Rombongan 1094

Harta tidak akan berkurang dengan sedekah.
Posted by on January 3, 2018

ATIWEN BINTI SANASRI (48, Susp Tuberculosis + Bronkitis). Alamat : RT 1/9, Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada bulan Juli 2017, Ibu Ratiwen mengalami sesak napas, batuk, nafsu makan berkurang. Beliau pun memeriksakan diri ke Rumah Saki (RS) Sinar Kasih. Dari hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosis Ibu Ratiwen terkena bronkitis dan tuberculosis. Dokter pun menyarankan agar beliau dirawat inap. Namun baru sehari dirawat, Ibu Ratiwen pulang karena masalah ekonomi. Beliau pun melanjutkan pengobatan di RS Margono dan menjalani rawat inap selama 15-21 September 2017. Dokter menyarankan agar beliau melakukan kontrol rutin setiap sepekn sekali ke RS Margono. Kini beiau masih batuk dan sesak napas. Ibu Ratiwen bekerja sebagai buruh harian lepas di pabrik mie soun di daerahnya. Penghasilannya yang kecil sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatannya dibantu JKN-KIS Mandiri kelas III. Namun masih kesulitan untuk membayar angsuran ke BPJS dan biaya obatnya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Ratiwen sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya angsuran ke BPJS dan biaya hidup sehari-hari. Semoga beliau segera diberi kesembuhan dan dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Desember 2017
Kurir : @ddeean @menttariii @paulsyifa

Ibu Ratiwen terkena bronkitis dan tuberculosis.


SUMINI BINTI SUWARJI (52, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Jalan Senopati, Gang Karisna No. 42, Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Kehidupan sehari-hari Ibu Sumini jauh dari kata layak. Beliau bekerja sebagai buruh di pabrik mie. Suaminya, Sumarno (48) bekerja sebagai buruh harian lepas. Penghasilan keluarga yang kecil sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka bersama anak-anaknya. Mereka dikarunia dua anak laki-laki, yaitu Purwanto dan Fajar Purnomo. Usia keduanya masih remaja. Anak terakhir hanya lulus dari sekolah menengah pertama yang ijazahnya masih ditahan karena masih ada biaya administrasi sekolah yang belum dibayarkan. Keluarga Ibu Sumini belum mempunyai rumah dan masih menumpang di rumah orang tuanya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Sumini sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari. Semoga Bu Sumini tetap semangat dalam menjalani hidup.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Desember 2017
Kurir : @ddeean @menttariii @paulsyifa

Bantuan biaya hidup


SUYATMAN BIN NURYADIMEJA (60, Gangguan Paru-Paru). Alamat : Jalan Makam RT 3/7, Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar 3 tahun yang lalu, Bapak Suyatman mengalami sesak nafas dan batuk yang tak kunjung sembuh lalu beliau diperiksakan ke klinik dan puskesmas namun tak ada perubahan apapun. Pada 2 Februari 2015, keluarganya membawa Bapak Suyatman ke Rumah Sakit (RS) Hidayah dan beliau dirawat inap sekitar satu pekan. Sepulang dari rawat inap, Bapak Suyatman rutin menjalani kontrol. Selama 3 tahun ini, beliau beberapa kali dirawat inap dan terakhir dirawat inap tanggal 16 November 2017. Bapak Suyatman yang bekerja sebagai tukang jahit ini terpaksa menolak orderan dari para pelanggannya padahal beliau masih harus menghidupi keluarganya. Bapak Suyatman mempunyai anak sepuluh, dua diantaranya sudah menikah dan tinggal 8 anaknya yang masih jadi tanggungannya. Istrinya, Siti Ngafiah (53) adalah seorang ibu rumah tangga. Biaya pengobatan Bapak Suyatman selama ini dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun pengobatannya terkendala biaya akomodasi dan kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Suyatman sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari. Semoga Pak Suyatman segera diangkat penyakitnya

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Desember 2017
Kurir : @ddeean @menttariii @paulsyifa

Bapak Suyatman mengalami gangguan paru-paru


SUKANTINI BINTI SUMODIHARJO (74, Stroke). Alamat : Jalan Kauman Lama Belakang No. 43, RT 3/6, Kelurahan Purwokerto Lor, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Sukantini mempunyai riwayat darah tinggi. Pada tanggal 3 Agustus 2017, beliau terjatuh sampai mengalami kejang-kejang. Beliau lalu dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Margono dan menjalani rawat inap selama 6 hari. Saat itu Ibu Sukantini masih bisa berjalan. Namun pada tanggal 26 Oktober 2017, Ibu Sukantini terjatuh lagi. Dokter mendiagnosis Ibu Sukantini terkena stroke ringan. Kondisinya saat ini tidak bisa berjalan, sehingga beliau sangat kesulitan dalam beraktifitas sehari-hari. Beliau tinggal bersama anak dan menantunya dengan kondisi ekonomi yang belum bisa dikatakan mampu. Selama pengobatannya, Ibu Sukantini juga selalu didampingi oleh anak dan menantunya. Biaya pengobatannya dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Dengan kondisi ekonomi keluarganya saat ini, Ibu Sukantini kesulitan untuk membeli kursi roda. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sukantini sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu membeli kursi roda. Semoga Bu Sukantini tetap semangat dalam menjalani hidup dan dapat beraktifitas dengan lebih leluasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Desember 2017
Kurir : @ddeean @menttariii @paulsyifa

Ibu Sukantini terkena stroke ringan.


GHOLIB ABDURROFI AHMAD (10, Gangguan Penglihatan). Alamat : RT 4/2, Desa Winong , Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada Selasa 19 September 2017 saat istirahat sekolah, Dik Rofi bermain lempar-lemparan tanah dihalaman sekolah bersama teman sebayanya. Naas lemparan dari temannya mengenai mata kiri Dik Rofi, matanya pun menjadi bengkak lalu dibawa ke puskesmas terdekat dan hanya diberi obat tablet dan obat tetes mata. Beberapa hari kemudian Dik Rofi muntah-muntah, mengeluh kepalanya sakit kemudian oleh keluarga dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjarnegara dan dirawat selama empat hari namun mata sebelah kirinya sudah tidak bisa melihat. Dokter tidak berani mengoperasi karena peralatan di rumah sakit tersebut kurang lengkap. Selang beberapa hari setelah kepulangannya dari rumah sakit, sakitnya kambuh lagi oleh keluarga dibawa kembali ke RSUD Banjarnegara. Dokter menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Margono. Dokter mengatakan sudah terlambat untuk dilakukan operasi. Keluarga pun bingung dan seperti putus asa mendengar pernyataan tersebut. Berbeda dengan Dik Rofi, ia justru tetap optimis dengan mengatakan bahwa dia pasti sembuh. sungguh anak yang luar biasa. Dik Rofi adalah anak pertama dari pasangan Septo Waluyo (44) dan Sri Haryati (36). Kondisi ekonominya belum bisa dikatakan mampu. Ayahnya bekerja sebagai otomotif disalah satu bengkel dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Biaya pengobatan Dik Rofi dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Rofi sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Semoga Dik Rofi tetap semangat dalam menjalani hidup.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Desember 2017
Kurir : @ddeean @menttariii @paulsyifa

Gholib menderita gangguan pengelihatan


MUHAMMAD IQBAL SAPUTRA (2, Delay Development). Alamat : RT 7/8, Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Saat Dik Iqbal berusia 8 bulan, orang tuanya merasa bahwa perkembangan anaknya tidak seperti anak seusianya. Gerak tubuhnya pasif. Namun, orang tuanya tidak langsung membawa Dik Iqbal ke dokter untuk diperiksa. Lantaran semakin hari perkembangannya semakin memburuk, akhirnya pada Juli 2017, Dik Iqbal diperiksakan di Klinik dr. Koent. Ia kemudian dirujuk untuk melanjutkan pengobatan ke Rumah Sakit (RS) Sinar Kasih sebelum akhirnya dirujuk ke RS Margono. Dokter mendiagnosis Dik Iqbal mengalami delay development atau perkembangan tubuh yang terlambat. Ia pun harus menjalani terapi secara rutin. Saat ini, Dik Iqbal hanya tinggal bersama ibunya, Yatinah (38). Ibu Yatinah seorang ibu rumah tangga, sedangkan ayahnya, Trianto (40) bekerja sebagai buruh dan tinggal di luar kota. Penghasilan keluarga yang kecil membuat mereka kesulitan mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Dik Iqbal dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat kembali menyampaikan santunan kepada Dik Iqbal untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari dan membeli susu. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 1060. Kini kondisi Dik Iqbal sudah ada kemajuan dalam berbicara. Jika sebelumnya hanya dapat mengucapkan satu kata, kini ia dapat mengucapkan dua kata. Terimakasih diucapkan untuk sedekaholics atas titipan sedekah yang diamanahkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Desember 2017
Kurir : @ddeean @menttariii @paulsyifa

Dik Iqbal mengalami delay development


KARSO BIN WIRYAREJA (45, Asma + Typus). Alamat : Jalan Margo Mulyo, RT 5/8, Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar awal Desember 2017, Bapak Karso mengalami lemas pada badannya tapi ia nekad untuk tetap bekerja. Karena cemas, istrinya, Rumiwi (39) membawanya ke Klinik Vira. Namun setelah beberapa hari, tidak ada perubahan apapun. Bapak Karso yang juga menderita sakit asma ini tetap kembali bekerja sampai akhirnya kondisinya menurun drastis. Beliau lalu dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Margono dan dirawat inap selama 4 hari. Dokter mendiagnosis beliau terserang typus. Sejak sakit, beliau yang sebelumnya bekerja di toko bangunan tidak dapat bekerja dengan maksimal. Istrinya adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan yang kecil sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Selama pengobatan Bapak Karso dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau masih kesulitan dana untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Karso sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari. Semoga Pak Karso segera diangkat penyakitnya dan dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Desember 2017
Kurir : @ddeean @menttariii @paulsyifa

Pak Karso terserang typus


RISEM BINTI SOPAWI (75, Malignant Neoplasm of Rectum). Alamat : Jalan Gunung Tidar, RT 6/3, Kelurahan Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Beliau biasa dipanggil Mbah Risem. Wanita yang sudah memasuki masa lansia ini sudah tujuh kali menjalani operasi. Sejak 3 tahun lalu, beliau menderita kanker ganas stadium IV yang menyerang usus besarnya (malignant neoplasm of rectum). Operasi pertama dilakukan di Rumah Sakit (RS) Jatiwinangun. Operasi kedua dilaksanakan di RS Wijayakusuma dan operasi selanjutnya di RS Margono. Sampai saat ini Mbah Risem masih menjalani kemoterapi setiap satu pekan sekali. Kehidupan Mbah Risem jauh dari kata berkecukupan. Beliau sudah menjanda selama 10 tahun. Saat ini beliau tinggal bersama anaknya yang sudah berumah tangga. Biaya pengobatan Mbah Risem dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau masih kesulitan dana untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Mbah Risem adalah sosok yang ceria, namun didalam keceriannya memendam rasa sakit dan kesedihan yang cukup dalam. Hal tersebut terbukti saat kurir Sedekah Rombongan datang untuk menyampaikan santunan dari sedekaholics, Mbah Risem menangis histeris dan tak hentinya mengucapkan terimakasih. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Semoga Mbah Risem tetap semangat dalam menjalani hidup.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Desember 2017
Kurir : @ddeean @menttariii @paulsyifa

