Rombongan 1083

Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan kecuali ia bertambah
Posted by on December 5, 2017

AGUSTIAWAN BIN HERMAN (11, Jantung Bocor). Alamat Desa Kota Rindau Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah. Agustiawan menderita jantung bocor sejak lahir dan saat ini sering mengalami batuk disertai keluar darah. Pernah dirawat di rumah sakit umum UNDATA Palu dan disarankan oleh dokter agar segera dirujuk ke rumah sakit Harapan Kita di Jakarta. Namun dikarenakan kendala biaya maka kedua orang tua belum melaksanakan saran dari dokter tersebut. Agustiawan merupakan anak dari Bapak Herman (47) yang bekerja sehari-hari sebagai petani dan Ibu Rusni (40) yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga. Saat ini Agustiawan selama berobat menggunakan jaminan kesehatan (BPJS).
Sedekah rombongan melakukan pendampingan kepada Agustiawan guna diberangkatkan kembali ke jakarta. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya membeli susu dan vitamin yang dibutuhkan oleh Agustiawan pasca operasi pada jantungnya setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1072.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000, –
Tanggal : 17 November 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri @endangnumik

Agustiawan menderita jantung bocor sejak lahir


SITI MU’ALIMAH (43, Kanker Payudara). Alamat: Dusun Jabaran, RT 3/1, Desa Kedungpari, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Sejak tahun 2016 ibu Siti sudah mengeluh sakit di bagian payudara. Namun karena kesibukan sebagai ibu rumah tangga ibu Siti mengesampingkan keluhan tersebut. Beliau menganggap keluhan tersebut akan sembuh dengan sendirinya. Semakin lama, selain keluhan sakit yang beliau alami, ibu Siti juga mendapati benjolan di payudara beliau. Hingga tahun berlalu ibu Siti tidak kunjung memeriksakan diri. Sampai pada Februari 2017, benjolan tersebut semakin membesar. Ibu Siti akhirnya memeriksakan diri ke dokter umum terdekat. Dari dokter umum, ibu Siti dirujuk ke Rumah Sakit Kristen Mojowarno Jombang untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Di RS Kristen Mojowarno Jombang ibu Siti telah melakukan serangkaian tes laboratorium dan USG. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Siti didiagnosa menderita kanker payudara stadium IV. Dari RS Kristen Mojowarno Jombang ibu Siti dirujuk lagi ke RSUD Jombang. Dari RSUD Jombang ibu Siti diarahkan ke Rumah Sakit di Surabaya untuk melakukan kemoterapi. Namun karena tidak ada biaya transportasi ke rumah sakit, ibu Siti masih belum melakukan kemoterapi. Kondisi terkini benjolan tersebut semakin membesar. Terkadang keluar darah dan hanya diberi obat tradisional. Suami ibu Siti, Khusen sudah meninggal. Sedangkan ibu Siti adalah seorang ibu rumah tangga. Beliau tinggal bersama ibunya, Ma’muah (78). Selama ini, ibu Siti menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS untuk biaya pengobatan. Walaupun demikian, ibu Siti masih mengalami kesulitan untuk biaya obat-obatan yang tidak dijangkau BPJS dan biaya transportasi. Sudah tidak ada pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan ibu Siti. Saat ini, biaya untuk kebutuhan sehari-hari sementara dibantu oleh sanak saudara. Mendengar hal ini, Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami oleh ibu Siti. Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan dari para sedekaholics. Bantuan telah diberikan dan digunakan sebagai biaya pengobatan dan biaya transportasi. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1053.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 November 2017
Kurir : Mira @mzboz1027 bambang @Nurry Setyo Puspita S

Ibu Siti didiagnosa menderita kanker payudara stadium IV


HERRY RETNO (53, Kanker Payudara). Alamat: Perumahan Bumi Suko Indah C1 No 09, Kelurahan Suko, Kecamatan Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Bu Herry sudah sakit sejak Tahun 2015. Awal mulanya beliau sering mengalami nyeri pada payudara. Karena dikira hanya nyeri biasa akibat kelelahan, beliau mengesampingkan nyeri tersebut dan beranggapan sakitnya akan sembuh dengan sendirinya. Semakin lama, ternyata nyeri pada payudara Bu Herry tidak kunjung sembuh. Ditambah lagi, beliau mendapati benjolan pada payudaranya. Karena khawatir, Bu Herry akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Dari Puskesmas, Bu Herry dirujuk ke RSAL Dr. Ramelan Surabaya untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Herry didiagnosa menderita kanker payudara. Beliau menjalani kontrol rutin ke RSAL Dr. Ramelan Surabaya untuk mendapatkan pengobatan yang lebih maksimal. Bu Herry memiliki riwayat sakit maag. Hal tersebut mengakibatkanBu Herry sering mengalami nyeri pada pada bagian perut dan payudara beliau. Bu Herry adalah seorang ibu rumah tangga dengan dua orang anak. Anak pertama tinggal di Jakarta dan bekerja sebagai kuli bangunan. Sedangkan anak kedua di Surabaya bekerja sebagai Event Organizer. Suami beliau, Marjikan sudah meninggal. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Bu Herry mengandalkan anak beliau yang merantau mencari nafkah. Selama menjalani pengobatan, Bu Herry menggunakan jamina kesehatan BPJS Kelas II. Walaupun demikian, Bu Herry masih mengalami mengenai biaya pengobatan di luar fasilitas BPJS dan transportasi. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya pengobatan di luar fasilitas BPJS dan transportasi. Semoga Bu Herry dapat segera sembuh dan dapat
menjalani aktivitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : 500.000
Tanggal : 21 November 2017
Kurir : Mira Rizky @Nurrypay

Bu Herry didiagnosa menderita kanker payudara


SITI NUR MUJAWAROH (16, Tumor Tulang). Alamat: Dusun Genengan, RT 2/14, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Sekitar awal 2016, kaki Siti terbentur meja di sekolah. Akibatnya, kaki Siti membengkak. Karena mengeluh sakit, keluarga membawa Siti ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Setelah beberapa minggu berlalu, Siti masih mengeluh sakit di bagian kakinya. Akhirnya, pada April 2016 Siti dirujuk ke RSUD Mojokerto untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Di RSUD Mojokerto, Siti menjalani pemeriksaan X-ray. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Siti didiagnosa menderita tumor tulang. Mulai tanggal 27 April 2016, Siti dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani pengobatan yang lebih lengkap. Di RSUD Dr. Soetomo, dokter mendiagnosa bahwa kondisi kaki Siti sudah terlalu parah sehingga harus dilakukan amputasi. Setelah menjalani operasi amputasi, Siti juga menjalani perawatan kemoterapi dan radioterapi. Selama di RSUD Dr. Soetomo, Siti sudah melakukan kemoterapi sebanyak enam kali. Ayah Siti, Muchid (53) bekerja sebagai tukang becak motor. Sedangkan ibunya, Choiriyah (53) adalah seorang ibu rumah tangga. Selama menjalani pengobatan, Siti menggunakan jaminan kesehatan BPJS kelas 3 sehingga dapat meringankan biaya yang dikeluarkan oleh keluarga. Walaupun begitu, keluarga masih kesulitan mengenai biaya transportasi dan biaya pembuatan kaki palsu untuk Siti. Selama ini, biaya transportasi sementara dibantu oleh para tetangga. Sedekah Rombongan turut merasakan kesedihan yang ia alami. Bantuan dari para sedekaholic telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama berbat di Surabaya. Semoga Siti dapat segera sembuh dan dapat kembali bersekolah seperti sedia kala.bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1053.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 November 2017
kurir : Mira @mzboz1027 esti @nurrypay

Siti didiagnosa menderita tumor tulang


MOHAMMAD HASAN (65,kanker tulang). Alamat: Jl.Jendral S.Parman 3/8, Rt/Rw 002/003 kec.waru, kab. Sidoarjo. Provinsi. Jawa Timur. Pak Hasan adalah seorang bujang tua yang tinggal Bersama kakak kandung dan keponakannya, beliau memutuskan untuk tidak menikah semasa muda nya. Saat muda beliau seorang pekerja keras di tahun 1970, beliau pernah bekerja di pabrik baja selama 11th dan menjadi tukang becak selama 16th. Pak Hasan di tahun 2013 di vonis mengidap kanker tulang, berawal dari beliau terkena putung rokok dibagian kaki dan terjadi pembekakan disertai keluarnya nanah. Beliau pun menganggap itu hanya luka biasa dan diobati dengan obat luka luar. Tapi luka itu tidak sembuh dan semakin parah selama 1th . Akhirnya Pak Hasan berobat ke RSUD Dr.Soetomo dari tahun 2013-2015. Dan dokter pun memvonis Pak Hasan terkena kanker tulang dan harus diamputasi. Setahun setelah operasi amputasi kaki seharusya pak Hasan rutin control untuk proses penyembuhan kakinya, hanya saja pak Hasan tidak pernah control dengan alasan tidak ada biaya dan tidak ada yang mengantar. Sekarang kondisi Pak Hasan masih dalam keadaan luka terbuka dan dibalut kain seadanya. Pak Hasan tidak memiliki BPJS atau kartu berobat lainnya, selama beliau berobat menggunakan jalur umum bantuan dari saudara dan tetangga. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau pada tgl 10-10-2017 sehingga beliau langsung dibawa ke RSUD Sidoarjo untuk perawatan lukanya, Namun diluar dugaan,pak Hasan diharuskan MRS untuk pemeriksaan lebih lanjut. 2 hari setelahnya,pihak RS menginformasikan bahwa kankernya sudah menjalar naik,sehingga beliau diharuskan untuk amputasi lagi pada pahanya. Alhamdulillah pada tanggal 30-10-2017 pak Hasan melaksanakan operasi kembali dan sampai saat ini masih rutin melakukan control di Rsud Sidoarjo. Alhamdulillah keadaan pak Hasan saat ini semakin membaik. Sedekah Rombongan pun menyampaikan bantuan . Bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 1079. Terima kasih untuk sedekaholic, doa kami menyertai Sedekaholics semua agar selalu mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

jumlah Bantuan : Rp. 650.000
tanggal : 25 november 2017
kurir : Mira Sun @nurrypay

Pak Hasan terkena kanker tulang


SITI AMALIA (31, TUMOR TULANG BELAKANG ) ALAMAT : jl. Ketapang kel. Suko . kec. Suko . kab. Sidoarjo . Provinsi. Jawa timur. Bu Siti Amalia adalah janda beranak satu. Sakit beliau sudah bertahun – tahun, dari tahun 2011 hanya bisa berbaring di tempat tidur. Sedekah Rombongan Sidoarjo mendapatkan informasi melalui salah satu teman kurir yang kebetulan tinggal dekat dengan rumah beliau. Berawal dari bu Siti mengalami kesakitan di bagian tulang punggung di tahun 2011 setelah mengalami kecelakaan motor dan kecelakaan itu mengakibatkan beliau tak lagi bisa menggerakkan tubuhnnya. Bu Siti pun di larikan ke RSUD Sidoarjo oleh keluarga. Dengan keadaan ekonomi yang sangat terbatas, suaminya Syamsudin (41) yang bekerja merantau di luar pulau namun penghasilannya tidak mampu memenuhi segala kebutuan keluarganya. Setelah di bawa ke RSUD Sidoarjo dengan fasilitas BPJS pada akhirnya Bu Siti di putuskan untuk melakukan operasi pada tulang Punggungnya pada tahun 2011, setelah di operasi bu Siti alhamdulillah membaik namun pada tahun 2012 rasa sakitnya kambuh kembali dan pihak keluarga sudah tidak mampu lagi membiayai transportasi dan akomodasi mbak Siti untuk berobat. Dengan keadaan ekonomi waktu itu yang sangat terbatas, bu Siti mendapatkan kabar kematian suaminya. Beberapa hari sebelum bertemu Sedekah Rombongan bu Siti sempat koma 1 minggu di Rumah sakit Siti Khodijah Sidoarjo. Alhamdulillah Sedekah Rombongan hadir ikut membantu meringankan beban keluarga dan santunan telah di berikan pada bu Siti Amalia, semoga dengan bantuan para sedekaholic bu Siti bisa lekas sehat dan menjalani aktivitasnya kembali.

Jumlah Bantuan :Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 November 2017
Kurir : Mira Mistam @nurrypa

Siti mengalami tumor tulang punggung


MA’ARIF BIN AWALUDIN (49, Tumor Paru + Kelenjar Tiroid). Alamat: Perumahan Pejaya Anugrah, Blok ZA20, RT 8/2, Desa Kramat Jegu, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Pak Ma’arif sudah sakit sejal April 2017. Awal mulanya beliau mengeluh sakit kepala. Beliau menganggap keluhan tersebut adalah sakit kepala biasa sehingga beliau mengkonsumsi obat generik yang beliau beli di toko obat. Setelah meminum obat sakit kepala dan sakitnya reda, pak Ma’arif kembali mengeluh sakit kepala. Semakin lama, keluhan tersebut tidak mereda sehingga beliau memutuskan untuk memeriksakan diri. Pak Ma’arif adalah penduduk asli dari kota Mataram, NTB sehingga saat itu beliau memeriksakan diri ke Puskesmas Selong, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Di Puskesmas, pak Ma’arif dirujuk ke RSUD Kota Mataram untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pak Ma’arif didiagnosa menderita Tumor di bahu dan di paru-paru. Dokter menyatakan bahwa tumor yang ada di paru-paru pak Ma’arif sudah terlalu besar sehingga apabila dilakukan tindakan operasi maka risiko kematian akan menjadi besar. Dokter akhirnya memutuskan untuk merujuk pak Ma’arif ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani kemoterapi. Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, pak Arif diharuskan untuk melakukan perawatan kembali pada tanggal 30 Agustus 2017. Namun, pada saat itu kondisi pak Ma’arif sudah terlalu lemas dan khawatir untuk perjalanan ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya terlalu lama sehingga keluarga membawa pak Ma’arif ke RS Siti Khodijah Sepanjang. Sesampainya pak Ma’arif di RS Siti Khodijah, ternyata peralatan untuk kemoterapi kurang lengkap. Dokter di RS Siti Khodijah kemudian menyarankan untuk membawa pak Ma’arif ke RSU Anwar Medika, Sidoarjo. Ternyata dokter mendiagnosa bahwa pak Ma’arif juga mengalami penyakit tiroid. Kini dokter masih menunggu kondisi pak Ma’arif membaik, setelah itu beliau dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk menjalani kemoterapi. Berat badan pak Ma’arif sempat menurun drastis. Pak Ma’arif adalah seorang guru mengaji di daerah tempat tinggal beliau. Sedangkan istri beliau, Nawati (42) adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka memiliki satu orang anak. Selama menjalani pengobatan, pak Ma’arif menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan di luar BPJS dan transportasi ketika berobat , saat ini alhamdulillah beliau sudah melakukan kemo ke enam di RS. Semen Gresik dan keadaannya semakin membaik, suaranya yang semula menhilang secara perlahan kembali. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari para sedekaholic. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1079. Pihak keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 27 november 2017
Kurir : Mira Nurul @nurrypay

Pak Ma’arif mengalami penyakit tiroid


BENCANA PUTTING BELIUNG, Rabu,22 november 2017 hujan lebat yg terjadi di Sidoarjo maupun Surabaya sehingga membuat beberapa jalan tergenang air bahkan banjir. Namun di kawasan Sidoarjo tepatnya di Kecamatan Waru saudara kita sedang tertimpa musibah angin puting beliung. Lebih dari 700 rumah warga tiga desa di Kecamatan Waru, Sidoarjo, rusak karena puting beliung. Tiga desa itu yakni Desa Tambakrejo, Tambak Sumur dan Tambak Sawah. Rincian rumah yang rusak yakni, Desa Tambakrejo sebanyak 576 rumah, Desa Tambak Sawah 50 rumah dan Tambak Sumur 128 rumah. Jumlah total 754 rumah.

Beberapa saudara kita yg rumahnya roboh atau atapnya yg terbang di bawa angin terpaksa diungsikan di beberapa sekolah maupun fasilitas umum terdekat. Tidak sedikit orang tua dan anak anak kehilangan tempat tinggal. Sebagian kurirSR Sidoarjo sudah dilokasi bergabung dengan relawan lain untuk membantu tenaga dan waktu. Banyak puing puing yg harus di rapikan, beberapa pohon pohon yg tumbang juga harus dibersihkan. Dengan bencana alam angin puting beliung tersebut Sedekah Rombongan wilayah Sidoarjo dan Surabaya bersinergi untuk segera bergerak lebih dalam. Pada hari Minggu, 26 November kami berkesempatan untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yg terkena dampaknya untuk sedikit mengurangi beban bagi para korban angin Puting beliung. Berikut rincian bantuan yg kami salurkan
Nasi Bungkus
1. 8 Sak Beras
2. 29 Box Susu Balita
3. 24 Roti Regal
4. 3 Pampers Dewasa
5. 18 pcs minyak goring kemasan 2 liter
6. 10 Box mie instan
7. 5 pak pampers balita isi Jumbo
8. 37 pcs Celana Dalam Dewasa
9. 120 nasi Bungkus
10. 2 Dos air aqua

Dengan total bantuan 6.000.000

Semoga dengan sedikit bantuan logistik yg kami berikan bs sedikit mengurangi beban para korban angin puting beliung di Sidoarjo.
Jumlah bantuan Rp.6.000.000
Tgl Bantuan 26 November 2017
Kurir mira lilik @mzboz1027 @Nurrypay

Bantuan logistik


KHAMIDAH MARSUI (39, Kista Ovarium). Alamat: Kampung Baru, RT 10/5, Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Sekitar 2.5 Tahun yang lalu setelah melahirkan, ibu Khamidah mendadak tidak bisa buang air kecil. Setelah diperiksa ke Puskesmas terdekat, akhirnya dilakukan pemasangan kateter. Ibu Khamidah juga melakukan pemeriksaan papsmear dan hasilnya adalah erosi serviks, yaitu terjadinya peradangan pada area serviks. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, ibu Khamidah dirujuk ke RSUD Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan dan akhirnya dilakukan penanganan dengan alat cauter. Namun hingga sekarang bagian perut sampai dengan anus masih terasa sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Khamidah didiagnosa menderita penyakit kista ovarium. Dokter menyatakan ibu Khamidah harus menunggu sampai datang bulan sehingga dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi. Suami ibu Khamidah, Marsui (30) bekerja sebagai penjual sate dan dibantu oleh ibu Khamidah.. Jenis jaminan kesehatan yang dimiliki oleh ibu Khamidah adalah BPJS. Namun selama pemeriksaan di RSUD Sidoarjo ibu Khamidah tidak memakai kartu BPJS karena tertunggak beberapa bulan. Kini ibu Khamidah masih merasakan sakit di area anus sehingga kesulitan untuk dapat bekerja sehari-hari. Tanggungan biaya pengobatan juga membuat keluarga merasa kesulitan untuk mencari rizki tambahan karena hasil berjualan tidak cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan. Sedekah Rombongan turut mersakan kesulitan Ibu Khamidah. Bantuan berupa uang tunai telah disampikan ke Ibu Khamidah dan digunakan untuk biaya hidup serta biaya pengobatan. serta pelunasan BPJS yang beberapa bulan tertunggak, Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1043. Semoga ibu Khamidah bisa segera sembuh dan bisa menjalani aktivitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.787.500,-
Tanggal : 23 November 2017
Kurir : mira @mzboz1027 @Nurrypay

ibu Khamidah didiagnosa menderita penyakit kista ovarium


MAWANI PANE (42, Tumor Otak). Alamat: Jalan Brigjen Katamso No. 69D, RT 2/10, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Ibu Mawani sudah sakit sejak tahun 2015. Awal mulanya, beliau merasakan pusing yang luar biasa. Karena keluhan tersebut, akhirnya ibu Mawani memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Dokter setempat menyatakan bahwa ibu Mawani hanya memerlukan istirahat yang cukup dan disarankan untuk tidak terlalu banyak pikiran. Dua bulan kemudian, ibu Mawani mengeluh pusing kembali. Beliau juga pernah jatuh pingsan sehingga dilarikan lagi ke Puskesmas. Ketika sadar, kondisi mata ibu Mawani memerah. Ibu Mawani juga mengeluhkan sakit di bagian tangan beliau. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, ibu Mawani dirujuk ke RS Royal Surabaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lengkap. Dari RS Royal, ibu Mawani dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, ibu Mawani telah menjalani pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Dari hasil pemeriksaan, ada sesuatu di bagian otak ibu Mawani sehingga dokter menyarankan untuk rutin menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soetomo setiap satu bulan sekali. Kini, ibu Mawani sering mengalami kejang, demam, dan gemetaran. Keadaan bibir beliau juga menjadi miring sehingga sulit untuk berbicara, terkadang bisa merepon dan terkadang tidak bisa. Ibu Mawani hanya bisa terdiam di rumah karena mata dan kaki beliau sudah tidak dapat difungsikan lagi. Suami ibu Mawani, Basmen Nainggolan (46) bekerja sebagai tukang tambal ban. Ibu Mawani adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai empat anak dan tinggal bersama dengan suami di sebuah kos-kosan yang lebarnya 2×6 m. Selama pengobatan, ibu Mawani menggunakan fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 2. Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi, nutrisi makanan, dan biaya obat yang berada di luar BPJS. Kisah hidup ibu Mawani telah menyapa hati Sedekah Rombongan. Alhamdulillah, bantuan dari para sedekaholic yang disalurkan melalui Tim Sedekah Rombongan telah sampai. Bantuan pertama telah disampaikan. Kurir Sedekah Rombongan segera memeriksakan ibu Mawani untuk melakukan pemeriksaan lagi di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Mawani didiagnosa menderita Tumor Otak. Dari RSI Jemursari Surabaya, ibu Mawani dirujuk ke Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya. sekarang beliau sudah sehat kembali, hanya saja matanya tidak bisa berfungsi dengan. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 1079. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga ibu Mawani bisa kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 November 2017
Kurir : Mira Sunarmi @nurrypay

Bu Mawani menderita tumor otak


LILIANA MAULIDA (13, Tumor Mata). Alamat: Desa Karang Tanjunget, RT 7/2, Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Liliana mengalami masalah mata sejak bayi. Dari lahir hingga berumur satu tahun matanya selalu mengeluarkan lendir. Kedua orang tuanya membawa Liliana ke Rumah Sakit Bangil Pasuruan. Disana ia diberi obat tetes mata. Ketika berumur lima tahun, saat Liliana bermain saat hujan dan matanya terkena debu. Ia lalu mengusap matanya hingga memerah. Kedua orang tuanya membawa Liliana ke Puskesmas Porong karena khawatir dan juga diberi obat tetes mata. Mata Liliana tidak berangsur membaik, namun terjadi pembengkakan di kedua matanya. Liliana dirujuk ke Rumah Sakit di daerah Malang namun tidak ada hasil yang baik dan dirujuk lagi ke RSUD yang lain juga hanya diberi obat tetes mata. Alhasil Liliana dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo namun lagi-lagi juga hanya obat tetes mata yang diberi. Ketika sudah berusaha mencari banyak alternatif dengan tetap memberikan obat tetes mata untuk dikonsumsi oleh Liliana, ada bintik-bintik di dekat bulu mata hingga Liliana dirujuk ke rumah sakit dan opname. Ayah Liliana, Bapak Muhlasin (34) bekerja sebagai karyawan swasta sedangkan ibunya, Arti Sri Dewi (31) sebagai ibu rumah tangga. Walaupun Liliana sudah mempunyai jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS), keluarga masih kesulitan untuk mendapatkan biaya untuk berobat yang tidak dicover KIS. Liliana semakin kesakitan tatkala matanya ketika matanya terasa semakin sakit, muncul sakit kepala yang mengikutinya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Liliana. Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan dan dipergunakan untuk mencukupi biaya akomodasi selama berobat. Semoga Liliana segera mendapatkan kesembuhan. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1079.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 November 2017
Kurir : Mira @laksmiwaty @Nurrypay

Lili menderita tumor mata


DANIS ALDHIAN FAEZA (6, Leukemia). Alamat : Kl. Lapangan, RT 1/6, Desa Banaran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Dek Danis, di usia yang masih belia, menderita sakit leukemia. Sementara ibunya Danis tuna rungu, namun tetap semangat bekerja demi dua orang anaknya yang masih kecil. Danis yang masih sekolah TK mempunyai adik perempuan usia 3 tahun. Ibunya Danis bekerja apabila ada tetangga yang memanggilnya untuk membantu mencuci, seterika dan membersihkan rumah. Kadang juga ke SLB Kebonsari untuk membantu menjahit, swhingga mendapatkan tambahan penghasilan. Kondisi Danis awalnya badannya panas, biasanya kalau dipeiksakan ke mantri kesehatan sudah sembuh. Ini sampai 3 hari tidak sembuh-sembuh. Akhirnya diperiksakan ke puskesmas. Dan disuruh membawa ke Rsud. Soedono. Dari Rsud. Soedono dirujuk ke Rsup. Sutomo Surabaya, sampai sekarang masih rutin kontrol dan kemo di Rsup. Sutomo. Dan perkiraan bisa sampai 3 bulanan untuk proses awal pengobatan Danis. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga dek Danis. Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat dek Danis. Pamannya dek Danis, atas nama keluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Erik6789

Danis menderita sakit leukemia


MUDJIATI BINTI MARYO MARNI (53, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Bangunsari, Desa Sukosari, RT 4/1, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Bu Mudji biasa dipanggil oleh tetangga demikian, adalah seorang ibu dengan 2 orang anak. Bu mudji telah berpisah dengan suaminya 22 tahun yang lalu. Untuk kebutuhan sehari – hari, bu Mudji bekerja sebagai buruh cuci di sebuah keluarga di daerah Caruban kabupaten Madiun. Bu Mudji menderita sakit sejak 2011 dan operasi pada tahun 2013 di RS Aisiyah Ponorogo dan menjalani Kemo 3 kali di RS Aisyah Ponorogo. Bu Mudji menggunakan Jamkesmas, awal 2014 Jamkesmas berganti KIS akhirnya di rujuk ke RSUP dr. Sutomo Surabaya. Untuk saat ini beliau kesulitan biaya untuk ongkos ke Surabaya dan biaya kos selama menjalani pengobatan di sana. Bu Mudji memiliki keinginan sembuh yang tinggi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Mudji. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Mudji. Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat. Beliau dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan yang telah membantu untuk berikhtiar menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Mudjiati menderita kanker payudara


AJENG SUKMA AYU (7, Saraf). Alamat : Dukuh Genting, RT 1/1, Desa Menang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Adik Ajeng terlahir premature sehingga setelah lahir dilakukan oven/pemanasan. Namun tdak diketahui penyebabnya setelah beberapa bulan kemudian saraf gerak kaki dan sebagian tangan tidak berfungsi sehingga kaki tidak bisa digerakkan dan bentuknya bengkok. Tulang belakangpun juga bentuknya bengkok kelihatan membungkuk. Sejak usia – 3 tahun Adik Ajeng memakai kursi roda bantuan dari Dinas Sosial. Namun meskipun begitu Adik Ajeng tetap semangat bersekolah. Waktu anak – anak seusianya masuk TK, dia tidak ketinggalan ikut sekolah meskipun mamakai kursi roda dengan didorong ibunya setiap berangkat sekolah dan pulang. Akan tetapi sampai saat ini dia belum bisa melanjutkn ke SD karena keterbatasan kemampuan fisiknya. Terpaksa saat ini dia masih diikutkan di TK. Adik Ajeng kurang lebih sejak satu tahun terakhir dilakukan teraphi secara rutin oleh ayahnya ke RSUD Harjono Ponorogo. Namun karena perkembangsnnya lambat oleh dokter disarankan dirujuk ke Solo (Rsud. Moewardi). Dan bulan Oktober 2017 kemarin meskipun dengan uang seadanya dan harus menumpang tetangga yang kebetulan kontrol ke Solo, adik Ajeng bisa kontrol ke Solo didampingi ayahnya. Kemudian kontrol yang kedua bersama ayahnya diantar temannya ke Solo dengan uang seadanya. Dan sesuai hasil kontrol dan konsultasi diputuskan untuk kontrol dan terapi di RSU khusus tulang Harsoyo Solo. Menurut diagnosa dokter, Adik Ajeng mash mempunyai harapan besar sembuh jika telaten dan rutin terapi. Dek Ajeng memiliki jaminan kesehetan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami dek Ajeng dan orang tuanya. Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat. Puji syukur dan bahagia dirasakan oleh bapaknya dek Ajeng. Tidak lupa ucapan terimakasih disampaikan kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati – Widodo

Ajeng menderita sakit saraf


SALAMUN BIN SHOLIKAN (60, Leukemia). Alamat : Desa Sidorejo, RT 6/3, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Salamun, adalah seorang bapak yang semenjak bulan Januari sudah mulai merasakan sakit. Pada bulan Puasa Ramadhan tahun kemarin, masih bisa untuk kerja di sawah. Juga sudah pernah diperiksakan. Sampai habis lebaran, suatu hari terasa seperti masuk angin. Dan perut lama kelamaan semakin membesar dan keras. Hasil periksanya, didiagnosa kebanyakan darah putih. Setelah diberi obat maka terasa sudah sembuh. Namun kambuh lagi 3 bulan terakhir. Pak Salamun dan istrinya, walau dengan perjuangan yang cukup besar, istrinya tetap berusaha rutin untuk kontrol. Untuk setiap kontrol ke Rumah Sakit, istri pak Salamun harus mnyiapkan biaya untuk menyewa mobil, bensin, dan sopirnya. Biasanya sekali berobat harus menyiapkan uang sampai 400 ribu rupiah. Walau memiliki BPJS kelas 3, namun istri pak Salamun sangat keberatan dan kerepotan untuk membiayai suaminya. Sebenarnya istri pak Salamun memiliki warung di rumahnya. Namun sekarang sering tutup karena merawat suaminya agar bisa sembuh lagi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga pak Salamun. Bantuan ketigapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat pak Salamun, yang sebelumnya telah menerima santunan dan masuk pada rombongan 1018 dan 1079. Pak Salamun merasakan banyak sekali perubahan setelah melakukan kontrol rutin. Dan sedikit demi sedikit mulai beraktifitas. Ucapan syukur dan terimakasih tidak lupa disampaikan kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada pak Salamun.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati@Deniasri4

Pak Salamun menderita leukimia


MUSOFA HAMDAN (15, Shepinabifida). Alamat : Dusun Baliboto, RT 42/4, Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Hamdan, begitulah nama seorang anak putra dari Ibu Ayib. Di usianya yg ke 15 tahun ini seharusnya dia masih bisa merasakan indahnya bersekolah dan bertemu teman-temannya. Seharusnya Hamdan sekarang kelas 8 SLTP, namun karena penyakit yang dideritanya kini ia harus berhenti sekolah dan hanya bisa terdiam di rumah. Shepinabifida ialah penyakit benjolan di tulang ekor akibat keluarnya bagian sumsum tulang belakang. Penyakit ini diderita sejak kecil, yang hingga sekarang merambat pada ginjal dan jantungnya. Ibunya yang bekerja sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi Ibu Ayib masih mempunyai tanggungan 2 anaknya. Kini Ibu Ayib harus berjuang menghidupi keluarganya seorang diri menjadi single parent. Sementara Hamdan masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang salah satu kakinya untuk berjalan tidak bisa sempurna seperti biasanya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Hamdan. Saat ini Hamdan menggunakan fasilitas KIS. Dengan keadaan tersebut, Hamdan yang sebelumnya sudah menerima santunan dan masuk pada rombongan 897, 959, 976, 989, 1018, dan 1039. Kali ini Hamdan kembali menerima santunan yang ke tujuh untuk biaya pengobatan. Sedekah Rombongan selalu memberi semangat untuk Hamdan untuk bisa berjuang melawan sakit yang dideritanya. Dan alhamdulillah setelah sekian lama dengan sabar dan telaten secara rutin berobat, maka tahun ajaran baru 2017/2018 ini dek Hamdan sudah bisa masuk sekolah lagi, namun masih masih tetep rutin kontrol. Ucapan terimakasih disampaikan kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan. Semoga Hamdan diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat meraih cita – citanya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 November 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Musofa menderita shepinabifida


MUHAMAD ASWURI (34, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Mruwak, Desa Banjarsari wetan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Aswuri, begitu disapa oleh tetangganya. Kebetulan pak Aswuri ini bekerja sebagai tukang selep keliling. Sebenarnya sudah 3 tahun periksa ke Rumah Sakit, namun hanya diberi obat. Tidak tahu kalau ternyata sakit gagal ginjal. Selama itu juga kadang beliau merasa tidak cocok saat minum obat kemudian mengkonsumsi obat bebas bila tidak punya biaya untuk periksa. Sekarang beliau menjalani hemodialisa atau cuci darah 1x dalam 1 minggu. Pak Aswuri memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Aswuri dan keluarga. Bantuan ketigapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1033 dan 1054. Pak Aswuri masih melakukan hemodialisa dan kontrol rutin di RS Sudono Pak Aswuri sangat gembira dan sangat berterimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Pak aswuri menderita gagal ginjal


RIZKI CAHAYA SAPUTRA (4, Leukemia). Alamat : Dusun Sogaten, RT 17/2, Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rizky adalah seorang balita yang mengalami penyakit leukemia. Awalnya Rizky tidak bisa berjalan, sering jatuh, sehingga oleh kedua orang tuanya dibawa ke Sangkal Putung, yang katanya tidak apa-apa. Tapi kondisi badannya panas terus dan tidak turun – turun. Sampai selama 2 minggu dan badan Rizky semakin kurus dan pucat. Rizky dibawa ke Klinik Yepa Kaibon, dan pada saat itu hb hanya 3. Sehingga tranfusi ke Soedono Madiun. Setelah dilakukan cek laboratorium, Rizky juga diindikasi ada pembengkaan hati dan limpa. Dari Rumah Sakit Soedono dirujuk ke Solo. Rizky juga mengalami mimisan. Dan menurut jadwal seminggu sekali ke Solo. Sakit leukimia yang dideritanya, dan dirujuk berobat ke RSDM Solo, jatah kemo 111x, baru dijalani 27 kali. Tiap 10 hari kemo. Rizky memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi kedua orang tuanya, yang harus naik bis umum untuk berobat Rizky ke RSDM Solo. Bapaknya Rizky yang bekerja serabutan dan tidak tentu penghasilannya, juga ibunya yang sekarang berjualan es jus di depan rumahnya demi bisa membiayai Rizky. Bantuan ke enam pun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya Rizky, yang sebelumnya telah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 970, 981, 1018, 1033 dan 1054. Belum lama dek Riski kondisinya ngedrop dan dibawa ke igd Soedono. Dek Riski juga masih rutin kontrol ke RSDM. Tak lupa ibunya Rizky mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Rizky menderita leukimia


MUFLICHA ANNURIA (2, Anus sempit). Alamat : Dusun Sidodadi, RT 12/2, Desa Ketandan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Icha adalah sosok si kecil mungil yang malang berusia hampir 2 tahun. Dia menderita anus sempit sejak lahir. Ayahnya bernama Katimin Bin Sodikromo, 80 tahun dan ibunya Tini Binti Rejo 39 tahun. Dengan alamat dusun Sidodadi RT 12 RW 02 Ketandan Dagangan Madiun Jawa Timur. Nuria begitu panggilan akrab si kecil ini, hampir 2 tahun dia menanggung rasa sakit ketika akan buang air besar, dia selalu menangis meronta-ronta jika akan BAB. Karena keluarganya tergolong RTSM maka ayahnya tidak mampu membiayai operasi buah hatinya. Untuk makan sehari – hari saja terkadang cuma lauk sambal dan kerupuk. Icha memiliki fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sementara bapak dan ibunya adalah benar – benar sangat kurang pengalaman dan pergaulan. Alhamdulillah dek Icha sudah menjalani operasi tahap awal. Pasca operasi tersebut dek Icha masih rutin kontrol ke RSDM. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga dek Icha. Bantuan keempat disampaikan untuk membantu biaya akomodasi berobat dek Icha, yang sebelumnya telah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1030, 1039 dan 1069. Orang tua dek Icha sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Icha menderita anus sempit


MUHAMMAD RIFAI (12, Jantung Bocor). Alamat: Desa Putat, RT 4/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rifai, begitulah nama seorang anak desa yang begitu kurus tubuhnya. Di usianya yang ke 12 tahun ini sekarang kelas 6 SD. Sejak kecil Rifai sudah menderita kelainan jantung. yang hingga sekarang masih belum mendapatkan kesembuhan. Ibunya yang bekerja sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi bapaknya juga seorang buruh tani. Sementara Rifai masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang kalau untuk berjalan sampai 15 meter saja sudah merasa lelah dan sesak nafasnya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Rifai. Hanya kalau Rifai ada keluhan batuk pilek baru dibawa ke puskesmas pembantu di desanya. Tidak memeriksakan kondisi sakit jantungnya. Karena sewaktu usia 3 tahun, menurut dokter, Rifai harus dirujuk ke Surabaya. Saat ini Rifai menggunakan fasilitas BPJS kas 3. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami ibunya Rifai, bantuan keduapun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Rifai, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1056. Sampai saat ini Rifai masih rutin kontrol ke RS Sutomo Surabaya. Ibunya Rifai tak terasa meneteskan air mata karena terharu anaknya mendapatkan bantuan. Ucapan terimakasih disampaikan kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Rifai diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat melanjutkan sekolah yang lebih tinggi lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Rifai menderita kelainan jantung


MTSR MADIUN (B 1760 KZH, Biaya Operasional November 2017). Mobil GRANMAX tahun 2008 dengan nomor polisi B 1760 KZH adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Madiun dengan interior ambulance standart untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Magetan sejak 3 Februari 2017 yang lalu. Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Madiun untuk menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Madiun seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng Gunung wilis dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan November 2017 sebesar Rp. 4.684.000 di gunakan untuk pembelian BBM, ganti oli, perbaikan lampu belakang, dan Jasa driver. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic MTSR Madiun dapat terus membantu pasien untuk berikhtiar menjemput kesembuhan ke rumah sakit. Sebelumnya laporan keuangan MTSR B 1760 KZH masuk pada rombongan 1081.

Jumlah Bantuan : Rp 4.684.000
Tanggal : 1 Desember 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4 @Allcrew

Biaya Operasional November 2017


NURYADI BIN SUPARMIN ( 31, tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja) Alamat : RT 1/3 Dusun Basri, Kelurahan Sidorejo Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Bang Nurcarik, biasa Nuryadi di panggil, namun pagilan Nurcarik ternyata tidak seperti yang kita pikirkan yang artinya Nur sekretaris desa. Nur hanya bekerja sebagai kuli batu di pertambangan batu di sekitar desanya. Suatu hari Nur punya niatan membangun rumah dan mencari batu sendiri di sela-sela pekerjaanya sebagai kuli batu. Namun, mala petaka menimpanya ketika ia berniat memecah batu untuk rumahnya. Batu tersebut bukan nya pecah namun jatuh dan menimpa kaki kanan nya hingga mengakibatkan tulang besar kakinya hilang 10 cm. Kejadian itu menimpanya sekitar tiga tahun yang lalu, penanganan operasi pertama di lakukan di RSUD Mojosongo dengan biaya umum. Karena sudah kehabisan biaya, akhirnya Nur mendaftarkan diri ke BPJS mandiri dan selanjutnya di rujuk ke RSUD dr Suharso/Ortopedi Solo. Sekali lagi Nur kembali memiliki kendala biaya transportasi, karena tidak ada pemasukan sama sekali dan istrinya seorang ibu rumah tangga dan mempunyai 2 tanggungan anak usia sekolah. Akhirnya keluarga Nur mencari informasi tentang Sedekah Rombongan yang pernah membantu tetangganya berobat dan di lanjutkan mendatangi RSSR Magetan untuk mengajukan bantuan. Nur akhirnya menjadi pasien dampingan #SR Magetan. Operasi ke lima Nuryadi dilakukan Oktober 2016 sedangkan operasi lanjutan dilakukan tanggal 2 November 2016. Operasi terakhir dilakukan pada tanggal 13 Oktober 2017. Titipan santunan keduabelas dari sedekahholic sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk akomodasi kontrol, pembayaran Bpjs Mandiri serta biaya medikasi yang harus dilakukan setiap hari, setelah sebelum nya masuk rombongan 785, 798, 846, 853, 874, 909, 929, 976, 1007, 1052 dan 1069. Nuryadi sekeluarga mengucapkan terimakasih atas segala bantuan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @Ervinsurvive @Jeans_Oswolf @RonyPratama

Pak nuryadi mengalami tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja


SARIYEM BINTI SARDI (55, Ca Mamae). Alamat : Dusun Nglemi RT/RW : 05/05 Desa Turi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan Jawa Timur. Bu Sariyem adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita Ca Mamae sejak satu tahun terakhir tetapi sakitnya disembunyikan dari keluarga dan baru ketahuan 5 bulan lalu (bulan Mei 2017). Bu Sariyem mulai berobat ke Rsud. Soedono Madiun sejak awal Agustus 2017. Dari rangkaian pemeriksaan yang dilakukan, bu Sariyem dinyatakan menderita Ca Mamae dan langsung di rujuk ke Rsdm Solo. Bu Sariyem mulai melakukan pengobatan di Rsdm Solo sejak pertengahan Agustus 2017. Biaya transportasi dan akomodasi dirasa sangat berat walaupun sudah berobat menggunakan fasilitas Bpjs kelas 3. Suaminya yaitu Bapak Sukiman (58 tahun) bekerja sebagai buruh tani yang penghasilan nya tidak menentu. Informasi mengenai bu Sariyem diperoleh dari salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Setelah melakukan survey, bu Sariyem masuk menjadi pasien dampingan mulai tanggal 24-8-2017. Saat ini bu Sariyem menjalani proses kontrol rutin dan kemoterapi di Rsdm Solo. Bantuan ketiga telah disampaikan sebesar Rp. 1.000.000 dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat setelah sebelum nya masuk rombongan 1054 dan 1069. Rasa terimakasih disampaikan oleh Bu Sariyem atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Sariyem bisa sembuh dan beraktifitas seperti sedia kala. Amin

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 23 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @KinantiAwe @Jeans_Oswolf

Bu Sariyem dinyatakan menderita Ca Mamae


SENO BIN SUPANI (38, gagal ginjal) Alamat : Dusun Jelok RT. 04/01, Desa Sukowidi Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Propinsi Jawa Timur. Sebagai kepala rumah tangga Pak Seno bekerja giat sebagai tukang sayur keliling. Pekerjaan ini ditekuni semenjak berumah tangga sampai mempunyai anak kembar dua. Dari hasil kerja kerasnya bisa membuat rumah dan memiliki tabungan. Setelah selesai membangun rumah Pak Seno mulai merasakan sakit yang dinyatakan dokter sebagai sakit diabet/gula. Pernah keluar masuk /dirawat di Rsud. Sayidiman Magetan mulai tahun 2013 dengan menggunakan fasilitas layanan BPJS. Sekarang kondisi kesehatannya sangat lemah, bahkan sejak 8 bulan terakhir harus melakukan cuci darah setiap minggu sekali ke Rsud. Sayidiman Magetan. Penghasilan keluarga tidak ada sama sekali, untuk makan dan berobat mengandalkan bantuan dari sanak kerabat dan tetangga. Sedangkan istrinya tidak dapat bekerja karena merawat anaknya kembar yang baru kelas 3 SD dan merawat suaminya yang sakit. Berdasarkan hasil survey akhir nya Pak Seno menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Santunan keenam titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan sebagai biaya akomodasi pengobatan setelah sebelumnya masuk dalam rombongan 1007, 1030, 1043, 1058 dan 1069. Pak Seno sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga berbalas kebaikan untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @KinantiAwe

Pak seno menderita gagal ginjal


MAHPUR ANSORI BIN WAKIMIN (31, Hemangio Pericytoma). Alamat : RT 01/01 Desa Turi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Ansori adalah bapak dari seorang balita yang menderita tumor telapak tangan sejak dua tahun yang lalu. Setahun yang lalu pernah dioperasi di Palembang tetapi setahun kemudian tumbuh lagi dan semakin parah. Saat ini Ansori sudah pulang kampung ke Magetan untuk melakukan pengobatan. Perdarahan hebat sering dialami sampai harus dilarikan ke Rsud. Sayidiman Magetan untuk dilakukan perawatan dan transfusi darah. Ansori berobat dengan menggunakan jaminan Bpjs kelas 3, tetapi untuk biaya transport dan akomodasi dirasa berat apalagi setelah di rujuk ke Rsdm Solo. Ansori yang saat sehat bekerja sebagai buruh tani praktis tidak bisa bekerja lagi pasca amputasi telapak tangan kirinya. Istrinya yaitu Siti Makhmudah (29 tahun) seorang ibu rumah tangga sehingga tidak punya pendapatan, jadi jangan kan untuk berobat, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari pun sudah dirasa berat. Informasi tentang keluarga Ansori diperoleh dari salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan dan disurvey pada tanggal 6 Juni 2017. Saat ini Ansori menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan dan santunan keempatpun disampaikan sebesar Rp. 500.000 digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan setelah sebelumnya masuk rombongan 1044, 1059 dan 1069. Ansori dan keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga bisa menjadi jalan kesembuhan, Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @KinantiAwe

Pak Ansori menderita tumor telapak tangan


KASMI BINTI SAKERAN (41, Ca Mamae + Myom). Alamat : Dusun Ngasem RT 2/1, Desa Banjarejo, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Kasmi adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita sakit Ca Mamae dan Myom selama satu tahun terakhir. Pertama kali bu Kasmi berobat ke dokter umum, selanjutnya dirujuk ke Rsud. Soedono Madiun. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa bu Kasmi menderita Ca Mamae dan Myom sehingga harus dirujuk ke Rsud. Moewardi Solo. Bu Kasmi mulai berobat ke Rsdm Solo bulan Mei 2017 dan operasi dilaksanakan tanggal 13 September 2017. Sebelum operasi sudah dilakukan kemoterapi sebanyak 3 kali. Jahitan bekas operasi sedikit mengalami kegagalan sampai harus 2 kali dilakukan perbaikan baik di Rsud. Magetan maupun di Rsdm Solo. Bu Kasmi tidak memiliki anak, dan suaminya sudah tidak memperdulikan dia lagi sehingga sering kali bu Kasmi harus berangkat berobat sendiri walau kadang didampingi kakak nya atau ibu mertua nya yang masih sangat perduli dengan bu Kasmi. Informasi tentang bu Kasmi diperoleh dari salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Setelah melalui proses Survey, bu Kasmi masuk menjadi salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan mulai Senin, 30 Oktober 2017. Santunan awal titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 650.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi kontrol dan pengobatan. Bu Kasmi sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Kasmi segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti sebelumnya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 650.000,-
Tanggal : 29 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama

Bu Kasmi menderita Ca mamae dan myom


WIDJI ALWIJIANTO (45, Ca Thyroid). Alamat : Dusun Godekan RT. 8/4 Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Widji, seorang lelaki berusia 45 harus terbaring lemah di atas kasur. Terdapat benjolan dilehernya sebelah kanan sebesar bola. Dulunya ia bekerja sebagai pencari pasir disungai dekat rumahnya. Ayah dari 2 orang anak ini kemudian merasakan keanehan pada lehernya, dan dibawa ke Rsud. Soedono Madiun. Hasil diagnosis dokter menyatakan bahwa pak Widji menderita Ca Thyroid, dan menganjurkan untuk melakukan kemoterapi di Rsud. Moewardi Solo. Namun karena terbatasnya biaya akhirnya pak Wijdi tidak melakukan apa yang telah disarankan dokter. Mendapat informasi dari keluarga disekitar tempat tinggal pak Wijdi, kurir Sedekah Rombonganpun melakukan survey. Pak Wijdi mulai didampingi SR tanggal 22-5-2017. Setelah mendapat rujukan dari Rumah sakit. dr Oen Solo selanjutnya berobat ke Rsup. Moewardi Solo. Operasi pertama dilaksanakam Senin, 29-5-2017 dan berjalan dengan lancar. Saat ini sedang menjalani rangkaian pengobatan untuk dilakukan operasi kedua yang rencananya dilaksanakan tanggal 6-9-2017. Santunan keenam titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp 800.000 dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat serta rawat inap setelah sebelum nya masuk dalam rombongan 1023 1030, 1044, 1059 dan 1069. Pak Widji sangat berterimakasih atas bantuan yang telah sedekaholic berikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk pak Widji, dan semoga segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah bantuan : Rp 800.000
Tanggal : 29 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @RonyPratama

Pak Widji menderita ca thyroid


YUNI PURWANINGSIH (42, Ca Mamae). Alamat : Jalan Kelud RT. 4/1 Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Yuni adalah seorang ibu dari 3 anak yang sehari-hari bekerja di warung kopi milik nya. Bulan Juni tahun 2015 Bu Yuni merasakan ada benjolan di payudara nya sebelah kanan tetapi tidak begitu dihiraukan. Pengobatan hanya dilakukan dengan mengkonsumsi obat alternatif karena terkendala keterbatasan biaya. Penghasilan bu Yuni di warung dan Suaminya yaitu Bapak Supriyanto (42 tahun) yang berjualan mie ayam keliling hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari dan biaya sekolah 3 orang anak nya.Tetapi setelah hampir dua tahun penyakit nya semakin parah akhirnya Bu Yuni periksa ke dokter dan diharuskan melakukan check lab. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa harus segera dilakukan operasi untuk pengangkatan payudara kanan nya. Mulai tgl 20 Maret 2017 Bu Yuni menjadi pasien dampingan SR Magetan dengan melakukan pemeriksaan awal ke Rsup. Soedono Madiun untuk selanjutnya di rujuk ke Rsup. Moewardi Solo dengan menggunakan jaminan Bpjs Mandiri kelas 2. Setelah melalui rangkaian pemeriksaan yang meliputi rotgen, Usg, rotgen punggung dan check lab akhirnya operasi dilaksanakan hari Jum’at, 31 Maret 2017 dan Alhamdulillah berjalan lancar. Terapi sinar telah dilakukan sebanyak 10 kali untuk punggung dan sinar 24 kali untuk ca Mamae. Saat ini bu Yuni menjalani proses kemoterapi yang direncanakan sebanyak 6 kali. Santunan ke tujuh titipan dari para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 986, 1023, 1032, 1043, 1058 dan 1069. Pak Supriyanto dan Bu Yuni mengucapkan terimakasih atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan, semoga menjadi berkah untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Oktober 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama

Bu Yuni menderita ca mamae


MESNAN BIN SUROREJO (65, Ca Nasopharing). Alamat : RT 20/02 Desa Kedung Putri, Kecamatan Paron , Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Pak Mesnan adalah seorang bapak yang menderita Ca Nashoparing, berawal dari satu tahun ysng lalu telinga nya selalu berdenging dan lama-lama tumbuh benjolan. Pertama kali Pak Mesnan periksa ke poli THT Rsud. Soeroto Ngawi dengan didampingi anak nya yang bernama Rita. Dari hasil pemeriksaan, pak Mesnan dinyatakan menderita Ca Nashoparing dan dirujuk ke Rsud. Moewardi Solo pada bulan Mei 2016 dan kemo pertama dilaksanakan bulan Januari 2017. Rangkaian pengobatan yang panjang sangat memberatkan pak Mesnan walaupun sudah menggunakan Bpjs klas 3. Biaya untuk transportasi dan akomodasi yang cukup memberatkan karena Pak Mesnan sejak sakit sudah tidak bisa bekerja lagi, sedangkan istrinya (Sumiyem, 59) berkerja sebagai buruh tani yang penghasilan nya tidak menentu. Informasi mengenai pak Mesnan diperoleh dari salah satu pasien dampingan Sedelah Rombongan Magetan. Pak Mesnan masuk jadi pasien dampingan Sedekah Rombongan mulai 24-7-2017 dan santunan ketiga sebesar Rp. 1.000.000 pun disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat dan sinar di Rsdm Solo, setelah sebelum nya masuk rombongan 1052 dan 1069. Pak Mesnan mengucapkan terima kasih atas semua bantuan yang telah disampaikan. Semoga beliau bisa sembuh dan beraktifitas seperti biasanya. Amin

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama

Pak Mesnan menderita Ca Nashoparing


BENCANA ALAM BANJIR DAN TANAH LONGSOR PACITAN (4000 warga terkena dampak banjir dan timbunan lumpur). Alamat : Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Hari Selasa, 27-11- 2017 jam 20.00 Banjir melanda Kabupaten Pacitan. Hampir seluruh kecamatan di kabupaten tersebut terhanyutkan oleh genangan air dan lumpur. Team Sedekah Rombongan yang berdomisili di Pacitan pun ikut menjadi korban bencana tersebut. Sehingga dalam menyalurkan bantuan dan mengevakuasi korban cukup terkendala. Semua aliran listrik terputus, tidak ada akses apapun yang bisa masuk. Sedekah Rombongan Magetan dan Sedekah Rombongan Madiun pun terhambat cuaca sehingga tidak bisa bergerak cepat merapat ke lokasi bencana. Berdasarkan data dari BPPD yang ada di lokasi korban rumah yang tertimpa longsor sekitar 10 rumah, korban Meninggal 10 orang, luka ringan 20 orang serta korban hilang 5 orang dan belum terevakuasi karena medan yang sulit untuk dijangkau. Team Sedekah Rombongan menyerahkan bantuan pertama berupa beras, mie instant, berbagai macam alat kebersihan seperti sekop air, sapu lidi, sikat lantai, tempat sampah serta beberapa logistik lain yang dibutuhkan korban. Berdasarkan data yang diperoleh, korban bencana yang di tempat pengungsian juga membutuhkan tikar, selimut dan juga pakaian layak pakai. Jum’at, 1-12-2017 pagi team SRMagetan dan SRMadiun merapat ke lokasi bencana dengan mengerahkan 2 unit ambulan MTSR. Kami berusaha mengupdate kabar terkini dari lokasi, namun demikian realtime nya berbeda, karena di lokasi sinyal sangat sulit. Meskipun demikian team Sedekah Rombongan tetap berusaha untuk menyampaikan titipan para Sedekaholic, walaupun harus melewati medan yang sangat sulit dan penuh resiko. Bantuan sebesar Rp 5.000.000 telah kita sampaikan berupa barang-barang yang dibutuhkan oleh para pengungsi seperti yang telah disebutkan diatas. Mari kita bergerak sama-sama meringankan saudara kita yang sedang tertimpa bencana. Terima kasih untuk para sedekaholics, semoga sedikit bantuan kita dapat meringankan beban mereka. Salam Tembus langit

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @AllcrewMagetan & Madiun

Bantuan bencana alam


MUHAMMAD FUAD ARIF RACHMAN (30, Tuberculosis Tulang Belakang). Alamat: Jalan H. Syukur, RT 19/9, Desa Sedati Gede, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Januari 2017 lalu, bapak Fuad mulai sering merasakan sakit di tubuhnya. Bapak Fuad selalu merasa lemah dan mudah lelah bila duduk terlalu lama. Pada akhirnya beliau memeriksakan diri ke Puskesmas Sedati Sidaorjo. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, bapak Fuad dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr. Ramelan Surabaya untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bapak Fuad didiagnosa menderita Tuberculosis (TBC) Paru-paru dan sudah menjalar ke tulang belakang sehingga didiagnosa pula menderita Tuberculosis Tulang Belakang. Bapak Fuad sempat mendapatkan pengobatan dan rawat inap di RSAL Dr. Ramelan Surabaya selama sepuluh hari. Pada saat dirujuk di RSAL Dr. Ramelan Surabaya, bapak Fuad mendapatkan bantuan sumbangan dari masyarakat sekitar. Alhasil, bapak Fuad dinyatakan sembuh dari TBC Paru-paru. Untuk TBC Tulang Belakang, bapak Fuad memerlukan tindakan operasi. Sambil menunggu penjadwalan operasi, beliau mendapatkan 13 resep obat. Namun bapak Fuad hanya mampu menebus dua diantaranya. Kondisi bapak Fuad saat ini sangat lemah dan sebagian tubunya sudah lumpuh. Beliau terbaring di tempat tidur dan terpasang kateter. Sebelum sakit, bapak Fuad bekerja sebagai seorang teknisi. Sedangkan istri beliau, Emi Riwayati (25) bekerja pada hari Sabtu dan Minggu saja karena menggantikan orang sebagai buruh. Mereka memiliki satu anak dan tinggal di rumah kecil. Rumah tersebut merupakan rumah peninggalan orang tua bapak Fuad. Karena bapak Fuad sudah tidak bekerja lagi, keluarga tidak memiliki sumber penghasilan yang tetap untuk biaya hidup sehari-hari. Selama pengobatan, bapak Fuad menggunakan fasilitias jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan biaya obat-obatan di luar jangkauan KIS. Mendengar kisah bapak Fuad, Sedekah Rombongan terpanggil untuk membantu beliau. Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan dari para sedekaholic kepada bapak Fuad. Bantuan pertama telah diberikan dan digunakan sebagai biaya pengobatan di luar KIS.  Alhamdulillah setelah 11 bulan pendampingan, kini beliau sudah sehat, sudah bisa jalan bahkan sudah bisa naik motor,harapan kami beliau bisa kembali berkarya produktif untuk memenuhi tanggungjawab sebagai kepala rumah tangganya. Bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 1082.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 21 November 2017
Kurir : Mira @mzboz1027 @Nurrypay

Bapak Fuad didiagnosa menderita Tuberculosis (TBC) Paru-paru

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 AGUSTIAWAN BIN HERMAN 1,000,000
2 SITI MU’ALIMAH 500,000
3 HERRY RETNO 500,000
4 SITI NUR MUJAWAROH 500,000
5 MOHAMMAD HASAN 650,000
6 SITI AMALIA 500,000
7 MA’ARIF BIN AWALUDIN 500,000
8 BENCANA PUTTING BELIUNG 6,000,000
9 KHAMIDAH MARSUI 1,787,500
10 MAWANI PANE 1,000,000
11 LILIANA MAULIDA 500,000
12 DANIS ALDHIAN FAEZA 1,000,000
13 MUDJIATI BINTI MARYO MARNI 500,000
14 AJENG SUKMA AYU 500,000
15 SALAMUN BIN SHOLIKAN 500,000
16 MUSOFA HAMDAN 500,000
17 MUHAMAD ASWURI 500,000
18 RIZKI CAHAYA SAPUTRA 500,000
19 MUFLICHA ANNURIA 500,000
20 MUHAMMAD RIFAI 500,000
21 MTSR MADIUN 4,684,000
22 NURYADI BIN SUPARMIN 1,000,000
23 SARIYEM BINTI SARDI 1,000,000
24 SENO BIN SUPANI 500,000
25 MAHPUR ANSORI BIN WAKIMIN 500,000
26 KASMI BINTI SAKERAN 650,000
27 WIDJI ALWIJIANTO 800,000
28 YUNI PURWANINGSIH 500,000
29 MESNAN BIN SUROREJO 1,000,000
30 BENCANA ALAM BANJIR DAN TANAH LONGSOR PACITAN 5,000,000
31 MUHAMMAD FUAD ARIF RACHMAN 750,000
Total 34,821,500

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 34,821,500,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1083 ROMBONGAN

Rp. 57,575,373,307,-

 

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *