Rombongan 1098

Bersedekahlah kamu sekalian, karena sesungguhnya sedekah itu pemisah dari neraka
Posted by on January 16, 2018

YADI SURYADI (60, Sesak Nafas + Reumatik). Alamat : Kp. Lebak Kantin RT 5/5, Kelurahan Sempur Kidul, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Pak Yadi sehari – hari berprofesi sebagai tukang becak untuk menghidupi keluarga dan Bu Siti juga ikut membantu menopang ekonomi keluarga sebagai buruh Cuci dengan penghasilan keduanya yang terbilang cukup kecil. Sudah lebih dari 2 tahun Pak Yadi sering merasakan sesak dan Sakit disekujur tubuh dan di diagnosa kalau Pak Yadi mengidap Reumatik dan Sesak Nafas oleh dokter di klinik, dan disarankan untuk melanjutkan pengobatan di RSUD Kota Bogor, Namun karena Pak Yadi tidak memiliki BPJS akhirnya Pak Yadi hanya mengkonsumsi obat – obatan Warung saja. Dengan kondisi yang mudah drop Pak Yadi jadi sering tidak berangkat menarik Becak karena sekujur tubuhnya yang Sakit. Kurir Sedekah Rombongan yang datang merasakan kesulitan Pak Yadi sebagai kepala keluarga yang tidak bisa menafkahi istrinya karena Sakit, Kurir SR pun menyampaikan Sedekah Tunai untuk Pak Yadi yang akan digunakan untuk pembuatan BPJS dan untuk biaya hidup sehari – hari Pak Yadi dan BU Siti. Semoga Pak Yadi segera pulih dan bisa kembali bekerja untuk menafkahi keluarganya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @Omguguh @kasriyanto @rexy_eas

Pak Yadi mengidap reumatik dan sesak nafas


IPAH BINTI NAJAH (35, Gagal Ginjal + Gangguan Jantung). Alamat : Kp. Tegal RT 4/2 No. 26, Kelurahan Jati Sari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Bu Ipah biasa kami memanggil sejak Maret 2017 di diagnosa mengalami Gagal Ginjal. Kejadian ini berawal pada saat ia melakukan Operasi Caesar anak ke 4 nya yang baru memasuki usia 8 bulan yang ternyata darah daging nya sudah meninggal sejak 3 hari sebelum operasi dan baru ketahuan oleh dokter dan langsung dilakukan operasi untuk mengangkat jenazah bayinya. Setelah melakukan operasi kondisi Bu Ipah semakin memburuk , Perutnya Membuncit seakan Hamil lalu kempes lagi. Seperti itu hingga sekitar 3 bulan lalu perutnya kembali membesar dan tidak mengempes hingga saat ini. Setelah dilakukan pengecekan ternyata kondisi perutnya disebabkan karena konsumsi air yang tidak diserap oleh tubuh karena ginjal yang sudah rusak yang akhirnya berefek ke bagian jantungnya. Kini Bu Ipah dirujuk ke RS Hermina Bekasi untuk ditangani oleh Dokter Spesialis Jantung dengan menggunakan BPJS Mandiri kelas 3 yang dimiliki. namun yang menjadi kendala adalah jarak yang lumayan jauh dari rumahnya dan ketiadaan uang untuk ongkos transportasi. Pak Etong hanya bekerja sebagai buruh serabutan yang tidak memiliki penghasilan yang pasti setiap harinya, ditambah harus membiayai ketiga anaknya yang membutuhkan biaya untuk kebutuhan sekolah dan kebutuhan lainnya. Kurir sedekah rombongan yang datang melihat kondisi Bu Ipah merasakan kesulitan yang dialaminya. Bantuan Awal dari pada sedekaholic pun disampaikan kepada Bu Ipah yang digunakan sebagai transportasi ia untuk kontrol ke RS. Hermina Bekasi. Semoga Allah Senantiasa menjaga Bu Ipah dan semoga Allah mengangkat penyakit Bu Ipah. Aamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Desember 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @aswar @rexy_eas

Bu Ipah di diagnosa mengalami gagal ginjal


BAYONI BIN MUHAMMAD (60, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Kp. Bojong Korod, RT 2/10, Kelurahan Sukasirna, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Pak Bayoni sehari – hari bekerja sebagai pencari rumput untuk ternak tetangganya dengan pendapatan hanya 10 sampai 15 ribu per harinya, sang istri Bu Ijah membantu suaminya untuk memenuhi kebutuhan hariannya dengan berjualan celana milik tetangganya dengan penghasilan juga tidak jauh beda dengan sang suami, mereka berdua tidak memiliki anak dan tinggal disebuah gubuk yang jauh dari kata layak, kenapa dibilang tidak layak karena digubuk tersebut tidak ada penerangan dan banyak atapnya yang bocor sehingga ketika hujan tiba mereka harus siap – siap untuk menampung air agar tidak banjir di dalam gubuknya. Ketika dikunjungi oleh kurir Sedekah Rombongan, Pak Bayoni menyebut bahwa dia tidak mau berpangku tangan kepada saudara – saudara atau tetangganya yang kebanyakan hidupnya tidak jauh berbeda dari mereka, Pak Bayoni hanya berharap tetap diberikan kesehatan agar dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan ia dan sang istri tiap harinya. Kurir yang mendengar cerita tersebut dibuat kagum oleh Pak Bayoni karena diusianya yang tak lagi muda, ia tidak ingin menyusahkan tetangga dan saudara – saudaranya untuk membantu kehidupannya. Bantuan dari para Sedekaholic pun disampaikan untuk Pak Bayoni untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari – hari Pak Bayoni dan istrinya. Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan untuk Pak Bayoni. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Desember 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @aswar @rexy_eas

Bantuan biaya hidup


DIDI ARDIYANSYAH (26, Tumor Leher). Alamat : Jl. Perdana Raya No. 17, RT 2/10, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Berawal dari tahun 2015 Didi merasakan ada ada benjolan di kanan dan kiri lehernya yang sedikit mengganggu namu karena tidak merasakan sakit akhirnya benjolan tersebut dibiarkan hingga akhirnya makin hari benjolan tersebut makin membesar. Karena khawatir dengan benjolannya akhirnya Didi memeriksakan kondisinya ke Puskesmas dan langsung dirujuk ke RSUD Kota Bogor untuk melakukan Biopsi untuk mempersiapkan proses operasi pengangkatan Tumornya. Untuk proses pengobatannya Didi menggunakan BPJS Mandiri kelas 3 namun karena tidak adanya biaya untuk transportasi dan makan karena selama sakit Didi sudah tidak bekerja dan hanya menumpang dirumah teman –temannya untuk tinggal dan untuk makan. Kurir SR merasakan kesulitan Didi dan menyampaikan Sedekah Tunai dari para sedekaholic untuk Didi yang digunakan untuk makan dan kebutuhan sehari – hari selama proses pengobatannya. Semoga Allah Segera mengangkat penyakit Didi agar Didi dapat kembali bekerja dan beraktivitas seperti biasanya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @Omguguh @Tutikaendo @rexy_eas

Pak Didi menderita tumor leher


CICI CAHYANI (10, Ginjal Bocor). Alamat : Kampung Cikaret, RT 5/3, Kelurahan Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Cici biasa kami menyapa gadis kecil ini, sudah sejak 2 tahun yang lalu Cici di diagnosa Ginjal Bocor oleh dokter di RSUD. Kota Bogor yang menyebabkan semua badan Cici menjadi bengkak serta membuat Cici tidak bisa banyak melakukan kegiatan karena akan membuat ia akan merasa kesakitan hingga pingsan. 2 tahun yang lalu Cici pernah melakukan serangkaian pengobatan di RSUD. Kota Bogor dengan menggunakan JKN – BPJS mandiri kelas 2 yang dibuatkan oleh salah seorang kader desa, namun karena kedua orang tua Cici tidak sanggup untuk membayar iuran setiap bulannya akhirnya pengobatan Cici sempat terhenti pada awal tahun 2016 dan Cici hanya melakukan pengobatan tradisional saja di dekat rumahnya. Makin lama kondisi Cici makin menurun hingga membuat ia sulit untuk berjalan dan harus dibantu oleh kedua orang tuanya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan diberikan kesempatan untuk melihat kondisi Cici di rumah sederhananya. Saat itu sekujur badan Cici membengkak yang membuat ia terus – terusan menangis karena menahan sakit. Orang tua Cici kebingungan karena tidak memiliki biaya akomodasi untuk membawa Cici berobat ke RSUD. Kota Bogor yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya serta tunggakan BPJS yang belum di lunasi hingga kini. Pak Endang hanya bekerja sebagai Buruh Tani dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan sehari – hari sedangkan Bu Yanih hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga biasa hingga tidak bisa melakukan banyak hal untuk pengobatan anaknya. Kini Cici dirujuk kembali ke RSUD Fatmawati supaya mendapatkan pengobatan yang lebih lengkap disana. Kini kondisi Cici semakin menunjukan kemajuan yang baik, Badannya sudah tidak membengkak serta sudah dapat mengkonsumsi makanan pokok setiap harinya. Kini Cici pun bisa kembali bersekolah setelah beberapa bulan absen karena sedang ikhtiar melakukan pengobatan. Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk Cici yang digunakan untuk membeli obat yang tidak tercover BPJS. Semoga Cici dapat mengejar cita – citanya. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1058

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Desember 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @abah_accit @rexy_eas

Cici di diagnosa ginjal bocor


RUKIYAH BINTI AJA (37, Pembengkakan Hati). Alamat : Kp. Cikaret RT 2/2, Kelurahan Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Bu Iyah sejak melahirkan anak kettiganya mulai merasakan ada yang aneh dengan kondisi tubuhnya. Ia merasakan perut bagian atasnya pasca melahirkan menjadi keras dan terkadang terasa sakit jika ditekan, karena khawatir akan kondisi kesehatannya, Bu Iyah memeriksakan kondisinya ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan, dokter di Puskesmas langsung menyarankan Bu Iyah untuk melanjutkan pengobatannya ke RSUD Leuwiliang untuk pemeriksaan lebih lanjut dan ketika diperiksa ternyata terdapat pembengkakan Hati yang dialami Bu Iyah yang membuat perut bagian atasnya mengeras, dan oleh dokter disarankan untuk rutin melakukan kontrol agar dapat mengetahui kondisi Bu Iyah, memang untuk berobat di RSUD Leuwiliang sudah di cover oleh KIS yang dimilikinya namun yang menjadi kendala adalah ongkos untuk kontrol ke RSUD dari rumah Bu Iyah yang menjadi kendalanya. Mengingat jarak dari rumah Bu Iyah ke RSUD lumayan jauh dan membutuhkan ongkos yang lumayan serta pekerjaan Pak Encep sebagai suami hanya menjadi tukang roti yang hanya cukup untuk biaya rumah tangga harian, Kurir Sedekah Rombongan yang datang langsung memberikan titipan dari para sedekaholic untuk Bu Iyah yang akan digunakan untuk biaya transportasi ke RSUD Leuwiliang. Semoga Bu Iyah Lekas Sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 November 2017
@ddsyaefudin @omguguh @abah_accit @rexy_eas

Bu Iyah menderita pembengkakan hati


PARDI BIN AHMAD (59, Gangguan Ginjal + Asam Lambung). Alamat : TPS Seberang Kejaksaan Negeri Bogor, Jalan Ir. Juanda No. 6 Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Pak Pardi sudah 3 tahun mencoba mengadu nasib dari kampung halamannya di Sukabumi ke Kota Bogor dengan harapan dapat memperbaiki kondisi keuangan keluarga, namun sesampainya di Kota Bogor tidak seperti apa yang Pak Pardi bayangkan, ia terpaksa harus tinggal di gubuk sederhana yang ia buat di tempat pembuangan sampah yang ada di seberang kejaksaan negeri Kota Bogor. Pak Pardi bersama teman – teman seperjuangan bekerja sebagai pemulung untuk menyambung hidup dan untuk membiayai kebutuhan sekolah ke 3 anaknya yang ada di sukabumi. Ditengah kondisi kesulitan yang dirasakan Pak Pardi ternyata sudah lama ia mengidap gangguan ginjal dan asam lambung yang membuat ia terkadang tidak bisa bangun dari tempat tidurnya, Pak Pardi bukannya tidak mau untuk berobat namun karena keterbatasan biaya yang dimiliki serta tidak adanya jaminan kesehatan apapun yang Pak Pardi miliki membuat ia terpaksa hanya mengkonsumsi obat – obatan warung saja jika penyakit yang ia derita sedang kambuh. Ketika dikunjungi oleh kurir Sedekah Rombongan, Pak Pardi menyebut tidak bisa membuat jaminan kesehatan karena domislinya yang berasal dari Sukabumi yang membuat ia kesulitan mendapatkan jaminan kesehatan di Bogor. Melihat kondisi Pak Pardi yang cukup memprihatinkan, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan amanah dari para Sedekaholic untuk Pak Pardi yang akan digunakan untuk membuat jaminan kesehatan di kampung halamannya agar bisa digunakan untuk berobat di Puskesmas atau Rumah Sakit. Semoga Allah memberkahi setiap perjuangan Pak Pardi dalam mencari Nafkah, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Desember 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kasriyanto @rexy_eas

Pak Pardi menderita gangguan ginjal + asam lambung


IMEL LUQMATUN AFIFAH (12, Campak Jerman / Rubella). Alamat : Jl. Abesin, RT 2/3, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Imel biasa ia dipanggil sejak usia nya menginjak 3 bulan mulai tampak ada perbedaannya, kedua matanya tidak bisa melihat dan tidak ada respon apapun, seiring pertumbuhan Imel ternyata Imel tidak bisa berjalan hingga usianya menginjak 3 tahun, saat diperiksakan ke Puskesmas barulah diketahui kalau Imel terserang virus Rubella yang menyebabkan ia lumpuh dan tidak bisa melihat seperti anak – anak pada umunya. Dengan bermodalkan BPJS Mandiri kelas 3 akhirnya Imel berikhtiar memulai pengobatan di RSUD Kota Bogor dengan harapan ada kemajuan untuk kesehatan Imel, namun karena Imel yang sudah menjadi Yatim beberapa tahun silam mempunyai kendala untuk transportasi berobat ke RSUD, walaupun untuk biaya pengobatan sudah tanggung oleh BPJS Kesehatan yang ia miliki namun tetap saja penghasilan Bu Sartinah (39) sebagai buruh cuci hanya cukup untuk makan sehari – hari dan tidak bisa mencukupi untuk biaya transportasi Imel, Kurir Sedekah Rombongan yang datang melihat kondisi Imel sangat prihatin karena dengan usia Imel sekarang harusnya ia sedang menikmati masa – masa sekolah dan bermain bersama teman – temannya, namun karena virus Rubella membuat Imel hanya bisa berbaring dirumah saja. Bantuan Awalpun disampaikan kurir Sedekah Rombongan untuk Imel yang digunakan biaya transportasi Imel untuk melanjutkan Ikhtiar berobat keRSUD. Semoga Allah Subhanahu wa Taala memberikan Imel kesembuhan agar Imel dapat bersekolah seperti anak – anak Seusianya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @abah_accit @rexy_eas

Imel terserang virus Rubella


MTSR BANDUNG RAYA 2 (B 2641 BF, Biaya Balik Nama). Sejak bulan Mei 2014, Sedekah Rombongan Bandung Raya dipercaya untuk meingkatkan pengkhidmatan membantu para dhuafa yang sakit dan tidak mampu melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Kendaraan serbaguna ini difungsikan sebagai ambulans dan mobil jenazah. Sampai saat ini, keberadaan MTSR Bandung Raya sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan Sedekah Rombongan Bandung Raya maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan sejak Februari 2015, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya semakin tinggi. Selain antar jemput pasien atau jenazah di sekitar Bandung Raya, hampir setiap hari MTSR bergerak sampai ke pelosok desa di kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Melihat banyaknya warga dhuafa sakit yang membutuhkan ambulans, alhamdulillah, pada awal Mei 2016, sedekaholics Sedekah Rombongan mempercayakan lagi satu unit mobil ambulans (AVP, B 2641 BF) tambahan untuk dikelola Sedekah Rombongan Bandung Raya. Menghadapi medan Kabupaten dan Kota madya Bandung, ambulans yang kerap dipanggil ‘Mr. Black’ ini tentu harus tampil prima. Selain penggantian pelumas dan servis rutin, ketersediaan bahan bakar menjadi keharusan agar MTSR Bandung Raya 2 senantiasa laik dan layak jalan. Kali ini biaya yang dikeluarkan untuk proses balik nama dari nama pemilik pertama ke atas nama Sedekah Rombongan. InsyaAllah, MTSR Bandung Raya 2 akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh para dhuafa di wilayah Bandung Raya dan Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para sedekaholics Sedekah Rombongan dibalas oleh Allah SWT dengan berkah dan janah di dunia dan akhirat. Aamiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1084.

