SANTUNAN ANAK YATIM DARUL AYTAM BONDOWOSO yang berlokasi di Jl. Letnan Rantam No 7 A, Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Merupakan bantuan untuk Santunan anak Yatim di usia belajar tingkat SD (Sekolah Dasar) bagi Anak-anak yang kurang mampu. Kurir Sedekah Rombongan menerima informasi bahwa ada anak Yatim dengan latar belakang dari keluarga kurang mampu/duafa. Dan Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk memberikan santunan Anak Yatim yang latar belakang dari keluarga kurang mampu atau Dhuafa. Semoga santunan yang di berikan bermanfaat bagi Anak Yatim Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi anak-anak Yatim dan dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Desember 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @awwaludinyudha

Bantuan tunai


SUNARTI BINTI ARTAYU (52, Kanker Serviks). Alamat : Krajan II RT 001 RW. 000, Desa Palalangan, Kec. Cermee, Kab. Bondowoso, Prov. Jawa Timur. Sejak 7 bulan yang lalu ibu Sunarti menderita penyakit ini. Gejala awal timbulnya penyakit ini adalah ibu Sunarti mengalami keputihan yang berlebihan dan berbau, karena khawatir dengan kondisi saat itu ibu Sunarti memeriksakan kondisinya ke dua rumah sakit, yaitu ke RSU Koesnadi Bondowoso dan RS. Elizabeth Situbondo. Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan diketahui bahwa Ibu Sunarti mengidap penyakit other benign neoplasm of cervix uteri atau biasa disebut kanker serviks dan mengharuskan ia di rujuk ke RS. Saiful Anwar. Sampai sejauh ini pengobatan yang dilakukan Ibu Sunarti sudah pada tahap 5 kali kemo yang dilakukan di RS. Saiful Anwar Malang. Sebelum bertemu dengan SR, Beliau bersama suaminya, Niman (58) berangkat menggunakan transportasi umum. Namun karena terkendala biaya, pengobatannya sering terlambat. Saat di jenguk kurir Sedekah Rombongan, Suaminya yang pekerjaannya seorang pedagang sesekali meneteskan air mata ketika berbicara tentang perjuangannya saat berada di Malang. Saat ini ibu Sunarti menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa KIS (Kartu Indonesia Sehat). Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit, Biaya Transportasi dan obat-obatan yang tidak masuk dalam tanggungan KIS. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi ibu Sunarti dan Terima Kasih kepada Para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 691.000,-
Tanggal : 18 November 2017
Kurir : @yudhoari @Awwaludin_yudha @viandwiprayugo, @lesi

Ibu Sunarti mengidap penyakit other benign neoplasm of cervix uteri


SAFA ROTUL MUKARROMAH (7, patah tulang dan pergelangan bengkok pada kaki sebelah kiri). Alamat : kembang RT/RW 034/04, Desa kembang. Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso. Provinsi Jawa Timur, Prov. Jawa Timur. Sejak berusia 1 tahun Safa mengalami patah tulang pada kakinya, hal ini diakibatkan karena kecelakaan lalu lintas. Pernah dirawat di RSUD Situbondo dan RS Bayangkara Bondowoso. Saat ini kondisi Safa kaki bagian bawahnya bengkok ke arah belakang. Ayahnya Absar (47) yang pekerjaan sehari-harinya sebagai buruh tani dan ibunya Tahwati (34) mengaku bahwa tidak mampu membiayai pengobatan safa sehingga pengobatannya tidak dilanjutkan. Saat ini Safa menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka akhirnya adik Safa menjadi Pasien Dampingan Sedekah Rombongan, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari Sedekaholics untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit, Pembayaran BPJS dan obat-obatan yang tidak masuk dalam tanggungan BPJS. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Safa dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesame, Semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 892.900,-
Tanggal : 30 Oktober 2017, 28 November 2017, 8 Desember 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @awwaludin_yuda

Safa mengalami patah tulang dan pergelangan bengkok pada kaki sebelah kiri


HESTI DWI LESTARI (3, Microsephalus). Alamat : Gemulung Pecangaan, RT 2/2, Kab. Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Panggilan akrabnya adalah Dek Hesti. Sejak lahir, kepala Dek Hesti mengalami kelainan, ukurannya lebih kecil dari ukuran normal anak-anak lainnya. Dek Hesti divonis menderita Microcepalus, hal ini membuat pertumbuhan Dek Hesti terhambat dan tidak normal. Hingga saat ini usia tiga tahun, Dek Hesti belum bisa berjalan dan berbicara. Setiap harinya, Dek Hesti hanya mau minum susu bubuk dan tidak mau makan atau minum apapun selain itu.. Ayah Dek Hesti, Heris Suwanto (37) hanya bekerja sebagai buruh serabutan, sedangkan ibunya Siti Murdiyanti (33) tidak bekerja karena harus merawat dan mengurus Dek Hesti sehari-hari. Sejak Dek Hesti didiagnosis menderita microcephalus atau tulang tengkorak yang kecil. Sebenarnya dokter sudah menyarankan agar bisa kontrol rutin ke rumah sakit untuk memantau tumbuh kembang, gizi dan fisioterapinya namun, karena keadaan ekonomi yang terbatas, kontrol rutin tersebut tidak pernah dilakukan. Mengetahui hal tersebut, Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan mereka. Bantuanpun disampaikan berkala untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi dan biaya akomodasi kontrol rutin ke RSUD Kartini Jepara. Saat ini Dek Hesti sudah dapat memakan makanan lunak selain susu seperti nasi yang dilembutkan. Santunan sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1050.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @rifqigalih @restirianii @akuokawai

Dek Hesti divonis menderita Microcepalus


AMAR MALIK SUKARYO (1, Hydrocephalus). Alamat: Desa Sekuro RT 9/2 Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Amar adalah buah hati pertama dari pasangan suami istri Pak Agus dan Bu Afifah. Awalnya pihak keluarga tidak menyadari bahwa Amar menderita penyakit hydrocephalus yang ditandai dengan membesarnya ukuran kepala akibat penumpukan cairan dalam otak dan mata menghadap kebawah. Pihak keluarga baru menyadari bahwa Amar tidak seperti bayi pada umumnya ketika ramadhan (2016), kepala Amar lebih sering jatuh ke belakang seperti terlihat berat. Namun, hal tersebut belum benar-benar membuat Bu Afifah sadar bahwa kepala Amar berukuran lebih besar hingga pada suatu hari topi yang biasa dipakai Amar beberapa hari lalu menjadi tidak muat dipakai lagi. Pak Agus yang mengetahui hal tersebut segera membawa Amar ke dokter daerah dan langsung dinyatakan bahwa Amar positif Hydrocephalus. Amar kemudian disarankan segera operasi di Semarang. Hidup sederhana dan seadanya tidak membuat Pak Agus putus asa memperjuangkan kesembuhan Amar. Pak Agus segera membuat BPJS untuk melanjutkan pengobatan Amar. Amar telah menjalani pemasangan selang dan dirujuk balik untuk kontrol lebih dekat di RSUD Kartini Jepara guna fisioterapi. Saat ini dek Amar rutin menjalani fisioterapi dan berat badan dik Amar sudah mulai naik. Santunan kali ini digunakan untuk biaya pengobatan dan akomodasi dik Amar ke RSUD Kartini selama menjalani fisioterapi. Santunan sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1050.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 November 2017
Kurir : @robbyadiarta Rifqi @restirianii @akuokawai

Amar menderita penyakit hydrocephalus


AHMAD HAZIMI (5, Hydrocephalus). Alamat: Jambu Timur RT 28/06 Kec. Mlonggo Kab. Jepara Prov. Jawa Tengah. Oleh keluarga, sehari-hari biasa dipanggil Hazim. Merupakan putra bungsu dari Bapak Moh Bahrun dan Bu Dewi Masruroh. Ketika lahir, Hazim terlihat normal seperti layaknya bayi lainnya. Namun, ketika berusia 3 bulan kepala Hazim menunjukkan adanya perbesaran. Kala itu, orang tua Hazim hanya mendiamkannya, baru ketika usia 5 bulan Hazim dibawa ke Puskesmas dan langsung divonis Hydrocephalus. Sehari-hari, Bapak Bahrun bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Masruroh berjualan di warung kecil depan rumah. Hidup sederhana dan penghasilan pas-pasan membuat Pak Bahrun mengupayakan pengobatan Hazim melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara. Namun sayang, pengobatan yang diharapkan untuk Hazim tak kunjung datang, ia belum juga mendapat panggilan. Baru ketika Hazim berusia 2,5 tahun ia mendapat konfirmasi untuk dibawa ke RS Roemani Semarang. Hazim dibawa oleh tim DKK Jepara menuju RS Roemani dan rawat inap selama 3 minggu. Bulan Juli 2016, SedekahRombongan dipertemukan dengan Hazim secara tidak sengaja oleh tetangga dekat rumahnya. Mata Hazim bagian kanan tidak bisa melihat jelas, tangan dan kaki Hazimi bagian kanan juga lemah, tidak berkekuatan. Hazim tidak bisa duduk ataupun berjalan. Setelah melakukan musyawarah dengan keluarga, tim SedekahRombongan kemudian sepakat untuk mendampingi Hazim berobat dibawah pantauan #SRjepara. Saat ini, Hazim masih rutin melakukan rawat jalan di RSUD Kartini untuk pemantauan perkembangan tubuhnya. Santunan digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi Hazimi dan untuk akomodasi ke Rumah Sakit. Kini Hazimi sudah bisa diajak duduk walaupun masih terlalu berat menyangga kepala. Selain itu keluhan panas yang dahulu sering muncul kini juga sudah jarang terjadi. Pemberian nutrisi rutin, berat badan Hazimi pun mulai naik sehingga Hazimi menjadi anak yang aktif meskipun sembari berbaring. Bantuan sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1050.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 3 November 2017
Kurir : @robbyadiarta Rifqi @restirianii @akuokawai

Hazim divonis hydrocephalus


RUDI HARTONO (40, Kanker Kulit). Alamat: Bumiharjo RT 01/07 Ngandong Keling, Kota Jepara, Prov. Jawa Tengah. Pak Rudi biasa ia dipanggil. Berawal pada pertengahan tahun 2007 yang lalu, ketika Pak Rudi sedang membantu tetangga merenovasi rumah, kemudian kakinya tersangkut kabel listrik dengan tegangan yang sangat tinggi sehingga Pak Rudi tersengat arus listrik tersebut. Kemudian tetangga membawa Pak Rudi ke RSUD Kartini Jepara. Karena luka pada kaki Pak Rudi parah, sehingga harus dilakukan tindakan operasi untuk mengamputasi kaki kiri. Proses operasi berjalan lancar dan Pak Rudi menjalani proses perbaikan pasca operasi. Pasca operasi Pak Rudi harus terus menjalani kontrol agar luka bekas operasi segera sembuh. Berbekal Jamkesmas pada waktu itu, sang istri, Bu Nani (36) dengan setia mengantar Pak Rudi control rutin di RSUD Kartini. Setelah merasa lebih baik, Pak Rudi tidak melanjutkan kontrol rutin. Selain merasa kondisi sudah baik, disebabkan biaya transportasi yang cukup banyak sehingga Pak Rudi tidak melanjutkan pengobatan. Selang 9 tahun pasca operasi, Pak Rudi kembali merasakan sakit pada bagian kaki kanan. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata Pak Rudi menderita kanker kulit yang mengharuskan diamputasi kaki kanannya. Saat itu kondisi Pak Rudi sangat drop karena kehilangan kedua kakinya membuat Pak Rudi tidak bisa bekerja seperti biasa. Sedangkan Pak Rudi memiliki tanggungan 4 orang anak yang masih sekolah. Namun Allah berkehendak lain, alhamdulillah tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Rudi. Saat ini Pak Rudi telah menjadi pasien dampingan SR Semarang. Alhamdulilah setelah 3 bulan yang lalu Pak Rudi engga kontrol, akhirnya Pak Rudi kini kontrol kembali dan hasilnya semakin membaik, sel – sel kanker sudah tidak terdeteksi lagi dan dokter menyarankan untuk kontrol 6 bulan lagi untuk mengetahui keadaan sel kanker. Mohon doa dari #sedekahholic sekalian agar Pak Rudi lekas sembuh dan dapat beraktivitas seperti biasanya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk biaya akomodasi Pak Rudi Selama melakukan pengobatan di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 880.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 28 September 2017
Kurir : @robbyadiarta @rifqiQz @arifiin_yaa @akuokawai

Pak rudi menderita kanker kulit


MAULANA PUTRA (2, Busung Lapar + TBC Paru). Alamat: Desa Kedunglo, RT 11/2, Kelurahan Kedungrawan, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Semenjak bayi penyakit yang beruntun menimpa Maulana sehingga membuat ia harus bertahan di kondisinya yang sekarang. Ketika Maulana berusia 15 bulan, orang tua Maulana melihat pertumbuhan Maulana tidak seperti balita pada umunya. Ia terlihat sangat kurus dan tidak aktif seperti balita-balita lainnya. Maulana juga mengalami batuk-batuk yang tidak kunjung sembuh. Ketika dibawa ke bidan desa, ternyata berat badan Maulana turun 2 kg dalam kurun waktu 1 bulan dan didiagnosa oleh bu bidan menderita busung lapar. Karena berat badan Maulana turun secara drastis, bu bidan menyarankan untuk membawa Maulana ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata Maulana didiagnosa menderita Tuberculosis (TBC) Paru. Kini, kondisi Maulana sangat lemah sehingga masih mendapatkan perawatan yang intensif. Tidak hanya itu saja perjuangan Maulana, selama menjalani perawatan, ibu Maulana, Dinda Kumara Putri meninggal dunia pada tanggal 5 Juli 2017. Dan hanya berselang 7 hari setelah ibu Maulana meninggal, ayah Maulana, Bambang Iswanto juga meninggalkan rumah . Sebelumnya, mereka tinggal di rumah kakak ibu Maulana di Surabaya selama pengobatan Maulana. Kini, Maulana diasuh oleh neneknya yang sebenarnya juga harus kembali ke Samarinda untuk bekerja. Selama menjalani pengobatan, Maulana menggunakan Rekomenadsi Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin (RJKMM). Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk Maulana, transportasi, dan kebutuhan hidup selama di rumah sakit. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan keluarga Maulana. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang digunakan untuk pemenuhan nutrisi Maulana, transportasi dan akomodasi. Keluarga yang mendampingi Maulanan merasa sangat terbantu dan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang diberikan melalui Sedekah Rombongan.
Bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 1082

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Desember 2017
Kurir : Mira @mzboz1027 @Laksmiwaty @nurrypay

Maulana didiagnosa menderita Tuberculosis (TBC) Paru


SITI MARDIYAH (76, Kanker Payudara). Alamat: Desa Buncitan, RT 10/5, Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Sekitar tahun 2014, Bu Siti mulai merasakan nyeri di bagian payudaranya. Karena nyeri tidak kunjung menghilang, akhirnya Bu Siti memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Puskesmas kemudian merujuk Bu Siti ke RSUD Sidoarjo untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan Bu Siti didiagnosa menderita kanker payudara. Karena kondisi Bu Siti yang juga memiliki penyakit jantung serta karena faktor usia, Bu Siti tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi. Saat ini Bu Siti menjalani pengobatan rawat jalan di RSUD Sidoarjo. Namun, karena tidak ada biaya serta tidak memiliki keluarga, Bu Siti hampir menghentikan pengobatannya. Bu Siti sudah tidak bekerja dan beliau tidak menikah. Bu Siti tinggal sendiri di rumah kecil yang terbuat dari bambu. Untuk makan sehari-hari beliau hanya menunggu diberi makan oleh tetangganya. AlhamdulillaH Sedekah Rombongan pada November 2016 mendapat info tentang sakit dan kehidupan Bu Siti. Melihat kesulitan beliau, sedekah rombongan beruntung berkesempatan untuk menyalurkan bantuan para sedekaholic kepada beliau. Setiap bulannya Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan kepada beliau dan membantu dalam mendampingi pengobatan beliau. Bantuan sudah diberikan dan dipergunakan untuk biaya kehidupan sehari-hari dan biaya transportasi selama kontrol. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 1079. Bu Siti sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 November 2017
Kurir : Mira @mzboz1027 @NurryPay

Bu Siti didiagnosa menderita kanker payudara


SITI MARDIYAH (76, Kanker Payudara). Alamat: Desa Buncitan, RT 10/5, Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Sekitar tahun 2014, Bu Siti mulai merasakan nyeri di bagian payudaranya. Karena nyeri tidak kunjung menghilang, akhirnya Bu Siti memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Puskesmas kemudian merujuk Bu Siti ke RSUD Sidoarjo untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan Bu Siti didiagnosa menderita kanker payudara. Karena kondisi Bu Siti yang juga memiliki penyakit jantung serta karena faktor usia, Bu Siti tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi. Saat ini Bu Siti menjalani pengobatan rawat jalan di RSUD Sidoarjo. Namun, karena tidak ada biaya serta tidak memiliki keluarga, Bu Siti hampir menghentikan pengobatannya. Bu Siti sudah tidak bekerja dan beliau tidak menikah. Bu Siti tinggal sendiri di rumah kecil yang terbuat dari bambu. Untuk makan sehari-hari beliau hanya menunggu diberi makan oleh tetangganya. AlhamdulillaH Sedekah Rombongan pada November 2016 mendapat info tentang sakit dan kehidupan Bu Siti. Melihat kesulitan beliau, sedekah rombongan beruntung berkesempatan untuk menyalurkan bantuan para sedekaholic kepada beliau. Setiap bulannya Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan kepada beliau dan membantu dalam mendampingi pengobatan beliau. Bantuan sudah diberikan dan dipergunakan untuk biaya kehidupan sehari-hari dan biaya transportasi selama kontrol.. Bu Siti sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 542.000,-
Tanggal : 23 Desember 2017
Kurir : Mira @mzboz1027 @NurryPay

Bu Siti didiagnosa menderita kanker payudara


JANUAR DAFFA MAULANA (3, Ichtyosis Lamelar). Alamat : Dsn. Gunung Mas RT02/1, Kec. Manyaran, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Daffa begitu biasa dipanggil memang menderita kelainan kulit ini sejak lahir serta sempat menghambat tumbuh kembang dan psikologisnya. Penyebabnya kelainan kromosum yang membuat Daffa tak memiliki pori-pori sehingga dia pun tak bisa berkeringat. Lahir premature di usia 6 bualan kandungan juga membuat Daffa mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Sampai saat ini Daffa masih rutin chek up ke poli kulit dan kelamin RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Setelah bulan lalu menjalani serangkaian test untuk mengetahui tumbuh kembangnya untuk bulan ini Daffa kembali jalani chek up rutin di poli kulit kelamin dan poli anak. Seperti bulan lalu, bulan inipun Daffa chek up rutin ke poli kulit kelamin dan poli anak. Karena jadwal chek up ke poli kulit kelamin dan ke poli anak tak bisa dilakukan dalam waktu yang bersamaan, maka terpaksa dalam sebulan Daffa bisa dua sampai tiga kali ke RS. Bulan ini kondisi Daffa buruknya cuaca. Menurunnya daya tahan tubuh membuat Daffa terserang demam dan flu. Bulan ini akhirnya kembali lagi ke poli anak setelah sebelumnya di bawa ke dokter anak terdekat. Daffa juga diberi beberapa resep obat dan vitamin, hanya saja sebagian besar tak tercover BPJS dan harus beli diapotek luar RS. Jika sampai resep obat habis dan Daffa tak sembuh juga, dokter menyarankan untuk kemali chek up ke poli anak. Untuk perawatan kulitnya, tetap disarankan penggunaan cream khusus vasline noroid cream, olive oil serta sering mandi tanpa sabun. Terapi kulit untuk kasus seperti Daffa ini memang hanya menjaga kelembaban kulit saja. Semakin bertambahnya usia, semakin besar pula tubuhnya artinya kebutuhan untuk perawatan kulit juga semakin bertambah. Untuk proses tumbuh kembangnya saat ini, kondisi Daffa mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik. Baik kemampuan fisik maupun verbalnya. Syaraf motoriknya juga berfungsi dengan normal. Daffa adalah putra pertama pasangan Bapak Yulianto Pambudi dan Ibu Rahning Puspitasari. Saat ini ayahnya Daffa bekerja sebagai buruh pabrik demi membiayai pengobatan Daffa. Daffa memang pengguna BPJS MANDIRI, akan tetapi sebagian besar obat belum tercover oleh jaminan kesehatan. Belum lagi untuk perawatan khusus kulit Daffa sehari-hari membutuhkan biaya yang tak sedikit. Untuk kebutuhan hal tersebut, #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk keluarga ini. Sampai saat ini kita tetap mendampingi pengobatan serta kontrol rutinnya. Semoga ke depan upaya ini semakin memberikan progress yang positip untuk kesembuhan sakit yang di alaminya.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Desember 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@dodo

Daffa menderita kelainan kulit ini sejak lahir


FARID ABDULLAH( 2, Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik). Alamat : Dsn. Tahunan RT 02/06, Ds. Sambirejo, Kec.Jatisrono, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Farid begitu nama panggilannya, menderita beberapa kelainan, diantaranya kebocora jantung, sidaktil, bengkoknya pergelangan tangan kanan, serta tak memiliki daun telinga sebelah kanan. Bayi malang ini juga terlahir tanpa memiliki lubang anus (Atresia Ani). Dua hari setelah dilahirkan Farid dirujuk ke RS Dr Moewardi Surakarta untuk menjalani operasi pembuatan stoma, atau saluran pembuangan sementara di perut sebelah kiri. Sementara untuk jantungnya, untuk saat ini Farid menjalani terapi obat jantung diiringi fisioterapi untuk membantu tumbuh kembangnya. Pada saat operasi pertama kali yaitu pembuatan stoma, Farid memakai biaya umum mengingat belum memiliki fasilitas kesehatan apapun. Kini Farid adalah peserta BPJS MANDIRI. Empat bulan pasca operasi pembuatan stoma Farid menjalani operasi pembuatan anus. Normalnya satu tahun setelah operasi pembuatan anus, harusnya sudah dilakukan penutupan stoma dan bisa BAB lewat anus. Tapi Farid belum bisa menjalani operasi lanjutan karena kondisi jantung tidak memungkinkan. Hampir setiap bulan Farid mengalami penurunan kondisi, seperti bulan ini, Farid terpaksa menjalani rawat inap karena demam tinggi dan diare. Bahkan BB Farid tinggal 5,1 kg jauh dari nilai rujukan batas normal minimal. Bulan ini Farid masih tetap chek up rutin ke poli kardio anak. Setelah bulan-bulan sebelumnya mengalami penurunan kondisi jantungnya, bulan ini jantung kembali stabil kondisinya. Bulan lalu memang sempat mengalami pendarahan di bagian stomanya akibat iritasi, bulan ini kondisi mulai membaik dan jalani businasi rutin ke poli bedah anak seminggu sekali. Sayangnya jadwal poli anak dan poli bedah anak bukan di hari yang sama artinya dalam seminggu kadang Farid harus ke RS dua kali dalam seminggu. Untuk biaya akomodasi sudah barang tentu mereka tak mampu. Sebagai seorang terapis, Ayah Farid, Bapak Suharwin hanya bisa bekerja jika ada orang yang membutuhkan saja, tak setiap hari ada yang melakukan terapi. Sementara Ibunya Farid, Ibu Yessy hanyalah ibu rumah tangga saja. Merekapun tinggal masih menumpang di rumah kakek dan neneknya Farid. Bantu Farid memperjuangkan kesembuhannya. Keluarga Farid tak mengharap Farid memiliki fisik normal. Mereka hanya ingin Farid sehat seperti anak pada umumnya. Semoga saja Farid tak menemukan banyak kendala untuk proses pengobatannya nanti.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 26 Desember 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Farid menderita kebocoran jantung, sidaktil, bengkoknya pergelangan tangan kanan, serta tak memiliki daun telinga sebelah kanan dan atresia ani


DALIMIN BIN TARMO SUTARYO ( 62 , Tumor Pipi ). Alamat : Dsn Suwondo, RT 01/09, Ds. Gumiwang, Kec. Wuryantoro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Dalimin ini merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan yang juga sudah berjalan cukup lama. Pak Dalimin awalnya menderita tumor pipi selama hampir 11 tahun. Awalnya tim Dokter bedah onkologi tak berani melakukan pengangkatan tumor secara langsung. Akhirnya diputuskan dilakukan tindakan kemoterapi terlebih dahulu sebanyak 3 kali. Seleasi menjalani 3 kali kemoterapi akhirnya tumor berhasil diangkat dengan resiko yang cukup besar. Pasca Operasi Dalimin sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6, dilanjudkan kemoterapi obat serta radioterapi. Pak Dalimin saat ini sudah dinyatakan selesai jalani radioterapi. Untuk tindakan selanjudnya Pak Dalimin diminta lagi jalani serangkaian test, seperti USG,CT Scand, juga rongent. Hasil dari semua test dikonsulkan ke 5 dokter specialis, dan diputuskan untuk melanjutkan pengobatan dengan minum obat selama 3 bulan dulu. Artinya tiap bulan Pak Dalimin harus tetap rutin jalani kontrol sekaligus mengambil resep obat setiap dua minggu sekali. Setelah tiga bulan jalani terapi obat, bulan ini sesuai jadwal Pak Dalimin jalani USG untuk observasi,hasilnya cukup bagus sehingga dokter memutuskan melanjudkan terapi obat. Dan bulan ini dua minggu sekali Pak Dalimin chek up ke poli bedah onkology sekaligus ambil resep obat kemoterapi. Dan dari hasil observasi berdasarkan USG, tim dokter memutuskan melanjudkan obat kemoterapi selama 6 bulan kedepan. Keluarga Pak Dalimin saat ini peserta BPJS MANDIRI. Meskipun begitu mereka masih kesulitan untuk biaya akomodasi dan medikasi. Apalagi dalam sebulan mereka tak cukup hanya sekali ke RS. Bantuan dari #SedekahRombongan sangatlah meringankan keluarga Pak Dalimin.. Semoga kondisi Pak Dalimin semakin membaik.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Desember 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Pak Dalimin menderita tumor pipi