Mbah Risem menderita kanker ganas stadium IV yang menyerang usus besarnya


JIMUN BIN TARMUDI (67, Glukoma). Alamat : RT 4/2, Desa Kembaran, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sebelum lebaran tahun 2017, penglihatan Bapak Jimun masih normal. Belliau masih dapat bekerja seperti biasa. Namun sekitar bulan Juli 2017, bersamaan dengan kematian kakaknya, kesehatan Bapak Jimun mulai menurun. Penglihatannya pun mulai kabur. Dokter mendagnosis beliau mendera glukoma. Ia sudah tidak bisa bekerja. Selama sakit Pak Jimun berobat alterantif namun tidak ada perubahan apapun. Sebelum sakit, Bapak Jimun bekerja di pabrik mie untuk menghidupi kedua anaknya, Slamet Riyadi (24) dan Supriyanto (17) serta istrinya, Karsini (52). Namun sejak sakit, penghasilan keluarga berkurang dan mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bapak Jimun terdaftar dalam jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun, proses pengobatannya masih terkendala biaya akomodasi ke rumah sakit dan biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Jimun sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu kehidupan sehari-hari Bapak Jimun dan keluarganya. Semoga Bapak Jimun segera diberi kesembuhan dan dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Desember 2017
Kurir : @ddeean @menttariii @paulsyifa

Pak Jimun menderita glukoma


LINA RUSTIANTI (23, Patah Tulang Kaki Kanan). Alamat : RT 6/1, Desa Bantarwuni, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada tanggal 6 Oktober 2017, Lina mengalami kecelakaan bersama suami dan anaknya di Desa Ciberem, Sumbang. Suami dan anaknya tidak terluka parah namun Lina yang terlempar ke sungai mengalami luka yang cukup serius. Ia langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Orthopaedi dengan bantuan warga sekitar. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa tulang kaki kanan remuk dan tempurungnya hilang. Lina pun segera dioperasi dan diopname selama 4 hari. Luka bekas operasi tersebut sempat infeksi sehingga dilakukan operasi kembali pada tanggal 19 Oktober 2017. Setelah itu perawatan luka dilakukan dirumah oleh bidan didesanya namun keluarganya mengeluh sudah satu bulan tidak bisa membayar jasa perawatan tersebut. Kini Lina hanya bisa terbaring di tempat tidur dengan luka di kakinya yang masih basah. Suaminya, Susanto (30) hanya bekerja sebagai buruh harian lepas yang penghasilannya tidak menentu. Biaya pengobatan Lina dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun ia masih kesulitan dana untuk membayar biaya perawatan lukanya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Lina sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu melunasi biaya perawatan luka. Semoga Lina segera diberi kesembuhan dan tetap semangat dalam menjalani hidup

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Desember 2017
Kurir : @ddeean @menttariii @paulsyifa

Lina menderita patah tulang kaki kanan


TAWIARJO BANYUMAS (72, Luka di Kepala). Alamat : RT 3/6, Desa Linggarsari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Setelah Maghrib tanggal 4 Oktober 2017, Bapak Tawiarjo ditemukan tergeletak dipinggir jalan di sebelah sepedanya. Beliau lalu dibawa ke Klinik UMP oleh polisi dan adik iparnya. Ketika diperiksa ternyata tekanan darahnya tinggi, sehingga kemungkinan beliau terjatuh sendiri saat mengendarai sepedanya atau tabrak lari. Kepalanya terluka dan mengeluarkan banyak darah. Cukup sulit untuk berkomunikasi dengan Bapak Tawiarjo karena beliau tuli. Bapak Tawiarjo hidup sebatang kara, istrinya sudah lama meninggal. Beliau mempunyai 4 orang anak namun semuanya sudah hidup terpisah. Beliau bekerja sebagai tukang bersih-bersih di sebuah meubel yang penghasilannya kecil. Untuk makan sehari-hari, beliau diberi jatah oleh tetangga yang juga adik iparnya. Biaya pengobatan Bapak Tawiarjo dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Ketika ditanya nama bapak dari Bapak Tawiarjo untuk keperluan melengkapi data, keluarga tidak ada yang mengetahui, Bapak Tawiarjo pun juga tidak mengetahui nama bapaknya karena sudah ditinggal dari kecil. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Tawiarjo sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari. Semoga diusianya yang sudah lanjut, Bapak Tawiarjo bisa hidup dan makan dengan layak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Desember 2017
Kurir : @ddeean @menttariii @paulsyifa

Bapak Tawiarjo menderita luka di kepala


DIARJO ATAM (57, Parkinson). Alamat : RT 5/8, Desa Bojongsari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar 1 tahun lebih, Bapak Diarjo terkena penyakit yang dinamakan Parkinson atau disebut juga penyakit degeneratif syaraf. Gejalanya adalah adanya tremor atau getaran pada bagian tubuh yang terjadi secara tidak sadar. Saat kurir Sedekah Rombongan berkunjung ke kediaman Bapak Diarjo, kondisi tubuh bagian kirinya terus bergerak tanpa henti. Beliau hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur, untuk buang airkecil pun tidak bisa ke kamar mandi. Selama ini beliau menjalani pengobatan di Rumah Sakit (RS) Margono. Namun sampai saat ini kondisinya tidak ada perubahan. Sebelumnya Pak Diarjo bekerja sebagai Buruh Tani. Sejak Bapak Diarjo sakit, istrinya, Darsem (55) yang menggantikannya bekerja di ladang. Biaya pengobatan Bapak Diarjo dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun masih kesulitan untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari dan akomodasi ke rumah sakit. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Diarjo sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari . Semoga diusianya yang sudah lanjut Bapak Diarjo tetap semangat dan optimis menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Desember 2017
Kurir : @ddeean @menttariii @paulsyifa

Bapak Diarjo terkena penyakit parkinson


LUKITO BIN SUPRIYADI (46, Patah Tulang Kaki + Gegar Otak). Alamat : RT 1/4, Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Tanggal 10 September 2017, Bapak Lukito yang bekerja sebagi penjual susu murni ini mengalami kecelakaan di Desa Gandatapa, Sumbang. Lukanya cukup parah. Tulang kaki dekat tumitnya remuk dan ada pendarahan di kepalanya. Bapak Lukito langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Wijayakusuma dan dirawat selama satu pekan. Setelah itu beliau menjalani rawat jalan satu pekan sekali. Dua bulan kemudian ternyata tulang kakinya belum tersambung. Dokter lalu mengambil keputusan untuk dilakukan operasi pemasangan pen pada tanggal 28 November 2017. Saat ini kondisi Bapak Lukito mulai membaik, hanya saja bagian kepalanya yang musti harus kontrol dua pekan sekali selama satu tahun dan kakinya belum diperbolehkan menginjak tanah karna masih riskan untuk patah lagi. Pekerjaan Bapak Lukito yang berjualan susu murni digantikan oleh istrinya, Catur Ari Setiarini (26) untuk membantu kehidupan keluarganya. Selama ini biaya pengobatan Bapak Lukito dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau masih kesulitan dana untuk mencukupi biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Lukito sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari . Semoga Bapak Lukito tetap semangat dan sehat seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Desember 2017
Kurir : @ddeean @menttariii @paulsy

Pak Lukito menderita patah tulang kaki + gegar otak


RATNAWATI BINTI RASDI (43, Gangguan Pendengaran). Alamat : RT 8/1, Desa Adisara, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Ratna sudah menderita gangguan pendengaran sejak 20 tahun yang lalu saat melahirkan anak keduanya. Namun Ibu Ratna tidak segera melakukan pengobatan dengan serius karena merasa takut dan biaya pengobatan yang mahal (saat itu beliau belum memiliki jaminan kesehatan). Setelah beliau mendapatkan jaminan kesehatan, Ibu Ratna memeriksakan diri ke Rumah Sakit (RS) Margono Purwokerto. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sudah ada lubang di gendang telinganya. Beliau sudah menjalani operasi pada bulan Mei 2017 di RS Margono. Ibu Ratna bekerja sebagai asisten rumah tangga, sedangkan suaminya, Karsono (41) bekerja serabutan. Penghasilan mereka yang kecil hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya. Biaya pengobatan Ibu Ratna dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan di RS Margono yang jauh dari tempat tinggalnya menjadi kendala bagi Ibu Ratna. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dialami Ibu Ratna. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan laporannya terdapat di rombongan 1016. Pasca operasi kini kondisi telinga Ibu Ratna masih sakit, namun sudah dapat mendengar dengan lebih baik. Semoga Ibu Ratna segera diberikan kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Desember 2017
Kurir : @ddeean @menttariii @paulsyifa

Bu Ratna mengalami gangguan pendengaran


AMELIA FEBRIANTI (15, Hidrocephalus + Autisme). Alamat : Desa Kaibon, RT 6/2, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Lia biasa disapa demikian, adalah putri pertama dari pasangan pak Harianto dan ibu Sulastri. Lia sakit sejak kecil, mula- mula Lia mengalami kejang- kejang. Saat dibawa ke dokter, diagnosa awalnya adalah radang otak kiri. Tapi cenderung ke Hidrocephalus. Namun selain diagnosa tersebut, Lia juga mnderita autisme. Saat ini Lia tidak bisa berbicara karena tidak pernah terapi lagi terkendala biaya. Lia membutuhkan biaya untuk terapi setiap 3 x dalam seminggu. Dan biaya yang dibutuhkanya pun tidak sedikit. Karena terapi yang dilakukan tidak berada di Rumah Sakit yang tercover BPJS, namun terapi Autisme tersebut dilakukan di sebuah Sekolah khusus. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami Lia. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat dan melanjutkan terapinya agar dapat berbicara kembali. Bapaknya Lia sangat bersyukur dan merasa senang sekali. Tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Lia menderita autisme dan hydrocepalus


MULYANI BINTI SARDAN (60, Katarak). Alamat : Dusun Jambangan, RT 34/10, Desa Sugihwaras, Pringkuku, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Mulyani adalah seorang janda yang memiliki seorang anak perempuan. Sungguh malang nasib ibu dan anak tersebut. Bagaimana tidak, setelah lama suami bu Mulyani meninggal, keduanya semakin tidak terawat karena dua-duanya menderita katarak. Sementara keadaan ekonomi untuk sehari-harinya sangat tidak mampu, apalagi untuk proses pengobatan sakitnya, tidak ada yang merawat mereka, mengantar ke puskesmas/rumah sakit juga tidak ada, meskipun mempunyai Kartu KIS. Beruntung tetangga mereka masih mau untuk sekedarnya membantu mereka. Walaupun makanan dan minum seadanya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Mulyani dan anaknya. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat. Bu Mulyani sangat gembira dan bersyukur mendapatkan bantuan. Tidak lupa bu Mulyani mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Mulyani menderita katarak


