Rombongan 1095

Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api
Posted by on January 8, 2018

MILI WIDIYANTI (45, Ca Mammae). Alamat : Gang Kapatihan, RT 3/1, Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Bu Titin biasa ia dipanggil sudah divonis oleh dokter mengidap Kanker Payudara atau biasa disebut Ca mamae sejak2 tahun yang lalu. Ia sudah melakukan operasi untuk mengangkat kanker yang dirasakannya dan kini masih rutin melakukan Kemoterapi namun belum menunjukkan hasil yang menggembirakan, malahan akhir – akhir ini ia selalu merasakan sakit pada tulangnya karena memang sudah beberapa lama ia tidak melakukan kontrol rutin ke RSUD Kota untuk mengecek kanker yang dirasakannya. Ia bukan tidak mau kontrol ke Rumah Sakit, Namun ia terpaksa tidak kontrol kerumah Sakit karna terbentur biaya akomodasi kerumah sakit yang membuat Bu Titin terpaksa tidak kontrol. BPJS yang dimilikinya hanya mengcover untuk biaya pengobatan tapi tidak dengan biaya akomodasinya. Pak Ahmad yang merupakan Suaminya juga tidak bisa berbuat banyak karena hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Kurir Sedekah Rombongan akhirnya bisa berjumpa dengan Bu Titin untuk mendengar segala keluh Kesahnya, ia bercerita kalau ia sebenarnya sangat ingin untuk sembuh dari sakit yang dideritanya namun karena keterbatasan biaya menyebabkan ia jarang kontrol ke rumah sakit untuk mengecek perkembangan sakit yang dirasakannya. Kurir Sedekah Rombongan diberikan kesempatan untuk menyampaikan bantuan dari para Sedekaholics untuk Bu Titin yang akan digunakan untuk Biaya Akomodasi dan pengobatan beliau ke Rumah Sakit. Semoga Allah Memudahkan Ikhtiar Bu Titin untuk mendapatkan kesembuhan atas penyakit yang dideritanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @Omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Bu Mili mengidap kanker payudara


MUHAMMAD ABBAS (60, Asam Urat Akut). Alamat: Jl. G. Rinjani, Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan.
Bapak Abbas adalah seorang Guru di Pesantren Darul Istiqomah Cabang Kabupaten Sinjai. Ia menderita asam urat sudah sejak usia 46 tahun, namun pada pada awal tahun 2016 sakitnya semakin parah. Kini bapak Abbas tidak bisa berjalan karena sakit asam urat yang ia derita sangat memengaruhi kakinya. Tapi saat mengkonsumsi obat, sakitnya perlahan reda dan ia bisa jalan pelan-pelan. Bapak Abbas sudah beberapa kali datang kerumah sakit untuk memeriksakan kondisinya. Oleh dokter telah diresepkan beberapa jenis obat. Namun sampai saat ini sakit beliau belum kunjung sembuh. Obat-obat itu hanya membantu sesaat, sampai reaksi obat tersebut hilang. Bapak Abbas memiliki seorang Istri bernama Safiana (53) yang juga bekerja sebagai guru di pesantren. Mereka berdua tinggal di kawasan pondok dengan fasilitas rumah seadanya yang disediakan oleh pesantren. Sebagai seorang guru di sekolah swasta penghalisan mereka masih cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Adapun untuk biaya pengobatan Pak Abbas difasilitasi pondok untuk mengurus BPJS. Kurir Sedekah Rombongan terdorong untuk membantu Bapak Abbas keluar dari persoalannya. Dengan harapan bisa membantu bapak Abbas melakukan pengobatan alternatif seperti herbal atau sejenisnya. Dengan bantuan itu memperbesar harapnnya untuk sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 28 November 2017
Kurir : @MujawwidArif

Pak Abbas menderita asam urat akut


BAYU ARDANA (7, Atrasiani Anus Pendek). Alamat : Jl. Pahlawan Rt.01 Rw.01 Kel/Desa Benteng Utara, Kecamatan Benteng, Kabupaten Selayar, Provinsi Sulawesi selatan.
Bayu adalah anak semata wayang, saat ini Ia sudah menjadi pelajar. Penyakitnya berawal pada saat anak lahir diagnosa memiliki anus yang pendek yang diperiksakan di Rumah Sakit Selayar. Kemudian dia dirujuk ke Rumah Sakit Labuang Baji Makassar untuk dilakukan operasi pembuatan kolostomi sebagai alternatih anus buatan. Sampai saat ini bayu sudah 9 kali masuk rumah sakit dan mengalami 7 kal operasi sejak lahir. Operasi terakhir dilakukan di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo untuk saluran pembuangan kantong anus yang dipasangkan dibagian perutnya. Kondisinya saat ini masih dirawat di RS.Wahidin Makassar. Perutnya tampak membesar dan tampak bekas operasi dibeberapa tempat diperutnya termasuk luka yang masih basah. Dan saat ini juga masih terpasang selang dianus. Bapaknya Muh.Arifin (74) dan Ibunya Ummi(50). Pak Arifin sehari-hari menjual asongan di terminal Kabupaten Selayar. Sementara Ibu Ummi hanya seorang Ibu rumah tangga. Penghasilan mereka hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari. Untuk pengobatan Bayu dibiayai oleh BPJS, kecuali beberpa obat tertentu. Tempat Bayu sekarang dirawat sangat jauh dari kampunya. Butuh berjam-jam dan harus menyebrang Pulau. Selain itu juga mereka tak memiliki keluarga dikota Makassar.
Bantuan dari Sedekah Rombongan digunakan untuk biaya hidup selama perawatan di Rumah Sakit Wahidin Makassar.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 9 Desember 2017
Kurir :@Areefy_dip@ajiusman

Bayu didiagnosa memiliki anus yang pendek


MIKO BESINGGO (65, Infeksi Empedu) Alamat: Jl. Ternate Tanjung Lingkungan 3 RT 05/01, Kecamatan Singkil, Kabupaten Ternate Tanjung Manado, Provinsi Sulawesi Utara.
Penyaki Ibu Miko berawal dari tahun 2010, ketika dirasakan sakit tetapi dihiraukan hingga lambat laun ditahun 2015 rasa sakit itu semakin keras dan sulit tertahan. Jika sakit mulai datang rasa perih yang hebat terasa di area pinggang dan perut sampai ke dada dan puggung. Air mata pun tak bisa dibendung karena menahan rasa sakit itu. Dahulu Ibu Miko bekerja sebagai pedagang cabe dipasar. Penghasilannya terbilang pas-pasan karena usaha yang sangat kecil itu. Dan akhirnya usaha itupun terpaksa berhenti, karena ditahun 2015 penyakitnya sudah semakin parah. Saat ini keluarga Ibu Miko hanya mengandalkan penghasilan Suami (70) yang bekerja sebagai penjual koran. Ibu Miko memiliki tiga (3) orang anak, anak pertamanya bernama Ainun Suryadu (34) bekerja sbagai buruh cuci baju dan dua anaknya lagi masih sekolah. Pengobatan Ibu Miko hanya bermodalkan kartu KIS, upaya pengobatan yang sudah di lakukan adalah dua kali USG di puskesmas singkil dan obat yang selalu dikonsumsi 4 butir Amoxilin. Dokter menyarankan untuk segera dioperasi untuk mengurangi rasa sakitnya. Bantuan dari Sedekah Rombongan digunakan untuk memenuhi kebutuhan berobat, sehingga memperbesar harapan Ibu Miko untuk sembuh . semoga bantuan dari Sedekah Rombonga bisa membantu pengobatan ibu miko saat ini.