KATNI JARTO (44, Rhabdomyosarcoma). Alamat : Dsn. Temon Lor RT 02/05, Ds. Temon, Kec. Baturetno ,Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Sekitar bulan Juni 2014 ini Bu Katni mulai merasakan nyeri pada paha sebelah kanan. Awalnya hanya benjolan kecil sebesar bisul,tapi lama-lama bertambah besar. Tapi lama-kelamaan benjolan itu semakin besar dan semakin sakit. Keluarga Bu Katni khawatir dan membawa ke sebuah RS swasta di Wonogiri. Di RS.Marga Husada inilah Bu Katni diminta segera menjalani tindakan operasi. Diagnosa sementara waktu itu tumor di paha kanan. Pasca operasi,dua bulan kemudian benjolan itu muncul lagi dengan kondisi lebih besar dari sebelumnya bahkan bisa dibilang pertumbuhan benjolan itu begitu cepat dan lebih terasa sakit. Akhirnya pihak RS Marga Husada segera merujuk ke RSD.Moewardi Solo. Tim Dokter juga segera mengambil tindakan cepat dengan melakukan serangkaian test pendukung untuk operasi. Dari hasil PA yang dilakukan pada saat operasi,pasien menderita Pleomorphic Rhabdomyosarcoma, penyakit kanker ganas yang menyerang jaringan lunak seperti otot dan biasanya menyerang di bagian leher, kaki, paha. Dokterpun sudah menjelaskan bahwa Bu Katni menderita kanker ganas level 3. Pasca operasi dan luka dinyatakan sembuh, Tim dokter akhirnya memutuskan melakukan tindakan kemoterapi. Saat ini Bu Katni sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Dan dinyatakan selesai jalani kemoterapi. Meskipun sudah tak menjalani kemoterapi serta tak mengkonsumsi obat kemoterapi, Bu Katni harus tetap jalani chek up rutin tiap bulan untuk memantau perkembangannya. Bulan ini Bu Katni hanya diminta sekali saja chek up ke poli onkologi.. Keluarga ini memang tergolong tidak mampu. Pak Jarto, suami Bu Katni bermata pencaharian sebagai tenaga serabutan dengan jadwalkan di minggu yang berbeda pendapatan yang tak menentu. Terkadang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja mereka masih kekurangan ditambah lagi biaya sekolah anak mereka. Melihat kondisi yang seperti ini tak lantas membuat Bu Katni tinggal diam. Sebisa mungkin beliau membantu meringankan beban keluarga dengan bekerja sebagai buruh tani. Keluarga ini memang terdaftar sebagai peserta KIS. Tapi mengingat biaya ke RS memang tak sedikit untuk sekali jalan, tentunya biaya ini bukanlah biaya yang ringan. Saat ini Bu Katni menjadi pasien dampingan #SR. Dan bantuan sedekaholic tentulah sangat meringankan beliau. Bu Katni merasa benar-benar terbantu untuk biaya berobat selama ini.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Desember 2017
Kurir :@Mawan,@Nonis,@Runi

Bu Katni menderita pleomorphic rhabdomyosarcoma


SURADI BIN SONO KARTO (33, TB Tulang). Alamat : Dsn. Jarum RT 02/01, Ds. Sidoharjo, Kec. Sidoharjo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Suradi, begitu beliau biasa dipanggil sudah satu tahun lebih merasakan sakit di punggungnya. Awalnya dihiraukan saja. Tak hanya itu saja, Pak Suradi sering batuk yang tak kunjung sembuh dan sering kambuh. Belakangan di ketahui bahwa Pak Suradi menderita TBC. Untuk pengobatan rutin dilakukan di RSUD WONOGIRI. Karena tak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun terpaksa biaya berobat memakai biaya umum. Sementara pengobatan TBC tetap berjalan, sakit di punggungnya juga semakin terasa sakit. Pak Suradi mulai kesakitan aktifitas. Dokter meminta dilakukan pengobatan juga untuk tulangnya, akan tetapi niat itu di urungkan dikarenakan tak ada biaya. Kini Pak Suradi sudah memiliki BPJS Mandiri dengan total 5 anggota keluarga, meskipun begitu Pak Suradi masih membutuhkan biaya akomodasi untuk berobat ke RS. Apalagi saat ini RS tempat Pak Suradi berobat justru semakin jauh. Diagnose terakhir ternyata Pak Suradi menderita TB Tulang dan harus dirujuk ke RS.Orthopedi Surakarta. Pak Suradi setiap seminggu sekali mulai menjalani pengobatan di RSO. Surakarta. Pak Suradi langsung sudah menjalani serangkaian Stest mulai test lab, rongent thorax sampai MRI. Hasilnya masih ditemukan adanya cairan menggenangi tulang. TB Tulang juga mulai menggerogoti tulang dengan ditemukannya beberapa bagian tulang yang berlubang terutama bagian punggung. Tim dokter memutuskan fokus menghilangkan cairan diparu- paru sambil tetap minum obat paru. Setelah menjalani operasi dan chek up rutin,untuk bulan ini Pak Suradi tak perlu ke RS seminggu sekali. Untuk sementara Pak Suradi menjalani terapi obat yang bisa diambil setiap sepuluh hari sekali atau setelah obat habis, karena kebetulan resep obat yang diberikan dokter hanya untuk sepuluh hari. Bulan ini rencananya Pak Suradi akan konsultasi hasil CT Scan karena bulan kemarin gagal bertemu dokter yang menangani karena dokter sedang ditugaskan ke luar kota. Bahkan rencananya akan dilanjudkan MRI untuk mengetahui perkemangan pasca opersi. Pak Suradi adalah tulang punggung keluarga. Istrinya Ibu hanyalah ibu rumah tangga biasa yang merawat tiga orang anak. Demi menghidupi keluarga, apalagi membiayai 2 anaknya yang sudah duduk di bangku sekolah lanjutan pertama, dalam keadaan sakit Pak Suradi tetap bekerja sebagai office boy di sebuah BMT dekat rumahnya. Tapi kini Pak Suradi tak mapu lagi bekerja pasca jalani operasi untuk menjaga kondisinya. Kesulitan ekonomi juga yang membuat Pak Suradi berat membayar iuran BPJS. Selama KIS belum jadi untuk sementara #SR mengcover iuran BPJS tiap bulannya. Buatnya membayar BPJS dengan julah 5 anggota keluarga tidaklah ringan. Bantuan yang di berikan #SR dirasa sangat membantu pengobatan Pak Suradi. Kini Pak Suradi dapat melanjudkan pengobatannya, dan semoga segera membaik.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Desember 2017
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Pak Suradi menderita TB Tulang


IBRAHIM FATIH PAMUNGKAS (2, Paru-paru + Gangguan Tumbuh Kembang). Alamat: Dsn. Brangkalan, RT 01/09, Ds. Jaten, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibrahim begitu balita ini dipanggil, lahir pada tanggal 19 September 2015. Putra ketiga pasangan Bapak Suranto dan Ibu Ike Desi ini mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Diusia hampir 2 tahun Ibrahim belum bisa tumbuh seperti anak seusianya. Dia baru bisa tengkurap dan terlentang saja ditempat tidur. Jangankan berjalan, duduk sendiripun dia belum kuat. Berat badan pun dibawah berat badan rujukan normal. Akibatnya Ibrahim masuk kategori anak dengan kondisi kurang gizi mengarah ke gizi buruk. Tak hanya itu, Ibrahim juga bermasalah dengan paru-parunya. Sebulan sekali Ibrahim rutin chek up sekaligus mengambil resep obat karena obat paru harus diminum setiap hari. Sementara untuk tumbuh kembangnya disarankan jalani fisioterapi rutin dua kali dalam satu minggu. Saat ini Ibrahim menjalani pengobatan di poli anak dan poli fisioterapi medik RSUD Wonogiri. sedikit demi sedikit fatih mulai mengalami perkembangan. Setelah rutin jalani fisioterapi Fatih mulai menunjukkan perkembangan yang cukup bagus,tak hanya bisa duduk sendiri, tapi juga merangkak. Fatih juga mulai jalani terapi wicara dan mulai bisa mengucap sepatah kata. Bulan ini perkembangan tak begitu baik karena HB Fatih sering turun, akibatnya kondisi anak juga lemah. Selain itu Fatih dianjurkan mengkonsumsi vitamin sebagai penambah suplement makanan, hanya saja tak tercover biaya BPJS. Ibrahim dan keluarganya saat ini memang terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri kelas 3. Tapi karena keterbatasan ekonomi, membuat keluarga Ibrahim kesulitan membayar iuran BPJS untuk tiap bulannya. Bapak Suranto, ayah Ibrahim hanyalah seorang buruh serabutan, dengan pendapatan yang tak menentu. Belum lagi membiayai sekolah kedua kakak Ibrahim. Ibunya juga hanya Ibu Rumah Tangga tak bekerja hanya mengurus keluarga terutama Ibrahim yang kemana-mana memang harus di gendong. Bahkan untuk tempat tinggal, keluarga ini masih menumpang, diminta menempati rumah salah satu keluarganya yang kebetulan kosong tidak dihuni. Untuk pengobatan rutin ke RS memang hanya mengandalkan naik kendaraan umum, itupun terkadang tak ada biaya yang akhirnya membuat Ibrahim tak bisa rutin jalani fisioterapi. Berkat informasi yang diberikan oleh salah satu perangkat desa, akhirnya dipertemukan dengan tim #SRWonogiri. Semoga saja setelah dibantu Sedekah Rombongan, pengobatan Ibrahim dapat berlanjut tanpa ada kendala lagi, berharap Ibrahim kondisinya jadi lebih baik, bisa tumbuh normal seperti anak seusianya.

Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 27 Desember 2017
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Maria

Ibrahim menderita paru-paru + gangguan tumbuh kembang


TINI BINTI NGATMAN ( 57, Tumor Mata). Alamat : Dsn. Bulu, RT 003/006, Ds. Jendi, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibu Tini yang saat ini tinggal berdua saja dengan suaminya Pak Sugiyanto beberapa bulan terakhir ini mengeluh sakit di mata sebelah kanan atas. Awalnya hanya merasakan gatal dan perih seperti terkena iritasi saja. Dan sempat dihiraukan saja karena terkadang sakit itu hilang dengan sendirinya. Akan tetapi lama- kelamaan sakit itu sering kambuh dan baru sembuh dalam waktu yang lebih lama. Hingga akhirnya mata semakin perih dan tak kunjung sembuh.Atas saran beberapa tetangganya, Ibu Tini diminta memeriksakan matanya ke Dokter specialis mata. Oleh dokter specialis mata Ibu Tini disarankan untuk melanjudkan pemeriksaan ke RSUD Wonogiri. Ternyata diketahui ada benjolan semacam tumor kecil didalam mata sebelah kanan atas. Karena sering di ucek akhirnya terjadi luka yang mengakibatkan infeksi. Berhubung tak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun, terpaksa semua biaya dicover secara umum. Kondisi keterbatasan ekonomi membuat Ibu Tini tak bisa melanjutkan pengobatan yang berakibat semakin parah infeksi yang dideritanya. Ibu Tini dan suaminya ini memang tergolong keluarga yang tak mampu. Untuk mencukupi kehidupan sehari-hari mereka bekerja serabutan sebagai buruh tani. Akibat sakit yang diderita ini juga membuat Ibu Tini tak lagi bekerja. Akhirnya beberapa tetangganya menghubungi salah seorang kurir #SRWonogiri untuk meminta bantuan. Tim segera bergerak melakukan survey dan memutuskan membantu Ibu Tini. Langkah pertama segera dibuatkan BPJS kelas 3. Setelah BPJS bisa digunakan Ibu Tini segera dibawa ke RSUD untuk melanjudkan pengobatan yang sempat tertunda. Kini Ibu Tini jadi pasien dampingan #SRWonogiri.Pasca jalani operasi, sempat dinyatakan membaik, dan disarankan membeli kacamata, ternyata Bu Tini merasakan ada keluhan lagi dimatanya. Hal ini ternyata disebabkan karena Bu Tini tak memakai kacamata setiap hari. Tak hanya itu, Bu Tini juga mengalami susah bicara,muka mulai terlihat miring jika berbicara. Rencananya Bu Tini mau dikonsuklan ke dokter specialist saraf. Sangat disayangkan memang, karena Bu Tini harus kembali bolak-balik ke RS lagi setidaknya seminggu sekali untuk ke poli mata dan minggu berikutnya ke poli syaraf. Dan mulai bulan ini Bu Tini dijadwalkan jalani terapi di poli fisioterapi medik seminggu sekali.Berkat bantuan para sedekaholic Ibu Tini dapat melanjudkan pengobatan. Semoga saja Bu Tini bisa segera menjemput kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Desember 2017
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Maria

Ibu Tini menderita tumor mata


WARSI BINTI KROMOREJO (46, Tumor Mata). Alamat : Dsn. Siraman RT 002/003, Ds. Gambiranom, Kec. Baturetno, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Bu Warsi adalah seorang dhuafa serta berstatus dengan dengan 3 orang anak. Tinggal disebuah rumah berdinding kayu beralas tanah, Bu Warsi menjalani hari-harinya bersama 3 orang anaknya dalam keadaan yang serba kekurangan. Belum lagi untuk membiayai sekolah anak-anaknya, penghasilan sebagai buruh serabutan tentulah tidak cukup. Karena kondisi inilah Bu Warsi yang sebenarnya sudah lama merasakan sakit akibat benjolan di mata kiri memilih mengabaikan sakitnya dan lebih memilih memikirkan kelangsungan hidup keluarganya. Menghidupi keluarga seorang diri tentulah tak mudah dan perlu perjuangan yang keras. Tak heran jika sakitnya dibiarkan saja, karena Bu Warsi sadar biaya berobat tentulah tidak sedikit. Untuk kehidupan sehari-hari saja susah apalagi untuk biaya berobat. Keluarga Bu Warsi memang peserta Jamkesmas, tapi yang jadi pemikiran Bu Warsi bagaimana dengan biaya akomodasinya. Bagaimanapun ke RS tentulah membutuhkan biaya karena pasti tak hanya sekali dua kali ke RS. Belum lagi jarak dari rumah ke RS sangatlah jauh lebih dari 80 km, harus berangkat subuh jika mau periksa ke RS. Terbayang juga dalam fikirannya siapa yang akan mengurus anak-anaknya jika beliau dirawat di RS. Akhirnya ada salah satu kurir #SRWonogiri yang mengetahui langsung kondisi Bu Warsi segera melakukan survey, karena memang layak dibantu, tim pun segera bergerak. Tim segera membawa Bu Warsi ke RSUD Wonogiri, dan ternyata memang harus segera di rujuk ke poli mata RSD.Moewardi Surakarta. Di RS rujukan inipun ternyata segera diminta menjalani serangkaian test, karena Bu Warsi disarankan untuk segera menjalani operasi. Operasi sudah berhasil dilakukan, akan tetapi masih ditemukan benjolan baru serta pembengkakan. Bahkan akhirnya dilakukan operasi ulang. Setelah sempat mengalami masalah dengan KIS, akhirnya tim bisa mengurus pengaktifan kembali KIS Ibu Warsi, meskipun untuk melanjudkan pengobatan harus mengurus surat rujukan lagi. Dan bulan ini Bu Warsi bisa melanjudkan pengobatannya lagi. Tertundanya pengobatan membuat benjolan di mata bu Warsi muncul kembali. Semoga saja dengan dilanjudkannya pengobatan, kondisi Bu Warsi membaik kembali. Tapi jika ternyata benjolan tak bisa kembali mengecil besar kemungkinan akan menjalani operasi lagi. Sedekaholic, berkat uluran tangan anda semua, Bu Warsi yang sudah bertahun-tahun menahan sakit akhirnya dapat menjalani pengobatan untuk kesembuhannya. Semoga beliau dapat sembuh total dan dapat kembali mengurus keluarga dan anak-anaknya.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Desember 2017
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Runi,@Dodo

Bu Warsi menderita tumor mata


SOKARTO BIN SOIKROMO (67, Tumor Kulit). Alamat Dsn. Jaban RT 002/004, Kel. Wuryantoro, Kec. Wuryantoro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Sokarto begitu beliau dipanggil, tak pernah mengira bahwa benjolan kecil dibawah mata sebelah kanan delapan tahun yang lalu itu kini melebar dan menutup seluruh bagian mata kanannya. Alhasil saat ini mata kanannya tak bisa melihat. Pak Sokarto saat ini tinggal bersama istrinya, Ibu Wasinem, 67 disebuah rumah model tradisional jawa yang lapuk dimakan usia. Terlihat, rumah yang sebagaian besar bangunannya terbuat dari kayu itu sudah miring. Awalnya Pak Sokarto bermata pencaharian sebagai petani dan menghabiskan waktu dengan beraktifitas di sawah. Tapi semenjak sebuah daging tumbuh melebar dipipinya hingga menutupi mata kanannya, aktivitas itu total ditinggalkannya. Dulu saat benjolan itu masih kecil dan dibiarkan saja. Selang beberapa lama benjolan itu pecah dan disarankan menjalani tindakan operasi di sebuah RS Swasta di Wonogiri. Karena pada waktu itu tak memiliki fasilitas jaminan kesehatan apapun, terpaksa biaya dicover dengan biaya umum. Saat operasi itu, Pak Sokarto terpaksa menjual satu ekor sapi peliharaannya untuk biaya operasi. Operasipun berjalan lancar, namun tidak lama setelah itu daging tumbuh semakin banyak dan lebih besar dari sebelumnya. Tak hanya pengobatan medis, segala macam obat herbal sudah dicoba, tapi tidak sembuh-sembuh juga. Seingat Pak Sokarto, lima tahun lalu dirinya juga menjalani operasi yang kedua di RSD.Moewardi Surakarta. Lagi-lagi karena belum punya fasilitas Jaminan Kesehatan, operasi yang kedua ini, satu ekor sapi lagi dijualnya sebagai biaya operasi. Sudah habis-habisan, kini tinggal dua ekor kambing, yang dipelihara untuk jaga-jaga kalau ada apa-apa. Dan semenjak operasi kedua, dirinya sudah tidak lagi menjalani pengobatan karena tidak mempunyai biaya lagi. Hingga akhirnya tumor itu tumbuh semakin besar menutupi mata kanannya. Karena sakitnya itu, Pak Sokarto lebih banyak menutup diri dirumah, dirinya merasa minder jika harus bergaul dengan tetangga. Pak Sokarto juga sudah tidak bertani lagi, karena dirinya takut nantinya lumpur-lumpur akan memperparah penyakitnya itu. Keinginan untuk sembuh begitu kuat dalam diri beliau, namun ketiadaan biaya membuatnya tidak bisa berobat.Sementara Ibu Wasinem,istrinya juga hanya bisa pasrah, berjalanpun Wasinen harus menggunakan tongkat untuk menyangga tubuhnya akibat kecelakaan yang dialaminya sekitar dua tahun yang lalu. Sedangkan anak-anaknya, kebanyakan juga hanya buruh tani yang juga dalam kondisi kekurangan. Atas rekomendasi Bapak Camat Wuryantoro ,akhirnya pihak keluarga terhubung dengan tim #SR. Melihat kondisi Pak Sokarto yang semakin memprihatinkan, Tim dibantu perangkat kecamatan dan desa bergerak cepat mengurus segala keperluan, termasuk membuatkan BPJS. Setelah semua berkas yang diperlukan lengkap, Pak Sokarto segera dibawa ke RSUD Wonogiri, untuk selanjudnya dirujuk ke RSD.Moewardi Surakarta. Jarak tempuh puluhan kilometer tak menyurutkan semangat Pak Sokarto berobat menjemput kesembuhan. Setelah dua bulan hampir 20 kali bolak-balik ke RS, akhirnya Pak Sokarto bisa jalani operasi pengangkatan tumor kulit di sekitar matanya. Operasi tak hanya dilakukan satu kali. Seperti kita ketahui sebelumnya, ada 3 dokter specialist yang menangani operasi Pak Sokarto. Selain operasi pengangkatan jaringan tumor, juga operasi mata dan untuk tahap terakhir dilakukan operasi penambalan kulit. Saat ini Pak Sokarto masih dirawat di RS mengingat rangkaian operasi yang dijalani. Bulan ini Pak Sokarto kembali jalani operasi penambalan untuk yang ketiga kalinya, artinya dalam tiga bulan terakhir ini beliau sudah menjalani lima kali operasi. Saat ini Pak Sokarto kembali jalani rawat inap dengan pantauan ketat dari tiga dokter specialis. Harapan kita hasil dari beberapa rangkaian operasi ini hasilnya sesuai seperti yang diharapkan. Akhirnya akhir bulan ini Pak Sokarto diperbolehkan pulang, meski begitu Pak Sokarto harus rutin seminggu 2 kali menjalani chek up untuk memantau luka pasca operasi sekaligus medikasi. Kondisi Pak Sokarto pasca operasi sepertinya tak begitu baik, dengan keluarnya cairan di luka bekas operasinya. Semoga saja dengan bantuan dari para sedekaholic, Pak Sokarto dapat menjemput kesembuhannya. Karena atas uluran tangan para sedekaholic saat ini Pak Sokarto dapat melanjutkan pengobtannya lagi. Bantuan bulan ini diberikan untuk biaya akomodasi, pembayaran BPJS serta biaya perlengkapan medikasi.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 23 Desember 2017
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Dodo

Pak Sokarto menderita tumor kulit


RENGGA PUTRA PRATAMA (1, Jantung). Alamat Dsn. Sumberwatu RT 001/005, Ds. Sumberharjo, Kec. Eromoko, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Putra pertama pasangan muda bernama Pak Mulyadi (30) dan Ibu Martini (32), sepintas memang seperti anak yang sehat yang lucu dan menggemaskan. Rengga begitu balita ini biasa disapa ternyata memiliki kelainan pada jantungnya. Jantung merupakan salah satu organ penting didalam tubuh manusia. Tidak berfungsinya kerja organ ini, pasti membuat fungsi organ yang lain menjadi terganggu. Bayi berusia 10 bulan ini ternyata hanya memiliki satu bilik dan satu serambi, padahal normalnya manusia memiliki jantung dengan 2 bilik dan dua serambi. Malangnya kelainan ini baru terdeteksi saat Rengga sudah berusia 6 bulan. Padahal sebenarnya kelainan itu sejak baru lahir. Semua karena ketidak pahaman orang tua dan keluarga atas kondisi Rengga. Sejak lahir bayi Rengga selalu membiru kulitnya apabila dalam keadaan menangis,kecapaian serta kedinginan. Kondisi seperti ini tak kunjung membaik justru semakin parah. Awalnya dibawa berobat ke salah satu RS. Anak di Wonogiri, pihak RS sempat kaget kenapa baru diusia 6 bulan baru dibawa berobat, mengingat kondisi jantung memang perlu penangan serius. Merasa tak mampu menangani kasus ini, pihak RS merujuk ke RSUD Wonogiri. Reaksi sama dengan RS sebelumnya kembali menanyakan hal yang sama. Hal serupa dilakukan oleh tim dokter di RSUD Wonogiri bahwa mereka tak mampu menangani karena tak adanya fasilitas medis sekaligus tim medis untuk kasus Rengga ini. Akhirnya Rengga dirujuk ke RSD.Moewardi Surakarta. Dari catatan medisnya, jantung bocah ini mengalami kebocoran yang ukurannya besar. Sehingga antara kanan dan kiri seolah tidak dipisahkan sekat. Jadi secara fungsional tinggal satu serambi dan satu bilik. Darah bersih dan darah kotor tercampur. Perkembangan Rengga dalam hal tumbuh kembangnya juga terganggu. Saat ini Rengga dan orang tuanya memang terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri, tapi ayah Rengga, yaitu Pak Mulyadi yang hanya petani ini mengaku kesulitan biaya. Bagaimana tidak? Perjalanan dari rumah menuju ke rumah sakit membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jarak antara rumah sampai RS Dr Moewardi di Solo hampir 60 kilo meter. Menempuhnya menggunakan bus atau sepeda motor jelas tidak mungkin karena membawa anak kecil menderita penyakit semacam itu. Kadang dipinjami tetangga. Tapi kadang juga harus merental mobil Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu, baru rentalnya, belum bayar sopir serta biaya makan karena biasanya untuk chek up ke RS sampai selesai memang hampir seharian. Untuk bulan ini memang hanya sekali chek up ke RS, tapi tak menutup kemungkinan juga di waktu mendatang bisa lebih dari sekali dalam sebulan ke RS. Pak Mulyadi hanya petani biasa dengan penghasilan pas-pasan. Bulan ini kondisinya kembali tak stabil dimana Rengga kembali mengalami demam tinggi bahkan penurunan berat badan. Bahkan sempat dibawa ke dokter specialis anak yang terdekat. Dokterpun tetap meminta Rengga dirujuk ke Jakarta untuk jalani operasi jantungnya. Artinya bakal membutuhkan biaya yang lebih banyak lagi. Tapi sampai saat ini belum dijalani mengingat pihak keluarga yang belum siap. Kini Rengga jadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, semoga bantuan yang diberikan bisa meringankan beban keluarga Rengga, dan kondisi Rengga bisa lebih baik lagi.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Desember 2017
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Dodo

Rengga memiliki kelainan pada jantungnya


NGADIYEM BINTI MULYADI (54, Pembengkakan thyroid). Alamat Dsn. Bulu RT 02/06, Ds. Jendi, Kec. Selogiri, Ka 31b. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibu Ngadiyem , wanita paruh baya ini sudah 3 tahun menderita pembengkakan kelenjar thyroid. Ibu Ngadiyem termasuk dhuafa karena saat ini bersama suaminya pak Tukino tinggal menumpang dirumah salah seorang adiknya. Artinya pasangan suami istri ini tak memiliki tempat tinggal. Mereka berdua memang memiliki seorang anak, akan tetapi kondisinya pun tak jauh berbeda dengan orang tuanya dan saat ini merantau diluar kota. Tiga tahun yang lalu awalnya Ibu Ngadiyem menemukan ada benjolan dilehernya. Ketiadaan biaya membuat beliau membiarkan penyakit itu tanpa pengobatan hingga akhirnya sampai saat ini semakin membesar. Keinginan untuk mengobati penyakitnya dan bisa sembuh seperti sedia kala sangatlah besar, tapi lagi-lagi semua terbentur biaya, apalagi Bu Ngadiyem ini tak memiliki jaminan kesehatan apapun. Bu Ngadiyem yang kesehariannya bekerja membantu adiknya berjualan di pasar serta suaminya yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan tentulah merasa tak mampu untuk membiayai pengobatan yang kemungkinan besar dilakukan tindakan operasi. Akhirnya tim yang awalnya mendapat laporan dari perangkat desa setempat segera menindak lanjuti, serta bergerak membantu mengurus pembuatan BPJS. Untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan awal ke RSUD Wonogiri. Saat ini masih dilakukan berbagai test penunjang untuk pemantapan diagnosa. Kedepannya kita belum tahu apakah Bu Ngadiyem harus dirujuk ke Solo ataukah cukup ditangani di RSUD Wonogiri saja. Semoga saja dengan bantuan dari sedekahoic, Bu Ngadiyem dapat menjemput kesembuhannya. Bantuan bulan ini diberikan untuk biaya akomodasi ke RS serta mengurus pembuatan BPJS.

Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Maria

Bu Ngadiyem menderita pembengkakan kelenjar thyroid


REEALINO YUANZAH (2, kelainan jantung+kelainan fisik). Alamat Dsn. Dologan RT 03/03, Ds. Watusomo, Kec. Slogohimo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Balita ini biasa dipanggil Lino sejak lahir memang terdeteksi menderita kelainan jantung, kelainan fisik berupa mata salah satu membesar, kelainan di salah satu telinga serta tak adanya testis di alat kelaminnya. Penyebabnya karena ketidaktahuan ibunya bahwa sedang hamil saat menjalani operasi usus buntu. Efek dari obat bius pada saat penanganan operasi ibunya membuat janin mengalami masalah perkembangan. Sampai usia dua tahun inipun tumbuh kembang Lino sangatlah lambat. Jika anak seusianya sudah bisa berjalan ahkan berlari, Lino masih tergolek lemah, jangankan berjalan dudukpun belum kuat. Sejak lahir hidup Lino tak lepas dari pengobatan ke RS. Saat ini Lino merupakan pasien rawat jalan di RSD.Moewardi Surakarta. Berangkat sebelum subuh sampai rumah selepas isya’ sudah jadi rutinitas tiap kali kontrol ke RS. Jauhnya jarak tempuh ke RS tentulah jadi salah satu kendala. Belum lagi jarak dari desa tempat Lino tinggal sampai jalan raya juga jauh dan tak ada akses kendaraan umum. Bahkan dalam perjalananpun harus melintasi hutan yang cukup luas. Bisa dibayangkan betapa pelosoknya tempat tinggal Lino. Untuk sampai ke jalan raya mereka harus menyewa mobil tetangga, untuk kemudian disambung naik bus umum. Naik bus umum terpaksa jadi pilihan karena jika menyewa mobil sampai ke Solo sudah pasti membutuhkan biaya lebih banyak apalagi dalam jangka waktu seharian. Biaya sewa tentulah mahal dan mereka tak mampu untuk biaya itu. Tak cukup 500 ribu untuk sekali kontrol. Lino adalah putra kedua dari pasangan Bapak Sular dan Ibu Ratmi. Keseharian orang tua Lino bekerja serabutan. Ayahnya merantau ke Jakarta bekerja sebagai buruh bangunan dan ibunya sebagai buruh cuci. Sampai saat ini keluarga Lino pun masih menumpang di rumah neneknya Lino. Keluarga Lino memang peserta BPJS Mandiri, yang menjadi kendala tak hanya biaya akomodasi tapi juga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mengingat keluarga Lino juga masih membiayai sekolah kakaknya Lino. Tak hanya itu kondisi Lino yang sering drop membuat Lino sering menjalani rawat inap untuk perbaikan kondisi di RS terdekat. Dari hasil pemeriksaan selama ini di RSD.Moewardi Surakarta, Lino disarankan menjalai operasi di Jakarta. Lagi-lagi karena ketiadaan biaya, sampai sekarang Lino masih bertahan menjalani pengobatan di RSD.Moewardi Surakarta. Kini Lino menjadi pasien dampingan #SRWonogiri. Sedekaholic bantu Lino untuk sembuh, harapan kita Lino dapat disembuhkan dan bisa tumbuh seperti anak seusianya.

Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 29 Desember 2017
Kurir : @mawan,@nonis,@dodo

Lino menderita kelainan jantung, kelainan fisik


SADIKEM BINTI PAINO (53, Ca Mammae). Alamat Dsn. Kalikatir RT 02/06, Ds. Nambangan, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Bu Sadikem saat ini sedang menderita penyakit kanker payudara stadium 4. Sebenarnya gejala ini kurang lebih sudah dirasakan sejak 3 tahun. Baru setahun belakangan ini diobatkan karena semakin parah. Faktor ekonomilah salah saktu faktor penyebab tertundanya pengobatan. Ditambah tak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun tentu saja biaya terasa semakin berat. Belum lagi masih membiayai 4 orang anaknya yang masih sekolah, tentu saja untuk mencukupi kebutuhan sehari- hari saja sudah cukup kesulitan. Akhirnya atas belas kasihan warga sekitar Bu Sadikem dibuatkan BPJS Mandiri, iuran juga di bantu oleh warga sekitar dengan cara pengumpulan dana. Termasuk untuk transportasi ke RS, ada tetangga yang berbaik hati meminjamkan mobilnya dengan mengisi bbm secukupnya saja. Bu Sadikem saat ini menjadi pasien di RSD.Moewardi Surakarta, sudah menjalani operasi pengangkatan payudara dan saat ini dilanjutkan dengan pengobatan kemoterapi. Santunan lepas diberikan kepada Bu Sadikem untuk meringankan beban hidupnya. Semoga saja Bu Sadikem keadaannya bisa lebih baik serta bisa sembuh seperti sedia kala.

Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @mawan,@nonis,@maria

Bu Sadikem saat ini sedang menderita penyakit kanker payudara stadium 4


MTSR WONOGIRI ( AD9061PR, Operasional Desember 2017 ). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan 1 (MTSR 1) saat ini hampir setiap hari selalu bergerak, selain untuk mendampingi pasien yang rutin untuk kontrol pengobatan mereka juga kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. MTSR ini sekarang sudah berganti plat nomer kendaraan dari yang awalnya B1732KHZ berubah menjadi AD9061PR. MTSR ini menjadi armada ujung tombak pergerakan #SRWonogiri. Roda MTSR berputar sejauh puluhan bahkan ratusan kilometer disetiap pergerakannya. Medan yang ditempuhpun tak semudah jalanan kota. Alhamdulillah, semakin banyak yang terbantu dengan bergeraknya MTSR ini, walaupun harus naik turun pegunungan, keluar masuk pelosok desa. Semua pelayanan yang dihandle oleh ambulan ini tidak dipungut biaya alias gratis. Untuk diketahui bahwa dalam penanganan pasien dalam progress pendampingan setiap harinya membutuhkan semangat para kurir. Berangkat sehabis subuh pulang malam adalah hal biasa mereka jalani demi mengantar pasien berobat ke RS. Hal ini tak bisa dipungkiri bahwa keberadaan mobil ambulan sangat berperan. Masyarakat sekitar pergerakan MTSR ini pun kerap menggunakan jasa mobil ambulan SR. Untuk kebutuhan operasional bulan Desember ini sebagaimana laporan berikut antara lain biaya operasional dan perawatan rutin serta insentif driver.

Operasional : Rp 3.735.000,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @mawan,all tim

Biaya operasional Desember 2017


BENCANA ALAM (Bantuan logistik dan non logistik). Alamat Desa Temboro, Desa Hargosari, dan Desa Ngambarsari , Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Akhir bulan November Kabupaten Wonogiri dilanda bencana alam, terutama banjir dan tanah longsor. 16 dari 25 kecamatan di Kabupaten Wonogiri terdampak bencana. Salah satu kecamatan terdampak bencana yang terparah adalah Kecamatan Karangtengah. Dimana seluruh desa terisolasi selama berhari-hari karena akses jalan yang tak bisa dilewati. Tiga desa terparah seperti tersebut diatas. Tim #SR yamg saat itu berkoordinasi dengan BPBD dan posko induk segera melakukan assesment tentang bantuan apa saja yang dibutuhkan. Tertutupnya jalan penghubung antar desa akibat tertutup longsoran tanah dan pohon tumbang membuat bantuan logistik tak bisa tersalurkan, pendudukpun terisolasi. Untuk itulah tim mengirim bantuan berupa alat kebersihan berupa cangkul, gergaji, sabit, gerobak sorong untuk membuka akses masuk. Tak hanya itu saja, terputusnya arus listrik membuat warga tak memiliki peneranga. Tim pun mengirim bantuan berupa lilin dan senter. Untuk keperluan dapur umum dikirim sembako, sayur mayur, lauk pauk, termasuk beberapa alat masak terutama kompor dan gas. Tak lupa bantuan untuk keperluan lansia, wanita dan anak-anak juga kita salurkan. Alhamdulillah #SR salah satu lembaga yang bergerak cepat dengan memberikan bantuan yang saat itu memang paling dibutuhkan. Berkat bantuan dari sedekaholic, dapat meringankan para korban bencana longsor di Kecamatan Karangtengah Kabupaten Wonogiri ini.

Bantuan : Rp 8.951.000,-
Tanggal : 10 Desember 2017
Kurir :@mawan, alltim

Bantuan logistik dan non logistik


BENCANA ALAM ( Bantuan Logistik). Alamat Desa Dlepih dan Desa Sukoharjo, Kec. Tirtomoyo, Kab.Wonogiri. Wilayah ini dinyatakan sebagai titik terparah dari serangkaian bencana alam yang terjadi di Wonogiri karena ada korban meninggal dua orang. Daerah ini memang rawan bencana longsor bahkan bisa dipastikan setiap tahun terdampak longsor mengingat karakter tanahnya yang rapuh dan berlumpur. Dititik ini mengingat bantuan banyak yang tersalurkan maka tim memberikan bantuan logistik berupa sembako, keperluan anak-anak, wanita dan lansia, serta sayur mayur lauk pauk. Bantuan lebih kita arahkan ke Desa Sukoharjo dimana pengungsi lebih banyak di daerah ini. Rumah warga banyak yang tak bisa lagi ditinggali karena banyak yang roboh. Bahkan sampai saat ini warga masih tetap di tempat pengungsian karena status masih siaga bencana. Bantuan dari sedekaholic setidaknya dapat meringankan beban korban bencana. Semoga saja status bencana segera bisa dicabut sehingga warga bisa kembali ke rumah masing-masing dan bisa melanjudkan aktivitasnya kembali.

Bantuan : Rp 2.011.000,-
Tanggal : 10 Desember 2017
Kurir : @mawan, alltim

Bantuan logistik


BENCANA ALAM ( Bantuan logistik). Alamat Desa Sawit Lor, Kec. Giritontro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Di desa ini tak hanya tertimpa bencana longsor tapi juga banjir akibat luapan luweng. Rumah warga banyak yang roboh rata dengan tanah, ternak mati tertimpa bangunan dan juga ada yang hanyut. Tak hanya itu, masyarakat yang mayoritas petani gagal panen akibat terendam banjir. Praktis aktifitas warga terhenti akibat bencana ini. Banyak anak-anak tak bisa bersekolah karena sekolah mereka terendam banjir. Bantuan kita kirimkan berupa sembako, sayuran lauk pauk, pealatan masak, selimut,tikar dan peralatan untuk trauma healing. Penduduk memang akan berada dipengungsian cukup lama mengingat banjir luapan luweng memang lama surutnya. Bantuan yang diberikan oleh #Sedekah Rombongan memang dirasa meringankan penderitaan para korban bencana. Semoga saja para korban terdampak bencana dapat bangkit kembali melanjudkan hidupnya.

Bantuan : Rp 2.853.000,-
Tanggal : 10 Desember 2017
Kurir :@mawan,all tim

Bantuan logistik


BENCANA ALAM (Bantuan logistik dan Non logistik). Alamat Desa Joho, Desa Baleharjo, Desa Kedu ,Kec. Eromoko, Kab.Wonogiri, Prov Jawa Tengah. Di kecamatan ini juga salah satu daerah titik terparah dampak bencana alam longsor dan banjir. Sebanyak 800 jiwa lebih terisolasi akibat akses tertutup lonsor serta genangan air. Bahkan sudah bisa dilewati lagi dan terpaksa membuka jalan baru dengan memecah bebatuan di pegunungan. Sementara daerah yang terdampak banjir anak-anak banyak kehilangan alat tulisnya karena hanyut terbawa arus air. Bantuan yang di berikan #Sedekah Rombongan tak hanya sekali tapi diberikan secara bertahap. Untuk bantuan lnon logistik tim menyalurkan bantuan alat pemecah batu serta gerobak sorong, peralatan tulis, peralatan kebersihan. Dan untuk bantuan logistik disalurkan bantuan sembako dengan memperbanyak sayur mayur serta lauk pauknya. Tak lupa biskuit serta susu mengingat banyak korban anak-anak terdampak bencana. Bantuan dari #SR sangatlah bermanfaat, terutama untuk bantuan non logistik bisa dimanfaatkan jadi inventaris kecamatan yang untuk kedepannya masih bisa digunakan untuk keperluan lain.

Bantuan : Rp 6.385.000,-
Tanggal : 10 Desember 2017
Kurir : @mawan, alltim

Bantuan logistik dan non logistik


SRI SUTIAH (49, Kanker Payudara). Alamat : Dukuh Kramat RT 03 / RW 01. Ngembal Kulon, Kec. Jati. Kab,Kudus. Jawa Tengah. Ibu Sutiah merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Kudus yang semenjak enam bulan lalu telah menderita penyakit kanker payudara. Beliau sudah pernah mendapatkan pengobatan. Ibu Basinah telah memiliki KIS PBI (Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran). Ibu Sri Sutiah memiliki tiga orang anak dengan Bapak Supriyadi yang bekerja sebagai perangkat desa. Dengan kondisi tubuh yang semakin lemah, Beliau membutuhkan penanganan segera. Perawatan dengan kemoterapi harus dilakukan untuk menangani penyakit kanker yang diderita. Karena keterbatasan biaya, Beliau membutuhkan bantuan untuk biaya pengobatan di RS Ken Saras Semarang. Team Sedekah Rombongan dapat merasakan kesulitan mereka. Dengan ini bantuan awal dari Team Sedekah Rombongan telah disampaikan kepada beliau untuk biaya akomodasi dan pengobatan di RS Ken Saras. Semoga proses pengobatan dari kanker payudara yang diderita oleh Ibu Sri Sutiah dapat berjalan dengan baik dan penyakit kanker yang dideritanya dapat diatasi dengan perawatan yang nantinya disarankan oleh Dokter.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Desember 2017
Kurir: @robbyadiarta Andrey Wibowo @akuokawai

Bu Sri menderita penyakit kanker payudara


RIZWAN AZHAR WIBOWO (3, Tumor Mata). Alamat : Dukuh Sintru, RT 6/7. Kandang Mas, Dawe, Kudus, Jawa Tengah. Rizwan, anak laki-laki dari pasangan Tarmuji (36) dan Anit Awati (28), sekitar 8 bulan yang lalu telah merasakan sakit pada bagian matanya. Tiba-tiba tumbuh benjolan pada mata kanannya dan benjolan tersebut semakin membesar. Sakit yang dideritanya itu membuat kondisi badan Rizwan lemah. Semakin hari, benjolan pada matanya juga kian membesar hingga hampir sebesar genggaman tangan bayi. Rizwan telah terdaftar pada BPJS Kelas 3. Orang tua Rizwan sudah pernah membawa Rizwan untuk mendapatkan pengobatan dan diketahui bahwa Rizwan menderita tumor mata. Rizwan telah menjalani kemoterapi sebanyak 2 kali, yang mana efek dari kemoterapi tersebut membuat kondisi badan Rizwan semakin melemah dan nafsu makan semakin berkurang hingga Rizwan tidak berselera untuk makan. Sang Ayah yang bekerja sebagai Buruh mengungkapkan kesulitan yang ada. Keluarga tidak memiliki cukup biaya dan tidak memiliki transportasi yang baik untuk berobat ke RSUP Kariadi Semarang. Selama ini Sang Ayah dan putranya selalu berangkat subuh ke RSUP Kariadi Semarang dengan naik motor supaya mendapatkan nomor antrean untuk berobat. Team Sedekah Rombongan merasakan kesulitan dari keluarga Bapak Tarmuji. Dengan ini bantuan pertama disampaikan kepada Sang Ibunda untuk biaya akomodasi dan pengobatan Rizwan ke RSUP Kariadi Semarang. Semoga kondisi Rizwan semakin membaik dan penyakit tumor matanya dapat segera diatasi.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal : 24 Desember 2017
Kurir: @robbyadiarta Wibowo @akuokawai

Rizwan menderita tumor mata


SHOFIANAH BINTI HARJO KASARNI Berawal dari batuk yang diderita beliau hingga kemudian tak kunjung berhenti, Ibu Shofianah kemudian diberobatkan di RSUD Loekmonohadi Kudus. Dokter mendiagnosa bahwa batuk yang semakin parah tersebut adalah dikarenakan beliau menderita penyakit paru-paru basah. Beliau diminta untuk melakukan pengobatan secara rutin. Ibu Shofianah memiliki BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran). Suami beliau bekerja sebagai seorang sopir truk yang menghidupi dua orang anak yang masih berada di bangku sekolah. Dengan keadaan keluarga serta keterbatasan biaya yang tidak memungkinkan untuk berobat secara rutin, beliau membutuhkan pendampingan, terutama jika dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang. Saat dikunjungi oleh Team Sedekah Rombongan, mereka mengungkapkan keresahannya. Dengan ini bantuan awal dari Team Sedekah Rombongan Kudus telah disampaikan pada beliau untuk Biaya kontrol rutin di RSUD Loekmonohadi Kudus. Semoga penyakit paru-paru basah yang diderita dapat ditangani dengan baik dan kondisi kesehatan beliau dapat segera kembali membaik.

 

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 24 Desember 2017
Kurir: @robbyadiarta Andrey Avaz @akuokawai

Ibu Shofianah menderita penyakit paru-paru basah


BASINAH BINTI TAWIDJOJO (87, Kurang Asupan Gizi ). Alamat : Dukuh Dawe RT 5/4. Kel. Cendono, Kudus, Jawa Tengah. Ibu Basinah yang telah berusia 87 tahun ini merupakan pasien santunan lepas dari tim Sedekah Rombongan Kudus. Kondisi beliau sudah tidak kuat untuk berjalan, sehingga sehari-harinya hanya berada di tempat tidur. Tidak ada sanak famili karena Beliau hanya tinggal seorang diri dirumahnya dengan kondisi rumah yang tidak lagi terawat dengan baik. Ibu Basinah juga tidak memiliki jaminan kesehatan. Dengan keadaan ekonomi yang kekurangan dan kondisi tubuh yang lemah, setiap harinya tetangga membantu dengan mengantarkan makanan ke rumah. Team Sedekah Rombongan dapat merasakan kesulitan yang ada. Dengan ini santunan lepas disampaikan secara langsung kepada beliau untuk pembelian sembako dan santunan biaya hidup sehari-harinya. Semoga santunan yang diberikan dapat bermanfaat untuk membantu biaya keperluan hidup sehari-harinya bagi Ibu Basinah.

Jumlah Bantuan: Rp 750.000,-
Tanggal : 24 Desember 2017
Kurir: @robbyadiarta Andrey @akuokawai

Bu Basinah menderita kurang gizi


RINA KARTININGSIH (44, Liver). Alamat : Ds. Purwosari RT 3/6. Kec. Kota, Kab. Kudus, Kudus, Jawa Tengah. Ibu Rina telah mengalami sakit pada bagian perutnya sejak delapan bulan yang lalu. Perut beliau semakin membesar hingga sulit berjalan dan pada akhirnya diketahui bahwa beliau menderita penyakit liver setelah dilakukan pemeriksaan. Kondisinya pada waktu tersebut kurang terawat karena tidak ada suami. Beliau juga hidup seorang diri dirumahnya. Ibu Rina tidak dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang karena tidak memiliki kelengkapan data identitas yaitu Kartu Keluarga. Beliau tidak memiliki jaminan kesehatan seperti BPJS dan jaminan kesehatan lainnya karena tidak memiliki KK sebagai syarat pembuatan BPJS. Karena keterbatasan biaya, Ibu Rina membutuhkan biaya untuk kontrol setiap satu bulan sekali di RSUD Loekmonohadi Kudus. Dengan ini bantuan awal dari Team Sedekah Rombongan Kudus telah disampaikan pada beliau untuk biaya kontrol rutin di RSUD Loekmonohadi Kudus. Semoga penyakit liver yang diderita dapat ditangani dengan baik dan kondisi beliau kembali membaik.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 31 Desember 2017
Kurir: @robbyadiarta Wibowo Andrey @akuokawai

Ibu Rina menderita penyakit liver


AERILLYN BELLVANIA CINTA KIRANA (1, Kanker Kulit). Alamat : Dukuh Janggleng, RT 01 / RW 07. Donoroud, Kab. Jepara, Jawa Tengah. Bellvania, bayi perempuan yang belum genap berusia 1 tahun ini sewaktu lahir telah menderita gangguan kulit. Terdapat benjolan yang yang semakin lama kian membesar pada bagian wajahnya. Kini benjolan tersebut justru semakin menjalar ke bagian lehernya. Dugaan saat ini, Bellvania terserang kanker kulit sehingga perlu segera ditangani dengan serius. Siswo (37), Sang Ayah yang bekerja sebagai tukang batu dan Prapti Aliyani (36), Ibunda dari Bellvania mengungkapkan kekhawatirannya dan kesedihannya saat Team Sedekah Rombongan menjenguk ke rumah. Bellvania yang merupakan anak tunggal dari pasangan tersebut memiliki jaminan kesehatan KIS Kelas 3, namun karena keterbatasan biaya, keluarga tidak memiliki cukup biaya untuk melakukan pengobatan rutin di RSUP Kariadi Semarang. Team Sedekah Rombongan Kudus merasakan kesulitan keluarga tersebut, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya pengobatan dan akomodasi ke RSUP Kariadi Semarang. Semoga penyakit kanker kulit yang diderita Bellvania dapat segera ditangani dan kondisi Bellvania dapat membaik seperti kondisi bayi seusianya.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal : 7 Januari 2018
Kurir: @robbyadiarta Sigit @akuokawai

Bellvania terserang kanker kulit


SUKIR BIN SIROM (64, Lumpuh Layu). Alamat : RT 2/1, Desa Gemuruh, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar 10 tahun yang lalu, kedua kaki Bapak Sukir tiba-tiba lemas dan ngilu di persendian. Kemudian beliau dirawat selama sebulan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjarnegara sekitar tahun 2008. Karena merasa tidak banyak perubahan yang berarti dan masalah ekonomi, maka beliau memutuskan untuk menghentikan pengobatannya. Sampai sekarang beliau sudah tidak menjalani pengobatan secara medis. Beliau hanya mengkonsumsi madu sebagai pengobatan secara herbal. Istrinya, Sitem (53) juga sakit diabetes. Kondisi ekonomi keluarga mereka sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari karena Bapak Sukir dan Ibu Sitem sudah tidak bekerja. Biaya pengobatan Bapak Sukir selama ini dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau masih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, biaya sekolah putranya dan biaya berobat herbal. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya pembelian obat-obatan herbal dan kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan beliau dapat segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Desember 2017
Kurir : @ddeean @KangImam @paulsyifa

Pak Sukir menderita lumpuh layu


BETTY SUBEKTI (61, Lumpuh + Kaki Bengkak). Alamat : Jl. Laskar Patriot, RT 1/3, Kelurahan Karangpucung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang diderita Ibu Betty mulai terasa pada tahun 2014. Beliau merasakan pegal-pegal di pangkal paha. Beliau pun kemudian memeriksakan diri ke dokter dan mendapatkan penanganan berupa suntik kalsium serta beberapa obat yang harus dikonsumsi. Pada akhir 2016, pegal-pegal di pangkal paha kembali dirasakan Ibu Betty. Beliau pun kembali memeriksakan diri ke dokter namun belum sembuh, hingga akhirnya beliau tidak dapat berjalan (lumpuh) dan kedua kakinya bengkak. Kondisi ini menyebabkan beliau tidak dapat bekerja dan melakukan aktifitas seperti biasa. Sebelum sakit, Ibu Betty bekerja sebagai karyawan di sebuah toko aluminium. Kini biaya hidup sehari-hari ditanggung anaknya yang sudah berkeluarga. Biaya pengobatan Ibu Betty dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun, pengobatan beliau terkendala biaya akomodasi, transportasi dan juga kebutuhan sehari-harinya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Betty sehingga dapat kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi, transportasi dan kebutuhan sehari-hari selama pengobatannya. Santunan sebelumnya terdapat dalam rombongan 1036. Kondisi beliau saat ini masih sama seperti sebelumnya. Semoga Ibu Betty segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Desember 2017
Kurir : @ddeean Yunanto @paulsyifa

Bu Betty menderita lumpuh + kaki bengkak


YULIANTO BIN NASIR (37, Gagal Ginjal + Sakit Paru-Paru + Jantung Bengkak). Alamat : Jl. Kulon, RT 1/3, Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Yulianto mengalami gejala sesak nafas, batuk, jantung berdebar-debar dan cepat lelah sejak tahun 2014. Bapak Yulianto kemudian diperiksa di Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau mengalami gagal ginjal, komplikasi pada paru-paru dan jantung bengkak. Sejak saat itu Bapak Yulianto harus menjalani cuci darah rutin yaitu seminggu dua kali. Disamping itu, untuk mengatasi batuk dan sesak nafasnya ia harus menggunakan tabung oksigen yang dalam sehari dapat menghabiskan hampir 2 tabung oksigen. Sejak sakit, Bapak Yulianto tidak dapat bekerja. Istrinya yang berjualan batagor tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk biaya berobatnya. Sedangkan kedua anaknya masih bersekolah di TK dan SD. Biaya pengobatan dapat dibantu jaminan kesehatan berupa Jamkesmas yang dimilikinya. Namun biaya membeli tabung oksigen dan beberapa obat tidak termasuk dalam tanggungan jamkesmas, sehingga Bapak Yulianto harus mencari dana untuk membeli tabung oksigen dan obat tersebut. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau. Sedekah Rombongan kembali memberikan santunan untuk membeli tabung oksigen dan biaya hidup sehari-hari. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat di rombongan 1065. Saat ini kondisi Bapak Yulianto masih lemah, batuk-batuk, sesak nafas dan masih harus cuci darah rutin setiap dua kali seminggu serta memerlukan oksigen untuk membantu pernafasan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Desember 2017
Kurir : @ddeean Yunanto @paulsyifa

Bapak Yulianto mengalami gejala sesak nafas, batuk, jantung berdebar-debar dan cepat lelah


SATIMAN BIN SAJUM (55, Gagal Ginjal). Alamat : RT 2/4, Desa Kalisube, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang dialami Bapak Satiman berawal sejak 2 tahun lalu. Beliau sering pingsan dan mudah lelah. Merasa tidak sanggup lagi, akhirnya beliau keluar dari tempat kerjanya. Setelah memeriksakan diri di rumah sakit, Bapak Satiman didiagnosis menderita gagal ginjal. Dokter menyarankan agar beliau menjalani cuci darah rutin setiap pekan 2 kali. Istrinya, Ibu Parsini (50) bekerja dengan berjualan kecil-kecilan untuk menggantikan Bapak Satiman mencari nafkah. Penghasilan keluarganya yang kecil hanya dapat memenuhi kebutuhan hiduo sehari-hari. Biaya pengobatan Bapak Satiman selama ini dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Pengobatannya terkendala biaya transportasi dan biaya hidup sehari-hari selama pengobatan di rumah sakit, serta biaya obat yang tidak ditanggung BPJS. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Bapak Satiman sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya transportasi selama pengobatan ke rumah sakit dan bantuan biaya hidup. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1070. Kini Bapak Satiman masih sering merasa sesak nafas dan mudah merasa lelah. Semoga Bapak Satiman segera diberi kesembuhan dan dapat beraktifitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Desember 2017
Kurir : @ddeean Yunanto @paulsyifa

Bapak Satiman didiagnosis menderita gagal ginjal


AURILIA AYU (5, Epilepsi + Leukemia). Alamat : RT 3/5, Desa Kaliwung, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit Dik Aurilia mulai terlihat saat ia berusia 9 bulan, yaitu kejang-kenjang. Saat itu, ia berobat jalan di Rumah Sakit (RS) Pusat Kesejahteraan Ummat (PKU) Muhammadiyah, Merden. Pada Januari 2012, ia diperiksa di RS Emmanuel dan didiagnosis menderita leukemia dan epilepsi. Pada Maret 2015, ia melanjutkan pengobatan di RS Sardjito untuk penanganan lebih intensif hingga ia dirawat selama beberapa bulan. Sejak 5 bulan lalu hingga sekarang Dik Aurilia masih menjalani rawat jalan setiap satu bulan sekali. Kini ia masih sering kejang-kejang terutama jika telat kontrol. Dik Aurilia adalah putra dari pasangan Bapak Sutoyo (37) dan Ibu Nasri (33). Bapak Sutoyo bekerja sebagai buruh yang berpenghasilan kecil. Beliau kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Biaya pengobatan Dik Aurilia dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Namun pengobatannya masih terkendala biaya akomodasi selama kontrol ke RS Sardjito dan kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Aurilia sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama kontrol di RS Sardjito dan kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga Dik Aurilia segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Desember 2017
Kurir : @ddeean @KangImam @paulsyifa

Aurilia menderita leukemia dan epilepsi


SUPRIANTI BINTI PADIWIRYA (46, Kanker Payudara Kanan). Alamat : RT 2/5, Desa Kaliwungu, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar tahun 2015, Ibu Suprianti merasa ada benjolan di payudara kanannya dan terasa sakit ketika bangun dari posisi tidur. Beliau kemudian berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjarnegara, dirujuk ke RSUD Banyumas dan didiagnosa kanker payudara. Beliau menjalani operasi di Rumah Sakit (RS) Wiradadi Husada, Sokaraja. Setelah itu, beliau menjalani kemoterapi di RS Margono sebanyak 6 kali dan terapi sinar selama bulan April 2017. Karena sel kanker sudah menyebar ke tulang maka saat ini pengobatan beliau fokus suntik tulang dan cek laboratorium setiap 3 pekan sekali di RS Margono. Kini beliau hanya dapat terbaring dan tidak dapat bangun karena semua tulangnya terasa sakit, sering sesak nafas, susah tidur, serta selalu merasa lelah. Suaminya, Demo Akhmad Sujatmo (49) tidak bekerja karena fokus merawat Ibu Suprianti. Kondisi ekonomi keluarga mereka sangat sulit. Biaya pengobatan Ibu Suprianti dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Namun pengobatannya masih terkendala biaya akomodasi dan transortasi selama kontrol ke rumah sakit serta biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Suprianti sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama kontrol ke RS Margono dan biaya hidup sehari-hari. Semoga beliau segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Desember 2017
Kurir : @ddeean @KangImam @paulsyifa

Ibu Supriyanti menderita kanker payudara kanan


LUTFIANA ULFA (6, Hydrocephalus). Alamat : RT 2/4, Desa Kaliwungu, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Dik Lutfi, begitu ia biasa dipanggil, menderita pembesaran lingkar kepala sejak usia 1,5 tahun. Kondisi pembesaran di kepala Dik Lutfi pun tidak tertangani sampai usia 3 tahun lebih. Alhamdulillah pada Juli 2016, Dik Lutfi sudah ditangani di Rumah Sakit (RS) Margono. Cairan di kepalanya sudah berhasil dikeluarkan sehingga kini Dik Lutfi masih harus menjalani kontrol sebulan sekali di RS Margono. Meski terkendala pendamping Nenek Lutfi saat berobat ke RS Margono, beliau tetap semangat merawat Dik Lutfi. Rumini (30), ibu Dik Lutfi adalah seorang pembantu rumah tangga (PRT) yang berpenghasilan kecil. Ibu Rumini yang berperan sebagai tulang punggung keluarga harus mengumpulkan biaya pengobatan anaknya sekuat tenaga, disamping itu ia juga harus memikirkan kebutuhan sehari-hari keluarganya. Bahkan saat ini Ibu Rumini memaksakan diri untuk mengais rejeki di ibu kota sebagai asisten rumah tangga, sehingga Dik Lutfi dirawat oleh neneknya. Biaya pengobatan Dik Lutfi dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun pengobatannya terkendala biaya transportasi dan pemenuhan gizi sehari-harinya. Mengetahui hal tersebut tim Sedekah Rombongan segera bergerak membantu pengobatan Dik Lutfi. Santunan dari sedekaholics kembali disampaikan untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari dan susu formula untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Santunan sebelumnya sudah pernah disampaikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 964. Kini Dik Lutfi masih menjalani kontrol rutin setiap 6 bulan sekali di RS Margono.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Desember 2017
Kurir : @ddeean @KangImam @paulsyifa

Luthfi menderita hydrocephalus


ANDRI NUGROHO (38, TB Paru) Alamat : Kampung Krajan, RT 1/1, Desa Ciptasari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Bapak Andri sekitar 1 tahun yang lalu merasakan sakit batuk biasa. Walau sudah diobatinya dengan mengkonsumsi obat batuk warung, namun berbulan-bulan lamanya batuknya tak kunjung sembuh. Batuk yang dirasakan, terkadang tidak diperdulikannya hingga badan Pak Andri semakin lama semakin kurus serta kondisinya melemah. Selama ini beliau menemani istrinya berobat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) yang juga pasien dampingan Sedekah Rombongan. Bapak Andri yang awalnya mengurungkan niatnya untuk berobat dikarenakan keterbatasan biaya dan tidak memiliki jaminan kesehatan, akhirnya memeriksakan sakitnya ke RSHS Bandung bersamaan jadwal kontrol istrinya di RSHS Bandung. Bapak Andri didiagnosis sakit TB Paru oleh dokter dan harus teratur check up dan minum obat. Istri Pak Andi, Ibu Rika Melani (25) yang juga pasien dampingan Sedekah Rombongan merasa kesulitan biaya pengobatan suaminya yang tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah setelah melalui pengobatan rutin selama 2 bulan sakit yang beliau derita berangsur membaik, hanya sesekali sesak nafas dan pengobatan pun harus dilanjutkan selama 6 bulan tidak boleh terputus, karena kalau sampai terputus harus mengulang dari awal. Santunan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya check up dan pembelian obat TBC di RSHS Bandung . Semoga Pak Andri Nugroho diberikan kelancaran dalam menjalani pengobatan dan segera diberi kesembuhan. Aamiin… Santunan sebelumnya telah disampaikan dan tercatat dalam Rombongan 1078.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @Lisdamojang @andraalfarabi

Pak Andri menderita TB Paru


RIKA MAELANI (25, Tuberculosis Tulang). Alamat: Kp. Krajan, RT 1/1, Desa Ciptasari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rika adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan asal Kabupaten Karawang, menderita kelumpuhan sejak tahun 2013. Berbagai upaya dilakukan demi kesembuhannya selama 2 tahun. Setahun lalu Ibu Rika berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang, kemudian Dokter merujuknya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung, Ibu Rika dinyatakan positif mengidap Tuberculosis Tulang. Ibu Rika telah menjalani tindakan operasi dengan lancar pada tanggal 20 Maret 2017 lalu. Sampai saat ini Ibu Rika masih menjalani kontrol di RSHS Bandung, dan disarankan untuk terus mengkonsunsumsi obat yang disarankan secara rutin selama 6 bulan kedepan. Bu Rika yang sedikit demi sedikit berlatih berjalan menggunakan alat bantu, masih tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung untuk memudahkannya kontrol. Suami Ibu Rika, Bapak Andi Nugroho (37) sehari-hari mendampingi istrinya di RSSR Bandung, beliau tidak dapat mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga, karena selalu mendampingi Ibu Rika selama sakit. Untuk biaya pengobatannya, beliau menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, namun untuk memenuhi biaya membeli obat yang harus dikonsumsi oleh istrinya setiap hari, beliau kesulitan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu biaya membeli obat dan akomodasi kontrol ke RSHS Bandung. Semoga Bu Rika pulih dengan cepat dan bisa kembali berkumpul bersama anak-anak tercinta. Bantuan sebelumnya masuk ke dalam Rombongan 1058.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @Mojanglisda @etydewi2

Ibu Rika dinyatakan positif mengidap Tuberculosis Tulang


MTSR KARAWANG (T 9959 DA, Biaya Operasional Bulan Juli 2017). Sejak 29 Januari 2017, Sedekah Rombongan Kabupaten Karawang dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya bagi pasien dampingan kami. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Karawang, yang berfungsi mengantar jemput para pasien Sedekah Rombongan di Kabupaten Karawang ke Rumah Sakit rujukan di luar kota yaitu Bandung dan DKI Jakarta. Dengan adanya Mobilitas MTSR di wilayah Kabupaten Karawang, kebutuhan untuk bahan bakar, biaya tiket tol, servis dibutuhkan agar mobilitas MTSR dalam hal mengantar pasien Sedekah Rombongan di wilayah Kabupaten Karawang dan sekitarnya dapat berjalan optimal. Biaya operasional kali ini digunakan untuk biaya bahan bakar, biaya tiket tol, dan servis selama bulan Juli 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya tercatat pada Rombongan 1074. Semoga MTSR Kabupaten Karawang bisa terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 3.359.200,-
Tanggal : 29 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu Piristin @etydewi

Biaya operasional bulan Juli 2017


DIMAS BIN AHMAD HIDAYAT (3, Penurunan Daya Imun Tubuh + Gizi Buruk + Bronchopneumonia ). Alamat : Desa Linggarsari, RT 4/2, Kelurahan Linggarsari, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Saat menginjak usia 1.5 tahun, kesehatan Dimas semakin lama dirasa semakin menurun. Seringkali ia mengalami batuk dahak berkepanjangan serta mengalami demam yang disertai menggigil. Dimas juga sering kali mengalami buang air besar terus menerus setiap kali tubuhnya menerima asupan makanan. Berat badannya pun susah bertambah bahkan cenderung semakin menurun saja. Melihat hal ini ibundanya pun membawa Dimas ke Puskesmas, Dokter mendiagnosa ia menderita gizi buruk disertai infeksi akut pada jaringan paru-parunya, atau yang biasa dikenal dengan Bronchopneumonia dikarenakan penurunan daya imun tubuhnya. Dimas sebelumnya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karawang selama 3 minggu, setelah itu Dimas diizinkan pulang untuk selanjutnya mendapatkan rawat jalan. Kemudian pada pertengahan bulan Maret 2017 kondisi Dimas kembali menurun karena diare sehingga perlu dirawat di RSUD Kabupaten Karawang selama seminggu, selanjutnya mendapatkan rawat jalan kembali dengan menjalani kontrol setiap dua minggu sekali. Dimas yang hidup hanya bersama ibunya Imas Pratiwi (20), merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak Oktober tahun 2016. Walaupun menggunakan fasilitas kesehatan JKN-KIS Mandiri Kelas III namun Ibu Imas mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, dan biaya transportasi untuk mengantar Dimas berobat ke RSUD Karawang. Alhamdulillah keadaannya terlihat lebih baik sekarang dengan berat badannya sampai 9,5kg. Santunan lanjutan kembali disampaikan untuk membantu Dimas membayar iuran BPJS bulan Juli, membeli susu dan biaya akomodasi dan transportasi berobat ke rumah sakit. Ibunda Dimas mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga Dimas tetap ceria dan semangat selama menjalani pengobatan. Santunan sebelumnya telah disampaikan dan tercatat dalam Rombongan 1074.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @andraalfarabi

Dimas menderita gizi buruk disertai infeksi akut pada jaringan paru-parunya


NURAENI BINTI WAWAN (28, Leukimia). Alamat : Kp. Kebon Pala, RT 1/11, Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat.Teh Eni biasa kami memanggil memang sejak beberapa tahun yang lalu di vonis oleh dokter di RSUD Kota Bogor Mengidap Leukimia akut. Namun semangat Teh Eni yang tak pernah padam membuat ia terus berjuang melawan penyakitnya. Ditengah keterbatasan biaya untuk akomodasi, Teh Eni terus berjuang untuk melawan penyakitnya walaupun ia sadar perjuangan yang ia hadapi sangatlah berat. Sampai pada akhirnya sekitar seminggu yang lalu Teh Eni kembali drop dan dibawa oleh suaminya ke RSUD untuk mendapatkan perawatan. Makin hari kondisi Teh Eni semakin menurun dan menyebabkan ia koma selama 2 hari hingga pada akhirnya Allah Subhanahu W Ta’ala menyudahi perjuangan Teh Eni untuk melawan sakit yang di deritanya. Teh Eni dipanggil menghadap yang maha kuasa pada tanggal 7 Nopember 2017, kurir Sedekah Rombongan yang mendengar kabar tersebut langsung mengunjungi rumah duka Almarhumah Teh Eni untuk menyampaikan rasa simpati kepada keluarga, kurir #SR juga menyampaikan sedikit titipan dari para sedekaholic yang bisa digunakan untuk biaya pengurusan jenazah Teh Eni. Semoga Allah Senantiasa memberikan kesabaran bagi keluarga yang ditinggalkan serta melapangkan kuburan Teh Eni. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tangal : 7 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @abbah_accit @rexy_eas

Teh eni menderita leukimia


AZRILLIA AZZAHRA (6, Leukimia). Alamat : Kp. Buniaga RT 2/1, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Zahra akrab kami menyapa merupakan anak dari pasangan Pak Rudy (40) dan Bu Liah (35) yang sejak lahir memang memiliki kelainan yang berbeda dari anak seusianya, Zahra sering mengalami kejang – kejang dan gampang sekali terserang penyakit. Sudah beberapa kali dilakukan pemeriksaan oleh dokter namun belum diketahui apakah penyebab Zahra seperti itu, hingga pada akhirnya Zahra di rujuk ke RS. Fatmawati barulah diketahui kalau Zahra mengidap Leukimia yang mengharuskan ia melakukan serangkaian perawatan di RS. Fatmawati. Kini kondisi Zahra makin menurun dan mengharuskan melakukan transfusi darah agar dapat menstabilkan kondisi badannya sebelum melakukan kemotherapy. Kesulitan yang dialami Zahra dalam proses pengobatan adalah jarak yang lumayan jauh dari rumahnya ke RS dan membutuhkan biaya akomodasi yang lumayan besar, karena untuk proses pengobatannya sudah di jamin oleh KIS kelas 3 yang dimiliki oleh Zahra. Pak Rudy hanya bekerja sebagai pedagang keliling yang penghasilannya tidak menentu yang tidak membuat Zahra kesulitan untuk berobat. Kurir SR menyampaikan Sedekah Tunai titipan para Sedekaholic untuk meringankan beban Zahra. Semoga Allah Senantiasa memberikan kekuatan untuk Zahra. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Desember 2017
Kurir : @ddsyaefudin @Omguguh @Abbah_accit @rexy_eas

Zahra mengidap leukimia


VANI BINTI TRI SUTRISNA (27, Gagal Ginjal + Infeksi Kulit). Alamat : Kp. Rancamaya RT 2 /1, Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Vani sudah 5 bulan terkulai lemas dikasur lantai yang tipis, Pada awalnya Vani di diagnosa mengidap Gagal Ginjal lalu muncul pembengkakan daerah pinggang oleh dokter puskesmas lalu Vani dirujuk ke RSUD Ciawi dan dilakukan penyedotan cairan di area pembengkakan. Dan bekas penyedotan menjadi luka dan makin hari makin melebar hingga ke paha bagian dalam, karena merasa sakitnya makin parah akhirnya Vani memaksa untuk pulang kerumah dan hanya dirawat dirumah Bibinya. Dan hanya mengobati lukanya dengan obat penghilang rasa sakit saja. Memang selama di rawat di RS pasien menggunakan BPJS namun ada beberapa obat yang tidak di cover oleh BPJS yang sampai saat ini masih digunakan oleh Vani walaupun tidak berobat ke RSUD lagi. Saat dikunjungi kurir Sedekah Rombongan pasien menyebut kalau ia trauma untuk di rawat di RSUD karena kemarin merasa sakit nya malah makin parah, namun ia tetap menggunakan obat – obatan yang pernah dikasih oleh rumah sakit namun tidak bisa menggunakan BPJS. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan tunai untuk Vani yang digunakan untuk membeli obat yang tidak bisa dicover BPJS dan untuk kebutuhan sehari – hari. Semoga allah mengangkat penyakit Vani agar dapat beraktifitas seperti biasanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 10 Desember 2017
Kurir : @ddsyaefudin @Omguguh @Tutikaendo @rexy_eas

Vani mengidap gagal ginjal


KASTONO BIN AHMAD (51, Susp. Liver + Kelainan Paru). Alamat : Kp. Kayu Manis RT 10/6, Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Pak Tono sudah sejak beberapa tahun lalu sering merasakan sesak Nafas disertai penyusutan pada berat badannya. Pak Tono sudah memiliki BPJS Mandiri Kelas 3 namun belum dipergunakan karena ketidaktahuan akan birokrasi dirumah sakit. Pak Tono juga sudah berobat ke RST. Dompet Dhuafa dan sudah dirujuk ke RS. Cisarua untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut namun sampai saat ini belum dilaksanakan karena tidak adanya biaya akomodasi Pak Kastono untuk berobat ke RS Cisarua. Karena sejak sakit Pak Tono sudah tidak bisa bekerja karena jika kelelahan kondisinya akan semakin Drop. Kini Pak Tono hanya mengandalkan Bu Nurhayati Istrinya untuk membiayai kebutuhan sehari – hari dan untuk membeli obat warung buat Pak Tono. Ketika dikunjungi oleh kurir Sedekah Rombongan, Pak Tono Bercerita ingin sekali melanjutkan pengobatannnya ke RS. Cisarua untuk diperiksa namun karena keterbatasan biaya akhirnya ia hanya bisa pasrah menerima keadaan. Kurir SR merasakan kesulitan yang dialami oleh Pak Tono pun memberikan bantuan tunai dari para sedekaholic untuk Pak Tono yang digunakan untuk membeli obat yang tidak di cover oleh BPJS. Semoga pak Tono segera pulih dan bisa beraktifitas seperti biasanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 10 Desember 2017
Kurir : @ddsyaefudin @Omguguh @Tutikaendo @rexy_eas

Pak Tono menderita susp. liver + kelainan paru


SITI HALIMATUN SADIAH (21, Tuberculosis). Alamat : Kampung Manggis, RT 3/4, Kelurahan Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Siti sudah mengalami penurunan kesehatan sejak pertengahan tahun 2016 dan ketika diperiksakan ke puskesmas diketahui bahwa ada Flek di Paru – Paru Siti. Namun karena Siti tidak disiplin meminum obat yang diberikan oleh puskesmas akhirnya pada awal tahun 2017 sakit yang dideritanya kembali kambuh dan ketika di periksa di RS. Cisarua diketahui bahwa Siti sudah mengidap TB yang dikarenakan kurang disiplin meminum obat yang diberikan pada saat di puskesmas. Kini Siti hanya bisa berbaring di tempat tidur dengan selalu ditemani tabung oksigen di sebelah kasurnya sambil menunggu jadwal control di RS. Cisarua. Memang untuk pengobatan Siti sudah tercover oleh KIS yang ia miliki, namun lagi – lagi kendala akomodasi yang dihadapkan pada Siti karena jarak dari rumahnya ke RS. Cisarua yang lumayan jauh dan banyak mengabiskan uang untuk ongkos. Pak Tata dan Bu Rukimini tidak bisa berbuat banyak karena mereka juga sudah tidak bekerja karena umur yang sudah tua dan anak – anaknya yang lain juga tingkat ekonominya sama dengan mereka dan hanya bisa membantu untuk makan sehari – hari. Bantuan lanjutan dari para sedekaholic disampaikan untuk Siti yang digunakan untuk Akomodasi Siti ke RS. Cisarua. Semoga Siti cepat sembuh agar dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Aamin. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1002

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1@rexy_eas

Siti mengidap TB

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SANTUNAN ANAK YATIM DARUL AYTAM BONDOWOSO 1,000,000
2 SUNARTI BINTI ARTAYU 691,000
3 SAFA ROTUL MUKARROMAH 892,900
4 HESTI DWI LESTARI 500,000
5 AMAR MALIK SUKARYO 500,000
6 AHMAD HAZIMI 750,000
7 RUDI HARTONO 1,000,000
8 MAULANA PUTRA 500,000
9 SITI MARDIYAH 500,000
10 SITI MARDIYAH 542,000
11 JANUAR DAFFA MAULANA 1,000,000
12 FARID ABDULLAH 1,500,000
13 DALIMIN BIN TARMO SUTARYO 1,000,000
14 KATNI JARTO 500,000
15 SURADI BIN SONO KARTO 1,000,000
16 IBRAHIM FATIH PAMUNGKAS 1,000,000
17 TINI BINTI NGATMAN 1,000,000
18 WARSI BINTI KROMOREJO 1,000,000
19 SOKARTO BIN SOIKROMO 1,500,000
20 RENGGA PUTRA PRATAMA 1,000,000
21 NGADIYEM BINTI MULYADI 1,000,000
22 REEALINO YUANZAH 1,500,000
23 SADIKEM BINTI PAINO 1,000,000
24 MTSR WONOGIRI 3,735,000
25 BENCANA ALAM 8,951,000
26 BENCANA ALAM 2,011,000
27 BENCANA ALAM 2,835,000
28 BENCANA ALAM 6,385,000
29 SRI SUTIAH 500,000
30 RIZWAN AZHAR WIBOWO 500,000
31 SHOFIANAH BINTI HARJO KASARNI 500,000
32 BASINAH BINTI TAWIDJOJO 750,000
33 RINA KARTININGSIH 500,000
34 AERILLYN BELLVANIA CINTA KIRANA 500,000
35 SUKIR BIN SIROM 1,000,000
36 BETTY SUBEKTI 1,000,000
37 YULIANTO BIN NASIR 1,000,000
38 SATIMAN BIN SAJUM 1,000,000
39 AURILIA AYU 1,000,000
40 SUPRIANTI BINTI PADIWIRYA 1,000,000
41 LUTFIANA ULFA 500,000
42 ANDRI NUGROHO 500,000
43 RIKA MAELANI 500,000
44 MTSR KARAWANG 3,359,200
45 DIMAS BIN AHMAD HIDAYAT 500,000
46 NURAENI BINTI WAWAN 1,000,000
47 AZRILLIA AZZAHRA 500,000
48 VANI BINTI TRI SUTRISNA 750,000
49 KASTONO BIN AHMAD 750,000
50 SITI HALIMATUN SADIAH 500,000
Total 62,902,100

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 62,902,100,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1097 ROMBONGAN

Rp. 58,482,128,930,-