BAROKATUL ILMI NAZILA ( 2, Radang Otak). Alamat : Tembarak Lor RT 3/2 Desa Tembarak , Kec. Tembarak, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Barokatul terlahir prematur dan dilahirkan dengan operasi. Derita Anak ketiga dari pasangan Ribut Prinanto (48, Petani) dan Ristina (35, ibu rumah tangga) ini dimulai sejak 4 bulan yang lalu. Saat itu dirasakan panas dan kejang kejang serta tubuhnya menjadi kaku. Kedua orang tuanya segera membawa ke Bidan setempat dan segera diminta oleh Bidan setempat untuk dibawa ke RSUD Temanggung. Setelah mendapat perawatan dan beberapa kali cek laboraturium diketahu Barokatul menderita radang otak. Dokter segera memberikan tindakan dan perawatan. Selama hampir 1 bulan Barokatul berada di RSUD Temanggung. Dokter menyarankan jika terjadi hal hal yang menghawatirkan segera di bawa ke RSUD Temanggung. Saat ini Barokatul hanya tidur dirumah dan masih terlihat lemas, kedua orang tuanya sudah kehabisan biaya mengingat saat itu belum mempunyai Jaminan Kesehatan pada waktu masuk RS Temanggung pertama kali. Meskipun pada saat ini sudah mempunyai Jaminan Kesehatan BPJS Mandiri kelas III namun untuk biaya control dan membeliobat yang tidak di tanggung BPJS sangatlah kesuitan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Barokatul Ilmi untuk memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang digunakan untuk biaya control ke RSUD Temanggung dan membeli obat. Keluarga mengucapkan terimakasih kepada Sedekah Rombongan yang telah membantunya semoga bantuan ini bermanfaat dan Barokatul segera sembuh seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 8 Desember 2017
Kurir : @Fathurrozaq82, Swastiko

Barokatul terlahir prematur dan menderita radang otak


ASYFA ANJARWATI (1), Usus Tersumbat + penyakit Kuning). Alamat : Dusun Bedogan Rt1 Rw1, Desa Gondowangi, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Adek Asyfa Anjarwati yang akrab di panggil Asyfa ini mengalami sakit yang begitu memprihatinkan. Adek asyfa anak dari pasangan suami istri bapak Enggeh Anjarwati (18) yang bekerja sebagai buruh di pabrik dekat rumahnya dan ibu Dini Nariswati (16) ibu rumah tangga. Pada tanggal 19 November ibu Dini melahirkan anak pertama yang bernama Asyfa Anjarwati dan pada tanggal 26 November 2017 lebih tepatnya pada hari Minggu sore pada pukul 17:15 adek Asyfa masuk RSUD Muntilan kabupaten Magelang.Yang baru saja lahir 7hari sebelumnya. Setelah masuk UGD RSUD Muntilan didiangnosa penyakit Usus tersumbat, penyakit Kuning dan pernafasan terhambat, setelah menjalani rawat inap semalam biayanya pun sudah mencapai 2jt rupiah, dikarenakan kurangnya peralatan dan minimnya dokter ahli yang mengharuskan untuk operasi akhirnya di rujuk ke RSUD Kabupaten Temanggung pada tanggal 27 November 2017. Setelah menjalani operasi, musibah pun terjadi lagi dari kesimpulan dokter ahli RSUD kabupaten Temanggung adek Asyfa mengidap penyakit Tumor kandung Kemih & Tumor Ovarium kondisi saat ini dia mengharuskan kencing lewat perut bekas Operasi dan jika akan BAB harus (maaf) dikorek dngan tangan menggunakan minyak goreng. Berhubung selama 2minggu di RSUD kabupaten Temanggung biaya sudah mencapai 14jt disitu kluarga sudah tak sanggup lagi bagi keluarga uang sebesar itu sangatlah tidak mungkin dengan terpaksa harus pulang, sampai saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, itu pun keluarga harus menginggalkan KTP di RSUD Muntilan dan RSUD kabupaten Temanggung untuk bisa mengambil dan untuk dibawa pulang. Keluarga adek Asyfa masih menanggung hutang sebesar 10jt rupiah. Kondisi adek Asyfa saat ini masih lemas tak berdaya,jaminan kesehatanpun tidak memilikikeluarga adek Asyfa kini mengalami kesulitan ekonomi biaya untuk pengobatan adek Asyfa.Teman-teman #SedekahRombongan dapat merasakan kesulitan keluarga adek Asyfa Alhamdulilah #SedekahRombongan dapat membantu biaya untuk pengobatan dan pembuatan BPJS dengan memberikan santunan semoga adek Asyfa lekas sembuh seperti layaknya teman-temanya Pihak keluarga adek Asyfa mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman #SedekahRombongan dan para donatur yang tidak bisa di sebutkan, yang telah menyalurkan sedekahnya melalui #SedekahRombongan atas bantun yang diberikan melalui #SedekahRombongan semoga para kurir dan donatur selalu di berikan kesehatan, keselamatan, dan kesuksesan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 11 Desember 2017
Kurir : @fathurrozaq82, Ardo Limar, Sigit Purnomo, Agus Santoso

Asyfa didiangnosa penyakit usus tersumbat, penyakit kuning dan pernafasan terhambat


GRASIA RALIN ( 5, Katarak ). Alamat : Walitelon Selatan Rt3/1, Kec. Temanggung, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Ralin begitu disapa adalah anak kedua yang terlahir dari pasangan Bapak Harsono (39,, buruh bangunan) dan Ibu Dwi Lestari (37, ibu rumah tangga). Tanda tanda Ralin mengalami katarak sudah terdeteksi sejak usia 1,5 tahun, saat itu kondisi Ralin beum bisa bicara dan berjalan membuat ibunya memeriksakan ke RSUD Temanggung. Saat diperiksa Dokter terlihat bola mata hitamnya tertutup lapisan putih yang membuat Ralin kesulitan untuk memegang sesuatu. Dokter kemudian menyarankan untuk membawa ke RS YAP di Yogyakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah mendapat pemeriksaan Dokterdiketahui Ralin mengalami katarak konginental dan harus dilakukan operasi, namun mengingat usia yang masih kecil maka Dokter menyarankan untuk setelah berusia 5 tahun. Saat usia 5 tahun ini Ralin sudah dilakukan operasi untuk mata sebelah kanannya dan hasilnya sangat bagus, Dokter juga menjadwalkan untuk operasi mata kirinya bulan Januari 2018. Meskipun pengobatan menggunakan Jaminan Kesehatan KIS PBI JKN, namun untuk biaya transportasi dan akomodasi sangatlah kesulitan mengingat ayahnya seorang buruh bangunan. Saat ini Ralin hanya dirumah dan harus melakukan kontol rutin 2 minggu sekali ke RS YAP untuk mengetahui kondisinya untuk dilakukan operasi kembali. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Ralin untuk memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi untuk menjalani control rutin setiap 2 minggunya di RS YAP Yogyakarta. Keluarga mengucapkan terimakasih kepada Sedekah Rombongan yang telah membantunya semoga bantuan ini bermanfaat dan Ralin segera sembuh seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 8 Desember 2017
Kurir : @Fathurrozaq82, Swastiko

Ralin mengalami katarak konginental


MUSINAH BINTI PAWIRO ( 63, Stroke). Alamat : Cublikan RT3/2, Kel. Kowangan, Kec. Temanggung 1, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Mbah Mus begitu dipanggil adalah seorang janda yang tinggal bersama seorang anaknya. Bertempat di suatu petakan rumah yang sempit ini Mbah Mus berjuang sendiri untuk sembuh. Awalnya sekitar 7 bulan yang lalu Mbah Mus terjatuh saat di kamar mandi. Anaknya yang mengetahui hal itu segera membawa ke RSUD Temanggung dengan menggunakan Jaminan Kesehatan KIS PBI JKN. Dokter yang memeriksanya kemudian mengatakan bahwa Mbah Mus mengalami sroke ringan, namun Dokter menyarankan untuk tetap dilakukan terapi rutin, Alhamdulillah hasilnya bagus dan lambat laun Mbah mus bisa sedikit berjalan namun masih sangat pelan dan terasa berat. Anaknya yang hanya buruh serabutan berharap Mbah Mus mempunyai Walker dimana untuk membantu terapi berjalannya. Namun karena kondisi ekonomi keluarga yang sangat minim keluarga belum bisa membeli sebuah walker. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Mbah Mus dan dapat membantu memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang mana bantuan itu dipergunakan untuk membeli sebuah walker. Keluarga sangat senang dan mengucapkan terimakasih kepada Sedekah Rombongan dan berharap semoga dengan bantuan ini Mbah Mus bisa segera sembuh seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Desember 2017
Kurir : @Fathurrozaq82, Swastiko

Mbah Mus mengalami sroke ringan


AJI WAHYU PRASETYO ( 15, Syaraf Kejepit). Alamat : Krikil RT 4/7, Kel. Walitelon Selatan , Kec. Temanggung 1, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Aji adalah anak pertama dari pasangan Alm Ngajio dan Ibu Narsih (47, ibu rumah tangga). Adiknya Afina Dwi Lestari masih duduk dibangku Sekolah Dasar. Derita Aji bermula saat usia 2 tahun, tidak seperti teman teman bayi lainnya usia itu sudah bisa berjalan dan berbicara, namun Aji belum bisa apa apa meskipun badan dan berat badannya seimbang. Orang tuanya segera membawa ke RSUD Temanggung dan di sarankan untuk segera ke RS Sarjito Yogyakarta. Setelah mendapatkan perawatan diketahui ada syaraf yang terjepit yang menghambat tumbuh kembangnya Aji. Dokter menyarankan untuk dilakukan terapi rutin setiap minggunya. Selama hampir 4 tahun rutin dilakukan terapi dengan menggunakan Jaminan Kesehatan Jamkesmas untuk pembiayaannya. Kondisi ini ternyata tidak berlangsung terus dikarenakan Ayahnya meninggal dunia sehingga proses terapi tidak dilanjutkan sampai saat ini. Hasil dari terapi sebenarnya sudah sangat bagus, Aji sudah bisa mulai berjalan meskipun dibantu. Saat ini Aji hanya dirumah dan setiap pagi dilatih oleh ibunya untuk berjalan. Saat KurirSedekah Rombongan bersilaturahmi ke rumahnya Ibunya menginginkan mempunyai walker untuk membantu Aji berjalan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat membantu dan memberikan bantuan saat silaturahmi kedua kalinya dari para sedekahholics yang mana bantuan itu di pergunakan untuk membelikan walker. Ibu dan keluarganya sangat senang sekali semoga bantuan ini bermanfaat untuk Aji sehingga bisa segera berjalan seperti teman sebayanya.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 8 Desember 2017
Kurir : @Fathurrozaq82, Swastiko, Wahyu Anggoro

