SUNARWOKO BIN LASIMEN (57,Katarak) Alamat jl.Dsn Melian rt:07 rw:09 Desa Kejapanan Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur. Bapak Sunarwoko yang kesehariannya sebagai sopir truk kirim sirtu (pasir batu) , sejak 2 tahun terakhir merasakan penglihatannya berkurang . Setelah diperiksakan ke puskesmas terdekat diketahui beliau menderita katarak di kedua mata kanan dan kirinya . Semenjak itulah pekerjaan sebagai sopir otomatis terhenti , pak Woko pernah melakukan operasi katarak. Dan operasi pertamanya pada mata kanan pada tanggal 1 Agustus 2017. Sedangkan operasi pada bagian mata kirinya pada tanggal 4 September 2017. Operasi keduanya menggunakan fasilitas Surat Keterangan Miskin (SKM) dilakukan di RSUD Bangil . Kontrol pertama pasca operasi dan kedua berjalan lancar. Kendala pengobatan ditemukan pada saat kontrol yang kedua kalinya pada tanggal 15 September 2017 yaitu SKM di RSUD Bangil sudah tidak berlaku lagi. Ditengah keputusasaannya, Pak Woko suami dari ibu Sriwati (50) yang seorang penjahit dan memiliki tiga orang anak, yang paling kecil sudah duduk di bangku SMP sedangkan yang lainnya telah berumah tangga .Langkah pertama beliaunya membuat Surat Pernyataan Miskin (SPM) dengan harapan ihktiar pengobatannya dapat di lanjutkan. Langkah berikutnya sudah pada Dinas Sosial untuk membuat BPJS .Setelah di BPJS ternyata nama Bapak Sunarwoko beserta istrinya terdaftar sebagai peserta BPJS aktif sejak 2015 dan ada tunggakan rp.663.000, pak Sunarwoko beserta istri merasa keberatan dengan tagihan sebesar itu dan menyatakan tidak bisa membayarnya , alhamdulillah ada sanak saudara yang membantu melunasi tunggakan bpjs. Sedekah Rombongan berkesempatan membantu untuk akomodasi dan transportasi biaya kontrol pengobatan rutin katarak Pak Woko. Semoga dengan kontrol rutinnya Pak Woko berdampak normal pada penglihatan dan bisa beraktifitas produktif. Pak Sunarwoko beserta keluarganya mengucapkan terima kasih pada sedekaholc, semoga Allah membalas kebaikan para sedekaholic. Amin

Jumlah Bantuan Rp.500.000,-
Tanggal : 05/10/2017
Kurir : Mira @mzboz1027 Aang

Pak Sunarwoko menderita katarak di kedua mata kanan dan kirinya


TINEM BINTI SARIYOMEJO (75, Biaya hidup). Alamat : Dusun Sidodadi, RT 10/2, Desa Ketandan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Tinem adalah seorang janda, seorang nenek yang hidup di garis kemiskinan. Tinggal bersama cucunya yang pekerjaannya serabutan dengan upah yang kecil dan berusaha untuk menghidupi anak istrinya juga untuk mbah Tinem. Keadaan yang serba kurang terkadang memaksa mbah Tinem harus meminta belas kasihan dari tetangga sekitarnya. Keadaan rumah yang kurang layak untuk kesehatan juga terpaksa harus ditempati, apa boleh buat karena untuk memenuhi kebutuhan makan saja sudah susah. Saat team Sedekah Rombongan berkunjung, mbah Tinem menceritakan kehidupannya sehari – hari yang serba kekurangan. Sungguh malang mbah Tinem, di usia senja yang seharusnya bisa menikmati sisa hidupnya, namun harus bergelut dengan kondisi yang serba kekurangan. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami mbah Tinem. Santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya hidup sehari – hari mbah Timem. Rasa bahagia tersirat di wajah mbah Tinem. Sambil meneteskan air mata, mbah Tinem mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Bantuan tunai


ULFA DWI LESTARI (10, Appendicitis). Alamat: Dusun Ngrobyong, RT. 8/1, Desa Purworejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Ulfa adalah seorang pelajar Sekolah Dasar. Beberapa hari yang lalu Ulfa demam tinggi dan diperiksakan ke dokter praktek, diagnosanya sakit typus dan boleh rawat jalan. Namun 3 hari demamnya tidak sembuh, dan dibawa periksa ke RSUD Dolopo. Ternyata Ulfa menderita Apendicitis akut sampai ususnya bernanah, dan sudah menyebar kemana – mana. Tanpa basa basi keluarga mengijinkan untuk segera dilakukan operasi demi menyelamatkan nyawa Ulfa. Saat operasi dilakukan pencucian usus sampai 2 kali. Bapaknya yang bekerja serabutan, harus berjuang demi putrinya bisa sembuh. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami orang tua dek Ulfa. Santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat Dek Ulfa, yang awalnya belum memiliki fasilitas kesehatan, Alhamdulillah sekarang sudah mempunyai BPJS kelas 3. Bapaknya dek Ulfa sangat senang dan berterima kasih sekali kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi09

Ulfa menderita Apendicitis akut


NUR ROKHIM (14, Hydrocephalus). Alamat : Desa Klumutan, RT 26/4, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Dek Rokhim biasa dipanggil demikian, merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Lahir normal dari pasangan Bapak Siswanto dan Ibu Daminah. Pada usia 1 tahun dek Rokhim sakit demam tinggi selama 2 minggu, kemudian rawat inap di Rumah Sakit. Diagnosa dokter saat itu bahwa dek Rokhim menderita Hydrocephalus. Berbagai upaya dan tindakan medis telah dilakukan oleh pihak Rumah Sakit. Orang tua dek Rokhim, pekerjaannya adalah mengandalkan mencari barang bekas dan dijual lagi untuk menghidupi keluarga. Orang tua dek Rokhim, dalam proses pengobatan, merasa sangat berat untuk akomodasi pulang pergi dek Rokhim ke Rumah sakit Surabaya. Akhirnya kala itu orang tua dek Rokhim memutuskan berhenti untuk kontrol karena keterbatasan ekonomi. Orang tua dek Rokhim enggan meminta bantuan kepada anak-anaknya yang lain karena kehidupan ekonomi mereka pun tidak jauh beda. Dek Rokhim sebenarnya memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan dek Rokhim dan Sedekah Rombongan sangat merasakan kesulitan yang dialami orang tua dek Rokhim. Santunan lepas titipan para sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan kepada orang tua dek Rokhim dan digunakan untuk biaya berobat. Betapa senangnya kedua orang tuanya atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Tidak lupa, bapaknya mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics. Semoga mendapatkan balasan yang lebih dan diberi kesehatan semuanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Rokhim menderita hydrocephalus


UYE BIN SARIP (40, Disabilitas). Alamat : Dusun Sanan, RT2/1, Desa Ngadisanan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Nama nya bapak Uye, usia 40 tahun, beliau disabilitas sejak lahir, sejak lahir sudah di tinggal bapaknya meninggal, akhir-akhir ini sering stres ringan, tapi karena keterbatasan ekonomi, akhirnya hanya diperiksakan ke bu bidan sebulan sekali. Kondisi saat ini sangat memprihatinkan, karena sulit diajak komunikasi, belum diperiksa ke dokter. Walaupun sebenarnya pak Uye memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3, namun untuk akomodasi bila berobat rasanya merasa sangat kesulitan. Sementara kehidupan sehari-harinya meminta-minta di pasar untuk menyambung hidupnya sehari – hari. Pak Uye tinggal bersama ibunya yang usianya 63 tahun, dan tidak jarang untuk keperluan sehari – hari mengharapkan pemberian dari tetangga. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Uye dan ibunya. Santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 disampaikan untuk biaya berobat. Rasa senang dan bahagia nampak jelas terlihat. Pak Uye tak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi09

Bantuan tunai


KATIMO BIN SAIMIN (70, Patah tulang) Alamat : Dusun Krajan, RT 3 /2, Desa Bendingan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Mbah Katimo biasa dipanggil demikian, adalah kepala keluarga yang bekerja sebagai petani yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, hidup bersama Boyatin (63) istri nya yang mempunya anak Ahmad Munajib (42) bekerja serabutan di luar kota. Mbah Katimo saat perjalanan pulang kerja sebagai buruh tani mengalami kecelakaan kesrempet truk, luka terjadi pada kaki kanan mbah Katimo dan mengakibatkan tidak bisa bekerja lagi, sementara kondisi keterbatasan ekonomi yang serba pas – pasan. Mbah Katimo kalau kakinya terasa sakit maka tidak bisa berjalan. Jaminan kesehatan berupa KIS yang dimilikinya, merupakan fasilitas yang bisa dipakai berobat selama ini oleh mbah Katimo. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga mbah Katimo dan memahami kondisi yang dialami keluarga mbah Katimo. Santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat mbah Katimo. Betapa senangnya mbah Katimo saat menerima bantuan tersebut. Tidak lupa mbah Katimo mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi09

Mbah katimo menderita patah tulang


JUMIRAH BINTI MAT ROJIKAN (49, TBC).Alamat : Desa Krandegan, RT 14/2, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Mirah beliau biasa dipanggil demikian, merupakan seorang ibu rumah tangga. Batuk yang dideritanya berawal dari 12 tahun yang lalu ketika beliau masih tinggal di Lampung. Hanya batuk biasa hasil diagnosa dari dokter klinik setempat kala itu. Namun setelah puluhan kali berobat, sakit yang dideritanya tak kunjung sembuh. Berbagai upaya telah dilakukan namun tetap tidak membuahkan hasil. Pada tahun 2015 bu Mirah beserta keluarga pulang ke Madiun, tetap dengan kondisi sakit yang dideritanya. Kira-kira 5 bulan yang lalu, bu Mirah merasakan seluruh badannya lemas dan susah digerakan. Kemudian oleh keluarga dan dengan diantar kendaraan tetangga beliau dibawa berobat. Beliau pun di diagnosa TBC oleh dokter, dan disarankan untuk menjalani pengobatan secara insentif di Rumah Sakit dan harus rawat inap namun karena keterbatasan ekonomi akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk rawat jalan. Karena pada saat itu beberapa anak-anak dari bu Mirah masih berada di Lampung. Suami beliau bekerja sebagai kuli bangunan, jika tidak bekerja sebagai kuli bangunan beliau mencari rumput untuk dijual ke para peternak sapi dan kambing di desa sekitarnya. Sedekah Rombongan sangat memahami kesulitan yang dialami oleh bu Mirah. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000 pun telah disampaikan untuk biaya berobat bu Mirah. Suami bu Mirah atas nama keluarga, mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati@Deniasri4

Bu Jumirah di diagnosa TBC


KANAYA AL AQSHA MIKAYLA SYAHMA (2, ISPA). Alamat : Desa Sumberejo, RT 10/5, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Dek Aya biasa dipanggil demikian, merupakan putri ketiga dari pasangan dari pak Ari dan Ibu Rima. Beberapa hari yang lalu dek Aya sakit demam yang cukup tinggi, beberapa kali minum obat, reda dan kambuh lagi selang beberapa saat. Kemudian kedua Orang tuanya membawa dek Aya ke RSUD Dolopo karena demamnya semakin tinggi sampai mengeluarkan darah dari telinganya. Dan ternyata dokter mendiagnosis dek Aya terkena ISPA (Infeksi saluran pernafasan Akut). Dek Aya memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Namun karena keadaan ekonomi keluarganya yang serba pas-pasan terasa berat. Informasi mengenai Dek Aya diperoleh dari tetangga yang perduli dengan kondisinya. Santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya pengobatan. Keluarga pak Ari mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan dan sangat bermanfaat bagi keluarganya. Semoga di Aya segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti sebelum nya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi09

Aya terkena ISPA


TUMPUK BINTI SARIYO (76, Biaya hidup). Alamat : Dusun Sidodadi, RT 10/2, Desa Ketandan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Tumpuk Binti Sariyo adalah seorang janda yang hidup sebatang kara. Dulu pernah mempunyai anak satu tapi sudah meninggal saat usia remaja. Di usia senja hanya hidup sendiri di rumah kecil miliknya dengan keadaan yang memprihatinkan, tanpa penerangan lampu listrik membuat suasana rumahnya selalu gelap saat malam, dan tidur di lantai hanya beralas tikar. Beruntung masih ada kerabat yang rumahnya tidak jauh dari situ masih peduli merawat mbah Tumpuk. Walaupun hanya sekedarnya saja untuk mbah Tumpuk karena keterbatasan ekonomi juga. Belas kasihan dari tetangga juga harapan mbah Tumpuk untuk bertahan hidup. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami mbah Tumpuk. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya hidup sehari – hari. Mbah Tumpuk mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Erik6789

Bantuan tunai


HARIYADI BIN KARMO (62, Biaya hidup). Alamat : Jl. Anoman, Kota Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Pak Hariyadi diumurnya yang 62 tahun masih harus bekerja keras menghidupi keluarganya. Pagi hari jam 07.00 sampai jam 15.00 sore dia mengayuh sepeda ontel bekerja di pabrik es. Pulang dari pabrik dia langsung mulung sampah plastik dan kayu. Plastik untuk dijual ke pengepul sedang kayu untuk memasak sehari hari. Pak Hariyadi punya 3 anak, 1 Laki – laki (Bekerja serabutan dipasar loak), 2 perempuan (tidak bekerja).
Dua anak perempuan pak Hariyadi seperti mengalami keterbatasan mental. Tidak pernah mengenyam bangku sekolah, dan juga tidak bekerja. Sedang anak laki-lakinya juga agak tertutup, tetapi masih bisa bekerja dan ikut kegiatan di desa. Pak Hariyadi belum memiliki rumah sendiri. Jadi selama ini berpindah – pindah dari kontrakan satu ke yang lain. Termasuk pada saat Sedekah Rombongan berkunjung ke kontrakan pak Hariyadi, katanya tidak lama lagi, sudah akan pindah kontrakan. Belum lagi kondisi pak Hariyadi yang salah satu matanya pernah mengalami sakit yang hampir tidak pernah diperiksakan ke dokter karena kondisi ekonomi yang sangat minim. Sedekah Rombongan samgat memahami kondisi yang dialami pak Hariyadi sekeluarga. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya hidup sehari – hari. Pak Hariyadi merasa senang sekali, dan sangat bersyukur. Tak lupa pak Hariyadi mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi09

Bantuan tunai


MINTHIL BINTI GOTRO (57, Modal usaha). Alamat : Desa Wates, Rt.1/1, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Bu Minthil adalah seorang pedagang tempe. Beliau hidup dengan ekonomi yang serba kekurangan. Beliau harus merawat orang tuanya yang sudah renta. Beliau membeli kedelai jika mempunyai uang lebih kemudian dibuat tempe dan dijualnya ke pasar. Namun jika tidak ada kelebihan uang, bu Minthil juga vakum tidak berjualan. Padahal untuk mengepulkan asap dapur dan mengurus orang tuanya bu Minthil hanya mengandalkan dari hasil dagang tempe. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami dan dirasakan bu Minthil. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk modal usaha bu Minthil. Bu Minthil sangat senang dan bersyukur kapada Allah SWT. Tak lupa bu Minthil mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi09

Bantuan tunai modal usaha


MUSHOLA JAMI’ATUL HIKMAH, (Bantuan Kubah) Alamat Jl. A Yani 10, Keluarahan Kepatian, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Mushola Jami’atul Hikmah Adalah sebagai tempat beribadah dan sebagai tempat untuk belajar Anak-anak disekitar mengaji. Mushola ini memiliki lebih dari 15-30 orang jamaah yang terdiri dari berbagai kalangan dan latar belakang jumlah jamaah Mushola ini juga terus bertambah dari tahun ke tahun. Mushola Jami’atul Hikmah ini mengalami kendala, dikarenakan kekurangan kubah Mushola. Mushola Jami’atul Hikmah ini mengajukan bantuan kepada Kurir Sedekah Rombongan untuk renovasi Mushola tersebut yang tidak layak di lihat. Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke Mushola Jami’atul Hikmah untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Pembelian Kubah Mushola Jami’atul Hikmah, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk pembelian Kubah Mushola Jami’atul Hikmah. Semoga santunan untuk renovasi Mushola Jami’atul Hikmah dapat berjalan dengan lancar dan warga masyarakat sekitarnya semakin memakmurkan Mushola tersebut, dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 11 November 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @imamhariyadi

Bantuan kubah


M RESA BAHTIAR, (2, Meningnokel) Alamat Jl. YOS Sudarso Link Gempal RT/RW 002/015, Desa Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Adik Resa yang masih berumur 2 tahun ini menderita Sakit Meningnokel sejak baru melahirkan. Adik Resa ini anak Kedua dari pasangan Bapak Sarkawi (65) yang bekerja sebagai buruh tani dan Ibu Fatimah (39) sebagai ibu rumah tangga, keluarga tersebut tergolong orang tidak mampu yang layak untuk dibantu. Salah satu Kurir Sedekah Rombongan mendengar informasi dari salah satu perangkat desa bahwa ada salah satu warganya yang membutuhkan pertolongan. Akhirnya Kurir Sedekah Rombongan mendatangi rumahnya dan bersilahturahmi ke tempat tinggal adik Resa. Adik Resa memiliki Jaminan Kesehatan berupa JKN – KIS NON PBI Kelas III yang meringankan beban keluarganya dalam berobat. Kurir Sedekah Rombongan langsung membawanya ke Puskesmas terdekat untuk pengobatan dan lanjut dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk pengobatan lebih lanjut. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Resa, Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi biaya perawatan selama di Rumah Sakit dan Pembayaran BPJS Setiap Bulan. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpah ganda oleh dariNya. Aminn

Jumlah Santunan : Rp. 640.500,-
Tanggal : 9 Agustus 2017, 13 September 2017, 23 Oktober 2017, 7 November 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @Isroil

Adik Resa menderita Sakit Meningnokel


SUSANTI BINTI MISRAH (58, Stroke) Dusun Begelanan RT/RW 001/021, Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Sejak satu tahun lalu Ibu Susanti menderita stroke. Stroke terjadi ketika darah ke otak terputus akibat penyumbatan atau pembuluh darah yang pecah. Ibu Susanti sudah memeriksakan diri ke Puskesmas Bangsalsari tapi tidak ada perkembangan kesehatan yang signifikan. Anggota tubuh bagian sebelah Kanan sudah tidak bisa digerakkan. Saat ini Ibu Susanti tinggal bersama kedua Anaknya. sementara sudah tidak ada anggota keluarga lain yang bisa merawatnya selain kedua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Ibu Susanti tidak bisa beraktivitas selain dilakukan di atas tempat tidur, termasuk buang air Kecil. Semangat sembuh Ibu Susanti masih ada, tetapi biaya pengobatan masih menjadi kendala. Ibu Susanti pun tidak memiliki Jaminan Kesehatan apapun biaya transportasi dan keperluan selama pengobatan sangat berat bagi keluarga ini. Warga sekitar menginformasikan bahwa Ibu Susanti memerlukan bantuan, karena Ibu Susanti sudah tidak tersadarkan diri. Kurir Sedekah Rombongan langsung dengan tanggap mendatangi tempat tinggal Ibu Susanti, karena ibu Susanti sudah tidak tersadarkan diri akhirnya Kurir Sedekah Rombongan segera membawanya ke Puskesmas Bangsalsari untuk pengobatan, karena Puskesmas kekurangan dengan alat Medis akhirnya dirujuk ke IGD RSUD Dr. Soebandi Jember. Selang dua hari Allah berkehendak lain, Kurir Sedekah Rombongan turut berduka cita atas meninggalnya Ibu Susanti Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics, Santunan yang diberikan untuk santunan kematian. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran atas meninggalnya Ibu Susanti Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Oktober 2017 dan 15 November 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil

Ibu Susanti menderita stroke


AMI MISNAYA (66, Dhuafa) Alamat Jl. Al Ikhlas Dusun Krajan RT/RW 001/005, Desa Langkap, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ibu Misnaya adalah seorang Dhuafa yang hidup sebatang kara yang makan sehari-harinya serba kekurangan, dan beliau sering dibantu oleh tetangganya untuk makan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Ibu Misnaya bahwa beliau memerlukan bantuan. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal Ibu Misnaya. Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Misnaya. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari untuk Ibu Misnaya. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat dan semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh AllahSubhanahuwata’ala. Amin

