NOVIA SURTINI (35 Tahun,Kanker Payudara). Alamat : Manisharjo RT 02/RW 03 Tepisari, Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah. Mbak Novi biasa beliau di panggil, menderita Kanker Payudara Stadium 3b di bagian kiri. Awalnya sejak Februari 2013 yang lalu terdapat benjolan kecil di bagian payudara Mbak Novi. Sampai akhirnya Mbak Novi membawanya berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo (DKR) tetapi di sana tidak di berikan penanganan khusus hanya di infus saja. Lalu Dokter menyarankan untuk di bawa pulang. Setelah pulang dari Rumah Sakit, Mbak Novi merasa kesakitan dan benjolanya semakin membesar, lalu Mbak Novi membawanya berobat ke alternatif di daerah Klaten. Setelah beberapa bulan tidak ada perubahan dan keluarga sudah kehabisan biaya untuk berobat lagi. Alhamdulillah Mbak Novi di pertemukan dengan #Sedekahrombongan pada tanggal 5 Agustus 2013. Akhirnya Mbak Novi menjalani operasi yang pertama di Rumah Sakit Sarjito pada tanggal 23 Agustus 2013 dan didampingi oleh #SRJogja. Setelah itu Mbak Novi hanya disarankan untuk kontrol saja dan dokter pun menyarankan untuk kontrol di Rumah Sakit terdekat. Lalu Mbak Novi kontrol rutin di RSUD Sukoharjo. Karena di sarankan oleh dokter untuk kontrol rutin di Rumah Sakit Daerah, sehingga dari #SRJogja tidak lagi mendampingi Mbak Novi. Setelah 1 tahun, kemudian sel kanker pada tubuh Mbak Novi kembali tumbuh ,lalu Mbak Novi kontrol kembali ke Rumah Sakit dan dokter menyarankan untuk operasi lagi. Karena pertimbangan kanker yang kembali tumbuh, saat ini Mbak Novi kembali didampingi oleh #SRSolo. Alhamdulillah Mbak Novi menjalani operasi dengan lancar dan sekarang masih harus kontrol 1 bulan sekali, hasil dari kontrol rutin gula nya tinggi, dan ginjal nya kena. Kontrol terakhir tanggal 18 Desember 2017 di RSUD Sukoharjo. Saat ini pengobatan Mbak Novi fokus pada penyakit gula, karena setiap kontrol hasilnya selalu naik bahkan sudah diberikan insulin gula darah tetap naik. Untuk sel kanker pada payudara hanya diberikan obat saja dan Mbak Novi sudah tidak merasakan nyeri namun kalau kecapekan rasa nyerinya muncul. #sedekahrombongan kembali menyampaikan santunan dari sedekaholic, Santunan ke-5 disampekan untuk biaya akomodasi Mbak Novi kontrol di Rumah Sakit, santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 1035. Keluarga menyampaikan terimakasih atas bantuan yang sudah di berikan dan memohon doa kepada semua agar Mbak Novi diberi kesembuhan. Amin

Santunan : Rp 500.000
Tanggal. : 2 Januari 2018
Kurir : @Mawan , @anissetya60, @RizqiRizqie, @eliyan_a

Bu Novia menderita Kanker Payudara Stadium 3b di bagian kiri.


GUNA IBMAWAN (14, Patah Tulang Kaki). Alamat : Desa Sekijang RT 1/4, Kecamatan Bandar Sekijang, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pada Minggu, 31 Juli 2016, pukul 17.15 WIB, Guna diminta orang tuanya untuk membeli air galon isi ulang. Ia pun pergi ke toko terdekat dengan mengendarai motor bersama adiknya. Sore itu lalu lintas ramai dari arah Pekanbaru ke Kerinci. Ketika sampai di belokan persimpangan rumahnya, ia perlahan-lahan mengarahkan motor untuk belok ke kanan, namun tiba-tiba ada motor melaju kencang melewati mobil persis di belakang motor Guna. Posisi motor Guna yang sudah mulai belok langsung dihantam motor tersebut dan menabrak kaki kanan Guna. Motor Guna terjatuh dan adiknya terlempar hingga terkilir. Guna yang saat itu sudah tidak dapat menggerakan kakinya langsung dibawa oleh warga menggunakan ambulan desa ke RSUD Pekanbaru untuk ditangani lebih lanjut. Hingga kini Guna telah menjalani operasi tulang bertahap pada kakinya sebanyak 3 kali. Ia akan diperbolehkan pulang dari rumah sakit pasca menjalani fisioterapi setelah kondisinya benar-benar pulih. Alhamdulillah Guna menggunakan Jamkesmas selama berobat di RSUD sehingga ia bebas dari segala biaya pengobatannya, namun keluarga tetap mengalami kesulitan untuk memenuhi biaya akomodasi sehari-hari selama Guna dirawat di RSUD. Kehidupan keluarga Guna yang sangat terbatas tidak cukup untuk menanggung biaya hidup mereka di rumah sakit. Ayah Guna, Kariono (50), bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak tetap, sedangkan ibunya, Sri Mulyani (43), adalah seorang ibu rumah tangga yang setia mendampingi Guna. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Guna dan hingga kini Gunamenjadi pasien dampingan SR Riau hingga ia benar-benar pulih dari operasinya. Selama menjalani kontrol rawat jalan dan operasi lanjutan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Guna dan ibunya tinggal di RSSR Riau. Namun setelah menjalani beberapa kali operasi kondisi tulang Guna belum juga pulih seutuhnya, sehingga dokter RSUD Pekanbaru merujuknya ke RS Prof Suharso di Solo untuk melanjutkan proses pengobatan tulangnya tersebut. Alhamdulillah proses operasi pemasangan Elizaroh berjalan lancar. Saat ini Guna tinggal di RSSR Solo untuk sementara karena setiap 2 minggu sekali kontrol di RSO dr. Soeharso hingga pelepasan alat bantu elizaroh. Sedekah Rombongan kembali menyampekan bantuan kepada Guna untuk kebutuhan sehari hari dan untuk perawatan luka. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1081. Keluarga mengucapkan banyak terimaksih atas bantuan yg diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000 ,-
Tanggal: 27 Desember 2017
Kurir: @mawan @anis

Guna menderita patah tulang kaki


ALMH. MAKILAH BINTI ATMO DIHARJO (68, Gagal ginjal + Sirosis hepatis) Alamat : Dusun Gedangan RT 5 RW 5, Desa Nangsri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Makilah merupakan istri seorang pensiunan pertamina, namun rumah tangganya tidak lagi harmonis dikarenakan kesalah pahaman suami. Ibu Makilah divonis oleh dokter menderita gagal ginjal sejak beberapa tahun yang lalu. Dengan berbekal jaminan kesehatan dari pertamina bu Makilah mencoba untuk berobat ke RS Dr. Oen Kandang Sapi. Dokter menganjurkan untuk dilakukan cuci darah setiap minggu namun ibu Makilah menolak dengan alasan takut meninggal karena cuci darah. Akhirnya dokter hanya memberikan resep vitamin supaya ibu Makilah tetap bisa bertahan hidup. Namun vitamin yang diresepkan oleh dokter tidak tercover oleh askes yang dimilikinya, akhirnya bu Makilah tidak bisa melanjutkan pengobatan. Beberapa hari yang lalu, pihak keluarga membawa ibu Makilah ke IGD RS dr. Oen Kandang Sapi dikarenakan sesak nafas. Di dr. Oen kandang sapi bu Makilah terpaksa dirawat di kelas eksekutif karena kamar yang sesuai askesnya penuh. Namun karena biaya tambahan RS yang semakin membengkak akhirnya oleh keluarga dibawa pulang paksa. Keluarga pontang-panting mencari pinjaman untuk dapat menutup biaya rumah sakit. Keesokan harinya keluarga berinisiatif membuat BPJS, Alhamdulillah hari itu juga BPJS bisa langsung digunakan dan ibu Makilah kembali dibawa ke IGD, namun waktu itu dibawa ke IGD rs dr. Moewardi, di RSDM ibu Makilah dirawat di HCU dan dilakukan cuci darah, namun cuci darah dihentikan dikarenakan tekanan darah ibu Makilah tinggi hingga akhirnya kondisinya semakin memburuk dan akhirnya keesokan harinya bu Makilah menghembuskan nafas terakhir. Santunan kematian disampaikan untuk keluarga ibu Makilah. Keluarga ibu Makilah mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal :
Kurir : @Mawan @anissetya60 @ayak @dedyrezaCA

Ibu Makilah  menderita gagal ginjal


TUTIK RAHAYU (27, Kelainan kulit). Alamat : Dusun Sanggrahan RT 4 RW 4, Desa Potronayan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Mbak Tutik panggilan akrabnya, sejak usia 5 tahun divonis dokter menderita tumor di bagian punggungnya, waktu itu mba Tutik belum menggunakan jaminan kesehatan, oleh dokter dilakukan operasi pengangkatan tumor di salah satu rumah sakit di Boyolali. Tumornya pun berhasil diangkat namun tumornya kembali tumbuh di bagian hidung, mba Tutik tidak merasakan sakit sedikitpun pada tumornya. Makin hari sekujur tubuh mba Tutik tumbuh benjolan kecil-kecil mirip kutil. Namun lagi-lagi mba Tutik tidak merasakan sakit, bahkan aktivitas sehari-harinya pun tidak teganggu. Hingga saat ini sekujur tubuh mba Tutik masih penuh benjolan-benjolan kecil, keluarga menginginkan untuk dilakukan pengobatan untuk mba Tutik namun terkendala biaya untuk berobat. Selain terkendala biaya untuk berobat tim dokter yang dahulu sempat mengobatinya pun juga bingung untuk dilakukan tindakan, mba Tutik akhirnya pasrah dengan keadaannya saat ini. Kegiatan mba Tutik saat ini di rumah membantu mengasuh keponakannya. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan mba Tutik. Santunan diberikan untuk membantu meringankan biaya berobat mba Tutik. Mba Tutik beserta keluarga mengucapkan terima kasih, dan semoga amal kebaikan kurir #Sedekah Rombongan dapat diterima Allah.

Jumlah santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : 03 jannuari 2018
Kurir : @mawan @anisetya60 @ayak @shofawa

Bu tutik menderita kelainan kulit


SUGIYATMI BINTI SUGIYO (31, Infeksi saluran pencernaan). Alamat : Dusun Kopa’an RT 2/16, Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Mbak Sugiyatmi lebih sering dipanggil mbak Nyamek, putri ketiga dari pasangan bapak Sugiyo (65) dan ibu Benik (59). Mbak Nyamek merupakan istri dari Mas Murdani (38), sejak menikah mba Nyamek tinggak di rumah suaminya di Bantul dan dikaruniai 2 orang anak. Di usia pernikahan yang ke 7 tahun mba Nyamek dan suami mulai mengalami permasalahan keluarga, permasalahan yang tak kunjung ada penyelesaiannya membuat mba Nyamek merasa tertekan dan nafsu makan berkurang, hal ini menyebabkan kondisi kesehatan mbak Nyamek makin memburuk, berat badannya pun turun drastis. Karena kondisi kesehatan yang semakin memburuk akhirnya mba Nyamek dibawa ke rumah sakit terdekat, namun tidak menemukan kesembuhan juga. Hingga oleh kedua orang tuanya mba Nyamek dibawa pulang ke Karanganyar dan dirawat sendiri oleh orang tuanya. Melihat kondisi mbak Nyamek yang makin hari makin kurus orang tuanya pun memberanikan diri memeriksakan ke puskesmas dengan berbekal kartu KIS. Oleh puskesmas dirujuk ke RSUD setempat dan didiagnosa infeksi saluran pencernaan. Setelah sekian lama pengobatan di RSUD mba Nyamek tidak kunjung membaik juga dan akhirnya oleh keluarganya dibawa ke IGD RS dr. Moewardi Surakarta untuk ditangani lebih lanjut. Untuk pengobatan di Surakarta orang tua mba Nyamek harus mengeluarkan uang akomodasi selama berobat, mengingat kondisi ekonomi keluarga yang kurang baik ibu mba Nyamek harus rela pinjam uang tetangga untuk biaya akomodasi berobat. Satu bulan lebih 2 hari mba Nyamek dirawat di RSDM dan akhirnya diperbolehkan pulang. Oleh dokter mba Nyamek dianjurkan minum susu khusus untuk dapat menaikkan berat badannya. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dapat kembali menyampaikan santunan ke 2, santunan diberikan untuk membantu membeli susu khusus untuk menaikkan berat badannya santunan sebelumnya masuk rombongan 1067.Keluarga mba Nyamek mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, semoga amal kebaikan kurir #SedekahRombongan dibalas oleh Allah.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 03 januari 2018
Kurir : @mawan @anissetya60 @dedyreza @ayak

Bu Sugiyatmi menderita infeksi saluran pencernaan


SUYATNO BIN ATMO PADHI (54, Tumor Usus Besar). Beralamat di Dukuh Ngablak Rt 011/004 Desa Kroyo, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Pak Yatno, begitulah sapaan akrab beliau. Sejak Maret 2017 mengeluh sakit dibagian perut, disertai susahnya Buang Air Kecil (BAK) dan Buang Air Besar (BAB), bahkan beliau juga mengalami BAB yang disertai darah. Pak Yatno yang saat itu merantau di Medan, bekerja sebagai penjual bakso, sudah menjalani pengobatan disana namun tidak membaik. Sehingga memutuskan untuk pulang ke Sragen. Oleh keluarga dibawa berobat di Rumah Sakit Umum Daerah Soehadi Prijonegoro Sragen (RSUD Sragen), menjalani rawat inap lalu dirujuk ke Rumah Sakit Dr Oen Solo untuk menjalani operasi prostat. Setelah membaik, melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Dr Moewardi (RSDM). Di RSDM menjalani pengobatan di poli dalam dan onkologi. Menjalani operasi pengangkatan tumor di usus besarnya dan untuk mempermudah dalam buang air besar, dibuatkan lubang dan beliau harus menggunakan kantong kolostomi setiap saat. Kondisi beliau saat ini masih lemas, sulit untuk beraktifiras. Beliau dan istri setiap kontrol di RSDM harus menyewa kendaraan dengan biaya Rp 200.000,00 setiap berangkat. Hal tersebut membuat keluarga berat, karena harus bolak-balik dari Sragen ke Solo dan sebaliknya. Karena istri beliau, Ibu Sukini (50) hanya sebagai ibu rumah tangga sehingga tidak memiliki penghasilan. Memiliki dua anak yang masing-masing sudah berkeluarga dan menetap di Medan, Pak Yatno dan istri tidak bisa berharap banyak dari anaknya. Keluarga membutuhkan pendampingan, karena terkendala transportasi. Bersyukur karena kurirSR dipertemukan dengan keluarga Pak Yatno, sehingga dapat menyampaikan sedekah dari sedekaholic untuk proses pengobatan. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,00
Tanggal : 02 Januari 2018
Kurir : @Mawan @AnisSetya @Shofawa

Pak Suyatno menderita tumor usus besar


ALDI ARDIANSAH (4,Gangguan syaraf). Alamat Dusun 5, RT/RW 019/008, Desa Maringgai Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, Provinsi Lampung. Awalnya Aldi adalah balita yang normal seperti balita sehat pada umumnya. Hingga bulan September 2014 waktu itu berusia 13 bulan, Aldi mengalami panas tinggi hingga stuip. Oleh kedua orang tuanya Aldi dibawa berobat dan rawat inap di klinik Handayani Labuhan Maringgai. Setelah beberapa hari karena tidak ada perubahan yang signifikan dan dikarenakan keterbasan biaya lalu aldi dibawa pulang. Setelah 1 minggu berada dirumah kondisi Aldi makin memburuk dan nyaris koma. Beberapa hari kemudian Aldi sadar tapi suaranya hilang, kaki dan tangannya susah digerakkan. Bila buang air besar menangis kesakitan dan keluar darah dari anus lalu oleh kelurganya dilanjutkan dengan pengobatan alternatif sekedarnya. Pada februari 2017 Aldi kembali mengalami stuip disertai muntaber dan dibawa ke klinik Permata keluarga Sribhawono. Diagnosa dokter Aldi mengalami gangguan syaraf dan disarankan agar rujuk ke RSUD Sukadana tapi karena minimnya keuangan sehingga hanya dirawat dirumah sampai sekarang. Sampai saat ini kondisi Aldi seperti lumpuh tidak bisa berjalan dan tidak bisa bicara, duduk pun harus dipegangi. Ayah Aldi yang bernama Ali Miswan (38) hanya bekerja sebagai kuli serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Ibu Aldi yang bernama Carti (32) juga berpenghasilan minim dengan bekerja sebagai buruh cuci dan setrika. Penghasilan yang diperoleh keluarga ini hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Dan keluarga ini pun belum memiliki fasilitas kesehatan. Mengingat jarak tempat tinggal ke rumah sakit sangat jauh, keluarga mengalami kendala biaya transportasi untuk berobat. Melihat kondisi ini, kurir Sedekah Rombongan Lampung menyampaikan titipan langit sebagai upaya meringankan beban orang tua Aldi, kurir Sedekah Rombongan Lampung berusaha membantu menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk biaya berobat Aldi. Semoga Aldi segera diberi kesembuhan dan senantiasa dalam perlindungan Allah Swt. Aamiin

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 November 2017
Kurir: @saesaraya taufikirawan @andripramono sitimaisharoh @xkurniawatix

Aldi mengalami gangguan syaraf


BENCANA ALAM ANGIN PUTING BELIUNG (Bantuan material bahan bangunan). Alamat: Dusun V, Desa Sumber Rejo,Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Pada hari Selasa 14 November 2017 sekitar pukul 14.30 WIB terjadi hujan deras disertai angin puting beliung di Desa Sumber Rejo dan Desa Braja Asri Kec. Way Jepara, Lampung Timur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, mencatat 492 rumah rusak, baik rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan akibat amukan angin puting beliung tersebut. Berdasarkan hasil survey oleh kurir Sedekah Rombongan, kerusakan terparah terjadi di Desa Sumber Rejo Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur tepatnya di Dusun V. Angin puting beliung yang menerjang tersebut menyebabkan satu rumah roboh dan puluhan rumah rusak sedang dan ringan. Rata-rata rumah yang mengalami kerusakan tersebut adalah rumah semi permanen yang merupakan rumah warga kurang mampu. Setelah berkoordinasi dengan bapak RW, RT dan relawan setempat, terdapat 5 rumah warga yang memerlukan bantuan untuk rehabilitasi yaitu (1) rumah Bapak Sugeng (44 tahun) yang bekerja sebagai buruh serabutan, mengalami roboh dan rata dengan tanah semua barang termasuk peralatan sekolah anaknya terbawa angin. (2) Rumah Bapak Heri (34 tahun) yang bekerja sebagai buruh pembuat batu bata, atap rumahnya hilang terbawa angin. (3) Rumah Bapak Misijo (47 tahun) yang bekerja sebagai petani, rumahnya yang terbuat dari gribik miring dan harus ditambah penahan kayu karena terkena terjangan angin. (4) Rumah Bapak Nur Kalam (45 tahun) yang bekerja sebagai buruh di peternakan ayam, atap rumahnya terbawa angin dan (5) Rumah Bapak Adimiyanto (30 tahun) yang bekerja sebagai petani, dinding dapur dan atap dapurnya roboh terkena terjangan angin. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesedihan yang dialami oleh warga. Bantuan berupa material bangunan di berikan dan pendistribusiannya dimusyawarahkan bersama bapak RW, RT dan Relawan setempat. Dalam pelaksanaan rehab selain warga masyarakat, pihak lain juga ikut terlibat sebagai wujud kepedulian bagi warga. Bapak ketua RW mewakili warga Dusun V Desa Sumber Rejo menyampaikan terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang diberikan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 10.000.000,-
Tanggal : 21 November 2017
Kurir : @saesarraya taufikirawan @andripramono aprilyanti @xkurniawatix

Bantuan material bahan bangunan


CICIH BINTI IHROM (64, Hipertensi + Suspect Tumor pada Lutut Kanan). Alamat : Dusun 2, RT 2/3, Desa Nambahrejo, Kecamatan Kotagajah, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Sejak tahun 2001 Ibu cicih telah mempunyai darah tinggi atau hipertensi sampai sekarang. Tetapi sudah setahun belakangan ini, Ibu Cicih juga mengeluh nyeri di bawah lutut sebelah kanan karena ada benjolan sebesar kepalan tangan. Rasa nyeri tersebut menggangu kegiatan Ibu Cicih sehari-hari. Ibu Cicih hanya mampu memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Oleh dokter di Puskesmas disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih rinci ke rumah sakit karena diduga benjolan tersebut adalah tumor. Sang suami, Abdullah (65) yang bekerja sebagai buruh tani serabutan, penghasilannya tak seberapa hanya mencukup kebutuhan sehari-hari. Ibu Cicih saat ini menjalani pengobatan rutin ke RS Islam Metro. Dengan beberapa kali mesti rawat inap. Dan iuran jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III per bulan masih sering tertunggak. Ibu Cicih menjadi dampingan Sedekah Rombongan Lampung dan disampaikan kembali menyampaikan titipan sedekaholics untuk pembayaran iuran tertunggak dan biaya trsanport berobat. Bantuan terakhir masuk dalam rombongan 922. Semoga titipan yang disampaikan dapat bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 November 2017
Kurir : @saesarraya @sigitnurdianto2 @sayasepti @xkurniawatix

Bu Cicih menderita hipertensi + suspect tumor pada lutut kanan


DAMIRAH BINTI SIDAM (58,Tumor Tulang ). Alamat : Dusun XXI, RT 62/21, Desa Bandar Agung, Kec. Bandar Sri Bhawono, Kab. Lampung Timur, Prov. Lampung. Awal mula sakit Ibu Damirah sering mengalami sakit linu-linu di tangan kanannya pada awal bulan Juni Tahun 2017, Ibu Damirah hanya sakit rematik biasa dan tidak diperiksakan ketenaga medis, hanya minum obat yang dibelinya di warung. Lalu dua bulan berlalu linu-linu kakinya tak kunjung sembuh meskipun sudah minum obat, kemudian oleh pihak keluarga membawa Ibu Damirah ke Rumah Sakit AKA Sri Bhawono Lampung Timur setelah diperiksa oleh dokter dinyatakan Ibu Damirah mengalami sakit radang sendi. Pengobatan Ibu Damirah di lanjutkan dengan berobat jalan di Rumah Sakit tersebut sebanyak tiga kali dalam satu bulan, sakitpun tak kunjung sembuh bahkan kondisi fisik Ibu Damirah tidak semakin membaik malah sebaliknya kaki kanannya mengalami linu-linu juga dan bengkak paha kanan dan tangan kanannya. Meskipun kondisi sakit yang dirasakan ibu Damirah, beliau masih tetap melakukan aktifitas sebagai ibu rumah tangga, hingga suatu ketika awal bulan Agustus 2017 Ibu Damirah terjatuh di rumahnya yang menyebabkan beliau tidak dapat berjalan karena kaki kanan dan tangan kanannya tidak dapat digerakkan. Lalu oleh pihak keluarga Ibu Damirah diperiksakan ke RSUD Ahmad Yani Metro. Setelah menjalani perawatan selama tiga hari di Rumah Sakit tersebut mendapatkan hasil laboratorium yang menyatakan bahwa ibu Damirah didiagnosis Tumor Tulang. Untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter RSUD Ahmad yani Metro disarankan untuk di rujuk ke RSCM. Bapak Kasun (60) adalah suami ibu Damirah yang sehari-hari bekerja buruh serabutan,keadaan ekonomi yang pas-pasan membuat keluarga memutuskan untuk tidak di rujuk ke RSCM,karena tidak sanggup untuk menanggung hidup di Jakarta nantinya, meskipun Ibu Damirah menggunakan fasilitas jaminan Kesehatan berupa BPJS PBI kelas III. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun disampaikan untuk membantu pengobatan lanjutan. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat untuk beliau. Dan terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama,semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholics.Aamiin

Jumlah Santunan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 06 November 2017
Kurir : @saesaraya taufikirawan aprilyanti @xkurniawatix

Ibu Damirah mengalami sakit radang sendi


DIKI AGAS SETIAWAN (12, Hemofilia ). Alamat : Dusun Bangun Asri, RT 1/1 Desa Braja Asri, Kec. Way Jepara, Kab. Lampung Timur, Prov. Lampung. Diki Agas Setiawan adalah anak yang kesehariannya seperti anak pada umumnya. Pada saat ia sedang bermain Diki terjatuh dan mengalami memar/luka dikakinya. Terjadilah pendarahan yang tidak berhenti sehingga oleh keluarga dibawa berobat ke Puskesmas Way Jepara. Karena tidak dapat menangani kondisi tersebut kemudian Diki dirujuk ke RSU Abdoel Moeloek Bandar Lampung dan menjalani serangkaian test Laboratorium dan didiagnosis mengidap hemofilia. Untuk menghentikan pendarahan pada penderita hemofilia menggunakan obat (koate) yang disuntikkan ditubuh hingga pendarahan berhenti. Kondisi sekarang Diki masih bisa bersekolah dan bermain tetapi tetap harus berhati-hati dan karena mengidap hemofilia sehingga Diki sampai sekarang belum bisa dikhitan kesedihan keluarga ini semakin bertambah saat diketahui adiknya Diki (fajar, 9 thn) juga menderita hemofilia. Orangtua Diki Ibu Tumini (49 thn) dan Bapak Jaimun (50 thn) adalah seorang tukang becak yang sudah setengah tahun tidak dapat bekerja karena mengalami kebutaan, sehingga tulang punggung keluarga dipikul oleh ibu Tumini. Untuk mencukupi kebutuhan keluarganya Ibu Tumini bekerja sebagai buruh cuci di 6 keluarga. Keinginan untuk dapat mengkhitankan anaknya harus tertunda dahulu karena ketiadaan biaya walaupun Diki sudah mendapatkan fasilitas BPJS BPI Kelas III. Dimana untuk penderita hemofilia yang akan di khitan maka harus mengumpulkan obat (koate) untuk menghentikan pendarahannya minimal 20 Ampul. Mengetahui hal tersebut, kurir Sedekah Rombongan Lampung berusaha membantu keluarga Bapak Jaimun dengan menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk biaya berobat yang tidak tercover BPJS dan transportasi pengambilan koate ke RS. Abdoel Moeloek Bandar Lampung. Semoga keinginan Diki untuk di khitan segera terwujud.

