SUHA SARI (72, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Kp. Ranca Gede, RT 9/3, Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Nek Suha panggilannya, ia sudah menjanda selama 5 tahun, tinggal berdua saja dengan anak laki-lakinya, MASNI (31). Sang anak sehari-harinya bekerja sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan mereka berdua. Keluarga ini termasuk dalam golongan yang tidak mampu, setiap bulan mereka mendapatkan bantuan raskin dari pemerintah. Tanpa pernah mengeluh dengan kehidupan yang dialami Nek Suha selalu bersyukur dengan kehidupnya saat ini. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat kembali mengunjungi tempat tinggal Nek Suha dan memberikan bantuan lanjutan yang sebelumnya masuk di rombongan 1072. Terimakasih diucapkan untuk #Sedekaholics atas titipan sedekah yang diamanahkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir: @wirawiri @anasaramadhan @nurfahmadini Hambali @endangnumik @untaririri

Bantuan tunai


CASMURI BIN TANYA (40, Paru-paru + Infeksi Ginjal). Alamat : Kp. Parung Belimbing, RT 2/17, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Ayah dari 2 orang anak perempuan yang masih kecil ini bekerja sebagai karyawan toko di daerah Jakarta Pusat. Awal penyakit yang diderita adalah saat dalam perjalanan pulang selepas ia bekerja, ia merasakan sakit pada bagian perut. Setelah sampai di rumah ia meminta kepada sang istri untuk membelikan jamu dan mengerok badannya yang dikira hanya masuk angin biasa. Namun keesokan harinya sakit yang dia alami makin parah, sampai-sampai dia tidak dapat bangun dari tidurnya. Melihat kondisi sang suami yang tidak berdaya, sang istri Suerni (38) meminta bantuan kepada tetangga untuk membawa Pak Muri ke rumah sakit. Setelah sampai di rumah sakit, Muri langsung mendapatkan penanganan dari dokter. Sempat menjalani perawatan selama seminggu di RSUD Depok, lalu diperbolehkan pulang karena kondisinya telah berangsur membaik. Namun, Pak Muri kini sudah tidak bisa lagi bekerja seperti dulu karena kondisinya yang belum pulih sepenuhnya. Sementara sang istri hanyalah seorang ibu rumah tangga yang fokus mengurus kedua anaknya yang masih kecil. Kini terpaksa Ibu Suerni kadang menjadi buruh cuci di sekitar tempat tinggalya, sekedar untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Pak Muri seharusnya masih harus kontrol rutin ke rumah sakit, tapi karena keterbatasan biaya membuat Ibu Suerni sering terlambat membawa Pak Muri berobat. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk akomodasi ke rumah sakit dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, setelah bantuan sbelumnya masuk di rombongan 1072. Semoga Pak Muri lekas diberi kesembuhan sehingga dapat bekerja kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik @untaririri

Pak Casmuri menderita paru-paru + infeksi ginjal


ANITA AGUSTINA (42, Ginjal). Alamat : Jalan Bintara I No. 29 RT 12/2, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Provinsi Kota Bekasi. Ibu Anita seorang ibu rumah tangga yang mempunyai 3 anak yang masih bersekolah. Sejak bulan November 2016 beliau didiagnosis mengidap penyakit ginjal. Awalnya Bu Anita mengeluhkan sakit dibagian pinggang. Ibu Anita memeriksa ke klinik dekat rumahnya. Merasa sakitnya tak kunjung reda dan malah semakin menjadi, akhirnya beliau memutuskan untuk diperiksakan ke Rumah Sakit Persahabatan dan dirawat selama 9 hari kemudian kembali ke rumah. Setelah seminggu kemudian Bu Anita makin drop dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat yaitu Rumah Sakit Islam Pondok Kopi. Meskipun belum sembuh sempurna, Ibu Anita dan keluarga memutuskan untuk kembali kerumah karena kekurangan biaya. Ibu Anita mempunyai jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 2 yang masih mempunyai tunggakan. Suaminya yang bernama ADE ARSUDIN (43) hanya bekerja serabutan yang seringkali sebagai kuli panggul di pasar yang berpenghasilan tidak menentu dan kurang mencukupi untuk keluarga serta membiayai ketiga anaknya yang masih bersekolah. Saat ini Ibu Anita harus cuci darah rutin seminggu dua kali di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi dan seringkali belum bisa menebus obat yang tidak tercover dari BPJS. Atas izin Allah SWT, kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya akomodasi, setalah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1072. Ibu Anita dan suaminya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Ibu Anita dapat pulih dan sehat kembali seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-.
Tanggal : 30 November 2017
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik @untaririri

Bu Anita menderita sakit ginjal


ENDANG SUTARDI (56, Stroke). Alamat : Gang Kapuk RT 7/2 Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Kota Jakarta Timur. Sebelum sakit, Pak Endang bekerja sebagai supir untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari. Namun sejak mengalami stroke ringan pada tahun 2014, ia sudah tidak dapat bekerja lagi sehingga fungsi kepala keluarga beralih kepada anak laki-lakinya bekerja sebagai petugas kebersihan. Kondisi Pak Endang semakin memburuk saat ia terjatuh di kamar mandi sekitar dua minggu yang lalu. Keluarga segera membawanya ke RS Polri Kramat Jati dan langsung dirawat inap, karena fungsi jantung dan ginjalnya semakin menurun hingga akhirnya kini ia lumpuh total. Meskipun Pak Endang sudah memiliki Kartu Jakarta Sehat untuk membiayai pengobatannya, namun ia tidak memiliki dana untuk menebus pembelian obat yang tidak ditanggung KJS dan biaya transportasi untuk kontrol berobat di RS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Endang dan santunan disampaikan kepada keluarga untuk membantu kebutuhan pengobatan Pak Endang. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk keluarga.

Jumlah Bantuan :Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27November 2017
Kurir : @wira @nhpita

Pak Endang menderita stroke


AGUSTINI NURMAN (35, Tumor Pipi). Alamat: Talang Batu RT 1/1, Kabupaten Mesuji, Lampung. Agustini adalah pasien dampingan #SedekahRombongan asal Lampung yang tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta sejak 2012 lalu. Istri dari bapak Nurman ini, sejak tahun 2008 terkena Tumor Lunak Pipi kanannya. Sempat menjalani pengobatan di RS Abdoel Moeloek Lampung, tapi karena terkendala fasilitas akhirnya dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Dengan berbekal seadanya Ibu Agustini saat itu berangkat ke Jakarta bersama dengan suaminya. Suaminya, bapak Nurman (38) adalah seorang nelayan, tapi semenjak menemani istrinya berobat di Jakarta, beliau tidak lagi bekerja. Di RSCM, Ibu Agustini sudah menjalani 3 kali proses operasi dengan menggunakan fasilitas Jamkesmas. Penyakitnya belum sembuh total, Ibu Agustini masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan tindakan operasi lagi untuk rekonstruksi hidungnya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya operasional mereka selama berobat di Jakarta dan untuk biaya pelatihan (kursus) mobil, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1072. Kini ibu Agustin masih harus menjalani kontrol rutin di Poli Bedah Plastik RSCM dan minggu kemaron baru saja dilakukan tindakan operasi. Semoga proses pengobatan yang akan dijalani Ibu Agustini diberi kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 26 November 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Bu Agustini terkena tumor lunak pipi kanannya


ENI NURAENI (23, Bells Palsy+Kelainan pada Syaraf Wajah). Alamat: Kp. Babakan Girang RT 1/1, Kelurahan Hegar Manah, Kecamatan Pangarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Eni Nuraeni adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan Bapak Husen (43) dan Ibu Yoyoh (39), yang sudah 4 tahun terakhir ini menderita Bells Palsy atau Kelainan pada Syaraf Wajah. Gejala awal, Eni rasakan saat duduk dibangku kelas 2 SMP, Eni sering mengalami demam tinggi dan nyeri di rahang hingga telinga serta kejang pada mata, bibir dan hidungnya, biasanya menyerang saat Eni capek dan lelah. Kondisi ini mengakibatkan kegiatan sekolah Eni terganggu, pasca lulus SMP Eni terpaksa tidak melanjutkan pendidikannya ke bangku SMA karena sakit yang diderita Eni. Upaya pengobatan dilakukan mulai dari alternatif hingga medis, semua dilakukan Bapak Husen demi putri tercintanya. Bapak Husen, sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Tapi semenjak pengobatan Eni dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo dari RSUD Adji Dharmo Lebak Banten, Bapak Husen tidak lagi bisa bertani lagi sehingga tidak ada biaya lagi. Alhamdulillah, kini setelah Eni menjadi pasien dampingan #SR dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta, bapak Husen tidak lagi harus menunggu Eni di Jakarta dan bisa kembali bertani di kampung. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1054 untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani pengobatan di Jakarta. Kini Eni masih terus menjalani kontrol rutin di RSCM, dan menjalani terapi akupuntur setiap 2x dalam seminggu yang biayanya tidak tercover oleh jaminan kesehatan. Setelah 5 kali menjalani operasi, sekarang Eni akan dijadwalkan lagi untuk operasi jika tidak ada perubahan kondisi selama dilakukan terapi akupuntur. Alhamdulillah kini kondisi Eni berangsur membaik, mohon doa terbaik untuk Eni, semoga proses pengobatan yang dilakukan diberi kemudahan dan lekas mendapat kesembuhan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 26 November 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Eni menderita bells palsy atau kelainan pada syaraf wajah


MELLATUL LATIFAH (12, Hidrocepalus + Jantung Bocor). Alamat: Kp. Pasuaran Cidudut RT 1/2 Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Gadis manis ini bernama Mellatul Latifah, sehari-hari biasa disapa Mella. Mella adalah anak pertama dari pasangan Bapak Aji Suardi (41) dan Ibu Ika Novita (28). Mella terlahir 12 tahun lalu, saat dilahirkan Mella tidak langsung menangis seperti bayi pada umumnya. Sebulan dua bulan Mella tumbuh layaknya anak seusianya, badannya gemuk dan menggemaskan. Tapi saat menginjak usia 10 bulan, perlahan tapi pasti Mella mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan. Sampai akhirnya saat Mella berusia 1,5 tahun orang tua Mella membawa Mella berobat ke RS Dramaga Katih Bogor, Mella dianjurkan untuk melakukan rawat jalan tiap 2 minggu sekali. Sampai pada usia 10 tahun, Mella sering mengalami pusing, muntah dan cepat lelah ditambah diujung kuku tangan dan kakinya sering mengalami kebiruan. Karena khawatir orang tua Mella membawa Mella ke RSUD Bogor, di RSUD Mella dilakukan pemeriksaan CT Scan dan hasilnya terdapat gumpalan darah di otak Mella. Dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RS Fatmawati, dua malam dirawat Mella dilakukan tindakan Echocardiografi dan hasilnya mengatakan jika Mella menderita Jantung Bocor dan kemungkinan gumpalan di otak diperoleh dari infeksi di jantungnya. Tapi pihak dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo karena keterbatasan fasilitas. Tanggal 26 November 2015, Mella bersama kedua orang tuanya berangkat ke RSCM dengan tujuan mencari kesembuhan. Di RSCM, Mella menjalani serangkaian pemeriksaan seperti EKG, Echocardiografi dan CT Scan, dan hasilnya Mella menderita Jantung Bocor, Hidrocepalus (terdapat penumpukan cairan di otak) dan tidak terdapat organ Limpha di tubuh Mella. Saat itu orang tua Mella sempat stress karena begitu besar ujian yang harus diterima oleh gadis kecilnya. Januari 2016, Mella menjalani operasi untuk mengangkat gumpalan kecil di otaknya, Alhamdulillah saat itu kondisi Mella berangsur membaik. Setahun lebih orang tua Mella mendampingi Mella berobat entah sudah berapa banyak biaya yang dikeluarkan, sampai orangtua Mella rela menjual barang-barang pribadinya. Sehari-hari Bapak Aji bekerja sebagai penjual roti di kawasan Tanah Abang dan Ibu Ika sebagai Ibu Rumah Tangga, tapi semenjak mendampingi Mella berobat Bapak Aji tidak bisa bekerja penuh, karena harus bergantian menjaga Mella di rumah sakit. Alhamdulillah, ditengah perjuangan Mella mencari kesembuhan kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mella dan kedua orangtuanya, dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli susu khusus dan memenuhi kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di RSCM, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1072. Saat ini Mella masih menjalani kontrol rutin di Poli Bedah Syaraf dan kardiologi. Mohon doa terbaik dari rekan-rekan semoga Mella lekas diberi jalan untuk sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 26 November 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Mella menderita jantung bocor


ALIF RIZKI SYAFATIR (12, Leukimia). Alamat : Gang Merak 1, No 27, RT 3/6, Jalan Raya Pak kasih, Desa Mariana, Kecamatan Pontianak, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Tahun 2015 menjadi awal mula gejala sakit yang dialami Alif hingga kini. Saat itu Alif mengalami demam beberapa hari, setelah menjalani perawatan di rumah, sakitnya tak kunjung sembuh hingga akhirnya ia dibawa ke RSUD Kota Pontianak dan dinyatakan mengalami tifus. Seminggu menjalani perawatan di rumah sakit Alif diperbolehkan pulang, namun seminggu berada di rumah dan kembali sekolah, ia kembali mengalami demam tinggi yang disertai mimisan. Orang tua Alif merasa khawatir dan kembali membawa anaknya ke RSUD Kota Pontianak, namun karena keterbatasan alat dokter merujuk ke RSUD Dr. Soedarso. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, diketahui Alif mengidap leukimia dan harus segera dirujuk ke RS Dharmais Jakarta. Berbekal pinjaman uang dari sanak keluarga, dibawalah Alif ke Jakarta dan sempat menjalani pengobatan selama kurang lebih 3 bulan. Besarnya biaya hidup selama di Jakarta dan pengobatan Alif yang cukup lama, membuat orang tua Alif membawanya kembali pulang ke Pontianak karena tidak lagi mempunyai uang. Ayah Alif, Bapak Alimaya hanya bekerja sebagai kuli panggul di pelabuhan dengan penghasilan yang sangat kecil, sedangkan ibunya, Nur Cahyani, tidak bekerja. Selama berobat Alif menggunakan JKN – KIS kelas III. Alif sempat menjalani perawatan kembali di RSUD Dr. Soedarso karena kondisinya yang tidak stabil. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Alif dan orang tuanya, kurir pun telah memfasilitasi keberangkatan mereka ke Jakarta. Kini Alif menjalani control rutin di RS Dharmais. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya kos, operasional berobat, dan biaya hidup selama pengobatan di Jakarta. Sebelumnya Alif telah dibantu dalam Rombongan 1072.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 27 November 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Alif mengidap leukimia


IRFAN YUSRAN AL GHAZALI (4, Atresia Bilier). Alamat : Kp. Bulak RT 2/3, Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat. Irfan menderita Atresia Bilier dan sudah menjalani proses pengobatan sejak satu tahun lalu. Saat ini Irfan harus kontrol rutin ke RSUPN dr Cipto Mangunkusumo Jakarta setiap minggunya serta harus minum susu khusus. Kini Irfan sedang menunggu kesiapan operasi cangkok hati. Ibunda Irfan, Ibu Yulianingsih (24) siap mencangkokan hatinya untuk sang buah hati, akan tetapi terkendala biaya operasi yang diperkirakan menghabiskan 1,2 milyar rupiah. Irfan adalah peserta BPJS dan biaya yang dapat dicover BPJS sekitar 230 juta rupiah, sehingga masih terlalu banyak dana mereka butuhkan untuk menutupi biaya operasi nantinya. Selain itu sebelum operasi diperlukan tindakan skrining yang juga membutuhkan dana besar, yaitu 20 juta rupiah. Ayah Irfan, Pak Daris (29) adalah seorang buruh serabutan, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Bu Yuli ikut membantu mencari tambahan uang dengan cara berjualan kue di depan rumahnya. Saat ini Irfan diharuskan menjalani cek organ dalam yang biayanya tidak tercover BPJS. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya cek laboratorium di luar rumah sakit yang tidak discover oleh jaminan kesehatan. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1072. Semoga orang tua Irfan diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Desember 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Irfan menderita atresia bilier


IMAS SITI HABIBAH (42, CA Mamae Std 4). Alamat : Perum Citra Kebun Mas, Blok BE 45. RT. 39/8, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Imas Siti Habibah, ibu satu anak dari suami bapak Nanang Muchtar (44) sudah menderita sakit ca mamae (kanker payudara) selama lebih kurang enam tahun. Tidak hanya waktu pengobatan yang membutuhkan waktu yang cukup lama, biaya yang tidak sedikit harus dikeluarkannya bahkan rumah tempat mereka tinggal pun sudah habis terjual. Awal gejala yang dialami oleh ibu Imas terasa ada benjolan di sekitar payudara yang terasa sakit apabila tersentuh, ibu Imas kemudian memeriksakan keluhannya tersebut ke Klinik terdekat, dokter klinik tersebut kemudian menyarankan ibu Imas untuk melakukan tindakan mammografi dan beberapa tindakan lain untuk memastikan penyakit yang dideritanya dan diharuskan konsul ke RSUD Karawang. Dari hasil pemeriksaan dokter di RSUD Karawang, ibu imas positif terdiagnosa ca mamae atau ada tumor ganas yang tumbuh pada payudaranya. Sudah enam tahun ibu Imas menjalani pengobatan di RSCM Jakarta setelah dirujuk pengobatannya dari RSUD Karawang, berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS memang sangat membantu ibu Imas dalam menjalani pengobatannya, namun untuk biaya harian dan biaya kos selama berobat di RSCM sangat memberatkannya apalagi bapak Nanang suaminya sudah tidak bekarja lagi selama mendampingi ibu Imas dalam menjalani pengobatan di RSCM Jakarta. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan keluarga sederhana ini, bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RSCM Jakarta dan biaya membeli obat sudah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1061. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Desember 2017
Kurir : @wirawiry @endangnumik

Ibu imas positif terdiagnosa ca mamae


DAFFA MUZAKI TAHER (8 tahun, Abses Cerebri + Tetralogi Of Fallot). Alamat : RT. 39, Kelurahan Talang Banjar, Kecamatan Pal Merah, Kota Jambi, Provinsi Jambi. Daffa merupakan siswa kelas 2 Sekolah Dasar. Pada bulan Agustus 2017, ia mengeluh nyeri pada bagian kepala. Orang tua Daffa membawanya ke rumah sakit dan dirawat selama 7 hari di Rumah Sakit Dokter Bratanata dengan jaminan JKN – KIS. Berselang beberapa minggu kemudian Daffa kembali mengeluh pusing disertai muntah dan dirawat 5 hari. Selama perawatan Daffa mengeluh sesak dan tampak kebiruan. Setelah pemeriksaan lebih lanjut diketahui ia memiliki kelainan pada empat katup jantung yang disebut Tetralogi Of Fallot. Daffa di rujuk ke Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi untuk penanganan lebih lanjut. Keluhan sakit kepalanya belum hilang dan dilakukan pemeriksaan Ct-Scan. Dari hasil pemeriksaan diketahui adanya Abses pada bagian kepala dan perlu dilakukan tindakan operasi. Tindakan tersebut tidak dapat dilakukan di Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi dan perlu dirujuk ke RSCM Jakarta. Pak Yusman (42) dan Sri Wahyuni (42), orangtua Daffa mengungkapkan kepada sedekah rombongan Jambi tentang kesulitan yang dihadapinya untuk melanjutkan pengobatan Daffa. Pak Yusman bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu dan menanggung seorang istri dan dua orang anak termasuk Daffa. Kurir sedekah rombongan Jambipun merasakan kesulitan yang dirasakan Pak Yusman dan memberikan santunan pertama untuk biaya transportasi dan akomodasi Daffa ke RSCM Jakarta. Semoga Daffa segera sembuh dan bisa bersekolah lagi.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 November 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Daffa menderita abses cerebri + tetralogi of fallot


AZMIA RAISA (1, Hydrochepallus). Alamat : Desa Pelayangan, RT. 04/02, Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi. Azmia terlahir dengan kepala yang makin membesar, istilah medisnya Hydrochepallus. Hal ini sudah diketahui orangtuanya sejak Azmia masih di dalam kandungan ketika pemeriksaan USG. Azmia merupakan anak kedua dari pasangan Bapak Anuar (29) dan Ibu Dewi Ernasari (27). Bapak Anuar bekerja sehari-hari sebagai buruh harian lepas supir pembawa kelapa sawit. Pendapatannya pun terkadang tidak menetap tergantung berapa sering tidaknya ia mengangkut sawit. Azmia sudah didaftarkan sebagai peserta JKN – KIS, hal ini dilakukan agar tidak memberatkan keluarga ketika berobat. Sejak awal kelahiran Azmia ini, sudah dirawat di Rumah Sakit Hamba Batang Hari selama beberapa bulan. Kemudian, dirujuk ke Rumah Sakit Dokter Bratanata Jambi selama beberapa minggu. Ada sebagian obat yang tidak ditanggung JKN – KIS sehingga keluarga Pak Anuar menjual aset berupa rumah. Azmiapun dipindahkan ke Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi di ruang bedah. Pihak medis menyarankan Azmia harus segera dioperasi di Rumah Sakit Siloam Jambi. Namun seluruh tindakan operasi tidak dapat ditanggung oleh JKN – KIS dikarenakan satu dan lain hal. Untuk memaksimalkan jenis fasilitas yang mereka miliki akhirnya dokter setuju untuk merujuk Azmia ke RSCM Jakarta. Alhamdulillah, kurir sedekah rombongan Jambi dipertemukan dengan keluarga ini, bantuan lanjutan diberikan, setelah bantuan sebelumnya masuk dirombongan 1081 untuk kebutuhan hidup sehari-hari selama menjalani perawatan di RSCM. Semoga Azmia segera sembuh, amin.

Jumlah Bantuan:Rp 1.000.000,-
Tanggal : 26 November 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Azmia menderita hydrochepallus


RADJA PANGGOARAN SITORUS (1, Atresia Billier). Alamat: Jl .Ra Kartini RT 2/26 Kel. Margahayu, Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Radja, bocah ganteng asal Bekasi ini sekilas terlihat seperti anak sehat, hanya saja mata dan tubuhnya terlihat kuning. Radja oleh dokter dinyatakan menderita atresia billier dan gizi kurang sehingga harus mengkonsumsi susu khusus yang harganya tak murah. Radja sedang mengejar berat badannya supaya bisa menjalani transplantasi hati, karena selama ini pengobatan yang bisa dijalani untuk pasien atresia billier adalah transplantasi hati.orang tua Radja bapak Pical (37) adalah seorang buruh serabutan dengan penghasilan tak menentu. Sementara ibu Siti Nurhasanah adalah seorang ibu rumah tangga. Dengan penghasilan yang tak menentu dan dituntut untuk membeli susu khusus, menjadi pikiran tersendiri oleh orang tua Radja. Tak jarang orang tua Radja terpaksa mengandalkan bantuan donatur untuk memenuhi kebutuhan Radja. Kembali sedekah rombonga menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli susu khusus dan akomodasi ke rumah sakit, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1072. Orang tua Radja mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan, semoga Radja bsia cepat mendapat jadwal transplatasi hati. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 27 November 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Radja menderita atresia billier dan gizi kurang


SAYEKTI SUNARYO (64, TBC). Alamat: Jl. Kuning RT 6/6 No. 57 Kota Bambu, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Ibu Sayekti, begitu beliau sering dipanggil oleh keluarga dan tetangganya. Ibu Sayekti, sejak beberapa tahun terakhir ini harus berjuang melawan penyakit TBC yang dideritanya. Tubuhnya semakin kurus, pernah berobat rutin yang tidak boleh putus selama 6 bulan. Kemudian berlanjut dengan menjalani kontrol rutin di RS Persahabatan sebulan sekali. Alhamdulillah, biaya pengobatannya telah ditanggung oleh jaminan kesehatan. Tetapi untuk akomodasi ibu Sayekti, kadang bingung harus mencari kemana. Suaminya, bapak Sunaryo (67) sudah tidak sekuat dulu lagi, sebagai seorang buruh serabutan dengan penghasilan tak menentu kadang untuk makan saja hanya seadanya. Alhamdulillah kembali bantuan lanjutan disampaikan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit dan biaya untuk membeli susu serta vitamin yang dibutuhkan oleh ibu Sayekti setelah bantuan sebelumnya masuk pada rombongan 1072. Kondisi ibu Sayekti Alhamdulillah stabil, control rutin di rs persahabatan masih terus dilakukannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 28 November 2017
Kurir : @wirawiry @harji_anis @endangnumik

Ibu Sayekti,menderita penyakit TBC


MAHIRA ASLA FAZILAH (1, Atresia Billier). Alamat: Jl. Lumba-lumba 2 RT 1/11 Kelurahan Jati, Kecamatan Pulo Gadung, Kotamadya Jakarta Timur. Mahira Asla Fazilah sejak lahir sudah menderita Atresia Billier (kondisi bawaan /kongenital dimana terjadi penyumbatan pada tuba (saluran) yang membawa cairan empedu dari hati ke kandung empedu). Atresia Billier terjadi ketika saluran empedu di dalam atau di luar hati tidak berkembang secara normal. Gejala awal yang tampak pada Mahira, anak pertama dari bapak Adutta Tri Anugrah (38) dan ibu Mesinah (30) ini kondisi tubuhnya menguning dan disertai kondisi perut yang membuncit. Pengobatan pertama yang sudah dilakukannya puskesmas terdekat, dari puskesmas kemudian dirujuk ke RS Kartika Pulo Mas Jakarta Timur. Dan berlanjut ke RSCM sampai akhirnya harus menjalani transplantasi hati. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu pengobatan Mahira namun pasca menjalani tindakan transplantasi hati yang dilakukan Februari 2015 kemarin membuat Mahira harus menjalani rawat jalan yang panjang. Kondisi membuat bapak Adutta Tri Anugrah yang bekerja sebagai karyawan swasta ini merasa terbebani dengan biaya transportasi selama pengobatan Mahira. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dan memahami kesulitan bapak Adutta dan keluarganya. Bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan membeli susu khusus telah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1072. Saat dikunjungi Kurir #SR kondisi mata Mahira sudah tidak menguning, namun gizinya juga berangsur membaik. Mohon doa untuk kesembuhan Mahira.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @wirawiry @harji_anis @untaririri

Mahira menderita atresia billier


AGIH PRIYANTO (61, Patah Tulang Kaki Kiri). Alamat: Jalan Kampung Baru, RT 12/8, Kelurahan Tipar Cakung, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. 24 Mei 2016 mungkin menjadi hari yang tak bisa dilupakan oleh seorang Agih Priyanto, seorang ayah dengan satu orang anak. Pak Agih, begitu beliau disapa. Waktu itu, Pak Agih hendak berangkat kerja di sekitaran Pulo Gadung tapi nasib malang tak bisa dihindari ditengah perjalanan Pak Agih mengalami kecelakaan, tertabrak sepeda motor dari arah yang berlawanan. Saat itu Pak Agih langsung dilarikan ke RS Jakarta di Rawamangun, alhamdulillah Pak Agih langsung mendapat penanganan dari tim medis dan menjalani perawatan selama satu setengah bulan. 11 Juli 2016 Pak Agih diperbolehkan pulang tapi pengobatan yang dijalani Pak Agih tidak berhenti sampai disini saja. Pak Agih masih harus menjalani rawat jalan hingga sekarang. Beruntung untuk biaya pengobatan semua bisa tercover oleh Kartu Jakarta Sehat. Meski begitu beban yang dipikul Pak Agih tidak berhenti sampai disini saja, sebagai kepala keluarga tentu Pak Agih ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya. Tapi semenjak kecelakaan itu Pak Agih tidak lagi bisa bekerja, untuk memenuhi hidup sehari-hari Pak Agih dan keluarga bertumpu pada istrinya, Bu Ronjah Sapitri (48) sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci pakaian. Dengan penghasilan yang terhitung kecil, Bu Ronjah masih harus membayar biaya kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan untuk biaya rawat jalan ke RS. Alhamdulillah, bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan biaya untuk membeli vitamin kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1072. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri @endangnumik

Pak Agih menderita patah tulang kaki kiri


DIVA LIANSYAH (14, AVM + Ca Pain). Alamat : Kampung Balah Hilir, Kelurahan Lubuk Along, Kecamatan Lubuk Along, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Padang. pada tahun 2016, tepatnya bulan Agustus, Diva sering mengalami sesak nafas dan mudah lelah,namun karna orang tua Diva merasa kurang faham dengan kondisi Diva saat itu, Diva pun cuma diberikan obat warung saja. kondisi Diva makin memburuk, kedua orang tuanya kemudian membawa Diva ke puskesmas setempat dan taem dokter yang menanganinya mendiagnosis kalau Diva menderita gangguan jantung (jantung bocor) hingga akhirnya Diva dirujuk ke RS. Dr. M. Djamil Padang. Selama 8 bulan Diva menjalani pengobatan di RSUD tersebut, karna ke terbatasan alat dan tenaga medis di RSUD, kemudian Diva dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSCM Jakarta pada bulan Maret 2017. Saat dikunjungi Kurir Sedekah Rombongan, kondisi Diva sering mengalami sesak nafas dan ujung kuku serta bibirnya membiru. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu bapak Ipriandi (42) yang berprofesi sebagai buruh lepas dan ibu Epi Murniati (39) dalam berikhtiar untuk kesembuhan Diva di RSCM, namun biaya harian selama pengobatan sangat memberatkannya apalagi selama mendampingi pengobatan Diva bapak Ipriandi praktis tidak bekerja lagi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan keluarga sederhana ini, bantuan lanjutan untuk biaya harian kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1072. Saat dikunjungi Kurir Sedekah Rombongan, kondisi Diva masih lemas dan masih dalam perawatan team dokter di gedung A RSCM Jakarta. Mohon doa untuk kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @wirawiry @harjie_anis @endangnumik

Diva menderita gangguan jantung


VEDRO AL GHIFARI (1, Iktiosis Konginetal). Alamat: Desa Pematang Pulai RT 1, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Vedro, lahir dengan kondisi yang berbeda pada bayi pada umumnya. Vedro terlahir dengan kondisi kulit yang mengelupas, hampir diseluruh bagian tubuhnya. Sempat dibawa ke RS Sangeti, namun langsung dirujuk ke RS Dr Mataher Jambi. Dua minggu menjalani rawat inap, Vedro disarankan untuk dirujuk ke RSCM Jakarta. Orang tua Vedro sudah berpisah, Vedro hanya tinggal bersama dengan sang ibu, ibu Yunita (34) seorang ibu rumah tangga. Jangankan dibawa ke Jakarta, untuk makan sehari-hari saja ibu Yunita bergantung pada sang kakak. Berbekal bantuan dari donatur, Vedro beserta dengan ibu dan neneknya berangkat ke Jakarta menuju RSCM dan tinggal sementara di Rumah singgah sedekah rombongan Jakarta. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama menjalani pengobatan, sedekah rombongan menyampaikan bantuan lanjutan, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1073. Semoga proses pengobatan yang dijalani oleh Vedro diberi kelancaran. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 28 November 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri

Vedro terlahir dengan kondisi kulit yang mengelupas


ZAIDAN NIKY PRATAMA (4, Spina Bifida). Alamat: Jl. Tanah Kusir 2 RT 5/11 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Zaidan, begitulah bocah lucu ini sering disapa oleh perawat diruangan tempat ia berobat. Zaidan putra dari pasangan bapak Apud Syaefudin (38) dan ibu Eka Wahyuni (33). Zaidan terlahir dengan kondisi yang tak biasa, kakinya tak seperti anak pada umumnya, kepalanya membesar, tidak mempunyai lubang anus dan terdapar benjolan yang berisi cairan di punggungnya. Beberapa bulan pasca kelahirannya Zaidan harus dilakukan operasi pemasangan VP Shunt karena Zaidan kecil menderita Hidrocepalus. Alhamdulillah, cairan dikepala Zaidan tidak menumpuk tetapi alirannya menumpuk di tulang belakang sehinggah semakin lama benjolan dipunggungnya makin membesar. Karena itu, hingga saat ini Zaidan kecil masih rutin menjalani kontrol rutin di poli bedah syaraf RSCM dan masih menunggu jadwal operasi selanjutnya. Lebih dari 4 tahun, harus membawa Zaidan berobat tentu memerlukan banyak biaya. Sementara penghasilan yang didapat orang tua Zaidan hanya cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Sementara Zaidan masih harus terus berobat dan membutuhkan asupan nutrisi yang cukup. Kembali kurir sedekah rombongan menyampaikan bantuan lanjuta untuk akomodasi ke rumah sakit dan kebutuhan sehari-hari, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1073. Orang tua Zaidan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 5 Desember 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Zaidan menderita spina bifida


YUDISTIRA PRATAMA (6, Jantung Bocor + Cerebral Palsy). Alamat: Kampung Caringin RT 2/4, Desa Cimahi, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Yudhistira Pratama adalah putra pertama pasangan Bapak Yusuf (30) dan Ibu Neneng Sartika (26). Keceriaan bocah yang memiliki tubuh bongsor ini tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karena teriakan dan lari-lari kecil anak-anak, Yudhistira diusianya yang sudah menginjak 6 tahun hanya bisa berbaring dan sesekali berguling-guling di tempat tidur, belum bisa duduk apalagi berdiri. Sejak kecil Yudistira telah dinyatakan terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy. Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diikhtiarkan. Berbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat rutin ke RSUD Karawang yang kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta. Selama di Jakarta, persoalan baru muncul yakni biaya harian selama di rumah sakit, terkadang orangtua Yudhistira harus menahan lapar. Bapak Yusuf hanya seorang buruh harian dan Ibu Neneng adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan dengan Yudistira dan orang tuanya sekaligus turut membantu meringankan beban kedua orang tua Yudistira. Bantuan lanjutan telah disampaikan, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 1072, untuk dan kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di Jakarta. Alhamdulillah, Yudistira terus menunjukkan kemajuan yang berarti, sekarang Yudistira sudah bisa duduk sendiri meski hanya beberapa menit dan sudah mulai makan per oral. Sampai saat ini Yudistira masih terus menjalani kontrol rutin dibeberapa poli dan menjalani terapi di RSCM dan sedang menunggu jadwal operasi untuk kelaminnya. Terima kasih kepada Sedekaholics, berkat bantuan yang disalurkan Yudistira bisa terus melanjutkan proses pengobatannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 26 November 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Yudistira terkena penyakit Jantung, hernia serta cerebral palsy


SITI MARSELA (3, Tumor Perut). Alamat: Kp. Cireret RT 1/4, Desa Kandangsapi, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten. Sela, begitulah bocah kecil ini disapa, adalah putri dari pasangan Bapak Marsani (57) dan Epon (56). Saat Sela berusia 5 bulan orang tuanya merasa ada benjolan di perut Sela sebelah kiri. Awalnya kedua orang tua Sela mengira benjolan itu akibat gigitan serangga, namun lama kelamaan benjolan itu makin membesar dan akhirnya Sela dibawa ke RSUD Malimping untuk mendapat tindakan medis, tapi disana belum diketahui pasti penyakit apa yang diderita Sela. Pada akhir bulan Januari 2016 ini Sela dibawa kembali oleh orang tuanya ke RSUD Malimping, namun karena keterbatasan alat medis, akhirnya Sela di rujuk ke RS H. Darmo Rangkas Bitung. Setelah pemeriksaan di RS H. Darmo, Sela didiagnosa menderita Tumor Perut, tapi karena keterbatasan fasilitas Sela dirujuk ke RSCM. Awalnya orang tua Sela keberatan jika Sela harus dirujuk ke Jakarta meskipun untuk biaya rumah sakit sudah ditanggung oleh BPJS, tapi mereka khawatir untuk biaya sehari-hari. Tapi, Allah menunjukkan kebesaranNya, Sela dipertemukan dengan #SedekahRombongan dan berangkat ke Jakarta. Selama menjalani pengobatan di RSCM, Sela beserta keluarganya tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan Jakarta. Alhamdulillah, bantuan lanjutan telah disampaikan untuk biaya sehari-hari selama menjalani pengobatan di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 1072. Sekarang Sela kecil masih harus menjalani kontrol rutin dibeberapa poli dan menjalani kemoterapi serta rehabilitasi medik di Poli Anak RSCM. Alhamdulillah ditengah proses berobat yang dijalaninya kondisi Sela terus membaik. Mohon doa terbaik untuk Sela, semoga segala proses pengobatan yang dijalaninya diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 26 November 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Sela didiagnosa menderita tumor perut


