Rombongan 1089

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.
Posted by on December 21, 2017

SUDARI BINTI SAPUNI (65, Tumor). Alamat : Dusun Daleman, RT 5/2, Desa Sokolelah, Kec. Kadur, Kab. Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Pak Sudari sering merasa meriang dan badan terasa panas dingin, awalnya hanya diberi obat umum yang biasa dibeli di apotek tetapi hingga 2bulan kondisinya tidak membaik. Setelah itu muncul benjolan dileher sebelah kanan, karena tidak terasa sakit maka benjolan tersebut tidak dihiraukan. Selang beberapa hari kemudian, benjolan di leher semakin besar dan mulai terasa nyeri. Karena itu keluarga membawa Pak Sudari memeriksakan diri ke salah satu dokter spesialis penyakit dalam. Dokter menyarankan untuk dilakukan rontgen dan hasilnya beliau menderita tumor di kelenjar getah bening. Pak Sudari memiliki jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS), walaupun begitu beliau tetap memgkhawatirkan biaya berobat selanjutnya karena ia hanya bekerja sebagai petani. Istri beliau, Ibu Suripah (67) tidak bekerja. Semoga dengan bantuan para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan bisa menjadi jalan bagi Pak Sudari untuk melanjutkan pengobatan. Bantuan yang diberikan saat ini dipergunakan untuk menebus obat dan biaya transportasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Oktober 2017
Kurir : @vanmadura Monir

Pak Sudari menderita tumor di kelenjar getah bening


ARHAMUL ULUM (2, Dermatitis + Xerosis Peradangan Kulit + Kulit Kering). Alamat : Dusun Tengah 1, Desa Branta Pesisir, RT 9/5, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Propinsi Jawa Timur. Adik Arham awalnya mengalami bintik-bintik di kaki, kemudian berlanjut terasa gatal dan kemudian menyebar bintik diseluruh tubuh. Karena gatal dan sering di garuk hingga kulit berdarah dan berlanjut infeksi kulit. Ia masih bergantung dengan obat dari resep dokter namun obat tersebut tidak diminum hingga tuntas. Karena keinganan keluarga agar dek Arham segera sembuh, ia dibawa ke tempat pengobatan tradisional seperti pemandian air hangat dan pengobatan tradisional lainnya. Penyakit yang diderita pasien sudah berlangsung selama 4 bulan.
Biaya berobat adik Arham sangat mahal terutama untuk biaya obat yang diresepkan dokter sedangkan keluarga sangat terbatas dalam hal biaya. Setelah mengkonsumsi obat dari dokter lagi, perkembangan dek Arham kini seluruh tubuhnya yang semula penuh luka, kini mulai berangsur baik, kulitnya yang luka2 mulai mengering. Terimakasih Sedekaholic yang telah turut membantu kesembuhan dek Arham. Semoga dek Arham bisa segera sembuh dan kembali beraktifitas normal. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 November 2017
Kurir : @vanmadura @ndra_sky

Arham menderita dermatitis + xerosis peradangan kulit + kulit kering


MAYSUROH BIN MOH SUHDI (21, Kanker mata + Kanker kaki). Alamat : Dusun Nagasari, Desa Palengaan Laok, Kec. Palengaan, Kab. Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Perkembangan Maysuroh yang memiliki riwayat kanker mata dan Kanker kaki menunjukkan perkembangan yang positif. Mulai dari pengoperasian di kelopak matanya sampai persiapan pengoperasian di bagian betis kaki. Saat ini kondisinya mulai membaik dari hasil operasi di bagian kelopak mata. Tanggal 8 november Maysuroh di operasi di bagian kaki betis di Rumah Sakit Umum Daerah Martodirdjo Pamekasan dan sampai detik ini kondisinya mulai membaik. Hanya saja masih perlu dilakukan cek up untuk mengetahui perkembangan hasil daripada operasi mata dan kakinya. Fasilitas kesehatan yang digunakan untuk berobat yaitu Kartu Indonesia Sehat (KIS). Putra pertama dari Pak Moh. Suhdi (54) ini juga suda lebih mudah tersenyum. Kurir pun turut merasakan kebahagiaan karena Maysuroh kondisinya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk biaya transport dan uang saku selama berada di RSUD Pamekasan saat proses operasi di bagian kaki betis.

jumlah bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 7 November 2017
Kurir : @vanmadura Muhyi

Maysuroh menderita kanker mata dan kanker kaki


LUTFI BIN MISTIYAH ( 27, Batu Ginjal) Alamat : Dusun Bagunong, RT 5/6, Desa Klompang Timur, Kec. Pakong, Kab. Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Perkembangan Lutfi setelah melalui beberapa tahapan proses pemeriksaan, beliau dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah H. Slamet Martodirjo. Di RSUD Pamekasan lansung di rontgen setelah 1minggu tanggal 31 oktober 2 hasil rontgen di ambil ternyta lutfi harua di operasi. Bersamaan dengan pengambilan hasil rontgen dan cek up kencing. Awal bulan November, Lutfi menunggu untuk penentuan operasinya kapan akan dilaksanakan. Orang tua Lutfi yang sehari harinya bekerja sebagai petani tidak mampu dengan biaya operasi yang disarankan oleh Dokter. Fasiltas kesehatan yang digunakan adalah Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sedekah Rombongan memberi bantuan berupa uang santunan berobat selama dirumah sakit

Jumlah Bantuan : Rp. 500.0000,-
Tanggal : 13 November 2017
Kurir : @vanmadura, Monir

Luthfi menderita batu ginjal


FARIDA BIN MOHAMMAD ( 45, Parkinson). Alamat :Dusun Somalang, Desa Batu Ampar, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Perkembangan Ibu Farida sampai saat ini mulai membaik dari serangkaian Pengobatan yang sudah dilakukan membuahkan hasil positif. Gatal gatal yang dialami beliau mulai berkurang atau bisa juga dikatakan 90% sembuh, hanya saja gatal yang dialami beliau disertai pula denga gemetar sekujur badan. Sehingga pengobatan yang lebih intensif saat ini yaitu pengobatab untuk gemetarnya. Karen gemetarnya lebih sering daripada sebelumnya. Fasilitas kesehatan yang digunakan ibu Farida yaitu Jamkesmas

Jumlah Bantuan : Rp. 500.0000,-
Tanggal : 7 November 2017
Kurir : @vanmadura Monir

Bu Farida menderita parkinson


KHOLIFAH UMAMI (36, Ca Mamae) Alamat : Dsn.Somalang, Desa Batu Ampar, Kec. Guluk-Guluk, Kab.Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Perkembangan daripada ibu kholifah penderita kanker payudara rasa nyeri di daerah payudara sudah terasa mendingan daripada rasa nyeri sebelumnya. Rencana minggu depan Ibu Kholifah akan melakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Anwar Sumenep. Fasilitas Kesehatan yang digunakan yaitu KIS ( Kartu Indonesia Sehat ).Sedekah Rombongan memberikan bantuan berupa uang untuk berobat.