GALUH ASIH (16, Gigi tanggal semua karena kecelakaan). Alamat : Dusun Jatorogo, RT 27/3, Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Galuh, biasa dipanggil demikian oleh teman – temannya, adalah seorang siswi sebuah SLTA di Kecamatan Dagangan, kelas 11. Di akhir semester 1 menjelang Ujian Akhir Sekolah, naas bagi Galuh di pagi hari pada saat berangkat sekolah, dia mengalami kecelakaan. Karena menghindari anak SD naik sepeda pancal. Galuh sempat tidak sadarkan diri. Sementara darah terus keluar di sekitar mulut dan rahang. Sebagian besar gigi Galuh lepas semua pada saat kecelakaan tersebut. Saat itu juga dilarikan ke Puskesmas terdekat. Namun karena tidak bisa mengatasi, akhirnya dirujuk ke Rsud. Soedono Madiun. Akhirnya dilakukan operasi. Orang tua Galuh yang bekerja sebagai buruh tani, sangat terpukul melihat anaknya yang mengalami kecelakaan dengan kondisi tersebut. Dengan penghasilan yang pas – pasan untuk biaya hidup sehari – hari, namun harus menghadapi anaknya operasi pasca kecelakaan. Sebenarnya Galuh belum lama berada di rumah. Tiga tahun sebelumnya, Galuh berada di pondok pesantren. Baru pulang beberapa hari di rumah, kemudian mengalami kecelakaan tersebut. Galuh memiliki fasilitas kesehatan berupa KIS. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi ang dialami Galuh dan kedua orang tuanya. Santuan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat Galuh. Betapa bahagianya keluarga Galuh menerima bantuan tersebeut. Ibunya Galuh, atas nama keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Ibunya Galuh berharap semoga anaknya lekas sembuh sehingga bisa masuk sekolah lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Erik6789

Galuh mengalami gigi tanggal semua karena kecelakaan


MUDJIATI BINTI MARYO MARNI (53, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Bangunsari, Desa Sukosari, RT 4/1, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Bu Mudji biasa dipanggil oleh tetangga demikian, adalah seorang ibu dengan 2 orang anak. Bu Mudji telah berpisah dengan suaminya 22 tahun yang lalu. Untuk kebutuhan sehari – hari, bu Mudji bekerja sebagai buruh cuci di sebuah keluarga di daerah Caruban kabupaten Madiun. Bu Mudji menderita sakit sejak 2011 dan operasi pada tahun 2013 di RS Aisiyah Ponorogo dan menjalani Kemo 3 kali di RS Aisyah Ponorogo. Bu Mudji menggunakan Jamkesmas, awal 2014 Jamkesmas berganti KIS akhirnya di rujuk ke RSUP dr Sutomo Surabaya. Untuk saat ini beliau kesulitan biaya untuk ongkos ke Surabaya dan biaya kos selama menjalani pengobatan di sana. Bu Mudji memiliki keinginan sembuh yang tinggi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Mudji. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Mudji. Bantuan keduapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada rombongan 1083. Beliau dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan yang telah membantu untuk berikhtiar menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Bu Mudjiati menderita kanker payudara


MUSOFA HAMDAN (15, Shepinabifida). Alamat : Dusun Baliboto, RT 42/4, Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Hamdan, begitulah nama seorang anak putra dari Ibu Ayib. Di usianya yg ke 15 tahun ini seharusnya dia masih bisa merasakan indahnya bersekolah dan bertemu teman-temannya. Seharusnya Hamdan sekarang kelas 8 SLTP, namun karena penyakit yang dideritanya kini ia harus berhenti sekolah dan hanya bisa terdiam di rumah. Shepinabifida ialah penyakit benjolan di tulang ekor akibat keluarnya bagian sumsum tulang belakang. Penyakit ini diderita sejak kecil, yang hingga sekarang merambat pada ginjal dan jantungnya. Ibunya sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi Ibu Ayib masih mempunyai tanggungan 2 anaknya. Kini Ibu Ayib harus berjuang menghidupi keluarganya seorang diri menjadi single parent. Sementara Hamdan masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang salah satu kakinya untuk berjalan tidak bisa sempurna seperti biasanya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Hamdan. Saat ini Hamdan menggunakan fasilitas KIS. Dengan keadaan tersebut, Hamdan yang sebelumnya sudah menerima santunan dan masuk pada rombongan 897, 959, 976, 989, 1018, 1039, dan 1083. Kali ini Hamdan kembali menerima santunan yang ke delapan untuk biaya pengobatan. Sedekah Rombongan selalu memberi semangat untuk Hamdan untuk bisa berjuang melawan sakit yang dideritanya. Dan alhamdulillah setelah sekian lama dengan sabar dan telaten secara rutin berobat, maka tahun ajaran baru 2017/2018 ini dek hamdan sudah bisa masuk sekolah lagi, namun masih masih tetep rutin kontrol. Malam hari ini kondisi Hamdan sedikit menurun, dan ibunya menghubungi Sedekah Rombongan kalau nanti sewaktu-waktu membutuhkan Mtsr. Ucapan terimakasih disampaikan kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Hamdan diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat meraih cita – citanya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Musofa menderita shepinabifida


MURSINAH BINTI GOTRO (80, patah kaki). Alamat : Desa Sumberjo, RT 2/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Sinah tinggal berdua dengan suaminya yang bernama Mbah Pardi. Mbah Sinah dan suaminya dulu memiliki warung kopi kecil di teras rumahnya. Lima tahun yang lalu mbah Sinah terjatuh dan menyebabkan tulang kakinya patah. Di usia yang sudah tua, walaupun memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS, namun karena tidak mempunyai biaya maka mbah Sinah tidak melakukan pengobatan. Saat ini warung kopinya pun tutup karena mbah Pardi tidak mampu bekerja lagi tanpa istrinya. Sedangkan Mbah Sinah sendiri hanya mampu berjalan dengan bantuan Egrang. Mereka hanya mengandalkan bantuan dari tetangga untuk makan setiap harinya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami mbah Sinah dan suami. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat dan membantu meringankan biaya hidupnya. Mbah Sinah gembira sekali dan bersyukur mendapatkan bantuan. Tidak lupa mbah Sinah mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @deniasri4

Bu Mursinah menderita tulang kaki patah


MUHAMAD ASWURI (34, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Mruwak, Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Aswuri, begitu disapa oleh tetangganya. Kebetulan pak Aswuri ini bekerja sebagai tukang selep keliling. Sebenarnya sudah 3 tahun periksa ke Rumah Sakit, namun hanya diberi obat. Tidak tahu kalau ternyata sakit gagal ginjal. Selama itu juga kadang beliau merasa tidak cocok saat minum obat kemudian mengkonsumsi obat bebas bila tidak punya biaya untuk periksa. Sekarang beliau menjalani hemodialisa atau cuci darah 1x dalam 1 minggu. Pak Aswuri memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Aswuri dan keluarga. Bantuan keempatpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1033, 1054, dan 1083. Pak Aswuri masih melakukan hd dan kontrol rutin di Rsud. Soedono. Pak Aswuri sangat gembira dan sangat berterimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Pak Aswuri menderita sakit gagal ginjal.


ROKHIMIN BIN SLAMET (38, Tulang Belakang). Alamat : Desa Prambon, RT 9/2, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Rokhim adalah seorang kepala rumah tangga yang dahulu berkerja untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari anak dan istrinya, namun sekarang harus terbaring sakit dan akhirnya sekarang istrinya yang harus bekerja keras membanting tulang untuk mncukupi kebutuhn sehari – hari. Istrinya pak Rokhim bekerja sebagai penjaga kantin sebuah sekolahan di kecamatan Dagangan yang sekarng menjadi tulang punggung keluarga. Sakit pak Rokhim bermula sekitar 2 tahun yang lalu menderita gangguan di tulang belakang, pernah berobat ke Rsud. Dolopo (fisio trapi) hampir 1 tahun. Alhamdulillh bisa berjalan tetapi jalannya membungkuk. Sebenarnya beliau mau melanjutkan berobat, karena kendala biaya walaupun mempunyai BPJS kelas 3 namun sampai sekarang beliau tidak pernah konsultasi ke dokter lagi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Rokhim sekeluarga. Santunan awalpun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi berobat pak Rokhim. Beliau merasa senang sekali, bersyukur, dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Desember 2017
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Deniasri

Pak Rokhim menderita gangguan di tulang belakang


NUR CHOLIS (51, Gagal Ginjal). Alamat : Desa Banaran RT 13/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Nur adalah seorang bapak yang mengalami penyakit gagal ginjal. Pak Nur adalah dulunya seoran buruh tani. Pak Nur memiliki 1 orang anak yang sudah menikah. Sementara istrinya seorang ibu rumah tangga. Selain gagal ginjal, sebelumnya juga terkena diabet, yang akhirnya salah satu kakinya harus diamputasi. Pak Nur memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Seminggu 2 kali harus menjalani cuci darah di Rsud. Soedono Madiun. Pak Nur merasa sangat kesulitan untuk biaya akomodasi yang harus dijalaninya di setiap hari Selasa dan Jumat. Sebelum bertemu Sedekah Rombongan, setiap cuci darah pak Nur dibonceng sepeda motor oleh istrinya. Walau kadang hujan turun, demi suaminya, tetap berangkat. Belum lagi, bila sewaktu-waktu sesak nafasnya kambuh saat di rumah, maka istrinya menyediakan tabung oksigen. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi Pak Nur. Bantuan yang kelima pun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya pak Nur, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada rombongan 990, 1018, 1039 dan 1087. Pak Nur selama mengikuti anjuran dari dokter tentang ukuran minum dan makannya, alhamdulillah kondisinya stabil. Tak lupa Pak Nur mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga para sedekaholics dan semua kurir Sedekah Rombongan mendapatkan balasan atas semua kebaikannya, begitu doa keluarga pak Nur.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Pak Nur mengalami penyakit gagal ginjal


RATRI NOPIDHIAN WIDHI (34, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Ngrobyong, RT 13/1, Desa Purworejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mas Pipit adalah seorang bapak muda yang sejak tahun 2015 mengalami penyakit gagal ginjal. Mas Pipit adalah dulunya seorang karyawan swasta di sebuah pabrik. Mas Pipit memiliki 1 orang anak, dan saat ini istrinya hamil anak kedua. Sementara istrinya seorang ibu rumah tangga. Mas Pipit memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Seminggu 2 kali harus menjalani cuci darah di Rsud. Soedono Madiun. Mas Pipit merasa sangat kesulitan untuk biaya akomodasi yang harus dijalaninya di setiap hari Selasa dan Jumat. Sebelum bertemu Sedekah Rombongan, setiap cuci darah minta tolong teman untuk dibonceng sepeda motor. Karena kondisi seperti itu, maka istrinya pulang ke orang tuanya di Lampung. Dan bila sewaktu-waktu sesak nafasnya kambuh saat di rumah, maka istrinya menyediakan obat untung mengurangi sesaknya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi Mas Pipit. Bantuan kelima pun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya mas Pipit, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada rombongan 990, 1018, 1033, dan 1087. Semakin hari kondisi mas Pipit semakin bugar badannya dan terasa lebih sehat. Tak lupa mas Pipit mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga para sedekaholics dan semua kurir Sedekah Rombongan mendapatkan balasan atas semua kebaikannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Bu Ratri mengalami penyakit gagal ginjal


SUPANGAT BIN SALIM (71, Buta Mata). Alamat : Dukuh Kradenan, RT 4/2, Desa Kradenan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Pak Pangat, biasa dipanggil demikian oleh tetangganya, adalah seorang kakek yang mengalami kebutaan mata sejak lama. Sebenarnya pak Pangat sudah pernah melakukan pemeriksaan medis, namun sampai sekarang masih belum diberi kesembuhan. Pak Pangat memiliki fasilitas kesehatan berupa KIS. Beluau yang tinggal berdua bersama istrinya, saat ini juga sedang menderita kelumpuhan. Jadi istrinya lebih banyak berada di atas tempat tidur. Sehingga untuk menghidupi diri dan istrinya menggantungan belas kasihan tetangganya. Beliau berdua tinggal di rumah yang beberapa genteng rumahnya terjadi kebocoran bila terjadi hujan. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami Pak Pangat dan istri. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat Pak Pangat. Betapa senang dan bahagianya sepasang kakek nenek ini pada saat menerima bantuan. Pak Pangat sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Desember 2017
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Kusyar

Pak Supangat mengalami kebutaan mata


BOINEM BINTI SIDIQ (70, Stroke). Alamat : Dukuh Banjar, RT 12/4, Desa Kradenan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Bu Boinem, adalah seorang ibu rumah tangga, yang mengalami sakit stroke sejak beberapa tahun lalu. Sekarang bu Boinem tinggal sendirian setelah sebulan yang lalu suaminya meninggal dunia. Beliau di usia rentanya harus tetap bertahan hidup dengan kondisi sakit stroke. Beruntung ada tetangga yang peduli dengan keberadaan bu Boinem, sehingga untuk kebutuhan sehari – hari seperti makan dan minum sering dibantu oleh tetangganya. Suaminya bu Boinem baru saja meninggal dunia sebulan yang lalu. Sebelum meninggal suaminya juga menderita kebutaan yang disebabkan penyakit katarak. Sehingga menyebabkan tidak mampu lagi bekerja untuk memenuhi kebutuhan keduanya. Walaupun bu Boinem memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS, namun untuk menjalani pengobatan rutin merasa sangat keberatan. Sehingga bu Boinem hanya bisa pasrah dengan kondisi sakit yang dialaminya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Boinem. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat bu Boinem. Beliau senang sekali dan bersyukur kepada Allah. Tidak lupa bu Boinem mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Bu Boinem mendoakan semua kurir Sedekah Rombongan semoga diberi kesehatan dan mendapatkan balasan atas kegiatan yang telah dilakukan dengan penuh keikhlasan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Kusyar

Bu Boinem menderita sakit stroke


KATIYEM BINTI JAIMAN (59, Asictes). Alamat : Desa Kare, RT 6/1, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Katiyem adalah seorang ibu yang mengalami sakit asictes (perut semakin membesar) sudah lama. Karena keterbatasan ekonomi maka kondisi tersebut tidak pernah diperiksakan. Bu Katiyem hidup dengan anaknya yang tidak mempunyai pekerjaan tetap. Anaknya yang berpendidikan kurang sehingga untuk bekerja sehari – hari mengalami kesulitan. Dan anaknya tersebut sekarang sudah berkeluarga sendiri. Sungguh kasihan melihat keluarga tersebut. Sejak lama bu Katiyem ingin memeriksakan sakitnya, namun karena keterbatasan biaya, sehingga hanya pasrah. Pada saat Sedekah Rombongan berkunjung ke rumahnya, bu Katiyem kelihatan kasihan sekali. Dengan kondisi pakaian yang dikenakan seadanya dengan kondisi perut yang semakin membesar. Bu Katiyem hanya bisa duduk di teras. Bu Katiyem memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dirasakan keluarga tersebut. Bantuan ketigapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima santunan dan masuk pada rombongan 1007 dan 1054 . Bu Katiyem sangat senang dan berterimakasih sekali kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan .

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Bu Katiyem mengalami sakit asictes


PAERUN BIN KADONI (43, Kanker otak). Alamat : Desa Tegalombo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Bapak Paerun adalah orang asli Ponorogo (desa Tegalombo, kecamatan Kauman) sejak 6 tahun yang lalu merantau ke Kalimantan barat tepatnya di desa Taum RT 2/1 Desa Sinar Tebudak, Kecamatan Tujuh belas, Kabupaten Bengkayang, Propinsi Kalbar, dan telah menetap di sana serta menikahi seorang wanita asli sana (Nurmisumah) dan telah dikarunia 1 orang anak laki – laki, namun kira – kira sejak 2 tahun terakhir yang bersangkutan terkana kangker otak. Menurut istrinya, awalnya pak Paerun sering muntah dan pusing, hal itu sering terjadi. Akhirnya bapak Paerun dibawa ke rumah sakit di Kalimantan dan dinyatakan kena kanker otak. Dengan segala upaya dilakukan oleh istrinya untuk kesembuhan suaminya, semua harta yang dimiliki habis dijual untuk kesembuhan suaminya. Karena belum ada perkembangan yang membaik, maka bapak Paerun oleh istrinya dibawa ke Jawa untuk memperoleh pengobatan yang lebih memadai. Bapak Paerun akhirnya menjalani operasi di Rsud. Soedono Madiun dan juga pernah dilakukan kemo di Rsud. Moewardi Solo. Hal yang sangat menyentuh hati adalah di Jawa tepatnya di desa Tegalombo Kec. Kauman Ponorgo bapak Paerun, istri dan anaknya menumpang di rumah saudaranya karena tidak adanya dana untuk berobat/kemo ke Rsud. Moewardi warga sekitar iuran untuk bekal ke Solo. Pak Paerun memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Dan kini bapak Paerun setelah menjalani operasi yang kedua di Rsud Soedono hanya bisa 2 kali kontrol ke Soedono karena tidak ada biaya transportnya dan istrinya pasrah dengan hal ini bahkan dia berinisiatif membawa pulang kembali suaminya ke Kalimantan karena untuk makan keseharian dia, suami dan anaknya harus minta belas kasihan saudara dan orang sekitar. Harta benda sudah tidak punya lagi. Setelah menjalani pemeriksaan secara bertahap, pihak medis mengambil kesimpulan bahwa kondisi pak Paerun sudah sulit untuk disembuhkan. Dengan berat hati, akhirnya istri pak Paerun mengajak pulang kembali ke Pontianak dengan harapan di tanah kelahiran istrinya, ada mukjizat untuk kesembuhan pak Paerun. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga pak Paerun. Bantuan ketiga sekaligus santunan lepaspun disampaikan untuk biaya tiket/transportasi dan modal usaha yang sebelumnya telah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1007 dan 1039. Pak Paerun sangat senang dan mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepadanya selama ini. Juga permintaan maaf keluarga pak Paerun kepada seluruh kurir Sedekah Rombongan.

Jumlah bantuan : Rp. 3.500.000,-
Tanggal : 27 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Pak Paerun menderita kanker otak


MUHAMMAD VICHO VRADANA (15, Autoimun). Alamat : Desa Sewulan, RT 19/4, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Fiko biasa di panggil teman-temannya, adalah pelajar kelas 9 di MTSN 4 Madiun, Fiko dirawat oleh neneknya dan biaya sekolah di tanggung oleh bibinya, karena kedua orang tua nya sudah bercerai sejak Fiko umur 7 bulan. Ayahnya orang Palembang sejak bercerai dan ibu nya menikah lagi dengan orang Kediri. Awal mula sakit pada bulan Agustus 2017 waktu itu Fiko bermain sepak bola terjatuh karena terjerembab ke dalam lubang. Setelah kejadian itu Fiko merasakan kaki nya berat seperti kesemutan. Setelah itu oleh neneknya dibawa ke tukang pijat namun tidak ada perkembangan sampai tidak bisa berjalan. Akhirnya di bawa ke RSUD Dr. Soedono dan menjalani opname 10 hari dan kemudian di rujuk ke Rsup Dr. Moewardi Solo. Disana Fiko juga menjalani opname 1 bulan lebih dan sempat koma 3 hari. Hasil laboratorium menunjukkan Fiko di diagnosa sakit Auto Imun. Kondisi saat ini Fiko hanya berbaring di tempat tidur dan untuk buang air kecil pun pakai selang karena tidak bisa berjalan. Untuk saat ini Fiko mempunyai jaminan kesehatan KIS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Fiko dan memahami keadaannya. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat Fiko. Keluarga Fiko mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk berikhtiar menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Erik6789

Fiko di diagnosa sakit Auto Imun


KHITAN MASSAL SR MADIUN. Alamat : Jalan Raya Pagotan, Dagangan Km.1 Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pada tanggal 17 Desember 2017, Sedekah Rombongan Madiun bekerjasama dengan Klinik Yepa Husada mengadakan Khitanan Massal bagi anak-anak yang berdomisili di daerah Madiun dan sekitarnya seperti Ponorogo, dan juga Magetan. Klinik Yepa Husada menyambut baik kerjasama ini dalam rangka ikut berbagi peduli untuk peningkatan kesehatan anak-anak di wilayah Madiun dan sekitarnya. Peserta Khitanan Massal ini diikuti oleh 50 anak yang didampingi oleh orang tua mereka masing-masing. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari ini alhamdulillah berjalan lancar. Para peserta khitan juga mendapatkan snack, goody bag, bingkisan sarung, baju koko, peci serta uang saku sebagai apresiasi atas keberanian mereka menjalani proses khitanan, dengan biaya dari Sedekah Rombongan sebesar Rp. 5.0000.000,-. Semoga kegiatan Khitanan Massal ini dapat dilaksanakan rutin setiap tahunnya, sehingga semakin banyak anak dhuafa yang terbantu untuk bisa menjalani khitan menjelang akil balighnya hingga kelak menjadi generasi yang sehat dan sholeh. Aamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 17 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4 dan seluruh Kurir Madiun

Bantuan operasional


SUPATMI BINTI PATMO (52, Miom). Alamat : Desa Sumberejo, RT 8/4, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur.
Bu Patmi, biasa beliau dipanggil demikian, tinggal berdua dengan cucunya, sedangkan anaknya merantau ke Pulau Sumatra mengikuti program Transmigrasi. Pada tahun 2012 beliau divonis menderita miom oleh dokter dan disarankan harus segera operasi mengingat miom nya sudah besar, namun hal tersebut diurungkan karena pada saat itu Almarhum suami bu Patmi juga sedang sakit parah. Pada 2014 suami bu Patmi meninggal, kemudian bu Patmi kembali ke RS untuk periksa sakit yang dideritanya. Dokter pun kembali menyarankan untuk operasi namun diurungkan lagi mengingat tidak ada yang menjaga cucu nya jika bu Patmi harus rawat inap di RS. Dalam beberapa bulan ini sakit yang diderita bu Padmi bertambah parah, miom nya semakin besar bahkan layaknya hamil 9 bulan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Patmi dan sangat merasakan kesulitan yang dialami Bu Patmi. Bantuan ketigapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat Bu Patmi, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1069 dan 1087 . Kondisi bu Padmi alhamdulillah sudah berangsur baik, pasca operasi. Sampai saat ini masih melakukan kontrol rutin di rsdm. Bu Padmi merasa senang sekali dan bersyukur kepada Allah SWT. Tidak lupa bu Padmi mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan. Semoga bu Padmi segera kembali pulih kesehatannya. Aamin.