Jumlah Bantuan: Rp. 3.860.200,-
Tanggal: 2 Desember 2017
Kurir: @ddsyaefudin

Biaya balik nama


YOYOH KHODIJAH (66, Tumor Usus). Alamat : Gg. Sekolah, RT 8/3, Desa Plered, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bu Yoyoh merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan, Februari lalu ia sempat menjalani rawat inap di Rumah Sakit Bayu Asih dengan keluhan penyakit typus. Bulan Desember ini kurir Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan Bu Yoyoh dengan penyakit tumor usus yang dideritanya. Belum lama ini ia sering merasakan sakit pada bagian perutnya, rasa sakit tersebut tak jarang membuat Bu Yoyoh kesulitan untuk berjalan. Ia pun kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bayu Asih untuk dilakukan pemeriksaan, hasil pemeriksaan di RS tersebut menunjukkan bahwa terdapat benjolan-benjolan pada usus Bu Yoyoh. Dua benjolan besar telah dilakukan melalui proses operasi di RS tersebut, masih tersisa benjolan-benjolan kecil pada ususnya, pihak RSBA menyarankan untuk dilakukan kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun karena kendala biaya ia pun hanya bisa dirawat di rumah oleh anaknya yang janda dan juga tak memiliki pekerjaan, suaminya telah lama meninggal dunia. Untuk membeli kantong feses pun ia harus menunggu uluran bantuan dari orang lain. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kami kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan titipan bantuan dari para sedekahloics untuk biaya akomodasi proses operasi Bu Yoyoh di RSHS Bandung, bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan 1073.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Januari 2018
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis Dariyah

Bu Yoyoh menderita penyakit tumor usus


REZKY DWI ARYA PUTRA (2, Colestasis Jaundice + Infeksi CMV + Gangguan Fungsi Hati). Alamat : Buana Indah, Blok A6, RT 16/6, Desa Mulya Mekar, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sejak lahir tepatnya pada tanggal 7 Mei 2015, Dek Rezky harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Asri Purwakarta, hal tersebut dikarenakan karena tubuhnya menguning. Setelah pemeriksaan laboratorium di RS yang sama, Dek Rezky mendapat rujukan pemeriksaan lanjutan ke RSHS Bandung. Hasil pemeriksaan di RSHS Bandung menunjukkan bahwa Dek Rezky mengidap penyakit Gastripologi, ia pun menjalani rawat inap selama 42 hari di RS tersebut. Saat ini Dek Rezky harus menjalani rawat jalan setiap satu bulan satu kali. Dilihat dari penyakit yang dideritanya, Dek Rezky masih akan menempuh perjalanan panjang untuk ikhtiar pengobatannya dan akan sangat membutuhkan biaya pengobatan yang besar senilai ratusan juta. Uang tersebut bagi kedua orangtuanya yang bekerja sebagai karyawan pabrik di Purwakarta, merupakan nominal yang sangat besar. Beruntung kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dek Rezky dan kedua orangtuanya, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan dan pembelian susu khusus. Mari doakan bersama agar Dek Rezky segera Allah sembuhkan. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 1073.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Desember 2018
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Tri Untari

Dek Rezky mengidap penyakit gastripologi


IRFAN SALEH (1, Kekurangan Gizi). Alamat : Kp. Pasir Gadung, RT 12/4, Desa Tegal Datar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Semenjak lahir Dek Irfan hanya memiliki berat sebesar 3 Kg. Kini sudah enam bulan usia kelahirannya, badannya kurus dan sering sakit-sakitan, beratnya pun hanya 3.4 Kg. dek Irfan sering rewel dan demam dan hanya bisa mengkonsumsi ASI. Ayahnya yang merupakan seorang buruh harian lepas dan sering kekurangan untuk membiayai hidup keluarganya tersebut, sehingga Irfan pun harus merasakan kekurangan gizi sejak bayi. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Irfan dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya perbaikan gizinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @ddsayefudin @ula_awwal Asep Zaenal

Irfan menderita gizi buruk


DODOH SRI RAUDHOH (22, Diagnosa Kanker Mulut). Alamat : Kp. Sukaati, RT 6/2, Desa Pangkalan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Dodoh akrab kami memanggil ibu muda ini, ia merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak Januari 2017 lalu, awalnya ia merasakan sakit pada gigi bagian depan disertai bengkak pada gusi. Hal tersebut ia abaikan, karena merupakan hal biasa yang sering ia rasakan. Tak dinyana, selama kurun waktu 3 minggu bengkak tersebut semakin membesar disertai dengan keluarnya nanah dan darah. Ia kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas setempat, lalu dirujuk untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA). Di Rumah Sakit tersebut ia menjalani proses rontgen dengan diagnosa kanker mulut. Ia pun harus memakai selang NGT, karena minuman dan makanan sudah tidak bisa masuk lewat mulutnya. Hasil rontgen mengharuskan Teh Dodoh untuk melanjutkan pemeriksaan penyakitnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sudah sekitar 10 hari Teh Dodoh menjalani proses pemeriksaan penyakitnya di RSHS Bandung memakai fasilitas kesehatan berupa BPJS PBI, ia baru melakukan cek laboratorium pada jantung dan paru. Dengan kondisi hamil tua, yakni 7 bulan Teh Dodoh berjuang melawan penyakitnya dengan sabar dan ikhlas. Qadarullah, ia pun melahirkan bayi pertamanya dengan berat 1,7 Kg dan dalam keadaan premature, bayinya tersebut sementara harus menjalani proses inkubasi di Rumah Sakit. Suaminya Badrudin (25), sementara ini tidak bisa bekerja karena harus menemani istrinya di Rumah Sakit. Maka dari itu, ia sangat membutuhkan uluran bantuan untuk membiayai proses pengobatan istrinya tersebut. Dengan ijin Allah, kami kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Teh Dodoh dan keluarga. Kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk meringankan biaya akomodasi Teh Dodoh selama menjalani proses pengobatan di Rumah Sakit, bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 1001. Teh Dodoh telah menjalani proses operasi awal maret lalu, operasi tersebut membuat rahangnya harus diambil, dan sudah menjalani proses pemasangan rahang di awal april kemarin. Pasca operasi kebutuhan Teh Dodoh sangat banyak, mulai dari pembelian obat yang tidak tercover BPJS dan pembelian alat penyedot dahak otomatis yang menggunakan mesin. Mari doakan bersama, agar Allah segera mengangkat penyakit yang ada pada tubuh Teh Dodoh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Desember 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis Dariyah

Bu dodoh menderita kanker mulut


NENGSIH BINTI ISAH (53, Ca Mammae). Alamat : Kampung Cilandak, RT 1/1, Desa Bojong Timur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2011, ia merasakan ada benjolan di payudara kanan sebesar ibu jari, lalu payudara mengkerut sedikit demi sedikit, ia pun berobat ke dokter terdekat, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Bayu Asih tapi tidak berangkat karena kendala biaya. Kemudian pada tahun 2015, ia berobat ke RS Ramahadi Purwakarta dan didiagnosa mengidap penyakit Kanker Payudara. Selain diagnosa kanker payudara, ia juga didiagnosa mengidap pembengkakan jantung dan harus segera diobati. Setelah proses pengobatan dan dinyatakan sembuh dari pembengkakan jantung, pengobatan kankernya tidak dilanjutkan. Pada tahun 2016, benjolan di bagian payudaranya kembali terasa sakit, namun hanya melakukan pengobatan sampai di Puskesmas saja, padahal ia mendapat rujukan untuk segera menjalani pemeriksaan dan pengobatan di RSBA. Pada tahun 2017, benjolan di payudara kanan pecah, mengeluarkan cairan nanah dan darah. Kali ini ia memenuhi rujukan dari Puskesmas setempat untuk menjalani pemeriksaan di RSBA, hasil pemeriksaan di RS tersebut menunjukkan bahwa ia harus menjalani pemeriksaan lanjutan di RSHS Bandung. Bu Nining dan keluarganya merasa keberatan untuk menanggung biaya akomodasi ke RS tersebut, maklum saja janda yang telah lama ditinggal suaminya wafat ini kini menggantungkan hidupnya kepada anaknya yang juga tak begitu berkelimpahan harta. Dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Nining, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan. Semoga Allah segera menyembuhkannya. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 981.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Desember 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis Dariyah

BU Ningsih dididiagnosa mengidap penyakit kanker payudara


ENTIS BIN FULAN (56, Katarak). Alamat : Kp. Datar Tengah, RT 11/3, Desa Citamiang, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Beberapa bulan ini Pak Entis merasakan buram pada matanya, bahkan kadang benar-benar tak bisa melihat apapun yang ada di sekitarnya. Ia ingin secepatnya menjalani pengobatan, namun saat itu kondisinya ia pun sedang membiayai anaknya yang mengidap penyakit tumor otak, harta benda Pak Entis habis semuanya digunakan untuk ikhtiar pengobatan anaknya, namun beberapa minggu lalu anaknya telah meninggal dunia. Kini Pak Entis kembali berharap untuk bisa memeriksakan gangguan pada matanya tersebut, ia pun berangkat menuju Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA) ditemani oleh istrinya. Hasil pemeriksaan di RS tersebut menunjukkan bahwa Pak Entis harus segera dirujuk ke RS Cicendo Bandung, ia pun terpaksa meminjam uang senilai Rp. 1.000.000,- untuk biaya pemeriksaan ke RS Cicendo, saat itu Pak Entis memang belum memiliki Jaminan Kesehatan apapun. Ia pun melanjutkan ikhtiarnya ke RS Cicendo, Pak Entis beranggapan bahwa dalam satu kali pemeriksaan penyakitnya akan tertangani, namun ternyata dokter kembali menyarankannya untuk menjalani ngontrol dalam seminggu ke depan. Pak Entis kini kembali kebingungan, hasil dagang buah-buahan pun belum tidak terlalu besar, baru cukup untk biaya keluarganya sehari-hari. Beruntung Allah pertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Pak Entis dan keluarga. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan dan pembuatan jaminan kesehatan. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 942.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Bu endin menderita katarak


SUWANDI BIN AJID (21, Kencing Batu). Alamat : Kp. Cidahu, RT 3/2, Desa Gunungkarung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Akhir September 2017, Mang Wandi –kami memanggilnya—merasakan demam menggigil disertai muntah. Ia pun juga merasa ingin buang air kecil terus menerus tetapi sulit mengeluarkannya dan terasa sakit. Dua hari kemudian ia memeriksakan diri di Puskesmas terdekat dan diharuskan menjalani cek urine, hasilnya berwarna merah dan dokter menyatakan keadaannya darurat dan diharuskan segera menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit. Namun saat itu ia tidak memiliki biaya untuk pergi ke Rumah Sakit, kemudian ia pun kembali ke rumah. Sehari setelah pemeriksaan di Puskesmas keadaannya semakin memburuk, muntah terus menerus dan terasa sakit pada kantung kemihnya. Malam harinya dengan terpaksa ayahnya meminjam uang ke tetangga terdekat, kemudian Mang Wandi pun dibawa ke RS Siloam, ia memanfaatkan fasilitas kesehatan berupa BPJS Kelas III untuk meringankan biaya pengobatannya. Mang Wandi diharuskan menjalani rawat inap, namun karena ayahnya tak memiliki cukup bekal, akhirnya Mang Wandi dibawa pulang. Akhirnya diijinkan oleh dokter namun harus tetap menjalani kontrol. Mang Wandi tidak memiliki pekerjaan tetap, selama ini baru bisa ikut bekerja dengan ayahnya sebagai buruh tani, ia pun measih memiliki adik-adik yang sedang menempuh pendidikan di bangku Sekolah Dasar. Alhamdulillah dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mang Wandi dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan Mang Wandi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Mang wandi menderita kencing batu


ADE NURJANAH (47, Tumor Abdomen). Kp. Cidahu, RT 3/4, Desa Gunungkarung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sejak akhir Desember 2016 Bi Ade sering mengalami mual, namun tidak muntah. Beberapa hari kemudian ia merasakan sakit di bagian perut dan terasa perutnya penuh terisi, padahal tidak makan banyak. Ia pun mencoba mengobati rasa sakit tersebut menggunakan obat warung alakadarnya, namun tak ada perubahan. Keadaannya semakin memburuk, perutnya semakin sakit dan susah buang air besar. Bi Ade pun kemudian dibawa ke Puskesmas terdekat, ia sempat menjalani rawat inap satu malam di Puskesmas tersebut. Besoknya Bi Ade dirujuk ke Rumah Sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lengkap, maka dengan bantuan aparat setempat dan uang hasil meminjam dari tetangga Bi Ade pun dibawa ke RS Siloam. Hasil pemeriksaan di RS tersebut menunjukkan bahwa terdapat tumor di perut Bi Ade, namun belum terlalu besar, sehingga dokter pun masih mengupayakan pengobatan menggunakan obat-obatan. Kini Bi Ade membutuhkan biaya akomodasi menuju RS tersebut, suaminya yang merupakan seorang buruh tani tak memiliki penghasilan yang cukup. Maklum saja, sebagai seorang buruh kebun penghasilannya baru cukup untuk biaya hidup sehari-hari saja. Alhamdulillah dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bi Ade dan keluarga dengan niatan menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Bi ade menderita tumor abdomen