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil

Bantuan tunai


MISBACHUL MUSTAFID, (26, Patah Tulang Kaki Kiri ) Alamat Dusun Krajan A RT/RW 001/004, Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Tafid begitu pemuda ini sering disapa, adalah seorang buruh harian di kota asalnya Kencong Kabupaten Jember. Tahun 2010, mungkin menjadi hari yang tak bisa dilupakan oleh seorang Tafid, hari itu saat perjalanan pulang ke rumah dari tempat kerjanya Tafid mengalami kecelakaan. Tiba-tiba truk dari arah berlawanan menabraknya, sang sopir langsung melarikan diri. Sementara kondisi Tafid mengalami patah tulang, oleh warga setempat langsung dilarikan ke Puskesmas Kencong untuk mendapatkan penanganan medis. Tak lama dirawat, Puskesmas menyatakan bahwa Tafid harus di rujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember, karena di Puskesmas keterbatasan alat medis. Setelah dirawat di RSUD Dr. Soebandi Jember, Tafid dilakukan operasi pemasangan Pen. dan saat usai operasi pemasangan pen Tafid tidak pernah kontrol sejak operasi pertama karena tidak memiliki biaya dan transportasi. hanya perawatan luka dirumahnya selama 6 tahun, kaki tafid akhirnya membusuk. Orang tua Tafid, Bapak Esi Junaidi (48) bekerja sebagai penjual bantal keliling dengan penghasilan tidak menentu. Sementara sang ibu Tafid, ibu Sumiati (45) terpaksa tidak bekerja karena harus menunggu sang anak dirumahnya. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Tafid di kediamannya, Tafid hanya terbaring lemas di tempat tidurnya. Tafid memiliki Jaminan kesehatan berupa KIS ( Kartu Indonesia Sehat ). Kurir Sedekah Rombongan segera mengevakuasi Tafid ke Puskesmas lalu meminta rujukan ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk dilakukan pengobatan. Selama dilakukan pengobatan oleh Dokter RSUD Dr. Soebandi Jember Tafid untuk segera di operasi amputasi, karena kaki sebelah kirinya tidak bisa menjamin untuk sembuh. Alhamdulillah, usai amputasi kini kondisi Tafid berangsur membaik, tapi Tafid masih harus menjalani kontrol rutin di Dr. Soebandi Jember. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Tafid, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi pasca operasi dan Uang Saku. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Tafid, dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1072

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 November 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil

Tafid mengalami patah tulang


SAHIRUDIN BIN MUTABI, (62, Giant Lymphoma) Alamat Dusun Krajan II RT/RW 002/013, Desa Ngampelrejo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember. Provinsi Jawa Timur. Sahirudin biasa beliau panggil. Empat tahun yang lalu Bapak Sahirudin memiliki benjolan kecil di pipi sebelah kanan, tetapi oleh bapak Sahirudin dibiarkan karena hanya dianggap benjolan biasa dan tetapi semakin lama benjolan tersebut semakin membesar sehingga sampai menutupi hidung dan kedua matanya. Oleh keluarga diperiksakan lah ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk mengetahui penyakit yang dialaminya. Setelah hasil CT Scan Diagnosa Dokter menyatakan bahwa bapak Sahirudin mengalami penyakit Giant Lymphoma. Dokter menyarankan untuk di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bapak Sahirudin memiliki Jaminan Kesehatan berupa JKN – KIS NON PBI Kelas III yang meringankan beban keluarganya dalam pengobatan bapak Sahirudin. Setelah dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya bapak Sahirudin menjalankan Kontrol Rutin dan Kemo. dan cukup banyak biaya transportasi ke Jember – Surabaya. Sampai keluarga Bapak Sahidurin kehabisan biaya untuk menjalankan kemo di Surabaya. Saat kondisi Bapak Sahirudin drop warga sekitar menginformasikan bahwa bapak Sahidurin membutuhkan bantuan dalam berobat dan biaya Transportasi. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi tempat tinggal bapak Sahirudin dan membawanya ke Rumah Sakit swasta Jember untuk pengobatan dan perawatan karena kondisi Bapak Sahirudin semakin Drop. Sedekah Rombongan merasa kusulitan Bapak Sahirudin, Santunan diberikan dipergunakan untuk Biaya Suplemen Pasien. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Bapak Sahirudin, dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, Semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1073

Jumlah Santunan : Rp. 505.200,-
Tanggal : 22 November 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @lutfi @isroil

Bapak Sahirudin mengalami penyakit Giant Lymphoma


NURHAYATI BINTI ASMIN (57, Kanker kolorektal) Alamat Dusun Krajan RT/RW 005/001, Desa Sempolan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ibu Nurhayati begitu panggilannya adalah istri dari Pak Arsin (59) buruh tani dan mempunyai 2 orang anak, namun anaknya sudah berumah tangga semua sehingga beliau hanya tinggal berdua saja dengan suaminya. Derita Ibu Nurharyati di mulai sejak dua tahun yang lalu. Saat itu dirasakan Sakit di perut dan bagian duburnya sehingga dengan segera dibawa ke RSUD Ajung Kalisat. Setelah mendapat perawatan dan diagnosa Dokter menyatakan mengalami Kanker Kolorektal dan harus segera dilakukan operasi. Saat itu juga dilakukan operasi dan setelah selesai diperbolehkan pulang. Sejak 3 bulan ini dirasakan kambuh lagi dan disarankan untuk segera ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Suaminya yang hanya buruh merasa sangat keberatan dikarenakan faktor biaya sehingga hanya dibelikan obat saja. Alhamdulillah Kurir SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT kepada keluarga Ibu Nurhayati, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari Sedekahholic yang digunakan untuk Biaya Pengobatan dan Perawatan di rumah sakit Dr. Soebandi Jember. Keluarga sangat berterimakasih kepada Sedekah Rombongan atas bantuannya mudah mudahan Ibu Nurhayati segera diberikan kesembuhan. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 November 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil

Bu Nurhayati mengalami kanker kolorektal


RIZKI BIN ABD HALIM, (8, TB TULANG) Alamat Jl. Bungut IV / 43 RT/RW 002/012, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Rizki, begitu beliau biasa dipanggil sudah dua bulan lebih merasakan sakit di punggungnya. Awalnya adik Rizki jatuh dan saat proses penyembuhan adik Rizki hanya di bawa ke dukun pijat dan sampai akhirnya punggung adik Rizki menjadi bungkuk. Tak hanya itu saja, adik Rizki sering batuk yang tak kunjung sembuh dan sering kambuh. sakit di punggungnya juga semakin terasa sakit. Dokter meminta dilakukan pengobatan juga untuk tulangnya, akan tetapi niat itu di urungkan dikarenakan tak ada biaya. Kini Adik Rizki sudah memiliki BPJS Mandiri Kelas III dengan total 5 anggota keluarga, meskipun begitu orang tua adik Rizki masih membutuhkan biaya akomodasi untuk berobat ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Setelah pemeriksaan Diagnose terakhir dokter menyatakan adik Rizki menderita TB Tulang. Adik RIzki tinggal bersama Bapak Abd Halim (44) dan Ibu Ani Mardiana (37) yang berprofesi Ibu Rumah Tangga, sedang Bapak Abd Halim bekerja sebagai buruh lepas yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi dari warga sekitar bahwa adik Rizki memerlukan bantuan, karena adik Rizki semangat untuk menjemput kesembuhannya. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi tempat tinggal adik Rizki. Kurir Sedekah Rombongan langsung memberi santunan titipan dari para Sedekaholics , Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Pembelian Susu dan Biaya Administrasi di Rumah Sakit. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Rizki dan semoga adik Rizki bisa sembuh seperti sediakala, Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2017 dan 9 November 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil

Rizki menderita TB Tulang


MUSINEM BINTI IROMIDI (63,Diabet meningitis). Alamat : Pejaya Anugerah blok RR No 20 RT 11 RW 07 desa Kramat Jegu . KAB. Sidoarjo PROV.Jawa timur. Musinem adalah Ibu dengan 2 anak yang masih sekolah,yang selama ini bekerja sebagai ART dengan Gaji 600.000 / bulan, wajar saja jika beliau merasakan sakit dan tidak pernah dirasa bahkan berobat. Kemarin sakitnya kambuh dan mengakibatkan beliau tidak mampu untuk beraktivitas apa apa kecuali hanya berbaring di tempat tidur dan dibelikan obat seadanya, sehingga suaminya, bapak Suradi (65) yang selama ini menjadi tukang becak membawanya ke Puskesmas terdekat, selama 2 hari beliau di rawat di puskesmas namun sakitnya belum berangsur membaik hingga khirnya beliau diarahkan untuk di rujuk ke RSU daerah Sidoarjo. Namun karena keterbatasan biaya dan tidak adanya jaminan kesehatan yang beliau punya, Beliaupun tidak kunjung berangkat. Alhamdulillah informasi tentang Musinem tersampaikan ke Sedekah Rombongan sehingga sedekahRombongan berkesempatan untuk membantu dengan memberikan bantuan awal untuk transportasi dan Akomodasi berobat ke RSU Daerah Sidoarjo dan membantu menguruskan surat Rekomendasi Dinas Sosial yang nantinya untuk mengurus administrasi Rumah sakit. Semoga Bu Musinem segera sembuh dan kesehatannya kembali pulih, sehingga beliau dapat beraktivitas seperti biasa.

Jumlah bantuan : 500.000
Tanggal : 10 Oktober 2017
Kurir : Mira @mzboz1027 kerlik

Bu Musinem menderita diabet meningitis


PUTRI ASMAUL HUSNA ( 5, Yatim ). Alamat: Jl.Singo menggolo v no 39 desa Ganting Kecamatan Gedangan kabupaten sidoarjo. Putri asmaul husna adalah anak yatim sejak umur 7 hari yang ditinggal sang ayah (Mustakim) meninggal karena kecelakaan, sejak saat itu sikecil ini diasuh oleh Ibunya (Tri mei ningrum ) dan mbahnya.., saat ini Putri sudah umur 5 tahun dan bersekolah di Sekolah TK A futuhiyah wonokoyo. Seperti pada umumnya anak anak seusianya, suatu hari sikecil ini menyampaikan keinginannya untuk bisa bermain sepeda seperti teman teman lainnya, namun ibu’nya hanya bisa menyanggupi karena penghasilan selama ini sebagai petugas cleaning di suatu perusahan di Surabaya, Alhamdulillah cukup untuk makan sehari2 dan buat bayar sekolah si putri dan adiknya. Mungkin do`a ibunya terjawab, SedekahRombongan dipertemukan dengan putri melalui seorang tetangganya dan menyampaikan keinginan si Putri kecil. Alhamdulillah Amanah sedekaholic tersampaikan untuk pembelian sepeda baru buat si Putri. Semoga dengan bantuan sepeda ini bisa menjadikan Putri lebih senang dan lebih Semangat untuk Belajar dan Mengaji.

Jumlah bantuan : Rp 600.000
Tgl : 11 Oktober 2017
Kurir : Mira @mzboz1027@nurrypay

Pembelian sepeda baru


Miftahul jannah (20 TBC ) Alamat : gg glatik rt 4 rw 3 Desa Gedangan Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo. Provinsi. Jawa Timur . Jannah, biasa dia dipanggil tinggal dirumah kontrakan bersama kedua orang tuanya , Jannah adalah seorang anak gadis yang tiap hari membantu Orang Tuanya bekerja dengan menjual gorengan. Gejala sakitnya dirasakan mulai akhir Tahun 2016 lalu, mulai mengalami batuk yang dianggap batuk biasa, namun karena tidak kunjung sembuh meski sudah diberi obat batuk dan akhirnya diperiksakan ke Puskesmas. Hasil pemeriksaan lab menunjukkan bahwa Jannah positif batuk diakarenakan virus TBC dan mendapat obat jalan yang harus rutin dikonsumsi tidak boleh putus selama minimal 6 bulan dan diwajibkan untuk control ke Puskesmas. Bapaknya Arif rahman hakim (54) dan Ibuknya Any wilujeng (49) adalah pengais rezeki dengan berjualanan gorengan mengungkapkan bahwa pengobatan Jannah yang harusnya tidak boleh terputus terpaksa terputus di bulan pertama karena tidak punya kelebihan untuk biaya transportasinya apalagi beliau harus membayar kontrakan rumah bulanan. SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya transportasi selama pengobatan. Semoga jannah segera bias control dan melakukan pengobatan rutin kembali dan kesehatannya kembali pulih, sehingga ia dapat membantu orang tuanya seperti biasa.

Jumlah bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 18 Oktober 2017
Kurir : Mira Sundari Slamet @nurrypay

Jannah positif batuk diakarenakan virus TBC


SULKAN BIN SADIMAN (59,DIABETES + TUMOR LUTUT ) Alamat : jalan Tlogo rt 002/rw 001, desa Sidokerto, kec. Buduran. Kab . Sidoarjo. Provinsi. Jawa Timur. Mbah Sulkan panggilannya , mengidap diabetes kering sejak 15th lalu. Suami dari mbah Sugiarti ( 65 ) semenjak di diagnosa diabetes penglihatannya semakin lama semakin kabur. Seriing berjalannya waktu, penglihatannya mulai menghilang dan buta total. Mbah Sulkan pernah konsultasi ke dokter mata dan mendapatkan jawaban bahwa matanya tidak bisa di operasi , karena banyaknya saraf yang terputus. Mbah Sulkan juga memiliki benjolan di belakang lututnya , seharusnya jadwal operasi benjolan itu tanggal 21-08-2017 di Rsud Sidoarjo, hanya saja saat itu tekanan darah mbah Sulkan belum stabil,. Sejak sakit mbah Sulkan terpaksa berhenti bekerja dan yang menggantikan mencari nafkah adalah sang istri. Istri mbah Sulkan bekerja sebagai penjual jajanan ringan keliling dengan harga 2000/bungkusnya. Selama masa pengobatan mbah Sulkan menggunakan kartu berobat BPJS kelas 3 dan alhamdulillah meski dengan penghasilan yang tak seberapa mbah Sulkan atau mbah Sugiarti masih sanggup membayar iuran rutin BPJS nya. Mbah Sulkan di rumah kost kostan , jika hujan air menggenangi rumahnya, beliau memiliki 4 orang anak yang sudah memiliki keluarga semua dan mereka tinggal jauh dari rumah mbah Sulkan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Mbah Sulkan dan istri, setelah melalui proses pendataan Sedekah Rombongan memutuskan untuk mendampingi proses pengobatan dan operasi tumor pada lutut mbah Sulkan, mulai dari jemput,antar dan memberikan santunan untuk biaya sehari hari selama berobat. Mbah Sulkan dan istri menguapkan banyak terima kasih pada Sedekaholic yang telah membantunya, semoga Allah membalas kebaikan para sedekaholic semua. aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1. 350.000
Tanggal : 15 September 2017
Kurir : Mira @laksmiwaty Risky @Nurrypay

Mbah Sulkan mengidap diabetes kering dan tumor lutut


AHMAD MAKARIM BIN SAMSUDIN (2 bulan, Radang/Pembengkakan pada Kaki), alamat Desa Patukuki Kecamatan Pehling Tengah Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah. Adik Ahmad sejak lahir mengalami pembengkakan pada bagian kaki sehingga menyebabkan adik ahmad mengalami panas tinggi. Akibat kondisi tersebut kedua orang tua adik Ahmad segera dibawa ke Puskemas Pehling Tengah yang kemudian di rujuk lagi ke RSUD Bangkep untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan lebih lanjut. Dan dari diagnosa dokter rumah sakit agar daging yang membengkak pada bagian kaki tersebut untuk segera dilakukan operasi pengangkatan. Adik ahmad merupakan anak dari Bapak Samsudin (51) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dan Ibu bernama Nurija (42) sebagai Ibu rumah tangga. Selama dirawat dan berobat di rumah sakit Adik Ahmad menggunakan jaminan kesehatan dalam bentuk KIS (kartu Indonesia Sehat).
Sedekah rombongan segera bergerak menuju rumah sakit setelah memperoleh informasi tersebut. Dan alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic untuk membantu meringankan biaya berobat bagi adik Ahmad.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000, –
Tanggal : 08 November 2017
Kurir : Rasyid @Marni Umar Lembayung

Adik Ahmad sejak lahir mengalami pembengkakan pada bagian kaki


PUTRIANI BINTI RISMAN (27, Infeksi Paru-Paru), alamat Jl. Lapatta Desa Kalukubula Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Awalnya Putriani mengalami sesak nafas dan nyeri pada bagian dada. Namun sekitar seminggu dirawat di rumah kondisi Putriani terus mengalami penurunan dan tubuh semakin kurus. Akhirnya pihak keluarga segera membawa Putriani ke rumah sakit umum Anutapura Palu guna mendapatkan pengobatan dan perawatan lebih lanjut. Dari diagnosa dokter rumah sakit bahwa Putriani mengalami infeksi paru-paru sehingga harus mendapatkan perawatan intensif. Putriani merupakan anak dari Bapak Risman (51) yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan dan ibu bernama Aisyah (49) sebagai ibu rumah tangga. Selama di rumah sakit Putriani menggunakan jaminan kesehatan BPJS.
Sedekah rombongan segera bergerak menuju rumah sakit setelah memperoleh informasi tersebut. Dan Alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna meringankan biaya berobat bagi Putriani.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000, –
Tanggal : 08 November 2017
Kurir : Rasyid@Mega Lapasere

Putriani mengalami infeksi paru-paru


HUDIYAH BINTI YACI (45, Kanker Payudara). Alamat Jl. Banawa Lrg. Bambapangasi Kelurahan Maleni Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah. Sudah 2 tahun lamanya Ibu Hudiyah menderita kanker payudara dan Pernah dirawat di 2 rumah sakit di Kota Palu yaitu Rumah Sakit umum Anutapura Palu dan RS UNDATA, yang kemudian oleh dokter disarankan untuk rujuk ke rumah sakit Wahidin di Makassar. Namun dikarenakan kendala biaya transpor dan akomodasi pihak keluarga memutuskan untuk dirawat di rumah dengan mengandalkan pengobatan Herbal. Ibu Hudiyah merupakan istri dari Bapak Arsyad (46) yang sehari-hari bekerja sebagai sopir. Mereka memiliki tanggungan 4 orang anak. Saat ini jaminan kesehatan yang dimiliki selama berobat di rumah sakit adalah Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Sedekah rombongan terus melakukan pendampingan kepada Ibu Hudiyah pasca pengobatan di Makassar, yang saat ini masih membutuhkan bantuan pembelian obat-obatan dan biaya hidup. Bantuan Sebelumnya masuk pada rombongan 1057.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000, –
Tanggal : 8 November 2017
Kurir : Rasyid @Suparman

Ibu Hudiyah menderita kanker payudara


RIO SAPUTRA BIN MAKUN (16, TBC). Alamat : Dusun Sumuran RT 15/5, Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Rio adalah seorang pelajar klas 1 SMK yang dalam 1,5 tahun terakhir menderita sakit yang cukup serius. Satu tahun yang lalu Rio harus menjalani operasi di Rsu. PKU Muhamadiyah Solo karena ada benjolan di leher nya. Setelah operasi juga dilakukan kemoterapi sebanyak 6 kali. Untuk sakit benjolan di leher sudah tertangani dan saat ini Rio mengalami sakit baru yaitu flek pada paru-parunya sehingga harus menjalani program 6 bulan penyembuhan TBC. Pak Makun (57) ayah Rio bekerja sebagai buruh tani dan ibunya yaitu bu Sutiyem (48) seorang ibu rumah tangga merasa sangat berat untuk biaya pengobatan Rio. Belum lagi tanggungan anak nya sebanyak 6 orang yang semuanya usia sekolah. Selama ini Rio berobat menggunakan Bpjs mandiri yang dalam KK nya terdapat 8 anggota keluarga, semuanya tentu sangat memberatkan pak Makun sebagai kepala keluarga. Informasi mengenai Rio diperoleh dari salah satu Guru Rio dimana Rio bersekolah. Berdasarkan survey maka Bantuan lepas senilai Rp. 1.000.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat dan membayar iuran bpjs mandiri. Pak Makun sangat terharu dan mengucapkan terimakasih untuk bantuan yang telah disampaikan. Semoga Rio bisa segera sembuh dan bisa sekolah lagi seperti biasa nya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Vendi_Vero

Rio mengalami sakit flek pada paru-paru


WAGIRAH BINTI SAMSU (55, lumpuh). Alamat : Desa Sampung RT 12/3, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Wagirah adalah seorang ibu dari 2 orang anak yang mengalami kelumpuhan sejak 12 tahun silam. Berawal dari penyakit rematik yang menyebabkan tubuh nya dari hari ke hari semakin lemah sampai akhir nya benar-benar lumpuh dan tidak bisa berjalan sama sekali. Suami nya yaitu pak Titut (57 tahun) bekerja sebagai kuli bangunan, sudah lama meninggal kan bu Wagirah dengan kondisi sakit, walaupun beberapa kali masih memberikan nafkah ala kadar nya. Selama sakit, bu Wagirah dirawat oleh kedua anak laki-lakinya yang bekerja serabutan sebagai kuli bangunan. Mereka bergantian menjaga ibunya, jika yang satu kerja maka yang lain punya kewajiban menjaga ibunya dirumah. Selama ini pengobatan telah dilakukan secara maksimal baik secara medis maupun alternatif tetapi belum membuahkan hasil. Informasi mengenai keluarga ini diperoleh dari penduduk sekitar yang masih perduli dengan keadaan bu Wagirah. Santunan lepas sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya kehidupan sehari-hari. Keluarga bu Wagirah sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas santunan yang tekah disampaikan. Semoga berbalas kebaikan untuk semua pihak. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Sugino

Bu Wagirah menderita lumpuh


ANDIK ISDIANTO, (27, remuk tulang kaki karena kecelakaan). Alamat : Desa Plosotinil RT 5/3 Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Andik mengalami kecelakaan 2 tahun lalu, saat akan berangkat kerja di suatu Expo dengan di boncengkan teman nya. Kecelakaan beruntun terjadi dan Andik mengalami luka yang cukup serius, tulang lutut nya hilang sepanjang 6 cm. Saat itu Andik langsung dilarikan ke Rsud Sayidiman Magetan, dan setelah beberapa hari dirawat harus dirujuk ke Rsu Suharso/ Orthopedi Solo, dilakukan operasi dengan jaminan Bpjs. Setelah proses operasi, Andik hanya mampu melakukan kontrol dua kali, setelah itu berhenti berobat karena sudah tidak punya biaya lagi. Orang tua Andik yaitu Pak Suyono (45) bekerja sebagai buruh tani dan ibunya yaitu Bu Asmirah (46), seorang ibu rumah tangga, jadi sangat keberatan untuk biaya pengobatan Andik. Beruntung saat kontrol kedua, Andik bertemu dengan Nuryadi yang merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan sehingga Nuryadi menyampaikan tentang kondisi Andik pada salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Setelah melalui proses survey, Andik menjadi salah satu pasien dampingan dan bisa melanjutkan proses pengobatan kembali. Saat ini Andik sedang menjalani pengobatan dengan pemakaian Ilizarof (alat untuk terapi penumbuhan tulang) mulai Januari 2017 sampai Desember 2017. Santunan kelima titipan para Sedekaholic sebesar Rp 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan, setelah sebelum nya masuk rombongan 929, 949, 1007 dan 1058. Andik dan keluarga mengucapkan terimakasih yang tak terhingga atas semua bantuan dan pendampingan yang telah dilakukan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 9 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Ronyprata58 @KinantiAwe

Andik menderita remuk tulang kaki karena kecelakaan


SUMINI BINTI NGROMBO ( 81, Tuna netra + Lumpuh ). Alamat : Dusun Ngrombo RT. 13/5 Desa Banjarejo, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Sumini hidup sebatang kara tanpa suami tanpa anak. Menempati rumah kecil bantuan dari bedah rumah TNI beberapa tahun yang lalu. Semasa masih sehat, bu Sumini bekerja sebagai pencari batu kali untuk dijadikan batu koral yang kemudian dijual. Semenjak 7 tahun yang lalu bu Sumini mengalami kebutaan, bahkan sekarang mengalami kelumpuhan.
Untuk kebutuhan sehari-hari di cukupi oleh keponakannya yang bekerja sebagai buruh tani dan bantuan dari tetangga. Untuk sekedar makan dan kebutuhan lain sangat memprihatinkan. Terkadang makan hanya dengan nasi tanpa lauk. Selain bedah rumah bu Sumini tidak pernah mendapat bantuan apapun baik dari pemerintah desa maupun pemerintah pusat. Pengobatan tidak pernah dilakukan sama sekali karena keadaan yang sangat terbatas. Informasi mengenai Bu Sumini diperoleh dari penduduk sekitar yang masih perduli dengan kondisinya. Berdasarkan hasil survey maka Santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat serta untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Bu Sumini sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga kondisi Bu Sumini segera membaik, Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Kinanti_Awe @Sumiyati

Bu Sumini mengalami kebutaan, dan kelumpuhan


MARINEM BINTI SONOREJO ( 64, Paru-paru ). Alamat : Dusun Sambi RT. 6/3 Desa Simo Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Bu Marinem hidup dengan ibunya yang mulai renta dan sakit sakitan. Bahkan ibunya sudah mengalami lumpuh, sehingga hanya berbaring di dipan. Semenjak muda bu Marinem bekerja sebagai penganyam bambu (membuat cething), karena kondisi fisiknya mulai sakit sakitan sekarang beralih membuat tusuk sempolan, 100 bijinya dihargai Seribu rupiah. Sakitnya dirasakan semenjak lama yaitu sering batuk, kemudian sembuh lagi. Semenjak 2 tahun yang lalu bu Marinem menjalani pengobatan TBC paru paru dengan biaya sendiri. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari di bantu oleh anaknya yang bekerja sebagai penganyam gedek dan bantuan dari tetangga. Untuk sekedar makan dan kebutuhan lain sangat pas pasan. Rumahnya sederhana berdinding anyaman bambu berlantaikan tanah. Pengobatan dilakukan dengan obat jalan dari mantri kesehatan. Informasi mengenai bu Marinem diperoleh dari penduduk sekitar yang masih perduli dengan kondisinya. Berdasarkan hasil survey maka Santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat serta untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Bu Marinem sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga bu Marinem segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Kinanti_Awe @Sumiyati

Bu Marinem mengalami TB paru paru


KAMSI BIN AMAT SAID ( 63, Rematik + Asam Urat ) Alamat : Dusun Simo RT. 8/1 Desa Simo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Semasa muda pak Kamsi tipe pekerja keras, selain sebagai petani bekerja serabutan menjadi pemecah batu. Karena bekerjanya sering melampaui batas sehingga berdampak pada kondisi fisiknya dimasa tua. Awal sakit yang dirasakan nyeri pinggang dan lutut, sekitar 4 tahun yang lalu pernah mengalami kelumpuhan dan hanya dibelikan obat di toko. Bila tidak ada pekerjaan di sawah Istrinya bekerja serabutan menjadi tenaga suruhan tetangganya. Kondisi nya sangat pas pasan, mengingat dirumah juga menanggung anak angkatnya dan membiayai sekolah cucu yang mengalami kelainan sejak lahir. Rumahnya mulai rapuh dan belum dapat memperbaiki, hanya disangga dengan kayu dan bambu.
Untuk kebutuhan sehari-hari didapat dari hasil menjual hasil pertanian yang tidak seberapa besar. Pengobatan hanya dilakukan dengan membeli obat toko bila mempunyai uang. informasi tentang pak Kamsi diperoleh dari penduduk sekitar yang masih perduli dengan kondisinya. Berdasarkan hasil survey maka Santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat serta untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Pak Kamsi sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga pak Kamsi segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Kinanti_Awe @Sumiyati

Mbah Kamsi menderita rematik + asam urat


WINDA PARNIATI BINTI SOMODIKROMO (40, Unf Ucc Tanimo Nasofaring). Alamat : Dusun Wijil RT 3/4, Desa Sidorejo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Bu Winda adalah seorang ibu rumah tangga, mempunyai dua orang anak dan menderita penyakit unf ucc tanimo nasofaring yang sudah berlangsung dua tahun terakhir. Saat ini bu Winda berobat ke Rsud. Moewardi Solo. Operasi telah dilakukan pada bulan Februari 2016, dan dileher nya terpasang alat bantu nafas. Kemoterapi dan sinar telah dilakukan, dan saat ini harus menjalani kontrol rutin. Selama ini bu Winda berobat dengan jaminan Bpjs kelas 3, namun demikian biaya operasional berobat dirasa sangat berat. Kadang untuk transportasi meminjam motor tetangga nya tapi kalau kondisi kurang baik naik bis. Suaminya yaitu pak Parin Zaenal Mutaqim (52) bekerja sebagai kuli penambang batu yang penghasilan nya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak nya yang duduk di klas 1 SMK dan klas 4 SD. Infornasi mengenai bu Winda diperoleh dari salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Setelah melalui proses survey, bantuan lepas sebesar Rp. 1.000.000 pun disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi dan transportasi berobat ke Rsud. Moewardi Solo. Keluarga pak Parin sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Winda segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti sediakala. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 19 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Kinanti_Awe

Bu Winda menderita penyakit unf ucc tanimo nasofarin


MUHAMMAD HUSEIN BIN JAFAR (7 bulan, Hydrosepalus), alamat Desa Bunga Kecamatan Luwuk Utara Kabupaten Banggai Propinsi Sulawesi Tengah. Adik Husein terlahir melalui proses cesar dan selamat. Jelang hari kedua pasca kelahiran dokter melihat ada kelainan yang diderita oleh adik Husein, pihak dokter pun segera menindaklanjuti untuk diperiksa lebih lanjut dan ditemukan bahwa ada penyumbatan dalam saluran otak. Selang 3 bulan kemudian di bagian kepala adik Husein terus membesar sehingga pihak keluarga bergegas membawa adik Husein ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari diagnosa dokter bahwa adik Husein menderita Hydrosepalus dan harus segera di rujuk ke rumah sakit di Makassar. Adik Husein merupakan anak kedua dari Bapak Fajar Sumardi (28) yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan dan ibu bernama Sunarti Uluki (36) sebagai ibu rumah tangga. Selama berobat adik Husein menggunakan jaminan kesehatan dalam bentuk BPJS.
Sedekah rombongan segera bergerak menemui keluarga adik Husein setelah memperoleh informasi tersebut. Dan Alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu mempersiapkan kebutuhan keberangkatan adik Husein ke Makassar.