Jumlah Santunan : Rp 500.000,-
Tanggal : 27 Desember 2017
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati@iqbalfahmi

Bu Patmi menderita miom


RIZKI CAHAYA SAPUTRA (4, Leukemia). Alamat : Dusun Sogaten, RT 17/2, Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rizky adalah seorang balita yang mengalami penyakit leukemia. Awalnya Rizky tidak bisa berjalan, sering jatuh, sehingga oleh kedua orang tuanya dibawa ke sangkal putung, yang katanya tidak apa-apa. Tapi kondisi badannya panas terus dan tidak turun – turun. Sampai selama 2 minggu dan badan Rizky semakin kurus dan pucat. Rizky dibawa ke Klinik Yepa Kaibon, dan pada saat itu hb hanya 3. Sehingga tranfusi ke Soedono Madiun. Setelah dilakukan cek laboratorium, Rizky juga diindikasi ada pembengkaan hati dan limpa. Dari Rumah Sakit Soedono dirujuk ke Solo. Rizky juga mengalami mimisan. Dan menurut jadwal seminggu sekali ke Solo. Padahal sakit leukimia yang dideritanya, dan dirujuk berobat ke RSDM Solo, jatah kemo 111x, baru dijalani 27 kali. Tiap 10 hari kemo. Rizky memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi kedua orang tuanya, yang harus naik bis umum untuk berobat Rizky ke RSDM Solo. Bapaknya Rizky yang bekerja serabutan dan tidak tentu penghasilannya, juga ibunya yang sekarang berjualan es jus di depan rumahnya demi bisa membiayai Rizky. Bantuan ke tujuh pun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya Rizky, yang sebelumnya telah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 970, 981, 1018, 1033, 1054, dan 1083. Dek Riski juga masih rutin kontrol ke RSDM. Tak lupa ibunya Rizky mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik

Rizki mengalami penyakit leukemia


SALAMUN BIN SHOLIKAN (60, Leukemia). Alamat : Desa Sidorejo, RT 6/3, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Salamun, adalah seorang bapak yang semenjak bulan Januari sudah mulai mersakan sakit. Pada bulan Puasa Ramadhan tahun kemarin, masih bisa untuk kerja di sawah. Juga sudah pernah diperiksakan. Sampai habis lebaran, suatu hari terasa seperti masuk angin. Dan perut lama kelamaan semakin membesar dan keras. Hasil periksanya, didiagnosa kebanyakan darah putih. Setelah diberi obat maka terasa sudah sembuh. Namun kambuh lagi 3 bulan terakhir. Pak Salamun dan istrinya, walau dengan perjuangan yang cukup besar, istrinya tetap berusaha rutin untuk kontrol. Untuk setiap kontrol ke Rumah Sakit, istri pak Salamun harus mnyiapkan biaya untuk menyewa mobil, bensin, dan sopirnya. Biasanya sekali berobat harus menyiapkan uang sampai 400 ribu rupiah. Walau memiliki BPJS kelas 3, namun istri pak Salamun sangat keberatan dan kerepotan untuk membiayai suaminya. Sebenarnya istri pak Salamun memiliki warung di rumahnya. Namun sekarang sering tutup karena merawat suaminya agar bisa sembuh lagi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga pak Salamun. Bantuan keempatpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat pak Salamun, yang sebelumnya telah menerima santunan dan masuk pada rombongan 1018, 1079, dan 1083. Pak Salamun merasakan banyak sekali perubahan setelah melakukan kontrol rutin. Dan sedikit demi sedikit mulai beraktifitas. Ucapan syukur dan terimakasih tidak lupa disampaikan kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada pak Salamun.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi

Pak Salamun menderita leukimia


DANIS ALDHIAN FAEZA (6, Leukemia). Alamat : Jl. Lapangan, RT 1/6, Desa Banaran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Dek Danis, di usia yang masih belia, menderita sakit leukemia. Sementara ibunya Danis tuna rungu, namun tetap semamgat bekerja demi dua orang anaknya yang masih kecil. Danis yang masih sekolah TK mempunyai adik perempuan usia 3 tahun. Ibunya Danis bekerja apabila ada tetangga yang memanggilnya untuk membantu mencuci, seterika dan membersihkan rumah. Kadang juga ke SLB Kebonsari untuk membantu menjahit, sehingga mendapatkan tambahan penghasilan. Kondisi Danis awalnya badannya panas, biasanya kalau diperiksakan ke mantri kesehatan sudah sembuh. Ini sampai 3 hari tidak sembuh-sembuh. Akhirnya diperiksakan ke puskesmas. Dan disuruh membawa ke Rsud.Soedono Madiun. Dari Rsud. Soedono dirujuk ke Rsup. dr. Sutomo Surabaya, dan sampai sekarang masih rutin kontrol dan kemo di Rsup. dr. Sutomo. Dan perkiraan bisa sampai 3 bulanan untuk proses awal pengobatan Danis. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga dek Danis. Bantuan keduapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat dek Danis, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1083. Dek Danis jadwal kontrolnya masih sering/padat dan juga masih sering ranap. Pamannya dek Danis, atas nama keluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.289.500,-
Tanggal : 27 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Erik6789

Danis menderita leukimia


MUHAMMAD RIFAI (12, Jantung Bocor). Alamat : Desa Putat, RT 4/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rifai, begitulah nama seorang anak desa yang begitu kurus tubuhnya. Di usianya yang ke 12 tahun ini sekarang kelas 6 SD. Sejak kecil Rifai sudah menderita kelainan jantung. yang hingga sekarang masih belum mendapatkan kesembuhan. Ibunya yang bekerja sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi bapaknya juga seorang buruh tani. Sementara Rifai masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang kalau untuk berjalan sampai 15 meter saja sudah merasa lelah dan sesak nafasnya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Rifai. Hanya kalau Rifai ada keluhan batuk pilek baru dibawa ke puskesmas pembantu di desanya. Tidak memeriksakan kondisi sakit jantungnya. Karena sewaktu usia 3 tahun, menurut dokter, Rifai harus dirujuk ke Surabaya. Saat ini Rifai menggunakan fasilitas BPJS klas 3. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami ibunya Rifai, bantuan ketigapun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Rifai, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1056 dan 1083. Sampai saat ini Rifai masih rutin kontrol ke RSsup. dr. Sutomo Surabaya. Ibunya Rifai tak terasa meneteskan air mata karena terharu anaknya mendapatkan bantuan. Ucapan terimakasih disampaikan kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan. Semoga Rifai diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat melanjutkan sekolah yang lebih tinggi lagi. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi

Rifai sudah menderita kelainan jantung


AJENG SUKMA AYU (7, Saraf). Alamat : Dukuh Genting, RT 1/1, Desa Menang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Adik Ajeng terlahir premature sehingga setelah lahir dilakukan oven/pemanasan. Namun tdak diketahui penyebabnya setelah beberapa bulan kemudian saraf gerak kaki dan sebagian tangan tidak berfungsi sehingga kaki tidak bisa digerakkan dan bentuknya bengkok. Tulang belakangpun juga bentuknya bengkok kelihatan membungkuk. Sejak usia kurang dari 3 tahun Adik Ajeng memakai kursi roda. Bantuan dari dinas sosial. Namun meskipun begitu Adik Ajeng tetap semangat bersekolah. Waktu anak – anak seusianya masuk TK, dia tidak ketinggalan ikut sekolah meskipun mamakai kursi roda dengan didorong ibunya setiap berangkat sekolah dan pulang. Akan tetapi sampai saat ini dia belum bisa melanjutkn ke SD karena keterbatasan kemampuan fisiknya. Terpaksa saat ini dia masih diikutkan di TK. Adik Ajeng kurang lebih sejak satu tahun terakhir dilakukan terapi secara rutin oleh ayahnya ke RSUD Harjono Ponorogo. Namun karena perkembangsnnya lambat oleh dokter disarankan dirujuk ke Solo (Rsud. Moewardi). Dan bulan Oktober 2017 kemarin meskipun dengan uang seadanya dan harus menumpang tetangga yang kebetulan kontrol ke Solo, adik Ajeng bisa kontrol ke Solo didampingi ayahnya. Kemudian kontrol yang kedua bersama ayahnya diantar temannya ke Solo dengan uang seadanya. Dan sesuai hasil kontrol dan konsultasi diputuskan untuk kontrol dan teraphi di RSU khusus tulang Harsoyo Solo. Menurut diagnosa dokter, Adik Ajeng mash mempunyai harapan besar sembuh jika telaten dan rutin terapi. Dek Ajeng memiliki jaminan kesehetan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami dek Ajeng dan orang tuanya. Bantuan kedua sebesar Rp 500.000,- pun telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1083. Puji syukur dan bahagia dirasakan oleh bapaknya dek Ajeng. Tidak lupa ucapan terimakasih disampaikan kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik

Ajeng menderita sakit saraf


ARNI RUWANI (49, Kanker Servik) Alamat: Kidul Warung Rt2/6, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. Bu Arni begitu sapaan beliau sehari-hari. Ibu Arni merupakan istri dari Bapak Hariyanto (53 Tahun) dan ibu dari kedua anaknya yakni Sri Suhartati (24) dan Rivani Yuniar (16). Anak pertama Bu Arni sudah berkeluarga dan tinggal bersama suaminya di Kalimantan sedangkan anak keduanya masih sekolah kelas 2 SMA. Bu Arni divonis menderita Kanker Servik sejak Juli 2016. Awalnya pada bulan Juni 2016 Bu Arni mengalami perdarahan terus menerus lalu Bu Arni periksa ke Bidan dan Bidan mengatakan kalau itu gejala monopouse. Namun perdarahan terus dialami hingga Bu Arni pingsan dan dilarikan ke Rumah Sakit RSUD Sukoharjo lalu ditangani Dokter Penyakit Dalam yang kemudian dilakukan transfusi darah. Setelah diizinkan pulang dari Rumah Sakit pada akhir bulan Juni Bu Arni mengalami pendarahan hebat lagi hingga pingsan langsung dilarikan ke RSUD Sukoharjo di tangani oleh Dokter Kandungan kemudian dilakukan observasi dan cek lab, hasil cek lab menyatakan Bu Arni menderita Kanker Servik Stadium 2B. Setelah dinyatakan mengidap Kanker lalu dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Moewardi Solo dan menjalani serangkaian Kemoterapi dan Sinar namun sel kankernya sudah menjalar ke panggul dan otot. Dokter menyarankan untuk menjalani 3 kali kemo namun tidak tercover BPJS karena obat kemo yang digunakan berbeda dengan yang sebelumnya, hal itu yang menjadikan alasan Ibu Arni tidak melanjutkan pengobatan. Suami Bu Arni bekerja sebagai Buruh bangunan dengan penghasilan 60.000,-/hari dan mereka tinggal dirumah kontrakan. Pertengahan bulan September 2017 Bu Arni mengalami perdarahan lagi yang kemudian dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Solo dan pada tanggal 21 September 2017 kondisinya membaik dan sudah diijinkan pulang dengan catatan tanggal 26 September 2017 menjalani kontrol. Saat kontrol Bu Arni disarankan untuk melanjutkan kemo namun karena ada masalah pada ginjal Bu Arni yang menunjukan kreatininnya tinggi sehingga beliau harus menjalani cuci darah terlebih dahulu. Setelah dilakukan cuci darah kreatinin Bu Arni masih tinggi sehingga dokter tidak berani untuk melanjutkan kemo alhasil proses pengobatan yang dilakukan kedepan adalah cuci darah. Setelah 1 bulan menjalani cuci darah sel kanker pada tubuh Bu Arni semakin menyebar dan kondisinya kerap drop hingga pada tanggal 13 November 2017 dirawat di ruang HCU. 8 Hari di rawat di HCU kondisinya semakin drop dan pada tanggal 22 Desember 2017 Bu Arni meninggal dunia. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan yang ke-3 dari sedekaholic untuk membantu akomodasi Bu Arni ketika rawat inap di rumah sakit. Keluarga Bu Arni menyampaikan terimakasih atas support dan bantuannya selama ini dan memohon do’a semoga Alm Bu Arni khusnul Khotimah dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya, tak lupa juga mendo’akan para kurir dan sedekaholic semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 20 Desember 2017
Kurir : @Mawan @Anissetya @eliyan_a @Welly

Bu Arni divonis menderita kanker servik


FATMAWATI BINTI JUPRI LUBIS (42, Diabetes) Alamat : Jl. Nangka 4 Rt 04/18 Desa Karangnongko, Kecamatan Depok Kabupaten Sleman. Fatmawati menderita diabetes sudah lama. Puncaknya saat Ramadhan tahun 2017 lalu Ibu fatmawati mengalami ngedop. Keluarga membawa Ibu Fatmawati ke RSUD Kota Yogyakarta. Di rumah sakit tersebut Ibu Fatmawati menjalani serangkaian pengobatan yang akhirnya salah satu jari kaki kiri harus di amputasi. Setelah manjalani amputasi kondisi Ibu Fatmawati mulai membaik. Namun setelah beberapa bulan kondisi Ibu Fatmawati mulai menurun drastis. Kondisi Ibu Fatmawati sangat memprihatinkan, karena sudah tidak bisa berjalan lagi dan hanya bisa berbaring di tempat tidur. Jika hendak ke kamar mandi harus di bantu orang lain. Sekarang Ibu Fatmawati harus kontrol rutin ke rumah sakit untuk memeriksakan sakitnya tersebut. Setiap kali kontrol ia dibonceng suaminya dengan sepeda motor milik bapak yg mempunyai kontrakan dengan di pegangi anaknya.
Ibu Fatmawati mempunyai seorang suami yang bernama Tri Mulyo (42 tahun). Suaminya ini bekerja sebagai tukang parkir di kebun binatang, jadi penghasilan ini hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, rumah saja hanya mengontrak yg berukuran kecil dan sederhana. Ibu Fatmawati mempunyai 2 orang anak perempuan yang berumur 16 tahun dan 12 tahun.
Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Fatmawati untuk memberikan santunan dari #Sedekaholic senilai Rp 2.000.000. Santunan diberikan sebagai biaya yang tidak ditanggung KIS seperti keperluan makan, transport ke Rumah Sakit. Mari kita doakan semoga penyakit Ibu Fatmawati bisa lekas membaik.

Jumlah bantuan : 2.000.000
Tanggal Penyampaian : 2 Januari 2017
Kurir : @saptuari sugiharto @faisal_rabidi @jemi_rikab @anjesmou

Fatmawati menderita diabetes


DWI HARJANTI 40 th bekerja sebagai buruh bantu mengidap penyakit tumor mata, pak Edi Mulyadi 45 th bekerja sebagai supir di UNY adalah suami dari ibu harjanti dan di karuniai 4 orang anak, hayati kelas 3 SMA, sulistya kelas 3 SMP , fauziyah kelas 4 SD dan muhammad kelas 1 SD. Ibu Dwi bertempat tinggal di mundu saren RT 4 RW 2 no 133 jalan perumnas, Caturtunggal, Depok, Sleman. Bermula dari ibu Dwi berbenturan dengan anaknya sehingga menyebabkan benjolan di mata, dan sudah 7 bulan keluar masuk rumah sakit untuk operasi mata, saat ini ibu dwi menjalani kemo 36 kali atas rekomendasi pihak rumah sakit dan beliau baru menjalankan 11 kemo berhenti karena tidak kuat kondisinya, beliau terbaring di ranjang dan ibu dwi merasakan sakit jika di sentuh, dan minta untuk suntik mati karena sudah tidak kuat merasakan sakit yang di derita. Ibu dwi memiliki jaminan BPJS kelas 3
Alhamdulillah #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Ibu Dwi untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban ibu Dwi untuk berobat dengan menyampaikan santunan #sedekaholics yang dipergunakan untuk akomodasi rumah sakit.

Jumlah bantuan : Rp. 2.500.000
Kurir: @saptuari sugiharto @fahmiSQ, @faisalrabidi
Tanggal : 9 desember 2017

Bu Dwi menderita benjolan di mata


HALIMATUNNISA AZKIYA dan ZAHIDA ABDURRAHMAN BIN BAMBANG usia 1 tahun 11 bulan, retinablastoma. bayi kembar yang lahir pada tanggal 2 januari 2016 adalah anak dari pak Bambang winarto 29 th bekerja sebagai wiraswasta dan ibu Prisca kurnian ika 30 th yang belerja sebagi ibu rumah tangga. Awal mula di usia 2 bulan muncul bintik putih pada retina, usia 6 bulan di periksa dan dirujuk ke RS Arsani sungai liat bangka belitung, dari hasil pemeriksaan dokter terindikasi glukoma dan pihak rs disarankan untuk berobat ke jakarta, karena keterbatasan biaya akhirnya pak bambang memutuskan untuk terapi herbal, anak yang kedua yang menjalankan terapi herbal dan hasilnya mengecil akan tetapi masih ada bintik putih pada retina, pak bambang akhirnya memutuskan untuk di bawa ke jogja, dan hasil pemeriksaan di RS dr. yap kedua anak pak bambang terkena glukoma dan tumor, dari pihak rumah sakit menyarankan untuk melakukan operasi. akan tetapi dari pak bambang keberatan untuk menjalankan operasi karena harus melewati tahap kemo dan untuk sementara waktu ingin mencari pengobatan alternative yang lain. Sat ini nisa dan zahidah belom memiliki kartu jaminan kesehatan. Dan kendala yang di hadapi adalah keterbatasan biaya karena biaya pengobatan yang berkelanjutan dan membutuhkan biaya yang lumanyan cukup besar.
Alhamdulillah #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Adek azkiya dan zahidah untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban mereka untuk berobat dengan menyampaikan santunan #sedekaholics yang dipergunakan untuk akomodasi pembuatan jaminan kesehatan dan akomodasi

Jumlah bantuan : Rp. 2.500.000
Kurir : @saptuari sugiharto @fahmiSQ, @faisal_gudeg @rizkyaditya, @dian dan @dislamiyah
Tanggal : 9 Desember2017

Bantuan biaya terapi retinablastoma


ARYA BIMA PRASETYO (10th,Biaya Sunatan) Alamat Pedukuhan Pare IV, Desa Sidorejo, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Adik Arya Bima Prasetyo, merupakan siswa kelas 5 Sekolah Dasar. Merupakan keluarga yang hidup dalam ekonomi yang memprihatinkan. Orang tuanya yaitu bapak Sukidi bin Pujo Saryono (47th) berprofesi sebagai buruh penggali tanah untuk dibuat genteng. Namun pekerjaan ini tidak menentu tergantung sedang ada yang membutuhkan tenaganya atau tidak. Sedangkan ibunya, yaitu ibu Ngadinem binti Setro Wahono (45th) berprofesi sebagai ibu rumah tangga.
Sejak satu tahun yang lalu adik Arya Bima Prasetyo sudah meminta untuk disunatkan, tetapi karena Kecamatan ekonomi, orang tuanya selalu menunda untuk bisa disunatkan. Selain keadaan ekinominya, keluarga ini juga kurang mendapat informasi tentang adanya sunatan gratis yang sering diadakan beberapa komunitas/yayasan.
Ketika bertemu dengan Sedekah rombongan, orang tuanya dengan bersedih menceritakan tentang keinginannya anaknya disunatkan tiap liburan sekolah tiba
Alhamdulilah Sedekah holics, sedekahmu tersampaikan kepada keluarga Arya Bima Prasetyo untuk mewujudkan keinginannya bisa sunat

Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal Penyampaian: 14 Desember 2017
Kurir:@Saptuari Sugiharto@Faisal Gudeg@Alenz anjesmou@JemiGigi

Bantuan biaya sunatan


KARJOWIYONO SAYEM (31-12-1933,Jantung bengkak) Alamat Pedukuhan Prapak Wetan RT 006 RW 008,Desa Sendangmulyo, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Sejak dua bulan yang lalu ibu Karjowiyono Sayem mengalami sakit. Pada awalnya mengalami jatuh saat jalan kaki dari rumah tetangganya. Karena keadaannya melemah, oleh pihak keluarga diperiksakan ke RS Panti Baktiningsih Klepu Minggir Sleman. Setelah dilakukan observasi, dokter mendiagnosa ibu Karjowiyono Sayem mengalami pembengkakan jantung. Beberapa hari opname di rumah sakit, ibu Karjowiyono Sayem histeris minta pulang. Dengan pertimbangan usia dan keadaan jiwanya yang selalu ingin pulang akhirnya pihak keluarga meminta kepada pihak rumah sakit untuk membawa pulang. Setelah dibawa pulang, dirawat dirumah sesekali ada tenaga medis yang datang untuk membantu memantau keadaan ibu Karjowiyono Sayem. Menurut keterangan anaknya yang merawatnya, setelah dirumah ibu Karjowiyono Sayem namapak lebih tenang.
Karena keadaan ekonomi dan keadaan fisik ibu Karjowiyono Sayem terpaksa pihak keluarga tidak bisa membawanya untuk berobat jalan ke rumah sakit.
Suami ibu Karjowiyono Sayem, yaitu bapak Karjowiyono bin Kariyo Taruno (31-12-1933) juga menderita sakit komplikasi.
Keadaannya saat ini, sepasang suami istri ini sekarang teeabaring lemah ditempat tidur dan tidak bisa beraktifitas lagi. Anaknya yang merawatnya juga tidak bisa beraktifitas, karena tidak mungkin untuk meninggalkannya untuk pergi kerja.
Keluarga ini terkendala biaya, baik biaya hidup maupun biaya untuk merawat keduanya. Sebenarnya keluarga ini mempunyai jaminan BPJS, namun untuk tidak anaknya medis lebih lanjut belum bisa dilakukan karena kondisi keduanya tidak stabil
Sedekah holics, sedekah kalian tersampaikan untuk meringankan beban keluarga ini, yang disampaikan melaui kurir sedekah rombongan

Bantuan: Rp 1.500.000,-
Tanggal Penyampaian: 14 Desember 2017
Kurir: @Saptuari Sugiharto@Faisal_Gudeg@alenz anjesmaou@JemiGigi

Bu Karjowiyono Sayem mengalami pembengkakan jantung


KRISTIANI BINTI SAMIN (31, Ca Mammae Bagian Kanan dan Metastate Hati-Paru). Alamat : Kaliurang Barat RT 4 RW 18, Hargobinangun, Kec. Pakem, Kab. Sleman, Propinsi DIY. Ibu Kristiani kini sedang menjalani perawatan lanjut di RSUP Sardjito dikarenakan kondisinya yang makin melemah karena kanker payudara dan masih ditemukannya penyakit kuning. Ibu Kristiani merasakan sakit sejak bulan Juni 2015, saat itu beliau merasakan benjolan di payudaranya walau tidak terasa sakit. Karena khawatir, Bu Kristiani memeriksakan diri ke RS Panti Nugroho, dan didapatkan hasil bahwa itu adalah kanker dan disarankan untuk segera dilakukan prosedur biopsi. Kemudian Ibu Kristiani menjalani operasi dan disarankan menjalankan kemoterapi sebanyak 6 (enam) kali di RS Panti Rapih, Yogyakarta. Setelah kemoterapi selesai, Beliau melanjutkan pengobatan di RS Moewardi, Solo. Saat berobat tersebut, Ibu Kristiani harus bolak-balik Yogya-Solo menggunakan Kereta Api Prameks selama 20 (dua puluh) hari. Namun pada hari ke-7, kenalan dari suami Beliau memperbolehkan untuk meninggali rumahnya di Solo, sehingga tidak harus bolak-balik kembali. Setelah selesai pengobatan dengan sinar, Ibu Kristiani diketahui tetap mengidap kuning, dan oleh dokter di RS Panti Rapih dirujuk ke RS Bethesda, namun kemudian kembali dirujuk ke RSUP Sardjito. Di RSUP Sardjito, Ibu Kristiani menjalani operasi lagi pada bagian empedu pada bulan Desember 2016. Saat proses operasi tersebut, ditemukan juga massa di hati beliau, dan dilakukan pula prosedur biopsi. Beliau kemudian melakukan kemoterapi secara mandiri di klinik dr. Johan sebanyak 16 (enam belas) kali, dan untuk sekali kemoterapi Ibu Kristiani harus mengeluarkan biaya Rp. 1.500.000,00. Ibu Kristiani melakukan kemoterapi mandiri yang terakhir pada bulan Agustus 2017. Observasi terakhir dari Ibu Kristiani diketahui bahwa beliau masih mengidap kuning. Untuk pengobatan selama ini, beliau dibantu dengan BPJS Kelas 2, kecuali untuk kemoterapi dengan biaya pribadi. Ibu Kristiani sudah mempunyai suami, Bapak Irfan Nugroho (32) berprofesi sebagai polisi. Walaupun berprofesi sebagai polisi, kondisi Ibu Kristiani yang sedang memburuk membuat suaminya sedikit kerepotan. Pada awal bulan desember 2017 lalu, dokter sudah angkat tangan terhadap kondisi Bu Kristiani. Akhir nya setelah tak di rawat di Rumah Sakit lagi Bu Kristiani akhirnya beralih ke pengobatan herbal. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Kristiani, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk biaya pengobatan herbal dan akomodasi saat berobat Ibu Kristiani. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Kristiani, dan terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin.

Jumlah Santunan : Rp.5.000.000,00
Tanggal : 16Desember 2017
Kurir :@saptuari sugiharto @faisal_gudeg @rizkyaditya4

Ibu Kristiani menderita kanker payudara


NUR MUSDALIFAH, (4th TBC) bertempat tinggal di RT 02/02, JATEN, NGESTIREJO, TANJUNGSARI, GUNUNGKIDUL. Tinggal berdua dengan simbahnya yakni mbah sakiyem 67th karena kedua orang tuanya meninggal semua. Awal mula saat usia dek musdalifah 21 hari, ditinggal oleh ayahnya setelah itu dia dibawa ke gunungkidul bersama dengan nenek dan ibunya. Namun, setelah 6 bulan kepulangan ke gunungkidul ibu dari dek musdalifah meninggal dunia. Ibu dari dek musdalifah juga menderita sakit TBC. Saat ini dek musdalifah sedang menjalani masa penyembuhan di rumah dengan mengkonsumsi obat rutin yang habis sebulan sekali ke rsud wonosari. Dek musdalifah mempunyai jaminan BPJS tapi masih belum aktif dan kendala yang yang dihadapi Transportasi untuk menuju ke rumah sakit dan untuk biaya pembelian obat yang tidak murah harganya,
Alhamdulillah #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Dek musdalifah untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban mereka untuk berobat dengan menyampaikan santunan #sedekaholics yang dipergunakan untuk akomodasi pembuatan jaminan kesehatan dan akomodasi

Jumlah bantuan : Rp. 2.500.000
Kurir : @saptuari Sugiharto @faisal_gudeg @riyan @fahmiSQ
Tanggal : 13 Desember 2017

Musdalifah menderita sakit TBC


MUHAMMAD ANUGRAH (1, Asfiksia Neonatorum). Alamat : Jalan Raya Nongsa Asri, RT 1/12, Kelurahan Nongsa, Kecamatan Batu Besar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Pada 15 Mei 2017 lalu, Agustina (19), melahirkan putra pertamanya di klinik melalui persalinan normal, akan tetapi setelah lahir bayinya tidak menangis dengan kondisi lemas dan kakinya terlihat membiru. Saat itu juga oleh pihak klinik sang bayi dirujuk ke RS Elisabet Batam Center dan langsung dilakukan pertolongan. Dokter menerangkan kondisi yang dialami sang bayi biasa disebut asfiksia neonatorum atau gangguan sirkulasi pernapasan. Muhammad Anugrah sempat dirawat di rumah sakit selama 25 hari, dan saat ini kondisinya berangsur membaik. Agustina dan suaminya, Nasrullah bin Sahrullah (16), belum bekerja dan masih bergantung dengan orang tuanya yang sehari – harinya menjual solar dan bensin. Selama dirawat di RS Elisabet Batam Center, Muhammad Anugrah menggunakan biaya mandiri tanpa ada jaminan kesehatan karena sang ayah belum memiliki KTP. Keluarga akhirnya menghadapi kendala biaya rumah sakit yang terus membesar hingga mencapai 15 juta rupiah, sedangkan kondisi keuangan keluarga tidak sanggup untuk melunasi semua tagihan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan keluarga Nasrulah dan Agustina. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk mencicil tagihan biaya rumah sakit. Semoga adik Muhammad Anugrah tumbuh dewasa dengan sehat dan menjadi kebanggaan orang tuanya, amin. Sebelumnya Muhammad Anugrah dibantu dalam Rombongan 1065.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000.-
Tanggal : 21 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @HeruBinYatiman @ririn_restu

Anugrah menderita asfiksia neonatorum


SITI MAEMUNAH ( 33, Kanker Payudara ). Alamat : Perumahan Tanjung Permai, Blok B No. 157, Kelurahan Tanjung Uban, Kecamatan Bintan, Kepulauan Riau. Ibu Siti adalah seorang ibu rumah tangga, sejak pertengahan tahun 2015 sewaktu masih bekerja, ia merasakan benjolan di sekitar payudaranya. Benjolan tersebut dianggapnya biasa, karena masih belum ada keluhan yang berarti. Saat ada waktu senggang, Ibu Siti sempatkan waktu untuk memeriksakan benjolan tersebut dan dari hasil biopsi dinyatakan itu adalah tumor. Saat itu Ibu Siti tidak merasakan sakit pada payudaranya, sehingga ia hanya mengonsumsi obat – obatan herbal dan melakukan pengobatan alternatif, namun tidak ada perubahan yang berarti. Setahun pasca biopsi payudara Ibu Siti mulai meradang, namun ia belum mau menjalani pengobatan medis dan masih mencoba pengobatan tradisional tapi hasilnya belum menunjukkan perubahan. Pada Februari 2017, tumor di payudara Ibu Siti semakin membesar dan akhirnya pecah, barulah setelah itu ia dibawa ke RSUP Tanjung Pinang, yang kemudian merujuknya ke RSUD Embung Fatimah di Batam untuk dilakukan kemoterapi. Sampai saat ini sudah 5 kali Ibu Siti menjalani kemoterapi. Kondisi Ibu Siti sering menurun dengan kadar leukosit rendah sehingga belum bisa dilakukan operasi pengangkatan sel kanker di payudaranya. Pengobatan Ibu Siti terkendala biaya, sang suami, Mulyadi (35), sudah diberhentikan dari pekerjaannya karena sering tidak masuk kerja saat mendampingi istrinya berobat. Alhamdulillah Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan Ibu Siti melalui kurirnya yang ada di Bintan. Kurir pun menyampaikan bantuan untuk biaya transportasi ke Batam dan untuk pengobatan yang tidak ditanggung oleh BPJS. Semoga pertemuan ini memberikan harapan baik bagi Ibu Siti untuk melakukan ikhtiar penyembuhan atas penyakitnya ini, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 21 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @HeruBinYatiman @farida @ririn_restu

Bu Siti menderita kanker payudara


YUNI PURWANINGSIH (42, Ca Mamae). Alamat : Jalan Kelud RT. 4/1 Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Yuni adalah seorang ibu dari 3 anak yang sehari-hari bekerja di warung kopi milik nya. Bulan Juni tahun 2015 Bu Yuni merasakan ada benjolan di payudara nya sebelah kanan tetapi tidak begitu dihiraukan. Pengobatan hanya dilakukan dengan mengkonsumsi obat alternatif karena terkendala keterbatasan biaya. Penghasilan bu Yuni di warung dan Suaminya yaitu Bapak Supriyanto (42 tahun) yang berjualan mie ayam keliling hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari dan biaya sekolah 3 orang anak nya.Tetapi setelah hampir dua tahun penyakit nya semakin parah akhirnya Bu Yuni periksa ke dokter dan diharuskan melakukan check lab. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa harus segera dilakukan operasi untuk pengangkatan payudara kanan nya. Mulai tgl 20 Maret 2017 Bu Yuni menjadi pasien dampingan SR Magetan dengan melakukan pemeriksaan awal ke Rsup. Soedono Madiun untuk selanjutnya di rujuk ke Rsup. Moewardi Solo dengan menggunakan jaminan Bpjs Mandiri kelas 2. Setelah melalui rangkaian pemeriksaan yang meliputi rotgen, Usg, rotgen punggung dan check lab akhirnya operasi dilaksanakan hari Jum’at, 31 Maret 2017 dan Alhamdulillah berjalan lancar. Terapi sinar telah dilakukan sebanyak 10 kali untuk punggung dan sinar 24 kali untuk ca Mamae. Saat ini bu Yuni menjalani proses kemoterapi yang direncanakan sebanyak 6 kali. Santunan ke delapan titipan dari para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 986, 1023, 1032, 1043, 1058, 1069 dan 1083. Pak Supriyanto dan Bu Yuni mengucapkan terimakasih atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan, semoga menjadi berkah untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama

Bu Yuni menderita kanker payudara


SARIYEM BINTI SARDI (55, Ca Mamae). Alamat : Dusun Nglemi RT/RW : 05/05 Desa Turi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan Jawa Timur. Bu Sariyem adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita Ca Mamae sejak satu tahun terakhir tetapi sakitnya disembunyikan dari keluarga dan baru ketahuan 5 bulan lalu (bulan Mei 2017). Bu Sariyem mulai berobat ke Rsud. Soedono Madiun sejak awal Agustus 2017. Dari rangkaian pemeriksaan yang dilakukan, bu Sariyem dinyatakan menderita Ca Mamae dan langsung di rujuk ke Rsdm Solo. Bu Sariyem mulai melakukan pengobatan di Rsdm Solo sejak pertengahan Agustus 2017. Biaya transportasi dan akomodasi dirasa sangat berat walaupun sudah berobat menggunakan fasilitas Bpjs kelas 3. Suaminya yaitu Bapak Sukiman (58 tahun) bekerja sebagai buruh tani yang penghasilan nya tidak menentu. Informasi mengenai bu Sariyem diperoleh dari salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Setelah melakukan survey, bu Sariyem masuk menjadi pasien dampingan mulai tanggal 24-8-2017. Saat ini bu Sariyem menjalani proses kontrol rutin dan kemoterapi di Rsdm Solo. Bantuan keempat telah disampaikan sebesar Rp. 800.000 dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat setelah sebelum nya masuk rombongan 1054, 1069 dan 1083. Rasa terimakasih disampaikan oleh Bu Sariyem atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Sariyem bisa sembuh dan beraktifitas seperti sedia kala. Amin

Jumlah Bantuan : Rp 800.000,-
Tanggal : 27 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama @Jeans_Oswolf

Bu Sariyem menderita kanker payudara


KASMI BINTI SAKERAN (41, Ca Mamae + Myom). Alamat : Dusun Ngasem RT 2/1, Desa Banjarejo, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Kasmi adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita sakit Ca Mamae dan Myom selama satu tahun terakhir. Pertama kali bu Kasmi berobat ke dokter umum, selanjutnya dirujuk ke Rsud. Soedono Madiun. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa bu Kasmi menderita Ca Mamae dan Myom sehingga harus dirujuk ke Rsud. Moewardi Solo. Bu Kasmi mulai berobat ke Rsdm Solo bulan Mei 2017 dan operasi dilaksanakan tanggal 13 September 2017. Sebelum operasi sudah dilakukan kemoterapi sebanyak 3 kali. Jahitan bekas operasi sedikit mengalami kegagalan sampai harus 2 kali dilakukan perbaikan baik di Rsud. Magetan maupun di Rsdm Solo. Bu Kasmi tidak memiliki anak, dan suaminya sudah tidak memperdulikan dia lagi sehingga sering kali bu Kasmi harus berangkat berobat sendiri walau kadang didampingi kakak nya atau ibu mertua nya yang masih sangat perduli dengan bu Kasmi. Informasi tentang bu Kasmi diperoleh dari salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Setelah melalui proses Survey, bu Kasmi masuk menjadi salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan mulai Senin, 30 Oktober 2017. Santunan kedua titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 750.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi kontrol dan pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 1083. Bu Kasmi sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Kasmi segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti sebelumnya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama

Bu Kasmi menderita sakit ca mamae dan myom


MESNAN BIN SUROREJO (65, Ca Nasopharing). Alamat : RT 20/02 Desa Kedung Putri, Kecamatan Paron , Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Pak Mesnan adalah seorang bapak yang menderita Ca Nashoparing, berawal dari satu tahun ysng lalu telinga nya selalu berdenging dan lama-lama tumbuh benjolan. Pertama kali Pak Mesnan periksa ke poli THT Rsud. Soeroto Ngawi dengan didampingi anak nya yang bernama Rita. Dari hasil pemeriksaan, pak Mesnan dinyatakan menderita Ca Nashoparing dan dirujuk ke Rsud. Moewardi Solo pada bulan Mei 2016 dan kemo pertama dilaksanakan bulan Januari 2017. Rangkaian pengobatan yang panjang sangat memberatkan pak Mesnan walaupun sudah menggunakan Bpjs klas 3. Biaya untuk transportasi dan akomodasi yang cukup memberatkan karena Pak Mesnan sejak sakit sudah tidak bisa bekerja lagi, sedangkan istrinya (Sumiyem, 59) berkerja sebagai buruh tani yang penghasilan nya tidak menentu. Informasi mengenai pak Mesnan diperoleh dari salah satu pasien dampingan Sedelah Rombongan Magetan. Pak Mesnan masuk jadi pasien dampingan Sedekah Rombongan mulai 24-7-2017. Pak Mesnan baru selesai menjalani rangkaian sinar sebanyak 30 kali dan saat ini melakukan kontrol rutin ke Rsud. Moewardi Solo. Santunan keempat sebesar Rp. 500.000 pun disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi kontrol di Rsdm Solo, setelah sebelum nya masuk rombongan 1052,1069 dan 1083. Pak Mesnan mengucapkan terima kasih atas semua bantuan yang telah disampaikan. Semoga beliau bisa sembuh dan beraktifitas seperti biasanya. Amin

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama

Pak Mesnan menderita ca nashoparing


SENO BIN SUPANI (38, gagal ginjal) Alamat : Dusun Jelok RT. 04/01, Desa Sukowidi Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Propinsi Jawa Timur. Sebagai kepala rumah tangga Pak Seno bekerja giat sebagai tukang sayur keliling. Pekerjaan ini ditekuni semenjak berumah tangga sampai mempunyai anak kembar dua. Dari hasil kerja kerasnya bisa membuat rumah dan memiliki tabungan. Setelah selesai membangun rumah Pak Seno mulai merasakan sakit yang dinyatakan dokter sebagai sakit diabet/gula. Pernah keluar masuk /dirawat di Rsud. Sayidiman Magetan mulai tahun 2013 dengan menggunakan fasilitas layanan BPJS. Sekarang kondisi kesehatannya sangat lemah, bahkan sejak 8 bulan terakhir harus melakukan cuci darah dua kali seminggu ke Rsud. Sayidiman Magetan. Penghasilan keluarga tidak ada sama sekali, untuk makan dan berobat mengandalkan bantuan dari sanak kerabat dan tetangga. Sedangkan istrinya tidak dapat bekerja karena merawat anaknya kembar yang baru kelas 3 SD dan merawat suaminya yang sakit. Berdasarkan hasil survey akhir nya Pak Seno menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Santunan ketujuh titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan sebagai biaya akomodasi pengobatan setelah sebelumnya masuk dalam rombongan 1007, 1030, 1043, 1058, 1069 dan 1083. Pak Seno sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga berbalas kebaikan untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @KinantiAwe

Pak Seno menderita gagal ginjal


SUMINAH BINTI ATMO ASIR (40, kanker rahim). Alamat : RT 16/3 Desa Sampung, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Sum, demikian beliau ini selalu disapa, menderita penyakit kanker rahim semenjak setahun terakhir. Bu Sum mempunyai anak 1 orang tetapi sudah meninggal, sedangkan suami nya pun sudah lama meninggal dunia sehingga Bu Sum hidup sebatangkara. Untuk berobat, beliau didampingi oleh salah satu keponakan yang masih perduli dengan kondisi Bu Sum. Pengobatan dimulai dari Rs. Pangkalan Maospati sampai akhir nya dirujuk ke Rsdm. Solo. Beberapa kali ke Rsdm Solo pengobatan dihentikan karena terkendala biaya dan faktor pendamping berobat. Saat kurir Sedekah Rombongan berkunjung ke rumah beliau, kondisi Bu Sum sudah sangat lemah dan keluarga memutuskan untuk tidak berobat ke Solo lagi mengingat kondisi beliau yang lemah. Informasi mengenai Bu Sum diperoleh dari salah satu teman kurir Sedekah Rombongan Magetan. Bantuan lepas titipan para Sedekaholic disampaikan sebesar Rp. 1.000.000 dan digunakan untuk biaya hidup sehari-hari dan pembelian obat untuk mengurangi rasa nyeri. Bu Sum sangat terharu dan memgucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga bisa meringankan beban berat Bu Sum. Amin

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Anis_Setya

Bu Sum menderita penyakit kanker rahim


MTSR MADIUN (B 1760 KZH, Biaya Operasional Desember 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soedono, RSUD Dolopo, Rumah Sakit Umum (RSU) Aisyiyah Ponorogo serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Moewardi dan juga RSUP. dr.Soetomo. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, biaya pemeliharaan dan perbaikan, dan jasa driver selama bulan Desember 2017. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1091.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.727.500,-
Tanggal : 31 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati Allcrew

Biaya operasional Desember 2017

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 ATIWEN BINTI SANASRI 1,000,000
2 SUMINI BINTI SUWARJI 1,000,000
3 SUYATMAN BIN NURYADIMEJA 1,000,000
4 SUKANTINI BINTI SUMODIHARJO 1,000,000
5 GHOLIB ABDURROFI AHMAD 1,000,000
6 MUHAMMAD IQBAL SAPUTRA 500,000
7 KARSO BIN WIRYAREJA 500,000
8 RISEM BINTI SOPAWI 1,000,000
9 JIMUN BIN TARMUDI 1,000,000
10 LINA RUSTIANTI 1,000,000
11 TAWIARJO BANYUMAS 500,000
12 DIARJO ATAM 1,000,000
13 LUKITO BIN SUPRIYADI 1,000,000
14 RATNAWATI BINTI RASDI 500,000
15 AMELIA FEBRIANTI 1,000,000
16 MULYANI BINTI SARDAN 1,000,000
17 GALUH ASIH 1,000,000
18 MUDJIATI BINTI MARYO MARNI 500,000
19 MUSOFA HAMDAN 500,000
20 MURSINAH BINTI GOTRO 1,000,000
21 MUHAMAD ASWURI 500,000
22 ROKHIMIN BIN SLAMET 1,000,000
23 NUR CHOLIS 500,000
24 RATRI NOPIDHIAN WIDHI 500,000
25 SUPANGAT BIN SALIM 1,000,000
26 BOINEM BINTI SIDIQ 1,000,000
27 KATIYEM BINTI JAIMAN 500,000
28 PAERUN BIN KADONI 3,500,000
29 MUHAMMAD VICHO VRADANA 1,000,000
30 KHITAN MASSAL SR MADIUN 5,000,000
31 SUPATMI BINTI PATMO 500,000
32 RIZKI CAHAYA SAPUTRA 500,000
33 SALAMUN BIN SHOLIKAN 500,000
34 DANIS ALDHIAN FAEZA 1,289,500
35 MUHAMMAD RIFAI 500,000
36 AJENG SUKMA AYU 500,000
37 ARNI RUWANI 1,000,000
38 FATMAWATI BINTI JUPRI LUBIS 2,000,000
39 DWI HARJANTI 2,500,000
40 HALIMATUNNISA AZKIYA dan ZAHIDA ABDURRAHMAN BIN BAMBANG 2,500,000
41 ARYA BIMA PRASETYO 1,000,000
42 KARJOWIYONO SAYEM 1,500,000
43 KRISTIANI BINTI SAMIN 5,000,000
44 NUR MUSDALIFAH 2,500,000
45 MUHAMMAD ANUGRAH 3,000,000
46 SITI MAEMUNAH 1,000,000
47 YUNI PURWANINGSIH 500,000
48 SARIYEM BINTI SARDI 800,000
49 KASMI BINTI SAKERAN 750,000
50 MESNAN BIN SUROREJO 500,000
51 SENO BIN SUPANI 500,000
52 SUMINAH BINTI ATMO ASIR 1,000,000
53 MTSR MADIUN 4,727,500
Total 66,067,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 66,067,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1094 ROMBONGAN

Rp. 58,292,954,764,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.