DAYAT SUDRAJAT (81, Reumatik Akut). Kp. Bungur RT 1/1, Ds. Tegaldatar, Kec. Maniis. Bapak paruh baya ini kami panggil Abah Dayat, kerutan di kening dan tangannya amat sangat nampak. Ya, Abah ini telah berusia 81 tahun, bagi kebanyakan orang usia 81 merupakan usia dimana seseorang sudah tak perlu bekerja keras menafkahi keluarga. Berbeda dengan Bah Dayat, setiap harinya ia harus menyusuri danau Cirata mencari tutut untuk kemudian ia jual. Penghasilannya cukup untuk memenuhi kebutuhan istri dan satu cucunya. Bukan untuk pertama kali Bah Dayat mengeluhkan rasa sakit di bagian punggungnya karena terlalu sering membungkuk mencari tutut di pesisir pantai, tapi rasa sakitnya selalu ia tahan, tak lain hanya agar istri dan cucunya tetap bisa makan setiap harinya. Rasa sakit tersebut ia anggap biasa, hingga suatu hari pada bagian punggung, tangan juga kakinya membengkak, kali ini ia benar-benar tak bisa berangkat mencari tutut. Tak ada obat, tak ada apapun, ia hanya bisa terbaring di rumah kayu miliknya. Beberapa hari berlalu, tengkulak yang sering membeli tutut Bah Dayat menjenguknya di rumah. Dengan bantuan tengkulak tersebut, Bah Dayat pun dibawa pergi ke puskesmas setempat. Akses menuju puskesmas tersebut tidaklah mudah, mereka harus melewati danau menggunakan perahu. Sesampainya di Puskesmas dan menjalani pemeriksaan, Bah Dayat didiagnosa mengidap penyakit reumatik akut, ia dirujuk untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di RSBA. Namun mengingat dirinya memiliki keterbatasan biaya, akhirnya Bah Dayat meminta dibawa pulang ke rumahnya. Alhamdulillah, kami kurir #SR Purwakarta dipertemukan dengan Bah Dayat dan keluarga, setelah melakukan survey pada pertemuan pertama, maka pada pertemuan kedua kami langsung menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics #SedekahRombongan untuk Bah Dayat dan keluarga. Titipan tersebut akan digunakan untuk melanjutkan pengobatan ke RSBA Purwakarta serta biaya hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Pak Dayat menderita reumatik akut


ATENG BUCHORI (63, Gangguan Liver). Alamat : Kp. Palinggihan, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sejak lima bulan lalu, Pak Ateng terbaring lemas dan tidak bisa mengonsumsi makanan apapun. Ia kemudian dibawa ke klinik terdekat dan didiagnosa mengalami maag kronis., sepulang dari klinik keadaanya semakin memburuk, ia pun kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bayu Asih Purwakarta. ia menjalani beberapa tahapan cek laboratorium dan CT Scan, hasilnya adalah Pak Ateng mengalami gangguan liver yang cukup parah. Terhitung selama lima bulan ini Pak Ateng telah tiga kali menjalani rawat inap di Rumah Sakit tersebut. Pak Ateng merupakan guru ngaji anak-anak di kampungnya, tentunya kita pun tahu bahwa guru ngaji tak memiliki gaji, ia pun benar-benar membutuhkan bantuan dari donator untuk membiayai akomodasi pengobatan peyakitnya tersebut. Alhamdulillah dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Pak Ateng dengan niatan menyampaikan bantuan berupa uang untuk biaya pengobatan Pak Ateng. Alhamdulillah kala itu bantuan telah disampaikan, dan beberapa jam setelahnya Pak Ateng pun meninggal dunia. Mari doakan semoga ia meninggal dalam keadaan khusnul khotimah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Desember 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Pak Ateng mengalami gangguan liver


MUHAMMAD MULYONO (5, Amandel Akut). Alamat : Ds. Pasuruhan Kidul, RT 04 / RW 01. Kec. Jati, Kab. Kudus, Kudus, Jawa Tengah. Muhammad adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan Kudus yang sejak berusia 2 tahun ketika tidur mengalami gangguan sulit untuk bernapas seperti penderita asma, bahkan hingga mengeluarkan busa. Muhammad sering kali batuk, pilek dan dibawa ke puskesmas saat sakitnya itu kambuh. Beberapa minggu yang lalu Muhammad demam tinggi dan baru diketahui dirinya menderita amandel. Sang Ibunda, Iva Kusmiyati (34) bekerja di TPA sekitar 2 bulan yang lalu setelah sebelumnya bekerja serabutan sebagai penjual bakso. Anak berusia lima tahun itu hanya tinggal bersama Ibundanya dan kakaknya karena Sang Ayah, Abdul Sukur (Alm) telah tiada. Keluarga ini tidak membuat BPJS karena tidak memiliki biaya, sekalipun dengan BPJS non iuran. Muhammad pernah opname di RSU kelas 3 selama 4 hari. Ia sudah bisa bernapas dengan mudah, tetapi untuk amandelnya memang harus dilakukan operasi di RSUP Karyadi karena RSU tidak bisa menangani. Karena keterbatasan biaya tersebut, Ibu Iva membutuhkan bantuan biaya untuk transportasi membawa pasien ke RSUP Kariadi Semarang dan juga untuk biaya pengobatan dari anak tercinta. Team Sedekah Rombongan dapat merasakan kesulitan mereka. Dengan ini bantuan awal dari Team Sedekah Rombongan telah diwakilkan kepada Ibundanya untuk biaya hidup selama rawat jalan di RSUP Kariadi Semarang. Semoga proses pengobatan dan perawatan dari Muhammad Mulyono dapat berjalan dengan baik dan amandel akutnya dapat disembuhkan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 27 November 2017
Kurir: @robbyadiarta Khoirurroziqin @akuokawai

Muhammad menderita amandel


KADARNO BIN SABU (ALM) (64, Tumor Mata). Alamat : Bacin RT 01 / RW 03, Bacin, Kec. Bae, Kab. Kudus. Jawa Tengah. Bapak Kadarno merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Kudus yang menderita penyakit tumor. Sekitar dua tahun yang lalu Beliau jatuh dari sepeda. Ada bagian dari sepeda yang mengenai bagian mata kiri Beliau sehingga mata Beliau membengkak, namun sayangnya Bapak Kadarno tidak melakukan pengobatan dirumah sakit karena berpikiran bahwa pembengkakan tersebut adalah sakit biasa. Setelah beberapa bulan kemudian ternyata kondisi mata dari Bapak Kadarno yang bekerja sebagai penjaga parkir disuatu warnet, tidak kunjung membaik. Kondisi mata Beliau bertambah parah dan bahkan sampai tidak bisa melihat. Pihak keluarga pada akhirnya membawa Bapak Kadarno ke Rumah sakit dan kemudian diketahui bahwa Beliau menderita tumor pada bagian mata kirinya. Sekitar satu setengah tahun yang lalu pernah dilakukan pengobatan dan operasi di Rumah Sakit Kariadi sehingga kondisi mata Beliau membaik. Dengan adanya dampingan dari Team Sedekah Rombongan, beliau telah melanjutkan kembali pengobatan di RSUP Kariadi. Sesuai dengan anjuran Dokter, Pak Kadarno melakukan pengobatan dengan metode kemoterapi. Kemoterapi akan dilakukan sebanyak 6 kali dengan rawat jalan dan tetap mendapatkan pemantauan serta pengawasan dari Tim Dokter pada kondisi kesehatan mata beliau secara berkala. Dengan ini santunan ketiga kembali disampaikan secara langsung kepada beliau untuk biaya akomodasi dan biaya hidup sehari-hari selama rawat jalan di RSUP Kariadi Semarang. Semoga proses pengobatan dan penyembuhan dari tumor mata Bapak Kadarno dapat berjalan dengan optimal dan Beliau dapat kembali melihat dengan normal.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal : 21 November 2017
Kurir: @robbyadiarta Wibowo @akuokawai

Pak Kardano menderita tumor mata


MUHAMMAD ULIL ALBAB (3, Hydrocepalus). Alamat : Ds. Honggosoco, RT 07 / RW 02. Kec. Jekulo Kab. Kudus, Jawa Tengah. Ulil yang berusia adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan Kudus yang sejak lahir telah mengalami ketidaksempurnaan yaitu menderita kelainan hydrocephalus. Karena penyakit ini cairan otak didalam otak tidak dapat diteruskan kedalam rongga perut penderita. Bagian kepala anak sulung dari Pasangan Bapak Ngasimin dan Ibu Mariyatul Qibtiyah ini semakin membesar sehingga harus dilakukan pemasangan selang kecil (shunting). Pros​​es pemasangan Shunting telah dilakukan sebanyak lima kali. Pada umumnya anak berusia tiga tahun sudah banyak mengalami perkembangan, salah satunya adalah dapat berjalan. Tetapi karena penyakit yang dideritanya, sangat disayangkan bahwa Ulil Albab belum dapat berjalan pada usianya tersebut, bahkan hampir separuh umur dari Ulil Albab berada di Rumah Sakit. Karena keterbatasan biaya, Bapak Ngasimin yang bekerja sebagai buruh harian lepas sangat membutuhkan bantuan biaya untuk transportasi membawa pasien ke RSUP Kariadi Semarang dan juga untuk biaya pengobatan dari anak tercinta. Dengan adanya dampingan dari Team Sedekah Rombongan, Ulil Albab dapat menjalani pengobatan di RSUP Kariadi Semarang. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan lebih lanjut di Rumah Sakit diketahui bahwa didalam kepalanya terdapat virus. Oleh karena itu secara berkala harus dilakukan kontrol satu kali tiap bulannya untuk dapat memantau kondisi kesehatan Ulil Albab dan menangani virus yang ditemukan tersebut. Dengan ini santunan kedua dari Team Sedekah Rombongan telah disampaikan kepada Ibundanya untuk biaya hidup Ulil Albab selama rawat jalan di RSUP Kariadi Semarang. Semoga proses pengobatan dan perawatan dari Muhammad Ulil Albab dapat berjalan dengan optimal dan kondisi kepalanya dapat semakin membaik.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 November 2017
Kurir: @robbyadiarta Sigit @akuokawai

Ulil menderita kelainan hydrocephalus


GIAT AGUS SALIM (15, Patah tulang) Alamat Pasar Banggi RT 1/3 Kab. Rembang, Jawa Tengah. Seorang pemuda yang masih duduk di sekolah menengah pertama ini harus tegar dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah. Peristiwa ini terjadi ketika Dik Giat mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan salah satu kakinya di amputasi. Kecelakaan ini terjadi ketika Dik Giat dan teman-temannya sedang mengendarai sepeda motor, mereka pun bercanda satu sama lain di jalanan raya. Kemudian, seorang temannya itu menarik Dik Giat dari belakang, sehingga Dik Giat pun jatuh dari motor. Sebuah truk tronton yang bermuatan kosong tepat berada di belakangnya, ban truk tronton itu seketika melindas kaki Dik Giat. Dik Giat pun dilarikan di rumah sakit daerah Jepara, dari rumah sakit daerah Jepara di rujuk ke RSI Sultan Agung Semarang. Akan tetapi, dengan melihat kondisi keluarganya Dik Giat dimana Ayahnya yaitu Heri Sugiarto (47) bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya Surjanah Wati (34) hanya menjadi ibu rumah tangga. Sedangkan Dik Giat memiliki 3 saudara yaitu Shafitri Aulia Firdaus (9), Muhammad Akmal Satrio (8), Sadam Husen (4) yang sedang membutuhkan biaya untuk sekolah. Akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Dik Giat di RSI Sultan Agung Semarang. Dik Giat hanya memperoleh pengobatan seadanya kurang lebih 7 bulan lamanya. Pada awal Maret 2016, kurir #SR Pati dipertemukan dengan keluarga Dik Giat. Atas beberapa pertimbangan, tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Dik Giat. Kemudian Dik Giat dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSI Sultan Agung Semarang. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, pihak RSI Sultan Agung Semarang menyarankan untuk mengamputasi salah satu kaki Dik Giat yang terlindas karena mengalami pembusukan. Setelah menjalani amputasi kaki, ternyata Dik Giat mengalami masalah pada saluran kandung kemih. Dik Giat pun dilarikan lagi di rumah sakit daerah Jepara, kemudian dirujuk di RSI Sultan Agung semarang. Dari pihak RSI Sultan Agung semarang, menyarankan untuk di rujuk di RS. Orthopedi Solo. Setelah menjalani pemeriksaan di RS. Orthopedi Solo ternyata dokter menyatakan tidak ada masalah dengan kaki pasca amputasi. Namun memang terjadi masalah pada kandung kemih Dik Giat, sehingga Dik Giat dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melanjutkan pengobatan. Saat ini Dik Giat telah menjalankan operasi bedah plastik sebanyak 2 kali pada saluran kandung kemihnya dan kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Alhamdulillah kini kondisi kesehatannya semakin membaik. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Dik Giat dan keluarga selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya masuk kedalam rombongan 1070.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo diyah afi nurlaeli @akuokawai

Giat menderita patah tulang


NAILA KHAMIDAH (23, Lupus). Alamat : Desa Tritunggal RT. 1/2 Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Sejak April tahun 2015 Naila sudah menderita lumpuh dan baru sekitar bulan Mei 2017 ia terdeteksi sakit lupus. Naila hidup bersama kedua orang tuanya, ayahnya bernama Sukono (54 ) berprofesi sebagai nelayan dan ibunya bernama Sumi (48 tahun) yang berprofesi sebagai penjual ikan di rumah. Pada awal Naila sakit ia dilarikan ke rumah sakit Moewardi Solo, namun saat ini menjalani rawat jalan di RSUD Dr Kariadi Semarang. Meskipun sudah memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS (peralihan dari Jamkesmas) namun kedua orang tua Naila masih keberatan dan tidak mampu menyewa secara rutin mobil untuk kontrol selama rawat jalan dan obat yang harus dibeli di luar tanggungan BPJS. Biaya kontrol bisa mencapai dua juta rupiah setiap sekali kontrol. Selama menjalani proses perawatan pihak keluarga sudah menanggung banyak hutang di keluarga, hutang koperasi dan saudara untuk membiayai mulai dari pengobatan awal hingga rawat jalan Naila. Di usianya yang masih muda Naila sangat berkeinginan kuat agar bisa sembuh, karena ia masih punya impian dan cita-cita untuk membahagiakan dan membanggakan kedua orang tuanya. Pada bulan September 2017, kurir #SR Rembang bertemu dengan keluarga Naila, setelah melihat kondisi Naila dan kondisi perekonomian keluarga, Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Naila. Bantuanpun diberikan untuk membantu biaya akomodasi dan kebutuhan obat diluar BPJS. Santunan sebelumnya masuk kedalam rombongan 1070.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo, Diyah @akuokawai

