MUHAMMAD NAYAN (47, Dhuafa ). Alamat : Lorong Sederhana RT. 08, Kelurahan Kampung Nelayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Pak Nayan adalah seorang nelayan dengan penghasilan yang tak menentu serta memiliki tanggungan 1 istri, 6 anak dan 1 mertua yang sudah sangat tua. Awalnya Pak Nayan mencari ikan dengan menggunakan perahu sendiri, tetapi karena perahunya mengalami kerusakan dan tidak ada biaya untuk memperbaikinya, Pak Nayan sekarang ikut bekerja dengan orang. Penghasilan yang sangat minim tidak mencukupi untuk kehidupan sehari-hari sementara istri tidak bekerja dan ada 4 anak yang lagi bersekolah ; 2 masih SD, 1 SMP dan 1 SMA. Beban semakin berat ketika adik dari istri Pak Nayan meninggal dunia sehingga 4 orang anaknya diasuh oleh Pak nayan. Tak jarang mereka hanya makan sekali sehari karena tidak ada uang untuk membeli beras. Rumah yang hanya memiliki 3 kamar itu terasa makin sesak karena bertambah 4 penghuni baru. Alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan Jambi dipertemukan dengan keluarga Pak Nayan, santunanpun disampaikan kepada keluarga Pak Nayan. Semoga santunan lepas ini bisa membantu biaya kehidupan sehari-hari keluarga Pak Nayan.

Jumlah bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 8 desember 2017
Kurir: @saptuari @shintatantri rahmayanti yusuf @limzki_99

Bantuan tunai


ABDUL JABAR (62, Katarak). Alamat : Lorong Papadaan RT. 15, Kelurahan Tungkal ll, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Sudah 2 tahun terakhir, kakek Jabar menderita katarak di kedua matanya, kakek tidak pernah berobat ke dokter karena terkendala biaya. Saat kurir Sedekah Rombongan Jambi mengunjungi kediaman kakek Jabar untuk memberi kabar bahwa akan membantu pengobatan dan pembuatan bpjs, ternyata Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarganya tidak ada. Pembuatan KTP dan KK kakek Jabar dibantu oleh alumni PPA. Saat ini kakek jabar baru menjalani operasi katarak mata sebelah kanan insha Allah 6 bulan lagi baru bisa menjalani operasi mata sebelah kiri. Semoga kakek jabar bisa segera sembuh dan bisa melihat lagi karena kehidupannya sungguh memprihatinkan, kakek tidak punya anak istri dan hanya tinggal dengan kakak perempuannya yang sudah tua dan menderita katarak juga. Kondisi rumah kakek sangat tidak layak, atapnya bocor di sana sini, dinding yang berlubang serta lantai kayu yg sudah lapuk. Apalagi sekarang lagi musim hujan semakin memperparah keadaan. Tidak ada yang mencari nafkah selama kakek sakit sehingga jangankan memperbaiki rumah untuk makan sehari-hari saja hanya dari pemberian tetangga atau keponakan dan itu jauh dari kata cukup. Santunanpun diberikan oleh kurir sedekah rombongan Jambi untuk biaya transportasi dan akomodasi selama berobat. Semoga kakek Jabar bisa kembali sehat seperti sediakala, aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 8 desember 2017
Kurir: @saptuari @shintatantri rahmayanti yusuf @limzki_99

Kakek Jabar menderita katarak


RSSR JAMBI (Pembelian Inventaris RSSR Jambi Desember 2017). Alamat : Komplek Pemda Bukit Indah, Jalan Kapten Achmad Chatib No. 45, RT. 14, Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Provinsi Jambi. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jambi adalah Rumah Singgah yang diamanahkan oleh Sedekah Rombongan Pusat kepada kurir Sedekah Rombongan Jambi yang diperuntukan untuk tempat singgah pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan Jambi yang berdomisili di berbagai kabupaten yang ada di Provinsi Jambi untuk berikhtiar menjemput kesembuhan di RSUD Raden Mattaher Jambi dan Rumah sakit lainnya. Selain untuk tempat singgah, RSSR Jambi juga di gunakan untuk mengerjakan administrasi, data base pasien dan laporan laporan pergerakan kurir Jambi. Laporan ini ditujukan untuk pembelian inventaris RSSR yaitu perlengkapan kantor, peralatan dan perlengkapan RSSR Jambi.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.859.350,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @saptuari @shintatantri @diyansrg @limzki_99

Pembelian inventaris RSSR Jambi Desember 2017


MUHAMMAD ABDUL HADI (28, Santunan duka). Alamat : Desa Lumbuk Landai RT.11, . Hadi, begitu ia dipangil adalah kurir Sedekah Rombongan Jambi yang telah bergabung sejak Agustus 2017. Almarhum dikenal sangat aktif dalam kegiatan sedekah rombongan Jambi. Sehari-hari almarhum bekerja sebagai pendamping sosial di dinas sosial Kabupaten Muaro Jambi. Pada tanggal 20 November 2017, almarhum mengalami kecelakaan dan meninggal dunia dalam perjalanan ke RSUD Raden Mattaher Jambi. Almarhum disemayamkan di kampung halamannya. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah, aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @saptuari @shintatantri @dyansrg nila @limzki_99

Santunan duka


INDITA ALIRA HAFIZA (8, Tetralogi Of Fallot). Alamat : Desa Bungku, RT. 06, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Alira merupakan anak ke 2 dari 3 bersaudara yg masih duduk di Sekolah Dasar. Saat usianya 4 tahun, Alira muntah kemudian sesak serta biru pada bibir dan jari-jarinya. Alira di bawa keluarga berobat ke Rumah Sakit Daerah Kerinci dan dirujuk ke Padang. Setelah pemeriksaan lebih lanjut diketahui alira mempunyai kelainan pada jantung yaitu bocor jantung (Tetralogi Of Fallot). Alira disarankan untuk dirujuk ke Jakarta untuk tindakan operasi. Karena keterbatasan biaya, keluarga tidak dapat melanjutkan pengobatannya. Sekarang Alira berusia 8 tahun karena sesak berat dan biru pada seluruh tubuh membuat Alira harus dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi. Keputusan dari pihak Medis pun tetap mengharuskannya dirujuk ke Jakarta. Dina Nofriska (32) merupakan single parent yg bekerja sebagai BHL di PT. Asiatik dengan penghasilan kurang lebih 1,5 juta yang digunakan untuk membiayai ketiga anaknya. Keinginan untuk mengobati putrinya tersebut terhalang oleh biaya keberangkatan walaupun Alira sudah mempunyai jaminan BPJS. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialaminya dan santunanpun diberikan untuk biaya akomodasi dan transportasi ke Jakarta. Semoga Alira dapat melanjutkan pengobatan dan dapat kembali bersekolah.

Santunan : Rp. 5.800.000,-
Tanggal santunan : 5 Desember 2017
Kurir : @saptuari @shintatantri @dyansrg @bitrianihanuari @limzki_99

Alira mempunyai kelainan jantung bocor


AHMAD RIF’AN (13, Amputasi tangan akibat kecelakaan). Alamat : Desa Sampung, RT/RW 02/03, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Ahmad Rif’an atau yang akrab disapa Rif’an adalah putra dari bapak Sundiar dan ibu Dewi Fatimah (34) yang berprofesi sebagai pedagang. Saat ini, dek Rif’an hanya tinggal bersama ibunya karena sang ayah sudah menceraikan ibunya dan tidak lagi mengurus dek Rif’an dan ibunya. Dek Rif’an mengalami kecelakaan pada 22 oktober 2015 yang mengakibatkan tangannya di amputasi 15 hari setelah nya, amputasi pada tangan kanannya berdampak pada tangan kirinya, tangan kirinya menjadi tidak normal sehingga harus melakukan rawat jalan di RSUD SOETRASNO Rembang. Setelah kecelakaan yang dialaminya, dek Rif’an yang dulunya terkenal sebagai orang yang percaya diri dan supel di sekolahnya menjadi minder karena tangan kanannya diamputasi, hal itu mengakibatkan dek Rif’an ingin sekolah di sekolah khusus penyandang cacat untuk menghindari bullyan teman-temannya, namun karena keterbatasan ekonomi sehingga dek Rif’an putus sekolah. Dek Rif’an berharap memiliki tangan palsu dan juga ingin bisa sekolah lagi jika memiliki biaya. Semenjak orang tuanya bercerai, dek Rif’an sudah tidak diurus bapaknya, sehingga ibunya seorang diri yang merawat dan membesarkan dengan segala keterbatasan yang ada. Pada awal bulan April 2017, kurir #SR Rembang menemui keluarga dek Rif’an di rumahnya, setelah melihat secara langsung kondisi dek Rif’an, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan dan mewujudkan keinginan dek Rif’an untuk memiliki tangan palsu agar bisa beraktivitas seperti biasa dan meningkatkan kepercayadirian dek Rif’an. Biaya pengobatan dan transportasi untuk antar jemput ke Semarang ditanggung oleh pihak SR. Alhamdulillah sekarang Dek Rifan sudah memiliki tangan palsu dan bisa sekolah kembali. Santunan sebelumnya masuk ke rombongan 1070.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Khumaidah Darsan @akuokawai

Rifan mengalami amputasi tangan akibat kecelakaan


DEVI INDRA ALDIFA (3, Penurunan Daya Tahan Tubuh). Alamat: Desa Candi Mulyo Dusun Mbelik, RT 2/2, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Devi adalah putri dari ibu Khomariah (alm). Saat ini, Devi dirawat oleh neneknya karena ibunya sudah meninggal satu bulan yang lalu lantaran terserang penyakit penurunan daya tahan tubuh dan ayahnya tidak diketahui keberadaannya, Ibunya sudah bercerai dari ayahnya sejak Devi di dalam kandungan. Devi terdeteksi penyakitpenurunan Daya Tahan Tubuh sejak satu bulan yang lalu. Pengobatan yang dijalaninya hanya menggunakan obat herbal karena keterbatasan biaya. Beberapa hari terakhir Devi susah makan dan batuk-batuk, hal tersebut membuat neneknya semakin khawatir terhadap kesehatan cucunya (Devi). Meskipun Devi sudah memiliki kartu BPJS, pihak keluarga masih merasa bingung bagaimana langkah untuk penyembuhan Devi, setelah ibunya meninggal sebulan yang lalu karena penyakit penurunan daa tahan tubuh, kini mereka bingung harus bagaimana, karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja susah, apalagi kalau ditambah dengan biaya pengobatan dan perawatan rutin, neneknya bingung dengan apa untuk membeli obat dan mencukupi asupan gizi cucu semata wayangnya. Pihak keluarga sangat berharap ada pihak yang bersedia membantu dan mengarahkan upaya untuk membantu kesembuhan Devi. Pada bulan Januari 2017, kurir Sedekah Rombongan Rembang bertemu dengan keluarga Devi, setelah melalui proses pendataan dan klarifikasi, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Devi sampai bisa sembuh. Kurir Sedekah Rombongan Rembang bertemu dengan keluarga Devi, setelah melalui proses pendataan dan klarifikasi, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Devi sampai bisa sembuh. Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke Semarang sudah ditanggung oleh pihak SR. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 1070.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo, Khumaidah @akuokawai

Devi terserang penyakit penurunan daya tahan tubuh


ENES MURYITNO (44, Penurunan Daya Tahan Tubuh). Alamat: Desa Karas, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Enes Muryitno telah lama meninggalkan kampung halaman merantau ke Bogor. Saat kembali ke kampung halaman dalam kondisi lemah dan karena warga mendengar bahwa ia terkena HIV tidak ada satupun familinya yang mau menerima, bahkan warga sekitarpun menolak kehadirannya mulai sejak di Puskesmas lalu ke RSUD SOETRASNO dan kembali ke Puskesmas lagi tidak ada satupun warga yang menjenguk, kecuali Kepala Desanya. Mendapati informasi tersebut kurir Sedekah Rombongan segera mensurvey kondisi beliau. Saat ini Pak Enes di tempatkan di ruang kosong sebelah Balai Desa Karas Sedan. kondisinya sudah membaik karena dapat perawatan dari dinas kesehatan, akan tetapi untuk biaya sehari-hari Pak Enes hanya bisa berharap ada rizki yang dikirim Allah untuknya. Alhamdulillah bantuanpun diberikan untuk membantu meringankan kesulitan yang dialami oleh Bapak Enes. Semoga Allah segera mengangkat penyakit beliau sehingga bisa beraktifitas kembali untuk mencari nafkah sebagaimana mestinya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 15 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai Khumaidah

Enes terserang penyakit penurunan daya tahan tubuh


HUSSIN MAHMUD (43, Patah Tulang + Mata Buta). Alamat: Desa Narukan, Rt 03/02, Kec. Kragan, Kab. Rembang, Prov. Jawa tengah. Pak Hussin Mahmud biasa dipanggil dalam kesehariannya, beliau bekerja sebagai sopir. Musibah yang dialaminya terjadi satu tahun silam, saat beliau mendapat orderan untuk mengambil box bayi milik tetangganya di Pancur. Saat baru sampai setengah jalan tiba-tiba ada mobil yang menghantam mobil yang dikendarainya, dari kejadian itu, nyawa beliau hampir melayang, seluruh wajahnya rusak, bola matanya hilang satu, wajahnya dioperasi plastik agar bisa membentuk wajah lagi dan kakinya harus di operasi agar tersambung lagi. Beliau adalah tulang punggung keluarga, akan tetapi akibat peristiwa kecelakaan tersebut, beliau tidak dapat lagi bekerja, bahkan untuk terus dapat berobat saja beliau bingung, istrinya, Ibu Munsyarifah mencoba mengambil alih tanggung jawab dengan berjualan kue keliling agar bisa bertahan hidup, bahkan salah satu anak Pak Husin ada yang mengungsi ikut familinya demi meringankan beban. Hingga Sedekah Rombongan mendapat informasi tentang kondisi pak hussin yang sangat butuh untuk dibantu agar bisa tetap berobat, kurir Sedekah Rombongan segera meluncur untuk croscek dan survey. Setelah mengetahui kronologi cerita dan kondisi Pak Husin akhirnya, beliau diajukan untuk menjadi penerima manfaat dari Sedekah Rombongan. Alhamdulillah bantuanpun diberikan untuk membantu meringankan kesulitan yang dialami oleh Bapak Hussin. Semoga Allah segera mengangkat penyakit beliau sehingga bisa beraktifitas kembali untuk mencari nafkah sebagaimana mestinya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai Khumaidah

Pak Hussin menderita patah tulang + mata buta


KHOLIS FUAD (23, Scizofrenia). Alamat: Desa Bangun Rejo, Rt. 04/01, Kec. Pamotan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Fuad biasa dipanggil dalam kesehariannya, seorang pemuda yang mengalami gangguan jiwa. Remaja putra pasangan Bapak Nur Khamid dan Ibu Khanifah ini lahir dengan kondisi normal, bahkan sampai lulus sekolahpun masih normal, wajar seperti kebanyakan remaja yang lain. Kegiatan sekolah, mengaji lumrah juga ia jalani. Sejak perekonomian keluarganya mengalami goncangan , Bapaknya terjerat hutang yang sangat banyak sehingga pergi keluar kota. Ia serta adik-adik nya di pisah-pisah untuk ikut beberapa familinya membuat Mas Fuad depresi berat, ia jadi sering menangis berlarut-larut, ia jadi galak dan meresahkan warga sekitar tempat tinggalnya. Banyak anak kecil yang di khawatirkan jadi korban, ahirnya melihat kedaruratan tersebut Sedekah Rombongan bergerak mengevakuasi Mas Fuad Ke RSJ Aminogondo. Alhamdulillah bantuanpun diberikan untuk membantu meringankan kesulitan yang dialami oleh Mas Fuad, dan sekarang Mas Fuad dapat pelayanan di RSJ Aminogondo. semoga keadaannya segera pulih. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :19 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai Khumaidah

Fuad mengalami gangguan jiwa


LASMINI BINTI KASPIYO (60, Lumpuh) Alamat: Ds. Gandrirojo RT 3/4), Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Sudah lebih dari sepuluh tahun Mbah Lasmini ini bekerja sebagai buruh yang merantau. Bukannya kesejahteraan sosial yang diperoleh namun pulang ke desa tanpa membawa sesuatupun. Karena komunikasi sudah sulit, sukar untuk melacak keberadaan keluarganya. Atas belas kasihan orang akhirnya bisa mendirikan gubuk, tak layak disebut rumah sebagai tempat untuk tinggal. Beliau mulai repot dan tidak bisa jalan sejak satu tahun terahir ini. Saat ini beliau ditempatkan di tempat yang sangat memprihatinkan, dekat kandang kambing yang sangat bau. Di gubuk itu tidak ada kasur dan tidak ada apapun kecuali bale kecil untuk tidur sekaligus makan dan aktivitas lainnya. Kondisinya memburuk karena sudah tidak bisa melakukan aktivitas lain disebabkan lumpuh. Untuk makannya beliau menunggu tetangga yang kasihan dan gantian memberi. Mbah Lasmini tidak mempunyai identitas apapun, baik Kartu Tanda Penduduk KK, tentu kartu jaminan kesehatan dan lain-lain juga sama sekali tidak ada. Selimut untuk tidur pun hanya satu-satunya, pakaian seadanya. Tidak adanya sanak saudara dan hanya tetangga yang masih kasihan saja yang mengurusnya. Benar-benar hidup sebatang kara. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan Rembang menjumpai beliau dan setelah survey maupun pendataan kemudian atas initiative kurir berombongan iuran membuatkan tempat tidur layak, membelikan kasur, sembako dan juga meminta ijin pemilik tanah agar diperkenankan untuk memperbaiki lantai dengan plesterisasi. Setelah data kita sampaikan ke tim kurir, alhamdulillah Mbah Lasmini mendapatkan santunan dari Sedekah Rombongan untuk membantu mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 1069

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo Khumaidah @akuokawai

Bu Lasmini mengalami lumpuh


LASTRI BINTI DIMYATI (37, Kanker Payudara). Alamat: Ds. Jambeyan, Rt. 03/01, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 2015 Bu Lastri, seorang buruh tani ini merasakan ada benjolan yang sakit di payudaranya. Kemudian karena dirasakan semakin membesar dan rasa sakit yang tak bisa ditahan periksa di Puskesmas setempat. Karena terlihat parah maka direkomendasikan untuk dibawa ke rumah sakit yang lebih lengkap sarana prasaranya. Dan pada tanggal 27 April 2017 lalu dilaksanakan operasi pengangkatan payudara di RSI Arofah Rembang. Setelah operasi ternyata ada keluhan lain yaitu kedua kakinya terasa sakit, demikian pula perutnya. Sekarang, istri buruh bangunan ini hanya tergeletak di tempat tidur di rumah orang tuanya. Semua aset yang dimiliki terjual untuk biaya pengobatannya. Dalam kondisi lemah hanya bisa berharap karena dia sudah tidak punya apa-apa lagi. Dan yang memprihatinkan justru ketika dalam kondisi seperti itu suaminya meninggalkannya begitu saja pergi tidak tahu kemana. Padahal beliau mempunyai 2 anak yang kondisi mentalnya termasuk berkebutuhan khusus. Alhamdulillah informasi tersebut didengar oleh kurir #SR Rembang sehingga atas izin Allah pada tanggal 5 Oktober 2017 disurvey dan dilakukan pendataan. Bantuanpun diberikan untuk biaya pendampingan pengobatan pada Bu Lastri. Bantuan sebelumnya masuk ke Rombongan 1069. Pihak Rumah Sakit telah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan penangan yang terbaik bagi kesembuhan Bu Lastri, namun Allah berkehendak lain. Allah sayang sama Bu Lastri, sehingga Allah segera memanggil Bu Lastri untuk kembali kepadaNya dan melepaskan segala beban yang dibawa Bu Lastri sekeluarga. Bantuan dari sedekaholik yang disalurkan melalui tangan-tangan kurir Sedekah Rombongan telah disampaikan keluarga Bu Lastri untuk meringankan beban biaya perawatan Bu Lastri selama di Rumah Sakit dan membantu biaya pemakaman.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 26 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Darsan @akuokawai

Bu Lastri menderita kanker payudara


LELES BIN WAHID (42, Kusta). Alamat: Desa Mojosari, Rt. 05/01, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Bapak leles hidup sebatangkara, tiada anak istri .Beliau hidup dalam kekurangan, dulu beliau masih bisa kerja menjadi kuli untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tapi sejak lima tahun terahir ini penyakit silih berganti menghampirinya. kini kondisinya makin memprihatinkan, kusta yang menggerogoti tubuhnya membuat beliau tak berdaya dan tidak bisa lagi bekerja bahkan sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya serba kekurangan. Puskesmas setempat rutin memberikan pengobatan pada Pak Leles. kondisi sakit dan hidup sebatang kara serta tidak bisa bekerja membuat banyak tetangga iba. Berdasarkan info dari puskesmas kurir Sedekah Rombongan datang bersilaturrahmi ke tempat Pak Leles. Setelah itu melaporkan kondisi Pak Leles dan alhamdulillah Sedekah Rombongan berkenan membantu Pak Leles. Beliau mendapatkan santunan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 17 November 2017
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai Khumaidah

Pak leles menderita kusta


LILIK PURWANTI (15, Difabel). Alamat: Desa Sedan, Rt. 04/02, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Dek lilik putri adalah pasangan Bapak Sapuan dan Ibu Masamah, sebenarnya dilahirkan dalam kondisi normal, saat usianya 3 tahun, Dek Lilik sakit panas dan setelah itu dia sering sekali sakit-sakitan. Ahirnya kondisinya menjadi cacat, perawatan yang dilakukan keluarga hanya sebatas dibawa ke Puskesmas saja, karena ketidakmampuan ekonomi mereka. Bapaknya bekerja sebagai tukang becak yang pemasukannya pas-pasan. Dek Lilik punya kebiasaan minum susu, jika ia ingin minum susu tapi tidak segera diberi, tangisannya akan sangat memilukan hati, sedangkan pemasukan bapaknya tidak seberapa jadi untuk membeli susunya sangat berat. ketika kurir Sedekah Rombongan datang bersilaturrohim dan melihat kondisi keluarga Dek Lilik segera kami buatkan form ajuan pasien berharap Dek Lilik dapat dampingan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan bergerak membantu meringankan beban keluarga Dek Lilik. Bantuanpun diberikan untuk membantu meringankan kesulitan yang dialami oleh Dek Lilik, semoga segera diangkat penyakitnya, Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 19 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai Khumaidah

Lilik seorang difabel


MASRUKAN BIN TURMUDZI (31, Scizofrenia). Alamat: Desa Bonang, Rt. 03/02, kec. Lasem, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Putra dari pasangan alm. Bapak Turmudzi dan Ibu Rumiyati ini semula hidup normal seperti kebanyakan orang, dia bahkan anak yang paling menyayangi ibunya di bandingkan saudara saudara nya yang lain. Masrukan juga rajin bekerja dan ke masjid, akan tetapi suatu saat ujian datang menerpa kehidupannya, gadis yang sangat dia cintai dan ia harapkan bersatu dalam biduk rumah tangga tiba-tiba dijodohkan dengan pria lain yang lebih kaya, tidak kuat menahan rasa sakit menjadikan Masrukan mulai berubah dalam berperilaku. Kadang melamun seorang diri, ibunya yang sudah tua tidak bisa berbuat apa-apa, makin lama kondisi kejiwaan Masrukan makin memburuk, dia lebih sering marah-marah, bahkan tidak jarang merusak benda-benda. Tidak peduli barang milik siapa dan dimana. Barang-barang tetanggapun banyak yang jadi korban. Anak-anak kecil yang lewat tidak luput dari sasaran, ahirnya warga bareng-bareng meringkus dan memasungnya. Lama berada dalam pasungan tidak membuatnya sembuh, bahkan lebih sering berteriak-teriak, ibunya yang sudah tua hanya bisa menangis dan berdoa agar putranya yang dulu baik hati bisa kembali hidup normal. Ada tetangga Masrukan yang iba dengan kondisi Ibu serta Masrukan sendiri yang mendatangi kurir Sedekah Rombongan untuk minta bantuan. Pada tanggal 15 oktober kurir dari Sedekah Rombongan melakukan survey dan melihat kondisi perekonomian serta keadaan Masrukan. Karena layak dan memang perlu untuk dibantu akhirnya diajukan form ajuan pasien ke Sedekah Rombongan. Alhamdulillah Masrukan bisa di evakuasi ke RSJ Aminogondo untuk mendapatkan pengobatan. Dan saat ini posisi masih di RSJ Aminogondo. Semoga bisa segera pulih dan bisa merawat dirinya sendiri serta ibunya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 19 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai Khumaidah

Masrukan mengalami scizofrenia


MUHAMMAD ARKA SYAHREZA (1, Hydrocephalus). Alamat: Desa Sidorejo, RT 3/3, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Arka bin Candra sejak lahir telah di diagnosa Hydrocephalus. Sejak itu adik bayi ini sering sekali demam dan pada akhir Oktober 2017 ini Arka badannya panas tinggi serta menangis terus tiada henti. Oleh kedua orangtuanya segera di bawa ke Puskesmas Kec. Sedan dan oleh dokter anak disarankan agar di bawa ke RS KSH Pati untuk pemeriksaan lanjutan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan Rembang menjumpai keluarga ini untuk dilakukan survey dan pendataan pada tanggal 3 November 2017. Hasil keputusan tim kurir menyatakan bahwa perlu santunan pendampingan pada putra seorang kuli bangunan ini. Keluarga yang membutuhkan bantuan transportasi dan dampingan dalam pengobatan semoga bisa terealisasi dan adik Arka segera sembuh. Alhamdulillah bantuanpun diberikan untuk membantu meringankan kesulitan yang dialami oleh Dek Arka.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 17 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai Khumaidah

Arka di diagnosa hydrocephalus


NGATMI BINTI NGATMIN (64, Tumor Kepala). Alamat: Desa Sidomulyo, Rt. 01/01, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa tengah. Mbah Ngatmi sehari-hari berjualan ikan dan sayur untuk menyambung hidup, meskipun sudah tergolong tua, dan beliau hidup dirumah seorang diri karena beliau tidak mau merepotkan anak-anaknya, karena kondisi putra putri Mbah Ngatmi juga dalam kekurangan. Namun sejak 3 bulan terahir ini kondisi beliau drop, kepalanya terasa sakit luar biasa. Ahirnya beliau dibawa putranya ke Puskesmas dan oleh pihak Puskesmas beliau di rujuk ke RSUD SOETRASNO untuk mendapatkan perawatan lebih intensif. Dalam kondisi kebingungan karena masalah transportasi dan riwa-riwi, ada teman pedagang pasar yang menjenguk Mbah Ngatmi dan memberi saran akan di mintakan dampingan ke Sedekah Rombongan. Berdasarkan laporan dari pedagang pasar itu kurir Sedekah Rombongan bersilaturrahmi dan melihat kondisi Mbah Ngatmi. Karena keadaan Mbah Ngatmi memang masuk kriteria Dhuafa perlu mendapatkan pertolongan, akhirnya Mbah Ngatmi diajukan ke Sedekah Rombongan agar dibantu. Alhamdulillah Sedekah Rombongan bergerak dan Mbah Ngatmi terdampingi untuk berobat dan kontrol ke RSUD SOETRASNO Rembang.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 16 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai Khumaidah

Bu Ngatmi menderita tumor kepala


RAIHANA YASMINA FAIHA (3, Tuna Rungu dan Pengecilan Kepala). Alamat: Desa Kenongo, Rt. 003/001, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Raihana Putri adalah pasangan dari Bapak Nur Salim dan Ibu Dariyanik lahir dengan kondisi yang tidak seperti umumnya bayi normal. Sejak awal di diagnosa tuna rungu sehingga pertumbuhannya tidak seperti anak-anak lainnya. Bapaknya yang hanya seorang kuli dan kadang sebagai kernet angkutan tidak mampu membawanya pergi berobat. Meskipun mempunyai kartu jaminan kesehatan dari pemerintah namun untuk transportasi ke RSUD dr R. Soetrasno maupun ke Semarang sangat berat. Pada bulan Oktober keluarga Raihana di beri informasi dari bidan desa tentang Sedekah Rombongan. Alhamdulillah setelah di pertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan Rembang, akhirnya dilakukan survey dan juga pendataan. Alhamdulillah Raihana bisa dapat santunan pendampingan dari Sedekah Rombongan. Saat ini Raihana masih kontrol di RSUP dr Kariadi Semarang karena selain tuna rungu juga di temukan penyakit di kepalanya yang mengakibatkan si adik manis ini susah tidur serta pertumbuhan kepala terhambat. Semoga hasil pendampingan nantinya dapat meringankan beban keluarga dan Raihana bisa sehat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai Khumaidah

Raihana di diagnosa tuna rungu


RAMISIH BINTI PARDI (43, Corneal Ulcer). Alamat: Desa Bogorejo, Rt. 003/002, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Sebagaimana biasanya, sebagai istri buruh tani Bu Ramisih binti Pardi ini membantu suaminya mencari pakan ternak. Kejadiannya bermula pada awal Oktober 2017 ketika beliau mencari sisa-sisa rumput di Gunung Bubaan, istilah bukit tempat orang mencari rumput jauh dari desa. Didekatnya ada orang membakar seresah hutan rakyat dan tiba-tiba mata beliau sakit serta tidak bisa dibuka. Hari itu juga pengobatan dilakukan dengan di bawa keluarga ke bidan desa, lalu dilanjutkan ke mantri kesehatan. Karena tidak ada perubahan beliau juga berobat ke Puskesmas Kec. Sedan. Hingga beberapa hari tetap tak ada perubahan sehingga dirujuk ke RSUD dr R. Soetrasno Rembang. Pada tgl. 12 Oktober 2017 akhirnya bertemu dengan kurir #SR Rembang dan atas permohonan keluarga mohon pendampingan. Kurir segera melakukan survey dan pendataan. Alhamdulillah ada respon cepat dari tim kurir untuk dilakukan pendampingan karena urgent. Kurir #SR Rembang langsung mendampingi ke RSUD dr R. Soetrasno Rembang cek di Poli Mata dan di sarankan oleh dokter specialis mata untuk secepatnya ke RSUP dr Kariadi. Karena menurut dokter kondisi matanya sudah penuh dengan nanah dan RSUD dr R. Soetrasno Rembang tidak memiliki alat untuk pengobatan nya. Sedangkan Bu Ramisih menahan sakit yang luar biasa. Sebagai pasien dampingan sudah semestinya pasien dan keluarga harus memahami SOP #SR, penggunaan MTSR dan juga selama tinggal di RSSR. Demikian pula Bu Ramisih segera dibawa ke Semarang untuk berobat. Semoga kondisinya membaik dan bisa sehat serta beraktivitas kembali. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan beban keluarga ini. Keluarga Bu Ramisih sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 15 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai Khumaidah

Bu Ramisi menderita sorneal ulcer


SADZALI BIN WARTUM (64, Kelenjar Prostat). Alamat: Desa Bogorejo, Rt. 004/001, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Sadzali bin Wartum yang hanya buruh tani sejak bulan Agustus merasakan sakit yang luar biasa karena tidak bisa buang air kecil. Sejak itulah beliau tidak bisa bekerja menafkahi keluarga. Hanya istrinya, Istatik yang kemudian menjadi tumpuan keluarga. Sadzali kemudian dibawa ke Puskesmas Sedan dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Islam Arafah Rembang. Ketika dirawat di sana, justru dianjurkan ke RSUD dr R. Soetrasno Rembang untuk melakukan pengobatan selanjutnya. Karena darurat akhirnya pihak keluarga meminta tolong kepada kurir #SR Rembang untuk membantu dalam pendampingan. Sebagaimana SOP #SR maka kurir tetap melakukan survey dan juga melengkapi data-data yang diperlukan. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan beban keluarga ini. Atas keputusan Sedekah Rombongan maka dibawa ke RSUD dr R. Soetrasno Rembang untuk dilakukan tindakan operasi prostat. Saat ini kondisinya telah membaik dan juga dibantu MTSR sewaktu dibutuhkan kontrol. Semoga sehat kembali dan bisa beraktivitas.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 19 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai Khumaidah

Pak Sadzali menderita kelenjar prostat


SUTIAH BINTI RASIONO (47, Tumor Ganas). Alamat : Ds. Balongmulyo RT 7/3, Kec. Kragan Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Bu Sutiah yang biasa dipanggil dalam kesehariannya, sepulang merantau tinggal bersama saudaranya. Beliau belum bersuami dan orangtuanya sudah tidak ada. Sekitar awal tahun 2015, Bu Sutiah merasakan sakit yang setelah diperiksakan ke mantri kesehatan setempat diprediksi menderita tumor ganas. Pada bulan September 2017 kakinya mulai membengkak. Rasa sakit tersebut ditahan karena sungkan (segan) untuk berkeluh kesah kepada saudaranya. Karena sudah tidak bekerja dan rumah tidak punya, biaya berobat pun tidak ada. Kondisi beliau sebenarnya sudah parah tapi hanya di tahan rasa sakit nya karena kendala biaya dan takut merepotkan saudaranya itu. Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Ibu Sutiah, Adanya info demikian akhirnya kurir Sedekah Rombongan segera mensurvey dan melakukan pendataan. Ternyata Bu Sutini tidak memilik kartu jaminan sosial kesehatan. Kurir segera mengurus pembuatan Kartu BPJS. Alhamdulillah bantuanpun diberikan yang dipergunakan untuk biaya pengobatan. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 1070.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo, Khumaidah @akuokawai

Bu Sutiah menderita tumor ganas


SYAFI’I BIN YUSUF (61, Hipertensi dan Stroke). Alamat: Desa Bogorejo Rt. 03/03, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Bapak Syafi’i adalah seorang duda yang merawat anak-anaknya seorang diri dalam segala keterbatasan. Beliau tidak pernah patah semangat mendorong putra putrinya agar tegar dalam hidup dan tetap bersekolah, meski berpenghasilan kecil karena berprofesi memperbaiki sepeda ontel yang rusak beliau tetap semangat, namun satu tahun terahir ini beliau terkena musibah, tiba tiba saja beliau pingsan saat mau ambil air wudhu untuk sholat tahajud, lalu pagi nya dibawa ke Puskesmas oleh tetangga dekatnya, sejak itu beliau mengalami stroke dan tidak bisa lagi menafkahi putra putrinya. Perawatannya serta biaya hidup beliau dan putra putrinya di bantu para tetangga dan famili yang kasihan dengan kondisi mereka. Ada laporan pada kurir SR wilayah sedan sehingga kurir pun melakukan survey dan bersilaturrahmi ke rumah Pak Syafii. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan beban keluarga ini. Semoga Bapak Syafi’I lekas sembuh, Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 15 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai Khumaidah

Pak Safii menderita hipertensi dan stroke


ABU SYUKUR (85, Pengapuran Tulang) Alamat: Gg. Palen Blok I No.1A, Desa Sawahan, Kec. Rembang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Mbah Abu, demikian panggilannya tinggal dirumah peninggalan keluarga besarnya bersama 1 anaknya. Karena pekerjaan anaknya yang serabutan tentu keseharian Abu Syukur bin Djasmani ini serba kekurangan terutama masalah kesehatan. Beliau menempati satu ruang kamar yang kurang higienis. Karena usianya semakin lama semakin lanjut maka problem utamanya adalah kesulitan dalam berjalan. Saat ini hanya menggunakan alat bantu berupa tongkat kayu. Pengapuran tulang dialami sejak usia 70 th sehingga tidak bisa berjalan sebagaimana biasanya. Kondisinya sehari-hari di kamar namun sesekali bisa keluar kamar setelah dipapah oleh putranya. Saat putranya bertemu kurir #SR Rembang, beliau sampaikan kondisi ayah kandungnya tersebut. Sehingga setelah dilakukan survey pada tgl. 7 Oktober 2017 maka hasil keputusan tim kurir menyatakan perlunya diberikan santunan lepas. Santunanpun diberikan untuk membantu kebutuhan sehari-hari Mbah Abu Syukur. Semoga bisa meringankan beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 14 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo, Achmad Rifan @akuokawai

Pak Abu mengalami pengapuran tulang


ANITA DWI NOVITA SARI (11, lumpuh) Alamat : Desa Kedungtulup, RT 006/001, Kec. Sumber, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Awal kelahiran Anita Dwi Novitasari binti Tasrip normal dengan berat badan 2,5 kg. Bayi yang dilahirkan dalam usia kandungan 8 bulan ini kemudian perkembangannya kurang baik. Saat sebulan kemudian kondisi badannya panas (demam tinggi) dan kejang-kejang. Sampai bayi berusia sembilan bulan masih dengan berat badan dibawah 3kg. Dianalisis dokter di Puskesmas Sumber dan juga RSUD Rembang dinyatakan punya kelainan saraf sejak lahir dan mengakibatkan lumpuh serta tumbuh kembang yang lambat. Lumpuh dan badan kecil karena pertumbuhan serta perkembangannya terhambat membuat kemana-mana hanya mengandalkan tiduran saja. Hal tersebut diketahui oleh kurir #SR Rembang sehingga dilakukan survey pada tanggal 29 Oktober 2017. Diperlukan kursi roda untuk membantu ortu dalam melayani anak dan juga biaya kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan memberikan santunan kepada Anita. Harapannya santunan ini dapat meringankan keluarga dan pasien.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 17 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo, Khumaidah @akuokawai

Anita menderita lumpuh


FUAD HASAN (9 , lumpuh dan lambat tumbuh kembang) Alamat : Desa Kedungtulup, RT 002/001, Kec.Sumber, Kab.Rembang, Prov. Jawa Tengah. Sejak di dalam kandungan, dalam prediksi dokter bayi, Fuad Hasan bin Damun lahir dalam kondisi pertumbuhan yang kurang baik. Setelah lahir prematur, Fuad beberapa kali di periksakan ke Puskesmas Sumber maupun ke RSUD Rembang sehingga orang tua sempat menjual beberapa bidang tanah untuk berikhtiar menyembuhkan sakit Fuad tersebut. Hasil kesimpulan pemeriksaan adalah ada gangguan kelainan saraf. Keadaan Fuad pun menjadi lambat tumbuh kembangnya dan lumpuh hanya dapat tiduran di tempat tidur. Semuanya bergantung kepada orang tua untuk aktivitas dengan cara digendong. Ujian dari Allah ini datang lagi saat Pak Damun meninggal dunia. Sehingga Fuad hanya diurusi oleh ibunya saja, sedangkan untuk bekerja sangat tidak memungkinkan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan mendengar kabar ini dan kemudian kurir menyurvei ke rumah dik Fuad Hasan. Setelah diajukan kepada tim kurir, akhirnya Sedekah Rombongan memberikan santunan. Semoga dapat meringankan beban keluarga dik Fuad Hasan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 17 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo, Minan @akuokawai

Fuad mengalami lumpuh dan lambat tumbuh kembang


IBNU SAUD (77, Rabun + Wasir) Alamat: Jl. MH. Thamrin Blok I No.7A, RT 001/004, Desa Sawahan, Kec. Rembang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Ibnu Saud bin Abu Bakar dalam kesehariannya hidup sederhana. Menghidupi 5 anaknya hingga mereka berkeluarga. Saat ini ada 3 anaknya yang satu rumah dengan beliau bercerai dengan suaminya. Ada pula menantunya sebagai ABK yang sering melaut dan satu anak masih belum menikah. Beratnya kehidupan itu semakin dirasakan ketika sudah tidak bisa berjualan pakaian pantas pakai di pasar karena faktor usia. Untuk penglihatan sudah lebih dari 10 th dirasakan suami Noerijah ini semakin berkurang fungsinya sehingga sulit untuk pergi kemana-mana, sedangkan untuk sakit wasir dirasakan sejak 1 tahun terakhir ini. Pengobatan yang dilakukan baru sebatas di Puskesmas Rembang I yang jaraknya sekitar 150 m dari rumahnya. Dan dinyatakan menderita sakit wasir tersebut. Merasakan sakit yang membuat tak bisa bekerja setelah wasir tersebut semakin parah sehingga tidak bisa beraktivitas seperti biasa kecuali hanya jalan di dalam rumah. Informasi dari keluarga tersebut disampaikan kepada Sedekah Rombongan. Kemudian dilakukan survey pada tanggal 7 November 2017 dengan pendataan yang diperlukan. Bantuanpun diberikan untuk membantu biaya pengobatan beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo, Achmad Rifan @akuokawai

Pak Ibnu menderita rabun dan wasir


SUHARTONO BIN RAKIDJO (58 th, syaraf terjepit/kaki lumpuh). Alamat : Gg. Kulit 32 A, RT 001/ 003, Desa Sawahan, Kec. Rembang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Suhartono, seorang pekerja yang terkenal telaten dan rajin. Pekerjaan yang digeluti 5 tahun yang lalu sebagai tukang service barang-barang elektronik cukup untuk membiayai kehidupan keluarganya. Namun kemudian pada tahun 2011, beliau merasakan sakit pada kakinya, sulit digerakkan dan lama-lama mengecil. Walaupun demikian beliau berusaha tetap melayani konsumen. Pihak keluarga berupaya untuk mengobati dengan herbal, sayangnya belum optimal. Pengobatan secara medis pernah dilakukan karena pasien kekurangan biaya operasional. Untuk membantu agar tidak merepotkan istrinya yang menjadi buruh cuci pada tetangga-tetangganya, dengan segala keterbatasan Suhartono bin Rakidjo ini kreatif bikin sendiri alat dengan diberi roda kecil sebagai sarana dia duduk agar mudah bergeser. Kondisi kaki lumpuh. Awalnya sampai 2012 masih bisa digunakan untuk melayani service alat elektronik namun sejak 2016 untuk bekerja sudah sulit bahkan kini tahun 2017 sudah tidak melayani konsumen. Kondisi demikian ini kemudian dilihat oleh kurir Sedekah Rombongan dan dilakukan survey pada tanggal 5 Oktober 2017. Alhamdulillah bantuanpun diberikan yang dipergunakan untuk biaya pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo, Achmad Rifan @akuokawai

Pak Suhartono menderita syaraf terjepit/kaki lumpuh


SUKARMI BINTI SINGODEN (78, stroke dan dhuafa jompo). Alamat : Jl Majapahit No. 25C, RT 01/03, Desa Sidowayah, Kec. Rembang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Sukarmi binti Singoden ini hidup sendirian di rumah tanpa suami dan tentu tanpa anak. Selama ini yang membantu masalah makan adalah belas kasihan keponakan dan tetangganya saja. Karena rumahnya hampir roboh akhirnya dibantu melalui program RTLH. Saat ini belum bisa ditinggali sehingga beliau hanya tinggal di rumah kecil yang berada dipemukiman padat. Sakit pada tubuhnya dirasakan sekitar tahun 2015. Kemudian segala sesuatunya dilakukan sendiri sampai tahun 2016 tetiba badannya lemas dan tidak bisa berjalan seperti biasanya. Pengobatan yang dilakukan hanya pernah sekali dibawa ke dokter terdekat didiagnosa terkena stroke. Karena sudah sepuh dan tiada keluarga yang merekomendasikan untuk pengobatan lanjutan akhirnya Mbah Karmi tetap terbaring lemah. Hal tersebut juga dipicu karena kondisi ekonomi keponakannya yang relatif kurang mampu. Kondisi beliau terkini hanya tergeletak di tempat tidur dan untuk kebutuhan makan minum dan hajat dibantu keponakan serta tetangga. Oleh Ketua RT disampaikan kepada kurir Sedekah Rombongan, akhirnya pada tgl. 15 Oktober 2017 dilakukan survey. Alhamdulillah bantuanpun diberikan yang dipergunakan untuk biaya pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo, Achmad Rifan @akuokawai

Mbah sukarmi menderita stroke dan dhuafa jompo


SUKIDAH BINTI DARMO (56, operasi saraf otak) Alamat : Dukuh Kapasan, RT 002/003, Desa Glebeg, Kec. Sulang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah, Kode Pos 59254. Sukidah binti Darmo Rakiban seorang petani yang pada umumnya di desa bekerja di ladang. Sejak medio 2016, sepulang dari ladang beliau merasakan matanya seperti keluar kotoran, terasa “ngganjel” namun ternyata tidak ada kotoran yang keluar. Tak lama kemudian pandangan mata menjadi kabur. Kemudian beliau lupa tanggal persisnya, berobat ke RSUD dr Soetrasno Rembang dan dinyatakan sakit saraf otak. Kemudian di rujuk untuk operasi di RSUP dr Kariadi Semarang. Pengobatan yang dilakukan oleh pihak keluarga yaitu menindaklanjuti rujukan tersebut dengan melakukan operasi saraf otak di RSUP dr Kariadi Semarang Tgl 15 Maret 2017 dengan DPJP : dr. Dody Priambada, Sp. BS (K), rasa yang sering dirasakan adalah nyeri di kepala dan mata yang sebelah kiri tidak bisa melihat. Secara umum kondisinya sudah mulai membaik, terutama mata sebelah kanan tapi yang sebelah kiri masih total tidak bisa melihat. Dan saat ini belum bisa beraktivitas. Bulan Desember diminta dokter untuk kontrol kembali ke RSUP dr Kariadi Semarang namun kondisi ekonomi masih belum memungkinkan. Pada tanggal 24 Agustus 2017, di group #SR Rembang ada info dari kurir Pati kepada Korkab Rembang yang menyampaikan tentang kondisi istri Bapak Ahmad Jaelani ini. Sehingga oleh kurir Sedekah Rombongan esok harinya tgl.25 Agustus 2017 dilakukan survey dan ternyata kondisi beliau sebagaimana uraian di atas. Alhamdulillah bantuanpun diberikan yang dipergunakan untuk biaya pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo, Achmad Rifan @akuokawai

Biaya pengobatan pasca operasi saraf otak


SUMARI BIN KARMOKAS (61, Batu Ginjal). Alamat : RT 001/001, Desa Pulo, Kec. Rembang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Sumari bin Karmokas awalnya ketika pulang kerja di sawah merasa badannya khus pinggul ataupun pinggang terasa pegal. Dianggap seperti umumnya orang bekerja sudah menjadi keniscayaan mesti badan capek dan lelah. Kemudian berlanjut sudah merasakan sakit sejak 8 tahunan yang lalu, terutama sakit pada bagian perut. Ketika berobat di Puskesmas didiagnosa terkena sakit lambung. Kemudian sekitar tahun 2014 ketika periksa ke dokter dinyatakan batu ginjal tetapi masih kecil. Cukup diobati saja. Namun mulai sejak itu beliau sering keluar masuk RSUD dr. R. Soetrasno Rembang. Setelah berlangsung sampai 4 tahun ini kondisinya memburuk, sehingga bulan September masuk RSUD dr R Soetrasno Rembang lagi hingga rawat inap 10 hari, di minta pulang ke rumah 2 hari namun semakin parah. Kembali dibawa ke RSUD Rembang, rawat inap 7 hari tetap tidak ada tindakan dan rujukan. Kondisi semakin parah karena pasien terus mengeluhkan rasa sakitnyaluar biasa di perut dan pinggang. Marsam yaitu menantu keponakannya yang kebetulan rumahnya berada di depan Pak Sumari, merasa iba. Akhirnya saat di Pos Ronda RT bercerita kepada kurir #SR Rembang. Bersama kurir #SR lainnya pada tanggal 25 Oktober 2017 melakukan survey ke rumah Bp. Sumari, ditemui istri yaitu Bu Ngatemi dan salah satu putra kandungnya yang kebetulan sedang bezuk ayahnya. Pak Sumari tinggal di rumah sederhana berlantai tanah berdinding anyaman bambu, sedang tanah bukan miliknya sendiri. Sejak sakit tersebut beliau tidak bekerja demikian pula istrinya yang bakul blanjan berhenti total tak bekerja. Kondisi ekonomi hanya terbantu dari tabungan dan juga bantuan anaknya yang bermata pencaharian sebagai satpam. Mereka memang hanya hidup berdua. Esoknya tgl. 26 Oktober 2017 kontrol kembali ke RSUD Rembang dan dirujuk ke RSUP dr Kariadi Semarang. Karena darurat, Tgl 27 pasien minta diantar ke RSUP dr Kariadi, sedangkan jadwal MTSR bisa hari Senin. Akhirnya tetangga dan atas anjuran Ketua RT beserta Pak Suswanto selaku perangkat desa terkumpul donasi Rp.850.000 untuk sewa kendaraan. Selama 14 hari beliau dirawat inap di RSUP dr Kariadi. Hasil ajuan kurir #SR Rembang akhirnya disetujui oleh Tim Kurir dan alhamdulillah dilakukan pendampingan. Namun karena pasien berkenan untuk mandiri, Alhamdulillah bantuanpun diberikan yang dipergunakan untuk biaya pengobatan. Semoga beliau segera sembuh.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 16 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo, Achmad Rifan @akuokawai

Pak Sumari menderita batu ginjal


PRIYADI BIN RAKIBAN (23, Infeksi Tulang Belakang). Alamat: DS. Wonokerto, Rt. 02/06, Kec. Sale, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Yadi biasa dipanggil dalam kesehariannya, beliau merupakan putra dari Bapak Rakiban dan Ibu Roni. Beliau adalah tulang punggung keluarga, Mas Priyadi tinggal bersama ibunya yang berusia 60 tahun, pekerjaan ibunya hanya buruh tani yang tidak pasti penghasilannya, sedangkan Mas Priyadi sendiri sebelumnya kerja serabutan. Tapi nasib naas menimpa Mas Priyadi, beliau jatuh dari pohon jati sehingga mengalami cidera, sempat dioprasi di Semarang sekitar 9 bulan yang lalu dan beberapa saat setelah operasi ada sedikit kemajuan, tapi beberapa bulan terakhir ini muncul luka infeksi di area paha dan pantat yang membuat Mas Priyadi hanya bisa berbaring lemah menahan sakit. Hal tersebut dipicu karena kondisi ekonomi yang relatif kurang mampu. Untuk kebutuhan makan minum dan hajat dibantu Ibu serta tetangga. Kurir Sedekah Rombongan yang mengetahui kondisi Mas Priyadi langsung menyampaikan bantuan dari sedekaholic untuk meringankan ujian hidup Mas Priyadi. Insya Allah bantuan dari sedekaholic yang telah disampaikan kepada Mas Priyadi dapat meringankan bebannya dan membuatnya semangat untuk segera memperoleh kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Desember 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo, Achmad Rifan @akuokawai

Priyadi menderita infeksi tulang belakang


JUMROTUN BINTI SUMARMO (1, Kanker Kulit). Alamat : Desa Glonggong, RT 2/2, Kec. Jakenan, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Jumrotun ini lahir dalam keadaan normal dengan tanda lahir tahi lalat di bagian pipi kiri. Namun, tanda lahir tersebut kini membesar dan memerah. Pada saat itu Jumrotun dibawa ke RSUD Pati untuk melakukan pemeriksaan awal lalu, dokter mengharuskan rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Karena terkendala biaya, orang tua hanya mampu berdiam diri tidak mampu berbuat apa. Alhamdulillah sekarang Dek Jumrotun sudah memiliki JKN BPJS kelas III yang sangat membantu dalam pengobatan. Sang ibu Paini (43) hanya bekerja serabutan dan sang Ayah Sumarmo (48) pergi dan tidak memberi kabar. Jumrotun tinggal hanya bertiga dengan ibu dan kakaknya Zaenal Saputra (14). Setelah sebelumnya menjalani operasi pertama di RSUP Kariadi pada tangal 02 Februari 2017 dan pada tanggal 11 Mei 2017 sudah dilakukan pengecekan ulang bekas luka yang susah basah Alhamdulillah sudah bagus, dan dokter menyarankan untuk operasi plastik pada umur 6 tahun nantinya. Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk akomodasi dan biaya pengobatan Dek Jumrotun selama di RSUP Kariadi Semarang . sebelumnya telah terbantu pada Rombongan ke 975. Sembari masih menunggu untuk 4 tahun kedepan doa dan jalinan silaturahmi tetap terjaga dengan keluarga dek jumrotun.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta ImamTeguh @JeanseaMaurer Bagus @akuokawai

Jumrotun menderita kanker kulit


NGADIO BIN ABU (66, Patah Tulang Leher + Patah Tulang Kaki Kiri). Alamat : Desa Pegandan, RT 2/1, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2006 yang lalu, Pak Ngadi hendak pergi ke rumah anaknya yang berada di desa Margorejo. Tetapi ketika diperjalanan musibah tidak diduga datang, Pak Ngadi mengalami kecelakaan yang parah. Kendaraan beliau tertabrak dengan pengendara sepeda motor lainnya, mengakibatkan luka serius pada Pak Ngadi dan harus dibawa ke Rumah Sakit secepatnya. Kemudian keluarga membawa beliau ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewondo, dari hasil rontgen Pak Ngadi mengalami patah tulang leher dan tulang bahu sebelah kiri. Dengan kondisi seperti itu, dokter melakukan operasi pemasangan pen pada leher dan bahu beliau. Pak Ngadi pun harus menjani opnam selama 10 hari dan setelah pulih beliau pun harus menjalani rawat jalan selama 1 bulan. Tetapi karena kurang biaya, beliau hanya menjalani rawat jalan selama 1 bulan saja. Dan keadaan beliau sekarang jalannya agak pincang, selalu merasakan panas, nyeri, gatal serta mengeluarkan bau pada kaki kiri bekas operasinya, bahkan mengeluarkan ledir dan berlubang sampai terlihat pennya . Ketika diperiksakan dimantri desa, matri desa menyarankan untuk dilakukan pengambilan pen dikakinya. Pengambilan pen pada kaki urung dilakukan karena terbentur dengan ketiadaan biaya, sebab Pak Ngadi hanya seorang buruh tani sedangkan Bu Rubinah (60) istrinya mengalami katarak pada matanya. Anak-anak beliau pun sudah berkeluarga semua, jadi tidak bisa membantu banyak. Sedangkan untuk pengobatan beliau memanfaatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS), itupun beliau harus didampingi karena kurangnya edukasi tentang cara penggunaannya. Dengan kondisi Pak Ngadi yang seperti ini, beliau tidak bisa lama-lama dalam bekerja dan penghasilannya pun tidak menentu. Bahkan untuk keperluan sehari-hari sering kali kekurangan. Ketika mendapatkan informasi tentang kesulitan yang beliau alami, Kurir Sedekah Rombongan segera datang kerumah Pak Ngadi untuk menyampaikan Bantuan yang dititipkan Sedekaholics kepada kami. Luka yang dialami Pak Ngadi mengalami infeksi dan harus dilalukan pengobatan rutin, seperti pembelian obat dan pembelian perban beliau. Semoga segera di beri kesembuhan.
Sebelumnya terbantu pada ROM 935.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Februari 2017
Kurir : @robbyadiarta ImamTeguh @JeanseaMaurer Bayu @akuokawai

Pak Ngadi mengalami patah tulang leher dan tulang bahu sebelah kiri


RASIMIN BIN SUMERI (37, Ca Recti). Alamat : RT 3/2, Desa Kebonlegi, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Pada Desember 2015, dokter di Rumah Sakit (RS) Magelang mendiagnosis Bapak Rasimin menderita ca recti atau kanker pada bagian rektum (beberapa inci terakhir di usus besar sebelum anus). Beliau kemudian dirujuk untuk menjalani pengobatan di Panti Rapih, Yogyakarta. Pada tahun 2016, Bapak Rasimin menjalani operasi colostomy. Kemudian beliau dirujuk ke RS Margono untuk menjalani kemoterapi sebanyak 30 kali. Saat ini beliau baru menjalani 7 kali kemoterapi karena kondisi tubuhnya yang sering melemah dan mengharuskannya menjalani rawat inap di RS Margono. Istrinya, Isrowiyah (37) bekerja sebagai pegawai negeri sipil di luar pulau Jawa. Hal tersebut membuat Ibu Isrowiyah kesulitan untuk membantu perawatan dan kebutuhan pengobatan suaminya. Selama Bapak Rasimin menjalani pengobatan, beliau ditemani oleh ibunya, Rasini (70). Biaya pengobatan Bapak Rasimin dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas II. Namun beliau sangat kesulitan untuk memenuhi biaya hidup dan kebutuhan selama rawat inap. Selain itu juga ada obat herbal untuk mengurangi nyeri dan susu yang tidak dapat dibeli karena harganya yang mahal. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Rasimin sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya hidup dan kebutuhan selama rawat inap di rumah sakit. Santunan sebelumnya sudah iberikan dan terdapat dalam rombongan 1071. Kini beliau sudah mulai kembali menjalani kemoterapi di RS Margono. Semoga kondisi Bapak Rasimin segera pulih sehingga dapat kembali beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Desember 2017
Kurir : @ddeean @olipe_oile @paulsyifa

Bapak Rasimin menderita ca recti atau kanker pada bagian rektum


NISANTO SUMBODO (46, Kanker Nasofaring). Alamat : RT 1/2, Desa Karangsalam, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada pertengahan tahun 2016, dokter di rumah sakit mendiagnosis Bapak Nisanto menderita kanker nasofaring, yaitu jenis kanker yang terdapat di belakang rongga hidung dan belakang langit-langit rongga mulut. Beliau dianjurkan agar menjalani pengobatan rutin berupa kemoterapi sebanyak 37 kali di Rumah Sakit (RS) Margono. Kini beliau sedang rutin menjalani kemoterapi di RS Margono. Sejak sakit, beliau tidak bekerja. Istrinya, Susanti (44) bekerja sebagai guru honorer. Penghasilan keluarga yang kecil sulit untuk membiayai kebutuhan hidup mereka bersama kedua anaknya yang masih kecil. Biaya pengobatan Bapak Nisanto dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Jarak rumah beliau dengan rumah sakit yang cukup jauh sangat menyulitkan proses pengobatannya, sehingga beliau membutuhkan tempat untuk meginap atau beristirahat selama beliau menjalani pengobatan di rumah sakit. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Nisanto sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu kebutuhan sehari-hari. Semoga beliau segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktivitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Desember 2017
Kurir : @ddeean @olipe_oile @paulsyifa

Bapak Nisanto menderita kanker nasofaring


YUDI PRIANTO (24, Multi Drug Resistant Tuberculosis). Alamat: RT 7/6, Desa Karangtengah, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Oktober 2014, Yudi mengalami sakit tipus yang tak kunjung sembuh hingga 1 bulan lamanya. Karena curiga dengan kondisi tersebut, Yudi dibawa ke Balai Pengobatan Paru-paru (BP4) Purwokerto. Hasil pemeriksaan BP4, Yudi positif menderita Tuberkulosis (TBC) yaitu suatu penyakit yang disebabkan oleh mycrobacterium tuberculosis yang biasanya menyerang paru-paru. Di BP4, Yudi menjalani terapi obat selama 11 bulan. Hasilnya menggembirakan, Yudi dinyatakan sembuh. Akan tetapi, 4 bulan kemudian sesak nafas Yudi kambuh. Yudi dilarikan ke Rumah Sakit Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto. Setelah menjalani rawat inap selama 5 hari di RSMS, Yudi dibolehkan pulang dan harus menjalani terapi obat selama 8 bulan. Memasuki bulan ke 7, kondisi Yudi menurun drastis. Yudi kembali dibawa ke RSMS. Yudi menjalani rawat inap selama 12 hari di RSMS dan melakukan cek dahak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap. Hasil laboratorium RSUD Cilacap menyatakan Yudi menderita Multi Drug Tuberculosis (MDR-TB) atau kondisi dimana bakteri tuberkulosisnya telah mengalami kekebalan terhadap minimal 2 macam obat antiTB. Kondisi ini memaksa Yudi menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Moewardi, Surakarta. Saat ini, Yudi memasuki bulan ke 6 terapi suntik dan obat. Yudi, putra kedua dari tiga bersaudara, pasangan Edi Winarto (52) dan Yusriati (47). Ayah Yudi, Bapak Edi Winarto bekerja sebagai buruh harian lepas, sedangkan ibunya, Ibu Yusriati sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi, adik Yudi masih berstatus sebagai pelajar SMA kelas 1. Hal ini menambah kesulitan keluarga untuk menjalani perawatan Yudi yang tergolong lama. Biaya pengobatan Yudi dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun, proses pengobatannya terkendala biaya transportasi dan akomodasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan Yudi sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya transportasi selama ia menjalani kontrol di RSUD Moewardi bulan November-Desember 2017. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1079. Kini keadaan Yudi semakin membaik, sesak nafasnya semakin berkurang dan berat badannya terus naik. Ia juga sudah dapat beraktivitas ringan dan masih kontrol ke rumah sakit. Semoga pengobatan Yudi berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Desember 2017
Kurir : @ddeean @misterrmoo @paulsyifa

Yudi positif menderita Tuberkulosis


SUGIYONO BIN DUL MUKTI (45, Tuberculosis Paru). Alamat : Jl. Bahrun, RT 4/1, Kelurahan Purwokerto Wetan, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Sugiyono didiagnosis menderita tuberculosis paru pada tahun 2005. Tuberculosis paru merupakan infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh bakteri tuberculosis. Beliau kemudian dirawat selama 6 bulan. Setelah kondisinya membaik, Bapak Sugiyono kembali bekerja seperti semula. Namun kondisinya kembali memburuk. Bapak Sugiyono kembali batuk dan sesak nafas. Beliau kembali dirawat intensif selama 6 bulan dan kondisinya membaik. Tidak lama kemudian, kondisinya kembali memburuk dan semakin sulit bernafas. Akhir November 2016, beliau dibawa ke Rumah Sakit (RS) Margono Purwokerto untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Bapak Sugiyono kemudian dirujuk ke RS Moewardi Solo untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut. Sebelum sakit, Bapak Sugiyono bekerja sebagai buruh bangunan. Kini beliau tinggal bersama ibu dan adik-adiknya. Ibunya, Rupinah (72) adalah seorang ibu rumah tangga. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka dibantu oleh adik-adik Bapak Sugiyono yang juga berpenghasilan kecil. Biaya pengobatan dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun beliau masih harus memikirkan biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Bapak Sugiyono, sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi selama kontrol ke RS Moewardi pada bulan November – Desember 2017. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 1079. Kini keadaan Bapak Sugiyono semakin membaik, jarang sesak nafas dan sudah kembali bekerja. Saat ini beliau sedang menjalani kontrol di umah sakit. Semoga beliau segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Desember 2017
Kurir : @ddeean @misterrmoo @paulsyifa

Bapak Sugiyono didiagnosis menderita tuberculosis paru


ABYAS PANJI PRAMUDYA (1, Pendarahan Otak + Gizi Buruk). Alamat : RT 1/4, Desa Onje, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Dik Abyas lahir di Rumah Sakit (RS) Panti Nugroho. Saat lahir ia tidak segera menangis, karenanya kemudian Dik Abyas dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Harapan Ibu dengan diagnosis asfiksia. Dik Abyas lalu dirujuk lagi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo dan didiagnosis perdarahan otak dan gizi buruk karena berat badannya tidak naik. Dik Abyas harus melakukan kontrol setiap pekan ke RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo dan menjalani terapi untuk perkembangan refleknya. Saat ini kondisi Dik Abyas sudah menunjukkan perkembangan yang baik, ia sudah bisa menangis walaupun sering rewel dan kontrol terakhir berat badannya naik 2 ons dari 4,8 kg menjadi 5 kg. Ayahnya, Ade Kusworo (27) bekerja sebagai buruh. Sedangkan ibunya, Vivi Agusasi (23) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Ade Kusworo sebagai buruh membuatnya kesulitan untuk memenuhi biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari untuk berobat Dik Abyas. Selama berobat Dik Abyas dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Abyas dan keluarga. Santunan disampaikan untuk biaya transportasi kontrol ke RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo dan biaya kehidupan sehari-hari. Semoga dapat bermanfaat serta Dik Abyas dapat kembali sehat dan tumbuh dengan ceria.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Desember 2017
Kurir : @ddean Rahayu Aning @firdhanelis

Abyas didiagnosis perdarahan otak dan gizi buruk


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) SOLO (Biaya Rumah Tangga Pasien Bulan Desember 2017) Alamat: Jl. Arifin 84, Tegalharjo, Jebres, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Memasuki tahun ke-6 SedekahRombongan Solo memiliki Rumah Singgah (RSSR), kian hari hilir mudik pasien datang sebagai upaya untuk sembuh dari sakit mereka. Wilayah jangkauan yang semakin luas, tak hanya di Solo namun juga termasuk Wonogiri, Magetan, Sragen, Madiun dan seluruh daerah yang merujuk pasien ke RS Dr. Moewardi Surakarta dan RS Ortopedi Solo. Pasien transferan lain dari luar kota semakin membuat ramai suasana RSSR. Kebutuhan pokok yang diperlukan semakin bertambah untuk pembelian Beras, sayur, Gula, kopi, susu, minyak, detergen, lauk-pauk, keperluan perawatan pasien & kebutuhan rumah singgah Lainya. Alhamdulillah berkat sedekaholics, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi di bulan ini dan tersampaikan untuk pasien dampingan yang berada di RSSR. Sebelumnya laporan santunan RSSR Solo masuk dalam rombongan 1084. Semoga segala amal sedekaholics semua dibalas oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 3.649.870
Tanggal: 08 Januari 2018
Kurir: @anissetya60 @Allcrew

Biaya rumah tangga pasien bulan Desember 2017


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) SOLO (AD1998 SR BiayaOperasional Desember 2017) Bebo, sapaan akrab dari para kurir untuk ambulance Sedekah Rombongan Solo. Mobil Luxio putih dengan corak Batik ini pertama kali digunakan pada akhir 2014. Dengan nomer Hotline 08158911911. Mobil Tanggap Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Bebo ini telah hilir mudik mengantar jemput pasien dari rumah ke rumah sakit, mensurvey sasaran, menyampaikan santunan di area Solo Raya, tak jarang digunakan untuk estafet pasien ke kota lain. Perawatan serta kebersihan bebo terus dilakukan oleh para kurir agar bebo tetap nyaman saat digunakan. Bulan Desember ini, kebutuhan oprasional MTSR Bebo digunakan untuk biaya pembelian bensin, perawatan, servis MTSR, gaji Driver. Setelah branding ulang, bebo yang sebelumnya tampil dengan corak batik merah kini sudah berganti dengan corak batik biru. Laporan sebelumnya masuk rombongan 1084. Doa terbaik untuk #SahabatSR agar segala urusan dimudahkan serta dilancarkan. Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.209.000
Tanggal : 08 Januari 2018
Kurir : @anissetya60 @Allcrew

Biaya operasional Desember 2017


SUMADI BIN HARTO PAWIRO (43, Patah Tulang) Alamat: Widoro Rejo RT 1/ RW 4, Bakalan, Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah. Pak Madi begitu sapaannya sehari-hari adalah Suami dari ibu Anik Tri Handayani (36) dan ayah dari ketiga anaknya yakni yang pertama Afifta (15), yang kedua Adina (14) dan yang ketiga Subhna (4). Pak Madi sehari-hari bekerja sebagai penjual buah, biasanya Pak Madi membeli buah yang masih di pohon kemudian beliau sendiri yang memanen lalu dijual ke penjual buah. Kurang lebih 4 bulan yang lalu Pak Sumadi jatuh dari atap rumah saat memanen buah. Kejadian tersebut mengakibatkan patah pada tulang belakang Pak Madi, dan gangguan pada syaraf otak hingga mengakibatkan penglihatan Pak Madi menjadi ganda. Setelah kejadian Pak Madi langsung dilarikan ke RSUD Sukoharjo dan sempat tidak sadarkan diri selama 3 hari diruang ICU. Tindakan pengobatan pada patah tulang Pak Sumadi hanya di gips saja, saat akan dilakukan operasi Pak Madi menolak dengan pertimbangan reriko yang akan terjadi jika dilakukan operasi. Setelah kondisi membaik pengobatan selanjutnya Pak Sumadi dirujuk ke RS. Dr. Soeharso Solo karena berkaitan dengan pengobatan tulang punggung Pak Madi. Untuk pengobatan menggunakan BPJS kls 3. Pengobatan terkendala Jarak rumah dengan rumah sakit yang jauh. mengingat sejak Pak Madi sakit tidak ada penghasilan yang masuk, untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya beliau mengandalkan pinjaman uang. Alhamdulillah #Sedekahrombongan dipertemukan dengan Pak Madi, santunan awal dari sedekaholic pun disampaikan untuk biaya akomodasi saat kontrol dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pak Madi dan keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan dan mendo’a kan semoga sedekaholic dan kurir #SR selalu dalam lindungan Allah SWT serta meminta do’a supaya Pak Madi segera diberi kesembuhan dan bisa melakukan aktivitas seperti sedia kala.

Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal :10 Januari 2018
Kurir : @anissetya60, @eliyan_a, @welly

Pak Madi mengalami patah tulang


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) SOLO (Operasional Bulan Desember 2017) Alamat: Jl. Arifin No 84, Tegalharjo, Jebres, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Memasuki tahun ke-5 Sedekah Rombongan Solo memiliki Rumah Singgah (RSSR), kian hari hilir mudik pasien datang sebagai upaya untuk sembuh dari sakit mereka. Wilayah jangkauan yang semakin luas, tak hanya di Solo namun juga termasuk Wonogiri, Magetan, Sragen, Madiun dan pasien transferan lain dari luar kota semakin membuat ramai suasana RSSR. Kebutuhan untuk menunjang kesembuhan pasien seperti biaya listrik, biaya Hotline, iuran keamanan, iuran kebersihan, Sewa lahan parkir. Alhamdulillah berkat sedekaholics, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi di bulan ini dan tersampaikan untuk pasien dampingan yang berada di RSSR. Sebelumnya laporan santunan RSSR Solo masuk dalam rombongan 1084 Semoga segala amal sedekaholics semua dibalas oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 1.015.241
Tanggal: 08 Januari 2018
Kurir: @anissetya60 @Allcrew

Biaya operasional bulan Desember 2017


RIANTI QUEN AZAHRA (4, Post Kolostomi ec. Atresia Ani). Alamat : JL. Abdul Muis, RT. 15, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Provinsi Jambi. Zahra, panggilan adik berparas imut ini. Ketika lahir di bidan, tidak ada yang menyadari kelainan pada tubuhnya. Namun, satu hari pasca kelahiran, karena mendadak perutnya kembung barulah diketahui bahwa Zahra tidak memiliki anus. Saat itu, ia segera dibawa ke RSUD Mattaher Kota Jambi dan dilakukan operasi kolostomi, yakni pembuatan lubang sementara dari usus besar di bagian perut sebelah kiri yang bertujuan mengeluarkan kotoran BAB. Setelah berusia 7 bulan, Zahra dirujuk ke Rumah Sakit M. Djamil Kota Padang untuk dibuatkan lubang anus karena saat itu di RSUD Mattaher Kota Jambi belum memiliki dokter bedah anak. Post operasi pembuatan anus, bagian usus yang menonjol post kolostomi belum ditutup karena dokter ingin memastikan apakah anus buatan ini berfungsi dengan baik atau tidak. Saat usia Zahra 1 tahun, ia kembali menjalani operasi ketiga untuk menutup lubang sementara di perutnya. Akan tetapi, dalam perjalanannya, operasi penutupan kolostomi ini tidak berjalan lancar sehingga dilakukan kolostomi kembali, Zahra bahkan sempat dirawat cukup lama di ruang PICU (Pediatric Intensice Care Unit) RSUD Mattaher Kota Jambi. Pada akhirnya, tim dokter RSUD Mattaher memutuskan untuk merujuk adik mungil ini ke Rumah Sakit M.Djamil Padang. Akan tetapi, karena kendala biaya, sampai dengan usia 1 tahun 4 bulan Zahra tak kunjung dibawa ke Rumah Sakit M.Djamil Padang. Ayah Zahra, Tn. Alam Barzah (36), dulunya bekerja sebagai kernet mobil tangki minyak tapi sudah di-PHK kurang lebih 7 bulan terakhir. Sementara ibunya, Ny. Irmayanti (31), ibu rumah tangga biasa yang sejak ditinggal oleh suaminya sesekali ia bekerja sebagai buruh cuci paruh waktu disaat ia bisa menitipkan Zahra pada adik atau neneknya. Selain Zahra, Bu Irma masih memiliki tanggungan satu orang putera bernama M. Roby Rianzah (5). Selama ini, Zahra beruntung karena awalnya keluarga ini terdaftar dalam BPJS yang dibiayai oleh pihak kantor ayahnya sehingga berguna untuk pengobatan dan biaya operasinya selama ini. Akan tetapi, sejak ayahnya di-PHK, dana pembayaran BPJS harus ditanggung secara pribadi dan karena keterbatasan biaya, BPJS dinonaktifkan karena tidak dibayar. Ditambah lagi dengan biaya keperluan dan transportasi akibat Zahra yang sering sekali keluar masuk Rumah Sakit karena muntah ataupun keluhan lain yang timbul akibat gangguan saluran cerna dan kolostomi yang belum ditutup tersebut. #Sedekahrombongan memahami kesulitan yang dialami keluarga adik mungil ini. Bantuan lanjutan untuk biaya pembayaran Tunggakan dan denda BPJS kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 809. Saat ini Zahra kembali dilakukan operasi kolostomi dikarenakan masih terdapat permasalahan di saluran pencernaannya dan kemungkinan akan ditunggu perbaikan kondisi Zahra secara umum, untuk tindakan selanjutnya. Mari sama-sama kita doakan untuk kesembuhannya Zahra.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.655.000,-
Tanggal : 28 Desember 2017
Kurir : @saptuari @shintatantri @fadol_s @limzki_99

Biaya perawatan post kolostomi ec. Atresia Ani


MARNINGSIH GUSMANTO (41, Ca. Mammae). Alamat : Desa Sridadi, RT. 02, RW. 01, Kelurahan Sridadi, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Kesehariannya dipanggil Mar saja. Beliau merupakan ibu rumah tangga yang sehari-hari bekerja di kantin salah satu sekolah guna membantu suami dalam mencukupi kebutuhan keluarganya. Berawal dari Agustus 2016, Ibu Mar merasakan gatal disekitar payudaranya, anehnya hanya disebelah kanan saja. Tak berapa lama sejak rasa gatal itu, Ibu Mar baru menyadari bahwa ada benjolan yang tidak disertai nyeri. Berbekal sedikit pengetahuan dari suaminya ibu Mar memeriksakan diri ke RSUD Hamba Batanghari. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa benjolan itu adalah kanker, Ibu Mar menunda lanjutan pemeriksaan selama 1 tahun lebih lamanya. Seakan ia pasrah akan nasibnya. Namun, semangat dari suaminya untuk segera mengikuti saran dokter yakni operasi pegangkatan payudara kanannya. Ibu Marpun melanjutkan pengobatan. Bapak Gusmanto (39) hanyalah seorang pegawai honorer di SMP setempat yang gajinya hanya 500.000/bulan. Itu tidaklah cukup sehingga sore harinya pak Gusmanto berjualan cilok keliling yang dibantu istrinya. Ketika dirata-ratakan pendapatan suami istri itu antara 1,3-1,5 juta per bulan. KIS satu-satunya jaminan kesehatan yang dimiliki diharapkan dapat meringankan biaya pengobatan ibu Mar. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan Jambi dipertemukan dengan keluarga ini dan santunanpun telah disampaikan untuk meringankan biaya akomodasi Ibu Mar selama menjalani pemeriksaan dari Kabupaten Batanghari ke RSUD Mattaher di Jambi. Doakan agar ibu Mar tetap semangat dan kuat dalam menerima ujian-Nya.

Jumlah bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 11 Januari 2018
Kurir : @saptuari @shintatantri @cut.yusnila @sopiah @limzki_99

Bu Marningsih menderita ca. mammae


HEFRI MAULANA (1, Hemofilia). Alamat : Desa Kunangan, RT. 3, Kecamatan Sungai Bengkal, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Hefri merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara dari pasangan Bapak M. Daulay (40) dan Ibu Nurmani (33). Awalnya Hefri mengalami demam biasa yang disertai batuk, setelah seminggu badannya menguning. Merasa khawatir, Hefri dibawa orangtuanya ke mantri desa lalu diberikan obat sirup, namun tidak menunjukkan perubahan. Pada hari ke-9 mulai muncul seperti lebam biru yang cukup banyak di sekitar tangan dan kaki. Kondisi Hefri yang tidak kunjung membaik membuat ia akhirnya langsung dibawa ke Rumah Sakit Mitra Muara Bulian untuk dilakukan pemeriksaan. Pada hari yang sama, Hefri dirujuk ke Rumah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi untuk dilakukan pemeriksaan lebih mendalam. Kondisi pada saat itu, seluruh tubuh Hefri menguning dengan lebam biru di sekujur tubuh, serta satu kali BAB disertai darah. Dokter menyarankan agar Hefri dirawat di rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan darah tahap awal, ternyata kadar HB Hefri rendah sebesar 7,9 gram/dl, dan darah terus-menerus keluar di berbagai titik bekas luka pengambilan darah. Hefri pun akhirnya menjalani tranfusi darah sebanyak 2 kantong. Setelah ditransfusi 2 kantong darah, dilakukan pemeriksaan labor PT/APTT dan pemeriksaan lanjutan faktor 7 dan 8 dan di diagnosis Haemofilia. Kurir Sedekah Rombongan Jambi kembali menyampaikan bantuan untuk biaya kontrol ulang, transfusi darah, biaya transportasi dan akomodasi. Sebelumnya, Hefri telah dibantu dalam Rombongan 1076. Saat ini Hefri kembali di rawat karena Harus melakukan transfusi darah dan dengan kondisi perut yang perlahan membesar. Mari sama-sama kita doakan untuk kesembuhannya Hefri.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 10 Januari 2018
Kurir : @saptuari @shintatantri @lutfiadamm @fadol_s @limzki_99

Hefri menderita hemofilia


HAPSAH ZAINUDDIN (40, Tumor Pipi). Alamat : Desa Rantau Alai, Kecamatan Batang Masumai, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Ibu Hapsah harus hidup dengan tumor yang tumbuh di pipinya selama 10 tahun. Tumor tersebut berawal dari jerawat kecil yang semakin membesar, tidak ada penyebab yang pasti dan Ibu Hapsah tidak merasakan sakit di pipinya. Ukuran tumor yang semakin membesar menimbulkan ketidaknyamanan saat ibu Hapsah beraktivitas, dan ia khawatir tumor tersebut semakin lama akan menutupi wajahnya. Berbagai pengobatan alternatif telah dilakukan tetapi tetap saja belum membuahkan hasil. Sekitar setahun yang lalu, Ibu Hapsah berobat ke RSUD Kolonel Abunjani Kota Bangko di Kabupaten Merangin dengan menggunakan JKN-KIS. Pihak medis di sana mengatakan itu adalah tumor dan Ibu Hapsah harus segera dioperasi dan dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi. Ibu Hapsah tidak memiliki biaya untuk berangkat ke Kota Jambi dan kondisinya pada saat itu sedang lemah. Ibu Hapsah hanya seorang ibu rumah tangga, sedangkan suaminya, Bapak Zainuddin (50), bekerja memotong karet dengan penghasilan yang sangat kecil. Penghasilan Bapak Zainuddin jika digunakan untuk biaya pengobatan istrinya ke Jambi tidak cukup, belum lagi harus memenuhi kebutuhan sehari-hari ditambah biaya sekolah 3 orang anaknya. Alhamdulillah berkat izin Allah, kurir Sedekah Rombongan Jambi memahami kesulitan yang dialami keluarga ini. Bantuanpun kembali disampaikan untuk membantu biaya tranportasi dan akomodasi selama Operasi di RSUD Raden Mattaher Jambi, Santunan sebelumnya telah disampaikan pada rombongan 1081. Saat ini Ibu Hapsah telah menjalani operasi dan sedang dalam perawatan,. Semoga Ibu Hapsah bisa segera pulih kemblai dan bisa beraktivitas dengan nyaman seperti biasa. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 29 Desember 2017
Kurir : @saptuari @shintatantri @Fadol_s @limzki_99

Bu Hapsoh menderita tumor pipi


TAJUDDIN NUR (47, Tumor + Kelainan Paru – Paru). Alamat: JL. Jendral Ahmad Yani, RT. 01, Kelurahan Sriwijaya, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Bapak Tajuddin sudah sakit-sakitan setahun terakhir dan hanya berobat di klinik saja. Awal September, pihak keluarga membawa ke RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, didiagnosa ada kelainan syaraf, kemudian beliau dirujuk ke Rumah Sakit Arafah Jambi. Setelah dilakukan pemeriksaan (CT_scan) diketahui bahwa Pak Tajuddin memiliki tumor di otak kiri dan kelainan paru-paru sebelah kanan, serta kondisi mata beliau tidak bisa melihat lagi sekarang. Saat ini, Pak Tajuddin berobat rawat jalan dengan kondisi masih lemah dan tidak kuat duduk lama. Dokter menyarankan untuk kemoterapi ke Jakarta tetapi karena kondisi bapak tidak memungkinkan jadi belum bisa dilaksanakan. Saat ini Bapak hanya tergantung dengan obat untuk meringankan sakit kepala hebat dan sakit pinggang. Kondisi keluarga bapak Tajuddin saat ini memprihatinkan, awalnya istri pak Tajuddin berjualan kue dan pecal di depan rumah tetapi semenjak bapak sakit, ibu tidak bisa bekerja lagi, sementara biaya sehari-hari dibantu 3 orang anaknya, 2 orang anaknya bekerja sebagai honorer dan sudah berkeluarga, yang paling bungsu hanya kerja buruh serabutan karena tidak tamat SMA. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan Jambi bertemu dengan Pak Tajuddin dan santunanpun disampaikan untuk akomodasi dan transportasi rawat jalan ke Jambi. Mohon doanya semoga keluarga ini tabah dengan kondisi yang dialami saat ini, aamiin.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 11 januari 2018
Kurir : @saptuari @shintatantri rahmayanti @anitadahlan @limzki_99

Pak Tajuddin memiliki tumor di otak kiri dan kelainan paru-paru sebelah kanan


RSSR PURWOKERTO (Sembako Pasien Bulan Desember Tahun 2017). Alamat : Jl Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Pemalang, Purworejo, Pangandaran, dll yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk kebutuhan makan bulanan pasien yang menginap di RSSR. Bantuan untuk sembako pasien sebelumnya sudah.masuk dalam rombongan 1086. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp 270.000
Tanggal 31 Desember 2017
Kurir : @arfanesia @olipe_oile & all kurir

Sembako Pasien Bulan Desember Tahun 2017


ROHANIAH BINTI KURDI (43, Tumor Gusi). Alamat : Dusun Pahing, RT 6/2, Kelurahan Ciherang, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rohaniah merupakan seorang ibu yang kesehariannya mengurus rumah tangga. Beliau menderita penyakit serius sejak dua tahun yang lalu. Tak di sangka beliau menderita tumor gusi. Awalnya beliau merasakan gejala berupa gatal sekaligus sakit dalam gusi. Kemudian, tak lama gusinya membengkak. Karena hal tersebut akhirnya beliau memeriksakan kondisinya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45. Akan tetapi, pihak rumah sakit memberikan surat rujukan agar beliau melanjutkan pengobatan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk operasi. Alhamdulillah operasi berjalan dengan baik hingga tumor dinyatakan bersih. Namun sayangnya, satu tahun setelah tindakan operasi tumor tersebut kembali tumbuh bahkan hingga mengeluarkan nanah dan darah dari mulutnya. Beliau pun merasa kesulitan ketika berbicara karena rasa sakit sudah dirasakan hingga ke tenggorokan. Kondisi tersebut masih terasa hingga saat ini. Ibu Rohaniah sudah mendapatkan jadwal operasi, hanya saja tim medis rumah sakit mengatakan bahwa jadwal tidak bisa dimajukan dan harus menunggu sampai bulan februari 2018. Karna rasa penasaran suami beliau, kemudian Ibu Rohaniah berangkat lagi ke bandung untuk kontrol lanjutan karna dirasa tumor beliau semakin besar. Akan tetapi setelah beberapa hari melakukan kontrol ke poli onkologi RSHS, tim medis masih belum bisa memajukan jadwal operasi dikarnakan padatnya jadwal tim medis yang akan menangani beliau. Beliau memiliki jaminan kesehatan BPJS Mandiri Kelas 3 untuk meringankan biaya pengobatan. Suami beliau, Bapak Edi Suhendar (69) hanya bekerja sebagai pedagang kecil keliling yang penghasilannya hanya cukup untuk biaya pokok sehari-hari. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Rohaniah, sehingga santunan keempat dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya transportasi dan pembayaran bpjs setiap bulannya. Semoga Allah memberi kemudahan bagi beliau untuk segera sembuh. Aamiin. Sebelumnya Ibu Rohaniah masuk kedalam Rombongan 1092.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,
Tanggal : 20 Desember 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Peni

Bu Rohaniah menderita tumor gusi


KASWITI BINTI SUKATMA (53, Luka Bekas Operasi Belum Sembuh). Alamat : Dusun Satu, RT 4/1, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Kaswiti merupakan korban kecelakaan lalu lintas di jalur Sumatera pada bulan September tahun 2012. Pada saat itu, beliau dalam perjalanan menuju Bengkulu untuk bekerja dalam sebuah proyek bangunan sebagai juru masak. Akan tetapi Allah berkehendak lain, mobil Elf yang beliau tumpangi mengalami kecelakaan hingga jatuh ke jurang sedalam 70 meter. Akibat kejadian nahas tersebut Ibu Kaswiti pingsan di lokasi kejadian dan baru sadar ketika beliau sudah berada di rumah sakit terdekat. Karena benturan yang cukup keras, wajah sebelah kiri beliau rusak. Selain itu, beliau mengalami patah tulang tangan kanan, tulang belakang hingga ada relakan pada tulang iga. Ketika keadaan beliau mulai membaik, beliau kembali pulang ke Kuningan. Akhirnya, beliau langsung mengambil tindakan terapi untuk menyembuhkan bagian tulang belakang dan iga yang retak di sebuah klinik herbal di daerah Panjalu, Tasikmalaya selama 25 hari. Namun untuk bagian tangan yang patah, beliau mendapat tindakan operasi sekaligus pemasangan pen di Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon. Dua tahun kemudian, pen tersebut sudah bisa dilepas. Akan tetapi, setelah pelepasan pen sayangnya beliau tidak menjalani pengobatan lanjutan karena terkendala masalah biaya. Akibatnya, terjadi infeksi pada tangan beliau. Beliau hanya berobat ke dokter praktek terdekat. Namun, pengobatan harus kembali berhenti dua bulan ini karena keterbatasan biaya. Kondisi tangan kiri yang patah saat ini sulit di gerakkan, kadang-kadang keluar cairan dan terasa gatal. Kemudian kurir Sedekah Rombongan membawa beliau kontrol ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan (RSSK) Cigugur, luka beliau harus rutin dibersihkan. Setelah beberapa kali kontrol, Alhamdulillah saat ini tangan Ibu Kaswiti sudah bisa digerakkan dan bahkan sudah bisa memegang benda dengan tangannya, karna rutin terapi tangan Ibu Kaswiti sudah mulai berfungsi dengan baik. Sehari-hari, Ibu Kaswiti mendapat penghasilan dari berjualan bensin. Penghasilannya hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari. Suami beliau, Bapak Warno telah meninggal dunia. Walaupun beliau memiliki kartu jaminan kesehatan BPJS Mandiri Kelas 3, beliau membutuhkan biaya transportasi, akomodasi dan biaya obat di luar BPJS. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Kaswiti sehingga santunan ketiga dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya transportasi. Sebelumnya beliau masuk kedalam Rombongan 1060.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Desember 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji @mayasyarohandis

Biaya perawatan pasza operasi


ICOH BINTI MISJA (48, Gangguan Kelenjar Getah Bening). Alamat : Dusun Dano, RT 8/16, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Icoh biasa beliau dipanggil ini menderita penyakit kelenjar getah bening. Penyakit yang beliau derita sejak satu tahun lalu ini berawal dari adanya benjolan kecil di leher yang semakin lama semakin membesar. Saat ini, beliau berobat jalan di Puskesmas Cigugur, Kuningan. Kemudian, pihak Puskesmas memutuskan agar Ibu Icoh segera dirujuk ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tak lama, Ibu Icoh akhirnya menjalani rawat inap di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur dan menjalani operasi pengambilan sampel/biopsi dari leher. Saat ini, benjolan di leher Ibu Icoh semakin membesar dan harus segera menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ibu Icoh akan menjalani kemoterapi ke enamnya dan harus segera berangkat ke bandung. Kondisi beliau saat ini Alhamdulillah sehat dan tekanan darahnya stabil. Akan tetapi tim medis mengatakan, Ibu Icoh harus melakukan kemo lagi sebanyak 12 kali dari prediksi awal hanya 6 kali. Ibu Icoh harus dirawat selama satu minggu di rumah sakit untuk melakukan kemoterapi, atau bahkan lebih dari satu minggu tergantung kondisi beliau. Ibu Icoh ingin mencoba mengkonsumsi obat obatan herbal untuk mengurangi sakit yang di derita beliau. Ibu Icoh memanfaatkan kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Akan tetapi, biarpun terbantu dengan adanya kartu jaminan kesehatan, beliau merasa kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi dan akomodasi selama di Bandung. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah santunan keduabelas dapat disampaikan kurir Sedekah Rombongan Kuningan kepada Ibu Icoh untuk biaya transportasi, akomodasi dan pembelian obat diluar bpjs. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada Ibu Icoh. Aamiin. Sebelumnya Ibu Icoh masuk kedalam Rombongan 1092.

Jumlah Bantuan : Rp. 950.000,-
Tanggal : 27 Desember 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Peniasih

Ibu Icoh menderita penyakit kelenjar getah bening.


LASTRI BINTI DIMYATI (37, Kanker Payudara) Alamat : DS. Jambeyan, RT 3/1, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 2015 Bu Lastri, seorang buruh tani ini merasakan ada benjolan yang sakit di payudaranya. Kemudian karena dirasakan semakin membesar dan rasa sakit yang tak bisa ditahan periksa di Puskesmas setempat. Karena terlihat parah maka direkomendasikan untuk dibawa ke rumah sakit yang lebih lengkap sarana prasaranya. Dan pada tanggal 27 April 2017 lalu dilaksanakan operasi pengangkatan payudara di RSI Arofah Rembang. Setelah operasi ternyata ada keluhan lain yaitu kedua kakinya terasa sakit, demikian pula perutnya. Sekarang, istri buruh bangunan ini hanya tergeletak di tempat tidur di rumah orang tuanya. Semua aset yang dimiliki terjual untuk biaya pengobatannya. Dalam kondisi lemah hanya bisa berharap karena dia sudah tidak punya apa-apa lagi. Dan yang memprihatinkan justru ketika dalam kondisi seperti itu suaminya meninggalkannya begitu saja pergi tidak tahu kemana. Padahal beliau mempunyai 2 anak yang kondisi mentalnya termasuk berkebutuhan khusus. Alhamdulillah informasi tersebut didengar oleh kurir #SR Rembang sehingga atas izin Allah pada tanggal 5 Oktober 2017 disurvey dan dilakukan pendataan. Bantuanpun diberikan untuk biaya pendampingan pengobatan pada Bu Lastri. Bantuan sebelumnya masuk ke Rombongan 1069.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Darsan @akuokawai

Bu Lastri menderita kanker payudara

—–

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MUHAMMAD NAYAN 2,000,000
2 ABDUL JABAR 800,000
3 RSSR JAMBI 4,859,350
4 MUHAMMAD ABDUL HADI 3,000,000
5 INDITA ALIRA HAFIZA 5,800,000
6 AHMAD RIF’AN 500,000
7 DEVI INDRA ALDIFA 500,000
8 ENES MURYITNO 500,000
9 HUSSIN MAHMUD 500,000
10 KHOLIS FUAD 500,000
11 LASMINI BINTI KASPIYO 500,000
12 LASTRI BINTI DIMYATI 750,000
13 LELES BIN WAHID 500,000
14 LILIK PURWANTI 750,000
15 MASRUKAN BIN TURMUDZI 500,000
16 MUHAMMAD ARKA SYAHREZA 500,000
17 NGATMI BINTI NGATMIN 500,000
18 RAIHANA YASMINA FAIHA 500,000
19 RAMISIH BINTI PARDI 500,000
20 SADZALI BIN WARTUM 500,000
21 SUTIAH BINTI RASIONO 500,000
22 SYAFI’I BIN YUSUF 500,000
23 ABU SYUKUR 750,000
24 ANITA DWI NOVITA SARI 750,000
25 FUAD HASAN 750,000
26 IBNU SAUD 500,000
27 SUHARTONO BIN RAKIDJO 500,000
28 SUKARMI BINTI SINGODEN 500,000
29 SUKIDAH BINTI DARMO 500,000
30 SUMARI BIN KARMOKAS 500,000
31 PRIYADI BIN RAKIBAN 500,000
32 JUMROTUN BINTI SUMARMO 500,000
33 NGADIO BIN ABU 500,000
34 RASIMIN BIN SUMERI 500,000
35 NISANTO SUMBODO 500,000
36 YUDI PRIANTO 500,000
37 SUGIYONO BIN DUL MUKTI 500,000
38 ABYAS PANJI PRAMUDYA 500,000
39 RSSR SOLO 3,649,870
40 MTSR SOLO 5,209,000
41 SUMADI BIN HARTO PAWIRO 1,000,000
42 RSSR SOLO 1,015,241
43 RIANTI QUEN AZAHRA 2,655,000
44 MARNINGSIH GUSMANTO 800,000
45 HEFRI MAULANA 800,000
46 HAPSAH ZAINUDDIN 1,200,000
47 TAJUDDIN NUR 1,000,000
48 RSSR PURWOKERTO 270,000
49 ROHANIAH BINTI KURDI 1,250,000
50 KASWITI BINTI SUKATMA 500,000
51 ICOH BINTI MISJA 950,000
55 LASTRI BINTI DIMYATI 500,000
Total 55,084,461

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 55,084,461,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1099 ROMBONGAN

Rp. 58,580,014,773,-