Jumlah Santunan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 07 November 2017
Kurir : @saesaraya taufikirawan aprilyanti @xkurniawatix

Diki didiagnosis mengidap hemofilia


DONI IMAM (14, Lumpuh ). Alamat : Dusun V, RT 22/02, Desa Sumberejo, Kec. Way jepara, Kab. Lampung Timur, Prov. Lampung. Doni terlahir dalam kondisi sehat seperti anak pada umumnya tetapi saat usia Doni menginjak delapan bulan ia mengalami panas yang tinggi. Pengobatan yang dilakukan orang tua adik Doni sebatas berobat di Puskesmas setempat, kondisi adik Doni tidak kunjung membaik bahkan mengalami step dan sering kejang selama lima belas hari, oleh dokter di Puskesmas setempat adik Doni dianjurkan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Ahmad Yani Metro, selama perawatan di rumah sakit tersebut panas tinggi dan kejang belum juga sembuh, kemudian oleh dokter yang menanganinya di rujuk ke Rumah Sakit Advent Bandar Lampung, dokter yang merawatnya menyatakan bahwa panas tinggi hingga step pada adik Doni sudah menyerang ke syarafnya sehingga kondisi adik Doni mengalami kelumpuhan, saat itu kondisi badan adik Doni kaku tidak dapat digerakkan, tangan mengepal dan sesekali badannya kejang bahkan tidak dapat berbicara. Kondisi tersebut dialami hingga usia Doni menginjak tiga tahun. Di usia ketiga tahun adik Doni sedikit bisa menggerakkan badannya, namun hanya bisa berbaring saja dan tidak dapat berkomunikasi. Saat ini usia adik Doni menginjak empat belas tahun tetapi kondisinya tidak banyak mengalami perubahan.nAyahnya Bapak Suwondo (55) bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja. Untuk menambah penghasilan, Ibu Supiah (44) membuat tampon dari bambu yang dijualnya seharga 1500/buah. Hal tersebut dilakukan sambil beliau menunggui adik Doni di rumah. Selama pengobatan keluarga ini menggunakan fasilitas BPJS PBI kelas III. Alhamdulillah Sedekah Rombongan Lampung dipertemukan dengan keluarga Bapak Suwondo. Santunan awalpun disampaikan untuk kebutuhan sehari-hari adik Doni. Keluarga Bapak Suwondo mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga Santunan yang diberikan dapat bermanfaat bagi adik Doni, Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 07 November 2017
Kurir : @Saesaraya taufikirawan aprilyanti @xkurniawatix

Doni mengalami lumpuh


ENDRA YANTO KURNIAWAN (8, Epilepsi). Alamat : Jl. Abri No 13, RT 27/12, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Saat berumur 2 tahun dimana Endra mulai dapat berjalan dan berbicara sedikit, Endra terjatuh dari tempat tidur dan kepalanya terbentur cukup kuat. Saat itu oleh neneknya tidak dibawa ke dokter karena tidak menyangka ada efeknya. Tetapi beberapa bulan kemudian Endra pertumbuhannya dirasa tidak meningkat justru dirasa malah mundur. Endra tidak kuat lagi bertitah tetapi hanya merangkak dan bicaranya pun tidak jelas. Karena khawatir Endra dibawa ke RS Mardi Waluyo. Setelah diperiksa Endra didiagnosis menderita epilepsi dan disarankan berobat rutin. Dari bayi Endra telah dirawat kakeknya Sudirjo (74) dan neneknya karena orangtuanya merantau mencari pekerjaan. Pekerjaan kakek Endra yang hanya buruh serabutan terkadang membuat Endra tersendat dalam berobat karena tidak hanya biaya transportasi tapi juga biaya lainnya yang tidak termasuk dalam jaminan kesehatan KIS PBI Kelas III yang dimiliki. Kurir Sedekah Rombongan Lampung pun segera bergerak menemui Endra beserta kakek dan neneknya. Sekaligus menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu meringankan biaya-biaya tersebut. Semoga Endra dapat berobat rutin dan beraktifitas seperti anak seumurannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 November 2017
Kurir : @saesarraya @sayasepti Dinda @xkurniawatix

Endra didiagnosis menderita epilepsi


ESIH SUKAESIH (32, Kanker Pipi). Alamat : Dusun VIII Way Bandar, RT 40/20, Desa Labuhan Maringgai, Kec. Labuhan Maringgai, Kab. Lampung Timur, Prov. Lampung. Ibu Esih Sukaesih adalah ibu dari 1 orang anak. Beliau mulai merasakan sakit gigi dan gusinya bengkak semenjak enam bulan yang lalu, karena dianggapnya sakit gigi biasa Ibu Esih hanya minum obat sakit gigi pada umumnya, namun sakit dan bengkaknya tak kunjung sembuh bahkan bengkak dipipi kanannya semakin membesar. Kemudian Ibu Esih menjalani pengobatan di dokter gigi setempat, dari hasil pemeriksaan dokter gigi ibu Esih di anjurkan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Abdoel Moeloek (RSAM) Bandar Lampung. Setelah menjalani beberapa tahapan pemeriksaan di RSAM oleh dokter Ibu Esih didiagnosa terkena tumor ganas di pipinya. Dokter yang memeriksa Ibu Esih, menyarankan untuk pengobatan lebih lanjut di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Selanjutnya Ibu Esih Di rujuk ke RSCM. pada saat pengobatan baru berjalan tiga minggu, oleh keluarganya Ibu Esih dibawa pulang kembali ke Lampung sebelum menjalani pengobatan lebih lanjut. Hal tersebut dikarenakan ketiadaan biaya untuk keperluan sehari-hari dan transportasi selama di Jakarta, karena selama menjalani pengobatan Ibu Esih dan suami tinggal di tempat saudara yang ada di Tanggerang. Saat ini Ibu Esih hanya bisa berbaring di tempat tidur, bengkak dipipinya semakin membesar sehingga kesulitan untuk menelan makanan dan menutup mulutnya. Suami Ibu Esih Bapak Al kawa Kibi (33) bekerja sebagai buruh harian lepas sehingga penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan dasar keluarganya saja apalagi semenjak Ibu Esih sakit selama enam bulan ini Bapak Al Kawa Kibi jarang bekerja karena menunggui dan merawat beliau meskipun keluarga ini sudah menggunakan Jaminan Kesehatan BPJS non PBI Kelas II, Untuk membantu kebutuhan sehari-hari para tetangganya mengumpulkan sumbangan dari para warga. Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Ibu Esih. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat dan terima Kasih kepada Para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah SWT membalas niat baik para Sedekaholics. Aamiin

Jumlah Santunan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 07 November 2017
Kurir : @saesaraya taufikirawan aprilyanti @xkurniawatix

Ibu Esih didiagnosa terkena tumor ganas di pipinya


FARIZ NAUFAL (3, Ginjal Bocor). Alamat: JL.MT.Hariono, Desa Wonogiri 1 , Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. Fariz begitu panggilan akrabnya, Fariz mulai mengalami gejala awal ginjal bocor sejak beberapa minggu yang lalu. Gejala ginjal bocor yang diderita Fariz makin parah sejak satu bulan ini. Saat itu Fariz mengalami bengkak di matanya yang di kira orang tuanya hanya di gigit semut, namun lama kelamaan badannya malah ikutan semakin membengkak. Hal tersebut membuat dirinya sangat terganggu. Fariz kemudian dibawa pihak keluarga berobat RSUD Ryacudu Lampung Utara. Fariz telah berobat beberapa kali ke Rumah Sakit tersebut namun tak kunjung ada perubahan. Kini kondisi Fariz Alhamdulillah sedikit mengalami perubahan dari kondisi awal, dimana sudah tidak ada bengkak pada tubuhnya dan kondisinya semakin membaik. Fariz adalah putra dari pasangan Bapak Syarif (38) dan Ibu Rismawati (30). Ayah Fariz sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan didesa tempat tinggalnya, sedangkan sang ibu hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga biasa. Sang ayah harus mencukupi kebutuhan sehari-hari serta harus membiayai sekolah kakaknya sehingga untuk berobat hanya menggandalkan uang yang ada secukupnya. Untuk berobat Fariz memiliki kartu fasilitas kesehatan KIS PBI kelas III. Kurir Sedekah Rombongan Lampung yang melihat kondisi Fariz saat kunjungan ke kediaman beliau langsung tergerak untuk segera menyampaikan bantuan. Bantuan awal yang disampaikan Sedekah Rombongan Lampung kepada Fariz berupa tunjangan dana guna biaya berobat dan juga untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari. Semoga bantuan dari sedekaholics tersebut dapat bermanfaat bagi Fariz dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 06 November 2017
Kurir : @saesarraya @siskakhadija @Purnawan @Andhika @xkurniawatix

Fariz mengalami gejala awal ginjal bocor


HANIK KHORIYAH (20, Sinusitis Kronis). Alamat: Dusun 01 , RT 3A/1, Desa Endang Rejo, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Hanik begitu panggilan akrabnya, gadis remaja ini kini sedang menganyam pendidikan dibangku sma kelas tiga. Hanik mulai mengalami gejala awal sinusitis sejak kelas satu sma. Gejala sinusitis yang diderita hanik makin parah sejak dua bulan lalu. Saat itu Hanik mengalami pusing kepala yang luar biasa kemudian pada bagian hidungnya mengeluarkan cairan. Saat hujan turun atau cuaca mulai berubah menjadi dingin seperti saat disore hari, gejala sinusitus yang diderita Hanik mulai terasa. Hal tersebut membuat dirinya sangat terganggu. Hanik kemudian dibawa pihak keluarga untuk diperiksakan di puskesmas. Hanik telah berobat beberapa kali ke puskemas yang berbeda-beda namun tak kunjung ada perubahan pada kondisi yang dirasakannya. Hanikpun kemudian dibawa untuk menjalani pengobatan di Rumah Sakit Yukum Medical Centre. Pihak rumah sakit menyarankan agar segera diambil tindakan operasi kepada Hanik. Kini setiap sore hari gejala sinusitis yang diderita Hanik selalu kambuh, adapun gejala yang muncul ditandai dengan keluarnya cairan dari lubang hidung sebelah kirinya. Hanik adalah putri dari pasangan Bapak Wakidi (56) dan Ibu Romlah (52). Ayah Hanik sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani didesa tempat tinggalnya, sedangkan sang ibu hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga biasa. Sang ayah harus mencukupi kebutuhan sehari-hari serta harus membiayai sekolah Hanik sehingga untuk berobat hanya menggandalkan uang yang ada secukupnya. Saat ini hanik sedang menempuh pendidikan SMA di Pondok Pesantren yang berada tidak jauh dari rumahnya. Untuk berobat Hanik memiliki kartu fasilitas kesehatan KIS PBI kelas III . Kurir Sedekah Rombongan Lampung yang melihat kondisi Hanik saat kunjungan ke kediaman beliau langsung tergerak untuk segera menyampaikan bantuan. Bantuan awal yang disampaikan Sedekah Rombongan Lampung kepada Hanik berupa tunjangan dana guna biaya berobat dan juga untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari. Semoga bantuan dari sedekaholics tersebut dapat bermanfaat bagi Hanik dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 05 November 2017
Kurir : @saesarraya @siskakhadija roni fanani @juniwahyu1927 @xkurniawatix

Hanik menderita sinusitis kronis


IMAM SOPINGI (52, Benjolan di Leher ). Alamat : Dusun IV,RT 9/4, Desa Bandar Agung, Kec. Bandar Sri Bhawono, Kab. Lampung Timur, Prov. Lampung. Pada tahun 2014 bagian mata sebelah kanan Bapak Imam terkena kayu dan sempat tidak bisa melihat beberapa saat (1/4 jam), dan beberapa hari kemudian hal yang dirasakan juga oleh Bapak Imam dibagian leher sebelah kanan terasa kaku dan membengkak, namun bengkaknya tersebut dianggap wajar sehingga hanya dilakukan pengobatan dipijit saja. Keadaan bengkak dileher Bapak Imam setelah dilakukan pijit tidaklah membaik bahkan semakin besar. Pada tahun 2015 Bapak Imam melakukan pengobatan di Puskesmas setempat, setelah diperiksakan di Puskesmas dokter menyarankan Bapak Imam harus berobat ke Rumah Sakit, namun anjuran dokter tidak dilakukan karena tidak adanya biaya tranportasi, kondisi saat ini Bapak Imam lehernya semakin membengkak dan belum ada perubahan. Bapak Imam tinggal bersama anaknya Agus Mujiono (27) namun anaknya tidak dapat membantu banyak karena bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya hanya cukup untuk sehari-hari. Semenjak sakit Bapak Imam juga tidak dapat bekerja sehingga keluarga ini membutuhkan biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari meskipun memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS PBI Kelas III. Alhamdulillah Sedekah Rombongan Lampung dipertemukan dengan Bapak Imam. Melihat kondisi Bapak Imam yang serba dalam keadaan membutuhkan membuat kurir Sedekah Rombongan Lampung segera menyampaikan bantuan kepada beliau. Adapun bantuan tersebut adalah berupa biaya kehidupan sehari-hari dan tranportasi berobat. Semoga bantuan dari sedekaholics yang diamanahkan melalui Sedekah Rombongan dapat membantu meringankan beban yang dirasakan oleh Bapak Imam. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 08 November 2017
Kurir : @saesaraya taufikirawan aprilyanti @xkurniawatix