Jumlah bantuan : 500.0000,-
tanggal : 9 November 2017
Kurir : @vanmadura Monir

Ibu kholifah penderita kanker payudara


ALIYA ROHMAH BINTI FADLI (1, Asma + Atresia Ani). Alamat : Kelurahan Dabung, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Sejak lahir adek Aliya sudah tidak mempunyai anus, dan mengidap penyakit asma. Orang tuanya sudah memeriksakan adek Aliya ke Puskesmas. Ketika usia 3 bulan adek Aliya dibawa ke RSUD untuk dioperasi, karena usianya masih 3 bulan maka adek Aliya tidak di operasi. Usia 5 bulan di bawa lagi ke RSUD, akan tetapi untuk kedua kalinya adek Aliya ditolak operasi karena asmanya parah. Ayahnya (Fadli, 39) bekerja sebagai sopir sedangkan ibunya (Iis, 36) hanya ibu rumah tangga. Sejak itu adek Aliya tidak lagi di bawa ke RSUD karena terkendala biaya dan tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Aliya menderita asma yang parah dan perutnya membuncit, kesulitan saat buang air besar. Selama ini buang air besar dari kemaluannya (vagina). Kamis, tgl 7 September kurir Sedekah Rombongan menemui ibu Aliya dengan maksud ingin mengetahui kondisi dan keinginan untuk berobat demi kesembuhan Aliya. Tekat keluarga dan keinginan agar Aliya sembuh sangat besar dan senang saat kurir Sedekah Rombongan menyampaikan kabar bahwa Aliya bisa dioperasi di RSUD Bangkalan dengan bantuan dari Sedekah Rombongan. Kondisi Aliya saat ini sehat, asmanya sudah membaik dan sudah dapat rujukan dari puskesmas Geger untuk pemeriksaan lebih intensif di RSUD. Harapan kami semoga bantuan yang diberikan dapat membantu Aliya pulih dan bisa BAB dg lancar nantinya. Amiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 November 2017
Kurir : @vanmadura Roni Wulan

Sejak lahir adek Aliya sudah tidak mempunyai anus dan mengidap penyakit asma


JALALUDDIN BIN MOHAMMAD SAID (53, luka ganggren Diabetes mellitus). Alamat : Jl. RE Martadinata, Kelurahan Mlajah, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Bermula ketika pak Jalaluddin mengalami kecelakaan kaki sebelah kiri retak, kemudian keluarga membawanya ke rumah sakit Bangkalan, tim medis RS menganjurkan operasi untuk mengatasi kaki sebelah kiri yang mengalami retak. Namun karena biaya yang terlampau mahal sebesar 15 juta, keluarga mengurungkan niatnya, tetapi dikemudian hari berkat bantuan dari jasa raharja, pak Jalaluddin mendapat bantuan dana sebesar operasi tersebut, akhirnya dilakukan operasi untuk mengatasi retak pada kaki kiri (pemasangan pen). Perawatan tidak sampai disitu saja, karena memiliki penyakit diabetes sejak lama luka post operasi pemasangan pen di kaki sebelah kiri pak Jalaluddin tak kunjung sembuh, maka dari itu keluarga membawanya ke salah satu klinik rawat luka modern di Bangkalan. Saat itu kondisi pak Jalaluddin lemah dan dokter memutuskan untuk dilakukan rawat inap dirumah sakit. Pak Jalaluddin merupakan tulang punggung bagi keluarganya bersama sang istri Nurhayati (47) beliau dikaruniai dua orang anak yakni 2 anak laki-laki (21) dan (25) dua anak perempuan (7) dan (18). Beliau bekerja sebagai tukang sapu di salah satu kantor pemerintahan di Bangkalan, beliau lakoni untuk menghidupi istri dan anak-anaknya, namun sekarang beliau harus berhenti bekerja semenjak mendapatkan musibah kecelakaan yang menimpa beliau. Isterinya sehari hari berjualan gorengan di kantor DPRD Bangkalan, Beruntung Pak Jalaluddin pernah terdaftar dalam keanggotaan jaminan kesehatan Sehati (Sehat Sejahtera Bersama Bupati) Bangakalan sehingga untuk biaya pengobatan dan operasi bisa ditanggung oleh pemerintah daerah. Perawat yang merawat Pak Jalaluddin mengatakan bahwa perawatan lukanya membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar 6 bulan. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1016. Alhamdulillah setelah 6 bulan dilakukan perawatan luka di kaki dan di sekitar kaki mulai tumbuh jaringan baru, kuku di jari sudah mulai tumbuh, jaringan di betis berwarna merah. Perkembangan saat ini, kesembuhan lukanya masih 60%, sebagian daerah lutut sampai telapak sudah memerah, dan masih ada luka yang masih terinfeksi, luka bagian telapak kaki masih 30% ada bagian yang belom menyambung dengan jaringan sekitarnya. Berat badan cenderung masih belum ada perkembangan, masih terlihat lemah, serta belom bisa berdiri, pak Jalaluddin hanya bisa duduk, karena luka di kaki yang menyebabkannya harus bedrest. Alhamdulillah dengan bantuan dana dari Sedekaholic sedikit membantu mengurangi beban biaya yang dikeluarkan tiap bulannya. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 1042 untuk biaya rawat luka. Semoga Pak Jalaluddin diberikan kesembuhan oleh Allah SWT dengan diangkat penyakitnya segera, sehingga bisa kembali beraktivitas kembali seperti sediakala untuk menghidupi anak dan istrinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal: 24 November 2017
Kurir :@vanmadura Nuris Ainul Firly Wulan

Pak Jalal menderita luka ganggren diabetes mellitus


JATIMA BINTI DAHLAN (33, Ca Mamae). Alamat : Dusun Jagul, Desa Togubang, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Bermula ketika bulan Februari 2017, Ibu Jatima merasakan adanya benjolan di payudara kanannya, akan tetapi pada saat itu ibu Jatima tidak mau memeriksakan benjolannya dikarenakan benjolannya tersebut masih kecil dan tidak terasa sakit. Setelah dibiarkan beberapa bulan, benjolan di payudara kanannya semakin membesar dan terasa sakit, pada akhirnya Ibu Jatima mau memeriksakan benjolan tersebut dengan melakukan biopsi dan hasilnya Ibu Jatima divonis kanker payudara kanan dan kankernya sudah menjalar ke ketiak, Ibu Jatima memiliki KIS PBI, Ibu Jatima melakukan pemeriksaan bertahap dan Operasi di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan Rabu 23 Agustus 2017, Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan tumor sudah terangkat. Keseharian Ibu Jatima yaitu Ibu Rumah Tangga yang mempunyai 1 anak kelas 4 SD, sementara itu suami beliau bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilannya tidak menentu terkadang menganggur jika tidak ada pekerjaan pembangunan. Setelah melakukan operasi pengangkatan kanker payudara kirinya di RS Bangkalan, bu Jatima melakukan kontrol 2 kali dan melakukan kemoterapi untuk pertama kalinya pada tanggal 7 November 2017 di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Kondisi saat ini bu Jatima sering merasakan lemas pasca kemoterapi ke 2, sehingga harus opname di Puskesmas Arosbaya. Santunan sebelumnya pernah diberikan dan masuk dalam rombongan 1062 untuk biaya transportasi dan biaya keperluan selama kemoterapi. Semoga Ibu Jatima diberikan kesembuhan oleh Allah SWT dengan diangkat penyakitnya dan segera kembali beraktivitas. Aamiinn

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 November 2017
Kurir : @vanmadura Ainul Firly Jheje Wulan

Ibu Jatima divonis kanker payudara kanan


JUSAIRIYAH BINTI BASRUN. (32, Osteosarkoma). Alamat : Desa Pejagan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi JawaTimur. Bu Jusairiyah sejak SD sering mengalami nyilu pada daerah pinggul. Kurangnya pengetahuan tentang sakitnya ini, akhirnya Bu Jusairiyah mencari pengobatan alternatif, namun bengkak justru semakin besar hingga tahun 2017. Bu Jusairiyah pernah dibawa keluarganya untuk melakukan pemeriksaan sekitar 2 tahun yang lalu ke Puskesmas kemudian di rujuk oleh dr.ainul, S.pOT ke RSUD Bangkalan poli bedah. Bu Jusairiyah terdiagnosis Osteosarkoma (kanker tulang). Keseharian bu Jusairiyah hanya bisa berbaring di kamar karena keterbatasan bergerak akibat benjolan besar yang berada di paha kanannya. Beliau memiliki 2 orang anak sementara suaminya pergi merantau ke Malaysia dan sudah tidak memberi nafkah lahir dan batin selama 8 bulan. Jadi beliau hidup bergantung dengan orang tuanya dengan penghasilan bapak Basrun yaitu bapak kandung ibu Jusairiyah sebagai sopir material sebesar 45.000/hari. Kurir Sedekah Rombongan terketuk hati untuk membantu ujian mereka dengan memberi bantuan awal seperti pengurusan administrasi pembuatan kartu BPJS. Perkembangan Bu Jusairiyah sudah check MRI dan hasil telah keluar. Hasil tersebut akan dikonsultasikan kembali ke dokter spesialis orthopedi dan kini sedang menunggu telpon dari RS Soetomo untuk proses pemeriksaan biopsi. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 1062 untuk keperluan transportasi dan biaya pengobatan. Semoga ibu Jusairiyah di berikan kemudahan dan kelancaran untuk kesembuhan oleh Allah SWT . Aamiin

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Tanggal: 20 November 2017
Kurir : @vanmadura Rizka Ainul Pradana Zamroni Nuris Wulan

Bu Jusairiyah terdiagnosis Osteosarkoma


LUSI LUTFIYANTI (15, TBC TULANG). Alamat : Dusun Mayang, Desa Branta Pesisir, RT 13/07, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Propinsi Jawa Timur. Adik Lusi Lutfiyanti awalnya sakit punggung dan setelah diperiksa punggungnya bengkok, sejak saat itu adik Lusi sering sakit dengan gejala demam dan pusing sehingga berlanjut pada tubuhnya lumpuh dan tidak bisa berjalan , sering pusing. Hasil diagnosa dokter adik Lusi sakit TBC Tulang. Sakitnya sudah berlangsung 6 bulan. Adik Lusi adalah anak yatim, saat ini tinggal dengan kakeknya dan keluarganya total berjumlah 9 orang dalam satu atap dengan rumah berukuran sekitar 36m2 didaerah kumuh pesisir Baranta Pesisir. Keluarga telah mendaftarkan adik Lusi untuk bisa memiliki jaminan kesehatan (KIS/BPJS). Namun selama ini untuk biaya mengantar menggunakan ambulan atau mobil tidak ada. Terakhir kontrol ke dokter menyarankan untuk operasi di Surabaya namun masih menunggu efek obat yang diberikan Dokter dari puskesmas setempat. Disisi lain adik lusi membutuhkan kursi roda. Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk biaya berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 10 November 2017
Kurir : @vanmadura @ndra_sky

Adik Lusi sakit TBC Tulang


SULAMI BINTI SANIJAN (39, Gangguan Saraf + Kantong Kemih). Alamat: Dusun Pangeleyan RT00/00, Kelurahan Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Berawal dari sakit vertigo sekitar 2,5 tahun yang lalu. Nyeri yang berkepanjangan membuat sel saraf yang ada di bagian kepala bu Sulami terjadi kerusakan sehingga mengganggu kinerja otak. Hari demi hari kondisi kesehatannya menurun dan pada akhirnya sarafnya terkena. Selama 2,5 tahun beliau tidak bisa bekerja, berjalan saja susah, dengan kondisi yang demikian pihak keluarga terus berusaha untuk mengobati penyakitnya. Tapi usahanya tidak kunjung berhasil, bahkan sampai tidak punya biaya untuk berobat. Dengan dukungan keluarga yang lain bu Sulami terus dicarikan obat baik secara medis dan non medis. Tahun 2017 keadaan bu sulami berangsur angsur membaik sudah bisa jalan-jalan. Tetapi kondisinya tidak bertahan lama, pada bulan maret 2017 tiba bu Sulami mengalami sakit perut hingga tidak sadarkan diri, dalam keadaan panik pihak keluarga langsung membawa bu Sulami ke dokter kandungan dr.Hikmah, disana bu Sulami ditangani dan di rontgen, tapi hasilnya tidak ada masalah. Sakit perutnya masih sering kambuh dan seperti ada sesuatu yg turun dari perutnya (turun perut). Pihak keluarga membawa ke puskesmas Tanah Merah dan dirujuk ke RS Bangkalan masuk ke poli bedah dan dirujuk ke bagian urologi. Ternyata tidak masalah, dan hanya diberi obat. Tapi sakit diperutnya masih saja berlanjut. Pihak keluarga mencari alternatif dokter diluar RS. Bu Sulami di bawa ke dr.Doni dan terakhir ke dr. Bambang. Dari hasil pemeriksaan dr Bambang ini baru ketahuan penyakitnya. Ternyata saluran kemihnya turun sampai (maaf) kemaluannya membengkak, nyeri, tidak bisa kerja, kalau duduk lama nyeri dan harus di bawa tiduran. Karena tidak punya biaya untuk berobat, bu Sulami hanya periksa ke bidan desa. Tekadnya untuk sembuh dan normal seperti ibu-ibu lainnya membuat bu Sulami kuat melawan penyakit yang dideritanya. Pada tanggal 10 juni 2017 bu Sulami melakukan pemeriksaan dan hasilnya diketahui bahwa ada infeksi di kemaluannya (kista ovani). Bu Sulami telah dirujuk ke RSAL namun masih belum bisa dioperasi karena ukuran kista blum sampai 5cm (hanya 2,5cm), namun harus rutin minum obat yang dianjurkan. Kondisi bu Sulami saat ini masih lemah, rasa nyeri juga sering kambuh dan sekarang mengalami keseleo bagian pinggang karena terjatuh saat mencuci piring. Santunan sebelumnya telah diberikan dan masuk dalam rombongan 1027 yang digunakan untuk biaya pengobatan. Harapannya semoga bantuan dari Sedekah Rombongan yang diberikan dapat membantu bu Sulami pulih dan normal kembali. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 21 November 2017
Kurir: @vanmadura Roni Wulan