Jumlah Bantuan : 1.000.000
Tanggal : 22 November 2017
Kurir : @Muyassirarif@latifahqueenano

Miko menderita infeksi empedu


NENE DARMIN (70, Duafa). Alamat: Jln Dendengan Dalam Ling 3 Lorong Tengah Komoluar RT 04/01 Kelurahan Banjer, Kecamatan Tikala Ares, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.
Nene Darmin, begitu keseharian orang di kampung memanggilnya. Usianya menginjk 70 tahun hidup di rumah dengan bahan bagunan triplek dengan dua kamar saja.tinggal bersama anaknya salman usia 30 tahun dan beberapa cucunya. Saat Mudanya Nene Darmin berjualan keramik cina, keramik keramik itu di ambil dari jawa dan di jual di Sulut. Saat itu Nene Darmin menjalankan usaha bersama Suaminya, Namun suaminya kini sudah meninggal 3 tahun yang lalu. Usahanya kinipun sudah tidak ada. Dahulu usaha itu dapat memenuhi kehidupan keluarganya dengan kelima anaknya. Namun kini empat dari anaknya sudah tidak diketahui berada dimana, Nene Darmin pun sudah sulit untuk mengingatnya lagi. Saat ini Nene Darmin tinggal bersama salah satu anaknya yaitu Pak Salman (30). Pak Salman hanya pekerja serabutan yang penghasilannya tidak menentu hari ini ada bungkin besok atau lusa uang tidak ada di tangan. Di usia 70 tahun ini Nene Darmin kesulitan untuk menghidupi dirinya. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tidak jarang Nene Darmin harus dibantu oleh tetangganya. Semoga uang bantuan Sedekah Rombongan dapat meringankan beban hidupnya meski sesaat.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000
Tanggal : 28 november 2017
Kurir : @Muyassirarif@latifahqueenano

Bantuan tunai


RENI BINTI MADJID (36, Dhuafa, Biaya Melahirkan). Alamat: Ruko Pettarani Blok A4, Jalan Mangga 3 Kec, Biringkanaya, Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan.Akhir tahun lalu (2016) beliau hijrah ke Makassar mengikuti suaminya Ridwan (33). Ridwan bekerja sebagai tenaga servis cctv dengan gaji yang pas-pasan. Pasangan ini memiliki satu orang anak dan tinggal di kamar kos, kehidupannya sangat terbatas dan masih jauh dari kecukupan. Awalnya di Makassar hingga empat bulan terakhir semuanya masih berjalan normal. kehidupan di Makassar berjalan apa adanya, karena baginya yang terpenting masih bisa makan untuk hidup. Hingga akhirnya, empat bulan yang lalu (Juli) tiba tiba Majikan yang membawanya ke Makassar hilang kontak, gaji belum juga masuk hingga di akhir bulan. Akhirnya, dapat info kalau majikannya sudah kembali ke Jawa tanpa pamit dan tidak ada lagi komunikasi hingga sekarang. Empat bulan terakhir, kehidupan di Makassar serasa semakin sulit, untuk kebutuhan makan dan bayar kamar kostan, Ridwan harus banting setir sebagai juru parkir di salah satu ATM jalan Pettarani. Sehari bisa dapat hingga 20.000 tentulah sangat tidak mencukupi untuk kebutuhan tiga orang dan bayar kamar kost. Sementara isterinya Reni telah mengandung 9 bulan, saat ini persiapan melahirkan. Mereka tidak punya biaya melahirkan. Di Makassar mereka hidup bertiga, tidak ada teman yang bisa membantu apalagi keluarga yang lain. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kebutuhan hidup mereka, bantuan awalpun diberikan untuk meringankan beban hidup mereka.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal penyaluran : 9 Desember 2017
Kurir : @Ismawan_As@Munatsir

Bantuan biaya melahirkan


SALMAWATI RUSTAM (45, Diabetes). Alamat: Jalan Kumala 2 No.72 RT.001 RW.004 Kel. Jongaya, Kec. Tamalate, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.
Salma, adalah panggilan yang lebih akrab di tetangga sekitar rumahnya. Sudah menderita sakit diabetes sejak tahun 2005. Awalnya hanya sakit biasa yang dia rasakan setelah tertusuk tulang ikan di telapak kakinya. Ketika diperiksakan di Rumah Sakit Salma di vonis menderita Diabetes basah. Sehingga beberapa jari kakinya yang terluka harus diamputasi. Kondisinya kini sangat memprihatinkan. Kini aktifita Salam lebih banyak dia habiskan di dalam rumah yang begitu sederhana. Di dalam Lorong kota yang sempit dengan ukuran sekitar 4 x 4 Meter. Ditimpat tinggal itu tidak ada dinding pemisah antara ruang tamu, dapur dan kamar, kecuali beberapa potongan triplek bekas sebagai penanda pemisah ruangan. Sedangkan, Suaminya Pak Rustam (41) aktifitas sehari-hari jualan ikan dan sayuran keliling dari lorong ke lorong. Penghasilan yang tidak pasti tentulah sangat jauh dari kecukupan hidup mereka berdua. Rasa syukurlah kepadaNYA yang membuat mereka berdua untuk terus hidup bahagia, sembari menunggu di anugrahi keturunan oleh Allah SWT. Hingga kini, Bu Salma terus melakukan pengobatan dengan mengkonsumsi berbagai macam obat herbal. Karena biaya obat yang sedikit mahal, sehingga terkadang mengkonsumsi obat harus terhenti Karena keterbatasan biaya. Kurir Sedekah Rombongan terdorong untuk meringankan beban keuangan Bu Salma untuk berobat. Keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan Sedekah Rombongan kepada keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000
Tanggal : 9 Desember 2017
Kurir : Ismawan_As@Munatsir

Bu Salma menderita diabetes


RAHMATIA BINTI SAMPARA (25, Lumpuh). Alamat: RT.003 RW.004, Kel. Tallo, Kec. Tallo, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.
Rahmatia adalah seorang Ibu Rumah Tangga dengan 2 orang anak. Pertama kali menderita sakit sejak awal tahun 2012, waktu itu Ia tiba-tiba merasakan ngilu pada kedua kakinya. Namun rasa ngilu itu di abaikannya dan tetap beraktifitas seperti biasanya. Akhirnya rasa ngilu itu menjadi-jadi dan Rahmatia kesakitan dan tiba-tiba sudah tidak bisa berjalan. Dalam kondisi seperti itu, ujian berat bagi Rahmatia karena sedang mengandung anak pertama waktu itu, Fikri (5). Terbaring tidak bisa berjalan dalam kondisi hamil. Hingga akhirnya, harus segera di rujuk ke Rumah Sakit terdekat, dirawat inap hingga 2 Minggu dengan menggunakan Jamkesmas. Anehnya, hasil diagnosa Dokter mengatakan, tidak ada Masalah pada kedua syarat dan tulang kakinya, sehingga keluarga memutuskan untuk membawa Rahmatia pulang. Kurang lebih sudah 5 tahun lamanya, Rahmatia hanya bisa pasrah terbaring di atas rumah panggung kontrakan yang berukuran sekitar 5 x 3 Meter, sekat pemisah hanya ruang utama dengan dapur.
Rumah panggung kontrakan tersebut, berdiri atas permukaan air laut, ukuran luasan rumah sangat jauh dari standar kelayakan hunian. Rahmatia tinggal bersama suami, Ibu dan kedua orang anaknya, Fikri (5) dan Lisa (1), melahirkan dan merawat dalam keadaan lumpuh.
Suaminya, Jumaing (32) hari harinya bekerja sebagai tukang ojek dengan penghasilan yang tidak tetap. Sesekali Jumaing bekerja sebagai buruh angkut di pelabuhan untuk mencari tambahan biaya hidup. Tanggung jawabnya begitu besar terhadap keluarga, tidak hanya berupaya menafkahi isteri, mertua dan kedua orang anaknya tetap juga harus membayar rumah kontrakan Rp.325.000/ Bulan. Ibu mertuanya pun harus mengambil peran mencari nafkah dengan Bekerja sebagai buruh lepas di rumah dengan mengupas kulit biji mente. Dalam sepekan harus mengupas kulit mente sebanyak 6 karung (13Kg/Karung) dengan upah sebesar Rp.50.000 setiap pekan. Namun akhirnya pekerjaan itu harus ditinggalkan karena usia yang semakin tua. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesusahan hidup keluarga beliau, bantuan awalpun segera di Sampaikan untuk meringankan beban hidup keluarganya dan untuk perawatan membeli beberapa obat herbal sebagai suplemen tambahan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal Penyaluran : 29 Nevember 2017
Kurir : @Ismawan_As@Munatsir

