Rombongan 1081

Sesungguhnya sedekah seseorang walau hanya sesuap, akan dikembangbiakkan oleh-Nya seperti gunung, maka bersedekahlah.
Posted by on November 28, 2017

HAPSAH ZAINUDDIN (40, Tumor Pipi). Alamat : Desa Rantau Alai, Kecamatan Batang Masumai, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Ibu Hapsah harus hidup dengan tumor yang tumbuh di pipinya selama 10 tahun. Tumor tersebut berawal dari jerawat kecil yang semakin membesar, tidak ada penyebab yang pasti dan Ibu Hapsah tidak merasakan sakit di pipinya. Ukuran tumor yang semakin membesar menimbulkan ketidaknyamanan saat ibu Hapsah beraktivitas, dan ia khawatir tumor tersebut semakin lama akan menutupi wajahnya. Berbagai pengobatan alternatif telah dilakukan tetapi tetap saja belum membuahkan hasil. Sekitar setahun yang lalu, Ibu Hapsah berobat ke RSUD Kolonel Abunjani Kota Bangko di Kabupaten Merangin dengan menggunakan JKN-KIS. Pihak medis di sana mengatakan itu adalah tumor dan Ibu Hapsah harus segera dioperasi dan dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi. Ibu Hapsah tidak memiliki biaya untuk berangkat ke Kota Jambi dan kondisinya pada saat itu sedang lemah. Ibu Hapsah hanya seorang ibu rumah tangga, sedangkan suaminya, Bapak Zainuddin (50), bekerja memotong karet dengan penghasilan yang sangat kecil. Penghasilan Bapak Zainuddin jika digunakan untuk biaya pengobatan istrinya ke Jambi tidak cukup, belum lagi harus memenuhi kebutuhan sehari-hari ditambah biaya sekolah 3 orang anaknya. Alhamdulillah berkat izin Allah, kurir sedekah rombongan Jambi dipertemukan dengan keluarga ini. Santunan pun disampaikan untuk membantu biaya tranportasi dan akomodasi kontrol lanjutan di RSUD Raden Mattaher Jambi. Ibu Hapsah telah menjalani pengobatan, tinggal menunggu jadwal operasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1076. Semoga Ibu Hapsah bisa segera dioperasi dan bisa beraktivitas kembali dengan nyaman, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 14 November 2017
Kurir : @saptuari @shintatantri @diyansrg @limzki_99

Bu Hapsah menderita tumor pipi


RAHMA OKTA BERINA (13, Penyempitan Usus). Alamat : RT 2, Desa Salam Buku, Kecamatan Batang Masumai, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Sejak lahir Rahma buang air besarnya normal, namun ketika berumur 11 bulan perutnya membesar lalu dibawa ke RSUD Bangko. Dokter mengatakan ada penyempitan usus karena dihimpit tumor dan harus segera dioperasi untuk memindahkan saluran buang air besarnya ke sebelah kiri perut. Operasi pun dilakukan, tetapi tumornya tidak diangkat karena pada saat itu kondisi Rahma tidak memungkinkan. Sebulan setelah operasi, perut Rahma kembali membesar. Ibunya memberikan susu kuda liar hingga 7 botol dan alhamdulillah perutnya tidak membesar lagi hingga sekarang. Kondisi Rahma saat ini bisa beraktivitas seperti biasa, namun saluran buang air besar yang berada di sebelah kiri perut sangat mengganggu kesehariannya. Pihak medis RSUD Bangko menyarankan agar Rahma dioperasi kembali untuk memindahkan saluran buang air besarnya ke posisi normal, ia pun dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi. Ayah tirinya, Yusrianto (36), bekerja sebagai tukang bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu, sedangkan ibunya, Marilam (44), hanya ibu rumah tangga. Mereka mengalami kesulitan untuk biaya transportasi serta proses rujukan ke RSUD Raden Mattaher Jambi karena untuk mencukupi kehidupan sehari-hari saja masih sangat sulit. Alhamdulillah berkat izin Allah, kurir sedekah rombongan Jambi dipertemukan dengan keluarga ini. Santunan awalpun disampaikan untuk biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit. Setelah melakukan dua kali Rontgen, dokter menyarankan untuk lebih dahulu membersihkan kotoran yang menumpuk selama 2 bulan. Santunan kembali disampaikan untuk biaya transportasi dan akomodasi kontrol Rahma. Semoga Allah memperkenankan Rahma bisa memiliki saluran pembuangan normal dan bisa beraktivitas kembali dengan nyaman. Sebelumnya Rahma sudah mendapatkan santunan dalam rombongan 1065.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 16 November 2017
Kurir : @saptuari @shintatantri @diyansrg @limzki_99

Rahma mengalami penyempitan usus


AZMIA RAISA (1, Hydrochepallus). Alamat : Desa Pelayangan, RT. 04/02, Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi. Azmia terlahir dengan kepala yang makin membesar, istilah medisnya Hydrochepallus. Hal ini sudah diketahui orangtuanya sejak Azmia masih di dalam kandungan ketika pemeriksaan USG. Azmia merupakan anak kedua dari pasangan Bapak Anuar (29) dan Ibu Dewi Ernasari (27). Bapak Anuar bekerja sehari-hari sebagai buruh harian lepas supir pembawa kelapa sawit. Pendapatannya pun terkadang tidak menetap tergantung berapa sering tidaknya ia mengangkut sawit. Azmia sudah didaftarkan sebagai peserta JKN – KIS, hal ini dilakukan agar tidak memberatkan keluarga ketika berobat. Sejak awal kelahiran Azmia ini, sudah dirawat di Rumah Sakit Hamba Batang Hari selama beberapa bulan. Kemudian, dirujuk ke Rumah Sakit Dokter Bratanata Jambi selama beberapa minggu. Ada sebagian obat yang tidak ditanggung JKN – KIS sehingga keluarga Pak Anuar menjual aset berupa rumah. Azmiapun dipindahkan ke Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi di ruang bedah. Pihak medis menyarankan Azmia harus segera dioperasi di Rumah Sakit Siloam Jambi. Namun seluruh tindakan operasi tidak dapat ditanggung oleh JKN – KIS dikarenakan satu dan lain hal. Untuk memaksimalkan jenis fasilitas yang mereka miliki akhirnya dokter setuju untuk merujuk Azmia ke RSCM Jakarta. Alhamdulillah, kurir sedekah rombongan Jambi dipertemukan dengan keluarga ini. Kesulitan mereka dalam upaya berobat Azmia diutarakan kepada kurir, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama Jakarta. Semoga Azmia segera sembuh, amin.

Jumlah Bantuan:Rp 3.550.000,-
Tanggal : 17 November 2017
Kurir : @saptuari @shintatantri @diyansrg @limzki_99

Azmia terlahir hydrochepallus.


DAFFA MUZAKI TAHER (8 tahun, Abses Cerebri + Tetralogi Of Fallot). Alamat : RT. 39, Kelurahan Talang Banjar, Kecamatan Pal Merah, Kota Jambi, Provinsi Jambi. Daffa merupakan siswa kelas 2 Sekolah Dasar. Pada bulan Agustus 2017, ia mengeluh nyeri pada bagian kepala. Orang tua Daffa membawanya ke rumah sakit dan dirawat selama 7 hari di Rumah Sakit Dokter Bratanata dengan jaminan JKN – KIS. Berselang beberapa minggu kemudian Daffa kembali mengeluh pusing disertai muntah dan dirawat 5 hari. Selama perawatan Daffa mengeluh sesak dan tampak kebiruan. Setelah pemeriksaan lebih lanjut diketahui ia memiliki kelainan pada empat katup jantung yang disebut Tetralogi Of Fallot. Daffa di rujuk ke Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi untuk penanganan lebih lanjut. Keluhan sakit kepalanya belum hilang dan dilakukan pemeriksaan Ct-Scan. Dari hasil pemeriksaan diketahui adanya Abses pada bagian kepala dan perlu dilakukan tindakan operasi. Tindakan tersebut tidak dapat dilakukan di Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi dan perlu dirujuk ke RSCM Jakarta. Pak Yusman (42) dan Sri Wahyuni (42), orangtua Daffa mengungkapkan kepada sedekah rombongan Jambi tentang kesulitan yang dihadapinya untuk melanjutkan pengobatan Daffa. Pak Yusman bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu dan menanggung seorang istri dan dua orang anak termasuk Daffa. Kurir sedekah rombongan Jambipun merasakan kesulitan yang dirasakan Pak Yusman dan memberikan santunan pertama untuk biaya transportasi dan akomodasi Daffa ke RSCM Jakarta. Semoga Daffa segera sembuh dan bisa bersekolah lagi.