Bu Sulami menderita gangguan saraf + kantong kemih


SUGENG BIN MASLA (55, Gastritis + Penyakit Jantung). Alamat : Jl. KH. Abd Muin No. 19 RT 02/07 Pejagan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Bapak Sugeng merasakan sakit parah dibagian lambungnya sejak 7 bulan lalu. Pak Sugeng sering merasakan perutnya tiba-tiba mengeras, lambungnya sakit dan merasa cepat lelah. Selain itu Pak Sugeng mengatakan susah untuk buang air besar, bahkan pernah diharuskan rawat inap hingga dua kali karena penyakitnya ini. Saat rawat inap baru diketahui ternyata Pak Sugeng juga mengidap penyakit jantung. Setiap bulannya Pak Sugeng melakukan pemeriksaan ke Puskesmas Bangkalan namun hanya diberikan obat untuk jantung dan penyakit lambungnya yang digunakan hanya untuk 2 minggu dan 2 minggu sisanya tidak mengkonsumsi obat. Pada tanggal 17 Aril 2017 penyakit Pak Sugeng kambuh, tim Sedekah Rombongan membawa Pak Sugeng memeriksakan diri ke RSUD. Setelah dilakukan pemeriksaan, Pak Sugeng diharuskan untuk rawat inap dikarenakan jantungnya membengkak dan paru-parunya berisi cairan. Jika tidak dilakukan pengobatan, sewaktu-waktu (tiap bulan) akan berpotensi mengalami sesak nafas. Pekerjaan awal Pak Sugeng adalah sebagai tukang becak, namun setelah menderita penyakit ini beliau sudah tidak bisa mengayuh becaknya lagi untuk menghidupi keluarganya. Untuk biaya sehari-hari keluarganya, istrinya (Siti Romlah, 53) menjual gorengan. Pak Sugeng dan istrinya tinggal bersama ketiga anaknya. Anaknya ada yang bekerja membantu menjaga toko sembako, Anak yang satunya sekedar bantu-bantu jualan gorengan dan anak paling muda masih bersekolah SMP. Sedangkan anak tertua berada di perantauan belajar memangkas rambut. Untuk berobat Pak Sugeng menggunakan jaminan kesehatan KIS PBI namun ada beberapa obat yang harus ditebus sendiri. Tanggal 20 November 2017 pak Sugeng dirujuk ke rumah sakit Bangkalan karena kondisinya lemah dan sesak nafas serta dada sebelah kiri membesar , setelah sampai di UGD pak Sugeng dilakukan pemeriksaan dan di foto rontgen, hasilnya terdapat pembekakan pada jantungnya. Setelah dirawat selama 3 hari pak Sugeng keluar dari rumah sakit dan kondisi saat ini sudah bisa duduk dan sudah tidak sesak nafas lagi dan disarankan untuk terus menjalani kontrol ke poli jantung. Bantuan sebelumnya telah masuk dalam rombongan 998 yang diberikan untuk membantu biaya hidup selama di rumah sakit dan untuk membayar sebagian uang pinjamannya. Semoga setelah dilakukan pengobatan (rawat inap) kesehatan Pak Sugeng jauh lebih sehat dan bisa beraktifitas sehari-hari kembali. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 November 2017
Kurir: @vanmadura Firly @zamsjourney Ainul Dana Wulan

Pak Sugeng juga mengidap penyakit jantung


R. HERI MULYADI. (44, Ca Colon). Alamat : Jl. Trunojoyo RT 03/01, Kelurahan Pejagan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Bapak Heri biasa beliau dipanggil oleh tetangganya. Sekitar awal bulan Juli 2016 Bapak Heri merasakan sakit pada bagian perutnya. Setelah dilakukan pemeriksaan di RSUD Syamrabu Bangkalan, di diagnosa terkena Hernia dan pada bulan September 2016 dilakukan operasi Hernia. Dikarenakan sakit pada bagian perutnya tidak kunjung hilang, akhirnya oleh pihak RSUD Syamrabu Bangkalan dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Setelah dilakukan serangkaian tes dan pemeriksaan, maka diperoleh hasil PA dan endoscopy beliau mengarah kepada Carsinoma Colorectal (Ca Colon) Transversum kategori Mucinous Adenocarsinoma Colon. Pada tanggal 21 November 2016 dilakukan tindakan operasi Colostomy dan menggunakan kantong colostomy yang ditempel di perut bagian kanan pengganti fungsi kolon dan rektum untuk menampung sisa metabolisme tubuh. Hasil pemeriksaan terakhir menyebutkan bahwa sel kanker sudah menyebar ke organ vital lainnya seperti jantung, hati dan paru-paru. Bapak Heri sebelumya bekerja sebagai penjaga salah satu losmen di Bangkalan. Sedangkan istrinya, Novi Anggraeni (34) sebagai ibu rumah tangga. Bapak Heri dan Ibu Novi mempunyai dua orang anak yakni satu laki-laki (9) dan satu perempuan (7) yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Bekerja sebagai penjaga losmen di Bangkalan beliau lakoni untuk menghidupi istri dan anak-anaknya, namun sekarang beliau harus berhenti bekerja karena penyakit yang dideritanya semakin parah, sehingga istrinya terpaksa mengambil alih tugas suaminya untuk mencari nafkah dengan berjualan nasi pecel dan menjual barang-barang bekas. Meskipun mereka sudah punya kartu jaminan kesehatan SEHATI, masalah biaya transportasi ke Surabaya dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya menjadi beban yang berat bagi ibu Novi. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka. Kondisi terakhir setelah kemoterapi yang ke 8, pak Heri sering merasakan kesemutan pada tangan dan kakinya yang tidak sembuh-sembuh. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 1062 dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup saat perawatan di Rumah Sakit dan biaya transportasi untuk kemoterapi. Semoga Bapak Heri segera diberikan kesembuhan oleh Allah SWT dengan diangkat penyakitnya, sehingga bisa kembali beraktivitas kembali seperti sediakala untuk menghidupi istri dan kedua anaknya. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @vanmadura @siham78 Nuris Ade Ainul Wulan