Rahmatia menderita lumpuh


KENNANG DOLO (72, Duafa). Alamat: Alekarajae Desa Padanglampe, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan.
Dua puluh Tahun silam suami tercinta Ibu Kennang menghadap sang Ilahi, tepatnya pada bulan Januari 1997. Sepeninggal suami, Ia kini tinggal di gubuk yang kurang layak untuk ditempati tinggal. Namun Ia pun tidak punya pilihan selain tinggal di gubuk itu. Dengan usia yang sudah tidak mudah lagi tentu aktivitas pun terbatas. Ibu Kennang bekerja sebagai Sanro (Dukung Beranak). Namun pekerjaan itu sudah tidak bisa diandalkan karena adanya aturan yang mengharuskan untuk melahirkan di rumah sakit atau puskesmas. Saat ini Ibu Kennang tinggal disebuah gubuk kecil tanpa listrik karena tak mampu membayar. Ia memiliki seorang anak namun tinggal berjauhan dan hidpnyapun terbatas. Sesekali anaknya datang menjenguk dengan membawa bantua ala kadarnya. Kini Ia lebih banyak mengharap belas kasih dari tetangga. Sakit pun sudah mulai datang, Ia menderita sakit kurang darah karena makanan yang tidak mendukung dan sakit mata. Air mandipun Ia harus menunggu cucunya untuk mengambilkannya. Kurir Sedekah Rombongan yang turut merasakan kesedihan dan kesulitan beliau. Santunan dari Sedekah Rombongan rencananya akan digunakan untuk memeriksa matanya.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000.,-
Tanggal : 14 November 2017
Kurir :Areefy_dip@Resmi

Bantuan tunai


SABILURROSYAD DAN SABILURRUSYDI (15) Tunarungu dan Yatim Piatu. Beralamat di Panti Asuhan Hizbullah, Jl. Mamoa Raya No 24, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar Sulawesi Selatan.
Rosyad dan Rusydi adalah saudara kembar yang menderita tunarungu sejak lahir, kedua orangtuanya sudah meninggal sejak Rosyad dan Rasyid berusia 8 tahun. Ibunya Almarhumah Sukmawati meninggal karena sakit gagal ginjal, 6 bulan kemudian disusul oleh ayahnya (Almarhum Basri) karena sakit stroke. Sejak kedua orangtuanya meninggal, Rosyad dan Rusydi dirawat oleh kakaknya. Namun, karena keterbatasan biaya dalam merawat keduanya, akhirnya keduanya dibawa ke Panti Asuhan. Saat berusia 3 tahun, Rosyad dan Rusydi sudah pernah memeriksakan kedua fungsi pendengarannya, dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa dari kedua telinganya hanya ada satu saja yg berfungsi itupun hanya 13%. Hingga kini kedua telinga Rosyad dan Rusydi tidak pernah lagi mendapat perhatian. Saat ini Rosyad dan Rusydi bermukim di Panti Asuhan Hizbullah yang dibina oleh Ustad Rahmatullah Marzuki, panti asuhan yang berdiri tahun 1992 ini menghimpun dan membina kurang lebih 130 orang anak yatim piatu yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Disamping itu, Rosyad dan Rusydi juga mendapatkan pendidikan dan pelatihan gratis di Sekolah Luar Biasa (SLB) Makassar milik Dinas Provinsi. Seiring berjalannya waktu, Rosyad dan Rusydi tumbuh besar menjadi remaja, sehingga muncullah kekhawatiran besar pengurus dan pembina panti asuhan dalam menjaga dan melindungi keduanya dari bahaya pergaulan. Ustad Rahmatullah menjelaskan bahwa dirinya kadang mendapatkan kesulitan dalam berkomunikasi untuk mengarahkan kepada yang lebih baik sehingga sangat berharap bahwa keduanya bisa mendapatkan perhatian kembali dengan memeriksakan ke dokter THT. Karena, sangat besar potensi untuk bisa mendengar melalui alat bantu dengar. Santunan awal dari Sedekah Rombongan ini kami salurkan untuk biaya pemeriksaan yang kami serahkan langsung kepada pengurus yayasan Panti Asuhan, dan berharap dari hasil pemeriksaan ini ada tindak lanjut untuk membantu Rosyad dan Rusydi bisa mendengar dengan alat bantu dengar. Ustad Rahmatullah selaku pengurus Panti Asuhan sangat berterimakasih kepada para sedekaholic dan kurir Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 5 Desember 2017
Kurir : @areefy_dip via @ahmadhamzahmo

Rosyad dan Rusydi adalah saudara kembar yang menderita tunarungu sejak lahir


JUHARIA ALIGE (52, Tumor Mata). ALAMAT: JL. Merpati Lorong Merpati RT/RW 001/004, Kelurahan/Desa Tanamodindi, Kecamatan Palu Selatan, Provinsi Sulawesi Tengah.
Ibu juharia adalah seorang wanita yang dulunya bekerja sebagai pemulung. Sakit tumor diderita Ibu Juhaera sejak tahun 2014. Awal mula penyakit tumor ibu juharia di akibatkan oleh tahilalat yang gatal kemudian ibu juaharia mengaruknya sehingga menjadi luka. Sejak saat itu luka ibu juharia tidak pernah sembuh malah lukanya semakin membesar. Ibu Juharia sudah berulang kali keluar masuk rumah sakit, ibu juharia sudah mencoba berbagai macam cara untuk melakukan pengobatan termasuk pengobatan alternatif. Menurut keterangan dokter, ibu Juharia harus di rujuk ke rumah sakit yang berada di Makasar. Karena dilihat dari riwayat penyakit dan keadaan saat itu sudah sangat parah. Dahulu Ibu Juhaera bekerja sebagai pemulung namun dengan kondisinya saat ini, pekerjaan itu tidak mungkin untuk dilakukan. Adapun suaminya bekerja sebagai buruh. Pengahisilan dari situ tentu sangat terbatas. Dan untuk pengobatan, Ibu Juhaera difasilitasi oleh BPJS dan juga mendapat santunan dari warga sekitar. Saat ini Ibu Juhaera telah dirujuk di rumah sakit Wahidin Makassar dan sedang melakukan pengobatan kemotrapi. Bantuan melalui Sedekah Rombongan untuk membiayai pengobatan ibu Juharia yang tidak tercover oleh jaminan kesehatan dan biaya hidup di kota Makassar.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000
Tanggal : 9 Desember 2017
Kurir : @Areefy_dip via @Ajiusman

Bu Juharia menderita tumor mata


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Operasional RSSR Desember 2017 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan seperti ATK, Pembayaran Pajak Bumi Rumah Singgah, pembayaran Speedy, Hotline, Biaya Air / PDAM, Biaya Renovasi Dll. yaitu selama bulan Desember 2017. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 1085

Jumlah Santunan : Rp. 5.413.579,-
Tanggal : 31 Desember 2017
kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @agungganong

Biaya operasional RSSR Desember 2017


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Sembako Pasien RSSR Desember 2017 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk pasien dampingan di Rumah Singgah dan keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, yaitu selama bulan Desember 2017. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 1085

Jumlah Santunan : Rp. 2.944.800,-
Tanggal : 23 Desember 2017
kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @agungganong