Aji menderita syaraf terjepit


ZULAIKHA BINTI RISANTO ( 10, Katarak). Alamat : Bendo RT 1/2 , Kel. Kertosari, Kec. Temanggung , Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Zulaikha adlah anak ketiga dari pasangan Bapak Risanto dan ibu Turyanti. Zulaikha mengalami gangguan pada matanya sudah sejak lahir. Orang tuanya sudah sering memeriksakan ke Dokter RSUD Temanggung dan dirujuk untuk ke RS Sarjito Yogyakarta. Operasi untuk matanya juga sudah dilakukan dengan hasil yang sangat bagus sehingga jarak untuk membaca sekarang sudah agak jauh. Zulaikha pun sudah menjadi pasien dampingan RSSR Yogyakarta selama 1 tahun ini. Pada Bulan November 2017 ini jadwal Zulaikha harus control lagi ke RS Sarjito, namun ternyata ada masalah pada Jaminan Kesehatan BPJS Mandiri kelas III nya. Hal ini dikarenakan ada tunggakan selama hampir 10 bulan sehingga kartu Jamina Kesehatannya tidak bisa diaktifkan. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi kedua orang tuanya mengatakan masalah tersebut dan sangat kesulitan biaya untuk menutup iuran dan denda tersebut. Alhamdulillah saat Kurir Sedekah Rombongan silaturahmi yang kedua kalinya diberikan bantuan dari para Sedekahholics yang mana bantuan ini digunakan untuk membayar angsuran BPJS dan dendanya. Bantuan ini adalah bantuan ketiga kalinya dimana bantuan terakhir ada di Rombongan 1037. Keluarga Zulaikha mengucapkan terimakasih dan berharap agar Kartu Jaminan Kesehatan bisa aktif kembali sehingga Zulaikha bisa control lagi ke RS Sarjito supaya bisa sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 8 Desember 2017
Kurir : @Fathurrozaq82, Swastiko

Zulaikha mengalami gangguan pada matanya


HAFIZ ALFATIAH PRATAMA ( 3, Jantung Bocor). Alamat : Cekelan RT 2/4,Kel. Madureso, Kec. Temanggung , Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Hafiz adlah anak pertama yang terlahir dari pasangan Alpius Suryo ( 28, buruh serabutan) dan Septiani Hidayati (24, Guru Honorer). Derita Hafiz sudah diketahui sejak bayi berusia 9 hari. Saat itu kejang kejang disertai dengan demam tinggi dan tubuhnya tampak kebiruan. Orang tuanya segera membawake Puskesmas setempat dan diberikan rujukan ke RS PKU Muhammadiyah Temanggung. Namun Dokter yang telah memeriksanya menyarankan untuk segera dibawa ke RS yang lebih lengkap dan dirujuk ke RS Moewardi Solo. Dokter yang menanganinya mengatakan jika Hafiz mengalami Jantung bocor dan harus dipasang alat katerisasi. Mengingat usia yang masih kecil maka disarankan setelah usia 3 tahun untuk dilakukan pemasangan alat itu. Namun, saat usia Hafiz sekarang ternyata kondisi ekonomi Ibunya juga tidak baik dan Ayahnya pergi sampai saat ini belum kembali. Keluarga hanya bisa pasrah atas keadaan ini. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukanoleh Alloh dengan keluarga Hafiz dan memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang digunakan untuk biaya berobat ke RS Moewardi Solo. Santunan Awal sudah diberikan dan Hafiz menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Semoga Hafiz segera diberikan kesembuhan dan bisa ceria bersama teman sebayanya

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 11 Desember 2017
Kurir : @Fathurrozaq82, Agus Santoso, Swastiko

Hafiz mengalami jantung bocor

——-
WALDIYONO BIN SAMURI ( 60, Stroke). Alamat : Jragan Dukuh RT 3/3, Desa Jragan , Kec. Tembarak, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Mbah Wal begitu dipanggil warga sekitar dikenal seorang yang ulet dalam bekerja sebagi buruh tani. Istrinya Mbah Semi (62) juga sering membantunya di sawah. Hari itu pagi sekitar 2 tahun yang lalu seperti biasa Mbah Wal pergi ke sawah bersama istrinya. Saat melewati sawah miliknya Mbah Wal terpeleset dan terjatuh namun tidak bisa bangkit lagi. Istrinya yang melihat keadaan itu segera berteriak meminta tolong kepada tetangga yang berada di sawah untuk membantunya. Setelah dibawa pulang diputuskan untuk langsung dibawa ke RSUD Temanggung untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan Dokter diketahui Mbah Wal mengalami Stroke sebelah kanan sehingga sulit digerakkan. Selama seminggu mendapatkan perwatan dan Dokter sudah memperbolehkan pulang, namun harus tetap control rutin. Selama satu tahun control rutin dilakukan dibantu anaknya,namun untuk beberapa bulan ini sudah tidak dilakukan mengingat kesusahan untuk membawanya karena tidak bisa berjalan. Meskipun pengobatan mempunyai Jaminan Kesehatan KIS PBI JKN namun keluarga sangat kesulitan dikarenakan Mbah Wal tidak bisa berjalan. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilatrahmi ke rumahnya baliau dan keluarga mengharapkan mempunyai kursi roda untuk membantunya dirumah dan jika control. Alhamdulillah silaturahmi kedua Kurir Sedekah Rombongan ke rumah Mbah Wal bermaksud untuk memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang digunakan membeli sebuah kursi roda. Keluarga sangat senang dan berkali kali mengucapkan terimakasih kepada Sedekah Rombongan yang telah membantunya semoga bantuan ini bermanfaat untuk Mbah Wald an keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 8 Desember 2017
Kurir : @Fathurrozaq82, Swastiko

Mbah Wal mengalami stroke sebelah kanan


YAMI BINTI DAROJI (71, Santunan Duafa). Alamat Dusun Kebumen II RT 1/4, Desa Kebumen Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Mbah Yami adalah seorang lansia yang kini hidup sendiri di Sebuah rumah kecil ukuran 3 x 4 m² . Keseharian dia habiskan waktu untuk mengaji ke beberapa majelis pengajian di Desanya bahkan di tetanggan Desa dengan berjalan Kaki. Dalam kondisi sakit dia masih memaksakan untuk tetap mengaji meskipun para tetangga melarangnya. Dalam kesehariannya Mbah Yami hidup dari belas kasihan tetangga sekitar yang peduli padanya, namun jika tidak ada yang memberi dia terpaksa makan makanan yang diberi tetangga beberapa hari lalu. Hal tersebut membuat kondisi Kesehatan Mbah Yami tidak stabil. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi ke tempat Mbah Yami, sehingga bisa menyampaikan sedekah dari para Sedekaholic untuk memberikan bantuan yang bisa digunakan untuk membeli kebutuhan makan sehari hari Mbah Yami yang bergizi dan mbah Yami bisa meneruskan aktivitas mengajinya di usia senja. Mbah Yami mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan semoga bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 6 Desember 2017
Kurir : @Fathurrozaq82, Swastiko, Mahendra Yudya

Bantuan tunai


PUTRI ROHMA NINGSIH ( 12, Gizi Buruk & Terlantar ). Alamat: Dusun Batikan RT1/4, Desa Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Putri tidak seperti teman sebayanya, bahkan diumurnya yang ke-12 tahun ini dia tinggal bersama neneknya yang bernama Mbah Welas disebuah rumah yang sebenarnya adalah kandang kambing,sehingga kesehatan Putri dan Neneknya sangat rawan penyakit yang timbul karena kotornya rumah tersebut. Ayah Putri yang bernama Yusuf dan Ibu Putri bernama Fatihan meninggalkan Putri merantau di Kalimantan dan sampai saat ini sulit dihubungi. Putri mengalami kondisi tubuh terparah yang disebabkan kekurangan gizi dalam kurun waktu yang lama, sehingga menyebabkan tubuh Putri kurus dan mengalami masalah dalam kesehatan. Dua bulan lalu Putri sempat dirawat di Rumah Sakit Temanggung karena Typus akut dan dalam kondisi tersebut Mbah Welas tidak bisa berbuat apa-apa. Sekolah tempat dia belajar yaitu MI Al Falah yang beralamat di Desa Soropadan Kecamatan Pringsurat yang pertama kali memberikan bantuan penanganan di Rumah Sakit sehingga saat itu Putri bisa tertangani. Setelah kesembuhan Putri ada pihak keluarga yang menampung Putri meskipun dengan kondisi yang terbatas juga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Putri, sehingga bisa menyampaikan sedekah dari sedekaholic untuk membantu memperbaiki nutrisi Putri Sehingga Putri bisa kembali sehat dan beraktifitas seperti sediakala. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 6 Desember 2017
Kurir : @Fathurrozaq82, Swastiko, Mahendra Yudya

Putri menderita gizi buruk & terlantar


SUKARTI BINTI ASIH ( 86, Stroke ). Alamat: Dusun Soboketro ,RT 1/5, Desa Soborejo, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Mbah Sukarti adalah seorang Janda yang kini mengalami stroke dan hidup sendiri di Sebuah rumah sederhana.Meskipun anaknya tinggal satu dusun namun kondisi anaknya juga sangat miskin sehingga melihat kondisi yang dialami Mbah Sukarti keluarga tidak bisa berbuat banyak dan tak jarang para tetangga bergantian membantu Mbah Sukarti dalam hal makan dan minum maupun kesehatan . Keseharian mbah sukarti hanya duduk di kamar yang gelap dan pekat. Awalnya dulu Mbah Sukarti jatuh saat ke sawah oleh anaknya dibawa ke Puskesmas Pringsurat dan dilakukan rawat jalan. Meskipun pengobatan menggunakan KIS PBI JKN namun kondisi ekonomi keluarganya yang sangat minim membuat keluarga hanya pasrah dan merawat Mbah Karti dirumah secara sederhana. Keluarga berharap bisa memberikan kursi roda dimana dengan alat bantu itu Mbah Sukarti bisa keluar rumah untuk menghirup udara pagi hari, namun lagi lagi kondisi ekonomilah yang membuat keluarga belum bisa membelikannya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Mbah Sukarti dan memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang dipergunakan untuk membeli Kursi Roda. Kleuarga dan Mbah Sukarti sangat senang dan mengucapkan terimakasih atas bantuan ini semoga dapat bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 6 Desember 2017
Kurir : @Fathurrozaq82, Swastiko, Mahendra Yudya

Mbah Sukarti mengalami stroke


CIKAL RIZKI WICAKSONO (11, Cerebral Palsy). Alamat : Dsn Krajan 4/1 Ds. Lempuyang, Kec.Candiroto, Kab.Temanggung. Cikal mengalami gangguan dengan diagnosa Cerebral Palsy sejak umur 7 bulan. Saat umur 7 bulan Cikal tiba – tiba mengalami panas dan harus dilarikan ke Rumah Sakit, selang beberapa waktu ternyata Cikal kesulitan dalam bergerak juga dalam berbicara. Kondisinya hingga kini masih terganggu dalam tumbuh kembangnya, terutama komunikasi dan pergerakannya. Sampai saat ini Cikal masih rutin melakukan kontrol ke Rumah Sakit untuk fisioterapi gerak maupun tumbuh kembangnya.Walaupun sudah dibantu dalam pengobatan menggunakan BPJS tetapi keluarga harus mengeluarkan biaya untuk transportasi dan untuk kebutuhan yang lain karena terkendala jarak Rumah Sakit yg jauh. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Keluarga Cikal untuk memberikan santunan untuk biaya kontrol yang dilakukan 1 kali dalam seminggu. Semoga santuan bisa meringankan beban Keluarga dan membantu Cikal agar dapat beraktifitas seperti anak – anak yang lain.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 07 Desember 2017
Kurir : @faturrozaq82, Swastiko, Wahyu Sulistyo

Cikal mengalami gangguan dengan diagnosa cerebral palsy


PARGE BIN WIHARTONO ( 54, Santunan Duafa ). Alamat : Drono 3/2, Kec. Tembarak, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Pak Parge adalah seorang kepala rumah tangga yang mempunyai 4 orang anak. Anak pertama dan kedua sudah berkeluarga sendiri namun masih tinggal bersama Pak Parge, sedangkan kedua anaknya yang lain masih duduk di bangku sekolah namun sudah tidak sekolah lagi karena tidak ada biaya untuk sekolah.Kondisi keluarga yang menumpuk itu semakin diperparah mengingat rumahnya yang terbuat dari pagar bamboo dan kuda kuda atapnya juga sudah keropos, hal ini menyebabkan Pak Parge selalu khawatir akan keadaan rumahnya. Apalagi saat musin huan seperti sekarang ini semua ruangan rumah Pak Pargi sudah kemasukan air karena atapnya bocor semua. Keadaan ini membuat Pak Parge hanya bisa pasrah. Pekerjaan Pak parge yang hanya buruh serabutan harus memikirkan rumah juga harus memikirkan nasib keluarganya untuk makan sehari hari, anaknya yang sudah berkeluarga juga belum bekerja dan hanya sebagai buruh tani. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi kerumahnya bertemu dengan Bapak kadus yang mengatakan bahwa rumah Pak Pargi mendapatkan bantuan dari Desa, namun belum mencukupi karena jumlahnya sedikit. Alhamduillah Sedekah Rombongan dapat membantu memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang mana bantuan itu langsung dibelikan berupa material pasir dan semen. Pak Parge menitikkan air mata mengetahui hal itu dan langsung bersujud bersyukur serta tak lupa mengucapkan terimakasih atas bantuan ini semoga bermanfaat dan rumahnya segera di benahi sehingga bisa hidup dengan aman.

Jumlah Bantuan : Rp.3.000.000,-
Tanggal : 8 Desember 2017
Kurir : @Fathurrozaq82, Swastiko

Bantuan tunai


WARTINAH BINTI KIRNO (29 , Benjolan Leher) Alamat : Dusun Banaran RT8/2, Desa Bonjor, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Ibu Wartinah adalah janda yang mempunyai 1 orang anak yang berusia 7 tahun. Derita ini bermula ada benjolan kecil di lehernya namun lama kelamaan benjolan itu bertambah besar . Ibu Wartinah segera memeriksakan ke Puskesmas Tretep untuk dilakukan pemeriksaan hasilnya Puskesmas memberikan rujukan ke RSUD Temanggung untuk mendapatkan penanganan lebih intensif, namun hal itu urung dilakukan mengingat Bu Wartinah belum mempunyai Jaminan Kesehatan apapun , disamping itu anaknya juga mengalami masalah kesehatan yaitu adanya gizi buruk dengan hanya berat 10kg dan terlihat sangat kurus. Saat ini kondisi Bu Wartinah hanya bisa tidur di kamar dan hanya beraktifitas secara ringan. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya bersama Perangkat Desa setempat di putuskan untuk membuat BPJS mandiri terlebih dahulu sembari menunggu KIS dari Pemerintah yang saat ini masih diajukan. Alhamdulilllah Sedekah Rombongan dapat membantu memberikan santunan dari para Sedekahholics yang dipergunakan untuk membuat BPJS Mandiri kelas III, Semoga dengan adanya Jaminan Kesehatan ini Bu Wartinah beserta anaknya dapat segera melakukan pemeriksaanke RSUD Temanggung dan segera diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000
Tanggal : 6 Desember 2017
Kurir : @faturrozaq82, Swastiko, Gus Dur

Bu Wartinah menderita benjolan di leher


SISWONO SARDI ( 73, Penyumbatan pembuluh darah ). Alamat : Dusun Malatan, RT 03/10, Desa Bansari, Kec. Bansari, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Pak Siswono sebelum sakit bekerja sebagai petani, beliau tinggal bersama anaknya, karena istrinya sudah meninggal. Tiga tahun belakangan ini Pak Siswono mengeluh kaki nya sakit, kemudian Pak Siswono melakukan rawat jalan, namun tidak kunjung sembuh, kemudian Pak Siswono dirujuk ke RSUD Temanggung, beliau sempat menjalani rawat inap selama beberapa hari, kemudian dokter melakukan pemeriksaan dan diketahui hasilnya ada penyumbatan pembuluh darah yang menyebabkan kaki beliau mengalami pembusukan dan terlihat tulang, saat ini Pak Siswono menjalani rawat jalan, yang memerlukan kontrol rutin, mengkonsumsi obat dan menganti perban setiap harinya, Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim ke rumah Pak Siswono dan memberikan santunan dari para S edekahholics yang digunakan untuk membeli obat-obatan dan perban untuk membantu perawatan kaki Pak Siswono,ini merupakan santuan pertama diberikan. Keluarga mengucapkan terimakasih kepada Sedekah Rombongan yang telah membantunya, semoga Pak Siswono segera sembuh dan bisa melanjutkan aktivitas sehari -hari seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 8 Desember 2017
Kurir : @Fathurrozaq82, Swastiko, Ashuri, Basyir

Pak Siswono penyumbatan pembuluh darah


MUHAMAD ZAID (6, Virus otak). Alamat, Dusun Karangluhur RT 1/3, Kelurahan Kalianget, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Zaid begitulah ia biasa di panggil oleh orang tuanya. Kondisi fisiknya sedikit beda dengan anak seumuranya, terlihat kurang bergairah dan cenderung menyendiri. Zaid sekarang di sekolahkan oleh orang tuanya di SLB Budi Asih Kecamatan Kalikajar Kab.Wonosobo, karena Zaid mempunyai keterbatasan yang menyebabkan dia tidak bisa menuntut ilmu di sekolah umum/reguler. Tiap hari orang tua Zaid, mengantar anaknya ke sekolah dengan jarak yang lumayan jauh sekitar 15 km dari rumahnya, karena hanya itulah satu-satunya sekolah yang cocok untuk Zaid di kota Wonosobo, Jateng. Semua itu dilakukan orang tua Zaid demi anaknya bisa bersekolah dan bisa bersosialisasi dengan teman sebayanya. Awal Zaid di ketahui mengalami kelainan, ketika sudah berumur 4 tahun tapi dia masih susah untuk bicara. Orang tua Zaid mulai panik dan bingung dengan kondisi anaknya yang seperti itu. Segera mereka membawa Zaid ke Rumah Sakit Umum Daerah Setjonegoro Wonosobo untuk memeriksaan kondisi kesehatan anaknya. Selama 3 hari Zaid harus mondok di RSUD Setjonegoro dengan pemeriksaan intensif dari tim medis. Hasilnya tim medis menyatakan Zaid terkena virus otak yang menyebabkan pertumbuhanya jadi lambat, daya pikirnya juga lemah. Oleh tim Dokter, Zaid di sarankan untuk di bawa ke RSUP dr Sardjito Jogja agar bisa mendapat penanganan yang lebih intensive lagi. Tapi apa daya, keluarga tersebut belum bisa membawa anaknya sesuai saran dokter dikarenakan keterbatasan biaya. Ayah Zaid, Yusuf Hidayat (37) sehari-hari menjadi tukang parkir dengan penghasilan yang tidak menentu, sementara ibu Zaid, Painem (38) hanyalah seorang ibu rumah tangga tanpa ada penghasilan. Kurir Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi tersebut dan berusaha agar Zaid bisa segera di bawa ke Rumah Sakit RSUP dr.Sardjito Jogja supaya Zaid bisa tertangani dengan lebih baik lagi. Bantuan dari Sedekah Rombongan diberikan untuk membantu transportasi ke RSUP dr.Sardjito Jogja dan akomodasi selama menunggui anaknya di Rumah Sakit. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan ini semoga Zaid segera diberikan kesembuhan

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 8 Desember 2017
Kurir : @Fathurrozaq82, Swastiko, Tri Purwanto

Zaid mengalami terserang virus di otak


GILANG BAGAS PRASTIYO (2, Leukemia). Alamat: dusun Depok RT 03 RW 01 Desa Gemawang , Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung. Propinsi Jateng. Anak dari Bapak Yaenur (39) dan ibu Rowiyati (34) ini sejak setahun yang lalu berjuang melawan ganasnya Leukimia. Penyakit yang Gilang alami mengharuskan anak ceria ini berobat di RS PKU Muhammadiyah Temanggung hingga saat ini. Namun pihak rumah sakit menyarankan untuk dirujuk ke RSUP dr. Sardjito Yogyakarta. Sang ayah, Yaenur, seorang kepala keluarga yang bekerja sebagai Petani ini dan kadang sering berkerja serabutan yang upah kerjanya hanya Rp.35.000,- per hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat bertemu dengan Gilang Bagas Prastiyo dan keluarganya. keluarga dapat melakukan pemeriksaan serta kontrol secara teratur. Kondisinya terus membaik, namun dia masih harus kontrol rutin. Dengan izin Allah SWT pula saat itu Sedekah Rombongan dapat mengantarkan titipan dari Sedekaholics yang digunakan untuk transportasi-akomodasi dan tambahan biaya membeli obat. Semoga sedekah ini membawa keberkahan bagi semua dan membuka pintu kesembuhan bagi Gilang Bagas Prastiyo.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 8 Desember 2017
Kurir : @Fathurrozaq82 @Koko @M_Ilyam17 @Rofiqsilver

Gilang menderita leukimia


ASMONOWATI (52, Keloid Akut), Bu Asmonowati usia 52 tahun tinggal di Dusun Ajung Krajan RT 02 RW 14, Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember Jawa Timur. Dalam kesehariannya berprofesi sebagai penjahit. Wanita yang berstatus janda ini memiliki satu orang putra yang baru saja menyelesaikan sekolah SMA. Semenjak beberapa tahun silam Bu Asmonowati menderita gangguan lapisan kulit di dadanya. Secara visual di identifikasi sebagai keloid. Penyakit ini awalnya dianggap penyakit kulit biasa namun seiring berjalannya waktu keloid nya meluas dan terasa nyeri, sampai-sampai jika penyakitnya kambuh kesulitan bernafaspun dia alami. Setelah Kurir Sedakah Rombongan Jember bersillaturahmi ke Rumah beliau, Jadwal pemeriksaanpun dibuat. Bu Asmonowati dibawa ke R.S Soebandi untuk melakukan pemeriksaan, diagnosa awal, terapi obat dan kemudian dilakukan operasi pengangkatan lapisan kulit di area dada. Sedekah Rombongan memberikan santuna kepada Bu Asmonowati untuk Pembelian Rutin Obat dan Salep di Luar BPJS dan Transportasi. Santunan Sebelumnya masuk dirombongan 1073

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 Desember 2017
Kurir: @yudhoari @viandwiprayugo @Isroil

Bu Asmonowati menderita gangguan lapisan kulit


ARTAWI BIN SINGOWARI, (73, Katarak) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/003, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pak Artawi, menderita penyakit Katarak sejak usianya tahun 1998, semakin tahun pengelihatannya semakin memburuk, karena keterbatasan biaya ia tidak melanjutkan pengobatan yang di anjurkan oleh Dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Istri Pak Artawi, Misti (69) bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga dengan pendapatan yang hanya cukup untuk biaya kehidupan sehari-hari. dan Pak Artawi sendiri tidak bekerja karena faktor penyakitnya Pak Artawi tidak bisa bekerja. Pada bulan Mei 2017 Kurir dari Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Pak Artawi, dan sepakat memberi dampingan kepada Pak Artawi selama berobat di RSUD Dr. Soebandi Jember. Pak Artawi telah menjalani kontrol di RSUD Dr. Soebandi Jember, ia merasakan kemajuan pada matanya yang sedikit demi sedikit mulai dapat melihat kembali. Pak Artawi akan melakukan kontrol rutin selanjutnya dengan bantuan akomodasi dari Sedekah Rombongan. Santunan di berikan untuk membantu pembayaran Iuran BPJS Kelas III . Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Pak Artawi dan dapat segera sembuh seperti diakala. Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aminn. Santunan Sebelumnya masuk dirombongan 1059

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Oktober 2017, 7 November 2017, 8 Desember 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil

Pak Artawi menderita penyakit Katara


MOHAMMAD HABIBI S(7, Retinoblastoma). Alamat : Dusun Balung Kopi, RT 1/5, Desa Balung Kidul, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pada Bulan Maret 2017, diketahui terdapat benjolan kecil pada kelopak mata kanan Habibi. Karena dirasa biasa dan tidak terasa sakit, benjolan tersebut dibiarkan saja. Seiring berjalannya waktu, benjolan yang awalnya kecil menjadi semakin membesar. Habibi pun segera dibawa untuk periksa ke rumah sakit. Dokter pun langsung mendiagnosis retinoblastoma atau kanker mata karena benjolan yang sudah membesar dan mengeluarkan darah. Habibi pun diberikan surat rujukan untuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk pengobatan yang lebih lengkap. Untuk bulan ini, Habibi telah menjalani beberapa pemeriksaan dan telah direncanakan untuk kemo terapi. Pada Bulan Agustus ini, Habibi telah menjalai jadwal kemo terapi yang ke 4 dan ke 5. Ayah Habibi, Bapak Saiful Arifin (31) bekerja sebagai buruh tani hanya mampu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-harinya dengan upah yang diterima. Sedangkan ibu Habibi, Ibu Sunama (39) hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Habibi sangat terbatu akan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI dalam berobat. Akan tetapi, keluarga sangat terbeban akan biaya transportasi dan kebutuhan hidup saat menjalani pengobatan di Malang. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan telah dipertemukan dengan Habibi dan bantuan pun diberikan untuk biaya transportasi, dan Pembelian Obat. Semoga Habibi diberikan kelancaran dalam menjalani pengobatan dan diberi kesembuhan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.138.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2017, 30 September 2017, 21 Oktober 2017, 15 November 2017, 08 Desember 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Habibi didiagnosis retinoblastoma


SITI MUAWANAH, (35, Tumor Otak) Alamat Dusun Krajan RT/RW 001/004, Desa Nogosari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Awal mulanya, Ibu Muawanah merasakan pusing yang luar biasa. Karena keluhan tersebut, akhirnya ibu Muawanah memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Dokter setempat menyatakan bahwa ibu Muawanah hanya memerlukan istirahat yang cukup dan disarankan untuk tidak terlalu banyak pikiran. Satu bulan kemudian, ibu Muawanah mengeluh pusing kembali. Beliau juga pernah jatuh pingsan sehingga dilarikan lagi ke Puskesmas. Ketika sadar, kondisi mata ibu Muawanah memerah. Ibu Muawanah juga mengeluhkan sakit di bagian tangan beliau. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, ibu Muawanah dirujuk ke RS Balung Jember untuk menjalani pemeriksaan lebih lengkap. Dari RS Balung Jember, ibu Muawanah dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Di RSUD Dr. Soebandi Jember, ibu Muawanah telah menjalani pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Dari hasil pemeriksaan, ibu Muawanah mederita Tumor Otak sehingga dokter menyarankan untuk rutin menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soebandi Jember setiap satu bulan sekali. Kini, ibu Muawanah sering mengalami kejang, demam, dan gemetaran. Keadaan bibir beliau juga menjadi miring sehingga sulit untuk berbicara, terkadang bisa merespon dan terkadang tidak bisa. Ibu Muawanah hanya bisa terdiam di rumah karena matanya sudah tidak begitu normal. Suami ibu Muawanah, Abu Bakar (41) bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak menentukan, yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari bagi keluarganya. Ibu Muawanah adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai dua seorang anak dan tinggal bersama dengan suami di sebuah rumah yang berdinding kayu. Selama pengobatan, ibu Muawanah menggunakan fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas III. Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi, nutrisi makanan, dan biaya obat yang berada di luar BPJS. Kisah hidup ibu Muawanah telah menyapa hati Sedekah Rombongan. Alhamdulillah, bantuan dari para sedekaholic yang disalurkan melalui Kurir Sedekah Rombongan telah sampai. Bantuan yang diberikan dipergunakan untuk pembayaran Iuran BPJS setiap bulan, pembelian obat yang tak tercover BPJS dan Akomodasi selama di rumah sakit. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Muawanah dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aminn. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1034

Jumlah Santunan : Rp. 1.162.500,-
Tanggal : 9 Agustus 2017, 27 September 2017, 9 Oktober 2017, 14 November 2017, dan 8 Desember 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Ibu Muawanah menderita tumor otak


SA’IN BIN SIAN, (67, Dhuafa) Alamat Curah Meluwo RT/RW 002/002, Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Mbah Sa’in adalah seorang Dhuafa yang hidup sebatang kara yang makan sehari-harinya serba kekurangan dan memiliki kekurangan fisik, Keseharianya pun hanya pencari kayu bakar terkadang jika musim padi Mbah Sa’in mencari sisa – sisa padi yang sudah selesai di panen dan beliau sering dibantu oleh tetangganya untuk makan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Bapak Sa’in bahwa beliau memerlukan bantuan. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal Mbah Sa’in. Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Mbah Sa’in. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari untuk Mbah Sa’in. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat dan semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh AllahSubhanahuwata’ala. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Desember 2017
Kurir : @yudhoari @agungganong @viandwiprayugo

Bantuan tunai


SUMI BINTI GONAWI, (75, Dhuafa) Alamat Dusun Curah Meluwo RT/RW 002/002, Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Mbah Sumi dan keluarga saat ini mengalami kesulitan untuk makan sehari-hari. Biasanya tetangga sering memberi bantuan makanan untuk Mbah Sumi dan keluarga, karena di usianya yang sudah tidak muda lagi tak banyak yang bisa dilakukan oleh Mbah Sumi untuk mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehari-hari Mbah Sumi mencari sayur sayuran di pinggir sungai, seperti sayur kangkung, Genjer dan sayur lainnya, untuk dijual kembali. Mbah Sumi hidup dengan seorang cucunya yang duduk di Bangku Kelas 8 SMP yang sering membantu Mbah Sumi mencari Sayur Sayuran tersebut. Dengan penghasilan hidup yang tidak menentu keluarga mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Mbah Sumi dan bantuan yang diberikan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga, Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Desember 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @agungganong

Bantuan tunai


M RESA BAHTIAR, (2, Meningnokel) Alamat Jl. YOS Sudarso Link Gempal RT/RW 002/015, Desa Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Adik Resa yang masih berumur 2 tahun ini menderita Sakit Meningnokel sejak baru melahirkan. Adik Resa ini anak Kedua dari pasangan Bapak Sarkawi (65) yang bekerja sebagai buruh tani dan Ibu Fatimah (39) sebagai ibu rumah tangga, keluarga tersebut tergolong orang tidak mampu yang layak untuk dibantu. Salah satu Kurir Sedekah Rombongan mendengar informasi dari salah satu perangkat desa bahwa ada salah satu warganya yang membutuhkan pertolongan. Akhirnya Kurir Sedekah Rombongan mendatangi rumahnya dan bersilahturahmi ke tempat tinggal adik Resa. Adik Resa memiliki Jaminan Kesehatan berupa JKN – KIS NON PBI Kelas III yang meringankan beban keluarganya dalam berobat. Kurir Sedekah Rombongan langsung membawanya ke Puskesmas terdekat untuk pengobatan dan lanjut dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk pengobatan lebih lanjut. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Resa, Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi biaya perawatan selama di Rumah Sakit dan Pembayaran BPJS Setiap Bulan. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpah ganda oleh dariNya. Aminn. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1080

Jumlah Santunan : Rp. 523.500,-
Tanggal : 13 Desember 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @Isroil

Adik Resa menderita Sakit meningnokel


ALIKA MAHARANI (7, Osteogenesis Imperfecta). Alamat: Jalan Veteran, RT 29/7, Desa Dabasah, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Di usia yang masih belia, Alika harus berdiam diri di rumah dan tidak dapat melakukan aktivitas seperti yang dilakukan oleh teman-temannya. Ketika usia Alika masih 16 bulan di mana ia masih aktif belajar berjalan, Alika terpeleset dan membuat paha kirinya membengkak. Orang tua Alika membawa Alika ke pengobatan pijat tradisional terdekat, dan dinyatakan paha kiri Alika mengalami patah tulang. Alhasil setelah tiga bulan menjalani pengobatan tersebut, Alika dinyatakan sembuh. Dua tahun kemudian, Alika bermain dengan teman sebayanya. Tiba-tiba Alika terjatuh dan membuat paha kirinya kembali membengkak. Orang tua Alika kembali membawa Alika ke pengobatan pijat tradisional. Alika hanya bisa berjalan dengan posisi kakinya yang membengkok. Hingga usia 5 tahun, Alika masih merasa kesulitan untuk berjalan sehingga ia kembali terjatuh. Karena sudah yang ketiga kalinya Alika terjatuh, kedua orangtuanya mebawa Alika ke RS Bhayangkara Jember untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Alika didiagnosa menderita osteogenesis imperfecta. Dari RS Bhayangkara Jember, Alika dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan pengobatan yang lebih lengkap. Ayah Alika, Nafa ‘i Retwanto (48) bekerja sebagai karyawan koperasi simpan pinjam dan ibunya, Haril (45) sebagai ibu rumah tangga. Alika mempunyai dua saudara. Alika sudah mempunyai jaminan kesehatan BPJS. Walaupun demikian, dengan kebutuhan hidup yang semakin tinggi keluarga Alika mengalami kesulitan untuk membiayai pengobatan Alika diluar jaminan BPJS dan biaya transportasinya untuk berobat. Alika kecil masih belum bisa berjalan hingga sekarang. Bantuan awal telah diberikan dan digunakan untuk biaya pengobatan dan biaya transportasi. Semoga Alika bisa segera sembuh dan bisa menjalani aktivitas seperti anak-anak lainnya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 626.600,-
Tanggal : 29 September 2017, 9 Oktober 2017, 28 November 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Alika mengalami patah tulang


SUSANTO BIN JAMALUDIN (53, Tumor Femoralis). Alamat : Desa Lumutan RT 29 RW 07, Kec . Botolinggo, Kab. Bondowoso, Prov. Jawa Timur. Lima belas tahun yang lalu, di paha dan betis pak Susanto terdapat benjolan. Sekitar dua tahun yang lalu memeriksakan kondisinya di DR. Koesnadi Bondowoso. Hasil dari pemeriksaan menunjukkan bahwa Pak Susanto mengidap penyakit Tumor Femoralis. Saat ini kondisi benjolan paha dan betis pak Susanto semakin besar dan terasa sakit. Pak Susanto yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang batu merasa terganggu pekerjaannya karena kondisinya yang seperti itu. Ketika di jenguk kurir Sedekah Rombongan sesekali pak Susanto menunjukkan kesedihan karena merasa kesulitan akan biaya pengobatan penyakitnya. Karena seperti yang diketahui gaji pak Susanto hanya cukup untuk makan sehari-hari. Saat ini Pak Susanto menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa PBI. Saran dokter adalah melakukan operasi lanjutan. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan Perawatan yang tidak masuk dalam tanggungan PBI. Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 776.500,-
Tanggal : 16 Oktober 2017, 15 November 2017
Kurir : @yudhoari @triretno @Lesi @viandwiprayugo

Pak Susanto mengidap penyakit Tumor Femoralis.


MOHAMMAD NUR GHUFRON, (42, Tumor Testis) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/001, Desa Tangsil Kulon, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Riwayat penyakit Pak Ghufron berawal sejak setahun belakangan ini, yaitu saat testis mengalami bengkak. Awalnya ia tidak terlalu merasakan sehingga dibiarkan saja. Namun satu bulan terakhir ini Pak Ghufron tidak bisa BAB dan testisnya semakin bengkak. Padahal dalam kesehariannya, ia tetap makan seperti biasa dan perutnya tidak membesar. Awalnya dokter mendiagnosa bahwa Pak Ghufron menderita penyakit usus buntu, namun setelah pemeriksaan lebih lanjut merujuk dari hasil laboratorium, EKG dan rontgen, ternyata ia menderita suspek tumor testis. Atas diagnosa tersebut, ia harus dirujuk dari RSUD Dr. Koesnadi Bondowoso ke RSUD Dr. Soebandi Jember agar dapat ditangani secara lebih intensif. Sebelum beliau sakit Pak Ghufron bekerja sebagai buruh harian lepas yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari bagi keluarganya, dan Istrinya ibu Holilah (38) adalah seorang ibu rumah tangga. Biaya pengobatan Pak Ghufron dikenai biaya umum, karena JKN-KIS NON PBI kelas 3 yang ia miliki baru dibayar tunggakannya dan belum bisa digunakan saat itu. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Ghufron dan dapat merasakan kesulitan yang dihadapi Pak Ghufron dan keluarga. Santunan pun kemudian disampaikan untuk membayar biaya tunggakan JKN – KIS NON PBI Kelas III, pembelian obat di luar tanggungan BPJS, Biaya Transportasi dan biaya pengobatan pasien. Alhamdulillah, kondisi Pak Ghufron mulai membaik. Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1072

Jumlah Santunan : Rp. 554.000,-
Tanggal : 10 November 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @triretno

Pak Ghufron menderita suspek tumor testis.


MUHAMMAD IRFAN AFANDI (1, Hydrocepalus dan mall nutrisi). Alamat : Desa Sumber Canting, RT/RW 037/009 Kec. Sumber Wringin, Kab. Bondowoso, Prov. Jawa Timur. Irfan, bayi mungil yang baru lahir ke dunia sekitar 70 Hari yang lalu tumbuh berbeda dengan kebanyakan bayi biasanya. Sejak lahir terdapat kelainan pada kepala dan badan Irfan, setelah melalui pemeriksaan di RSU. Dr. Koesnadi Bondowoso Irfan di diagnosa terkena kelainan Hydrocepalus dan mall nutrisi. Ayahnya, Abdul Rahman (50) yang pekerjaan sehari-harinya sebagai wiraswasta dan ibunya, Irmawati (15) tidak sanggup untuk membiayai pengobatan sang anak. Sesekali mereka meneteskan air mata ketika melihat kondisi Irfan yang demikian. Saat ini Irfan MRS di RSU. Dr. Koesnadi dengan keadaan kepala membesar dan badan kurus kering. Saat ini Irfan menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit dan obat-obatan yang tidak masuk dalam tanggungan BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2017 dan 6 November 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @agustindiana

Irfan di diagnosa terkena kelainan hydrocepalus dan mall nutrisi


JANUAR DAFFA MAULANA (3, Ichtyosis Lamelar). Alamat : Dsn. Gunung Mas RT02/1, Kec. Manyaran, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Daffa begitu biasa dipanggil memang menderita kelainan kulit ini sejak lahir serta sempat menghambat tumbuh kembang dan psikologisnya. Penyebabnya kelainan kromosum yang membuat Daffa tak memiliki pori-pori sehingga dia pun tak bisa berkeringat. Lahir premature di usia 6 bualan kandungan juga membuat Daffa mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Sampai saat ini Daffa masih rutin chek up ke poli kulit dan kelamin RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Setelah bulan lalu menjalani serangkaian test untuk mengetahui tumbuh kembangnya untuk bulan ini Daffa kembali jalani chek up rutin di poli kulit kelamin dan poli anak. Seperti bulan lalu, bulan inipun Daffa chek up rutin ke poli kulit kelamin dan poli anak. Karena jadwal chek up ke poli kulit kelamin dan ke poli anak tak bisa dilakukan dalam waktu yang bersamaan, maka terpaksa dalam sebulan Daffa bisa dua sampai tiga kali ke RS. Bulan ini kondisi Daffa kembali stabil setelah bulan lalu sempat mengalami masalah pembengkakan elenjar tyroidnya. Meskipun begitu Daffa tetap harus chek up ke poli anak. Daffa juga diberi beberapa resep obat dan vitamin, hanya saja sebagian besar tak tercover BPJS dan harus beli diapotek luar RS. Untuk perawatan kulitnya, tetap disarankan penggunaan cream khusus vasline noroid cream, olive oil serta sering mandi tanpa sabun. Terapi kulit untuk kasus seperti Daffa ini memang hanya menjaga kelembaban kulit saja. Semakin bertambahnya usia, semakin besar pula tubuhnya artinya kebutuhan untuk perawatan kulit juga semakin bertambah. Untuk proses tumbuh kembangnya saat ini, kondisi Daffa mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik. Baik kemampuan fisik maupun verbalnya. Syaraf motoriknya juga berfungsi dengan normal. Daffa adalah putra pertama pasangan Bapak Yulianto Pambudi dan Ibu Rahning Puspitasari. Saat ini ayahnya Daffa bekerja sebagai buruh pabrik demi membiayai pengobatan Daffa. Daffa memang pengguna BPJS MANDIRI, akan tetapi sebagian besar obat belum tercover oleh jaminan kesehatan. Belum lagi untuk perawatan khusus kulit Daffa sehari-hari membutuhkan biaya yang tak sedikit. Untuk kebutuhan hal tersebut, #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk keluarga ini. Sampai saat ini kita tetap mendampingi pengobatan serta kontrol rutinnya. Semoga ke depan upaya ini semakin memberikan progress yang positip untuk kesembuhan sakit yang di alaminya.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 November 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@dodo

Daffa menderita kelainan kulit ini sejak lahir


FARID ABDULLAH( 1, Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik). Alamat : Dsn. Tahunan RT 02/06, Ds. Sambirejo, Kec.Jatisrono, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Farid begitu nama panggilannya, menderita beberapa kelainan, diantaranya kebocora jantung, sidaktil, bengkoknya pergelangan tangan kanan, serta tak memiliki daun telinga sebelah kanan. Bayi malang ini juga terlahir tanpa memiliki lubang anus (Atresia Ani). Dua hari setelah dilahirkan Farid dirujuk ke RS Dr Moewardi Surakarta untuk menjalani operasi pembuatan stoma, atau saluran pembuangan sementara di perut sebelah kiri. Sementara untuk jantungnya, untuk saat ini Farid menjalani terapi obat jantung diiringi fisioterapi untuk membantu tumbuh kembangnya. Pada saat operasi pertama kali yaitu pembuatan stoma, Farid memakai biaya umum mengingat belum memiliki fasilitas kesehatan apapun. Kini Farid adalah peserta BPJS MANDIRI. Empat bulan pasca operasi pembuatan stoma Farid menjalani operasi pembuatan anus. Bulan ini Farid masih tetap chek up rutin ke poli kardio anak. Setelah bulan-bulan sebelumnya mengalami penurunan kondisi jantungnya, bulan ini jantung kembali stabil kondisinya. Bulan lalu memang sempat mengalami pendarahan di bagian stomanya akibat iritasi, bulan ini kondisi mulai membaik dan jalani businasi rutin ke poli bedah anak seminggu sekali. Sayangnya jadwal poli anak dan poli bedah anak bukan di hari yang sama artinya dalam seminggu kadang Farid harus ke RS dua kali dalam seminggu. Untuk biaya akomodasi sudah barang tentu mereka tak mampu. Sebagai seorang terapis, Ayah Farid, Bapak Suharwin hanya bisa bekerja jika ada orang yang membutuhkan saja, tak setiap hari ada yang melakukan terapi. Sementara Ibunya Farid, Ibu Yessy hanyalah ibu rumah tangga saja. Merekapun tinggal masih menumpang di rumah kakek dan neneknya Farid. Bantu Farid memperjuangkan kesembuhannya. Keluarga Farid tak mengharap Farid memiliki fisik normal. Mereka hanya ingin Farid sehat seperti anak pada umumnya. Semoga saja Farid tak menemukan banyak kendala untuk proses pengobatannya nanti.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 21 November 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Farid menderita kebocoran jantung, sidaktil, bengkoknya pergelangan tangan kanan, serta tak memiliki daun telinga sebelah kanan


DALIMIN BIN TARMO SUTARYO ( 62 , Tumor Pipi ). Alamat : Dsn Suwondo, RT 01/09, Ds. Gumiwang, Kec. Wuryantoro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Dalimin ini merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan yang juga sudah berjalan cukup lama. Pak Dalimin awalnya menderita tumor pipi selama hampir 11 tahun. Awalnya tim Dokter bedah onkologi tak berani melakukan pengangkatan tumor secara langsung. Akhirnya diputuskan dilakukan tindakan kemoterapi terlebih dahulu sebanyak 3 kali. Seleasi menjalani 3 kali kemoterapi akhirnya tumor berhasil diangkat dengan resiko yang cukup besar. Pasca Operasi Dalimin sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6, dilanjudkan kemoterapi obat serta radioterapi. Pak Dalimin saat ini sudah dinyatakan selesai jalani radioterapi. Untuk tindakan selanjudnya Pak Dalimin diminta lagi jalani serangkaian test, seperti USG,CT Scand, juga rongent. Hasil dari semua test dikonsulkan ke 5 dokter specialis, dan diputuskan untuk melanjutkan pengobatan dengan minum obat selama 3 bulan dulu. Artinya tiap bulan Pak Dalimin harus tetap rutin jalani kontrol sekaligus mengambil resep obat setiap dua minggu sekali. Setelah tiga bulan jalani terapi obat, bulan ini sesuai jadwal Pak Dalimin jalani USG untuk observasi,hasilnya cukup bagus sehingga dokter memutuskan melanjudkan terapi obat. Dan bulan ini dua minggu sekali Pak Dalimin chek up ke poli bedah onkology sekaligus ambil resep obat kemoterapi. Keluarga Pak Dalimin saat ini peserta BPJS MANDIRI. Meskipun begitu mereka masih kesulitan untuk biaya akomodasi dan medikasi. Apalagi dalam sebulan mereka tak cukup hanya sekali ke RS. Bantuan dari #SedekahRombongan sangatlah meringankan keluarga Pak Dalimin.. Semoga kondisi Pak Dalimin semakin membaik.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 November 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Pak Dalimin menderita tumor pipi


KATNI JARTO (44, Rhabdomyosarcoma). Alamat : Dsn. Temon Lor RT 02/05, Ds. Temon, Kec. Baturetno ,Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Sekitar bulan Juni 2014 ini Bu Katni mulai merasakan nyeri pada paha sebelah kanan. Awalnya hanya benjolan kecil sebesar bisul,tapi lama-lama bertambah besar. Tapi lama-kelamaan benjolan itu semakin besar dan semakin sakit. Keluarga Bu Katni khawatir dan membawa ke sebuah RS swasta di Wonogiri. Di RS.Marga Husada inilah Bu Katni diminta segera menjalani tindakan operasi. Diagnosa sementara waktu itu tumor di paha kanan. Pasca operasi,dua bulan kemudian benjolan itu muncul lagi dengan kondisi lebih besar dari sebelumnya bahkan bisa dibilang pertumbuhan benjolan itu begitu cepat dan lebih terasa sakit. Akhirnya pihak RS Marga Husada segera merujuk ke RSD.Moewardi Solo. Tim Dokter juga segera mengambil tindakan cepat dengan melakukan serangkaian test pendukung untuk operasi. Dari hasil PA yang dilakukan pada saat operasi,pasien menderita Pleomorphic Rhabdomyosarcoma, penyakit kanker ganas yang menyerang jaringan lunak seperti otot dan biasanya menyerang di bagian leher, kaki, paha. Dokterpun sudah menjelaskan bahwa Bu Katni menderita kanker ganas level 3. Pasca operasi dan luka dinyatakan sembuh, Tim dokter akhirnya memutuskan melakukan tindakan kemoterapi. Saat ini Bu Katni sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Dan dinyatakan selesai jalani kemoterapi. Meskipun sudah tak menjalani kemoterapi serta tak mengkonsumsi obat kemoterapi, Bu Katni harus tetap jalani chek up rutin tiap bulan untuk memantau perkembangannya. Bulan ini Bu Katni dijadwalkan konsultasi dengan beberapa dokter specialist. Jadwalnya pun tak dalam hari yang sama dan jadwalkan di minggu yang berbeda. Artinya dalam sebulan ini Bu Katni harus bolak balik ke RS. Keluarga ini memang tergolong tidak mampu. Pak Jarto, suami Bu Katni bermata pencaharian sebagai tenaga serabutan dengan jadwalkan di minggu yang berbeda pendapatan yang tak menentu. Terkadang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja mereka masih kekurangan ditambah lagi biaya sekolah anak mereka. Melihat kondisi yang seperti ini tak lantas membuat Bu Katni tinggal diam. Sebisa mungkin beliau membantu meringankan beban keluarga dengan bekerja sebagai buruh tani. Keluarga ini memang terdaftar sebagai peserta KIS. Tapi mengingat biaya ke RS memang tak sedikit untuk sekali jalan, tentunya biaya ini bukanlah biaya yang ringan. Saat ini Bu Katni menjadi pasien dampingan #SR. Dan bantuan sedekaholic tentulah sangat meringankan beliau. Bu Katni merasa benar-benar terbantu untuk biaya berobat selama ini.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 November 2017
Kurir :@Mawan,@Nonis,@Runi

Bu Katni menderita pleomorphic rhabdomyosarcoma


SURADI BIN SONO KARTO (33, TB Tulang). Alamat : Dsn. Jarum RT 02/01, Ds. Sidoharjo, Kec. Sidoharjo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Suradi, begitu beliau biasa dipanggil sudah satu tahun lebih merasakan sakit di punggungnya. Awalnya dihiraukan saja. Tak hanya itu saja, Pak Suradi sering batuk yang tak kunjung sembuh dan sering kambuh. Belakangan di ketahui bahwa Pak Suradi menderita TBC. Untuk pengobatan rutin dilakukan di RSUD WONOGIRI. Karena tak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun terpaksa biaya berobat memakai biaya umum. Sementara pengobatan TBC tetap berjalan, sakit di punggungnya juga semakin terasa sakit. Pak Suradi mulai kesakitan aktifitas. Dokter meminta dilakukan pengobatan juga untuk tulangnya, akan tetapi niat itu di urungkan dikarenakan tak ada biaya. Kini Pak Suradi sudah memiliki BPJS Mandiri dengan total 5 anggota keluarga, meskipun begitu Pak Suradi masih membutuhkan biaya akomodasi untuk berobat ke RS. Apalagi saat ini RS tempat Pak Suradi berobat justru semakin jauh. Diagnose terakhir ternyata Pak Suradi menderita TB Tulang dan harus dirujuk ke RS.Orthopedi Surakarta. Pak Suradi setiap seminggu sekali mulai menjalani pengobatan di RSO. Surakarta. Pak Suradi langsung sudah menjalani serangkaian Stest mulai test lab, rongent thorax sampai MRI. Hasilnya masih ditemukan adanya cairan menggenangi tulang. TB Tulang juga mulai menggerogoti tulang dengan ditemukannya beberapa bagian tulang yang berlubang terutama bagian punggung. Tim dokter memutuskan fokus menghilangkan cairan diparu- paru sambil tetap minum obat paru. Setelah menjalani operasi dan chek up rutin,untuk bulan ini Pak Suradi tak perlu ke RS seminggu sekali. Untuk sementara Pak Suradi menjalani terapi obat yang bisa diambil setiap sepuluh hari sekali atau setelah obat habis, karena kebetulan resep obat yang diberikan dokter hanya untuk sepuluh hari. Bulan ini Pak Suradi dijadwalkan menjalani CT Scan, dan konsutasi keesokan harinya. Pak Suradi adalah tulang punggung keluarga. Istrinya Ibu hanyalah ibu rumah tangga biasa yang merawat tiga orang anak. Demi menghidupi keluarga, apalagi membiayai 2 anaknya yang sudah duduk di bangku sekolah lanjutan pertama, dalam keadaan sakit Pak Suradi tetap bekerja sebagai office boy di sebuah BMT dekat rumahnya. Tapi kini Pak Suradi tak mapu lagi bekerja pasca jalani operasi untuk menjaga kondisinya. Kesulitan ekonomi juga yang membuat Pak Suradi berat membayar iuran BPJS. Selama KIS belum jadi untuk sementara #SR mengcover iuran BPJS tiap bulannya. Buatnya membayar BPJS dengan julah 5 anggota keluarga tidaklah ringan. Bantuan yang di berikan #SR dirasa sangat membantu pengobatan Pak Suradi. Kini Pak Suradi dapat melanjudkan pengobatannya, dan semoga segera membaik.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 November 2017
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Pak Suradi menderita TB Tulang


IBRAHIM FATIH PAMUNGKAS (2, Paru-paru + Gangguan Tumbuh Kembang). Alamat: Dsn. Brangkalan, RT 01/09, Ds. Jaten, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibrahim begitu balita ini dipanggil, lahir pada tanggal 19 September 2015. Putra ketiga pasangan Bapak Suranto dan Ibu Ike Desi ini mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Diusia hampir 2 tahun Ibrahim belum bisa tumbuh seperti anak seusianya. Dia baru bisa tengkurap dan terlentang saja ditempat tidur. Jangankan berjalan, duduk sendiripun dia belum kuat. Berat badan pun dibawah berat badan rujukan normal. Akibatnya Ibrahim masuk kategori anak dengan kondisi kurang gizi mengarah ke gizi buruk. Tak hanya itu, Ibrahim juga bermasalah dengan paru-parunya. Sebulan sekali Ibrahim rutin chek up sekaligus mengambil resep obat karena obat paru harus diminum setiap hari. Sementara untuk tumbuh kembangnya disarankan jalani fisioterapi rutin dua kali dalam satu minggu. Saat ini Ibrahim menjalani pengobatan di poli anak dan poli fisioterapi medik RSUD Wonogiri. sedikit demi sedikit fatih mulai mengalami perkembangan. Setelah rutin jalani fisioterapi Fatih mulai menunjukkan perkembangan yang cukup bagus,tak hanya bisa duduk sendiri, tapi juga merangkak. Fatih juga mulai jalani terapi wicara dan mulai bisa mengucap sepatah kata. Selain itu Fatih dianjurkan mengkonsumsi vitamin sebagai penambah suplement makanan, hanya saja tak tercover biaya BPJS. Ibrahim dan keluarganya saat ini memang terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri kelas 3. Tapi karena keterbatasan ekonomi, membuat keluarga Ibrahim kesulitan membayar iuran BPJS untuk tiap bulannya. Bapak Suranto, ayah Ibrahim hanyalah seorang buruh serabutan, dengan pendapatan yang tak menentu. Belum lagi membiayai sekolah kedua kakak Ibrahim. Ibunya juga hanya Ibu Rumah Tangga tak bekerja hanya mengurus keluarga terutama Ibrahim yang kemana-mana memang harus di gendong. Bahkan untuk tempat tinggal, keluarga ini masih menumpang, diminta menempati rumah salah satu keluarganya yang kebetulan kosong tidak dihuni. Untuk pengobatan rutin ke RS memang hanya mengandalkan naik kendaraan umum, itupun terkadang tak ada biaya yang akhirnya membuat Ibrahim tak bisa rutin jalani fisioterapi. Berkat informasi yang diberikan oleh salah satu perangkat desa, akhirnya dipertemukan dengan tim #SRWonogiri. Semoga saja setelah dibantu Sedekah Rombongan, pengobatan Ibrahim dapat berlanjut tanpa ada kendala lagi, berharap Ibrahim kondisinya jadi lebih baik, bisa tumbuh normal seperti anak seusianya.

Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 25 November 2017
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Maria

Ibrahim menderita paru-paru + gangguan tumbuh kembang


TINI BINTI NGATMAN ( 57, Tumor Mata). Alamat : Dsn. Bulu, RT 003/006, Ds. Jendi, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibu Tini yang saat ini tinggal berdua saja dengan suaminya Pak Sugiyanto beberapa bulan terakhir ini mengeluh sakit di mata sebelah kanan atas. Awalnya hanya merasakan gatal dan perih seperti terkena iritasi saja. Dan sempat dihiraukan saja karena terkadang sakit itu hilang dengan sendirinya. Akan tetapi lama- kelamaan sakit itu sering kambuh dan baru sembuh dalam waktu yang lebih lama. Hingga akhirnya mata semakin perih dan tak kunjung sembuh.Atas saran beberapa tetangganya, Ibu Tini diminta memeriksakan matanya ke Dokter specialis mata. Oleh dokter specialis mata Ibu Tini disarankan untuk melanjudkan pemeriksaan ke RSUD Wonogiri. Ternyata diketahui ada benjolan semacam tumor kecil didalam mata sebelah kanan atas. Karena sering di ucek akhirnya terjadi luka yang mengakibatkan infeksi. Berhubung tak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun, terpaksa semua biaya dicover secara umum. Kondisi keterbatasan ekonomi membuat Ibu Tini tak bisa melanjutkan pengobatan yang berakibat semakin parah infeksi yang dideritanya. Ibu Tini dan suaminya ini memang tergolong keluarga yang tak mampu. Untuk mencukupi kehidupan sehari-hari mereka bekerja serabutan sebagai buruh tani. Akibat sakit yang diderita ini juga membuat Ibu Tini tak lagi bekerja. Akhirnya beberapa tetangganya menghubungi salah seorang kurir #SRWonogiri untuk meminta bantuan. Tim segera bergerak melakukan survey dan memutuskan membantu Ibu Tini. Langkah pertama segera dibuatkan BPJS kelas 3. Setelah BPJS bisa digunakan Ibu Tini segera dibawa ke RSUD untuk melanjudkan pengobatan yang sempat tertunda. Kini Ibu Tini jadi pasien dampingan #SRWonogiri.Pasca jalani operasi, sempat dinyatakan membaik, dan disarankan membeli kacamata, ternyata Bu Tini merasakan ada keluhan lagi dimatanya. Hal ini ternyata disebabkan karena Bu Tini tak memakai kacamata setiap hari. Tak hanya itu, Bu Tini juga mengalami susah bicara,muka mulai terlihat miring jika berbicara. Rencananya Bu Tini mau dikonsuklan ke dokter specialist saraf. Sangat disayangkan memang, karena Bu Tini harus kembali bolak-balik ke RS lagi setidaknya seminggu sekali untuk ke poli mata dan minggu berikutnya ke poli syaraf. Dan mulai bulan ini Bu Tini dijadwalkan jalani terapi di poli fisioterapi medik seminggu sekali.Berkat bantuan para sedekaholic Ibu Tini dapat melanjudkan pengobatan. Semoga saja Bu Tini bisa segera menjemput kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 November 2017
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Maria

Bu Tini menderita tumor mata


WARSI BINTI KROMOREJO (46, Tumor Mata). Alamat : Dsn. Siraman RT 002/003, Ds. Gambiranom, Kec. Baturetno, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Bu Warsi adalah seorang dhuafa serta berstatus dengan dengan 3 orang anak. Tinggal disebuah rumah berdinding kayu beralas tanah, Bu Warsi menjalani hari-harinya bersama 3 orang anaknya dalam keadaan yang serba kekurangan. Belum lagi untuk membiayai sekolah anak-anaknya, penghasilan sebagai buruh serabutan tentulah tidak cukup. Karena kondisi inilah Bu Warsi yang sebenarnya sudah lama merasakan sakit akibat benjolan di mata kiri memilih mengabaikan sakitnya dan lebih memilih memikirkan kelangsungan hidup keluarganya. Menghidupi keluarga seorang diri tentulah tak mudah dan perlu perjuangan yang keras. Tak heran jika sakitnya dibiarkan saja, karena Bu Warsi sadar biaya berobat tentulah tidak sedikit. Untuk kehidupan sehari-hari saja susah apalagi untuk biaya berobat. Keluarga Bu Warsi memang peserta Jamkesmas, tapi yang jadi pemikiran Bu Warsi bagaimana dengan biaya akomodasinya. Bagaimanapun ke RS tentulah membutuhkan biaya karena pasti tak hanya sekali dua kali ke RS. Belum lagi jarak dari rumah ke RS sangatlah jauh lebih dari 80 km, harus berangkat subuh jika mau periksa ke RS. Terbayang juga dalam fikirannya siapa yang akan mengurus anak-anaknya jika beliau dirawat di RS. Akhirnya ada salah satu kurir #SRWonogiri yang mengetahui langsung kondisi Bu Warsi segera melakukan survey, karena memang layak dibantu, tim pun segera bergerak. Tim segera membawa Bu Warsi ke RSUD Wonogiri, dan ternyata memang harus segera di rujuk ke poli mata RSD.Moewardi Surakarta. Di RS rujukan inipun ternyata segera diminta menjalani serangkaian test, karena Bu Warsi disarankan untuk segera menjalani operasi. Operasi sudah berhasil dilakukan, akan tetapi masih ditemukan benjolan baru serta pembengkakan. Bahkan perban pun belum boleh buka. Seperti rencana bulan lalu, bulan ini Bu Warsi akhirnya disarankan jalani operasi ulang. Setelah jalani operasi ulang kondisi Bu Warsi mulai membaik. Benjolan sudah terangkat, sementara chek up rutin tetap dilakukan. Setelah sempat mengalami masalah dengan KIS, akhirnya tim bisa mengurus pengaktifan kembali KIS Ibu Warsi, meskipun untuk melanjudkan pengobatan harus mengurus surat rujukan lagi. Dan bulan ini Bu Warsi bisa melanjudkan pengobatannya lagi. Tertundanya pengobatan membuat benjolan di mata bu Warsi muncul kembali. Semoga saja dengan dilanjudkannya pengobatan, kondisi Bu Warsi membaik kembali.Sedekaholic, berkat uluran tangan anda semua, Bu Warsi yang sudah bertahun-tahun menahan sakit akhirnya dapat menjalani pengobatan untuk kesembuhannya. Semoga beliau dapat sembuh total dan dapat kembali mengurus keluarga dan anak-anaknya.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 November 2017
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Runi,@Dodo

Bu warsi menderita tumor mata


SOKARTO BIN SOIKROMO (67, Tumor Kulit). Alamat Dsn. Jaban RT 002/004, Kel. Wuryantoro, Kec. Wuryantoro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Sokarto begitu beliau dipanggil, tak pernah mengira bahwa benjolan kecil dibawah mata sebelah kanan delapan tahun yang lalu itu kini melebar dan menutup seluruh bagian mata kanannya. Alhasil saat ini mata kanannya tak bisa melihat. Pak Sokarto saat ini tinggal bersama istrinya, Ibu Wasinem, 67 disebuah rumah model tradisional jawa yang lapuk dimakan usia. Terlihat, rumah yang sebagaian besar bangunannya terbuat dari kayu itu sudah miring. Awalnya Pak Sokarto bermata pencaharian sebagai petani dan menghabiskan waktu dengan beraktifitas di sawah. Tapi semenjak sebuah daging tumbuh melebar dipipinya hingga menutupi mata kanannya, aktivitas itu total ditinggalkannya. Dulu saat benjolan itu masih kecil dan dibiarkan saja. Selang beberapa lama benjolan itu pecah dan disarankan menjalani tindakan operasi di sebuah RS Swasta di Wonogiri. Karena pada waktu itu tak memiliki fasilitas jaminan kesehatan apapun, terpaksa biaya dicover dengan biaya umum. Saat operasi itu, Pak Sokarto terpaksa menjual satu ekor sapi peliharaannya untuk biaya operasi. Operasipun berjalan lancar, namun tidak lama setelah itu daging tumbuh semakin banyak dan lebih besar dari sebelumnya. Tak hanya pengobatan medis, segala macam obat herbal sudah dicoba, tapi tidak sembuh-sembuh juga. Seingat Pak Sokarto, lima tahun lalu dirinya juga menjalani operasi yang kedua di RSD.Moewardi Surakarta. Lagi-lagi karena belum punya fasilitas Jaminan Kesehatan, operasi yang kedua ini, satu ekor sapi lagi dijualnya sebagai biaya operasi. Sudah habis-habisan, kini tinggal dua ekor kambing, yang dipelihara untuk jaga-jaga kalau ada apa-apa. Dan semenjak operasi kedua, dirinya sudah tidak lagi menjalani pengobatan karena tidak mempunyai biaya lagi. Hingga akhirnya tumor itu tumbuh semakin besar menutupi mata kanannya. Karena sakitnya itu, Pak Sokarto lebih banyak menutup diri dirumah, dirinya merasa minder jika harus bergaul dengan tetangga. Pak Sokarto juga sudah tidak bertani lagi, karena dirinya takut nantinya lumpur-lumpur akan memperparah penyakitnya itu. Keinginan untuk sembuh begitu kuat dalam diri beliau, namun ketiadaan biaya membuatnya tidak bisa berobat.Sementara Ibu Wasinem,istrinya juga hanya bisa pasrah, berjalanpun Wasinen harus menggunakan tongkat untuk menyangga tubuhnya akibat kecelakaan yang dialaminya sekitar dua tahun yang lalu. Sedangkan anak-anaknya, kebanyakan juga hanya buruh tani yang juga dalam kondisi kekurangan. Atas rekomendasi Bapak Camat Wuryantoro ,akhirnya pihak keluarga terhubung dengan tim #SR. Melihat kondisi Pak Sokarto yang semakin memprihatinkan, Tim dibantu perangkat kecamatan dan desa bergerak cepat mengurus segala keperluan, termasuk membuatkan BPJS. Setelah semua berkas yang diperlukan lengkap, Pak Sokarto segera dibawa ke RSUD Wonogiri, untuk selanjudnya dirujuk ke RSD.Moewardi Surakarta. Jarak tempuh puluhan kilometer tak menyurutkan semangat Pak Sokarto berobat menjemput kesembuhan. Setelah dua bulan hampir 20 kali bolak-balik ke RS, akhirnya Pak Sokarto bisa jalani operasi pengangkatan tumor kulit di sekitar matanya. Operasi tak hanya dilakukan satu kali. Seperti kita ketahui sebelumnya, ada 3 dokter specialist yang menangani operasi Pak Sokarto. Selain operasi pengangkatan jaringan tumor, juga operasi mata dan untuk tahap terakhir dilakukan operasi penambalan kulit. Saat ini Pak Sokarto masih dirawat di RS mengingat rangkaian operasi yang dijalani. Bulan ini Pak Sokarto kembali jalani operasi penambalan untuk yang ketiga kalinya, artinya dalam tiga bulan terakhir ini beliau sudah menjalani lima kali operasi. Saat ini Pak Sokarto kembali jalani rawat inap dengan pantauan ketat dari tiga dokter specialis. Harapan kita hasil dari beberapa rangkaian operasi ini hasilnya sesuai seperti yang diharapkan. Akhirnya akhir bulan ini Pak Sokarto diperbolehkan pulang, meski begitu Pak Sokarto harus rutin menjalani chek up untuk memantau luka pasca operasi sekaligus medikasi.Semoga saja dengan bantuan dari para sedekaholic, Pak Sokarto dapat menjemput kesembuhannya. Karena atas uluran tangan para sedekaholic saat ini Pak Sokarto dapat melanjutkan pengobtannya lagi. Bantuan bulan ini diberikan untuk biaya akomodasi, pembayaran BPJS serta biaya perlengkapan medikasi.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 November 2017
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Dodo

Pak Sokarto menderita tumor kulit


RENGGA PUTRA PRATAMA (1, Jantung). Alamat Dsn. Sumberwatu RT 001/005, Ds. Sumberharjo, Kec. Eromoko, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Putra pertama pasangan muda bernama Pak Mulyadi (30) dan Ibu Martini (32), sepintas memang seperti anak yang sehat yang lucu dan menggemaskan. Rengga begitu balita ini biasa disapa ternyata memiliki kelainan pada jantungnya. Jantung merupakan salah satu organ penting didalam tubuh manusia. Tidak berfungsinya kerja organ ini, pasti membuat fungsi organ yang lain menjadi terganggu. Bayi berusia 10 bulan ini ternyata hanya memiliki satu bilik dan satu serambi, padahal normalnya manusia memiliki jantung dengan 2 bilik dan dua serambi. Malangnya kelainan ini baru terdeteksi saat Rengga sudah berusia 6 bulan. Padahal sebenarnya kelainan itu sejak baru lahir. Semua karena ketidak pahaman orang tua dan keluarga atas kondisi Rengga. Sejak lahir bayi Rengga selalu membiru kulitnya apabila dalam keadaan menangis,kecapaian serta kedinginan. Kondisi seperti ini tak kunjung membaik justru semakin parah. Awalnya dibawa berobat ke salah satu RS. Anak di Wonogiri, pihak RS sempat kaget kenapa baru diusia 6 bulan baru dibawa berobat, mengingat kondisi jantung memang perlu penangan serius. Merasa tak mampu menangani kasus ini, pihak RS merujuk ke RSUD Wonogiri. Reaksi sama dengan RS sebelumnya kembali menanyakan hal yang sama. Hal serupa dilakukan oleh tim dokter di RSUD Wonogiri bahwa mereka tak mampu menangani karena tak adanya fasilitas medis sekaligus tim medis untuk kasus Rengga ini. Akhirnya Rengga dirujuk ke RSD.Moewardi Surakarta. Dari catatan medisnya, jantung bocah ini mengalami kebocoran yang ukurannya besar. Sehingga antara kanan dan kiri seolah tidak dipisahkan sekat. Jadi secara fungsional tinggal satu serambi dan satu bilik. Darah bersih dan darah kotor tercampur. Perkembangan Rengga dalam hal tumbuh kembangnya juga terganggu. Saat ini Rengga dan orang tuanya memang terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri, tapi ayah Rengga, yaitu Pak Mulyadi yang hanya petani ini mengaku kesulitan biaya. Bagaimana tidak? Perjalanan dari rumah menuju ke rumah sakit membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jarak antara rumah sampai RS Dr Moewardi di Solo hampir 60 kilo meter. Menempuhnya menggunakan bus atau sepeda motor jelas tidak mungkin karena membawa anak kecil menderita penyakit semacam itu. Kadang dipinjami tetangga. Tapi kadang juga harus merental mobil Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu, baru rentalnya, belum bayar sopir serta biaya makan karena biasanya untuk chek up ke RS sampai selesai memang hampir seharian. Untuk bulan ini memang hanya sekali chek up ke RS, tapi tak menutup kemungkinan juga di waktu mendatang bisa lebih dari sekali dalam sebulan ke RS. Pak Mulyadi hanya petani biasa dengan penghasilan pas-pasan. Bulan ini karena ada masalah dengan kondisi Rengga, terpaksa kembali jalani rawat inap seperti bulan lalu, dimana Rengga mengalami demam tinggi serta badan mulai membiru. Dokterpun tetap meminta Rengga dirujuk ke Jakarta untuk jalani operasi jantungnya. Artinya bakal membutuhkan biaya yang lebih banyak lagi. Tapi sampai saat ini belum dijalani mengingat pihak keluarga yang belum siap. Kini Rengga jadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, semoga bantuan yang diberikan bisa meringankan beban keluarga Rengga, dan kondisi Rengga bisa lebih baik lagi.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 November 2017
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Dodo

Rengga menderita sakit jantung


MTSR WONOGIRI ( B1732KZH, Operasional November 2017 ). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan 1 (MTSR 1) saat ini hampir setiap hari selalu bergerak, selain untuk mendampingi pasien yang rutin untuk kontrol pengobatan mereka juga kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. MTSR ini menjadi armada ujung tombak pergerakan #SRWonogiri. Roda MTSR berputar sejauh puluhan bahkan ratusan kilometer disetiap pergerakannya. Medan yang ditempuhpun tak semudah jalanan kota. Alhamdulillah, semakin banyak yang terbantu dengan bergeraknya MTSR ini, walaupun harus naik turun pegunungan, keluar masuk pelosok desa. Semua pelayanan yang dihandle oleh ambulan ini tidak dipungut biaya alias gratis. Untuk diketahui bahwa dalam penanganan pasien dalam progress pendampingan setiap harinya membutuhkan semangat para kurir. Berangkat sehabis subuh pulang malam adalah hal biasa mereka jalani demi mengantar pasien berobat ke RS. Hal ini tak bisa dipungkiri bahwa keberadaan mobil ambulan sangat berperan. Masyarakat sekitar pergerakan MTSR ini pun kerap menggunakan jasa mobil ambulan SR. Untuk kebutuhan operasional bulan Oktober ini sebagaimana laporan berikut antara lain biaya operasional dan perawatan rutin serta insentif driver.

Operasional : Rp 3.350.000,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @mawan,all tim

Biaya operasional November 2017


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN ( Operasional, November 2017 ). Lokasi : Wonokarto RT04/05, Yudistira IV, Wonogiri, Jawa Tengah. Alhamdulillah, semakin banyak dan berkembangnya pergerakan sedekah rombongan di Wonogiri dan semakin banyak pula warga tak mampu yang terhandle, terwujudlah Rumah Singgah Sedekah Rombongan Wonogiri (RSSR) sebagai tempat untuk merawat serta menangani pasien dampingan sedekah rombongan di Wonogiri dan sekitarnya. Rumah Singgah ini merupakan salah satu prasarana dalam melengkapi kebutuhan pergerakan sedekah rombongan. Selain sebagai tempat para pasien untuk transit ( singgah ) juga memberikan efisiensi dan efektifitas bagi pasien dalam menjalani pengobatan selama menjadi dampingan kami. Segala kebutuhan RSSR dan pengelola, menjadi tanggung jawab kami demi kelangsungan serta kelancaran penyembuhan para pasien dampingan. Semoga dengan prasarana tersebut semakin memudahkan penanganan pasien dampingan sedekah rombongan, dan semakin banyak pula warga tak mampu yang terbantu dengan pergerakan sedekah rombongan ini.

Operasional : Rp 2.808.600,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir :@mawan, all tim

Biaya operasional November 2017


MTSR WONOGIRI (AD9218KH, Operasional Oktober 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan yang biasa disebut MTSR, merupakan MTSR 2 dimana menjadi kendaraan kedua yang sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk kebutuhan pendampingan pasien maupun survey lokasi sasaran. Saat ini, keberadaan MTSR di Wonogiri belum bisa menampung semua kebutuhan warga yang cukup banyak, apalagi pasca berkurangnya kendaraan satu mobil yang saat ini tidak lagi kita fungsikan sebagaimana biasanya karena berpindahnya armada tersebut untuk fungsi lain. Bagaimanapun, sedekah rombongan tetap berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi siapa saja yang membutuhkan, utamanya dhuafa atau warga kurang mampu. Fungsi peran armada untuk tujuan survey lokasi atau sasaran dampingan pasien, kebencanaan, koordinasi wilayah dalam rangka kelancaran pergerakan sedekah rombongan di soloraya, akhirnya sebagian tugas oper handle dengan armada ini. Dalam sebulan, membutuhkan biaya operasional yang kita anggarkan dari anggaran yang tersedia secara keseluruhan. Walau, terkadang momen khusus atau kondisi – kondisi tertentu menyebabkan adanya kurang lebih penganggaran yang semuanya adalah untuk kelancaran pergerakan sedekah rombongan. Pun juga dalam hal insentif driver yang telah kita bebankan agar tugas berjalan dengan baik dan menyeluruh. Bulan ini biaya operasional antara lain, operasional bahan bakar serta insentif driver. Laporan operasional sebagaimana kami terangkan di informasi ini sekaligus sebagai salah satu bentuk tanggung jawab pelaporan pergerakan sedekah rombongan.

Operasional : Rp 2.519.500,-
Tanggal : 30 0ktober 2017
Kurir : @mawan, all tim

Biaya operasional Oktober 2017


MTSR WONOGIRI (AD9218KH, Operasional November 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan yang biasa disebut MTSR, merupakan MTSR 2 dimana menjadi kendaraan kedua yang sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk kebutuhan pendampingan pasien maupun survey lokasi sasaran. Saat ini, keberadaan MTSR di Wonogiri belum bisa menampung semua kebutuhan warga yang cukup banyak, apalagi pasca berkurangnya kendaraan satu mobil yang saat ini tidak lagi kita fungsikan sebagaimana biasanya karena berpindahnya armada tersebut untuk fungsi lain. Bagaimanapun, sedekah rombongan tetap berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi siapa saja yang membutuhkan, utamanya dhuafa atau warga kurang mampu. Fungsi peran armada untuk tujuan survey lokasi atau sasaran dampingan pasien, kebencanaan, koordinasi wilayah dalam rangka kelancaran pergerakan sedekah rombongan di soloraya, akhirnya sebagian tugas oper handle dengan armada ini. Dan bulan ini 19 dari 25 kecamatan di Wonogiri tertimpa bencana banjir dan longsor. MTSR inilah yang lebih banyak bergerak ke lokasi bencana untk mengirim bantuan logistik maupun non logistik. Dalam sebulan, membutuhkan biaya operasional yang kita anggarkan dari anggaran yang tersedia secara keseluruhan. Walau, terkadang momen khusus atau kondisi – kondisi tertentu menyebabkan adanya kurang lebih penganggaran yang semuanya adalah untuk kelancaran pergerakan sedekah rombongan. Pun juga dalam hal insentif driver yang telah kita bebankan agar tugas berjalan dengan baik dan menyeluruh. Bulan ini biaya operasional antara lain, operasional bahan bakar serta insentif driver. Laporan operasional sebagaimana kami terangkan di informasi ini sekaligus sebagai salah satu bentuk tanggung jawab pelaporan pergerakan sedekah rombongan.

Operasional : Rp 2.300.000,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @mawan, all tim

Biaya operasional November 2017

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 BAROKATUL ILMI NAZILA 1,500,000
2 ASYFA ANJARWATI 1,000,000
3 GRASIA RALIN 500,000
4 MUSINAH BINTI PAWIRO 500,000
5 AJI WAHYU PRASETYO 500,000
6 ZULAIKHA BINTI RISANTO 1,000,000
7 HAFIZ ALFATIAH PRATAMA 500,000
8 WALDIYONO BIN SAMURI 1,000,000
9 YAMI BINTI DAROJI 500,000
10 PUTRI ROHMA NINGSIH 1,000,000
11 SUKARTI BINTI ASIH 1,000,000
12 CIKAL RIZKI WICAKSONO 1,000,000
13 PARGE BIN WIHARTONO 3,000,000
14 WARTINAH BINTI KIRNO 1,500,000
15 SISWONO SARDI 1,000,000
16 MUHAMAD ZAID 1,000,000
17 GILANG BAGAS PRASTIYO 1,500,000
18 ASMONOWATI 500,000
19 ARTAWI BIN SINGOWARI 500,000
20 MOHAMMAD HABIBI S 1,138,000
21 SITI MUAWANAH 1,162,500
22 SA’IN BIN SIAN 500,000
23 SUMI BINTI GONAWI 500,000
24 M RESA BAHTIAR 523,500
25 ALIKA MAHARANI 626,600
26 SUSANTO BIN JAMALUDIN 776,500
27 MOHAMMAD NUR GHUFRON 554,000
28 MUHAMMAD IRFAN AFANDI 500,000
29 JANUAR DAFFA MAULANA 1,000,000
30 FARID ABDULLAH 1,500,000
31 DALIMIN BIN TARMO SUTARYO 1,000,000
32 KATNI JARTO 1,000,000
33 SURADI BIN SONO KARTO 1,000,000
34 IBRAHIM FATIH PAMUNGKAS 1,000,000
35 TINI BINTI NGATMAN 1,000,000
36 WARSI BINTI KROMOREJO 1,000,000
37 SOKARTO BIN SOIKROMO 1,000,000
38 RENGGA PUTRA PRATAMA 1,000,000
39 MTSR WONOGIRI 3,350,000
40 RSSR WONOGIRI 2,808,600
41 MTSR WONOGIRI 2,519,500
42 MTSR WONOGIRI 2,300,000
Total 46,759,200

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 46,759,200,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1088 ROMBONGAN

Rp. 57,936,373,546,-