakukan operasi ke 2 di bagian perut dan dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi, Semarang. Samoai saat ini ba Masripah masih mengalami sakit di bagian perutnya, keterbatasan biaya membuat beliau tidak bisa segera memeriksakan kondisinya kembali. Mba Masripah belum menikah, beliau adalah tulang punggung keluarga, pkerjaannya sebagai seorang pramusaji di warung makan daerah tempat tinggalnya hanya cukup untu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ayah Mba Masripah telah meninggal dunia dan Ibunya, Saimah (68) sudah terlalu tua untuk membantu biaya pengobatan Mba Masripah. Saat ini Mba Masripah telah menjalani operasi ke 3 dengan diagnosa akhir Batu saluran Kemih Bawah. Dengan fasilitas kesehatan KIS beliau berharap besar dapat melanjutkan pengobatannya dan dapat kembali beraktifitas seperti biasa. Santunan awal di berikan untuk biaya akomodasi selama rawat inap di RSUP DR. Kariadi Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 November 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Bu Musripah di diagnosa Acute Haemorraghic Gastritis (perdarahan pada lambung)


LISDA BINTI LATIF (42, Kista Ovarium), alamat Jl. Trans Palu-Donggala Kelurahan Kabonga Kecil Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Awalnya sekitar 2 tahun yang lalu Ibu Lisda mengalami sakit pada bagian perut, terasa menusuk dan terus mengalami pembengkakan. Namun dikarenakan pada saat itu hanya mengandalkan pengobatan tradisonal sehingga menyebabkan perut ibu Lisda terus membesar dan keras. Sehingga melihat kondisi tersebut keluarga segera melarikan Ibu Lisda ke rumah sakit Umum Anutapura Palu untuk mendapatkan perawatan. Dari hasil diagnosa dokter rumah sakit bahwa ibu Lisda mengalami penyakit Kista Ovarium dan harus segera di rujuk di rumah sakit di Makssar untuk dilakukan operasi. Ibu Lisda merupakan Janda yang memiliki tanggungan anak 5 orang. Dan jaminan kesehatan yang dimiliki saat ini adalah Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Sedekah rombongan segera bergerak setelah memperoleh informasi tersebut. Dan Alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna meringankan biaya berobat bagi Ibu Lisda.

Jumlah bantuan : Rp. 2.000.000, –
Tanggal : 29 November 2017
Kurir : Rasyid@Taty

Ibu Lisda mengalami penyakit kista ovarium


TULIJAMA BIN BASO (107, Duafa), alamat Desa Ngatabaru Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah. Bapak Tulijama saat ini telah berusia sangat sepuh yakni 107 tahun dan hidup sangat kekurangan. Sehari-hari bapak Tulijama sudah tidak bekerja lagi karena kondisi kesehatan yang sudah tidak memungkinkan. Di rumah bapak Tulijama hidup bersama seorang istri bernama Sariena (70) yang juga sudah renta. Dengan kondisi demikian para tetangga bapak Tulijama sering ikut membantu meringankan beban hidup sehari-hari.
Sedekah rombongan segera bergerak menuju kediaman Bapak Tulijama setelah memperoleh informasi tersebut. Dan Alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya hidup Bapak Tulijama bersama istrinya.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000, –
Tanggal : 08 Desember 2017
Kurir : Rasyid @Taty

Bantuan tunai


ARLINA BINTI UDIN (43, Mata Kanan Terganggu/tak bisa melihat). Alamat Desa Ngatabaru Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah. Awalnya ibu Arlina mengalami hyipertensi 200/100 yang kemudian menyebabkan stroke ringan pada bagian wajah kanan yang selanjutnya mata sebelah kanan tak bisa berfungsi dengan baik atau tak bisa melihat. Pihak keluarga segera melarikan ibu Arlina ke rumah sakit umum Anutapura Palu guna mendapatkan perawatan dan pengobatan lebih lanjut. Ibu Arlina merupakan istri dari Bapak Sarifudin (45) yang sehari-hari bekerja sebagai petani di desanya. Adapun jaminan kesehatan yang dimiliki saat ini adalah KIS/Kartu Indonesia Sehat.
Sedekah rombongan segera bergerak menemui Ibu Arlina dan keluarga setelah memperoleh informasi tersebut. Dan Alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera manyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya berobat bagi Ibu Arlina.

Jumlah bantuan : Rp. 1.250.000, –
Tanggal : 08 Desember 2017
Kurir : Rasyid @Lismasari

Ibu LIna mengalami gangguan mata


AMINAH JIBARA (60, Gangguan pada usus), alamat Jl. Agatis Kelurahan Nunu Kecamatan Tatanga Kota Palu Propinsi Sulawesi Tengah. Awalnya Ibu Aminah pingsan di depan SMP 3 Palu saat hendak memulung, ternyata sakit yang di alami adalah sakit perut hebat hingga tak sadarkan diri. Saumi Ibu Aminah hanya merawatnya di rumah dan mengandalkan pengobatan seadanya saja. Ibu Aminah suda sejak lama bekerja sebagai Pemulung guna mencukupi kebutuhan hidupnya, sehingga untuk dapat memeriksakan diri ke dokter lebih lanjut sulit untuk mereka lakukan. Ibu Aminah mempunyai suami bernama Samsul (64) yang sehari-hari juga bekerja sebagai tukang becak. Hingga saat ini Ibu Aminah belum memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk apapun.
Sedekah rombongan segera bergerak menuju kediaman ibu Aminah setelah memperoleh informasi tersebut. Dan alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya berobat bagi Ibu Aminah.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000, –
Tanggal : 29 November 2017
Kurir : Rasyid@Taty

Bu aminah menderita gangguan usus


MUH. ISMAIL BIN RAFIQ (9, Gizi Buruk dan Leukimia). Alamat Jl. Ir. Soekarno Desa Pasangkayu Kabupaten Mamuju Utara Propinsi Sulawesi Barat. Awalnya sekitar 2 bulan yang lalu atau tepatnya pada bulan september adik Ismail mengalami demam tinggi yang disertai batuk dan muncul benjolan pada bagian leher. Kemudian setelahnya beberapa hari kemudian adik Ismail mengalami penurunan kondisi tubuh, dimana badan semakin terlihat kurus dan perut membengkak. Melihat kondisi ini kedua orang tua adik Ismail membawanya ke RS Pasangkayu guna mendapatkan perawatan. Pihak dokter rumah sakit mendiagnosa penyakit yang di derita oleh adik Ismail adalah Gizi Buruk dan Leuikimia, yang kemudian pihak rumah sakit memberikan rujukan agar adik Ismail dirawat lebih lanjut di rumah sakit umum Anutapura di Kota Palu Sulawesi Tengah. Adik Ismail merupakan anak dari Bapak Muh. Rafiq (47) yang sehari-hari beerja sebagai Petani dan Ibu bernama Masriani (45) yang sehari-hari bekerja sebagai Pegawai Harian Lepas/Honorer. Adapun jaminan kesehatan yang dimiliki oleh adik Ismail adalh BPJS.
Sedekah rombongan segera bergerak menemui Adik Ismail dan kedua orang tuanya setelah memperoleh informasi tersebut. Dan Alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya berobat bagi adik Ismail.

Jumlah bantuan : Rp. 2.950.000, –
Tanggal : 29 November 2017
Kurir : Rasyid@Taty

Ismail menderita gizi buruk dan leuikimia


HUSEN L (48, Stroke), alamat Desa Ngatabaru Kecamatan Biromaru Kabuapten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah. Bapak Husen sudah lebih dari 2 tahun lamanya menderita Stroke (kelumpuhan) pada bagian sebelah kiri. Dimana tangan hingga kaki kiri sudah sulit untuk digerakkan lagi. Saat ini bapak Husen hanya dirawat di rumah oleh sanak keluarganya karena istri telah tiada. Bapak Husen pernah di rawat di rumah sakit namun karena kondisi yang tak kunjung membaik, maka pihak keluarga merawat bapak Husen di rumah dengan mengandalkan pengobatan tradisional. Akibat penyakit yang di derita tersebut Bapak Husen sudah tidak bekerja lagi. Saat ini bapak Husen memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk BPJS.
Sedeka rombongan segera bergerak ke kediaman bapak Husen setelah mendapatkan infromasi tersebut. Dan Alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan beban hidup bagi Bapak Husen.

Jumlah bantuan : Rp. 2.000.000
Tanggal : 29 November 2017
Kurir : Rasyid@Taty

Bapak Husen menderita stroke


BAKRI BIN SIAM (39, Kaki Bengkak), alamat Desa Ngatabaru Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah. Awalnya 5 tahun yang lalu Bapak Bakri mengalami pembengkakan pada bagian kaki hingga lutut, yang kemudian dalam jangka waktu yang cukup lama Bapak Bakri baru dapat melakukan pemeriksaan ke RSU Anutapura Palu guna mendapatkan pengobatan dan perawatan. Kemudian dokter rumah sakit melakukan operasi dan selanjutnya menyarankan agar Bapak Bakri di rujuk di Makassar untuk tindakan amputasi. Namun pihak keluarga dan bapak Bakri sendiri tidak bersedia untuk dilakukan amputasi. Oleh karena itu Bapak Bakri saat ini hanya di rawat di rumah dan mengandalkan pengobatan tradisional. Bapak Bakri memiliki seorang istri bernama Elvina (39) yang sehari-hari bekerja sebaga pemulung untuk mencukupi kebutuhan hidup karena pak Bakri sudah tidak bekerja lagi. Adapun jaminan kesehatan yang dimiliki oleh Bapak Bakri adalah Karts Indonesia Sehat (KIS).
Sedekah rombongan segera bergerak menuju rumah bapak Bakri setelah memperoleh informasi tersebut. Dan alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan beban hdiup bagi bapak Bakri.

Jumlah bantuan : Rp. 2.000.000
Tanggal : 29 November 2017
Kurir : Rasyid@Taty

Bapak Bakri mengalami pembengkakan pada bagian kaki hingga lutut


MASRIPAH BINTI WASMUN (46, Tumor Gusi). Alamat : Ds. Semedo RT. 12 / RW. 04 , Kec. Kedungbanteng, Kab.tegal, Jawa Tengah. Pertengahan 2016 pada kehamilan ke 6 Ibu Masripah menderita benjolan sariawan pada gusi sebelah kiri, semakin lama sariawan tersebut semakin membengkak disertai nyeri. Ketika melahirkan sariawan semakin membengkak hingga keluarga membawa Ibu Masripah berobat ke puskesmas di desanya, puskesmas menyarankan untuk rujuk ke Rumah Saki Kardinah Tegal. Setalah beberapa kali kontrol Ibu Masripah disarankan untuk menjalani operasi dan di rujuk k RSUP Dr. Kariadi Semarang. Keterbatasan biaya akomodasi membuat Ibu Masripah tidak melanjutkan pengobatannya meskipun menggunakan fasilitas kesehatan BPJS kelas 3 KIS. Bapak Syud (70) Suami dari Ibu Masripah bekerja sebagai seorang buruh tani dengan penghasilan yang hanya cukup untu kebutuhan sehari-hari merasa kesulitan apabila harus melanjutkan pengobatan Ibu Masripah. Kurir SR Tegal sepakat untuk memberikan dampingan kepada Ibu Masripah dalam berikhtiar menjemput kesembuhan. Santunan awal di berikan untuk membantu biaya akomodasi selam berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000
Tanggal : 14 November 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Bu Musripah menderita tumor gusi


SUPARMI BINTI SANAK SONO (63, Kaki Amputasi + DM). Alamat : Prigi III Mranggen, RT. 005 /RW. 006, Mranggen, Demak, Jawa Tengah. Sejak tahun 2011 Ibu Suparmi telah menderita Diabetus Melitus, beberapa kali menjalani rawat inap dan selanjutnya rawat jalan. Penyakit Ibu Suparmi semakin parah ketika menyerang di bagian kakinya hingga kakinya harus segera di amputasi. Dengan berat hati Ibu Suparmi menjalani aputasi kakai di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Suaminya, Buang Sayitno telah terlebih meninggal dunia. Saat ini Ibu Suparmi memebutuhkan bantuan kursi roda untuk dapat memebantunya menjalankan aktifitas. Alhamdulillah, Kurir SR Semarang di pertemukan denga Ibu Suparmi dan menyampaikan bantuan kursi roda dan uang samtunan sedekahholic kepada beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 16 November 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Ibu Suparmi menjalani amputasi kaki


MUHAMMAD FIRZAN (1, Ginjal Bocor). Alamat : Dusun Tegalurung, RT 3, Kelurahan Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Muhammad Firzan adalah pasien balita yang mengalami penyakit yang umumnya diderita oleh orang dewasa yaitu penyakit ginjal bocor atau SNK (Syndrom Nefrotik Kongintal). Penyakit yang diderita Dik Firzan ini bawaan sejak lahir, tetapi penyakit ini diketahui setelah usianya dua bulan. Organ ginjal Dik Firzan mengalami kelainan dan tidak mampu membuang racun dalam tubuhnya. Selain itu, diketahui juga Dik Firzan menderita penyakit komplikasi. Kondisi ginjalnya terus mengalami penurunan, saat ini menjadi stadium 4. Dik Firzan membutuhkan suntikan untuk meningkatkan HB sementara biaya kebutuhan ini tidak dicover oleh BPJS yang ia miliki. Dik Firzan tinggal bersama ayahnya Ook Hafila (36) dan ibunya Rahmini Indarsih (35). Ayahnya bekerja sebagai buruh di pabrik, sementara ibunya sebagai ibu rumah tangga sekaligus merawat sang putra. Penghasilan keluarga yang tidak menentu, hanya bisa mencukupi kebutuhan makan sehari-hari. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya, Ayah Dik Firzan bercerita ia tidak mampu membeli obat untuk kebutuhan anaknya. Sementara, bila Dik Firzan tidak meminum obat kondisinya akan menurun dan rawat inap di rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan beban pengobatan untuk Dik Firzan. Saat ini dek Firzan berusia 1 tahun 4 bulan. Orangtuanya sangat menjaga agar HB-nya tidak turun supaya ia tidak sering rawat inap di rumah sakit. Santunan sebelumnya untuk Dik Firzan terdapat dalam pelaporan di Rombongan 1059. Semoga bantuan sedekaholics Sedekah Rombongan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Dik Firzan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 18 November 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Firzan menderita penyakit ginjal bocor


INDRI DWI SALFIA GUSTINA (21, Kanker Ovarium). Alamat :Tembok luwung RT 23/05 Adiwerna, Tegal, Jawa Tengah. Sejak tahun 2016 Indri sering merasakan nyeri perut saat hai hingga menganggu aktifitasnya. Indri dan keluarga menilai hal tersebut wajar dan normal sehigga tidak di lakukan tindakan medis. Dalam rentang waktu kurang lebih 6 bulan, mulai terlihat perut Indri yang semakin membesar. Pada 23 Mei 2017, Indri merasakan sakit perut yang luar biasa ketika haid, tetangga Indri menyarankan untuk berobat ke klinik bersalin untuk diperiksakan oleh dokter kandungan dan di USG. Saat di USG ternyata ada benjolan keras dalam rahim (kista ovarium) sebesar telur. Segeralah dokter menyarankan untuk rujuk ke RSUD Soesilo. Sesampainya disana, dokter kandungan menyarankan untuk operasi pengangkatan kista dan keluarga menyetujui. Akhirnya 24 Mei 2017 dilaksanakan operasi di RSUD Soesilo Slawi untuk pengambilan kista dalam rahim Indri. Setelah operasi, hasil dari laboratorium PA (patologi anatomi) kista yang diambil dari rahim Indri adalah jenis kista ganas, saat itu dokter menyarankan untuk dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk tindakan lebih lanjut. Indri dan keluarga merasakan kesulitan ketika harus menjalani pengobatan di Semarang karena masalah ekonomi, Indri sendiri bekerja sebagai buruh di pabrik Sosro dan Orang tuanya Bpk. Agus Salim (52) Sebagai buruh harian lepas dan Ibu Luthfiyah (50) sebagai Ibu rumah tangga sehingga pengahislan mereka hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bantuan awal di sampaikan untu membantu biaya akomodasi Indri selama melakukan pengobatan di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 18 November 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Indri menderita kanker ovarium


MUHAMAD WILDAN AFANI (1, Atresia Ani). Alamat : Desa Lambanggelun, RT 1/1, Kec. Paninggaran, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada tanggal 9 Mei 2016 lalu, lahir seorang bayi laki-laki bernama Wildan. Semua keluarga gembira menyambut kelahiran Wildan. Namun, tiba-tiba kabar kurang menyenangkan datang dari dokter yang penangani persalinan ibu Wildan. Saat itu dokter menjelaskan bahwa Wildan lahir dengan kondisi tidak normal. Wildan memiliki kelainan pada saat lahir yaitu atresia ani atau yaitu tidak memiliki anus. Dokter menjelaskan bahwa Wildan harus menjalani operasi supaya memiliki anus. Tetangga sekitar yang mengetahui kondisi tersebut kemudian secara sukarela membantu agar Wildan bisa segera operasi. Operasi tahap satu pun dilakukan yaitu pembuatan colostomi (anus buatan) di perut kiri sebagai jalan pembuangan tinja sementara yang dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah operasi tahap satu selesai, Wildan harus menjalani operasi tahap dua yaitu pembuatan anus diusia 6 bulan. Namun operasi tersebut belum bisa dilakukan saat Wildan berusia 6 bulan. Orang tua Wildan yaitu Pak Nasib Sugiono (22) yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan Bu Titi Murni (21) hanyalah ibu rumah tangga biasa merasa tidak mampu dengan biaya transportasi yang harus mereka siapkan. Pak Nasib dan Bu Titi Saat itu Pak Nasib seakan-akan menyerah. Meskipun biaya pengobatan telah dijamin oleh fasilitas kesehatan yang telah dimiliki yaitu BPJS PBI Kelas III. Hingga akhirnya tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Nasib. Tim kurir #SedekahRombongan sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Wildan. Serangkaian tindakan medis di RSUP Dr. Kariadi telah selesai dilakukan dan Wildan sudah menjalani operasi tahap dua. Saat ini Wildan sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya akomodasi selama di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1080.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000?,-
Tanggal : 23 November 2017?
Kurir : @indrades @DiyahSumanti @naadiahusna

Wildan menderita atresia ani


SUMIATI BINTI DARUN (39, Tumor Perut). Alamat : Dk. Mojo, RT.01/RW.04, Kel. Pungangan, Kec. Limpung, Kab.Batang, Jawa Tengah. Awal tahun 2017 Ibu Sumiati merasakan sakit pada perut hingga menembus ke punggungnya, sakit yang beliau rasakan semaikn hari semakin tidak mereda bahkan bertambah sakit sehingga pihak keluarga sepakat membawa ke Rumah Sakit untuk berobat. Ibu Sumiati langsung mendapatkan penanganan dari dokter untuk rawat inap karena kondisinya yang semakin lemah. Ibu Sumiati tak kunjung membaik hingga akhirnya di rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan jaminan kesehatan BPJS KIS, untuk mendapat perawatan yang lebih intensif. Bapak Juniato (40) suami Ibu Sumiati sebagai buruh bengkel merasa kesulitan ketika menemani selama pengobatan di Semarang. Santunan awal di berikan untuk membantu biaya akompdasi selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1089.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Bu Sumiati menderita tumor perut


SYAHILLA ANABEL ANMAT (2, Kelainan Alat Reproduksi). Alamat : Dk.Ngalapan, RT. 07/ RW.m01, Ds. Jakenan, Kec. Jakenan, Kab. Pati. Saat berusi 17 bulan keluarga Dik Syahilla berencana akan mengkhitan, akan tetapi ketika bidan melihat kondisi vagina Dik Syahilla merasakan kejanggalan karena todak sama seperti bayi pada layaknya. Dik Syahilla tidak memiliki jalan vagina untuk bereproduksi. Untuk mendapatkan diagnosa yang tepat akhirnya pihak keluarga sepakat membawa Dik Syahilla berobat supaya memiliki organ reproduksi yang normal seperti layaknya wanita seharusnya. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang di alami oleh pihak keluarga karena Syahilla telah lama di tinggal ayahnya (Mochammad Supriyanto, 30 ) tanpa kabar dan Ibunya (Ani Budi Lestari, 22) bekerja sebagai seorang buruh pabrik serabutan tidak memiliki banyak biaya untuk pengobatan. Bantuan awal di berikan untuk membantu biaya akomodasi selama menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1089.

Jumlah Bantuan : Rp. 528.500,-
Tanggal : 28 November 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Dik Syahilla tidak memiliki jalan vagina untuk bereproduksi


MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO (6, Hydrocephalus + Kelainan Struktur Wajah). Alamat : Ds. Godong, RT 003/ 001, Kec. Wonopringgo, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengan. Dik Maghfiroh sudah mengalami kelainan terutama pada struktur wajah dan tempurung kepalanya sejah lahir. Beberapa hari setelah kelahiran Dik Maghfiroh langsung dibawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang atas rujukan rumah sakit daerah setempat. Kurang lebih sekitar satu bulan Dik Maghfiroh dirawat secara intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ayah Maghfiroh yaitu Bapak Yunan Purnomo (45) sebagai buruh serabutan dan Ibu Nur Alfiana (42) sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan yang tidak menentu membuat Bapak Purnomo kesulitan biaya transportasi pulang pergi ke Semarang. Meskipun semua biaya pengobatan sudah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Pada awal 2014 tim kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Maghfiroh. Kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Maghfiroh. Saat ini Maghfiroh sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Mohon doanya semoga Maghfiroh lekas sembuh. Santunan disampaikan untuk membeli susu dan membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1082.

Jumlah Bantuan : Rp. 998.000,-
Tanggal : 28 November 2017
Kurir : @indrades @auliarahman04 @naadiahusna

Dik Maghfiroh mengalami kelainan terutama pada struktur wajah dan tempurung kepalanya sejak lahir


ARONO BIN CARIDI (36, Ca Nasofaring). Alamat Wiyoro Wetan RT. 004 RW. 005 Kec. Ulujami, Kab. Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Awal tahun 2017 Pak Tarono merasakan keanehan pada pendengarannya dengan sering berdenging tanpa sebab, 3 bulan kemudian di seratai dengan migrain yang tidak tertahankan. Pak Tarono memutuskan untuk berobat ke RSU Keraton Pekalongan, di RSU Keraton menjalani rawat inap selama 10 hari dengan program pemeriksaan biopsi, dan melakukan scan untuk mendeteksi penyakit yang sesungguhnya di derita Pak Tarono. Setelah menjaani rawat inap dokter menyarankan untuk melakukan rawat jalan selama 2 minggu. Selama melakukan rawat jalan tidak ada perkembangan hingga di putuskan rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Selama 12 hari di Semarang Pak Tarono menjalani semua kontrol yang di sarankan oleh pihak RSUP Dr. Kariadi yaitu cek THT dan seluruh organ vital. Hasil diagnosa penyakit Pak Tarono yaitu Ca Nasofaring. Pak Tarono bekerja sebagai pedagang kerupuk dengan penghasilan yang cukup untuk biaya makan sehari-hari dan Istrinya Sumiyati (37) sebagai Ibu Rumah Tangga dengan 2 orang anak yang masih balita merasakan kesulitan untuk melanjutkan pengobatan. Selama pengobatan di Semarang Pak Tarono di temani adik iparnya menginap di salah satu penginapan dengan biaya 50.000/ hari untuk 2 orang dan fasilitas jaminanan kesehatan KIS. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dirasakan oleh bapak Tarono dan memutuska untuk memberi dampingan kepada beliau. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1082.

Jumlah Bantuan : Rp 612.898,-
Tanggal : 25 November 2017
Kurir : @Indrades @naadiahusna

Pak Tarono menderita Ca Nasofaring


RSSR SEMARANG (Operasional Bulan November). Alamat : Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jl. Kedungjati No.4 RT 01 RW 07, Randusari, (Kompleks PJKA) Semarang Selatan, Jawa Tengah. (50244). RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Laporan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sarana prasarana pasien selama bulan November 2017 berupa perlengkapa pasien dan kebutuhan operasional pasien dan staff seperti Biaya Listrik, PDAM, Internet, dll. Laporan keuangan operasional RSSR ini sebelumya masuk di rombongan 1082.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.155.849
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan November


RSSR SEMARANG (Operasional Bulan November). Alamat : Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jl. Kedungjati No.4 RT 01 RW 07, Randusari, (Kompleks PJKA) Semarang Selatan, Jawa Tengah. (50244). RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Laporan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan November 2017 berupa perlengkapan pasien dan kebutuhan operasional pasien seperti Sembako, perlengkapan Obat-obatan, perlengkapan sehari-hari, dll. Laporan keuangan operasional RSSR ini sebelumya masuk di rombongan 1082.

Jumlah Bantuan : Rp. 9.006.561
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan November


MTSR SEMARANG (G 9221 GC, Biaya Operasional Bulan November). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim Sedekah Rombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura Jawa Tengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim Sedekah Rombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan Sedekah Rombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan November 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 1082.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.804.548,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan November


MTSR SEMARANG (H 8690 QF, Biaya Operasional Bulan November). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk service mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan November 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 1082.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.800.799,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan November


MTSR SEMARANG (AA 8683 TB, Biaya Operasional Bulan November). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim Sedekah Rombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura Jawa Tengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim Sedekah Rombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan Sedekah Rombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan November 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 1082.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.648.012,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan November


IHYA RAMADHANI (14, Truncus Arteriosus). Alamat : Jl. Domba No. 47, RT 11/4, Kelurahan Hadimulyo Timur, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung. Ihya merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Ihya sudah didiagnosis Truncus Arteriosus atau lebih dikenal sebagai Sakit jantung yang langka sejak berusia 3 tahun dan sudah 7 tahun terakhir Ihya menjalani pengobatan rutin di RS Harapan Kita. Sampai saat ini Ihya harus minum obat secara rutin. Diperlukan tindakan operasi pada jantungnya, tetapi sampai saat ini Ihya belum mendapatkan jadwal operasi. Karena masih harus terus dipantau kondisinya. Kondisi Ihya terus menurun, tidak lagi dapat berjalan jauh. Ketika letih tubuh Ihya akan membiru dan pucat. Kondisinya saat ini membuat Ihya sering kali meninggalkan sekolahnya untuk sekedar beristirahat di rumah. Orang tua Ihya, Haryya Sakti (45) yang bekerja sebagai tukang servis elektronik dengan penghasilannya tidak menentu, dan istrinya, Kusni Darty (44) yang berjualan nasi uduk saat pagi hari tidak mencukupi biaya transport untuk terus menerus berobat. Selama berobat ke RS Harapan Kita, Ihya hanya ditemani sang ibu dan fasilitas jaminan kesehatan berupa Jamkesmas. Saat ini Ihya menjalani kontrol di RS Harapan Kita sebulan sekali. Dan pada Maret 2018 telah dijadwalkan untuk operasi pemasangan kateter yang ke empat kalinya. Bantuan kembali disampaikan untuk biaya transportasi ke RS harapan Kita. Bantuan terakhir tercatat dalam rombongan 1071.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 18 November 2017
Kurir : @saesarraya @sayasepti Hanif @xkurniawatix

Ihya didiagnosis Truncus Arteriosus


KAYLA ALMIRA FAREN (4, Tetralogy of Fallot). Alamat : Dusun II, RT 1/1, Desa Kedaton II, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Sekitar bulan April 2014 ketika Kayla berumur 4 bulan, pada saat dimandikan tiba-tiba kulitnya berubah jadi kebiruan. Kemudian Kayla juga mengalami batuk, dan sesak napas. Karena khawatir melihat keadaan Kayla langsung dibawa ke dokter spesialis anak. Mendapatkan diagnosa ISPA (Insfeksi Saluran Pernafasan Akut). Dan disarankan untuk berobat rutin selama 6 bulan. Setelah selesai pengobatan tapi tidak ada perubahan maka dibawa ke Rumah Sakit Mardi Waluyo. Dan didiagnosa Tetralogy of Fallot (TOF) atau dikenal dengan kebocoran jantung. Setelah dilakukan echocardiografi diketahui letak kebocoran ada pada serambi. Akhirnya Kayla harus dirujuk ke RS Harapan Kita Jakarta. Orangtua Kayla, Tata Boim (28) dan Yuli Arta (23) sering meninggalkan pekerjaannya sebagai petani untuk mendampingi pengobatan putrinya. Sehingga tidak ada lagi pemasukan tetap. Kayla menjadi dampingan Sedekah Rombongan Lampung. Kayla berobat menggunakan Jaminan Kesehatan KIS Mandiri Kelas III. Saat ini Kayla masih sering batuk, lemas, bibir kering dan terkadang sebagian tubuh membiru. Dan melakukan terapi obat selama 3 bulan sembari menunggu jadwal operasi. Untuk itu kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali menyampaikan titipan sedekaholics untuk biaya transport ke RS Harapan Kita. Bantuan terakhir masuk dalam 1047. Orangtua Kayla tak lupa menyampaikan terimakasih kepada Sedekaholics dan Sedekah Rombongan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 November 2017
Kurir : @saesaraya @sigitrudianto2 @sayasepti @xkurniawatix

Kayla menderita kebocoran jantung


SARMINAH BINTI WAGIMUN (42, Suspect Cancer Servix). Jl. Pala II, RT 11/6, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Sekitar Pertengahan tahun 2016 Ibu Sarminah mengalami pendarahan yang luar biasa saat menstruasi, dan keluar darah yang menggumpal cukup banyak hingga Ibu Sarminah merasa lemas. Setelah beberapa kali mengeluh seperti itu terus saat menstruasi, akhirnya suami Ibu Sarminah membawa ke RS Ahmad Yani dan harus dirawat dengan transfusi darah beberapa kantong, tetapi bulan berikutnya pun masih seperti itu, lalu Ibu Sarminah menemui dokter kandungan dan disarankan untuk melakukan USG, tetapi setelah dilihat ada yang mencurigakan lalu disarankan biopsi dan dari hasil biopsi diduga kanker sekviks. Kemudian dokter menyarankan untuk operasi atau kemo. Tetapi tidak Ibu Sarminah laksanakan karena kendala biaya. Tetapi awal bulan November 2017 Ibu Sarminah mengalami hal yang sama seperti awal gejala dan harus dirawat di RS Mardi Waluyo serta transfusi darah sebanyak 6 kantong. Dokterpun masih menduga hal yang sama serta didapati kadar gula dalam darah yang tinggi. sambil menunggu hasil pemeriksaan saat ini Ibu Sarminah disarankan mengkonsumsi makanan dan obat-obatan yang dapat menurunkan kadar gula agar dapat segera melakukan pengobatan untuk kanker serviksnya. Suami Ibu Sarminah, Kridianto Budiono (53) yang bekerja sebagai pengayuh becak tertunduk lesu, lagi-lagi karena tidak adanya biaya. Meski telah memiliki jaminan kesehehatan KIS PBI Kelas III, kebutuhan lainnya dalam menunjang pengobatan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Mendengar kisah Ibu Sarminah, kurir Sedekah Rombongan Lampung bergegas menemuinya ke rumah sakit. Sekaligus mengungkapkan niat bahwa Sedekah Rombongan Lampung akan mendampingi selama pengobatannya. Dan disampaikan pula titipan sedekaholics untuk membantu biaya di luar jaminan kesehatan. Semoga titipan yang disampaikan dapat bermanfaat.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal : 16 November 2017
Kurir : @saesarraya @sayasepti Dinda @xkurniawatix

Bu Sarminah menderita kanker sekviks


SUGIYO BIN KERTODINOMO (67, Acute Lymphocytic Leukimia). Alamat : Dusun II, RT 7/2, Desa Saptomulyo, Kecamatan Kotagajah, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Bapak Sugiyo sering berobat ke Puskesmas dengan keluhan sakit pinggang yang terus dirasakan selama setahun terkahir hingga tidak bisa jalan. Sekarang Bapak Sugiyo hampir putus asa untuk menjalani pengobatan. Setelah rutin berobat ke Puskesmas, pada bulan Januari 2017 dirujuk ke RS Ahmad Yani Metro. Dan setelah dilakukan pemeriksaan ternyata didiagnosis Acute Lymphocytic Leukimia (ALL) atau dikenal dengan penyakit kanker darah. Selama sakit beliau mengalami penurunan berat badan hingga 20 kg dan istirahat total untuk duduk saja tidak mampu sehingga seluruh kebutuhannya disiapkan dan dilayani oleh anak-anaknya. Bapak Sugiyo juga harus sering tranfusi darah karena mengalami anemia, terakhir tranfusi pada bulan September berjumlah 6 kantong golongan darah B+. Bapak Sugiyo tinggal bersama anak perempuannya yang telah menikah dan dikaruniai 2 anak dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan sehari-hari yaitu sebagai buruh tani dan istri Bapak Sugiyo sudah meninggal sejak setahun yang lalu. Sehubungan dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit membutuhkan transportasi dan berbagai kendala keterbatasan ekonomi akhirnya hanya berobat jalan dan jika sudah parah baru dibawa ke Rumah Sakit. Meski telah berobat menggunakan jaminan kesehatan BPJS Kelas 3. Maka dengan keadaan seperti ini kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan kepada Bapak Sugiyo untuk keperluan transportasi berobat. Bapak Sugiyo bersyukur sekali dan berterima kasih kepada Sedekah Rombongan dan para Sedekaholics atas bantuan yang diberikan. Semoga santunan yang sudah diterima memudahkan Bapak Sugiyo dan keluarga untuk berangkat berobat dan menyewa kendaraan saat ke Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 8 November 2017
Kurir : @saesarraya@sayasepti hanif @xkurniawatix

Pak Sugiyo menderita penyakit kanker darah


PANCASINI SEPTI NINGRUM (30, Tumor Payudara, Jantung, Diabetes). Alamat: Jalan Diponegoro Dusun IV B, RT 14/8, Kelurahan Tanjung Anom, Kecamatan Terusan Nunyai , Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Ibu Septi begitu beliau akrab disapa, pada tahun 2012 merupakan awal mula beliau mengidap tumor payudara. Awalnya beliau merasakan nyeri ditubuhnya tepatnya pada bagian payudara. Setelah melakukan pemeriksaan di rumah sakit, Ibu Septi divonis menderita tumor payudara oleh dokter. Guna kesembuhan Ibu Septi, pihak keluargapun membawa beliau berobat ke Rumah Sakit Abdoel Moeloek Bandar Lampung. Ibu Septi telah menjalani 11 Kali Kemoterapi selama menjalani pengobatan di RSAM. Ibu Septi juga pernah menjalani pengobatan di Yogyakarta namun tak kunjung juga mendapatkan hasil yang positif. Keadaan ini membuat Ibu Septi merasa putus asa. Pada tahun 2017 Ibu Septi kembali diuji karena mengidap penyakit jantung dan diabetes. Bapak Sutardi (58) adalah Suami Ibu Septi yang selalu sabar dan setia menemani beliau dalam menjalani perawatan. Suami Ibu Septi terpaksa harus berhenti bekerja dikarenakan harus fokus untuk merawat Ibu Septi. Sang suami dulunya bekerja sebagai petani. Untuk membiayai kehidupan sehari-hari kini Ibu Septi kini bergantung kepada penghasilan anak-anaknya yang telah bekerja. Untuk berobat Ibu Septi menggunakan fasilitas kesehatan BPJS Mandiri Kelas III. Kondisi Ibu Septi yang tak memungkinkan untuk naik kendaraan umum menjadi kendala utama yang dirasakan. Kondisi Ibu Septi kini semakin membaik dan semangat untuk sembuh semakin terlihat. Ibu Septi sebelumnya telah mendapatkan santunan awal pasca kunjungan kurir sedekah rombongan lampung ke kediaman beliau. Kini Ibu Septi telah menjadi pasien dampingan sedekah rombongan. Titipan langit kedua kembali disampaikan kepada Ibu Septi guna biaya akomodasi dan biaya untuk membeli obat. Titipan Langit pertama telah terdata di rombongan 1071.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 18 November 2017
Kurir : @saesarraya @siskakhadija fanani andhika hendro @juniwahyu1927 @xkurniawatix

Bu Septi menderita tumor payudara, penyakit jantung dan diabetes


OPPIE REFICA PUTRI (20, Miningitis dan TB Fase 2). Alamat : Dusun VII, Blok 13, RT 4/7, Desa Gisting Atas, Kec. Gisting, Kab. Tanggamus, Prov. Lampung. Pertengahan 2017 yang lalu, Oppie mengeluhkan kepalanya pusing dan badannya lemas. Setelah itu, Oppie dibawa ke Rumah Sakit Panti Secanti dan dirawat disana. Setelah 3 hari dirawat, Oppie pulang karena dinyatakan sudah sehat. Selang beberapa hari, Oppie kembali masuk Rumah Sakit Panti Secanti dan disarankan ke rumah sakit yang lebih besar. Setelah itu ia dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu. Namun sesampainya di Rumah Sakit Mitra Husada ia jatuh pingsan dan mengalami koma selama 2 hari dokter mendiagnosa Oppie menderita Meningitis. Setelah sadar ia kembali mengeluhkan sakit tetapi pada bagian dada. Dokter menyarankan untuk dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek. Setelah dilakukan pemeriksaan di RSUD Abdul Moeloek, dokter mendiagnosa Oppie mengalami TB Milier dan harus dirawat inap. Selang 3 hari kepulangan Oppie dari rumah sakit,ia kembali drop. Keluarga kembali membawanya ke Rumah Sakit Panti Secanti dan dirawat disana. Kemudian Oppie dirujuk kembali ke RSUD Abdul Moeloek dan dokter mendiagnosa ia mengalami TB Fase 2. Pihak RSUD Abdul Moeloek menyarankan untuk rawat jalan di Puskesmas Gisting secara berkala dan tidak putus selama 6 bulan. Karena keterbatasan pendapatan serta penyakit Oppie yang cukup serius orang tua Oppie kesulitan untuk biaya transportasi dan pengobatan yang tidak tertutup oleh Jaminan Kesehatan. Kini Oppie berobat jalan di Puskesmas Gisting untuk penyakit TB dan tubuhnya masih lemah karena Meningitis. Ayah Oppie, Sarjono (47) tidak memiliki pekerjaan tetap, sedangkan ibunya Erni Handayani (45) seorang ibu rumah tangga. Selama pengobatan Oppie menggunakan Jaminan Kesehatan JKN-KIS Mandiri Kelas III. Mengetahui hal tersebut, kurir Sedekah Rombongan Lampung berusaha membantu keluarga Oppie dengan menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk meringankan biaya transportasi dan berobat. Semoga Oppie segera diberi kesembuhan, aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 November 2017
Kurir : @saesarraya Leni Risha @yuliansafri @xkurniawatix

Oppie menderita meningitis


SOSEALYANDI BIN HALIL (43, Cidera Tangan). Alamat : Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Bapak Sosealyandi biasa dipanggil Sose. Ia adalah seorang buruh yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Pada tanggal 20 Juli 2017, ia bekerja membongkar tenda tarup sekaligus membereskan kabel listrik. Tiba-tiba ia tersengat listrik dari kabel tersebut sehingga ia terjatuh dan mengakibatkan tangan kanannya terluka serius. Kemudian ia langsung dibawa ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu. Setelah dilakukan pemeriksaan dan dirawat di rumah sakit tersebut selama 9 hari, dokter mengambil tindakan untuk mengamputasi tangan Bapak Sose. Kini tangan kanan Bapak Sose tidak lagi seperti sediakala, ia juga kerap kali merasa ngilu dan berat untuk menggerakkan tangannya pasca operasi. Bapak Sose tinggal bersama istri nya Irayani (29) seorang Ibu Rumah Tangga dan ketiga anaknya yang masih Kecil. Selama pengobatan Bapak Sose menggunakan Jaminan Kesehatan berupa JKN-KIS MANDIRI kelas III. Namun karena keterbatasan pendapatan dan tulang punggung keluarga. Pak Sose kesulitan dalam biaya perawatan yang tidak tertutup oleh Jaminan Kesehatan. Melihat kondisi tersebut, Kurir Rombongan mendatangi kediaman Bapak Sose dan menyampaikan santunan awal untuk membantu biaya transportasi dan pengobatan. Semoga Bapak Sose cepat membaik kondisi kesehatanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 November 2017
Kurir : @saesarraya Leni @ummusofia&yusuf Dwi @xkurniawatix

Pak Sose mengalami cedera tangan


SUYKRON BIN DULYAMIN (31, Lumpuh). Alamat: Ds. Mindaka, Pedukuhan Pesalakan, RT.04/RW.03, Kec. Tarub, Kab.Tegal. Pada awalnya, Syukron adalah pemuda normal seperti teman-temannya hingga pada suatu hari Syukron terjatuh, beberapa hari setelah jatuhnya Syukron, tepatnya Februari 2016 Sukron tidak dapat melakukan gerakan-gerakan normal seperti sebelumnya. Keluarga Syukron memutuskan untuk membawa Syukron ke Rumah Sakit Islam Adiwerna untuk mendapat pertolongan medis. Di rumah sakit Syukron melakukan rontgen karena keterbatasan informasi dan pertimbangan keluarga untuk menekan biaya rumah sakit akhirnya Syukron di bawa pulang dan melanjutkan pengobatan secara alternatif dengan pijat urut. Kondisi Syukron semakin memburuk, kaki dan tangan kirinya tidak dapat di gerakkan. Ayah Syukron sudah meninggal dunia, Ibunya, Kastinah (60) seorang buruh tani dengan pengahasilan yang tidak menentu membuat keluarga tersebut serba kekurangan. Santunan di berikan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 September 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna salis

Pak Syukron mengalami lumpuh


INDRIYANI BINTI PANGAT (46, Diabetes + Ginjal). Alamat : Dusun Pringsewu Selatan, RT 4/2, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Indriyani sering disapa IbuYani. Pada tahun 2014 Ibu Yani sering mengalami buang air kecil. Karena merasa sudah tidak wajar, ia pergi ke klinik kesehatan terdekat. Setelah 2 bulan, Ibu Yani mendapat luka pada kakinya karena tersandung saat berjalan. Luka tersebut ia obati dengan obat luka luar. Karena lukanya tak kunjung sembuh, Ibu Yani mendatangkan mantri untuk memeriksa luka tersebut. Mantri menyatakan kadar gula dalam darah Ibu Yani tinggi. Mantri mendiagnosa Ibu Yani menderita diabetes. Lambat laun luka semakin serius, sampai ketika tahun 2015 salah satu jari kaki Ibu Yani lepas. Keluarga hanya bisa berikhtiar dengan obat yang diresepkan mantri dan obat tradisional. Luka di kaki belum sembuh ujian kembali datang, pada bulan Agustus 2017 Ibu Yani mengalami penumpukan cairan di perut bagian bawah sampai kaki. Akhirnya Keluarga membawa Ibu Yani ke RSUD Pringsewu dan ia harus dirawat inap. Dokter mendiagnosa penumpukan cairan disebabkan karena fungsi ginjal Ibu Yani tidak berjalan dengan baik. Kondisi Ibu Yani saat ini hanya berbaring lemas dikamar, kakinya bengkak dan lukanya memburuk. Pawitno (47) suami Ibu Yani seorang buruh serabutan. Penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari, selain itu mereka memiliki anak yang masih sekolah. Selama pengobatan Ibu Yani menggunakan kartu Jaminan Kesehatan JKN-KIS PBI. Mengetahui hal tersebut, kurir Sedekah Rombongan Lampung berusaha membantu Ibu Yani dengan menyampaikan bantuan dari sedekaholic untuk meringankan biaya berobat dan transportasi. Semoga Ibu Yani segera diberi kesembuhan dan selalu dalam perlindungan Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 November 2017
Kurir : @saesarraya Leni Nana Dwi @xkurniawatix

Ibu Yani menderita diabetes dan ginjal


NURHAIDA BINTI JAPARUDIN (43, Stroke). Alamat : Desa Paguyuban Rt 02/01, Kec. Waylima, Kab. Pesawaran, Prov. Lampung. Nurhaida atau Ibu Ida pada awal tahun 2017 sering mengalami kesemutan di tangan sebelah kiri. Namun hal itu ia anggap biasa. Suatu hari saat bangun tidur tangan tersebut terasa berat untuk digerakkan. Lalu keluarga membawanya ke bidan setempat, alhamdulilah setelah itu membaik. Tetapi pada bulan April, kondisi tangannya memburuk sampai tidak dapat digerakkan. Kemudian, Ibu Ida dibawa ke Rumah Sakit Abdoel Moeloek (RSAM) dan dirawat selama 5 hari. Selang 3 bulan Ibu Ida mengalami tekanan darah tinggi dan kedua kalinya dirawat di RSAM selama 4 hari. Setelah diizinkan pulang Ibu Ida berobat di pengobatan alternatif dan mengkonsumsi obat herbal. Kondisi saat ini, Ibu Ida tidak bisa berjalan, ia menggunakan kursi roda. Suami Ibu Ida, Ujang Safei (48) seorang buruh bangunan. Penghasilannya tidak tetap hanya untuk kebutuhan sehari hari. Jika kondisi Ibu Ida sedang sakit sang suami harus merawatnya dan tidak bisa bekerja, sehingga tidak ada pemasukan. Kadang sanak saudara begotong royong untuk membantu kebutuhan sehari hari. Selama pengobatan, Ibu Ida menggunakan Jaminan Kesehatan JKN-KIS PBI. Mengetahui hal tersebut, kurir Sedekah Rombongan Lampung berusaha membantu keluarga Ibu Ida dengan menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk meringankan biaya berobat dan transportasi. Semoga Ibu Ida segera diberi kesembuhan dan selalu dalam perlindungan Allah SWT. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 7 November 2017
Kurir : @saesarraya Leni Leni Dwi @xkurniawatix

Bu Ida menderita stroke


WASIYAH BINTI JUPRIK (44, Gatal – gatal). Alamat: Desa Paguyuban Jaya, RT 2/2, kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Tahun lalu, terdapat luka kecil di bagian ibu jari kaki sebelah kanan milik Ibu Wasiah. Luka tersebut terasa sangat gatal, tanpa sadar Ibu Wasiyah sudah mengaruk luka tersebut. Namun luka tersebut justru semakin melebar ke bagian kulit lainnya. Dirasa tidak nyaman dengan keadaan ini, ia pergi ke dokter spesialis kulit di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu. Tetapi jika obat yang diberi oleh dokter habis tubuhnya kembali merasa gatal. Kini ia tidak lagi berobat karena biaya pengobatan yang cukup besar dan hanya menahan rasa gatal hampir di seluruh tubuhnya. Ibu Wasiyah seorang janda yang bekerja sebagai buruh serabutan. Ia juga harus menghidupi anak semata wayangnya yang masih bersekolah dan Ibu kandungnya yaitu Kartinem (64). Selama berobat ia menggunakan biaya pribadi di karenakan Jaminan Kesehatan masih dalam proses. Keterbatasan penghasilan dan besarnya pengeluaran membuat Ibu Wasiyah tidak berobat ke dokter. Melihat keadaan ini Kurir Sedekah Rombongan Lampung menyampaikan titipan langit untuk membantu biaya pengobatan Ibu Wasiyah. Semoga Ibu Wasiyah segera sembuh dari sakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 7 November 2017
Kurir : @saesarraya Leni Leny@xkurniawatix

Bu Wasiyah mengalami gatal-gatal


SUMANTO BIN SUKIP (49, Gagal Ginjal + Glukoma). Alamat : Dusun 1, RT 2/1, Desa Margorejo, Kecamatan Kota Bumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. Pada tahun 2015, tepatnya bulan Februari, Bapak Sumanto yang bekerja sebagai penjual es, merasakan badannya lemas namun tetap dipaksakan bekerja. Sampai suatu hari, beliau merasakan badannya bertambah berat dan matanya sulit untuk melihat. Keluarga berinisiatif membawa Bapak Sumanto ke Puskesmas terdekat, dokter segera merujuk beliau ke Rumah Sakit Handayani. Dokter yang menangani mendiagnosis Bapak Sumanto terkena ginjal bocor dan mata beliau terkena glukoma. Bapak Sumanto hanya mengkonsumsi obat pemberian dokter. Pada bulan Juli, badan Bapak Sumanto bertambah besar dan matanya semakin sulit untuk melihat, keluarga segera membawa beliau ke Rumah Sakit Handayani kembali, dokter langsung memberikan rujukan ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo. Dokter mengatakan Bapak Sumanto terkena ginjal bocor dan glukoma berat dan harus dioperasi, dokter menyarankan untuk operasi di Rumah Sakit EDC Surabaya. Selesai operasi, beliau pulang ke Lampung dan diberikan obat. Selang 3 bulan, setelah obat habis, Bapak Sumanto tubuhnya kembali membengkak dan dibawa kembali ke Rumah Sakit Handayani, dokter mengatakan Bapak Sumanto terkena gagal ginjal dan harus transfusi darah rutin seminggu dua kali di Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Sampai sekarang beliau rutin transfusi darah. Namun belakangan ini, mata Bapak Sumanto kembali rabun, dokter RSAM merujuk beliau ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk periksa matanya karena sudah mengalami perdarahan. Istri Bapak Sumanto, Sutarmi Binti Niti Diharjo (48), seorang ibu rumah tangga yang juga merupakan pasien Sedekah Rombongan. Selama pengobatan beliau menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III. Sejak sakit, beliau tidak bisa bekerja, sehingga kesulitan mencari biaya hidup sehari-hari maupun biaya berobat. Kurir Sedekah Rombongan yang mengetahui hal tersebut segera mendatangi beliau. Bantuan pertama pun segera disampaikan untuk pengobatan dan biaya hidup beliau selama di RSCM. Semoga Bapak Sumanto segera diangkat penyakitnya tanpa meninggalkan sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 6 November 2017
Kurir : @saesarraya @sevindae @aditya_Bdvil Fajri @yesaridani @xkurniawatix

Bapak Sumanto terkena ginjal bocor


KOYAH BINTI ODIH (36, Tumor Payudara). Alamat : Kp. Gamprit RT 2/3, Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Waktu itu, sekitar bulan Januari 2015, tumbuh benjolan di payudara sebelah kanan yang semakin membesar. Dengan berbekal Kartu BPJS Ketenagakerjaan yang ia miliki dari tempat suaminya bekerja, Bu Koyah memeriksakan penyakitnya di sebuah rumah sakit swasta di Cikarang. Setelah menjalani beberapa tahapan pemeriksaan, benjolan di payudara tersebut diangkat. Setelah 2 bulan pasca operasi, suami Bu Koyah, Pak Rohadi (38) di PHK dari tempatnya bekerja sehingga premi BPJS nya tidak dibayarkan dan dan tidak dapat digunakan lagi. Selama 1 tahun lebih Bu Koyah tidak berobat lagi, hingga bekas operasi tumbuh benjolan dan luka. Mereka sempat mengajukan permohonan perubahan status kartu BPJS Perusahaan menjadi BPJS Mandiri, namun karena ketidakpahaman itulah upaya mereka pun tidak dilanjutkan. Berkat bantuan Kurir Sedekah Rombongan, BPJS Bu Koyah sudah menjadi BPJS Mandiri sehingga ia bisa melanjutkan proses pengobatan. Sejak tanggal 1 Agustus 2017, Bu Koya menjalani pemeriksaan dan penyinaran yang dilakukan hampir setiap hari selama 1 bulan. Oleh karena itu, Bu Koyah berinisiatif untuk tinggal di rumah kontrakan yang dekat dengan rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat dan bekal selama menjalani pemeriksaan di RS Persahabatan. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1074.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Koyah menderita tumor payudara


NAISIN BIN KUNEN (52, Gangguan Pengelihatan). Alamat : Dusun Sekong RT 1/5, Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Awal Juni 2016, saat Pak Naisin sedang bekerja sebagai buruh di tambak, perestiwa ini bermula. Terjadi ledakan dari larutan kimia yang sedang ia campur sehingga menimbulkan percikan api yang mengenai mata Pak Naisin. Saat itu juga Pak Naisin langsung dievakusi ke RSUD Kabupaten Karawang. Awalnya biaya pengobatan masih ditanggung penuh oleh pemilik tambak. Saat ini mata kiri Pak Naisin mengalami kebutaan akibat ledakan cairan kimia tersebut. Pak Naisin juga terancam kehilangan pekerjaan akibat kecelakaan tersebut. Saat ini ia harus menjalani kontrol rutin siap minggu di poli mata RSUD Karawang tanpa jaminan apapun. Sayangnya saat ini bantuan dari pemilik tambak tidak sepenuhnya ia dapatkan. Istrinya, Bu Kastirah (46) hanya seorang ibu rumah tangga sedangkan Pak Naisin saat ini tidak bekerja lagi di tambak. Mereka sangat kesulitan untuk biaya kontrol di RSUD Kabupaten Karawang. Saat ini, yang semula luka pada mata yang kini meninggalkan kebutaan yang ia rasakan sudah membaik, ternyata terasa gatal dan harus segera diperiksakan kembali ke RSUD Karawang. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan ketiga biaya akomodasi ke RSUD Karawang. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 973. Semoga Pak Naisin diberi kemudahan dalam menjalani pengobatan. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mardisay

Pak Naisin mengalami kebutaan di mata kiri


MAEMUNAH BINTI MADAWI (65, Kanker Kulit). Alamat : Kp. Gandu RT 1/1, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sekitar 10 tahun yang lalu Bu Munah pernah menjalani operasi pada pipi kanan di RSCM Jakarta. Waktu itu setelah menjalani operasi ia sempat menjalani pemeriksaan beberapa kali saja karena keterbatasan biaya. Dan hingga saat ini luka di pipi Bu Munah belum kering bahkan sempat ditemui ada ulat pada luka tersebut. Masih begitu besar keinginan Bu Munah untuk kembali menjalani pengobatan. Bu Munah hidup menumpang di rumah anaknya yang sudah berkeluarga, suaminya meninggal sejak 10 tahun yang lalu. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat mengupayakan kartu jaminan untuk Bu Munah agar dapat melanjutkan pengobatannya. Setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi, Bu Munah disarankan untuk menjalani pemeriksaan lanjut di RSCM Jakarta. Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk biaya akomodasi Bu Munah dalam menjalani pengobatannya ke RSCM Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1056. Semoga pengobatan Bu Munah dapat berjalan lancar. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mardisay Amyati Anggraeni

Bu Munah menderita kanker kulit

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 ABDUL JABAR 1,000,000
2 SARYANTO BIN AHMADI 1,000,000
3 NUR AINI WULANDARI 1,000,000
4 SAMINEM BINTI SANUJI 750,000
5 RUMINI BINTI RANADI 750,000
6 SUKARTI BINTI SARJONO 500,000
7 TURSINAH BINTI ASMA WIKARTA 750,000
8 KASTINAH BINTI DASRUNI 1,000,000
9 LEPI FIRMANDA 1,000,000
10 YOHANES APRILIANO DEGA 2,000,000
11 RUSMAYANI DARATSEKIP 1,500,000
12 SUPIA BINTI GUSTAM 3,000,000
13 IMAM DARMAWAN 3,488,000
14 ROSNELLY BINTI HAMZAH 500,000
15 RANI FEBRIANI 3,775,000
16 MASRIPAH BINTI MUSLAM 1,000,000
17 LISDA BINTI LATIF 2,000,000
18 TULIJAMA BIN BASO 1,500,000
19 ARLINA BINTI UDIN 1,250,000
20 AMINAH JIBARA 1,000,000
21 MUH. ISMAIL BIN RAFIQ 2,950,000
22 HUSEN L 2,000,000
23 BAKRI BIN SIAM 2,000,000
24 MASRIPAH BINTI WASMUN 800,000
25 SUPARMI BINTI SANAK SONO 1,500,000
26 MUHAMMAD FIRZAN 500,000
27 INDRI DWI SALFIA GUSTINA 500,000
28 MUHAMAD WILDAN AFANI 500,000
29 SUMIATI BINTI DARUN 500,000
30 SYAHILLA ANABEL ANMAT 528,500
31 MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO 998,000
32 ARONO BIN CARIDI 612,898
33 RSSR SEMARANG 5,155,849
34 RSSR SEMARANG 9,006,561
35 MTSR SEMARANG 6,804,548
36 MTSR SEMARANG 6,800,799
37 MTSR SEMARANG 5,648,012
38 IHYA RAMADHANI 1,250,000
39 KAYLA ALMIRA FAREN 1,000,000
40 SARMINAH BINTI WAGIMUN 750,000
41 SUGIYO BIN KERTODINOMO 1,000,000
42 PANCASINI SEPTI NINGRUM 2,000,000
43 OPPIE REFICA PUTRI 500,000
44 SOSEALYANDI BIN HALIL 500,000
45 SUYKRON BIN DULYAMIN 1,000,000
46 INDRIYANI BINTI PANGAT 500,000
47 NURHAIDA BINTI JAPARUDIN 750,000
48 WASIYAH BINTI JUPRIK 500,000
49 SUMANTO BIN SUKIP 1,500,000
50 KOYAH BINTI ODIH 500,000
51 NAISIN BIN KUNEN 1,000,000
52 MAEMUNAH BINTI MADAWI 1,000,000
Total 89,318,167

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 89,318,167,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1101 ROMBONGAN

Rp. 58,742,246,661,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.