Pak Heri menderita ca colon


MAIMUNA BINTI PA’I (56, Gagal jantung). Alamat: Desa Jaddih Barat, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Sudah hampir setahun ini ibu Maimuna berhenti bekerja. Beliau sering mengeluh sesak pada dada dan setiap malam sering batuk-batuk kering. Mukanya putih pucat. Ibu Maimuna sempat periksa ke perawat desa dan menyarankan untuk periksa laboratorium. Setelah periksa lab, hasilnya menyebutkan bahwa ibu Maimuna mengalami pembengkakan paru-paru. Ibu Maimuna dan suami sempat periksa ke poli penyakit dalam RSUD Bangkalan, namun dari pihak dokter tidak ada penanganan lebih lanjut, hanya ditanya keluhan dan menebus obat. Ibu Maimuna tidak memiliki jaminan kesehatan, jadi saat periksa ke rumah sakit menggunakan jalur umum. Suaminya, Pak Amin (56) hanya bekerja sebagai pencari rumput untuk pakan sapi dan kambing milik tetangga, sedangkan ibu Maimuna dulunya bekerja sebagai pedagang cendol keliling di Balikpapan, namun sejak kesehatannya terganggu ibu Maimuna berhenti berjualan dan kembali ke Madura. Saat ini, ibu Maimuna tidak bisa bekerja lagi. Setiap periksa ke rumah sakit dan biaya lab, suami ibu Maimuna menjual kambingnya untuk biaya berobat. Penyakit ibu Maimuna sering kambuh, karena keterbatasan biaya, suami ibu Maimuna membawa ibu Maimuna untuk periksa ke puskesmas setempat. Ibu Maimuna diberi obat dan harus rutin mengambil obat selama 6 bulan. Bukannya tambah membaik, kondisi ibu Maimuna semakin memburuk dan semakin lemas. Sampai pada akhirnya, kurir Sedekah Rombongan menemukan kondisi ibu Maimuna sedang lemas, muka pucat dan nafas terengah-engah. Kurir membawa ibu Maimuna ke klinik Anna Medika Bangkalan. Setelah masuk IGD ibu Maimuna disarankan untuk rawat inap. Setelah diperiksa lab ulang, hasil menunjukkan ibu Maimuna mengalami gagal jantung dan menyebabkan paru-parunya juga membengkak. Perkembangan kondisi saat ini, ibu Maimuna sudah lebih membaik meskipun sesak nafasnya terkadang masih sering kambuh, sudah bisa beraktivitas kembali dan masih harus melakukan kontrol rutin selama 6 bulan. Sedekah Rombongan membatu biaya pengobatan ibu Maimuna dan biaya pembuatan jaminan kesehatan. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk pengobatan ibu Maimuna.

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 November 2017
Kurir : @vanmadura Indah Nuris Wulan

Ibu Maimuna mengalami gagal jantung


RADIN BIN TARDJANA (57, Ca Nasofaring). Alamat : Dusun Karanganyar, rt 044/rw 099 Desa Asemdoyong kec. Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Maret 2017 Pak Radin merasakan sakit kepala berlebiha dan diperiksakan ke puskesmas setempat, karena tidak ada perubahan pihak pukesmas memberi rujukan untuk melanjutkan pengobatan ke RS Siaga Medika Pemalang. Diagnosa dokter saat itu Pak Radin megidap penyakit polip dan selanjutnya di lakukan tindakan operasipada bulan Juni 2017. Setelah operasi di lakukan Pak Radin mengalami pendarahan dari hidung di serati kotoran dan sakit kepala secara terus menerus. Dokter menyatakan pasien terkena kanker ganas dan harus dirujuk ke RSU Dr Kariadi semarang pada bulan Agustu. Saat ini Pak Radin sedang menjalani program radiotherapy di RSU Dr. Kariadi Semarang. Santunan awal di sampaikan untuk membantu selama pengobatan di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Oktober 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Pak Radin menderita ca nasofaring


SYAHILLA ANABEL ANMAT (2, Kelainan Alat Reproduksi). Alamat : Dk.Ngalapan, RT. 07/ RW.m01, Ds. Jakenan, Kec. Jakenan, Kab. Pati. Saat berusi 17 bulan keluarga Dik Syahilla berencana akan mengkhitan, akan tetapi ketika bidan melihat kondisi vagina Dik Syahilla merasakan kejanggalan karena todak sama seperti bayi pada layaknya. Dik Syahilla tidak memiliki jalan vagina untuk bereproduksi. Untuk mendapatkan diagnosa yang tepat akhirnya pihak keluarga sepakat membawa Dik Syahilla berobat supaya memiliki organ reproduksi yang normal seperti layaknya wanita seharusnya. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang di alami oleh pihak keluarga karena Syahilla telah lama di tinggal ayahnya (Mochammad Supriyanto, 30 ) tanpa kabar dan Ibunya (Ani Budi Lestari, 22) bekerja sebagai seorang buruh pabrik serabutan tidak memiliki banyak biaya untuk pengobatan. Bantuan awal di berikan untuk membantu biaya akomodasi selama menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 859.600,-
Tanggal : 20 Oktober 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Syahila menderita kelainan alat reproduksi


SUMIATI BINTI DARUN (39, Tumor Perut). Alamat : Dk. Mojo, RT.01/RW.04, Kel. Pungangan, Kec. Limpung, Kab.Batang, Jawa Tengah. Awal tahun 2017 Ibu Sumiati merasakan sakit pada perut hingga menembus ke punggungnya, sakit yang beliau rasakan semaikn hari semakin tidak mereda bahkan bertambah sakit sehingga pihak keluarga sepakat membawa ke Rumah Sakit untuk berobat. Ibu Sumiati langsung mendapatkan penanganan dari dokter untuk rawat inap karena kondisinya yang semakin lemah. Ibu Sumiati tak kunjung membaik hingga akhirnya di rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan jaminan kesehatan BPJS KIS, untuk mendapat perawatan yang lebih intensif. Bapak Juniato (40) suami Ibu Sumiati sebagai buruh bengkel merasa kesulitan ketika menemani selama pengobatan di Semarang. Santunan awal di berikan untuk membantu biaya akompdasi selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Bu Sumiati menderita tumor perut


KHANATUN INDRIYANA (22, Thyrioditis). Alamat : Desa Balamoa, RT. 02/ RW. 03, Kec. Pangkah, Kab. Tegal, Jawa Tengah. Pertama kali mengalami gejala sakit pada Mei 2015 dengan diagnosa gondok atau pembengkakkan pada kelenjar tiroid dan di sarankan untuk melakukan operasi. Indri hanya mampu berobat jalan karena masalah biaya. Tubuh Indri terus mengalami penurunan, mudah sakit dan lemah sehingga pada Juni 2017 di bawa oleh pihak keluarga ke RS Dr. Soesila Slawi untuk mendapatkan penanganan dan dilakukan operasi tahap pertama. Setelah operasi tahap pertama selesai Indri di rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Penghasilan Indri sebagai PRT dan kedua orang tuanya buruh serabutan membuat Indri merasa kesulitan ketika menjalani pengobatan di Semarang. Kurir Sedekah Rombongan Tegal di pertemukan dengan Indri di tengah-tengah usaha Indri memperjuangkan kesembuhannya dan memutuskan untuk memberi pendampingan selama Indri berobat. Santunan awal di berikan untuk membantu biaya selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Indri menderita pembengkakkan pada kelenjar tiroid


PRASETIA ABDI PRATAMA (1, Atresia Ani). Alamat : Jl. Seton, Ds. Yamansari, RT. 05 / RW. 05, Lebaksiu, Tegal. Sejak lahir di RSI Singkil Adiweran Dik Abdi mengalami kelainan pada saluran buang air besar maupun kecil dan langsung di rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk segera mendapatkan penanganan. Dik Abdi harus menjalani 4 kali tahap operasi dan menjalani kontrol setiap satu minggu sekali. Orangtua Dik Abdi, Aris Susilo (35)seorang teknisi ac dan ibunya Masruroh (27) seorang Ibu Rumah Tangga merasakan kesulitan dalam menjalani pengobatan sang anak untuk memenuhi kebutuhan selama di Semarang. Saat ini Dik Abdi telah menjalani semua rangkaian operasi dan kontrol rutin menggunakan fasilitas kesehatan BPJS. Kontrol kembali apabila dik Abdi mengalahi keluhan dan kondisi Dik Abdi mengalami peningkatan yang baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Abdi menderita atresia ani


ROTIKIN BIN WARDI (40, Pembengkakan Otak Belakang + pendarahan). Alamat : Perumahan Kauman Indah, Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. September 2017 Bapak Rotikin mengalami kecelakaan dan sempat menjalani rawat inap selama 14 hari di rumah sakit karena tidak sadarkan diri selama 10 hari. Dari hasil pemeriksaan dokter mendiiagnosa terjadinya pembengkakan dan pendarahan otak di bagian belakang. Karena keterbatasan biaya dengan penghasilan yang kecil dari pekerjaannya sebagai tukang batu keluarga mengalami kesulitan dana untuk akomodasi dan biaya berobat selama menjalanin rawat inap. Istri Bapak Rotikin, Ibu Koimah membantu perekonomian keluarga dengan berjualan makanan ringan tidak bisa membantu banyak untuk kesembuhan suaminya. Kondisi saat ini Bapak Rotikin sering merasa sakit kepala dan terkadang hilang ingatannya sering kambuh sehingga tidak bisa melakukan pekerjaannya kembali. Besar harapan keluarga agar Bapak Rotikin dapat melakukan pemeriksaan lanjutan dan tindakan operasi agar Bapak Rotikin dapat beraktivitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 September 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna salis

Pak Rotikin menderita embengkakan dan pendarahan otak di bagian belakang


SUROSO BIN SUHADI (23, kanker usus). Alamat : Jl. Gumayun Kalipinang RT.21/RW. 07 Dukuhwaru, Kab. Tegal. Suroso sudah menderita sakit kanker usus sejak Februari 2016. Mulanya Suroso merasakan susah tidur dan susah buang air besar. Namun karena keterbatasan biaya Suroso membiarkan sakit yang dirasa dan hanya meminum obat yang di jual umum tanpa ada tindakan medis lanjutan. Tujuh bulan kemudian Suroso mengeluhkan sakitnya semakin menjadi-jadi. Tindakan medispun di lakukan dengan diagnosa Kanker Usus. Dokter menyarankan operasi pengangkatan tumor yang berada di usus besar. Operasi pengangkatan tumor dilakukan di RS. Medirosa dengan fasilitas kesehatan BPJS. Tindakan medis selanjutnya Suroso menjalankan kemoterapi sebanyak 12 kali dalam jangka waktu 8 bulan. Kemoterapi 12 kali sudah dijalankan dan selesai pada bulan September 2017. Saat ini pun Suroso sudah memiliki kantong kolostomi untuk pembuangan air besarnya. Ayah Suroso, Suhadi (60) adalah seorang buruh tani, dan Ibunya, Taswi (59) seorang tukang pijat merasakan kesulitan dengan pengeluaran saat menjalani pengobatan di Semarang. Santunan di sampaikan untuk membantu Suroso mencukupi kebutuhan selama menjalani pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 September 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna salis

Pak Suroso menderita kanker usus


CHARLES SALAMO (7, Retinoblastoma). Alamat: Jl. Kapitan Pattimura, RT/RW 1/1, Kelurahan Tanjung Kasuwari, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Charles didagnosa oleh dokter menderita Retinoblastoma. Daerah belakang mata kiri Charles mengalami pembesaran. Karena dirasa tidak nyaman, Charles sering menangis dan malu untuk bergaul dengan teman-temannya. Setelah diperiksa di RSUD Sorong, dokter merujuknya ke RS Dr. Sardjito Yogyakarta. Charles lalu berangkat bersama keluarganya ke Yogyakarta dan mulai menjalani Kemoterapi sejak Maret 2017. Orangtua Charles mengakui kesulitan membiayai pengobatan Charles. Saat di Sorong, bapaknya Charles bekerja sebagai buruh di pelabuhan. Bantuan kemudian diberikan dari beberapa donator dan Sedekah Rombongan. Ini adalah bantuan ketiga yang digunakan untuk biaya perjalanan pulang pergi kosan-rumah sakit serta kebutuhan harian Charles selama berobat di Sardjito. Sudah tampak mengecil benjolan pada matanya Charles saat menjalani Kemoterapi yang ke-34. Bantuan sebelumnya dapat dilihat pada rombongan #1007.

Jumlah bantuan: Rp. 2.500.000,-
Tanggal: 7 April 2017
Kurir: @bratamanggala

Charles didagnosa oleh dokter menderita retinoblastoma


ANTONETA WAY (22, Kanker payudara). Alamat: Jl. Mawar, RT/RW 01/02, Kelurahan Klademak, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Antoneta adalah anak pertama dari 4 bersaudara. Antoneta didiagnosa menderita Kanker Payudara. Gejala Awal penyakitnya ia rasakan sejak kurang lebih 2 tahun yang lalu. Awalnya Antoneta hanya mendapatkan benjolan kecil di payudara kirinya,tapi ia kira hanyalah benjolan bisul biasa. Lama kelamaan semakin semakin membesar dan terasa sakit. Sebelumnya Antoneta sudah pernah memeriksakan dirinya Puskesmas. Kemudian, pihak puskesmas menganjurkan untuk pengobatan lebih lanjut di RSUD Sorong. Dokter Bedah yang menangani di rumah sakit menganjurkan untuk segera dilakukan operasi akan tetapi terkendala di biaya. Antoneta belum memiliki Kartu layanan kesehatan BPJS ataupun Kartu Indonesia Sehat. Pada saat dikunjungi Kurir Sedekah Rombongan, orang tua Antoneta, Bapak Yohenes (45) dan Ibunya Naomi (40) Mengungkapkan kesulitannya. Santunan disampaikan untuk meringankan pembiayaan operasi dan kepengurusan BPJS.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 13 Juni 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong, @Tenci_Pandori

Antoneta didiagnosa menderita Kanker Payudara


FUAD FADLI (13, Bantuan biaya hidup). Alamat: Jl. Perikanan RT/RW 02/04, Kelurahan Malawei, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat.Fuad begitu nama panggilannya, Bapaknya bernama Usman yang bekerja sebagai Nelayan. Ibunya Fuad bernama Siska, seorang Ibu Rumah Tangga. Keluarga Fuad termasuk keluarga dhuafa. Kurir Sedekah Rombongan mendapat informasi mengenai kesulitan Fuad yang sudah menunggak iuran sekolah. Ini disebabkan pendapatan Pak Usman sebagai nelayan tradisional hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian saja. Santuan Sedekah Rombongan diserahkan kepada Fuad melalui pihak sekolah.Semoga Fuad dapat meneruskan sekolah dan mencapai cita-citanya kelak.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 15 Juli 2017
Kurir: @brata_manggala @hamdansorong

Bantuan biaya hidup


MUHAMMAD JANUAR (14, Bantuan biaya hidup). Alamat: Jl. Selat Makassar RT/RW 03/03 Kelurahan Reni Selatan, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Janu adalah siswa Madrasah kelas 8 yang tergolong siswa kurang mampu. Ibunya Rusnia seorang ibu rumah tangga, sedangkan bapaknya Baharudin bekerja sebagai pengendara ojek. Kehidupan keluarga Januar sangat pas-pasan, sehingga tidak mampu untuk membiayai kebutuhan sekolah. Kurir mendapat laporan dari pihak sekolah bahwa Janu belum membayar iuran sekolah selama beberapa bulan. Lalu santunan melalui Sedekah Rombongan disampaikan dengan disaksikan oleh pihak sekolah.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 15 Juli 2017
Kurir: @brata_manggala @hamdansorong

Bantuan biaya hidup


RAYO AHMAD (13, Bantuan biaya hidup). Alamat: Jl. Jendral Sudirman RT/RW 04/02, Kelurahan Klaligi, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Ahmad adalah anak siswa Madrasah kelas 7 dan menurut pihak sekolah merupakan siswa dari keluarga kurang mampu. Ibunya bernama Suminah seorang ibu rumah tangga dan bapaknya bernama Janis, bekerja sebagai nelayan tradisional. Penghasilan Bapaknya Ahmad dari mencari ikan ternyata tidak dapat tidak terlalu besar, sehingga untuk iuran sekolah Ahmad saja banyak tertunda. Kemudian santunan melalui Sedekah Rombongan disampaikan untuk membiayai iuran sekolah Ahmad, dengan dihadiri juga oleh guru sekolah Ahmad.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 24 Juli 2017
Kurir: @brata_manggala @hamdansorong

Bantuan biaya hidup


MURNI (75, Bantuan biaya hidup). Alamat: Jl. Nusa Indah, RT/RW 01/05, Kelurahan Mariyai, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Bu Murni adalah seorang janda yang tinggal hanya bersama cucunya. Anak kandung Bu Murni pergi keluar daerah untuk mencari nafkah, namun hingga saat ini tidak didapati kabar beritanya. Bu Murni harus berjuang seorang diri dan bekerja keras memenuhi kebutuhan hidupnya bersama cucunya. Suami Bu Murni sudah lama meninggal karena sakit. Kondisi Bu Murni sudah renta dan sering sakit-sakitan. Saat dikunjungi kurir Sedekah Rombongan, Bu Murni menungkapkan kesulitannya. Santunan pun disampaikan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari,serta biaya tambahan untuk berobat.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 26 Juli 2017
Kurir: @brata_manggala @hamdansorong

Bantuan biaya hidup


YUSMINA PAIRIEH (44, Kista). Alamat: Jl. DI Panjaitan, RT/RW 04/07, Kelurahan Klawasi, Distrik Sorong Barat, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Bu Yusmina menderita Kista dari tahun 2014. Namun karena keterbatasan biaya, Bu Yusmina tidak melanjutkan pengobatan. Disamping itu Bu Yusmina juga tidak memiliki fasilitas BPJS. Penyakit yang di derita Bu Yusmina hanya diobati menggunakan ramuan tradisional. Apabila Bu Yusmina tidak meminum ramuan tersebut, perutnya membesar dan keras. Namun Kistanya tidak kunjung sembuh dan Bu Yusmina berencana berobat ke rumah sakit. Santunan melalui Sedekah Rombongan disampaikan untuk meringankan kebutuhan awal pemeriksaan Bu Yusmina ke rumah sakit Sorong.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 28 Juli 2017
Kurir: @bratamanggala, @Hamdani_Tukloy, Safitri

Bu Yusmina menderita Kista


ROSMINA PANGGUEM (33, Kanker payudara). Alamat: Jl. Perikanan RT/RW 03/05, Kelurahan Klaligi, Distrik Manoi, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Bu Rosmina didiagnosa menderita Kanker payudara. Sudah satu tahun penyakit ini diderita Bu Rosmina. Awalnya ada gejala benjolan kecil pada payudaranya dan terasa sakit dan gatal. Selain itu juga mengakibatkan Bu Rosmina sulit tidur. Suami Bu Rosmina sudah meninggal 2 tahun lalu, sekarang bersama anaknya tinggal di rumah keluarga suaminya. Pekerjaan sehari-hari Bu Rosmina berjualan pinang. Harapan Bu Rosmina dapat berobat ke rumah sakit namun tidak sanggup membiayai dan tidak bisa mengandalkan dari hasil penjualan pinang. Karena benjolannya bertambah besar dan terasa sakit sekali. Bu Rosmina coba memeriksakan ke Puskemas Malawei. Dari hasil pemeriksaan Puskesma, Bu Rosmina dirujuk ke RS Selebesolu, dokter spesialis bedah. Saran dokter, Bu Rosmina harus dioperasi bedah dengan biaya yang cukup besar. Ini menyebabkan Bu Rosmina tidak melanjutkan operasi. Santunan disampaikan untuk meringankan kebutuhan biaya operasi, karena Bu Rosmina dan keluarganya sedang menggalang dana.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 28 Juli 2017
Kurir: @bratamanggala, @Hamdani_Tukloy, Safitri

Bu Rosmina didiagnosa menderita Kanker payudara


SERAFIN WAIMBEWER (6, Luka kepala). Alamat: Jl. Woray, RT/RW 03/02, Kelurahan Kampung Baru, Distrik Sorong Kota, Kota Sorong, Papua Barat. Serafin adalah anak ke 2 dari 2 bersaudara. Serafin masuk Rumah Sakit karena mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kepalanya luka berat,dan beberapa luka lecet pada bahu dan badannya. Serafin kemudian dirawat di rumah sakit. Selain itu badannya lemas. Setelah beberapa hari, dokter,sudah memperbolehkan Serafin pulang. Namun ada kendala di penebusan biaya rumah sakit. Sefarin juga tidak mempunyai BPJS ataupun Kartu Indonesia Sehat. Bapak Serafin seorang Nelayan yang mempunyai penghasilan tidak menentu. Santunan melalui Sedekah Rombongan disampaikan kepada Bapakknya Serafin untuk menebus biaya perawatan selama di rumah sakit.

Jumlah bantuan: Rp 1.500.000,-
Tanggal: 27 Juli 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Serafin menderita luka kepala


YESKIEL (8,Hydrosepalus) Alamat: Jl. Trikora, Kampung Salak,RT 003/004, Kelurahan Klawasi, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Yeskiel didiagnosa menderita Hydrosepalus sejak 4 bulan sebelumnya. Awalnya Yeskiel mengalami demam secara terus-menerus. Seluruh badan membiru, kejang dan kepalanya semakin hari semakin membesar. Orang Tua Yeskiel sudah membawa ke Puskesmas dan rumah sakit umum, tapi belum ada perubahan yang signifikan. Dokter Anak yang menangani di Rumah sakit, menganjurkan untuk melakukan rujukan ke luar kota untuk mendapatkan operasi, karena tidak lengkapnya fasilitas kesehatan tempat Yeskiel dirawat. Yeskiel adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara. Pada saat dikunjungi oleh kurir Sedekah Rombongan, Ayah Yeskiel, Bapak Bernard Jangu (36) dan Bunya Yermin Sihima (33) mengungkapkan kesulitannya. Ayah Yeskiel bekerja sebagai buruh bangunan, penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari. Sedangkan Ibunya seorang ibu rumah tangga. Yeskiel dan orang tuanya menumpang tinggal dirumah kerabat. Santunan melalui Sedekah Rombongan disampaikan langsung di rumah sakit untuk membantu meringankan biaya rujukan ke luar kota.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 12 Juli 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Yeskiel didiagnosa menderita Hydrosepalus


RUTH MORIN (66, Bantuan biaya hidup). Alamat : Jl. Menur No. 75, RT/RW 03/04, Kelurahan Klademak, Distrik Sorong, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Bu Ruth saat ini sedang dalam keadaan sakit demam, bersama suaminya yang menderita stroke sejak Juli 2016. Suami Bu Ruth bernama Pak Alfons Tarami Almah, seorang pensiunan perusahaan swasta. Bu Ruth tidak mempunyai anak. Selama ia sakit, hanya tetangga yang sering membantu kebutuhan sehari-harinya dirumah. Santunan melalui Sedekah Rombongan disampaikan untuk biaya membeli obat dan kebutuhan harian Bu Ruth bersama suaminya.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 13 Juli 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Bantuan biaya hidup

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SUDARI BINTI SAPUNI 500,000
2 ARHAMUL ULUM 500,000
3 MAYSUROH BIN MOH SUHDI 750,000
4 LUTFI BIN MISTIYAH 500,000
5 FARIDA BIN MOHAMMAD 500,000
6 KHOLIFAH UMAMI 500,000
7 ALIYA ROHMAH BINTI FADLI 500,000
8 JALALUDDIN BIN MOHAMMAD SAID 1,000,000
9 JATIMA BINTI DAHLAN 500,000
10 JUSAIRIYAH BINTI BASRUN 500,000
11 LUSI LUTFIYANTI 750,000
12 SULAMI BINTI SANIJAN 500,000
13 SUGENG BIN MASLA 500,000
14 R. HERI MULYADI 750,000
15 MAIMUNA BINTI PA’I 500,000
16 RADIN BIN TARDJANA 500,000
17 SYAHILLA ANABEL ANMAT 859,600
18 SUMIATI BINTI DARUN 500,000
19 KHANATUN INDRIYANA 500,000
20 PRASETIA ABDI PRATAMA 500,000
21 ROTIKIN BIN WARDI 1,000,000
22 SUROSO BIN SUHADI 1,000,000
23 CHARLES SALAMO 2,500,000
24 ANTONETA WAY 1,000,000
25 FUAD FADLI 500,000
26 MUHAMMAD JANUAR 500,000
27 RAYO AHMAD 500,000
28 MURNI 500,000
29 YUSMINA PAIRIEH 500,000
30 ROSMINA PANGGUEM 500,000
31 SERAFIN WAIMBEWER 1,500,000
32 YESKIEL 500,000
33 RUTH MORIN 500,000
Total 22,609,600

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 22,609,600,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1089 ROMBONGAN

Rp. 57,958,983,146,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.