Jumlah bantuan : Rp. 7.160.000, –
Tanggal : 19 November 2017
Kurir : Rasyid @Ahmad Jueni

Husein menderita Hydrosepalus


DARMO SARKUM BIN WOSO KARYO (86, Hernia). Alamat : RT 2/3 Desa Kalang, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Mbah Darmo adalah seorang kakek dari dua anak yang sudah dua tahun terakhir menderita sakit Hernia. Awal nya sakit yang diderita tidak begitu diperhatikan tapi akhir-akhir ini dirasakan cukup sakit apabila saat berjalan. Untuk periksa ke dokter umum tidak punya cukup biaya, dan juga kebetulan juga tidak punya jaminan kesehatan, baik yang dari pemerintah maupun mandiri. Kedua anak mbah Darmo sudah berkeluarga dan bekerja sebagai buruh serabutan sehingga untuk makan sehari-haripun mereka sangat kesulitan. Mbah Darmo sendiri sudah tidak mampu bekerja karena faktor usia, juga kesehatan tentu saja. Informasi mengenai mbah Darmo diperoleh dari warga sekitar rumah nya yang masih perduli dengan kondisi keluarga mbah Darmo. Berdasar kan hasil survey, maka bantuan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat dan pendaftaran Bpjs mandiri. Keluarga mbah Darmo sangat bersyukur dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga mbah Darmo bisa segera sembuh dan beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Kinanti_Awe @Rubianto

Pak Darmo menderita sakit Hernia


SUPARNO BIN MANGUN DIRIN (53 tahun, liver). Alamat : Jalan Diponegoro Gang Lawu 3 Nomer 5 RT 1/1, Kelurahan Selosari, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Suparno adalah seorang bapak yang mempunyai tanggungan 2 orang anak yang masih sekolah, seorang istri dan ibu nya yang sakit stroke. Selama ini pak Suparno menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja serabutan, kadang kuli, kadang menjadi tukang ojek. Istrinya yaitu ibu Mujiati (51 tahun) bekeja sebagai pembuat makanan khas Magetan yaitu Jrangking yang penghasilan nya hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari. Setahun terakhir pak Suparno menderita sakit liver sehingga tidak bisa bekerja seperti biasa nya. Seminggu yang lalu beliau menjalani operasi dengan menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri. Informasi mengenai pak Suparno di peroleh dari salah satu teman kurir Sedekah Rombongan Magetan. Santunan titipan para Sedekaholic sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya kontrol pasca operasi serta pembayaran iuran rutin BPJS Mandiri. Pak Suparno sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan untuk keluarga beliau.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 12 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Kinanti_Awe @Mirza

Pak Suparno menderita liver


DWI PURWANTO (31, Syaraf mata). Alamat : RT 5/2 Desa Candirejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Dwi adalah seorang pemuda yang mempunyai kelainan sejak lahir yaitu menderita Folio. Karena keterbatasan pengetahuan, orang tuanya yaitu pak Suparno (60) dan bu Suparmi (56) tidak pernah menyekolahkan Dwi sehingga sampai usia saat ini tidak bisa baca tulis. Padahal dengan kelainan yang di derita seharus nya Dwi bisa belajar di Sekolah Umum. Setahun yang lalu karena dipicu oleh sebuah kecelakan, mata kirinya sudah tidak dapat melihat. Dan saat ini mata kanan nya mulai tidak bisa berfungsi normal. Saat diperiksakan di Rsud. Soedono Madiun dokter menyatakan jika syaraf mata Dwi bermasalah. Dwi berobat menggunakan jaminan Bpjs kelas 3. Kedua orang tua Dwi yang bekerja di warung kopi dengan penghasilan yang terbatas hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari sangat keberatan untuk biaya berobat Dwi. Sedekah Rombongan hadir untuk meringankan beban keluarga pak Suparno dengan menyampaikan Bantuan lepas sebesar Rp. 1.000.000 dan digunakan untuk biaya berobat. Pak Suparno sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diterima, semoga Dwi segera sembuh dan mata nya bisa berfungsi normal seperti sebelum nya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Rubianto

Dwi menderita sakit syaraf mata


TANGGAP BENCANA BANJIR (Bantuan Konsumsi untuk Relawan). Alamat : Jalan Karya Darma, Desa Ringinagung, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Hujan deras yang terjadi di wilayah Magetan dan sekitar nya pada tanggal 17 November 2017 mengakibatkan debit meningkat, air meluap dan terjadi banjir di sejumlah titik. Banjir juga terjadi di jalan Karya Darma, sejumlah remaja dan anak-anak berhujan-hujan sambil membantu motor atau mobil yang mogok karena terjebak banjir. Karena deras nya arus, tanpa disangka satu orang anak atas nama Arega (11) terseret air masuk ke dalam drainase gorong-gorong yang terbuka. Teman nya, Fabustam (17) berusaha menolong namun malang sekali juga ikut terseret arus air. Jenazah Arega ditemukan setengah jam dari kejadian pada jarak 1 km dari Tkp. Tetapi Fabustam belum ditemukan. Pencarian tetap dilakukan dalam guyuran hujan. Team Sar, Tagana, Bpbd dan masyarakat sekitar bahu membahu membongkar sebagian tutup gorong-gorong dan menyisir aliran air. Sedekah Rombongan segera merapat ke tkp dan menyampaikan bantuan ransum berupa Nasi, teh hangat, air mineral, obat-obatan yang saat itu sangat dibutuh kan relawan tetapi belum ada di lokasi. Sampai jauh malam usaha belum membuahkam hasil. Pencarian dilanjutkan keesok hari nya dan jenazah Fabustam baru ditemukan 4 hari setelah kejadian. Team relawan dari Tagana dan Bpbd mengucapkan terimakasih atas suport Sedekah Rombongan, semoga ke depan bisa berlanjut kerjasama dalam kegiatan sosial berikutnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Mirza @Vendi_Vero @RonyPratama

Bantuan konsumsi untuk relawan


SEMMANA BIN HUSEIN (62, Jantung dan asma akut), alamat Desa Salumpaku Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Bapak Semmana sudah sejak lama menderita penyakit jantung dan asma akut. Di umur yang sudah renta Bapak Semmana hanya dapat dirawat di rumah seadanya karena ketidakmampuan keluarga serta jarak yang cukup jauh antara rumah dengan rumah sakit. Sehari-hari Bapak Semmana tinggal bersama anak laki-laki yang bekerja sebagai buruh tani. Saat ini Bapak Semmana belum memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk apapun.
Sedekah rombongan segera bergerak menuju kediaman Bapak Semmana setelah memperoleh informasi tersebut. Dan Alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera manyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan beban hidup bagi Bapak Semmana.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000, –
Tanggal : 12 Oktober 2017
Kurir : Rasyid @Suparman

Bapak Semmana menderita penyakit jantung dan asma akut


LILIS SUPARMI BINTI SUWARNO (30, modal kerja). Alamat : Dusun Jelok RT. 04/01, Desa Sukowidi Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Propinsi Jawa Timur. Bu Lilis adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki 2 anak kembar usia 9 tahun, duduk di kelas 3 SD. Selama ini kehidupan nya berjalan lancar, suaminya bekerja sebagai pedagang sayur keliling (ethek) mulai dari jam 1 malam sampai 12 siang. Hasil dari bekerja mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari, bahkan bisa membangun rumah. Ditengah-tengah proses membangun rumah, pak Seno suaminya mengalami sakit yang serius. Karena pekerjaan nya sangat berat, pak Seno sering mengkonsumsi suplemen dan pemakaian yang terlalu sering berakibat fatal yaitu penyakit gagal ginjal. Karena kondisinya cukup parah, saat ini pak Seno harus menjalani cuci darah seminggu dua kali. Cuci darah di Rsud. Sayidiman ini sudah berjalan selama dua tahun terakhir. Dengan kondisi ini, praktis pak Seno sudah tidak mampu bekerja lagi. Pembangunan rumah mangkrak, bahkan untuk biaya hidup sehari- hari pun sudah sangat kesulitan. Dengan kondisi ini bu Lilis harus mengambil alih semua tanggung jawab. Akhir nya bu Lilis memilih untuk mengambil kursus menjahit, dengan pertimbangan tetap dapat menjaga keseharian suaminya serta mendampingi proses cuci darah seminggu dua kali. Saat ini bu Lilis berencana membuka usaha menjahit tetapi terkendala biaya pembelian mesin jahit. Sedekah Rombongan yang selama ini mendampingi proses pengobatan suaminya berinisiatif untuk membantu mengusahakan modal kerja untuk keluarga pak Seno supaya bisa melanjutkan menata masa depan lebih baik. Modal kerja ini digunakan untuk pembelian mesin jahit berikut meja serta perlengkapan nya. Bu Lilis menangis terharu menerima bantuan mesin jahit. Beliau mengucapkan terimakasih untuk bantuan yang telah disampaikan. Doa terbaik dihaturkan untuk para Sedekaholic, semoga bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan berbalas beribu kebaikan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 14 November 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf

Bantuan modal kerja


SULKAN BIN SADIMAN (59,DIABETES + TUMOR LUTUT ) Alamat : jalan Tlogo rt 002/rw 001, desa Sidokerto, kec. Buduran. Kab . Sidoarjo. Provinsi. Jawa Timur. Mbah Sulkan panggilannya , mengidap diabetes kering sejak 15th lalu. Suami dari mbah Sugiarti ( 65 ) semenjak di diagnosa diabetes penglihatannya semakin lama semakin kabur. Seriing berjalannya waktu, penglihatannya mulai menghilang dan buta total. Mbah Sulkan pernah konsultasi ke dokter mata dan mendapatkan jawaban bahwa matanya tidak bisa di operasi , karena banyaknya saraf yang terputus. Mbah Sulkan juga memiliki benjolan di belakang lututnya , seharusnya jadwal operasi benjolan itu tanggal 21-08-2017 di Rsud Sidoarjo, hanya saja saat itu tekanan darah mbah Sulkan belum stabil,. Sejak sakit mbah Sulkan terpaksa berhenti bekerja dan yang menggantikan untuk mencari nafkah adalah sang istri. Istri mbah Sulkan bekerja sebagai penjual jajanan ringan keliling dengan harga 2000/bungkusnya. Selama masa pengobatan mbah Sulkan menggunakan kartu berobat BPJS kelas 3 dan alhamdulillah meski dengan penghasilan yang tak seberapa mbah Sulkan atau mbah Sugiarti masih sanggup membayar iuran rutin BPJS nya. Mbah Sulkan tinggal di rumah kost , jika hujan air menggenangi rumahnya, beliau memiliki 4 orang anak yang sudah memiliki keluarga semua dan mereka tinggal jauh dari rumah mbah Sulkan.Dalam setiap berobat mbah Sulkan selalu di temani istri , perjalanan yang lumayan jauh bagi Sulkan untuk berobat ke RSUD Sidoarjo karena keterbatasan penglihatannya dan setiap berobat menggunakan transportasi umum atau angkutan umum. Alhamdulillah Sedekah Rombongan Sidoarjo dipertemukan dengan mbah Sulkan beserta istri oleh salah satu perawat di RSUD Sidoarjo . setelah melalui beberapa proses pendataan , mbah Sulkan di putuskan menjadi pasien dampingan sedekah rombongan , pada tanggal 8 september 2017 mbah Sulkan melakukan operasi pengangkatan tumor pada lutut bagian belakangnya, alhamdulillah operasi pun berjalan dengan lancar . Sedekah Rombongan terus mendampingi sampai masa pemulihan hingga mbah Sulkan bisa berjalan kembali.

jumlah Bantuan : Rp.750.000
tanggal : 11 oktober 2017
kurir : Mira @ncepaholic @nurrypay

Mbah sulkan mengidap diabetes kering


SEPTIANA DEWI (4, Tumor Pipi). Alamat : Jl. Angkatan 66, Gang 10A, RT 4/2, Desa Kramatsari, Kec. Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada awalnya, 2 hari setelah Septi lahir diketahui ada benjolan pada pipi kiri. Kemudian orang tua Septi membawa ke RSUD Bendan Pekalongan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah diakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosis bahwa Septi menderita tumor pipi. Kemudian dokter merujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk pengobatan lebih lanjut. Pada akhir September 2014, Septi dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Tahap demi tahap pemeriksaan telah dilalui oleh Septi. Dokter menyarankan Septi untuk menjalani operasi pada usia 1 tahun karena organ tubuh dan wajahnya yang masih sangat rentan jika dilakukan tindakan medis lanjut, seperti pembedahan. Pada Oktober 2015, Septi menjalani operasi pengangkatan tumor tahap satu dan selanjutnya dilakukan rekontruksi wajah. Hingga saat ini, Septi telah menjalani operasi rekontruksi wajah sebanyak 7 kali. Saat ini Septi sedang menjalani pengobatan rawat jalan dan persiapan rekonstruksi tahap ke 8. Ayah Septi, Dimyati (34) yang bekerja sebagai tukang tambal ban dan ibunya, Umiasih (24) seorang ibu rumah tangga, merasa kesulitan ketika berobat ke Semarang karena jarak yang sangat jauh sehingga dibutuhkan biaya akomodasi yang tidak sedikit. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Hingga pada pertengahan September 2014 tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Septi dan kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan yang juga dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dan menjadikan Septi sebagai pasien dampingan Sedekah Rombongan. Santunan kembali disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1057.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 20 September 2017
Kurir : @indrades @haurilmnisfari @naadiahusna

Septi lahir dengan benjolan pada pipi kiri


MUHAMAD WILDAN AFANI (1, Atresia Ani). Alamat : Desa Lambanggelun, RT 1/1, Kec. Paninggaran, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada tanggal 9 Mei 2016 lalu, lahir seorang bayi laki-laki bernama Wildan. Semua keluarga gembira menyambut kelahiran Wildan. Namun, tiba-tiba kabar kurang menyenangkan datang dari dokter yang penangani persalinan ibu Wildan. Saat itu dokter menjelaskan bahwa Wildan lahir dengan kondisi tidak normal. Wildan memiliki kelainan pada saat lahir yaitu atresia ani atau yaitu tidak memiliki anus. Dokter menjelaskan bahwa Wildan harus menjalani operasi supaya memiliki anus. Tetangga sekitar yang mengetahui kondisi tersebut kemudian secara sukarela membantu agar Wildan bisa segera operasi. Operasi tahap satu pun dilakukan yaitu pembuatan colostomi (anus buatan) di perut kiri sebagai jalan pembuangan tinja sementara yang dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah operasi tahap satu selesai, Wildan harus menjalani operasi tahap dua yaitu pembuatan anus diusia 6 bulan. Namun operasi tersebut belum bisa dilakukan saat Wildan berusia 6 bulan. Orang tua Wildan yaitu Pak Nasib Sugiono (22) yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan Bu Titi Murni (21) hanyalah ibu rumah tangga biasa merasa tidak mampu dengan biaya transportasi yang harus mereka siapkan. Pak Nasib dan Bu Titi Saat itu Pak Nasib seakan-akan menyerah. Meskipun biaya pengobatan telah dijamin oleh fasilitas kesehatan yang telah dimiliki yaitu BPJS PBI Kelas III. Hingga akhirnya tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Nasib. Tim kurir #SedekahRombongan sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Wildan. Serangkaian tindakan medis di RSUP Dr. Kariadi telah selesai dilakukan dan Wildan sudah menjalani operasi tahap dua. Saat ini Wildan sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya akomodasi selama di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1056.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000​,-
Tanggal : 28 September 2017​
Kurir : @indrades @DiyahSumanti @naadiahusna

Wildan memiliki kelainan pada saat lahir yaitu atresia ani


BING SLAMET (60, Jantung Akut ) Alamat : Jl. Kholil BC 17 RT 83 / RW 09 Wisma Tropodo , kec. Waru . kab . Sidoarjo . Provinsi. Jawa Timur .Pak Bing panggilannya seorang guru music freelanc yang gaji perbulannya hanya 500.000 . Pak Bing tinggal bersama istri ,Cupit Indrawati (60) yang bekerja sehari-hari sebagai kurir air mineral gallon dari rumah ke rumah. Mereka memiliki seorang anak yang sakit sakitan dan tinggal bersama saudaranya. Pak Bing menderita sakit Jantung sejak 10th lalu, selama ini Pak Bing berobat rutin di klinik kepuh permai Tropodo terdekat , setiap biaya berobat selalu di beri keringanan oleh dokter prakteknya dan sekitar 2th lalu Pak Bing berhenti berobat dikarenakan Dokter tempatnya berobat pindah ke tempat praktek yang lebih jauh dari tempat tinggal Pak Bing, kondisinya yang semakin melemah dan keuangan yang serba kekurangan masih saja di paksakan untuk bekerja , tak jarang beliau jatuh dari kendaraannya saat pulang atau pergi bekerja, selama 2th tidak berobat dan hanya membeli ulang resep yang beliau dapat dari dokter sebelumnya. Kondisinya bukan semakin baik tapi semakin buruk. Alhamdulillah Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Pak Bing Slamet dan keluarga sehingga Pak Bing mampu melakukan pengobatan rutin kembali di RSAL menggunakan kartu BPJS, semoga dengan hadir nya Sedekah Rombongan di tengah keluarga Pak Bing bisa membuatnya kembali sehat dan bisa beraktivitas kembali.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2017
Kurir : Mira Budi @nurrypay

Pak Bing menderita sakit Jantung


MAK TI, (67, Dhuafa) Alamat Dusun Krajan RT/RW 001/005, Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Mak Ti adalah seorang Dhuafa yang hidup sebatang kara dirumah gubuk yang sederhana. Mak Ti tidak bekerja karena kondisi yang sudah berusia senja dan beliau sering dibantu oleh tetangganya untuk makan sehari-harinya. Ibu Ibu pengajian menginformasikan bahwa Mak Ti perlu bantuan untuk kebutuhan sehari-hari, Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat beliau. Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Mak Ti. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi kebutuhan biaya hidup untuk sehari – harinya. Semoga Santunan yang diberikan berguna bagi Mak Ti. Dan Semoga Santunan yang diberikan dari para Sedekaholics mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh dariNya Amin..

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 November 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @Agungganong

Bantuan tunai


ADHELIA DWI PUSPITASARI, (7, Tunarungu) Alamat Jl. Kajar RT/RW 009/004, Desa Kajar, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Adhelia Dwi Puspitasari, kesehariannya pun terbiasa dipanggil Adhel. Adik Adhel menderita kelainan Tuna Rungu sejak baru lahir. Pada saat ini Adik Adhel masih duduk di bangku sekolah di SDN 01 Badean Bondowoso. Keseharian adik adhel tidak bisa berbicara dan tidak dapat mendengar, tetapi adik Adhel berusaha belajar berbicara meskipun tidak jelas. Adik Adhel ini anak dari pasangan Ibu Tri Wahyuni (35) yang berprofesi sebagai Ibu rumah tangga dan Bapak Junaidi (37) yang bekerja buruh harian lepas yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari bagi keluarganya. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi dari warga sekitar bahwa Adik Adhel memerlukan bantuan berupa alat bantu dengar. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ketempat tinggal Adhel untuk meyakinkan bahwa adik Adhel memerlukan bantuan. Setelah itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Adhel, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Pembelian alat bantu dengar. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Adhel dan semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala.

Jumlah Santunan : Rp. 7.000.000,-
Tanggal : 22 November 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @lutfihermansah

Pembelian alat bantu denga


MUHAMMAD HAVIV (9, TB TULANG). adalah seorang anak dari pasangan bapak sukriyanto (34) dan ibu neny (32) yang tinggal di desa pondok, 014/004 Klabang, Kabupaten Bondowoso jawa timur. Bapak sukriyanto memiliki 3 anak dan ini menjadi beban yang berat bagi beliau dengan satu anak yang sakit ini. Bapak sukriyanto bekerja sebagai buruh serabutan dan penghasilan yang tidak pasti, sedangkan ibu neny bekerja sebagai ibu rumah tangga. Adik muhammad haviv sudah mengalami sakit sejak 1 tahun yang lalu, dan pernah mengalami operasi usus buntu. dan sejak saat itu Haviv mengalami pertumbuhan yang tidak normal, badan mengecil, dan akhirnya mengalami kelumpuhan. Setelah didiagnosa, ternyata adik Haviv mengalami penyakit TB tulang. Ini merupakan ujian yang berat bagi keluarga ini. Keluarga ini tinggal satu rumah dengan nenek muhamad haviv. Dan karena sakit ini, adik Haviv sudah tidak bisa melanjutkan sekolahnya sejak 8 bulan yang lalu, dan ini sungguh memprihatinkan mengingat semangat adik Haviv yang ingin sembuh dan dapat melanjutkan sekolah kembali. Latar belakang adik Haviv dari lingkungan sungguh membuat iba, sehingga lingkungan tetangga sekitar sering memberikan bantuan saat pergi ke puskesmas terdekat. Dengan keadaan ini, adik Haviv sangat memerlukan perawatan rutin, kontrol ke rumah sakit terdekat, dalam hal ini ke rumah sakit Dr kusnadi Bondowoso. Santunan yang diberikan sebesar nominal di bawah ini digunakan untuk pembelian Obat-obatan di luar BPJS dan uang Transportasi. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpah ganda oleh dariNya. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1055

Jumlah santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 16 Oktober 2017 dan 14 November 2017
kurir: @yudhoari @viandwiprayugo @awwaludin_yudha

Haviv mengalami penyakit TB tulang


MUHAMMAD RAFA AZKA SATRIA, (2, Hydrocephalus) Alamat Dusun Kedungsuko 003/030, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ibu Ika Famawati (23) sedang hamil anak yang ketiga dari pasangan Kukuh Haryadi (31) kandungan istrinya sudah menginjak 10 bulan. Ibu Ika mengalami kesakitan untuk melahirkan Bayinya. Akhirnya pihak keluarga membawanya ke puskesmas terdekat karena mengalami pendarahan terus menerus, bidan setempat memberikan solusi untuk merujuk ke rumah sakit RSUD Balung Jember karena kondisi Ibu Ika darurat. Setelah sampai di rumah sakit RSUD Balung, selama 30 menit Ibu Ika melahirkan bayi kembar. Selang 3 hari salah satu bayi tersebut meninggal dunia di RSUD Balung. Bayi pertama mendapatkan perawatan 26 hari di RSUD Balung, tak lama kemudian Dokter merujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember karena alat RSUD Balung kurang memadai, karena Pasien mengalami Gangguan di kepala. Setelah sampai di rumah sakit Dr. Soebandi Jember bayi tersebut mendapatkan perawatan selama 1 bulan, Dan akhirnya setelah 1 bulan berlalu bayi tersebut dipulangkan, Dokter hanya menyarankan untuk rawat jalan. Karena kondisi keluarga tidak mampu untuk pengobatan anaknya akhirnya tidak Kontrol. Orang tua Adik Rafa kebingungan karena kondisi anaknya semakin menurun, Akhirnya orang tua tersebut mendatangi rumah kepala desanya untuk meminta bantuan. Dan setelah itu Bapak kepala desa setempat mehubungi salah satu Kurir Sedekah Rombongan memohon bantuan untuk mendapampingi selama dirumah sakit dan Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi rumah adik Rafa untuk bersilahturahmi kerumahnya untuk membantu biaya pengobatan adik Rafa. Adik Rafa anak dari Pasangan Kukuh Haryadi (31) dan Ibu Ika (23). Bapak Kukuh haryadi bekerja sebagai Tambal Ban di pinggir jalan yang penghasilannya tidak memungkinkan. Keluarga adik Rafa ini tergolong orang tidak mampu. Dan tempat tinggal yang di tempati hanya menumpang kepada Pamannya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Rafa. Santunan yang berikan sebagai Akomodasi selama dirumah sakit, Biaya BPJS dan pembelian Suplemen. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh dariNya. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1063

Jumlah Santunan : Rp. 901.950,-
Tanggal : 19 Oktober 2017 dan 22 November 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil

Rafa menderita hydrocephalus


PONDOK YATIM NURUL YAQIN (Bantuan Renovasi). Alamat : Dusun Prapah, Desa Panti, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pondok Yatim Nurul Yaqin ini di bangun di tanah milik salah satu warga sekitar yang mana tanah ini dibeli dari dana swadana masyarakat. Pembangunan Pondok Yatim Nurul Yaqin ini sudah sampai 50% namun di saat pembangunan berlangsung masih terkendala dana yang membuat pembangunan sedikit terhambat. Pada kesempatan ini Kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp. 5.000.000,- guna pembelian bahan bangunan untuk kelanjutan pembangunan Pondok Yatim Nurul Yaqin tersebut. Warga sekitar mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan. Mereka senantiasa mendoakan agar Sahabat SR diberikan keberkahan oleh Allah SWT. Semoga dengan bantuan yang diberikan dapat membawa manfaat. Aamiin

Jumlah Santunan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 22 Mei 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto, @isroil

Bantuan Renovasi


SITI AMALIA (31, TUMOR TULANG BELAKANG ) ALAMAT : jl. Ketapang kel. Suko . kec. Suko . kab. Sidoarjo . Provinsi. Jawa timur. Bu Siti Amalia adalah janda beranak satu. Sakit beliau sudah bertahun – tahun, dari tahun 2011 hanya bisa berbaring di tempat tidur. Sedekah Rombongan Sidoarjo mendapatkan informasi melalui salah satu teman kurir yang kebetulan tinggal dekat dengan rumah beliau. Berawal dari bu Siti mengalami kesakitan di bagian tulang punggung di tahun 2011 setelah mengalami kecelakaan motor dan kecelakaan itu mengakibatkan beliau tak lagi bisa menggerakkan tubuhnnya. Bu Siti pun di larikan ke RSUD Sidoarjo oleh keluarga. Dengan keadaan ekonomi yang sangat terbatas, suaminya Syamsudin (41) yang bekerja merantau di luar pulau namun penghasilannya tidak mampu memenuhi segala kebutuan keluarganya. Setelah di bawa ke RSUD Sidoarjo dengan fasilitas BPJS pada akhirnya Bu Siti di putuskan untuk melakukan operasi pada tulang Punggungnya pada tahun 2011, setelah di operasi bu Siti alhamdulillah membaik namun pada tahun 2012 rasa sakitnya kambuh kembali dan pihak keluarga sudah tidak mampu lagi membiayai transportasi dan akomodasi mbak Siti untuk berobat. Dengan keadaan ekonomi waktu itu yang sangat terbatas, bu Siti mendapatkan kabar kematian suaminya. Beberapa hari sebelum bertemu Sedekah Rombongan bu Siti sempat koma 1 minggu di Rumah sakit Siti Khodijah Sidoarjo. Alhamdulillah Sedekah Rombongan hadir ikut membantu meringankan beban keluarga dan santunan telah di berikan pada bu Siti Amalia, semoga dengan bantuan para sedekaholic bu Siti bisa lekas sehat dan menjalani aktivitasnya kembali.

Jumlah Bantuan :Rp. 716.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2017
Kurir : Mira Mistam @nurrypay

Siti menderita tumor tulang belakang

 

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SUNARWOKO BIN LASIMEN 500,000
2 TINEM BINTI SARIYOMEJO 1,000,000
3 ULFA DWI LESTARI 1,000,000
4 NUR ROKHIM 1,000,000
5 UYE BIN SARIP 1,000,000
6 KATIMO BIN SAIMIN 1,000,000
7 JUMIRAH BINTI MAT ROJIKAN 1,000,000
8 KANAYA AL AQSHA MIKAYLA SYAHMA 1,000,000
9 TUMPUK BINTI SARIYO 1,000,000
10 HARIYADI BIN KARMO 1,000,000
11 MINTHIL BINTI GOTRO 1,000,000
12 MUSHOLA JAMI’ATUL HIKMAH 1,500,000
13 M RESA BAHTIAR 640,500
14 SUSANTI BINTI MISRAH 1,000,000
15 AMI MISNAYA 500,000
16 MISBACHUL MUSTAFID 500,000
17 SAHIRUDIN BIN MUTABI 505,200
18 NURHAYATI BINTI ASMIN 500,000
19 RIZKI BIN ABD HALIM 500,000
20 MUSINEM BINTI IROMIDI 500,000
21 PUTRI ASMAUL HUSNA 600,000
22 Miftahul jannah 1,000,000
23 SULKAN BIN SADIMAN 1,350,000
24 AHMAD MAKARIM BIN SAMSUDIN 1,000,000
25 PUTRIANI BINTI RISMAN 1,000,000
26 HUDIYAH BINTI YACI 1,000,000
27 RIO SAPUTRA BIN MAKUN 1,000,000
28 WAGIRAH BINTI SAMSU 500,000
29 ANDIK ISDIANTO 500,000
30 SUMINI BINTI NGROMBO 1,000,000
31 MARINEM BINTI SONOREJO 1,000,000
32 KAMSI BIN AMAT SAID 1,000,000
33 WINDA PARNIATI BINTI SOMODIKROMO 1,000,000
34 MUHAMMAD HUSEIN BIN JAFAR 7,160,000
35 DARMO SARKUM BIN WOSO KARYO 1,000,000
36 SUPARNO BIN MANGUN DIRIN 1,000,000
37 DWI PURWANTO 1,000,000
38 TANGGAP BENCANA BANJIR 500,000
39 SEMMANA BIN HUSEIN 1,000,000
40 LILIS SUPARMI BINTI SUWARNO 2,000,000
41 SULKAN BIN SADIMAN 750,000
42 SEPTIANA DEWI 800,000
43 MUHAMAD WILDAN AFANI 800,000
44 BING SLAMET 500,000
45 MAK TI 500,000
46 ADHELIA DWI PUSPITASARI 7,000,000
47 MUHAMMAD HAVIV 500,000
48 MUHAMMAD RAFA AZKA SATRIA 901,950
49 PONDOK YATIM NURUL YAQIN 5,000,000
50 SITI AMALIA 716,000
Total 59,723,650

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 59,723,650,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1080 ROMBONGAN

Rp. 57,397,567,478,-