Jumlah Santunan : Rp. 6.340.000
Tanggal : 18 November 2017
Kurir : @saptuari @shintatantri @diyansrg @limzki_99

Daffa menderita abses cerebri + tetralogi of fallot


HARSIL MAHARDIKA ( 1, Kelainan Jantung Bawaan). Alamat : Desa Danau Embat, RT. 2/1, Kecamatan Muaro Sebo Ilir, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi. Tangis bayi laki-laki ini pecah mengejutkan kedua orang tuanya malam itu. Tepat 1 bulan yang lalu, Harsil mengalami sesak nafas, kulit putihnya menjadi pucat dan berwarna biru keunguan di bagian bibir, kuku jari tangan dan kakinya. Kala itu sang Ayah bingung perihal apa yang terjadi dengan anaknya yang baru berusia 2 bulan. Harsilpun dibawa ke Puskesmas terdekat di desanya. Bidan desa memberikan saran agar dirujuk ke RSUD HAMBA Muara Bulian. Berbekal seadanya, Pak Muammar membawa bayi Harsil dari desa ke RSUD HAMBA Muara Bulian dengan mengendarai motor yang memakan jarak tempuh selama 1 jam dan harus melewati Sungai Batang Hari. Menurut dokter, bayi Harsil harus sesegera mungkin dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi. Pak Muammar (35) hanyalah seorang buruh pemanen sawit dengan penghasilan tidak tetap setiap bulannya. Ibunya, Ratna Kholila (33) adalah seorang ibu rumah tangga. Dengan penghasilan tersebut tentulah tidak cukup untuk biaya berobat. Karena Pak Harsil memiliki 2 orang anak yang masih sekolah. Kurir sedekah rombongan Jambi merasakan kesulitan yang dihadapi keluarga ini. Hasrilpun dirujuk ke RS Raden Mattaher dengan menggunakan JKN- KIS dan menjalani perawatan dengan selang oksigen yang menutupi cuping hidungnya. Rujukan Hasril telah dilengkapi oleh pihak keluarga untuk pengobatan lanjutan ke RS Harapan Kita Jakarta. Dalam beberapa hari Hasril sedang dipantau perkembangannya untuk memastikan ia layak terbang. Tidak lama beberapa hari kemudian, Hasril dinyatakan koma dan dipindahkan ke ruang PICU. Ketika sudah baikan kembali dirawat di kamar biasa. Dan kembali Hasril masuk ke ruang PICU karna kondisinya melemah, terulang hingga beberapa kali. Rencana tinggallah rencana, Allah penentu segalanya. Bayi berusia 3 bulan itu kembali ke pencipta-Nya. Santunan kedua telah diberikan oleh kurir sedekah rombongan Jambi untuk santunan duka. Semoga pemberian dari sedekaholics ini mendapat pahala dari Allah swt. Sebelumnya Harsil telah mendapat santunan pada rombongan 1065.

Jumlah bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 18 November 2017
Kurir : @saptuari @shintatantri @cut_yusnila @limzki_99

Harsil menderita kelainan jantung bawaan


JASRIAH BINTI TAFRI (70, Hipertensi dan Stroke). Alamat : Desa Sridadi, RT 03/01, Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi. Nenek Jasriah tinggal di sebuah rumah kontrakan sederhana. Badannya yang ringkih menyeret kakinya ketika berjalan membukakan pintu. Nenek ternyata stroke sejak lama namun beliau pasrah. Sudah beberapa kali dibawa ke Rumah Sakit. Nenek sudah tidak memiliki anak dan suami, semuanya meninggal. Nenek kini tinggal bersama kakaknya. Untuk makan sehari-hari nenek dibawakan makanan oleh keponakannya ke rumah kontrakan yang ia tinggali. Keponakannya juga tinggal di kontrakan sempit yang jaraknya tidak terlalu jauh sebenarnya. Alhamdulillah kurir sedekah rombongan Jambi bertemu dengan nenek Jasriah dirumah kontrakan beliau. Rasa haru dan logat palembangnya masih melekat. Santunan dari sedekaholics diberikan guna keperluan nenek Jasriah sewaktu-waktu jika diperlukan. Lantunan doa dan ucapan terimakasih nenek kepada pemberi sedekah mengalir penuh pengharapan sekiranya Allah mendengar doanya. Semoga nenek diberi umur yang barokah. Amin

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal : 19 November 2017
Kurir : @saptuari @shintatantri @cut.yusnila @limzki_99

Bu Jasriah menderita hipertensi dan stroke


MUHAMMAD YUSUF (2, global development delay). Alamat : Desa Mencolok, RT. 10, Kelurahan Mencolok, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Awalnya Yusuf terlihat seperti anak lainnya namun belakangan baru terlihat berbeda karena sampai usia satu tahun perkembangannya tidak mengalami kemajuan, jangankan untuk mulai bicara, merangkak atau tengkurap saja tidak bisa, lehernya masih lemah seperti anak bayi, hingga sampai umur 2 tahun Yusuf masih seperti anak bayi. Keadaan ini tentunya membuat orang tuanya sedih, namun karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak mampu, Yusuf belum pernah dibawa berobat karena orang tua khawatir masalah mahalnya biaya berobat dan fasilitas kesehatan yang jauh, paling dekat sekitar 1,5 jam dari rumahnya. Sementara, Yusuf memiliki 4 orang saudara yang juga masih kecil-kecil (yang paling besar kelas 3 SD ), ditambah ibu Yusuf yang sedang hamil anak ke 6 serta kedua mertua yang sekarang sudah mulai pikun; satu sakit-sakitan dan satu gangguan jiwa. M. Yahya (34), ayahnya Yusuf bekerja sebagai buruh pemanen sawit sedangkan Siti (30) hanya seorang ibu rumah tangga. Setelah pihak keluarga dan tetangga memberi saran, akhirnya Yusuf dibawa berobat ke tempat bidan desa. Bidan desa membantu kepengurusan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dan mendampingi yusuf berobat mulai dari rujukan ke Rumah Sakit Nurdin Hamzah di Kabupaten Tanjab Timur sampai ke Rumah Sakit Raden Mattaher di Jambi, setelah menjalani beberapa terapi sekarang leher yusuf sudah bisa tegap dan mulai bisa duduk serta sudah mengerti jika mau sesuatu atau tidak suka terhadap sesuatu. Namun, terapi masih tetap harus dilanjutkan untuk waktu yg lama dan harus ke Rumh Sakit Raden Mattaher Jambi karena Rumah Sakit Kabupaten tidak memiliki fasilitas yang memadai. Alhamdulilah sedekah rombongan Jambi dipertemukan dengan Yusuf melalui informasi dari pihak keluarga. Santunan telah diberikan untuk biaya transportasi dan akomodasi Yusuf terapi ke Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi, kita doakan semoga yusuf bisa segera sembuh dan normal seperti anak-anak lainnya.

Jumlah bantuan : 1.740.000
Tanggal : 19 november 2017
Kurir: @saptuari @shintatantri rahmayanti @ @limzki_99

Yusuf menderita global development delay


RSSR JAMBI (Pelunasan Pertama Biaya Sewa Tahun Ke-1 RSSR). Alamat : Komplek Pemda Bukit Indah, Jalan Achmad Chatib, RT. 14, No. 45, Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanai, Kota Jambi, Provinsi Jambi. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jambi merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan. Sedekah Rombongan Jambi semakin dikenal oleh masyarakat baik di Kota Jambi sendiri maupun di Kabupaten – Kabupaten yang berada di Provinsi Jambi. Oleh karena banyaknya pasien yang berasal dari luar kota Jambi sedang melakukan pengobatan rawat jalan di kota Jambi, maka Sedekah Rombongan Jambi memerlukan RSSR sebagai tempat singgah dan tinggal sementara para pasien. Terhitung sejak tanggal 24 November 2017 Sedekah Rombongan Jambi memiliki Rumah Singgah. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk biaya sewa Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jambi selama satu tahun. Semoga dengan adanya titipan dari para sedekaholics, RSSR Jambi dapat segera digunakan dan bermanfaat untuk para dhuafa.

