Rombongan 1087

Posted by on December 14, 2017

MUKAYAT BIN TURAJI (46, Patah Kaki). Alamat : Dukuh Tambong, RT 6/2, Desa Wringinanom, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Pak Kayat, demikian biasa dipanggil oleh tetangganya, pada tahun 2015 mengalami kecelakaan di sawah kena traktor, sehingga kakinya patah. Sampai sekarang masih belum dilepas besi bekas operasinya. Beliau adalah tulang punggung keluarga. Mempunyai anaknya tiga. Anak pertama masih kuliah, sedang yg dua masih SD. Dahulu beliau pengusaha genteng, jejak kekayaan masih terlihat. Rumahnya bagus dan luas. Istri beliau dulu juga TKI. Tapi sejak 10 tahun lalu semua bangkrut. Warga di kampung yg rata-rata pengusaha genteng banyak yg gulung tikar. Penjualan sepi. Akhirnya pak Kayat hanya mengandalkan tani sawah untuk kehidupan sehari – hari bersama istrinya. Tapi sejak dua tahun lalu saat terjadi kecelakaan kaki Pak kayat dioperasi. Dan tidak bisa bekerja maksimal. Tidak punya biaya bahkan sekedar kontrol ke dokter saja tidak ada biaya. Kemana – mana motor nya yamaha 75 sudah sangat tua dan gampang mogok. Pada saat tahun 2015 operasi dengan biaya 10 juta di Aisyah Ponorogo, namun karena pas Ramadhan dan ada santunan untuk warga kurang mampu akhirnya cuma bayar 5 juta. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga pak Kayat. Bantuan keduapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1030. Pak Kayat masih melakukan kontrol rutin. Pak Kayat dan istri sangat senang dan bersyukur. Tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @AliFirdaus

Pak Mukayat menderita patah kaki


ENDANG SUSILOWATI (37, Lumpuh). Alamat : Dusun Gulingan, RT 18/7, Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbak Endang biasa di panggil oleh tetangganya, beliau seorang ibu rumah tangga dengan suami yang bekerja serabutan. Mbak Endang telah lumpuh sejak tahun 2000, awal mula lumpuh mbak Endang mengikuti ekstra kulikuler pencak silat di sekolahnya, usai latihan mbak Endang merasakan sakit di punggungnya. Setelah di periksa, mbak Endang dirujuk ke RS di Jebres Solo. Di sana di operasi diambil sumsum tulang belakangnya, menurut pemeriksaan dokter ada virus di sumsum tulang belakangnya. Namun karena keterbatasan biaya akhirnya mbak Endang memutuskan untuk pulang dan sampai sekarang tidak pernah berobat lagi. Saat ini mbak Endang mempunyai jaminan kesehatan KIS. Untuk aktivitas sehari – hari di atas kursi roda mulai mencuci, masak dan lain – lain, bahkan waktu masak kaki nya ketumpahan kuah panas pun tidak merasakan sakit, mungkin karena syaraf kedua kakinya sudah tidak berfungsi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami mbak Endang. Bantuan awalpun disampaikan untuk akomodasi berobat. Mbak Endang senang sekali dan semakin semangat ingin berikhtiar menjemput kesembuhannya. Tidak lupa mbak Endang mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedelah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Erik6789

Mbak Endang telah lumpuh sejak tahun 2000


RATRI NOPIDHIAN WIDHI (34, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Ngrobyong, RT 13/1, Desa Purworejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mas Pipit adalah seorang bapak muda yang sejak tahun 2015 mengalami penyakit gagal ginjal. Mas Pipit adalah dulunya seorang karyawan swasta di sebuah pabrik. Mas Pipit memiliki 1 orang anak, dan saat ini istrinya hamil anak kedua. Sementara istrinya seorang ibu rumah tangga. Mas Pipit memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Seminggu 2 kali harus menjalani cuci darah di RSUD Sudono Madiun. Mas Pipit merasa sangat kesulitan untuk biaya akomodasi yang harus dijalaninya di setiap hari Selasa dan Jumat. Sebelum bertemu Sedekah Rombongan, setiap cuci darah minta tolong teman untuk dibonceng sepeda motor. Karena kondisi seperti itu, maka istrinya pulang ke orang tuanya di Lampung. Dan bila sewaktu-waktu sesak nafasnya kambuh saat di rumah, maka istrinya menyediakan obat untung mengurangi sesaknya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi Mas Pipit. Bantuan keempat pun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya mas Pipit, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada rombongan 990, 1018, dan 1033. Semakin hari kondisi mas Pipit semakin bugar badannya dan terasa lebih sehat. Tak lupa mas Pipit mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga para sedekaholics dan semua kurir Sedekah Rombongan mendapatkan balasan atas semua kebaikannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Mas Pipit mengalami penyakit gagal ginjal.


NUR CHOLIS (51, Gagal Ginjal). Alamat : Desa Banaran, RT 13/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Nur adalah seorang bapak yang mengalami penyakit gagal ginjal. Pak Nur adalah dulunya seoran buruh tani. Pak Nur memiliki 1 orang anak yang sudah menikah. Sementara istrinya seorang ibu rumah tangga. Selain gagal ginjal, sebelumnya juga terkena diabet, yang akhirnya salah satu kakinya harus diamputasi. Pak Nur memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Seminggu 2 kali harus menjalani cuci darah di RSUD Sudono Madiun. Pak Nur merasa sangat kesulitan untuk biaya akomodasi yang harus dijalaninya di setiap hari Selasa dan Jumat. Sebelum bertemu Sedekah Rombongan, setiap cuci darah pak Nur dibonceng sepeda motor oleh istrinya. Walau kadang hujan turun, demi suaminya, tetap berangkat. Belum lagi, bila sewaktu-waktu sesak nafasnya kambuh saat di rumah, maka istrinya menyediakan tabung oksigen. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi Pak Nur. Bantuan yang keempatpun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya pak Nur, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada rombongan 990, 1018, dan 1039. Pak Nur selama mengikuti anjuran dari dokter tentang ukuran minum dan makannya, alhamdulillah kondisinya stabil. Tak lupa Pak Nur mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga para sedekaholics dan semua kurir Sedekah Rombongan mendapatkan balasan atas semua kebaikannya, begitu doa keluarga pak Nur.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Pak Nur mengalami penyakit gagal ginja


SUPATMI BINTI PATMO (52, Miom). Alamat : Desa Sumberejo, RT 8/4, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur.
Bu Patmi, biasa beliau dipanggil demikian, tinggal berdua dengan cucunya, sedangkan anaknya merantau ke Pulau Sumatra mengikuti program Transmigrasi. Pada tahun 2012 beliau divonis menderita miom oleh dokter dan disarankan harus segera operasi mengingat miom nya sudah besar, namun hal tersebut diurungkan karena pada saat itu Almarhum suami bu Patmi juga sedang sakit parah. Pada 2014 suami bu Patmi meninggal, kemudian bu Patmi kembali ke RS utk periksa sakit yang dideritanya. Dokter pun kembali menyarankan untuk operasi namun diurungkan lagi mengingat tidak ada yang menjaga cucu nya jika bu Patmi harus rawat inap di RS. Dalam beberapa bulan ini sakit yang diderita bu Padmi bertambah parah, miom nya semakin besar bahkan layaknya hamil 9 bulan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Patmi dan sangat merasakan kesulitan yang dialami Bu Patmi. Bantuan keduapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat Bu Patmi, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1069. Kondisi bu Padmi alhamdulillah sudah berangsur baik, pasca operasi. Sampai saat ini masih melakukan kontrol rutin di rsdm. Bu Padmi merasa senang sekali dan bersyukur kepada Allah SWT. Tidak lupa bu Padmi mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga bu Padmi segera kembali pulih kesehatannya. Aamiiin.

Jumlah Santunan : Rp 500.000,-
Tanggal : 29 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati@erik6789

Bu Patmi menderita miom


SAPUTRI BINTI ASWAR (50, Kista Ovarium). Alamat Dusun Karang Anyar, RT 3/2, Desa Sungai Ambangah, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Saputri sehari – harinya adalah juru masak di panti asuhan yang berada di sebelah rumahnya. Setahun terakhir ibu dari 4 orang anak ini mengalami kista pada ovariumnya. Ibu Saputri sudah pernah menjalani pengobatan di rumah sakit terdekat, namun karena terkendala biaya untuk membeli obat terpaksa ia menghentikan pengobatannya. Beberapa bulan terakhir karena sudah tidak pernah berobat lagi, Ibu Saputri kembali merasakan sakit pada perutnya, namun karena tidak ada jaminan kesehatan dan biaya berobat ia hanya sesekali menjalani pengobatan alternatif di kampungnya. Suami Ibu Saputri, Bapak Salimin (61), yang sehari – harinya bekerja sebagai buruh bangunan tidak mampu membawa istrinya berobat. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Saputri, dan bantuan awal pun diberikan untuk biaya pembuatan JKN – KIS dan keperluan lainnya selama menjalani pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 17 Mei 2017
Kurir : @ahmadtaqiyudin5 Yuhanizh @ririn_restu

Bu Saputri mengalami kista pada ovariumnya


KASIH NUR VAJIRA (6, Syndrom Nefrotik + TBC). Alamat : Desa Prapakan Besi, Dusun Besi Kuning, RT 1/1, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Kasih adalah anak dari pasangan Bapak Henri (36) dan Ibu Satriani (34), keduanya bekerja sebagai petani untuk menghidupi ketiga anaknya. Awalnya Kasih merasakan sakit di bagian perutnya pada Juli 2016, setelah itu sejak bulan puasa hingga hari raya ia mengalami diare terus – menerus. Puncaknya pada Agustus 2016 Kasih kembali merasakan sakit di perutnya, kondisi tersebut membuat ia yang begitu ceria menjadi sering menangis karena tak kuat menahan sakit dan kemudian wajahnya membengkak. Setelah beberapa hari hanya dirawat di rumah, bengkak di wajah Kasih pun tak kunjung mereda hingga membuat keluarga khawatir dan membawanya berobat ke Puskesmas Kecamatan Sekura, Kabupaten Sambas. Selama dirawat di Puskesmas Sekura, bengkak di wajah Kasih menjalar ke kaki hingga membuatnya tak bisa berjalan, empat hari kemudian perutnya pun mulai nampak membengkak. Kondisi Kasih tidak mengalami peningkatan dan akhirnya ia dirujuk ke RSUD Sambas. Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan Kasih positif mengalami gagal ginjal (Sindrom Nefrotik). Kasih kemudian dirujuk ke RSUD Pemangkat dan dirawat selama sebelas hari. Pada Oktober 2016 Kasih menjalani kemoterapi yang pertama di RS Singkawang, dalam kondisi tertentu ia memerlukan obat Albumin sebelum dilakukan kemoterapi. Berdasarkan keterangan keluarga Albumin ini tidak ditanggung BPJS sehingga keluarga harus membayar senilai 2 juta rupiah. Pada 20 Januari 2017, Kasih mengalami demam tinggi yang disertai kejang dan ia tidak sadarkan diri sehingga harus dirawat di RS Pemangkat. Dua hari kemudian Kasih dirujuk dan dirawat di RS Serukam dan setelah enam hari dirawat ia masih tak sadarkan diri. Pada saat itu Kasih mendapat jadwal kemoterapi pada tanggal 2 Februari 2017, namun karena kondisinya yang tidak memungkinkan akhirnya jadwal kemoterapi diundur. Setelah Kasih sadarkan diri dari koma, untuk pemenuhan nutrisi dan buang air harus melalui selang. Napas yang cepat disertai batuk menimbukan kecurigaan dokter bahwa Kasih mungkin juga mengalami infeksi paru setelah dilakukan penanganan dengan Nebulizer. Pada 7 Februari 2017, Kasih mengalami melena (feses berwarna hitam) dan muntah darah yang mengharuskannya menjalani cek darah. Berdasarkan keterangan keluarga dari hasil cek darah yang telah dilakukan, kondisi umum ginjal Kasih tidak mengalami perubahan yang lebih baik dan kondisi paru-parunya telah terinfeksi TBC hingga 82%. Ia pun sempat dirawat di RS Serukam Singkawang dengan kondisi badan membiru dan ikterik (menguning pada kulit dan mata), susah berbicara dan bergerak. Kasih telah menjalani kemoterapinya yang ke-5 pada 23 Februari 2017 dan kondisinya pada saat itu belum juga mengalami peningkatan. Pada 21 Maret 2017 ia mendapat jadwal untuk kemoterapi yang ke-6 namun pada 14 Maret 2017 kondisinya menurun dan lansung dibawa ke RSU Bethesda Kabupaten Bengkayang. Kasih mendapat penanganan pemberian obat Lasix melalui suntikan pada infusan untuk mengeluarkan cairan dari dalam tubuhnya melalui saluran kemih. Sejak awal Mei 2017 Kasih sudah tidak lagi menggunakan obat Lasix dan obat Albumin, untuk kemoterapi yang digunakan sekarang adalah dengan mengonsumsi obat Neoral Ciclosporin. Kasih mengalami infeksi darah yang menyebabkan pendarahan serta pembekakkan di bagian kedua lututnya. Setelah diambil sampel darah, belum diketahui hasilnya dan apa yang menyebabkan Kasih terkena infeksi darah, sehingga ia mendapatkan penanganan dengan menggunakan obat Metilprednisolon melalui suntikan pada infusan yang akan digunakan hingga 11 Minggu ke depan. Dalam 1 minggu sebelumnya Kasih mendapatkan 3 dosis obat Metilprednisolon, dan setelah masuk minggu ke-8 dikurangi 1 dosis dalam 1 minggu. Setelah 11 minggu mendapat obat Metilprednisolon seharusnya Kasih mendapat pengganti obat yang lebih keras, namun karena usia dan berat badannya yang belum mencukupi akhirnya dokter memutuskan untuk melanjutkan penggunaan Metilprednisolon. Metilprednisolon yang tidak ditanggung BPJS membuat keluarga harus mengeluarkan uang sebesar Rp250.000,- per sekali dosis. Pada 6 Agustus 2017, Kasih akan mendapatkan perawatan lanjutan di RSU Bethesda Kab. Bengkayang untuk mendapatkan obat Metilprednisolon melalui suntikan pada infus. Menurut keterangan orang tua Kasih, setelah menjalani pengobatan dengan metilprednisolon alhamdulillah ginjal Kasih sudah ada perubahan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu transportasi dan akomodasi berobat, pembelian obat Metilprednisolon yang tidak ditanggung BPJS, dan biaya hidup sehari – hari. Sebelumnya Kasih telah dibantu dalam Rombongan 1036.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.455.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2017
Kurir: @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ferian_syah12 @rayska197 @ririn_restu

Kasih positif mengalami gagal ginjal


MILA BINTI BUDIHARTO (18, Polio). Alamat : Jln. Pangsuma, Gg. Manggis, No. 62, RT 15/5, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Mila terlahir normal, namun saat berusia 2 bulan ia mendadak panas tinggi dan tidak berhenti menangis. Putri pasangan Bapak Budiharto (Alm) dengan Ibu Inu (42) ini hanya dibawa ke pengobatan alternatif. Dari hari ke hari kondisi Mila semakin meburuk. Mila akhirnya dibawa ke Puskesmas dan didiagnosis mengalami polio. Saat ini, Mila sudah berusia 18 tahun dan aktivitasnya hanya di rumah saja. Mila hanya bisa merangkak dan mengesot karena syaraf motoriknya mengalami gangguan, ia pun tidak bisa berbicara. Tubuh Mila sering bergerak tak bisa dikontrol. Alhamdulillah ada dermawan yang menyumbang kursi roda untuk Mila sehingga memudahkan aktivitasnya. Dengan keterbatasan fisik yang dimiliki, Mila tetap menjadi gadis yang periang meskipun terkadang ia malu bila ada tamu yang berkunjung. Mila tidak bisa mandiri dalam beraktivitas, Ibu Inu harus terus ada untuk membantunya. Ibu Inu mengalami kesulitan dalam memenuhi biaya hidup sehari – hari, terlebih lagi Mila sering sakit. Ibu Inu seorang diri menjadi tulang punggung keluarga karena suaminya telah meninggal dunia sejak tahun 2001 silam. Untuk kebutuhan sehari-hari Ibu Inu bekerja sebagai buruh cuci panggilan dengan upah yang tidak bisa menutupi kebutuhan ia dan kedua anaknya. Belum lagi untuk sewa kos yang setiap bulan harus dikeluarkan sebesar Rp. 300.000,-. Kurir Sedekah Rombongan berkesempatan menemui Mila dan ibunya. Bantuan pun diberikan untuk biaya pembuatan JKN – KIS dan kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 November 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 Lindawati @ririn_restu

Mila mengalami polio


PILUS BIN AGUSTINUS DAIN (33, Cacat Permanen pada Kaki). Alamat : Dusun Entipan Hulu, RT 2/1, Desa Entipan, Kecamatan Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Pilus yang merupakan anak dari pasangan Agustinus Dain (61) dan Magdalena Misah (58) mengalami cacat permanen pada kakinya sejak lahir. Ia tidak memiliki kaki yang utuh sehingga berjalan menggunakan alat bantu. Pilus kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan, itu pun jika ada yang membutuhkan tenaganya. Demi mencukupi kebutuhan sehari – hari, Pilus menerima pekerjaan apa saja yang bisa dijangkau dan dikerjakannya. Dalam keterbatasannya, Pilus tak patah semangat. Satu keinginan yang selalu diimpikan Pilus adalah ingin memiliki kaki palsu. Harapannya, kaki palsu tersebut akan memudahkannya untuk beraktivitas di luar rumah dan mencari kerja. Keterbatasan biaya membuat keinginannya masih belum bisa diwujudkan. Pilus sangat ingin bekerja karena ia tak bisa terus mengandalkan orang tuanya yang sudah sepuh dan bekerja sebagai petani. Kurir Sedekah Rombongan berkesempatan mengunjungi Pilus dan memberikan bantuan untuk pembuatan JKN – KIS, biaya transportasi berobat dan kebutuhan sehari-hari. Semoga selanjutnya Pilus dapat memiliki kaki palsu.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.155.000,-
Tanggal : 21 November 2017
Surveyor : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 Seselia Jurniati

Pak pilus mengalami cacat permanen


SUTARMI BINTI GIYONO (53, Ca Mamae). Alamat : Dusun Mertelu, RT 5/3, Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Ibu Sutarmi merasakan sakit di bagian payudaranya sejak 4 tahun yang lalu. Awalnya muncul benjolan di payudaranya lalu diperiksakan ke puskesmas setempat. Namun karena masih bisa beraktivitas sehari-hari maka hanya dilakukan pengobatan alternatif dengan mengolesi kunyit putih. Pada bulan Mei yang lalu, kondisi Ibu Sutarmi menurun. Pihak keluarga segera membawanya ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Saat itu kadar haemoglobinnya rendah, sehingga harus menjalani rawat inap. Saat ini Ibu Suratmi menjalani tindakan pengobatan rawat jalan dan 6x jadwal kemoterapi. Rencananya, akan dilakukan operasi pengangkatan kanker, tetapi saat kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim jadwal operasinya belum ditentukan. Suaminya, Sudarto (68), bekerja sebagai petani. Selain mencari nafkah untuk keluarga, ia juga setia merawat istrinya. Selama pengobatan ini Ibu Sutarmi menggunakan fasilitas jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS), sementara biaya transportasinya dibantu oleh kelompok sosial di desanya. Ia hanya membayar mobil Rp 175.000 sekali kontrol rutin ke rumah sakit. Bantuan ini disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Ibu Sutarmi selama kontrol ke rumah sakit. Keluarga Ibu Sutarmi sangat mengucapkan terima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga Ibu Sutarmi segera mendapatkan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Desember 2017
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas Rian

Bu sutarmi menderita ca mamae


SUPRIHATIN BIN ARJO SUWITO (42, Syaraf Kejepit). Alamat : Dusun Juwangen, RT 3/1, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Awalnya Bapak Suprihatin berjalan di pinggir selokan. Tiba-tiba ia kaget karena ada mobil, yang menyebabkan Bapak Suprihatin terjatuh ke selokan. Alhamdulillah, ia bisa menyelamatkan diri. Karena kelelahan berjalan dan kaget setelah tercebur, ia beristirahat dan tertidur di gubug dekat selokan. Keesokan hari, saat hendak melanjutkan perjalanan, ternyata kakinya tidak bisa digerakkan dan mengalami bengkak. Bapak Suprihatin ditolong oleh relawan yang membawanya berobat ke RSI PDHI Kalasan, Sleman. Karena tidak ada keluarga yang mengurusnya akhirnya dicarikan keluarga yang ada di sekitar rumah sakit tersebut. Sementara itu, kepala desa setempat membantu mencarikan Kartu Identitas Sementara dari Dinsos dan diberikan jaminan kesehatan. Alhamdulillah, banyak pihak yang membantu proses pengobatan Bapak Suprihatin. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim, keadaan Bapak Suprihatin masih lemas. Ia belum mampu duduk terlalu lama, dan mengeluh perutnya kembung. Selain itu, Kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama Bapak Suprihatin ke rumah sakit. Bapak Suprihatin sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Tak berselang lama, kurir tersebut mendapat kabar duka. Semoga Bapak Suprihatin mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 28 November 2017
Kurir @kissherry @rofiq_silver @atinlelyas @dwiahel

Pak suprihatin menderita syaraf kejepit


MARYANTO BIN SULINO (41, Ulcus Kronis). Alamat : Dusun Bohol, RT 8/3, Desa Bohol, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Semasa kelas 2 SD Pak Maryanto sering belajar di balai-balai dengan penerangan lampu minyak tanah. Di suatu malam saat menggeser lampunya, minyak tumpah dan mengenai muka dan tangan sebelah kanannya. Bapak Maryanto memerlukan waktu dua tahun untuk menyembuhkan luka bakarnya, dan tetap meninggalkan cacat permanen. Kemudian bulan Agustus 2016 lalu, ia merasa gatal-gatal di lengan kanan. Awalnya ia mengira hanya gatal-gatal biasa, tetapi sudah diberi salep tetap tidak sembuh. Ia pun memeriksakan diri ke puskesmas. Lagi-lagi, belum ada perubahan kondisi yang signifikan. Pihak puskesmas pun membuat rujukan untuk berobat ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Bulan Maret 2017, ia dirujuk kembali untuk pengobatan ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Tetapi karena ketiadaan biaya Pak Maryanto memilih untuk tidak melanjutkan pengobatan. Pihak keluarga memutuskan menjual tanah untuk bekal biaya pengobatan. Lima bulan kemudian, Pak Maryanto melanjutkan pengobatan. Ia mendapat perawatan di poliklinik, kemudian menunggu panggilan kamar. Sebelum mendapat panggilan untuk rawat inap, kondisinya semakin menurun. Pihak keluarga segera membawanya ke RSPAU dr. Hardjolukito. Alhamdulillah, saat ini Pak Maryanto mendapat perawatan medis dan menjalani jadwal kemoterapi. Pak Maryanto tinggal bersama istrinya, Wiyarni (31) yang bekerja sebagai petani dan dua putra. Putra pertama masih duduk di kelas 4 SD, sementara adiknya berumur 3 bulan. Selama pengobatan ini, Pak Maryanto mendapat keringanan biaya dari fasilitas BPJS PBI. Amanah sedekaholics ini dipergunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan ke rumah sakit. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Pak Maryanto, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 November 2017
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas Rian

Pak Maryanto menderita ulcus kronis


ERLA DWIYANTI (15, Lupus). Alamat : Dusun Piji, RT 1/2, Desa Krajan Kidul, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Bulan Juli 2015 Erla mengalami demam tinggi disertai muncul bintik-bintik merah, setelah itu persendiannya kaku. Orangtuanya segera membawanya periksa ke puskesmas tetapi tidak ada perkembangan yang signifikan. Kemudian remaja yang lahir bulan April ini, segera dirujuk ke RSUD dr. Tjitrowardjojo, Purworejo. Oleh dokter yang memeriksa ia dirujuk lagi ke RSUP Dr. Sardjito yang memiliki sarana prasarana lebih lengkap. Setelah rawat inap selama tiga hari disana, dokter mendiagnosa Erla menderita penyakit lupus, yaitu penyakit inflamasi kronis yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru sehingga mulai menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Ayahnya Suwarno (62) bekerja sebagai petani, sementara ibunya, Salwitri (42) ialah seorang ibu rumah tangga. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya, orangtua Erla menyatakan ingin sekali mengusahakan kesembuhan anaknya. Erla memiliki jaminan kesehatan Jamkesmas, tetapi orangtuanya masih kesulitan untuk biaya akomodasi ke Yogyakarta, terlebih dokter pun menyarankan untuk terapi rutin di rumah sakit. Saat ini, kondisi Erla hanya bisa berbaring saja. Ia kesulitan duduk dan kakinya sulit digerakkan. Beberapa waktu lalu Erla menjalani rawat inap di rumah sakit. Bantuan ini digunakan untuk akomodasi pasien selama rawat inap. Semoga Erla segera mendapat kesembuhan, Aamiin. Pelaporan santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 1008.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 November 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Erwin

Erla menderita penyakit lupus


JENY OKTAVIA SAPUTRI (6, Leukemia). Alamat : Dusun Tugu, RT 3/6, Desa Ngunut, Kecamatan Badar, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Jeny menderita leukimia sejak tahun 2013. Saat itu, ia menjalani operasi di RSUD Dr. Harjono S Ponorogo, Jawa Timur karena mengalami penyumbatan darah. Alhamdulillah, berkat operasi tersebut penyakitnya dapat diangkat meski harus menghabiskan biaya lebih dari tiga puluh juta rupiah. Pada bulan Februari 2014, kondisi kesehatan Jeny memburuk kembali. Ia kemudian dirujuk untuk berobat ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, Jeny didiagnosa menderita leukemia atau kanker darah. Jeny kemudian dijadwalkan menjalani kemoterapi. Ayah Jeny, Heri Budi Prasetyo (30) bekerja sebagai wiraswasta dan Murdaningsih (28) sebagai ibu rumah tangga sekaligus merawat buah hatinya di rumah. Selama pengobatan ini Jeny memanfaatkan fasilitas jaminan kesehatan BPJS kelas III. Setiap tiga minggu sekali Jeny menjalani pemeriksaan rutin di RSUP Dr. Sardjito. Alhamdulillah, kondisinya stabil dan kian membaik. Meskipun sakit, Jeny selalu bersemangat ke sekolah, bahkan menjadi juara kelas dan sering mengikuti perlombaan antarsekolah. Sekitar akhir Oktober lalu, Jeny merasa pusing dan demam sepulang sekolah. Meski sudah diberi obat, demamnya semakin tinggi. Orangtuanya segera membawa ke RSUD, lalu keesokan harinya dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Saat ini Jeny masih dirawat di rumah sakit. Amanah sedekaholics ini digunakan untuk biaya akomodasi selama di rumah sakit. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 November 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Jeny menderita leukimia


JIHAN FATIN (3, Atresia Bilier + Sirosis). Alamat : Dusun Wiyono, RT 4/2, Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Jihan adalah salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan dari Kabupaten Magelang. Jihan dilahirkan dalam keadaan seluruh tubuh berwarna kuning. Saat usia dua bulan, ia mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun. Orang tuanya kemudian membawanya ke bidan, lalu dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut ke RSU Tidar Kota Magelang, Jawa Tengah. Dokter mendiagnosa balita ini menderita atresia bilier atau tidak adanya saluran empedu dari hati. Jihan kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Dokter mendiagnosa ia menderita sirosis (pengerutan hati). Jihan pernah mengalami koma selama dua bulan yang disertai demam tinggi dan kejang hingga memengaruhi fungsi syaraf mata. Kesulitan ekonomi juga dirasakan kedua orang tuanya terutama biaya transportasi dan akomodasi dari Magelang ke Yogyakarta. Setiap berobat mereka menyewa mobil yang harga sewanya mahal. Selain itu mereka juga kesulitan untuk pembelian obat dan susu peptamen. Ayah Jihan, A. Mujib (37) bekerja sebagai karyawan swasta sementara ibunya, Etik (30) seorang ibu rumah tangga. Selama pengobatan Jihan menggunakan fasilitas kesehatan dari pemerintah, BPJS. Jihan sudah menjalani perawatan rutin di RSUP Dr. Sardjito selama dua tahun lebih. Saat ini Jihan kontrol rutin sebulan sekali di RSUP Dr. Sardjito. Bantuan ini dipergunakan untuk pembelian 6 kaleng susu peptamen junior dan pembelian obat yang tidak tercover BPJS. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga Jihan dan menjadi jalan kesembuhannya, Aamiin. Pelaporan bantuan sebelumnya terdapat dalam rombongan 1068.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.796.228,-
Tanggal : 21 November 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Jihan menderita atresia bilier atau tidak adanya saluran empedu dari hati


DALIO BIN JOYO SENTONO (82, Prostat + Hipertensi + Katarak). Alamat : Dusun Pundungsari, Desa Pundungsari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Dalio menderita sakit prostat lebih dari sepuluh tahun lamanya. Selain itu, ia juga menderita sakit jantung bawaan. Ternyata, selama sakit Pak Dalio sama sekali belum pernah diperiksakan. Istri Pak Dalio sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, sementara kedua anaknya tinggal terpisah dengan rumahnya. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Pak Dalio. Ia pun menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Wilayah Jogja. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan di RSUP Dr. Sardjito, Pak Dalio dapat menjalani operasi prostat sekitar dua tahun lalu. Alhamdulillah operasinya berjalan lancar. Saat ini kondisinya semakin bugar. Sebelum sakit, ia bekerja sebagai buruh tani untuk menyambung kehidupannya. Sementara saat ini untuk kebutuhan sehari-hari, Pak Dalio dibantu oleh tetangga-tetangganya. Pak Dalio menjalani kontrol rutin setiap bulan sekali di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Akhir Juli 2017 lalu, Pak Dalio mengeluh penglihatannya terganggu. Setelah periksa ke poli mata RSUP Dr. Sardjito, diketahui Pak Dalio menderita katarak. Awal bulan Agustus lalu Pak Dalio menjalani operasi katarak mata kanannya. Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar dan Pak Dalio bisa melihat dengan jelas kembali. Selama pengobatan Pak Dalio menggunakan fasilitas Jamkesmas. Bantuan ini digunakan untuk bantuan akomodasi selama berobat dan biaya kebutuhan sehari-hari. Pak Dalio menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Laporan santunan sebelumnya terdapat dalam Rombongan 1063.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 November 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR

Pak Dalio menderita sakit prostat


TUMINEM BINTI RONO DIMEJO (62, Kanker Payudara) Alamat: Getas, RT 14/3, Getas, Kecamatan, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Awalnya, pada tahun 2013 Bu Tuminem merasakan gatal dan benjolan di daerah payudaranya. Pihak keluarga pun segera memeriksakan ke puskesmas terdekat lalu dirujuk ke rumah sakit. Diagnosa dokter menyatakan bahwa Bu Tuminem menderita kanker payudara dan harus segera dilakukan operasi. Saat itu, Bu Tuminem belum memiliki fasilitas jaminan kesehatan. Pihak keluarga pun segera mengurus administrasi untuk mendapatkan fasilitas Jamkesmas. Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Bu Tuminem melalui tetangganya. Bulan Januari 2014, Bu Tuminem menjalani operasi pengangkatan kanker payudara di RSPAU Hardjolukito, Yogyakarta. Alhamdulillah, operasi Bu Tuminem berjalan lancar. Pascaoperasi Bu Tuminem menjalani 9x kemoterapi dan kontrol rutin. Alhamdulillah, kondisinya semakin membaik. Sejak Maret 2015, Bu Tuminem melakukan kontrol rutin setiap 3 bulan sekali. Ia pun kadang-kadang ke ladang untuk bertani membantu suaminya, Marjuki (61). Tetapi pertengahan 2016 lalu Bu Tuminem jatuh terpeleset. Setelah itu Bu Tuminem hanya bisa berbaring di tempat tidur. Kedua kakinya sulit digerakkan. Sempat sebelumnya Bu Tuminem berjalan dengan bantuan kruk, tetapi tidak berlangsung lama. Ia memilih hanya beristirahat saja karena sangat sakit. Dari pemeriksaan dokter, kanker yang Bu Tuminem derita telah metastase ke tulang. Bu Tuminem sempat dijadwalkan menjalani kemoterapi kembali. Lama-kelamaan kondisi Bu Tuminem memburuk, hingga kurir Sedekah Rombongan mendapatkan kabar duka pada tanggal 18 November lalu. Santunan duka pun disampaikan kepada keluarga Bu Tuminem. Pihak keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas bantuannya selama ini. Laporan santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 1000.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 21 November 2017
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas Rian

Bu Tuminem menderita kanker payudara


MTSR JOGJA (AB 9032 WK, Operasional Bulan November 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) ialah kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses survei pasien, menyampaikan santunan, dan antar-jemput pasien dari rumah ke rumah sakit. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan wilayah Jogja diberi amanah lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 9032 WK ini ialah salah satu MTSR yang dioperasionalkan sebagai ambulans transport. MTSR ini mengcover wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Biaya bulan ini ialah biaya servis rutin dan pembelian bahan bakar selama bulan Oktober hingga pertengahan bulan November 2017. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya terdapat pada laporan rombongan 1074. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics Sedekah Rombongan.­

Jumlah Bantuan : Rp. 4.927.990,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan November 2017


MTSR JOGJA (AB 1583 VT, Operasional Bulan November 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR yang semula bernomor polisi AB 1185 JC ini telah resmi balik nama pemilik atas nama Sedekah Rombongan. MTSR ini juga digunakan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvei calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka atau ke pemakaman. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap atau ambulan yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Masyarakat yang membutuhkan ambulans transport ini bisa menghubungi nomor hotline 081906800900. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans transport Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta utamanya wilayah Kabupaten Gunungkidul. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya servis rutin dan pembelian bahan bakar selama bulan Oktober hingga pertengahan bulan November 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 1074.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.644.100,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan November 2017


MTSR JOGJA (AB 1473 RT, Operasional Bulan November 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) atau biasa dikenal dengan ambulans transport ini difungsikan sebagai kendaraan operasional yang mensupport pengabdian Sedekah Rombongan kepada dhuafa pada khususnya dan masyarakat umum. Saat ini, Sedekah Rombongan wilayah Jogja memiliki lima unit mobil tanggap, yakni empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Kendaraan ini juga biasa digunakan untuk mendukung kurir Sedekah Rombongan saat survei pasien, proses santunan dan pendampingan pasien, juga menjemput dan mengantar pasien dari rumah ke rumah sakit atau sebaliknya, dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Selain itu, MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline MTSR 081906800900. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya pembelian bahan bakar selama bulan Oktober hingga pertengahan bulan November 2017. Pelaporan MTSR Jogja sebelumnya dilaporkan di Rombongan 1074. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.389.100,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan November 2017


MTSR JOGJA (AB 9043 WK, Operasional Bulan November 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR diperuntukkan utamanya untuk pasien dhuafa, sebagai fasilitas pendukung proses menjemput kesembuhan. Selain untuk pasien dampingan Sedekah Rombongan, masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Sedekah Rombongan Jogja memiliki lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. Tiga diantaranya dioperasionalkan di area Yogyakarta, dan dua ambulans difokuskan untuk mengcover wilayah Kabupaten Gunungkidul. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvei calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya mengganti kaca belakang dan biaya pembelian bahan bakar selama bulan Oktober hingga pertengahan bulan November 2017. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 1074. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.289.100,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan November 2017


MTSR JOGJA (AB 1617 FN, Operasional Bulan November 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses pendampingan pasien dhuafa. Kegiatannya antara lain survey target pasien, penyampaian santunan, dan pendampingan dari rumah ke rumah sakit/rumah singgah atau sebaliknya. Selain itu, MTSR juga sering digunakan untuk menyampaikan amanah dari sedekaholics untuk pondok/panti asuhan dan tempat ibadah. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 1617 FN inilah MTSR yang disebut mobil penumpang. Meski disebut mobil penumpang, wilayah operasional MTSR ini pun sama dengan yang lain, yaitu mengcover wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, selalu dilakukan perawatan rutin bagi masing-masing MTSR. Bantuan ini digunakan untuk biaya servis rutin dan pembelian bahan bakar selama bulan Oktober hingga pertengahan bulan November 2017. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya terdapat pada rombongan 1074. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.699.100,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan November 2017


RSSR JOGJA (Operasional Bulan November 2017). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno, RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. RSSR Jogja merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara para pasien dampingan Sedekah Rombongan. RSSR Jogja ini makin dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang berasal dari golongan tidak mampu. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja. RSSR ini dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Selain sebagai tempat transit pasien, RSSR Jogja juga digunakan sebagai kantor administrasi pusat yang membantu kinerja Sedekah Rombongan secara nasional. Santunan ini dipergunakan untuk biaya operasional bulan Oktober yang meliputi biaya administrasi perkantoran, biaya telekomunikasi, Biaya Pajak Tahunan Frekuensi Radio Handy Talky (HT) dan biaya listrik/air/internet. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan 1074. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.500.566,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan November 2017


RSSR JOGJA (Bantuan Biaya Makan dan Obat Pasien November 2017). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. Rumah Singgah Sedekah Rombongan merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pasien-pasien tersebut sedang melakukan pengobatan rawat jalan di rumah sakit rujukan di Yogyakarta, seperti RSUP dr. Sardjito, RS Panti Rapih, dan RSPAU dr. Hardjolukito. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Kemudian pasien yang telah selesai berobat diantarkan kembali ke rumah masing-masing. RSSR ini dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Setiap hari, rata-rata RSSR Jogja dihuni oleh 10-17 pasien beserta pendamping pasien. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja, misalnya Purworejo, Purwokerto, Kuningan, Temanggung. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya konsumsi dan suplemen pasien, pembelian obat-obatan untuk pasien, dan biaya pembelian kasa steril, verban, alkohol untuk perawatan luka pasien. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan 1074. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 15.067.528,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR

Bantuan biaya makan dan obat pasien November 2017


MARUF DESMIKO PUTRA (12, Anemia Aplastik). Alamat : Sokaraja Kulon, RT 6/8, Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah. Awal Agustus lalu di bagian paha Dik Ma’ruf memar. Ia juga sering mengeluh pusing dan gusinya berdarah. Tanggal 10 Agustus 2017 seusai imunisasi campak dan rubella MR kondisinya menurun. Oleh orangtuanya, ia segera diperiksakan ke RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto. Dari pemeriksaan dokter diketahui Dik Ma’ruf menderita anemia aplastic. Lalu Dik Ma’ruf dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Ayahnya, Setiyo Purwoko (43) bekerja sebagai buruh harian lepas, dan ibunya, Suratmi (37) ialah ibu rumah tangga. Keluarga ini sangat bersemangat dan saling kerja sama untuk kesembuhan putra semata wayangnya. Selama pengobatan ini, Dik Ma’ruf menggunakan fasilitas jaminan kesehatan JKN-KIS Mandiri Kelas II. Tetapi Bapak Setiyo merasa kesulitan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama di rumah sakit di Yogyakarta. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga ini. Saat ini Dik Ma’ruf tinggal sementara di RSSR Yogya. Dik Ma’ruf menjalani kontrol dan transfusi rutin di RSUP Dr. Sardjito. Amanah sedekaholics ini disampaikan untuk pembelian susu dan biaya pembelian obat yang tidak tercover. Semoga bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Dik Ma’ruf. Keluarga Dik Ma’ruf sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Santunan sebelumnya terlah diberikan dan dilaporkan pada Rombongan 1070.

Jumlah Bantuan : Rp. 579.949,-
Tanggal : 13 November 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Dik Ma’ruf menderita anemia aplastic


NOVI RAHMAWATI (16, Osteosarcoma). Alamat : Dusun Lingkungan I ,RT 3/1, Desa Lugosobo, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar bulan Mei 2017 Dik Novi merasakan nyeri di sekitar lutut. Oleh orangtuanya ia segera diperiksakan ke puskesmas, kemudian mendapat rujukan ke RS Panti Waluyo, Purworejo. Dik Novi pun menjalani rawat inap untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan dokter, Dik Novi didiagnosa menderita kanker tulang. Untuk mendapatkan pengobatan lebih intensif Dik Novi dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Selama pengobatan di Yogyakarta, Dik Novi tinggal di RSSR Yogyakarta. Ia sering terlihat kesakitan, tetapi tidak pernah mengeluh, meskipun lututnya semakin bengkak. Ia tetap bersemangat kontrol rutin dan menjalani serangkaian pemeriksaan laboratorium, hingga dokter memutuskan untuk dilakukan amputasi pada kaki kirinya. Ayahnya, Waluyo (41) bekerja sebagai karyawan swasta dan ibunya, Soekhah (37) ialah ibu rumah tangga. Keduanya saling bekerja sama untuk mendampingi pengobatan anaknya. Alhamdulillah, operasinya sudah dilakukan pada tanggal 18 September 2017 dan berjalan lancar. Selama pengobatan ini keluarga Dik Novi sangat bersyukur karena mendapat fasilitas dari Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan. Bantuan ini disampaikan untuk biaya pembelian susu dan obat yang tidak tercover. Mari kita doakan semoga Dik Novi segera mendapatkan kesembuhan, Aamiin. Santunan sebelumnya telah diberikan kepada Dik Novi dan terlapor di Rombongan 1074.

Jumlah Bantuan : Rp. 737.830,-
Tanggal : 13 November 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Dik Novi didiagnosa menderita kanker tulang


IMAM DARMAWAN (15, Paralis Post Trauma + Decubitus). Alamat : Tembang Kacang, Dusun Karya II, RT 1/4, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Pertengahan Maret 2017, Imam mendapat musibah terjepit berton – ton balok kayu. Akibatnya tulang pinggul remuk, termasuk saluran kencing dan anus. Imam akhirnya menjalani operasi colostomy untuk pembuatan saluran pembuangan sementara. Untuk buang air kecil Imam pun dibantu selang karena uretranya putus. Imam dirawat di RSUD dr Sudarso selama 3 bulan. Pada 23 Juni 2017, anak pasangan Edy (47) dan Nursiah (39), ini terpaksa dibawa pulang dan dirawat di rumah karena terkendala biaya. Orang tua Imam yang sehari – harinya bekerja sebagai buruh lepas tak mampu membiayai kebutuhan pengobatan Imam. Kondisi Imam hanya bisa terbaring lemas dengan selang untuk buang air yang masih terpasang. Karena terlalu lama berbaring Imam mengalami decubitus, dimana terdapat luka di sekitar bokongnya tetapi ia merasa sakit bila menggerakkan tubuhnya yang semakin kurus. Imam seharusnya menjalani operasi penyambungan uretra di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung sekaligus penyambungan colon untuk BAB dan penutupan luka decubitus. Imam telah memiliki JKN – KIS mandiri, namun ia tetap membutuhkan bantuan biaya transportasi dan kebutuhan hidup selama menjalani perawatan di Bandung. Imam dirujuk ke RSHS Bandung karena ada dokter bedah urologi yang sudah berpengalaman menangani kasus seperti yang dialaminya, dan peralatan medis di sana lengkap. Dokter mengatakan peluang kesembuhan Imam di atas 70 %, karena usianya juga masih muda. Sebelum dirujuk ke RSHS, Imam dianjurkan dirawat terlebih dulu guna memperbaiki kondisinya dan penyembuhan decubitus sekitar 1 – 2 minggu. Selanjutnya Imam akan dirujuk ke RSHS untuk menjalani operasi dan kemungkinan proses penyembuhannya sekitar 3 bulan. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya transportasi serta akomodasi pengobatan di Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp.3.570.000,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 Eka Santy @ririn_restu

Imam menderita paralis post trauma + decubitus


DIA MARDIANA (16, Peradangan pada Rahim + Lumpuh ). Alamat : Jln. Prof. M. Yamin, Gg. Eka Daya, No. 33, RT 2/5, Kel. Kota Baru, Kec. Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Prov. Kalimantan Barat. Dia sebelumnya adalah seorang siswi SMP di daerah Kota Pontianak. Sayangnya Dia harus putus sekolah karena menderita penyakit yang cukup serius, dimana terdapat penyakit pada rahimnya dan ia mengalami kelumpuhan. Penyakit tersebut membuat Dia tidak bisa berjalan seperti sebelumnya. Awalnya kondisi kesehatan Dia baik, namun 3 bulan silam ia mengalami pelecehan seksual dan kini menjadi sering sakit – sakitan. Meskipun pelaku telah dijerat hukum, rasa trauma dan sakit yang diderita masih Dia rasakan. Kondisi tersebut menjadi ujian yang sangat berat bagi keluarga, terlebih lagi dengan kondisi orang tua Dia yang hidup dalam kemiskinan. Jangankan biaya berobat, untuk kebutuhan hidup sehari – hari saja terkadang tidak terpenuhi. Dia pernah dirawat di RSUD Soedarso Pontianak karena mengalami pembengkakkan di paha dan betis, juga sering mengalami sesak napas. Setiap bulan Dia menjalani pengobatan rutin didampingi orang tuanya. Dia sempat dirawat di ruang ICU karena kondisinya kritis. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi berobat dan membeli obat yang tidak ditanggung BPJS. Sebelumnya Dia telah dibantu dalam rombongan 1060.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 November 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 ayuhaniz @rayska197 @ririn_restu

Dia menderita peradangan pada rahim + lumpuh


ALIF PRADATA (1, Hydrocephalus). Alamat : Gang Sehat Pal 9, RT 3/8, Kelurahan Sui Kakap, Kecamatan Sui Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Alif lahir prematur dengan berat badan hanya 1.48 kg. Sejak usia 2 bulan Alif menderita hydrocephalus. Pada 28 Februari 2017, Alif menjalani operasi pertamanya untuk mengeluarkan cairan yang ada di kepala. Menurut tim dokter bedah yang menangani operasi pertama Alif, hampir 50% kandungan air di kepalanya sudah keluar. Lingkar kepala Alif mengecil menjadi 82 cm, ia pun sudah bisa bersuara dan menggerak-gerakkan mulutnya. Kedua mata Alif sudah mulai putih padahal sebelum operasi matanya berwarna merah, giginya pun sudah mulai banyak yang tumbuh. Alif menjalani rawat jalan untuk perawatan luka bekas operasi di kepalanya dan kontrol selang. Perawatan luka Alif ditangani tim perawat yang datang ke rumahnya setiap dua hari sekali dengan biaya perawatan Rp.200.000,- sekali kunjungan. Sedangkan untuk kontrol selang, Alif dibawa ke RS Sudarso satu kali dalam sebulan dengan biaya Rp.300.000,- sekali kontrol. Saat ini perawatan luka di kepala Alif dilakukan lebih intensif dibantu oleh petugas Puskesmas terdekat agar bisa cepat kering. Alif membutuhkan operasi setiap 4 tahun sekali hingga usianya 17 tahun. Alif pernah menjalani rawat inap karena kondisinya menurun pada 6 September 2017 – 12 Oktober 2017. Tak lama, pada 19 – 27 Oktober 2017 ia kembali dirawat inap di RS Sudarso karena mengalami sesak napas dan batuk yang tak kunjung henti. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya hidup, kebutuhan dan operasional selama berobat. Sebelumnya Alif dibantu dalam Rombongan 1055.

Jumlah Bantuan : Rp.4.500.000,-
Tanggal : 18 November 2017
Kurir :@arfanesia @ahmadtaqiyudin5 Guntur @rayska197 @ririn_restu

Alif menderita hydrocephalus


SUMARSINI OPIK (51, Gagal Ginjal). Alamat : Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Provinsi NTB. Ibu Sumarsini mengalami sakit diabetes, gangguan jantung hingga mengalami gagal ginjal sejak 5 tahun lalu. Akibat gagal ginjal yang sudah kronis kondisi Ibu Sumarsini terus melemah, dan sering merasakan sakit kepala disertai mual. Ibu Sumarsini di tengah sakitnya harus menjadi orang tua tunggal karena suaminya, Opik (45), telah meninggal dunia. Sebelum sakit Ibu Sumarsini bekerja menjadi buruh cuci dan pedagang kopi, penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari – hari dan sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya. Sejak sakit Ibu Sumarsini tidak dapat bekerja lagi, sedangkan hanya ia yang mencari nafkah. Terlebih lagi Ibu Sumarsini masih harus rutin berobat. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan pembuatan toko kelontong sederhana untuk Ibu Sumarsini, sebagai sumber penghasilan untuk keluarganya. Ucapan terima kasih disampakan Ibu Sumarsini atas bantuan yang telah diberikan dan ia berdoa semoga semua amal baik Sedekaholics Sedekah Rombongan dibalas Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan: Rp.3.269.000,-
Tanggal : 3 November 2017
Kurir : @arfanesia Panca Rinjanah Saepul.

Ibu Sumarsini mengalami gagal ginjal


UMU LAILATUL KHOFIFAH (16, Tunggakan Sekolah). Alamat Dusun Mekarsari RT 04/13 Kelurahan Kalibeber, Kec. Mojotengah, Kab. Wonosobo, Prov Jawa Tengah. Umu adalah anak pertama pasangan Fuad Yasin (37) dan Yatinem (35) yang masih menimba ilmu di Sekolah Menengak Kejuruan kelas IX. Umu termasuk siswa yang pintar, nilai ulangannya selalu diatas rata-rata temanya. Belakangan ini Umu sering murung dan menyendiri karena merasa malu dan minder. Hal itu di sebabkan karena dirinya sering di panggil pihak sekolah untuk memberitahukan kepada orang tuanya untuk segera melunasi tunggakan biaya sekolah sebesar Rp.1.893.000,- yang belum terbayarkan. Saking malunya Umu sampe tidak masuk sekolah menjelang UAS di sekolahnya, karena Umu belum mendapatkan kartu peserta UAS dari sekolah dengan alasan, orang tua Umu belum melunasi biaya sekolahnya. Walaupun berasal dari keluarga tidak mampu, Umu tidak mendapatkan bantuan pendidikan dari pemerintah berupa PKH atau KIP. Beruntung Kurir SR datang menemui pihak sekolah untuk berdialog dan mencari solusi agar Umu bisa ikut test UAS. Akhirnya pihak sekolah memperbolehkan Umu untuk mengikuti test UAS dengan sarat orang tua Umu akan membayarkan tunggakan sekolahnya secara bertahap. Fuad Yasin Orang tua Umu yang sehari sehari-hari berjualan Martabak Unyil merasa senang dan lega karena anaknya bisa mengikuti UAS di sekolahnya. Ibu umu, Yatinem meneteskan air mata ketika di kunjungi tim #Sedekah Rombongan di rumah kontrakanya untuk memberikan bantuan senilai Rp.1.000.000 dari para sedekaholics guna keperluan meringankan biaya sekolah anaknya, sehingga Umu masih bisa sekolah sampai selesai. Kedua orang tua Umu hanya bisa berdoa semoga para donatur mendapatkan limpahan rizki agar bisa membantu lebih banyak lagi orang yang membutuhkan pertolongan.

Jumlah bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 6 Desember 2017
Kurir : @fathurrozaq82 swastiko triipurwanto

Bantuan biaya sekolah


ISTIQOMAH (57, Dhuafa). Alamat Dusun Kalibeber RT 02/04 Kelurahan Kalibeber, Kec. Mojotengah, Kab. Wonosobo, Prov. Jawa Tengah. Istiqomah adalah seorang janda tua sakit-sakitan yang hidup sendirian. Keempat anaknya sudah berkeluarga dan punya rumah sendiri-sendiri, tetapi kondisi ekonominya masih memprihatinkan, sehingga belum bisa membantu ekonomi orang tuanya. Sejak Istiqomah sakit cancer payudara, kondisi fisiknya jadi lemah, tidak bisa berjualan lagi seperti sebelum jatuh sakit. Untuk kebutuhan sehari-hari, Istiqomah mengandalkan uluran tangan dari tetangganya, karena anaknya yang paling dekat termasuk keluarga kurang mampu juga. Tetangga terdekat yang sering membantu makanan terhadap Bu Istiqomah, karena Istiqomah hanya bisa terbaring lemas tanpa bisa beraktifitas yang berat, karena penyakit yang menggerogotinya semakin menambah lemah kondisi fisik Istiqomah. Seandainya tetangganya lupa mengirim makanan, Istiqomah juga tidak bisa makan sebelum ada yang datang membawa makanan untuknya. Ketika #Sedekah Rombongan berkunjung ke rumah Istiqomah untuk memberikan bantuan sebesar Rp.1.000.000 dari Sedekaholics, Istiqomah masih terbaring lemah. Istiqomah hanya bisa mengucapkan terima kasih dengan lirih kepada #Sedekah Rombongan atas bantuan yang diberikan kepadanya. Bantuan diberikan untuk kebutuhan sehari-hari.

Jumlah bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 6 Desember 2017
Kurir : @fathurrozaq82 wastiko triipurwanto

Bantuan tunai


M.GANI FIRMANSYAH (2, Jantung Bocor). Alamat Dusun Andongsili RT02/01 Kelurahan Andongsili, Kec. Mojotengah, Kab.Wonosobo, Prov. Jawa Tengah. M.Gani Firmansyah mengalami gangguan jantung bocor sejak dari dia masih kecil/dari lahir. Gani dilahirkan premature dengan bantuan operasi caesar, dikarenakan kondisi ibu saat hamil tekanan darahnya sering tinggi, sehingga untuk keselamatan keduanya maka dokter melakukan tindakan operasi caesar. Berat badan Gani waktu di lahirkan hanya berbobot 1,9 kg sehingga perlu di lakukan perawatan secara intensive dan harus masuk inkubator selama 14 hari. Selama Gani di rawat di RSUD Wonosobo menggunakan biaya sendiri, karena saat itu belum mempunyai Jaminan kesehatan, sehingga harus pinjam tetangga untuk bisa membayar biaya di rumah sakit. Setelah 14 hari di rawat dokter RSUD Wonosobo. Gani kecil dirujuk ke RSUP Dr.Sarjito Jogja untuk menjalani perawatan lebih intensive. Selama seminggu Gani harus menginap di RSUP Dr.Sarjito Jogja, dan di perbolehkan pulang, tetapi setiap 3 bulan harus cek up untuk mengetahui kondisi jantungnya. Ayah Gani merasa berat dengan beban yg di tanggung untuk bolak-balik ke Jogja karena penghasilan dari jualan mainan keliling tidak mencukupi untuk biaya perjalanan dan menunggui selama Gani menjalani Rawat Jalan di RSUP Dr.Sarjito Jogja. Ketika #Sedekah Rombongan berkunjung untuk memberikan bantuan kepada keluarga Gani, ibu Gani sangat berterima kasih karena bantuan tersebut bisa meringankan beban yang di tanggungnya. Bantuan dari #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000 digunakan untuk biaya transpot dan akomodasi rawat jalan ke RS Dr.Sardjito Jogja.

Jumlah bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 6 Desember 2017
Kurir : @fathurrozaq82 swastiko triipurwanto

M.Gani Firmansyah mengalami gangguan jantung bocor


WALIYAH BINTI AMAT SANHARI (54, Stroke) Kuwaluhan RT 02 RW 01, Madusari, Kec. Secang, Kab. Magelang Propinsi Jawa Tengah. Sejak 4 tahun yang lalu ibu Waliyah mengalami sakit Strok, berawal pada suatu hari ibu Waliyah merasakan pusing yang sangat pada kepalanya. Kemudian ibu Waliyah memutuskan untuk tiduran di kamarnya, saat merasa ingin ke kamar mandi ibu Waliyah bangun dan pergi ke kamar mandi, tetapi sebelum sampai di kamar mandi ibu Waliyah terjatuh dan tidak sadarkan diri, saat tersadar ibu Waliyah sudah berada di kamarnya di tolong oleh anaknya, saat sadar ibu Waliyah merasakan bibirnya sudah merot, tangan kirinya sudah tidak dapat di gerakan juga kaki kirinya susah diangkat. Setelah itu ibu Waliyah di bawa ke Rumah Sakit RSJ Magelang dan di nyatakan oleh dokter bahwa ibu Waliyah mengalami Strok karena Hipertensi dan dianjurkan untuk menjalani terapi, karena keterbatasan biaya akhirnya ibu Waliyah membuat kartu BPJS secara mandiri untuk menebus obat dan untuk periksa ke Rumah Sakit. Ibu waliyah tidak memiliki penghasilan apapun jadi hanya nggantungkan hidupnya pada anaknya yang hanya bekerja sebagai buruh tani, dengan keterbatasan ekonomi anaknya juga kini ibu Waliyah tidak dapat membayar BPJS dan tidak memiliki biaya untuk melakukan terapi di Rumah Sakit, ibu Waliyah sangat berharap bisa mendapatkan bantuan untuk melanjutkan terapi dan membayar BPJS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Keluarga ibu Waliyah untuk memberikan santunan untuk biaya pembayaran BPJS selama satu tahun. Saat #Sedekah Rombongan datang untuk menyerahkan santunan dari sedekahholics keluarga ibu Waliyah sangat berterimakasih atas di berikannya santunan tersebut. Semoga santunan bisa meringankan beban Keluarga dan membantu ibu Waliyah agar dapat kontrol setiap bulannya.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 07 Desember 2017
Kurir : @faturrozaq82 @dodo @unika

Ibu Waliyah mengalami sakit stroke


HARSONO BIN DJARMOETI (54 , Diabetes) Kuwaluhan RT 02 RW 01, Madusari, Kec. Secang, Kab. Magelang Propinsi Jawa Tengah. Sejak 3 tahun yang lalu bapak Harsono menderita sakit Diabetes, awal yang di rasakan bapak Harsono sering mengalami rasa kantuk yang sangat, dan juga rasa lapar bahkan setelah makan bapak Harsono tidak berselang waktu yang lama sudah merasa lapar kembali. Sehingga anaknya memutuskan untuk memeriksakan kesehatan bapak Harsono ke Puskesmas Secang, dari situ baru di ketahui kalau bapak Harsono mengidap penyakit Diabetes akut, semakin hari bapak Harsono merasakan penglihatan dan pendengarannya semakin berkurang sehingga menyulitkan bapak Harsono untuk melakukan aktifitasnya sehari hari. Dengan kondisi yang seperti itu bapak Harsono diperiksakan kembali ke rumah sakit, dari situ diketahui bapak Harsono mengalami kebutaan karena penyakit Glukoma, sekarang jangankan untuk mengurus istrinya yang sakit strok untuk mengurus dirinya sendiri saja bapak Harsono kesulitan, dengan dibantu anak dan menantunya bapak Harsono memenuhi kebutuhan sehari harinya. Tetapi kendala yang di alami bapak Harsono adalah ekonomi yang rendah karena tidak bekerja sedangkan anaknya hanya sebagai buruh tani, padahal bapak Harsono harus satu bulan sekali kontrol ke rumah sakit RSJ Magelang dengan menggunakan kartu BPJS mandiri, padahal bapak Harsono tidak bekerja sama sekali, sehingga tidak dapat membayar kartu BPJS tersebut setiap bulannya. Bapak Harsono sangat berharap bisa mendapatkan bantuan untuk melanjutkan terapi dan membayar BPJS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Keluarga bapak Harsono untuk memberikan santunan untuk biaya pembayaran BPJS selama satu tahun. Saat #Sedekah Rombongan datang untuk menyerahkan santunan dari sedekah holic keluarga bapak Harsono sangat berterimakasih atas di berikannya santunan tersebut, Semoga santunan bisa meringankan beban Keluarga dan membantu bapak Harsono agar dapat kontrol setiap bulannya.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 07 Desember 2017
Kurir : @faturrozaq82 @dodo @unika

Bapak Harsono menderita sakit diabetes


BAHTIAR BIN USMAN (77, Lumpuh), Alamat: kampung Tejosari Rt02 Rw07,Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Bahtiar adalah seorang yang menderita lumpuh sehingga tidak bisa beraktifitas normal seperti lainnya. Beliau masih memiliki seorang istri bernama ibu Ruwet (76). Sekitar tahun 2015 pak Bahtiar mengalami sakit tedun dan hanya menjalani pemeriksaan di Puskesmas. Kondisi pasca itu sudah lumayan membaik. 1 tahun berselang, tahun 2016 kondisi pak Bahtiar bukanya membaik tetapi hanya bisa berbaring di tempat tidur yang hanya beralaskan tikar. Jika beliau ingin duduk dan makan pihak keluarga harus membantunya. Ditambah lagi kondisi komunikasi bahasa beliau juga mengalami kesulitan. Faktor ekonomi keluarga ini bisa dibilang hanya cukup untuk makan dan kebutuhan pokok sehari-hari oleh karena itu pak Bahtiar tidak bisa menjalani pemeriksaa lebih lanjut, kini pak Bahtiar hanya di rawat semampu keluarganya. Pak Bahtiar tinggal bersama istri dan seorang anak yang bernama mas Surip (38) yang bekerja sebagai pejual arem-aremm. Kondisi anaknyapun juga sama seperti Pak Bahtiar, karena kondisi ekonomi itulah pihak keluarga tidak bisa membawa Pak Bahtiar ke Rumah Sakit atau Puskesmas disamping itu Pak Bahtiar jaga tidak mampu untuk duduk lama. Kondisi saat ini pak Bahtiar hanya berbaring dan keterbatasan komunikasi . Pak Bahtiar hanya mempunyai jaminan kesehatan KIS, Teman-teman #SedekahRombongan dapat merasakan kesulitan keluarga pak Bahtiar Alhamdulilah #SedekahRombongan dapat membantu biaya untuk pengobatan dengan memberikan santunan semoga pak Bahtiar lekas sembuh seperti sedia kala Pihak keluarga pak Bahtiar mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman #SedekahRombongan dan para donatur yang tidak bisa di sebutkan yang telah memberikan kepercayaan menyalurkan sedekahnya melalui #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan melalui #SedekahRombongan semoga para kurir dan donatur selalu di berikan kesehatan, keselamatan, dan kesuksesan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 8 Desember 2017
Kurir : @fathurrozaq82, Ardo Limar ,Agus Santoso

Bapak Bahtiar menderita lumpuh


JOKO SUTRISNO ( 40, Diabetes kering). Alamat : dusun klumpukan, rt 11 rw 05, seloboro, salam , Kab. Magelang, Jawa Tengah. Joko sutrisno merupakan kepala rumah tangga, seorang duda cerai, hidup bersama satu anak laki dan ibunya yang sudah mulai lanjut usia, dengan aktifitas terakhir ikut dipenambangan pasir/ depo pasir merapi. menjelang perceraian dengan istrinya ditahun 2012, Joko sutrisno merasakan seluruh badannya terasa gatal terus menerus, sehingga diperiksakan ke puskesmas desa dan diberi obat dalam, karena masih terus merasa gatal, dilanjut dibawa ke dokter umum di wilayah tempat tinggal Joko sutrisno, sehingga ketahuan kadar gula 850 tak terdetek.waktu terus berlanjut dengan kontrol rutin ke dokter dan rutin mengkonsumsi obat-obatan selama beberapa tahun. Kondisi tubuh Joko sutrisno semakin lama semakin mengkhawatirkan, badan semakin kurus kering, rambut rontok, gigi ada beberapa yang rapuh, dan juga penglihatan gak bisa melihat jelas dlm jarak 5 meter . Keluarga tidak berinisiatif ke rumah sakit, karena faktor biaya, mengingat keuangan sudah terkuras sampai menjual apa yang ada dirumah untuk ikhtiar pengobatan dan beli obat rutin, juga untuk kebutuhan harian keluarga mengingat juga dikeluarga tersebut sudah tidak ada yang bisa bekerja, sementara anak lakinya masih status siswa SMP kelas 2 yang perlu banyak biaya dan ibunya sudah mulai usia lanjut dengan bekerja ala kadarnya di ladang. Dengan bantuan dari saudaranya dan juga menjual sisa- sisa barang yang masih bisa diuangkan, ikhtiar pengobatan dilanjut di dokter yang berbeda, dengan kontrol, cek darah dan obat rutin, ditambah pengobatan herbal juga, kondisi mulai ada perkembangan membaik. karena jiwa semangat tinggi Joko sutrisno untuk sembuh serta memikirkan masa depan anaknya, pengobatan dilanjut di klinik yang tidak jauh dari tempat tinggal dengan kontrol rawat jalan seminggu sekali, terakhir dari klinik disarankan untuk berobat lanjut ke rumah sakit bagian penyakit dalam dengan pakai kartu KIS. karena keterbatasan dan kehabisan biaya mengingat sakit sudah menahun sehingga tidak punya penghasilan, padahal kebutuhan keluarga dan kebutuhan berobat tetap harus ada, pengobatan ke rumah sakit belum bisa ditindaklanjuti. Dengan kondisi kesehatan joko sutrisno yang sudah mulai membaik, beliau mulai beraktifitas sekuatnya menjadi pengepul barang bekas dari sekitar tempat tinggal, sambil ikhtiar mencari alternatif solusi biaya untuk kelanjutan pengobatan di rumah sakit. Alhamdulillah #sedekahrombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga joko sutrisno untuk ikut meringankan kesulitan beliau dengan memberikan bantuan dari para #sedekahholic yang digunakan untuk membantu biaya operasional kelanjutan pengobatan ke rumah sakit dan untuk meringankan kebutuhan harian rumah tangga. Keluarga mengucapkan banyak terimakasih semoga bantuan ini bisa bermanfaat buat kelanjutan pengobatan joko sutrisno dan menjadi keberkahan untuk #sedekahholic, harapan semua untuk joko sutrisno segera diberi kesembuhan agar bisa kembali menunaikan tugas beliau sebagai pejuang keluarga.

Jumlah bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 8 Desember 2017
Kurir : @fathurrozaq82, ardo limar, muh andari

Pak Joko menderita diabetes kering


SITI ANISAH (45, Sindroma Fibromialgia) Alamat : Gener 1 RT 04 RW 01, Desa Girirejo, Kec. Tegalrejo, Kab. Magelang Propinsi Jawa Tengah. Sejak 10 tahun yang lalu ibu Siti mengalami kekakuan tulang pada panggul sampai dengan kakinya, pastinya setelah melahirkan anak pertamanya, waktu usia kandungan memasuki usia 7 bulan ibu Siti mengalami perdarahan yang mengakibatkan rembesnya air ketuban sehingga untuk menyelamatkan janin. Ibu Siti harus menjalani operasi pengeluaran janin. Tanpa persiapan dan demi menyelamatkan sang buah hati yang sudah ditunggu tunggu selama 7 tahun, akhirnya operasi itupun di laksanakan, lahirlah seorang bayi kecil yang tampan. Tetapi tidak sampai di situ bayi kecil itu harus berada di dalam inkubator karena usia yang masih kurang. Dengan kondisi ekonomi yang sangat kurang, di tambah tidak memiliki kartu bantuan apapun suami ibu siti pun berjuang kesana kemari mencari hutang untuk keperluan membiayai kebutuhan rumah sakit agar anak dan istrinya bisa pulang dengan sehat, setelah lebih dari satu minggu akhirnya ibu Siti dan anaknya diperbolehkan untuk pulang. Sesampainya di rumah dengan segala keterbatasan yang ada suami ibu Siti harus merawat anak dan istrinya seorang diri, setelah obat yang dari Rumah Sakit habis. Ibu Siti tidak mampu membeli obat lagi, sehingga ibu Siti menahan rasa sakit setelah operasi dalam waktu yang lama. Karena terlalu lama berbaring di tempat tidur akhirnya terjadilah kekakuan pada tulang pinggulnya sampai dengan kakinya dan itu sudah terjadi selama 10 tahun sampai dengan sekarang. Ibu siti sangat berharap sekali mendapat bantuan untuk terapy agar dapat berjalan dan mengurus anak dan suaminya kembali. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Keluarga ibu Siti untuk memberikan santunan untuk biaya teraphy ke Rumah Sakit setiap bulannya. Saat #Sedekah Rombongan datang untuk menyerahkan santunan dari sedekaholics keluarga ibu Siti sangat berterimakasih atas di berikannya santunan tersebut, Semoga santunan bisa meringankan beban Keluarga dan membantu ibu Siti agar dapat teraphy setiap bulannya.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 8 Nopember 2017
Kurir : @faturrozaq82 @dodo @unika

Bu Siti menderita sindroma fibromialgia


MUHAMMAD RISKI (2, Bibir Sumbing+Langit-langit). Alamat : Dusun Ngalarangan, Rt05 Rw13, Desa Sidoagung, kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Muhammad Riski yang biasa dipanggil Riski ini adalah putra dari pasangan suami istri dari bapak Ari Satria (36) dan ibu Rohani Puji Lestari (23). Mereka berdua sama – sama bekerja. Bapak Ari bekerja sebagai pejaga malam di pabrik dekat rumah sedangkan ibu Puji bekerja di pabrik kayu lapis. Pada tahun 2013 mereka berdua dikaruniai seorang putri bernama Naura Alini Octaviana. Anak pertama mereka lahir normal dan sempurna. Sekitar tahun 2015, keluarga kecil ini diberi amanat lagi untuk memiliki anak akan tetapi keadaan mereka tidak seperti anak yang pertama. Pada saat itu keadaan ekonomi sedang melemah hingga tidak dapat membelikan susu, mengkonsumsi makanan atau vitamin untuk kandungannya bahkan untuk periksa ke dokter kandunganpun tidak mampu karena tidak memiliki biaya sama sekali karena sama-sama tidak bekerja. Pada tahun 2016 tepatnya tanggal 29 April ibu Puji melahirkan anak laki-laki yang diberi nama Muhammad Riski, bapak Ari dan ibu Puji tidak pernah menyangka bahwa anak yang dilahirkanya ini akan menderita bibir sumbing dan langit langit. Akan tetapi mereka sadar bahwa anak yang adalah amanat dari Allah maka dari itu mereka menerima dengan ikhlas keadaan anaknya. Bu bidan yang membantu proses persalinan ingin membantu mencarikan operasi gratis untuk adek Riski, akan tetapi hingga usia 1,5 tahun belum juga terlaksana. Saat ini adek Riski mempunyai berat badan 9,6 kg dan HB 12.2. Keluarga hanya bisa pasrah menghadapi kondisi Dek Riski karena tidak mempunyai biaya dan jaminan kesehatan Saat ini adek Muhammad Riski membutuhkan operasi bibir sumbing dan langit-langit, mengharap ada operasi gratis atau donatur untuk melaksanakan operasi bibir sumbing dan langit-langit mengingat kondisi ekonomi dan keadaan yang tidak mendukung. Teman-teman #SedekahRombongan dapat merasakan kesulitan keluarga adek Muhammad Riski Alhamdulilah #SedekahRombongan dapat membantu biaya pengobatan dan mencarikan di mana ada pelaksanaan operasi gratis di RS dan dengan memberikan santunan untuk biaya selama masa pelaksanaan operasi adek Muhammad Riski. Semoga adek Muhammad Riski lekas sembuh dan operasinya bejalan dengan lancar serta sukses. Pihak keluarga adek Muhammad Riski mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman #SedekahRombongan dan para donatur yang tidak bisa di sebutkan dan yang memberikan kepercayaan menyalurkan sedekahnya melalui #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 7 Desember 2017
Kurir : @fathurrozaq82, Ardo Limar ,Agus Santoso

Rizki menderita bibir sumbing+langit-langit


AHMAD KUSNADI (37, Dhuafa). Kuwaluhan RT 04 RW 02, Desa Madusari, Kec. Secang, Kab. Magelang Propinsi Jawa Tengah. Berawal saat mas Kus berusia sekitar 12 tahun, mas Kus sedang bermain gangsing di rumah temannya yang letaknya ada di pinggir jalan raya, saat permainan itu berlangsung tiba -tiba gangsing yang di mainkan mas Kus dengan cepat keluar ke halaman dan berhenti tepat di bibir jalan raya. Tanpa berfikir panjang lagi mas Kus berlari untuk mengambil gangsing itu, tanpa menoleh kanan maupun kiri, dan tanpa dia sadari saat badannya membungkuk untuk mengambil gangsing tersebut tiba tiba dari arah timur melaju sebuah bus malam yang sangat cepat, tiba-tiba bus tersebut menyerempet tubuh mas Kus hingga terpental sampai beberapa meter dari awal dia mengambil gangsing. Supir bus itupun berhenti untuk menolong mas Kus yang sudah bersimbah darah karena luka di kepalanya, supir bus beserta wargapun segera membawa mas Kus ke Rumah Sakit terdekat, orang tua mas Kus di beritahukan pihak rumah sakit untuk merujuk mas Kus ke Rumah Sakit Sarjito Yogyakarta Akhirnya mas Kus di rujuk ke Rumah Sakit Sarjito Yogyakarta, dengan bekal uang seadanya orang tua mas Kus selalu mendampingi, selama di Rumah Sakit Sarjito mas Kus mengalami koma selama 40 hari. Segala upaya di lakukan oleh Rumah Sakit alhamdulilah mas Kus sadar dari komanya, setelah sadar mas Kus tidak ingat siapapun, setelah dari Rumah Sakit dinyatakan boleh pulang mas Kus pulang kerumah. Setelah beberapa tahun penderitaan mas Kus tidak hanya berhenti di situ karena setelah pulang kerumah mas Kus sering kejang-kejang, keluarga memeriksakan mas Kus kembali kerumah sakit terdekat dan mas Kus di diagnosa mengalami gangguan saraf otak yang mengakibatkan sering mengalami kejang-kejang atau biasa disebut Ayan. Sekarang mas Kus memiliki istri dan satu orang anak, istrinya dengan sabar merawat mas Kus yang hanya bekerja sebagai tukang ban, setiap kali akan berobat mas Kus sangat kesulitan dalam biaya karena obatnya sangat mahal, akhirnya mas Kus membuat kartu BPJS mandiri. Dengan penghasilan mas Kus yang sangat sedikit mas Kus merasa kesulitan untuk membayar BPJS setiap bulannya, padahal mas Kus sangat membutuhkan kontrol setiap bulannya apabila tidak kontrol maka penyakit Ayannya akan kambuh, mas Kus sangat berharap ada bantuan untuk membayarkan kartu BPJS setiap bulannya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Keluarga mas Kus untuk memberikan santunan untuk biaya pembayaran BPJS selama satu tahun. Keluarga mas Kus sangat berterimakasih atas diberikannya santunan tersebut. Semoga santunan bisa meringankan beban Keluarga dan membantu mas Kus agar dapat kontrol setiap bulannya.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 10 Desember 2017
Kurir : @faturrozaq82 @dodo @unika

Bantuan tunai

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MUKAYAT BIN TURAJI 500,000
2 ENDANG SUSILOWATI 500,000
3 RATRI NOPIDHIAN WIDHI 500,000
4 NUR CHOLIS 500,000
5 SUPATMI BINTI PATMO 500,000
6 SAPUTRI BINTI ASWAR 500,000
7 KASIH NUR VAJIRA 3,455,000
8 MILA BINTI BUDIHARTO 1,000,000
9 PILUS BIN AGUSTINUS DAIN 1,155,000
10 SUTARMI BINTI GIYONO 1,000,000
11 SUPRIHATIN BIN ARJO SUWITO 1,500,000
12 MARYANTO BIN SULINO 1,000,000
13 ERLA DWIYANTI 500,000
14 JENY OKTAVIA SAPUTRI 500,000
15 JIHAN FATIN 1,796,228
16 DALIO BIN JOYO SENTONO 500,000
17 TUMINEM BINTI RONO DIMEJO 2,000,000
18 MTSR JOGJA 4,927,990
19 MTSR JOGJA 4,644,100
20 MTSR JOGJA 3,389,100
21 MTSR JOGJA 4,289,100
22 MTSR JOGJA 4,699,100
23 RSSR JOGJA 4,500,566
24 RSSR JOGJA 15,067,528
25 MARUF DESMIKO PUTRA 579,949
26 NOVI RAHMAWATI 737,830
27 IMAM DARMAWAN 3,570,000
28 DIA MARDIANA 1,000,000
29 ALIF PRADATA 4,500,000
30 SUMARSINI OPIK 3,269,000
31 UMU LAILATUL KHOFIFAH 1,000,000
32 ISTIQOMAH 1,000,000
33 M.GANI FIRMANSYAH 1,000,000
34 WALIYAH BINTI AMAT SANHARI 1,000,000
35 HARSONO BIN DJARMOETI 1,000,000
36 BAHTIAR BIN USMAN 1,000,000
37 JOKO SUTRISNO 1,500,000
38 SITI ANISAH 1,000,000
39 MUHAMMAD RISKI 500,000
40 AHMAD KUSNADI 1,000,000
Total 82,580,491

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 82,580,491,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1087 ROMBONGAN

Rp. 57,889,614,346,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.