Pak imam menderita tumor leher


KASLIAH BINTI SUKEMI (40, Ca Mammae). Alamat : Desa Kota Baru, RT 1/1, Kecamatan Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Ibu Kasliah mendapati benjolan di payudara sebelah kiri bagian bawah sejak Januari 2015 lalu dan sampai saat ini benjolan tersebut semakin membesar, sudah sebesar telur ayam. Tentu saja sangat menyiksa karena tidak bisa bebas beraktifitas. Dengan kondisi itu Ibu Kasliah pergi ke dokter untuk pertama kalinya. Kemudian Ibu Kasliah mendatangi salah satu dokter di Sukanegara dan saran nya pun sama dengan dokter sebelumnya yakni harus diangkat kankernya dengan menjalani operasi. Namun Ibu Kasliah berterus terang kepada dokter tersebut bahwa dia tidak berani ke rumah sakit untuk operasi karena tidak punya biaya untuk itu. Dan sebagai gantinya dokter memberikan resep ramuan tradisional yang bisa diminum sebagai alternatif meringankan penyakitnya, yaitu dengan menggunakan rebusan daun jeruk nipis dan dioleskan pada bagian yang sakit. Dan semenjak 2 bulan yang lalu Ibu Kasliah sudah tak pernah ke dokter lagi, karena dengan rebusan jeruk nipis Ibu Kasliah merasa lebih enak dan berkurang rasa sakitnya, tidak seperti sebelumnya yang katanya sakitnya sampai ketulang punggung. Hingga saat ini Ibu Kasliah masih rajin memakai rebusan jeruk nipis tersebut dan fasilitas kesehatan pun belum dimiliki. Untuk membantu biaya berobat karena keluarganya yang tak mampu, Kurir Sedekah Rombongan segera bergerak untuk menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk Ibu Kasliah. Semoga Allah segera mengangkat penyakit Ibu Kasliah. Kini Ibu Kasliah telah menjadi pasien dampingan sedekah rombongan. Kondisi terakhir Ibu Kasliyah sering merintih merasakan rasa sakit, payudaranya pecah dan sudah mengeluarkan cairan. Titipan langit selanjutnya kembali disampaikan kepada Ibu Kasliah guna biaya transportasi, akomodasi selama pengobatan dan juga biaya untuk membeli obat. Titipan Langit sebelumnya telah terdata dirombongan 775.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 13 Desember 2017
Kurir : @saesarraya @siskakhadija @juniwahyu1927 @xkurniawatix

Bu Kasilah menderita ca mamae


KATIMUN BIN TUKIJAN (52, Stroke + Depresi ). Alamat : Dusun XVII, RT 52/17, Desa Bandar Agung, Kec. Bandar Sri Bhawono, Kab. Lampung Timur, Prov. Lampung. Bapak Katimun awalnya mengidap gangguan jiwa atau depresi sejak tahun 2014, selain depresi yang dideritanya ternyata juga mengidap hipertensi. Menginjak tahun 2017 Bapak Katimun mengalami serangan stroke, dengan bantuan sumbangan uang dari warga, Bapak Katimun dibawa berobat ke Rumah Sakit Mardi Waluyo Metro, di Rumah Sakit Bapak Katimun menjalani perawatan selama empat hari, setelah dokter menyatakan keadaannya sudah stabil Bapak Katimun diperbolehkan pulang dan perawatan dilanjutkan di rumah. kondisi saat ini Bapak Katimun hanya bisa berbaring lemas di tempat tidur. Sejak sakit, Bapak Katimun tidak dapat bekerja, untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya, istrinya Ibu Sumidah (50) menggantikan peran kepala keluarga, karena tidak memiliki lahan/kebun dan usianya yang tidak muda lagi beliau hanya bisa memunguti sisa (bahasa jawa :leles) kopi coklat di kebun yang sudah di panen dari pemiliknya. Bapak Katimun juga tinggal bersama dua putrinya, dimana salah satu putri Bapak Katimun mengalami gangguan keterbelakangan mental. Meskipun memiliki fasilitas Jaminan BPJS PBI Kelas III, keluarga tidak langsung membawanya berobat, karena ketiadaan biaya untuk akomodasi dan biaya hidup di Rumah Sakit. Pada saat Kurir Sedekah Rombongan Lampung bersilahturahmi dikediamannya hari sudah gelap dan letak rumah beliau yang agak jauh dari rumah sekitar dan akses jalan yang kurang baik membuat kurir Sedekah Rombongan Lampung melewati areal peladangan, Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Bapak Katimun.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 06 November 2017
Kurir : @saesaraya taufikirawan aprilyanti @xkurniawatix

Bapak Katimun mengidap gangguan jiwa dan stroke


MAHMUDIN BIN SUKADI (59, Hernia + Kanker Prostat). Alamat : Sari Bumi, RT. 4/2, Desa Wates Selatan, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Awal mulanya sekitar bulan puasa tahun 2017 terasa sakit pada saat setelah buang air kecil kemudian diperiksakan ke pukesmas terdekat dan selang beberapa hari sakitnya tak kunjung sembuh Bapak Udin kemudian dibuatkan surat rujukan ke Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung dan didiagnosis terkena hernia, maka dokter menyarankan untuk operasi laser hernia tetapi karena kondisi Bapak Udin yang lemah dan tidak memungkinkan untuk operasi akhirnya Bapak Udin dibawa pulang ke rumah, selang seminggu kemudian Bapak Udin dibawa lagi ke Rumah Sakit Bintang Amin untuk berobat kembali dan disarankan untuk operasi hernia di Rumah Sakit Urip Sumoharjo, sehingga Bapak Udin dirujuk di Rumah Sakit Urip Sumoharjo dan dioperasi di rumah sakit tersebut, setelah operasi hernia ternyata Bapak Udin juga menderita sakit kanker diantara jalan keluar pada saat buang air kecil, kankernya sudah menyerang ginjal dan paru-paru, dokter menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek, dirumah sakit tersebut Bapak Udin harus dioperasi kankernya tetapi karena kondisinya drop Bapak Udin diberikan obat dan sekarang masih dirumah dengan kondisi lemah, susah makan, dan sering terasa nyeri dibagian perutnya. Bapak Udin (54) adalah buruh yang berpenghasilan tidak tetap semenjak sakit istrinya Karsiyem (54) yang menggantikan mencari nafkah walaupun keluarga ini dibantu fasilitas kesehatan KIS PBI, Alhamdulillah Allah SWT. Mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Lampung dengan Bapak Udin. Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup serta biaya pengobatan. Mereka sangat berterimakasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000 ,-
Tanggal : 4 Desember 2017
Kurir : @saesaraya lenimarlina @xkurniawatix

Pak udin didiagnosis terkena hernia


MALIYAH BINTI SIDIQ (52, Liver). Alamat : Desa Sukaraja VII, RT 1/-, Kec. Gedongtataan, Kab. Pesawaran, Prov. Lampung. Sebelumnya Ibu Maliyah memiliki riwayat penyakit darah tinggi. Pada awal Juli kemarin beliau merasa tidak sehat, perutnya membesar dan pejal. Kemudian beliau pergi ke klinik kesehatan terdekat. Namun dokter menyarankan untuk memeriksakan ke rumah sakit. Karena keterbatasan biaya beliau tidak segera berobat ke rumah sakit. Akhir September kemarin keadaan Ibu Maliyah memburuk, perutnya semakin membesar tubuh semakin kurus hingga tidak mampu duduk. Pihak keluarga membawa ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu. Namun tidak ada perkembangan sehingga Ibu Maliyah dirujuk ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo. Dokter mendiagnosa Ibu Maliyah menderita penyakit liver. Ibu Maliyah, pasien (52) buruh serabutan, suaminya Bapak Karyo (57) sudah tidak bekerja lagi. Mereka tinggal di rumah Bapak Suwindi anak menantu yang bekerja sebagai buruh pendapatannya tidak cukup untuk kebutuhan sehari – hari karena Bapak Suwindi memiliki 3 orang anak yang bersekolah. Selama pengobatan ia menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS MANDIRI kelas III. Melihat kondisi tersebut, Kurir Sedekah Rombongan mendatangi kediaman Ibu Maliyah dan menyampaikan santunan awal untuk membantu biaya transportasi dan pengobatan. Semoga Ibu Maliyah lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 8 November 2017
Kurir : @saesarraya Leni Dwi Dwi @xkurniawatix

Bu Maliyah menderita liver


MULYO REJO (45, Patah Tulang). Alamat : Sari Bumi, RT. 3/5, Desa Wates Selatan, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Awal mulanya saat sedang bekerja di sawah yang berdekatan dengan jalan raya tiba-tiba tanpa diduga ada kecelakaan dipinggir jalan dan Mbah Rejo yang saat itu sedang bekerja di sawah terkena motor orang yang kecelakaan, motor yang berada dijalan raya tetiba masuk ke sawah dan menhantam kaki kanan Mbah Rejo sehingga mengalami patah tulang, warga yang melihat kejadian tersebut langsung membawa Mbah Rejo ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu untuk penanganan lebih lanjut, dan dokter menyarankan untuk operasi pemasangan pen supaya patah tulang Mbah Rejo bisa pulih kembali, sekarang kondisi Mbah Rejo masih butuh perawatan pasca operasi. Mbah Rejo tinggal bersama istrinya, Sutarni (52) yang bekerja sebagai buruh tidak tetap, dan anak-anak Mbah Rejo sudah berumah tangga semua dengan kehidupan ekonomi yang tidak jauh beda dengan orangtuanya, sebagai buruh yang belum bisa mencukupi biaya pengobatan suaminya sehingga membutuhkan biaya untuk berobat dan biaya hidup sehari-hari walaupun keluarga ini memiliki jaminan kesehatan berupa KIS PBI. Alhamdulillah, Allah SWT. Mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Lampung dengan Mbah Rejo dan keluarganya. Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup Mbah Rejo dan keluarganya serta biaya pengobatan. Mereka sangat berterimakasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000 .-
Tanggal : 7 November 2017
Kurir : @saesaraya lenimarlina @xkurniawatix

Mbah Rejo mengalami patah tulang


MUSLIMIN BIN MAD KUSARNI (48, Gondok Racun + Asam Lambung + Darah Tinggi). Alamat : Sidoharjo, RT 9/3, Desa Sidoharjo, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Awal mula terasa sakitnya setelah hari raya tahun ini kepala terasa pusing dan tidak enak makan tetapi tetap terus dibawa bekerja karena dianggap sakit biasa, tetapi baru setengah bulan bekerja badannya ngedrop dan tidak dapat lagi bekerja, kemudian keluarga membawa ke mantri terdekat tetapi belum ada perubahan kemudian dibawa ke dokter terdekat dan disarankan untuk operasi karena terdapat gondok racun, sekarang kondisi Pak Limin masih belum pulih karena ada asam lambung dan darah tinggi juga sehingga harus istirahat dulu dan belum dapat bekerja sudah dua bulan. Bapak Limin tinggal bersama istrinya, Asih Pujiani (48) seorang ibu rumah tangga dan Bapak Limin bekerja sebagai tukang karena belum dapat bekerja keluarga ini kesulitan untuk transportasi berobat dan biaya hidup sehari-hari walaupun keluarga ini memiliki jaminan kesehatan berupa KIS PBI. Alhamdulillah, Allah SWT. Mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Lampung dengan Bapak Limin dan keluarganya. Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup Bapak dan keluarganya serta biaya pengobatan. Mereka sangat berterimakasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000 .-
Tanggal : 7 November 2017
Kurir : @saesaraya lenimarlina @xkurniawatix

Pak Muslimin menderita gondok racun + asam lambung + darah tingg


NADIA BINTI HARDANA (17, Radang Otak). Alamat : Jl. Pala VII, RT 13/6, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Saat berumur 1 tahun Nadia pernah mengalami panas sehingga kejang-kejang lalu Nadia dibawa ke RS Ahmad Yani dan harus rawat inap. Beberapa kali hal tersebut terjadi hingga dilakukan pemeriksaaan lebih lanjut dan diagnosisnya adalah terjadi peradangan pada otak Nadia. Dan sejak saat itu Nadia perlahan lahan kesulitan menggerakan tubuhnya, kaki dan tangannya seperti kaku. Nadia sudah dibawa berobat ke RSAY berulang kali hingga orangtua memutuskan berhenti berobat karena ketiadaan biaya. Kini Nadia hanya bergerak di tempat tidur dan jika keluar menggunakan gendongan dan berobat ketika terjadi kejang-kejang. Orangtua Nadia, Hardana (42) berkerja sebagai buruh serabutan dan Tris Kasiawati (39) merawatnya dengan teliti sembari berdagang kecil-kecilan di rumahnya. Nadia dan keluarga tidak mempunyai jaminan kesehatan oleh karenanya Nadia jika kejang hanya di bawa ke dokter setempat untuk mengatasi kejangnya. Kurir Sedekah Rombongan Lampung pun berkunjung ke rumah Pak Hardana dan tetap menyemangati Ibu Tri untuk merawat Nadia. Titipan sedekaholics juga disampaikan untuk pembelian diapers dan kebutuhan hidup lainnya. Semoga titipan yang disampaikan dapat bermanfaat.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 November 2017
Kurir : @saesarraya @sayasepti Dinda @xkurniawatix

Nadia menderita radang otak


PAPRONI BIN MUKLIS (32, Gagal Ginjal). Alamat : Jl.Pala, RT 41/18, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Pada Tahun 2001 merasakan tubuhnya seperti berkeringat terus menerus dan didiagnosis ginjal bocor. Pak Paproni menjalani pengobatan serta memakan rutin telur ayam sebanyak 6 kg per hari seperti yang di anjurkan dokter sampai 2003. Dan dinyatakan sudah sembuh. Hingga pertengahan tahun 2017 sakitnya seperti kambuh kembali dan kali ini disertai rasa sakit. Pak Paproni pun pergi memeriksakan dirinya ke RS Ahmad Yani, dan hasilnya ginjal Pak Paproni sudah rusak dan banyak racun. Dokter menyarankan untuk cuci darah tapi pasien menghindari cuci darah. Dokter pun menyarankan untuk tetap kontrol rutin seperti biasa di rumah sakit. Dan menjalani pantangan yang disarankan dokter. Semula Pak Paproni bekerja sebagai tukang parkir. Kini pekerjaan tersebut sudah jauh dikurangi olehnya. Sedangkan istrinya Dewi Yulita Sari (23) lebih mengurusi urusan rumah tangga. Setiap harinya Pak Paproni mengandalkan orang tua dan saudaranya. Begitupun untuk urusan pengobatan. Pak Paproni berobat menggunakan jaminan sosial KIS PBI Kelas III. Sedangkan keadaan ekonomi mereka pun kurang lebih sama dengan Pak Paproni. Terkadang saat jatuhnya waktu berobat Pak Paproni untuk biaya transport sering kali tidak ada. Kisah Pak Paproni pun sampai di telinga kurir Sedekah Rombongan Lampung. Kurir pun segera bergerak menyampaikan titipan sedekaholics kepada Pak Paproni guna membantu biaya transportasi dan biaya lainnya yang tidak tertanggung jaminan kesehatan. Semoga Pak Paproni dapat terus melanjutkan pengobatannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 November 2017
Kurir : @saesarraya @sayasepti Dinda @xkurniawatix

Pak Paproni didiagnosis ginjal bocor


PARSINEM BINTI SUKIR ( 54 , Diabetes ). Alamat: Jalan Jaya Karta, Desa Tanjung Anom , Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Ibu Parsinem belakangan ini merasakan kondisi fisiknya mulai terasa menurun. Sekitar pertengahan Oktober Ibu Parsinem harus pulang lebih awal dari berladang karena kondisinya yang mendadak melemah sehingga membuat dirinya hampir tidak sadarkan diri. Pihak keluarga segera membawa Ibu Parsinem ke puskesmas terdekat. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata gula darah Ibu Parsinem naik sampai 480. Ibu Parsinem mendapatkan perawatan selama tiga hari di puskesmas. Kini kondisi Ibu Parsinem sering sekali drop, bahkan beberapa hari yang lalu beliau kembali harus dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan pengobatan. Dalam kesehariannya Ibu Parsinem bekerja sebagai buruh harian di kebun nanas yang berada tak jauh dari rumahnya. Hal ini dilakukan Ibu Parsinem untuk membantu perekonomian keluarga karena penghasilan sang suami sebagai buruh serabutan tidak menentu. Ibu Parsinem Tinggal bersama sang suami Jumiran (62) di rumahnya yang sederhana. Dalam hubungan perkeluargaan Ibu Parsinem belum dikarunai keturunan. Ibu Parsinem tidak memiliki Jaminan Kesehatan apapun. Hal ini yang membuat Ibu Parsinem sangat merasa berat untuk berobat ke rumah sakit, beliau merasa biaya untuk berobat ke rumah sakit pasti tidak sedikit. Sementara penghasilan Ibu Parsinem dan suami hanya cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Parsinem. Kurir Sedekah Rombongan Lampung segera melakukan kunjungan ke kediaman Ibu Parsinem. Setelah mendengarkan keluh kesah dari Ibu Parsinem, bantuanpun segera disampaikan kepada beliau. Adapun bantuan berupa tunjangan dana guna membantu Ibu Parsinem untuk mengurus pembuatan Kartu Indonesia Sehat serta untuk biaya akomodasi serta transportasi selama berobat. Semoga bantuan dari sedekaholics yang diamanahkan melalui Sedekah Rombongan dapat membantu Ibu Parsinem dalam berjuang memperoleh kesembuhan dirinya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 05 November 2017
Kurir : @saesarraya @siskakhadija @Andhika @juniwahyu1927 @xkurniawatix

Bu Parsinem menderita ginjal bocor


RUSDI BIN PARDI (31, Gagal Ginjal). Alamat : Jl.Pala No 70, RT 42/18, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Saat Umur 9 tahun Rusdi dinyatakan ginjal bocor tetapi karena keadaan saat itu Rusdi hanya berobat alternatif saja. Setelah dirasa tidak ada keluhan Rusdi memutuskan menyudahi pengobatan. Beranjak dewasa Rusdi gemar mengonsumsi minuman berenergi untuk menunjang pekerjaannya sebagai buruh serabutan yang tak tentu waktu. Tetapi Mulai tahun 2017 perut Rusdi membesar, dan hal itu di abaikan. Puncaknya setelah lebaran atau awal juli 2017 perut Rusdi dirasa semakin membesar dan terasa nyeri hingga sulit tidur. Kemudian Rusdi memeriksakan diri ke RS Ahmad Yani (RSAY) dan didiagnosis gagal ginjal dan diharuskan cuci darah. Tetapi karena di RSAY sudah tidak dapat menampung pasien cuci darah, Rusdi disarankan melakukan cuci darah di RS Abdul Moeloek Bandar Lampung. Kini Rusdi sudah tidak dapat bekerja lagi, ia pun masih tinggal bersama orangtua dan kakaknya yang telah menikah. Rusdi tentu menggantungkan pengobatannya kepada orangtuanya, Pardi (65) yang menjual petis keliling juga sebagai buruh serabutan. Rusdi pun memiliki jaminan kesehatan BPJS Mandiri Kelas III. Kabar tentang Rusdi sampai ke kurir Sedekah Rombongan Lampung dan segera bergerak membantunya. Titipan sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya transportasi cuci darah ke RS Abdul Moeloek Bandar Lampung. Semoga Rusdi lekas pulih kembali.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 November 2017
Kurir : @saesarraya @sayasepti Dinda @xkurniawatix

Pak Rusdi dinyatakan ginjal bocor


SLAMET ROHANI (52, Acute Limfoblastik Leukemia). Alamat : Jl. Terong No.74, RT 17/8, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Gejala penyakit Bapak Slamet berawal pada September 2015 dimana ia mulai merasakan lemas, mudah lelah dan badan sering terasa panas. Hingga kini apa yang dirasakan Bapak Slamet semakin menjadi. Sekitar awal bulan Desember 2015, Bapak Slamet sempat tidak sadarkan diri setelah pulang dari mengumpulkan rongsokan. Sadar dengan kondisinya Bapak Slamet lalu memeriksakan diri ke RS Ahmad Yani Metro dan oleh dokter ia disarankan untuk rawat inap dan melakukan transfusi darah. Setelah dirawat Bapak Slamet malakukan serangkaian pemeriksaan sumsum tulang dan hasilnya Bapak Slamet didiagnosis menderita Acute Limfoblastik Leukemia atau keganasan sel darah putih. Sejak saat itu Bapak Slamet disarankan untuk melakukan pengobatan rutin dengan kemo obat. Sebelumnya Bapak Slamet mencari nafkah sebagai pengumpul rongsokan sedangkan istrinya, Ibu Istirohah (47), mengurus rumah tangga. Bapak Slamet kini sudah tidak dapat bekerja dan pendapatan sehari-hari dihasilkan anak-anaknya yang bekerja serabutan, Bapak Slamet sudah memiliki jaminan kesehatan KIS PBI kelas 3. Kini Bapak Slamet dijadikan pasien dampingan Sedekah Rombongan Lampung dan kembali disampaikan santunan dampingan titipan dari para sedekaholics yang diharapkan dapat membantu memenuhi biaya transportasi berobat dan biaya lainnya yang tidak tertanggung jaminan kesehatan. Bantuan sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 868.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 November 2017
Kurir : @saesarraya @sayasepti Dinda @xkurniawatix

Bapak Slamet didiagnosis menderita Acute Limfoblastik Leukemia


SUGIYO BIN KERTODINOMO (67, Acute Lymphocytic Leukimia). Alamat : Dusun II, RT 7/2, Desa Saptomulyo, Kecamatan Kotagajah, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Bapak Sugiyo sering berobat ke Puskesmas dengan keluhan sakit pinggang yang terus dirasakan selama setahun terkahir hingga tidak bisa jalan. Sekarang Bapak Sugiyo hampir putus asa untuk menjalani pengobatan. Setelah rutin berobat ke Puskesmas, pada bulan Januari 2017 dirujuk ke RS Ahmad Yani Metro. Dan setelah dilakukan pemeriksaan ternyata didiagnosis Acute Lymphocytic Leukimia (ALL) atau dikenal dengan penyakit kanker darah. Selama sakit beliau mengalami penurunan berat badan hingga 20 kg dan istirahat total untuk duduk saja tidak mampu sehingga seluruh kebutuhannya disiapkan dan dilayani oleh anak-anaknya. Bapak Sugiyo juga harus sering tranfusi darah karena mengalami anemia, terakhir tranfusi pada bulan September berjumlah 6 kantong golongan darah B+. Bapak Sugiyo tinggal bersama anak perempuannya yang telah menikah dan dikaruniai 2 anak dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan sehari-hari yaitu sebagai buruh tani dan istri Bapak Sugiyo sudah meninggal sejak setahun yang lalu. Sehubungan dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit membutuhkan transportasi dan berbagai kendala keterbatasan ekonomi akhirnya hanya berobat jalan dan jika sudah parah baru dibawa ke Rumah Sakit. Meski telah berobat menggunakan jaminan kesehatan BPJS Kelas 3. Maka dengan keadaan seperti ini kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan kepada Bapak Sugiyo untuk keperluan transportasi berobat. Bapak Sugiyo bersyukur sekali dan berterima kasih kepada Sedekah Rombongan dan para Sedekaholics atas bantuan yang diberikan. Semoga santunan yang sudah diterima memudahkan Bapak Sugiyo dan keluarga untuk berangkat berobat dan menyewa kendaraan saat ke Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 8 November 2017
Kurir : @saesarraya @sayasepti hanif @xkurniawatix

Pak Sugiyono didiagnosis menderita Acute Limfoblastik Leukemia


SUMARDI BIN KARYO SEMITO (32, Infeksi Otak + Gangguan Saraf Kepala). Alamat: Dusun 6, RT 22/11 Desa Sripendowo, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Bapak Sumardi awalnya hanya merasakan sakit biasa seperti migraine dan biasanya setelah meminum obat rasa sakitnya hilang. Pada hari jumat malam tanggal 10 November 2017 Bapak Sumardi merasakan sakit dikepala bagian belakang. Lalu beliau berobat ke Mantri Kesehatan di Sripendowo. Setelah meminum obat dan beristirahat rasa sakitnya tak kunjung reda dan bahkan semakin parah Sehingga pada sabtu 11 November 2017 sekitar pukul empat pagi Bapak Sumardi mengalami sakit luar biasa disertai demam dan muntah hingga tak sadarkan diri. Kemudian oleh keluarga dan tetangga Bapak Sumardi dibawa ke klinik Enggal Waras Sripendowo hingga pada pukul delapan pagi rasa sakit dikepala Bapak Sumardi tak juga berkurang lalu oleh dokter disarankan untuk dirujuk ke RSU Ahmad Yani Metro, tetapi karena ICU penuh lalu diarahkan ke RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung. Setelah dilakukan pemeriksaan intensif oleh dokter spesialis dan juga Scanning, Bapak Sumardi didiagnosis menderita infeksi otak dan gangguan di saraf kepala. Alhamdulilah setelah dirawat ± 10 hari di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung Bapak Sumardi saat ini sudah diperbolehkan pulang namun tetap menjalani berobat jalan dan kontrol rutin di rumah sakit untuk persiapan operasi. Bapak Sumardi bekerja sebagai buruh harian dengan penghasilan tidak tetap hingga untuk biaya pengobatan dan biaya hidup selama dirawat dibantu oleh saudara dan tetangganya. Beliau juga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Sebagai upaya meringankan beban Bapak Sumardi Kurir sedekah rombongan berusaha membantu menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk biaya berobat dan persiapan operasi.

Jumlah bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 22 November 2017
Kurir : @saesaraya taufik @andripramono@yusiyensa @adit @xkurniawatix

Pak Sumardi menderita infeksi otak + gangguan saraf kepala


SUPARDI BIN SUMARTO (45, Tumor Otak). Alamat Dusun Magetan RT 4/1 Desa Pasar Sukadana Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur. Bapak Supardi sudah menderita penyakit tumor otak ini selama 7 tahun. Berbagai ikhtiar mulai dari pengobatan alternatif maupun medis sudah dilakukan tetapi semakin hari kondisinya semakin memburuk. Penyebab awal penyakit ini diduga karena peristiwa kecelakaan yang dialami beliau dan istri 8 tahun silam. Saat itu Bapak Supardi tidak mengalami luka apapun. Justru sang istri mengalami luka yang cukup serius. Setahun kemudian, saat sedang bekerja di sawah Bapak Supardi mengalami kejang-kejang, muntah dan merasakan sakit kepala yang teramat sangat. Keluarga mencoba pengobatan alternatif namun tak membuahkan hasil. Akhirnya Bapak Supardi diperiksakan ke dokter ahli syaraf dan diagnosis mengalami pembekuan darah di otak, kemudian dilakukan scanning di Rumah Sakit Mardi Waluyo dan divonis menderita tumor otak. Operasi pertama dilakukan pada bulan Juni tahun 2014 di Rumah Sakit Mardi Waluyo. Operasi ke dua dilakukan di RSAM Bandar Lampung pada tanggal 5 November 2016. Sejak operasi ke dua, Bapak Supardi rutin berobat jalan di RSUD Sukadana, menebus obat seminggu sekali untuk meredakan sakit kepala yang dirasakannya terus menerus. Semakin hari kondisi Bapak Supardi semakin memprihatinkan, tumor di kepalanya semakin membesar,benjolan di kepala mulai pecah dan mengeluarkan cairan terus menerus dan kerap mengeluarkan darah. Istri Bapak Supardi, Ibu Suparti (41) hanya seorang ibu rumah tangga yang biaya hidupnya dibantu oleh anak sulungnya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga untuk menanggung kedua orang tuanya, 1 adik dan 1 anaknya (cucu pasien). Dokter menyarankan untuk segera merujuk pasien ke RSAM Bandar Lampung akan tetapi keluarga kebingungan karena tidak memiliki biaya transportasi walaupun memiliki kartu KIS PBI sebab jauhnya jarak rumah dengan rumah sakit serta untuk kebutuhan sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka. Bantuan awalpun disampaikan untuk membantu kebutuhan selama pengobatan di Rumah Sakit. Semoga Bapak Supardi segera diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 6 Desember 2017
Kurir : @saesaraya taufik sulistiawati @xkurniawatix

Bapak Supardi menderita penyakit tumor otak


SUPIYATI BINTI DALIMIN (44, Benjolan di seluruh tubuh). Alamat : Dusun XVII, RT 50/17, Desa Bandar Agung, Kec. Bandar Sri Bhawono, Kab. Lampung Timur, Prov. Lampung. Ibu Supiati mengetahui adanya benjolan disekitar tubuhnya pada tahun 2000. Pada waktu itu hanya dianggap benjolan-benjolan biasa yang nantinya akan hilang dengan sendirinya tetapi ternyata benjolan tersebut semakin banyak dan membesar di seluruh tubuhnya termasuk di bagian wajah Ibu Supiati. Meskipun kesehariannya Ibu Supiati dapat melakukan aktifitas seperti biasa tetapi beliau merasakan sakit pada benjolan- benjolan tersebut yang semakin hari semakin membesar, terutama sakit disekitar payudaranya. Keluarga ibu Supiati dan bapak Triaddi (56) dikaruniai 1 anak yang masih bersekolah SMP kelas 1. Keluarga ibu Supiati saat ini tinggal yang status tanahnya masih kepemilikan orang lain dimana ada tetangga sekitar yang merasa iba dengan keadaan keluarga beliau. Kondisi ekonomi yang cukup memprihatinkan dimana bapak Triaddi bekerja sebagai penderes kelapa hanya cukup untuk kebutuhan dasar saja sehingga Ibu Supiati belum pernah dibawa untuk berobat, ditambah lagi fasilitas kesehatan yang belum dimiliki oleh keluarga tersebut. Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya berobat Ibu Supiati dan pembuatan kartu BPJS.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 06 November 2017
Kurir : @saesaraya taufikirawan aprilyanti @xkurniawatix

Bu Supiyati menderita benjolan di seluruh tubuh


SUPRAPTO BIN SUGENG (50, Diabetes). Alamat : Dusun III RT 10/15 Desa Sri Bhawono, Kec. Bandar Sri Bhawono, Kab. Lampung Timur, Prov. Lampung. Bapak Suprapto mulai mengidap penyakit diabetes sejak tahun 2006. Pada tahun 2010 terdapat benjolan seperti bisul dibagian punggung yang pecah sehingga Bapak Suprapto harus di rawat di RS Aka Sri Bhawono selama 5 hari. Untuk mengontrol gula darahnya beliau melakukan perawatan di medis setempat. Pada bulan agustus 2017 kaki Bapak Suprapto mengalami luka akibat tersandung batu kecil. Dalam waktu yang singkat ± 30 hari kaki sebelah kiri beliau membusuk dari jari hingga ke mata kaki sehingga pada pertengahan bulan september 2017 kaki beliau harus diamputasi di RS AKA Sri Bhawono Setelah dilakukan amputasi tersebut kondisi Bapak Suprapto membaik. Sakit yang dirasakannya mereda dan beliau dapat tidur dengan nyenyak. Karena kondisinya sudah membaik, oleh keluarganya dibawa pulang kerumah dan pengobatan dilanjutkan dengan pengobatan rawat jalan. Satu minggu setelah amputasi pada saat berobat didapati kaki Bapak Suprapto mengalami pembusukan kembali dan disarankan untuk diamputasi kembali. Mendengar hal tersebut Bapak Suprapto mengalami Shock dan kondisinya drastis menurun dan oleh keluarganya dibawa berobat ke RS. Mardi Waluyo Metro. Semenjak menderita Diabetes tersebut Bapak Suprapto sudah tidak dapat melakukan pekerjaan lagi sebagai sopir mobil truk. Sehingga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dibantu oleh istrinya Ibu Kismiati (47 thn) sebagai seorang penjahit. Fasilitas kesehatan pun belum dimiliki keluarga ini. Usaha maksimal telah dilakukan oleh keluarga Bapak Suprapto tetapi Allah SWT lebih sayang dengan beliau. Bapak Suprapto tutup usia pada hari minggu Tanggal 8 Oktober 2017. Santunan Duka disampaikan oleh Kurir Sedekah Rombongan Lampung yang semula diperuntukkan untuk biaya pengobatan beliau. Semoga Bapak Suprapto mendapatkan tempat terbaik disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 November 2017
Kurir : @saesaraya taufikirawan aprilyanti @xkurniawatix

Bapak Suprapto mengidap penyakit diabetes


TUKIRAN BIN SUMOKARYO (72, Bungkuk, Kaki Mengecil). Alamat: Jalan Diponegoro, Dusun IV/B, RT 14/6, Desa Tanjung Anom, Kelurahan Tanjung Anom, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Bapak Tukiran menghabiskan sebagian masa hidupnya dengan keadaan fisik yang kurang sempurna. Kondisi fisik kaki yang mengecil dan tubuhnya yang membungkuk telah diderita Bapak Tukiran dalam waktu yang cukup lama. Kejadian yang menyedihkan ini berawal ketika Bapak Tukiran masih kecil, saat itu beliau mengalami demam yang cukup tinggi dan diiringi dengan timbulnya bintik-bintik merah seperti cacar. Lalu Bapak Tukiran dibawa oleh keluarga ke mantri yang berada di desa mereka. Bapak Tukiran mendapatkan suntikan dari sang mantri yang kemudian berefek kepada kondisi tubuh beliau. Adapun efek dari suntikan tersebut adalah kedua kaki beliau menjadi tidak bisa digerakkan dan berujung kelumpuhan. Semakin bertambah umur kondisi fisik Bapak Tukiran semakin memburuk, kini tubuh beliau menjadi bungkuk dan kaki beliau menjadi kecil. Keseharian Bapak Tukiran banyak dihabiskan di lingkungan rumahnya saja. Kondisi fisik yang tak sempurna membuat Bapak Tukiran tidak memiliki pekerjaan. Bapak Tukiran tidak pernah berobat ke pusat kesehatan manapun, hal ini membuat beliau merasa tidak memerlukan fasilitas kesehatan. Kondisi Bapak Tukiran yang tidak bisa bekerja membuat beliau kesulitan untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kini Bapak Tukiran hanya bisa mengandalkan pemberian dari keluarga dan kerabatnya saja. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Tukiran. Melihat kondisi Bapak Tukiran yang serba dalam keadaan kekurangan membuat kurir Sedekah Rombongan Lampung segera menyampaikan bantuan kepada beliau. Adapun bantuan tersebut adalah berupa tunjangan dana guna membantu biaya kehidupan sehari-hari Bapak Tukiran. Semoga bantuan dari sedekaholics yang diamanahkan melalui Sedekah Rombongan dapat membantu meringakan beban yang dirasakan oleh Bapak Tukiran. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 05 November 2017
Kurir : @saesarraya @siskakhadija Rony Andhika fani ajeng @juniwahyu1927 @xkurniawati

Bantuan tunai


WAHYUDI BIN MAD HADI (56, Diabetes + Infeksi Paru + Asam urat). Alamat : Desa Sidoharjo RT 7/2, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Awal sekitar puasa 2017 Bapak Wahyudi merasakan badan yang tidak sehat dan sering lemas keluarga membawa berobat ke mantri terdekat dideteksi menderita penyakit diabetes, setelah rajin terapi untuk pengobatan diabetesnya yang terjadi badan Bapak Wahyudi malah semakin lama semakin lemas dan dada sesak keluarga khawatir sehingga membawa beliau ke dokter dan didiagnosa Bapak Wahyudi terkena sakit infeksi paru-paru dan disarankan untuk rawat inap karena keterbatasan biaya keluarga memutuskan untuk dirawat dirumah saja dan sesekali dibawa ke dokter untuk cek dan belum menunjukan adanya perubahan, sehingga dokter menyarankan untuk rontgen tetapi tidak keluarga lakukan karena belum ada biaya dan akhir agustus 2017 kondisi Bapak Wahyudi sangat drop sehingga dibawa ke Rumah Sakit Umum Pringsewu untuk rawat inap dan kondisi sekarang beliau masih lemah dan hanya bisa berbaring ditempat tidur. Istri Bapak Wahyudi (Marfungah, 46) seorang ibu rumah tangga, selama ini yang bekerja hanya suaminya, semenjak Bapak Wahyudi sakit beliau tidak dapat bekerja lagi sehingga keluarga ini kesulitan untuk kebutuhan sehari-hari dan transportasi untuk berobat meskipun memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Kelas III, Alhamdulillah Allah SWT. Mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Lampung dengan keluarga Bapak Wahyudi. Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan keduapun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup serta biaya pengobatan yang sebelumnya sudah masuk dirombongan 1047. Mereka sangat berterimakasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 November 2017
Kurir : @saesaraya lenimarlina @xkurniawatix

Pak Wahyudi sakit infeksi paru-paru


YURICKE ARISTIA (25, Perdarahan Pada Rahim). Alamat : Dusun Talang Keramat, RT 6/3, Desa Talang Keramat, Kecamatan Tanjung Kelapa, Kabupaten Banyu Asin, Provinsi Sumatra Selatan. Ibu Yuricke bekerja sebagai karyawan rumah makan di daerah bekasi. Pada tanggal 3 November 2017, Ibu Yuricke bermaksud pulang ke Palembang bersama anak laki-lakinya yang berumur 3 tahun. Sesampainya di Pelabuhan Bakauheni, Ibu Yuricke merasa bagian bawah perutnya terasa sakit dan keluar darah dari kemaluannya. Karena kesakitan, Ibu Yuricke sampai tak sadarkan diri, kemudian polisi di pelabuhan membawa beliau ke Rumah Sakit Kalianda, dokter mengatakan Ibu Yuricke mengalami perdarahan dan harus segera dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) untuk dilakukan operasi. Keesokkan paginya, beliau menjalani operasi dan dokter menyatakan Ibu Yuricke mengalami hamil di luar kandungan dan menyebabkan perdarahan. Kondisi beliau saat ini masih lemas pasca operasi dan hanya bisa berbaring. Suami beliau, sudah lama tiada, orang tuanya, Pak Nlmuhammad Nurmin (50), bekerja sebagai supir truk barang. Ibunya, Mistianah (49) tenaga sukarela di kantor urusan agama. Selama pengobatan, Ibu Yuricke masuk sebagai pasien mandiri karena tidak memiliki jaminan kesehatan sehingga butuh biaya yang tidak sedikit untuk operasi beliau. Kurir yang mengetahui kabar kesulitan keluarga segera menuju rumah sakit dan menyantuni beliau. Titipan langit pun tersampaikan. Semoga Ibu Yuricke segera pulih kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 8.000.000,-
Tanggal : 7 November 2017
Kurir : @saesarraya @yulian_safri @sevindae @adity_Bdvil Fajri @yesaridani @xkurniawatix

Ibu Yuricke mengalami perdarahan


YUYUN ASMIARTI (28, Tumor Sinus). Alamat : Dusun II Siraman, RT 9/5, Kelurahan Siraman, Kecamatan Pekalongan, KaIbupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Pada Awal Tahun 2016 Ibu Yuyun mengadu nasib sebagai tenaga kerja Indonesia ke Negara Singapura untuk membantu perekonomian keluarga. Namun pada bulan puasa lalu atau sekitar bulan juni 2017 Ibu Yuyun mulai merasakan keluhan berupa keluarga darah dari hidung yang sering disebut mimisan. Hal tersebut diabaikannya. Ternyata seiring berjalannya waktu ada benjolan di batang hidungnya, tapi lagi-lagi masih belum jadi perhatian khusus. Namun pada awal juli benjolan membesar dan mata kirinya membengkak, lalu dibawa majikan untuk melakukan medical cek up ke RS Changi Singapura dan didapati tumor pada bagian dalam sinus hidung. Pada bulan agustus 2017 Ibu Yuyun Kembali ke Indonesia, sempat periksa ke RS Ahmad Yani dan dirujuk ke Jakarta tetapi tidak meneruskan pengobatan karena terkendala biaya. Karena sang suami, Yuliantoni (34) hanya bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tidak seberapa sedangkan 3 anaknya masih membutuhkan nutrisi lebih dan mulai bersekolah. Dan jaminan kesehatan Ibu Yuyun yang KIS Mandiri Kelas III sempat menunggak. Tetapi belakangan benjolan terus membesar bahkan mulai mengarah mata kanannya. Mendengar kabar tentang Ibu Yuyun kurir Sedekah Rombongan Lampung segera menemui Ibu Yuyun dan menyampaikan titipan sedekaholics agar Ibu Yuyun dapat berobat ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta dan biaya lainnya diluar jaminan kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 November 2017
Kurir : @saesarraya @sayasepti @xkurniawatix

Bu Yuyun menderita tumor sinus


MTSR PURWOKERTO (AB 9046 WK, Biaya Operasional Desember 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo, RSUD Banyumas, Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, RSU Wiradadi Keluarga dan sebagian rumah sakit di Kabupaten Purbalingga serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Karyadi. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap) dan Brebes. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, ganti tangki radiator, jasa derek ambulance dan service ringan. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1090.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.472.223,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @ddeean @widadopangesti Arif

Biaya Operasional Desember 2017


ARMALA JUM’ATUL UMROH (21thn, operasi Cecar ) Alamat : Desa Pekuwon, kel. Pekuwon, kec Bangsal Mojokerto . Provinsi Jawa Timur.
Bu Armala istri dari bapak Adi Asmoro Sempat tinggal di rumah warisan orangtua namun konflik keluarga memaksa kedua adik kakak meninggalkan rumah warisan tersebut.
saat ini bu Armala tinggal di kamar kost bersama dengan kakak, kakak ipar, dan dengan 2 Keponakannya.
ketika bu Armala hamilan anak pertama pak Adi meminta ijin untuk bekerja di perusahaan sawit daerah Kalimantan sebagai buruh kasar, pak Adi sempat mengirim uang satu kali senilai 500.000 namun selanjunya kontak suami tidak bisa di hubungi oleh ibu Armala sampai dengan saat ini.
Pada awal kehamilan kondisi calon bayi masih normal, namun pada tgl 25 Nov 2017 ibu Armala mengalami kesakitan luar biasa dan dilakukan pemeriksaan di bidan setempat daerah Mojokerto dan dilakukan pemeriksaan ternyata kondisi air ketuban sdh berkurang banyak dan tensi saat itu 174(normal 160), dan detak jantung bayi terdengar keras, sehingga di sarankan melahirkan secara cesar . Dan di rujuklah Bu Armala ke RS. Rohman Rohim.
Bu Armala tidak memiliki biaya sepersenpun saat masuk rumah sakit dan tidak memiliki kartu bpjs/jamkesda. biaya operasi mencapai 5.500.000 (terdiri 3.500.000 biaya persalinan cesar rs rohman rohim sda, dokter SP Onkologi, SP Anak dan dokteranestasi sebesar 1.5000.000 dan obat2an senilai 500.000) dan biaya bidan dll akan di tanggung oleh kerabat ibu Armala. Namun setelah ditunggu sampai 10 hari pasca melahirkan kerabat bu NUrmala tidak dapat di hubungi. Sedekah ROmbongan Sidoarjo mendengar kisah tersebut dari bu Bidan dan memutuskan untuk membantu biaya persalninan Bu Armala.
Dan juga atas kebaikan bu Bidan , BU Armala di beri keringanan biaya Dan alhamdullilah ibu Armala dan bayi telah diijinkan pulang kembali ke kost. bu Armala mengucapkan terima kasih pada sedekaholic yang telah membantu.

jumlah Bantuan : Rp.2.000.000
tanggal : 7 Desember 2017
kurir : Mira Risky @mzboz1027 @nurrypay

Bantuan operasi cesar


MAULANA PUTRA (2, Busung Lapar + TBC Paru). Alamat: Desa Kedunglo, RT 11/2, Kelurahan Kedungrawan, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Semenjak bayi penyakit yang beruntun menimpa Maulana sehingga membuat ia harus bertahan di kondisinya yang sekarang. Ketika Maulana berusia 15 bulan, orang tua Maulana melihat pertumbuhan Maulana tidak seperti balita pada umunya. Ia terlihat sangat kurus dan tidak aktif seperti balita-balita lainnya. Maulana juga mengalami batuk-batuk yang tidak kunjung sembuh. Ketika dibawa ke bidan desa, ternyata berat badan Maulana turun 2 kg dalam kurun waktu 1 bulan dan didiagnosa oleh bu bidan menderita busung lapar. Karena berat badan Maulana turun secara drastis, bu bidan menyarankan untuk membawa Maulana ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata Maulana didiagnosa menderita Tuberculosis (TBC) Paru. Kini, kondisi Maulana sangat lemah sehingga masih mendapatkan perawatan yang intensif. Tidak hanya itu saja perjuangan Maulana, selama menjalani perawatan, ibu Maulana, Dinda Kumara Putri meninggal dunia pada tanggal 5 Juli 2017. Dan hanya berselang 7 hari setelah ibu Maulana meninggal, ayah Maulana, Bambang Iswanto juga meninggalkan rumah . Sebelumnya, mereka tinggal di rumah kakak ibu Maulana di Surabaya selama pengobatan Maulana. Kini, Maulana diasuh oleh neneknya yang sebenarnya juga harus kembali ke Samarinda untuk bekerja. Selama menjalani pengobatan, Maulana menggunakan Rekomenadsi Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin (RJKMM). Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk Maulana, transportasi, dan kebutuhan hidup selama di rumah sakit. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan keluarga Maulana. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang digunakan untuk pemenuhan nutrisi Maulana, transportasi dan akomodasi. Keluarga yang mendampingi Maulanan merasa sangat terbantu dan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang diberikan melalui Sedekah Rombongan.
Bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 1082

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Desember 2017
Kurir : Mira @mzboz1027 @Laksmiwaty @nurrypay

Maulana menderita busung lapar


MTSR 1 MAGETAN (AE 8066 NE, Biaya Operasional Desember 2017). Mobil APV tahun 2008 dengan nomor polisi AE 8066 NE. adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Magetan dengan interior ambulance standart untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Magetan sejak 19 April 2015 yang lalu. Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan untuk menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Magetan seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng Gunung Lawu dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan Desember 2017 sebesar Rp 3.354.000,- di gunakan untuk pembelian BBM, pembelian Vanbelt, laker Apv, Tabung Oksigen, service Ac, Servis Jok dan Jasa driver. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic MTSR Magetan dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit. Sebelumnya laporan keuangan MTSR AE 8066 NE masuk pada rombongan 1090.

Jumlah Bantuan : Rp 3.354.000,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya Operasional Desember 2017


SITI MU’ALIMAH (43, Kanker Payudara). Alamat: Dusun Jabaran, RT 3/1, Desa Kedungpari, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Sejak tahun 2016 ibu Siti sudah mengeluh sakit di bagian payudara. Namun karena kesibukan sebagai ibu rumah tangga ibu Siti mengesampingkan keluhan tersebut. Beliau menganggap keluhan tersebut akan sembuh dengan sendirinya. Semakin lama, selain keluhan sakit yang beliau alami, ibu Siti juga mendapati benjolan di payudara beliau. Hingga tahun berlalu ibu Siti tidak kunjung memeriksakan diri. Sampai pada Februari 2017, benjolan tersebut semakin membesar. Ibu Siti akhirnya memeriksakan diri ke dokter umum terdekat. Dari dokter umum, ibu Siti dirujuk ke Rumah Sakit Kristen Mojowarno Jombang untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Di RS Kristen Mojowarno Jombang ibu Siti telah melakukan serangkaian tes laboratorium dan USG. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Siti didiagnosa menderita kanker payudara stadium IV. Dari RS Kristen Mojowarno Jombang ibu Siti dirujuk lagi ke RSUD Jombang. Dari RSUD Jombang ibu Siti diarahkan ke Rumah Sakit di Surabaya untuk melakukan kemoterapi. Namun karena tidak ada biaya transportasi ke rumah sakit, ibu Siti masih belum melakukan kemoterapi. Kondisi terkini benjolan tersebut semakin membesar. Terkadang keluar darah dan hanya diberi obat tradisional. Suami ibu Siti, Khusen sudah meninggal. Sedangkan ibu Siti adalah seorang ibu rumah tangga. Beliau tinggal bersama ibunya, Ma’muah (78). Selama ini, ibu Siti menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS untuk biaya pengobatan. Walaupun demikian, ibu Siti masih mengalami kesulitan untuk biaya obat-obatan yang tidak dijangkau BPJS dan biaya transportasi. Sudah tidak ada pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan ibu Siti. Saat ini, biaya untuk kebutuhan sehari-hari sementara dibantu oleh sanak saudara. Mendengar hal ini, Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami oleh ibu Siti. Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan dari para sedekaholics. Bantuan telah diberikan dan digunakan sebagai biaya pengobatan dan biaya transportasi. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1083.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Desember 2017
Kurir : Mira @mzboz1027 bambang @Nurrypay

Ibu Siti didiagnosa menderita kanker payudara stadium IV


SUKARTINI SANTOSO (52, Lumpuh Kaki). Alamat: Tenggulunan RT 4/2, Desa Watugolong, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Bu Sukartini sudah menderita lumpuh sejak tahun 2016. Awal mulanya, beliau terjatuh di kamar mandi. Akibat dari jatuh tersebut bu Sukartini mengeluh nyeri dan kakinya keseleo. Semakin lama, kaki bu Sukartini menjadi tidak dapat digerakkan. Sudah satu tahun lamanya semenjak jatuh, beliau belum pernah memeriksakan diri karena terkendala biaya. Kini, bu Sukartini hanya dapat duduk dan berbaring di kasur karena sudah tidak dapat berjalan. Sedangkan untuk kebutuhan hajat yaitu buang air besar dan kecil, beliau terpaksa melakukannya di tempat tidur. Sebelum sakit, bu Sukartini adalah seorang pemulung. Suami beliau, Santoso sudah meninggal dunia. Bu Sukartini memiliki 11 anak. Dua di antaranya sudah berkeluarga sedangkan yang lain masih berada pada usia sekolah namun beberapa sudah putus sekolah karena sudah tidak memiliki biaya. Bu Sukartini hanya dapat mengandalkan anaknya yang sudah berkeluarga untuk menjadi tulang punggung mereka. Dengan ke sembilan anak bu Sukartini yang masih belia, hidup yang serba kekurangan membuat bu Sukartini rela tidak mendapat pengobatan karena lebih mementingkan makanan sehari-hari untuk anak-anaknya. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan bu Sukartini. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk Bu Sukartini berupa santunan yang digunakan untuk biaya pemeriksaan. Bu Sukartini dan keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan. Semoga bu Sukartini dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 1053

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 12 Desember 2017
Kurir : mira @MasKhus1027 @nurrypay

Bu Sukartini menderita lumpuh


AMUN BIN SUMADI (59, lumpuh + katarak) alamat : jl. Hamdani RT.02/ RW. 01. Dsn. Siwalan Panji. Kel. Siwalan Panji. Kec. Buduran . Kab. Sidoarjo. Provinsi. Jawa timur . Pak Amun begitulah panggilan akrabnya, seorang pekerja serabutan. Saat itu pak Amun sedang mengambil sampah dari rumah ke rumah, saat mengambil sampah pak Amun terjatuh lalu tidak bisa berdiri. Suami dari ibu Suna’iyah (54) di larikan ke puskesmas terdekat dan di rujuk ke Ortopedi RSUD . Ketika di observasi di RSUD baru di ketahui bahwa pangkal tulang bagian atas terlepas. Dan dokter menyarankan harus di operasi, karena keterbatasan biaya luka pak Amun tidak langsung di operasi dan dibiarkan begitu saja sehingga pak Amun tidak bisa bekerja. Pak Amun memiliki kartu Jamkesmas. Dan juga mata sebelah kiri pak Amun memiliki katarak yang sudah tebal , mata kanan mulai ada bayang bayangnya. Rumah juga bukan milik pribadi , tapi gang antar rumah di bangun untuk tempat tinggal. Alhamdulillah Sedekah Rombongan di pertemukan dengan pak Amun dan keluarga, setelah melewati tahap survey ,sedekah Rombongan Sidoarjo memutuskan utk membantu proses pengobatan pak Amun. Pak Amun dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan para sedekaholic.

Jumlah bantuan : Rp.500.000
Tanggal : 12-12-2017
Kurir : Mira @laksmiwaty @Mzboz1027 Ida @nurrypay

Pak amun menderita lumpuh dan katarak


VIVIN YULIANTI (27, Kista ) alamat : jl. Wader RT. 002/ RW. 001 Banjar kemuning, kec. Sedati. Kab. Sidoarjo. Provinsi Jawa timur. Vivin seorang janda muda yang tidak memiliki anak, 2012 lalu di vonis memiliki Kista. Vivin sempat operasi saat itu di RS.Delta Surya menggunakan BPJS mandiri. Pasca operasi kondisi Vivin semakin drop dan belum bisa beraktivitas untuk membiayai hidup nya sendiri , anak dari almarhum bapak Mustofa almarhum ini sering keluar masuk rumah sakit semenjak setelah operasi 2012 lalu , rasa sakit yang di rasakan sering kambuh dan dua tahun terakhir sampai th 2017 Vivin di dampingi tetangga yang baik hati untuk berobat. Untuk makan sehari hari Vivin ikut adek kandungnya yang bekerja buruh di tambak orang. Alhamdulillah Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan dengan Vivin dan di putuskan memberikan santunan untuk biaya berobat. Bu Vivin dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih pada sedekaholic , semoga Allah membalas kebaikan para sedekaholic semua. Aamiin

Jumlah bantuan : Rp . 500.000
Tanggal : 20 Desember 2017
Kurir : Mira Dedi @mzboz1027 @nurrypay

Vivin di vonis memiliki Kista


SUHARYONO BIN M.SENU (53, Ods Drolijerantik Diabetic Retinapati). Alamat: Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Suharyono, di awal sakit diabetes tahun 2000 sampai sekarang. Pada bulan Februari 2015 komplikasi ke ginjal, setiap sepuluh hari berobat dan teryata fungsi ginjal tidak bisa berfungsi dengan normal dan diharuskan cuci darah pada bulan Desember 2016 dan rawat inap. Awalnya cuci darah sepuluh hari sekali menjadi seminggu sekali. Pada tanggal 25-11-2016 mata mulai kabur dari poli dalam di konsultasikan ke poli mata teryata ada gangguan di kornea mata. Beliau dirujuk ke RS YAP JOGJA karena alat di rumah sakit Rsud. Soedono tidak ada. Periksa pertama di RS YAP Jogja pada bulan November 2016.dan kontrol ke 2 tanggal 28-12-2016 selanjutnya pada tanggal 1-2-2016 diharuskan operasi laser petir yang pertama tgl 31-7-2017
mata kanan, tanggal 7-8-2017 operasi yang ke dua mata kiri, selanjutnya tanggal 9-4-2018 yg ke tiga mata kanan lagi. Dan pernah pada tahun 2008 operasi batu ginjal di rumah sakit Gatotsubroto Jakarta. Pak Suharyono memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Bantuan keduapun disampaikan untuk akomodasi biaya berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 913. Kondisi pak Suhar pasca operasi mata, sudah mulai berangsur baik, dan masih rutin juga melakukan cuci darah. Pak Suharyono mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi berobat dan berikhtiar menjemput kesembuhanya.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000 ,-
Tanggal : 27 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedi2671

Pak Suharyono menderita ods drolijerantik diabetic retinapati


SITI NUR MUJAWAROH (16, Tumor Tulang). Alamat: Dusun Genengan, RT 2/14, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Sekitar awal 2016, kaki Siti terbentur meja di sekolah. Akibatnya, kaki Siti membengkak. Karena mengeluh sakit, keluarga membawa Siti ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Setelah beberapa minggu berlalu, Siti masih mengeluh sakit di bagian kakinya. Akhirnya, pada April 2016 Siti dirujuk ke RSUD Mojokerto untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Di RSUD Mojokerto, Siti menjalani pemeriksaan X-ray. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Siti didiagnosa menderita tumor tulang. Mulai tanggal 27 April 2016, Siti dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani pengobatan yang lebih lengkap. Di RSUD Dr. Soetomo, dokter mendiagnosa bahwa kondisi kaki Siti sudah terlalu parah sehingga harus dilakukan amputasi. Setelah menjalani operasi amputasi, Siti juga menjalani perawatan kemoterapi dan radioterapi. Selama di RSUD Dr. Soetomo, Siti sudah melakukan kemoterapi sebanyak enam kali. Ayah Siti, Muchid (53) bekerja sebagai tukang becak motor. Sedangkan ibunya, Choiriyah (53) adalah seorang ibu rumah tangga. Selama menjalani pengobatan, Siti menggunakan jaminan kesehatan BPJS kelas 3 sehingga dapat meringankan biaya yang dikeluarkan oleh keluarga. Walaupun begitu, keluarga masih kesulitan mengenai biaya transportasi dan biaya pembuatan kaki palsu untuk Siti. Selama ini, biaya transportasi sementara dibantu oleh para tetangga. Sedekah Rombongan turut merasakan kesedihan yang ia alami. Bantuan dari para sedekaholic telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama berbat di Surabaya. Semoga Siti dapat segera sembuh dan dapat kembali bersekolah seperti sediakala.bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1083.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Desember 2017
kurir : Mira Tino @mzboz1027 @nurrypay

Siti didiagnosa menderita tumor tulang


MOHAMMAD HASAN (65,kanker tulang). Alamat: Jl.Jendral S.Parman 3/8, Rt/Rw 002/003 kec.waru, kab. Sidoarjo. Provinsi. Jawa Timur. Pak Hasan adalah seorang bujang tua yang tinggal Bersama kakak kandung dan keponakannya, beliau memutuskan untuk tidak menikah semasa muda nya. Saat muda beliau seorang pekerja keras di tahun 1970, beliau pernah bekerja di pabrik baja selama 11th dan menjadi tukang becak selama 16th. Pak Hasan di tahun 2013 di vonis mengidap kanker tulang, berawal dari beliau terkena putung rokok dibagian kaki dan terjadi pembekakan disertai keluarnya nanah. Beliau pun menganggap itu hanya luka biasa dan diobati dengan obat luka luar. Tapi luka itu tidak sembuh dan semakin parah selama 1th . Akhirnya Pak Hasan berobat ke RSUD Dr.Soetomo dari tahun 2013-2015. Dan dokter pun memvonis Pak Hasan terkena kanker tulang dan harus diamputasi. Setahun setelah operasi amputasi kaki seharusya pak Hasan rutin control untuk proses penyembuhan kakinya, hanya saja pak Hasan tidak pernah control dengan alasan tidak ada biaya dan tidak ada yang mengantar. Sekarang kondisi Pak Hasan masih dalam keadaan luka terbuka dan dibalut kain seadanya. Pak Hasan tidak memiliki BPJS atau kartu berobat lainnya, selama beliau berobat menggunakan jalur umum bantuan dari saudara dan tetangga. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau pada tgl 10-10-2017 sehingga beliau langsung dibawa ke RSUD Sidoarjo untuk perawatan lukanya, Namun diluar dugaan,pak Hasan diharuskan MRS untuk pemeriksaan lebih lanjut. 2 hari setelahnya,pihak RS menginformasikan bahwa kankernya sudah menjalar naik,sehingga beliau diharuskan untuk amputasi lagi pada pahanya. Alhamdulillah pada tanggal 30-10-2017 pak Hasan melaksanakan operasi kembali dan sampai saat ini masih rutin melakukan control di Rsud Sidoarjo. Alhamdulillah keadaan pak Hasan saat ini semakin membaik. Sedekah Rombongan pun menyampaikan bantuan . Bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 1083.

jumlah Bantuan : Rp. 500.000
tanggal : 29 Desember 2017
kurir : Mira Sun @nurrypay

Pak Hasan di vonis mengidap kanker tulang


ZAHIRA BINTI ZAINURI ( 2, Atresia Biliaer ). Alamat : Jl. Kalijaten No 87 , RT 16/3 .Kec.Taman , Kab.Sidoarjo . Prov. Jawa Timur. Adek Zahira anak tunggal dari ibu Aliah Syamlan (43) dan bapak Zainuri lahir pada tanggal 27 Januari 2016 lalu secara Caesar dan mengalami cacat bawaan (tanpa anus). Saat usia 0-3 bulan kesehatan nya berjalan normal namun saat menginjak usia 4bl ada keanehan terjadi, semua berawal ketika adek Zahira ke susahan BAB dan merasakan sakit yang luar biasa , lalu dibawa ke Rs dan akan di lakukan inject microlax pada anus nya dari situ baru di ketahui bahwa anus adek Zahira menutup sepenuhnya ,kondisi terkini adek Zahira sudah melakukan operasi pertama nya pada usia 5bl,operasi kedua pada usia 9bl dan saat ini sedang menunggu untuk operasi pembuatan anus Di RS.Dr.Soetomo , ibu adek Zahira bekerja sebagai penjual gorengan dan ayah nya meninggal 3bln yang lalu karena TB Kelenjar, saat ini mereka tinggal bersama paman yang bekerja serabutan. Sedekah Rombongan telah bersilaturahmi dengan keluarga adek Zahira dan Kurir Sedekah Rombongan telah menyampaikan titipan para sedekaholic untuk membantu adek Zahira. Santunan telah di sampaikan untuk biaya berobat dan pembelian susu. Semoga santunan yang di berikan kepada Adek Zahira bermanfaat. Terima kasih kepada Sedekaholic telah berbagi untuk membantu sesama, semoga Allah melimpahkan rejeki para sedekaholic. Aamiin. Bantuan sebelum nya tercatat pada Rombongan 1079

Jumlah Bantuan : Rp 914.000
Tanggal : 10 Desember 2017
Kurir : Mira Riany @mzboz1027 @nurrypay

Zahira menderita atresia biliaer

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 NOVIA SURTINI 500,000
2 GUNA IBMAWAN 500,000
3 ALMH. MAKILAH BINTI ATMO DIHARJO 1,000,000
4 TUTIK RAHAYU 1,000,000
5 SUGIYATMI BINTI SUGIYO 500,000
6 SUYATNO BIN ATMO PADHI 1,000,000
7 ALDI ARDIANSAH 1,000,000
8 BENCANA ALAM ANGIN PUTING BELIUNG 10,000,000
9 CICIH BINTI IHROM 500,000
10 DAMIRAH BINTI SIDAM 1,500,000
11 DIKI AGAS SETIAWAN 2,000,000
12 DONI IMAM 1,000,000
13 ENDRA YANTO KURNIAWAN 500,000
14 ESIH SUKAESIH 2,500,000
15 FARIZ NAUFAL 1,500,000
16 HANIK KHORIYAH 1,000,000
17 IMAM SOPINGI 2,000,000
18 KASLIAH BINTI SUKEMI 1,500,000
19 KATIMUN BIN TUKIJAN 1,000,000
20 MAHMUDIN BIN SUKADI 1,000,000
21 MALIYAH BINTI SIDIQ 1,000,000
22 MULYO REJO 1,000,000
23 MUSLIMIN BIN MAD KUSARNI 1,000,000
24 NADIA BINTI HARDANA 500,000
25 PAPRONI BIN MUKLIS 500,000
26 PARSINEM BINTI SUKIR 1,000,000
27 RUSDI BIN PARDI 500,000
28 SLAMET ROHANI 1,000,000
29 SUGIYO 1,000,000
30 SUMARDI BIN KARYO SEMITO 2,500,000
31 SUPARDI BIN SUMARTO 2,000,000
32 SUPIYATI BINTI DALIMIN 1,000,000
33 SUPRAPTO BIN SUGENG 500,000
34 TUKIRAN BIN SUMOKARYO 1,000,000
35 WAHYUDI BIN MAD HADI 1,000,000
36 YURICKE ARISTIA 8,000,000
37 YUYUN ASMIARTI 1,000,000
38 MTSR PURWOKERTO 3,472,223
39 ARMALA JUM’ATUL UMROH 2,000,000
40 MAULANA PUTRA 500,000
41 MTSR 1 MAGETAN 3,354,000
42 SITI MU’ALIMAH 500,000
43 SUKARTINI SANTOSO 500,000
44 AMUN BIN SUMADI 500,000
45 VIVIN YULIANTI 500,000
46 SUHARYONO BIN M.SENU 500,000
47 SITI NUR MUJAWAROH 500,000
48 MOHAMMAD HASAN 500,000
49 ZAHIRA BINTI ZAINURI 914,000
Total 69,740,223

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 69,740,223,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1096 ROMBONGAN

Rp. 58,419,226,830,-