Jumlah bantuan : Rp. 25.000.000,-
Tanggal : 24 November 2017
Kurir : @saptuari @shintatantri @limzki_99

Pelunasan Pertama Biaya Sewa Tahun Ke-1 RSSR


MARDALINA BINTI SUTIYEM (26, Tumor Pantat) Alamat: Sugehwaras RT 2/6, Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah. Selama 3 tahun terakhir, Mbak Lina merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Solo. Sakitnya diawali dengan adanya benjolan kecil di pantat Mbak Lina. Lama kelamaan, benjolan tersebut membesar, hingga pada 2010 keluarga memeriksakan Mbak Lina ke RS. Pandanarang Boyolali yang kemudian merujuk Mbak Lina untuk melakukan pengobatan ke RS. Dr.) Moewardi (RSDM). Namun, karena terkendala biaya, operasi pun urung Mbak Lina lakukan. Sutiyem (45) Ibu Mbak Lina bekerja sebagai buruh serabutan, sementara sang ayah sudah lama pergi sejak mengetahui Mbak Lina sakit. Mbak Lina bekerja sebagai pengasuh anak dengan penghasilan Rp. 400.000,-/bulan. Namun sejak menjalani pengobatan kembali mbak lina sudah tidak bekerja. Sejak didampingi oleh #SedekahRombongan, Mbak Lina sudah menjalani 7 kali operasi namun pasca operasi yang ke-6 pada bulan September 2016 Mbak Lina kerap mengalami perdarahan yang disebabkan oleh luka operasi pertama kembali membuka dan proses pemulihamnya cukup lama. Alhamdulillah setelah menjalani operasi yang ke-7 pada tanggal 15 September 2017 luka pasca operasi semakin membaik dan tidak mengalami perdarahan lagi. Sembari menunggu lukanya kering dan pulih kembali Mbak Lina ingin membuka usaha dirumah. Kurir #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan yang ke-13 untuk modal usaha Mbak Lina. Santunan sebelumnya tercatat dalam rombongan 1045. Mbak Lina dan Keluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada #Sedekahrombongan untuk santunan yang diberikan. Semoga Mbak Lina segera sembuh dan dapat melakukan aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 Oktober 2017
Kurir: @Mawan @Anissetya60 @eliyan_a

Lina mengalami tumor pantat


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) SOLO (AD 1998 SR Biaya Operasional Oktober 2017) Bebo, sapaan akrab dari para kurir untuk ambulance Sedekah Rombongan Solo. Mobil Luxio putih dengan corak Batik ini pertama kali digunakan pada akhir 2014. Dengan nomer Hotline 08158911911. Mobil Tanggap Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Bebo ini telah hilir mudik mengantar jemput pasien dari rumah ke rumah sakit, mensurvey sasaran, menyampaikan santunan di area Solo Raya, tak jarang digunakan untuk estafet pasien ke kota lain. Perawatan serta kebersihan bebo terus dilakukan oleh para kurir agar bebo tetap nyaman saat digunakan. Bulan Oktober ini, kebutuhan oprasional MTSR Bebo digunakan untuk biaya pembelian bensin, perawatan, servis MTSR, biaya Pajak Kendaraan, gaji Driver. Setelah branding ulang, bebo yang sebelumnya tampil dengan corak batik merah kini sudah berganti dengan corak batik biru. Laporan sebelumnya masuk rombongan 1057
Doa terbaik untuk #SahabatSR agar segala urusan dimudahkan serta dilancarkan. Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.290.000
Tanggal : 05 November 2017
Kurir : @Mawan @anissetya60 @Allcrew

Biaya operasional Oktober 2017


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) SOLO (Biaya Rumah Tangga Pasien Bulan Oktober 2017) Alamat: Jl. Arifin 84, Tegalharjo, Jebres, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Memasuki tahun ke-5 SedekahRombongan Solo memiliki Rumah Singgah (RSSR), kian hari hilir mudik pasien datang sebagai upaya untuk sembuh dari sakit mereka. Wilayah jangkauan yang semakin luas, tak hanya di Solo namun juga termasuk Wonogiri, Magetan, Sragen, Madiun dan pasien transferan lain dari luar kota semakin membuat ramai suasana RSSR. Kebutuhan pokok yang diperlukan semakin bertambah untuk pembelian Beras, sayur, Gula, kopi, susu, minyak, detergen, lauk-pauk & kebutuhan rumah singgah Lainya. Alhamdulillah berkat sedekaholics, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi di bulan ini dan tersampaikan untuk pasien dampingan yang berada di RSSR. Sebelumnya laporan santunan RSSR Solo masuk dalam rombongan 1057. Semoga segala amal m sedekaholics semua dibalas oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 1.815.200
Tanggal: 5 Oktober 2017
Kurir: @mawan @anissetya60 @Allcrew

Biaya operasional Oktober 2017


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) SOLO (Operasional Bulan Oktober 2017) Alamat: Jl. Arifin No 84, Tegalharjo, Jebres, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Memasuki tahun ke-5 SedekahRombongan Solo memiliki Rumah Singgah (RSSR), kian hari hilir mudik pasien datang sebagai upaya untuk sembuh dari sakit mereka. Wilayah jangkauan yang semakin luas, tak hanya di Solo namun juga termasuk Wonogiri, Magetan, Sragen, Madiun dan pasien transferan lain dari luar kota semakin membuat ramai suasana RSSR. Kebutuhan untuk menunjang kesembuhan pasien seperti biaya listrik,biaya Hotline, iuran keamanan, iuran kebersihan, Sewa lahan parkir. Alhamdulillah berkat sedekaholics, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi di bulan ini dan tersampaikan untuk pasien dampingan yang berada di RSSR. Sebelumnya laporan santunan RSSR Solo masuk dalam rombongan 1057 Semoga segala amal sedekaholics semua dibalas oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 1.117.200
Tanggal: 05 November 2017
Kurir: @mawan @anissetya60 @Allcrew

Biaya operasional Oktober 2017


MUHIDIN BIN SUTARNO (42, Stroke). Alamat : Kampung Pisangan Bulak RT 10/5, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, DKI Jakarta. Didin adalah nama panggilan sehari-harinya, setahun lalu ia masih bekerja sebagai professional marketing di sebuah perusahaan refractory di daerah Citeureup Bogor. Hingga pada suatu hari di penghujung tahun 2016 saat Didin pulang dari kantornya ia mengalami pusing yang sangat berat hingga mengakibatkan dia pingsan di dalam mobil perusahaan yang ia kendarai, untung di sekitaran tempat kejadian banyak orang-orang yang menolongnya membawa ke rumah sakit. Hampir 2 minggu ia dirawat karna mengalami ketidaksadaran yang cukup lama dan ia didiagnosis terkena stroke setelah dilakukan CTScan, hingga saat ini Didin kehilangan pekerjaannya. Sampai saat ini ia berobat dengan terapi dan lainnya, namun biaya berobat sangat membebani Didin dikarnakan iasudah tidak lagi bekerja. Didin masih membiayai 4 orang anak-anaknya yang masih sekolah, sedangkan istri memaksakan diri bekerja sebagai buruh di pabrik untuk membantu biaya sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga yang memerlukan uluran tangan ini, bantuan lanjutanpun disampaikan untuk membeli akomodasi dan biaya terapi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1079.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin Ruhendra