Biaya sembako pasien RSSR Desember 2017


NINIK HUNAINAH, (52, Kanker Endometrum) Alamat Dusun Jaringan RT 009/RW 003, Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. sekitar 2014 Ibu Ninik mengalami keputihan yang terus menerus selama beberapa bulan sekitar 6 bulanan kemudian ada rasa nyeri di perut beliau. akhirnya dibawalah ke RSUD Tongas karena keterbatasan alat dirujuk lagi ke RSUD Moh Saleh Probolinggo. Dari hasil pemeriksaan Dokter Ibu Ninik terdiagnosa ada kanker di perut beliau yang kemudian dirujuk ke RSSA malang dan oleh dokter dinyatakan Kanker Endometrium. Pengobatan yang dilakukan Ibu Ninik sudah kemo sekali tanggal 20 November 2017 dan dilanjut kemo ke 2 Tanggal 19 Desember 2017. Ibu Ninik Memiliki jaminan kesehatan berupa JKN – KIS NON PBI Kelas III yang meringankan beban keluarganya dalam berobat di RS. tetapi ibu Ninik merasa kesulitan dalam biaya transportasi dan biaya hidup saat berobat ke RSSA Malang. Ibu Ninik tinggal bersama sang Suami Bapak Sarun (47) yang bekerja sebagai Nelayan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari. Kurir Sedekah Rombongan menyatakan Ibu Ninik termasuk dampingan Sedekah Rombongan karena dari keluarga yang membutuhkan. Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Ninik. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Biaya Transportasi Pasien ke Malang dan Uang Saku saat berada di RSSA Malang. Ibu Ninik mengucapkan banyak Terima Kasih kepada Sedekah Rombongan dan para Sedekaholics yang telah membantu. Semoga mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Desember 2017
Kurir : @yudhoari @firmanyusnizar @viandwiprayugo

Ibu Ninik terdiagnosa ada kanker di perut


RUSLAN BIN KAMRI (41, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Pulau Sekanak, RT 1/4, Kelurahan Sekanak Raya, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Pak Ruslan sehari – harinya bekerja sebagai buruh bangunan untuk memenuhi kebutuhan istri dan keempat anaknya. Anak sulungnya yang berumur 19 tahun sudah putus sekolah sejak kelas 2 SMA karena ketiadaan biaya, sedangkan yang terkecil baru berumur 1,5 tahun. Pak Ruslan bersama keluarga merantau ke Pulau Sekanak sejak 14 tahun silam. Bila dari Pelabuhan Sekupang Batam, untuk menuju ke Pulau Sekanak hanya bisa melalui tansportasi laut yaitu naik Pompong (Pancung) dan membutuhkan waktu sekitar 15 – 20 menit. Pada 6 September 2017 dini hari pukul 02.00 WIB, sepulang dari rumah tetangga yang sedang hajatan Pak Ruslan duduk rehat melepas lelah sembari menonton TV. Pak Ruslan lalu menuju ke kamar mandi, dan setelah itu ia mendengar suara dari atap rumah. Tak lama kemudian, tiba – tiba listrik padam. Pak Ruslan lalu mengecek ke luar rumah dan diketahui hanya rumahnya lah yang mati lampu. Suara dari atap rumahnya pun semakin kencang dan seperti ada sesuatu yang akan jatuh. Pak Ruslan menduga atap rumahnya akan runtuh, ia dengan segera membangunkan istri dan anak – anaknya dan mereka pun langsung keluar rumah. Benar saja, hanya hitungan menit setelah semuanya berada di luar, rumah Pak Ruslan roboh. Pak Ruslan, beserta istri dan tiga anaknya tidak menyangka akan menyaksikan langsung rumah yang mereka tinggali selama 14 tahun itu hampir rata dengan tanah. Beruntung mereka masih bisa menyelamatkan diri. Istri Pak Ruslan hanya sempat menyelamatkan 1 bundel dokumen yang berisi KK, KTP dan beberapa dokumen penting lainnya. Ia dan Pak Ruslan tidak sempat menyelamatkan rapor anak-anak, buku sekolah, pakaian dan perlengkapan rumah. Saat kejadian, anak sulung Pak Ruslan sedang menginap di rumah temannya. Musibah itu menimbulkan trauma pada istri Pak Ruslan, ia bahkan tak mampu menceritakan kejadian tersebut pada kurir Sedekah Rombongan Batam yang mengunjunginya. Penyebab robohnya rumah Pak Ruslan diperkirakan karena tonggak penyangga yang sudah goyah, ia belum sempat memperbaikinya karena 2 tahun belakangan sering mengalami sakit pinggang dan kakinya terasa lemah. Saat ini Pak Ruslan dan keluarganya menumpang pada saudara. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Ruslan, kurir pun menyerahkan bantuan untuk biaya kebutuhan sehari-hari pasca musibah.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2017
Kurir : @arfaneisa @herubinyatiman Arlia Herita Azzahra Rasna @ririn_restu

Bantuan biaya hidup


KALSUM BAY (53, Katarak). Alamat : RT 4/2, Kelurahan Pecung, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Sejak 3 tahun lalu, Ibu Kalsum mulai merasakan kedua matanya gatal dan sakit seperti ditusuk-tusuk. Ia kemudian dibawa berobat ke mantri terdekat, dan dinyatakan kondisi itu akibat kelelahan dan sering begadang mencari udang. Suami Ibu Kalsum, Bapak Alini (55), sedang sakit karena penyakit asam urat hingga tidak bisa lagi berjalan, karena itulah Ibu Kalsum terpaksa harus bekerja setiap hari mencari udang hingga tengah malam sambil menahan sakit di matanya. Tahun kedua mata Ibu Kalsum sudah tidak jelas dan mulai sering sakit kepala bahkan hingga pingsan. Saat menangkap udang, karena penglihatannya tidak jelas Ibu Kalsum bahkan pernah menangkap ular yang dikiranya udang besar. Ibu Kalsum akhirnya kembali diperiksakan ke mantri dan diduga mengalami gejala katarak, akhirnya oleh mantri dirujuk ke RS Otorita Batam. Berbekal KIS dan uang tak banyak untuk biaya transport, alhamdulillah Ibu Kalsum dapat berobat dan dioperasi mata kanannya. Selanjutnya Ibu Kalsum akan dijadwalkan untuk operasi mata kirinya. Ibu Kalsum tidak lagi mempunyai uang, sehingga menghambat pengobatannya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Kalsum, bantuan pun disampaikan untuk biaya transportasi dan kebutuhan selama pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 19 Desember 2017
Kurir : @arfanesia @herubinyatiman Arlia Herita Azzahra Rasna @ririn_restu

Bu Kalsum diduga mengalami gejala katarak


ALFIANA ANINDHITA MAULIDA (5,Leukimia). Alamat : Desa pojok watu RT 4/1 Kec Sambong, kab. Blora, Provinsi Jawa Tengah. Dita nama panggilannya. Bocah kecil yang seharusnya bisa bermain, bercanda, sekolah bersama teman-temannya saat ini menderita Leukimia. Sekitar 1 tahun yang lalu penyakit itu menyerang dek Dita. Selama ini pengobatan hanya dilakukan di puskesmas terdekat dan pengobatan alternatif tanpa tahu penyakit apa yang sebenarnya dek Dita rasakan. Vonis penyakitnyapun berbeda-beda. Ada yang memvonis limfa, lambung, dll. Akhirnya salah satu kurir sedekah rombongan mendapat kabar kalau ada pasien. Kami langsung bergerak dan membawa pasien ke RSUD di daerah Cepu. Dan ternyata setelah melalui beberapa test dokter memvonis Leukimia. Keluarga dek Dita kebingungan harus bagaimana. Kendala yang dihadapi pastinya biaya pengobatan. Orang tua dek Dita ( Ayah ) bekerja sebagai buruh pembuat roti dan ibunya ibu rumah tangga. Selama seminggu dek Dita dirawat di RSUD. Saran dari dokter untuk pasien harus check up secara rutin ke RSUD demi kesehatannya. Keluarga berharap dan mempunyai keyakinan yang sangat besar kalau dek dita bisa sembuh. Semoga Keadaannya berangsur membaik dan lekas sembuh. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan diberi untuk mengurus bpjs dan biaya hidup. Semoga Dek Dita bisa kembali sehat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 maret 2017
Kurir : @robbyadiarta @donypermana24 @akuokawai

Dita menderita leukimia

—-
MTSR PANTURA TIMUR I (K 9468 TB, Biaya Operasional Bulan November 2017). Sedekah Rombongan area Pantura Timur (Kudus, Demak, Jepara, dan wilayah terdekat lainya) dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya bagi pasien dampingan kami. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Pantura Timur I, yang berfungsi mengantar jemput para pasien Sedekah Rombongan di area Pantura Timur ke Rumah Sakit rujukan di luar kota yaitu RS Kariadi Semarang. Dengan adanya Mobilitas MTSR di wilayah Pantura Timur, kebutuhan untuk bahan bakar dan service MTSR dibutuhkan agar mobilitas dalam hal mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan dapat berjalan optimal. Biaya operasional kali ini digunakan untuk biaya service rutin, biaya bahan bakar, Jasa Driver bulan Oktober, dan Jasa Admin bulan Oktober. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya tercatat pada rombongan 1076, Semoga MTSR Pantura Timur I bisa terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 7.396.145,-
Tanggal : 29 November 2017
Kurir : @robbyadiarta Winahyu @muhnursetiawan2 @akuokawai

Biaya operasional bulan November 2017


MTSR PANTURA TIMUR II (K 8502 VA, Biaya Operasional bulan November 2017). Mobil APV tahun 2008 dengan nomor polisi K 9502 VA. adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Pantura Timur yang ke-2 dengan interior ambulance standart dan nomor hotline 08551911911 untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Area Pantura Timur (Rembang, Pati, Blora dan wilayah terdekat lainya). Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan untuk menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota seperti RS Moewardi Solo, RS Kariadi Semarang juga Rumah sakit lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan November 2017 di gunakan untuk pembelian BBM, Service rutin, Jasa Driver MTSR bulan Oktober.. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic MTSR Panura Timur II dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit. Sebelumnya laporan keuangan masuk pada rombongan 1077.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.982.123,-
Tanggal : 29 November 2017
Kurir : @robbyadiarta Budi @arifpandowo @muhnursetiawan2 @akuokawai

Biaya operasional bulan November 2017


SAMIDAH BINTI ANGGAR (48, Kerusakan Katup Jantung). Alamat : Desa Pasir Bangun, Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. Istri dari Bapak Sahrul ini telah mengalami kerusakan pada bagian katup jantung sejak 3 tahun yang lalu. Kondisi itu mengharuskan Ibu Samidah melakukan pengobatan rutin setiap bulan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H. Adam Malik Prov. Sumatera Utara dengan fasilitas medis yang lebih lengkap dari rumah sakit di Aceh. Pengobatan rutin tersebut alhamdulillah memberikan perkembangan yang cukup baik. Ibu Samidah yang dulunya lemah dan sering merintih kesakitan kini mulai bisa menjalani aktivitas sehari – hari seperti mengurus pekerjaan rumah tangga, meskipun belum bisa melakukan aktivitas berat. Dokter menyarankan untuk melakukan operasi besar di bagian jantung Ibu Samidah, tetapi ia belum siap. Dokter memberikan obat untuk melancarkan kembali aliran darah di jantung Ibu Samidah yang hanya bekerja dengan beberapa katup. Sebelumnya Ibu Samidah hanya ditangani seadaanya di RSUD. H. Sahudin Aceh Tenggara karena ia tidak ada biaya untuk berobat ke Medan. Berkat izin Allah, pada tanggal 28 Agustus 2017 yang lalu Ibu Samidah dan keluarga didampingi kurir Sedekah Rombongan dapat memulai pengobatannya di RSUP H. Adam Malik. Ibu Samidah masih harus menjalani kontrol rutin, namun ia tidak memiliki uang untuk membiayai kebutuhan pengobatannya terutama untuk biaya transportasi dan akomodasi ke Medan. Penghasilan Bapak Sahrul sebagai buruh bangunan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Ibu Samidah kembali harus menempuh 8 jam perjalanan darat untuk berobat. Kurir Sedekah Rombongan kembali membantu biaya akomodasi dan transportasi Ibu Samidah untuk melakukan pengobatan ke Pusat Jantung Terpadu RSUP. H. Adam Malik. Keluarga Ibu Samidah mengucapkan terimakasih atas bantuan dari Sedekah Rombongan dan seluruh sedekaholic. Sebelumnya Ibu Samidah telah masuk di rombongan 1076.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Desember 2017
Kurir :@arfanesia @pratiwi5566 @gherdatama @ririn_restu

Bapak Sahrul mengalami kerusakan pada bagian katup jantung


MUHAMMAD REVALDI UBAIDILLAH (2, Kanker Mata). Alamat : Dusun 1, RT 4, Desa Balun Ijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Propinsi Bangka Belitung. Ubai nama panggilannya, sejak lahir ia telah didiagnosis mengidap tumor di matanya. Akan tetapi waktu itu ukurannya masih sangat kecil, baru dalam 1 tahun terakhir mulai menunjukkan gejala yang serius. Mata Ubai semakin membengkak hingga terkadang mengeluarkan darah dan nanah. Selain di mata, benjolan juga terdapat di pipi kiri dan diperkirakan akar dari tumor tersebut sudah semakin menjalar. Berbekal KIS yang dimiliki Ubai berobat di RS Bakti Timah Pangkalpinang, namun karena keterbatasan alat ia dirujuk ke RS Muhammad Husein Palembang. Kondisi Ubai yang belum stabil membuat kemotrapi belum bisa dilakukan. Ayah Ubai, Pak Abdullah Adari (27) adalah seorang petani, sedangkan ibunya, Siti Aminah (25) hanya seorang ibu rumah tangga. Keduanya hanya bisa pasrah dengan keadaan Ubai. Segala cara mereka upayakan untuk kesembuhan Ubai. Dengan bantuan dari para saudara, tetangga, dan masyarakat yang bersimpati, keluarga membawa Ubai ke Palembang hingga beberapa hari. Alhamdulillah, Kurir Sedekahrombongan juga bisa bertemu dengan Ubai dan keluarga di rumahnya setelah mereka kembali ke Bangka Belitung. Keluarga Ubai menyatakan tidak ada lagi biaya untuk berobat ke Palembang, sedangkan kepastian kemoterapi dan operasi belum jelas. Kurir pun menyampaikan bantuan untuk membantu pengobatan Ubai.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 November 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Hery Setiawan @ririn_restu

Ubay didiagnosis mengidap tumor di matanya


MANDALA EKA PUTRA (22, Komplikasi TB Paru + Gagal Ginjal). Alamat : Jl. RE Martadinata 4/5, Desa Ampui, Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. Mandala adalah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi yang saat ini sedang diberikan ujian oleh Allah SWT berupa sakit yang sudah cukup lama. Selama hampir 2 tahun Mandala mengalami sakit maag dan kelenjar getah bening. Sakit yang dialami bahkan hingga membuat Mandala mengalami kelumpuhan dari pinggang ke kaki selama 2 bulan. Selain itu, saat ini penyakitnya juga sudah menjalar ke ginjal sehingga mengharuskan cuci darah. Ia juga mengalami TB Paru yang membuatnya tidak boleh putus minum obat. Kondisi Mandala semakin menurun sehingga diopname di RS Bakti Timah dalam waktu yang cukup lama. Karena berbaring terus – menerus cukup lama, timbul luka di bagian tulang ekor belakang tubuh Mandala. Mandala adalah anak pertama dari 3 orang bersaudara. Ayahnya sudah lama meninggal dan saat ini ia tinggal bersama ibunya, Ibu Nur Asiah, yang berprofesi sebagai penambang timah konvensional. Kondisi ekonomi keluarga yang sulit membuat Ibu Nur Asiah hanya bisa pasrah dengan kondisi anaknya. Keluarga sangat membutuhkan bantuan untuk kesembuhan Mandala, karena meski telah memiliki KIS kebutuhan pengobatan lainnya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kurir Sedekahrombongan bertemu dengan Mandala dan keluarga di rumahnya. Untuk membantu meringankan beban keluarga Mandala, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari para sedekaholics untuk kebutuhan pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Siti Aminah @ririn_restu

Mandala mengalami sakit maag dan kelenjar getah bening


KIRANA DERMAWAN (2, Kanker Kaki Kanan). Alamat : RT 6/3, Desa Kedondong, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dik Kirana memiliki benjolan di kaki kanannya sejak ia lahir. Orang tuanya langsung memeriksakan Dik Kirana ke Rumah Sakit (RS) Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Dik Kirana menderita tumor ganas pada kaki kanannya dan harus segera diamputasi. Mendengar hal tersebut, orang tuanya langsung mengupayakan pengobatan ke RS Sardjito. Dik Kirana pun menjalani pengobatan secara radioterapi di RS Sardjito dan RS Margono. Dik Kirana sudah selesai menjalani kemoterapi dan radioterapi. Kini Dik Kirana sudah bisa berjalan dan masih melakukan kontrol ke poli orthopedi RS Sardjito untuk menjalani observasi kanker di kakinya. Dari hasil CT scan terakhir diketahui bahwa kanker di kaki kanan Dik Kirana tidak menyebar ke tulang dan sudah mengecil. Ayah Dik Kirana, Sugeng Prayitno (32) bekerja sebagai penjual bakso keliling dan sesekali berjualan burung dara di pasar, sedangkan ibunya, Lajar Tri Mulyani (30) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Pak Sugeng yang kecil hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama kedua anaknya yang masih kecil. Biaya pengobatan Dik Kirana dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun biaya operasional selama pengobatan masih menjadi kendala baginya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Kirana. Santunan dari sedekaholics kembali disampaikan untuk membantu biaya operasional selama kontrol di RS Sardjito. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1057. Kini Dik Kirana sedang menjalani kontrol setiap 3 bulan sekali untuk melihat perkembangan sel kanker setelah sinar. Alhamdulillah tidak berkembang. Semoga Dik Kirana segera sembuh, dapat tumbuh sehat dan membanggakan orang tuanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Desember 2017
Kurir : @ddeean @paulsyifa

Dik Kirana menderita tumor ganas pada kaki kanannya


SITI NUR (37, Kanker Mulut). Alamat : RT 3/2, Desa Pasinggangan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada Januari 2017, Ibu Siti didiagnosis menderita kanker mulut oleh dokter di Rumah Sakit (RS) Margono, Purwokerto. Dokter juga menyarankan agar beliau menjalani kemoterapi sebanyak 36 kali di RS Margono. Hingga saat ini Ibu Siti masih menjalani kemoterapi rutin di RS Margono. Suaminya, Muhammad Ansori (45) adalah seorang karyawan pembuat roti. Pasangan ini dikaruniai 3 orang anak yang masih kecil. Penghasilan keluarga yang kecil hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Bahkan Bapak Ansori sempat tidak dapat bekerja untuk beberapa waktu karena mengantar dan merawat Ibu Siti yang sedang sakit. Biaya pengobatan Ibu Siti dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas II yang dibayarkan oleh pemilik toko roti tempat Bapak Ansori bekerja. Pengobatan Ibu Siti masih terkendala biaya hidup sehari-hari dan transportasi saat beliau harus menjalani terapi di RS Margono yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggalnya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi ke rumah sakit dan kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga pengobatan Ibu Siti berjalan lancar dan beliau segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Desember 2017
Kurir : @ddeean @olipe_oile @paulsyifa

Ibu Siti didiagnosis menderita kanker mulut


SURYANTI BINTI JASWADI (49, Gagal Jantung). Alamat : RT 7/2, Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Awal Agustus 2017, Ibu Suryanti mengalami batuk dan flu. Beliau pun mengkonsumsi obat generik dari warung, namun tak kunjung sembuh. Pada pertengahan September 2017, beliau memeriksakan diri ke poli paru di Rumah Sakit (RS) Margono. Hasil rontgen menunjukkan bahwa kondisi paru-parunya baik. Ibu Suryanti pun disarankan ke poli jantung. Pada Oktober 2017, beliau memeriksakan diri ke poli jantung RS Geriyatri dan didiagnosis menderita gagal jantung. Kini beliau sering merasa pusing, bersin dan mudah lelah. Semenjak suaminya, Irfan meninggal, Ibu Suryanti bekerja sebagai penjual jajanan pasar untuk menafkahi dua orang putranya yang masih bersekolah. Penghasilannya sulit untuk membiayai sekolah putranya, kontrak rumah dan kebutuhan hidup sehari-hari. Anak pertmanya didaftarkan di Panti Asuhan Darul Hadronah Muslimat NU karena beliau tidak sanggup membiayai sekolah dan makan. Rencanya beliau akan pindah ke Pondok Pesantren Nurul Huda dan bekerja sebagai tukang masak disana karena tidak sanggup lagi membayar kontrak rumah. Ibu Suryanti juga tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya pembuatan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III serta kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga Ibu Suryati segera diberi kesembuhan dan tetap semangat menjalani hidup.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Desember 2017
Kurir : @ddeean @paulsyifa

Bu Suryanti didiagnosis menderita gagal jantung


DIAN SEKARANING PUTRI (16, Atrial Septal Defect). Alamat : RT 6/4, Desa Sawangun, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dian, biasa ia dipanggil, sejak lahir mengalami gangguan pernafasan sehingga nafasnya tidak lancar. Saat Dian berusia 14 tahun, ia mulai memeriksakan diri ke Puskesmas Ajibarang 2 karena sering merasakan sesak nafas dan jantung berdetak cepat. Dari Puskesmas Ajibarang 2, Dian sempat dirujuk ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Ajibarang dan RSUD Banyumas. Dokter mendiagnosis Dian menderita atrial septal defect atau kerusakan antara kedua ruang atas jantung (atrium) yang menyebabkan jantung kanan membesar dan tekanan pada paru-paru menjadi tinggi (hipetensi pulmonal). Sekarang Dian sedang menjalani pengobatan di RSUP (Rumah Sakit Umum Provinsi) Sardjito. Ia menjalani operasi pada Mei 2017. Ibunya, Saliyah (42) menceritakan kesulitan yang dihadapinya saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Ibu Saliyah bekerja serabutan, sedangkan Bapak Muklis (43) bekerja sebagai buruh harian lepas. Penghasilan keduanya tidaklah banyak, hanya cukup untuk makan sehari-hari. Beruntung, biaya pengobatan Dian dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Dian dan keluarganya sehingga dapat memberikan santunan untuk membantu biaya hidup sehari-hari pasca operasi jantung Dian. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 1060. Setelah menjalani operasi, kini Dian masih menjalani kontrol satu bulan sekali untuk memeriksa kerja jantungnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Deseber 2017
Kurir : @ddeean @paulsyifa

Dian menderita atrial septal defect


SENEN BINTI SADINAYA (92, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : RT 3/10, Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Nenek Senen hidup sebatang kara di rumahnya yang sangat sederhana. Beliau sudah tidak dapat bekerja karena kondisi fisiknya yang sangat lemah dan badannya sudah membungkuk. Kegiatan beliau sehari-hari hanya membersihkan halaman di sekitar rumahnya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makan, beliau dibantu tetangga sekitar rumah yang berempati kepada beliau. Nenek Senen terdaftar dalam jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dapat digunakan saat beliau sakit. Namun, beliau sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nenek Senen sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari beliau. Semoga Nenek Senen sehat selalu dan tetap semangat menjalani hidup.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Desember 2017
Kurir : @ddeean @paulsyifa

Bantuan biaya hidup


NASIH BINTI MADISWAN (78, Patah Tulang Tangan Kiri). Alamat : RT 1/3, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rabu, 11 Oktober 2017 saat sedang di kamar mandi, Nenek Nasih terpeleset dan tangan kirinya menahan badannya saat terjatuh. Cucunya membawa Nenek Nasih untuk diperiksa di Puskesmas Patikraja. Dokter menduga terjadi patah tulang di tangan kiri beliau. Dokter juga menyarankan agar beliau melanjutkan pengobatan di rumah sakit sehingga dapat diperiksa lebih lanjut. Namun belum dapat dilakukan karena tidak ada keluarga yang dapat mendampingi ke rumah sakit. Nenek Nasih tinggal seorang diri setelah suaminya, Musaeri meninggal. Beliau sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan beliau dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun pengobatannya terkendala transportasi untuk berobat ke rumah sakit. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nenek Nasih sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya kontrol ke rumah sakit dan kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga Nenek Nasih segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Desember 2017
Kurir : @ddeean @paulsyifa

Bu Nasih mengalami patah tulang di tangan kiri


FAIS WAHYU (6, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : RT 2/2, Desa Salamerta, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada 6 September 2017, Dik Fais mengaku disengat lebah madu. Sekitar tanggal 20 September 2017, pipi Dik Fais mulai membengkak dan awal bulan Oktober kemarin, luka bekas sengatan tersebut semakin membesar. Ia pun diperiksakan di Polindes Salamerta dan Puskesmas 2 Mandiraja. Ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Islam Banjarnegara dan dirawat selama 3 hari. Dari hasil pemeriksaan, Dik Fais didiagnosis menderita kanker kelenjar getah bening dan harus menjalani kemoterapi di RS Margono, Purwokerto. Ia pun sempat dirawat selama 3 hari di RS Margono. Kini bejolan di wajahnya mulai susut namun masih sering terasa sakit. Ia pun masih harus menjalani kemoterapi secara rutin. Dik Fais adalah putra dari pasangan Wahyono (32) dan Musyarofah (30). Bapak Wahyono bekerja sebagai buruh harian lepas untuk menafkahi keluarganya. Penghasilannya yang kecil dan tidak menentu sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Dik Fais dibantu jaminan kesehatan berupa Jamkesda. Namun pengobatannya masih terkendala biaya akomodasi ke rumah sakit. Ahamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Fais sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama pengobatan ke rumah sakit. Semoga pengobatannya berjalan lancar dan ia segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Desember 2017
Kurir : @ddeean @KangImam @paulsyifa

Dik Fais didiagnosis menderita kanker kelenjar getah bening


NUR HASAN (43, Gendang Telinga Pecah). Alamat : RT 3/1, Desa Pingit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Saat bangun tidur pada pertengahan tahun 2015, Bapak Hasan merasa telinganya rapat, kemudian keluar air dari telinga tersebut. Beliau memeriksakan diri ke dokter praktik umum sampai 3 kali namun tidak ada perubahan. Beliau sempat melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hj. Anna Lasmanah, Banjarnegara dan Rumah Sakit Umum (RSU) Emanuel, Klampok. Akhirnya beliau dirujuk ke RSU Margono, Purwokerto dan diketahui bahwa gendang telinganya pecah. Dokter menyarankan agar Bapak Hasan menjalani operasi. Kini beliau sering merasa pusing, badan dingin, susah keluar keringat dan keluar lendir terus dari telinganya. Sejak sakit, beliau tidak bekerja. Istrinya, Siti Alfiah (32) adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka kesulitan untuk memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Bapak Hasan dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun pengobatannya masih terkendala biaya akomodasi selama pengobatan rutin dan biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Hasan sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi ke rumah sakit dan kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga Bapak Hasan segera diberi kesembuhan dan dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Desember 2017
Kurir : @ddeean Wiwid @paulsyifa

Pak Hasan mengalami gendang telinganya pecah


NASLIM BIN SAMSORI (42, Infeksi Paru-Paru + Batu Empedu + Gagal Ginjal). Alamat : RT 3/5, Desa Bandingan, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada pertengahan bulan September 2017, Bapak Naslim mengalami kecelakaan saat beliau bekerja sebagai supir di Jakarta. Beliau merasa sakit di daerah pinggang, sehingga menjalani terapi pijat. Namun, tak lama kemudian, kondisi fisiknya mengalami penurunan. Beliau dibawa ke Rumah Sakit (RS) Islam Banjarnegara untuk diperiksa lebih lanjut dan didiagnosis menderita otot memar. Setelah beberapa hari tidak ada perubahan, beliau dirujuk ke RS Siaga Medika, Banyumas dan menjalani rawat inap selama 7 hari. Setelah satu hari di rumah, Bapak Naslim kembali mengeluh sakit sehingga beliau dibawa ke RS Margono, Purwokerto. Dokter mendiagnosis beliau menderita infeksi paru-paru, batu empedu dan gagal ginjal. Kondisi tubuh Bapak Naslim semakin menurun. Pada 14 Desember 2017, beliau menghembuskan nafas yang terakhir. Istrinya, Sri Mahyati (39) adalah seorang ibu rumah tangga. Sejak Bapak Naslim sakit, penghasilan keluarga terhenti sehingga mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Bapak Naslim dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas II. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Naslim dan keluarganya sehingga dapat menyampaikan santunan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan almarhum. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisiNya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Desember 2017
Kurir : @ddeean Wiwid @paulsyifa

Pak naslim  menderita infeksi paru-paru, batu empedu dan gagal ginjal


DESTA ARINGGA (9, Typus + Maag). Alamat : RT 4/3, Desa Karangnangka, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Badan Dik Desta panas saat ia sedang bermain. Orang tuanya pun memberikannya sirup penurun panas. Namun beberapa jam kemudian Dik Desta muntah-muntah dan keluar darah sedikit. Ia pun diperiksakan ke dokter, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Nirmala, Purbalingga. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Dik Desta menderita maag dan typus. Kini ia sedang dirawat di RS Nirmala. Ayahnya, Ari Bowo (34) bekerja sebagai karyawan swasta, sedangkan ibunya, Setiyawati (30) adalah karyawan di pabrik wig. Penghasilan keluarga hanya mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Dik Desta dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun pengobatannya terkendala biaya akomodasi ke rumah sakit dan biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Desta sehingga dapat memberikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama ia dirawat di RS Nirmala. Semoga Dik Desta segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Desember 2017
Kurir : @ddeean Didik @paulsyifa

Dik Desta menderita maag dan typus


KARSONO BIN SAYUTI (43, Cervical Displacement). Alamat : RT 5/8, Desa Dagan, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Sakit yang diderita Bapak Karsono berawal saat ia memanen padi di sawah pada April 2017 lalu. Tiba-tiba badannya terasa lemas dan tidak dapat berjalan. Keluarganya segera membawa beliau ke Rumah Sakit (RS) Pembina Kesejahteraan Ummat (PKU) Muhammadiyah, Bobotsari. Beliau pun menjalani rawat inap selama 3 hari sebelum akhirnya dirujuk ke RS Goetheng, Purbalingga. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Bapak Karsono menderita cervical displacement, yaitu sakit pada bagian leher dan tulang punggung. Beliau kemudian dirujuk dan diopersi di RS Suharso, Solo. Sebelumnya, Bapak Karsono bekerja sebagai buruh tani. Istrinya, Mutmainah (38) seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga yang kecil semakin berkurang sejak Bapak Karsono sakit. Mereka pun kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. Biaya pengobatan Bapak Karsono dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya, namun beliau masih kesulitan mendapatkan dana untuk membiayai biaya operasional selama kontrol di RS Margono. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Bapak Karsono sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya selama beliau kontrol di RS Margono. Kini beliau sedang menjalani kontrol dan terapi di RS Margono. Sampai saat ini beliau sudah menjalani dua kali kontrol dan terapi. Beliau sudah dapat duduk dan berjalan meskipun hanya sebentar. Semoga Bapak Karsono segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Desember 2017
Kurir : @ddeean Didik @paulsyifa

Bapak Karsono menderita cervical displacemen


MUSRIMAH BINTI SARIFUDIN TIHAD (26, Lumpuh + Epilepsi). Alamat : RT 3/5, Desa Adisana, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Musriah lahir normal, namun pada usia 2 tahun ia mengalami kecelakaan. Ia jatuh dari ayunan sehingga tulang pahanya bergeser. Ia pun dibawa ke Rumah Sakit (RS) Banyumas. Setelah beberapa hari, belum juga ada perkembangan. Hingga ia berobat ke beberapa tempat juga tidak ada perubahan. Tubuhnya semakin layu, lemas dan sekarang saat ia dewasa, badannya besar namun kakinya kecil sehingga dia tidak dapat berjalan. Sebulan yang lalu, Musrimah mengeluhkan sakit perut, pusing dan mual. Setelah dipeeriksakan ke RS Banyumas, Ia didiagnosis menderita epilepsi dan disarankan agar menjalani kontrol setiap sebulan sekali ke RS Banyumas. Kini ia masih sering merasa pusing dan tangannya nyeri dan sakit. Ayahnya, Sarifudin Tihad baru saja meninggal dunia 7 hari yang lalu. Ibunya, Aminah (55) adalah seorang ibu rumah tangga. Kini mereka sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Biaya pengobatan Musrimah dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun ia masih kesulitan biaya akomodasi selama kontrol ke rumah sakit dan biaya kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Musrimah sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama kontrol ke rumah sakit dan biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga ia segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Desember 2017
Kurir : @ddeean Lasminah @paulsyifa

Bu Musriah menderita epilepsi dan lumpuh


MUHSON BINTI SYARIFUDIN TIHAD (34, Patah Tulang Kaki + Epilepsi). Alamat : RT 3/5, Desa Adisana, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dua belas tahun yang lalu, Muhson mengalami kecelakaan lalu lintas saat pulang sekolah di komplek SMA Kroya. Ia mengalami patah tulang kaki sehingga harus dioperasi di Rumah Sakit (RS) Orthopedi Solo. Operasi bejalan lancar dan keadaannya mulai membaik. Namun, 5 bulan yang lalu ia kembali mengalami kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kepalanya terbentur aspal jalan. Ia pun dibawa berbat ke RS Banyumas dan didiagnosis terkena syaraf epilepsi. Dokter menganjurkan agar ia menjalani kontrol setiap sebulan sekali di RS Banyumas. Kini ia masih merasakan pusing, nyeri di bagian tulang yang dipasang pen dan jalannya agak pincang. Ayahnya, Sarifudin Tihad baru saja meninggal dunia 7 hari yang lalu. Ibunya, Aminah (55) adalah seorang ibu rumah tangga. Kini mereka sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Biaya pengobatan Muhson dibantu jaminan kesehatan berupa jamkesmas. Namun ia masih kesulitan biaya akomodasi selama kontrol ke rumah sakit dan biaya kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Muhson sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama kontrol ke rumah sakit dan biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga ia segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Desember 2017
Kurir : @ddeean Lasminah @paulsyifa

 

Pak Muhson mengalami patah tulang kaki


MTSR 2 MAGETAN (AE 1495 KG, Biaya Operasional Desember 2017). Pada tanggal 12 Agustus 2016 Sedekah Rombongan wilayah Magetan kembali mendapat amanah dari warga setempat berupa satu unit mobil Luxio tahun 2012 yang di pergunakan sebagai MTSR di wilayah Magetan dan sekitarnya. Mobil standart penumpang tersebut di pergunakan untuk mempermudah bergerakan Kurir Sedekah Rombongan Di wilayah Magetan untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholic dan mengantar pasien dampingan ke Solo, Yogya, Surabaya maupun Malang. Mtsr 2 digunakan juga Untuk mengoptimalkan mobilitas MTSR di Kota Kabupaten Magetan yang juga mengcover wilayah Kabupaten Ngawi dan sekitarnya. Kebutuhan BBM Servis rutin dan biaya Operasional pastinya sangat di butuhkan. Bantuan kali ini pada bulan Desember 2017 sebesar Rp 3.904.500,- di alokasikan untuk biaya pembelian BBM, wiper depan dan belakang Luxio serta jasa driver. Laporan keuangan Operasional MTSR AE 1495 KG sebelumnya masuk pada rombongan 1090.

Jumlah Bantuan : Rp 3.904.500-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Desember 2017


RSSR MAGETAN, (Biaya operasional Rssr Magetan bulan Desember 2017). Rssr adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. RSSR hadir di Magetan sejak bulan Oktober 2015. Kami mengontrak rumah di Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan selama 2,5 tahun setelah 1 tahun sebelum nya berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomer 25 Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo. Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan rekening air, listrik, telpon, kebersihan dan prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan Magetan selama bulan Desember 2017 setelah sebelum nya masuk rombongan 1090.

Jumlah Santunan : Rp 2.029.296,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Rssr Magetan bulan Desember 2017


RSSR MAGETAN, (Sembako pasien bulan Desember 2017). Alamat : Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo. Kebutuhan pokok yang diperlukan antara lain : Beras, sayur, Gula, kopi, susu, minyak, detergen, lauk-pauk dan lain- lain. Alhamdulillah berkat sedekaholics, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi di bulan ini dan tersampaikan untuk pasien dampingan yang berada di RSSR. Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan konsumsi pasien selama bulan Desember 2017. Laporan sebelum nya masuk rombongan 1090.

Jumlah Santunan : Rp 861.400,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya Sembako pasien bulan Desember 2017

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MILI WIDIYANTI 500,000
2 MUHAMMAD ABBAS 1,000,000
3 BAYU ARDANA 1,000,000
4 MIKO BESINGGO 1,000,000
5 NENE DARMIN 750,000
6 RENI BINTI MADJID 500,000
7 SALMAWATI RUSTAM 750,000
8 RAHMATIA BINTI SAMPARA 1,000,000
9 KENNANG DOLO 500,000
10 SABILURROSYAD DAN SABILURRUSYDI 1,500,000
11 JUHARIA ALIGE 1,500,000
12 RSSR JEMBER 3,413,579
13 RSSR JEMBER 2,944,800
14 NINIK HUNAINAH 500,000
15 RUSLAN BIN KAMRI 1,500,000
16 KALSUM BAY 1,000,000
17 ALFIANA ANINDHITA MAULIDA 500,000
18 MTSR PANTURA TIMUR I 7,396,145
19 MTSR PANTURA TIMUR II 6,982,123
20 SAMIDAH BINTI ANGGAR 500,000
21 MUHAMMAD REVALDI UBAIDILLAH 1,000,000
22 MANDALA EKA PUTRA 2,500,000
23 KIRANA DERMAWAN 500,000
24 SITI NUR 1,000,000
25 SURYANTI BINTI JASWADI 1,000,000
26 DIAN SEKARANING PUTRI 500,000
27 SENEN BINTI SADINAYA 1,000,000
28 NASIH BINTI MADISWAN 1,000,000
29 FAIS WAHYU 1,000,000
30 NUR HASAN 1,000,000
31 NASLIM BIN SAMSORI 1,000,000
32 DESTA ARINGGA 1,000,000
33 KARSONO BIN SAYUTI 500,000
34 MUSRIMAH BINTI SARIFUDIN TIHAD 1,000,000
35 MUHSON BINTI SYARIFUDIN TIHAD 1,000,000
36 MTSR 2 MAGETAN 3,904,500
37 RSSR MAGETAN 2,029,296
38 RSSR MAGETAN 861,400
Total 56,531,843

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 56,531,843,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1095 ROMBONGAN

Rp. 58,349,486,607,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *