Rombongan 1082

Bersedekahlah kamu sekalian, karena sesungguhnya sedekah itu pemisah dari neraka
Posted by on December 1, 2017

SRI WIDIYAWATI (23, Pembengkakan Jantung. Alamat : Ds Sirangkang RT. 012 / RW. 003, Kec. Petarukan, Kab. Pemalang, Provinsi Jawa tengah. Agustus 2016 Sri mengalami demam tinggi, setelah menjalani pemeriksaan dokter menyebutkan Sri menderita sakit Typoid. Setahun berlalu tanpa menunjukkan penyakit kembali, hingga pada Agustus 2017 Sri mengalami gatal-gatal di telapak tangan dan pipi di sertai rasa panas, bintik kemerahan, sesak nafas, pusing dan lemas. Berat badan Sri terus menurun secara drastis, Sri di bawa ke Rumah Sakit terdekat dan dokter memberi rujukan ke RSUP dr. Kariadi Semarang untuk mendapat penanganan yang lebih maksimal karena jantung Sri telah mengalami pembengkakan. Saat ini Sri telah menjalani kontrol rutin di RSUP dr. Kariadi Semarang. Suami Sri, Bapak Wagito (28) bekerja sebagai karyawan di sebuah rumah makan dengan tanggungan seorang anak balita merasakan kesulitan dalam pengobatan sang istri meskipun telah di bantu dengan fasilitas kesehatan KIS, terlebih saat ini Sri hanya bisa berbaring di tempat tidur. Santunan sebelumnya terdapat dalam rombongan 1063.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Sri menderita sakit Typoid.


LIA LIFIANA (17, Penyempitan Anus). Alamat : Dk. Lengkong, RT. 04/03, Ds. Adinuso, Kec. Subah, Kab. Batang, Prov. Jawa Tengah. Sejak lahir Lia sudah menderita penyumbatan anus, namun Lia belum mendapatkan penanganan apapun. Hingga pada usia 7 tahun, Lia diperiksakan ke RSUD Batang. Dari RSUD Batang, Lia dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Karena tidak ada biaya pihak keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan. Pada saat Lia berusia 17 tahun, Lia mengalami penyakit usus buntu. Kemudian Lia menjalani operasi usus buntu sekaligus operasi penyumbatan anus di RS Bendan Pekalongan. Pasca operasi, Lia dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Ayah Lia yaitu Bapak Bandiyo (51) yang bekerja sebagai buruh tidak memiliki simpanan untuk biaya pengobatan Lia di Semarang. Sehingga pengobatan Lia kembali dihentikan. Lia telah terdaftar sebagai penerima jaminan kesehatan berupa JKN – KIS PBI yang dibuatkan oleh perangkat desa setempat. Alhamdulillah pada awal desember 2016, Tim #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Lia. Saat ini, Lia telah menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Lia kembali melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Lia menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Santunan dari Sedekahholics disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya terdapat dalam rombongan 1063.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Lia menderita penyumbatan anus


SEPTIANA DEWI (4, Tumor Pipi). Alamat : Jl. Angkatan 66, Gang 10A, RT 4/2, Desa Kramatsari, Kec. Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada awalnya, 2 hari setelah Septi lahir diketahui ada benjolan pada pipi kiri. Kemudian orang tua Septi membawa ke RSUD Bendan Pekalongan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah diakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosis bahwa Septi menderita tumor pipi. Kemudian dokter merujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk pengobatan lebih lanjut. Pada akhir September 2014, Septi dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Tahap demi tahap pemeriksaan telah dilalui oleh Septi. Dokter menyarankan Septi untuk menjalani operasi pada usia 1 tahun karena organ tubuh dan wajahnya yang masih sangat rentan jika dilakukan tindakan medis lanjut, seperti pembedahan. Pada Oktober 2015, Septi menjalani operasi pengangkatan tumor tahap satu dan selanjutnya dilakukan rekontruksi wajah. Hingga saat ini, Septi telah menjalani operasi rekontruksi wajah sebanyak 7 kali. Saat ini Septi sedang menjalani pengobatan rawat jalan dan persiapan rekonstruksi tahap ke 8. Ayah Septi, Dimyati (34) yang bekerja sebagai tukang tambal ban dan ibunya, Umiasih (24) seorang ibu rumah tangga, merasa kesulitan ketika berobat ke Semarang karena jarak yang sangat jauh sehingga dibutuhkan biaya akomodasi yang tidak sedikit. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Hingga pada pertengahan September 2014 tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Septi dan kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan yang juga dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dan menjadikan Septi sebagai pasien dampingan Sedekah Rombongan. Santunan kembali disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1080.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Septi lahir dengan benjolan pada pipi kiri


AHMAD RIF’AN (13, Post Amputasi). Alamat : Desa Sampung, RT 2/3, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Ahmad Rif’an atau yang akrab disapa Rif’an adalah putra dari bapak Sundiar dan ibu Dewi Fatimah (34) yang berprofesi sebagai pedagang. Saat ini, dek Rif’an hanya tinggal bersama ibunya karena sang ayah sudah menceraikan ibunya dan tidak lagi mengurus dek Rif’an dan ibunya. Dek Rif’an mengalami kecelakaan pada 22 Oktober 2015 yang mengakibatkan tangannya di amputasi 15 hari setelah nya, amputasi pada tangan kanannya berdampak pada tangan kirinya, tangan kirinya menjadi tidak normal sehingga harus melakukan rawat jalan di RSUD Soetrasno Rembang. Setelah kecelakaan yang dialaminya, dek Rif’an yang dulunya terkenal sebagai orang yang percaya diri dan supel di sekolahnya menjadi minder karena tangan kanannya diamputasi, hal itu mengakibatkan dek Rif’an ingin sekolah di sekolah khusus penyandang cacat untuk menghindari bullyan teman-temannya, namun karena keterbatasan ekonomi sehingga dek Rif’an putus sekolah. Dek Rif’an berharap memiliki tangan palsu dan juga ingin bisa sekolah lagi jika memiliki biaya. Semenjak orang tuanya bercerai, dek Rif’an sudah tidak diurus bapaknya, sehingga ibunya seorang diri yang merawat dan membesarkan dengan segala keterbatasan yang ada. Pada awal bulan April 2017, kurir Sedekah Rombongan Rembang menemui keluarga dek Rif’an di rumahnya, setelah melihat secara langsung kondisi dek Rif’an, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan dan mewujudkan keinginan dek Rif’an untuk memiliki tangan palsu agar bisa beraktivitas seperti biasa dan meningkatkan kepercayadirian dek Rif’an. Biaya pengobatan dan transportasi untuk antar jemput ke Semarang ditanggung oleh pihak Sedekah Rombongan. Alhamdulillah sekarang Dek Rifan sudah memiliki tangan palsu dan bisa sekolah kembali. Santunan sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1059.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Rifan mengalami amputasi pada tangan kanannya


SLAMET GENDARI (42, Ca Serviks). Alamat Dususn Krajan, RT.01/RW.01, Desa Kuripan , Kec. Subah Kab. Batang, Provinsi Jawa Tengah. Pertengahan tahun 2016 Ibu Slamet Gendari merasakan nyeri pada bagian rahim, kemudian memeriksakan prektik ke dokter umum di sekitar rumahnya, dan disarankan untuk melanjutkan pemeriksaan ke dokter spesialis, sayangnya Ibu Slamet tidak melanjutkan saran dokter karena keterbatasan biaya. Sekitar bulan Maret tahun 2017 Ibu Slamet mengalami pendarahan dan langsung melakukan pemeriksaan ke RSUD Batang. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dokter mendiagnosa Ibu Slamet menderita Ca cervix stadium 3B , dann disarankan untuk rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani pemeriksaan rutin dan kemoterapi. Suami Ibu Slamet, Wajianto (44 th) bekerja sebagai seorang Buruh serabutan dan Ibu Slamet sendiri sebagai IRT tidak memiliki banyak biaya untuk akomodasi dan tempat tinggal selama melangsungkan pengobatan di Semarang, selama ini Ibu Slamet melangsungkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan bantuan kepala desa setempat menggunakan jaminan kesehatan Kartu Indonesia sehat (KIS). Pada tanggal 30 Mei 2017 kurir Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Ibu Slamet, dan setelah melalu berbagai pertimbangan kurir sepakat untuk memberi dampingan kepada Ibu Slamet selama menjalani pengobatan. Saat ini Ibu Slamet sedang menjalani rangkaian program penyinaran yang sudah mulai dilaksanakan di bulan Agustus. Bantuan Di tunjukkan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1063.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2017
Kurir : @Indrades @naadiahusna

Ibu Slamet menderita Ca cervix stadium 3B


PURWATININGSIH BINTI SUDRI (54, Tumor Rahim). Alamat : Desa Selapura, RT.001/ RW.003, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Juni 2017 Ibu Purwatiningsih mengalami sakit di perut di sertai perut yang semakin membesar, hasil periksa ke bidan desa tidak menghasilkan kesembuhkan, bidan desa mendiagnosa hanya kembung biasa, sedangkan Ibu Purwatiningsih masih terus merasakan sakit pada perutnya. Ibu Purwatiningsih kembali memeriksan ke dokter umum, dokter menyarankan untuk dirujuk ke rumah sakit dr. Soesilo, Slawi, dan terdiagnosa tumor perut. Dalam kurun waktu 2 bulan terakhir ini, pertumbuhan tumor di perut Ibu Purwatiningsih sangatlah cepat. Sehingga dokter menyarankan agar segera di rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Meskipun menggunakan jaminan kesehatan KIS, Wahidin (56) Ibu Purwatiningsih bekerja sebagai pedang beras kecil-kecilan, dan Ibu Purwatiningsih sendiri sebagai Ibu Rumah tangga merasa kesulitan menjalani pengobatan RSUP Dr. Kariadi Semarang terkait biaya akomodasi dan penginapan selama program pengobatan berlansung. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1063.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Bu Purwatiningsih menderita tumor rahim


SUDI BIN KASDI (46, Tumor Kepala). Alamat : Desa Sidorejo Tengah, RT 5/4, Kec. Balong Kembang, Kab. Jepara, Prov. Jawa Tengah. Awalnya, pada tahun 2004 lalu terdapat benjolan kecil tumbuh di kepala bagian belakang Pak Sudi. Tak berapa lama benjolan tersebut membesar. Pak Sudi dibawa ke RS Kelet Jepara untuk pemeriksaan awal. Dokter mendiagnosa bahwa Pak Sudi menderita tumor kepala sehingga harus dilakukakan operasi pengangkatan tumor. Operasi pertama kali dilakukan di tahun 2013 di RS Kelet Jepara. Setelah operasi, Pak Sudi hanya kontrol perawatan luka.Benjolan kembali tumbuh dan terus membesar. Sempat berobat alternatif, namun bukan kesembuhan yang diperoleh justru benjolan semakin membesar. Hingga akhirnya Pak Sudi menjalani operasi ke-2 di bulan April 2014 di RSUD Kartini Jepara. Tak berhenti sampai disitu, benjolan kembali tumbuh dan terus membesar. Tujuh bulan setelah operasi, Pak Sudi harus menjalani operasi yang ke-3 di RSUP Dr. Kariadi Semarang di bulan November 2014.Operasi yang ke-3 terhenti karena tidak adanya biaya untuk pulang pergi ke Semarang. Pak Sudi yang kesehariannya sebagai buruh harian lepas dan istrinya yaitu Bu Marsulin adalah ibu rumah tangga.Pak Sudi masih memiliki dua anak yang masih bersekolah. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover BPJS PBI Kelas III yang dimiliki. Hingga atas ijin Allah, pada awal September 2014 tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Sudi. Kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Pak Sudi. Saat ini Pak Sudi sudah menjalani operasi yang ke-3 dan melanjutkan program kemotherapi.Setelah satu tahun, saat ini Pak Sudi telah selesai menjalani serangkaian paket kemoterapi di RSUP Dr. Kariadi. Selanjutnya Pak Sudi masih harus menjalani kontrol rutin, evaluasi untuk hasil dari kemoterapinya. Evaluasi yang dijalani beliau saai ini dilakukan secara berkala 3 bulan sekali. Alhamdulillah, hasil evaluasi baik dan tidak ada tanda – tanda kemunculan sakitnya lagi. Sampai saat ini Beliau harus terus menjalani kontrol rutin agar kondisinya selalu terpantau. Santuan yang disampaikan ini ditujukan untuk membantu akomodasi pengobatan Pak Sudi selama berobat di Semarang. Semoga kesembuhan segera diperoleh Pak Sudi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1041.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Oktober 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna @desiariyanii

Pak Sudi menderita tumor kepala


MUHALIMIN BINTI WARJIUN (55, Katarak). Alamat : Dk. Katibayan, RT. 02 / RW. 02, Kel. Prayonanggan Utara, Batang, Jawa Tengah. Pada tahun 2014 Ibu Muhalimin menjalani operasi katarak mata kanan di RSU Bedan. Dokter menjelaskan operasi yang di lakukan tidak dapat menyelamatkan pengelihatan bu Muhalimin, operasi hanya berdampak untuk menghilangkan rasa sakit yang di derita bu Muhalimin, dengan persetujuan pihak keluarga dan bu Muhalimin sendiri menyetujui dampak pada operasi tersebut. Bu Muhalimin ingin segera dapat beraktifitas membantu keluarga mencukupi kebutuhan hidup tanpa merasakan sakit yang luar biasa pada mata kanannya. Suami Ibu Muhalimin, Modeli (56) bekerja sebagi seorang tukang becak. Setelah menjalani operasi Ibu Muhalimin bertumpu dengan pengelihatan dengan mata kirinya, kembali menjalani aktifitasnya sebagai buruh cuci. Pada awal tahun 2017 bu Muhalimin merasakan sakit pada mata kirinya, sama seperti rasa sakit pada mata kanannya terdahulu. Keluarga kembali membawa bu Muhalimin ke RSU Bedan, setelah menjalani observasi di RSU Bedan dokter memberi rujukan ke RSI Sultan Agung Semarang. Saat ini bu muhalimin sedang menjalani pengobatan di RSI Sultan Agung dengan fasilitas kesehatan KIS. Santunan awal di berikan untuk membantu biaya pengobatan selama di Semarang menjemput kesembuhan. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1063.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Ibu Muhalimin menderita katarak


DESVIA SALSABILA (1, Tumor Punggung). Alamat: RT 25/5, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Salsa, biasa ia dipanggil oleh keluarganya. Sejak lahir terdapat benjolan di punggungnya. Semakin lama benjolan di punggung semakin membesar, hingga akhirnya Salsa tidak bisa tidur terlentang. Benjolan tersebut dirasa sakit jika terbentur atau tersenggol. Saat ini usia salsa yang hampir 2 tahun juga belum dapat berjalan. Setelah sempat diperiksakan di RSUD Kartini Jepara, salsa didiagnosa Benign Neoplasm Of Pelvic Bones,Sacrum And Coccyx atau mengalami tumor punggung. Salsa di rujuk untuk diobati lebih lanjut di RSUP Kariadi Semarang. Ayah Salsa, Sholekan (44) hanya bekerja sebagai tukang kayu dan ibunya Susanti (31) tidak bekerja karena harus merawat dan mengurus Salsa. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga merasa kesulitas jika harus melakukan pengobatan di Semarang. Dik Salsa telah melakukan operasi pertama pada tanggal 25 agustus 2017 dan akan direncanakan untuk operasi beriikutnya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk membantu biaya hidup selama di RS saat menjalani operasi. Santunan sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1050.

Jumlah Bantuan : Rp.800.000,-
Tanggal : 24 Oktober 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Salsa didiagnosa mengalami tumor punggung


FAJAR FIRMANSYAH (10, Hipertiroid). Alamat : Dukuh Larangan, RT. 023/ RW. 011, Desa Jatingarang, Kec. Bodeh, Kab. Pemalang, Prov. Jawa Tengah. Pada saat lahir terdapat benjolan kecil pada leher Fajar. Kedua orang tua Fajar tidak begitu mengkhawatirkan benjolan tersebut. Pada usia 5 tahun, benjolan tersebut semakin membesar dan bila diraba terasa keras. Kemudian Fajar dibawa ke RSUD Kajen dilakukan pemeriksaan lebih intensive. Setelah dilakukan rontgen, dokter mendiagnosa bahwa Fajar menderita hiperteroid atau berlebihnya hormon tiroid pada tubuh. Dokter merujuk Fajar ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ayah Fajar yaitu Bapak Dul Azis (47) yang bekerja sebagai buruh tani tidak bisa berbuat apa-apa. Meskipun Fajar sudah memiliki fasilitas kesehatan yaitu JKN – KIS PBI. Alhamdulillah atas ijin Allah, pada awal oktober 2016 tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Fajar. Kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Fajar. Fajar dibawa kesemarang untuk melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Fajar sedang menjalani rawat inap untuk pemuliahan pasca di lakukan operasi pada leher Fajar. Santunan kembali disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1063.

Jumlah Bantuan : Rp.900.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2017
Kurir : @indrades @Qiiyu @naadiahusna

Fajar menderita hiperteroid


MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO (6, Hydrocephalus + Kelainan Struktur Wajah). Alamat : Ds. Godong, RT 003/ 001, Kec. Wonopringgo, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengan. Dik Maghfiroh sudah mengalami kelainan terutama pada struktur wajah dan tempurung kepalanya sejah lahir. Beberapa hari setelah kelahiran Dik Maghfiroh langsung dibawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang atas rujukan rumah sakit daerah setempat. Kurang lebih sekitar satu bulan Dik Maghfiroh dirawat secara intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ayah Maghfiroh yaitu Bapak Yunan Purnomo (45) sebagai buruh serabutan dan Ibu Nur Alfiana (42) sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan yang tidak menentu membuat Bapak Purnomo kesulitan biaya transportasi pulang pergi ke Semarang. Meskipun semua biaya pengobatan sudah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Pada awal 2014 tim kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Maghfiroh. Kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Maghfiroh. Saat ini Maghfiroh sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Mohon doanya semoga Maghfiroh lekas sembuh. Santunan disampaikan untuk membeli susu dan membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1063.

Jumlah Bantuan : Rp. 994.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2017
Kurir : @indrades @auliarahman04 @naadiahusna

Dik Maghfiroh mengalami kelainan struktur wajah dan tempurung kepalanya sejak lahir


TARONO BIN CARIDI (36, Ca Nasofaring). Alamat Wiyoro Wetan RT. 004 RW. 005 Kec. Ulujami, Kab. Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Awal tahun 2017 Pak Tarono merasakan keanehan pada pendengarannya dengan sering berdenging tanpa sebab, 3 bulan kemudian di seratai dengan migrain yang tidak tertahankan. Pak Tarono memutuskan untuk berobat ke RSU Keraton Pekalongan, di RSU Keraton menjalani rawat inap selama 10 hari dengan program pemeriksaan biopsi, dan melakukan scan untuk mendeteksi penyakit yang sesungguhnya di derita Pak Tarono. Setelah menjaani rawat inap dokter menyarankan untuk melakukan rawat jalan selama 2 minggu. Selama melakukan rawat jalan tidak ada perkembangan hingga di putuskan rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Selama 12 hari di Semarang Pak Tarono menjalani semua kontrol yang di sarankan oleh pihak RSUP Dr. Kariadi yaitu cek THT dan seluruh organ vital. Hasil diagnosa penyakit Pak Tarono yaitu Ca Nasofaring. Pak Tarono bekerja sebagai pedagang kerupuk dengan penghasilan yang cukup untuk biaya makan sehari-hari dan Istrinya Sumiyati (37) sebagai Ibu Rumah Tangga dengan 2 orang anak yang masih balita merasakan kesulitan untuk melanjutkan pengobatan. Selama pengobatan di Semarang Pak Tarono di temani adik iparnya menginap di salah satu penginapan dengan biaya 50.000/ hari untuk 2 orang dan fasilitas jaminanan kesehatan KIS. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dirasakan oleh bapak Tarono dan memutuska untuk memberi dampingan kepada beliau. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1063.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 29 Oktober 2017
Kurir : @Indrades @naadiahusna

Pak Tarono menderita ca nasofaring


SRI MULYANI (3, Atresia Ani) Alamat Ds sigentong RT 002 RW 001, Kec. Warureja, Kab Tegal, Provinsi : Jawa Tengah. Dik Sri Mulyani lahir pada bulan maret tahun 2014, sejak lahir Dik Sri menderita Atresia Ani. Pada usia 7 hari sempat dioperasi pembuatan anus sementara di RSUD Soesilo, Slawi, Tegal. RSUD Soesilo, Slawi memberikan rujukan untuk operasi pembuatan anus permanen di RSUD Dr. Kariadi Semarang, orang tua Dik Sri Ibu Tarini (45) bekerja sebagai buruh serabutan dan Ayahnya Alm. Toto Mubarok telah berpulang terlebih dahulu ke Rahmatullah. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang di alami oleh Ibu Tarini dan sepakat meberi dampingan kepada Dik Sri. Saat ini Dik sri sedang menunggu antrian operasi pembuatan anus permanen di RSUD Dr. Kariadi Semarang. Santunan di berikan untuk membantu biaya akomodasi selama pengobatan. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1063.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 30 Oktober 2017
Kurir: @Indrades @naadiahusna

Dik Sri menderita Atresia Ani


RSSR SEMARANG (Operasional Bulan Oktober). Alamat : Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jl. Kedungjati No.4 RT 01 RW 07, Randusari, (Kompleks PJKA) Semarang Selatan, Jawa Tengah. (50244). RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Laporan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan Oktober 2017 berupa perlengkapan pasien dan kebutuhan operasional pasien seperti Sembako, perlengkapan Obat-obatan, perlengkapan sehari-hari, dll. Laporan keuangan operasional RSSR ini sebelumya masuk di rombongan 1063.

Jumlah Bantuan : Rp. 12.245.207,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya Ooperasional bulan Oktober


MTSR SEMARANG (AA 8683 TB, Biaya Operasional Bulan Oktober). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim Sedekah Rombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura Jawa Tengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim Sedekah Rombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan Sedekah Rombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Oktober 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 1063.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.616.150,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Oktober


RSSR SEMARANG (Operasional Bulan Oktober). Alamat : Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jl. Kedungjati No.4 RT 01 RW 07, Randusari, (Kompleks PJKA) Semarang Selatan, Jawa Tengah. (50244). RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Laporan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sarana prasarana pasien selama bulan Oktober 2017 berupa perlengkapa pasien dan kebutuhan operasional pasien dan staff seperti Biaya Listrik, PDAM, Internet, dll. Laporan keuangan operasional RSSR ini sebelumya masuk di rombongan 1063.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.193.212,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Oktober


MTSR SEMARANG (H 8690 QF, Biaya Operasional Bulan Oktober). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk service mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Oktober 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 1063.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.343.550,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Oktober


MTSR SEMARANG (G 9221 GC, Biaya Operasional Bulan Oktober). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim Sedekah Rombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura Jawa Tengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim Sedekah Rombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan Sedekah Rombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Oktober 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 1063.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.194.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Oktober


KHAIRUNNISSAK BINTI ADJIRIN, (32, Ca Nasofaring). Alamat : Dk. Tarub RT.003/RW.007 Ds. Subah, Kec. Subah, Kab. Batang, Provinsi Jawa Tengah. April 2017 Ibu Khairunnissak merasakan sakit di bagian hidungnya, keluarga memustuskan berobat dipoli syaraf RS Kalisari Kab. Batang. Hasil scan menunjukkan adanya benjplan di belakang hidung Ibu Khairunnissak dan di duga adalah kanker, hingga akhirnya di putuskan untuk rawat inap oleh tim dokter dan menjalani evaluasi lebih lanjut oleh dokter spesialis THT. Dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh tim dokter di putuskan untuk rujuk ke Rumah Sakit Bedan, Pekalongan agar mendapat penanganan yang lebih maksimal. Setelah menjalani pemriksaan di Rumah Sakit Bedan, Ibu Khairunnissak kembali di rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani program kemoterapi. Rino Setyoko (36) Suami Ibu Khairunnissak bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Khairunnissak sendiri sebelum sakit bekerja sebagai guru honorer di desanya dengan jumlah tanggung 2 orang anak yang masih bersekolah merasa kesulitan menjalani pengobatan yang dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan perawatan luka selama program kemoterapi dan pemulihan. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1063.

Jumlah Bantuan : Rp. 812.989,-
Tanggal : 20 Oktober 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna @lianhumaira

Bu Nisa menderita ca nasofaring


MUHAMMAD FUAD ARIF RACHMAN (30, Tuberculosis Tulang Belakang). Alamat: Jalan H. Syukur, RT 19/9, Desa Sedati Gede, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Januari 2017 lalu, bapak Fuad mulai sering merasakan sakit di tubuhnya. Bapak Fuad selalu merasa lemah dan mudah lelah bila duduk terlalu lama. Pada akhirnya beliau memeriksakan diri ke Puskesmas Sedati Sidaorjo. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, bapak Fuad dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr. Ramelan Surabaya untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bapak Fuad didiagnosa menderita Tuberculosis (TBC) Paru-paru dan sudah menjalar ke tulang belakang sehingga didiagnosa pula menderita Tuberculosis Tulang Belakang. Bapak Fuad sempat sebelumnya mendapatkan pengobatan dan rawat inap di RSAL Dr. Ramelan Surabaya selama sepuluh hari. Pada saat dirujuk di RSAL Dr. Ramelan Surabaya, bapak Fuad mendapatkan bantuan sumbangan dari masyarakat sekitar. Alhasil, bapak Fuad dinyatakan sembuh dari TBC Paru-paru. Untuk TBC Tulang Belakang, bapak Fuad memerlukan tindakan operasi. Sambil menunggu penjadwalan operasi, beliau mendapatkan 13 resep obat. Namun bapak Fuad hanya mampu menebus dua diantaranya. Kondisi bapak Fuad saat ini sangat lemah dan sebagian tubunya sudah lumpuh. Beliau terbaring di tempat tidur dan terpasang kateter. Sebelum sakit, bapak Fuad bekerja sebagai seorang teknisi. Sedangkan istri beliau, Emi Riwayati (25) bekerja pada hari Sabtu dan Minggu saja karena menggantikan orang sebagai buruh. Mereka memiliki satu anak dan tinggal di rumah kecil. Rumah tersebut merupakan rumah peninggalan orang tua bapak Fuad. Karena bapak Fuad sudah tidak bekerja lagi, keluarga tidak memiliki sumber penghasilan yang tetap untuk biaya hidup sehari-hari. Selama pengobatan, bapak Fuad menggunakan fasilitias jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan biaya obat-obatan di luar jangkauan KIS. Mendengar kisah bapak Fuad, Sedekah Rombongan terpanggil untuk membantu beliau. Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan dari para sedekaholic kepada bapak Fuad. Bantuan pertama telah diberikan dan digunakan sebagai biaya pengobatan di luar KIS. .Alhamdulillah pemeriksaan bulan ini bapak Fuad sudah berangsur membaik, dari mulai belajar miring, duduk dan sekarang sudah berdiri meski dengan bantuan alat jalan.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2017
Kurir :Mira @mzboz1027 Sunarmi @Nurrypay

Bapak Fuad didiagnosa menderita Tuberculosis (TBC) tulang belakang


MAULANA PUTRA (2, Busung Lapar + TBC Paru). Alamat: Desa Kedunglo, RT 11/2, Kelurahan Kedungrawan, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Semenjak bayi penyakit yang beruntun menimpa Maulana sehingga membuat ia harus bertahan di kondisinya yang sekarang. Ketika Maulana berusia 15 bulan, orang tua Maulana melihat pertumbuhan Maulana tidak seperti balita pada umunya. Ia terlihat sangat kurus dan tidak aktif seperti balita-balita lainnya. Maulana juga mengalami batuk-batuk yang tidak kunjung sembuh. Ketika dibawa ke bidan desa, ternyata berat badan Maulana turun 2 kg dalam kurun waktu 1 bulan dan didiagnosa oleh bu bidan menderita busung lapar. Karena berat badan Maulana turun secara drastis, bu bidan menyarankan untuk membawa Maulana ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata Maulana didiagnosa menderita Tuberculosis (TBC) Paru. Kini, kondisi Maulana sangat lemah sehingga masih mendapatkan perawatan yang intensif. Tidak hanya itu saja perjuangan Maulana, selama menjalani perawatan, ibu Maulana, Dinda Kumara Putri meninggal dunia pada tanggal 5 Juli 2017. Dan hanya berselang 7 hari setelah ibu Maulana meninggal, ayah Maulana, Bambang Iswanto juga meninggalkan rumah . Sebelumnya, mereka tinggal di rumah kakak ibu Maulana di Surabaya selama pengobatan Maulana. Kini, Maulana diasuh oleh neneknya yang sebenarnya juga harus kembali ke Samarinda untuk bekerja. Selama menjalani pengobatan, Maulana menggunakan Rekomenadsi Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin (RJKMM). Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk Maulana, transportasi, dan kebutuhan hidup selama di rumah sakit. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan keluarga Maulana. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang digunakan untuk pemenuhan nutrisi Maulana, transportasi dan akomodasi. Keluarga yang mendampingi Maulanan merasa sangat terbantu dan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang diberikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 850.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2017
Kurir : Mira @mzboz1027@Laksmiwaty @nurrypay

Maulana didiagnosa menderita Tuberculosis (TBC) Paru


SULASTRI EKO RUSDIANTO (34, Kanker Lidah). Alamat: Perumahan Mutiara Citra Graha L8 No 7, RT 7/9, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Awal tahun 2016 bu Sulastri mengandung anak ketiga. Selama mengandung, beliau mengalami sariawan pada lidah. Pada saat pertama kali mengalami sariawan, umur kandungan bu Sulastri masih dua bulan. Saat itu suami bu Sulastri mengira bahwa sariawan tersebut hanyalah bawaan bayi sehingga menganggap sariawan tersebut akan segera sembuh dengan sendirinya. Namun setelah melahirkan, sariawan tersebut masih belum hilang. Benjolan yang dikira sariawan biasa oleh bu Sulastri dan keluarga tidak kunjung sembuh. Karena bu Sulastri mengeluh semakin sakit di daerah sekitar lidah, beliau pun akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, bu Sulastri dirujuk ke RSUD Sidoarjo. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Sulastri didiagnosa menderita Kanker lidah stadium 2. Bu Sulastri kembali pulang dan menjalani pengobatan alternatif. Hingga beberapa bulan setelahnya, bu Sulastri menjalani pemeriksaan kembali. Namun tidak disangka, hasil diagnosa menyatakan bahwa kanker Lidah beliau menjadi stadium 4. Beberapa minggu kemudian, kondisi bu Sulastri semakin menurun. Hingga pada 14 Juni 2017 bu Sulastri dilarikan ke RSUD Sidoarjo dan disarankan opname untuk memulihkan kondisi kesehatan beliau. Di RSUD Sidoarjo, bu Sulastri juga menjalani kemoterapi. Kini, bu Sulastri harus makan dan minum melalui selang sonde atau pipa makanan. Beliau mengeluh sakit saat harus menelan makan dan minuman tersebut sehingga nafsu makan bu Sulastri menurun. Bu Sulastri adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Eko Rusdianto (41) bekerja sebagai tukang instalasi listrik harian lepas. Selain menghidupi keluarga, suami bu Sulastri juga membantu biaya sewa rumah yang kini didiami oleh mereka bersama dengan bu Mujiati, orangtua bu Sulastri di Sidoarjo. Sedangkan bu Mujiati sendiri bekerja menjaga anak tetangga sekitar rumah. Bu Sulastri dikaruniai tiga orang anak dengan anak terakhir yang masih balita. Selama menjalani pengobatan, beliau menggunakan jaminan kesehatan BPJS kelas 2. Walaupun demikian, bu Sulatsri masih mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan di luar jaminan BPJS, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari saat suami menjaga bu Sulastri. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari para sedekaholic untuk bu Sulastri. Bantuan tersebut dipergunakan untuk biaya pengobatan dan tranportasi ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya tercatat di rombongan 1057. Bu Sulastri dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2017
Kurir : Mira @mzboz1027 @laksmiwaty @nurrypay

Bu Sulastri didiagnosa menderita Kanker lidah stadium 2


NUR AISYAH (7, Epilepsi). Alamat : Dusun Karang Sari, Desa Sari Makmur, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pada bulan Februari 2016, Aisyah tiba tiba mengalami kejang. Keluarga segera membawanya ke RS Efarina Etaham Pangkalan Kerinci dan dirawat selama 5 hari. Alhamdulillah kondisi Aisyah kemudian berangsur membaik, namun masih lemah. Namun beberapa bulan kemudian tepatnya pada bulan November 2016, ia kembali mengalami kejang yang lebih parah sehingga akhirnya harus kembali dirawat inap di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci. Dari hasil pemeriksaan dokter, Aisyah didiagnosa menderita penyakit epilepsi. Atas saran dokter, Aisyah diharuskan berobat rutin selama dua tahun tanpa berhenti. Jika terhenti, maka ia harus mengulang pengobatan dari awal. Bulan Oktober lalu telah tepat satu tahun Aisyah berobat secara rutin ke dokter dan artinya ia masih harus menjalani pengobatan selama 1 tahun ke depan. Walaupun Aisyah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, namun keluarga masih terkendala dalam biaya transportasi dan akomodasi setiap menjalani kontrol berobat dan rawat inap. Pak Syafrizal (30) sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sedangkan Ibu Bita Marlia (31) adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah Aisyah dipertemukan dengan Sedekah Rombongan yang dapat menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi pengobatan Aisyah. Kita doakan Aisyah dapat menyelesaikan pengobatannya dan segera membaik hingga sehat seterusnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Oktober 2017
Kurir : @nhpita Siswanto Septy Tati

Aisyah didiagnosa menderita penyakit epilepsi.


EMI ROHYANI (45, Gangguan Ginjal Kronis). Alamat : Dusun Agung Mulyo, RT 1/2, Desa Sari Makmur, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Awal mula sakit Bu Emi berawal pada tanggal 1 September 2017 saat ia merasakan mual, pusing dan badannya sangat lemas. Kemudian ia memeriksakan kondisinya ke dokter umum di puskesmas namun tidak kunjung membaik. Kondisinya yang semakin menurun akhirnya membuat Bu Emi harus dirawat inap di RSUD Selasih di Pangkalan Kerinci selama 5 hari. Akhirnya ia diperbolehkan untuk pulang dan harus banyak istirahat karena kondisinya belum membaik secara signifikan. Setelah beristirahat di rumah, ia harus pasrah saat harus kembali dirawat inap di RS Efarina pada tanggal 29 September 2017 karena badannya semakin lemah dengan hasil uji kadar ureumnya yang sangat tinggi, yang mengakibatkan penurunan fungsi ginjal. Dokter menyarankan agar Bu Emi dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru agar ia mendapatkan pengobatan yang lebih intensif. Pak Dul Hamid (51) suami dari Bu Emi adalah pekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya pun masih sering mengalami kendala. Alhamdulillah Bu Emi terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sehingga biaya pengobatannya ditanggung, namun demikian keluarga masih mengalami kesulitan dalam biaya transportasi dan akomodasi selama Bu Emi dirawat inap. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Emi dan dapat menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu kesulitan yang dihadapi Bu Emi. Kita doakan agar kondisi Bu Emi segera membaik dan sehat seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2017
Kurir : @nhpita Siswanto Tati Septy Rini

Gangguan Ginjal Kronis


TEGUH PURWANTO (42, Luka Mata). Alamat : Dusun Karang Sari, RT 4/1, Desa Sari Makmur, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pada bulan Oktober 2017 yang lalu, mata sebelah kiri Teguh terkena percikan serabut kelapa saat ia mengupas kelapa. Akibat kejadian tersebut, matanya mengalami iritasi sehingga ia langsung berobat ke salah satu dokter umum di daerah Ukui. Dokter membersihkan matanya dari kotoran agar tidak infeksi, namun rasa perih di matanya tidak kunjung membaik dan malah terasa semakin sakit. Kemudian Teguh kembali berobat ke klinik praktek dokter bersama di daerah Pangkalan Kerinci. Namun hasilnya tetap sama, matanya tak kunjung pulih dan masih terasa sakit. Akhirnya ia melanjutkan pengobatannya ke RS Eye Center di Pekanbaru. Dokter menyarankan agar ia menjalani operasi mata, namun sayangnya setelah dioperasi kondisi mata sebelah kirinya justru memburuk. Penglihatannya semakin terganggu dan matanya selalu berair. Dalam kesehariannya, Teguh bekerja serabutan dan istri Teguh, Iras (36), adalah seorang ibu rumah tangga. Teguh belum terdaftar sebagi peserta jaminan kesehatan apapun sehingga membutuhkan bantuan untuk berobat. Alhamdulillah, Teguh dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu pengurusan BPJS serta biaya akomodasi saat ia berobat. Semoga Teguh lekas sembuh dan bisa beraktivitas seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 10 Oktober 2017
Kurir : @nhpita Siswanto Tati Septy @ranitw1

Pak Teguh menderita luka mata


ALFIANDRI SAPUTRA (18, Dhuafa). Alamat : Jalan Meranti, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Sehari-hari, Andri bersekolah di SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru jurusan teknik sepeda motor. Andri adalah sulung dari 3 bersaudara. Karena keterbatasan ekonomi keluarganya, ia memiliki tunggakan uang PPDB di sekolah. Ayah Andri bekerja sebagai buruh di tempat pengumpulan barang bekas dengan sistem upah harian. Penghasilan ayahnya hanya mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga dan kadang itu pun masih belum cukup. Ujian keluarga ini tidak sampai di situ aja dengan kondisi ibunda Andri yang didiagnosa menderita kanker payudara stadium lanjut sehingga harus dilakukan tindakan operasi. Saat ini Andri terkendala dalam pembayaran PPDB sekolahnya yang harus dibayarkan agar ia dapat terus melanjutkan sekolahnya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Andri dan keluarga, titipan dari sedekaholics pun disampaikan untuk membayar biaya PPDB dengan cara mencicil hingga lunas nanti. Semoga bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga dan Andri terus semangat dalam melanjutkan pendidikannya. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1036. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.475.000,-
Tanggal : 27 September 2017
Kurir : @nhphita @hermansyah @sulistyaone Rini

Bantuan tunai


SALMA AL ATSYARI (17, Dhuafa). Alamat : Jalan Wahid Hasyim, Gg. Aster No. 17, RT 3/2, Kelurahan Sumahilang, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Salma adalah salah satu siswi terbaik di sekolahnya yaitu di SMKN 1 Pekanbaru. Namun sudah 2 minggu ini, ia tidak masuk sekolah karena ia belum membayar uang pangkal masuk di sana. Salma adalah anak dari Bapak Erdi yang telah meninggal dunia 5 tahun yang silam dan Ibu Nelva Sari (46) yang bekerja sebagai penjual lontong di gang sekitar rumahnya. Pendapatan dari hasil jualan lontong itu hanya cukup untuk makan sehari-hari keluarga. Salma memiliki 3 saudara kandung yang saat ini juga masih bersekolah. Biaya sekolah ketiga saudara Salma telah dibantu oleh tetangganya, sedangkan untuk biaya sekolah Salma sendiri ditanggung oleh ibunya. Namun dengan penghasilan hidup yang masih terbatas, ibunya belum mampu membayar uang masuk sekolah Salma. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Salma dan bantuan diberikan untuk membayar uang masuk sekolah Salma secara mencicil ke sekolahnya. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga dan Salma terus semangat mencapai cita-citanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.960.000,-
Tanggal : 6 November 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @hermawansyah Risti @rizkyqurniazary

Bantuan tunai


HAFSAH BINTI MUHAMMAD SANJAYA (4, Thalasemia Beta Mayor). Alamat : Jalan Gajah Tunggal, RT 5, Desa Perawang Pasar Perawang KM 4, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Pada bulan Agustus 2016 seluruh tubuh Hafsah mengalami pembengkakan. Untuk mendapatkan pertolongan pertama, Hafsah dibawa berobat ke puskesmas di Minas. Namun karena keterbatasan tenaga dan alat medis, Hafsah akhirnya dirujuk ke RSUD Arifin Achmad. Saat itu kondisi Hafsah cukup kritis dan HB hanya 3 (normal 12,5), sehingga Hafsah harus dirawat inap selama seminggu untuk menjalani transfusi darah. Hasfah juga menjalani tes urine untuk mengetahui sakit yang diderita. Dari hasil uji urine, Hafsah didiagnosa menderita thalasemia beta mayor. Namun karena keterbatasan biaya, saat ini pengobatan sudah terhenti selama 6 bulan. Keluarga juga sama sekali tidak memiliki tanda pengenal karena hilang sewaktu terjadi gempa di kota Padang pada tahun 2009 silam. Hafsah dan keluarga baru 4 bulan tinggal di Perawang. Tempat tinggal keluarga ini alhamdulillah mendapat bantuan dari pemilik usaha tempat orang tua Hafsah bekerja. Kondisi perut Hafsah saat ini membesar karena efek limfa yang bengkak sehingga wajahnya pucat pasi. Hafsah adalah anak dari pasangan Pak Hamzah (35) yang bekerja sebagai pedagang jengkol dan Bu Citra Nengsih (34) seorang ibu rumah tangga. Keluarga Hafsah tidak memiliki jaminan kesehatan karena terkendala biaya untuk pengurusan dokumen yang diperlukan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Hafsah dan titipan sedekaholics disampaikan untuk membantu pengurusan jaminan kesehatan Hafsah serta biaya berobat. Mudah-mudahan Hafsah segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya dan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.600.000,-
Tanggal : 8 Oktober 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah Rillo @asynulzumarti @rizkyqurniazary

Hafsah didiagnosa menderita thalasemia beta mayor


HAFSAH BINTI MUHAMMAD SANJAYA (4, Thalasemia Beta Mayor). Alamat : Jalan Gajah Tunggal, RT 5, Desa Perawang Pasar Perawang KM 4, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Pada bulan Agustus 2016 seluruh tubuh Hafsah mengalami pembengkakan. Untuk mendapatkan pertolongan pertama, Hafsah dibawa berobat ke puskesmas di Minas. Namun karena keterbatasan tenaga dan alat medis, Hafsah akhirnya dirujuk ke RSUD Arifin Achmad. Saat itu kondisi Hafsah cukup kritis dan HB hanya 3 (normal 12,5), sehingga Hafsah harus dirawat inap selama seminggu untuk menjalani transfusi darah. Hasfah juga menjalani tes urine untuk mengetahui sakit yang diderita. Dari hasil uji urine, Hafsah didiagnosa menderita thalasemia beta mayor. Namun karena keterbatasan biaya, saat ini pengobatan sudah terhenti selama 6 bulan. Keluarga juga sama sekali tidak memiliki tanda pengenal karena hilang sewaktu terjadi gempa di kota Padang pada tahun 2009 silam. Hafsah dan keluarga baru 4 bulan tinggal di Perawang. Tempat tinggal keluarga ini alhamdulillah mendapat bantuan dari pemilik usaha tempat orang tua Hafsah bekerja. Kondisi perut Hafsah saat ini membesar karena efek limfa yang bengkak sehingga wajahnya pucat pasi. Hafsah adalah anak dari pasangan Pak Hamzah (35) yang bekerja sebagai pedagang jengkol dan Bu Citra Nengsih (34) seorang ibu rumah tangga. Keluarga Hafsah tidak memiliki jaminan kesehatan karena terkendala biaya untuk pengurusan dokumen yang diperlukan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Hafsah dan titipan sedekaholics disampaikan untuk membantu pengurusan jaminan kesehatan Hafsah serta biaya berobat. Mudah-mudahan Hafsah segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya dan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 965.171,-
Tanggal : 10 November 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah Rillo @asynulzumarti @rizkyqurniazary

Hafsah didiagnosa menderita thalasemia beta mayor


ALIFA NASIHA (1, Kelahiran Prematur Spontan). Alamat : Jalan Damai, RT 3/8, Kelurahan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Alifa lahir dengan kondisi prematur; semua organ tubuhnya masih belum berkembang dengan sempurna terutama jantung dan paru-paru. Pada saat ini bayi Alifa masih mengalami kesulitan untuk bernapas dan berat badannya belum cukup memadai untuk keluar dari ruang inkubator. Bayi Alifa lahir dari pasangan Bambang (31) dan Suryana (25). Pada masa kehamilan usia 3 bulan, Ibu Suryana mengalami pendarahan dan ia langsung dibawa berobat ke klinik terdekat hingga perdarahan terhenti. Tiga bulan kemudian terjadi pendarahan lagi yang berlangsung selama 3 hari sehingga keluarga langsung membawanya ke RSIA Eria Bunda dan pihak rumah sakit menyarankan untuk langsung dirawat inap. Dalam hitungan jam Ibu Suryana mengeluarkan darah dan lendir sehingga dokter pun berencana merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan pertimbangan peralatan di RSUD lebih lengkap. Saat proses rujukan sedang diurus dan belum berangkat ke RSUD, ternyata kepala bayi sudah keluar sehingga Ibu Suryana tidak susah payah untuk melahirkan. Bayi lahir dengan proses kelahiran normal hanya dalam waktu 10 menit. Akhirnya Alifa lahir dalam kondisi prematur dengan usia kandungan hanya 6,5 bulan dengan berat badan 1,35 kg. Bayi Alifa langsung dibawa masuk ke ruang inkubator dan dipasang selang untuk membantunya bernapas karena jantung dan paru-parunya belum berfungsi dengan sempurna. Dokter yang merawatnya menyarankan pihak keluarga untuk membeli susu formula agar berat badan Alifa bisa lebih cepat bertambah, namun keluarga mengalami kesulitan karena penghasilan ayah Alifa yang bekerja sebagai buruh bangunan sangat kecil hanya dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga ini. Keluarga Alifa merupakan pendatang baru di Pekanbaru sejak bulan April 2016. Rumah yang mereka tinggali saat ini pun adalah gudang proyek bangunan yang dimiliki oleh pemilik proyek tempat ayah Alifa bekerja. Di gudang tersebut ayah Alifa sekaligus ditugaskan untuk menjaga barang-barang yang ada di gudang tersebut. Selama Alifa dirawat di RSIA Eria Bunda, ia terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Dokumen yang diperlukan untuk membuat Jamkesda masih dalam pengurusan karena keluarganya yang baru saja berdomisili di Pekanbaru. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Alifa dipertemukan dan menjadikannya pasien dampingan SR Riau. Santunan awal pun disampaikan untuk membantu pembelian susu formula agar berat badan Alifa bisa cepat bertambah. Alhamdulillah kondisi Alifa saat ini sudah membaik dan ia sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya. Namun keluarga tetap terkendala dengan tunggakan biaya RS selama Alifa masih dalam perawatan intensif di RSIA Eria Bunda. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu cicilan pembayaran biaya RS Alifa hingga lunas nanti. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1036.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 11 November 2017
Kurir : @nhpita Irni Icang Rini

Alifa mengalami kelahiran prematur spontan


ALIFA NASIHA (1, Kelahiran Prematur Spontan). Alamat : Jalan Damai, RT 3/8, Kelurahan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Alifa lahir dengan kondisi prematur; semua organ tubuhnya masih belum berkembang dengan sempurna terutama jantung dan paru-paru. Pada saat ini bayi Alifa masih mengalami kesulitan untuk bernapas dan berat badannya belum cukup memadai untuk keluar dari ruang inkubator. Bayi Alifa lahir dari pasangan Bambang (31) dan Suryana (25). Pada masa kehamilan usia 3 bulan, Ibu Suryana mengalami pendarahan dan ia langsung dibawa berobat ke klinik terdekat hingga perdarahan terhenti. Tiga bulan kemudian terjadi pendarahan lagi yang berlangsung selama 3 hari sehingga keluarga langsung membawanya ke RSIA Eria Bunda dan pihak rumah sakit menyarankan untuk langsung dirawat inap. Dalam hitungan jam Ibu Suryana mengeluarkan darah dan lendir sehingga dokter pun berencana merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan pertimbangan peralatan di RSUD lebih lengkap. Saat proses rujukan sedang diurus dan belum berangkat ke RSUD, ternyata kepala bayi sudah keluar sehingga Ibu Suryana tidak susah payah untuk melahirkan. Bayi lahir dengan proses kelahiran normal hanya dalam waktu 10 menit. Akhirnya Alifa lahir dalam kondisi prematur dengan usia kandungan hanya 6,5 bulan dengan berat badan 1,35 kg. Bayi Alifa langsung dibawa masuk ke ruang inkubator dan dipasang selang untuk membantunya bernapas karena jantung dan paru-parunya belum berfungsi dengan sempurna. Dokter yang merawatnya menyarankan pihak keluarga untuk membeli susu formula agar berat badan Alifa bisa lebih cepat bertambah, namun keluarga mengalami kesulitan karena penghasilan ayah Alifa yang bekerja sebagai buruh bangunan sangat kecil hanya dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga ini. Keluarga Alifa merupakan pendatang baru di Pekanbaru sejak bulan April 2016. Rumah yang mereka tinggali saat ini pun adalah gudang proyek bangunan yang dimiliki oleh pemilik proyek tempat ayah Alifa bekerja. Di gudang tersebut ayah Alifa sekaligus ditugaskan untuk menjaga barang-barang yang ada di gudang tersebut. Selama Alifa dirawat di RSIA Eria Bunda, ia terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Dokumen yang diperlukan untuk membuat Jamkesda masih dalam pengurusan karena keluarganya yang baru saja berdomisili di Pekanbaru. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Alifa dipertemukan dan menjadikannya pasien dampingan SR Riau. Santunan awal pun disampaikan untuk membantu pembelian susu formula agar berat badan Alifa bisa cepat bertambah. Alhamdulillah kondisi Alifa saat ini sudah membaik dan ia sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya. Namun keluarga tetap terkendala dengan tunggakan biaya RS selama Alifa masih dalam perawatan intensif di RSIA Eria Bunda. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu cicilan pembayaran biaya RS Alifa hingga lunas nanti. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1036.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2017
Kurir : @nhpita Irni Icang Dede

Alifa mengalami kelahiran prematur spontan


ARIFIN AHMAD (1, Usus di Luar Perut). Alamat : Kampung Damai HTI, Desa Suka Ramai, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Bayi Arifin lahir pada tanggal 20 Februari 2017 di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan kondisi usus yang berada di luar perut. Arifin adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara dari pasangan Rusdian Saputra (34) yang bekerja sebagai buruh pemanen sawit dengan penghasilan yang tidak menentu dan Suprapti (33) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Dengan kondisinya yang memprihatinkan, Arifin harus menjalani beberapa kali operasi ke depannya agar kondisi ususnya bisa normal kembali. Saat ini ia masih dirawat di ruang Neonatus RSUD Arifin Achmad Pekanbaru setelah menjalani operasi keduanya. Operasi pertama telah dilakukan tidak lama setelah ia lahir dengan status pasien umum karena saat itu keluarga belum memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga keluarga menunggak biaya RS untuk biaya kelahiran dan biaya operasi Arifin. Alhamdulillah saat ini keluarga telah memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI sehingga biaya pengobatan Arifin telah ditanggung pemerintah. Namun keluarga tetap terkendala dengan biaya akomodasi sehari-hari selama mereka menunggu Arifin yang masih dirawat di RSUD. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Arifin dan dapat menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarga di RS serta membayarkan cicilan biaya RS selama Arifin dirawat dengan status pasien umum. Semoga bantuan Sedekah Rombongan yang diberikan dapat meringankan keluarga dan Arifin segera diberikan kesembuhan sempurna dari penyakitnya. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1040.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2017
Kurir : @nhpita Otri @asynulzumarti Andika

Arifin lahir dengan kondisi usus yang berada di luar perut.


ARIFIN AHMAD (1, Usus di Luar Perut). Alamat : Kampung Damai HTI, Desa Suka Ramai, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Bayi Arifin lahir pada tanggal 20 Februari 2017 di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan kondisi usus yang berada di luar perut. Arifin adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara dari pasangan Rusdian Saputra (34) yang bekerja sebagai buruh pemanen sawit dengan penghasilan yang tidak menentu dan Suprapti (33) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Dengan kondisinya yang memprihatinkan, Arifin harus menjalani beberapa kali operasi ke depannya agar kondisi ususnya bisa normal kembali. Saat ini ia masih dirawat di ruang Neonatus RSUD Arifin Achmad Pekanbaru setelah menjalani operasi keduanya. Operasi pertama telah dilakukan tidak lama setelah ia lahir dengan status pasien umum karena saat itu keluarga belum memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga keluarga menunggak biaya RS untuk biaya kelahiran dan biaya operasi Arifin. Alhamdulillah saat ini keluarga telah memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI sehingga biaya pengobatan Arifin telah ditanggung pemerintah. Namun keluarga tetap terkendala dengan biaya akomodasi sehari-hari selama mereka menunggu Arifin yang masih dirawat di RSUD. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Arifin dan dapat menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarga di RS serta membayarkan cicilan biaya RS selama Arifin dirawat dengan status pasien umum. Semoga bantuan Sedekah Rombongan yang diberikan dapat meringankan keluarga dan Arifin segera diberikan kesembuhan sempurna dari penyakitnya. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1040.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 November 2017
Kurir : @nhpita Otri @hermanwaesyah

Arifin lahir dengan kondisi usus yang berada di luar perut.


WINARTI BINTI SURIPTO (38, Kanker Payudara). Alamat : Simpang Intan Desa Kayu Api Beringin Pait, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Awalnya sejak setahun yang lalu ada benjolan kecil pada payudara kanan Bu Winarti, namun benjolan itu tidak terlalu dirasakan oleh bu Winarti. Selama 6 bulan Bu Winarti hanya berobat di Puskesmas dan minum jamu-jamuan untuk meringankan rasa sakitnya. Hingga akhirnya pada bulan Agustus 2016 benjolan tersebut semakin membesar, terasa nyeri dan mengeras. Sekitar bulan Oktober 2016, rasa nyeri pada payudara yang dirasakan oleh Bu Winarti sudah tidak tertahankan lagi sehingga oleh Puskesmas Simpang Intan di Kecamatan Pinggir ia dirujuk ke RSUD Duri. Kemudian oleh RSUD Duri ia dirujuk lanjutan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Dokter di RSUD Pekanbaru mendiagnosa Bu Winarti menderita kanker payudara dan harus menjalani pengobatan kemoterapi. Pada bulan November 2016 Bu Winarti mulai menjalani pengobatan kemoterapi. Selama pengobatannya, Bu Winarti menggunakan JKN-KIS PBI sehingga semuanya ditanggung. Namun ia tetap terkendala dalam biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani kemoterapi di RSUD Pekanbaru. Pak Supri, suami Bu Winarti, bekerja sebagai buruh kasar dan mempunyai tanggungan 6 orang anak; anak yang tertua masih kelas 1 SMP dan bungsu sekolah TK. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Winarti dan menyampaikan bantuan biaya transportasi dan akomodasi selama ia berobat di Pekanbaru. Pada pertengahan Oktober, kondisi kesehatan Bu Winarti tiba-tiba menurun dan akhirnya kabar duka pun datang dari keluarga bahwa Bu Winarti berpulang ke Rahmatullah. Innalillahi wa innailayhi roji’un, smg almarhumah husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran. Aamiin. Sedekah Rombongan ikut berbelasungkawa dan menyampaikan santunan duka. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1036.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2017
Kurir : @nhpita @eniepalupi Supriyadi

Bu Winarti menderita kanker payudara


IMAM KAYADI (11, Patah Tangan Kiri). Alamat : Desa Jumrah, RT 10/5, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Suatu sore saat Imam bermain bersama kawan-kawannya, ia terpeleset ketika sedang memanjat pohon manggis sehingga tangannya tidak bisa digerakkan sama sekali. Saat itu juga orang tuanya membawa ke puskesmas terdekat namun pihak puskesmas tidak sanggup menangani kondisi Imam sehingga ia dirujuk ke RSUD Bagansiapi-api. Namun dokter di RSUD Bagansiapi-api sedang berhalangan hadir sehingga ia dirujuk lanjutan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Imamlangsung dibawa ke bagian Radiologi untuk rontgen dan dokter mendiagnosanya mengalami patah tulang di tangan kiri dan tangan kanan mengalami retak. Saat kurir Sedekah Rombongan menjumpai Imam dan keluarganya di RS, kondisi Imam masih belum bisa bergerak aktif karena ia baru saja selesai dioperasi. Selama dirawat di RSUD, Imam terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Ayah Imam, Aswan (36), bekerja sebagai buruh tani sawit di perkebunan orang, sedangkan ibunya, Mella (28) adalah seorang ibu rumah tangga. Untuk biaya makan sehari-hari di RSUD keluarga mendapatkan bantuan dari keluarga mereka. Keluarga mengalami kesulitan untuk membayar biaya RS Imam selama ia dirawat karena penghasilan ayah Imam hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga ini sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga ini dan menyampaikan bantuan untuk pembayaran RS Imam di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga kondisi Imam semakin membaik dan ia dapat beraktivitas seperti sediakala. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1077.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2017
Kurir : @nhpita @rusdiyantik @hermanwaesyah

Imam mengalami patah tulang di tangan kiri dan tangan kanan mengalami retak


IMAM KAYADI (11, Patah Tangan Kiri). Alamat : Desa Jumrah, RT 10/5, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Suatu sore saat Imam bermain bersama kawan-kawannya, ia terpeleset ketika sedang memanjat pohon manggis sehingga tangannya tidak bisa digerakkan sama sekali. Saat itu juga orang tuanya membawa ke puskesmas terdekat namun pihak puskesmas tidak sanggup menangani kondisi Imam sehingga ia dirujuk ke RSUD Bagansiapi-api. Namun dokter di RSUD Bagansiapi-api sedang berhalangan hadir sehingga ia dirujuk lanjutan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Imamlangsung dibawa ke bagian Radiologi untuk rontgen dan dokter mendiagnosanya mengalami patah tulang di tangan kiri dan tangan kanan mengalami retak. Saat kurir Sedekah Rombongan menjumpai Imam dan keluarganya di RS, kondisi Imam masih belum bisa bergerak aktif karena ia baru saja selesai dioperasi. Selama dirawat di RSUD, Imam terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Ayah Imam, Aswan (36), bekerja sebagai buruh tani sawit di perkebunan orang, sedangkan ibunya, Mella (28) adalah seorang ibu rumah tangga. Untuk biaya makan sehari-hari di RSUD keluarga mendapatkan bantuan dari keluarga mereka. Keluarga mengalami kesulitan untuk membayar biaya RS Imam selama ia dirawat karena penghasilan ayah Imam hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga ini sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga ini dan menyampaikan bantuan untuk pembayaran RS Imam di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga kondisi Imam semakin membaik dan ia dapat beraktivitas seperti sediakala. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1077.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 November 2017
Kurir : @nhpita @rusdiyantik Andika

Imam mengalami patah tulang di tangan kiri dan tangan kanan mengalami retak


KHAIRUL ASBIH (1, Gagal Hati). Alamat: Dusun IV Suka Maju, RT 2/2, Kelurahan Kapau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Saat baru lahir bayi Asbih sudah terlihat menguning, akan tetapi keluarga menduga hal itu masih normal dan bukan merupakan gejala penyakit. Namun pada umur 3 hari, kulit bayi Asbih semakin menguning dan lama kelamaan perutnya juga ikut membesar. Kemudian keluarga membawa Asbih ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil diagnosa dokter menunjukkan Asbih mengidap penyakit gagal hati dan satu-satunya harapan agar ia dapat bertahan hidup adalah tindakan transplantasi hati. Selama melakukan pengobatan, Asbih terkendala dengan biaya pengobatan selama dirawat inap karena ia terdaftar sebagai pasien umum yang tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Asbih adalah anak dari pasangan Winarto (29) yang bekerja sebagai petani dan Eka Agustina (25) yang merupakan seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Asbih dan bantuan awal telah disampaikan untuk membayar cicilan pertama tagihan biaya di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru pada tanggal 21 April 2017. Namun ternyata takdir Allah berkata lain, pada tanggal 23 April 2017 Asbih berpulang ke Rahmatullah saat masih dirawat di RSUD. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini. Aamiin. Hingga kini, Sedekah Rombongan masih membantu pembayaran cicilan biaya perawatan almarhum Asbih di RSUD AA hingga lunas nanti. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1040.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti Andika

Asbih mengidap penyakit gagal hati


KHAIRUL ASBIH (1, Gagal Hati). Alamat: Dusun IV Suka Maju, RT 2/2, Kelurahan Kapau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Saat baru lahir bayi Asbih sudah terlihat menguning, akan tetapi keluarga menduga hal itu masih normal dan bukan merupakan gejala penyakit. Namun pada umur 3 hari, kulit bayi Asbih semakin menguning dan lama kelamaan perutnya juga ikut membesar. Kemudian keluarga membawa Asbih ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil diagnosa dokter menunjukkan Asbih mengidap penyakit gagal hati dan satu-satunya harapan agar ia dapat bertahan hidup adalah tindakan transplantasi hati. Selama melakukan pengobatan, Asbih terkendala dengan biaya pengobatan selama dirawat inap karena ia terdaftar sebagai pasien umum yang tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Asbih adalah anak dari pasangan Winarto (29) yang bekerja sebagai petani dan Eka Agustina (25) yang merupakan seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Asbih dan bantuan awal telah disampaikan untuk membayar cicilan pertama tagihan biaya di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru pada tanggal 21 April 2017. Namun ternyata takdir Allah berkata lain, pada tanggal 23 April 2017 Asbih berpulang ke Rahmatullah saat masih dirawat di RSUD. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini. Aamiin. Hingga kini, Sedekah Rombongan masih membantu pembayaran cicilan biaya perawatan almarhum Asbih di RSUD AA hingga lunas nanti. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1040.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 10 November 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti Andika

Asbih mengidap penyakit gagal hati


RAYHAN BIN FISKAL (15, Dhuafa). Alamat : Jalan Permadi IV, Blok LL No. 11, Perumdam Arengka, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Rayhan saat ini duduk di bangku kelas 2 SMPN 17 Pekanbaru. Dengan kondisi ekonomi keluarganya yang sulit sejak ayahnya meninggal dunia tahun 2006 silam, ibu Rayhan kesulitan untuk membayar biaya cicilan baju seragam sekolahnya. Ibu Rayhan, Sinda (50), tidak memiliki pekerjaan tetap dan hanya bergantung kepada tetangga sekitar yang membutuhkan bantuan tenaganya. Hal ini dikarenakan kondisi kesehatan Bu Sinda yang sudah menderita beberapa penyakit sehingga ia tidak bisa terlalu lelah dalam aktivitas sehari-harinya. Saat ini Rayhan dan ibunya tinggal menumpang di rumah milik warga tanpa dikenakan biaya sewa. Alhamdulillah Rayhan dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan bantuan dari sedekaholics digunakan untuk membayar cicilan biaya baju seragam. Semoga bantuan tersebut bermanfaat untuk keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 30 Oktober 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah @riridarjuno @sulistyaone @rini_syafrin

Bantuan tunai


PAIJAN BIN FULAN (51, Dhuafa Disabilitas). Alamat : Desa Muara Basung, RT 3/4, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Saat kondisi kesehatannya masih baik, Pak Paijan bekerja sebagai seorang supir mobil tangki CPO. Akan tetapi 5 tahun yang lalu terjadi kecelakaan jalan raya yaitu tabrakan antara mobil truk dan mobil tanki yang dikendarai oleh Pak Paijan sendiri, sehingga menyebabkan kakinya putus. Pak Paijan segera dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan. Akan tetapi pengobatan hanya dilakukan di awal saja dan sampai saat ini belum ada lagi pengobatan lanjutan dikarenakan faktor ekonomi. Kondisi Pak Paijan saat ini masih seperti kondisi awal kecelakaan. Pak Paijan berharap bisa memiliki kaki palsu agar lebih mempermudah dalam melakukan aktifitasnya. Dulu Pak Paijan sempat memiliki kaki palsu yang dibantu oleh dinas sosial, namun kaki palsu tersebut terlalu berat digunakan sehingga tidak lagi dipergunakan. Istri Pak Paijan yaitu Bu Marwiah telah meninggal dunia, sehingga dalam melakukan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mengalami kesulitan karena tidak ada yang membantu. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Paijan dan bantuan diberikan untuk biaya pembelian sembako dan pengurusan BPJS. Bantuan tersebut masuk dalam Rombongan 1062. Pada pertengahan bulan Oktober, Pak Paijan mengalami sesak pada dadanya sehingga oleh tetangga sekitar ia dibawa ke klinik terdekat. Dokter yang memeriksa menyatakan ada gangguan pada jantung Pak Paijan dan ia harus dirawat inap. Kondisi ekonomi yang sulit membuat keluarga terkendala untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari selama Pak Paijan dirawat di RS. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi kepada keluarga. Semoga bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 26 Oktober 2017
Kurir : @nhpita Ridwan @rini_syafrin

Bantuan tunai


ARFA YOLANAEDA (33, Osteoma). Alamat : Desa Beringin Makmur, RT 1/5, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Awal penyakit Arfa bermula saat 11 bulan yang lalu ia mengalami sakit dan pusing berkepanjangan pada benjolan di kepala sebelah kanannya. Suaminya lalu membawa Arfa ke puskesmas terdekat dan dokter langsung merujuknya ke RS Evarina Pelalawan. Namun karena keterbatasan alat di RS Evarina, dokter kembali membuat rujukan lanjutan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Setelah dilakukan pemeriksaan, Arfa didiagnosa menderita Osteoma dan harus rutin menjalani kontrol untuk memantau penyakitnya. Namun karena keterbatasan biaya, keluarga urung membawanya untuk kontrol rutin dan hanya melakukan sekali konsultasi saja. Kondisi benjolan di kepalanya saat ini semakin besar, sering berdenyut jika kecapean dan daya ingatnya pun mulai menurun. Arfa adalah seorang ibu rumah tangga sedangkan suaminya, Andi, bekerja sebagai buruh panen serabutan dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari. Arfa terdaftar sebagai peserta JKN-KIS Mandiri kelas 3, meskipun begitu cicilan untuk pembayaran BPJS sudah tidak dibayar sejak bulan April 2017 karena ketiadaan biaya. Selain itu, keluarga tidak memiliki dana untuk memenuhi biaya akomodasi dan transportasi jika dirawat inap. Alhamdulillah Arfa dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu melunasi cicilan BPJS serta biaya akomodasi dan transportasi berobat. Kita doakan agar Arfa dapat lekas sembuh dan bisa beraktifitas seperti sediakala. Amiin.

Jumpah Bantuan : Rp. 959.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2017
Kurir : @nhpita Siswanto Benny Henny @rilloyudha

Arfa didiagnosa menderita Osteoma


MEI SALAMAH (61, Gejala Stroke). Alamat : Jalur 1, RT 1/1, Desa Sungai Sirih, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Suatu siang pada tanggal 18 Oktober 2017 Bu Mei tiba-tiba terjatuh di kamar mandi. Sejak kejadian tersebut, beliau tidak dapat lagi berbicara dengan jelas seperti biasanya dan mengalami muntah-muntah sehingga warga sekitar segera membawanya ke Puskesmas Sungai Sirih. Jarak rumah yang cukup jauh dengan puskesmas membuat Bu Mei baru sampai pada sore harinya, saat itu beliau masih mengalami muntah-muntah hingga akhirnya diinfus. Selama dilakukan perawatan di puskesmas, Bu Mei masih sulit merespon ketika diajak berbicara, sehingga dokter menyarankan agar beliau dirujuk ke RSUD Taluk Kuantan. Akan tetapi pihak keluarga tidak langsung menyetujui dengan alasan tidak ada biaya, selain itu beliau belum memiliki jaminan kesehatan apapun karena KTP Bu Mei hilang dan keluarga beliau adalah pindahan dari Medan yang tidak memiliki dokumen yang diperlukan. Bu Mei adalah istri dari Pak Solehudin (61) yang bekerja sebagai pengumpul brondolan sawit lahan orang lain. Pengumpulan mengumpulkan brondolan tidak dilakukan setiap hari, namun hanya ketika pemilik sawit melakukan pemanenan. Penghasilan yang masih relatif kecil menyulitkan keluarga untuk mengurus dokumen yang diperlukan untuk membuat BPJS. Saat dirawat, Bu Mei terdaftar sebagai pasien umum dengan sejumlah biaya tagihan yang tidak dapat dibayarkan oleh keluarga. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Mei dan amanah sedekaholics pun disampaikan untuk melunasi biaya perawatan beliau di puskesmas. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 560.000,-
Tanggal : 30 Oktober 2017
Kurir : @nhpita Iin @rizkyqurniazary

Bu Mei menderita gejala stroke


NEVERSINDA BINTI HUSIN YUSUF (50, Asma + Hipertensi + Pembengkakan Otot Jantung). Alamat : Jalan Permadi IV, Blok LL No. 11, Perumdam Arengka, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Ibu Sinda sudah menderita asma sejak kecil dan sudah rutin mengonsumsi obat untuk meminimalisir asma yang sering kambuh. Selain penyakit asma, Ibu Sinda juga menderita sakit hipertensi yang diderita sejak 2007 dan mengalami gangguan pada jantungnya sejak tahun ini. Sehingga ia harus rutin menjalani kontrol berobat setiap sebulan sekali di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk memantau perkembangan penyakitnya. Beberapa penyakit yang dideritanya membuat kondisinya sering lemah, kaki membengkak dan sulit beraktivitas sehari-hari. Sejak suaminya meninggal dunia, ia hanya hidup bersama anak-anaknya. Alhamdulillah selama pengobatannya, ia ditanggung oleh Jamkesda namun ia tetap terkendala dengan biaya akomodasi dan transportasi saat ia harus menjalani kontrol di RS. Alhamdulillah Ibu Sinda dipertemukan oleh Sedekah Rombongan dan amanah sedekaholics disampaikan untuk membantu kelancaran ikhtiar pengobatan penyakitnya. Semoga kesehatan Ibu Sinda semakin membaik dan bisa kembali sehat seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah @riridarjuno @sulistyaone @ranitw1

Ibu Sinda menderita asma + hipertensi + pembengkakan otot jantung


JAMALUDIN TANJUNG (39, Kebakaran Rumah). Alamat : Jalan Kartama, Gang Nurhayati, RT 2/7, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Pada tanggal 23 September 2017 jam 7 malam, Pak Jamal beserta keluarga sedang tidak berada di rumah. Saat itu kondisi rumah sedang gelap gulita karena listrik padam. Tak disangka tiba-tiba api akibat listrik yang korslet, yang berasal dari gudang yang berada di belakang rumah Pak Jamal menyambar dengan cepat ke arah rumah Pak Jamal. Api yang menyebabkan kebakaran tersebut tidak diketahui dengan pasti apa penyebabnya. Tetangga yang melihat kejadian tersebut langsung berupaya menyelamatkan barang berharga yang ada di dalam rumah Pak Jamal, namun sayang surat-surat penting dan juga kartu identitas Pak Jamal serta keluarga tak terselamatkan dan ikut hangus terbakar. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini, namun semuanya harta benda milik Pak Jamal habis ludes terbakar dan yang tersisa hanyalah pakaian yang melekat di badan. Saat ini Pak Jamal dan warga sedang mengerjakan pondasi untuk rumah baru yang bahannya juga berasal dari bantuan warga sekitar. Sambil menunggu bangunan rumahnya selesai, Pak Jamal dan keluarga saat ini tinggal di asrama MAN 2 Pekanbaru. Alhamdulillah pekerjaannya sebagai penjaga sekolah di MAN 2 memudahkannya untuk mendapatkan bantuan dari pengurus sekolah yang memberikan tempat tinggal sementara kepada Pak Jamal sekeluarga. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Jamal dan amanah dari sedekaholics disampaikan untuk membantu kebutuhan hidup keluarga sehari-hari. Mudah-mudahan bantuan yang disampaikan dapat bermanfaat untuk keluarga. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2017
Kurir : @nhpita Asynul Andika @rizkyqurniazary

Pak jamal korban kebakaran rumah


RATNA SULISTYOWATI (46, Syaraf Kejepit). Alamat : Dusun Kauman Kepil RT 03 / RW 02 Desa Kepil Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo Propinsi Jawa Tengah. Awalnya pada tahun 1994 pernah jatuh dari sepeda motor dengan posisi jatuh duduk saat itu hingga setahun tidak merasakan keluhan apapun. Namun setelah beberapa tahun kemudian merasakan sakit di sekitar pinggang, kemudian periksa di RSUD Purworejo pada tahun 1997 dan dirujuk ke RS Sardjito untuk operasi namun karena dokter operasi cuti pendidikan selama 3 bulan maka operasi diurungkan hingga saat ini. Selanjutnya pernah melakukan terapi pijat namun kondisi nya tidak membaik. Kondisi saat ini dia sedang berupaya medis dengan melakukan kontrol rutin ke dokter spesialis. Kondisi ekonomi minim karena suami nya sudah tidak pernah pulang dan memberikan nafkah. Setelah menjalani pengobatan Bu Ratna mengalami perubahan membaik nyeri dibagian pinggul sdh tidak terasa, bagian selakangan juga sudah bisa digerakkan dan tidak kaku. Keluarga menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga Bu Ratna kembali sembuh dan beraktivitas seperti dahulu. Sebelumnya pernah disantuni pada rombongan 1045

Jumlah : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 November 2017
Kurir: @fathurrozaq82 Sudiarto Tommy Pramudya

Bu Ratna menderita syaraf terjepit


FADILLAH MUHAMMAD ( 12, Syaraf). Dumpoh 3 RT 006 Rw 007 Kelurahan Protrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Propinsi Jawa Tengah. Adik Fadil, salah satu murid kelas 6 di MI Al Iman yang saat ini berjuang melawan penyakitnya. Dengan segala keterbasan yang ada, ia berusaha tegar menjalani semua ini. Awalnya, ia terkena penyakit cacar. Setelah periksa di Puskesmas, keesokkan harinya tiba-tiba matanya tidak bisa melihat kesamping kanan dan kiri. Ia hanya bisa melihat lurus kedepan, selain itu ia pun tak bisa menggerakkan mulutnya untuk tersenyum. Begitu pula tangan kirinya tak mampu banyak bergerak. Adik Fadil putra dari bapak Tri djoko Sutanto, ( 47 tahun ) yang bekerja sebagai buruh bangunan. Sedangkan ibu, Tuginem ( 46 tahun ) bekerja sebagai buruh di kantin Universitas Negeri Tidar Magelang. Keluarga sudah pernah memeriksakan kondisi adik Fadil di RST Kota Magelang, namun pihak Rumah sakit memberikan saran agar adik Fadil dirujuk ke Rumah Sakit yang lebih besar. Orang tua adik Fadil kebingungan mengambil sikap karena kondisi ekonominya. maka pihak madrasah segera mengambil langkah untuk membawa adik Fadil ke RS Sarjito Jogjakarta. Setelah dilakukan pemeriksaan di RS Sarjito, adik Fadil dinyatakan terkena virus dari penyakit cacar tersebut, dan harus menjalani pemeriksaan rutin setiap seminggu sekali di RS Sarjito. Bulan ini adik Fadil sudah menjalani 2 kali pengobatan, untuk pengobatan selanjutnya minggu depan. Dan saat ini, adik Fadil sementara cuti dari kegiatan belajar karena memang kondisi adik Fadil yang tidak memungkinkan untuk mengikuti pelajaran. Alhamdulilah #sedekahrombongan dapat membantu beban hidup keluarga adik Fadil sehingga adik Fadil bisa menjalani pengobatannya secara rutin. Dan semoga adik Fadil bisa mendapat kesembuhan agar bisa belajar kembali barsama teman-temannya dan juga mengikuti ujian kelas 6. Pihak keluarga mengucakan terima kasih keada teman-teman #sedekahrombongan atas bantuan yang diberikan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 01 Nopember 2017
Kurir : @faturrozaq82 @nurchotiah88

Fadil dinyatakan terkena virus dari penyakit cacar


RIRIN RUDIANTO (51,Gejala strok). Alamat : Kampung Bogeman Timur Rt 05 Rw 07, Kelurahan Panjang, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Putra dari bapak Sutrisnanto (85) dan ibu Wasinung (alm). Pak Ririn mempunyai seorang istri yang bernama ibu Tri Rahayu (44) yang berprofesi sebagai penjual tahu krispi. Beliau berjualan dengan gerobak di depan kampung tempat tinggalnya. Sebagai seorang ayah Bapak Ririn seharusnya sebagai tulang punggung keluarga, tetapi sekarang ibu Tri yang menggantikanya suaminya tersebut. Hal ini dikarenakan Pak Ririn Rudianto yang kerap dipangil pak Ririn kini sedang menderita sakit, ini terjadi saat itu 3 tahun yang lalu tiba tiba badan Pak Ririn terasa lemas serta pusing bahkan tak berdaya. Akibatnya badan Pak Ririn yang sebelah kanan tidak bisa bergerak. Melihat kondisi kondisi suaminya, bu Tri membawa pak Ririn ke puskesmas setempat. Setelah menjalani pemeriksaan dan pengobatan belum juga ada peningkatan kondisi kesehatan suaminya. Setelah itu Bu Tri membawa pak Ririn ke pengobatan tusuk jarum yang kebetulan tetangga kampung. Sudah beberapa kali menjalani pengobatan tusuk jarum dan hasilnya juga tak jauh beda dari sebelumnya. Kini Pak Ririn dengan sabar menjalani pemeriksaan di puskesmas sampai 3 tahun ini dan alhamdulilah kondisinya agak sudah meningkat, Pak Ririn bisa sedikit bergerak meski terkadang tiba tiba terasa kaku tak bisa bergerak lagi. Dokter puskesmas memberi rujukan agar Pak Ririn menjalani pengobatan ke RSUD Tidar Magelang mengingat kondisinya yang seperti itu. Akan tetapi sampai saat ini rujukan itu belum bisa terlaksanakan karena keterbatasan biaya, ditambah lagi Bu Tri juga harus membiayai anak anaknya yang masih berada di jenjang sekolah. Hanya anak pertamanyalah yaitu Ervina Restanti (22), yang berkerja, itu saja bekerja membantu ibu Tri berjualan, anak yang kedua Rio Rudianto (17) masih sekolah kelas 3 SMK, yang ketiga Relina Widiyanti (13) masih sekolah kelas 1 SMP, dan yang terakhir Retalita (2,5). Kondisi Pak Ririn saat ini sering tiba-tiba badanya terasa kaku sebelah tidak bisa untuk gerak, lemas, dan pusing. Jaminan kesehatan yang dimiliki pak Ririn yaitu KIS. Kendala pak Ririn yaitu keterbatasan biaya pengobatan di Rumah sakit dan tanggungan biaya sekolah anak anaknya Teman-teman #SedekahRombongan dapat merasakan kesulitan keluarga pak Ririn Rudianto. Alhamdulilah #SedekahRombongan dapat membantu biaya dalam pengobatan dengan memberikan santunan untuk jalanya pengobatan pak Ririn Rudianto. semoga pak Ririn Rudianto bisa lekas sembuh seperti sedia kala. Pihak keluarga pak Ririn Rudianto mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman #SedekahRombongan dan para donatur yang menyalurkan sedekahnya melalui #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan melalui #SedekahRombongan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 1 November 2017
Kurir : @fathurrozaq82, Agus Santoso

Bu Ririn menderita gejala stroke


ALM. ANDI KURNIAWAN (18, Santunan Kematian). Alamat : Dusun Ngabeyan RT 2/2, Desa Nguwet, Kec. Kranggan, Kab. Temanggung. Prov. Jawa Tengah. Awalnya Andi mengalami kecelakaan tunggal menabrak pohon pada pertengahan Februari 2017. Ia sempat dirawat di RSUD Temanggung. Setelah dinyatakan sembuh 2 bulan kemudian Andi merasakan penglihatnnya mulai kabur. Orang tuanya segera membawa kembali ke RSUD Temanggung , hasilnya diketahui ada benjolan di kepalanya dan Dokter memberikan rujukan ke RSUP Dr. Sardjito.Setelah beberapa kali ke RSUP Dr Sardjito dan dilakukan beberapa pemeriksaan, Andi menjadi pasien dampingan RSSR Yogyakarta mengingat masih harus beberapa kali menjalani pemeriksaan. Awal bulan September 2017 Andi dibawa pulang ke rumah untuk dilakukan perawatan jalan dirumah. Kondisinya sudah mulai membaik dan sudah mulai bisa untuk makan dengan lahap. Pada tanggal 22 Oktober 2017, Andi mengalami muntah darah ,orang tuanya segera membawa ke RSUD Temanggung untuk mendapat pertolongan, namun Alloh berkehendak lain, pada pukul 18.00Wib Andi menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Temanggung. Ayah Andi, Tri Yoto (39) dan ibu, Sulastri (37) merasa sangat kehilangan atas meninggalnya Andi yang merupakan anak pertama dari 2 bersaudara ini. Namun itulah kehendak Allah sehingga kedua orang tuanya sudah ikhlas melepas Andi. Andi merupakan pasien dampingan RSSR Yogyakarta dan saat masih dirawat pernah mendapat santunan yang tergabung dalam Rombongan 1038. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim dan ikut berbelasungkawa kedua orang tuanya mengucapkan terimakasih kepada Sedekah Rombongan dan meminta maaf, tak lupa Kurir Sedekah Rombongan memberikan santunan dari para Sedekahholics yang dipergunakan untuk kebutuhan setelah Andi meninggal. Keluarga sekali lagi mengucapkan terimakasih semoga Sedekah Rombongan semakin banyak memberikan manfaat kepada semua orang yang membutuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2017
Kurir : @fathurrozaq82, Agus Santoso, Swastiko

Santunan kematian


ANANG SUGIANTO (36, Tumor ganas). Kebonagung kulon Rt 01 Rw 005, Kelurahan Jogomulyo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah. Mas Anang pernah jatuh ketika bekerja di bangunan sekitar 3 tahun yang lalu, dan mendapat luka dibagian lengan kirinya. Tetapi mas Anang tidak pernah memeriksakan lebih lanjut. Memang sakit tapi hanya di pijat urut saja. Dan ternyata bekas jatuh tersebut membengkak dan terjadi peradangan yang hebat. Tetapi karena kondisi mas Anang yang sudah yatim piatu, dan juga kondisi bengkak yang dialami mas Anang sudah membusuk dan berbau, maka mas Anang terpaksa tidur di pos kampling seorang diri. Mas Anang tinggal seorang diri tanpa sanak family, tetapi karena kebaikan semua warga mas Anang juga mendapat perhatian. Setiap hari ada yang memberikan makan, ataupun sekedar uang jajan. Untuk pemerikasanan kesehatan, mas Anang belum pernah dirawat secara intensif di rumah sakit dan hanya diperiksa di puskesmas dan hanya diberi obat penghilang rasa sakit. Mas Anang juga pernah memeriksakan diri di RSU Kota Magelang dan hanya di beritahu bahwa harus di operasi dengan biaya sekitar 8 juta dan tanpa di beri rujukan apapun. Alhamdulilah #sedekah rombongan dipertemukan dengan mas Anang sekitar tanggal 19 Oktober 2017, dan saat itu juga langsung dieksekusi di RSI kota Magelang, pihak RSI Kota Magelang memberikan keringanan bagi mas Anang untuk dirawat di RSI selama BPJS belum jadi. Setelah BPJS jadi, maka pihak RSI memberikan rujukan untuk penanganan lebih lanjut di RSUD Temanggung. Dan akhirnya mas Anang pun dibawa ke RSUD dan setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, maka diputuskan untuk dilakukan operasi pemotongan lengan kirinya besok tanggal 7 Nopember 2017. Keluarga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang telah di berikan

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 03 Nopember 2017
Kurir : @faturrozaq82 @nurchotiah88

Pak anang menderita tumor ganas


MULYATI ( 57, Pembusukan usus ). Perum Tidar Indah Rt 04 Rw 013 Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang, Selatan Kota Magelang, Proinsi Jawa Tengah. Ibu Yati merasakan sakit di bagian perut sekitar 5 bulan yang lalu, tetapi hanya dirasakan dan tidak pernah diperiksa. Puncaknya saat bulan puasa kemarin, bu Yati menderita diare akut bahkan perutnya pun keras. Akhirnya karena sudah tidak tertahan lagi maka bulan Agustus keluarga membawa ibu Yati ke rumah sakit lestari untuk diperiksa lebih lanjut. Dan dari rumah sakit lestari, ibu Yati di rujuk ke RSUD Tidar Kota Magelang. Di RSUD Tidar magelang, ibu Yati menjalani rawat inap sekitar hampir 3 minggu tanpa ada penanganan yang lebih jelas. Lalu tanggal 19 September 2017 ibu Yati pulang kerumah dan harus dirujuk di RS Sarjito Yogjakarta untuk dilakukan operasi pengangkatan usus busuk. Tetapi karena keterbatasan biaya dan juga transportasi, maka keluarga menunda pelaksanaan operasi di RS Sarjito. Ibu Yati istri dari Bapak Lasno ( 63 Th ) yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Ibu Yati bersama Bapak belum mempunyai rumah tetap, jadi selama ini bu Yati dan keluarga mengontrak rumah, dan hidup bersama anak menantu dan cucu-cucunya. Dan karena kondisi ibu Yati yang semakin memprinhatinkan maka, keluarga mengambil inisiatif untuk membawa ibu Yati ke RS Sarjito agar dapat dilakukan operasi secepatnya. Alhamdulilah #sedekahrombongan dapat membantu beban hidup ibu Yati untuk segera berobat dan juga agar cepat dilakukan operasi, dan semoga ibu Yati kembali sehat dan dapat beraktifitas seperti sedia kala. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman #sedekahrombongan atas bantuan yang diberikan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 01 Nopember 2017
Kurir : @faturrozaq82 @nurchotiah88

Bu Mulyati menderita pembusukan usus


WILDANI AULIA (5, Tumor), Alamat : Kaliduren rt 06 rw 05, Candirejo, Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dik Wilda, nama panggilan dari Wildani aulia, masih berstatus sekolah di tingkat TK, hidup sederhana bersama ibunya bernama ibu Sumiyati karena bapaknya sudah pisah cerai dengan ibunya. Awal derita dik wilda sekitar awal september 2017 mengalami nyeri di pinggir bibir, istilah jawa ‘petheken’, yang tak kunjung sembuh, akhirnya sama ibunya dibawa ke bidan desa terdekat, dan diperiksa dilanjut diberi obat salep. Karena beberapa hari belum ada kesembuhan bahkan cenderung bintiknya membesar, dan juga kekhawatiran ibunya, akhirnya dik Wilda dibawa ke klinik dokter bedah, hasil dari klinik diketahui bahwa bintik tersebut merupakan tumor kecil, dan saran dari dokter utk dilaksanakan operasi. Karena keterbatasan biaya mengingat ibunya dik Wilda merupakan orang tua tunggal dengan bekerja seadanya sebagai penjahit, yang harus menghidupi Wilda juga kedua orang tuanya dari ibu Sumiyati yang sudah lanjut usia yang tinggal serumah, akhirnya dik Wilda belum bisa dilakukan operasi, dikarenakan juga dik Wilda belum kecover jaminan kesehatan sehingga keluarga sangat kesulitan untuk biaya operasi, mengingat juga untuk kebutuhan pokok sehari haripun masih kekurangan juga mengingat keluarga dik Wilda merupakan dhuafa di kampungnya, dengan menempati rumah yg msh sangat sederhana dari tembok bambu dan lantai masih berupa tanah. #Sedekahrombongan juga melanjutkan crosscek ke klinik bedah tempat dik Wilda periksa, untuk konfirmasi informasi pasien dik Wilda. Untuk kelanjutan pengobatan atas masukan dari tetangga, akhirnya dik Wilda diberi pengobatan herbal, Tapi belum juga menunjukkan kesembuhan. Alhamdulillah #sedekahrombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga dik Wilda dengan memberikan bantuan dari para #sedekahholic yang digunakan untuk biaya operasi dik Wilda. Keluarga sangat mengucapkan terimakasih semoga dik Wilda segera diberi kesembuhan, agar bisa kembali semangat belajar, mengingat psikologis dik Wilda masih labil karena masih kanak kanak dengan kondisi orang tua yang berpisah cerai. Keluarga menyampaikan terima kasih karena dik Wilda sudah dapat di operasi dan semoga bisa sembuh dan sehat.

Jumlah bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 4 november 2017
Kurir : @fathurrozaq82, muh andari

Wilda menderita tumor

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SRI WIDIYAWATI 500,000
2 LIA LIFIANA 500,000
3 SEPTIANA DEWI 1,000,000
4 AHMAD RIF’AN 500,000
5 SLAMET GENDARI 500,000
6 PURWATININGSIH BINTI SUDRI 500,000
7 SUDI BIN KASDI 500,000
8 MUHALIMIN BINTI WARJIUN 500,000
9 DESVIA SALSABILA 800,000
10 FAJAR FIRMANSYAH 900,000
11 MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO 994,000
12 TARONO BIN CARIDI 500,000
13 SRI MULYANI 500,000
14 RSSR SEMARANG 12,245,207
15 MTSR SEMARANG 4,616,150
16 RSSR SEMARANG 2,193,212
17 MTSR SEMARANG 4,343,550
18 MTSR SEMARANG 5,194,000
19 KHAIRUNNISSAK BINTI ADJIRIN 812,989
20 MUHAMMAD FUAD ARIF RACHMAN 600,000
21 MAULANA PUTRA 850,000
22 SULASTRI EKO RUSDIANTO 500,000
23 NUR AISYAH 500,000
24 EMI ROHYANI 500,000
25 TEGUH PURWANTO 750,000
26 ALFIANDRI SAPUTRA 1,475,000
27 SALMA AL ATSYARI 1,960,000
28 HAFSAH BINTI MUHAMMAD SANJAYA 1,600,000
29 HAFSAH BINTI MUHAMMAD SANJAYA 965,171
30 ALIFA NASIHA 2,000,000
31 ALIFA NASIHA 2,000,000
32 ARIFIN AHMAD 1,000,000
33 ARIFIN AHMAD 1,000,000
34 WINARTI BINTI SURIPTO 500,000
35 IMAM KAYADI 1,000,000
36 IMAM KAYADI 1,000,000
37 KHAIRUL ASBIH 1,000,000
38 KHAIRUL ASBIH 1,000,000
39 RAYHAN BIN FISKAL 1,500,000
40 PAIJAN BIN FULAN 500,000
41 ARFA YOLANAEDA 959,000
42 MEI SALAMAH 560,000
43 NEVERSINDA BINTI HUSIN YUSUF 500,000
44 JAMALUDIN TANJUNG 500,000
45 RATNA SULISTYOWATI 500,000
46 FADILLAH MUHAMMAD 1,000,000
47 RIRIN RUDIANTO 500,000
48 ALM. ANDI KURNIAWAN 500,000
49 ANANG SUGIANTO 1,500,000
50 MULYATI 1,000,000
51 WILDANI AULIA 2,500,000
Total 69,818,279

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 69,818,279,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1082 ROMBONGAN

Rp. 57,540,551,807,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *