LATHIF GALANG ACHSANI (6, Pendarahan Otak). Alamat: Dusun Sentul RT 2/6, Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Latif Galang adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan yang mengalami pendarahan otak pasca kecelakaan. Setelah menjalani rawat inap dan operasi di RSUP dr. Kariadi Semarang, Galang masih terus kontrol dan terapi di RS Bina Kasih Ambarawa. Alhamdulillah Galang sudah bisa jalan pelan-pelan sedangkan tangan kanannya belum bisa digunakan untuk beraktifitas. Menurut dokter RS Bina Kasih Ambarawa yang menangani Galang, Galang masih harus melakukan CT Scan untuk melihat pendarahan di otaknya dan operasi untuk tangan kanannya, sehingga disarankan untuk dirujuk lagi ke RSUP dr. Kariadi Semarang untuk kontrol lanjutan. Karena proses pengobatan masih berjalan, maka Sedekah Rombongan memberikan santunan lanjutan yang kedua. Santunan sebelumnya telah masuk dalam Rombongan 1076.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 19 November 2017
Kurir: @agtian @datikdungg @yayuk @muhtadinexc

Latif Galang mengalami pendarahan otak


PARDIONO BIN HARJO (67, Flek Paru-paru). Alamat: Dusun Senden RT 7/4, Desa Jatijajar, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Pak Pardiono adalah seorang pekerja buruh serabutan yang tinggal di kost di komplek perkampungan. Enam bulan belakangan ini beliau menderita batuk dan sesak nafas, karena kondisi keuangan yang sangat minim, beliau hanya mampu berobat di Puskesmas setempat. Dokter mengatakan bahwa beliau menderita flek paru-paru, karena kondisi yang sering sakit itu, sehingga untuk kebutuhan hidup keluarga sehari-hari hanya mengandalkan penghasilan istrinya yang bekerja sebagai buruh cuci. Ketika kurir Sedekah Rombongan mendatangi tempat kostnya dan memahami keadaan beliau, maka Sedekah Rombongan memberikan santunan untuk kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000.-
Tanggal : 19 November 2017
Kurir: @agtian @datikdungg @yayuk @muhtadinexc

Pak Pardiono menderita flek paru-paru


PIERE FIONAT HAN (1, Kelainan Usus). Alamat: Dusun Krajan RT 5/1, Desa Ngampin, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Piere nama bocah kecil ini yang terlahir enam bulan yang lalu dengan kelainan pada usus yang menuju ke saluran anus terlalu pendek. Setelah dirujuk dari RSUD Ambarawa ke RSUP dr. Kariadi Semarang, ia akan segera dioperasi, tetapi karena di RSUP dr. Kariadi Semarang saat itu tidak ada kamar untuk dik Piere, akhirnya ia dibawa ke RSUP dr. Sardjito Yogyakarta. Setelah dilakukan operasi pembuatan saluran untuk buang air besar melalui daerah sekitar pusar, ia membutuhkan kantong untuk pembuangan kotoran. Piere harus kontrol dua minggu sekali, dan karena keadaan Piere ini butuh perhatian khusus maka dari salah satu orang tua nya harus berhenti bekerja untuk merawatnya. Ketika kurir Sedekah Rombongan datang ke rumahnya dan mengetahui keadaan serta kondisi keluarganya, maka Piere menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan telah diberikan santunan untuk biaya akomodasi selama kontrol.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal :19 November 2017
Kurir: @agtian @datikdungg @yayuk @muhtadinexc

Piere menderita kelainan pada usus


SUAMAH BINTI DUL PATAH (63, Ambeien). Alamat : Dusun Krajan RT 5/1, Desa Ngampin, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Ibu Suamah hidup seorang diri, selama ini beliau tinggal di salah satu rumah warga. Beliau bekerja sebagai buruh jahit di perumahan. Dua bulan belakangan ini ambeien yang selama ini diderita ternyata sudah akut dan harus segera dioperasi, karena kendala biaya beliau hanya bisa berobat di mantri dan puskesmas setempat. Saat ini beliau tidak bekerja karena untuk duduk saja terasa sakit, kaki beliau juga terkena polio yang mengakibatkan perkembangannya tidak baik bahkan kini untuk berjalan harus menggunakan tongkat. Setelah mendapat bantuan dari warga untuk didaftarkan menjadi peserta jaminan kesehatan dari BPJS, akhirnya beliau bisa dioperasi. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi rumah beliau untuk melihat keadaannya, karena untuk kebutuhan sehari-hari bu Suamah masih kerepotan, akhirnya Sedekah Rombongan memberikan santunan sebagai tambahan bantuan kebutuhan harian.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 19 November 2017
Kurir: @agtian @datikdungg @yayuk @muhtadinexc

Bu Suamah menderita wasir


SUHARNI BINTI NGATEMIN (49, Tumor). Alamat: Dusun Tegalrejo RT 2/3, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Ibu Suharni seorang penjual nasi bungkus di daerahnya, tiga bulan belakangan ini baru di rasakan ada benjolan di sekitar payudaranya, awalnya cuma diperiksakan di puskesmas setempat, namun setelah dirasakan benjolan itu semakin mambesar dan sampai aa pembengkakan di dagunya, beliau berusa berobat ke RS Ken Saras Ungaran. Hasil cek semuanya ternyata beliau menderita kanker payudara dan getah bening stadium 4, setelah dua kali menjalani rawat inap di RS Kensaras Ungaran dan dilakukan penyedotan cairan, kondisi beliau belum membaik kemudian di rujuk ke RSUP dr. Kariadi Semarang untuk mendapatkan penangan lebih lanjut. Setelah dirawat beberapa hari di RSUP dr. Kariadi Semarang, kondisi belia masih kritis hingga akhirnya beliau meninggal pada hari Kamis, 9 November 2017. Sedekah Rombongan memberikan santunan duka kepada pihak keluarga yang ditinggalkan. Bantuan sebelumnya telah masuk dalam Rombongan 1076.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 19 November 2017
Kurir: @agtian @datikdungg @yayuk @muhtadinexc

Bu Suharni menderita kanker payudara dan getah bening stadium 4


ROZIKIN BIN ABDULLAH (42, Patah Tulang Kaki). Alamat: Dusun Sruwen RT 1/1, Kelurahan Sruwen, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Pak Rozikin adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan, beliau dahulu mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kaki kiri pak Rozikin harus diamputasi sampai lutut, dan kaki kanannya mengalami patah tulang sehingga harus dipasang pen. Sehari-hari pak Rozikin hanya bisa beraktivitas di atas tempat tidur, bahkan untuk ke kamar kecil harus dibantu orang lain. Karena keterbatasan biaya selama dua tahun pasca kecelakaan, pak Rozikin tidak pernah memeriksakan kondisi kakinya ke rumah sakit. Setelah memiliki jaminan fasilitas kesehatan dari JKN BPJS-PBI, pak Rozikin berangkat kontrol ke RS Ortopedi Soeharso Surakarta. Walaupun biaya rumah sakit sudah ditanggung faskes JKN BPJS-PBI, namun pak Rozikin merasa kesulitan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit mengingat jarak yg ditempuh ke RS Ortopedi Soeharso Surakarta cukup jauh. Pak Rozikin yang dulunya berkerja sebagai tenaga serabutan, dengan kondisi fisiknya pasca kecelakaan kini pak Rozikin tidak bisa bekerja lagi untuk menafkahi keluarganya. Kini yang memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai sekolah anaknya yang masih SD adalah istrinya dengan berkerja di toko kelontong milik tetangganya. Pada tanggal 25 September 2017 pak Rozikin telah menjalani operasi pelepasan pen di RS Ortopedi Soeharso Surakarta. Pak Rozikin yang sebelumnya harus kontrol setiap 2 minggu sekali kini cukup kontrol 1 kali dalam sebulan. Sedekah Rombongan terus mendampingi pak Rozikin, santunan kembali disampaikan untuk biaya akomodasi dan tambahan biaya kebutuhan kehidupan sehari-hari. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam Rombongan 1076.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 22 November 2017
Kurir: @agtian @datikdungg @yayuk @muhtadinexc

Pak Rozikin menderita patah tulang kaki


AILA PUTRI (1, Hydrocephallus). Alamat: Dusun Muncar RT 1/2, Desa Muncar, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Aila adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan, ia putri ke-tiga dari pasangan bapak Sudiono (42) dan ibu Sunarti (43). Aila terlahir kembar bersama adiknya Aima Putri. Pertumbuhan dik Aima sangat baik dan sehat, berbeda kondisi dengan kakaknya, dik Aila, yang sejak usia 20 hari mulai menunjukkan sakit dengan gejala susah minum, hingga akhirnya mulai usia 50 hari sudah terlihat tanda-tanda pembesaran pada kepala. Pekerjaan Pak Sudiono yang tidak tetap yakni sebagai pencari barang bekas juga sopir, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan dik Aila dan telah mendampingi pengobatannya. Hari Jum’at, 17 November 2017 dik Aila mendapat tindakan operasi pemasangan selang untuk mengurangi cairan di dalam kepala di RSUP dr. Kariadi Semarang. Sedekah Rombongan menyampaikan titipan sedekaholics untuk biaya akomodasi kontrol 1 minggu pasca operasi dan untuk tambahan membantu kebutuhan lainnya. Bantuan sebelumnya telah masuk dalam Rombongan 1076.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 28 November 2017
Kurir: @agtian @datikdungg @muhtadinexc

Aila menderita hydrocephallus


UMIRAH BINTI MUALIM (61, Asma). Alamat : Dusun Lopait RT 1/1, Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Bu Umirah menderita asma sejak 20 thn yang lalu. Hal ini manjadikan aktivitas bu Umirah tidak bisa bekerja terlalu berat sebagai antisipasi agar asmanya tidak kambuh. Bu Umirah berobat ke RSUD Salatiga karena saat berobat di RSUD Ambarawa menurut bu Umirah tidak ada perkembangannya. Ibu Umirah tidak melakukan kontrol rutin setiap bulan karena tidak ada yang mengantarkan, sehingga beliau hanya berobat jika kondisinya sudah drop. Ibu Umirah di rumah bersama anak bungsunya dan keempat cucunya. Anaknya bekerja di pabrik, sedangkan suami dari anaknya baru beberapa bulan meninggal. Bu Umirah hanya di rumah mengasuh keempat cucunya yang ditinggal kerja ibunya. Pernapasannya berat karena asma yang diderita ibu Umirah. Kurir Sedekah Rombongan mendapat informasi tentang keadaan beliau, dan Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan dana titipan dari sedekah holic untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari bu Umirah.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 26 November 2017
Kurir : @agtian @anjar @muhtadinexc

Bu Umirah menderita asma


SUTOMO BIN SUKIRJAN (49,Diabetes dan Katarak). Alamat: Desa Kroya RT 7/6, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Dua tahun yang lalu saat pak Sutomo bekerja di Jambi, saat mengangkat beban berat beliau merasakan sakit di lambung dan pinggang. Sebelumnya pak Sutomo memiliki riwayat sakit diabetes, karena kondisi kesehatan, akhirnya pak Sutomo pulang ke Jawa. Beliau di rumah dengan sang ibu saja yang sudah sepuh. Beliau tidak mempunyai istri, jadi yang mengurus segala kebutuhan beliau adalah ibunya. Saat ini beliau juga menderita sakit katarak yang menyebabkan kedua matanya tidak bisa melihat sejak bulan Juli 2017. Awalnya sempat berobat ke dokter terdekat, namun sekarang sudah tidak pernah berobat lagi. Memiliki mata yang tidak bisa melihat, pinggang yang sakit, dan diabetes menjadi ujian kesabaran bagi bapak Sutomo di tengah keadaan ekonomi yang tergolong kurang. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi tentang keadaan beliau dan segera mendatangi rumah tempat pak Sutomo tinggal. Alhamdulillah pak Sutomo mendapat titipan bantuan dari sedekah holic melalui Sedekah Rombongan untuk biaya berobat dan tambahan biaya kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 30 November 2017
Kurir: @agtian @datikdungg @anjar @indri @muhtadinexc

Pak Sutomo menderita sakit katarak dan diabetes


SUMARTONO BIN HARJO (49, Hipertensi). Alamat : Dusun Bantar RT 5/1, Desa Popongan, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Kurang lebih satu tahun yang lalu beliau jatuh kemudian tidak bisa berjalan. Diperkirakan karena darah tinggi kemudian gejala stroke sehingga menyebabkan beliau tidak bisa berjalan. Dahulu beliau menghuni rumah kosong milik tetangganya, namun setahun yang lalu rumah itu dirobohkan, terpaksa beliau harus menumpang di rumah saudaranya. Beliau tidak memiliki istri ataupun anak. Beliau berada di rumah keponakannya karena beliau tidak memiliki rumah. Sehari-hari hanya menghabiskan waktu di atas kasur. Beliau sulit berkomunikasi serta pendengaranya berkurang. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi mengenai keadaan beliau dan Alhamdulillah kurir dapat bertemu dengan beliau dan dapat menyampaikan titipan dari sedekah holic kepada beliau untuk biaya akomodasi berobat dan kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 27 November 2017
Kurir: @agtian @datikdungg @anjar @indri @muhtadinexc

Pak Sumartono menderita hipertensi


SUJIEM BINTI KASLAN (77, Katarak). Alamat: Dusun Klopo RT 4/3, Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Bu Sujiem menderita katarak sudah sekitar 5 tahun. Beliau hidup hanya sebatang kara dan tidak memiliki rumah lagi, karena rumahnya dijual untuk biaya kehidupan sehari-hari. Saat ini beliau tinggal di rumah salah satu tetangganya. Beliau tidak pernah berobat karena sudah tidak bisa kemana-mana, untuk berkomunikasi saja beliau sudah kesulitan. Makan sehari-hari ditanggung oleh tetangga yang menampungnya. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi mengenai keadaan beliau kemudian menjenguk keadaan bu Sujiem. Alhamamdulillah bu Sujiem mendapatkan santunan dari sedekah holic melalui Sedekah Rombongan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 27 November 2017
Kurir: @agtian @datikdungg @anjar @muhtadinexc

Bu Sujiem menderita katarak


YAYASAN AL-HARUN (Bantuan Keperluan Sekolah + Biaya Operasional). Alamat : Dusun Truko RT 3/2, Kelurahan Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Yayasan Al Harun berdiri pada tahun 2011, diasuh oleh bapak Ahmad (48) yang berprofesi sebagai seorang guru. Yayasan Al Harun lahir dari rasa keprihatinan atas nasib anak-anak yatim dan dhuafa yang potensial dan mempunyai semangat yang tinggi, khususnya di kawasan Semarang dan sekitarnya namun tidak mempunyai biaya untuk dapat mengenyam pendidikan yang baik dan layak. Yayasan Al-Harun menampung anak-anak yatim-piatu dan anak-anak yang dititipkan oleh orang tuanya karena ketidakmampuan orang tua untuk membiayai anak mereka. Saat ini sudah ada 22 anak, yang terdiri dari 7 anak laki-laki dan 15 anak perempuan. Kebutuhan anak asuh meliputi kebutuhan makanan pokok sehari-hari, kebutuhan-kebutuhan untuk sekolah termasuk uang saku, biaya sekolah, perlengkapan sekolah, dan juga kebutuhan lainnya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk bantuan operasional dan bantuan perlengkapan sekolah kepada Yayasan Al-Harun. Semoga bantuan yang telah diberikan bermanfaat untuk Yayasan Al-Harun, pengasuh, dan anak asuh di Yayasan Al-Harun.

Jumlah Bantuan : Rp 3.000.000,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir: @agtian @datikdungg @yayuk @eka @muhtadinexc

Bantuan keperluan sekolah + biaya operasional


MTSR UNGARAN-SALATIGA (H 8523 VB, Operasional MTSR Bulan November 2017). Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “SRbergerak” sangat cepat dan padat mengikuti jumlah pasien dampingan Sedekah Rombongan. Kebutuhan antar pasien tidak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Wilayah Kabupaten Semarang khususnya daerah Kota Ungaran dan Salatiga sangatlah luas, wilayahnya meliputi daerah pegunungan dan sebagian besar daerah cakupan kurir di Kota Ungaran dan Salatiga menempuh jarak yang cukup jauh ketika harus kontrol ke RSUP dr. Kariadi Semarang, sehingga membutuhkan mobilitas para kurir Sedekah Rombongan yang cukup tinggi untuk mengantar dan menjemput pasien. Selain itu kondisi pasien yang merupakan dhuafa sakit dan hidup dalam kemiskinan menjadikan alasan banyak sekali pasien Sedekah Rombongan yang harus dibantu di daerah tersebut. Jauhnya akses kurir ke RSUD menjadikan alasan diperlukannya MTSR di kota Ungaran dan Salatiga. Daerah seperti Kec Bringin, Kec Tengaran, Kec Sumowono, Kec Suruh, dan Kec Susukan merupakan daerah-daerah perbatasan yang jarak tempuh ke RSUD/RSUP sangatlah jauh. Saat ini kurir Sedekah Rombongan menangani pasien dampingan sekitar 15 – 20 orang setiap bulannya. Biaya Operasional kali ini digunakan untuk pembelian BBM, service, dan gaji pengemudi MTSR. Semoga dengan hadirnya MTSR Ungaran-Salatiga di Wilayah Ungaran dan Salatiga yang kini MTSR Ungaran-Salatiga diberi amanah untuk menjangkau wilayah Kab. Boyolali akan mempermudah pasien untuk berobat ke Rumah Sakit. Laporan mengenai MTSR Ungaran-Salatiga sebelumnya ada dalam Rombongan 1078.

Jumlah Bantuan : Rp 2.885.000,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @agtian @muhtadinexc

Biaya operasional MTSR bulan November 2017


MTSR RIAU (BM 1509 SR, Biaya Operasional November 2017). Sejak April 2016, alhamdulillah Sedekah Rombongan Riau dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan membantu dhuafa yang sakit dan tidak mampu ke rumah sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Riau. Hingga kini, keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR Riau maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Selama bulan November 2017 telah dikeluarkan kebutuhan biaya operasional MTSR Riau yang digunakan untuk membeli BBM premium, membayar biaya transportasi pasien saat MTSR sedang menjemput pasien lain, menjemput pasien di luar kota Pekanbaru dan membayar biaya servis rutin MTSR. Insyaa Allah, hingga ke depannya MTSR Riau akan semakin dirasakan manfaatnya oleh pasien dhuafa khususnya di wilayah Pekanbaru serta kota lainnya di Provinsi Riau, aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1077.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.496.800,-
Tanggal : 23 Desember 2017
Kurir : @nhpita @sulistyaone dan seluruh kurir Riau

Biaya operasional November 2017


RSSR RIAU (Operasional RSSR November 2017). Alamat : Jalan Kutilang Sakti, Perum Griya Kutilang Asri, Blok A 4, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Sejak Februari 2016 lalu, Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Riau menjadi tempat bernaung pasien rujukan dari luar kota Pekanbaru yang membutuhkan tempat tinggal selama mereka berobat jalan di Pekanbaru. Mereka adalah pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan Riau yang berdomisili di berbagai kabupaten yang ada di penjuru Riau, antara lain : Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Kuansing dan Dumai. Alhamdulillah RSSR Riau dapat memudahkan pendampingan pasien dhuafa yang sedang ikhtiar berobat di rumah sakit rujukan utama di Riau yakni RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Selama bulan November 2017 telah dikeluarkan kebutuhan operasional RSSR yang digunakan untuk biaya operasional sehari-hari diantaranya untuk pembayaran listrik, biaya kebersihan, biaya keamanan dan biaya operasional lainnya. Semoga para pasien yang sedang berjuang untuk kesembuhan diberi kelancaran dalam pengobatannya, aamiin. Bantuan untuk operasional RSSR Riau sebelumnya masuk dalam Rombongan 1077.

Jumlah Bantuan : Rp. 536.000,-
Tanggal : 23 Desember 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah dan seluruh kurir Riau

Biaya operasional November 2017


RSSR RIAU (Sembako Pasien RSSR November 2017). Rumah singgah pasien Sedekah Rombongan Riau beralamat Jalan Kutilang Sakti, Perum Griya Kutilang Asri, Blok A 4, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Lokasi rumah para pasien dhuafa dampingan yang jauh dari rumah singgah dan proses pengobatan pasien yang harus rutin bolak-balik ke rumah sakit sangat terbantu dengan adanya Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Riau di Pekanbaru. Di RSSR para pasien dapat tinggal sementara selama mereka masih dalam ikhtiar pengobatannya. Alhamdulillah dengan bantuan dari sedekaholics, kebutuhan sembako dan makan pasien selama tinggal di RSSR dapat terpenuhi dengan baik. Semoga titipan amanah para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan berkah berlimpah tercurah selalu kepada seluruh sedekaholics. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1077.

Jumlah Santunan : Rp. 3.150.400,-
Tanggal : 23 Desember 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah dan seluruh kurir SR Riau

Biaya sembako pasien RSSR November 2017


KHAIRUL ASBIH (1, Gagal Hati). Alamat: Dusun IV Suka Maju, RT 2/2, Kelurahan Kapau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Saat baru lahir bayi Asbih sudah terlihat menguning, akan tetapi keluarga menduga hal itu masih normal dan bukan merupakan gejala penyakit. Namun pada umur 3 hari, kulit bayi Asbih semakin menguning dan lama kelamaan perutnya juga ikut membesar. Kemudian keluarga membawa Asbih ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil diagnosa dokter menunjukkan Asbih mengidap penyakit gagal hati dan satu-satunya harapan agar ia dapat bertahan hidup adalah tindakan transplantasi hati. Selama melakukan pengobatan, Asbih terkendala dengan biaya pengobatan selama dirawat inap karena ia terdaftar sebagai pasien umum yang tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Asbih adalah anak dari pasangan Winarto (29) yang bekerja sebagai petani dan Eka Agustina (25) yang merupakan seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Asbih dan bantuan awal telah disampaikan untuk membayar cicilan pertama tagihan biaya di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru pada tanggal 21 April 2017. Namun ternyata takdir Allah berkata lain, pada tanggal 23 April 2017 Asbih berpulang ke Rahmatullah saat masih dirawat di RSUD. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini. Aamiin. Hingga kini, Sedekah Rombongan masih membantu pembayaran cicilan biaya perawatan almarhum Asbih di RSUD AA hingga lunas nanti. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1082.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 20 Desember 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti Lita

Asbih mengidap penyakit gagal hati


ARIFIN AHMAD (1, Usus di Luar Perut). Alamat : Kampung Damai HTI, Desa Suka Ramai, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Bayi Arifin lahir pada tanggal 20 Februari 2017 di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan kondisi usus yang berada di luar perut. Arifin adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara dari pasangan Rusdian Saputra (34) yang bekerja sebagai buruh pemanen sawit dengan penghasilan yang tidak menentu dan Suprapti (33) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Dengan kondisinya yang memprihatinkan, Arifin harus menjalani beberapa kali operasi ke depannya agar kondisi ususnya bisa normal kembali. Saat ini ia masih dirawat di ruang Neonatus RSUD Arifin Achmad Pekanbaru setelah menjalani operasi keduanya. Operasi pertama telah dilakukan tidak lama setelah ia lahir dengan status pasien umum karena saat itu keluarga belum memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga keluarga menunggak biaya RS untuk biaya kelahiran dan biaya operasi Arifin. Alhamdulillah saat ini keluarga telah memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI sehingga biaya pengobatan Arifin telah ditanggung pemerintah. Namun keluarga tetap terkendala dengan biaya akomodasi sehari-hari selama mereka menunggu Arifin yang masih dirawat di RSUD. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Arifin dan dapat menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarga di RS serta membayarkan cicilan biaya RS selama Arifin dirawat dengan status pasien umum. Semoga bantuan Sedekah Rombongan yang diberikan dapat meringankan keluarga dan Arifin segera diberikan kesembuhan sempurna dari penyakitnya. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1082.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Desember 2017
Kurir : @nhpita Otri @hermanwaesyah

Arifin Achmad terlahir kondisi usus yang berada di luar perut


IMAM KAYADI (11, Patah Tangan Kiri). Alamat : Desa Jumrah, RT 10/5, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Suatu sore saat Imam bermain bersama kawan-kawannya, ia terpeleset ketika sedang memanjat pohon manggis sehingga tangannya tidak bisa digerakkan sama sekali. Saat itu juga orang tuanya membawa ke puskesmas terdekat namun pihak puskesmas tidak sanggup menangani kondisi Imam sehingga ia dirujuk ke RSUD Bagansiapi-api. Namun dokter di RSUD Bagansiapi-api sedang berhalangan hadir sehingga ia dirujuk lanjutan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Imamlangsung dibawa ke bagian Radiologi untuk rontgen dan dokter mendiagnosanya mengalami patah tulang di tangan kiri dan tangan kanan mengalami retak. Saat kurir Sedekah Rombongan menjumpai Imam dan keluarganya di RS, kondisi Imam masih belum bisa bergerak aktif karena ia baru saja selesai dioperasi. Selama dirawat di RSUD, Imam terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Ayah Imam, Aswan (36), bekerja sebagai buruh tani sawit di perkebunan orang, sedangkan ibunya, Mella (28) adalah seorang ibu rumah tangga. Untuk biaya makan sehari-hari di RSUD keluarga mendapatkan bantuan dari keluarga mereka. Keluarga mengalami kesulitan untuk membayar biaya RS Imam selama ia dirawat karena penghasilan ayah Imam hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga ini sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga ini dan menyampaikan bantuan untuk pembayaran RS Imam di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga kondisi Imam semakin membaik dan ia dapat beraktivitas seperti sediakala. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1082

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Desember 2017
Kurir : @nhpita @rusdiyantik @hermanwaesyah

Imam mengalami patah tulang di tangan kiri dan tangan kanan mengalami retak


ALIFA NASIHA (1, Kelahiran Prematur Spontan). Alamat : Jalan Damai, RT 3/8, Kelurahan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Alifa lahir dengan kondisi prematur; semua organ tubuhnya masih belum berkembang dengan sempurna terutama jantung dan paru-paru. Pada saat ini bayi Alifa masih mengalami kesulitan untuk bernapas dan berat badannya belum cukup memadai untuk keluar dari ruang inkubator. Bayi Alifa lahir dari pasangan Bambang (31) dan Suryana (25). Pada masa kehamilan usia 3 bulan, Ibu Suryana mengalami pendarahan dan ia langsung dibawa berobat ke klinik terdekat hingga perdarahan terhenti. Tiga bulan kemudian terjadi pendarahan lagi yang berlangsung selama 3 hari sehingga keluarga langsung membawanya ke RSIA Eria Bunda dan pihak rumah sakit menyarankan untuk langsung dirawat inap. Dalam hitungan jam Ibu Suryana mengeluarkan darah dan lendir sehingga dokter pun berencana merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan pertimbangan peralatan di RSUD lebih lengkap. Saat proses rujukan sedang diurus dan belum berangkat ke RSUD, ternyata kepala bayi sudah keluar sehingga Ibu Suryana tidak susah payah untuk melahirkan. Bayi lahir dengan proses kelahiran normal hanya dalam waktu 10 menit. Akhirnya Alifa lahir dalam kondisi prematur dengan usia kandungan hanya 6,5 bulan dengan berat badan 1,35 kg. Bayi Alifa langsung dibawa masuk ke ruang inkubator dan dipasang selang untuk membantunya bernapas karena jantung dan paru-parunya belum berfungsi dengan sempurna. Dokter yang merawatnya menyarankan pihak keluarga untuk membeli susu formula agar berat badan Alifa bisa lebih cepat bertambah, namun keluarga mengalami kesulitan karena penghasilan ayah Alifa yang bekerja sebagai buruh bangunan sangat kecil hanya dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga ini. Keluarga Alifa merupakan pendatang baru di Pekanbaru sejak bulan April 2016. Rumah yang mereka tinggali saat ini pun adalah gudang proyek bangunan yang dimiliki oleh pemilik proyek tempat ayah Alifa bekerja. Di gudang tersebut ayah Alifa sekaligus ditugaskan untuk menjaga barang-barang yang ada di gudang tersebut. Selama Alifa dirawat di RSIA Eria Bunda, ia terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Dokumen yang diperlukan untuk membuat Jamkesda masih dalam pengurusan karena keluarganya yang baru saja berdomisili di Pekanbaru. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Alifa dipertemukan dan menjadikannya pasien dampingan SR Riau. Santunan awal pun disampaikan untuk membantu pembelian susu formula agar berat badan Alifa bisa cepat bertambah. Kondisi Alifa saat ini sudah sehat, namun keluarga tetap terkendala dengan tunggakan biaya RS selama Alifa masih dalam perawatan intensif di RSIA Eria Bunda. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat melunasi pembayaran biaya RS Alifa pada bulan Desember ini. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1082.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 21 Desember 2017
Kurir : @nhpita Irni Icang Eko

Alifa terlahir prematur spontan


SUSRIANI BINTI JUMARIK (36, Kanker Payudara). Alamat : RT 2/8, Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Pada enam bulan yang lalu, Bu Susriani merasakan sakit di bagian payudaranya, kemudian segera dibawa berobat ke rumah sakit Duri dan didiagnosa oleh dokter mengidap penyakit kanker payudara. Namun karena tidak memiliki biaya untuk berobat, Bu Susriani hanya melakukan pengobatan secara alternatif. Namun sayangnya keadaan Bu Susriani tidak kunjung membaik, namun malah bertambah parah. Pada tanggal 13 Mei 2017 kondisi Bu Susriani memburuk, sehingga oleh tetangganya ia dibawa ke RSUD Duri dan dokter menyarankan agar ia segera dibawa ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Bu Susriani adalah istri dari Pak Muhammad Ridwan (39) yang bekerja sebagai buruh tani serabutan dengan penghasilan yang masih minim. Meskipun pengobatannya sudah ditanggung oleh BPJS, ia masih terkendala dengan biaya akomodasi dan transportasi selama berobat di rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Susriani dan santunan disampaikan kepada keluarga untuk membantu biaya akomodasi di rumah sakit. Semoga kondisi kesehatan Bu Susriani semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1019.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 November 2017
Kurir : @nhpita Supriadi @karin_lathief @rizkyqurniazary @hermanwaesyah

Bu Supriyani mengidap penyakit kanker payudara


NURUL ISTIQOMAH (20, TBC Kelenjar). Alamat : Dusun Karang Sari, RT 2/4, Desa Sari Makmur, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Setahun yang lalu, Nurul mengalami demam tinggi hingga muncul empat benjolan di lehernya. Salah satu benjolan tersebut akhirnya pecah dan keluarga membawanya berobat ke puskesmas terdekat. Diagnosa dokter puskesmas menyatakan bahwa kelenjar getah bening Nurul mengalami peradangan dan harus segera dirujuk ke RS Efarina Kerinci. Sesampainya di RS Efarina dokter langsung menyarankan Nurul untuk dirawat inap agar ia dapat diperiksa secara lebih intensif. Selama dirawat 4 hari, dokter mengambil sampel dari benjolan yang pecah yang akhirnya diketahui bahwa Nurul menderita TBC Kelenjar. Dokter menyarankan agar ia kontrol rutin dan berobat jalan selama 9 kali, setelahnya ia akan dicek ulang. Hingga kini ia sudah menjalani kontrol rutin selama 5 kali namun tetap saja ia sering mengalami demam tinggi karena adanya benjolan baru di lehernya akibat terlalu mengonsumsi obat. Suami Nurul, Ryan (27), bekerja serabutan di kampung dengan penghasilan tidak menentu karena pekerjaannya hanya berdasarkan panggilan orang yang membutuhkan bantuannya saja. Selama pengobatannya, Nurul ditanggung oleh JKN-KIS Mandiri kelas 3 namun ia tetap mengalami kendala dalam biaya transportasi dan akomodasi selama berobat jalan. Alhamdulillah Nurul dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan santunan disampaikan untuk membantu keperluan pengobatannya selama ia berobat di Pekanbaru. Semoga Nurul tetap semangat dan segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1040.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 November 2017
Kurir : @nhpita Siswanto Tati @ranitw1

Nurul menderita TBC Kelenjar


YETTI BINTI ZAINAL (49, Tunanetra). Alamat : Jalan Haji Munandar Gg. Palembang No 21, Kelurahan Bukit Raya, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Bu Yetti merasakan gangguan pada matanya sejak berusia 7 tahun namun ia biarkan saja. Namun semakin lama gangguan matanya tersebut semakin mengganggu sehingga ia akhirnya memeriksakan diri ke dokter. Dokter menyatakan bahwa fungsi mata Bu Yetti yang menerima cahaya sudah mengalami gangguan tetapi belum sampai buta. Akhirnya saat ia berusia 20 tahun, matanya mulai mengalami kebutaan hingga kini. Sejak suaminya telah tiada, ia tinggal bersama kedua putrinya. Bu Yetti berasal dari daerah Bukit Tinggi Sumatera Barat dan ia pindah ke Pekanbaru Riau sejak 8 tahun yang lalu setelah menikah dengan suaminya. Bila ia mengalami gangguan kesehatan, ia terkendala berobat karena tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Hal ini disebabkan karena ketidaklengkapan dokumen yang diperlukan dan dana yang tidak ada. Untuk biaya hidup sehari-hari , keluarga ini biasanya dibantu oleh tetangga sekitar. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Yetti, dan bantuan dari sedekaholics disampaikan untuk biaya pengurusan BPJS dan bantuan hidup sehari-hari. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 November 2017
Kurir : @nhpita Fitri @rizkyqurniazary

Bu Yeti menderita gangguan mata


SAIFUL ARIFIN (7, Dhuafa). Alamat : Dusun Wonomulyo, RT 5/6, Desa Bukit Lembah Subur, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Arif adalah pelajar yang duduk di bangku SD. Arif hidup bersama ibu, nenek dan kakeknya. Arif sudah lama ditinggal oleh ayahnya yang sudah meninggal dunia. Ibu Arif, Kusmiyati (24), adalah seorang ibu rumah tangga dan kakek serta nenek Arif bekerja serabutan. Kadang mereka mengumpulkan brondol kelapa sawit yang hasilnya hanya untuk makan sehari-hari saja. Arif berangkat dan pulang sekolah dengan berjalan kaki dan ia harus menempuh jarak 2 kilometer setiap harinya, sehingga ia ingin memiliki sepeda untuk memudahkannya menuntut ilmu di sekolah. Namun penghasilan kakek neneknya yang tidak menentu dan masih minim tidak memungkinkan mereka untuk membelikan Arif sebuah sepeda. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat berjumpa Arif dan titipan sedekaholics disampaikan untuk membantu pembelian sepeda. Semoga bantuan tersebut bisa memberikan semangat belajar yang lebih baik lagi untuk Arif hingga ia kelak dapat mencapai cita-citanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 November 2017
Kurir : @nhpita Dwi Kristanto @ranitw1

Bantuan tunai


TUWIDI BIN AMINA (44, Fraktur Cruris). Alamat : Dusun Bumi Raya Godang RT 3/2 Desa Marsawa, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Pada bulan Mei 2016 yang lalu, Pak Tuwidi sedang bekerja memotong rumput di kebun sawit,. Tiba-tiba mesin pisaunya terbentur ke kayu dan berbalik arah hingga mengenai kaki kanannya. Warga sekitar segera membawa Pak Tuwidi ke puskesmas terdekat dan dokter mendiagnosa ia mengalami patah tulang. Dokter puskesmas merujuknya berobat lanjutan ke RS Islam Ibnu Sina agar ia mendapatkan penanganan lebih intensif. Alhamdulillah Pak Tuwidi sudah memiliki JKN KIS-PBI sehingga seluruh biaya pengobatannya ditanggung. Namun beliau masih terkendala dengan biaya akomodasi dan transportasi. Penghasilannya sebagai buruh serabutan hanya mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya saja dan tidak cukup untuk membiayai ongkos transportasi saat ia berobat. Terlebih lagi, ia juga harus membantu biaya hidup adiknya yang lumpuh. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Tuwidi dan titipan sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi Pak Tuwidi selama ia berobat ke Pekanbaru. Semoga Pak Tuwidi segera pulih kondisinya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 November 2017
Kurir : @nhpita pifin @sulistyaone

Pak Tuwidi mengalami patah tulang


MISNADI BIN AMINA (39, Lumpuh). Alamat : Bumi Raya, Dusun Bumi Raya, RW 2, Kelurahan Marsawa, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Pada tahun 2000, Pak Misnadi diterima bekerja di pabrik tahu di bagian produksi. Keseharian dalam pekerjaannya ia sering mengangkat beban berat, hingga suatu hari ia tiba-tiba merasakan sakit pada pinggangnya. Pada awalnya Pak Misnadi mengira bahwa sakit yang dirasakannya itu hanya sakit karena kelelahan biasa sehingga ia hanya beristirahat saja di rumah dan tidak melakukan aktivitas yang berat. Namun keesokan harinya tiba-tiba ia merasakan kakinya lumpuh mulai dari paha hingga ke kakinya. Ia langsung memeriksakan diri ke puskesmas dan dokter merujuknya untuk berobat lanjutan ke RSUD Taluk Kuantan dan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Namun karena terkendala biaya pengobatan, Pak Misnadi tidak pernah lagi melakukan pengobatan medis hingga akhirnya ia hanya dapat duduk dan berbaring di tempat tidur saja dalam kesehariannya di kursi roda yang sudah kurang layak pakai. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Pak Misnadi yang tinggal bersama saudara dan ibunya yang sudah sepuh, hanya mengandalkan dari penghasilan saudaranya dan bantuan dari tetangga. Pak Misnadi adalah anak dari Bapak Amina yang telah meninggal dunia dan Bu Sutini (75) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Pak Misnadi memiliki kartu jaminan kesehatan JKN KIS PBI yang membantu biaya pengobatannya, akan tetapi ia tetap terkendala untuk membeli kursi roda baru untuk menggantikan kursi rodanya yang sudah tak layak pakai agar memudahkan aktivitasnya. Selain itu, dokter juga menyarankan agar ia mengonsumsi susu untuk membantu kondisi tulangnya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Misnadi, dan amanah sedekaholics disampaikan untuk membantu pembelian kursi roda serta susu. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga dan ia segera pulih dari kondisinya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.300.000,-
Tanggal : 7 November 2017
Kurir : @nhpita Pifin @rizkyqurniazary

Pak Misnadi mengalami lumpuh


EES SULASTRI (40, Gangguan Jantung). Alamat : Jl. Arjuna, Desa Sidomukti, RT 2/4, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Awalnya saat 6 bulan yang lalu, Bu Ees merasakan perih pada perut dan sekitar ulu hatinya hingga menyebabkan ia mengalami sesak nafas dan kebas kesemutan di wajahnya. Tidak lama setelah itu, badannya pun bengkak merata dan muncul beberapa lebam di sekujur badannya. Keluarga membawanya ke puskesmas dan setelah diperiksa dokter merujuknya ke RSUD Selasih. Dokter di RSUD kemudian mendiagnosa Bu Ees menderita gangguan jantung. Karena keterbatasan biaya, ia tidak melakukan kontrol berobat rutin di RS dan hanya mengonsumsi obat-obatan dari puskesmas sehingga masih sering mengalami sesak napas, kebas dan muncul lebam pada badannya. Bu Ees adalah seorang ibu rumah tangga, suaminya Apin (57) bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu dan masih minim. Bu Ees sudah terdaftar sebagai peserta Jamkesda, namun ia masih terkendala biaya akomodasi dan transportasi untuk kontrol berobat rutin. Alhamdulillah pasien dipertemukan dengan Sedekah Rombongan yang dengan cepat tanpa berbelit belit memberikan bantuan biaya akomodasi dan biaya transportasi. Kita do’akan semoga ia dapat segera membaik kondisinya agar bisa beraktivitas dengan baik. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 November 2017
Kurir : @nhpita Siswanto Dody @rilloyudha

Bu Ees menderita gangguan jantung


JUWET BINTI KARYADI (66, Gangguan Lambung Kronis). Alamat : Dusun Karang Sari, RT 1/4, Desa Sari Makmur, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sejak bulan November 2015, Mbah Juwet sering mengeluh sakit dan perih pada perutnya. Namun karena keterbatasan biaya ia hanya mengandalkan obat bebas yang dijual di warung saja untuk mengatasi rasa sakit yang dideritanya. Namun semakin hari intensitas nyeri pada perutnya semakin meningkat dan sering terjadi, bahkan kadang disertai nyeri pada ulu hatinya. Mbah Juwet akhirnya berobat ke puskesmas dengan menggunakan fasilitas kesehatan Jamkesda hingga akhirnya kondisinya mulai berangsur membaik. Namun pada hari Rabu tanggal 1 November 2017, ia kembali merasakan sakit luar biasa pada perut dan ulu hatinya hingga menyebabkan rasa mual. Oleh keluarga, ia kembali dibawa ke Puskesmas Ukui dan dari hasil pemeriksaan dokter diketahui bahwa ia menderita gangguan lambung kronis sehingga ia harus dirawat inap untuk mendapatkan perawatan intensif. Saat ini Mbah Juwet diharuskan memperbanyak istirahat karena kondisinya yang masih sangat lemah dan masih harus selalu kontrol. Mbah Juwet adalah seorang janda sejak suaminya meninggal beberapa tahun yang lalu. Sehari-harinya ia bekerja sebagai tukang pijat bayi dengan penghasilan tidak menentu karena pekerjaannya hanya bergantung pada panggilan warga sekitar yang membutuhkan jasanya. Meskipun ia sudah terdaftar sebagai peserta Jamkesda, namun ia masih terkendala dengan biaya akomodasi saat berobat. Alhamdulillah Mbah Juwet dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi saat ia berobat. Kita do’akan kondisi Mbah Juwet segera membaik. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 November 2017
Kurir : @nhpita @siswanto Tati Siti @rilloyudha

Bu Juwet menderita gangguan lambung kronis


NURMAUN BINTI KALIAMAN (34, Preeklamsia). Alamat : Dusun Agung Mulyo, RT 2/2, Desa Sari Makmur, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Tepat pada hari Jumat tanggal 10 November 2017, Ibu Nur melahirkan anak ke-3 dengan bantuan dukun bayi tanpa tenaga medis karena keluarga tidak memiliki biaya untuk persalinan. Paska melahirkan Ibu Nur mengalami eklamsia atau kejang-kejang yang disertai kontraksi otot-otot wajah yang mengakibatkan kaku pada seluruh tubuhnya. Kemudian keluarga memanggil bidan desa dan dilakukan pemeriksaan, hasilnya tekanan darah Ibu Nur tidak normal. Akhirnya Ibu Nur dibawa ke Puskesmas Ukui karena ia tidak sadarkan diri. Namun tidak ada perubahan apapun setelah dirawat di puskesmas, hingga akhirnya ia dirujuk ke RS Medicare Sorek. Namun sayangnya di sana alat-alatnya pun kurang memadai sehingga dokter kembali merujuknya ke RSUD Selasih. Selain kondisi Ibu Nur yang masih belum stabil, kondisi bayi pun sempat menurun dan sempat dirawat inap di puskesmas karena mengalami sesak napas. Ibu Nur tinggal bersama suaminya yaitu Pak Akbar Harahap (36) yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang hanya mampu membiayai kebutuhan keluarga sehari-hari. Selama pengobatan, alhamdulillah Ibu Nur ditanggung oleh JKN KIS-PBI tetapi keluarga tetap membutuhkan biaya untuk kebutuhan akomodasi selama Ibu Nur dirawat inap di RS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Nur dan amanah sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya akomodasi sehari-hari selama di RS serta kebutuhan bayi. Semoga Ibu Nur segera pulih dari kondisinya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 9 November 2017
Kurir : @nhpita Siswanto Tati Septi Andriyanti @ranitw1

Ibu Nur mengalami eklamsia


YATINI BINTI ALKARTO (66, Sakit Gula). Alamat : RT 03/04, Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Ibu Yatini sudah menderita sakit gula selama 5 tahun belakangan ini. Beliau adalah seorang janda yang tinggal bersama anak menantunya. Karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan untuk bekerja, ia sama sekali tidak memiliki penghasilan. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, beliau hanya mengandalkan bantuan dari warga sekitar. Saat ini beliau hanya banyak berbaring di tempat tidur saja, karena badannya sudah tidak bisa terlalu lelah. Beliau tidak pernah memeriksakan dirinya ke dokter karena terkendala biaya transportasi berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Yatini, dan bantuan disampaikan untuk membantu biaya transportasi ke RS. Mudah-mudahan kondisi Ibu Yatini segera membaik dan sehat seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 November 2017
Kurir : @nhpita M. Ridwan @rini_syafrin

Ibu Yatini sudah menderita sakit gula selama 5 tahun


DARMA AULIA KASIH (1, Jantung Bocor). Alamat : Dusun Mekarsari, RT 20/5, Desa Bukit Lembah Subur, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Di usianya yang sudah 2 bulan, berat badan bayi Darma tidak kunjung bertambah. Akhirnya pihak keluarga membawanya ke Dokter Spesialis Anak di RS Ibnu Sina Air Molek untuk mengetahui penyebabnya. Diagnosa sementara dari dokter menyatakan bahwa ada kelainan di jantung Darma dan keluarga disarankan untuk membawanya ke Eka Hospital di Pekanbaru. Selang tiga hari kemudian, keluarga membawa bayi Darma ke Klinik Bersama di daerah Kerinci dan diagnosa yang ada juga menyatakan bahwa bayi Darma mengalami jantung bocor. Lima hari kemudian bayi Darma dibawa Eka Hospital dan ia diberi obat untuk jangka waktu 3 bulan. Dokter menganjukan agar bayi Darma menjalani operasi tetapi keluarga harus menunggu berat berat badan bayi Darma minimal 8 kilogram. Alhamdulillah keluarga sudah memiliki jaminan kesehatan KIS-PBI sehingga biaya pengobatan sudah teratasi. Namun penghasilan sang ayah yang bekerja sebagai buruh panen sawit tidak mencukupi untuk memenuhi biaya transportasi selama bayi Darma harus diperiksa di RS. Alhamdulillah Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dan keluarga bayi Darma sehingga saat jadwal kontrol bayi Darma berikutnya akan didampingi oleh Sedekah Rombongan. Namun takdir Allah berkata lain, sebelum bayi Darma menjalani pengobatan lanjutannya Allah telah memanggilnya untuk selama-lamanya. Sedekah Rombongan menyampaikan santunan duka sebagai tanda belasungkawa. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 November 2017
Kurir : @nhpita Siswanto Yayuk Wawan Dwi @sulistyaone

Darma menderita jantung bocor


SUMANTRI BIN SAHRO (12, Epilepsi). Alamat : Bukit Lembah Subur, RT 14/03, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sumantri tumbuh layaknya anak laki-laki normal seperti teman sebayanya. Meskipun demikian, penyakit epilepsi yang dideritanya sejak usia 4 tahun terkadang membuatnya tidak bisa terlalu banyak beraktivitas. Jika kelelahan ia bisa mengalami kejang-kejang hingga keluar busa dari mulutnya. Sumantri pernah dirawat di RSUD Evarina selama 2 hari dan dokter mendiagnosanya dengan penyakit radang otak karena epilepsinya yang sudah kronis. Ia masih harus berobat rutin agar penyakitnya bisa terpantau dengan baik namun karena terkendala biaya, pengobatannya tidak dilanjutkan. Hingga suatu saat, ia kembali mengalami kejang-kejang dan dokter menganjurkan agar ia dibawa ke RS Santa Maria dan menjalani CT Scan. Dokter menyarankan agar Adi rutin kontrol berobat selama 1 bulan sekali selama 3 bulan untuk melihat perkembangan pernyakitnya. Namun akhirnya keluarga terpaksa tidak melanjutkan pengobatan karena terkendala faktor biaya. Meskipun pengobatan Sumantri sudah ditanggung KIS, namun keluarga tidak memiliki dana untuk transportasi dan akomodasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Sumantri dan bantuan dari sedekaholics pun disampaikan kepada keluarga. Semoga Sumantri segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1062.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 November 2017
Kurir : @nhpita Dwi Zakiah @rini_syafrin

Sumantri menderita epilepsi


NANIH BINTI UNUS (56, Pengapuran). Alamat : Jalan Arjuna, Desa Sidomulyo, RT 2/2, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pada bulan Mei 2015 Ibu Nanih tidak sengaja memijak sesuatu yang keras saat mencari brondolan sawit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Akibat peristiwa itu, kaki Ibu Nanih lebam dan bengkak. Lama kelamaan kondisi kakinya semakin memburuk, ia merasakan nyeri senut-senut seperti ditusuk jarum hingga ia sulit untuk berjalan. Akhirnya ia memeriksakan kondisinya ke Klinik Vidya Sorek dan dokter menyatakan ia hanya kecapekan dan diberikan obat penghilang rasa sakit. Namun rasa sakit yang dideritanya tidak kunjung membaik dan ia sudah tidak kuat lagi untuk berdiri lama sehingga ia kembali berobat ke klinik yang sama. Dokter mendiagnosa Ibu Nanih menderita pengapuran karena faktor usia dan ia disarankan untuk kontrol rutin. Namun ia tidak menuruti saran dokter karena ketiadaan biaya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Nanih dan bantuan digunakan untuk biaya kontrol berobat. Mudah-mudahan Ibu Nanih segera sembuh dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 November 2017
Kurir : @nhpita Siswanto Dody @rini_syafrin

Ibu Nanih menderita pengapuran


SULISTIA BINTI IZHAR (26, Infeksi Usus + Gangguan Jantung). Alamat : Dusun Agung Mulyo, RT 2/2, Desa Sari Makmur, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Tanggal 9 September 2017 paska operasi caesar, Bu Sulistia mengeluh susah buang air kecil (BAK) yang di sertai dengan sesak nafas selama 2 hari. Lalu ia berobat ke salah satu dokter umum di Ukui namun tidak kunjung membaik sehingga ia berobat kembali ke puskesmas dan dirujuk ke RS Medicare Hospital Sorek. Di sana dokter melakukan tindakan nebulizer untuk mengatasi sesak nafas dan penyedotan cairan dalam perut. Setelah 4 hari dirawat, ia diperbolehkan pulang setelah kondisinya dinyatakan membaik. Namun setibanya di rumah, Bu Sulistia mengalami kejang, muntah dengan bercak darah dan sempat tidak sadarkan diri. Keluarga segera membawanya ke puskesmas dan dokter merujuknya ke RS Medicare Hospital Sorek. Dari hasil pemeriksaan dokter, ia dinyatakan mengalami pembengkakan jantung disertai dengan gangguan asam lambung. Satu minggu setelahnya, kondisi Bu Sulistia kembali memburuk dan setelah diperiksa ke dokter ia menderita infeksi usus dengan kondisi perutnya yang semakin besar. Dokter merujuknya ke RSUD Selasih Pangkalan Kerinci untuk menjalani pemeriksaan rontgen, USG, dan EKG. Saat ini kondisi Bu Sulistia mulai membaik tapi tetap harus menjalani kontrol rutin karena kondisi perutnya masih membesar karena adanya penimbunan cairan. Bu Sulistia adalah istri dari Pak Nur Ismanto (29) yang bekerja sebahai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Bu Sulistia sudah memiliki jaminan kesehatan BPJS kelas 3 yang dapat membantu biaya pengobatannya, akan tetapi ia masih terkendala dengan biaya akomodasi dan tramsportasi selama pengobatan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Sulistia dan bantuan yang disampaikan semoga dapat meringankan beban keluarga. Semoga Bu Sulistia segera sembuh dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 November 2017
Kurir : @nhpita Siti Barokah @rizkyqurniazary

Bu Sulistya mengalami pembengkakan jantung disertai dengan gangguan asam lambung


BAYI NY. RINA SUSANTI BINTI SULAIMAN (1, Dhuafa). Alamat : Jl. Lumba-lumba No. 5 RT 1/10, Tangkerang Selatan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Bayi Ny. Rina lahir pada tanggal 30 Oktober 2017 dengan persalinan normal di rumah melalui bantuan dukun bayi. Sesaat setelah Rina melahirkan terjadi pendarahan dan keluarga segera membawanya ke puskesmas terdekat. Alhamdulillah setelah ditangani perawat, kondisinya berangsur membaik. Rina Susanti adalah seorang ibu rumah tangga dengan 6 orang anak, penghasilan suaminya hanya dari berjualan burung hias yang seringkali tidak cukup untuk makan dan membiayai sekolah anak mereka. Rina dan suami masih menumpang di rumah orang tuanya semenjak mereka menikah. Kondisi ekonomi orang tuanya pun hingga kini masih dalam kekurangan. Tidak jarang suami Rina pun terpaksa harus menjual perabotan rumah dan berhutang dengan tetangga demi bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Di kelahiran anak mereka yang ke enam ini pun mereka masih kesulitan untuk bisa membeli perlengkapan bayi. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Rina Susanti dan amanah sedekaholics disampaikan kepada keluarga Rina untuk membeli perlengkapan bayi. Semoga bantuan yang diberikan bermanfaat untuk keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @nhpita Rini Dede Risti @sulistyaone

Bantuan tunai


JUAN REVI MAHARDIKA (4, Radang Sendi). Alamat : RT 2/4, Desa Karangsalam, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Awal Juni 2017 orang tua Dik Juan medapati sendi tangan dan kaki anaknya tiba-tiba membengkak. Kemudian Dik Juan dipijat dengan harapan pembengkakan pada sendinya berkurang namun kondisinya tidak membaik. Lalu ia dibawa berobat ke Rumah Sakit (RS) Medika Lestari, Buntu dan diberikan beberapa obat tetapi kondisi sendinya semakin membengkak. Orang tua Dik Juan lalu merujuknya ke dokter spesialis anak, dr. Hartono dan dianjurkan untuk kontrol selama 10 hari. Namun setelah kontrol 10 hari kondisi Dik Juan tidak menunjukkan perkembangan ke arah membaik. Karena kondisinya yang seringkali kambuh akhirnya orang tua Dik Juan membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas dan harus di opname selama 6 hari. Dokter mendiagnosa Dik Juan menderita radang sendi. Karena kondisinya tersebut saat ini Dik Juan kesulitan untuk berjalan, telapak kakinya membiru, nyeri kesemutan dan lemas. Ayahnya, Imam Santoso (29) bekerja sebagai buruh harian lepas. Sementara ibunya, Marhamah (25) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan yang kecil membuat ayah Dik Juan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membiayai keperluan akomodasi untuk kontrol Dik Juan. Selama berobat Dik Juan dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Juan dan keluarga. Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi kontrol ke RSUD Banyumas dan biaya kehidupan sehari-hari. Semoga dapat bermanfaat serta Dik Juan dapat kembali sehat dan tumbuh dengan ceria.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 November 2017
Kurir : @arfanesia Lasminah @firdhanelis

Dik Juan menderita radang sendi


SULIYAH BINTI SAHRONI SAIMAN (52, Tumor Lidah). Alamat : RT 1/2, Desa Gumelar, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada bulan Februari 2017 lidah Ibu Suliyah terasa perih seperti sariawan. Beliau lalu berobat ke Puskesmas Karang Kobar. Namun setelah berobat ke puskesmas kondisi beliau semakin parah dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara. Dokter di rumah sakit tersebut mendiagnosa Ibu Suliyah menderita infeksi Sariawan. Kemudian pihak RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara merujuk beliau ke RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Puwokerto dan menjalani rawat jalan. Ibu Suliyah disarankan untuk menjalani kontrol rutin setiap 1 pekan sekali namun sudah 3 bulan tidak pernah kontrol lagi karena keterbatasan biaya. Kondisi beliau saat ini sangat lemah, lidah bengkak, hanya bisa berbaring sambil merintih kesakitan, serta kesulitan untuk makan sehingga hanya minum air putih dan susu. Suaminya, Sumarso Mislam (65) bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan yang kecil membuatnya kesulitan untuk memenuhi biaya transportasi sang istri selama berobat. Selain itu beliau juga kesulitan dalam mengurus administrasi rujukan. Selama berobat Ibu Suliyah dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Suliyah dan keluarga. Santunan disampaikan untuk biaya transportasi berobat dan kontrol ke RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Puwokerto. Semoga dapat bermanfaat dan Ibu Suliyah dapat kembali sehat seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 8 November 2017
Kurir : @arfanesia Santo @firdhanelis

Bu Suliyah menderita tumor lidaj


TUNUT BIN MARNO (44, Patah Tulang Paha Kanan Kiri + Lutut Kaki Kanan + Pergelangan Kaki Kanan + Dada). Alamat : RT 4/5, Desa Karangkobar, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Tunut merupakan salah satu korban selamat pada bencana tanah longsor Jemblung, Banjarnegara pada bulan Desember 2014. Saat itu, Bapak Tunut beserta istri dan satu orang anaknya berkunjung ke tempat saudara di Dusun Jemblung. Tak disangka peristiwa tragis itu terjadi. Istri dan anaknya ikut menjadi korban. Bapak Tunut yang ditemukan hidup oleh tim penyelamat, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hj. Anna Lasmanah, Banjarnegara. Dari hasil pemeriksaan dokter, Bapak Tunut mengalami patah tulang di beberapa tempat, diantaranya paha kanan dan kiri, lutut kanan, pergelangan kaki kanan dan bagian dada. Dokter segera melakukan tindakan operasi tulang paha kiri dan Bapak Tunut menjalani rawat inap selama 15 hari. Perawatan dilanjutkan dengan rawat inap di Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara selama 6 bulan. Kemudian, Bapak Tunut dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Siaga Medika, Banyumas. Hingga saat ini Bapak Tunut telah menjalani operasi sebanyak 16 kali di 3 rumah sakit yang berbeda. Kondisi terakhir, Bapak Tunut hanya bisa terbaring di tempat tidur, dan dokter menyarankan untuk segera dilakukan tindakan amputasi pada kaki kiri Bapak Tunut. Bapak Tunut dulunya berprofesi sebagai supir. Namun dengan kondisinya saat ini, Bapak Tunut tidak lagi bisa bekerja. Hidup berdua saja bersama putra sulungnya yang bernama Santosa (22) yang bekerja sebagai buruh serabutan. Kondisi ini membuat Bapak Tunut merasakan kesulitan untuk membiayai pengobatan terutama biaya transportasi dan akomodasi selama di rumah sakit. Biaya pengobatan Bapak Tunut dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Tunut sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi berobat dan biaya hidup sehari-hari. Semoga Bapak Tunut segera diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 November 2017
Kurir : @arfanesia @widadopangesti @misterrmoo

Bapak Tunut mengalami patah tulang


ATMO DARSONO (45, Diabetes Melitus). Alamat : RT 4/2, Desa Karangsalam, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar satu tahun yang lalu, kedua tangan dan kaki kanan Bapak Atmo mengalami pembengkakan. Tak lama kemudian, pembengkakan itu pecah sehingga menimbulkan luka. Akan tetapi, luka tersebut tak kunjung kering bahkan menjadi pembusukan. Bapak Atmo kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Siaga Medika, Banyumas dan menjalani rawat inap selama 7 hari. Bapak Atmo didiagnosis mengalami suatu kondisi dimana tubuh tidak dapat menghasilkan insulin (hormon
pengatur gula darah) atau insulin yang dihasilkan tidak mencukupi atau insulin tidak bekerja dengan baik yang biasa disebut diabetes melitus. Bapak Atmo menjalani perawatan instensif selama 5 bulan, akan tetapi pembusukan luka di kaki kanannya tidak kunjung bisa diatasi sehingga pada bulan Februari, dokter menyatakan kaki kanan Bapak Atmo harus diamputasi. Setelah itu, ternyata pembusukan masih juga terjadi. Akhirnya, pada bulan Mei 2017, Bapak Atmo menjalani amputasi tambahan di atas lutut kanannya. Saat ini, luka di bagian tangan dan luka bekas amputasi kaki sudah mengering akan tetapi Bapak Atmo masih diharuskan menjalani kontrol rutin setiap 15 hari sekali untuk memantau perkembangan kondisinya. Bapak Atmo dahulu berprofesi sebagai sopir angkot di Bandung. Akan tetapi sudah 1,5 tahun terakhir, Bapak Atmo tidak bisa bekerja karena harus berjuang menyembuhkan penyakitnya. Sedangkan istrinya, Ibu Karsiwen (40) menjadi ibu rumah tangga. Apalagi ditambah 3 anak Bapak Atmo yang masih membutuhkan banyak biaya. Kondisi ini membuat keluarga Bapak Atmo merasakan kesulitan untuk membiayai pengobatan utamanya biaya transportasi dan akomodasi kontrol ke rumah sakit. Biaya pengobatan Bapak Atmo dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas II. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Atmo sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani proses kontrol dan biaya hidup sehari-hari. Semoga Bapak Atmo segera diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000, –
Tanggal : 17 November 2017
Kurir : @arfanesia @widadopangesti @misterrmoo

Pak Atmo menderita diabetes melitus


SUKINI BINTI KLETONG (45, Myom + Ca Mamae). Alamat : Dusun Banjarejo RT 6/2, Desa Ngasem, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Kini, demikian beliau biasa disapa adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita penyakit Myom dan Ca Mamae. Sudah 2 tahun ini bu Kini melakukan ikhtiar pengobatan. Untuk penyakit myom, telah dilakukan tindakan operasi di Rsud. Sayidiman Magetan. Sedangkan untuk Ca Mamae telah dilakukan operasi di Rsdm Solo. Pak Bambang (47), suaminya telah melakukan ihktiar maksimal tetapi belum membuahkan hasil. Beliau bekerja di tempat penggilingan padi, dengan hasil yang tidak seberapa harus digunakan untuk biaya hidup, sekolah anak-anaknya dan berobat istrinya serta membayar iuran Bpjs mandiri tiap bulan. Proses pengobatan pun sudah terhenti karena kehabisan biaya. Saat kurir Sedekah rombongan survey ke rumah beliau, kondisi bu Kini sudah sangat memprihatinkan, hanya bisa tergolek di tempat tidur. Pendampingan dari #SR kita tawarkan tetapi karena tidak ada pendamping dari pasien yang sanggup mendampingi maka bantuan lepas pun dipilih sebagai alternatif. Informasi mengenai bu Kini diperoleh dari salah satu pasien dampingan Sedekah rombongan Magetan. Santunan lepas titipan para Sedekaholic pun telah disampaikan dan digunakan untuk pembelian pampers dan obat-obatan untuk bu Sukini. Pak Bambang mengucapkan terimakasih atas santunan yang telah disampaikan, semoga dapat bermanfaat dan meringankan beban pak Bambang dan keluarga. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 24 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @RonyPratama @Kinanti_Awe @Mirza_DP

Bu Sukini menderita penyakit Myom dan Ca Mamae


DARMI BINTI AMAD DIKIN ( 80, hipertensi). Alamat : RT. 3/3 Dusun Sambi, Desa Simo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur. Bu Darmi seorang janda tua hidup sendirian di rumah kecil berlantaikan tanah yang dinding bambunya mulai lapuk dan dimakan rayap. Anak satu satunya laki laki telah menduda tanpa anak yang tinggal satu dusun beda RT dengan Bu Darmi. Semasa masih muda dan sehat bekerja sebagai pembantu rumah tangga di lingkungan tetangga satu desa. Semenjak beberapa tahun yang lalu bu Darmi mengalami sakit tekanan darah tinggi dan nyeri persendian, apabila sakitnya kambuh kepala pusing badan terasa pegal linu. Apabila mempunyai uang ya periksa ke mantri kesehatan. Kebutuhan sehari-hari di cukupi berasal dari bantuan tetangga. Karena keadaan ekonomi anaknya juga sangat terbatas dan tidak mempunyai pekerjaan tetap. Untuk sekedar makan dan kebutuhan lain sangat menprihatinkan. Saat kami survey yang bersangkutan sedang berbaring dan mengeluh sakit pusing dan nyeri pada kakinya. Keadaan Bu Darmi benar benar membutuhkan uluran tangan Sedekah Rombongan untuk berobat dan kebutuhan sehari hari. Informasi mengenai Siti diperoleh dari tetangga sekitar yang perduli dengan kondisi mbah Darmi. Bantuan lepas titipan para Sedekaholic pun telah disampaikan sebesar Rp. 1.000.000 dan digunakan untuk biaya hidup sehari-hari. Mbah Darmi sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yg telah disampaikan dan mendoakan para Sedekaholic dan kurir diberikan kesehatan dan rejeki yang melimpah. Amin

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 24 Desember 2017
Kurir : @Ervinsurvive @RonyPratama @Jeans_Oswolf @Kinanti_Awe @Mirza_DP @Sumiyati

Bu Darmi mengalami sakit tekanan darah tinggi dan nyeri persendian


NUR FATIMAH BINTI SAPARI (22, Difable + Tuna rungu ) Alamat : RT. 1/2 Dusun Bulu Desa Ploso Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi Provinsi JawaTimur. Nur Fatimah terlahir dengan kondisi cacat bawaan lumpuh dan bisu. Kedua orang tuanya juga mengalami cacat bawaan. Bapaknya tuna netra sedang ibuknya cacat mata sebelah. Semenjak bayi kelainan sudah mulai tampak, tidak bisa berjalan dan tidak bisa berbicara. Waktu bayi sampai sekarang Nur tidak pernah sakit. Kesehariannya hanya bisa duduk dan tidur di lantai beralaskan dakron. Setiap hari Nur penginnya selalu melihat TV atau mendengarkan radio, karena kalau tidak dinyalakan selalu menangis. Untuk makan harus disuapi dan kebutuhan lain sangat bergantung pada orang lain, karena kedua tangannya tidak bisa digerakkan. Semasa masih hidup bapaknya bekerja sebagai tukang pijat ibuknya ibu rumah tangga. Sepuluh tahun yang lalu kedua orang tuanya telah meninggal dunia. Semenjak itu Nur diambil dan dirawat oleh buleknya yang bekerja sebagai buruh tani. Rumah yang ditinggali sangat sederhana berlantai tanah dan berdinding papan kayu. Untuk sekedar makan dan kebutuhan lain sangat pas pasan. Keadaan Nur Fatimah membutuhkan uluran tangan #Sedekah Rombongan. Informasi mengenai Nur Fatimah diperoleh dari tetangga sekitar yang perduli dengan kondisi Nur. Bantuan lepas titipan para Sedekaholic pun telah disampaikan sebesar Rp. 1.000.000 dan digunakan untuk biaya hidup sehari-hari. Keluarga Nur Fatimah sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yg telah disampaikan dan mendoakan para Sedekaholic dan kurir Sedekah Rombongan diberikan kesehatan dan rejeki yang melimpah. Amin

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 24 Desember 2017
Kurir : @Ervinsurvive @RonyPratama @Jeans_Oswolf @Kinanti_Awe @Mirza_DP @Sumiyati

Nur Fatimah terlahir dengan kondisi cacat bawaan lumpuh dan bisu


SITI KOMARIYAH BINTI SUKONO ( 13, Syaraf terjepit). Alamat : RT. 2/2 Dusun Jetak, Desa Simo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Semenjak setahun yang lalu saat masih sekolah di MTs N Panekan (klas 7) Siti menjalani hari-harinya dengan berdiam diri dirumah, karena semenjak sakitnya sering kambuh di sekolah orang tuanya memutuskan untuk keluar dari sekolah tersebut. Sangat disayangkan memang anak manis ini harus menerima kenyatan sakitnya tak kunjung sembuh. Oleh dokter dinyatakan sakitnya disebabkan adanya syaraf kejepit dan disarankan untuk menjalani terapi di rumah sakit. Dan dijadwalkan untuk terapi 10 kali, setelah itu Siti hanya menjalani terapi 3 kali saja. Sekarang Siti tidak melanjutkan terapi lagi, karena keluarganya berpendapat tidak ada perubahan sama sekali. Keluarganya seolah sudah menyerah dengan keadaan ini, padahal seharusnya Siti sang generasi penerus ini segera diselamatkan dari deraan sakitnya dan diberi motivasi untuk mewujudkan cita citanya. Informasi mengenai Siti diperoleh dari tetangga sekitar yang perduli dengan kondisi keluarga Siti. Bantuan lepas titipan para Sedekaholic pun telah disampaikan sebesar Rp. 1.000.000 dan digunakan untuk biaya berobat selanjutnya. Pak Sukono, ayah Siti sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yg telah disampaikan. Semoga Siti dapat segera sembuh dan bisa sekolah lagi seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 24 Desember 2017
Kurir : @Ervinsurvive @RonyPratama @Jeans_Oswolf @Kinanti_Awe @Mirza_DP @Sumiyati

Siti menderita syaraf kejepit


NURYADI BIN SUPARMIN ( 31, tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja) Alamat : RT 1/3 Dusun Basri, Kelurahan Sidorejo Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Bang Nurcarik, biasa Nuryadi di panggil, namun pagilan Nurcarik ternyata tidak seperti yang kita pikirkan yang artinya Nur sekretaris desa. Nur hanya bekerja sebagai kuli batu di pertambangan batu di sekitar desanya. Suatu hari Nur punya niatan membangun rumah dan mencari batu sendiri di sela-sela pekerjaanya sebagai kuli batu. Namun, mala petaka menimpanya ketika ia berniat memecah batu untuk rumahnya. Batu tersebut bukan nya pecah namun jatuh dan menimpa kaki kanan nya hingga mengakibatkan tulang besar kakinya hilang 10 cm. Kejadian itu menimpanya sekitar tiga tahun yang lalu, penanganan operasi pertama di lakukan di RSUD Mojosongo dengan biaya umum. Karena sudah kehabisan biaya, akhirnya Nur mendaftarkan diri ke BPJS mandiri dan selanjutnya di rujuk ke RSUD dr Suharso/Ortopedi Solo. Sekali lagi Nur kembali memiliki kendala biaya transportasi, karena tidak ada pemasukan sama sekali dan istrinya seorang ibu rumah tangga dan mempunyai 2 tanggungan anak usia sekolah. Akhirnya keluarga Nur mencari informasi tentang Sedekah Rombongan yang pernah membantu tetangganya berobat dan di lanjutkan mendatangi RSSR Magetan untuk mengajukan bantuan. Nur akhirnya menjadi pasien dampingan #SR Magetan. Operasi ke lima Nuryadi dilakukan Oktober 2016 sedangkan operasi lanjutan dilakukan tanggal 2 November 2016. Operasi terakhir dilakukan pada tanggal 13 Oktober 2017. Titipan santunan ketigabelas dari sedekahholic sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk akomodasi kontrol, pembayaran Bpjs Mandiri serta biaya medikasi yang harus dilakukan setiap hari, setelah sebelum nya masuk rombongan 785, 798, 846, 853, 874, 909, 929, 976, 1007, 1052 1069, dan 1083. Nuryadi sekeluarga mengucapkan terimakasih atas segala bantuan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 24 Desember 2017
Kurir : @Ervinsurvive @RonyPratama @Jeans_Oswolf @Kinanti_Awe @Mirza_DP

Pak Nuryadi menderita tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja


SULOPO BIN WIR SUNGKONO (62, Tumor Orbita). Alamat : Jalan Salak RT. 01/ 01 Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Beliau seorang laki laki berusia 62 tahun, Sulopo namanya. Pekerjaan sehari harinya adalah seorang pemilik warung kopi. Gejala penyakit nya sudah ia rasakan sejak 3 tahun yang lalu. Namun baru Maret 2017 terjadi pembengkakan di daerah mata kiri. Pak Sulopo memutuskan berobat ke Surabaya April lalu, dan dokter mendiagnosa bahwa Pak Sulopo menderita Tumor Orbita / Tumor ganas. Pak Sulopo berobat ke Rsup. dr. Soetomo Surabaya dengan menggunakan jaminan KIS kelas 3. Dari informasi sekitar tempat tinggal Pak Sulopo, kurir Sedekah Rombongan melakukan Survei dan akhirnya beliau menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan dan Sedekah Rombongan Surabaya. Santunan ketujuh titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 750.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan selama di Surabaya setelah sebelum nya masuk rombongan 1007, 1030, 1032, 1054, 1066 dan 1069. Pak Sulopo sangat berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat, dan semoga penyakit yang di derita pak Sulopo segera mendapat kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 24 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Bambang_BKY @RonyPratama @Jeans_Oswolf @Kinanti_Awe @Mirza_DP

Pak Sulopo menderita tumor orbita / tumor ganas


AGUS SUYONO (47, patah tulang kaki karena kecelakaan). Alamat : Dusun Godeg RT 1/1, Desa Selopanggung, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Agus, demikian bapak 2 orang anak ini biasa disapa mengalami kecelakaan pada bulan 20 Juli 2017. Saat kecelakaan terjadi langsung dilarikan ke Rsud. Sayidiman Magetan dan selanjutnya dirujuk ke Rsi Madiun. Saat itu pak Agus belum memiliki Bpjs maka untuk biaya operasi dengan biaya umum sekitar 15 Juta rupiah. Karena kehabisan biaya maka istrinya yaitu bu Hendri Septiani (35) mendaftarkan Bpjs Mandiri. Walaupun sudah mempunyai Bpjs, tetapi biaya operasional untuk pengobatan dirasa masih sangat memberatkan istrinya. Biaya sewa mobil untuk kontrol ke Rsud. Soedono Madiun tiap 2 minggu sekali, obat diluar bpjs dan biaya medikasi luka setiap hari sangatlah berat. Bu Hendri yang bekerja sebagai guru Honorer di SD dengan penghasilan nya tentu tidak mampu menanggung semua biaya tersebut. Informasi mengenai pak Agus diterima dari ibu salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Sejak tanggal 12 Desember 2017 pak Agus menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Santunan awal pun disampaikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan untuk biaya medikasi setiap hari dan pembelian obat diluar Bpjs. Bu Hendri sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga pak Agus segera sembuh dan beraktifitas seperti sebelumnya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Kinanti_Awe @Mirza_DP @RonyPratama

Pak Agus menderita patah tulang kaki karena kecelakaan


WIDJI ALWIJIANTO (45, Ca Thyroid). Alamat : Dusun Godekan RT. 8/4 Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Widji, seorang lelaki berusia 45 harus terbaring lemah di atas kasur. Terdapat benjolan dilehernya sebelah kanan sebesar bola. Dulunya ia bekerja sebagai pencari pasir disungai dekat rumahnya. Ayah dari 2 orang anak ini kemudian merasakan keanehan pada lehernya, dan dibawa ke Rsud. Soedono Madiun. Hasil diagnosis dokter menyatakan bahwa pak Widji menderita Ca Thyroid, dan menganjurkan untuk melakukan kemoterapi di Rsud. Moewardi Solo. Namun karena terbatasnya biaya akhirnya pak Wijdi tidak melakukan apa yang telah disarankan dokter. Mendapat informasi dari keluarga disekitar tempat tinggal pak Wijdi, kurir Sedekah Rombonganpun melakukan survey. Pak Wijdi mulai didampingi SR tanggal 22-5-2017. Setelah mendapat rujukan dari Rumah sakit. dr Oen Solo selanjutnya berobat ke Rsup. Moewardi Solo. Operasi pertama dilaksanakam Senin, 29-5-2017 dan berjalan dengan lancar. Saat ini sedang menjalani rangkaian pengobatan untuk dilakukan operasi kedua yang rencananya dilaksanakan tanggal 6-9-2017. Santunan ketujuh titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp 500.000 dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat serta rawat inap setelah sebelum nya masuk dalam rombongan 1023 1030, 1044, 1059, 1069 dan 1083. Pak Widji sangat berterimakasih atas bantuan yang telah sedekaholic berikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk pak Widji, dan semoga segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 25 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @RonyPratama

Pak Widji menderita ca thyroid


PUTRI LESTARI (9, Tumor pipi). Alamat : Dusun Ngrumpon RT. 39/19, Desa Karangmulyo, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Putri Lestari, gadis kecil kelahiran 15 Mei 2009 sudah menderita kelainan di pipinya sejak kecil. Karena terbentur keterbatasan biaya, orang tua nya baru bisa mengajak berobat ke Rsu. dr. Soetomo saat usia Putri masih 3 tahun dengan menggunakan jaminan Jamkesda. Itupun hanya berlangsung selama 3 bulan karena kehabisan dana untuk akomodasi dan transportasi. Ayah nya yaitu Pak Mesran (31) bekerja sebagai pelayan toko Bangunan sedangkan ibunya yaitu Bu Kustilah (33) adalah seorang ibu rumah tangga. Karena kondisi itulah pengobatan terhenti. Saat usia 4 tahun, atas saran dan bantuan pemilik toko tempat ayah nya bekerja, Putri dibawa berobat ke Rsup. Sardjito Yogyakarta. Seperti pengobatan sebelum nya kali ini pun pengobatan terhenti karena masalah biaya. Pada tanggal 24 September 2017 Sedekah Rombongan Magetan dipertemukan dengan keluarga Putri berdasarkan informasi yang diperoleh dari salah satu warga Pacitan yang bersimpati dengan penyakit Putri. Kedua orang tua Putri sangat bersemangat dan menginginkan putri nya bisa sembuh dan beraktifitas normal seperti anak-anak lain seusianya. Saat ini Putri sedang menjalani pengobatan di Rsup. Sardjito Yogyakarta dalam dampingan Sedelah Rombongan Yogyakarta. Santunan kedua sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transportasi dari Pacitan ke Yogyakarta dan biaya akomodasi berobat selama di Yogyakarta. Santunan sebelum nya sudah masuk dan dilaporkan pada rombongan 1058. Pak Mesran dan Bu Kustilah sangat terharu dan bersyukur serta tidak lupa mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga berbalas beribu kebaikan untuk para Sedekaholic. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @EdySutarto

Putri menderita tumor pipi


WAHYU AJI APRIYANTO (15, Beasiswa) Alamat : Ngadirojo RT 06 RW 06, Ngadirojo, Kec. Secang, Kab. Magelang, Propinsi Jawa Tengah. Sejak usia 12 tahun Dik Wahyu sudah tidak di beri biaya untuk sekolah oleh ayahnya di karenakan ayahnya mengalami kelumpuhan karena kecelakaan. Dik Wahyu 2 bersaudara adiknya baru berusia 3 tahun, ibu Dik Wahyu hanya bekerja sebagai buruh di pabrik plastik dekat rumahnya. ibu Dik Wahyu juga sudah tidak di beri nafkah oleh suaminya, dengan status pernikahan yang hanya istri siri mengakibatkan ibu Dik Wahyu kesulitan untuk biaya hidup, bahkan waktu adek Dik Wahyu lahir berniat akan memberikan anaknya ke orang lain karena kekurangan ekonomi. ibu Dik Wahyu awalnya melarang untuk bersekolah, tetapi Dik Wahyu bersikeras untuk tetap sekolah agar nantinya Dik Wahyu memiliki ijazah yang dapat di gunakan untuk bekerja di pabrik karena minimal dapat bekerja adalah memiliki ijazah SMP. Setiap harinya Dik Wahyu menuju sekolahnya dengan berjalan kaki jarak antara rumah dan sekolah ada kurang lebih 2 kilometer. Dik Wahyu jarang sekali membawa uang bekal untuk sekolahnya, terkadang makan juga hanya sekali pagi hari, sepulang sekolah Dik Wahyu kadang bekerja sebagai buruh angkut batu bata di tetangganya, dengan upah per hari 15.000 dapat untuk membeli perlengkapan sekolahnya. Di sekolah Dik Wahyu masih memiliki tunggakan pembayaran uang gedung dan biaya staditur, Dik Wahyu dan ibunya sangat berharap sekali ada donatur yang membantu membayarkan sekolahnya, agar Dik Wahyu dapat bersekolah. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Keluarga Dik Wahyu untuk memberikan santunan untuk biaya pembayaran uang gedung dan staditur juga untuk membeli seragam sekolah dan perlengkapan sekolah. Saat #Sedekah Rombongan datang untuk menyerahkan santunan dari sedekah holic Keluarga Dik Wahyu sangat berterimakasih atas diberikannya santunan tersebut, Semoga santuan bisa meringankan beban Keluarga dan membantu Dik Wahyu agar dapat membayar biaya sekolahnya.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000
Tanggal : 07 Desember 2017
Kurir : @faturrozaq82 @dodo @unika

Bantuan beasiswa

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 LATHIF GALANG ACHSANI 500,000
2 PARDIONO BIN HARJO 1,000,000
3 PIERE FIONAT HAN 500,000
4 SUAMAH BINTI DUL PATAH 1,000,000
5 SUHARNI BINTI NGATEMIN 1,000,000
6 ROZIKIN BIN ABDULLAH 1,000,000
7 AILA PUTRI 1,000,000
8 UMIRAH BINTI MUALIM 1,000,000
9 SUTOMO BIN SUKIRJAN 1,000,000
10 SUMARTONO BIN HARJO 1,000,000
11 SUJIEM BINTI KASLAN 1,000,000
12 YAYASAN AL-HARUN 3,000,000
13 MTSR UNGARAN-SALATIGA 2,885,000
14 MTSR RIAU 3,496,800
15 RSSR RIAU 536,000
16 RSSR RIAU 3,150,400
17 KHAIRUL ASBIH 1,000,000
18 ARIFIN AHMAD 1,000,000
19 IMAM KAYADI 1,000,000
20 ALIFA NASIHA 3,000,000
21 SUSRIANI BINTI JUMARIK 500,000
22 NURUL ISTIQOMAH 500,000
23 YETTI BINTI ZAINAL 500,000
24 SAIFUL ARIFIN 1,000,000
25 TUWIDI BIN AMINA 500,000
26 MISNADI BIN AMINA 1,300,000
27 EES SULASTRI 500,000
28 JUWET BINTI KARYADI 500,000
29 NURMAUN BINTI KALIAMAN 750,000
30 YATINI BINTI ALKARTO 500,000
31 DARMA AULIA KASIH 500,000
32 SUMANTRI BIN SAHRO 500,000
33 NANIH BINTI UNUS 500,000
34 SULISTIA BINTI IZHAR 500,000
35 BAYI NY. RINA SUSANTI BINTI SULAIMAN 500,000
36 JUAN REVI MAHARDIKA 1,000,000
37 SULIYAH BINTI SAHRONI SAIMAN 2,000,000
38 TUNUT BIN MARNO 1,000,000
39 ATMO DARSONO 1,000,000
40 SUKINI BINTI KLETONG 1,000,000
41 DARMI BINTI AMAD DIKIN 1,000,000
42 NUR FATIMAH BINTI SAPARI 1,000,000
43 SITI KOMARIYAH BINTI SUKONO 1,000,000
44 NURYADI BIN SUPARMIN 1,000,000
45 SULOPO BIN WIR SUNGKONO 750,000
46 AGUS SUYONO 500,000
47 WIDJI ALWIJIANTO 500,000
48 PUTRI LESTARI 1,000,000
49 WAHYU AJI APRIYANTO 2,000,000
Total 52,868,200

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 52,868,200,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1091 ROMBONGAN

Rp. 58,056,996,801,-