Naila menderita lupus


NIKMATUL KHOIROH (21, post operasi fraktur). Alamat : Desa Dorokandang RT 012 RW 005 Kec. Lasem Kab. Rembang Prov. Jawa Tengah. Ibu muda ini tidak bekerja, tetapi ketika bapaknya sakit, Mbak Nikmatul Khairah binti Masduki ini menggantikan ibunya jualan jajan di pasar. Karena ibunya merawat bapaknya yang menderita ulkus DM. Istri dari seorang sopir bernama Kiswanto ini pada tanggal 1 Oktober 2017 sebelum shubuh akan berangkat ke pasar berjualan menggantikan ibunya. Ketika menyeberang jalan dari arah berlawanan langsung ditabrak pengendara lain hingga menyebabkan patah tulang paha sebelah kanan. Akibat kecelakaan yang terjadi itu, beliau segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Dan tindakan selanjutnya sudah dioperasi di RSI Lasem. Kondisinya setelah operasi masih lemah diatas tempat tidur, atas saran dokter harus kontrol 1 minggu sekali ke RSI. Beliau mempunyai anak berusia 3 tahun. Walaupun mempunyai BPJS namun ada obat tulang diluar tanggungan BPJS yang harus dibeli sebesar Rp.300.000. Sehingga saat mengetahui hal demikian, kurir #SR Rembang segera survey dan melakukan pendataan pada tanggal 14 Oktober 2017. Hasil dari tim kurir akhirnya diputuskan untuk dilakukan pendampingan, apalagi juga usianya masih produktif. Semoga saja segera Allah berikan kesembuhan agar dapat membantu keluarga dan juga merawat anaknya yang masih kecil.

Jumlah Bantuan : 500.000,-
Tanggal : 19 November 2017
Kurir : @arifpandowo diyah afi nurlaeli @robbyadiarta @akuokawai

Biaya terapi post operasi fraktur


WIWIK WIDYAWATI (51, Diabetes Mellitus dan Katarak). Alamat : Desa Pamotan, RT 3/6, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Wiwik bekerja sebagai penjual lauk di pasar. Wiwik adalah penopang kebutuhan sehari-hari keluarga karena suaminya Mokhamad Hariyadi, (58) sudah tidak bekerja. Wiwik sudah tidak bisa bekerja untuk menopang kebutuhan keluarganya sejak ditanyatakan positif Diabetes dan terdapat luka di kakinya yang mengharuskan untuk amputasi satu jari kaki agar tidak semakin menyebar di bagian tubuh lainnya. Setelah satu tahun menjalani operasi, ia menjalani rawat jalan di RSUD Soetrasno Rembang. Pada tanggal 8 September 2017 ia kontrol di RSUD Soetrasno Rembang, dalam pemeriksaannya ia didiagnosa menderita penyakit katarak di kedua bola matanya dan disarankan untuk segera operasi ke RSUD Semarang. Tetapi, karena keterbatasan biaya dan transportasi Wiwik belum bersedia dirujuk. Wiwik hidup bersama ayahnya (Rebiyanto) yang berprofesi sebagai nelayan dan ibunya (Paini) yang hanya sebagai ibu rumah tangga, ia juga memiliki seorang anak yang masih sekolah. Sejak sakit hingga sekarang ia hanya menjalani rawat jalan di RSUD Soetrasno Rembang. Meskipun sudah memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS, namun ia masih tetap keberatan membiayai biaya pengobatan dan transportasi ke RSUD Semarang karena kondisi perekonomian keluarga memang sangat memprihatinkan, sudah tidak ada lagi yang bisa bekerja dan ia juga tidak memiliki asset yang bisa diperjualbelikan. Wiwik sangat berkeinginan kuat untuk sembuh agar kondisi keluarga bisa kembali normal dan ia bisa beraktivitas kembali sebagai ibu rumah tangga sekaligus membantu menopang kebutuhan sehari-hari keluarga dan tidak membebani orang-orang disekitarnya.Pihak keluarga sangat mengharapkan kesembuhan Wiwik. Pada bulan September 2017, kurir Sedekah Rombongan Rembang bertemu dengan keluarga Wiwik, setelah melalui proses pendataan dan survei, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Wiwik sampai bisa sembuh. Biaya pengobatan dan transportasi untuk antar jemput ke RSUD Semarang sudah ditanggung oleh pihak SR. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan. Santunan sebelumnya masuk kerombongan 1069.

Jumlah Bantuan : 750.000,-
Tanggal : 18 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo Diyah @akuokawai

Bu Wiwik menderita diabetes mellitus dan katarak


YUSUF BIN MARTO (76 , Ulkus kaki). Alamat : Desa Sidorejo RT 1/2 Kec. Pamotan Kab. Rembang Prov. Jawa Tengah. Mbah Yusuf bin Marto adalah type pekerja keras. Hidup berdua dengan istri tercintanya Mbah Umamah, tak mau merepotkan anaknya karena tau kondisi mereka yang juga serba kekurangan. Mbah Yusuf bekerja sebagai buruh bangunan (pelayan tukang batu) atau kadang menjual jasa sebagai tukang becak. Setelah semakin sepuh beliau sudah tidak bekerja sehingga kebutuhan sehari-hari sepasang lansia dhuafa ini hanya mengandalkan Mbah Umamah yang berjualan nasi jagung dengan penghasilan rerata Rp. 15.000 per hari. Sejak 3 tahun lalu, Mbah Yusuf sakit yang berlanjut sampai sekarang. Berawal saat beliau mengambil bambu tanpa sengaja kakinya terkena carang (cabang bambu jenis ori yang berduri). Perawatan luka dilakukan seadanya ketika pasien punya uang. Dan ketika tidak ada biaya maka perawatan luka dilakukan sendiri dengan alat dan bahan seadanya. Secara medis pengobatan yang dilakukan yaitu pernah di lakukan perawatan oleh mantri kesehatan tapi tak kunjung sembuh juga. Akhirnya Mbah Yusuf kesulitan berjalan karena luka yang tak kunjung sembuh. 1 tahun terakhir post operasi hernia. Kesulitan yang dihadapi beliau ini terdengar oleh salah satu kurir #SR Rembang sehingga pada tgl. 28 Oktober 2017 dilakukan survey dan pendataan. Beliau sangat ingin sembuh dan bisa segera membantu istrinya mencari nafkah. Alhamdulillah tim kurir memutuskan untuk didampingi dan diberikan santunan. Semoga beliau bisa segera sembuh dan beraktivitas kembali seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : 500.000,-
Tanggal : 18 November 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo diyah afi nurlaeli @akuokawai

Pak Yusuf menderita ulkus kaki


RIZAL AZZAHIR MUMTAS (4, TBC + Penurunan Daya Tahan Tubuh). Alamat: RT 001/002, Desa Dresi Wetan, Kec. Kaliori, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Memang sejak kecil Rizal Azzahir Mumtas bin Deni Indrianto sudah sakit-sakitan, pernah operasi tumor juga diketiak waktu usia 2 th. Sejak saat itulah sering sekali keluar masuk rumah sakit dengan diagnosa awal adalah TBC dan oleh pihak dokter di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang memberikan rujukan untuk berobat ke RSUP dr. Kariadi Semarang. Pengobatan sudah dijalani hampir 2 th. Selain itu sudah pernah didatangi dari pihak RSUP dr Kariadi Semarang untuk mengecek kondisi tempat tinggal, pola hidup sehari – hari dan lain – lain. Namun kondisi Rizal bukan tambah membaik tapi malah tambah memburuk sampai si anak lumpuh total. Akhirnya dari pihak rumah sakit menganjurkan untuk di uji laborat dan ternyata hasil laborat menyatakan bahwa Rizal positif HIV. Dari hasil tersebut, pihak rumah sakit juga meminta ibu dari Rizal yaitu Nur Azizah (33 th) juga cek laborat dan hasilnya positif HIV juga. Beban yang di derita janda ini semakin berat, setelah suaminya meninggal dunia. Kebetulan ibu modin (yang biasa mengurusi jenazah perempuan) di Desa Dresi Wetan adalah temen dekat kurir Sedekah Rombongan Rembang bercerita tentang hal tersebut. Sedekah Rombongan mendengar cerita tadi segera tergugah untuk survey ke rumah orang tua Rizal dan survey ditindaklanjuti untuk diajukan ke Sedekah Rombongan. Alhamdulillah bantuanpun diberikan yang dipergunakan untuk biaya pengobatan. Semoga Bu Nur Azizah beserta Rizal selalu diberi kekuatan dalam menghadapi semuanya dan segera cepat sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 November 2017
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo Anik @akuokawai

Rizal menderita TBC + penurunan daya tahan tubuh


SUMIYATI BINTI RUKIMIN (35, Gangguan Rahim). Alamat: Desa Selopuro, Rt 02/03, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Prov. Jawa Tengah. Sebulan lalu Bu Sumiyati mengalami muntah mual dan gejala meriang hingga akhirnya diperiksakan ke postu selopuro Lasem disini pasien di diagnosa ada gangguan ginjal. Melihat diagnosa itu akhirnya Bu Sumiyati dirujuk oleh pihak postu untuk periksa ke Puskesmas Lasem. Lalu bu sumiyati diopname selama 4 hari. Karena bu sumiyati mengalami pendarahan besar dan tidak ada perubahan akhir dirujuk ke RSUD Rembang disini Bu Sumiyati dirawat selama 5 hari, Hingga akhirnya Bu Sumiyati dirujuk untuk ke RS KARYADI Semarang. Mendengar rencana itu kondisi pasien malah semakin ngedrop karena pasien memikirkan keadaan keluarganya yg tak punya biaya untuk ke Semarang, Karena suami bekerja untuk keluarga saja kadang masih kurang untuk menghidupi 4 orang anaknya. Hingga akhirnya keluarga memutuskan pasien tidak dibawa ke RS KARYADI Semarang. Berita ini mulai di dengar tetangga dan kerabat nya, hingga akhirnya sampai ke Sedekah Rombongan yang pada waktu itu di kabari oleh salah satu tetangganya. Kurir Sedekah Rombongan mendengar keadaan pasien yang seperti itu langsung survei pasien dan melihat memang keadaan pasien memang benar benar butuh bantuan. Setelah itu Sedekah Rombongan pun bergerak disini langsung di bantu dr. Esty yang langsung ke lapangan untuk melihat lagi kondisi pasien dan dr. Esty pun menyarankan untuk cepat dibawa ke semarang sebelum Kanker ini menyebar ke seluruh tubuh pasien. Alhamdulillah bantuanpun diberikan yang dipergunakan untuk biaya pengobatan. Namun setelah dirawat 2 minggu di RS Karyadi kondisi semakin drop hingga akhirnya beliau menghembuskan nafas terkahir, Sedekah Rombongan menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga, semoga beliau Husnul Khotimah, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000,-
Tanggal: 23 November 2017
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo Edi Santoso @akuokawai

Bu Sumiati menderita gangguan rahim


SUMIYATI KAUMAN (70, Pengapuran, Diabetus Melitus). Beralamat di Perum Kp Kauman Rt 02/02 Desa Kaling, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Ibu sumiyati seorang ibu rumah tangga yg memiliki 3 orang anak. Sejak 1 tahun yg lalu ibu sumiyati mengeluhkan sakit pada kedua lututnya, namun tidak diperiksakan ke dokter ataupun rumah sakit. Pada tanggal 11 November 2017 ibu sumiyati mengeluhkan badannya lemes disertai dengan diare. Kemudian diperiksakan oleh anaknya ke PKU Muhamadiyah Karanganyar. Setelahnya diperiksa ternyata ibu sumiyati disarankan oleh dokter untuk menjalani rawat inap. Namun kartu jaminan kesehatan BPJS bu sumiyati tidak dapat dipakai oleh karena memiliki tunggakan pembayaran kurang lebih 1 tahun. Tak berpikir panjang terapaksa anaknya memilih umum untuk pengobatan ibunya. Ibu Sumiyati menjalani rawat inap selama 5 hari. Saat pembayaran rawat inap tersebut anaknya meminta bantuan dari saudara maupun tetangganya. Kini anaknya yg no 1 dan 2 belum bekerja kembali karena terkena phk dari tempatnya bekerja. Setelah rawat inap seharusnya ibu sumiyati menjalani kontrol di PKU Muhamadiyah Karanganyar, namun beliau tidak menjalaninya karena terkendala bpjs yg masih ada tunggakan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Sumiyati, sehingga dapat menyampaikan sedekah dari sedekaholic untuk penutupan tunggakan BPJS dan agar dapan menjalani pengobatan. Ibu Sumiyati dan keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,00
Tanggal : 3 Januari 2018
Kurir : @Mawan @AnisSetya @Yuli @Ima

Bu Sumiati menderita pengapuran, diabetus melitus


IIS JUJU ZULAIKAH (22, Infeksi Kaki Sebelah Kanan). Alamat: Desa Candi RT. 01/06, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Mbak Iis merupakan pasien dampingan SedekahRombongan Semarang yang saat ini menjadi dampingan SedekahRombongan Solo. Mei 2015 silam sepulang dari bekerja di Kalimantan, Mbak Iis mengalami kecelakaan yang menyebabkan kaki kanannya retak. Oleh warga sekitar dilarikan ke Rumah Sakit di Pangkalan Bun Kalimantan Tengah. Tiga hari kemudian setelah kondisi Mbak Iis agak membaik dokter melakukan operasi pemasangan pen di kaki kanan. Beberapa bulan setelah operasi pemasangan pen, kaki bekas pen mengalami bengkak namun karena jarak ke Rumah Sakit jauh dan kondisi keuangan keluarga yang tidak mampu maka tidak dibawa ke rumah sakit sehingga pada akhirnya kaki yang bengkak tadi membusuk, jahitan membuka, pen lepas dan sekarang terlihat tulang kaki karena daging juga mengelupas. Apabila berjalan, keluar tetesan darah dari luka tersebut. Namun karena keterbatasan biaya, pengobatan dilakukan seadanya. Sejak sakit, Mbak Iis tidak bekerja, kemudian Mbak Iis dan Ibunya, Ida Zubaidah (42) memutuskan untuk kembali ke Jawa tinggal menumpang di rumah kerabat di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dengan harapan akan mendapatkan pengobatan yang lebih layak. Sementara sang ayah dan adik tetap berada di Kalimantan. Kurir SedekahRombongan Semarang dipertemukan dengan Mbak Iis dan keluarga kemudian mendampingi pengobatan Mbak Iis hingga mengantar berobat ke Solo. Setelah beberapa bulan menjalani pengobatan dan operasi di RS Dr Soeharso Solo. Mbak Iis baru saja menjalani operasi yang ketiga. Pemasangan alat ilizarov pada kaki kanan, berfungsi untuk menjaga agar tidak terjadi pergeseran tulang dan untuk membantu dalam proses pemanjangan tulang. Santunan ke-8 untuk pembelian obat, pembayaran BPJS dan kebutuhan harian disampekan dimana santunan sebelumnya tercantum dalam rombongan 1065. Semoga mampu mengurangi beban dan Mbak Iis berangsur sembuh. Aaamiin. Keluarga mengucapakan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 30 Desember 2017
Kurir : @mawanhananto @Anissetya60 @shofawa

Mbak iis menderita infeksi kaki sebelah kanan


SUSENO ARI NUGROHO (29, Kelainan syaraf) Alamat : Dusun Kopa’an RT 1 RW 16, Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar. Mas Seno panggilan akrabnya. Sebelumnya mas Seno bekerja di salah satu restoran di Solo namun harus berhenti dikarenakan sering izin sakiy. Satu tahun terakhir ini mas Seno pernah menjalani operasi ambeiyen di RS dr. Moewardi Surakarta. Setelah pengobatan Alhamdulillah keadaan sudah membaik dan bisa bekerja seperti sedia kala. Namun satu minggu yang lalu mas seno mengalami kecelakaan motor, motor yang dikendarai mas Seno terpeleset. Awalnya tidak ada yang berubah dari tubuh mas Seno, namun beberapa hari kemudian tiba-tiba seluruh otot mas Seno kaku dan tidak bisa digerakkan. Mas Seno sempat dibawa ke ustadz untuk di ruqiyah karena memurut keluarga mas seno hanya terkena guna-guna dari orang lain, namun setelah diruqyah tidak berujung sembuh malah semakin parah, mas Seno akhirnya hanya bisa tertidur dengan badan kaku. akhirnya pihak keluarga memutuskan kembali untuk membawa mas Seno berobat ke medis, mas seno dibawa ke IGD RSDM untuk mendapat pertolongan dari dokter. Akhirnya mas Seno dirawar di ruang khusus syaraf di RSDM, 2 minggu dirawar akhirnya mas Seno diizinkan pulang oleh dokter dan mas Seno diharuskan menjalani kontrol rutin ke RSDM. Namun keluarga mas Seno kebingunan kalau harus rutin kontrol dikarenakan keterbatasan transportasi. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan mas Seno dan dapat membantu meringankan beban mas Seno dalam menjalani kontrol. Santunan diberikan untuk membantu biaya transportasi mas Seno ke rumah sakit. Mas Seno dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada kurir #SedekahRombongan, semoga amal kurir #SedekahRombongan dapat diterima Allah.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 03 Januari 2018
Kurir : @anissetya60 @Ayak @dedyreza

Seno menderita kelainan syaraf


WARNI MACANAN (55, Ca Serviks) Alamat : Dusun Macanan RT 1 RW 2, Desa Macanan, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Tahun 2017 tepatnya setelah lebaran, bu Warni mengalami pendarahan hebat dan nyeri di perut bagian bawah serta di pantatnya. Oleh anaknya, bu warni dibawa ke IGD RSUD Karanganyar untuk diperiksakan. Oleh dokter dinyatakan sakit kanker serviks dan bu Warni harus menjalani kontrol rutin di RSUD Karanganyar. Setelah sekian lama menjalani kontrol dan tidak ada perkembangan akhirnya bu Warni dirujuk ke RSUD dr. Moewardi. Dari RSUD dr. Moewardi bu warni dianjurkan untuk menjalani sinar atau radioterapi, namun karena alat sinar di RSDM terbatas dan harus mengantri panjang akhirnya bu warni dirujuk ke RS Kariadi Semarang. Tanggal 2 Januari bu Warni dijadwalkan untuk kontrol terlebih dahulu di RS Kariadi sebelum menjalani sinar. Bu Warni tinggal di rumah bersama suami dan salah satu anaknya, kondisi suaminya saat ini sedang sakit stroke sehingga tidak mampu bekerja, dan hanya tinggal anaknya lah yang menjadi kepala keluarga, namun anaknya tidak dapat lagi bekerja karena harus menemani bu Warni dalam menjalani pengobatan. Akhirnya saat ini tidak ada yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga bu Warni. Bu Warni sangat ingin sembuh dari sakitnya, namun bu Warni terkendala biaya transportasi serta akomodasi selama berobat di Semarang, saat ini hanya mengandalkan uluran tangan dafi saudara dan tetangganya, Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan bu Warni, santunan awal diberikan untuk membantu biaya transportasi menuju ke Semarang. Bu Warni dan keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga amal kebaikan kurir #SedekahRombongan dapat diterima oleh Allah.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 30 Desember 2017
Kurir : @mawan @anissetya @dedyreza @ayak

Bu Warni menderita kanker serviks


HIKMAWATI BINTI SAIMAN (5,Cerebral Palsy). Alamat: RT. 6/3, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Hikma merupakan putri pasangan dari Pak Saiman (36) yang bekerja sebagai buruh tani dan Ibu Rayem (26) seorang ibu rumah tangga. Hikma sendiri mengalami cacat bawaan sejak lahir. Pada waktu umur 1 tahun dik Hikma dibawa ke RSUD Purworejo untuk pengobatan. Pada awalnya dipasang Gips pada kedua kakinya selama 4 bulan, kemudian dilepas untuk dilakukan Operasi. Namun sampai tahun 2015 tidak ada perubahan. Setelah Operasi dik Hikma kontrol setiap 2 minggu sekali. Karena keadaan ekonomi yang kurang mapan akhirnya pengobatan dihentikan. Tahun 2015 sedekah rombongan dipertemukan dengan keluarga dik hikma, saat itu pula dik hikma menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan dan dapat melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Dr. Soeharso Solo. Selama didampingi #SedekahRombongan Hikma sudah menjalani beberapa perawatan dan pengobatan hingga tahun 2017 Alhamdulillah dik hikma sudah dapat berjalan meskipun masih tertatih-tatih. Meskipun sudah bisa berjalan dik hikma tetap harus menjalani kontrol Kurir #SedekahRombongan Solo kembali menyampaikan santunan yang ke-11 kepada keluarga Hikma untuk biaya transport dan perbaikan sepatu af. Sebelumnya santunan kepada Hikma telah masuk rombongan 1045. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aaamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 05 Januari 2018
Kurir: @anissetya60

Hikma menderita cerebral palsy


FAHREZA RIZKY AMIRULLAH ( 10, cerebral Palsy) alamat : desa Pagerwojo RT.023 RW.006 kec.buduran . Kab. Sidoarjo. Kode pos 61252 . Provinsi Jawa timur.
Rizky sapaan akrab nya, anak dari pasangan bapak Rido Hariyanto ( 50 ) dan ibu Nurul khotimah ( 45 ) terlahir dengan kondisi yang berbeda dari anak pada umumnya . Risky ketika berusia 3 bulan belum bisa mengangkat leher , saat berusia 5 bln risky juga belum bisa tengkurap , di saat usia 2th yang seharusnya anak anak seumurannya sudah bisa berlari, risky hanya baru bisa duduk. Risky saat usia 2th pernah dibawa ke rumah sakit dan sekarang memilih untuk terapi non medis sehingga kartu BPJS nya mati. Alhamdulillah sedekah rombongan di pertemukan dengan adek Risky dan keluarga, kurir sedekah rombongan Sidoarjo memutuskan untuk memberikan bantuan dan keluarga Risky mengucapkan terimakasih atas bantuannya.

Jumlah bantuan : Rp.555.000
Tanggal : 10 Desember 2017
Kurir : Mira Rizky @mzboz1027 @nurrypay

Rizky menderita cerebral palsy


BING SLAMET (60, Jantung Akut ) Alamat : Jl. Kholil BC 17 RT 83 / RW 09 Wisma Tropodo , kec. Waru . kab . Sidoarjo . Provinsi. Jawa Timur .Pak Bing panggilannya seorang guru music freelanc yang gaji perbulannya hanya 500.000 . Pak Bing tinggal bersama istri ,Cupit Indrawati (60) yang bekerja sehari-hari sebagai kurir air mineral gallon dari rumah ke rumah. Mereka memiliki seorang anak yang sakit sakitan dan tinggal bersama saudaranya. Pak Bing menderita sakit Jantung sejak 10th lalu, selama ini Pak Bing berobat rutin di klinik kepuh permai Tropodo terdekat , setiap biaya berobat selalu di beri keringanan oleh dokter prakteknya dan sekitar 2th lalu Pak Bing berhenti berobat dikarenakan Dokter tempatnya berobat pindah ke tempat praktek yang lebih jauh dari tempat tinggal Pak Bing, kondisinya yang semakin melemah dan keuangan yang serba kekurangan masih saja di paksakan untuk bekerja , tak jarang beliau jatuh dari kendaraannya saat pulang atau pergi bekerja, selama 2th tidak berobat dan hanya membeli ulang resep yang beliau dapat dari dokter sebelumnya. Kondisinya bukan semakin baik tapi semakin buruk. Alhamdulillah Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Pak Bing Slamet dan keluarga sehingga Pak Bing mampu melakukan pemeriksaan kembali, namun Allah berkehendak lain. Setelah 2 bulan dalam masa dampingan SR Sidoarjo , pak Bing berpulang menghadap sang Ilahi. Selamat Jalan pak Bing , semoga keluarga yang ditinggal kan di beri kesabaran dan ketabahan. Santunan sebelum nya tercatat pada Rombongan 1080.

Jumlah Bantuan : Rp.1.340.000-
Tanggal : 25 Desember 2017
Kurir : Mira @laksmiwaty @mzboz1027 @nurrypay

Pak Bing menderita jantung akut


MA’ARIF BIN AWALUDIN (49, Tumor Paru + Kelenjar Tiroid). Alamat: Perumahan Pejaya Anugrah, Blok ZA20, RT 8/2, Desa Kramat Jegu, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Pak Ma’arif sudah sakit sejal April 2017. Awal mulanya beliau mengeluh sakit kepala. Beliau menganggap keluhan tersebut adalah sakit kepala biasa sehingga beliau mengkonsumsi obat generik yang beliau beli di toko obat. Setelah meminum obat sakit kepala dan sakitnya reda, pak Ma’arif kembali mengeluh sakit kepala. Semakin lama, keluhan tersebut tidak mereda sehingga beliau memutuskan untuk memeriksakan diri. Pak Ma’arif adalah penduduk asli dari kota Mataram, NTB sehingga saat itu beliau memeriksakan diri ke Puskesmas Selong, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Di Puskesmas, pak Ma’arif dirujuk ke RSUD Kota Mataram untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pak Ma’arif didiagnosa menderita Tumor di bahu dan di paru-paru. Dokter menyatakan bahwa tumor yang ada di paru-paru pak Ma’arif sudah terlalu besar sehingga apabila dilakukan tindakan operasi maka risiko kematian akan menjadi besar. Dokter akhirnya memutuskan untuk merujuk pak Ma’arif ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani kemoterapi. Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, pak Arif diharuskan untuk melakukan perawatan kembali pada tanggal 30 Agustus 2017. Namun, pada saat itu kondisi pak Ma’arif sudah terlalu lemas dan khawatir untuk perjalanan ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya terlalu lama sehingga keluarga membawa pak Ma’arif ke RS Siti Khodijah Sepanjang. Sesampainya pak Ma’arif di RS Siti Khodijah, ternyata peralatan untuk kemoterapi kurang lengkap. Dokter di RS Siti Khodijah kemudian menyarankan untuk membawa pak Ma’arif ke RSU Anwar Medika, Sidoarjo. Ternyata dokter mendiagnosa bahwa pak Ma’arif juga mengalami penyakit tiroid. Kini dokter masih menunggu kondisi pak Ma’arif membaik, setelah itu beliau dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk menjalani kemoterapi. Berat badan pak Ma’arif sempat menurun drastis. Pak Ma’arif adalah seorang guru mengaji di daerah tempat tinggal beliau. Sedangkan istri beliau, Nawati (42) adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka memiliki satu orang anak. Selama menjalani pengobatan, pak Ma’arif menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan di luar BPJS dan transportasi ketika berobat , saat ini alhamdulillah beliau sudah melakukan kemo ke enam di RS. Semen Gresik dan keadaannya semakin membaik, suaranya yang semula mengilang secara perlahan kembali. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari para sedekaholic. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1083. Pihak keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 926.000,-
Tanggal : 30 Desember 2017
Kurir : Mira Nurul @laksmiwaty @mzboz1027 @nurrypay

Pak Maarif menderita tumor paru + kelenjar tiroid


LILIANA MAULIDA (13, Tumor Mata). Alamat: Desa Karang Tanjunget, RT 7/2, Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Liliana mengalami masalah mata sejak bayi. Dari lahir hingga berumur satu tahun matanya selalu mengeluarkan lendir. Kedua orang tuanya membawa Liliana ke Rumah Sakit Bangil Pasuruan. Disana ia diberi obat tetes mata. Ketika berumur lima tahun, saat Liliana bermain saat hujan dan matanya terkena debu. Ia lalu mengusap matanya hingga memerah. Kedua orang tuanya membawa Liliana ke Puskesmas Porong karena khawatir dan juga diberi obat tetes mata. Mata Liliana tidak berangsur membaik, namun terjadi pembengkakan di kedua matanya. Liliana dirujuk ke Rumah Sakit di daerah Malang namun tidak ada hasil yang baik dan dirujuk lagi ke RSUD yang lain juga hanya diberi obat tetes mata. Alhasil Liliana dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo namun lagi-lagi juga hanya obat tetes mata yang diberi. Ketika sudah berusaha mencari banyak alternatif dengan tetap memberikan obat tetes mata untuk dikonsumsi oleh Liliana, ada bintik-bintik di dekat bulu mata hingga Liliana dirujuk ke rumah sakit dan opname. Ayah Liliana, Bapak Muhlasin (34) bekerja sebagai karyawan swasta sedangkan ibunya, Arti Sri Dewi (31) sebagai ibu rumah tangga. Walaupun Liliana sudah mempunyai jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS), keluarga masih kesulitan untuk mendapatkan biaya untuk berobat yang tidak dicover KIS. Liliana semakin kesakitan tatkala matanya ketika matanya terasa semakin sakit, muncul sakit kepala yang mengikutinya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Liliana. Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan dan dipergunakan untuk mencukupi biaya akomodasi selama berobat. Semoga Liliana segera mendapatkan kesembuhan. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1083.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Desember 2017
Kurir : Mira @laksmiwaty @mzboz1027 @Nurrypay

Liliana menderita tumor mata


BUDI WIDIARTO (38, pendarahan otak) alamat wedoro belahan RT 5 , RW 7. Kec. Wedoro . Kel. Waru. Kab. Sidoarjo. Provinsi. Jawa timur . Berawal dari stroke tahun 2016 . Suami dari ibu fenni Indrayanti (35) tidak dapat bergerak , lalu berobat ke RSUD Sidoarjo,selama masa pengobatan kondisi pasien berangsur membaik dan sembuh. Lalu pada tgl 16 Desember 2017 malam, tangan dan kaki kembali tidak bisa di gerak kan ,kondisi pak Budi mendadak drop dan di larikan ke RSUD Sidoarjo dalam kondisi tidak sadarkan diri, pak Budi bekerja sebagai buruh pembuat sandal, ayah dari 2 anak ini selama pengobatan menggunakan kartu BPJS kelas 3, Alhamdulillah Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan dengan pak Budi dan keluarga, setelah di larikan ke RSUD Sidoarjo kondisi pak Budi membaik dan bisa menggelengkan kepala. Pengobatan bak Budi berlangsung selama 2 minggu. Kami mengharapkan kesembuhan pak Budi karena sebagai tulang punggung dengan 2 orang anak yang masih bersekolah . Namun Allah berkehendak lain, pada tanggal 31 Desember 2017 menghembuskan nafas terakhirnya. Sedekah rombongan turut berbelasungkawa atas meninggalnya beliau dan semoga keluarga di berikan ketabahan dan kesabaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : Mira @laksmiwaty @mzboz1027 @nurrypay

Pak Budi menderita pendarahan otak


MAURA DWI AZAHRA (1.5 , Hepatitis B ) Alamat : Ds. Bohar . Jalan Mangunsari RT 02/ RW 01. Kec. Wage . kel. Taman . kab. Sidoarjo . prov. Jawa Timur. Maura anak ke dua dari bapak Suwanto (35) dan ibu Musawaroh (41) berawal dari Maura merasakan nyeri pada bagian perut nya , tidak mau minum asi, badannya semakin kurus dan bola matanya menguning pada usia 2bulan . Oleh ibu nya adek maura di bawa ke bidan setempat dan setelah dari bidan , Maura dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo. Ayah Maura bekerja sebagai kuli bangunan dengan dengan gaji kisaran 480.000/minggu itu pun jika ada yang membutuhkan tenaganya. Sedangkan ibu Maura seorang ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Maura dan keluarga tidak memiliki rumah, mereka tnggal Bersama kakeknya. Kakak Maura sudah bersekolah kelas 1 SMA dan itu juga di biayai sang kakek. Selama di Rsud Soetomo biaya pengobatan Maura di tanggung kartu BPJS kelas 3. Hanya saja untuk biaya transportasi dan MRS mereka masih kesulitan, tidak jarang mereka mencari pinjaman tetangga dan saudara. Alhamdulillah Sedekah Rombongan mendengar kisah pilu mereka dan memutuskan untuk mendampingi hingga Maura kembali sehat. Terima kasih kepada sedekaholic atas bantuannya, semoga Allah membalas kebaikan para sedekaholic semua.
Bantuan sebelum nya tercatat pada Rombongan 1081.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.728.250,-
Tanggal : 30 Desember 2017
Kurir : Mira @laksmiwaty @mzboz1027 @nurrypay

Maura menderita Hepatitis B


SUKARTI BIN KATIMEN (81, LUMPUH KAKI ) alamat : bungurasih RT 12, RW 01 ,kec. Waru kab. Sidoarjo. Provinsi. Jawa timur. Bu Sukarti hidup bersama anak dan dua orang cucu nya. 4 tahun lalu, beliau jatuh dengan posisi duduk, setelah itu di pijat kan dan berobat ke puskesmas menggunakan kiss PBI. Semenjak jatuh Bu Sukarti tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya, hanya bisa duduk dan tidur di atas tempat tidur nya. Untuk BaB dan buang air kecil di gendong oleh anak nya. Istri dari almarhum pak Anwar tidak pernah berobat ke rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan dengan beliau, dan di putuskan untuk di berikan bantuan agar bisa berobat kembali. Semoga Bu Sukarti bisa beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 25 Desember 2017
Kurir : Mira Sunarmi @mzboz1027 @nurrypay

Bu Sukarti menderita lumpuh


AGESTHA PANDU PRASETYA (2, Nephrotic Syndroms). Alamat : RT 1/1, Desa Samudra, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dik Gestha, begitu ia biasa disapa, menderita Nephrotic Syndroms yang merupakan kondisi dimana terjadi kerusakan pada ginjal yang ditandai dengan banyaknya jumlah protein dalam urin, tingginya kadar lemak dan kolesterol dalam darah, rendahnya kadar albumin dalam darah, serta terjadinya pembengkakan di kaki, mata kaki, atau kadang di tangan atau wajah. Awal Juli 2017, tubuh Dik Gestha bengkak dan terlihat sangat gemuk. Kemudian keluarga membawa Dik Gestha memeriksakan diri ke Rumah Sakit (RS) Dedijaya Brebes dan menjalani rawat inap selama 5 hari. September 2017, Dik Gestha kembali dirawat di RS Dedijaya karena kondisinya yang terus menurun dan lemah. Awal Desember 2017, Dik Gestha dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Margono Soekarjo karena lemas, tidak mau makan dan kehilangan bayak cairan tubuh. Dik Gestha menjalani rawat inap selama 10 hari di RS Margono dan di diagnosa menderita Nephrotic Syndrome serta harus di rujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Karyadi semarang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Priyono (29), ayah Dik Gestha bekerja sebagai buruh harian lepas yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, sedangkan Siti Tutiana (23), ibu Dik Gestha adalah seorang ibu rumah tangga. Pengobatan Dik Gestha terbantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III yang dimilikinya. Namun pengobatan Dik Gestha terkendala oleh akomodasi serta biaya hidup sehari-hari selama menjalani pemeriksaan di RSUP Karyadi. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Gestha sehingga dapat menyampaikan satunan untuk biaya akomodasi selama kontrol di RSUP Karyadi dan bantuan biaya kehidupan sehari-hari. Semoga Dik Gestha segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Desember 2017
Kurir : @ddeean @paulsyifa

Dik Gestha menderita nephrotic syndroms


SUMIYATI BINTI RUKIMIN (35, Gangguan Rahim). Alamat: Desa Selopuro, Rt 02/03, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Prov. Jawa Tengah. Sebulan lalu Bu Sumiyati mengalami muntah mual dan gejala meriang hingga akhirnya diperiksakan ke postu selopuro Lasem disini pasien di diagnosa ada gangguan ginjal. Melihat diagnosa itu akhirnya Bu Sumiyati dirujuk oleh pihak postu untuk periksa ke Puskesmas Lasem. Lalu bu sumiyati diopname selama 4 hari. Karena bu sumiyati mengalami pendarahan besar dan tidak ada perubahan akhir dirujuk ke RSUD Rembang disini Bu Sumiyati dirawat selama 5 hari, Hingga akhirnya Bu Sumiyati dirujuk untuk ke RS KARYADI Semarang. Mendengar rencana itu kondisi pasien malah semakin ngedrop karena pasien memikirkan keadaan keluarganya yg tak punya biaya untuk ke Semarang, Karena suami bekerja untuk keluarga saja kadang masih kurang untuk menghidupi 4 orang anaknya. Hingga akhirnya keluarga memutuskan pasien tidak dibawa ke RS KARYADI Semarang. Berita ini mulai di dengar tetangga dan kerabat nya, hingga akhirnya sampai ke Sedekah Rombongan yang pada waktu itu di kabari oleh salah satu tetangganya. Kurir Sedekah Rombongan mendengar keadaan pasien yang seperti itu langsung survei pasien dan melihat memang keadaan pasien memang benar benar butuh bantuan. Setelah itu Sedekah Rombongan pun bergerak disini langsung di bantu dr. Esty yang langsung ke lapangan untuk melihat lagi kondisi pasien dan dr. Esty pun menyarankan untuk cepat dibawa ke semarang sebelum Kanker ini menyebar ke seluruh tubuh pasien. Alhamdulillah bantuanpun diberikan yang dipergunakan untuk biaya pengobatan.

Jumlah santunan : Rp 500.000,-
Tanggal: 20 November 2017
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo Edi Santoso @akuokawai

Bu Sumiyati menderita gangguan rahim


ROSITA MASYAHIDA (27, Operasi Caesar). Alamat: Desa Langkir Rt 01/01, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, Prov. Jawa Tengah. Rosita biasa dipanggil dalam kesehariannya, Baru pindah dari Ambon (Maluku) ke desa langkir kecamatan pancur sekitar 7 bulan lalu, Karena kondisi bapak yang sudah sepuh dan kondisi ibu yang tidak bisa melihat /tuna netra. Keluarga ini memutuskan untuk pulang ke kampung halaman nya ke desa langkir, ditambah dengan kondisinya di Ambon yang sudah tidak memungkinkan lagi karena suami Rosita Masyahida sudah tidak bertanggung jawab lagi akan keluarga. Setelah tiba di desa langkir keluarga ini tidak punya rumah, hanya kerabat terdekat hingga akhirnya melihat kondisi ini pihak desa bersama tetangga dan kerabatnya mempunyai inisiatif untuk membuatkan rumah untuk mbak rosita masyahida bersama keluarga. Para tetangga dan kerabat dibantu pihak desa bekerja sama ada yang nyumbang kayu, bambu, geteng dan lain-lain sehingga jadilah rumah keluarga Mbak Rosita Masyahida. Selama pulang dari Ambon Mbak Rosita Masyahida tidak mengira bawasanya dirinya sedang hamil. Waktu pun berlalu hingga akhir Mbak Rosita Masyahida melahirkan di Rumah sakit dr. SOETRASNO Rembang dengan jalan operasi Caesar dan kondisi anak kurang untuk berat badan dan ada cacat di tangannya. Mendengar kondisi ini banyak temen yang ikut berpartisipasi dalam membantu keluarga Mbak Rosita Masyahida. Sedekah Rombongan pun ikut survei ke lokasi pasien. Dan memang kondisinya seperti apa yang diceritakan sebelumnya. Pihak Desa Langkir dalam hal ini kepala Desa juga menuturkan bawasanya warganya yang bernama Rosita Masyahida memang butuh bantuan untuk biaya. Alhamdulillah bantuanpun diberikan yang dipergunakan untuk biaya pengobatan.

Santunan : Rp 750.000,-
Tanggal : 15 november 2017
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo Edi Santoso @akuokawai

Bantuan operasi caesar


SUTINAH BINTI KASBU (60, Operasi Mata). Alamat: Desa Karas Gede Rt 01/02, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Prov. Jawa Tengah. Ibu Sutinah dua tahun belakangan ini sudah melakukan operasi tumor dan usus buntu Karena penyakitnya yang kompleks ada jantung kolesterol asam urat membuat Bu Sutinah bolak balik ke puskesmas dan rumah sakit terdekat, Kondisinya yang seperti ini membuat Bu Sutinah tetap bertahan untuk hidup seperti biasanya. Karena Bu Sutinah hidup hanya besama anak suami dan ibunya. Anak Bu Sutinah jarang dirumah ini membuat Bu Sutinah bingung karena Bu Sutinah sering bolak balik kontrol penyakitnya di Rumah Sakit hanya didampingi suaminya, Karena anaknya bekerja sebagai kernek truk Surabaya Jakarta dan jarang dirumah. Sedekah Rombongan mendengar info dan melihat kondisinya yang benar-benar butuh bantuan akhirnya disurvei dan kondisinya memang terkadang untuk berjalan saja Bu Sutinah masih menggunakan alat bantu dan terkadang juga memaksakan dirinya sendiri untuk hanya mengambil sesuatu, sampai sekarang sering kontrol ke RSUD SOETRASNO Rembang sampai akhirnya matanyapun di diagnosa katarak supaya di operasi ke Rumah Sakit Sultan Agung Semarang. Alhamdulillah bantuanpun diberikan yang dipergunakan untuk biaya pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal 15 november 2017
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo Edi Santoso @akuokawai

Bu Sutinah menderita tumor mata


KASMIRAN BIN KASBUN (57, Kaki Amputasi) Alamat: Rt. 07/04, Desa Tawangrejo, Kec. Sarang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Kasmiran bin Kasbun awalnya adalah seorang nelayan yang berlayar di jauh-jauh. Beliau mengalami sakit di kaki kirinya, pada awalnya sakit yang dirasakan tidak di indahkan. Tiga tahun yang lalu sakit itu mulai terasa tambah parah. Merasa sakit yang mendalam beliau dibawa ke puskesmas. Dari puskesmas diagnosa harus di lalukan Amputasi. Namun keadaan yang kurang mampu beliau dan keluarga mencari program Amputasi Gratis. Hingga akhirnya Amputasi di RSUD KELET Jepara (Gratis). Setelah dari RSUD KELET setiap kontrol beliau kesulitan keuangan untuk kontrol ke Jepara, hingga lebih memilih kontrol ke RSUD Rembang yang lebih dekat. Setelah kondisinya membaik beliau hanya kontrol di Puskesmas Sarang setiap sebulan sekali. Namun keinginan beliau untuk bisa kembali berjalan normal seperti orang biasa membuat keluarga tergerak membuat alat bantu dengan bambu. Melihat perjuangan masyarakatnya yang sangat ingin punya kaki palsu perangkat desa Tawangrejo bercerita kepada kurir Sedekah Rombongan. Langsung saja saat itu juga tanggal 09 November 2017 kurir Sedekah Rombongan melakukan survey ke rumah Bp. Kasmiran. Beliau tinggal di rumah sederhana berlantai tanah, berdekatan dengan kandang sapi. Sejak sakit tersebut beliau tidak bekerja seperti sedia kala. Sedekah Rombongan melakukan pendampingan kepada Bp. Kasmiran yang membutuhkan kaki palsu. Alhamdulillah bantuanpun diberikan yang dipergunakan untuk biaya pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 November 2017
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo Eka Aldi @akuokawai

Pak kasmiran mengalami amputasi kaki


SAMUT BIN SALEKAN (73, Tulang Paha Retak). Alamat Desa Bonjor, Rt. 08/03,Kec. Sarang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Samut Bin Salekan adalah Seorang kepala rumah tangga yang sudah tua dan mengalami tulang paha retak. Kejadian ini berawal Pak Samut mengalami kecelakaan saat akan menyebrang dan tertabrak pada tahun 2015. Waktu itu beliau langsung di bawah ke Rumah Sakit dan menurut dokter tulangnya pecah. Bebrapa kali kontrol kondisinya sedikit ada perubahan namun di perparah saat beliau terjatuh di kamar mandi. Itu pun kalau mengantar di naikkan colt tepak karena kondisi badan beliau yang sudah tua dan gemuk. Beberapa alternatif pernah ditempuh dengan Pijat Sangkal Putung di Sumber, Pijat di Desa Bonjor Sendiri. Namun karena umurnya yang sudah terhitung tua beliau di diagnosis sulit untuk bisa kembali normal. Kondisi beliau saat ini terkapar di tempat tidur dan kadangkala ke kamar mandi dengan bantuan 2 tongkat untuk berjalan. Namun kondisi badannya yang besar membatasi dan mempersulit gerak beliau. Nah, dari pihak keluarga sangat ingin adanya alat bantu untuk mempermudah gerak beliau. Saat awal kurir Sedekah Rombongan Rembang mendapatkan informasi dari tetangga beliau sekaligus perangkat desa Bonjor, seketika itu tim kurir segera mensurvei ke rumah pak Samut pada tanggal 19 Oktober 2017. Pada saat sampai di rumah beliau benar saja, kurir hanya menemui beliau yang terkapar di atas kasur. Tim Sedekah Rombongan Rembang lalu mengajukan pasien untuk mendapatkan kursi roda. Beliau tinggal di rumah sederhana berlantai tanah dan sebagian sudah keramik. Alhamdulillah Sedekah Rombongan memberikan santunan kepada Bapak Samut yang membutuhkan kursi Roda.

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 November 2017
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo Eka Aldi @akuokawai

Pak Samut mengalami tulang paha retak


TINI BINTI WARSIH (87, Dhuafa). Alamat: Ds. Karanglincak, Rt. 02/02, Kec. Kragan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Tini binti Warsih adalah Seorang Dhuafa yang berusia sudah terhitung tua. Beliau dhuafa yang penglihatannya sudah tidak bisa melihat. Kondisi terkini beliau tinggal bersama puteranya yaitu bapak Mili. Puteranya ini sudah tidak beristri, untuk kebutuhan makan setiap hari tetangga dan saudaranya memberi makan pada mbah Tini. Ketika pak Mili dirumah beliaulah yang memasak untuk makan mbah Tini. Menurut penuturan pak Mili sudah tidak lagi bekerja. Hanya kadang serabutan jadi tukang pijet. Pada saat survei pak Mili ini masih bisa di ajak komunikasi dengan lancar. Namun menurut penuturan tetangga dan saudaranya memang betul beliau sedikit kena gangguan psikologisnya. Saat awal kurir Sedekah Rombongan Rembang mendapatkan informasi dari tetangga beliau, seketika itu tim kurir segera mensurvei ke rumah Mbah Tini pada tanggal 31 Oktober 2017. Pada saat sampai di rumah beliau benar saja, kurir merasa kasihan melihat mbah Tini yang buang Air Besar di depan rumah sendiri. Pada saat itu kondisinya malam hari, nah akhirnya pada tanggal 02 November 2017 tim Sedekah Rombongan Rembang kembali ke Rumah beliau untuk melengkapi dokumen survey. Beliau tinggal di rumah sederhana berlantai tanah pasir, berdekatan yang hanya ada satu ranjang tidur yang dapur, kamar mandi nya juga jadi satu ruangan. Hasil ajuan kurir Sedekah Rombongan Rembang akhirnya disetujui oleh Tim Kurir. Alhamdulillah santunan diberikan kepada Simbah Tini yang membutuhkan biaya hidup

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal : 19 November 2017
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo Eka Aldi @akuokawai

Bantuan tunai


AINUSSALKI ATHORI QOTILLAH (16, Hepatitis ). Alamat : Desa Cabean Kidul RT 1/1 Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Ainus adalah anak dari pasangan Ilfan Nadzawi yang berprofesi sebagai buruh swasta dan Nur Khasanah (39 th) yang berprofesi sebagai Guru Wiyata Bakti. Ainus menderita Lambung sejak tahun 2014 dan Hepatitis B sejak Juli 2017. Dua sekaligus penyakit yang diderita Ainus membuat kondisi fisiknya menjadi lemah dan tidak bisa belajar dengan baik. Pengobatan yang dilakukan selama ini yaitu berobat ke RSUD Rembang dan dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kondisi Ainus semakin melemah karena daya tahan tubuhnya semakin menurun sehingga sering mual, muntah dan sakit pada ulu hati. Pengobatan yang dilakukan selama ini memanfaatkan fasilitas BPJS, namun masih belum cukup dan memerlukan banyak biaya tambahan termasuk akomodasi ke Semarang yang dilakukan secara intensif. Kedua orang tuanya sangat mengharapkan kesembuhannya putranya, namun terkendala ketidakmampuan untuk membayar biaya kontrol dan operasional di RSUP Dr. Kariadi Semarang karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja masih susah sehingga kondisinya semakin memprihantinkan. Ainus sangat bertekad kuat untuk bisa sembuh agar bisa beraktivitas kembali dan tidak membebani orang-orang disekitarnya terutama kedua orang tuanya. Pada bulan September 2017, kurir #SR Rembang bertemu dengan keluarga Ainus, setelah melihat kondisi Ainus dan kondisi perekonomian keluarga, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Ainus sampai sembuh. Biaya transportasi dan pengobatan untuk antar jemput ke RSUP Dr. Kariadi Semarang sudah ditanggung oleh pihak SR. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan. Santunan sebelumnya disampaikan masuk pada rombongan 1058.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 November 2017
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo Edi Santoso @akuokawai

Bu Ainus menderita hepatitis


NUR KHASANAH (39, Hepatitis B) Alamat : Desa Cabean Kidul RT 1/1, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Sukidah hidup sebatangkara karena ayah dan ibunya sudah meninggal dunia. Seorang guru wiyata bakti yang setiap harinya menjadi tulang punggung keluarga. Janda beranak satu ini bernama Bu Nur Khasanah. Penyakit amandelnya menjadi ujian tersendiri karena sebagai pendidik. Sehingga setelah periiksa di RSUD dr R Sutrasno Rembang diberikan rujukan ke RSUP dr. Kariadi Semarang pada bulan Juli 2017. Justru itulah awal beliau mengetahui bahwa diagnosa dokter menyatakan Bu Nur Khasanah menderita Hepatitis B. Karena pendapatan keluarga sangat minim hanya untuk kebutuhan harian, maka setiap kali kontrol ke Semarang selalu meminjam kepada saudara-saudaranya. Agar beban berkurang dan dengan tenaga yang “ringkih” beliau naik transportasi umum. Setiap bulan untuk kontrol di Semarang selalu mengeluarkan biaya 1 juta, yaitu 4 kali pada hari Selasa. Alhamdulillah pada bulan September bertemu dengan kurir #SR Rembang. Setelah dilakukan survey dan pendataan akhirnya diputuskan tim kurir sebagai pasien dampingan. Santunan sebelumnya masuk kedalam rombongan 1070.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 November 2017
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo Edi Santoso @akuokawai

Bu Nur Khasanah menderita Hepatitis B


MUHAMMAD CHAIZUN NI’AM (24, patah kaki). Alamat: Dusun Klapan lor, Rt. 01/04, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sedan, kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Niam dalam kesehariannya dipanggil adalah seorang kernet truk dalam mencari nafkah untuk keluarganya, namun saat dalam perjalanan terjadi Insiden Kecelakan tunggal saat tertidur sebagai kernet truk di tol karawang barat pada tanggal 8 Oktober 2017. Kemudian di bawa ke RSUD Karawang yang mengakibatkan kondisi pasien kaki kiri diamputasi dan kaki kanan paha atas patah tulang. Selama dirawat selama 9 hari sudah menghabiskan biaya 42 juta. Lalu sama pihak keluarga dibawa pulang ke RSUD SOETRASNO Rembang. Dan disana menjalani perawatan selama 20 hari. Kondisi pasien kaki kanan semakin memburuk, dan luka di bawah kmaluan dan selangkangan semakin parah, akhirnya dioperasi dibuatkan kolostomi (lubang di perut buat BAB). Pada tanggal 7 november 2017 diizinkan dokter untuk pulang menjalani rawat jalan, dan penanganan kaki kanan dijadwalkan 1 bulan lagi karena luka di selangkangan masih basah nunggu kering. Kondisi demikian ini kemudian dilihat oleh kurir Sedekah Rombongan dan dilakukan survey. Alhamdulillah bantuanpun diberikan yang dipergunakan untuk biaya pengobatan. Semoga Beliau lekas sembuh, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 November 2017
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo @ahmad fatoni @putri RM @akuokawai

Niam menderita patah kaki


MUJAWAHIR BIN SAPUAN (61, Sesak Nafas). Alamat : Dusun Waru Rt. 04/01, Ds. Sidorejo, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Bapak Jawahir, biasa beliau dipanggil dalam kesehariannya. Beliau adalah tulang punggung keluarga yang sudah setahun terakhir ini tidak mampu lagi bekerja untuk menafkahi keluarganya. Beliau masih punya tanggungan Ibu Mertua (Mbah Taseimatun 75 th), namun karena kondisi beliau yang saat ini sedang sakit, sehingga tanggung jawabnya tersebut sekarang beralih kepada menantunya. Tidak banyak yang bisa beliau lakukan saat ini, bahkan untuk melakukan aktifitas ringan dan bicarapun terasa sangat berat karena penyakit paru-parunya yang kian parah. Karena keterbatasan masalah ekonomi sehingga beliau mengalami kesulitan untuk membiayai kebutuhan pengobatan. Kira-kira sekitar tiga bulan yang lalu beliau dirawat di Puskesmas Sedan selama 5 hari dengan menggunakan akses jaminan kesehatan kis. Alhamdulillah Allah mempertemukan keluarga Bapak Mujawahir dengan Sedekah Rombongan. Kurir Sedekah Rombongan turut bersedih atas ujian yang dialami Bapak Mujawahir, dan Sedekah Rombongan bisa merasakan kesulitan yang dialami Bapak Mujawahir. Langkah selanjutnya Kurir Sedekah Rombongan melakukan survey yang datanya dikirim ke Sedekah Rombongan pusat sebagai bahan pertimbangan. Alhamdulillah bantuanpun diberikan untuk membantu meringankan kesulitan yang dialami oleh Bapak Jawahir. Semoga Allah segera mengangkat penyakit beliau sehingga bisa beraktifitas kembali untuk menafkahi keluarganya sebagaimana mestinya. Aamiin.

Jumlah santunan: Rp.500.000,-
Tanggal : 14 November 2017
Kurir : @Ahmad fatoni @Putri RM @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai

Pak Jahawir menderita sesak napas


KASIYATI BINTI KASTARI (84, Lumpuh dan dhuafa’). Alamat: Dusun Klapan lor Rt. 01/04 Desa Sidomulyo, Kecamatan Sedan, kabupaten Rembang, Prov. Jawa Tengah. Kasiyati binti kastari tak lagi bisa berjalan sejak 5tahun terahir, berawal dari beliau jatuh dari kamar mandi setelah itu kaki beliau sudah tidak bisa digerakkan lagi. keluarga pernah mengupayakan pengobatan di mantri desa dan pijat alternatif akan tetapi karena keterbatasan dana pengobatan dihentikan. Mbah kasiyati yang sehari-harinya hanya bisa terbaring dibilik kamar 2x2m dan untuk kebutuhan buang hajat beliau dibopong anaknya Tami. Kondisi demikian ini kemudian dilihat oleh kurir Sedekah Rombongan dan dilakukan survey. Alhamdulillah bantuanpun diberikan yang dipergunakan untuk biaya pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal: 14 November 2017
Kurir: @robbyadiarta @arifpandowo @ahmad fatoni @putri RM @akuokawai

Bantuan tunai


SUNIAH BINTI RASDJAN (51, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Desa Tengki, RT 2/4, Kec. Brebes, Kab. Brebes, Prov. Jawa Tengah. Beberapa tahun lalu, Bu Suniah tiba-tiba merasakan nyeri pada bagian dada lebih tepatnya dekat dengan tulang rusuk bagian bawah. Awalnya Bu Suniah mengira sakit tersebut hanya sakit sementara dan melakukan terapi pijat. Karena dirasa tak juga membaik, Bu Suniah memutuskan untuk berobat ke dokter klinik setempat. Dokter menyebutkan bahwa sakit yang dirasakan Bu Suniah kemungkinan adalah sakit Maag. Hari-hari berlalu, dan rasa nyeri belum juga hilang setelah berobat hingga pada akhirnya Bu Suniah mulai merasakan adanya benjolan pada payudara bagian kanannya. Akhirnya Bu Suniah memeriksakan diri di rumah sakit setempat dan ternyata benjolan tersebut adalah kanker yang sudah cukup besar. Benjolan yang muncul kemudian diambil dengan jalan operasi dan dokter menyarankan untuk rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk pengobatan lebih lanjut. Bekerja sebagai buruh tani, jarak yang jauh dari Semarang dan biaya pengobatan membuat Bu Suniah berfikir untuk melakukan pengobatan lanjut. Bu Suniah telah memiliki fasilitas keshatan JKN – KIS PBI. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Suniah dan saat ini telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Semarang. BuSuniah dibawa ke Semarang untuk menjalani beberapa tindakan medis di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bu Suniah telah menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali dan 30 kali penyinaran. Setelah pogram kontrol rutin sebulan sekali untuk cek perkembangan pengobatan, kini Bu Suniah dijadwalkan kontrol 6 bulan sekali. Santunan di bereikan untuk membantu biaya akomodasi dan pengobatan selama menunggu jadwal kontrol. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1027.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 2 November 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Bu Suniah menderita kanker payudara


SRI MULYANI (3, Atresia Ani) Alamat Ds sigentong RT 002 RW 001, Kec. Warureja, Kab Tegal, Provinsi : Jawa Tengah. Dik Sri Mulyani lahir pada bulan maret tahun 2014, sejak lahir Dik Sri menderita Atresia Ani. Pada usia 7 hari sempat dioperasi pembuatan anus sementara di RSUD Soesilo, Slawi, Tegal. RSUD Soesilo, Slawi memberikan rujukan untuk operasi pembuatan anus permanen di RSUD Dr. Kariadi Semarang, orang tua Dik Sri Ibu Tarini (45) bekerja sebagai buruh serabutan dan Ayahnya Alm. Toto Mubarok telah berpulang terlebih dahulu ke Rahmatullah. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang di alami oleh Ibu Tarini dan sepakat meberi dampingan kepada Dik Sri. Saat ini Dik sri sedang menunggu antrian operasi pembuatan anus permanen di RSUD Dr. Kariadi Semarang. Santunan di berikan untuk membantu biaya akomodasi selama pengobatan. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1096.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 9 November 2017
Kurir : @Indrades @naadiahusna

Dik Sri menderita atresia ani


SLAMET GENDARI (42, Ca Serviks). Alamat Dususn Krajan, RT.01/RW.01, Desa Kuripan , Kec. Subah Kab. Batang, Provinsi Jawa Tengah. Pertengahan tahun 2016 Ibu Slamet Gendari merasakan nyeri pada bagian rahim, kemudian memeriksakan prektik ke dokter umum di sekitar rumahnya, dan disarankan untuk melanjutkan pemeriksaan ke dokter spesialis, sayangnya Ibu Slamet tidak melanjutkan saran dokter karena keterbatasan biaya. Sekitar bulan Maret tahun 2017 Ibu Slamet mengalami pendarahan dan langsung melakukan pemeriksaan ke RSUD Batang. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dokter mendiagnosa Ibu Slamet menderita Ca cervix stadium 3B , dann disarankan untuk rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani pemeriksaan rutin dan kemoterapi. Suami Ibu Slamet, Wajianto (44 th) bekerja sebagai seorang Buruh serabutan dan Ibu Slamet sendiri sebagai IRT tidak memiliki banyak biaya untuk akomodasi dan tempat tinggal selama melangsungkan pengobatan di Semarang, selama ini Ibu Slamet melangsungkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan bantuan kepala desa setempat menggunakan jaminan kesehatan Kartu Indonesia sehat (KIS). Pada tanggal 30 Mei 2017 kurir Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Ibu Slamet, dan setelah melalu berbagai pertimbangan kurir sepakat untuk memberi dampingan kepada Ibu Slamet selama menjalani pengobatan. Saat ini Ibu Slamet sedang menjalani rangkaian program penyinaran yang sudah mulai dilaksanakan di bulan Agustus. Bantuan Di tunjukkan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1082.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 9 November 2017
Kurir : @Indrades @naadiahusna

Ibu Slamet menderita Ca cervix stadium 3B


KHANATUN INDRIYANA (22, Thyrioditis). Alamat : Desa Balamoa, RT. 02/ RW. 03, Kec. Pangkah, Kab. Tegal, Jawa Tengah. Pertama kali mengalami gejala sakit pada Mei 2015 dengan diagnosa gondok atau pembengkakkan pada kelenjar tiroid dan di sarankan untuk melakukan operasi. Indri hanya mampu berobat jalan karena masalah biaya. Tubuh Indri terus mengalami penurunan, mudah sakit dan lemah sehingga pada Juni 2017 di bawa oleh pihak keluarga ke RS Dr. Soesila Slawi untuk mendapatkan penanganan dan dilakukan operasi tahap pertama. Setelah operasi tahap pertama selesai Indri di rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Penghasilan Indri sebagai PRT dan kedua orang tuanya buruh serabutan membuat Indri merasa kesulitan ketika menjalani pengobatan di Semarang. Kurir Sedekah Rombongan Tegal di pertemukan dengan Indri di tengah-tengah usaha Indri memperjuangkan kesembuhannya dan memutuskan untuk memberi pendampingan selama Indri berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1089.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :9 September 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Indri menderita thyrioditis


MUCHAMMAD DWI ANUGRAH (5, Pembengkakan Pembuluh Darah + Patah Tulang). Alamat : Desa Proyonanggan, RT 05/05, Kec. Batang, Kab. Batang, Prov. Jawa Tengah. Dik Anugrah atau sering dipanggil Dik Nunug. Awalnya pada tahun 2014, Dik Nunug mengeluh gatal pada kaki kirinya, orang tuanya mengira bahwa gatalnya hanya karena alergi biasa. Semakin lama gatalnya semakin melebar dan kaki kirinya semakin bengkak. Saat diperiksakan ke RSUD Batang, dokter mendiagnosa Dik Nunug menderita penyakit tulang rapuh dan permbengkakan pembuluh darah atau Hemangioma sehingga harus dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pada bulan Januari 2016, Dik Nunug jatuh setelah didorong temannya saat bermain, sehingga harus dilarikan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dokter hanya memasang gips pada kaki kiri Dik Nunug dan belum berani mengambil tindakan operasi karena Dik Nunug harus menjalani operasi besar, sehingga harus menunggu kondisi tulangnya membaik. Pada bulan Juli 2016, Dik Nunug kembali jatuh dan saat dicek di RSUP Dr. Kariadi ternyata ada tulang yang lepas, sehingga harus segera dioperasi. Ayah Dik Nunug, Pak Sukirno (39) yang hanya bekerja sebagai buruh batu berpenghasilan pas-pasan dan ibunya, Bu Wahyuni (36) yang tidak bekerja ternyata tidak cukup untuk membawa Dik Nunug bolak-balik Semarang-Batang. Meskipun biaya pengobatan telah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Pada akhir Juli 2016 Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Dik Nunug, yang selanjutnya Dik Nunug menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pada tanggal 21 Februari 2017, Dik Nunug menjalani operasi pelepasan pen dan pengambilan cairan yang berada di kaki. Sampai saat ini hasil operasi bagus dan kaki Dik Nunug tidak bengkak lagi. Santunan dari #sedekaholics ditujukan untuk Dik Nunug dan keluarga untuk biaya akomodasi saat pengobatan di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1063.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 November 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Dik Nunug menderita penyakit tulang rapuh dan permbengkakan pembuluh darah


SRI WIDIYAWATI (23, Pembengkakan Jantung. Alamat : Ds Sirangkang RT. 012 / RW. 003, Kec. Petarukan, Kab. Pemalang, Provinsi Jawa tengah. Agustus 2016 Sri mengalami demam tinggi, setelah menjalani pemeriksaan dokter menyebutkan Sri menderita sakit Typoid. Setahun berlalu tanpa menunjukkan penyakit kembali, hingga pada Agustus 2017 Sri mengalami gatal-gatal di telapak tangan dan pipi di sertai rasa panas, bintik kemerahan, sesak nafas, pusing dan lemas. Berat badan Sri terus menurun secara drastis, Sri di bawa ke Rumah Sakit terdekat dan dokter memberi rujukan ke RSUP dr. Kariadi Semarang untuk mendapat penanganan yang lebih maksimal karena jantung Sri telah mengalami pembengkakan. Saat ini Sri telah menjalani kontrol rutin di RSUP dr. Kariadi Semarang. Suami Sri, Bapak Wagito (28) bekerja sebagai karyawan di sebuah rumah makan dengan tanggungan seorang anak balita merasakan kesulitan dalam pengobatan sang istri meskipun telah di bantu dengan fasilitas kesehatan KIS, terlebih saat ini Sri hanya bisa berbaring di tempat tidur. Santunan sebelumnya terdapat dalam rombongan 1082.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 November 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Sri menderita sakit typoid


MUHALIMIN BINTI WARJIUN (55, Katarak). Alamat : Dk. Katibayan, RT. 02 / RW. 02, Kel. Prayonanggan Utara, Batang, Jawa Tengah. Pada tahun 2014 Ibu Muhalimin menjalani operasi katarak mata kanan di RSU Bedan. Dokter menjelaskan operasi yang di lakukan tidak dapat menyelamatkan pengelihatan bu Muhalimin, operasi hanya berdampak untuk menghilangkan rasa sakit yang di derita bu Muhalimin, dengan persetujuan pihak keluarga dan bu Muhalimin sendiri menyetujui dampak pada operasi tersebut. Bu Muhalimin ingin segera dapat beraktifitas membantu keluarga mencukupi kebutuhan hidup tanpa merasakan sakit yang luar biasa pada mata kanannya. Suami Ibu Muhalimin, Modeli (56) bekerja sebagi seorang tukang becak. Setelah menjalani operasi Ibu Muhalimin bertumpu dengan pengelihatan dengan mata kirinya, kembali menjalani aktifitasnya sebagai buruh cuci. Pada awal tahun 2017 bu Muhalimin merasakan sakit pada mata kirinya, sama seperti rasa sakit pada mata kanannya terdahulu. Keluarga kembali membawa bu Muhalimin ke RSU Bedan, setelah menjalani observasi di RSU Bedan dokter memberi rujukan ke RSI Sultan Agung Semarang. Saat ini bu muhalimin sedang menjalani pengobatan di RSI Sultan Agung dengan fasilitas kesehatan KIS. Santunan sebelumnya terdapat dalam rombongan 1082

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 13 November 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Pak Muhalimin menderita katarak


KHAIRUNNISSAK BINTI ADJIRIN, (32, Ca Nasofaring). Alamat : Dk. Tarub RT.003/RW.007 Ds. Subah, Kec. Subah, Kab. Batang, Provinsi Jawa Tengah. April 2017 Ibu Khairunnissak merasakan sakit di bagian hidungnya, keluarga memustuskan berobat dipoli syaraf RS Kalisari Kab. Batang. Hasil scan menunjukkan adanya benjplan di belakang hidung Ibu Khairunnissak dan di duga adalah kanker, hingga akhirnya di putuskan untuk rawat inap oleh tim dokter dan menjalani evaluasi lebih lanjut oleh dokter spesialis THT. Dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh tim dokter di putuskan untuk rujuk ke Rumah Sakit Bedan, Pekalongan agar mendapat penanganan yang lebih maksimal. Setelah menjalani pemriksaan di Rumah Sakit Bedan, Ibu Khairunnissak kembali di rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani program kemoterapi. Rino Setyoko (36) Suami Ibu Khairunnissak bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Khairunnissak sendiri sebelum sakit bekerja sebagai guru honorer di desanya dengan jumlah tanggung 2 orang anak yang masih bersekolah merasa kesulitan menjalani pengobatan yang dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan perawatan luka selama program kemoterapi dan pemulihan. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1082.

Jumlah Bantuan : Rp. 641.932,-
Tanggal : 27 November 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Bu Khairunnisa menderita ca nasofaring


FAJAR FIRMANSYAH (10, Hipertiroid). Alamat : Dukuh Larangan, RT. 023/ RW. 011, Desa Jatingarang, Kec. Bodeh, Kab. Pemalang, Prov. Jawa Tengah. Pada saat lahir terdapat benjolan kecil pada leher Fajar. Kedua orang tua Fajar tidak begitu mengkhawatirkan benjolan tersebut. Pada usia 5 tahun, benjolan tersebut semakin membesar dan bila diraba terasa keras. Kemudian Fajar dibawa ke RSUD Kajen dilakukan pemeriksaan lebih intensive. Setelah dilakukan rontgen, dokter mendiagnosa bahwa Fajar menderita hiperteroid atau berlebihnya hormon tiroid pada tubuh. Dokter merujuk Fajar ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ayah Fajar yaitu Bapak Dul Azis (47) yang bekerja sebagai buruh tani tidak bisa berbuat apa-apa. Meskipun Fajar sudah memiliki fasilitas kesehatan yaitu JKN – KIS PBI. Alhamdulillah atas ijin Allah, pada awal oktober 2016 tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Fajar. Kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Fajar. Fajar dibawa kesemarang untuk melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Fajar sedang menjalani rawat inap untuk pemuliahan pasca di lakukan operasi pada leher Fajar. Santunan kembali disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1082.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 16 November 2017
Kurir : @indrades @Qiiyu @naadiahusna

Fajar menderita hiperteroid

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 YADI SURYADI 500,000
2 IPAH BINTI NAJAH 1,000,000
3 BAYONI BIN MUHAMMAD 500,000
4 DIDI ARDIYANSYAH 1,000,000
5 CICI CAHYANI 500,000
6 RUKIYAH BINTI AJA 500,000
7 PARDI BIN AHMAD 500,000
8 IMEL LUQMATUN AFIFAH 500,000
9 MTSR BANDUNG RAYA 2 3,860,200
10 YOYOH KHODIJAH 500,000
11 REZKY DWI ARYA PUTRA 500,000
12 IRFAN SALEH 750,000
13 DODOH SRI RAUDHOH 500,000
14 NENGSIH BINTI ISAH 500,000
15 ENTIS BIN FULAN 500,000
16 SUWANDI BIN AJID 500,000
17 ADE NURJANAH 750,000
18 DAYAT SUDRAJAT 500,000
19 ATENG BUCHORI 500,000
20 MUHAMMAD MULYONO 500,000
21 KADARNO BIN SABU (ALM) 500,000
22 MUHAMMAD ULIL ALBAB 500,000
23 GIAT AGUS SALIM 1,000,000
24 NAILA KHAMIDAH 500,000
25 NIKMATUL KHOIROH 500,000
26 WIWIK WIDYAWATI 750,000
27 YUSUF BIN MARTO 500,000
28 RIZAL AZZAHIR MUMTAS 500,000
29 SUMIYATI BINTI RUKIMIN 750,000
30 SUMIYATI KAUMAN 1,000,000
31 IIS JUJU ZULAIKAH 500,000
32 SUSENO ARI NUGROHO 1,000,000
33 WARNI MACANAN 500,000
34 HIKMAWATI BINTI SAIMAN 500,000
35 FAHREZA RIZKY AMIRULLAH 555,000
36 BING SLAMET 1,340,000
37 MA’ARIF BIN AWALUDIN 926,000
38 LILIANA MAULIDA 500,000
39 BUDI WIDIARTO 500,000
40 MAURA DWI AZAHRA 1,728,250
41 SUKARTI BIN KATIMEN 500,000
42 AGESTHA PANDU PRASETYA 1,000,000
43 SUMIYATI BINTI RUKIMIN 500,000
44 ROSITA MASYAHIDA 750,000
45 SUTINAH BINTI KASBU 500,000
46 KASMIRAN BIN KASBUN 500,000
47 SAMUT BIN SALEKAN 500,000
48 TINI BINTI WARSIH 750,000
49 AINUSSALKI ATHORI QOTILLAH 500,000
50 NUR KHASANAH 1,000,000
51 MUHAMMAD CHAIZUN NI’AM 500,000
52 MUJAWAHIR BIN SAPUAN 500,000
53 KASIYATI BINTI KASTARI 750,000
54 SUNIAH BINTI RASDJAN 500,000
55 SRI MULYANI 500,000
56 SLAMET GENDARI 500,000
57 KHANATUN INDRIYANA 500,000
58 MUCHAMMAD DWI ANUGRAH 500,000
59 SRI WIDIYAWATI 500,000
60 MUHALIMIN BINTI WARJIUN 1,000,000
61 KHAIRUNNISSAK BINTI ADJIRIN 641,932
62 FAJAR FIRMANSYAH 500,000
Total 42,801,382

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 42,801,382,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1098 ROMBONGAN

Rp. 58,524,930,312,-

 

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.