HADI ANDRIANSYAH (14, Varises Esofagus). Alamat: Kampung Gelam Timur RT 4/3 Kelurahan Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Hadi anak kedua dari pasangan bapak Sawaludin (47) seorang buruh dengan penghasilan tak menentu dan ibu Marmi (47) yang sehari-hari jualan makanan ringan. Hadi, sudah 3 tahun ini menderita sakit Varises Esofagus. Keluhan yang sering dirasakan Hadi adalah mengalami muntah darah dan diikuti dengan perut yang semakin lama semakin membesar. Karena khawatir orang tua Hadi membawa Hadi ke Puskesmas terdekat, tapi pihak Puskesmas menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUD Tangerang. Dari hasil pemeriksaan yang dijalani Hadi, dokter mengatakan jika Hadi menderita Varises Esofagus. Dan lagi, karena keterbatasan alat pihak dokter menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Saat itu Hadi masih menunggunakan biaya umum, sehingga orang tua Hadi sempat kewalahan dengan biaya rumah sakit yang terus membengkak. Karena alasan tidak ada biaya, pengobatan yang dijalani Hadi-pun sempat tertunda selama setahun dan kondisi ini cukup menambah buruk kondisi Hadi. Badannya makin kurus dan perutnya kian membesar, dengan berat hati orang tua Hadi akhirnya memutuskan membawa Hadi ke Jakarta dan mulai melanjutkan pengobatan. Awal ke RSCM Hadi langsung dirawat untuk bisa dilakukan tindakan endoscopy. Hingga kini Hadi telah menjalani 6 kali tindakan endoscopy. Tapi ditengah proses pengobatan yang dijalaninya, orang tua Hadi sempat dibikin khawatir karena dokter menyatakan jika Hadi juga menderita gizi buruk sehingga harus mengkonsumsi susu khusus untuk memenuhi nutrisinya. Dan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Hadi, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 1072. Kini Hadi sedang menunggu panggilan untuk dilakukan tindakan Embolisasi dan masih kontrol ke poli Gizi setiap 2 minggu sekali. Semoga serangkaian pengobatan yang dijalani Hadi nantinya akan membawa kepada kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 26 November 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri @endangnumik

Hadi menderita sakit varises esofagus


FACHRI AL FAQI KHOIRULLAH (2, Atresia Billier). Alamat: Kp. Pengarengan RT 6/6 No. 99 Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung. Jakarta Timur. Fachri, begitu anak ini akrab disapa. Setahun yang lalu Fachri terlahir dengan persalinan normal. Fachri awalnya seperti bayi pada umumnya, namun saat usianya menginjak 1 minggu tubuh Fachri terlihat kuning, sudah berjemur tapi tetap sama saja. Lalu oleh orang tuanya, Fachri dibawa ke bidan terdekat dan dirujuk ke rumah sakit ibu dan anak. Tetap tidak ada perkembangan yang berarti, akhirnya Fachri dirujuk ke RS Sardjito Jogjakarta, waktu itu Fachri masih tinggal di Kebumen. Cukup lama Fachri pulang pergi Jogja-Kebumen, karena dirasakan cukup berat, akhirnya orang tua Fachri memutuskan untuk membawa Fachri ke Jakarta yang kebetulan ayah Fachri bekerja di Jakarta. Usia 3 bulan, Fachri mulai berobat le RSCM. Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan, dokter mengatakan jika Fachri menderita Atresia Billier. Dan lagi, selama ini tindakan yang bisa dilakukan untuk anak dengan Atresia Billier adalah transplantasi hati. Sampai saat ini Fachri masih terus melakukan kontrol rutin di beberapa poli di RSCM, sambil menunggu jadwal transplantasi hati. Kadang seminggu bisa 2 sampai 3 kali ke poli, ini dirasakan cukup berat untuk orang tua Fachri, belum lagi biaya untuk membeli susu khusus yang tidak murah. Orang tua Fachri, bapak Edi (36) sehari-hari belerja sebagai buruh pabrik dan tak jarang harus ijin bekerja karena mengantar Fachri kontrol. Sementara sang ibu, ibu Siti (31) adalah ibu rumah tangga. Mendengar tentang kondisi Fachri, Kurir Sedekah Rombongan langsung menemui Fachri di rumah sakit dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli susu khusus dan akomodasi ke rumah sakit, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1072. Orang tua Fachri mengucapkan bantuan terima kasih atas bantuan yang diberikan dan mohon doa supaya diberikan kemudahan dan kelancaran untuk persiapan operasi transplantasi hati untuk Fachri.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 27 November 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Fachri menderita atresia billier


AGUSTIAWAN BIN HERMAN (11, Jantung Bocor). Alamat Desa Kota Rindau Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah. Agustiawan menderita jantung bocor sejak lahir dan saat ini sering mengalami batuk disertai keluar darah. Pernah dirawat di rumah sakit umum UNDATA Palu dan disarankan oleh dokter agar segera dirujuk ke rumah sakit Harapan Kita di Jakarta. Namun dikarenakan kendala biaya maka kedua orang tua belum melaksanakan saran dari dokter tersebut. Agustiawan merupakan anak dari Bapak Herman (47) yang bekerja sehari-hari sebagai petani dan Ibu Rusni (40) yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga. Saat ini Agustiawan selama berobat menggunakan jaminan kesehatan (BPJS).
Sedekah rombongan melakukan pendampingan kepada Agustiawan guna diberangkatkan kembali ke jakarta. Dan alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu proses keberangkatan Agustiawan ke Rumah Sakit Harapan Kita di Jakarta. Bantuan sebeleumnya terdapat dalam rombongan ke 1083.

Jumlah bantuan : Rp. 2.000.000, –
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Agustiawan menderita jantung bocor


SUPRIYADI JAWAI (24, Ca. Nasofaring). Alamat : Dusun Sabaran Sungai, RT 6/3, Desa Sabaran, Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Sebelum sakit, Supriyadi bekerja sebagai kuli bangunan di Malaysia, namun beberapa bulan terakhir ia harus kembali ke Indonesia. Sakit yang dialami Supriyadi berawal dari munculnya benjolan kecil pada lehernya, ia sempat memeriksakan diri ke Puskesmas namun karena keterbatasan alat ia dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang. Supriyadi kemudian menjalani biopsi di RSUD untuk mengetahui penyakitnya, dokter menyatakan penyakit yang dialami Supriyadi belum terlalu berat dan disarankan untuk diangkat benjolannya. Keluarga pun langsung menyetujui untuk operasi pengangkatan benjolan, dan akhirnya benjolan tersebut berhasil diangkat melalui operasi di RSUD Abdul Aziz Singkawang. Setelah Supriyadi menjalani operasi dan kondisinya mulai membaik, beberapa bulan kemudian benjolan kembali muncul di leher dan ukurannya lebih besar dari yang sebelumnya. Supriyadi pun sering mengalami sakit kepala yang disertai mimisan. Akhirnya keluarga kembali membawa Supriyadi ke RSUD Abdul Aziz dan setelah diperiksa diketahui ia menderita Ca. Nasofaring. Supriyadi kemudian dirujuk ke RSUD Provinsi Sudarso Pontianak namun dokter kembali merujuk untuk dibawa ke RSCM Jakarta. Meski pengobatan telah ditanggung oleh JKN – KIS kelas III yang dimiliki, namun karena terkendala biaya untuk operasional berobat keluarga membawa Supriyadi pulang ke rumah. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Supriyadi dan keluarga, saat berkunjung ke rumahnya kurir merasakan kesulitan mereka. Supriyadi akhirnya dapat berobat di Jakarta, ia pun menjalani biopsi dan kemoterapi. Setelah berobat alhamdulillah benjolan di leher Supriyadi mulai mengecil. Dua kali menjalani kemoterapi, muncul benjolan – benjolan baru di leher bagian belakang Supriyadi karena keterlambatan menjalani kemoterapi. Saat akan menjalani kemoterapi, terkadang ruang rawat di RSCM Jakarta penuh sehingga ia baru bisa menjalani kemoterapi 1 minggu setelah jadwal yang ditentukan. Meskipun sakit yang dirasakan tidak seperti dulu, namun tidak teraturnya kemoterapi membuat kondisi Supriyadi sering menurun. Sebelumnya sel kankernya sudah menjalar ke paru – paru dan berkat kemoterapi rutin tersisa di dinding paru – paru. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan biaya hidup selama di Jakarta. Sebelumnya Supriyadi telah dibantu dalam rombongan 1072. Kini Supriadi sedang dilakukan radioterapi juga kemoterapi untuk mematikan sel-sel kankernya. Semoga Supriyadi segera diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 November 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Pak Supriyadi menderita ca. nasofaring


YOHANES APRILIANO DEGA (2, Malformasi Anorectal). Alamat : Desa Danga, RT 17/8, Kec. Kolibali, Kab. Nagekeo, Pulau Flores, Prov. Nusa Tenggara Timur. Yohanes merupakan anak pertama dari Quirines Nere (38) dan Kristina Biji Kula (29). Ia terlahir dengan kondisi cacat bawaan yakni tidak memiliki anus dan terdapat kelainan pada alat kelaminnya. Sebelumnya Yohanes sudah pernah dirawat di RS Flores untuk pembuatan anus, namun karena di sana tidak memiliki fasilitas yang lengkap untuk penanganan terhadap kelainan yang dimiliki, Yohanes dirujuk ke RSUP Sanglah, Bali. Selama menjalani pengobatan di RSUP Sanglah Yohanes sudah menjalani beberapa kali operasi, namun kelainan yang dideritanya sangat rumit dan peralatan operasi di RSUP Sanglah belum memadai sehingga ia dirujuk ke RSCM Jakarta. Ayah dan ibu Yohanes yang bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi ditambah dengan penyakit yang diderita oleh Yohanes memerlukan biaya yang besar dan pengobatan yang cukup lama. Awalnya mereka pasrah menerima keadaan Yohanes, namun mereka tidak putus asa untuk selalu mengupayakan kesembuhan bagi anak mereka. Biaya pengobatan Yohanes sudah ditanggung oleh JKN – KIS kelas III yang dimilikinya. Alhamdulillah, sejak September 2016 kurir Sedekah Rombongan menjadikan Yohanes sebagai pasien dampingan dan bisa merujuknya ke RSCM Jakarta untuk rekonstruksi alat kelaminnya. Yohanes sudah menjalani pengobatan di RSCM, kondisinya lebih baik dan stabil. Yohanes sudah menjalani konsultasi dengan dokter bedah saraf, dokter urologi, dan dokter ortopedi. Dokter saat ini masih menunggu kondisi Yohanes untuk layak dilakukan operasi, mengingat umurnya yan masih kecil. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk kebutuhan sehari – hari dan pengobatan di luar tanggungan BPJS. Santunan sebelumnya telah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 1072. Alhamdulillah, kemarin Yohanes baru saja menjadi tindakan operasi kelamin. Semoga Yohanes segera diberi kesembuhan, dan tumbuh kembangnya baik, serta kembali ceria seperti anak seusianya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 November 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Yohanes menderita mMalformasi anorectal


FATMAWATI BINTI ANWAR (39, Ca. Nasofaring + Ca. Mamae). Alamat : Jombang Kali, RT 1/1, Desa Masigit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Cilegon, Provinsi Banten. Ibu Fatmawati mengalami sakit pada saluran pernapasannya dan TB paru sejak tahun 2011. Sudah hampir 6 tahun Ibu Fatmawati berjuang demi kesembuhannya. Ia sudah berobat di berbagai rumah sakit di Jakarta untuk mengobati benjolan yang menyumbat saluran pernapasannya ke hidung dan penyakit TB Parunya. Ibu Fatmawati tidak mau membebani anaknya, karena itulah ia mengais rezeki dan hijrah ke Jakarta dengan bekerja sebagai buruh serabutan, namun karena sakit ia tidak dapat bekerja lagi. Ibu Fatmawati tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta selama menjalani pengobatan di RSCM. Ibu Fatmawati didiagnosis dokter mengalami kanker nasofaring, ia sudah menjalani berbagai macam tindakan medis mulai dari operasi, kemoterapi, hingga dipasang alat di tenggorokannya karena sebelumnya ia kesulitan berbicara. Meskipun biaya pengobatan Ibu Fatmawati ditangung BPJS, tetapi untuk biaya operasional merupakan beban yang berat baginya, maklumlah ia sudah lama menjanda dan tidak memiliki penghasilan. Kondisi Ibu Fatmawati sering tidak stabil dan sering dirawat di rumah sakit, bahkan kankernya kini sudah menjalar ke payudaranya. Ibu Fatmawati mendapatkan jadwal pengobatan pada bulan Oktober 2017, karena itulah ia memutuskan untuk pulang ke rumah anaknya di Pandeglang. Kondisi Ibu Fatmawati membaik, tubuhnya semakin segar dan berat badannya bertambah. Luka pada payudaranya pun mengering. Mendekati jadwal pengobatannya, Ibu Fatmawati kembali ke RSSR Jakarta, namun ia masih membutuhkan bantuan untuk transportasi ke Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk transportasi dan operasional berobat. Sebelumnya Bu Fatmawati telah dibantu pada Rombongan 1072.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 November 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Ibu Fatmawati mengalami kanker nasofaring dan ca mamae


RAHMA RAHIDATUL (3, Epilepsy + Cerebral Palsy Spastis). Alamat: Jembatan Besi RT 6/1, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta. Ayah Rahma bernama Eri Sepriadi (34) seorang pedagang es susu kedelai di Pasar Inpres Jembatan Besi dan Ibunya, Muslimah (35) seorang ibu rumah tangga. Rahma sejak usianya masih hitungan bulan, oleh dokter sudah dinyatakan menderita Epilepsy dan Cerebral Palsy Spastis, dengan berbekal BPJS orang tua Rahma membawa berobat ke RSCM. Di RSCM Rahma harus rutin kontrol di 2 Poli, yaitu Poli Neurologi dan Unit Rehabilitasi Medik. Beberapa kali menjalani kontrol rutin ke RSCM, terpaksa orang tua Rahma harus menghentikan pengobatan Rahma karena tidak mempunyai biaya untuk ke rumah sakit. Sampai akhirnya keluarga kecil ini dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya kebutuhan Rahma seperti membeli susu dan pempers juga biaya akomodasi ke rumah sakit setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1072. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk Rahma. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 November 2017
Kurir : @wirawiry @harji_anis @untaririri @endangnumik

Rahma menderita epilepsy dan cerebral palsy spastis


MUHAMMAD ALDI (5, Cerebral Palsy). Alamat: Jl. Kenari 1 RT 7/4 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Muhammad Aldi atau lebih akrab disapa Aldi, oleh dokter dinyatakan menderita Cerebral Palsy sejak usia menginjak 3 bulan. Saat itu Aldi kecil mengalami demam tinggi disertai kejang, oleh orangtua Aldi, Bapak Gunawan (42) dan Ibu Nuraeni (38) Aldi dibawa ke Puskesmas terdekat. Tapi pihak Puskesmas langsung merujuk Aldi ke RSCM. Sempat menjalani rawat inap selama seminggu Aldi bisa pulang. Dan sejak saat itu Aldi harus bolak balik RS untuk kontrol rutin. Saat Aldi menginjak usia 2 tahun, Aldi mulai menjalani fisioterapi setiap seminggu 2x di RSCM. Sementara Bapak Gunawan sehari-hari hanya bekerja sebagai tukang ojek dengan penghasilan yang tidak menentu. Ini menjadi beban tersendiri buat Bapak Gunawan. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan menyampaikan santunan dari Sedekaholics untuk membeli susu, pampers dan akomodasi ke RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1072. Orang tua Aldi mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Kini Aldi masih terus menjalani kontrol rutin dan menjalani fisioterapi di rehabilitasi medik RSCM, mohon doa dari rekan-rekan untuk kesembuhan Aldi.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 26 November 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Aldi menderita cerebral palsy


Suhono Trihono (56, Diabetes ) Alamat: Dusun Ku-ton, Tegaltirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Tetirah Dzikir merupakan Panti Rehabilitasi bagi banyak orang yang memiliki berbagai masalah sosial. Diantaranya gangguan jiwa, pemakai narkoba, dan tuna wisma. Pak Tri Hardono, merupakan pendiri sekaligus pengasuh Tetirah Dzikir, menerapkan pendekatan rohani bagi para pasiennya. Setiap hari Pak Tri mendampingi para pasiennya menjalani proses penyembuhan, dengan terus menerus mendekatkan diri pada Sang Maha Kuasa. Namun terkadang, hal yang tidak diinginkan datang, menguji kekuatan Pak Tri. Salah satu pasiennya bernama Suhono Tri, harus dilarikan ke rumah sakit karena penyakit diabetes yang dideritanya. Ia drop, sehingga sulit mengikuti kegiatan rehabilitasi di Tetirah Dzikir. Maka, mendengar kabar itu, SR membantu Tri Handono mengobatkan Suhono Tri ke rumah sakit, dengan memberikan titipan langit sebesar satu juta delapan ratus enam ribu rupiah. Setelah dilakukan pengobatan, Alhamdulillah, Suhono Tri kini membaik dan dapat kembali mengikuti serangkaian proses rehabilitasi di Tetirah Dzikir.

Jumlah Santunan: Rp 1.806.000,-
Tanggal: 29 Oktober 2017
Kurir: @Saptuari @Boyadisakti

Pak suhono menderita diabetes


Abdullah Anis Syukurillah ( 27, Gangguan Jiwa ) Alamat: Gambiran RT 11, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul, Yogyakarta. Panti Hafara merupakan lembaga sosial yang kerap bersinergi dengan SR. Mereka memilih fokus pada penanganan anak-anak terlantar dan orang dengan gangguan jiwa. Jumlah orang yang mereka rehabilitasi saat ini mencapai 50 orang. Seiring waktu jumlah ini akan terus bertambah. Satu pasien yang dirawat disana bernama Abdullah Anis Syukurillah (Anis), baru-baru ini membutuhkan pengobatan khusus untuk menunjang kesembuhannya. Serangkaian terapi dan obat dari dokter menjadi “menu” nya sehari-hari. Biaya yang dikeluarkan untuk hal ini tidak lah sedikit. Sehingga SR mencoba menyokong biaya pengobatannya dari titipan langit yang diberikan sedekaholic, sebesar tiga juta rupiah. Semoga dengan adanya titipan langit dari sedekaholic, dapat membantu proses penyembuhan dari Anis. Sehingga Anis dapat menjalani kehidupan normal dan kembali bersosialisasi dengan masyarakat di tempat asalnya.

Jumlah Santunan: Rp 3.000.000,-
Tanggal: 15 November 2017
Kurir: @Saptuari @Boyadisakti

Anis mengalami gangguan jiwa


KRISTIANI BINTI SAMIN (31, Ca Mammae Bagian Kanan dan Metastate Hati-Paru). Alamat : Kaliurang Barat RT 4 RW 18, Hargobinangun, Kec. Pakem, Kab. Sleman, Propinsi DIY. Ibu Kristiani kini sedang menjalani perawatan lanjut di RSUP Sardjito dikarenakan kondisinya yang makin melemah karena kanker payudara dan masih ditemukannya penyakit kuning. Ibu Kristiani merasakan sakit sejak bulan Juni 2015, saat itu beliau merasakan benjolan di payudaranya walau tidak terasa sakit. Karena khawatir, Bu Kristiani memeriksakan diri ke RS Panti Nugroho, dan didapatkan hasil bahwa itu adalah kanker dan disarankan untuk segera dilakukan prosedur biopsi. Kemudian Ibu Kristiani menjalani operasi dan disarankan menjalankan kemoterapi sebanyak 6 (enam) kali di RS Panti Rapih, Yogyakarta. Setelah kemoterapi selesai, Beliau melanjutkan pengobatan di RS Moewardi, Solo. Saat berobat tersebut, Ibu Kristiani harus bolak-balik Yogya-Solo menggunakan Kereta Api Prameks selama 20 (dua puluh) hari. Namun pada hari ke-7, kenalan dari suami Beliau memperbolehkan untuk meninggali rumahnya di Solo, sehingga tidak harus bolak-balik kembali. Setelah selesai pengobatan dengan sinar, Ibu Kristiani diketahui tetap mengidap kuning, dan oleh dokter di RS Panti Rapih dirujuk ke RS Bethesda, namun kemudian kembali dirujuk ke RSUP Sardjito. Di RSUP Sardjito, Ibu Kristiani menjalani operasi lagi pada bagian empedu pada bulan Desember 2016. Saat proses operasi tersebut, ditemukan juga massa di hati beliau, dan dilakukan pula prosedur biopsi. Beliau kemudian melakukan kemoterapi secara mandiri di klinik dr. Johan sebanyak 16 (enam belas) kali, dan untuk sekali kemoterapi Ibu Kristiani harus mengeluarkan biaya Rp. 1.500.000,00. Ibu Kristiani melakukan kemoterapi mandiri yang terakhir pada bulan Agustus 2017. Observasi terakhir dari Ibu Kristiani diketahui bahwa beliau masih mengidap kuning. Untuk pengobatan selama ini, beliau dibantu dengan BPJS Kelas 2, kecuali untuk kemoterapi dengan biaya pribadi. Ibu Kristiani sudah mempunyai suami, Bapak Irfan Nugroho (32) berprofesi sebagai polisi. Walaupun berprofesi sebagai polisi, kondisi Ibu Kristiani yang sedang memburuk membuat suaminya sedikit kerepotan. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Kristiani, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk biaya pengobatan dan akomodasi saat berobat Ibu Kristiani. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Kristiani, dan terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 2.000.000,00
Tanggal : 8 November 2017
Kurir :@saptuari sugiharto @faisal_gudeg @rofiqsilver @hutdi

Ibu Kristiani menderita ca mammae bagian kanan dan metastate hati-paru


HANIFAH ABDURRAHMAN (16 bulan, Luka Bakar). Alamat : RT 3 / RW 6 ,Desa Margodadi Seyegan, KEC Seyegan, Kab. Sleman, Prop. DIY. Dik Hanifah kini sedang menjalani pengobatan untuk menyembuhkan luka bakar 30% disekitar wajah dan badannya. Dik Hanifah terkena siraman air panas secara tidak sengaja saat ibunya memasak air untuk menyeduh teh di dapur. Saat itu hari Kamis malam (2 November 2017), ibu Dik Hanifah meninggalkannya di ruang tamu dan memasak air didapur, karena berpikir suaminya sedang menjaga Dik Hanifah. Namun ternyata ayah Dik Hanifah sedang berada diluar rumah, dan Dik Hanifah secara merangkak menyusul ibunya didapur. Naas, Dik Hanifah terkena tumpahan air panas karena tersenggol ibunya yang sedang membawa panci berisi air panas. Saat itu juga Ibu Dik Hanifah berteriak minta tolong dan akhirnya segera dibawa ke Puskesmas dibantu oleh suami dan tetangganya. Sesampainya di Puskesmas, Dik Hanifah dirujuk ke RS At Turots Al-Islami, Seyegan. Di sana pun Dik Hanifah juga dirujuk ke RSUP Sardjito, karena kondisi dan usia Dik Hanifah yang belum memungkinkan untuk ditangani di RS At Turots Al-Islami. Di RSUP Sardjito, Dik Hanifah diperiksa dan diobati, dan hasil pemeriksaan Dik Hanifah memungkinkan untuk mendapat pengobatan jalan. Dik Hanafi disarankan untuk menjalani pengobatan 3(hari) sekali. Untuk pengobatan sendiri, Dik Hanifah belum terdaftar sebagai peserta JKN maupun asuransi apapun. Ayah Dik Hanafi, Bapak Surahman (39) bekerja sebagai buruh proyek, dan sekarang sedang mengerjakan pembangunan pesantren di Jalan Wonosari. Ibunya, Ibu Muginah (40) berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Dik Hanafi, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk biaya pengobatan dan akomodasi saat berobat Dik Hanafi. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Dik Hanafi, dan terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 2.000.000,00
Tanggal : 8 November 2017
Kurir :@saptuari sugiharto @faisal_gudeg @rofiq silver @hutdi

Dik Hanifah mengalami luka bakar 30% disekitar wajah dan badannya


Fajar Rohman Widayat (9, Usus buntu). Alamat: Pedukuhan Nglanjaran RT 9/19 Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Provinsi Yogyakarta. Awal bulan November 2017 ini Fajar Rohman Hidayat merasa sakit perut, muntah-muntah dan pucat. Keluarga membawanya ke RS Purihusada Rejodani, Sleman, Yogyakarta. Setelah diperiksa semula pihak RS Purihusada merujuk ke RSUP Dr Sardjito, namun ruangan penuh. Kemudian Fajar dirujuk ke RS Panti Nugroho Pakem, Sleman. RS ini merujuknya ke RS Panti Rapih Yogyakarta. Hasil pemeriksaan diketahui usus buntunya sudah pecah dan bernanah. Fajar dirawat di ruang icu selama 3 hari, tim medis menyarankan harus segera dioperasi. Keluarga Fajar menginginkan fasilitas kesehatan kelas 3, namun telah penuh dan satu-satunya pilihan harus menggunakan Fasilitas kesehatan kelas 1. Pihak keluargapun dengan terpaksa menerimanya agar Fajar segera tertolong. Setelah opname 10 hari dan selesai operasi, kesehatannya mulai membaik dan diperkenankan pulang tanggal 15 November 2017. Namun keluarga Fajar mengalami persoalan administrasi untuk membayar biaya pengobatan kurang lebih Rp 17.500.000,-. Pihak keluargapun mengajukan keringanan biaya rumah sakit dengan menunjukkan surat keterangan keluarga tidak mampu. Pihak rumah sakit memberikan keringanan biaya sekitar Rp 3.000.000,-. Keluarga ini tetap tidak bisa melunasi kekurangan sebesar Rp 14.500.000,- Sehingga Fajar belum bisa pulang sampai tanggal 17 November 2017. Fajar Rohman Widayat tinggal bersama kakek dan neneknya yaitu pasangan Subandi. Orangtuanya telah bercerai, dan berkas administrasi kependudukannya dibawa ayahnya yang tidak diketahui keberadaannya, sehingga Fajar kesulitan mengurus BPJS/KIS. Keluarga bapak Subandi bukan merupakan keluarga berada, rumah mereka yang rusak akibat erupsi merapi belum diperbaiki sepenuhnya. Hal tersebut tidak menghalanginya untuk membantu sesama. Bapak Subandi sering menolong tetangganya tanpa imbalan.

Tanggal penyampaian: 17-11-2017
Jumlah Bantuan: Rp 14.500.000,-
Kurir:@SaptuariSugiharto@FaisalGudeg@Alenz anjesmou@JemiGigi

Fajar menderita usus buntu


Muhamad Erik Setiawan (15, Pendarahan otak + Patah Tulang kaki kanan + Tulang pipi kanan Pecah) Alamat: Srandu RT 50/22, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabuapaten Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada hari Sabtu pukul 14.00 WIB, tanggal 2 Oktober 2017 Muhamad Erik Setiawan lewat di utara SMP 2 Kalibawang. Saat itu terjadi Penjambretan, korban berteriak, dan penjambret melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor. Naas bagi Erik Setiawan yang saat itu naik sepeda motor dari arah utara ditabrak oleh pelaku penjambretan. Erik Setiawan terpental dan mengalami luka-luka yang serius. Dengan pertolongan warga sekitar, erik dibawa ke RS Boro Kalibawang, Kulonprogo. Karena lukanya parah RS tersebut langsung membuat rujukan ke RS Panti Rapih Yogyakarta. Hasil pemeriksaan tim medis RS Panti Rapih Erik mengalami Pendarahan otak, paha kanan patah, pinggul kanan kiri patah, tulang pipi retak, sobek kantong kemih. Saat itu kondisi korban saat tim survei Sedekah Rombongan besuk masih dalam keadaan koma di IMC RS Panti Rapih Yogyakarta. Tim dokter yang menanganinya telah melakukan operasi di kepala untuk menangani pendarahan di otak. Setelah itu masih akan ada tindakan operasi kaki kanannya. Erik telah diperkenankan pulang pasca operasi kepalanya, sambil menunggu jadwal operasi kaki kanannya. Di Kalibawang Erik hanya tinggal bersama neneknya yang memintanya untuk menemani dan merawatnya. Kedua orang tuanya tinggal di Bawen, Semarang yang bekerja sebagai buruh. Untuk biaya pengobatan Erik ada jaminan asuransi dari Jasa Raharja namun tidak semua tercover. Sedekah rombongan yang merupakan sebuah lembaga sosial turut meringankan beban Erik untuk biaya pengobatan dengan menyampaikan titipan para sedekah holics.
No rm:1059214 muhamad erik setiawan
No hp: 081904296369

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal Penyampaian: 14 November 2017
Kurir: @SaptuariSugiharto@FaisalGudeg@Alenzanjesmou@JemiGigi

Erik mengalami Pendarahan otak, paha kanan patah, pinggul kanan kiri patah, tulang pipi retak, sobek kantong kemih


ALFINDA KHAIRUNNISA NURSALIKA (11th, Skoliosis) . Alamat Kepuh GK 3/1082, RT 044 RW 011, Desa Klitren, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alfinda pelajar kelas 6 SD Karangturi Kotagede Yogyakarta sejak usia dini sudah terindikasi menderita sakit kelainan pada tulang belakang yang membentuk huruf S atau bahasa medisnya skoliosis. Upaya yang dilakukan pihak keluarga terus menerus dilakukan untuk kesembuhan di Alfinda. Kondisi terkini Dik Alfinda melakukan ikhtiar kesembuhan secara medis di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta menurut hasil pemeriksaan dikhawatirkan tulang belakang semakin melengkung mendesak organ tubuh lainnya sehingga dianjurkan untuk melakukan tindakan operasi pelurusan tulang belakang. Namun dikarenakan keterbatasan alat dan tenaga medis Dik Alfinda dirujuk ke RS.CiptoMangunkusumo di Jakarta,untuk melanjutkan tindakan medis.
Dik Alfinda putri pertama dua bersaudara dari Ibu Empat Fatonah (35th) seorang yang ditinggal mati suaminya berprofesi karyawan swasta. Selain harus mengurus rumah tangga serta proses kesembuhan Dik Alfinda hal ini cukup memberatkan beban keluarga. Ibu Empat Fatonah mengungkapkan untuk menjalani ikhtiar kesembuhan anak pertamanya tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga membekali diri Dik Alfinda dengan fasilitas jaminan kesehatan BPJS kelas 1.
Alhamdulillah SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan Dik Alfinda untuk turut serta berpartisipasi membantu meringankan beban berat dalam menjalankan proses kesembuhannya. Dengan menyampaikan santunan titipan sedekaholics santunan awal yang diperlukan untuk meringankan biaya akomodasi selama di RSCM Jakarta.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.500.000 (Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)
Tanggal: 21 November 2017
Kurir: @saptuari @faisal_ Irawan

Alfinda menderita skoliosis


MUHAMMAD ZAKI ROFI (6, Kanker Ginjal). Alamat : RT 1/10, Dusun Panusupan, Desa Penolih, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Saat Dik Zaki berusia 5 tahun, ia merasakan sakit nyeri yang berkepanjangan di bagian perutnya. Orang tuanya kemudian membawanya ke Rumah Sakit (RS) Goetheng, Purbalingga. Awalnya dokter mendiagnosis ada tumor di ususnya dan harus segera di operasi. Dik Zaki sempat menjalani pengobatan di RS Margono dan RS Banyumas sebelum akhirnya dirujuk ke RS Sardjito, Yogyakarta. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia menderita kanker ginjal. Sejak saat itu Dik Zaki menjalani pengobatan berupa kemoterapi rutin dan kondisinya pun semakin membaik. Namun, bulan ini kondisinya semakin menurun dan memburuk. Akhirnya pada Selasa, 17 Oktober 2017 tepat pukul 21.45, Dik Zaki menghembuskan nafas terakhirnya di RS Sardjito. Kedua orang tuanya, Oki Yunianto (32) dan Tri Haryanti (27) menceritakan kehilangan dan kesedihan yang mereka alami saat dikunjungi kurir Sedekah Rombongan. Bapak Oki bekerja sebagai pedagang kecil, sedangkan Ibu Tri adalah seorang ibu rumah tangga. Keluarga mereka hidup dengan sangat sederhana. Biaya pengobatan Dik Zaki selama ini dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun, orang tuanya kesulitan membayar biaya transportasi untuk membawa jenazah Dik Zaki dari RS Sardjito ke rumahnya di Purbalingga. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Dik Zaki sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya sewa ambulance yang mengantarkan jenazahnya ke rumah duka. Semoga rasa sakit yang diderita Dik Zaki selama ini menjadi penggugur dosa-dosanya dan ia mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.771.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean Khaerul @paulsyifa

Zaki menderita kanker ginjal


ARVIAN AMRIH SPARINGGA (17, Leukemia). Alamat : RT 7/2, Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada Agustus 2015, tumbuh benjolan kecil di leher Arvian. Ia pun diperiksakan ke Rumah Sakit (RS) Banyumas. Hasil pemeriksaan, Arvian didiagnosis menderita leukemia. Pada 2 September 2015, ia dirujuk ke RS Sardjito, Yogyakarta. Sejak saat itu ia menjalani pengobatan berupa kemoterapi dan radioterapi di RS Sardjito, hingga akhirnya meninggal dunia pada 18 Oktober 2017. Kedua orang tuanya, Aan Heri Susanto (40) dan Supri Handayani (39) menceritakan kesedihan dan kesulitan yang mereka hadapi. Bapak Aan tidak bekerja, sedangkan Ibu Supri bekerja sebagai pedagang jajanan pasar. Penghasilan keluarga yang kecil sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Arvian selama ini dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun keluarga kesulitan biaya transportasi untuk membawa jenazah Arvian dari rumah sakit ke rumah. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan keluarga Arvian sehingga dapat kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya sewa ambulance yang membawa jenazah almarhum ke rumah duka. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.905.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @paulsyifa

Arvian didiagnosis menderita leukemia


JOKO WISESA (28, Gagal Ginjal). Alamat : RT 5/1, Desa Mlewong, Kecamatan Cinanas, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar tahun 2015, Joko tiba-tiba terjatuh saat sedang bekerja mengelas besi. Sejak saat itu, beliau sering sakit-sakitan dan akhirnya keluar dari pekerjaannya. Joko sempat memeriksakan diri ke rumah sakit di Bumiayu, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Dokter mendiagnosis beliau mengalami gagal ginjal sehingga harus melakukan cuci darah 2 kali setiap pekan. Kini beliau sering mengalami sesak nafas, mual muntah dan lemas. Beliau tinggal bersama ibunya, Karsem (72) yang bekerja sebagai buruh serabutan. Penghasilan keluarga yang kecil dan tidak menentu sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Biaya pengobatan Joko dibantu jaminan kesehatan berupa Jamkesda. Namun pengobatannya terkendala biaya transportasi ke rumah sakit dan penginapan selama di Banyumas. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Joko sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi, transportasi dan hidup sehari-hari selama beliau menjalani pengobatan di rumah sakit. Semoga beliau segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 9 November 2017
Kurir : @arfanesia Yunanto @paulsyifa

Joko mengalami gagal ginjal


SALAMUN AL SALAM FAUZI (48, Stroke). Alamat : RT 1/5, Desa Pingit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada bulan April 2015, Bapak Salam yang sedang menghadiri pengajian tiba-tiba merasa pusing dan mual-mual. Beliau pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara. Beliau didiagnosis menderita stroke dan harus dirawat selama 7 hari. Beliau mengalami kelumpuhan badan sebelah kiri. Setiap 15 hari sekali, beliau menjalani kontrol rutin dan terapi pijat refleksi. Setelah 1 tahun menjalani pengobatan, kondisi Bapak Salam mengalami peningkatan. Beliau sudah dapat duduk dan latihan berjalan. Setelah 6 bulan latihan berjalan, Bapak Salam sudah dapat berjalan sendiri, meski belum sempurna. Semenjak sakit, beliau tidak bekerja. Istrinya, Khanifah (47) seorang ibu rumah tangga. Mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Bapak Salam selama ini dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun pengobatan beliau masih terkendala biaya akomodasi kontrol rutin dan terapi pijat refleksi. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Salam sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk biaya akomodasi kontrol, terapi dan kebutuhan sehari-hari. Semoga Bapak Salam segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 November 2017
Kurir : @arfanesia Wiwid @paulsyifa

Pak Salamun mengalami kelumpuhan badan sebelah kiri


YOGI CAHYANTO (16, Patah Tulang Kaki Kanan). Alamat : RT 4/5, Desa Situwangi, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada 11 Juli 2017, Yogi mengalami kecelakaan lalu lintas dengan sepeda motornya. Ia lantas dibawa ke Rumah Sakit (RS) Emanuel, Klampok. Tulang kaki kanannya patah dan haru dioperasi. Ternyata ada pembuluh darah yang putus, sehingga ia dirujuk ke RS Karyadi, Semarang untuk menjalani operasi penyambungan pembuluh darah. Namun setelah 15 hari, pembuluh darah tersebut mengalami penyumbatan dan infeksi sehingga dokter memutuskan untuk mengamputasi kaki kanan Yogi. Kini luka bekas amputasinya sudah kering, namun masih terasa linu. Yogi adalah putra dari pasangan Edi Supriyanto (51) dan Suliyah (47). Bapak Edi berprofesi sebagai petani, sedangkan Ibu Suliyah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga mereka hanya mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Yogi dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Kondisi Yogi saat ini sulit untuk beraktifitas. Ia pun ingin memakai kaki palsu, namun terkendala biaya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Yogi sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya pembelian kaki palsu. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan Yogi dapat beraktifitas dengan lebih leluasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @arfanesia Wiwid @paulsyifa

Yogi mengalami patah tulang kaki kanan


KUSMIYATI BINTI YAWIKARTA (45, Kanker Serviks). Alamat : RT 1/2, Desa Krasak, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pada awal Maret 2017, Ibu Kusmiyati mengalami keputihan berwarna kuning dan berbau tidak sedap. Beliau pun berobat ke puskesmas namun tidak ada perubahan. Kemudian beliau melanjutkan berobat ke dokter spesialis kandungan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ada jamur di leher rahimnya. Beliau pun dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Hasan Sadikin, Bandung. Setelah diperiksa di laboratorium, dokter mendiagnosis Ibu Kusmiyati menderita kanker serviks stadium 3 dan menyarankan agar beliau kontrol setiap bulan. Sejak 7 September 2017, Ibu Kusmiyati menjalani terapi sinar di Bandung. Namun karena terkendala jarak dan ekonomi, beliau memutuskan untuk melanjutkan pengobatan di RS Margono, Purwokerto. Beliau dianjurkan untuk kontrol tiap bulan dan dijadwalkan menjalani terapi sinar pada 21 Desember 2017. Namun Allah berkehendak lain. Pada tanggal 13 November 2017, kondisi Ibu Kusmiyati menurun dan akhirnya beliau meninggal dunia. Suaminya, Ade Mamat (54) bekerja sebagai karyawan swasta. Penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Ibu Kusmiyati selama ini dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Kusmiyati sehingga dapat menyampaikan santunan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan almarhumah. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @arfanesia Lasminah @paulsyifa

Ibu Kusmiyati menderita kanker serviks stadium 3


HARIYATI BINTI CHAERI (55, Bantuan Rumah). Alamat : RT 2/5, Kelurahan Pasirmuncang, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Awalnya, Ibu Haryati mengontrak tanah, kemudian dibangun tempat sederhana untuk warung makan sekaligus tempat tinggalnya. Awalnya, usahanya tersebut berjalan cukup baik. Seiring berjalannya waktu, banyak bermunculan warung yang lebih bagus dan menarik sehingga pelanggan warung Ibu Haryati banyak berkurang. Kini warung beliau sudah bankrut. Kontrak tanahnya juga sudah habis dan beliau tidak memiliki rumah. Beliau sempat membeli sepetak tanah kecil yang rencananya akan dibangun rumah sekedar untuk berteduh, namun masih tidak memiliki dana. Ibu Haryati kini bekerja sebagai penunggu warung milik orang lain dengan bayaran kecil. Suaminya, Saiman (58) tidak memiliki pekerjaan tetap. Penghasilan keluarga yang kecil sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Haryati dan keluarganya sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya material rumah beliau. Semoga keluarga Ibu Haryati dapat tinggal dengan nyaman di rumah barunya.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 21 November 2017
Kurir : @arfanesia Yunanto @paulsyifa

Bantuan rumah


RAMA FABIAN PURWANEGARA (12, Tumor Otak). Alamat: Jl. Lensapura, RT 6/1, Desa Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang dialami Dik Rama berawal pada Juli 2015. Dik Rama mengeluhkan matanya yang sakit dan penglihatannya yang kabur. Kedua orang tuanya segera memeriksakan Dik Rama ke balai pengobatan mata di Jl. Kamandakan Purwokerto. Awalnya, Dik Rama didiagnosis menderita pembengkakan saraf mata. Dokter juga menyampaikan bahwa untuk kasus Dik Rama dapat diobati dengan terapi secara rutin. Namun karena kendala biaya, Dik Rama tidak menjalani kontrol rutin selama dua bulan sehingga penglihatannya sering kabur. Setelah diperiksakan ke Katarak Centre, dokter spesialis mata mendiagnosis ada tumor di otak Dik Rama. Pengobatan Dik Rama dilanjutkan di Rumah Sakit (RS) Margono Purwokerto. Dik Rama sudah menjalani operasi pengangkatan tumor di otaknya pada tanggal 13 April 2017 di RS Margono. Penghasilan Ayah Dik Rama, Suhendar (38) hanya cukup untuk makan dan biaya sekolah. Keluarga Dik Rama masih tinggal bersama kakeknya, Tn. Adbul Aziz seorang porter angkut barang di terminal purwokerto yang penghasilan hariannya sekitar 30-50 ribu. Biaya pengobatan Dik Rama dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun proses pengobatannya masih terkendala biaya iuran BPJS Kesehatan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Rama. Santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya tagihan BPJS Kesehatan yang 4 bulan belum terbayar. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1036. Kini Dik Rama dijadwalkan menjalani CT scan untuk mengetahui masih ada benjolan di kepalanya atau tidak. Kondisi tubuhnya masih lemah dan anggota tubuh bagian kanannya sulit digerakkan. Semoga Dik Rama diberi kesabaran dalam menghadapi penyakitnya dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 550.000,-
Tanggal : 21 November 2017
Kurir : @arfanesia @deeaan @paulsyifa

Rama menderita tumor otak


RSSR PURWOKERTO (Sembako Pasien Bulan November Tahun 2017). Alamat : Jl Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Pemalang, Purworejo, Pangandaran, dll yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk kebutuhan makan bulanan pasien yang menginap di RSSR. Bantuan untuk sembako pasien sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1081. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 419.500,-
Tanggal: 30 November 2017
Kurir : @arfanesia @olipe_oile

Biaya sembako pasien bulan November tahun 2017


RSSR PURWOKERTO (Bantuan Operasional November Tahun 2017). Alamat : Jl Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Pemalang, Purworejo, Pangandaran, dll yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk kebutuhan operasional bulanan RSSR sebesar Rp. 712.000,- dan biaya perbaikan atap bocor RSSR (biaya pengadaan kayu, seng, kalsibot, paku, paku, karpet talang, jasa tukang, dll) sebesar Rp. 1.146.450,-. Bantuan untuk RSSR sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1081. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.858.450,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @arfanesia @olipe_oile

Bantuan operasional November tahun 2017


ANAK YATIM DAN DHUAFA ARCAWINANGUN (Santunan dan Sembako). Alamat : Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad, beberapa warga Arcawinangun mengadakan acara santunan anak yatim dan dhuafa pada tanggal 3 Desember 2017 yang bertempat di Masjid Al Huda, Arcawinangun. Acara tersebut bertajuk “Indahnya Ukhuwah, Indahnya Berbagi” yang berwujud pemberian santunan kepada 42 anak yatim senilai Rp. 4.200.000,- dan paket sembako untuk 105 orang dhuafa senilai Rp. 4.925.000,-. Dalam acara yang dihadiri anggota kepolisian Purwokerto Timur, Bapak Lurah, Ketua RW dan Ketua RW ini, panitia menghadirkan Ustadz Assas El Izzi,Lc untuk menyampaikan tushiyahnya. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan bantuan untuk para dhuafa, ikut serta berpartisipasi dalam acara ini. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan panitia acara ini, sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu berlangsungnya acara ini. Semoga bantuan ini dapat memberi manfaat bagi semua pihak yang terlibat dalam acara ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.000.000,-
Tanggal : 3 Desember 2017
Kurir : @arfanesia @menttariii @paulsyifa

Santuan dan paket sembako


SUHARMI BINTI SISWO MIHARJO (34, Lumpuh). Alamat : Desa Wironatan RT 2 RW 1 Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Awalnya Ibu Suharmi tidak bisa berjalan, 7 tahun yang lalu jatuh dari sepeda ontel ketika akan mengantar anak pertamanya sekolah, ketika jatuh ibu Suharmi masih bisa berjalan hanya merasakan kesemutan dan kram. Oleh pihak keluarga bu Suharmi dibawa ke tukang pijat urut sampai ke dua kali. Karena belum ada tanda akan sembuh, akan tetapi bukannya membaik tapi malah tidak bisa berjalan. Kemundian ibu Suharmi terapi kesana kemari untuk memperoleh kesembuhan, selama 3 tahun tapi belum membuahkan hasil. Kemudian ibu Suharmi berobat ke RSUD Purworejo bagian dokter saraf. Dari dokter saraf disarankan untuk rontgen di Rumah Sakit Sarjdito Jogjakarta untuk mengetahui penyakitnya. Tapi tidak langsung ditindak lanjuti oleh pihak keluarga karna masih binggung dengan prosedur di RS Sardjito. Hal kedua yang menjadi pikiran keluarga adalah masalah ekonomi, maklum suami ibu Suharmi bapak Riadi (37) tidak ada penghasilan tetap. Ketika ada yang membutuhkan tenaganya barulah ada pekerjaan. Dan hasil nya pun hanya cukup untuk kebutuhan pokok sehari-hari. Kondisi yang dirasakan ibu Suharmi saat ini masih lemas dan pegal belum bisa berjalan sempurna. Alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan mengerti akan kondisi keluarga ibu Suharmi dan bersilaturahmi ke rumahnya. Santunan dari para sedekaholicpun diberikan ke keluarga ibu Suharmi untuk memperoleh kesembuhan atau terapi. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1007

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @Faturrozaq Sudiarto Kurniawan Woto

Bu Suharmi menderita lumpuh


BUDIN BIN SURATMAN (57, Sinusitis). Alamat : Dusun Sumber Agung RT 02 RW 01, Desa Blimbing, Kec. Bruno, Kab Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Pak Budin terdeteksi menderita sinusitis ketika berobat di RS Tjitrowardojo, Purworejo. Seiring berjalannya waktu, penyakit yang diderita semakin parah hingga Pak Budin mengalami kesulitan untuk beristirahat, selain itu juga beliau juga merasakan penglihatannya yang semakin kabur. Hal ini menyebabkan setamina pasien yang semakin hari tidak menunjukkan perkembangan yang baik. Pun menyebabkan sakit kepala yang sering muncul. Menurunnya keadaan Pak Budin yang tengah menjalani rawat inap di RS, membuatnya mendapat rujukan perawatan lebih lanjut ke RS Sardjito, Yogyakarta. Karena terbatasnya informasi yang dimiliki pihak keluarga, meraka beranggapan bahwa proses pengobatan Pak Budin di Yogyakarta akan memakan biaya yang cukup besar. Walaupun sebelumnya, ketika berobat di RS Tjitrowardojo, untuk biaya pengobatan dan perawatan Pak Budin sudah menggunakan KIS. Adanya tanggungan pinjaman uang yang telah digunakan dalam pengupayaan kesembuhan bagi Pak Budin, membuat istrinya, Rubingah (55), yang hanya bekerja sebagai buruh tani, sangat merasa kesulitan. Terutama biaya akomodasi untuk mengakses sarana kesehatan yang jauh dari rumahnya dan akomodasi keluarga yang menemani pak Budin berobat. Bantuan awal dari #SedekahRombongan disampaikan para kurir kepada Pak Budin untuk meringankan biaya akomodasi keluarga yang menemani proses pengobatan dan perawatan Pak Budin. Dengan harapan, bantuan yang telah disampaikan para kurir dapat membantu Pak Budin memperoleh kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala. Santunan sebelumnya telah masuk di Rombongan 1052

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto Krisna Yoyon

Pak Budin menderita sinusitis


TUMIYAH BINTI ALM. RESO SEMITO (56, Kanker Serviks). Alamat : Dukuh Manisjangan Rt 001 Rw 004 Sidomulyo, Kec. Purworejo, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 2011, Bu Tumiyah pernah memeriksakan kondisi kesehatannya di RS Tjitrowardojo Purworejo. Hasil diagnosa dari pemeriksaan dokter, Bu Tumiyah sakit kista, yang kemudian menjalani pengobatan di RS Tjitrowardojo. Hingga pada tahun 2017, Bu Tumiyah mengalami rasa sakit diperutnya dan juga mengalami datang bulan yang terus menerus. Ternyata di mulut rahim Bu Tumiyah terdapat benjolan yang kemudian beliau memeriksakannya kembali di RS Tjitrowardojo. Dari hasil pemeriksaan dokter, Bu Tumiyah diberikan rujukan pengobatan di RS Sardjito Yogyakarta. Di RS Sardjito, Bu Tumiyah didiagnosa mengalami kanker serviks. Dari hasil pemeriksaan yang di peroleh di RS Sardjito, Bu Tumiyah harus menjalani radioterapi di RS Sardjito untuk usaha pengobatan penyakit yang dideritanya. Martosiswoyo (61), suami Bu Tumiyah yang sehari-hari berprofesi menjadi tukang kayu, sangat merasakan derita yang tengah dialami isterinya. Dengan kondisi kesehatan yang kurang fit, membuat Pak Martosiswoyo selain harus mencari nafkah unruk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya, pun harus membantu istrinya untuk mengurus rumah. Karena kondisi kesehatan Bu Tumiyah yang tidak memungkinkan untuk mengerjakan semua perkerjaan rumah tangga, seperti sewaktu Bu Tumiyah dalam kondisi kesehatan yang prima. Selama merasakan tidak nyaman karena penyakit yang diderita Bu Tumiyah, beliau tidak bisa melakukan pekerjaan sehari-harinya sebagai penjual jamu. Yang selama ini dilakoni Bu Tumiyah untuk membantu menopang perekonomian keluarga. Dengan proses pengobatan yang harus melakukan kontrol rutin serta proses radioterapi di RS Sardjito, membuat Bu Tumiyah dan keluarga merasakan kesulitan dalam mencukupi akomodasi pengobatan yang berlangsung tidak sebentar itu. Dengan adanya BPJS, Bu Tumiyah merasakan sedikit keringan dalam proses pembiayaan pengobatan selama di RS Tjitrowardojo pun juga di RS Sardjito. Mendengar kondisi Bu Tumiyah yang berada dalam kondisi sulit, kurir-kurir Sedekah Rombongan segera memberikan bantuan awal yang berasal dari sedekaholik. Bantuan tersebut untuk membantu mencukupi kebutuhan hidup Bu Tumiyah sehari-hari. Dengan kondisi sekarang yang masih terus mengalami keputihan, Bu Tumiyah selalu bersemangat dalam menjalani setiap proses pengobatan yang harus dilakoninya. Insya Allah segala bentuk bantuan dari sedekaholik yang disampaikan melalui perpanjangan tangan kurir-kurir Sedekah Rombongan mampu menemani dan mengantarkan Bu Tumiyah untuk dapat kembali merasakan indahnya kesehatan.

Bantuan Awal : Rp 500.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Yoyon

Bu Tumiyah didiagnosa mengalami kanker serviks


TRI MULYANI BINTI AMAT DARSONO (47, Ca mamae). Alamat : DUSUN Lingkungan 02 RT 003/ RW 002 ,DESA Lugosobo, Kec. Gebang, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Kira-kira mulai bulan puasa tahun 2013, Bu Tri menjalani proses pengobatan herbal selama 19 bulan untuk mengobati keluhannya seperti ada sesuatu yang tidak normal di bagian payudara Bu Tri. Selain menjalani pengobatan herbal terbut, Bu Tri juga sudah menjalani pengobatan alternatif lain selama kurang lebih empat bulan, untuk menghilangkan keanehan yang muncul di bagian payudaranya. Dengan proses pengobatan herbal serta pengobatan alternatif lain tersebut, Bu Tri melum memperoleh kepastian jenis penyakit yang muncul di bagiain payudanya tersebut. Beliau sudah pernah memeriksakan kondisi kesehatannya itu di RS Tjitrowardojo Purworejo, dokter yang menangani keluhan Bu Tri, menyarankan agar Bu Tri segera menjalani operasi untuk mengangkat daging yang tumbuh di payudaranya tersebut. Dengan berat hati, Bu Tri tidak menindak lanjuti saran yang diberikan oleh dokter dari RS Tjitrowardojo. Bu Tri memberikan alasan bahwa suaminya sedang berada di Sumatra, dan beliau tidak ingin menjalani operasi sebelum suaminya kembali pulang ke rumah. Selain melakukan pemeriksaan kesehatan di RS Tjitrowardojo, Bu Tri juga pernah memeriksakan kondisi payudaranya ke PKU Muhammadiyah Purworejo. Dokter PKU yang menangani permasalahan Bu Tri juga memberikan saran yang sama dengan dokter RS Tjitrowardojo. Mendengar hasil diagnosa yang sama, akhirnya Bu Tri tidak lagi memeriksakan kondisi kesehatannya di Rumah Sakit karena beliau merasa takut dengan tindakan medis dalam proses operasi. Mendengar kondisi Bu Tri, kurir-kurir #sedekahrombongan memberikan informasi lebih lanjut mengenai proses pengobatan yang akan dijalani Bu Tri. Serta memberikan motivasi dan dorongan agar Bu Tri bersedia menjalani proses pengobatan medis. Hingga akhirnya Bu Tri memperoleh rujukan pengobatan lebih lanjut di RS Sardjito. Budiono (45), suami Bu Tri, yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh harian lepas sangatlah merasakan penderitaan yang tengah dialami isteri tercintanya. Dengan segala upaya, beliau berusaha untuk mencukupi segala keperluan Bu Tri dalam menjalani proses pengobatan. Dengan kondisi perekonomian yang belum bisa dikatakan berkecukupan, Pak Budiono harus membagi waktu antara mencari nafkah untuk mencukupi segala kebutuhan keluarga, membantu segala keperluan pengobatan Bu Tri, serta merawat dan mendidik anak laki-laki tunggalnya yang saat ini masih berusia sembilan tahun. Dengan adanya BPJS-PBI, Bu Tri memperoleh kemudahan dalam hal pembiayaan pengobatan yang dijalani beliau. Bantuan awal pun segera disalurkan oleh kurir-kurir #sedekahrombongan untuk membantu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari Bu Tri beserta keluarga. Insya Allah segala bentuk bantuan #sedekaholik yang telah disampaikan melalui #sedekahrombongan mampu menemani dan mengantarkan Bu Tri untuk memperoleh kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Yoyon Krishna

Bu Tri menderita ca mamae


AMINATUL FUADAH BINTI RASIMUN (18, Gangguan jiwa dan gizi buruk). Alamat : RT 001/RW 024 Lebadongan, Kec. Klirong, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Aminatul Fuadah sedari kecil sudah mengalami gangguan jiwa. Karena kondisi perekenomian keluarga yang jauh dari kecukupan, Aminatul juga pernah menderita gizi buruk. Rasimun (57), ayah aminatul, sehari-harinya berprofesi sebagai buruh serabutan dalam usahanya mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Yatimah (44), ibu Aminatul, yang berprofesi sebagai buruh di sebuah pabrik genteng guna membantu suaminya mencari penghidupan untuk menambah pemasukan bagi keluarga. Ayah dan ibu Aminatul pernah menderita TB, mereka sudah menjalani pengobatan TB di BP4 selama kurang lebih satu tahun. Setelah menjalani pengobatan tersebut, kedua orang tua Aminatul masih dalam kondisi fisik kurus. Dengan kondisi keluarga yang sangat kekurangan, kondisi kesehatan dan kejiwaan Aminatul belum bisa dikatakan menunjukkan perkembangan positif. Untuk menjalani pengobatan Aminatul, kedua orang tuanya memeriksakan Aminatul di Puskesmas setempat. Untuk melakukan proses pengobatan di Puskesmas, Aminatul sering memperoleh bantuan transportasi dari tetangga sekitar dengan menggunakan mobil bak terbuka. Kadang kala, ketika hendak kontrol di puskesmas, Aminatul seperti enggan dan memberontak ketika akan dibawa keluarganya ke Puskesmas. Sehingga untuk membawa Aminatul ke Puskesmas, keluarganya terkadang mengikat Aminatul supaya dia tidak memberontak dan bisa dibawa ke Puskesmas. Dengan menggunakan KIS, proses pengobatan dan kontrol berkala Aminatul tidak mengeluarkan biaya. Mendengar kisah keluarga Aminatul yang sangat memprihatinkan tersebut, kurir-kurir Sedekah Rombongan segera memberikan bantuan awal kepada keluarga Aminatul. Bantuan dari sedekaholik yang telah disampaikan kurir-kurir Sedekah Rombongan dipergunakan untuk akomodasi ketika Aminatul melakukan kontrol rutin di Puskesmas, serta untuk membantu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Bantuan Awal : Rp 500.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Ojah Suharyani

Aminatul Fuadah sedari kecil sudah mengalami gangguan jiwa


SAE LINTANG SWARGA BIN WARSITO (6 BULAN, Kelainan kongenital –bawaan-bibir sumbing atas). Alamat : Dukuh Krajan RT 004 RW 001, Kec. Buluspesantren, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Semenjak lahir di Puskemas Buluspesantren 1, diketahui adanya kelainan bawaan bibir sumbing atas pada dik Lintang. Pada tanggal 1 November 2017 dilakukan proses operasi bibir sumbing tahap pertama di PKU Gombong. Biaya operasi dan perawatan dik Lintang sudah ditanggung oleh pihak BPJS. Warsito (34), ayah dik Lintang yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh toko bangunan, dan Titik Rejeki (28), ibunda dik Lintang yang sehari-harinya menjadi ibu rumah tangga, menceritakan kondisi dik Lintang sejak terdeteksi mengalami kelainan bawaan bibir sumbing di bagian atas kepada kurir Sedekah Rombongan. Untuk biaya pengobatan dik Lintang sudah ditanggung sepenuhnya oleh BPJS, hal ini memberikan angin segar bagi Warsito dan Titik. Karena kondisi perekonomian keluarga yang jauh dari cukup, membuat mereka kewalahan jika harus menanggung semua biaya pengobatan dik Lintang. Setelah mendengar kisah dik Lintang langsung dari pihak keluarga, bantuan awal pun segera disalurkan oleh kurir-kurir Sedekah Rombongan untuk akomodasi keluarga selama mendampingi dik Lintang dalam proses operasi dan perawatan dik Lintang paska operasi. Insya Allah bantuan dari sedekaholik yang telah disampaikan kepada keluarga dik Lintang melalui perpanjangan tangan kurir-kurir Sedekah Rombongan mampu meringankan beban keluarga dik Lintang. Juga mampu menemani dan mengahantarkan dik Lintang memperoleh kesehatan.

Bantuan Awal : Rp 500.000,-
Tanggal : 29 Oktober 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Wahyu

Lintang mengalami kelainan bawaan bibir sumbing di bagian atas


ANDRAS BAGUS PRATAMA BIN SUPARMIN (13, Cidera kepala). Alamat : RT 001 RW 002 Gumawang, Kec. Kuwarasan, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Pada sabtu sore akhir bulan Oktober 2017, Andras bermain sepeda bersama teman-temannya memakai sepeda BMC. Mereka bermain jamping-jampingan, namun tanpa disengaja Andras terjatuh dari sepedanya dengan posisi telentang. Kepala bagian belakangnya membentur aspal. Kemudian Andras tidak sadarkan diri sesaat, dan ketika Andras mulai tersadar, dia langsung muntah-muntah. Melihat anaknya yang muntah-muntah dalam waktu lama, Suparmin (24), ayah Andras yang berprofesi sebagai montir, dan Seruni (32), ibunda Andras yang sehari-hari bekerja sebagai penjual jamu gendong, segera membawa Andras ke klinik terdekat untuk memeriksakan kondisi kesehatan Andras. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di klinik tersebebut, Andras disarankan untuk minum obat agar tidak kembali muntah-muntah, namun kondisi Andras tidak menunjukkan tanda-tanda membaik. Kemudian ayah dan ibu Andras membawanya ke RS Purbowangi untuk memperoleh penanganan lebih lanjut. Sesampainya di IGD RS Purbowangi, Andras disarankan menjalani rawat inap untuk memeriksa lebih lanjut mengenai benturan yang terjadi di bagian belakang kepala Andras. Terdapat benjolan di bagian kepala belakang yang mengalami benturan. Selama menjalani rawat inap, Andras di pasang oksigen dan infus dan kondisi kesehatan Andras dikonsultasikan dengan dokter spedialus bedah RS Purbowangi. Selama dua hari menjalani rawat inap di RS Purbowangi, kondisi Andras mulai menunjukkan perkembangan positif dan pada tanggal 6 November 2017 Andras diperbolehkan pulang dan menjalani kontrol kesehatan lima hari kemudian sejak kepulangan Andras. Karena Andras tidak memiliki jaminan kesehatan BPJS ataupun yang lainnya, membuat Suparmin dan Seruni merasakan beban biaya perawatan selama di RS yang harus mereka tanggung sendiri. Dengan penghasilan yang bisa dibilang jauh dari kecukupan, membuat mereka memperoleh beban tambahan yang cukup berat. Karena Andras masih mempunyai dua orang adik, Dwi (8) dan Tri (3), yang menjadikan Suparmin dan Seruni bukan harus bisa membagi pendapatan sehari-hari untuk keperluan untuk mengobati Andras dan kebutuhan hidup sehari-hari. Bantuan awal segera disampaikan oleh kurir Sedekah Rombongan untuk membantu biaya perawatan Andras selama menjalani rawat inap di RS Purbowangi. Insya Allah segala bentuk bantuan dari sedekaholik yang telah disampaikan melalui perpanjangan tangan Sedekah Rombongan mampu mebantu keluarga Suparmin dan juga membantu Andras untuk kembali menikmati kesehatan.

Bantuan Awal : Rp 500.000,-
Tanggal : 16 November 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Tuti

Andras menderita cedera kepala


AHMAD MUDAKIR BIN ALM. NOTO PRAWIRO (44, Ambeien tingkat 4). Alamat : Desa Madureso RT 001 RW 001, Kec. Kuwarasan, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Sudah tiga tahun ini Ahmad menderita sakit ambeien. Rasa sakit dan nyeri yang dirasakan Ahmad sering muncul ketika dia melakukan pekerjaan berat. Dengan pekerjaan Ahmad sehari-hari sebagai kuli bangunan, ketika bekerja dia akan merasakan sakit di daerah anusnya yang membuat dia tidak bisa menjalankan perkerjaannya secara maksimal. Ketika ambeien yang diderita Ahmad sedang kambuh, ketika buang air besar ada darah yang menetes dari saluran pembuangannya. Rasa sakit dan keluarnya darah ketika buang air besar sempat mereda ketika Ahmad berobat ke tenaga kesehatan terdekat. Sudah berkali-kali tenaga kesehatan yang menangani permasalahan Ahmad menyarankan supaya Ahmad menjalani operasi pengangkatan ambeien nya, namun Ahmad belum juga melaksanakan saran tersebut dikarenakan dia takut menjalani proses operasi. Hingga pada tanggal 1 November 2017, kondisi ambeien Ahmad semakin parah ditandai dengan banyaknya darah yang keluar ketika Ahmad buang air besar. Ahmad mencoba meredakan sakit yang dialaminya dengan mengkonsumsi obat-obatan yang biasa dia peroleh ketika berobat, namun sakitnya belum juga reda. Akhirnya pada tanggal 2 November 2017 Ahmad menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskemas dan langsung diberikan rujukan pengobatan ke dokter spesialis bedah di RS Purbowangi. Dengan menggunakan jaminan kesehatan KIS, Ahmad akhirnya memeriksakan kesehatannya di RS Purbowangi dan langsung ditangani oleh dokter spesialis. Pada hari itu juga, dokter menyarankan Ahmad untuk menjalani operasi pada malah harinya. Setelah menjalani operasi, Ahmad diharuskan mondok untuk menjalani tahap pemulihan paska operasi. Setelah Ahmad diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit, dokter yang menangani Ahmad menyarankan supaya Ahmad menjalani kontrol kesehatan kemabali pada tanggal 13 November 2017 dan 20 November 2017. Sartinem , istri Ahmad yang sehari-harinya menjalani aktifitas sebagai ibu rumah tangga, sangat merasakan sakit yang diderita suaminya tersebut. Dengan kondisi keuangan yang belum bisa dikatakan berkecukupan, kondisi suami yang tidak sehat dan masih harus bekerja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga, membuat Sartinem tidak bisa berbuat banyak. Karena adanya tanggungan dua orang anak yang masih sekolah, membuat Sartinem tidak bisa banyak membantu suaminya untuk mencari penghasilan tambahan. Dengan adanya jaminan kesehatan KIS, sangatlah membantu Ahmad dalam mengatasi masalah biaya pengobatan. Kondisi Ahmad paska operasi sudah terlihat membaik dan sudah tidak merasakan kesakitan di bagian anusnya. Bantuan awal pun segera disampaikan kurir-kurir #sedekahrombongan untuk membantu biaya akomodasi dan biaya kehidupan sehari-hari Ahmad beserta keluarganya. Insya Allah segala bentuk bantuan dari #sedekaholik yang telah disalurkan melalui tangan kurir-kurir #sedekah rombongan, mampu menemani dan mengantarkan Ahmad untuk menggapai kesembuhan.

Bantuan Awal : Rp 500.000,-
Tanggal : 17 November 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Tuti

Pak Ahmad menderita wasir


ANI PUJI LESTARI BINTI SUWARNO (37, TBC). Alamat : RT 003 RW 004 Desa Kaliwatubumi, Kec. Butuh, Kab. Puworejo , Prov. Jawa Tengah. Kurang sudah satu tahun ini Ani sering batuk-batuk dan merasakan mual. Ani sudah pernah menjalani pengobatan ke dokter, namun masih juga belum menunjukkan perkembangan positif menuju kesembuhan. Kemudian Ani mencoba untuk kembali berobat ke dokter lain di daerah Kutoarjo, dokter melakukan rontgen untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan Ani, selain itu dokter juga melakukan tes darah. Setelah menjalani proses tes darah dan rontgen, dokter memberikan diagnosa bahwa Ani mengidap TBC dan harus segera menjalani pengobatan secara teratur. Agus Abdul Rohman, suami Ani yang sehari-harinya berprofesi sebagai buruh tani, sangat bisa merasakan apa yang tengah dialami istri tercintanya itu. Dengan telaten dan kesabaran, Agus berusaha untuk menemani dan merawat Ani selama menjalani proses pengobatan yang harus terus menerus dan tidak berlangsung sebentar. Karena belum mempunyai jaminan kesehatan dalam bentuk apapun, Agus merasa sangat kerepotan untuk mencukupu biaya pengobatan, pun juga harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bagi keluarganya. Selain harus menjaga dan merawat Ani, Agus pun harus pandai-pandai mengatur waktunya untuk bekerja mencari nafkah. Karena kondisi fisik Ani yang lemas, sering batuk dan juga sering mengalami sesak di dadanya, tidak mampu berbuat banyak untuk membantu suaminya mencari penghasilan tambahan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Kurir-kurir #sedekahrombongan yang mengetahui kondisi Ani dan keluarga, segera memberikan bantuan awal untuk membantu biaya pengobatan dan transportasi Ani menuju tempat berobat. Insya Allah segala bentuk bantuan yang diberikan oleh #sedekaholik melalui perpanjangan tangan kurir-kurir #sedekahrombongan mampu meringankan beban Ani beserta keluarga, dan juga mampu menemani dan mengantarkan Ani untuk kembali sehat seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 20 November 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Atok

Bu Ani mengidap TBC


SARIYAH BINTI ALM. MAD SOLIKHIN (68, Janda Dhuafa). Alamat : RT 001 RW 001 Ds. Madureso, Kec. Kuwarasan, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Bu Sariyah sudah menjadi yatim piyatu sejak usianya masih lima tahun. Ibunya, Alm. Tasiyah, meninggal karena sakit, Bu Sariyah menjadi anak tunggal ibunya. Selang dua tahun meninggalnya sang ibu, ayahnya, Alm. Mad Solikhin, menikah lagi dan mempunyai empat orang anak dari istri keduanya. Sejak kecil Bu Sariyah sudah giat bekerja untuk membantu perekonomian keluarganya. Sejak remaja hingga usianya mencapai 38 tahun, Bu Sariyah bekerja sebagai asisten rumah tangga di Jakarta. Ketika Bu Sariyah menikah, beliau memutuskan untuk tidak melanjutkan pekerjaannya sebagai asisten rumah tangga di Jakarta dan memilih untuk tinggal di desa bersama dengan suaminya. Dalam pernikahannya dengan Alm. Kasamiarjo, Bu Sariyah diberikan amanah seorang anak laki-laki yang diberi nama Andri Dianto, saat ini Andri sudah berumur 28 tahun. Ketika Andri masih berumur lima tahun, suami Bu Sariyah meninggal karena tersengat aliran listrik, sehingga sejak kecil Andri tumbuh dewasa sebagai seorang yatim. Saat Andri berumur delapan tahun, Bu Sariyah memutuskan untuk kembali bekerja sebagai asisten rumah tangga di Jakarta, dan Andri dititipkan dan dirawat oleh adik Bu Suriyah dari pernikahan kedua ayahnya. Hasil Bu Suriyah bekerja di Jakarta dikirimkan ke adiknya untuk membiayai pendidikan dan kebutuhan sehari-hari Andri. Hal ini terus berlangsung hingga Andri lulus SMP. Setelah lulus SMP Andri tidak melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, tetapi Andri ikut merantau ke Jakarta dan bekerja sebagai penjaga toko. Pada tahun 2013, Bu Sariyah memutuskan untuk pulang ke desanya pada usiaya yang telah mencapai kepala enam. Didesa kelahirannya, Bu Sariyah menjadi asisten rumah tangga tetangganya yang membutuhkan bantuan untuk mengurus keperluan rumah tangga. Upah kerjanya dari tetangga digunakan Bu Sariyah untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Pada bulan November ini Bu Sariyah tidak bisa melanjutkan bekerja sebagai asisten rumah tangga karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan beliau untuk berkeja. Dengan kondisi fisik yang semakin lemah dan sering sakit-sakitan, Bu Sariyah tidak bisa berbuat banyak untuk mencari nafkah guna mencukupi kebutuhan hidupnya. Untuk memenuhui keperluan sehari-hari, Bu Sariyah hanya bisa mengandalakan kiriman dari anaknya yang merantau di Jakarta, juga bantuan dari tetangga sekitar. Kurir-kurir #sedekahrombongan yang mengetahui kondisi Bu Sariyah, segera memberikan bantuan awal yang bisa digunakan Bu Sariyah untuk memnuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Insya Allah segala bentuk bantuan dari #sedekaholik yang telah disampaikan melalui perpanjangan tangan kurir-kurir #sedekahrombongan memperoleh berkah yang berlipat ganda dari Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 22 November 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Tuti

Bantuan tunai


SAMINI BINTI ALM. MAD KUSNI (58, Janda Dhuafa). Alamat : RT 003 RW 001 Ds. Kuwaru, Kec. Kuwarasan, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Semenjak kondisi Alm. Ahmad Muhrojim, suami Bu Samini, mulai sakit-sakitan kurang lebih delapan tahun yang lalu, kondisi perekonomian Bu Samini mulai goyah. Karena suami Bu Samini harus menjalani kontrol rutin untuk mengetahui kondisi kesehatannya, Pak Ahmad tidak bisa mencari nafkah seperti ketika beliau dalam keadaan sehat. Selama tiga tahun, suami Bu Samini rutin menjalani kontrol kesehatan di Rumah Sakit, selain menjalani rawat jalan Pak Ahmad juga sempat menjalani rawat inap. Hal ini terus berlangsung hingga pada pertengahan tahun 2012 kondisi suami Bu Samini sudah tidak bisa tertolong dan meninggal dunia. Bu Samini ditinggalkan sang suami dengan enam orang anak yang masih membutuhkan dorongan moril maupun materiil. Saat ini empat orang anak Bu Samini sudah berkeluarga, namun kondisi perekonomian mereka tidak jauh beda dengan keadaan Bu Samini. Seorang anak yang belum berkeluarga sudah mulai bekerja dan seorang anak lahi masih sekolah kelas XII SMK. Bu Samini sehari-harinya bekerja menjadi buruh tani untuk mencukupi segala kebutuhan sehari-harinya dan keluarga. Beliau memperoleh penghasilan ketika tiba musim tanam dan juga ketika musim panen. Untuk mencukupi kebutuhan biaya anaknya yang masih sekolah, Bu Samini dibantu oleh anaknya yang sudah bekerja namun belum berkeluarga. Namun pada bulan November 2017, anak Bu Samini yang belum berkeluarga ini mengalami keterlambatan penerimaan gaji karena terkendala masalah intern tempat dia bekerja. Padahal anak Bu Samini yang masih sekolah harus melunasi biaya sekolah sebelum melaksanakan Ujian Akhir Semester pada tanggal 27 November 2017. Penghasilan dari buruh tani yang diperoleh Bu Samini belum cukup untuk menutupi biaya sekolah anaknya. Mendengar kisah pilu Bu Samini, kurir-kurir #sedekahrombongan segera memberikan bantuan awal untuk meringankan beban yang dipikul Bu Samini. Segala bentuk bantuan dari #sedekaholik yang telah disampaikan kepada Bu Samini melalui tangan kurir-kurir #sedekahrombongan insya Allah mampu membantu menyelesaikan permasalahan yang tengan dihadapi Bu Samini dan keluarga.

Bantuan Awal : Rp 500.000,-
Tanggal : 24 November 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Tuti

Bantuan tunai


MUNSIYAH BINTI ALM. MADYASIN (51, Kanker usus). Alamat : RT 003 RW 001 Ds. Madureso, Kec. Kuwarasan, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Kurang lebih satu tahun yang lalu, Bu Munsiyah mengalami gangguan kesehatan, beliau tidak bisa melakukan buang air besar. Bu Munsiyah sudah melakukan pemeriksaan kesehatan ke Rumah Sakit dan dokter yang menangani permasalahan Bu Munsiyah menyarankan beliau untuk melakukan operasi. Karena takut menjalani operasi, Bu Munsiyah menolaknya. Selepas berobat di Rumah Sakit, Bu Munsiyah melanjutkan upaya menyembuhkan penyakit yang dideritanya dengan pengobatan alternatif dan keadaan beliau berangsu-angsur mulai membaik. Sehingga Bu munsiyah kembali dapat melakukan aktifitas seperti biasanya. Namun pada bulan Juli 2017, Bu Munsiyah kembali mengalami keluhan yang sama seperti kejadian tahun lalu, beliau sempat tidak bisa melakukan buang air besar selama kurang lebih empat hari. Kemudian pihak keluarga memeriksakan kondisi kesehatan Bu Munsiyah ke RS Purwogondo dan langsung ditangani oleh dokter spesialis bedah. Dokter menyarankan agar Bu Munsiyah menjalani operasi colostomy (pembuatan saluran pembuangan di perut) dan sisetujui oleh pihak keluarga. Setelah menjalani operasi colostomy, hasil dari penanganan terhadap penyakit Bu Munsiyah dikirimkan ke Laboratorium Patologi Anatomi, satu minggu kemudian sudah didapat hasil dari Laboratorium Patologi Anatomi yang terlihat adanya keganasan pada usus Bu Munsiyah. Akhirnya Bu Munsiyah memperoleh rujukan perawatan lebih lanjut ke RSUD Banyumas, di sini Bu Munsiyah kembali melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan sudah menjalani rawat jalan sebanyak tiga kali kontrol. Dari hasil pemeriksaan di RSUD Banyumas, Bu Munsiyah kembali mendapat rujukan ke RS Margono Soekarjo Purwokerto untuk menjalani kemoterapi. Di RS Margono, Bu Munsiyah menjalani tiga kali rawat jalan, kemudian pada tanggal 17 Oktober 2017 beliau menjani kemoterpi pertamanya, tanggal 24 Oktober 2017 dilakukan cek laboratorium untuk persiapan kemoterapi selanjutnya. Kemoterpi ke-2 dan ke-3 dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober 2017 dan 14 November 2017. Anjuran yang diperoleh Bu Munsiyah untuk melakukan 10 kali kemoterpai dan dilanjutkan dengan terapi sinar radioterapi. Suswanto (54), suami Bu Munsiyah yang bekerja sebagai buruh, sangat merasakan kepayahan yang dialami istrinya. Dengan kondisi istrinya yang harus rutin menjalani proses pengobatan, membuat Pak Suswanto tidak lagi bisa bekerja seperti dahulu. Karena harus membagi waktu untuk bekerja dan menjaga, merawat, serta menemani istrinya menjalani tahap-tahap pengobatan. Dengan adanya BPJS mandiri kelas 3 yang dimiliki Bu Munsiyah, membuatnya merasa sedikit lega karena tidak harus menanggung biaya penuh dalam proses pengobatannya. Bantuan awal pun segera disampaikan oleh kurir-kurir #sedekahrombongan untuk biaya kehidupan sehari-hari juga akomodasi Bu Munsiyah dalam menjalani semua tahapan pengobatan yang harus dijalaninya. Insya Allah segala bentuk bantuan dari #sedekaholik mampu meringankan beban Bu Munsiyah beserta keluarga dan mampu mengantarkan Bu Munsiyah untuk kembali menikmati indahnya kesehatan.

Bantuan Awal : Rp 500.000,-
Tanggal : 17 November 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Tuti

Bu Munsiyah menderita kanker usus


PUJI HARYATI (32, Tumor mata). Alamat Ds. Gumawang ,RT. 1 / RW 2, KEC. Kuwarasan, KAB. Kebumen, PROP. Jawa Tengah. Perempuan berumur 32 tahun ini, kerap dipanggil ibu puji, beliau menderita sakit tumor (benjolan) pada mata kanannya sudah sekitar 3 tahun, makin lama tumornya (benjolan) makin besar dan menganggu penglihatan karena beliau bekerja ikut orang sebagai tukang jahit baju. Beliau sendiri sudah disarankan operasi oleh tenaga kesehatan terdekat tapi masih takut, sampai akhirnya pada tgl 2 nov 2017 merasa sudah siap lalu periksa ke puskesmas dan diberikan rujukan untuk periksa ke dokter spesialis mata. Pada tgl 3 Nov 2017 pasien datang ke RS Purbowangi dengan menggunakan kartu KiS periksa ke dokter spesialis mata dan disarankan untuk operasi esok harinya tgl 4 Nov 2027 jam 05.00, setelah selesai operasi pasien boleh pulang dan kontrol lagi tgl 10 Nov 2017. Beliau kemudian disarankan kontrol sebanyak 2-3x sesuai perkembangan hasil operasi. Saat ini kondisi beliau sudah membaik tidak kesakitan seperti sebelumnya tapi beliau masih belum bisa bekerja karena kondisi mata yang masih belum bisa melihat jelas karena beliau bekerja sebagai tukang jait sehingga membutuhkan ketelitian dan kejelian. Suami beliau bernama bapak Parno berumur 37 tahun beliau bekerja sebagai kuli bangunan. Keluarga ibu puji memiliki kesulitan dalam biaya untuk kehidupan sehari hari, karena suaminya sendiri hanya bekerja sebagai kuli bangunan sedangkan beliau sendiri sekarang tidak bekerja, tidak bisa membantu suami untuk mengurangi beban biaya kehidupan sehari hari. Mereka memiliki 2 orang anak dan keduanya masih masih tinggal dibangku sekolah. Kurir Sedekah rombongan pun merasakan kesulitan yang di alami oleh keluarga bu puji, akhirnya santunan pun diberikan untuk mengurangi beban ekonomi keluarga mereka untuk menyambung kehidupan sehari hari. Harapannya semoga Kondisi mata ibu puji semakin hari semakin membaik, agar beliau dapat bekerja kembali membantu suaminya meringankan beban keluarga bersama.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 16 November 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto Tuti

Bu Puji menderita tumor mata


ROCHANI BIN DULMANAH (52, Suspect Hepatoma). Alamat Giri Rejo Barat, Rt 005, RW 10 Kec. Kutoarjo, Kab. Purworejo. Awalnya 4 bulan yang lalu berobat di Dr. Budi cuma sakit maag. Seminggu kemudian periksa lagi di RS Palang biru Kutoarjo, lalu di Opname dan dinyatakan kena Diabetes dan di usg perutnya karena di duga ada benjolan di dekat hati. Lalu dari Rs Palang Biru di buatkan surat rujukan untuk di lakukan pemeriksaan yang lebih lengkap ke Rs Sardjito. Saat ini sudah 2x berobat. Terakhir periksa akhir bulan oktober tgl 30 okt 2017 kemarin. Dari Rs Sardjito di sarankan untuk USG lagi akan tetapi belum dapat dilakukan, karena harus menunggu kondisi pak rohani stabil terlebih dahulu karena saat ini beliau mengeluhkan sakit kepala terus dan lemas. Sejak pak rohani sakit, beliau tidak dapat bekerja lagi menarik becak. Istrinya lah yang bekerja cari nafkah untuk kebutuhan keluarga dan membiayai sekolah ketiga anaknya yang masih kelas 3 SMK, kelas 2 SMP dan kelas 5 SD. Kondisi Pak Rochani sekarang apabila untuk berdiri lama dan berjalan jauh terasa pusing, sering mual perut sakit karena ada benjolan. Apalagi untuk sekarang beliau belum melanjutkan pengobatannya dikarenakan kondisinya yang belum stabil dan mereka tidak memiliki biaya untuk anak anaknya dirumah apabila di tinggalkan sewaktu berobat. Istrinya Ibu Suryati berusia 44 Tahun, beliau Buruh Serabutan di Rumah tetangga. Untuk membantu mencukupi kebutuhan keluarga sehari hari beliau bekerja ditempat tetangganya, mencoba membantu memulihkan perekonomian keluarga karena sang suami sudah tidak bekerja. Kurir sedekah rombongan pun ikut terketuk pintu hatinya, akhirnya santunan awal diberikan untuk meringankan beban biaya transportasi dan biaya hidup anak anaknya sewaktu ditinggal periksa ke jogja. Semoga dengan adanya bantuan tersebut, beban pak rohani dan keluarga sedikit berkurang dan pak rohani diberikan kesembuhan, kemudahan dalam proses pengobatannya.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 21 November 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto Ririh

Pak Rochani menderita suspect hepatoma


BANTUAN SEMBAKO DESA KEDUNGAGUNG (Bencana Banjir), Alamat : Desa Kedungagung Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Dampak fenomena siklon “Cempaka” menimbulkan banjir dan tanah longsor serta adanya angin puting beliung di beberapa tempat di wilayah Indonesia tidak terkecuali Purworejo. Beberapa Kecamatan terdampak banjir dan angin puting beliung ,seperti di kecamatan Butuh tepatnya di desa Kedungagung terjadi angin puting beliung dan banjir menyebabkan bererapa pohon kelapa dan tanaman keras lainnya tumbang menimpa beberapa rumah penduduk. Banjir juga melanda di desa ini hingga setinggi 1 meter lebih. Hal ini menyebabkan beberapa warga mengungsi di tempat pengungsin yang aman. Tak tega melihat penderitaan warga ada informan yang meminta tolong Sedekah Rombongan Purworejo untuk memberikan sembako seperti sarden, indomie, kecap dan susu. Dengan mengerahkan kurir-kurir sedekah rombongan, alhamdulillaah pemberian sembako dapat berjalan dengan lancar. Masyarakat merasa bersyukur dengan kegiatan ini untuk kebutuhan hidup makan sehari-hari bisa teratasi. Atas nama warga masyarakat Kedungagung Bapak Wagino S.pd mengucapkan terima kasih kepada Sedekah Rombongan yang sudah melaksanakan pendistribusian sembako di wilayahnya. Semoga semua kurir dan sedekaholiks dari Sedekah Rombongan diberi kesehatan dan keselamatan sehingga dapat terus membantu sesama Aamiin…

Jumlah Bantuan :Rp. 700.000,-
Tanggal : 1 Desember 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto All Kurir

Bantuan sembako


BANTUAN SEMBAKO DESA SUMBERSARI (Bencana Banjir), Alamat : Desa Sumbersari Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Dampak fenomena siklon “Cempaka” menimbulkan banjir dan tanah longsor serta adanya angin puting beliung di beberapa tempat di wilayah Indonesia tidak terkecuali Purworejo. Beberapa Kecamatan terdampak banjir dan angin puting beliung ,seperti di kecamatan Butuh tepatnya di desa Kedungagung terjadi angin puting beliung dan banjir menyebabkan bererapa pohon kelapa dan tanaman keras lainnya tumbang menimpa beberapa rumah penduduk. Banjir juga melanda di desa ini hingga setinggi 1 meter lebih. Hal ini menyebabkan beberapa warga mengungsi di tempat pengungsin yang aman. Tak tega melihat penderitaan warga ada informan yang meminta tolong Sedekah Rombongan Purworejo untuk memberikan sembako seperti sarden, indomie, kecap dan susu. Dengan mengerahkan kurir-kurir sedekah rombongan, alhamdulillaah pemberian sembako dapat berjalan dengan lancar. Masyarakat merasa bersyukur dengan kegiatan ini untuk kebutuhan hidup makan sehari-hari bisa teratasi. Atas nama warga masyarakat Kedungagung Bapak Sulitiyo Hadi mengucapkan terima kasih kepada Sedekah Rombongan yang sudah melaksanakan pendistribusian sembako di wilayahnya. Semoga semua kurir dan sedekaholiks dari Sedekah Rombongan diberi kesehatan dan keselamatan sehingga dapat terus membantu sesama Aamiin…

Jumlah Bantuan :Rp. 700.000,-
Tanggal : 1 Desember 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto All Kurir

Bantuan sembako


BANTUAN SEMBAKO DESA KEDUNGMULYO (Bencana Banjir), Alamat : Desa Kedungmulyo Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Dampak fenomena siklon “Cempaka” menimbulkan banjir dan tanah longsor serta adanya angin puting beliung di beberapa tempat di wilayah Indonesia tidak terkecuali Purworejo. Beberapa Kecamatan terdampak banjir dan angin puting beliung ,seperti di kecamatan Butuh tepatnya di desa Kedungagung terjadi angin puting beliung dan banjir menyebabkan bererapa pohon kelapa dan tanaman keras lainnya tumbang menimpa beberapa rumah penduduk. Banjir juga melanda di desa ini hingga setinggi 1 meter lebih. Hal ini menyebabkan beberapa warga mengungsi di tempat pengungsin yang aman. Tak tega melihat penderitaan warga ada informan yang meminta tolong Sedekah Rombongan Purworejo untuk memberikan sembako seperti sarden, indomie, kecap dan susu. Dengan mengerahkan kurir-kurir sedekah rombongan, alhamdulillaah pemberian sembako dapat berjalan dengan lancar. Masyarakat merasa bersyukur dengan kegiatan ini untuk kebutuhan hidup makan sehari-hari bisa teratasi. Atas nama warga masyarakat Kedungmulyo Bapak Riyanto mengucapkan terima kasih kepada Sedekah Rombongan yang sudah melaksanakan pendistribusian sembako di wilayahnya. Semoga semua kurir dan sedekaholiks dari Sedekah Rombongan diberi kesehatan dan keselamatan sehingga dapat terus membantu sesama Aamiin…

Jumlah Bantuan :Rp. 700.000,-
Tanggal : 1 Desember 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto All Kurir

Bantuan sembako


BANTUAN SEMBAKO DESA TEGALSARI (Bencana Banjir), Alamat : Desa Tegalsari Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Dampak fenomena siklon “Cempaka” menimbulkan banjir dan tanah longsor serta adanya angin puting beliung di beberapa tempat di wilayah Indonesia tidak terkecuali Purworejo. Beberapa Kecamatan terdampak banjir dan angin puting beliung ,seperti di kecamatan Butuh tepatnya di desa Kedungagung terjadi angin puting beliung dan banjir menyebabkan bererapa pohon kelapa dan tanaman keras lainnya tumbang menimpa beberapa rumah penduduk. Banjir juga melanda di desa ini hingga setinggi 1 meter lebih. Hal ini menyebabkan beberapa warga mengungsi di tempat pengungsin yang aman. Tak tega melihat penderitaan warga ada informan yang meminta tolong Sedekah Rombongan Purworejo untuk memberikan sembako seperti sarden, indomie, kecap dan susu. Dengan mengerahkan kurir-kurir sedekah rombongan, alhamdulillaah pemberian sembako dapat berjalan dengan lancar. Masyarakat merasa bersyukur dengan kegiatan ini untuk kebutuhan hidup makan sehari-hari bisa teratasi. Atas nama warga masyarakat Tegalsari Bapak Much. Mubasir mengucapkan terima kasih kepada Sedekah Rombongan yang sudah melaksanakan pendistribusian sembako di wilayahnya. Semoga semua kurir dan sedekaholiks dari Sedekah Rombongan diberi kesehatan dan keselamatan sehingga dapat terus membantu sesama Aamiin…

Jumlah Bantuan :Rp. 700.000,-
Tanggal : 1 Desember 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto All Kurir

Bantuan sembako


BANTUAN SEMBAKO DESA KEDUNGSARI (Bencana Banjir), Alamat : Desa Kedungsari Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Dampak fenomena siklon “Cempaka” menimbulkan banjir dan tanah longsor serta adanya angin puting beliung di beberapa tempat di wilayah Indonesia tidak terkecuali Purworejo. Beberapa Kecamatan terdampak banjir dan angin puting beliung ,seperti di kecamatan Butuh tepatnya di desa Kedungagung terjadi angin puting beliung dan banjir menyebabkan bererapa pohon kelapa dan tanaman keras lainnya tumbang menimpa beberapa rumah penduduk. Banjir juga melanda di desa ini hingga setinggi 1 meter lebih. Hal ini menyebabkan beberapa warga mengungsi di tempat pengungsin yang aman. Tak tega melihat penderitaan warga ada informan yang meminta tolong Sedekah Rombongan Purworejo untuk memberikan sembako seperti sarden, indomie, kecap dan susu. Dengan mengerahkan kurir-kurir sedekah rombongan, alhamdulillaah pemberian sembako dapat berjalan dengan lancar. Masyarakat merasa bersyukur dengan kegiatan ini untuk kebutuhan hidup makan sehari-hari bisa teratasi. Atas nama warga masyarakat Kedungsari Bapak Mariyanto mengucapkan terima kasih kepada Sedekah Rombongan yang sudah melaksanakan pendistribusian sembako di wilayahnya. Semoga semua kurir dan sedekaholiks dari Sedekah Rombongan diberi kesehatan dan keselamatan sehingga dapat terus membantu sesama Aamiin…

Jumlah Bantuan :Rp. 700.000,-
Tanggal : 1 Desember 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto All Kurir

Bantuan sembako


BANTUAN SEMBAKO DESA ROWODADI (Bencana Banjir), Alamat : Desa Rowodadi Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Dampak fenomena siklon “Cempaka” menimbulkan banjir dan tanah longsor serta adanya angin puting beliung di beberapa tempat di wilayah Indonesia tidak terkecuali Purworejo. Beberapa Kecamatan terdampak banjir dan angin puting beliung ,seperti di kecamatan Butuh tepatnya di desa Kedungagung terjadi angin puting beliung dan banjir menyebabkan bererapa pohon kelapa dan tanaman keras lainnya tumbang menimpa beberapa rumah penduduk. Banjir juga melanda di desa ini hingga setinggi 1 meter lebih. Hal ini menyebabkan beberapa warga mengungsi di tempat pengungsin yang aman. Tak tega melihat penderitaan warga ada informan yang meminta tolong Sedekah Rombongan Purworejo untuk memberikan sembako seperti sarden, indomie, kecap dan susu. Dengan mengerahkan kurir-kurir sedekah rombongan, alhamdulillaah pemberian sembako dapat berjalan dengan lancar. Masyarakat merasa bersyukur dengan kegiatan ini untuk kebutuhan hidup makan sehari-hari bisa teratasi. Atas nama warga masyarakat Rowodadi Bapak Wisnu Cahyono mengucapkan terima kasih kepada Sedekah Rombongan yang sudah melaksanakan pendistribusian sembako di wilayahnya. Semoga semua kurir dan sedekaholiks dari Sedekah Rombongan diberi kesehatan dan keselamatan sehingga dapat terus membantu sesama Aamiin…

Jumlah Bantuan :Rp. 700.000,-
Tanggal : 1 Desember 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto All Kurir

Bantuan sembako


BANTUAN SEMBAKO DESA SIDOMULYO (Bencana Banjir), Alamat : Desa Sidomulyo Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Dampak fenomena siklon “Cempaka” menimbulkan banjir dan tanah longsor serta adanya angin puting beliung di beberapa tempat di wilayah Indonesia tidak terkecuali Purworejo. Beberapa Kecamatan terdampak banjir dan angin puting beliung ,seperti di kecamatan Butuh tepatnya di desa Kedungagung terjadi angin puting beliung dan banjir menyebabkan bererapa pohon kelapa dan tanaman keras lainnya tumbang menimpa beberapa rumah penduduk. Banjir juga melanda di desa ini hingga setinggi 1 meter lebih. Hal ini menyebabkan beberapa warga mengungsi di tempat pengungsin yang aman. Tak tega melihat penderitaan warga ada informan yang meminta tolong Sedekah Rombongan Purworejo untuk memberikan sembako seperti sarden, indomie, kecap dan susu. Dengan mengerahkan kurir-kurir sedekah rombongan, alhamdulillaah pemberian sembako dapat berjalan dengan lancar. Masyarakat merasa bersyukur dengan kegiatan ini untuk kebutuhan hidup makan sehari-hari bisa teratasi. Atas nama warga masyarakat Sidomulyo Bapak Wahid S mengucapkan terima kasih kepada Sedekah Rombongan yang sudah melaksanakan pendistribusian sembako di wilayahnya. Semoga semua kurir dan sedekaholiks dari Sedekah Rombongan diberi kesehatan dan keselamatan sehingga dapat terus membantu sesama Aamiin…

Jumlah Bantuan :Rp. 700.000,-
Tanggal : 1 Desember 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto All Kurir

Bantuan sembako


PENGOBATAN GRATIS DESA KARANGSARI (Bencana Banjir), Alamat : Desa Karangsari Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Dampak fenomena siklon “Cempaka” menimbulkan banjir dan tanah longsor serta adanya angin puting beliung di beberapa tempat di wilayah Indonesia tidak terkecuali Purworejo .Beberapa Kecamatan terdampak banjir dan angin puting beliung, seperti di kecamatan Purwodadi tepatnya di desa Karangsari terjadi angin puting beliung dan banjir menyebabkan beberapa pohon kelapa dan tanaman keras lainnya tumbang menimpa beberapa rumah penduduk. Banjir juga melanda di desa ini hingga setinggi 1 meter lebih.Hal ini menyebabkan beberapa warga mengeluh sakit gatal gatal, pegal linu diare dan masuk angin. Tak tega melihat penderitaan warga ada informan yang meminta tolong Sedekah Rombongan Purworejo untuk mengadakan pengobatan gratis membantu meringankan sakit mereka. Dengan mengerahkan kurir paramedis dan dibantu dokter puskesmas setempat serta perawat dan bidan setempat juga relawan medis lain alhamdulillaah acara dapat berjalan dengan lancar. Pasien yang berkunjung ada 118 orang. Masyarakat merasa bersyukur dengan kegiatan ini karena sakit mereka bisa teratasi. Atas nama warga masyarakat kepala desa Karangsari Bapak Muh.Hasyim mengucapkan terima kasih kepada Sedekah Rombongan yang sudah melaksanakan pengobatan gratis di wilayahnya .semoga semua kurir dan sedekaholiks dari Sedekah Rombongan diberi kesehatan dan keselamatan sehingga dapat terus membantu sesama Aamiin….

Jumlah bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 1 Desember 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto All Kurir

Pengobatan gratis


PENGOBATAN GRATIS DESA ROWODADI (Bencana Banjir), Alamat : Desa Rowodadi Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Dampak fenomena siklon “Cempaka” menimbulkan banjir dan tanah longsor serta adanya angin puting beliung di beberapa tempat di wilayah Indonesia tidak terkecuali Purworejo .Beberapa Kecamatan terdampak banjir dan angin puting beliung, seperti di kecamatan Purwodadi tepatnya di desa Karangsari terjadi angin puting beliung dan banjir menyebabkan beberapa pohon kelapa dan tanaman keras lainnya tumbang menimpa beberapa rumah penduduk. Banjir juga melanda di desa ini hingga setinggi 1 meter lebih.Hal ini menyebabkan beberapa warga mengeluh sakit gatal gatal, pegal linu diare dan masuk angin. Tak tega melihat penderitaan warga ada informan yang meminta tolong Sedekah Rombongan Purworejo untuk mengadakan pengobatan gratis membantu meringankan sakit mereka. Dengan mengerahkan kurir paramedis dan dibantu dokter puskesmas setempat serta perawat dan bidan setempat juga relawan medis lain alhamdulillaah acara dapat berjalan dengan lancar. Pasien yang berkunjung ada 118 orang. Masyarakat merasa bersyukur dengan kegiatan ini karena sakit mereka bisa teratasi. Atas nama warga masyarakat kepala desa Rowodadi Bapak Kasyono mengucapkan terima kasih kepada Sedekah Rombongan yang sudah melaksanakan pengobatan gratis di wilayahnya .semoga semua kurir dan sedekaholiks dari Sedekah Rombongan diberi kesehatan dan keselamatan sehingga dapat terus membantu sesama Aamiin….

Jumlah bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 1 Desember 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto All Kurir

Pengobatan gratis


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN 2 (MTSR 2) PURWOREJO (Inventaris,DP Biaya Balik Nama Kendaraan). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan 2 Purworejo, biasa dijulukin si Silver digunakan untuk mendukung kelancaran gerakan Sedekah Rombongan. Diantaranya untuk penyampaian santunan dari para sedekaholics lewat para kurir Sedekah Rombongan Purworejo kepada keluarga dhuafa, pasien yang berada di wilayah Purworejo dan sekitarnya. Bahkan sampai wilayah Kebumen. Disamping itu terkadang digunakan masyarakat dalam mengantar jenazah ke tempat peristirahatan yang terakhir. MTSR juga diperlukan dalam merujuk pasien ke luar wilayah Purworejo, baik Magelang, Purwokerto maupun Jogjakarta. Pada bulan Juni 2017 – Sepember 2017, MTSR 2 Purworejo melakukan Proses Balek Nama kendaraan ke nama Sedekah Rombongan. Semoga dengan nama Sedekah Rombongan di STNK, MTSR 2 Purworejo dapat membantu Dhuafa yang sedang ikhtiar berobat ke rumah sakit. Santunan sebelumnya masuk di Rombongan 1052

Jumlah Bantuan : Rp. 3.820.000,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @Marjunul NP Sudiarto All Kurir

Biaya balik nama


AMAT SODIRIN BIN ALM. RILWAN (70, Rumah Roboh Bencana Tanah Longsor). Alamat : Dusun Gunung Asem RT 1 RW 2, Desa Separe Banyuasin, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Pada hari Jumat sore tanggal 27November 2017, terjadi hujan dengan intensitas sedang dan kadang-kadang bertambah deras mulai dari sore hari sampai dengan malam hari. Pada saat itu keluarga bapak Amat Sodirin sedang berkumpul dengan istrinya Ibu Sriyatin (60) di rumahnya. Namun pada hari itu sekitar pukul sebelas malam, tiba-tiba tanah yang ada di samping rumah bergerak menuju rumah Pak Amat Darsono. Alhamdulih pak Amat Sodirin dan istri dari maghrib suda mengungsi di tempat saudaranya. Mendengar adanya musibah tanang longsor di daerah Separe Banyuasin, kurir-kurir Sedekah Rombongan segera mendatangi lokasi kejadian, dan menengok kondisi rumah bapak Amat Sodirin dan kejadian tanah longsor tersebut. Bantuan awal pun segera disampaikan melalui tangan kurir-kurir Sedekah Rombongan kepada keluarga Bapak Amat Sodirin, yang diperuntukkan untuk santunan untuk membeli material rumah dan kebutuhan sehari-hari pak Amat Darsono. Insya Allah bantuan yang disampaikan sedekaholik melalui kurir-kurir Sedekah Rombongan mampu meringankan beban yang dipikul oleh Pak Darsono.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 1 Desember 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto Lilik Siti Rubaiah

Bantuan renovasi rumah karena longsor


SOPINGI BIN ALM. AMAT YAHYO (54, Rumah Roboh Bencana Tanah Longsor). Alamat : Dusun Gunung Asem RT 1 RW 2, Desa Separe Banyuasin, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Pada hari Jumat sore tanggal 27November 2017, terjadi hujan dengan intensitas sedang dan kadang-kadang bertambah deras mulai dari sore hari sampai dengan malam hari. Pada saat itu keluarga bapak Sopingi sedang berkumpul dengan istrinya Ibu Rowiyah (60) dan anaknya Ariyanti (28) di rumahnya. Namun pada hari itu sekitar pukul sebelas malam, tiba-tiba tanah yang ada di samping rumah bergerak menuju rumah Pak Amat Darsono. Alhamdulih pak Spingi, istri dan anaknya dari maghrib sudah mengungsi di tempat saudaranya. Mendengar adanya musibah tanah longsor di daerah Separe Banyuasin, kurir-kurir Sedekah Rombongan segera mendatangi lokasi kejadian, dan menengok kondisi rumah bapak Sopingi dan kejadian tanah longsor tersebut. Bantuan awal pun segera disampaikan melalui tangan kurir-kurir Sedekah Rombongan kepada keluarga Bapak Sopungi yang diperuntukkan untuk santunan untuk membeli material rumah dan kebutuhan sehari-hari pak Sopingi. Insya Allah bantuan yang disampaikan sedekaholik melalui kurir-kurir Sedekah Rombongan mampu meringankan beban yang dipikul oleh Pak Sopingi.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 1 Desember 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Lilik Siti Rubaiah

Bantuan renovasi rumah karena longsor

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SUHA SARI 1,000,000
2 CASMURI BIN TANYA 1,000,000
3 ANITA AGUSTINA 750,000
4 ENDANG SUTARDI 1,000,000
5 AGUSTINI NURMAN 1,000,000
6 ENI NURAENI 1,000,000
7 MELLATUL LATIFAH 1,000,000
8 ALIF RIZKI SYAFATIR 1,500,000
9 IRFAN YUSRAN AL GHAZALI 1,000,000
10 IMAS SITI HABIBAH 500,000
11 DAFFA MUZAKI TAHER 1,000,000
12 AZMIA RAISA 1,000,000
13 RADJA PANGGOARAN SITORUS 1,000,000
14 SAYEKTI SUNARYO 1,000,000
15 MAHIRA ASLA FAZILAH 1,000,000
16 AGIH PRIYANTO 1,000,000
17 DIVA LIANSYAH 1,000,000
18 VEDRO AL GHIFARI 1,000,000
19 ZAIDAN NIKY PRATAMA 1,000,000
20 YUDISTIRA PRATAMA 1,000,000
21 SITI MARSELA 1,000,000
22 HADI ANDRIANSYAH 1,000,000
23 FACHRI AL FAQI KHOIRULLAH 2,000,000
24 AGUSTIAWAN BIN HERMAN 2,000,000
25 SUPRIYADI JAWAI 1,000,000
26 YOHANES APRILIANO DEGA 1,000,000
27 FATMAWATI BINTI ANWAR 1,000,000
28 RAHMA RAHIDATUL 1,000,000
29 MUHAMMAD ALDI 1,000,000
30 Suhono Trihono 1,806,000
31 Abdullah Anis Syukurillah 3,000,000
32 KRISTIANI BINTI SAMIN 2,000,000
33 HANIFAH ABDURRAHMAN 2,000,000
34 Fajar Rohman Widayat 14,500,000
35 Muhamad Erik Setiawan 1,000,000
36 ALFINDA KHAIRUNNISA NURSALIKA 1,500,000
37 MUHAMMAD ZAKI ROFI 1,771,000
38 ARVIAN AMRIH SPARINGGA 1,905,000
39 JOKO WISESA 750,000
40 SALAMUN AL SALAM FAUZI 1,000,000
41 YOGI CAHYANTO 2,500,000
42 KUSMIYATI BINTI YAWIKARTA 1,000,000
43 HARIYATI BINTI CHAERI 3,000,000
44 RAMA FABIAN PURWANEGARA 550,000
45 RSSR PURWOKERTO 419,500
46 RSSR PURWOKERTO 1,858,450
47 ANAK YATIM DAN DHUAFA ARCAWINANGUN 4,000,000
48 SUHARMI BINTI SISWO MIHARJO 500,000
49 BUDIN BIN SURATMAN 500,000
50 TUMIYAH BINTI ALM. RESO SEMITO 500,000
51 TRI MULYANI BINTI AMAT DARSONO 500,000
52 AMINATUL FUADAH BINTI RASIMUN 500,000
53 SAE LINTANG SWARGA BIN WARSITO 500,000
54 ANDRAS BAGUS PRATAMA BIN SUPARMIN 500,000
55 AHMAD MUDAKIR BIN ALM. NOTO PRAWIRO 500,000
56 ANI PUJI LESTARI BINTI SUWARNO 500,000
57 SARIYAH BINTI ALM. MAD SOLIKHIN 500,000
58 SAMINI BINTI ALM. MAD KUSNI 500,000
59 MUNSIYAH BINTI ALM. MADYASIN 500,000
60 PUJI HARYATI 500,000
61 ROCHANI BIN DULMANAH 500,000
62 BANTUAN SEMBAKO DESA KEDUNGAGUNG 700,000
63 BANTUAN SEMBAKO DESA SUMBERSARI 700,000
64 BANTUAN SEMBAKO DESA KEDUNGMULYO 700,000
65 BANTUAN SEMBAKO DESA TEGALSARI 700,000
66 BANTUAN SEMBAKO DESA KEDUNGSARI 700,000
67 BANTUAN SEMBAKO DESA ROWODADI 700,000
68 BANTUAN SEMBAKO DESA SIDOMULYO 700,000
69 PENGOBATAN GRATIS DESA KARANGSARI 1,500,000
70 PENGOBATAN GRATIS DESA ROWODADI 1,500,000
71 MTSR 2 PURWOREJO 3,820,000
72 AMAT SODIRIN BIN ALM. RILWAN 500,000
73 SOPINGI BIN ALM. AMAT YAHYO 500,000
Total 95,029,950

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 95,029,950,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1086 ROMBONGAN

Rp. 57,807,033,855,-