Pak Didin menderita stroke


MAMAD BIN NADI (39, Gagal Ginjal). Alamat : Kp. Cikiruh Kaum, RT 1/2, Kelurahan Neglasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Pak Mamad biasa ia dipanggil sudah sejak beberapa tahun yang lalu didiagnosa mengidap Gagal ginjal yang mengharuskan ia rutin untuk melakukan cuci darah. Cuci darah yang dilakukan Pak Mamad memang digratiskan karena adanya BPJS yang dimiliki namun yang menjadi kendala adalah tidak adanya biaya akomodasi Pak Mamad untuk ke RSUD Kota Bogor tempat dimana ia melakukan Cuci darah. Sang Istri juga tidak bisa berbuat banyak karena hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga yang dimana kondisi ketika Pak Mamad Sakit, mengharuskan ia mencari nafkah menggantikan Pak Mamad untuk menghidupi keluarganya. Pada tanggal 11 Oktober 2017 ketika sedang Cuci darah tiba – tiba kondisi Pak Mamad Drop yang mengharuskan ia dirawat di ruangan ICU karena perlu penanganan khusus. Namun ketika jam menunjukkan pukul 19.00 tepat, Allah berkehendak lain, yang maha kuasa memanggil Pak Mamad untuk selama – lamanya. Seketika tangis dilorong rumah sakit pecah dari para keluarga yang menunggu Pak Mamad sedari siang. Setelah selesai mengurus administrasi jenazah Pak Mamad Di RS, Mobil tanggap sedekah rombongan atau biasa disebut MTSR mengantarkan Pak Mamad dan keluarga ke rumah duka, saat hendak pamit kurir Sedekah rombongan memberikan sedikit santunan dari para Sedekaholic yang bisa digunakan untuk proses memandikan dan penguburan jenazah esok hari. Semoga Allah Subhanahu Wa ta’ala memberikan kesabaran untuk para keluarga yang ditinggalkan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tangal : 11 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @abbah_accit @rexy_eas

Pak Mamad didiagnosa mengidap Gagal ginjal


Maura Dwi Azhara (1.5 , Hepatitis B ) Alamat : Ds. Bohar . Jalan Mangunsari RT 02/ RW 01. Kec. Wage . kel. Taman . kab. Sidoarjo . prov. Jawa Timur. Maura anak ke dua dari bapak Suwanto (35) dan ibu Musawaroh (41) berawal dari Maura merasakan nyeri pada bagian perut nya , tidak mau minum asi, badannya semakin kurus dan bola matanya menguning pada usia 2bulan . Oleh ibu nya adek maura di bawa ke bidan setempat dan setelah dari bidan , Maura dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo. Ayah Maura bekerja sebagai kuli bangunan dengan dengan gaji kisaran 480.000/minggu itu pun jika ada yang membutuhkan tenaganya. Sedangkan ibu Maura seorang ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Maura dan keluarga tidak memiliki rumah, mereka tnggal Bersama kakeknya. Kakak Maura sudah bersekolah kelas 1 SMA dan itu juga di biayai sang kakek. Selama di Rsud Soetomo biaya pengobatan Maura di tanggung kartu BPJS kelas 3. Hanya saja untuk biaya transportasi dan MRS mereka masih kesulitan, tidak jarang mereka mencari pinjaman tetangga dan saudara. Alhamdulillah Sedekah Rombongan mendengar kisah pilu mereka dan memutuskan untuk mendampingi hingga Maura kembali sehat. Terima kasih kepada sedekaholic atas bantuannya, semoga Allah membalas kebaikan para sedekaholic semua.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.605.650,-
Tanggal : 22 november 2017
Kurir : Mira @mzboz1027 @nurrypay

Maura menderita hepatitis B


KASTINAH BINTI DASRUNI (34, Kanker Payudara Kanan + Saraf Terjepit). Alamat : RT 3/1 Dusun Petanoan, Desa Pagerandong, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar bulan Juli lalu Ibu Kastinah merasakan sakit di payudara kirinya. Beliau kemudian memeriksakan diri di puskesmas dan dirujuk ke RSUD dr. R Goeteng Tarunadibrata Purbalingga. Ibu Kastinah diberikan tindakan pengambilan sampel untuk biopsi dengan diagnosa sementara kanker payudara dan saraf terjepit. Beliau kemudian menjalani opname di RSUD dr. R Goeteng Tarunadibrata Purbalingga sekitar 1 bulan yang lalu dan dijadwalkan untuk menjalani kontrol rutin. Ibu Kastinah saat ini mengalami kesulitan berjalan. Suaminya, Sartono (45) bekerja sebagai buruh. Penghasilannya yang kecil membuatnya kesulitan untuk membiayai keperluan akomodasi dan transportasi selama Ibu Kastinah kontrol. Selama berobat beliau dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Kastinah dan keluarga. Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi dan transportasi selama kontrol. Semoga dapat bermanfaat dan Ibu Kastinah dapat kembali sehat seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia Rahayu @firdhanelis

Bu Kastinah menderita kanker payudara kanan + saraf terjepit


SUKAMTO BIN MUHYAT (40, Rematik). Alamat : RT 5/2 Salamerta, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar 10 th yang lalu, berawal ketika bangun tidur Bapak Sukamto merasa kakinya tidak bisa digerakkan dan tidak bisa untuk berjalan. Lalu keluarga beliau membawanya berobat ke ke berbagai Rumah Sakit (RS), diantaranya RS Emanuel, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas, serta RSUD Banjarnegara untuk terapi psikologi, dan yang terakhir berobat ke RS Orthopaedi Purwokerto sekitar bulan Juni lalu dengan diagnosis rematik. Tetapi pengobatan sementara harus berhenti karena kendala biaya. Saat ini kondisi kaki kanan Bapak Sukamto tidak bisa digerakkan dan ditekuk, sering sesak napas, rasa lelah yang terus menerus, kesulitan tidur, dan kondisi badan terus menurun, serta berat badannya yang turun drastis. Pengobatan yang dilakukan Bapak Sukamto saat ini adalah melalui pengobatan tradisional dengan cara diurut, minum madu dan beberapa obat herbal. Selama sakit Bapak Sukamto tidak bisa mencari penghasilan. Istrinya, Tumirah (37) yang berprofesi sebagai seorang guru wiyata otomatis menjadi tulang punggung keluarga. Ibu Tumirah kesulitan memenuhi biaya kehidupan sehari-hari dan akomodasi utuk berobat suaminya. Terlebih kedua anak mereka masih duduk di bangku sekolah dan membutuhkan biaya. Selama berobat Bapak Sukamto dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sukamto dan keluarga. Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi berobat dan kebutuhan sehari-hari. Semoga dapat bermanfaat dan Bapak Sukamto dapat kembali sehat seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @kangimam Diono @firdhanelis

Pak sukamto menderita rematik


SYAFIRA MUTIARA SASI (2, Patah Tulang Tangan Kiri). Alamat : RT 5/3 Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada bulan Oktober 2017, Dik Syafira jatuh dari tempat tidur. Akibat kejadian tersebut, Dik Syafira mengalami sakit di bagian tangan. Keluarga kemudian segera membawa Dik Syafira ke Rumah Sakit Umum (RSU) Nirmala untuk mendapatkan perawatan medis. Dari hasil pemeriksaan dokter, Dik Syarifa dinyatakan mengalami patah tulang tangan kiri. Dokter kemudian mengambil tindakan medis atas kondisi Dik Syafira tersebut. Setelah diperbolehkan pulang, Dik Syafira masih harus menjalani kontrol rutin di RSU Nirmala untuk memantau perkembangannya. Setelah menjalani 2 kali kontrol rutin, Dik Syafira dinyatakan sembuh oleh dokter. Dik Syafira, putri pasangan Bapak Suworo (23) dan Ibu Riska Aprilia (18). Bapak Suworo berprofesi sebagai penyadap nira kelapa sedangkan Ibu Riska sebagai ibu rumah tangga. Kondisi yang demikian, menyebabkan keluarga Dik Syafira merasakan kesulitan untuk membiayai pengobatan terutama biaya transportasi dan akomodasi saat pemeriksaan awal hingga kontrol rutin. Biaya pengobatan Dik Syafira dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Syafira dan keluarga sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya transportasi, akomodasi dan biaya hidup sehari-hari. Semoga Dik Syafira dapat ceria kembali seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia Khaerul @misterrmoo

Dik Syarifa dinyatakan mengalami patah tulang tangan kiri


TUGIMIN BIN WIARJO (45, Batu Ginjal). Alamat : RT 3/1 Desa Kaligondang, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Tugimin awalnya merasakan sering sakit perut dan pinggang terasa panas. Selain itu beliau juga kesulitan buang air besar (BAB) meskipun buang air kecilnya (BAK) lancar. Hal ini beliau rasakan setelah sering mengkonsumsi minuman suplemen. Beliau kemudian memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum (RSU) Nirmala, Purbalingga. Dari hasil pemeriksaan dokter, beliau divonis menderita batu ginjal. Beliau kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Purbalingga, lalu dirujuk lagi ke RSUD Dr. Margono Soekarjo (RSMS), Purwokerto. Di RSMS, beliau menjalani pengobatan Estracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) atau biasa disebut pengobatan tembak batu ginjal dan menjalani rawat inap selama 2 hari di rumah sakit tersebut. Saat ini beliau masih merasakan sakit di perut meski tidak sehebat sebelumnya. Bapak Tugimin berprofesi sebagai penarik becak sedangkan istrinya, Ibu Lulu (40) sebagai ibu rumah tangga. Ketika Bapak Tugimin sakit, otomatis penghasilan keluarga menjadi berkurang drastis, karena beliau sebagai tulang punggung keluarga. Untuk mengobati penyakit Bapak Tugimin, keluarga merasa kesulitan terutama terkait biaya transportasi dan akomodasi meski biaya pengobatan beliau telah mendapat jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Tugimin dan keluarga sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama proses pengobatan. Semoga Bapak Tugimin segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia Khaerul @misterrmoo

Pak Tugimin divonis menderita batu ginjal


AHMAD GHOFAR (2, Penyempitan Pembuluh Darah). Alamat : RT 3/1, Desa Karangnangka, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Saat Dik Ghofar berusia sekitar 9 bulan, pertumbuhan badannya menurun sehingga tubuhnya mengecil. Kedua orang tuanya memeriksakan Dik Ghofar ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Purbalingga. Doter mendiagnosis Dik Ghofar menderita jantung bocor dan merujuknya ke Rumah Sakit (RS) Kariyadi, Semarang. Setelah dilakukan pemeriksaan ulang, ternyata diketahui bahwa ia mengalami penyempitan pembuluh darah. Alhamdulillah pengobatannya berjalan lancar dan kini kondisi tubuh Dik Ghofar mulai membaik. Dik Ghofar adalah putra dari pasangan Bapak Pujiono (33) dan Ibu Siti Napsiatun (28). Bapak Pujiono bekerja sebagai buruh, sedangkan Ibu Siti seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga yang kecil dan tidak menentu hanya dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Dik Ghofar dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Namun pengobatannya masih terkendala biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Ghofar sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi ke rumah sakit selama ia menjalani pengobatan. Semoga ia segera diberi kesembuhan dan dapat tumbuh secara normal.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia Khaerul @paulsyifa

Ghofar mengalami penyempitan pembuluh darah


SAWINEM BINTI TASWARI (45, Kanker Payudara Kiri). Alamat : RT 2/2, Desa Pasinggangan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar bulan Agustus 2016 Ibu Sawinem merasakan ada benjolan sebesar biji kacang di payudara kiri dan terasa gatal. Beliau lalu memeriksakan diri ke puskesmas Banyumas. Kemudian Ibu Sawinem berobat ke Klinik Herumoyo dan disarankan untuk di lakukan operasi pengambilan jaringan. Kemudian pada bulan Maret 2016 beliau menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo sebanyak 6x namun pasca kemoterapi beliau tidak dapat berjalan. Seharusnya pasca kemoterapi dilanjutkan dengan radioterapi sebanyak 35x namun terhenti karena beliau takut dioperasi lagi. Saat ini benjolan terus tumbuh di payudara kiri Ibu Sawinem, tangan kananya membengkak dan tidak dapat berjalan. Suaminya, Nasum Sanarja (47), bekerja sebagai buruh tani. Penghasilannya yang kecil membuat Bapak Nasum kesulitan membiayai kehidupan sehari-hari dan iuran jaminan kesehatan milik istrinya yang sudah 2 bulan belum terbayar. Selain itu proses pengobatan tersendat karena Ibu Sawinem takut dioperasi. Selama berobat beliau dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS non PBI kelas III. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sawinem dan keluarga. Santunan disampaikan untuk biaya kehidupan sehari-hari dan iuran jaminan kesehatan selama 2 bulan yang belum terbayar. Semoga dapat bermanfaat dan Ibu Sawinem dapat segera melanjutkan pengobatan agar kembali sehat seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean Arif @firdhanelis

Bu Sawinem menderita kanker payudara kiri


RSSR PURWOKERTO (Sembako Pasien Bulan Oktober Tahun 2017). Alamat : Jl Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Pemalang, Purworejo, Pangandaran, dll yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk kebutuhan makan bulanan pasien yang menginap di RSSR. Bantuan untuk sembako pasien sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1065 Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp 1.113.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @olipe_oile-

Sembako pasien bulan Oktober tahun 2017


RSSR PURWOKERTO (Bantuan Operasional Bulan Oktober Tahun 2017). Alamat : Jl Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Pemalang, Purworejo, Pangandaran, dll yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk kebutuhan operasional bulanan RSSR. Bantuan untuk RSSR sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1065. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 545.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @olipe_oile

Biaya operasional


ALIANDRA NAUFAL PUTRA (2, Bronkitis + Tuberkulosis Paru). Alamat : RT 4/6, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dik Ali mulai merasakan gejala berupa batuk, pilek, dan demam saat ia berusia 5 bulan. Ia sempat berobat ke puskesmas terdekat, kemudian melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit (RS) Banyumas dan dirawat inap selama 3 hari. Selang waktu 3 bulan, sakit Dik Ali kembali kambuh. Ia pun dibawa ke dokter spesialis anak, setelah itu kondisinya membaik. Namun, 4 bulan kemudian sakitnya kembali kambuh, sehingga ia diperiksakan ke Balai Pengobatan Paru-Paru Purwokerto (BP4). Dari hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosis Dik Ali menderita bronkitis dan tuberkuosis paru dan menganjurkan agar ia menjalani kontrol rutin selama 6 bulan. Kini Dik Ali masih sering batuk, pilek dan terkadang sesak napas. Ayahnya, Sarno (42) bekerja sebagai buruh harian lepas, sedangkan ibunya, Paryanti (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga mereka kecil dan tidak menentu. Biaya pengobatan Dik Ali dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Namun, keluarga masih kesulitan mencari dana untuk biaya akomodasi selama Dik Ali kontrol dan kehidupan sehari-harinya. Alhmdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Ali sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membatu biaya akomodasi selama kontrol ke BP4 dan biaya hidup sehari-hari. Semoga ia segera diberi kesembuhan dan dapat tumbuh dengan normal.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 November 2017
Kurir : @arfanesia Lasminah @paulsyifa

Dik Ali menderita bronkitis dan tuberkuosis paru


NAGISKA SESILIA (9, Bantuan Biaya Sekolah).Alamat : RT 6/3, Desa Karang Tengah, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Dik Nagiska adalah siswa kelas 3 SD. saat ini ia tinggal bersama neneknya, Mbah Mbali (70). Mereka tinggal di rumah berukuran 3 x 7 meter dengan dinding yang terbuat dari kalsibot. Rumah itu hanya memiliki 3 ruangan yang mereka gunakan untuk ruang tamu, kamar tidur, dan ruang makan serta dapur. Setiap 2 tahun, Mbah Mbali harus membayar sewa tanah rumah yang mereka tinggali. Kedua orang tua Dik Nagiska sudah meninggal sejak ia masih kecil karena kecelakaan. Biaya hidupnya dan Mbah Mbali ditangung anak Mbah Mbali yang juga kekurangan. Mereka juga tidak memiliki jaminan kesehatan yang dapat membantunya saat sakit. Selain kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Mbah Mbal juga memiliki hutang yang digunakan untuk membeli kalsibot. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Nagiska dan keluarganya. Santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya sekolah Dik Nagiska. Semoga santunan yang telah disampaikan dapat bermanfaat dan berkah bagi semua.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 November 2017
Kurir : @arfanesia @santoprihatmoko@paulsyifa

Bantuan biaya sekolah


ATIAH BINTI ASAN WIRYA (81, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : RT 3/1, Desa Sigaluh, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Nenek Atiah hidup sebatang kara di rumahnya yang sangat sederhana. Keadaan rumahnya sangat kumuh dan tidak terawat, bahkan tercium aroma yang tidak sedap dari kotoran beliau yang hampir tiap pekan dibersihkan oleh warga sekitar. Kondisi tubuh Nenek Atiah kini sering sakit-sakitan dan pikun karena usianya. Beliau sudah tidak bekerja. Kebutuhan hidup sehari-harinya dibantu warga sekitar yang berempati dengan keadaan Nenek Atiah. Beliau memiliki jaminan kesehatan berupa Jamkesda. Saat ini beliau masih kesulitan biaya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nenek Atiah sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-harinya. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan berkah bagi semua.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 3 November 2017
Kurir : @arfanesia @santoprihatmoko @paulsyifa

Bantuan tunai


MIDAH ISTIKOMAH (27, Radang Sendi). Alamat : Dusun Cikares, Desa Harum Mandala, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Midah adalah pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Pangandaran. Ia menderita radang sendi sejak 12 tahun yang lalu. Kini keadaannya mulai membaik setelah pengambilan pen yang ketiga. Selama menjalani pengobatan, Midah tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto karena ia masih memerlukan perawatan intensif. Selain itu, jarak antara rumah sakit dengan tempat tinggalnya yang sangat jauh. Ia tinggal bersama ibunya, Munawaroh (41) di sebuah rumah yang sangat sederhana, bahkan beberapa bagian sudah rusak dan tidak layak huni. Hal tersebut sangat mengganggu aktivitas sehari-hari keluarganya dan menghambat proses penyembuhan sakitnya. Ibu Munawaroh merawat Midah seorang diri. Penghasilan beliau sebagai buruh tani yang kecil dan tidak menentu, sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga mereka. Biaya pengobatan Midah selama ini dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun pengobatannya terkendala dana untuk pembelian strecher. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Midah dan keluarganya sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekahlics untuk membantu biaya pembelian strecher. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1058. Semoga pengobatan Midah berjalan lancar dan ia segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.400.000,-
Tanggal : 5 November 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean Khaerul @paulsyifa

Bu Midah menderita radang sendi


SISMADI BIN ATMO (53, Tuberkulosis Paru). Alamat : RT 1/4, Desa Rakit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegra, Provinsi Jawa Tengah. Pada Oktober 2016, Babak Sismadi merasa sesak napas dan kakinya bengkak. Beliau dibawa berobat ke Puskesmas Rakit, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hj. Anna Lasmanah, Banjarnegara. Disana beliau menjalani rawat inapselama 7 hari. Dari hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosis Bapak Sismadi menderita tuberkulosis paru dan harus berobat rutin setiap pekan. Awal November 2017, kondisi Bapak Sismadi melemah, sehingga beliau harus kembali dirawat di RSUD Hj. Anna Lasmanah selama 17 hari. Kini kondisi beliau masih lemah dan harus kontrol rutin setiap 15 hari sekali. Sejak saki, Bapak Sismadi tidak bekerja. Istrinya, Narsini (53) bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan yang kecil dan tidak menentu sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Bapak Sismadi dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun, pengobatannya masih terkendala biaya trasportasi dan operasional selama kontrol ke rumah sakit. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sismadi sehingga dapat memberikan santunan untuk membantu biaya opeasional dan kebutuhan sehari-hari selama pengobatannya. Semoga pengobatan beliau berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 November 2017
Kurir : @arfanesia Wiwid @paulsyifa

Bapak Sismadi menderita tuberkulosis paru


AHMAD SUWITO (52, Patah Tulang Kaki Kanan). Alamat : RT 6/1, Desa Pingit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada bulan Juli 2017, Bapak Suwito mengalami kecelakaan. Beliau jatuh dari pohon kelapa saat menyadap nira kelapa. Peristiwa itu menyebabkan kaki kanan beliau mengalami patah tulang. Karena keterbatasan pengetahuan keluarga, beliau berobat ke pengobatan alternatif pijat patah tulang di daerah Gombong, Kebumen. Setelah 3 pekan menjalani pengobatan, tidak ada perubahan yang berarti. Akhirnya beliau berobat ke Rumah Sakit Umum (RSU) Siaga Medika Banyumas dan langsung dilakukan operasi tulang, kemudian beliau menjalani rawat inap selama 4 hari. Setelah merasa kondisinya sudah pulih, Bapak Suwito memaksakan diri untuk kembali bekerja. Namun, luka bekas operasinya justru mengalami pembengkakan pada September 2017. Setelah diperiksakan ke dokter, ternyata pen pada sambungan tulang kakinya terlepas sehingga harus dilakukan operasi ulang. Kini kakinya masih bengkak dan beliau hanya dapat terbaring di tempat tidur. Bapak Suwito tinggal bersama anak semata wayangnya. Istrinya, Sarmi sudah meninggal. Penghasilan keluarga yang kecil sulit untuk memenuhi kebetuhan hidup sehari-hari. Biaya pengbobatan beliau dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun pengobatannya terkendala biaya operasional selama rawat inap di rumah sakit dan biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Suwito sehingga dapat menyampaikan santuan untuk membantu biaya operasional selama rawat inap dan kebutuhan sehari-hari keluarganya. Semoga beliau segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 November 2017
Kurir : @arfanesia Wiwid @paulsyifa

Pak Suwito menderita patah tulang kaki kanan


SODIKIN BIN SANBARI PARJO (43, Diabetes). Alamat : RT 1/9, Desa Karangpucung, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar tahun 2007, Bapak Sodikin terjatuh namun luka di kakinya tidak kunjung sembuh. Setelah diperiksakan ke klinik ternyata kadar gula dalam darahnya melebihi batas normal (diabetes). Selama 10 tahun terakhir, saat Pak Sodikin merasakan sakit, beliau hanya memeriksakan diri ke klinik. Mulai bulan Agustus 2017, beliau dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Duta Mulya Cilacap selama 3 hari. Berat badannya turun drastis dan semakin hari sakitnya semakin parah. Beliau kemudian melanjutkan pengobatan ke RS Dadi Keluarga Purwokerto untuk menjalani operasi pada kakinya di bulan September 2017. Operasi Bapak Sodikin berjalan lancar dan beliau harus menjalani kontrol rutin di poli dalam dan poli bedah. Kondisi tubuh Bapak Sodikin semakin melemah dan akhirnyabeliau meninggal dunia pada tanggal 12 Oktober 2017.Sejak sakit, Bapak Sodikin tidak bekerja. Istrinya, Ratiyem (38) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga yang semula kecil pun terhenti. Bapak Sodikin semakin kesulitan memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Biaya pengobatannya selama ini dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau masih kesulitan untuk memenuhi biaya transportasi dan biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sodikin sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk santunan kematian dan membantu biaya hidup sehari-hari keluarga yang ditinggalkan. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @menttariii @paulsyifa

Pak sodikin menderita diabetes


GUNA IBMAWAN (14, Patah Tulang Kaki). Alamat : Desa Sekijang RT 1/4, Kecamatan Bandar Sekijang, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pada Minggu, 31 Juli 2016, pukul 17.15 WIB, Guna diminta orang tuanya untuk membeli air galon isi ulang. Ia pun pergi ke toko terdekat dengan mengendarai motor bersama adiknya. Sore itu lalu lintas ramai dari arah Pekanbaru ke Kerinci. Ketika sampai di belokan persimpangan rumahnya, ia perlahan-lahan mengarahkan motor untuk belok ke kanan, namun tiba-tiba ada motor melaju kencang melewati mobil persis di belakang motor Guna. Posisi motor Guna yang sudah mulai belok langsung dihantam motor tersebut dan menabrak kaki kanan Guna. Motor Guna terjatuh dan adiknya terlempar hingga terkilir. Guna yang saat itu sudah tidak dapat menggerakan kakinya langsung dibawa oleh warga menggunakan ambulan desa ke RSUD Pekanbaru untuk ditangani lebih lanjut. Hingga kini Guna telah menjalani operasi tulang bertahap pada kakinya sebanyak 3 kali. Ia akan diperbolehkan pulang dari rumah sakit pasca menjalani fisioterapi setelah kondisinya benar-benar pulih. Alhamdulillah Guna menggunakan Jamkesmas selama berobat di RSUD sehingga ia bebas dari segala biaya pengobatannya, namun keluarga tetap mengalami kesulitan untuk memenuhi biaya akomodasi sehari-hari selama Guna dirawat di RSUD. Kehidupan keluarga Guna yang sangat terbatas tidak cukup untuk menanggung biaya hidup mereka di rumah sakit. Ayah Guna, Kariono (50), bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak tetap, sedangkan ibunya, Sri Mulyani (43), adalah seorang ibu rumah tangga yang setia mendampingi Guna. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Guna dan hingga kini Gunamenjadi pasien dampingan SR Riau hingga ia benar-benar pulih dari operasinya. Selama menjalani kontrol rawat jalan dan operasi lanjutan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Guna dan ibunya tinggal di RSSR Riau. Namun setelah menjalani beberapa kali operasi kondisi tulang Guna belum juga pulih seutuhnya, sehingga dokter RSUD Pekanbaru merujuknya ke RS Prof Suharso di Solo untuk melanjutkan proses pengobatan tulangnya tersebut. Alhamdulillah proses operasi pemasangan Elizaroh tanggal 16 November 2017 berjalan lancar. Dan sampai saat ini Guna masih dalam proses penyembuhan di RS Orthophedi Soeharso Solo. Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan kepada Guna untuk kebutuhan sehari hari selama rawat inap di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1062. Semoga amal Kebaikan Sedekaholics dan kurir diterima Allah.. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal: 18 November 2017
Kurir: @mawan @anissetya60 @weliyanto

Guna menderita patah tulang kaki


MARY YUANA INTAN NURBAITI (16, Microcephalus + Gizi Buruk) Alamat: Sawah Karang RT 3/23, Kel. Jebres, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Prov. Jawa Tengah. Intan, sapaannya diusianya yang memasuki remaja, ia tidak bisa merasakan belajar dan bermain sebagaimana teman sebayanya. Sejak lahir, ia menderita microcephalus atau disebut pengecilan volume otak yang berpengaruh pada syarafnya. Hal itu menyebabkan ia tak dapat berkembang sebagaimana teman sebayanya, tubuhnya kurus kering, tingginya pun kurang, tak mampu berbicara, hanya sebatas anggukan atau gelengan serta merengek bila menginginkan sesuatu. ibunya, Suryanti (32) yang selama ini selalu sabar mengurus ia dan adiknya. Kedua orangtuanya telah lama bercerai, sehingga kebutuhan harian ditanggung oleh sang ibu yang bekerja membantu kakaknya di tempat laundry dengan penghasilan Rp. 150.000,-/minggu. Karena keterbatasan biaya itulah ia berhenti berobat sejak berusia 7 tahun. Awalnya, setelah dilahirkan secara prematur, kondisi Intan tak kunjung membaik, ia sering kejang dan ukuran kepalanya pun tidak normal, sehingga keluarga membawa Intan ke RS. Namun, karena penyakitnya termasuk jarang dokter belum berani bertindak, kemudian menyarankan agar ia melakukan terapi. Namun, karena tak memiliki biaya transportasi pulang-pergi ke rumah sakit, hal itu pun diurungkan. Saat ini Intan rutin menjalani terapi di rumah serta perbaikan gizi setelah kembali menjalani kontrol pada Oktober lalu. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Intan kemudian menyampaikan titipan kedua dari sedekaholics untuk membantu transportasi dan pembelian susu. Semoga Intan dapat berangsur membaik. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 November 2017
Kurir: @mawan, @anis, @wellyanto

Mary menderita microcephalus


EKA NUR INDRAYANTI ( 29,TB Paru MDR ). Beralamat Jl. Merak 4 Gumunggung, RT02/01 Gilingan, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah. Ibu Eka sapaan akrabnya, sudah 1 tahun lebih menderita penyakit Tuberkulosis (TB) Paru. Saat ini beliau mejalani pengobatan di Rumah Sakit Brayat Surakarta. Dalam menjalani pengobatan, beliau harus rutin meminum obat TBnya. Saat sudah berjalan 6 bulan , beliau lupa 1 kali tidak meminumnya. Lalu saat kontrol kembali beliau menceritkan ke dokter, dan dokter menyarankan agar mengulang kembali dari awal meminum obat tersebut. Pengobatan TB meliputi pemberian antibiotik yang harus dihabiskan selama jangka waktu tertentu sesuai resep dokter, sehingga jika tidak patuh harus mengulang pengobatan kembali. Karena ketidakpatuhan beliau dalam menjalani pengobatan sehigga di diagnosis TB Paru MDR atau Multi Drug Resisten. Bapak Eko Prabowo (37), suami Ibu Eka berkerja sebagai buruh serabutan, penghasilan yang tidak menentu Rp.30.000 perharinya, beliau juga mengumpulkan botol dan barang bekas untuk di jual ,beliau mempunyai 1 anak bernama Lallana Lailla (2). Untuk membeli susu Dik Lailla dan untuk membayar uang kontrakan bulan ini, Bapak Eko berusaha mencari pinjaman ketetangganya. Jika tidak bisa membayarnya keluarga di suruh mengosongkan kontrak tersebut. Sebelumnya keluarga sudah berkali-kali pindah kontrakan karena tidak sanggup untuk membayarnya. Bersyukur, #kurirSR di pertemukan dengan Ibu Eka, sehingga bisa menyampaikan sedekah dari sedekaholic untuk membantu membayar uang kontrakan dan kebutuhan sehari-hari. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000
Tanggal: 20 November 2017
Kurir:@Mawan @AnisSteya @Aji @ Yudi

Ibu Eka menderita penyakit Tuberkulosis (TB) Paru


TUKIYEM BINTI DARIMAN (63, Stroke+Osteoporosis) Alamat: Tegal Mulyo RT 5/4, Kel. Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Prov. Jawa Tengah Mbah Tukiyem sapaan beliau, hidup sebatang kara sejak 5 tahun lalu semenjak kehilangan suami dan anak beliau yang telah berpulang. Sakit yang beliau derita berawal dari bulan Oktober 2015 sampai bulan November 2017, kemudian bertambah dengan osteoporosis yang beliau alami. Dengan jaminan kesehatan (BPJS) yang beliau miliki, beliau kontrol di RS. Dr. Moewardi didampingi oleh tetangga beliau Bapak Haryono. Namun, karena mengalami kesulitan biaya transportasi untuk kontrol beliau tidak lagi melanjutkan kontrol sejak 19 November 2016 Beliau tidak bekerja sehingga tidak ada penghasilan yang beliau dapatkan, untuk pemenuhan harian tetangga-tetangga beliau yang membantu. Rumah yang beliau tempati pun sudah dijual ke salah satu tetangga, namun oleh pembeli rumah tersebut, beliau diijinkan untuk tetap tinggal. Alhamdulillah kurir sedekah rombongan dipertemukan dengan Mbah Tukiyem, kemudian menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk buaya transportasi beliau saat menjalani kontrol. Mbah Tukiyem dan para tetangga mengucapkan banyak terimakasih atas santunan yang disampaikan, semoga Allah balas dengan kemudahan-kemudahan untuk sedekaholics sekalian. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 19 November 2017
Kurir: @Mawan @Anissetya @Yuli

Bu Tukiyem menderita stroke+osteoporosis


SUGINEM BINTI RESORIMANTO (49, Kanker Payudara). Alamat: Ngranyu Rt 01/07 Sribit, Delanggu, Klaten, Jawa Tengah. Bu Suginem (49 Tahun) merupakan istri dari Pak Supardi (60 Tahun) namun kini sudah bercerai. Bu Suginem memiliki satu anak yang bernama Widyaningsih (25 Tahun) yang sudah menikah dan dikaruniai satu anak. Mbak Widya beserta anak dan suami tinggal bersama bu suginem dan neneknya atau ibu bu Suginem yaitu Mbah Jumirah. Sakit yang diderita Bu Suginem diketahui pada November 2016 awalnya cuma benjolan kecil, selang satu bulan benjolan membesar dengan cepat dan langsung di periksakan di Rumah Sakit Islam Klaten. Mulanya berobat melalui umum namun dirasa prosesnya akan panjang dan membutuhkan banyak uang Bu Suginem pun membuat BPJS kelas 3. Setelah menjalani pengobatan Bu Suginem divonis menderita Kanker Payudara stadium 3 kemudian dilakukan pengangkatan kanker pada bulan Februari 2017. Pasca operasi Bu Suginem menjalani kontrol dan serangkaian pengobatan yang kemudian menyarankan Bu Suginem untuk menjalani kemoterapi hingga 6 kali. Sejak Bu Suginem sakit yang menjadi tulang punggung adalah mantunya yaitu Suseno (25 tahun) suami Mbak Widya. Mas Suseno bekerja sebagai sales di solo dengan penghasilan sesuai UMR solo meskipun begitu Mas Suseno memiliki tanggungjawab untuk melunasi hutang keluarga kepada rentenir yang pada waktu itu keluarga terpaksa meminjam uang. Sebelum Bu Suginem jatuh sakit beliau dan Mbak Widya berjualan soto di depan rumah dan warung sembako namun setelah sakit warung soto tutup dan warung sembako semakin sepi bahkan pernah dalam satu hari tidak ada pembeli. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Suginem santuan pertama pun disampaikan dan tercatat di rombongan 1068. Kini kondisi Bu Suginem masih lemah pasca menjalani kemo yang terakhir pada Tanggal 14 November 2017 Bu Suginem. Proses pengobatan selanjutnya Bu Suginem adalah Sinar yang akan dilakukan di RS Dr.Moewardi Solo pada bulan Maret 2018. Kurir #Sedekahrombongan kembali menyampaikan santunan dari sedekaholic untuk membantu membayar tunggakan pelunasan hutang. Bu Suginem menyampaikan terimakasih atas santunan yang diberikan dan memohon semoga segera diberi kesembuhan, tak lupa juga mendo’akan para kurir dan sedekaholic semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 25 November 2017
Kurir : @Mawan @Anissetya @Yudi @eliyan_a

Bu Suginem divonis menderita Kanker Payudara stadium 3


NABBITA ANUGERAH MUKTI (6, Kelainan Tulang Kaki). Alamat: Pangen, Juru Tengah RT 002/005, Kel. Pangen, Kec. Purworejo, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Nabbita merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Solo sejak 2013 silam. Tinggal bersama Ibunya, Dwi (36) Nabbita sejak lahir telah mengalami kelainan pada tulang kakinya. Sang ayah meninggalkannya dan tidak diketahui keberadaannya hingga kini ibu Dwi pun berjuang sendiri untuk dapat memenuhi kebutuhan harian dan berobat Nabbita. Sehari-hari beliau bekerja sebagai penjaga toko dengan penghasilan Rp. 800.000,-/bulan. Alhamdulillah kini kondisi Nabbita semakin membaik setelah menjalani serangkaian pengobatan untuk dapat memperbaiki struktur kakinya. Namun dikarenakan kelainan pada syaraf kakinya yang mengakibatkan struktur kaki masih dapat berubah-ubah seiring masa pertumbuhan sehingga diharuskan terapi setiap satu minggu sekali di Rumah Sakit dr. Soeharso (RSO) agar struktur kaki tidak berubah-ubah. Nabbita yang kini usianya sudah menginjak 6 Tahun dan sedang aktifnya belajar serta membutuhkan dampingan orang tua,menjadikan Bu Dwi tidak bisa bekerja lagi seperti biasanya. Kini untuk mencukupi kebutuhan hidup, Bu Dwi mengandalkan hasil berjualan makanan setiap hari minggu. Santunan ke-16 pun kembali disampaikan oleh kurir #SedekahRombongan untuk biaya transportasi Nabita ketika terapi dari Purworejo ke RS. Dr. Soeharso Solo, Santunan sebelumnya tercantum dalam rombongan 1035 Keluarga Nabita mengucapkan terimakasih serta mendoakan agar segala amal kita diterima serta dibalas oleh Allah SWT dan mengharakan do’a agar Nabita segera sembuh dan dapat bermain kembali. Aaamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000
Tanggal: 22 November 2017
Kurir : @mawan @anissetya60 @eliyan_a

Nabitta menderita kelainan pada syaraf kaki


ZENA NUR ZULAIKA (5, Infeksi Paru+ Jantung Bocor+ Megacolon + Cerebral Palsy+Bibir Sumbing) Alamat: Dusun Wonorejo RT 2/2, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta Provinsi Jawa Tengah. Zena begitu panggilan gadis kecil ini. Lahir dengan caesar, keadaan Zena kala itu normal seperti bayi sehat lainnya. Namun, masuk usia 5 bulan, ASI yang ia minum selalu keluar dari hidung, berat badannya pun tidak normal sampai saat ini memasuki usia 5tahun, ia hanya memiliki berat 8kg. Menurut dokter hal tersebut dikarenakan adanya kelainan pada megacolon yang menyebabkan nutrisi tidak dapat terserap dengan baik serta sulitnya BAB. Sehingga selang NGT selalu terpasang di hidung hingga lambung untuk memberikan asupan nutrisi. Perkembangannya pun melambat karena ia juga mengalami Cerebral Palsy. Putri pasangan Bapak Supriyanto (39) yang bekerja sebagai cleaning service dengan penghasilan Rp. 1.700.000/bulan dan Ibu Rulin Aristiana (28) sebagai ibu rumah tangga ini rencananya oleh tim dokter akan dilakukan operasi megacolon terlebih dahulu agar nutrisi dapat tercerna dan BAB kembali lancar menggunakan jamkes KIS dari pemerintah. Namun, pengobatan yang panjang disertai tanggungan orang tua yang banyak menyebabkan ia sempat terkendala untuk berobat. Ia tinggal dengan kakek, nenek dan 1 keluarga lain dalam 1 rumah. Saat ini Zena rutin menjalani terapi di RS Kasih Ibu Surakarta. Kurir #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk biaya akomodasi berobat dan terapi. Keluarga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang diterima, santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 996, semoga amal kebaikan sedekaholics dan kurir diterima Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 22 November 2017
Kurir: @mawan @anissetya60 @ayak

Zena menderita infeksi paru+ jantung bocor+ megacolon + cerebral palsy+bibir sumbing

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 HAPSAH ZAINUDDIN 1,200,000
2 RAHMA OKTA BERINA 1,200,000
3 AZMIA RAISA 3,550,000
4 DAFFA MUZAKI TAHER 6,340,000
5 HARSIL MAHARDIKA 2,000,000
6 JASRIAH BINTI TAFRI 500,000
7 MUHAMMAD YUSUF 1,740,000
8 RSSR JAMBI 25,000,000
9 MARDALINA BINTI SUTIYEM 500,000
10 MTSR SOLO 4,290,000
11 RSSR SOLO 1,815,200
12 RSSR SOLO 1,117,200
13 MUHIDIN BIN SUTARNO 2,000,000
14 MAMAD BIN NADI 1,000,000
15 Maura Dwi Azhara 1,605,650
16 KASTINAH BINTI DASRUNI 500,000
17 SUKAMTO BIN MUHYAT 1,000,000
18 SYAFIRA MUTIARA SASI 1,000,000
19 TUGIMIN BIN WIARJO 500,000
20 AHMAD GHOFAR 1,000,000
21 SAWINEM BINTI TASWARI 1,000,000
22 RSSR PURWOKERTO 1,113,000
23 RSSR PURWOKERTO 545,000
24 ALIANDRA NAUFAL PUTRA 1,000,000
25 NAGISKA SESILIA 1,000,000
26 ATIAH BINTI ASAN WIRYA 750,000
27 MIDAH ISTIKOMAH 1,400,000
28 SISMADI BIN ATMO 1,000,000
29 AHMAD SUWITO 1,000,000
30 SODIKIN BIN SANBARI PARJO 1,000,000
31 GUNA IBMAWAN 500,000
32 MARY YUANA INTAN NURBAITI 500,000
33 EKA NUR INDRAYANTI 1,000,000
34 TUKIYEM BINTI DARIMAN 1,000,000
35 SUGINEM BINTI RESORIMANTO 1,000,000
36 NABBITA ANUGERAH MUKTI 500,000
37 ZENA NUR ZULAIKA 500,000
Total 72,666,050

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 72,666,050,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1081 ROMBONGAN

Rp. 57,470,733,528,-

 

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *